Anda di halaman 1dari 42

PENGELOLAAN ASPEK TEKNIS PERTAMBANGAN

MINERAL DAN BATUBARA

Pembekalan Pengawas Pertambangan Tingkat Madya

1
OUTLINE

I. PENDAHULUAN

II. DASAR HUKUM

III. PRINSIP – PRINSIP DAN RUANG LINGKUP

IV.PENUTUP
I. PENDAHULUAN
Pengelolaan &
Pertumbuhan Ekonomi Pengusahaan; Mandiri,
Nasional & Pen.Daerah Andal, Transparan,
Berkelanjutan Berdaya Saing, Efisien,
Wawasan Lingkungan

Peranan Penting
PenNas
Berkelanjutan

Nilai Tambah
Perekonomian Tidak
Nasional Terbarukan
Mineral &
Batubara
Kemakmuran &
Kesejahteraan Memenuhi
Rakyat Hajat Hidup
berkeadilan Orang Banyak
Pengelolaan
dikuasai Negara
PERTAMBANGAN DI INDONESIA
Kondisi Spesifik Alam Dan
Ekosistem Sumber Daya Mineral dan Batubara,

 Hutan hujan tropik/  Ekonomi Nasional – Penerimaan


tropical rainforest Negara + Rp 142 Trilyun.
(11% dari 27%  Berada di dalam kawasan hutan.
di dunia)
 Keterdapatan dangkal, sebagian
 Keanekaragaman
hayati tinggi tersingkap (outcrop).
 Metode penambangan umumnya
 Curah hujan tinggi
(3,000 s.d 6,000 mm tambang terbuka (open pit/strip
per tahun) mine).
 Negara kepulauan  Volume batuan penutup sangat
(+ 17,500 pulau) besar.
 Penduduk padat  Mengakibatkan gangguan lahan
permukaan,

Pemerintah dengan ketat melakukan pengawasan dengan


menerapkan berbagai kebijakan serta peraturan
5
perundangan. 5
II. DASAR HUKUM

6
PENGAWASAN TEKNIS PERTAMBANGAN MINERBA

Hukum & Peraturan


Pengelolaan Pertambangan
• Undang-Undang
• Peraturan Pemerintah
• Peraturan Daerah
• PerMen, PerGub,

Instansi Pengawas Lain


(Itjen - BPKP – BPK-KPK)

Pemerintah Perusahaan
(Pusat/Prov) (Pemegang IUP)
Kepala Inspektur Tambang Kepala Teknik Tambang
Inspektur Tambang Pengawas Operasional/Teknis 7 7
DASAR HUKUM PENGAWASAN
PERTAMBANGAN MINERBA
1) UU No.4 Tahun 2009 ttg Pertambangan Mineral dan Batubara
2) UU No. 23 Tahun 2014 ttg Pemerintah Daerah
3) PP No.23 Tahun 2010 ttg Pelaksanaan Kegiatan Pertambangan
Minerba
4) PP No. 55 Tahun 2010 ttg Pembinaan dan Pengawasan Minerba
5) Permen ESDM No. 33 Th 2015 tentang tentang Tata Cara
Pemasangan Tanda Batas WIUP dan WIUPK Minerba
6) Permen ESDM No. 42 Th 2016 tentang Standar Kompetensi Kerja
di Bidang Pertambangan Minerba
7) Permen ESDM No. 43 Th 2016 tentang Penetapan dan
Pemberlakukaan Standar Kompetensi Kerja Khusus Pengawas
Operasional di Bidang Pertambangan Minerba
8
8
Pemprov Menteri Pemprov

PKUP;
Pemberian IUP, IPR, IUPK
Pedoman & Standar

Perencanaan,
Penelitian, Pemberian:
Bimbingan,
Pengembangan Pembinaan Supervisi,
Pemantauan, &
Konsultasi
Evaluasi

9
Pendidikan & Pelatihan 9
Pembinaan dan Pengawasan dilakukan terhadap penyelenggaraan
pengelolaan usaha pertambangan dan pelaksanaan kegiatan usaha
pertambangan

10
Pengawasan Pertambangan
Psl 141 - UU No.4 Th 2009 Ruang
Lingkup Sasaran

Keselamatan Objek
Operasi
Pertambangan
K3 Pertambangan

Teknis
GMP Pertambangan
Pengelolaan
Lingkungan Hidup,
Reklamasi dan Pasca
Tambang
Konservasi
Sumberdaya
Penguasaan, Mineral & Batubara
Pengembanan dan
Penerapan Teknologi
Pertambangan

INSPEKTUR TAMBANG
11 11
KESDM
Pengawasan
Teknis Pertambangan Pemasaran
Keuangan

Konservasi Minerba

Pejabat Pengawas
Pengeloaan Data
Inspektur Tambang

Keselamatan & Kesehatan Kerja UU No 4 Pengembangan Tenaga Kerja Teknis

Tahun
20 0 9
Keselamatan Operasi Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat

PP 55 tahun 2010
Pengelolaan Lingkungan Hidup, Kegiatan lain

Reklamasi dan Pascatambang Jumlah, Jenis Dan


Mutu Hasil Usaha
Pertambangan

Penguasaan, Pengembangan Dan IUP, IPR, IUPK


Penerapan Teknologi Pertambangan Pemanfaatan Barang, Jasa, Teknologi, dan Kemampuan
Rekayasa Serta Rancang Bangun Dalam Negeri
Terbit Permen ESDM No.33 Tahun 2015, padan bulan Oktober

13
Pengawasan Pengukuran dan Pemasangan Tanda
Batas Wilayah Izin Usaha Pertambangan

1. Pengawasan lapangan terhadap


perusahaan yang belum melakukan
pengukuran dan pemasangan tanda
batas wilayah pertambangan
2. Verifikasi lapangan terhadap hasil
pengukuran dan pemasangan tanda
batas yang telah dilakukan oleh
perusahaan.
3. Turut serta menjadi saksi dan pengawas
pada pelaksanaan pengukuran dan
pemasangan tanda batas wilayah
pertambangan perusahaan
14 14
III. PRINSIP DAN RUANG LINGKUP

15
Penerapan Aspek Teknis Pertambangan
Yang Baik dan Benar:

1) Metode Pertambangan Sesuai


Karakteristik Pertambangan Indonesia
2) Penggunaan Tenaga Teknik Kompeten
3) Rencana Transparan, Akuntabel, dan
Rasional; dan
4) Kegiatan Pertambangan tuntas dan
optimum terhadap Rencana yang
memenuhi kelaikan teknis.

17
Tujuan
Pengelolaan Teknis Pertambangan Minerba
untuk menjamin:

1) Keakuratan Data Eksplorasi, Sumber


daya, dan Cadangan;
2) Kelaikan Teknis Sarana dan Prasarana;
3) Operasional tambang yg aman, efisien,
dan produktif; dan
4) Penerapan Kaidah Teknik
Peretambangan Yg Baik.

18
Objek Teknis Pertambangan
Pengawasan
Sasaran Terciptanya perencanaan dan pelaksanan pertambangan
yang baik dan benar.

Ruang Pada IUP atau IUPK eksplorasi meliputi:


Lingkup a. pelaksanaan teknis dan standar eksplorasi yang baik;
b. tata cara menghitung sumber daya dan cadangan,

Pada IUP atau IUPK Operasi Produksi meliputi:


c. Perencanaan dan pelaksanaan konstruksi termasuk
pengujian alat pertambangan/commisioning;
b. Perencanaan dan pelaksanaan penambangan;
c. Perencanaan dan pelaksanaan pengolahan dan
pemurnian;
d. Perencanaan dan pelaksanaan pengangkutan dan
penjualan.

PP.No.55 Tahun 2010 , Pasal 21


19
20
21
SASARAN PENGELOLAAN TEKNIS

 Terhindarnya manipulasi data pertambangan yang dapat


merugikan pemerintah
 Terciptanya perencanaan tambang yang benar
 Terciptanya pelaksanaan penambangaan yang mengacu kepada
kaidah pertambangan yang baik
 Tidak terbuangnya bahan galian
 Terbinanya perusahaan tambang yang terbatas pengetahuan
teknis tambangnya
 Termanfaatkannya lahan bekas tambang secara tepat dan baik
sehingga mendorong peningkatan perekonomian rakyat sekitar
tambang

23
BAGAIMANA JIKA TEKNIS PERTAMBANGAN
TIDAK DILAKSANAKAN DENGAN BAIK ?

 Kesulitan dalam operasional


 Tambang tidak efisien, tidak ekonomis
 Produksi tidak lancar
 Terjadi kecelakaan/masalah K-3
 Terjadi permasalahan lingkungan
 Pemborosan bahan galian
 Pascatambang tidak tertangani dengan baik
 Pemerintah, rakyat dan perusahaan rugi

24
Beberapa permasalahan yang berkaitan dengan
aspek teknis pertambangan:
1. Kasus Teknis Pertambangan pada Kegiatan Eksplorasi

25
26
MEMR
27
MEMR
Beberapa permasalahan yang berkaitan dengan
aspek teknis pertambangan:
2. Kasus Teknis Pertambangan pada Kegiatan Penambangan
a) Longsor Lereng Tambang

 Mengakibatkan fatality
 Kejadian Berbahaya
(menimbun peralatan &
menghentikan operasi)
Tahun 2007

Kejadian Berbahaya
(Operasi Berhenti)
Tahun 2013

31
2. Kasus Teknis Pertambangan pada Kegiatan Penambangan

Tanggul Kolam bekas tambang jebol

Mismatch?

32
Peta Kemajuan Tambang
2. Kasus Teknis Pertambangan pada Kegiatan Penambangan

b) Longsor disposal

Kecelakaan Tambang Kejadian berbahaya


1 Orang Mati Jalan Tambang terputus
Tgl 4 Januari 2012 Bekas settling tertimbun
Tgl 18 Maret 2014

34
2. Kasus Teknis Pertambangan pada Kegiatan Penambangan
c) Penyangga Batuan Lepas

Kecelakaan Tambang
1 Orang Mati Kecelakaan Tambang
Tenggal 23 Juni 2012 1 Orang Mati
Tgl 13 September 2012

35
2. Kasus Teknis Pertambangan pada Kegiatan Penambangan
d) Land Subsidence akibat ambruknya pillar

 Kejadian berbahaya
 Terjadi penurunan
permukaan tanah
 Menutup jalur akses dan
menghentikan operasional
• Tanggal 1 April 2013

36
2. Kasus Teknis Pertambangan pada Kegiatan Penambangan
e) Luncuran lumpur basah (wet muck)

 Kecelakaan tambang
 2 orang meninggal
 1 unit Rockbreaker dan
Grizzly tertimbun
 1 unit LHD yang
sebelumnya berada di
sekitar Grizzly terdorong
 Terowongan tertutup dan
operasional terhenti
• Tanggal 18 April 2011

37
2. Kasus Teknis Pertambangan pada Kegiatan Penambangan

f) Batuan Atap Runtuh

 Kecelakaan Tambang
 28 Mati, 5 Cidera Berat, 5 Cidera Ringan.  Kejadian berbahaya
Runtuhan Hanging Wall
 14 Mei 2013
 2 Pekerja Terjebak di
Dalam Tambang bawah
Tanah Desember 2010

38
BAGAIMANA TEKNIS PERTAMBANGAN YANG BAIK?
 Teknis eksplorasi dilaksanakan dengan benar dan memadai
 Cadangan tambang (reserve) ditetapkan secara benar
 Studi Geoteknik, Hidrogeology dan Metalurgi dilaksanakan
secara benar
 Studi kelayakan disusun secara komprehensif dan
didukung data yang memadai
 Teknik penambangan direncanakan dan dilaksanakan
secara baik
 Pengolahan /pemurnian direncanakan dan dilaksanakan
secara baik
 Pemilihan peralatan tepat
 Pengangkutan yang memadai
 Produksi sesuai kapasitas
 Program pascatambang direncanakan dan dilaksanakan
secara komprehensif
40
IV. PENUTUP
IV. PENUTUP
Sub Sektor Pertambangan Mineral dan Batubara
masih merupakan salah satu andalan penerimaan
negara. Pembenahan tata kelola
1 pertambangan salah satunya dengan upaya
peningkatan kapasitas Aparatur
Pertambangan.

Berbagai dampak negatif kegiatan pertambangan


dapat dikendalikan dengan penerapan kaidah
teknik pertambangan yang baik, salah satu
2 aspek penting adalah kesesuaian antara
perencanaan dan pelaksanaan teknis
pertambangan.
…IV. PENUTUP

Masih terjadinya trend peningkatan produksi


dan terus berkembangnya teknologi
3
pertambangan perlu diimbangi dengan
peningkatan pengelolaan aspek teknik dan
lingkungan pertambangan.

Pemerintah secara aktif terus melakukan


pembinaan dan pengawasan kegiatan teknis
pertambangan mineral dan batubara dengan
4 menyiapkan berbagai regulasi termasuk
diantaranya Peraturan Menteri ESDM dan
Pedoman-Pedoman Teknis.
…IV. PENUTUP

Masih banyaknya kasus teknis


5 pertambangan yang berkaitan dengan kecelakaan
dan pencemaran lingkungan, merupakan salah
satu tantangan bagi Aparatur Pertambangan
untuk terus meningkatkan kompetensi dalam
kegiatan pengawasan.

PelaksanaanBimbingan Teknis /Sertifikasi


Kompetensi Teknis merupakan salah satu
program Pemerintah untuk mensosialisasikan
kaidah teknik pertambangan yang baik bagi
6 seluruh pemangku kepentingan pertambangan dan
upaya meningkatkan kompetensi Aparatur Pemerintah
sesuai ketentuan Peraturan Perundang-Undangan.
45

Anda mungkin juga menyukai