P. 1
dpl_pangkep_08

dpl_pangkep_08

|Views: 154|Likes:
Dipublikasikan oleh Linda novitas

More info:

Published by: Linda novitas on Jul 11, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/30/2013

pdf

text

original

Sampul Depan Sumber Foto : Agus Budiyanto Desain Cover : Siti Balkis

STUDI BASELINE TERUMBU KARANG DI LOKASI DAERAH PERLINDUNGAN LAUT KABUPATEN PANGKEP
TAHUN 2008

Koordinator Tim Penelitian ANNA E.W. MANUPUTTY Disusun oleh : BAYU PRAYUDA PETRUS MAKATIPU

dan kurang tepat untuk menjawab perubahan yang terjadi di suatu area terumbu karang yang luas karena hanya terpatok pada lokasi transek permanen saja. yang sudah diawali dengan studi baseline di lokasi yang sama oleh staf CRITC pusat. dan untuk menjawab naik maupun turunnya persentase tutupan ataupun kehadiran karang hidup. yang dipantau di suatu lokasi yang luas dalam waktu yang singkat digunakan metode “Point Intercept Transect” (PIT). i . Informasi tentang kondisi ekosistem terumbu karang dengan berbagai komponen bentik yang membentuknya sangat dibutuhkan dalam penilaian status keberadaannya. perkembangan yang terjadi. apakah itu ke arah yang lebih baik ataupun semakin buruk. yaitu di lokasi daerah perlindungan laut (DPL). Namun untuk menjawab keanekaragaman karang. Metode pemantauan dengan “Line Intercept Transect” dianggap terlalu ilmiah. dapat dipakai untuk pemantauan suatu area terumbu karang yang luas dalam waktu yang singkat. Metode-metode pemantauan telah dilakukan dan di ujicobakan dalam kegiatan studi baseline maupun monitoring terumbu karang di lokasi-lokasi COREMAP. karena dapat menghihasilkan persentase jumlah individu karang hidup dalam waktu yang singkat dan mencakup area yang luas. Secara umum pulau-pulau yang ada di kabupaten ini mempunyai ekosistem pantai yang didominasi oleh terumbu karang dan ada sebagian pulau memiliki hutan bakau serta ekosistem lamun. Diharapkan masyarakat setempat yang diwakili oleh staf CRITC daerah dapat melakukan sendiri monitoring kondisi terumbu karang di masingmasing lokasi DPL. Metode-metode tersebut.RINGKASAN EKSEKUTIF PENDAHULUAN Program COREMAP telah terlaksana sampai ke Fase II. Metodemetode yang dipakai disesuaikan dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai. Metode ini lebih sederhana tapi terukur. Dalam Fase sebelumnya Fase ini telah banyak kegiatan yang dilakukan untuk mengamati kondisi karang dan ekosistem terumbu karang. Metode “Rapid Reef Resources Inventory” (RRI). Untuk keperluan manajemen terumbu karang. namun kekurangannya terletak pada daya visualisasi sipengamat. masing-masing mempunyai kekurangan maupun kelebihan. metode ini lebih cocok. Metode ini diujicobakan di lokasi-lokasi konservasi yang dipatok oleh masyarakat desa setempat. Pulau-Pulau Sekitar Kabupaten Pangkep merupakan salah satu kabupaten yang secara administratif termasuk dalam gugusan pulau-pulau yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan.

Pengamatan karang di lokasi DPL Kabupaten Pangkep dilakukan di 24 stasiun transek di 12 pulau di Kecamatan Liukkang Tuppabiring. di perairan Pangkep. yang meliputi pengamatan di bidang Sistem Informasi Geografis (SIG). jumlah transek umumnya lebih dari dua transek. dan 19 stasiun di perairan Kecamatan Liukkang Kalmas. meliputi bagian pulaupulau di bagian timur dan barat wilayah kecamatan. maka persentase total luas DPL terhadap luas terumbu karang adalah 1.75 % luas terumbu karang di kedua kecamatan ini yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan lainnya. mengingat areanya yang tidak terlalu luas. maka jumlah total luas DPL yang terdapat di Kecamatan LIukkang Tuppabiring dan Liukkang Kalmas sebesar 432. dan 19 stasiun di perairan Kalmas. 2007).7 kilometer. ikan karang dan megabentos membuat plot transek permanen untuk keperluan pemantauan diwaktu mendatang.7 ha. termasuk Kecamatan Liukkang Kalmas.72 ha. dimana banyak pulau-pulau kecil dengan rataan terumbu yang luas.25 %. sebagai acuan untuk pemantauan di lokasi yang sama pada waktu mendatang. Dengan demikian maka ada 98. Data yang dikumpulkan dipakai sebagai data dasar. HASIL Pengamatan karang di lokasi DPL Kabupaten Pangkep dilakukan di 24 stasiun transek di 12 pulau meliputi pulau-pulau di sebelah utara dan selatan perairan Pangkep.2006. Hasil selanjutnya sebagai berikut : • DPL terluas terdapat di Desa Mattiro Adae dengan luas 47.Tujuan penelitian ini yaitu untuk melakukan studi baseline ekologi di lokasi Daerah Perlindungan Laut (DPL). Di masing-masing lokasi DPL di perairan utara dan selatan Pangkep. kondisi karang. rata-rata panjang (sejajar garis pantai) 20 – 1000 meter. Karang batu yang yang dominan di lokasi DPL bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring umumnya dari jenis Porites cylindrica dan Acropora palifera. Berdasarkan perhitungan luas DPL melalui analisa SIG. dibuat 2 transek permanen. tersebar di pulau-pulau di sebelah utara dan selatan wilayah kecamatan. • • • • ii . Jika dibandingkan dengan total luas terumbu karang di kedua kecamatan tersebut yaitu 34589.86 Ha (LIPI. Hasil pengamatan disajikan dalam bentuk tabel dan peta tematik. DPL ini terdapat di sebelah Selatan rataan terumbu Pulau Bontosua dengan bentuk persegi empat dan keliling ± 2. Di perairan Kalmas.

Baddi. dengan jumlah jenis karang batu 43 jenis dengan persentase jumlah individu 86 %. Dari 19 lokasi transek di Kecamatan Liukkang Kalmas. P. Jumlah dan persentase karang di bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas.dengan jumlah jenis karang batu 35 jenis dengan persentase jumlah individu 70 %. di lokasi Liukkang Kalmas jumlahnya sangat sedikit. ditemukan sebanyak 213 jenis ikan karang yang termasuk dalam 36 suku. dicatat mendominasi lokasi transek. Jumlah dan persentase karang. Saugi. P. tertinggi di bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring. Jumlah dan persentase karang batu. dengan jumlah jenis karang batu 44 jenis dengan persentase jumlah individu 88 %. sedangkan Diadema setosum tetinggi dijumpai di lokasi Pulau Balang Lompo dengan jumlah individu sebanyak 60 individu. Jumlah tertinggi dicatat di lokasi KAL 05 (106 individu) kemudian di lokasi KAL 17 (69 individu) dan KAL 07 (52 individu). yaitu dicatat di lokasi DPL Mattiro Deceng. sebanyak 1280 individu dijumpai di lokasi Pulau Sarrapo Lompo. Hasil pengamatan di 24 stasiun pada 17 lokasi (Kecamatan Liukkang Tuppabiring) menunjukkan bahwa kelimpahan ratarata biota megabentos tertinggi yaitu Fungia spp. dan hal ini dicatat di 5 stasiun transek saja. dapat dicatat bahwa “mushroom coral” (CMR) yaitu karang jamur Fungia spp.• • • • • • • • • Jumlah dan persentase karang batu tertinggi.400 m2. di utara kecamatan ini dicatat di lokasi DPL Mattiro Baji. berkisar antara 1-3 individu. Lain halnya dengan biota Diadema setosum dimana di perairan DPL Kecamatan Liukkang Tuppabiring jumlahnya cukup banyak (tertinggi 68 individu).744 individu pada luasan area 8. Dari 24 Daerah Pelindungan Laut (DPL) yang diamati di pulau-pulau di Kecamatan Liukang Tuppabiring utara dan selatan perairan Kabupaten Pangkep. tertinggi dicatat di lokasi DPL Pulau Marasende. Berdasarkan kelimpahan total ikan karang pada dua puluh empat lokasi DPL ternyata Jenis Chromis ternatensis merupakan jenis ikan karang yang memiliki kelimpahan iii . Di stasiun-stasiun lainnya tidak ditemukan biota ini. Biota ini ditemukan di hampir semua lokasi kecuali di KAL 02 dan KAL 03. tertinggi di bagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas dicatat di lokasi DPL Pulau Sabaru. yaitu 33 jenis dengan persentase jumlah individu 66 %. dengan nilai kelimpahan ikan karang sebesar 14.

seperti kondisi pesisir pantai yang landai atau terjal. batimetri dan kondisi pantai maupun pesisir lainnya. (1200 individu). iv . SARAN Beberapa saran dapat dikemukakan dalam pengamatan di lokasi ini sebagai berikut : • Perlu adanya keseragaman kriteria dalam penentuan batas suatu DPL. Hasil pengamatan di dalam laporan ini diuraikan secara deskriptif dan tidak dilakukan analisa secara statistik. • Keberadaan DPL hendaknya dapat mewakili keseluruhan desa secara merata di Kabupaten Pangkep. seperti ikan kakap (termasuk kedalam suku Lutjanidae) yaitu 334 individu/6650 m2. • Atau juga lokasi yang wilayahnya ditentukan hanya pada wilayah tubir dan sejajar mengikuti bentuk tubir. ikan ekor kuning (termasuk dalam suku Caesionidae) yaitu 470 individu. suku Chaetodontidae) yang merupakan ikan indikator untuk menilai kesehatan terumbu karang memiliki kelimpahan 864 individu. kemudian diikuti oleh Chromis viridis (2375 individu) dan Sthelophorus sp.955 individu.• • • tertinggi dibandingkan dengan jenis ikan karang lainnya. • Penarikan batas wilayah DPL sebaiknya seragam. sehingga secara detail tidak dapat dibuat suatu kesimpulan. dimulai dari ujung tubir hingga ke arah garis pantai sejajar dengan lebar rataan terumbu. • Hal-hal yang perlu diperhatikan ialah kondisi geografi. yaitu sebesar 3. Ikan kepe-kepe (Butterfly fish. mengingat ada DPL yang ukurannya luas dan ada yang sempit. Kelimpahan beberapa jenis ikan ekonomis penting yang termasuk dalam kategori ikan target yang ditemukan di 19 lokasi DPL Kecamatan Liukkang Kalmas. ikan kerapu (termasuk dalam suku Serranidae) 197 individu.

buku ini belum sempurna dan banyak kekurangan.Ir. yang telah memberikan karunia berupa wilayah perairan laut Indonesia yang sangat luas dan keanekaragaman hayatinya yang dapat dimanfaatkan baik untuk kemakmuran rakyat maupun untuk objek penelitian ilmiah. Jakarta. kini telah memasuki Fase kedua. dengan penyandang dana dari ”World Bank” (WB). Salah satu diantaranya penelitian ekologi terumbu karang untuk mendapatkan data dasar (baseline data) di lokasi-lokasi COREMAP. Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi kita semua.Kami menyadari . berupa data rujukan untuk pengamatan selanjutnya dengan metode yang sama dan di lokasi yang sama.KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. demi kesempurnaan buku ini. Kegiatan baseline ini bertujuan untuk mengetahui kondisi awal terumbu karang di lokasi tersebut. Desember 2008 Direktur CRITC-COREMAP II .Dr. sehingga buku tentang studi baseline terumbu karang dengan metode ”PIT” dapat tersusun dengan baik. M. Khususnya di lokasi ”Daerah Perlindungan Laut” (DPL) yang dicanangkan oleh penduduk setempat. dilakukan pengamatan dengan menggunakan metode ”Point Intercept Transect” (PIT).Kurnaen Sumadiharga. Pada kesempatan ini pula kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan penelitian lapangan dan analisa data. untuk itu kritik dan saran yang membangun kami harapkan. yang lebih sederhana tapi menghasilkan data yang lebih cepat dan terukur. Sebagaimana diketahui. Pada Fase ini beberapa penelitian telah dilakukan. v . Hasil studi baseline akan dipakai sebagai data dasar.Sc.LIPI Prof. COREMAP yang telah direncanakan berlangsung selama 15 tahun yang terbagi dalam 3 Fase.

.....3...............3............. PENDAHULUAN ……………………………………...................1... II....................... II......................... III......... I.........1......1..1. LAMPIRAN .4.....4............. C..................... BAB I........ I............... PELAKSANAAN PENELITIAN …………………........... BAB III........ DAFTAR LAMPIRAN …………………………………………….2................... DAFTAR GAMBAR ……………………………………………....DAFTAR ISI RINGKASAN EKSEKUTIF ……………………………………….. II............. BAB II... SIG (Sistem Informasi Geografis) Karang .2........... LATAR BELAKANG ………………………............... HASIL PENGAMATAN.............. Megabentos .........2...... DAFTAR ISI ……………………………………………………….... WAKTU PENELITIAN …………………………......................................... vi ........... Hasil Pengamatan SIG Hasil Pengamatan Karang ......3.... SARAN …………………………………………….... II.... UCAPAN TERIMA KASIH ...... II............... III........... B......3... DAFTAR PUSTAKA .................... A... METODE PENARIKAN SAMPEL DAN ANALISA DATA ...... TUJUAN PENELITIAN ………………………….... III.........................................4..... I....... III....... i i ii Iv v Vi Vii x xiii 1 1 2 3 4 4 6 6 6 7 10 11 12 13 13 16 54 57 62 63 64 KATA PENGANTAR ……………………………………………................... II...4... LOKASI PENELITIAN …………………………….. METODE PENELITIAN ……………………………….....4................... HASIL ……………………………………………...............2......... Ikan Karang ......4.. Hasil pengamatan Ikan Karang .. DAFTAR TABEL ……………………………………………....4........... II.. Hasil Pengamatan Megabentos ........... RUANG LINGKUP PENELITIAN …………………...... PENDAHULUAN …………………………………….. II......

.. 19 Tabel 2...... Sabutung.. Podangpodang Lompo.. Jumlah dan persentase karang...... Kabupaten Pangkep........ Jumlah dan persentase karang. 28 Tabel 7........ Laia..... Jumlah dan persentase karang. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Uleng. bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring.... Kabupaten Pangkep.... Kulambing...... biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Labangeng......P... Saugi.. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Kanja.... Jumlah dan persentase karang.... P. Kabupaten Pangkep. Jumlah dan persentase karang....DAFTAR TABEL Tabel 1... 2008.. bagian utara Kecamatan Liukkang Tupabiring. bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring.. Kabupaten Pangkep.. P............ biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Langi. P.. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Bombang. Kabupaten Pangkep.... Jumlah dan persentase karang...... Jumlah dan persentase karang... Kabupaten Pangkep...... bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring. 23 Tabel 4........... 2008.. Karangrang.. Jumlah dan persentase karang. bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring... Gosong Batu Siborange.... biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Baji.... biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Dolangeng... 2008. P. Kabupaten Pangkep.. 2008. 30 Tabel 8. bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring. P.. 2008... Salemo. Kabupaten Pangkep.. P... 2008. 2008. 2008... biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Bulu.. P.. 31 vii .... 21 Tabel 3... Sarappo Lompo... 24 Tabel 5..... 26 Tabel 6.... bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring. bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring.......

... Baddi..... 2008. Kabupaten Pangkep.. bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas. Jumlah dan persentase karang... 2008................... P....... biota bentik dan substrat di lokasi DPL Pulau Kalukalukuang......... bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas.. 2008. Jumlah dan persentase karang.. bagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas.. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Pulau Doang-Doangan Lompo..... Kabupaten Pangkep....... bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring.......... Kabupaten Pangkep. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Pulau Sabaru.. 2008... 45 Tabel 16... P.. Jumlah dan persentase karang. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Pulau Doang-Doangan Caddi........ 2008.... Kabupaten Pangkep.... Jumlah dan persentase karang..... P... P....... Jumlah dan persentase karang. bagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas...... 38 Tabel 13..................... biota bentik dan substrat lokasi DPL Takat Sarassa..... 2008....... Kabupaten Pangkep.. Sanane. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Bone.. 42 Tabel 15..... Jumlah dan persentase karang......... bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring.. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Sompe.. 37 Tabel 12............ 48 viii .. bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring........ Balang Lompo........ Bontosua.... Kabupaten Pangkep... Kabupaten Pangkep........ 2008... 40 Tabel 14........... Jumlah dan persentase karang. Kabupaten Pangkep..... 47 Tabel 17. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Adae...... biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Deceng.... bagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas.. Jumlah dan persentase karang... 35 Tabel 11....... 2008.. bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring..Tabel 9... Jumlah dan persentase karang.. 33 Tabel 10.. 2008.. Kabupaten Pangkep......................

. Jumlah dan persentase karang... Kecamatan Liukkang Tuppabiring. 2008.. Kabupaten Pangkep.. Dua puluh jenis ikan karang dengan kelimpahan tertinggi di lokasi DPL.. 2008.......... Kabupaten Pangkep. Kabupaten Pangkep. bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas........ 2008.... Kecamatan Liukkang Kalmas...... biota bentik dan substrat di lokasi DPL Pulau Marasende.. Jumlah dan persentase karang........... 50 Tabel 19.. 52 Tabel 20..... 60 ix ..... bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas..Tabel 18........ biota bentik dan substrat di lokasi DPL Pulau Dewakang Lompo.. Dua puluh jenis ikan karang dengan kelimpahan tertinggi di lokasi DPL..... 2008..... Kabupaten Pangkep....................... 58 Tabel 21.......

..... Kabupaten Pangkep........... Kabupaten Pangkep. Persentase jumlah individu karang batu...DAFTAR GAMBAR Gambar 1a. Kabupaten Pangkep.. Kabupaten Pangkep............ 16 Gambar 5a............. Peta stasiun DPL di bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas.......... 14 Gambar 4a. 2008...................... Kabupaten Pangkep... Kabupaten Pangkep.... 2008.. Peta stasiun DPL di bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring..... Gambar 2.. 15 Gambar 4b... Kabupaten Pangkep.............. 2008.......................... biota bentik dan substrat hasil studi baseline dengan metode PIT di lokasi DPL. 2008. 2008... Peta bentuk dan luas DPL di bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring.......................... 2008....... bagian utara Kecamatan Liukkang Tupabbiring. 18 x ............. Kabupaten Pangkep.. 6 8 13 Gambar 3b....... 2008..................................... Gambar 3a.... Kabupaten Pangkep. Gambar 1d. Peta stasiun DPL di bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring..... Peta bentuk dan luas DPL di bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas..... Citra landsat komposit 453...... 4 Gambar 1b...... Peta bentuk dan luas DPL di bagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas. Peta stasiun DPL dibagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas. 2008............................................ Peta bentuk dan luas DPL di bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring....... 5 5 Gambar 1c......... 2008......

.. 2008.. 2008... bagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas.... Persentase jumlah individu karang batu. 44 Gambar 7a.......................... Kabupaten Pangkep.. Liukkang Kalmas.... Kelimpahan biota megabentos hasil studi baseline dengan metode “reef check” di lokasi DPL... 54 Gambar 7b..... bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring. 44 Gambar 6b. Kabupaten Pangkep................ 59 xi .. Kelimpahan biota megabentos hasil studi baseline dengan metode “reef check” di lokasi DPL.. 2008...... bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring....Gambar 5b. bagian barat Kec.. hasil studi baseline deng0an metode “UVC” di lokasi DPL. Persentase jumlah individu karang batu. bagian timur Kec.... 55 Gambar 8a..... biota bentik dan substrat hasil studi baseline dengan metode PIT.. bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring. Kabupaten Pangkep.. 2008.......... bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring Utara..... Kabupaten Pangkep. Kabupaten Pangkep..... di lokasi DPL........... Kelimpahan biota megabentos hasil studi baseline dengan metode “reef check” di lokasi DPL. Kabupaten Pangkep...... Kabupaten Pangkep... 2008.... Kelimpahan biota megabentos hasil studi baseline dengan metode “reef check” di lokasi DPL...... 56 Gambar 8b... 56 Gambar 9a. Kabupaten Pangkep.. 2008..... biota bentik dan substrat hasil studi baseline dengan metode PIT di lokasi DPL....... Persentase jumlah individu karang batu......... Liukkang Kalmas.......... 2008........... Kelimpahan ikan karang . 19 Gambar 6a. biota bentik dan substrat hasil studi baseline dengan metode PIT di lokasi DPL.. bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas... 2008........

. 59 Gambar 10a.. Kabupaten Pangkep. 2008...... 61 Gambar 10b. 62 xii ...... bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring Utara. hasil studi baseline dengan metode “UVC” di lokasi DPL. Kelimpahan ikan karang..... hasil studi baseline dengan metode “UVC” di lokasi DPL.. Kabupaten Pangkep.............. Kabupaten Pangkep....Gambar 9b.... bagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas............. 2008...... 2008... hasil studi baseline dengan metode “UVC” di lokasi DPL... Kelimpahan ikan karang... Kelimpahan ikan karang.. bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas.

................ Kabupaten 64 66 Lampiran 3....... 82 Pangkep... paten Pangkep 2008. 2008.... 2008. Lampiran 4...... Posisi DPL di Kabupaten Pangkep......... 81 Lampiran 6.. Kabu- 73 80 Lampiran 5..DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1.... Sebaran jenis ikan karang di lokasi DPL Kecamatan Liukkang Tuppabiring............. Kabupaten Pangkep. Pangkep....... 100 xiii ...... 2008.. 2008.... Kelimpahan biota megabentos di lokasi DPL Kecamatan Liukkang Kalmas. Kabupaten Pangkep......... Sebaran jenis ikan karang di lokasi DPL Kabupaten Kec.......... Lampiran 7................... 2008....... Kabupaten Pangkep.. 2008... Lampiran 2............. Liukkang Kalmas.. Kelimpahan biota megabentos di lokasi DPL Kecamatan Liukkang Tuppabiring.. Sebaran karang batu di lokasi DPL Kecamatan Liukkang Tuppabiring.. Sebaran karang batu di lokasi DPL Kecamatan Liukkang Kalmas............

Penelitian ini dilakukan untuk melihat kondisi karang yang ada di kawasan daerah perlindungan laut pulau-pulau Kabupaten Pangkep. apakah itu ke arah yang lebih baik ataupun semakin buruk. LATAR BELAKANG Program COREMAP telah terlaksana sampai ke Fase II. Informasi tentang kondisi ekosistem terumbu karang dengan berbagai komponen bentik yang membentuknya sangat dibutuhkan dalam penilaian status keberadaannya. melahirkan keturunan serta mencari makan. perkembangan yang terjadi. dengan harapan hasilnya dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi semua “stakeholders” (instansi pemerintah. akademisi dan kelompok masyarakat) dalam memanfaatkan kawasan laut sebagai sumber kehidupannya. Pulau-Pulau sekitar Kabupaten Pangkep merupakan salah satu kabupaten yang secara administratif termasuk dalam gugusan pulau-pulau yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan. perusahan. Metodemetode yang dipakai disesuaikan dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai. Hasil pengamatan kondisi terumbu karang Indonesia yang dilakukan oleh COREMAP menunjukkan bahwa hanya tinggal 6 % karang yang sangat baik dan 32 % kurang baik. Komponen yang sangat penting dalam menyusun ekosistem ini adalah karang batu. Salah satu solusi yang diajukan adalah menciptakan kawasan konservasi laut daerah (KKLD) dengan fokus utamanya adalah daerah perlindungan laut (DPL). Dalam fase sebelumnya fase ini telah banyak kegiatan yang dilakukan untuk mengamati kondisi karang dan ekosistem terumbu karang. Secara umum pulau-pulau yang ada di kabupaten ini mempunyai ekosistem pantai yang didominasi oleh terumbu karang dan ada sebagian pulau memiliki hutan bakau serta ekosistem lamun. moluska. ekinodermata dan rumput laut memanfaatkan lingkungan terumbu karang sebagai tempat hidup. Informasi ini menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah. Metode-metode pemantauan telah dilakukan dan di ujicobakan dalam kegiatan studi baseline maupun monitoring terumbu karang di lokasi-lokasi COREMAP. PENDAHULUAN Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem perairan tropis yang memiliki produktivitas yang sangat tinggi. masing-masing mempunyai 1 .BAB I. pemerintah pusat maupun badan internasional untuk dapat mengurangi tekanan yang terjadi terhadap terumbu karang. LSM. Metode-metode tersebut. membesarkan diri. Biota-biota lain seperti ikan.

Untuk keperluan manajemen terumbu karang. untuk kemudian dilakukan langkah pengelolaan selanjutnya. yang dipantau di suatu lokasi yang luas dalam waktu yang singkat digunakan metode “Point Intercept Transect” (PIT). dan untuk menjawab naik maupun turunnya persentase tutupan ataupun kehadiran karang hidup. Juga data biota bentik lainnya yang memiliki nilai ekonomis penting di lokasi daerah perlindungan laut (DPL) Kabupaten Pangkep. Menganalisa hasil pengamatan untuk selanjutnya akan dijadikan sebagai bahan acuan dalam mengetahui perubahan yang terjadi di Daerah Perlindungan Laut (DPL) dan mencari jalan keluar untuk mengatasi perubahan atau kerusakan yang terjadi. Metode “Rapid Reef Resources Inventory” (RRI). Metode ini diujicobakan di lokasi-lokasi konservasi yang dipatok oleh masyarakat desa setempat. TUJUAN PENELITIAN Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : • Untuk mendapatkan data dasar tentang kondisi karang dan terumbu karang termasuk ikan karang.kekurangan maupun kelebihan. dapat dipakai untuk pemantauan suatu area terumbu karang yang luas dalam waktu yang singkat. Metode ini lebih sederhana tapi terukur. karena dapat menghasilkan persentase tutupan kehadiran karang hidup dalam waktu yang singkat dan mencakup area yang luas. yaitu di lokasi daerah perlindungan laut (DPL). metode ini lebih cocok. Dengan demikian informasi akurat tentang perubahan kondisi terumbu karang yang terjadi di lokasi DPL dapat dicatat. namun kekurangannya terletak pada daya visualisasi sipengamat. dan kurang tepat untuk menjawab perubahan yang terjadi di suatu area terumbu karang yang luas karena hanya terpatok pada lokasi transek permanen saja. Propinsi Sulawesi Selatan. Diharapkan masyarakat setempat yang diwakili oleh staf CRITC daerah dapat melakukan monitoring kondisi terumbu karang di lokasi-lokasi DPL yang sudah diawali dengan studi baseline di lokasi yang sama oleh staf CRITC pusat. Metode pemantauan dengan “Line Intercept Transect” dianggap terlalu ilmiah. Namun untuk menjawab keanekaragaman karang. • 2 .

Tahap pengumpulan data. Tahap analisa data.RUANG LINGKUP PENELITIAN Ruang lingkup pengamatan kondisi karang ini meliputi empat tahapan yaitu : 1. Tahap persiapan. Selain itu. 4. yang dilakukan langsung di lapangan yang meliputi data tentang karang. meliputi kegiatan administrasi. berupa laporan sementara dan laporan akhir dari kegiatan penelitian. Pengadaan dan mobilisasi peralataan penelitian serta perencangan penelitian untuk memperlancar perlaksanaan survey di lapangan. bentos dan ikan karang. 2. Tahap pelaporan. 3 . 3. yang meliputi verifikasi data lapangan dan pengelolaan data sehingga data lapangan bias disajikan dengan lebih informatif. dalam tahapan ini juga dilakukan persiapan penyediaan peta dasar untuk lokasi penelitian yang akan dilakukan. koordinasi dengan tim penelitian baik yang berada di Jakarta maupun di daerah setempat.

Gambar 1a. METODE PENELITIAN II.02) di bagian timur. P. Balang Lompo (PKPP 17 dan PKPP 18). P. Saugi (PKPP 05 dan PKPP 06). di pulau-pulau di perairan Kecamatan Liukkang Tuppabiring (Gambar 1a dan 1b). P. Dan Kecamatan Liukkang Kalmas (Gambar 1c dan 1d).BAB II.04). Lokasi DPL ini terletak di 12 pulau yang meliputi 24 stasiun pengamatan yaitu Gosong Batu Siborange.07. Sejumlah 19 transek telah dilakukan di pulau-pulau tersebut (Gambar 1c dan 1d).P.1. Marasende (KAL 17. 4 .13). Baddi (PKPP 23 dan PKPP 24).15. Sanane (PKPP 19 dan PKPP20 ). Ke arah barat. Doang-Doangan Lompo (KAL 03. Peta stasiun DPL di bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring. Dewakang Lompo (KAL 01.18. Karangrang (PKPP 11 dan PKPP 12). meliputi Takat Sarassa (KAL 14.19) dan P. Kalulalukuang (KAL09. di pesisir pulau-pulau kecil maupun takat (gosong). P. P. juga dilakukan studi baseline di Kecamatan Liukkang Kalmas. dan P.08). P. Sibutung (PKPP 03 dan PKPP 04). P. P. Laia (PKPP 09 dan PKPP 10). Bontosua (PKPP 21 dan PKPP 22) dan P. Doang-Doangan Caddi (KAL 06. Sabaru (KAL11. P. P. P.04. P. LOKASI PENELITIAN Lokasi penelitian dipusatkan di Kabupaten Pangkep khususnya di lokasi DPL yang telah ditentukan.10). Kabupaten Pangkep. Kulambing (PKPP 07 dan PKPP 08). Salemo (PKPP 01 dan PKPP 02). 2008.16). Podangpodang Lompo (PKPP 13 dan PKPP 14 ).12. di bagian barat. P. Sarappo Lompo (PKPP 15 dan PKPP 16 ). P.

5 . Kabupaten Pangkep. Gambar 1c. Peta stasiun DPL dibagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas.Gambar 1b. 2008. Kabupaten Pangkep. Peta stasiun DPL di bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring. 2008.

Peta stasiun DPL di bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas. II. 4. METODE PENARIKAN SAMPEL DAN ANALISA DATA Metode penarikan sampel diuraikan berdasarkan masingmasing substansi yang terlibat dalam penelitian ini. Kabupaten Pangkep. II. dibantu oleh beberapa Staf dan teknisi Puslit Oseanografi LIPI Jakarta dan personal CRITC daerah setempat. 2008.2. II. WAKTU PENELITIAN Pengamatan kondisi karang dan biota lainnya di lokasi DPL Kabupaten Pangkep dilakukan pada bulan November 2008. PELAKSANA PENELITIAN Penelitian dilakukan oleh Staf CRITC-COREMAP-LIPI Jakarta. Nama-nama DPL di masing-masing pulau dan lokasi dapat dilihat dalam Lampiran 1. 6 .3.Gambar 1d.

Mangrove tumbuh pada lahan basah. digunakan untuk membatasi wilayah daratan dan perairan serta untuk membedakan objek vegetasi. 2. Warna jingga mewakili warna vegetasi yang ditonjolkan oleh saluran 4. SIG (Sistem Informasi Geografis) Penyiapan Peta Dasar Peta dasar terumbu karang dibuat dengan memanfaatkan data citra satelit Landsat. sehingga citra tersebut sudah mengalami restorasi citra yang mencakup koreksi radiometri dan koreksi geometri. dalam hal ini mangrove. Pada citra level 1G. sehingga dapat dibedakan dengan vegetasi lainnya menggunakan saluran 5 ini. Ciri khas lahan yang ditumbuhi mangrove pada citra komposit saluran 453 adalah berwarna jingga gelap (Gambar 2). 2. 3. Identifikasi objek pada terumbu karang dilakukan dengan memanfaatkan kombinasi saluran 1. koreksi geometri yang dilakukan adalah koreksi geometri untuk kesalahan atau distorsi yang sifatnya sistematis sehingga sudah diperhitungkan sebelumnya (NASA.1. dan warna gelap menunjukkan pada objek tersebut terletak pada lahan yang basah. Ukuran terkecil objek yang diwakili oleh satu piksel pada citra multispektral (saluran 1. 3. sinar sanggup menembus kolom air hingga kedalaman 20 meter (Campbell. saluran tersebut terdapat pada saluran 1. 5. Liputan citra yang digunakan adalah liputan 2 scene Landsat dengan ukuran masing – masing 185 km x 185 km persegi pada liputan path/row 113/064 dan 113/065. Saluran panjang gelombang yang digunakan pada penelitian ini adalah saluran tampak hingga inframerah dekat. Citra yang digunakan merupakan citra satelit Landsat ETM+ 7 level 1G. Saluran tampak digunakan untuk identifikasi objek di terumbu karang. 2. 1996). dan 3 yang merupakan saluran tampak. sedangkan koreksi geometri dilakukan untuk gangguan yang sifatnya spasial. karena pada panjang gelombang ini. 4. 7 . Saluran 4 yang merupakan saluran inframerah dekat. Koreksi radiometri dilakukan untuk mengatasi distorsi citra yang menyebabkan gangguan yang sifatnya spektral.II. dan 5. 4. Pada citra Landsat. yang merekam keseluruhan Kepulauan Kabupaten Raja Ampat. Hal ini disebabkan karena saluran 5 merupakan saluran inframerah tengah yang peka terhadap kelembaban lahan. Pembedaan objek vegetasi mangrove dengan vegetasi lainnya dilakukan dengan memanfaatkan saluran 5. 1999). dan 7) mewakili area permukaan bumi dengan ukuran 30 m x 30 m persegi.4.

maka dilakukan proses digitisasi garis pantai untuk memisahkan objek daratan/pulau dan perairan/laut. maka ada nilai bias yang dipandang sebagai hasil dari hamburan atmosfer. ”Masking” liputan awan dilakukan dengan jalan mengambil beberapa sampel (training area) nilai digital awan dan kemudian nilai digital tersebut dijadikan acuan untuk pembuatan citra ”masking”. 3. Setelah citra bebas dari tutupan awan. Peta tentatif ini selanjutnya akan dijadikan sebagai peta dasar terumbu karang setelah diuji/dikoreksi dengan keadaan sesungguhnya dilapangan. 2. Apabila nilai piksel minimum tidak sama dengan nol. Peta ini digunakan sebagai bahan untuk pemilihan lokasi sampling dan alat bantu navigasi di lapangan. Kebaikan metode ”on-screen 8 . Menghilangkan pengaruh awan dengan cara meng-eliminasi liputan awan dengan metode ”masking”. Penyiapan citra. Peta sebaran terumbu karang dan mangrove tentatif dibuat terlebih dahulu di laboratorium sebelum dilakukan kerja lapangan. Langkahlangkah penyusunannya adalah sebagai berikut: 1.Mangrove Vegetasi lainnya Gambar 2. Digitisasi dilakukan dengan teknik ”on-screen digitizing”. Citra landsat komposit 453. Hal ini dilakukan dengan asumsi nilai digital minimum citra seharusnya nol. yaitu digitisasi langsung pada layar monitor computer. Citra masking tersebut kemudian digunakan untuk mengekstrak liputan citra yang tidak tertutup awan. yang meliputi penghilangan pengaruh gangguan atmosfer dengan jalan mengurangi nilai piksel pada seluruh liputan citra dengan nilai digital minimum citra.

Pada wilayah dengan rataan terumbu karang yang sempit dan menempel pada pulau. juga dilakukan dengan jalan digitisasi pada batas areal mangrove dengan memanfaatkan komposit citra 453. Lebih teliti. digitisasi dilakukan pada perbesaran/skala 1:25. Informasi koordinat tersebut bersifat sementara. Digitisasi dilakukan dengan memanfaatkan saluran 4 untuk mempertegas batas antara daratan dan zona perairan. 3. Lokasi sampel yang berupa informasi koordinat. 4. Agar diperoleh hasil yang memadai. dan di tajamkan dengan teknik ”linier stretching”. digunakan sebagai panduan pada saat ke lapangan dengan bantuan alat navigasi GPS (Global Positioning System). sehingga informasi lebih lanjut/detil didapatkan melalui keterangan penduduk setempat. Pemetaan Daerah Perlindungan Laut (DPL) Pemetaan DPL dilakukan dengan memanfaatkan informasi koordinat batas DPL yang tersedia di daerah kajian. DPL yang dibuat oleh penduduk/masyarakat.000. Data hasil lapangan digunakan selanjutnya untuk interpretasi ulang dan digitisasi ulang sehingga diperoleh batas yang lebih akurat. Tugas operator lebih mudah dari pada menggunakan alat “digitizer”. juga ditajamkan dengan teknik ”linier stretching”. bahkan di atas laut ketelitiannya bias mencapai 5 meter. Berdasarkan peta tentative tersebut kemudian dipilih lokasilokasi sampel secara acak. proses digitasi dan perbaikan dalam satu tempat dan satu waktu. garis batas DPL ditarik mulai dari wilayah 9 . dengan cara yang sama pada mintakat laut didigitisasi batas terluar dari mintakat terumbu. 1991) adalah : 1. GPS yang digunakan saat kerja lapangan adalah GPS Map GARMIN 76 C dengan ketelitian posisi absolute sekitar 15 meter.digitizing” dibanding metode digitasi manual (Stefanovic. Komposit citra yang digunakan adalah komposit citra 321. Setelah objek perairan dipisahkan dari daratan. merupakan DPL yang digunakan untuk perlindungan ekosistem terumbu karang. Untuk identifikasi mangrove. 5. 2. Letak DPL bervariasi tergantung pada karakteristik lingkungan disekitarnya. Lebih cepat. adanya fasilitas “zooming” memungkinkan operator meletakkan posisi tepat ditengah garis yang didigitasi.

Pembuatan sket bentuk DPL juga dilakukan agar dapat digunakan sebagai panduan dalam penarikan garis batas pada saat pembuatan peta DPL. martil (palu) dan tali plastik (nilon) ukuran diameter 6 mm. Peta tentatif ini nantinya digunakan sebagai panduan untuk mendatangi lokasi yang diduga sebagai DPL pada saat kerja lapangan. Setelah peta dibawa ke lapangan. Pencatatan kehadiran koloni 10 . 3. dibentangkan sejajar garis pantai dimana daratan/pulau berada di sebelah kiri. Karang Bahan yang dibutuhkan untuk pengamatan karang. panjang transek 25 meter. alat tulis dalam air (kertas. besi (diameter ± 20 mm) dengan panjang 30 cm yang digunakan sebagai patok. Metode yang digunakan adalah metode transek garis. serta informasi tambahan lainnya seperti waktu pengambilan titik. melalui informasi yang didapat di lapangan baik melalui informasi penduduk maupun dari dinas terkait. Untuk wilayah dengan rataan terumbu karang yang luas. dan symbol titik. biota bentik dan substrat (komponen bentik) ialah peralatan selam lengkap (SCUBA). papan pengalas. Data ini diolah didalam perangkat lunak SIG menjadi peta sebaran titik. titik-titik tersebut dihubungkan dengan garis sehingga membentuk sebuah batas DPL.4. elevasi dari permukaan laut rata-rata bidang ellipsoid.2. Penyiapan peta tentatif posisi DPL dilakukan dengan jalan memasukkan koordinat DPL sementara berdasarkan informasi awal ke dalam peta dasar terumbu karang yang dikombinasikan dengan data citra satelit. perahu motor (rubber boat). identitas titik. Kemudian. Pembuatan peta DPL dilakukan di laboratorium dengan memanfaatkan perangkat lunak SIG dan pengolah data tabular (excel). batas DPL dibuat mulai dari tubir terumbu hingga batas wilayah yang memiliki karang. maka ujung-ujung batas DPL dipetakan dengan mencatat koordinatnya menggunakan alat GPS. Langkah-langkah pemetaannya adalah sebagai berikut: 1.yang terdapat karang hingga kea rah garis pantai. pita berskala (100 m). Hasil peta garis batas tersebut kemudian dibangun topologinya menjadi sebuah topologi polygon agar dapat diketahui luasan area DPL tersebut. Data yang diambil dari GPS merupakan data koordinat ujung-ujung batas DPL yang bentuknya berupa data tabular. II. Data tabular GPS mencatat informasi koordinat longitude dan latitude. 2. pensil).

1. panjangnya ≥ 20 cm) ƒ “Small Giant Clam” (kima ukuran kecil. atau Serriatopora spp. biota bentik dan substrat. 1. panjangnya < 20 cm) ƒ Trochus niloticus (lola) x 100 % 11 . Biota yang dicatat jumlah individunya sepanjang transek ialah : ƒ Lobster (udang barong) ƒ ”Banded coral shrimp” (udang karang kecil yang hidup di sela cabang karang Acropora spp. Total bidang pengambilan/pencatatan biota makrobentik : (2 X 25) m2 = 50 m2.50. Hasil pengamatan disajikan dalam bentuk Tabel maupun peta tematik. dengan metode ”Reef Check” pada transek yang sama sepanjang 25 m dan dengan lebar 1 meter ke kanan dan 1 meter ke kiri dari garis transek.5 dan seterusnya sampai ke titik 25.4.50. 50 titik. biota bentos maupun substrat yang dilewati atau berada di bawah garis transek dicatat dengan interval 50 cm.) ƒ Acanthaster planci (bintang bulu seribu) ƒ Diadema setosum (bulu babi hitam) ƒ “Pencil sea urchin” (bulu babi seperti pensil) ƒ “Large Holothurian” (teripang ukuran besar. panjangnya < 20 cm) ƒ “Large Giant Clam” (kima ukuran besar. 2. Data pengamatan selanjutnya disusun dalam bentuk tabel untuk kepentingan analisa lanjutan antara lain untuk melihat persentase kehadiran jenis karang. 2.3. Disamping itu untuk melengkapi laporan ini dibuat deskripsi lokasi dan gambar bentuk dasar perairan tiap lokasi. Transek dilakukan di daerah lereng terumbu bagian atas dengan asumsi pertumbuhan karang batu cukup baik di area ini. panjangnya ≥ 20 cm ) ƒ “Small Holothurian” (teripang ukuran kecil. Megabentos Sampling dilakukan sesudah kegiatan PIT. Untuk analisa data hanya dilakukan secara deskriptif. dengan perhitungan persentase komponen bentik sebagai berikut : Jumlah Tiap Komponen (%) Jumlah Individu = ----------------------------Total Komponen II. yang dicatat ialah komponen bentik dimulai dari titik 0. Secara teknis di lapangan. Total jumlah titik yang dilalui dan dicatat.karang dilakukan dengan “Point Intercept Transect (PIT)“ Tiap koloni karang. Pocillopora spp.

merupakan jenis ikan berukuran kecil. Selain itu juga dihitung kelimpahan jenis ikan karang dalam satuan unit individu/transek. Sehingga luas bidang yang teramati per transeknya yaitu (5 x 25) = 125 m2. b. Siganidae (ikan baronang). berukuran kecil yang hidup disela-sela karang) ƒ “Mushroom coral’ (karang jamur. 12 . Caesionidae (ikan ekor kuning). Biasanya mereka menjadikan terumbu karang sebagai tempat pemijahan dan sarang / daerah asuhan. Ikan-ikan target. et al. et al. yaitu ikan ekonomis penting dan biasa ditangkap untuk konsumsi.4. serta cenderung bersifat teritorial. Lutjanidae (ikan kakap). dengan karakteristik warna yang beragam sehingga dikenal sebagai ikan hias. Fungia spp. Khusus untuk ikan kerapu (grouper) digunakan acuan dari Randall and Heemstra (1991) dan Heemstra dan Randall (1993). Kelompok ini umumnya ditemukan melimpah. Ikan-ikan ini sepanjang hidupnya berada diperairan terumbu karang. dan Blenniidae (ikan peniru). Ikan-ikan target ini diwakili oleh famili Serranidae (ikan kerapu). Labridae (ikan sapu-sapu). Jenis-jenis ikan yang didata dikelompokkan ke dalam 3 kelompok utama (ENGLISH. Haemulidae (ikan bibir tebal). Metode yang digunakan yaitu metode ”Underwater Fish Visual Census” (UVC). dimana ikan-ikan yang dijumpai pada jarak 2. pengamatan ikan dilakukan di sepanjang garis transek. Identifikasi jenis ikan karang mengacu kepada Matsuda. Kuiter (1992) dan Lieske dan Myers (1994). ditampilkan dalam bentuk tabel dan peta tematik.5 m di sebelah kiri dan sebelah kanan garis transek sepanjang 25 m dicatat jenis dan jumlahnya. Scaridae (ikan kakak tua) dan Acanthuridae (ikan pakol).ƒ Drupella (sejenis keong.4.. yaitu: a. Ikan Karang Seperti halnya karang. Ikan-ikan major. c. Apogonidae (ikan serinding). 1997). Data kelimpahan tiap jenis ikan karang yang dicatat dimasingmasing stasiun transek. Ikan-ikan indikator diwakili oleh famili Chaetodontidae (ikan kepe-kepe). (1984). Lethrinidae (ikan lencam). yaitu jenis ikan karang yang khas mendiami daerah terumbu karang dan menjadi indikator kesuburan ekosistem daerah tersebut. baik dalam jumlah individu maupun jenisnya.) II. Nemipteridae (ikan kurisi). Ikan-ikan indikator. umumnya 5–25 cm. diwakili oleh famili Pomacentridae (ikan betok laut).

megabentos dan ikan karang.1. Peta bentuk dan luas DPL di bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring. yaitu SIG. Letak DPL bervariasi. Kabupaten Pangkep. karang. 2008. Penelitian dilakukan di Kabupaten Pangkajene Kepulauan mencakup Kecamatan Liukkang Tupabbiring dan Kecamatan Liukkang Kalmas. HASIL PENGAMATAN Hasil pengamatan akan diuraikan berdasarkan masing-masing substansi yang diamati. Karena luasnya pulau.III. peta-peta yang ditampilkan dipilah menjadi beberapa gambar. Hasil Pengamatan SIG Hasil pengamatan SIG disajikan dalam bentuk peta yang menggambarkan polygon dan luas daerah DPL di Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Gambar 3 dan 4). dapat berada 13 . untuk menjadikan lebih informatif. di Kecamatan Liukkang Tupabbiring terdapat 12 DPL yang tersebar mulai dari utara Pulau Salemo hingga Pulau Badi. Begitu juga di Kecamatan Liukkang Kalmas. Berdasarkan hasil penelusuran lapangan. Posisi masing-masing DPL disajikan dalam lampiran. terdapat 7 DPL yang tersebar dari Pulau Pemantuan di sebelah Barat membujur ke bagian Timur hingga Pulau Dewakang Lompo. Gambar 3a. III.

Kabupaten Pangkep. hal ini dimaksudkan agar mudah didalam pengelolaannya. Sempitnya wilayah DPL disebabkan karena gosong yang dijadikan wilayah DPL memang merupakan gosong yang sempit. Berdasarkan peta tersebut dapat diketahui bahwa DPL terluas terdapat di Desa Mattiro Adae dengan luas 47.7 kilometer.7 ha. Jika dicermati pada peta. Gambar 3b.di ujung “fringing reef“ (tubir) atau terdapat juga di wilayah “patch reef” (gosong). DPL tersempit terdapat di sebelah Timur Pulau Karanrang yang merupakan wilayah Desa Mattiro Bulu. Bentuk bidang wilayah DPL sebagian besar cenderung teratur membentuk bidang persegi. Luasan dan bentuk DPL di Kecamatan Liukkang Tupabbiring dapat dilihat pada peta lokasi di Gambar 1 dan Gambar 2.5 Ha dan mencakup seluruh wilayah gosong (patch reef). DPL ini terdapat di sebelah Selatan rataan terumbu Pulau Bontosua dengan bentuk persegi empat dan keliling ± 2. Bentuk DPL berupa bidang segiempat dengan keliling wilayahnya sepanjang ± 281 meter. wilayah DPL tersebut meliputi tubir rataan terumbu hingga pangkal terumbu yang terletak di garis pantai pulau. 2008. Hanya DPL Mattiro Deceng yang terdapat dirataan terumbu Pulau Badi yang berbeda bentuknya 14 . Peta bentuk dan luas DPL di bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring. Lebar rataan terumbu pada wilayah tersebut dapat mencapai hingga lebih dari 400 meter. DPL di wilayah tersebut memiliki luas 0.

Luas DPL Mattiro Deceng tersebut adalah 25. 2008. yaitu seluas 107.1 Ha dengan lebar rataan terumbu ± 600 meter. Kecamatan ini wilayahnya berupa kepulauan dengan Pulau terbesar adalah Pulau Doangdoangan Besar dengan luas ± 1332. Bentuk bidang DPL memanjang dari pangkal terumbu pada garis pantai hingga ke ujung tubir terumbu. Peta bentuk dan luas DPL di bagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas. DPL terluas pada Kecamatan ini juga terdapat pada rataan terumbu pulau tersebut. sehingga memungkinkan membentuk suatu wilayah DPL yang cukup luas. Gambar 4a.2 Kilometer. Kabupaten Pangkep. sehingga bentuk bidang wilayahnya tidak berbentuk persegi pada umumnya.54 ha. Jika dilihat pada dan Gambar 4a dan 4b. Pada garis pantai bentuk batas DPL mengikuti lekuk garis pantai dan pada wilayah tubir terumbu polanya mengikuti bentuk batas terumbu.8 ha dengan lebar terumbu mencapai ± 1. Wilayah Kecamatan Liukkang Kalmas terletak cukup jauh dari wilayah daratan Kabupaten Pangkajene Kepulauan dengan jarak ± 187 kilometer.dengan DPL lainnya. dapat diketahui bahwa tidak semua DPL yang terdapat pada rataan terumbu yang lebar memiliki wilayah DPL yang luas. Pada DPL tersebut. 15 . pembatasan wilayah DPL dimulai dari pangkal rataan terumbu yang berupa garis pantai hingga ke ujung tubir terumbu.

hanya DPL Takat Sarassa saja yang terdapat di “patch reef” (gosong) dengan luas 16. 2008. Hasil Pengamatan Karang Pengamatan karang di lokasi DPL Kabupaten Pangkep dilakukan di 24 stasiun transek di 12 pulau di Kecamatan Liukkang Tuppabiring. meliputi bagian pulau-pulau di bagian timur dan barat 16 .2.25 %. 2007). 2006. Hal ini sangat tergantung pada kepentingan masyarakat setempat yang memilih lokasi tersebut.3 ha. Kabupaten Pangkep. Jika dibandingkan dengan total luas terumbu karang di kedua kecamatan tersebut yaitu 34589. maka jumlah total luas DPL yang terdapat di Kecamatan LIukkang Tuppabiring dan Liukkang Kalmas sebesar 432. maka persentase total luas DPL terhadap luas terumbu karang adalah 1. Lokasi DPL tersebut terletak di sebelah utara Pulau Pemantuan dan merupakan wilayah paling utara dari Kecamatan Liukkang Kalmas. III.75 % luas terumbu karang di kedua kecamatan ini yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan lainnya. Berdasarkan perhitungan luas DPL melalui analisa SIG.Gambar 4b.86 ha (LIPI. dan 19 stasiun di perairan Kecamatan Liukkang Kalmas.72 ha. Dari ke-7 DPL yang ada pada kecamatan ini. Peta bentuk dan luas DPL di bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas. Dengan demikian maka ada 98. tersebar di pulau-pulau di sebelah utara dan selatan wilayah kecamatan.

Karena lokasi ini merupakan gosong pulau. jumlah transek umumnya lebih dari dua transek.1. Gosong Batu Siborange. biota lain dan substrat ditampilkan dalam bentuk diagram pai (Gambar 5a dan 5b. Di perairan Kecamatan Liukkang Kalmas. dengan substrat dasar perairan berupa patahan karang dan pasir berlumpur.. P. Di masing-masing lokasi DPL di perairan utara dan selatan Kecamatan Liukkang Tupabiring.Hasil pengamatan di Kecamatan Liukkang Tuppabiring Pengamatan kondisi terumbu karang yaitu studi baseline di kecamatan ini dilakukan di lokasi DPL. Favia spp.DPL Mattiro Bombang. Kabupaten Pangkep 1.wilayah kecamatan. tidak terlalu jauh dari daratan utama Provinsi Sulawesi Selatan.2. Hasil pengamatan tentang kondisi karang batu. maka tidak mempunyai daerah pantai.Salemo Lokasi ini merupakan gosong pulau (patch reef) yang terletak di tengah perairan. Acropora spp. sedangkan untuk Kecamatan Liukkang Kalmas dapat dilihat dalam Gambar 6a dan 6b. hasil maupun peta tematik ditampilkan dalam beberapa gambar. Selanjutnya. Pulau-Pulau di bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring. 17 . hasil lengkapnya diuraikan berdasarkan wilayah kecamatan. Bentuk dasar perairan agak landai sampai kedalaman ± 2 m. dibuat 2 transek permanen. Hasil pengamatan disajikan dalam bentuk tabel dan peta tematik. III. Untuk menampilkan peta yang lebih jelas dan informatif. mengingat areanya yang tidak terlalu luas. Pengamatan di lokasi ini dilakukan di 2 daerah perlindungan laut (DPL) yaitu PKPP 01 yang berada pada bagian selatan dan PKPP 02 yang berada pada bagian utara. Karang batu yang yang dominan ditemukan di lokasi PKPP 01 berasal dari jenis Porites cylindrica dan Acropora palifera. yang tersusun dari pesisir utara wilayah kecamatan sampai ke arah barat daya. Symphyllia spp. Hasil pengamatan yang disajikan dalam bentuk gambar dan tabel. Sedangkan di stasiun PKPP 02 didominasi oleh jenis karang masif seperti Goniopora spp.) untuk lokasi DPL di Kecamatan Liukkang Tuppabiring.. rata-rata panjang (sejajar garis pantai) 20 – 1000 meter. yang sudah ditentukan oleh masyarakat setempat.. dimana terdapat banyak pulau-pulau kecil dengan rataan terumbu yang luas. diuraikan selanjutnya. Lokasi DPL umumnya terletak di pesisir pulau-pulau kecil.

Gambar 5a. gorgonia dan beberapa jenis ”Hydroid”. serta beberapa jenis spong (SP). Komponen lain yang mempunyai persentase kehadiran tertinggi yaitu spong (SP) dan alga (FS) sebesar 16 % dengan jumlah individu sebanyak 8 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 01. 18 . karang lunak (SC). biota bentik dan substrat hasil studi baseline dengan metode PIT di lokasi DPL. Kabupaten Pangkep. bagian utara Kecamatan Liukkang Tupabbiring. Hasil lengkap dari persentase jumlah individu karang batu dan komponen lainnya dapat dilihat pada Tabel 1. Persentase jumlah individu karang batu. Disamping itu ditemukan juga beberapa jenis Algae terutama dari jenis Eucheuma spinosum dan Halimeda sp. Kondisi perairan pada saat pengamatan berlangsung mempunyai kecerahan yang rendah dimana terlihat adanya sedimentasi sehingga air menjadi keruh. 2008.dan Porites lutea. Karang batu dari marga Acropora persentase kehadiran sebesar 4 % yang dijumpai di kedua stasiun dan terdiri hanya 1 jenis yaitu Acropora palifera. Persentase kehadiran karang batu di lokasi PKPP 01 tertinggi yaitu dari karang batu non-Acropora sebesar 48 % dengan jumlah individu sebanyak 24 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 02.

Kabupaten Pangkep. Favites pentagona Goniastrea favulus Porites lutea P. Tabel 1. cylindrica Porites sp. P. Jenis Karang Batu ACROPORA Acropora palifera Total NON-ACROPORA Cyphastrea chalcidicum Favia matthaii F. 2008. biota bentik dan substrat hasil studi baseline dengan metode PIT di lokasi DPL. Salemo. bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring. Gosong Batu Siborange. Persentase jumlah individu karang batu. bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring.Gambar 5b. Jumlah Individu PKPP 01 PKPP 02 2 2 0 0 0 1 0 0 1 2 1 2 2 1 2 3 0 1 1 1 0 0 % Jumlah Individu PKPP 01 PKPP 02 4 4 0 0 0 2 0 0 2 4 2 4 4 2 4 6 0 2 2 2 0 0 19 . 2008. speciosa Favia sp. Jumlah dan persentase karang. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Bombang. Kabupaten Pangkep.

selanjutnya kedalaman diatas 4 m tidak terlihat adanya pertumbuhan karang batu tetapi didominasi oleh pasir. Pulau Sabutung Pengamatan di lokasi ini dilakukan di 2 daerah perlindungan laut (DPL) yaitu stasiun PKPP 03 dan PKPP 04 yang merupakan gosong pulau yang berdekatan dengan pulau Sabutung. DPL Mattiro Kanja. Lokasi pengamatan PKPP 03 berjarak ± 500 m dari garis pantai kearah laut dan pantainya berpasir. Stasiun PKPP 04 tidak memiliki pantai berpasir karena lokasi ini hanya 20 . Pertumbuhan karang batu sampai kedalaman ± 4 m. Montipora spp. agaricia Diploastrea heliopora Platygyra lamellina Stylophora pistillata Galaxtrea astreata Oulophyllia crispa Goniopora stockesi Goniopora columna G. Porites cylindrica dan Echinopora horrida.. djiboutensis Lobophyllia pachysepta Leptastrea pruinosa Echinophyllia aspera Turbinaria messenterina Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S SI RK Total Jumlah Total 1 0 0 0 2 1 1 0 0 0 1 0 0 0 11 0 7 0 8 2 8 3 7 2 0 37 50 0 1 2 1 0 0 2 2 2 1 0 1 2 1 24 0 6 1 2 3 0 0 5 7 0 24 50 2 0 0 0 4 2 2 0 0 0 2 0 0 0 22 0 14 0 16 4 16 6 14 4 0 74 100 0 2 4 2 0 0 4 4 4 2 0 2 4 2 48 0 12 2 4 6 0 0 10 14 0 48 100 2. Pengamatan berlangsung pada areal yang agak miring (slope) dengan kemiringan ± 45º dimana diatasnya ditemukan karang batu dari jenis Fungia spp.Symphyllia radians S.. Kecerahan pada saat pengamatan ± 5 m dan substrat dasarnya berupa patahan karang dan pasir.

Kecerahan perairan pada saat pengamatan ± 3 m sehingga terlihat air keruh karena adanya sedimentasi. Substrat dasar peraian berupa pasir dimana diatasnya dijumpai “Turf Algae” dan beberapa jenis karang batu antara lain Pocillopora damicornis. Jumlah dan persentase karang.P. Persentase kehadiran karang batu tertinggi adalah karang non-Acropora sebesar 62 % dengan jumlah individu sebanyak 31 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 03. speciosa Montipora venosa Montipora sp M. Heliopora coerulea dan Fungia spp. Hasil lengkap dari persentase jumlah individu karang batu dan komponen lain dapat dilihat pada Tabel 2. aequituberculata Porites cylindrica Fungia fungites F. Kabupaten Pangkep. brueggemanni Acropora sp Total NON-ACROPORA Favia matthaii F. Jenis Karang Batu ACROPORA Acropora palifera A. bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring. Pertumbuhan karang batu pada lokasi ini sampai kedalaman ± 4 m dan selanjutnya diatas kedalaman 4 m sudah tidak ada pertumbuhan karang batu hanya berupa pasir. Disamping itu ditemukan juga fauna lain seperti “Tunicate” dan “Hydroid”. persentase kehadiran tertinggi yaitu 10 % dengan jumlah individu sebanyak 5 individu yang ditemukan di stasiun PKPP 04. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Kanja. Sabutung. mollucensis Jumlah Individu PKPP 03 PKPP 04 % Jumlah Individu PKPP 03 PKPP 04 3 0 0 0 3 1 1 0 1 1 14 0 1 0 1 2 2 5 0 0 1 0 0 5 1 0 6 0 0 0 6 2 2 0 2 2 28 0 2 0 2 4 4 10 0 0 2 0 0 10 2 0 21 . divaricata A.merupakan gosong pulau (patch reef) yang berada pada kedalaman ± 2 m pada saat pengamatan berlangsung. Tabel 2. Porites cylindrica. Komponen lain yang mempunyai persentase kehadiran tertinggi yaitu karang mati beralga (DCA) sebesar 20 % dengan jumlah individu sebanyak 5 individu yang ditemukan di stasiun PKPP 04. 2008. Karang dari marga Acropora .

Demikian juga dengan karang Acropora tertinggi di 22 .5 m sedangkan di stasiun PKPP 06 sampai kedalaman 2 m. Substrat dasar perairan berupa pasir dan patahan karang. Pertumbuhan karang batu di stasiun PKPP 05 sampai kedalaman ± 1. dan Turbinaria mesenterina. Kecerahan perairan pada saat pengmatan berlangsung ± 1. serta beberapa jenis sponges.Merulina scabricula Millepora tenella Pavona deccusatta Echinopora horrida Galaxtrea astreata Pocillopora damicornis Heliopora coerulea Pectinia alcicornis Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S SI RK Total Jumlah Total 2 2 1 4 0 0 0 3 31 0 4 0 4 0 0 3 4 1 0 16 50 0 0 1 0 1 2 2 0 13 0 10 2 6 1 3 1 9 0 0 32 50 4 4 2 8 0 0 0 6 62 0 8 0 8 0 0 6 8 2 0 32 100 0 0 2 0 2 4 4 0 26 0 20 4 12 2 6 2 18 0 0 64 100 3. Porites spp. karang batu yang dominan yaitu Galaxea astreata. Jenis karang batu yang dominan di lokasi PKPP 05 yaitu Galaxea astreata.5 m yang menunjukkan bahwa perairan lokasi ini cukup keruh karena proses sedimentasi yang cukup tinggi.Pulau Saugi Pengamatan di lokasi ini dilakukan pada 2 daerah perlindungan laut (DPL) yaitu stasiun PKPP 05 dan PKPP 06 yang terdapat di Pulau Saugi. Persentase kehadiran karang batu tertinggi yaitu karang non-Acropora sebesar 74 % dengan jumlah individu sebanyak 37 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 05. Lobophyllia corymbosa dan Acropora palifera. Bagian pantai didominasi oleh vegetasi berupa beberapa jenis tanaman pantai dengan pantai berpasir. DPL Mattiro Baji. Sedangkan di stasiun PKPP 06. Lokasi pengamatan kedua stasiun ini berada ± 800 m dari garis pantai pada daerah yang agak miring (slope) dengan kemiringan ± 20º.

Saugi. Jumlah dan persentase karang. cylindrica P. bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring. astreata Pocillopora damicornis Oxypora lacera Lobophyllia corymbosa Montastrea curta Turbinaria mesenterina Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS Jumlah Individu PKPP 05 PKPP 06 % Jumlah Individu PKPP 05 PKPP 06 4 1 2 7 1 0 2 0 1 0 0 1 1 28 1 1 1 0 0 37 0 3 0 3 0 0 0 0 1 1 0 3 0 1 1 1 1 0 0 20 0 0 0 1 3 31 0 4 0 8 1 1 8 2 4 14 2 0 4 0 2 0 0 2 2 56 2 2 2 0 0 74 0 6 0 6 0 0 0 0 2 2 0 6 0 2 2 2 2 0 0 40 0 0 0 2 6 62 0 8 0 16 2 2 23 . P. Tabel 3. Komponen lain yang tertinggi persentase kehadirannya yaitu spong sebesar 16 % dengan jumlah individu sebanyak 8 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 06. Kabupaten Pangkep.jumpai di stasiun PKPP 05 sebesar 14 % dengan jumlah individu sebanyak 7 individu. lobata Merulina scabricula Hydnophora rigida Pavona decussata Seriatophora caliendrum Galaxea fascicularis G. Hasil selengkapnya dari persentase jumlah individu karang batu dan komponen lainnya di lokasi ini dapat dilihat pada Tabel 3. 2008. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Baji. Jenis Karang Batu ACROPORA Acropora palifera Acropora sp A. fastigasi Total NON-ACROPORA Favites halicora Porites lutea P.

Komponen lain yang terbanyak adalah fauna lain (OT) sebesar 44 % dengan jumlah individu sebanyak 22 individu yang dijumpai di stasiun PKK 07. patahan karang dan karang mati. palifera A. Kecerahan perairan pada saat pengamatan berkisar antara 3–4 m. Persentase kehadiran karang batu tertinggi yaitu karang non-Acropora sebesar 48 % dengan jumlah individu sebanyak 24 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 08. Lokasi ini merupakan sebuah pulau kecil yang terletak di tengah perairan. Hasil lengkap dari persentase jumlah individu karang batu dan komponen lain lokasi ini dapat dilihat pada Tabel 4. Porites lobata. Kabupaten Pangkep. Karang Acropora hanya terdapat di stasiun PKPP 08 sebanyak 2 individu dengan persentase kehadiran sebesar 4 %. DPL Mattiro Uleng.. intermedia Total Jumlah Individu PKPP 07 PKPP 08 0 0 0 1 1 2 % Jumlah Individu PKPP 07 PKPP 08 0 0 0 2 2 4 24 .R S SI RK Total Jumlah Total 0 0 0 0 6 50 0 4 0 0 18 50 0 0 0 0 12 100 0 8 0 0 36 100 4. sedangkan di stasiun PKPP 08 didominasi oleh jenis Euphyllia glabrescens. Substrat dasar perairan secara umum berupa pasir.. dan Fungia spp. Favia spp. Kulambing. P. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Uleng.. 2008. Daerah rataan (reef flat) tidak terlalu lebar. Tabel 4. Lobophyllia corymbosa. selanjutnya dasar laut agak miring dengan kemiringan ± 60º (PKPP 07) sedangkan di DPL 08 kemiringan ± 30º. Jenis Karang Batu ACROPORA A.. Goniastrea spp. Pertumbuhan karang batu sampai kedalaman ± 5 m. Jumlah dan persentase karang. Jenis karang batu yang dominan pada PKPP 07 yaitu Goniopora spp. Pectinia spp. dan Astreopora spp. Pectinia spp. bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring. selajutnya didominasi oleh pasir. Pulau Kulambing Pengamatan di lokasi ini dilakukan di 2 daerah perlindungan laut (DPL) yaitu stasiun PKPP 07 dan PKPP 08. yang dijumpai cukup banyak. Lobophyllia spp.

astreata Oxypora lacera Pectinia alcicornis Goniopora sp G. Substrat dasar perairan berupa pasir dan patahan karang. abdita Goniastrea favulus Montipora informis M. aequituberculata Plerogyra sinuosa Seriatophora caliendrum Leptoria phrygia Galaxea fascicularis G. Pulau Laia Pengamatan di lokasi ini dilakukan di 2 stasiun daerah perlindungan laut (DPL) yaitu stasiun PKPP 09 dan PKPP 10. Karang batu yang dominan di stasiun 25 . corymbosa Euphyllia glabrescens Montastrea curta Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S SI RK Total Jumlah Total 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 1 8 0 1 0 18 22 1 0 0 0 0 42 50 1 0 0 1 2 0 1 1 1 1 3 0 0 0 2 1 10 24 0 2 0 8 10 0 0 4 0 0 24 50 0 2 2 0 0 2 0 0 0 0 0 2 2 2 2 0 0 2 16 0 2 0 36 44 2 0 0 0 0 84 100 2 0 0 2 4 0 2 2 2 2 6 0 0 0 4 2 20 48 0 4 0 16 20 0 0 8 0 0 48 100 5. Lokasi pengamatan disini merupakan gosong pulau (patch reef) dengan kedalaman ± 5 m pada saat pengamatan.NON-ACROPORA Favia maxima F. Lokasi ini memiliki bentuk dasar perairan yang agak miring (slope) dengan kemiringan ± 45º yang ditemukan di stasiun PKPP10. minuta Lobophyllia hemprichii L. DPL Mattiro Labangeng.

PKPP 09 yaitu Goniopora columna, Favia spp., Echinophyllia spp. dan Astreopora spp serta beberapa jenis ”Tunicate” ,gorgonia dan hydroid. Stasiun PKPP 10 didominasi oleh karang batu dari jenis Astreopora spp., Merulina spp., Porites spp. dan Goniopora spp. serta beberapa jenis spong, Tunicata dan gorgonia. Kecerahan perairan pada saat pengamatan ± 4 m dimana perairan cukup keruh akibat proses sedimentasi. Pertumbuhan karang batu dijumpai sampai pada kedalaman ± 9 m dan selanjutnya dasar perairan didominasi oleh pasir. Tidak ditemukan karang Acropora di lokasi transek. Kehadiran karang batu, di lokasi ini hanya dijumpai karang batu Non-Acropora saja, sebesar 32 % dengan jumlah individu sebanyak 16 individu. Komponen lain yang tertinggi untuk stasiun PKPP 09 yaitu spong dengan persentase kehadiran sebesar 28 % dengan jumlah individu sebanyak 14 individu, dan stasiun PKPP 10 tertinggi yaitu karang mati beralge (DCA) sebesar 28 % dengan jumlah individu sebanyak 14 individu. Hasil lengkap persentase jumlqah individu karang batu dan komponen lain dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5. Jumlah dan persentase karang, biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Labangeng, P. Laia, bagian utara Kecamatan Liukkang Tupabiring, Kabupaten Pangkep, 2008. Jenis Karang Batu NON-ACROPORA Astreopora sp. A. ocellata Cyphastrea chalcidicum C. serailla Echinophyllia sp. Favia speciosa Favia sp. Favites abdita Favites pentagona Goniopora columna Leptastrea purpurea Leptoria phrygia Lobophyllia corymbosa L. hemprichii Merulina scabricula Montipora incrassata M. informis Oxypora lacera Turbinaria mesenterina Jumlah Individu PKPP 09 PKPP 10 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 2 1 1 1 1 0 1 1 0 2 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 1 0 0 % Jumlah Individu PKPP 09 PKPP 10 2 0 2 0 2 2 0 2 2 2 2 4 2 2 2 2 0 2 2 0 4 00 2 0 0 2 0 0 0 0 0 0 2 2 0 2 0 0

26

Euphyllia ancora E. glabrescens Heliophora coerulea Oulophyllia crispa Platygyra lamellina Porites lutea Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S SI RK Total Jumlah Total

0 0 0 0 0 0 16 0 7 0 14 7 1 1 4 0 0 34 50

1 1 1 1 1 1 13 0 14 0 11 4 0 2 5 1 0 37 50

0 0 0 0 0 0 32 0 14 0 28 14 2 2 8 0 0 68 100

2 2 2 2 2 2 26 0 28 0 22 8 0 4 10 2 0 74 100

Pulau-Pulau di bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring, Kabupaten Pangkep 6. DPL Mattiro Bulu, Pulau Karangrang Lokasi pengamatan, agak ke selatan ke arah barat, letaknya sedikit lebih jauh dari daratan utama Pulau Sulawesi. Pengamatan di lokasi ini dilakukan di perairan Dusun Matiro Bulu yang merupakan daerah perlindungan laut (DPL) stasiun PKPP 11 dan stasiun PKPP 12. Lokasi ini memiliki pantai berpasir dan beberapa jenis tumbuhan pantai. Areal pengamatan terumbu karang di stasiun PKPP 11 berjarak ± 500 m dari garis pantai sedangkan stasiun PKPP 12 berjarak ± 300 m dari garis pantai kearah laut. Pengamatan di stasiun PKPP 11 berlangsung pada daerah yang agak miring (slope) dengan kemiringan ± 20º, demikian juga dengan di stasiun PKPP 12 dimana kemiringannya mencapai ± 45º. Substrat dasar perairan kedua stasiun ini berupa pasir dan patahan karang. Jenis karang batu yang dominan di stasiun PKPP 11 yaitu Seriatopora caliendrum, Montipora spp., Favia spp. dan Porites spp. dan juga beberapa jenis spong dan alga, terutama jenis Echeuma sp. Sedangkan di stasiun PKPP 12 didominasi oleh karang batu jenis Porites cylindrica, Galaxea fascicularis, Favia spp., Fungia spp. dan Lobophyllia corymbosa serta beberapa jenis ”Tunicate”, ”Crinoid” dan spong.

27

Persentase kehadiran karang batu tertinggi yaitu karang NonAcropora sebesar 34 % dengan jumlah individu sebanyak 17 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 12. Karang dari marga Acropora hanya ditemukan distasiun PKPP 11 sebesar 2 % dengan jumlah individu sebanyak 1 individu. Komponen lain yang mempunyai persentase kehadiran tertinggi yaitu karang mati beralge (DCA) sebesar 36 % dengan jumlah individu sebanyak 18 individu ang dijumpai di stasiun PKPP 12. Hasil lengkap dari persentase jumlah individu karang batu dan komponen lain di lokasi ini dapat dilihat pada Tabel 6. Tabel 6. Jumlah dan persentase karang, biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Bulu, P. Karangrang, bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring, Kabupaten Pangkep, 2008.
Jenis Karang Batu ACROPORA Acropora cytherea Total NON-ACROPORA Favia matthaii F. rotundata Favia sp. F. digitata F. halicora Goniastrea edwardsi Montipora venosa Montipora sp. M. incrasata M. millepora Porites nigrecens P. cylindrica P. lobata Fungia paumotensis Polypyllia talpina Diploastrea heliopora Seriatophora caliendrum Galaxea fascicularis Pectinia lactuca Lobophyllia corymbosa Turbinaria mesenterina Total Jumlah Individu PKPP 11 PKPP 12 1 1 0 1 1 0 1 0 2 1 1 1 0 0 0 0 0 4 3 0 1 0 0 16 0 0 1 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 6 1 1 1 0 0 1 1 1 1 17 % Jumlah Individu PKPP 11 PKPP 12 2 2 0 2 2 0 2 0 4 2 2 2 0 0 0 0 0 8 6 00 2 0 0 32 0 0 2 0 0 2 0 2 0 0 0 0 2 12 2 2 2 0 0 2 2 2 2 34

28

Persentase kehadiran karang batu di lokasi ini hanya diwakili oleh karang non-Acropora. Jenis karang batu yang dominan di stasiun PKPP 13 yaitu Montipora spp. dimana kedua stasiun ini mempunyai nilai yang sama yaitu 24 % dengan jumlah individu sebanyak 12 individu. Disamping karang batu dijumpai juga beberapa jenis ”Tunicate” dan gorgonia. DPL Mattiro Dolangeng. dengan substrat berupa patahan karang dan pasir. 29 . Porites spp dan Pocillopora spp. Stylophora pistillata dan Montipora spp. Pulau Podangpodang Lompo Pengamatan kondisi terumbu karang di lokasi ini dilakukan di perairan Dusun Matiro Dolangeng di 2 lokasi daerah perlindungan laut (DPL) yaitu stasiun PKPP 13 dan PKPP 14.Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R 0 8 2 13 0 3 3 0 18 0 5 3 0 5 0 16 4 26 0 6 6 0 36 0 10 6 0 10 S SI RK Total Jumlah Total 4 0 0 33 50 2 0 0 33 50 8 0 0 66 100 4 0 0 66 100 7. Bentuk dasar perairan agak landai dan tidak terlalu miring... Kedua lokasi ini tidak memiliki daerah pantai karena merupakan gosong pulau (patch reef) yang berada pada kedalaman ± 5. Tidak ditemukan karang Acropora di lokasi transek. Hasil lengkap dari persentase jumlah individu karang batu dan komponen lain lokasi ini dapat dilihat pada Tabel 7. Komponen lain yang mempunyai persentase kehadiran tertinggi yaitu patahan karang (R) sebesar 48 % dengan jumlah individu sebanyak 24 individu. Kecerahan perairan pada saat pengamatan berlangsung ± 10 m yang menunjukkan bahwa perairan cukup terang. sedangkan di stasiun PKPP 14 didominasi oleh Pocillopora verrucosa.5 m untuk PKPP 13 sedangkan PKPP 14 pada kedalaman ± 2 m.

Jenis Karang Batu NON-ACROPORA Cyphastrea chalcidicum Favia palida Goniastrea favulus Montipora informis M. millepora Porites lutea P. foliosa M.Tabel 7. P. lobata Polypyllia talpina Millepora tenella Stylophora pistillata Galaxea astreata Pocillopora verrucosa Leptastrea pruinosa L. Kabupaten Pangkep. Podangpodang Lompo. purpurea Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S SI RK Total Jumlah Total Jumlah Individu PKPP 13 PKPP 14 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 0 2 1 1 0 12 0 7 0 1 0 0 24 6 0 0 38 50 0 1 0 1 0 1 0 1 1 0 0 3 1 2 0 0 1 12 0 11 0 4 0 0 19 4 0 0 38 50 % Jumlah Individu PKPP 13 PKPP 14 2 0 2 0 2 2 2 0 2 2 2 0 0 4 2 2 0 24 0 14 0 2 0 0 48 12 0 0 76 100 0 2 0 2 0 2 0 2 2 0 0 6 2 4 0 0 2 24 0 22 0 8 0 0 38 8 0 0 76 100 30 . 2008. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Dolangeng. incrasata M. bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring. Jumlah dan persentase karang. transversa L.

dan beberapa jenis spong. bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring. Pulau Sarappo Lompo Lokasi ini merupakan sebuah pulau yang berada di tengah perairan. Hidnophora spp.pulchra A. Jenis Karang Batu ACROPORA A. grandis A. Montipora spp. M... Tabel 8. P. foliosa M. Hasil lengkap dari persentase jumlah individu karang batu dan komponen lain lokasi ini dapat dilihat pada Tabel 8. dan Seriatophora hystrix.8. Sarappo Lompo. Fungia spp. DPL Mattiro Langi. Stylophora pistillata dan Euphyllia glabrescens. cerealis A cropora sp. Pertumbuhan karang batu di stasiun PKPP 15 pada umumnya di daerah lereng terumbu dan didominasi oleh karang mushroom (Fungia spp. Sedangkan di stasiun PKPP 16 didominasi oleh karang batu jenis Acropora spp. Bagian pantai pulau ini dijumpai pantai berpasir dimana belakangnya ditumbuhi pohon kelapa dan beberapa jenis tumbuhan pantai. Total NON-ACROPORA Montipora sp. Jumlah dan persentase karang. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Langi.). Pengamatan dilakukan di 2 lokasi daerah perlindungan laut (DPL) yaitu stasiun PKPP 15 dan PKPP 16. sedangkan karang non-Acropora tertinggi dijumpai di stasiun PKPP 15 sebesar 50 % dengan jumlah individu sebanyak 25 individu. Lokasi pengamatan berada ± 1 km dari garis pantai pada daerah yang agak miring (slope) dengan kemiringan ± 60º. aequituberculata Jumlah Individu PKPP 15 PKPP 16 0 0 0 1 1 0 0 1 1 7 2 0 6 16 2 6 1 % Jumlah Individu PKPP 15 PKPP 16 0 0 0 2 2 0 0 2 2 14 4 0 12 32 4 12 2 31 .. Montipora foliosa. Pertumbuhan karang batu sampai pada kedalaman 7 m. Kabupaten Pangkep. formosa A. 2008. Disamping itu ditemukan juga karang lunak dari jenis Xenia sp. Persentase kehadiran karang batu dari marga Acropora tertinggi di stasiun PKPP 16 sebesar 32 % dengan jumlah individu sebanyak 16 individu. Kecerahan perairan pada saat pengamatan ± 7 m. Substrat dasar berupa patahan karang dan pasir. Komponen lain yang tertinggi persentase kehadirannya yaitu karang mati beralge (DCA) sebesar 34 % dengan jumlah individu sebanyak 17 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 15.

Areal pengamatan di stasiun PKPP 17 berjarak ± 1 km dari garis pantai.Porites nigrecens P. DPL Mattiro Sompe. sedangkan di stasiun PKPP 18 berjarak ± 2 km. cylindrica Fungia concinna Fungia sp. Pengamatan kondisi terumbu karang berlangsung pada bagian dasar perairan yang agak miring 32 . echinata F. Pulau Balang Lompo Pengamatan di lokasi ini dilakukan di 2 daerah perlindungan laut (DPL) yaitu stasiun PKPP 17 dan PKPP 18. fungites F. scutaria F. Lokasi stasiun PKPP 17 merupakan sebuah gosong pulau (patch reef) yang terletak didepan Pulau Balang Lompo. Kondisi pantai lokasi ini didominasi oleh pantai berpasir dan beberapa jenis tumbuhan pantai. sedangkan stasiun PKPP 18 di Pulau Balang Lompo. horrida F. repanda F.paumotensis Pavona explanulata Pavona sp Seriatophora hystrix Stylophora pistillata Galaxea astreata Euphyllia glabrescens E. ancora Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S SI RK Total Jumlah Total 0 1 0 0 3 5 5 3 1 1 0 1 1 0 1 00 1 1 25 1 17 3 1 0 0 2 0 0 0 24 50 1 1 2 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 1 0 0 17 0 12 5 0 0 0 0 0 0 0 17 50 0 2 0 0 6 10 10 6 2 2 0 2 2 0 2 0 2 2 50 2 34 6 2 0 0 4 0 0 0 48 100 2 2 4 2 0 0 0 0 0 0 2 0 0 2 0 2 0 0 34 0 24 10 0 0 0 0 0 0 0 34 100 9. F. mollucensis F.

Karang batu yang mendominasi perairan ini yaitu Diploastrea heliopora. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Sompe.. Favia spp.. Komponen lain yang tertinggi yaitu patahan karang sebesar 24 % dengan jumlah individu sebanyak 12 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 18. dan Fungia spp. Kabupaten Pangkep. exesa Diploastrea heliopora Galaxea astreata Oxypora lacera Jumlah Individu PKPP 17 PKPP 18 1 0 3 1 1 1 1 1 2 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0 3 0 0 2 0 % Jumlah Individu PKPP 17 PKPP 18 2 0 6 2 2 2 2 2 4 0 2 2 0 2 2 0 2 2 0 2 0 2 0 0 0 0 0 0 2 2 0 0 2 0 0 6 0 0 4 0 33 . Karang dari marga Acropora tidak ditemukan di garis transek. Substrat dasar perairan kedua lokasi ini sama yaitu pasir dan patahan karang. danae Porites cylindrica P. Porites cylindrica. Di lokasi transek tidak ditemukan karang Acropora. mollucensis F. Persentase kehadiran karang batu hanya dari karang non-Acropora. scutaria F. Lobophyllia spp. Kecerahan perairan pada saat pengamatan ± 7 m. Jenis Karang Batu NON-ACROPORA Astreopora ocellata Astreopora sp. Favia matthaii Goniastrea retiformis Montipora venosa M. dan beberapa jenis spong terutama di stasiun PKPP 18. 2008. Balang Lompo. Disamping itu dijumpai karang lunak terutama jenis Xenia sp. bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring. Pectinia spp. Hasil lengkap persentase jumlah individu karang batu dan komponen lain ditampilkan dalam Tabel 9. Jumlah dan persentase karang. Galaxea astreata. incrasata M. P. persentase tertinggi yaitu 44 % dengan jumlah individu sebanyak 22 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 17. Tabel 9.dengan kemiringan ± 45º untuk stasiun PKPP 17 dan ± 15º di stasiun PKPP 18. paumotensis Polypyllia talpina Merulina scabricula Millepora dichotoma M. lobata Fungia echinata F.

DPL Mattiro Bone. pachysepta Euphyllia glabrescens Echinophyllia aspera Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S SI RK Total Jumlah Total 1 0 1 0 0 1 1 22 0 7 6 11 1 0 2 1 0 0 28 50 0 1 0 1 1 0 0 12 0 3 7 10 0 0 12 6 0 0 38 50 2 0 2 0 0 2 2 44 0 14 12 22 2 0 4 2 0 0 56 100 0 2 0 2 2 0 0 24 0 6 14 20 0 0 24 12 0 0 76 100 10. Areal pengamatan di stasiun PKPP 19 berada pada jarak ± 800 m dari garis pantai kearaha laut. Disamping itu dijumpai juga beberapa jenis Sponges. Bagian pantai stasiun PKPP 19 didominasi oleh pohon kelapa dan beberapa jenis tumbuhan pantai serta pada bagian pantainya berpasir. Porites spp. Jenis karang batu yang dominan di stasiun PKPP 19 pada bagian rataan terumbu didominasi oleh Montipora spp. Lobophyllia corymbosa L. Pulau Sanane Pengamatan kondisi karang di lokasi ini dilakukan di 2 stasiun dengan kode stasiun PKPP 19 dan PKPP 20. Karang batu di stasiun PKPP 20 didominasi oleh jenis Porites cylindrica dan Porites lobata. yang menunjukkan perairan lokasi ini tidak keruh. dan Fungia spp. Karang batu marga 34 . Lokasi ini merupakan sebuah pulau yang berpenduduk dan terletak di tengah perairan yang dikelilingi beberapa pulau kecil. Pengamatan karang batu dan komponen lain di kedua lokasi dilakukan pada bagian dasar perairan yang agak miring (slope) dengan kemiringan antara 45º (PKPP 20) dan 60º (PKPP 19).. Substrat dasar kedua stasiun berupa patahan karang dan pasir.Pectinia lactuca P. Sebaliknya di stasiun PKPP 20 bagian pantainya dijumpai dermaga motor laut.. sedangkan di stasiun PKPP 20 berada pada jarak ± 500 m. Tunicate dan Crinoid. alcicornis Goniopora sp. Kondisi perairan tidak berarus dan mempunyai kecerahan cukup tinggi yaitu antara 10–20 m.

cylindrica P. 2008. Kabupaten Pangkep. monasteriata M. lobata P. grisea M. altasepta M.Acropora tidak ditemukan di lokasi transek. Hasil lengkap persentase jumlah individu karang batu dan komponen lain lokasi ini disajikan dalam Tabel 10. Jenis Karang Batu NON-ACROPORA Cyphastrea chalcidicum Favites halicora Goniastrea favulus Montipora foliosa M. hanya karang nonAcropora dengan persentase kehadiran tertinggi sebesar 46 % dengan jumlah individu sebanyak 23 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 19. daedalea Stylophora pistillata Galaxea astreata Oulophyllia crispa Heliopora coerulea Leptastrea pruinosa Jumlah Individu PKPP 19 PKPP 20 0 0 0 1 2 0 2 1 2 1 1 0 3 1 1 1 1 1 1 2 1 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 3 0 1 0 2 4 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 2 % Jumlah Individu PKPP 19 PKPP 20 0 0 0 2 4 0 4 2 4 2 2 0 6 2 2 2 2 2 2 4 2 0 0 0 0 0 2 2 2 2 0 0 2 0 0 0 6 0 2 0 4 8 0 0 0 0 0 0 2 2 2 2 2 4 35 . Jumlah dan persentase karang. Komponen lain yang tertinggi yaitu pasir (S) sebesar 34 % dengan jumlah individu sebanyak 17 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 20. P. Sanane. P. nigrecens P. Tabel 10. horrida Merulina scabricula Hydnophora rigida Platygyra sp. rus Fungia fungites F. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Bone. bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring. aequituberculata M. tuegescens Pachyseris speciosa Porites lutea P. millepora M.

Bagian pantai stasiun PKPP 21 merupakan daerah pemukiman penduduk (kampung Mattiro Bone) sedangkan bagian pantai stasiun PKPP 22 didominasi oleh tumbuhan pantai dan pantai berpasir. Areal pengamatan terumbu karang di kedua stasiun berjarak ± 800 m kearah laut pada daerah yang agak miring (slope) dengan kemiringan antara 45º (PKPP 21) dan 60º (PKPP 22). Stasiun PKPP 22 karang batu yang dominan yaitu Montipora spp. Porites cylindrica dan Fungia spp. Hasil lengkap persentase jumlah individu karang batu dan komponen lain lokasi ini disajikan pada Tabel 11. yang menunjukkan bahwa perairan di lokasi ini tidak keruh. Substrat dasar perairan berupa patahan karang (R). Komponen lain yang tertinggi persentase kehadirannya yaitu karang mati beralge (DCA) sebanyak 40 % dengan jumlah individu sebanyak 20 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 21. Pulau Bontosua Pengamatan kondisi karang di lokasi ini dilakukan di 2 stasiun daerah perlindungan laut (DPL) yaitu stasiun PKPP 21 dan PKPP 22. Persentase kehadiran karang batu tertinggi yaitu karang non-Acropora sebesar 54 % dengan jumlah individu sebanyak 27 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 22. Montipora foliosa. Galaxea astreata.Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S SI RK Total Jumlah Total 23 0 9 0 3 1 0 14 0 0 0 27 50 21 0 9 0 0 0 0 3 17 0 0 29 50 46 0 18 0 6 2 0 28 0 0 0 54 100 42 0 18 0 0 0 0 6 34 0 0 58 100 11. Cyphastrea decadia. 36 . Karang batu yang dominan di stasiun PKPP 21 yaitu Porites rus. Galaxea astreata. serta beberapa jenis Sponges. DPL Mattiro Adae. sedangkan karang batu dari marga Acropora hanya sebesar 4 % dengan jumlah individu sebanyak 2 individu yang juga dijumpai di stasiun PKPP 22. Kondisi perairan pada saat pengamatan mempunyai kecerahan yang cukup tinggi yaitu 20 m. Acropora formosa dan Fungia spp.

bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Adae. formosa Acropora sp. echinata F. cylindrica P. rus Fungia concinna F. monasteriata M. P. 2008. Bontosua. astreata Euphyllia glabrescens E. Kabupaten Pangkep. Jenis Karang Batu ACROPORA Acropora cytherea A. Total NON-ACROPORA Astreopora ocellata Cyphastrea decadia Montipora venosa Montipora sp. altasepta Porites nigrecens P.Tabel 11. glabra Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S SI RK Total Jumlah Total Jumlah Individu PKPP 21 PKPP 22 1 0 0 1 0 1 0 0 1 0 1 2 4 3 0 2 0 0 0 2 0 1 17 0 20 0 2 1 0 9 0 0 0 32 50 0 1 1 2 1 0 1 1 1 2 6 5 0 1 2 0 2 1 1 2 1 27 0 15 0 0 0 0 4 2 0 0 21 50 % Jumlah Individu PKPP 21 PKPP 22 2 0 0 2 0 2 0 0 2 0 2 4 8 6 0 4 0 0 0 4 0 2 34 0 40 0 4 2 0 18 0 0 0 64 100 0 2 2 4 2 0 2 2 2 4 12 10 0 2 4 0 4 2 2 4 2 54 0 30 0 0 0 00 8 4 0 0 42 100 37 . M. fungites Seriatophora hystrix Echinopora lamellosa Galaxea fascicularis G. Jumlah dan persentase karang.

Selanjutnya bentuk dasar perairan agak miring (slope) dengan kemiringan ± 45º pada kedalaman ± 7 m didominasi oleh karang batu jenis Montipora spp.. Montipora foliosa dan Seriatopora hystrix. Tabel 12. sedangkan karang nonAcropora tertinggi yaitu sebesar 54 % dengan jumlah individu sebanyak 27 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 23. Seriatopora spp. dimana diatasnya dijumpai karang batu jenis Montipora foliosa. Persentase kehadiran karang batu marga Acropora tertinggi sebesar 12 % dengan jumlah individu sebanyak 6 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 23. Montipora sp. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Deceng. humillis A. pulchra Total NON-ACROPORA Cyphastrea chalcidicum Favites halicora Jumlah Individu PKPP 23 PKPP 24 4 1 1 6 0 0 1 0 0 1 1 1 % Jumlah Individu PKPP 23 PKPP 24 8 2 2 12 0 0 2 0 0 2 2 2 38 . Komponen lain yang mempunyai persentase kehadiran tertinggi yaitu patahan karang (R) sebesar 34 % dengan jumlah individu sebanyak 17 individu yang ditemukan di stasiun PKPP 24. Jumlah dan persentase karang. Kabupaten Pangkep.12. DPL Mattiro Deceng. Lokasi pengamatan berada pada jarak ± 500 m dari garis pantai kearah laut. Seriatopora hystrix dan Galaxea fascicularis serta beberapa jenis karang lunak dan sponges. bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring.. 2008..5 m.. Kedua lokasi ini berada di bagian depan Desa Matiro Deceng. Jenis Karang Batu ACROPORA Acropora formosa A. Acropora spp. P. Hasil lengkap persentase jumlah individu karang batu dan komponen lain lokasi ini dapat dilihat pada Tabel 12. Baddi. Kecerahan perairan pada saat pengamatan ± 18 m yang menunjukkan bahwa perairan lokasi ini cukup jernih. Bagian pantai diwarnai oleh pantai berpasir dan pohon kelapa serta beberapa jenis tumbuhan pantai. Fungia spp. Stasiun PKPP 23 mempunyai areal daerah rataan terumbu (reef flat) yang cukup panjang dan diatasnya dijumpai karang batu jenis Acropora spp. Pengamatan di stasiun PKPP 24 dilakukan pada bagian dasar perairan yang agak miring (slope) dengan kedalaman ± 4... Stylophora pistillata dan Porites spp. Pulau Baddi Pengamatan kondisi terumbu karang di lokasi ini dilakukan di 2 daerah perlindungan laut (DPL) yaitu stasiun PKPP 23 dan PKPP 24.

fungites F. Sejumlah 19 transek telah dilakukan di pulau-pulau tersebut. aequituberculata M. yaitu 8 transek di bagian barat perairan Liukkang Kalmas. scutaria F. incrasata M. monasteriata Porites lobata Fungia concinna F. dan 11 transek di bagian timurnya. horrida F.Montipora informis Montipora sp. Transek 39 .2. caliendrum Stylophora pistillata Galaxea fascicularis Pocillopora verrucosa Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S SI RK Total Jumlah Total 0 2 3 1 1 1 1 4 2 1 2 1 1 1 1 1 0 0 0 2 0 0 2 27 0 10 2 0 1 0 4 0 0 0 17 50 1 3 5 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 20 0 10 0 0 0 0 17 2 0 0 29 50 0 4 6 2 2 2 2 8 4 2 4 2 2 2 2 2 0 0 0 4 0 0 4 54 0 20 4 0 2 0 8 0 0 0 34 100 2 6 10 0 2 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 2 2 2 2 2 2 0 2 40 0 20 0 0 0 0 34 4 0 0 58 100 III. foliosa M. M. Hasil pengamatan di Kecamatan Liukkang Kalmas Studi baseline kondisi terumbu karang di lokasi DPLdi Kecamatan Liukkang Kalmas.2. paumotensis Millepora exesa Hydnophora rigida Pavona varians P. dilakukan di pesisir pulau-pulau kecil maupun takat (gosong). danae M. digitata M. venosa Platygyra pini Seriatophora hystrix S.

Komponen lain yaitu abiotik. Jumlah Individu Jenis Karang Batu ACROPORA Acropora palifera Astreopora gracilis Total 1 0 1 0 1 1 0 0 0 2 0 2 0 2 2 0 0 0 KAL14 KAL15 KAL16 % Jumlah Individu KAL14 KAL15 KAL16 40 . 2008. P. Hasil selengkapnya dapat dilihat dalam Tabel 13. Hasil pengamatan karang. kemudian di sebelah timur. dicatat Acropora palifera dan Astreopora gracilis masing-masing dengan jumlah individu 2 %.02).13). cukup tinggi yaitu 36 % diikuti DCA. P. Kalulalukuang (KAL09. Jenis lainnya Montipora undata dicatat 6%. Dasar perairan didominasi alga dari jenis Ulva sp. dan Caulerpa sp.   Luasan terumbu karang cukup luas. sehingga dapat dibuat 3 transek permanen. biota bentik lainnya dan substrat di lokasi transek. Di lokasi transek tidak ditemukan karang lunak (SC). Jumlah dan persentase karang.barat daya dengan panjang ± 1 Kilometer dan lebar ± 500  meter. dicatat patahan katrang (R). 8%. bagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas. sedangkan karang api. Jenis karang NonAcropora lainnya ditemukan dalam jumlah yang kecil (2–4%).(16 %).04). di sebelah barat. Millepora platyphylla. Dewakang Lompo (KAL 01. Karang Acropora.16). P.12.04. selengkapnya disajikan dalam bentuk diagram pai (Gambar 6a dan 6b) dan Tabel. Marasende (KAL 17.19) dan P.15. KAL 15 dan KAL 16). Jenis karang batu didominasi oleh karang NonAcropora (NA).18. Pulau-Pulau di bagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas 13.10). Sabaru (KAL11. DoangDoangan Lompo (KAL 03. DPL Takat Sarassa Lokasi transek berada di area gosong (patch reef) yang bentuknya memanjang arah timur laut . biota bentik dan substrat lokasi DPL Takat Sarassa. 44%. 30 %. P. P. Kabupaten Pangkep.tersebut meliputi Takat Sarassa (KAL 14. sehingga dapat dibuat 3 transek di lokasi ini (KAL 14.07. Doang-Doangan Caddi (KAL 06. Tabel 13. Beberapa lokasi area DPLnya cukup luas. Jenis Porites lutea dicatat dominan di lokasi transek (14 %).08). spong (SP) maupun fauna lain (OT). dicatat ada 27 jenis yang tersebar merata di lokasi dengan persentase individu tertinggi.

NON-ACROPORA Coeloseris mayeri Coscanaraea columna Cyphastrea chalcidicum Cyphastrea seraillia Favia rotundata Favia speciosa Favites chinensis Favites russelli Fungia concinna Fungia repanda Goniastrea retiformis Leptoseris scabra Millepora platyphylla Millepora tenella Montipora informis Montipora undata Pavona venosa Platygyra lamellina Pocillopora eydouxi Pocillopora verruocosa Porites cylindrica Porites lichen Porites lobata Porites lutea Psammocora superficialis Seriatopora hystrix Stylophora pistillata Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R 0 10 0 0 0 8 6 0 7 0 0 0 6 18 0 15 0 0 0 7 12 0 20 0 0 0 16 12 0 14 0 0 0 12 36 0 30 0 0 0 14 24 1 1 1 1 0 0 1 1 0 0 0 0 4 0 0 3 0 1 1 0 1 0 0 5 1 0 0 22 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 2 1 7 0 0 0 16 0 0 0 1 0 0 0 0 1 1 0 1 2 2 1 0 1 0 0 3 0 0 0 0 0 2 1 16 2 2 2 2 0 0 2 2 0 0 0 0 8 0 0 6 0 2 2 0 2 0 0 10 2 0 0 44 0 0 2 2 2 2 0 0 0 0 2 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 4 2 14 0 0 0 32 0 0 0 2 0 0 0 0 2 2 0 2 4 4 2 0 2 0 0 6 0 0 0 0 0 4 2 32 41 .

biota bentik dan substrat di lokasi DPL Pulau Kalukalukuang. DPL Pulau Kalukalukuang DPL berada di rataan terumbu kearah lereng terumbu. Komponen lain didominasi oleh komponen abiotik dimana DCA dicatat 36 %. Biota lain (OT) dan spong dicatat masing-masing hanya 2 %. Tabel 14. Dasar perairan didominasi oleh pertumbuhan alga (FS) dari jenis Padina sp. Jumlah dan persentase karang.. Jarak dari lokasi DPL (lokasi transek) ke garis pantai ± 3. Astreopora gracilis Total NON-ACROPORA Goniastrea retiformis Hydnophora microconos 0 0 1 1 0 0 2 2 0 0 1 0 1 1 1 0 1 3 0 0 2 0 2 2 2 0 2 6 KAL 09 KAL 10 % Jumlah Individu KAL 09 KAL 10 42 .5 kilometer. Hasil selengkapnya dapat dilihat dalam Tabel 14. bagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas. dengan didominasi oleh jenis Porites lutea (10 %).S SI RCK Total Jumlah total 3 0 0 27 50 2 0 0 33 50 0 0 0 34 50 6 0 0 54 100 4 0 0 66 100 0 0 0 68 100 14. 26 %. Jumlah Individu Jenis Karang Batu ACROPORA Acropora clathrata Acropora florida Acropora sp. Dicatat 11 jenis karang Non-Acropora yang ada di garis transek. Di lokasi ini dilakukan 2 transek (KAL 09 dan KAL 10). 4 %. sebelah barat Pulau Kalukaluluang. Jenis karang lainnya tersebar merata dengan persentase jumlah individu masingmasing 2 %. 2008. Pertumbuhan karang batu didominasi oleh karang Non-Acropora dengan persentase total individu tertinggi. dicatat persentase individunya 18 %. sedangkan karang lunak (SC). 26 % dan patahan karang mati (R) 14 %. pasir (S). Karang Acropora ada 4 jenis dengan persentase individu tertinggi 6 %. Kabupaten Pangkep.

Leptastrea purpurea Pachyseris rugosa Porites cylindrica Porites lichen Porites lobata Porites lutea Porites stephensoni Seriatopora hystrix Stylophora pistillata Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S SI RCK Total Jumlah total 0 1 0 1 0 1 1 0 0 4 0 18 1 1 0 9 3 13 0 0 45 50 1 0 1 1 1 5 0 1 1 13 0 17 2 0 1 1 7 6 0 0 34 50 0 2 0 2 0 2 2 0 0 8 0 36 2 2 0 18 6 26 0 0 90 100 2 0 2 2 2 10 0 2 2 26 0 34 4 0 2 2 14 12 0 0 68 100 43 .

biota bentik dan substrat hasil studi baseline dengan metode PIT. Persentase jumlah individu karang batu. Gambar 6b. di lokasi DPL. bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas. Kabupaten Pangkep.Gambar 6a. Persentase jumlah individu karang batu. 44 . 2008. bagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas. 2008. biota bentik dan substrat hasil studi baseline dengan metode PIT di lokasi DPL. Kabupaten Pangkep.

dicatat ada 4%. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Pulau Sabaru. 10 %. Kabupaten Pangkep. Jenis karang api (Millepora tenella) juga ditemukan merata di lokasi transek. Jenis karang Non-Acropora lainnya ditemukan dalam jumlah kecil. DPL Pulau Sabaru (Pulau Pamantauang) Lokasi DPL berada di rataan terumbu (fringing reef) arah timur laut Pulau Pamantauang. Hasil selengkapnya disajikan dalam Tabel 15. Karang Non-Acropora 20 jenis. Jumlah Individu % Jumlah Individu KAL 11  KAL 12  KAL 13  Jenis Karang Batu  ACROPORA  Acropora hyacinthus Acropora microphthalma KAL 11  KAL 12  KAL 13  0  0  0 0  0  0 1  2  3 0  0  0 0  0  0 2  4  6 Total  NON‐ACROPORA  Ctenactis echinata Cyphastrea chalcidicum Echinopora lamellosa Favia matthaii Fungia concinna Fungia danae Goniastrea retiformis 0  1  1  0  0  0  0  1  1  0  2  0  0  1  0  0  0  0  1  1  0  0  2  2  0  0  0  0  2  2  0  4  0  0  2  0  0  0  0  2  2  0  45 . sedangkan karang lunak (SC) tidak ditemukan di lokasi transek. Karang NonAcropra didominasi oleh jenis Montipora foliosa dan Montipora hispida masing-masing 20 %. Komponen abiotik cukup tinggi. Untuk komponen lain. Di lokasi ini dilakukan 3 transek (KAL 11. yang terdiri dari jenis Halimeda sp. Jenis karang batu yang dicatat di lokasi transek ada 22 jenis yang terdiri dari karang Acropora 2 jenis. Batas DPL sejajar lebar terumbu dengan jarak dari tubir ke garis pantai ± 450 meter. Spong (SP). Porites cylindrica dicatat tertinggi 8%. ratarata 2 – 4 %. Tabel 15. 14 % dan komponen DCA. kemudian pasir (S). hyacinthus (2 %) dan A. Jenis lain yaitu Montipora samarensis dan Porites rugosa dicatat persentase tertinggi jumlah individunya masing-masing 12 %. KAL 12 dan KAL 13). alga (FS) dicatat nilai tertinggi 6 %. dicatat persentase jumlah individunya. 2008. terdiri dari A. 16%.15. 12 %. dimulai dari patahan karang (R). bagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas. Jumlah dan persentase karang. Komponen abiotik lainnya tidak ditemukan di lokasi transek. microphthalma (4 %).

5 kilometer.Herpolitha limax Merulina scabricula Millepora tenella Montipora foliosa Montipora hispida Montipora samarensis Pavona varians Porites cylindrica Porites lutea Porites rugosa Porites rus Psammocora contigua Seriatopora hystrix 0  2  5  10  10  3  0  3  0  5  2  0  1  43 0 1 0 0 0 2 4 0 0 0 7 50 0  0  5  2  4  6  1  4  3  1  2  0  0  33 0 6 0 2 0 3 3 3 0 0 17 50 1  1  5  0  0  0  0  2  1  6  2  1  7  28 0 3 0 0 0 1 8 7 0 0 19 50 0  4  10  20  20  6  0  6  0  10  4  0  2  86 0 2 0 0 0 4 8 0 0 0 14 100 0  0  10  4  8  12  2  8  6  2  4  0  0  66 0 12 0 4 0 6 6 6 0 0 34 100 2  2  10  0  0  0  0  4  2  12  4  2  14  56 0 6 0 0 0 2 16 14 0 0 38 100 Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S SI RCK Total Jumlah total Pulau-Pulau di bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas 16. Di lokasi ini dilakukan 3 transek permanen (KAL 06. DPL Pulau Doang-Doangan Caddi Lokasi DPL berada di tubir atau daerah lereng rataan terumbu (reef slope) yang berada di sebelah barat daya Pulau Doang-Doangan Caddi. Karang Acropora ditemukan hanya 2 jenis yaitu Acropora brueggemanni dengan persentase jumlah individu cukup tinggi yaitu 20 %. Jarak dari DPL ke garis pantai ± 2. KAL 07 dan KAL 08). dan Acropora tenuis dengan persentase jumlah individunya hanya 2 %. 46 .

terdiri dari Padina sp. Jumlah Individu Jenis Karang Batu ACROPORA Acropora brueggemanni Acropora tenuis Total NON-ACROPORA Cyphastrea chalcidicum Favia speciosa Galaxea fascicularis Montipora informis Montipora turgescens Porites cylindrica Porites lutea Seriatopora caliendrum Seriatopora hystrix Stylophora pistillata Total Komponen Lain DC DCA SC SP 0 19 3 1 0 8 1 7 0 11 0 0 0 38 6 2 0 16 2 14 0 22 0 0 0 0 1 1 0 0 2 0 1 0 5 0 1 0 0 0 2 0 1 2 1 7 1 0 0 0 1 0 3 0 0 0 5 0 0 2 2 0 0 4 0 2 0 10 0 2 0 0 0 4 0 2 4 2 14 2 0 0 0 2 0 6 0 0 0 10 8 0 8 10 1 11 0 0 0 16 0 16 20 2 22 0 0 0 KAL 06  % Jumlah Individu KAL07  KAL 08  KAL06  KAL 07  KAL 08  47 . dengan persentase jumlah individu 6 %. Karang lunak (SC) didominasi oleh Sinularia sp. sedangkan spong (SP) dicatat 14 %.. Jumlah dan persentase karang. dan Caulerpa rasemosa. Komponen lain. 2008. sedangkan jenis lainnya persentase jumlah individunya hanya berkisar antara 2 – 4 %. diikuti oleh patahan karang mati (R). bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas. 38 %. Hasil selengkapnya dapat dilihat dalam Tabel 16. Kabupaten Pangkep. Tabel 16. Komponen abiotik mendominasi dasar perairan. dan Xenia sp. 34 %dan pasir (S). alga dicatat cukup tinggi yaitu 26 %. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Pulau Doang-Doangan Caddi. dengan didominasi oleh Porites lutea (6%). terdiri dari DCA. Mengingat karang batu yang ditemukan di tiga lokasi transek ini kehadirannya sangat sedikit. 8 %. dapat dicatat bahwa pertumbuhan karang di lokasi ini kurang baik.Karang Non-Acropora dicatat ada 10 jenis.

masingmasing dengan persentase jumlah individu. Sinularia sp. Lebar rataan terumbu (jarak dari tubir ke garis pantai) ± 1. Di lokasi transek banyak ditemukan pertumbuhan alga dari jenis Halimeda sp. terdiri dari Xenia sp. Jumlah dan persentase karang. Dictyota sp. Jenis lainnya jumlahnya bervariasi antara 2 – 4 %. Karang NonAcropora juga ditemukan dalam jumlah yang sedang. dicatat 14 %. mulai dari tubir ke garis pantai dan berada di sebelah barat daya Pulau Doang-Doangan Lompo.OT FS R S SI RCK Total Jumlah total 4 2 4 4 0 0 37 50 1 3 12 0 0 0 32 50 0 13 17 4 0 0 45 50 8 4 8 8 0 0 74 100 2 6 24 0 0 0 64 100 0 26 34 8 0 0 90 100 17. Demikian juga dengan karang lunak. 20 %. Di lokasi DPL ini dilakukan 3 transek permanen (KAL 03.. Tabel 17. Kabupaten Pangkep. 12 jenis. Karang Acropora ditemukan dalam jumlah kecil.. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Pulau Doang-Doangan Lompo. dan Bodlea sp. 2008. Hasil selengkapnya disajikan dalam Tabel 17. Karang batu yang dicatat di lokasi transek ada 17 jenis yang terdiri dari karang Acropora. 5 jenis dan karang Non-Acropora. 2 %. KAL 04 dan KAL 05). Komponen abiotik tertinggi ialah DCA dengan persentase 30 %. Kemudian pasir (S). dan Nephthea sp. bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas. Komponen lain didominasi oleh karang lunak (SC) dengan persentase total jumlah individu 42 %. DPL Pulau Doang-Doangan Lompo Lokasi DPL berada di rataan terumbu.5 kilometer. dengan total persentase. Jumlah Individu Jenis Karang Batu ACROPORA Acropora cerealis Acropora cytherea Acropora humilis 1 1 1 0 0 0 0 0 0 2 2 2 0 0 0 0 0 0 KAL 03 KAL04 KAL 05 % Jumlah Individu KAL 03 KAL04 KAL 05 48 . didominasi oleh jenis Porites cylindrica (8 %) kemudian diikuti oleh Porites lutea (6 %). 18 % dan patahan karang mati (R).

KAL 18 dan KAL 19). DPL Pulau Marasende Lokasi DPL berada di rataan terumbu sebelah barat Pulau Marasende. dengan lebar terumbu ± 300 meter. terpisah agak jauh dari P. Di lokasi ini dilakukan 3 transek permanen (KAL 17. Dari hasil transek dicatat 40 jenis karang batu dengan perincian karang Acropora 11 jenis dan karang Non-Acropora 29 jenis. Doang-Doangan Lompo ke arah timur laut. Jenis Acropora 49 .Acropora hyacinthus Acropora millepora Total NON-ACROPORA Coeloseris mayeri Favia matthaii Merulina scabricula Millepora platyphylla Montipora venosa Porites cylindrica Porites lichen Porites lobata Porites lutea Porites stephensoni Seriatopora hystrix Stylophora pistillata Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S SI RCK Total 0 0 3 1 2 0 1 2 1 0 1 3 2 0 2 15 0 15 0 0 0 6 7 4 0 0 32 1 1 2 0 0 1 1 0 3 1 0 0 0 0 1 7 0 13 6 0 0 10 3 9 0 0 41 0 0 0 0 0 0 0 0 4 0 0 0 0 2 0 6 0 12 21 0 3 8 0 0 0 0 44 0 0 6 2 4 0 2 4 2 0 2 6 4 0 4 30 0 30 0 0 0 12 14 8 0 0 64 2 2 4 0 0 2 2 0 6 2 0 0 0 0 2 14 0 26 12 0 0 20 6 18 0 0 82 0 0 0 0 0 0 0 0 8 0 0 0 0 4 0 12 0 24 42 0 6 16 0 0 0 0 88 Jumlah total 50 50 50 100 100 100 18. Pertumbuhan karang di lokasi ini cukup baik.

2008. Untuk komponen abiotik. Untuk komponen lainnya seperti pasir (S). biota bentik dan substrat di lokasi DPL Pulau Marasende. bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas. Acropora palifera dan Acropora tenuis masing-masing dengan persentase jumlah individu 4 %. dan Hydnophora rigida. Acropora tenuis Acropora verweyi Acropora yongei Astreopora ocellata Total NON-ACROPORA Cyphastrea chalcidicum Cyphastrea microphthalma Favia speciosa 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 2 2 2 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 1 2 0 1 2 0 1 1 8 1 0 4 0 1 1 0 0 1 0 0 8 0 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 0 0 0 2 4 0 2 4 0 2 2 16 2 0 8 0 2 2 0 0 2 0 0 16 KAL 17 KAL18 KAL19 % Jumlah Individu KAL17 KAL18 KAL19 50 . kemudian diikuti oleh Acropora brueggemanni. patahan karang mati (R) dan DCA mendominasi dasar perairan. Kemudian diikuti oleh karang api (Millepora dichotoma) dengan persentase 10%. Hasil selengkapnya dapat dilihat dalam Tabel 18. Kabupaten Pangkep. masing-masing 26 % dan 20 %. alga (FS) . Jumlah dan persentase karang. 4 %. dicatat karang lunak (SC). Jumlah Individu Jenis Karang Batu ACROPORA Acropora acuminata Acropora brueggemanni Acropora microphthalma Acropora nasuta Acropora palifera Acropora samoensis Acropora sp.8 % dan spong (SP). dicatat 4 %. Jenis Acropora lainnya masing-masing dengan persentase jumlah individu 2 %. Porites lutea dan Porites rus dengan persentase masing-masing 8 %. Karang Non-Acropora lainnya.microphthalma dicatat tertinggi persentase jumlah individunya (8%). persentase jumlah individunya berkisar antara 2–4 %. Untuk karang Non-Acropora opersentase tertinggi dicatat pada jenis Porites cylindrica dan Porites nigrescens dengan nilai masing-masing 12 %. 2 %. Tabel 18. Untuk komponen lain.

Favia stelligera Favites chinensis Goniastrea favulus Heliopora coerulea Hydnophora rigida Merulina scabricula Millepora dichotoma Millepora platyphylla Millepora tenella Montipora informis Montipora samarensis Montipora undata Montipora venosa Pavona explanulata Platygyra lamellina Pocillopora damicornis Pocillopora verrucosa Porites cylindrica Porites horizontalata Porites lichen Porites lobata Porites lutea Porites nigrescens Porites rus Porites stephensoni Seriatopora hystrix Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S SI 0 0 0 1 0 1 0 1 0 1 2 1 0 0 0 0 0 6 0 1 0 0 6 2 0 0 24 0 8 0 1 0 2 13 0 0 1 1 1 0 0 0 5 0 2 2 0 0 1 1 0 0 2 1 0 1 1 4 1 0 1 1 27 0 5 1 0 0 4 3 2 0 0 0 0 0 4 1 0 0 0 2 0 0 0 1 1 2 1 2 1 1 0 3 1 4 0 0 24 0 10 2 0 0 2 2 2 0 0 0 0 2 0 2 0 2 0 2 4 2 0 0 0 0 0 12 0 2 0 0 12 4 0 0 48 0 16 0 2 0 4 26 0 0 2 2 2 0 0 0 10 0 4 4 0 0 2 2 0 0 4 2 0 2 2 8 2 0 2 2 54 0 10 2 0 0 8 6 4 0 0 0 0 0 8 2 0 0 0 4 0 0 0 2 2 4 2 4 2 2 0 6 2 8 0 0 48 0 20 4 0 0 4 4 4 0 51 .

dan Dictyota sp. Tabel 19. Di lokasi ini dilakukan 2 transek permanen (KAL 01 dan KAL 02). selain alga yang mendominasi dasar perairan. tidak ditemukan komponen biotik lainnya. Untuk komponen lain. Karang batu yang ditemukan di lokasi transek dicatat ada 17 jenis.yang letaknya disebelah barat daya dari Pulau Dewakang Lompo. 10%. Kabupaten Pangkep. diikuti oleh patahan karang mati (R) yaitu 18 % dan pasir (S) sebesar 10 %. Karang jenis Acropora didominasi oleh Acropora palifera dan Acropora florida. Halimeda sp. 2008. Dominasi kelompok alga ini di lokasi transek dicatat cukup tinggi yaitu 32 %. Jumlah individu KAL 01 KAL 02 0 2 0 1 3 2 0 1 0 3 % Jumlah individu KAL 01 KAL 02 0 4 0 2 6 4 0 2 0 6 Jenis Karang Batu ACROPORA Acropora florida Acropora palifera Acropora yongei Astreopora gracilis Total 52 . dengan persentase jumlah individu masing-masing.RCK Total Jumlah total 0 24 50 0 15 50 0 18 50 0 48 100 0 30 100 0 36 100 19. karang Acropora 4 jenis dan karang Non-Acropora 13 jenis. Jenis Seriatopora hystrix dicatat ada 6 %. Jenis karang NonAcropora lainnya persentase jumlah individunya berkisar antara 2– 4%. Dasar perairan didominasi oleh pertumbuhan alga dari jenis Caulerpa rasemosa. Komponen abiotik didominasi oleh DCA (20 %). dengan jarak dari DPL ke garis pantai ± 2 kilometer. Hasil selengkapnya dapat dilihat dalam Tabel 19. Karang NonAcropora didominasi oleh jenis Porites cylindrica dan Porites stephensoni. Jumlah dan persentase karang. DPL Pulau Dewakang Lompo Lokasi DPL berada di tubir atau lereng terumbu atas. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Pulau Dewakang Lompo. sedangkan 2 jenis lainnya persentasenya hanya 2 %. masing-masing dengan persentase jumlah individu 4 %. bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas. Lokasi ini merupakan lokasi yang terpisah agak jauh dari Pulau Doang-Doangan Lompo ke arah timur.

dapat dilihat bahwa pertumbuhan karang yang masih baik ditemukan di DPL Pulau Marasende.NON-ACROPORA Coeloseris mayeri Galaxea astreata Goniastrea edwardsi Goniopora stokesi Montipora turgescens Porites cylindrica Porites lichen Porites lutea Porites rugosa Porites rus Porites stephensoni Seriatopora hystrix Stylophora pistillata Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S RCK Total Jumlah total 2 1 0 0 0 0 1 2 0 2 5 0 0 13 0 10 2 0 0 8 9 5 0 34 50 0 1 1 1 1 5 1 1 1 0 0 3 2 17 0 6 1 0 0 16 3 4 0 30 50 4 2 0 0 0 0 2 4 0 4 10 0 0 26 0 20 4 0 0 16 18 10 0 68 100 0 2 2 2 2 10 2 2 2 0 0 6 4 34 0 12 2 0 0 32 6 8 0 60 100 Dari keseluruhan hasil pengamatan kondisi karang di lokasi DPL baik di pesisir Kabupaten Pangkep yaitu di pulau-pulau di Kecamatan Liukkang Tuppabiring maupun di pulau-pulau yang jauh dari daratan utama yaitu di Kecamatan Liukkang Kalmas. 53 .

Hasil Pengamatan Tuppabiring Megabentos di Kecamatan Liukkang Nilai rata-rata kelimpahan megabentos didominasi oleh 2 kelompok biota yaitu “mushroom coral“ atau karang jamur (CMR) yang terdiri dari Fungia spp. Kelimpahan biota megabentos hasil studi baseline dengan metode “reef check” di lokasi DPL. dan juga kelompok bulu babi (Diadema setosum). Peta tematik untuk Kecamatan Liukkang Tuppabiring disajikan dalam Gambar 7a dan Gambar 7b. III. seluas 50 m². Hasil pengamatan di 24 stasiun pada 17 lokasi (Kecamatan Liukkang Tuppabiring) menunjukkan bahwa kelimpahan rata-rata biota megabentos tertinggi yaitu Fungia spp. sebanyak 1280 individu 54 .1. dan di Kecamatan Liukkang Kalmas ditampilkan dalam peta tematik dalam Gambar 8a dan 8b. dengan bidang pengamatan 2 x 25 m². Hasil pengamatan disajikan dalam bentuk peta tematik dan tabel (Lampiran). 2008.3.3. Hasil Pengamatan Megabentos Pencatatan biota megabentos dilakukan bersamaan dengan transek PIT. bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring. Gambar 7a.III. Kabupaten Pangkep.

dari 19 lokasi transek di Kecamatan Liukkang Kalmas. 55 . Gambar 7b. Jumlah tertinggi dicatat di lokasi KAL 05 (106 individu) kemudian di lokasi KAL 17 (69 individu) dan KAL 07 (52 individu). 2008. berkisar antara 1-3 individu. dan hal ini dicatat di 5 stasiun transek saja. Lain halnya dengan biota Diadema setosum dimana di perairan DPL Kecamatan Liukkang Tuppabiring jumlahnya cukup banyak (tertinggi 68 individu). III. di lokasi Liukkang Kalmas jumlahnya sangat sedikit.3. Di stasiun-stasiun lainnya tidak ditemukan biota ini.dijumpai di lokasi Pulau Sarrapo Lompo.2.) ditemukan di 5 lokasi transek. bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring. masing-masing hanya 1 individu. sedangkan Diadema setosum tetinggi dijumpai di lokasi Pulau Balang Lompo dengan jumlah individu sebanyak 60 individu. dengan jumlah bervariasi dari 1 – 3 individu. Biota megabentik lainnya sangat jarang ditemukan seperti “large holothurians” hanya ditemukan di 3 lokasi transek. dapat dicatat bahwa “mushroom coral” (CMR) yaitu karang jamur Fungia spp. Kabupaten Pangkep. dan juga pada lampiran. Hasil Pengamatan Kalmas Megabentos di Kecamatan Liukkang Sama halnya dengan di kecamatan Liukkang Tuppabiring. Hasil selengkapnya dapat dilihat dalam Gambar 8a dan Gambar 8b. Untuk lola (Trochus sp. Kelimpahan biota megabentos hasil studi baseline dengan metode “reef check” di lokasi DPL. Biota ini ditemukan di hampir semua lokasi kecuali di KAL 02 dan KAL 03. dicatat mendominasi lokasi transek.

Gambar 8a. Liukkang Kalmas. Kabupaten Pangkep. bagian barat Kec. Kelimpahan biota megabentos hasil studi baseline dengan metode “reef check” di lokasi DPL. 56 . 2008. 2008. Gambar 8b. Kelimpahan biota megabentos hasil studi baseline dengan metode “reef check” di lokasi DPL. Kabupaten Pangkep. bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas.

seperti ikan kakap (termasuk kedalam suku Lutjanidae) yaitu 291 individu/8400 m2. kemungkinan komposisinya terdiri dari 106 ikan mayor.4. 3. Hasil Pengamatan Ikan Karang Hasil pengamatan ikan karang dengan metode “Underwater Fish Visual” (UVC) di lokasi daerah perlindungan laut (DPL) perairan Kabupaten Pangkep. berupa perbandingan kelimpahan antara ikan mayor. Hasil pengamatan ikan karang. Di Kecamatan Liukkang Tuppabiring dilakukan 24 stasiun transek. ikan target dan ikan indikator tersebut adalah : 11.955 individu. III. Dua puluh jenis ikan karang yang memiliki kelimpahan yang tertinggi dalam area 8400 m2 ditampilkan dalam Tabel 20.4 1.744 individu pada luasan area 8.373 individu dan 106 individu. ikan ekor kuning (termasuk dalam suku Caesionidae) yaitu 1084 individu. total dilakukan di 43 stasiun transek. Berdasarkan kelimpahan total ikan karang pada dua puluh empat lokasi DPL ternyata Jenis Chromis ternatensis merupakan jenis ikan karang yang memiliki kelimpahan tertinggi dibandingkan dengan jenis ikan karang lainnya. 31 ikan target dan 1 individu ikan indikator. ikan target dan ikan indikator. Ikan kepe-kepe (Butterfly fish. suku Chaetodontidae) yang merupakan ikan indikator untuk menilai kesehatan terumbu karang memiliki kelimpahan 106 individu. dengan nilai kelimpahan ikan karang sebesar 14. ikan kerapu (termasuk dalam suku Serranidae) 60 individu. yaitu sebesar 3. ikan target dan ikan indikator adalah 106 : 31 : 1.III. 57 . Kelimpahan beberapa jenis ikan ekonomis penting yang termasuk dalam kategori ikan target yang ditemukan di lokasi ini.400 m2. sehingga perbandingan antara ikan mayor. di lokasi DPL Kecamatan Liukkang Tuppabiring disajikan dalam bentuk peta tematik dalam Gambar 9a dan Gambar 9b. Perbandingan kelimpahan kelompok ikan mayor.265 individu. Ini berarti bahwa untuk setiap 138 ikan yang ditemukan di perairan kecamatan ini. dan di kecamatan Liukkang Kalmas 19 stasiun transek. Hasil pengamatan ikan karang di Kecamatan Liukkang Tuppabiring Dari 24 Daerah Pelindungan Laut (DPL) yang diamati di pulau-pulau di Kecamatan Liukang Tuppabiring utara dan selatan perairan Kabupaten Pangkep. kemudian diikuti oleh Chromis viridis ( 2375 individu) dan Sthelophorus sp. ditemukan sebanyak 213 jenis ikan karang yang termasuk dalam 36 suku. Selengkapnya diuraikan berdasarkan pengamatan di masing-masing kecamatan. (1200 individu).

2. 12. 19. 17. Dua puluh jenis ikan karang dengan kelimpahan tertinggi di lokasi DPL. 2008. 3. 4. 18. 1. No. 7. 11. 5. Chromis atripectoralis Caesio teres Amblyglyphidodon ternatensis Apogon chrysopomus Chromis fumea Lutjanus biguttatus Plotosus lineatus Amblyglyphidodon curacao Pterocaesio diagramma Pomacentrus coelestis Pomacentrus auriventris Neoglyphidodon crossi Cheilodipterus macrodon Pomacentrus nigromanus Cheilodipterus quinquelineatus Chrysiptera rollandi Abudefduf vaigiensis Jumlah Individu 3955 2375 1200 950 864 371 302 290 243 200 197 182 156 151 134 131 126 109 106 103 Persentase Kehadiran 88 29 8 17 71 88 38 25 21 8 50 25 17 21 80 17 50 50 46 50 58 .Tabel 20. Kecamatan Liukkang Tuppabiring. Jenis Chromis ternatensis Chromis viridis Stelophorus sp. 10. 14. 8. 13. 16. 9. 15. Kabupaten Pangkep. 20. 6.

Kelimpahan ikan karang. Gambar 9b. 2008.Gambar 9a. Kelimpahan ikan karang. bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring Utara. hasil studi baseline dengan metode “UVC” di lokasi DPL. hasil studi baseline dengan metode “UVC” di lokasi DPL. Kabupaten Pangkep. Kabupaten Pangkep. 2008. bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring Utara. 59 .

Kabupaten Pangkep. Dua puluh jenis ikan karang dengan kelimpahan tertinggi di lokasi DPL.821 individu pada luasan area m2. Pomacentrus moluccensis Pomacentrus bankanensis Abudefduf sexfasciatus Amblyglyphidodon leucogaster Chromis viridis Jumlah Individu 493 412 400 315 269 264 255 254 250 225 216 199 198 196 165 165 163 150 145 141 Persentase Kehadiran 79 79 47 42 58 42 37 53 37 64 85 26 63 79 11 79 100 26 58 21 60 . yaitu sebesar 493 individu. No.4 2. Kecamatan Liukkang Kalmas.650 m2 ditampilkan dalam Tabel 21. 2008. Dua puluh jenis ikan karang yang memiliki kelimpahan yang tertinggi dalam area 6. Hasil pengamatan ikan karang di Kecamatan Liukkang Kalmas Dari 19 Daerah Perlindungan Laut (DPL) yang diamati pada Pulau Pulau di Kecamatan Liukang Tuppabiring utara dan Selatan Perairan Kabupaten Pangkep. Berdasarkan kelimpahan total ikan karang pada dua puluh empat lokasi DPL ternyata jenis Cirrhilabrus cyanopleura merupakan jenis ikan karang yang memiliki kelimpahan tertinggi dibandingkan dengan jenis ikan karang lainnya. Tabel 21. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Jenis Cirrhilabrus cyanopleura Naso brevirostris Heniochus acuminatus Pseudanthias hutchii Chromis ternatensis Acanthochromis polyacanthus Pseudanthias squamipinnis Chrysiptera talboti Odonus niger Chromis weberi Pomacentrus lepidogenys Chromis retrofasciata Amblyglyphidodon curacao Chrysiptera cyanea Archamia sp. dengan nilai kelimpahan ikan karang sebesar 11. kemudian diikuti oleh Naso brevirostris (412 individu) dan Heniochus acuminatus (400 individu).III. sebanyak 280 jenis ikan karang yang termasuk dalam 33 suku.

ikan target dan ikan indikator tersebut adalah : 8. Perbandingan kelimpahan kelompok ikan mayor. suku Chaetodontidae) yang merupakan ikan indikator untuk menilai kesehatan terumbu karang memiliki kelimpahan 864 individu. Kabupaten Pangkep disajikan dalam Gambar 10a dan Gambar 10b. Perbandingan kelimpahan kelompok ikan mayor.719 individu dan 864 individu . ikan kerapu (termasuk dalam suku Serranidae) 197 individu. sehingga perbandingan antara ikan mayor. 3 ikan target dan 1 individu ikan indikator. ikan target dan ikan indikator di lokasi daerah perlindungan laut (DPL) di perairan Kalmas bagian Barat dan Kalmas bagian timur. bagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas. Kelimpahan ikan karang. Kabupaten Pangkep. Ini berarti bahwa untuk setiap 14 ikan yang dijumpai di perairan Kalmas. ikan target dan ikan indikator adalah 10 : 3 : 1. kemungkinan komposisinya terdiri dari 10 ikan mayor. Ikan kepekepe (Butterfly fish. 61 . Gambar 10a.238 individu. 2. seperti ikan kakap (termasuk kedalam suku Lutjanidae) yaitu 334 individu/6650 m2. ikan ekor kuning (termasuk dalam suku Caesionidae) yaitu 470 individu. hasil studi baseline dengan metode “UVC” di lokasi DPL.Kelimpahan beberapa jenis ikan ekonomis penting yang termasuk dalam kategori ikan target yang ditemukan di 19 lokasi DPL Kecamatan Liukkang Kalmas. 2008.

Kabupaten Pangkep. 62 . Kelimpahan ikan karang. bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas. bahwa hasil pengamatan di dalam laporan ini diuraikan secara deskriptif dan tidak dilakukan analisa secara statistik. CRITC daerah dan Peneliti dan Teknisi yang terlibat dalam kegiatan lapangan.Gambar 10b. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih disampaikan kepada Tim Survey dari CRITC Jakarta. Seperti telah diuraikan sebelumnya. 2008. sehingga secara detail tidak dapat dibuat suatu kesimpulan. hasil studi baseline dengan metode “UVC” di lokasi DPL.

Wilkinson and V. 1983. Introduction to Remote Sensing. Kuiter. Uyeno.B. 1997.. J. & R. R. and Randall. Sub Family Epinephelidae). Matsuda. S. Heemstra. and Yoshiro. Vol. Townsville: 390p. Elements of Computer-Assisted Cartography.K. C. Campbell. Guide to Landsat 7. Indonesia and Adjacent Waters. P.Report on Standard Operational Procedures. P. Randall. Revision of Indo-Pacific Grouper (Perciformis: Serranidae: Epinephelidae). 1999. 400p. Second edition. 63 . With Description of Five New Species. J..E. Stefanovic.. English. Indo-Pacific. J. Coral Reef Rehabilitation and Management Project. A. 1991. Revised March. Periplus Edition. Consultant Report ADB CRITC COREMAP II/53. Singapore. 1991. C. Baker.. USA : Earth Observing System Project Science Office NASA. FAO Species Catalogue. and Heemstra. Tokai University Press. 1984.. Introduction to Remote Sensing. Reef Fishes of the World. Lieske E. Australia Institute of Marine Science.B. London: Taylor & Francis. 16. 1996. 1994.E. Myers. Survey Manual for Tropical Marine Resources. T.. NASA. 1996. London: Taylor & Francis. T. Tropical Reef-Fishes of the Western Pacific. The Fishes of the Japanese Archipelago. J. PT Gramedia Pustaka Utama.C. 1992.DAFTAR PUSTAKA Campbell.C. P. Grouper of the World (Family Serranidae. H. 2006.. Amoka.

791435  ‐4.282581 117.336804 119.039250 117.935170  ‐4.883424  ‐4.883718  ‐4. Posisi DPL di Kabupaten Pangkep.678462  ‐4.061783 117.980383  ‐4.769300  ‐4.064850 117.948538  ‐4.LAMPIRAN Lampiran 1. 2008.329641 119.885973  ‐4.882909  ‐4.437513 119.039917 117. Stasiun  PKPP01 PKPP02 PKPP03 PKPP04 PKPP05 PKPP06 PKPP07 PKPP08 PKPP09 PKPP10 PKPP11 PKPP12 PKPP13 PKPP14 PKPP15 PKPP16 PKPP17 PKPP18 PKPP19 PKPP20 PKPP21 PKPP22 PKPP23 PKPP24 KAL1  KAL2  KAL3  KAL4  KAL5  KAL6  KAL7  KAL8  LONG  119.429073 119.756075  ‐4.317476 119.675849  ‐4.093650  ‐5.972335  ‐4.626417 117.463771 119.388605 119.208050  Nama_DPL  Mattiro Bombang  Mattiro Bombang  Mattiro Kanja  Mattiro Kanja  Mattiro Baji  Mattiro Baji  Mattiro Uleng  Mattiro Uleng  Mattiro Labangeng  Mattiro Labangeng  Mattiro Bulu  Mattiro Bulu  Mattiro Dolangeng  Mattiro Dolangeng  Mattiro Langi  Mattiro Langi  Mattaro Sompe  Mattaro Sompe  Mattiro Bone  Mattiro Bone  Mattiro Adae  Mattiro Adae  Mattiro Deceng  Mattiro Deceng  Takat Sarassa  Takat Sarassa  Takat Sarassa  Pulau Kalukalukuang  Pulau Sabaru  Pulau Sabaru  Pulau Sabaru  Pulau Kalukalukuang  64 .342025 119.284208 119.814945  ‐4.426565 119.440201 119.858485  ‐4.771013  ‐4.329759 119.935587  ‐4.420581 119.970718  ‐4.402012 119.259292 119.389335 119.401386 119.463651 119.459278 119.946950  ‐4.929146  ‐4.978767  ‐4.316804 119.094300  ‐5.790771  ‐4.813066  ‐4.983950  ‐5.858185  ‐4.457980 119.927119  ‐4.037483 117.755639  ‐4.092400  ‐5.059583 117.260270 119.204550  ‐5.419548 119.625217 LAT  ‐4.

405800  ‐5.296383  ‐5.918750 117.864550 117.408133  ‐5.293583  ‐5.863833 117.920550 117.124083  ‐5.126667  ‐5.403667  ‐5.411033 ‐5.KAL9  KAL10  KAL11  KAL12  KAL13  KAL14  KAL15  KAL16  KAL17  KAL18  KAL19  117.922350 118.134300 118.411150 118.137383 118.125317  ‐5.135833 118.864867 117.439350  Pulau Doang‐Doangan Caddi  Pulau Doang‐Doangan Caddi  Pulau Doang‐Doangan Caddi  Pulau Doang‐Doangan Lompo  Pulau Doang‐Doangan Lompo  Pulau Doang‐Doangan Lompo  Pulau Marasende  Pulau Marasende  Pulau Marasende  Pulau Dewakang Lompo  Pulau Dewakang Lompo  65 .299100  ‐5.436583  ‐5.

Sebaran karang batu di lokasi DPL Kecamatan Liukkang Tuppabiring. Jenis Karang ACROPORIDAE Acropora acuminata Acropora brueggemanni Acropora cerealis Acropora clathrata Acropora cytherea Acropora divaricata Acropora fastigata Acropora florida Acropora formosa Acropora grandis Acropora humilis Acropora hyacinthus Acropora intermedia Acropora microphthalma Acropora millepora Acropora nasuta Acropora palifera Acropora pulchra Acropora samoensis Acropora sp. I 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 66 . Kabupaten Pangkep.2008.Lampiran 2. PKPP 1 + 2 + 3 + 4 + + + 5 + + + 6 + 7 8 + + 9 10 11 + 12 13 14 15 + 16 + + + + 17 18 19 + 20 + + 21 22 23 + + + 24 + - No.

21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 II 44 Acropora tenuis Acropora verweyi Acropora yongei Astreaopora ocellata Astreopora gracilis Astreopora ocellata Astreopora sp. Montipora aequituberculata Montipora altasepta Montipora danae Montipora digitata Montipora foliosa Montipora grisea Montipora hispida Montipora incrassata Montipora informis Montipora millepora Montipora monasteriata Montipora samarensis Montipora sp. Montipora turgescens Montipora undata Montipora venosa AGARICIIDAE Coeloseris mayeri - - + + - + - - - - + + - + + - + + - + + + - - + + + - + + - + - + + + - + + + - + - + - + + + + + - + + + + + + - + + - + + + + + + + - + + + + + - 67 .

45 46 47 48 49 50 51 52 III 53 IV 54 55 56 57 58 59 60 61 V 62 63 64 65 66 Leptoseris scabra Pachyseris rugosa Pachyseris speciosa Pavona decussata Pavona explanulata Pavona sp. FAVIIDAE Cyphastrea chalcidicum Cyphastrea decadia Cyphastrea microphthalma Cyphastrea seraillia Cyphatrea chalcidicum - + + + - + - + - - + + - + - + - + + - + + + + - - + - + - - + + + + - - + - - + + - + - + + - + + - - + + + + - 68 . Pavona varians Pavona venosa DENDROPHYLLIIDAE Turbinaria mesenterina EUPHYLLIDAE Euphyllia ancora Euphyllia glabra Euphyllia glabrescens Platygyra daedalea Platygyra lamellina Platygyra pini Platygyra sinuosa Platygyra sp.

Favia speciosa Favia stelligera Favites abdita Favites chinensis Favites halicora Favites pentagona Favites russelli Goniastrea edwardsi Goniastrea favulus Goniastrea retiformis Leptastrea pruinosa Leptastrea purpurea Leptastrea transversa Leptoria phrygia Montastrea curta Oulophyllia crispa + + + + + + + + + + + + - - + - + - + + + - + + - + + + + + - + + + + + + - + + - + + + - + + - - - + + + + - - - + - + - + + + + - + - 69 .67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 Diploastrea coerulea Diploastrea heliopora Echinopora horrida Echinopora lamellosa Favia digitata Favia matthaii Favia maxima Favia pallida Favia rotundata Favia sp.

VI 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 VII 105 VIII 106 107 108 IX 109 110 111 112 X 113 FUNGIIDAE Ctenactis echinata Fungia concinna Fungia danae Fungia fungites Fungia horrida Fungia moluccensis Fungia paumotensis Fungia repanda Fungia scutaria Fungia sp. - - + + + - + + - + - + + + - - + - + + - - + + - + + - - + + + + + + - + + + - + + + + + - + + + - + + - + + - + + + + - + - + + + + + + + - - 70 . Herpolitha limax Poliphyllia talpina HELIOPORIDAE Heliopora coerulea MERULINIDAE Hydnophora microconos Hydnophora rigida Merulina scabricula MILLEPORIDAE Millepora dichotoma Millepora exesa Millepora platyphylla Millepora tenella MUSSIDAE Acantastrea sp.

+ + + + - + + + + - + - + + - + + + + + - + - + + + + + + + + + + - + + + + + - + - + + - + + + - + - + + + - + - + + - + + + + + + + + - + - + + = - - + + - + + - + + + + - 71 . Oxypora lacera Pectinia alcicornis Pectinia lactuca POCILLOPORIDAE Pocillopora damicornis Pocillopora eydouxi Pocillopora verruocsa Seriatopora caliendrum Seriatopora hystrix Stylophora pistillata PORITIDAE Goniopora columna Goniopora djiboutensis Goniopora minuta Goniopora sp.114 115 116 117 118 XI 119 120 XII 121 122 123 124 125 XIII 126 127 128 129 130 131 XIV 132 133 134 135 Lobophyllia corymbosa Lobophyllia hemprichii Lobophyllia pachysepta Symphyllia agaricia Symphyllia radians OCULINIDAE Galaxea astreata Galaxea fascicularis PECTINIIDAE Echinophyllia aspera Echinophyllia sp.

136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 XV 147 148 149 Goniopora stokesi Porites cylindrica Porites horizontalata Porites lichen Porites lobata Porites lutea Porites nigrescens Porites rugosa Porites rus Porites sp. Porites stephensoni SIDERASTREIDAE Coscanaraea columna Psammocora contigua Psammocora superficialis Jumlah jenis + + + 10 + + 17 + 12 + 10 + 11 + + 10 8 13 15 + 12 10 + + + 11 + 11 + + 8 + 14 + + 14 + + 19 + 9 + + + 10 + + 15 + + + + 17 + + + 14 + 20 15 72 .

Sebaran karang batu di lokasi DPL Kecamatan Liukkang Kalmas. No. Kabupaten Pangkep.Lampiran 3. I 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Jenis Karang ACROPORIDAE Acropora acuminata Acropora brueggemanni Acropora cerealis Acropora clathrata Acropora cytherea Acropora divaricata Acropora fastigata Acropora florida Acropora formosa Acropora grandis Acropora humilis Acropora hyacinthus Acropora intermedia Acropora microphthalma Acropora millepora Acropora nasuta Acropora palifera Acropora pulchra Acropora samoensis Acropora sp. Acropora tenuis 1 - 2 - 3 + - 4 + + - 5 + + - 6 - 7 - 8 + - 9 - KAL 10 11 + + + - 12 + + + - 13 + + - 14 - 15 + - 16 + + + + 17 + + + + - 18 + - 19 + - 73 .2008.

Montipora turgescens Montipora undata Montipora venosa AGARICIIDAE Coeloseris mayeri Leptoseris scabra Pachyseris rugosa + + - + + - + + - + - - + + + - + + + - + + - - + - + + - - - + + + - + + - + + - + + - + + - 74 . Montipora aequituberculata Montipora altasepta Montipora danae Montipora digitata Montipora foliosa Montipora grisea Montipora hispida Montipora incrassata Montipora informis Montipora millepora Montipora monasteriata Montipora samarensis Montipora sp.22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 II 44 45 46 Acropora verweyi Acropora yongei Astreaopora ocellata Astreopora gracilis Astreopora ocellata Astreopora sp.

FAVIIDAE Cyphastrea chalcidicum Cyphastrea decadia Cyphastrea microphthalma Cyphastrea seraillia Cyphatrea chalcidicum Diploastrea coerulea Diploastrea heliopora Echinopora horrida + + - + + - + + - - - + + - + - - - - - - - - + - + - + + - - - 75 .47 48 49 50 51 52 III 53 IV 54 55 56 57 58 59 60 61 V 62 63 64 65 66 67 68 69 Pachyseris speciosa Pavona decussata Pavona explanulata Pavona sp. Pavona varians Pavona venosa DENDROPHYLLIIDAE Turbinaria mesenterina EUPHYLLIDAE Euphyllia ancora Euphyllia glabra Euphyllia glabrescens Platygyra daedalea Platygyra lamellina Platygyra pini Platygyra sinuosa Platygyra sp.

Favia speciosa Favia stelligera Favites abdita Favites chinensis Favites halicora Favites pentagona Favites russelli Goniastrea edwardsi Goniastrea favulus Goniastrea retiformis Leptastrea pruinosa Leptastrea purpurea Leptastrea transversa Leptoria phrygia Montastrea curta Oulophyllia crispa FUNGIIDAE Ctenactis echinata Fungia concinna + + + - - + + - + + + + - + - - - + - - + - - - + - - - - + - 76 .70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 VI 93 94 Echinopora lamellosa Favia digitata Favia matthaii Favia maxima Favia pallida Favia rotundata Favia sp.

95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 VII 105 VIII 106 107 108 IX 109 110 111 112 X 113 114 115 116 Fungia danae Fungia fungites Fungia horrida Fungia moluccensis Fungia paumotensis Fungia repanda Fungia scutaria Fungia sp. Lobophyllia corymbosa Lobophyllia hemprichii Lobophyllia pachysepta + + + - - + - + - + + + + - + - + + - - - - - + - + + - - + + + - + - + + - - - 77 . Herpolitha limax Poliphyllia talpina HELIOPORIDAE Heliopora coerulea MERULINIDAE Hydnophora microconos Hydnophora rigida Merulina scabricula MILLEPORIDAE Millepora dichotoma Millepora exesa Millepora platyphylla Millepora tenella MUSSIDAE Acantastrea sp.

117 118 XI 119 120 XII 121 122 123 124 125 XIII 126 127 128 129 130 131 XIV 132 133 134 135 136 137 Symphyllia agaricia Symphyllia radians OCULINIDAE Galaxea astreata Galaxea fascicularis PECTINIIDAE Echinophyllia aspera Echinophyllia sp. Goniopora stokesi Porites cylindrica - - - - - - - - - - - - - - - - - - - + + + - - + + + + + + + + + + - - + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + 78 . Oxypora lacera Pectinia alcicornis Pectinia lactuca POCILLOPORIDAE Pocillopora damicornis Pocillopora eydouxi Pocillopora verruocsa Seriatopora caliendrum Seriatopora hystrix Stylophora pistillata PORITIDAE Goniopora columna Goniopora djiboutensis Goniopora minuta Goniopora sp.

Porites stephensoni SIDERASTREIDAE Coscanaraea columna Psammocora contigua Psammocora superficialis Jumlah jenis 11 + + 8 + + + 11 + + + 12 + + + + 13 + + + 13 + + 11 + + + 5 + 2 6 + 5 + + + 12 + 7 2 + + + 13 + + + 14 + + + + + 18 + + + + 8 + + + 12 79 .138 139 140 141 142 143 144 145 146 XV 147 148 149 Porites horizontalata Porites lichen Porites lobata Porites lutea Porites nigrescens Porites rugosa Porites rus Porites sp.

PKPP Jenis Biota Acanthaster planci Banded Coral Shrimp Coral Mushroom (CMR) Diadema setosum Drupella sp. Large Giant Clam Small Giant Clam Large Holothurian Small Holothurian Lobsters Pencil Sea Urchin Trochus sp. Kabupaten Pangkep.Lampiran 4. 2008. Kelimpahan biota megabentos di lokasi DPL Kecamatan Liukkang Tuppabiring. 1 0 0 8 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 0 0 127 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 0 0 133 1 0 0 0 0 0 0 0 0 5 0 0 51 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 0 0 11 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 0 0 27 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 0 0 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 9 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 10 0 0 21 0 0 0 0 0 0 0 0 0 11 0 0 29 1 0 0 0 0 0 0 0 0 12 0 0 133 8 0 0 0 0 0 0 0 0 13 0 0 50 3 0 0 0 0 0 0 0 0 14 0 0 0 10 0 0 1 0 0 0 0 0 15 0 0 2106 0 0 0 0 0 0 0 0 0 16 0 0 453 0 0 0 0 0 0 0 0 0 17 0 0 291 51 0 0 0 0 0 0 0 0 18 0 0 237 68 0 0 0 0 0 0 0 0 19 0 0 318 2 0 0 0 0 0 0 0 0 20 0 0 474 5 0 0 0 0 0 0 0 0 21 0 2 741 4 0 0 1 0 0 0 0 0 22 0 0 44 36 0 0 1 0 0 0 0 0 23 0 0 773 11 6 0 0 0 0 0 0 0 24 0 0 223 0 4 0 0 0 0 0 0 0 80 .

1 0 0 39 0 0 0 2 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 3 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 4 0 0 2 0 0 0 0 1 0 0 0 0 5 0 0 106 0 7 0 0 0 0 0 0 0 6 0 0 23 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 0 0 52 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 0 0 3 2 0 0 0 0 0 0 0 0 9 0 0 7 0 0 0 0 0 0 0 0 3 10 0 0 11 0 0 0 0 0 0 0 0 2 11 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 12 0 0 1 3 0 1 0 0 0 0 0 1 13 0 0 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 14 0 0 12 0 0 0 0 0 0 0 0 3 15 0 0 43 0 2 0 1 0 0 0 0 0 16 0 0 9 0 3 0 0 0 0 0 0 0 17 0 0 69 0 2 0 0 0 0 0 0 1 18 0 0 6 3 0 1 0 1 0 0 0 0 19 0 0 28 2 0 1 0 0 0 0 0 0 81 .Lampiran 5. Kabupaten Pangkep. Large Giant Clam Small Giant Clam Large Holothurian Small Holothurian Lobsters Pencil Sea Urchin Trochus sp. 2008 KAL Jenis Biota Acanthaster planci Banded Coral Shrimp Coral Mushroom (CMR) Diadema setosum Drupellasp. Kelimpahan biota megabentos di lokasi DPL Kecamatan Liukkang Kalmas.

Lampiran 6. Acanthurus thompsoni Ctenochaetus binotatus Ctenochaetus striatus Ctenochaetus strigosus Ctenochaetus tominiensis Naso brachycentron Naso brevirostris Naso lituratus Naso unicornis Naso vlamingii Paracanthurus hepatus Zebrasoma scopas Zebrasoma veliferum APOGONIDAE 1 - 2 - 3 - 4 - 5 - 6 - 7 - 8 - 9 - 10 - 11 + - 12 - 13 + + - 14 - 15 + - 16 + - 17 - 18 - 19 + + + + - 20 + - 21 + + + - 22 + + - 23 + + + + - 24 + + - K T T T T T T T T T T T T T T T T T T M M 82 . I 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 II SUKU / JENIS ACANTHURIDAE Acanthurus auranticavus Acanthurus grammoptilus Acanthurus lineatus Acanthurus nigricans Acanthurus olivaceous Acanthurus pyroferus Acanthurus sp. Kabupaten Pangkep 2008. PKPP NO. Sebaran jenis ikan karang di lokasi DPL Kecamatan Liukkang Tuppabiring.

Cheilodipterus macrodon Cheilodipterus quinquelineatus Sphaeramia nematoptera BALISTIDAE Balistapus undulatus Balistoides conspicillum Balistoides viridescens Melichthys vidua Odonus niger Rhinecanthus rectangulus Rhinecanthus verrucosus Suffamen bursa Suffamen chrysopterus BLENIIDAE Cirripectes filamentosus Ecsenius bicolor Hemiglyphidodon plagiometopon + - + - + + - + + + - + - - + + - + - + + - + - + + - + + - - - + + + + + + - + + - + + + - + - + - + + + + - + + + + - + - M M M M M M M M M M M M M M M M M M M M T M M 83 .21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 III 32 33 34 35 36 37 38 39 40 IV 41 42 43 Apogon chrysopomus Apogon compressus Apogon fuscus Apogon margaritophorus Apogon sealei Archamia fucata Archamia melasma Archamia sp.

CAESIONIDAE Caesio caerulaurea Caesio cuning Caesio lunaris Caesio teres Caesio xanthonota Pterocaesio diagramma Pterocaesio pisang Pterocaesio tile Pterocaesio triliniatus Sargocentron caudimaculatus Sargocentron cornutum Sargocentron ittodai CARANGIDAE Carangoides ferdau Caranx sp. Meiacanthus ditremus Meiacanthus grammistes Plagiotremus sp.44 45 46 47 V 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 VI 60 61 VII 62 VIII 63 IX Labropsis sp. CARCHARINIDAE Triaenodon obesus CENTRISCIDAE Aeoliscus strigatus CHAETODONTIDAE + + + + + + + + - - + + - + - + + + - + + + - + - + + + - + - - + + - + - + + + + + +- + + + - + - + + + + + + + + + + + + + - M M M M T T T T T T T T T T T T T T M M 84 .

64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 Chaetodon adiergastos Chaetodon auriga Chaetodon baronessa Chaetodon bennetti Chaetodon citrinellus Chaetodon ephippium Chaetodon guttatissimus Chaetodon kleini Chaetodon lineolatus Chaetodon lunula Chaetodon melannotus Chaetodon ocellicaudus Chaetodon octofasciatus Chaetodon ornatissimus Chaetodon oxicephalus Chaetodon punctatofasciatus Chaetodon rafflesii Chaetodon speculum Chaetodon trifascialis Chaetodon trifasciatus Chaetodon ulietensis Chaetodon vagabundus Chelmon rostratus Coradion chrysozonus Coradion melanopus + - + + + + - + - - - - - + + - + + - + - + - + - - + - + - - - + - + + + + - + + + + - + + + + + - + + + + + - I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I 85 .

EPHIPPIDAE Platax orbicularis GOBIIDAE Cryptocentrus cinctus Ecsenius sp. HAEMULIDAE Diagramma pictum Plectorhinchus chaetodonoides Plectorhinchus gibbosus Plectorhinchus lessoni Plectorhinchus lineatus - + - + + - + - - + - + + - + - + + - - - - - + - + - - - - + + - + - + - + + - + - I I I I I I I M M T T T M M T T T T T 86 .89 90 91 92 93 94 95 X 96 97 XI 98 XII 99 XIII 100 XIV 101 102 XV 103 104 105 106 107 Hemitaurichthys polylepis Heniochus acuminatus Heniochus chrysostomus Heniochus monoceros Heniochus singularis Heniochus varius Parachaetodon ocellatus CIRRHITIDAE Cirrhitichthys falco Paracirrhites forsteri DASYATIDAE Taeniura lymma ENGRAULIDAE Stelophorus sp.

108 109 110 111 XVI 112 113 114 115 XVII 116 XVIII 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129

Plectorhinchus orientalis Plectorhinchus pictus Plectorhinchus picus Plectorhinchus polytaenia HOLOCENTRIDAE Myripristis adustus Neoniphon agenteus Neoniphon sammara Sargocentron rubrum KYPPOSIDAE Kyphosus vaigiensis LABRIDAE Anampses caeruleopunctatus Anampses melanurus Anampses meleagrides Anampses neoguinaicus Bodianus axillaris Bodianus diana Bodianus mesothorax Cheilinus chlorurus Cheilinus diagrammus Cheilinus fasciatus Cheilinus trilobatus Cheilinus undulatus Cheilio inermis

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

+ -

-

-

-

+ -

-

+ -

-

-

-

-

-

+ -

+ -

T T T T M M M M T

-

+ -

+ -

-

-

-

+ -

-

+ + -

+ -

+ -

+ + + -

-

-

+ + -

+ -

+ -

+ + -

+ -

+ -

+ -

+ -

+ + + -

+ + -

M M M M M M M T T T T T M

87

130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154

Choerodon anchorago Cirrhilabrus cyanopleura Coris aygula Coris batuensis Coris gaimardi Diproxtaxanthus xanthurus Epibulus insidiator Gomphosus varius Halichoeres argus Halichoeres chloropterus Halichoeres chrysus Halichoeres hortulanus Halichoeres leucurus Halichoeres lineatus Halichoeres marginatus Halichoeres melanurus Halichoeres nigrescens Halichoeres ornatissimus Halichoeres prosopion Halichoeres richmondi Halichoeres scapularis Hemigymnus fasciatus Hemigymnus melapterus Hologymnosus doliatus Labroides bicolor

+ + + + + -

+ + + + + -

+ + + + + + + + -

+ + + -

+ -

+ + -

+ + + + + + -

+ + + + + -

+ + + + + + -

+ + + + -

+ + + + + + + -

+ + + -

+ + + + + + + -

+ + + + + -

+ + + + -

+ + + + + -

+ + + + + + + + -

+ + + + + -

+ + + + + + -

+ + + + + + + -

+ + + + + -

+ + + + + -

+ + + + + -

+ + + + + + + + + -

M M M M M M M M M M M M M M M M M M M M M T T M M

88

155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 XIX 175 176

Labroides dimidiatus Labroides pectoralis Macropharyngodon meleagris Macropharyngodon ornatus Novaculichthys taeniurus Oxycheilinus celebicus Oxycheilinus diagramma Oxycheilinus rhodochrous Pseudocheilinus hexataenia Pseudodax moluccanus Stethojulis albovittata Stethojulis bandanensis Stethojulis interrupta Stethojulis strigiventer Stethojulis trilineata Thalassoma amblycephalus Thalassoma hardwickei Thalassoma janseni Thalassoma lunare Thalassoma purpureum LETHRINIDAE Gnathodentex aurolineatus Lethrinus erythropterus

+

+ + -

-

-

-

-

-

+ + -

+ + + -

-

+ + -

+ -

+ + + + + + + -

+ + + + + -

+ + + + + + + + -

+ + + + + + + + + -

+ + + -

-

+ + + -

+ + + + -

+ + + -

+ + + + -

+ + + + + + + + + -

+ + + + + + + + -

M M M M M M M M M M M M M M M M M M M

-

-

+

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

T T

89

Etilis sp. Lutjanus vitta Macolor macularis Macolor niger Symphorus nematophorus - + - + - - - + - + + - + - + - + + + - + - - - - - + + - + - + - + - + + - + - + + - + - - T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T 90 . Lutjanus biguttatus Lutjanus bohar Lutjanus carponotatus Lutjanus decussatus Lutjanus ehrenbergi Lutjanus flunulatus Lutjanus fulviflamma Lutjanus fulvus Lutjanus kasmira Lutjanus lunulatus Lutjanus rivulatus Lutjanus russelli Lutjanus sp.177 178 179 180 181 XX 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 Lethrinus harak Lethrinus lentjan Lethrinus olivaceus Lethrinus ornatus Monotaxis grandoculis LUTJANIDAE Aphareus sp.

Parupeneus barberinoides Parupeneus barberinus Parupeneus bifasciatus Parupeneus cylcostomus Parupeneus indicus Parupeneus multifasciatus Upeneus tragula NEMIPTERIDAE Pentapodus bifasciatus Pentapodus caninus Pentapodus trivittatus + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + T T T + + + + + + + T T T T T T T T + M M T M - - - - - - - - - - - - - + - - - - - - + - - - - M M M M 91 .XXI 201 XXII 202 203 204 205 XXIII 206 207 208 XXIV 209 210 211 212 213 214 215 216 XXV 217 218 219 MALACANTHIDAE Malacanthus latovittatus MICRODESMIDAE Gunnelichthys pleurotaenia Nemateleotris magnifica Ptereleotris evides Ptereleotris microlepis MONACANTHIDAE Amanses scopas Aluterus scriptus Monacanthus tomentosus MULLIDAE Mulloidichthys sp.

PEMPERIDAE Pempheris oualensis Pempheris vanicolensis PINGUIPEDIDAE Parapercis cylindrica PLATYCEPHALIDAE Inegocia japonica PLOTOSIDAE Plotosus lineatus POMACANTHIDAE Apolemichthys trimaculatus Centropyge bicolor Centropyge bispinosus Centropyge nox Centropyge tibicen Centropyge vrolikii Pomacanthus imperator Pomacanthus navarchus Pomacanthus sexstriatus Pomacanthus xanthometopon Pygoplites diacanthus + + T + M + + + M + + + + + + + + + + M M M M - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - + - + - - - M M M M M M M M M M M 92 .XXVI 220 XXVII 221 XXVIII 222 223 XXIX 224 XXX 225 XXXI 226 XXXII 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 OSTRACIONIDAE Ostracion meleagris PARAPERCIDAE Parapercis sp.

XXXIII 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 POMACENTRIDAE Abudefduf bengalensis Abudefduf saxatilis Abudefduf sexfasciatus Abudefduf sextriatus Abudefduf vaigiensis Acanthochromis polyacanthus Amblyglyphidodon aureus Amblyglyphidodon batuensis Amblyglyphidodon curacao Amblyglyphidodon leucogaster Amblyglyphidodon ternatensis Amphiprion clarkii Amphiprion frenatus Amphiprion melanopus Amphiprion ocellaris Amphiprion perideraion Amphiprion sandaracinos Chaetodontoplus mesoleucus Chromis alpha Chromis analis Chromis atripectoralis Chromis atripes + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + M M M M M M M M M M M M M M M M M M M M M M 93 .

260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 Chromis fumea Chromis lineata Chromis margaritifer Chromis retrofasciata Chromis ternatensis Chromis viridis Chromis weberi Chromis xanthura Chrysiptera cyanea Chrysiptera hemicyanea Chrysiptera parasema Chrysiptera rex Chrysiptera rollandi Chrysiptera talboti Dascyllus aruanus Dascyllus reticulatus Dascyllus trimaculatus Dischistodus melanotus Dischistodus perspicillatus Dischistodus prosopotaenia Dischistodus pseudochrysopoecilus Neoglyphidodon crossi Neoglyphidodon nigroris Neoglyphidodon oxyodon + + + - + + + + + - + + + + - + + + + - + + + + + + - + + + + - + + + + + + + + + + + - + + - + + - + + + + + + + + + - + + + + - + + - + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + - M M M M M M M M M M M M M M M M M M M M M M M M 94 .

284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 Neoglyphidodon thoracotaeniatus Neopomacentrus azysron Neopomacentrus filamentosus Paraglyphidodon melas Paraglyphidodon thoracotaeniatus Plectroglyphidodon lacrymatus Pomacentrus alexandreae Pomacentrus amboinensis Pomacentrus auriventris Pomacentrus bankanensis Pomacentrus branchialis Pomacentrus coelestis Pomacentrus cuneatus Pomacentrus lepidogenys Pomacentrus milleri Pomacentrus moluccensis Pomacentrus nigromanus Pomacentrus philippinus Pomacentrus simsiang Pomacentrus taeniometopon Pomacentrus tripunctatus Premnas biaculeatus + + + + + - + - + + + + + + + + - + + + - + - + + - + + - + + + + + + + + - + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + - + + + + - + + + + - + + + + + - + + + + + - + + + + - + + + + + + + + - M M M M M M M M M M M M M M M M M M M M M M 95 .

Labrichthys unilineatus Pseudochromis paccagnellae Pseudochromis splendens SCARIDAE Cetoscarus bicolor Chlorurus bleekeri Chlorurus sordidus Chlorurus strongycephalus Scarus bicolor Scarus bleckeri Scarus bowersi Scarus chaqmeleon Scarus dimidiatus Scarus forsteni Scarus frenatus Scarus ghoban Scarus globiceps Scarus longiceps Scarus microhinos Scarus niger - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - M - - + - - - - + - - - - - + + - + + + + + - + + + + + + + + + + + - - - + + + + + + - + + + + - + + + + + + + - + + + + + + + + + - M M M M M T T T T M M M M M M M M M M M M 96 .306 XXXIV 307 308 309 310 311 XXXV 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 Stegastes nigricans PSEUDOCHROMIDAE Labracinus cyclophthalmus Labracinus sp.

SERRANIDAE Cephalopholis boenak Cephalopholis cyanostigma Cephalopholis argus Cephalopholis urodeta Pseudanthias hutchii Pseudanthias tuka Aethaloperca rogaa + - + + - + + - + + - + - - + + - + + - + + + + + - + + + - + + - + + + - + + + - - + + + + - + + + + - + + + + + - + + + + + - + - + + - + + - + + + - + + + - + + + + + - M M M M M M M T T T T T T T T T T T T M M T 97 .328 329 330 331 332 333 334 XXXVI 335 336 337 338 339 340 341 XXXVII 342 XXXVIII 343 344 345 346 347 348 349 Scarus oviceps Scarus prasiognatus Scarus rivulatus Scarus russellii Scarus schlegeli Scarus sordidus Scarus spinus SCOLOPSIDAE Scolopsis bifasciatus Scolopsis bilineatus Scolopsis ciliatus Scolopsis lineatus Scolopsis margaritifer Scolopsis monogramma Scolopsis xenochrous SCROMBIDAE Scomberus spp.

350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 XXXIX 371 Epinephelus fasciatus Pseudanthias squamipinnis Plectropomus areolatus Cephalopholis polyphekadion Pseudanthias pascalus Anyperodon leucogrammicus Cephalopholis miniata Plectropomus leopardus Cephalopholis formosa Cephalopholis leopardus Cephalopholis micropion Cromileptes altivelis Variola louti Gramistes sexlineata Priacanthus hamrur Cephalopholis sexmaculatus Plectropoma maculatum Epinephelus caeruleopunctatus Epinephelus hexagonatus Gracila albomarginata Epinephelus merra SIGANIDAE Siganus canaliculatus + - + - + - + - - - - + - - - + - - + + - + + - - + + + + - + - + - + - - + + - + - + - T M T T M T T T T T T T T M M T T T T T T T 98 .

372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 XL 382 XLI 383 384 XLII 385 Siganus corallinus Siganus doliatus Siganus guttatus Siganus lineatus Siganus puellus Siganus punctatissimus Siganus punctatus Siganus sp. Siganus virgatus Siganus vulpinus SPHYRAENIDAE Sphyraena flavicauda TETRAODONTIDAE Arothron nigropunctatus Canthigaster valentini ZANCLIDAE Zanclus cornutus Jumlah jenis + 21 + 32 + 34 21 + 15 + 13 + + 32 + 29 + 35 + + 30 + + + 36 + + 34 + + 41 28 + + + + 57 + + + + 51 47 36 + + + + 52 + + 57 + + + 57 + + + 58 + + 60 + 61 T T T T T T T T T T M M M M Keterangan : K – Kategori T – Ikan target I – Ikan Indikator M – Ikan Major 99 .

Sebaran jenis ikan karang di lokasi DPL Kecamatan Liukkang Kalmas.Lampiran 7. KAL NO.2008. Acanthurus thompsoni Ctenochaetus binotatus Ctenochaetus striatus Ctenochaetus strigosus Ctenochaetus tominiensis Naso brachycentron Naso brevirostris Naso lituratus Naso unicornis Naso vlamingii Paracanthurus hepatus Zebrasoma scopas Zebrasoma veliferum 1 + + + + + + - 2 + + + + + + + + + + + + - 3 + + + + + + + + + + + + + 4 + + + + + + + + + 5 + + + + + + + 6 + + + + + + + + + + + - 7 + + + + + + + + + + 8 + + + + + + + + + + 9 + + - 10 + + + + + - 11 + + + + + + + 12 + + + + + + - 13 + + + + + - 14 + + + + + + + 15 + + + + + + + + + + 16 + + + + + + + + + + + - 17 + + + + + + + + + + + + 18 + + + - 19 + + + + - Kategori Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Major Major 100 . Kabupaten Pangkep. I 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 SUKU / JENIS ACANTHURIDAE Acanthurus auranticavus Acanthurus grammoptilus Acanthurus lineatus Acanthurus nigricans Acanthurus olivaceous Acanthurus pyroferus Acanthurus sp.

Cheilodipterus macrodon Cheilodipterus quinquelineatus Sphaeramia nematoptera BALISTIDAE Balistapus undulatus Balistoides conspicillum Balistoides viridescens Melichthys vidua Odonus niger Rhinecanthus rectangulus Rhinecanthus verrucosus Suffamen bursa Suffamen chrysopterus BLENIIDAE Cirripectes filamentosus Ecsenius bicolor + + + - + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + - + + + + + + + + - + + - + + + - + + + + + - + + - + - - + - + - - + + + + + + + + + + + + + + + + + - + - + + - Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Target Major 101 .II 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 III 32 33 34 35 36 37 38 39 40 IV 41 42 APOGONIDAE Apogon chrysopomus Apogon compressus Apogon fuscus Apogon margaritophorus Apogon sealei Archamia fucata Archamia melasma Archamia sp.

Meiacanthus ditremus Meiacanthus grammistes Plagiotremus sp. CARCHARINIDAE Triaenodon obesus CENTRISCIDAE + + + + - + + + + - + + - + + + + - + + + + + - + - + + + + + - - - + + + + - + - - - + - + + + + + - + + + + + + - + + + + + - + - + - Major Major Major Major Major Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Major 102 . CAESIONIDAE Caesio caerulaurea Caesio cuning Caesio lunaris Caesio teres Caesio xanthonota Pterocaesio diagramma Pterocaesio pisang Pterocaesio tile Pterocaesio triliniatus Sargocentron caudimaculatus Sargocentron cornutum Sargocentron ittodai CARANGIDAE Carangoides ferdau Caranx sp.43 44 45 46 47 V 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 VI 60 61 VII 62 VIII Hemiglyphidodon plagiometopon Labropsis sp.

63 IX 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 Aeoliscus strigatus CHAETODONTIDAE Chaetodon adiergastos Chaetodon auriga Chaetodon baronessa Chaetodon bennetti Chaetodon citrinellus Chaetodon ephippium Chaetodon guttatissimus Chaetodon kleini Chaetodon lineolatus Chaetodon lunula Chaetodon melannotus Chaetodon ocellicaudus Chaetodon octofasciatus Chaetodon ornatissimus Chaetodon oxicephalus Chaetodon punctatofasciatus Chaetodon rafflesii Chaetodon speculum Chaetodon trifascialis Chaetodon trifasciatus Chaetodon ulietensis Chaetodon vagabundus Chelmon rostratus + + + + + + - + + + + + + + - + + + + + + - + + + + + + - + + + + + + + + - + + + + + + + + + - + + + + + + + + - + + + + - + + - + - + + + + + - + + + - + + + + + + - + + + + - + + + + + + - + + + + + + + - + + + + + + + + + + + - + - + + + - Major Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator 103 .

87 88 89 90 91 92 93 94 95 X 96 97 XI 98 XII 99 XIII 100 XIV 101 102 XV 103 104 105 Coradion chrysozonus Coradion melanopus Hemitaurichthys polylepis Heniochus acuminatus Heniochus chrysostomus Heniochus monoceros Heniochus singularis Heniochus varius Parachaetodon ocellatus CIRRHITIDAE Cirrhitichthys falco Paracirrhites forsteri DASYATIDAE Taeniura lymma ENGRAULIDAE Stelophorus sp. HAEMULIDAE Diagramma pictum Plectorhinchus chaetodonoides Plectorhinchus gibbosus + - + + + + - + + + - + + + - + + + + + + - + + + + + + - + + + + + - - - + + + - + + + + + - - - + + + + - + + + + + + + + + + + + + + + + + - - + + - Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Major Major Target Target Target Major Major Target Target Target 104 . EPHIPPIDAE Platax orbicularis GOBIIDAE Cryptocentrus cinctus Ecsenius sp.

106 107 108 109 110 111 XVI 112 113 114 115 XVII 116 XVIII 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 Plectorhinchus lessoni Plectorhinchus lineatus Plectorhinchus orientalis Plectorhinchus pictus Plectorhinchus picus Plectorhinchus polytaenia HOLOCENTRIDAE Myripristis adustus Neoniphon agenteus Neoniphon sammara Sargocentron rubrum KYPPOSIDAE Kyphosus vaigiensis LABRIDAE Anampses caeruleopunctatus Anampses melanurus Anampses meleagrides Anampses neoguinaicus Bodianus axillaris Bodianus diana Bodianus mesothorax Cheilinus chlorurus Cheilinus diagrammus Cheilinus fasciatus Cheilinus trilobatus + + - + + - + + - + + + - + + + + + - - + + - - - + + + + + - + + + - - + + - + - + + - + + + + + + + - + + + - - Target Target Target Target Target Target Major Major Major Major Target + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + - + + + - + - + + + + + - + + + + - + + + + + + - + + - + + + + - + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + - Major Major Major Major Major Major Major Target Target Target Target 105 .

128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 Cheilinus undulatus Cheilio inermis Choerodon anchorago Cirrhilabrus cyanopleura Coris aygula Coris batuensis Coris gaimardi Diproxtaxanthus xanthurus Epibulus insidiator Gomphosus varius Halichoeres argus Halichoeres chloropterus Halichoeres chrysus Halichoeres hortulanus Halichoeres leucurus Halichoeres lineatus Halichoeres marginatus Halichoeres melanurus Halichoeres nigrescens Halichoeres ornatissimus Halichoeres prosopion Halichoeres richmondi Halichoeres scapularis Hemigymnus fasciatus Hemigymnus melapterus Hologymnosus doliatus + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + - + + + + - + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + - + + + + + + + + + - + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + - Target Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Target Target Major 106 .

154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 XIX 175 176 177 Labroides bicolor Labroides dimidiatus Labroides pectoralis Macropharyngodon meleagris Macropharyngodon ornatus Novaculichthys taeniurus Oxycheilinus celebicus Oxycheilinus diagramma Oxycheilinus rhodochrous Pseudocheilinus hexataenia Pseudodax moluccanus Stethojulis albovittata Stethojulis bandanensis Stethojulis interrupta Stethojulis strigiventer Stethojulis trilineata Thalassoma amblycephalus Thalassoma hardwickei Thalassoma janseni Thalassoma lunare Thalassoma purpureum LETHRINIDAE Gnathodentex aurolineatus Lethrinus erythropterus Lethrinus harak + + + + + + + + + - + + + + + + + + - + + + + + + + + - + + + - + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + - + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + - Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Target Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Target Target Target 107 .

178 179 180 181 XX 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 XXI 201

Lethrinus lentjan Lethrinus olivaceus Lethrinus ornatus Monotaxis grandoculis LUTJANIDAE Aphareus sp. Etilis sp. Lutjanus biguttatus Lutjanus bohar Lutjanus carponotatus Lutjanus decussatus Lutjanus ehrenbergi Lutjanus flunulatus Lutjanus fulviflamma Lutjanus fulvus Lutjanus kasmira Lutjanus lunulatus Lutjanus rivulatus Lutjanus russelli Lutjanus sp. Lutjanus vitta Macolor macularis Macolor niger Symphorus nematophorus MALACANTHIDAE Malacanthus latovittatus

+ + + + +

+ + +

+ + -

+ + + + + + + + -

+ + + + + + + + + + + + + -

+ + + + + -

+ + + + + + + -

+ + + + + + + + -

+ -

+ + + + + + + + -

+ + + + + + -

+ + + +

+ -

+ + + -

+ + + + + + + -

+ + + + + + + + + + + + + + +

+ + + + + + + + -

-

-

Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Major

108

XXII 202 203 204 205 XXIII 206 207 208 XXIV 209 210 211 212 213 214 215 216 XXV 217 218 219 XXVI 220 XXVII

MICRODESMIDAE Gunnelichthys pleurotaenia Nemateleotris magnifica Ptereleotris evides Ptereleotris microlepis MONACANTHIDAE Amanses scopas Aluterus scriptus Monacanthus tomentosus MULLIDAE Mulloidichthys sp. Parupeneus barberinoides Parupeneus barberinus Parupeneus bifasciatus Parupeneus cylcostomus Parupeneus indicus Parupeneus multifasciatus Upeneus tragula NEMIPTERIDAE Pentapodus bifasciatus Pentapodus caninus Pentapodus trivittatus OSTRACIONIDAE Ostracion meleagris PARAPERCIDAE

+ + + + + -

+ + + + + + -

+ + + + + + + -

+ + + + + -

+ + + + + + + -

+ + + -

+ + + + + -

+ + + + + + -

+ + + + + + -

+ + + + + -

+ + + -

+ + + + -

+ + + + + -

+ + -

+ + + + + -

+ + + + + +

+ + + + -

+ + -

+ + -

Major Major Major Major Major Major Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Major

109

221 XXVIII 222 223 XXIX 224 XXX 225 XXXI 226 XXXII 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 XXXIII 238

Parapercis sp. PEMPERIDAE Pempheris oualensis Pempheris vanicolensis PINGUIPEDIDAE Parapercis cylindrica PLATYCEPHALIDAE Inegocia japonica PLOTOSIDAE Plotosus lineatus POMACANTHIDAE Apolemichthys trimaculatus Centropyge bicolor Centropyge bispinosus Centropyge nox Centropyge tibicen Centropyge vrolikii Pomacanthus imperator Pomacanthus navarchus Pomacanthus sexstriatus Pomacanthus xanthometopon Pygoplites diacanthus POMACENTRIDAE Abudefduf bengalensis

+ -

+ -

+ -

-

-

-

-

+ -

-

-

+ -

-

-

-

-

-

-

+ -

+ -

Major Major Major Major Major Target

+ + + + + + + + -

+ + + + + -

+ + + + + + -

+ + + + + + -

+ + + + + + + + + -

+ + + + + + + + + -

+ + + + + + -

+ + + -

+ + -

+ + + + -

+ + -

+ -

+ + + -

+ + + -

+ + + + + + + -

+ + + + + + -

+ + + + + + -

+ + -

+ + -

Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major

110

239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 Abudefduf saxatilis Abudefduf sexfasciatus Abudefduf sextriatus Abudefduf vaigiensis Acanthochromis polyacanthus Amblyglyphidodon aureus Amblyglyphidodon batuensis Amblyglyphidodon curacao Amblyglyphidodon leucogaster Amblyglyphidodon ternatensis Amphiprion clarkii Amphiprion frenatus Amphiprion melanopus Amphiprion ocellaris Amphiprion perideraion Amphiprion sandaracinos Chaetodontoplus mesoleucus Chromis alpha Chromis analis Chromis atripectoralis Chromis atripes Chromis fumea + + - - + + + + + - + + + - + + + + + + + + + + + - + + + + + + - + + + + + + + + - + - + + - + + + + + - + + + - - + - + + - + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + - - + + + + + + - Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major 111 .

261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 Chromis lineata Chromis margaritifer Chromis retrofasciata Chromis ternatensis Chromis viridis Chromis weberi Chromis xanthura Chrysiptera cyanea Chrysiptera hemicyanea Chrysiptera parasema Chrysiptera rex Chrysiptera rollandi Chrysiptera talboti Dascyllus aruanus Dascyllus reticulatus Dascyllus trimaculatus Dischistodus melanotus Dischistodus perspicillatus Dischistodus prosopotaenia Dischistodus pseudochrysopoecilus Neoglyphidodon crossi Neoglyphidodon nigroris Neoglyphidodon oxyodon Neoglyphidodon thoracotaeniatus + + + + + - + + + + - + + + - + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + - + + + + + + + + + + - + + + + + + + + - + + + + + - + + - + + + + + + + - + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + - + + + - + + + + + - Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major 112 .

285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 Neopomacentrus azysron Neopomacentrus filamentosus Paraglyphidodon melas Paraglyphidodon thoracotaeniatus Plectroglyphidodon lacrymatus Pomacentrus alexandreae Pomacentrus amboinensis Pomacentrus auriventris Pomacentrus bankanensis Pomacentrus branchialis Pomacentrus coelestis Pomacentrus cuneatus Pomacentrus lepidogenys Pomacentrus milleri Pomacentrus moluccensis Pomacentrus nigromanus Pomacentrus philippinus Pomacentrus simsiang Pomacentrus taeniometopon Pomacentrus tripunctatus Premnas biaculeatus Stegastes nigricans + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + - + + + + + - + + + + + + + + - + + + + + + + + + - + - + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + + - + + + + - + + - Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major 113 .

Labrichthys unilineatus Pseudochromis paccagnellae Pseudochromis splendens SCARIDAE Cetoscarus bicolor Chlorurus bleekeri Chlorurus sordidus Chlorurus strongycephalus Scarus bicolor Scarus bleckeri Scarus bowersi Scarus chaqmeleon Scarus dimidiatus Scarus forsteni Scarus frenatus Scarus ghoban Scarus globiceps Scarus longiceps Scarus microhinos Scarus niger Scarus oviceps Scarus prasiognatus + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Major Major Major Major Major Target Target Target Target Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major 114 .XXXIV 307 308 309 310 311 XXXV 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 PSEUDOCHROMIDAE Labracinus cyclophthalmus Labracinus sp.

330 331 332 333 334 XXXVI 335 336 337 338 339 340 341 XXXVII 342 XXXVIII 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 Scarus rivulatus Scarus russellii Scarus schlegeli Scarus sordidus Scarus spinus SCOLOPSIDAE Scolopsis bifasciatus Scolopsis bilineatus Scolopsis ciliatus Scolopsis lineatus Scolopsis margaritifer Scolopsis monogramma Scolopsis xenochrous SCROMBIDAE Scomberus spp. SERRANIDAE Cephalopholis boenak Cephalopholis cyanostigma Cephalopholis argus Cephalopholis urodeta Pseudanthias hutchii Pseudanthias tuka Aethaloperca rogaa Epinephelus fasciatus Pseudanthias squamipinnis Plectropomus areolatus + + + + + + + + ++ - + + + + + + + + - + + + + + + + + + + - + + - + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + - + + + + - + + - + + + + + - + + + - + + + - + + + - + + - + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + - + + - + + + + - Major Major Major Major Major Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Major Major Target Target Major Target 115 .

353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 XXXIX 371 372 373 374 Cephalopholis polyphekadion Pseudanthias pascalus Anyperodon leucogrammicus Cephalopholis miniata Plectropomus leopardus Cephalopholis formosa Cephalopholis leopardus Cephalopholis micropion Cromileptes altivelis Variola louti Gramistes sexlineata Priacanthus hamrur Cephalopholis sexmaculatus Plectropoma maculatum Epinephelus caeruleopunctatus Epinephelus hexagonatus Gracila albomarginata Epinephelus merra SIGANIDAE Siganus canaliculatus Siganus corallinus Siganus doliatus Siganus guttatus + + + + + - + - + + + + + - + + - + + + + + + + + + + + + + + + + + - + + + - - - + + - - + - + + + - + + + + + + + + + - + + + + + + + - - Target Major Target Target Target Target Target Target Target Target Major Major Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target 116 .

375 376 377 378 379 380 381 XL 382 XLI 383 384 XLII 385 Siganus lineatus Siganus puellus Siganus punctatissimus Siganus punctatus Siganus sp. Siganus virgatus Siganus vulpinus SPHYRAENIDAE Sphyraena flavicauda TETRAODONTIDAE Arothron nigropunctatus Canthigaster valentini ZANCLIDAE Zanclus cornutus Jumlah jenis + + + + 106 109 + 107 + + 95 + + + 152 + + + + 136 + + + + 126 + + + 79 39 + + 92 + + + + 92 + + + 62 + + + 59 + + + 70 + + + + 126 + + + + + 178 + + + + + 163 + + + 45 + + + 70 Target Target Target Target Target Target Target Major Major Major Major 117 .

118 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->