Anda di halaman 1dari 10

Semester Genap

MODUL 13 Listrik Dinamik ARUS DAN RANGKAIAN LISTRIK Gaya Gerak Listrik (GGL) Bila sebatang logam panjang berada di dalam medan listrik,(Eo), maka akan menyebabkan elektron bebas akan bergerak ke kiri yang akhirnya akan menimbulkan medan listrik induksi yang sama kuat dengan medan listrik . (lihat Gambar 11.1) sehingga kuat medan total menjadi nol. Dalam hal ini potensial kedua ujung logam menjadi sama besar dan aliran elektron akan berhenti, maka kedua ujung logam terdapat muatan induksi. Agar aliran elektron bebas berjalan terus maka harus muatan induksi ini terus diambil, sehingga pada logam tidak timbul medan listrik induksi. Dan sumber ggl (misal baterai) yang dapat membuat beda potensial kedua ujung logam harganya tetap, sehingga aliran electron tetap berjalan.

Gambar 11.1 Batang logam di dalam medan listrik Selanjutnya sumber ggl atau sering disebut sumber tegangan), bila dihubungkan dengan perumusan medan listrik, dapat dilakukan melalui hubungan kerja. Bila dalam rangkain tertutup ada sumber tegangan dengan ggl sebesar ?, muatan q mendapat tambahan energi q?, sehingga kerja yang dilakukan oleh medan listrik untuk menggerakkan muatan q dalam lintasan tertutup haruslah:

atau

Arus Listrik dalam Logam Suatu muatan listrik dapat diterbitkan dengan melepaskan elektron dari ikatannya karena adanya tegangan listrik. Secara fisis suatu bahan akan bersifat sebagai penghantar listrik yang baik jika elektron-elektron atom-atom dalam bahan mudah terlepas dari ikatannya. Andaikan banyaknya muatan yang melewati suatu penampang penghantar adalah q dalam selang waktu maka arus listrik yang melalui penampang tersebut didefinisikan sebagai:

12

Fisika Industri Resa Taruna Suhada S.Si, MT

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

Semester Genap

Gambar 9.3 Kawat logam dialiri arus listrik

* Arus listrik adalah banyaknya muatan yang mengalir melalui suatu penampang tiap satuan waktu. * Arah arus listrik berlawanan dengan gerak muatan negatif. * Arus listrik mengalir dari tempat berpotensial tinggi ke berpotensial rendah. Bila jumlah muatan per-satuan volume adalah N dan satuan muatan dasar e, maka besar rapat muatan p = ne. Andaikan pula laju rata-rata pembawa muatan adalah v dan setelah waktu dt, maka banyaknya muatan dq=NeAvdt, sehingga pers.(9.3) menjadi:

Selanjutnya bila didefinisikan rapat arus (J) = arus/luas penampang, maka:

Jadi rapat arus sebanding dengan laju rata-rata pembawa muatan V. Contoh 1: Arus pada kumparan kawat berubah dengan waktu menurut hubungan : I(t) = 4 + 2t 2 dengan I dalam ampere dan t dalam detik. a. Berapa muatan yang melaui penampang kawat antara t = 5 detik dan t = 10 detik. b. Berapa arus rata-rata interval waktu tersebut. Penyelesaian : Dari pers.,

a. = 706,7 103,3 = 603,4 Coulomb

b.

Coulomb / S

12

Fisika Industri Resa Taruna Suhada S.Si, MT

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

Semester Genap

Hukum Ohm Pada kawat yang diberi medan listrik E, berarti pada pembawa muatan e bekerja gaya eE, maka sesuai hukum II Newton, seharusnya pembawa muatan bergerak dipercepat dengan percepatan rata-rata yang dialami muatan-muatan tersebut ditentukan oleh (eE/m) dimana m massa electron. Sebetulnya gaya ini bukanlah satu-satunya gaya yang bekerja pada pembawa muatan tetapi masih ada gaya lain, seperti gaya gesekan sebagai akibat tumbukan pembawa muatan dengan atom logam, tetapi tidak ditinjau. Misalkan jarak terjauh yang ditempuh electron sebelum bertumbukan dengan atom tetangganya Lo dan andaikan pula kecepatan rata-rata electron adalah vo, maka kecepatan rata-rata muatan tersebut adalah:

Dengan demikian rapat arus (J) dapat dinyatakan sebagai:

Hubungan ini dikenal sebagai hukum Ohm dan tetapan pembanding disebut konduktivitas listrik. Suatu bahan dengan konduktivitas yang besar akan mengalirkan arus yang besar pula untuk suatu harga kuat medan listrik E. Bahan seperti ini disebut konduktor baik. Karena besarnya ditentukan oleh banyaknya electron bebas (N), maka bahan bersifat sebagai penghantar yang baik jika memiliki electron bebas yang banyak dan sebaliknya bahan bersifat sebagai isolator jika memiliki sedikit electron bebas. Selanjuntnya tinjau suatu logam kawat yang berpenampang (A) serba sama dengan panjang (L) dialiri arus i.(Gambar 9.3). Misalkan beda potensial antara P dan Q adalah V, yaitu V (P) V(Q) = V, dan kuat medan listrik yang bekerja antara P dan Q dalam logam dianggap serba sama, yaitu E = V/I, sehingga hukum Ohm dapat ditulis dalam bentuk lain:

Gambar 11.3 Kawat logam dialiri arus i

12

Fisika Industri Resa Taruna Suhada S.Si, MT

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

Semester Genap

dengan

adalah resistansi (hambatan) dan

adalah hambatan jenis.

Tabel 9.1 Resistivitas pada temperatur kamar

Bahan dengan resistivitas antara logam dan isolator disebut semikonduktor. Dalam semikonduktor jumlah elektron bebas bergantung pada temperature, makin tinggi temperatur makin banyak elektron bebas. Pada temperatur mendekati 00 K ada elektron bebas sehingga bahan semikonduktor bersifat isolator. Bila logam dipanaskan maka hambatan R naik, karena gerakan atom dalam logam makin keras dan tumpukan yang dialami pembawa muatan makin banyak. Ini sejalan dengan kenyataan bahwa suatu bahan akan memuai jika dipanaskan sehingga hambatannya juga bertambah. Dikatakan logam mempunyai koefisien temperatur positif. Sebaliknya jika suatu bahan makin tinggi temperaturnya makin rendah harga hambatan listriknya, dikatakan bahan mempunyai koefisien temperature negatif. Contoh 2: a. Seutas kawat yang panjangnya 100 m, diameternya 2 mm, mempunyai hambatan jenis 4,8x10 -8 m. hitunglah hambatan kawat tersebut. b. Kawat kedua terbuat dari bahan yang sama dan beratnya sama dengan kawat pertama, memiliki diameter dua kali lebih besar. Hitunglah hambatan kawat kedua itu. Penyelesaian :

a.

12

Fisika Industri Resa Taruna Suhada S.Si, MT

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

Semester Genap

b.

Atau

Hukum Joule Bila sebatang logam dialiri arus listrik, maka tumbukan oleh pembawa muatan dalam logam mendapat energi sehingga menjadi panas dan atom-atom akan bergerak semakin kuat. Daya hilang yang diubah menjadi getaran atom dalam logam, dengan kata lain hilang sebagai kalor. Ini dapat dipahami bahwa muatan dq yang bergerak akan mendapat tambahan energi sebesar dU = (dq) V. Karena arus dan kecepatan tetap, maka energi yang hilang persatuan waktu (daya), adalah:

Persamaan (11.8) dikenal sebagai Hukum Joule yang menyatakan daya yang hilang (daya disipasi) pada konduktor dengan hambatan R dan di aliri arus i. Sedangkan besar kalor disipasi (kalor Joule) dalam waktu dt adalah:

Kalor ini disebut kalor Joule dimana 1 kalori = 4,2 Joule.

12

Fisika Industri Resa Taruna Suhada S.Si, MT

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

Semester Genap

Contoh 3: Suatu lampu pijar bertuliskan 120 V/150 W, artinya lampu tersebut menggunakan daya listrik sebesar 150 watt bila dipasang pada beda potensial 120 V. Filamen kawat tersebut dari bahan dengan resistivitas 6 x 10-5 m dengan luas penampang 0,1 mm2. Hitunglah: a. Panjang filament b. Arus yang melalui lampu jika dipasang pada tegangan 120 V c. Arus dan daya pada lampu jika dipasang pada tegangan 60 V Penyelesaian:

a.

b. c. Lampu dengan spesifikasi 120 V/ 150 W, dengan hambatan:

Arus dan daya lampu pada beda potensial 60 V adalah:

Rangkaian Sederhana Perhatikan suatu rangkaian sederhana yang terdiri atas sebuah baterai yang dihubungkan dengan sebuah resistor seperti pada gambar 11.7(a). Rangkaian 11.7 (a) dapat dinyatakan dengan rangkaian seperti pada gambar 11.7 (b). Baterai dinyatakan dengan sumber ggl (?) yang dihubungkan seri dengan hambatan dalam (r).

Gambar 9.4 (a) Rangkaian sederhana baterai dan resistor (b) Rangkaian ekivalen sumber ggl dengan hambatan dalam r dan beban R

12

Fisika Industri Resa Taruna Suhada S.Si, MT

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

Semester Genap

Gaya gerak listrik yang dilambangkan dengan dari suatu sumber ggl menyatakan banyaknya kerja yang dilakukan sumber ggl pada setiap satuan muatan yang melewatinya(volt). Sumber ggl dapat pula diartikan sebagai beda potensial (tegangan) antara kutub positif dan kutub negative (V = Vb Va ) bila tidak dialiri arus. Bila arus mengalir, maka V disebut tegangan jepit dari sumber ggl yang dinyatakan sebagai: V= - ir

Karena tegangan V harus sama dengan beda potensial di antara kedua ujung resistor R (V=iR), sehingga arus yang melalui rangkaian dapat ditulis:

(9.11) Atau secara umum

Untuk beda potensial dalam rangkaian, tinjau Gambar 5. di bawah ini:

Gambar 5. Resistor dan beda potensial Misalkan i mengalir dari a ke b, maka di a daya yang dimiliki arus adalah i Va, dan setelah sampai di b, daya yang tinggal adalah i Vb. Pada proses ini terjadi kehilangan daya antara a dan b sebesar i2 (R + r1 + r2 ) sebagai kalor joule. Pada ggl pertama diperoleh daya sebesar i 1, dan terjadi pula kehilangan energi untuk mengisi sumber ggl kedua sebesar i 2, maka dapat ditulis persamaanya sebagai:

Secara umum dapat disimpulakn bahwa dalam hubungan seri:

Untuk menggunakan persamaan di atas harus diingat bahwa ggl ? atau arus i yang searah dengan arah dari a ke b diberi tanda positif, dan yang berlawanan dengan tanda tersebut diberi tanda negatif.

12

Fisika Industri Resa Taruna Suhada S.Si, MT

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

Semester Genap

Contoh 4:

Diketahui:

Hitunglah : Vac Penyelesaian : Maka,

Jadi

Hukum Kirchooff dan Analisa Loop Hukum Kirchooff Ada 2 hukum yang sangat penting dalam melakukan penghitungan rangkaian listrik yang dikenal sebagai hukum Kirchoff, dimana hukum pertama merupakan hukum kekekalan muatan listrik dan yang kedua sebagai generalisasi hukum Ohm.

12

Fisika Industri Resa Taruna Suhada S.Si, MT

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

Semester Genap

1. Hukum titik cabang : jumlah aljabar arus yang melewati suatu titik cabang suatu jaringan adalah sama dengan 0. Dalam bentuk matematik dapat ditulis : 2. Hukum Lopp : jumlah aljabar ggl dalam tiap loop suatu jaringan sama dengan jumlah aljabar hasil kali arus dan hambatan dalam loop yang sama. Dalam bentuk matematik dapat ditulis :

Untuk penerapan hukum Kirchoff dapat dianalisa rangkaian pada Gambar 9.6 di bawah ini:

Gambar 9.6 Rangkaian kompleks dengan analisa titik cabang Arus yang melalui masing-masing baterai dapat ditentukan dengan hukum Kirchooff. Penyelesaian : Titik cabang a :

Loop 1 :

Loop 2 :

Dari persamaan (a), (b), dan (c), harga-harga i 1, i2, dan i3 dapat dihitung. Bila harganya negative, berarti arah yang kita ambil (tetapkan) terbalik karena arah arus yang diambil sembarang. Analisa Loop Dalam metode analisis loop, ada beberapa hal yang harus diperhatikan: Arah loop ditentukan secara sembarang Arus dalam loop mempunyai harga yang sama, tetapi berlainan untuk loop yang lain Arus pada bagian loop antara dua titik cabang diberi nama dan digunakan sebagai variable

12

Fisika Industri Resa Taruna Suhada S.Si, MT

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

Semester Genap

Tanda ggl positif bila searah dengan arah loop dan negative bila berlawanan dengan arah loop.

Loop 1 :

Loop 2 :

Dari persamaan-persamaan (d) dan (e), harga-harga I1 dan I2 dapat dihitung. Arus yang melewati baterai 1 adalah I1, yang melewati baterai 2 adalah I2, dan melewati baterai 3 adalah I1 dan I2. Contoh 5: Diketahui:

Penyelesaian a.

b.

12

10

Fisika Industri Resa Taruna Suhada S.Si, MT

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana