Anda di halaman 1dari 25

Kritik atas Ateisme

Pengertian

Etimologis : Ateis = Atheos ( Yunani) A= tanpa, teos = Allah /dewa Ateis = tanpa Allah Ateis murni : tidak mengakui kehadiran /eksistensi Allah Ateis praktis : Mengakui eksistensi Allah , namun tak menerima Allah dalam Hidupnya

Latar belakang munculnya Ateisme :

Abad ke- 17 modernisasi bergulir. Lahirlah indutrialisasi, dan perubahan sosial (revolusi politik dan sosial Abad ini disebut abad pencerahan (aufkalurang/enlightment). Arti pencerahan adalah keluarnya manusia dari ketidakdewasaan. Karena ketidakmampuan menggunakan nalar sendiri dalam bersikap, berpendapat atau bertindak Pada abad ini muncul gerekan Renaisans (Renaissanceperancis) adalah kebangkitan kembali (kebudayaan Yunani-Romawi) dari Gerekan ini muncul Humanisne yang melihat manusia sebagai pusat (antrhoposentrisme).

K o n s e k u e a n s i p e n c e

Konsekueansi pencerahan menuntut manusia berfikir sendiri dan tidak mempercayai sesuatu yang berda di luar nalar. Hal ini disebut rasionalisme Maka agama dan Tuhan tidak lagi berperan dalam diri manusia melainkan nalar dan rasio Agama dan ketuhanan dipandang skeptis oleh nalar dan berada diluar nalar Muncul ketidakpercayaan pada agama dan ketuhanan

Karl Marx

Riwayat

Lahir tahun 1818 1818-1835 :Besar di kota Trier di Prussian Rhineland 1835-1841 : Kuliah di Universitas Bon dan dilajutkan di Universitas Berlin tentang filsafat 1842-1883 : Aktif dalam jurnalisme jerman, perancis dan Amerika serta menulis banyak buku (termasuk : das kapital ) 1883 :kondisi kesehatannya menurun dan meninggal

Agama

adalah candu masyarakat

Agama sebagai candu adalah tuduhan Marx atas agama yang menjanjikan kebahagiaan semu setelah kehidupan di dunia. Candu agama ini membuat orang lupa diri akan situasi yang ia hadapi saat ini. Karena dijanjikan suatu kebahagiaan kelak

Dasar pemikiran :

Manusia memiliki banyak persoalan dan beban hidup, tertekan . (masyarakat kapitalis) Manusia tak mampu mengatasi persoalan tersebut Ia Lari dari Persoalan itu menuju agama Sebab agama menjanjikan Kebahagiaan

Persoalan Hidup
Penindasan

Agama Sebagai candu

Kelaparan Frustasi Janji janji semu tentang Kebahagian

Mencari Jawaban

Sigmund Freud 1856-1939

Bapak Psikoanalisa

Agama Adalah ilusi Infantil dan Neurosis

Istilah Neurosis = kelakuan kelakuan dan perasaan-perasaan yang tidak sesuai dengan kenyataan yang dihadapi. (contoh orang tidak mau berkomunikasi tanpa alasan ).

Disebabkan karena super-ego ( norma-norma orang tua dan masyarakat) yang membatin, terus menegur dengan keras apabila orang berbuat salah bahkan sebelum melakukan kesalahan (baru niat)

Ilusi Infantil (ke kanak-kanakan) Ilusi adalah keyakinan akan suatu harapan akan terpenuhi, namun bukan karena kenyataan mendukung itu, melainkan karena manusia menginginkannya. Maka mengharapkan agar apa yang diinginkan dapat sungguh-sunggu terpenuhi adalah ciri khas anak kecil

Latar pemikiran : Freud tidak pernah menanyakan apakah Tuhan ada atau tidak. Sebab baginya yang ada adalah Alam semensta dan manusia berserta masalahnya Maka Tuhan sudah pasti memang tidak ada Pertanyaanya : Mengapa gagasan tentang Tuhan itu begitu merasuki kehidupan manuisa ? Padahal Tuhan tak dapat didengar, diraba, dilihat Maka baginya agama dan Tuhan adalah ilusi

2 kritik tentang agama

1. Agama adalah ilusi infantil


Penderitaan Frustasi Penindasan Kelaparan

Harapan ilusi
Lari dari persoalan

Agama membuat manusia seperti anak kecil. Ia menghadapi masalah nyata dengan Whisful thinking Maka agama melumpuhkan manusia Manusia hanya pasif mengharapkan bantuan Tuhan untuk mengatasi masalah,yang tidak pernah akan datang, daripada mengusakannya sendiri

2. Agama =neurosis

Manusia takut akan Tuhan yang mengawasi dirinya. Gambaran sebagai penghukum, Hakim

Ketakutan itu hanya khayalan manusia. Ia takutakan sesuatu yang tidak ada. Yang ada Manusia dengan Dunianya

Ludwig Feuerbach
1804-1872

Agama Proyeksi Manusia

1.

2.

3.

4.

Latar pemikiran Realitas /kebenaran yang tak pernah terbantah adalah pengalaman indrawi. pengalaman indrawi = yang nyata, yang dapat dilihat dan dipegang. Maka dalam dunia yang benar/ yang real adalah manusia daripada Tuhan Bukan Tuhan yang menciptakan manusia melainkan manusia yang menciptakan Tuhan.

Manusia lemah /terbatas ketika berhadapan dengan persoalan dan penderitaan hidup Manusia berangan-angan menjadi manusia yang lebih agar mampu mengatasi persoalan hidupya. Maka manusia memproyeksikan hakekatya keluar dari dirinya. Hakekatnya : tahu, baik, berkuasa, dll Hakekatnya itu diproyeksikan menjadi menjadi Maha :maha kuasa, maha tahu, maha baik, dll . Inilah khyalan manusia tentang dirinya Khayalan akan dirinya yang serba Maha itu, tak ia sadari sebagai ciptaanya kemudian ia menyembahnya dan Jadilah Tuhan yang mereka Ciptakan sendiri.

Penderitaan dan beban hidup

Hakikat tak terbatas Maha Tahu Maha Kuasa Maha Cinta Maha Baik

Lemah :hakikatnya terbatas

Kritik Agama Atas Ateisme

Kritik atas Feurbach Feurbach tidak membuktikan bahwa Tuhan itu tidak ada. Hanya berbicara soal terjadinya Tuhan. Lalu bagaimana dengan adanya ciptaan dan tata gerak alam raya

Tuhan bukanlah sekedar hakikat yang tak terbatas dari manusia. Melainkan yang trasenden dan Imanen

Kritik atas Freud

Ada banyak orang religius yang tidak menunjukan tanda-tanda neurotik sama sekali. Melainkan banyak orang sehat berkehidupan normal dan memiliki keseimbagan emosional Orang beriman tidak infantil. Sebab denganberagama merasa didukung oleh Allah untuk secara aktif mengusahakan kebaikan-kebaikan di dunia. Agama dapat dituduh Irasional apabila mendukung pada sikap-sikap yang melawan kehidupan dan pengembangan diri manusia. Namun justru agama memberi dukungan pada niali-nilai kehidupan dan pengembangan potensi manusia.

Kritik atas Marx

Marx tidak membukutikan adanya Tuhan atau tidak. Ia hanya menunjukan lahirnya agama. Maka tidak ada argumen yang menyangkan eksistensi Allah Kalau agama hanya candu, mengapa banyak orang beriman dalam pengalaman religiusnya justru banyak menemukan pemecahan atas persoalan hidupnya. Dalam Agama katolik keselamatan bukan janji semu. Namun pemenuhannya sudah terjadi ketika wafat dan kebangkitan Kristus dan terus terpenuhi pada akhir zaman.