Anda di halaman 1dari 31

SHALAT TAHAJUD Shalat Tahajud adalah shalat sunat yang dikerjakan pada waktu malam, dimulai selepas isya

sampai menjelang subuh. Jumlah rakaat pada shalat ini tidak terbatas, mulai dari 2 rakaat, 4, dan seterusnya. A. Pembagian Keutamaan Waktu Shalat Tahajud 1. Sepertiga malam, kira-kira mulai dari jam 19.00 samapai jam 22.00 2. Sepertiga kedua, kira-kira mulai dari jam 22.00 sampai dengan jam 01.00 3. Sepertiga ketiga, kira-kira dari jam 01.00 sampai dengan masuknya waktu subuh. B. Niat shalat tahajud: Ushallii sunnatat-tahajjudi rakataini lillaahi taaalaa. Artinya: Aku niat shalat sunat tahajud dua rakaat karena Allah C. Doa yang dibaca setelah shalat tahajud: Rabbanaa aatina fid-dun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa adzaaban-naar. Artinya: Ya Allah Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa api neraka. Dalam hadits Bukhari dinyatakan, bahwa rasulullah jika bangun dari tidurnya di tengah malam lalu bertahajud membaca doa: Allahumma lakal hamdu anta qayyimus samaawaati walardhi wa man fiihin, wa lakal hamdu laka mulkus samaawaati wal ardhi wa man fiihin, wa lakal hamdu nuurus samaawaati wal ardhi, wa lakal hamdu antal haqqu wa wadukal-haqqu wa liqaauka haqqun wa qauluka haqqun

wal-jannatu haqqun, wan naaru haqqun, wan-nabiyyuuna haqqun, wa Muhammadun shallallaahu alaihi wa sallama haqqun, waassatu haqqun. Allahumma laka aslamtu, wa bika aamantu, wa alaika tawakaltu wa ilaika anabtu wa bika khaashamtu, wa ilaika haakamtu, faghfir lii maa qaddamtu, wa maa akhkhartu wa maa asrartu, wa maa alantu antal muqaddimu wa antal muakhiru la ilaaha illa anta aula ilaaha gairuka wa laa haula quwwata illa billah. Artinya: Ya Allah, bagi-Mu segala puji. Engkaulah penegak langit dan bumi dan alam semesta beserta segala isinya. Bagi-Mulah segala puji, pemancar cahay langit dan bumi. Bagi-Mulah segala puji, Engakaulah yang haq, dan janji-Mu adalah benar, dan surge adalah haq, dan neraka adalah haq, dan nabi-nabi itu adalah haq, dan Nabi Muhammad adalah benar, dan hari kiamat adalah benar. Ya Allah, kepada-Mulah kami berserah diri (bertawakal) kepada Engkau jualah kami kembali, dan kepada-Mulah kami rindu, dan kepada engkaulah kami berhukum. Ampunilah kami atas kesalahan yang sudah kami lakukan dan sebelumnya, baik yang kami sembunyikan maupun yang kami nyatakan. Engkaulah Tuhan yang terdahulu dan Tuhan ynag terakhir. Tidak ada Tuhan melainkan Engkau Allah Rabbul alamin. Tiada daya upaya melainkan dengan pertolongan Allah. D. Setelah itu, perbanyaklah membaca istigfar sebagai berikut: Astagfirullaahal azhim wa atuubu ilaiih Artinya: Kami memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung dan kami pun bertaubat kepada-Nya E. Keutamaan Shalat Tahajud Sahabat Abdullah bin Salam mengatakan, bahwa Nabi Muhammad saw bersabda: Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah

makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Surga dengan selamat. (HR Tirmidzi) Bersabda Nabi Muhammad saw: Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam. (HR Muslim) Selain itu, Allah sendiri juga berfirman: Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji. (QS Al-Isra: 79) Dari Jabir r.a., ia barkata, Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda: Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya); dan itu setiap malam. (HR Muslim dan Ahmad) Lazimkan dirimu untuk shalat malam karena hal itu tradisi orangorang saleh sebelummu, mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa, menolak penyakit, dan pencegah dari dosa. (HR Ahmad) F. Kiat Mudah Shalat Malam/Qiyamullail Agar kita diberi kemudahan bangun malam untuk melakukan shalat malam, cobalah tips-tips berikut ini: 1. Aturlah aktivitas di siang hari agar malamnya Anda tidak kelelahan. Sehingga tidak membuat Anda tidur terlalu lelap. 2. Makan malam jangan kekenyangan, berdoa untuk bisa bangun malam, dan jangan lupa pasang alarm sebelum tidur. 3. Hindari maksiat, sebab menurut pengalaman Sufyan AtsTsauri, Aku sulit sekali melakukan qiyamullail selama 5 bulan disebabkan satu dosa yang aku lakukan.

4. Ketahuilah fadhilah (keutamaan) dan keistimewaan qiyamulail. Dengan begitu kita termotivasi untuk melaksanakannya. 5. Tumbuhkan perasaan sangat ingin bermunajat dengan Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. 6. Baik juga jika janjian dengan beberapa teman untuk saling membangunkan dengan miscall melalui telepon atau handphone. 7. Buat kesepakatan dengan istri dan anak-anak bahwa keluarga punya program tahajud bersama sekali atau dua malam dalam sepekan. 8. Berdoalah kepada Allah swt. untuk dipermudah dalam beribadah kepadaNya.

SHOLAT SUNNAH
SHOLAT TAHAJUD AGAR DOANYA DIKABULKAN ALLAH SWT.

Shalat Sunnah Tahajjud Shalat Tahajjud adalah shalat sunah yang dilakukan pada malam hari setelah tidur terlebih dahulu, karena arti Tahajjud adalah bangun pada malam hari.Afdhalnya shalat Tahajjud dilakukan pada sepertiga malam yang akhir yaitu kira-kita mulai jam 1.00 malam sampai menjelang masuk waktu shubuh berdasarkan hadits Nabi:"Perintah Allah turun ke langit diwaktu tinggal sepertiga yang akhir dari waktu malam, lalu berseru, adakah orangorang yang memohon ( berdoa ) pasti akan kukabulkan, adakah orang yang meminta, pasti akan kuberikan dan adakah yang mengharap ampunan, pasti akan kuampuni baginya sampai tiba waktu shubuh"(al Hadits). Cara Melaksakan Shalat Tahajjud : Shalat Tahajjud dilaksanakan dengan Munfarid ( tanpa berjamaah ), minimal dua rokaat dan maksimal tidak terhingga jumlah rakaatnya sampai hampir masuk waktu shubuh dan dilaksanakan setiap dua rakaat satu salam sebagaimana hadits Nabi saw: "Shalat malam itu adalah dua rakaat, dua rakaat apabila khawatir akan masuk waktu shubuh maka berwitirlah satu rakaat saja" ( HR.Bukhari-Muslim ).

>

Niat shalat Tahajjud didalam hati berbarengan dengan Takbiratul Ihram. "Aku niat shalat sunah Tahajjud dua rakaat karena Allah"

> Membaca doa Iftitah > Membaca surat al Fatihah >

Membaca salah satu surat didalam al quran.Afdhalnya rokaat pertama membaca surat al Kafirun dan rakaat ke dua membaca surat al Ikhlas

> Ruku' sambil membaca Tasbih tiga kali > I'tidal sambil membaca bacaannya > Sujud pertama sambil membaca Tasbih tiga kali > Duduk antara dua sujud sambil membaca bacaannya > Sujud yang kedua sambil membaca Tasbih tiga kali. >

Setelah selesai rakaat pertama, lakukan rokaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali dan rakaat-rakaat selanjutnya sama dilakukan seperti contoh diatas. Setelah selesai shalat Tahajjud bacalah zikir yang mudah ( Allah - Allah - Allah ) terutama perbanyak Istigfar (mohon ampun), adakan dialog bathin dengan Allah sampaikan semua unek-unek yang ada dalam hati lalu ditutup dengan doa.

>

Shalat Tahajjud
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Shalat tahajjud adalah shalat sunnat yang dikerjakan di malam hari setelah terjaga dari tidur. Shalat tahajjud termasuk shalat sunnat mu'akad (shalat yang dikuatkan oleh syara'). Shalat tahajjud dikerjakan sedikitnya dua rakaat dan sebanyakbanyaknya tidak terbatas.[1] Daftar isi 1 Niat shalat 2 Waktu utama 3 Keistimewaan shalat tahajjud 4 Ayat al-Qur'an dan hadits terkait 5 Referensi

Niat shalat Niat shalat ini, sebagaimana juga shalat-shalat yang lain cukup diucapkan didalam hati, yang terpenting adalah niat hanya semata karena Allah Ta'ala semata dengan hati yang ikhlas dan mengharapkan Ridho Nya, apabila ingin dilafalkan jangan terlalu keras sehingga

mengganggu Muslim lainnya, memang ada beberapa pendapat tentang niat ini gunakanlah dengan hikmah bijaksana. Waktu utama Shalat tahajjud dapat dilakukan kapanpun pada malam hari asalkan pelakunya sempat tertidur. Namun waktu paling utama untuk melakukannya adalah pada sepertiga akhir dari malam. Keistimewaan shalat tahajjud Shalat tahajjud merupakan kehormatan bagi seorang muslim, sebab mendatangkan kesehatan, menghapus dosa-dosa yang dilakukan siang hari, menghindarkannya dari kesepian dialam kubur, mengharumkan bau tubuh, menjaminkan baginya kebutuhan hidup, dan juga menjadi hiasan surga. [2] Selain itu, shalat tahajjud juga dipercaya memiliki keistimewaan lain, dimana bagi orang yang mendirikan shalat tahajjud diberikan manfaat, yaitu keselamatan dan kesenangan di dunia dan akhirat, antara lain wajahnya akan memancarkan cahaya keimanan, akan dipelihara oleh Allah dirinya dari segala macam marabahaya, setiap perkataannya mengandung arti dan dituruti oleh orang lain, akan mendapatkan perhatian dan kecintaan dari orang-orang yang mengenalinya, dibangkitkan dari kuburnya dengan wajah yang bercahaya, diberi kitab amalnya ditangan kanannya, dimudahkan hisabnya, berjalan diatas shirat bagaikan kilat.[1] Ketika menerangkan shalat tahajjud, Nabi Muhammad SAW bersabda, Shalat tahajjud adalah sarana (meraih) keridhaan Tuhan, kecintaan para malaikat, sunah para nabi, cahaya pengetahuan, pokok keimanan, istirahat untuk tubuh, kebencian para setan, senjata untuk (melawan) musuh, (sarana) terkabulnya doa, (sarana) diterimanya amal, keberkatan bagi rezeki, pemberi syafaat diantara yang melaksanakannya dan diantara malaikat maut, cahaya di kuburan (pelaksananya), ranjang dari bawah sisi (pelaksananya), menjadi jawaban bagi Munkar dan Nakir, teman dan penjenguk di kubur (pelaksananya) hingga hari kiamat, ketika di hari kiamat shalat tahajud itu akan menjadi pelindung diatas (pelaksananya), mahkota di kepalanya, busana bagi tubuhnya, cahaya yang menyebar didepannya, penghalang diantaranya dan neraka, hujah (dalil) bagi mukmin dihadapan Allah SWT, pemberat bagi timbangan, izin untuk melewati Shirath al-Mustaqim, kunci surga...[2] [3]

Ayat al-Qur'an dan hadits terkait Ayat Al Qur'an terkait shalat tahajjud: Al Isra' ayat 79 yang artinya :"Dan pada sebagian malam hari bershalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ketempat yang terpuji" (Q.S. 17:79 ). Hadits terkait shalat tahajjud: "Perintah Allah turun ke langit dunia di waktu tinggal sepertiga akhir dari waktu malam, lalu berseru:Adakah orang-orang yang memohon (berdo'a), pasti akan Kukabulkan, adakah orangorang yang meminta, pasti akan Kuberi dan adakah yang mengharap/memohon ampunan, pasti akan Kuampuni baginya. Sampai tiba waktu Shubuh." (Al Hadits).

KEUTAMAAN SHALAT TAHAJUD


Oleh : H. Sunaryo A.Y.

Shalat malam, bila shalat tersebut dikerjakan sesudah tidur, dinamakan shalat Tahajud, artinya terbangun malam. Jadi, kalau mau mengerjakansholat Tahajud, harus tidur dulu. Shalat malam ( Tahajud ) adalah kebiasaan orang-orang shaleh yang hatinya selalu berdampingan denganAllah SWT. Berfirman Allah SWT di dalam Al-Quran : Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji. (QS : Al-Isro : 79) Shalat Tahajud adalah shalat yang diwajibkan kepada Nabi SAW sebelum turun perintah shalat wajib lima waktu. Sekarang shalat Tahajud merupakan shalat yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan . Sahabat Abdullah bin Salam mengatakan, bahwa Nabi SAW telah bersabda : Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan

serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Sorga dengan selamat.(HR Tirmidzi) Bersabda Nabi Muhammad SAW : Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam ( HR. Muslim ) Waktu Untuk Melaksanakan Sholat Tahajud : Kapan afdhalnya shalat Tahajud dilaksanakan ? Sebetulnya waktu untuk melaksanakan shalat Tahajud ( Shalatul Lail ) ditetapkan sejak waktu Isya hingga waktu subuh ( sepanjang malam ). Meskipun demikian, ada waktu-waktu yang utama, yaitu : 1. Sangat utama : 1/3 malam pertama ( Bada Isya 22.00 ) 2. Lebih utama : 1/3 malam kedua ( pukul 22.00 01.00 ) 3. Paling utama : 1/3 malam terakhir ( pukul 01.00 Subuh ) Menurut keterangan yang sahih, saat ijabah (dikabulkannya doa) itu adalah 1/3 malam yang terakhir. Abu Muslim bertanya kepada sahabat Abu Dzar : Diwaktu manakah yang lebih utama kita mengerjakan sholat malam? Sahabat Abu Dzar menjawab : Aku telah bertanya kepada Rosulullah SAW sebagaimana engkau tanyakan kepadaku ini. Rosulullah SAW bersabda : Perut malam yang masih tinggal adalah 1/3 yang akhir. Sayangnya sedikit sekali orang yang melaksanakannya. (HR Ahmad) Bersabda Rosulullah SAW : Sesungguhnya pada waktu malam ada satu saat ( waktu. ). Seandainya seorang Muslim meminta suatu kebaikan didunia maupun diakhirat kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT akan memberinya. Dan itu berlaku setiap malam. ( HR Muslim ) Nabi SAW bersabda lagi : Pada tiap malam Tuhan kami Tabaraka wa Taala turun ( ke langit dunia ) ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Ia berfirman : Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaanya. Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia. ( HR Bukhari dan Muslim ) Jumlah Rakaat Shalat Tahajud : Shalat malam (Tahajud) tidak dibatasi jumlahnya, tetapi paling sedikit 2 ( dua ) rakaat. Yang paling utama kita kekalkan adalah 11 ( sebelas ) rakaat atau 13 ( tiga belas ) rakaat, dengan 2 ( dua ) rakaat shalat

Iftitah. Cara (Kaifiat) mengerjakannya yang baik adalah setiap 2 ( dua ) rakaat diakhiri satu salam. Sebagaimana diterangkan oleh Rosulullah SAW : Shalat malam itu, dua-dua. ( HR Ahmad, Bukhari dan Muslim ) Adapun Kaifiat yang diterangkan oleh Sahabat Said Ibnu Yazid, bahwasannya Nabi Muhammad SAW shalat malam 13 rakaat, sebagai berikut : 1) 2 rakaat shalat Iftitah. 2) 8 rakaat shalat Tahajud. 3) 3 rakaat shalat witir. Adapun surat yang dibaca dalam shalat Tahajud pada rakaat pertama setelah surat Al-Fatihah ialah Surat Al-Baqarah ayat 284-286. Sedangkan pada rakaat kedua setelah membaca surat Al-Fatihah ialah surat Ali Imron 18-19 dan 26-27. Kalau surat-surat tersebut belum hafal, maka boleh membaca surat yang lain yang sudah dihafal.Rasulullah SAW bersabda : Allah menyayangi seorang laki-laki yang bangun untuk shalat malam, lalu membangunkan istrinya. Jika tidak mau bangun, maka percikkan kepada wajahnya dengan air. Demikian pula Allah menyayangi perempuan yang bangun untuk shalat malam, juga membangunkan suaminya. Jika menolak, mukanya disiram air. (HR Abu Daud) Bersabda Nabi SAW : Jika suami membangunkan istrinya untuk shalat malam hingga keduanya shalat dua rakaat, maka tercatat keduanya dalam golongan (perempuan/laki-laki) yang selalu berdzikir.(HR Abu Daud) Keutamaan Shalat Tahajud : Tentang keutamaan shalat Tahajud tersebut, Rasulullah SAW suatu hari bersabda : Barang siapa mengerjakan shalat Tahajud dengan sebaik-baiknya, dan dengan tata tertib yang rapi, maka Allah SWT akan memberikan 9 macam kemuliaan : 5 macam di dunia dan 4 macam di akhirat. Adapun lima keutamaan didunia itu, ialah : 1. Akan dipelihara oleh Allah SWT dari segala macam bencana. 2. Tanda ketaatannya akan tampak kelihatan dimukanya. 3. Akan dicintai para hamba Allah yang shaleh dan dicintai oleh semua manusia. 4. Lidahnya akan mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah.

5. Akan dijadikan orang bijaksana, yakni diberi pemahaman dalam agama. Sedangkan yang empat keutamaan diakhirat, yaitu : 1. Wajahnya berseri ketika bangkit dari kubur di Hari Pembalasan nanti. 2. Akan mendapat keringanan ketika di hisab. 3. Ketika menyebrangi jembatan Shirotol Mustaqim, bisa melakukannya dengan sangat cepat, seperti halilintar yang menyambar. 4. Catatan amalnya diberikan ditangan kanan. (Bahan (materi) di ambil dari buku RAHASIA SHALAT SUNNAT (Bimbingan Lengkap dan Praktis) Oleh: Abdul Manan bin H. Muhammad S
Pengertian dan Penjelasan Shalat Sunat Tahajud, Dhuha, Istikhoroh, Tasbih, Taubat, Hajat, Safar
Persamaan Kata : Shalat = Salat = Sholat = Solat Sunat = Sunah Tahajud = Tahajjud Dhuha = Duha Istikharah = Istikhoroh = Istikoroh Safar = Shafar Pada artikel ini akan dijelaskan pengertian shalat tahajud 1. Shalat Sunat Tahajud Shalat sunat tahajud adalah shalat yang dikerjakan pada waktu tengah malam di antara shalat isya dan Shalat shubuh setelah bangun tidur. Jumlah rokaat shalat tahajud minimal dua rokaat hingga tidak terbatas. Saat hendak kembali tidur sebaiknya membaca ayat kursi, surat al ikhlas, surat al falaq dan surat an nas.

2. Shalat Sunat Dhuha Shalat Dhuha adalah shalat sunat yang dilakukan pada pagi hari antara pukul 07.00 hingga jam 10.00 waktu setempat. Jumlah roka'at shalat dhuha minimal dua rokaat dan maksimal dua belas roka'at dengan satu salam setiap du roka'at. Manfaat dari shalat dhuha adalah supaya dilapangkan dada dalam segala hal, terutama rejeki. Saat melakukan sholat dhuha sebaiknya membaca ayat-ayat surat al-waqi'ah, adh-dhuha, al-quraisy, asysyamsi, al-kafirun dan al-ikhlas. 3. Shalat Sunat Istikhoroh Shalat istikhoroh adalah shalat yang tujuannya adalah untuk mendapatkan petunjuk dari Allah SWT dalam menentukan pilihan hidup baik yang terdiri dari dua hal/perkara maupun lebih dari dua. Hasil dari petunjuk Allah SWT akan menghilangkan kebimbangan dan kekecewaan di kemudian hari. Setiap kegagalan akan memberikan pelajaran dan pengalaman yang kelak akan berguna di masa yang akan datang. Contoh kasus penentuan pilihan : - memilih jodoh suami/istri - memilih pekerjaan - memutuskan suatu perkara - memilih tempat tinggal, dan lain sebagainya Dalam melakukan shalat istikharah sebaiknya juga melakukan, puasa sunat, sodakoh, zikir, dan amalan baik lainnya. 4. Shalat Sunat Tasbih Shalat tasbih adalah solat yang bertujuan untuk memperbanyak

memahasucikan Allah SWT. Waktu pengerjaan shalat bebas. Setiap rokaat dibarengi dengan 75 kali bacaan tasbih. Jika shalat dilakukan siang hari, jumlah rokaatnya adalah empat rokaat salam salam, sedangkan jika malam hari dengan dua salam. 5. Shalat Sunat Taubat Shalat taubat adalah shalat dua roka'at yang dikerjakan bagi orang yang ingin bertaubat, insyaf atau menyesali perbuatan dosa yang telah dilakukannya dengan bersumpah tidak akan melakukan serta mengulangi perbuatan dosanya tersebut. Sebaiknya shalat sunah taubat dibarengi dengan puasa, sodaqoh dan sholat. 6. Shalat Sunat Hajat Shalat Hajat adalah shalat agar hajat atau cita-citanya dikabulkan oleh Allah SWT. Shalat hajat dikerjakan bersamaan dengan ikhtiar atau usaha untuk mencapai hajat atau cita-cita. Shalat sunah hajat dilakukan minimal dua rokaat dan maksimal duabelas bisa kapan sajadengan satu salam setiap dua roka'at, namun lebih baik dilakukan pada sepertiga terakhir waktu malam. 7. Shalat Sunat Safar Shalat safar adalah solat yang dilakukan oleh orang yang sebelum bepergian atau melakukan perjalanan selama tidak bertujuan untuk maksiat seperti pergi haji, mencari ilmu, mencari kerja, berdagang, dan sebagainya. Tujuan utamanya adalah supaya mendapat keridhoan, keselamatan dan perlindungan dari Allah SWT.

Note : Penjelasan lebih rinci mengenai masing-masing shalat akan dijelaskan lebih jauh pada artikel lain

Kiat jitu mempercantik wajah dgn TAHAJUD


sumber: milis muslimah_sholehah

Siapa yang tidak ingin tampil cantik? Kecantikan merupakan merupakah satu hal yang sangat diinginkan oleh para wanita. Mereka para kaum Hawa itu banyak yang telah mencoba berbagai kiat, baik dengan menggunakan berbagai kosmetik, pemutih atau menggunakan lulur, ekstrak bengkoang dan lainlain agar wajahnya putih alami dan berseri. Terlepas dari keberhasilan semua trik-trik di atas yang notabene masih dipertanyakan terlebih lagi mengandung zatzat kimia yang berbahaya, kenapa tidak menggunakan kiat yang satu ini? Apa kiatnya? Yaitu shalat tahajjud di malam hari. Berkata Imam Ibnul Qayyim, Sesungguhnya shalat malam itu dapat memberikan sinar yang tampak di wajah dan membaguskannya Ada sebagian istri yang memperbanyak pelaksanaan shalat malam. Ketika ditanyakan kepada mereka mengenai hal tersebut, mereka menjawab, Shalat malam itu dapat membaguskan wajah dan kami senang jika wajah kami menjadi lebih bagus.Demikian yang dituliskan oleh Mahmud Mahdi Al-Istanbuli di bukunya Kado Perkawinan halaman 312 ketika mengutip perkataan Ibnul Qayyim di buku Raudha AthThalibin. [1] Perlu juga diingat bahwa kiat ini bukan cuma monopoli kaum Hawa saja, kaum Adam pun perlu juga menerapkannya. Keutamaan Shalat Tahajjud Disamping hikmah diatas yang bisa di dapat dari melaksanakan shalat malam, shalat malam ini pun mempunyai keutamaan yang lain. Bahkan inilah yang lebih penting. 1. Allah akan mengangkat ke tempat yang terpuji, dalilnya adalah Dan pada sebagian malam hari bertahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan

Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.(Al Israa : 79). 2. Shalat malam dapat mendekatkan diri kepada Allah dan dapat menghapuskan dosa, dalilnya adalah Hendaklah kalian melaksanakan shalat malam karena shalat malam itu merupakan kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian, ibadah yang mendekatkan diri kepada Tuhan kalian, serta penutup kesalahan dan penghapus dosa. (HR. Tirmidzi no. 3549, Al Hakim I/380, Baihaqi II/502. Dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Irwaa Al Ghalil II/199/no. 452). [2] 3. Kemuliaan orang beriman ada pada shalat malam Jibril berkata, Hai Muhammad, kemuliaan orang beriman ada dengan shalat malam. Dan kegagahan orang beriman adalah sikap mandiri dari bantuan orang lain. (Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah no. 831). [3] Shalat malam yang paling utama adalah pada sepertiga malam yang terakhir. Pada saat ini doa akan dikabulkan oleh Allah. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwasannya Nabi pernah bersabda: Allah turun ke langit dunia setiap malam pada sepertiga malam terakhir. Allah lalu berfirman, Siapa yang berdoa kepada-Ku niscaya Aku kabulkan! Siapa yang meminta kepada-Ku niscaya Aku beri! Siapa yang meminta ampun kepada-Ku tentu Aku ampuni.Demikianlah keadaannya hingga fajar terbit. (HR. Bukhari no. 145 dan Muslim no. 758). [4] Bagaimana Agar Bisa Shalat Tahajjud? Shalat malam termasuk ibadah yang berat, karena di saat kita terlelap dan masih mengantuk maka kita harus bangun untuk shalat. Berikut beberapa sebab agar kita dimudahkan untuk melaksanakan shalat malam. 1. Berusaha untuk tidur di awal malam dan menjauhkan diri dari begadang. Rasulullah membenci tidur sebelum Shalat Isyaa dan berbicara sesudah Shalat Isyaa. [5] 2. Ketika akan tidur, perhatikan adab-adab tidur, misalnya membaca doa sebelum tidur, membaca ayat kursi, membaca dua ayat terakhir dari surat Al Baqarah, membaca Surat Al Kaafirun, dll. [6] 3. Tidur sebentar di siang hari

4. Meninggalkan kemaksiatan, dosa dan perbuatan bidah 5. Berkeinginan kuat untuk shalat malam 6. Memasang jam beker. Bisa juga dengan saling membangunkan istri, suami, dan keluarga. Bahkan bisa dengan saling membangunkan tetangga atau teman dengan menelpon melalui handphone-nya. Saling bertaawun

assalaamualikum ww, pak ustadz saya mau bertanya mengenai shalat tahajjud di bulan ramadhan, setelah kita melaksanakan shalat taraweh dan witir apakah kita masih dibolehkan untuk bertahajjud lagi tengah malamnya? karna saya pernah membaca jika sudah melaksanan shalat witir maka tidak ada lagi shalat sunnah sesudahnya. sebelumnya saya ucapkan banyak terimakasih. wassalam, irwan Irwan JAWABAN Waalaikumussalam Wr Wb Saudara Irwan yang dimuliakan Allah swt Tahajjud juga disebut dengan qiyamullail, sebagaimana firman Allah swt :


Artinya : Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji. (QS. Al Israa 79)
Juga firman Allah swt :

Artinya : Hai orang yang berselimut (Muhammad). Bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya) (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. (QS Al Muzammil : 1 -3) Namun demikian ada juga yang mengatakan bahwa tahajjud dikerjakan pada pertengahan atau akhir malam dan dilakukan setelah orang itu bangun dari tidur. Sedangkan qiyamullail bisa dilakukan di awal, pertengahan atau akhir malam dan tidak mesti setelah bangun dari tidur. Adapun shalat tarawih maka para ulama juga menyebutnya dengan qiyamullail di bulan ramadhan yang dilakukan setelah menunaikan shalat isya dengan memanjangkan berdirinya. Ia bisa juga disebut dengan tahajjud. Dinamakan tarawih dikarenakan terdapat istirahat setelah dua kali salam. Shalat tarawih ini merupakan sunnah muakkadah berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim dari Abu Hurairoh bahwa Rasulullah saw bersabda,Barangsiapa yang melakukan qiyamullail (tarawih) dengan penuh keimanan dan keikhlasan maka dihapuskan dosa-dosanya yang lalu. Tentang witir sendiri hukumnya adalah sama baik pada bulan ramadhan maupun diluar bulan ramadhan, yaitu tidak ada dua witir dalam satu malam sebagaimana hadits yang diriwayatkan Imam yang lima kecuali Ibnu Majah bahwa Rasulullah saw bersabda,Tidak ada dua witir dalam satu malam. juga hadits yang diriwayatkan oleh jamaah kecuali Ibnu Majah bahwa Rasulullah saw bersabda,Jadikanlah akhir shalat kalian pada malam hari adalah witir. Maka bagi siapa yang telah melakukan shalat tarawih dan witir bersama imam lalu dirinya ingin melakukan kembali shalat malamnya maka hendaklah dia melakukan shalat qiyamullailnya saja (genap) tanpa melakukan witir lagi berdasarkan haditshadits diatas, demikian menurut para ulama Hanafi, Maliki, Hambali dan pendapat yang masyhur dari para ulama Syafii. Dalil lainnya yang dipakai mereka adalah apa yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Ummu Salamah bahwa Nabi saw melakukan shalat dua rakaat setelah witir. Imam Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini juga diriwayatkan dari Abu Umamah, Aisyah dan sahabat lainnya dari Rasulullah saw. Ada juga cara kedua yang merupakan pendapat para ulama Syafiikitab al Mausuah al Fiqhiyah (2/9827)yaitu hendaklah orang itu mengawalinya dengan melakukan shalat sunnahnya satu rakaat untuk menggenapkan witir yang telah

dilakukan sebelumnya kemudian melakukan shalatnya yang genap sekehendaknya kamudian ditutup dengan witir. Hal ini diriwayatkan dari Utsman, Ali, Usamah, Saad, Ibnu Umar, Ibnu Masud dan Ibnu Abbas sebagaimana ditegaskan oleh Imam Nawawi dan Ibnu Qudamah. Dan dalil yang bisa jadi digunakan mereka adalah hadits,Jadikanlah akhir shalat kalian pada malam hari adalah witir. Wallahu Alam

Feb

15

Keutamaan sholat Tahajud


Add comments

Shalat malam, bila shalat tersebut dikerjakan sesudah tidur, dinamakan shalat Tahajud, artinya terbangun malam. Jadi, kalau mau mengerjakansholat Tahajud, harus tidur dulu. Shalat malam ( Tahajud ) adalah kebiasaan orang-orang shaleh yang hatinya selalu berdampingan denganAllah SWT. Berfirman Allah SWT di dalam Al-Quran : Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji. (QS : Al-Isro : 79) Shalat Tahajud adalah shalat yang diwajibkan kepada Nabi SAW sebelum turun perintah shalat wajib lima waktu. Sekarang shalat Tahajud merupakan shalat yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan . Sahabat Abdullah bin Salam mengatakan, bahwa Nabi SAW telah bersabda : Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Sorga dengan selamat.(HR Tirmidzi)

Bersabda Nabi Muhammad SAW : Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam ( HR. Muslim ) Waktu Untuk Melaksanakan Sholat Tahajud : Kapan afdhalnya shalat Tahajud dilaksanakan ? Sebetulnya waktu untuk melaksanakan shalat Tahajud ( Shalatul Lail ) ditetapkan sejak waktu Isya hingga waktu subuh ( sepanjang malam ). Meskipun demikian, ada waktuwaktu yang utama, yaitu : 1. Sangat utama : 1/3 malam pertama ( Bada Isya 22.00 ) 2. Lebih utama : 1/3 malam kedua ( pukul 22.00 01.00 ) 3. Paling utama : 1/3 malam terakhir ( pukul 01.00 - Subuh ) Menurut keterangan yang sahih, saat ijabah (dikabulkannya doa) itu adalah 1/3 malam yang terakhir. Abu Muslim bertanya kepada sahabat Abu Dzar : Diwaktu manakah yang lebih utama kita mengerjakan sholat malam? Sahabat Abu Dzar menjawab : Aku telah bertanya kepada Rosulullah SAW sebagaimana engkau tanyakan kepadaku ini. Rosulullah SAW bersabda : Perut malam yang masih tinggal adalah 1/3 yang akhir. Sayangnya sedikit sekali orang yang melaksanakannya. (HR Ahmad) Bersabda Rosulullah SAW : Sesungguhnya pada waktu malam ada satu saat ( waktu. ). Seandainya seorang Muslim meminta suatu kebaikan didunia maupun diakhirat kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT akan memberinya. Dan itu berlaku setiap malam. ( HR Muslim ) Nabi SAW bersabda lagi : Pada tiap malam Tuhan kami Tabaraka wa Taala turun ( ke langit dunia ) ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Ia berfirman : Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang

meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaanya. Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia. ( HR Bukhari dan Muslim ) Jumlah Rakaat Shalat Tahajud : Shalat malam (Tahajud) tidak dibatasi jumlahnya, tetapi paling sedikit 2 ( dua ) rakaat. Yang paling utama kita kekalkan adalah 11 ( sebelas ) rakaat atau 13 ( tiga belas ) rakaat, dengan 2 ( dua ) rakaat shalat Iftitah. Cara (Kaifiat) mengerjakannya yang baik adalah setiap 2 ( dua ) rakaat diakhiri satu salam. Sebagaimana diterangkan oleh Rosulullah SAW : Shalat malam itu, dua-dua. ( HR Ahmad, Bukhari dan Muslim ) Adapun Kaifiat yang diterangkan oleh Sahabat Said Ibnu Yazid, bahwasannya Nabi Muhammad SAW shalat malam 13 rakaat, sebagai berikut : 1) 2 rakaat shalat Iftitah. 2) 8 rakaat shalat Tahajud. 3) 3 rakaat shalat witir. Adapun surat yang dibaca dalam shalat Tahajud pada rakaat pertama setelah surat Al-Fatihah ialah Surat Al-Baqarah ayat 284-286. Sedangkan pada rakaat kedua setelah membaca surat Al-Fatihah ialah surat Ali Imron 18-19 dan 26-27. Kalau surat-surat tersebut belum hafal, maka boleh membaca surat yang lain yang sudah dihafal.Rasulullah SAW bersabda : Allah menyayangi seorang laki-laki yang bangun untuk shalat malam, lalu membangunkan istrinya. Jika tidak mau bangun, maka percikkan kepada wajahnya dengan air. Demikian pula Allah menyayangi perempuan yang bangun untuk shalat malam, juga membangunkan suaminya. Jika menolak, mukanya disiram air. (HR Abu Daud) Bersabda Nabi SAW : Jika suami membangunkan istrinya untuk shalat malam hingga

keduanya shalat dua rakaat, maka tercatat keduanya dalam golongan (perempuan/laki-laki) yang selalu berdzikir.(HR Abu Daud) Keutamaan Shalat Tahajud : Tentang keutamaan shalat Tahajud tersebut, Rasulullah SAW suatu hari bersabda : Barang siapa mengerjakan shalat Tahajud dengan sebaik-baiknya, dan dengan tata tertib yang rapi, maka Allah SWT akan memberikan 9 macam kemuliaan : 5 macam di dunia dan 4 macam di akhirat. Adapun lima keutamaan didunia itu, ialah : 1. Akan dipelihara oleh Allah SWT dari segala macam bencana. 2. Tanda ketaatannya akan tampak kelihatan dimukanya. 3. Akan dicintai para hamba Allah yang shaleh dan dicintai oleh semua manusia. 4. Lidahnya akan mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah. 5. Akan dijadikan orang bijaksana, yakni diberi pemahaman dalam agama. Sedangkan yang empat keutamaan diakhirat, yaitu : 1. Wajahnya berseri ketika bangkit dari kubur di Hari Pembalasan nanti. 2. Akan mendapat keringanan ketika di hisab. 3. Ketika menyebrangi jembatan Shirotol Mustaqim, bisa melakukannya dengan sangat cepat, seperti halilintar yang menyambar. 4. Catatan amalnya diberikan ditangan kanan. (Bahan (materi) di ambil dari buku RAHASIA SHALAT SUNNAT (Bimbingan Lengkap dan Praktis) Oleh: Abdul Manan bin H. Muhammad S
bisa atasi kanker Sebuah penelitian ilmiah membuktikan, shalat tahajjud membebaskan seseorang dari pelbagai penyakit. Berbahagialah Anda yang rajin shalat tahajjud. Di satu sisi pundipundi pahala Anda kian bertambah, di sisi lain, Anda pun bisa memetik keuntungan jasmaniah. Insya Allah, Anda bakal terhindar dari pelbagai penyakit . Itu bukan ungkapan teoritis semata, melainkan sudah diuji dan dibuktikan melalui penelitian ilmiah. Penelitinya dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya, Mohammad

Sholeh, dalam usahanya meraih gelar doktor. Sholeh melakukan penelitian terhadap para siswa SMU Lukmanul Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya yang secara rutin memang menunaikan shalat tahajjud. Ketenangan Shalat tahajjud yang dilakukan di penghujung malam yang sunyi, kata Sholeh, bisa mendatangkan Ketenangan. Sementara ketenangan itu sendiri terbukti mampu meningkatkan ketahanan tubuh imunologik, mengurangi resiko terkena penyakit jantung dan meningkatkan usia harapan hidup. Sebaliknya, bentuk-bentuk tekanan mental seperti Stres maupun Depresi membuat seseorang rentan terhadap berbagai penyakit, infeksi dan mempercepat perkembangan sel kanker serta meningkatkan metastasis (penyebaran sel kanker). Tekanan mental itu sendiri terjadi akibat gangguan irama sirkadian (siklus bioritmik manusia) yang ditandai dengan peningkatan Hormon Kortisol. Perlu diketahui, Hormon Kortisol ini biasa dipakai sebagai tolok ukur untuk mengetahui kondisi seseorang apakah jiwanya tengah terserang stres, depresi atau tidak. Untungnya, kata Sholeh, Stres Bisa Dikelola. Dan pengelolaan itu bisa dilakukan dengan cara edukatif atau dengan cara Teknis Relaksasi atau Perenungan/Tafakur dan umpan balik hayati (bio feed back). "Nah, shalat tahajjud mengandung aspek meditasi dan relaksasi sehingga dapat digunakan sebagai coping mechanism atau pereda stres yang akan meningkatkan ketahanan tubuh seseorang secara natural", jelas Sholeh dalam disertasinya berjudul Pengaruh Shalat Tahajjud Terhadap Peningkatan Perubahan Respon Ketahanan Tubuh Imunologik. Tahajjud harus secara Ikhlas & Kontinyu Namun pada saat yang sama, shalat tahajjud pun Bisa Mendatangkan Stres, terutama bila Tidak Dilaksanakan Secara Ikhlas dan Kontinyu. "Jika tidak dilaksanakan dengan ikhlas, bakal terjadi kegagalan dalam menjaga homeostasis atau daya adaptasi terhadap perubahan pola irama pertumbuhan sel yang normal, tetapi jika dijalankan dengan ikhlas dan kontinyu akan sebaliknya", katanya kepada Republika. Dengan begitu, keikhlasan dalam menjalankan shalat tahajjud menjadi sangat penting. Selama ini banyak kiai, dan intelektual berpendapat bahwa ikhlas adalah persoalan mental-psikis. Artinya, hanya Allah swt yang mengetahui dan mustahil dapat dibuktikan secara ilmiah. Namun lewat penelitiannya, Sholeh berpendapat lain. Ia yakin, secara medis, ikhlas yang dipandang sebagai sesuatu yang misteri itu bisa dibuktikan secara kuantitatif melalui indikator sekresi hormon kortisol. "Keikhlasan Anda dalam shalat tahajjud dapat dimonitor lewat irama sirkadian, terutama pada sekresi hormon kortisolnya", kata pria yang meraih gelar doktor pada bidang psikoneoroimunologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini. Dijelaskan Sholeh, jika ada seseorang yang merasakan sakit setelah menjalankan shalat tahajjud, besar kemungkinan itu berkaitan dengan niat yang tidak ikhlas, sehingga gagal terhadap perubahan irama sirkadian tersebut. Gangguan adaptasi itu tercermin pada sekresi kortisol dalam serum darah yang seharusnya menurun pada malam hari. Apabila sekresi kortisol tetap tinggi, maka produksi respon imunologik akan menurun sehingga berakibat munculnya gangguan

kesehatan pada tubuh seseorang. Sedangkan sekresi kortisol menurun, maka indikasinya adalah terjadinyaproduksi respon imunologik yang meningkat pada tubuh seseorang. Niat yang tidak ikhlas, kata Sholeh, akan menimbulkan Kekecewaan, Persepsi Negatif, dan Rasa Tertekan. Perasaan negatif dan tertekan itu menjadikan seseorang rentan terhadap serangan stres. Dalam kondisi stres yang berkepanjangan yang ditandai dengan tingginya sekresi kortisol, maka hormon kortisol itu akan bertindak sebagai imunosupresif yang menekan proliferasi limfosit yang akan mengakibatkan imunoglobulin tidak terinduksi. Karena imunoglobulin tidak terinduksi maka sistem daya tahan tubuh akan menurun sehingga rentan terkena infeksi dan kanker. Kanker, seperti diketahui, adalah pertumbuhan sel yang tidak normal. "Nah, kalau melaksanakan shalat tahajjud dengan ikhlas dan kontinyu akan dapat merangsang pertumbuhan sel secara normal sehingga membebaskan pengamal shalat tahajjud dari berbagai penyakit dan kanker (tumor ganas)," kata alumni Pesantren Lirboyo Kediri Jatim ini. Menurutnya, shalat tahajjud yang dijalankan dengan tepat, kontinyu, khusuk, dan ikhlas dapat menimbulkan persepsi dan motivasi positif sehingga menumbuhkan coping mechanism yang efektif. Sholeh menjelaskan, respon emosional yang positif atau coping mechanism dari pengaruh shalat tahajjud ini berjalan mengalir dalam tubuh dan diterima oleh batang otak. Setelah diformat dengan bahasa otak, kemudian ditrasmisikan ke salah satu bagian otak besar yakni Talamus. Kemudian, Talamus menghubungi Hipokampus (pusat memori yang vital untuk mengkoordinasikan segala hal yang diserap indera) untuk mensekresi GABA yang bertugas sebagai pengontrol respon emosi, dan menghambat Acetylcholine, serotonis dan neurotransmiter yang lain yang memproduksi sekresi kortisol. Selain itu, Talamus juga mengontak prefrontal kiri-kanan dengan mensekresi dopanin dan menghambat sekresi seretonin dan norepinefrin. Setelah terjadi kontak timbal balik antara TalamusHipokampus-Amigdala-Prefrontal kiri-kanan, maka Talamus mengontak ke Hipotalamus untuk mengendalikan sekresi kortisol.

Shalat Tahajjud dan Shalat Hajat


Tanya: Assalamualaikum wr. wb. Saya biasa mengakhiri shalat Isya antara pukul 2-3 malam, dengan tujuan dapat melakukan shalat tahajjud, doa shalat hajat tepat pada waktunya. Pertanyaan, bagaimana cara melaksanakan kedua shalat tersebut yang sesuai dengan tuntunan agama serta doa apa yang semestinya dibaca? Wassalamualaikum wr. wb. Ida-Weleri Jawab: Sebelum saya menjelaskan cara melakukan shalat tahajjud, terlebih dahulu saya akan menjelaskan pengertiannya. Shalat tahajjud adalah shalat sunat pada waktu malam, sebaiknya dilakukan sesudah tidur dan disunahkan diakhiri dengan shalat witir.

Dasar shalat tahajjud ini, disebutkan dalam Alquran yang artinya: ''Dan pada sebagian malam hari shalat tahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji''. (QS Al-Isra'17:79). Sebagaimana telah dijelaskan di muka shalat tahajjud sebaiknya dikerjakan setelah larut malam/sepertiga malam dan dilaksanakan sesudah tidur. Dalam sebuah hadits Nabi SAW disebutkan sebagai berikut: ''Dari Abu Hurairah, tatkala Nabi ditanya oleh seseorang, apakah shalat yang lebih utama setelah shalat fardu yang lima? Jawab beliau, shalat pada waktu tengah malam.'' (HR Muslim dan lainnya). Adapun kaifiat melakukan shalat tahajjud seperti yang pernah dilakukan Nabi SAW ada beberapa cara (terserah Anda memilih cara yang mana), sebagai berikut: 1. Nabi SAW membuka shalat sunat malam dengan shalat iftitah (pembukaan) dua rakaat. Kemudian beliau mengerjakan sepuluh rakaat shalat tahajjud dengan lima salam dan sesudah itu beliau mengerjakan shalat witir satu rakaat. 2. Nabi SAW mengerjakan shalat sunat malam tiga belas rakaat, yaitu dua rakaat shalat iftitah dan delapan rakaat shalat tahajjud, dan tiga rakaat shalat witir. 3. Nabi SAW mengerjakan shalat iftitah dua rakaat. Kemudian mengerjakan shalat tahajjud enam rakaat dengan tiga salam dan sesudah itu beliau mengerjakan shalat witir lima rakaat. 4. Nabi SAW mengerjakan shalat tahajjud delapan rakaat dengan empat salam dan sesudah itu beliau mengerjakan shalat witir satu rakaat. 5. Mengerjakan shalat tahajjud enam rakaat dengan tiga salam. Kemudian mengerjakan shalat witir satu rakaat. 6. Mengerjakan shalat tahajjud dua rakaat. Kemudian mengerjakan shalat witir satu rakaat. Cara-cara tersebut kemungkinan Nabi menyesuaikan dengan waktu yang tersedia, seperti nomor 6, mungkin waktunya sudah mepet waktu shubuh, sehingga perlu dipersingkat. Tentang pelaksanaan shalat hajat tidak ada ketentuan dilaksanakan di malam hari. Sedang jumlah rakaatnya hanya dua rakaat seperti Hadist Nabi SAW yang menyatakan sebagai berikut: ''Barangsiapa mempunyai hajat kepada Allah atau kepada seseorang dari makhluk-Nya, hendaklah berwudlu dan mengerjakan shalat dua rakaat.'' (HR Ibnu Majjah). Pada rakaat pertama setelah Alfatihah, membaca surat Alikhlas, sedang pada rakaat kedua setelah Alfatihah dibaca surat Alkarifun. Menurut Imam Jalaluddin Al-Suyuthi dalam kitab ''Ar-Rahmah fit-thib wal hikmah'' bahwa surat yang dibaca pada rakaat pertama maupun rakaat

kedua adalah surat Alfatihah dan surat Alikhlas, dibaca sebelas kali pada tiap rakaat. Adapun doa yang dibaca setelah shalat Hajat adalah sebagai berikut: 1. ''La ilaha illallahul Halimul Karim, Subhanallahi Rabbil 'arsyil 'azhim. Alhamdulillah inni as-aluka mujibati rahmatik, wa 'azaima maghfiratik wal ghanimata min kulli birrin wassalamata min kulli itsmin, as-aluka alla-tada'li dzamban illa ghafartah wala hamman illa farrajtah wala hajatan hiya laka ridhan illa qadhaitaha li''. Artinya: ''Tidak ada Tuhan kecuali Allah yang Maha Penyantun lagi Maha Mulia, Maha Suci Allah Tuhan arasy yang agung. Segala puji bagi Allah, aku mohon kepada-Mua ketetapan Rahmat-Mu dan kehendak kuat ampunan-Mu, serta memperoleh semua kebaikan dan selamat dari semua dosa. Aku mohon kepada-Mu, agar Engkau tidak meninggalkanku dalam keadaan berdosa kecuali Engkau mengampuninya dan tidak ada kesusahan kecuali Engkau melapangkannya dan tidak ada hajat yang Engkau Ridoi melainkan Engkau mengabulkannya''. Kemudian minta kepada Allah SWT, apa yang menjadi hajat Anda, baik urusan dunia maupun urusan akhirat. 2. ''Allahumma ya man idza tadhayaqatil umura Raja'tu ilaihi, wa idza katsuratil hawa-iju rafa'tu ilaihi, wa idza qhuli qatil abwabu fataha babahu li tahtadiyal 'uqulu ilaihi tawassaltu ilaika Ya rabbi bil qur'anil 'azhim wa ma fihi min asmaikal 'azhimah wabi Muhammadin shallallahu 'alaihi wassalama, nabiyyika nabiyyin rahmah, ya Muhammad tawassaltu bika ila rabbika''. Artinya: ''Ya Allah, Ya Tuhan, tatkala segala urusan menjadi sempit aku kembali kepada-Nya, tatkala banyak hajat (kebutuhan) aku mengadu kepada-Nya dan tatkala pintu-pintu ditutup, Dialah yanggn membukanya, agar akal pikiran mendapat petunjuk kepada-Nya. Aku bertawassul kepadaMu Ya Tuhanku dengan Alquran dan nama-nama-Mu Yang Agung yang tertera di dalamnya, serta dengan Nabi Muhammad SAW, nabi-Mu, nabi pembawa Rahmat, Ya Muhammad aku bertawassul kepada-Mu kepada Tuhanmu''. Kemudian Anda memohon apa saja menjadi hajat Anda.(35)

Ditulis oleh anurachman di/pada Mei 6, 2009 Salah satu sholat sunnah yang memiliki nilai yang tinggi di mata Allah (insya Allah) adalah sholat tahajud. Sholat tahajud adalah sholat sunnah yang dilaksanakan pada malam hari, setelah bangun tidur. Pelaksanaan sholat tahajud ini akan bernilai lebih jika dilaksanakan pada sepertiga malam terakhir. Sebelum perintah sholat lima waktu turun, Rasulullah Muhammad saw pernah memerintahkan para pengikutnya untuk melakukan sholat tahajud. Hal ini tersirat dalam beberapa hadist: Sahabat Abdullah bin Salam mengatakan, bahwa Nabi SAW telah bersabda : Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Sorga dengan selamat.(HR Tirmidzi) Bersabda Nabi Muhammad SAW : Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam ( HR. Muslim )

Selain itu, Allah sendiri juga berfirman: Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji. (QS : Al-Isro : 79) Dalam hadist lain juga diterangkan mengenai jumlah rakaat pada pelaksanaan sholat tahajud. Pada dasarnya, jumlah rakaat sholat tahajud tidak dibatasi jumlahnya, dengan jumlah minimal 2 rakaat. Sedangkan dalam keterangan Said ibnu Yazib ra, Rasulullah Muhammad saw melakukan sholat tahajud dengan jumlah 13 rakaat, dengan perincian 2 rakaat sholat iftitah, 8 rakaat sholat tahajud, dan ditutup dengan 3 rakaat sholat witir. Keutamaan Sholat Tahajud Berdasarkan hadist Rasulullah Muhammad saw, sholat tahajud memiliki 9 keutamaan, yang terbagi menjadi 5 keutamaan di dunia dan 4 keutamaan di akhirat kelak. Hadist yang menjelaskan keutamaan sholat tahajud adalah: Barang siapa mengerjakan shalat Tahajud dengan sebaik-baiknya, dan dengan tata tertib yang rapi, maka Allah SWT akan memberikan 9 macam kemuliaan : 5 macam di dunia dan 4 macam di akhirat. Adapun 5 keutamaan sholat tahajud di dunia adalah:

Akan dipelihara oleh Allah SWT dari segala macam bencana. Tanda ketaatannya akan tampak kelihatan dimukanya. Akan dicintai para hamba Allah yang shaleh dan dicintai oleh semua manusia. Lidahnya akan mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah. Akan dijadikan orang bijaksana, yakni diberi pemahaman dalam agama.

Selain 5 keutamaan di dunia, sholat tahajud juga memiliki 4 keutamaan di akhirat kelak. Keutamaan sholat tahajud di akhirat kelak adalah:

Wajahnya berseri ketika bangkit dari kubur di Hari Pembalasan nanti. Akan mendapat keringanan ketika di hisab. Ketika menyebrangi jembatan Shirotol Mustaqim, bisa melakukannya dengan sangat cepat, seperti halilintar yang menyambar. Catatan amalnya diberikan ditangan kanan.

Tata Cara Sholat Tahajjud Pada dasarnya, gerakan atau tata cara sholat tahajud pun tidak berbeda dengan sholat-sholat sunnah yang lain: berwudhu, niat melakukan sholat sunnah tahajud, kemudian melakukan gerakan sholat seperti biasa mulai dari takbir hingga salam. Biasanya selalu dilakukan dengan 2 rokaat-2 rokaat (setiap 2 rokaat salam). Pada rokaat pertama setelah takbir membaca surah Al Fatihah, kemudian dilanjjutkan dengan surah lainnya. Pada rokaat kedua pun sama, membaca surah Al Fatihah, kemudian dilanjutkan dengan surah lainnya (yang kita hafal). Perbedaannya hanyalah terletak pada niatnya saja. Karena untuk mengerjakan sholat tahajud tentu saja niatnya adalah mengerjakan sholat tahajud, bukan niat untuk mengerjakan sholat yang lain.

Jadi berkaitan dengan pertanyaan bagaimana niat sholat tahajud?, maka jawabannya adalah berniat di dalam hati untuk mengerjakan sholat sunnah tahajud. Sedangkan masalah Lafadz niatnya, hal itu tidak ditentukan, karena tidak ada dalil yang memperkuat atau menerangkannya. Setelah selesai mengerjakan shalat Tahajjud, perbanyaklah membaca istigfar dan dzikir kepada Allah SWT serta memohon kepada-Nya, kemudian membaca doa sebagai berikut (atau doa yang sesuai dengan keinginan kita): Bismillaahir rohmaanir roohiim. Allahumma lakal hamdu anta qoyyimus samaawaati wal ardhi wa man fiihinna. Walakal hamdu laka mulkus samaawati wal ardhi wa man fii hinna, Walakal hamdu nuurus samaawaati wal ardh walakal hamdu antal haqq wa wadukal haqq wa liqoo-u ka haqq wa qowluka haqq wal jannatu haqq Wannaaru haqq wan nabiyyuna haqq wa muhammadun shallallaahualaihi wa sallama haqqun was saaatu haqqun. Allahumma laka aslamtu wa bika aamantu waalayka tawakaltu wa ilayka anabtu wa bika khooshomtu wa ilayka haakamtu faghfirlii maa qoddamtu wamaa akhkhortu wamaa asrortu wamaa alantu antal maqoddimu wa antal mu-akhkhir laa ilaaha illah anta Laa ilaa ha ghoyruka walaa haula walaa quwwata illa billahil aliyyil azhiim Walhamdulillaahirobbilaalamiin wallahu alam
SHALAT TAHAJJUD DAN BIMBINGANNYA
2008-01-04 |

A. Pengertian Shalat Tahajjud

Shalat Tahajjud adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada malam hari sesudah mengerjakan shalat Isya sampai terbitnya fajar dan sesudah bangun dari tidur, meskipun itu hanya sebentar Hukum Shalat Tahajjud adalah Sunnat Muakkad, Yaitu : Sunnat yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan, karenanya maka Rasul SAW sangat menganjurkan kepada para umatnya untuk senantiasa mengerjakan shalat Tahajjud. Karena dalam shalat Tahajjud terdapat keutamaan dan keistimewaan yang besar sekali. Beberapa Dalil yang menyinggung keutamaan bangun pada dua pertiga malam shalat tahajjud adalah Surat AL-MUZZAMMIL ayat 1 20 Berikut Saya ambil salah Satu petikan dari surat AL-MUZZAMMIL AYAT 20 Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orangorang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang..Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Surat Ini menjelaskan bagaimana Allah memberi kita waktu waktu yang kiranya paling tepat untuk memohon doaMaha Besar ALLAH dengan segala firmannya..

Rasul SAW pun bersabda : Kerjakanlah shalat malam, karena shalat malam itu kebiasaan orang-orang yang shaleh sebelum kamu dahulu, juga suatu jalan untuk mendekatkan diri kepada TUHAN kalian, juga sebagai penebus pada segala kejahatan (dosa) mencegah dosa serta dapat menghindarkan penyakit dari badan (HR.Imam Tarmidji & Ahmad) B. Keutamaan Shalat Tahajjud Diantara keutamaan-keutamaan shalat Tahajjud itu adalah sebagai berikut : Keutamaan yang pertama Bagi orang yang mau mengerjakan shalat Tahajjud, ia akan mendapat pahala shalat yang paling utama setelah shalat fardhu. Sebagaiman yang telah dijelaskan di dalam hadist Nabi SAW yang artinya : Rasullullah SAW pernah ditanya: Shalat apakah yang paling utama setelah sahalat fardhu. Rasul Menjawab : Shalat tengah malam (lail).(HR. Jamaah) Keutamaan yang kedua Akan menjadi orang paling dekat dengan Allah SWT. Sebagaimana yang telah diterangkan dalam sabda Nabi. SAW yang artinya : Allah paling dekat dengan hamba-Nya pada akhir pertengahan malam. Oleh karena itu, jika kamu sanggup untuk menjadi orang yang mengingat Allah pada saat itu, maka kerjakanlah. (HR.Imam Tarmidzi) Keutamaan yang ketiga Akan menjadi orang yang senantiasa selalu dicintai Allah. Sebagaimana sabda Nabi SAW, yang artinya : Puasa yang paling Allah cintai adalah puasa Daud dan shalat yang paling Allah cintai adalah shalat Daud. Beliau (Nabi Daud AS) tidur setengah malam dan bangun untuk shalat sepertiga malamnya, lalu tidur lagi sereenam malamnya. Beliau juga biasa sehari puasa sehari berbuka (HR. Jamaah) C. Manfaat Shalat Tahajjud Adapun manfaat shalat Tahajjud bagi orang yang mau mengerjakannya adalah sebagai berikut : Manfaat yang pertama Akan menjadikan pelakunya memiliki sifat rendah hati. Sebagaimana firman Allah SWT yang artinya : Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu adalah orang-orang yang berjalan diatas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.Dan orang yang melalui malam hari dengan sujud dan berdiri untuk Tuhan mereka Manfaat yang kedua Akan menjadikan pelakunya sebagai orang yang selalu mensyukuri nikmat Allah SWT. Sebagaimana yang telah diterangkan didalam hadist Nabi SAW, yang artinya : Sungguh Rasulullah SAW berdiri dan shalat hingga kedua telapak kakinya atau kedua betisnya bengkak, maka jawabnya : Bukankah aku ini seorang hamba yang banyak bersyukur. (HR. Jamah kecuali Imam Abu Daud, yang bersumber dari Al Mughirah bin Syubah R.A) Manfaat yang ketiga Dapat melepaskan sipul godaan syaitan (mengusir syaitan) serta menjadikan badan segar dan penuh semangat. Sebagaimana sabda Nabi SAW yang artinya : Pada waktu seseorang tidur, syaitan membuat tiga buah simpul dikepalanya. Untuk setiap ia

mengatakan : tidurlah engkau sepanjang malam, bila ia terbangun, lalu menyebut nama Allah, maka lepaslah satu simpul, Jika ia berwudhu, maka lepaslah satu simpul lagi; dan jika ia shalat, maka terbukalah seluruh simpul.Pada waktu bangun lagi,ia akan merasa penuh semangat dengan badan yang segar. Jika tidak,ia akan bangun pagi dengan perasaan serba tak enak dan malas.(HR.Imam Bukhari, dari shahabat Abu Hurairah r.a) D. Waktu dan Bilangan Rakaat Shalat Tahajjud Shalat Tahajjud dikerjakan pada waktu malam hari setelah shalat Isya sampai terbit fajar (masuknya waktu shalat shubuh). Namun dalam sepanjang malam itu terdapat bagian-bagian dari malam yang sangat mustajab, malam yang sangat utama mengerjakan shalat Tahajjud, yaitu sepertiga malam yang terkahir, kira-kira mulai dari pukul 01.00 sampai terbit fajar (masuknya waktu shalat shubuh). Sebagaimana sabda SAW yang artinya : Tuhan kami turun ke langit dunia, ketika sepertiga malam yang terakhir, kemudian berfirman : siapakah yang berdoa kepada-Ku pasti Aku kabulkan, siapa yang meminta pasti Aku beri, siapa yang memohon ampun,pasti Aku ampuni, sampai terbit fajar Yang dimaksud turun ke langit dunia itu adalah perhatian Allah dalam mengabulkan permohonan orang yang suka bangun malam dan mengerjakan shalat Tahajjud serta memohon apa yang dihajatkan, adalah sangat diperhatikan dan mudah dikabulkan oleh ALLAH SWT. Adapun bilangan rakaat shalat Tahajjud itu sekurang-kurangnya adalah dua rakaat, dan sebanyakbanyaknya tidak terbatas. E. Tata Cara Shalat Tahajjud Cara mengerjakan shalat Tahajjud itu pada dasarnya adalah sama dengan shalat-shalat sunnat lainnya, hanya saja niat yang membedakan. Adapun lafazh niat shalat Tahajjud itu adalah sebagai berikut : Ushalli sunnatat tahajjudi rakataini lillahi taaalaa.Allahu akbar. Artinya : Saya berniat shalat sunnat Tahajjud dua rakaat karena Allah Taala.ALLAHU AKBAR Setelah dengan berdiri, shalat Tahajjud juga boleh dikerjakan dengan duduk atau bersila, sebagaimana yang telah diterangkan dalam hadist Nabi SAW, yang artinya : Sesungguhnya Nabi SAW biasa melakukan shalat malam lama sekali dengan berdiri dan (lain waktu) melakukannya lama sekali dengan duduknya. Bila Beliau membaca dengan berdiri, fuku dan sujudnya dilakukan dari berdiri, Bila Beliau membaca dengan duduk, ruku dan sujud dilakukan dari duduk (HR.Jamaah, kecuali Imam Bukhari dari Aisyah r.a) Hasdist lainnya : Saya melihat Nabi SAW shalat (lail) dengan bersila (HR.Imam Daruquthni, dari Aisyah r.a) Setelah selesai mengerjakan shalat Tahajjud, perbanyaklah membaca istigfar dan dzikir kepada Allah SWT serta memohon kepada-Nya, kemudian membaca doa sebagai berikut : Bismillahir rahmaanir rahiim. Allahumma lakal hamdu anta qayyimus samaawaati wal ardhi wa man fiihinna. Wa lakal hamdu lakal mulkus samaawati wal ardhi wa man fii hinna, Walaka hamdu anta nuurus samaawaati wal ardhi walakal hamdu antal haqqu wa wadukal haqqu wa liqaa-u ka haqqun wa qauluka haqqun wal jannatu haqqu wan nabiyyuna haqqun wa muhammadun shallallaahualaihi wa sallama haqqun was saaatu haqqun. Allahumma laka aslamtu wa bika khaashamtu wa ilaika haakamtu faghfirlii maa qaddamtu wamaa akhkhartu wamaa asrartu wamaa alantu antal maqaddimu wa antal mu-akhkhiru laa ilaaha illah anta au laa ilaaha gahiruka walaa haula walaa quwwata illa billahil aliyyil azhiim

Artinya : Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Wahai Tuhanku, Bagi-Mu segala puji, Engkau penegak langit dan bumi serta seluruh isinya, bagi-Mulah segala puji, Engkau raja Penguasa langit dan bumi beserta seluruh isinya, dan bagi-Mulah segala puji, Engkau benar, janji-Mu benar, pertemuan dengan-Mu benar, firman-firman Mu benar, syurga itu benar, neraka itu benar, para Nabi itu benar, Nabi Muhammad SAW itu benar dan hari Kiyamat itu benar. Wahai Tuhanku, kepada Mu lah aku berserah diri, dengan Mu lah aku beriman, kepada Mu aku rindu dan kepada Mu pula aku berhukum. Oleh karena itu ampunilah dosa-dosaku, baik dosa yang terdahulu maupun dosa yang akhir, yang tersembunyi dan yang nyata. Engkau Dzat yang Terdahulu dan Yang TerAkhir. Tidak ada Tuhan yang patut disembah melainkan hanya Engkau atau tidak ada Tuhan selain Engkau, serta tiada daya upaya dan kekuatan melainkan hanya dengan pertolongan Allah Yang Maha Agung. Setelah membaca doa tersebut diatas, lalu pergilah berbaring kembali tidur, sambil membaca ayatayat kursi, surat Al-ikhlas, Al Falaq dan Surat An Naas. Demikianlah Bimbingan ini saya buat Semoga Allah mengampuni Dosa-dosaku semoga bimbingan ini bermanfaat bagi semua. Saya Haryo Bayu mengucapkan memohon maaf yang sebesarnya apabila ada kesalahan dalam penulisan bimbingan ini ..sungguh itu dikarenakan kebodohanku..saya hanya ingin berbagi.. Sampai jumpa dalam bimbingan shalat lainnya..Semoga Allah memberikan segala kebaikannya pada Semua.. Amien yaa Robbal Alamin. Referensi : Pedoman & Bimbingan Shalat Sunnat Lengkap (Ust Labib Mz Penerbit Terbit Terang Surabaya )

Pertanyaan: Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Apakah perbedaan sholat tarawih dengan sholat tahajud? apakah jika sudah sholat tarawih tidak perlu sholat tahajud? wasalaikum terima kasih Hendriya Waskita Jawaban: Assalamu'alaikum wr. wb. 1. Shalat Tarawih Pendapat yang populer dalam jumlah rakaat shalat malam yang dilakukan Rasulullah adalah sebagai berikut: 1. 11 rakaat terdiri dari 4 rakaat x 2 + 3 rakaat witir. Ini sesuai dengan hadist A'isyah yang diriwayatkan Bukhari. 2. 11 rakaat terdiri dari 4 rakaat x 2 + 2 rakaat witir + 1 witir. Ini sesuai dengan hadist Ai'syah riwayat Muslim. 3. 11 rakaat terdiri dari 2 rakaat x 4 & 2 rakaat witir + 1 witir. Ini juga diriwayatkan oleh Muslim. 4. Ada juga riwayat Ibnu Hibban yang mengatakan 8 rakaat + witir. 5. Ada juga riwayat yang mengatakan 13 rakaat termasuk witir.

Itu adalah diantara riwayat-riwayat yang sahih shalat malam yang dilakukan oleh Rasulullah. Khusus untuk bulan Ramadhan Rasulullah pernah shalat berjamaah bersama sahabat, kemudian hari berikutnya beliau tidak lagi melakukan hal yang sama, ketika ditanya alasannya, beliau menjawab karena khawatir diwajibkan. Kemudian pada masa Umar bin Khattab, karena orang berbeda-beda, sebagian ada yang shalat dan ada yang tidak shalat, maka Umar ingin agar umat Islam nampak seragam, lalu disuruhlah agar umat Islam berjamaah di masjid dengan shalat berjamah dengan imam Ubay bin Ka'b. Itulah yang kemudian populer dengan sebutan shalat tarawih, artinya istirahat, karena mereka melakukan istirahat setiap selasai melakukan shalat 4 rakaat. Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menyebutkan perbedaan riwayat mengenai jumlah rakaat yang dilakukan pada saat itu : ada yang mengatakan 13 rakaat, ada yang mengatakan 21 rakaat, ada yang mengatakan 23 rakaat. Khusus rakaat shalat tarawih, ada juga yang mengatakan 36 rakaat plus 3 witir, ini diriwayatkan pada masa Umar bin Abdul Aziz. Ada juga yang meriwayatkan 41 rakaat. Bahkan ada yang meriwayatkan 40 rakaat plus 7 rakaat witir. Riwayat dari imam Malik beliau melaksanakan 36 rakaat plus 3 rakaat witir. Kebanyakan masyarakat Indonesia yang mayoritas bermadzhab Syafi'i melaksanakan shalat Tarawih 20 rakaat atau 11 rakaat, termasuk witir. Kedua cara ini sama-sama mempunyai landasan dalil yang kuat. Shalat tarawih bisa juga disebut shalat qiyamullail, yaitu shalat yang tujuannya menghidupkan malam bulan Ramadhan. Penamaan shalat tarawih tersebut belum muncul pada zaman Rasulullah Saw. 2. Shalat Tahajud Salat tahajud itu artinya salat malam setelah tidur sejenak. Tahajud berasal dari bahasa Arab "tahajjud", dari kata dasar "hajada" yang berarti "tidur" dan juga berarti "salat di malam hari". Orang yang melakukan salat malam disebut "haajid". Jadi bertahajud artinya melakukan salat sunat di malam hari, setelah tidur. Semua salat sunat yang dikerjakan di malam hari setelah tidur, dengan demikian, disebut salat tahajud atau salat malam (shalatullail). Shalat tahjud hukumnya sunnah muakkadah bagi umat Islam. Bagi Rasulullah hukumnya sunnah. Dalam riwayat Muslim dikatakan "Sebaik-baik shalat setelah shalat fardlu, adalah shalat pada malam hari". Jenisnya macam-macam, bisa salat hajat, salat witir, salat tasbih, dan sunat mutlak, atau mungkin juga shalat tarawih. Dalam melakukan tahajud disunatkan memulainya dengan salat sunat dua rekaat yang ringan (tidak panjang). Kata Nabi saw: "Jika salah satu di antara kalian melakukan salat malam, hendaknya memulainya dengan dua rekaat yang ringan".[Riwayat Muslim, Abu Daud, dan Ahmad]. Setelah itu silahkan melakukan salat sepuasnya, sekuatnya. Boleh berupa salat hajat (salat hajat ini boleh juga dilakukan di siang hari), salat tasbih, atau salat sunat mutlak

(sunat mutlak ini maksudnya asal salat saja dua rekaat, niatnya salat sunat). Semua salat dilakukan dua rekaat-dua rekaat. Kecuali salat witir yang boleh disambung menjadi 3 rekaat, disertai tahiyat awal pada rekaat kedua (sebelum berdiri menuju rekaat ketiga). Salat tahajud hendaknya diakhiri dengan salat witir. Jadi urutannya, witir dilaksanakan paling akhir, sekiranya setelah itu tidak melakukan salat lagi. 3. Shalat Witir Diantara madzhab-madzhab fikih, hanya Abu Hanifah yang berpendapat wajibnya shalat witir. Sementara yang lain hanya menganggapnya sebagai sunnat muakkad [kesunaatan yang benar-benar dianjurkan]. Bahkan kedua murid Abu Hanifah sebagai pemegang otoritas utama madzhab Hanafiyah juga beranggapan sama, yakni hanya sunnat muakkad. Shalat witir adalah "shalat ganjil", yang didasarkan pada hadits Nabi Muhammad: "Sesungguhnya Allah adalah witr [ganjil] dan mincintai witr [HR. Abu Daud]. Shalat ini dimaksudkan sebagai pemungkas waktu malam untuk "mengganjili" shalat-shalat yang genap. Karena itu, dianjurkan untuk menjadikannya akhir shalat malam. Apabila seseorang berkehendak untuk shalat tahajjud pada malam hari, maka sebaiknya ia tidak menunaikan salat witir menjelang tidur, tapi melaksanakannya setelah shalat tahajjud. Namun jika ia tidak bermaksud demikian, maka sebelum tidur, ia dianjurkan untuk menunaikannya. Walhasil, shalat witir adalah shalat yang dilaksanakan paling akhir diantara shalat-shalat malam. Nabi Muhammad SAW mengatakan: "Jadikanlah witir akhir shalat kalian di waktu malam". [HR. Bukhari]. "Barang siapa takut tidak bangun di akhir malam, maka witirlah pada awal malam, dan barang siapa berkeinginan untuk bangun di akhir malam, maka witirlah di akhir malam, karena sesungguhnya shalat pada akhir malam masyhudah ("disaksikan") [HR. Muslim]. Adapun waktunya adalah setelah shalat 'Isya hingga fajar. Kata Nabi Muhammad SAW: "Sesungguhnya Allh telah membantu kalian dengan shalat yang lebih baik daripada kekayaan rajakaya, yaitu shalat witir. Maka kemudian Allh menjadikannya untuk kalian [agar dilaksanakan] mulai dari 'Isya hingga terbit fajar". [HR. lima sunan selain Annasiy] Sholat witir boleh dilaksanakan tiga rakaat langsung dengan sekali salam, atau dua rakaat salam kemudian dilanjutkan dengan satu rakaat. Dewan Asatidz Pesantren Virtual

NB. : Boleh saja melaksanakan shalat tahajud, meskipun setelah shalat tarawih. Sebaiknya dengan mengikuti shalat tarawih berjamaah, namun tidak mengikuti shalat witir, sebab yang lebih afdal menempatkan shalat witir di akhir shalat malam. Usai tahajud baru melaksanakan shalat witir.