3/12/2008

Potensi Bahaya Definisi

Klasifikasi

Pelarut dan Kesehatan di Lingkungan Kerja

PROSEDUR Aman

Efek

SOLVENT SOLVENT

PENDAHULUAN
„

Pelarut dalam Lingkungan Kerja
Pelarut: suatu zat yang mengandung beberapa bahan (material) yang digunakan untuk melarutkan bahan (material) lainnya. Contoh: • rumah sakit: larutan pembersih • pertanian: pestisida • pabrik: thinner, pereaksi kimia • laboratorium: larutan pengering, pelarut, pengekstraksi

„

„

„

Pelarut, terutama organik mempunyai potensi bahaya terhadap kesehatan, produktivitas, dan efisiensi di lingkungan kerja dan industri Jumlah dan macam pelarut sangat banyak Æ efek berbedabeda sesuai konsentrasi, usia, dan individu Æ efek kombinasi akan lebih besar lagi Pelarut berbahaya karena: - toksikologinya - bahaya kebakaran dan ledakan Gejala keracunan pelarut sulit dibedakan dari gejala penyakit biasa, seperti: lelah, rasa tidak nyaman, sakit kepala, dan depresi.

SOLVENT

CLASSIFICATION

KLASIFIKASI PELARUT
‹

‹

‹ ‹ ‹

Ada 2 sistem pelarut: 1. Pelarut aqueous: berdasar air; berisikan asam, basa, deterjen, dll. 2. Pelarut non aqueous: pelarut organik Contoh: nafta, spiritus, bensin, terpentin, benzene, alkohol, dan trikloroetilen Klasifikasi pelarut organik: - hidrokarbon alifatik, alisiklik, aromatik - hidrokarnon terhalogenasi - keton, alkohol, eter Penilaian thd pelarut diketahui melalui rumus molekul dan toksisitasnya Pelarut dapat berupa campuran berbagai zat organik Aturan: diberi label ttg nama dan komposisi

‹ Berbasis ‹ Berbasis

Air (Aqueous) Bukan Air (Non-Aqueous) Organik
HC Halogenated Alcohol Ketone Ether

HC Aliphatic HC Cyclic HC Aromatic

1

Benzine. Xylene HC Aliphatic HC Cyclic HC Aromatic HC Halogenated Tetrachloromethane (CCl4). keracunan yang mempengaruhi sistem syaraf. menimbulkan gangguan pada pernafasan. Fisiologis: sangat variatif Bahaya potensial Kebakaran dan eksplosi Pencemaran udara SOLVENT HEALTH EFFECT SOLVENT HEALTH EFFECT HC Aliphatic HC Cyclic HC Aromatic Hexane. trichloroethane Alcohol Ketone Ether Methanol. Propanol Methyl ethyl ketone. Umumnya inert. 1. HC Halogenated HC Halogenated Alcohol Ketone Ether Alcohol Ketone Ether 2 .3/12/2008 SOLVENT Major Classes of Common Organic Solvents Hexane. Ethanol. 4.1. dermatitis. Mineral spirits Depresi susunan saraf pusat. tergantung dari derajat penguapan. Isopropyl ether. Pengaruh terhadap kesehatan pekerja • Larutan encer: pedih dengan waktu pemaparan yang lama. 2. hanya tidak terlalu inert.1. • Pelarut organik (melalui uapnya): pada umumnya mudah menguap. Turpentine Efek hampir sama dengan aliphatic. Benzine. Toluene. paling tidak reaktif HC Aliphatic HC Cyclic HC Aromatic Cyclohexane. Mineral spirits Cyclohexane. Ethylene glycol monoethyl ether Efek 1. infeksi kulit bila kontak langsung langsung. Acetone Ethyl ether. Efek utama adalah dermatitis Berbagai HC cyclic yang terinhalasi dapat dimetabolisme oleh tubuh menjadi zat yang kurang toksik. Turpentine Benzene. 3 3.

3/12/2008 SOLVENT HEALTH EFFECT Benzene sangat toksik terhadap jaringan pembuat sel darah. h l i Ol Oleh hk karena itu. Bahayanya disebabkan adanya kecenderungan berubah menjadi peroxide yang explosif. 3 . mudah termetabolisme menjadi metabolit yang >> toksik. Efek lain: dermatitis & SSP SOLVENT HEALTH EFFECT Efek bergantung pada Halogen yang terikatnya. TEKANAN UAP KEADAAN VENTILASI KONSENTRASI DI UDARA LOWER EXPLOSIVE LIMIT AUTO IGNITION TEMPERATURE FLASH POINT HC Halogenated Alcohol Ketone Ether Ethyl ether. dermatitis. 1. Xylene HC Aliphatic HC Cyclic HC Aromatic HC Halogenated HC Halogenated Tetrachloromethane (CCl4). mrp alcohol yang paling tidak toksik. Acetone Konsentrasi rendah: gangguan pada kemampuan penilaian (judgement). trichloroethane Alcohol Ketone Ether Alcohol Ketone Ether SOLVENT HEALTH EFFECT SOLVENT HEALTH EFFECT HC Aliphatic HC Cyclic HC Aromatic Sangat berpengaruh thd SSP dan hati. Ethanol. jantung. Trifluorotrikloro-etan di lain pihak. dimetabolisme secara lambat. mudah diserap lewat kulit dan menimbulkan efek saraf termasuk perubahan kepribadian. Taraf toksisitas HC terklorinasi: menengah. Ether terhalogenasi juga lebih toksik. Oleh karenanya. maka digunakan secara umum sebagai substitute material yang lebih berbahaya. hidung. (TLV: ) K Karena sifatnya yang tidak mudah terbakar dan toksisitas rendah. Bila terinhalasi dalam jumlah banyak akan terjadi kelainan paru-paru yang parah.1. Ether glycol efeknya terhadap otak. dan menghasilkan metabolity yang juga toksik. Etilen glikol mono-etil-eter jarang menimbulkan efek buruk. HC Aromatic cair menyebabkan iritasi lokal dan vasodilatasi (pelebaran saluran darah). HC Aliphatic HC Cyclic HC Aromatic Iritatif terhadap mata. Trikloro-etilen-> SSP.1. HC Aliphatic HC Cyclic HC Aromatic Benzene. hati. Pada hewan percobaan. Toluena dan xylena yang tercampur metil-etil-keton dapat menyebabkan mual dan pusing. Keton aliphatic yang jenuh: mudah diekskresikan dan jarang menimbulkan efek sistemik. Propanol Alcohol Ketone Ether SOLVENT HEALTH EFFECT SOLVENT TOKSISITAS POTENSI ‘HAZARD’ HC Aliphatic HC Cyclic HC Aromatic Bersifat anestetik. seringkali dilarang dipakai bila pencucian menyebabkan terjadinya kontak kulit dan inhalasi. Toluene. Methanol menyebabkan gangguan ketajaman penglihatan. dan pencernaan. HC Halogenated HC Halogenated Alcohol Ketone Ether Methanol. darah. methanol >>toksik ethanol Ethanol: cepat diuraikan dan diubah menjadi CO2. perubahan kepribadian pernah dideteksi. Homolog yang lebih tinggi akan lebih iritatif dan toksik dibanding dengan homolog yang lebih rendah. HC terklorinasi umumnya lebih toksik daripada HC terfluorinasi. tenggorokan. Benzene dapat diabsorpsi lewat k lit d kulit dan i inhalasi. Ether glycol. Propanol lebih toksik. SSP. TLV: 10 ppm. kerusakan dapat terjadi pada eksposur pertama. Karenanya tidak diperkenankan dalam penggunaan konsentrasi tinggi. toksisitasnya rendah (TLV 1000 ppm). Eksposur kronis CCl4 menyebabkan kerusakan hati dan ginjal. kerusakan hati. Metil-etil-ketone bersama dengan toluena & xylenaÆ vertigo & mual Methyl ethyl ketone. Yang paling toksik: CCl4 dengan efek terhadap ginjal.

25 C terhadap TLV-Treshold Limit Value-). Digunakan Vapor Hazard Ratio untuk menentukan potensi bahan dari suatu zat (Rasio keseimbangan uap pada temp. Gasoline Carbon tetrachloride Turpentine Phenol Benzene Organic liquids … in order of vapor hazard ? Vapor hazard (a) TLV 176 14.3/12/2008 Potensi bahaya Substance Efek racun sendiri tidak cukup memadai untuk menentukan potensi bahaya.000 500 10 100 5 25 (a) Ratio (ppm/ppm) of equilibrium vapor concentration at 25oC to the TLV Organic liquids arranged in order of vapor hazard Substance Carbon tetrachloride Benzene Gasoline Phenol Turpentine SOLVENT TOKSISITAS ? TLV: 500 ppm vs 350 ppm ? Vapor hazard (a) TLV 14. tetapi dipengaruhi p g p pula oleh tekanan uap p dari zat tersebut.000 176 132 66 10 25 500 5 100 TEKANAN UAP VHR: 1080 vs 300 ? KEADAAN VENTILASI ? KONSENTRASI DI UDARA Tinggi vs rendah ? (a): Ratio (ppm/ppm) of equilibrium vapor concentration at 25oC to the TLV SOLVENT LOWER EXPLOSIVE LIMIT ? LEL / LFL ? Kebakaran dan eksplosi Tidak terjadi bila: ‹ Ventilasi cukup ‹ Digunakan g p pelarut y yang g tidak mudah terbakar (FP > 140 F) dan tidak ada sumber api AUTO IGNITION TEMPERATURE 800OF VS 1100OF ? FLASH POINT 109OF VS 91OF ? 4 .170 5.170 66 132 5.

jauh dari cahaya matahari . kecuali fuel oil „ The Pensky-Martens Closed Tester: FP antara 150 F/66 C sampai 230 F/110 C. dengan adanya ventilasi bisa masuk ke range yang yang akan terbakar Container ‹ Drum penyimpan.dilengkapi spring-action cover: mengeluarkan uap yang berlebih Æ tekanan tidak tinggi . untuk fuel oil „ Cleveland Open Tester „ Tag open Tester ‹ Flammable/Explosive Range Flammable range (FR): batas konsentrasi terlalu sedikit dan konsentrasi diatas FR (terlalu pekat) Ædiantara batar ini api akan terus menyala (self sustaining) ‹ Lower Explosive Level (LEL) dan Upper Explosive Level (UEL) ‹ Hati-hati bila asalnya diatas UEL.diberi label .dicek label vs isinya 5 . dispenser harus: .jauh dari api .3/12/2008 NonFlammable Mixtures Combustible vapor-air concentrations A Upper Flammable Limit (UFL) B Flammable Mixtures C Lower Flammable Limit (LFL) NonFlammable Mixtures Flash Point Temperature PELARUT MUDAH TERBAKAR Pelarut dengan FP < 200 F/93 C dibagi: „ Kelas I : <100 F/38 C „ Kelas II : >100 F/38 C dan <140 F/60 C „ Kelas III: > 140 F/60 C tetapi <200 F/93 C Flash Point: temperatur terendah dimana ia menguapkan cukup banyak uap yang bercampur dengan udara menjadi campuran yang mudah terbakar apabila sumber api didekatkan pada permukaannya Peralatan mengukur FP: „ Tag/taguliabue Closed Tester: FP <175 F/66 C.

jumlah uap yang dilepaskan . api terbuka. dll.konstruksi bangunan Ahli K3 konseultasi dengan berbagai ahli: kemungkinan sumber api dari listrik.3/12/2008 Bonding & Grounding ‹ Transfer Bonding and Grounding liquid from one to another may produce voltage potential resulting in static spark capable of igniting flamable vapors ‹ Dispensing and receiving container shuold be bonded (metal to metal) together before pouring ‹ Large container should be grounding Waste Disposal Semua material yang sudah terendam flammable liquid harus disimpan di tempat khusus terbuat dari metal.temperatur pada berbagai operasi .laju ventilasi .sifat fisika kimia . untuk jenis buangan tertentu Wadah/container Wadah pelarut yang flammable biasanya berukuran 55 gallon dan 5 gallon untuk pemakaian rutin ‹ Wadah harus memenuhi standar Interstate Commerce Commission (ICC) utnuk transportasi ‹ Buangan dibuang ke tempat yang sudah ditentukan untuk di-insenerasi atau dikumpulkan oleh yang berwenang mengolah dan membuang sampah B3 ‹ Pengusaha ini sering sama dengan supplier ‹ ‹ ‹ Pengendalian kebakaran Tentukan UEL dan LEL serat efeknya terhadap kesehatan Data untuk pengendalian: .. mempunyai it tutup t yang self-closing. pemeliharaan lingkungan aman ‹ 6 . lf l i berlabel.sumber api . cara handling.

