Anda di halaman 1dari 14

TEKNIK PEMERIKSAAN

RADIOGRAFI ATRESIA ANI

MUHAMAD FAIK
Definisi Atresia Ani

 Atresia : tidak ada lubang ditempat yang


seharusnya berlubang baik karena cacat bawaan
maupun terjadi kemudian.
 Ani dari kata anus yang berarti lubang pelepasan
atau dubur.
 Atresia ani : kelainan tidak adanya lubang
pelepasan pada daerah dubur(anus) yang sifatnya
bawaan atau muncul kemudian.
ANATOMI
Patologi
Atresia ani diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria antara lain:
1. Menurut Berdon, membagi atresia ani berdasarkan tinggi rendahnya kelainan,
yakni:
a. Atresia ani letak tinggi : bagian distal rectum berakhir di atas muskulus
levator ani (> 1,5cm dengan kulit luar).
b. Atresia ani letak rendah : distal rectum melewati musculus levator ani ( jarak
<1,5cm dari kulit luar).
2. Menurut Stephen, membagi atresia ani berdasarkan pada garis pubococcygeal.
a. Atresia ani letak tinggi : bagian distal rectum terletak di atas garis
pubococcygeal.
b. Atresia ani letak rendah: bila bagian distal rectum terletak di bawah garis
pubococcygeal.
2. Menurut Ladd dan Gross, membagi menjadi 4 type jenis atresia ani.
a. Stenosis ani : anus dan rectum ada tetapi menyempit.
b. Imperforatus anus : anus berupa membran.
c. Imperforatus anus dengan kantong rectum berakhir agak tinggi dari kulit
peritoneum.
d. Atresia rectum, rectum berakhir buntu dan terpisah dari bagian anal oleh
suatu membrane atau jaringan, disini lubang anus ada sehingga dari luar anus
tampak normal.
PERSIAPAN PASIEN

Tidak ada persiapan khusus yang harus dilakukan tetapi


untuk mendapatkan gambaran yang baik maka sebelum
dilakukan proyeksi bayi di letakkan dengan posisi kepala
berada di bawah dan kaki berada di atas selama +_ 5mnt
dengan tetap menjaga kenyamanan pasien.

Tujuannya adalah agar udara dalam kolon dapat mencapai


rectum bagian distal anal yang di pasang marker sehingga
pada foto daerah antara marker dengan bayangan udara
yang tertinggi terlihat jelas dan dapat diukur.
PROYEKSI PEMERIKSAAN
A. Proyeksi Wangesteen Rice
1. Proyeksi AP
 Tujuan : Untuk melihat ada tidaknya atresia ani dan untuk melihat
beratnya distensi atau peregangan usus.
 Posisi Pasien : Pasien diposisikan dalam keadaan inverse (kepala di
bawah, kaki di atas) di depan standart kaset yang telah disiapkan. Kedua
tungkai difleksikan 900 terhadap badan untuk menghindari superposisi
antara trokanter mayor paha dengan ischii. MSP tubuh tegak lurus kaset.
 Posisi Objek : Obyek diatur sehingga daerah abdomen bagian distal
masuk dalam film., Pada daerah anus di pasang marker.
 CR: Horisontal tegak lurus kaset.
 CP: Pertengahan garis yang menghubungkan kedua trokhanter mayor.
 FFD: 90cm
 Eksposi dilakukan pada saat pasien tidak bergerak.
2. Proyeksi Lateral
 Tujuan : Untuk melihat ketinggian atresia ani.
 Posisi Pasien : Pasien diposisikan dalam keadaan inverse (kepala di
bawah, kaki di atas) dengan salah satu sisi tubuh bagian kiri atau kanan
menempel kaset. Kedua paha di tekuk semaksimal mungkin ke arah
perut agar bayangan udara pada radiograf tidak tertutup oleh gambaran
paha. MSP (mid sagital plane) tubuh sejajar terhadap garis pertengahan
film, MCP (mid coronal plane) tubuh diatur tegak lurus terhadap film.
 Posisi Objek : Obyek diatur sehingga daerah abdomen bagian distal
masuk dalam film. Pada daerah anus di pasang marker.
 CR: Horisontal tegak lurus kaset.
 CP: Pada trokhanter mayor.
 FFD: 90cm
 Eksposi dilakukan pada saat pasien tidak bergerak.
B. Proyeksi Lateral Prone Cross Table
 Tujuan : Alternatif pemeriksaan invertogram pada kasus atresia ani untuk
memperlihatkan bayangan udara di dalam colon mencapai batas maksimal
tinggi/naik di daerah rectum bagian distal..
 Posisi Pasien : Pasien diposisikan prone.
 Posisi Objek : kedua paha ditekuk (hip fleksi), angkat bagian punggung bayi
sehingga letak pelvis lebih tinggi dan kepala/wajah lebih rendah. Kaset pada
salah satu sisi lateral dengan trokhanter mayor pada pertengahan kaset.
 CP: pada trochanter mayor menuju pertengahan kaset.
 CR: Horisontal, tegak lurus film/kaset.
 FFD: 90 cm
 Ekspose dilakukan saat bayi tidak
 Keuntungan posisi lateral cross table dibanding invertogram :
1) Posisi lebih mudah.
2) Waktu untuk memposisikan lebih singkat.
3) Pasien lebih tenang dan nyaman.
4) Udara pada rectum tampak naik dan lebih tinggi sehingga posisi ini lebih
baik.
Ilustrasi posisi pasien pada Lateral cross Radiograf lateral cross table (panah putih)
table menunjukkan anus imperforate dengan colon
sigmoid distal dan rektum melebar berisi
mekonium.
TERIMA KASIH