Anda di halaman 1dari 5

Potensiometer adalah resistor tiga terminal dengan sambungan geser yang membentuk pembagi [1] tegangan dapat disetel.

Jika hanya dua terminal yang digunakan (salah satu terminal tetap dan terminal geser), potensiometer berperan sebagai resistor variabel atau Rheostat. Potensiometer biasanya digunakan untuk mengendalikan peranti elektronik seperti pengendali suara pada penguat. Potensiometer yang dioperasikan oleh suatu mekanisme dapat digunakan sebagai transduser, misalnya sebagai sensor joystick.

1. Elemen resistif 2. Badan 3. Penyapu (wiper) 4. Sumbu 5. Sambungan tetap #1 6. Sambungan penyapu 7. Cincin 8. Baut 9. Sambungan tetap #2]] Potensiometer jarang digunakan untuk mengendalikan daya tinggi (lebih dari 1 Watt) secara langsung. Potensiometer digunakan untuk menyetel taraf isyarat analog (misalnya pengendali suara pada peranti audio), dan sebagai pengendali masukan untuk sirkuit elektronik. Sebagai contoh, sebuah peredup lampu menggunakan potensiometer untuk menendalikan pensakelaran sebuah TRIAC, jadi secara tidak langsung mengendalikan kecerahan lampu. Potensiometer yang digunakan sebagai pengendali volume kadang-kadang dilengkapi dengan sakelar yang terintegrasi, sehingga potensiometer membuka sakelar saat penyapu berada pada posisi terendah.

Sensor kapasitif merupakan sensor elektronika yang bekerja berdasarkan konsep kapasitif. Sensor ini bekerja berdasarkan perubahan muatan energi listrik yang dapat disimpan oleh sensor akibat perubahan jarak lempeng, perubhan luas penampang dan perubahan volume dielektrikum sensor kapasitif tersebut. Konsep kapasitor yang digunakan dalam sensor kapasitif adalah proses menyimpan dan melepas energi listrik dalam bentuk muatan-muatan listrik pada kapasitor yang dipengaruhi oleh luas permukaan, jarak dan bahan dielektrikum. Sifat sensor kapasitif yang dapat dimanfaatkan dalam proses pengukuran diantaranya adalah sebgai berikut Sifat Sensor Kapasitif yang Dimanfaatkan Dalam Pengukuran Jika luas permukaan dan dielektrika (udara) dalam dijaga konstan, maka perubahan nilai kapasitansi ditentukan oleh jarak antara kedua lempeng logam. Jika luas permukaan dan jarak kedua lempeng logam dijaga konstan dan volume dilektrikum dapat dipengaruhi makan perubahan kapasitansi ditentukan oleh volume atau ketinggian cairan elektrolit yang diberikan. Jika jarak dan dielektrikum (udara) dijaga konstan, maka perubahan kapasitansi ditentukan oleh luas permukaan kedua lempeng logam yang saling berdekatan. Aplikasi Sensor Kapasitif Beberapa aplikasi yang dapat dibuat dengan sensor kapasitif diantaranya adalah : Sensor Tekanan : menggunakan sebuah membran yang dapat merenggang sehingga tekanan dapat dideteksi dengan menggunakan spacing-sensitive detector. Sensor Berat : menggunakan perubahan nilai kapasitansi diantara kedua plat yang jarak kedua plat berubah sesuai beban berat yang diterima. Ketinggian cairan : menggunakan perubahan nilai kapasitansi antara kedua plat konduktor yang dicelupkan kedalam cairan. Jarak : jika sebuah object metal mendekati elektroda kapasitor, didapat nilai kapasitansi yang berubahubah. Layar sentuh : dengan menggunakan X-Y tablet Shaft angle or linear position : dengan menggunakan metode multiplate, kapasitif sensor dapat mengukur angle atau posisi.

Piezoelektrik adalah tumpukan muatan dalam materi padat (kristal atau keramik) tertentu dalam menanggapi regangan mekanik yang dikenakan.Kata piezoelektrik berasal dari bahasa yunani piezo atau piezein yang berarti memeras atau tekan, dan elektrik yang berarti listrik atau electron. Kata yang piezoelektrik berarti listrik yang dihasilkan dari tekanan. Sumber muatan listrik piezoelektrik merupakan akibat dari efek piezoelektrik. Tekanan yang mengenai piezoelektrik kemudian menimbulkan medan listrik. Pada saat medan listrik melewati material, molekul yang terpolarisasi akan menyesuaikan dengan medan listrik, dihasilkan dipol yang terinduksi dengan molekul atau struktur kristal materi. Penyesuaian molekul akan mengakibatkan material berubah dimensi. Fenomena tersebut dikenal dengan electrostriction (efek piezoelektrik).

Sensor Fotoelektrik adalah perangkat komponen yang kerjanya dipengaruhi dengan kuat tidaknya cahaya yang diterima. Sensor fotoelektrik ini dapat dijadikan saklar elektronik dalam arti memiliki fungsi kerja dalam keadaan ON-OFF, yaitu ketika ada tidaknya penghalang yang melewatinya sehingga kuat tidaknya cahaya diteruskan ke penerima, maka dengan sensor ini dapatlah mendeteksi penghalang tersebut. Salah satu aplikasi sensor fotoelektrik adalah reflective optosiolator atau yang dikenal dengan reflective optocoupler. Reflective optocoupler adalah sensor fotoelektrik yang terdiri dari sebuah LED yang memancarkan cahaya inframerah dan sebuah foto dioda atau foto transistor. LED dan foto transistor termuat dalam suatu pak yang didesain dengan fungsi kerja pantulan dengan dua sambungan masukan dan dua sambungan keluaran .

Transduser tahananvariabel merupakan peranti yang sangat umum yang dapat dibuat dalam bentuk kontak geser pada kawat-luncur, kontak geser pada kumparan kawat, baik dengan gerakan lurus maupun lingkar, atau kontak yang dapat digerakan menurut gerakan sudut di atas penghantar padat seperti grafit. Dalam suatu transformator diferensial merupakan Suatu tegangan masukan arus bolak-balik diberikan pada kumparan tengah, dan tegangan keluaran dari kedua kumparan ujung bergantung pada perpasangan magnet antara inti dan kumparan. Respons frekuensi LVDT dibatasi terutama oleh karakteristik inersia (kelembaman) peranti itu. Pada umumnya, frekuensi tegangan yang diberikan harus besarnya 10 kali respons frekuensi yang di kehendaki. Transduser LVDT komersial terdapat dalam berbagai ukuran, dan banyak dipakai untuk ukuran anjakan dalam berbagai macam penerapan. Transduser kapsitif dapat pula digunakan untuk pengukuran anjakan melalui perubahan jarak pisah atau perubahan luas plat. Alat ini banyak digunakan untuk pengukuran tinggi permukaan zat cair. Dua buah elektrode disusun dan konstanta dielektrik diantara dua elektrode itu berubah menurut tinggi permukaan zat cair. jadi, kapasitans antara dua elektrode memberikan petunjuk langsung mengenai tiap permukaan zat cair. Tegangan keluaran bergantung pada arah potongan kristal terhadap sumbusumbunya. Kristal-kristal piezeoelektrik mungkin pula menderita berbagai tegangan geser dan bukan hanya tegangan kompresi sederhana, tetapi tegangan keluaran merupakan fungsi rumit orientasi kristal eksak. Kristal piezeoelektrik banyak dipakai sebagai transduser tekanan yang murah untuk pengukuran dinamik, dan banyak pula sebagai kepala (pickup) gramafon. Tabung pada gambar berisi gas pada tekanan rendah sedang generator RF memberikan medan pada gas ini. Benda potensial bergantung pada jarak pisah elektrode dan perpasangan kapasitif antara plat-plat RF dan gas. Bila tabung itu ditempatkan di tengah-tengah di antara kedua plat, potensial kedua elektrode akan sama, tetapi bila tabung beranjak dari titik tengah, akan terjadi suatu benda potensial arus searah. Transduser anjakan dapat digunakan untuk pengukuran angular (sudut) maupun linear. Transduser linear yang bekerja dengan prinsip refleksi. Bilah-bilah kecil yang bersifat refleksi di pasangkan pada peranti gerak, cahaya dari sumber kemudian dipantulkan dan diserap secara bergantian dengan gerakan linear, dan dengan demikaian memberikan sinyal pada fotodetektor. Kalibrasi harus dilakukan dengan standar anjakan yang diketahui.