Tujuan Instruksional Umum
(TIU)
Setelah mempelajari materi, mahasiswa diharapkan
mampu:
1.Menganalisa rembesan, distribusi tegangan di dalam
tanah, tekanan tanah, konsolidasi dan stabilitas lereng
Tujuan Instruksional Khusus
(TIK)
Setelah mempelajari materi, mahasiswa diharapkan
mampu:
1.Menganalisa rembesan, distribusi tegangan di dalam
tanah, tekanan tanah, konsolidasi dan stabilitas lereng
Contoh Penurunan Tanah
Contoh Penurunan Tanah
Contoh Penurunan Tanah
Contoh Penurunan Tanah
Contoh Penurunan Tanah
Contoh Penurunan Tanah
Contoh Penurunan Tanah
Contoh Penurunan Tanah
Pendahuluan
Jika tanah dibebani, maka tanah akan mengalami
regangan atau penurunan (settlement)
Regangan atau penurunan tanah terutama dihasilkan
oleh kombinasi dari berguling dan menggelincirnya
partikel yang dipindahkan, dan setidaknya
disebabkan oleh distorsi elastis dari partikel-partikel
(Bowles, 1984)
Terjadinya penurunan pada tanah, tidak terlepas dari
kemampuan mampat dari tanah.
Pendahuluan
Ada beberapa sebab terjadinya penurunan akibat
pembebanan yang bekerja di atas tanah, yaitu :
1) Kegagalan atau keruntuhan geser akibat
terlampauinya daya dukung tanah
2) Kerusakan atau terjadi defleksi yang besar pada
pondasinya
3) Distorsi geser (shear distorsion) dari tanah
pendukungnya
4) Turunnya tanah akibat perubahan angka pori
Pendahuluan
Dalam bidang rekayasa geoteknik dikenal ada 3 (tiga)
macam jenis penurunan, yaitu:
1) Penurunan Elastis (Penurunan Segera)
2) Penurunan Konsolidasi Primer
3) Penurunan Konsolidasi Sekunder
Pendahuluan
Jadi, penurunan total suatu fondasi dapat dihitung
dengan persamaan berikut:
ST S e S c S s
Dimana:
ST = penurunan total
Se = penurunan elastis
Sc = penurunan konsolidasi primer
Ss = penurunan konsolidasi sekunder
Penurunan Elastis
Penurunan elastis (penurunan segera) dari suatu
fondasi terjadi dengan segera setelah pemberian
beban tanpa mengakibatkan terjadinya perubahan
kadar air
Besarnya penurunan ini akan tergantung pada
ketentuan dari fondasi dan tipe material dimana
fondasi tersebut berada
Bentuk penurunan dan distribusi tekanan pada
bidang sentuh antara fondasi dan permukaan tanah
adalah benar apabila modulus elastisitas tanah
konstan untuk seluruh kedalaman lapisan tanah
Penurunan Elastis
Penurunan Elastis
Penurunan Elastis
Penurunan elastis (penurunan segera) dihitung
dengan penggunakan prinsip dasar teori elastis :
2
1 s
S e B' IsI f
Es
Dimana:
Se = penurunan elastis
Δσ = tekanan bersih yang dibebankan
μs = poisson rasio tanah
Es = modulus elastisitas tanah
B’ = B/2 untuk di bagian pusat fondasi
B untuk di bagian sudut fondasi
Penurunan Elastis
Dimana:
Is = faktor bentuk (Tabel 11.1 & Tabel 11.2)
1 2 s
I s F1 F2 F1 1 A0 A1 F n' tan 1 A
1 s 2
2
2
1 2
m' 1 m' n2 2
A m' ln
0
m' 1 m'2 n'2 1
A ln
1
m' 2
m' 1 1 n' 2
A2
m'
2
m' m' n' 1 2
n' m'2 n'2 1
Penurunan Elastis
Dimana:
If = faktor kedalaman (lihat tabel 11.3)
= Df/B ; μs ; L/B
α = faktor yang tergantung lokasi fondasi dimana
penurunan dihitung
• Lokasi penurunan di pusat fondasi
H
L n'
4 m' B
B
2
• Lokasi penurunan di sudut fondasi
L H
1 m' n'
B B
Penurunan Elastis
Penurunan elastis pada fondasi kaku dihitung dengan
persamaan:
S e rigid 0.93.S e flexible,center
Nilai modulus elastisitas rata-rata lapisan tanah
dihitung dengan persamaan :
Es
E z
s i
z
Dimana:
Es(i) = modulus elastisitas dengan kedalaman Δσ
z = H atau 5B
Penurunan Elastis
Penurunan Elastis
Penurunan Elastis
Penurunan Elastis
Penurunan Elastis
Penurunan Elastis
Penurunan Elastis
Penurunan Elastis
Penurunan Elastis
Penurunan Elastis
Penurunan Elastis
Contoh Soal 1
Contoh Soal 1
Contoh Soal 1
Penurunan Konsolidasi Primer
Besarnya penurunan konsolidasi primer di lapangan
dihitung dengan menganggap bahwa terjadi
konsolidasi satu dimensi (1D-Consolidation)
Dari gambar di bawah, perubahan volume (ΔV) dapat
dihitung sebagai berikut:
V V0 V1 HA H S c A S c A
Perubahan volume total adalah sama dengan
perubahan volume pori, ΔVv , jadi:
V S c A Vv0 Vv1 Vv
Penurunan Konsolidasi Primer
Dari definisi angka pori:
Vv e.Vs
Tapi,
V0 AH
Vs
1 e0 1 e0
Dari persamaan di atas diturunkan, sehingga:
AH e
V S c A eVs e Sc H
1 e0 1 e0
Penurunan Konsolidasi Primer
Penurunan Konsolidasi Primer
Sehingga persamaan untuk menentukan penurunan
konsolidasi primer pada tanah lempung adalah:
Lempung terkonsolidasi normal (σ’0 = σ’c)
Cc H 'o '
Sc log
1 e0 'o
Lempung terkonsolidasi berlebih (σ’0 > σ’c) dengan
σ’0 + Δσ’ < σ’c
Cs H 'o '
Sc log
1 e0 'o
Penurunan Konsolidasi Primer
Lempung terkonsolidasi berlebih (σ’0 > σ’c) dengan
σ’0 + Δσ’ > σ’c
Cs H 'c C c H '0 '
Sc log log
1 e0 '0 1 e0 'c
Contoh Soal 2
Contoh Soal 2
Contoh Soal 2
Contoh Soal 2
Contoh Soal 2
Penurunan Konsolidasi Sekunder
Pada akhir dari konsolidasi primer, penurunan masih
tetap terjadi sebagai akibat dari penyesuaian plastis
butiran tanah
Tahap konsolidasi ini dinamakan konsolidasi sekunder
(secondary consolidation)
Selama konsolidasi sekunder berlangsung, kurva
hubungan antara deformasi dan log waktu (t) adalah
merupakan garis lurus (Gambar 7.21)
Penurunan Konsolidasi Sekunder
Penurunan Konsolidasi Sekunder
Indeks pemampatan sekunder (secondary
compression index) didefinisikan sebagai:
e e
C
log t 2 log t1 logt 2 / t1
Dimana:
Cα = indeks pemampatan sekunder
Δe = perubahan angka pori
t1, t2 = waktu
Penurunan Konsolidasi Sekunder
Besarnya penurunan konsolidasi sekunder dapat
dihitung sebagai berikut:
t2
S s C ' H log
t1
C
C '
1 ep
Dimana:
ep = angka pori pada konsolidasi primer
H = tebal lapisan lempung
Contoh Soal 3
Contoh Soal 3
Contoh Soal 3
Tugas 1
Sebuah fondasi kaku menahan beban vertikal sebesar,
P=355 kN (Gambar 11.43), Diketahui B=2 m ; L=3 m ; Df=1,5
m ; H=4 m ; Es=13.5xx kN/m² dan μs=0,4. Hitunglah
penurunan elastis (penurunan segera) akibat beban Δσ
pada fondasi?
Tugas 1
Tugas 2
Diketahui suatu profil tanah (Gambar 11.44). Hitunglah
besarnya penurunan konsolidasi primer yang terjadi jika
diketahui Δσ = 85 kN/m² ; H1=2 m ; H2=4 m dan H3=6 m.
Data tanah diberikan:
• Lapisan pasir : ɤd = 16,xx kN/m³; ɤsat = 18,xx kN/m³
• Lapisan lempung : ɤsat = 19,xx kN/m³ ; LL = 54
e0 = 0,98 ; Cs = 1/6 Cc
a) Lempung terkonsolidasi normal
b) Tekanan prakonsolidasi, (σ’c) = 150 kN/m²
c) (σ’c) = 100 kN/m²
Tugas 2
Lapisan pasir
ɤd = 16,xx kN/m³
Lapisan pasir
ɤsat = 18,xx kN/m³
Lapisan lempung
ɤsat = 19,xx kN/m³
LL = 54
e0 = 0,98
Lapisan batuan
Sekian & Terima Kasih