Sampul Depan Sumber Foto : Agus Budiyanto Desain Cover : Siti Balkis

STUDI BASELINE TERUMBU KARANG DI LOKASI DAERAH PERLINDUNGAN LAUT KABUPATEN PANGKEP
TAHUN 2008

Koordinator Tim Penelitian ANNA E.W. MANUPUTTY Disusun oleh : BAYU PRAYUDA PETRUS MAKATIPU

Diharapkan masyarakat setempat yang diwakili oleh staf CRITC daerah dapat melakukan sendiri monitoring kondisi terumbu karang di masingmasing lokasi DPL. yaitu di lokasi daerah perlindungan laut (DPL). metode ini lebih cocok. yang sudah diawali dengan studi baseline di lokasi yang sama oleh staf CRITC pusat. dapat dipakai untuk pemantauan suatu area terumbu karang yang luas dalam waktu yang singkat. Metodemetode yang dipakai disesuaikan dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai. Secara umum pulau-pulau yang ada di kabupaten ini mempunyai ekosistem pantai yang didominasi oleh terumbu karang dan ada sebagian pulau memiliki hutan bakau serta ekosistem lamun. Metode “Rapid Reef Resources Inventory” (RRI). dan kurang tepat untuk menjawab perubahan yang terjadi di suatu area terumbu karang yang luas karena hanya terpatok pada lokasi transek permanen saja. Untuk keperluan manajemen terumbu karang. i . Namun untuk menjawab keanekaragaman karang. Metode pemantauan dengan “Line Intercept Transect” dianggap terlalu ilmiah. perkembangan yang terjadi. Dalam Fase sebelumnya Fase ini telah banyak kegiatan yang dilakukan untuk mengamati kondisi karang dan ekosistem terumbu karang. Metode ini lebih sederhana tapi terukur. Metode-metode pemantauan telah dilakukan dan di ujicobakan dalam kegiatan studi baseline maupun monitoring terumbu karang di lokasi-lokasi COREMAP. yang dipantau di suatu lokasi yang luas dalam waktu yang singkat digunakan metode “Point Intercept Transect” (PIT). Metode ini diujicobakan di lokasi-lokasi konservasi yang dipatok oleh masyarakat desa setempat. dan untuk menjawab naik maupun turunnya persentase tutupan ataupun kehadiran karang hidup. namun kekurangannya terletak pada daya visualisasi sipengamat. Informasi tentang kondisi ekosistem terumbu karang dengan berbagai komponen bentik yang membentuknya sangat dibutuhkan dalam penilaian status keberadaannya.RINGKASAN EKSEKUTIF PENDAHULUAN Program COREMAP telah terlaksana sampai ke Fase II. masing-masing mempunyai kekurangan maupun kelebihan. Metode-metode tersebut. apakah itu ke arah yang lebih baik ataupun semakin buruk. Pulau-Pulau Sekitar Kabupaten Pangkep merupakan salah satu kabupaten yang secara administratif termasuk dalam gugusan pulau-pulau yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan. karena dapat menghihasilkan persentase jumlah individu karang hidup dalam waktu yang singkat dan mencakup area yang luas.

Tujuan penelitian ini yaitu untuk melakukan studi baseline ekologi di lokasi Daerah Perlindungan Laut (DPL).2006. Hasil pengamatan disajikan dalam bentuk tabel dan peta tematik. Hasil selanjutnya sebagai berikut : • DPL terluas terdapat di Desa Mattiro Adae dengan luas 47. 2007).72 ha.25 %. Karang batu yang yang dominan di lokasi DPL bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring umumnya dari jenis Porites cylindrica dan Acropora palifera. HASIL Pengamatan karang di lokasi DPL Kabupaten Pangkep dilakukan di 24 stasiun transek di 12 pulau meliputi pulau-pulau di sebelah utara dan selatan perairan Pangkep.75 % luas terumbu karang di kedua kecamatan ini yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan lainnya. mengingat areanya yang tidak terlalu luas. dibuat 2 transek permanen. Data yang dikumpulkan dipakai sebagai data dasar. Dengan demikian maka ada 98. dan 19 stasiun di perairan Kecamatan Liukkang Kalmas. Di perairan Kalmas. maka persentase total luas DPL terhadap luas terumbu karang adalah 1. dimana banyak pulau-pulau kecil dengan rataan terumbu yang luas. rata-rata panjang (sejajar garis pantai) 20 – 1000 meter. termasuk Kecamatan Liukkang Kalmas. meliputi bagian pulaupulau di bagian timur dan barat wilayah kecamatan. kondisi karang. Di masing-masing lokasi DPL di perairan utara dan selatan Pangkep. ikan karang dan megabentos membuat plot transek permanen untuk keperluan pemantauan diwaktu mendatang. sebagai acuan untuk pemantauan di lokasi yang sama pada waktu mendatang. jumlah transek umumnya lebih dari dua transek. yang meliputi pengamatan di bidang Sistem Informasi Geografis (SIG). Berdasarkan perhitungan luas DPL melalui analisa SIG. maka jumlah total luas DPL yang terdapat di Kecamatan LIukkang Tuppabiring dan Liukkang Kalmas sebesar 432. Jika dibandingkan dengan total luas terumbu karang di kedua kecamatan tersebut yaitu 34589.7 kilometer.86 Ha (LIPI. DPL ini terdapat di sebelah Selatan rataan terumbu Pulau Bontosua dengan bentuk persegi empat dan keliling ± 2. dan 19 stasiun di perairan Kalmas. di perairan Pangkep. Pengamatan karang di lokasi DPL Kabupaten Pangkep dilakukan di 24 stasiun transek di 12 pulau di Kecamatan Liukkang Tuppabiring.7 ha. tersebar di pulau-pulau di sebelah utara dan selatan wilayah kecamatan. • • • • ii .

dengan jumlah jenis karang batu 44 jenis dengan persentase jumlah individu 88 %.• • • • • • • • • Jumlah dan persentase karang batu tertinggi. yaitu 33 jenis dengan persentase jumlah individu 66 %. berkisar antara 1-3 individu. ditemukan sebanyak 213 jenis ikan karang yang termasuk dalam 36 suku. Dari 19 lokasi transek di Kecamatan Liukkang Kalmas. dengan nilai kelimpahan ikan karang sebesar 14. Jumlah tertinggi dicatat di lokasi KAL 05 (106 individu) kemudian di lokasi KAL 17 (69 individu) dan KAL 07 (52 individu). dapat dicatat bahwa “mushroom coral” (CMR) yaitu karang jamur Fungia spp. dicatat mendominasi lokasi transek.744 individu pada luasan area 8. P. di utara kecamatan ini dicatat di lokasi DPL Mattiro Baji.dengan jumlah jenis karang batu 35 jenis dengan persentase jumlah individu 70 %. Jumlah dan persentase karang di bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas. P. Di stasiun-stasiun lainnya tidak ditemukan biota ini. Jumlah dan persentase karang. tertinggi dicatat di lokasi DPL Pulau Marasende. tertinggi di bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring. Saugi. dan hal ini dicatat di 5 stasiun transek saja. tertinggi di bagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas dicatat di lokasi DPL Pulau Sabaru. Lain halnya dengan biota Diadema setosum dimana di perairan DPL Kecamatan Liukkang Tuppabiring jumlahnya cukup banyak (tertinggi 68 individu). sebanyak 1280 individu dijumpai di lokasi Pulau Sarrapo Lompo. Dari 24 Daerah Pelindungan Laut (DPL) yang diamati di pulau-pulau di Kecamatan Liukang Tuppabiring utara dan selatan perairan Kabupaten Pangkep. Baddi. yaitu dicatat di lokasi DPL Mattiro Deceng. sedangkan Diadema setosum tetinggi dijumpai di lokasi Pulau Balang Lompo dengan jumlah individu sebanyak 60 individu. Jumlah dan persentase karang batu. Biota ini ditemukan di hampir semua lokasi kecuali di KAL 02 dan KAL 03. dengan jumlah jenis karang batu 43 jenis dengan persentase jumlah individu 86 %. Hasil pengamatan di 24 stasiun pada 17 lokasi (Kecamatan Liukkang Tuppabiring) menunjukkan bahwa kelimpahan ratarata biota megabentos tertinggi yaitu Fungia spp.400 m2. di lokasi Liukkang Kalmas jumlahnya sangat sedikit. Berdasarkan kelimpahan total ikan karang pada dua puluh empat lokasi DPL ternyata Jenis Chromis ternatensis merupakan jenis ikan karang yang memiliki kelimpahan iii .

ikan kerapu (termasuk dalam suku Serranidae) 197 individu. yaitu sebesar 3.955 individu. • Hal-hal yang perlu diperhatikan ialah kondisi geografi. iv . mengingat ada DPL yang ukurannya luas dan ada yang sempit. • Penarikan batas wilayah DPL sebaiknya seragam. seperti ikan kakap (termasuk kedalam suku Lutjanidae) yaitu 334 individu/6650 m2.• • • tertinggi dibandingkan dengan jenis ikan karang lainnya. suku Chaetodontidae) yang merupakan ikan indikator untuk menilai kesehatan terumbu karang memiliki kelimpahan 864 individu. ikan ekor kuning (termasuk dalam suku Caesionidae) yaitu 470 individu. sehingga secara detail tidak dapat dibuat suatu kesimpulan. SARAN Beberapa saran dapat dikemukakan dalam pengamatan di lokasi ini sebagai berikut : • Perlu adanya keseragaman kriteria dalam penentuan batas suatu DPL. seperti kondisi pesisir pantai yang landai atau terjal. Hasil pengamatan di dalam laporan ini diuraikan secara deskriptif dan tidak dilakukan analisa secara statistik. dimulai dari ujung tubir hingga ke arah garis pantai sejajar dengan lebar rataan terumbu. • Keberadaan DPL hendaknya dapat mewakili keseluruhan desa secara merata di Kabupaten Pangkep. (1200 individu). Ikan kepe-kepe (Butterfly fish. batimetri dan kondisi pantai maupun pesisir lainnya. • Atau juga lokasi yang wilayahnya ditentukan hanya pada wilayah tubir dan sejajar mengikuti bentuk tubir. Kelimpahan beberapa jenis ikan ekonomis penting yang termasuk dalam kategori ikan target yang ditemukan di 19 lokasi DPL Kecamatan Liukkang Kalmas. kemudian diikuti oleh Chromis viridis (2375 individu) dan Sthelophorus sp.

untuk itu kritik dan saran yang membangun kami harapkan.Dr. Salah satu diantaranya penelitian ekologi terumbu karang untuk mendapatkan data dasar (baseline data) di lokasi-lokasi COREMAP. Hasil studi baseline akan dipakai sebagai data dasar. berupa data rujukan untuk pengamatan selanjutnya dengan metode yang sama dan di lokasi yang sama. v .KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa.LIPI Prof. Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi kita semua. kini telah memasuki Fase kedua. sehingga buku tentang studi baseline terumbu karang dengan metode ”PIT” dapat tersusun dengan baik. Jakarta. COREMAP yang telah direncanakan berlangsung selama 15 tahun yang terbagi dalam 3 Fase. Kegiatan baseline ini bertujuan untuk mengetahui kondisi awal terumbu karang di lokasi tersebut. Pada kesempatan ini pula kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan penelitian lapangan dan analisa data. dengan penyandang dana dari ”World Bank” (WB).Kami menyadari .Ir.Sc. yang telah memberikan karunia berupa wilayah perairan laut Indonesia yang sangat luas dan keanekaragaman hayatinya yang dapat dimanfaatkan baik untuk kemakmuran rakyat maupun untuk objek penelitian ilmiah. demi kesempurnaan buku ini. Khususnya di lokasi ”Daerah Perlindungan Laut” (DPL) yang dicanangkan oleh penduduk setempat. buku ini belum sempurna dan banyak kekurangan. M. Pada Fase ini beberapa penelitian telah dilakukan. Desember 2008 Direktur CRITC-COREMAP II .Kurnaen Sumadiharga. dilakukan pengamatan dengan menggunakan metode ”Point Intercept Transect” (PIT). Sebagaimana diketahui. yang lebih sederhana tapi menghasilkan data yang lebih cepat dan terukur.

......3......4...........4........ LATAR BELAKANG ………………………............2..... HASIL ……………………………………………...DAFTAR ISI RINGKASAN EKSEKUTIF ……………………………………….............................................. SIG (Sistem Informasi Geografis) Karang ........... II............4....... III.2............ BAB III.1.... BAB II......... TUJUAN PENELITIAN …………………………... LAMPIRAN ........................................... vi ......... SARAN ……………………………………………. LOKASI PENELITIAN …………………………….............4............... DAFTAR GAMBAR ……………………………………………........3..... DAFTAR TABEL ……………………………………………............ DAFTAR LAMPIRAN ……………………………………………... PENDAHULUAN …………………………………….... III.... II.......4... RUANG LINGKUP PENELITIAN ………………….......... Hasil Pengamatan Megabentos .. B. III.1.............1............ PELAKSANAAN PENELITIAN …………………............ Megabentos ..... PENDAHULUAN ……………………………………..2............. C.. METODE PENARIKAN SAMPEL DAN ANALISA DATA .4... Hasil pengamatan Ikan Karang ...... BAB I.... UCAPAN TERIMA KASIH .........4..... Hasil Pengamatan SIG Hasil Pengamatan Karang .......................2... WAKTU PENELITIAN ………………………….... II........... III................................................................... I..............1................ II.........3..................... II.. II................ HASIL PENGAMATAN.................... I.............. I.. DAFTAR PUSTAKA .3... A..... METODE PENELITIAN ……………………………….... II. Ikan Karang .................. DAFTAR ISI ……………………………………………………….. i i ii Iv v Vi Vii x xiii 1 1 2 3 4 4 6 6 6 7 10 11 12 13 13 16 54 57 62 63 64 KATA PENGANTAR …………………………………………….. II..

......... biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Bombang. Kulambing.. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Bulu.. 30 Tabel 8.. P.. 2008..... Salemo.... bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring. bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring.... biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Kanja..... 31 vii ...... Gosong Batu Siborange..... biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Labangeng........ P............. 21 Tabel 3. P.DAFTAR TABEL Tabel 1... 2008. Kabupaten Pangkep. Jumlah dan persentase karang........ Jumlah dan persentase karang..... bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring... Jumlah dan persentase karang. Sarappo Lompo..... Kabupaten Pangkep. 2008. Kabupaten Pangkep.. 19 Tabel 2... Saugi. Jumlah dan persentase karang.. Kabupaten Pangkep... 2008... P.. bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring...... P.. P. 2008.... biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Baji. Jumlah dan persentase karang........... Kabupaten Pangkep. 2008... bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring....... 28 Tabel 7... Jumlah dan persentase karang. Podangpodang Lompo... 2008.. Jumlah dan persentase karang.. Jumlah dan persentase karang. Laia. P...... bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring... 2008.. 26 Tabel 6... bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring......P.. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Uleng. 23 Tabel 4. bagian utara Kecamatan Liukkang Tupabiring....... biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Dolangeng. 24 Tabel 5. Kabupaten Pangkep.... Kabupaten Pangkep. Sabutung.. Kabupaten Pangkep.. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Langi.. Karangrang..

Bontosua. 45 Tabel 16.. bagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas..... biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Sompe.. 2008.... 38 Tabel 13.......... Jumlah dan persentase karang.... Jumlah dan persentase karang.. bagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas..... Jumlah dan persentase karang... 2008...... Kabupaten Pangkep... 2008.... P.......... 37 Tabel 12....... bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas.Tabel 9....... Sanane.... bagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas.. Baddi.. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Pulau Sabaru...... Jumlah dan persentase karang........ P.... bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring. Jumlah dan persentase karang. Kabupaten Pangkep......... bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring....... 2008.. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Adae.............. bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas.... biota bentik dan substrat di lokasi DPL Pulau Doang-Doangan Lompo..... biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Deceng... Kabupaten Pangkep......... 2008..... 2008........ bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring.... 2008.............. Kabupaten Pangkep..... 48 viii ..... Jumlah dan persentase karang........ P. 33 Tabel 10...... bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring. Jumlah dan persentase karang........ Kabupaten Pangkep. P............. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Bone..... 42 Tabel 15. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Pulau Doang-Doangan Caddi.... 40 Tabel 14........ Kabupaten Pangkep.. 47 Tabel 17........ 35 Tabel 11. Kabupaten Pangkep........ biota bentik dan substrat di lokasi DPL Pulau Kalukalukuang.... Jumlah dan persentase karang... Kabupaten Pangkep..... Jumlah dan persentase karang...... Kabupaten Pangkep.. 2008..... biota bentik dan substrat lokasi DPL Takat Sarassa. 2008..... Balang Lompo....

....... bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas............... biota bentik dan substrat di lokasi DPL Pulau Marasende... bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas.. Dua puluh jenis ikan karang dengan kelimpahan tertinggi di lokasi DPL. 52 Tabel 20......... Kecamatan Liukkang Kalmas... 2008.. Kabupaten Pangkep..... Jumlah dan persentase karang...... Kabupaten Pangkep. 2008. Kabupaten Pangkep.. 60 ix .. 58 Tabel 21.... 2008... 50 Tabel 19........ Dua puluh jenis ikan karang dengan kelimpahan tertinggi di lokasi DPL............. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Pulau Dewakang Lompo......... Kecamatan Liukkang Tuppabiring..Tabel 18... 2008........ Kabupaten Pangkep... Jumlah dan persentase karang......

. Kabupaten Pangkep.. Peta stasiun DPL di bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring... 2008....... 2008.. Kabupaten Pangkep............................ 16 Gambar 5a.. biota bentik dan substrat hasil studi baseline dengan metode PIT di lokasi DPL...... 2008. Gambar 2...... 4 Gambar 1b... 5 5 Gambar 1c........ Kabupaten Pangkep....... 2008.................... 2008. Kabupaten Pangkep.................. bagian utara Kecamatan Liukkang Tupabbiring......... Peta bentuk dan luas DPL di bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring........... 14 Gambar 4a.....................................DAFTAR GAMBAR Gambar 1a... Kabupaten Pangkep..... Kabupaten Pangkep.. Kabupaten Pangkep................. 15 Gambar 4b. Peta bentuk dan luas DPL di bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas. Peta stasiun DPL di bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas.. Gambar 3a... Gambar 1d.................... 2008........ 2008. Kabupaten Pangkep.................... 18 x ........ Citra landsat komposit 453............ 2008. Peta bentuk dan luas DPL di bagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas.................. Peta stasiun DPL dibagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas.......... 2008........ Peta bentuk dan luas DPL di bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring. Persentase jumlah individu karang batu..... Peta stasiun DPL di bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring.... 6 8 13 Gambar 3b.. Kabupaten Pangkep..........

bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring........ Kabupaten Pangkep... 2008............... Kabupaten Pangkep. 44 Gambar 7a. bagian timur Kec. Liukkang Kalmas. bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring... Persentase jumlah individu karang batu... Liukkang Kalmas..... 2008. 2008...... 2008. 2008.. Kabupaten Pangkep.... 2008.. Kabupaten Pangkep...... 54 Gambar 7b...... Persentase jumlah individu karang batu. Kelimpahan ikan karang ........... hasil studi baseline deng0an metode “UVC” di lokasi DPL.......... 2008.. 56 Gambar 9a.... 55 Gambar 8a. Kelimpahan biota megabentos hasil studi baseline dengan metode “reef check” di lokasi DPL.. 59 xi ..... Persentase jumlah individu karang batu................... biota bentik dan substrat hasil studi baseline dengan metode PIT di lokasi DPL.......... bagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas. Kelimpahan biota megabentos hasil studi baseline dengan metode “reef check” di lokasi DPL.. biota bentik dan substrat hasil studi baseline dengan metode PIT............. Kabupaten Pangkep. 2008. bagian barat Kec.................... 56 Gambar 8b.. bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring Utara..... Kabupaten Pangkep. 44 Gambar 6b..... bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring. Kelimpahan biota megabentos hasil studi baseline dengan metode “reef check” di lokasi DPL. Kabupaten Pangkep...Gambar 5b. 19 Gambar 6a.. Kabupaten Pangkep... di lokasi DPL...... Kelimpahan biota megabentos hasil studi baseline dengan metode “reef check” di lokasi DPL....... biota bentik dan substrat hasil studi baseline dengan metode PIT di lokasi DPL. bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas........

. Kabupaten Pangkep.... bagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas.. Kelimpahan ikan karang. bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring Utara. bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas..... 62 xii ... 61 Gambar 10b.. 2008.. Kelimpahan ikan karang.... Kelimpahan ikan karang...Gambar 9b.. 59 Gambar 10a.. Kabupaten Pangkep........... Kabupaten Pangkep............ hasil studi baseline dengan metode “UVC” di lokasi DPL...... 2008......... hasil studi baseline dengan metode “UVC” di lokasi DPL... 2008... hasil studi baseline dengan metode “UVC” di lokasi DPL...

................ Sebaran karang batu di lokasi DPL Kecamatan Liukkang Kalmas... Lampiran 7.. 82 Pangkep........... Pangkep.. Kabu- 73 80 Lampiran 5..DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1.. 2008.......... Kabupaten Pangkep. 2008. 2008..... Kabupaten Pangkep.. Lampiran 2. Posisi DPL di Kabupaten Pangkep............. Sebaran jenis ikan karang di lokasi DPL Kabupaten Kec....... 2008...... Kabupaten 64 66 Lampiran 3. Liukkang Kalmas........ paten Pangkep 2008.... Sebaran jenis ikan karang di lokasi DPL Kecamatan Liukkang Tuppabiring........... 81 Lampiran 6... Sebaran karang batu di lokasi DPL Kecamatan Liukkang Tuppabiring.... Kabupaten Pangkep. 2008........... Kelimpahan biota megabentos di lokasi DPL Kecamatan Liukkang Tuppabiring................ Lampiran 4............... 2008..... 100 xiii ..... Kelimpahan biota megabentos di lokasi DPL Kecamatan Liukkang Kalmas..

dengan harapan hasilnya dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi semua “stakeholders” (instansi pemerintah. apakah itu ke arah yang lebih baik ataupun semakin buruk. Dalam fase sebelumnya fase ini telah banyak kegiatan yang dilakukan untuk mengamati kondisi karang dan ekosistem terumbu karang. masing-masing mempunyai 1 . Hasil pengamatan kondisi terumbu karang Indonesia yang dilakukan oleh COREMAP menunjukkan bahwa hanya tinggal 6 % karang yang sangat baik dan 32 % kurang baik. pemerintah pusat maupun badan internasional untuk dapat mengurangi tekanan yang terjadi terhadap terumbu karang. akademisi dan kelompok masyarakat) dalam memanfaatkan kawasan laut sebagai sumber kehidupannya. Pulau-Pulau sekitar Kabupaten Pangkep merupakan salah satu kabupaten yang secara administratif termasuk dalam gugusan pulau-pulau yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan. membesarkan diri. Salah satu solusi yang diajukan adalah menciptakan kawasan konservasi laut daerah (KKLD) dengan fokus utamanya adalah daerah perlindungan laut (DPL). Komponen yang sangat penting dalam menyusun ekosistem ini adalah karang batu. perkembangan yang terjadi. melahirkan keturunan serta mencari makan. Metode-metode tersebut. PENDAHULUAN Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem perairan tropis yang memiliki produktivitas yang sangat tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk melihat kondisi karang yang ada di kawasan daerah perlindungan laut pulau-pulau Kabupaten Pangkep. moluska. Secara umum pulau-pulau yang ada di kabupaten ini mempunyai ekosistem pantai yang didominasi oleh terumbu karang dan ada sebagian pulau memiliki hutan bakau serta ekosistem lamun. ekinodermata dan rumput laut memanfaatkan lingkungan terumbu karang sebagai tempat hidup. Metode-metode pemantauan telah dilakukan dan di ujicobakan dalam kegiatan studi baseline maupun monitoring terumbu karang di lokasi-lokasi COREMAP. LATAR BELAKANG Program COREMAP telah terlaksana sampai ke Fase II. perusahan. Informasi ini menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah. Metodemetode yang dipakai disesuaikan dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai.BAB I. Biota-biota lain seperti ikan. LSM. Informasi tentang kondisi ekosistem terumbu karang dengan berbagai komponen bentik yang membentuknya sangat dibutuhkan dalam penilaian status keberadaannya.

