Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH SISTEM PENGAPIAN KONVENSIONAL

Sistem Pengapian Busi Arus listrik tegangan tinggi dari distributor menimbulkan bunga api dengan tempeatur tinggi di antara elektroda tengah dan masa dari busi untuk menyalakan campuran udara bahan bakar yang telah di kompresikan . meskipun kontruksi dari busi sederhana ,tetapi busi tersebut beroprasi pada kondisi yang sangat berat. Temperature elektroda busi dapat mencapai kira-kira 2000C ( 3632F ) selama langkah pembakaran/ kerja.tetapi kemudian akan turun drastic pada langkah hisap karena didinginkan oleh campuran udaradan bahan bakar . perubahan yang sangat cepat dari panas ke dingin tersebut berulang ulangkali pada setiap dua putaran poros engkol.Lebih jauh lagi tekanan di dalam silinder juga bervariasi antara 1 atm (760mm Hg atau 29,92 in Hg atau 101.33 kPa )pada saatlangkah hisap,tetapi kemudian naik mencapai 45 atm pada langkah pembakaranBusi harus bisa menjaga kemampuan penyalaan untuk jangka waktu yang lama. Meskipun mengalami tempeatur tinggi dan perubahan tekanan,dan menjaga tahanan insulator dari tegangan tinggi antara 10 sampai 30 KV. 01. Konstru Komponen utama busi yaitu insulator ,casing dan elektroda tengah ;a. Insulator keramik Insulator keramik berfungsi untuk memegang elektroda tengah dan bergunasebagai insulator antara elektroda tengah dancasing.gelombang yang di buat pada permukaan inulator keramik berguna untuk memperpanjang jarak permukaan terminaldan casing untuk mencegah terjadinyaloncatan bunga api tegangan tinggi.Insulator terbuat dari porselen aluminiummurni yang mempunyai daya tahan panasyang sangat baik,kekuatanmekanikal,kekuatan dielektrik padatemperatur tinggi dan penghantar panas. b. Casing Casing berfungsi untuk menyangga insulator keramik dan juga sebagai mounting busi terhadap mesin.c. Elektroda tengahElektroda tengah terdiri dari komponen komponen ; Sumbu pusat ( center shaft )mengalirkan arus dan meradiasikan panas yang di timbulkan oleh elektroda. Seal glas / kacaMembuat kerapatan (merapatkan ) ( untuk menghindari kebocoran udara ),antara center shaft dan insulator keramik dan mengikatantara center shaft dan elektroda tengah. Resistor ; mengurangi suara pengapian untuk mengurangigangguan frekwensi radio. Coppercore ( inti tembaga )Merambatkan panas dari elektroda dan ujung insulator agar cepat radiasi/dingin Elektroda tengahMembangkitkan loncatan bunga api ke masa (elektroda masa)d. Elektroda masa Elektroda masa di buat sama dengan elektroda tengah .Alur U (U- groove), alur V ( V- groove ) dan bentuk khusus dari elektroda yang lain di buat dengan tujuan agar memudahkanloncatan api agar menaikkan kemampuan pengapian ELEKTRODA BUSI 2. Nilai panas

Yang di maksud dengan nilai panas busi adalah kemampuan meradiasikan sejumlah panas oleh busi .Busi yang meradiasikan panas lebih banyak di sebut busi DINGIN sebab busi tersebut akan tetap dingin.Sedangkan busi yangmeradiasikan panas yang sedikit di sebut busi PANAS karena busi tersebut menahan panas.Batas operasional terendah dari busi adalah self-cleaning temperature ( pada kondisi ini busi akan bersih dengan sendirinya ).Sedangkan batas tertinggi adalah pre-ignition temperature ( pada kondisi ini dapat terjadi pre-ignition ). Busi akan mempunyaikemampuan maksimum bila elektroda tengahnya mempunyai temperature antara 450C dan 950C (842F dan 172F)

Self-cleaning temperature Bila temperature elektroda tengah kurang dari 950C , carbon akan terbentuk di sebabkan adanya pembakaran yang tidak sempurnayang menempel pada permukaan penyekat ( insulation) porselen , yang akhirnya akan mengurangi tahanan penyekat(insulation) antara insulator dan casing (rumah busi),akibatnya

tegangan tinggi yang di berikan ke elektroda akan langsung ke casing(masa) tanpa terjadinya loncatan api pada celah busi dan di sebut misfiring.Temperature 450C atau lebih di perlukan untuk menyempurnakan pembakaran terhadap sisa ( endapan ) carbon pada insulator nose.temperatur ini di sebut Self-cleaning temperature Pre-ignition temperature Bila temperature elektroda tengah lebih dari 950C ( 1742F ) maka elektroda sendiri akan merupakan sumber panas yang dapat menimbulkan terjadinya penyalaan sebelum busi bekerja. Ini di sebut Pre-ignitionBila preignition terjadi maka output mesin akan menurun di sebabkan oleh saat penyalaan yang tidak tepat.dan elektroda / torak mungkin akan berlubang atau meleleh sebagian. Oleh sebab itu temperature elktroda harus di usahakan di bawah 950C. Panjang ujung insulator dan nilai panas (head range) Panjang ujung insulator (T ) dari busi dingin dan busi panas dapat di bedakan sebagai berikut :Busi dingin mempunyai ujung insulator yang lebih pendek seperti tampak pada gambar di bawah. Karena permukaan yang bersinggungan dengan api kecil dan jalur radiasi ( perambatan ) panasnya pendek, maka perambatan panas sangat baik dantemperatur elektroda tengah tidak akan naik terlalu tinggi.-Busi panas mempunyai ujung insulator yang panjang dan permukaan singgung dengan api yang luas . sehingga jalur perambatan panas menjadi panjang dan radiasi panas menjadi kecil. Akibatnya temperatur elektroda tengah menjadi naik dan temperature self cleaning dapat di capai dengan lebih cepat dari pada busi tipe dingin meskipun pada putaran lambat. 3. Busi Tipe Resistor Gelombang electromagnet frequensi yang tinggi yang di timbulkan oleh loncatan pengapian menyebabkan terjadinya interferensiradio yang di pasang pada mobil tersebut . maupun radio-2 yang di pasangkan pada mobil lain dan peralatan telekomunikasi yang lain. untuk mencegah hal tsb. Sebuah resistor ( kira-kira 5 kilo ohm) di pasangkan /di sisipkan pada elektroda tengah dekat dengan daerahloncatan bunga api untuk memperlemah gelombang gelombang electromagnet yang terjadi.Bila di perlukan untuk menggunakan busi tipe resistor,pergunakanlah selalu tipe yang telah di tentukan pada saat melakukan penggantian. Busi dengan elektroda yg. Menonjol Busi dengan ujung insulator yangmenonjol keluar dari casing di sebutdengan elektroda yang menonjol(projecting electrode spark plug)karena busi tipe ini menonjol ke dalamruang bakar ,maka kemungkinan pencahayaan terhadap molekul -2 bensin dalam campuran udara bahan bakar akan bertambah ,sehinggamenyempurnakan kemampuan pengapian . 5. Busi dengan ujung platina Ujung elektroda tengah dan elektroda masa yang berhadapan di tutup ( di lapisi ) dengan lapisan tipis platina untuk memperpanjangumur busi. Busi type ini di pasangkan pada mesin-mesin yang di lengkapi dengan peralatan peralatan emission control.untuk mempermudah membedakan busi type ini dengan busi biasa . busi dengan ujung platina mempunyai 5 buah garis warna biru tua padainsulatornya.Penting _Beberapa catatan untuk busi dengan lapisan ujung platina ;

Busi dengan lapisan ujung platina adalah busi yang bebas perawatan sampai dengan 100.000 km( 60.000 mile ) pada kondisi operasinormal. Bila terjadi gangguan yang memerlukan pemeriksaan busi ,ikutilah langkah-langkah ebagai berikut ; Untuk menjaga agar lapisan platina tidak rusak ,jangan membersihkan busi ini dengan sikat kawat . Bila mempergunakan pembersih busi pertahankan tekanan udara pada 6kg atau lebih rendah ,dan lamanya agar tidak leih dari 20detik.label peringatan seperti di bawah ini di tempelkan pada cylinder head cover pada mesin yang di lengkapi dengan busi yang dilapisi platina. Bebas perawatan 100.000 km (60.000mile) tidak berlaku bila mesin menggunakan bahan bakar dengan additive timah hitam(Leaded fuel). Pada kenyataannya elektroda busi akan lebih cepat aus ,karena lapisan platina akan rusak oleh zat kimia yang dikandung timah hitam (lead) 6. Sistem Code Busi Busi di beri kode dengan huruf dan angka .Sistem kode yang di gunakan berbeda beda bergantung pabrik pembuatnyaSistem kode busi yang di buat oleh ND dan NGK yang di gunakan pada mesin mesin TOYOTA seperti di uraikan di bawah ini ; Kabel tegangan tinggi

Kebel kabel tegangan tinggi ( high-tension cord ) harus mampu mengalirkan arus listrik tegangan tinggi yang menghasilkan di dalamignition coil ke busi busi melalui distributor tanpa adanya kebocoran . oleh sebab itu penghantar ( core ) di bungkus dengan insulator karet yang tebal seperti tampak pada gambar untuk mencegah terjadinya kebocoran arus listrik tegangan tinggi. Insulator karet( rubber insulator ) kemudian di lapisi oleh pembungkus ( seath ) .Kabel resistive terbuat dari fiberglass yang di padu /di campur dengan carbon dan karet sintetis yang di gunakan sebagai core untuk memberikan peregangan yang cukup kuat untuk meredam bunyi pengapian ( ignition noise ) .tanda tahanan di cetak pada permukaan pembungkus ( sheath) sebagai pertanda bahwa inti dari kabeltegangan tinggi adalah kabel bertahanan (resistive wire )PENTINGUntuk melepaskan kabel tegangan tinggi ,pegang dantariklah pada bagian pangkalnya ( tutupnya ). Jangan sekali kali memegang danmenarik pada pembungkusnya . sebab dapat mengakibatkan kabel terlepas dari tutupnya ( pangkalnya )dan dapat merusak kabel,Sirkuit terbuka atau hubungkan yang kurang baik dari kabel tegangan tinggi dapat di ketahui dengan mengukur tahanan inti ( core ) Distributor Fungsi distributor dapat di bagi dalam 4 bagian ; 1. Bagian pemutus / arus . Pada bagian ini terdiri dari a. breaker point (contact point / point ) Fungsinya adalah untuk memutuskan arus listrik dan menghubungkannya dari kumparan primer coil ke massa agar terjadi induksi pada kumparan sekunder coil .induksiterjadi pada saat breaker point I putus atau terbuka b. camlobe ( nok ) Fungsinya adalah untuk mengungkit breaker point agar dapat memutus danmenghubungkan arus listrik padakumparan primer coil;

C . kondensor Fungsinya adalah untuk menghilangkan /mencegah terjadinya loncatan api atau bunga api listrik pada breaker point. Kemampuan darisuatu kondensor dapat di tunjukkan dengan berapa besar kapasitasnya.kapasitas kondenser di ukur dalam (uf ) mikro farad.padakendaraan Toyota ,condenser yang di pergunakan ada 3 macam ;Condenser kabel warna hijau kapasitasnya 0,15 uf Condenser kabel warna kuning kapasitasnya 0,22 uf Condenser kabel warna biru kapasitasnya 0,25 uf Terbakarnya breaker point sering jugadi akibatkan oleh condenser yang tidak sesuai dengan kapasitasnya ataukapasitasnya tidak normal.2. Bagian Distributor Bagian ini berfungsi membagi bagikan ( mendistribusikan )arustegangan tinggi yang di hasilkan / di bangkitkan oleh kumparan sekunder

pada ignition coil ke busi pada tiap tiap silinder sesuai dengan urutan pengapian .bagian initerdiri dari tutup distributor dan rotor 3. Bagian Governor Advancer Bagian ini berfungsi untuk memajukansaat pengapian sesuai dengan pertambahan mesin .bagian ini terdiridari Governor weight dan governor spring ( pegas governor )Gambar di bawah ini menunjukkankontruksi dari Governor Advancer 4. Bagian Vakum Advancer Bagian ini berfungsi untuk memundurkan atau memajukan saat pengapian pada saat beban mesin bertanmbah atau berkurang. Bagianini terdiri dari breaker plate vakum advancer ,yang akan bekerja atas dasar kevakuman yang terjadi di dalam intake manifold. Ignition Coil Uraian ;Motor pembakaran dalam ( internalcombustion engine )menghasilkantenaga dg jalan membakar campuran

udara dan bahan bakar di dalam silinder .pada motor bensin loncatan bunga api pada busi di perlukan untuk menyalakan campuranudara bahan -bakar yang telah di kompresikan oleh torak di dalam silinder.sedangkan pada motor diesel udara di kompresikan dengantekanan yang tinggi sehingga menjadi sangat panas.dan bila bahan bakar di semprotkan ke dalam silinder ,akan terbakar secaraserentak.karena pada motor bensin proses pembakaran di mulai oleh loncatan api tegangan tinggi yang di hasilkan oleh busi.beberapametode di perlukan untuk menghasilkan arus tegangan tinggi yang di perlukan.Sistem pengapian ( ignition system )pada automobile berfungsi untuk menaikkan tegangan baterai menjadi 10 KW atau lebih denganmempergunakan ignition coil dan kemudian membagi -bagikan tegangan tinggi tersebut ke masing masing busi melalui distributor dan kabel tegangan tinggi.- Sistem pengapian Konvensional- Sistem pengapian Transistor *Tipe semi transistor *Tipe full transistor Pada pasal ini hanya akan di terangkan mengenai system pengapian Konvensional 1. BATERAI Menyediakan arus listrik teganganrendah (biasanya 12 vol ) untuk ignition coil 2. DISTRIBUTOR a. Cam/Nok - membuka breaker point ( platina ) pada sudut crankshaft ( poros engkol ) yang tepat untuk masing masing silinder . b. Breaker point ( platina ) memutuskan arus listrik yang mengalir melalui kumparan primer dari ignition coil untuk menghasilkanarus listrik tegangan tinggi pada kumparan sekunder dengan jalan (cara) induksi magnet listrik c. Capasitor / kondensor - Menyerap loncatan bunga api yang terjadi antara breaker point /platina pada saat membuka dengan tujuanuntuk menaikkan tegangan coil sekunder.d. Centrifugal Governor Advancer memajukan saat pengapian sesuai dengan putarane. Vaqum Advancer memajukan saat pengapian sesuai dengan beban mesin ( vaqum intake manifold)f. Rotor membagikan arus listrik tegangan tinggi yang di hasilkan oleh ignition coil ke tiap tiap busi.g. Distributor cup Membagikan arus listrik tegangan tinggi dari rotor ke kabel tegangan tinggi untuk masing masing silinder. 3. KABEL TEGANGAN TINGGI ( KABEL BUSI ) Mengalirkan arus listrik tegangan tinggi dari ignition coil ke busi 4.BUSI Mengeluarkan arus listrik tegangan tinggi menjadi loncatan bunga api melalui electrodanyaFungsi bagian komponen ;Lihat gambar ;5. IGNITION COIL Fungsi dari ignition coil adalah merubah arus listrik 12v yang di terima dari baterei , menjadi tegangan tinggi (10 KW atau lebih )untuk menghasilkan loncatan bunga api yang kuat pada clah busi.pada ignition coil ,kumparan dan sekunder di gulung pada inti besi.Kumparan-kumparan ini akan menaikkan tegangan yang di terima dari baterai menjadi tegangan yang sangat tinggi melalui (dengancara) induksi electromagnet/induksi magnet listrik ( induksi sendiri dan induksi bersama).Kita akan mempelajari lebih lanjut di dalam Step 2 tentang induksi magnet dan aspek tekhnik yang lain tentang kelistrikan dankemagnetan.

KontruksiInti besi (core), yang di kelilingi olehkumparan, terbuat dari baja silicon tipisyang di gulung ketat. Kumparan sekunder terbuat dari kawat tembaga tipis ( 0,05 0,1 mm) yang di gulung 15000 sampai30000 kali lilitan pada inti besi, sedangkankumparan primer terbuat dari kawattembaga yang relative tebal (0,5 1,0mm) yang di gulung 150 300 kali lilitanmengelilingi kumparan sekunder. Untuk mencegah terjadinya hubungan singkat(short circuit) antara lapisan kumparanyang berdekatan , antara lapisan satudengan lapis yang lain disekat dengankertas yang mempunyai tahanan sekat yang tingggi. Seluruh ruangan kosong di dalam tabung kumparan di isi dengan minyak ataucampuran penyekat untuk menambah daya tahan terhadap panas. Salah satu ujung dari kumparan primer di hubungkan denganterminal negative primer, sedangkan ujung yang lain di hubungkan dengan terminal positive primer. Kumparan sekunder di huungkandengan cara serupa, dimana salah satu ujungnya dihubungkan dengan kumparan primer lewat (pada) terminal positif primer .sedangkan ujung lain di hubungkan dengan terminl tegangan tinggi melalui sebuah pegas.kedua kumparan di gulung dengan arahyang sama,dengan kumparan primer berada pada bagian luar.Gambar penampang ignition coil TIPE FULLY _ TRANSSISTOR.Sistem pengapian konvensionalmenghasilkan tegangan tinggi padakumparan sekunder dengan jalanmemutuskan arus listrik primer padaignition coil .oleh karena itu system pengapian konvensional terdiri dari breaker point ,cam ( nok ) dan kondensor .Pada system pengapian fully tranristor ,(pada sisi yang lain ) signalgenerator di pasangkan sebagai pengganti cam ( nok) dan breaker point pada distributor. Signal generator akanmenghasilkan tegangan yang berguna untuk menyalakan transistor _2 di dalam igniter untuk memutuskan arus primer pada ignitioncoil.karena transistor_2 yang di pergunakan untuk memutuskan primer tidak melibatkan bagian _2 yang bergerak yang saling bersinggungan,maka tidak terjai keausandan tidak terjadi penurunan tegangan sekunder yang di hasilkan. Distributor pada system pengapian tipe fully-transistor ada kalanya ignition coil dan igniter di pasangkan di dalamnya.

Pengapian induksi
KOIL INDUKTOR PENGAPIAN Dalam sebuah koil pengapian terdapat dua buah gulungan pada sebuah inti besi. Satu gulungan yang berada di sisi luar merupakan gulungan primer, dan satu lilitan lagi yang jauh lebih kecil diameternya dan lebih banyak jumlahnya berada pada sisi dalam dan dinamakan lilitan sekunder. Rasio jumlah lilitan primer dan sekunder pada umumnya 1:100.

Koil dirancang untuk dialiri tegangan 12 volt pada gulungan primernya. Saat arus mengalir akan terjadi medan magnet yang kuat (digandakan oleh iti besi) yang juga akan mengelilingi gulungan sekunder. Koil selanjutnya akan menyimpan medan magnet yang besar (flux). Ketika arus yang mengalir pada gulungan primer diputuskan, maka flux atau medan magnet yang berada didalam koil akan kolaps dan mengakibatkan arus "back EMF (electro motive force)" pada gulungan primer dengan tegangan 200-300 volts. Ketika koil mengalami kolaps, perubahan medan magnetik yang cepat ini juga ditransfer ke gulungan sekunder dalam bentuk arus listrik. Karena gulungan sekunder jumlahnya 100 kali lilitan primer, maka pada saat terjadi back EMF, tegangan pada gulungan sekunder sama dengan 200-300 volt dikalikan dengan 100, yaitu 20.000 30.000 volt.

Tegangan tinggi ini tentu saja akan berusaha mencari titik ground atau massa-nya. Bila jarak menuju ke massa terbuka antara 0.5 1,5 cm, maka loncatan bunga api menuju ke ground atau massa tersebut. Semakin cepat arus pada gulungan primer diputuskan, kolaps akan terjadi lebih cepat dan bunga api akan menjadi lebih besar dan kuat. Pada sistem pengapian platina konvensional, disaat platina membuka bunga api akan memercik pada elektrona busi menuju ke ground. Namun, back EMF sebesar 200-300 volt pada gulungan primer sendiri juga akan mengakibatkan percikan kecil pada titik on-off-nya, yaitu pada platina itu sendiri. Untuk mengatasi masalah ini digunakan kondensor. KONDENSOR

Kondensor adalah kapasitor berukuran besar (dunia otomotif menyebutnya dengan istilah kondensor). Kondensor ini menyimpan arus dalam voltase yang lebih kecil. Pada saat platina membuka, muatan kecil ini akan di alirkan ke gulungan sekunder untuk memperlambat kolapsnya. Output koil akan lebih kuat bila kolaps terjadi dengan lebih cepat dan tajam. Kondensor akan memperlambat kolaps ini hanya sampai platina cukup jauh membuka sehingga arus back EMF tidak dapat mencapai jarak tersebut. Tanpa adanya kondensor, maka percikan api akibat back EMF akan merusak platina dalam waktu yang sangat singkat. Oleh karenanya, kondensor ukurannya tidak boleh terlalu besar karena kolaps akan terlalu lambat dan akibatnya tidak akan ada percikan api di lilitan sekunder, utamanya pada rpm tinggi. Output koil tidak lebih dari fungsi rasio lilitan dan input voltase. Semakin besar daya yang kita masukkan ke ujung lilitan primernya, semakin besar pula outputnya di lilitan sekunder. Namun platina adalah kontak atau switch mekanik yang memmpunyai batasan arus tertentu agar ia tidak hangus terbakar. Platina pada umumnya hanya mempunyai batasan tegangan 250 volt dan arus 5 ampere. Koil dapat dialiri arus sampai 7 amper dan transistor mampu menghubungkan arus 10 sampai dengan 20 ampere. DWELL Sistem pengapian konvensional dipengaruhi oleh dwell angle. Dwell time merupakan waktu di saat platina menutup untuk mengisi arus (charging) koil. Dwell angle atau sudut dwell merupakan nilai derajad sudut putaran poros engkol atau crankshaft disaat platina masih pada posisi tertutup. Jika dwell angle ini terlalu kecil, maka koil tidak cukup waktu untuk pengisiannya di rpm tinggi. Sebaliknya jika dwell angle terlalu besar, maka koil bisa tidak terbuka sama sekali atau platina tidak bisa cukup terbuka dalam jarak yang memungkinkan koil untuk kolaps (secara tidak langsung terkait dengan "voltage rise time") Voltage rise time untuk pengapian konvensional adalah sekitar 80 microseconds, 125 untuk TCI dan sekitar 6 untuk CDI. Sudut dwell membatasi kemampuan platina untuk menyalurkan daya besar pada rpm tinggi. Oleh karenanya tim pembalap mengakalinya dengan menggunakan sistem platina ganda untuk meng-overlap dwell time tersebut. Kekurangan dari sistem pengapian konvensional adalah : Platina mengalami keatusan dan korosi mengakibatkan buruknya arus yang mengalir. Platina membatasi besar arus yang mengalir ke koil. Sudut dwell dari platina membatasi daya yang besar (membatasi waktu untuk recharge koil) Platina mulai mengambang dan membatasi rpm.

TRANSISTOR SWITCHING Trigger Platina Dengan memindahkan switching platina sebesar 5 ampere ke sebuah semikonduktor (Power Transistor) maka beban platina akan dialihkan hanya untuk memicu atau mentriger sebuah basis dari transistor penerima sinyal sebesar beberapa miliwatt saja. Selain itu semikonduktor mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan platina konvensional, yaitu: Sangat cepat dan akurat, semakin cepat berarti semakin tinggi voltase yang dihasilkan oleh koil sehingga percikan api di busi akan lebih besar dan biru. Tahan panas dan getaran Tidak mengalami keausan karena tidak ada busur api dan gerakan secara mekanis. Jauh lebih bisa diandalkan ketahannya dan realibilitasnya dibandingkan dengan benda mekanis. Bisa dipasangkan di posisi mana saja didalam kendaraan (jauh dari jangkauan banjir). Tidak diperlukan lagi kondensor 12V DC 0,22-0,27 uF yang pada umumnya merupakan komponen fast moving dan sering membuat masalah. Trigger dengan Magnetic Pickup atau pulser Kelebihan dari sistem ini adalah tidak adanya kontak fisik dari pemberi sinyal, oleh karenanya tingkat keawetannya juga lebih tinggi.

SALAH ASUMSI TENTANG CDI Mobil anda ternyata tidak menggunakan CDI? Jangan terkejut apabila mobil BMW anda masih menggunakan sistem pengapian induksi. Banyak terjadi kesalahan asumsi di masyarakat tentang CDI (Capasitive Discharge Ignition). Sistem pengapian yang tidak menggunakan platina oleh masyarakat umum diistilahkan dengan CDI padahal belum tentu demikian. Selama koil masih dipergunakan dalam fungsinya sebagai induktor, maka sistem pengapian tetap masih sistem induksi, terlepas apakah switching powernya menggunakan switch mekanik seperti platina atau oleh perangkat elektronik/semikonduktor bahkan computerized sekalipun. Beberapa perusahaan otomotif justru memanfaatkan kesalahahkaprahan ini dalam kampanye produk mereka. Mereka menempelkan logo CDI pada mobil mereka padahal mereka menerapkan sistem pengapian induksi dengan switching transistor (transistorized ignition). Pada umumnya sistem induksi inilah yang kebanyakan dipergunakan, oleh mobil dengan teknologi injeksi elektronik sekalipun. Untuk mengetahui apakah sistem mobil anda menggunakan CDI atau Induksi koil, silahkan test pada kutup positif dari koil anda disaat kontak pada posisi on. Bila ada arus 12V, maka dipastikan mobil anda menggunakan sistem induksi.

Sistem CDI menerapkan tegangan 300-1000 volt pada kutup positif dari koil dan hanya ada disaat mesin hidup dalam bentuk pulse. Mengapa harus CDI? Dalam sistem CDI, power disimpan dalam suatu rangkaian kapasitor dan kemudian dilepaskan ke kutup positif dari koil dalam bentuk tegangan tinggi +/- 300-1000 volt DC. Posisi kutup negatif dari koil selalu tersambung dengan ground atau massa. Dengan aliran tegangan 300-1000 volt, maka koil akan berfungsi sebagai trafo step-up. Dengan rasio 1:100, maka tegangan di kutup sekundernya mencapai 30.000-100.000 volt. Dengan tegangan setinggi itu, maka diperlukan kabel busi khusus, busi khusus dan distributor cap & rotor khusus. Tegangan diatas 100.000 volt akan membuat "busi biasa" anda leleh elektrodanya. Pada sepeda motor dengan sistem magneto, menciptakan tegangan 300 volt DC adalah hal mudah karena tegangan tersebut disuplai oleh generator. Tegangan dalam hal ini tidak lebih dari jumlah lilitan atau gulungan pada generatornya saja. Namun pada mobil dengan sistem power battery, tidaklah mudah mendapatkan 3001000 volt DC. Diperlukan konverter DC to DC untuk mendapatkan tegangan tersebut. Unit ini tentu saja berfisik besar dan mahal, oleh karenanya hanya mobil-mobil tertentu saja yang menerapkannya. Pada prinsipnya, dengan sistem induksi saja, sudah didapatkan voltase cukup untuk pengapian, mengapa harus pakai CDI yang berlebih seperti itu? Dan lagi sistem CDI sangat berbahaya bila sirkuitnya tersentuh disaat beroperasi. Namun bukankah manusia adalah mahluk yang tidak pernah puas dengan apa yang didapatkannya? CDI adalah salah satu pilihan untuk pembalap.

UPGRADE KE TRANSISTORIZED IGNITION Upgrade dari sistem pengapian induksi dengan sistem platina + kondensor konvensional dapat diupgrade ke sistem switching transistor. Platina masih digunakan hanya sebagai pentrigger basis dari salah satu transistor kecil pembangkit sinyal dengan konsumsi arus dalam ukuran seperseratus miliampere. Switching kemudian akan dialihkan ke sebuah transistor power dengan rating absolute 10A/800 volt. Dengan sistem ini platina tidak akan mendapatkan stress dan panas pada titik kontaknya. Selama pegas dan lapisan cam ebonit platina tidak patah, maka platina akan tetap dapat digunakan terus. Switching dengan semikonduktor juga akan berlangsung lebih cepat daripada oleh fisik titik kontak platina, oleh karenanya pada rpm tinggi, tegangan back EMF juga akan lebih tinggi dan pada gilirannya tegangan di gulungan sekunder koil juga akan lebih tinggi. Jika anda ingin mempergunakan koil tipe kompetisi dengan masih tetap menggunakan sistem induksi, maka koil anda perlu suplai arus yang lebih besar. Platina hanya mampu menyalurkan maksimum 5 amper tanpa harus hangus terbakar. Untuk pilihan ini, anda memerlukan switching semikonduktor dengan rating 25A/1100V. MOBIL ANDA SUDAH MEMPERGUNAKAN SWITCHING TRANSISTOR? Meng-upgrade koil dari OEM ke koil kompetisi akan membahayakan sirkuit anda, terutama bila

modul pengapian terintegrasi dengan sistem komputer. Dengan menggunakan produk upgrade, sinyal pulse dari ground dari unit pengapian transistor lama anda akan dipinjam sebesar seperseratus miliampere saja untuk menghidupkan unit baru dengan rating yang jauh lebih besar. Tidak ada yang perlu dirubah dari sistem perkabelan mobil anda. Hanya penambahan unit yang tidak membahayakan seperti halnya kita menambahkan relay untuk lampu saja. Bukankah tanpa relay baru kabel anda akan leleh bila anda menaikkan daya lampu lima kali lipat? UPGRADE KE CDI Unit module CDI terdiri dari DC to DC converter dengan rating tegangan 300-1.000 Volts dan unit input sensor dan pembangkit pulse 300-1.000 volt DC ke koil kutup positif. Input dari unit ini adalah pulse ground dari platina atau unit modul pengapian induksi anda yang lama. Output dari gulungan sekunder koil akan mencapai 100.000 volt atau lebih. Anda memerlukan koil, busi, kabel busi, dan distributor cap khusus untuk sistem pengapian ini. Lets go race. Never melting the old stock spark plug!!