Anda di halaman 1dari 13

MENGENAI

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Rinaldi Pranata Sitepu Hetty Restika Sari Andi Aris Munandar Gibran Sapta Wiguna Alia Nur Fitrillah Fanni Fatonah Ashadi Surya Darma Shela Febrianti Ginanjar Zaki Mukhyidin

(1000077) (1000497) (1002480) (1003090) (1003133) (1005218) (1006745) (1008992) (0707296)

Teh
Banyak sumber yang menyatakan bahwa Bangsa China adalah bangsa yang pertama kali mengkonsumsi teh sekitar 2737 SM. Tanaman Teh pertama kali masuk ke Indonesia pada 1684 , berupa biji teh dari Jepang yang dibawa oleh seorang Jerman bernama Andreas Cleyer. Teh adalah jenis minuman yang sudah lama dikenal orang. Bahkan Meminum teh di pagi hari mungkin menjadi kebiasaan kita. Di berbagai negara, banyak dijumpai perkebunan teh. Indonesia termasuk salah satu negara penghasil teh terbesar di dunia. Namun, tingkat konsumsi teh per tahunnya lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara lain. Tanaman teh merupakan tumbuhan berdaun hijau yang termasuk dalam keluarga Tumbuhan Camellia yang berasal dari Cina, Tibet dan India bagian Utara. Tanaman teh terutama tumbuh di daerah tropis dan memerlukan curah hujan hingga 1000-1250 mm per tahun, dengan temperatur ideal antara 10 hingga 20 C. Pohon teh mampu menghasilkan teh yang bagus selama 50 70 tahun.

Teh Hitam
Dalam tanaman hijau termasuk daun teh, kita mengetahuinya karena adanya zat hijau daun yang dikenal sebagai klorofil. Selama proses pengolahan the hitam, klorofil mengalami serangkaian reaksi kimia. Akibat pengaruh pH, klorofil melepas atom Mg-nya untuk menghasilkan klorofilat yang pada gilirannya dapat membentuk feofitin yang berwarna hitam. Selain itu, klorofil dirombak oleh enzim klorofilase membentuk feofibrid yang berwarna kecoklatan.

PEMANENAN (PLUCKING)
Pemetikan dilakukan tergantung pada cuaca; tumbuhan baru dapat dipetik dengan interval 7 12 hari selama musim pertumbuhan. Pemanenan tea membutuhkan banyak tenaga dan tenaga kerja intesif . Teh yang benar-benar baik umumnya berasal dari pucuk daun atau daun teh muda yang belum mekar. Untuk menghasilkan 1 pound (0,45 kg) teh berkualitas paling baik, diperlukan lebih dari 80.000 petikan. Pemetik teh, belajar mengenali dengan tepat pucuk daun mana yang harus dipetik. Hal ini penting, untuk memastikan kelunakan daun yang dipetik menghasilkan teh yang terbaik. Setelah pemetikan, daun teh dibawa ke pabrik untuk diproses lebih lanjut. Lokasi perkebunan teh pada umumnya berdekatan dengan pabriknya.

Pengolahan Teh Hitam


Proses ini dilakukan selama 14-18 jam Hasil pelayuan yang baik ditandai dengan pucuk layu yang berwarna hijau kekuningan, tidak mengering, tangkai muda menjadi lentur, bila digenggam terasa lembut dan bila dilemparkan tidak akan buyar serta timbul aroma yang khas. Pada tahap ini, daun teh digiling untuk memecah sel-sel daun. Pemecahan daun teh disesuaikan dengan kebutuhan atau permintaan pasar. Daun teh ada yang digiling kasar dan ada yang digiling sampai menjadi serbuk. Proses ini biasanya berlangsung selama 90-120 menit, dengan menggunakan Open Top Roller (OTR), Rotorvane dan Press Cup Roller (PCR) : untuk teh hitam orthodox dan Mesin Crushing Tearing and Curling (CTC) : untuk teh hitam CTC. Daun teh yang telah digiling disimpan pada tempat atau ruangan khusus yang bersih dan bebas bau. Pada tahap ini, daun teh dibiarkan mengalami oksidasi. Enzim dalam teh akan bekerja dan membentuk warna, rasa, dan aroma teh. Pengeringan daun teh menggunakan mesin agar suhu yang dihasilkan stabil dan menghasilkan kualitas teh yang baik. Daun teh dikeringkan oleh mesin pengering dengan suhu sekitar 49C kurang lebih selama 20 menit sampai kadar air dalam daun teh mencapai 2-3 persen. Selanjutnya, teh yang telah dikeringkan dikemas. Sebelum dikemas, dilakukan penyortiran teh, agar dapat dikemas sesuai permintaan pasar. (Ada yang dikemas dijadikan Teh Celup, Teh Saring, Teh Seduh, dll)

yaitu bahan baku yang berupa pucuk halus dari hasil pemetikan medium murni, karena pucuk yang halus sangat membantu kelancaran proses penggilingan. Pucuk teh halus ini minimal harus 60% dan utuh. Proses pelayuan membutuhkan waktu 4-6 jam dan masih memerlukan pelayuan bahan kimia, sehingga pelayuan diperpanjang menjadi 12-16 jam. Pengayakan ini sangat berguna dalam pengolahan, yaitu untuk memisahkan pucuk dari berbagai kotoran. Mesin giling CTC mampu menghancurkan daun dengan sempurna, sehingga seluruh sel daunnya pecah, dengan demikian menghasilkan oksidasi enzimatis (fermentasi) senyawa-senyawa polifenol lebih banyak. Penghancuran daun yang merta ini, akan menunjang terjadinya berbagai proses biokimia, antara lain adalah proses oksidasi enzimatis polifenol, perombakan pektin oleh enzim dan perombakan klorofil oleh enzim. Fermentasi bubuk basah memerlukan suhu udara rendah 25C dan kelembaban 90%-100%. Fermentasi pada pengolahan CTC ini dapat memakai fermenting trays, dibeber dilantai atau continous fermenting mechine (CFM). Waktu fermentasi antara 80-85 menit. Hasil fermentasi teh CTC lebih merata, karena bubuk basah lebih kecil dan rata. Pengeringan dilakukan sampai kadar air pada bahan mencapai 3-5%. Sortasi teh kering pada pengolahan CTC lebih sederhana dibandingkan dengan teh hitam orthodox. Keringan teh CTC ukurannya hampir seragam dan serta-serat yang tercampur dengan keringan hanya sedikit. Di samping memisahkan serat dan tangkai, sor tasi kering juga dapat memisahkan partikel-partikel teh yang ukurannya seragam.

Gambar 1. Diagram alir pengolahan teh hitam Sistem Orthodox

pelayuan

penggilingan

oksidasi

Sortir dan Pengemasan

Tabel Perbedaan Pengolahan dan Hasil dari Sistem Orthodox dengan Sistem CTC
Pengolahan teh Sistem Orthodox dengan Sistem CTC Perbedaan hasil teh Sistem Orthodox dan Sistem CTC

Beberapa Produk Hasil Olahan dari Teh Hitam

KUALITAS TEH HITAM


Dalam ranah perdagangan teh hitam, secara umum ada tiga kriteria yang menjadi sandaran dalam sistem penilaian mutu. Ketiga kriteria tersebut adalah kenampakkan (appearance), warna dan rasa air seduhan (inner quality) serta yang ketiga adalah ampas seduhan (infusion). Teh yang clean (bersih), even (rata) dan blackish (kehitaman) adalah beberapa sifat mutu teh yang mudah dikenali melalui deteksi indera mata.

BEBERAPA MANFAAT TEH HITAM


Minum teh memiliki manfaat yang sangat baik terhadap pencegahan kerusakan gigi. Menurut penyelidikan dari Inggris menunjukkan, bahwa anak-anak yang sering minum teh, kerusakan giginya dapat berkurang 60%. (tapi tidak dianjurkan minum teh setelah makan)

Daun teh mengandung tidak sedikit unsur mikronutrein yang bermanfaat terhadap tubuh.
Minum teh dapat menghambat sel menjadi tua. Efek antipenuaan daun teh adalah 18 kali lipat lebih besar dari vitamin E. Minum teh dapat merangsang saraf pusat dan memperkuat kemampuan gerakan. Daun teh mengandung asam tanat yang dapat membunuh aneka macam bakteri, maka dapat mencegah dan menyembuhkan radang rongga mulut, radang kerongkongan tenggorokan dan radang usus maupun disentri yang mudah terjadi pada musim panas. Minum teh dapat memelihara keseimbangan asam dan basa dalam darah. Daun teh mengandung kafein, theophilline (basa teh), theobromine (basa kakao), xanthine (purine kuning) dan lain-lain zat alkaloid, adalah suatu minuman bersifat basa yang sangat baik. Air teh bisa dengan segera diserap ke dalam tubuh dan dioksidasi, mengahasilkan kekentalan metabolit sifat basa yang lebih tinggi, dengan demikian dapat dengan segera menetralisir metabolit bersifat basa dalam darah. Teh dapat menghilangkan rasa lelah, mendorong metabolisme, serta memiliki fungsi memelihara kemampuan reguler jantung, pembuluh darah, usus lambung dan fungsi lainnya.

kesimpulan Beberapa hal yang dapat menyusun simpulkan dari bahasan ini antara lain: 1. The adalah minuman yang mengandung kafein, sebuah infusi yang dibuat denagan cara menyeduh daun , pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeringkan dari tanaman camelia sinnensis denagn air panas 2. The itam diolah melalui fermentasi (oksidasi) dan dibagi dua, yaitu the orthodox dan the ctc ( cutting, tearing, dan curling). 3. Secara umum