Anda di halaman 1dari 40

Kesorga 2017 1

PENILAIAN
KEBUGARAN JASMANI
Pelatihan bagi Pelatih Pembinaan Kebugaran Jasmani
Tahun 2017

Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat


Direktorat Bina Kesehatan Kerja dan Olahraga
E-mail: subditkesorga@gmail.com
Kesorga 2017 2

DESKRIPSI SINGKAT
• Modul ini menjelaskan secara teoritis :
1. pengertian kebugaran jasmani
2. komponen kebugaran jasmani (kesehatan)
3. faktor yang mempengaruhi kebugaran jasmani
4. manfaat kebugaran jasmani

• Penjelaskan secara detail ;


1. alur penilaian kebugaran jasmani,
2. prapartisipasi penilaian kebugaran jasmani,
3. persiapan sampai pelaksanaan penilaian kebugaran
jasmani
4. Pemanfaatan KMB sebagai pemantau pelaksanaan
program
Kesorga 2017 3

TUJUAN PEMBELAJARAN
A. TUJUAN UMUM
Peserta mampu melakukan penilaian kebugaran jasmani

B. TUJUAN KHUSUS
Peserta mampu:
• Menjelaskan kebugaran jasmani
• Menjelaskan alur penilaian kebugaran jasmani
• Melakukan pemeriksaan prapartisipasi penilaian
kebugaran jasmani
• Melakukan penilaian kebugaran jasmani
Kesorga 2017 4

POKOK DAN SUB POKOK BAHASAN


1. Kebugaran Jasmani
a. Pengertian
b. Komponen
c. Faktor-faktor yang mempengaruhi
d. Manfaat
2. Alur Penilaian Kebugaran Jasmani
3. Pemeriksaan Pra Partisipasi Penilaian Kebugaran Jasmani
4. Penilaian Kebugaran Jasmani
a. Persiapan
b. Pelaksanaan
c. Pengisian KMB
Kesorga 2017 5

Pokok bahasan 1.

Kebugaran Jasmani
Kesorga 2017 6

Pengertian Kebugaran Jasmani

Terjemahan istilah Physical fitness :


• kebugaran jasmani
• kesegaran jasmani
• kesanggupan jasmani
• kesamaptaan jasmani
Kesorga 2017 7

• SADOSO
kemampuan seseorang untuk menunaikan tugasnya sehari-
hari dengan mudah tanpa mengalami rasa lelah yang berarti,
serta masih mempunyai sisa tenaga untuk menikmati waktu
senggangnya untuk keperluan mendadak

• WIDANINGGAR
kemampuan tubuh seseorang untuk melakukan tugas
pekerjaan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan yang
berarti

• ADI SAPUTRA
kemampuan tubuh seseorang untuk melakukan pekerjaan
sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti,
sehingga tubuh masih memiliki simpanan tenaga untuk
mengatasi beban kerja tambahan
Kesorga 2017 8

Kebugaran Jasmani
• Kemampuan seseorang untuk melakukan tugas
sehari-hari dengan mudah
• tanpa merasa lelah yang berlebihan
• dan masih mempunyai cadangan tenaga untuk
menikmati waktu senggangnya
• dan untuk melakukan kegiatan yang mendadak
lainnya
Kesorga 2017 9

KOMPONEN
KEBUGARAN JASMANI
• Berkaitan dengan Kesehatan:
1. Daya Tahan Jantung dan Paru
2. Komposisi Tubuh
3. Kekuatan Otot • Berkaitan dengan Keterampilan
4. Daya Tahan Otot 1. Keseimbangan
5. Fleksibilitas 2. Daya Ledak
3. Kecepatan
4. Koordinasi
5. Kelincahan
6. Kecepatan Reaksi
Kesorga 2017 10

Daya tahan Jantung dan Paru

Kemampuan jantung dan paru-


paru menyalurkan oksigen ke
seluruh jaringan tubuh saat
melakukan aktivitas fisik
Kesorga 2017 11

Komposisi Tubuh
• Komposisi tubuh adalah komposisi berat badan terdiri dari
berat lemak (body fat) dan berat massa tanpa lemak (lean
body mass).

• Lean body mass terdiri dari otot, tulang, organ dan


jaringan tubuh serta air.

• Tingkat kebugaran jasmani dikaitkan dengan persentase


lemak tubuh (persen body fat).

• Orang gemuk/obese memiliki persentase lemak tubuh


tinggi.
Kesorga 2017 12

Kekuatan dan Daya Tahan Otot


• Kekuatan otot adalah tenaga
yang dikeluarkan otot atau
sekelompok otot untuk
berkontraksi pada saat
menahan beban maksimal.

• Daya tahan otot adalah


kapasitas sekelompok otot
untuk melakukan kontraksi yang
terus-menerus saat menahan
suatu beban submaksimal
dalam jangka waktu tertentu.
Kesorga 2017 13

Kelenturan/Fleksibilitas
• Kelenturan adalah kemampuan tubuh untuk
melakukan gerak melalui ruang gerak sendi atau
ruang gerak tubuh secara maksimal.
Kesorga 2017 14

Kebugaran Jasmani yg Berkaitan dg Keterampilan


• Keseimbangan
Kemampuan untuk mempertahankan sikap tubuh yang
tepat pada saat diam (static balance) atau bergerak
(dynamic balance)

• Kecepatan
Kemampuan untuk melakukan gerakan cepat dalam
waktu sangat singkat

• Daya ledak
Laju ketika seseorang melakukan kegiatan .
Kesorga 2017 15

Kebugaran Jasmani yg Berkaitan dg Keterampilan


• Kelincahan
kemampuan seseorang untuk dapat mengubah arah dengan
cepat dan tepat pada waktu bergerak tanpa kehilangan
keseimbangan

• Kecepatan Reaksi
Waktu tersingkat yang diperlukan untuk memberikan reaksi
setelah menerima suatu rangsang

• Koordinasi
Kemampuan untuk menggunakan panca indera seperti
penglihatan dan pendengaran, bersama-sama dengan tubuh
tertentu saat melakukan kegiatan motorik dengan harmonis dan
ketepatan tinggi. .
Kesorga 2017 16

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUGARAN


JASMANI

• Genetik
• Aktivitas fisik dan latihan fisik
• Jenis kelamin
• Usia
• Lemak tubuh
• Istirahat
Kesorga 2017 17

Manfaat Kebugaran Jasmani


Aspek Fisik Aspek Aspek Sosio-
Psikologis Ekonomis
• Memperkuat Otot
jantung • Meningkatkan • Menurunkan biaya
• Meningkatkan rasa percaya diri, pengobatan, angka
kapasitas jantung sportivitas, absensi kerja
• Menurunkan risiko tanggung jawab, • Meningkatkan
penyakit PTM pengendalian produktivitas,
• Memperbaiki stress • Menurunkan
fleksibilitas sendi, • Mengurangi penggunaan
kekuatan otot, postur kecemasan dan sumber daya
• Menurunkan risiko depresi • Meningkatkan
keropos tulang gerakan
• Meningkatkan sistem maasyarakat
kekebalan tubuh
Kesorga 2017 18

Penilaian Kebugaran Jasmani

upaya menentukan tingkat kebugaran


jasmani melalui pemeriksaan atau tes
setiap komponen kebugaran jasmani
sesuai dengan norma
Kesorga 2017 19

Pokok Bahasan 2.

Alur Penilaian Kebugaran Jasmani


Kesorga 2017 20

ALUR PENILAIAN KEBUGARAN JASMANI


Formulir Kelayakan Pengukuran Kebugaran Jasmani:
Jawaban PAR-Q and You

TIDAK YA

LAYAK
DOKTER: PEMERS. KES.

Tes KJ
TIDAK LAYAK
Tingkat KJ
TERAPI/RUJUKAN
Program LF
~ Tingkat KJ-JP PEMANTAUAN

EVALUASI
Kesorga 2017 21

Pokok Bahasan 2.

Alur Penilaian Kebugaran Jasmani


Kesorga 2017 22

Pengertian
• Pemeriksaan pra partisipasi: serangkaian pemeriksaan
fisik yang dilakukan secara sistematis dan menyeluruh
 anamnesis dan pemeriksaan fisik sederhana pada
orang yang akan mengikuti program latihan
fisik/olahraga dan pengukuran kebugaran jasmani

• Pemeriksaan pra partisipasi sederhana: untuk pengukuran


kebugaran jasmani lapangan pada orang sehat

• Pemeriksaan pra partisipasi lengkap: untuk orang dengan


masalah kesehatanyang akan melakukan latihan
fisik/olahraga
Kesorga 2017 23

Tujuan Pemeriksaan Pra Partisipasi

mengetahui kondisi fisik dan masalah kesehatan


peserta yang tidak memungkinkan dilakukan
pengukuran kebugaran jasmani atau latihan fisik
tertentu
Kesorga 2017 24

PAR-Q and You


1. Apakah kata dokter, anda menderita penyakit jantung ?
2. Apakah anda sering merasa nyeri dada/dada sebelah
kiri/jantung ?
3. Apakah anda sering merasa akan pingsan/pusing
parah ?
4. Apakah kata dokter, tekanan darah anda tinggi ? 
5. Apakah kata dokter, anda punya masalah
persendian/tulang ? Sebutkan
6. Apakah anda selalu membawa obat (resep) untuk PJK,
HT, DM, dll ?
7. Apakah ada alasan fisik tertentu yg menyebabkan anda
tidak boleh ikut program LF/OR ?
Kesorga 2017 25

Keterangan
• Bila satu atau lebih jawaban “YA”: harus konsultasi ke
dokter untuk pemeriksaan fisik lebih lanjut
• Pemeriksaan fisik lanjutan: untuk memastikan kesiapan
tubuh mengikuti pengukuran jasmani
• Jawaban “TIDAK” pada semua pertanyaan PAR-Q:
dinyatakan layak untuk mengikuti pengukuran kebugaran
jasmani
• Simpulan dalam bentuk rekomendasi:
• Dapat mengikuti pengukuran kebugaran jasmani
• Konsultasi ke dokter
• Rujuk ke dokter spesialis
• Tidak dapat mengikuti pengukuran kebugaran jasmani
Kesorga 2017 26

Pokok Bahasan 4.

Penilaian Kebugaran Jasmani


Kesorga 2017 27

Persiapan peserta
1. Peserta sehat mengikuti anamnesis dan
pemeriksaan fisik
2. Sebelum pengukuran, peserta tidur cukup
(minimal 6 jam)
3. Makan: 2 jam sebelum pengukuran
4. Tidak melakukan aktivitas berat minimal 24 jam
sebelum pengukuran.
5. Tidak merokok menjelang & selama pengukuran
6. Pengukuran sebaiknya dilakukan pagi hari
7. Peserta memakai pakaian olahraga lengkap
Kesorga 2017 28

Persiapan pelaksana
• Lintasan pengukuran diperiksa dan diukur
• Alur pengukuran disiapkan: meja, kursi, dll
• Alat yang akan digunakan disiapkan dan dicek:
tensimeter, stetoskop, timbangan badan,
pengukur tinggi badan, pengukur jarak, pengukur
waktu, tanda start-finish, nomor dada, dll
• Berkas yang dibutuhkan disiapkan: absensi,
formulir kelayakan, KMB, formulir pengukuran, dll
Kesorga 2017 29

Pelaksanaan
• Peserta diberi penjelasan: prosedur & manfaat pengukuran
• Peserta mengisi formulir kelayakan.
• Peserta yang layak ikut pengukuran mendapat nomor dada
• Peserta dipandu melakukan peregangan dan pemanasan
• Peserta diberi penjelasan rute dan cara melakukan
pengukuran sesuai kemampuannya
• Peserta berdiri di belakang garis “start”.
• Pada aba-aba “siap” peserta mengambil sikap berdiri siap
• Setelah aba-aba “ya” peserta mulai melakukan pengukuran
(hidupkan pengukur waktu) & menempuh jarak sesuai
metode pengukuran
• Klik pengukur waktu pada saat peserta tiba di garis finish
• Catat waktu tempuh (menit-detik) dalam formulir hasil
pengukuran
Kesorga 2017 30

Kartu Menuju Bugar (KMB)


1. Identitas diri peserta
2. Masalah medis
3. Data pemeriksaan fisik
4. Hasil pengukuran kebugaran jasmani
5. Contoh olahraga aerobik tipe 1, 2, 3 yang dapat dilakukan
6. Metode dan dosis latihan
7. Petunjuk pelaksanaan tes kebugaran dengan metode Rockport
8. Tabel hubungan waktu tempuh dengan VO2 max
9. Tabel tingkat kebugaran jasmani sesuai jenis kelamin dan
kelompok umur
10. Rekomendasi latihan fisik sesuai hasil pengukuran tingkat
kebugaran jasmani
11. Grafik pemantauan hasil VO2 max (periode waktu 12 bulan)
Kesorga 2017 31

Interpretasi Body Mass Index (BMI)

berdasarkan Indeks Quatelet: berat badan dalam


kilogram dibagi dengan kuadrat tinggi badan
dalam meter (kg/m2)

BMI = berat badan (kg)


tinggi badan (m) x tinggi badan (m)
Kesorga 2017 32

Contoh cara pengukuran BMI


“Tuan A” berat badan 65 kg, tinggi badan 158 cm

Index massa tubuh (IMT) = BB/TB² (m)


= 65 kg / (1,58 m)²
= 26,03 kg/m²

berdasarkan tabel 1.4, maka IMT “Tuan A” masuk


kategori gemuk/overwight (kelebihan berat badan
tingkat ringan).
Kesorga 2017 33

Kategori Ambang Batas IMT


untuk Orang Indonesia Usia >18 tahun

 KATEGORI INTERPRETASI IMT


Sangat Kurus Kekurangan berat badan < 17,0
tingkat berat
Kurus Kekurangan berat badan 17,0 – 18,5
tingkat ringan
Normal   18,5 – 25,0
Gemuk Kelebihan berat badan > 25,0 – 27,0
tingkat ringan
Obese Kelebihan berat badan > 27,0
tingkat berat

Sumber: Permenkes 41/2014 Pedoman Gizi Seimbang


Kesorga 2017 34

Interpretasi Hasil Penilaian Kebugaran Jasmani

• Tabel “Hubungan Waktu Tempuh dan VO2 max”


• Tabel “Tingkat Kebugaran Sesuai Jenis Kelamin
dan Kelompok Umur”
Kesorga 2017 35
T a b e l 1 .3
H u b u n g a n W a k tu T e m p u h d a n V O 2 m a x
VO2max
No. Waktu Tempuh
ml/kg/menit
1 5’18” – 5’23” 62
2 5’24” – 5’29” 61
3 5’30” – 5’35” 60
4 5’36” – 5’42” 59
5 5’43” – 5’49” 58
6 5’50” – 5’56” 57
7 5’57” – 6’04” 56
8 6’05” – 6’12” 55
9 6’13” – 6’20” 54
10 6’21” – 6’29” 53
11 6’30” – 6’38” 52
12 6’39” – 6’48” 51
13 6’49” – 6’57” 50
14 6’58” – 7’08” 49
15 7’09” – 7’19” 48
16 7’20” – 7’31” 47
17 7’32” – 7’43” 46
18 7’44” – 7’56” 45
19 7’57” – 8’10” 44
20 8’11” – 8’24” 43
21 8’25” – 8’40” 42
22 8’41” – 8’56” 41
23 8’57” – 9’14” 40
24 9’15” – 9’32” 39
25 9’33” – 9’52” 38
26 9’53” – 10’14” 37
27 10’15” – 10’36” 36
28 10’37” – 11’01” 35
29 11’02” – 11’28” 34
30 11’29” – 11’57” 33
31 11’58” – 12’29” 32
32 12’30” – 13’03 31
33 13’04” – 13’41” 30
34 13’42” – 14’23” 29
35 14’24” – 15’08” 28
36 15’09” – 16’00” 27
37 16’01” – 16’57” 26
38 16’58” – 18’02” 25
39 18’03” – 19’15” 24
40 19’16” – 20’39” 23
41 20’40” – 22’17” 22
42 22’18” – 24’11” 21
Kesorga 2017 36
Tabel 1.4
Tingkat Kebugaran Sesuai Jenis Kelamin dan Kelompok Umur
Umur/ Kurang Baik
Kurang Cukup Baik
Usia Sekali Sekali
Wanita

20 – 29 < 24 24 – 30 31 – 37 38 – 48 49+

30 – 39 < 20 20 – 27 28 – 33 34 – 44 45+

40 – 49 < 17 17 – 23 24 – 30 31 – 41 42+

50 – 59 < 15 15 – 20 21 – 27 28 – 37 38+

60 – 69 < 13 13 – 17 18 – 23 24 – 34 35+

Laki-Laki

20 – 29 < 25 25 – 33 34 – 42 43 – 52 53+

30 – 39 < 23 23 – 30 31 – 38 39 – 48 49+

40 – 49 < 20 20 – 26 27 – 35 36 – 44 45+

50 – 59 < 18 18 – 24 25 – 33 34 – 42 43+

60 – 69 < 16 16 – 22 23 – 30 31 – 40 41+
Kesorga 2017 37

Keterangan dari Tabel 1.4


Tingkat Kebugaran Jantung-paru Anda Kurang Sekali/ Kurang
1. Frekuensi berolahraga Anda cukup 2 x seminggu
2. Intensitas olahraga Anda dengan denyut nadi 100 - 120 x/ menit
3. Lamanya Anda berolahraga cukup 20 - 30 menit, diluar waktu pemanasan dan
pendinginan
4. Tipe/ jenis olahraga Anda hanya dengan tipe Aerobik tipe 1 saja

Tingkat Kebugaran Jantung-Paru Anda Cukup


1. Frekuensi berolahraga Anda cukup 3 x seminggu
2. Intensitas olahraga Anda dengan denyut nadi 120 - 140 x/ menit
3. Lamanya Anda berolahraga cukup 30 - 40 menit, diluar waktu pemanasan dan
pendinginan
4. Tipe/ jenis olahraga Anda hanya dengan tipe Aerobik tipe 2 saja

Tingkat Kebugaran Jantung-Paru Anda Baik/ Baik Sekali


1. Frekuensi berolahraga Anda cukup 4-5 x seminggu
2. Intensitas olahraga Anda dengan denyut nadi 140 - 150 x/ menit
3. Lamanya Anda berolahraga cukup 40 - 60 menit, di luar waktu pemanasan dan
pendinginan
4. Tipe/ jenis olahraga Anda hanya dengan tipe Aerobik tipe 1, 2, 3 saja
Kesorga 2017 38

Contoh penghitungan pengukuran


kebugaran jasmani metode Rockport
• “Tuan A” usia 40 tahun mengikuti pengukuran
dengan waktu tempuh 15 menit 30 detik (15’ 30”)
• Hasil pengukuran dilihat pada tabel Hubungan
Waktu Tempuh dan VO2 max: nilai VO2 max dari
waktu tempuh 15’ 30” = 27 ml/kg/menit
• Pada tabel Tingkat Kebugaran Sesuai Jenis
Kelamin dan Kelompok Umur: tingkat kebugaran
jasmani “Tuan A” dengan nilai VO2 max 27
ml/kg/menit pada usia 40 tahun adalah cukup
Kesorga 2017 39

Pokok Bahasan 3.

Pemantauan dan Evaluasi


Kesorga 2017 40

Salam sehat bugar produktif

TERIMA KASIH
subditkesorga@gmail.com

Anda mungkin juga menyukai