Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan

? Komplek Kemdiknas, Gedung D Lt. 17

Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat 10270 Telp. (021) 57946110, Fax. (021) 57946110 ? Kampus Pusbang Tendik, Jl. Raya Cinangka Km.19 Bojongsari, Depok 16517 Telp. (021) 7490411, Fax. (021) 7491174 Website: http://tendik.kemdiknas.go.id e-mail: tendik@kemdiknas.go.id

Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan Nasional Tahun 2011

Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan Nasional Tahun 2011

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan Nasional

Sambutan

Diterbitkan oleh : Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Badan PSDMP dan PMP Kementerian Pendidikan Nasional

eberhasilan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas sangat terkait erat dengan keberhasilan peningkatan kompetensi dan profesionalisme Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) tanpa mengabaikan faktor-faktor lainnya seperti sarana dan prasarana serta pembiayaan. Kepala sekolah merupakan salah satu PTK yang posisinya memegang peran sangat signifikan dan strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pendidikan di sekolah. Kegiatan kekepalasekolahan adalah kegiatan dalam menyusun program, melaksanakan program, evaluasi hasil pelaksanaan program, dan melaporkan pelaksanaan program. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru pada pasal 15 ayat 3 menyatakan bahwa guru yang telah memperoleh sertifikat pendidik dapat diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah dengan beban kerja sesuai beban kerja kepala satuan pendidikan. Kepala sekolah profesional adalah kepala sekolah yang melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah meliputi: dimensi kompetensi kepribadian, manajerial, supervisi, kewirausahaan, dan sosial. Selain itu, untuk meningkatkan profesionalisme kepala sekolah maka perlu dilaksanakan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Tujuannya adalah untuk menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks dan untuk lebih mengarahkan sekolah ke arah pencapaian tujuan pendidikan nasional yang efektif, efisien, dan produktif. Mengingat pentingnya peran kepala sekolah dalam memajukan mutu pendidikan nasional sehingga tuntutan dan tanggung jawab yang harus dipikul oleh kepala sekolah menjadi besar. Saya menyambut baik upaya Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan untuk menyusun Buku Kerja Kepala Sekolah. Saya harapkan buku ini dapat dipakai sebagai salah satu pegangan atau acuan bagi kepala sekolah agar dapat meningkatkan kinerjanya dalam melaksanakan tugasnya. Dengan demikian, pada gilirannya mutu pendidikan semakin meningkat. Jakarta, Agustus 2011

K

Alamat : Komplek Kementerian Pendidikan Nasional Gedung D Lantai 17 Jl. Jenderal Sudirman, Pintu I Senayan - Jakarta Telp. 021-57946110 Fax. 021-57946110 Website: http://tendik.kemdiknas.go.id Email: tendik@kemdiknas.go.id Pengarah : Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd. Dr. Abi Sujak, M.Sc. Penanggung Jawab : Drs. Miftah, M.Pd. Drs. Budi Supriyatno, M.Si. Drs. Johan Maulana, M.Pd. Tim Penyusun : Prof. Dr. Husaini Usman Sugiarto, Ph.D. Dra. Sri Handayani, M.M. Drs. Sutirto Drs. Sadar, M.M Drs. HA. Sholeh Dimyathi, MM Drs. Udit, M.M Drs. Sugimin, M.Pd H. Pramono, M.Pd Drs. H. Tajudin Tim Sekretariat : Wining Widiharti, Martono, Ngadimin Otong Kusnadi, M. Noer Solichin Abdul Ghafur, Widya Kersana Darmawan Affandi, Fahrial Hamdi M.Yusuf Wibisono, Ratikun, Nina Utami Nisa Afrilina, Dien Burhanudin, Achmad Fauzi, Prih Yudianto

Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd. NIP. 196202031987031002

i

Kata Pengantar

Daftar Isi

eraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru, Pasal 15 ayat 3 menyatakan bahwa guru yang telah bersertifikat profesi dapat diangkat menjadi kepala satuan pendidikan dengan beban kerja satuan pendidikan. Implementasi tugas tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah, Pasal 12 yang secara garis besar dapat dirangkum dalam tiga aspek yaitu: usaha pengembangan sekolah/madrasah, peningkatan kualitas sekolah/madrasah berdasarkan 8 (delapan) standar nasional pendidikan, dan usaha pengembangan profesionalisme sebagai kepala sekolah/madrasah. Untuk melaksanakan kegiatan tersebut, maka Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan menyusun buku ini sebagai pedoman/acuan bagi kepala sekolah. Pengalaman sejumlah sekolah yang termuat dalam buku ini mungkin belum yang terbaik, namun bisa menjadi best practices yang menjadi acuan tambahan dalam mengembangkan manajemen sekolah di tanah air. Saya berharap buku ini bisa menumbuhkan inspirasi bagi para pendidik dan tenaga kependidikan yang merupakan ujung tombak peningkatan mutu pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan nasional. Dalam kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih atas peran aktif semua pihak yang telah memberikan kontribusi dalam penyusunan buku ini.

P

Kata Sambutan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Kata Pengantar . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Daftar Isi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Daftar Lampiran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

i ii iii iv

Bab I

Pendahuluan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . A. Latar Belakang . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . B. Tujuan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . C. Manfaat . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . D. Dasar Hukum . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . E. Ruang Lingkup . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Kepala Sekolah Profesional . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . A. Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin Profesional. . . . . . . . . . . . . . . . . B. Ciri-ciri Kepala Sekolah Profesional . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . C. Peranan Kepemimpinan Kepala Sekolah Profesional . . . . . . . . . . . .

1 1 2 2 2 3 4 4 5 5

Bab II

Bab III Tugas Pokok dan Fungsi Kepala Sekolah. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 7 A. Perencanaan Program. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 7 B. Pelaksanaan Rencana Kerja . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 7 C. Pengawasan dan Evaluasi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 8 D. Kepemimpinan Sekolah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 8 E. Sistem Informasi Manajemen . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 10

Jakarta, Agustus 2011 Kepala Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan,

Dr. Abi Sujak, M.Sc. NIP. 196210111986011001

Bab IV Tahapan Kegiatan Kepala Sekolah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . A. Merencanakan Program . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . B. Melaksanakan Rencana Kerja . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . C. Melaksanakan Pengawasan dan Evaluasi. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . D. Menjalankan Kepemimpinan Sekolah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . E. Menerapkan Sistem Informasi Sekolah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

12 12 14 27 30 31

ii

iii

BAB

I
Daftar Lampiran

HAL : Lampiran 1 Contoh Visi, Misi, dan Tujuan Sekolah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 2 Contoh Format Rencana Kerja Jangka Menengah, Rencana Kerja Tahunan, Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah, Program Prioritas. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 3 Contoh Struktur Organisasi Sekolah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 4 Contoh Kelengkapan Administrasi Kepala Sekolah . . . . . . . . . . Lampiran 5 Contoh Petunjuk Teknis Pengembangan Diri Peserta Didik. . . . . Lampiran 6 Contoh Kalender Pendidikan Sekolah. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 7 Perencanaan Program Induksi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 8 Contoh Pedoman Kerja Sekolah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 9 Kode Etik Guru Indonesia. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 10 Contoh Sistematika Pengembangan KTSP . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 11 Contoh Format Program Supervisi dan Evaluasi Kinerja . . . . . . . Lampiran 12 Contoh Analisis Kebutuhan Tenaga Pendidik dan Kependidikan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 35

Pendahuluan
A. Latar Belakang
Penerapan standar nasional pendidikan merupakan serangkaian proses untuk memenuhi tuntutan mutu pendidikan nasional. Pelaksanaannya diatur secara bertahap, terencana, terarah, dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global. Dalam proses pemenuhan standar tersebut diperlukan indikator. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan telah menetapkan delapan standar nasional pendidikan, yaitu standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Standar-standar tersebut merupakan acuan dan kriteria dalam menetapkan keberhasilan penyelenggaraan pendidikan. Salah satu standar yang penting dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah adalah standar pendidik dan tenaga kependidikan. Kepala sekolah merupakan salah satu tenaga kependidikan yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pendidikan di sekolah. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 Pasal 12 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah menyatakan bahwa guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah dinilai kinerjanya secara berkala setiap tahun dan secara kumulatif selama 4 tahun yang akan dijadikan dasar bagi promosi atau demosi yang bersangkutan. Penilaian kinerja tersebut dilakukan berdasarkan implementasi tugas pokok dan fungsi (tupoksi) sebagai kepala sekolah/madrasah. Oleh karena itu, dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya, kepala sekolah/madrasah perlu diberikan buku kerja sebagai acuan/pedoman sehingga pelaksanaan tupoksi tersebut dapat efektif, efisien, dan produktif.

36 45 49 69 78 80 82 87 88 95 96

Lampiran 13 Contoh MoU Kemitraan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 100 Lampiran 14 Contoh Pedoman Akademik . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 105 Lampiran 15 Contoh Penulusuran Alumni/Tamatan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 106 Lampiran 16 Contoh Format Pendayagunaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 109 Lampiran 17 Contoh Kode Etik Warga Sekolah. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 110 Lampiran 18 Contoh Tata Tertib Peserta Didik. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 111 Lampiran 19 Contoh Format Laporan Bulan Kepala Sekolah . . . . . . . . . . . . . 114 Lampiran 20 Manajemen Sekolah dalam Foto . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 117

iv

1

BAB
Berdasarkan uraian di atas, Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Kementerian Pendidikan Nasional memberikan perhatian terhadap peningkatan kinerja kepala sekolah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan melalui penerbitan Buku Kerja Kepala Sekolah. Buku ini diharapkan dapat dipakai sebagai salah satu acuan/pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya. 7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2009 tentang Beban Kerja Guru dan Pengawas. 8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2010 tentang Program Induksi bagi Guru Pemula. 9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah.

1

E. Ruang Lingkup B. Tujuan
Buku Kerja Kepala Sekolah disusun untuk menjadi: 1. acuan/pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tupoksinya sehari-hari; dan 2. acuan/pedoman bagi pengawas sekolah dan dinas pendidikan dalam melakukan pembinaan dan penilaian kepala sekolah. Ruang lingkup Buku Kerja Kepala Sekolah ini meliputi: (1) pengertian kepala sekolah profesional, (2) tupoksi kepala sekolah, dan (3) tahapan kegiatan kepala sekolah.

C. Manfaat
Buku Kerja Kepala Sekolah ini diharapkan dapat: 1. memudahkan kepala sekolah dalam melaksanakan tupoksinya secara rinci; dan 2. membantu kepala sekolah dalam meningkatkan kinerjanya.

D. Dasar Hukum
Dasar hukum penyusunan Buku Kerja Kepala Sekolah adalah sebagai berikut: 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. 4. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. 5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah. 6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2000 tentang Standar Pengelolaan Satuan Pendidikan.

2

3

Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin Profesional Seorang kepala sekolah disebut profesional apabila: 1. A. 5. Sebagai pemimpin pendidikan di sekolah. Sistem Penjaminan mutu pendidikan merupakan standar mutu pendidikan yang harus diwujudkan oleh semua warga sekolah agar proses belajar mengajar dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas. Pasal 1. 5. 2. 4 5 . 6. Sebagaimana dinyatakan oleh Gardner bahwa peserta didik memiliki 8 kecerdasan (Fisik. Visual/Spasial. 7. Intrapersonal). harapan yang tinggi (high expectation). Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB). kerjasama sehingga masing-masing peserta didik memiliki kesempatan yang optimal untuk mengembangkan potensi dirinya. C. 4. integritas yang tinggi. suasana. memiliki kejujuran dan integritas pribadi.Kanak/Raudhotul Athfal (TK/RA). memiliki lembaga profesi. standar kualitas kerja yang tinggi. 4. 8. dan 11. Bab I Ketentuan Umum. kemampuan untuk berpikir strategis (strategic thinking). memiliki standar yang tinggi dalam bekerja. kejujuran. 9. Kepala Sekolah diharapkan melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai manajer dan leader. kecintaan terhadap profesinya. etika kepemimpinan yang luhur (menjadi teladan). menjadi agen perubahan. motivasi yang kuat untuk mencapai tujuan. Ciri-ciri Kepala Sekolah Profesional Seorang kepala sekolah profesional antara lain memiliki: 1. Naturalis. Efektivitas kepemimpinan kepala sekolah tergantung kepada kemampuan bekerjasama dengan seluruh warga sekolah. Iklim. 10. 3. 8. Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK). Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB). Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs). Musikal.BAB II B. mencintai dan memiliki sikap positif terhadap profesinya yang antara lain tercermin dalam perilaku profesionalnya dan respons orang-orang yang berkaitan dengan profesi/ pekerjaannya. Kepala Sekolah Profesional Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah. maka meningkat pula tuntutan terhadap kinerja kepala sekolah . menyatakan bahwa kepala sekolah adalah guru yang diberi tugas tambahan untuk memimpin Taman Kanak. kepala sekolah memiliki tanggung jawab sepenuhnya untuk mengembangkan seluruh sumber daya sekolah. mendedikasikan sebagian besar waktunya untuk bekerja di bidangnya. Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMK/MA). kompetensi yang tinggi. Matematis /Logis. memiliki pandangan jauh ke depan (visionary). 7. berusaha mencapai tujuan dengan target-target yang ditetapkan secara rasional. 6. 9. dan 11. Di samping itu. serta kemampuannya mengendalikan pengelolaan sekolah untuk menciptakan proses belajar mengajar. komitmen yang kuat. 10. Linguistik. dan dinamika sekolah memiliki peranan yang sangat penting dalam peningkatan motivasi belajar. Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI). memiliki kode etik. Peranan Kepemimpinan Kepala Sekolah Profesional Sejalan dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap akuntabilitas sekolah. memiliki pandangan jauh ke depan (visionary). memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat dikategorikan ahli pada suatu bidang. memiliki motivasi yang kuat untuk mencapai keberhasilan dengan standar kualitas yang tinggi. Taman Kanak-Kanak Luar Biasa (TKLB). 3. Interpersonal. atau Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) yang bukan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) atau yang tidak dikembangkan menjadi Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). 2.

(4) kepemimpinan sekolah. Penilaian kinerja kepala sekolah dilaksanakan berdasarkan tupoksinya. Merumuskan. Kepemimpinan Kepala sekolah Ik a lim n mik a d na Di . Perencanaan Program Merumuskan. dan c. Pasal 12 ayat (4) menyatakan bahwa penilaian kinerja kepala sekolah meliputi: a. (3) pengawasan dan evaluasi. Oleh sebab itu. Sarana dan Prasarana. Tupoksi kepala sekolah juga harus mengacu pada Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang standar pengelolaan sekolah. dan mengembangkan tujuan sekolah. menetapkan. menetapkan. menetapkan. dan mengembangkan misi sekolah. 5. Informasi) Na k Se st em sio Mu Pe na tu nja l P (8 m en Sta ina di nd n di ka ar n) Si A. B. (5) sistem informasi sekolah. 4. dan mengembangkan visi sekolah. ol ah Manajemen Sekolah Sumber Daya (Manusia. peningkatan kualitas sekolah/madrasah berdasarkan 8 (delapan) standar nasional pendidikan selama di bawah kepemimpinan yang bersangkutan. (2) pelaksanaan rencana kerja. usaha pengembangan sekolah/madrasah yang dilakukan selama menjabat kepala sekolah/madrasah. usaha pengembangan profesionalisme sebagai kepala sekolah/madrasah. Merumuskan. Menyusun pedoman kerja. 1. Membuat perencanaan program induksi.S ua s a an . meliputi (1) perencanaan program. Menyusun struktur organisasi sekolah. 2. Membuat Rencana Kerja Sekolah (RKS) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). b. 3.BAB Peranan penting kepemimpinan kepala sekolah ini sebagaimana dalam gambar berikut : III Peserta Didik Proses Belajar Mengajar Lulusan Tugas Pokok dan Fungsi Kepala Sekolah Permendiknas Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah. 2. 6 7 . tupoksi kepala sekolah mengacu pada tiga (3) butir di atas. Pelaksanaan Rencana Kerja 1.

Melaksanakan program supervisi. dan komite sekolah/madrasah menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang beragam. 11. dan kelemahan sekolah/madrasah. 19. 10. 24. prosedur-prosedur P3K. 2. jika pada satuan pendidikan yang dipimpinnya tidak terdapat guru yang memenuhi kriteria sebagai pembimbing. bertanggung jawab atas perencanaan partisipatif mengenai pelaksanaan kurikulum. 2. serta memanfaatkan hasil supervisi untuk meningkatkan kinerja sekolah/madrasah. menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif bagi peserta didik. membantu. komite sekolah dalam pengambilan keputusan penting sekolah/madrasah. 5. merumuskan tujuan dan target mutu yang akan dicapai. 26. 9. Mengelola budaya dan lingkungan sekolah. sehat. bertanggung jawab dalam membuat keputusan anggaran sekolah/madrasah. menjalin kerja sama dengan orang tua peserta didik dan masyarakat. 22. melaksanakan dan merumuskan program supervisi. 18. membina. Kepemimpinan Sekolah Kepala sekolah melaksanakan tugas kepemimpinan sebagai berikut. dan efektif. menjabarkan visi ke dalam misi target mutu. dan memobilisasi sumber daya masyarakat. dan mempertahankan lingkungan sekolah/madrasah dan program pembelajaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik dan pertumbuhan profesional para guru dan tenaga kependidikan. Dalam hal sekolah/madrasah swasta. 9. Mengelola pendidik dan tenaga kependidikan. 11. D. 14. dan kegiatan pembelajaran. Mengelola keuangan dan pembiayaan. melaksanakan kegiatan ekstra dan kokurikuler untuk para peserta didik. melakukan analisis kebutuhan guru pemula. Melaksanakan Evaluasi Diri Sekolah (EDS) Melaksanakan evaluasi dan pengembangan KTSP Mengevaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan. 21. Mengelola sarana dan prasarana. peraturan dan tata tertib sekolah baik bagi guru maupun bagi siswa. memberi contoh/teladan/tindakan yang bertanggung jawab. 25. 7. 12. C. 13. e. 6. 1. dan pelaksanaan visi pembelajaran yang dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah/madrasah. c. 1. 23. Menyiapkan kelengkapan akreditasi sekolah. membuat rencana kerja strategis dan rencana kerja tahunan untuk pelaksanaan peningkatan mutu.3. silabus. Melaksanakan program induksi. 5. Supervisi dan Evaluasi 16. menganalisis tantangan. 12. Menyusun KTSP. d. 7. melibatkan guru. kependidikan dengan menggunakan sistem pemberian penghargaan atas prestasi dan sangsi atas pelanggaran peraturan dan kode etik. 15. penyebarluasan. efisien. melaksanakan penerimaan peserta didik baru. kalender pendidikan. menyiapkan Buku Pendoman Pelaksanaan Program Induksi di sekolah dan dokumen terkait seperti KTSP. mendelegasikan sebagian tugas dan kewenangan kepada wakil kepala sekolah sesuai dengan bidangnya. 4. 4. 3. memantau secara reguler proses pembimbingan dan perkembangan guru pemula. menjaga dan meningkatkan motivasi kerja pendidik dan tenaga 20. merencanakan pelaksanaan Program Induksi Guru Pemula (PIGP) di Sekolah/ Madrasah. b. 4. memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga. 6. prosedur keamanan sekolah. menunjuk pembimbing dari guru yang dianggap layak (profesional) membuat surat keputusan pengangkatan guru menjadi pembimbing bagi guru pemula. berkomunikasi untuk menciptakan dukungan intensif dari orang tua peserta didik dan masyarakat. melakukan pembinaan prestasi unggulan. memfasilitasi pengembangan. 17. 3. kekuatan. 8 9 . pengambilan keputusan tersebut harus melibatkan penyelenggara sekolah/madrasah. Menyusun pengelolaan kesiswaan yang meliputi: a. 10. Menyusun jadwal pelaksanaan kegiatan sekolah per semester dan Tahunan. 8. mengajukan pembimbing dari satuan pendidikan lain kepada dinas pendidikan terkait jika tidak memiliki pembimbing dan kepala sekolah/ madrasah tidak dapat menjadi pembimbing. profesi. melakukan pelacakan terhadap alumni. peluang. menjamin manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah/madrasah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman. dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya. Membimbing guru pemula. 5. 8. memberikan layanan konseling kepada peserta didik. menjadi pembimbing. Memberdayakan peran serta masyarakat dan kemitraan sekolah.

melakukan observasi kegiatan mengajar yang dilakukan guru pemula dan memberikan masukan untuk perbaikan. melakukan penataan tugas dan tanggung jawab yang jelas bagi warga sekolah berbasis kinerja. 36. penguatan eksistensi lembaga dengan melakukan sosialisasi kepada semua pihak untuk memberikan informasi dan pemahaman yang sama sehingga sekolah/madrasah memperoleh dukungan secara maksimal. mendelegasikan sebagian tugas dan kewenangan kepada wakil kepala sekolah sesuai dengan bidangnya. melakukan penguatan input sekolah dengan melengkapi berbagai fasilitas (perangkat keras dan lunak) manajemen sekolah. 3. penyebarluasan. profesi. rasa tanggung jawab bagi guru dan karyawan. yang dibuktikan dengan adanya nota kesepahaman (MoU). meminimalkan masalah yang timbul di sekolah melalui penguatan rasa kekeluargaan dan kebersamaan untuk memajukan sekolah. memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga. membina. dan menumbuhkan kedisiplinan tinggi. dan komite sekolah/madrasah menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang beragam. menimbulkan rasa nyaman dalam bekerja dan belajar. 29. memantau kinerja guru pembimbing dalam melakukan pembimbingan. memberi contoh/teladan/tindakan yang bertanggung jawab. 9. 32. agar implementasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) berbasis TIK lebih efektif. membantu. Bagan Tupoksi Kepala Sekolah Merencanakan Program Melaksanakan Program Melaksanakan Pengawasan E. menumbuhkan kesadaran tentang arti penting kemajuan. 37. dan memiliki tingkat sustainabilitas tinggi. didukung oleh penerapan TIK dalam manajemen sekolah. menciptakan atmosfer akademik yang kondusif dengan membangun budaya sekolah untuk menciptakan suasana yang kompetitif bagi siswa. dan memberikan salinan laporan tersebut kepada guru pemula. dan mempertahankan lingkungan sekolah/madrasah dan program pembelajaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik dan pertumbuhan profesional para guru dan tenaga kependidikan. pengawas sekolah/ madrasah. menjamin manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah/madrasah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman. 34. penguatan manajemen sekolah dengan melakukan restrukturisasi dan reorganisasi intern sekolah apabila dipandang perlu (tanpa mengubah atau bertentangan dengan peraturan yang ada) sebagai bentuk pengembangan dan pemberdayaan potensi sekolah. 2. menyusun Laporan Hasil Penilaian Kinerja untuk disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan dengan mempertimbangkan masukan dan saran dari pembimbing. Sistem Informasi Sekolah Kepala sekolah. 33. 28. 5. 4. didukung oleh kepemimpinan/manajerial yang kuat. melakukan penguatan kerjasama dengan membangun jaringan yang lebih luas dengan berbagai pihak baik di dalam maupun di luar negeri. dan efektif. efisien. 30. sehat. menjalin kerja sama dengan orang tua peserta didik dan masyarakat. dalam sistem informasi sekolah perlu: 1. dan pelaksanaan visi pembelajaran yang dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah/madrasah. 6. 7. dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya.27. memfasilitasi pengembangan. 10. dan memobilisasi sumber daya masyarakat. Melaksanakan Kepemimpinan Sekolah Menerapkan Sistem Informasi Sekolah 10 11 . 8. menjalinan kerjasama dengan pihak lain. memberi penilaian kinerja kepada guru pemula. 35. 31.

ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan dan tantangan di masyarakat. Rencana Kerja Sekolah a. d. memuat pernyataan umum dan khusus yang berkaitan dengan program sekolah. Visi Sekolah Visi merupakan impian/harapan cita-cita yang ingin dicapai oleh warga sekolah. menekankan pada kualitas layanan peserta didik dan mutu lulusan yang diharapkan oleh sekolah/madrasah. c. mampu memberikan inspirasi. dan kekuatan pada warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan. e. diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah dengan memperhatikan masukan komite sekolah. e. d. Misi Sekolah Misi sekolah merupakan upaya/tindakan yang dilakukan oleh warga sekolah untuk mewujudkan visi sekolah. g. merupakan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu. memberikan keluwesan dan ruang gerak pengembangan kegiatan satuan-satuan unit sekolah yang terlibat. (b) melaksanakan rencana kerja. Tujuan sekolah: a. f. (d) menjalankan kepemimpinan sekolah. mengacu pada visi. dirumuskan berdasar masukan dari berbagai warga sekolah dan pihakpihak yang berkepentingan. menjadi dasar program pokok sekolah/madrasah. dijadikan sebagai cita-cita bersama warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan pada masa yang akan datang. Visi sekolah: a. disosialisasikan kepada warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan. c. Misi sekolah: a. Merencanakan Program 1. A. f. h. misi. mengakomodasi masukan dari berbagai pihak yang berkepentingan termasuk komite sekolah/madrasah dan diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah. d. ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan dan tantangan di masyarakat. b. 2. dan tujuan pendidikan nasional serta relevan dengan kebutuhan masyarakat. menggambarkan tingkat kualitas yang perlu dicapai dalam jangka menengah (empat tahunan). dan (e) menerapkan sistem informasi sekolah. dirumuskan berdasarkan masukan dari segenap pihak yang berkepentingan termasuk komite sekolah dan diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah. e. Dalam pelaksanaan tugasnya ada beberapa tahapan yang harus dilakukan antara lain: (a) merencanakan program. 4. i. memberikan arah dalam mewujudkan visi sekolah sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. selaras dengan visi institusi di atasnya serta visi pendidikan nasional. 3. disosialisasikan kepada warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan.BAB IV Tahapan Kegiatan Kepala Sekolah Kepala Sekolah merupakan salah satu unsur penjaminan mutu pendidikan. Sekolah membuat: 1) rencana kerja jangka menengah yang menggambarkan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu empat tahun yang berkaitan dengan mutu lulusan yang ingin dicapai dan perbaikan komponen 12 13 . Tujuan Sekolah Tujuan sekolah adalah hasil penyelenggaraan pendidikan yang akan dicapai. mengacu pada standar kompetensi lulusan yang sudah ditetapkan oleh sekolah dan pemerintah. c. motivasi. b. b. (c) melaksanakan pengawasan dan evaluasi. disosialisasikan kepada warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan.

2) Standar Proses. kalender pendidikan dan pembagian tugas pendidik dan tenaga kependidikan dievaluasi dalam skala tahunan. d. dan tenaga kependidikan mempunyai uraian tugas. Kegiatan sekolah: 1) dilaksanakan berdasarkan rencana kerja tahunan. 6) peraturan akademik. c. b. Sekolah membuat dan memiliki pedoman yang mengatur berbagai aspek pengelolaan secara tertulis yang mudah dibaca oleh pihak-pihak yang terkait. Pedoman sekolah berfungsi sebagai petunjuk pelaksanaan operasional. 5) Standar Sarana dan Prasarana. Melaksanakan Rencana Kerja 1. e. Rencana kerja tahunan dijadikan dasar pengelolaan sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian. 5) pembagian tugas di antara tenaga kependidikan. Pedoman yang mengatur tentang struktur organisasi sekolah: 1) memasukkan unsur staf administrasi dengan wewenang dan tanggungjawab yang jelas untuk menyelenggarakan administrasi secara optimal. Pelaksanaan Kegiatan Sekolah a. Pelaksanaan kegiatan sekolah yang tidak sesuai RKS yang sudah ditetapkan perlu mendapat persetujuan melalui rapat dewan pendidik dan komite sekolah. Perumusan pedoman sekolah: 1) mempertimbangkan visi. 2) rencana kerja tahunan yang dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) dilaksanakan berdasarkan rencana jangka menengah. 8) Standar Penilaian. Pedoman Sekolah a. 9) biaya operasional sekolah. 14 15 . Struktur organisasi sekolah berisi tentang sistem penyelenggaraan dan administrasi yang diuraikan secara jelas dan transparan. b. Rencana kerja tahunan memuat ketentuan yang jelas mengenai 8 Standar Nasional Pendidikan: 1) Standar Isi. 3) struktur organisasi sekolah. B. b. wewenang. b. c. Rencana kerja empat tahunan disesuaikan dengan persetujuan rapat dewan pendidik dan pertimbangan komite sekolah. 2) dituangkan dalam dokumen yang mudah dibaca oleh pihak-pihak yang terkait. 7) tata tertib sekolah. 2) kalender pendidikan/akademik. pendidik. 8) kode etik sekolah. misi dan tujuan sekolah. 2) dilaksanakan oleh penanggung jawab kegiatan yang didasarkan pada ketersediaan sumber daya yang ada. 7) Standar Pembiayaan. c. dan akuntabilitas. 2) ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan masyarakat. Semua pimpinan. kemitraan. 3) Standar Kompetensi Lulusan. 4) pembagian tugas di antara guru. sementara lainnya dievaluasi sesuai kebutuhan. d. 4) Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. 2) dievaluasi secara berkala untuk melihat efektifitas mekanisme kerja pengelolaan sekolah. dan tanggung jawab yang jelas tentang keseluruhan penyelenggaraan dan administrasi sekolah. Struktur Organisasi Sekolah a. Pedoman pengelolaan KTSP.yang mendukung peningkatan mutu lulusan. keterbukaan. Pedoman pengelolaan sekolah meliputi: 1) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). partisipasi. 2. Pada sekolah swasta rencana kerja ini disahkan berlakunya oleh penyelenggara sekolah. 3) diputuskan oleh kepala sekolah dengan mempertimbangkan pendapat dari komite sekolah. 6) Standar Pengelolaan. Rencana kerja jangka menengah dan tahunan sekolah: 1) disetujui rapat dewan pendidik setelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah dan disahkan berlakunya oleh dinas pendidikan kabupaten/kota. 3. e.

sosial budaya masyarakat setempat. intelektual. 4. ujian. Sekolah: 1) memberikan layanan konseling kepada peserta didik. dan difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota sedangkan SDLB. dan hari libur. Sekolah menyusun dan menetapkan petunjuk pelaksanaan operasional mengenai proses penerimaan peserta didik yang meliputi: 1) kriteria calon peserta didik: a) SD berusia sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun. SMP penerima subsidi dari Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah. 3) Orientasi peserta didik baru yang bersifat akademik dan pengenalan lingkungan tanpa kekerasan dengan pengawasan guru. emosional. 4) Kepala Sekolah bertanggungjawab atas tersusunnya KTSP. kemampuan ekonomi bagi SD. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 1) Sekolah menyusun KTSP. dan mingguan. 2) melaksanakan kegiatan ekstra dan kokurikuler untuk para peserta didik. agama. seperti konselor sekolah maupun psikolog. c) diputuskan dalam rapat dewan pendidik dan ditetapkan oleh kepala sekolah. Bidang Kurikulum dan Kegiatan Pembelajaran a. kegiatan ekstrakurikuler. 4) Sekolah menyusun mata pelajaran yang dijadwalkan pada semester gasal. Kepala sekolah/madrasah mempertanggungjawabkan pelaksanaan pengelolaan bidang akademik dan non akademik pada rapat dewan pendidik dan komite sekolah dalam bentuk laporan pada akhir tahun ajaran yang disampaikan sebelum penyusunan rencana kerja tahunan berikutnya. berasal dari anggota masyarakat yang telah lulus dari SMP. Standar Isi. guru dapat bekerjasama dengan Kelompok Kerja Guru (KKG). pengecualian terhadap usia peserta didik yang kurang dari 6 (enam) tahun dilakukan atas dasar rekomendasi tertulis dari pihak yang berkompeten. potensi atau karakteristik daerah. dan Panduan Penyusunan KTSP. d) sesuai dengan daya tampung sekolah.c. c) SMP berasal dari lulusan SD. dan peraturan pelaksanaannya. SMALB. Bidang Kesiswaan a. dan peserta didik. b. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). status sosial. dan kriteria tambahan bagi SMK. transparan. SMA dan SMK oleh Dinas Pendidikan Provinsi yang bertanggung jawab di bidang pendidikan. Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). etnis. 2) Penyusunan KTSP memperhatikan Standar Kompetensi Lulusan. 6) Setiap guru bertanggungjawab menyusun silabus setiap mata pelajaran yang diampunya sesuai dengan Standar Isi. 3) KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah. mental. 7) Dalam penyusunan silabus. d) SMA/SMK. 2) Penyusunan kalender pendidikan/akademik: a) didasarkan pada Standar Isi. Paket B atau satuan pendidikan lainnya yang sederajat. SMPLB. 5) Wakil Kepala SMP dan wakil kepala SMA/SMK bidang kurikulum bertanggungjawab atas pelaksanaan penyusunan KTSP. dan semester genap. 8) Penyusunan KTSP tingkat SD dan SMP dikoordinasi. bulanan. disupervisi. 5. b) tanpa diskriminasi atas dasar pertimbangan gender. b. 4) melakukan pelacakan terhadap alumni. b) SDLB/SMPLB/SMALB berasal dari peserta didik yang memiliki kelainan fisik. Standar Kompetensi Lulusan. 3) Sekolah menyusun jadwal penyusunan KTSP. Kalender Pendidikan 1) Sekolah menyusun kalender pendidikan/akademik yang meliputi jadwal pembelajaran. c) berdasar kriteria hasil ujian nasional bagi SMA/SMK. sensorik. b) berisi mengenai pelaksanaan aktivitas sekolah selama satu tahun dan dirinci secara semesteran. ulangan. 3) melakukan pembinaan prestasi unggulan. Paket A atau satuan pendidikan bentuk lainnya yang sederajat. atau Perguruan Tinggi. dan/atau sosial. 2) Penerimaan peserta didik sekolah dilakukan: a) secara obyektif. 16 17 . dan akuntabel sebagaimana tertuang dalam aturan sekolah.

klarifikasi capaian ketuntasan yang direncanakan. Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik 1) Sekolah menyusun program penilaian hasil belajar yang berkeadilan. berdasarkan data kegagalan/kendala pelaksanaan program termasuk temuan penguji eksternal dalam rangka mendapatkan rencana penilaian yang lebih adil dan bertanggung jawab. f) mengarahkan kepada pendekatan kompetensi agar dapat menghasilkan lulusan yang mudah beradaptasi. 5) Kepala sekolah bertanggungjawab terhadap kegiatan pembelajaran sesuai dengan peraturan yang ditetapkan Pemerintah. b) menggunakan metoda pembelajaran yang bervariasi. f) mengkomunikasikan pengetahuan pada pihak lain. untuk menjadi bahan program remedial. 2) Kegiatan pembelajaran didasarkan pada Standar Kompetensi Lulusan.c. mengkaji. 6) Kepala SD/SDLB/SMPLB/SMALB. Program Pembelajaran 1) Sekolah menjamin mutu kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dan program pendidikan tambahan yang dipilihnya. 8) Sekolah menetapkan petunjuk pelaksanaan operasional yang mengatur mekanisme penyampaian ketidakpuasan peserta didik dan penyelesaiannya mengenai penilaian hasil belajar. inovatif dan tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran. d. Standar Isi. dan dokumentasi. mempertanyakan. 4) Setiap guru bertanggungjawab terhadap mutu perencanaan kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diampunya agar peserta didik mampu: a) meningkat rasa ingin tahunya. bertanggung jawab dan berkesinambungan. berargumentasi. mendidik. 5) Program penilaian hasil belajar perlu ditinjau secara periodik. b) melibatkan peserta didik secara aktif. demokratis. tidak terbatas pada materi yang diberikan oleh guru. pertimbangan kenaikan kelas atau kelulusan. memotivasi. 4) Seluruh program penilaian hasil belajar disosialisasikan kepada guru. mendorong kreativitas. kemampuan peserta didik. b) mencapai keberhasilan belajarnya secara konsisten sesuai dengan tujuan pendidikan. dan peraturan pelaksanaannya. 7) Semua guru mengembalikan hasil kerja siswa yang telah dinilai. hasil-hasil penelitian dan penerapannya. memahami belajar seumur hidup. menemukan. 18 19 . c) tujuan agar peserta didik mencapai pola pikir dan kebebasan berpikir sehingga dapat melaksanakan aktivitas intelektual yang berupa berpikir. 7) Setiap guru bertanggung jawab terhadap mutu kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diampunya dengan cara: a) merujuk perkembangan metode pembelajaran mutakhir. dan berpikir logis dalam menyelesaikan masalah. dan wakil kepala SMA/SMK bidang kurikulum bertanggung jawab terhadap mutu kegiatan pembelajaran. e) memperkaya kegiatan pembelajaran melalui lintas kurikulum. dan alat bantu yang tersedia secara efektif dan efisien. 2) Penyusunan program penilaian hasil belajar didasarkan pada Standar Penilaian Pendidikan. 3) Mutu pembelajaran di sekolah dikembangkan dengan: a) model kegiatan pembelajaran yang mengacu pada Standar Proses. c) memahami perkembangan pengetahuan dengan kemampuan mencari sumber informasi. d) mengolah informasi menjadi pengetahuan. dan g) mengembangkan belajar mandiri dan kelompok dengan proporsi yang wajar. wakil kepala SMP. dan memprediksi. e) menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan masalah. c) menggunakan fasilitas. dan membuat catatan keseluruhan. d) memperhatikan sifat alamiah kurikulum. 6) Sekolah menetapkan prosedur yang mengatur transparansi sistem evaluasi hasil belajar untuk penilaian formal yang berkelanjutan. mempunyai etos kerja yang tinggi. 9) Penilaian meliputi semua kompetensi dan materi yang diajarkan. 3) Sekolah menilai hasil belajar untuk seluruh kelompok mata pelajaran. dan dialogis. d) pemahaman bahwa keterlibatan peserta didik secara aktif dalam proses belajar yang dilakukan secara sungguh-sungguh dan mendalam untuk mencapai pemahaman konsep. serta Standar Proses dan Standar Penilaian. peralatan. mandiri. kreatif. laporan kepada pihak yang memerlukan. memiliki motivasi. dan pengalaman belajar sebelumnya yang bervariasi serta kebutuhan khusus bagi peserta didik dari yang mampu belajar dengan cepat sampai yang lambat.

menentukan sistem penghargaan. 3) wakil kepala SMA/SMK. termasuk pembagian tugas. 12) Kemajuan yang dicapai oleh peserta didik dipantau. perpustakaan. d. c) ketentuan mengenai hak siswa untuk menggunakan fasilitas belajar. bidang sarana prasarana melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala sekolah/madrasah dalam mengelola sarana prasarana. e. 4) wakil kepala SMA/SMK. dan melatih peserta didik sehingga menjadi manusia berkualitas dan mampu mengaktualisasikan potensi kemanusiaannya secara optimum. 11) Sekolah menyusun ketentuan pelaksanaan penilaian hasil belajar sesuai dengan Standar Penilaian Pendidikan. e. Pengangkatan pendidik dan tenaga kependidikan tambahan dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang ditetapkan oleh penyelenggara sekolah. dan pengembangan profesi bagi setiap pendidik dan tenaga kependidikan serta menerapkannya secara profesional. penggunaan buku pelajaran. dan profesionalisme. memfasilitasi. 8) konselor melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam 20 21 . 5) wakil kepala SMA/SMK. kebutuhan kurikulum dan sekolah/madrasah. ujian. remedial. Sekolah mendayagunakan: 1) kepala sekolah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pimpinan pengelolaan sekolah. 2) Peraturan Akademik berisi: a) persyaratan minimal kehadiran siswa untuk mengikuti pelajaran dan tugas dari guru. formatif dan sumatif. didokumentasikan secara sistematis. dan kelulusan. kenaikan kelas.10) Seperangkat metode penilaian perlu disiapkan dan digunakan secara terencana untuk tujuan diagnostik. 6) wakil kepala SMK bidang hubungan industri melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala sekolah/ madrasah dalam mengelola kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri. bidang kurikulum melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala sekolah dalam mengelola bidang kurikulum. 4) mutasi tenaga kependidikan dari satu posisi ke posisi lain didasarkan pada analisis jabatan dengan diikuti orientasi tugas oleh pimpinan tertinggi sekolah/madrasah yang dilakukan setelah empat tahun. 2) pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan yang diidentifikasi secara sistematis sesuai dengan aspirasi individu. 7) guru melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai agen pembelajaran yang memotivasi. keandalan. Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan a. 3) Peraturan akademik diputuskan oleh rapat dewan pendidik dan ditetapkan oleh kepala sekolah. wali kelas. adil. 3) penempatan tenaga kependidikan disesuaikan dengan kebutuhan baik jumlah maupun kualifikasinya dengan menetapkan prioritas. bidang kesiswaan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala sekolah/madrasah dalam mengelola peserta didik. dan digunakan sebagai balikan kepada peserta didik untuk perbaikan secara berkala. kepatutan. dan institusi di atasnya. b) ketentuan mengenai ulangan. 13) Penilaian yang didokumentasikan disertai bukti kesahihan. Program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan: 1) disusun dengan memperhatikan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. membimbing. c. dan buku perpustakaan. Peraturan Akademik 1) Sekolah menyusun dan menetapkan Peraturan Akademik. Sekolah/Madrasah perlu mendukung upaya: 1) promosi pendidik dan tenaga kependidikan berdasarkan asas kemanfaatan. mengatasi bila terjadi kekurangan tenaga. 2) dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah. 2) wakil kepala SMP melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala sekolah. 6. b. 14) Sekolah melaporkan hasil belajar kepada orang tua peserta didik. dan dievaluasi secara periodik untuk perbaikan metode penilaian. dan terbuka. buku referensi. Sekolah menyusun program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan termasuk guru induksi. komite sekolah. mendidik. d) ketentuan mengenai layanan konsultasi kepada guru mata pelajaran. laboratorium. sesuai dengan metode/strategi pembelajaran yang digunakan. dan konselor. tetapi bisa diperpanjang berdasarkan alasan yang dapat dipertanggungjawas tenaga kependidikan tambahan tidak ada mutasi.

Bidang Sarana dan Prasarana a. Pengelolaan sarana prasarana sekolah: 1) direncanakan secara sistematis agar selaras dengan pertumbuhan kegiatan akademik dengan mengacu Standar Sarana dan Prasarana. Sekolah/Madrasah menyusun pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional yang mengacu pada Standar Pembiayaan. memenuhi dan mendayagunakan sarana dan prasarana pendidikan. b. f. e. d. Program pengelolaan sarana dan prasarana mengacu pada Standar Sarana dan Prasarana dalam hal: 1) merencanakan. untuk dilaporkan kepada komite sekolah/madrasah. d. tenaga kependidikan dan peserta didik. 7. teknisi sumber belajar melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya mempersiapkan. c. 22 23 . baik internal maupun eksternal. 4) pembukuan semua penerimaan dan pengeluaran serta penggunaan anggaran. Sekolah menetapkan kebijakan program secara tertulis mengenai pengelolaan sarana dan prasarana. 2) dituangkan dalam rencana pokok (master plan) yang meliputi gedung dan laboratorium serta pengembangannya. 3) kewenangan dan tanggung jawab kepala sekolah dalam membelanjakan anggaran pendidikan sesuai dengan peruntukannya. pelatih/instruktur melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya memberikan pelatihan teknis kepada peserta didik pada kegiatan pelatihan. tenaga laboratorium melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya membantu guru mengelola kegiatan praktikum di laboratorium. c. 5) pemeliharaan semua fasilitas fisik dan peralatan dengan memperhatikan kesehatan dan keamanan lingkungan. pengeluaran dan jumlah dana yang dikelola. tenaga kebersihan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam memberikan layanan kebersihan lingkungan. Seluruh program pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan disosialisasikan kepada pendidik. Pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional sekolah disosialisasikan kepada seluruh warga sekolah/madrasah untuk menjamin tercapainya pengelolaan dana secara transparan dan akuntabel. g. tenaga administrasi melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam menyelenggarakan pelayanan administratif. memperbaiki sarana dan prasarana pembelajaran. Pengelolaan fasilitas fisik untuk kegiatan ekstra-kurikuler disesuaikan dengan perkembangan kegiatan ekstra-kurikuler peserta didik dan mengacu pada Standar Sarana dan Prasarana. 4) menyusun skala prioritas pengembangan fasilitas pendidikan sesuai dengan tujuan pendidikan dan kurikulum masing-masing tingkat. b. 4) melengkapi fasilitas peminjaman antar perpustakaan. Pengelolaan perpustakaan sekolah perlu: 1) menyediakan petunjuk pelaksanaan operasional peminjaman buku dan bahan pustaka lainnya. 2) merencanakan fasilitas peminjaman buku dan bahan pustaka lainnya sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan pendidik. 3) membuka pelayanan minimal enam jam sehari pada hari kerja. Pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional Sekolah mengatur: 1) sumber pemasukan. 3) melengkapi fasilitas pembelajaran pada setiap tingkat kelas di sekolah. tenaga perpustakaan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya melaksanakan pengelolaan sumber belajar di perpustakaan. 2) mengevaluasi dan melakukan pemeliharaan sarana dan prasarana agar tetap berfungsi mendukung proses pendidikan.9) 10) 11) 12) 13) 14) memberikan layanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik. Pengelolaan laboratorium dikembangkan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dilengkapi dengan manual yang jelas sehingga tidak terjadi kekeliruan yang dapat menimbulkan kerusakan. 8. serta penggalangan dana di luar dana investasi dan operasional. Bidang Keuangan dan Pembiayaan a. merawat. 5) menyediakan pelayanan peminjaman dengan perpustakaan dari sekolah/madrasah lain baik negeri maupun swasta. Pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional sekolah diputuskan oleh komite sekolah dan ditetapkan oleh kepala sekolah serta mendapatkan persetujuan dari institusi di atasnya. 2) penyusunan dan pencairan anggaran. serta institusi di atasnya.

iklim. Budaya dan Lingkungan Sekolah a. 2) sistem yang dapat memberikan penghargaan bagi yang mematuhi dan sangsi bagi yang melanggar. iklim. serta pemberian sangsi bagi warga yang melanggar tata tertib.9. dan peserta didik. 3) mengikuti proses pembelajaran dengan menjunjung tinggi ketentuan pembelajaran dan mematuhi semua peraturan yang berlaku. masyarakat. 4) memelihara kerukunan dan kedamaian untuk mewujudkan harmoni sosial di antara teman. dan larangan dalam berperilaku di Sekolah. dan peserta didik. 24 25 . 2) menghormati pendidik dan tenaga kependidikan. 2) memuat judul. keamanan. 3) diputuskan oleh kepala sekolah dalam rapat dewan pendidik. Kode etik sekolah ditanamkan kepada seluruh warga sekolah/madrasah untuk menegakkan etika sekolah. d. serta penjelasannya. keindahan. Sekolah menetapkan pedoman tata-tertib yang berisi: 1) tata tertib pendidik. tenaga kependidikan. 6) mencintai lingkungan. ketertiban. b. 2) petunjuk. Prosedur pelaksanaan penciptaan suasana. Sekolah menciptakan suasana. g. 5) mencintai keluarga. dan kenyamanan sekolah. h. termasuk dalam hal menggunakan dan memelihara sarana dan prasarana pendidikan. peringatan. dan lingkungan pendidikan yang kondusif untuk pembelajaran yang efisien dalam prosedur pelaksanaan. e. serta 7) menjaga dan memelihara sarana dan prasarana. lingkup. c. f. dan menyayangi sesama. Kode etik sekolah yang mengatur peserta didik memuat norma untuk: 1) menjalankan ibadah sesuai dengan agama yang dianutnya. dan lingkungan pendidikan: 1) berisi prosedur tertulis mengenai informasi kegiatan penting minimum yang akan dilaksanakan. dan negara. kebersihan. tanggung jawab dan wewenang. Sekolah perlu memiliki program yang jelas untuk meningkatkan kesadaran beretika bagi semua warga sekolah. Tata tertib sekolah ditetapkan oleh kepala sekolah melalui rapat dewan pendidik dengan mempertimbangkan masukan komite sekolah. Sekolah menetapkan kode etik warga sekolah yang memuat norma tentang: 1) hubungan sesama warga di dalam lingkungan sekolah dan hubungan antara warga sekolah dengan masyarakat. bangsa. tujuan.

SD atau yang setara. serta dengan TK/RA/BA atau yang setara di lingkungannya. dan pemanfaatan lulusan. Setiap sekolah menjalin kemitraan dengan lembaga lain yang relevan. dan tindak lanjut hasil pengawasan. Keterlibatan peranserta warga sekolah dan masyarakat dalam pengelolaan dibatasi pada kegiatan tertentu yang ditetapkan. Contoh Kegiatan Interaksi dengan Masyarakat C. Peranserta Masyarakat dan Kemitraan Sekolah a. b. e) Pemantauan pengelolaan sekolah dilakukan oleh komite sekolah atau bentuk lain dari lembaga perwakilan pihak-pihak yang berkepentingan secara teratur dan berkelanjutan untuk menilai efisiensi. atau yang setara dilakukan minimal dengan perguruan tinggi. e. bertanggung jawab dan berkelanjutan. b) Penyusunan program pengawasan di sekolah didasarkan pada Standar Nasional Pendidikan. Sekolah melibatkan warga dan masyarakat pendukung sekolah dalam mengelola pendidikan. serta dunia usaha dan dunia industri. pelaporan. dan akuntabilitas pengelolaan. f. c. Kemitraan SMP/SMPLB. i. efektivitas. Program Pengawasan a) Sekolah menyusun program pengawasan secara obyektif. serta dunia usaha dan dunia industri di lingkungannya. d. d) Pengawasan pengelolaan sekolah meliputi pemantauan. Kemitraan SD/SDLB atau yang setara dilakukan minimal dengan SMP/SMPLB atau yang setara. g.10. Contoh Kegiatan Kemitraan Sekolah dengan Dunia Usaha 26 27 . Kemitraan sekolah dilakukan dengan lembaga pemerintah atau nonpemerintah. supervisi. Masyarakat pendukung sekolah dilibatkan dalam pengelolaan nonakademik. atau yang setara dilakukan minimal dengan SMA/SMK/SMALB. output. evaluasi. proses. Sistem kemitraan sekolah/madrasah ditetapkan dengan perjanjian secara tertulis. berkaitan dengan input. Melaksanakan Pengawasan dan Evaluasi 1. Kemitraan SMA/SMK. j. SMP atau yang setara. h. Warga sekolah dilibatkan dalam pengelolaan akademik. c) Program pengawasan disosialisasikan ke seluruh pendidik dan tenaga kependidikan.

f) d. Sekolah harus terus meningkatkan kualitas kelembagaannya secara holistik dengan menindaklanjuti saran-saran hasil akreditasi. c. 3) Sekolah melakukan pengisian instrumen EDS kualitatif. c. 4. 2. 3) Evaluasi diri sekolah dilakukan secara periodik berdasar pada data dan informasi yang sahih. integratif dan monolitik sejalan dengan perubahan tingkat mata pelajaran. j) Pengawas sekolah melaporkan hasil pengawasan di sekolah kepada bupati/walikota melalui Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan dan sekolah yang bersangkutan. Sekolah melakukan evaluasi diri terhadap kinerja sekolah. dan alumni. Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan meliputi kesesuaian penugasan dengan keahlian. Evaluasi Diri Sekolah (EDS) a. dalam pengelolaan pembelajaran dan pengelolaan secara keseluruhan. dengan menggunakan lembaga akreditasi eksternal yang memiliki legitimasi. 3. h) Tenaga kependidikan melaporkan pelaksanaan teknis dari tugas masing-masing sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah. l) Sekolah mendokumentasikan dan menggunakan hasil pemantauan. setelah dikonfirmasikan pada sekolah terkait. evaluasi. dan melakukan perbaikan dalam rangka pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan. Evaluasi Pendayagunaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan a. Sekolah meningkatkan status akreditasi. g) Guru melaporkan hasil evaluasi dan penilaian sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah/madrasah dan orang tua/wali peserta didik. menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak meliputi: dewan pendidik. b. maupun perubahan sosial. k) Setiap pihak yang menerima laporan hasil pengawasan menindaklanjuti laporan hasil pengawasan tersebut dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. 2) Sekolah melakukan sosialisasi EDS. Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan direncanakan secara komprehensif pada setiap akhir semester dengan mengacu pada Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. keseimbangan beban kerja. c. pada akhir tahun anggaran sekolah/madrasah. kepala sekolah. 5. Evaluasi dan Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Proses evaluasi dan pengembangan KTSP dilaksanakan secara: a. c. dan pelaporan serta catatan tindak lanjut untuk memperbaiki kinerja sekolah. komite sekolah. Sekolah menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk mengikuti akreditasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. serta perubahan sistem pendidikan. 2) evaluasi program kerja tahunan secara periodik sekurangkurangnya satu kali dalam setahun. dan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dalam pelaksanaan tugas. menilai kinerja. b. 28 29 . komprehensif dan fleksibel dalam mengadaptasi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mutakhir. Sekolah melaksanakan: 1) evaluasi proses pembelajaran secara periodik. Langkah-langkah pelaksanaan EDS sebagai berikut: 1) Sekolah membentuk Tim Pengembang Sekolah. d. pada akhir semester akademik. secara terus menerus melakukan pengawasan pelaksanaan tugas tenaga kependidikan. i) Kepala sekolah/madrasah melaporkan hasil evaluasi kepada komite sekolah dan pihak-pihak lain yang berkepentingan sekurang-kurangnya setiap akhir semester. sekurang-kurangnya dua kali dalam setahun. 6) Sekolah menyusun laporan EDS. Akreditasi Sekolah a. Evaluasi kinerja pendidik harus memperhatikan pencapaian prestasi dan perubahan-perubahan peserta didik. supervisi. Sekolah menetapkan prioritas indikator untuk mengukur. 4) Sekolah menyusun Rencana Kerja Sekolah (RKS) berdasarkan hasil EDS. b. berkala untuk merespon perubahan kebutuhan peserta didik dan masyarakat. termasuk memberikan sanksi atas penyimpangan yang ditemukan. 5) Sekolah melakukan pengisian EDS online. b. pemakai lulusan.Supervisi pengelolaan akademik dilakukan secara teratur dan berkelanjutan oleh kepala sekolah dan pengawas sekolah/madrasah.

dan kesiswaan. n. menyediakan fasilitas informasi yang efesien. Kepala dan wakil kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan memimpin yaitu seperangkat pengetahuan. menjamin manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman. profesi. dan mempertahankan lingkungan sekolah/ madrasah dan program pembelajaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik dan pertumbuhan profesional para guru dan tenaga kependidikan. dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya. j. dan pelaksanaan visi pembelajaran yang dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah. melibatkan guru. menganalisis tantangan. Sedangkan kepala SMK dibantu empat wakil kepala sekolah untuk bidang akademik. b. f. dan kelemahan sekolah. dan efektif. pengambilan keputusan tersebut harus melibatkan penyelenggara sekolah. dan diwujudkannya dalam melaksanakan tugas keprofesionalan sesuai dengan Standar Pengelolaan Satuan Pendidikan. dan komite sekolah menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang beragam. Dalam hal sekolah swasta. 5. Dalam rangka menerapkan sistem informasi. b. 2. bertanggung jawab atas perencanaan partisipatif mengenai pelaksanaan kurikulum. q. sekolah: a. g. dikuasai. menjalin kerja sama dengan orang tua peserta didik dan masyarakat. sarana-prasarana. komite sekolah dalam pengambilan keputusan penting sekolah. meningkatkan mutu pendidikan. dan memobilisasi sumber memberi contoh/teladan/tindakan yang bertanggung jawab. saranaprasarana. 8. keterampilan. Menjalankan Kepemimpinan Sekolah 1. penyebarluasan. d. dilaporkan secara tertulis oleh kepala sekolah kepada institusi di atasnya. 2. institusi dimaksud adalah penyelenggara sekolah. h. memfasilitasi pengembangan. e. 30 31 . Menerapkan Sistem Informasi Sekolah 1. serta memanfaatkan hasil supervisi untuk meningkatkan kinerja sekolah. Dalam hal tertentu atau sekolah yang masih dalam taraf pengembangan. berkomunikasi untuk menciptakan dukungan intensif dari orang tua peserta didik dan masyarakat. melaksanakan dan merumuskan program supervisi. sehat. p. Kepala SMA dibantu minimal tiga wakil kepala sekolah untuk bidang akademik. c. Kepala sekolah: a. mengelola sistem informasi manajemen yang memadai untuk mendukung administrasi pendidikan yang efektif. membantu. peluang. E. bertanggung jawab dalam membuat keputusan anggaran sekolah.D. kesiswaan. melaporkan data informasi sekolah yang telah terdokumentasikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. k. d. kekuatan. 6. efektif dan mudah diakses. membina. efisien dan akuntabel. dan proses pengangkatan serta keputusannya. menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif bagi peserta didik. menjabarkan visi ke dalam misi target mutu. menugaskan seorang guru atau tenaga kependidikan untuk melayani permintaan informasi maupun pemberian informasi atau pengaduan dari masyarakat berkaitan dengan pengelolaan sekolah/madrasah baik secara lisan maupun tertulis dan semuanya direkam dan didokumentasikan. l. merumuskan tujuan dan target mutu yang akan dicapai. 7. menjaga dan meningkatkan motivasi kerja pendidik dan tenaga kependidikan dengan menggunakan sistem pemberian penghargaan atas prestasi dan sangsi atas pelanggaran peraturan dan kode etik. Wakil kepala sekolah dipilih oleh dewan pendidik. r. dihayati. membuat rencana kerja strategis dan rencana kerja tahunan untuk pelaksanaan peningkatan mutu. dan perilaku yang dimiliki. Kriteria untuk menjadi kepala dan wakil kepala sekolah berdasarkan ketentuan dalam standar pendidik dan tenaga kependidikan 3. m. c. dan hubungan dunia usaha dan dunia industri. efisien. o. i. Komunikasi antarwarga sekolah di lingkungan sekolah dilaksanakan secara efisien dan efektif. Kepala SMP/SMPLB dibantu minimal oleh satu orang wakil kepala sekolah 4. kepala sekolah/madrasah dapat menugaskan guru untuk melaksanakan fungsi wakil kepala sekolah. Dalam hal sekolah/madrasah swasta. Setiap sekolah dipimpin oleh seorang kepala sekolah. memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga. Kepala sekolah dapat mendelegasikan sebagian tugas dan kewenangan kepada wakil kepala sekolah sesuai dengan bidangnya.

Alur Tahapan Kegiatan Kepala Sekolah AnalisisLingkungan Lingkungan Analisis Strategis Strategis SituasiPendidikan Pendidikan Situasi Saat Ini Saat Ini Kesenjangan Kesenjangan SituasiPendidikan Pendidikan Situasi yang Diharapkan yang Diharapkan Visi Visi Misi Misi TujuanSekolah Sekolah Tujuan Selama tahun Selama 44tahun LAMPIRAN-LAMPIRAN Strategi Strategi Pelaksanaan Program Pelaksanaan Program TargetPencapaian Pencapaian Target (Milestones) (Milestones) Rencana Rencana Anggaran Biaya Anggaran Biaya Monitoringdan danEvaluasi Evaluasi Monitoring 32 33 .

bakat. Mengoptimalkan proses pembelajaran dan bimbingan. dan potensi peserta didik. serta tujuan umum pendidikan dasar. CERDAS. Misi. Mengembangkan berbagai kegiatan dalam proses belajar di kelas berbasis pendidikan karakter bangsa. d. 3. Misi: Tujuan : 34 35 . Menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial yang menjadi bagian dari pendidikan karakter bangsa. dan pengembangan diri yang terencana dan berkesinambungan. 5. Menanamkan Keimanan dan ketakwaan melalui pengamalan ajaran agama 2. Menjalin kerja sama dengan lembaga lain dalam merealisasikan program sekolah. TERAMPIL. Mengembangkan budaya sekolah yang religius melalui kegiatan keagamaan b. MANDIRI DAN BERWAWASAN GLOBAL 1. Mengacu pada visi dan misi sekolah. dan lembaga lain yang terkait. tujuan sekolah dalam mengembangkan pendidikan ini adalah sebagai berikut ini. dan Tujuan Sekolah Lampiran 1 Visi : TERWUJUDNYA PESERTA DIDIK YANG BERIMAN.Contoh : Visi. c. Membina kemandirian peserta didik melalui kegiatan pembiasaan. Mengembangkan bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi berdasarkan minat. Semua kelas melaksanakan pendekatan pembelajaran aktif pada semua mata pelajaran. kewirausahaan. f. Menjalin kerjasama yang harmonis antar warga sekolah. e. Memanfaatkan dan memelihara fasilitas mendukung proses pembelajaran berbasis TIK. a. 4.

SNP Visi/Misi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota TAHAP III TAHAP IV MENYUSUN PROGRAM & KEGIATAN Contoh : Format Analisis Kesenjangan antara situasi pendidikan sekolah saat ini dan yang diharapkan 4 tahun ke depan. 3.1 Pengembangan Proses Pembelajaran: Kurikulum 100% memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran sudah disusun untuk kelas 1-6 semua mapel) Dan sebagainya Pengembangan Proses Pembelajaran: 30% Proses pembelajaran belum memenuhi standar nasional pendidikan.00 2 tingkat 37 Dan sebagainya Dan sebagainya . 2. yaitu baru 50% guru melaksanakan CTL Dan sebagainya 3.Lampiran 2 36 TAHAP I TAHAP II TAHAP V Pemangku Kepentingan Melakukan Kondisi Nyata Sekolah/Madrasah Tantangan (Utama) Langkah 1: Merumuskan Visi Langkah 2: Merumuskan Misi Langkah 1: Merumuskan Rencana Kerja Tahunan (RKT) Langkah 3: Merumuskan Tujuan Langkah 4: Merumuskan Sasaran & Indikator Kinerja Langkah 1: Merumuskan Program dan Menetapkan Penanggungjawab Program Langkah 2: Menentukan Kegiatan. Menetapkan Program/Kegiatan Rutin 3. Menetapkan Jadwal RKT MENETAPKAN KONDISI SEKOLAH/ MADRASAH SAAT INI MENYUSUN RENCANA ANGGARAN SEKOLAH/ MADRASAH MENETAPKAN KONDISI SEKOLAH/ MADRASAH YANG DIHARAPKAN Harapan Contoh : Proses Penyusunan RKS/M dan RKT No. 1 1. Indikator Kegiatan.2 Prestasi non akademik sekolah masih rendah (ratarata mencapai kejuaraan tingkat kabupaten/kota) Proses pembelajaran sudah memenuhi standar nasional pendidikan.00) 3.00) Prestasi non akademik sekolah tinggi (rata-rata minimal mencapai kejuaraan tingkat nasional) 50% Standar Kelulusan: KKM: 50% NUAN: 2.1 Kondisi saat ini Standar Isi: Kurikulum Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Standar Isi: Besarnya Tantangan Nyata Standar Isi: Kurikulum 70% memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran belum disusun untuk kelas 1-6 semua mapel) Dan sebagainya 2. dan Jadwal Kegiatan Langkah 1: Membuat Rencana Biaya Program Langkah 1: Membuat Rencana Pendanaan Program Langkah 3: Menyesuaikan Rencana Biaya dengan Sumber Pendanaan Acuan Standar Sekolah SPM. Menetapkan Program/Kegiatan Strategis 2. MENYUSUN RKT RKAS/M Langkah 2: Membuat Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKAS/M) 1. yaitu 100% guru melaksanakan CTL Dan sebagainya Standar Kelulusan: Prestasi akademik lulusan sudah memenuhi standar nasional pendidikan (KKM 100% dan NUAN 8.1 Standar Kelulusan: Prestasi akademik lulusan belum memenuhi standar nasional pendidikan (rata-rata KKM 50% dan rata-rata NUAN 6.

4. Pengembangan Pengelolaan: Prasarana. 7. sumber belajar 100% memenuhi standar nasional pendidikan 25% 6.1 Prasarana. sarana. sarana.000 rupiah per bulan per anak) Dan sebagainya Pengembangan Penilaian: Pengembangan Penilaian: 8.000 rupiah per bulan per anak atau sekitar 40-%) Dan sebagainya 8.1 Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat 100% sudah memenuhi standar nasional pendidikan 20% Dan sebagainya Pengembangan Prasarana dan sarana: Pengembangan Prasarana dan sarana: Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat 80% memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya 5. Pengembangan Penilaian: Pembiayaan memenuhi standar nasional (di atas 150. sumber belajar terdapat rata-rata 75% memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya Dan sebagainya Pengembangan Pengelolaan: Pengembangan Pengelolaan: 30% 6.1 60% 7.38 No.1 Guru dan sekolah 80% melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan kurikulum atau standar nasional pendidikan (rata-rata masih di bawah standar nasional. Kondisi saat ini Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan: Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan: Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan: 4. media pembelajaran. media pembelajaran.1 70% Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya 100% Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya No. bahan ajar. Pengembangan Prasarana dan Sarana: 5. Kondisi saat ini Pengembangan Pembiayaan: Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Pengembangan Pembiayaan: Besarnya Tantangan Nyata Pengembangan Pembiayaan: Pembiayaan masih rendah (di bawah 70. bahan ajar. baik tingkat kesulitas maupun model-model yang digunakan) Dan sebagainya Guru dan sekolah 100% melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan kurikulum atau standar nasional pendidikan 20% Dan sebagainya Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Besarnya Tantangan Nyata 39 .

........... ...1 Pengembangan Standar Isi Jumlah 01 2 2...SSN BOS RUTIN SUMBER DANA LAINNYA RUTIN BOS SSN .. s...… .1 1. ...............…….… .. . ........ PROVINSI ………………………./……….……..… .. ....… . TAHUN DAN SUMBER DANA PROGRAMPROGRAM STRATEGIS TAHUN I TAHUN II Dst.....… ........1 Jumlah 02 3 dst Jumlah Total Pengembangan Standar Proses JUMLAH (RUPIAH) 40 Contoh Format : RKJM RENCANA KERJA SEKOLAH JANGKA MENENGAH (RKJM) SEKOLAH………………………… KAB....… .................… ........2…… … DST 2 Pengembangan Standar Proses 2.........… ..... No Uraian Program Volume Satuan Harga Satuan Jumlah Harga APBD Prop APBD Kab Bagus APBN BOS RTN BOS BUKU Masyarakat Sumb Sumb Komputer Bangunan Sukarela Sumber Dana Lainnya 1 1.1.… .... ....... ....… .........……...... .... ……………………..1…… 1.… ..… ..… Pengembangan Standar Proses KOMITE SEKOLAH ..d tahun ke IV 41 .. .… .. KOMITE SEKOLAH 1 Pengembangan Standar Isi Pengembangan Standar Isi 1.2…… … DST JUMLAH (RP) .....… Contoh Format : RKAS RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SEKOLAH TAHUN PELAJARAN : …….1 2.1.1…… 2. SUMBER DANA LAINNYA ......…….… .

2.1. 1.1.1. kebutuhan sosial masyarakat.2.1. Sekolah menyediakan layanan bimbingan dan konseling untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik. 2.1.1.2.1. Kurikulum dibuat dengan mempertimbangkan karakter daerah.1.PROGRAM PRIORITAS (RENCANA KERJA TAHUNAN) Nama Sekolah Alamat Kecamatan Kab / Kota Provinsi : ………………………………………………………… : ………………………………………………………… : ………………………………………………………… : ………………………………………………………… : ………………………………………………………… 42 SKALA PRIORITAS NO 1 2011/ 2012 STANDAR REKOMENDASI PROGRAM 2 2012/ 2013 3 2013/ 2014 4 2014/ 2015 1 1. 1. 2. usia peserta didik. kondisi budaya. STANDAR PROSES Silabus sudah sesuai/relevan dengan standa 2. 1. RPP dirancang untuk mencapai pembelajaran efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik Dst REKOMENDASI PROGRAM 1 2 3 4 43 .2. Kurikulum telah menunjukan adanya alokasi waktu. rencana program remedial. Silabus dikembangkan berdasarkan Standar Isi (SI). dan kebutuhan pembelajaran. Pengembangan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan menggunakan panduan yang disusun BSNP.2.2.3. dan pengayaan bagi siswa. 2.1. Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan panduan KTSP. Sekolah menyediakan kegiatan ekstra kurikuler untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik.1. 1. Silabus diarahkan pada pencapaian SKL. STANDAR Sekolah menyediakan kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik 1. Kurikulum sudah sesuai dan relevan STANDAR ISI SKALA PRIORITAS NO 1. 2.2.

KOMITE SEKOLAH KEPALA SEKOLAH Lampiran 3 TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH (TAS) LABORAN PUSTAKAWAN GURU KELAS I GURU KELAS II GURU KELAS III GURU KELAS IV GURU KELAS V GURU KELAS VI GURU AGAMA GURU PENJAS GURU MULOK PENJAGA SEKOLAH PENJAGA SEKOLAH PESERTA DIDIK Ket: 45 Instruksi Koordinasi .44 Alur Manajemen Stratejik Pengelolaan Sekolah Kajian Faktor Lingkungan Perumusan Strategi Implementasi Strategi Visi-Misi Tujuan Strategi Kebijakan Internal Struktur Budaya Sumber Daya Program Anggaran Prosedur Kinerja Eksternal Lingkungan Sosial Evaluasi Pengendalian Contoh : STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH Contoh : STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH SD…………………………….

46 Contoh : STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH SMP……………………………. KOMITE SEKOLAH KEPALA SEKOLAH WAKA TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH (TAS) LABORAN PUSTAKAWAN WALI KELAS VII WALI KELAS VII WALI KELAS VII GURU MATA PELAJARAN GURU BP/BK PESERTA DIDIK Ket: Instruksi Koordinasi Contoh : STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH SMA……………………………. KOMITE SEKOLAH KEPALA SEKOLAH WAKA WAKA WAKA TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH (TAS) LABORAN PUSTAKAWAN WALI KELAS VII WALI KELAS VII WALI KELAS VII GURU MATA PELAJARAN GURU BP/BK PESERTA DIDIK Ket: 47 Instruksi Koordinasi .

BP/BK KEPALA PUSTAKAWAN WALI KELAS GURU Ket: Instruksi Koordinasi PESERTA DIDIK Contoh : KELENGKAPAN ADMINISTRASI KEPALA SEKOLAH Lampiran 4 KETERANGAN NO I 1 KOMPONEN ADA ADMINISTRASI PROGRAM PENGAJARAN Rencana Kerja: .RKAS PK-1 Jadwal Pelajaran Sekolah PK-2 Daftar Pembagian Tugas Guru PK-3 Daftar Pemeriksaan Persiapan Mengajar PK-4 Daftar Penyelesaian Kasus Khusus di Sekolah PK-5 Daftar Hasil UAS PK-6 Rekapitulasi Kenaikan Kelas PK-7 Daftar Penyerahan STTB PK-8 Catatan pelaksanaan Supervisi Kelas PK-9 Hubungan Kemasyarakatan PK-10 Laporan Penilaian Hasil Belajar TIDAK ADA 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 II ADMINISTRASI KESISWAAN 49 1 2 3 4 5 6 Formulir Pendaftaran Siswa Baru Daftar Calon Siswa Baru Kelas I Daftar Siswa Baru Kelas I Buku Induk Siswa Buku Klaper Jml. Asal. Siswa Menurut Kelas.Rencana Kerja Tahunan (RKT) . 48 KOMITE SEKOLAH KEPALA SEKOLAH WAKASEK MANAJEMEN MUTU KEPALA TATA USAHA STAF TATA USAHA WAKA SEK HUBIN/HUMAS WAKA SEK HUBIN/HUMAS WAKA SEK SARPRAS WAKA SEK KESISWAAN KAPROG KAPROG KAPROG KAPROG KOORDINATOR KOORDINATOR KOORD. dan JK .Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) .Contoh : STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH SMK…………………………….

Buku Agenda . Siswa Menurut Usia. dan JK Papan Absensi Harian Siswa Buku Rekapitulasi Harian Absensi Siswa Buku Absensi Bulanan Siswa Buku Rekapitulasi Bulanan Absensi Siswa Surat permohonan Pindah Sekolah Surat Keterangan Pindah Sekolah Mutasi Siswa Selama Semester Daftar Calon Peserta Ujian Sekolah Daftar Peserta UAS dan Prestasinya Tanda Peserta UAS Daftar Masuk SMP Daftar Kenaikan Kelas Daftar Rekapitulasi Kenaikan Kelas/Lulusan Tata Tertib Siswa 50 KOMPONEN TIDAK ADA KETERANGAN NO 10 11 12 13 14 15 16 IV 1 2 3 4 5 V KOMPONEN ADA Daftar Susunan Keluarga Daftar Hadir Tidak Hadir Peg.Buku Pengumuman .Data Statistik Sekolah .Buku Notulen Rapat . Kelas./Guru Daftar Rangkuman Tidak Hadir Pegawai/Guru (bulanan) Data Kepegawaian Kartu Pribadi Pegawai/guru Papan Kegiatan Kepala Sekolah File Data Kepegawaian ADMINISTRASI KEUANGAN KEU-1 KEU-2 KEU-3 KEU-4 RAPBS Buku Kas Umum Buku Kas Pembantu Rangkuman Penerimaan dan Pengeluaran Keuangan Sekolah KEU-5 Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Sekolah ADMINISTRASI PERLENGKAPAN TIDAK ADA 51 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 PERL-1 Buku Pemeriksaan Perlengkapan/Barang PERL-4 Buku Inventaris Perlengkapan/Barang PERL-5 Daftar Usul Pengadaan Barang .Buku Ekspedisi .Struktur Organisasi Sekolah .Buku Administrasi Perpustakaan .KETERANGAN NO ADA 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 III 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Rencana Kebutuhan Pegawai/Guru Usulan Pengadaan Pegawai dan Tenaga Kependidikan Usul Pengangkatan CPNS Daftar Riwayat Hidup Usul Kenaikan Gaji Daftar Usul Penetapan Angka Kredit Buku Catatan Penilaian PNS DP-3 PNS Daftar Urut Kepangkatan PNS Buku Cuti Pegawai ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN Jml.

. f. JADWAL KEGIATAN SEKOLAH TAHUN PELAJARAN 2010/2011 NO 1 a... e... Kenaikan tk/penjurusan e... b.…... : ………. Evaluasi belajar d..…... Penyajian pelajaran c... : ………. 2 a.... g.52 CONTOH : FORMAT ADMINISTRASI SEKOLAH Identitas sekolah (Nama dan Alamat Sekolah) : ………. Penjelasan TT sekolah c.. Persiapan mengajar b... d.... Penjelasan TT fasilitas sekolah 3 Kegiatan Belajar Mengajar Hari pertama masuk sekolah Pendaftaran calon siswa Seleksi calon siswa Pendaftaran calon siswa yang diterima Perpindahan siswa Perencanaan kelas Penyusunan jadwal pelajaran Pembagian tugas guru Persiapan tahun pelajaran KEG/BLN JULI AGS SEPT OKT NOP DES JAN FEB MAR APR MEI JUN 4 5 6 7 a. c.. PERHITUNGAN HARI SEKOLAH DAN LIBUR SEKOLAH JENIS SEKOLAH TAHUN PELAJARAN : ……………………………………………………… : ……………………………………………………… HARI LIBUR NO 1 SEMESTER SEMESTER 1 Juli Agustus September Oktober Nopember Desember 2 SEMESTER 2 Januari Februari Maret April Mei Juni Jumlah BULAN HARI KERJA SMT MINGGU UMUM PUASA KHUSUS HARI BELAJAR 53 JUMLAH SATU TAHUN PELAJARAN .. Tamat belajar Upacara Sekolah Kegiatan dalam libur Kegiatan Ekstrakurikuler Bimbingan siswa PERHITUNGAN HARI SEKOLAH DAN LIBUR SEKOLAH Identitas sekolah (Nama dan Alamat Sekolah) : ………..….…. Pekan orientasi b...

. Jumlah (∑) Minggu tidak Efektif . Jumlah (∑) Minggu/Semester....... 1 2 3 4 5 6 Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah II.... III... 1 2 3 4 5 6 Nama Bulan Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah SEMESTER GENAP I....... 1 2 3 4 5 6 Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah hari tdk masuk Jumlah hari kegiatan sekolah Jumlah Nama Bulan Jumlah Minggu 2 Minggu 0 Minggu 2 Minggu 2 Minggu 0 Minggu 1 Minggu 3 Minggu 1 Minggu 11 Minggu Nama Bulan Jumlah Minggu 5 Minggu 5 Minggu 5 Minggu 5 Minggu 5 Minggu 5 Minggu 30 Minggu PERHITUNGAN KALENDER PENDIDIKAN SEMESTER GANJIL/GENAP : ........... : ......... No... : .... 1 2 3 4 5 6 Nama Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Jumlah II.... No.................... 1 2 3 4 Januari Februari Maret April Jumlah Minggu 1 Minggu 1 Minggu 1 Minggu 1 Minggu .... Jumlah (∑) Minggu tidak Efektif ... No... Nama Bulan Jumlah Minggu 5 Minggu 4 Minggu 5 Minggu 4 Minggu 5 Minggu 5 Minggu 28 Minggu Jumlah Minggu 2 Minggu 5 Minggu 3 Minggu 3 Minggu 4 Minggu 2 Minggu 19 Minggu 55 No.... Jumlah (∑) minggu efektif riil = ∑ minggu/semester 30 – ∑ minggu tidak efektif 11 = 19 minggu/jam tatap muka No....... Jumlah (∑) Minggu/Semester..................54 Sekolah Mata Pelajaran Tahun Pelajaran SEMESTER GANJIL I....

........ NIP.... Jumlah (∑) jam efektif/semester genap =. 57 Keterangan : Untuk semester 2 dibuat sama dengan semester 1 bulannya diganti.... Kepala Sekolah.... .... 1 2 3 4 5 6 Januari Februari Maret April Mei Juni Jumlah Nama Bulan Jumlah Minggu 4 Minggu 3 Minggu 4 Minggu 2 Minggu 2 Minggu 1 Minggu 16 Minggu IV....... Kepala Sekolah L P J L P J I II III ……………. 5 6 Mei Juni Jumlah hari kemungkinan tidak masuk Jumlah hari kegiatan sekolah Jumlah 2 Minggu 2 Minggu 2 Minggu 2 Minggu 12 Minggu Contoh: FORMAT DAFTAR KEADAAN SISWA DAFTAR KEADAAN SISWA JENIS SEKOLAH TAHUN PELAJARAN SEMESTER : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… TINGKAT NO PROGRAM STUDI BULAN/SISWA 1 2 3 4 5 6 Juli Agustus September Oktober Nopember Desember ……………....... jam tatap muka... 2.... jam tatap muka =.……….... ......... x .. jam tatap muka = .... Guru Mapel ... Jumlah jam tatap muka disesuaikan dengan jumlah jam masing-masing mata pelajaran/kompetensi yang tertera pada Jadual tatap muka.......... ………........... Jakarta....... Jumlah (∑) jam efektif/semester ganjil = ....... Untuk menentukan jumlah jam dari masing-masing mata pelajaran/kompetensi bedasarkan pada analisis SK/KD atau pemetaan kurikulum implementatif yang telah divalidasi. Jumlah (∑) minggu efektif riil = ∑ minggu/semester 28 – ∑ minggu tidak efektif 12 = 16 minggu/jam tatap muka No........ Mengetahui.......... jam tatap muka.. Catatan: 1. ....56 III.. tiap semester jumlah jam satu mata pelajaran/kompetensi kemungkinan berbeda....………......... x ...

Dilaksanakan pada tanggal ………………………….….3 Ulangan formatif ke 3 dilaksanakan pada tanggal …. 5. LAPORAN KENAIKAN TINGKAT/KELUAR/LULUS JENIS SEKOLAH TAHUN PELAJARAN PROGRAM STUDI 01 I 02 03 07 08 II 04 TINGKAT III 05 06 : ……………………………………………………… : ……………………………………………………… JUMLAH 09 10 11 1 (diisi awal tahun) 2 Siswa yang tinggal kelas Program studi Tinggal kls Keluar Lulus Orang % Orang % Orang % Program studi Tinggal kls Keluar Lulus dst Orang % …………………………….. 4.......... Masalah dan hambatan yang timbul 5...4 Ulangan formatif ke 4 dilaksanakan pada tanggal ….% 3.... Evaluasi belajar semester (sumatif/ulangan umum) nilai rata-rata kelas ………………..58 CONTOH: FORMAT LAPORAN KENAIKAN TINGKAT/KELUAR/LULUS Identitas sekolah (Nama dan Alamat Sekolah) : ……….......1 dari butir 1 …………………………………………… 5.. : ……………………………………….....2 Ulangan formatif ke 2 dilaksanakan pada tanggal …… nilai rata-rata kelas ………… 3.…. Jumlah minggu belajar : ……………….. 3..1 Ulangan formatif ke 1 dilaksanakan pada tanggal …… nilai rata-rata kelas …….minggu 2.3 dari butir 3 …………………………………………… 6.. 2011 Kepala Sekolah ……………………. nilai rata-rata kelas …………. 59 1.. CONTOH: FORMAT REKAPITULASI PELAKSANAAN PROSES BELAJAR REKAPITULASI PELAKSANAAN PROSES BELAJAR MENGAJAR SEKOLAH ALAMAT REKAPITULASI TAHUN PELAJARAN MATA PELAJARAN/KLS SEMESTER : …………………………. Pencapaian target Silabus : ………………. : …………………………. NIP.. 3. Pelaksanaan Formatif dan nilai yang dicapai 3....... nilai rata-rata kelas ………….. Pemecahannya ... : ………..2 dari butir 2 …………………………………………… 5. : ………………………………………...…... : ……………………………………….

.. .... NIP... NIP.. CONTOH: FORMAT DAFTAR KEADAAN SISWA MENURUT TINGKAT Identitas sekolah (Nama dan Alamat Sekolah) : ……….…..60 Mengetahui Kepala Sekolah ………………………... …………………………..1 dari butir 1 …………………………………………… 6.....…...... Kesimpulannya : ……………………………………………………………………………………………………………………………………… DAFTAR KEADAAN SISWA MENURUT TINGKAT TAHUN PELAJARAN BULAN : ……………………………………………………… : ……………………………………………………… BANYAK KELAS PROGRAM STUDI I II III L P L P L P L P L P L P L P L P JML KLS I JML SISWA BLN YANG LALU II III JML SISWA BLN INI JML I II III JML …………………………….3 dari butir 3 …………………………………………… 7.2011 Guru ybs... 6..... : ………... Kepala Sekolah 61 ……………………. …………………………... NIP...2 dari butir 2 …………………………………………… 6.

.. Alpa ……………………. : ……………………………………………...... Karpeg No.…. Nama dan Paraf Pejabat Penilai ……………………………... 06 Jumlah Diterima oleh : …. Tanggal.… . Izin A . Bulan dan Tahun Uraian : ……………………………………………..../jam : ……….. : ……….. RAHASIA BUKU CATATAN PENILAIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL Nama NIP No..……… 63 Tgl.... : ……………………………………………..... CONTOH: FORMAT PENGANTAR SURAT KOP SURAT LEMBAR PENGANTAR SURAT RUTIN Unit Pengolah/Penerima Nomor urut 01 Asal surat 02 Tanggal 03 Tanggal Penyampaian Nomor 04 Perihal 05 Ket... Sakit I ........ Kepala Sekolah CATATAN : S ..... ..62 CONTOH: FORMAT BUKU CATATAN PENILAIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL Identitas sekolah (Nama dan Alamat Sekolah) : ………. NIP..….

... URUT ASAL SURAT TGL SURAT NO...…..............…… 65 Tgl............ NO...........Urut : M K Lampiran : Dari : Nomor : Pengolah : Catatan : CONTOH: FORMAT SURAT RAHASIA KOP SURAT LEMBAR PENGANTAR SURAT RAHASIA Unit Pengolah : .... : No........… ..... Jumlah Diterima oleh : ….......... Tanggal Penyampaian : ............./jam : ……….................. SURAT KET...64 CONTOH: FORMAT KARTU KENDALI CONTOH KARTU KENDALI KOP SURAT Indeks Hal : : Kode Tgl ...................................

................................... ...................................................................................................................................................... .................................... …………………………….......................................... …………………………….............................. ............................. ............................................................................................................................................................................................................................................................................................................ Nomor Isi surat/barang Jumlah Keterangan Nama Jabatan Cap Dinas Tanda tangan Nama terang NIP Tembusan Yth : CONTOH: SURAT PENGUMUMAN Contoh: Surat Pengumuman KOP SEKOLAH SURAT PENGUMUMAN ................66 CONTOH: FORMAT SURAT PENGANTAR KOP SURAT SURAT PENGANTAR Nomor: .................................................................................................................................................................................................................................................... Kepada Yth …………………………….......................................... Nama Jabatan Cap Dinas Tanda tangan 67 Nama terang NIP ............. ......................................................................................................................................................................

........ MENIMBANG : 1........ 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Inpres No.… yang bertanggung jawab......68 CONTOH: FORMAT BUKU TAMU PEMBINAAN BUKU TAMU PEMBINAAN Tanggal No...……......6 Tahun 2009 Inpres No.. Bahwa sesuai dengan pengalaman dan perkembanagn sistem pendidikan yang ada di Sekolah………....................... dipandang perlu untuk segera diadakan penyempurnaan dan pemantapan kegiatan kesiswaan di Sekolah……………. 69 ..... Bahwa dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan di Sekolah………......... 7.………......... Pekerjaan Nama Maksud Diterima Catatan CONTOH: PETUNJUK TEKNIS PENGEMBANGAN DIRI PESERTA DIDIK Lampiran 5 KEPALA SEKOLAH ………………….……… dan terpadunya kegiatan intra kurikuler......... kokurikuler dan ekstra kurikuler serta untuk terciptanya pembentukan tamatan Sekolah……….... 2..... tahun …….......... 5..………. 4. Strategik Planing Pengembangan Sekolah …….............. maka dipandang perlu untuk dikeluarkan Standar Operasional Prosedur Pembinaan Kegiatan Kesiswaan berbasis karakter bangsa bagi Siswa ………….….. MENGINGAT : 1............. 0461/II/1984 tentang Pembinaan Kesiswaan SK Ditjen Dikdasmen No.1 Tahun 2010 SK Mendikbud No................... 226/C/Kep/O/1992 Tentang Pedoman Pembinaan Kesiswaan RKAS Sekolah…….. 3...... 6. 8..... tahun pelajaran …..…...........………………………… 2......................... Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 Undang-Undang No.

........................ Satuan Kegiatan Pembinaan Karakter Bangsa bagi siswa (PKBS) adalah satuan kegiatan kesiswaan dalam jangka waktu tertentu yang diprogramkan untuk memenuhi persyaratan dalam penyelesaian studi pada setiap semester atau tahun di Sekolah………….…........... 5.. mengikuti suatu kegiatan ko kurikuler dan ekstra kurikuler yang telah ditentukan aspeknya sebagaimana akan diatur dalam pasal 5... Mengerahkan.…....... Mengembangkan dan meningkatkan bakat dan minat siswa dalam usaha menghasilkan tamatan yang beriman. Pembina kegiatan kesiswaan adalah guru pembina siswa... memberi motivasi dan mengontrol kegiatan siswa yang dibinanya dalam mempraktikkan nilai-nilai karakter b..... Membantu tercapainya peembentukan manusia Indonesia yang berkwalitas 2..... . BAB II ASPEK-ASPEK KEGIATAN Pasal 5 1... Tugas dan tanggung jawab pembina adalah : a.... 2. menjadi pengurus organisasi intra sekolah (OSIS) serta predikat lulusan terbaik. Kegiatan Pembinaan Karakter Bangsa bagi siswa (PKBS) dapat dijadikan sebagai pertimbangan untuk pengusulan bea siswa. yang menunjang kegiatan kurikuler dan merupakan salah satu jalur pembinaan dan pengembangan potensi dan bakat siswa di Sekolah…………….. Pasal 2 Tujuan Satuan Kegiatan Pembinaan Karakter Bangsa bagi siswa (PKBS) bertujuan : 1... c......…... 70 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Pengertian 1.... siswa teladan/berprestasi dan fasilitas lainnya...... Pasal 4 Pembina 1. Aspek keagamaan dan moral Pancasila 71 ......... tentang Standar Operasional Prosedur Pembinaan Kegiatan Kesiswaan Siswa Sekolah…....... Aspek-aspek kegiatan kesiswaan yang dapat diperhitungkan nilai kegiatan pembinaan karakter bangsa bagi siswa meliputi : a.... Memberi nilai kepada siswa yang dibinanya sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam lampiran II keputusan ini. guru mata pelajaran/guru kelas yang bersangkutan dan ditetapkan oleh sekolah. 3. 6... 2.. 4. Menghargai peran aktif siswa dalam kegiatan ko kurikuler dan ekstra kurikuler Mengembangkan dan meningkatkan kegiatan ko kurikuler dan ekstra kurikuler melalui pengamatan aktif dan penilaian yang teratur Untuk memberi kemudahan didalam memberikan penilaian dan pembinaan kegiatan siswa yang bersifat ko kurikuler dan ekstra kurikuler Pasal 3 Sifat Kegiatan Satuan Kegiatan Pembinaan Karakter Bangsa bagi Siswa (PKBS) bersifat individual yaitu masing-masing siswa yang menciptakan atau berinisiatif untuk mengadakan..…....................... Memberi rekomendasi dan keterangan mengenai siswa yang dibina kepada pihak-pihak yang memerlukan......... berilmu amaliyah dan beramal ilmiah yang penuh tanggung jawab dan profesionalisme..MEMUTUSKAN MENETAPKAN : Keputusan Kepala Sekolah……. 3............. Membantu memperlancar proses belajar siswa dalam menunjang kemampuannya dibidang akademik dan non akademik. Kegiatan Pembinaan Karakter Bangsa bagi siswa (PKBS) adalah kegiatan siswa Sekolah ….

. 2. Beban satuan kegiatan kesiswaan untuk pertimbangan bagi siswa yang akan menjadi pengurus OSIS. Jenis dan bobot nilai dari berbagai aspek dalam ayat (1) pasal ini sebagaimana terdapat dalam lampiran I dan II pada Keputusan ini. Beban satuan kegiatan kesiswaan yang harus ditempuh oleh setiap siswa yang akan menyelesaikan studinya pada setiap semester di Sekolah. calon penerima bea siswa dan penentuan predikat siswa berprestasi/teladan serta tamatan terbaik adalah diambil yang terbanyak jumlah satuan kegiatan kesiswaan (PKBS) dari jumlah siswa yang diusulkan dari masing-masing kelas/jurusan/program keahlian.…….. d.. sekurang-kurangnya adalah bernilai BAIK untuk setiap satuan kegiatan kesiswaan (PKBS) yang harus ditempuh/diselesaikan/dimiliki sebelum melanjutkan semester berikutnya. Aspek keagamaan dan Moral Pancasila sekurang-kurangnya 30% Aspek penalaran dan idialisme sekurang-kurangnya 20 % Aspek kepemimpinan dan loyalitas sekurang-kurangnya 20 % Aspek pemenuhan bakat dan minat sekurang-kurangnya 20 % Aspek pengabdian masyarakat sekurang-kurangnya 10 % BAB IV SISTEM PENILAIAN DAN ADMINISTRASI Pasal 9 1.. tulisan maupun keterangan lain yang dapat dipertanggung jawabkan. bangsa dan agama. b.. keterangan penyelenggara.. BAB III BEBAN SATUAN KEGIATAN PEMBINAAN KARAKTER KESISWAAN Pasal 7 1.. Kegiatan Pembinaan Karakter Bangsa bagi siswa (PKBS) pada dasarnya merupakan kegiatan yang terintegrasi setiap matapelajaran dari berbagai aspek yang wajib diikuti oleh siswa.…. dinyatakan dalam table berikut : Nilai Kredit yang diperoleh 86. e.. 2. 2.72 2. Aspek Penalaran dan Idealisme Aspek Kepemimpinan dan loyalitas terhadap sekolah.... Pasal 8 Prosentase masing-masing aspek kegiatan sebagaimana diatur dalam pasal 6 yang harus ditempuh oleh siswa yang akan menyelesaikan studinya pada setiap semester sebagaimana tersebut pada pasal 7 ayat (1) adalah: a. Predikat nilai akhir kegiatan kesiswaan didasarkan oleh tinggi rendahnya nilai kredit kegiatan kesiswaan yang diperoleh.. 3. Aspek pemenuhan minat dan bakat siswa Aspek pengabdian pada masyarakat Pasal 6 1.. Yang berhak memberikan nilai adalah Guru Pembina Kegiatan yang bersangkutan.. Nilai kegiatan diberikan kepada siswa yang melaksanakan kegiatan dengan menunjukkan bukti resmi baik berupa sertifikat/piagam...... b....... e....keatas 76-85 66-75 50-65 00-49 Predikat Istimewa Baik Sekali Baik Cukup Kurang Simbol A AB B C D 73 ... Kepala Sekolah / Wakil Kepala Sekolah/ Ketua Program/Wali kelas/ Pembina Kesiswaan dapat menentukan program kegiatan kesiswaan wajib dan pilihan bagi setiap siswa... negara. d. c.. c..

. 74 BAB V PENUTUP Pasal 10 1. dst B. Ditetapkan di : Pada tanggal : ……….. Aspek Penalaran dan Idealisme: 1. LAMPIRAN I : SIFAT KEGIATAN No.. Kepala Sekolah…………. Bulletin/Majalah 12.. Setiap siswa mendapatkan buku kegiatan yang berisi rincian kegiataan yang dilakukan dan penilaian dari pembimbing/pembina kegiatan. Lokakarya 6. Pasal 11 Hal-hal yang belum diatur dalam pedoman ini akan ditentukan kemudian. Bedah Buku 11. Dakwah/Penyuluhan/Khotbah 5. Rohis/Rokris/Rohani Hindu/Rohani Budha 2.. Debat Bahasa Inggris 4.………. Dakwah sekolah/Persekutuan Doa 4. Praktikum Agama 6..……………….. Pengurus /anggota Organisasi sekolah 3. …………………. dst C.. maka semua ketentuan yang bertentangan dengan pedoman ini dinyatakan tidak berlaku. Peringatan Hari Besar Agama/Nasional 3. JENIS DAN SIFAT KEGIATAN Wajib A. Lomba Pidato 8.... Diskusi Ilmiah/Panel 2. 2.. Seminar 3. Lomba PKS/OSN 7. Penelitian Remaja 5. Aspek Kepemimpinan dan Loyalitas: 1.. Bagi Bapak/Ibu guru yang akan memberikan tugas ko kurikuler dan ekstra kurikuler kepada siswa supaya mengacu pada pedoman ini. Mading 10.………….. Dengan berlakunya Standar Operasional Prosedur Kegiatan Kesiswaan ini. Pengurus OSIS 2.4.. LDKS Pilihan I Pilihan II Pilihan III Pengembangan 75 .. Pasal 12 Keputusan ini berlaku mulai tahun ajaran ………. Aspek Keagamaan dan Moral Pancasila: 1.…… dengan ketentuan apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan akan diadakan perbaikan dan penyesuaian sebagaimana mestinya... Kursus/Diklat 9..

Tenis lapangan 4. Bola Basket 5. dst Koperasi Siswa Wirausaha Studi Banding Kunjungan Industri Dst E. Atletik 12. Bola Volly 2. Sepak Bola 6. Bulutangkis 3. Khotbah/Pengajian 5. SAR/PMR 4. Folksong 6. Bansos 2. 8. Bridge 11. Aspek Pemenuhan Bakat dan Minat Siswa : (1) Cabang Olah Raga: 1.76 4. dst Catatan : Jenis kegiatan disesuaikan dengan Jenis dan Jenjang sekolah 77 . D. Catur 10. Seni Baca Al-Qur'an 2. Karate 8. 7. 6. dst (2) Cabang Kesenian: 1. Silat 7. Tari Tradisionil 9. Teather 8. Donor darah 3. Aspek Pengabdian pada Masyarakat: 1. Kasidah Nasid 5. Paduan Suara 7. 5. Yudo 9. Orkes Melayu 4. Kaligrafi/Melukis 10. Band/Vokal Group 3.

Baru dan sem I Perkiraan libur umum 4 Perkiraan Libur Umum 19-22 31 UTS Penerimaan Rapor UTS April 2012 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 6 9-12 16-19 HBE = 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Perkiraan Libur Umum UKK Kelas VI US Mei 2012 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 1-6 17 HBE = 19 6 7 1 2 3 4 5 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 UN Perkiraan Libur Umum Juni 2012 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 11-15 30 HBE = 12 3 4 5 6 7 1 2 8 9 10 11 12 13 14 15 16 UKK I-V Penerimaan Raport/Penkre 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 KEPALA SEKOLAH 79 ------------------------------NIP:. .78 Contoh : Kalender Pendidikan Sekolah Lampiran 6 KALENDER PENDIDIKAN TAHUN PELAJARAN 2011-2012 SEMESTER I Juli 2011 Minggu Senin 4 5 6 7 1 2 Hari Pertama masuk sekolah Perkiraan libur Awal Ramadhan 1 -2 17 23-29 30-31 Libur Awal Ramadhan HUT RI Ke-67 Libur Ramadhan Idul Fitri HBE = 15 Agustus 2011 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 6 13 20 27 5 12 19 26 4 11 18 25 Kamis Jum'at Sabtu 1-7 HBE = 14 September 2011 Minggu Senin Selasa Rabu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 7 14 15 16 30 31 17 24 23 22 29 21 28 8 9 10 HBE = 17 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 3 11 12 13 14 15 16 23 30 22 29 21 28 20 27 3 19 26 2 18 25 1 10 17 24 31 Selasa Rabu Kamis Jum'at 8 9 Sabtu 11 30 Libur Idul Fitri 1432 H Oktober 2011 Minggu Senin 3 7 1 2 3 4 5 10 11 12 9 8 15 16 17 18 19 14 4 5 6 7 1 Ujian Tengah Semester Porseni/waktu jeda Penerimaan Raport UTS 6 25 27 HBE = 21 November 2011 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 6 13 20 21 22 23 24 25 26 2 10 11 12 13 14 15 22 29 21 28 20 27 19 26 18 25 17 24 31 9 16 23 30 HBE = 22 27 28 29 30 Desember 2011 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 12-15 24 26-31 HBE = 8 4 5 6 7 1 2 3 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 UAS Penerimaan Raport Libur Akhir Semester I 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 8 10-13 17-19 22 Idul Adha Hari Guru Nasional Tahun Baru Hijriah SEMESTER II Januari 2012 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 1-7 23 HBE = 16 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Februari 2012 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 HBE = 21 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Maret 2012 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 HBE = 18 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Libur Th.

9 Pembimbingan S1 & PPG Penunjukan PB Pelaporan Dinas Pndk/ Kantor Agama SERTIFIKAT PI KS PB KS PS PB KS Jabatan fungsional Guru A L U R Dinas Pndk/ Kantor Agama P I G P Minimal nilai BAIK YA 2 SERTIFIKAT PI Jabatan fungsional Guru tidak YA Perpanjangan induksi Minimal nilai BAIK tidak PNS yang diberi tugas mengajar tanpa jabatan fungsional Dapat diusulkan untuk diangkat dalam Jab Fung guru bila telah dapat nilai min Baik pada tahun berikutnya. 81 .80 Contoh : Perencanaan Program Induksi Lampiran 7 A L U R 1 BIn 11 BIn-1 Need Analysis Pembimbingan (asesmn-1) (asesmn-2) P I G P BIn 10 BIn 2 .

dan Muharam ( Tahun Baru Hijriyah) Bimbingan Shalat Idul Qurban dan Penyembelihan hewan qurban Bimbingan pengumpulan. a. Ketulusan dan tidak Korup Bertekad untuk . ruang guru dan kantin kecuali melaksanakan shalat berjamaah Program kepedulian sosial siswa yang dikumpulkan oleh ROHIS/ROKRIS sebagai upaya untuk membantu peserta didik yang kurang mampu supaya dapat melanjutkan belajar Penerapan Dakwah Sistem Langsung (DSL) dalam program pembelajaran Pendidikan Agama Lampiran 8 Menciptakan situasi keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME 3. pembagian zakat fithrah dan shalat Idul Fithri Buka Puasa Bersama dan Shalat Tarawih dan kegiatan peserta didik lainnya seperti . d. Kejujuran. Penerapan MPMBS (Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah) yang taat asaz BERSIH Ÿ Ÿ Ÿ Mengandung nilai –nilai .10 dengan Imam oleh Guru putra secara bergantian. tidak KKN Bersih fisik dan bersih hati 83 .50-12. a. c. b. Berprilaku jujur. f. Dzikir dan Muhasabah) yang diikuti oleh peserta didik tingkat III setiap program keahlian secara bergiliran dengan dipandu/dibimbing oleh Guru Agama/pembina OSIS Penerbitan buletin dakwah yang kelola oleh DKM Masjid SMK Negeri 56 Jakarta dan ROHIS Kegiatan Harian : Tadarus Al-Qur'an 07. c. f. dan karyawan. Pelaksanaan PHBI yang terdiri .15 setiap kelas bagi peserta didik muslim dan kebaktian do'a di ruang aula bagi peserta didik non muslim Bimbingan shalat dzuha pada waktu istirahat pertama (pukul . Budaya Manajemen By Fact dan BTP 1. b. 1. 10. karyawan dan peserta didik Implementasi IMTAQ dengan mata diklat/kompetensi lain bagi guru-guru muslim setiap jam pelajaran dan pada saat shalat dzuhur tidak ada aktivitas lain diruang kelas. c. Tasbih. Kegiatan MABID ( Shalat Taubat. a. pada liburan semester genap dan bulan suci Ramadhan diikuti oleh peserta didik yang masuk kreteria sebagai berikut : Ø Nilai Normatif tidak mencapai kompetensi Ø Ada nilai Adaptif atau produktif yang tidak mencapai kompetensi Ø Jumlah pelanggaran tata tertib sekolah telah mencapai 45 poin Ø Sering terlambat masuk sekolah Ø Peserta didik bermasalah b. d. bagian depan laki-laki dan bagian belakang perempuan diikuti oleh seluruh guru. e.00 – 07. Ø SII = Studi Islam Intensif Ø Kaderisasi Remaja Islam ( Calon anggota DKM=Dewan Kemakmuran Masjid /ROHIS) Ø LDKI = Latihan Dasar Kepemimpinan Islam ( Calon Pengurus DKM/ROHIS ) Ø SEMILOKA ISLAM Ø TAFAKKUR ALAM Ø Pelatihan MENTOR Ø Bedah Buku Ø Dll. Untuk non muslim melakukan kebaktian bersama di ruang Aula Penyelengaraan Kajian Agama Keputrian pada waktu Shalat Jum'at dengan Bimbingan Guru Wanita Muslim dan dilanjutkan Shalat Dzuhur berjamaah Mentoring Agama diikuti seluruh peserta didik secara kelompok dibimbing para tutor dibawah koordinasi Guru Agama Memakai pakaian muslim bagi peserta didik. Pemantapan Komitmen. 2. e.82 Contoh : Pedoman Kerja Sekolah POKOK-POKOK STRATEGI KEBIJAKAN A. Maulid Nabi. Isra' dan Mi'raj. e. Kegiatan Tahunan : Pelaksanaan Pesantren Kilat 2 kali dalam satu tahun. Kegiatan Mingguan : Penyelenggaraan Shalat Jum'at dengan khatib oleh Guru PAI/Umum dan Ustadz dari luar secara bergantian dan wajib diikuti oleh Guru laki-laki dan peserta didik laki-laki muslim. B.00) secara bergiliran setiap hari 2 kelas dibawah bimbingan dan tanggung jawab guru yang mengajar pada kelas bersangkutan Shalat Dzuhur berjama'ah pada waktu istirahat kedua pukul 11. menjunjung tinggi integritas dan kredibilitas. guru. d.

Adaptif dan PRODUKTIF Penerapan organisasi pembelajaran Komitmen Warga Sekolah a. 11. Reorientasi Pemelajaran Normatif. Wujud SMK Negeri 56 adalah wujud saya b. disiplin dan tanggung jawab Ÿ Mampu mengatakan yang benar ya benar dan yang salah ya salah Ÿ Memiliki tingkat kompetensi yang tinggi. TRANSPARAN Ÿ Mengandung nilai-nilai yang dapat diaudit/diakses oleh siapa saja dan dapat dipertanggung jawabkan serta keterbukaan Ÿ Bertekad untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan dapat diketahui oleh fihak-fihak yang mempunyai kewenangan untuk mengetahui Ÿ Budaya terbuka. terbuka dalam program dan terbuka dalam anggaran Ÿ Berfikir positif C. 8. kemampuannya prima. f. Peningkatan kesejahteraan Penegakkan disiplin secara terus menerus . 4. dalam setiap tindakan dipelajari dulu tidak langsung mengambil keputusan 2. Pembelajaran sepanjang hayat dan life skill D. 1. Pengembangan Budaya Sekolah Penciptaan suasana belajar yang kondusif dan konsisten terhadap aturan yang disepakati bersama oleh seluruh unsur sekolah. 7. 10. e. 2. 2.84 PROFESIONAL Ÿ Memiliki integritas yang tanpa kompromi. Kekompakan dan kebersamaan adalah Jiwa saya Keberhasilan SMK Negeri 56 adalah keberhasilan saya Bekerja dilandasi berbuat baik bagi negara dan sebagai ibadah Melaksanakan Tujuh Pilar KBM a. Standar Tamatan Bermutu Standar KBM Bermutu Standar Penilaian/ Verifikasi Internal Standar Layanan (SPM) Standar Insentif dan Pembiayaan Standar Produc dan Jasa Standar Program Kegiatan Standar Promosi guru dan karyawan Standar Kegiatan dan kehadiran Standar Informasi dan keterbukaan Standar Pengadaan dan Penerimaan Barang Standar Dokumen E. 2. 5. ISO-900-2000 dan SMK RSBI 3. Kepentingan KBM diatas segala kepentingan c. Pembelajaran berbasis Kompetensi (CBT) e. Pembelajaran berwawasan lingkungan f. Pemelajaran Mandiri /Individual d. Pelaksanaan Kurikulum KTSP Berbasis Karakter dan Kewirausahaan Pencanangan target . 6. Lima menit sebelum bel pertama sudah ada di kelas/sekolah d. Peningkatan SDM dan Sumber Daya Pendidikan 85 1. mau belajar terus menerus. menguasai bidang tugasnya. SMK SNP. 12. 3. Ÿ Memiliki perhatian tinggi pada pelanggan melalui pelayanan prima. Kontrol Proses /Audit Mutu 1. tepat waktu dan tidak KKN Ÿ Memiliki pribadi prima . 9. prima dalam penampilan dan prima dalam penyampaian materi Ÿ Memiliki interpersonal yang baik Ÿ Memiliki komitmen yang kuat terhadap suatu panggilan tugas Ÿ Memiliki sikap mental yang positif. 4. Pembelajaran berbasis Produksi ( PBT) c. Pembelajaran Tuntas ( mastery learning) b. Pembelajaran berbasis normative dan adaptif g. prima dalam intelektual. jujur. 3.

9. 6. 5... tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan . Guru secara sendiri-sendiri dan atau bersama-sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu Profesinya . 3. 4. 7.. Sesuai Sistem dan Prosedur Penyusunan TOR (Term of Refference) Pengendalian Pelaksanaan program kegiatan Pengembangan Sistem Jaringan Sederhana dalam Proses ……………………………. 1. Guru bersama-sama memelihara membina dan meningkatkan mutu Organisasi Guru Profesional sebagai sarana pengabdiannya. 8. Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan Pemerintah dalam bidang Pendidikan. 7...86 6. Guru mengadakan komunikasi terutama dalam memperoleh informasi tentang anak didik.... 5. 4.. Contoh : Kode Etik Guru Lampiran 9 KODE ETIK GURU INDONESIA 1. . Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid sebaik-baiknya bagi kepentingan anak didik Guru memelihara hubungan dengan masyarakat disekitar sekolahnya maupun masyarakat yang luas untuk kepentingan pendidikan . 2. 4. Kepala Sekolah ……………………. AMT (Assesment Motivation Training). 87 ...... UKBI (Uji Kemampuan Bahasa Indonesia) dan Peningkatan Kompetensi Mendorong seluruh warga sekolah untuk bekerja keras Menganggap sekolah sebagai rumah kedua Pemanfaatan aset sekolah untuk peningkatan mutu sekolah dan kesejahteraan F. 3.. Guru menciptakan dan memelihara hubungan antara sesama guru baik berdasarkan lingkungan maupun didalam hubungan keseluruhan . Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangun yang berjiwa Pancasila Guru memiliki kejujuran Profesional dalam menerapkan Kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing-masing . 8. 3. Pelaksanaan peraturan taat asas dan memberi sangsi bagi yang melanggar Pembagian tugas secara proporsional Pemetaan SDM (Sumber Daya Manusia).. NIP. 2.

. Judul (contoh : Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tunas Bangsa). dengan ini Kurikulum SMK …. 3. 4. Kata Pengantar 1. 2. Landasan Filosofis 3. Kurikulum disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk :(a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. menyebut dan sedikit mengurai mengenai UUSPN. B. lembar penetapan. 5. 1. halaman berikutnya (ii). kreatif. Jakarta ditetapkan untuk diberlakukan mulai tahun pelajaran 2007/2008). sub bab yang dilengkapi dengan nomor halaman yang menggunakan angka Arab.(c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif. ii. 5. (Contoh : 2007) Halaman menggunakan angka romawi kecil (i). 3. v). Judul (contoh : Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tunas Bangsa). dan (e)belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif. Lembar penetapan 1. a. 4.dan 24 tahun 2006. Landasan yuridis dikembangkan dari UUD 45 dan amandemennya UU Sisdiknas No.88 Contoh : Sistematika Pengembangan KTSP NO A. 20 tahun 2003. 2. Kota tempat penetapan. Latar belakang penyusunan kurikulum SMK menguraikan mengenai alasan yang melatarbelakangi penyusunan kurikulum SMK: tuntutan era global. 4. (Contoh: Berdasarkan pertimbangan Komite Sekolah. dan Peraturan Yayasan (bagi sekolah swasta).di munculkan. 23 dan 24. Heading KATA PENGANTAR menggunakan huruf kapital. BAGIAN PENDAHULUAN Rasional 2. 5. disusun secara alfabetis. 3. Logo Satuan Pendidikan dan atau logo daerah. Pejabat yang menandatangani adalah Kepala Sekolah. 2.. 2. Tulisan lampiran-lampiran disertai nomor halaman lampiran menggunakan angka Arab. NO KOMPONEN 5. iii. Diktum Penetapan. dan diketahui oleh dinas pendidikan provinsi. Ketua Komite Sekolah. Kota tempat Kurikulum SMK disusun. Perda Propinsi serta Perda Kota dan Kabupaten yang relevan. menyebut dan sedikit mengurai Permen 22. Alamat Satuan Pendidikan (Contoh :Jl.. bulan. Pengertian-pengertian dalam KTSP merujuk kepada UU Sisdiknas No. Tulisan cover. Heading kalimat DAFTAR ISI dengan huruf kapital. 1. 6. kebijakan pusat.. tahun. 1. 4.(d) belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain.(b) belajar untuk memahami dan menghayati. kebijakan daerah dalam bidang pendidikan serta kebutuhan sekolah untuk beradaptasi terhadap perkembangan IPTEK. . Tanggal penetapan. BAGIAN SAMPUL Sampul KTSP Lampiran 10 KOMPONEN ASPEK 2. Jumlah halaman cukup satu halaman . 1. b... 19 tahun 2003. ASPEK 4. berhubung letaknya paling depan maka nomor halaman disembunyikan artinya tidak muncul di cetakan. Uraian tentang pentingnya KTSP bagi proses pembelajaran di SMK. 19 tahun 2005 c. 3. dst . menyebut dan sedikit mengurai mengenai PP No. Header yang berisi Kata PENETAPAN menggunakan huruf kapital. iv. Renstra Diknas. kata pengantar. 3. Glosarium Ucapan terima kasih kepada pihak yang telah terlibat dalam penyusunan kurikulum SMK. Permendiknas 22. daftar isi.. Daftar Isi 6. Tulisan bab. glosarium disertai halaman menggunakan angka romawi kecil (i. 2. 23. Tahun Penyusunan. 20 tahun 2003. PP No. Landasan Yurudis 89 1. Raya…… Jakarta Timur ). efektif dan menyenangkan.

Satuan pendidikan yang melakukan pendidikan berbasis muatan lokal dan global melalui pengintegrasian semua pelajaran dan dapat menjadi mata pelajaran muatan lokal. 23 tahun 2006. pembelajaran kecakapan hidup diposisikan sebagai tujuan tidak langsung dari kurikulum Langkah-langkah yang dilakukan. Pelaksanaan terprogram terdiri atas layanan konseling dan ekstra kurikuler. dan c. Pelaksanaan program kecakapan hidup (life skill) dilakukan dengan strategi sebagai berikut : a. 2. Menentukan Mata Pelajaran Muatan Lokal e. KOMPONEN ASPEK 4. mengkaji SK/KD 2. Standar isi merujuk kepada Permen 22 tahun 2006. 20 tahun 2003 tentang UU Sisdiknas. mengindentifikan materi pokok pembelajaran . dengan mengacu pada Standar Isi yang ditetapkan oleh BSNP Bentuk pelaksanaan pengembangan diri adalah terprogram dan tidak terprogram. Prosedur penetapan Mulok dilakukan dengan.Renstra Dinas. Pengembangan Diri 6. 23. Mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan daerah b. 19 tahun 2003. 6. merujuk kepada panduan penyusunan kurikulum KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah yang disusun oleh BSNP. Mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar serta silabus. Tujuan pendidikan SMK dikembangkan dari. merujuk kepada Permen 22 tahun 2006.Tujuan intra dan ekstra kurikuler yang merujuk kepada PP No. dan Peraturan Yayasan (sekolah swasta). Bersifat teknis dan Sasaran terukur. Mengidentifikasi bahan kajian muatan lokal d. spontan dan keteladanan. 19 tahun 2005.Perda Provinsi. PP No. menyatu dan dipadukan dengan topic dan pokok bahasan/materi lain yang ada.. Pelaksanaan tidak terprogram terdiri atas rutin. Rumusan visi tentang tentang gambaran umum kondisi organisasi yang diinginkan untuk masa yang akan datang mengenai :Tujuan Pendidikan Nasional (TPN) yang terdapat dalam UU No. topic pembelajaran yang diajarkan atau dilatihkan kepada siswa.dan Renstra Kemendiknas. 1.20 Tahun 2003. Pendidikan Kecakapan Hidup 8. 5. minimal sesuai dengan standar isi untuk semua jenis program/jurusan pada sekolah untuk setiap semester yang berlaku pada tahun pelajaran itu. Visi SMK Tujuan Pendidikan SMK Misi SMK 6. tidak berupa mata pelajaran tersendiri b. NO 3. Uraian tentang kelompok mata pelajaran berisi deskripsi kelompok mata pelajaran yang spesifik SMK. tahun/tingkat dan semester serta jumlah jam.Tujuan Institusional yang terdapat dalam PP No. Menentukan fungsi dan susunan atau komposisi muatan lokal c. C. Tujuan program keahlian dirujuk dari SKL (Standar Kompetensi lulusan) dalam Permen No. Struktur Kurikulum dituangkan dalam bentuk matrik. UU Sisdiknas No. Muatan Lokal 5. Renstra Kemendiknas Perda propinsi serta Perda Kota dan Kabupaten yang relevan.19 tahun 2005.dan Bersifat Universal serta berjangka panjang. Uraian tentang jumlah jam pelajaran setiap matapelajaran. kode kompetensi. yang memuat tentang nomor. Pendidikan Berbasis Keungulan Lokal dan Global 7. Misi SMK dikembangkan dari:Visi SMK. 19 tahun 2005. 1. 4. kelompok mata pelajaran/kompetensi. 5. a.Perda Provinsi dan Bersifat operasional.dan 24 tahun 2006. Permen 22. KOMPONEN Diagram Pencapain Kompetensi ASPEK 4. Silabus dan RPP 91 Diagram pencapaian kompetensi menunjukkan tahapan atau tata urutan kompetensi yang akan diajarkan dan dilatihkan kepada peserta didik dalam kurun waktu yang dibutuhkan serta kemungkinan multi exit multi-entry yang dapat diterapkan. Struktur Kurikulum STRUKTUR KURIKULUM Kelompok Mata Pelajaran Tujuan Program Keahlian PP No.90 NO 3.

Kalender Pendidikan Tempat Pembelajaran Kalender Pendidikan 5. menentukan sumber belajar Berisi tentang. Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator 75%. merumuskan indicator pencapaian kompetensi 5. dan d. adaptif dan produktif yang ditetapkan berdasar Surat Keputusan Kepala Sekolah. 4. penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Ketuntasan belajar kompetensi kejuruan ditetapkan mengacu kepada standar minimal penguasaan kompetensi yang berlaku di dunia kerja yang bersangkutan. 2. Tuntutan Dunia Kerja 3. mengembangkan kegiatan pembelajaran 4. Mengacu pada Pedoman yang dikeluarkan Direktorat PMK. Tempat belajar disekolah dan DUDI Kalender pendidikan memuat. Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. dan kesehatan. Sesuai dengan ketentuan PP 19/2005 Pasal 72 Ayat (1). PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Stategi pembelajaran 2. 3. Ada ketentuan Kriteria Ketuntasan Minimal dari masing masing mata pelajaran baik normative. Ruang Lingkup Pekerjaan D 1. Minimum 34 minggu dan maksimum 38 minggu. alokasi waktu minggu efektif belajar. lulus ujian sekolah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. 4. menyelesaikan seluruh program pembelajaran. Pengaturan beban belajar 2. 22 tahun 2006 serta panduan Penyusunan KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah yang disusun oleh BSNP. Berisi uraian tentang pengertian 1 jam pelajaran. 3. tingkat kemampuan rata-rata NO KOMPONEN ASPEK 2. dunia usaha atau masyarakat. Penilaian Ujian 3. peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah: a. penentuan jenis penilaian 6. 6 Mutu Kompetensi Penilaian Sikap Project Work dan Uji Produktif Kenaikan Kelas dan Lulusan peserta didik. Satuan pendidikan harus menentukan kriteria ketuntasan minimal dengan mempertimbangkan urgensi masing-masing kompetensi. 5. Hari Belajar Efektif PENILAIAN Ketuntasan Belajar 1. 1.92 NO KOMPONEN ASPEK 9 Profil Tamatan 3. laboratorium. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian. serta kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran.waktu libur dan kegiatan lainnya serta Kalender akademik sekolah. Penilaian sikap didasarkan pada pedoman yang dikeluarkan oleh Direktorat PMK dan atau ditentukan oleh sekolah. Ketuntasan belajar N/P setiap indikator yang telah ditetapkan dalam suatu kompetensi dasar berkisar antara 0-100%. Penilaian menggunakan acuan kriteria. kelompok mata pelajaran estetika. c. menentuakan alokasi waktu 7. hari belajar. lulus Ujian Nasional. olahraga. E. 5. bengkel/workshop dan di luar sekolah). Pendekatan pembelajaran 3. kelompok kewarganegaraan dan kepribadian. 1. Kegiatan Pembelajaran dirancang dan diselenggarakan di Sekolah. 93 . b. termasuk beban di luar tatap muka. Pembelajaran di sekolah (kelas. dan kelompok mata pelajaran jasmani. Kompotensi Umum 2. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. Pengertian di atas merujuk kepada standar isi di dalam Permendiknas No. Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi. 1. waktu pembelajaran efektif. 4.

99 : 70 . Dewan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan) untuk mengembangkan berbagai kompetensi pendidikan (pengetahuan..... NIP....99 : 40 .... b..100 : 82 .. KOMPONEN NAMA No GURU ADMINISTRASI GURU Keg. Model RPP 10.......Ka... Komite Sekolah.100 : 82 ... Panduan Akademik 9..81..94 NO F 1.... dan kritik terhadap KTSP yang telah tersusun... Wakil SDM 95 .. dan sikap) pada setiap satuan pendidikan di sekolah dan di daerah masing-masing...99 =A =B =C =K Amat Baik Baik Cukup Kurang ………….99 =A =B =C =K Amat Baik Baik Cukup Kurang Mengetahui Ka Sekolah Kepala . Standar Kelulusan (SKL) 1. saran dan kritik terhadap KTSP yang telah tersusun. 3……………….. Silabus Muatan Lokal 6...90......99 : 70 .... Pengembangan KTSP diserahkan kepada para pelaksana pendidikan (Kepala Sekolah......... Catatan : Lampiran disesuaikan dengan jenjang pendidikan.. Silabus Program Normatif 3. Silabus Program Produktif 5. G......99 : 40 .... Program Pengembangan Diri 8..... Standar isi (SK/KD) 2. Silabus Program Adaptif 4..... Contoh : Format Program Supervisi dan Evaluasi Kinerja Lampiran 11 PROGRAM SUPERVISI DAN EVALUASI KINERJA PENDIDIK DALAM MELAKSANAKAN TUGAS TAHUN PELAJARAN ……………………... KTSP merupakan kurikulum operasional yang disusun oleh masing-masing satuan pendidikan dengan memperhatikan standar kompetensi. Jakarta........ keterampilan. Guru...... .81.... LAMPIRAN-LAMPIRAN ……………………………... Saran meliputi :Harapan dan saran terhadap stakeholders......Sek PP (20) RPP BA CKS ME PRP (20) (20) (10) (15) (10) AH (5) NILAI SUPERVISI SCORE EVALUASI DIRI TIME SISWA REKAP ABSENSI A C I S T JML WAJIB HADIR 5X4 JUMLAH LAYANAN (100) Total Nilai PREScore SPM DIKAT SCORE KETERANGAN : PP BA ME AH : Program Pembelajaran RPP : Rencana Program Pembelajaran : Bahan Ajar CKS : Catatan Kemajuan Siswa : Melaksanakan Evaluasi PRP : Program Remedial/Pengayaan : Analisis Hasil Akhir Ujian SPM : Standar Pelayanan Minimal SEMESTER GENAP TAHUN : 92 .. ………………... BAGIAN PENUTUP Kesimpulan KOMPONEN ASPEK 2.. NIP... harapan............69.91. masyarakat dan dunia UsahaIndustri dan unsur-unsur lain yang mendukung keterlaksanaan KTSP..69. Kepala Sekolah ……………………. SEMESTER GASAL TAHUN : 91 ...Seklh Supv.. Saran Kesimpulan meliputi uraian tentang : a....

........ Jumlah Jumlah 2 3 4 ...... 2.... Jumlah Guru BP Jumlah Jumlah Siswa ( ……......... 3.... 5..... 5 ... Jumlah JUMLAH Analisa Kebutuhan Guru …………………………………….......2 guru kelas . 12 13 HT Butuh Ada Kurang Lebih 14 15 16 17 18 97 Rumus Kebutuhan Guru : ∑G = JP X ∑KP X KB JW ... 9 ... 1 1.... Contoh 2 : Analisis Kebutuhan Pendidik dan Tenaga Kependidikan PROGRAM STUDI/JURUSAN KELAS 1 2 Dst... 2 2 2 2 2 2 12 Rombel ……………………………..... 10 .........1 Guru Kesenian/SBK No Nama Sekolah I II Rombel Kelas III IV V VI Jumlah Rombongan 1 SD ......Study/Mapel/Kls PTT PNS HONOR Kurang Lebih Kurang Lebih Keterangan Kekurangan Guru PNS 5 orang guru terdiri dari : ... JUMLAH JAM PER MINGGU Kelompok MATA No Mata Pelajaran PELAJARAN Kelas ........... ... 6 ..96 Contoh 1 : Analisis Kebutuhan Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan Lampiran 12 KEBUTUHAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN SAAT INI (EXISTING) SD………………………… No Jenjang Sek Bid.. 11 ........ 4.. 7 .. 8 .1 Guru Olah Raga ....... Kelas ........... Kelas . Jumlah Jam ........ : 150 ) a.......Studi/Mapel/Kls 21 21 14 2 5 5 Jumlah SD 1 Kebutuhan Guru Guru Bid...... Kepala Sekolah …………………….1 Guru Bahasa Inggris .... NIP....

......... 8. Keskretaiatan dan kerumahtanggaan 1 Orang / 200 siswa 1 Orang / 300 siswa atau maksimum 3 orang 1 Orang / 300 siswa atau maksimum 3 orang Ur. Caraka/Pesuruh Kebersihan Gedung 1 lantai 1 Orang/1000 m2 Gedung 2 lantai 1 Orang/750 m2 1 Orang / 4000 m2 atau Maksimal 3 orang 9............... 10...... 11.......... 5....... Tukang Kebun Taman Satpam/Penjaga Sekolah Supir Pustakawan Juru Bengkel Laboran 2 Orang /2000 m2 (Lantai) atau Maksimum 3 orang 1 Orang / Sekolah 1 Orang / 1000 eks.. 2... 12. 7............ Akademik dan SIM 1 Orang bendahara PKC dan 1 Orang bendahara Rutin 1 Orang / < 500 siswa atau 2 Orang / > 500 siswa 1 Orang / 50 pegawai 1 Orang / Sekolah 3 4 STANDAR KEBUTUHAN 1 1.... 3... JUMLAH Kebutuhan Ada 5 Kurang 6 Lebih 7 6......... 14..... Kepegawaian Ur.............. Sarprasdik Ur.. Kasubag Tata Usaha ______________________________ ________________________ 99 ............ Keuangan Ur..... JABATAN 2 Kasubag TU Ur........................ 4...... NO.......98 Contoh : ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA KEPENDIDIKAN Keterangan : ∑G = Jumlah kebutuhan guru permata pelajaran JP = Jumlah mata pelajaran ∑KP = Jumlah kelompok belajar masing-masing mata pelajaran JW = Jumlah jam wajib mengajar (24 jam) Sekolah. Kesiswaan Ur. Buku atau 1 orang / 500 Judul 1 Orang / Program Keahlian atau 1 Orang / Bengkel 2 Orang /Sekolah JUMLAH Jakarta.. 13.. . Mengetahui Kepala Sekolah.. Tahun..............

...................... Kedua belah pihak telah sepakat untuk mengadakan Kerjasama dalam hal Program Penataan Kantin Sehat Sekolah .. PASAL 2 PEDOMAN DAN DASAR KERJASAMA 1....026 / 2011 DENGAN PT ... NOMOR : 018/1.......... .............................. baik bagi Perseroan sendiri................... Indonesia Jl.. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.................pasal tersebut di bawah ini : PASAL 1 SIFAT KERJA SAMA Kerjasama yang dilakukan adalah Kerjasama yang bersifat saling menguntungkan dan saling menunjang bagi kedua belah pihak atas dasar Musyawarah dan Kekeluargaan............. Alamat : Jl............... Nama Jabatan II.................... Dalam Perjanjian ini Bertindak untuk dan atas nama Sekolah .......100 Contoh : MoU Kemitraan Lampiran 13 NASKAH PERJANJIAN KERJASAMA PENATAAN KANTIN ..................... ........ PASAL 3 RUANG LINGKUP KERJASAMA PIHAK KEDUA menata sarana dan prasarana Kantin Sehat SDN Cijantung 03 Pagi kepada PIHAK PERTAMA untuk dapat digunakan oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA mendapat kesempatan untuk mempromosikan label produk...... Kab/Kota . selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA................. Nama Jabatan Bertindak Atas Nama Alamat : : : : ... Dengan ini menyatakan bahwa....................................................... Manager PT ......................................................................... tanggal ........................... Dalam hal ini Bertindak untuk dan atas nama PT ............. Tahun Dua Ribu .. Kab/Kota ....................... INDONESIA NOMOR : 10/MOU/2011 Pada hari ini.................... 3..... : ..... Bertindak Atas Nama : Sekolah ....................... .................. maupun masyarakat pada umumnya............. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah.............2. 2............................. Tlp... ANTARA SEKOLAH .............. komunitas setempat................................... Indonesia selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA........................................... Kab/Kota .. dengan ketentuan yang telah disepakati pada pasal ......................... Indonesia PT ........... .................. Pasal 1 Ayat (3): Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan adalah komitmen Perseroan untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat..........851....... kami yang bertanda tangan di bawah ini: I.. .. khususnya pada siswa tingkat pendidikan sekolah dasar agar menjadi sumber daya manusia yang berkualitas tinggi............... Kab/Kota ................................................ : Kepala Sekolah .......................... Undang-undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas............... PASAL 4 MAKSUD DAN TUJUAN 101 Maksud dan tujuan dari kerjasama ini pada hakekatnya adalah untuk turut serta meningkatkan mutu pendidikan Indonesia...

. 2. pemogokan yang menyeluruh dan adanya peraturan pemerintah yang secara langsung dapat mempengaruhi kewajiban masing-masing........ tidak dirugikan........... Berhak menggunakan sarana PIHAK PERTAMA untuk dapat dipergunakan memajang promosi produk............... Berhak menggunakan sarana Kantin Sehat Sekolah ...... meliputi : 1....... Apabila tidak tercapai kata sepakat sebagaimana dimaksud ayat 1 pasal ini.... 4 Berkewajiban merawat sarana dan prasarana yang diberikan oleh PT. dapat ditanggulangi dan Sekolah ....... maka KEDUA BELAH PIHAK sepakat untuk menyelesaikan secara Musyawarah........ 2 KEDUA PIHAK menyetujui biaya pengadaan sarana Kantin Sehat Sekolah ....... tetapi bila hal ini tidak dapat dielakkan maka perjanjian ini hanya dapat dilakukan atas persetujuan KEDUA BELAH PIHAK...... bencana alam..................... 2... dengan catatan memberitahukan maksudnya secara tertulis kepada pihak lain selambat-lambatnya tiga bulan sebelumnya. maka KEDUA BELAH PIHAK setuju untuk menyelesaikan perselisihan tersebut melalui Badan peradilan umum yang dalam hal ini adalah pengadilan Negeri Jakarta Timur. PASAL 7 JANGKA WAKTU 1...... salah satu pihak bermaksud membatalkan perjanjian ini. huru hara.. ..... Perjanjian kerjasama ini berlaku selama 1 (satu) tahun terhitung sejak ditandatangani surat perjanjian ini dengan tidak mengurangi hak masing-masing pihak untuk mengakhiri sebelum waktunya....... Indonesia..... PASAL 10 PEMBATALAN PERJANJIAN 1 2 Pembatalan perjanjian sedapat mungkin dihindari.... PASAL 11 HAL-HAL LAIN 1 2 Perjanjian ini tidak dapat dialihkan kepada pihak lain tanpa persetujuan tertulis dari KEDUA BELAH PIHAK Hal-hal yang belum cukup diatur dalam perjanjian ini akan diatur lebih lanjut dalam suatu addendum atas persetujuan KEDUA BELAH PIHAK dan merupakan satu kesatuan dalam perjanjian ini.... Berhak memperoleh dukungan dari PIHAK KEDUA dalam meningkatkan sarana dan prasarana Kantin Sehat Sekolah .... Berkewajiban ikut serta meningkatkan mutu pelayanan kantin sehat..... 3... Berkewajiban mematuhi peraturan MOU yang telah disepakati.............. dan harus memberitahukan kepada pihak yang lain secara tertulis disertai bukti-bukti yang layak. peperangan. Hak dan Kewajiban PIHAK KEDUA............. 3.. PASAL 5 HAK DAN KEWAJIBAN PASAL 6 PEMBIAYAAN KEGIATAN 1....................... Apabila karena sesuatu hal..... maka kedua belah pihak sepakat untuk tetap memberlakukan perjanjian ini sampai paling lambat 2 (dua) bulan.. ditanggung PIHAK KEDUA. ditanggung oleh PIHAK KEDUA.... 103 ...102 Hak dan kewajiban PIHAK PERTAMA. maka diwajibkan mengajukan usulan secara tertulis dalam waktu 3 (tiga) bulan sebelumnya.. meliputi : 1. Berhak Mengatur jadwal menu makanan yang disajikan... sehingga kegiatan penataan Kantin Sehat Sekolah ..... 4. 2........ Biaya operasional dan penataan Kantin Sehat Sekolah . PASAL 8 FORCE MAJEURE 1 2 Yang dimaksud Force Majeure adalah kebakaran......... PASAL 9 PERSELISIHAN 1 2 Apabila dikemudian hari terjadi perselisihan yang bersumber dari perjanjian ini..... sedangkan perjanjian baru sebagai perpanjangan belum terbit........ Apabila Masa berlaku Perjanjian ini telah berakhir....... KEDUA BELAH PIHAK dapat menunda atau membebaskan kewajiban masing-masing bila terjadi hal-hal diluar kekuasaan manusia / Force Majeure... Berhak memperoleh kesempatan untuk menjual produk yang memenuhi standar kesehatan Badan POM Indonesia...

........... Tidak terdapat nilai dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) maksimal 3 (tiga) Mata Pelajaran yang diajarkan di sekolah Memiliki nilai minimal baik untuk aspek kepribadian pada semester yang diikuti sesuai dengan aturan tambahan bobot poin reward dan funisme yang berlaku 2... 105 Penanganan Siswa yang tidak naik kelas 1) Siswa yang tidak naik dapat melanjutkan dengan mengulang dikelas tingkat yang sama 2) Orang tua berhak untuk memindahkan anaknya ke sekolah lain dengan catatan tetap tidak naik sesuai dengan kelas yang ditinggalkan Penanganan siswa yang tidak lulus 1) Siswa yang tidak lulus berhak untuk mengulang di kelas tingkat yang sama 2) Siswa yang tidak lulus berhak untuk pindah sekolah dengan catatan mengulang dikelas yang sama ... Strategi Penanganan Siswa yang Tidak Naik Kelas dan Tidak Lulus a. b. Kewarganegaraan dan kepribadian.... Lulus Ujian Nasional sesuai dengan Standar Minimal Kelulusan (SMK) dan Standar kelulusan yang telah ditentukan oleh sekolah.....104 Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 2 (dua)........ Kelulusan Siswa dinyatakan lulus / tamat belajar jika : Menyelesaikan seluruh program pembelajaran............ INDONESIA ________________ NIP: . Agama dan Akhlaq mulia.. PIHAK PERTAMA: KEPALA SEKOLAH .......... dan masing-masing pihak mendapat satu rangkap.. Jasmani Olahraga dan kesehatan sesuai dengan aturan bobot point Lulus Ujian sekolah untuk kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi... Memperoleh nilai minimal Baik untuk seluruh kelompok Mata Pelajaran. bermaterai cukup serta mempunyai kekuatan hukum yang sama. Estetika... 3..... PIHAK KEDUA: MANAGER PT . ________________ MANAGER PASAL 12 PENUTUP Contoh : Pedoman Akademik Lampiran 14 KRITERIA KENAIKAN KELAS DAN KELULUSAN 1....... Kenaikan Kelas Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran dengan Kriteria sebagaiberikut: Siswa dinyatakan naik kelas setelah menyelesaikan seluruh program pembelajaran pada dua semester di kelas yang diikuti....

… Oleh karena itu kami mohon kerjasamanya untuk mengisi instrumen berikut.106 Contoh : Penelusuran Alumni /Tamatan Lampiran 15 DAFTAR PENELUSURAN TAMATAN Menurut Jurusan / Bidang Keahlian Tahun Pelajaran ……………………….. dengan cara membubuhkan cheklist (√) pada kolom yang tersedia. IDENTITAS RESPONDEN Nama Lulusan Angkatan Alamat No.. Penelusuran ini bertujuan untuk mengetahui daya serap lulusan Prodi …………………….. PETUNJUK Dalam rangka menelusuri lulusan Prodi ………. NO Wira usaha TAHUN JUMLAH SISWA DAN PROGRAM/JURUSAN BEKERJA Melanjutkan ke PTN/PTS TIDAK DIKETAHUI Contoh : INSTRUMEN PENELUSURAN LULUSAN PROGRAM STUDI ………………………… A.……….....…… yang sudah bekerja... kami bermaksud mengedarkan instrumen kepada alumni Prodi …………………...... 107 .…..….... IDENTITAS PEKERJAAN Bekerja di Bidang Pekerjaan Lama bekerja Masa menunggu setelah lulus : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… Apakah bidang pekerjaan sesuai dengan bidang studi ? Ya/Tidak C...... Kontak Email B.

Demikian atas kerjasama yang baik kami ucapkan terima kasih. Lulusan Program Studi……………. Penggunaan Teknologi Informasi bagi alumni adalah hal yang penting.. Bahasa inggris bagi alumni merupakan hal yang penting. (%) (4) (5) (%) (%) (6) Jenis Kemampuan Sangat Baik (%) Baik Cukup (3) Kurang INSTRUMEN 108 (1) 1 2 3 4 5 6 7 Pengembangan diri adalah hal yang sangat berguna untuk meningkatkan karir para alumni. prodi perlu memfasilitasi. Untuk menjalin kerjama antar lulusan dan program studi diperlukan kerja tim yang baik. Tanggapan Pihak Pengguna No. integritas moral dan etika terhadap lembaga merupakan hal yang penting (2) PENUTUP Untuk memperoleh informasi yang akurat mohon mengisi semua form dengan benar..……. NAMA Bambang TUGAS POKOK Guru Matematika KEAHLIAN KHUSUS Ahli Keyboard TUGAS TAMBAHAN Mengajar Ekskul Musik KETERANGAN 109 .……. memandang bahwa Keahlian berdasarkan bidang ilmu(profesionalisme) merupakan keharusan Sebagai alumni Prodi…………………. Jalinan Komunikasi antara Prodi dan alumni perlu dilakukan untuk menjaga kestabilan hubungan antara alumni dan Program Studi. ……………………….D. …………………………………… Responden Contoh : Format Pendayagunaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Lampiran 16 NO 1. karena akan sangat berguna dalam dunia kerja. Informasi yang anda berikan sangat membantu Program Studi dalam menentukan kebijakan kedepan yang lebih baik.. untuk mengikuti perkembangan TIK.

. rok wanita dibawah betis. Siswa kelas III dan IV masuk pukul 10. 2.. Pembina upacara dipimpin oleh Kepala Sekolah/Salah satu Guru...15... 4..... 5. Senin – Selasa. 3. sekolah mulai belajar pagi pukul 6.... wanita diikat rapi... Jumat.... Contoh : Tata Tertib Peserta Didik Lampiran 18 TATA TERTIB PESERTA DIDIK SD……………………….... II. 2. 6..... sepatu hitam dan baju dimasukan..... Bismillahirrahmanirrahim Pada hari ini .110 Contoh : Kode Etik Warga Sekolah Lampiran 17 KOMITMEN WARGA SEKOLAH SD/SMP/SMA/SMK. TATA TERTIB UPACARA BENDERA 111 1. bagi yang non muslim baju putih merah.. Kelas IV.. Rabu. Rabu .. I.... Untuk Piket Kelas harus datang 15 menit sebelum bel masuk.....30 – 12.. baju dimasukan. adalah wujud saya Tanda Tangan Guru dan Karyawan SD/SMP/SMA/SMK. 4. Keberhasilan SD/SMP/SMA/SMK... 5. sepatu hitam. .. kebersamaan dan kekeluargaan adalah wibawa korp. TATA TERTIB BERPAKAIAN 1.. kami yang betanda tangan dibawah ini Guru dan Karyawan SD/SMP/SMA/SMK. berlokasi.. Sabtu. dan Kamis. Lima menit sebelum bel pertama sudah ada disekolah Kekompakan.... 3.. 5.. Petugas upacara harus mempersiapkan naskah-naskah persiapan upacara.. baju batik dan bawahan putih. Hari Senin..... 2. kelas I..00-15. 3......30 -10.. kaos kaki putih..... pakaian senam dan membawa pakaian ekskul..... baju muslim batik warna hijau.. murid-murid berbaris di depan kelasnya masing-masing dipimpin oleh ketua kelas.... 3... untuk membersihkan kelas dan halaman teras sekolah serta pulang belakangan untuk membersihkan kelas dan menutup jendela terlebih dahulu... 4.40 Khusus Hari Jumat masuk pukul 6...25. III.. dengan ini membuat komitmen bersama sebagai berikut : 1. V dan VI Pakaian Pramuka Penggalang lengkap.... Setiap ketua kelas harus membariskan teman-temannya dilapangan dengan tertib.. Sebelum masuk kelas....... 2... kaos kaki putih dan sepatu hitam. 4. 6... Kamis. pakaian putih merah. khusus yang putra tidak boleh melebihi daun telinga.....Selasa... WAKTU MASUK DAN PULANG 1... kaos kaki putih.. berdasi........ adalah keberhasilan saya Bekerja dilandasi berbuat baik bagi negara dan sebagai ibadah Kepentingan KBM diatas segala kepentingan Wujud SD/SMP/SMA/SMK.. II dan III Pakaian Pramuka Siaga.. Rambut harus disisir.. Semua murid wajib mengikuti upacara penaikan bendera pada hari Senin.....

. 4. kerapihan dan keindahan kelas menjadi tanggung jawab ketua kelas. 10 menit setelah bel masuk. 5. sopan dan santun. V. 2. ketua kelas segera menghubungi guru piket. 3. …………………………….5. 6. Dilarang membawa dan minum minuman yang beralkohol. Selesai upacara. 3. Murid yang bertugas menjadi piket pada hari itu wajib menyiram tanaman yang berada di depan kelasnya. Murid-murid tidak diperkenankan pindah-pindah tempat duduk selama belajar. menggunakan HP berkamera. Siswa/siswi diharuskan berdo'a sebelum pelajaran dimulai dan setelah pelajaran berakhir dipimpin oleh ketua kelas. salam. 10. 5. 6. 112 VI. 8. Anak yang datang terlambat tanpa alasan yang tepat tidak diperkenankan mengikuti pelajaran jam pertama dan hari berikutnya harus membawa surat keterangan dari orang tua.. Setiap peserta upacara harus tertib. guru piket dan seluruh siswa. 4. 11. 4. Selama belajar murid-murid tidak diperkenankan meninggalkan kelas tanpa seizin guru.... kecuali selama belajar kelompok. . berisik. Tidak boleh mencoret-coret meja – kursi pakai Tip-ex. 2.. Sanksi terakhir dikonsultasikan dengan orang tua atau dikembalikan kepada orang tua/wali urid. VI. 9... IV. TATA TERTIB KELAS Setelah tanda bel masuk dibunyikan semua siswa harus sudah berada di kelas. 1. papan tulis. Murid-murid yang tidak masuk sekolah. tidak boleh berisik. 1. pada hari berikutnya harus membawa surat ijin dari orang tua/wali atau pemberitahuan lewat telepon. LAIN-LAIN Murid-murid tidak diperkenankan membawa. 7. orang tua/walinya akan dipanggil dan mendapat peringatan secara tertulis. 4. Selama KBM berlangsung murid-murid tidak diperkenankan bercanda.. menghapus papan absen kelas tanpa seijin guru. Membuang sampah pada tempatnya. 13. siswa langsung mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Bagi murid yang masih melanggar ketiga kalinya akan diberikan sanksi skorsing selama 3 hari untuk dibina oleh orang tuanya.. TATA TERTIB 7 K Semua murid wajib membuang sampah pada tempatnya. Seluruh murid berkewajiban menjaga dan merawat sarana dan prasarana di kelas termasuk meja – kursi. Tugas yang diberikan guru (PR) setelah dikerjakan harus dimintakan tanda tangan dari orang tua/wali dan Tidak boleh mengerjakan PR di sekolah. NIP. dan melakukan kegiatan yang mengganggu proses belajar mengajar. 3. sapa. 12.. 1. 1.. Murid-murid wajib memiliki buku pelajaraan bagi yang mampu. dan memperhartikan kebersihan lingkungan sekitar sekolah. Tidak boleh merokok di sekolah dan dilingkungan sekolah. Kebersihan. SANKSI ATAU PELANGGARAN Murid yang melanggar tata tertib akan diberikan teguran/peringatan lisan dari guru (peringatan pertama) Bagi yang masih melanggar. Tidak diperkenankan membawa senjata tajam dan sejenisnya. guru belum berada di kelas. 2. 2. Berperilaku senyum.. alat kebersihan dan lain-lain.. 113 . Kepala Sekolah ……………………. makan dan tidur di kelas saat belajar.. 3.. Murid-murid yang terlambat harus memperlihatkan surat izin dari guru piket sebelum memasuki kelas.

............................ 3.... 20.................. Awal Bulan b... .......... IDENTITAS SEKOLAH Nama Sekolah : ........... Akhir Bulan 2. d. Kelurahan : . b. Nama Guru / Pegawai No NIP / NRK (L/P) Pangkat/Gol 1 2 3 Dst.. Jenis Kel SK Terakhir Jabatan Pangkat/Gol TMT T/ TT Ijazah Terakhir No.......... Agama : a............................ KEADAAN PESERTA DIDIK: Keterangan 1................ a....... Tdk Tempat / Tgl Lahir Agama TMT Kawin/ Jenis Kel SK Terakhir Status Peg Jabatan Terakhir CPNS Ijazah Mulai Tugas di Sek ini Alamat LAPOR BULAN ... Telepon : .. Kab/Kota : ..... WNA Jumlah Kelas I Romb: 2 Lk Pr Jml Kelas II Romb: 2 Lk Pr Jml Kelas III Romb: 2 Lk Pr Jml Kelas IV Romb: 2 Lk Pr Jml Kelas V Romb: 2 Lk Pr Jml Kelas VI Romb: 2 Lk Pr Jml Kelas VII Romb: 2 Lk Pr Jml Jumlah Semua Romb: 12 Lk Pr Jml Catatan : Coret yang tidak perlu Untuk Sekolah Swasta 115 ..................... Status : ... 1. Kepala ............... A....... c... Kewarganegaraan : a. B... 6 36 36 DAFTAR NAMA TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN SEKOLAH ... Sk Tanggal Mat Pel Yg Diajarkan Mengajar di kelas (L/P) Status Peg No Nama Guru / Tempat / Pegawai Tgl Lahir NIP / NRK Jml Jam Mengajar Ket 1 2 Dst..... Kecamatan : .... Mutasi : a....... Islam b.................. Keluar/Lulus d........................... WNI b....... Katolik d...... 2.....114 Contoh : Format Laporan Bulan kepala Sekolah Lampiran 19 DAFTAR NAMA GURU DAN KARYAWAN SEKOLAH ... Budha e.... Alamat : .. Masuk/Naik/TN c. Hindu Jumlah 3...................... Kristen c......

Lampiran 20 Manajemen Sekolah Dalam Foto 116 117 .

118 .

Visi Misi 119 .

Program Kerja Sekolah 120 121 .

122 123 .

Profil Sekolah 124 125 .

126 127 .

128 129 .

Tata Tertib 130 131 .

132 133 .

134 135 .

136 137 .

Pembelajaran Dalam Kelas 138 139 .

140 141 .

Pembelajaran di Luar Kelas 142 143 .

144 145 .

146 147 .

Kewirausahaan 148 149 .

150 151 .

152 153 .

Kemitraan Slogan-slogan Pembentukan Karakter 154 155 .

Pembentukan Karakter Kerja Keras 156 157 .

Pembentukan Karakter Jujur Pembentukan Karakter Hemat 158 159 .

Pembentukan Karakter Hidup Bersih Pembentukan Karakter Cinta Lingkungan 160 161 .

Pembentukan Karakter Ramah 162 163 .

1. GERBANG SEKOLAH Dari depan gerbang sudah ditanamkan karakter disiplin 164 165 .

HALAMAN SEKOLAH 2.3. POS KEAMANAN Tata tertib juga terdapat di Pos Keamanan Sekolah 166 167 .1.

3. TAMAN SEKOLAH Pemanfatan taman sekolah sebagai sumber belajar dan penanaman karakter 168 169 .2.

4. SERAMBI SEKOLAH Pemanfaatan ruang kosong untuk apresiasi prestasi siswa Pemanfatan ruang kosong untuk sumber belajar 170 171 .

LAPANGAN SEKOLAH Pemanfatan ruang kosong untuk penanaman karakter hidup bersih 172 173 .5.

6. PAGAR SEKOLAH Pemanfaatan pagar pengaman sebagai sumber belajar 174 175 .

8. RUANG KEPALA SEKOLAH 7. PARKIR SEKOLAH Penanaman budaya tertib 176 177 .

RUANG GURU 178 179 .9.

10. RUANG TATA USAHA 11. RUANG UKS “TULIS APA YANG DILAKUKAN DAN LAKUKAN APA YANG DITULIS” “CERMAT CEPAT TEPAT” 180 181 .

12. LABORATORIUM 182 183 .

184 185 .

PERPUSTAKAAN 13.14. RUANG KELAS Pembiasaan meninggalkan kelas dalam keadaan bersih dan rapi 186 187 .

KANTIN 188 189 .15. RUANG IBADAH 16.

TOILET 190 191 .17. KOPERASI SEKOLAH Penanaman nilai Kewirausahaan dan Ekonomi Kreatif 18.

RUANG SERBA GUNA 192 193 .19.

21. RUANG PRAMUKA 20. RUANG KOMITE

194

195

Seorang peserta didik berlatih membaca puisi

22. RUANG KESENIAN

Peserta didik berlatih menari

196

197

23. RUANG BK

198

199

24. RUANG MULTIMEDIA 200 201 . RUANG OSIS 25.

Pembiasaan bersalaman dengan guru [ SDN Cijantung 3 JAKTIM ] Pembiasaan Pembiasaan bersalaman antar sesama guru [ SDN Kaliasin Surabaya ] 202 203 .

Wonogiri ] Kegiatan Patroli Keamanan [ Sekolah SMPN 2 Pemalang ] Pembiasaan budaya antri [ peserta didik SMPN 2 Pemalang ] 204 205 .Pembiasaan peduli lingkungan [ foto peserta didik di SMPN 1 Eromoko.

Pembiasaan kegiatan upacara bendera untuk menanamkan cinta tanah air Pembiasaan sikap mandiri Pembiasaan gemar membaca 206 207 .

Penanaman nilai kerjasama 208 .