Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan

? Komplek Kemdiknas, Gedung D Lt. 17

Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat 10270 Telp. (021) 57946110, Fax. (021) 57946110 ? Kampus Pusbang Tendik, Jl. Raya Cinangka Km.19 Bojongsari, Depok 16517 Telp. (021) 7490411, Fax. (021) 7491174 Website: http://tendik.kemdiknas.go.id e-mail: tendik@kemdiknas.go.id

Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan Nasional Tahun 2011

Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan Nasional Tahun 2011

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan Nasional

Sambutan

Diterbitkan oleh : Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Badan PSDMP dan PMP Kementerian Pendidikan Nasional

eberhasilan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas sangat terkait erat dengan keberhasilan peningkatan kompetensi dan profesionalisme Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) tanpa mengabaikan faktor-faktor lainnya seperti sarana dan prasarana serta pembiayaan. Kepala sekolah merupakan salah satu PTK yang posisinya memegang peran sangat signifikan dan strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pendidikan di sekolah. Kegiatan kekepalasekolahan adalah kegiatan dalam menyusun program, melaksanakan program, evaluasi hasil pelaksanaan program, dan melaporkan pelaksanaan program. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru pada pasal 15 ayat 3 menyatakan bahwa guru yang telah memperoleh sertifikat pendidik dapat diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah dengan beban kerja sesuai beban kerja kepala satuan pendidikan. Kepala sekolah profesional adalah kepala sekolah yang melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah meliputi: dimensi kompetensi kepribadian, manajerial, supervisi, kewirausahaan, dan sosial. Selain itu, untuk meningkatkan profesionalisme kepala sekolah maka perlu dilaksanakan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Tujuannya adalah untuk menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks dan untuk lebih mengarahkan sekolah ke arah pencapaian tujuan pendidikan nasional yang efektif, efisien, dan produktif. Mengingat pentingnya peran kepala sekolah dalam memajukan mutu pendidikan nasional sehingga tuntutan dan tanggung jawab yang harus dipikul oleh kepala sekolah menjadi besar. Saya menyambut baik upaya Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan untuk menyusun Buku Kerja Kepala Sekolah. Saya harapkan buku ini dapat dipakai sebagai salah satu pegangan atau acuan bagi kepala sekolah agar dapat meningkatkan kinerjanya dalam melaksanakan tugasnya. Dengan demikian, pada gilirannya mutu pendidikan semakin meningkat. Jakarta, Agustus 2011

K

Alamat : Komplek Kementerian Pendidikan Nasional Gedung D Lantai 17 Jl. Jenderal Sudirman, Pintu I Senayan - Jakarta Telp. 021-57946110 Fax. 021-57946110 Website: http://tendik.kemdiknas.go.id Email: tendik@kemdiknas.go.id Pengarah : Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd. Dr. Abi Sujak, M.Sc. Penanggung Jawab : Drs. Miftah, M.Pd. Drs. Budi Supriyatno, M.Si. Drs. Johan Maulana, M.Pd. Tim Penyusun : Prof. Dr. Husaini Usman Sugiarto, Ph.D. Dra. Sri Handayani, M.M. Drs. Sutirto Drs. Sadar, M.M Drs. HA. Sholeh Dimyathi, MM Drs. Udit, M.M Drs. Sugimin, M.Pd H. Pramono, M.Pd Drs. H. Tajudin Tim Sekretariat : Wining Widiharti, Martono, Ngadimin Otong Kusnadi, M. Noer Solichin Abdul Ghafur, Widya Kersana Darmawan Affandi, Fahrial Hamdi M.Yusuf Wibisono, Ratikun, Nina Utami Nisa Afrilina, Dien Burhanudin, Achmad Fauzi, Prih Yudianto

Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd. NIP. 196202031987031002

i

Kata Pengantar

Daftar Isi

eraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru, Pasal 15 ayat 3 menyatakan bahwa guru yang telah bersertifikat profesi dapat diangkat menjadi kepala satuan pendidikan dengan beban kerja satuan pendidikan. Implementasi tugas tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah, Pasal 12 yang secara garis besar dapat dirangkum dalam tiga aspek yaitu: usaha pengembangan sekolah/madrasah, peningkatan kualitas sekolah/madrasah berdasarkan 8 (delapan) standar nasional pendidikan, dan usaha pengembangan profesionalisme sebagai kepala sekolah/madrasah. Untuk melaksanakan kegiatan tersebut, maka Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan menyusun buku ini sebagai pedoman/acuan bagi kepala sekolah. Pengalaman sejumlah sekolah yang termuat dalam buku ini mungkin belum yang terbaik, namun bisa menjadi best practices yang menjadi acuan tambahan dalam mengembangkan manajemen sekolah di tanah air. Saya berharap buku ini bisa menumbuhkan inspirasi bagi para pendidik dan tenaga kependidikan yang merupakan ujung tombak peningkatan mutu pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan nasional. Dalam kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih atas peran aktif semua pihak yang telah memberikan kontribusi dalam penyusunan buku ini.

P

Kata Sambutan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Kata Pengantar . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Daftar Isi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Daftar Lampiran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

i ii iii iv

Bab I

Pendahuluan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . A. Latar Belakang . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . B. Tujuan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . C. Manfaat . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . D. Dasar Hukum . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . E. Ruang Lingkup . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Kepala Sekolah Profesional . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . A. Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin Profesional. . . . . . . . . . . . . . . . . B. Ciri-ciri Kepala Sekolah Profesional . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . C. Peranan Kepemimpinan Kepala Sekolah Profesional . . . . . . . . . . . .

1 1 2 2 2 3 4 4 5 5

Bab II

Bab III Tugas Pokok dan Fungsi Kepala Sekolah. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 7 A. Perencanaan Program. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 7 B. Pelaksanaan Rencana Kerja . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 7 C. Pengawasan dan Evaluasi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 8 D. Kepemimpinan Sekolah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 8 E. Sistem Informasi Manajemen . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 10

Jakarta, Agustus 2011 Kepala Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan,

Dr. Abi Sujak, M.Sc. NIP. 196210111986011001

Bab IV Tahapan Kegiatan Kepala Sekolah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . A. Merencanakan Program . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . B. Melaksanakan Rencana Kerja . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . C. Melaksanakan Pengawasan dan Evaluasi. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . D. Menjalankan Kepemimpinan Sekolah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . E. Menerapkan Sistem Informasi Sekolah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

12 12 14 27 30 31

ii

iii

BAB

I
Daftar Lampiran

HAL : Lampiran 1 Contoh Visi, Misi, dan Tujuan Sekolah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 2 Contoh Format Rencana Kerja Jangka Menengah, Rencana Kerja Tahunan, Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah, Program Prioritas. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 3 Contoh Struktur Organisasi Sekolah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 4 Contoh Kelengkapan Administrasi Kepala Sekolah . . . . . . . . . . Lampiran 5 Contoh Petunjuk Teknis Pengembangan Diri Peserta Didik. . . . . Lampiran 6 Contoh Kalender Pendidikan Sekolah. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 7 Perencanaan Program Induksi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 8 Contoh Pedoman Kerja Sekolah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 9 Kode Etik Guru Indonesia. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 10 Contoh Sistematika Pengembangan KTSP . . . . . . . . . . . . . . . . . Lampiran 11 Contoh Format Program Supervisi dan Evaluasi Kinerja . . . . . . . Lampiran 12 Contoh Analisis Kebutuhan Tenaga Pendidik dan Kependidikan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 35

Pendahuluan
A. Latar Belakang
Penerapan standar nasional pendidikan merupakan serangkaian proses untuk memenuhi tuntutan mutu pendidikan nasional. Pelaksanaannya diatur secara bertahap, terencana, terarah, dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global. Dalam proses pemenuhan standar tersebut diperlukan indikator. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan telah menetapkan delapan standar nasional pendidikan, yaitu standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Standar-standar tersebut merupakan acuan dan kriteria dalam menetapkan keberhasilan penyelenggaraan pendidikan. Salah satu standar yang penting dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah adalah standar pendidik dan tenaga kependidikan. Kepala sekolah merupakan salah satu tenaga kependidikan yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pendidikan di sekolah. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 Pasal 12 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah menyatakan bahwa guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah dinilai kinerjanya secara berkala setiap tahun dan secara kumulatif selama 4 tahun yang akan dijadikan dasar bagi promosi atau demosi yang bersangkutan. Penilaian kinerja tersebut dilakukan berdasarkan implementasi tugas pokok dan fungsi (tupoksi) sebagai kepala sekolah/madrasah. Oleh karena itu, dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya, kepala sekolah/madrasah perlu diberikan buku kerja sebagai acuan/pedoman sehingga pelaksanaan tupoksi tersebut dapat efektif, efisien, dan produktif.

36 45 49 69 78 80 82 87 88 95 96

Lampiran 13 Contoh MoU Kemitraan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 100 Lampiran 14 Contoh Pedoman Akademik . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 105 Lampiran 15 Contoh Penulusuran Alumni/Tamatan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 106 Lampiran 16 Contoh Format Pendayagunaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 109 Lampiran 17 Contoh Kode Etik Warga Sekolah. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 110 Lampiran 18 Contoh Tata Tertib Peserta Didik. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 111 Lampiran 19 Contoh Format Laporan Bulan Kepala Sekolah . . . . . . . . . . . . . 114 Lampiran 20 Manajemen Sekolah dalam Foto . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 117

iv

1

BAB
Berdasarkan uraian di atas, Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Kementerian Pendidikan Nasional memberikan perhatian terhadap peningkatan kinerja kepala sekolah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan melalui penerbitan Buku Kerja Kepala Sekolah. Buku ini diharapkan dapat dipakai sebagai salah satu acuan/pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya. 7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2009 tentang Beban Kerja Guru dan Pengawas. 8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2010 tentang Program Induksi bagi Guru Pemula. 9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah.

1

E. Ruang Lingkup B. Tujuan
Buku Kerja Kepala Sekolah disusun untuk menjadi: 1. acuan/pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tupoksinya sehari-hari; dan 2. acuan/pedoman bagi pengawas sekolah dan dinas pendidikan dalam melakukan pembinaan dan penilaian kepala sekolah. Ruang lingkup Buku Kerja Kepala Sekolah ini meliputi: (1) pengertian kepala sekolah profesional, (2) tupoksi kepala sekolah, dan (3) tahapan kegiatan kepala sekolah.

C. Manfaat
Buku Kerja Kepala Sekolah ini diharapkan dapat: 1. memudahkan kepala sekolah dalam melaksanakan tupoksinya secara rinci; dan 2. membantu kepala sekolah dalam meningkatkan kinerjanya.

D. Dasar Hukum
Dasar hukum penyusunan Buku Kerja Kepala Sekolah adalah sebagai berikut: 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. 4. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. 5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah. 6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2000 tentang Standar Pengelolaan Satuan Pendidikan.

2

3

menyatakan bahwa kepala sekolah adalah guru yang diberi tugas tambahan untuk memimpin Taman Kanak. etika kepemimpinan yang luhur (menjadi teladan). kemampuan untuk berpikir strategis (strategic thinking). Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB). Linguistik. mencintai dan memiliki sikap positif terhadap profesinya yang antara lain tercermin dalam perilaku profesionalnya dan respons orang-orang yang berkaitan dengan profesi/ pekerjaannya. integritas yang tinggi. Taman Kanak-Kanak Luar Biasa (TKLB). 5. komitmen yang kuat. 6. Sebagaimana dinyatakan oleh Gardner bahwa peserta didik memiliki 8 kecerdasan (Fisik. Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin Profesional Seorang kepala sekolah disebut profesional apabila: 1. memiliki motivasi yang kuat untuk mencapai keberhasilan dengan standar kualitas yang tinggi. dan 11. memiliki lembaga profesi. Matematis /Logis. Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK). harapan yang tinggi (high expectation). memiliki kejujuran dan integritas pribadi. suasana.BAB II B. Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB). 5. 10. Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs). 10. 3. Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI). Kepala Sekolah Profesional Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah. standar kualitas kerja yang tinggi. Peranan Kepemimpinan Kepala Sekolah Profesional Sejalan dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap akuntabilitas sekolah. 3. memiliki pandangan jauh ke depan (visionary). 7. 8. memiliki pandangan jauh ke depan (visionary). kompetensi yang tinggi. Musikal. Naturalis. kecintaan terhadap profesinya. kerjasama sehingga masing-masing peserta didik memiliki kesempatan yang optimal untuk mengembangkan potensi dirinya. 4. 6. memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat dikategorikan ahli pada suatu bidang. kepala sekolah memiliki tanggung jawab sepenuhnya untuk mengembangkan seluruh sumber daya sekolah. 4 5 . 9. 4. Iklim. Bab I Ketentuan Umum. berusaha mencapai tujuan dengan target-target yang ditetapkan secara rasional. Sebagai pemimpin pendidikan di sekolah. 2. 2. kejujuran.Kanak/Raudhotul Athfal (TK/RA). Kepala Sekolah diharapkan melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai manajer dan leader. Efektivitas kepemimpinan kepala sekolah tergantung kepada kemampuan bekerjasama dengan seluruh warga sekolah. A. maka meningkat pula tuntutan terhadap kinerja kepala sekolah . serta kemampuannya mengendalikan pengelolaan sekolah untuk menciptakan proses belajar mengajar. C. Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMK/MA). Ciri-ciri Kepala Sekolah Profesional Seorang kepala sekolah profesional antara lain memiliki: 1. 9. Intrapersonal). Pasal 1. Visual/Spasial. Sistem Penjaminan mutu pendidikan merupakan standar mutu pendidikan yang harus diwujudkan oleh semua warga sekolah agar proses belajar mengajar dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas. memiliki kode etik. dan 11. Interpersonal. Di samping itu. memiliki standar yang tinggi dalam bekerja. motivasi yang kuat untuk mencapai tujuan. dan dinamika sekolah memiliki peranan yang sangat penting dalam peningkatan motivasi belajar. 8. menjadi agen perubahan. mendedikasikan sebagian besar waktunya untuk bekerja di bidangnya. 7. atau Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) yang bukan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) atau yang tidak dikembangkan menjadi Sekolah Bertaraf Internasional (SBI).

(3) pengawasan dan evaluasi. Penilaian kinerja kepala sekolah dilaksanakan berdasarkan tupoksinya. Kepemimpinan Kepala sekolah Ik a lim n mik a d na Di . usaha pengembangan sekolah/madrasah yang dilakukan selama menjabat kepala sekolah/madrasah. b. menetapkan. dan mengembangkan misi sekolah. 4. usaha pengembangan profesionalisme sebagai kepala sekolah/madrasah. Oleh sebab itu. (2) pelaksanaan rencana kerja.S ua s a an . Membuat perencanaan program induksi. menetapkan. peningkatan kualitas sekolah/madrasah berdasarkan 8 (delapan) standar nasional pendidikan selama di bawah kepemimpinan yang bersangkutan. (5) sistem informasi sekolah. Sarana dan Prasarana. Perencanaan Program Merumuskan. Merumuskan. Pelaksanaan Rencana Kerja 1. menetapkan. meliputi (1) perencanaan program. Tupoksi kepala sekolah juga harus mengacu pada Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang standar pengelolaan sekolah. Informasi) Na k Se st em sio Mu Pe na tu nja l P (8 m en Sta ina di nd n di ka ar n) Si A. dan c. Menyusun pedoman kerja. B. dan mengembangkan tujuan sekolah. 2. Membuat Rencana Kerja Sekolah (RKS) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS).BAB Peranan penting kepemimpinan kepala sekolah ini sebagaimana dalam gambar berikut : III Peserta Didik Proses Belajar Mengajar Lulusan Tugas Pokok dan Fungsi Kepala Sekolah Permendiknas Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah. 6 7 . Menyusun struktur organisasi sekolah. 5. 2. Pasal 12 ayat (4) menyatakan bahwa penilaian kinerja kepala sekolah meliputi: a. (4) kepemimpinan sekolah. ol ah Manajemen Sekolah Sumber Daya (Manusia. tupoksi kepala sekolah mengacu pada tiga (3) butir di atas. 1. dan mengembangkan visi sekolah. Merumuskan. 3.

melibatkan guru. 1. 9. 3. memberi contoh/teladan/tindakan yang bertanggung jawab. d. dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya. e. memberikan layanan konseling kepada peserta didik. komite sekolah dalam pengambilan keputusan penting sekolah/madrasah. kependidikan dengan menggunakan sistem pemberian penghargaan atas prestasi dan sangsi atas pelanggaran peraturan dan kode etik. b. Mengelola budaya dan lingkungan sekolah. 8. membina. memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga. melakukan analisis kebutuhan guru pemula. 11. dan efektif. Melaksanakan Evaluasi Diri Sekolah (EDS) Melaksanakan evaluasi dan pengembangan KTSP Mengevaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan. 4. Menyusun pengelolaan kesiswaan yang meliputi: a. 26. 1. 5. prosedur keamanan sekolah. efisien. menunjuk pembimbing dari guru yang dianggap layak (profesional) membuat surat keputusan pengangkatan guru menjadi pembimbing bagi guru pemula. menjalin kerja sama dengan orang tua peserta didik dan masyarakat. 22. 10. 4. 7. Memberdayakan peran serta masyarakat dan kemitraan sekolah. 25. Menyusun jadwal pelaksanaan kegiatan sekolah per semester dan Tahunan. serta memanfaatkan hasil supervisi untuk meningkatkan kinerja sekolah/madrasah. menjamin manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah/madrasah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman. menjabarkan visi ke dalam misi target mutu. jika pada satuan pendidikan yang dipimpinnya tidak terdapat guru yang memenuhi kriteria sebagai pembimbing. melaksanakan kegiatan ekstra dan kokurikuler untuk para peserta didik. sehat. peluang. prosedur-prosedur P3K. 12. 14. 23. Kepemimpinan Sekolah Kepala sekolah melaksanakan tugas kepemimpinan sebagai berikut. profesi. penyebarluasan. membantu. silabus. 9. kalender pendidikan. kekuatan. 13. memantau secara reguler proses pembimbingan dan perkembangan guru pemula. menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif bagi peserta didik. Membimbing guru pemula. dan memobilisasi sumber daya masyarakat. 8 9 . memfasilitasi pengembangan. menyiapkan Buku Pendoman Pelaksanaan Program Induksi di sekolah dan dokumen terkait seperti KTSP. bertanggung jawab atas perencanaan partisipatif mengenai pelaksanaan kurikulum. membuat rencana kerja strategis dan rencana kerja tahunan untuk pelaksanaan peningkatan mutu. Dalam hal sekolah/madrasah swasta. menjaga dan meningkatkan motivasi kerja pendidik dan tenaga 20. melakukan pelacakan terhadap alumni. dan mempertahankan lingkungan sekolah/madrasah dan program pembelajaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik dan pertumbuhan profesional para guru dan tenaga kependidikan. bertanggung jawab dalam membuat keputusan anggaran sekolah/madrasah. 8. pengambilan keputusan tersebut harus melibatkan penyelenggara sekolah/madrasah. Melaksanakan program supervisi. melaksanakan dan merumuskan program supervisi. 2. 2. dan pelaksanaan visi pembelajaran yang dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah/madrasah. melakukan pembinaan prestasi unggulan. 18. Mengelola sarana dan prasarana. mendelegasikan sebagian tugas dan kewenangan kepada wakil kepala sekolah sesuai dengan bidangnya. 6. peraturan dan tata tertib sekolah baik bagi guru maupun bagi siswa.3. dan komite sekolah/madrasah menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang beragam. Menyusun KTSP. 11. Mengelola keuangan dan pembiayaan. dan kelemahan sekolah/madrasah. 6. Mengelola pendidik dan tenaga kependidikan. 5. mengajukan pembimbing dari satuan pendidikan lain kepada dinas pendidikan terkait jika tidak memiliki pembimbing dan kepala sekolah/ madrasah tidak dapat menjadi pembimbing. 10. 3. dan kegiatan pembelajaran. menjadi pembimbing. 21. melaksanakan penerimaan peserta didik baru. berkomunikasi untuk menciptakan dukungan intensif dari orang tua peserta didik dan masyarakat. Melaksanakan program induksi. merumuskan tujuan dan target mutu yang akan dicapai. 24. c. 7. Menyiapkan kelengkapan akreditasi sekolah. 5. merencanakan pelaksanaan Program Induksi Guru Pemula (PIGP) di Sekolah/ Madrasah. Supervisi dan Evaluasi 16. 4. 15. 17. D. C. 19. menganalisis tantangan. 12.

