Anda di halaman 1dari 3

Acute Necrotizing Ulcerative Gingivitis (ANUG)

Posted on September 5, 2011 by dentosca Definisi Acute Necrotizing Ulcerative Gingivitis (ANUG) atau gingivitis ulseratif akut yang ternekrotisasi merupakan keadaan ynag ditandai dengan timbulnya ulserasi yang cepat dan terasa sakit pada tepi gingiva dan papila interdental. Penderita biasanya memiliki bau mulut yang tidak sedap (halitosis) (Lewis & Lamey , 1998). Etiologi dan Patogenesis Penyebab ANUG belum diketahui tetapi organisme anaerob terutama spirochaeta dan spesise Fusobacterium umumnya terlibat. Pericoronitis, margin restorasi berlebih, merokok, malnutrisi, kelelahan dan stress dianggap sebagai faktor predisposisi (Lynch et al., 1994; Lewis & Lamey , 1998). Gambaran Klinis Lesi ANUG sering didominasi oleh lesi ulseratif yang sangat sakit, nekrotik dan lesi membranous, sampai ke infeksi kronis dengan sedikit gejala-gejala. Lesi yang khas berupa ulserasi yang dangkal dan nekrotik, paling sering timbul pada papila interdental dan gingival marginal (Lynch et al., 1994). Ulserasi jug dapat timbul di pipi, bibir, lidah, palatum dan daerah faringeal (Gambar 4.16). Lesi ulseratif dapat berkembang meluas dan melibatkan prosesus alveolaris disertai kuestrasi dari gigi-geligi dan tulang (Lynch et al., 1994). Gambar. Gambaran klinis ANUG pada daerah palatum keras (Leao et al., 2007) Diagnosis Diagnosis ditentukan secara klinis dengan melihat adanya lesi ulseratif pada mukosa rongga mulut. Pada pemeriksaan tonsil, nodus limfe regional biasanya sedikit membesar, akan tetapi kadang-kadang ditemukan limfadenopati yang mencolok pada anak-anak (Lynch et al., 1994). Terapi dan Perawatan Dalam jangka pendek, tindakan pertama terdiri atas terapi kebersihan mulut, termasuk pembersihan secara mekanis serta menghilangkan debris di tempat bersangkutan. Pengobatan lokal dilakukan dengan metronidazole secara sistemik untuk 3-5 hari. Terdapat respon terhadap pemberian antibiotik sistemik dan local debridement. Gejala menghilang bertahap diatas 3-4 minggu, tetapi sering rekuren. Dalam jangka panjang, terapi kebersihan untuk mencegah kerusakan gingival yang lebih lanjut harus dilakukan (Lynch et al., 1994; Lewis & Lamey , 1998).

HIVG ( LGE ) Etiologi :Disebabkan oleh bakteri oportunistik, seperti: Bacteriodes gingivalis, Bacteriodes intermedius, Actynomices viscosus, Fusibacterium nucleatum, Actinobacillus actinomycetecommitans. Gambaran Klinis : Keluhan rasa sakit; pita eritema parah pada free gingival margin; inflamasi pada attached gingiva; perdarahan spontan pada saat probing dengan perlahan; tekanan lesi inflamasi berbentuk pita memanjang akibat dari proliferasi bakteri ada sulkus gingiva; terkadang gabungan eritema meluas ke mukosa alveolar. HIVNUG Etiologi : Tahapan lanjut dari HIV-G yang berpotensi ke tahap HIV_NUP; infeksi berkembang akibat dari bakteri oportunistik pada pasien AIDS; mikroorganisme yang berperan di antaranya: Bacteria fusiform, Spirochaeta, dan Candida. Gambaran Klinis : Inflamasi pada marginal gingiva; nekrosis dan ulserasi terlihat pada interdental papil yang tertutup oleh eksudat fibrin; terjadi kerusakan tulang dalam bentuk cekungan kawah.

1. PENYAKIT GINGIVA DAN NECROTIZING ULCERATIVE GINGIVITIS (NUG) Mikroorganisme yang menyebabkan penyakit gingival biasanya dapat dikontrol tanpa penggunaan antibiotik sistemik. Perawatan klinis yang dapat dilakukan termasuk perawatan lokal yaitu dengan menghilangkan kalkulus dan plak (biofilm bakteri) dan pemberian desinfektan pada cairan gingival. Pasien membutuhkan keterangan tentang bagaimana cara merawat sendiri penyakit tersebut dengan menjaga agar jumlah bakteri tetap terkontrol. Perawatan yang membantu termasuk kumur-kumur sehari 2 kali dengan obat kumur, menyikat gigi dengan campuran pasta gigi yang mengandung baking soda plus hydrogen peroksida dan atau kumur-kumur dengan air garam hangat secara berkala. Secara umum pemberian antimikrobial tidak direkomendasikan untuk gingivitis. Meskipun streptococcal gingivitis dan necritizing ulcerative gingivitis (NUG) merupakan 2 tipe gingivitis yang dapat diberikan terapi antimikrobial. NUG sebelumnya disebut acute necrotizing ulcerative gingivitis (ANUG) juga dikenal sebagai Trench mouth or Vincent's infection, merupakan suatu penyakit dengan rasa sakit yang sangat, berbau busuk, penyakit ulseratif yang lebih sering terjadi pada orang yang mengalami stress berat dengan keadaan kebersihan mulut yang sangat jelek. Hal ini dimanifestasikan secara akut, inflamasi, gusi berdarah dan dihubungkan dengan adanya kehilangan dan kematian dari papilla interdental. Halitosis dan demam sering ada, pemeriksaan mikrobiologis dari bakteri biofilms menemukan bahwa dalam NUG terdapat bakteri spirochetes dan fusobacteria dalam jumlah yang sangat tinggi. Managemen dari NUG termasuk pengambilan debridement secara besar-besaran pada semua gigi dengan irigasi copius, bila dimungkinkan dapat menggunakan ultrasonic scaler. Aplikasi

topikal juga bisa diberikan dengan obat kumur antibakteri seperti 0.12 % chlorhexidine gluconate dan atau kumur-kumur dengan larutan saline steril yang merupakan suatu perawatan efektif untuk mengontrol rasa sakit dan adanya ulserasi dari NUG. Antibiotika sistemik diperlukan jika terjadi simtom yang konstitusional seperti demam malaise (table 6). Pilihan antimikrobial harus mendasar, jika mungkin dilakukan tes suseptibilitas dan tes kultur untuk flora subgingiva. Tes kultur juga harus diperoleh setelah dilakukan terapi untuk meyakinkan bahwa sumber patogen telah hilang.