Anda di halaman 1dari 21

PRESENTASI KASUS 2011

TINJAUAN KASUS

I.

IDENTITAS PASIEN Nama Umur Jenis kelamin Pekerjaan Agama Status pernikahan Suku bangsa Tanggal masuk Dirawat yang ke : Tn. H : 30 th : Laki Laki : TNI AD : Kristen : Menikah : Manado : 03 Oktober 2011 : 6 kali

Tanggal pemeriksaan : 06 Oktober 2011

II.

ANAMNESA Autoanamnesa (Tanggal 06 Oktober 2011, pukul 10.00 WIB) KELUHAN UTAMA : Lemah pada kedua tungkai

KELUHAN TAMBAHAN : RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG : Pasien datang ke RSPAD dengan keluhan utama kedua tungkai terasa lemah sejak 1 hari SMRS. Keluhan ini muncul secara tiba tiba setelah pasien selesai makan (makan nasi), awalnya kelemahan terjadi pada tungkai kirinya kemudian pasien beristirahat dengan harapan keluhannya membaik. Setelah istirahat, keluhan pasien tidak membaik melainkan tungkai kanannya juga menjadi lemah sehingga pasien tidak mampu bangun dan berdiri. Pasien merasakan tungkai kanan dan kirinya semakin melemah dan akhirnya pasien dibawa ke RSPAD Gatot Soebroto. Pasien memakan makanan seperti biasanya, yaitu nasi, lauk, dan sayur. Porsi makannya juga seperti biasa (1 piring). Pasien menyangkal Departemen Neurologi RSPAD Gatot Soebroto 1
October 1, 2011

PRESENTASI KASUS 2011


mengeluhkan rasa baal, kesemutan, sakit kepala, mual, muntah, bicara cadel, gangguan menelan, wajah mencong ke satu sisi, riwayat trauma maupun pingsan (penurunan kesadaran), demam, batuk-pilek, pasien juga menyangkal melakukan aktivitas berat sebelum keluhannya muncul. Pasien pernah megalami keluhan yang serupa sebelumya dan dirawat di RS sebanyak 5 6 kali sejak tahun 2008.

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU : Hipertensi Diabetes melitus Sakit jantung Trauma kepala : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal

RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA : Tidak ada anggota keluarga yang mengalami keluhan seperti pasien.

RIWAYAT KELAHIRAN/PERTUMBUHAN/PERKEMBANGAN : Tidak ada kelainan

III.

PEMERIKSAAN (03 Oktober 2011) STATUS INTERNUS Keadaan umum Gizi Tanda vital : Tampak sakit sedang : Baik :

Tekanan darah kanan : 120/80 mmHg Tekanan darah kiri Nadi kanan Nadi kiri Pernafasan Suhu Limfonodi Jantung : 120/80 mmHg : 78 x/menit : 78 x/menit : 18 x/menit : 36,7 C : Tidak teraba : BJ I - II reguler, gallop (-), murmur (-) 2
October 1, 2011

Departemen Neurologi RSPAD Gatot Soebroto

PRESENTASI KASUS 2011


Paru Hepar Lien Ekstremitas : Suara nafas vesikuler +/+, wheezing -/-, rhonki -/: Tidak teraba pembesaran : Tidak teraba pembesaran : Akral hangat, edema (-), CRT < 2, sianosis (-)

STATUS PSIKIATRI Tingkah laku : wajar Perasaan hati : baik Orientasi Jalan fikiran Daya ingat : baik : baik : baik

STATUS NEUROLOGI Kesadaran Sikap tubuh Cara berjalan Gerakan abnormal : Compos Mentis, GCS : 15 ( E4M6V5 ) : Berbaring terlentang : Tidak dilakukan : Tidak ada

Kepala Bentuk Simetris : Normocephal : Simetris

Pulsasi a.Temporalis : Teraba Nyeri tekan : Tidak ada

Leher Sikap Gerakan Vertebrae Nyeri tekan Pulsasi a. Carotis : Normal


October 1, 2011

: Bebas tak terbatas : Dalam batas normal : Tidak ada : Teraba

Departemen Neurologi RSPAD Gatot Soebroto

PRESENTASI KASUS 2011


TANDA RANGSANG MENINGEAL Kanan Kaku kuduk Laseque Kernig Brudzinsky I Brudzinsky II : : : : : (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) Kiri

NERVI KRANIALIS Kanan N I ( Olfactorius ) Daya penghidu : Normosmia Normosmia Kiri

N II ( Optikus ) Kanan Ketajaman penglihatan Pengenalan warna Lapang pandang Fundus : Baik : Baik Baik Baik Kiri

: Sama dengan pemeriksa : Tidak dilakukan

N III ( Occulomotoris )/ N IV ( Trochlearis )/ N VI ( Abducens ) Kanan Ptosis Strabismus Nistagmus Exopthalmus Enopthalmus Gerakan bola mata Lateral Medial Atas lateral Atas medial Bawah lateral :(-) :(-) :(-) :(-) :(-) : :(+) :(+) :(+) :(+) :(+) (+) (+) (+) (+) (+) 4 Kiri (-) (-) (-) (-) (-)
October 1, 2011

Departemen Neurologi RSPAD Gatot Soebroto

PRESENTASI KASUS 2011


Bawah medial Atas Bawah Gaze :(+) :(+) :(+) :(+) (+) (+) (+) (+)

Pupil Ukuran pupil Bentuk pupil Isokor/anisokor Posisi Reflek cahaya langsung

: : 3 mm : Bulat : Isokor : ditengah :(+) ditengah (+) (+) (+) 3 mm Bulat

Reflek cahaya tidak langsung : ( + ) Reflek akomodasi/konvergensi: ( + )

N V ( Trigeminus ) Kanan Menggigit Membuka mulut Sensibilitas atas Tengah Bawah Reflek masseter Reflek zigomatikus Reflek kornea Reflek bersin : Baik : Simetris :(+) :(+) :(+) :(+) :(+) : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan (+) (+) (+) (+) (+) Kiri

Pasif Kerutan kulit dahi Kedipan mata Lipatan nasolabial Sudut mulut : Simetris : Simetris : Simetris : Simetris

Departemen Neurologi RSPAD Gatot Soebroto

October 1, 2011

N VII ( Facialis )

PRESENTASI KASUS 2011


Aktif Mengerutkan dahi Mengerutkan alis Menutup mata Meringis Mengembungkan pipi Gerakan bersiul : Simetris : Simetris : Simetris : Simetris : Simetris : Baik

Daya pengecapan lidah 2/3 depan: Tidak dilakukan Hiperlakrimasi Lidah kering N VIII ( Vestibulocochlearis ) Mendengarkan suara gesekan jari tangan Mendengar detik jam arloji Test rinne Test weber Test swabach Kanan :(+) :(+) Kiri (+) (+) : Tidak ada : Tidak ada

: Tidak dilakukan : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan

N IX ( Glossopharyngeus ) Arcus pharynx Posisi uvula Daya pengecapan lidah 1/3 belakang Reflek muntah N X ( Vagus ) Denyut nadi Arcus pharynx Bersuara Menelan : Teraba, Reguler
October 1, 2011

: Simetris, tidak hiperemis : Di tengah : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan

: Simetris : Baik : Tidak ada gangguan.

Departemen Neurologi RSPAD Gatot Soebroto

PRESENTASI KASUS 2011


N XI ( Accesorius ) Memalingkan kepala Sikap bahu Mengangkat bahu : Normal : Simetris : Simetris

N XII ( Hipoglossus ) Menjulurkan lidah Kekuatan lidah Atrofi lidah Artikulasi Tremor lidah : Tidak ada deviasi : Simetris : Tidak ada : Baik : Tidak ada

MOTORIK Gerakan : Bebas Bebas

Terbatas Terbatas Kekuatan : 5555 2222 5555 2222

Tonus

Normotonus Normotonus Normotonus Normotonus

Bentuk

Eutrofi Eutrofi

Eutrofi Eutrofi

REFLEK FISIOLOGI Reflek tendon Reflek bicep Reflek tricep Reflek brachioradialis Reflek patella Reflek achilles Reflek periosteum Kanan :(+) :(+) :(+) :(+) :(+) : Tidak dilakukan 7 Kiri (+) (+) (+) (+) (+)
October 1, 2011

Departemen Neurologi RSPAD Gatot Soebroto

PRESENTASI KASUS 2011


Reflek permukaan Dinding perut Cremaster Spincter ani : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan

REFLEK PATOLOGIS Kanan Hoffman tromer Babinski Chaddok Oppenheim Gordon Schafer Klonus paha Klonus kaki :(-) :(-) :(-) :(-) :(-) :(-) :(-) :(-)

Kiri (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-)

SENSIBILITAS Kanan Eksteroseptif Nyeri Suhu Taktil Propioseptif Posisi Vibrasi :(+) : Tidak dilakukan (+)
October 1, 2011

Kiri

:(+) : Tidak dilakukan :(+)

(+)

(+)

(+)

Tekanan dalam : ( + )

KOORDINASI DAN KESEIMBANGAN Test romberg Test tandem Test fukuda Disdiadokokenesis Rebound phenomen : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan 8

Departemen Neurologi RSPAD Gatot Soebroto

PRESENTASI KASUS 2011


Dismetri Test tunjuk hidung Test telunjuk-telunjuk Test tumit lutut : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan

FUNGSI OTONOM Miksi Inkontinentia Retensi Anuria : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan

Defekasi Inkontinentia Retensi : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan

FUNGSI LUHUR Fungsi bahasa Fungsi orientasi Fungsi memori Fungsi emosi Fungsi kognisi : Baik : Baik : Baik : Baik : Baik

Departemen Neurologi RSPAD Gatot Soebroto

October 1, 2011

PRESENTASI KASUS 2011


RESUME

ANAMNESA Pasien datang ke RSPAD dengan keluhan utama kedua tungkai terasa lemah sejak 1 hari SMRS. Keluhan ini muncul secara tiba tiba setelah pasien selesai makan (makan nasi), awalnya kelemahan terjadi pada tungkai kirinya kemudian pasien beristirahat. Setelah istirahat, keluhan pasien tidak membaik melainkan tungkai kanannya juga menjadi lemah sehingga pasien tidak mampu bangun dan berdiri. Pasien merasakan tungkai kanan dan kirinya semakin melemah dan akhirnya pasien dibawa ke RSPAD Gatot Soebroto. Pasien memakan makanan seperti biasanya, yaitu nasi, lauk, dan sayur. Porsi makannya juga seperti biasa (1 piring). Pasien pernah megalami keluhan yang serupa sebelumya dan dirawat di RS sebanyak 5 6 kali sejak tahun 2008.

PEMERIKSAAN Status Internis Keadaan Umum Gizi Kesadaran Tekanan darah kanan Tekanan darah kiri Nadi kanan Nadi kiri Pernapasan Suhu Status Psikiatris : : Tampak sakit sedang : Baik : Compos mentis, GCS = 15 ( E4M6V5 ) : 120/80 mmHg : 120/80 mmHg : 78x/menit : 78x/menit : 18 x/menit
October 1, 2011

: 36,7 0 C : Wajar (dalam batas normal)

Departemen Neurologi RSPAD Gatot Soebroto

10

PRESENTASI KASUS 2011


Status Neurologis Motorik : Bebas Bebas :

Gerakan :

Terbatas Terbatas Kekuatan :

5555 2222

5555 2222

Tonus :

Normotonus Normotonus Normotonus Normotonus

Bentuk :

Eutrofi Eutrofi

Eutrofi Eutrofi

Reflek fisiologis

: Kanan Kiri (+) (+) (+) (+) (+)

Reflek bicep Reflek tricep

:(+) :(+)

Reflek brachioradialis : ( + ) Reflek patella Reflek achilles :(+) :(+)

Reflek patologis

: Kanan Kiri (-) (-) (-) (-) (-) (-)


October 1, 2011

Hoffman tromer Babinski Chaddok Oppenheim Gordon Schafer

:(-) :(-) :(-) :(-) :(-) :(-)

Departemen Neurologi RSPAD Gatot Soebroto

11

PRESENTASI KASUS 2011


Hasil Pemeriksaan Penunjang : Laboratorium
Jenis Pemeriksaan Albumin SGOT SGPT Ureum Kreatinin Natrium Kalium Klorida 20 1,0 145 2,0 98 HASIL Rujukan 03 Okt 2011 04 Okt 2011 4,6 67 29 21 1,1 143 1,8 94 3,5 5,0 g/dL < 40 u/L < 35 u/L 20 50 mg/dL 0,5 -1,5 mg/dL 135 145 mEq/L 3,5 5,3 mEq/L 97 107 mEq/L

Jenis Pemeriksaan Natrium Kalium Klorida 05 Okt 2011 144 2,3 97

HASIL 06 Okt 2011 144 2,0 92 07 Okt 2011 147 2,2 96

Rujukan 135 145 mEq/L 3,5 5,3 mEq/L 97 107 mEq/L

EKG

Interpretasi : sinus rhytm, 69 x/menit, Normo aksis, P wave 0,08, PR interval 0,16, QRS kompleks 0,04, ST (-), T changes (-) Kesan : dalam batas normal

Departemen Neurologi RSPAD Gatot Soebroto

12

October 1, 2011

PRESENTASI KASUS 2011


DIAGNOSIS Diagnosis klinis Diagnosis topik Diagnosis etiologi : Paraparese Inferior tipe LMN : Miogenik : Paralisis periodik hipokalemia

DIAGNOSA BANDING

: Guillian Barre Syndrom Myastenia Gravis

TERAPI Non medikamentosa : Tirah baring Diet tinggi kalium Medikamentosa :

IVFD RL 20 tts / menit Koreksi KCL 25 mEq/ kolf. 12 jam KSR 3x1 tablet Neurobion 2x1 tablet 500

PEMERIKSAAN ANJURAN Laboratorium : Darah lengkap : Hb, Ht, leukosit, trombosit Kimia : Ureum, kreatinin, kolesterol, trigliserida, gula darah Elektroit : Na, K, Cl EKG Foto rontgen thoraks

PROGNOSA
October 1, 2011

Ad vitam Ad fungsionam Ad santionam Ad cosmeticum

: Ad bonam : Ad bonam : Ad bonam : Ad bonam

Departemen Neurologi RSPAD Gatot Soebroto

13

PRESENTASI KASUS 2011


FOLLOW UP : Tanggal 04 Oktober 2011 S : Lemah kedua tungkai, demam (-), rasa baal (-), BAB dan BAK normal O : Keadaan Umum = Tampak Sakit Sedang Kesadaran = CM (GCS = E4M6V5) TD = 110/70 mmHg N = 82 x/menit Status Neurologis : RR = 18 x/menit T = 36,5C

Tanda perangsangan meningeal : (-) Tanda peningkatan TIK : (-) Nervi kranialis : dalam batas normal Motorik : Bebas Bebas Tonus: Normotonus Normotonus Normotonus Normotonus Bentuk : Eutrofi Eutrofi Eutrofi Eutrofi Terbatas Terbatas Kekuatan : 5555 3333 5555 3333

Gerakan :

Reflek fisiologis : Reflek bicep Reflek tricep Kanan :(+) :(+) Kiri (+) (+) (+) (+) (+)

Reflek brachioradialis : ( + ) Reflek patella Reflek achilles Reflek patologis : (-) A : Diagnosa klinis Diagnosa topis Diagnosa etiologis :(+) :(+)

: Paraparese Inferior tipe LMN


October 1, 2011

: Miogenik : Paralisis periodik hipokalemia

P : - IVFD RL 20 tts / menit - Koreksi KCL 25 mEq/ kolf. 12 jam - KSR 3x1 tablet - Neurobion 2x1 tablet 500 Departemen Neurologi RSPAD Gatot Soebroto

14

PRESENTASI KASUS 2011


Tanggal 05 Oktober 2011 S : Lemah kedua tungkai (perbaikan) O : Keadaan Umum = Tampak Sakit Sedang Kesadaran = CM (GCS = E4M6V5) TD = 120/80 mmHg N = 80 x/menit Status Neurologis : RR = 22 x/menit T = 36,2C

Tanda perangsangan meningeal : (-) Tanda peningkatan TIK : (-) Nervi kranialis : dalam batas normal Motorik : Bebas Bebas Kekuatan : 5555 5555 Bebas Bebas 5555 5555 Bentuk : Tonus: Normotonus Normotonus Normotonus Normotonus Eutrofi Eutrofi Eutrofi Eutrofi

Gerakan :

Reflek fisiologis : Reflek bicep Reflek tricep Kanan :(+) :(+) Kiri (+) (+) (+) (+) (+)

Reflek brachioradialis : ( + ) Reflek patella Reflek achilles Reflek patologis : (-) A : Diagnosa klinis Diagnosa topis Diagnosa etiologis :(+) :(+)

: Paraparese Inferior tipe LMN : Miogenik


October 1, 2011

: Paralisis periodik hipokalemia

P : - IVFD RL 20 tts / menit - Koreksi KCL 25 mEq/ kolf. 12 jam - KSR 3x1 tablet - Neurobion 2x1 tablet 500

Departemen Neurologi RSPAD Gatot Soebroto

15

PRESENTASI KASUS 2011


Tanggal 06 Oktober 2011 S : Lemah kedua tungkai (perbaikan), sakit kepala, linu pada punggung sampai dengan pinggul O : Keadaan Umum = Tampak Sakit Sedang Kesadaran = CM (GCS = E4M6V5) TD = 110/70 mmHg N = 84 x/menit Status Neurologis : RR = 18 x/menit T = 36,7C

Tanda perangsangan meningeal : (-) Tanda peningkatan TIK : (-) Nervi kranialis : dalam batas normal Motorik : Bebas Bebas Kekuatan : 5555 5555 Bebas Bebas 5555 5555 Bentuk : Tonus: Normotonus Normotonus Normotonus Normotonus Eutrofi Eutrofi Eutrofi Eutrofi

Gerakan :

Reflek fisiologis : Reflek bicep Reflek tricep Kanan :(+) :(+) Kiri ( ++ ) (+) (+) (+) (+)

Reflek brachioradialis : ( + ) Reflek patella Reflek achilles Reflek patologis : (-) A : Diagnosa klinis Diagnosa topis Diagnosa etiologis :(+) :(+)

: Paraparese Inferior tipe LMN


October 1, 2011

: Miogenik : Paralisis periodik hipokalemia

P : - IVFD RL 20 tts / menit - Koreksi KCL 25 mEq/ kolf. 12 jam - KSR 3x1 tablet - Neurobion 2x1 tablet 500 Departemen Neurologi RSPAD Gatot Soebroto

16

PRESENTASI KASUS 2011


Tanggal 07 Oktober 2011 S : Lemah kedua tungkai, demam (-), rasa baal (-), BAB dan BAK normal O : Keadaan Umum = Tampak Sakit Sedang Kesadaran = CM (GCS = E4M6V5) TD = 120/80 mmHg N = 80 x/menit Status Neurologis : RR = 18 x/menit T = 36,7C

Tanda perangsangan meningeal : (-) Tanda peningkatan TIK : (-) Nervi kranialis : dalam batas normal Motorik : Bebas Bebas Kekuatan : 5555 5555 Bebas Bebas 5555 5555 Bentuk : Tonus: Normotonus Normotonus Normotonus Normotonus Eutrofi Eutrofi Eutrofi Eutrofi

Gerakan :

Reflek fisiologis : Reflek bicep Reflek tricep Kanan :(+) :(+) Kiri (+) (+) (+) (+) (+)

Reflek brachioradialis : ( + ) Reflek patella Reflek achilles Reflek patologis : (-) A : Diagnosa klinis Diagnosa topis Diagnosa etiologis :(+) :(+)

: Paraparese Inferior tipe LMN : Miogenik


October 1, 2011

: Paralisis periodik hipokalemia

P : - IVFD RL 20 tts / menit - Koreksi KCL 25 mEq/ kolf. 12 jam - KSR 3x1 tablet - Neurobion 2x1 tablet 500

Departemen Neurologi RSPAD Gatot Soebroto

17

PRESENTASI KASUS 2011


ANALISA KASUS

Diagnosis pada pasien ini adalah : Diagnosa Klinis Diagnosa Topis : Paraparese inferior tipe LMN : Miogenik

Diagnosa Etiologi : Paralisis periodik hipokalemia

Diagnosis tersebut ditegakkan berdasarkan anamnesa, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pada anamnesa : o Tn. H 30 thn datang ke RSPAD Gatot Soebroto dengan keluhan utama, kedua tungkai terasa lemah sejak 1 hari SMRS, pertama kali dirasakan pada tungkai kiri, kemudian tungkai kanan. Pasien tidak mengeluhkan rasa baal, kesemutan, bicara cadel, wajah mencong ke satu sisi. Dari keluhan utama pasien menunjukkan adanya kelemahan akut pada daerah ekstremitas, hal ini dapat merupakan manifestasi klinis dari stroke, tetapi setelah dianamnesa lebih lanjut mengenai keluhan utamanya maka diagnosis stroke dapat dilemahkan karena pasien tidak mengeluhkan adanya gangguan sensoris dan gangguan pada saraf kranial, tetapi hal ini masih memungkinkan terjadi stroke apabila lesi hanya berada di korteks motorik. Selain itu keluhan pasien yang bersifat motorik dan timbul secara berkala, dapat mengarah kepada kelemahan tipe LMN, adapun penyakit yang dapat menimbulkan kelemahan tipe LMN adalah paralisis periodik, gullian barre sindrom, miastenia gravis o Pasien menyangkal adanya keluhan sakit kepala, mual, muntah, gangguan menelan, riwayat penurunan kesadaran maupun trauma/terjatuh, demam, batuk-pilek Berdasarkan keluhan pasien tersebut menunjukan bahwa tidak adanya tanda peningkatan intrakranial, dan gangguan fungsi otonom yang semakin melemahkan diagnosa stroke dan mempertegas bahwa kelemahan yang dialami pasien bersifat murni motorik. Selain itu melemahkan pula
October 1, 2011

Departemen Neurologi RSPAD Gatot Soebroto

18

PRESENTASI KASUS 2011


diagnosa gullian barre sindrom karena pasien tidak memiliki riwayat demam maupun batuk-pilek dalam 1 bulan terakhir. Diagnosa miastenia gravis juga dapat dilemahkan karena pada miastenia gravis, kelemahan terutama terjadi pada otot yang sering digunakan seperti otot bola mata, otot otot untuk menelan dan berbicara. o Pasien mengeluhkan kelemahan ini setelah makan makanan berat (nasi), Pasien memakan makanan seperti biasanya, yaitu nasi, lauk, dan sayur. Porsi makanannya juga seperti biasa (1 piring), Keluhan seperti ini sudah beberapa kali dialami pasien ( 6 kali) dan dirawat di RS. Berdasarkan keluhan pasien semakin memperkuat diagnosa paralisis periodik, dimana kelemahan pada paralisis periodik dapat terjadi pada pagi hari sehabis bangun tidur, setelah aktivitas fisik yang berat maupun setelah memakan makanan dengan kandungan tinggi karbohidrat. Selain itu pada paralisis periodik juga tidak disertai dengan keluhan sensorik. Pasien juga sudah beberapa kali merasakan keluhan yang sama, hal ini menguatkan diagnosa periodik paralise yaitu serangan sudah terjadi berulang. o Pada pemeriksaan fisik ditemukan kelemahan pada kedua tungkai, hal ini sesuai dengan kepustakaan dimakan dikatakan bahwa pada periodik paralisis ini ditandai dengan kelemahan dari otot-otot skeletal episodik tanpa gangguan dari sensoris ataupun kognitif yang berhubungan dengan kadar kalium yang rendah di dalam darah. Pada refleks fisiologis tidak didapatkan peningkatan refleks, hal ini menyingkirkan semua diagnose banding dari lesi UMN. o Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan hipokalemia, hal ini menunjukkan kelemahan otot pada pasien terjadi karena hipokalemia, menurut kepustakaan periodik paralise adalah kelainan yang ditandai dengan hilangnya kekuatan otot, umumnya terkait dengan abnormalitas K+ dan abnormalnya respon akibat perubahan K+ dalam serum. Periodik paralise dapat dikelompokkan menjadi (1) Periodik paralise hipokalemia yang dapat disebabkan oleh : genetik, hipertiroid, hiperaldosteronism, gagal ginjal kronik dan idiopatik, (2) Periodik paralise hiperkalemia. (3). Periodik paralise normokalemia
October 1, 2011

Departemen Neurologi RSPAD Gatot Soebroto

19

PRESENTASI KASUS 2011


o Pada pemeriksaan EKG tidak ditemukan adanya kelainan. Pada pasien paralisis periodik hipokalemia perlu dilakukan pemeriksaan EKG, karena keadaan hipokalemia dapat mengganggu kerja dari organ lain, terutama sekali jantung yang banyak sekali mengandung otot dan berpengaruh terhadap perubahan kadar kalium serum. Perubahan kerja jantung ini dapat dideteksi dari pemeriksaan elektrokardiogram (EKG). Perubahan pada EKG ini dapat mulai terjadi pada kadar kalium serum dibawah 3,5 dan 3,0 mEq/L. Kelainan yang terjadi berupa inversi gelombang T, timbulnya gelombang U dan ST depresi, pemanjangan dari PR, QRS, dan QT interval. o Penatalaksaan pada pasien ini dilakukan berdasarkan : Pada pasien ini diberikan IVFD RL 20 tetes per menit untuk memelihara keseimbangan cairan dan elektrolit, serta untuk memasukkan obat melalui vena. Penatalaksanan priodik paralise hipokalemi harus didasari dengan prinsip terapi untuk keadaan hipokalemia, yaitu mengembalikan jumlah kalium dalam tubuh kembali ke nilai normal. Pemberian rutin kalium chlorida (KCL) 5 hingga 10 g per hari secara oral dapat mencegah timbulnya serangan pada kebanyakan pasien. Pada suatu serangan yang akut atau berat, KCL dapat diberikan melalui intravena dengan dosis inisial 0,05 hingga 0,1 mEq/KgBB dalam bolus pelan, diikuti dengan pemberian KCL dalam 5 % manitol dengan dosis 20 hingga 40 mEq. Kepustakaan lain KCL dapat diberikan dengan dosis 50 mEq/L dalam 250 cc larutan 5 % manitol. Monitoring kadar kalium tiap 2-4 jam perlu dilakukan untuk menghindari hiperkalemia terutama pada pemberian secara intravena. o Prognosis pada pasien in ad bonam, karena dengan pengobatan konservatif sebagian besar pasien akan pulih dan kembali menjalankan aktivitasnya dengan normal.
October 1, 2011

Departemen Neurologi RSPAD Gatot Soebroto

20

PRESENTASI KASUS 2011


DAFTAR PUSTAKA

1. Mesiano taufik. Periodik paralisis. Available from http://images.omynenny.multiply.multiplycontent.com/attachment/0/SGZO5woKCrs AAHuaWtE1/Periodik%20Paralisis.doc?nmid=92636614 2. Anonim. Periodic paralisys. Available http://www.scribd.com/doc/36553519/PERIODIK-PARALISIS 3. Anonim. Hipokalemic periodic paralisys. http://emedicine.medscape.com/article/1171678-overview Available from

from

4. Price S A, Wilson L M. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Edisi VI. Jilid II Penerbit Buku Kedokteran Jakarta; EGC, 2004 5. Sudoyo A. W, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata K. M, Setiati S. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid I, Edisi IV. Jakarta : Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI, 2006

Departemen Neurologi RSPAD Gatot Soebroto

21

October 1, 2011