Anda di halaman 1dari 14

Nama : I Made Angga Saputra Nim : 110010154

Kelas : D111

ROUTING DINAMIC
Routing Dinamik adalah jenis routing yang bisa berubah sesuai dengan kondisi yang diinginkan dengan parameter tertentu sesuai dengan protokolnya. Routing Dinamik diterapkan pada PC yang berfungsi sebagai router dan dibutuhkan router lain yang sama-sama menerapkan sistem routing dinamik, jadi tidak bisa berdiri sendiri Routing Dinamik menentukan gateway untuk network destination berdasarkan parameter yang didapat dari router lainnya melalui Protokol Multicast, seperti metrik, cost dsb. Protocol RIP dan OSPF menggunakan multicast untuk pertukaran informasi antar router, sedangkan protokol BGP menggunakan koneksi TCP untuk pertukaran routingnya Dynamic routing protocol digunakan oleh router untuk membagi informasi tentang penjangkauan dan status dari remote network. Dynamic routing protocol contohnya:

Network discovery Memelihara dan meng-update tabel routing

Automatic network discovery Network discovery adalah kemampuan routing protokol untuk membagi informasi tentang jaringan dengan router lainnnya dengan menggunakan routing

protokol yang sama. Daripada mengkonfigurasi router secara static, routing dinamik dapat secara otomatis membaca jaringannya dari router-router lainnya. pemilihan jalur terbaik pada setiap jaringan terdapat pada tabel routing dengan menggunakan routing dinamik.

Maintaining routing tables setelah mengenal jaringannya, routing dinamik akan selalu meng-update dan menentukan jalur2nya pada tabel routingnya. routing dinamik tidak hanya membuat jalur terbaik ke jaringan yang berbeda, roting dinamik juga akan menentukan jalur baru yang baik jika tujuannya tidak tersedia (jika topologinya berubah). untuk ini, routing dinamik mempunyai keuntungan lebih dari routing static. router yang menggunakan dinamic routing akan secara otomatis membagi informasi routingnya kepada router yang lain dan menyesuaikan dengan topologi yang berubah tenpa pengaturan dari seorang admin jaringan.

IP routing protocol Ada beberapa routing dinamic untuk IP. dibawah ini adalah dinamik routing yang sering digunakan : RIP (Routing Information Protocol) IGRP (Interior Gateway Routing Protocol) EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) OSPF (Open Shortest Path First) IS-IS (Intermediate System-to-Intermediate System)

BGP (Border Gateway Protocol)

ROUTING STATIK
Suatu static route adalah suatu mekanisme routing yang tergantung dengan routing table (tabel routing) dengan konfigurasi manual.Suatu static route akan berfungsi sempurna jika routing table berisi suatu route untuk setiap jaringan di dalam internetwork yang mana dikonfigurasi secara manual oleh administrator jaringan. Setiap host pada jaringan harus dikonfigurasi untuk mengarah kepada default route atau default gateway agar cocok dengan IP address dari interface local router, di mana router memeriksa routing table dan menentukan route yang mana digunakan untuk meneruskan paket.

Tabel Routing Tabel routing (routing table) terdiri atas entri-entri rute dan setiap entri rute terdiri dari IP Address. Berikut adalah field dari tabel routing IPv4. 1. Destination Dapat berupa alamat IPv4 atau prefix alamat IPv4. Dalam Windows, kolom ini dinamakan Network Destination dalam display perintah route print.

2. Network Mask Subnet mask digunakan untuk menyesuaikan tujuan alamat IPv4 dari nilai paket yang dikirim dari field destination. Pada windows, kolom ini dinamakan Netmask.

3. Next-Hop

Alamat IPv4 yang dilewati. Pada tabel router di Windows, kolom ini dinamakan Gateway.

4. Interface Interface jaringan yang digunakan untuk mengirim kembali paket IPv4. Dalam Windows, kolom ini berisi alamat IPv4 yang ditugaskan sebagai interface.

5. Metric Merupakan angka yang digunakan sebagai indikasi penggunaan route sehingga menjadi route yang terbaik di antara banyak route dengan tujuan yang sama bisa dipilih. Metric dapat menunjuk pada banyak links di jalan ke tujuan atau rute yang diinginkan untuk digunakan, tergantung banyak link.

Cara kerja static routing dapat dibagi menjadi 3 bagian: Administrator jaringan yang mengkonfigurasi router Router melakukan routing berdasarkan informasi dalam tabel routing Routing static digunakan untuk melewatkan paket data

Berikut adalah contoh perintah route pada Windows NT. Route [command] [Destination] mask [netmask] [gateway] Route menerima empat opsi: add menambahkan route ke tabel delete menghapus route dari tabel change mengubah routing pada entri tabel

print mencetak tabel routing

destination adalah parameter pilihan yang menyebutkan alamat jaringan tujuan yang akan disebutkan pada entri tabel routing. mask adalah netmask dari destination. gateway adalah parameter pilihan yang menentukan alamat IP dari gateway yang akan digunakan saat melakukan routing datagram ke tujuan. Maka, konfigurasi IP Address-nya adalah sebagai

Kelebihan dan Kekurangan Router Static 1. Keuntungan Static Route

Static route lebih aman dibanding dynamic route Static route kebal dari segala usaha hacker untuk men-spoof paket dynamic routing protocols dengan maksud melakukan konfigurasi router untuk tujuan membajak traffic.

2.

Kerugian

Administrasinya adalah cukup rumit dibanding dynamic routing, khususnya jika terdiri dari banyak router yang perlu dikonfigurasi secara manual Rentan terhadap kesalahan saat entri data static route dengan cara manual. ROUTING DINAMIK

Routing adalah kegiatan menentukan jalur pengiriman data dalam suatu

jaringan, menentukan jumlah host dalam jaringan, dan lain-lain. Suatu router membuat keputusan berdasarkan IP address yang dituju dan juga dari topologi jaringan. Agar keputusan routing tersebut benar, router harus mengenal seluruh seluk beluk jaringan (topologi). Dalam routing dinamis, informasi tentang topologi jaringan juga diperoleh dari router yang lain Jenis routing

1. Static Routing

Static routing adalah metode routing yang tabel jaringannya dibuat secara manual oleh administrator jaringannya.

2. Dinamic Routing Dynamic routing adalah teknik routing dengan menggunakan beberapa aplikasi networking yang bertujuan menangani routing secara otomatis. Tabel routing (ARP table) akan dimaintain oleh sebuah protokol routing, biasanya daemon

Pengertian routing dynamic

Routing adalah mekanisme di mana sebuah mesin bisa menemukan untuk kemudian berhubungan dengan mesin lain. Diperlukan sebuah proses routing (distro BSD mendukung dengan routing daemon standar routed atau misal gated dalam hal yang lebih kompleks), atau secara mudah router dapat dikatakan, menghubungkan dua buah jaringan yang berbeda tepatnya mengarahkan rute yang terbaik untuk

mencapai network yang diharapkan. Dalam implementasinya, router sering dipakai untuk menghubungkan jaringan antar lembaga atau perusahaan yang masing-masing telah memiliki jaringan dengan network id yang berbeda. Contoh lainnya yang saat ini populer adalah ketika suatu perusahaan akan terhubung ke internet. Maka router akan berfungsi mengalirkan paket data dari perusahaan tersebut ke lembaga lain melalui internet, sudah tentu nomor jaringan perusahaan tersebut akan berebeda dengan perusahaan yang dituju. Jadi Routing dinamis merupakan routing protocol digunakan untuk menemukan network serta untuk melakukan update routing table pada router. Routing dinamis ini lebih mudah daripada menggunakan routing statis dan default, akan tetapi ada yang perbedaan dalam proses-proses di CPU router dan penggunaan bandwidth dari link jaringan. Router Dinamis adalah Router yang me-rutekan jalur yang dibentuk secara otomatis oleh router itu sendiri sesuai dengan konfigurasi yang dibuat. Jika ada perubahan topologi antar jaringan, router otomatis akan membuat ruting yang baru.

