Anda di halaman 1dari 19

MENARA DISTILASI Menara distilasi merupakan salah satu kolom yang banyak dipergunakan dalam industri seperti pada

kilang minyak umpamanya. Diketahui minyak mentah (crude oil) yang berasal dari perut bumi mempunyai kandungan bermacam-macam senyawa. Guna memisahkan atau mendapatkan masing masing senyawa dengan kemurnian tinggi seperti minyak tanah, nafta, premium, solar dan sebagainya, maka dilakukan proses pemisahan yang terutama berdasarkan pada proses distilasi. Untuk jelasnya sebelum menginjak pada pembahasan perancangan menara distilasi, berikut sekelumit know-how proses ditilasi. Dasar proses distilasi yaitu mekanisme pemisahan dua atau lebih komponen yang berbaur menjadi komponen yang terpisah berdasarkan perbedaan titik didih masing-masing komponen. Secara skala kecil atau skala laboratorium proses distilasi dapat diilustrasikan sebagai berikut.

komponen cairan A dan B bercampur dalam satu wadah

Komponen A menguap kemudian mengembun dan ditampung

Pertama suatu cairan terdiri atas dua komponen A dan B yang tercampur secara homogen. Tujuannya cairan A dipisahkan dengan cairan B. Disini cairan A mempunyai titik didih lebih rendah dibandingkan cairan B. Begitu wadah dipanaskan , secara perlahan cairan A akan menguap kermudian mengalami pendinginan dalam pipa sehingga mengembun dan ditampung. Maka pada wadah semula hanya ada cairan B dan di wadah yang lain terdapat cairan A saja. Dalam skala besar (skala industri) proses distilasi menjadi lebih rumit karena tidak hanya menyangkut jumlah atau volume bahan yang sangat besar namun juga cairan yang didistilasi mengandung banyak komponen dimana beberapa komponen mempunyai titik didih yang berdekatan sehingga realtif sulit dipisahkan Menara distilasi atau kolom distilasi (distillation columns) ada yang beroperasi secara batch , namun kebanyakan beroperasi secara sinambung. Proses

batch bercirikan proses yang patah-patah artinya tidak kontinyu. Contohnya seperti pada distilasi skala kecil (skala laboratorium) diatas. Lain halnya prose kontinyu (sinambung) dimana selama proses, umpan dimasukkan secara terus-menerus dan produk hasil juga terusmenerus dipungut. Proses produksi berlangsung 24 jam per hari, 7 hari perminggu, terus berbulan-bulan sampai pada jadwal perawatan alat atau berhenti karena ada kerusakan. Menara distilasi jenis yang kontinyu mempunyai beberapa tipe yang tergantung pada: Jumlah bahan yang diproses : binary column dan multicomponent column. Jumlah produk yang dihasilkan: single product column atau multi product column. Posisi umpan ekstra: extractive distillation dan azeotropic distillation. Jenis alat didalam kolom: tray column dan packed column.

Secara umum perangkat distilasi tidak hanya terdiri atas menara atau kolom saja namun dilengkapi dengan peralatan tambahan. Berikut sketsa unit distilasi dengan umpan tunggal ( single feed) dan dua arus produk untuk jenis tray column. Unit distilasi dengan umpan tunggal

Umpan cairan (feed) yang terdiri atas campuran komonen A dan B masuk pada titik sekitar tengah menara. Bagian diatas umpan masuk disebut zona enriching (pengayaan) sedangkan dibawahnya disebut zona stripping (penipisan). Cairan akan menuju bawah dan terkumpul di bagian bawah reboiler. Reboiler berfungsi menguapkan cairan tersebut dengan media pemanas uap panas ( steam). Uap dari reboiler menuju ke menara dan berjalan keatas untuk kemudian diembunkan

dengan condensor. Selanjutnya cairan ditampung dalam reflux drum, namun sebagian cairan dikembalikan ke menara sebagai reflux. Hasil puncak disebut juga destilat diambil sebagai produk A yang relatif murni. Sedangkan hasil dasar yang keluar dari reboiler biasa disebut bottom juga diambil sebagai produk B yang realtif murni. Adapaun garis titik-titik yang ada pada kolom disebut tray. Jenis tray sebenarnya cukup variatif namun sampai saat ini yang paling banyak dipakai adalah tipe bubble cup tarys dengan bentuk sebagai berikut. Gambar tray (kiri) dan penampang lintang bubble cup (kanan)

Mekanisme kerja menara distilasi jenis bubble cup

Perhitungan menara

Desain menara distilasi dalam bentuk drawing atau gambar pada dasarnya merupakan hasil perhitungan yang berakar dari chemical engineering tools (neraca massa, neraca energi/panas, kesetimbangan, proses kecepatan) ditunjang dengan penyelesaian matematis. Parameter utama dalam perancangan menara distilasi adalah: suhu dan tekanan operasi, jumlah tray, jarak antar tray, titik umpan, diameter menara serta bahan konstruksi. a. Mencari Suhu dan tekanan operasi Dalam menentukan suhu dan tekanan operasi data yang perlu diketahui adalah sifat kimia dan fisika masing-masing komponen termasuk kondisi kritisnya, contohnya: Umpan cairan menara distilasi terdiri atas 50% mol propan (C 3H8) dan 50% mol n-butan (n-C4H10) . Hasil puncak mengandung 98% propan dan 2% n-butan, sedangkan hasil dasar adalah 98% n-butan dan 2% propan. Yang perlu dicari adalah kondisi operasi (suhu dan tekanan) pada bagian atas (puncak) dan bawah (dasar). Penyelesaian: Katakan untuk C3H8 sebagai komponen A dan n-C4H10 sebagai komponen B, dan X = mol fraksi komponen pada fasa cair, Y = mol fraksi komponen fasa uap. Hasil puncak: YA = 0,98 , YB = 0,02 Hasil dasar XA = 0,02 , XB = 0,98 Dari tabel Critical Constant and Acentric of Inorganic and Organic Compound (Perrys Chemical Engineers Hand Book) diperoleh suhu kritis kedua komponen: C3H8 = 369,83 oK = 97 oC n-C4H10 = 425,12 oK = 152 oC dari data suhu kritis secara logika dapat dipakai pendingin air pada kondensor. Air pendingin keluar dari cooling tower adalah 35 oC (95 o F). Selanjutnya dilakukan metode trial and error (coba-coba), disini dicoba dengan suhu T= 120 oF ( t = 120 oF 95 oF = 25 oF = 14 oC). Selanjutnya dicari besaran tekanan (p) dengan hukum Raoult : p = XAPoA + XBPoB = 0,98 (260) + 0,02 (80) = 257 psia. PoA dan PoB dicari dari grafik Vapor pressure as function of temperature yaitu tekanan uap masing-masing komponen pada 120 oF. Berikutnya harus dicari harga konstanta kestimbangan ( K = Y / X ) masing-masing komponen pada T= 120 oF dan p = 257 psia (dari data Volatility equlibrium distribution ratios) dan dilanjutkan mencari harga X = Y / K yang dituangkan dalam tabel berikut: Komponen mol fraksi, Y Y/K C3H8 0,98 n-C4H10 0,02 K (120 oF , 257 psia) 1, 03 0,36
-----------------

X= 0,9515 0,0556

1,0071

Trial suhu menjadi benar manakala harga X sama dengan atau mendekati satu ( X= 1,0071 dianggap = 1). Berarti kondisi operasi menara bagian puncak : T= 120 oF, P = 257 psia. Tekanan sebesar 257 psia ( sekitar 17, 5 atm) adalah cukup tinggi, maka tekanan didalam menara seluruh menara dianggap sama. Mencari kondisi operasi menara bagian dasar adalah dengan mencoba suhu T= 230 oF. Dengan cara yang mirip maka dibuat tabel sebagai berikut. Komponen mol fraksi, X X C3H8 0,02 n-C4H10 0,98 K (230 oF , 257 psia) 2,20 0,99 0,044 0,970
-----------------

Y= K

1,014 Jadi kondisi operasi menara bagian dasar (bottom) : T = 230 oF P= 257 psia. b.Menghitung jumlah tray Terdapat beberapa metode perhitungan jumlah tray ( plate) dalam menara, salah satunya adalah metode Fenskey-Underwood yang akan dijabarkan di bawah. Menghitung jumlah tray dan menentukan letak umpan dari suatu menara distilasi dengan umpan yang mempunyai komposisi C 5H12 (pentan)= 50% , C6H14 (hexan) = 40% dan C7H16= 10% mol. Ditentukan angka Reflux (R)= 4. Target operasional adalah hasil puncak 0,5% hexan namun sama sekali bebas dari heptan, hasil bawah (bottom) hanya mengandung 0,5 % pentan . Penyelesaian:

Diambil sebagai basis adalah umpan sebesar F= 100 mol

Neraca massa total : F=D+B 100 = D + B D = 100 B ...................................................................................................(1) Neraca massa komponen: C5H12 : 0,5 F = 0,995 D + 0,005 B Substitusi persamaan (1), maka: C5H12 : 0,5 (100) = 0,995 (100 B) + 0,005 B Diperoleh B = 50 dan D = 100 50 = 50 Neraca massa komponen: C6H14 : 0,4 F = 0,005 D + XB6 B 0,4 ( 100) = 0,005 (50) + XB6 (50) XB6 = 0,795 Neraca massa komponen: C7H16 : 0,1 F = XB7 B 0,1 (100) = XB7 50 XB7 = 0,2 Dengan demikian komposisi masing-masing arus adalah:

Dilakukan metode trial and error suhu dan tekanan pada arus puncak: Coba suhu 160 oF , tekanan= 50 psia Komponen mol, X=Y / K C5H12 C6H14` C7H16 fraksi mol, Y 0,995 0,005 0 K ( 160 oF 50 psia) 1,00 0,43 0,11 0,995 0,011 0 ----------1,006 fraksi

Komponen kunci pada puncak (destlate) adalah C5H12 dan C6H14, maka: K C5H12 1,00 = ------------ = -------- = 2,326 puncak K C6H14 0,43

Kemudian pada arus bawah (bottom) dicoba suhu 250 oF, tekanan = 50 psia. Komponen Y= K X C5H12 C6H14` C7H16 fraksi mol, X 0,005 0,795 0,200 K ( 250 2,60 1,10 0,61
o

F 50 psia)

fraksi mol,

0,013 0,875 0,122 ----------1,01

dasar

K C5H12 2,60 = ------------ = -------- = 2,364 K C6H14 1,1 = puncak dasar

(2,326) (2,364)

= 2, 345

Xlk ------Xlk F Dari grafik

0,5 = -------- = 1,25 0,4 Xlk -------- VS Xhk F

dengan

diperoleh harga

= 1,34

Selanjutnya digunakan persamaan: Rmin XD ( 2, 345) (0,995) + 1 = ---------------- = ----------------------- = 2,05

Rmin ( 2, 345) (0,995) + 1 = ----------------------2,345 1,34

2,345 1,34

Rmin = 1, 322 Kemudian dicari harga:

Rmin 1,322 ------------- = -------------- = 0,569 Rmin + 1 1,322 + 1 R 4 ------------- = -------------- = 0,8 R+1 4+1 Nmin Dengan grafik korelasi Erbar-Maddox diperoleh harga 0,82 N teo Dicari harga N min: log N min = log Xlk ---------Xhk D Xlk --------Xhk B -----------=

--------------------------------------------------------------------------

log

0,995 ---------0,005 log

0,795 --------0,005

N min = ----------------------------------------------------------------

log 31.641 N min = ------------------ = 12 log 2,345 Nmin Di atas telah diperoleh harga ----------- = 0,82 N teo Nmin 12 Maka N teo = ----------- = ----------= 14,6 0,82 0,82 Pada umumnya effisiensi jumlah tray diambil 70% , maka jumlah tray didalam menara 14,6 distilasi, N = --------= 20,8 tray (dibulatkan 21 tray). 0,7

Perhitungan lain tentang komponen menara sebenarnya masih cukup banyak antara lain meliputi jarak antar tray (tray spacing), liquid seal dan seterusnya. c. Menghitung diameter menara Diketahui bahwa didalam menara terdapat dua fasa yaitu uap dan cairan yang masing-masing bergerak dengan kecepatan tertentu. Kecepatan aliran uap merupakan variabel penting dalam perancangan diamater. Berikut contoh perhitungan diameter menara distilasi dengan data seperti dibawah. Variabel Puncak menara Dasar menara Kecepatan uap 270 lbmol/jam 280 lbmol/jam Berat molekul uap 100 lb/lbmol 110 lb/lbmol Suhu 160 oF 250 oF Tekanan 50 psia (3,4 atm) 55 psia (3,7 atm) 3 Berat jenis cairan ( 44 lb/ft 42 lb/ft3 L) Tray spacing : 24 in, liquid seal = 2 in. Penyelesaian: Area puncak menara: BM x T std x Pact 70 x 492 x 3,4 G = -------------------------- = ------------------------ = 0,526 lb/ft 3 V std x Tact x Pstd 359 x 620 x 1,0 Dari grafik tary spacing vs K dengan tray spacing , t= 24 in dan liquid seal hs= 2 in diperoleh harga K= 0,16 Kecepatan aliran uap :

Vmin = K

G -----------------L

G 44 0,526 ------------------0,526

= 0,16

V min = 1,46 ft/detik Pada umumnya V= 0,7 V min , sehingga V = (0,7) (1,46) = 1,02 ft/det.

Diketahui bahwa kecepatan Q = penampang lingkaran = ----- D 4


2

V x A

, dimana A

luas

, maka

Q (270 lbmol/jam) (100 lb/lbmol) (1 jam) A = ---------------- = ---------------------------------------------------- = 7,36 ft 2 xV (0,526 lb/ft3) (1,94 ft/det) (3600 det) 3,14 = ----- D 4 D = 3,06 ft 7,36 ft
2 2

Area dasar menara: BM x T std x Pact 110 x 492 x 3,7 G = -------------------------- = ------------------------ = 0,786 lb/ft 3 V std x Tact x Pstd 359 x 710 x 1,0 Dari grafik tary spacing vs K , dengan tray spacing , t= 24 in dan liquid seal hs= 2 in diperoleh harga K= 0,16 Kecepatan aliran uap : Vmin=K G --------------L

G 42 0,786 ------------------0,786

= 0,16

V min = 1,16 ft/detik Pada umumnya V= 0,7 Vm, sehingga V= (0,7) (1,16 ft/det) = 0,81 ft/det. Diketahui bahwa kecepatan Q = x V x A , dimana A lus penampang lingkaran = ----- D 4
2

, maka

Q (280 lbmol/jam) (110 lb/lbmol) (1 jam) A = ---------------- = ---------------------------------------------------- = 13,44 ft 2 xV (0,786 lb/ft3) (0,81 ft/det) (3600 det)

3,14 13,44 ft = ----- D 4


2

D = 4,1 ft (dibulatkan 4 ft). Diameter menara antara atas dan bawah tidak sama, untuk itu dipilih diameter yang paling besar sehingga diameter menara adalah 4 ft. d. Desain Mekanik Data-data yang diperlukan guna perhitungan konstruksi menara distilasi adalah sebagai berikut : Diameter luar menara = 4 ft Tinggi menara (garis tangen) = 44 ft Tekanan dianggap sama dalam seluruh menara = 55 psig Suhu operasi = 250oF Bahan shell adalah SA 283 grade C Tinggi skirt =10 ft Jumlah tray= 21 Jarak antar tray (tray spacing) = 24 in Corrosion allowance= 1/8 in Overhead vapor line= 12 in Tebal isolator= 3 in Densitas isolator= 40 lb/ft3 Tipe double welded joint Berat ladder = 25 lb/ft Berat 12 in schedule 30 pipe= 43,8 lb/ft Perhitungan desain mekanik didasarkan pada perhitungan dan data empiris yang disarikan dari buku Process Equipment Design karangan Brownell and Young. Perhitungan desain mekanik meliputi: menghitung tebal shell, menghitung tebal top head, Menghitung berat top head, menghitung axial stress dalam shell, menghitung berat tray dan cairan Menghitung tebal shell (kulit/ dinding menara) Tebal shell dicari dengan persamaan: Pro t s = ------------------- + c SE + 0,4 P Dimana P adalah tekanan operasi = 55 lb/in 3 , ro adalah jari-jari menara = 0,5 x 4 ft = 2 ft , S adalah allowable stress = 12.650 lb/in 3 ( dari tabel Maximun Allowable Stress in Tension for carbon and low-alloy Steels) , E adalah efisiensi sambungan las = 80% (dari tabel Maximum Allowable Efficiencies for Arc and Gas welded joint) dan c adalah corrosiom allowance = 1/8 in sehingga:

(55) (24) t s = -------------------------------------- + 1/8 = 0, 26 in (12.650) (0,8) + (0,4) (55) Maka digunakan ketebalan 5/16 in untuk shell. Menghitung tebal top head (tutup atas) Digunakan persamaan : 0.885 P rc t h = ------------------- + c f E - 0,1 P (0.885) (55) (48) t h = ------------------------------------- + 1/8 = 0,356 (12.650) (0,8) - (0,1) (55) Maka dipakai head dengan tebal 3/8 in. Menghitung berat top head (torispherical dished head) Terlebih dahulu dicari blank diameter head: D blank = Do + Do/24 + 2 sf + 2/3 icr Do adalah diameter dalam= 4 ft x 12 in/ft= 48 in, sf dicari dari tabel Typical Standard Straight Flange for ASME Code Flanged and Dished Heads untuk t = 3/8 diperoleh sf = 3 in, sedang dengan tabel Dimension of ASME Code Flange and Dished Heads untk D o = 48 in dan t = 3/8 in diperoleh harga icr = 3, sehingga: D blank = 48 + 48/24 + (2) (3) + (2/3) (3) = 58 in. Berat top head: W = ----- D2 t 4
h

------1728

3,14 490 W = ------- (58)2 (3/8) --------- = 281 lb 4 1728

Menghitung axial stress dalam shell f P Di = --------------4 (t s c)

ap

Dimana Di adalah diameter dalam = Do - ts = 48 3/8 = 47,63 in f (55) (47,63) = ---------------------= 3.493 lb/in2 4 (5/16 1/8)

ap

Perhitungan berat (dead weight) shell dan isolasi f dead weight shell = 3,4 X lb, dimana X tertentu (yang dicari). f ins X t ins = ----------------------dead weight isolasi 144 (t s c) (40) ( X ) (3) = ----------------------= 4,4 X lb dead weight isolasi 144 (5/16 1/8) adalah jarak dari atas ke titik

Selanjutnya disusun: Berat top head Berat ladder = 281 = 25 X

Berat 12 in schedule 30 pipe= 43,8 X lb Berat isolasi pipa: /4 [ (1,5)2 (1,0)2 ] 40 X = 39,3 X lb ---------------------------------------------------------- W = ( 281 + 108,1 X ) lb f W = ----------------- Do (t s c) ( 281 + 108,1 X )

dead weight attachment

= ------------------------------(3,.14) ( 48) (5/16 1/8) f


dead weight attachment

= 9,94 + 3,83 X

Menghitung berat tray dan cairan X4 X n = ( ---------- + 1) = ---- - 1 2 2 f ( X/2 1) (25) (/4) (Do ) = ----------------------------------12 Do (t s c) ( X/2 1) (25) (4) = -------------------------48 (5/16 1/8) 5,5 X - 11,1

dead weight tray + cairan

dead weight tray + cairan

dead weight tray + cairan =

Jadi berat keseluruhan menara: f f f = f dead wt shell + f dead wt isl + f dead wt attc + f dead wt (tray+ cairan) dead weight = 3,4 X + 4,4 X + 9,94 + 3,83 X + 5,5 X - 11,1
dead weight dead weight

(f

dw

) = 17,13 X 7,27

Untuk mengetahui harga X perlu dikonfrontasikan dengan pengaruh tekanan angin dan gempa terhadap menara. Diketahui bahwa tekanan atau kecepatan angin ditiap-tiap daerah berbeda. Hal ini mempengaruhi desain menara terutama pada pemilihan tebal shell. Demikian juga dengan frekuensi gempa yang berbeda antara negara atau daerah satu dengan lainnya. Tebal shell menara ( terutama untyuk menara yang tinggi cukup bervariasi dimana pada bagian yang lebih bawah cenderung mempunyai dinding atau shell yang lebih tebal. e. Perhitungan pengaruh tekanan angin Disini diambil angka kecepatan angin sedikit diatas moderat sekitar 30 lb/ft2 , maka: 15,89 Deff X2 yaitu

WX

= ---------------------Do2 (t s c)

Deff adalah diameter menara + isolator ditambah diamater vapor line + isolator = (48 + 6) + (12 +6) = 72 in (15,89) (72) X2 = -------------------------= 2,65 X2 (48) 2 (5/16 1/8)

WX

Kemudian dicek pada upwind side: f


t (max) =

f WX + f ap - f dw = 2,65 X2 + 3.493 - 17,13 X 7,27 85%,

f t (max) = 2,65 X2 - 17,13 X + 3486 Dengan allowable stress 12.650 psi dan effisiensi sambungan maka: (12.650) ( 0,85) = 2,65 X2 - 17,13 X + 3486 X2 - 6,5X - 2742 = 0

Dicari dengan persamaan a b c diperoleh harga X = 56 ft (lebih dari 44 ft) Dicek pada upwind side: f t (max) = f WX - f ap + f dw 2 = 2,65 X - 3.493 + 17,13 X - 7,27 2 f t (max) = 2,65 X + 17,13 X 3.500 Harga elastic stability adalah: f c = 1,5 x 106 (t s c)/r = 1,5 x 106 (5/16 1/8) / 24 f c = 11.718 psi , maka: 11.718 = 2,65 X2 + 17,13 X 3.500 X2 + 6,5 X 5743 = 0 Diperoleh harga X = 73 ft (lebih dari 44 ft) Oleh karena tingi menara hanya sekitar 44 ft maka digunakan dinding menara atau shell dengan tebal 5/16 in.

f. Pengecekan pengaruh gempa W = f dw Do t s f dw = 13,77 X 0,84 , dengan X = 44 ft maka, f dw = (13,77) (44) 0,84 = 605 W = (605) (3,14) (48) (5/16) = 28.496 28.496 W avg = -------------- = 684 44 Selanjutnya, T = 2,65. 10 5 (H / Do )2 (W Do/ t s) 1/2 5 ( 54 / 4 )2 [(648) ( 4)/ 0,3125)] 1/2 = 2,65. 10 T = 0.44 detik Dimana T= periode getaran, H= Tinggi menara + skirt= 44 + 10 = 54 ft Dari tabel Recommended Coefficient diperoleh c = 0,04/T = 0,04/0,44= 0,09, kemudian: 4 C W X 2 (3 H X) M sx = ---------------------------H2 (4) (0,09) (28.496) (44)2 [(3) (54) 44) M sx = ---------------------------------------------------(54)2 M sx = 803.685 in-lb Tekanan gempa : M sx f sx = ------------------- r 2 (t s c) 803.685 f f
sx = ------------------------------------2

for

various

Seismic

Zone

(3,14) (24)

(5/16 1/8)

sx

= 2.370 psi

Dibandingkan dengan tekanan angin f WX = 2,65 X2 = (2,65) (44) = 5.130 psi , maka pengaruh tekanan angin lebih berperan dari pada pengaruh gempa, sehingga untuk seluruh shell -digunakan tebal 5/16 in, sedangkan untuk top head digunakan tebal 3/8 in. Desain untuk menara yang tinggi diatas 100 ft dapat dipastikan menggunakan ketebalan shell yang bervariasi (makin ke bawah semakin tebal). Kilang minyak banyak menggunakan menara distilasi dalam prosesnya

Sumber : D. Rowell

Contoh menara distilasi

Sumber : Ronny Jaques

Perhitungan desain diatas mungkin terkesan agak rumit. Namun sekarang tugas perancangan amat terbantukan dengan paket paket program komputer sehingga desain dapat dibuat dengan lebih mudah, cepat dan akurat.