Menganalisa hasil pengamatan untuk selanjutnya akan dijadikan sebagai bahan acuan dalam mengetahui perubahan yang terjadi di Daerah Perlindungan Laut (DPL) dan mencari jalan keluar untuk mengatasi perubahan atau kerusakan yang terjadi. Propinsi Sulawesi Selatan. dan untuk menjawab naik maupun turunnya persentase tutupan ataupun kehadiran karang hidup. namun kekurangannya terletak pada daya visualisasi sipengamat. Juga data biota bentik lainnya yang memiliki nilai ekonomis penting di lokasi daerah perlindungan laut (DPL) Kabupaten Pangkep. Untuk keperluan manajemen terumbu karang. yaitu di lokasi daerah perlindungan laut (DPL). Metode pemantauan dengan “Line Intercept Transect” dianggap terlalu ilmiah. Diharapkan masyarakat setempat yang diwakili oleh staf CRITC daerah dapat melakukan monitoring kondisi terumbu karang di lokasi-lokasi DPL yang sudah diawali dengan studi baseline di lokasi yang sama oleh staf CRITC pusat. Metode “Rapid Reef Resources Inventory” (RRI). dan kurang tepat untuk menjawab perubahan yang terjadi di suatu area terumbu karang yang luas karena hanya terpatok pada lokasi transek permanen saja.kekurangan maupun kelebihan. TUJUAN PENELITIAN Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : • Untuk mendapatkan data dasar tentang kondisi karang dan terumbu karang termasuk ikan karang. dapat dipakai untuk pemantauan suatu area terumbu karang yang luas dalam waktu yang singkat. Metode ini diujicobakan di lokasi-lokasi konservasi yang dipatok oleh masyarakat desa setempat. metode ini lebih cocok. karena dapat menghasilkan persentase tutupan kehadiran karang hidup dalam waktu yang singkat dan mencakup area yang luas. Metode ini lebih sederhana tapi terukur. Dengan demikian informasi akurat tentang perubahan kondisi terumbu karang yang terjadi di lokasi DPL dapat dicatat. • 2 . untuk kemudian dilakukan langkah pengelolaan selanjutnya. yang dipantau di suatu lokasi yang luas dalam waktu yang singkat digunakan metode “Point Intercept Transect” (PIT). Namun untuk menjawab keanekaragaman karang.

bentos dan ikan karang. yang meliputi verifikasi data lapangan dan pengelolaan data sehingga data lapangan bias disajikan dengan lebih informatif. Tahap pelaporan. 3 . dalam tahapan ini juga dilakukan persiapan penyediaan peta dasar untuk lokasi penelitian yang akan dilakukan.RUANG LINGKUP PENELITIAN Ruang lingkup pengamatan kondisi karang ini meliputi empat tahapan yaitu : 1. 3. meliputi kegiatan administrasi. Tahap pengumpulan data. 4. berupa laporan sementara dan laporan akhir dari kegiatan penelitian. Tahap persiapan. Tahap analisa data. Selain itu. yang dilakukan langsung di lapangan yang meliputi data tentang karang. 2. Pengadaan dan mobilisasi peralataan penelitian serta perencangan penelitian untuk memperlancar perlaksanaan survey di lapangan. koordinasi dengan tim penelitian baik yang berada di Jakarta maupun di daerah setempat.

Balang Lompo (PKPP 17 dan PKPP 18). METODE PENELITIAN II. Salemo (PKPP 01 dan PKPP 02). Saugi (PKPP 05 dan PKPP 06). Lokasi DPL ini terletak di 12 pulau yang meliputi 24 stasiun pengamatan yaitu Gosong Batu Siborange. P. LOKASI PENELITIAN Lokasi penelitian dipusatkan di Kabupaten Pangkep khususnya di lokasi DPL yang telah ditentukan. Karangrang (PKPP 11 dan PKPP 12).10). Peta stasiun DPL di bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring.04. meliputi Takat Sarassa (KAL 14.P. Podangpodang Lompo (PKPP 13 dan PKPP 14 ).02) di bagian timur.04). 4 . Gambar 1a.16). P.15. Kabupaten Pangkep. Marasende (KAL 17. P. di pesisir pulau-pulau kecil maupun takat (gosong). P. P. P. Sejumlah 19 transek telah dilakukan di pulau-pulau tersebut (Gambar 1c dan 1d). P. Sibutung (PKPP 03 dan PKPP 04). Sarappo Lompo (PKPP 15 dan PKPP 16 ). Sabaru (KAL11. Dan Kecamatan Liukkang Kalmas (Gambar 1c dan 1d).08). di bagian barat.BAB II. P. P. Bontosua (PKPP 21 dan PKPP 22) dan P.19) dan P. P. di pulau-pulau di perairan Kecamatan Liukkang Tuppabiring (Gambar 1a dan 1b). 2008. juga dilakukan studi baseline di Kecamatan Liukkang Kalmas. Ke arah barat. dan P.18. Laia (PKPP 09 dan PKPP 10).07.1. Baddi (PKPP 23 dan PKPP 24). Sanane (PKPP 19 dan PKPP20 ). P. Kalulalukuang (KAL09. Doang-Doangan Lompo (KAL 03. P.12.13). P. Doang-Doangan Caddi (KAL 06. P. Dewakang Lompo (KAL 01. Kulambing (PKPP 07 dan PKPP 08).

Peta stasiun DPL dibagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas. Kabupaten Pangkep. Kabupaten Pangkep. 2008. 2008. Peta stasiun DPL di bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring. Gambar 1c.Gambar 1b. 5 .

METODE PENARIKAN SAMPEL DAN ANALISA DATA Metode penarikan sampel diuraikan berdasarkan masingmasing substansi yang terlibat dalam penelitian ini. dibantu oleh beberapa Staf dan teknisi Puslit Oseanografi LIPI Jakarta dan personal CRITC daerah setempat.2. Nama-nama DPL di masing-masing pulau dan lokasi dapat dilihat dalam Lampiran 1. Kabupaten Pangkep.3. II.Gambar 1d. 2008. 6 . 4. WAKTU PENELITIAN Pengamatan kondisi karang dan biota lainnya di lokasi DPL Kabupaten Pangkep dilakukan pada bulan November 2008. II. PELAKSANA PENELITIAN Penelitian dilakukan oleh Staf CRITC-COREMAP-LIPI Jakarta. Peta stasiun DPL di bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas. II.

Ukuran terkecil objek yang diwakili oleh satu piksel pada citra multispektral (saluran 1. Saluran tampak digunakan untuk identifikasi objek di terumbu karang. Saluran panjang gelombang yang digunakan pada penelitian ini adalah saluran tampak hingga inframerah dekat. 4. 2. 5. sehingga dapat dibedakan dengan vegetasi lainnya menggunakan saluran 5 ini. Koreksi radiometri dilakukan untuk mengatasi distorsi citra yang menyebabkan gangguan yang sifatnya spektral. Pada citra level 1G. dan 5. Warna jingga mewakili warna vegetasi yang ditonjolkan oleh saluran 4. 2. Hal ini disebabkan karena saluran 5 merupakan saluran inframerah tengah yang peka terhadap kelembaban lahan. dan warna gelap menunjukkan pada objek tersebut terletak pada lahan yang basah.1. yang merekam keseluruhan Kepulauan Kabupaten Raja Ampat. 3. dan 3 yang merupakan saluran tampak. Mangrove tumbuh pada lahan basah. Pembedaan objek vegetasi mangrove dengan vegetasi lainnya dilakukan dengan memanfaatkan saluran 5. Liputan citra yang digunakan adalah liputan 2 scene Landsat dengan ukuran masing – masing 185 km x 185 km persegi pada liputan path/row 113/064 dan 113/065. dalam hal ini mangrove. digunakan untuk membatasi wilayah daratan dan perairan serta untuk membedakan objek vegetasi. dan 7) mewakili area permukaan bumi dengan ukuran 30 m x 30 m persegi. 1999). saluran tersebut terdapat pada saluran 1. sedangkan koreksi geometri dilakukan untuk gangguan yang sifatnya spasial. 1996). karena pada panjang gelombang ini. sehingga citra tersebut sudah mengalami restorasi citra yang mencakup koreksi radiometri dan koreksi geometri. 2. 4. SIG (Sistem Informasi Geografis) Penyiapan Peta Dasar Peta dasar terumbu karang dibuat dengan memanfaatkan data citra satelit Landsat. Identifikasi objek pada terumbu karang dilakukan dengan memanfaatkan kombinasi saluran 1.II. 7 . Citra yang digunakan merupakan citra satelit Landsat ETM+ 7 level 1G. Saluran 4 yang merupakan saluran inframerah dekat.4. sinar sanggup menembus kolom air hingga kedalaman 20 meter (Campbell. 3. koreksi geometri yang dilakukan adalah koreksi geometri untuk kesalahan atau distorsi yang sifatnya sistematis sehingga sudah diperhitungkan sebelumnya (NASA. Pada citra Landsat. Ciri khas lahan yang ditumbuhi mangrove pada citra komposit saluran 453 adalah berwarna jingga gelap (Gambar 2).

Peta ini digunakan sebagai bahan untuk pemilihan lokasi sampling dan alat bantu navigasi di lapangan. Peta tentatif ini selanjutnya akan dijadikan sebagai peta dasar terumbu karang setelah diuji/dikoreksi dengan keadaan sesungguhnya dilapangan. Citra landsat komposit 453. Apabila nilai piksel minimum tidak sama dengan nol. 2. yaitu digitisasi langsung pada layar monitor computer. Digitisasi dilakukan dengan teknik ”on-screen digitizing”. maka dilakukan proses digitisasi garis pantai untuk memisahkan objek daratan/pulau dan perairan/laut. ”Masking” liputan awan dilakukan dengan jalan mengambil beberapa sampel (training area) nilai digital awan dan kemudian nilai digital tersebut dijadikan acuan untuk pembuatan citra ”masking”. Langkahlangkah penyusunannya adalah sebagai berikut: 1. Hal ini dilakukan dengan asumsi nilai digital minimum citra seharusnya nol.Mangrove Vegetasi lainnya Gambar 2. yang meliputi penghilangan pengaruh gangguan atmosfer dengan jalan mengurangi nilai piksel pada seluruh liputan citra dengan nilai digital minimum citra. Setelah citra bebas dari tutupan awan. Kebaikan metode ”on-screen 8 . maka ada nilai bias yang dipandang sebagai hasil dari hamburan atmosfer. Citra masking tersebut kemudian digunakan untuk mengekstrak liputan citra yang tidak tertutup awan. 3. Menghilangkan pengaruh awan dengan cara meng-eliminasi liputan awan dengan metode ”masking”. Penyiapan citra. Peta sebaran terumbu karang dan mangrove tentatif dibuat terlebih dahulu di laboratorium sebelum dilakukan kerja lapangan.

Lokasi sampel yang berupa informasi koordinat. Berdasarkan peta tentative tersebut kemudian dipilih lokasilokasi sampel secara acak. Tugas operator lebih mudah dari pada menggunakan alat “digitizer”. 1991) adalah : 1. Setelah objek perairan dipisahkan dari daratan. Pada wilayah dengan rataan terumbu karang yang sempit dan menempel pada pulau. 3. Informasi koordinat tersebut bersifat sementara. proses digitasi dan perbaikan dalam satu tempat dan satu waktu. Data hasil lapangan digunakan selanjutnya untuk interpretasi ulang dan digitisasi ulang sehingga diperoleh batas yang lebih akurat. garis batas DPL ditarik mulai dari wilayah 9 . 5. Agar diperoleh hasil yang memadai. juga ditajamkan dengan teknik ”linier stretching”. 2. Untuk identifikasi mangrove. 4. Lebih teliti. adanya fasilitas “zooming” memungkinkan operator meletakkan posisi tepat ditengah garis yang didigitasi. dan di tajamkan dengan teknik ”linier stretching”. bahkan di atas laut ketelitiannya bias mencapai 5 meter. merupakan DPL yang digunakan untuk perlindungan ekosistem terumbu karang. Digitisasi dilakukan dengan memanfaatkan saluran 4 untuk mempertegas batas antara daratan dan zona perairan. juga dilakukan dengan jalan digitisasi pada batas areal mangrove dengan memanfaatkan komposit citra 453. digunakan sebagai panduan pada saat ke lapangan dengan bantuan alat navigasi GPS (Global Positioning System).000. digitisasi dilakukan pada perbesaran/skala 1:25. dengan cara yang sama pada mintakat laut didigitisasi batas terluar dari mintakat terumbu. GPS yang digunakan saat kerja lapangan adalah GPS Map GARMIN 76 C dengan ketelitian posisi absolute sekitar 15 meter. Letak DPL bervariasi tergantung pada karakteristik lingkungan disekitarnya.digitizing” dibanding metode digitasi manual (Stefanovic. DPL yang dibuat oleh penduduk/masyarakat. Pemetaan Daerah Perlindungan Laut (DPL) Pemetaan DPL dilakukan dengan memanfaatkan informasi koordinat batas DPL yang tersedia di daerah kajian. sehingga informasi lebih lanjut/detil didapatkan melalui keterangan penduduk setempat. Lebih cepat. Komposit citra yang digunakan adalah komposit citra 321.

elevasi dari permukaan laut rata-rata bidang ellipsoid. Setelah peta dibawa ke lapangan. alat tulis dalam air (kertas. Langkah-langkah pemetaannya adalah sebagai berikut: 1. pita berskala (100 m).2. papan pengalas. perahu motor (rubber boat). titik-titik tersebut dihubungkan dengan garis sehingga membentuk sebuah batas DPL. Data ini diolah didalam perangkat lunak SIG menjadi peta sebaran titik. biota bentik dan substrat (komponen bentik) ialah peralatan selam lengkap (SCUBA). 3. pensil). Hasil peta garis batas tersebut kemudian dibangun topologinya menjadi sebuah topologi polygon agar dapat diketahui luasan area DPL tersebut. Data yang diambil dari GPS merupakan data koordinat ujung-ujung batas DPL yang bentuknya berupa data tabular. panjang transek 25 meter. serta informasi tambahan lainnya seperti waktu pengambilan titik. melalui informasi yang didapat di lapangan baik melalui informasi penduduk maupun dari dinas terkait. Karang Bahan yang dibutuhkan untuk pengamatan karang. Pembuatan peta DPL dilakukan di laboratorium dengan memanfaatkan perangkat lunak SIG dan pengolah data tabular (excel). Untuk wilayah dengan rataan terumbu karang yang luas. Penyiapan peta tentatif posisi DPL dilakukan dengan jalan memasukkan koordinat DPL sementara berdasarkan informasi awal ke dalam peta dasar terumbu karang yang dikombinasikan dengan data citra satelit. Metode yang digunakan adalah metode transek garis. maka ujung-ujung batas DPL dipetakan dengan mencatat koordinatnya menggunakan alat GPS. martil (palu) dan tali plastik (nilon) ukuran diameter 6 mm. dibentangkan sejajar garis pantai dimana daratan/pulau berada di sebelah kiri. Pencatatan kehadiran koloni 10 . identitas titik. Pembuatan sket bentuk DPL juga dilakukan agar dapat digunakan sebagai panduan dalam penarikan garis batas pada saat pembuatan peta DPL. 2.4. batas DPL dibuat mulai dari tubir terumbu hingga batas wilayah yang memiliki karang. II. Kemudian. Data tabular GPS mencatat informasi koordinat longitude dan latitude. Peta tentatif ini nantinya digunakan sebagai panduan untuk mendatangi lokasi yang diduga sebagai DPL pada saat kerja lapangan.yang terdapat karang hingga kea rah garis pantai. besi (diameter ± 20 mm) dengan panjang 30 cm yang digunakan sebagai patok. dan symbol titik.

50. Untuk analisa data hanya dilakukan secara deskriptif. dengan perhitungan persentase komponen bentik sebagai berikut : Jumlah Tiap Komponen (%) Jumlah Individu = ----------------------------Total Komponen II. panjangnya < 20 cm) ƒ Trochus niloticus (lola) x 100 % 11 . 1. Megabentos Sampling dilakukan sesudah kegiatan PIT. panjangnya ≥ 20 cm) ƒ “Small Giant Clam” (kima ukuran kecil.5 dan seterusnya sampai ke titik 25. atau Serriatopora spp. Biota yang dicatat jumlah individunya sepanjang transek ialah : ƒ Lobster (udang barong) ƒ ”Banded coral shrimp” (udang karang kecil yang hidup di sela cabang karang Acropora spp. Secara teknis di lapangan.3.4. Total bidang pengambilan/pencatatan biota makrobentik : (2 X 25) m2 = 50 m2. Disamping itu untuk melengkapi laporan ini dibuat deskripsi lokasi dan gambar bentuk dasar perairan tiap lokasi. yang dicatat ialah komponen bentik dimulai dari titik 0. panjangnya < 20 cm) ƒ “Large Giant Clam” (kima ukuran besar. 50 titik. panjangnya ≥ 20 cm ) ƒ “Small Holothurian” (teripang ukuran kecil. Hasil pengamatan disajikan dalam bentuk Tabel maupun peta tematik.) ƒ Acanthaster planci (bintang bulu seribu) ƒ Diadema setosum (bulu babi hitam) ƒ “Pencil sea urchin” (bulu babi seperti pensil) ƒ “Large Holothurian” (teripang ukuran besar. Transek dilakukan di daerah lereng terumbu bagian atas dengan asumsi pertumbuhan karang batu cukup baik di area ini. biota bentik dan substrat. Pocillopora spp. Data pengamatan selanjutnya disusun dalam bentuk tabel untuk kepentingan analisa lanjutan antara lain untuk melihat persentase kehadiran jenis karang. dengan metode ”Reef Check” pada transek yang sama sepanjang 25 m dan dengan lebar 1 meter ke kanan dan 1 meter ke kiri dari garis transek.50. Total jumlah titik yang dilalui dan dicatat. biota bentos maupun substrat yang dilewati atau berada di bawah garis transek dicatat dengan interval 50 cm. 1. 2. 2.karang dilakukan dengan “Point Intercept Transect (PIT)“ Tiap koloni karang.

Fungia spp. Ikan-ikan indikator. Ikan-ikan indikator diwakili oleh famili Chaetodontidae (ikan kepe-kepe). (1984). b.5 m di sebelah kiri dan sebelah kanan garis transek sepanjang 25 m dicatat jenis dan jumlahnya. c. Ikan Karang Seperti halnya karang.4. Data kelimpahan tiap jenis ikan karang yang dicatat dimasingmasing stasiun transek. Ikan-ikan target. yaitu: a. dan Blenniidae (ikan peniru). et al.) II. berukuran kecil yang hidup disela-sela karang) ƒ “Mushroom coral’ (karang jamur. Biasanya mereka menjadikan terumbu karang sebagai tempat pemijahan dan sarang / daerah asuhan.. ditampilkan dalam bentuk tabel dan peta tematik. Identifikasi jenis ikan karang mengacu kepada Matsuda. Caesionidae (ikan ekor kuning). serta cenderung bersifat teritorial. Ikan-ikan target ini diwakili oleh famili Serranidae (ikan kerapu). Khusus untuk ikan kerapu (grouper) digunakan acuan dari Randall and Heemstra (1991) dan Heemstra dan Randall (1993). 12 . Kelompok ini umumnya ditemukan melimpah. dengan karakteristik warna yang beragam sehingga dikenal sebagai ikan hias. Lethrinidae (ikan lencam). merupakan jenis ikan berukuran kecil. pengamatan ikan dilakukan di sepanjang garis transek. yaitu jenis ikan karang yang khas mendiami daerah terumbu karang dan menjadi indikator kesuburan ekosistem daerah tersebut. Ikan-ikan major. baik dalam jumlah individu maupun jenisnya.ƒ Drupella (sejenis keong.4. Metode yang digunakan yaitu metode ”Underwater Fish Visual Census” (UVC). et al. Sehingga luas bidang yang teramati per transeknya yaitu (5 x 25) = 125 m2. diwakili oleh famili Pomacentridae (ikan betok laut). Kuiter (1992) dan Lieske dan Myers (1994). umumnya 5–25 cm. Jenis-jenis ikan yang didata dikelompokkan ke dalam 3 kelompok utama (ENGLISH. 1997). Siganidae (ikan baronang). Haemulidae (ikan bibir tebal). Labridae (ikan sapu-sapu). yaitu ikan ekonomis penting dan biasa ditangkap untuk konsumsi. Selain itu juga dihitung kelimpahan jenis ikan karang dalam satuan unit individu/transek. dimana ikan-ikan yang dijumpai pada jarak 2. Scaridae (ikan kakak tua) dan Acanthuridae (ikan pakol). Apogonidae (ikan serinding). Lutjanidae (ikan kakap). Nemipteridae (ikan kurisi). Ikan-ikan ini sepanjang hidupnya berada diperairan terumbu karang.

Penelitian dilakukan di Kabupaten Pangkajene Kepulauan mencakup Kecamatan Liukkang Tupabbiring dan Kecamatan Liukkang Kalmas. Karena luasnya pulau. Posisi masing-masing DPL disajikan dalam lampiran. peta-peta yang ditampilkan dipilah menjadi beberapa gambar. Gambar 3a. di Kecamatan Liukkang Tupabbiring terdapat 12 DPL yang tersebar mulai dari utara Pulau Salemo hingga Pulau Badi. Peta bentuk dan luas DPL di bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring. untuk menjadikan lebih informatif. Berdasarkan hasil penelusuran lapangan. HASIL PENGAMATAN Hasil pengamatan akan diuraikan berdasarkan masing-masing substansi yang diamati. dapat berada 13 . Begitu juga di Kecamatan Liukkang Kalmas. III. yaitu SIG.III. karang. terdapat 7 DPL yang tersebar dari Pulau Pemantuan di sebelah Barat membujur ke bagian Timur hingga Pulau Dewakang Lompo. Letak DPL bervariasi.1. Hasil Pengamatan SIG Hasil pengamatan SIG disajikan dalam bentuk peta yang menggambarkan polygon dan luas daerah DPL di Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Gambar 3 dan 4). 2008. Kabupaten Pangkep. megabentos dan ikan karang.

5 Ha dan mencakup seluruh wilayah gosong (patch reef). Gambar 3b. Bentuk bidang wilayah DPL sebagian besar cenderung teratur membentuk bidang persegi. Hanya DPL Mattiro Deceng yang terdapat dirataan terumbu Pulau Badi yang berbeda bentuknya 14 .di ujung “fringing reef“ (tubir) atau terdapat juga di wilayah “patch reef” (gosong). Peta bentuk dan luas DPL di bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring. DPL tersempit terdapat di sebelah Timur Pulau Karanrang yang merupakan wilayah Desa Mattiro Bulu. DPL di wilayah tersebut memiliki luas 0. hal ini dimaksudkan agar mudah didalam pengelolaannya. DPL ini terdapat di sebelah Selatan rataan terumbu Pulau Bontosua dengan bentuk persegi empat dan keliling ± 2. Jika dicermati pada peta.7 kilometer. Bentuk DPL berupa bidang segiempat dengan keliling wilayahnya sepanjang ± 281 meter. Luasan dan bentuk DPL di Kecamatan Liukkang Tupabbiring dapat dilihat pada peta lokasi di Gambar 1 dan Gambar 2. Lebar rataan terumbu pada wilayah tersebut dapat mencapai hingga lebih dari 400 meter. Kabupaten Pangkep. wilayah DPL tersebut meliputi tubir rataan terumbu hingga pangkal terumbu yang terletak di garis pantai pulau. Sempitnya wilayah DPL disebabkan karena gosong yang dijadikan wilayah DPL memang merupakan gosong yang sempit.7 ha. Berdasarkan peta tersebut dapat diketahui bahwa DPL terluas terdapat di Desa Mattiro Adae dengan luas 47. 2008.

Pada DPL tersebut. 15 . Wilayah Kecamatan Liukkang Kalmas terletak cukup jauh dari wilayah daratan Kabupaten Pangkajene Kepulauan dengan jarak ± 187 kilometer.2 Kilometer. 2008.54 ha. Pada garis pantai bentuk batas DPL mengikuti lekuk garis pantai dan pada wilayah tubir terumbu polanya mengikuti bentuk batas terumbu. sehingga bentuk bidang wilayahnya tidak berbentuk persegi pada umumnya. yaitu seluas 107. Kabupaten Pangkep. Luas DPL Mattiro Deceng tersebut adalah 25. Jika dilihat pada dan Gambar 4a dan 4b. DPL terluas pada Kecamatan ini juga terdapat pada rataan terumbu pulau tersebut. sehingga memungkinkan membentuk suatu wilayah DPL yang cukup luas. Gambar 4a. Bentuk bidang DPL memanjang dari pangkal terumbu pada garis pantai hingga ke ujung tubir terumbu. dapat diketahui bahwa tidak semua DPL yang terdapat pada rataan terumbu yang lebar memiliki wilayah DPL yang luas.1 Ha dengan lebar rataan terumbu ± 600 meter.8 ha dengan lebar terumbu mencapai ± 1. pembatasan wilayah DPL dimulai dari pangkal rataan terumbu yang berupa garis pantai hingga ke ujung tubir terumbu. Kecamatan ini wilayahnya berupa kepulauan dengan Pulau terbesar adalah Pulau Doangdoangan Besar dengan luas ± 1332.dengan DPL lainnya. Peta bentuk dan luas DPL di bagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas.

meliputi bagian pulau-pulau di bagian timur dan barat 16 . Lokasi DPL tersebut terletak di sebelah utara Pulau Pemantuan dan merupakan wilayah paling utara dari Kecamatan Liukkang Kalmas. Dari ke-7 DPL yang ada pada kecamatan ini. Dengan demikian maka ada 98.72 ha. III. dan 19 stasiun di perairan Kecamatan Liukkang Kalmas. Kabupaten Pangkep.25 %. Hal ini sangat tergantung pada kepentingan masyarakat setempat yang memilih lokasi tersebut.75 % luas terumbu karang di kedua kecamatan ini yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan lainnya. Hasil Pengamatan Karang Pengamatan karang di lokasi DPL Kabupaten Pangkep dilakukan di 24 stasiun transek di 12 pulau di Kecamatan Liukkang Tuppabiring. 2008. Peta bentuk dan luas DPL di bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas. Berdasarkan perhitungan luas DPL melalui analisa SIG. 2007).86 ha (LIPI. 2006.Gambar 4b.2. maka persentase total luas DPL terhadap luas terumbu karang adalah 1. maka jumlah total luas DPL yang terdapat di Kecamatan LIukkang Tuppabiring dan Liukkang Kalmas sebesar 432.3 ha. hanya DPL Takat Sarassa saja yang terdapat di “patch reef” (gosong) dengan luas 16. tersebar di pulau-pulau di sebelah utara dan selatan wilayah kecamatan. Jika dibandingkan dengan total luas terumbu karang di kedua kecamatan tersebut yaitu 34589.

Karena lokasi ini merupakan gosong pulau.Salemo Lokasi ini merupakan gosong pulau (patch reef) yang terletak di tengah perairan. sedangkan untuk Kecamatan Liukkang Kalmas dapat dilihat dalam Gambar 6a dan 6b. Pulau-Pulau di bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring.. P. Di perairan Kecamatan Liukkang Kalmas. Pengamatan di lokasi ini dilakukan di 2 daerah perlindungan laut (DPL) yaitu PKPP 01 yang berada pada bagian selatan dan PKPP 02 yang berada pada bagian utara. Symphyllia spp. diuraikan selanjutnya. Untuk menampilkan peta yang lebih jelas dan informatif. Sedangkan di stasiun PKPP 02 didominasi oleh jenis karang masif seperti Goniopora spp. rata-rata panjang (sejajar garis pantai) 20 – 1000 meter. Bentuk dasar perairan agak landai sampai kedalaman ± 2 m. Favia spp. Kabupaten Pangkep 1.1. Hasil pengamatan yang disajikan dalam bentuk gambar dan tabel. dibuat 2 transek permanen.wilayah kecamatan. dimana terdapat banyak pulau-pulau kecil dengan rataan terumbu yang luas. hasil lengkapnya diuraikan berdasarkan wilayah kecamatan. jumlah transek umumnya lebih dari dua transek. Hasil pengamatan disajikan dalam bentuk tabel dan peta tematik.) untuk lokasi DPL di Kecamatan Liukkang Tuppabiring. Karang batu yang yang dominan ditemukan di lokasi PKPP 01 berasal dari jenis Porites cylindrica dan Acropora palifera. Hasil pengamatan tentang kondisi karang batu. hasil maupun peta tematik ditampilkan dalam beberapa gambar. yang tersusun dari pesisir utara wilayah kecamatan sampai ke arah barat daya. Gosong Batu Siborange.DPL Mattiro Bombang. Di masing-masing lokasi DPL di perairan utara dan selatan Kecamatan Liukkang Tupabiring. III... tidak terlalu jauh dari daratan utama Provinsi Sulawesi Selatan. dengan substrat dasar perairan berupa patahan karang dan pasir berlumpur. Selanjutnya.Hasil pengamatan di Kecamatan Liukkang Tuppabiring Pengamatan kondisi terumbu karang yaitu studi baseline di kecamatan ini dilakukan di lokasi DPL. mengingat areanya yang tidak terlalu luas.2. 17 . biota lain dan substrat ditampilkan dalam bentuk diagram pai (Gambar 5a dan 5b. Acropora spp. yang sudah ditentukan oleh masyarakat setempat. Lokasi DPL umumnya terletak di pesisir pulau-pulau kecil. maka tidak mempunyai daerah pantai.

serta beberapa jenis spong (SP). Hasil lengkap dari persentase jumlah individu karang batu dan komponen lainnya dapat dilihat pada Tabel 1. bagian utara Kecamatan Liukkang Tupabbiring. Komponen lain yang mempunyai persentase kehadiran tertinggi yaitu spong (SP) dan alga (FS) sebesar 16 % dengan jumlah individu sebanyak 8 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 01. 2008. gorgonia dan beberapa jenis ”Hydroid”. Kabupaten Pangkep. Karang batu dari marga Acropora persentase kehadiran sebesar 4 % yang dijumpai di kedua stasiun dan terdiri hanya 1 jenis yaitu Acropora palifera. 18 . Disamping itu ditemukan juga beberapa jenis Algae terutama dari jenis Eucheuma spinosum dan Halimeda sp. karang lunak (SC). Gambar 5a. Persentase jumlah individu karang batu. biota bentik dan substrat hasil studi baseline dengan metode PIT di lokasi DPL. Kondisi perairan pada saat pengamatan berlangsung mempunyai kecerahan yang rendah dimana terlihat adanya sedimentasi sehingga air menjadi keruh. Persentase kehadiran karang batu di lokasi PKPP 01 tertinggi yaitu dari karang batu non-Acropora sebesar 48 % dengan jumlah individu sebanyak 24 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 02.dan Porites lutea.

2008. Kabupaten Pangkep. Salemo. Jenis Karang Batu ACROPORA Acropora palifera Total NON-ACROPORA Cyphastrea chalcidicum Favia matthaii F. Tabel 1. Gosong Batu Siborange. Favites pentagona Goniastrea favulus Porites lutea P. bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring. Jumlah Individu PKPP 01 PKPP 02 2 2 0 0 0 1 0 0 1 2 1 2 2 1 2 3 0 1 1 1 0 0 % Jumlah Individu PKPP 01 PKPP 02 4 4 0 0 0 2 0 0 2 4 2 4 4 2 4 6 0 2 2 2 0 0 19 . biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Bombang. biota bentik dan substrat hasil studi baseline dengan metode PIT di lokasi DPL.Gambar 5b. bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring. Kabupaten Pangkep. P. Persentase jumlah individu karang batu. speciosa Favia sp. cylindrica Porites sp. Jumlah dan persentase karang. 2008.

Montipora spp. Pertumbuhan karang batu sampai kedalaman ± 4 m. Kecerahan pada saat pengamatan ± 5 m dan substrat dasarnya berupa patahan karang dan pasir. selanjutnya kedalaman diatas 4 m tidak terlihat adanya pertumbuhan karang batu tetapi didominasi oleh pasir. Pengamatan berlangsung pada areal yang agak miring (slope) dengan kemiringan ± 45º dimana diatasnya ditemukan karang batu dari jenis Fungia spp.. Porites cylindrica dan Echinopora horrida. Pulau Sabutung Pengamatan di lokasi ini dilakukan di 2 daerah perlindungan laut (DPL) yaitu stasiun PKPP 03 dan PKPP 04 yang merupakan gosong pulau yang berdekatan dengan pulau Sabutung.Symphyllia radians S.. Stasiun PKPP 04 tidak memiliki pantai berpasir karena lokasi ini hanya 20 . djiboutensis Lobophyllia pachysepta Leptastrea pruinosa Echinophyllia aspera Turbinaria messenterina Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S SI RK Total Jumlah Total 1 0 0 0 2 1 1 0 0 0 1 0 0 0 11 0 7 0 8 2 8 3 7 2 0 37 50 0 1 2 1 0 0 2 2 2 1 0 1 2 1 24 0 6 1 2 3 0 0 5 7 0 24 50 2 0 0 0 4 2 2 0 0 0 2 0 0 0 22 0 14 0 16 4 16 6 14 4 0 74 100 0 2 4 2 0 0 4 4 4 2 0 2 4 2 48 0 12 2 4 6 0 0 10 14 0 48 100 2. agaricia Diploastrea heliopora Platygyra lamellina Stylophora pistillata Galaxtrea astreata Oulophyllia crispa Goniopora stockesi Goniopora columna G. DPL Mattiro Kanja. Lokasi pengamatan PKPP 03 berjarak ± 500 m dari garis pantai kearah laut dan pantainya berpasir.

Hasil lengkap dari persentase jumlah individu karang batu dan komponen lain dapat dilihat pada Tabel 2. speciosa Montipora venosa Montipora sp M.P. aequituberculata Porites cylindrica Fungia fungites F. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Kanja. Substrat dasar peraian berupa pasir dimana diatasnya dijumpai “Turf Algae” dan beberapa jenis karang batu antara lain Pocillopora damicornis. Karang dari marga Acropora . Sabutung.merupakan gosong pulau (patch reef) yang berada pada kedalaman ± 2 m pada saat pengamatan berlangsung. brueggemanni Acropora sp Total NON-ACROPORA Favia matthaii F. Tabel 2. divaricata A. Heliopora coerulea dan Fungia spp. Pertumbuhan karang batu pada lokasi ini sampai kedalaman ± 4 m dan selanjutnya diatas kedalaman 4 m sudah tidak ada pertumbuhan karang batu hanya berupa pasir. Jumlah dan persentase karang. Kabupaten Pangkep. Komponen lain yang mempunyai persentase kehadiran tertinggi yaitu karang mati beralga (DCA) sebesar 20 % dengan jumlah individu sebanyak 5 individu yang ditemukan di stasiun PKPP 04. Kecerahan perairan pada saat pengamatan ± 3 m sehingga terlihat air keruh karena adanya sedimentasi. 2008. persentase kehadiran tertinggi yaitu 10 % dengan jumlah individu sebanyak 5 individu yang ditemukan di stasiun PKPP 04. mollucensis Jumlah Individu PKPP 03 PKPP 04 % Jumlah Individu PKPP 03 PKPP 04 3 0 0 0 3 1 1 0 1 1 14 0 1 0 1 2 2 5 0 0 1 0 0 5 1 0 6 0 0 0 6 2 2 0 2 2 28 0 2 0 2 4 4 10 0 0 2 0 0 10 2 0 21 . Persentase kehadiran karang batu tertinggi adalah karang non-Acropora sebesar 62 % dengan jumlah individu sebanyak 31 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 03. Jenis Karang Batu ACROPORA Acropora palifera A. bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring. Porites cylindrica. Disamping itu ditemukan juga fauna lain seperti “Tunicate” dan “Hydroid”.

Lokasi pengamatan kedua stasiun ini berada ± 800 m dari garis pantai pada daerah yang agak miring (slope) dengan kemiringan ± 20º. Lobophyllia corymbosa dan Acropora palifera. Bagian pantai didominasi oleh vegetasi berupa beberapa jenis tanaman pantai dengan pantai berpasir.Merulina scabricula Millepora tenella Pavona deccusatta Echinopora horrida Galaxtrea astreata Pocillopora damicornis Heliopora coerulea Pectinia alcicornis Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S SI RK Total Jumlah Total 2 2 1 4 0 0 0 3 31 0 4 0 4 0 0 3 4 1 0 16 50 0 0 1 0 1 2 2 0 13 0 10 2 6 1 3 1 9 0 0 32 50 4 4 2 8 0 0 0 6 62 0 8 0 8 0 0 6 8 2 0 32 100 0 0 2 0 2 4 4 0 26 0 20 4 12 2 6 2 18 0 0 64 100 3. Persentase kehadiran karang batu tertinggi yaitu karang non-Acropora sebesar 74 % dengan jumlah individu sebanyak 37 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 05.Pulau Saugi Pengamatan di lokasi ini dilakukan pada 2 daerah perlindungan laut (DPL) yaitu stasiun PKPP 05 dan PKPP 06 yang terdapat di Pulau Saugi. Demikian juga dengan karang Acropora tertinggi di 22 .5 m sedangkan di stasiun PKPP 06 sampai kedalaman 2 m. karang batu yang dominan yaitu Galaxea astreata. Kecerahan perairan pada saat pengmatan berlangsung ± 1. dan Turbinaria mesenterina. Sedangkan di stasiun PKPP 06. Jenis karang batu yang dominan di lokasi PKPP 05 yaitu Galaxea astreata. Substrat dasar perairan berupa pasir dan patahan karang. Porites spp.5 m yang menunjukkan bahwa perairan lokasi ini cukup keruh karena proses sedimentasi yang cukup tinggi. DPL Mattiro Baji. Pertumbuhan karang batu di stasiun PKPP 05 sampai kedalaman ± 1. serta beberapa jenis sponges.

2008. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Baji. cylindrica P. Hasil selengkapnya dari persentase jumlah individu karang batu dan komponen lainnya di lokasi ini dapat dilihat pada Tabel 3. Komponen lain yang tertinggi persentase kehadirannya yaitu spong sebesar 16 % dengan jumlah individu sebanyak 8 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 06. astreata Pocillopora damicornis Oxypora lacera Lobophyllia corymbosa Montastrea curta Turbinaria mesenterina Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS Jumlah Individu PKPP 05 PKPP 06 % Jumlah Individu PKPP 05 PKPP 06 4 1 2 7 1 0 2 0 1 0 0 1 1 28 1 1 1 0 0 37 0 3 0 3 0 0 0 0 1 1 0 3 0 1 1 1 1 0 0 20 0 0 0 1 3 31 0 4 0 8 1 1 8 2 4 14 2 0 4 0 2 0 0 2 2 56 2 2 2 0 0 74 0 6 0 6 0 0 0 0 2 2 0 6 0 2 2 2 2 0 0 40 0 0 0 2 6 62 0 8 0 16 2 2 23 . Saugi. fastigasi Total NON-ACROPORA Favites halicora Porites lutea P. bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring. P. Kabupaten Pangkep.jumpai di stasiun PKPP 05 sebesar 14 % dengan jumlah individu sebanyak 7 individu. Tabel 3. Jenis Karang Batu ACROPORA Acropora palifera Acropora sp A. lobata Merulina scabricula Hydnophora rigida Pavona decussata Seriatophora caliendrum Galaxea fascicularis G. Jumlah dan persentase karang.

Favia spp. Kabupaten Pangkep.. Hasil lengkap dari persentase jumlah individu karang batu dan komponen lain lokasi ini dapat dilihat pada Tabel 4. Substrat dasar perairan secara umum berupa pasir. Persentase kehadiran karang batu tertinggi yaitu karang non-Acropora sebesar 48 % dengan jumlah individu sebanyak 24 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 08. Goniastrea spp. Komponen lain yang terbanyak adalah fauna lain (OT) sebesar 44 % dengan jumlah individu sebanyak 22 individu yang dijumpai di stasiun PKK 07. 2008. Pertumbuhan karang batu sampai kedalaman ± 5 m.. sedangkan di stasiun PKPP 08 didominasi oleh jenis Euphyllia glabrescens.. Pulau Kulambing Pengamatan di lokasi ini dilakukan di 2 daerah perlindungan laut (DPL) yaitu stasiun PKPP 07 dan PKPP 08. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Uleng. Pectinia spp. Porites lobata. P. intermedia Total Jumlah Individu PKPP 07 PKPP 08 0 0 0 1 1 2 % Jumlah Individu PKPP 07 PKPP 08 0 0 0 2 2 4 24 . Jenis Karang Batu ACROPORA A. Tabel 4. patahan karang dan karang mati. Lobophyllia spp. DPL Mattiro Uleng. selajutnya didominasi oleh pasir.. Kecerahan perairan pada saat pengamatan berkisar antara 3–4 m. Jumlah dan persentase karang. Kulambing. Lokasi ini merupakan sebuah pulau kecil yang terletak di tengah perairan. Karang Acropora hanya terdapat di stasiun PKPP 08 sebanyak 2 individu dengan persentase kehadiran sebesar 4 %. Jenis karang batu yang dominan pada PKPP 07 yaitu Goniopora spp. Pectinia spp. Lobophyllia corymbosa. dan Astreopora spp. yang dijumpai cukup banyak.R S SI RK Total Jumlah Total 0 0 0 0 6 50 0 4 0 0 18 50 0 0 0 0 12 100 0 8 0 0 36 100 4. dan Fungia spp. selanjutnya dasar laut agak miring dengan kemiringan ± 60º (PKPP 07) sedangkan di DPL 08 kemiringan ± 30º. palifera A. Daerah rataan (reef flat) tidak terlalu lebar. bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring.

aequituberculata Plerogyra sinuosa Seriatophora caliendrum Leptoria phrygia Galaxea fascicularis G. Substrat dasar perairan berupa pasir dan patahan karang. minuta Lobophyllia hemprichii L. Karang batu yang dominan di stasiun 25 . abdita Goniastrea favulus Montipora informis M.NON-ACROPORA Favia maxima F. astreata Oxypora lacera Pectinia alcicornis Goniopora sp G. DPL Mattiro Labangeng. corymbosa Euphyllia glabrescens Montastrea curta Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S SI RK Total Jumlah Total 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 1 8 0 1 0 18 22 1 0 0 0 0 42 50 1 0 0 1 2 0 1 1 1 1 3 0 0 0 2 1 10 24 0 2 0 8 10 0 0 4 0 0 24 50 0 2 2 0 0 2 0 0 0 0 0 2 2 2 2 0 0 2 16 0 2 0 36 44 2 0 0 0 0 84 100 2 0 0 2 4 0 2 2 2 2 6 0 0 0 4 2 20 48 0 4 0 16 20 0 0 8 0 0 48 100 5. Pulau Laia Pengamatan di lokasi ini dilakukan di 2 stasiun daerah perlindungan laut (DPL) yaitu stasiun PKPP 09 dan PKPP 10. Lokasi ini memiliki bentuk dasar perairan yang agak miring (slope) dengan kemiringan ± 45º yang ditemukan di stasiun PKPP10. Lokasi pengamatan disini merupakan gosong pulau (patch reef) dengan kedalaman ± 5 m pada saat pengamatan.

PKPP 09 yaitu Goniopora columna, Favia spp., Echinophyllia spp. dan Astreopora spp serta beberapa jenis ”Tunicate” ,gorgonia dan hydroid. Stasiun PKPP 10 didominasi oleh karang batu dari jenis Astreopora spp., Merulina spp., Porites spp. dan Goniopora spp. serta beberapa jenis spong, Tunicata dan gorgonia. Kecerahan perairan pada saat pengamatan ± 4 m dimana perairan cukup keruh akibat proses sedimentasi. Pertumbuhan karang batu dijumpai sampai pada kedalaman ± 9 m dan selanjutnya dasar perairan didominasi oleh pasir. Tidak ditemukan karang Acropora di lokasi transek. Kehadiran karang batu, di lokasi ini hanya dijumpai karang batu Non-Acropora saja, sebesar 32 % dengan jumlah individu sebanyak 16 individu. Komponen lain yang tertinggi untuk stasiun PKPP 09 yaitu spong dengan persentase kehadiran sebesar 28 % dengan jumlah individu sebanyak 14 individu, dan stasiun PKPP 10 tertinggi yaitu karang mati beralge (DCA) sebesar 28 % dengan jumlah individu sebanyak 14 individu. Hasil lengkap persentase jumlqah individu karang batu dan komponen lain dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5. Jumlah dan persentase karang, biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Labangeng, P. Laia, bagian utara Kecamatan Liukkang Tupabiring, Kabupaten Pangkep, 2008. Jenis Karang Batu NON-ACROPORA Astreopora sp. A. ocellata Cyphastrea chalcidicum C. serailla Echinophyllia sp. Favia speciosa Favia sp. Favites abdita Favites pentagona Goniopora columna Leptastrea purpurea Leptoria phrygia Lobophyllia corymbosa L. hemprichii Merulina scabricula Montipora incrassata M. informis Oxypora lacera Turbinaria mesenterina Jumlah Individu PKPP 09 PKPP 10 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 2 1 1 1 1 0 1 1 0 2 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 1 0 0 % Jumlah Individu PKPP 09 PKPP 10 2 0 2 0 2 2 0 2 2 2 2 4 2 2 2 2 0 2 2 0 4 00 2 0 0 2 0 0 0 0 0 0 2 2 0 2 0 0

26

Euphyllia ancora E. glabrescens Heliophora coerulea Oulophyllia crispa Platygyra lamellina Porites lutea Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S SI RK Total Jumlah Total

0 0 0 0 0 0 16 0 7 0 14 7 1 1 4 0 0 34 50

1 1 1 1 1 1 13 0 14 0 11 4 0 2 5 1 0 37 50

0 0 0 0 0 0 32 0 14 0 28 14 2 2 8 0 0 68 100

2 2 2 2 2 2 26 0 28 0 22 8 0 4 10 2 0 74 100

Pulau-Pulau di bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring, Kabupaten Pangkep 6. DPL Mattiro Bulu, Pulau Karangrang Lokasi pengamatan, agak ke selatan ke arah barat, letaknya sedikit lebih jauh dari daratan utama Pulau Sulawesi. Pengamatan di lokasi ini dilakukan di perairan Dusun Matiro Bulu yang merupakan daerah perlindungan laut (DPL) stasiun PKPP 11 dan stasiun PKPP 12. Lokasi ini memiliki pantai berpasir dan beberapa jenis tumbuhan pantai. Areal pengamatan terumbu karang di stasiun PKPP 11 berjarak ± 500 m dari garis pantai sedangkan stasiun PKPP 12 berjarak ± 300 m dari garis pantai kearah laut. Pengamatan di stasiun PKPP 11 berlangsung pada daerah yang agak miring (slope) dengan kemiringan ± 20º, demikian juga dengan di stasiun PKPP 12 dimana kemiringannya mencapai ± 45º. Substrat dasar perairan kedua stasiun ini berupa pasir dan patahan karang. Jenis karang batu yang dominan di stasiun PKPP 11 yaitu Seriatopora caliendrum, Montipora spp., Favia spp. dan Porites spp. dan juga beberapa jenis spong dan alga, terutama jenis Echeuma sp. Sedangkan di stasiun PKPP 12 didominasi oleh karang batu jenis Porites cylindrica, Galaxea fascicularis, Favia spp., Fungia spp. dan Lobophyllia corymbosa serta beberapa jenis ”Tunicate”, ”Crinoid” dan spong.

27

Persentase kehadiran karang batu tertinggi yaitu karang NonAcropora sebesar 34 % dengan jumlah individu sebanyak 17 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 12. Karang dari marga Acropora hanya ditemukan distasiun PKPP 11 sebesar 2 % dengan jumlah individu sebanyak 1 individu. Komponen lain yang mempunyai persentase kehadiran tertinggi yaitu karang mati beralge (DCA) sebesar 36 % dengan jumlah individu sebanyak 18 individu ang dijumpai di stasiun PKPP 12. Hasil lengkap dari persentase jumlah individu karang batu dan komponen lain di lokasi ini dapat dilihat pada Tabel 6. Tabel 6. Jumlah dan persentase karang, biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Bulu, P. Karangrang, bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring, Kabupaten Pangkep, 2008.
Jenis Karang Batu ACROPORA Acropora cytherea Total NON-ACROPORA Favia matthaii F. rotundata Favia sp. F. digitata F. halicora Goniastrea edwardsi Montipora venosa Montipora sp. M. incrasata M. millepora Porites nigrecens P. cylindrica P. lobata Fungia paumotensis Polypyllia talpina Diploastrea heliopora Seriatophora caliendrum Galaxea fascicularis Pectinia lactuca Lobophyllia corymbosa Turbinaria mesenterina Total Jumlah Individu PKPP 11 PKPP 12 1 1 0 1 1 0 1 0 2 1 1 1 0 0 0 0 0 4 3 0 1 0 0 16 0 0 1 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 6 1 1 1 0 0 1 1 1 1 17 % Jumlah Individu PKPP 11 PKPP 12 2 2 0 2 2 0 2 0 4 2 2 2 0 0 0 0 0 8 6 00 2 0 0 32 0 0 2 0 0 2 0 2 0 0 0 0 2 12 2 2 2 0 0 2 2 2 2 34

28

Jenis karang batu yang dominan di stasiun PKPP 13 yaitu Montipora spp. Disamping karang batu dijumpai juga beberapa jenis ”Tunicate” dan gorgonia. sedangkan di stasiun PKPP 14 didominasi oleh Pocillopora verrucosa. Komponen lain yang mempunyai persentase kehadiran tertinggi yaitu patahan karang (R) sebesar 48 % dengan jumlah individu sebanyak 24 individu. dimana kedua stasiun ini mempunyai nilai yang sama yaitu 24 % dengan jumlah individu sebanyak 12 individu.. dengan substrat berupa patahan karang dan pasir. Tidak ditemukan karang Acropora di lokasi transek. Bentuk dasar perairan agak landai dan tidak terlalu miring. 29 .Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R 0 8 2 13 0 3 3 0 18 0 5 3 0 5 0 16 4 26 0 6 6 0 36 0 10 6 0 10 S SI RK Total Jumlah Total 4 0 0 33 50 2 0 0 33 50 8 0 0 66 100 4 0 0 66 100 7.. DPL Mattiro Dolangeng.5 m untuk PKPP 13 sedangkan PKPP 14 pada kedalaman ± 2 m. Hasil lengkap dari persentase jumlah individu karang batu dan komponen lain lokasi ini dapat dilihat pada Tabel 7. Stylophora pistillata dan Montipora spp. Kedua lokasi ini tidak memiliki daerah pantai karena merupakan gosong pulau (patch reef) yang berada pada kedalaman ± 5. Kecerahan perairan pada saat pengamatan berlangsung ± 10 m yang menunjukkan bahwa perairan cukup terang. Persentase kehadiran karang batu di lokasi ini hanya diwakili oleh karang non-Acropora. Pulau Podangpodang Lompo Pengamatan kondisi terumbu karang di lokasi ini dilakukan di perairan Dusun Matiro Dolangeng di 2 lokasi daerah perlindungan laut (DPL) yaitu stasiun PKPP 13 dan PKPP 14. Porites spp dan Pocillopora spp.

millepora Porites lutea P. bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring. incrasata M. Jumlah dan persentase karang. foliosa M. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Dolangeng. transversa L. Jenis Karang Batu NON-ACROPORA Cyphastrea chalcidicum Favia palida Goniastrea favulus Montipora informis M.Tabel 7. purpurea Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S SI RK Total Jumlah Total Jumlah Individu PKPP 13 PKPP 14 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 0 2 1 1 0 12 0 7 0 1 0 0 24 6 0 0 38 50 0 1 0 1 0 1 0 1 1 0 0 3 1 2 0 0 1 12 0 11 0 4 0 0 19 4 0 0 38 50 % Jumlah Individu PKPP 13 PKPP 14 2 0 2 0 2 2 2 0 2 2 2 0 0 4 2 2 0 24 0 14 0 2 0 0 48 12 0 0 76 100 0 2 0 2 0 2 0 2 2 0 0 6 2 4 0 0 2 24 0 22 0 8 0 0 38 8 0 0 76 100 30 . 2008. Kabupaten Pangkep. P. Podangpodang Lompo. lobata Polypyllia talpina Millepora tenella Stylophora pistillata Galaxea astreata Pocillopora verrucosa Leptastrea pruinosa L.

. aequituberculata Jumlah Individu PKPP 15 PKPP 16 0 0 0 1 1 0 0 1 1 7 2 0 6 16 2 6 1 % Jumlah Individu PKPP 15 PKPP 16 0 0 0 2 2 0 0 2 2 14 4 0 12 32 4 12 2 31 . Total NON-ACROPORA Montipora sp. foliosa M. dan beberapa jenis spong. grandis A. Stylophora pistillata dan Euphyllia glabrescens. Kecerahan perairan pada saat pengamatan ± 7 m. Kabupaten Pangkep. formosa A.. M. Fungia spp. Sarappo Lompo. Lokasi pengamatan berada ± 1 km dari garis pantai pada daerah yang agak miring (slope) dengan kemiringan ± 60º. DPL Mattiro Langi. Hidnophora spp. Bagian pantai pulau ini dijumpai pantai berpasir dimana belakangnya ditumbuhi pohon kelapa dan beberapa jenis tumbuhan pantai. Substrat dasar berupa patahan karang dan pasir.. Hasil lengkap dari persentase jumlah individu karang batu dan komponen lain lokasi ini dapat dilihat pada Tabel 8. cerealis A cropora sp. Jumlah dan persentase karang.8. Sedangkan di stasiun PKPP 16 didominasi oleh karang batu jenis Acropora spp. Disamping itu ditemukan juga karang lunak dari jenis Xenia sp. bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring. dan Seriatophora hystrix. Pengamatan dilakukan di 2 lokasi daerah perlindungan laut (DPL) yaitu stasiun PKPP 15 dan PKPP 16. Pertumbuhan karang batu sampai pada kedalaman 7 m. sedangkan karang non-Acropora tertinggi dijumpai di stasiun PKPP 15 sebesar 50 % dengan jumlah individu sebanyak 25 individu. Montipora foliosa. Montipora spp. 2008. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Langi.). P. Komponen lain yang tertinggi persentase kehadirannya yaitu karang mati beralge (DCA) sebesar 34 % dengan jumlah individu sebanyak 17 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 15. Persentase kehadiran karang batu dari marga Acropora tertinggi di stasiun PKPP 16 sebesar 32 % dengan jumlah individu sebanyak 16 individu. Pulau Sarappo Lompo Lokasi ini merupakan sebuah pulau yang berada di tengah perairan. Jenis Karang Batu ACROPORA A.pulchra A. Pertumbuhan karang batu di stasiun PKPP 15 pada umumnya di daerah lereng terumbu dan didominasi oleh karang mushroom (Fungia spp. Tabel 8.

fungites F. mollucensis F. repanda F. sedangkan stasiun PKPP 18 di Pulau Balang Lompo. ancora Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S SI RK Total Jumlah Total 0 1 0 0 3 5 5 3 1 1 0 1 1 0 1 00 1 1 25 1 17 3 1 0 0 2 0 0 0 24 50 1 1 2 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 1 0 0 17 0 12 5 0 0 0 0 0 0 0 17 50 0 2 0 0 6 10 10 6 2 2 0 2 2 0 2 0 2 2 50 2 34 6 2 0 0 4 0 0 0 48 100 2 2 4 2 0 0 0 0 0 0 2 0 0 2 0 2 0 0 34 0 24 10 0 0 0 0 0 0 0 34 100 9. cylindrica Fungia concinna Fungia sp. horrida F. DPL Mattiro Sompe. scutaria F. echinata F. Pulau Balang Lompo Pengamatan di lokasi ini dilakukan di 2 daerah perlindungan laut (DPL) yaitu stasiun PKPP 17 dan PKPP 18. Areal pengamatan di stasiun PKPP 17 berjarak ± 1 km dari garis pantai. Kondisi pantai lokasi ini didominasi oleh pantai berpasir dan beberapa jenis tumbuhan pantai. F. sedangkan di stasiun PKPP 18 berjarak ± 2 km. Lokasi stasiun PKPP 17 merupakan sebuah gosong pulau (patch reef) yang terletak didepan Pulau Balang Lompo.paumotensis Pavona explanulata Pavona sp Seriatophora hystrix Stylophora pistillata Galaxea astreata Euphyllia glabrescens E. Pengamatan kondisi terumbu karang berlangsung pada bagian dasar perairan yang agak miring 32 .Porites nigrecens P.

Komponen lain yang tertinggi yaitu patahan karang sebesar 24 % dengan jumlah individu sebanyak 12 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 18. danae Porites cylindrica P. Balang Lompo. exesa Diploastrea heliopora Galaxea astreata Oxypora lacera Jumlah Individu PKPP 17 PKPP 18 1 0 3 1 1 1 1 1 2 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0 3 0 0 2 0 % Jumlah Individu PKPP 17 PKPP 18 2 0 6 2 2 2 2 2 4 0 2 2 0 2 2 0 2 2 0 2 0 2 0 0 0 0 0 0 2 2 0 0 2 0 0 6 0 0 4 0 33 . Hasil lengkap persentase jumlah individu karang batu dan komponen lain ditampilkan dalam Tabel 9. Jenis Karang Batu NON-ACROPORA Astreopora ocellata Astreopora sp. dan Fungia spp. dan beberapa jenis spong terutama di stasiun PKPP 18. Pectinia spp. Porites cylindrica. Karang batu yang mendominasi perairan ini yaitu Diploastrea heliopora. incrasata M. Karang dari marga Acropora tidak ditemukan di garis transek. Disamping itu dijumpai karang lunak terutama jenis Xenia sp. Di lokasi transek tidak ditemukan karang Acropora. Jumlah dan persentase karang. Kabupaten Pangkep. Lobophyllia spp. Galaxea astreata.. Substrat dasar perairan kedua lokasi ini sama yaitu pasir dan patahan karang. 2008. scutaria F. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Sompe. Favia spp. Favia matthaii Goniastrea retiformis Montipora venosa M. persentase tertinggi yaitu 44 % dengan jumlah individu sebanyak 22 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 17. Tabel 9.. mollucensis F.dengan kemiringan ± 45º untuk stasiun PKPP 17 dan ± 15º di stasiun PKPP 18. P. bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring. lobata Fungia echinata F. Kecerahan perairan pada saat pengamatan ± 7 m. paumotensis Polypyllia talpina Merulina scabricula Millepora dichotoma M. Persentase kehadiran karang batu hanya dari karang non-Acropora.

Kondisi perairan tidak berarus dan mempunyai kecerahan cukup tinggi yaitu antara 10–20 m.. Bagian pantai stasiun PKPP 19 didominasi oleh pohon kelapa dan beberapa jenis tumbuhan pantai serta pada bagian pantainya berpasir. yang menunjukkan perairan lokasi ini tidak keruh. Pulau Sanane Pengamatan kondisi karang di lokasi ini dilakukan di 2 stasiun dengan kode stasiun PKPP 19 dan PKPP 20. Pengamatan karang batu dan komponen lain di kedua lokasi dilakukan pada bagian dasar perairan yang agak miring (slope) dengan kemiringan antara 45º (PKPP 20) dan 60º (PKPP 19). Lobophyllia corymbosa L. sedangkan di stasiun PKPP 20 berada pada jarak ± 500 m.Pectinia lactuca P.. dan Fungia spp. Karang batu marga 34 . Sebaliknya di stasiun PKPP 20 bagian pantainya dijumpai dermaga motor laut. pachysepta Euphyllia glabrescens Echinophyllia aspera Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S SI RK Total Jumlah Total 1 0 1 0 0 1 1 22 0 7 6 11 1 0 2 1 0 0 28 50 0 1 0 1 1 0 0 12 0 3 7 10 0 0 12 6 0 0 38 50 2 0 2 0 0 2 2 44 0 14 12 22 2 0 4 2 0 0 56 100 0 2 0 2 2 0 0 24 0 6 14 20 0 0 24 12 0 0 76 100 10. alcicornis Goniopora sp. Porites spp. Substrat dasar kedua stasiun berupa patahan karang dan pasir. DPL Mattiro Bone. Tunicate dan Crinoid. Jenis karang batu yang dominan di stasiun PKPP 19 pada bagian rataan terumbu didominasi oleh Montipora spp. Lokasi ini merupakan sebuah pulau yang berpenduduk dan terletak di tengah perairan yang dikelilingi beberapa pulau kecil. Areal pengamatan di stasiun PKPP 19 berada pada jarak ± 800 m dari garis pantai kearaha laut. Disamping itu dijumpai juga beberapa jenis Sponges. Karang batu di stasiun PKPP 20 didominasi oleh jenis Porites cylindrica dan Porites lobata.

Komponen lain yang tertinggi yaitu pasir (S) sebesar 34 % dengan jumlah individu sebanyak 17 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 20. altasepta M. cylindrica P. nigrecens P. bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring. lobata P. tuegescens Pachyseris speciosa Porites lutea P. Jumlah dan persentase karang. Kabupaten Pangkep. Sanane. monasteriata M. Jenis Karang Batu NON-ACROPORA Cyphastrea chalcidicum Favites halicora Goniastrea favulus Montipora foliosa M. rus Fungia fungites F. hanya karang nonAcropora dengan persentase kehadiran tertinggi sebesar 46 % dengan jumlah individu sebanyak 23 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 19. 2008. P. grisea M. horrida Merulina scabricula Hydnophora rigida Platygyra sp. daedalea Stylophora pistillata Galaxea astreata Oulophyllia crispa Heliopora coerulea Leptastrea pruinosa Jumlah Individu PKPP 19 PKPP 20 0 0 0 1 2 0 2 1 2 1 1 0 3 1 1 1 1 1 1 2 1 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 3 0 1 0 2 4 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 2 % Jumlah Individu PKPP 19 PKPP 20 0 0 0 2 4 0 4 2 4 2 2 0 6 2 2 2 2 2 2 4 2 0 0 0 0 0 2 2 2 2 0 0 2 0 0 0 6 0 2 0 4 8 0 0 0 0 0 0 2 2 2 2 2 4 35 . Hasil lengkap persentase jumlah individu karang batu dan komponen lain lokasi ini disajikan dalam Tabel 10. aequituberculata M. P. millepora M. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Bone.Acropora tidak ditemukan di lokasi transek. Tabel 10.

Porites cylindrica dan Fungia spp. Galaxea astreata. Komponen lain yang tertinggi persentase kehadirannya yaitu karang mati beralge (DCA) sebanyak 40 % dengan jumlah individu sebanyak 20 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 21. Hasil lengkap persentase jumlah individu karang batu dan komponen lain lokasi ini disajikan pada Tabel 11.Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S SI RK Total Jumlah Total 23 0 9 0 3 1 0 14 0 0 0 27 50 21 0 9 0 0 0 0 3 17 0 0 29 50 46 0 18 0 6 2 0 28 0 0 0 54 100 42 0 18 0 0 0 0 6 34 0 0 58 100 11. Persentase kehadiran karang batu tertinggi yaitu karang non-Acropora sebesar 54 % dengan jumlah individu sebanyak 27 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 22. yang menunjukkan bahwa perairan di lokasi ini tidak keruh. Galaxea astreata. Karang batu yang dominan di stasiun PKPP 21 yaitu Porites rus. serta beberapa jenis Sponges. Stasiun PKPP 22 karang batu yang dominan yaitu Montipora spp. Bagian pantai stasiun PKPP 21 merupakan daerah pemukiman penduduk (kampung Mattiro Bone) sedangkan bagian pantai stasiun PKPP 22 didominasi oleh tumbuhan pantai dan pantai berpasir. Areal pengamatan terumbu karang di kedua stasiun berjarak ± 800 m kearah laut pada daerah yang agak miring (slope) dengan kemiringan antara 45º (PKPP 21) dan 60º (PKPP 22). 36 . Kondisi perairan pada saat pengamatan mempunyai kecerahan yang cukup tinggi yaitu 20 m. sedangkan karang batu dari marga Acropora hanya sebesar 4 % dengan jumlah individu sebanyak 2 individu yang juga dijumpai di stasiun PKPP 22. Substrat dasar perairan berupa patahan karang (R). Cyphastrea decadia. Montipora foliosa. Pulau Bontosua Pengamatan kondisi karang di lokasi ini dilakukan di 2 stasiun daerah perlindungan laut (DPL) yaitu stasiun PKPP 21 dan PKPP 22. DPL Mattiro Adae. Acropora formosa dan Fungia spp.

monasteriata M. Total NON-ACROPORA Astreopora ocellata Cyphastrea decadia Montipora venosa Montipora sp. Jumlah dan persentase karang. bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring. rus Fungia concinna F. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Adae.Tabel 11. glabra Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S SI RK Total Jumlah Total Jumlah Individu PKPP 21 PKPP 22 1 0 0 1 0 1 0 0 1 0 1 2 4 3 0 2 0 0 0 2 0 1 17 0 20 0 2 1 0 9 0 0 0 32 50 0 1 1 2 1 0 1 1 1 2 6 5 0 1 2 0 2 1 1 2 1 27 0 15 0 0 0 0 4 2 0 0 21 50 % Jumlah Individu PKPP 21 PKPP 22 2 0 0 2 0 2 0 0 2 0 2 4 8 6 0 4 0 0 0 4 0 2 34 0 40 0 4 2 0 18 0 0 0 64 100 0 2 2 4 2 0 2 2 2 4 12 10 0 2 4 0 4 2 2 4 2 54 0 30 0 0 0 00 8 4 0 0 42 100 37 . Jenis Karang Batu ACROPORA Acropora cytherea A. astreata Euphyllia glabrescens E. echinata F. altasepta Porites nigrecens P. Bontosua. 2008. M. Kabupaten Pangkep. formosa Acropora sp. cylindrica P. P. fungites Seriatophora hystrix Echinopora lamellosa Galaxea fascicularis G.

Stylophora pistillata dan Porites spp. dimana diatasnya dijumpai karang batu jenis Montipora foliosa.. Lokasi pengamatan berada pada jarak ± 500 m dari garis pantai kearah laut. Pulau Baddi Pengamatan kondisi terumbu karang di lokasi ini dilakukan di 2 daerah perlindungan laut (DPL) yaitu stasiun PKPP 23 dan PKPP 24. Jumlah dan persentase karang. 2008. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Mattiro Deceng. Bagian pantai diwarnai oleh pantai berpasir dan pohon kelapa serta beberapa jenis tumbuhan pantai. Komponen lain yang mempunyai persentase kehadiran tertinggi yaitu patahan karang (R) sebesar 34 % dengan jumlah individu sebanyak 17 individu yang ditemukan di stasiun PKPP 24. Kedua lokasi ini berada di bagian depan Desa Matiro Deceng. Seriatopora hystrix dan Galaxea fascicularis serta beberapa jenis karang lunak dan sponges.. sedangkan karang nonAcropora tertinggi yaitu sebesar 54 % dengan jumlah individu sebanyak 27 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 23. Acropora spp. pulchra Total NON-ACROPORA Cyphastrea chalcidicum Favites halicora Jumlah Individu PKPP 23 PKPP 24 4 1 1 6 0 0 1 0 0 1 1 1 % Jumlah Individu PKPP 23 PKPP 24 8 2 2 12 0 0 2 0 0 2 2 2 38 .. bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring. Kabupaten Pangkep. humillis A. Hasil lengkap persentase jumlah individu karang batu dan komponen lain lokasi ini dapat dilihat pada Tabel 12.. Persentase kehadiran karang batu marga Acropora tertinggi sebesar 12 % dengan jumlah individu sebanyak 6 individu yang dijumpai di stasiun PKPP 23.5 m. Seriatopora spp. Fungia spp. Tabel 12. Stasiun PKPP 23 mempunyai areal daerah rataan terumbu (reef flat) yang cukup panjang dan diatasnya dijumpai karang batu jenis Acropora spp. P.. Montipora foliosa dan Seriatopora hystrix. DPL Mattiro Deceng.. Baddi.12. Kecerahan perairan pada saat pengamatan ± 18 m yang menunjukkan bahwa perairan lokasi ini cukup jernih. Jenis Karang Batu ACROPORA Acropora formosa A. Pengamatan di stasiun PKPP 24 dilakukan pada bagian dasar perairan yang agak miring (slope) dengan kedalaman ± 4. Montipora sp. Selanjutnya bentuk dasar perairan agak miring (slope) dengan kemiringan ± 45º pada kedalaman ± 7 m didominasi oleh karang batu jenis Montipora spp.

scutaria F. Hasil pengamatan di Kecamatan Liukkang Kalmas Studi baseline kondisi terumbu karang di lokasi DPLdi Kecamatan Liukkang Kalmas. danae M. fungites F. dan 11 transek di bagian timurnya. venosa Platygyra pini Seriatophora hystrix S.2. dilakukan di pesisir pulau-pulau kecil maupun takat (gosong). horrida F. caliendrum Stylophora pistillata Galaxea fascicularis Pocillopora verrucosa Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S SI RK Total Jumlah Total 0 2 3 1 1 1 1 4 2 1 2 1 1 1 1 1 0 0 0 2 0 0 2 27 0 10 2 0 1 0 4 0 0 0 17 50 1 3 5 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 20 0 10 0 0 0 0 17 2 0 0 29 50 0 4 6 2 2 2 2 8 4 2 4 2 2 2 2 2 0 0 0 4 0 0 4 54 0 20 4 0 2 0 8 0 0 0 34 100 2 6 10 0 2 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 2 2 2 2 2 2 0 2 40 0 20 0 0 0 0 34 4 0 0 58 100 III.2.Montipora informis Montipora sp. paumotensis Millepora exesa Hydnophora rigida Pavona varians P. monasteriata Porites lobata Fungia concinna F. incrasata M. yaitu 8 transek di bagian barat perairan Liukkang Kalmas. Sejumlah 19 transek telah dilakukan di pulau-pulau tersebut. foliosa M. M. digitata M. aequituberculata M. Transek 39 .

Doang-Doangan Caddi (KAL 06. P. P. DPL Takat Sarassa Lokasi transek berada di area gosong (patch reef) yang bentuknya memanjang arah timur laut .   Luasan terumbu karang cukup luas. P. Jenis karang batu didominasi oleh karang NonAcropora (NA). Marasende (KAL 17. P. 8%. Tabel 13. 30 %. cukup tinggi yaitu 36 % diikuti DCA. Jumlah Individu Jenis Karang Batu ACROPORA Acropora palifera Astreopora gracilis Total 1 0 1 0 1 1 0 0 0 2 0 2 0 2 2 0 0 0 KAL14 KAL15 KAL16 % Jumlah Individu KAL14 KAL15 KAL16 40 . spong (SP) maupun fauna lain (OT). di sebelah barat.18. dicatat Acropora palifera dan Astreopora gracilis masing-masing dengan jumlah individu 2 %. Kalulalukuang (KAL09.(16 %). Sabaru (KAL11. dan Caulerpa sp.15. sehingga dapat dibuat 3 transek permanen. Jenis karang NonAcropora lainnya ditemukan dalam jumlah yang kecil (2–4%). Di lokasi transek tidak ditemukan karang lunak (SC). Kabupaten Pangkep. Karang Acropora.07.04. dicatat ada 27 jenis yang tersebar merata di lokasi dengan persentase individu tertinggi.02). Jumlah dan persentase karang. biota bentik dan substrat lokasi DPL Takat Sarassa. Jenis Porites lutea dicatat dominan di lokasi transek (14 %). P.13). kemudian di sebelah timur.tersebut meliputi Takat Sarassa (KAL 14.19) dan P.barat daya dengan panjang ± 1 Kilometer dan lebar ± 500  meter. Dasar perairan didominasi alga dari jenis Ulva sp. DoangDoangan Lompo (KAL 03. Jenis lainnya Montipora undata dicatat 6%. sedangkan karang api. Hasil selengkapnya dapat dilihat dalam Tabel 13.08). Hasil pengamatan karang.10). biota bentik lainnya dan substrat di lokasi transek. dicatat patahan katrang (R).16). 2008. Millepora platyphylla. sehingga dapat dibuat 3 transek di lokasi ini (KAL 14. Pulau-Pulau di bagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas 13. Komponen lain yaitu abiotik. Dewakang Lompo (KAL 01. selengkapnya disajikan dalam bentuk diagram pai (Gambar 6a dan 6b) dan Tabel.04). 44%.12. bagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas. Beberapa lokasi area DPLnya cukup luas. KAL 15 dan KAL 16).

NON-ACROPORA Coeloseris mayeri Coscanaraea columna Cyphastrea chalcidicum Cyphastrea seraillia Favia rotundata Favia speciosa Favites chinensis Favites russelli Fungia concinna Fungia repanda Goniastrea retiformis Leptoseris scabra Millepora platyphylla Millepora tenella Montipora informis Montipora undata Pavona venosa Platygyra lamellina Pocillopora eydouxi Pocillopora verruocosa Porites cylindrica Porites lichen Porites lobata Porites lutea Psammocora superficialis Seriatopora hystrix Stylophora pistillata Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R 0 10 0 0 0 8 6 0 7 0 0 0 6 18 0 15 0 0 0 7 12 0 20 0 0 0 16 12 0 14 0 0 0 12 36 0 30 0 0 0 14 24 1 1 1 1 0 0 1 1 0 0 0 0 4 0 0 3 0 1 1 0 1 0 0 5 1 0 0 22 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 2 1 7 0 0 0 16 0 0 0 1 0 0 0 0 1 1 0 1 2 2 1 0 1 0 0 3 0 0 0 0 0 2 1 16 2 2 2 2 0 0 2 2 0 0 0 0 8 0 0 6 0 2 2 0 2 0 0 10 2 0 0 44 0 0 2 2 2 2 0 0 0 0 2 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 4 2 14 0 0 0 32 0 0 0 2 0 0 0 0 2 2 0 2 4 4 2 0 2 0 0 6 0 0 0 0 0 4 2 32 41 .

Astreopora gracilis Total NON-ACROPORA Goniastrea retiformis Hydnophora microconos 0 0 1 1 0 0 2 2 0 0 1 0 1 1 1 0 1 3 0 0 2 0 2 2 2 0 2 6 KAL 09 KAL 10 % Jumlah Individu KAL 09 KAL 10 42 . Jenis karang lainnya tersebar merata dengan persentase jumlah individu masingmasing 2 %. sedangkan karang lunak (SC). Dasar perairan didominasi oleh pertumbuhan alga (FS) dari jenis Padina sp. Jumlah dan persentase karang. Pertumbuhan karang batu didominasi oleh karang Non-Acropora dengan persentase total individu tertinggi. pasir (S). DPL Pulau Kalukalukuang DPL berada di rataan terumbu kearah lereng terumbu. Biota lain (OT) dan spong dicatat masing-masing hanya 2 %. Di lokasi ini dilakukan 2 transek (KAL 09 dan KAL 10). dicatat persentase individunya 18 %. dengan didominasi oleh jenis Porites lutea (10 %).5 kilometer. Jarak dari lokasi DPL (lokasi transek) ke garis pantai ± 3. 2008. Kabupaten Pangkep.. bagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas. 26 %. 4 %. Tabel 14. Karang Acropora ada 4 jenis dengan persentase individu tertinggi 6 %. Hasil selengkapnya dapat dilihat dalam Tabel 14. sebelah barat Pulau Kalukaluluang. Jumlah Individu Jenis Karang Batu ACROPORA Acropora clathrata Acropora florida Acropora sp. Dicatat 11 jenis karang Non-Acropora yang ada di garis transek. 26 % dan patahan karang mati (R) 14 %. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Pulau Kalukalukuang.S SI RCK Total Jumlah total 3 0 0 27 50 2 0 0 33 50 0 0 0 34 50 6 0 0 54 100 4 0 0 66 100 0 0 0 68 100 14. Komponen lain didominasi oleh komponen abiotik dimana DCA dicatat 36 %.

Leptastrea purpurea Pachyseris rugosa Porites cylindrica Porites lichen Porites lobata Porites lutea Porites stephensoni Seriatopora hystrix Stylophora pistillata Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S SI RCK Total Jumlah total 0 1 0 1 0 1 1 0 0 4 0 18 1 1 0 9 3 13 0 0 45 50 1 0 1 1 1 5 0 1 1 13 0 17 2 0 1 1 7 6 0 0 34 50 0 2 0 2 0 2 2 0 0 8 0 36 2 2 0 18 6 26 0 0 90 100 2 0 2 2 2 10 0 2 2 26 0 34 4 0 2 2 14 12 0 0 68 100 43 .

Persentase jumlah individu karang batu.Gambar 6a. Gambar 6b. bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas. 44 . biota bentik dan substrat hasil studi baseline dengan metode PIT. 2008. Kabupaten Pangkep. Persentase jumlah individu karang batu. biota bentik dan substrat hasil studi baseline dengan metode PIT di lokasi DPL. bagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas. di lokasi DPL. Kabupaten Pangkep. 2008.

bagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas. 2008. Tabel 15. dimulai dari patahan karang (R). sedangkan karang lunak (SC) tidak ditemukan di lokasi transek. hyacinthus (2 %) dan A. dicatat persentase jumlah individunya. 16%. alga (FS) dicatat nilai tertinggi 6 %. KAL 12 dan KAL 13). DPL Pulau Sabaru (Pulau Pamantauang) Lokasi DPL berada di rataan terumbu (fringing reef) arah timur laut Pulau Pamantauang. Komponen abiotik cukup tinggi. 14 % dan komponen DCA. dicatat ada 4%. Jenis karang batu yang dicatat di lokasi transek ada 22 jenis yang terdiri dari karang Acropora 2 jenis. Komponen abiotik lainnya tidak ditemukan di lokasi transek. terdiri dari A. Jumlah dan persentase karang. Untuk komponen lain. Jumlah Individu % Jumlah Individu KAL 11  KAL 12  KAL 13  Jenis Karang Batu  ACROPORA  Acropora hyacinthus Acropora microphthalma KAL 11  KAL 12  KAL 13  0  0  0 0  0  0 1  2  3 0  0  0 0  0  0 2  4  6 Total  NON‐ACROPORA  Ctenactis echinata Cyphastrea chalcidicum Echinopora lamellosa Favia matthaii Fungia concinna Fungia danae Goniastrea retiformis 0  1  1  0  0  0  0  1  1  0  2  0  0  1  0  0  0  0  1  1  0  0  2  2  0  0  0  0  2  2  0  4  0  0  2  0  0  0  0  2  2  0  45 . 10 %. Di lokasi ini dilakukan 3 transek (KAL 11.15. yang terdiri dari jenis Halimeda sp. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Pulau Sabaru. Batas DPL sejajar lebar terumbu dengan jarak dari tubir ke garis pantai ± 450 meter. Karang NonAcropra didominasi oleh jenis Montipora foliosa dan Montipora hispida masing-masing 20 %. Jenis karang api (Millepora tenella) juga ditemukan merata di lokasi transek. Jenis lain yaitu Montipora samarensis dan Porites rugosa dicatat persentase tertinggi jumlah individunya masing-masing 12 %. Hasil selengkapnya disajikan dalam Tabel 15. 12 %. Spong (SP). Kabupaten Pangkep. Karang Non-Acropora 20 jenis. Porites cylindrica dicatat tertinggi 8%. microphthalma (4 %). ratarata 2 – 4 %. Jenis karang Non-Acropora lainnya ditemukan dalam jumlah kecil. kemudian pasir (S).

Jarak dari DPL ke garis pantai ± 2.5 kilometer. 46 . DPL Pulau Doang-Doangan Caddi Lokasi DPL berada di tubir atau daerah lereng rataan terumbu (reef slope) yang berada di sebelah barat daya Pulau Doang-Doangan Caddi. Di lokasi ini dilakukan 3 transek permanen (KAL 06. KAL 07 dan KAL 08). dan Acropora tenuis dengan persentase jumlah individunya hanya 2 %.Herpolitha limax Merulina scabricula Millepora tenella Montipora foliosa Montipora hispida Montipora samarensis Pavona varians Porites cylindrica Porites lutea Porites rugosa Porites rus Psammocora contigua Seriatopora hystrix 0  2  5  10  10  3  0  3  0  5  2  0  1  43 0 1 0 0 0 2 4 0 0 0 7 50 0  0  5  2  4  6  1  4  3  1  2  0  0  33 0 6 0 2 0 3 3 3 0 0 17 50 1  1  5  0  0  0  0  2  1  6  2  1  7  28 0 3 0 0 0 1 8 7 0 0 19 50 0  4  10  20  20  6  0  6  0  10  4  0  2  86 0 2 0 0 0 4 8 0 0 0 14 100 0  0  10  4  8  12  2  8  6  2  4  0  0  66 0 12 0 4 0 6 6 6 0 0 34 100 2  2  10  0  0  0  0  4  2  12  4  2  14  56 0 6 0 0 0 2 16 14 0 0 38 100 Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S SI RCK Total Jumlah total Pulau-Pulau di bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas 16. Karang Acropora ditemukan hanya 2 jenis yaitu Acropora brueggemanni dengan persentase jumlah individu cukup tinggi yaitu 20 %.

Komponen lain. Komponen abiotik mendominasi dasar perairan. dengan persentase jumlah individu 6 %. sedangkan spong (SP) dicatat 14 %. terdiri dari DCA. dan Xenia sp. Tabel 16. Kabupaten Pangkep. dapat dicatat bahwa pertumbuhan karang di lokasi ini kurang baik. Jumlah dan persentase karang. 34 %dan pasir (S). Jumlah Individu Jenis Karang Batu ACROPORA Acropora brueggemanni Acropora tenuis Total NON-ACROPORA Cyphastrea chalcidicum Favia speciosa Galaxea fascicularis Montipora informis Montipora turgescens Porites cylindrica Porites lutea Seriatopora caliendrum Seriatopora hystrix Stylophora pistillata Total Komponen Lain DC DCA SC SP 0 19 3 1 0 8 1 7 0 11 0 0 0 38 6 2 0 16 2 14 0 22 0 0 0 0 1 1 0 0 2 0 1 0 5 0 1 0 0 0 2 0 1 2 1 7 1 0 0 0 1 0 3 0 0 0 5 0 0 2 2 0 0 4 0 2 0 10 0 2 0 0 0 4 0 2 4 2 14 2 0 0 0 2 0 6 0 0 0 10 8 0 8 10 1 11 0 0 0 16 0 16 20 2 22 0 0 0 KAL 06  % Jumlah Individu KAL07  KAL 08  KAL06  KAL 07  KAL 08  47 . sedangkan jenis lainnya persentase jumlah individunya hanya berkisar antara 2 – 4 %. Karang lunak (SC) didominasi oleh Sinularia sp. Mengingat karang batu yang ditemukan di tiga lokasi transek ini kehadirannya sangat sedikit. alga dicatat cukup tinggi yaitu 26 %. bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas. dan Caulerpa rasemosa. terdiri dari Padina sp. Hasil selengkapnya dapat dilihat dalam Tabel 16. dengan didominasi oleh Porites lutea (6%). biota bentik dan substrat di lokasi DPL Pulau Doang-Doangan Caddi. 38 %. 2008.. diikuti oleh patahan karang mati (R).Karang Non-Acropora dicatat ada 10 jenis. 8 %.

masingmasing dengan persentase jumlah individu. Kemudian pasir (S). Jumlah Individu Jenis Karang Batu ACROPORA Acropora cerealis Acropora cytherea Acropora humilis 1 1 1 0 0 0 0 0 0 2 2 2 0 0 0 0 0 0 KAL 03 KAL04 KAL 05 % Jumlah Individu KAL 03 KAL04 KAL 05 48 . terdiri dari Xenia sp. DPL Pulau Doang-Doangan Lompo Lokasi DPL berada di rataan terumbu. Di lokasi transek banyak ditemukan pertumbuhan alga dari jenis Halimeda sp. Lebar rataan terumbu (jarak dari tubir ke garis pantai) ± 1. 12 jenis. Jenis lainnya jumlahnya bervariasi antara 2 – 4 %. dicatat 14 %. Hasil selengkapnya disajikan dalam Tabel 17. 2008. dengan total persentase.5 kilometer.. Sinularia sp. 5 jenis dan karang Non-Acropora. dan Bodlea sp. Demikian juga dengan karang lunak. Komponen abiotik tertinggi ialah DCA dengan persentase 30 %. Kabupaten Pangkep. 2 %. 20 %.. Karang batu yang dicatat di lokasi transek ada 17 jenis yang terdiri dari karang Acropora. Karang NonAcropora juga ditemukan dalam jumlah yang sedang. 18 % dan patahan karang mati (R). Komponen lain didominasi oleh karang lunak (SC) dengan persentase total jumlah individu 42 %. KAL 04 dan KAL 05). biota bentik dan substrat di lokasi DPL Pulau Doang-Doangan Lompo. bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas. mulai dari tubir ke garis pantai dan berada di sebelah barat daya Pulau Doang-Doangan Lompo. Di lokasi DPL ini dilakukan 3 transek permanen (KAL 03. Jumlah dan persentase karang. Dictyota sp.OT FS R S SI RCK Total Jumlah total 4 2 4 4 0 0 37 50 1 3 12 0 0 0 32 50 0 13 17 4 0 0 45 50 8 4 8 8 0 0 74 100 2 6 24 0 0 0 64 100 0 26 34 8 0 0 90 100 17. dan Nephthea sp. Karang Acropora ditemukan dalam jumlah kecil. didominasi oleh jenis Porites cylindrica (8 %) kemudian diikuti oleh Porites lutea (6 %). Tabel 17.

Pertumbuhan karang di lokasi ini cukup baik. Doang-Doangan Lompo ke arah timur laut. KAL 18 dan KAL 19). terpisah agak jauh dari P. Di lokasi ini dilakukan 3 transek permanen (KAL 17. dengan lebar terumbu ± 300 meter. Dari hasil transek dicatat 40 jenis karang batu dengan perincian karang Acropora 11 jenis dan karang Non-Acropora 29 jenis. DPL Pulau Marasende Lokasi DPL berada di rataan terumbu sebelah barat Pulau Marasende.Acropora hyacinthus Acropora millepora Total NON-ACROPORA Coeloseris mayeri Favia matthaii Merulina scabricula Millepora platyphylla Montipora venosa Porites cylindrica Porites lichen Porites lobata Porites lutea Porites stephensoni Seriatopora hystrix Stylophora pistillata Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S SI RCK Total 0 0 3 1 2 0 1 2 1 0 1 3 2 0 2 15 0 15 0 0 0 6 7 4 0 0 32 1 1 2 0 0 1 1 0 3 1 0 0 0 0 1 7 0 13 6 0 0 10 3 9 0 0 41 0 0 0 0 0 0 0 0 4 0 0 0 0 2 0 6 0 12 21 0 3 8 0 0 0 0 44 0 0 6 2 4 0 2 4 2 0 2 6 4 0 4 30 0 30 0 0 0 12 14 8 0 0 64 2 2 4 0 0 2 2 0 6 2 0 0 0 0 2 14 0 26 12 0 0 20 6 18 0 0 82 0 0 0 0 0 0 0 0 8 0 0 0 0 4 0 12 0 24 42 0 6 16 0 0 0 0 88 Jumlah total 50 50 50 100 100 100 18. Jenis Acropora 49 .

2 %. Tabel 18. Jumlah dan persentase karang. Acropora palifera dan Acropora tenuis masing-masing dengan persentase jumlah individu 4 %. Hasil selengkapnya dapat dilihat dalam Tabel 18. dan Hydnophora rigida. Untuk komponen abiotik. 2008. Jumlah Individu Jenis Karang Batu ACROPORA Acropora acuminata Acropora brueggemanni Acropora microphthalma Acropora nasuta Acropora palifera Acropora samoensis Acropora sp. Acropora tenuis Acropora verweyi Acropora yongei Astreopora ocellata Total NON-ACROPORA Cyphastrea chalcidicum Cyphastrea microphthalma Favia speciosa 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 2 2 2 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 1 2 0 1 2 0 1 1 8 1 0 4 0 1 1 0 0 1 0 0 8 0 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 0 0 0 2 4 0 2 4 0 2 2 16 2 0 8 0 2 2 0 0 2 0 0 16 KAL 17 KAL18 KAL19 % Jumlah Individu KAL17 KAL18 KAL19 50 . kemudian diikuti oleh Acropora brueggemanni. Kabupaten Pangkep. masing-masing 26 % dan 20 %. Karang Non-Acropora lainnya. Jenis Acropora lainnya masing-masing dengan persentase jumlah individu 2 %. dicatat karang lunak (SC). Untuk karang Non-Acropora opersentase tertinggi dicatat pada jenis Porites cylindrica dan Porites nigrescens dengan nilai masing-masing 12 %. Porites lutea dan Porites rus dengan persentase masing-masing 8 %. patahan karang mati (R) dan DCA mendominasi dasar perairan. dicatat 4 %.8 % dan spong (SP). Untuk komponen lain. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Pulau Marasende. persentase jumlah individunya berkisar antara 2–4 %. 4 %. Untuk komponen lainnya seperti pasir (S). alga (FS) . Kemudian diikuti oleh karang api (Millepora dichotoma) dengan persentase 10%.microphthalma dicatat tertinggi persentase jumlah individunya (8%). bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas.

Favia stelligera Favites chinensis Goniastrea favulus Heliopora coerulea Hydnophora rigida Merulina scabricula Millepora dichotoma Millepora platyphylla Millepora tenella Montipora informis Montipora samarensis Montipora undata Montipora venosa Pavona explanulata Platygyra lamellina Pocillopora damicornis Pocillopora verrucosa Porites cylindrica Porites horizontalata Porites lichen Porites lobata Porites lutea Porites nigrescens Porites rus Porites stephensoni Seriatopora hystrix Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S SI 0 0 0 1 0 1 0 1 0 1 2 1 0 0 0 0 0 6 0 1 0 0 6 2 0 0 24 0 8 0 1 0 2 13 0 0 1 1 1 0 0 0 5 0 2 2 0 0 1 1 0 0 2 1 0 1 1 4 1 0 1 1 27 0 5 1 0 0 4 3 2 0 0 0 0 0 4 1 0 0 0 2 0 0 0 1 1 2 1 2 1 1 0 3 1 4 0 0 24 0 10 2 0 0 2 2 2 0 0 0 0 2 0 2 0 2 0 2 4 2 0 0 0 0 0 12 0 2 0 0 12 4 0 0 48 0 16 0 2 0 4 26 0 0 2 2 2 0 0 0 10 0 4 4 0 0 2 2 0 0 4 2 0 2 2 8 2 0 2 2 54 0 10 2 0 0 8 6 4 0 0 0 0 0 8 2 0 0 0 4 0 0 0 2 2 4 2 4 2 2 0 6 2 8 0 0 48 0 20 4 0 0 4 4 4 0 51 .

RCK Total Jumlah total 0 24 50 0 15 50 0 18 50 0 48 100 0 30 100 0 36 100 19. Kabupaten Pangkep. sedangkan 2 jenis lainnya persentasenya hanya 2 %. selain alga yang mendominasi dasar perairan. tidak ditemukan komponen biotik lainnya. karang Acropora 4 jenis dan karang Non-Acropora 13 jenis. Dasar perairan didominasi oleh pertumbuhan alga dari jenis Caulerpa rasemosa. Tabel 19. Karang NonAcropora didominasi oleh jenis Porites cylindrica dan Porites stephensoni. Untuk komponen lain. Komponen abiotik didominasi oleh DCA (20 %). Jumlah individu KAL 01 KAL 02 0 2 0 1 3 2 0 1 0 3 % Jumlah individu KAL 01 KAL 02 0 4 0 2 6 4 0 2 0 6 Jenis Karang Batu ACROPORA Acropora florida Acropora palifera Acropora yongei Astreopora gracilis Total 52 . 2008. Hasil selengkapnya dapat dilihat dalam Tabel 19. Halimeda sp. dan Dictyota sp. masing-masing dengan persentase jumlah individu 4 %. Lokasi ini merupakan lokasi yang terpisah agak jauh dari Pulau Doang-Doangan Lompo ke arah timur. Di lokasi ini dilakukan 2 transek permanen (KAL 01 dan KAL 02). Karang batu yang ditemukan di lokasi transek dicatat ada 17 jenis. dengan persentase jumlah individu masing-masing. Jenis karang NonAcropora lainnya persentase jumlah individunya berkisar antara 2– 4%.yang letaknya disebelah barat daya dari Pulau Dewakang Lompo. diikuti oleh patahan karang mati (R) yaitu 18 % dan pasir (S) sebesar 10 %. Dominasi kelompok alga ini di lokasi transek dicatat cukup tinggi yaitu 32 %. dengan jarak dari DPL ke garis pantai ± 2 kilometer. Jumlah dan persentase karang. bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas. 10%. biota bentik dan substrat di lokasi DPL Pulau Dewakang Lompo. Karang jenis Acropora didominasi oleh Acropora palifera dan Acropora florida. DPL Pulau Dewakang Lompo Lokasi DPL berada di tubir atau lereng terumbu atas. Jenis Seriatopora hystrix dicatat ada 6 %.

dapat dilihat bahwa pertumbuhan karang yang masih baik ditemukan di DPL Pulau Marasende. 53 .NON-ACROPORA Coeloseris mayeri Galaxea astreata Goniastrea edwardsi Goniopora stokesi Montipora turgescens Porites cylindrica Porites lichen Porites lutea Porites rugosa Porites rus Porites stephensoni Seriatopora hystrix Stylophora pistillata Total Komponen Lain DC DCA SC SP OT FS R S RCK Total Jumlah total 2 1 0 0 0 0 1 2 0 2 5 0 0 13 0 10 2 0 0 8 9 5 0 34 50 0 1 1 1 1 5 1 1 1 0 0 3 2 17 0 6 1 0 0 16 3 4 0 30 50 4 2 0 0 0 0 2 4 0 4 10 0 0 26 0 20 4 0 0 16 18 10 0 68 100 0 2 2 2 2 10 2 2 2 0 0 6 4 34 0 12 2 0 0 32 6 8 0 60 100 Dari keseluruhan hasil pengamatan kondisi karang di lokasi DPL baik di pesisir Kabupaten Pangkep yaitu di pulau-pulau di Kecamatan Liukkang Tuppabiring maupun di pulau-pulau yang jauh dari daratan utama yaitu di Kecamatan Liukkang Kalmas.

3.III. sebanyak 1280 individu 54 . Gambar 7a. dan di Kecamatan Liukkang Kalmas ditampilkan dalam peta tematik dalam Gambar 8a dan 8b. bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring. Kabupaten Pangkep.Hasil Pengamatan Tuppabiring Megabentos di Kecamatan Liukkang Nilai rata-rata kelimpahan megabentos didominasi oleh 2 kelompok biota yaitu “mushroom coral“ atau karang jamur (CMR) yang terdiri dari Fungia spp. Hasil pengamatan di 24 stasiun pada 17 lokasi (Kecamatan Liukkang Tuppabiring) menunjukkan bahwa kelimpahan rata-rata biota megabentos tertinggi yaitu Fungia spp. Hasil pengamatan disajikan dalam bentuk peta tematik dan tabel (Lampiran). seluas 50 m².1. 2008. Kelimpahan biota megabentos hasil studi baseline dengan metode “reef check” di lokasi DPL. dan juga kelompok bulu babi (Diadema setosum).3. Hasil Pengamatan Megabentos Pencatatan biota megabentos dilakukan bersamaan dengan transek PIT. dengan bidang pengamatan 2 x 25 m². Peta tematik untuk Kecamatan Liukkang Tuppabiring disajikan dalam Gambar 7a dan Gambar 7b. III.

dengan jumlah bervariasi dari 1 – 3 individu. di lokasi Liukkang Kalmas jumlahnya sangat sedikit. 55 . berkisar antara 1-3 individu. Jumlah tertinggi dicatat di lokasi KAL 05 (106 individu) kemudian di lokasi KAL 17 (69 individu) dan KAL 07 (52 individu). 2008. Hasil selengkapnya dapat dilihat dalam Gambar 8a dan Gambar 8b. Lain halnya dengan biota Diadema setosum dimana di perairan DPL Kecamatan Liukkang Tuppabiring jumlahnya cukup banyak (tertinggi 68 individu). masing-masing hanya 1 individu. dapat dicatat bahwa “mushroom coral” (CMR) yaitu karang jamur Fungia spp.) ditemukan di 5 lokasi transek. III. dicatat mendominasi lokasi transek.dijumpai di lokasi Pulau Sarrapo Lompo. Gambar 7b. Biota megabentik lainnya sangat jarang ditemukan seperti “large holothurians” hanya ditemukan di 3 lokasi transek.3. Untuk lola (Trochus sp. bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring. Kelimpahan biota megabentos hasil studi baseline dengan metode “reef check” di lokasi DPL. dan hal ini dicatat di 5 stasiun transek saja. Hasil Pengamatan Kalmas Megabentos di Kecamatan Liukkang Sama halnya dengan di kecamatan Liukkang Tuppabiring. sedangkan Diadema setosum tetinggi dijumpai di lokasi Pulau Balang Lompo dengan jumlah individu sebanyak 60 individu. Kabupaten Pangkep. Di stasiun-stasiun lainnya tidak ditemukan biota ini. Biota ini ditemukan di hampir semua lokasi kecuali di KAL 02 dan KAL 03. dari 19 lokasi transek di Kecamatan Liukkang Kalmas.2. dan juga pada lampiran.

bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas.Gambar 8a. 2008. Liukkang Kalmas. Kelimpahan biota megabentos hasil studi baseline dengan metode “reef check” di lokasi DPL. 2008. Kelimpahan biota megabentos hasil studi baseline dengan metode “reef check” di lokasi DPL. Kabupaten Pangkep. Gambar 8b. Kabupaten Pangkep. bagian barat Kec. 56 .

Kelimpahan beberapa jenis ikan ekonomis penting yang termasuk dalam kategori ikan target yang ditemukan di lokasi ini.III. Hasil Pengamatan Ikan Karang Hasil pengamatan ikan karang dengan metode “Underwater Fish Visual” (UVC) di lokasi daerah perlindungan laut (DPL) perairan Kabupaten Pangkep.265 individu. Di Kecamatan Liukkang Tuppabiring dilakukan 24 stasiun transek. ditemukan sebanyak 213 jenis ikan karang yang termasuk dalam 36 suku.955 individu.744 individu pada luasan area 8. sehingga perbandingan antara ikan mayor.373 individu dan 106 individu.400 m2. ikan target dan ikan indikator adalah 106 : 31 : 1. yaitu sebesar 3. total dilakukan di 43 stasiun transek. suku Chaetodontidae) yang merupakan ikan indikator untuk menilai kesehatan terumbu karang memiliki kelimpahan 106 individu. Hasil pengamatan ikan karang. dan di kecamatan Liukkang Kalmas 19 stasiun transek. ikan kerapu (termasuk dalam suku Serranidae) 60 individu. kemudian diikuti oleh Chromis viridis ( 2375 individu) dan Sthelophorus sp. Berdasarkan kelimpahan total ikan karang pada dua puluh empat lokasi DPL ternyata Jenis Chromis ternatensis merupakan jenis ikan karang yang memiliki kelimpahan tertinggi dibandingkan dengan jenis ikan karang lainnya. ikan ekor kuning (termasuk dalam suku Caesionidae) yaitu 1084 individu.4 1. seperti ikan kakap (termasuk kedalam suku Lutjanidae) yaitu 291 individu/8400 m2. 3. berupa perbandingan kelimpahan antara ikan mayor. kemungkinan komposisinya terdiri dari 106 ikan mayor. 31 ikan target dan 1 individu ikan indikator. Perbandingan kelimpahan kelompok ikan mayor. di lokasi DPL Kecamatan Liukkang Tuppabiring disajikan dalam bentuk peta tematik dalam Gambar 9a dan Gambar 9b. Dua puluh jenis ikan karang yang memiliki kelimpahan yang tertinggi dalam area 8400 m2 ditampilkan dalam Tabel 20. ikan target dan ikan indikator tersebut adalah : 11. (1200 individu).4. 57 . ikan target dan ikan indikator. Ikan kepe-kepe (Butterfly fish. Hasil pengamatan ikan karang di Kecamatan Liukkang Tuppabiring Dari 24 Daerah Pelindungan Laut (DPL) yang diamati di pulau-pulau di Kecamatan Liukang Tuppabiring utara dan selatan perairan Kabupaten Pangkep. Selengkapnya diuraikan berdasarkan pengamatan di masing-masing kecamatan. III. Ini berarti bahwa untuk setiap 138 ikan yang ditemukan di perairan kecamatan ini. dengan nilai kelimpahan ikan karang sebesar 14.

18. 7. Kecamatan Liukkang Tuppabiring. 17. 2008. 11. Dua puluh jenis ikan karang dengan kelimpahan tertinggi di lokasi DPL. 3. No. 9. 5.Tabel 20. 6. 16. 1. Jenis Chromis ternatensis Chromis viridis Stelophorus sp. 19. 15. 10. Kabupaten Pangkep. 4. 12. 8. 20. 13. Chromis atripectoralis Caesio teres Amblyglyphidodon ternatensis Apogon chrysopomus Chromis fumea Lutjanus biguttatus Plotosus lineatus Amblyglyphidodon curacao Pterocaesio diagramma Pomacentrus coelestis Pomacentrus auriventris Neoglyphidodon crossi Cheilodipterus macrodon Pomacentrus nigromanus Cheilodipterus quinquelineatus Chrysiptera rollandi Abudefduf vaigiensis Jumlah Individu 3955 2375 1200 950 864 371 302 290 243 200 197 182 156 151 134 131 126 109 106 103 Persentase Kehadiran 88 29 8 17 71 88 38 25 21 8 50 25 17 21 80 17 50 50 46 50 58 . 14. 2.

Gambar 9a. 59 . bagian selatan Kecamatan Liukkang Tuppabiring Utara. hasil studi baseline dengan metode “UVC” di lokasi DPL. Kelimpahan ikan karang. bagian utara Kecamatan Liukkang Tuppabiring Utara. Gambar 9b. 2008. 2008. hasil studi baseline dengan metode “UVC” di lokasi DPL. Kabupaten Pangkep. Kelimpahan ikan karang. Kabupaten Pangkep.

III. Dua puluh jenis ikan karang yang memiliki kelimpahan yang tertinggi dalam area 6.4 2. Kabupaten Pangkep. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Jenis Cirrhilabrus cyanopleura Naso brevirostris Heniochus acuminatus Pseudanthias hutchii Chromis ternatensis Acanthochromis polyacanthus Pseudanthias squamipinnis Chrysiptera talboti Odonus niger Chromis weberi Pomacentrus lepidogenys Chromis retrofasciata Amblyglyphidodon curacao Chrysiptera cyanea Archamia sp. 2008. No. sebanyak 280 jenis ikan karang yang termasuk dalam 33 suku. Dua puluh jenis ikan karang dengan kelimpahan tertinggi di lokasi DPL.821 individu pada luasan area m2. kemudian diikuti oleh Naso brevirostris (412 individu) dan Heniochus acuminatus (400 individu). Hasil pengamatan ikan karang di Kecamatan Liukkang Kalmas Dari 19 Daerah Perlindungan Laut (DPL) yang diamati pada Pulau Pulau di Kecamatan Liukang Tuppabiring utara dan Selatan Perairan Kabupaten Pangkep. dengan nilai kelimpahan ikan karang sebesar 11. Pomacentrus moluccensis Pomacentrus bankanensis Abudefduf sexfasciatus Amblyglyphidodon leucogaster Chromis viridis Jumlah Individu 493 412 400 315 269 264 255 254 250 225 216 199 198 196 165 165 163 150 145 141 Persentase Kehadiran 79 79 47 42 58 42 37 53 37 64 85 26 63 79 11 79 100 26 58 21 60 . yaitu sebesar 493 individu. Berdasarkan kelimpahan total ikan karang pada dua puluh empat lokasi DPL ternyata jenis Cirrhilabrus cyanopleura merupakan jenis ikan karang yang memiliki kelimpahan tertinggi dibandingkan dengan jenis ikan karang lainnya. Tabel 21.650 m2 ditampilkan dalam Tabel 21. Kecamatan Liukkang Kalmas.

61 . Kabupaten Pangkep. hasil studi baseline dengan metode “UVC” di lokasi DPL. 2008. Kelimpahan ikan karang. seperti ikan kakap (termasuk kedalam suku Lutjanidae) yaitu 334 individu/6650 m2. ikan target dan ikan indikator tersebut adalah : 8. kemungkinan komposisinya terdiri dari 10 ikan mayor. sehingga perbandingan antara ikan mayor. Ikan kepekepe (Butterfly fish. bagian barat Kecamatan Liukkang Kalmas.238 individu. Kabupaten Pangkep disajikan dalam Gambar 10a dan Gambar 10b. Perbandingan kelimpahan kelompok ikan mayor. suku Chaetodontidae) yang merupakan ikan indikator untuk menilai kesehatan terumbu karang memiliki kelimpahan 864 individu. ikan target dan ikan indikator di lokasi daerah perlindungan laut (DPL) di perairan Kalmas bagian Barat dan Kalmas bagian timur. ikan kerapu (termasuk dalam suku Serranidae) 197 individu. 3 ikan target dan 1 individu ikan indikator. Perbandingan kelimpahan kelompok ikan mayor. ikan ekor kuning (termasuk dalam suku Caesionidae) yaitu 470 individu. Gambar 10a. Ini berarti bahwa untuk setiap 14 ikan yang dijumpai di perairan Kalmas. 2.Kelimpahan beberapa jenis ikan ekonomis penting yang termasuk dalam kategori ikan target yang ditemukan di 19 lokasi DPL Kecamatan Liukkang Kalmas.719 individu dan 864 individu . ikan target dan ikan indikator adalah 10 : 3 : 1.

sehingga secara detail tidak dapat dibuat suatu kesimpulan. bagian timur Kecamatan Liukkang Kalmas. 62 . UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih disampaikan kepada Tim Survey dari CRITC Jakarta. Seperti telah diuraikan sebelumnya. CRITC daerah dan Peneliti dan Teknisi yang terlibat dalam kegiatan lapangan. bahwa hasil pengamatan di dalam laporan ini diuraikan secara deskriptif dan tidak dilakukan analisa secara statistik. Kelimpahan ikan karang.Gambar 10b. hasil studi baseline dengan metode “UVC” di lokasi DPL. Kabupaten Pangkep. 2008.

Kuiter. R. P. PT Gramedia Pustaka Utama.B. Indonesia and Adjacent Waters. C. Consultant Report ADB CRITC COREMAP II/53. J. P.. J. 1984. 1999. 1994.. A. Grouper of the World (Family Serranidae. Amoka. Revision of Indo-Pacific Grouper (Perciformis: Serranidae: Epinephelidae). USA : Earth Observing System Project Science Office NASA. C. J.. P. Second edition. FAO Species Catalogue.K. Indo-Pacific. 1996. NASA. Australia Institute of Marine Science.B. T.E. Introduction to Remote Sensing. London: Taylor & Francis. Lieske E. Vol. Coral Reef Rehabilitation and Management Project.. and Randall. Campbell. and Heemstra. 1991. Myers. 16. Matsuda. Sub Family Epinephelidae). Elements of Computer-Assisted Cartography. and Yoshiro. Introduction to Remote Sensing. 2006.C.DAFTAR PUSTAKA Campbell. Stefanovic. 1991. H. Reef Fishes of the World.C. Periplus Edition. J. With Description of Five New Species. Revised March. Tokai University Press. Baker. T. Wilkinson and V. Guide to Landsat 7. English. 1992. Singapore. 1983. Uyeno. The Fishes of the Japanese Archipelago. Survey Manual for Tropical Marine Resources. 1997. Townsville: 390p. 1996.. & R.. Tropical Reef-Fishes of the Western Pacific. London: Taylor & Francis. 400p. 63 . S. Randall..Report on Standard Operational Procedures.E. Heemstra.

935170  ‐4.457980 119.437513 119.626417 117.388605 119.858485  ‐4.948538  ‐4.402012 119.039917 117.059583 117.983950  ‐5.336804 119.771013  ‐4.401386 119.429073 119.769300  ‐4.978767  ‐4.440201 119.883424  ‐4.317476 119.284208 119.883718  ‐4.885973  ‐4.037483 117.858185  ‐4.092400  ‐5.756075  ‐4.LAMPIRAN Lampiran 1.039250 117.329759 119.204550  ‐5.678462  ‐4. Stasiun  PKPP01 PKPP02 PKPP03 PKPP04 PKPP05 PKPP06 PKPP07 PKPP08 PKPP09 PKPP10 PKPP11 PKPP12 PKPP13 PKPP14 PKPP15 PKPP16 PKPP17 PKPP18 PKPP19 PKPP20 PKPP21 PKPP22 PKPP23 PKPP24 KAL1  KAL2  KAL3  KAL4  KAL5  KAL6  KAL7  KAL8  LONG  119.426565 119.625217 LAT  ‐4.420581 119.882909  ‐4.208050  Nama_DPL  Mattiro Bombang  Mattiro Bombang  Mattiro Kanja  Mattiro Kanja  Mattiro Baji  Mattiro Baji  Mattiro Uleng  Mattiro Uleng  Mattiro Labangeng  Mattiro Labangeng  Mattiro Bulu  Mattiro Bulu  Mattiro Dolangeng  Mattiro Dolangeng  Mattiro Langi  Mattiro Langi  Mattaro Sompe  Mattaro Sompe  Mattiro Bone  Mattiro Bone  Mattiro Adae  Mattiro Adae  Mattiro Deceng  Mattiro Deceng  Takat Sarassa  Takat Sarassa  Takat Sarassa  Pulau Kalukalukuang  Pulau Sabaru  Pulau Sabaru  Pulau Sabaru  Pulau Kalukalukuang  64 .463651 119.064850 117. 2008.935587  ‐4.675849  ‐4.259292 119.980383  ‐4.419548 119.094300  ‐5.929146  ‐4.389335 119.814945  ‐4.282581 117.061783 117.970718  ‐4.972335  ‐4. Posisi DPL di Kabupaten Pangkep.927119  ‐4.459278 119.316804 119.342025 119.755639  ‐4.093650  ‐5.791435  ‐4.790771  ‐4.260270 119.463771 119.329641 119.813066  ‐4.946950  ‐4.

134300 118.411150 118.920550 117.863833 117.293583  ‐5.299100  ‐5.296383  ‐5.864867 117.864550 117.403667  ‐5.126667  ‐5.922350 118.KAL9  KAL10  KAL11  KAL12  KAL13  KAL14  KAL15  KAL16  KAL17  KAL18  KAL19  117.436583  ‐5.439350  Pulau Doang‐Doangan Caddi  Pulau Doang‐Doangan Caddi  Pulau Doang‐Doangan Caddi  Pulau Doang‐Doangan Lompo  Pulau Doang‐Doangan Lompo  Pulau Doang‐Doangan Lompo  Pulau Marasende  Pulau Marasende  Pulau Marasende  Pulau Dewakang Lompo  Pulau Dewakang Lompo  65 .405800  ‐5.137383 118.411033 ‐5.125317  ‐5.408133  ‐5.135833 118.918750 117.124083  ‐5.

I 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 66 . Sebaran karang batu di lokasi DPL Kecamatan Liukkang Tuppabiring.2008.Lampiran 2. PKPP 1 + 2 + 3 + 4 + + + 5 + + + 6 + 7 8 + + 9 10 11 + 12 13 14 15 + 16 + + + + 17 18 19 + 20 + + 21 22 23 + + + 24 + - No. Kabupaten Pangkep. Jenis Karang ACROPORIDAE Acropora acuminata Acropora brueggemanni Acropora cerealis Acropora clathrata Acropora cytherea Acropora divaricata Acropora fastigata Acropora florida Acropora formosa Acropora grandis Acropora humilis Acropora hyacinthus Acropora intermedia Acropora microphthalma Acropora millepora Acropora nasuta Acropora palifera Acropora pulchra Acropora samoensis Acropora sp.

Montipora aequituberculata Montipora altasepta Montipora danae Montipora digitata Montipora foliosa Montipora grisea Montipora hispida Montipora incrassata Montipora informis Montipora millepora Montipora monasteriata Montipora samarensis Montipora sp.21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 II 44 Acropora tenuis Acropora verweyi Acropora yongei Astreaopora ocellata Astreopora gracilis Astreopora ocellata Astreopora sp. Montipora turgescens Montipora undata Montipora venosa AGARICIIDAE Coeloseris mayeri - - + + - + - - - - + + - + + - + + - + + + - - + + + - + + - + - + + + - + + + - + - + - + + + + + - + + + + + + - + + - + + + + + + + - + + + + + - 67 .

Pavona varians Pavona venosa DENDROPHYLLIIDAE Turbinaria mesenterina EUPHYLLIDAE Euphyllia ancora Euphyllia glabra Euphyllia glabrescens Platygyra daedalea Platygyra lamellina Platygyra pini Platygyra sinuosa Platygyra sp. FAVIIDAE Cyphastrea chalcidicum Cyphastrea decadia Cyphastrea microphthalma Cyphastrea seraillia Cyphatrea chalcidicum - + + + - + - + - - + + - + - + - + + - + + + + - - + - + - - + + + + - - + - - + + - + - + + - + + - - + + + + - 68 .45 46 47 48 49 50 51 52 III 53 IV 54 55 56 57 58 59 60 61 V 62 63 64 65 66 Leptoseris scabra Pachyseris rugosa Pachyseris speciosa Pavona decussata Pavona explanulata Pavona sp.

Favia speciosa Favia stelligera Favites abdita Favites chinensis Favites halicora Favites pentagona Favites russelli Goniastrea edwardsi Goniastrea favulus Goniastrea retiformis Leptastrea pruinosa Leptastrea purpurea Leptastrea transversa Leptoria phrygia Montastrea curta Oulophyllia crispa + + + + + + + + + + + + - - + - + - + + + - + + - + + + + + - + + + + + + - + + - + + + - + + - - - + + + + - - - + - + - + + + + - + - 69 .67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 Diploastrea coerulea Diploastrea heliopora Echinopora horrida Echinopora lamellosa Favia digitata Favia matthaii Favia maxima Favia pallida Favia rotundata Favia sp.

VI 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 VII 105 VIII 106 107 108 IX 109 110 111 112 X 113 FUNGIIDAE Ctenactis echinata Fungia concinna Fungia danae Fungia fungites Fungia horrida Fungia moluccensis Fungia paumotensis Fungia repanda Fungia scutaria Fungia sp. - - + + + - + + - + - + + + - - + - + + - - + + - + + - - + + + + + + - + + + - + + + + + - + + + - + + - + + - + + + + - + - + + + + + + + - - 70 . Herpolitha limax Poliphyllia talpina HELIOPORIDAE Heliopora coerulea MERULINIDAE Hydnophora microconos Hydnophora rigida Merulina scabricula MILLEPORIDAE Millepora dichotoma Millepora exesa Millepora platyphylla Millepora tenella MUSSIDAE Acantastrea sp.

Oxypora lacera Pectinia alcicornis Pectinia lactuca POCILLOPORIDAE Pocillopora damicornis Pocillopora eydouxi Pocillopora verruocsa Seriatopora caliendrum Seriatopora hystrix Stylophora pistillata PORITIDAE Goniopora columna Goniopora djiboutensis Goniopora minuta Goniopora sp.114 115 116 117 118 XI 119 120 XII 121 122 123 124 125 XIII 126 127 128 129 130 131 XIV 132 133 134 135 Lobophyllia corymbosa Lobophyllia hemprichii Lobophyllia pachysepta Symphyllia agaricia Symphyllia radians OCULINIDAE Galaxea astreata Galaxea fascicularis PECTINIIDAE Echinophyllia aspera Echinophyllia sp. + + + + - + + + + - + - + + - + + + + + - + - + + + + + + + + + + - + + + + + - + - + + - + + + - + - + + + - + - + + - + + + + + + + + - + - + + = - - + + - + + - + + + + - 71 .

Porites stephensoni SIDERASTREIDAE Coscanaraea columna Psammocora contigua Psammocora superficialis Jumlah jenis + + + 10 + + 17 + 12 + 10 + 11 + + 10 8 13 15 + 12 10 + + + 11 + 11 + + 8 + 14 + + 14 + + 19 + 9 + + + 10 + + 15 + + + + 17 + + + 14 + 20 15 72 .136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 XV 147 148 149 Goniopora stokesi Porites cylindrica Porites horizontalata Porites lichen Porites lobata Porites lutea Porites nigrescens Porites rugosa Porites rus Porites sp.

Lampiran 3.2008. Kabupaten Pangkep. I 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Jenis Karang ACROPORIDAE Acropora acuminata Acropora brueggemanni Acropora cerealis Acropora clathrata Acropora cytherea Acropora divaricata Acropora fastigata Acropora florida Acropora formosa Acropora grandis Acropora humilis Acropora hyacinthus Acropora intermedia Acropora microphthalma Acropora millepora Acropora nasuta Acropora palifera Acropora pulchra Acropora samoensis Acropora sp. Acropora tenuis 1 - 2 - 3 + - 4 + + - 5 + + - 6 - 7 - 8 + - 9 - KAL 10 11 + + + - 12 + + + - 13 + + - 14 - 15 + - 16 + + + + 17 + + + + - 18 + - 19 + - 73 . Sebaran karang batu di lokasi DPL Kecamatan Liukkang Kalmas. No.

22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 II 44 45 46 Acropora verweyi Acropora yongei Astreaopora ocellata Astreopora gracilis Astreopora ocellata Astreopora sp. Montipora aequituberculata Montipora altasepta Montipora danae Montipora digitata Montipora foliosa Montipora grisea Montipora hispida Montipora incrassata Montipora informis Montipora millepora Montipora monasteriata Montipora samarensis Montipora sp. Montipora turgescens Montipora undata Montipora venosa AGARICIIDAE Coeloseris mayeri Leptoseris scabra Pachyseris rugosa + + - + + - + + - + - - + + + - + + + - + + - - + - + + - - - + + + - + + - + + - + + - + + - 74 .

FAVIIDAE Cyphastrea chalcidicum Cyphastrea decadia Cyphastrea microphthalma Cyphastrea seraillia Cyphatrea chalcidicum Diploastrea coerulea Diploastrea heliopora Echinopora horrida + + - + + - + + - - - + + - + - - - - - - - - + - + - + + - - - 75 . Pavona varians Pavona venosa DENDROPHYLLIIDAE Turbinaria mesenterina EUPHYLLIDAE Euphyllia ancora Euphyllia glabra Euphyllia glabrescens Platygyra daedalea Platygyra lamellina Platygyra pini Platygyra sinuosa Platygyra sp.47 48 49 50 51 52 III 53 IV 54 55 56 57 58 59 60 61 V 62 63 64 65 66 67 68 69 Pachyseris speciosa Pavona decussata Pavona explanulata Pavona sp.

70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 VI 93 94 Echinopora lamellosa Favia digitata Favia matthaii Favia maxima Favia pallida Favia rotundata Favia sp. Favia speciosa Favia stelligera Favites abdita Favites chinensis Favites halicora Favites pentagona Favites russelli Goniastrea edwardsi Goniastrea favulus Goniastrea retiformis Leptastrea pruinosa Leptastrea purpurea Leptastrea transversa Leptoria phrygia Montastrea curta Oulophyllia crispa FUNGIIDAE Ctenactis echinata Fungia concinna + + + - - + + - + + + + - + - - - + - - + - - - + - - - - + - 76 .

95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 VII 105 VIII 106 107 108 IX 109 110 111 112 X 113 114 115 116 Fungia danae Fungia fungites Fungia horrida Fungia moluccensis Fungia paumotensis Fungia repanda Fungia scutaria Fungia sp. Herpolitha limax Poliphyllia talpina HELIOPORIDAE Heliopora coerulea MERULINIDAE Hydnophora microconos Hydnophora rigida Merulina scabricula MILLEPORIDAE Millepora dichotoma Millepora exesa Millepora platyphylla Millepora tenella MUSSIDAE Acantastrea sp. Lobophyllia corymbosa Lobophyllia hemprichii Lobophyllia pachysepta + + + - - + - + - + + + + - + - + + - - - - - + - + + - - + + + - + - + + - - - 77 .

Goniopora stokesi Porites cylindrica - - - - - - - - - - - - - - - - - - - + + + - - + + + + + + + + + + - - + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + 78 .117 118 XI 119 120 XII 121 122 123 124 125 XIII 126 127 128 129 130 131 XIV 132 133 134 135 136 137 Symphyllia agaricia Symphyllia radians OCULINIDAE Galaxea astreata Galaxea fascicularis PECTINIIDAE Echinophyllia aspera Echinophyllia sp. Oxypora lacera Pectinia alcicornis Pectinia lactuca POCILLOPORIDAE Pocillopora damicornis Pocillopora eydouxi Pocillopora verruocsa Seriatopora caliendrum Seriatopora hystrix Stylophora pistillata PORITIDAE Goniopora columna Goniopora djiboutensis Goniopora minuta Goniopora sp.

Porites stephensoni SIDERASTREIDAE Coscanaraea columna Psammocora contigua Psammocora superficialis Jumlah jenis 11 + + 8 + + + 11 + + + 12 + + + + 13 + + + 13 + + 11 + + + 5 + 2 6 + 5 + + + 12 + 7 2 + + + 13 + + + 14 + + + + + 18 + + + + 8 + + + 12 79 .138 139 140 141 142 143 144 145 146 XV 147 148 149 Porites horizontalata Porites lichen Porites lobata Porites lutea Porites nigrescens Porites rugosa Porites rus Porites sp.

Kabupaten Pangkep.Lampiran 4. 2008. PKPP Jenis Biota Acanthaster planci Banded Coral Shrimp Coral Mushroom (CMR) Diadema setosum Drupella sp. Kelimpahan biota megabentos di lokasi DPL Kecamatan Liukkang Tuppabiring. 1 0 0 8 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 0 0 127 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 0 0 133 1 0 0 0 0 0 0 0 0 5 0 0 51 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 0 0 11 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 0 0 27 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 0 0 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 9 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 10 0 0 21 0 0 0 0 0 0 0 0 0 11 0 0 29 1 0 0 0 0 0 0 0 0 12 0 0 133 8 0 0 0 0 0 0 0 0 13 0 0 50 3 0 0 0 0 0 0 0 0 14 0 0 0 10 0 0 1 0 0 0 0 0 15 0 0 2106 0 0 0 0 0 0 0 0 0 16 0 0 453 0 0 0 0 0 0 0 0 0 17 0 0 291 51 0 0 0 0 0 0 0 0 18 0 0 237 68 0 0 0 0 0 0 0 0 19 0 0 318 2 0 0 0 0 0 0 0 0 20 0 0 474 5 0 0 0 0 0 0 0 0 21 0 2 741 4 0 0 1 0 0 0 0 0 22 0 0 44 36 0 0 1 0 0 0 0 0 23 0 0 773 11 6 0 0 0 0 0 0 0 24 0 0 223 0 4 0 0 0 0 0 0 0 80 . Large Giant Clam Small Giant Clam Large Holothurian Small Holothurian Lobsters Pencil Sea Urchin Trochus sp.

Large Giant Clam Small Giant Clam Large Holothurian Small Holothurian Lobsters Pencil Sea Urchin Trochus sp. 1 0 0 39 0 0 0 2 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 3 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 4 0 0 2 0 0 0 0 1 0 0 0 0 5 0 0 106 0 7 0 0 0 0 0 0 0 6 0 0 23 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 0 0 52 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 0 0 3 2 0 0 0 0 0 0 0 0 9 0 0 7 0 0 0 0 0 0 0 0 3 10 0 0 11 0 0 0 0 0 0 0 0 2 11 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 12 0 0 1 3 0 1 0 0 0 0 0 1 13 0 0 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 14 0 0 12 0 0 0 0 0 0 0 0 3 15 0 0 43 0 2 0 1 0 0 0 0 0 16 0 0 9 0 3 0 0 0 0 0 0 0 17 0 0 69 0 2 0 0 0 0 0 0 1 18 0 0 6 3 0 1 0 1 0 0 0 0 19 0 0 28 2 0 1 0 0 0 0 0 0 81 .Lampiran 5. Kelimpahan biota megabentos di lokasi DPL Kecamatan Liukkang Kalmas. 2008 KAL Jenis Biota Acanthaster planci Banded Coral Shrimp Coral Mushroom (CMR) Diadema setosum Drupellasp. Kabupaten Pangkep.

Sebaran jenis ikan karang di lokasi DPL Kecamatan Liukkang Tuppabiring. Kabupaten Pangkep 2008. I 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 II SUKU / JENIS ACANTHURIDAE Acanthurus auranticavus Acanthurus grammoptilus Acanthurus lineatus Acanthurus nigricans Acanthurus olivaceous Acanthurus pyroferus Acanthurus sp.Lampiran 6. PKPP NO. Acanthurus thompsoni Ctenochaetus binotatus Ctenochaetus striatus Ctenochaetus strigosus Ctenochaetus tominiensis Naso brachycentron Naso brevirostris Naso lituratus Naso unicornis Naso vlamingii Paracanthurus hepatus Zebrasoma scopas Zebrasoma veliferum APOGONIDAE 1 - 2 - 3 - 4 - 5 - 6 - 7 - 8 - 9 - 10 - 11 + - 12 - 13 + + - 14 - 15 + - 16 + - 17 - 18 - 19 + + + + - 20 + - 21 + + + - 22 + + - 23 + + + + - 24 + + - K T T T T T T T T T T T T T T T T T T M M 82 .

21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 III 32 33 34 35 36 37 38 39 40 IV 41 42 43 Apogon chrysopomus Apogon compressus Apogon fuscus Apogon margaritophorus Apogon sealei Archamia fucata Archamia melasma Archamia sp. Cheilodipterus macrodon Cheilodipterus quinquelineatus Sphaeramia nematoptera BALISTIDAE Balistapus undulatus Balistoides conspicillum Balistoides viridescens Melichthys vidua Odonus niger Rhinecanthus rectangulus Rhinecanthus verrucosus Suffamen bursa Suffamen chrysopterus BLENIIDAE Cirripectes filamentosus Ecsenius bicolor Hemiglyphidodon plagiometopon + - + - + + - + + + - + - - + + - + - + + - + - + + - + + - - - + + + + + + - + + - + + + - + - + - + + + + - + + + + - + - M M M M M M M M M M M M M M M M M M M M T M M 83 .

Meiacanthus ditremus Meiacanthus grammistes Plagiotremus sp.44 45 46 47 V 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 VI 60 61 VII 62 VIII 63 IX Labropsis sp. CARCHARINIDAE Triaenodon obesus CENTRISCIDAE Aeoliscus strigatus CHAETODONTIDAE + + + + + + + + - - + + - + - + + + - + + + - + - + + + - + - - + + - + - + + + + + +- + + + - + - + + + + + + + + + + + + + - M M M M T T T T T T T T T T T T T T M M 84 . CAESIONIDAE Caesio caerulaurea Caesio cuning Caesio lunaris Caesio teres Caesio xanthonota Pterocaesio diagramma Pterocaesio pisang Pterocaesio tile Pterocaesio triliniatus Sargocentron caudimaculatus Sargocentron cornutum Sargocentron ittodai CARANGIDAE Carangoides ferdau Caranx sp.

64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 Chaetodon adiergastos Chaetodon auriga Chaetodon baronessa Chaetodon bennetti Chaetodon citrinellus Chaetodon ephippium Chaetodon guttatissimus Chaetodon kleini Chaetodon lineolatus Chaetodon lunula Chaetodon melannotus Chaetodon ocellicaudus Chaetodon octofasciatus Chaetodon ornatissimus Chaetodon oxicephalus Chaetodon punctatofasciatus Chaetodon rafflesii Chaetodon speculum Chaetodon trifascialis Chaetodon trifasciatus Chaetodon ulietensis Chaetodon vagabundus Chelmon rostratus Coradion chrysozonus Coradion melanopus + - + + + + - + - - - - - + + - + + - + - + - + - - + - + - - - + - + + + + - + + + + - + + + + + - + + + + + - I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I 85 .

HAEMULIDAE Diagramma pictum Plectorhinchus chaetodonoides Plectorhinchus gibbosus Plectorhinchus lessoni Plectorhinchus lineatus - + - + + - + - - + - + + - + - + + - - - - - + - + - - - - + + - + - + - + + - + - I I I I I I I M M T T T M M T T T T T 86 . EPHIPPIDAE Platax orbicularis GOBIIDAE Cryptocentrus cinctus Ecsenius sp.89 90 91 92 93 94 95 X 96 97 XI 98 XII 99 XIII 100 XIV 101 102 XV 103 104 105 106 107 Hemitaurichthys polylepis Heniochus acuminatus Heniochus chrysostomus Heniochus monoceros Heniochus singularis Heniochus varius Parachaetodon ocellatus CIRRHITIDAE Cirrhitichthys falco Paracirrhites forsteri DASYATIDAE Taeniura lymma ENGRAULIDAE Stelophorus sp.

108 109 110 111 XVI 112 113 114 115 XVII 116 XVIII 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129

Plectorhinchus orientalis Plectorhinchus pictus Plectorhinchus picus Plectorhinchus polytaenia HOLOCENTRIDAE Myripristis adustus Neoniphon agenteus Neoniphon sammara Sargocentron rubrum KYPPOSIDAE Kyphosus vaigiensis LABRIDAE Anampses caeruleopunctatus Anampses melanurus Anampses meleagrides Anampses neoguinaicus Bodianus axillaris Bodianus diana Bodianus mesothorax Cheilinus chlorurus Cheilinus diagrammus Cheilinus fasciatus Cheilinus trilobatus Cheilinus undulatus Cheilio inermis

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

+ -

-

-

-

+ -

-

+ -

-

-

-

-

-

+ -

+ -

T T T T M M M M T

-

+ -

+ -

-

-

-

+ -

-

+ + -

+ -

+ -

+ + + -

-

-

+ + -

+ -

+ -

+ + -

+ -

+ -

+ -

+ -

+ + + -

+ + -

M M M M M M M T T T T T M

87

130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154

Choerodon anchorago Cirrhilabrus cyanopleura Coris aygula Coris batuensis Coris gaimardi Diproxtaxanthus xanthurus Epibulus insidiator Gomphosus varius Halichoeres argus Halichoeres chloropterus Halichoeres chrysus Halichoeres hortulanus Halichoeres leucurus Halichoeres lineatus Halichoeres marginatus Halichoeres melanurus Halichoeres nigrescens Halichoeres ornatissimus Halichoeres prosopion Halichoeres richmondi Halichoeres scapularis Hemigymnus fasciatus Hemigymnus melapterus Hologymnosus doliatus Labroides bicolor

+ + + + + -

+ + + + + -

+ + + + + + + + -

+ + + -

+ -

+ + -

+ + + + + + -

+ + + + + -

+ + + + + + -

+ + + + -

+ + + + + + + -

+ + + -

+ + + + + + + -

+ + + + + -

+ + + + -

+ + + + + -

+ + + + + + + + -

+ + + + + -

+ + + + + + -

+ + + + + + + -

+ + + + + -

+ + + + + -

+ + + + + -

+ + + + + + + + + -

M M M M M M M M M M M M M M M M M M M M M T T M M

88

155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 XIX 175 176

Labroides dimidiatus Labroides pectoralis Macropharyngodon meleagris Macropharyngodon ornatus Novaculichthys taeniurus Oxycheilinus celebicus Oxycheilinus diagramma Oxycheilinus rhodochrous Pseudocheilinus hexataenia Pseudodax moluccanus Stethojulis albovittata Stethojulis bandanensis Stethojulis interrupta Stethojulis strigiventer Stethojulis trilineata Thalassoma amblycephalus Thalassoma hardwickei Thalassoma janseni Thalassoma lunare Thalassoma purpureum LETHRINIDAE Gnathodentex aurolineatus Lethrinus erythropterus

+

+ + -

-

-

-

-

-

+ + -

+ + + -

-

+ + -

+ -

+ + + + + + + -

+ + + + + -

+ + + + + + + + -

+ + + + + + + + + -

+ + + -

-

+ + + -

+ + + + -

+ + + -

+ + + + -

+ + + + + + + + + -

+ + + + + + + + -

M M M M M M M M M M M M M M M M M M M

-

-

+

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

T T

89

Etilis sp.177 178 179 180 181 XX 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 Lethrinus harak Lethrinus lentjan Lethrinus olivaceus Lethrinus ornatus Monotaxis grandoculis LUTJANIDAE Aphareus sp. Lutjanus vitta Macolor macularis Macolor niger Symphorus nematophorus - + - + - - - + - + + - + - + - + + + - + - - - - - + + - + - + - + - + + - + - + + - + - - T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T 90 . Lutjanus biguttatus Lutjanus bohar Lutjanus carponotatus Lutjanus decussatus Lutjanus ehrenbergi Lutjanus flunulatus Lutjanus fulviflamma Lutjanus fulvus Lutjanus kasmira Lutjanus lunulatus Lutjanus rivulatus Lutjanus russelli Lutjanus sp.

Parupeneus barberinoides Parupeneus barberinus Parupeneus bifasciatus Parupeneus cylcostomus Parupeneus indicus Parupeneus multifasciatus Upeneus tragula NEMIPTERIDAE Pentapodus bifasciatus Pentapodus caninus Pentapodus trivittatus + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + T T T + + + + + + + T T T T T T T T + M M T M - - - - - - - - - - - - - + - - - - - - + - - - - M M M M 91 .XXI 201 XXII 202 203 204 205 XXIII 206 207 208 XXIV 209 210 211 212 213 214 215 216 XXV 217 218 219 MALACANTHIDAE Malacanthus latovittatus MICRODESMIDAE Gunnelichthys pleurotaenia Nemateleotris magnifica Ptereleotris evides Ptereleotris microlepis MONACANTHIDAE Amanses scopas Aluterus scriptus Monacanthus tomentosus MULLIDAE Mulloidichthys sp.

XXVI 220 XXVII 221 XXVIII 222 223 XXIX 224 XXX 225 XXXI 226 XXXII 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 OSTRACIONIDAE Ostracion meleagris PARAPERCIDAE Parapercis sp. PEMPERIDAE Pempheris oualensis Pempheris vanicolensis PINGUIPEDIDAE Parapercis cylindrica PLATYCEPHALIDAE Inegocia japonica PLOTOSIDAE Plotosus lineatus POMACANTHIDAE Apolemichthys trimaculatus Centropyge bicolor Centropyge bispinosus Centropyge nox Centropyge tibicen Centropyge vrolikii Pomacanthus imperator Pomacanthus navarchus Pomacanthus sexstriatus Pomacanthus xanthometopon Pygoplites diacanthus + + T + M + + + M + + + + + + + + + + M M M M - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - + - + - - - M M M M M M M M M M M 92 .

XXXIII 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 POMACENTRIDAE Abudefduf bengalensis Abudefduf saxatilis Abudefduf sexfasciatus Abudefduf sextriatus Abudefduf vaigiensis Acanthochromis polyacanthus Amblyglyphidodon aureus Amblyglyphidodon batuensis Amblyglyphidodon curacao Amblyglyphidodon leucogaster Amblyglyphidodon ternatensis Amphiprion clarkii Amphiprion frenatus Amphiprion melanopus Amphiprion ocellaris Amphiprion perideraion Amphiprion sandaracinos Chaetodontoplus mesoleucus Chromis alpha Chromis analis Chromis atripectoralis Chromis atripes + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + M M M M M M M M M M M M M M M M M M M M M M 93 .

260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 Chromis fumea Chromis lineata Chromis margaritifer Chromis retrofasciata Chromis ternatensis Chromis viridis Chromis weberi Chromis xanthura Chrysiptera cyanea Chrysiptera hemicyanea Chrysiptera parasema Chrysiptera rex Chrysiptera rollandi Chrysiptera talboti Dascyllus aruanus Dascyllus reticulatus Dascyllus trimaculatus Dischistodus melanotus Dischistodus perspicillatus Dischistodus prosopotaenia Dischistodus pseudochrysopoecilus Neoglyphidodon crossi Neoglyphidodon nigroris Neoglyphidodon oxyodon + + + - + + + + + - + + + + - + + + + - + + + + + + - + + + + - + + + + + + + + + + + - + + - + + - + + + + + + + + + - + + + + - + + - + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + - M M M M M M M M M M M M M M M M M M M M M M M M 94 .

284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 Neoglyphidodon thoracotaeniatus Neopomacentrus azysron Neopomacentrus filamentosus Paraglyphidodon melas Paraglyphidodon thoracotaeniatus Plectroglyphidodon lacrymatus Pomacentrus alexandreae Pomacentrus amboinensis Pomacentrus auriventris Pomacentrus bankanensis Pomacentrus branchialis Pomacentrus coelestis Pomacentrus cuneatus Pomacentrus lepidogenys Pomacentrus milleri Pomacentrus moluccensis Pomacentrus nigromanus Pomacentrus philippinus Pomacentrus simsiang Pomacentrus taeniometopon Pomacentrus tripunctatus Premnas biaculeatus + + + + + - + - + + + + + + + + - + + + - + - + + - + + - + + + + + + + + - + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + - + + + + - + + + + - + + + + + - + + + + + - + + + + - + + + + + + + + - M M M M M M M M M M M M M M M M M M M M M M 95 .

Labrichthys unilineatus Pseudochromis paccagnellae Pseudochromis splendens SCARIDAE Cetoscarus bicolor Chlorurus bleekeri Chlorurus sordidus Chlorurus strongycephalus Scarus bicolor Scarus bleckeri Scarus bowersi Scarus chaqmeleon Scarus dimidiatus Scarus forsteni Scarus frenatus Scarus ghoban Scarus globiceps Scarus longiceps Scarus microhinos Scarus niger - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - M - - + - - - - + - - - - - + + - + + + + + - + + + + + + + + + + + - - - + + + + + + - + + + + - + + + + + + + - + + + + + + + + + - M M M M M T T T T M M M M M M M M M M M M 96 .306 XXXIV 307 308 309 310 311 XXXV 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 Stegastes nigricans PSEUDOCHROMIDAE Labracinus cyclophthalmus Labracinus sp.

SERRANIDAE Cephalopholis boenak Cephalopholis cyanostigma Cephalopholis argus Cephalopholis urodeta Pseudanthias hutchii Pseudanthias tuka Aethaloperca rogaa + - + + - + + - + + - + - - + + - + + - + + + + + - + + + - + + - + + + - + + + - - + + + + - + + + + - + + + + + - + + + + + - + - + + - + + - + + + - + + + - + + + + + - M M M M M M M T T T T T T T T T T T T M M T 97 .328 329 330 331 332 333 334 XXXVI 335 336 337 338 339 340 341 XXXVII 342 XXXVIII 343 344 345 346 347 348 349 Scarus oviceps Scarus prasiognatus Scarus rivulatus Scarus russellii Scarus schlegeli Scarus sordidus Scarus spinus SCOLOPSIDAE Scolopsis bifasciatus Scolopsis bilineatus Scolopsis ciliatus Scolopsis lineatus Scolopsis margaritifer Scolopsis monogramma Scolopsis xenochrous SCROMBIDAE Scomberus spp.

350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 XXXIX 371 Epinephelus fasciatus Pseudanthias squamipinnis Plectropomus areolatus Cephalopholis polyphekadion Pseudanthias pascalus Anyperodon leucogrammicus Cephalopholis miniata Plectropomus leopardus Cephalopholis formosa Cephalopholis leopardus Cephalopholis micropion Cromileptes altivelis Variola louti Gramistes sexlineata Priacanthus hamrur Cephalopholis sexmaculatus Plectropoma maculatum Epinephelus caeruleopunctatus Epinephelus hexagonatus Gracila albomarginata Epinephelus merra SIGANIDAE Siganus canaliculatus + - + - + - + - - - - + - - - + - - + + - + + - - + + + + - + - + - + - - + + - + - + - T M T T M T T T T T T T T M M T T T T T T T 98 .

372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 XL 382 XLI 383 384 XLII 385 Siganus corallinus Siganus doliatus Siganus guttatus Siganus lineatus Siganus puellus Siganus punctatissimus Siganus punctatus Siganus sp. Siganus virgatus Siganus vulpinus SPHYRAENIDAE Sphyraena flavicauda TETRAODONTIDAE Arothron nigropunctatus Canthigaster valentini ZANCLIDAE Zanclus cornutus Jumlah jenis + 21 + 32 + 34 21 + 15 + 13 + + 32 + 29 + 35 + + 30 + + + 36 + + 34 + + 41 28 + + + + 57 + + + + 51 47 36 + + + + 52 + + 57 + + + 57 + + + 58 + + 60 + 61 T T T T T T T T T T M M M M Keterangan : K – Kategori T – Ikan target I – Ikan Indikator M – Ikan Major 99 .

2008. Kabupaten Pangkep. Sebaran jenis ikan karang di lokasi DPL Kecamatan Liukkang Kalmas. KAL NO. Acanthurus thompsoni Ctenochaetus binotatus Ctenochaetus striatus Ctenochaetus strigosus Ctenochaetus tominiensis Naso brachycentron Naso brevirostris Naso lituratus Naso unicornis Naso vlamingii Paracanthurus hepatus Zebrasoma scopas Zebrasoma veliferum 1 + + + + + + - 2 + + + + + + + + + + + + - 3 + + + + + + + + + + + + + 4 + + + + + + + + + 5 + + + + + + + 6 + + + + + + + + + + + - 7 + + + + + + + + + + 8 + + + + + + + + + + 9 + + - 10 + + + + + - 11 + + + + + + + 12 + + + + + + - 13 + + + + + - 14 + + + + + + + 15 + + + + + + + + + + 16 + + + + + + + + + + + - 17 + + + + + + + + + + + + 18 + + + - 19 + + + + - Kategori Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Major Major 100 .Lampiran 7. I 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 SUKU / JENIS ACANTHURIDAE Acanthurus auranticavus Acanthurus grammoptilus Acanthurus lineatus Acanthurus nigricans Acanthurus olivaceous Acanthurus pyroferus Acanthurus sp.

Cheilodipterus macrodon Cheilodipterus quinquelineatus Sphaeramia nematoptera BALISTIDAE Balistapus undulatus Balistoides conspicillum Balistoides viridescens Melichthys vidua Odonus niger Rhinecanthus rectangulus Rhinecanthus verrucosus Suffamen bursa Suffamen chrysopterus BLENIIDAE Cirripectes filamentosus Ecsenius bicolor + + + - + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + - + + + + + + + + - + + - + + + - + + + + + - + + - + - - + - + - - + + + + + + + + + + + + + + + + + - + - + + - Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Target Major 101 .II 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 III 32 33 34 35 36 37 38 39 40 IV 41 42 APOGONIDAE Apogon chrysopomus Apogon compressus Apogon fuscus Apogon margaritophorus Apogon sealei Archamia fucata Archamia melasma Archamia sp.

43 44 45 46 47 V 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 VI 60 61 VII 62 VIII Hemiglyphidodon plagiometopon Labropsis sp. CARCHARINIDAE Triaenodon obesus CENTRISCIDAE + + + + - + + + + - + + - + + + + - + + + + + - + - + + + + + - - - + + + + - + - - - + - + + + + + - + + + + + + - + + + + + - + - + - Major Major Major Major Major Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Major 102 . CAESIONIDAE Caesio caerulaurea Caesio cuning Caesio lunaris Caesio teres Caesio xanthonota Pterocaesio diagramma Pterocaesio pisang Pterocaesio tile Pterocaesio triliniatus Sargocentron caudimaculatus Sargocentron cornutum Sargocentron ittodai CARANGIDAE Carangoides ferdau Caranx sp. Meiacanthus ditremus Meiacanthus grammistes Plagiotremus sp.

63 IX 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 Aeoliscus strigatus CHAETODONTIDAE Chaetodon adiergastos Chaetodon auriga Chaetodon baronessa Chaetodon bennetti Chaetodon citrinellus Chaetodon ephippium Chaetodon guttatissimus Chaetodon kleini Chaetodon lineolatus Chaetodon lunula Chaetodon melannotus Chaetodon ocellicaudus Chaetodon octofasciatus Chaetodon ornatissimus Chaetodon oxicephalus Chaetodon punctatofasciatus Chaetodon rafflesii Chaetodon speculum Chaetodon trifascialis Chaetodon trifasciatus Chaetodon ulietensis Chaetodon vagabundus Chelmon rostratus + + + + + + - + + + + + + + - + + + + + + - + + + + + + - + + + + + + + + - + + + + + + + + + - + + + + + + + + - + + + + - + + - + - + + + + + - + + + - + + + + + + - + + + + - + + + + + + - + + + + + + + - + + + + + + + + + + + - + - + + + - Major Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator 103 .

HAEMULIDAE Diagramma pictum Plectorhinchus chaetodonoides Plectorhinchus gibbosus + - + + + + - + + + - + + + - + + + + + + - + + + + + + - + + + + + - - - + + + - + + + + + - - - + + + + - + + + + + + + + + + + + + + + + + - - + + - Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Indicator Major Major Target Target Target Major Major Target Target Target 104 . EPHIPPIDAE Platax orbicularis GOBIIDAE Cryptocentrus cinctus Ecsenius sp.87 88 89 90 91 92 93 94 95 X 96 97 XI 98 XII 99 XIII 100 XIV 101 102 XV 103 104 105 Coradion chrysozonus Coradion melanopus Hemitaurichthys polylepis Heniochus acuminatus Heniochus chrysostomus Heniochus monoceros Heniochus singularis Heniochus varius Parachaetodon ocellatus CIRRHITIDAE Cirrhitichthys falco Paracirrhites forsteri DASYATIDAE Taeniura lymma ENGRAULIDAE Stelophorus sp.

106 107 108 109 110 111 XVI 112 113 114 115 XVII 116 XVIII 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 Plectorhinchus lessoni Plectorhinchus lineatus Plectorhinchus orientalis Plectorhinchus pictus Plectorhinchus picus Plectorhinchus polytaenia HOLOCENTRIDAE Myripristis adustus Neoniphon agenteus Neoniphon sammara Sargocentron rubrum KYPPOSIDAE Kyphosus vaigiensis LABRIDAE Anampses caeruleopunctatus Anampses melanurus Anampses meleagrides Anampses neoguinaicus Bodianus axillaris Bodianus diana Bodianus mesothorax Cheilinus chlorurus Cheilinus diagrammus Cheilinus fasciatus Cheilinus trilobatus + + - + + - + + - + + + - + + + + + - - + + - - - + + + + + - + + + - - + + - + - + + - + + + + + + + - + + + - - Target Target Target Target Target Target Major Major Major Major Target + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + - + + + - + - + + + + + - + + + + - + + + + + + - + + - + + + + - + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + - Major Major Major Major Major Major Major Target Target Target Target 105 .

128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 Cheilinus undulatus Cheilio inermis Choerodon anchorago Cirrhilabrus cyanopleura Coris aygula Coris batuensis Coris gaimardi Diproxtaxanthus xanthurus Epibulus insidiator Gomphosus varius Halichoeres argus Halichoeres chloropterus Halichoeres chrysus Halichoeres hortulanus Halichoeres leucurus Halichoeres lineatus Halichoeres marginatus Halichoeres melanurus Halichoeres nigrescens Halichoeres ornatissimus Halichoeres prosopion Halichoeres richmondi Halichoeres scapularis Hemigymnus fasciatus Hemigymnus melapterus Hologymnosus doliatus + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + - + + + + - + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + - + + + + + + + + + - + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + - Target Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Target Target Major 106 .

154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 XIX 175 176 177 Labroides bicolor Labroides dimidiatus Labroides pectoralis Macropharyngodon meleagris Macropharyngodon ornatus Novaculichthys taeniurus Oxycheilinus celebicus Oxycheilinus diagramma Oxycheilinus rhodochrous Pseudocheilinus hexataenia Pseudodax moluccanus Stethojulis albovittata Stethojulis bandanensis Stethojulis interrupta Stethojulis strigiventer Stethojulis trilineata Thalassoma amblycephalus Thalassoma hardwickei Thalassoma janseni Thalassoma lunare Thalassoma purpureum LETHRINIDAE Gnathodentex aurolineatus Lethrinus erythropterus Lethrinus harak + + + + + + + + + - + + + + + + + + - + + + + + + + + - + + + - + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + - + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + - Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Target Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Target Target Target 107 .

178 179 180 181 XX 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 XXI 201

Lethrinus lentjan Lethrinus olivaceus Lethrinus ornatus Monotaxis grandoculis LUTJANIDAE Aphareus sp. Etilis sp. Lutjanus biguttatus Lutjanus bohar Lutjanus carponotatus Lutjanus decussatus Lutjanus ehrenbergi Lutjanus flunulatus Lutjanus fulviflamma Lutjanus fulvus Lutjanus kasmira Lutjanus lunulatus Lutjanus rivulatus Lutjanus russelli Lutjanus sp. Lutjanus vitta Macolor macularis Macolor niger Symphorus nematophorus MALACANTHIDAE Malacanthus latovittatus

+ + + + +

+ + +

+ + -

+ + + + + + + + -

+ + + + + + + + + + + + + -

+ + + + + -

+ + + + + + + -

+ + + + + + + + -

+ -

+ + + + + + + + -

+ + + + + + -

+ + + +

+ -

+ + + -

+ + + + + + + -

+ + + + + + + + + + + + + + +

+ + + + + + + + -

-

-

Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Major

108

XXII 202 203 204 205 XXIII 206 207 208 XXIV 209 210 211 212 213 214 215 216 XXV 217 218 219 XXVI 220 XXVII

MICRODESMIDAE Gunnelichthys pleurotaenia Nemateleotris magnifica Ptereleotris evides Ptereleotris microlepis MONACANTHIDAE Amanses scopas Aluterus scriptus Monacanthus tomentosus MULLIDAE Mulloidichthys sp. Parupeneus barberinoides Parupeneus barberinus Parupeneus bifasciatus Parupeneus cylcostomus Parupeneus indicus Parupeneus multifasciatus Upeneus tragula NEMIPTERIDAE Pentapodus bifasciatus Pentapodus caninus Pentapodus trivittatus OSTRACIONIDAE Ostracion meleagris PARAPERCIDAE

+ + + + + -

+ + + + + + -

+ + + + + + + -

+ + + + + -

+ + + + + + + -

+ + + -

+ + + + + -

+ + + + + + -

+ + + + + + -

+ + + + + -

+ + + -

+ + + + -

+ + + + + -

+ + -

+ + + + + -

+ + + + + +

+ + + + -

+ + -

+ + -

Major Major Major Major Major Major Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Major

109

221 XXVIII 222 223 XXIX 224 XXX 225 XXXI 226 XXXII 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 XXXIII 238

Parapercis sp. PEMPERIDAE Pempheris oualensis Pempheris vanicolensis PINGUIPEDIDAE Parapercis cylindrica PLATYCEPHALIDAE Inegocia japonica PLOTOSIDAE Plotosus lineatus POMACANTHIDAE Apolemichthys trimaculatus Centropyge bicolor Centropyge bispinosus Centropyge nox Centropyge tibicen Centropyge vrolikii Pomacanthus imperator Pomacanthus navarchus Pomacanthus sexstriatus Pomacanthus xanthometopon Pygoplites diacanthus POMACENTRIDAE Abudefduf bengalensis

+ -

+ -

+ -

-

-

-

-

+ -

-

-

+ -

-

-

-

-

-

-

+ -

+ -

Major Major Major Major Major Target

+ + + + + + + + -

+ + + + + -

+ + + + + + -

+ + + + + + -

+ + + + + + + + + -

+ + + + + + + + + -

+ + + + + + -

+ + + -

+ + -

+ + + + -

+ + -

+ -

+ + + -

+ + + -

+ + + + + + + -

+ + + + + + -

+ + + + + + -

+ + -

+ + -

Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major

110

239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 Abudefduf saxatilis Abudefduf sexfasciatus Abudefduf sextriatus Abudefduf vaigiensis Acanthochromis polyacanthus Amblyglyphidodon aureus Amblyglyphidodon batuensis Amblyglyphidodon curacao Amblyglyphidodon leucogaster Amblyglyphidodon ternatensis Amphiprion clarkii Amphiprion frenatus Amphiprion melanopus Amphiprion ocellaris Amphiprion perideraion Amphiprion sandaracinos Chaetodontoplus mesoleucus Chromis alpha Chromis analis Chromis atripectoralis Chromis atripes Chromis fumea + + - - + + + + + - + + + - + + + + + + + + + + + - + + + + + + - + + + + + + + + - + - + + - + + + + + - + + + - - + - + + - + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + - - + + + + + + - Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major 111 .

261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 Chromis lineata Chromis margaritifer Chromis retrofasciata Chromis ternatensis Chromis viridis Chromis weberi Chromis xanthura Chrysiptera cyanea Chrysiptera hemicyanea Chrysiptera parasema Chrysiptera rex Chrysiptera rollandi Chrysiptera talboti Dascyllus aruanus Dascyllus reticulatus Dascyllus trimaculatus Dischistodus melanotus Dischistodus perspicillatus Dischistodus prosopotaenia Dischistodus pseudochrysopoecilus Neoglyphidodon crossi Neoglyphidodon nigroris Neoglyphidodon oxyodon Neoglyphidodon thoracotaeniatus + + + + + - + + + + - + + + - + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + - + + + + + + + + + + - + + + + + + + + - + + + + + - + + - + + + + + + + - + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + - + + + - + + + + + - Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major 112 .

285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 Neopomacentrus azysron Neopomacentrus filamentosus Paraglyphidodon melas Paraglyphidodon thoracotaeniatus Plectroglyphidodon lacrymatus Pomacentrus alexandreae Pomacentrus amboinensis Pomacentrus auriventris Pomacentrus bankanensis Pomacentrus branchialis Pomacentrus coelestis Pomacentrus cuneatus Pomacentrus lepidogenys Pomacentrus milleri Pomacentrus moluccensis Pomacentrus nigromanus Pomacentrus philippinus Pomacentrus simsiang Pomacentrus taeniometopon Pomacentrus tripunctatus Premnas biaculeatus Stegastes nigricans + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + - + + + + + - + + + + + + + + - + + + + + + + + + - + - + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + + - + + + + - + + - Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major 113 .

Labrichthys unilineatus Pseudochromis paccagnellae Pseudochromis splendens SCARIDAE Cetoscarus bicolor Chlorurus bleekeri Chlorurus sordidus Chlorurus strongycephalus Scarus bicolor Scarus bleckeri Scarus bowersi Scarus chaqmeleon Scarus dimidiatus Scarus forsteni Scarus frenatus Scarus ghoban Scarus globiceps Scarus longiceps Scarus microhinos Scarus niger Scarus oviceps Scarus prasiognatus + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Major Major Major Major Major Target Target Target Target Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major Major 114 .XXXIV 307 308 309 310 311 XXXV 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 PSEUDOCHROMIDAE Labracinus cyclophthalmus Labracinus sp.

SERRANIDAE Cephalopholis boenak Cephalopholis cyanostigma Cephalopholis argus Cephalopholis urodeta Pseudanthias hutchii Pseudanthias tuka Aethaloperca rogaa Epinephelus fasciatus Pseudanthias squamipinnis Plectropomus areolatus + + + + + + + + ++ - + + + + + + + + - + + + + + + + + + + - + + - + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + - + + + + - + + - + + + + + - + + + - + + + - + + + - + + - + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + - + + + + + + + + + + + + - + + - + + + + - Major Major Major Major Major Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target Major Major Target Target Major Target 115 .330 331 332 333 334 XXXVI 335 336 337 338 339 340 341 XXXVII 342 XXXVIII 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 Scarus rivulatus Scarus russellii Scarus schlegeli Scarus sordidus Scarus spinus SCOLOPSIDAE Scolopsis bifasciatus Scolopsis bilineatus Scolopsis ciliatus Scolopsis lineatus Scolopsis margaritifer Scolopsis monogramma Scolopsis xenochrous SCROMBIDAE Scomberus spp.

353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 XXXIX 371 372 373 374 Cephalopholis polyphekadion Pseudanthias pascalus Anyperodon leucogrammicus Cephalopholis miniata Plectropomus leopardus Cephalopholis formosa Cephalopholis leopardus Cephalopholis micropion Cromileptes altivelis Variola louti Gramistes sexlineata Priacanthus hamrur Cephalopholis sexmaculatus Plectropoma maculatum Epinephelus caeruleopunctatus Epinephelus hexagonatus Gracila albomarginata Epinephelus merra SIGANIDAE Siganus canaliculatus Siganus corallinus Siganus doliatus Siganus guttatus + + + + + - + - + + + + + - + + - + + + + + + + + + + + + + + + + + - + + + - - - + + - - + - + + + - + + + + + + + + + - + + + + + + + - - Target Major Target Target Target Target Target Target Target Target Major Major Target Target Target Target Target Target Target Target Target Target 116 .

Siganus virgatus Siganus vulpinus SPHYRAENIDAE Sphyraena flavicauda TETRAODONTIDAE Arothron nigropunctatus Canthigaster valentini ZANCLIDAE Zanclus cornutus Jumlah jenis + + + + 106 109 + 107 + + 95 + + + 152 + + + + 136 + + + + 126 + + + 79 39 + + 92 + + + + 92 + + + 62 + + + 59 + + + 70 + + + + 126 + + + + + 178 + + + + + 163 + + + 45 + + + 70 Target Target Target Target Target Target Target Major Major Major Major 117 .375 376 377 378 379 380 381 XL 382 XLI 383 384 XLII 385 Siganus lineatus Siganus puellus Siganus punctatissimus Siganus punctatus Siganus sp.

118 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful