Anda di halaman 1dari 45

Tumor Paru

Dr. Pad Dilangga, Sp.P


RSUD Dr. H. Abdul Moeleok Provinsi Lampung

Beda Tumor dan kanker???


Tumor : hasil perkembangan biakan suatu sel tubuh yang tidak terkontrol. Dalam keadaan normal perkembang biakan sel hanya akan terjadi apabila dibutuhkan oleh tubuh.
Tumor jinak : TIDAK melakukan INVASI ke jaringan sekitar (walaupun mampu mendesak, namun tidak tumbuh masuk kedalam jaringan lain) ataupun MENYEBAR ke bagian tubuh lain. Biasanya tidak membahayakan jiwa, bisa di operasi dan jarang timbul kembali Tumor Ganas = KANKER

Tumor Ganas = KANKER


KANKER adalah sel tumor berkembang biak secara tidak terkontrol dan meng-INVASI jaringan sekitar serta bisa MENYEBAR (METASTASE) ke bagian tubuh lain

Tumor Paru
berasal dan terjadi pada satu atau kedua paru. Umumnya bermula di satu paru kemudian melakukan penyebaran ke kelenjar limfa serta jaringan paru lain misalnya Plera bahkan paru yang satunya Penyebaran (Metastase) sering dan cepat mengenai tulang, otak, hati, serta jaringan lain karena paru memiliki akses langsung ke sirkulasi besar/ Sistemik
Paru Vena Pulmonalis Jantung kiri sirkulasi tubuh

- USA (1993) : 173.000/tahun


- INGGRIS : 40.000/tahun

- INDONESIA (RS DHARMAIS 1998) :


urutan ke 3 setelah kanker payudara

dan rahim
- Pria > Wanita, 65 % Pria

Patogenesis
Penyebab belum diketahui??????? EKSOGEN : Paparan Karsinogen ROKOK ENDOGEN : Kepekaan Faktor Host 80-90% Tumor Paru GENETIK PEROKOK

99,99% Perokok tidak kena Ca Paru HUB. ROKOK-CA.PARU ASOSIASI KAUSAL

Faktor eksogen
(pendekatan Epidemiology)

Tobacco (Inhaled carcinogens) : 85-87% Second Hand Passive Smoke : 5-7% Others : 5-7%
Radon Asbestos Uranium Therapeutic XRT Marijuana Barylium Air Polutan : diesel,pitch,tar,arsenic,nickel,chromium,cadmium

Scar/Fibrosis

: 1-2%

I. KLASIFIKASI PRAKTIS UNTUK


TUJUAN PENGOBATAN
- Small Cell Lung Cancer (SCLC)
- Non Small Cell Lung Cancer (NSCLC)

(skwanosa, AdenoCa, Karsinoma, sel


besar)

II. KLASIFIKASI HISTOLOGI KANKER PARU WHO (1981) A. BENIGNA B. DISPLASI/Ca In Situ C. MALIGNA 1. SQUANOUS CELL CA : a. EPIDERMOID CELL b. SPINDLE CELL 2. SMALL CELL CA : a. OAT CELL b. INTERMEDIATE CELL c. COMBINED CELL

3. ADENO CA : a. Acinar b. Papillary c. Bronchoalveoler d. Mucus secretory 4. GIANT CELL CA : a. Giant cell b. Clear cell c. Solid Ca tanpa mucin 5. CARCINOIDS 6. MESOTHELIOMA a. Epitelial b. Fibrous c. Biphasic

KLASIFIKASI LENGKAP TUMOR PARU (JINAK DAN GANAS)


TUMOR JINAK 1. Hamartoma 2. Chondroma Bronchus 3. Cystadenoma bronchus 4. Fibroma 5. Lecomyoma 6. Lipoma 7. Papiloma 8. Neurofibroma TUMOR JINAK YANG DAPAT MENJADI GANAS 1. Bronchial adenoma 2. Haemangiopericytoma 3. Pulmonary blastoma 4. Myoblastoma

9. 10. 11. 12. 13. 14.

Pulmonary anginoma dengan AV Fistula Hisnocytoma (Plasma Cell Gram Conea, Sclerosy Hemagioma) Lymphocyst Lymphangio leionyomatosis Pulmonary chemodectoma

TUMOR GANAS 1. Karsinoma Bronkhogenik 2. Alveolar Cell Ca 3. Pulmonary Lymphoma 4. Melanoma 5. Leiomyosarcoma

SMALL CELL CA (SCLC) Dominasi sel kecil Sel kecil terisi mukus, nukleoli sedikit sekali/tanpa Seperti biji gandum ----- Oat Cell Ca Pseudo ROSET NON SMALL CELL CA Ca Sel Squamous : keratinisasi, bridge intraselular Adeno Ca : Formasi glandular, membentuk musin tumbuh sering di bekas kerusakan jar paru (scar) Ca Bronchoalveoler : Sub tipe adenoca; mengikuti/meliputi permukaan alveoler tanpa menginvasi/merusak jar paru Ca sell besar : - per exclusion, anaplastik, tak bodiferrensiasi

E/ pasti ---- belum jelas Berhubungan dengan kebiasaan merokok Hubungan dengan rokok : 1 dari 9 perokok berat kanker paru Resiko perokok pasif menurun Anak-anak teepapar rokok selama 25 th risiko 2 x pada dewasa Istri dan suami perokok 2 1 x

SUBSTANCE
Particulate Phase A. Neutral Fraction Benzo[a]pyrene Dibenz[a]anthracene B. Basic Fraction Nicotene Nitrosamine C. Acidic Fraction Cathecol Unidentified D. Residue Nickel Cadmium 210PO

EFFECT

MODEL

C C C C CC+TP TP C C C C

Rodents

Rodents

a. Berhubungan dengan paparan zat karsinogen asbestoss sering menimbulkan mesothelioma Radiasi uranium(pekerja tambang) Radon, arsen Chromiun, NIKEL b. Polusi udara c. Genetik Perubahan/mutasi beberapa gen Proto oncogen Tumor Gene encoding

GEN SUPRESORTUMOR INISIATOR DELESI/INSERSI PROMOTOR

TUMOR/OTONOMI
PROGRESOR

EKSPANSI/METASTASIS
ROKOK : -INISIATOR, PROMOTOR DAN PROGRESOR

RENDAH :
BETA KAROTEN SELENIUM

VIT. A

AWAL : GEJALA (-)

BILA GEJALA (+) KANKER


SUDAH LANJUT

1. LOKAL (AKIBAT TUMOR TUMBUH SETEMPAT)


Batuk/batuk bertambah pada penderita batuk kronis Hemoptisis Mengi (wheezing, stridor) Kavitas (seperti abses paru) Atelektasis Nyeri dada Sesak napas Invasi ke perikardium---- tamponade, aritmia Sindroma vena cava superior Sindroma horner (Facial anhidrosia, ptusis, miosis) Suara serak (penekanan nervus recurentt laryngeal)

2. INVASI LOKAL

3. GEJALA METASTASIS
Otak, tulang, hepar, adrenal Limfadenopati cervical dan supraclavicula

4. SINDROMA PARANEOPLASTIK
Terdapat pada 10 % Sistemik : BB menurun, anoreksia, demam Hematologi : lekositosis, anemia, hiperkoagulasi Hipertropi osteoartropati Nerologi dementia, ataksia tremor, neropati perifer Neromiopati Endokrin : sekresi berlebihan hormon paratiroid (herperkalsemia) Dermatologik : eritemia multi forme, hiperkerotosis, clubbing Renal : SIADH

5. ASIMTOMATIK DENGAN KELAINAN RADIOLOGI

Sering pada perokok Berupa nodul soliter

1. FOTO RO PA DAN LATERAL


Dapat mendeteksi : 61 %

Kelainan :

Squamous Small cell cell carcinoma Massa hilar atau perihilar Lesi parenkim < 4,0 cm > 4,0 cm Obstruksi, pneumonitis, kolaps atau konstriksi daerah peripleural Mediastinal Enlargement 40% 9% 19% 31% 78% 21% 8% 32%

Adenocarc Large inoma cell 17% 45% 26% 74% 32% 18% 41% 65%

2%

13%

3%

10%

2.

COMPUTERIZED TOMOGRAPH DAN MAGNETIK RETONANCE IMAGING CT


Lebih sensitif dibanding foto thoraks biasa Dapat mendeteksi nodul >= 3 mm,false positif 25 60 %

MRT
Tidak lebih superior dibanding CT Menilai tumor yang menginvasi vertebral, medula spinalis mediastinum

PET (Position Emulsion Tomography)


Membedakan tumor jinak dan ganas Didasarkan pada perbedaan biokimia dalam metabolisme zat-zat seperti : glukosa, oksigen, protein, asma nukleat

3. PEM BONE SCANING


Deteksi metastase ke tulang NSCLC : 15 % metastasis ke tulang

4. PEM SITOLOGI
Sitologi sputum tergentung pada : Letak tumor terhadap bronkhus Jenis tumor Tekhnik mengeluarkan sputum Jumlah sputum yang diperiksa : 3- 5 hari berturut-turut Waktu pemeriksaan sputum (sputum segar)

Rutin dan skrining diagnosis dini Pada kanker yang letaknya sentral positif : 67 85 % Teknik imune staining : dengan antibodi Sensitifitas : 91 % 624H12 untuk SCLC 703D4 untuk NSCLC Spesifitas : 88 % Bahan lain : cairan pleura, KGB, bilasan dan sikatan bronkhus

5. Pem HISTOLOGI
Standar emas diagnosis kanker paru Spesimen :
a. Bronkhoskopi (95 % tumor sentral, 70-80% perifer) White light bronkoscopy Fluoroscence Bronkhoscopy Ultra sound bronkoscopy Transbronchial needle aspiratory (TBNA) (untuk nodul KGB di Hilus/mediastinum dibantu CT scan)

b. TRANS THORACAL BIOPSY (TTB) Untuk lesi letak perifer Untuk ukuran < 2 cm sensitifitas : 90-95% Komplikasi : Pneumothoraks : 20-25 % Hemoptisis : 20 % Lebih baik dengaan tuntunan CT scan, USG, Fluoroskopi

c. TORAKOSKOPI
Lebih baik untuk tumor di daerah pleura Dengan video assisted thoracoscopy : sensitifitas / spesifitas = 100 %

d. MEDIASTINOSKOPI
Untuk tumor metastasis ke mediastinum dan KGB Nilai positif 40 %

e. TORAKOTOMI
Prosedur terakhir bila prosedur non invasif dan invasif lainnya gagal

6. PEM SEROLOGI
Sampai saat ini sensitifitas dan spesifitas rendah TES CEA (Carcino Embryomic Antigen) NSE (Neuron spesific Enolase) Cyfra 21 1 (Cytokeratin Fragment 19) NSE : untuk SCLC, sensitifitas 52 % Cyfra 21-1 untuk SCLC, LD, sensitifitas 50 % Untuk ED SCLC : NSE sensitifitas : 42 % Cyfra 21-1 : 50 % Gabungan : 78 % LD 82 % ED Dipakai untuk evaluasi terhadap kanker paru

STAGING KANKER PARU


Dibuat tahun : 1973 revisi 1986 Revisi thn 1997 Untuk staging minimal perlu pem CT scan Thorax, USG abd/CT scan abd, CT scan otak, Bone scanning

STAGING SISTEM TNM TERDIRI DARI : OCCULT Ca Stage O Stage I Stage II Stage III A Stage III B Tx Tis T1-2 T1-2 T3 T1-3 T4 T1-3 N3 Stage IV T1-4 N1-3 M1 Mo No Carcinom a NO N1 N0-1 N2 N0-3 Mo In situ Mo Mo Mo Mo Mo Baru 1997 TNM

Stage IA Stage IB Stage IIA Stage IIB Stage IIIA

T1NOMO T2NOMO T1N1MO T2N1MO T1-3N2MO T3 N1MO Stage IIIB T4 Any NMO Any TN3MO Stage IV AnyTAnyNM1

TNM STAGING NSCLC

N-0 T-1 T-2 T-3 IA IA IA

N-1 IIA IIA IIA

N-2 IIIA IIIA IIIA

N-3 IIIB IIIB IIIB

T-4

IA

IIA

IIIA

IIIB

ALL M-1 = IV

OPERABLE

PROGNOSIS
I. SCLC
Dengan kemotherapi

Media survival < 3 bln 1 tahun LD : 1-2 th, +- 20 % > 2 tahun 30 % : komplikasi lokal tumor 70 % : karsinomatosis 50 % metastasis ke otak

II. NSCLC
Tergantung stadium penyakit Type skwamosa : paling baik Ca skwamosa : - 75 % meninggal OK komplikasi thorakal
- 25% ekstratorakal (2% OK SSP)

Adenoca dan ca sel besar : 40 % OK Torakal 55 % OK ekstratorakal 15 % meta ke otak 8-9 % + OK SSP

PENGOBATAN
Tujuan Kuratif : menyembuhkan/memperpanjang masa bebas penyakit daan meningkatkan angka harapan hidup Paliatif : mengurangi dampak kanker, meningkatkan kualitas hidup Suportif : menunjang pengobatan kuratif, paliatif dan terminal case (Nutrisi, transfusi, anti , dll) Rawat rumah (Hospital care) : mengurangi dampak fisik dan psikologis

PENGOBATAN NSCLC
I. BEDAH
Pilihan untuk ST I atau II Standar --- lobectomi/pneumectomi Survival ST I : 60 % II : 26-37 % ST II a : kontrovesi ST III b dan IV : tidak di operasi Combined modality therapy Gabungan radiasi, kemotherapy, operasi (2 atau 3 moralitas)

II. RADIOTERAPI

Kasus inoperable Terapi kuratif atau palitif (mengurangi efek pekananan terhadap bronkhus/pembuluh darah
Penilaian hasil pengobatan Revisi komplit : tidak tampak tumor terukur/ terdeteksi selama > 4 minggu Revisi parsial : tumor mengecil > 50 % Stable disease :pengecilan < 50 % atau pembesaran< 25 % Progresif : tampak beberapa lesi baru atau membesar > 25 % Lokoprogresif : tumor membesar dalam radius tumor (lokal)

III. KEMOTERAPI

OBAT-OBAT KEMOTERAPI
Regimen CAMP (siklofostamid, disorubisis, metotrebrat, prokarbosis) CAV Obat baru : paclitaxel, gemcitabine, dll

TERAPI BIOLOGI
BCG Interferon Interleukin

TATA LAKSANA KECURIGAAN : LAKI : ratio LK/W = 5:1 USIA >40 Th : 84,2% PEROKOK : >80% PAPARAN INDUSTRI GEJALA KKLINIK :
Batuk > 2 Minggu Batuk Darah Sesak BB Turun > 4 kg / 6 Bulan

KONFIRMASI / SKRINING
X-RAY X-RAY

CYTOLOGY (+)
CYTOLOGY (-)

A
C

B
D

A/B/C

Rujuk

D : SKRINING ULANG BL INDIKASI TETAP ADA / 4-6 bln

PENCEGAHAN Berhenti rokok Chemoprevention : derivat asam retinoid, karetinoid, selenium, dll

PERFORMANCE STATUS Aktifitas normal Keluhan (+), berjalan dan merawat diri sendiri Aktifitas dalam waktu > 50 % Kadang perlu bantuan Aktifitas dalam waktu tertentu I 50 %, perlu bantuan Ditempat tidur, perlu waktu

SKALA WHO 0 1 2 3 4

SKALA KARNOFSKY 90-100 70-80 50-60 30-40 10-20

Terima Kasih