0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
343 tayangan24 halaman

Polyeder-1

Dokumen tersebut membahas tentang proyeksi polyeder yang meliputi metode proyeksinya, sistem koordinat, transformasi koordinat geodetis ke peta, rumus-rumus yang digunakan beserta contoh soal latihan transformasi koordinat.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
343 tayangan24 halaman

Polyeder-1

Dokumen tersebut membahas tentang proyeksi polyeder yang meliputi metode proyeksinya, sistem koordinat, transformasi koordinat geodetis ke peta, rumus-rumus yang digunakan beserta contoh soal latihan transformasi koordinat.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROYEKSI POLYEDER

METODE PROYEKSI
 Proyeksi Kerucut
 Garis – garis meridian adalah garis –
garis lurus yang konsentris, titik
pertemuannya pada puncak kerucut
 Garis – garis lintang adalah garis –
garis lingkaran dan paralel terhadap
masing – masing lainnya serta
mempunyai jarak yang sama
GARIS SINGGUNG & POTONG

 Garis singgung bidang proyeksi


terhadap bola bumi adalah garis
lintang
 Garis potong bidang proyeksi terhadap
bola bumi adalah dua garis lintang
PARAMETER PROYEKSI

 Proyeksi Kerucut
 Posisi bidang proyeksi normal
 Sifat proyeksi Konform
SISTEM KOORDINAT POLYEDER

Origin : perpotongan meridian dan


parallel/lintang tengah bagian derajat
Sumbu Y : Meridian Tengah Bagian Derajat
Sumbu X : Tegak lurus terhadap sumbu Y
Transformasi Koord. Geodetis ke Peta
Polyeder

 Letak titik yang akan ditransformasikan

 Koordinat Pusat LBD ( 0 , λ0)


 Koord. titik yang akan ditransformasikan
 → Utara atau Selatan Ekuator
λ → Barat atau Timur Meridian Tengah
 Ellipsoid referensi yang digunakan
Rumus Transformasi

 Letak Titik Nol LBD (Origin) di Utara Ekuator


X = [A] ∆λ – [C] ∆λ ∆ 
Y = [B] ∆  + [D] ∆λ2 + [1] [D] ∆  2 + [2] ∆  3

 Letak Titik Nol LBD (Origin) di Selatan Ekuator


X = [A] ∆λ – [C] ∆λ ∆ 
Y = - [B] ∆  - [D] ∆λ2 - [1] [D] ∆  2 - [2] ∆  3
Catatan Rumus Transformasi

 Tanda θ dan θ0 selalu positif


 λ adalah bujur titik yang ditransformasikan
dan λ0 adalah meridian/bujur tengah
POLYEDER INDONESIA
 Batas Wilayah Indonesia yang dipetakan
dalam Lembar Bagian Derajat
60 LU – 110 LS → 51 LBD
94040’ – 1410 BT → 139 LBD
 Ukuran LBD 20’ x 20’
 Setiap LBD diberi 2 macam nomor (1:100.000)
Dari Barat ke Timur diberi nomor angka (1-139)
Dari Utara ke Selatan angka romawi (I – LI)
 Koord. pusat bagian derajat (0 , λ0) ditentukan dari
ekuator ( = 00) dan Meridian Jakarta (λ = 1060 48’
27.79”)
SISTEM KOORDINAT POLYEDER

Origin : perpotongan meridian dan paralel


tengah bagian derajat
Sumbu Y : Meridian Tengah Bagian Derajat
Sumbu X : Tegak lurus terhadap sumbu Y
Transformasi Koord. Geodetis ke Peta

 Letak titik yang akan ditransformasikan

 Koordinat Pusat LBD ( 0 , λ0)


 Koord. titik yang akan ditransformasikan
 → Utara atau Selatan Ekuator
λ → Barat atau Timur Jakarta
 Ellipsoid referensi yang digunakan
Rumus Transformasi

 Letak Titik Nol LBD di Utara Ekuator


X = [A] ∆λ – [C] ∆λ ∆ 
Y = [B] ∆  + [D] ∆λ2 + [1] [D] ∆  2 + [2] ∆  3

 Letak Titik Nol LBD di Selatan Ekuator


X = [A] ∆λ – [C] ∆λ ∆
Y = - [B] ∆  - [D] ∆λ2 - [1] [D] ∆  2 - [2] ∆  3
Catatan Rumus Transformasi

 Tanda θ dan θ0 selalu positif

 Tanda λ dan λ0 positif jika di sebelah Timur


Jakarta dan negatif jika di sebelah barat
Jakarta
Soal Latihan

Titik P (50 26’ 10” LU ; 10 35’ 20” Timur


Jakarta) pada ellipsoid WGS 84. Hitung
Koordinat Peta titik P pada Proyeksi
Polieder Indonesia!
Soal Latihan

Titik P (50 32’ 12” LS ; 1100 25’ 35” BT)


pada ellipsoid WGS 84. Hitung Koordinat
Peta titik P pada Proyeksi Polieder
dengan nilai origin 1100 20’ BT dan 50 40’
LS!
Soal Latihan Kelompok

Titik P (60 35’ XX” LS ; 50 13’ XX” Barat


Jakarta) pada ellipsoid WGS 84. Hitung
Koordinat Peta titik P pada Proyeksi
Polieder Indonesia!
Titik P (60 25’ XX” LU ; 1040 35’ XX” BT)
pada ellipsoid WGS 84. Hitung Koordinat
Peta titik P pada Proyeksi Polieder
dengan nilai origin 1040 40’ BT dan 60 20’
LU!
KONVERGENSI MERIDIAN

 Sudut yang terbentuk antara garis


singgung dari proyeksi garis meridian
dengan garis utara sebenarnya
 ” = ∆λ” Sin 0 ( dengan koordinat geodetis)
” = Konvergensi Meridian
∆ λ” = λi – λ0 (Selisih Bujur dengan meridian
tengahnya
0 = Lintang dari titik pusat LBD
KONVERGENSI MERIDIAN

” = ” X / (N0 Ctg 0) (dengan koordinat peta)

” = Konvergensi Meridian
” = 206264.8062”
X = Absis titik
N0 = Jari2 kelengkungan vertikal utama pada 0
0 = Lintang dari titik pusat LBD
KOREKSI SUDUT JURUSAN

(t – T)12 = ” / 6 R02 (X2 – X1) (2Y1 + Y2)

(t – T)12 = Koreksi sudut jurusan


horizontal titik 1 ke titik 2
” = 206264.8062”
R0 = √ (M0 N0)
FAKTOR SKALA

k = 1 + {R Sin 0 / (N Cos )} (dengan


koordinat geodetis)
k = 1 + {(Y12 + Y1Y2 + Y22) / ( 6 R0)}
( dengan koordinat peta)
k = Faktor Skala
R = √ (M N)
R0 = √ (M0 N0)

Anda mungkin juga menyukai