rasa tanggung jawab bagi guru dan karyawan. dan mempertahankan lingkungan sekolah/madrasah dan program pembelajaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik dan pertumbuhan profesional para guru dan tenaga kependidikan. dan memberikan salinan laporan tersebut kepada guru pemula. didukung oleh kepemimpinan/manajerial yang kuat. 36. 9. 3. 4. sehat. meminimalkan masalah yang timbul di sekolah melalui penguatan rasa kekeluargaan dan kebersamaan untuk memajukan sekolah. profesi. 37. menimbulkan rasa nyaman dalam bekerja dan belajar. memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga. mendelegasikan sebagian tugas dan kewenangan kepada wakil kepala sekolah sesuai dengan bidangnya. membina. menyusun Laporan Hasil Penilaian Kinerja untuk disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan dengan mempertimbangkan masukan dan saran dari pembimbing. 35. dan pelaksanaan visi pembelajaran yang dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah/madrasah. 30. dan menumbuhkan kedisiplinan tinggi. 6. pengawas sekolah/ madrasah. 29. penguatan eksistensi lembaga dengan melakukan sosialisasi kepada semua pihak untuk memberikan informasi dan pemahaman yang sama sehingga sekolah/madrasah memperoleh dukungan secara maksimal. dan komite sekolah/madrasah menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang beragam. menumbuhkan kesadaran tentang arti penting kemajuan. memberi penilaian kinerja kepada guru pemula.27. didukung oleh penerapan TIK dalam manajemen sekolah. 2. melakukan penataan tugas dan tanggung jawab yang jelas bagi warga sekolah berbasis kinerja. penguatan manajemen sekolah dengan melakukan restrukturisasi dan reorganisasi intern sekolah apabila dipandang perlu (tanpa mengubah atau bertentangan dengan peraturan yang ada) sebagai bentuk pengembangan dan pemberdayaan potensi sekolah. Melaksanakan Kepemimpinan Sekolah Menerapkan Sistem Informasi Sekolah 10 11 . Bagan Tupoksi Kepala Sekolah Merencanakan Program Melaksanakan Program Melaksanakan Pengawasan E. 32. Sistem Informasi Sekolah Kepala sekolah. 7. 8. penyebarluasan. 33. melakukan penguatan input sekolah dengan melengkapi berbagai fasilitas (perangkat keras dan lunak) manajemen sekolah. memfasilitasi pengembangan. dalam sistem informasi sekolah perlu: 1. memantau kinerja guru pembimbing dalam melakukan pembimbingan. dan memobilisasi sumber daya masyarakat. menjalinan kerjasama dengan pihak lain. memberi contoh/teladan/tindakan yang bertanggung jawab. menciptakan atmosfer akademik yang kondusif dengan membangun budaya sekolah untuk menciptakan suasana yang kompetitif bagi siswa. 5. 34. dan memiliki tingkat sustainabilitas tinggi. dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya. membantu. agar implementasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) berbasis TIK lebih efektif. yang dibuktikan dengan adanya nota kesepahaman (MoU). 31. efisien. menjamin manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah/madrasah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman. dan efektif. melakukan penguatan kerjasama dengan membangun jaringan yang lebih luas dengan berbagai pihak baik di dalam maupun di luar negeri. 10. 28. melakukan observasi kegiatan mengajar yang dilakukan guru pemula dan memberikan masukan untuk perbaikan. menjalin kerja sama dengan orang tua peserta didik dan masyarakat.

menjadi dasar program pokok sekolah/madrasah. f. dan tujuan pendidikan nasional serta relevan dengan kebutuhan masyarakat. Rencana Kerja Sekolah a. misi. Merencanakan Program 1. d. Misi sekolah: a. dirumuskan berdasar masukan dari berbagai warga sekolah dan pihakpihak yang berkepentingan. b. motivasi. disosialisasikan kepada warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan. b. e. 4. 3. mampu memberikan inspirasi. d. dan kekuatan pada warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan. e. Dalam pelaksanaan tugasnya ada beberapa tahapan yang harus dilakukan antara lain: (a) merencanakan program. disosialisasikan kepada warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan. memuat pernyataan umum dan khusus yang berkaitan dengan program sekolah. Tujuan Sekolah Tujuan sekolah adalah hasil penyelenggaraan pendidikan yang akan dicapai. (c) melaksanakan pengawasan dan evaluasi. i. g. A. diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah dengan memperhatikan masukan komite sekolah. Sekolah membuat: 1) rencana kerja jangka menengah yang menggambarkan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu empat tahun yang berkaitan dengan mutu lulusan yang ingin dicapai dan perbaikan komponen 12 13 . dirumuskan berdasarkan masukan dari segenap pihak yang berkepentingan termasuk komite sekolah dan diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah. ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan dan tantangan di masyarakat. disosialisasikan kepada warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan. mengacu pada standar kompetensi lulusan yang sudah ditetapkan oleh sekolah dan pemerintah. merupakan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu. ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan dan tantangan di masyarakat. 2. b. (d) menjalankan kepemimpinan sekolah. f. mengakomodasi masukan dari berbagai pihak yang berkepentingan termasuk komite sekolah/madrasah dan diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah. Tujuan sekolah: a. Misi Sekolah Misi sekolah merupakan upaya/tindakan yang dilakukan oleh warga sekolah untuk mewujudkan visi sekolah. e. dijadikan sebagai cita-cita bersama warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan pada masa yang akan datang. d.BAB IV Tahapan Kegiatan Kepala Sekolah Kepala Sekolah merupakan salah satu unsur penjaminan mutu pendidikan. Visi sekolah: a. menggambarkan tingkat kualitas yang perlu dicapai dalam jangka menengah (empat tahunan). h. c. menekankan pada kualitas layanan peserta didik dan mutu lulusan yang diharapkan oleh sekolah/madrasah. c. memberikan arah dalam mewujudkan visi sekolah sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. (b) melaksanakan rencana kerja. c. dan (e) menerapkan sistem informasi sekolah. memberikan keluwesan dan ruang gerak pengembangan kegiatan satuan-satuan unit sekolah yang terlibat. Visi Sekolah Visi merupakan impian/harapan cita-cita yang ingin dicapai oleh warga sekolah. selaras dengan visi institusi di atasnya serta visi pendidikan nasional. mengacu pada visi.

4) pembagian tugas di antara guru. Pedoman Sekolah a. Pedoman pengelolaan sekolah meliputi: 1) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan Rencana Kerja 1. 3. 2) dituangkan dalam dokumen yang mudah dibaca oleh pihak-pihak yang terkait. 2) rencana kerja tahunan yang dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) dilaksanakan berdasarkan rencana jangka menengah. 8) Standar Penilaian. 2) kalender pendidikan/akademik. 3) struktur organisasi sekolah. wewenang. Struktur Organisasi Sekolah a. Kegiatan sekolah: 1) dilaksanakan berdasarkan rencana kerja tahunan. partisipasi. 7) Standar Pembiayaan. Semua pimpinan. Rencana kerja tahunan memuat ketentuan yang jelas mengenai 8 Standar Nasional Pendidikan: 1) Standar Isi. 3) Standar Kompetensi Lulusan. 9) biaya operasional sekolah. Struktur organisasi sekolah berisi tentang sistem penyelenggaraan dan administrasi yang diuraikan secara jelas dan transparan.yang mendukung peningkatan mutu lulusan. 2) ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan masyarakat. 2) Standar Proses. pendidik. Pelaksanaan kegiatan sekolah yang tidak sesuai RKS yang sudah ditetapkan perlu mendapat persetujuan melalui rapat dewan pendidik dan komite sekolah. e. d. B. 2) dievaluasi secara berkala untuk melihat efektifitas mekanisme kerja pengelolaan sekolah. sementara lainnya dievaluasi sesuai kebutuhan. c. 5) Standar Sarana dan Prasarana. 5) pembagian tugas di antara tenaga kependidikan. 4) Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Sekolah membuat dan memiliki pedoman yang mengatur berbagai aspek pengelolaan secara tertulis yang mudah dibaca oleh pihak-pihak yang terkait. dan tenaga kependidikan mempunyai uraian tugas. d. Rencana kerja jangka menengah dan tahunan sekolah: 1) disetujui rapat dewan pendidik setelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah dan disahkan berlakunya oleh dinas pendidikan kabupaten/kota. 2. 8) kode etik sekolah. Rencana kerja tahunan dijadikan dasar pengelolaan sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian. 14 15 . b. e. c. kalender pendidikan dan pembagian tugas pendidik dan tenaga kependidikan dievaluasi dalam skala tahunan. 6) peraturan akademik. c. dan tanggung jawab yang jelas tentang keseluruhan penyelenggaraan dan administrasi sekolah. Pedoman yang mengatur tentang struktur organisasi sekolah: 1) memasukkan unsur staf administrasi dengan wewenang dan tanggungjawab yang jelas untuk menyelenggarakan administrasi secara optimal. Pedoman sekolah berfungsi sebagai petunjuk pelaksanaan operasional. 7) tata tertib sekolah. misi dan tujuan sekolah. b. 6) Standar Pengelolaan. 2) dilaksanakan oleh penanggung jawab kegiatan yang didasarkan pada ketersediaan sumber daya yang ada. Perumusan pedoman sekolah: 1) mempertimbangkan visi. keterbukaan. 3) diputuskan oleh kepala sekolah dengan mempertimbangkan pendapat dari komite sekolah. dan akuntabilitas. b. b. kemitraan. Pelaksanaan Kegiatan Sekolah a. Pada sekolah swasta rencana kerja ini disahkan berlakunya oleh penyelenggara sekolah. Pedoman pengelolaan KTSP. Rencana kerja empat tahunan disesuaikan dengan persetujuan rapat dewan pendidik dan pertimbangan komite sekolah.

dan mingguan. atau Perguruan Tinggi. sosial budaya masyarakat setempat. seperti konselor sekolah maupun psikolog. Kalender Pendidikan 1) Sekolah menyusun kalender pendidikan/akademik yang meliputi jadwal pembelajaran. dan semester genap. dan hari libur. dan peserta didik. 16 17 . SMP penerima subsidi dari Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah. d) sesuai dengan daya tampung sekolah. Kepala sekolah/madrasah mempertanggungjawabkan pelaksanaan pengelolaan bidang akademik dan non akademik pada rapat dewan pendidik dan komite sekolah dalam bentuk laporan pada akhir tahun ajaran yang disampaikan sebelum penyusunan rencana kerja tahunan berikutnya. c) SMP berasal dari lulusan SD. Paket A atau satuan pendidikan bentuk lainnya yang sederajat. b. transparan. intelektual. 3) Orientasi peserta didik baru yang bersifat akademik dan pengenalan lingkungan tanpa kekerasan dengan pengawasan guru. etnis. d) SMA/SMK. SMPLB. c) diputuskan dalam rapat dewan pendidik dan ditetapkan oleh kepala sekolah. 3) KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 1) Sekolah menyusun KTSP. Sekolah: 1) memberikan layanan konseling kepada peserta didik. 4) melakukan pelacakan terhadap alumni. 6) Setiap guru bertanggungjawab menyusun silabus setiap mata pelajaran yang diampunya sesuai dengan Standar Isi. status sosial. 2) Penerimaan peserta didik sekolah dilakukan: a) secara obyektif. SMA dan SMK oleh Dinas Pendidikan Provinsi yang bertanggung jawab di bidang pendidikan. 2) melaksanakan kegiatan ekstra dan kokurikuler untuk para peserta didik. Bidang Kesiswaan a. 5) Wakil Kepala SMP dan wakil kepala SMA/SMK bidang kurikulum bertanggungjawab atas pelaksanaan penyusunan KTSP. bulanan. 7) Dalam penyusunan silabus. Paket B atau satuan pendidikan lainnya yang sederajat. dan difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota sedangkan SDLB. agama. Standar Isi. Standar Kompetensi Lulusan. dan akuntabel sebagaimana tertuang dalam aturan sekolah. c) berdasar kriteria hasil ujian nasional bagi SMA/SMK. 4) Sekolah menyusun mata pelajaran yang dijadwalkan pada semester gasal. dan Panduan Penyusunan KTSP. guru dapat bekerjasama dengan Kelompok Kerja Guru (KKG). 3) melakukan pembinaan prestasi unggulan. potensi atau karakteristik daerah. dan kriteria tambahan bagi SMK. Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). Sekolah menyusun dan menetapkan petunjuk pelaksanaan operasional mengenai proses penerimaan peserta didik yang meliputi: 1) kriteria calon peserta didik: a) SD berusia sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun. 5. pengecualian terhadap usia peserta didik yang kurang dari 6 (enam) tahun dilakukan atas dasar rekomendasi tertulis dari pihak yang berkompeten. dan peraturan pelaksanaannya. 3) Sekolah menyusun jadwal penyusunan KTSP. SMALB. b) berisi mengenai pelaksanaan aktivitas sekolah selama satu tahun dan dirinci secara semesteran. ulangan. Bidang Kurikulum dan Kegiatan Pembelajaran a. emosional. sensorik. kemampuan ekonomi bagi SD.c. 8) Penyusunan KTSP tingkat SD dan SMP dikoordinasi. berasal dari anggota masyarakat yang telah lulus dari SMP. b) tanpa diskriminasi atas dasar pertimbangan gender. disupervisi. mental. dan/atau sosial. b. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). 4) Kepala Sekolah bertanggungjawab atas tersusunnya KTSP. 2) Penyusunan KTSP memperhatikan Standar Kompetensi Lulusan. 4. ujian. 2) Penyusunan kalender pendidikan/akademik: a) didasarkan pada Standar Isi. kegiatan ekstrakurikuler. b) SDLB/SMPLB/SMALB berasal dari peserta didik yang memiliki kelainan fisik.

d) pemahaman bahwa keterlibatan peserta didik secara aktif dalam proses belajar yang dilakukan secara sungguh-sungguh dan mendalam untuk mencapai pemahaman konsep. b) melibatkan peserta didik secara aktif. Standar Isi. c) tujuan agar peserta didik mencapai pola pikir dan kebebasan berpikir sehingga dapat melaksanakan aktivitas intelektual yang berupa berpikir. berargumentasi. inovatif dan tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran. laporan kepada pihak yang memerlukan. d. memiliki motivasi. bertanggung jawab dan berkesinambungan. 2) Kegiatan pembelajaran didasarkan pada Standar Kompetensi Lulusan. d) mengolah informasi menjadi pengetahuan. Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik 1) Sekolah menyusun program penilaian hasil belajar yang berkeadilan. dan dokumentasi. 9) Penilaian meliputi semua kompetensi dan materi yang diajarkan. 3) Mutu pembelajaran di sekolah dikembangkan dengan: a) model kegiatan pembelajaran yang mengacu pada Standar Proses. mempunyai etos kerja yang tinggi. 5) Kepala sekolah bertanggungjawab terhadap kegiatan pembelajaran sesuai dengan peraturan yang ditetapkan Pemerintah. dan alat bantu yang tersedia secara efektif dan efisien. 5) Program penilaian hasil belajar perlu ditinjau secara periodik. demokratis. 7) Semua guru mengembalikan hasil kerja siswa yang telah dinilai. 6) Kepala SD/SDLB/SMPLB/SMALB. 6) Sekolah menetapkan prosedur yang mengatur transparansi sistem evaluasi hasil belajar untuk penilaian formal yang berkelanjutan. 7) Setiap guru bertanggung jawab terhadap mutu kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diampunya dengan cara: a) merujuk perkembangan metode pembelajaran mutakhir. mempertanyakan. e) menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan masalah. untuk menjadi bahan program remedial. serta Standar Proses dan Standar Penilaian. 4) Seluruh program penilaian hasil belajar disosialisasikan kepada guru. 4) Setiap guru bertanggungjawab terhadap mutu perencanaan kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diampunya agar peserta didik mampu: a) meningkat rasa ingin tahunya. b) menggunakan metoda pembelajaran yang bervariasi. 3) Sekolah menilai hasil belajar untuk seluruh kelompok mata pelajaran. c) memahami perkembangan pengetahuan dengan kemampuan mencari sumber informasi. tidak terbatas pada materi yang diberikan oleh guru. kemampuan peserta didik. dan peraturan pelaksanaannya. mengkaji. dan wakil kepala SMA/SMK bidang kurikulum bertanggung jawab terhadap mutu kegiatan pembelajaran. mendorong kreativitas. hasil-hasil penelitian dan penerapannya. dan membuat catatan keseluruhan. mendidik. peralatan. c) menggunakan fasilitas. 18 19 . f) mengkomunikasikan pengetahuan pada pihak lain. 8) Sekolah menetapkan petunjuk pelaksanaan operasional yang mengatur mekanisme penyampaian ketidakpuasan peserta didik dan penyelesaiannya mengenai penilaian hasil belajar. Program Pembelajaran 1) Sekolah menjamin mutu kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dan program pendidikan tambahan yang dipilihnya. memotivasi. pertimbangan kenaikan kelas atau kelulusan.c. wakil kepala SMP. f) mengarahkan kepada pendekatan kompetensi agar dapat menghasilkan lulusan yang mudah beradaptasi. e) memperkaya kegiatan pembelajaran melalui lintas kurikulum. memahami belajar seumur hidup. dan pengalaman belajar sebelumnya yang bervariasi serta kebutuhan khusus bagi peserta didik dari yang mampu belajar dengan cepat sampai yang lambat. 2) Penyusunan program penilaian hasil belajar didasarkan pada Standar Penilaian Pendidikan. menemukan. d) memperhatikan sifat alamiah kurikulum. klarifikasi capaian ketuntasan yang direncanakan. mandiri. berdasarkan data kegagalan/kendala pelaksanaan program termasuk temuan penguji eksternal dalam rangka mendapatkan rencana penilaian yang lebih adil dan bertanggung jawab. dan g) mengembangkan belajar mandiri dan kelompok dengan proporsi yang wajar. kreatif. dan memprediksi. dan berpikir logis dalam menyelesaikan masalah. dan dialogis. b) mencapai keberhasilan belajarnya secara konsisten sesuai dengan tujuan pendidikan.

dan konselor. dan kelulusan. termasuk pembagian tugas. 2) dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah. 8) konselor melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam 20 21 . 2) wakil kepala SMP melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala sekolah. bidang kurikulum melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala sekolah dalam mengelola bidang kurikulum. 14) Sekolah melaporkan hasil belajar kepada orang tua peserta didik. menentukan sistem penghargaan. 11) Sekolah menyusun ketentuan pelaksanaan penilaian hasil belajar sesuai dengan Standar Penilaian Pendidikan. d. Sekolah menyusun program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan termasuk guru induksi. dan melatih peserta didik sehingga menjadi manusia berkualitas dan mampu mengaktualisasikan potensi kemanusiaannya secara optimum. buku referensi. bidang kesiswaan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala sekolah/madrasah dalam mengelola peserta didik. e. adil. Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan a. dan institusi di atasnya. dan profesionalisme. 12) Kemajuan yang dicapai oleh peserta didik dipantau. c. b) ketentuan mengenai ulangan. dan pengembangan profesi bagi setiap pendidik dan tenaga kependidikan serta menerapkannya secara profesional. ujian. dan buku perpustakaan. Program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan: 1) disusun dengan memperhatikan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Sekolah mendayagunakan: 1) kepala sekolah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pimpinan pengelolaan sekolah. formatif dan sumatif. Sekolah/Madrasah perlu mendukung upaya: 1) promosi pendidik dan tenaga kependidikan berdasarkan asas kemanfaatan. e. 4) mutasi tenaga kependidikan dari satu posisi ke posisi lain didasarkan pada analisis jabatan dengan diikuti orientasi tugas oleh pimpinan tertinggi sekolah/madrasah yang dilakukan setelah empat tahun. memfasilitasi. 3) penempatan tenaga kependidikan disesuaikan dengan kebutuhan baik jumlah maupun kualifikasinya dengan menetapkan prioritas. sesuai dengan metode/strategi pembelajaran yang digunakan. d) ketentuan mengenai layanan konsultasi kepada guru mata pelajaran. bidang sarana prasarana melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala sekolah/madrasah dalam mengelola sarana prasarana. mengatasi bila terjadi kekurangan tenaga. Pengangkatan pendidik dan tenaga kependidikan tambahan dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang ditetapkan oleh penyelenggara sekolah. 3) wakil kepala SMA/SMK. laboratorium.10) Seperangkat metode penilaian perlu disiapkan dan digunakan secara terencana untuk tujuan diagnostik. mendidik. dan terbuka. 6. kepatutan. 7) guru melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai agen pembelajaran yang memotivasi. perpustakaan. didokumentasikan secara sistematis. dan dievaluasi secara periodik untuk perbaikan metode penilaian. membimbing. keandalan. 4) wakil kepala SMA/SMK. remedial. 2) Peraturan Akademik berisi: a) persyaratan minimal kehadiran siswa untuk mengikuti pelajaran dan tugas dari guru. kebutuhan kurikulum dan sekolah/madrasah. 3) Peraturan akademik diputuskan oleh rapat dewan pendidik dan ditetapkan oleh kepala sekolah. dan digunakan sebagai balikan kepada peserta didik untuk perbaikan secara berkala. komite sekolah. wali kelas. 2) pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan yang diidentifikasi secara sistematis sesuai dengan aspirasi individu. penggunaan buku pelajaran. b. Peraturan Akademik 1) Sekolah menyusun dan menetapkan Peraturan Akademik. c) ketentuan mengenai hak siswa untuk menggunakan fasilitas belajar. 5) wakil kepala SMA/SMK. 6) wakil kepala SMK bidang hubungan industri melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala sekolah/ madrasah dalam mengelola kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri. kenaikan kelas. 13) Penilaian yang didokumentasikan disertai bukti kesahihan. tetapi bisa diperpanjang berdasarkan alasan yang dapat dipertanggungjawas tenaga kependidikan tambahan tidak ada mutasi.

3) melengkapi fasilitas pembelajaran pada setiap tingkat kelas di sekolah. 2) penyusunan dan pencairan anggaran. g. Bidang Sarana dan Prasarana a. baik internal maupun eksternal. 8.9) 10) 11) 12) 13) 14) memberikan layanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik. 2) dituangkan dalam rencana pokok (master plan) yang meliputi gedung dan laboratorium serta pengembangannya. Program pengelolaan sarana dan prasarana mengacu pada Standar Sarana dan Prasarana dalam hal: 1) merencanakan. tenaga kebersihan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam memberikan layanan kebersihan lingkungan. memperbaiki sarana dan prasarana pembelajaran. 22 23 . Bidang Keuangan dan Pembiayaan a. Pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional sekolah disosialisasikan kepada seluruh warga sekolah/madrasah untuk menjamin tercapainya pengelolaan dana secara transparan dan akuntabel. memenuhi dan mendayagunakan sarana dan prasarana pendidikan. Pengelolaan sarana prasarana sekolah: 1) direncanakan secara sistematis agar selaras dengan pertumbuhan kegiatan akademik dengan mengacu Standar Sarana dan Prasarana. b. pelatih/instruktur melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya memberikan pelatihan teknis kepada peserta didik pada kegiatan pelatihan. serta penggalangan dana di luar dana investasi dan operasional. Pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional sekolah diputuskan oleh komite sekolah dan ditetapkan oleh kepala sekolah serta mendapatkan persetujuan dari institusi di atasnya. 4) menyusun skala prioritas pengembangan fasilitas pendidikan sesuai dengan tujuan pendidikan dan kurikulum masing-masing tingkat. 3) membuka pelayanan minimal enam jam sehari pada hari kerja. teknisi sumber belajar melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya mempersiapkan. tenaga administrasi melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam menyelenggarakan pelayanan administratif. Sekolah/Madrasah menyusun pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional yang mengacu pada Standar Pembiayaan. c. Pengelolaan laboratorium dikembangkan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dilengkapi dengan manual yang jelas sehingga tidak terjadi kekeliruan yang dapat menimbulkan kerusakan. f. 2) merencanakan fasilitas peminjaman buku dan bahan pustaka lainnya sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan pendidik. Pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional Sekolah mengatur: 1) sumber pemasukan. Seluruh program pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan disosialisasikan kepada pendidik. 5) menyediakan pelayanan peminjaman dengan perpustakaan dari sekolah/madrasah lain baik negeri maupun swasta. merawat. 2) mengevaluasi dan melakukan pemeliharaan sarana dan prasarana agar tetap berfungsi mendukung proses pendidikan. 4) pembukuan semua penerimaan dan pengeluaran serta penggunaan anggaran. b. 4) melengkapi fasilitas peminjaman antar perpustakaan. tenaga laboratorium melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya membantu guru mengelola kegiatan praktikum di laboratorium. 7. tenaga perpustakaan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya melaksanakan pengelolaan sumber belajar di perpustakaan. Pengelolaan perpustakaan sekolah perlu: 1) menyediakan petunjuk pelaksanaan operasional peminjaman buku dan bahan pustaka lainnya. tenaga kependidikan dan peserta didik. serta institusi di atasnya. 5) pemeliharaan semua fasilitas fisik dan peralatan dengan memperhatikan kesehatan dan keamanan lingkungan. pengeluaran dan jumlah dana yang dikelola. Pengelolaan fasilitas fisik untuk kegiatan ekstra-kurikuler disesuaikan dengan perkembangan kegiatan ekstra-kurikuler peserta didik dan mengacu pada Standar Sarana dan Prasarana. c. d. Sekolah menetapkan kebijakan program secara tertulis mengenai pengelolaan sarana dan prasarana. untuk dilaporkan kepada komite sekolah/madrasah. d. e. 3) kewenangan dan tanggung jawab kepala sekolah dalam membelanjakan anggaran pendidikan sesuai dengan peruntukannya.

5) mencintai keluarga. Prosedur pelaksanaan penciptaan suasana. dan peserta didik. 2) menghormati pendidik dan tenaga kependidikan. masyarakat. Budaya dan Lingkungan Sekolah a. 2) sistem yang dapat memberikan penghargaan bagi yang mematuhi dan sangsi bagi yang melanggar. serta pemberian sangsi bagi warga yang melanggar tata tertib. keamanan. e. h. tujuan. tanggung jawab dan wewenang. dan negara. Tata tertib sekolah ditetapkan oleh kepala sekolah melalui rapat dewan pendidik dengan mempertimbangkan masukan komite sekolah. termasuk dalam hal menggunakan dan memelihara sarana dan prasarana pendidikan. 2) petunjuk. Sekolah menetapkan kode etik warga sekolah yang memuat norma tentang: 1) hubungan sesama warga di dalam lingkungan sekolah dan hubungan antara warga sekolah dengan masyarakat. dan larangan dalam berperilaku di Sekolah. b. iklim. ketertiban. 6) mencintai lingkungan. dan menyayangi sesama. dan kenyamanan sekolah. 3) diputuskan oleh kepala sekolah dalam rapat dewan pendidik. c. bangsa. Sekolah menciptakan suasana. dan lingkungan pendidikan: 1) berisi prosedur tertulis mengenai informasi kegiatan penting minimum yang akan dilaksanakan. keindahan. iklim. lingkup. 4) memelihara kerukunan dan kedamaian untuk mewujudkan harmoni sosial di antara teman. g. d. tenaga kependidikan. 24 25 . dan peserta didik. f. kebersihan. Sekolah menetapkan pedoman tata-tertib yang berisi: 1) tata tertib pendidik. Sekolah perlu memiliki program yang jelas untuk meningkatkan kesadaran beretika bagi semua warga sekolah. 2) memuat judul. serta 7) menjaga dan memelihara sarana dan prasarana. dan lingkungan pendidikan yang kondusif untuk pembelajaran yang efisien dalam prosedur pelaksanaan. Kode etik sekolah yang mengatur peserta didik memuat norma untuk: 1) menjalankan ibadah sesuai dengan agama yang dianutnya. serta penjelasannya. 3) mengikuti proses pembelajaran dengan menjunjung tinggi ketentuan pembelajaran dan mematuhi semua peraturan yang berlaku.9. peringatan. Kode etik sekolah ditanamkan kepada seluruh warga sekolah/madrasah untuk menegakkan etika sekolah.

b. Contoh Kegiatan Kemitraan Sekolah dengan Dunia Usaha 26 27 . Setiap sekolah menjalin kemitraan dengan lembaga lain yang relevan. Sistem kemitraan sekolah/madrasah ditetapkan dengan perjanjian secara tertulis. Keterlibatan peranserta warga sekolah dan masyarakat dalam pengelolaan dibatasi pada kegiatan tertentu yang ditetapkan. Kemitraan sekolah dilakukan dengan lembaga pemerintah atau nonpemerintah. serta dunia usaha dan dunia industri. c) Program pengawasan disosialisasikan ke seluruh pendidik dan tenaga kependidikan. bertanggung jawab dan berkelanjutan. i. serta dengan TK/RA/BA atau yang setara di lingkungannya. efektivitas. j. dan pemanfaatan lulusan. b) Penyusunan program pengawasan di sekolah didasarkan pada Standar Nasional Pendidikan. Kemitraan SMP/SMPLB. Contoh Kegiatan Interaksi dengan Masyarakat C. output. h. serta dunia usaha dan dunia industri di lingkungannya. atau yang setara dilakukan minimal dengan perguruan tinggi. pelaporan. Warga sekolah dilibatkan dalam pengelolaan akademik. dan tindak lanjut hasil pengawasan. e) Pemantauan pengelolaan sekolah dilakukan oleh komite sekolah atau bentuk lain dari lembaga perwakilan pihak-pihak yang berkepentingan secara teratur dan berkelanjutan untuk menilai efisiensi. proses. e. berkaitan dengan input. g. d. evaluasi. c.10. Sekolah melibatkan warga dan masyarakat pendukung sekolah dalam mengelola pendidikan. Masyarakat pendukung sekolah dilibatkan dalam pengelolaan nonakademik. Program Pengawasan a) Sekolah menyusun program pengawasan secara obyektif. Peranserta Masyarakat dan Kemitraan Sekolah a. SMP atau yang setara. d) Pengawasan pengelolaan sekolah meliputi pemantauan. dan akuntabilitas pengelolaan. supervisi. SD atau yang setara. f. Melaksanakan Pengawasan dan Evaluasi 1. Kemitraan SD/SDLB atau yang setara dilakukan minimal dengan SMP/SMPLB atau yang setara. atau yang setara dilakukan minimal dengan SMA/SMK/SMALB. Kemitraan SMA/SMK.

j) Pengawas sekolah melaporkan hasil pengawasan di sekolah kepada bupati/walikota melalui Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan dan sekolah yang bersangkutan. supervisi. dan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dalam pelaksanaan tugas. 4. kepala sekolah.Supervisi pengelolaan akademik dilakukan secara teratur dan berkelanjutan oleh kepala sekolah dan pengawas sekolah/madrasah. i) Kepala sekolah/madrasah melaporkan hasil evaluasi kepada komite sekolah dan pihak-pihak lain yang berkepentingan sekurang-kurangnya setiap akhir semester. 4) Sekolah menyusun Rencana Kerja Sekolah (RKS) berdasarkan hasil EDS. 3) Evaluasi diri sekolah dilakukan secara periodik berdasar pada data dan informasi yang sahih. sekurang-kurangnya dua kali dalam setahun. dan melakukan perbaikan dalam rangka pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan. pemakai lulusan. k) Setiap pihak yang menerima laporan hasil pengawasan menindaklanjuti laporan hasil pengawasan tersebut dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Evaluasi Diri Sekolah (EDS) a. 5) Sekolah melakukan pengisian EDS online. keseimbangan beban kerja. menilai kinerja. Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan direncanakan secara komprehensif pada setiap akhir semester dengan mengacu pada Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. dengan menggunakan lembaga akreditasi eksternal yang memiliki legitimasi. 2) evaluasi program kerja tahunan secara periodik sekurangkurangnya satu kali dalam setahun. Sekolah menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk mengikuti akreditasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. c. menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak meliputi: dewan pendidik. Evaluasi dan Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Proses evaluasi dan pengembangan KTSP dilaksanakan secara: a. dan pelaporan serta catatan tindak lanjut untuk memperbaiki kinerja sekolah. Sekolah melakukan evaluasi diri terhadap kinerja sekolah. Sekolah menetapkan prioritas indikator untuk mengukur. dan alumni. integratif dan monolitik sejalan dengan perubahan tingkat mata pelajaran. Akreditasi Sekolah a. Sekolah melaksanakan: 1) evaluasi proses pembelajaran secara periodik. maupun perubahan sosial. pada akhir semester akademik. Langkah-langkah pelaksanaan EDS sebagai berikut: 1) Sekolah membentuk Tim Pengembang Sekolah. l) Sekolah mendokumentasikan dan menggunakan hasil pemantauan. f) d. pada akhir tahun anggaran sekolah/madrasah. dalam pengelolaan pembelajaran dan pengelolaan secara keseluruhan. Sekolah meningkatkan status akreditasi. 3) Sekolah melakukan pengisian instrumen EDS kualitatif. g) Guru melaporkan hasil evaluasi dan penilaian sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah/madrasah dan orang tua/wali peserta didik. setelah dikonfirmasikan pada sekolah terkait. b. 6) Sekolah menyusun laporan EDS. berkala untuk merespon perubahan kebutuhan peserta didik dan masyarakat. 2) Sekolah melakukan sosialisasi EDS. komite sekolah. evaluasi. c. 3. b. Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan meliputi kesesuaian penugasan dengan keahlian. komprehensif dan fleksibel dalam mengadaptasi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mutakhir. h) Tenaga kependidikan melaporkan pelaksanaan teknis dari tugas masing-masing sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah. c. b. 2. 5. c. Sekolah harus terus meningkatkan kualitas kelembagaannya secara holistik dengan menindaklanjuti saran-saran hasil akreditasi. b. d. Evaluasi Pendayagunaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan a. termasuk memberikan sanksi atas penyimpangan yang ditemukan. serta perubahan sistem pendidikan. Evaluasi kinerja pendidik harus memperhatikan pencapaian prestasi dan perubahan-perubahan peserta didik. secara terus menerus melakukan pengawasan pelaksanaan tugas tenaga kependidikan. 28 29 .

melibatkan guru. r. efisien dan akuntabel. q. dan hubungan dunia usaha dan dunia industri. membuat rencana kerja strategis dan rencana kerja tahunan untuk pelaksanaan peningkatan mutu. kepala sekolah/madrasah dapat menugaskan guru untuk melaksanakan fungsi wakil kepala sekolah. Kepala SMA dibantu minimal tiga wakil kepala sekolah untuk bidang akademik.D. kekuatan. 6. 7. h. Sedangkan kepala SMK dibantu empat wakil kepala sekolah untuk bidang akademik. f. dan mempertahankan lingkungan sekolah/ madrasah dan program pembelajaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik dan pertumbuhan profesional para guru dan tenaga kependidikan. melaporkan data informasi sekolah yang telah terdokumentasikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. mengelola sistem informasi manajemen yang memadai untuk mendukung administrasi pendidikan yang efektif. meningkatkan mutu pendidikan. memfasilitasi pengembangan. membantu. menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif bagi peserta didik. Kepala dan wakil kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan memimpin yaitu seperangkat pengetahuan. b. sekolah: a. k. dikuasai. sehat. menjamin manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman. c. dan perilaku yang dimiliki. b. Dalam rangka menerapkan sistem informasi. Kepala sekolah dapat mendelegasikan sebagian tugas dan kewenangan kepada wakil kepala sekolah sesuai dengan bidangnya. membina. sarana-prasarana. o. menganalisis tantangan. Menjalankan Kepemimpinan Sekolah 1. menugaskan seorang guru atau tenaga kependidikan untuk melayani permintaan informasi maupun pemberian informasi atau pengaduan dari masyarakat berkaitan dengan pengelolaan sekolah/madrasah baik secara lisan maupun tertulis dan semuanya direkam dan didokumentasikan. dan kelemahan sekolah. berkomunikasi untuk menciptakan dukungan intensif dari orang tua peserta didik dan masyarakat. Dalam hal sekolah swasta. efisien. pengambilan keputusan tersebut harus melibatkan penyelenggara sekolah. dan pelaksanaan visi pembelajaran yang dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah. efektif dan mudah diakses. institusi dimaksud adalah penyelenggara sekolah. c. Kriteria untuk menjadi kepala dan wakil kepala sekolah berdasarkan ketentuan dalam standar pendidik dan tenaga kependidikan 3. l. 2. keterampilan. Wakil kepala sekolah dipilih oleh dewan pendidik. dan komite sekolah menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang beragam. d. dan diwujudkannya dalam melaksanakan tugas keprofesionalan sesuai dengan Standar Pengelolaan Satuan Pendidikan. e. serta memanfaatkan hasil supervisi untuk meningkatkan kinerja sekolah. memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga. 2. dihayati. Komunikasi antarwarga sekolah di lingkungan sekolah dilaksanakan secara efisien dan efektif. j. n. penyebarluasan. Kepala sekolah: a. komite sekolah dalam pengambilan keputusan penting sekolah. dilaporkan secara tertulis oleh kepala sekolah kepada institusi di atasnya. Dalam hal sekolah/madrasah swasta. menjaga dan meningkatkan motivasi kerja pendidik dan tenaga kependidikan dengan menggunakan sistem pemberian penghargaan atas prestasi dan sangsi atas pelanggaran peraturan dan kode etik. Menerapkan Sistem Informasi Sekolah 1. Kepala SMP/SMPLB dibantu minimal oleh satu orang wakil kepala sekolah 4. Setiap sekolah dipimpin oleh seorang kepala sekolah. profesi. bertanggung jawab dalam membuat keputusan anggaran sekolah. g. p. i. Dalam hal tertentu atau sekolah yang masih dalam taraf pengembangan. peluang. menjabarkan visi ke dalam misi target mutu. menyediakan fasilitas informasi yang efesien. E. saranaprasarana. 30 31 . dan efektif. dan proses pengangkatan serta keputusannya. menjalin kerja sama dengan orang tua peserta didik dan masyarakat. melaksanakan dan merumuskan program supervisi. d. bertanggung jawab atas perencanaan partisipatif mengenai pelaksanaan kurikulum. 5. dan kesiswaan. m. dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya. merumuskan tujuan dan target mutu yang akan dicapai. dan memobilisasi sumber memberi contoh/teladan/tindakan yang bertanggung jawab. kesiswaan. 8.

Alur Tahapan Kegiatan Kepala Sekolah AnalisisLingkungan Lingkungan Analisis Strategis Strategis SituasiPendidikan Pendidikan Situasi Saat Ini Saat Ini Kesenjangan Kesenjangan SituasiPendidikan Pendidikan Situasi yang Diharapkan yang Diharapkan Visi Visi Misi Misi TujuanSekolah Sekolah Tujuan Selama tahun Selama 44tahun LAMPIRAN-LAMPIRAN Strategi Strategi Pelaksanaan Program Pelaksanaan Program TargetPencapaian Pencapaian Target (Milestones) (Milestones) Rencana Rencana Anggaran Biaya Anggaran Biaya Monitoringdan danEvaluasi Evaluasi Monitoring 32 33 .

4. c. MANDIRI DAN BERWAWASAN GLOBAL 1. Menjalin kerjasama yang harmonis antar warga sekolah. Mengembangkan budaya sekolah yang religius melalui kegiatan keagamaan b. Semua kelas melaksanakan pendekatan pembelajaran aktif pada semua mata pelajaran. dan lembaga lain yang terkait. Mengembangkan berbagai kegiatan dalam proses belajar di kelas berbasis pendidikan karakter bangsa. serta tujuan umum pendidikan dasar. Menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial yang menjadi bagian dari pendidikan karakter bangsa. f. Misi. e. kewirausahaan. Mengoptimalkan proses pembelajaran dan bimbingan. Mengacu pada visi dan misi sekolah. a. Menanamkan Keimanan dan ketakwaan melalui pengamalan ajaran agama 2. Memanfaatkan dan memelihara fasilitas mendukung proses pembelajaran berbasis TIK. Misi: Tujuan : 34 35 . TERAMPIL.Contoh : Visi. dan Tujuan Sekolah Lampiran 1 Visi : TERWUJUDNYA PESERTA DIDIK YANG BERIMAN. Menjalin kerja sama dengan lembaga lain dalam merealisasikan program sekolah. 5. dan potensi peserta didik. tujuan sekolah dalam mengembangkan pendidikan ini adalah sebagai berikut ini. 3. Membina kemandirian peserta didik melalui kegiatan pembiasaan. Mengembangkan bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi berdasarkan minat. CERDAS. d. dan pengembangan diri yang terencana dan berkesinambungan. bakat.

Menetapkan Program/Kegiatan Rutin 3. SNP Visi/Misi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota TAHAP III TAHAP IV MENYUSUN PROGRAM & KEGIATAN Contoh : Format Analisis Kesenjangan antara situasi pendidikan sekolah saat ini dan yang diharapkan 4 tahun ke depan. Menetapkan Program/Kegiatan Strategis 2.00 2 tingkat 37 Dan sebagainya Dan sebagainya . 1 1.2 Prestasi non akademik sekolah masih rendah (ratarata mencapai kejuaraan tingkat kabupaten/kota) Proses pembelajaran sudah memenuhi standar nasional pendidikan. Menetapkan Jadwal RKT MENETAPKAN KONDISI SEKOLAH/ MADRASAH SAAT INI MENYUSUN RENCANA ANGGARAN SEKOLAH/ MADRASAH MENETAPKAN KONDISI SEKOLAH/ MADRASAH YANG DIHARAPKAN Harapan Contoh : Proses Penyusunan RKS/M dan RKT No. MENYUSUN RKT RKAS/M Langkah 2: Membuat Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKAS/M) 1.00) Prestasi non akademik sekolah tinggi (rata-rata minimal mencapai kejuaraan tingkat nasional) 50% Standar Kelulusan: KKM: 50% NUAN: 2. yaitu baru 50% guru melaksanakan CTL Dan sebagainya 3.1 Kondisi saat ini Standar Isi: Kurikulum Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Standar Isi: Besarnya Tantangan Nyata Standar Isi: Kurikulum 70% memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran belum disusun untuk kelas 1-6 semua mapel) Dan sebagainya 2. Indikator Kegiatan.1 Standar Kelulusan: Prestasi akademik lulusan belum memenuhi standar nasional pendidikan (rata-rata KKM 50% dan rata-rata NUAN 6. yaitu 100% guru melaksanakan CTL Dan sebagainya Standar Kelulusan: Prestasi akademik lulusan sudah memenuhi standar nasional pendidikan (KKM 100% dan NUAN 8.00) 3. 3.Lampiran 2 36 TAHAP I TAHAP II TAHAP V Pemangku Kepentingan Melakukan Kondisi Nyata Sekolah/Madrasah Tantangan (Utama) Langkah 1: Merumuskan Visi Langkah 2: Merumuskan Misi Langkah 1: Merumuskan Rencana Kerja Tahunan (RKT) Langkah 3: Merumuskan Tujuan Langkah 4: Merumuskan Sasaran & Indikator Kinerja Langkah 1: Merumuskan Program dan Menetapkan Penanggungjawab Program Langkah 2: Menentukan Kegiatan. dan Jadwal Kegiatan Langkah 1: Membuat Rencana Biaya Program Langkah 1: Membuat Rencana Pendanaan Program Langkah 3: Menyesuaikan Rencana Biaya dengan Sumber Pendanaan Acuan Standar Sekolah SPM.1 Pengembangan Proses Pembelajaran: Kurikulum 100% memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran sudah disusun untuk kelas 1-6 semua mapel) Dan sebagainya Pengembangan Proses Pembelajaran: 30% Proses pembelajaran belum memenuhi standar nasional pendidikan. 2.

Kondisi saat ini Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan: Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan: Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan: 4. Kondisi saat ini Pengembangan Pembiayaan: Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Pengembangan Pembiayaan: Besarnya Tantangan Nyata Pengembangan Pembiayaan: Pembiayaan masih rendah (di bawah 70.000 rupiah per bulan per anak) Dan sebagainya Pengembangan Penilaian: Pengembangan Penilaian: 8. 4. baik tingkat kesulitas maupun model-model yang digunakan) Dan sebagainya Guru dan sekolah 100% melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan kurikulum atau standar nasional pendidikan 20% Dan sebagainya Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Besarnya Tantangan Nyata 39 . bahan ajar.1 60% 7.000 rupiah per bulan per anak atau sekitar 40-%) Dan sebagainya 8. sumber belajar 100% memenuhi standar nasional pendidikan 25% 6. Pengembangan Pengelolaan: Prasarana. sarana.1 70% Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya 100% Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya No. 7. bahan ajar. Pengembangan Penilaian: Pembiayaan memenuhi standar nasional (di atas 150.1 Prasarana. sumber belajar terdapat rata-rata 75% memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya Dan sebagainya Pengembangan Pengelolaan: Pengembangan Pengelolaan: 30% 6.1 Guru dan sekolah 80% melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan kurikulum atau standar nasional pendidikan (rata-rata masih di bawah standar nasional. media pembelajaran. Pengembangan Prasarana dan Sarana: 5. media pembelajaran.38 No.1 Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat 100% sudah memenuhi standar nasional pendidikan 20% Dan sebagainya Pengembangan Prasarana dan sarana: Pengembangan Prasarana dan sarana: Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat 80% memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya 5. sarana.

… ..1.1.. …………………….........…….… ....................… ..1 2. s..2…… … DST JUMLAH (RP) ...1…… 2.../……….d tahun ke IV 41 .....… ....… .. SUMBER DANA LAINNYA .… .1 Pengembangan Standar Isi Jumlah 01 2 2.. ..... ..SSN BOS RUTIN SUMBER DANA LAINNYA RUTIN BOS SSN ......1…… 1. ...... ..… Contoh Format : RKAS RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SEKOLAH TAHUN PELAJARAN : …….… ........ TAHUN DAN SUMBER DANA PROGRAMPROGRAM STRATEGIS TAHUN I TAHUN II Dst.. ..… .......… ....... . KOMITE SEKOLAH 1 Pengembangan Standar Isi Pengembangan Standar Isi 1.. PROVINSI ………………………...……...............… ...1 Jumlah 02 3 dst Jumlah Total Pengembangan Standar Proses JUMLAH (RUPIAH) 40 Contoh Format : RKJM RENCANA KERJA SEKOLAH JANGKA MENENGAH (RKJM) SEKOLAH………………………… KAB........… .…….. .......1 1.… Pengembangan Standar Proses KOMITE SEKOLAH ..........… ...2…… … DST 2 Pengembangan Standar Proses 2... ......… .……. No Uraian Program Volume Satuan Harga Satuan Jumlah Harga APBD Prop APBD Kab Bagus APBN BOS RTN BOS BUKU Masyarakat Sumb Sumb Komputer Bangunan Sukarela Sumber Dana Lainnya 1 1... ...… ..

STANDAR PROSES Silabus sudah sesuai/relevan dengan standa 2.PROGRAM PRIORITAS (RENCANA KERJA TAHUNAN) Nama Sekolah Alamat Kecamatan Kab / Kota Provinsi : ………………………………………………………… : ………………………………………………………… : ………………………………………………………… : ………………………………………………………… : ………………………………………………………… 42 SKALA PRIORITAS NO 1 2011/ 2012 STANDAR REKOMENDASI PROGRAM 2 2012/ 2013 3 2013/ 2014 4 2014/ 2015 1 1. kebutuhan sosial masyarakat. Sekolah menyediakan kegiatan ekstra kurikuler untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik. dan pengayaan bagi siswa. 2. kondisi budaya.1. RPP dirancang untuk mencapai pembelajaran efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik Dst REKOMENDASI PROGRAM 1 2 3 4 43 . STANDAR Sekolah menyediakan kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik 1.1. Kurikulum sudah sesuai dan relevan STANDAR ISI SKALA PRIORITAS NO 1. 2.1. 1.1. 2. Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan panduan KTSP. Pengembangan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan menggunakan panduan yang disusun BSNP. rencana program remedial.3. Silabus dikembangkan berdasarkan Standar Isi (SI). 2.2. 1.2. dan kebutuhan pembelajaran. Kurikulum dibuat dengan mempertimbangkan karakter daerah.1. Sekolah menyediakan layanan bimbingan dan konseling untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik.2.1.2. 1. usia peserta didik.1. 1.2.1.1. Kurikulum telah menunjukan adanya alokasi waktu.2.1.2. Silabus diarahkan pada pencapaian SKL.

KOMITE SEKOLAH KEPALA SEKOLAH Lampiran 3 TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH (TAS) LABORAN PUSTAKAWAN GURU KELAS I GURU KELAS II GURU KELAS III GURU KELAS IV GURU KELAS V GURU KELAS VI GURU AGAMA GURU PENJAS GURU MULOK PENJAGA SEKOLAH PENJAGA SEKOLAH PESERTA DIDIK Ket: 45 Instruksi Koordinasi .44 Alur Manajemen Stratejik Pengelolaan Sekolah Kajian Faktor Lingkungan Perumusan Strategi Implementasi Strategi Visi-Misi Tujuan Strategi Kebijakan Internal Struktur Budaya Sumber Daya Program Anggaran Prosedur Kinerja Eksternal Lingkungan Sosial Evaluasi Pengendalian Contoh : STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH Contoh : STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH SD…………………………….

46 Contoh : STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH SMP……………………………. KOMITE SEKOLAH KEPALA SEKOLAH WAKA TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH (TAS) LABORAN PUSTAKAWAN WALI KELAS VII WALI KELAS VII WALI KELAS VII GURU MATA PELAJARAN GURU BP/BK PESERTA DIDIK Ket: Instruksi Koordinasi Contoh : STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH SMA……………………………. KOMITE SEKOLAH KEPALA SEKOLAH WAKA WAKA WAKA TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH (TAS) LABORAN PUSTAKAWAN WALI KELAS VII WALI KELAS VII WALI KELAS VII GURU MATA PELAJARAN GURU BP/BK PESERTA DIDIK Ket: 47 Instruksi Koordinasi .

Siswa Menurut Kelas.Contoh : STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH SMK…………………………….Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) . Asal. 48 KOMITE SEKOLAH KEPALA SEKOLAH WAKASEK MANAJEMEN MUTU KEPALA TATA USAHA STAF TATA USAHA WAKA SEK HUBIN/HUMAS WAKA SEK HUBIN/HUMAS WAKA SEK SARPRAS WAKA SEK KESISWAAN KAPROG KAPROG KAPROG KAPROG KOORDINATOR KOORDINATOR KOORD. BP/BK KEPALA PUSTAKAWAN WALI KELAS GURU Ket: Instruksi Koordinasi PESERTA DIDIK Contoh : KELENGKAPAN ADMINISTRASI KEPALA SEKOLAH Lampiran 4 KETERANGAN NO I 1 KOMPONEN ADA ADMINISTRASI PROGRAM PENGAJARAN Rencana Kerja: . dan JK .RKAS PK-1 Jadwal Pelajaran Sekolah PK-2 Daftar Pembagian Tugas Guru PK-3 Daftar Pemeriksaan Persiapan Mengajar PK-4 Daftar Penyelesaian Kasus Khusus di Sekolah PK-5 Daftar Hasil UAS PK-6 Rekapitulasi Kenaikan Kelas PK-7 Daftar Penyerahan STTB PK-8 Catatan pelaksanaan Supervisi Kelas PK-9 Hubungan Kemasyarakatan PK-10 Laporan Penilaian Hasil Belajar TIDAK ADA 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 II ADMINISTRASI KESISWAAN 49 1 2 3 4 5 6 Formulir Pendaftaran Siswa Baru Daftar Calon Siswa Baru Kelas I Daftar Siswa Baru Kelas I Buku Induk Siswa Buku Klaper Jml.Rencana Kerja Tahunan (RKT) .

Siswa Menurut Usia. Kelas.Buku Pengumuman .Buku Agenda .KETERANGAN NO ADA 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 III 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Rencana Kebutuhan Pegawai/Guru Usulan Pengadaan Pegawai dan Tenaga Kependidikan Usul Pengangkatan CPNS Daftar Riwayat Hidup Usul Kenaikan Gaji Daftar Usul Penetapan Angka Kredit Buku Catatan Penilaian PNS DP-3 PNS Daftar Urut Kepangkatan PNS Buku Cuti Pegawai ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN Jml.Data Statistik Sekolah .Buku Administrasi Perpustakaan .Buku Notulen Rapat .Struktur Organisasi Sekolah . dan JK Papan Absensi Harian Siswa Buku Rekapitulasi Harian Absensi Siswa Buku Absensi Bulanan Siswa Buku Rekapitulasi Bulanan Absensi Siswa Surat permohonan Pindah Sekolah Surat Keterangan Pindah Sekolah Mutasi Siswa Selama Semester Daftar Calon Peserta Ujian Sekolah Daftar Peserta UAS dan Prestasinya Tanda Peserta UAS Daftar Masuk SMP Daftar Kenaikan Kelas Daftar Rekapitulasi Kenaikan Kelas/Lulusan Tata Tertib Siswa 50 KOMPONEN TIDAK ADA KETERANGAN NO 10 11 12 13 14 15 16 IV 1 2 3 4 5 V KOMPONEN ADA Daftar Susunan Keluarga Daftar Hadir Tidak Hadir Peg./Guru Daftar Rangkuman Tidak Hadir Pegawai/Guru (bulanan) Data Kepegawaian Kartu Pribadi Pegawai/guru Papan Kegiatan Kepala Sekolah File Data Kepegawaian ADMINISTRASI KEUANGAN KEU-1 KEU-2 KEU-3 KEU-4 RAPBS Buku Kas Umum Buku Kas Pembantu Rangkuman Penerimaan dan Pengeluaran Keuangan Sekolah KEU-5 Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Sekolah ADMINISTRASI PERLENGKAPAN TIDAK ADA 51 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 PERL-1 Buku Pemeriksaan Perlengkapan/Barang PERL-4 Buku Inventaris Perlengkapan/Barang PERL-5 Daftar Usul Pengadaan Barang .Buku Ekspedisi .

....... Kenaikan tk/penjurusan e. e. Evaluasi belajar d.. f. c. PERHITUNGAN HARI SEKOLAH DAN LIBUR SEKOLAH JENIS SEKOLAH TAHUN PELAJARAN : ……………………………………………………… : ……………………………………………………… HARI LIBUR NO 1 SEMESTER SEMESTER 1 Juli Agustus September Oktober Nopember Desember 2 SEMESTER 2 Januari Februari Maret April Mei Juni Jumlah BULAN HARI KERJA SMT MINGGU UMUM PUASA KHUSUS HARI BELAJAR 53 JUMLAH SATU TAHUN PELAJARAN ... : ………. Penjelasan TT sekolah c. Persiapan mengajar b...….. 2 a...... d...52 CONTOH : FORMAT ADMINISTRASI SEKOLAH Identitas sekolah (Nama dan Alamat Sekolah) : ……….. Penyajian pelajaran c... Penjelasan TT fasilitas sekolah 3 Kegiatan Belajar Mengajar Hari pertama masuk sekolah Pendaftaran calon siswa Seleksi calon siswa Pendaftaran calon siswa yang diterima Perpindahan siswa Perencanaan kelas Penyusunan jadwal pelajaran Pembagian tugas guru Persiapan tahun pelajaran KEG/BLN JULI AGS SEPT OKT NOP DES JAN FEB MAR APR MEI JUN 4 5 6 7 a. Pekan orientasi b.…. : ………. b. g....…. Tamat belajar Upacara Sekolah Kegiatan dalam libur Kegiatan Ekstrakurikuler Bimbingan siswa PERHITUNGAN HARI SEKOLAH DAN LIBUR SEKOLAH Identitas sekolah (Nama dan Alamat Sekolah) : ……….…. JADWAL KEGIATAN SEKOLAH TAHUN PELAJARAN 2010/2011 NO 1 a...

... : ..... 1 2 3 4 5 6 Nama Bulan Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah SEMESTER GENAP I. No.... Jumlah (∑) minggu efektif riil = ∑ minggu/semester 30 – ∑ minggu tidak efektif 11 = 19 minggu/jam tatap muka No.. III.... : ...... No.... Jumlah (∑) Minggu tidak Efektif ......... 1 2 3 4 5 6 Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah hari tdk masuk Jumlah hari kegiatan sekolah Jumlah Nama Bulan Jumlah Minggu 2 Minggu 0 Minggu 2 Minggu 2 Minggu 0 Minggu 1 Minggu 3 Minggu 1 Minggu 11 Minggu Nama Bulan Jumlah Minggu 5 Minggu 5 Minggu 5 Minggu 5 Minggu 5 Minggu 5 Minggu 30 Minggu PERHITUNGAN KALENDER PENDIDIKAN SEMESTER GANJIL/GENAP : ...... Nama Bulan Jumlah Minggu 5 Minggu 4 Minggu 5 Minggu 4 Minggu 5 Minggu 5 Minggu 28 Minggu Jumlah Minggu 2 Minggu 5 Minggu 3 Minggu 3 Minggu 4 Minggu 2 Minggu 19 Minggu 55 No.54 Sekolah Mata Pelajaran Tahun Pelajaran SEMESTER GANJIL I.. 1 2 3 4 Januari Februari Maret April Jumlah Minggu 1 Minggu 1 Minggu 1 Minggu 1 Minggu .... Jumlah (∑) Minggu tidak Efektif ........................ Jumlah (∑) Minggu/Semester...... Jumlah (∑) Minggu/Semester. No....................... 1 2 3 4 5 6 Nama Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Jumlah II........... 1 2 3 4 5 6 Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah II.

jam tatap muka =... Untuk menentukan jumlah jam dari masing-masing mata pelajaran/kompetensi bedasarkan pada analisis SK/KD atau pemetaan kurikulum implementatif yang telah divalidasi.. ........ ............. 2.. jam tatap muka....... Mengetahui.........………. Catatan: 1.......... 57 Keterangan : Untuk semester 2 dibuat sama dengan semester 1 bulannya diganti. Jumlah (∑) jam efektif/semester ganjil = . x ................. Jakarta.. Jumlah (∑) jam efektif/semester genap =..... x .. Guru Mapel . tiap semester jumlah jam satu mata pelajaran/kompetensi kemungkinan berbeda.. Kepala Sekolah L P J L P J I II III …………….. Jumlah (∑) minggu efektif riil = ∑ minggu/semester 28 – ∑ minggu tidak efektif 12 = 16 minggu/jam tatap muka No... 5 6 Mei Juni Jumlah hari kemungkinan tidak masuk Jumlah hari kegiatan sekolah Jumlah 2 Minggu 2 Minggu 2 Minggu 2 Minggu 12 Minggu Contoh: FORMAT DAFTAR KEADAAN SISWA DAFTAR KEADAAN SISWA JENIS SEKOLAH TAHUN PELAJARAN SEMESTER : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… TINGKAT NO PROGRAM STUDI BULAN/SISWA 1 2 3 4 5 6 Juli Agustus September Oktober Nopember Desember ……………... jam tatap muka = .56 III.... jam tatap muka. NIP........……….. Kepala Sekolah........... ...... ………. 1 2 3 4 5 6 Januari Februari Maret April Mei Juni Jumlah Nama Bulan Jumlah Minggu 4 Minggu 3 Minggu 4 Minggu 2 Minggu 2 Minggu 1 Minggu 16 Minggu IV... Jumlah jam tatap muka disesuaikan dengan jumlah jam masing-masing mata pelajaran/kompetensi yang tertera pada Jadual tatap muka..................

Dilaksanakan pada tanggal ………………………….3 dari butir 3 …………………………………………… 6..2 dari butir 2 …………………………………………… 5....3 Ulangan formatif ke 3 dilaksanakan pada tanggal ….% 3. nilai rata-rata kelas ………….…. NIP. Jumlah minggu belajar : ……………….. 5.…... : ………………………….. : ……….1 dari butir 1 …………………………………………… 5.... : ………………………………………. 4.... Evaluasi belajar semester (sumatif/ulangan umum) nilai rata-rata kelas ……………….. 3..... Pemecahannya ... Pencapaian target Silabus : ………………. Masalah dan hambatan yang timbul 5.. 2011 Kepala Sekolah …………………….. : ………………………………………..... nilai rata-rata kelas …………. LAPORAN KENAIKAN TINGKAT/KELUAR/LULUS JENIS SEKOLAH TAHUN PELAJARAN PROGRAM STUDI 01 I 02 03 07 08 II 04 TINGKAT III 05 06 : ……………………………………………………… : ……………………………………………………… JUMLAH 09 10 11 1 (diisi awal tahun) 2 Siswa yang tinggal kelas Program studi Tinggal kls Keluar Lulus Orang % Orang % Orang % Program studi Tinggal kls Keluar Lulus dst Orang % ……………………………. 3....4 Ulangan formatif ke 4 dilaksanakan pada tanggal …...1 Ulangan formatif ke 1 dilaksanakan pada tanggal …… nilai rata-rata kelas ……... CONTOH: FORMAT REKAPITULASI PELAKSANAAN PROSES BELAJAR REKAPITULASI PELAKSANAAN PROSES BELAJAR MENGAJAR SEKOLAH ALAMAT REKAPITULASI TAHUN PELAJARAN MATA PELAJARAN/KLS SEMESTER : ………………………….2 Ulangan formatif ke 2 dilaksanakan pada tanggal …… nilai rata-rata kelas ………… 3...... : ………………………………………...58 CONTOH: FORMAT LAPORAN KENAIKAN TINGKAT/KELUAR/LULUS Identitas sekolah (Nama dan Alamat Sekolah) : ………. 59 1.... Pelaksanaan Formatif dan nilai yang dicapai 3...minggu 2.….

. Kesimpulannya : ……………………………………………………………………………………………………………………………………… DAFTAR KEADAAN SISWA MENURUT TINGKAT TAHUN PELAJARAN BULAN : ……………………………………………………… : ……………………………………………………… BANYAK KELAS PROGRAM STUDI I II III L P L P L P L P L P L P L P L P JML KLS I JML SISWA BLN YANG LALU II III JML SISWA BLN INI JML I II III JML ……………………………...2 dari butir 2 …………………………………………… 6... : ……….2011 Guru ybs..... NIP..3 dari butir 3 …………………………………………… 7.….1 dari butir 1 …………………………………………… 6. NIP.... Kepala Sekolah 61 ……………………... CONTOH: FORMAT DAFTAR KEADAAN SISWA MENURUT TINGKAT Identitas sekolah (Nama dan Alamat Sekolah) : ………............60 Mengetahui Kepala Sekolah ………………………. …………………………. ... .. ………………………….. 6.. NIP..….

.……… 63 Tgl.......… ..../jam : ……….. Bulan dan Tahun Uraian : ……………………………………………...…. NIP... : ………. Nama dan Paraf Pejabat Penilai ……………………………... Kepala Sekolah CATATAN : S . . RAHASIA BUKU CATATAN PENILAIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL Nama NIP No. : ……………………………………………. 06 Jumlah Diterima oleh : …......62 CONTOH: FORMAT BUKU CATATAN PENILAIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL Identitas sekolah (Nama dan Alamat Sekolah) : ………. Karpeg No.... Alpa …………………….…..... Sakit I .... Tanggal...... : ……………………………………………. CONTOH: FORMAT PENGANTAR SURAT KOP SURAT LEMBAR PENGANTAR SURAT RUTIN Unit Pengolah/Penerima Nomor urut 01 Asal surat 02 Tanggal 03 Tanggal Penyampaian Nomor 04 Perihal 05 Ket. Izin A .

....64 CONTOH: FORMAT KARTU KENDALI CONTOH KARTU KENDALI KOP SURAT Indeks Hal : : Kode Tgl ............. NO.... URUT ASAL SURAT TGL SURAT NO.......Urut : M K Lampiran : Dari : Nomor : Pengolah : Catatan : CONTOH: FORMAT SURAT RAHASIA KOP SURAT LEMBAR PENGANTAR SURAT RAHASIA Unit Pengolah : ....................... Jumlah Diterima oleh : …........./jam : ………......…… 65 Tgl...................... Tanggal Penyampaian : .…............................ SURAT KET................ : No....… ..

...... ................................................................................ Kepada Yth ……………………………........................................................................................................................................................................... Nomor Isi surat/barang Jumlah Keterangan Nama Jabatan Cap Dinas Tanda tangan Nama terang NIP Tembusan Yth : CONTOH: SURAT PENGUMUMAN Contoh: Surat Pengumuman KOP SEKOLAH SURAT PENGUMUMAN ... …………………………….......................................................................... Nama Jabatan Cap Dinas Tanda tangan 67 Nama terang NIP ...................................................................................................................................66 CONTOH: FORMAT SURAT PENGANTAR KOP SURAT SURAT PENGANTAR Nomor: .......................................................... ................................................................................................................................................................................. ……………………………. ...................................... .................................................................................................................................................................................................................................. ..........................................................................................................................................

. 3........ 69 ...............……….. 8. 4.............. tahun …….............. Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 Undang-Undang No..………………………… 2... MENIMBANG : 1.68 CONTOH: FORMAT BUKU TAMU PEMBINAAN BUKU TAMU PEMBINAAN Tanggal No.. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Inpres No.. Pekerjaan Nama Maksud Diterima Catatan CONTOH: PETUNJUK TEKNIS PENGEMBANGAN DIRI PESERTA DIDIK Lampiran 5 KEPALA SEKOLAH …………………..… yang bertanggung jawab....……. tahun pelajaran …........ 226/C/Kep/O/1992 Tentang Pedoman Pembinaan Kesiswaan RKAS Sekolah……........ 2................... 5..6 Tahun 2009 Inpres No.......... dipandang perlu untuk segera diadakan penyempurnaan dan pemantapan kegiatan kesiswaan di Sekolah……………... MENGINGAT : 1..... kokurikuler dan ekstra kurikuler serta untuk terciptanya pembentukan tamatan Sekolah………................... maka dipandang perlu untuk dikeluarkan Standar Operasional Prosedur Pembinaan Kegiatan Kesiswaan berbasis karakter bangsa bagi Siswa ………….... Bahwa sesuai dengan pengalaman dan perkembanagn sistem pendidikan yang ada di Sekolah………............ 7.......……….......................... Strategik Planing Pengembangan Sekolah …….. Bahwa dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan di Sekolah……….…... 6..……… dan terpadunya kegiatan intra kurikuler..…......... 0461/II/1984 tentang Pembinaan Kesiswaan SK Ditjen Dikdasmen No.1 Tahun 2010 SK Mendikbud No...

BAB II ASPEK-ASPEK KEGIATAN Pasal 5 1. Memberi nilai kepada siswa yang dibinanya sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam lampiran II keputusan ini.. Aspek-aspek kegiatan kesiswaan yang dapat diperhitungkan nilai kegiatan pembinaan karakter bangsa bagi siswa meliputi : a........ yang menunjang kegiatan kurikuler dan merupakan salah satu jalur pembinaan dan pengembangan potensi dan bakat siswa di Sekolah…………….. 2... Menghargai peran aktif siswa dalam kegiatan ko kurikuler dan ekstra kurikuler Mengembangkan dan meningkatkan kegiatan ko kurikuler dan ekstra kurikuler melalui pengamatan aktif dan penilaian yang teratur Untuk memberi kemudahan didalam memberikan penilaian dan pembinaan kegiatan siswa yang bersifat ko kurikuler dan ekstra kurikuler Pasal 3 Sifat Kegiatan Satuan Kegiatan Pembinaan Karakter Bangsa bagi Siswa (PKBS) bersifat individual yaitu masing-masing siswa yang menciptakan atau berinisiatif untuk mengadakan............MEMUTUSKAN MENETAPKAN : Keputusan Kepala Sekolah…….... memberi motivasi dan mengontrol kegiatan siswa yang dibinanya dalam mempraktikkan nilai-nilai karakter b....................….. Satuan Kegiatan Pembinaan Karakter Bangsa bagi siswa (PKBS) adalah satuan kegiatan kesiswaan dalam jangka waktu tertentu yang diprogramkan untuk memenuhi persyaratan dalam penyelesaian studi pada setiap semester atau tahun di Sekolah…………............. siswa teladan/berprestasi dan fasilitas lainnya... ......... Memberi rekomendasi dan keterangan mengenai siswa yang dibina kepada pihak-pihak yang memerlukan....…... menjadi pengurus organisasi intra sekolah (OSIS) serta predikat lulusan terbaik. Mengembangkan dan meningkatkan bakat dan minat siswa dalam usaha menghasilkan tamatan yang beriman.... Kegiatan Pembinaan Karakter Bangsa bagi siswa (PKBS) dapat dijadikan sebagai pertimbangan untuk pengusulan bea siswa. guru mata pelajaran/guru kelas yang bersangkutan dan ditetapkan oleh sekolah....... c. Pasal 2 Tujuan Satuan Kegiatan Pembinaan Karakter Bangsa bagi siswa (PKBS) bertujuan : 1..... 3... Pembina kegiatan kesiswaan adalah guru pembina siswa... berilmu amaliyah dan beramal ilmiah yang penuh tanggung jawab dan profesionalisme....... tentang Standar Operasional Prosedur Pembinaan Kegiatan Kesiswaan Siswa Sekolah…..….... Membantu memperlancar proses belajar siswa dalam menunjang kemampuannya dibidang akademik dan non akademik.…........ Tugas dan tanggung jawab pembina adalah : a.. 5. 4... 3..... 70 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Pengertian 1. Kegiatan Pembinaan Karakter Bangsa bagi siswa (PKBS) adalah kegiatan siswa Sekolah …... Pasal 4 Pembina 1.......... 6... mengikuti suatu kegiatan ko kurikuler dan ekstra kurikuler yang telah ditentukan aspeknya sebagaimana akan diatur dalam pasal 5........ Aspek keagamaan dan moral Pancasila 71 .... Membantu tercapainya peembentukan manusia Indonesia yang berkwalitas 2... Mengerahkan.. 2..

2. b...... Kegiatan Pembinaan Karakter Bangsa bagi siswa (PKBS) pada dasarnya merupakan kegiatan yang terintegrasi setiap matapelajaran dari berbagai aspek yang wajib diikuti oleh siswa.. Nilai kegiatan diberikan kepada siswa yang melaksanakan kegiatan dengan menunjukkan bukti resmi baik berupa sertifikat/piagam.....72 2. Aspek keagamaan dan Moral Pancasila sekurang-kurangnya 30% Aspek penalaran dan idialisme sekurang-kurangnya 20 % Aspek kepemimpinan dan loyalitas sekurang-kurangnya 20 % Aspek pemenuhan bakat dan minat sekurang-kurangnya 20 % Aspek pengabdian masyarakat sekurang-kurangnya 10 % BAB IV SISTEM PENILAIAN DAN ADMINISTRASI Pasal 9 1. Beban satuan kegiatan kesiswaan yang harus ditempuh oleh setiap siswa yang akan menyelesaikan studinya pada setiap semester di Sekolah. Aspek Penalaran dan Idealisme Aspek Kepemimpinan dan loyalitas terhadap sekolah..….. d. d. calon penerima bea siswa dan penentuan predikat siswa berprestasi/teladan serta tamatan terbaik adalah diambil yang terbanyak jumlah satuan kegiatan kesiswaan (PKBS) dari jumlah siswa yang diusulkan dari masing-masing kelas/jurusan/program keahlian. e... c.. Predikat nilai akhir kegiatan kesiswaan didasarkan oleh tinggi rendahnya nilai kredit kegiatan kesiswaan yang diperoleh. keterangan penyelenggara. Pasal 8 Prosentase masing-masing aspek kegiatan sebagaimana diatur dalam pasal 6 yang harus ditempuh oleh siswa yang akan menyelesaikan studinya pada setiap semester sebagaimana tersebut pada pasal 7 ayat (1) adalah: a. 2.. Jenis dan bobot nilai dari berbagai aspek dalam ayat (1) pasal ini sebagaimana terdapat dalam lampiran I dan II pada Keputusan ini.. sekurang-kurangnya adalah bernilai BAIK untuk setiap satuan kegiatan kesiswaan (PKBS) yang harus ditempuh/diselesaikan/dimiliki sebelum melanjutkan semester berikutnya.... dinyatakan dalam table berikut : Nilai Kredit yang diperoleh 86.. Beban satuan kegiatan kesiswaan untuk pertimbangan bagi siswa yang akan menjadi pengurus OSIS. BAB III BEBAN SATUAN KEGIATAN PEMBINAAN KARAKTER KESISWAAN Pasal 7 1... Yang berhak memberikan nilai adalah Guru Pembina Kegiatan yang bersangkutan..... e. bangsa dan agama.. 2... Kepala Sekolah / Wakil Kepala Sekolah/ Ketua Program/Wali kelas/ Pembina Kesiswaan dapat menentukan program kegiatan kesiswaan wajib dan pilihan bagi setiap siswa..……..keatas 76-85 66-75 50-65 00-49 Predikat Istimewa Baik Sekali Baik Cukup Kurang Simbol A AB B C D 73 . negara. tulisan maupun keterangan lain yang dapat dipertanggung jawabkan. c.. 3. b. Aspek pemenuhan minat dan bakat siswa Aspek pengabdian pada masyarakat Pasal 6 1..

Praktikum Agama 6. Ditetapkan di : Pada tanggal : ………. Debat Bahasa Inggris 4. Dakwah/Penyuluhan/Khotbah 5.. Lomba Pidato 8. Pengurus /anggota Organisasi sekolah 3. Penelitian Remaja 5. maka semua ketentuan yang bertentangan dengan pedoman ini dinyatakan tidak berlaku. Lomba PKS/OSN 7. Aspek Kepemimpinan dan Loyalitas: 1.…… dengan ketentuan apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan akan diadakan perbaikan dan penyesuaian sebagaimana mestinya... Aspek Penalaran dan Idealisme: 1. Pengurus OSIS 2. Bulletin/Majalah 12. Setiap siswa mendapatkan buku kegiatan yang berisi rincian kegiataan yang dilakukan dan penilaian dari pembimbing/pembina kegiatan... Lokakarya 6.. JENIS DAN SIFAT KEGIATAN Wajib A. Diskusi Ilmiah/Panel 2. Rohis/Rokris/Rohani Hindu/Rohani Budha 2.. Bagi Bapak/Ibu guru yang akan memberikan tugas ko kurikuler dan ekstra kurikuler kepada siswa supaya mengacu pada pedoman ini. LAMPIRAN I : SIFAT KEGIATAN No... ………………….. Peringatan Hari Besar Agama/Nasional 3. Kepala Sekolah…………. dst B..………. LDKS Pilihan I Pilihan II Pilihan III Pengembangan 75 . Dengan berlakunya Standar Operasional Prosedur Kegiatan Kesiswaan ini... Pasal 12 Keputusan ini berlaku mulai tahun ajaran ………. 74 BAB V PENUTUP Pasal 10 1. 2.………………... Mading 10.. Pasal 11 Hal-hal yang belum diatur dalam pedoman ini akan ditentukan kemudian. dst C. Kursus/Diklat 9. Seminar 3. Dakwah sekolah/Persekutuan Doa 4.. Aspek Keagamaan dan Moral Pancasila: 1.4.. Bedah Buku 11..………….

Kasidah Nasid 5. Bulutangkis 3. Yudo 9. Seni Baca Al-Qur'an 2. Tari Tradisionil 9. Bridge 11. Bola Volly 2. Orkes Melayu 4. 6. Sepak Bola 6. Silat 7. Paduan Suara 7. SAR/PMR 4. Catur 10. Band/Vokal Group 3.76 4. dst Catatan : Jenis kegiatan disesuaikan dengan Jenis dan Jenjang sekolah 77 . Atletik 12. 7. Aspek Pemenuhan Bakat dan Minat Siswa : (1) Cabang Olah Raga: 1. Tenis lapangan 4. Karate 8. 5. Bola Basket 5. Khotbah/Pengajian 5. Donor darah 3. Folksong 6. Aspek Pengabdian pada Masyarakat: 1. D. Bansos 2. Kaligrafi/Melukis 10. 8. dst (2) Cabang Kesenian: 1. dst Koperasi Siswa Wirausaha Studi Banding Kunjungan Industri Dst E. Teather 8.

. Baru dan sem I Perkiraan libur umum 4 Perkiraan Libur Umum 19-22 31 UTS Penerimaan Rapor UTS April 2012 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 6 9-12 16-19 HBE = 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Perkiraan Libur Umum UKK Kelas VI US Mei 2012 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 1-6 17 HBE = 19 6 7 1 2 3 4 5 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 UN Perkiraan Libur Umum Juni 2012 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 11-15 30 HBE = 12 3 4 5 6 7 1 2 8 9 10 11 12 13 14 15 16 UKK I-V Penerimaan Raport/Penkre 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 KEPALA SEKOLAH 79 ------------------------------NIP:.78 Contoh : Kalender Pendidikan Sekolah Lampiran 6 KALENDER PENDIDIKAN TAHUN PELAJARAN 2011-2012 SEMESTER I Juli 2011 Minggu Senin 4 5 6 7 1 2 Hari Pertama masuk sekolah Perkiraan libur Awal Ramadhan 1 -2 17 23-29 30-31 Libur Awal Ramadhan HUT RI Ke-67 Libur Ramadhan Idul Fitri HBE = 15 Agustus 2011 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 6 13 20 27 5 12 19 26 4 11 18 25 Kamis Jum'at Sabtu 1-7 HBE = 14 September 2011 Minggu Senin Selasa Rabu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 7 14 15 16 30 31 17 24 23 22 29 21 28 8 9 10 HBE = 17 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 3 11 12 13 14 15 16 23 30 22 29 21 28 20 27 3 19 26 2 18 25 1 10 17 24 31 Selasa Rabu Kamis Jum'at 8 9 Sabtu 11 30 Libur Idul Fitri 1432 H Oktober 2011 Minggu Senin 3 7 1 2 3 4 5 10 11 12 9 8 15 16 17 18 19 14 4 5 6 7 1 Ujian Tengah Semester Porseni/waktu jeda Penerimaan Raport UTS 6 25 27 HBE = 21 November 2011 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 6 13 20 21 22 23 24 25 26 2 10 11 12 13 14 15 22 29 21 28 20 27 19 26 18 25 17 24 31 9 16 23 30 HBE = 22 27 28 29 30 Desember 2011 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 12-15 24 26-31 HBE = 8 4 5 6 7 1 2 3 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 UAS Penerimaan Raport Libur Akhir Semester I 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 8 10-13 17-19 22 Idul Adha Hari Guru Nasional Tahun Baru Hijriah SEMESTER II Januari 2012 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 1-7 23 HBE = 16 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Februari 2012 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 HBE = 21 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Maret 2012 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 HBE = 18 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Libur Th.

9 Pembimbingan S1 & PPG Penunjukan PB Pelaporan Dinas Pndk/ Kantor Agama SERTIFIKAT PI KS PB KS PS PB KS Jabatan fungsional Guru A L U R Dinas Pndk/ Kantor Agama P I G P Minimal nilai BAIK YA 2 SERTIFIKAT PI Jabatan fungsional Guru tidak YA Perpanjangan induksi Minimal nilai BAIK tidak PNS yang diberi tugas mengajar tanpa jabatan fungsional Dapat diusulkan untuk diangkat dalam Jab Fung guru bila telah dapat nilai min Baik pada tahun berikutnya.80 Contoh : Perencanaan Program Induksi Lampiran 7 A L U R 1 BIn 11 BIn-1 Need Analysis Pembimbingan (asesmn-1) (asesmn-2) P I G P BIn 10 BIn 2 . 81 .

ruang guru dan kantin kecuali melaksanakan shalat berjamaah Program kepedulian sosial siswa yang dikumpulkan oleh ROHIS/ROKRIS sebagai upaya untuk membantu peserta didik yang kurang mampu supaya dapat melanjutkan belajar Penerapan Dakwah Sistem Langsung (DSL) dalam program pembelajaran Pendidikan Agama Lampiran 8 Menciptakan situasi keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME 3. tidak KKN Bersih fisik dan bersih hati 83 . Maulid Nabi. Ø SII = Studi Islam Intensif Ø Kaderisasi Remaja Islam ( Calon anggota DKM=Dewan Kemakmuran Masjid /ROHIS) Ø LDKI = Latihan Dasar Kepemimpinan Islam ( Calon Pengurus DKM/ROHIS ) Ø SEMILOKA ISLAM Ø TAFAKKUR ALAM Ø Pelatihan MENTOR Ø Bedah Buku Ø Dll. Tasbih. e. Berprilaku jujur. karyawan dan peserta didik Implementasi IMTAQ dengan mata diklat/kompetensi lain bagi guru-guru muslim setiap jam pelajaran dan pada saat shalat dzuhur tidak ada aktivitas lain diruang kelas. Pemantapan Komitmen.00 – 07. Kegiatan Tahunan : Pelaksanaan Pesantren Kilat 2 kali dalam satu tahun. Penerapan MPMBS (Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah) yang taat asaz BERSIH Ÿ Ÿ Ÿ Mengandung nilai –nilai .00) secara bergiliran setiap hari 2 kelas dibawah bimbingan dan tanggung jawab guru yang mengajar pada kelas bersangkutan Shalat Dzuhur berjama'ah pada waktu istirahat kedua pukul 11. Kegiatan MABID ( Shalat Taubat. a. pada liburan semester genap dan bulan suci Ramadhan diikuti oleh peserta didik yang masuk kreteria sebagai berikut : Ø Nilai Normatif tidak mencapai kompetensi Ø Ada nilai Adaptif atau produktif yang tidak mencapai kompetensi Ø Jumlah pelanggaran tata tertib sekolah telah mencapai 45 poin Ø Sering terlambat masuk sekolah Ø Peserta didik bermasalah b. Pelaksanaan PHBI yang terdiri . b.82 Contoh : Pedoman Kerja Sekolah POKOK-POKOK STRATEGI KEBIJAKAN A. Ketulusan dan tidak Korup Bertekad untuk .50-12. b. Dzikir dan Muhasabah) yang diikuti oleh peserta didik tingkat III setiap program keahlian secara bergiliran dengan dipandu/dibimbing oleh Guru Agama/pembina OSIS Penerbitan buletin dakwah yang kelola oleh DKM Masjid SMK Negeri 56 Jakarta dan ROHIS Kegiatan Harian : Tadarus Al-Qur'an 07. guru.15 setiap kelas bagi peserta didik muslim dan kebaktian do'a di ruang aula bagi peserta didik non muslim Bimbingan shalat dzuha pada waktu istirahat pertama (pukul .10 dengan Imam oleh Guru putra secara bergantian. d. a. 10. e. c. dan karyawan. 2. Kegiatan Mingguan : Penyelenggaraan Shalat Jum'at dengan khatib oleh Guru PAI/Umum dan Ustadz dari luar secara bergantian dan wajib diikuti oleh Guru laki-laki dan peserta didik laki-laki muslim. 1. f. pembagian zakat fithrah dan shalat Idul Fithri Buka Puasa Bersama dan Shalat Tarawih dan kegiatan peserta didik lainnya seperti . B. e. Untuk non muslim melakukan kebaktian bersama di ruang Aula Penyelengaraan Kajian Agama Keputrian pada waktu Shalat Jum'at dengan Bimbingan Guru Wanita Muslim dan dilanjutkan Shalat Dzuhur berjamaah Mentoring Agama diikuti seluruh peserta didik secara kelompok dibimbing para tutor dibawah koordinasi Guru Agama Memakai pakaian muslim bagi peserta didik. Budaya Manajemen By Fact dan BTP 1. d. menjunjung tinggi integritas dan kredibilitas. bagian depan laki-laki dan bagian belakang perempuan diikuti oleh seluruh guru. d. c. dan Muharam ( Tahun Baru Hijriyah) Bimbingan Shalat Idul Qurban dan Penyembelihan hewan qurban Bimbingan pengumpulan. Kejujuran. c. Isra' dan Mi'raj. f. a.

prima dalam intelektual. Pembelajaran berbasis normative dan adaptif g. Pembelajaran sepanjang hayat dan life skill D.84 PROFESIONAL Ÿ Memiliki integritas yang tanpa kompromi. 8. Pembelajaran Tuntas ( mastery learning) b. menguasai bidang tugasnya. Ÿ Memiliki perhatian tinggi pada pelanggan melalui pelayanan prima. Adaptif dan PRODUKTIF Penerapan organisasi pembelajaran Komitmen Warga Sekolah a. jujur. terbuka dalam program dan terbuka dalam anggaran Ÿ Berfikir positif C. disiplin dan tanggung jawab Ÿ Mampu mengatakan yang benar ya benar dan yang salah ya salah Ÿ Memiliki tingkat kompetensi yang tinggi. kemampuannya prima. prima dalam penampilan dan prima dalam penyampaian materi Ÿ Memiliki interpersonal yang baik Ÿ Memiliki komitmen yang kuat terhadap suatu panggilan tugas Ÿ Memiliki sikap mental yang positif. 11. 2. 2. 9. f. Pelaksanaan Kurikulum KTSP Berbasis Karakter dan Kewirausahaan Pencanangan target . tepat waktu dan tidak KKN Ÿ Memiliki pribadi prima . 5. Pembelajaran berbasis Produksi ( PBT) c. Standar Tamatan Bermutu Standar KBM Bermutu Standar Penilaian/ Verifikasi Internal Standar Layanan (SPM) Standar Insentif dan Pembiayaan Standar Produc dan Jasa Standar Program Kegiatan Standar Promosi guru dan karyawan Standar Kegiatan dan kehadiran Standar Informasi dan keterbukaan Standar Pengadaan dan Penerimaan Barang Standar Dokumen E. Pengembangan Budaya Sekolah Penciptaan suasana belajar yang kondusif dan konsisten terhadap aturan yang disepakati bersama oleh seluruh unsur sekolah. Pembelajaran berbasis Kompetensi (CBT) e. dalam setiap tindakan dipelajari dulu tidak langsung mengambil keputusan 2. Peningkatan SDM dan Sumber Daya Pendidikan 85 1. Kontrol Proses /Audit Mutu 1. Pembelajaran berwawasan lingkungan f. Lima menit sebelum bel pertama sudah ada di kelas/sekolah d. 7. mau belajar terus menerus. 4. Peningkatan kesejahteraan Penegakkan disiplin secara terus menerus . 12. 10. 4. SMK SNP. TRANSPARAN Ÿ Mengandung nilai-nilai yang dapat diaudit/diakses oleh siapa saja dan dapat dipertanggung jawabkan serta keterbukaan Ÿ Bertekad untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan dapat diketahui oleh fihak-fihak yang mempunyai kewenangan untuk mengetahui Ÿ Budaya terbuka. Kekompakan dan kebersamaan adalah Jiwa saya Keberhasilan SMK Negeri 56 adalah keberhasilan saya Bekerja dilandasi berbuat baik bagi negara dan sebagai ibadah Melaksanakan Tujuh Pilar KBM a. 2. 1. 3. 3. 6. ISO-900-2000 dan SMK RSBI 3. e. Pemelajaran Mandiri /Individual d. Kepentingan KBM diatas segala kepentingan c. Reorientasi Pemelajaran Normatif. Wujud SMK Negeri 56 adalah wujud saya b.

5. 2.. 3..86 6. 7. Guru secara sendiri-sendiri dan atau bersama-sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu Profesinya . 4. Guru menciptakan dan memelihara hubungan antara sesama guru baik berdasarkan lingkungan maupun didalam hubungan keseluruhan . 87 . 4. 9.. 2. 8... .. Kepala Sekolah ……………………. 5. Guru mengadakan komunikasi terutama dalam memperoleh informasi tentang anak didik. 4. 6. Contoh : Kode Etik Guru Lampiran 9 KODE ETIK GURU INDONESIA 1. 7. Sesuai Sistem dan Prosedur Penyusunan TOR (Term of Refference) Pengendalian Pelaksanaan program kegiatan Pengembangan Sistem Jaringan Sederhana dalam Proses ……………………………. tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan . Guru bersama-sama memelihara membina dan meningkatkan mutu Organisasi Guru Profesional sebagai sarana pengabdiannya. UKBI (Uji Kemampuan Bahasa Indonesia) dan Peningkatan Kompetensi Mendorong seluruh warga sekolah untuk bekerja keras Menganggap sekolah sebagai rumah kedua Pemanfaatan aset sekolah untuk peningkatan mutu sekolah dan kesejahteraan F....... Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid sebaik-baiknya bagi kepentingan anak didik Guru memelihara hubungan dengan masyarakat disekitar sekolahnya maupun masyarakat yang luas untuk kepentingan pendidikan .. 8. 3... NIP. Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangun yang berjiwa Pancasila Guru memiliki kejujuran Profesional dalam menerapkan Kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing-masing .. 3. Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan Pemerintah dalam bidang Pendidikan. Pelaksanaan peraturan taat asas dan memberi sangsi bagi yang melanggar Pembagian tugas secara proporsional Pemetaan SDM (Sumber Daya Manusia). AMT (Assesment Motivation Training). 1.

1. a. Tulisan cover. Kata Pengantar 1. menyebut dan sedikit mengurai mengenai UUSPN. v). bulan. 5. Uraian tentang pentingnya KTSP bagi proses pembelajaran di SMK. (Contoh: Berdasarkan pertimbangan Komite Sekolah. 23 dan 24. B. Daftar Isi 6. efektif dan menyenangkan.(b) belajar untuk memahami dan menghayati. Ketua Komite Sekolah. 20 tahun 2003. Heading KATA PENGANTAR menggunakan huruf kapital. dan Peraturan Yayasan (bagi sekolah swasta). Landasan yuridis dikembangkan dari UUD 45 dan amandemennya UU Sisdiknas No.. Judul (contoh : Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tunas Bangsa). Pejabat yang menandatangani adalah Kepala Sekolah. BAGIAN PENDAHULUAN Rasional 2. Alamat Satuan Pendidikan (Contoh :Jl. 1. Jakarta ditetapkan untuk diberlakukan mulai tahun pelajaran 2007/2008). menyebut dan sedikit mengurai Permen 22. sub bab yang dilengkapi dengan nomor halaman yang menggunakan angka Arab.(c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif. Kota tempat penetapan. tahun. Heading kalimat DAFTAR ISI dengan huruf kapital. Permendiknas 22. 2.. 2. 2.di munculkan. 5.. Kurikulum disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk :(a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 23. dst . disusun secara alfabetis. kebijakan pusat. Lembar penetapan 1. Tulisan bab. Tulisan lampiran-lampiran disertai nomor halaman lampiran menggunakan angka Arab. 3. Kota tempat Kurikulum SMK disusun. Jumlah halaman cukup satu halaman . 3. 19 tahun 2003. kebijakan daerah dalam bidang pendidikan serta kebutuhan sekolah untuk beradaptasi terhadap perkembangan IPTEK. 20 tahun 2003. NO KOMPONEN 5. Tahun Penyusunan.. 1. ii. halaman berikutnya (ii). dan diketahui oleh dinas pendidikan provinsi. 19 tahun 2005 c. 3. Perda Propinsi serta Perda Kota dan Kabupaten yang relevan. iii. . ASPEK 4... lembar penetapan.(d) belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain. 3. 4. Landasan Filosofis 3. 4. 4. 5. glosarium disertai halaman menggunakan angka romawi kecil (i. BAGIAN SAMPUL Sampul KTSP Lampiran 10 KOMPONEN ASPEK 2. Header yang berisi Kata PENETAPAN menggunakan huruf kapital.88 Contoh : Sistematika Pengembangan KTSP NO A. Pengertian-pengertian dalam KTSP merujuk kepada UU Sisdiknas No. Judul (contoh : Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tunas Bangsa). kata pengantar. daftar isi. 2. 6. dengan ini Kurikulum SMK …. Latar belakang penyusunan kurikulum SMK menguraikan mengenai alasan yang melatarbelakangi penyusunan kurikulum SMK: tuntutan era global. menyebut dan sedikit mengurai mengenai PP No. Logo Satuan Pendidikan dan atau logo daerah. 2. 1. b. iv. berhubung letaknya paling depan maka nomor halaman disembunyikan artinya tidak muncul di cetakan.dan 24 tahun 2006. Raya…… Jakarta Timur ).. Renstra Diknas. Landasan Yurudis 89 1. PP No. Glosarium Ucapan terima kasih kepada pihak yang telah terlibat dalam penyusunan kurikulum SMK. 3. Diktum Penetapan. 4. (Contoh : 2007) Halaman menggunakan angka romawi kecil (i). Tanggal penetapan. kreatif. dan (e)belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif.

dan Renstra Kemendiknas. 19 tahun 2005. 23 tahun 2006. 4. kelompok mata pelajaran/kompetensi. Pelaksanaan tidak terprogram terdiri atas rutin. mengindentifikan materi pokok pembelajaran . Silabus dan RPP 91 Diagram pencapaian kompetensi menunjukkan tahapan atau tata urutan kompetensi yang akan diajarkan dan dilatihkan kepada peserta didik dalam kurun waktu yang dibutuhkan serta kemungkinan multi exit multi-entry yang dapat diterapkan. 23. dan c. Misi SMK dikembangkan dari:Visi SMK. Struktur Kurikulum dituangkan dalam bentuk matrik. pembelajaran kecakapan hidup diposisikan sebagai tujuan tidak langsung dari kurikulum Langkah-langkah yang dilakukan. Mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan daerah b. Uraian tentang kelompok mata pelajaran berisi deskripsi kelompok mata pelajaran yang spesifik SMK. Pengembangan Diri 6. Pendidikan Kecakapan Hidup 8. Muatan Lokal 5. 5. 20 tahun 2003 tentang UU Sisdiknas. Rumusan visi tentang tentang gambaran umum kondisi organisasi yang diinginkan untuk masa yang akan datang mengenai :Tujuan Pendidikan Nasional (TPN) yang terdapat dalam UU No.Tujuan Institusional yang terdapat dalam PP No. Permen 22. Bersifat teknis dan Sasaran terukur. a. Satuan pendidikan yang melakukan pendidikan berbasis muatan lokal dan global melalui pengintegrasian semua pelajaran dan dapat menjadi mata pelajaran muatan lokal. merujuk kepada panduan penyusunan kurikulum KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah yang disusun oleh BSNP. spontan dan keteladanan. KOMPONEN ASPEK 4. 1.20 Tahun 2003. mengkaji SK/KD 2. 6.Perda Provinsi. Renstra Kemendiknas Perda propinsi serta Perda Kota dan Kabupaten yang relevan.dan 24 tahun 2006. 2. topic pembelajaran yang diajarkan atau dilatihkan kepada siswa. tidak berupa mata pelajaran tersendiri b. minimal sesuai dengan standar isi untuk semua jenis program/jurusan pada sekolah untuk setiap semester yang berlaku pada tahun pelajaran itu. Tujuan pendidikan SMK dikembangkan dari. Tujuan program keahlian dirujuk dari SKL (Standar Kompetensi lulusan) dalam Permen No. 19 tahun 2005. Pendidikan Berbasis Keungulan Lokal dan Global 7. dengan mengacu pada Standar Isi yang ditetapkan oleh BSNP Bentuk pelaksanaan pengembangan diri adalah terprogram dan tidak terprogram.. KOMPONEN Diagram Pencapain Kompetensi ASPEK 4. menyatu dan dipadukan dengan topic dan pokok bahasan/materi lain yang ada. Prosedur penetapan Mulok dilakukan dengan. 1. Mengidentifikasi bahan kajian muatan lokal d. Struktur Kurikulum STRUKTUR KURIKULUM Kelompok Mata Pelajaran Tujuan Program Keahlian PP No. PP No. NO 3. merujuk kepada Permen 22 tahun 2006.Renstra Dinas. dan Peraturan Yayasan (sekolah swasta). tahun/tingkat dan semester serta jumlah jam. Standar isi merujuk kepada Permen 22 tahun 2006. 19 tahun 2003. Menentukan Mata Pelajaran Muatan Lokal e. Mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar serta silabus.90 NO 3. yang memuat tentang nomor. Visi SMK Tujuan Pendidikan SMK Misi SMK 6. kode kompetensi. 5.19 tahun 2005. C. Menentukan fungsi dan susunan atau komposisi muatan lokal c. Uraian tentang jumlah jam pelajaran setiap matapelajaran.Perda Provinsi dan Bersifat operasional. Pelaksanaan terprogram terdiri atas layanan konseling dan ekstra kurikuler.Tujuan intra dan ekstra kurikuler yang merujuk kepada PP No. UU Sisdiknas No. Pelaksanaan program kecakapan hidup (life skill) dilakukan dengan strategi sebagai berikut : a.dan Bersifat Universal serta berjangka panjang.

Ruang Lingkup Pekerjaan D 1. Berisi uraian tentang pengertian 1 jam pelajaran. mengembangkan kegiatan pembelajaran 4. Pengertian di atas merujuk kepada standar isi di dalam Permendiknas No. Penilaian sikap didasarkan pada pedoman yang dikeluarkan oleh Direktorat PMK dan atau ditentukan oleh sekolah. Hari Belajar Efektif PENILAIAN Ketuntasan Belajar 1. lulus ujian sekolah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Sesuai dengan ketentuan PP 19/2005 Pasal 72 Ayat (1). Kegiatan Pembelajaran dirancang dan diselenggarakan di Sekolah. 3. hari belajar. lulus Ujian Nasional. 2. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Stategi pembelajaran 2. E. Ketuntasan belajar kompetensi kejuruan ditetapkan mengacu kepada standar minimal penguasaan kompetensi yang berlaku di dunia kerja yang bersangkutan. 1. menyelesaikan seluruh program pembelajaran. 5. Satuan pendidikan harus menentukan kriteria ketuntasan minimal dengan mempertimbangkan urgensi masing-masing kompetensi. laboratorium. Tuntutan Dunia Kerja 3. Penilaian Ujian 3. Kalender Pendidikan Tempat Pembelajaran Kalender Pendidikan 5. 5.waktu libur dan kegiatan lainnya serta Kalender akademik sekolah. serta kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian. menentuakan alokasi waktu 7. Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. termasuk beban di luar tatap muka. Kompotensi Umum 2. Pembelajaran di sekolah (kelas. Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator 75%. tingkat kemampuan rata-rata NO KOMPONEN ASPEK 2. Ada ketentuan Kriteria Ketuntasan Minimal dari masing masing mata pelajaran baik normative. 4. waktu pembelajaran efektif. dan kesehatan. Penilaian menggunakan acuan kriteria. 93 . 1. bengkel/workshop dan di luar sekolah). dan d. Ketuntasan belajar N/P setiap indikator yang telah ditetapkan dalam suatu kompetensi dasar berkisar antara 0-100%. kelompok kewarganegaraan dan kepribadian. 4. Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. c. Minimum 34 minggu dan maksimum 38 minggu. peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah: a. Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. 3.92 NO KOMPONEN ASPEK 9 Profil Tamatan 3. 1. dunia usaha atau masyarakat. 4. penentuan jenis penilaian 6. merumuskan indicator pencapaian kompetensi 5. Mengacu pada Pedoman yang dikeluarkan Direktorat PMK. penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Tempat belajar disekolah dan DUDI Kalender pendidikan memuat. 6 Mutu Kompetensi Penilaian Sikap Project Work dan Uji Produktif Kenaikan Kelas dan Lulusan peserta didik. kelompok mata pelajaran estetika. alokasi waktu minggu efektif belajar. b. Pendekatan pembelajaran 3. Pengaturan beban belajar 2. dan kelompok mata pelajaran jasmani. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. olahraga. 22 tahun 2006 serta panduan Penyusunan KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah yang disusun oleh BSNP. menentukan sumber belajar Berisi tentang. adaptif dan produktif yang ditetapkan berdasar Surat Keputusan Kepala Sekolah.

.99 =A =B =C =K Amat Baik Baik Cukup Kurang …………. b.........99 : 70 .. Contoh : Format Program Supervisi dan Evaluasi Kinerja Lampiran 11 PROGRAM SUPERVISI DAN EVALUASI KINERJA PENDIDIK DALAM MELAKSANAKAN TUGAS TAHUN PELAJARAN ……………………. Standar isi (SK/KD) 2.... Jakarta. saran dan kritik terhadap KTSP yang telah tersusun... dan kritik terhadap KTSP yang telah tersusun.. Saran meliputi :Harapan dan saran terhadap stakeholders.. Silabus Program Normatif 3.......Seklh Supv.99 =A =B =C =K Amat Baik Baik Cukup Kurang Mengetahui Ka Sekolah Kepala . Catatan : Lampiran disesuaikan dengan jenjang pendidikan.. Standar Kelulusan (SKL) 1.. Pengembangan KTSP diserahkan kepada para pelaksana pendidikan (Kepala Sekolah.... Dewan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan) untuk mengembangkan berbagai kompetensi pendidikan (pengetahuan..... Kepala Sekolah ……………………...81.Ka. Program Pengembangan Diri 8. . NIP.. G.. LAMPIRAN-LAMPIRAN ……………………………...99 : 40 ....99 : 70 ....... Silabus Program Produktif 5. ………………...99 : 40 .....69.... keterampilan........100 : 82 . KOMPONEN NAMA No GURU ADMINISTRASI GURU Keg. Wakil SDM 95 .. KTSP merupakan kurikulum operasional yang disusun oleh masing-masing satuan pendidikan dengan memperhatikan standar kompetensi.90... Saran Kesimpulan meliputi uraian tentang : a.94 NO F 1. 3……………….....100 : 82 .... Guru.....69....... NIP... BAGIAN PENUTUP Kesimpulan KOMPONEN ASPEK 2. harapan....Sek PP (20) RPP BA CKS ME PRP (20) (20) (10) (15) (10) AH (5) NILAI SUPERVISI SCORE EVALUASI DIRI TIME SISWA REKAP ABSENSI A C I S T JML WAJIB HADIR 5X4 JUMLAH LAYANAN (100) Total Nilai PREScore SPM DIKAT SCORE KETERANGAN : PP BA ME AH : Program Pembelajaran RPP : Rencana Program Pembelajaran : Bahan Ajar CKS : Catatan Kemajuan Siswa : Melaksanakan Evaluasi PRP : Program Remedial/Pengayaan : Analisis Hasil Akhir Ujian SPM : Standar Pelayanan Minimal SEMESTER GENAP TAHUN : 92 . dan sikap) pada setiap satuan pendidikan di sekolah dan di daerah masing-masing.. Silabus Program Adaptif 4....81.... SEMESTER GASAL TAHUN : 91 .......91. Panduan Akademik 9.... Silabus Muatan Lokal 6... masyarakat dan dunia UsahaIndustri dan unsur-unsur lain yang mendukung keterlaksanaan KTSP... Model RPP 10......... Komite Sekolah.

..... Jumlah Jam ...... 10 .. : 150 ) a..... 9 ......... 3.......... 5....Study/Mapel/Kls PTT PNS HONOR Kurang Lebih Kurang Lebih Keterangan Kekurangan Guru PNS 5 orang guru terdiri dari : ..1 Guru Kesenian/SBK No Nama Sekolah I II Rombel Kelas III IV V VI Jumlah Rombongan 1 SD . 2 2 2 2 2 2 12 Rombel ……………………………... JUMLAH JAM PER MINGGU Kelompok MATA No Mata Pelajaran PELAJARAN Kelas ............. Jumlah Guru BP Jumlah Jumlah Siswa ( ……...96 Contoh 1 : Analisis Kebutuhan Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan Lampiran 12 KEBUTUHAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN SAAT INI (EXISTING) SD………………………… No Jenjang Sek Bid.. 2. NIP......... Kelas ......... .. 5 .............. Kepala Sekolah ……………………. 4... 12 13 HT Butuh Ada Kurang Lebih 14 15 16 17 18 97 Rumus Kebutuhan Guru : ∑G = JP X ∑KP X KB JW ...... 1 1............ Kelas .......... 7 .....1 Guru Olah Raga ... 11 ...... Jumlah JUMLAH Analisa Kebutuhan Guru …………………………………….... Jumlah Jumlah 2 3 4 ..2 guru kelas ...1 Guru Bahasa Inggris ....Studi/Mapel/Kls 21 21 14 2 5 5 Jumlah SD 1 Kebutuhan Guru Guru Bid. 8 . Contoh 2 : Analisis Kebutuhan Pendidik dan Tenaga Kependidikan PROGRAM STUDI/JURUSAN KELAS 1 2 Dst. 6 .

.......... Tukang Kebun Taman Satpam/Penjaga Sekolah Supir Pustakawan Juru Bengkel Laboran 2 Orang /2000 m2 (Lantai) atau Maksimum 3 orang 1 Orang / Sekolah 1 Orang / 1000 eks. Keuangan Ur.. 13.............. Sarprasdik Ur........ Buku atau 1 orang / 500 Judul 1 Orang / Program Keahlian atau 1 Orang / Bengkel 2 Orang /Sekolah JUMLAH Jakarta..... 5....98 Contoh : ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA KEPENDIDIKAN Keterangan : ∑G = Jumlah kebutuhan guru permata pelajaran JP = Jumlah mata pelajaran ∑KP = Jumlah kelompok belajar masing-masing mata pelajaran JW = Jumlah jam wajib mengajar (24 jam) Sekolah........ Kepegawaian Ur.. 12... Kesiswaan Ur. ................ NO.............. Tahun.... 3............ JABATAN 2 Kasubag TU Ur... 11.... 14......... 7.... Akademik dan SIM 1 Orang bendahara PKC dan 1 Orang bendahara Rutin 1 Orang / < 500 siswa atau 2 Orang / > 500 siswa 1 Orang / 50 pegawai 1 Orang / Sekolah 3 4 STANDAR KEBUTUHAN 1 1............ Kasubag Tata Usaha ______________________________ ________________________ 99 ......... 2... Caraka/Pesuruh Kebersihan Gedung 1 lantai 1 Orang/1000 m2 Gedung 2 lantai 1 Orang/750 m2 1 Orang / 4000 m2 atau Maksimal 3 orang 9. 8. Keskretaiatan dan kerumahtanggaan 1 Orang / 200 siswa 1 Orang / 300 siswa atau maksimum 3 orang 1 Orang / 300 siswa atau maksimum 3 orang Ur. JUMLAH Kebutuhan Ada 5 Kurang 6 Lebih 7 6................ Mengetahui Kepala Sekolah........... 10. 4..

.... Kab/Kota ....... maupun masyarakat pada umumnya......... Dengan ini menyatakan bahwa.. tanggal ......... selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.................... Kedua belah pihak telah sepakat untuk mengadakan Kerjasama dalam hal Program Penataan Kantin Sehat Sekolah ................ : ... Nama Jabatan II..... .. 2............... ........................................ Dalam hal ini Bertindak untuk dan atas nama PT .... PASAL 4 MAKSUD DAN TUJUAN 101 Maksud dan tujuan dari kerjasama ini pada hakekatnya adalah untuk turut serta meningkatkan mutu pendidikan Indonesia. PASAL 3 RUANG LINGKUP KERJASAMA PIHAK KEDUA menata sarana dan prasarana Kantin Sehat SDN Cijantung 03 Pagi kepada PIHAK PERTAMA untuk dapat digunakan oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA mendapat kesempatan untuk mempromosikan label produk............. 3. INDONESIA NOMOR : 10/MOU/2011 Pada hari ini.. Pasal 1 Ayat (3): Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan adalah komitmen Perseroan untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat.... Dalam Perjanjian ini Bertindak untuk dan atas nama Sekolah ................................... dengan ketentuan yang telah disepakati pada pasal ....................................2........... Kab/Kota . Indonesia selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA...... : Kepala Sekolah ............... Undang-undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.................. komunitas setempat..... ............................. baik bagi Perseroan sendiri..851.. Indonesia Jl.............................................................................................................. PASAL 2 PEDOMAN DAN DASAR KERJASAMA 1....... Tlp... kami yang bertanda tangan di bawah ini: I... NOMOR : 018/1. Alamat : Jl.... Bertindak Atas Nama : Sekolah .................... ............... Nama Jabatan Bertindak Atas Nama Alamat : : : : ................. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah....................................... Tahun Dua Ribu . Kab/Kota ....pasal tersebut di bawah ini : PASAL 1 SIFAT KERJA SAMA Kerjasama yang dilakukan adalah Kerjasama yang bersifat saling menguntungkan dan saling menunjang bagi kedua belah pihak atas dasar Musyawarah dan Kekeluargaan..........................100 Contoh : MoU Kemitraan Lampiran 13 NASKAH PERJANJIAN KERJASAMA PENATAAN KANTIN ........026 / 2011 DENGAN PT ...................................... Kab/Kota ........ Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah................ Manager PT .................................. ANTARA SEKOLAH ............................ ..................................................................... Indonesia PT . khususnya pada siswa tingkat pendidikan sekolah dasar agar menjadi sumber daya manusia yang berkualitas tinggi..................................................

..... Perjanjian kerjasama ini berlaku selama 1 (satu) tahun terhitung sejak ditandatangani surat perjanjian ini dengan tidak mengurangi hak masing-masing pihak untuk mengakhiri sebelum waktunya. peperangan.. PASAL 11 HAL-HAL LAIN 1 2 Perjanjian ini tidak dapat dialihkan kepada pihak lain tanpa persetujuan tertulis dari KEDUA BELAH PIHAK Hal-hal yang belum cukup diatur dalam perjanjian ini akan diatur lebih lanjut dalam suatu addendum atas persetujuan KEDUA BELAH PIHAK dan merupakan satu kesatuan dalam perjanjian ini.. sehingga kegiatan penataan Kantin Sehat Sekolah .... meliputi : 1.. 2. Berkewajiban mematuhi peraturan MOU yang telah disepakati.. bencana alam.... maka diwajibkan mengajukan usulan secara tertulis dalam waktu 3 (tiga) bulan sebelumnya.... meliputi : 1.......... Indonesia. Apabila tidak tercapai kata sepakat sebagaimana dimaksud ayat 1 pasal ini. PASAL 8 FORCE MAJEURE 1 2 Yang dimaksud Force Majeure adalah kebakaran.... huru hara.. Berhak memperoleh dukungan dari PIHAK KEDUA dalam meningkatkan sarana dan prasarana Kantin Sehat Sekolah . maka kedua belah pihak sepakat untuk tetap memberlakukan perjanjian ini sampai paling lambat 2 (dua) bulan...... 3...... pemogokan yang menyeluruh dan adanya peraturan pemerintah yang secara langsung dapat mempengaruhi kewajiban masing-masing.... ditanggung PIHAK KEDUA... 2 KEDUA PIHAK menyetujui biaya pengadaan sarana Kantin Sehat Sekolah .. 4 Berkewajiban merawat sarana dan prasarana yang diberikan oleh PT.... Apabila karena sesuatu hal... maka KEDUA BELAH PIHAK sepakat untuk menyelesaikan secara Musyawarah... dapat ditanggulangi dan Sekolah .. sedangkan perjanjian baru sebagai perpanjangan belum terbit. 103 .................... ...... PASAL 7 JANGKA WAKTU 1........ KEDUA BELAH PIHAK dapat menunda atau membebaskan kewajiban masing-masing bila terjadi hal-hal diluar kekuasaan manusia / Force Majeure........ tidak dirugikan.. salah satu pihak bermaksud membatalkan perjanjian ini.............. maka KEDUA BELAH PIHAK setuju untuk menyelesaikan perselisihan tersebut melalui Badan peradilan umum yang dalam hal ini adalah pengadilan Negeri Jakarta Timur.. Biaya operasional dan penataan Kantin Sehat Sekolah .......................... Berhak memperoleh kesempatan untuk menjual produk yang memenuhi standar kesehatan Badan POM Indonesia............. Hak dan Kewajiban PIHAK KEDUA........... Berkewajiban ikut serta meningkatkan mutu pelayanan kantin sehat.. 2. tetapi bila hal ini tidak dapat dielakkan maka perjanjian ini hanya dapat dilakukan atas persetujuan KEDUA BELAH PIHAK... PASAL 10 PEMBATALAN PERJANJIAN 1 2 Pembatalan perjanjian sedapat mungkin dihindari... 3.. 2... Berhak menggunakan sarana Kantin Sehat Sekolah .......... dan harus memberitahukan kepada pihak yang lain secara tertulis disertai bukti-bukti yang layak....... ditanggung oleh PIHAK KEDUA....... 4............ PASAL 5 HAK DAN KEWAJIBAN PASAL 6 PEMBIAYAAN KEGIATAN 1..... Berhak Mengatur jadwal menu makanan yang disajikan.... Berhak menggunakan sarana PIHAK PERTAMA untuk dapat dipergunakan memajang promosi produk..102 Hak dan kewajiban PIHAK PERTAMA... PASAL 9 PERSELISIHAN 1 2 Apabila dikemudian hari terjadi perselisihan yang bersumber dari perjanjian ini................ Apabila Masa berlaku Perjanjian ini telah berakhir........ dengan catatan memberitahukan maksudnya secara tertulis kepada pihak lain selambat-lambatnya tiga bulan sebelumnya..

.. ________________ MANAGER PASAL 12 PENUTUP Contoh : Pedoman Akademik Lampiran 14 KRITERIA KENAIKAN KELAS DAN KELULUSAN 1... bermaterai cukup serta mempunyai kekuatan hukum yang sama............ dan masing-masing pihak mendapat satu rangkap........... Kenaikan Kelas Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran dengan Kriteria sebagaiberikut: Siswa dinyatakan naik kelas setelah menyelesaikan seluruh program pembelajaran pada dua semester di kelas yang diikuti...... Jasmani Olahraga dan kesehatan sesuai dengan aturan bobot point Lulus Ujian sekolah untuk kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi...... Lulus Ujian Nasional sesuai dengan Standar Minimal Kelulusan (SMK) dan Standar kelulusan yang telah ditentukan oleh sekolah............... Estetika..... 105 Penanganan Siswa yang tidak naik kelas 1) Siswa yang tidak naik dapat melanjutkan dengan mengulang dikelas tingkat yang sama 2) Orang tua berhak untuk memindahkan anaknya ke sekolah lain dengan catatan tetap tidak naik sesuai dengan kelas yang ditinggalkan Penanganan siswa yang tidak lulus 1) Siswa yang tidak lulus berhak untuk mengulang di kelas tingkat yang sama 2) Siswa yang tidak lulus berhak untuk pindah sekolah dengan catatan mengulang dikelas yang sama ... Strategi Penanganan Siswa yang Tidak Naik Kelas dan Tidak Lulus a... PIHAK KEDUA: MANAGER PT ......104 Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 2 (dua). b. Tidak terdapat nilai dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) maksimal 3 (tiga) Mata Pelajaran yang diajarkan di sekolah Memiliki nilai minimal baik untuk aspek kepribadian pada semester yang diikuti sesuai dengan aturan tambahan bobot poin reward dan funisme yang berlaku 2.. Agama dan Akhlaq mulia. PIHAK PERTAMA: KEPALA SEKOLAH . INDONESIA ________________ NIP: . Kelulusan Siswa dinyatakan lulus / tamat belajar jika : Menyelesaikan seluruh program pembelajaran.. 3.. Kewarganegaraan dan kepribadian.. Memperoleh nilai minimal Baik untuk seluruh kelompok Mata Pelajaran...

... PETUNJUK Dalam rangka menelusuri lulusan Prodi ………. IDENTITAS PEKERJAAN Bekerja di Bidang Pekerjaan Lama bekerja Masa menunggu setelah lulus : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… : …………………………………………………… Apakah bidang pekerjaan sesuai dengan bidang studi ? Ya/Tidak C.… Oleh karena itu kami mohon kerjasamanya untuk mengisi instrumen berikut. 107 .... dengan cara membubuhkan cheklist (√) pada kolom yang tersedia...…... IDENTITAS RESPONDEN Nama Lulusan Angkatan Alamat No.………. Penelusuran ini bertujuan untuk mengetahui daya serap lulusan Prodi ……………………..... kami bermaksud mengedarkan instrumen kepada alumni Prodi ………………….... Kontak Email B.…… yang sudah bekerja... NO Wira usaha TAHUN JUMLAH SISWA DAN PROGRAM/JURUSAN BEKERJA Melanjutkan ke PTN/PTS TIDAK DIKETAHUI Contoh : INSTRUMEN PENELUSURAN LULUSAN PROGRAM STUDI ………………………… A..…...106 Contoh : Penelusuran Alumni /Tamatan Lampiran 15 DAFTAR PENELUSURAN TAMATAN Menurut Jurusan / Bidang Keahlian Tahun Pelajaran ………………………..

(%) (4) (5) (%) (%) (6) Jenis Kemampuan Sangat Baik (%) Baik Cukup (3) Kurang INSTRUMEN 108 (1) 1 2 3 4 5 6 7 Pengembangan diri adalah hal yang sangat berguna untuk meningkatkan karir para alumni. Penggunaan Teknologi Informasi bagi alumni adalah hal yang penting.D.. Tanggapan Pihak Pengguna No.. Lulusan Program Studi……………. NAMA Bambang TUGAS POKOK Guru Matematika KEAHLIAN KHUSUS Ahli Keyboard TUGAS TAMBAHAN Mengajar Ekskul Musik KETERANGAN 109 . ………………………. Informasi yang anda berikan sangat membantu Program Studi dalam menentukan kebijakan kedepan yang lebih baik.. memandang bahwa Keahlian berdasarkan bidang ilmu(profesionalisme) merupakan keharusan Sebagai alumni Prodi…………………. untuk mengikuti perkembangan TIK. Demikian atas kerjasama yang baik kami ucapkan terima kasih. …………………………………… Responden Contoh : Format Pendayagunaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Lampiran 16 NO 1. integritas moral dan etika terhadap lembaga merupakan hal yang penting (2) PENUTUP Untuk memperoleh informasi yang akurat mohon mengisi semua form dengan benar.……. karena akan sangat berguna dalam dunia kerja.……. prodi perlu memfasilitasi. Bahasa inggris bagi alumni merupakan hal yang penting. Jalinan Komunikasi antara Prodi dan alumni perlu dilakukan untuk menjaga kestabilan hubungan antara alumni dan Program Studi. Untuk menjalin kerjama antar lulusan dan program studi diperlukan kerja tim yang baik.

...... kaos kaki putih dan sepatu hitam.. Petugas upacara harus mempersiapkan naskah-naskah persiapan upacara... III. 4. 4....... pakaian putih merah........ Kelas IV.... 3. berlokasi. Lima menit sebelum bel pertama sudah ada disekolah Kekompakan.. murid-murid berbaris di depan kelasnya masing-masing dipimpin oleh ketua kelas. 2. Rabu ... Kamis. kebersamaan dan kekeluargaan adalah wibawa korp.. adalah keberhasilan saya Bekerja dilandasi berbuat baik bagi negara dan sebagai ibadah Kepentingan KBM diatas segala kepentingan Wujud SD/SMP/SMA/SMK.. adalah wujud saya Tanda Tangan Guru dan Karyawan SD/SMP/SMA/SMK. TATA TERTIB BERPAKAIAN 1..... kami yang betanda tangan dibawah ini Guru dan Karyawan SD/SMP/SMA/SMK. 2.... II dan III Pakaian Pramuka Siaga.. WAKTU MASUK DAN PULANG 1. V dan VI Pakaian Pramuka Penggalang lengkap. 2. 3.. sepatu hitam. baju batik dan bawahan putih. berdasi...... Rambut harus disisir. Siswa kelas III dan IV masuk pukul 10... 4.. Pembina upacara dipimpin oleh Kepala Sekolah/Salah satu Guru.... kaos kaki putih... kaos kaki putih. 5...40 Khusus Hari Jumat masuk pukul 6. Setiap ketua kelas harus membariskan teman-temannya dilapangan dengan tertib. Bismillahirrahmanirrahim Pada hari ini . wanita diikat rapi. Sebelum masuk kelas.15...110 Contoh : Kode Etik Warga Sekolah Lampiran 17 KOMITMEN WARGA SEKOLAH SD/SMP/SMA/SMK.. untuk membersihkan kelas dan halaman teras sekolah serta pulang belakangan untuk membersihkan kelas dan menutup jendela terlebih dahulu.. pakaian senam dan membawa pakaian ekskul. Senin – Selasa. sekolah mulai belajar pagi pukul 6... Untuk Piket Kelas harus datang 15 menit sebelum bel masuk. TATA TERTIB UPACARA BENDERA 111 1.. Jumat...Selasa....30 – 12... Keberhasilan SD/SMP/SMA/SMK......... I.00-15.. dan Kamis... khusus yang putra tidak boleh melebihi daun telinga.25..30 -10. 3.. Rabu. 3..... II.. 4.. Sabtu.. Contoh : Tata Tertib Peserta Didik Lampiran 18 TATA TERTIB PESERTA DIDIK SD……………………….... 6. sepatu hitam dan baju dimasukan. 5. rok wanita dibawah betis. dengan ini membuat komitmen bersama sebagai berikut : 1....... bagi yang non muslim baju putih merah.. .. baju dimasukan.... kelas I. 5. Hari Senin...... 2. baju muslim batik warna hijau............ 6. Semua murid wajib mengikuti upacara penaikan bendera pada hari Senin.

. Murid-murid wajib memiliki buku pelajaraan bagi yang mampu. Setiap peserta upacara harus tertib.. 3. 1. 3. 1. 1. 112 VI. 10. Murid-murid yang terlambat harus memperlihatkan surat izin dari guru piket sebelum memasuki kelas. Tidak boleh mencoret-coret meja – kursi pakai Tip-ex. kerapihan dan keindahan kelas menjadi tanggung jawab ketua kelas. …………………………….. Tidak boleh merokok di sekolah dan dilingkungan sekolah. Selama KBM berlangsung murid-murid tidak diperkenankan bercanda. Berperilaku senyum. ketua kelas segera menghubungi guru piket. salam. Selesai upacara.. 3. makan dan tidur di kelas saat belajar. 5. Anak yang datang terlambat tanpa alasan yang tepat tidak diperkenankan mengikuti pelajaran jam pertama dan hari berikutnya harus membawa surat keterangan dari orang tua. sopan dan santun. guru piket dan seluruh siswa.. 5. dan memperhartikan kebersihan lingkungan sekitar sekolah.. menggunakan HP berkamera. pada hari berikutnya harus membawa surat ijin dari orang tua/wali atau pemberitahuan lewat telepon. VI. 10 menit setelah bel masuk.... Sanksi terakhir dikonsultasikan dengan orang tua atau dikembalikan kepada orang tua/wali urid. TATA TERTIB 7 K Semua murid wajib membuang sampah pada tempatnya. menghapus papan absen kelas tanpa seijin guru.. siswa langsung mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. 12.. SANKSI ATAU PELANGGARAN Murid yang melanggar tata tertib akan diberikan teguran/peringatan lisan dari guru (peringatan pertama) Bagi yang masih melanggar. Murid-murid yang tidak masuk sekolah. 8. guru belum berada di kelas. sapa. TATA TERTIB KELAS Setelah tanda bel masuk dibunyikan semua siswa harus sudah berada di kelas. Bagi murid yang masih melanggar ketiga kalinya akan diberikan sanksi skorsing selama 3 hari untuk dibina oleh orang tuanya. . 113 . 13. Seluruh murid berkewajiban menjaga dan merawat sarana dan prasarana di kelas termasuk meja – kursi. 11. 2. orang tua/walinya akan dipanggil dan mendapat peringatan secara tertulis.. 3. Membuang sampah pada tempatnya. IV. 7. alat kebersihan dan lain-lain... Selama belajar murid-murid tidak diperkenankan meninggalkan kelas tanpa seizin guru. Tidak diperkenankan membawa senjata tajam dan sejenisnya. tidak boleh berisik. 1. 2.. 4. NIP. V. berisik. Dilarang membawa dan minum minuman yang beralkohol. 6. 6. dan melakukan kegiatan yang mengganggu proses belajar mengajar. 9. Siswa/siswi diharuskan berdo'a sebelum pelajaran dimulai dan setelah pelajaran berakhir dipimpin oleh ketua kelas. 2. kecuali selama belajar kelompok. 4.. Tugas yang diberikan guru (PR) setelah dikerjakan harus dimintakan tanda tangan dari orang tua/wali dan Tidak boleh mengerjakan PR di sekolah. 2. Murid-murid tidak diperkenankan pindah-pindah tempat duduk selama belajar. Kepala Sekolah ……………………. 4.5. LAIN-LAIN Murid-murid tidak diperkenankan membawa. papan tulis. Murid yang bertugas menjadi piket pada hari itu wajib menyiram tanaman yang berada di depan kelasnya. Kebersihan. 4.

.................. 1............. Mutasi : a.......... Jenis Kel SK Terakhir Jabatan Pangkat/Gol TMT T/ TT Ijazah Terakhir No.. Masuk/Naik/TN c... Alamat : .............. Islam b....... Status : ....... KEADAAN PESERTA DIDIK: Keterangan 1.............. 3.... Awal Bulan b... Katolik d... 6 36 36 DAFTAR NAMA TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN SEKOLAH ...... b..... Kelurahan : ....... Telepon : ...... Budha e.... Keluar/Lulus d............ 2.......114 Contoh : Format Laporan Bulan kepala Sekolah Lampiran 19 DAFTAR NAMA GURU DAN KARYAWAN SEKOLAH . Tdk Tempat / Tgl Lahir Agama TMT Kawin/ Jenis Kel SK Terakhir Status Peg Jabatan Terakhir CPNS Ijazah Mulai Tugas di Sek ini Alamat LAPOR BULAN ............ Kab/Kota : ........ ............................... Akhir Bulan 2. 20... B... Agama : a....... WNA Jumlah Kelas I Romb: 2 Lk Pr Jml Kelas II Romb: 2 Lk Pr Jml Kelas III Romb: 2 Lk Pr Jml Kelas IV Romb: 2 Lk Pr Jml Kelas V Romb: 2 Lk Pr Jml Kelas VI Romb: 2 Lk Pr Jml Kelas VII Romb: 2 Lk Pr Jml Jumlah Semua Romb: 12 Lk Pr Jml Catatan : Coret yang tidak perlu Untuk Sekolah Swasta 115 ............... IDENTITAS SEKOLAH Nama Sekolah : ......... A........ Kewarganegaraan : a............ Kecamatan : .... a...... d.. Hindu Jumlah 3......... Kristen c.......... c.......... Nama Guru / Pegawai No NIP / NRK (L/P) Pangkat/Gol 1 2 3 Dst.. WNI b.. Kepala .... Sk Tanggal Mat Pel Yg Diajarkan Mengajar di kelas (L/P) Status Peg No Nama Guru / Tempat / Pegawai Tgl Lahir NIP / NRK Jml Jam Mengajar Ket 1 2 Dst.....................

Lampiran 20 Manajemen Sekolah Dalam Foto 116 117 .

118 .

Visi Misi 119 .

Program Kerja Sekolah 120 121 .

122 123 .

Profil Sekolah 124 125 .

126 127 .

128 129 .

Tata Tertib 130 131 .

132 133 .

134 135 .

136 137 .

Pembelajaran Dalam Kelas 138 139 .

140 141 .

Pembelajaran di Luar Kelas 142 143 .

144 145 .

146 147 .

Kewirausahaan 148 149 .

150 151 .

152 153 .

Kemitraan Slogan-slogan Pembentukan Karakter 154 155 .

Pembentukan Karakter Kerja Keras 156 157 .

Pembentukan Karakter Jujur Pembentukan Karakter Hemat 158 159 .

Pembentukan Karakter Hidup Bersih Pembentukan Karakter Cinta Lingkungan 160 161 .

Pembentukan Karakter Ramah 162 163 .

1. GERBANG SEKOLAH Dari depan gerbang sudah ditanamkan karakter disiplin 164 165 .

POS KEAMANAN Tata tertib juga terdapat di Pos Keamanan Sekolah 166 167 . HALAMAN SEKOLAH 2.1.3.

3.2. TAMAN SEKOLAH Pemanfatan taman sekolah sebagai sumber belajar dan penanaman karakter 168 169 .

SERAMBI SEKOLAH Pemanfaatan ruang kosong untuk apresiasi prestasi siswa Pemanfatan ruang kosong untuk sumber belajar 170 171 .4.

5. LAPANGAN SEKOLAH Pemanfatan ruang kosong untuk penanaman karakter hidup bersih 172 173 .

6. PAGAR SEKOLAH Pemanfaatan pagar pengaman sebagai sumber belajar 174 175 .

8. PARKIR SEKOLAH Penanaman budaya tertib 176 177 . RUANG KEPALA SEKOLAH 7.

9. RUANG GURU 178 179 .

RUANG TATA USAHA 11.10. RUANG UKS “TULIS APA YANG DILAKUKAN DAN LAKUKAN APA YANG DITULIS” “CERMAT CEPAT TEPAT” 180 181 .

12. LABORATORIUM 182 183 .

184 185 .

RUANG KELAS Pembiasaan meninggalkan kelas dalam keadaan bersih dan rapi 186 187 . PERPUSTAKAAN 13.14.

KANTIN 188 189 . RUANG IBADAH 16.15.

KOPERASI SEKOLAH Penanaman nilai Kewirausahaan dan Ekonomi Kreatif 18. TOILET 190 191 .17.

19. RUANG SERBA GUNA 192 193 .

21. RUANG PRAMUKA 20. RUANG KOMITE

194

195

Seorang peserta didik berlatih membaca puisi

22. RUANG KESENIAN

Peserta didik berlatih menari

196

197

23. RUANG BK

198

199

RUANG OSIS 25.24. RUANG MULTIMEDIA 200 201 .

Pembiasaan bersalaman dengan guru [ SDN Cijantung 3 JAKTIM ] Pembiasaan Pembiasaan bersalaman antar sesama guru [ SDN Kaliasin Surabaya ] 202 203 .

Pembiasaan peduli lingkungan [ foto peserta didik di SMPN 1 Eromoko. Wonogiri ] Kegiatan Patroli Keamanan [ Sekolah SMPN 2 Pemalang ] Pembiasaan budaya antri [ peserta didik SMPN 2 Pemalang ] 204 205 .

Pembiasaan kegiatan upacara bendera untuk menanamkan cinta tanah air Pembiasaan sikap mandiri Pembiasaan gemar membaca 206 207 .

Penanaman nilai kerjasama 208 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful