0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
338 tayangan16 halaman

Risiko Reputasi

Dokumen tersebut membahas tentang pengertian, penerapan, dan pengelolaan risiko reputasi pada bank syariah. Risiko reputasi didefinisikan sebagai risiko akibat menurunnya tingkat kepercayaan pemangku kepentingan yang bersumber dari persepsi negatif. Bank perlu melakukan identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko reputasi, misalnya dengan menangani pengaduan nasabah dan menjaga kaidah syariah

Diunggah oleh

Roro Ajeng
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
338 tayangan16 halaman

Risiko Reputasi

Dokumen tersebut membahas tentang pengertian, penerapan, dan pengelolaan risiko reputasi pada bank syariah. Risiko reputasi didefinisikan sebagai risiko akibat menurunnya tingkat kepercayaan pemangku kepentingan yang bersumber dari persepsi negatif. Bank perlu melakukan identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko reputasi, misalnya dengan menangani pengaduan nasabah dan menjaga kaidah syariah

Diunggah oleh

Roro Ajeng
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RISIKO

REPUTASI
191420173 Elsa Fadilah
191420191 Rifda Udhiyatul H
191420193 Dinatunnisa
PENGERTIAN RISIKO REPUTASI

 Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia Nomor 13/23/PBI/2011 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi
Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah Bab 1 pasal 1 risiko reputasi adalah risiko akibat menurunnya
tingkat kepercayaan stakeholder yang bersumber dari persepsi negatif terhadap bank.
 Berdasarkan penjelasan Pasal 3 ayat (1) huruf e POJK MR BPRS, Risiko reputasi adalah risiko akibat
menurunnya tingkat kepercayaan pemangku kepentingan yang bersumber dari persepsi negatif terhadap BPRS.
 Risiko reputasi merupakan risiko yang tidak berdiri sendiri, melainkan risiko derajat kedua (second tier risk)
yaitu risiko yang terjadi karena dipicu oleh risiko lain seperti risiko kredit, risiko likuiditas, atau risiko
operasional. Dengan demikian, dalam menilai risiko reputasi perlu dipahami keterkaitan antara risiko reputasi
dengan risiko lain
Penerapan Risiko Reputasi

01 02 03
Pengawasan aktif Proses identifikasi,
dewan komisaris, Kebijakan,
pengukuran,
direksi, dan DPS prosedur, dan pemantauan, dan
untuk risiko reputasi. penetapan limit pengendalian risiko
serta  SIM risiko
reputasi
Pengeloaan Risiko
Reputasi pada Bank
Syariah
Pengeloaan Risiko Reputasi pada Bank
Syariah

1. Optimalkan unit pengaduan nasabah


Setiap ada pengaduan dari nasabah langsung ditindak lanjuti,
jangan sampai bank syariah menyepelekan apalagi sampai
cuek itu bisa membahayakan reputasi bank itu sendiri jika
nasabah tersebut mengadu ke pihak lain ataupun ke media
sosial
Pengeloaan Risiko Reputasi pada
Bank Syariah

2. Optimalkan peran Public Ralation (PR)


Peran PR disini itu merupakan untuk merancang
dan mengorganisir stategi komunikasi yang berisi
pesan-pesan yang tepat untuk audience untuk
menjaga reputasi dan meminimalisirkan risiko
reputasi
3. Menjujung tinggi kaidah Syariah

Penetapan kaidah syariah tidak hanya kepada


produk dan layanannya saja tetapi juga harus
perilaku (attitude) SDM bank syariah
Identifikasi, Pengukuran, dan
Pemantauan Risiko Reputasi

—Risiko Reputasi
Identifikasi, Pengukuran, dan
Pemantauan Risiko Reputasi
Identifikasi Risiko
a. Bank melakukan identifikasi risiko reputasi dengan
menggunakan beberapa sumber informasi antara lain
pemberitaan media massa, opini publik dalam jejaring sosial,
pengaduan nasabah dan survei kepuasan nasabah, termasuk
jumlah potensi kerugian yang diakibatkan kejadian risiko
reputasi.

b. Satuan kerja operasional mengidentifikasi risiko reputasi yang


melekat pada seluruh produk dan aktivitas yang dilakukannya.
Pengukuran Risiko

Tujuan pengukuran risiko reputasi Bank menggunakan pendekatan


adalah untuk mengetahui dampak kualitatif dan kuantitatif dalam
potensi kerugian yang dialami Bank. pengukuran risiko reputasi, antara
lain melalui

Tingkat kepuasan nasabah, Negatif bank, serta tools Bank melakukan kaji ulang
frekuensi dan eksposur lainnya yang dikembangkan atas metodologi atau tools
pemberitaan Bank. yang digunakan dalam
pengukuran risiko reputasi.
Pemantauan Risiko

Bank menggunakan indikator Setiap unit kerja berkewajiban


Bank memantau risiko melaporkan kejadian di unit kerja
reputasi secara berkala. peringatan dini dalam memantau
risiko reputasi antara lain jumlah dan masing-masing yang mempengaruhi
cakupan publikasi negatif dan citra/reputasi Bank kepada unit kerja
frekuensi keluhan nasabah. yang berfungsi mengelola
komunikasi kepada stakeholders
Bank.
Earth
Pengendalian Risiko
Dalam mengendalikan risiko, Bank menindaklanjuti dan mengatasi keluhan nasabah serta
gugatan hukum yang dapat meningkatkan eksposur risiko reputasi. Bank khendaknya menetapkan
mekanisme dalam melakukan tindakan pengendalian risiko reputasi. Pengendalian risiko reputasi
dilakukan antara lain melalui:
• Pencegahan kejadian yang dapat menimbulkan
risiko reputasi, antara lain melalui:
- Tindak lanjut dan penyelesaian keluhan nasabah - Penguatan komunikasi eksternal dan
serta perkara hukum yang berpotensi internal untuk mengendalikan potensi
meningkatkan eksposur risiko eksposur risiko reputasi

• Pemulihan reputasi Bank setelah


- Komunikasi/edukasi secara rutin kepada terjadi kejadian yang menimbulkan
pemangku kepentingan dalam rangka membentuk risiko reputasi, yaitu segala respon
reputasi positif dari pemangku kepentingan. Bank untuk memulihkan reputasi
dan mencegah terjadinya
pemburukan reputasi Bank
Lesson 2 Lesson 3
Studi Kasus Bank Mandiri
Syariah
Kasus korupsi yang berawal sejak tahun
2013 dimana PT Hasta Mulya Putra melalui
Direktur Utamanya bernama Ernawan
Rachman Oktavianto mendapatkan fasilitas
pembiayaan dari PT Bank Syariah Mandiri
cabang Sidoarjo dengan nominal sebesar
Rp. 14,250 miliar.

Menurut Kepala Pusat Penerangan


Hukum pada Kejagung, Leonard Eben
Ezer Simanjuntak uang tersebut akan
digunakan oleh PT Hasta Mulya Putra
untuk membiayai usaha dan modal kerja
pengerjaan proyek pembangunan ruko
dan perumahan di Kota Madya Madiun. 
Studi Kasus Bank Mandiri Syariah

Fasilitas pembiayaan itu dicairkan Pemberian fasilitas pembiayaan Penggunaan deposito sebagai
ke dalam tiga tahap yaitu tahap itu dilakukan tidak sesuai dengan jaminan dilakukan tanpa
pertama 23 Agustus 2013 Rp7,5 ketentuan yang berlaku dan sepengetahuan dan
miliar, tahap kedua 3 September menggunakan sembilan bilyet persetujuan Lim Chin Hon
2013 sebesar Rp2 miliar dan tahap deposito milik Warga Negara selaku pemiliknya
ketiga pada 3 Oktober 2013 yaitu Asing (WNA) Malaysia atas nama
sebesar Rp4,750 miliar Lim Chin Hon senilai Rp15 miliar
sebagai agunan.
Kepala Pusat Penerangan Hukum pada Kejagung menjelaskan
penggunaan sembilan bilyet deposito tersebut bisa dilakukan karena
adanya peran dari Warga Negara Asing (WNA) Singapura atas nama
James Kwek yang jadi perantara antara tersangka Ernawan Rachman
Oktavianto dengan Kepala Cabang PT Bank Syariah Mandiri cabang
Sidoarjo atas nama Prima Zulid Rosa (PZR) dan Sales Asisten PT Bank
Syariah Mandiri cabang Sidoarjo Firman Ari Rustaman (FAR).

Mereka menjanjikan akan memberikan bagi hasil yang besar kepada


Lim Chin Hon. Atas permintaan James Kwek deposito tidak diika
gadai oleh PT. Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Sidoarjo.
Selanjutnya, tersangka Prima Zulid Rosa (PZR) dan Firman Ar
Rustaman (FAR) meminta tersangka Ernawan Rachman Oktavianto
untuk menyerahkan 20 sertifikat SHGB RUKO atas nama PT. Hasta
Mulya Putra di Pusat Grosir Madiun Jl. Seruni Timur Kota Madya
Madiun Jawa Timur sebagai jaminan pendamping
Studi Kasus Bank Mandiri Syariah
 Tersangka ERO tidak dapat menjelaskan rincian penggunaan masing-
masing tahap pencairan fasilitas pembiayaan yang diterimanya,
karena PT. Hasta Mulya Putra tidak pernah membuat pembukuan,
meskipun dalam akad pembiayaan PT. Hasta Mulya Putra
berkewajiban mengelola dan menyelenggarakan pembukuan atas
pembiayaan secara jujur dan benar dalam pembukuan tersendiri.
Thanks
Elsa Fadilah
Rifda Udhiyatul H
Dinnatunnisa

CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo,


including icons by Flaticon, and infographics & images by
Freepik.

Risiko Reputasi Bank Syariah

Anda mungkin juga menyukai