Anda di halaman 1dari 16

Khotbah Minggu : 1 September 2013 Menjawab Kontroversi Penggunaan

NAMA ALLAH DAN NAMA YAHWEH (1)


By. Pdt. Esra Alfred Soru, STh, MPdK.

udah sejak lama umat Kristen di Indonesia menggunakan nama Allah baik dalam kehidupan sehari-hari maupun juga dalam semua ritual ibadahnya tanpa ada yang mempersoalkannya. Istilah-teologia Kristen pun seringkali dikaitkan dengan nama Allah ini seperti : Allah Tritunggal, Allah Bapa, Allah Putera dan Allah Roh Kudus, Yesus Kristus adalah Allah, dan istilah-istilah lainnya. Demikian juga dengan lagu puji-pujian Kristen yang menggunakan kata Allah seperti : Hormat bagi Allah Bapa, Allah kuasa melakukan segala perkara, dan lain-lain. Bahkan di dalam Kitab Suci Kristen yang diterbitkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) maupun Lembaga Biblika Indonesia (LBI) juga dipakai kata Allah. Bahkan sebenarnya kata Allah sudah dipakai dalam Alkitab Indonesia sejak tahun 1600-an yakni dalam Alkitab terjemahan Albert Corneliz Ruyl yakni (1629), terjemahan Melchior Leijdecker (1733) dan terjemahan Hillebrandus Cornelius Klinkert (1879). Namun demikian sejak beberapa tahun terakhir ini mulai muncul kelompok yang anti terhadap nama Allah ini. Kelompok ini dipelopori oleh seorang bernama dr. Suradi dari Yayasan Nehemia yang kemudian berlindung di belakang nama Shiraathal Mustaqien dan kemudian diganti dengan nama Bet Jeshua Hamasiah. Bagi mereka adalah haram bagi umat Kristen untuk memuji / menyembah Allah karena Allah itu sebenarnya bukan Tuhannya umat Kristen / Yahudi. Tuhannya umat Kristen / Yahudi bernama Yahweh dan karena itu maka orang Kristen seharusnya memuji dan menyembah Yahweh dan bukan Allah. Karena itu aliran ini sering disebut kelompok Yahwehisme / Pengagung Nama Yahweh. Kelompok ini sempat membuat heboh beberapa tahun yang lalu dengan menuntut Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) ke pengadilan karena menggunakan nama Allah dalam terjemahan Alkitab Indonesia. Bagi mereka semua orang / semua gereja yang masih meng1

gunakan nama Allah, memuji dan menyembah Allah adalah sesat dan merupakan penyembahan berhala yang tentu saja tidak akan diselamatkan. Yakub Sulistyo . jika Anda sudah diberi pengertian tentang siapakah Yahweh, dan siapakah Allah yang adalah Nama Dewa jaman Pra Islam dan juga telah dijadikan sebagai Tuhannya umat Islam, tetapi Anda menolak Yahweh, maka Firman Tuhan dalam kitab Ibrani 10:26 akan berlaku bagi Anda, yang bunyinya Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. Artinya sudah diberitahu tetapi tidak mau tahu. Mereka lalu menerbitkan Alkitab sendiri yang diberi nama : Kitab Suci Taurat dan Injil atau yang sering disebut KS-2000 (diterbitkan oleh Bet Yesua Hamasiah pada tahun 2000) dan Kitab Suci Umat Perjanjian Tuhan (KS-UPT) yang diterbitkan oleh Jaringan Gereja-Gereja Pengagung Nama Yahweh (2002). Kedua Alkitab ini mengembalikan nama Yehuwa / Yahweh. Belakangan muncul lagi Alkitab yang diberi nama ILT (Indonesian Literal Translation / Terjemahan Hurufiah Indonesia), dengan hanya mengubah semua kata Allah dengan nama YAHWEH dari Kitab Suci terbitan Lembaga Alkitab Indonesia tanpa ijin. Mereka mempublikasikan buku-buku mereka secara meluas. Tapi buku-buku mereka juga ditanggapi oleh pihak-pihak yang pro penggunaan nama Allah sehingga ini menjadi kontroversi yang besar.Kontroversi ini melebar dalam beberapa tahun terakhir hingga diselenggarakan sejumlah debat teologia seputar masalah ini seperti yang terjadi antara saya dan Pdt. Budi Asali Vs Pdt. Teguh Hindarto dan Kristian Sugiyarto.

Bahkan saya lalu mengangkat persoalan ini menjadi tesis untuk program S2 saya dan mewawancarai sejumlah tokoh dari aliran ini sehingga saya sangat paham apa yang menjadi argumentasi mereka.

Memang dalam perkembangannya aliran ini tidak seheboh beberapa tahun lalu tetapi tapi saya melihat bahwa paham ini terus saja disebarkan (lewat buku-buku maupun juga internet / FB) dan banyak orang Kristen dibimbangkan dengan apa yang mereka percayai dan lakukan dan tidak mampu menjawab argumentasi dari aliran Yahwehisme / Pengagung Nama Yahweh ini. Note : Aliran ini sudah masuk ke Kupang sejak tahun 2011 yang difasilitasi oleh beberapa Persekutuan Doa dan membuat seminar di Hotel Olive dengan pembicaranya Pdt Jahja Iskandar. Dan kelihatannya mulai mempengaruhi sejumlah orang Kristen, dan bahkan mereka berencana mendirikan gereja di kota Kupang ini. Karena itu saya merasa perlu membahas aliran ini sehingga kita bisa memiliki pemahaman yang benar sehingga tidak mudah dipengaruhi apabila kita mendengar argumentasi-argumentasi mereka. Karena ini adalah khotbah yang membahas suatu paham / aliran, maka khotbah ini bersifat apologetik sehingga khotbahnya tidak seperti yang biasa saya sampaikan yakni eksposisi teksteks Alkitab sehingga tidak ada teks khusus yang perlu kita baca yang menjadi dasar pembahasan kita walaupun nanti ada ayat-ayat Alkitab yang dikutipkan dalam penjelasan khotbah ini. Di atas sudah saya sampaikan bahwa aliran Yahwehisme / Pengagung Nama Yahweh ini menolak penggunaan nama Allah dalam lingkup ibadah Kristen dan sebaliknya mengharuskan penggunaan nama Yahweh. Karena itu kita akan membahas 2 hal dan memberikan tanggapan terhadapnya :

I. PERSOALAN NAMA ALLAH.


Hal pertama yang biasa dipersoalkan oleh aliran Yahwehisme ini adalah soal penggunaan nama Allah di mana menurut mereka orang Kristen tidak boleh mempergunakan, menyebut apalagi menyembah Allah. Alasan mereka ada banyak, tetapi yang paling utama ada 2 : a. Allah merupakan nama pribadi atau nama diri dari Tuhannya umat Islam. Yakub Sulistyo - Allah itu Nama Tuhannya umat Islam, buktinya umat Islam di Amerika jika sembahyang akan mengucapkan Allahhu akbar bukan God akbar. (Allah Dalam Kekristenan Apakah Salah?, hal. 13). Teguh Hindarto - Sebagaimana YAHWEH adalah nama diri sang pencipta dan sesembahan bangsa Israel turun temurun, maka ALLAH adalah juga nama diri. Allah adalah nama Tuhan orang muslim (Qs 20:14,98) yang berdiam di Mekah (Qs 27:91) khususnya Ka'bah (Qs 106:3). Jadi antara YAHWEH dan ALLAH adalah dua sesembahan yang berbeda. (openpdf.com/ebook/teguh-hindarto-pdf.html). Kristian Sugiyarto - Dalam Hebrew-Bible (Alkitab Ibrani) tidak ada nama Allah melainkan nama Elohim, yaitu YHWH (yang dibaca Yahweh).

Karena itu bagi kelompok Yahwehisme ini, Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) membuat kesalahan fatal dengan memasukkan nama Allah ini ke dalam Kitab Suci Indonesia sehingga orang Kristen akhirnya bukan menyembah Tuhannya yang bernama Yahweh melainkan menyembah Tuhannya orang Islam yang bernama Allah. Bahkan seorang dari kalangan Yahwehisme mengatakan bahwa pada waktu kita memanggil atau memuji Allah, maka Allah yang dipanggil itu (yang berbeda dengan Yahweh) bisa memberikan respons terhadap panggilan orang-orang Kristen. Anonim - Pernahkah anda bayangkan, apa yang terjadi dalam alam roh ketika kita menyanyikan lagu ini: Dari utara ke selatan, terdengar pujian bagi Allah .... pernahkah kita sadari bahwa sekalipun kita tidak bermaksud memanggil seseorang, namun apabila kita terus menerus menyebut nama pribadinya, bisa saja orang tersebut bereaksi terhadap panggilan kita. Contohnya: Seorang pendeta dalam khotbahnya bertanya kepada jemaat, Ada Amin?. Tiba-tiba ada sahutan, Ada, Pak Pendeta!. Rupanya datang jiwa baru yang bernama Amin dalam ibadah tersebut. Mengapa? Karena spirit dari nama Pribadi itu bisa merespons. Jadi, bisa saja ketika kita berulang-ulang nyanyikan baris pertama lagu tersebut, kemudian dalam alam roh ada respon dari Allah nama pribadi (Allah muslim) yang berkata (dalam alam roh), Benar katamu, memang ada pujian bagi namaKu, perhatikanlah suara-suara azan yang berkumandang dari belahan bumi utara hingga ke selatan, itulah seruan pujian bagi namaKu . (www.be-e.info/wancil). b. Allah merupakan nama pribadi atau nama diri seorang dewa pra Islam (dewa air / dewa bulan / dewa matahari). Teguh Hindarto - Menurut kesaksian di bawah ini, dapat kita ketahui siapa ALLAH itu sebenarnya. Menurut Al Quran, Bahwa ALLAH adalah nama Tuhan (Qs 20 : 14, 98) yang berdiam di Mekah (Qs 27 : 91) yaitu Kabah (Qs 106 : 3) yang dipersonifikasikan dalam bentuk batu hitam Hajarul Aswad yang harus dicium sewaktu Haji sambil diteriaki ALLAHU AKBAR! (Hadits Shahih Muslim No 1190 dan Hadits Shahih Bukhari no 839). Menurut penulis Islam, Mohammad Wahyuni Nafis, Passing Over; Melintasi Batas Agama, PT Gramedia Pustaka Tama, 1998, Hal 85. Dijelaskan di sana bahwa ada periode pre-Islam, ALLAH adalah nama Dewa Air yang mengairi bumi Mekkah. Sedangkan menurut kesaksian Arkeologi yaitu Roberts Morrey, The Islamic Invasion, Harvest Publisher, 1992 dinyatakan bahwa ALLAH pre-Islam adalah nama Dewa Bulan. Sedangkan menurut penulis Stephen Van Natan, ALLAH Devine or Demonic,1995, p.72, bahwasannya ALLAH adalah nama Dewa Matahari yang migrasi dari Babylon ke Mekkah. (Allah Dalam Islam Adalah Nama Berhala - indonesia.faithfreedom.org). Traktat Bet Yeshua Hamasiah mengutip kata-kata Stephen van Nathan dari buku ALLAH, devine or demonic sebagai berikut : Bet Yeshua Hamasiah - Menurut penelitian selama enam tahun dan berdasarkan inskripsi-inskripsi yang terdapat di batu-batu memberikan bukti-bukti bahwa nama ALLAH berasal dari Babilonia di mana penduduknya menyembah berhala. ALLAH adalah nama dewa pengairan, disembah bersama isterinya ALLATA dan bersama

kedua anak perempuannya ALLUZZA dan ALMANA serta menantunya yaitu ALHUBAL. Penyembahan terhadap dewa-dewa ini telah migrasi sejak 5000 tahun yang lalu ke selatan, sampai ke Arab Saudi dan kota Mekkah. (Siapakah Yang Bernama Allah Itu?; Seri 6, hal. 1). Jadi kalau Allah itu adalah nama berhala / dewa kafir, bagaimana mungkin orang Kristen memuji, menyembah, beribadah dan berdoa kepada Allah ini? Jikalau apa yang dikatakan oleh para tokoh Yahwehisme ini benar, maka memang kita / gereja kita telah salah telah ratusan tahun terlibat dalam penyembahan berhala. Tetapi apakah kita memang salah karena menggunakan / menyembah Allah? Menurut saya tidak! Lalu bagaimana tanggapan kita terhadap pandangan aliran Yahwehisme ini? a. Tidak semua literatur setuju bahwa Allah itu adalah nama diri dari Tuhan umat Islam / dewa kafir pra Islam. Microsoft Encarta Reference Library Sebutan bahasa Arab untuk God, Allah, menunjuk kepada God / Allah yang sama yang disembah oleh orang-orang Yahudi dan orang-orang kristen. Ajaran pokok Islam adalah bahwa hanya ada satu Allah yang maha kuasa dan maha tahu, dan Allah ini yang menciptakan alam semesta. ... Kata bahasa Arab Allah artinya the God, dan Allah ini dimengerti sebagai Allah yang menciptakan dunia / alam semesta dan menopangnya sampai pada akhirnya. ... Encyclopedia Britannica Dari sudut ilmu asal kata, sebutan Allah mungkin merupakan suatu singkatan dari kata bahasa Arab al-Ilah, the God. Asal usul sebutan itu bisa ditelusuri jejaknya sampai pada tulisan-tulisan Semitik dalam mana kata untuk god adalah Il atau El, yang terakhir ini merupakan kata Perjanjian Lama yang sama untuk Yahweh. Allah adalah kata standard bahasa Arab untuk God dan digunakan oleh orang-orang kristen Arab maupun oleh orang-orang Islam. Wikipedia Encyclopedia - Allah ... adalah kata standard bahasa Arab untuk God. Sementara istilah ini di Barat dikenal karena penggunaannya oleh orang-orang Islam berhubungan dengan God / Allah, kata ini digunakan oleh orang-orang yang berbicara dalam bahasa Arab dari semua iman Abrahamik, termasuk Kristen dan Yahudi, berhubungan dengan God. Wikipedia Encyclopedia - Orang-orang yang berbicara dalam bahasa Arab DARI SEMUA IMAN Abrahamik, termasuk orang Kristen dan orang Yahudi, menggunakan kata Allah untuk memaksudkan God. Orang-orang kristen Arab zaman sekarang tidak mempunyai kata lain untuk God selain Allah. Sebagai contoh, orang-orang kristen Arab menggunakan istilah-istilah Allah al-ab yang berarti God the Father / Allah Bapa, Allah al-ibn berarti God the Son / Allah Anak, dan Allah al-ruh al qudus yang berarti God the Holy Spirit / Allah Roh Kudus. Dan masih banyak sumber yang bisa diberikan, lebih banyak dari sumber-sumber yang dipunyai aliran Yahwehisme. Dari semua sumber yang telah dikutipkan di atas,

kelihatannya Allah bukanlah suatu nama diri sebagaimana yang diyakini aliran Yahwehisme melainkan sebuah sebutan yang umum dalam bahasa Arab bagi pribadi yang diyakini sebagai Tuhan. b. Kata Allah sebenarnya adalah padanan kata Eloah dalam bahasa Ibrani. Salah satu nama dalam bahasa Ibrani untuk Sang Pencipta (YHWH) adalah Eloah (jamaknya Elohim). Ul 32:15 ....dan ia meninggalkan Allah (Ibr. ELOAH) yang telah menjadikan dia, ia memandang rendah gunung batu keselamatannya.

Ayub 3:4 - Biarlah hari itu menjadi kegelapan, janganlah kiranya Allah (Ibr. ELOAH) yang di atas menghiraukannya, dan janganlah cahaya terang menyinarinya.

Nah, perlu juga diketahui bahwa di antara bahasa serumpun biasanya kata-kata mempunyai kemiripan bunyi (Corespondention Phonetic) tetapi mempunyai makna yang sama. Misalnya : Kata Shalom dalam bahasa Ibrani menjadi Salam dalam bahasa Arab yang juga menjadi Salam dalam bahasa Indonesia (Karena Indonesia mengadopsinya dari Arab). Makanya ungkapan Ibrani Shalom Alaikhem menjadi Assalamualaikum dalam bahasa Arab. Kata Abodah dalam bahasa Ibrani menjadi Ibadah dalam bahasa Arab yang juga menjadi Ibadah dalam bahasa Indonesia. Kata Kadosh dalam bahasa Ibrani menjadi Qudus dalam bahasa Arab yang menjadi kudus dalam bahasa Indonesia. Kata Mesiah dalam bahasa Ibrani menjadi Al Masih dalam bahasa Arab. Makanya nama Jeshua Hamasiah dalam bahasa Ibrani menjadi Isa Al Masih dalam bahasa Arab. Nama Abraham dalam bahasa Ibrani menjadi Ibrahim dalam bahasa Arab. Kata Melek (artinya raja) dalam bahasa Ibrani menjadi Malik dalam bahasa Arab yang juga menjadi Malik dalam bahasa Indonesia. Makanya ada orang yang bernama Abdul Malik Ibrahim. Karena itu maka nama Eloah dalam bahasa Ibrani ini juga mempunyai kemiripan bunyi dalam bahasa-bahasa serumpun. Misalnya dalam bahasa Babylonia menjadi Ilu, dalam bahasa Aram menjadi Elah atau Allaha dan dalam bahasa Arab menjadi Allah. W. E. Vine - ELAH, god / allah. Kata bahasa Aram ini sama artinya dengan kata bahasa Ibrani ELOAH. Ini merupakan istilah yang umum untuk God / Allah dalam teks-teks Perjanjian Lama bahasa Aram, dan ini merupakan bentuk yang berhubungan / sama asal usulnya dengan kata ALLAH, kata yang digunakan oleh orang-orang Arab untuk menunjuk pada Allah). A. Heuken - Kata Allah merupakan perpaduan dua kata Arab : al dan ilah, artinya the God atau Yang (Maha) kuasa. Kata Semit ilah sama arti dan akarnya dengan kata Ibrani el, yang berarti yang kuat, yang berkuasa dan menjadi sebutan untuk Tuhan. (Ensiklopedi Gereja. Vol I, hal. 88). Jadi sebenarnya kata Allah ini adalah padanan kata Ibrani Eloah yang sama artinya. Sama artinya dengan God dalam bahasa Inggris, Got dalam bahasa Belanda, Gott dalam bahasa Jerman, Gud dalam bahasa Norwegia, Theos dalam bahasa Yunani, Deus dalam bahasa Portugis, Deo dalam bahasa Sabu, Puang Matua dalam bahasa Toraja, Lamatua dalam bahasa Rote, Uis Neno dalam bahasa Timor, Hyang dalam bahasa Jawa Kuno. Menolak ini sama dengan menolak bahwa katabuku dalam bahasa Indonesia sama artinya dengan book dalam bahasa Inggris. Jadi adalah ngawur kalau menolak kata Allah dan menganggapnya sebagai nama diri dari Tuhannya orang Islam apalagi adalah nama dewa bulan / dewa matahari / atau dewa kafir lainnya.

c. Sebelum agama Islam muncul, orang-orang Kristen Arab sudah lebih dulu menggunakan kata Allah ini dan bahkan kata Allah dipakai dalam Alkitab bahasa Arab pra Islam. Bambang Noorsena - Istilah Allah dipakai sebagai sebutan bagi Khaliq langit dan bumi oleh orang-orang Kristen Arab di wilayah Syria. Hal ini dibuktikan dari sejumlah inskripsi Arab pra-Islam yang semuanya ternyata berasal dari lingkungan Kristen. A. Heuken SJ - Sebelum masa Muhammad, kata Allah sudah dipakai dalam bahasa Arab untuk Pencipta alam semesta yang terlalu jauh atau tinggi untuk disembah atau dimintai perhatian. Orang Kristen keturunan Arab pada waktu itu pun sudah memakai sebutan Allah untuk Tuhan (Ensiklopedi Gereja, vol I, hal 88-89). A. Heuken SJ - Mengingat sejarah terjemahan Kitab Suci ke dalam bahasa Arab, peraturan beberapa negara bagian - Malaysia, yang melarang orang Kristen menggunakan kata-kata Arab seperti nabi, Allah ... adalah tidak adil. Sebab kata-kata itu sudah digunakan sebelum zaman nabi Muhammad oleh orang Kristen bangsa Arab (Ensiklopedi Gereja, vol I, hal 88). Kata-kata Heuken ini benar sekali! Jadi Allah itu adalah bahasa Arab bukan bahasa Islam sehingga orang Arab dari agama apa saja berhak untuk menggunakan kata itu. Dan karena itu maka orang Kristen Arab sebelum Islam muncul sudah menggunakannya baik dalam ibadah mereka maupun dalam Alkitab mereka. Jadi adalah aneh kalau dikatakan bahwa Allah adalah Tuhannya orang Islam. Juga aneh kalau di Malaysia orang Kristen dilarang menggunakan nama Allah karena dianggap miliknya Islam seperti yang dialami Agnes Monica di mana lagunya Allah peduli dicekal dan juga majalah Katolik The Heralds Koran Timex : LANTARAN menggunakan kata Allah dalam judul dan lirik, lagu Agnes Monica yang bertajuk Allah Peduli dicekal beredar oleh Pemerintahan Malaysia. Bahkan dengan tegas pemerintah Malaysia akan menghukum salah satu warganya bila ketahuan menyanyikan lagu yang dimaksudkan sebagai penggambaran Nabi Isa tersebut. Menurut Mohammad Adzib Mohd Isa, pengurus Majelis Agama Islam Selangor, Malaysia (Mais), larangan itu akan dikenakan kepada siapapun yang menyanyikan lagu tersebut di bagian Selangor, Malaysia. Mohammad mengatakan, penggunaan kata Allah hanya diperuntukkan bagi pemeluk agama Islam, sedangkan bagi yang non Muslim harus menggantinya dengan kata Tuhan. "Penyelidikan akan dilakukan oleh pegawai yang mempunyai wewenang dan jika terbukti mempunyai kesalahan akan dikenakan denda 1.000 ringgit (Rp 3,2juta) bagi yang ketahuan menyanyikannya," Mohammad Adzib'. Selain Agnes, Pemerintah Malaysia juga melarang majalah mingguan Katolik, The Herald yang juga menggunakan kata Allah. Hingga kini, kasus tersebut dalam proses meja hijau. Saya lalu membuat Surat terbuka untuk Agnes Monika terkait masalah ini :

Yang menarik adalah bahwa Majalah Katolik The Herald menang gugatan tentang penggunaan kata Allah ini. Koran Jawa Pos Menang Gugatan Kata Allah. Kuala Lumpur - Surat kabar Katolik Roma di Malaysia The Herald memenangkan hak menggunakan kata Allah dalam artikel mereka. Sidang yang diadakan kemarin (5/5) itu merupakan upaya mereka sebelum menggugat pemerintah yang melarang agama lain selain Islam menggunakan kata Allah. Menurut mereka, hal tersebut sah-sah saja. Sebab, Allah merupakan sinonim dari Tuhan. Hakim Lau Bee Lan yang memimpin sidang memutuskan bahwa larangan pemerintah itu tidak pantas. Hakim pun mengizinkan media tersebut menggugat pemerintah atas larangan itu di pengadilan. Sidang tersebut merupakan buntut dari pernyataan pemerintah yang melarang media itu menggunakan kata Allah dalam edisi bahasa Melayu mereka. Menurut pemerintah, kata tersebut hanya layak digunakan orang Islam. Pemerintah mengeluarkan larangan tersebut untuk mencegah timbulnya kebingungan pada umat muslim. Bahkan, pemerintah mengancam akan mencabut izin terbit media yang membangkang. The Herald menyatakan bahwa kata itu bukan semata hak eksklusif bagi muslim. (Selasa, 6 Mei 2008, hal 6). Saya kira hakim itu memutuskan pasti tidak dengan sembarangan. Hampir bisa dipastikan bahwa fakta sejarah, yang menunjukkan bahwa sebelum Islam ada, kata Allah sudah digunakan oleh orang-orang Kristen Arab, menjadi pertimbangannya untuk secara benar / adil / tepat memenangkan gugatan surat kabar Katolik itu. Tapi kelihatannya problem nama Allah di Malaysia masih menjadi masalah hingga kini. Seorang teman saya di Malaysia mengirimkan pesan di via box FB saya : Message From Malaysia - Situasinya begini, kak. Sudah hampir 2-3 tahun ini Alkitab/Bible kita dipermasalahkan dengan penggunaan nama "ALLAH" oleh saudara/i muslim kita. Dan mereka mengklaim bahwa nama ALLAH itu hanya milik sah dan satu-

satunya untuk Tuhannya mereka. Dengan keadaan seperti ini, banyak orang Kristen di sini merasa sangat ketakutan. Bahkan tidak sedikit Gereja mulai menukar lagu-lagu yang ada sebutan penggunaan nama Allah diganti dengan nama Tuhan/Engkau/Dia. Salah satu contohnya : Allah Itu Baik menjadi Tuhan itu Baik atau Engkau itu Baik atau Dia Itu Baik. Hehehee... d. Kalau pun nama Allah ada kaitannya dengan berhala atau kekafiran atau pernah dipakai untuk dewa kafir, itu tidak berarti kita tidak boleh menggunakannya karena konsep kita (Kristen) tentang pribadi yang kita sebut sebagai Allah itu jelas bukan konsep kafir. Saya berikan contoh dari Alkitab! Nama EL. Kita tahu bahwa salah satu nama yang dipakai oleh Alkitab untuk menunjuk pada YHWH adalah nama EL. Makanya ada istilah BET-EL (Rumah Allah). Kel 14:22 - Tetapi kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: "Aku bersumpah demi TUHAN, Allah Yang Mahatinggi (Ibr. EL ELYON), Pencipta langit dan bumi.

Kej 16:13 - Kemudian Hagar menamakan TUHAN yang telah berfirman kepadanya itu dengan sebutan: "Engkaulah El-Roi." Sebab katanya: "Bukankah di sini kulihat Dia yang telah melihat aku?" Kej 17:1 - Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa (Ibr. EL SHADDAY), hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela.

10

Tapi ternyata nama EL itu tidak hanya dipakai untuk menyebut pencipta dari alam semesta (YHWH) tetapi juga dipakai untuk menyebut berhala-berhala dari bangsabangsa kafir. Ul 32:12 - demikianlah TUHAN sendiri menuntun dia, dan tidak ada allah asing menyertai dia. Kata-kata allah asing di sini jelas bukan menunjuk pada YHWH. Tetapi perhatikan kata Ibrani yang dipakai dalam ayat ini.

Contoh lain : Kel 15:11 - Siapakah yang seperti Engkau, di antara para allah (Ibr. (ELIM, bentuk jamak dari EL), ya TUHAN; siapakah seperti Engkau, mulia karena kekudusan-Mu, menakutkan karena perbuatan-Mu yang masyhur, Engkau pembuat keajaiban? Kel 34:14 - Sebab janganlah engkau sujud menyembah kepada allah (Ibr. EL) lain, karena TUHAN, yang namaNya Cemburuan, adalah Allah yang cemburu. Dari sini jelas bahwa nama EL selain dipakai untuk menyebut pencipta dari alam semesta ini (YHWH) tetapi juga dipakai untuk berhala-berhala. Lalu siapa sebenarnya EL di dalam kebudayaan kafir ini? Nelsons Bible Dictionary - Asherahs, (Hak 3:7) digambarkan sebagai istri dari El (atau kadang-kadang Baal) dalam mitologi Kanaan. Ungers Bible Dictionary - Ashe'rah (a-she'ra). Jamak, Asherim, seorang dewi kafir yang ditemukan dalam teks kepahlawanan agamawi Ras Shamra yang ditemukan di Ugarit di Syria Utara (1929-1937) sebagai Asherat, Nyonya dari Laut,

11

dan pasangan / istri dari El. ... Tetapi Asherah hanyalah salah satu dari manifestasi dari dewi kepala / utama dari Asia Barat, yang sekarang dianggap sebagai istri, dulu sebagai saudari, dari dewa Kanaan utama El. Penekanan dari dua kutipan di atas ini hanyalah bahwa Asyera, yang adalah seorang dewi, dianggap sebagai istri dari dewa Kanaan utama yang namanya adalah El. Bandingkan : Eerdmans Family Encyclopedia of the Bible - Baal, dewa Kanaan. ... Baal, yang berarti tuan, merupakan gelar dari Hadad, dewa cuaca ... Istri Baal adalah Astarte, yang juga dikenal sebagai Anat, dewi dari cinta dan perang. Ayahnya adalah El, kepala dari dewa-dewa, ... Istri El adalah Asyera, ibu dewi dan dewi laut. (hal.152). Menarik bukan bahwa ternyata EL yang adalah nama dewa utama Kanaan digunakan juga untuk menyebut YHHW. Apakah aliran Yahwehisme mau melarang penggunaan kata EL juga? Nama ELOHIM. ELOHIM adalah bentuk jamak dari ELOAH. Dan ini sebutan yang umum dalam PL bagi Tuhan pencipta alam semesta (YHWH). Kej 1:1 - Pada mulanya Allah (Ibr. ELOHIM) menciptakan langit dan bumi.

Kej 3:1 - Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah (Ibr. ELOHIM). Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah (Ibr. ELOHIM) berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"

12

Tetapi ternyata kata ELOHIM juga digunakan untuk dewa-dewa kafir. Maz 95:3 - Sebab TUHAN adalah Allah yang besar, dan Raja yang besar mengatasi segala allah (Ibr. ELOHIM)

Contoh lain : Maz 96:4-5 (4) Sebab TUHAN maha besar dan terpuji sangat, Ia lebih dahsyat dari pada segala allah (Ibr. ELOHIM). (5) Sebab segala allah (Ibr. ELOHIM) bangsabangsa adalah hampa, tetapi TUHANlah yang menjadikan langit. Kel 12:12 - Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah (Ibr. ELOHIM) di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, TUHAN. Note : Di sini kata ELOHIM jelas menunjuk kepada dewa-dewa Mesir yang terdiri dari binatang-binatang seperti sapi, dll. Dari sini jelas bahwa nama ELOHIM selain dipakai untuk menyebut pencipta dari alam semesta ini (YHWH) tetapi juga dipakai untuk berhala-berhala kafir. Mengapa aliran Yahwehisme tidak melarang juga penggunaan ELOHIM? Kata THEOS. THEOS adalah kata Yunani yang dipakai untuk menunjuk pada Tuhan / YHWH. Yoh 1:1 - Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah (Yun. THEOS) dan Firman itu adalah Allah (Yun. THEOS).

13

Tetapi kalau ditelusuri, kata THEOS ini ada kemungkinan mempunyai kaitan dengan kekafiran. Herman Bavinck kata Yunani THEOS diturunkan dari TITHENAI, THEEIN, THEASTHAI. beberapa ahli bahasa menghubungkannya dengan Zeus, Dios, Jupiter, Deus, Diana, Juno, Dio, Dieu. Ditafsirkan demikian, maka kata itu menjadi identik dengan kata Sansekerta deva, langit / surga yang berkilau / bersinar, dan berasal dari kata div yang berarti berkilau / bersinar. (The Doctrine of God, hal 98). Nama YHWH. Tentu kita semua tahu bahwa nama diri dari Tuhan kita adalah YHWH / Yahweh. Dan kita semua juga tahu bahwa BAAL adalah salah satu nama dewa kafir yang terkenal di dalam Alkitab. Hak 2:11 - Lalu orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN (YHWH) dan mereka beribadah kepada para Baal. 1 Raj 18:21 - Lalu Elia mendekati seluruh rakyat itu dan berkata: "Berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau TUHAN (YHWH) itu Allah, ikutilah Dia, dan kalau Baal, ikutilah dia." Tetapi rakyat itu tidak menjawabnya sepatah kata pun. Tetapi menarik bahwa TUHAN (YHWH) sendiri dalam beberapa kasus menyebut diri-Nya dengan BAAL. Yer 31:32 - bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi

14

tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN (YWH).

Yes 54:5 - Sebab yang menjadi suamimu (Ibr. BAAL) ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN (YHWH) semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi. Hos 2:15 - Maka pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, engkau akan memanggil Aku: Suamiku, dan tidak lagi memanggil Aku: Baalku! The International Standard Bible Encyclopedia : BAAL ... III. Penyembahan Baal.: - Pada zaman awal dari sejarah Ibrani gelar Baal, atau Tuhan, diterapkan kepada Allah nasional dari Israel. Dari ayat-ayat dan dari kutipan di atas terlihat dengan jelas bahwa kata BAAL yang merupakan nama dewa kafir, pernah digunakan untuk menunjuk kepada Yahweh. Sekalipun belakangan praktek menyebut Yahweh dengan sebutan BAAL itu dibuang, tetapi ingat bahwa ayat-ayat dalam Kitab Suci yang menyebut Yahweh dengan sebutan BAAL, tidak dihapuskan / diubah! Kesimpulan : Dari survei yang panjang ini sudah saya tunjukkan bahwa nama-nama / sebutan-sebutan bagi pencipta alam semesta ini yakni EL, ELOHIM, THEOS digunakan juga untuk dewa-dewa kafir. Bahkan YHWH sendiri dulunya dipanggil BAAL oleh Israel. Jikalau demikian seandainya nama ALLAH memang pernah dipakai untuk sebutan bagi dewa bulan, dewa matahari atau dewa-dewa kafir lainnya, kenapa tidak bisa digunakan untuk menyebut Tuhan pencipta alam semesta ini? Di sini konsep jauh lebih penting daripada sekedar istilah. 4 argumentasi yang sudah saya berikan ini membuktikan bahwa paham anti Allah dari aliran Yahwehisme ini sama sekali tidak berdasar dan karena itu adalah sangat sah orang Kristen tetap menggunakan nama Allah dalam penyebutan ibadah dan Kitab Sucinya.

15

Karena itu janganlah iman saudara dibimbangkan dengan teori omong kosong dari aliran Yahwehisme ini yang kelihatannya pintar tapi sebenarnya tidak. Apalagi menjadi terseret dalam ajaran mereka dan ikut-ikutan anti nama Allah.

- BERSAMBUNG -

16