Routing Protokol
Routing protocol adalah komunikasi antara router-router. Routing protocol mengijinkan routerrouter untuk sharing informasi tentang jaringan dan koneksi antar router.Routing Protocol adalah protocol yang digunakan dalam dynamic routing. Secara umum, dynamic routing protocol terbagi atas tiga kategori: Distance Vector Distance vector berarti bahwa routing protocol ini dalam menetapkan jalur terbaik (the best path) hanya melibatkan jumlah hop saja (hop count) untuk me-route paket data

dari satu alamat network ke alamat network tujuan. Routing protocol ini tidak bisa menganalisis bandwidth. Yang tergolong kategori ini antara lain RIPv1, RIPv2, dan IGRP (Interior Gateway Routing Protocol). Secara umum, yang tergolong dalam kategori ini adalah routing protocol klasik.

Link-state Link-state merupakan routing protocol yang lebih modern dibanding distance vector. Routing protocol ini selain melibatkan hop count juga melibatkan kapasitas bandwidth jaringan, serta parameter-parameter lain dalam menentukan the best pathnya dalam aktivitas routing. Contohnya adalah Open Shortest Path First (OSPF).

Hybrid Kategori ini hadir setelah Cisco System membuat routing protocol EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) yang merupakan pengembangan dari IGRP klasik yang bersifat open standar. EIGRP cisco ini bersifat proprietary, hanya akan berfungsi optimal jika seluruh device router yang digunakan bermerk cisco. Kategori ini diklaim memiliki kelebihan yang ada baik pada Distance Vector dan juga Link-State.

B.

Aktifitas Dynamic Router Protokol

Memelihara dan meng-update tabel routing- automatic network discovery. Network discovery adalah kemampuan routing protokol untuk membagi informasi tentang jaringan dengan router lainnnya dengan menggunakan routing protokol yang sama. daripada mengkonfigurasi router secara static, routing dinamik dapat secara otomatis

membaca jaringannya dari router-router lainnya. pemilihan jalur terbaik pada setiap jaringan terdapat pada tabel routing dengan menggunakan routing dinamik. 1. Maintaining routing tables

Setelah mengenal jaringannya, routing dinamik akan selalu meng-update dan menentukan jalur-jalurnya pada tabel routing. Routing dinamik tidak hanya membuat jalur terbaik ke jaringan yang berbeda, routing dinamik juga akan menentukan jalur baru yang baik jika tujuannya tidak tersedia (jika topologinya berubah), untuk ini, routing dinamik mempunyai keuntungan lebih dari routing static. router yang menggunakan dinamic routing akan secara otomatis membagi informasi routingnya kepada router yang lain dan menyesuaikan dengan topologi yang berubah tanpa pengaturan dari seorang admin jaringan. C. Kategori Protokol Routing

Ada dua kategori protokol routing yaitu Interior Gateway Protocol (IGP) dan Exterior Gateway Protocol (EGP). Interior Gateway Protocol merupakan protokol routing yang menangani routing jaringan internet dalam suatu autonomous system. Exterior Gateway Protocol merupakan protocol routing yang menangani routing jaringan internet antar automous system. Exterior Gateway Protocol diperlukan karena Interior Gateway Protocol tidak dirancang untuk suatu jaringan yang sangat besar sehingga jaringan internet perlu dibentuk ke dalam suatu hirarki dengan membagi jaringan internet tersebut ke dalam autonomous systems. Autonomous System (AS) secara umum didefinisikan sebagai jaringan internet yang berada dalam satu kendali administrasi dan teknis.

E.

IP routing dinamic

Ada beberapa routing dinamic untuk IP,dibawah ini adalah dinamik routing yang sering digunakan :

1. RIP
RIP : Routing Information Protocol. Distance vector protocol merawat daftar jarak tempuh ke network-network lain berdasarkan jumlah hop, yakni jumlah router yang harus lalui oleh paket-paket untuk mencapai address tujuan. RIP dibatasi hanya sampai 15 hop. Broadcast di-update dalam setiap 30 detik untuk semua RIP router guna menjaga integritas. RIP cocok dimplementasikan untuk jaringan kec KONFIGURASI ROUTING DINAMIK DENGAN PACKET TRACER Kali ini saya akan menjelaskan tentang bagaimana caranya membuat Router Dinamik, saya akan kasih contoh seperti pada router static yang saya buat di tutorial sebelumnya hanya saja ini berbeda pada konfiguasi Routingnya saja. Pertama yang harus di buat adalah Buat 3 buah router, 3 buah switch, dan 2 PC pada masing masing router. Seperti contoh gambar di bawah ini:

Technical Order Router ke router : Serial Router ke switch : FastEthernet (boleh pake Ethernet tapi lebih cepat

FastEthernet) Switch ke PC : FastEthernet Konektor yang warna merah menggunakan Serial DTE (recommended) Sebaiknya menggunakan Routers yang Generic (Router-PT)

agar kita tidak perlu menambahkan modul pada komponen router. (recommended) Untuk Switches gunakan Generic (Switch-PT) Konfigurasi ini menggunakan CLI (command-line interface)

== KONFIGURASI ROUTER ==

Sterling Router>en Router#conf ter Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z. Router(config-if)#no shutdown Router(config-if)#interface serial 3/0 Router(config-if)#ip address 172.16.2.1.255.255.255.0

Router(config-if)#exit Router(config)#interface fastethernet 0/0 Router(config-if)#no shutdown Router(config-if)#ip address 172.16.1.1. 255.255.255.0 Hoboken Router#conf ter Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z. Router(config-if)#no shutdown Router(config-if)#interface serial 2/0 Router(config-if)#ip address 172.16.2.2.255.255.255.0 Router(config-if)#interface serial 3/0 Router(config-if)#ip address 172.16.4.1.255.255.255.0 Router(config-if)#exit Router(config)#interface fastethernet 0/0 Router(config-if)#no shutdown Router(config-if)#ip address 172.16.3.1.255.255.255.0 Waycross Router#conf ter Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z. Router(config-if)#no shutdown Router(config-if)#interface serial 2/0 Router(config-if)#ip address 172.16.4.2.255.255.255.0 Router(config-if)#exit Router(config)#interface fastethernet 0/0

Router(config-if)#no shutdown Router(config-if)#ip address 172.16.5.1.255.255.255.0

== KONFIGURASI PC ==

STERLING PC 0 : IP 172.16.1.2GW 172.16.1.1 PC 1 : IP 172.16.1.3 GW 172.16.1.1 HOBOKEN PC 2 : IP 172.16.3.2GW 172.16.3.1 PC 3 : IP 172.16.3.3 GW 172.16.3.1 WAYCROSS PC 4 : IP 172.16.5.2 GW 172.16.5.1 PC 5 : IP 172.16.5.3 GW 172.16.5.1

== KONFIGURASI ROUTER DINAMIK == Pada konfigurasi router Dinamik, Tambahkan semua network yang telah diatur pada masing masing router. Misalnya tambahkan semua network pada Sterling ke dalam settingan Router RIP pada Sterling. Untuk lebih jelasnya lihat konfigurasi di bawah ini: Sterling Router>en Router#conf ter Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z. Router(config)#router rip

Router(config-router)#network 172.16.2.0 Router(config-router)#network 172.16.1.0 Hoboken Router>en Router#conf ter Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z. Router(config)#router rip Router(config-router)#network 172.16.2.0 Router(config-router)#network 172.16.4.0 Router(config-router)#network 172.16.3.0 Waycross Router>en Router#conf ter Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z. Router(config)#router rip Router(config-router)#network 172.16.4.0 Router(config-router)#network 172.16.5.0 Semua sudah terkonfigurasi,setelah itu kita ping pada masing-masing

PC/Router,seperti pada contoh di bawah ini.