portable GC Æ laboratory analysis: grab sample.inspeksi ruangan .komunikasi dan koordinasi berbagai departemen .peralatan kebakaran . adsorben Analisis laboratorium : GC.pengawas kebakaran k b k . ambil sampel udara Æ ukur konsentrasi Alat ukur: Æ direct reading: g indicator tubes. polarograf 7 . proses Æ tentukan potential hazard Æ tentukan tempat sampling. oxidant meter. komposit. kontinu. halida meter. spektri-IR.3/12/2008 Lisensi lingkungan panas ‹ ‹ EVALUASI ‹ ‹ ‘Hot work permit’: penggunaan api terbuka dan temperatur tinggi Æ ada program Prosedur aman program ‘Hot work permit’: . combustable g gas meter. portable ionization meter. spektro-UV. karakteristik.isolasi berbagai sumber api .Cegah semua sumber api dan percikan/spark Ada formulir berbentuk ‘tag’ ‹ ‹ Kenali sifat pelarut.

Acids can cause severe burns Substitusi Pelarut Contoh: Mana lebih aman? Metilen klorida dengan TLV 500 ppm Vs 1. ventilasi dan alat pernafasan Jalur utama adalah paru-paru untuk masuk ke dalam tubuh melalui darah. • Perlindungan terhadap kontak langsung Kontak langsung yang dapat menimbulkan penyakit kulit (dermatitis). dapat terjadi akibat pencelupan. percikan tumpahan.1. air paling baik. larutan pembersih xylene lebih aman daripada benzene. • Perlindungan alat. diperlukan ventilasi yang dipasang pada daerah pernafasan atau respirator. juga toluen (untuk hal khusus yang memerlukan daya penguapan besar).3/12/2008 PROSEDUR SEHAT & AMAN ‹ ‹ ‹ ‹ Seleksi pelarut Æ subsitusi Isolasi dan ventilasi Æ sistem tertutup dan LEV Æ cegah bocoran dan tumpahan Æ ventilasi selalu ada di daerah pelarut termasuk gudang Respirator Æ Bukan untuk rutin Æ air supplied dan air purifying Cegah kontak dengan kulit Æ mekanik Æ Pelindung PROSEDUR AMAN – FLAMMABLE SOLVENT PORTABLE SAFETY CONTAINER BONDING AND GROUNDING WASTE DISPOSAL CONTAINER PENGENDALIAN KEBAKARAN/EKSPLOSIF HOT WORK PERMIT Prosedur pemeliharaan kesehatan dan keselamatan kerja • Pemilihan pelarut Penggantian pelarut yang efek bahaya lebih kecil (VHR). perlindungan yang paling sesuai adalah sarung tangan/pakaian pelindung.1 trikloroethan dengan TLV 350 ppm 8 .

3/12/2008 Contoh: Contoh: Metilen klorida dengan TLV 500 ppm mungkin dapat dianggap lebih aman daripada 1.1 trikloroethan dengan TLV 350 ppm (bila hanya dilihat dari TLV saja). Metilen klorida dengan TLV 500 ppm 1.1.1.1 trikloroethan dengan TLV 350 ppm Sebenarnya yang disebut terakhir adalah lebih aman karena VHR metilen klorida lebih besar (tabel 2-b hal 60 FIH). Ventilasi (lokal) 9 .

3/12/2008 Health and Safety Procedure Addition_Solvent Responsibility of Health and Safety Personnel (Health and Safety Procedure) z „ „ „ „ „ Responsibility of health and safety personnel Solvent selection Enclosure and ventilation Respirators Skin contact and protection z z Some solvents like benzene. and methyl alcohol can be absorbed in amounts sufficient to cause physiological injury. Responsibility of Health and Safety Personnel (Health and Safety Procedure) z Responsibility of Health and Safety Personnel (Health and Safety Procedure) z z z The other major hazard from solvents is contact with the skin. but if gloves are not cared for properly the barrier cream may be the better protection Æ useful for minor contact with a solvent. improper gloves. Contact with the skin occurs through direct immersion. surface contamination. 10 . spilling. Ventilation must be considered for any process utilizing solvents. need for adequate oxygen. carbon tetrachloride. Using mechanical handling devices. splashing. using impermeable protective clothing: face shields. Good personal hygiene. solvent-soaked clothing. and contact with solvent-wet objects. Dermatitis is the leading industrial disease. z z Barrier cream have also been used successfully both in conjuction with gloves and without gloves. Even storage requires adequate general ventilation to prevent accumulation and build up of flammable or toxic concentration. Limitations of leakage. The most effective way and often the only way to prevent it is to keep the solvent off the skin. Emergency or back up protection only only. they are not a substitute for gloves gloves. Spills and splashes should be removed immediately with soap and water. Conditions producing concentrations of vapors high enough to be of toxicological significance. This is done by using LEV. z z z Not be used as a regular means of protection against solvents because there are too many limitations. gloves. The first and most effective way of preventing p the solvent out of the breathing g this is to keep zone. Enclosure and Ventilation (Health and Safety Procedure) z z Respirators (Health and Safety Procedure) z z The major portal of entry for solvents into the body is the lungs.

11 . and random air currents. Klinik dan tempat perawatan Pekerja yang mengalami kerusakan pada kulitnya harus segera dikirim ke klinik untuk mendapatkan pertolongan.sabun basa Tujuannya untuk mengurangi kontak langsung antara bahan dengan kulit. Pencegahan (2) Alat perlindungan Seperti: . Pencegahan Ada beberapa cara pencegahan yang dapat dilakukan. Menjaga kebersihan tubuh merupakan salah satu pencegahan terbaik untuk mengurangi kerusakan pada kulit dan sebaliknya jika bekerja memakai pakaian kerja. . yang sering digunakan dan bagi mereka harus ditanamkan pengertian untuk menghindari kontak langsung dengan bahan-bahan tersebut. yaitu: • Kontrol teknik • Pendidikan • Tes penempatan kerja • Klinik dan tempat perawatan Kontrol Teknik Merencanakan proses industri yang sedapat mungkin menghindari/mengurangi kontak langsung pekerja dengan bahanbahan yang digunakan.sepatu boot Test penerapan pekerja Test ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kulit pekerja sehingga dapat disesuaikan dengan lingkungan kerja yang akan dihadapinya.3/12/2008 Housekeeping „ „ Ada Pertanyaan? Is always important Dust on the floor can readily be dispersed to the inplant atmosphere by traffic. sehingga mencegah kesukaran yang lebih parah. vibration.sarung tangan karet .kaca mata .penutup muka .cream pelindung . Pendidikan Para pekerja harus diberi informasi tentang bahan-bahan yang berbahaya bagi kulit.

3/12/2008 Prosedur pemeliharaan kesehatan dan keselamatan kerja Pekerja yang memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja harus mengenal bahwa penggunaan pelarut yang salah dapat merupakan k ancaman utama t terhadap t h d kesehatan. 12 .

3/12/2008 13 .

Chemical yang digunakan : Campuran H2SO4.Wet Process) tepatnya tanggal 20 Feb 07 jam 11.05. Mengapa bisa terjadi ledakan sedahsyat itu (barangkali yang perusahaannya disekitar Rancaekek mendengarnya. Peroksida adalah salah satu oksidator kuat. dalam suasana asam dia akan mengoksidasi apa aja. mirip seperti bunyi bom) kenapa bisa terjadi ledakan. H2O2 dan H2O plus aditif. bahkan di limbah bisa menurunkan nilai COD.3/12/2008 No protection from toxic fume Mii ll h i l d t Case… „ „ „ Tgl 21 Feb 07. jika dia bertemu dengan reduktor yang sama-sama kuat maka bisa terjadi reaksi redox yang eksoterm. Satu korban meninggal dunia. Perusahaan tempat saya bekerja terjadi ledakan disalah satu mesin-nya (OSP Machine . „ „ 14 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful