Sampul Depan Sumber Foto : Agus Budiyanto Desain Cover : Siti Balkis

STUDI BASELINE TERUMBU KARANG DI LOKASI DAERAH PERLINDUNGAN LAUT KABUPATEN PANGKEP
TAHUN 2008

Koordinator Tim Penelitian ANNA E.W. MANUPUTTY Disusun oleh : BAYU PRAYUDA PETRUS MAKATIPU

dapat dipakai untuk pemantauan suatu area terumbu karang yang luas dalam waktu yang singkat. Diharapkan masyarakat setempat yang diwakili oleh staf CRITC daerah dapat melakukan sendiri monitoring kondisi terumbu karang di masingmasing lokasi DPL. Metode-metode tersebut. Untuk keperluan manajemen terumbu karang. dan untuk menjawab naik maupun turunnya persentase tutupan ataupun kehadiran karang hidup. yang sudah diawali dengan studi baseline di lokasi yang sama oleh staf CRITC pusat. yang dipantau di suatu lokasi yang luas dalam waktu yang singkat digunakan metode “Point Intercept Transect” (PIT). Metode pemantauan dengan “Line Intercept Transect” dianggap terlalu ilmiah. namun kekurangannya terletak pada daya visualisasi sipengamat. metode ini lebih cocok. Metode-metode pemantauan telah dilakukan dan di ujicobakan dalam kegiatan studi baseline maupun monitoring terumbu karang di lokasi-lokasi COREMAP. Informasi tentang kondisi ekosistem terumbu karang dengan berbagai komponen bentik yang membentuknya sangat dibutuhkan dalam penilaian status keberadaannya. apakah itu ke arah yang lebih baik ataupun semakin buruk. Secara umum pulau-pulau yang ada di kabupaten ini mempunyai ekosistem pantai yang didominasi oleh terumbu karang dan ada sebagian pulau memiliki hutan bakau serta ekosistem lamun. masing-masing mempunyai kekurangan maupun kelebihan. Metodemetode yang dipakai disesuaikan dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai. dan kurang tepat untuk menjawab perubahan yang terjadi di suatu area terumbu karang yang luas karena hanya terpatok pada lokasi transek permanen saja. Pulau-Pulau Sekitar Kabupaten Pangkep merupakan salah satu kabupaten yang secara administratif termasuk dalam gugusan pulau-pulau yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam Fase sebelumnya Fase ini telah banyak kegiatan yang dilakukan untuk mengamati kondisi karang dan ekosistem terumbu karang. perkembangan yang terjadi. Namun untuk menjawab keanekaragaman karang.RINGKASAN EKSEKUTIF PENDAHULUAN Program COREMAP telah terlaksana sampai ke Fase II. yaitu di lokasi daerah perlindungan laut (DPL). Metode ini diujicobakan di lokasi-lokasi konservasi yang dipatok oleh masyarakat desa setempat. i . Metode ini lebih sederhana tapi terukur. Metode “Rapid Reef Resources Inventory” (RRI). karena dapat menghihasilkan persentase jumlah individu karang hidup dalam waktu yang singkat dan mencakup area yang luas.

2007). HASIL Pengamatan karang di lokasi DPL Kabupaten Pangkep dilakukan di 24 stasiun transek di 12 pulau meliputi pulau-pulau di sebelah utara dan selatan perairan Pangkep.86 Ha (LIPI. tersebar di pulau-pulau di sebelah utara dan selatan wilayah kecamatan. di perairan Pangkep. dan 19 stasiun di perairan Kalmas. dibuat 2 transek permanen.Tujuan penelitian ini yaitu untuk melakukan studi baseline ekologi di lokasi Daerah Perlindungan Laut (DPL). dan 19 stasiun di perairan Kecamatan Liukkang Kalmas. Hasil selanjutnya sebagai berikut : • DPL terluas terdapat di Desa Mattiro Adae dengan luas 47. yang meliputi pengamatan di bidang Sistem Informasi Geografis (SIG).2006. dimana banyak pulau-pulau kecil dengan rataan terumbu yang luas. termasuk Kecamatan Liukkang Kalmas. maka persentase total luas DPL terhadap luas terumbu karang adalah 1. Dengan demikian maka ada 98. Di perairan Kalmas. maka jumlah total luas DPL yang terdapat di Kecamatan LIukkang Tuppabiring dan Liukkang Kalmas sebesar 432. Karang batu yang yang dominan di lokasi DPL bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring umumnya dari jenis Porites cylindrica dan Acropora palifera. • • • • ii .25 %. meliputi bagian pulaupulau di bagian timur dan barat wilayah kecamatan. jumlah transek umumnya lebih dari dua transek.72 ha.7 ha. Pengamatan karang di lokasi DPL Kabupaten Pangkep dilakukan di 24 stasiun transek di 12 pulau di Kecamatan Liukkang Tuppabiring. Hasil pengamatan disajikan dalam bentuk tabel dan peta tematik. rata-rata panjang (sejajar garis pantai) 20 – 1000 meter. mengingat areanya yang tidak terlalu luas.75 % luas terumbu karang di kedua kecamatan ini yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan lainnya. kondisi karang. sebagai acuan untuk pemantauan di lokasi yang sama pada waktu mendatang.7 kilometer. ikan karang dan megabentos membuat plot transek permanen untuk keperluan pemantauan diwaktu mendatang. Di masing-masing lokasi DPL di perairan utara dan selatan Pangkep. Jika dibandingkan dengan total luas terumbu karang di kedua kecamatan tersebut yaitu 34589. DPL ini terdapat di sebelah Selatan rataan terumbu Pulau Bontosua dengan bentuk persegi empat dan keliling ± 2. Berdasarkan perhitungan luas DPL melalui analisa SIG. Data yang dikumpulkan dipakai sebagai data dasar.

Saugi. Baddi. Jumlah dan persentase karang di bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas. yaitu 33 jenis dengan persentase jumlah individu 66 %. yaitu dicatat di lokasi DPL Mattiro Deceng. dengan jumlah jenis karang batu 43 jenis dengan persentase jumlah individu 86 %. Biota ini ditemukan di hampir semua lokasi kecuali di KAL 02 dan KAL 03. tertinggi dicatat di lokasi DPL Pulau Marasende. tertinggi di bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring.• • • • • • • • • Jumlah dan persentase karang batu tertinggi. sebanyak 1280 individu dijumpai di lokasi Pulau Sarrapo Lompo. di utara kecamatan ini dicatat di lokasi DPL Mattiro Baji. Dari 24 Daerah Pelindungan Laut (DPL) yang diamati di pulau-pulau di Kecamatan Liukang Tuppabiring utara dan selatan perairan Kabupaten Pangkep. tertinggi di bagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas dicatat di lokasi DPL Pulau Sabaru.dengan jumlah jenis karang batu 35 jenis dengan persentase jumlah individu 70 %. P. Jumlah dan persentase karang batu. P. Berdasarkan kelimpahan total ikan karang pada dua puluh empat lokasi DPL ternyata Jenis Chromis ternatensis merupakan jenis ikan karang yang memiliki kelimpahan iii . Jumlah tertinggi dicatat di lokasi KAL 05 (106 individu) kemudian di lokasi KAL 17 (69 individu) dan KAL 07 (52 individu). berkisar antara 1-3 individu. Di stasiun-stasiun lainnya tidak ditemukan biota ini. di lokasi Liukkang Kalmas jumlahnya sangat sedikit.744 individu pada luasan area 8. ditemukan sebanyak 213 jenis ikan karang yang termasuk dalam 36 suku.400 m2. Jumlah dan persentase karang. Lain halnya dengan biota Diadema setosum dimana di perairan DPL Kecamatan Liukkang Tuppabiring jumlahnya cukup banyak (tertinggi 68 individu). dan hal ini dicatat di 5 stasiun transek saja. sedangkan Diadema setosum tetinggi dijumpai di lokasi Pulau Balang Lompo dengan jumlah individu sebanyak 60 individu. dicatat mendominasi lokasi transek. dengan nilai kelimpahan ikan karang sebesar 14. Hasil pengamatan di 24 stasiun pada 17 lokasi (Kecamatan Liukkang Tuppabiring) menunjukkan bahwa kelimpahan ratarata biota megabentos tertinggi yaitu Fungia spp. dapat dicatat bahwa “mushroom coral” (CMR) yaitu karang jamur Fungia spp. dengan jumlah jenis karang batu 44 jenis dengan persentase jumlah individu 88 %. Dari 19 lokasi transek di Kecamatan Liukkang Kalmas.

• • • tertinggi dibandingkan dengan jenis ikan karang lainnya. • Penarikan batas wilayah DPL sebaiknya seragam. ikan kerapu (termasuk dalam suku Serranidae) 197 individu.955 individu. sehingga secara detail tidak dapat dibuat suatu kesimpulan. dimulai dari ujung tubir hingga ke arah garis pantai sejajar dengan lebar rataan terumbu. batimetri dan kondisi pantai maupun pesisir lainnya. suku Chaetodontidae) yang merupakan ikan indikator untuk menilai kesehatan terumbu karang memiliki kelimpahan 864 individu. • Atau juga lokasi yang wilayahnya ditentukan hanya pada wilayah tubir dan sejajar mengikuti bentuk tubir. seperti kondisi pesisir pantai yang landai atau terjal. Kelimpahan beberapa jenis ikan ekonomis penting yang termasuk dalam kategori ikan target yang ditemukan di 19 lokasi DPL Kecamatan Liukkang Kalmas. kemudian diikuti oleh Chromis viridis (2375 individu) dan Sthelophorus sp. • Keberadaan DPL hendaknya dapat mewakili keseluruhan desa secara merata di Kabupaten Pangkep. ikan ekor kuning (termasuk dalam suku Caesionidae) yaitu 470 individu. • Hal-hal yang perlu diperhatikan ialah kondisi geografi. Hasil pengamatan di dalam laporan ini diuraikan secara deskriptif dan tidak dilakukan analisa secara statistik. (1200 individu). SARAN Beberapa saran dapat dikemukakan dalam pengamatan di lokasi ini sebagai berikut : • Perlu adanya keseragaman kriteria dalam penentuan batas suatu DPL. mengingat ada DPL yang ukurannya luas dan ada yang sempit. yaitu sebesar 3. seperti ikan kakap (termasuk kedalam suku Lutjanidae) yaitu 334 individu/6650 m2. Ikan kepe-kepe (Butterfly fish. iv .

KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. yang lebih sederhana tapi menghasilkan data yang lebih cepat dan terukur. Salah satu diantaranya penelitian ekologi terumbu karang untuk mendapatkan data dasar (baseline data) di lokasi-lokasi COREMAP.LIPI Prof. Pada Fase ini beberapa penelitian telah dilakukan. Kegiatan baseline ini bertujuan untuk mengetahui kondisi awal terumbu karang di lokasi tersebut.Dr. demi kesempurnaan buku ini. COREMAP yang telah direncanakan berlangsung selama 15 tahun yang terbagi dalam 3 Fase. dilakukan pengamatan dengan menggunakan metode ”Point Intercept Transect” (PIT). kini telah memasuki Fase kedua. Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi kita semua. dengan penyandang dana dari ”World Bank” (WB). Khususnya di lokasi ”Daerah Perlindungan Laut” (DPL) yang dicanangkan oleh penduduk setempat. Hasil studi baseline akan dipakai sebagai data dasar. Sebagaimana diketahui. yang telah memberikan karunia berupa wilayah perairan laut Indonesia yang sangat luas dan keanekaragaman hayatinya yang dapat dimanfaatkan baik untuk kemakmuran rakyat maupun untuk objek penelitian ilmiah. sehingga buku tentang studi baseline terumbu karang dengan metode ”PIT” dapat tersusun dengan baik. M. Jakarta. Desember 2008 Direktur CRITC-COREMAP II . Pada kesempatan ini pula kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan penelitian lapangan dan analisa data. v . berupa data rujukan untuk pengamatan selanjutnya dengan metode yang sama dan di lokasi yang sama.Kami menyadari . untuk itu kritik dan saran yang membangun kami harapkan.Kurnaen Sumadiharga.Ir. buku ini belum sempurna dan banyak kekurangan.Sc.

4.... PENDAHULUAN ……………………………………....................... SIG (Sistem Informasi Geografis) Karang ............................. II... Ikan Karang ... DAFTAR TABEL ……………………………………………............. I. III...2............. B. RUANG LINGKUP PENELITIAN …………………........4.......... II..1.3........................................1. BAB III....... BAB I............................. BAB II...... TUJUAN PENELITIAN …………………………........2.......... LOKASI PENELITIAN ……………………………............... I........ II.. Megabentos .......... LATAR BELAKANG ………………………....... II........ LAMPIRAN ................. C.... DAFTAR GAMBAR ……………………………………………..1................4.. SARAN ……………………………………………................. III.................. I..................... UCAPAN TERIMA KASIH .......... Hasil pengamatan Ikan Karang .................3........... HASIL ……………………………………………... II.....................DAFTAR ISI RINGKASAN EKSEKUTIF ……………………………………….... DAFTAR ISI ………………………………………………………..............4...... PENDAHULUAN …………………………………….... II........... III. vi ............. DAFTAR PUSTAKA ........2.............. HASIL PENGAMATAN...3............. II..4.. WAKTU PENELITIAN …………………………. Hasil Pengamatan SIG Hasil Pengamatan Karang ........... Hasil Pengamatan Megabentos ....... i i ii Iv v Vi Vii x xiii 1 1 2 3 4 4 6 6 6 7 10 11 12 13 13 16 54 57 62 63 64 KATA PENGANTAR ……………………………………………. III.......... METODE PENELITIAN ………………………………..............4..................2. METODE PENARIKAN SAMPEL DAN ANALISA DATA .. PELAKSANAAN PENELITIAN …………………........... DAFTAR LAMPIRAN …………………………………………….............. A..... II.......1.3.....4..................

...... bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring...... 28 Tabel 7.. 24 Tabel 5....... P.. 2008...... bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring... biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Langi.... 2008.. Kulambing... biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Baji. bagian utara Kecamatan Liukkang Tupabiring. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Bombang.. Gosong Batu Siborange...... Sarappo Lompo... Kabupaten Pangkep. 23 Tabel 4......... bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring..... bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring.. 2008. P. Kabupaten Pangkep.... Kabupaten Pangkep... P. P.. Jumlah dan persentase karang.DAFTAR TABEL Tabel 1.. 30 Tabel 8........ Salemo..... biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Bulu....... Podangpodang Lompo.. Jumlah dan persentase karang....... 26 Tabel 6... 2008. 19 Tabel 2. 31 vii .... Jumlah dan persentase karang. Saugi.. Kabupaten Pangkep.. Kabupaten Pangkep. 2008. Jumlah dan persentase karang... bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring.P.. Sabutung...... Karangrang. Laia... 2008.... P..... biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Kanja. 2008. Kabupaten Pangkep.. Jumlah dan persentase karang......... Jumlah dan persentase karang... Jumlah dan persentase karang.. P......... Kabupaten Pangkep.... biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Uleng. bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring... P. 21 Tabel 3. Jumlah dan persentase karang. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Labangeng. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Dolangeng...... bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring.... Kabupaten Pangkep.... 2008..

. P. 2008. Kabupaten Pangkep...... biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Bone... P... bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas. Kabupaten Pangkep... Kabupaten Pangkep. bagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas... 47 Tabel 17... Jumlah dan persentase karang.............. Bontosua.. 33 Tabel 10. bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas.... biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Deceng... P.. 2008. bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring.. 2008..... Kabupaten Pangkep.. 2008. Jumlah dan persentase karang.... 2008.. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Sompe......... bagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas... biota bentik dan substrat di lokasi DPL Pulau Kalukalukuang........ bagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas........ Kabupaten Pangkep. Jumlah dan persentase karang................... biota bentik dan substrat di lokasi DPL Pulau Sabaru... Jumlah dan persentase karang. 38 Tabel 13... Baddi......... 37 Tabel 12. 2008.................. Sanane........ 2008..............Tabel 9... 45 Tabel 16... 35 Tabel 11.. Jumlah dan persentase karang... Jumlah dan persentase karang. bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Pulau Doang-Doangan Caddi.. P..... Balang Lompo.. 42 Tabel 15...... biota bentik dan substrat lokasi DPL Takat Sarassa........ Kabupaten Pangkep..... bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring.... 48 viii .. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Adae...... 2008.. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Pulau Doang-Doangan Lompo. 40 Tabel 14.... Jumlah dan persentase karang........ Jumlah dan persentase karang...... Kabupaten Pangkep........... Kabupaten Pangkep............ Kabupaten Pangkep......... Jumlah dan persentase karang..................... 2008.. bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring.....

. 2008.. Kecamatan Liukkang Tuppabiring.. Kabupaten Pangkep... Kecamatan Liukkang Kalmas.. Kabupaten Pangkep....... Jumlah dan persentase karang... Kabupaten Pangkep.. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Pulau Marasende....... biota bentik dan substrat di lokasi DPL Pulau Dewakang Lompo............................. bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas. 60 ix ... Kabupaten Pangkep.. Dua puluh jenis ikan karang dengan kelimpahan tertinggi di lokasi DPL...... Jumlah dan persentase karang........Tabel 18... 52 Tabel 20. Dua puluh jenis ikan karang dengan kelimpahan tertinggi di lokasi DPL. 2008.... 2008......... 58 Tabel 21..... bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas. 2008.. 50 Tabel 19..............

. 2008............ 4 Gambar 1b. 2008.......... 2008... Kabupaten Pangkep..................... Peta stasiun DPL di bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring....... 2008........ 16 Gambar 5a............ 18 x .... Kabupaten Pangkep.............DAFTAR GAMBAR Gambar 1a...... 5 5 Gambar 1c...... Peta bentuk dan luas DPL di bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring.. Kabupaten Pangkep........ Gambar 2...... Kabupaten Pangkep........ 2008.............. Persentase jumlah individu karang batu.. Gambar 1d......... Peta stasiun DPL dibagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas... 2008........... 2008........ 2008.... Kabupaten Pangkep. 15 Gambar 4b................ Kabupaten Pangkep... Peta bentuk dan luas DPL di bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas.......................... Peta bentuk dan luas DPL di bagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas....................... biota bentik dan substrat hasil studi baseline dengan metode PIT di lokasi DPL............ bagian utara Kecamatan Liukkang Tupabbiring........... Kabupaten Pangkep... 14 Gambar 4a....... 2008. Peta stasiun DPL di bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring......... Kabupaten Pangkep....................... 6 8 13 Gambar 3b.... Gambar 3a.. Peta stasiun DPL di bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas.. Kabupaten Pangkep.... Citra landsat komposit 453.... Peta bentuk dan luas DPL di bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring....

.... 44 Gambar 6b. 2008. Kelimpahan biota megabentos hasil studi baseline dengan metode “reef check” di lokasi DPL.. 2008. bagian timur Kec... Liukkang Kalmas. Kelimpahan biota megabentos hasil studi baseline dengan metode “reef check” di lokasi DPL.... di lokasi DPL. Kelimpahan biota megabentos hasil studi baseline dengan metode “reef check” di lokasi DPL...... hasil studi baseline deng0an metode “UVC” di lokasi DPL....................... bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring. 2008............. 56 Gambar 8b..... bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas. 54 Gambar 7b..... 55 Gambar 8a................... bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring.. 59 xi ... bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring Utara..... Kelimpahan ikan karang ..... Liukkang Kalmas......... Kabupaten Pangkep.. 44 Gambar 7a.. 56 Gambar 9a. biota bentik dan substrat hasil studi baseline dengan metode PIT di lokasi DPL..... Kabupaten Pangkep...... Kabupaten Pangkep........ Persentase jumlah individu karang batu. Kabupaten Pangkep. Kabupaten Pangkep. 19 Gambar 6a.. bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring.... Kabupaten Pangkep..Gambar 5b. Kabupaten Pangkep....... 2008.. 2008................. 2008. 2008. Persentase jumlah individu karang batu........ 2008..... biota bentik dan substrat hasil studi baseline dengan metode PIT... Persentase jumlah individu karang batu. biota bentik dan substrat hasil studi baseline dengan metode PIT di lokasi DPL....... Kelimpahan biota megabentos hasil studi baseline dengan metode “reef check” di lokasi DPL... bagian barat Kec... bagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas. Kabupaten Pangkep........

. hasil studi baseline dengan metode “UVC” di lokasi DPL........ Kelimpahan ikan karang.... hasil studi baseline dengan metode “UVC” di lokasi DPL. hasil studi baseline dengan metode “UVC” di lokasi DPL..... 2008..... 62 xii ..... bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas. Kabupaten Pangkep. bagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas.... Kabupaten Pangkep...... Kelimpahan ikan karang..... 2008........... 61 Gambar 10b.Gambar 9b. 59 Gambar 10a...... 2008...... Kabupaten Pangkep.. bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring Utara.. Kelimpahan ikan karang....

..... Kabupaten Pangkep.............. Lampiran 7. Kabupaten 64 66 Lampiran 3............ Posisi DPL di Kabupaten Pangkep.. 2008... Lampiran 4.... 100 xiii ............... paten Pangkep 2008..................... 2008... 2008. Kabupaten Pangkep... 2008............. Liukkang Kalmas........ Pangkep. Kelimpahan biota megabentos di lokasi DPL Kecamatan Liukkang Tuppabiring... Sebaran karang batu di lokasi DPL Kecamatan Liukkang Kalmas. Sebaran jenis ikan karang di lokasi DPL Kabupaten Kec..................DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1... 2008.. Sebaran jenis ikan karang di lokasi DPL Kecamatan Liukkang Tuppabiring. Kabu- 73 80 Lampiran 5.. Kabupaten Pangkep.. Lampiran 2.. 81 Lampiran 6.. 2008... Kelimpahan biota megabentos di lokasi DPL Kecamatan Liukkang Kalmas.... 82 Pangkep................. Sebaran karang batu di lokasi DPL Kecamatan Liukkang Tuppabiring....

Secara umum pulau-pulau yang ada di kabupaten ini mempunyai ekosistem pantai yang didominasi oleh terumbu karang dan ada sebagian pulau memiliki hutan bakau serta ekosistem lamun. Biota-biota lain seperti ikan. ekinodermata dan rumput laut memanfaatkan lingkungan terumbu karang sebagai tempat hidup. perusahan. dengan harapan hasilnya dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi semua “stakeholders” (instansi pemerintah. Metodemetode yang dipakai disesuaikan dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai. Komponen yang sangat penting dalam menyusun ekosistem ini adalah karang batu. perkembangan yang terjadi. LATAR BELAKANG Program COREMAP telah terlaksana sampai ke Fase II. Informasi ini menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah. LSM. Salah satu solusi yang diajukan adalah menciptakan kawasan konservasi laut daerah (KKLD) dengan fokus utamanya adalah daerah perlindungan laut (DPL). apakah itu ke arah yang lebih baik ataupun semakin buruk. pemerintah pusat maupun badan internasional untuk dapat mengurangi tekanan yang terjadi terhadap terumbu karang. Informasi tentang kondisi ekosistem terumbu karang dengan berbagai komponen bentik yang membentuknya sangat dibutuhkan dalam penilaian status keberadaannya. Dalam fase sebelumnya fase ini telah banyak kegiatan yang dilakukan untuk mengamati kondisi karang dan ekosistem terumbu karang. Metode-metode tersebut. Pulau-Pulau sekitar Kabupaten Pangkep merupakan salah satu kabupaten yang secara administratif termasuk dalam gugusan pulau-pulau yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan. masing-masing mempunyai 1 . PENDAHULUAN Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem perairan tropis yang memiliki produktivitas yang sangat tinggi. Metode-metode pemantauan telah dilakukan dan di ujicobakan dalam kegiatan studi baseline maupun monitoring terumbu karang di lokasi-lokasi COREMAP. melahirkan keturunan serta mencari makan.BAB I. membesarkan diri. Penelitian ini dilakukan untuk melihat kondisi karang yang ada di kawasan daerah perlindungan laut pulau-pulau Kabupaten Pangkep. moluska. akademisi dan kelompok masyarakat) dalam memanfaatkan kawasan laut sebagai sumber kehidupannya. Hasil pengamatan kondisi terumbu karang Indonesia yang dilakukan oleh COREMAP menunjukkan bahwa hanya tinggal 6 % karang yang sangat baik dan 32 % kurang baik.

yang dipantau di suatu lokasi yang luas dalam waktu yang singkat digunakan metode “Point Intercept Transect” (PIT). Metode “Rapid Reef Resources Inventory” (RRI). untuk kemudian dilakukan langkah pengelolaan selanjutnya. Metode ini lebih sederhana tapi terukur. Menganalisa hasil pengamatan untuk selanjutnya akan dijadikan sebagai bahan acuan dalam mengetahui perubahan yang terjadi di Daerah Perlindungan Laut (DPL) dan mencari jalan keluar untuk mengatasi perubahan atau kerusakan yang terjadi. TUJUAN PENELITIAN Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : • Untuk mendapatkan data dasar tentang kondisi karang dan terumbu karang termasuk ikan karang. Metode ini diujicobakan di lokasi-lokasi konservasi yang dipatok oleh masyarakat desa setempat. Juga data biota bentik lainnya yang memiliki nilai ekonomis penting di lokasi daerah perlindungan laut (DPL) Kabupaten Pangkep. dan untuk menjawab naik maupun turunnya persentase tutupan ataupun kehadiran karang hidup. Untuk keperluan manajemen terumbu karang. dan kurang tepat untuk menjawab perubahan yang terjadi di suatu area terumbu karang yang luas karena hanya terpatok pada lokasi transek permanen saja. dapat dipakai untuk pemantauan suatu area terumbu karang yang luas dalam waktu yang singkat. • 2 . namun kekurangannya terletak pada daya visualisasi sipengamat. Propinsi Sulawesi Selatan. Metode pemantauan dengan “Line Intercept Transect” dianggap terlalu ilmiah. Dengan demikian informasi akurat tentang perubahan kondisi terumbu karang yang terjadi di lokasi DPL dapat dicatat. Namun untuk menjawab keanekaragaman karang. metode ini lebih cocok. yaitu di lokasi daerah perlindungan laut (DPL).kekurangan maupun kelebihan. karena dapat menghasilkan persentase tutupan kehadiran karang hidup dalam waktu yang singkat dan mencakup area yang luas. Diharapkan masyarakat setempat yang diwakili oleh staf CRITC daerah dapat melakukan monitoring kondisi terumbu karang di lokasi-lokasi DPL yang sudah diawali dengan studi baseline di lokasi yang sama oleh staf CRITC pusat.

Tahap persiapan. 3 . Tahap pelaporan. bentos dan ikan karang. 2. 4. Selain itu. koordinasi dengan tim penelitian baik yang berada di Jakarta maupun di daerah setempat. yang meliputi verifikasi data lapangan dan pengelolaan data sehingga data lapangan bias disajikan dengan lebih informatif. Tahap pengumpulan data. berupa laporan sementara dan laporan akhir dari kegiatan penelitian. yang dilakukan langsung di lapangan yang meliputi data tentang karang. Tahap analisa data. meliputi kegiatan administrasi. dalam tahapan ini juga dilakukan persiapan penyediaan peta dasar untuk lokasi penelitian yang akan dilakukan.RUANG LINGKUP PENELITIAN Ruang lingkup pengamatan kondisi karang ini meliputi empat tahapan yaitu : 1. 3. Pengadaan dan mobilisasi peralataan penelitian serta perencangan penelitian untuk memperlancar perlaksanaan survey di lapangan.

16).19) dan P. Doang-Doangan Lompo (KAL 03. di pesisir pulau-pulau kecil maupun takat (gosong).07. Gambar 1a. Kulambing (PKPP 07 dan PKPP 08). 4 .18. P. Kalulalukuang (KAL09. Dan Kecamatan Liukkang Kalmas (Gambar 1c dan 1d). Saugi (PKPP 05 dan PKPP 06). P.P.15. di pulau-pulau di perairan Kecamatan Liukkang Tuppabiring (Gambar 1a dan 1b). LOKASI PENELITIAN Lokasi penelitian dipusatkan di Kabupaten Pangkep khususnya di lokasi DPL yang telah ditentukan. Kabupaten Pangkep. Podangpodang Lompo (PKPP 13 dan PKPP 14 ). Lokasi DPL ini terletak di 12 pulau yang meliputi 24 stasiun pengamatan yaitu Gosong Batu Siborange. Sejumlah 19 transek telah dilakukan di pulau-pulau tersebut (Gambar 1c dan 1d). Marasende (KAL 17. METODE PENELITIAN II. Dewakang Lompo (KAL 01. Sabaru (KAL11.02) di bagian timur. P. P. Laia (PKPP 09 dan PKPP 10). dan P. P. Sarappo Lompo (PKPP 15 dan PKPP 16 ). P.12. P. P. 2008.13). P. Peta stasiun DPL di bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring. Balang Lompo (PKPP 17 dan PKPP 18). meliputi Takat Sarassa (KAL 14.1. Baddi (PKPP 23 dan PKPP 24).04). Salemo (PKPP 01 dan PKPP 02). P.08). Doang-Doangan Caddi (KAL 06. P. P. Bontosua (PKPP 21 dan PKPP 22) dan P. Sibutung (PKPP 03 dan PKPP 04). Ke arah barat. di bagian barat.10). Sanane (PKPP 19 dan PKPP20 ). P. P.04. Karangrang (PKPP 11 dan PKPP 12).BAB II. juga dilakukan studi baseline di Kecamatan Liukkang Kalmas.

5 . Kabupaten Pangkep. Peta stasiun DPL di bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring. Kabupaten Pangkep. 2008.Gambar 1b. Peta stasiun DPL dibagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas. 2008. Gambar 1c.

2. 2008. II. WAKTU PENELITIAN Pengamatan kondisi karang dan biota lainnya di lokasi DPL Kabupaten Pangkep dilakukan pada bulan November 2008. dibantu oleh beberapa Staf dan teknisi Puslit Oseanografi LIPI Jakarta dan personal CRITC daerah setempat.3. Kabupaten Pangkep.Gambar 1d. PELAKSANA PENELITIAN Penelitian dilakukan oleh Staf CRITC-COREMAP-LIPI Jakarta. 4. 6 . Peta stasiun DPL di bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas. II. Nama-nama DPL di masing-masing pulau dan lokasi dapat dilihat dalam Lampiran 1. II. METODE PENARIKAN SAMPEL DAN ANALISA DATA Metode penarikan sampel diuraikan berdasarkan masingmasing substansi yang terlibat dalam penelitian ini.

Identifikasi objek pada terumbu karang dilakukan dengan memanfaatkan kombinasi saluran 1. Saluran tampak digunakan untuk identifikasi objek di terumbu karang. sinar sanggup menembus kolom air hingga kedalaman 20 meter (Campbell. dalam hal ini mangrove. 1999). 4.1. 2. SIG (Sistem Informasi Geografis) Penyiapan Peta Dasar Peta dasar terumbu karang dibuat dengan memanfaatkan data citra satelit Landsat. Mangrove tumbuh pada lahan basah. 1996). dan warna gelap menunjukkan pada objek tersebut terletak pada lahan yang basah. 4. Warna jingga mewakili warna vegetasi yang ditonjolkan oleh saluran 4.4. 5. Saluran 4 yang merupakan saluran inframerah dekat. 3. Liputan citra yang digunakan adalah liputan 2 scene Landsat dengan ukuran masing – masing 185 km x 185 km persegi pada liputan path/row 113/064 dan 113/065. Ukuran terkecil objek yang diwakili oleh satu piksel pada citra multispektral (saluran 1. Koreksi radiometri dilakukan untuk mengatasi distorsi citra yang menyebabkan gangguan yang sifatnya spektral. sehingga citra tersebut sudah mengalami restorasi citra yang mencakup koreksi radiometri dan koreksi geometri. sehingga dapat dibedakan dengan vegetasi lainnya menggunakan saluran 5 ini. 2. saluran tersebut terdapat pada saluran 1.II. dan 3 yang merupakan saluran tampak. koreksi geometri yang dilakukan adalah koreksi geometri untuk kesalahan atau distorsi yang sifatnya sistematis sehingga sudah diperhitungkan sebelumnya (NASA. Pembedaan objek vegetasi mangrove dengan vegetasi lainnya dilakukan dengan memanfaatkan saluran 5. yang merekam keseluruhan Kepulauan Kabupaten Raja Ampat. Saluran panjang gelombang yang digunakan pada penelitian ini adalah saluran tampak hingga inframerah dekat. 7 . dan 7) mewakili area permukaan bumi dengan ukuran 30 m x 30 m persegi. karena pada panjang gelombang ini. dan 5. 3. Pada citra Landsat. Pada citra level 1G. Hal ini disebabkan karena saluran 5 merupakan saluran inframerah tengah yang peka terhadap kelembaban lahan. sedangkan koreksi geometri dilakukan untuk gangguan yang sifatnya spasial. Ciri khas lahan yang ditumbuhi mangrove pada citra komposit saluran 453 adalah berwarna jingga gelap (Gambar 2). Citra yang digunakan merupakan citra satelit Landsat ETM+ 7 level 1G. digunakan untuk membatasi wilayah daratan dan perairan serta untuk membedakan objek vegetasi. 2.

Setelah citra bebas dari tutupan awan. Hal ini dilakukan dengan asumsi nilai digital minimum citra seharusnya nol. Peta sebaran terumbu karang dan mangrove tentatif dibuat terlebih dahulu di laboratorium sebelum dilakukan kerja lapangan. Citra masking tersebut kemudian digunakan untuk mengekstrak liputan citra yang tidak tertutup awan. 3. Apabila nilai piksel minimum tidak sama dengan nol. Langkahlangkah penyusunannya adalah sebagai berikut: 1. maka ada nilai bias yang dipandang sebagai hasil dari hamburan atmosfer. Menghilangkan pengaruh awan dengan cara meng-eliminasi liputan awan dengan metode ”masking”. ”Masking” liputan awan dilakukan dengan jalan mengambil beberapa sampel (training area) nilai digital awan dan kemudian nilai digital tersebut dijadikan acuan untuk pembuatan citra ”masking”. Peta tentatif ini selanjutnya akan dijadikan sebagai peta dasar terumbu karang setelah diuji/dikoreksi dengan keadaan sesungguhnya dilapangan. Kebaikan metode ”on-screen 8 . Penyiapan citra.Mangrove Vegetasi lainnya Gambar 2. Citra landsat komposit 453. 2. Peta ini digunakan sebagai bahan untuk pemilihan lokasi sampling dan alat bantu navigasi di lapangan. yang meliputi penghilangan pengaruh gangguan atmosfer dengan jalan mengurangi nilai piksel pada seluruh liputan citra dengan nilai digital minimum citra. Digitisasi dilakukan dengan teknik ”on-screen digitizing”. maka dilakukan proses digitisasi garis pantai untuk memisahkan objek daratan/pulau dan perairan/laut. yaitu digitisasi langsung pada layar monitor computer.

digitisasi dilakukan pada perbesaran/skala 1:25. 4. Data hasil lapangan digunakan selanjutnya untuk interpretasi ulang dan digitisasi ulang sehingga diperoleh batas yang lebih akurat.digitizing” dibanding metode digitasi manual (Stefanovic. DPL yang dibuat oleh penduduk/masyarakat. Tugas operator lebih mudah dari pada menggunakan alat “digitizer”. Untuk identifikasi mangrove. merupakan DPL yang digunakan untuk perlindungan ekosistem terumbu karang. sehingga informasi lebih lanjut/detil didapatkan melalui keterangan penduduk setempat. Komposit citra yang digunakan adalah komposit citra 321. digunakan sebagai panduan pada saat ke lapangan dengan bantuan alat navigasi GPS (Global Positioning System). 5. 2. Digitisasi dilakukan dengan memanfaatkan saluran 4 untuk mempertegas batas antara daratan dan zona perairan. Agar diperoleh hasil yang memadai. adanya fasilitas “zooming” memungkinkan operator meletakkan posisi tepat ditengah garis yang didigitasi. proses digitasi dan perbaikan dalam satu tempat dan satu waktu. garis batas DPL ditarik mulai dari wilayah 9 . Informasi koordinat tersebut bersifat sementara. Lebih teliti. Setelah objek perairan dipisahkan dari daratan. 3. bahkan di atas laut ketelitiannya bias mencapai 5 meter. dan di tajamkan dengan teknik ”linier stretching”. 1991) adalah : 1. juga ditajamkan dengan teknik ”linier stretching”. Lokasi sampel yang berupa informasi koordinat. Pemetaan Daerah Perlindungan Laut (DPL) Pemetaan DPL dilakukan dengan memanfaatkan informasi koordinat batas DPL yang tersedia di daerah kajian. GPS yang digunakan saat kerja lapangan adalah GPS Map GARMIN 76 C dengan ketelitian posisi absolute sekitar 15 meter. Pada wilayah dengan rataan terumbu karang yang sempit dan menempel pada pulau. Lebih cepat.000. Letak DPL bervariasi tergantung pada karakteristik lingkungan disekitarnya. Berdasarkan peta tentative tersebut kemudian dipilih lokasilokasi sampel secara acak. dengan cara yang sama pada mintakat laut didigitisasi batas terluar dari mintakat terumbu. juga dilakukan dengan jalan digitisasi pada batas areal mangrove dengan memanfaatkan komposit citra 453.

Peta tentatif ini nantinya digunakan sebagai panduan untuk mendatangi lokasi yang diduga sebagai DPL pada saat kerja lapangan. Hasil peta garis batas tersebut kemudian dibangun topologinya menjadi sebuah topologi polygon agar dapat diketahui luasan area DPL tersebut. 3. Untuk wilayah dengan rataan terumbu karang yang luas. martil (palu) dan tali plastik (nilon) ukuran diameter 6 mm. biota bentik dan substrat (komponen bentik) ialah peralatan selam lengkap (SCUBA). Pencatatan kehadiran koloni 10 . Pembuatan sket bentuk DPL juga dilakukan agar dapat digunakan sebagai panduan dalam penarikan garis batas pada saat pembuatan peta DPL. melalui informasi yang didapat di lapangan baik melalui informasi penduduk maupun dari dinas terkait. Setelah peta dibawa ke lapangan. Penyiapan peta tentatif posisi DPL dilakukan dengan jalan memasukkan koordinat DPL sementara berdasarkan informasi awal ke dalam peta dasar terumbu karang yang dikombinasikan dengan data citra satelit. Langkah-langkah pemetaannya adalah sebagai berikut: 1. 2. serta informasi tambahan lainnya seperti waktu pengambilan titik. perahu motor (rubber boat). elevasi dari permukaan laut rata-rata bidang ellipsoid. batas DPL dibuat mulai dari tubir terumbu hingga batas wilayah yang memiliki karang.2. Pembuatan peta DPL dilakukan di laboratorium dengan memanfaatkan perangkat lunak SIG dan pengolah data tabular (excel). titik-titik tersebut dihubungkan dengan garis sehingga membentuk sebuah batas DPL. panjang transek 25 meter. Data ini diolah didalam perangkat lunak SIG menjadi peta sebaran titik. II. dan symbol titik. Data yang diambil dari GPS merupakan data koordinat ujung-ujung batas DPL yang bentuknya berupa data tabular. maka ujung-ujung batas DPL dipetakan dengan mencatat koordinatnya menggunakan alat GPS. Karang Bahan yang dibutuhkan untuk pengamatan karang. identitas titik. Kemudian.yang terdapat karang hingga kea rah garis pantai. alat tulis dalam air (kertas. pita berskala (100 m). pensil). Data tabular GPS mencatat informasi koordinat longitude dan latitude. besi (diameter ± 20 mm) dengan panjang 30 cm yang digunakan sebagai patok. Metode yang digunakan adalah metode transek garis. papan pengalas. dibentangkan sejajar garis pantai dimana daratan/pulau berada di sebelah kiri.4.

yang dicatat ialah komponen bentik dimulai dari titik 0.3. Disamping itu untuk melengkapi laporan ini dibuat deskripsi lokasi dan gambar bentuk dasar perairan tiap lokasi. 1. panjangnya ≥ 20 cm ) ƒ “Small Holothurian” (teripang ukuran kecil. biota bentik dan substrat. Transek dilakukan di daerah lereng terumbu bagian atas dengan asumsi pertumbuhan karang batu cukup baik di area ini. 1. atau Serriatopora spp. Data pengamatan selanjutnya disusun dalam bentuk tabel untuk kepentingan analisa lanjutan antara lain untuk melihat persentase kehadiran jenis karang.5 dan seterusnya sampai ke titik 25. 2. 2. Biota yang dicatat jumlah individunya sepanjang transek ialah : ƒ Lobster (udang barong) ƒ ”Banded coral shrimp” (udang karang kecil yang hidup di sela cabang karang Acropora spp.50. Pocillopora spp. Untuk analisa data hanya dilakukan secara deskriptif.karang dilakukan dengan “Point Intercept Transect (PIT)“ Tiap koloni karang. dengan perhitungan persentase komponen bentik sebagai berikut : Jumlah Tiap Komponen (%) Jumlah Individu = ----------------------------Total Komponen II. dengan metode ”Reef Check” pada transek yang sama sepanjang 25 m dan dengan lebar 1 meter ke kanan dan 1 meter ke kiri dari garis transek. 50 titik. panjangnya < 20 cm) ƒ Trochus niloticus (lola) x 100 % 11 . Hasil pengamatan disajikan dalam bentuk Tabel maupun peta tematik. Megabentos Sampling dilakukan sesudah kegiatan PIT. Total jumlah titik yang dilalui dan dicatat. Total bidang pengambilan/pencatatan biota makrobentik : (2 X 25) m2 = 50 m2. Secara teknis di lapangan. panjangnya ≥ 20 cm) ƒ “Small Giant Clam” (kima ukuran kecil.) ƒ Acanthaster planci (bintang bulu seribu) ƒ Diadema setosum (bulu babi hitam) ƒ “Pencil sea urchin” (bulu babi seperti pensil) ƒ “Large Holothurian” (teripang ukuran besar.4.50. biota bentos maupun substrat yang dilewati atau berada di bawah garis transek dicatat dengan interval 50 cm. panjangnya < 20 cm) ƒ “Large Giant Clam” (kima ukuran besar.

Selain itu juga dihitung kelimpahan jenis ikan karang dalam satuan unit individu/transek. yaitu: a.) II. Ikan-ikan target ini diwakili oleh famili Serranidae (ikan kerapu). Ikan Karang Seperti halnya karang. dengan karakteristik warna yang beragam sehingga dikenal sebagai ikan hias. Haemulidae (ikan bibir tebal). Siganidae (ikan baronang). Identifikasi jenis ikan karang mengacu kepada Matsuda. Nemipteridae (ikan kurisi). (1984). Kuiter (1992) dan Lieske dan Myers (1994). c.. dimana ikan-ikan yang dijumpai pada jarak 2.4. Kelompok ini umumnya ditemukan melimpah. b. Jenis-jenis ikan yang didata dikelompokkan ke dalam 3 kelompok utama (ENGLISH. Metode yang digunakan yaitu metode ”Underwater Fish Visual Census” (UVC). Scaridae (ikan kakak tua) dan Acanthuridae (ikan pakol). Biasanya mereka menjadikan terumbu karang sebagai tempat pemijahan dan sarang / daerah asuhan. yaitu jenis ikan karang yang khas mendiami daerah terumbu karang dan menjadi indikator kesuburan ekosistem daerah tersebut.4. et al.ƒ Drupella (sejenis keong. 12 . Caesionidae (ikan ekor kuning). Fungia spp. Labridae (ikan sapu-sapu). dan Blenniidae (ikan peniru). umumnya 5–25 cm. Ikan-ikan indikator diwakili oleh famili Chaetodontidae (ikan kepe-kepe). Data kelimpahan tiap jenis ikan karang yang dicatat dimasingmasing stasiun transek. diwakili oleh famili Pomacentridae (ikan betok laut). Ikan-ikan major. baik dalam jumlah individu maupun jenisnya. merupakan jenis ikan berukuran kecil. Ikan-ikan indikator. Lutjanidae (ikan kakap). Khusus untuk ikan kerapu (grouper) digunakan acuan dari Randall and Heemstra (1991) dan Heemstra dan Randall (1993). pengamatan ikan dilakukan di sepanjang garis transek. 1997). berukuran kecil yang hidup disela-sela karang) ƒ “Mushroom coral’ (karang jamur. yaitu ikan ekonomis penting dan biasa ditangkap untuk konsumsi.5 m di sebelah kiri dan sebelah kanan garis transek sepanjang 25 m dicatat jenis dan jumlahnya. Apogonidae (ikan serinding). Ikan-ikan target. et al. ditampilkan dalam bentuk tabel dan peta tematik. Sehingga luas bidang yang teramati per transeknya yaitu (5 x 25) = 125 m2. Lethrinidae (ikan lencam). Ikan-ikan ini sepanjang hidupnya berada diperairan terumbu karang. serta cenderung bersifat teritorial.

karang. Begitu juga di Kecamatan Liukkang Kalmas. peta-peta yang ditampilkan dipilah menjadi beberapa gambar. Karena luasnya pulau. di Kecamatan Liukkang Tupabbiring terdapat 12 DPL yang tersebar mulai dari utara Pulau Salemo hingga Pulau Badi. Peta bentuk dan luas DPL di bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring.1. Penelitian dilakukan di Kabupaten Pangkajene Kepulauan mencakup Kecamatan Liukkang Tupabbiring dan Kecamatan Liukkang Kalmas. Hasil Pengamatan SIG Hasil pengamatan SIG disajikan dalam bentuk peta yang menggambarkan polygon dan luas daerah DPL di Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Gambar 3 dan 4). III. Kabupaten Pangkep. HASIL PENGAMATAN Hasil pengamatan akan diuraikan berdasarkan masing-masing substansi yang diamati.III. Posisi masing-masing DPL disajikan dalam lampiran. untuk menjadikan lebih informatif. megabentos dan ikan karang. 2008. yaitu SIG. Gambar 3a. terdapat 7 DPL yang tersebar dari Pulau Pemantuan di sebelah Barat membujur ke bagian Timur hingga Pulau Dewakang Lompo. dapat berada 13 . Berdasarkan hasil penelusuran lapangan. Letak DPL bervariasi.

Lebar rataan terumbu pada wilayah tersebut dapat mencapai hingga lebih dari 400 meter. Berdasarkan peta tersebut dapat diketahui bahwa DPL terluas terdapat di Desa Mattiro Adae dengan luas 47. Hanya DPL Mattiro Deceng yang terdapat dirataan terumbu Pulau Badi yang berbeda bentuknya 14 . Bentuk DPL berupa bidang segiempat dengan keliling wilayahnya sepanjang ± 281 meter. Sempitnya wilayah DPL disebabkan karena gosong yang dijadikan wilayah DPL memang merupakan gosong yang sempit. DPL ini terdapat di sebelah Selatan rataan terumbu Pulau Bontosua dengan bentuk persegi empat dan keliling ± 2.7 ha. Gambar 3b.7 kilometer. DPL di wilayah tersebut memiliki luas 0. Bentuk bidang wilayah DPL sebagian besar cenderung teratur membentuk bidang persegi.di ujung “fringing reef“ (tubir) atau terdapat juga di wilayah “patch reef” (gosong). Peta bentuk dan luas DPL di bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring. 2008. Luasan dan bentuk DPL di Kecamatan Liukkang Tupabbiring dapat dilihat pada peta lokasi di Gambar 1 dan Gambar 2. DPL tersempit terdapat di sebelah Timur Pulau Karanrang yang merupakan wilayah Desa Mattiro Bulu. Kabupaten Pangkep. wilayah DPL tersebut meliputi tubir rataan terumbu hingga pangkal terumbu yang terletak di garis pantai pulau.5 Ha dan mencakup seluruh wilayah gosong (patch reef). hal ini dimaksudkan agar mudah didalam pengelolaannya. Jika dicermati pada peta.

1 Ha dengan lebar rataan terumbu ± 600 meter. yaitu seluas 107. 2008. Wilayah Kecamatan Liukkang Kalmas terletak cukup jauh dari wilayah daratan Kabupaten Pangkajene Kepulauan dengan jarak ± 187 kilometer. pembatasan wilayah DPL dimulai dari pangkal rataan terumbu yang berupa garis pantai hingga ke ujung tubir terumbu. sehingga bentuk bidang wilayahnya tidak berbentuk persegi pada umumnya. Peta bentuk dan luas DPL di bagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas.dengan DPL lainnya. Kecamatan ini wilayahnya berupa kepulauan dengan Pulau terbesar adalah Pulau Doangdoangan Besar dengan luas ± 1332. sehingga memungkinkan membentuk suatu wilayah DPL yang cukup luas. Pada garis pantai bentuk batas DPL mengikuti lekuk garis pantai dan pada wilayah tubir terumbu polanya mengikuti bentuk batas terumbu. Jika dilihat pada dan Gambar 4a dan 4b. Gambar 4a.54 ha. Bentuk bidang DPL memanjang dari pangkal terumbu pada garis pantai hingga ke ujung tubir terumbu. Kabupaten Pangkep. Pada DPL tersebut.8 ha dengan lebar terumbu mencapai ± 1. dapat diketahui bahwa tidak semua DPL yang terdapat pada rataan terumbu yang lebar memiliki wilayah DPL yang luas. DPL terluas pada Kecamatan ini juga terdapat pada rataan terumbu pulau tersebut. 15 . Luas DPL Mattiro Deceng tersebut adalah 25.2 Kilometer.

25 %. maka persentase total luas DPL terhadap luas terumbu karang adalah 1. dan 19 stasiun di perairan Kecamatan Liukkang Kalmas. 2007). Dengan demikian maka ada 98.75 % luas terumbu karang di kedua kecamatan ini yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan lainnya. maka jumlah total luas DPL yang terdapat di Kecamatan LIukkang Tuppabiring dan Liukkang Kalmas sebesar 432. meliputi bagian pulau-pulau di bagian timur dan barat 16 .86 ha (LIPI. Peta bentuk dan luas DPL di bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas. 2006. Hal ini sangat tergantung pada kepentingan masyarakat setempat yang memilih lokasi tersebut. Dari ke-7 DPL yang ada pada kecamatan ini.Gambar 4b. Kabupaten Pangkep.2.72 ha. Lokasi DPL tersebut terletak di sebelah utara Pulau Pemantuan dan merupakan wilayah paling utara dari Kecamatan Liukkang Kalmas. 2008. tersebar di pulau-pulau di sebelah utara dan selatan wilayah kecamatan. hanya DPL Takat Sarassa saja yang terdapat di “patch reef” (gosong) dengan luas 16. Jika dibandingkan dengan total luas terumbu karang di kedua kecamatan tersebut yaitu 34589. III.3 ha. Hasil Pengamatan Karang Pengamatan karang di lokasi DPL Kabupaten Pangkep dilakukan di 24 stasiun transek di 12 pulau di Kecamatan Liukkang Tuppabiring. Berdasarkan perhitungan luas DPL melalui analisa SIG.

Untuk menampilkan peta yang lebih jelas dan informatif. Hasil pengamatan tentang kondisi karang batu. yang sudah ditentukan oleh masyarakat setempat. sedangkan untuk Kecamatan Liukkang Kalmas dapat dilihat dalam Gambar 6a dan 6b. dimana terdapat banyak pulau-pulau kecil dengan rataan terumbu yang luas. Hasil pengamatan disajikan dalam bentuk tabel dan peta tematik. yang tersusun dari pesisir utara wilayah kecamatan sampai ke arah barat daya. Karena lokasi ini merupakan gosong pulau.. mengingat areanya yang tidak terlalu luas. dengan substrat dasar perairan berupa patahan karang dan pasir berlumpur. Gosong Batu Siborange.DPL Mattiro Bombang. P. Symphyllia spp. Lokasi DPL umumnya terletak di pesisir pulau-pulau kecil. Bentuk dasar perairan agak landai sampai kedalaman ± 2 m. Di masing-masing lokasi DPL di perairan utara dan selatan Kecamatan Liukkang Tupabiring. Hasil pengamatan yang disajikan dalam bentuk gambar dan tabel. maka tidak mempunyai daerah pantai. Pengamatan di lokasi ini dilakukan di 2 daerah perlindungan laut (DPL) yaitu PKPP 01 yang berada pada bagian selatan dan PKPP 02 yang berada pada bagian utara. Favia spp.Hasil pengamatan di Kecamatan Liukkang Tuppabiring Pengamatan kondisi terumbu karang yaitu studi baseline di kecamatan ini dilakukan di lokasi DPL. biota lain dan substrat ditampilkan dalam bentuk diagram pai (Gambar 5a dan 5b..Salemo Lokasi ini merupakan gosong pulau (patch reef) yang terletak di tengah perairan. diuraikan selanjutnya. Selanjutnya. hasil lengkapnya diuraikan berdasarkan wilayah kecamatan. Acropora spp. Kabupaten Pangkep 1. dibuat 2 transek permanen. tidak terlalu jauh dari daratan utama Provinsi Sulawesi Selatan. 17 .2. Karang batu yang yang dominan ditemukan di lokasi PKPP 01 berasal dari jenis Porites cylindrica dan Acropora palifera.wilayah kecamatan. Di perairan Kecamatan Liukkang Kalmas. Sedangkan di stasiun PKPP 02 didominasi oleh jenis karang masif seperti Goniopora spp. jumlah transek umumnya lebih dari dua transek. III. Pulau-Pulau di bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring. rata-rata panjang (sejajar garis pantai) 20 – 1000 meter.) untuk lokasi DPL di Kecamatan Liukkang Tuppabiring. hasil maupun peta tematik ditampilkan dalam beberapa gambar..1.

Komponen lain yang mempunyai persentase kehadiran tertinggi yaitu spong (SP) dan alga (FS) sebesar 16 % dengan jumlah individu sebanyak 8 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 01. 18 . Disamping itu ditemukan juga beberapa jenis Algae terutama dari jenis Eucheuma spinosum dan Halimeda sp. gorgonia dan beberapa jenis ”Hydroid”. Kabupaten Pangkep. 2008. Karang batu dari marga Acropora persentase kehadiran sebesar 4 % yang dijumpai di kedua stasiun dan terdiri hanya 1 jenis yaitu Acropora palifera. bagian utara Kecamatan Liukkang Tupabbiring. biota bentik dan substrat hasil studi baseline dengan metode PIT di lokasi DPL. Hasil lengkap dari persentase jumlah individu karang batu dan komponen lainnya dapat dilihat pada Tabel 1. serta beberapa jenis spong (SP). Persentase kehadiran karang batu di lokasi PKPP 01 tertinggi yaitu dari karang batu non-Acropora sebesar 48 % dengan jumlah individu sebanyak 24 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 02. karang lunak (SC). Persentase jumlah individu karang batu.dan Porites lutea. Gambar 5a. Kondisi perairan pada saat pengamatan berlangsung mempunyai kecerahan yang rendah dimana terlihat adanya sedimentasi sehingga air menjadi keruh.

Gambar 5b. biota bentik dan substrat hasil studi baseline dengan metode PIT di lokasi DPL. 2008. Jumlah dan persentase karang. Salemo. Jumlah Individu PKPP 01 PKPP 02 2 2 0 0 0 1 0 0 1 2 1 2 2 1 2 3 0 1 1 1 0 0 % Jumlah Individu PKPP 01 PKPP 02 4 4 0 0 0 2 0 0 2 4 2 4 4 2 4 6 0 2 2 2 0 0 19 . Gosong Batu Siborange. speciosa Favia sp. P. cylindrica Porites sp. 2008. Favites pentagona Goniastrea favulus Porites lutea P. Tabel 1. Kabupaten Pangkep. bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring. bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring. Kabupaten Pangkep. Persentase jumlah individu karang batu. Jenis Karang Batu ACROPORA Acropora palifera Total NON-ACROPORA Cyphastrea chalcidicum Favia matthaii F. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Bombang.

. agaricia Diploastrea heliopora Platygyra lamellina Stylophora pistillata Galaxtrea astreata Oulophyllia crispa Goniopora stockesi Goniopora columna G.. Montipora spp. djiboutensis Lobophyllia pachysepta Leptastrea pruinosa Echinophyllia aspera Turbinaria messenterina Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S SI RK Total Jumlah Total 1 0 0 0 2 1 1 0 0 0 1 0 0 0 11 0 7 0 8 2 8 3 7 2 0 37 50 0 1 2 1 0 0 2 2 2 1 0 1 2 1 24 0 6 1 2 3 0 0 5 7 0 24 50 2 0 0 0 4 2 2 0 0 0 2 0 0 0 22 0 14 0 16 4 16 6 14 4 0 74 100 0 2 4 2 0 0 4 4 4 2 0 2 4 2 48 0 12 2 4 6 0 0 10 14 0 48 100 2. DPL Mattiro Kanja. Pengamatan berlangsung pada areal yang agak miring (slope) dengan kemiringan ± 45º dimana diatasnya ditemukan karang batu dari jenis Fungia spp. Porites cylindrica dan Echinopora horrida. Stasiun PKPP 04 tidak memiliki pantai berpasir karena lokasi ini hanya 20 . Pertumbuhan karang batu sampai kedalaman ± 4 m. Lokasi pengamatan PKPP 03 berjarak ± 500 m dari garis pantai kearah laut dan pantainya berpasir. Pulau Sabutung Pengamatan di lokasi ini dilakukan di 2 daerah perlindungan laut (DPL) yaitu stasiun PKPP 03 dan PKPP 04 yang merupakan gosong pulau yang berdekatan dengan pulau Sabutung. selanjutnya kedalaman diatas 4 m tidak terlihat adanya pertumbuhan karang batu tetapi didominasi oleh pasir. Kecerahan pada saat pengamatan ± 5 m dan substrat dasarnya berupa patahan karang dan pasir.Symphyllia radians S.

Disamping itu ditemukan juga fauna lain seperti “Tunicate” dan “Hydroid”. brueggemanni Acropora sp Total NON-ACROPORA Favia matthaii F. Persentase kehadiran karang batu tertinggi adalah karang non-Acropora sebesar 62 % dengan jumlah individu sebanyak 31 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 03. aequituberculata Porites cylindrica Fungia fungites F. Komponen lain yang mempunyai persentase kehadiran tertinggi yaitu karang mati beralga (DCA) sebesar 20 % dengan jumlah individu sebanyak 5 individu yang ditemukan di stasiun PKPP 04. persentase kehadiran tertinggi yaitu 10 % dengan jumlah individu sebanyak 5 individu yang ditemukan di stasiun PKPP 04. Heliopora coerulea dan Fungia spp. Hasil lengkap dari persentase jumlah individu karang batu dan komponen lain dapat dilihat pada Tabel 2. speciosa Montipora venosa Montipora sp M. Jumlah dan persentase karang. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Kanja. Tabel 2. bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring.merupakan gosong pulau (patch reef) yang berada pada kedalaman ± 2 m pada saat pengamatan berlangsung. Porites cylindrica. Substrat dasar peraian berupa pasir dimana diatasnya dijumpai “Turf Algae” dan beberapa jenis karang batu antara lain Pocillopora damicornis. Pertumbuhan karang batu pada lokasi ini sampai kedalaman ± 4 m dan selanjutnya diatas kedalaman 4 m sudah tidak ada pertumbuhan karang batu hanya berupa pasir.P. mollucensis Jumlah Individu PKPP 03 PKPP 04 % Jumlah Individu PKPP 03 PKPP 04 3 0 0 0 3 1 1 0 1 1 14 0 1 0 1 2 2 5 0 0 1 0 0 5 1 0 6 0 0 0 6 2 2 0 2 2 28 0 2 0 2 4 4 10 0 0 2 0 0 10 2 0 21 . Jenis Karang Batu ACROPORA Acropora palifera A. Kecerahan perairan pada saat pengamatan ± 3 m sehingga terlihat air keruh karena adanya sedimentasi. 2008. Sabutung. Kabupaten Pangkep. divaricata A. Karang dari marga Acropora .

dan Turbinaria mesenterina. DPL Mattiro Baji. Lobophyllia corymbosa dan Acropora palifera. Persentase kehadiran karang batu tertinggi yaitu karang non-Acropora sebesar 74 % dengan jumlah individu sebanyak 37 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 05. Porites spp. Bagian pantai didominasi oleh vegetasi berupa beberapa jenis tanaman pantai dengan pantai berpasir.Merulina scabricula Millepora tenella Pavona deccusatta Echinopora horrida Galaxtrea astreata Pocillopora damicornis Heliopora coerulea Pectinia alcicornis Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S SI RK Total Jumlah Total 2 2 1 4 0 0 0 3 31 0 4 0 4 0 0 3 4 1 0 16 50 0 0 1 0 1 2 2 0 13 0 10 2 6 1 3 1 9 0 0 32 50 4 4 2 8 0 0 0 6 62 0 8 0 8 0 0 6 8 2 0 32 100 0 0 2 0 2 4 4 0 26 0 20 4 12 2 6 2 18 0 0 64 100 3. Jenis karang batu yang dominan di lokasi PKPP 05 yaitu Galaxea astreata. Sedangkan di stasiun PKPP 06. serta beberapa jenis sponges. Substrat dasar perairan berupa pasir dan patahan karang. Kecerahan perairan pada saat pengmatan berlangsung ± 1. karang batu yang dominan yaitu Galaxea astreata.5 m sedangkan di stasiun PKPP 06 sampai kedalaman 2 m.5 m yang menunjukkan bahwa perairan lokasi ini cukup keruh karena proses sedimentasi yang cukup tinggi.Pulau Saugi Pengamatan di lokasi ini dilakukan pada 2 daerah perlindungan laut (DPL) yaitu stasiun PKPP 05 dan PKPP 06 yang terdapat di Pulau Saugi. Demikian juga dengan karang Acropora tertinggi di 22 . Pertumbuhan karang batu di stasiun PKPP 05 sampai kedalaman ± 1. Lokasi pengamatan kedua stasiun ini berada ± 800 m dari garis pantai pada daerah yang agak miring (slope) dengan kemiringan ± 20º.

cylindrica P. Hasil selengkapnya dari persentase jumlah individu karang batu dan komponen lainnya di lokasi ini dapat dilihat pada Tabel 3. astreata Pocillopora damicornis Oxypora lacera Lobophyllia corymbosa Montastrea curta Turbinaria mesenterina Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS Jumlah Individu PKPP 05 PKPP 06 % Jumlah Individu PKPP 05 PKPP 06 4 1 2 7 1 0 2 0 1 0 0 1 1 28 1 1 1 0 0 37 0 3 0 3 0 0 0 0 1 1 0 3 0 1 1 1 1 0 0 20 0 0 0 1 3 31 0 4 0 8 1 1 8 2 4 14 2 0 4 0 2 0 0 2 2 56 2 2 2 0 0 74 0 6 0 6 0 0 0 0 2 2 0 6 0 2 2 2 2 0 0 40 0 0 0 2 6 62 0 8 0 16 2 2 23 . 2008. Tabel 3. P. fastigasi Total NON-ACROPORA Favites halicora Porites lutea P. Komponen lain yang tertinggi persentase kehadirannya yaitu spong sebesar 16 % dengan jumlah individu sebanyak 8 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 06. Saugi. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Baji. Jenis Karang Batu ACROPORA Acropora palifera Acropora sp A.jumpai di stasiun PKPP 05 sebesar 14 % dengan jumlah individu sebanyak 7 individu. lobata Merulina scabricula Hydnophora rigida Pavona decussata Seriatophora caliendrum Galaxea fascicularis G. Jumlah dan persentase karang. Kabupaten Pangkep. bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring.

Lobophyllia corymbosa. dan Fungia spp. Komponen lain yang terbanyak adalah fauna lain (OT) sebesar 44 % dengan jumlah individu sebanyak 22 individu yang dijumpai di stasiun PKK 07. Favia spp. intermedia Total Jumlah Individu PKPP 07 PKPP 08 0 0 0 1 1 2 % Jumlah Individu PKPP 07 PKPP 08 0 0 0 2 2 4 24 . Lobophyllia spp.R S SI RK Total Jumlah Total 0 0 0 0 6 50 0 4 0 0 18 50 0 0 0 0 12 100 0 8 0 0 36 100 4. Persentase kehadiran karang batu tertinggi yaitu karang non-Acropora sebesar 48 % dengan jumlah individu sebanyak 24 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 08. palifera A. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Uleng. Jenis karang batu yang dominan pada PKPP 07 yaitu Goniopora spp. Kecerahan perairan pada saat pengamatan berkisar antara 3–4 m. 2008. P. selajutnya didominasi oleh pasir. bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring. sedangkan di stasiun PKPP 08 didominasi oleh jenis Euphyllia glabrescens. patahan karang dan karang mati. Jumlah dan persentase karang. selanjutnya dasar laut agak miring dengan kemiringan ± 60º (PKPP 07) sedangkan di DPL 08 kemiringan ± 30º. Pertumbuhan karang batu sampai kedalaman ± 5 m. Substrat dasar perairan secara umum berupa pasir. Pectinia spp. Goniastrea spp. Pulau Kulambing Pengamatan di lokasi ini dilakukan di 2 daerah perlindungan laut (DPL) yaitu stasiun PKPP 07 dan PKPP 08. DPL Mattiro Uleng.. Jenis Karang Batu ACROPORA A. dan Astreopora spp. Kabupaten Pangkep. Karang Acropora hanya terdapat di stasiun PKPP 08 sebanyak 2 individu dengan persentase kehadiran sebesar 4 %.. Daerah rataan (reef flat) tidak terlalu lebar. Lokasi ini merupakan sebuah pulau kecil yang terletak di tengah perairan. Hasil lengkap dari persentase jumlah individu karang batu dan komponen lain lokasi ini dapat dilihat pada Tabel 4. Pectinia spp. Kulambing. yang dijumpai cukup banyak. Porites lobata... Tabel 4.

abdita Goniastrea favulus Montipora informis M. astreata Oxypora lacera Pectinia alcicornis Goniopora sp G. Lokasi pengamatan disini merupakan gosong pulau (patch reef) dengan kedalaman ± 5 m pada saat pengamatan. Lokasi ini memiliki bentuk dasar perairan yang agak miring (slope) dengan kemiringan ± 45º yang ditemukan di stasiun PKPP10. minuta Lobophyllia hemprichii L.NON-ACROPORA Favia maxima F. corymbosa Euphyllia glabrescens Montastrea curta Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S SI RK Total Jumlah Total 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 1 8 0 1 0 18 22 1 0 0 0 0 42 50 1 0 0 1 2 0 1 1 1 1 3 0 0 0 2 1 10 24 0 2 0 8 10 0 0 4 0 0 24 50 0 2 2 0 0 2 0 0 0 0 0 2 2 2 2 0 0 2 16 0 2 0 36 44 2 0 0 0 0 84 100 2 0 0 2 4 0 2 2 2 2 6 0 0 0 4 2 20 48 0 4 0 16 20 0 0 8 0 0 48 100 5. aequituberculata Plerogyra sinuosa Seriatophora caliendrum Leptoria phrygia Galaxea fascicularis G. Pulau Laia Pengamatan di lokasi ini dilakukan di 2 stasiun daerah perlindungan laut (DPL) yaitu stasiun PKPP 09 dan PKPP 10. DPL Mattiro Labangeng. Substrat dasar perairan berupa pasir dan patahan karang. Karang batu yang dominan di stasiun 25 .

PKPP 09 yaitu Goniopora columna, Favia spp., Echinophyllia spp. dan Astreopora spp serta beberapa jenis ”Tunicate” ,gorgonia dan hydroid. Stasiun PKPP 10 didominasi oleh karang batu dari jenis Astreopora spp., Merulina spp., Porites spp. dan Goniopora spp. serta beberapa jenis spong, Tunicata dan gorgonia. Kecerahan perairan pada saat pengamatan ± 4 m dimana perairan cukup keruh akibat proses sedimentasi. Pertumbuhan karang batu dijumpai sampai pada kedalaman ± 9 m dan selanjutnya dasar perairan didominasi oleh pasir. Tidak ditemukan karang Acropora di lokasi transek. Kehadiran karang batu, di lokasi ini hanya dijumpai karang batu Non-Acropora saja, sebesar 32 % dengan jumlah individu sebanyak 16 individu. Komponen lain yang tertinggi untuk stasiun PKPP 09 yaitu spong dengan persentase kehadiran sebesar 28 % dengan jumlah individu sebanyak 14 individu, dan stasiun PKPP 10 tertinggi yaitu karang mati beralge (DCA) sebesar 28 % dengan jumlah individu sebanyak 14 individu. Hasil lengkap persentase jumlqah individu karang batu dan komponen lain dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5. Jumlah dan persentase karang, biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Labangeng, P. Laia, bagian utara Kecamatan Liukkang Tupabiring, Kabupaten Pangkep, 2008. Jenis Karang Batu NON-ACROPORA Astreopora sp. A. ocellata Cyphastrea chalcidicum C. serailla Echinophyllia sp. Favia speciosa Favia sp. Favites abdita Favites pentagona Goniopora columna Leptastrea purpurea Leptoria phrygia Lobophyllia corymbosa L. hemprichii Merulina scabricula Montipora incrassata M. informis Oxypora lacera Turbinaria mesenterina Jumlah Individu PKPP 09 PKPP 10 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 2 1 1 1 1 0 1 1 0 2 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 1 0 0 % Jumlah Individu PKPP 09 PKPP 10 2 0 2 0 2 2 0 2 2 2 2 4 2 2 2 2 0 2 2 0 4 00 2 0 0 2 0 0 0 0 0 0 2 2 0 2 0 0

26

Euphyllia ancora E. glabrescens Heliophora coerulea Oulophyllia crispa Platygyra lamellina Porites lutea Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S SI RK Total Jumlah Total

0 0 0 0 0 0 16 0 7 0 14 7 1 1 4 0 0 34 50

1 1 1 1 1 1 13 0 14 0 11 4 0 2 5 1 0 37 50

0 0 0 0 0 0 32 0 14 0 28 14 2 2 8 0 0 68 100

2 2 2 2 2 2 26 0 28 0 22 8 0 4 10 2 0 74 100

Pulau-Pulau di bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring, Kabupaten Pangkep 6. DPL Mattiro Bulu, Pulau Karangrang Lokasi pengamatan, agak ke selatan ke arah barat, letaknya sedikit lebih jauh dari daratan utama Pulau Sulawesi. Pengamatan di lokasi ini dilakukan di perairan Dusun Matiro Bulu yang merupakan daerah perlindungan laut (DPL) stasiun PKPP 11 dan stasiun PKPP 12. Lokasi ini memiliki pantai berpasir dan beberapa jenis tumbuhan pantai. Areal pengamatan terumbu karang di stasiun PKPP 11 berjarak ± 500 m dari garis pantai sedangkan stasiun PKPP 12 berjarak ± 300 m dari garis pantai kearah laut. Pengamatan di stasiun PKPP 11 berlangsung pada daerah yang agak miring (slope) dengan kemiringan ± 20º, demikian juga dengan di stasiun PKPP 12 dimana kemiringannya mencapai ± 45º. Substrat dasar perairan kedua stasiun ini berupa pasir dan patahan karang. Jenis karang batu yang dominan di stasiun PKPP 11 yaitu Seriatopora caliendrum, Montipora spp., Favia spp. dan Porites spp. dan juga beberapa jenis spong dan alga, terutama jenis Echeuma sp. Sedangkan di stasiun PKPP 12 didominasi oleh karang batu jenis Porites cylindrica, Galaxea fascicularis, Favia spp., Fungia spp. dan Lobophyllia corymbosa serta beberapa jenis ”Tunicate”, ”Crinoid” dan spong.

27

Persentase kehadiran karang batu tertinggi yaitu karang NonAcropora sebesar 34 % dengan jumlah individu sebanyak 17 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 12. Karang dari marga Acropora hanya ditemukan distasiun PKPP 11 sebesar 2 % dengan jumlah individu sebanyak 1 individu. Komponen lain yang mempunyai persentase kehadiran tertinggi yaitu karang mati beralge (DCA) sebesar 36 % dengan jumlah individu sebanyak 18 individu ang dijumpai di stasiun PKPP 12. Hasil lengkap dari persentase jumlah individu karang batu dan komponen lain di lokasi ini dapat dilihat pada Tabel 6. Tabel 6. Jumlah dan persentase karang, biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Bulu, P. Karangrang, bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring, Kabupaten Pangkep, 2008.
Jenis Karang Batu ACROPORA Acropora cytherea Total NON-ACROPORA Favia matthaii F. rotundata Favia sp. F. digitata F. halicora Goniastrea edwardsi Montipora venosa Montipora sp. M. incrasata M. millepora Porites nigrecens P. cylindrica P. lobata Fungia paumotensis Polypyllia talpina Diploastrea heliopora Seriatophora caliendrum Galaxea fascicularis Pectinia lactuca Lobophyllia corymbosa Turbinaria mesenterina Total Jumlah Individu PKPP 11 PKPP 12 1 1 0 1 1 0 1 0 2 1 1 1 0 0 0 0 0 4 3 0 1 0 0 16 0 0 1 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 6 1 1 1 0 0 1 1 1 1 17 % Jumlah Individu PKPP 11 PKPP 12 2 2 0 2 2 0 2 0 4 2 2 2 0 0 0 0 0 8 6 00 2 0 0 32 0 0 2 0 0 2 0 2 0 0 0 0 2 12 2 2 2 0 0 2 2 2 2 34

28

dimana kedua stasiun ini mempunyai nilai yang sama yaitu 24 % dengan jumlah individu sebanyak 12 individu. Tidak ditemukan karang Acropora di lokasi transek.. 29 .. DPL Mattiro Dolangeng.Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R 0 8 2 13 0 3 3 0 18 0 5 3 0 5 0 16 4 26 0 6 6 0 36 0 10 6 0 10 S SI RK Total Jumlah Total 4 0 0 33 50 2 0 0 33 50 8 0 0 66 100 4 0 0 66 100 7. dengan substrat berupa patahan karang dan pasir. sedangkan di stasiun PKPP 14 didominasi oleh Pocillopora verrucosa. Kedua lokasi ini tidak memiliki daerah pantai karena merupakan gosong pulau (patch reef) yang berada pada kedalaman ± 5. Stylophora pistillata dan Montipora spp. Hasil lengkap dari persentase jumlah individu karang batu dan komponen lain lokasi ini dapat dilihat pada Tabel 7. Persentase kehadiran karang batu di lokasi ini hanya diwakili oleh karang non-Acropora. Jenis karang batu yang dominan di stasiun PKPP 13 yaitu Montipora spp.5 m untuk PKPP 13 sedangkan PKPP 14 pada kedalaman ± 2 m. Bentuk dasar perairan agak landai dan tidak terlalu miring. Kecerahan perairan pada saat pengamatan berlangsung ± 10 m yang menunjukkan bahwa perairan cukup terang. Disamping karang batu dijumpai juga beberapa jenis ”Tunicate” dan gorgonia. Porites spp dan Pocillopora spp. Pulau Podangpodang Lompo Pengamatan kondisi terumbu karang di lokasi ini dilakukan di perairan Dusun Matiro Dolangeng di 2 lokasi daerah perlindungan laut (DPL) yaitu stasiun PKPP 13 dan PKPP 14. Komponen lain yang mempunyai persentase kehadiran tertinggi yaitu patahan karang (R) sebesar 48 % dengan jumlah individu sebanyak 24 individu.

P.Tabel 7. Jumlah dan persentase karang. foliosa M. lobata Polypyllia talpina Millepora tenella Stylophora pistillata Galaxea astreata Pocillopora verrucosa Leptastrea pruinosa L. incrasata M. 2008. Jenis Karang Batu NON-ACROPORA Cyphastrea chalcidicum Favia palida Goniastrea favulus Montipora informis M. millepora Porites lutea P. transversa L. Kabupaten Pangkep. purpurea Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S SI RK Total Jumlah Total Jumlah Individu PKPP 13 PKPP 14 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 0 2 1 1 0 12 0 7 0 1 0 0 24 6 0 0 38 50 0 1 0 1 0 1 0 1 1 0 0 3 1 2 0 0 1 12 0 11 0 4 0 0 19 4 0 0 38 50 % Jumlah Individu PKPP 13 PKPP 14 2 0 2 0 2 2 2 0 2 2 2 0 0 4 2 2 0 24 0 14 0 2 0 0 48 12 0 0 76 100 0 2 0 2 0 2 0 2 2 0 0 6 2 4 0 0 2 24 0 22 0 8 0 0 38 8 0 0 76 100 30 . biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Dolangeng. bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring. Podangpodang Lompo.

bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring. cerealis A cropora sp. 2008..pulchra A. Kabupaten Pangkep. foliosa M.8. sedangkan karang non-Acropora tertinggi dijumpai di stasiun PKPP 15 sebesar 50 % dengan jumlah individu sebanyak 25 individu. Sarappo Lompo. Komponen lain yang tertinggi persentase kehadirannya yaitu karang mati beralge (DCA) sebesar 34 % dengan jumlah individu sebanyak 17 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 15. grandis A.. Jenis Karang Batu ACROPORA A. Hidnophora spp. Stylophora pistillata dan Euphyllia glabrescens.). Persentase kehadiran karang batu dari marga Acropora tertinggi di stasiun PKPP 16 sebesar 32 % dengan jumlah individu sebanyak 16 individu. Pengamatan dilakukan di 2 lokasi daerah perlindungan laut (DPL) yaitu stasiun PKPP 15 dan PKPP 16. Total NON-ACROPORA Montipora sp. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Langi. Kecerahan perairan pada saat pengamatan ± 7 m. Pertumbuhan karang batu di stasiun PKPP 15 pada umumnya di daerah lereng terumbu dan didominasi oleh karang mushroom (Fungia spp. Substrat dasar berupa patahan karang dan pasir. P. Montipora spp. Sedangkan di stasiun PKPP 16 didominasi oleh karang batu jenis Acropora spp. Fungia spp. Pertumbuhan karang batu sampai pada kedalaman 7 m.. Tabel 8. Hasil lengkap dari persentase jumlah individu karang batu dan komponen lain lokasi ini dapat dilihat pada Tabel 8. dan Seriatophora hystrix. M. Jumlah dan persentase karang. formosa A. Disamping itu ditemukan juga karang lunak dari jenis Xenia sp. DPL Mattiro Langi. Lokasi pengamatan berada ± 1 km dari garis pantai pada daerah yang agak miring (slope) dengan kemiringan ± 60º. Bagian pantai pulau ini dijumpai pantai berpasir dimana belakangnya ditumbuhi pohon kelapa dan beberapa jenis tumbuhan pantai. aequituberculata Jumlah Individu PKPP 15 PKPP 16 0 0 0 1 1 0 0 1 1 7 2 0 6 16 2 6 1 % Jumlah Individu PKPP 15 PKPP 16 0 0 0 2 2 0 0 2 2 14 4 0 12 32 4 12 2 31 . Montipora foliosa. Pulau Sarappo Lompo Lokasi ini merupakan sebuah pulau yang berada di tengah perairan. dan beberapa jenis spong.

F. DPL Mattiro Sompe. horrida F. Pulau Balang Lompo Pengamatan di lokasi ini dilakukan di 2 daerah perlindungan laut (DPL) yaitu stasiun PKPP 17 dan PKPP 18.Porites nigrecens P. scutaria F. Pengamatan kondisi terumbu karang berlangsung pada bagian dasar perairan yang agak miring 32 . echinata F.paumotensis Pavona explanulata Pavona sp Seriatophora hystrix Stylophora pistillata Galaxea astreata Euphyllia glabrescens E. mollucensis F. ancora Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S SI RK Total Jumlah Total 0 1 0 0 3 5 5 3 1 1 0 1 1 0 1 00 1 1 25 1 17 3 1 0 0 2 0 0 0 24 50 1 1 2 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 1 0 0 17 0 12 5 0 0 0 0 0 0 0 17 50 0 2 0 0 6 10 10 6 2 2 0 2 2 0 2 0 2 2 50 2 34 6 2 0 0 4 0 0 0 48 100 2 2 4 2 0 0 0 0 0 0 2 0 0 2 0 2 0 0 34 0 24 10 0 0 0 0 0 0 0 34 100 9. sedangkan stasiun PKPP 18 di Pulau Balang Lompo. fungites F. Kondisi pantai lokasi ini didominasi oleh pantai berpasir dan beberapa jenis tumbuhan pantai. Lokasi stasiun PKPP 17 merupakan sebuah gosong pulau (patch reef) yang terletak didepan Pulau Balang Lompo. sedangkan di stasiun PKPP 18 berjarak ± 2 km. repanda F. cylindrica Fungia concinna Fungia sp. Areal pengamatan di stasiun PKPP 17 berjarak ± 1 km dari garis pantai.

Jenis Karang Batu NON-ACROPORA Astreopora ocellata Astreopora sp. dan Fungia spp. Persentase kehadiran karang batu hanya dari karang non-Acropora. Hasil lengkap persentase jumlah individu karang batu dan komponen lain ditampilkan dalam Tabel 9. scutaria F. incrasata M. Favia matthaii Goniastrea retiformis Montipora venosa M. exesa Diploastrea heliopora Galaxea astreata Oxypora lacera Jumlah Individu PKPP 17 PKPP 18 1 0 3 1 1 1 1 1 2 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0 3 0 0 2 0 % Jumlah Individu PKPP 17 PKPP 18 2 0 6 2 2 2 2 2 4 0 2 2 0 2 2 0 2 2 0 2 0 2 0 0 0 0 0 0 2 2 0 0 2 0 0 6 0 0 4 0 33 . Karang batu yang mendominasi perairan ini yaitu Diploastrea heliopora.dengan kemiringan ± 45º untuk stasiun PKPP 17 dan ± 15º di stasiun PKPP 18. mollucensis F. Kecerahan perairan pada saat pengamatan ± 7 m. dan beberapa jenis spong terutama di stasiun PKPP 18. persentase tertinggi yaitu 44 % dengan jumlah individu sebanyak 22 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 17. Jumlah dan persentase karang. Komponen lain yang tertinggi yaitu patahan karang sebesar 24 % dengan jumlah individu sebanyak 12 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 18. P. 2008. Porites cylindrica. Disamping itu dijumpai karang lunak terutama jenis Xenia sp. paumotensis Polypyllia talpina Merulina scabricula Millepora dichotoma M. lobata Fungia echinata F. Balang Lompo. Pectinia spp. Favia spp. Substrat dasar perairan kedua lokasi ini sama yaitu pasir dan patahan karang. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Sompe. Kabupaten Pangkep. Karang dari marga Acropora tidak ditemukan di garis transek. Tabel 9. Galaxea astreata.. Lobophyllia spp.. bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring. Di lokasi transek tidak ditemukan karang Acropora. danae Porites cylindrica P.

Pulau Sanane Pengamatan kondisi karang di lokasi ini dilakukan di 2 stasiun dengan kode stasiun PKPP 19 dan PKPP 20. Areal pengamatan di stasiun PKPP 19 berada pada jarak ± 800 m dari garis pantai kearaha laut. Substrat dasar kedua stasiun berupa patahan karang dan pasir. Sebaliknya di stasiun PKPP 20 bagian pantainya dijumpai dermaga motor laut.. dan Fungia spp. Bagian pantai stasiun PKPP 19 didominasi oleh pohon kelapa dan beberapa jenis tumbuhan pantai serta pada bagian pantainya berpasir. Jenis karang batu yang dominan di stasiun PKPP 19 pada bagian rataan terumbu didominasi oleh Montipora spp. yang menunjukkan perairan lokasi ini tidak keruh. Porites spp. Disamping itu dijumpai juga beberapa jenis Sponges. Karang batu marga 34 .. pachysepta Euphyllia glabrescens Echinophyllia aspera Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S SI RK Total Jumlah Total 1 0 1 0 0 1 1 22 0 7 6 11 1 0 2 1 0 0 28 50 0 1 0 1 1 0 0 12 0 3 7 10 0 0 12 6 0 0 38 50 2 0 2 0 0 2 2 44 0 14 12 22 2 0 4 2 0 0 56 100 0 2 0 2 2 0 0 24 0 6 14 20 0 0 24 12 0 0 76 100 10.Pectinia lactuca P. Lokasi ini merupakan sebuah pulau yang berpenduduk dan terletak di tengah perairan yang dikelilingi beberapa pulau kecil. Tunicate dan Crinoid. alcicornis Goniopora sp. Pengamatan karang batu dan komponen lain di kedua lokasi dilakukan pada bagian dasar perairan yang agak miring (slope) dengan kemiringan antara 45º (PKPP 20) dan 60º (PKPP 19). sedangkan di stasiun PKPP 20 berada pada jarak ± 500 m. Karang batu di stasiun PKPP 20 didominasi oleh jenis Porites cylindrica dan Porites lobata. Lobophyllia corymbosa L. Kondisi perairan tidak berarus dan mempunyai kecerahan cukup tinggi yaitu antara 10–20 m. DPL Mattiro Bone.

monasteriata M. grisea M. Hasil lengkap persentase jumlah individu karang batu dan komponen lain lokasi ini disajikan dalam Tabel 10. horrida Merulina scabricula Hydnophora rigida Platygyra sp. Kabupaten Pangkep. Sanane. 2008. tuegescens Pachyseris speciosa Porites lutea P. millepora M. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Bone. Jumlah dan persentase karang. bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring. altasepta M. P. Jenis Karang Batu NON-ACROPORA Cyphastrea chalcidicum Favites halicora Goniastrea favulus Montipora foliosa M. daedalea Stylophora pistillata Galaxea astreata Oulophyllia crispa Heliopora coerulea Leptastrea pruinosa Jumlah Individu PKPP 19 PKPP 20 0 0 0 1 2 0 2 1 2 1 1 0 3 1 1 1 1 1 1 2 1 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 3 0 1 0 2 4 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 2 % Jumlah Individu PKPP 19 PKPP 20 0 0 0 2 4 0 4 2 4 2 2 0 6 2 2 2 2 2 2 4 2 0 0 0 0 0 2 2 2 2 0 0 2 0 0 0 6 0 2 0 4 8 0 0 0 0 0 0 2 2 2 2 2 4 35 . P. rus Fungia fungites F. lobata P. nigrecens P. cylindrica P.Acropora tidak ditemukan di lokasi transek. hanya karang nonAcropora dengan persentase kehadiran tertinggi sebesar 46 % dengan jumlah individu sebanyak 23 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 19. Tabel 10. aequituberculata M. Komponen lain yang tertinggi yaitu pasir (S) sebesar 34 % dengan jumlah individu sebanyak 17 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 20.

Areal pengamatan terumbu karang di kedua stasiun berjarak ± 800 m kearah laut pada daerah yang agak miring (slope) dengan kemiringan antara 45º (PKPP 21) dan 60º (PKPP 22). Stasiun PKPP 22 karang batu yang dominan yaitu Montipora spp. Karang batu yang dominan di stasiun PKPP 21 yaitu Porites rus. Substrat dasar perairan berupa patahan karang (R). serta beberapa jenis Sponges. sedangkan karang batu dari marga Acropora hanya sebesar 4 % dengan jumlah individu sebanyak 2 individu yang juga dijumpai di stasiun PKPP 22. Acropora formosa dan Fungia spp. DPL Mattiro Adae. Hasil lengkap persentase jumlah individu karang batu dan komponen lain lokasi ini disajikan pada Tabel 11. Cyphastrea decadia. Kondisi perairan pada saat pengamatan mempunyai kecerahan yang cukup tinggi yaitu 20 m. 36 .Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S SI RK Total Jumlah Total 23 0 9 0 3 1 0 14 0 0 0 27 50 21 0 9 0 0 0 0 3 17 0 0 29 50 46 0 18 0 6 2 0 28 0 0 0 54 100 42 0 18 0 0 0 0 6 34 0 0 58 100 11. Persentase kehadiran karang batu tertinggi yaitu karang non-Acropora sebesar 54 % dengan jumlah individu sebanyak 27 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 22. Komponen lain yang tertinggi persentase kehadirannya yaitu karang mati beralge (DCA) sebanyak 40 % dengan jumlah individu sebanyak 20 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 21. Porites cylindrica dan Fungia spp. Pulau Bontosua Pengamatan kondisi karang di lokasi ini dilakukan di 2 stasiun daerah perlindungan laut (DPL) yaitu stasiun PKPP 21 dan PKPP 22. Montipora foliosa. yang menunjukkan bahwa perairan di lokasi ini tidak keruh. Galaxea astreata. Bagian pantai stasiun PKPP 21 merupakan daerah pemukiman penduduk (kampung Mattiro Bone) sedangkan bagian pantai stasiun PKPP 22 didominasi oleh tumbuhan pantai dan pantai berpasir. Galaxea astreata.

Tabel 11. Jumlah dan persentase karang. astreata Euphyllia glabrescens E. P. Total NON-ACROPORA Astreopora ocellata Cyphastrea decadia Montipora venosa Montipora sp. altasepta Porites nigrecens P. rus Fungia concinna F. Jenis Karang Batu ACROPORA Acropora cytherea A. Bontosua. glabra Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S SI RK Total Jumlah Total Jumlah Individu PKPP 21 PKPP 22 1 0 0 1 0 1 0 0 1 0 1 2 4 3 0 2 0 0 0 2 0 1 17 0 20 0 2 1 0 9 0 0 0 32 50 0 1 1 2 1 0 1 1 1 2 6 5 0 1 2 0 2 1 1 2 1 27 0 15 0 0 0 0 4 2 0 0 21 50 % Jumlah Individu PKPP 21 PKPP 22 2 0 0 2 0 2 0 0 2 0 2 4 8 6 0 4 0 0 0 4 0 2 34 0 40 0 4 2 0 18 0 0 0 64 100 0 2 2 4 2 0 2 2 2 4 12 10 0 2 4 0 4 2 2 4 2 54 0 30 0 0 0 00 8 4 0 0 42 100 37 . 2008. bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring. Kabupaten Pangkep. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Adae. fungites Seriatophora hystrix Echinopora lamellosa Galaxea fascicularis G. formosa Acropora sp. monasteriata M. M. echinata F. cylindrica P.

Hasil lengkap persentase jumlah individu karang batu dan komponen lain lokasi ini dapat dilihat pada Tabel 12... Jenis Karang Batu ACROPORA Acropora formosa A. Acropora spp. Montipora sp. Bagian pantai diwarnai oleh pantai berpasir dan pohon kelapa serta beberapa jenis tumbuhan pantai. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Deceng. Lokasi pengamatan berada pada jarak ± 500 m dari garis pantai kearah laut. Kecerahan perairan pada saat pengamatan ± 18 m yang menunjukkan bahwa perairan lokasi ini cukup jernih. Kedua lokasi ini berada di bagian depan Desa Matiro Deceng. sedangkan karang nonAcropora tertinggi yaitu sebesar 54 % dengan jumlah individu sebanyak 27 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 23. Jumlah dan persentase karang. Kabupaten Pangkep. Tabel 12. Selanjutnya bentuk dasar perairan agak miring (slope) dengan kemiringan ± 45º pada kedalaman ± 7 m didominasi oleh karang batu jenis Montipora spp. Seriatopora spp. Pengamatan di stasiun PKPP 24 dilakukan pada bagian dasar perairan yang agak miring (slope) dengan kedalaman ± 4. Komponen lain yang mempunyai persentase kehadiran tertinggi yaitu patahan karang (R) sebesar 34 % dengan jumlah individu sebanyak 17 individu yang ditemukan di stasiun PKPP 24. Persentase kehadiran karang batu marga Acropora tertinggi sebesar 12 % dengan jumlah individu sebanyak 6 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 23.. humillis A. DPL Mattiro Deceng. 2008. Baddi. dimana diatasnya dijumpai karang batu jenis Montipora foliosa. Montipora foliosa dan Seriatopora hystrix..5 m.. bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring. Pulau Baddi Pengamatan kondisi terumbu karang di lokasi ini dilakukan di 2 daerah perlindungan laut (DPL) yaitu stasiun PKPP 23 dan PKPP 24. Stylophora pistillata dan Porites spp. Stasiun PKPP 23 mempunyai areal daerah rataan terumbu (reef flat) yang cukup panjang dan diatasnya dijumpai karang batu jenis Acropora spp. P. Fungia spp. Seriatopora hystrix dan Galaxea fascicularis serta beberapa jenis karang lunak dan sponges.12.. pulchra Total NON-ACROPORA Cyphastrea chalcidicum Favites halicora Jumlah Individu PKPP 23 PKPP 24 4 1 1 6 0 0 1 0 0 1 1 1 % Jumlah Individu PKPP 23 PKPP 24 8 2 2 12 0 0 2 0 0 2 2 2 38 .

monasteriata Porites lobata Fungia concinna F.Montipora informis Montipora sp. venosa Platygyra pini Seriatophora hystrix S. horrida F. dan 11 transek di bagian timurnya. fungites F.2. scutaria F. Hasil pengamatan di Kecamatan Liukkang Kalmas Studi baseline kondisi terumbu karang di lokasi DPLdi Kecamatan Liukkang Kalmas. danae M. aequituberculata M. yaitu 8 transek di bagian barat perairan Liukkang Kalmas. digitata M. incrasata M. paumotensis Millepora exesa Hydnophora rigida Pavona varians P. Transek 39 .2. M. Sejumlah 19 transek telah dilakukan di pulau-pulau tersebut. foliosa M. dilakukan di pesisir pulau-pulau kecil maupun takat (gosong). caliendrum Stylophora pistillata Galaxea fascicularis Pocillopora verrucosa Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S SI RK Total Jumlah Total 0 2 3 1 1 1 1 4 2 1 2 1 1 1 1 1 0 0 0 2 0 0 2 27 0 10 2 0 1 0 4 0 0 0 17 50 1 3 5 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 20 0 10 0 0 0 0 17 2 0 0 29 50 0 4 6 2 2 2 2 8 4 2 4 2 2 2 2 2 0 0 0 4 0 0 4 54 0 20 4 0 2 0 8 0 0 0 34 100 2 6 10 0 2 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 2 2 2 2 2 2 0 2 40 0 20 0 0 0 0 34 4 0 0 58 100 III.

Jumlah dan persentase karang. dicatat ada 27 jenis yang tersebar merata di lokasi dengan persentase individu tertinggi.(16 %). Jenis Porites lutea dicatat dominan di lokasi transek (14 %). bagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas.16).   Luasan terumbu karang cukup luas.07. Beberapa lokasi area DPLnya cukup luas.19) dan P. Kalulalukuang (KAL09. 30 %. 44%. Doang-Doangan Caddi (KAL 06. Jenis lainnya Montipora undata dicatat 6%. dicatat patahan katrang (R). Hasil pengamatan karang. DPL Takat Sarassa Lokasi transek berada di area gosong (patch reef) yang bentuknya memanjang arah timur laut . Millepora platyphylla. di sebelah barat. Karang Acropora. P. Komponen lain yaitu abiotik. P. sehingga dapat dibuat 3 transek permanen.13). P. kemudian di sebelah timur. Sabaru (KAL11. biota bentik lainnya dan substrat di lokasi transek.10). Jenis karang NonAcropora lainnya ditemukan dalam jumlah yang kecil (2–4%). spong (SP) maupun fauna lain (OT). Jumlah Individu Jenis Karang Batu ACROPORA Acropora palifera Astreopora gracilis Total 1 0 1 0 1 1 0 0 0 2 0 2 0 2 2 0 0 0 KAL14 KAL15 KAL16 % Jumlah Individu KAL14 KAL15 KAL16 40 .tersebut meliputi Takat Sarassa (KAL 14. selengkapnya disajikan dalam bentuk diagram pai (Gambar 6a dan 6b) dan Tabel.barat daya dengan panjang ± 1 Kilometer dan lebar ± 500  meter.04). dan Caulerpa sp. Pulau-Pulau di bagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas 13. sehingga dapat dibuat 3 transek di lokasi ini (KAL 14.02). Di lokasi transek tidak ditemukan karang lunak (SC). dicatat Acropora palifera dan Astreopora gracilis masing-masing dengan jumlah individu 2 %. DoangDoangan Lompo (KAL 03.08).04. biota bentik dan substrat lokasi DPL Takat Sarassa. Dewakang Lompo (KAL 01. KAL 15 dan KAL 16). Dasar perairan didominasi alga dari jenis Ulva sp.12.15. sedangkan karang api. P. P.18. Hasil selengkapnya dapat dilihat dalam Tabel 13. Kabupaten Pangkep. Jenis karang batu didominasi oleh karang NonAcropora (NA). 8%. Marasende (KAL 17. cukup tinggi yaitu 36 % diikuti DCA. Tabel 13. 2008.

NON-ACROPORA Coeloseris mayeri Coscanaraea columna Cyphastrea chalcidicum Cyphastrea seraillia Favia rotundata Favia speciosa Favites chinensis Favites russelli Fungia concinna Fungia repanda Goniastrea retiformis Leptoseris scabra Millepora platyphylla Millepora tenella Montipora informis Montipora undata Pavona venosa Platygyra lamellina Pocillopora eydouxi Pocillopora verruocosa Porites cylindrica Porites lichen Porites lobata Porites lutea Psammocora superficialis Seriatopora hystrix Stylophora pistillata Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R 0 10 0 0 0 8 6 0 7 0 0 0 6 18 0 15 0 0 0 7 12 0 20 0 0 0 16 12 0 14 0 0 0 12 36 0 30 0 0 0 14 24 1 1 1 1 0 0 1 1 0 0 0 0 4 0 0 3 0 1 1 0 1 0 0 5 1 0 0 22 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 2 1 7 0 0 0 16 0 0 0 1 0 0 0 0 1 1 0 1 2 2 1 0 1 0 0 3 0 0 0 0 0 2 1 16 2 2 2 2 0 0 2 2 0 0 0 0 8 0 0 6 0 2 2 0 2 0 0 10 2 0 0 44 0 0 2 2 2 2 0 0 0 0 2 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 4 2 14 0 0 0 32 0 0 0 2 0 0 0 0 2 2 0 2 4 4 2 0 2 0 0 6 0 0 0 0 0 4 2 32 41 .

Jarak dari lokasi DPL (lokasi transek) ke garis pantai ± 3. Dasar perairan didominasi oleh pertumbuhan alga (FS) dari jenis Padina sp. dicatat persentase individunya 18 %. 2008. Jenis karang lainnya tersebar merata dengan persentase jumlah individu masingmasing 2 %. Jumlah dan persentase karang.5 kilometer. sedangkan karang lunak (SC). Tabel 14. Dicatat 11 jenis karang Non-Acropora yang ada di garis transek. Biota lain (OT) dan spong dicatat masing-masing hanya 2 %. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Pulau Kalukalukuang.S SI RCK Total Jumlah total 3 0 0 27 50 2 0 0 33 50 0 0 0 34 50 6 0 0 54 100 4 0 0 66 100 0 0 0 68 100 14. Jumlah Individu Jenis Karang Batu ACROPORA Acropora clathrata Acropora florida Acropora sp. Kabupaten Pangkep. 26 % dan patahan karang mati (R) 14 %. Di lokasi ini dilakukan 2 transek (KAL 09 dan KAL 10). Komponen lain didominasi oleh komponen abiotik dimana DCA dicatat 36 %. Astreopora gracilis Total NON-ACROPORA Goniastrea retiformis Hydnophora microconos 0 0 1 1 0 0 2 2 0 0 1 0 1 1 1 0 1 3 0 0 2 0 2 2 2 0 2 6 KAL 09 KAL 10 % Jumlah Individu KAL 09 KAL 10 42 . pasir (S). 4 %. sebelah barat Pulau Kalukaluluang.. DPL Pulau Kalukalukuang DPL berada di rataan terumbu kearah lereng terumbu. dengan didominasi oleh jenis Porites lutea (10 %). Hasil selengkapnya dapat dilihat dalam Tabel 14. bagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas. 26 %. Karang Acropora ada 4 jenis dengan persentase individu tertinggi 6 %. Pertumbuhan karang batu didominasi oleh karang Non-Acropora dengan persentase total individu tertinggi.

Leptastrea purpurea Pachyseris rugosa Porites cylindrica Porites lichen Porites lobata Porites lutea Porites stephensoni Seriatopora hystrix Stylophora pistillata Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S SI RCK Total Jumlah total 0 1 0 1 0 1 1 0 0 4 0 18 1 1 0 9 3 13 0 0 45 50 1 0 1 1 1 5 0 1 1 13 0 17 2 0 1 1 7 6 0 0 34 50 0 2 0 2 0 2 2 0 0 8 0 36 2 2 0 18 6 26 0 0 90 100 2 0 2 2 2 10 0 2 2 26 0 34 4 0 2 2 14 12 0 0 68 100 43 .

biota bentik dan substrat hasil studi baseline dengan metode PIT di lokasi DPL. Persentase jumlah individu karang batu. di lokasi DPL. bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas. Kabupaten Pangkep. Kabupaten Pangkep. 2008. Persentase jumlah individu karang batu. 2008.Gambar 6a. bagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas. 44 . biota bentik dan substrat hasil studi baseline dengan metode PIT. Gambar 6b.

Kabupaten Pangkep. 2008. Komponen abiotik cukup tinggi. Porites cylindrica dicatat tertinggi 8%. Spong (SP). Karang Non-Acropora 20 jenis. 16%. ratarata 2 – 4 %. 14 % dan komponen DCA. Tabel 15. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Pulau Sabaru. terdiri dari A. 10 %. kemudian pasir (S). KAL 12 dan KAL 13). Komponen abiotik lainnya tidak ditemukan di lokasi transek. DPL Pulau Sabaru (Pulau Pamantauang) Lokasi DPL berada di rataan terumbu (fringing reef) arah timur laut Pulau Pamantauang. Di lokasi ini dilakukan 3 transek (KAL 11. dicatat persentase jumlah individunya. Jenis karang api (Millepora tenella) juga ditemukan merata di lokasi transek.15. Untuk komponen lain. Hasil selengkapnya disajikan dalam Tabel 15. sedangkan karang lunak (SC) tidak ditemukan di lokasi transek. Jumlah dan persentase karang. dimulai dari patahan karang (R). 12 %. yang terdiri dari jenis Halimeda sp. microphthalma (4 %). Jumlah Individu % Jumlah Individu KAL 11  KAL 12  KAL 13  Jenis Karang Batu  ACROPORA  Acropora hyacinthus Acropora microphthalma KAL 11  KAL 12  KAL 13  0  0  0 0  0  0 1  2  3 0  0  0 0  0  0 2  4  6 Total  NON‐ACROPORA  Ctenactis echinata Cyphastrea chalcidicum Echinopora lamellosa Favia matthaii Fungia concinna Fungia danae Goniastrea retiformis 0  1  1  0  0  0  0  1  1  0  2  0  0  1  0  0  0  0  1  1  0  0  2  2  0  0  0  0  2  2  0  4  0  0  2  0  0  0  0  2  2  0  45 . hyacinthus (2 %) dan A. Jenis karang batu yang dicatat di lokasi transek ada 22 jenis yang terdiri dari karang Acropora 2 jenis. alga (FS) dicatat nilai tertinggi 6 %. Karang NonAcropra didominasi oleh jenis Montipora foliosa dan Montipora hispida masing-masing 20 %. bagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas. Jenis lain yaitu Montipora samarensis dan Porites rugosa dicatat persentase tertinggi jumlah individunya masing-masing 12 %. Batas DPL sejajar lebar terumbu dengan jarak dari tubir ke garis pantai ± 450 meter. Jenis karang Non-Acropora lainnya ditemukan dalam jumlah kecil. dicatat ada 4%.

Karang Acropora ditemukan hanya 2 jenis yaitu Acropora brueggemanni dengan persentase jumlah individu cukup tinggi yaitu 20 %. Jarak dari DPL ke garis pantai ± 2. dan Acropora tenuis dengan persentase jumlah individunya hanya 2 %.5 kilometer. Di lokasi ini dilakukan 3 transek permanen (KAL 06. KAL 07 dan KAL 08).Herpolitha limax Merulina scabricula Millepora tenella Montipora foliosa Montipora hispida Montipora samarensis Pavona varians Porites cylindrica Porites lutea Porites rugosa Porites rus Psammocora contigua Seriatopora hystrix 0  2  5  10  10  3  0  3  0  5  2  0  1  43 0 1 0 0 0 2 4 0 0 0 7 50 0  0  5  2  4  6  1  4  3  1  2  0  0  33 0 6 0 2 0 3 3 3 0 0 17 50 1  1  5  0  0  0  0  2  1  6  2  1  7  28 0 3 0 0 0 1 8 7 0 0 19 50 0  4  10  20  20  6  0  6  0  10  4  0  2  86 0 2 0 0 0 4 8 0 0 0 14 100 0  0  10  4  8  12  2  8  6  2  4  0  0  66 0 12 0 4 0 6 6 6 0 0 34 100 2  2  10  0  0  0  0  4  2  12  4  2  14  56 0 6 0 0 0 2 16 14 0 0 38 100 Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S SI RCK Total Jumlah total Pulau-Pulau di bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas 16. DPL Pulau Doang-Doangan Caddi Lokasi DPL berada di tubir atau daerah lereng rataan terumbu (reef slope) yang berada di sebelah barat daya Pulau Doang-Doangan Caddi. 46 .

Hasil selengkapnya dapat dilihat dalam Tabel 16. diikuti oleh patahan karang mati (R). Tabel 16.Karang Non-Acropora dicatat ada 10 jenis. Jumlah Individu Jenis Karang Batu ACROPORA Acropora brueggemanni Acropora tenuis Total NON-ACROPORA Cyphastrea chalcidicum Favia speciosa Galaxea fascicularis Montipora informis Montipora turgescens Porites cylindrica Porites lutea Seriatopora caliendrum Seriatopora hystrix Stylophora pistillata Total Komponen Lain DC DCA SC SP 0 19 3 1 0 8 1 7 0 11 0 0 0 38 6 2 0 16 2 14 0 22 0 0 0 0 1 1 0 0 2 0 1 0 5 0 1 0 0 0 2 0 1 2 1 7 1 0 0 0 1 0 3 0 0 0 5 0 0 2 2 0 0 4 0 2 0 10 0 2 0 0 0 4 0 2 4 2 14 2 0 0 0 2 0 6 0 0 0 10 8 0 8 10 1 11 0 0 0 16 0 16 20 2 22 0 0 0 KAL 06  % Jumlah Individu KAL07  KAL 08  KAL06  KAL 07  KAL 08  47 . Komponen lain. dan Xenia sp. Mengingat karang batu yang ditemukan di tiga lokasi transek ini kehadirannya sangat sedikit. 34 %dan pasir (S). sedangkan spong (SP) dicatat 14 %. dapat dicatat bahwa pertumbuhan karang di lokasi ini kurang baik. alga dicatat cukup tinggi yaitu 26 %. dengan didominasi oleh Porites lutea (6%). Jumlah dan persentase karang.. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Pulau Doang-Doangan Caddi. 8 %. bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas. 2008. Komponen abiotik mendominasi dasar perairan. dan Caulerpa rasemosa. sedangkan jenis lainnya persentase jumlah individunya hanya berkisar antara 2 – 4 %. 38 %. terdiri dari Padina sp. Kabupaten Pangkep. Karang lunak (SC) didominasi oleh Sinularia sp. terdiri dari DCA. dengan persentase jumlah individu 6 %.

Hasil selengkapnya disajikan dalam Tabel 17. Lebar rataan terumbu (jarak dari tubir ke garis pantai) ± 1. dengan total persentase. masingmasing dengan persentase jumlah individu. Demikian juga dengan karang lunak. Jenis lainnya jumlahnya bervariasi antara 2 – 4 %.5 kilometer.. Kabupaten Pangkep. 12 jenis. 18 % dan patahan karang mati (R). biota bentik dan substrat di lokasi DPL Pulau Doang-Doangan Lompo. didominasi oleh jenis Porites cylindrica (8 %) kemudian diikuti oleh Porites lutea (6 %). 5 jenis dan karang Non-Acropora. Jumlah Individu Jenis Karang Batu ACROPORA Acropora cerealis Acropora cytherea Acropora humilis 1 1 1 0 0 0 0 0 0 2 2 2 0 0 0 0 0 0 KAL 03 KAL04 KAL 05 % Jumlah Individu KAL 03 KAL04 KAL 05 48 . Karang batu yang dicatat di lokasi transek ada 17 jenis yang terdiri dari karang Acropora.OT FS R S SI RCK Total Jumlah total 4 2 4 4 0 0 37 50 1 3 12 0 0 0 32 50 0 13 17 4 0 0 45 50 8 4 8 8 0 0 74 100 2 6 24 0 0 0 64 100 0 26 34 8 0 0 90 100 17. 2 %. 2008. bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas. KAL 04 dan KAL 05). dan Bodlea sp. Sinularia sp. Tabel 17. terdiri dari Xenia sp. Komponen lain didominasi oleh karang lunak (SC) dengan persentase total jumlah individu 42 %. DPL Pulau Doang-Doangan Lompo Lokasi DPL berada di rataan terumbu. 20 %. Dictyota sp. Karang Acropora ditemukan dalam jumlah kecil. Jumlah dan persentase karang. Di lokasi transek banyak ditemukan pertumbuhan alga dari jenis Halimeda sp. dan Nephthea sp.. dicatat 14 %. Kemudian pasir (S). Karang NonAcropora juga ditemukan dalam jumlah yang sedang. mulai dari tubir ke garis pantai dan berada di sebelah barat daya Pulau Doang-Doangan Lompo. Di lokasi DPL ini dilakukan 3 transek permanen (KAL 03. Komponen abiotik tertinggi ialah DCA dengan persentase 30 %.

Di lokasi ini dilakukan 3 transek permanen (KAL 17. DPL Pulau Marasende Lokasi DPL berada di rataan terumbu sebelah barat Pulau Marasende. Dari hasil transek dicatat 40 jenis karang batu dengan perincian karang Acropora 11 jenis dan karang Non-Acropora 29 jenis.Acropora hyacinthus Acropora millepora Total NON-ACROPORA Coeloseris mayeri Favia matthaii Merulina scabricula Millepora platyphylla Montipora venosa Porites cylindrica Porites lichen Porites lobata Porites lutea Porites stephensoni Seriatopora hystrix Stylophora pistillata Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S SI RCK Total 0 0 3 1 2 0 1 2 1 0 1 3 2 0 2 15 0 15 0 0 0 6 7 4 0 0 32 1 1 2 0 0 1 1 0 3 1 0 0 0 0 1 7 0 13 6 0 0 10 3 9 0 0 41 0 0 0 0 0 0 0 0 4 0 0 0 0 2 0 6 0 12 21 0 3 8 0 0 0 0 44 0 0 6 2 4 0 2 4 2 0 2 6 4 0 4 30 0 30 0 0 0 12 14 8 0 0 64 2 2 4 0 0 2 2 0 6 2 0 0 0 0 2 14 0 26 12 0 0 20 6 18 0 0 82 0 0 0 0 0 0 0 0 8 0 0 0 0 4 0 12 0 24 42 0 6 16 0 0 0 0 88 Jumlah total 50 50 50 100 100 100 18. Doang-Doangan Lompo ke arah timur laut. Pertumbuhan karang di lokasi ini cukup baik. terpisah agak jauh dari P. dengan lebar terumbu ± 300 meter. KAL 18 dan KAL 19). Jenis Acropora 49 .

2008. Untuk komponen lain. Jumlah dan persentase karang. bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas.8 % dan spong (SP). dicatat 4 %. 2 %. Hasil selengkapnya dapat dilihat dalam Tabel 18. dan Hydnophora rigida.microphthalma dicatat tertinggi persentase jumlah individunya (8%). alga (FS) . Kemudian diikuti oleh karang api (Millepora dichotoma) dengan persentase 10%. Kabupaten Pangkep. Jenis Acropora lainnya masing-masing dengan persentase jumlah individu 2 %. Jumlah Individu Jenis Karang Batu ACROPORA Acropora acuminata Acropora brueggemanni Acropora microphthalma Acropora nasuta Acropora palifera Acropora samoensis Acropora sp. Tabel 18. kemudian diikuti oleh Acropora brueggemanni. 4 %. Karang Non-Acropora lainnya. Acropora palifera dan Acropora tenuis masing-masing dengan persentase jumlah individu 4 %. dicatat karang lunak (SC). masing-masing 26 % dan 20 %. patahan karang mati (R) dan DCA mendominasi dasar perairan. Untuk komponen lainnya seperti pasir (S). Untuk komponen abiotik. persentase jumlah individunya berkisar antara 2–4 %. Porites lutea dan Porites rus dengan persentase masing-masing 8 %. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Pulau Marasende. Acropora tenuis Acropora verweyi Acropora yongei Astreopora ocellata Total NON-ACROPORA Cyphastrea chalcidicum Cyphastrea microphthalma Favia speciosa 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 2 2 2 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 1 2 0 1 2 0 1 1 8 1 0 4 0 1 1 0 0 1 0 0 8 0 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 0 0 0 2 4 0 2 4 0 2 2 16 2 0 8 0 2 2 0 0 2 0 0 16 KAL 17 KAL18 KAL19 % Jumlah Individu KAL17 KAL18 KAL19 50 . Untuk karang Non-Acropora opersentase tertinggi dicatat pada jenis Porites cylindrica dan Porites nigrescens dengan nilai masing-masing 12 %.

Favia stelligera Favites chinensis Goniastrea favulus Heliopora coerulea Hydnophora rigida Merulina scabricula Millepora dichotoma Millepora platyphylla Millepora tenella Montipora informis Montipora samarensis Montipora undata Montipora venosa Pavona explanulata Platygyra lamellina Pocillopora damicornis Pocillopora verrucosa Porites cylindrica Porites horizontalata Porites lichen Porites lobata Porites lutea Porites nigrescens Porites rus Porites stephensoni Seriatopora hystrix Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S SI 0 0 0 1 0 1 0 1 0 1 2 1 0 0 0 0 0 6 0 1 0 0 6 2 0 0 24 0 8 0 1 0 2 13 0 0 1 1 1 0 0 0 5 0 2 2 0 0 1 1 0 0 2 1 0 1 1 4 1 0 1 1 27 0 5 1 0 0 4 3 2 0 0 0 0 0 4 1 0 0 0 2 0 0 0 1 1 2 1 2 1 1 0 3 1 4 0 0 24 0 10 2 0 0 2 2 2 0 0 0 0 2 0 2 0 2 0 2 4 2 0 0 0 0 0 12 0 2 0 0 12 4 0 0 48 0 16 0 2 0 4 26 0 0 2 2 2 0 0 0 10 0 4 4 0 0 2 2 0 0 4 2 0 2 2 8 2 0 2 2 54 0 10 2 0 0 8 6 4 0 0 0 0 0 8 2 0 0 0 4 0 0 0 2 2 4 2 4 2 2 0 6 2 8 0 0 48 0 20 4 0 0 4 4 4 0 51 .

tidak ditemukan komponen biotik lainnya. diikuti oleh patahan karang mati (R) yaitu 18 % dan pasir (S) sebesar 10 %. Dasar perairan didominasi oleh pertumbuhan alga dari jenis Caulerpa rasemosa. karang Acropora 4 jenis dan karang Non-Acropora 13 jenis. bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas. dengan persentase jumlah individu masing-masing. Lokasi ini merupakan lokasi yang terpisah agak jauh dari Pulau Doang-Doangan Lompo ke arah timur. Karang batu yang ditemukan di lokasi transek dicatat ada 17 jenis. Kabupaten Pangkep. Tabel 19. dengan jarak dari DPL ke garis pantai ± 2 kilometer. Jenis Seriatopora hystrix dicatat ada 6 %. dan Dictyota sp. Untuk komponen lain. Karang NonAcropora didominasi oleh jenis Porites cylindrica dan Porites stephensoni. Dominasi kelompok alga ini di lokasi transek dicatat cukup tinggi yaitu 32 %. Komponen abiotik didominasi oleh DCA (20 %). DPL Pulau Dewakang Lompo Lokasi DPL berada di tubir atau lereng terumbu atas. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Pulau Dewakang Lompo. selain alga yang mendominasi dasar perairan. Hasil selengkapnya dapat dilihat dalam Tabel 19. Jumlah dan persentase karang. sedangkan 2 jenis lainnya persentasenya hanya 2 %. 10%. Di lokasi ini dilakukan 2 transek permanen (KAL 01 dan KAL 02). 2008. Halimeda sp.yang letaknya disebelah barat daya dari Pulau Dewakang Lompo.RCK Total Jumlah total 0 24 50 0 15 50 0 18 50 0 48 100 0 30 100 0 36 100 19. Jumlah individu KAL 01 KAL 02 0 2 0 1 3 2 0 1 0 3 % Jumlah individu KAL 01 KAL 02 0 4 0 2 6 4 0 2 0 6 Jenis Karang Batu ACROPORA Acropora florida Acropora palifera Acropora yongei Astreopora gracilis Total 52 . Jenis karang NonAcropora lainnya persentase jumlah individunya berkisar antara 2– 4%. Karang jenis Acropora didominasi oleh Acropora palifera dan Acropora florida. masing-masing dengan persentase jumlah individu 4 %.

53 . dapat dilihat bahwa pertumbuhan karang yang masih baik ditemukan di DPL Pulau Marasende.NON-ACROPORA Coeloseris mayeri Galaxea astreata Goniastrea edwardsi Goniopora stokesi Montipora turgescens Porites cylindrica Porites lichen Porites lutea Porites rugosa Porites rus Porites stephensoni Seriatopora hystrix Stylophora pistillata Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S RCK Total Jumlah total 2 1 0 0 0 0 1 2 0 2 5 0 0 13 0 10 2 0 0 8 9 5 0 34 50 0 1 1 1 1 5 1 1 1 0 0 3 2 17 0 6 1 0 0 16 3 4 0 30 50 4 2 0 0 0 0 2 4 0 4 10 0 0 26 0 20 4 0 0 16 18 10 0 68 100 0 2 2 2 2 10 2 2 2 0 0 6 4 34 0 12 2 0 0 32 6 8 0 60 100 Dari keseluruhan hasil pengamatan kondisi karang di lokasi DPL baik di pesisir Kabupaten Pangkep yaitu di pulau-pulau di Kecamatan Liukkang Tuppabiring maupun di pulau-pulau yang jauh dari daratan utama yaitu di Kecamatan Liukkang Kalmas.

Peta tematik untuk Kecamatan Liukkang Tuppabiring disajikan dalam Gambar 7a dan Gambar 7b.III. seluas 50 m². 2008. III. dan juga kelompok bulu babi (Diadema setosum). Kabupaten Pangkep. dan di Kecamatan Liukkang Kalmas ditampilkan dalam peta tematik dalam Gambar 8a dan 8b. bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring.Hasil Pengamatan Tuppabiring Megabentos di Kecamatan Liukkang Nilai rata-rata kelimpahan megabentos didominasi oleh 2 kelompok biota yaitu “mushroom coral“ atau karang jamur (CMR) yang terdiri dari Fungia spp.3.3. dengan bidang pengamatan 2 x 25 m². sebanyak 1280 individu 54 . Gambar 7a. Hasil Pengamatan Megabentos Pencatatan biota megabentos dilakukan bersamaan dengan transek PIT. Hasil pengamatan di 24 stasiun pada 17 lokasi (Kecamatan Liukkang Tuppabiring) menunjukkan bahwa kelimpahan rata-rata biota megabentos tertinggi yaitu Fungia spp.1. Hasil pengamatan disajikan dalam bentuk peta tematik dan tabel (Lampiran). Kelimpahan biota megabentos hasil studi baseline dengan metode “reef check” di lokasi DPL.

55 . Biota megabentik lainnya sangat jarang ditemukan seperti “large holothurians” hanya ditemukan di 3 lokasi transek. dapat dicatat bahwa “mushroom coral” (CMR) yaitu karang jamur Fungia spp. Kelimpahan biota megabentos hasil studi baseline dengan metode “reef check” di lokasi DPL. dan juga pada lampiran. Di stasiun-stasiun lainnya tidak ditemukan biota ini. III. dengan jumlah bervariasi dari 1 – 3 individu. Jumlah tertinggi dicatat di lokasi KAL 05 (106 individu) kemudian di lokasi KAL 17 (69 individu) dan KAL 07 (52 individu).) ditemukan di 5 lokasi transek.3.2. Hasil selengkapnya dapat dilihat dalam Gambar 8a dan Gambar 8b. 2008. masing-masing hanya 1 individu. Biota ini ditemukan di hampir semua lokasi kecuali di KAL 02 dan KAL 03. dan hal ini dicatat di 5 stasiun transek saja. Untuk lola (Trochus sp. bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring. Lain halnya dengan biota Diadema setosum dimana di perairan DPL Kecamatan Liukkang Tuppabiring jumlahnya cukup banyak (tertinggi 68 individu). Gambar 7b. Kabupaten Pangkep. Hasil Pengamatan Kalmas Megabentos di Kecamatan Liukkang Sama halnya dengan di kecamatan Liukkang Tuppabiring. berkisar antara 1-3 individu. sedangkan Diadema setosum tetinggi dijumpai di lokasi Pulau Balang Lompo dengan jumlah individu sebanyak 60 individu.dijumpai di lokasi Pulau Sarrapo Lompo. di lokasi Liukkang Kalmas jumlahnya sangat sedikit. dicatat mendominasi lokasi transek. dari 19 lokasi transek di Kecamatan Liukkang Kalmas.

Liukkang Kalmas. 2008. Kabupaten Pangkep. Gambar 8b. Kabupaten Pangkep. Kelimpahan biota megabentos hasil studi baseline dengan metode “reef check” di lokasi DPL.Gambar 8a. 2008. 56 . bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas. bagian barat Kec. Kelimpahan biota megabentos hasil studi baseline dengan metode “reef check” di lokasi DPL.

373 individu dan 106 individu. ikan target dan ikan indikator adalah 106 : 31 : 1. ikan target dan ikan indikator. III. ikan kerapu (termasuk dalam suku Serranidae) 60 individu. Dua puluh jenis ikan karang yang memiliki kelimpahan yang tertinggi dalam area 8400 m2 ditampilkan dalam Tabel 20. 57 . ditemukan sebanyak 213 jenis ikan karang yang termasuk dalam 36 suku. Kelimpahan beberapa jenis ikan ekonomis penting yang termasuk dalam kategori ikan target yang ditemukan di lokasi ini. Ikan kepe-kepe (Butterfly fish. dengan nilai kelimpahan ikan karang sebesar 14.955 individu. yaitu sebesar 3. Hasil pengamatan ikan karang. ikan ekor kuning (termasuk dalam suku Caesionidae) yaitu 1084 individu. Berdasarkan kelimpahan total ikan karang pada dua puluh empat lokasi DPL ternyata Jenis Chromis ternatensis merupakan jenis ikan karang yang memiliki kelimpahan tertinggi dibandingkan dengan jenis ikan karang lainnya. seperti ikan kakap (termasuk kedalam suku Lutjanidae) yaitu 291 individu/8400 m2.400 m2. suku Chaetodontidae) yang merupakan ikan indikator untuk menilai kesehatan terumbu karang memiliki kelimpahan 106 individu. Perbandingan kelimpahan kelompok ikan mayor. sehingga perbandingan antara ikan mayor. total dilakukan di 43 stasiun transek. Ini berarti bahwa untuk setiap 138 ikan yang ditemukan di perairan kecamatan ini.4. kemudian diikuti oleh Chromis viridis ( 2375 individu) dan Sthelophorus sp.4 1. Di Kecamatan Liukkang Tuppabiring dilakukan 24 stasiun transek. kemungkinan komposisinya terdiri dari 106 ikan mayor. 3. (1200 individu).744 individu pada luasan area 8. 31 ikan target dan 1 individu ikan indikator. Hasil Pengamatan Ikan Karang Hasil pengamatan ikan karang dengan metode “Underwater Fish Visual” (UVC) di lokasi daerah perlindungan laut (DPL) perairan Kabupaten Pangkep. di lokasi DPL Kecamatan Liukkang Tuppabiring disajikan dalam bentuk peta tematik dalam Gambar 9a dan Gambar 9b.III. Selengkapnya diuraikan berdasarkan pengamatan di masing-masing kecamatan. Hasil pengamatan ikan karang di Kecamatan Liukkang Tuppabiring Dari 24 Daerah Pelindungan Laut (DPL) yang diamati di pulau-pulau di Kecamatan Liukang Tuppabiring utara dan selatan perairan Kabupaten Pangkep.265 individu. dan di kecamatan Liukkang Kalmas 19 stasiun transek. ikan target dan ikan indikator tersebut adalah : 11. berupa perbandingan kelimpahan antara ikan mayor.

8. 18. 14. 2008. Dua puluh jenis ikan karang dengan kelimpahan tertinggi di lokasi DPL. Kecamatan Liukkang Tuppabiring. 3. 1. 16. Jenis Chromis ternatensis Chromis viridis Stelophorus sp. 13. 4. Chromis atripectoralis Caesio teres Amblyglyphidodon ternatensis Apogon chrysopomus Chromis fumea Lutjanus biguttatus Plotosus lineatus Amblyglyphidodon curacao Pterocaesio diagramma Pomacentrus coelestis Pomacentrus auriventris Neoglyphidodon crossi Cheilodipterus macrodon Pomacentrus nigromanus Cheilodipterus quinquelineatus Chrysiptera rollandi Abudefduf vaigiensis Jumlah Individu 3955 2375 1200 950 864 371 302 290 243 200 197 182 156 151 134 131 126 109 106 103 Persentase Kehadiran 88 29 8 17 71 88 38 25 21 8 50 25 17 21 80 17 50 50 46 50 58 . 20. 15. 2. 7. 19. 5. 6.Tabel 20. 9. 10. 17. 12. Kabupaten Pangkep. No. 11.

Gambar 9a. bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring Utara. 2008. 2008. hasil studi baseline dengan metode “UVC” di lokasi DPL. hasil studi baseline dengan metode “UVC” di lokasi DPL. Kabupaten Pangkep. bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring Utara. Kelimpahan ikan karang. Kabupaten Pangkep. Kelimpahan ikan karang. 59 . Gambar 9b.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Jenis Cirrhilabrus cyanopleura Naso brevirostris Heniochus acuminatus Pseudanthias hutchii Chromis ternatensis Acanthochromis polyacanthus Pseudanthias squamipinnis Chrysiptera talboti Odonus niger Chromis weberi Pomacentrus lepidogenys Chromis retrofasciata Amblyglyphidodon curacao Chrysiptera cyanea Archamia sp. Dua puluh jenis ikan karang dengan kelimpahan tertinggi di lokasi DPL. Dua puluh jenis ikan karang yang memiliki kelimpahan yang tertinggi dalam area 6. Kabupaten Pangkep. kemudian diikuti oleh Naso brevirostris (412 individu) dan Heniochus acuminatus (400 individu). Pomacentrus moluccensis Pomacentrus bankanensis Abudefduf sexfasciatus Amblyglyphidodon leucogaster Chromis viridis Jumlah Individu 493 412 400 315 269 264 255 254 250 225 216 199 198 196 165 165 163 150 145 141 Persentase Kehadiran 79 79 47 42 58 42 37 53 37 64 85 26 63 79 11 79 100 26 58 21 60 .4 2.650 m2 ditampilkan dalam Tabel 21. No. yaitu sebesar 493 individu.III. sebanyak 280 jenis ikan karang yang termasuk dalam 33 suku. Hasil pengamatan ikan karang di Kecamatan Liukkang Kalmas Dari 19 Daerah Perlindungan Laut (DPL) yang diamati pada Pulau Pulau di Kecamatan Liukang Tuppabiring utara dan Selatan Perairan Kabupaten Pangkep. dengan nilai kelimpahan ikan karang sebesar 11.821 individu pada luasan area m2. 2008. Tabel 21. Kecamatan Liukkang Kalmas. Berdasarkan kelimpahan total ikan karang pada dua puluh empat lokasi DPL ternyata jenis Cirrhilabrus cyanopleura merupakan jenis ikan karang yang memiliki kelimpahan tertinggi dibandingkan dengan jenis ikan karang lainnya.

ikan target dan ikan indikator di lokasi daerah perlindungan laut (DPL) di perairan Kalmas bagian Barat dan Kalmas bagian timur. Kabupaten Pangkep. ikan kerapu (termasuk dalam suku Serranidae) 197 individu.Kelimpahan beberapa jenis ikan ekonomis penting yang termasuk dalam kategori ikan target yang ditemukan di 19 lokasi DPL Kecamatan Liukkang Kalmas. bagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas. seperti ikan kakap (termasuk kedalam suku Lutjanidae) yaitu 334 individu/6650 m2. Kabupaten Pangkep disajikan dalam Gambar 10a dan Gambar 10b. Perbandingan kelimpahan kelompok ikan mayor. Ini berarti bahwa untuk setiap 14 ikan yang dijumpai di perairan Kalmas. Kelimpahan ikan karang. sehingga perbandingan antara ikan mayor. 61 . hasil studi baseline dengan metode “UVC” di lokasi DPL. ikan target dan ikan indikator tersebut adalah : 8. suku Chaetodontidae) yang merupakan ikan indikator untuk menilai kesehatan terumbu karang memiliki kelimpahan 864 individu. ikan ekor kuning (termasuk dalam suku Caesionidae) yaitu 470 individu. 2008.719 individu dan 864 individu . 3 ikan target dan 1 individu ikan indikator. Perbandingan kelimpahan kelompok ikan mayor. 2. kemungkinan komposisinya terdiri dari 10 ikan mayor. Gambar 10a. Ikan kepekepe (Butterfly fish.238 individu. ikan target dan ikan indikator adalah 10 : 3 : 1.

CRITC daerah dan Peneliti dan Teknisi yang terlibat dalam kegiatan lapangan. sehingga secara detail tidak dapat dibuat suatu kesimpulan. Kelimpahan ikan karang. Kabupaten Pangkep. 2008. hasil studi baseline dengan metode “UVC” di lokasi DPL. 62 . bahwa hasil pengamatan di dalam laporan ini diuraikan secara deskriptif dan tidak dilakukan analisa secara statistik. bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas. Seperti telah diuraikan sebelumnya. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih disampaikan kepada Tim Survey dari CRITC Jakarta.Gambar 10b.

1991. Randall.. C. Indonesia and Adjacent Waters. P. 1991. J.. J. 1996.. H. Periplus Edition. Singapore. Tropical Reef-Fishes of the Western Pacific. & R.K. 1999. London: Taylor & Francis. Kuiter. Survey Manual for Tropical Marine Resources. J.C. Wilkinson and V.B. NASA. Australia Institute of Marine Science. Sub Family Epinephelidae). Vol. English. Second edition. 1997.DAFTAR PUSTAKA Campbell. T. Indo-Pacific.. Uyeno. Revised March. Heemstra. and Randall. Stefanovic. Elements of Computer-Assisted Cartography. Townsville: 390p.E. 1984. J. The Fishes of the Japanese Archipelago. Campbell.. 1992. Lieske E. London: Taylor & Francis. 2006. T. FAO Species Catalogue. 400p. Tokai University Press. Matsuda.Report on Standard Operational Procedures. Introduction to Remote Sensing. A. Revision of Indo-Pacific Grouper (Perciformis: Serranidae: Epinephelidae). Consultant Report ADB CRITC COREMAP II/53. Baker. P.. Coral Reef Rehabilitation and Management Project. Amoka. Introduction to Remote Sensing. S.. C.E. Myers. 1983.B. 1994. Guide to Landsat 7. With Description of Five New Species. 1996. and Heemstra. Grouper of the World (Family Serranidae. 63 . USA : Earth Observing System Project Science Office NASA. 16. PT Gramedia Pustaka Utama. and Yoshiro.C. R. P. Reef Fishes of the World.

389335 119.883718  ‐4.813066  ‐4.790771  ‐4.316804 119.329641 119.626417 117.282581 117.064850 117.401386 119.284208 119.061783 117.935587  ‐4.935170  ‐4.093650  ‐5.970718  ‐4.039917 117.983950  ‐5.755639  ‐4.972335  ‐4.457980 119.204550  ‐5.791435  ‐4.208050  Nama_DPL  Mattiro Bombang  Mattiro Bombang  Mattiro Kanja  Mattiro Kanja  Mattiro Baji  Mattiro Baji  Mattiro Uleng  Mattiro Uleng  Mattiro Labangeng  Mattiro Labangeng  Mattiro Bulu  Mattiro Bulu  Mattiro Dolangeng  Mattiro Dolangeng  Mattiro Langi  Mattiro Langi  Mattaro Sompe  Mattaro Sompe  Mattiro Bone  Mattiro Bone  Mattiro Adae  Mattiro Adae  Mattiro Deceng  Mattiro Deceng  Takat Sarassa  Takat Sarassa  Takat Sarassa  Pulau Kalukalukuang  Pulau Sabaru  Pulau Sabaru  Pulau Sabaru  Pulau Kalukalukuang  64 .882909  ‐4.459278 119.625217 LAT  ‐4.317476 119. Posisi DPL di Kabupaten Pangkep.463771 119.463651 119.883424  ‐4.420581 119.858185  ‐4.336804 119.675849  ‐4.678462  ‐4.094300  ‐5.756075  ‐4.929146  ‐4.342025 119.980383  ‐4.LAMPIRAN Lampiran 1.814945  ‐4.948538  ‐4.059583 117.440201 119.978767  ‐4.946950  ‐4.388605 119. Stasiun  PKPP01 PKPP02 PKPP03 PKPP04 PKPP05 PKPP06 PKPP07 PKPP08 PKPP09 PKPP10 PKPP11 PKPP12 PKPP13 PKPP14 PKPP15 PKPP16 PKPP17 PKPP18 PKPP19 PKPP20 PKPP21 PKPP22 PKPP23 PKPP24 KAL1  KAL2  KAL3  KAL4  KAL5  KAL6  KAL7  KAL8  LONG  119.769300  ‐4. 2008.037483 117.429073 119.419548 119.885973  ‐4.329759 119.402012 119.858485  ‐4.260270 119.259292 119.927119  ‐4.426565 119.437513 119.771013  ‐4.039250 117.092400  ‐5.

137383 118.293583  ‐5.918750 117.408133  ‐5.864867 117.863833 117.411150 118.436583  ‐5.125317  ‐5.126667  ‐5.296383  ‐5.439350  Pulau Doang‐Doangan Caddi  Pulau Doang‐Doangan Caddi  Pulau Doang‐Doangan Caddi  Pulau Doang‐Doangan Lompo  Pulau Doang‐Doangan Lompo  Pulau Doang‐Doangan Lompo  Pulau Marasende  Pulau Marasende  Pulau Marasende  Pulau Dewakang Lompo  Pulau Dewakang Lompo  65 .124083  ‐5.405800  ‐5.864550 117.403667  ‐5.134300 118.411033 ‐5.135833 118.KAL9  KAL10  KAL11  KAL12  KAL13  KAL14  KAL15  KAL16  KAL17  KAL18  KAL19  117.920550 117.299100  ‐5.922350 118.

PKPP 1 + 2 + 3 + 4 + + + 5 + + + 6 + 7 8 + + 9 10 11 + 12 13 14 15 + 16 + + + + 17 18 19 + 20 + + 21 22 23 + + + 24 + - No. Sebaran karang batu di lokasi DPL Kecamatan Liukkang Tuppabiring.2008. I 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 66 . Jenis Karang ACROPORIDAE Acropora acuminata Acropora brueggemanni Acropora cerealis Acropora clathrata Acropora cytherea Acropora divaricata Acropora fastigata Acropora florida Acropora formosa Acropora grandis Acropora humilis Acropora hyacinthus Acropora intermedia Acropora microphthalma Acropora millepora Acropora nasuta Acropora palifera Acropora pulchra Acropora samoensis Acropora sp. Kabupaten Pangkep.Lampiran 2.

Montipora aequituberculata Montipora altasepta Montipora danae Montipora digitata Montipora foliosa Montipora grisea Montipora hispida Montipora incrassata Montipora informis Montipora millepora Montipora monasteriata Montipora samarensis Montipora sp.21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 II 44 Acropora tenuis Acropora verweyi Acropora yongei Astreaopora ocellata Astreopora gracilis Astreopora ocellata Astreopora sp. Montipora turgescens Montipora undata Montipora venosa AGARICIIDAE Coeloseris mayeri - - + + - + - - - - + + - + + - + + - + + + - - + + + - + + - + - + + + - + + + - + - + - + + + + + - + + + + + + - + + - + + + + + + + - + + + + + - 67 .

45 46 47 48 49 50 51 52 III 53 IV 54 55 56 57 58 59 60 61 V 62 63 64 65 66 Leptoseris scabra Pachyseris rugosa Pachyseris speciosa Pavona decussata Pavona explanulata Pavona sp. FAVIIDAE Cyphastrea chalcidicum Cyphastrea decadia Cyphastrea microphthalma Cyphastrea seraillia Cyphatrea chalcidicum - + + + - + - + - - + + - + - + - + + - + + + + - - + - + - - + + + + - - + - - + + - + - + + - + + - - + + + + - 68 . Pavona varians Pavona venosa DENDROPHYLLIIDAE Turbinaria mesenterina EUPHYLLIDAE Euphyllia ancora Euphyllia glabra Euphyllia glabrescens Platygyra daedalea Platygyra lamellina Platygyra pini Platygyra sinuosa Platygyra sp.

Favia speciosa Favia stelligera Favites abdita Favites chinensis Favites halicora Favites pentagona Favites russelli Goniastrea edwardsi Goniastrea favulus Goniastrea retiformis Leptastrea pruinosa Leptastrea purpurea Leptastrea transversa Leptoria phrygia Montastrea curta Oulophyllia crispa + + + + + + + + + + + + - - + - + - + + + - + + - + + + + + - + + + + + + - + + - + + + - + + - - - + + + + - - - + - + - + + + + - + - 69 .67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 Diploastrea coerulea Diploastrea heliopora Echinopora horrida Echinopora lamellosa Favia digitata Favia matthaii Favia maxima Favia pallida Favia rotundata Favia sp.

Herpolitha limax Poliphyllia talpina HELIOPORIDAE Heliopora coerulea MERULINIDAE Hydnophora microconos Hydnophora rigida Merulina scabricula MILLEPORIDAE Millepora dichotoma Millepora exesa Millepora platyphylla Millepora tenella MUSSIDAE Acantastrea sp.VI 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 VII 105 VIII 106 107 108 IX 109 110 111 112 X 113 FUNGIIDAE Ctenactis echinata Fungia concinna Fungia danae Fungia fungites Fungia horrida Fungia moluccensis Fungia paumotensis Fungia repanda Fungia scutaria Fungia sp. - - + + + - + + - + - + + + - - + - + + - - + + - + + - - + + + + + + - + + + - + + + + + - + + + - + + - + + - + + + + - + - + + + + + + + - - 70 .

114 115 116 117 118 XI 119 120 XII 121 122 123 124 125 XIII 126 127 128 129 130 131 XIV 132 133 134 135 Lobophyllia corymbosa Lobophyllia hemprichii Lobophyllia pachysepta Symphyllia agaricia Symphyllia radians OCULINIDAE Galaxea astreata Galaxea fascicularis PECTINIIDAE Echinophyllia aspera Echinophyllia sp. + + + + - + + + + - + - + + - + + + + + - + - + + + + + + + + + + - + + + + + - + - + + - + + + - + - + + + - + - + + - + + + + + + + + - + - + + = - - + + - + + - + + + + - 71 . Oxypora lacera Pectinia alcicornis Pectinia lactuca POCILLOPORIDAE Pocillopora damicornis Pocillopora eydouxi Pocillopora verruocsa Seriatopora caliendrum Seriatopora hystrix Stylophora pistillata PORITIDAE Goniopora columna Goniopora djiboutensis Goniopora minuta Goniopora sp.

Porites stephensoni SIDERASTREIDAE Coscanaraea columna Psammocora contigua Psammocora superficialis Jumlah jenis + + + 10 + + 17 + 12 + 10 + 11 + + 10 8 13 15 + 12 10 + + + 11 + 11 + + 8 + 14 + + 14 + + 19 + 9 + + + 10 + + 15 + + + + 17 + + + 14 + 20 15 72 .136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 XV 147 148 149 Goniopora stokesi Porites cylindrica Porites horizontalata Porites lichen Porites lobata Porites lutea Porites nigrescens Porites rugosa Porites rus Porites sp.

Lampiran 3. Sebaran karang batu di lokasi DPL Kecamatan Liukkang Kalmas. I 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Jenis Karang ACROPORIDAE Acropora acuminata Acropora brueggemanni Acropora cerealis Acropora clathrata Acropora cytherea Acropora divaricata Acropora fastigata Acropora florida Acropora formosa Acropora grandis Acropora humilis Acropora hyacinthus Acropora intermedia Acropora microphthalma Acropora millepora Acropora nasuta Acropora palifera Acropora pulchra Acropora samoensis Acropora sp. Kabupaten Pangkep. Acropora tenuis 1 - 2 - 3 + - 4 + + - 5 + + - 6 - 7 - 8 + - 9 - KAL 10 11 + + + - 12 + + + - 13 + + - 14 - 15 + - 16 + + + + 17 + + + + - 18 + - 19 + - 73 . No.2008.

Montipora aequituberculata Montipora altasepta Montipora danae Montipora digitata Montipora foliosa Montipora grisea Montipora hispida Montipora incrassata Montipora informis Montipora millepora Montipora monasteriata Montipora samarensis Montipora sp. Montipora turgescens Montipora undata Montipora venosa AGARICIIDAE Coeloseris mayeri Leptoseris scabra Pachyseris rugosa + + - + + - + + - + - - + + + - + + + - + + - - + - + + - - - + + + - + + - + + - + + - + + - 74 .22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 II 44 45 46 Acropora verweyi Acropora yongei Astreaopora ocellata Astreopora gracilis Astreopora ocellata Astreopora sp.

Pavona varians Pavona venosa DENDROPHYLLIIDAE Turbinaria mesenterina EUPHYLLIDAE Euphyllia ancora Euphyllia glabra Euphyllia glabrescens Platygyra daedalea Platygyra lamellina Platygyra pini Platygyra sinuosa Platygyra sp.47 48 49 50 51 52 III 53 IV 54 55 56 57 58 59 60 61 V 62 63 64 65 66 67 68 69 Pachyseris speciosa Pavona decussata Pavona explanulata Pavona sp. FAVIIDAE Cyphastrea chalcidicum Cyphastrea decadia Cyphastrea microphthalma Cyphastrea seraillia Cyphatrea chalcidicum Diploastrea coerulea Diploastrea heliopora Echinopora horrida + + - + + - + + - - - + + - + - - - - - - - - + - + - + + - - - 75 .

Favia speciosa Favia stelligera Favites abdita Favites chinensis Favites halicora Favites pentagona Favites russelli Goniastrea edwardsi Goniastrea favulus Goniastrea retiformis Leptastrea pruinosa Leptastrea purpurea Leptastrea transversa Leptoria phrygia Montastrea curta Oulophyllia crispa FUNGIIDAE Ctenactis echinata Fungia concinna + + + - - + + - + + + + - + - - - + - - + - - - + - - - - + - 76 .70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 VI 93 94 Echinopora lamellosa Favia digitata Favia matthaii Favia maxima Favia pallida Favia rotundata Favia sp.

Herpolitha limax Poliphyllia talpina HELIOPORIDAE Heliopora coerulea MERULINIDAE Hydnophora microconos Hydnophora rigida Merulina scabricula MILLEPORIDAE Millepora dichotoma Millepora exesa Millepora platyphylla Millepora tenella MUSSIDAE Acantastrea sp.95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 VII 105 VIII 106 107 108 IX 109 110 111 112 X 113 114 115 116 Fungia danae Fungia fungites Fungia horrida Fungia moluccensis Fungia paumotensis Fungia repanda Fungia scutaria Fungia sp. Lobophyllia corymbosa Lobophyllia hemprichii Lobophyllia pachysepta + + + - - + - + - + + + + - + - + + - - - - - + - + + - - + + + - + - + + - - - 77 .

117 118 XI 119 120 XII 121 122 123 124 125 XIII 126 127 128 129 130 131 XIV 132 133 134 135 136 137 Symphyllia agaricia Symphyllia radians OCULINIDAE Galaxea astreata Galaxea fascicularis PECTINIIDAE Echinophyllia aspera Echinophyllia sp. Oxypora lacera Pectinia alcicornis Pectinia lactuca POCILLOPORIDAE Pocillopora damicornis Pocillopora eydouxi Pocillopora verruocsa Seriatopora caliendrum Seriatopora hystrix Stylophora pistillata PORITIDAE Goniopora columna Goniopora djiboutensis Goniopora minuta Goniopora sp. Goniopora stokesi Porites cylindrica - - - - - - - - - - - - - - - - - - - + + + - - + + + + + + + + + + - - + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + 78 .

Porites stephensoni SIDERASTREIDAE Coscanaraea columna Psammocora contigua Psammocora superficialis Jumlah jenis 11 + + 8 + + + 11 + + + 12 + + + + 13 + + + 13 + + 11 + + + 5 + 2 6 + 5 + + + 12 + 7 2 + + + 13 + + + 14 + + + + + 18 + + + + 8 + + + 12 79 .138 139 140 141 142 143 144 145 146 XV 147 148 149 Porites horizontalata Porites lichen Porites lobata Porites lutea Porites nigrescens Porites rugosa Porites rus Porites sp.

2008. Kabupaten Pangkep. PKPP Jenis Biota Acanthaster planci Banded Coral Shrimp Coral Mushroom (CMR) Diadema setosum Drupella sp. Kelimpahan biota megabentos di lokasi DPL Kecamatan Liukkang Tuppabiring.Lampiran 4. Large Giant Clam Small Giant Clam Large Holothurian Small Holothurian Lobsters Pencil Sea Urchin Trochus sp. 1 0 0 8 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 0 0 127 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 0 0 133 1 0 0 0 0 0 0 0 0 5 0 0 51 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 0 0 11 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 0 0 27 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 0 0 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 9 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 10 0 0 21 0 0 0 0 0 0 0 0 0 11 0 0 29 1 0 0 0 0 0 0 0 0 12 0 0 133 8 0 0 0 0 0 0 0 0 13 0 0 50 3 0 0 0 0 0 0 0 0 14 0 0 0 10 0 0 1 0 0 0 0 0 15 0 0 2106 0 0 0 0 0 0 0 0 0 16 0 0 453 0 0 0 0 0 0 0 0 0 17 0 0 291 51 0 0 0 0 0 0 0 0 18 0 0 237 68 0 0 0 0 0 0 0 0 19 0 0 318 2 0 0 0 0 0 0 0 0 20 0 0 474 5 0 0 0 0 0 0 0 0 21 0 2 741 4 0 0 1 0 0 0 0 0 22 0 0 44 36 0 0 1 0 0 0 0 0 23 0 0 773 11 6 0 0 0 0 0 0 0 24 0 0 223 0 4 0 0 0 0 0 0 0 80 .

1 0 0 39 0 0 0 2 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 3 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 4 0 0 2 0 0 0 0 1 0 0 0 0 5 0 0 106 0 7 0 0 0 0 0 0 0 6 0 0 23 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 0 0 52 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 0 0 3 2 0 0 0 0 0 0 0 0 9 0 0 7 0 0 0 0 0 0 0 0 3 10 0 0 11 0 0 0 0 0 0 0 0 2 11 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 12 0 0 1 3 0 1 0 0 0 0 0 1 13 0 0 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 14 0 0 12 0 0 0 0 0 0 0 0 3 15 0 0 43 0 2 0 1 0 0 0 0 0 16 0 0 9 0 3 0 0 0 0 0 0 0 17 0 0 69 0 2 0 0 0 0 0 0 1 18 0 0 6 3 0 1 0 1 0 0 0 0 19 0 0 28 2 0 1 0 0 0 0 0 0 81 . Kelimpahan biota megabentos di lokasi DPL Kecamatan Liukkang Kalmas.Lampiran 5. 2008 KAL Jenis Biota Acanthaster planci Banded Coral Shrimp Coral Mushroom (CMR) Diadema setosum Drupellasp. Large Giant Clam Small Giant Clam Large Holothurian Small Holothurian Lobsters Pencil Sea Urchin Trochus sp. Kabupaten Pangkep.

Sebaran jenis ikan karang di lokasi DPL Kecamatan Liukkang Tuppabiring. Kabupaten Pangkep 2008. I 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 II SUKU / JENIS ACANTHURIDAE Acanthurus auranticavus Acanthurus grammoptilus Acanthurus lineatus Acanthurus nigricans Acanthurus olivaceous Acanthurus pyroferus Acanthurus sp. Acanthurus thompsoni Ctenochaetus binotatus Ctenochaetus striatus Ctenochaetus strigosus Ctenochaetus tominiensis Naso brachycentron Naso brevirostris Naso lituratus Naso unicornis Naso vlamingii Paracanthurus hepatus Zebrasoma scopas Zebrasoma veliferum APOGONIDAE 1 - 2 - 3 - 4 - 5 - 6 - 7 - 8 - 9 - 10 - 11 + - 12 - 13 + + - 14 - 15 + - 16 + - 17 - 18 - 19 + + + + - 20 + - 21 + + + - 22 + + - 23 + + + + - 24 + + - K T T T T T T T T T T T T T T T T T T M M 82 .Lampiran 6. PKPP NO.

21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 III 32 33 34 35 36 37 38 39 40 IV 41 42 43 Apogon chrysopomus Apogon compressus Apogon fuscus Apogon margaritophorus Apogon sealei Archamia fucata Archamia melasma Archamia sp. Cheilodipterus macrodon Cheilodipterus quinquelineatus Sphaeramia nematoptera BALISTIDAE Balistapus undulatus Balistoides conspicillum Balistoides viridescens Melichthys vidua Odonus niger Rhinecanthus rectangulus Rhinecanthus verrucosus Suffamen bursa Suffamen chrysopterus BLENIIDAE Cirripectes filamentosus Ecsenius bicolor Hemiglyphidodon plagiometopon + - + - + + - + + + - + - - + + - + - + + - + - + + - + + - - - + + + + + + - + + - + + + - + - + - + + + + - + + + + - + - M M M M M M M M M M M M M M M M M M M M T M M 83 .

Meiacanthus ditremus Meiacanthus grammistes Plagiotremus sp. CARCHARINIDAE Triaenodon obesus CENTRISCIDAE Aeoliscus strigatus CHAETODONTIDAE + + + + + + + + - - + + - + - + + + - + + + - + - + + + - + - - + + - + - + + + + + +- + + + - + - + + + + + + + + + + + + + - M M M M T T T T T T T T T T T T T T M M 84 .44 45 46 47 V 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 VI 60 61 VII 62 VIII 63 IX Labropsis sp. CAESIONIDAE Caesio caerulaurea Caesio cuning Caesio lunaris Caesio teres Caesio xanthonota Pterocaesio diagramma Pterocaesio pisang Pterocaesio tile Pterocaesio triliniatus Sargocentron caudimaculatus Sargocentron cornutum Sargocentron ittodai CARANGIDAE Carangoides ferdau Caranx sp.

64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 Chaetodon adiergastos Chaetodon auriga Chaetodon baronessa Chaetodon bennetti Chaetodon citrinellus Chaetodon ephippium Chaetodon guttatissimus Chaetodon kleini Chaetodon lineolatus Chaetodon lunula Chaetodon melannotus Chaetodon ocellicaudus Chaetodon octofasciatus Chaetodon ornatissimus Chaetodon oxicephalus Chaetodon punctatofasciatus Chaetodon rafflesii Chaetodon speculum Chaetodon trifascialis Chaetodon trifasciatus Chaetodon ulietensis Chaetodon vagabundus Chelmon rostratus Coradion chrysozonus Coradion melanopus + - + + + + - + - - - - - + + - + + - + - + - + - - + - + - - - + - + + + + - + + + + - + + + + + - + + + + + - I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I 85 .

EPHIPPIDAE Platax orbicularis GOBIIDAE Cryptocentrus cinctus Ecsenius sp. HAEMULIDAE Diagramma pictum Plectorhinchus chaetodonoides Plectorhinchus gibbosus Plectorhinchus lessoni Plectorhinchus lineatus - + - + + - + - - + - + + - + - + + - - - - - + - + - - - - + + - + - + - + + - + - I I I I I I I M M T T T M M T T T T T 86 .89 90 91 92 93 94 95 X 96 97 XI 98 XII 99 XIII 100 XIV 101 102 XV 103 104 105 106 107 Hemitaurichthys polylepis Heniochus acuminatus Heniochus chrysostomus Heniochus monoceros Heniochus singularis Heniochus varius Parachaetodon ocellatus CIRRHITIDAE Cirrhitichthys falco Paracirrhites forsteri DASYATIDAE Taeniura lymma ENGRAULIDAE Stelophorus sp.

108 109 110 111 XVI 112 113 114 115 XVII 116 XVIII 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129

Plectorhinchus orientalis Plectorhinchus pictus Plectorhinchus picus Plectorhinchus polytaenia HOLOCENTRIDAE Myripristis adustus Neoniphon agenteus Neoniphon sammara Sargocentron rubrum KYPPOSIDAE Kyphosus vaigiensis LABRIDAE Anampses caeruleopunctatus Anampses melanurus Anampses meleagrides Anampses neoguinaicus Bodianus axillaris Bodianus diana Bodianus mesothorax Cheilinus chlorurus Cheilinus diagrammus Cheilinus fasciatus Cheilinus trilobatus Cheilinus undulatus Cheilio inermis

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

+ -

-

-

-

+ -

-

+ -

-

-

-

-

-

+ -

+ -

T T T T M M M M T

-

+ -

+ -

-

-

-

+ -

-

+ + -

+ -

+ -

+ + + -

-

-

+ + -

+ -

+ -

+ + -

+ -

+ -

+ -

+ -

+ + + -

+ + -

M M M M M M M T T T T T M

87

130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154

Choerodon anchorago Cirrhilabrus cyanopleura Coris aygula Coris batuensis Coris gaimardi Diproxtaxanthus xanthurus Epibulus insidiator Gomphosus varius Halichoeres argus Halichoeres chloropterus Halichoeres chrysus Halichoeres hortulanus Halichoeres leucurus Halichoeres lineatus Halichoeres marginatus Halichoeres melanurus Halichoeres nigrescens Halichoeres ornatissimus Halichoeres prosopion Halichoeres richmondi Halichoeres scapularis Hemigymnus fasciatus Hemigymnus melapterus Hologymnosus doliatus Labroides bicolor

+ + + + + -

+ + + + + -

+ + + + + + + + -

+ + + -

+ -

+ + -

+ + + + + + -

+ + + + + -

+ + + + + + -

+ + + + -

+ + + + + + + -

+ + + -

+ + + + + + + -

+ + + + + -

+ + + + -

+ + + + + -

+ + + + + + + + -

+ + + + + -

+ + + + + + -

+ + + + + + + -

+ + + + + -

+ + + + + -

+ + + + + -

+ + + + + + + + + -

M M M M M M M M M M M M M M M M M M M M M T T M M

88

155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 XIX 175 176

Labroides dimidiatus Labroides pectoralis Macropharyngodon meleagris Macropharyngodon ornatus Novaculichthys taeniurus Oxycheilinus celebicus Oxycheilinus diagramma Oxycheilinus rhodochrous Pseudocheilinus hexataenia Pseudodax moluccanus Stethojulis albovittata Stethojulis bandanensis Stethojulis interrupta Stethojulis strigiventer Stethojulis trilineata Thalassoma amblycephalus Thalassoma hardwickei Thalassoma janseni Thalassoma lunare Thalassoma purpureum LETHRINIDAE Gnathodentex aurolineatus Lethrinus erythropterus

+

+ + -

-

-

-

-

-

+ + -

+ + + -

-

+ + -

+ -

+ + + + + + + -

+ + + + + -

+ + + + + + + + -

+ + + + + + + + + -

+ + + -

-

+ + + -

+ + + + -

+ + + -

+ + + + -

+ + + + + + + + + -

+ + + + + + + + -

M M M M M M M M M M M M M M M M M M M

-

-

+

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

T T

89

Lutjanus vitta Macolor macularis Macolor niger Symphorus nematophorus - + - + - - - + - + + - + - + - + + + - + - - - - - + + - + - + - + - + + - + - + + - + - - T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T 90 . Lutjanus biguttatus Lutjanus bohar Lutjanus carponotatus Lutjanus decussatus Lutjanus ehrenbergi Lutjanus flunulatus Lutjanus fulviflamma Lutjanus fulvus Lutjanus kasmira Lutjanus lunulatus Lutjanus rivulatus Lutjanus russelli Lutjanus sp.177 178 179 180 181 XX 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 Lethrinus harak Lethrinus lentjan Lethrinus olivaceus Lethrinus ornatus Monotaxis grandoculis LUTJANIDAE Aphareus sp. Etilis sp.

XXI 201 XXII 202 203 204 205 XXIII 206 207 208 XXIV 209 210 211 212 213 214 215 216 XXV 217 218 219 MALACANTHIDAE Malacanthus latovittatus MICRODESMIDAE Gunnelichthys pleurotaenia Nemateleotris magnifica Ptereleotris evides Ptereleotris microlepis MONACANTHIDAE Amanses scopas Aluterus scriptus Monacanthus tomentosus MULLIDAE Mulloidichthys sp. Parupeneus barberinoides Parupeneus barberinus Parupeneus bifasciatus Parupeneus cylcostomus Parupeneus indicus Parupeneus multifasciatus Upeneus tragula NEMIPTERIDAE Pentapodus bifasciatus Pentapodus caninus Pentapodus trivittatus + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + T T T + + + + + + + T T T T T T T T + M M T M - - - - - - - - - - - - - + - - - - - - + - - - - M M M M 91 .

PEMPERIDAE Pempheris oualensis Pempheris vanicolensis PINGUIPEDIDAE Parapercis cylindrica PLATYCEPHALIDAE Inegocia japonica PLOTOSIDAE Plotosus lineatus POMACANTHIDAE Apolemichthys trimaculatus Centropyge bicolor Centropyge bispinosus Centropyge nox Centropyge tibicen Centropyge vrolikii Pomacanthus imperator Pomacanthus navarchus Pomacanthus sexstriatus Pomacanthus xanthometopon Pygoplites diacanthus + + T + M + + + M + + + + + + + + + + M M M M - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - + - + - - - M M M M M M M M M M M 92 .XXVI 220 XXVII 221 XXVIII 222 223 XXIX 224 XXX 225 XXXI 226 XXXII 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 OSTRACIONIDAE Ostracion meleagris PARAPERCIDAE Parapercis sp.

XXXIII 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 POMACENTRIDAE Abudefduf bengalensis Abudefduf saxatilis Abudefduf sexfasciatus Abudefduf sextriatus Abudefduf vaigiensis Acanthochromis polyacanthus Amblyglyphidodon aureus Amblyglyphidodon batuensis Amblyglyphidodon curacao Amblyglyphidodon leucogaster Amblyglyphidodon ternatensis Amphiprion clarkii Amphiprion frenatus Amphiprion melanopus Amphiprion ocellaris Amphiprion perideraion Amphiprion sandaracinos Chaetodontoplus mesoleucus Chromis alpha Chromis analis Chromis atripectoralis Chromis atripes + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + M M M M M M M M M M M M M M M M M M M M M M 93 .

260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 Chromis fumea Chromis lineata Chromis margaritifer Chromis retrofasciata Chromis ternatensis Chromis viridis Chromis weberi Chromis xanthura Chrysiptera cyanea Chrysiptera hemicyanea Chrysiptera parasema Chrysiptera rex Chrysiptera rollandi Chrysiptera talboti Dascyllus aruanus Dascyllus reticulatus Dascyllus trimaculatus Dischistodus melanotus Dischistodus perspicillatus Dischistodus prosopotaenia Dischistodus pseudochrysopoecilus Neoglyphidodon crossi Neoglyphidodon nigroris Neoglyphidodon oxyodon + + + - + + + + + - + + + + - + + + + - + + + + + + - + + + + - + + + + + + + + + + + - + + - + + - + + + + + + + + + - + + + + - + + - + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + - M M M M M M M M M M M M M M M M M M M M M M M M 94 .

284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 Neoglyphidodon thoracotaeniatus Neopomacentrus azysron Neopomacentrus filamentosus Paraglyphidodon melas Paraglyphidodon thoracotaeniatus Plectroglyphidodon lacrymatus Pomacentrus alexandreae Pomacentrus amboinensis Pomacentrus auriventris Pomacentrus bankanensis Pomacentrus branchialis Pomacentrus coelestis Pomacentrus cuneatus Pomacentrus lepidogenys Pomacentrus milleri Pomacentrus moluccensis Pomacentrus nigromanus Pomacentrus philippinus Pomacentrus simsiang Pomacentrus taeniometopon Pomacentrus tripunctatus Premnas biaculeatus + + + + + - + - + + + + + + + + - + + + - + - + + - + + - + + + + + + + + - + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + - + + + + - + + + + - + + + + + - + + + + + - + + + + - + + + + + + + + - M M M M M M M M M M M M M M M M M M M M M M 95 .

306 XXXIV 307 308 309 310 311 XXXV 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 Stegastes nigricans PSEUDOCHROMIDAE Labracinus cyclophthalmus Labracinus sp. Labrichthys unilineatus Pseudochromis paccagnellae Pseudochromis splendens SCARIDAE Cetoscarus bicolor Chlorurus bleekeri Chlorurus sordidus Chlorurus strongycephalus Scarus bicolor Scarus bleckeri Scarus bowersi Scarus chaqmeleon Scarus dimidiatus Scarus forsteni Scarus frenatus Scarus ghoban Scarus globiceps Scarus longiceps Scarus microhinos Scarus niger - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - M - - + - - - - + - - - - - + + - + + + + + - + + + + + + + + + + + - - - + + + + + + - + + + + - + + + + + + + - + + + + + + + + + - M M M M M T T T T M M M M M M M M M M M M 96 .

SERRANIDAE Cephalopholis boenak Cephalopholis cyanostigma Cephalopholis argus Cephalopholis urodeta Pseudanthias hutchii Pseudanthias tuka Aethaloperca rogaa + - + + - + + - + + - + - - + + - + + - + + + + + - + + + - + + - + + + - + + + - - + + + + - + + + + - + + + + + - + + + + + - + - + + - + + - + + + - + + + - + + + + + - M M M M M M M T T T T T T T T T T T T M M T 97 .328 329 330 331 332 333 334 XXXVI 335 336 337 338 339 340 341 XXXVII 342 XXXVIII 343 344 345 346 347 348 349 Scarus oviceps Scarus prasiognatus Scarus rivulatus Scarus russellii Scarus schlegeli Scarus sordidus Scarus spinus SCOLOPSIDAE Scolopsis bifasciatus Scolopsis bilineatus Scolopsis ciliatus Scolopsis lineatus Scolopsis margaritifer Scolopsis monogramma Scolopsis xenochrous SCROMBIDAE Scomberus spp.

350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 XXXIX 371 Epinephelus fasciatus Pseudanthias squamipinnis Plectropomus areolatus Cephalopholis polyphekadion Pseudanthias pascalus Anyperodon leucogrammicus Cephalopholis miniata Plectropomus leopardus Cephalopholis formosa Cephalopholis leopardus Cephalopholis micropion Cromileptes altivelis Variola louti Gramistes sexlineata Priacanthus hamrur Cephalopholis sexmaculatus Plectropoma maculatum Epinephelus caeruleopunctatus Epinephelus hexagonatus Gracila albomarginata Epinephelus merra SIGANIDAE Siganus canaliculatus + - + - + - + - - - - + - - - + - - + + - + + - - + + + + - + - + - + - - + + - + - + - T M T T M T T T T T T T T M M T T T T T T T 98 .

372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 XL 382 XLI 383 384 XLII 385 Siganus corallinus Siganus doliatus Siganus guttatus Siganus lineatus Siganus puellus Siganus punctatissimus Siganus punctatus Siganus sp. Siganus virgatus Siganus vulpinus SPHYRAENIDAE Sphyraena flavicauda TETRAODONTIDAE Arothron nigropunctatus Canthigaster valentini ZANCLIDAE Zanclus cornutus Jumlah jenis + 21 + 32 + 34 21 + 15 + 13 + + 32 + 29 + 35 + + 30 + + + 36 + + 34 + + 41 28 + + + + 57 + + + + 51 47 36 + + + + 52 + + 57 + + + 57 + + + 58 + + 60 + 61 T T T T T T T T T T M M M M Keterangan : K – Kategori T – Ikan target I – Ikan Indikator M – Ikan Major 99 .

Acanthurus thompsoni Ctenochaetus binotatus Ctenochaetus striatus Ctenochaetus strigosus Ctenochaetus tominiensis Naso brachycentron Naso brevirostris Naso lituratus Naso unicornis Naso vlamingii Paracanthurus hepatus Zebrasoma scopas Zebrasoma veliferum 1 + + + + + + - 2 + + + + + + + + + + + + - 3 + + + + + + + + + + + + + 4 + + + + + + + + + 5 + + + + + + + 6 + + + + + + + + + + + - 7 + + + + + + + + + + 8 + + + + + + + + + + 9 + + - 10 + + + + + - 11 + + + + + + + 12 + + + + + + - 13 + + + + + - 14 + + + + + + + 15 + + + + + + + + + + 16 + + + + + + + + + + + - 17 + + + + + + + + + + + + 18 + + + - 19 + + + + - Kategori Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Major Major 100 . Sebaran jenis ikan karang di lokasi DPL Kecamatan Liukkang Kalmas. I 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 SUKU / JENIS ACANTHURIDAE Acanthurus auranticavus Acanthurus grammoptilus Acanthurus lineatus Acanthurus nigricans Acanthurus olivaceous Acanthurus pyroferus Acanthurus sp. Kabupaten Pangkep.Lampiran 7. KAL NO.2008.

Cheilodipterus macrodon Cheilodipterus quinquelineatus Sphaeramia nematoptera BALISTIDAE Balistapus undulatus Balistoides conspicillum Balistoides viridescens Melichthys vidua Odonus niger Rhinecanthus rectangulus Rhinecanthus verrucosus Suffamen bursa Suffamen chrysopterus BLENIIDAE Cirripectes filamentosus Ecsenius bicolor + + + - + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + - + + + + + + + + - + + - + + + - + + + + + - + + - + - - + - + - - + + + + + + + + + + + + + + + + + - + - + + - Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Target Major 101 .II 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 III 32 33 34 35 36 37 38 39 40 IV 41 42 APOGONIDAE Apogon chrysopomus Apogon compressus Apogon fuscus Apogon margaritophorus Apogon sealei Archamia fucata Archamia melasma Archamia sp.

CARCHARINIDAE Triaenodon obesus CENTRISCIDAE + + + + - + + + + - + + - + + + + - + + + + + - + - + + + + + - - - + + + + - + - - - + - + + + + + - + + + + + + - + + + + + - + - + - Major Major Major Major Major Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Major 102 .43 44 45 46 47 V 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 VI 60 61 VII 62 VIII Hemiglyphidodon plagiometopon Labropsis sp. Meiacanthus ditremus Meiacanthus grammistes Plagiotremus sp. CAESIONIDAE Caesio caerulaurea Caesio cuning Caesio lunaris Caesio teres Caesio xanthonota Pterocaesio diagramma Pterocaesio pisang Pterocaesio tile Pterocaesio triliniatus Sargocentron caudimaculatus Sargocentron cornutum Sargocentron ittodai CARANGIDAE Carangoides ferdau Caranx sp.

63 IX 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 Aeoliscus strigatus CHAETODONTIDAE Chaetodon adiergastos Chaetodon auriga Chaetodon baronessa Chaetodon bennetti Chaetodon citrinellus Chaetodon ephippium Chaetodon guttatissimus Chaetodon kleini Chaetodon lineolatus Chaetodon lunula Chaetodon melannotus Chaetodon ocellicaudus Chaetodon octofasciatus Chaetodon ornatissimus Chaetodon oxicephalus Chaetodon punctatofasciatus Chaetodon rafflesii Chaetodon speculum Chaetodon trifascialis Chaetodon trifasciatus Chaetodon ulietensis Chaetodon vagabundus Chelmon rostratus + + + + + + - + + + + + + + - + + + + + + - + + + + + + - + + + + + + + + - + + + + + + + + + - + + + + + + + + - + + + + - + + - + - + + + + + - + + + - + + + + + + - + + + + - + + + + + + - + + + + + + + - + + + + + + + + + + + - + - + + + - Major Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator 103 .

HAEMULIDAE Diagramma pictum Plectorhinchus chaetodonoides Plectorhinchus gibbosus + - + + + + - + + + - + + + - + + + + + + - + + + + + + - + + + + + - - - + + + - + + + + + - - - + + + + - + + + + + + + + + + + + + + + + + - - + + - Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Major Major Target Target Target Major Major Target Target Target 104 .87 88 89 90 91 92 93 94 95 X 96 97 XI 98 XII 99 XIII 100 XIV 101 102 XV 103 104 105 Coradion chrysozonus Coradion melanopus Hemitaurichthys polylepis Heniochus acuminatus Heniochus chrysostomus Heniochus monoceros Heniochus singularis Heniochus varius Parachaetodon ocellatus CIRRHITIDAE Cirrhitichthys falco Paracirrhites forsteri DASYATIDAE Taeniura lymma ENGRAULIDAE Stelophorus sp. EPHIPPIDAE Platax orbicularis GOBIIDAE Cryptocentrus cinctus Ecsenius sp.

106 107 108 109 110 111 XVI 112 113 114 115 XVII 116 XVIII 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 Plectorhinchus lessoni Plectorhinchus lineatus Plectorhinchus orientalis Plectorhinchus pictus Plectorhinchus picus Plectorhinchus polytaenia HOLOCENTRIDAE Myripristis adustus Neoniphon agenteus Neoniphon sammara Sargocentron rubrum KYPPOSIDAE Kyphosus vaigiensis LABRIDAE Anampses caeruleopunctatus Anampses melanurus Anampses meleagrides Anampses neoguinaicus Bodianus axillaris Bodianus diana Bodianus mesothorax Cheilinus chlorurus Cheilinus diagrammus Cheilinus fasciatus Cheilinus trilobatus + + - + + - + + - + + + - + + + + + - - + + - - - + + + + + - + + + - - + + - + - + + - + + + + + + + - + + + - - Target Target Target Target Target Target Major Major Major Major Target + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + - + + + - + - + + + + + - + + + + - + + + + + + - + + - + + + + - + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + - Major Major Major Major Major Major Major Target Target Target Target 105 .

128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 Cheilinus undulatus Cheilio inermis Choerodon anchorago Cirrhilabrus cyanopleura Coris aygula Coris batuensis Coris gaimardi Diproxtaxanthus xanthurus Epibulus insidiator Gomphosus varius Halichoeres argus Halichoeres chloropterus Halichoeres chrysus Halichoeres hortulanus Halichoeres leucurus Halichoeres lineatus Halichoeres marginatus Halichoeres melanurus Halichoeres nigrescens Halichoeres ornatissimus Halichoeres prosopion Halichoeres richmondi Halichoeres scapularis Hemigymnus fasciatus Hemigymnus melapterus Hologymnosus doliatus + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + - + + + + - + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + - + + + + + + + + + - + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + - Target Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Target Target Major 106 .

154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 XIX 175 176 177 Labroides bicolor Labroides dimidiatus Labroides pectoralis Macropharyngodon meleagris Macropharyngodon ornatus Novaculichthys taeniurus Oxycheilinus celebicus Oxycheilinus diagramma Oxycheilinus rhodochrous Pseudocheilinus hexataenia Pseudodax moluccanus Stethojulis albovittata Stethojulis bandanensis Stethojulis interrupta Stethojulis strigiventer Stethojulis trilineata Thalassoma amblycephalus Thalassoma hardwickei Thalassoma janseni Thalassoma lunare Thalassoma purpureum LETHRINIDAE Gnathodentex aurolineatus Lethrinus erythropterus Lethrinus harak + + + + + + + + + - + + + + + + + + - + + + + + + + + - + + + - + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + - + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + - Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Target Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Target Target Target 107 .

178 179 180 181 XX 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 XXI 201

Lethrinus lentjan Lethrinus olivaceus Lethrinus ornatus Monotaxis grandoculis LUTJANIDAE Aphareus sp. Etilis sp. Lutjanus biguttatus Lutjanus bohar Lutjanus carponotatus Lutjanus decussatus Lutjanus ehrenbergi Lutjanus flunulatus Lutjanus fulviflamma Lutjanus fulvus Lutjanus kasmira Lutjanus lunulatus Lutjanus rivulatus Lutjanus russelli Lutjanus sp. Lutjanus vitta Macolor macularis Macolor niger Symphorus nematophorus MALACANTHIDAE Malacanthus latovittatus

+ + + + +

+ + +

+ + -

+ + + + + + + + -

+ + + + + + + + + + + + + -

+ + + + + -

+ + + + + + + -

+ + + + + + + + -

+ -

+ + + + + + + + -

+ + + + + + -

+ + + +

+ -

+ + + -

+ + + + + + + -

+ + + + + + + + + + + + + + +

+ + + + + + + + -

-

-

Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Major

108

XXII 202 203 204 205 XXIII 206 207 208 XXIV 209 210 211 212 213 214 215 216 XXV 217 218 219 XXVI 220 XXVII

MICRODESMIDAE Gunnelichthys pleurotaenia Nemateleotris magnifica Ptereleotris evides Ptereleotris microlepis MONACANTHIDAE Amanses scopas Aluterus scriptus Monacanthus tomentosus MULLIDAE Mulloidichthys sp. Parupeneus barberinoides Parupeneus barberinus Parupeneus bifasciatus Parupeneus cylcostomus Parupeneus indicus Parupeneus multifasciatus Upeneus tragula NEMIPTERIDAE Pentapodus bifasciatus Pentapodus caninus Pentapodus trivittatus OSTRACIONIDAE Ostracion meleagris PARAPERCIDAE

+ + + + + -

+ + + + + + -

+ + + + + + + -

+ + + + + -

+ + + + + + + -

+ + + -

+ + + + + -

+ + + + + + -

+ + + + + + -

+ + + + + -

+ + + -

+ + + + -

+ + + + + -

+ + -

+ + + + + -

+ + + + + +

+ + + + -

+ + -

+ + -

Major Major Major Major Major Major Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Major

109

221 XXVIII 222 223 XXIX 224 XXX 225 XXXI 226 XXXII 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 XXXIII 238

Parapercis sp. PEMPERIDAE Pempheris oualensis Pempheris vanicolensis PINGUIPEDIDAE Parapercis cylindrica PLATYCEPHALIDAE Inegocia japonica PLOTOSIDAE Plotosus lineatus POMACANTHIDAE Apolemichthys trimaculatus Centropyge bicolor Centropyge bispinosus Centropyge nox Centropyge tibicen Centropyge vrolikii Pomacanthus imperator Pomacanthus navarchus Pomacanthus sexstriatus Pomacanthus xanthometopon Pygoplites diacanthus POMACENTRIDAE Abudefduf bengalensis

+ -

+ -

+ -

-

-

-

-

+ -

-

-

+ -

-

-

-

-

-

-

+ -

+ -

Major Major Major Major Major Target

+ + + + + + + + -

+ + + + + -

+ + + + + + -

+ + + + + + -

+ + + + + + + + + -

+ + + + + + + + + -

+ + + + + + -

+ + + -

+ + -

+ + + + -

+ + -

+ -

+ + + -

+ + + -

+ + + + + + + -

+ + + + + + -

+ + + + + + -

+ + -

+ + -

Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major

110

239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 Abudefduf saxatilis Abudefduf sexfasciatus Abudefduf sextriatus Abudefduf vaigiensis Acanthochromis polyacanthus Amblyglyphidodon aureus Amblyglyphidodon batuensis Amblyglyphidodon curacao Amblyglyphidodon leucogaster Amblyglyphidodon ternatensis Amphiprion clarkii Amphiprion frenatus Amphiprion melanopus Amphiprion ocellaris Amphiprion perideraion Amphiprion sandaracinos Chaetodontoplus mesoleucus Chromis alpha Chromis analis Chromis atripectoralis Chromis atripes Chromis fumea + + - - + + + + + - + + + - + + + + + + + + + + + - + + + + + + - + + + + + + + + - + - + + - + + + + + - + + + - - + - + + - + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + - - + + + + + + - Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major 111 .

261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 Chromis lineata Chromis margaritifer Chromis retrofasciata Chromis ternatensis Chromis viridis Chromis weberi Chromis xanthura Chrysiptera cyanea Chrysiptera hemicyanea Chrysiptera parasema Chrysiptera rex Chrysiptera rollandi Chrysiptera talboti Dascyllus aruanus Dascyllus reticulatus Dascyllus trimaculatus Dischistodus melanotus Dischistodus perspicillatus Dischistodus prosopotaenia Dischistodus pseudochrysopoecilus Neoglyphidodon crossi Neoglyphidodon nigroris Neoglyphidodon oxyodon Neoglyphidodon thoracotaeniatus + + + + + - + + + + - + + + - + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + - + + + + + + + + + + - + + + + + + + + - + + + + + - + + - + + + + + + + - + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + - + + + - + + + + + - Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major 112 .

285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 Neopomacentrus azysron Neopomacentrus filamentosus Paraglyphidodon melas Paraglyphidodon thoracotaeniatus Plectroglyphidodon lacrymatus Pomacentrus alexandreae Pomacentrus amboinensis Pomacentrus auriventris Pomacentrus bankanensis Pomacentrus branchialis Pomacentrus coelestis Pomacentrus cuneatus Pomacentrus lepidogenys Pomacentrus milleri Pomacentrus moluccensis Pomacentrus nigromanus Pomacentrus philippinus Pomacentrus simsiang Pomacentrus taeniometopon Pomacentrus tripunctatus Premnas biaculeatus Stegastes nigricans + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + - + + + + + - + + + + + + + + - + + + + + + + + + - + - + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + + - + + + + - + + - Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major 113 .

XXXIV 307 308 309 310 311 XXXV 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 PSEUDOCHROMIDAE Labracinus cyclophthalmus Labracinus sp. Labrichthys unilineatus Pseudochromis paccagnellae Pseudochromis splendens SCARIDAE Cetoscarus bicolor Chlorurus bleekeri Chlorurus sordidus Chlorurus strongycephalus Scarus bicolor Scarus bleckeri Scarus bowersi Scarus chaqmeleon Scarus dimidiatus Scarus forsteni Scarus frenatus Scarus ghoban Scarus globiceps Scarus longiceps Scarus microhinos Scarus niger Scarus oviceps Scarus prasiognatus + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Major Major Major Major Major Target Target Target Target Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major 114 .

330 331 332 333 334 XXXVI 335 336 337 338 339 340 341 XXXVII 342 XXXVIII 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 Scarus rivulatus Scarus russellii Scarus schlegeli Scarus sordidus Scarus spinus SCOLOPSIDAE Scolopsis bifasciatus Scolopsis bilineatus Scolopsis ciliatus Scolopsis lineatus Scolopsis margaritifer Scolopsis monogramma Scolopsis xenochrous SCROMBIDAE Scomberus spp. SERRANIDAE Cephalopholis boenak Cephalopholis cyanostigma Cephalopholis argus Cephalopholis urodeta Pseudanthias hutchii Pseudanthias tuka Aethaloperca rogaa Epinephelus fasciatus Pseudanthias squamipinnis Plectropomus areolatus + + + + + + + + ++ - + + + + + + + + - + + + + + + + + + + - + + - + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + - + + + + - + + - + + + + + - + + + - + + + - + + + - + + - + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + - + + - + + + + - Major Major Major Major Major Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Major Major Target Target Major Target 115 .

353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 XXXIX 371 372 373 374 Cephalopholis polyphekadion Pseudanthias pascalus Anyperodon leucogrammicus Cephalopholis miniata Plectropomus leopardus Cephalopholis formosa Cephalopholis leopardus Cephalopholis micropion Cromileptes altivelis Variola louti Gramistes sexlineata Priacanthus hamrur Cephalopholis sexmaculatus Plectropoma maculatum Epinephelus caeruleopunctatus Epinephelus hexagonatus Gracila albomarginata Epinephelus merra SIGANIDAE Siganus canaliculatus Siganus corallinus Siganus doliatus Siganus guttatus + + + + + - + - + + + + + - + + - + + + + + + + + + + + + + + + + + - + + + - - - + + - - + - + + + - + + + + + + + + + - + + + + + + + - - Target Major Target Target Target Target Target Target Target Target Major Major Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target 116 .

Siganus virgatus Siganus vulpinus SPHYRAENIDAE Sphyraena flavicauda TETRAODONTIDAE Arothron nigropunctatus Canthigaster valentini ZANCLIDAE Zanclus cornutus Jumlah jenis + + + + 106 109 + 107 + + 95 + + + 152 + + + + 136 + + + + 126 + + + 79 39 + + 92 + + + + 92 + + + 62 + + + 59 + + + 70 + + + + 126 + + + + + 178 + + + + + 163 + + + 45 + + + 70 Target Target Target Target Target Target Target Major Major Major Major 117 .375 376 377 378 379 380 381 XL 382 XLI 383 384 XLII 385 Siganus lineatus Siganus puellus Siganus punctatissimus Siganus punctatus Siganus sp.

118 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful