0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
392 tayangan22 halaman

INHERENT RISKS Dalam

Dokumen tersebut membahas tentang risiko yang melekat dalam upaya pengobatan, termasuk risiko anestesi, bedah, dan pemeriksaan radiologi. Dokumen tersebut juga membedakan antara risiko yang dapat diprediksi dan yang tidak dapat diprediksi, serta tanggung jawab tenaga medis terhadap risiko tersebut.

Diunggah oleh

rudolpus arie
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
392 tayangan22 halaman

INHERENT RISKS Dalam

Dokumen tersebut membahas tentang risiko yang melekat dalam upaya pengobatan, termasuk risiko anestesi, bedah, dan pemeriksaan radiologi. Dokumen tersebut juga membedakan antara risiko yang dapat diprediksi dan yang tidak dapat diprediksi, serta tanggung jawab tenaga medis terhadap risiko tersebut.

Diunggah oleh

rudolpus arie
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

INHERENT RISKS

dalam
UPAYA PENGOBATAN
M.C.Inge Hartini
RS ST. Elisabeth
2021
PRAKTIK
KEDOKTERAN
Praktik kedokteran adalah rangkaian
kegiatan yang dilakukan oleh dokter dan
dokter gigi terhadap pasien dalam
melaksanakan upaya kesehatan

UU 29/2004 tentang Praktik Kedokteran


APA ITU INHERENT RISKS ?
• Inherent risks adalah RISIKO MELEKAT
• Inherent risks di bidang Kedokteran,
merupakan risiko dalam pengobatan (risk of
treatment)
APA SAJA RISK OF
TREATMENT ?
1.RISIKO MELEKAT (INHERENT RISKS)
2.RISIKO AKIBAT REAKSI ALERGIK
3.RISIKO KOMPLIKASI
INHERENT RISKS/ RISIKO MELEKAT
• Anestesi
• Bedah
• Pemeriksaan Radiologi dengan kontras
Apa pu la risiko FORESEEABLE d a n
UNFORESEEABLE
Risiko yang foreseeable:
Risiko yang akseptabel berdasarkan keilmuan kedokteran pada
situasi, waktu dan tempat tertentu.
Pada keadaan tersebut tindakan dapat dilakukan dengan sesuai
standar agar pencegahan terjadinya risiko dapat maksimal, atau
dapat diantisipasi/diatasi.

Risiko yang unforeseeable (tidak dapat dibayangkan sebelumnya)

Prof. Dr. Budi Sampurna, Sp.F,


2020
Kelengkapan penulisan resep
Identifikasi ada/tidak ada alergi obat
Ethical
Guide to Clinical
Principles:
Behavior
1.Nonmaleficence
2.Beneficence Tom
Beauchamp

3.Autonomy
4.Justice
James Childress
Tidak merugikan
atau
nonmaleficence/
primum non nocere
• Tidak boleh berbuat jahat (evil) atau
membuat derita (harm) pasien
• Minimalisasi akibat buruk
• Primum non nocere (yang penting tidak
merugikan) atau do no harm, berasal dari
Sumpah Hippocrates
Tindakan berbuat baik
(beneficence)
• diharapkan memenuhi 3 (tiga) hal, yaitu mercy
(kemurahan hati), kindness (kebaikan), dan charity
(amal).
• di Barat beneficence seringkali dihubungkan
dengan
Good Samaritan law
Autonomy (self-determination)
• Autonomy adalah hak untuk menentukan nasib
sendiri.
• Pasien memiliki hak untuk berpartisipasi dalam
pelayanan kesehatan untuk memutuskan proses
penyembuhan, memilih atau menolak tindakan
medik
• Autonomy memberikan perlindungan bagi pasien.
Walaupun pengambilan keputusan dilakukan oleh
profesional yang kompeten, hal ini tidak serta merta
menggantikan hak pasien untuk memilih.
Keadilan (Justice)
• Treat similar cases in a similar way
= justice within morality

Memberi perlakuan sama untuk
setiap orang (keadilan sebagai
fairness)
HAK PASIEN DALAM PASAL
Setiap pasien mempunyai hak:
32 UU RS
a. Memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang
berlaku di Rumah Sakit;
b. memperoleh informasi tentang hak dan kewajiban pasien
c. memperoleh layanan yang manusiawi, adil, jujur, dan tanpa
diskriminasi
d. memperoleh layanan kesehatan yang bermutu sesuai dengan
standar profesi dan standar prosedur operasional
e. memperoleh layanan yang efektif dan efisien sehingga pasien
terhindar dari kerugian fisik dan materi
f. mengajukan pengaduan atas kualitas pelayanan yang
didapatkan
g. memilih dokter dan kelas perawatan sesuai dengan
keinginannya
dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit
h. meminta konsultasi tentang penyakit yang dideritanya kepada
dokter lain yang mempunyai Surat Izin Praktik (SIP) baik di dalam
maupun di luar Rumah Sakit;
i. mendapatkan privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data-data
medisnya;
j. mendapat informasi yang meliputi diagnosis dan tata cara tindakan medis, tujuan
tindakan medis, alternatif tindakan, risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi,
dan prognosis terhadap tindakan yang dilakukan serta perkiraan biaya
pengobatan
k. memberikan persetujuan atau menolak atas tindakan yang akan dilakukan
oleh tenaga kesehatan terhadap penyakit yang dideritanya
l. didampingi keluarganya dalam keadaan kritis
m.menjalankan ibadah sesuai agama atau kepercayaan yang dianutnya selama hal itu tidak
mengganggu pasien lainnya
n. memperoleh keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam perawatan di
Rumah Sakit
o. memperoleh keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam perawatan di Rumah
Sakit mengajukan usul, saran, perbaikan atas perlakuan Rumah Sakit terhadap
dirinya;
p. menolak pelayanan bimbingan rohani yang tidak sesuai dengan agama dan
kepercayaan
yang dianutnya;
q. menggugat dan/atau menuntut Rumah Sakit apabila Rumah Sakit diduga memberikan
pelayanan yang tidak sesuai dengan standar baik secara perdata ataupun pidana
MEDICAL PATIENT Albert R. Jonsen
INDICATION PREFERENCES
S
CLINICAL
ETHICS Mark Siegler

QUALITY OF CONTEXTUA
LIFE L
FEATURES William J. Winslade
Etika Klinik menyebutkan 4 (empat)
hal
• Indikasi medik
• Preferensi atau pilihan pasien
• Quality of life atau mutu kehidupan
pasien
• Faktor-faktor kontekstual yaitu faktor-
faktor eksternal yang berhubungan
dengan pengobatan dan perawatan
pasien, misalnya faktor keluarga,
ekonomi, sosial-budaya dan hukum
Jonsen, A.R. et al: Clinical Ethics,
2002
Pemahaman hukum tentang
Risiko
• Risiko yang unforeseeable dan yang akseptabel
mengakibatkan KTD (adverse events) yang unpreventable,
• Bukan akibat kesalahan atau kelalaian (WMA: untoward
results)
• Tidak dapat dipertanggungjawabkan kepada tenaga
kesehatan yang melakukan tindakan medis tersebut,
karena tidak terdapat “pelanggaran kewajiban” (breach /
derelection of duty)
Risiko Tindakan /
Penyakit
• Seorang ibu menderita Ca mamma dioperasi
pengangkatan jaringan tumor untuk ´de-bulking, dan
radioterapi
• Kemudian terjadi pembengkakan lengan

Pembengkakan akibat sumbatan saluran getah bening di ketiak: apakah


oleh massa kanker, operasi, atau radioterapi ?
Risiko yg
unforeseeable
• Seorang perempuan disiapkan untukdi SC
atas indikasi Ketuban Pecah Dini
• Saat operator sedang cuci tangan,SpAn
memberikan anestesi (umum),terjadi
apnoe dan bradikardi. Upaya resusitasi
dilakukan, tetapi tidak berhasil
• D: anafilaksi terhadap obat anestesi

Unforeseeable risk
???
TINDAKAN
• SDM:PENCEGAHAN
sistem rekruitmen, SPO, Komite Medik,Keperawatan,
Nakes lain, pendidikan berkelanjutan, kompetensi, audit
• Tingkat Manajemen: Mutu, Pengendalian Infeksi, sistem
reward & punishment, risk management & Incident report,
audit internal, advokasi pasien
• Tingkat perusahaan pelanggan: perjanjian kerja sama,
pengawasan eksternal
• Tingkat pemasok: pengawasan mutu & harga, pembayaran
tepat waktu
Mus Aida, 2006

Anda mungkin juga menyukai