Buku Kerja Kepala Sekolah (Kecil)

Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan

? Komplek Kemdiknas, Gedung D Lt. 17

Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat 10270 Telp. (021) 57946110, Fax. (021) 57946110 ? Kampus Pusbang Tendik, Jl. Raya Cinangka Km.19 Bojongsari, Depok 16517 Telp. (021) 7490411, Fax. (021) 7491174 Website: http://tendik.kemdiknas.go.id e-mail: tendik@kemdiknas.go.id

Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan Nasional Tahun 2011

Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan Nasional Tahun 2011

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan Nasional

Sambutan

Diterbitkan oleh : Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Badan PSDMP dan PMP Kementerian Pendidikan Nasional

eberhasilan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas sangat terkait erat dengan keberhasilan peningkatan kompetensi dan profesionalisme Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) tanpa mengabaikan faktor-faktor lainnya seperti sarana dan prasarana serta pembiayaan. Kepala sekolah merupakan salah satu PTK yang posisinya memegang peran sangat signifikan dan strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pendidikan di sekolah. Kegiatan kekepalasekolahan adalah kegiatan dalam menyusun program, melaksanakan program, evaluasi hasil pelaksanaan program, dan melaporkan pelaksanaan program. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru pada pasal 15 ayat 3 menyatakan bahwa guru yang telah memperoleh sertifikat pendidik dapat diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah dengan beban kerja sesuai beban kerja kepala satuan pendidikan. Kepala sekolah profesional adalah kepala sekolah yang melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah meliputi: dimensi kompetensi kepribadian, manajerial, supervisi, kewirausahaan, dan sosial. Selain itu, untuk meningkatkan profesionalisme kepala sekolah maka perlu dilaksanakan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Tujuannya adalah untuk menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks dan untuk lebih mengarahkan sekolah ke arah pencapaian tujuan pendidikan nasional yang efektif, efisien, dan produktif. Mengingat pentingnya peran kepala sekolah dalam memajukan mutu pendidikan nasional sehingga tuntutan dan tanggung jawab yang harus dipikul oleh kepala sekolah menjadi besar. Saya menyambut baik upaya Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan untuk menyusun Buku Kerja Kepala Sekolah. Saya harapkan buku ini dapat dipakai sebagai salah satu pegangan atau acuan bagi kepala sekolah agar dapat meningkatkan kinerjanya dalam melaksanakan tugasnya. Dengan demikian, pada gilirannya mutu pendidikan semakin meningkat. Jakarta, Agustus 2011

K

Alamat : Komplek Kementerian Pendidikan Nasional Gedung D Lantai 17 Jl. Jenderal Sudirman, Pintu I Senayan - Jakarta Telp. 021-57946110 Fax. 021-57946110 Website: http://tendik.kemdiknas.go.id Email: tendik@kemdiknas.go.id Pengarah : Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd. Dr. Abi Sujak, M.Sc. Penanggung Jawab : Drs. Miftah, M.Pd. Drs. Budi Supriyatno, M.Si. Drs. Johan Maulana, M.Pd. Tim Penyusun : Prof. Dr. Husaini Usman Sugiarto, Ph.D. Dra. Sri Handayani, M.M. Drs. Sutirto Drs. Sadar, M.M Drs. HA. Sholeh Dimyathi, MM Drs. Udit, M.M Drs. Sugimin, M.Pd H. Pramono, M.Pd Drs. H. Tajudin Tim Sekretariat : Wining Widiharti, Martono, Ngadimin Otong Kusnadi, M. Noer Solichin Abdul Ghafur, Widya Kersana Darmawan Affandi, Fahrial Hamdi M.Yusuf Wibisono, Ratikun, Nina Utami Nisa Afrilina, Dien Burhanudin, Achmad Fauzi, Prih Yudianto

Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd. NIP. 196202031987031002

i

Kata Pengantar

Daftar Isi

eraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru, Pasal 15 ayat 3 menyatakan bahwa guru yang telah bersertifikat profesi dapat diangkat menjadi kepala satuan pendidikan dengan beban kerja satuan pendidikan. Implementasi tugas tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah, Pasal 12 yang secara garis besar dapat dirangkum dalam tiga aspek yaitu: usaha pengembangan sekolah/madrasah, peningkatan kualitas sekolah/madrasah berdasarkan 8 (delapan) standar nasional pendidikan, dan usaha pengembangan profesionalisme sebagai kepala sekolah/madrasah. Untuk melaksanakan kegiatan tersebut, maka Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan menyusun buku ini sebagai pedoman/acuan bagi kepala sekolah. Pengalaman sejumlah sekolah yang termuat dalam buku ini mungkin belum yang terbaik, namun bisa menjadi best practices yang menjadi acuan tambahan dalam mengembangkan manajemen sekolah di tanah air. Saya berharap buku ini bisa menumbuhkan inspirasi bagi para pendidik dan tenaga kependidikan yang merupakan ujung tombak peningkatan mutu pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan nasional. Dalam kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih atas peran aktif semua pihak yang telah memberikan kontribusi dalam penyusunan buku ini.

P

Kata Sambutan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Kata Pengantar . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Daftar Isi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Daftar Lampiran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

i ii iii iv

Bab I

Pendahuluan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . A. Latar Belakang . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . B. Tujuan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . C. Manfaat . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . D. Dasar Hukum . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . E. Ruang Lingkup . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Kepala Sekolah Profesional . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . A. Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin Profesional. . . . . . . . . . . . . . . . . B. Ciri-ciri Kepala Sekolah Profesional . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . C. Peranan Kepemimpinan Kepala Sekolah Profesional . . . . . . . . . . . .

1 1 2 2 2 3 4 4 5 5

Bab II

Bab III Tugas Pokok dan Fungsi Kepala Sekolah. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 7 A. Perencanaan Program. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 7 B. Pelaksanaan Rencana Kerja . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 7 C. Pengawasan dan Evaluasi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 8 D. Kepemimpinan Sekolah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 8 E. Sistem Informasi Manajemen . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 10

Jakarta, Agustus 2011 Kepala Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan,

Dr. Abi Sujak, M.Sc. NIP. 196210111986011001

Bab IV Tahapan Kegiatan Kepala Sekolah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . A. Merencanakan Program . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . B. Melaksanakan Rencana Kerja . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . C. Melaksanakan Pengawasan dan Evaluasi. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . D. Menjalankan Kepemimpinan Sekolah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . E. Menerapkan Sistem Informasi Sekolah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

12 12 14 27 30 31

ii

iii

BAB

I
Daftar Lampiran

HAL : Lampiran 1 Contoh Visi, Misi, dan Tujuan Sekolah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 2 Contoh Format Rencana Kerja Jangka Menengah, Rencana Kerja Tahunan, Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah, Program Prioritas. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 3 Contoh Struktur Organisasi Sekolah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 4 Contoh Kelengkapan Administrasi Kepala Sekolah . . . . . . . . . . Lampiran 5 Contoh Petunjuk Teknis Pengembangan Diri Peserta Didik. . . . . Lampiran 6 Contoh Kalender Pendidikan Sekolah. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 7 Perencanaan Program Induksi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 8 Contoh Pedoman Kerja Sekolah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 9 Kode Etik Guru Indonesia. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 10 Contoh Sistematika Pengembangan KTSP . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 11 Contoh Format Program Supervisi dan Evaluasi Kinerja . . . . . . . Lampiran 12 Contoh Analisis Kebutuhan Tenaga Pendidik dan Kependidikan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 35

Pendahuluan
A. Latar Belakang
Penerapan standar nasional pendidikan merupakan serangkaian proses untuk memenuhi tuntutan mutu pendidikan nasional. Pelaksanaannya diatur secara bertahap, terencana, terarah, dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global. Dalam proses pemenuhan standar tersebut diperlukan indikator. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan telah menetapkan delapan standar nasional pendidikan, yaitu standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Standar-standar tersebut merupakan acuan dan kriteria dalam menetapkan keberhasilan penyelenggaraan pendidikan. Salah satu standar yang penting dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah adalah standar pendidik dan tenaga kependidikan. Kepala sekolah merupakan salah satu tenaga kependidikan yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pendidikan di sekolah. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 Pasal 12 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah menyatakan bahwa guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah dinilai kinerjanya secara berkala setiap tahun dan secara kumulatif selama 4 tahun yang akan dijadikan dasar bagi promosi atau demosi yang bersangkutan. Penilaian kinerja tersebut dilakukan berdasarkan implementasi tugas pokok dan fungsi (tupoksi) sebagai kepala sekolah/madrasah. Oleh karena itu, dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya, kepala sekolah/madrasah perlu diberikan buku kerja sebagai acuan/pedoman sehingga pelaksanaan tupoksi tersebut dapat efektif, efisien, dan produktif.

36 45 49 69 78 80 82 87 88 95 96

Lampiran 13 Contoh MoU Kemitraan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 100 Lampiran 14 Contoh Pedoman Akademik . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 105 Lampiran 15 Contoh Penulusuran Alumni/Tamatan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 106 Lampiran 16 Contoh Format Pendayagunaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 109 Lampiran 17 Contoh Kode Etik Warga Sekolah. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 110 Lampiran 18 Contoh Tata Tertib Peserta Didik. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 111 Lampiran 19 Contoh Format Laporan Bulan Kepala Sekolah . . . . . . . . . . . . . 114 Lampiran 20 Manajemen Sekolah dalam Foto . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 117

iv

1

BAB
Berdasarkan uraian di atas, Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Kementerian Pendidikan Nasional memberikan perhatian terhadap peningkatan kinerja kepala sekolah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan melalui penerbitan Buku Kerja Kepala Sekolah. Buku ini diharapkan dapat dipakai sebagai salah satu acuan/pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya. 7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2009 tentang Beban Kerja Guru dan Pengawas. 8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2010 tentang Program Induksi bagi Guru Pemula. 9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah.

1

E. Ruang Lingkup B. Tujuan
Buku Kerja Kepala Sekolah disusun untuk menjadi: 1. acuan/pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tupoksinya sehari-hari; dan 2. acuan/pedoman bagi pengawas sekolah dan dinas pendidikan dalam melakukan pembinaan dan penilaian kepala sekolah. Ruang lingkup Buku Kerja Kepala Sekolah ini meliputi: (1) pengertian kepala sekolah profesional, (2) tupoksi kepala sekolah, dan (3) tahapan kegiatan kepala sekolah.

C. Manfaat
Buku Kerja Kepala Sekolah ini diharapkan dapat: 1. memudahkan kepala sekolah dalam melaksanakan tupoksinya secara rinci; dan 2. membantu kepala sekolah dalam meningkatkan kinerjanya.

D. Dasar Hukum
Dasar hukum penyusunan Buku Kerja Kepala Sekolah adalah sebagai berikut: 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. 4. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. 5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah. 6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2000 tentang Standar Pengelolaan Satuan Pendidikan.

2

3

Linguistik. Pasal 1. dan dinamika sekolah memiliki peranan yang sangat penting dalam peningkatan motivasi belajar. 4. Ciri-ciri Kepala Sekolah Profesional Seorang kepala sekolah profesional antara lain memiliki: 1. Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI). kompetensi yang tinggi. berusaha mencapai tujuan dengan target-target yang ditetapkan secara rasional. memiliki motivasi yang kuat untuk mencapai keberhasilan dengan standar kualitas yang tinggi. Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK). kemampuan untuk berpikir strategis (strategic thinking). 2. Visual/Spasial. dan 11. 6. komitmen yang kuat. 3. harapan yang tinggi (high expectation). Intrapersonal). 5. C. Bab I Ketentuan Umum. 9. menjadi agen perubahan. memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat dikategorikan ahli pada suatu bidang. Naturalis. memiliki lembaga profesi. suasana. 10. Sistem Penjaminan mutu pendidikan merupakan standar mutu pendidikan yang harus diwujudkan oleh semua warga sekolah agar proses belajar mengajar dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas. serta kemampuannya mengendalikan pengelolaan sekolah untuk menciptakan proses belajar mengajar. Sebagaimana dinyatakan oleh Gardner bahwa peserta didik memiliki 8 kecerdasan (Fisik. 5. A. memiliki kode etik. integritas yang tinggi. Taman Kanak-Kanak Luar Biasa (TKLB). kepala sekolah memiliki tanggung jawab sepenuhnya untuk mengembangkan seluruh sumber daya sekolah. 4. memiliki kejujuran dan integritas pribadi. Sebagai pemimpin pendidikan di sekolah. 8. 2. dan 11. 8. 9. Di samping itu. standar kualitas kerja yang tinggi. etika kepemimpinan yang luhur (menjadi teladan). Kepala Sekolah diharapkan melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai manajer dan leader. menyatakan bahwa kepala sekolah adalah guru yang diberi tugas tambahan untuk memimpin Taman Kanak. Musikal. 3. maka meningkat pula tuntutan terhadap kinerja kepala sekolah . Iklim.BAB II B. 4 5 . Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs). memiliki pandangan jauh ke depan (visionary). mendedikasikan sebagian besar waktunya untuk bekerja di bidangnya. Efektivitas kepemimpinan kepala sekolah tergantung kepada kemampuan bekerjasama dengan seluruh warga sekolah. Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMK/MA). mencintai dan memiliki sikap positif terhadap profesinya yang antara lain tercermin dalam perilaku profesionalnya dan respons orang-orang yang berkaitan dengan profesi/ pekerjaannya. motivasi yang kuat untuk mencapai tujuan. kecintaan terhadap profesinya.Kanak/Raudhotul Athfal (TK/RA). Kepala Sekolah Profesional Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah. kejujuran. 7. atau Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) yang bukan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) atau yang tidak dikembangkan menjadi Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB). memiliki standar yang tinggi dalam bekerja. 6. Peranan Kepemimpinan Kepala Sekolah Profesional Sejalan dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap akuntabilitas sekolah. 10. Matematis /Logis. Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin Profesional Seorang kepala sekolah disebut profesional apabila: 1. Interpersonal. 7. Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB). kerjasama sehingga masing-masing peserta didik memiliki kesempatan yang optimal untuk mengembangkan potensi dirinya. memiliki pandangan jauh ke depan (visionary).

menetapkan. Menyusun pedoman kerja. menetapkan. peningkatan kualitas sekolah/madrasah berdasarkan 8 (delapan) standar nasional pendidikan selama di bawah kepemimpinan yang bersangkutan. (5) sistem informasi sekolah. 4. Menyusun struktur organisasi sekolah. dan mengembangkan visi sekolah. dan mengembangkan tujuan sekolah. Sarana dan Prasarana. Merumuskan. 1. tupoksi kepala sekolah mengacu pada tiga (3) butir di atas. Informasi) Na k Se st em sio Mu Pe na tu nja l P (8 m en Sta ina di nd n di ka ar n) Si A. menetapkan. dan c. dan mengembangkan misi sekolah. B. ol ah Manajemen Sekolah Sumber Daya (Manusia. 3.BAB Peranan penting kepemimpinan kepala sekolah ini sebagaimana dalam gambar berikut : III Peserta Didik Proses Belajar Mengajar Lulusan Tugas Pokok dan Fungsi Kepala Sekolah Permendiknas Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah. 5. (2) pelaksanaan rencana kerja. Oleh sebab itu. (3) pengawasan dan evaluasi. Membuat Rencana Kerja Sekolah (RKS) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). Kepemimpinan Kepala sekolah Ik a lim n mik a d na Di . meliputi (1) perencanaan program. 6 7 . b. Membuat perencanaan program induksi.S ua s a an . (4) kepemimpinan sekolah. usaha pengembangan sekolah/madrasah yang dilakukan selama menjabat kepala sekolah/madrasah. Perencanaan Program Merumuskan. Pasal 12 ayat (4) menyatakan bahwa penilaian kinerja kepala sekolah meliputi: a. 2. Merumuskan. Tupoksi kepala sekolah juga harus mengacu pada Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang standar pengelolaan sekolah. Pelaksanaan Rencana Kerja 1. usaha pengembangan profesionalisme sebagai kepala sekolah/madrasah. 2. Penilaian kinerja kepala sekolah dilaksanakan berdasarkan tupoksinya.

4. 12. 12. 24. dan efektif. melakukan pembinaan prestasi unggulan. jika pada satuan pendidikan yang dipimpinnya tidak terdapat guru yang memenuhi kriteria sebagai pembimbing. 7. C. memantau secara reguler proses pembimbingan dan perkembangan guru pemula. d. melibatkan guru. Menyusun KTSP. 21. Supervisi dan Evaluasi 16. dan mempertahankan lingkungan sekolah/madrasah dan program pembelajaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik dan pertumbuhan profesional para guru dan tenaga kependidikan. melaksanakan kegiatan ekstra dan kokurikuler untuk para peserta didik. membuat rencana kerja strategis dan rencana kerja tahunan untuk pelaksanaan peningkatan mutu. menjabarkan visi ke dalam misi target mutu. 25. komite sekolah dalam pengambilan keputusan penting sekolah/madrasah. memberikan layanan konseling kepada peserta didik. Menyusun pengelolaan kesiswaan yang meliputi: a. mendelegasikan sebagian tugas dan kewenangan kepada wakil kepala sekolah sesuai dengan bidangnya. 1. 9. 7. menjaga dan meningkatkan motivasi kerja pendidik dan tenaga 20. Mengelola keuangan dan pembiayaan.3. Melaksanakan program induksi. dan komite sekolah/madrasah menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang beragam. serta memanfaatkan hasil supervisi untuk meningkatkan kinerja sekolah/madrasah. memberi contoh/teladan/tindakan yang bertanggung jawab. Menyiapkan kelengkapan akreditasi sekolah. 8. dan memobilisasi sumber daya masyarakat. bertanggung jawab dalam membuat keputusan anggaran sekolah/madrasah. Melaksanakan program supervisi. 11. menunjuk pembimbing dari guru yang dianggap layak (profesional) membuat surat keputusan pengangkatan guru menjadi pembimbing bagi guru pemula. pengambilan keputusan tersebut harus melibatkan penyelenggara sekolah/madrasah. memfasilitasi pengembangan. silabus. efisien. 4. 18. Mengelola budaya dan lingkungan sekolah. kekuatan. 5. 11. menyiapkan Buku Pendoman Pelaksanaan Program Induksi di sekolah dan dokumen terkait seperti KTSP. 13. 14. kependidikan dengan menggunakan sistem pemberian penghargaan atas prestasi dan sangsi atas pelanggaran peraturan dan kode etik. menganalisis tantangan. 2. peraturan dan tata tertib sekolah baik bagi guru maupun bagi siswa. 22. 3. 23. penyebarluasan. D. berkomunikasi untuk menciptakan dukungan intensif dari orang tua peserta didik dan masyarakat. 1. dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya. Dalam hal sekolah/madrasah swasta. 5. melaksanakan dan merumuskan program supervisi. menjamin manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah/madrasah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman. memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga. bertanggung jawab atas perencanaan partisipatif mengenai pelaksanaan kurikulum. membantu. 26. c. Mengelola sarana dan prasarana. 10. prosedur keamanan sekolah. 19. 10. 5. Memberdayakan peran serta masyarakat dan kemitraan sekolah. Menyusun jadwal pelaksanaan kegiatan sekolah per semester dan Tahunan. 2. 15. menjadi pembimbing. dan kegiatan pembelajaran. melakukan analisis kebutuhan guru pemula. melakukan pelacakan terhadap alumni. menjalin kerja sama dengan orang tua peserta didik dan masyarakat. Melaksanakan Evaluasi Diri Sekolah (EDS) Melaksanakan evaluasi dan pengembangan KTSP Mengevaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan. prosedur-prosedur P3K. membina. merencanakan pelaksanaan Program Induksi Guru Pemula (PIGP) di Sekolah/ Madrasah. dan pelaksanaan visi pembelajaran yang dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah/madrasah. sehat. mengajukan pembimbing dari satuan pendidikan lain kepada dinas pendidikan terkait jika tidak memiliki pembimbing dan kepala sekolah/ madrasah tidak dapat menjadi pembimbing. 17. dan kelemahan sekolah/madrasah. 9. Kepemimpinan Sekolah Kepala sekolah melaksanakan tugas kepemimpinan sebagai berikut. kalender pendidikan. Membimbing guru pemula. melaksanakan penerimaan peserta didik baru. 8 9 . 3. merumuskan tujuan dan target mutu yang akan dicapai. e. profesi. 8. 6. peluang. menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif bagi peserta didik. 6. Mengelola pendidik dan tenaga kependidikan. 4. b.

mendelegasikan sebagian tugas dan kewenangan kepada wakil kepala sekolah sesuai dengan bidangnya. yang dibuktikan dengan adanya nota kesepahaman (MoU). pengawas sekolah/ madrasah. penyebarluasan. Sistem Informasi Sekolah Kepala sekolah. menimbulkan rasa nyaman dalam bekerja dan belajar. agar implementasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) berbasis TIK lebih efektif. memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga. 7. 29. memantau kinerja guru pembimbing dalam melakukan pembimbingan. dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya. 2. menjalinan kerjasama dengan pihak lain. profesi. melakukan penguatan kerjasama dengan membangun jaringan yang lebih luas dengan berbagai pihak baik di dalam maupun di luar negeri. 9. memberi contoh/teladan/tindakan yang bertanggung jawab. dan mempertahankan lingkungan sekolah/madrasah dan program pembelajaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik dan pertumbuhan profesional para guru dan tenaga kependidikan. membina. dan memobilisasi sumber daya masyarakat. dan komite sekolah/madrasah menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang beragam. memberi penilaian kinerja kepada guru pemula. membantu. penguatan manajemen sekolah dengan melakukan restrukturisasi dan reorganisasi intern sekolah apabila dipandang perlu (tanpa mengubah atau bertentangan dengan peraturan yang ada) sebagai bentuk pengembangan dan pemberdayaan potensi sekolah. sehat. dan efektif. menyusun Laporan Hasil Penilaian Kinerja untuk disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan dengan mempertimbangkan masukan dan saran dari pembimbing. dalam sistem informasi sekolah perlu: 1. melakukan penguatan input sekolah dengan melengkapi berbagai fasilitas (perangkat keras dan lunak) manajemen sekolah. 31. dan menumbuhkan kedisiplinan tinggi. menjalin kerja sama dengan orang tua peserta didik dan masyarakat. dan pelaksanaan visi pembelajaran yang dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah/madrasah. 37. didukung oleh penerapan TIK dalam manajemen sekolah. 32. efisien. melakukan observasi kegiatan mengajar yang dilakukan guru pemula dan memberikan masukan untuk perbaikan. 35. 5. dan memiliki tingkat sustainabilitas tinggi.27. didukung oleh kepemimpinan/manajerial yang kuat. menjamin manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah/madrasah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman. meminimalkan masalah yang timbul di sekolah melalui penguatan rasa kekeluargaan dan kebersamaan untuk memajukan sekolah. 10. 33. dan memberikan salinan laporan tersebut kepada guru pemula. 30. Bagan Tupoksi Kepala Sekolah Merencanakan Program Melaksanakan Program Melaksanakan Pengawasan E. menciptakan atmosfer akademik yang kondusif dengan membangun budaya sekolah untuk menciptakan suasana yang kompetitif bagi siswa. 34. 3. 4. 8. menumbuhkan kesadaran tentang arti penting kemajuan. 36. melakukan penataan tugas dan tanggung jawab yang jelas bagi warga sekolah berbasis kinerja. 6. 28. rasa tanggung jawab bagi guru dan karyawan. memfasilitasi pengembangan. Melaksanakan Kepemimpinan Sekolah Menerapkan Sistem Informasi Sekolah 10 11 . penguatan eksistensi lembaga dengan melakukan sosialisasi kepada semua pihak untuk memberikan informasi dan pemahaman yang sama sehingga sekolah/madrasah memperoleh dukungan secara maksimal.

b. dan kekuatan pada warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan. (c) melaksanakan pengawasan dan evaluasi. (b) melaksanakan rencana kerja. e. Tujuan sekolah: a. 3. mengacu pada visi. Misi sekolah: a. c. 2. d. dirumuskan berdasar masukan dari berbagai warga sekolah dan pihakpihak yang berkepentingan. motivasi. dan (e) menerapkan sistem informasi sekolah. dijadikan sebagai cita-cita bersama warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan pada masa yang akan datang. b. misi. Visi Sekolah Visi merupakan impian/harapan cita-cita yang ingin dicapai oleh warga sekolah. selaras dengan visi institusi di atasnya serta visi pendidikan nasional. disosialisasikan kepada warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan. diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah dengan memperhatikan masukan komite sekolah. mampu memberikan inspirasi. ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan dan tantangan di masyarakat. e. g. dan tujuan pendidikan nasional serta relevan dengan kebutuhan masyarakat. ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan dan tantangan di masyarakat. menggambarkan tingkat kualitas yang perlu dicapai dalam jangka menengah (empat tahunan). c. 4. Sekolah membuat: 1) rencana kerja jangka menengah yang menggambarkan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu empat tahun yang berkaitan dengan mutu lulusan yang ingin dicapai dan perbaikan komponen 12 13 . memuat pernyataan umum dan khusus yang berkaitan dengan program sekolah. A. h. Misi Sekolah Misi sekolah merupakan upaya/tindakan yang dilakukan oleh warga sekolah untuk mewujudkan visi sekolah. mengacu pada standar kompetensi lulusan yang sudah ditetapkan oleh sekolah dan pemerintah. merupakan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu. i. e. Tujuan Sekolah Tujuan sekolah adalah hasil penyelenggaraan pendidikan yang akan dicapai. menekankan pada kualitas layanan peserta didik dan mutu lulusan yang diharapkan oleh sekolah/madrasah. f. memberikan keluwesan dan ruang gerak pengembangan kegiatan satuan-satuan unit sekolah yang terlibat. Rencana Kerja Sekolah a. f. dirumuskan berdasarkan masukan dari segenap pihak yang berkepentingan termasuk komite sekolah dan diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah. menjadi dasar program pokok sekolah/madrasah. (d) menjalankan kepemimpinan sekolah. Visi sekolah: a. d. d. Dalam pelaksanaan tugasnya ada beberapa tahapan yang harus dilakukan antara lain: (a) merencanakan program. b. disosialisasikan kepada warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan.BAB IV Tahapan Kegiatan Kepala Sekolah Kepala Sekolah merupakan salah satu unsur penjaminan mutu pendidikan. c. memberikan arah dalam mewujudkan visi sekolah sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Merencanakan Program 1. disosialisasikan kepada warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan. mengakomodasi masukan dari berbagai pihak yang berkepentingan termasuk komite sekolah/madrasah dan diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah.

Pedoman pengelolaan sekolah meliputi: 1) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). b. sementara lainnya dievaluasi sesuai kebutuhan. partisipasi. Pedoman sekolah berfungsi sebagai petunjuk pelaksanaan operasional. wewenang. 2) ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan masyarakat.yang mendukung peningkatan mutu lulusan. kemitraan. d. 7) Standar Pembiayaan. Semua pimpinan. Kegiatan sekolah: 1) dilaksanakan berdasarkan rencana kerja tahunan. pendidik. Sekolah membuat dan memiliki pedoman yang mengatur berbagai aspek pengelolaan secara tertulis yang mudah dibaca oleh pihak-pihak yang terkait. 9) biaya operasional sekolah. d. Struktur organisasi sekolah berisi tentang sistem penyelenggaraan dan administrasi yang diuraikan secara jelas dan transparan. e. 2) Standar Proses. c. 2) kalender pendidikan/akademik. 2. 14 15 . c. b. dan tanggung jawab yang jelas tentang keseluruhan penyelenggaraan dan administrasi sekolah. 5) pembagian tugas di antara tenaga kependidikan. e. 3) diputuskan oleh kepala sekolah dengan mempertimbangkan pendapat dari komite sekolah. 2) dilaksanakan oleh penanggung jawab kegiatan yang didasarkan pada ketersediaan sumber daya yang ada. 3) Standar Kompetensi Lulusan. Pedoman yang mengatur tentang struktur organisasi sekolah: 1) memasukkan unsur staf administrasi dengan wewenang dan tanggungjawab yang jelas untuk menyelenggarakan administrasi secara optimal. 2) dituangkan dalam dokumen yang mudah dibaca oleh pihak-pihak yang terkait. misi dan tujuan sekolah. Pelaksanaan Kegiatan Sekolah a. Rencana kerja empat tahunan disesuaikan dengan persetujuan rapat dewan pendidik dan pertimbangan komite sekolah. 4) pembagian tugas di antara guru. 8) kode etik sekolah. dan akuntabilitas. 8) Standar Penilaian. b. B. Pelaksanaan kegiatan sekolah yang tidak sesuai RKS yang sudah ditetapkan perlu mendapat persetujuan melalui rapat dewan pendidik dan komite sekolah. dan tenaga kependidikan mempunyai uraian tugas. Pedoman pengelolaan KTSP. Rencana kerja tahunan memuat ketentuan yang jelas mengenai 8 Standar Nasional Pendidikan: 1) Standar Isi. b. Rencana kerja tahunan dijadikan dasar pengelolaan sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian. Pada sekolah swasta rencana kerja ini disahkan berlakunya oleh penyelenggara sekolah. Melaksanakan Rencana Kerja 1. 6) Standar Pengelolaan. 7) tata tertib sekolah. keterbukaan. 2) dievaluasi secara berkala untuk melihat efektifitas mekanisme kerja pengelolaan sekolah. c. 4) Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. 6) peraturan akademik. 3) struktur organisasi sekolah. Pedoman Sekolah a. kalender pendidikan dan pembagian tugas pendidik dan tenaga kependidikan dievaluasi dalam skala tahunan. 2) rencana kerja tahunan yang dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) dilaksanakan berdasarkan rencana jangka menengah. 5) Standar Sarana dan Prasarana. Rencana kerja jangka menengah dan tahunan sekolah: 1) disetujui rapat dewan pendidik setelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah dan disahkan berlakunya oleh dinas pendidikan kabupaten/kota. 3. Perumusan pedoman sekolah: 1) mempertimbangkan visi. Struktur Organisasi Sekolah a.

bulanan. 5. Bidang Kesiswaan a. atau Perguruan Tinggi. c) diputuskan dalam rapat dewan pendidik dan ditetapkan oleh kepala sekolah. 4. 2) Penyusunan kalender pendidikan/akademik: a) didasarkan pada Standar Isi. transparan. Kepala sekolah/madrasah mempertanggungjawabkan pelaksanaan pengelolaan bidang akademik dan non akademik pada rapat dewan pendidik dan komite sekolah dalam bentuk laporan pada akhir tahun ajaran yang disampaikan sebelum penyusunan rencana kerja tahunan berikutnya. c) berdasar kriteria hasil ujian nasional bagi SMA/SMK. 4) Kepala Sekolah bertanggungjawab atas tersusunnya KTSP. intelektual. SMP penerima subsidi dari Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah. 4) Sekolah menyusun mata pelajaran yang dijadwalkan pada semester gasal. mental. 6) Setiap guru bertanggungjawab menyusun silabus setiap mata pelajaran yang diampunya sesuai dengan Standar Isi. status sosial. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 1) Sekolah menyusun KTSP. seperti konselor sekolah maupun psikolog. ulangan. Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). 3) KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah. guru dapat bekerjasama dengan Kelompok Kerja Guru (KKG). b. Sekolah: 1) memberikan layanan konseling kepada peserta didik. Bidang Kurikulum dan Kegiatan Pembelajaran a. ujian. 16 17 . c) SMP berasal dari lulusan SD. d) SMA/SMK. Kalender Pendidikan 1) Sekolah menyusun kalender pendidikan/akademik yang meliputi jadwal pembelajaran. Paket A atau satuan pendidikan bentuk lainnya yang sederajat. b) berisi mengenai pelaksanaan aktivitas sekolah selama satu tahun dan dirinci secara semesteran. dan mingguan. berasal dari anggota masyarakat yang telah lulus dari SMP. dan Panduan Penyusunan KTSP. SMPLB. 3) Orientasi peserta didik baru yang bersifat akademik dan pengenalan lingkungan tanpa kekerasan dengan pengawasan guru. dan difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota sedangkan SDLB. agama. dan peserta didik. sosial budaya masyarakat setempat. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Standar Isi. d) sesuai dengan daya tampung sekolah. b. 4) melakukan pelacakan terhadap alumni. dan hari libur. 2) Penerimaan peserta didik sekolah dilakukan: a) secara obyektif. 5) Wakil Kepala SMP dan wakil kepala SMA/SMK bidang kurikulum bertanggungjawab atas pelaksanaan penyusunan KTSP. pengecualian terhadap usia peserta didik yang kurang dari 6 (enam) tahun dilakukan atas dasar rekomendasi tertulis dari pihak yang berkompeten. SMALB. 3) Sekolah menyusun jadwal penyusunan KTSP. 8) Penyusunan KTSP tingkat SD dan SMP dikoordinasi. 2) Penyusunan KTSP memperhatikan Standar Kompetensi Lulusan. dan peraturan pelaksanaannya. dan akuntabel sebagaimana tertuang dalam aturan sekolah. dan/atau sosial. sensorik. 2) melaksanakan kegiatan ekstra dan kokurikuler untuk para peserta didik. 3) melakukan pembinaan prestasi unggulan. dan kriteria tambahan bagi SMK. potensi atau karakteristik daerah. Paket B atau satuan pendidikan lainnya yang sederajat. SMA dan SMK oleh Dinas Pendidikan Provinsi yang bertanggung jawab di bidang pendidikan. b) tanpa diskriminasi atas dasar pertimbangan gender. kemampuan ekonomi bagi SD. disupervisi. 7) Dalam penyusunan silabus. kegiatan ekstrakurikuler. emosional.c. b) SDLB/SMPLB/SMALB berasal dari peserta didik yang memiliki kelainan fisik. Standar Kompetensi Lulusan. etnis. Sekolah menyusun dan menetapkan petunjuk pelaksanaan operasional mengenai proses penerimaan peserta didik yang meliputi: 1) kriteria calon peserta didik: a) SD berusia sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun. dan semester genap.

bertanggung jawab dan berkesinambungan. dan dialogis. menemukan. f) mengarahkan kepada pendekatan kompetensi agar dapat menghasilkan lulusan yang mudah beradaptasi. 3) Sekolah menilai hasil belajar untuk seluruh kelompok mata pelajaran. mempunyai etos kerja yang tinggi. 4) Seluruh program penilaian hasil belajar disosialisasikan kepada guru. hasil-hasil penelitian dan penerapannya. mendidik. c) menggunakan fasilitas. d) pemahaman bahwa keterlibatan peserta didik secara aktif dalam proses belajar yang dilakukan secara sungguh-sungguh dan mendalam untuk mencapai pemahaman konsep. mandiri. demokratis. 2) Penyusunan program penilaian hasil belajar didasarkan pada Standar Penilaian Pendidikan. f) mengkomunikasikan pengetahuan pada pihak lain. d) memperhatikan sifat alamiah kurikulum. d. 4) Setiap guru bertanggungjawab terhadap mutu perencanaan kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diampunya agar peserta didik mampu: a) meningkat rasa ingin tahunya. 5) Program penilaian hasil belajar perlu ditinjau secara periodik. dan dokumentasi. 2) Kegiatan pembelajaran didasarkan pada Standar Kompetensi Lulusan. peralatan. wakil kepala SMP. 18 19 . 7) Semua guru mengembalikan hasil kerja siswa yang telah dinilai. dan peraturan pelaksanaannya. 9) Penilaian meliputi semua kompetensi dan materi yang diajarkan. tidak terbatas pada materi yang diberikan oleh guru. untuk menjadi bahan program remedial. pertimbangan kenaikan kelas atau kelulusan. mendorong kreativitas. d) mengolah informasi menjadi pengetahuan. dan alat bantu yang tersedia secara efektif dan efisien. b) mencapai keberhasilan belajarnya secara konsisten sesuai dengan tujuan pendidikan. c) tujuan agar peserta didik mencapai pola pikir dan kebebasan berpikir sehingga dapat melaksanakan aktivitas intelektual yang berupa berpikir. Program Pembelajaran 1) Sekolah menjamin mutu kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dan program pendidikan tambahan yang dipilihnya. dan berpikir logis dalam menyelesaikan masalah. serta Standar Proses dan Standar Penilaian. e) menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan masalah. memahami belajar seumur hidup. mempertanyakan. dan membuat catatan keseluruhan. 8) Sekolah menetapkan petunjuk pelaksanaan operasional yang mengatur mekanisme penyampaian ketidakpuasan peserta didik dan penyelesaiannya mengenai penilaian hasil belajar. dan memprediksi. mengkaji. 5) Kepala sekolah bertanggungjawab terhadap kegiatan pembelajaran sesuai dengan peraturan yang ditetapkan Pemerintah. dan wakil kepala SMA/SMK bidang kurikulum bertanggung jawab terhadap mutu kegiatan pembelajaran. dan pengalaman belajar sebelumnya yang bervariasi serta kebutuhan khusus bagi peserta didik dari yang mampu belajar dengan cepat sampai yang lambat. b) menggunakan metoda pembelajaran yang bervariasi. 6) Kepala SD/SDLB/SMPLB/SMALB. dan g) mengembangkan belajar mandiri dan kelompok dengan proporsi yang wajar. e) memperkaya kegiatan pembelajaran melalui lintas kurikulum. Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik 1) Sekolah menyusun program penilaian hasil belajar yang berkeadilan. inovatif dan tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran. klarifikasi capaian ketuntasan yang direncanakan.c. 3) Mutu pembelajaran di sekolah dikembangkan dengan: a) model kegiatan pembelajaran yang mengacu pada Standar Proses. memotivasi. Standar Isi. 6) Sekolah menetapkan prosedur yang mengatur transparansi sistem evaluasi hasil belajar untuk penilaian formal yang berkelanjutan. b) melibatkan peserta didik secara aktif. berdasarkan data kegagalan/kendala pelaksanaan program termasuk temuan penguji eksternal dalam rangka mendapatkan rencana penilaian yang lebih adil dan bertanggung jawab. kreatif. c) memahami perkembangan pengetahuan dengan kemampuan mencari sumber informasi. kemampuan peserta didik. laporan kepada pihak yang memerlukan. berargumentasi. 7) Setiap guru bertanggung jawab terhadap mutu kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diampunya dengan cara: a) merujuk perkembangan metode pembelajaran mutakhir. memiliki motivasi.

bidang kurikulum melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala sekolah dalam mengelola bidang kurikulum. Program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan: 1) disusun dengan memperhatikan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. 8) konselor melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam 20 21 . dan melatih peserta didik sehingga menjadi manusia berkualitas dan mampu mengaktualisasikan potensi kemanusiaannya secara optimum. penggunaan buku pelajaran. 2) dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah. 13) Penilaian yang didokumentasikan disertai bukti kesahihan. 3) penempatan tenaga kependidikan disesuaikan dengan kebutuhan baik jumlah maupun kualifikasinya dengan menetapkan prioritas. b) ketentuan mengenai ulangan. dan institusi di atasnya. 2) wakil kepala SMP melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala sekolah. 2) Peraturan Akademik berisi: a) persyaratan minimal kehadiran siswa untuk mengikuti pelajaran dan tugas dari guru. dan dievaluasi secara periodik untuk perbaikan metode penilaian. e. 11) Sekolah menyusun ketentuan pelaksanaan penilaian hasil belajar sesuai dengan Standar Penilaian Pendidikan. adil. tetapi bisa diperpanjang berdasarkan alasan yang dapat dipertanggungjawas tenaga kependidikan tambahan tidak ada mutasi. mendidik. c) ketentuan mengenai hak siswa untuk menggunakan fasilitas belajar. menentukan sistem penghargaan. 4) wakil kepala SMA/SMK. d) ketentuan mengenai layanan konsultasi kepada guru mata pelajaran. 12) Kemajuan yang dicapai oleh peserta didik dipantau. termasuk pembagian tugas. 4) mutasi tenaga kependidikan dari satu posisi ke posisi lain didasarkan pada analisis jabatan dengan diikuti orientasi tugas oleh pimpinan tertinggi sekolah/madrasah yang dilakukan setelah empat tahun. Sekolah menyusun program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan termasuk guru induksi. bidang kesiswaan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala sekolah/madrasah dalam mengelola peserta didik. kepatutan. dan buku perpustakaan. membimbing. Sekolah mendayagunakan: 1) kepala sekolah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pimpinan pengelolaan sekolah. didokumentasikan secara sistematis. 6) wakil kepala SMK bidang hubungan industri melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala sekolah/ madrasah dalam mengelola kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri. remedial. Pengangkatan pendidik dan tenaga kependidikan tambahan dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang ditetapkan oleh penyelenggara sekolah. memfasilitasi. formatif dan sumatif. 7) guru melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai agen pembelajaran yang memotivasi. mengatasi bila terjadi kekurangan tenaga. ujian. 5) wakil kepala SMA/SMK. komite sekolah. wali kelas. 2) pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan yang diidentifikasi secara sistematis sesuai dengan aspirasi individu. kebutuhan kurikulum dan sekolah/madrasah. sesuai dengan metode/strategi pembelajaran yang digunakan. dan pengembangan profesi bagi setiap pendidik dan tenaga kependidikan serta menerapkannya secara profesional. bidang sarana prasarana melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala sekolah/madrasah dalam mengelola sarana prasarana. laboratorium. Peraturan Akademik 1) Sekolah menyusun dan menetapkan Peraturan Akademik. perpustakaan. 6.10) Seperangkat metode penilaian perlu disiapkan dan digunakan secara terencana untuk tujuan diagnostik. c. dan terbuka. 14) Sekolah melaporkan hasil belajar kepada orang tua peserta didik. keandalan. buku referensi. b. Sekolah/Madrasah perlu mendukung upaya: 1) promosi pendidik dan tenaga kependidikan berdasarkan asas kemanfaatan. 3) wakil kepala SMA/SMK. dan digunakan sebagai balikan kepada peserta didik untuk perbaikan secara berkala. dan kelulusan. Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan a. dan konselor. dan profesionalisme. d. e. kenaikan kelas. 3) Peraturan akademik diputuskan oleh rapat dewan pendidik dan ditetapkan oleh kepala sekolah.

Sekolah menetapkan kebijakan program secara tertulis mengenai pengelolaan sarana dan prasarana. Pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional Sekolah mengatur: 1) sumber pemasukan. pengeluaran dan jumlah dana yang dikelola. 2) merencanakan fasilitas peminjaman buku dan bahan pustaka lainnya sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan pendidik. memenuhi dan mendayagunakan sarana dan prasarana pendidikan. Pengelolaan sarana prasarana sekolah: 1) direncanakan secara sistematis agar selaras dengan pertumbuhan kegiatan akademik dengan mengacu Standar Sarana dan Prasarana. Pengelolaan laboratorium dikembangkan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dilengkapi dengan manual yang jelas sehingga tidak terjadi kekeliruan yang dapat menimbulkan kerusakan. d. merawat. Pengelolaan fasilitas fisik untuk kegiatan ekstra-kurikuler disesuaikan dengan perkembangan kegiatan ekstra-kurikuler peserta didik dan mengacu pada Standar Sarana dan Prasarana. tenaga perpustakaan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya melaksanakan pengelolaan sumber belajar di perpustakaan. 7. pelatih/instruktur melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya memberikan pelatihan teknis kepada peserta didik pada kegiatan pelatihan. f. tenaga laboratorium melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya membantu guru mengelola kegiatan praktikum di laboratorium. d. 3) membuka pelayanan minimal enam jam sehari pada hari kerja. 4) pembukuan semua penerimaan dan pengeluaran serta penggunaan anggaran. Bidang Sarana dan Prasarana a. 5) menyediakan pelayanan peminjaman dengan perpustakaan dari sekolah/madrasah lain baik negeri maupun swasta. memperbaiki sarana dan prasarana pembelajaran.9) 10) 11) 12) 13) 14) memberikan layanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik. baik internal maupun eksternal. e. c. 3) melengkapi fasilitas pembelajaran pada setiap tingkat kelas di sekolah. tenaga administrasi melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam menyelenggarakan pelayanan administratif. b. 2) dituangkan dalam rencana pokok (master plan) yang meliputi gedung dan laboratorium serta pengembangannya. b. g. Pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional sekolah disosialisasikan kepada seluruh warga sekolah/madrasah untuk menjamin tercapainya pengelolaan dana secara transparan dan akuntabel. Bidang Keuangan dan Pembiayaan a. 22 23 . untuk dilaporkan kepada komite sekolah/madrasah. tenaga kebersihan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam memberikan layanan kebersihan lingkungan. 8. Pengelolaan perpustakaan sekolah perlu: 1) menyediakan petunjuk pelaksanaan operasional peminjaman buku dan bahan pustaka lainnya. Seluruh program pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan disosialisasikan kepada pendidik. 2) penyusunan dan pencairan anggaran. serta institusi di atasnya. Program pengelolaan sarana dan prasarana mengacu pada Standar Sarana dan Prasarana dalam hal: 1) merencanakan. tenaga kependidikan dan peserta didik. teknisi sumber belajar melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya mempersiapkan. Pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional sekolah diputuskan oleh komite sekolah dan ditetapkan oleh kepala sekolah serta mendapatkan persetujuan dari institusi di atasnya. c. Sekolah/Madrasah menyusun pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional yang mengacu pada Standar Pembiayaan. serta penggalangan dana di luar dana investasi dan operasional. 4) menyusun skala prioritas pengembangan fasilitas pendidikan sesuai dengan tujuan pendidikan dan kurikulum masing-masing tingkat. 4) melengkapi fasilitas peminjaman antar perpustakaan. 5) pemeliharaan semua fasilitas fisik dan peralatan dengan memperhatikan kesehatan dan keamanan lingkungan. 3) kewenangan dan tanggung jawab kepala sekolah dalam membelanjakan anggaran pendidikan sesuai dengan peruntukannya. 2) mengevaluasi dan melakukan pemeliharaan sarana dan prasarana agar tetap berfungsi mendukung proses pendidikan.

2) memuat judul. kebersihan. b. serta 7) menjaga dan memelihara sarana dan prasarana. e. 24 25 . 2) menghormati pendidik dan tenaga kependidikan. Prosedur pelaksanaan penciptaan suasana. Sekolah perlu memiliki program yang jelas untuk meningkatkan kesadaran beretika bagi semua warga sekolah. serta pemberian sangsi bagi warga yang melanggar tata tertib. iklim. keamanan. 4) memelihara kerukunan dan kedamaian untuk mewujudkan harmoni sosial di antara teman. 3) mengikuti proses pembelajaran dengan menjunjung tinggi ketentuan pembelajaran dan mematuhi semua peraturan yang berlaku. dan menyayangi sesama. tanggung jawab dan wewenang. Kode etik sekolah yang mengatur peserta didik memuat norma untuk: 1) menjalankan ibadah sesuai dengan agama yang dianutnya. 2) petunjuk. serta penjelasannya. ketertiban. Sekolah menciptakan suasana. bangsa. dan lingkungan pendidikan yang kondusif untuk pembelajaran yang efisien dalam prosedur pelaksanaan. g. d. f. 3) diputuskan oleh kepala sekolah dalam rapat dewan pendidik. 6) mencintai lingkungan. peringatan. iklim.9. dan negara. dan peserta didik. Sekolah menetapkan pedoman tata-tertib yang berisi: 1) tata tertib pendidik. h. Tata tertib sekolah ditetapkan oleh kepala sekolah melalui rapat dewan pendidik dengan mempertimbangkan masukan komite sekolah. tenaga kependidikan. masyarakat. tujuan. dan larangan dalam berperilaku di Sekolah. Kode etik sekolah ditanamkan kepada seluruh warga sekolah/madrasah untuk menegakkan etika sekolah. c. Budaya dan Lingkungan Sekolah a. Sekolah menetapkan kode etik warga sekolah yang memuat norma tentang: 1) hubungan sesama warga di dalam lingkungan sekolah dan hubungan antara warga sekolah dengan masyarakat. dan peserta didik. lingkup. termasuk dalam hal menggunakan dan memelihara sarana dan prasarana pendidikan. 2) sistem yang dapat memberikan penghargaan bagi yang mematuhi dan sangsi bagi yang melanggar. 5) mencintai keluarga. keindahan. dan lingkungan pendidikan: 1) berisi prosedur tertulis mengenai informasi kegiatan penting minimum yang akan dilaksanakan. dan kenyamanan sekolah.

pelaporan. atau yang setara dilakukan minimal dengan perguruan tinggi. f. Contoh Kegiatan Interaksi dengan Masyarakat C. Melaksanakan Pengawasan dan Evaluasi 1. atau yang setara dilakukan minimal dengan SMA/SMK/SMALB. berkaitan dengan input. evaluasi. Program Pengawasan a) Sekolah menyusun program pengawasan secara obyektif. g. c) Program pengawasan disosialisasikan ke seluruh pendidik dan tenaga kependidikan. Kemitraan SD/SDLB atau yang setara dilakukan minimal dengan SMP/SMPLB atau yang setara. d. b. Contoh Kegiatan Kemitraan Sekolah dengan Dunia Usaha 26 27 . Kemitraan SMP/SMPLB. serta dunia usaha dan dunia industri di lingkungannya. Masyarakat pendukung sekolah dilibatkan dalam pengelolaan nonakademik. dan tindak lanjut hasil pengawasan. c. serta dunia usaha dan dunia industri. e. Kemitraan sekolah dilakukan dengan lembaga pemerintah atau nonpemerintah. e) Pemantauan pengelolaan sekolah dilakukan oleh komite sekolah atau bentuk lain dari lembaga perwakilan pihak-pihak yang berkepentingan secara teratur dan berkelanjutan untuk menilai efisiensi. i. SMP atau yang setara. SD atau yang setara. d) Pengawasan pengelolaan sekolah meliputi pemantauan. bertanggung jawab dan berkelanjutan. Setiap sekolah menjalin kemitraan dengan lembaga lain yang relevan. Keterlibatan peranserta warga sekolah dan masyarakat dalam pengelolaan dibatasi pada kegiatan tertentu yang ditetapkan. output. dan pemanfaatan lulusan. Sistem kemitraan sekolah/madrasah ditetapkan dengan perjanjian secara tertulis. dan akuntabilitas pengelolaan. serta dengan TK/RA/BA atau yang setara di lingkungannya. Warga sekolah dilibatkan dalam pengelolaan akademik. h. Peranserta Masyarakat dan Kemitraan Sekolah a. supervisi. Sekolah melibatkan warga dan masyarakat pendukung sekolah dalam mengelola pendidikan. b) Penyusunan program pengawasan di sekolah didasarkan pada Standar Nasional Pendidikan. j.10. Kemitraan SMA/SMK. efektivitas. proses.

Evaluasi Diri Sekolah (EDS) a. 4. Evaluasi Pendayagunaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan a. Sekolah menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk mengikuti akreditasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pada akhir tahun anggaran sekolah/madrasah. termasuk memberikan sanksi atas penyimpangan yang ditemukan. j) Pengawas sekolah melaporkan hasil pengawasan di sekolah kepada bupati/walikota melalui Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan dan sekolah yang bersangkutan. 3. k) Setiap pihak yang menerima laporan hasil pengawasan menindaklanjuti laporan hasil pengawasan tersebut dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. secara terus menerus melakukan pengawasan pelaksanaan tugas tenaga kependidikan. dalam pengelolaan pembelajaran dan pengelolaan secara keseluruhan. 3) Evaluasi diri sekolah dilakukan secara periodik berdasar pada data dan informasi yang sahih. Sekolah melaksanakan: 1) evaluasi proses pembelajaran secara periodik. c. setelah dikonfirmasikan pada sekolah terkait. kepala sekolah. dan pelaporan serta catatan tindak lanjut untuk memperbaiki kinerja sekolah. 2) evaluasi program kerja tahunan secara periodik sekurangkurangnya satu kali dalam setahun. b. Evaluasi kinerja pendidik harus memperhatikan pencapaian prestasi dan perubahan-perubahan peserta didik. keseimbangan beban kerja. 2. dengan menggunakan lembaga akreditasi eksternal yang memiliki legitimasi. f) d. 3) Sekolah melakukan pengisian instrumen EDS kualitatif. sekurang-kurangnya dua kali dalam setahun. komprehensif dan fleksibel dalam mengadaptasi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mutakhir. maupun perubahan sosial. Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan meliputi kesesuaian penugasan dengan keahlian. integratif dan monolitik sejalan dengan perubahan tingkat mata pelajaran. Sekolah meningkatkan status akreditasi. menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak meliputi: dewan pendidik. komite sekolah. 4) Sekolah menyusun Rencana Kerja Sekolah (RKS) berdasarkan hasil EDS. Evaluasi dan Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Proses evaluasi dan pengembangan KTSP dilaksanakan secara: a. pada akhir semester akademik. dan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dalam pelaksanaan tugas. menilai kinerja. h) Tenaga kependidikan melaporkan pelaksanaan teknis dari tugas masing-masing sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah. supervisi. serta perubahan sistem pendidikan. 5. Akreditasi Sekolah a. 2) Sekolah melakukan sosialisasi EDS. Langkah-langkah pelaksanaan EDS sebagai berikut: 1) Sekolah membentuk Tim Pengembang Sekolah. l) Sekolah mendokumentasikan dan menggunakan hasil pemantauan. i) Kepala sekolah/madrasah melaporkan hasil evaluasi kepada komite sekolah dan pihak-pihak lain yang berkepentingan sekurang-kurangnya setiap akhir semester. d. 28 29 . c. g) Guru melaporkan hasil evaluasi dan penilaian sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah/madrasah dan orang tua/wali peserta didik.Supervisi pengelolaan akademik dilakukan secara teratur dan berkelanjutan oleh kepala sekolah dan pengawas sekolah/madrasah. Sekolah harus terus meningkatkan kualitas kelembagaannya secara holistik dengan menindaklanjuti saran-saran hasil akreditasi. pemakai lulusan. 5) Sekolah melakukan pengisian EDS online. c. Sekolah menetapkan prioritas indikator untuk mengukur. dan melakukan perbaikan dalam rangka pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan. b. Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan direncanakan secara komprehensif pada setiap akhir semester dengan mengacu pada Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. evaluasi. Sekolah melakukan evaluasi diri terhadap kinerja sekolah. dan alumni. 6) Sekolah menyusun laporan EDS. c. b. berkala untuk merespon perubahan kebutuhan peserta didik dan masyarakat. b.

pengambilan keputusan tersebut harus melibatkan penyelenggara sekolah. menyediakan fasilitas informasi yang efesien. g. dan perilaku yang dimiliki. kepala sekolah/madrasah dapat menugaskan guru untuk melaksanakan fungsi wakil kepala sekolah. dikuasai. r. mengelola sistem informasi manajemen yang memadai untuk mendukung administrasi pendidikan yang efektif. melibatkan guru. Menjalankan Kepemimpinan Sekolah 1. Kriteria untuk menjadi kepala dan wakil kepala sekolah berdasarkan ketentuan dalam standar pendidik dan tenaga kependidikan 3. dan diwujudkannya dalam melaksanakan tugas keprofesionalan sesuai dengan Standar Pengelolaan Satuan Pendidikan.D. Dalam hal sekolah swasta. Menerapkan Sistem Informasi Sekolah 1. memfasilitasi pengembangan. bertanggung jawab atas perencanaan partisipatif mengenai pelaksanaan kurikulum. dan efektif. komite sekolah dalam pengambilan keputusan penting sekolah. dihayati. 6. menjabarkan visi ke dalam misi target mutu. e. sehat. 2. sarana-prasarana. Komunikasi antarwarga sekolah di lingkungan sekolah dilaksanakan secara efisien dan efektif. m. h. n. k. kekuatan. d. 8. menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif bagi peserta didik. berkomunikasi untuk menciptakan dukungan intensif dari orang tua peserta didik dan masyarakat. l. Sedangkan kepala SMK dibantu empat wakil kepala sekolah untuk bidang akademik. dilaporkan secara tertulis oleh kepala sekolah kepada institusi di atasnya. membina. Kepala sekolah dapat mendelegasikan sebagian tugas dan kewenangan kepada wakil kepala sekolah sesuai dengan bidangnya. 2. sekolah: a. E. i. menjaga dan meningkatkan motivasi kerja pendidik dan tenaga kependidikan dengan menggunakan sistem pemberian penghargaan atas prestasi dan sangsi atas pelanggaran peraturan dan kode etik. membuat rencana kerja strategis dan rencana kerja tahunan untuk pelaksanaan peningkatan mutu. melaksanakan dan merumuskan program supervisi. peluang. p. d. Kepala sekolah: a. dan memobilisasi sumber memberi contoh/teladan/tindakan yang bertanggung jawab. j. merumuskan tujuan dan target mutu yang akan dicapai. Dalam rangka menerapkan sistem informasi. kesiswaan. dan kelemahan sekolah. keterampilan. dan kesiswaan. menugaskan seorang guru atau tenaga kependidikan untuk melayani permintaan informasi maupun pemberian informasi atau pengaduan dari masyarakat berkaitan dengan pengelolaan sekolah/madrasah baik secara lisan maupun tertulis dan semuanya direkam dan didokumentasikan. melaporkan data informasi sekolah yang telah terdokumentasikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Dalam hal tertentu atau sekolah yang masih dalam taraf pengembangan. 7. Wakil kepala sekolah dipilih oleh dewan pendidik. memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga. membantu. dan hubungan dunia usaha dan dunia industri. c. bertanggung jawab dalam membuat keputusan anggaran sekolah. menganalisis tantangan. f. 30 31 . b. penyebarluasan. meningkatkan mutu pendidikan. efektif dan mudah diakses. efisien. institusi dimaksud adalah penyelenggara sekolah. serta memanfaatkan hasil supervisi untuk meningkatkan kinerja sekolah. 5. efisien dan akuntabel. Kepala SMA dibantu minimal tiga wakil kepala sekolah untuk bidang akademik. dan proses pengangkatan serta keputusannya. dan mempertahankan lingkungan sekolah/ madrasah dan program pembelajaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik dan pertumbuhan profesional para guru dan tenaga kependidikan. Setiap sekolah dipimpin oleh seorang kepala sekolah. menjamin manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman. dan pelaksanaan visi pembelajaran yang dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah. Kepala SMP/SMPLB dibantu minimal oleh satu orang wakil kepala sekolah 4. saranaprasarana. menjalin kerja sama dengan orang tua peserta didik dan masyarakat. profesi. c. o. Kepala dan wakil kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan memimpin yaitu seperangkat pengetahuan. dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya. b. q. Dalam hal sekolah/madrasah swasta. dan komite sekolah menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang beragam.

Alur Tahapan Kegiatan Kepala Sekolah AnalisisLingkungan Lingkungan Analisis Strategis Strategis SituasiPendidikan Pendidikan Situasi Saat Ini Saat Ini Kesenjangan Kesenjangan SituasiPendidikan Pendidikan Situasi yang Diharapkan yang Diharapkan Visi Visi Misi Misi TujuanSekolah Sekolah Tujuan Selama tahun Selama 44tahun LAMPIRAN-LAMPIRAN Strategi Strategi Pelaksanaan Program Pelaksanaan Program TargetPencapaian Pencapaian Target (Milestones) (Milestones) Rencana Rencana Anggaran Biaya Anggaran Biaya Monitoringdan danEvaluasi Evaluasi Monitoring 32 33 .

Menjalin kerjasama yang harmonis antar warga sekolah. c. Membina kemandirian peserta didik melalui kegiatan pembiasaan. bakat. d. TERAMPIL. Menanamkan Keimanan dan ketakwaan melalui pengamalan ajaran agama 2. kewirausahaan. CERDAS. Memanfaatkan dan memelihara fasilitas mendukung proses pembelajaran berbasis TIK. 5. Mengembangkan berbagai kegiatan dalam proses belajar di kelas berbasis pendidikan karakter bangsa. dan pengembangan diri yang terencana dan berkesinambungan.Contoh : Visi. MANDIRI DAN BERWAWASAN GLOBAL 1. Mengembangkan budaya sekolah yang religius melalui kegiatan keagamaan b. serta tujuan umum pendidikan dasar. a. Mengembangkan bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi berdasarkan minat. Misi: Tujuan : 34 35 . Mengoptimalkan proses pembelajaran dan bimbingan. Mengacu pada visi dan misi sekolah. dan lembaga lain yang terkait. 4. Menjalin kerja sama dengan lembaga lain dalam merealisasikan program sekolah. Semua kelas melaksanakan pendekatan pembelajaran aktif pada semua mata pelajaran. f. dan potensi peserta didik. tujuan sekolah dalam mengembangkan pendidikan ini adalah sebagai berikut ini. e. 3. Misi. dan Tujuan Sekolah Lampiran 1 Visi : TERWUJUDNYA PESERTA DIDIK YANG BERIMAN. Menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial yang menjadi bagian dari pendidikan karakter bangsa.

yaitu baru 50% guru melaksanakan CTL Dan sebagainya 3. dan Jadwal Kegiatan Langkah 1: Membuat Rencana Biaya Program Langkah 1: Membuat Rencana Pendanaan Program Langkah 3: Menyesuaikan Rencana Biaya dengan Sumber Pendanaan Acuan Standar Sekolah SPM. 2.00) 3. Indikator Kegiatan.Lampiran 2 36 TAHAP I TAHAP II TAHAP V Pemangku Kepentingan Melakukan Kondisi Nyata Sekolah/Madrasah Tantangan (Utama) Langkah 1: Merumuskan Visi Langkah 2: Merumuskan Misi Langkah 1: Merumuskan Rencana Kerja Tahunan (RKT) Langkah 3: Merumuskan Tujuan Langkah 4: Merumuskan Sasaran & Indikator Kinerja Langkah 1: Merumuskan Program dan Menetapkan Penanggungjawab Program Langkah 2: Menentukan Kegiatan.00 2 tingkat 37 Dan sebagainya Dan sebagainya . SNP Visi/Misi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota TAHAP III TAHAP IV MENYUSUN PROGRAM & KEGIATAN Contoh : Format Analisis Kesenjangan antara situasi pendidikan sekolah saat ini dan yang diharapkan 4 tahun ke depan. 1 1.2 Prestasi non akademik sekolah masih rendah (ratarata mencapai kejuaraan tingkat kabupaten/kota) Proses pembelajaran sudah memenuhi standar nasional pendidikan.1 Kondisi saat ini Standar Isi: Kurikulum Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Standar Isi: Besarnya Tantangan Nyata Standar Isi: Kurikulum 70% memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran belum disusun untuk kelas 1-6 semua mapel) Dan sebagainya 2. Menetapkan Jadwal RKT MENETAPKAN KONDISI SEKOLAH/ MADRASAH SAAT INI MENYUSUN RENCANA ANGGARAN SEKOLAH/ MADRASAH MENETAPKAN KONDISI SEKOLAH/ MADRASAH YANG DIHARAPKAN Harapan Contoh : Proses Penyusunan RKS/M dan RKT No.1 Standar Kelulusan: Prestasi akademik lulusan belum memenuhi standar nasional pendidikan (rata-rata KKM 50% dan rata-rata NUAN 6. Menetapkan Program/Kegiatan Rutin 3. yaitu 100% guru melaksanakan CTL Dan sebagainya Standar Kelulusan: Prestasi akademik lulusan sudah memenuhi standar nasional pendidikan (KKM 100% dan NUAN 8.00) Prestasi non akademik sekolah tinggi (rata-rata minimal mencapai kejuaraan tingkat nasional) 50% Standar Kelulusan: KKM: 50% NUAN: 2. 3.1 Pengembangan Proses Pembelajaran: Kurikulum 100% memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran sudah disusun untuk kelas 1-6 semua mapel) Dan sebagainya Pengembangan Proses Pembelajaran: 30% Proses pembelajaran belum memenuhi standar nasional pendidikan. Menetapkan Program/Kegiatan Strategis 2. MENYUSUN RKT RKAS/M Langkah 2: Membuat Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKAS/M) 1.

bahan ajar.1 70% Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya 100% Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya No.1 Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat 100% sudah memenuhi standar nasional pendidikan 20% Dan sebagainya Pengembangan Prasarana dan sarana: Pengembangan Prasarana dan sarana: Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat 80% memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya 5.1 Prasarana.000 rupiah per bulan per anak) Dan sebagainya Pengembangan Penilaian: Pengembangan Penilaian: 8. bahan ajar. media pembelajaran. sumber belajar terdapat rata-rata 75% memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya Dan sebagainya Pengembangan Pengelolaan: Pengembangan Pengelolaan: 30% 6. Pengembangan Prasarana dan Sarana: 5. Pengembangan Penilaian: Pembiayaan memenuhi standar nasional (di atas 150. sarana. Kondisi saat ini Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan: Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan: Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan: 4. 4. sarana. media pembelajaran. 7.1 Guru dan sekolah 80% melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan kurikulum atau standar nasional pendidikan (rata-rata masih di bawah standar nasional.000 rupiah per bulan per anak atau sekitar 40-%) Dan sebagainya 8.38 No. sumber belajar 100% memenuhi standar nasional pendidikan 25% 6. Kondisi saat ini Pengembangan Pembiayaan: Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Pengembangan Pembiayaan: Besarnya Tantangan Nyata Pengembangan Pembiayaan: Pembiayaan masih rendah (di bawah 70.1 60% 7. baik tingkat kesulitas maupun model-model yang digunakan) Dan sebagainya Guru dan sekolah 100% melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan kurikulum atau standar nasional pendidikan 20% Dan sebagainya Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Besarnya Tantangan Nyata 39 . Pengembangan Pengelolaan: Prasarana.

..... ...… ...……....… .. .... ……………………..… ....… ...........… ....… ...SSN BOS RUTIN SUMBER DANA LAINNYA RUTIN BOS SSN ........1…… 2......1 Pengembangan Standar Isi Jumlah 01 2 2.… Contoh Format : RKAS RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SEKOLAH TAHUN PELAJARAN : ……........… .… ....…….......2…… … DST JUMLAH (RP) .… .2…… … DST 2 Pengembangan Standar Proses 2......… .. ........ ...… ... SUMBER DANA LAINNYA . .. No Uraian Program Volume Satuan Harga Satuan Jumlah Harga APBD Prop APBD Kab Bagus APBN BOS RTN BOS BUKU Masyarakat Sumb Sumb Komputer Bangunan Sukarela Sumber Dana Lainnya 1 1..1 2.. ...1 Jumlah 02 3 dst Jumlah Total Pengembangan Standar Proses JUMLAH (RUPIAH) 40 Contoh Format : RKJM RENCANA KERJA SEKOLAH JANGKA MENENGAH (RKJM) SEKOLAH………………………… KAB... ...… .… ....… Pengembangan Standar Proses KOMITE SEKOLAH ...1...……... TAHUN DAN SUMBER DANA PROGRAMPROGRAM STRATEGIS TAHUN I TAHUN II Dst....…….....1.. PROVINSI ……………………….....1…… 1........... KOMITE SEKOLAH 1 Pengembangan Standar Isi Pengembangan Standar Isi 1. .. ..… ./………...........d tahun ke IV 41 ......1 1. s.

dan pengayaan bagi siswa. 2. Sekolah menyediakan layanan bimbingan dan konseling untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik.1. kondisi budaya. Kurikulum telah menunjukan adanya alokasi waktu. 2.1. 2.1. 2.PROGRAM PRIORITAS (RENCANA KERJA TAHUNAN) Nama Sekolah Alamat Kecamatan Kab / Kota Provinsi : ………………………………………………………… : ………………………………………………………… : ………………………………………………………… : ………………………………………………………… : ………………………………………………………… 42 SKALA PRIORITAS NO 1 2011/ 2012 STANDAR REKOMENDASI PROGRAM 2 2012/ 2013 3 2013/ 2014 4 2014/ 2015 1 1. Kurikulum sudah sesuai dan relevan STANDAR ISI SKALA PRIORITAS NO 1. 1. dan kebutuhan pembelajaran.2. RPP dirancang untuk mencapai pembelajaran efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik Dst REKOMENDASI PROGRAM 1 2 3 4 43 . 1. Silabus dikembangkan berdasarkan Standar Isi (SI).2.2. Pengembangan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan menggunakan panduan yang disusun BSNP. 1. Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan panduan KTSP.2. Silabus diarahkan pada pencapaian SKL.1.1.1.1. STANDAR PROSES Silabus sudah sesuai/relevan dengan standa 2. 1.2.1.2.1. Sekolah menyediakan kegiatan ekstra kurikuler untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik. Kurikulum dibuat dengan mempertimbangkan karakter daerah. usia peserta didik. kebutuhan sosial masyarakat.2.1. STANDAR Sekolah menyediakan kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik 1. rencana program remedial.3.

KOMITE SEKOLAH KEPALA SEKOLAH Lampiran 3 TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH (TAS) LABORAN PUSTAKAWAN GURU KELAS I GURU KELAS II GURU KELAS III GURU KELAS IV GURU KELAS V GURU KELAS VI GURU AGAMA GURU PENJAS GURU MULOK PENJAGA SEKOLAH PENJAGA SEKOLAH PESERTA DIDIK Ket: 45 Instruksi Koordinasi .44 Alur Manajemen Stratejik Pengelolaan Sekolah Kajian Faktor Lingkungan Perumusan Strategi Implementasi Strategi Visi-Misi Tujuan Strategi Kebijakan Internal Struktur Budaya Sumber Daya Program Anggaran Prosedur Kinerja Eksternal Lingkungan Sosial Evaluasi Pengendalian Contoh : STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH Contoh : STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH SD…………………………….

KOMITE SEKOLAH KEPALA SEKOLAH WAKA WAKA WAKA TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH (TAS) LABORAN PUSTAKAWAN WALI KELAS VII WALI KELAS VII WALI KELAS VII GURU MATA PELAJARAN GURU BP/BK PESERTA DIDIK Ket: 47 Instruksi Koordinasi .46 Contoh : STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH SMP……………………………. KOMITE SEKOLAH KEPALA SEKOLAH WAKA TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH (TAS) LABORAN PUSTAKAWAN WALI KELAS VII WALI KELAS VII WALI KELAS VII GURU MATA PELAJARAN GURU BP/BK PESERTA DIDIK Ket: Instruksi Koordinasi Contoh : STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH SMA…………………………….

Siswa Menurut Kelas. BP/BK KEPALA PUSTAKAWAN WALI KELAS GURU Ket: Instruksi Koordinasi PESERTA DIDIK Contoh : KELENGKAPAN ADMINISTRASI KEPALA SEKOLAH Lampiran 4 KETERANGAN NO I 1 KOMPONEN ADA ADMINISTRASI PROGRAM PENGAJARAN Rencana Kerja: .Rencana Kerja Tahunan (RKT) .Contoh : STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH SMK……………………………. dan JK .RKAS PK-1 Jadwal Pelajaran Sekolah PK-2 Daftar Pembagian Tugas Guru PK-3 Daftar Pemeriksaan Persiapan Mengajar PK-4 Daftar Penyelesaian Kasus Khusus di Sekolah PK-5 Daftar Hasil UAS PK-6 Rekapitulasi Kenaikan Kelas PK-7 Daftar Penyerahan STTB PK-8 Catatan pelaksanaan Supervisi Kelas PK-9 Hubungan Kemasyarakatan PK-10 Laporan Penilaian Hasil Belajar TIDAK ADA 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 II ADMINISTRASI KESISWAAN 49 1 2 3 4 5 6 Formulir Pendaftaran Siswa Baru Daftar Calon Siswa Baru Kelas I Daftar Siswa Baru Kelas I Buku Induk Siswa Buku Klaper Jml.Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) . 48 KOMITE SEKOLAH KEPALA SEKOLAH WAKASEK MANAJEMEN MUTU KEPALA TATA USAHA STAF TATA USAHA WAKA SEK HUBIN/HUMAS WAKA SEK HUBIN/HUMAS WAKA SEK SARPRAS WAKA SEK KESISWAAN KAPROG KAPROG KAPROG KAPROG KOORDINATOR KOORDINATOR KOORD. Asal.

Data Statistik Sekolah .Struktur Organisasi Sekolah .Buku Agenda ./Guru Daftar Rangkuman Tidak Hadir Pegawai/Guru (bulanan) Data Kepegawaian Kartu Pribadi Pegawai/guru Papan Kegiatan Kepala Sekolah File Data Kepegawaian ADMINISTRASI KEUANGAN KEU-1 KEU-2 KEU-3 KEU-4 RAPBS Buku Kas Umum Buku Kas Pembantu Rangkuman Penerimaan dan Pengeluaran Keuangan Sekolah KEU-5 Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Sekolah ADMINISTRASI PERLENGKAPAN TIDAK ADA 51 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 PERL-1 Buku Pemeriksaan Perlengkapan/Barang PERL-4 Buku Inventaris Perlengkapan/Barang PERL-5 Daftar Usul Pengadaan Barang . Kelas. Siswa Menurut Usia.Buku Notulen Rapat .Buku Administrasi Perpustakaan .Buku Pengumuman .Buku Ekspedisi .KETERANGAN NO ADA 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 III 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Rencana Kebutuhan Pegawai/Guru Usulan Pengadaan Pegawai dan Tenaga Kependidikan Usul Pengangkatan CPNS Daftar Riwayat Hidup Usul Kenaikan Gaji Daftar Usul Penetapan Angka Kredit Buku Catatan Penilaian PNS DP-3 PNS Daftar Urut Kepangkatan PNS Buku Cuti Pegawai ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN Jml. dan JK Papan Absensi Harian Siswa Buku Rekapitulasi Harian Absensi Siswa Buku Absensi Bulanan Siswa Buku Rekapitulasi Bulanan Absensi Siswa Surat permohonan Pindah Sekolah Surat Keterangan Pindah Sekolah Mutasi Siswa Selama Semester Daftar Calon Peserta Ujian Sekolah Daftar Peserta UAS dan Prestasinya Tanda Peserta UAS Daftar Masuk SMP Daftar Kenaikan Kelas Daftar Rekapitulasi Kenaikan Kelas/Lulusan Tata Tertib Siswa 50 KOMPONEN TIDAK ADA KETERANGAN NO 10 11 12 13 14 15 16 IV 1 2 3 4 5 V KOMPONEN ADA Daftar Susunan Keluarga Daftar Hadir Tidak Hadir Peg.

Kenaikan tk/penjurusan e.. Tamat belajar Upacara Sekolah Kegiatan dalam libur Kegiatan Ekstrakurikuler Bimbingan siswa PERHITUNGAN HARI SEKOLAH DAN LIBUR SEKOLAH Identitas sekolah (Nama dan Alamat Sekolah) : ………. Evaluasi belajar d. f. Penyajian pelajaran c... : ………...... 2 a.…...…... JADWAL KEGIATAN SEKOLAH TAHUN PELAJARAN 2010/2011 NO 1 a.…. PERHITUNGAN HARI SEKOLAH DAN LIBUR SEKOLAH JENIS SEKOLAH TAHUN PELAJARAN : ……………………………………………………… : ……………………………………………………… HARI LIBUR NO 1 SEMESTER SEMESTER 1 Juli Agustus September Oktober Nopember Desember 2 SEMESTER 2 Januari Februari Maret April Mei Juni Jumlah BULAN HARI KERJA SMT MINGGU UMUM PUASA KHUSUS HARI BELAJAR 53 JUMLAH SATU TAHUN PELAJARAN . d. Penjelasan TT sekolah c.52 CONTOH : FORMAT ADMINISTRASI SEKOLAH Identitas sekolah (Nama dan Alamat Sekolah) : ………. Pekan orientasi b.. Persiapan mengajar b... e... Penjelasan TT fasilitas sekolah 3 Kegiatan Belajar Mengajar Hari pertama masuk sekolah Pendaftaran calon siswa Seleksi calon siswa Pendaftaran calon siswa yang diterima Perpindahan siswa Perencanaan kelas Penyusunan jadwal pelajaran Pembagian tugas guru Persiapan tahun pelajaran KEG/BLN JULI AGS SEPT OKT NOP DES JAN FEB MAR APR MEI JUN 4 5 6 7 a. g.. b.....…. : ………...... c..

.. Jumlah (∑) Minggu tidak Efektif ......... 1 2 3 4 5 6 Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah II...... Jumlah (∑) minggu efektif riil = ∑ minggu/semester 30 – ∑ minggu tidak efektif 11 = 19 minggu/jam tatap muka No......54 Sekolah Mata Pelajaran Tahun Pelajaran SEMESTER GANJIL I.. Jumlah (∑) Minggu/Semester................. No...... 1 2 3 4 5 6 Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah hari tdk masuk Jumlah hari kegiatan sekolah Jumlah Nama Bulan Jumlah Minggu 2 Minggu 0 Minggu 2 Minggu 2 Minggu 0 Minggu 1 Minggu 3 Minggu 1 Minggu 11 Minggu Nama Bulan Jumlah Minggu 5 Minggu 5 Minggu 5 Minggu 5 Minggu 5 Minggu 5 Minggu 30 Minggu PERHITUNGAN KALENDER PENDIDIKAN SEMESTER GANJIL/GENAP : .......... 1 2 3 4 5 6 Nama Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Jumlah II...... 1 2 3 4 Januari Februari Maret April Jumlah Minggu 1 Minggu 1 Minggu 1 Minggu 1 Minggu ...... Jumlah (∑) Minggu/Semester. No........ III......... 1 2 3 4 5 6 Nama Bulan Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah SEMESTER GENAP I............... Nama Bulan Jumlah Minggu 5 Minggu 4 Minggu 5 Minggu 4 Minggu 5 Minggu 5 Minggu 28 Minggu Jumlah Minggu 2 Minggu 5 Minggu 3 Minggu 3 Minggu 4 Minggu 2 Minggu 19 Minggu 55 No...... No. : .... : .. Jumlah (∑) Minggu tidak Efektif .

..... x ........... Jumlah (∑) jam efektif/semester genap =........ 2.………. .. ……….... Jakarta....... jam tatap muka..... Jumlah (∑) jam efektif/semester ganjil = ...... Mengetahui... Guru Mapel .. Kepala Sekolah L P J L P J I II III ……………......... jam tatap muka... jam tatap muka =.. ...56 III.. Untuk menentukan jumlah jam dari masing-masing mata pelajaran/kompetensi bedasarkan pada analisis SK/KD atau pemetaan kurikulum implementatif yang telah divalidasi.. x ..... 1 2 3 4 5 6 Januari Februari Maret April Mei Juni Jumlah Nama Bulan Jumlah Minggu 4 Minggu 3 Minggu 4 Minggu 2 Minggu 2 Minggu 1 Minggu 16 Minggu IV...... jam tatap muka = ...... ............... Jumlah (∑) minggu efektif riil = ∑ minggu/semester 28 – ∑ minggu tidak efektif 12 = 16 minggu/jam tatap muka No......... 57 Keterangan : Untuk semester 2 dibuat sama dengan semester 1 bulannya diganti...... Jumlah jam tatap muka disesuaikan dengan jumlah jam masing-masing mata pelajaran/kompetensi yang tertera pada Jadual tatap muka..... tiap semester jumlah jam satu mata pelajaran/kompetensi kemungkinan berbeda.... Catatan: 1..... Kepala Sekolah. NIP..……….. 5 6 Mei Juni Jumlah hari kemungkinan tidak masuk Jumlah hari kegiatan sekolah Jumlah 2 Minggu 2 Minggu 2 Minggu 2 Minggu 12 Minggu Contoh: FORMAT DAFTAR KEADAAN SISWA DAFTAR KEADAAN SISWA JENIS SEKOLAH TAHUN PELAJARAN SEMESTER : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… TINGKAT NO PROGRAM STUDI BULAN/SISWA 1 2 3 4 5 6 Juli Agustus September Oktober Nopember Desember …………….......

: …………………………. Pemecahannya ... 5... : ………………………………………. 59 1..1 dari butir 1 …………………………………………… 5. 3..…..58 CONTOH: FORMAT LAPORAN KENAIKAN TINGKAT/KELUAR/LULUS Identitas sekolah (Nama dan Alamat Sekolah) : ………. : ………....….... : ……………………………………….. nilai rata-rata kelas …………... Masalah dan hambatan yang timbul 5.4 Ulangan formatif ke 4 dilaksanakan pada tanggal …... : ………………………………………...1 Ulangan formatif ke 1 dilaksanakan pada tanggal …… nilai rata-rata kelas …….. Dilaksanakan pada tanggal ………………………….3 dari butir 3 …………………………………………… 6.. 4....% 3. LAPORAN KENAIKAN TINGKAT/KELUAR/LULUS JENIS SEKOLAH TAHUN PELAJARAN PROGRAM STUDI 01 I 02 03 07 08 II 04 TINGKAT III 05 06 : ……………………………………………………… : ……………………………………………………… JUMLAH 09 10 11 1 (diisi awal tahun) 2 Siswa yang tinggal kelas Program studi Tinggal kls Keluar Lulus Orang % Orang % Orang % Program studi Tinggal kls Keluar Lulus dst Orang % ……………………………. Pencapaian target Silabus : ………………. nilai rata-rata kelas …………..2 Ulangan formatif ke 2 dilaksanakan pada tanggal …… nilai rata-rata kelas ………… 3......minggu 2.. 2011 Kepala Sekolah ……………………....... 3.. Pelaksanaan Formatif dan nilai yang dicapai 3..... NIP. Jumlah minggu belajar : ………………. CONTOH: FORMAT REKAPITULASI PELAKSANAAN PROSES BELAJAR REKAPITULASI PELAKSANAAN PROSES BELAJAR MENGAJAR SEKOLAH ALAMAT REKAPITULASI TAHUN PELAJARAN MATA PELAJARAN/KLS SEMESTER : ………………………….…....3 Ulangan formatif ke 3 dilaksanakan pada tanggal …. Evaluasi belajar semester (sumatif/ulangan umum) nilai rata-rata kelas ……………….2 dari butir 2 …………………………………………… 5.

...2 dari butir 2 …………………………………………… 6....…. CONTOH: FORMAT DAFTAR KEADAAN SISWA MENURUT TINGKAT Identitas sekolah (Nama dan Alamat Sekolah) : ……….. NIP. …………………………. NIP.... .. Kesimpulannya : ……………………………………………………………………………………………………………………………………… DAFTAR KEADAAN SISWA MENURUT TINGKAT TAHUN PELAJARAN BULAN : ……………………………………………………… : ……………………………………………………… BANYAK KELAS PROGRAM STUDI I II III L P L P L P L P L P L P L P L P JML KLS I JML SISWA BLN YANG LALU II III JML SISWA BLN INI JML I II III JML …………………………….1 dari butir 1 …………………………………………… 6.60 Mengetahui Kepala Sekolah ………………………. 6........….... ………………………….3 dari butir 3 …………………………………………… 7...2011 Guru ybs. .... : ……….. Kepala Sekolah 61 ……………………...... NIP.

. Tanggal.. : …………………………………………….... Karpeg No. Alpa …………………….. CONTOH: FORMAT PENGANTAR SURAT KOP SURAT LEMBAR PENGANTAR SURAT RUTIN Unit Pengolah/Penerima Nomor urut 01 Asal surat 02 Tanggal 03 Tanggal Penyampaian Nomor 04 Perihal 05 Ket... : ………. Bulan dan Tahun Uraian : ……………………………………………..... Kepala Sekolah CATATAN : S .…. : ……………………………………………....../jam : ………...........….. Nama dan Paraf Pejabat Penilai …………………………….. Sakit I ..… . 06 Jumlah Diterima oleh : …...62 CONTOH: FORMAT BUKU CATATAN PENILAIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL Identitas sekolah (Nama dan Alamat Sekolah) : ………. RAHASIA BUKU CATATAN PENILAIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL Nama NIP No... NIP.... Izin A ..……… 63 Tgl.

... Tanggal Penyampaian : ......................…… 65 Tgl./jam : ………........Urut : M K Lampiran : Dari : Nomor : Pengolah : Catatan : CONTOH: FORMAT SURAT RAHASIA KOP SURAT LEMBAR PENGANTAR SURAT RAHASIA Unit Pengolah : ....................................... NO.............................. SURAT KET.. Jumlah Diterima oleh : ….......... URUT ASAL SURAT TGL SURAT NO. : No..64 CONTOH: FORMAT KARTU KENDALI CONTOH KARTU KENDALI KOP SURAT Indeks Hal : : Kode Tgl .… ..................…..

............................................. Nama Jabatan Cap Dinas Tanda tangan 67 Nama terang NIP ........................................................ ……………………………......................................................................................................................... …………………………….................. Kepada Yth …………………………….................. Nomor Isi surat/barang Jumlah Keterangan Nama Jabatan Cap Dinas Tanda tangan Nama terang NIP Tembusan Yth : CONTOH: SURAT PENGUMUMAN Contoh: Surat Pengumuman KOP SEKOLAH SURAT PENGUMUMAN ............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................................................. .................................................................................................................. .................66 CONTOH: FORMAT SURAT PENGANTAR KOP SURAT SURAT PENGANTAR Nomor: ......................................................................................... .................. ..................................

.....68 CONTOH: FORMAT BUKU TAMU PEMBINAAN BUKU TAMU PEMBINAAN Tanggal No.………......1 Tahun 2010 SK Mendikbud No..… yang bertanggung jawab.............. maka dipandang perlu untuk dikeluarkan Standar Operasional Prosedur Pembinaan Kegiatan Kesiswaan berbasis karakter bangsa bagi Siswa ………….………. Bahwa sesuai dengan pengalaman dan perkembanagn sistem pendidikan yang ada di Sekolah……….. tahun ……...... 4....... Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 Undang-Undang No............………………………… 2.........….... dipandang perlu untuk segera diadakan penyempurnaan dan pemantapan kegiatan kesiswaan di Sekolah……………........... Strategik Planing Pengembangan Sekolah ……... 226/C/Kep/O/1992 Tentang Pedoman Pembinaan Kesiswaan RKAS Sekolah……....6 Tahun 2009 Inpres No. Pekerjaan Nama Maksud Diterima Catatan CONTOH: PETUNJUK TEKNIS PENGEMBANGAN DIRI PESERTA DIDIK Lampiran 5 KEPALA SEKOLAH …………………...... kokurikuler dan ekstra kurikuler serta untuk terciptanya pembentukan tamatan Sekolah………........... MENIMBANG : 1.............. tahun pelajaran …...............….......…….... 7................. 2. 0461/II/1984 tentang Pembinaan Kesiswaan SK Ditjen Dikdasmen No....... 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Inpres No.. MENGINGAT : 1..... 8. 6....... 69 .. Bahwa dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan di Sekolah………......... 5.……… dan terpadunya kegiatan intra kurikuler................... 3.

.…. Menghargai peran aktif siswa dalam kegiatan ko kurikuler dan ekstra kurikuler Mengembangkan dan meningkatkan kegiatan ko kurikuler dan ekstra kurikuler melalui pengamatan aktif dan penilaian yang teratur Untuk memberi kemudahan didalam memberikan penilaian dan pembinaan kegiatan siswa yang bersifat ko kurikuler dan ekstra kurikuler Pasal 3 Sifat Kegiatan Satuan Kegiatan Pembinaan Karakter Bangsa bagi Siswa (PKBS) bersifat individual yaitu masing-masing siswa yang menciptakan atau berinisiatif untuk mengadakan........ Memberi nilai kepada siswa yang dibinanya sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam lampiran II keputusan ini.... 70 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Pengertian 1. Tugas dan tanggung jawab pembina adalah : a.. Membantu memperlancar proses belajar siswa dalam menunjang kemampuannya dibidang akademik dan non akademik.. guru mata pelajaran/guru kelas yang bersangkutan dan ditetapkan oleh sekolah......... 3............... memberi motivasi dan mengontrol kegiatan siswa yang dibinanya dalam mempraktikkan nilai-nilai karakter b. 6... Pembina kegiatan kesiswaan adalah guru pembina siswa...... 5.......... Aspek keagamaan dan moral Pancasila 71 .... Satuan Kegiatan Pembinaan Karakter Bangsa bagi siswa (PKBS) adalah satuan kegiatan kesiswaan dalam jangka waktu tertentu yang diprogramkan untuk memenuhi persyaratan dalam penyelesaian studi pada setiap semester atau tahun di Sekolah………….... . mengikuti suatu kegiatan ko kurikuler dan ekstra kurikuler yang telah ditentukan aspeknya sebagaimana akan diatur dalam pasal 5.... 2.. 4...... Pasal 4 Pembina 1...….. yang menunjang kegiatan kurikuler dan merupakan salah satu jalur pembinaan dan pengembangan potensi dan bakat siswa di Sekolah…………….. Mengerahkan........….. Aspek-aspek kegiatan kesiswaan yang dapat diperhitungkan nilai kegiatan pembinaan karakter bangsa bagi siswa meliputi : a...... 2.... tentang Standar Operasional Prosedur Pembinaan Kegiatan Kesiswaan Siswa Sekolah…... 3...MEMUTUSKAN MENETAPKAN : Keputusan Kepala Sekolah…….. Kegiatan Pembinaan Karakter Bangsa bagi siswa (PKBS) dapat dijadikan sebagai pertimbangan untuk pengusulan bea siswa.... siswa teladan/berprestasi dan fasilitas lainnya.. c..................... Kegiatan Pembinaan Karakter Bangsa bagi siswa (PKBS) adalah kegiatan siswa Sekolah ….. Pasal 2 Tujuan Satuan Kegiatan Pembinaan Karakter Bangsa bagi siswa (PKBS) bertujuan : 1.. menjadi pengurus organisasi intra sekolah (OSIS) serta predikat lulusan terbaik... BAB II ASPEK-ASPEK KEGIATAN Pasal 5 1. Membantu tercapainya peembentukan manusia Indonesia yang berkwalitas 2..... Mengembangkan dan meningkatkan bakat dan minat siswa dalam usaha menghasilkan tamatan yang beriman....…........ berilmu amaliyah dan beramal ilmiah yang penuh tanggung jawab dan profesionalisme...... Memberi rekomendasi dan keterangan mengenai siswa yang dibina kepada pihak-pihak yang memerlukan...

.. Aspek Penalaran dan Idealisme Aspek Kepemimpinan dan loyalitas terhadap sekolah.. c... Aspek pemenuhan minat dan bakat siswa Aspek pengabdian pada masyarakat Pasal 6 1.. Pasal 8 Prosentase masing-masing aspek kegiatan sebagaimana diatur dalam pasal 6 yang harus ditempuh oleh siswa yang akan menyelesaikan studinya pada setiap semester sebagaimana tersebut pada pasal 7 ayat (1) adalah: a. c.. e.... 2.……. Beban satuan kegiatan kesiswaan yang harus ditempuh oleh setiap siswa yang akan menyelesaikan studinya pada setiap semester di Sekolah. sekurang-kurangnya adalah bernilai BAIK untuk setiap satuan kegiatan kesiswaan (PKBS) yang harus ditempuh/diselesaikan/dimiliki sebelum melanjutkan semester berikutnya. dinyatakan dalam table berikut : Nilai Kredit yang diperoleh 86.. d.. 3. Nilai kegiatan diberikan kepada siswa yang melaksanakan kegiatan dengan menunjukkan bukti resmi baik berupa sertifikat/piagam....72 2.…. BAB III BEBAN SATUAN KEGIATAN PEMBINAAN KARAKTER KESISWAAN Pasal 7 1.. Aspek keagamaan dan Moral Pancasila sekurang-kurangnya 30% Aspek penalaran dan idialisme sekurang-kurangnya 20 % Aspek kepemimpinan dan loyalitas sekurang-kurangnya 20 % Aspek pemenuhan bakat dan minat sekurang-kurangnya 20 % Aspek pengabdian masyarakat sekurang-kurangnya 10 % BAB IV SISTEM PENILAIAN DAN ADMINISTRASI Pasal 9 1....... bangsa dan agama. keterangan penyelenggara.. Yang berhak memberikan nilai adalah Guru Pembina Kegiatan yang bersangkutan.keatas 76-85 66-75 50-65 00-49 Predikat Istimewa Baik Sekali Baik Cukup Kurang Simbol A AB B C D 73 . tulisan maupun keterangan lain yang dapat dipertanggung jawabkan. Predikat nilai akhir kegiatan kesiswaan didasarkan oleh tinggi rendahnya nilai kredit kegiatan kesiswaan yang diperoleh. Kepala Sekolah / Wakil Kepala Sekolah/ Ketua Program/Wali kelas/ Pembina Kesiswaan dapat menentukan program kegiatan kesiswaan wajib dan pilihan bagi setiap siswa.. calon penerima bea siswa dan penentuan predikat siswa berprestasi/teladan serta tamatan terbaik adalah diambil yang terbanyak jumlah satuan kegiatan kesiswaan (PKBS) dari jumlah siswa yang diusulkan dari masing-masing kelas/jurusan/program keahlian... Kegiatan Pembinaan Karakter Bangsa bagi siswa (PKBS) pada dasarnya merupakan kegiatan yang terintegrasi setiap matapelajaran dari berbagai aspek yang wajib diikuti oleh siswa. e. Jenis dan bobot nilai dari berbagai aspek dalam ayat (1) pasal ini sebagaimana terdapat dalam lampiran I dan II pada Keputusan ini.. b.. b... Beban satuan kegiatan kesiswaan untuk pertimbangan bagi siswa yang akan menjadi pengurus OSIS.... d.. 2. negara. 2.

Dakwah sekolah/Persekutuan Doa 4. Pengurus OSIS 2. LAMPIRAN I : SIFAT KEGIATAN No.. maka semua ketentuan yang bertentangan dengan pedoman ini dinyatakan tidak berlaku. Praktikum Agama 6.. Rohis/Rokris/Rohani Hindu/Rohani Budha 2.. JENIS DAN SIFAT KEGIATAN Wajib A. Pasal 11 Hal-hal yang belum diatur dalam pedoman ini akan ditentukan kemudian. Lomba PKS/OSN 7. Diskusi Ilmiah/Panel 2. Lokakarya 6. dst C. Seminar 3.. Dengan berlakunya Standar Operasional Prosedur Kegiatan Kesiswaan ini. Kepala Sekolah…………...………. Aspek Kepemimpinan dan Loyalitas: 1. Lomba Pidato 8. Pengurus /anggota Organisasi sekolah 3. dst B.. Mading 10.……………….. Penelitian Remaja 5.………….. Dakwah/Penyuluhan/Khotbah 5. Pasal 12 Keputusan ini berlaku mulai tahun ajaran ……….. 2... Kursus/Diklat 9.4. Debat Bahasa Inggris 4. 74 BAB V PENUTUP Pasal 10 1. Bulletin/Majalah 12... Aspek Keagamaan dan Moral Pancasila: 1. LDKS Pilihan I Pilihan II Pilihan III Pengembangan 75 . Bagi Bapak/Ibu guru yang akan memberikan tugas ko kurikuler dan ekstra kurikuler kepada siswa supaya mengacu pada pedoman ini.. Setiap siswa mendapatkan buku kegiatan yang berisi rincian kegiataan yang dilakukan dan penilaian dari pembimbing/pembina kegiatan. Ditetapkan di : Pada tanggal : ………..…… dengan ketentuan apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan akan diadakan perbaikan dan penyesuaian sebagaimana mestinya. Bedah Buku 11... Peringatan Hari Besar Agama/Nasional 3.. …………………. Aspek Penalaran dan Idealisme: 1.

Folksong 6. Aspek Pengabdian pada Masyarakat: 1. Silat 7. Karate 8. Bansos 2. 6. Band/Vokal Group 3. SAR/PMR 4. Sepak Bola 6. 5. dst (2) Cabang Kesenian: 1. Donor darah 3. 8. Orkes Melayu 4. 7. Bola Basket 5. Bola Volly 2. D. Khotbah/Pengajian 5. Teather 8. Tari Tradisionil 9. Aspek Pemenuhan Bakat dan Minat Siswa : (1) Cabang Olah Raga: 1. Yudo 9. Catur 10. Tenis lapangan 4. Bulutangkis 3. Kasidah Nasid 5. Seni Baca Al-Qur'an 2. dst Catatan : Jenis kegiatan disesuaikan dengan Jenis dan Jenjang sekolah 77 . Kaligrafi/Melukis 10.76 4. Bridge 11. Paduan Suara 7. Atletik 12. dst Koperasi Siswa Wirausaha Studi Banding Kunjungan Industri Dst E.

78 Contoh : Kalender Pendidikan Sekolah Lampiran 6 KALENDER PENDIDIKAN TAHUN PELAJARAN 2011-2012 SEMESTER I Juli 2011 Minggu Senin 4 5 6 7 1 2 Hari Pertama masuk sekolah Perkiraan libur Awal Ramadhan 1 -2 17 23-29 30-31 Libur Awal Ramadhan HUT RI Ke-67 Libur Ramadhan Idul Fitri HBE = 15 Agustus 2011 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 6 13 20 27 5 12 19 26 4 11 18 25 Kamis Jum'at Sabtu 1-7 HBE = 14 September 2011 Minggu Senin Selasa Rabu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 7 14 15 16 30 31 17 24 23 22 29 21 28 8 9 10 HBE = 17 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 3 11 12 13 14 15 16 23 30 22 29 21 28 20 27 3 19 26 2 18 25 1 10 17 24 31 Selasa Rabu Kamis Jum'at 8 9 Sabtu 11 30 Libur Idul Fitri 1432 H Oktober 2011 Minggu Senin 3 7 1 2 3 4 5 10 11 12 9 8 15 16 17 18 19 14 4 5 6 7 1 Ujian Tengah Semester Porseni/waktu jeda Penerimaan Raport UTS 6 25 27 HBE = 21 November 2011 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 6 13 20 21 22 23 24 25 26 2 10 11 12 13 14 15 22 29 21 28 20 27 19 26 18 25 17 24 31 9 16 23 30 HBE = 22 27 28 29 30 Desember 2011 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 12-15 24 26-31 HBE = 8 4 5 6 7 1 2 3 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 UAS Penerimaan Raport Libur Akhir Semester I 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 8 10-13 17-19 22 Idul Adha Hari Guru Nasional Tahun Baru Hijriah SEMESTER II Januari 2012 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 1-7 23 HBE = 16 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Februari 2012 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 HBE = 21 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Maret 2012 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 HBE = 18 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Libur Th. Baru dan sem I Perkiraan libur umum 4 Perkiraan Libur Umum 19-22 31 UTS Penerimaan Rapor UTS April 2012 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 6 9-12 16-19 HBE = 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Perkiraan Libur Umum UKK Kelas VI US Mei 2012 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 1-6 17 HBE = 19 6 7 1 2 3 4 5 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 UN Perkiraan Libur Umum Juni 2012 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 11-15 30 HBE = 12 3 4 5 6 7 1 2 8 9 10 11 12 13 14 15 16 UKK I-V Penerimaan Raport/Penkre 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 KEPALA SEKOLAH 79 ------------------------------NIP:. .

80 Contoh : Perencanaan Program Induksi Lampiran 7 A L U R 1 BIn 11 BIn-1 Need Analysis Pembimbingan (asesmn-1) (asesmn-2) P I G P BIn 10 BIn 2 . 81 .9 Pembimbingan S1 & PPG Penunjukan PB Pelaporan Dinas Pndk/ Kantor Agama SERTIFIKAT PI KS PB KS PS PB KS Jabatan fungsional Guru A L U R Dinas Pndk/ Kantor Agama P I G P Minimal nilai BAIK YA 2 SERTIFIKAT PI Jabatan fungsional Guru tidak YA Perpanjangan induksi Minimal nilai BAIK tidak PNS yang diberi tugas mengajar tanpa jabatan fungsional Dapat diusulkan untuk diangkat dalam Jab Fung guru bila telah dapat nilai min Baik pada tahun berikutnya.

10. Budaya Manajemen By Fact dan BTP 1. Kegiatan Tahunan : Pelaksanaan Pesantren Kilat 2 kali dalam satu tahun. b. Maulid Nabi. Dzikir dan Muhasabah) yang diikuti oleh peserta didik tingkat III setiap program keahlian secara bergiliran dengan dipandu/dibimbing oleh Guru Agama/pembina OSIS Penerbitan buletin dakwah yang kelola oleh DKM Masjid SMK Negeri 56 Jakarta dan ROHIS Kegiatan Harian : Tadarus Al-Qur'an 07. d. d. Ketulusan dan tidak Korup Bertekad untuk . Pelaksanaan PHBI yang terdiri . guru. karyawan dan peserta didik Implementasi IMTAQ dengan mata diklat/kompetensi lain bagi guru-guru muslim setiap jam pelajaran dan pada saat shalat dzuhur tidak ada aktivitas lain diruang kelas. Kejujuran. f. Ø SII = Studi Islam Intensif Ø Kaderisasi Remaja Islam ( Calon anggota DKM=Dewan Kemakmuran Masjid /ROHIS) Ø LDKI = Latihan Dasar Kepemimpinan Islam ( Calon Pengurus DKM/ROHIS ) Ø SEMILOKA ISLAM Ø TAFAKKUR ALAM Ø Pelatihan MENTOR Ø Bedah Buku Ø Dll. Tasbih. dan karyawan.00 – 07. e.15 setiap kelas bagi peserta didik muslim dan kebaktian do'a di ruang aula bagi peserta didik non muslim Bimbingan shalat dzuha pada waktu istirahat pertama (pukul . Kegiatan Mingguan : Penyelenggaraan Shalat Jum'at dengan khatib oleh Guru PAI/Umum dan Ustadz dari luar secara bergantian dan wajib diikuti oleh Guru laki-laki dan peserta didik laki-laki muslim.10 dengan Imam oleh Guru putra secara bergantian. 1. Isra' dan Mi'raj.50-12. a. pembagian zakat fithrah dan shalat Idul Fithri Buka Puasa Bersama dan Shalat Tarawih dan kegiatan peserta didik lainnya seperti .82 Contoh : Pedoman Kerja Sekolah POKOK-POKOK STRATEGI KEBIJAKAN A. Kegiatan MABID ( Shalat Taubat. Berprilaku jujur. a. bagian depan laki-laki dan bagian belakang perempuan diikuti oleh seluruh guru. dan Muharam ( Tahun Baru Hijriyah) Bimbingan Shalat Idul Qurban dan Penyembelihan hewan qurban Bimbingan pengumpulan. a. e. d.00) secara bergiliran setiap hari 2 kelas dibawah bimbingan dan tanggung jawab guru yang mengajar pada kelas bersangkutan Shalat Dzuhur berjama'ah pada waktu istirahat kedua pukul 11. e. B. Penerapan MPMBS (Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah) yang taat asaz BERSIH Ÿ Ÿ Ÿ Mengandung nilai –nilai . pada liburan semester genap dan bulan suci Ramadhan diikuti oleh peserta didik yang masuk kreteria sebagai berikut : Ø Nilai Normatif tidak mencapai kompetensi Ø Ada nilai Adaptif atau produktif yang tidak mencapai kompetensi Ø Jumlah pelanggaran tata tertib sekolah telah mencapai 45 poin Ø Sering terlambat masuk sekolah Ø Peserta didik bermasalah b. 2. c. ruang guru dan kantin kecuali melaksanakan shalat berjamaah Program kepedulian sosial siswa yang dikumpulkan oleh ROHIS/ROKRIS sebagai upaya untuk membantu peserta didik yang kurang mampu supaya dapat melanjutkan belajar Penerapan Dakwah Sistem Langsung (DSL) dalam program pembelajaran Pendidikan Agama Lampiran 8 Menciptakan situasi keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME 3. f. c. tidak KKN Bersih fisik dan bersih hati 83 . menjunjung tinggi integritas dan kredibilitas. Untuk non muslim melakukan kebaktian bersama di ruang Aula Penyelengaraan Kajian Agama Keputrian pada waktu Shalat Jum'at dengan Bimbingan Guru Wanita Muslim dan dilanjutkan Shalat Dzuhur berjamaah Mentoring Agama diikuti seluruh peserta didik secara kelompok dibimbing para tutor dibawah koordinasi Guru Agama Memakai pakaian muslim bagi peserta didik. c. Pemantapan Komitmen. b.

kemampuannya prima. Kepentingan KBM diatas segala kepentingan c. 6. prima dalam intelektual. Pembelajaran sepanjang hayat dan life skill D. tepat waktu dan tidak KKN Ÿ Memiliki pribadi prima . Pembelajaran berwawasan lingkungan f. 11. Reorientasi Pemelajaran Normatif. Pembelajaran berbasis Kompetensi (CBT) e. 7. e. Lima menit sebelum bel pertama sudah ada di kelas/sekolah d. Pembelajaran Tuntas ( mastery learning) b. Kontrol Proses /Audit Mutu 1. 3. jujur. ISO-900-2000 dan SMK RSBI 3. 4. Peningkatan SDM dan Sumber Daya Pendidikan 85 1. disiplin dan tanggung jawab Ÿ Mampu mengatakan yang benar ya benar dan yang salah ya salah Ÿ Memiliki tingkat kompetensi yang tinggi. dalam setiap tindakan dipelajari dulu tidak langsung mengambil keputusan 2. Kekompakan dan kebersamaan adalah Jiwa saya Keberhasilan SMK Negeri 56 adalah keberhasilan saya Bekerja dilandasi berbuat baik bagi negara dan sebagai ibadah Melaksanakan Tujuh Pilar KBM a. 1. Pemelajaran Mandiri /Individual d. 3. Pembelajaran berbasis normative dan adaptif g. 4. Pengembangan Budaya Sekolah Penciptaan suasana belajar yang kondusif dan konsisten terhadap aturan yang disepakati bersama oleh seluruh unsur sekolah. Ÿ Memiliki perhatian tinggi pada pelanggan melalui pelayanan prima.84 PROFESIONAL Ÿ Memiliki integritas yang tanpa kompromi. Wujud SMK Negeri 56 adalah wujud saya b. 2. 5. Adaptif dan PRODUKTIF Penerapan organisasi pembelajaran Komitmen Warga Sekolah a. TRANSPARAN Ÿ Mengandung nilai-nilai yang dapat diaudit/diakses oleh siapa saja dan dapat dipertanggung jawabkan serta keterbukaan Ÿ Bertekad untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan dapat diketahui oleh fihak-fihak yang mempunyai kewenangan untuk mengetahui Ÿ Budaya terbuka. 10. prima dalam penampilan dan prima dalam penyampaian materi Ÿ Memiliki interpersonal yang baik Ÿ Memiliki komitmen yang kuat terhadap suatu panggilan tugas Ÿ Memiliki sikap mental yang positif. Pembelajaran berbasis Produksi ( PBT) c. f. SMK SNP. 9. Standar Tamatan Bermutu Standar KBM Bermutu Standar Penilaian/ Verifikasi Internal Standar Layanan (SPM) Standar Insentif dan Pembiayaan Standar Produc dan Jasa Standar Program Kegiatan Standar Promosi guru dan karyawan Standar Kegiatan dan kehadiran Standar Informasi dan keterbukaan Standar Pengadaan dan Penerimaan Barang Standar Dokumen E. terbuka dalam program dan terbuka dalam anggaran Ÿ Berfikir positif C. 2. mau belajar terus menerus. Pelaksanaan Kurikulum KTSP Berbasis Karakter dan Kewirausahaan Pencanangan target . 8. menguasai bidang tugasnya. 12. 2. Peningkatan kesejahteraan Penegakkan disiplin secara terus menerus .

.. 2. 5. 3. 3. 5.. Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan Pemerintah dalam bidang Pendidikan. Kepala Sekolah ……………………. 4. Pelaksanaan peraturan taat asas dan memberi sangsi bagi yang melanggar Pembagian tugas secara proporsional Pemetaan SDM (Sumber Daya Manusia).. Sesuai Sistem dan Prosedur Penyusunan TOR (Term of Refference) Pengendalian Pelaksanaan program kegiatan Pengembangan Sistem Jaringan Sederhana dalam Proses ……………………………. Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangun yang berjiwa Pancasila Guru memiliki kejujuran Profesional dalam menerapkan Kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing-masing .. Guru bersama-sama memelihara membina dan meningkatkan mutu Organisasi Guru Profesional sebagai sarana pengabdiannya.... 8.. Guru menciptakan dan memelihara hubungan antara sesama guru baik berdasarkan lingkungan maupun didalam hubungan keseluruhan .. 3. tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan ... 1. NIP. UKBI (Uji Kemampuan Bahasa Indonesia) dan Peningkatan Kompetensi Mendorong seluruh warga sekolah untuk bekerja keras Menganggap sekolah sebagai rumah kedua Pemanfaatan aset sekolah untuk peningkatan mutu sekolah dan kesejahteraan F.. 7.. 9. 6.. 7. Guru secara sendiri-sendiri dan atau bersama-sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu Profesinya .86 6. 87 . . 8. Contoh : Kode Etik Guru Lampiran 9 KODE ETIK GURU INDONESIA 1. Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid sebaik-baiknya bagi kepentingan anak didik Guru memelihara hubungan dengan masyarakat disekitar sekolahnya maupun masyarakat yang luas untuk kepentingan pendidikan . Guru mengadakan komunikasi terutama dalam memperoleh informasi tentang anak didik. 4. AMT (Assesment Motivation Training). 4.. 2.

menyebut dan sedikit mengurai Permen 22.(c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif. PP No. 1. 2. iv.. dst .(d) belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain. 5. Kata Pengantar 1. Jakarta ditetapkan untuk diberlakukan mulai tahun pelajaran 2007/2008). 4. 19 tahun 2003. lembar penetapan.dan 24 tahun 2006.88 Contoh : Sistematika Pengembangan KTSP NO A. 3. disusun secara alfabetis. Landasan yuridis dikembangkan dari UUD 45 dan amandemennya UU Sisdiknas No. 3. Judul (contoh : Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tunas Bangsa). 1. 5. iii. 23 dan 24. Ketua Komite Sekolah.. Perda Propinsi serta Perda Kota dan Kabupaten yang relevan. 3. Logo Satuan Pendidikan dan atau logo daerah. menyebut dan sedikit mengurai mengenai UUSPN.. sub bab yang dilengkapi dengan nomor halaman yang menggunakan angka Arab. 4. Heading KATA PENGANTAR menggunakan huruf kapital. 1. 2. 20 tahun 2003. 2. Pejabat yang menandatangani adalah Kepala Sekolah. Renstra Diknas. Daftar Isi 6. 6. 3. Kota tempat Kurikulum SMK disusun. 3. . dan (e)belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif. 20 tahun 2003. kreatif. v). Landasan Yurudis 89 1. 19 tahun 2005 c. BAGIAN PENDAHULUAN Rasional 2. 23. Diktum Penetapan. Raya…… Jakarta Timur ). 2.(b) belajar untuk memahami dan menghayati. Judul (contoh : Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tunas Bangsa). Lembar penetapan 1. (Contoh: Berdasarkan pertimbangan Komite Sekolah. bulan. BAGIAN SAMPUL Sampul KTSP Lampiran 10 KOMPONEN ASPEK 2. halaman berikutnya (ii). kebijakan pusat. Glosarium Ucapan terima kasih kepada pihak yang telah terlibat dalam penyusunan kurikulum SMK. Tulisan cover. 5. NO KOMPONEN 5. daftar isi. Tulisan lampiran-lampiran disertai nomor halaman lampiran menggunakan angka Arab. a. ASPEK 4. Landasan Filosofis 3. 1. Alamat Satuan Pendidikan (Contoh :Jl. Uraian tentang pentingnya KTSP bagi proses pembelajaran di SMK. 4. kebijakan daerah dalam bidang pendidikan serta kebutuhan sekolah untuk beradaptasi terhadap perkembangan IPTEK. dan diketahui oleh dinas pendidikan provinsi. b. kata pengantar. Latar belakang penyusunan kurikulum SMK menguraikan mengenai alasan yang melatarbelakangi penyusunan kurikulum SMK: tuntutan era global. Kurikulum disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk :(a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tanggal penetapan. 2. Kota tempat penetapan. menyebut dan sedikit mengurai mengenai PP No. (Contoh : 2007) Halaman menggunakan angka romawi kecil (i). ii. Pengertian-pengertian dalam KTSP merujuk kepada UU Sisdiknas No. dengan ini Kurikulum SMK …. tahun. Header yang berisi Kata PENETAPAN menggunakan huruf kapital. berhubung letaknya paling depan maka nomor halaman disembunyikan artinya tidak muncul di cetakan. Tahun Penyusunan. Heading kalimat DAFTAR ISI dengan huruf kapital... Permendiknas 22. dan Peraturan Yayasan (bagi sekolah swasta).. Jumlah halaman cukup satu halaman . 4.. glosarium disertai halaman menggunakan angka romawi kecil (i. B. efektif dan menyenangkan.di munculkan. Tulisan bab.

Bersifat teknis dan Sasaran terukur. yang memuat tentang nomor. PP No.19 tahun 2005. KOMPONEN Diagram Pencapain Kompetensi ASPEK 4. pembelajaran kecakapan hidup diposisikan sebagai tujuan tidak langsung dari kurikulum Langkah-langkah yang dilakukan. Mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan daerah b. Pelaksanaan program kecakapan hidup (life skill) dilakukan dengan strategi sebagai berikut : a. kode kompetensi. 5. merujuk kepada Permen 22 tahun 2006. Permen 22.. 23. Uraian tentang kelompok mata pelajaran berisi deskripsi kelompok mata pelajaran yang spesifik SMK. topic pembelajaran yang diajarkan atau dilatihkan kepada siswa. Struktur Kurikulum dituangkan dalam bentuk matrik. Tujuan program keahlian dirujuk dari SKL (Standar Kompetensi lulusan) dalam Permen No. Pengembangan Diri 6. menyatu dan dipadukan dengan topic dan pokok bahasan/materi lain yang ada. Pendidikan Kecakapan Hidup 8. Pelaksanaan tidak terprogram terdiri atas rutin.dan Renstra Kemendiknas. Prosedur penetapan Mulok dilakukan dengan.Tujuan Institusional yang terdapat dalam PP No. a. NO 3. 6. dan c. Misi SMK dikembangkan dari:Visi SMK. 19 tahun 2005.20 Tahun 2003. 1. Muatan Lokal 5.dan Bersifat Universal serta berjangka panjang. tidak berupa mata pelajaran tersendiri b. mengindentifikan materi pokok pembelajaran . Menentukan fungsi dan susunan atau komposisi muatan lokal c. dengan mengacu pada Standar Isi yang ditetapkan oleh BSNP Bentuk pelaksanaan pengembangan diri adalah terprogram dan tidak terprogram. merujuk kepada panduan penyusunan kurikulum KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah yang disusun oleh BSNP. 20 tahun 2003 tentang UU Sisdiknas.Renstra Dinas. Visi SMK Tujuan Pendidikan SMK Misi SMK 6. KOMPONEN ASPEK 4. Struktur Kurikulum STRUKTUR KURIKULUM Kelompok Mata Pelajaran Tujuan Program Keahlian PP No. Satuan pendidikan yang melakukan pendidikan berbasis muatan lokal dan global melalui pengintegrasian semua pelajaran dan dapat menjadi mata pelajaran muatan lokal. Mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar serta silabus. Rumusan visi tentang tentang gambaran umum kondisi organisasi yang diinginkan untuk masa yang akan datang mengenai :Tujuan Pendidikan Nasional (TPN) yang terdapat dalam UU No. Mengidentifikasi bahan kajian muatan lokal d. 19 tahun 2003. Pelaksanaan terprogram terdiri atas layanan konseling dan ekstra kurikuler. Tujuan pendidikan SMK dikembangkan dari. 2. mengkaji SK/KD 2. Pendidikan Berbasis Keungulan Lokal dan Global 7.90 NO 3. dan Peraturan Yayasan (sekolah swasta). Menentukan Mata Pelajaran Muatan Lokal e. 23 tahun 2006. C.Perda Provinsi. 4. Uraian tentang jumlah jam pelajaran setiap matapelajaran. UU Sisdiknas No. 19 tahun 2005. Renstra Kemendiknas Perda propinsi serta Perda Kota dan Kabupaten yang relevan. Silabus dan RPP 91 Diagram pencapaian kompetensi menunjukkan tahapan atau tata urutan kompetensi yang akan diajarkan dan dilatihkan kepada peserta didik dalam kurun waktu yang dibutuhkan serta kemungkinan multi exit multi-entry yang dapat diterapkan. tahun/tingkat dan semester serta jumlah jam. minimal sesuai dengan standar isi untuk semua jenis program/jurusan pada sekolah untuk setiap semester yang berlaku pada tahun pelajaran itu. spontan dan keteladanan. 1. Standar isi merujuk kepada Permen 22 tahun 2006.Tujuan intra dan ekstra kurikuler yang merujuk kepada PP No.dan 24 tahun 2006. kelompok mata pelajaran/kompetensi.Perda Provinsi dan Bersifat operasional. 5.

Ruang Lingkup Pekerjaan D 1. kelompok mata pelajaran estetika. Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi. Tempat belajar disekolah dan DUDI Kalender pendidikan memuat. tingkat kemampuan rata-rata NO KOMPONEN ASPEK 2. b. hari belajar. Pengaturan beban belajar 2. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Stategi pembelajaran 2. dan d. 4. Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator 75%. 5. 22 tahun 2006 serta panduan Penyusunan KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah yang disusun oleh BSNP. Pembelajaran di sekolah (kelas. olahraga. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. alokasi waktu minggu efektif belajar. 3. c. 5. 93 . Satuan pendidikan harus menentukan kriteria ketuntasan minimal dengan mempertimbangkan urgensi masing-masing kompetensi. Sesuai dengan ketentuan PP 19/2005 Pasal 72 Ayat (1). menyelesaikan seluruh program pembelajaran. lulus ujian sekolah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. menentukan sumber belajar Berisi tentang. 1. 3. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. kelompok kewarganegaraan dan kepribadian. Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. E. merumuskan indicator pencapaian kompetensi 5. Hari Belajar Efektif PENILAIAN Ketuntasan Belajar 1. Kegiatan Pembelajaran dirancang dan diselenggarakan di Sekolah. menentuakan alokasi waktu 7. 1. 4.waktu libur dan kegiatan lainnya serta Kalender akademik sekolah. dunia usaha atau masyarakat. Tuntutan Dunia Kerja 3. dan kesehatan. Ketuntasan belajar kompetensi kejuruan ditetapkan mengacu kepada standar minimal penguasaan kompetensi yang berlaku di dunia kerja yang bersangkutan. Penilaian menggunakan acuan kriteria. waktu pembelajaran efektif. Ada ketentuan Kriteria Ketuntasan Minimal dari masing masing mata pelajaran baik normative. Penilaian sikap didasarkan pada pedoman yang dikeluarkan oleh Direktorat PMK dan atau ditentukan oleh sekolah. 2. serta kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran. 1. Minimum 34 minggu dan maksimum 38 minggu. 4. Berisi uraian tentang pengertian 1 jam pelajaran. Kalender Pendidikan Tempat Pembelajaran Kalender Pendidikan 5. Penilaian Ujian 3.92 NO KOMPONEN ASPEK 9 Profil Tamatan 3. termasuk beban di luar tatap muka. Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. penentuan jenis penilaian 6. mengembangkan kegiatan pembelajaran 4. Ketuntasan belajar N/P setiap indikator yang telah ditetapkan dalam suatu kompetensi dasar berkisar antara 0-100%. adaptif dan produktif yang ditetapkan berdasar Surat Keputusan Kepala Sekolah. lulus Ujian Nasional. laboratorium. Mengacu pada Pedoman yang dikeluarkan Direktorat PMK. Pendekatan pembelajaran 3. peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah: a. 6 Mutu Kompetensi Penilaian Sikap Project Work dan Uji Produktif Kenaikan Kelas dan Lulusan peserta didik. Pengertian di atas merujuk kepada standar isi di dalam Permendiknas No. penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. dan kelompok mata pelajaran jasmani. bengkel/workshop dan di luar sekolah). Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian. Kompotensi Umum 2.

90.Sek PP (20) RPP BA CKS ME PRP (20) (20) (10) (15) (10) AH (5) NILAI SUPERVISI SCORE EVALUASI DIRI TIME SISWA REKAP ABSENSI A C I S T JML WAJIB HADIR 5X4 JUMLAH LAYANAN (100) Total Nilai PREScore SPM DIKAT SCORE KETERANGAN : PP BA ME AH : Program Pembelajaran RPP : Rencana Program Pembelajaran : Bahan Ajar CKS : Catatan Kemajuan Siswa : Melaksanakan Evaluasi PRP : Program Remedial/Pengayaan : Analisis Hasil Akhir Ujian SPM : Standar Pelayanan Minimal SEMESTER GENAP TAHUN : 92 . harapan. dan sikap) pada setiap satuan pendidikan di sekolah dan di daerah masing-masing.... Catatan : Lampiran disesuaikan dengan jenjang pendidikan.. Dewan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan) untuk mengembangkan berbagai kompetensi pendidikan (pengetahuan.. Standar isi (SK/KD) 2. Model RPP 10...... keterampilan... Pengembangan KTSP diserahkan kepada para pelaksana pendidikan (Kepala Sekolah... Silabus Program Adaptif 4.. saran dan kritik terhadap KTSP yang telah tersusun. BAGIAN PENUTUP Kesimpulan KOMPONEN ASPEK 2....69..... masyarakat dan dunia UsahaIndustri dan unsur-unsur lain yang mendukung keterlaksanaan KTSP....81.100 : 82 ... NIP. Standar Kelulusan (SKL) 1................. Panduan Akademik 9...99 : 40 ... Wakil SDM 95 ..99 =A =B =C =K Amat Baik Baik Cukup Kurang Mengetahui Ka Sekolah Kepala .99 : 70 ..... Guru...Ka.. dan kritik terhadap KTSP yang telah tersusun..Seklh Supv.. 3………………....... Silabus Program Produktif 5.... LAMPIRAN-LAMPIRAN ……………………………... SEMESTER GASAL TAHUN : 91 ......... G...... Jakarta.. NIP..91....100 : 82 ..99 =A =B =C =K Amat Baik Baik Cukup Kurang ………….94 NO F 1.... b..... Silabus Muatan Lokal 6... ... Saran Kesimpulan meliputi uraian tentang : a.. Komite Sekolah. KTSP merupakan kurikulum operasional yang disusun oleh masing-masing satuan pendidikan dengan memperhatikan standar kompetensi... Contoh : Format Program Supervisi dan Evaluasi Kinerja Lampiran 11 PROGRAM SUPERVISI DAN EVALUASI KINERJA PENDIDIK DALAM MELAKSANAKAN TUGAS TAHUN PELAJARAN ……………………..99 : 70 .. Saran meliputi :Harapan dan saran terhadap stakeholders..99 : 40 .69. Program Pengembangan Diri 8...... ……………….... KOMPONEN NAMA No GURU ADMINISTRASI GURU Keg. Silabus Program Normatif 3.. Kepala Sekolah ……………………....81.

. 5.......... ..1 Guru Kesenian/SBK No Nama Sekolah I II Rombel Kelas III IV V VI Jumlah Rombongan 1 SD ......2 guru kelas .... 12 13 HT Butuh Ada Kurang Lebih 14 15 16 17 18 97 Rumus Kebutuhan Guru : ∑G = JP X ∑KP X KB JW ....1 Guru Bahasa Inggris ......Studi/Mapel/Kls 21 21 14 2 5 5 Jumlah SD 1 Kebutuhan Guru Guru Bid... 4.... Contoh 2 : Analisis Kebutuhan Pendidik dan Tenaga Kependidikan PROGRAM STUDI/JURUSAN KELAS 1 2 Dst.96 Contoh 1 : Analisis Kebutuhan Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan Lampiran 12 KEBUTUHAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN SAAT INI (EXISTING) SD………………………… No Jenjang Sek Bid..... Jumlah Jumlah 2 3 4 .1 Guru Olah Raga ... Jumlah JUMLAH Analisa Kebutuhan Guru …………………………………….... : 150 ) a....... Kelas ........ 6 ................. Jumlah Guru BP Jumlah Jumlah Siswa ( ……... 10 ... 7 .......... 3............. Kelas ... 11 ....... Jumlah Jam .... 2 2 2 2 2 2 12 Rombel ……………………………. 2...... 9 . 1 1........Study/Mapel/Kls PTT PNS HONOR Kurang Lebih Kurang Lebih Keterangan Kekurangan Guru PNS 5 orang guru terdiri dari : ..... 8 ... NIP.... JUMLAH JAM PER MINGGU Kelompok MATA No Mata Pelajaran PELAJARAN Kelas .. 5 ... Kepala Sekolah …………………….

. JUMLAH Kebutuhan Ada 5 Kurang 6 Lebih 7 6.. 14..... 7.. Keuangan Ur.. 3......... 12..................... Keskretaiatan dan kerumahtanggaan 1 Orang / 200 siswa 1 Orang / 300 siswa atau maksimum 3 orang 1 Orang / 300 siswa atau maksimum 3 orang Ur..... Buku atau 1 orang / 500 Judul 1 Orang / Program Keahlian atau 1 Orang / Bengkel 2 Orang /Sekolah JUMLAH Jakarta.................... NO...... 8.................... Mengetahui Kepala Sekolah. Sarprasdik Ur.... 4........... Tahun.. Kasubag Tata Usaha ______________________________ ________________________ 99 ........ Caraka/Pesuruh Kebersihan Gedung 1 lantai 1 Orang/1000 m2 Gedung 2 lantai 1 Orang/750 m2 1 Orang / 4000 m2 atau Maksimal 3 orang 9..........98 Contoh : ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA KEPENDIDIKAN Keterangan : ∑G = Jumlah kebutuhan guru permata pelajaran JP = Jumlah mata pelajaran ∑KP = Jumlah kelompok belajar masing-masing mata pelajaran JW = Jumlah jam wajib mengajar (24 jam) Sekolah. Kesiswaan Ur. Tukang Kebun Taman Satpam/Penjaga Sekolah Supir Pustakawan Juru Bengkel Laboran 2 Orang /2000 m2 (Lantai) atau Maksimum 3 orang 1 Orang / Sekolah 1 Orang / 1000 eks.. 2. Akademik dan SIM 1 Orang bendahara PKC dan 1 Orang bendahara Rutin 1 Orang / < 500 siswa atau 2 Orang / > 500 siswa 1 Orang / 50 pegawai 1 Orang / Sekolah 3 4 STANDAR KEBUTUHAN 1 1. 10......... 5... 13. 11.. JABATAN 2 Kasubag TU Ur......... .................. Kepegawaian Ur....

................. .... Tahun Dua Ribu .......... Indonesia selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA................................ Dalam hal ini Bertindak untuk dan atas nama PT .................... Nama Jabatan II.. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah.... : ............................. 2... Bertindak Atas Nama : Sekolah ................................. Kab/Kota .................................... Tlp....................................026 / 2011 DENGAN PT ...851............ maupun masyarakat pada umumnya...................................... Kab/Kota . Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.......................... komunitas setempat.......... : Kepala Sekolah ........ baik bagi Perseroan sendiri.. Nama Jabatan Bertindak Atas Nama Alamat : : : : ....... Dalam Perjanjian ini Bertindak untuk dan atas nama Sekolah ................... Undang-undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. kami yang bertanda tangan di bawah ini: I......................... tanggal ................... Kab/Kota ......................... Kedua belah pihak telah sepakat untuk mengadakan Kerjasama dalam hal Program Penataan Kantin Sehat Sekolah ........ Alamat : Jl................... Indonesia PT ... dengan ketentuan yang telah disepakati pada pasal ........... ..............................................pasal tersebut di bawah ini : PASAL 1 SIFAT KERJA SAMA Kerjasama yang dilakukan adalah Kerjasama yang bersifat saling menguntungkan dan saling menunjang bagi kedua belah pihak atas dasar Musyawarah dan Kekeluargaan... 3.......... ............2................... ......... PASAL 4 MAKSUD DAN TUJUAN 101 Maksud dan tujuan dari kerjasama ini pada hakekatnya adalah untuk turut serta meningkatkan mutu pendidikan Indonesia........................ Dengan ini menyatakan bahwa.......... NOMOR : 018/1........... ANTARA SEKOLAH .................................. ..........100 Contoh : MoU Kemitraan Lampiran 13 NASKAH PERJANJIAN KERJASAMA PENATAAN KANTIN .................... Manager PT .. PASAL 2 PEDOMAN DAN DASAR KERJASAMA 1......... Kab/Kota .. PASAL 3 RUANG LINGKUP KERJASAMA PIHAK KEDUA menata sarana dan prasarana Kantin Sehat SDN Cijantung 03 Pagi kepada PIHAK PERTAMA untuk dapat digunakan oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA mendapat kesempatan untuk mempromosikan label produk................................................................................ khususnya pada siswa tingkat pendidikan sekolah dasar agar menjadi sumber daya manusia yang berkualitas tinggi... Pasal 1 Ayat (3): Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan adalah komitmen Perseroan untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat......... INDONESIA NOMOR : 10/MOU/2011 Pada hari ini. Indonesia Jl........... selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA...............................

.. . ditanggung oleh PIHAK KEDUA..... Biaya operasional dan penataan Kantin Sehat Sekolah . pemogokan yang menyeluruh dan adanya peraturan pemerintah yang secara langsung dapat mempengaruhi kewajiban masing-masing...... 4.. maka kedua belah pihak sepakat untuk tetap memberlakukan perjanjian ini sampai paling lambat 2 (dua) bulan... dan harus memberitahukan kepada pihak yang lain secara tertulis disertai bukti-bukti yang layak.......... Apabila tidak tercapai kata sepakat sebagaimana dimaksud ayat 1 pasal ini... Berhak menggunakan sarana Kantin Sehat Sekolah ...... sehingga kegiatan penataan Kantin Sehat Sekolah ..................... dengan catatan memberitahukan maksudnya secara tertulis kepada pihak lain selambat-lambatnya tiga bulan sebelumnya. huru hara........ maka KEDUA BELAH PIHAK setuju untuk menyelesaikan perselisihan tersebut melalui Badan peradilan umum yang dalam hal ini adalah pengadilan Negeri Jakarta Timur.. 2.......... Berkewajiban mematuhi peraturan MOU yang telah disepakati................... PASAL 5 HAK DAN KEWAJIBAN PASAL 6 PEMBIAYAAN KEGIATAN 1.. PASAL 8 FORCE MAJEURE 1 2 Yang dimaksud Force Majeure adalah kebakaran... Indonesia.. PASAL 11 HAL-HAL LAIN 1 2 Perjanjian ini tidak dapat dialihkan kepada pihak lain tanpa persetujuan tertulis dari KEDUA BELAH PIHAK Hal-hal yang belum cukup diatur dalam perjanjian ini akan diatur lebih lanjut dalam suatu addendum atas persetujuan KEDUA BELAH PIHAK dan merupakan satu kesatuan dalam perjanjian ini...... Hak dan Kewajiban PIHAK KEDUA.............. tetapi bila hal ini tidak dapat dielakkan maka perjanjian ini hanya dapat dilakukan atas persetujuan KEDUA BELAH PIHAK........ Berhak memperoleh kesempatan untuk menjual produk yang memenuhi standar kesehatan Badan POM Indonesia... 2............... PASAL 10 PEMBATALAN PERJANJIAN 1 2 Pembatalan perjanjian sedapat mungkin dihindari.. bencana alam...... Apabila karena sesuatu hal.. PASAL 7 JANGKA WAKTU 1. Apabila Masa berlaku Perjanjian ini telah berakhir. PASAL 9 PERSELISIHAN 1 2 Apabila dikemudian hari terjadi perselisihan yang bersumber dari perjanjian ini....... dapat ditanggulangi dan Sekolah ..... 3.. tidak dirugikan.. Berhak memperoleh dukungan dari PIHAK KEDUA dalam meningkatkan sarana dan prasarana Kantin Sehat Sekolah ........ maka KEDUA BELAH PIHAK sepakat untuk menyelesaikan secara Musyawarah. 2........ 4 Berkewajiban merawat sarana dan prasarana yang diberikan oleh PT. salah satu pihak bermaksud membatalkan perjanjian ini.... Berhak menggunakan sarana PIHAK PERTAMA untuk dapat dipergunakan memajang promosi produk....... KEDUA BELAH PIHAK dapat menunda atau membebaskan kewajiban masing-masing bila terjadi hal-hal diluar kekuasaan manusia / Force Majeure......... 2 KEDUA PIHAK menyetujui biaya pengadaan sarana Kantin Sehat Sekolah .. meliputi : 1... Perjanjian kerjasama ini berlaku selama 1 (satu) tahun terhitung sejak ditandatangani surat perjanjian ini dengan tidak mengurangi hak masing-masing pihak untuk mengakhiri sebelum waktunya...... peperangan...... Berkewajiban ikut serta meningkatkan mutu pelayanan kantin sehat.. 103 ......102 Hak dan kewajiban PIHAK PERTAMA.. maka diwajibkan mengajukan usulan secara tertulis dalam waktu 3 (tiga) bulan sebelumnya........... Berhak Mengatur jadwal menu makanan yang disajikan.. sedangkan perjanjian baru sebagai perpanjangan belum terbit........... ditanggung PIHAK KEDUA.. meliputi : 1.... 3....

. Strategi Penanganan Siswa yang Tidak Naik Kelas dan Tidak Lulus a. Agama dan Akhlaq mulia....... Kenaikan Kelas Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran dengan Kriteria sebagaiberikut: Siswa dinyatakan naik kelas setelah menyelesaikan seluruh program pembelajaran pada dua semester di kelas yang diikuti........ Tidak terdapat nilai dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) maksimal 3 (tiga) Mata Pelajaran yang diajarkan di sekolah Memiliki nilai minimal baik untuk aspek kepribadian pada semester yang diikuti sesuai dengan aturan tambahan bobot poin reward dan funisme yang berlaku 2.... Memperoleh nilai minimal Baik untuk seluruh kelompok Mata Pelajaran............. PIHAK KEDUA: MANAGER PT ............ dan masing-masing pihak mendapat satu rangkap.... Lulus Ujian Nasional sesuai dengan Standar Minimal Kelulusan (SMK) dan Standar kelulusan yang telah ditentukan oleh sekolah....... Kelulusan Siswa dinyatakan lulus / tamat belajar jika : Menyelesaikan seluruh program pembelajaran. PIHAK PERTAMA: KEPALA SEKOLAH . Jasmani Olahraga dan kesehatan sesuai dengan aturan bobot point Lulus Ujian sekolah untuk kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi... ________________ MANAGER PASAL 12 PENUTUP Contoh : Pedoman Akademik Lampiran 14 KRITERIA KENAIKAN KELAS DAN KELULUSAN 1.. INDONESIA ________________ NIP: .... Estetika...... 3.. b.... bermaterai cukup serta mempunyai kekuatan hukum yang sama....104 Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 2 (dua).. 105 Penanganan Siswa yang tidak naik kelas 1) Siswa yang tidak naik dapat melanjutkan dengan mengulang dikelas tingkat yang sama 2) Orang tua berhak untuk memindahkan anaknya ke sekolah lain dengan catatan tetap tidak naik sesuai dengan kelas yang ditinggalkan Penanganan siswa yang tidak lulus 1) Siswa yang tidak lulus berhak untuk mengulang di kelas tingkat yang sama 2) Siswa yang tidak lulus berhak untuk pindah sekolah dengan catatan mengulang dikelas yang sama . Kewarganegaraan dan kepribadian.

.... NO Wira usaha TAHUN JUMLAH SISWA DAN PROGRAM/JURUSAN BEKERJA Melanjutkan ke PTN/PTS TIDAK DIKETAHUI Contoh : INSTRUMEN PENELUSURAN LULUSAN PROGRAM STUDI ………………………… A.106 Contoh : Penelusuran Alumni /Tamatan Lampiran 15 DAFTAR PENELUSURAN TAMATAN Menurut Jurusan / Bidang Keahlian Tahun Pelajaran ………………………. dengan cara membubuhkan cheklist (√) pada kolom yang tersedia.…… yang sudah bekerja.. Penelusuran ini bertujuan untuk mengetahui daya serap lulusan Prodi …………………….. IDENTITAS PEKERJAAN Bekerja di Bidang Pekerjaan Lama bekerja Masa menunggu setelah lulus : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… Apakah bidang pekerjaan sesuai dengan bidang studi ? Ya/Tidak C. PETUNJUK Dalam rangka menelusuri lulusan Prodi ………. Kontak Email B..………..…............ kami bermaksud mengedarkan instrumen kepada alumni Prodi ………………….... IDENTITAS RESPONDEN Nama Lulusan Angkatan Alamat No. 107 ..… Oleh karena itu kami mohon kerjasamanya untuk mengisi instrumen berikut.….

memandang bahwa Keahlian berdasarkan bidang ilmu(profesionalisme) merupakan keharusan Sebagai alumni Prodi………………….. Penggunaan Teknologi Informasi bagi alumni adalah hal yang penting. ………………………. Informasi yang anda berikan sangat membantu Program Studi dalam menentukan kebijakan kedepan yang lebih baik.D. Tanggapan Pihak Pengguna No. Lulusan Program Studi……………. (%) (4) (5) (%) (%) (6) Jenis Kemampuan Sangat Baik (%) Baik Cukup (3) Kurang INSTRUMEN 108 (1) 1 2 3 4 5 6 7 Pengembangan diri adalah hal yang sangat berguna untuk meningkatkan karir para alumni.……. integritas moral dan etika terhadap lembaga merupakan hal yang penting (2) PENUTUP Untuk memperoleh informasi yang akurat mohon mengisi semua form dengan benar. Bahasa inggris bagi alumni merupakan hal yang penting. karena akan sangat berguna dalam dunia kerja.. prodi perlu memfasilitasi. Demikian atas kerjasama yang baik kami ucapkan terima kasih. …………………………………… Responden Contoh : Format Pendayagunaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Lampiran 16 NO 1.……. untuk mengikuti perkembangan TIK. Untuk menjalin kerjama antar lulusan dan program studi diperlukan kerja tim yang baik.. NAMA Bambang TUGAS POKOK Guru Matematika KEAHLIAN KHUSUS Ahli Keyboard TUGAS TAMBAHAN Mengajar Ekskul Musik KETERANGAN 109 . Jalinan Komunikasi antara Prodi dan alumni perlu dilakukan untuk menjaga kestabilan hubungan antara alumni dan Program Studi.

Hari Senin.. adalah keberhasilan saya Bekerja dilandasi berbuat baik bagi negara dan sebagai ibadah Kepentingan KBM diatas segala kepentingan Wujud SD/SMP/SMA/SMK.. baju muslim batik warna hijau.. kelas I. 4...30 – 12. kaos kaki putih dan sepatu hitam.. Kelas IV... Sabtu. dan Kamis... pakaian putih merah. II... 4... 2.Selasa. 5.. Semua murid wajib mengikuti upacara penaikan bendera pada hari Senin.. bagi yang non muslim baju putih merah. Contoh : Tata Tertib Peserta Didik Lampiran 18 TATA TERTIB PESERTA DIDIK SD………………………. kebersamaan dan kekeluargaan adalah wibawa korp.. Jumat.... 3... kaos kaki putih.. 5......... 5.... rok wanita dibawah betis..00-15. wanita diikat rapi. Rabu........ III. Setiap ketua kelas harus membariskan teman-temannya dilapangan dengan tertib.... murid-murid berbaris di depan kelasnya masing-masing dipimpin oleh ketua kelas.......15. 3... sepatu hitam dan baju dimasukan... I..110 Contoh : Kode Etik Warga Sekolah Lampiran 17 KOMITMEN WARGA SEKOLAH SD/SMP/SMA/SMK. berdasi. TATA TERTIB UPACARA BENDERA 111 1...... Petugas upacara harus mempersiapkan naskah-naskah persiapan upacara.... baju dimasukan... Rambut harus disisir.... adalah wujud saya Tanda Tangan Guru dan Karyawan SD/SMP/SMA/SMK. sepatu hitam....... berlokasi. 2.40 Khusus Hari Jumat masuk pukul 6.. Pembina upacara dipimpin oleh Kepala Sekolah/Salah satu Guru.. 6.30 -10. 3........ 2. 2.. TATA TERTIB BERPAKAIAN 1.. II dan III Pakaian Pramuka Siaga.. Sebelum masuk kelas. Untuk Piket Kelas harus datang 15 menit sebelum bel masuk. Lima menit sebelum bel pertama sudah ada disekolah Kekompakan. Bismillahirrahmanirrahim Pada hari ini .. sekolah mulai belajar pagi pukul 6. khusus yang putra tidak boleh melebihi daun telinga... 6. kami yang betanda tangan dibawah ini Guru dan Karyawan SD/SMP/SMA/SMK. Siswa kelas III dan IV masuk pukul 10... 3.. baju batik dan bawahan putih... 4.... dengan ini membuat komitmen bersama sebagai berikut : 1. Keberhasilan SD/SMP/SMA/SMK... 4... kaos kaki putih. pakaian senam dan membawa pakaian ekskul.. WAKTU MASUK DAN PULANG 1... Senin – Selasa....25.. ..... Rabu . V dan VI Pakaian Pramuka Penggalang lengkap... Kamis.... untuk membersihkan kelas dan halaman teras sekolah serta pulang belakangan untuk membersihkan kelas dan menutup jendela terlebih dahulu.

. 1. 4. kecuali selama belajar kelompok. LAIN-LAIN Murid-murid tidak diperkenankan membawa. 5. ketua kelas segera menghubungi guru piket. 3. 6.. Selama belajar murid-murid tidak diperkenankan meninggalkan kelas tanpa seizin guru. Tidak boleh merokok di sekolah dan dilingkungan sekolah.. sopan dan santun. Bagi murid yang masih melanggar ketiga kalinya akan diberikan sanksi skorsing selama 3 hari untuk dibina oleh orang tuanya. Anak yang datang terlambat tanpa alasan yang tepat tidak diperkenankan mengikuti pelajaran jam pertama dan hari berikutnya harus membawa surat keterangan dari orang tua. Tidak diperkenankan membawa senjata tajam dan sejenisnya. 2.. 4. 1. Siswa/siswi diharuskan berdo'a sebelum pelajaran dimulai dan setelah pelajaran berakhir dipimpin oleh ketua kelas. 1. Murid-murid wajib memiliki buku pelajaraan bagi yang mampu. 5. 2. Murid-murid tidak diperkenankan pindah-pindah tempat duduk selama belajar. Sanksi terakhir dikonsultasikan dengan orang tua atau dikembalikan kepada orang tua/wali urid. Setiap peserta upacara harus tertib. orang tua/walinya akan dipanggil dan mendapat peringatan secara tertulis. Seluruh murid berkewajiban menjaga dan merawat sarana dan prasarana di kelas termasuk meja – kursi. Kebersihan. 7. 2.. pada hari berikutnya harus membawa surat ijin dari orang tua/wali atau pemberitahuan lewat telepon. guru belum berada di kelas. 10 menit setelah bel masuk. menghapus papan absen kelas tanpa seijin guru. Selesai upacara. 3. VI. 112 VI.5.. alat kebersihan dan lain-lain. 11. makan dan tidur di kelas saat belajar. 9. V. TATA TERTIB KELAS Setelah tanda bel masuk dibunyikan semua siswa harus sudah berada di kelas. Murid-murid yang terlambat harus memperlihatkan surat izin dari guru piket sebelum memasuki kelas. 4.. ……………………………. 6. IV. 13.. 4. Murid yang bertugas menjadi piket pada hari itu wajib menyiram tanaman yang berada di depan kelasnya. berisik. Murid-murid yang tidak masuk sekolah. 12. Selama KBM berlangsung murid-murid tidak diperkenankan bercanda. Dilarang membawa dan minum minuman yang beralkohol.. 3. guru piket dan seluruh siswa.. SANKSI ATAU PELANGGARAN Murid yang melanggar tata tertib akan diberikan teguran/peringatan lisan dari guru (peringatan pertama) Bagi yang masih melanggar. menggunakan HP berkamera.... siswa langsung mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Kepala Sekolah ……………………. Berperilaku senyum. Tugas yang diberikan guru (PR) setelah dikerjakan harus dimintakan tanda tangan dari orang tua/wali dan Tidak boleh mengerjakan PR di sekolah. 10.. kerapihan dan keindahan kelas menjadi tanggung jawab ketua kelas. sapa.. 3. salam. dan melakukan kegiatan yang mengganggu proses belajar mengajar.. 113 . NIP. Tidak boleh mencoret-coret meja – kursi pakai Tip-ex. Membuang sampah pada tempatnya. . papan tulis. dan memperhartikan kebersihan lingkungan sekitar sekolah. 1. TATA TERTIB 7 K Semua murid wajib membuang sampah pada tempatnya. 2. tidak boleh berisik. 8.

1... b....... Keluar/Lulus d............ 20........... Nama Guru / Pegawai No NIP / NRK (L/P) Pangkat/Gol 1 2 3 Dst........ Jenis Kel SK Terakhir Jabatan Pangkat/Gol TMT T/ TT Ijazah Terakhir No............. Kelurahan : ............. Awal Bulan b.. Telepon : ... Agama : a.................... ..... Kepala ..... KEADAAN PESERTA DIDIK: Keterangan 1....... Akhir Bulan 2............. B.... WNA Jumlah Kelas I Romb: 2 Lk Pr Jml Kelas II Romb: 2 Lk Pr Jml Kelas III Romb: 2 Lk Pr Jml Kelas IV Romb: 2 Lk Pr Jml Kelas V Romb: 2 Lk Pr Jml Kelas VI Romb: 2 Lk Pr Jml Kelas VII Romb: 2 Lk Pr Jml Jumlah Semua Romb: 12 Lk Pr Jml Catatan : Coret yang tidak perlu Untuk Sekolah Swasta 115 .... Kristen c........ Budha e..... Sk Tanggal Mat Pel Yg Diajarkan Mengajar di kelas (L/P) Status Peg No Nama Guru / Tempat / Pegawai Tgl Lahir NIP / NRK Jml Jam Mengajar Ket 1 2 Dst.... Mutasi : a..... Tdk Tempat / Tgl Lahir Agama TMT Kawin/ Jenis Kel SK Terakhir Status Peg Jabatan Terakhir CPNS Ijazah Mulai Tugas di Sek ini Alamat LAPOR BULAN ..... IDENTITAS SEKOLAH Nama Sekolah : ....... Masuk/Naik/TN c.. Hindu Jumlah 3........... Kewarganegaraan : a............. Alamat : ........ A. Kecamatan : ............. Katolik d... 2...... WNI b.. c......................114 Contoh : Format Laporan Bulan kepala Sekolah Lampiran 19 DAFTAR NAMA GURU DAN KARYAWAN SEKOLAH ........ 6 36 36 DAFTAR NAMA TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN SEKOLAH ........ Status : ................................ Kab/Kota : .. Islam b........ d............... a...... 3.

Lampiran 20 Manajemen Sekolah Dalam Foto 116 117 .

118 .

Visi Misi 119 .

Program Kerja Sekolah 120 121 .

122 123 .

Profil Sekolah 124 125 .

126 127 .

128 129 .

Tata Tertib 130 131 .

132 133 .

134 135 .

136 137 .

Pembelajaran Dalam Kelas 138 139 .

140 141 .

Pembelajaran di Luar Kelas 142 143 .

144 145 .

146 147 .

Kewirausahaan 148 149 .

150 151 .

152 153 .

Kemitraan Slogan-slogan Pembentukan Karakter 154 155 .

Pembentukan Karakter Kerja Keras 156 157 .

Pembentukan Karakter Jujur Pembentukan Karakter Hemat 158 159 .

Pembentukan Karakter Hidup Bersih Pembentukan Karakter Cinta Lingkungan 160 161 .

Pembentukan Karakter Ramah 162 163 .

GERBANG SEKOLAH Dari depan gerbang sudah ditanamkan karakter disiplin 164 165 .1.

HALAMAN SEKOLAH 2. POS KEAMANAN Tata tertib juga terdapat di Pos Keamanan Sekolah 166 167 .1.3.

3. TAMAN SEKOLAH Pemanfatan taman sekolah sebagai sumber belajar dan penanaman karakter 168 169 .2.

4. SERAMBI SEKOLAH Pemanfaatan ruang kosong untuk apresiasi prestasi siswa Pemanfatan ruang kosong untuk sumber belajar 170 171 .

5. LAPANGAN SEKOLAH Pemanfatan ruang kosong untuk penanaman karakter hidup bersih 172 173 .

PAGAR SEKOLAH Pemanfaatan pagar pengaman sebagai sumber belajar 174 175 .6.

8. RUANG KEPALA SEKOLAH 7. PARKIR SEKOLAH Penanaman budaya tertib 176 177 .

RUANG GURU 178 179 .9.

RUANG TATA USAHA 11.10. RUANG UKS “TULIS APA YANG DILAKUKAN DAN LAKUKAN APA YANG DITULIS” “CERMAT CEPAT TEPAT” 180 181 .

LABORATORIUM 182 183 .12.

184 185 .

PERPUSTAKAAN 13. RUANG KELAS Pembiasaan meninggalkan kelas dalam keadaan bersih dan rapi 186 187 .14.

15. RUANG IBADAH 16. KANTIN 188 189 .

KOPERASI SEKOLAH Penanaman nilai Kewirausahaan dan Ekonomi Kreatif 18. TOILET 190 191 .17.

19. RUANG SERBA GUNA 192 193 .

21. RUANG PRAMUKA 20. RUANG KOMITE

194

195

Seorang peserta didik berlatih membaca puisi

22. RUANG KESENIAN

Peserta didik berlatih menari

196

197

23. RUANG BK

198

199

RUANG OSIS 25. RUANG MULTIMEDIA 200 201 .24.

Pembiasaan bersalaman dengan guru [ SDN Cijantung 3 JAKTIM ] Pembiasaan Pembiasaan bersalaman antar sesama guru [ SDN Kaliasin Surabaya ] 202 203 .

Pembiasaan peduli lingkungan [ foto peserta didik di SMPN 1 Eromoko. Wonogiri ] Kegiatan Patroli Keamanan [ Sekolah SMPN 2 Pemalang ] Pembiasaan budaya antri [ peserta didik SMPN 2 Pemalang ] 204 205 .

Pembiasaan kegiatan upacara bendera untuk menanamkan cinta tanah air Pembiasaan sikap mandiri Pembiasaan gemar membaca 206 207 .

Penanaman nilai kerjasama 208 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful