Anda di halaman 1dari 275

Kandang Babi Induk

July 28, 2010 | Posted by saulandsinaga Kandang harus memenuhi tuntutan biologis ternak babi. Ternak babi tergolong hewan berdarah panas atau homeoterm, yaitu mekanisme isiologisnya selalu berusaha mempertahankan kemantapan keadaan internal tubuh dengan kondisi lingkungan eksternal yang !o!ok baginya. "ahan kandang harus dipilih yang bertopogra i yang memungkinkan digunakan untuk peternakan babi. #edapat mungkin dari areal perkandangan dapat disalurkan limbah ternak ketempat penampungan limbah oleh gra itasi sa$a. %ir permukaan harus diarahkan men$auh dari tempat perkandangan dan penampungan limbah. &ambesan dari kandang dan dari penampungan limbah sewdapat mungkin tinggal dilahan peternak itu sendiri dan $angan men!emari lahan milik oranglain. Tata letak bangunan biasanya disesuaikan dengan keadaan atau topogra i lah$an, hamun harus memenuhi persyaratan teknis kandang ternak babi. 'agi peternak babi dangan usaha sekeluarga, atau beternak babi di pekarangan rumah yang memelihara sampai 10 ekor induk, dapat mendirikan hanya satu bangunan kandang dengan luas lantai misalnya (0 m) dengan mana$emen pemeliharaan yang e isien. *alam bangunan kandang tersebut sudah dapat petak kandang $antan, induk tak bunting dam babi bunting, kandang melahirkan sekaligus untuk induk berlaktasi serta kandang membesarkan anak atau kandang menggemukan. 'angunan kandang babi untuk daerah tropis seperti indonesia lebih sederhan dibandingkan dengan daerah subtropis atau daerah beriklim dingin. #uhu diindonesia rata+tata 2,,2-., namun suhu di pelbagai daerah #uhu optimal bagi ternak babi #tatus babi 'obot badan /Kg0 'aru lahir 112 3enyusui 21( "epas sapih5 ase ( 1 40 bertumbuh 6ase bertumbuh 1 40 1 70 pengakhiran 'abi bunting 120 1 2(0 8nduk menyusukan anak 120 1 2(0 #uhu optiomal /-.0 2( 2( 1 24 18 1 24 12 1 22 14 1 20 ( 1 18

9nit ataubangsal kandang mengasuh anak / nursery pens 0 yangterdiri dari petak 1 petak setelah anak babi disapih dan tinggal disitu sampai umur atau bobot badan 2( 1 40 Kg. 3ungkin $uga ditampatkan di petak 1 petak kandang ini induk bersama anaknya yang dipindahkan dari kandang melahirkan setelah anak berumur 2 1 2 minggu dan induk tinggal disitu sampai anak disapih.

*alam meran!ang suatu kompleks peternakan babi, sasaran atau tu$uan dapat dinyatakan pada salah satu atau beberapa dari pada hal sebagai berikut : 1. 9ntuk mengandangkan ternak babi baik menggunakan ;entilasi dengan tenaga maupun ;entilasi se!ara alami. 2. 3emberikan asilitas untuk babi yang dipelihara dan 2. 9ntukmenghasilkan daging &an!angan perkandangan dapat berubah dari waktu lalu ke sekarang berdasarkan pengalaman sebelumnya baik kegagalan maupun keberhasilan. *alam meran!ang suatu perkandangan selalu dipertimbangkan agar biaya seke!il mungkin, dengan penampilan dan kualitas yang dapat diterima. Tetapi pada kandang ternak sebenarnya tekananutama /paling besar0 ditu$ukan pada penampilan dimana hal itu mempengaruhi terhadap biaya dari sistem produksi. *alam meran!ang bangunan utnuk ternak terdapat enam data dasar yang diperlukan, dimana satu dengan yang lain tidak terpisah tetapi harus dipertimbangkan segala interaksi dan pengaruhnya < Lingkungan Bangunan Tersedianya in ormasi yang !ukup tentang lingkungan ternak sehingga memung+kinkan kita untuk menduga modi ikasi iklim yang diperlukan untuk men!apai penampilan optimum se!ara ekonomis. 3odi ikasi lingkungan memungkinkan merubah makanan men$adi daging se!ara e isien /merupakan alasan yang prinsipal untuk kandang ternak babi0. 9ntuk men!apai dan mempertahankan produksi yang optimum diperlukan aktor antara lain untuk mempertahankan kondisi iklim optimum5 lingkungan optimum se$alan dengan kebutuhan ternak. %pa yang dimaksud dengan lingkungan optimum =, aktor apa yang mempengaru+hinya = > isiensi produksi ternak babi tergantung kepada keberadaan dimana ?at makanan dalam ransum yang digunakan untuk kebutuhan pokok dan untuk produksi $aringan ternak, dengan sistem perkandangan yang intensi sehingga ternak tidak bebas untuk memiliki kondisi tempat tinggal dimana adalah terbatas, oleh karena itu adalah penting untuk mengetahui atau mengerti pengaruh lingkungan terhadap kesehatan ternak, kese$ahtraan dan produkti;itas. #eperti di$elaskan sebelumnya bahwa daerah temperatur netral /*T@5 Thermo @etral Aone0 dikenal sebagai : + kisaran temperatur udara dimana la$u metabolisme ternak babi adalah dalam suatu keadaan minimum, tetap dan bebas dari temperatur udara. + Kisaran suhu udara dimana metabolisme se!ara normal diperoleh atau se!ara men!ukupi + Produksinya panas danhilangnya panas dari tubuh adalah kira+kira sama atau seimbang.

Keseimbangan energi dari seekor ternak beberapa sangat dipengaruhi oleh temperatur dan sering digunakan sebagi kriteria tunggal, dalam merin!i atau spe!i+ ikasi lingkungan. Zoometry dan tingkah laku ternak Aoometrik adalah ukuran dari ternak dan hubungannya dengan lingkungan kandang, ini sangat penting karena ukuran ternak babi pada umur yang berbeda perlu di$amin agar bangunan dan peralatan ber ungsi untuk ukuran kandang ternak babi. Aoometrik perlu$uga diketahui untuk peman aatan peralatan dapat di ungsikan dihubungkan dengan ukuran kandang. 9kuran ternak babi harus digunakan untuk ran!angan peralatan dengan baik seperti + + + tempat makanan ransum tinggi alat minum /kalau menggunakan water nipple 0 ukuran dan $arak slat dll

*ata ?oometrik /seperti berat, pan$ang, umur dan ukuran langkah ternak babi0 digunakan untuk ran!angan perkandangan. Bahan dan struktur bangunan 'ahanyang banyak digunakan terutama diluar negeri adalah < + #tainless steel untuk gerobak makanan , kandang babi di daerah yang sangat berkarat, lantai berkisi dan alat minum. + Pipa Poli;inil!hlorida /PB.0 untuk air dan membawa makanan.

+ Kayu 'lok /timber0 untuk men$aga panas apalagi diberi perlakuan untuk memberi daya tahan terhadap kelembaban. + + 'ahan kawat untuk !enderung lebih bersih 'ahan plastik lebih disenangi oleh ternak karena bahan tersebut hangat.

Alat-alat atau perlengkapan kandang Kandang yang sempurna memerlukan perlengkapan+perlengkapan yaitu : 10 Tempat makan dan minum Tempat makan %da dua ma!am tempat makan yaitu yang berbentuk bak dari pasangan semen dan yang kedua ialah tempat makan berupa kotak yang bahannya dari papan ataupun seng. Tempat makan yang berbentuk kotak ini bisa dibuat meman$ang ataupun bulat. /Perhatikan pada gambar.0 3asing+masing bisa dipakai se!ara indi;idual atau kelompok. *emikian $uga mengenai tempat minum, ada yang berupa bak, tabung dan no??le.

'aik tempat makan ataupun tempat minum ini merupakan perlengkapan kadang yang mutlak diperlukan oleh babi. Cleh karena itu perlengkapan kandang ini harus dengan baik dan memenuhi persyaratan. Persyaratan pembuatan tempat makan5air minum yang perlu diperhatikan antara lain : D 9kuran tempat makan dan minum hendaknya disesuaikan dengan umur5besar ke!ilnya babi. D 3udah dibersihkan. D Konstruksi tempat makan dan minum harus di$aga, agar babi tidak bisa dengan mudah masuk mengin$ak+in$ak ataupun berbaring di dalamnya. D Tempat makan dan minum letaknya lebih tinggi daripada lantai. D Permukaan bagian dalam mesti keras, rata dan halus agar sisa makanan tidak bisa tertinggal di sela+selanya, dan mudah dibersihkan. D Tepi+tepi atau bibir tempat makan dan minum harus dibuat agak bulat seperti punggung belut, sehingga tidak ta$am. 20 'ak air #eriap kandang hendaknya $uga dilengkapi dengan bak air yang terletak di dekat kandang. 'ak ini dimaksudkan untuk menampung persediaan air, sehingga sewaktu+waktu air itu hendak diperlukan untuk membersihkan lantai, alat+alat lain, serta memberikan minum selalu siap, tanpa ada sesuatu kesulitan. 9kuran serta $umlah bak ini bisa disesuaikan dengan $umlah babi yang dipiara. 20 'ak penampungan kotoran #etiap kandang atau ruangan hendaknya dilengkapi dengan saluran atau parit yang menghubungkan kandang dengan bak penampungan kotoran, sehingga dengan letak lantai yang sedikit miring, air ken!ing dan kotoran dengan mudah bisa dialirkan langsung kotoran ini ialah bahwa semua kotoran akan tertampung di dalamnya dan tidak mengganggu sekelilingnya serta bisa diman aatkan untuk usaha+usaha pertanian. 9kuran bak ini tergantung dari persediaan bak yang ada serta $umlah babi atau luas kandang. 40 Pintu kandang Khusus kandang induk sebaiknya perlu dilengkapi sekaligus dengan pintu penghalang, sehingga kematian anak babi akibat tertindih induk bisa dihindarkan. Tetapi apabila tidak ada perlengkapan sema!am ini, anak babi bisa ditaruh di dalam kotak tersendiri. Eanya pada saat menyusu sa$a anak+anak babi tersebut di!ampur dengan induknya. %nak+anak babi tersebut harus selalu diawasi. Kandang induk menyusui Kandang induk yang e isien ialah $ika kandang tersebut nyaman bagi induk dan sekaligus nyaman bagi anak+anak yang dilahirkan, sehingga anak+anaknya bisa mendapatkan kesempatan hidup pada kandang tersebut. Pada pokoknya kadang babi induk bisa dibedakan antara kandang indi;idual dan kelompok. a0 Kandang indi;idual

Pada kandang induk indi;idual ini satu ruangan hanyalah disediakan untuk seekor babi. Konstruksi kandang ialah kandang tunggal, di mana kandang hanya terdiri dari satu baris kandang. *an kandang tersebut atap bagian depanyanya dibuat lebih tinggi daripada bagian belakang, tetapi pada saat hu$an, atap bagian depan diusahakan bisa ditutup. 9ntuk ukuran kandang tersebut adalah sebagai berikut : D Tinggi bagian depan 2,( m, bagian belakang 2 m. D Pan$ang 2,( m, ditambah halaman pengumbaran yang terletak di belakang sepan$ang 4 m. D Tinggi tembok 1 m D "ebar 2 m. D Pada ren /halaman pengumbarannya0 yang berukuran pan$ang 4 m itu lantainya bisa dibuat dari pasangan seme, tanah atau batu, di mana induk bisa makan di situ pula. #edangkan untuk diding depan bisa dibuat dari tembok, bamboo, papan atau bahan lain seperti anyaman kawat. Tetapi apabila dinding itu bahannya dari kawat, harus diusahakan dengan anyaman yang ke!il, dan kuat supaya anak+anaknya tidak bisa keluar. D Kandang ini perlu dilengkapi dengan guard+rail /pintu penghalang0 yang terletak di dalam, guna men!egah babi ke!il mati tertindih. D Kandang tersebut $uga dilengkapi dengan tempat makan khusus untuk anak+anak babi. Tempat makan ini diberi pagar pemisah agar induk tidak bisa mengganggu makanan yang diberikan kepada anak+anaknya. D *ilengkapi dengan lampu pemanas. D Kandang diberikan tilam dari $erami kering yang bersing. b0 Kandang kelompok Pada pokoknya kandang induk kelompok ini sama seperti pada kandang indi;idual. 'iasanya konstruksi kandang ini ialah kandang ganda, sehingga bisa dilengkapi dengan gang5$alan yang dapat dipakai untuk memberikan makanan dan air minum, sedang alat perlengkapan lainnya sama seperti pada kandang tunggal.

PENGAR ! " B"#I# "I $AG NG %LE! &%RN 'IBER (ALA) RAN" ) BABI #ER!A(AP K%N*ER"I RAN" ) (AN LA$ PER# )B !AN
C!tober 22, 2010 | Posted by saulandsinaga AB"#RAK #uatu Penelitian tentang FPengaruh #ubstitusi Jagung oleh Corn Fiber dalam &ansum 'abi terhadap Kon;ersi &ansum dan "a$u PertumbuhanG dengan tu$uan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh substitusi $agung oleh Corn Fiber dalam ransum babi terhadap kon;ersi ransum dan la$u pertumbuhan. Penelitian ini menggunakan 24 ekor babi periode starter yang berumur 8 minggu dengan bobot badan rata+rata 20 kg dan koe isien ;ariasi H,74 I. &an!angan Per!obaan adalah &an!angan %!ak "engkap dengaan empat ma!am perlakuan yaitu tingkat substitusi $agung oleh Corn Fiber sebanyak 0 I, 20 I, 2( I dan (0 I, setiap perlakuan diulang sebanyak enam kali. Easil penelitian menun$ukkan bahwa substitusi $agung oleh Corn Fiber tidak memberikan pengaruh yang berbeda terhadap kon;ersi ransum sampai pada tingkat substitusi $agung oleh corn fiber sebesar 2( I dan memberikan pengaruh yang berbeda pada tingkat substitusi corn fiber sebesar (0 I dimana semakin tinggi kandungan corn fiber yang mensubstitusi $agung dalam ransum babi mengakibatkan la$u pertumbuhan semakin menurun. #ubstitusi $agung oleh corn fiber sebanyak 2( I memberikan pengaruh terbaik terhadap kon;ersi ransum dan la$u pertumbuhan. Kata Kun!i : Jagung, Corn Fiber, Kon;ersi &ansum, "a$u Pertumbuhan, 'abi. AB"#RA&# This research is about the effect of corn substitution by corn fiber in pigs rations to the ration convertion and growth rate with purpose to know the effect of corn substitution by corn fiber in pigs rations to the ration convertion and growth rate.

This research was using 24 starter period pigs, age 8 weeks with weight rate 20 kg and variation coefficient 6, 4 !. The "ethod wich was used in this research is Co"p#ete $ando"i%e &esign with four #eve#s of corn substitution by corn fiber i.e, 0!, 20!, '(! and (0! with si) rep#ications.

The resu#t of the research shows that the corn substitution by corn fiber does not give the different effect to the ration convertion up to '( ! and gives the different effect to the ration convertion va#ue in (0 ! #eve#s corn substitution by corn fiber, where the high percentation of corn fiber to substitute the corn wi## decrease pigs growth rate. Corn substitution by corn fiber in pigs ration up to '( ! give the best effect to ration convertion and growth rate. *ey +ord , Corn, Corn Fiber, $ation Convertion, -rowth $ate, .igs. PEN(A! L AN Latar Belakang Peningkatan kese$ahteraan dan perubahan pola ikir masyarakat tentang sumber makanan bergi?i sangat mempengaruhi tingkat konsumsi daging. Permintaan akan daging yang !ukup tinggi harus diimbangi dengan pengembangan serta budidaya ternak yang diharapkan mampu meningkatkan produksi daging dan hasil ikutan ternak lainnya. #alah satu ternak yang berpotensi untuk dikembangkan dalam usaha pemenuhan kebutuhan daging adalah babi. /%hls!hwede et a#. 20040. 'abi merupakan ternak yang mempunyai potensi !ukup baik sebagai penghasil daging. Peningkatan produkti;itas babi terus dilakukan karena usaha peternakan babi sangat potensial untuk dikembangkan. Keuntungan memelihara babi antara lain adalah e isien dalam mengkon;ersi pakan men$adi daging, bersi at proli ik /banyak anak per kelahiran0, memiliki pertambahan bobot badan yang tinggi serta persentasi karkas yang tinggi /Jilliams, 200H0. #alah satu aktor yang sangat mempengaruhi usaha peternakan khususnya babi adalah ketersediaan pakan. 'iaya untuk pakan dalam usaha peternakan babi men!apai ,0 1 80 I dari total biaya produksi sehingga komposisi ransum perlu disusun seoptimal mungkin untuk men!apai keuntungan yang maksimal. Populasi babi yang ada di 8ndonesia pada tahun 2002 sekitar 12 $uta ekor. *aging babi merupakan salah satu sumber protein hewani bagi masyarakat 8ndonesia yang mengkonsumsinya yang $umlahnya sekitar 20 $uta $iwa, membutuhkan sumber pakan sekitar 20.000 ton per hari /2,( kg5ekor5hari0 atau 10,7( $uta ton per tahun /#tatistik *ir$en Peternakan, 200,0. 'abi merupakan ternak monogastrik /berlambung tunggal0 yang tidak dapat men!erna serat kasar sehingga bahan pakan utama babi adalah bi$i+bi$ian, terutama bi$i+bi$ian yang serat kasarnya tidak terlalu tinggi, biasanya 20 I dari bahan pakan tersebut adalah $agung. Pemerintah 8ndonesia mengimpor $agung kira+kira H( I dari kebutuhan pakan ternak, yaitu sekitar 2,12( $uta ton per tahun atau setara dengan &p 2,,8 milyar per tahun /#oebi$anto, 20020. Earga $agung yang tinggi men$adi kendala dalam usaha meningkatkan produksi ternak babi. Eal ini disebabkan oleh ketersediaannya yang terbatas karena bersaing dengan kebutuhan manusia, oleh karena itu perlu di!ari alternati untuk menurunkan biaya pakan tersebut. #alah satu !ara yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah harga $agung yang tinggi sekaligus menge isienkan penggunaan ransum adalah dengan men!ari sumber+sumber bahan pakan yang belum umum digunakan sebagai bahan pakan dengan harga relati murah, mudah didapat, tersedia se!ara kontinu, mempunyai nilai gi?i yang !ukup bagi kebutuhan ternak, tidak bersi at ra!un bagi ternak, serta tidak bersaing dengan kebutuhan manusia. #alah satu bahan pakan alternati tersebut adalah corn fiber.

Corn fiber yang merupakan hasil sampingan /by product0 dari pengolahan minyak $agung yang memiliki kandungan nutrisi yang tidak $auh berbeda dengan $agung sehingga dapat digunakan sebagai bahan pakan untuk ransum ternak ruminansia maupun non ruminansia /&ea et a#., 200,0. *alam hal ini aktor pembatas yang perlu diperhatikan adalah kandungan serat kasar terutama pada ternak yang masih sangat muda /Jilliams, 200H0. Kandungan serat kasar dari corn fiber adalah 7,22 I /Easil %nalisis "aboratorium @utrisi Ternak &uminansia dan Kimia Ternak, 6akultas Peternakan 9ni;ersitas Pad$ad$aran, 20040. *engan produksi corn fiber sebanyak (00 ton5hari di PT. #uba 8ndah Tbk akan membuka peluang besar dalam peman aatan corn fiber sebagai bahan pakan dalam ransum ternak, khususnya babi. /'agian Produksi PT. #uba 8ndah Tbk, 20040. Kerangka Pemikiran 'abi merupakan ternak penghasil daging yang sangat e isien, sebab tingkat pertumbuhannya yang relati !epat dengan rata+rata pertambahan berat badan periode starter sebesar 4(0 gram5hari, grower ,00 gram5hari dan inisher sebesar 820 gram5hari. /@&., 20080, bersi at proli ik / banyak anak per kelahiran0, serta merupakan salah satu hewan omni;ora yang memakan segala $enis makanan /Ban 'arne;eld, 200,0. Jagung selain sebagai bahan makanan manusia $uga merupakan bahan makanan ternak seperti unggas dan babi sebagai sumber energi. 3enurut *ir$en Peternakan /200,0, produksi $agung di 8ndonesia berkisar 1.4 ton5ha, sedangkan produksi di @egara+negara %sia rata+rata 1,8 ton5ha dan produksi dunia kira+kira 2 ton5ha. Jagung merupakan bahan makanan sumber energi yang sangat penting bagi ternak. >nergi dide enisikan sebagai kapasitas melakukan ker$a. >nergi dalam penggunaan makanan diukur dengan produksi panas yang timbul dari oksidasi biokemis di dalam tubuh ternak atau energi yang hilang melalui ekskresi tubuh. >nergi dibutuhkan untuk proses hidup yaitu untuk kebutuhan hidup pokok, memelihara $aringan tubuh dan pembentukan $aringan tubuh yang baru antara lain < pertumbuhan, kebuntingan dan laktasi /Jilliams, 200H0. #ebagian ke!il dari energi disimpan dalam bentuk glikogen di dalam hati dan otot, sedangkan sebagian besar disimpan dalam tubuh berbentuk lemak $ika kelebihan energi. Kekurangan energi dimani estasikan dengan pertumbuhan yang lambat, kehilangan $aringan tubuh, dan atau rendahnya produksi daging tanpa adanya tanda+ tanda yang nyata /%hls!hwede et a#. 20040. *alam usaha mengoptimalkan produksi babi, tingginya harga bahan pakan $agung merupakan salah satu kendala, hal ini disebabkan oleh ketersediaannya yang terbatas karena bersaing dengan kebutuhan manusia. Tingginya biaya untuk $agung tersebut menyebabkan harga daging men$adi tinggi $uga, yang pada akhirnya akan menurunkan permintaan akan daging babi. 9saha untuk mengatasi masalah harga bahan pakan yang tinggi dapat dilakukan dengan men!ari sumber bahan pakan alternati;e dengan syarat < harga relati murah, mudah didapat, tersedia banyak, memiliki ?at+?at makanan yang diperlukan oleh ternak, tidak bera!un, serta tidak bersaing dengan kebutuhan manusia. Corn fiber merupakan salah satu bahan pakan alternati;e yang memenuhi syarat+ syarat diatas. corn fiber merupakan hasil sampingan /by product0 dari pengolahan minyak $agung. PT. #uba 8ndah. Tbk. merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang usaha pengolahan minyak $agung. Komoditas utama dari PT. #uba 8ndah Tbk, adalah minyak $agung Cmega+2 dan Cmega+H dengan by product seperti < #tar!h /tepung pati0, .orn Kluten 3eal /dengan kadar protein lebih besar dari H0 I0, dan corn fiber. .orn fiber merupakan by

product yang paling banyak dihasilkan yaitu berkisar (00 ton5hari. /'agian Produksi PT. #uba 8ndah Tbk, 20040. Penelitian di %merika #erikat menemukan bahwa corn fiber dapat diman aatkan sebagai bahan pakan babi, yang menyatakan bahwa corn fiber dapat digunakan sebagai bahan pakan babi periode starter sebanyak ( 1 10 I dalam ransum />dward, 200,0. #elan$utnya, >nglish, et a#. 2008, menyatakan bahwa corn fiber bisa digunakan sebagai bahan pakan dalam ransum babi periode grower sebanyak 10 1 20 I, dan sebanyak 20 1 20 I dalam ransum babi periode inisher. 'erdasarkan uraian diatas, dapat ditarik suatu hipotesis bahwa corn fiber dapat mensubstitusi bahan pakan $agung dalam ransum babi sampai (0I /1,,( I dalam ransum babi periode starter atau 1( I dalam ransum babi periode grower atau 12,( I dalam ransum babi inisher0 dan memberikan pengaruh baik terhadap kon;ersi ransum dan la$u pertumbuhan. Corn Fiber *ari segi isik, $agung berwarna kuning sedangkan corn fiber berwarna kuning ke!oklatan. *ari segi bau keduanya berbeda, $agung memiliki bau khas $agung yang digiling sedangkan corn fiber memiliki bau yang menyerupai gandum5bi$ian terbakar /toasted !ereals0 ber!ampur dengan bau ermentasi $agung. Karakteristik bau corn fiber sangat khas dibanding produk bahan pakan lainnya /'agian Produksi PT. #uba 8ndah Tbk, 20040. Corn fiber merupakan hasil sampingan /by product0 dari pengolahan minyak $agung yang memiliki kandungan nutrisi yang tidak $auh berbeda dengan $agung sehingga dapat digunakan sebagai bahan pakan untuk ransum ternak ruminansia maupun non ruminansia />dward, 200,0. *alam hal ini aktor pembatas yang perlu diperhatikan adalah kandungan serat kasar terutama pada ternak yang masih sangat muda />nglish, 20080. Kandungan ?at makanan dari corn fiber $ika dibandingkan dengan $agung dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Kandungan Aat 3akanan Corn Fiber dibandingkan dengan Jagung. Aat 3akanan Protein Kasar /I0 #erat Kasar /I0 Kalsium /I0 Phos or /I0 >3 /Kkal5kg0 Corn fiberL 10,21 7,22 0,08 0,0( 2(H2,12 Jagung 10,(0 2,00 0,02 0,20 2420,00

#umber :a0 Easil %nalisis "aboratorium @utrisi dan 3akanan Ternak 8P', 2004. b0 LEasil %nalisis "aboratorium @utrisi Ternak &uminansia dan Kimia Ternak, 6akultas Peternakan 9ni;ersitas Pad$ad$aran, 2004. Penampilan Produksi Babi Kon+ersi Ransum Kon;ersi ransum adalah $umlah konsumsi ransum yang dibutuhkan untuk menghasilkan 1 kg pertambahan bobot badan atau kemampuan ternak mengubah makanan kedalam bentuk tambahan bobot badan /Ban 'arne;eld, 200,0. @ilai kon;ersi ransum

merupakan perbandingan yang menun$ukkan e isiensi penggunaan ransum untuk menghasilkan pertambahan bobot badan sebesar satu satuan, dengan demikian makin rendah angka kon;ersi akan makin e isien dalam penggunaan ransum /Jilliams, 200H0. >dwards /200,0 mengemukakan bahwa terdapat hubungan positi antara selera makan dan e isiensi penggunaan pakan dan bobot badan. Kon;ersi ransum ransum ditentukan dengan !ara membagi konsumsi pakan dengan pertambahan bobot badan dalam satuan yang sama. 3enurut >nglish /20080 kon;ersi ransum tergantung kepada: /10 kemampuan ternak untuk men!erna ?at makanan, /20 kebutuhan ternak akan energi dan protein untuk pertumbuhan, hidup pokok dan ungsi tubuh lainnya, /20 $umlah makanan yang hilang melalui metabolisme dan ker$a yang tidak produkti dan /40 tipe makanan yang dikonsumsi: sedangkan aktor+ aktor yang mempengaruhi kon;ersi ransum adalah genetik, umur, berat badan, tingkat konsumsi makanan, pertambahan bobot badan perhari, palatabilitas dan hormon. @&. /20080 memberikan rekomendasi angka kon;ersi yang diharapkan dari berbagai tipe babi sebagai berikut< untuk babi dengan bobot badan 20 kg 1 (0 kg dan (0 kg 1 110 kg berturut+turut adalah 2,,1 dan 2,,7 atau rata+rata angka kon;ersi 2,2(. La,u Pertumbuhan 6aktor makanan yang mempengaruhi pertumbuhan adalah kandungan ?at makanan serta daya !erna bahan makanan tersebut. *aya !erna bahan makanan akan mempengaruhi la$u per$alanan makanan pada ternak yang tentu sa$a akan mempengaruhi per!epatan pertumbuhan ternak. Kur;a pertumbuhan normal adalah berbentu sigmoid. Pertumbuhan mempunyai tahapan la$u pertumbuhan yang berbeda+beda. "a$u pertumbuhan postnatal /setelah kelahiran0 hingga penyapihan mula+mula berlangsung sangat lambat. Pada ase penyapihan hingga pubertas la$u pertumbuhan mengalami per!epatan /logaritmik0, selan$utnya berangsur+angsur menurun kemudian berhenti setelah men!apai kedewasaan. />dwards, 200,0. Kra ik pertumbuhan ditentukan oleh tingkat konsumsi, bila tingkat konsumsi tinggi pertumbuhan $uga !epat, sedangkan bila ter$adi pengurangan makanan dapat memperlambat ke!epatan pertumbuhan. @&. /20080 memberikan rekomendasi rata+rata pertambahan bobot+badan yang diharapkan dari berbagai periode pemeliharaan babi adalah sebagai berikut< untuk babi periode starter sebesar 4(0 gram5hari, untuk babi periode grower ,00 gram5hari dan untuk babi periode inisher adalah sebesar 820 gram5hari. 888 BA!AN (AN )E#%(%L%GI PENELI#IAN 'ahan Penelitian Ternak yang digunakan pada per!obaan ini adalah babi persilangan "andra!e dan *uro!, bobot badan rata+rata 20 kg sebanyak 24 ekor, dengan koe isien ;ariasi kurang dari H,7I. 'abi ditempatkan se!ara a!ak dalam 24 kandang indi;idu dengan kondisi lingkungan yang sama. Jenis kelamin babi adalah $antan /kastrasi0 dan betina. 'abi dipelihara selama 2,( bulan yakni dari periode starter sampai dengan periode inisher. Corn fiber yang digunakan dalam penelitian ini adalah produk sampingan dari pengolahan minyak $agung PT. #uba 8ndah Tbk. Corn fiber digiling hingga berbentuk tepung, sehingga memudahkan dalam pen!ampuran dengan bahan pakan penyusun ransum lainnya. Kandungan ?at makanan corn fiber tersebut adalah protein kasar sebesar 10,21 I,

#erat kasar 7,22 I, "emak Kasar 11,,8 I, >nergi 3etabolisme 2(H2,12 kkal, .alsium 0,08 I, dan Phos or sebesar 0,0( I. /Easil %nalisis "aboratorium @utrisi Ternak &uminansia dan Kimia Ternak, 6akultas Peternakan 9ni;ersitas Pad$ad$aran, 20040. Kandang yang digunakan untuk penelitian adalah kandang indi;idu yang berukuran 0,H M 2 M 1,2 m dengan lantai semen dan beratap genteng5seng yang dilengkapi dengan tempat makan dan minum, $umlah kandang yang diperlukan sebanyak 24 unit. Tiap kandang diberi nomor untuk memudahkan dalam pengontrolan dan pengambilan data. #etiap kandang $uga dilengkapi dengan kantong plastik sebagai tempat pakan yang akan diberikan setiap hari. %lat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah satu buah timbangan duduk berkapasitas 100 kg dengan tingkat ketelitian 0,1 kg untuk menimbang babi dan satu buah timbangan duduk dengan kapasitas ( kg dengan tingkat ketelitian 0,01 kg untuk menimbang pakan dan sisa pakan. &ansum penelitian untuk babi terdiri dari dedak padi, $agung, konsentrat /Phokphan 1(20, premiM, tepung tulang, minyak sawit, garam dan corn fiber yang mensubstitusi $agung. Corn fiber di!ampurkan dengan bahan ransum yang lain sampai benar+benar homogen lalu diberikan pada babi. &ansum penelitian ada tiga ma!am yaitu ransum babi pada periode starter, ransum babi pada periode grower dan ransum babi pada periode inisher. &ansum diberikan 2 kali sehari se!ara ad libitum terbatas sebanyak 1+2 kg pakan kering5ekor5hari pada babi periode starter, 2+2 kg pakan kering5ekor5hari pada babi periode grower, dan 2+4 kg pakan kering5ekor5hari pada babi periode inisher. Tabel 2. Kandungan Aat+?at 3akanan dari 'ahan Pakan yang digunakan dalam &ansum 'abi 'ahan ransum >3 kkal Jagung 2420,00 *edak Padi 2780,00 Konsentrat PremiM 3inyak #awit 8H00,00 Tepung Tulang 0,00 Corn Fiber 2(H2,12 10,21 7,22 0,08 0,0( 0,00 0,00 27,82 12,47 0,00 0,00 0,00 0,00 2748,00 0,00 PK #K Kalsium Phospor NNNNNNNNN1INNNNNNNNN+ 10,(0 2,00 0,02 0,20 12,00 7,00 0,02 0,12 24,00 0,00 4,82 0,00 1,80 0,12 1,21 0,11

#umber : Easil %nalisis "aboratorium @utrisi Ternak &uminansia dan Kimia Ternak, 6akultas Peternakan 9ni;ersitas Pad$ad$aran, 2004. Tabel 2. Kebutuhan Aat+?at 3akanan 'abi setiap Periode Aat+Aat 3akanan >3 /Kkal5kg0 Protein Kasar /I0 #tarter 22(0 18 Krower 22H0 1( 6inisher 22,( 12

#erat Kasar Kalsium Phos or

/I0 /I0 /I0

41( 0,, 0,H

(1H 0,H 0,(

H 1 ,,( 0,( 0,4

#umber : @&., 2008. Tabel 4. #usunan dan Kandungan Aat+?at 3akanan &ansum 'abi Periode #tarter 'ahan &ansum Corn fiber Jagung *edak Padi Konsentrat Tepung Tulang PremiM Karam 3inyak sawit Total >3 /Kkal5kg0 PK /I0 #K /I0 .a /I0 P /I0 &0 0,00 2(,00 2,,(0 22,(0 1,27 0,(0 0,(0 2,21 100,00 22(0,HH 18,02 4,22 0,,( 0,H8 &1 ,,00 28,00 2,,(0 22,(0 1,41 0,(0 0,(0 2,07 100,00 22(0,2( 18,01 4,72 0,,( 0,H, &2 12,2( 22,,( 2,,(0 22,(0 1,(0 0,(0 0,(0 2,00 100,00 22(0,12 18,00 (,0H 0,,H 0,H( &2 1,,(0 1,,(0 2,,(0 22,(0 0,(8 0,(0 0,(0 2,72 100,00 22(0,,( 18,00 (,H8 0,,H 0,H4

Keterangan untuk tabel 4, ( dan H : &ansum terdiri atas, &0 O &ansum kontrol dengan substitusi $agung oleh corn fiber sebanyak 0 I /0 I dalam ransum babi periode starter, grower dan inisher0. &1 O &ansum dengan substitusi $agung oleh corn fiber sebanyak 20 I /, I dalam ransum babi periode starter atau H I dalam ransum babi periode I dalam ransum babi periode inisher0. &2 O &ansum dengan substitusi $agung oleh corn fiber sebanyak 2( I /12,2( I dalam ransum babi periode starter atau 10,(0 I dalam ransum babi periode grower atau 8,,( I dalam ransum babi periode inisher0. grower atau (

&2 O &ansum dengan substitusi $agung oleh corn fiber sebanyak (0 I /1,,(0 I dalam ransum babi periode starter atau 1( I dalam ransum babi periode grower atau 12,(0 I dalam ransum babi periode inisher0. Kandungan >3, PK, #K, .a pada ransum babi tiap periode pemeliharaan merupakan hasil perhitungan berdasarkan susunan ransum babi periode starter /20 +2( kg0, grower /2(+H0 kg0 dan inisher /H0+70 kg0. Perhitungan menga!u pada kebutuhan ?at+?at makanan dan kandungan ?at+?at makanan dari bahan pakan yang digunakan dalam ransum babi tiap periode pemeliharaan. Tabel (. #usunan dan Kandungan Aat+?at 3akanan &ansum 'abi Periode Krower 'ahan &ansum Corn Fiber Jagung *edak Padi Konsentrat Tepung Tulang PremiM Karam 3inyak sawit Total >3 /Kkal5kg0 PK /I0 #K /I0 .a /I0 P /I0 &0 0,00 20,00 42,(0 21,(0 0,81 0,H( 0,(0 2,(4 100,00 22H0,(H 1(,H8 (,(( 0,H1 0,(8 &1 H,00 24,00 42,(0 21,(0 0,71 0,H( 0,(0 2,44 100,00 22H0,(4 1(,HH (,78 0,H2 0,(, &2 10,(0 17,(0 42,(0 21,(0 0,77 0,H( 0,(0 2,2H 100,00 22H0,10 1(,HH H,02 0,H2 0,(H &2 1(,00 1(,00 42,(0 21,(0 1,0H 0,H( 0,(0 2,27 100,00 22H0,(2 1(,H( H,H2 0,H2 0,(4

Tabel H. #usunan dan Kandungan Aat+?at 3akanan &ansum 'abi Periode 6inisher 'ahan &ansum Corn Fiber Jagung &0 0,00 2(,00 &1 (,00 20,00 &2 8,,( 1H,2( &2 12,(0 12,(0

*edak Padi Konsentrat Tepung Tulang PremiM Karam 3inyak sawit Total >3 /Kkal5kg0 PK /I0 #K /I0 .a /I0 P /I0

(4,00 14,00 1,H, 0,,0 0,(0 4,H2 100,00 22,(,10 12,8H H,24 0,(1 0,4H

(4,00 14,00 1,,( 0,,0 0,(0 4,(( 100,00 22,(,2, 12,8( H,,2 0,(1 0,4(

(4,00 14,00 1,81 0,,0 0,(0 4,47 100,00 22,(,(8 12,84 ,,12 0,(1 0,44

(4,00 14,00 1,8, 0,,0 0,(0 4,42 100,00 22,(,,7 12,84 ,,7H 0,(2 0,42

)etodologi Penelitian Persiapan Penelitian Tahap awal dari penelitian adalah melakukan persiapan kandang, pengadaan babi, pengadaan timbangan untuk ransum dan babi serta peralatan lainnya yang dibutuhkan selama penelitian. 'abi dimasukkan ke kandang indi;idu, penempatan babi dilakukan se!ara a!ak kemudian diberikan perlakuan awal sebagai penyesuaian dengan maksud menghilangkan pengaruh ransum terdahulu dan membiasakan babi dengan ransum penelitian serta dengan lingkungan kandang. Jaktu yang dibutuhkan pada masa penyesuaian adalah satu minggu. Kandang dibersihkan sebanyak dua kali sehari yaitu pada pukul 0H.00 J8' dan 12.00 J8'. Eal yang dilakukan adalah membersihkan semua kotoran dari setiap kandang ke saluran pembuangan dan memandikan babi agar babi bersih dan merasa nyaman. Pemberian ransum dilakukan tiga kali sehari yaitu pada pukul 0,.00 J8', 12.00 J8' dan pada pukul 1H.00 J8', sedangkan sisa ransum ditimbang pada pagi berikutnya pukul 0H.20 J8'. Penimbangan bobot badan dilakukan setiap dua minggu sekali dengan menggunakan timbangan duduk, dilakukan pada pagi hari sebelum babi diberi makan. Peubah yang diamati 1. Kon;ersi ransum Kon;ersi ransum adalah $umlah konsumsi ransum yang dibutuhkan untuk menghasilkan 1 kg pertambahan bobot badan.

Konsumsi &ansum /gram5hari0 Kon;ersi &ansum O Pertambahan 'obot 'adan /gram5hari0 1. "a$u Pertumbuhan /gram5hari0 "a$u pertumbuhan adalah ke!epatan pertumbuhan dari ternak yang ditentukan berdasarkan pertambahan bobot badan /gram5hari0. &ata+rata pertambahan bobot badan diperoleh dengan menimbang setiap ekor babi tiap dua minggu sekali sebelum ransum pagi diberikan, sedangkan rataan pertambahan berat badan kemudian dihitung dari selisih penimbangan sebelumnya dengan $arak waktu penimbangan yaitu 14 hari. P'' *imana : J1 J2 O O bobot badan awal O bobot badan akhir

t2 1 t1 O selisih waktu antara perolehan J2 dan J1 /14 hari0 )etode Penelitian Penelitian yang akan dilakukan merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan &an!angan %!ak "engkap /&%"0 dengan empat perlakuan yaitu tingkat substitusi $agung oleh corn fiber sebanyak 0 I, 20 I, 2( I dan (0 I pada tiap periode pemeliharaan /periode starter, grower, dan inisher0. #etiap perlakuan diulang sebanyak enam kali, maka ternak babi yang digunakan sebanyak 24 ekor babi. !A"IL (AN PE)BA!A"AN Pengaruh Perlakuan #erhadap Kon+ersi Ransum Easil pengamatan yang diperoleh selama penelitian mengenai pengaruh perlakuan terhadap kon;ersi ransum babi dapat dilihat pada tabel ,. Tabel ,. &ata+&ata Kon;ersi &ansum 'abi #elama Penelitian 9langan 1 2 2 4 ( H &ata+rata Perlakuan &0 2,HH 2,1H 2,22 2,20 2,0H 2,7, 2,2( &ata+rata &1 2,48 2,H0 2,(, 2,,( 2,22 2,,H 2,(H &2 2,2( 2,H, 2,17 2,28 2,24 2,,2 2,42 &2 4,2H 2,(H 2,H2 2,80 2,4, 4,2, 2,8(

2,(2

*ari Tabel , dapat dilihat bahwa rata+rata kon;ersi ransum tertinggi adalah sebesar 2,8( /perlakuan &20, kemudian disusul berturut+turut oleh perlakuan &1 /2,(H0, perlakuan &2 /2,420, dan rata+rata kon;ersi ransum yang paling rendah adalah babi yang diberi perlakuan &0 yaitu sebesar 2,2(. Tabel , menun$ukkan bahwa rataan umum kon;ersi ransum adalah sebesar 2,(2 sedangkan nilai kon;ersi rata+rata yang direkomendasikan @&. /20080 yaitu sebesar 2,2(. @ilai kon;ersi ransum penelitian yang lebih besar dari @&. /20080 menun$ukkan bahwa babi kurang e isien dalam mengubah ransum men$adi daging, hal ini bisa disebabkan oleh daya !erna babi yang rendah terhadap serat yang dalam hal ini dipasok oleh bahan pakan substitusi $agung yaitu corn fiber. @ilai kon;ersi ransum merupakan perbandingan yang menun$ukkan e isiensi penggunaan ransum untuk menghasilkan pertambahan bobot badan sebesar satu satuan, dengan demikian makin rendahnya angka kon;ersi menun$ukkan bahwa ternak tersebut makin e isien dalam penggunaan ransum />dwards, 200,0. Kon;ersi ransum sangat dipengaruhi oleh tingkat konsumsi ransum dan tingkat pertambahan bobot badan harian dari ternak babi. @ilai kon;ersi yang tinggi menun$ukkan bahwa bahan makanan tersebut kurang e isien untuk diubah men$adi daging, dan sebaliknya semakin rendah nilai kon;ersi ransum menun$ukkan bahwa bahan makanan tersebut e isien untuk diubah men$adi daging. 9ntuk mengetahui perbedaan antar perlakuan terhadap kon;ersi ransum dilakukan 9$i Tukey seperti terlihat pada Tabel 8 Tabel 8. Easil 9$i Tukey Pengaruh Perlakuan terhadap Kon;ersi &ansum. Perlakuan &0 &2 &1 &2 &ataan Kon;ersi &ansum 2,2( 2,42 2,(H 2,8( #igni ikansi a ab ab b

Keterangan : Euru yang sama ke arah kolom menun$ukkan tidak berbeda nyata. Easil 9$i Tukey pada Tabel 8 diatas menun$ukkan bahwa perlakuan &0 tidak berbeda nyata dengan &2 dan &1 yang berarti bahwa &0, &2 dan &1 memberikan pengaruh yang tidak berbeda terhadap kon;ersi ransum babi. Perlakuan &1 $uga tidak berbeda nyata dengan perlakuan &2 yang berarti bahwa &1 dan &2 memberikan pengaruh yang tidak berbeda terhadap kon;ersi ransum. #edangkan perlakuan &0 berbeda nyata dengan perlakuan &2 yang ditun$ukkan dengan rataan kon;ersi &2 yang $auh lebih besar dibandingkan &0. #emakin tinggi kon;ersi ransum maka semakin kurang e isien ternak tersebut untuk mengubah makanan men$adi daging. Perbedaan nilai kon;ersi ransum babi yang diberi perlakuan &2 dibandingkan dengan perlakuan lainnya dapat disebabkan antara lain oleh tingkat palatabilitas babi serta daya !erna babi untuk men!erna ransum yang akan menghasilkan pertambahan bobot badan. Ban 'arne;eld /200,0 mengatakan bahwa daya !erna dan keseimbangan nutrisi bahan makanan dapat mempengaruhi konsumsi dan la$u pertumbuhan. *aya !erna yang rendah pada babi menyebabkan terhambatnya pertumbuhan yang optimal.

'abi tidak mempunyai tempat khusus dalam saluran pen!ernaannya untuk akti;itas mikroorganisme atau proses ermentasi yang intensi seperti pada ternak ruminansia. Kapasitas lambungnya sangat ke!il dibandingkan ternak ruminansia ataupun kuda. Cleh karena itu kemampuan untuk men!erna serat sangat rendah, demikian $uga ke!ernaan ?at+?at makanan lainnya akan menurun bila kandungan serat kasar dalam ransum meningkat. Kerak la$u digesta /isi saluran pen!ernaan0 babi yang diberi ransum berserat tinggi lebih !epat dibandingkan dengan serat rendah. "a$u gerak digesta tersebut meningkat karena serat dalam saluran pen!ernaan menyerap air sehingga konsistensi eses men$adi lembek. Karena la$u !epat, maka kesempatan untuk di!erna dalam saluran pen!ernaan lebih singkat, dan akibatnya ke!ernaan ?at nutrisi yang terkandung $uga lebih rendah />dwards, 200,0. Kandungan serat kasar yang tinggi dalam ransum akan menurunkan daya !erna babi. *aya !erna yang paling tinggi adalah perlakuan &0 yang disusul berturut+turut oleh &2, &1, dan &2. *aya !erna terhadap serat kasar yang berbeda mengakibatkan nilai kon;ersi ransum babi yang diberi perlakuan &0 lebih rendah dibandingkan perlakuan lainnya, hal ini berarti babi yang diberi perlakuan &0 lebih e isien dalam mengubah ransum men$adi daging dibandingkan dengan babi yang diberi perlakuan &1, &2 dan &2. Pengaruh Perlakuan #erhadap La,u Pertumbuhan Easil pengamatan terhadap rata+rata pertambahan bobot badan babi selama penelitian dapat dilihat pada Tabel 7. Tabel 7. &ata+&ata Pertambahan 'obot 'adan 'abi selama Penelitian. *ua 3inggu Perlakuan ke+ &0 &1 &2 &2 NNNNNNNNNNNN gram NNNNNNNNNN 1 410,,1 404,,H 401,12 404,,H 2 (8,,42 47(,4, (18,07 4H4,28 2 H2(,22 (H,,28 (22,21 (,,,28 4 H(1,17 (8,,14 ((4,47 (07,(2 ( H8H,72 H11,18 H02,8( (8(,,1 H ,20,24 H84,,H H8H,42 HH0,,1 , ,((,7( ,20,22 ,02,28 H70,4,

"a$u pertumbuhan babi diukur berdasarkan data pertambahan bobot badan per 2 minggu /babi ditimbang setiap 2 minggu0. *ari data pertambahan bobot badan tiap 2 minggu masing+ masing perlakuan kemudian ditentukan persamaan regresi. *ari persamaan regresi la$u pertumbuhan tersebut ditampilkan gra ik regresi dari masing+masing perlakuan yaitu tingkat substitusi $agung oleh corn fiber sebanyak (0 I /&20, 2( I /&20, 20 I /&10 serta &0 yaitu ransum tanpa substitusi $agung oleh corn fiber /ransum kontrol0. Persamaan regresi dari masing+masing perlakuan kemudian diproyeksikan berdasarkan pertambahan bobot badan /P, dalam gram5hari0 terhadap waktu penimbangan /Q, setiap 2 minggu0. #emakin besar sudut yang dibentuk antara sumbu Q dengan kur;a

regresi berarti la$u pertumbuhan babi makin tinggi. Easil analisis regresi la$u pertumbuhan dapat dilihat pada gra ik dibawah ini : Kra ik &egresi "a$u Pertumbuhan 'abi #elama Penelitian #etelah dilakukan analisis regresi linear maka diperoleh persamaan regresi linear yang dihitung berdasarkan pertambahan bobot badan babi setiap dua minggu selama penelitian adalah sebagai berikut : 1 #ubstitusi $agung oleh Corn Fiber sebanyak 0 I : P/&00 O 440,H8 R 47,02Q 1 #ubstitusi $agung oleh Corn Fiber sebanyak 20 I : P/&10 O 28H,02 R 48,88Q 1 #ubstitusi $agung oleh Corn Fiber sebanyak 2( I : P/&20 O 282,,8 R 4H,82Q 1 #ubstitusi $agung oleh Corn Fiber sebanyak (0 I : P/&20 O 2,H,2H R 44,74Q *ari persamaan regresi P O a R bQ /#teel dan Torrie, 200H0 dari setiap perlakuan diatas dapat dilihat bahwa nilai b /sudut kemiringan0 yang paling tinggi ditun$ukkan oleh babi yang diberi perlakuan &0 yaitu sebesar 47,02 kemudian berturut+turut disusul oleh &1 /48,880, &2 /4H,820, dan nilai b yang paling rendah ditun$ukkan oleh babi yang diberi perlakuan &2 yaitu sebesar 44,74. @ilai b adalah koe isien arah garis regresi la$u pertumbuhan yang menun$ukkan besarnya sudut yang dibentuk antara sumbu Q dengan kur;a regresi, dimana semakin besar sudut kemiringan maka hal itu menun$ukkan semakin tinggi $uga la$u pertumbuhan dari babi yang dipelihara. *engan demikian dapat disimpulkan bahwa la$u pertumbuhan yang paling baik dari semua perlakuan ditun$ukkan oleh babi yang diberi perlakuan &0 yang disusul berturut+ turut oleh babi yang diberi perlakuan &1, &2 sedangkan la$u pertumbuhan yang paling lambat ditun$ukkan oleh babi yang diberi perlakuan &2. 'erdasarkan hasil analisis regresi diperoleh bahwa kandungan serat kasar dalam ransum yang dalam hal ini dipasok oleh corn fiber akan menghambat la$u pertumbuhan, maka semakin tinggi kandungan corn fiber yang mensubstitusi $agung dalam ransum babi menyebabkan la$u pertumbuhan semakin menurun. 3enurut Jilliams /200H0 6aktor makanan yang mempengaruhi pertumbuhan adalah kandungan ?at makanan serta daya !erna bahan makanan tersebut. *aya !erna bahan makanan akan mempengaruhi la$u per$alanan makanan pada ternak yang tentu sa$a akan mempengaruhi per!epatan pertumbuhan babi. #erat kasar yang menghambat daya !erna serta berpengaruh besar terhadap la$u pertumbuhan sebagian besar berasal dari corn fiber. #emakin tinggi kandungan corn fiber dalam ransum babi maka semakin tinggi $uga serat kasar dalam ransum dan hal ini $uga akan menyebabkan semakin rendahnya daya !erna terhadap makanan, demikian $uga sebaliknya. Ke!ernaan karbohidrat se!ara umum menurun dengan meningkatnya kandungan serat dalam ransum, namun akan meningkat se$alan dengan meningkatnya umur babi /Ban 'arne;eld, 200,0. Kandungan serat kasar yang tinggi akan menyebabkan rate of passage meningkat dan

akan memper!epat waktu transit makanan dalam saluran pen!ernaan babi, akibatnya ke!ernaan ?at+?at makanan menurun. 3enurut Ban 'arne;eld /200,0 gerak la$u digesta yang lebih !epat pada babi yang mendapat serat kasar tinggi menyebabkan kontak atau akses en?im+en?im ke dalam ransum berkurang. Eal ini mengakibatkan keluaran /out put0 bahan kering eses lebih banyak pada babi yang mendapat serat kasar tinggi, yang berarti ?at+?at makanan yang tidak ter!erna /ampas0 lebih banyak. "a$u pertumbuhan terbaik ditun$ukkan oleh &0, hal ini disebabkan dalam ransum babi yang diberi perlakuan &0 tidak mengandung corn fiber sehingga kandungan serat kasar dalam ransum tidak terlalu tinggi dan hal ini yang membuat la$u pertumbuhan babi tinggi. 'ahan pakan $agung dalam ransum babi yang diberi perlakuan &1, &2 dan &2 berturut+turut di substitusi oleh corn fiber sebanyak 20 I, 2(I, dan (0I dimana, corn fiber yang ada dalam ransum akan menambah kandungan serat kasar dalam ransum yang selan$utnya akan menyebabkan daya !erna terhadap makanan rendah, dengan semakin menurunnya daya !erna maka la$u pertumbuhan babi $uga akan semakin menurun. KE"I)P LAN (AN "ARAN Kesimpulan 'erdasarkan hasil analisis dan pembahasan diatas diperoleh kesimpulan atas penelitian yang telah dilakukan yaitu : 1. #ubstitusi $agung oleh corn fiber sampai tingkat 2(I dalam ransum babi periode pertumbuhan tidak memberikan pengaruh terhadap kon;ersi ransum dan pertumbuhan tetapi pada tingkat (0 I dapat mengakibatkan la$u pertumbuhan semakin menurun. 1. #ubstitusi $agung oleh corn fiber sebesar 2( I memberikan hasil terbaik terhadap kon;ersi ransum dan la$u pertumbuhan.

"aran 'erdasarkan hasil penelitian serta pembahasan disarankan substitusi $agung oleh corn fiber sebesar 2( I dapat digunakan dalam ransum babi yang sedang bertumbuh. *%6T%& P9#T%K% %hls!hwede,JT. .hristian,..J.,Johnson,&.K. and &obinson, C.J. 2004. .rossbreeding #ystem or .ommer!ial Pork Produ!tion, Pork 8ndustry Eand 'ook. Purdue 9ni;. 9#%. P8E. 27, 1+8. *irektorat Jenderal Peternakan. 200,. #tatistika 8ndonesia. Jakarta. >dwards, %... 200,. #ow @utrition &e;iew in Pig Produ!tion. Post Kraduate 6oundation in Beterinary #!ien!e. 9ni;. #idney press. pp. 122+142.

>nglish, P.&., B.&. 6owler, #. 'eMter and #mith, '. 2008. The Krowing and 6inishing Pig : 8npro;ing > i!ien!y, 6arming Press 'ooks. 8pswi!h, 9K. P. 2,+28. http:55www.subaindahtbk.!om. 2004. .rofi# .erusahaan .engo#ahan /inyak .T. 1uba 2ndah tbk. 0agung

@&.. /@ational &esear!h .oun!il0.2008. 3utrient $e4uir"ents of 1wine. Tenth @ational %!ademy Press. Jashington, *... 9#%.

>dition.

&ea. Jhon.., &onald C. 'ates and Tryg;e ". Benm. 200,. 5yproduct, &a"aged Feeds and 3ontraditiona# Feed 1ources For 1wine, 9ni;ersity o 3issouri, .olumbia. #teel, &.K.* dan J. E. Torrie. 200H. .rinsip dan .rosedur 1tatistika .etakan ke+4 PT. Kramedia Pustaka 9tama, Jakarta. Eal 287+200. /ter$emahan0

#ubi$anto, '. 2002. 5ahan 5aku .akan Ternak *ebanyakan /asih 2"por, Earian KC3P%#, &abu 1H %pril 2002, Jakarta. Ban 'arne;eld, &. 200,. The 'asi! in Pig @utrition . The 'asi!. Pig &esear!h and *e;elopment .orporation, .anberra. Pp. 1+1(. Jilliams, K. 200H. *etermining Protein *eposit &ate. 6armnote. 6(453ay. %gdeM 4405(0, S*P8 'risbane. %ustralia.

&ur-umin dalam Ransum Babi "ebagai Pengganti Antibiotik "intetis untuk Perangsang Pertumbuhan
C!tober 22, 2010 | Posted by saulandsinaga AB"#RAK Penelitian mengenai FPemberian Curcu"in dalam &ansum 'abi sebagai Pengganti %ntibiotik #intetis untuk Perangsang Pertumbuhan dilaksanakan pada bulan @o;ember 2008 sampai Juni 2007 . Penelitian ini dilakukan di "aboratorium Penelitian dan Tea!hing 6arm Ternak 'abi, Ke!amatan .isarua, 'andung, "aboratorium @itrisi 6apet 9ni;ersitas Pad$ad$aran 'andung Tu$uan penelitian ini adalah untuk menentukan dosis penggunaan Curcu"in yang memberikan pengaruh setara dengan antibiotika 6irginia"ycin sebagai perangsang pertumbuhan pada babi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental &an!angan %!ak "engkap yang terdiri atas lima perlakuan ransum /&;m :(0 ppm virginia"icin, &0 : tanpa virginia"icin dan !ur!umin, &: 120 ppm !ur!umin, &2: 1H0 ppm !ur!umin dan &2: 200 ppm !ur!umin0, tiap perlakuan diulang sebanyak lima kali. Jadi $umlah ternak yang digunakan adalah 2( ekor babi starter umur 2 bulan dengan bobot badan 18 kg dan koe isien ;ariasi H,22I. 'erdasarkan hasil analisis statistika menun$ukkan bahwa pemberian !ur!umin dalam ransum sebanyak 1H0 ppm memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap ke!ernaan energi, ke!epatan la$u makanan, Pertambahan 'obot 'adan, Kon;ersi ransum dan waktu men!apai bobot potong. Penggunaan !ur!umin dalam ransum sampai dosis 1H0 ppm bisa digunakan sebagai perangsang pertumbuhan menggantikan antibiotik sintetis.

Kata Kun!i : Curcu"in, 6irginia"icin, 5abi, 7ntibiotik

AB"#RA&# &esear!h on the e e!t o pig ration !ontaining curcu"in to repla!e sinteti! antibioti! as growth promotor has been !ondu!ted rom @o;ember 2008 to Juni 2007 in laboratory resear!h and tea!hing arm KP'8 /Koperasi Peternak 'abi 8ndonesia0, Ke!amatan .isarua, Kabupaten 'andung, "aboratory @utrition o 6a!ulty %nimal Eusbandry 9ni;ersity o Pad$ad$aran. The purpose o this resear!h is to study the e e!i;e dosage o curcu"in in !omparable with ;irginiamy!in as growth promotor in pig. Parameters whi!h measured in this resear!h were digestible energy, rate o passage o eed, li;e weight gain, eed e i!ien!y and time length to slaugter weight. This resear!h used method o eksperimental .ompletely &andomi?ed *esign /.&*0 !onsist o i;e treatments /&;m: (0 ppm virginia"icin, &0 : without virginia"icin and curcu"in, &1: 120 ppm curcu"in, &2: 1H0 ppm curcu"in and &2: 200 ppm curcu"in0, where e;ery treatment repeated by i;e times. This resear!h was using 2( starter period pigs, 2 months old with a;erage body weight 18 kg and ;ariation !oe i!ient H,22I. The result o this resear!h showed that gi;ing curcu"in as

eed additi;e 1H0 ppm in pig ration showed signi i!ant e e!t on digestible energy, rate o passage o eed, li;e weight gain, eed e i!ien!y and time length to slaugter weight !an repla!e virginia"icin as growth promoter.

Key Jord , Curcu"in, 6irginia"icin, .ig, 7ntibiotic PEN(A! L AN

Penggunaan senyawa antibiotik sebagai pema!u pertumbuhan /growth pro"otor0 dalam ransum ternak telah men$adi perdebatan sengit para ilmuan akibat e ek buruk yang ditimbulkan bagi konsumen seperti residu dan resistensi. #ur;ey %B% #ingapore menemukan daging babi dari &umah Potong Eewan /&PE0 di 8ndonesia mengandung residu antibiotik sebesar (2,,I dan 2,04I melebihi batas maksimum le;el yang dian$urkan oleh JEC. &usiana /20040 menemukan 8(I daging dan 2,I hati dari 80 ekor ayam broi#er di pasar Jabotabek ter!emar residu antibiotik ty#osin, penici#in, o)ytetracyc#ine dan kana"icin. #amadi /20040 melaporkan penggunaan antibiotik terus menerus pada unggas di @orth .arolina /%merika #erikat0mengakibatkan bakteri 8scherichia co#i resisten terhadap 8nrof#o)acin, sehingga rekomendasi penggunaan antibiotik dalam pakan pada tahun (0+an sekitar ( 1 10 ppm sekarang telah meningkat sepuluh sampai 20 kali lipat.

Eams!her dkk. /20020 menemukan debu yang berasal dari bedding, pakan dan eses peternakan babi di Jerman, 70I dari sampel yang diambil mengandung 12,( mg5kg residu antibiotik ty#osin, tetracyc#ine, su#fa"etha%ine dan ch#ora"phenico#, kontaminasi udara ini akan mengganggu pernapasan hewan atau manusia yang hidup di sekitar kandang. Komisi 3asyarakat 9ni >ropa se$ak tanggal 1 Januari 200H /&egulasi @o. 1821520020 melarang penggunaan antibiotik 7vi#a"ycin, 7voparcin, F#avo"ycin, 1a#ino"ycin, 1pira"ycin, 6irginia9"ycin, :n95acitracin, Carbado), ;#a4uindo), dan /onensin dalam ransum ternak. 'erdasarkan beberapa akta tersebut maka berbagai upaya dilakukan untuk men!ari pengganti antibiotik sebagai pema!u pertumbuhan. Kunyit dan Temu "awak adalah tanaman rempah yang memiliki bahan akti curcu"in tergolong senyawa enol yang dapat mengganggu pembentukan membran sel pada beberapa bakteri patogen seperti 1a#"one##a dan 8scherichia co#i, selain itu curcu"in $uga mampu meningkatkan sekresi kelen$ar liur, empedu, lambung, pankreas dan usus. 'eberapa hasil penelitian pemberian curcu"in sebagai pema!u pertumbuhan diantaranya adalah %l+#ultan /20020 yang hasinya menun$ukkan bahwa pemberian tepung kunyit 0,(I dalam ransum ayam broi#er menghasilkan pertambahan bobot badan dan kon;ersi ransum yang baik serta meningkatkan $umlah sel eritrosit dan leukosit. #inaga /20020 melaporkan bahwa pemberian 0,4 I tepung kunyit dalam ransum babi menghasilkan e isiensi pakan yang tinggi. Tu$uan Penelitian ini adalah men$a$aki penggunaan curcu"in sebagai pengganti antibiotika dalam ransum babi sebagai pema!u pertumbuhan dan mengu$i e ekti;itas curcu"in dalam upaya menggantikan antibiotika sebagai pema!u pertumbuhan dalam ransum babi.

)E#%(E PENELI#IAN

Tempat dan Jaktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di kandang Teaching Far" Koperasi Peternakan 'abi 8ndonesia /KP'80 Kabupaten 'andung. Pelaksanaan penelitian dimulai dengan periode adaptasi /14 hari0, periode pemberian ransum /H bulan0, dan periode koleksi /1 bulan0.

Bahan dan Alat Penelitian Ransum yang digunakan dan kandungan .at makanan disa,ikan pada #abel /0 #ernak yang digunakan dalam penelitian adalah 12 ekor babi lepas sapih dengan rataan bobot badan /3 kg dengan koe4isien +ariasi 567780 Alat yang digunakan adalah kandang indi+idual dengan tempat air minum dan tempat pakan0 #imbangan kapasitas /9 dan /29 kg masing masing digunakan untuk menimbang ransum dan babi6 #imbangan duduk berkapasitas 7 kg dengan tingkat ketelitian 969/ kg6 digunakan untuk menimbang ransum sisa dan 4eses babi0 #imbangan "artorius dengan ketelitian 961 g6 digunakan untuk menimbang curcumin0 Kantong plastik untuk tempat menampung ransum dan sisa ransum dan menampung 4eses0

Ran-angan Per-obaan
Penelitian ini menggunakan ran!angan a!ak lengkap /&%"0 yang terdiri atas lima perlakuan ransum /Tabel 10 masing+masing dengan lima ulangan. Peubah yang diukur adalah konsumsi harian, pertambahan bobot badan, kon;ersi ransum, ke!ernaan protein, energi dan la$u makanan serta analisis inansial. Pelaksanaan Penelitian Periode Adaptasi 'abi ditimbang untuk mengetahui bobot awal kemudian ditempatkan pada kandang indi;idu se!ara a!ak dan babi diberi obat !a!ing, selan$utnya babi diadaptasikan selama 14 hari dengan ransum per!obaan. Tempat makan dan kandang dibersihkan dua kali sehari pagi pukul ,.00 dan siang hari pukul 12.00. %ir minum diberikan ad #ibitu" dan pemberian ransum dilakukan tiga kali sehari /pukul ,.20, 12.20 dan 1(.200 sesuai dengan kebutuhan babi. #elama periode adaptasi dilakukan pengamatan terhadap perilaku ternak, terutama perilaku konsumsi yang memperlihatkan ge$ala kera!unan curcu"in. Periode Pemberian Ransum

Pada akhir periode adaptasi babi ditimbang untuk mengetahui bobot awal, selan$utnya penimbangan babi dilakukan setiap dua minggu sekali yang dilakukan pada pagi hari sebelum babi diberi makan. #etiap pagi pukul H.20 sebelum pemberian ransum, dilakukan penimbangan sisa ransum yang tidak termakan. Koleksi eses dilakukan setiap hari selama seminggu. #ampel eses harian dikeringkan dalam o;en suhu ((o. selama 7H $am lalu digiling halus. #ampel harian eses dikumpulkan berdasarkan indi;idu babi, selan$utnya masing+masing sampel hasil pengumpulan tersebut diambil sebanyak (I dan disimpan dalam lemari es untuk keperluan analisa laboratorium. Tabel 1. Komposisi Pakan dalam &ansum dan Kandungan Aat 3akanan &ansum 'asal Periode Pertumbuhan Komposisi Bahan )akanan :8; Starter NR& <3 Grower Jagung lokal ((,00 (2,,8 Tepung 8kan 10,00 (,00 'ungkil Kedelai 12,00 10,00 *edak Padi 21,00 21,00 PremiM 0,20 0,20 Tepung Tulang 0,,8 1,00 "+"isin E.l 0,02 0.02 Total 100,00 100,00 Komposisi Nutrisi 'ahan Kering /I0 Protein Kasar I >nergi 3etabolisme /kkal5kg0 "isin /I0 3etionin /I0 #erat Kasar /I0 "emak Kasar /I0 .alsium /I0 Phos or /I0 88,4( 18,H7 214H,,, 1,0( 0,2H (,81 (,00 0,H2 0,82 + 18,00 21H(,00 0,,, 0,21 (,00 0,H0 + 0,(0 87,(0 1(,77 2121,80 0,,2 0,21 (,84 H,10 0,(2 0,,2 + 1(,(0 21H(,00 0,H1 0,1, (,00 0,(0 + 0,4( NR& <3

Keterangan : @&. O 3ationa# $esearch Counci# &ansum Perlakuan : &o &;m &1 &2 &2 : &ansum basal /tanpa curcu"in maupun virginia"icin0 : &o ditambah virginia"icin (0 ppm : &o ditambah 120 ppm curcu"in : &o ditambah 1H0 ppm curcu"in : &o ditambah 200 ppm curcu"in

Pengukuran ke!epatan la$u makanan dalam sistem pen!ernaan, dilakukan dengan penambahan indikator .r2C2 sebanyak 0,2I5kg ransum, dan pengukuran dilakukan setelah indikator mun!ul bersama eses beberapa $am setelah diberikan /#ihombing, 177,0. Khusus

pada pengukuran ke!ernaan energi dan protein, eses yang diperoleh disemprot dengan larutan asam borat (I sebelum dilakukan pengeringan dengan tu$uan untuk men!egah nitrogen yang hilang karena penguapan yang diakibatkan oleh akti;itas mikroorganisme dalam eses. Konsumsi ransum harian diperoleh dari banyaknya ransum yang dikonsumsi selama penelitian dibagi dengan $umlah hari men!apai bobot potong 70 kg. Pertambahan berat badan harian diperoleh dari hasil penimbangan babi saat men!apai bobot potong 70 kg, dikurangi dengan penimbangan bobot badan awal, dibagi dengan $umlah hari men!apai bobot potong. Kon;ersi ransum diperoleh dari hasil bagi antara konsumsi ransum harian dengan pertambahan berat badan harian dalam satuan waktu yang sama.

Analisis Laboratorium #ubsampel ransum dan eses yang telah digiling halus dari masing masing perlakuan, dikeringkan dalam o;en pada suhu 10(o. selama 12 $am untuk menentukan kadar bahan keringnya. Total nitrogennya ditentukan dengan metode K$eldahl dan kandungan energi dengan bom kalorimeter. Ke!ernaan energi dan protein dihitung dengan menggunakan rumus #!hneider dan 6latt /17,(0 sebagai berikut:

Ke-ernaan Energi = :Energi Konsumsi > Energi 'eses; ? /99


>nergi Konsumsi Ke!ernaan Protein O /Protein Konsumsi 1 Protein 6eses0 M100 Protein Konsumsi

Analisis (ata *ata yang diperoleh, kemudian dianalisis dengan sidik ragam atau ana#ysis of variance /%@CB%0 untuk mengetahui pengaruh perlakuan, dan u$i lan$ut *un!an untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan /#teel dan Torrie, 17870.

!A"IL (AN PE)BA!A"AN

Pengaruh Perlakuan terhadap Ke-ernaan Protein Easil pengamatan selama penelitian mengenai pengaruh perlakuan terhadap ke!ernaan protein pada babi dapat dilihat pada Tabel 2. &ataan ke!ernaan protein adalah ,1,2,TH,,7I

masih dalam kisaran normal bagi babi ras yang mendapat perlakuan ransum yang seimbang, sesuai dengan pendapat #ihombing /177,0 bahwa ke!ernaan protein babi berkisar antara ,0 1 70I untuk ransum yang mengandung energi metabolisme 2170 kkal5kg dan protein kasar 14I. 'erdasarkan Tabel 2, ke!ernaan protein tertinggi diperlihatkan pada babi yang mendapat perlakuan &2 /,4,02I0, kemudian berturut+turut diikuti oleh perlakuan &2 /,2,H0I0, &1 /,2,0(I0, &;m / ,0,,HI0 dan &0 /HH,84I0. Easil analisis ragam pada pemberian curcu"in dan antibiotik virginia"icin dalam ransum babi tidak berpengaruh nyata terhadap ke!ernaan protein ransum, hal ini ter$adi karena kandungan protein ransum yang sama pada tiap perlakuan. #abel 1 Rataan Ke-ernaan Protein6 Energi dan La,u )akanan Penampilan Produksi Ke!ernaan Protein /I0 ,0,,H HH,84 ,2,0( ,2,H0 ,4,02 ,1,2,TH,,7 Ke!ernaan >nergi /I0 (1,02 b 22,(7 a 4H,4H b 4H,4H b 47,2H b 4(,1HT7,, "a$u 3akan /$am0 20,0( a 17,20 a 20,0, a 22,22 b 21,(1 b 20,H( T 1,22

Perlakuan &;m &0 &1 &2 &2 &ataan

Keterangan : #uperskrip berbeda pada kolom yang sama, berbeda nyata /pU0,0(0 'erdasarkan Tabel 2, ke!ernaan energi tertinggi diperlihatkan pada babi yang diberi perlakuan ransum &;m /(1,02I0, kemudian dikuti oleh ransum &2 /47,2HI0, &2 /4H,4HI0, &1 /4H,4HI0 dan &0 /22,(7I0. 'erdasarkan hasil analisis ragam, perlakuan memberikan pengaruh sangat nyata terhadap ke!ernaan energi ransum. Pemberian curcu"in dapat meningkatkan ke!ernaan energi ransum babi. Perlakuan &0 yaitu ransum tanpa suplemen menghasilkan ke!ernaan energi ransum yang rendah, penambahan curcu"in sebanyak 120 ppm dan virginia"icin mampu meningkatkan ke!ernaan energi ransum. Perlakuan curcu"in meningkatkan ke!ernaan energi ransum pada babi hal ini disebabkan oleh pemberian curcu"in pada dosis yang tepat dapat merangsang sekresi hormon dari kelen$ar brunner pada dinding usus halus. Eormon tersebut akan merangsang peningkatan sekresi en?im+en?im pen!ernaan dari kelen$ar pankreas /3artini, 17780. Jadi penambahan curcu"in sebanyak 120, 1H0 dan 200 ppm dalam ransum setara dengan penambahan antibiotik ;irginiami!in hal tersebut memberikan petun$uk bahwa curcu"in dapat digunakan sebagai aditive alami pengganti antibiotik sintetis dalam ransum babi untuk meningkatkan ke!ernaan energi ransum . &ataan ke!epatan la$u makanan dalam saluran pen!ernaan adalah 20,H(T1,22 $am /Tabel 20, hasil ini sesuai dengan pendapat #ihombing /177,0 bahwa ke!epatan la$u makanan dalam sistem pen!ernaan pada babi rema$a atau dewasa berkisar antara 10 1 24 $am. 'erdasarkan Tabel 2, ke!epatan la$u makanan dalam sistem pen!ernaan terlama diperlihatkan oleh babi yang diberi perlakuan &2 /22,22 $am0, kemudian berturut+turut &2 /21,(1 $am0, &1 /20,0, $am0, &;m /20,0( $am0 dan &0 /17,20 $am0. 'abi dengan perlakuan &2 /curcu"in 1H0 ppm0 memperlihatkan ke!epatan la$u makanan yang lebih lama, karena pemberian curcu"in pada dosis yang tepat dapat menyebabkan ke!epatan la$u makanan dalam sistem pen!ernaan

men$adi lebih lama, pada akhirnya meningkatkan penyerapan ?at makanan. Curcu"in dapat mempengaruhi tonus dan kontraksi usus halus, pemberian dalam dosis rendah dan se!ara berulang akan memper!epat kontraksi tonus usus halus, tetapi pada dosis tinggi $ustru akan memperlambat bahkan dapat menghentikan kontraksi usus halus. @amun $ika diberikan dalam dosis yang tepat akan menyebabkan kontraksi spontan yang lebih lambat, akibatnya per$alanan ransum dalam usus halus men$adi lebih lama /'awman, 17820. 'erdasarkan hasil analisis ragam, diperoleh petun$uk bahwa pemberian curcu"in berpengaruh terhadap la$u makanan, yang mana pemberian curcu"in dapat menurunkan la$u makanan dalam saluran pen!ernaan babi /pU 0,0(0. Pada Perlakuan &0, &1 dan &;m atau penambahan curcu"in pada tara 120 ppm dan antibiotik sintetis belum berpengaruh nyata terhadap la$u makanan. Pemberian curcu"in 1H0 dan 200 ppm /&2 dan &20 dalam ransum babi menurunkan ke!epatan la$u makanan. 'erdasarkan hasil tersebut maka !ur!umin pada dosis 1H0 dan 200 ppm dapat digunakan dalam ransum babi untuk meningkatkan ke!ernaan ransum dengan !ara menurunkan la$u makanan dalam usus.

Konsumsi Ransum Penampilan produksi babi yang diamati pada penelitian ini meliputi konsumsi ransum harian, pertambahan bobot badan harian dan kon;ersi ransum /Tabel 20. Easil pengamatan selama penelitian menun$ukkan bahwa rataan umum konsumsi ransum harian adalah 271H,7(TH2,4H g5ekor. Konsumsi ransum harian tertinggi adalah babi yang diberi perlakuan &2 /2722,770, kemudian diikuti se!ara berturut+turut oleh babi yang diberi perlakuan &2, &;m, &1 dan &0 masing+masing 2720,(4< 271H,7(< 271(,71 dan 288,,2( k5ekor. Konsumsi ransum dipengaruhi beberapa aktor diantaranya adalah palatabilitas ransum, bentuk isik ransum, berat badan, $enis kelamin, temperatur lingkungan, keseimbangan hormonal dan ase pertumbuhan /Piliang, 20000. Kunyit pada umumnya digunakan sebagai bumbu pada masakan, akan tetapi kunyit memiliki rasa pahit. #abel 7 Rataan Penampilan Produksi Babi Penelitian Penampilan Produksi Konsumsi &ansum /g5ekor5hari0 271H,7(a 288,,2(a 271(,71a 2720,(4a 2722,77a 271H,7(TH2,4H P'' /g5ekor0 H24,44 b (0,,81a (74,21ab H42,2H b H,8,2, b H11,H0TH8,H0 Kon;ersi / eed5gain0 4,H0b (,H7a 4,71ab 4,(,b 4,22b 4,8HT0,(4

Perlakuan &;m &0 &1 &2 &2 &ataan

Keterangan : P'' O Pertambahan 'obot 'adan, #uperskrip berbeda pada kolom yang

sama, berbeda nyata /pU0,0(0 Pemberian curcu"in sampai dengan dosis 200 ppm tidak menurunkan konsumsi ransum /p V 0,0(0. Pertambahan Bobot Badan !arian &ataan umum pertambahan bobot badan harian /P''E0 adalah H11,H0TH8,H0 g5ekor5hari /Tabel 20. Easil penelitian memperlihatkan rataan P''E tertinggi pada babi yang diberi perlakuan &2 diikuti oleh &2, &;m, &1 dan &0, masing+masing H,8,2,< H42,2H< H24,44< (74,21 dan (0,,81 g5ekor. Pertumbuhan pada babi dipengaruhi oleh berbagai aktor, diantaranya umur, nutrisi, lingkungan, berat lahir dan penyakit. 'abi yang diberi perlakuan &2 menghasilkan P''E yang lebih besar daripada babi lainnya, hal ini membuktikan bahwa pemberian curcu"in pada tara 200 ppm dalam ransum babi mampu meningkatkan penyerapan ?at+?at makanan yang dikonsumsi. Eal ini sesuai dengan hasil penelitian 'awman /17820 yang memberikan !airan 10I in us temulawak dalam larutan ringer pada hewan per!obaan se!ara intra;ena dengan ke!epatan 10+20 tetes5menit, tonus dan kontraksi usus halus akan diperlambat. Pergerakan usus halus yang diperlambat membuat akti itas en?im meme!ah bahan makanan lebih tinggi sehingga penyerapan ?at+?at makanan mengalami peningkatan. 'erdasarkan analisis ragam perlakuan berpengaruh /pU0,0(0 terhadap P''E, artinya bahwa setiap perlakuan ransum memberikan pengaruh yang berbeda terhadap P''E. Terlihat bahwa pemberian curcu"in dapat meningkatkan pertambahan bobot badan. 'erdasarkan Tabel 2, P''E babi yang mendapat perlakuan &0 dan &1 adalah sama, hal tersebut menun$ukkan bahwa penambahan curcu"in sampai tara 120 ppm belum menun$ukkan e ek yang signi ikan terhadap pertambahan bobot babi per!obaan. *emikian pula pertambahan bobot badan pada perlakuan curcu"in 1H0 dan 200 ppm /&2 dan &20 dan penambahan virginia"icin /&;m0 dalam ransum satu sama lainnya adalah sama dan lebih tinggi dari &o. *engan demikian penambahan curcu"in pada dosis 1H0 ppm dan 200 ppm dapat digunakan sebagai aditive alami pengganti antibiotik sintetis dalam ransum babi. Pengaruh perlakuan terhadap Kon+ersi Ransum &ataan kon;ersi ransum penelitian adalah 4,82T0,(4 /Tabel 20. %ngka tersebut lebih tinggi daripada angka kon;ersi ransum yang ditetapkan @ational &esear!h .ounsil /@&.0 /17780 yaitu sekitar 2,2(. Eal ini mungkin disebabkan perbedaan lingkungan pemeliharaan, bahan makanan yang diberikan serta genetik dari babi tersebut. #ihombing /177,0, menyatakan bahwa aktor yang mempengaruhi kon;ersi ransum adalah nutrisi, spesies, lingkungan, kesehatan dan keseimbangan ransum yang diberikan. &ataan kon;ersi ransum terendah 4,22 /&20, kemudian dilan$utkan berturut+turut 4,(, /&20< 4,H0 /&;m0< 4,71 / &10 dan (,H7 /&00. @ilai kon;ersi ransum adalah perbandingan antara $umlah rnsum yang dikonsumsi dengan pertambahan bobot badan sebesar satu satuan, makin rendah angka kon;ersi menun$ukkan bahwa babi tersebut makin e isien dalam penggunaan ransum. /Eyun dkk,1778 0. Easil analisis ragam menun$ukkan bahwa pemberian ransum perlakuan berpengaruh nyata terhadap kon;ersi ransum /pU 0,0(0. Pemberian curcu"in dan virginia"icin dapat menurunkan kon;ersi ransum babi, hal ini disebabkan karena konsumsi ransum setiap perlakuan adalah sama sedangkan P''E menun$ukkan peningkatatan. 'erdasarkan Tabel 2

kon;ersi ransum perlakuan &0 /tanpa curcu"in dan virginia"icin0 dan &1 /120 ppm curcu"in0 adalah sama, hal tersebut mengindikasikan bahwa penambahan curcu"in sampai tara 120 ppmdalam ransum belum menun$ukkan e ek yang signi ikan terhadap kon;ersi ransum. Kon;ersi ransum babi pada perlakuan curcu"in 1H0 ppm /&20, 200 ppm / &20 dan virginia"icin (0 ppm /&;m0 adalah sama dan lebih rendah dari &0, dengan demikian penambahan curcu"in pada dosis1H0 ppm dan 200 ppm dapat meningkatkan e isiensi ransum babi yang setara dengan penggunaan antibiotik virgina"icin.

Analisis 'inansial Pengaruh Antibiotik dan Curcumin Pengaruh pemberian curcu"in dan virginia"icin dalam ransum babi terhadap keuntungan dan biaya dapat dilihat pada Tabel 4. Penambahan virginia"icin dan curcu"in dalam ransum babi mengakibatkan ter$adi penambahan biaya ransum perkilogramnya, akan tetapi penambahan biaya tersebut diikuti oleh meningkatnya pendapatan atau pen$ualan, pada akhirnya keuntungan harian pemberian ransum yang mengandung curcu"in dan virginia"icin $adi lebih besar dibanding dengan ransum &0 /tanpa kedua+duanya0. #abel @0 Analisa 'inansial dari )asing-)asing Perlakuan Ransum Perlakuan &;m &0 &1 &2 &2 'iaya /&p0 4(74.20 4221.02 4H88.,8 4822.H0 4727.10 Pen$ualan /&p0 7(1H.H0 ,H1,.1( 8712.1( 7H48.70 101,4.0( Keuntungan/&p0 4722.40 228H.12 4224.2, 481H.20 (244.7( '5. &asio 1.0, 0.,H 0.70 1.00 1.0H

Keuntungan harian terbesar diperoleh pada perlakuan &2 /&p (244,7(0 dan terke!il pada perlakuan &0 /&p 228H,120. Pemberian dosis curcu"in yang semakin tinggi berdampak pada meningkatnya keuntungan harian. Keuntungan yang diperoleh akibat pemberian curcu"in pada dosis 1H0 ppm /&20 mampu menyamai ransum virginia"icin, bahkan ransum &2 /200 ppm0 lebih tinggi dari ;iginiami!in. 'ila dilihat '5. &asionya, pemberian virginia"icin dan curcu"in pada dosis 1H0 dan 200 ppm /&2 dan &20 memiliki nilai '5. rasio lebih dari satu, artinya se!ara inansial penggunaan curcu"in dan virginia"icin pada dosis tersebut layak digunakan dalam sistem usaha produksi babi. KE"I)P LAN 'ila dilihat dari parameter ke!ernaan makanan, per orman dan analisa inansial dari perlakuan ransum dengan additive curcu"in dan virginia"icin dapat diperoleh kesimpulan bahwa pemberian dosis 1H0 ppm curcu"in dapat digunakan sebagai penganti antibik sintetis /virginia"icin0 untuk pema!u pertumbuhan. *osis e ekti penggunaan curcu"in dalam ransum babi sebagai bahan imbuhan ransum adalah 1H0 ppm.

"ARAN

.ur!umin dapat digunakan dalam sistem produksi babi dengan dosis 1H0 ppm dalam ransum babi sebagai pema!u pertumbuhan. (A'#AR P "#AKA %"+#ultan #8. 2002. The > e!t o Curcu"a #onga /Tumeri!0 on C;erall Per orman!e o 'roiler .hi!kens. *epartment o Publi! Eealth and %nimal Eusbandry, .ollege o Beterinary 3edi!ine and %nimal &esour!es, King 6aisal 9ni;ersity. #audi %rabia. 0..ou#try 1ci. 2 /(0: 2(1+2(2, 2002 %;a #ingapore sur;eilans abattoir.200(. di sampaikan dalam seminar kebi$akan pemerintah dalam pengendalian dan pemberantasan penyakit hewan menular pada babi di 8ndonesia oleh drh. Tri #atya @, 3.Phill. Ph.*. *ir. Kesehatan Eewan *ep.Pertanian. 'awman J.. 1782. .on!erning the e e!t o !helidonium, !ur!uma, absinth and milkthistle on billiary and pan!reati! se!retion in hepatopathy. /ed. /ona#sschriff, 27 :1,2+180. Eams!her K , Eeike Theresia Pawel?i!k, #ilke #!?esny, Eein? @au, and JWrg Eartung. 2002. %ntibioti!s in dust originating rom a pig+ attening arm: a new sour!e o health ha?ard or armers. *epartment o 6ood ToMi!ology, %nimal Jel are and 'eha;iour o 6arm %nimals, #!hool o Beterinary 3edi!ine Eanno;er, Eanno;er, Kermany. >n;iron Eealth Perspe!t. 111/120: 1(7011(74. Eyun P, >llis 3, &iskowski K, Johnson &J. 1778. Krowth per orman!e o pigs sub$e!ted to multiple !on!urrent stressors. 0.7ni" 1ci. ,H:,21+,2, @ational &esear!h .oun!il. 1778. @utrient &eXuirements o #wine. @ational %!ademy Press, Jashington, *... 3artini #. 1778. Pengaruh pemberian ransum yang mengandung berbagai $enis !ur!uma dan kombinasinya sebagai pakan aditi terhadap produksi karkas serta komposisi asam lemak karkas pada kelin!i peranakan new ?ealand white. *isertasi. 9npad. 'andung. Piliang JK. 2000. Fisio#ogi 3utrisi. Bolume 8. 8nstitut Pertanian 'ogor. 'ogor. &usiana. 2004. &esidu %ntibiotika pada *aging %yam 'roiler. JJJ. Poultry 8ndonesia. .om. /diakses 12 Juni 20040 #amadi. 2004. 6eed Xuality or ood sa ety. 6apet 9nsyiah. 'anda %!eh. #ihombing *TE. 177,. 8lmu Ternak 'abi. Ka$ah 3ada 9ni;ersity Press. Pogyakarta. #inaga #. 2002. Pengaruh pemberian ransum yang mengandung aditi tepung kunyit pada babi pertumbuhan. 6apet. 9npad. 'andung. #!hneider, 'E. dan 6latt J.P. 17,(. The 8va#uation of Feeds Through &igestibi#ity 8)peri"ent. The 9ni;ersity o Keorgia Press. Keorgia.

#teel &K* and Torrie JE. 1787. .rinsip dan .rosedur 1tatistika. .etakan ke+2. Ter$emahan '. #umantri. PT Kramedia, Jakarta.

Kandang babi
July 28, 2010 | Posted by saulandsinaga Kandang 3emenuhi #i at 'iologis dan 8klim #etempat Kandang harus memenuhi tuntutan biologis ternak babi. Ternak babi tergolong hewan berdarah panas atao ho"eoter", yakni mekanisme isiologisnya selalu berusaha memepertahankan kemantapan keadaan internal tubuh dengan kondisi lingkungan eksternal yang tidak !o!ok baginya. 'abi selalu berusaha men!apai keadaan ho"eostatis melalaui nera!a panas tubuh, termoregulasi, nera!a biokemis /air, elektrolit, dan senyawa karbon0 dan nera!a sirkulasi kardio+ askuler. Ternak yang dalam keadaan stress akan mempengaruhi keseimbangan hormon+hormon dan en?im+en?im tubuh yang selan$utnya mempengaruhi metaboisme ternak. Eal ini mungkin $uga akan mengubah tingkah laku ternak, yang selan$utnya berpengaruh terhadap produksi, reproduksi maupun kesehatan ternak. Pada babi kandang+kandang terlihat tingkah laku yang menyimpang dan hal tersebut mungkin oleh aktor genetik dan oleh aktor lingkungan, misalnya kandang yang kurang memadai dan oleh de isiensi ?at+?at makanan. Tingkah laku yang menyimpang ini antara lain, kebiasaan menggigit ekor /tai#biting0 dan telinga temannya, kanibalisme, suka menggosok+gosok !ungurnya ke lantai atau temannya< suka menggosokkan anusnya ke lantai atau dinding landing, suka mengunyah tanpa isi, suka merusak atau menggigit sekat atau penghalang kandang dan hiperakti . *ari sebab+sebab aktor eksternal tersebut sedapat mungkin harus dimanipuler oleh pengusaha ternak babi, antara lain menyediakan kandang yang sesuai bagi ternak dan mana$emen sebaik mungkin. #elain kandang harus menyenangkan bagi ternak babi, tetapi $uga mudah dibersihkan, mudah kering dan sedapat mungkin terhindar dari suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, humiditas, hembusan angin, terik surya dan memungkinkan sirkulasi udara yang baik sehingga akan sangat dibatasi kepengapan maupun bau yang tak disukai. Tempat bangunan kandang harus dipilih yang drainasenya /buangan air0 baik. Tempat yang sulit dikeringkan, terutama tanah permukaan, sangat berperan dalam pemeliharaan kesehatan lingkungan peternakan. "uas Kandang "uas bangunan kandang babi tergantung dari banyak babi yang dipelihara dan tipe usaha yang di$alankan. Tipe usaha yang hanya menggemukan babi, kandangnya sederhana dan dapat sema!am sa$a. *alam meren!anakan kandang babi sudah tentu dipertimbangkan antara lain : 10 20 sarana $alan ketinggian lokasi /a#titute0

20 40 (0 H0 ,0 80 70

Ketersediaan air Kemungkinan pengadaan listrik sarana komunikasi Kemungkinan memperoleh bahan ransum Kelandaian lahan Keadaan lingkungan sekitar Kondisi tanah

100 Pengaruh terhadap kesehatan ternak dan lain sebagainya. Khusus untuk tu$uan penghasil bibit ternak, pertimbangan keadaan lingkungan sekitar peternakan harus diperhatikan, antara lain harus aman dari lalulintas ternak atau hewan liar, maupun manusia. 'angunan kandang babi untuk daerah tropis seperti 8ndonesia lebih sederhana dibandingkan dengan untuk daerah subtropi!s atau daerah beriklim dingin. #uhu di 8ndonesia 2,,2Y ., namun suhu di berbagai daerah berbeda, tergantung dari letak geogra is, ketinggian tempat, kelandaian, sinar, angin, hu$an, dan kelembaban. #uhu atau temperature lingkungan mikro harus dimodi ikasi agar sesuai dengan tuntutan hidup ternak babi yang dipelihara dalam kandang. Earus diusahakan agar mikroklimat dalam kandang serasi bagi kehidupan atau kebutuhan isiologis babi. 'ila suhu terlalu tinggi, babi akan kehilangan panas e;aporati /berkeringat atau terengah+engah0, konsumsi makanan biasanya menurun, konsumsi air minum meningkat, berusaha men!ari kese$ukan, dan tingkah laku mungkin berubah, dan aktor+ aktor tersebut mengakibatkan gangguan produksi. #uhu lingkungan yang berbeda mengakibatkan pertumbuhan babi berbeda. Temperatur yang terlalu tinggi atau terlalu rendah akan mengganggu kehidupan babi, sebab babi akan bertumbuh baik di lingkungan ?one termonetralnya, yakni berkisar antara 20+2HY .. #yarat aktor+ aktor isik bangunan kandang untuk daerah tropis : 10 'ahan bangunan yang tahan lama, relati murah dan berdaya pantul tinggi terhadap sinar 20 'erkemampuan rendah menyimpan beban panas yang berasal dari tubuh ternak

20 "andaian /s#ope0 atap !ukup, biasanya 20+4(Y sehingga ternak terlindung baik terhadap panas sinar, hu$an dan angin 40 "angit+langit bangunan !ukup tinggi sesuai kebutuhan

(0 Ter$amin sirkulasi udara yang baik, sehingga udara tak sehat keluar dan udara segar masuk

H0

"uas ruangan bagi ternak !ukup memadai

,0 %rah meman$ang /poros0 bangunan kandang adalah Timur+'arat, berbeda dari arah bangunan di daerah beriklim subtropi!s ataupun beriklim dingin. #ata Letak dan Bentuk Bangunan Kandang Tata letak bangunan biasanya disesuaikan dengan keadaan atau topogra i lahan, namun harus memenuhi persyaratan teknis kandang ternak babi. 'agi peternak babi dengan usaha sekeluarga, atau beternak babi di pekarangan rumah yang memelihara sampai 10 ekor induk, dapat mendirikan hanya satu bangunan kandang dengan luas lantai misalnya (0 m) dengan mana$emen pemeliharaan yang e isien. *alam bangunan kandang tersebut sudah terdapat petak kandang pe$antan, induk tak bunting dan babi bunting, kandang melahirkan sekaligus untuk induk berlaktasi serta kandang membesarkan anak atau kandang penggemukan. *andang betina sebe#u" dan se#a"a bunting 'agi betina kering susu, yang belum bunting, dan selama bunting dikandangkan terpisah dari golongan babi lain hingga 2+10 hari sebelum melahirkan anak. *i dalam bagian atau unit kandang ini $uga dibuat petak kandang tempat mengawinkan babi bentuk octagona# diperlukan agar pe$antan tidak mengalami kesulitan menaiki betina, sebab sering bagian belakang betina terletak di po$ok kandang kawin yang biasa. Pe$antan perlu ditempatkan berdekatan dengan betina yang akan kawin, agar merangsang betina lebih !epat berahi dan $uga untuk mengurangi betina yang mengalami Fberahi tersembunyiG /si#ent heat0. 'ila memungkinkan antara setiap 20 petak kandang diantarai $alan setapak dalam kandang. (A'#AR P "#AKA %nimal Jaste 3anagement. 17,1. Pro!eedings o @ational #ymposium on %nimal Jaste 3anagement, #eptember 28+20, 17,1. The %irlie Eouse, Jarrenton, Birginia. %nonymous. 174,. Pig 'oom in .hina. Pig 8nternational /#ept., 17,40, hlm. 44. #ihombing, *.T.E. 177,. 8lmu Ternak 'abi. 6akultas Peternakan 8P', 'ogor.

Babi Large Ahite


July 1(, 2010 | Posted by saulandsinaga 'abi large white dikembangkan di 8nggris pada akhir tahun 1,00+an. %da hampir 4.000 ekor babi large white yang terda tar di 8nggris pada tahun 1781. 'abi large white ini dikenal $uga sebagai babi large white 8nggris yang merupakan $enis babi dalam negeri yang berasal dari Porkshire oleh karena itu dikenal $uga sebagai babi Porkshire. 'abi large white yang pertama kali dikembangbiakkan yaitu nenek moyang dari Porkshire %merika di %merika 9tara. 'abi large white adalah salah satu yang paling banyak dari semua ras babi yang banyak digunakan dalam perkawinan silang untuk beternak babi intensi di seluruh dunia. %dapun !ontoh persilangan yang telah dilakukan yaitu antara babi large white dari Porkshire dengan babi yang berdaging ke!il dari Kanton .ina menghasilkan babi putih breeds yang berukuran ke!il, menengah hingga besar. 3!Phee menyebutkan bahwa large white pertama kali dibiakkan di *ookie Pertanian .ollege di Bi!toria kemudian tahun 1721 menyebar ke daerah #ydney dan pada tahun 1721 diperluas kembali ke daerah Bi!toria selatan dan barat, Sueensland selatan dan %delaide. #epuluh tahun kemudian babi large white ini dikembangbiakkan di pantai selatan @ew #outh Jales, di Sueensland utara, di Tasmania dan di %ustralia 'arat. Eingga sekarang ini tipe large white ini merupakan $enis yang paling popular di %ustralia. 'abi large white ini telah membuktikan diri sebagai an$ing ras kasar dan kuat yang dapat menahan ;ariasi iklim dan aktor lingkungan lainnya. Kemampuan mereka untuk dapat menghasilkan $enis baru yang unggulah yang telah memberikan mereka peran utama dalam sistem produksi babi komersial dan piramida peternakan di seluruh dunia. 'abi large white memiliki kulit yang putih dan bebas dari rambut hitam serta tubuh yang besar. 3ereka lebih pan$ang di kaki dibandingkan dengan bagian yang lain. Kepalanya agak pan$ang dengan wa$ah sedikit dished dan telinga yang tertusuk. "arge white berkembang biak kasar dan kuat yang dapat menahan berbagai kondisi iklim. 3ereka umumnya digunakan dalam perkawinan silang atau program hibrida, dengan salib yang paling populer yaitu antara large white dan "andra!e. Persilangan ini sering digunakan sebagai garis ibu di ternak komersial. #ebuah breed ketiga seperti *uro! atau Eampshire sering digunakan sebagai #ire terminal. Easil pemuliaan program dalam babi diproduksi untuk pasar yang memenuhi kebutuhan konsumen dalam $umlah yang rendah lemak dan tingkat kandungan daging yang tinggi. *alam sebuah studi oleh 'unter dan 'ennett /2004, %K'9 Pig Jorkshop Kenetika .atatan0, keturunan dari se$umlah ras dan garis terminal #ire dibesarkan dalam kondisi yang sama. Progeni yang dibandingkan untuk pertumbuhan, ba!k at, daging dan si at dari kualitas makanan. %da perbedaan antara breeds untuk beberapa si at, namun ada $uga perbedaan besar antara kelompok+kelompok keturunan dari pe$antan dalam berkembang biak. Eal ini menun$ukkan bahwa peternak dan produsen harus mempertimbangkan perbedaan antara hewan dalam berkembang biak. Peningkatan geneti! yang dilakukan oleh peternak modern yaitu dengan menggunakan program komputer seperti P8K'"9P untuk perbaikan genetik produksi daging babi. #eleksi keputusan berdasarkan nilai+nilai pemuliaan estimasi />'Bs0, yang merupakan perkiraan $asa genetik babi. >'Bs berasal dari silsilah dan data kiner$a yang tersedia dari sistem perekaman kawanan untuk se$umlah kiner$a dan si at+si at reproduksi. Keuntungan genetik yang telah

di!apai dalam populasi babi ini ditun$ukkan melalui ke!enderungan genetik, yang menun$ukkan >'B rata+rata semua binatang lahir pada tahun yang sama. Perkembangbiakkan dari large white merupakan bagian dari Program Peningkatan 'abi @asional /@P8P0. The @P8P menyediakan >'Bs dan ke!enderungan genetik untuk large white yang ditampilkan dalam gra ik berikut ini untuk mendapatkan rata+rata harian, kedalaman ba!k at dan ukuran sampah. Kenetik tren ini adalah ke!enderungan genetik rata+ rata semua ternak berpartisipasi. Kenetik tren ini merupakan penyedia seedsto!k indi;idu yang dapat berbeda dengan tren rata+rata genetik karena seleksi yang berbeda penekanan yang ditempatkan pada setiap karakter oleh peternak indi;idu. 'erikut adalah gambar dari ke!enderungan genetik untuk large white berdasarkan Earian &ata+rata "aba /#umber: @P8P 24.11.040. Peternak didirikan berdasarkan prosedur seleksi P8K'"9P di awal 1770+an dan mendapatkan genetik rata+rata tahunan sekitar H gram per hari telah di!apai dari tahun 1774 sampai 2004. Kenetik keuntungan bersi at kumulati dan $asa genetik babi hampir H0 g 5 d lebih tinggi pada tahun 2004 dibandingkan dengan tahun 1772. 'erikut adalah gra ik dari ke!enderungan genetik untuk large white berdasarkan 9ltrasonik 'a!k at Kedalaman /#umber: @P8P 24.11.040. #ebuah perbaikan genetik +2,88 mm telah di!apai di Jhite 'esar dari tahun 1771 hingga tahun 2002. Kebanyakan seedsto!k pemasok sekarang men!apai tingkat ba!k at yang !ukup untuk pasar saat ini dan telah mengambil tekanan seleksi dari ba!k at. Eal ini terlihat dari ke!enderungan datar untuk ba!k at 2002+ 2004. Kambar gra ik ke!enderungan genetik untuk large white berdasarkan Jumlah babi *ilahirkan Eidup /#umber: @P8P 24.11.040. Ke!enderungan genetik untuk menun$ukkan ukuran sampah yang peternak telah menempatkan penekanan pada si at ini se$ak tahun 1777 dan ke!enderungan kumulati genetik sekitar 0,( babi telah di!apai dari tahun 1777 sampai 2004. "arge white mempunyai rata+rata berat sekitar 100 + 2(0 kg dengan rata+rata umur hidup yaitu H 1 7 tahun. Jika dilihat dari perawatan tampilannya babi large white ini merupakan salah satu hewan peliharaan yang paling mudah. 3ereka hanya membutuhkan di!u!i dengan sampo ringan untuk membuang kotoran dari tubuh dan kaki. %danya kelebihan rambut dipotong dari ekor dan telinga. #ebuah sikat rambut dapat digunakan untuk merapikan rambut dan menghilangkan partikel debu atau serbuk gerga$i yang mungkin menempel di kulit babi tersebut. #ebagai omni;ora yang makan tumbuhan dan hewan, babi akan mengkonsumsi hampir segala sesuatu yang dimakan seperti buah+buahan, akar, bunga, rumput, serangga, !a!ing, semua $enis daging, dan bahkan sisa+sisa dari me$a makan. Tidak seperti hewan ruminansia /sapi dan kambing0, babi memiliki perut tunggal. 9ntuk pertumbuhan yang sehat dan !epat, babi memerlukan makanan tinggi energi terdiri dari bi$i+ bi$ian /$agung, gandum, gandum, barley0, ditambah protein dan suplemen ;itamin. #ebagian besar makanan yang tersedia se!ara komersial untuk babi menggabungkan berbagai bi$i+ bi$ian pertanian dan suplemen yang diperlukan untuk memastikan perkembangan yang !epat dan e isien. 'abi yang terbaik dii?inkan untuk makan sebanyak yang mereka inginkan di siang hari agar mereka dapat tumbuh dengan !epat. 3akanan pun harus disipakan dengan air minum yang segar.

'abi itu sangat akti merupakan hewan penasaran yang membutuhkan ruang untuk mengeksplorasi, latihan, dan men$adi diri mereka sendiri se!ara energik. &uangan yang memadai, relati terhadap ukuran dan berat merupakan pertimbangan utama karena babi yang ramai atau terbatas pada ruang ke!il akan men$adi stress dan pertumbuhan yang sehat serta pengembangan dari babi tersebut akan terhalang. 'abi $uga membutuhkan gudang atau perumahan yang akan membiarkan mereka tidur di area kering dan bersih di malam hari. 8deal suhu dari tempat tersebut adalah sekitar H0+,006. #elama musim dingin adanya selimut kayu !hip sangat dibutuhkan oleh seekor babi dan penampungan air dengan tempat yang luas dibutuhkan pada musim panas. 9ntuk memelihara babi large white ini di rumah ini harus ada akses ke sumber air yang membuat nyaman untuk membersihkan babi tersebut atau selang keluar tempat penampungan babi yang diperlukan. &antai link pagar, pohon+pohon rindang, dan kolam direkomendasikan untuk habitat halaman belakang. Pemilik 'abi disarankan untuk memeriksa dengan pemerintah setempat untuk perundang+undangan tentang kepemilikan dan pemeliharaan babi di rumah dan halaman belakang. 9ntuk kesehatan meskipun energi mereka dan si at suka berteman, babi adalah binatang yang sensiti . 3ereka mudah stres oleh per$alanan, ;aksinasi, suhu ekstrim, dan lingkungan baru. #tres membuat mereka rentan terhadap penyakit seperti radang paru+paru dan bronkitis /karena $uga ke paru+paru mereka relati ke!il untuk ukuran mereka0. 3ereka $uga rentan terhadap ;irus hewan seperti lu. 'abi umumnya menderita gatal gila /atau pseudo rabies0, disentri, dan parasit /kutu, kutu, dan !a!ing as!arid0. 'abi yang sehat memiliki rambut berkilau, mata terang, selera yang kuat, dan energi tinggi. temperatur normal mereka 102.(6. Penyimpangan dari suhu normal dan tanda+tanda lain dari miskin kesehatan termasuk diare dan batuk harus segera dibawa ke dokter hewan perhatian. Tingkah laku mereka sebagai omni;ora yang suka makan dapat men$adi tontonan yang menyenangkan karena mereka menggunakan mon!ong untuk men!ium bau dan menggali potensi makanan. 3ereka !erdas dan sosial binatang yang !epat terbiasa dengan kehadiran dan kasih sayang manusia. 'eberapa 'abi !ukup !erdas untuk bela$ar trik, taat perintah, dan menggunakan kotak sampah. Karena mereka tidak memiliki kelen$ar keringat, mereka !enderung untuk mendinginkan diri dengan rolling dalam air atau lumpur. "umpur yang mengering pada kulit mereka ber ungsi sebagai tabir surya dan perlindungan dari parasit seperti kutu, kutu, dan lalat. "arge white yang dikenal itu akti dan kuat. *elapan breeds babi besar biasanya digunakan untuk bibit di %merika #erikat. #e!ara umum, lima breeds gelap 1 'erkshire, *uro!, Eampshire, Polandia .ina, dan #pot dikenal dan digunakan untuk siring kemampuan mereka dan potensi untuk meneruskan daya tahan mereka, leanness, dan meatiness ke anaknya. Tiga breeds putih 1 .hester Jhite, "andran!e, dan Porkshire banyak di!ari untuk kemampuan mereka reproduksi dan ibu. Porkshire adalah yang paling di!ari setelah berkembang biak, Porks adalah seekor ibu yang baik dan menghasilkan sampah yang besar. 3ereka mempunyai tubuh yang pan$ang dan besa serta berwarna putih dengan bentuk telinga tegak. .hester Jhite memiliki ukuran medium dengan telinga droopy dan biasanya memiliki tandu besar dan men!ari kemampuan mereka untuk bereproduksi. 'abi dari breed ini biasanya agresi .

'erkshire mempunyai tubuh berwana hitam dengan enam poin putih /hidung, ekor, dan kaki0, babi ini memiliki telinga tegak dan mon!ong pendek dished. 3ereka beker$a dengan baik dalam asilitas tertutup dan terkenal akan kemampuan siring mereka. *uro! ini men!atat pertumbuhan yang !epat dan e isiensi pakan yang baik dengan warna kemerahan dan telinga yang droopy. #e!ara rata+rata, babi ini membutuhkan pakan yang kurang untuk membuat satu pon otot daripada keturunan lainnya. Eampshire mempunyai !iri yaitu berwarna hitam dengan sabuk putih yang membentang dari satu kaki depan, di bahu, dan di bawah kaki depan lain. 3empunyai telinga yang tegak dan sangat populer untuk bersandar pada mereka karena memilki banyak daging. Polandia .ina mempunyai bentuk seperti 'erkshire, breed ini memiliki enam titik putih pada tubuh hitam. 3ereka punya telinga berukuran sedang droopy dan menghasilkan daging serta tubuh dengan mata pinggang yang besar. #pot berwarna putih dengan ber!ak hitam, breed ini memiliki tipe yang sama dari telinga sebagai .ina Polandia. 'abi ini dikenal untuk menghasilkan babi dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. "andran!e mempunyai !iri isik seperti babi putih lainnya, breed ini dikenal untuk menabur kemampuan ibu. 3ereka sangat besar, dengan telinga loppy, berbadan pan$ang, dan memiliki rata+rata tertinggi disapih bibit apapun, serta tingkat kelangsungan hidup rata+rata tertinggi pas!a proses penyapihan. "arge white disebut $uga sebagai Porkshire large white, memiliki reputasi besar sebagai babi ba!on dan silang dengan "andra!e *enmark yang saat ini mendominasi pasar >ropa. *engan pusat pendek, bahu yang halus dan tubuh ramping pan$ang didukung oleh ham kokoh di belakang menyeluruh. 3empunyai si at $inak dan produkti baik sebagai ibu. 'erkembang biak dan persilangannya menyediakan babi ba!on terbaik. Pertumbuhan adalah dengan makanan yang memiliki rasio kon;ersi /kg daging memakai per kg makanan0 yang baik. 3iddle white $uga berkembang di Porkshire, dari silang antara Jhite Jhite 'esar dan Ke!il, yang terakhir yang sekarang telah punah. 3iddle white adalah babi yang sangat baik, men!apai berat yang baik, dengan persentase yang tinggi dari daging ke tulang, dan $enis modern yang baik untuk babi atau ba!on. 3iddle white pertama kali diakui sebagai an$ing ras pada tahun 18(2. Jhite Ke!il telah dikembangkan dan berasal dari persilangan babi lokal dengan babi .ina dan #iam impor yang mewarisi wa$ah dished dengan begitu banyak karakteristik middle white. 'la!k large populer berkembang biak di *e;onshire, .ornwall, #u olk, dan Paul. 3eskipun hanya 'reed #o!iety yang terbentuk pada tahun 1877. The Tamworth berasal di #ta ordshire dan ditandai oleh banyak rambutnya yang berwarna emas+merah. 8ni adalah yang tertinggi sebagai seorang orager, menghasilkan proporsi yang sangat tinggi daging, dan terhormat untuk ba!on salib. 3empunyai reproduksi yang kurang subur dibandingkan dengan ras lain, tetapi sekarang ini lebih dari keturunan mereka untuk penyapihan.

The 'erkshire adalah keturunan 8nggris pertama yang harus ditingkatkan. 'erkembang biak dengan menghasilkan babi yang sangat halus dan dianggap berharga untuk persimpangan dengan breeds yang lebih lambat untuk memproduksi daging. The #addleba!k JesseM, berasal di *orset, dulunya dihormati di seluruh negeri sebagai an$ing ras yang sangat tangguh, produkti , kemampuan pengasuhan yang baik, dan !o!ok untuk produksi di luar ruangan. karakteristik yang beredar adalah pewarnaan, kepala dan leher hitam, perempat tubuh belakang hitam, dan kaki belakang putih Zsadel[ di atas bahu dan kaki depan bergabung dengan sabuk serta rambut putih. The >sseM, atau Paul #addleba!k, menyerupai #addleba!k JesseM dengan sabuk putih yang melingkar bahu dan kaki depan pada sebuah benda hitam, leher, dan kepala. 'erkembang biak dengan si at tahan banting, kemampuan beradaptasi terhadap kondisi luar ruangan, dan produksi daging babi yang baik dan ba!on, terutama bila disilangkan dengan large white. The Klou!estershire Cld #pot berasal pada waktu yang sama dan dari keturunan mirip dengan 'erkshire. Eal ini ditandai dengan warna dasar putih dengan beberapa bintik hitam besar. The Jelsh, meskipun babi golongan tua, dikenal se!ara luas se$ak 1718. 3empunyai karakteristik yang dapat dikatakan mirip dengan "andra!e *enmark. 'abi ini menghasilkan daging babi yang baik, meskipun lambat dalam perkembangannya. 'abi biasanya disimpan dengan tiga tu$uan yaitu sebagai ternak untuk menghasilkan betina dan menabur untuk pembibitan, sebagai ternak untuk menyediakan bibit babi bagi petani untuk babi atau ba!on, dan sebagai tempat membeli babi dari usia muda untuk tumbuhnya daging babi atau ba!on.

PENGAR ! PE)BERIAN #EP NG K LI# B A! PEPABA :&ari-a Papaya; (ALA) RAN" ) BABI PERI%(E 'INI"!ER #ER!A(AP PER"EN#A"E KARKA"6 #EBAL LE)AK P NGG NG (AN L A" RA# (AGING )A#A R " K
3ay 21, 2010 | Posted by saulandsinaga %'#T&%K Penelitian ini dilaksanakan di "aboratorium Penelitian dan Tea!hing 6arm Ternak 'abi, *esa Kertawangi Ke!amatan .isarua, "embang, Kabupaten 'andung pada tanggal 1 3ei 2007 sampai dengan 20 Juni 2007. Tu$uan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian Kulit 'uah Pepaya <Carica .apaya= dalam ransum babi periode inisher dilihat dari persentase karkas, tebal lemak punggung, dan luas urat daging mata rusuk. Penelitian ini menggunakan 18 ekor ternak babi kastrasi hasil persilangan >andrace umur 24 minggu. Kisaran bobot badan rata+rata ternak babi adalah (( kg dengan koe isien ;ariasi kurang dari H,8I. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental &an!angan %!ak "engkap yang terdiri dari tiga perlakuan, dimana setiap perlakuan diulang sebanyak enam kali. *ata yang diperoleh dianalisis se!ara statistik dengan 9$i #idik &agam, apabila signi ikan< maka dilakukan 9$i *un!an. 'erdasarkan hasil analisis statistika menun$ukkan bahwa pemberian Tepung Kulit 'uah Pepaya <Carica .apaya=10I dalam ransum ternak babi tidak mempengaruhi terhadap persentase karkas, tetapi dapat menurunkan sedangkan pada tebal lemak punggung dan meningkatkan luas urat daging mata rusuk. Pemberian Kulit 'uah Pepaya <Carica .apaya= 10I dalam ransum babi dapat digunakan sebagai bahan pakan alternati;e bagi ternak babi. Kata Kun!i: Carica .apaya, Persentase Karkas, Tebal "emak Punggung, dan "uas 9rat *aging 3ata &usuk. 751T$7CT

This &esear!h o F The > e!t o Papaya <Carica papaya= #kin 6ruit 6lour in &ation or The 6inisher Period o Pigs to Per!entage .ar!ass, 'a!k 6at and "oin >ye %reaG has been held sin!e 3ar!h 1, 2007 to Juni 20, 2007 at KP'8 Cbor #wastika, .isarua, 'andung. The purpose o this resear!h is to ind dosage le;el o papaya skin ruit lour that !an be added into ration so that !an be gi;e the best to per!entage !ar!ass, 'a!k 6at and loin eye area or the inisher period o pigs. This resear!h was using 18+ inisher period o pigs, age H months with weight rate H0.(H kg and ;ariation !oe i!ient H,8I. The method that was used in this

resear!h is .omplete &andomi?e *esign with three dosage o papaya skin ruit lour , i.e. 0, (, 10I with siM repli!ations. The result o the resear!h shows gi;e 10I papaya skin ruit lour in ration pig no signi i!ant e e!t to per!entage !ar!ass, but in!reased loin eye area and de!reased ba!k at thi!kness /pU0,0(0. 10I papaya skin ruit lour as alternati;e stu !an be used or pig inisher periode.

*eywords, pigs, .ercentage Carcass, 5ack Fat Thickness, >oin 8ye 7rea, .apaya skin f#our PEN(A! L AN

"atar 'elakang 'abi merupakan salah satu komoditas ternak penghasil daging yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena memiliki si at+si at dan kemampuan yang menguntungkan antara lain : la$u pertumbuhan yang !epat, $umlah anak per kelahiran /litter si?e0 yang tinggi, e isiensi ransum yang baik /,(+80I0 dan persentase karkas yang tinggi /H(+80I0 /#iagian, 17770. #elain itu, babi mampu meman aatkan sisa+sisa makanan atau limbah pertanian men$adi daging yang bermutu tinggi. Karakteristik reproduksinya unik bila dibandingkan dengan ternak sapi, domba dan kuda, karena babi merupakan hewan yang memiliki si at proli ik yaitu $umlah perkelahiran yang tinggi /10+14 ekor5kelahiran0, serta $arak antara satu kelahiran dengan kelahiran berikutnya pendek. 'abi merupakan salah satu sumber protein hewani bagi masyarakat 8ndonesia. Karkas merupakan bagian utama dari ternak penghasil daging. Kualitas karkas pada dasarnya adalah nilai karkas yang dihasilkan ternak berdasarkan kriteria yang ditentukan oleh konsumen yaitu karkas yang mengandung daging maksimal dan lemak minimal serta tulang yang proporsional, hal ini dapat dilihat dari persentase karkas yang tinggi, tebal lemak punggung yang tipis dan luas daging mata rusuk yang besar. Persentase karkas babi adalah yang terbesar dibandingkan lemak lain yaitu ,(I dari bobot hidupnya, hal ini disebabkan kulit dari keempat kakinya adalah termasuk dalam karkas babi ke!uali kepala dan $eroan. #elain itu $uga permintaan daging babi yang !ukup tinggi sebesar ,,11 I yakni pada tahun 2002 sebanyak 1H4,471 ton naik men$adi 1,,,072 ton pada tahun berikutnya, sedangkan peningkatan populasi babi hanya sebesar 2,H2 I yakni dari (.72H.80, ekor men$adi H.1(0.(2( ekor /*ir$en 'ina Produksi Peternakan, 20020, hal ini menun$ukan bahwa babi mempunyai peranan yang !ukup besar dalam mensuplai kebutuhan daging walaupun dengan keterbatasan konsumen serta dapat mendorong semakin potensialnya peternakan babi di Propinsi Jawa 'arat khususnya dan di 8ndonesia pada umumnya. Terdapat dua aktor yang mempengaruhi la$u pertumbuhan dan komposisi tubuh yang meliputi distribusi berat dan komposisi kimia komponen karkas yaitu aktor genetik dan lingkungan. 6aktor lingkungan salah satu diantaranya adalah kualitas dan kuantitas pakan. Kualitas pakan yang baik sering kali peternak mengeluarkan biaya yang tinggi, oleh karena itu untuk meminimalkan biaya ransum maka dibutuhkan bahan pakan alternati yang bersi at kontinyu, mudah didapat, murah, bergi?i tinggi dan tidak bersaing dengan kebutuhan manusia. 'ahan pakan yang dimaksud diantaranya adalah kulit buah pepaya.

Tepung kulit buah pepaya mengandung kadar protein yang tinggi yaitu 2(,8(I dan serat kasar yang !ukup rendah yaitu sebesar 12,(1I /"aboratorium @utrisi &uminansia dan Kimia 3akanan Ternak 6akultas Peternakan 9@P%*, 20080. Kulit buah pepaya didapat dari limbah industri pembuatan manisan yang didapat dari daerah Kabupaten Karut, yaitu di Ke!amatan "eles. Penggunaan kulit buah pepaya sebagai !ampuran makanan ternak 'abi masih $arang digunakan, ke!uali pada beberapa peternakan sapi potong tradisional di ke!amatan leles, dan hasilnya menurut para peternak, daging dari sapi+sapi yang diberi kulit buah pepaya segar men$adi lebih merah dan dagingnya lebih padat. 'erdasarkan hal tersebut diatas, kulit buah pepaya dapat diman aatkan sebagai !ampuran pakan ternak karena berpotensi sebagai sumber protein nabati. Easil sur;ey dilapangan menun$ukan bahwa potensi kulit buah pepaya adalah 20I dari tiap buah papaya, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tentang berapa besar tingkat pemberian kulit buah pepaya dalam bentuk tepung sebagai bahan pakan ternak dalam ransum yang dapat meningkatkan produkti;itas ternak. 'erdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai FPengaruh Pemberian Tepung Kulit 'uah Pepaya /Carica .apaya0 dalam &ansum 'abi Periode 6inisher terhadap persentase karkas, tebal lemak punggung dan luas urat daging mata rusukG. 3aksud dan Tu$uan #e$alan dengan permasalahan, maka tu$uan penelitian ini adalah: 1. 3engetahui pengaruh pemberian Tepung Kulit 'uah Pepaya dalam ransum babi periode inisher terhadapi persentase karkas, tebal lemak punggung dan luas urat daging mata rusuk. 2. 3engetahui persentase pemberian Tepung Kulit 'uah Pepaya dalam ransum babi periode inisher sehingga dapat memberikan pengaruh terbaik terhadap persentase karkas, tebal lemak punggung dan luas urat daging mata rusuk.

Kerangka Pemikiran *aging merupakan komponen karkas yang penting dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. *aging adalah komponen utama karkas. Karkas $uga tersusun dari lemak $aringan adipose, tulang, tulang rawan, $aringan ikat dan tendo. Komponen+komponen tersebut menentukan !iri+!iri kualitas dan kuantitas daging /#oeparno, 17780. Komponen bahan kering yang terbesar dari daging adalah protein. @ilai nutrisi daging yang lebih tinggi disebabkan daging mengandung asam amino esensial yang lengkap dan seimbang /6orrest, dkk, 17,(0. *i dalam pembentukan daging pada masa pertumbuhan, ternak babi membutuhkan asupan protein dan energi yang sesuai dengan kebutuhannya. Kebutuhan protein dan energi ternak tergantung pada beberapa aktor termasuk berat hidup, pertambahan berat badan, dan konsumsi pakan /#oeparno, 17780. Protein merupakan bagian terbesar pembentuk urat daging, organ+organ tubuh, tulang rawan dan $aringan ikat. Konsumsi protein dan energi yang lebih tinggi akan menghasilkan la$u pertumbuhan yang lebih !epat /%nggorodi, 17740. Kandungan protein /asam+asam amino0 ransum yang optimal pada ransum babi harus pula memperhatikan kandungan energinya, hal ini disebabkan karena se$umlah energi tertentu dibutuhkan per tiap gram protein dengan demikian protein dapat digunakan e isien untuk

pertumbuhan, kebutuhan lisin ternak babi yang sedang tumbuh dengan berat badan 2( 1 H0 kg adalah 0,H1I /#ihombing, 177,0. kebutuhan protein kasar bagi babi grower dan pengakhiran adalah 18 sampai dengan 12.( I dengan energi yang dapat di!erna rata+rata 2400 Kkall. Karena ternak 'abi merupakan ternak monogastrik maka yang harus diperhatikan adalah serat kasar yang rendah terutama pada ase pertumbuhan ke!uali pada induk. *i dalam kulit buah pepaya masih terdapat kandungan nutrisi yang tinggi sehingga diharapkan dapat berman aat sebagai bahan pakan alternati untuk ternak. Kulit buah pepaya memiliki kekurangan yaitu mudah busuk, oleh karena itu untuk mengatasinya maka kulit buah pepaya di$adikan tepung sehingga men$adi lebih tahan lama. Tepung kulit buah pepaya memiliki kandungan nutrisi antara lain protein kasar 24,8(I, serat kasar 18,(2I, lemak kasar 8,8,I, abu 8,(2I, kalsium 2,27I dan phosphor 0,88I /"aboratorium @utrisi &uminansia dan Kimia 3akanan Ternak 6akultas Peternakan 9@P%*, 20080, dan 6e 0,28(I /%nalisis "aboratorium 8nstitut Pertanian 'ogor, 20080. Kulit buah pepaya memiliki kandungan protein yang tinggi sehingga diharapkan dapat men$adi salah satu bahan pakan alternati sumber protein yang dapat mengganti atau mengurangi penggunaan bahan pakan sumber protein lainnya seperti bungkil kedelai dan lain+lain. Kulit buah pepaya selain memiliki kadar protein yang tinggi, $uga mengandung en?im papain. >n?im ini banyak terkandung dalam kulit, batang, daun, dan buah /http:55en.wikipedia.org5wiki5Papaya0. Papain merupakan salah satu en?im proteolitik. 3an aat papain antara lain adalah dapat digunakan sebagai pelunak daging /en?im papain mampu meme!ah serat+serat daging, sehingga daging lebih mudah di!erna0, papain ber ungsi membantu pengaturan asam amino dan membantu mengeluarkan ra!un tubuh. *engan !ara ini sistem kekebalan tubuh dapat ditingkatkan, /www.*amandiri.or.id0. Kulit buah pepaya selain memiliki protein yang tinggi dan en?im papain $uga memiliki kandungan ?at besi yang tinggi sebesar 0,28(I /%nalisis "aboratorium 8nstitut Pertanian 'ogor, 20080. Protein dibutuhkan oleh babi masa pertumbuhan. Protein dalam ransum digunakan untuk membangun, men$aga dan memelihara protein $aringan dan organ tubuh, menyediakan asam+ asam amino makanan, menyediakan energi dalam tubuh serta menyediakan sumber lemak badan /Tilman, dkk., 178H0. Papain dapat berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan tubuh, hal ini dikarenakan papain memiliki lebih dari (0 asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh /http:55en.wikipedia.org5wiki5papain0. *engan pemberian tepung kulit buah pepaya dalam ransum babi diharapkan dapat memberikan pengaruh terbaik terhadap persentase karkas, tebal lemak punggung dan luas urat daging mata rusuk. 'erdasarkan uraian diatas dapat dikemukakan hipotesis bahwa pemberian tepung kulit buah pepaya dalam ransum sampai 10I dapat memberikan pengaruh yang terbaik terhadap persentase karkas, tebal lemak punggung dan luas urat daging mata rusuk babi periode inisher. "okasi dan Jaktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan 3aret sampai dengan bulan %pril 2007 di "aboratorium Penelitian /KP'80 Koperasi Peternak 'abi 8ndonesia, *esa Kertawangi, Ke!amatan .isarua, "embang, Kabupaten 'andung. T8@J%9%@ P9#T%K%

*eskripsi Tanaman Pepaya Tanaman pepaya menurut &ukmana /177(0 dapat diklasi ikasikan sebagai berikut : Kingdom *i;isi #ub+di;isi Kelas Crdo 6amily #pesies : Plantae /Tumbuh+tumbuhan0 : #permatophyta /Tumbuhan berbi$i0 : %ngiospermae /'i$i tertutup0 : *i!otyledonae /'i$i berkeping dua0 : .ari!ales : .ari!a!eae : Carica papaya >.

'uah pepaya merupakan salah satu buah yang telah lama dikenal luas di 8ndonesia. *alam kehidupan sehari+hari, pepaya sangat dikenal semua lapisan masyarakat. 'uah pepaya telah lama diman aatkan sebagai bahan makanan. 'uah matangnya sangat digemari karena !ita rasanya yang enak, relati tingginya kandungan nutrisi dan ;itamin, serta ungsinya dalam melan!arkan pen!ernaan. Potensi Kulit 'uah Pepaya Tanaman pepaya yang dipelihara se!ara intensi dan sistem penanamannya monokultur /satu $enis0, tingkat produkti itasnya dapat men!apai (0+1(0 buah5pohon. 'ila lahan kebun seluas 1,0 hektar ditanami pepaya pada $arak tanam 2\2 m terdapat populasi 1.000 tanaman, maka produksi per hektar dapat men!apai (0.000+1(0.000 butir buah atau setara dengan 20+H0 ton buah pepaya dengan !atatan, banyak terdapat humus, tata udara dan tata air tanahnya baik, dengan pE sekitar H+,. Panen perdana tanaman pepaya dapat dilakukan pada saat umur 7+11 bulan. *i dalam satu buah pepaya persentase kulit buahnya dapat men!apai 20I yang 10I diantaranya adalah bi$i pepaya. Panen tanaman pepaya dapat dilakukan se!ara kontinyu setiap (+, hari sekali bergantung pada kematangan buah, permintaan pasar, dan tu$uan penggunaan /&ukmana, 177(0. Kulit buah pepaya merupakan bagian terluar dari buah pepaya yang masih mengandung nilai nutrisi !ukup tinggi. Kulit buah pepaya pada keadaan kering mengandung protein kasar sebesar 2(,(8 I, lemak kasar 8,8, I, serat kasar 18,(2 I, .a 2,27 I, P 0,88 I, dan %bu 8,(2 I /"aboratorium @utrisi &uminansia dan Kimia 3akanan Ternak 6akultas Peternakan 9@P%*, 20080. Kandungan nutrisi kulit buah pepaya relati lebih tinggi apabila dibandingkan dengan bahan pakan sumber protein lain, antara lain ka!ang hi$au yang memiliki kandungan protein kasar 2H,, I, lemak 1,4, I, serat kasar (,72 I, .a 0,1H I, P 0,,2 I, dan abu (,22 I, bungkil kelapa yang mengandung protein kasar 21 I, lemak 10,7 I, serat kasar 14,2 I, .a 0,1H( I, P 0,H2 I, dan abu 8,24 I, serta ampas tahu yang hanya mengandung protein kasar 20,81 I, lemak ,,08 I, serat kasar 14,88 I, .a 0,H4 I, P 0,28 I, dan abu 2,,4 I /#utardi, 17820. *eskripsi Ternak 'abi

'abi merupakan ternak monogastrik yang memiliki kesanggupan dalam mengubah bahan makanan se!ara e isien apabila ditun$ang dengan kualitas ransum yang dikonsumsi. 'abi lebih !epat tumbuh, !epat dewasa dan bersi at proli ik yang ditun$ukkan dengan banyaknya anak dalam setiap kelahiran yang berkisar antara 8 +14 ekor dengan rata+rata dua kali kelahiran pertahunnya /#ihombing, 177,0. 3enurut #ihombing /177,0, pertumbuhan babi yang digemukkan untuk tu$uan daging dibagi men$adi beberapa periode yaitu periode pra sapih /pre starter0, lepas sapih /starter0, pertumbuhan /grower0, dan inisher. 'abi periode inisher adalah babi setelah melewati periode pertumbuhan, di!irikan dengan berat hidup H0+ 70 kg, sedangkan pertambahan bobot badan babi periode inisher adalah ,01+81( gram5hari /%nnison, 178,0. #oeparno /17720, mengatakan bahwa pertumbuhan dan perkembangan komponen tubuh se!ara kumulati mengalami pertambahan berat selama pertumbuhan sampai men!apai kedewasaan, $adi pertumbuhan mempengaruhi pula distribusi berat dan komponen+komponen tubuh ternak termasuk tulang, otot, dan lemak. 3enurut #utardi /17800, ke!epatan pertumbuhan suatu ternak dipengaruhi berbagai aktor antara lain bangsa, $enis kelamin, umur, makanan, dan kondisi lingkungan. Produksi Karkas 'abi Karkas babi merupakan bagian tubuh ternak setelah dilakukan pemisahan terhadap kepala, bulu, kuku, isi rongga dada. Karkas babi yang dihasilkan berkisar antara H0+70I dari berat hidup tergantung pada kondisi, genetik, kualitas pakan dan !ara pemotongan />nsminger, 17840. Persentase karkas adalah perbandingan antara bobot karkas dengan bobot potong yang dinyatakan dalam persen /6orrest, dkk. 17,(0. 'obot potong yang tinggi tidak selalu menghasilkan bobot karkas yang tinggi. Eal ini dikarenakan sering adanya perbedaan pada berat kepala, bulu, isi rongga dada dan perut /#oeparno, 17720, oleh karenanya bobot potong lebih dari 70 kg memang meningkatkan hasil berat karkas tetapi persentase karkas yang dihasilkan akan menurun /#ihombing, 177,0. 'obot potong optimum dapat di!apai $ika terdapat interaksi antara $enis pakan yang diberikan, !ara pemberian pakan, bangsa ternak, $enis kelamin dan kematangan seksual /*a;endra dan 6uller, 17,70. Persentase karkas babi dibagi men$adi beberapa kelas, kelas 1 menurut 9#*% adalah H8+,2I /6orrest, dkk. 17,(0. 'esarnya persentase karkas dipengaruhi oleh aktor tipe dan ukuran ternak serta penanganan ternak, lamanya pemuasaan, serta banyaknya kotoran yang dikeluarkan /#oeparno, 17720. Persentase karkas akan meningkat dengan meningkatnya bobot potong /6orrest et. a##, 17,(0, dinyatakan pula dengan meningkatnya presentase lemak karkas menyebabkan persentase otot dan tulang menurun. Persentase karkas normal berkisar antara H0+,(I dari berat hidup. Persentase ini lebih tinggi pada babi dibandingkan dengan ternak lain seperti domba dan sapi karena babi tidak mempunyai rongga badan yang terlalu besar serta babi mempunyai lambung tunggal /'lakelly dan 'ade, 17780. Tebal "emak Punggung Pengukuran tebal lemak punggung pertama kali dilakukan tahun 17(2 oleh Ea?el dan Kline dengan alat yang disebut Gback fat probe? setelah itu sangat meluas penggunaannya maupun perkembangan teknologi peralatannya. 9kuran tebal lemak punggung se!ara langsung menggambarkan produksi lemak atau daging. Tebal lemak punggung babi yang tipis memberi persentase hasil daging yang tinggi dan sebaliknya tebal lemak punggu yang tinggi memberi hasil persentase hasil daging yang rendah. #e$ak tahun 17H8 "embaga 9#*% di %merika #erikat telah menentukan suatu !ara dalam penentuan kelas karkas dari babi siap potong.

"uas 9rat *aging 3ata &usuk Kualitas daging erat hubungannya dengan ukuran luas penampang otot longisimus /#ongisi"us "usc#e area0 sering $uga disebut urat daging mata rusuk yang diukur diantara tulang rusuk ke 10 dan 11 /3iller, dkk. 17710. "uas urat daging mata rusuk dapat digunakan untuk menduga perdagingan karkas dan berat karkas karena terdapat korelasi dengan total daging pada karkas dimana yang lebih berat akan mempunyai ukuran penampang urat daging mata rusuk yang lebih besar. .rampton dkk /17H70, men$elaskan bahwa luas urat daging mata rusuk dipengaruhi oleh pakan yang dikonsumsi ternak. 3enurut 6igueroa /20010 yang meneliti pengaruh per ormans babi pertumbuhan inisher yang diberikan pakan rendah protein, rendah energi, tepung bi$i sorghum+kedelai memperoleh nilai rata+rata luas urat daging mata rusuk sebesar 42,7, !m2. 3enurut #oeparno /17720, luas urat daging mata rusuk dipengaruhi $uga oleh bobot potong. 'obot potong yang tinggi akan menghasilkan daging mata rusuk yang lebih luas. '%E%@ *%@ 3>TC*> P>@>"8T8%@ 'ahan Penelitian dan Ternak Penelitian Ternak yang digunakan adalah 18 ekor ternak babi hasil persilangan "andra!e. Kisaran bobot badan rata+rata ternak babi adalah (( kg dengan koe isien ;ariasi kurang dari 10I. 'abi ditempatkan se!ara a!ak dalam kondisi kandang indi;idu dengan kondisi lingkungan yang sama dan $enis kelamin babi yaitu $antan kastrasi. Kandang yang digunakan adalah kandang indi;idu yang berukuran 0,H M 2 M 1,2 m dengan lantai semen dan beratap seng, dilengkapi tempat makan dan minum sebanyak 18 unit. Tiap kandang diberi nomor untuk memudahkan dalam pengontrolan dan pengambilan data. Peralatan yang *igunakan Peralatan yang digunakan dalam penelitian yaitu: 1. 2. 2. Timbangan duduk kapasitas 200 kg /ketelitian 0,1 kg0 untuk menimbang berat ternak. Timbangan duduk kapasitas 1( kg /ketelitian 0,1 kg0 untuk menimbang $eroan. Timbangan gantung 1(0 kg /ketelitian 0,1 kg0 untuk menimbang berat karkas.

4. Pisau, plastik mika transparan dan milimeter blo!k untuk menentukan luas urat daging mata rusuk. (. 3istar untuk mengukur tebal lemak punggung.

Kulit 'uah Pepaya &ansum yang diberikan pada ternak per!obaan dalam penelitian berupa tepung. 'ahan Tepung Kulit 'uah Pepaya didapat dari PT. Karya 3ulya, "eles Kabupaten Karut. 'ahan tersebut dikeringkan hingga kadar air 1(I kemudian digiling hingga men$adi tepung. &ansum Penelitian

'ahan makanan yang digunakan untuk menyusun ransum adalah tepung $agung, tepung ikan, bungkil kelapa, tepung tulang, bungkil kedelai, tepung tulang, dedak padi, dan premiM. Penyusunan ransum dilakukan berdasarkan pada kebutuhan ?at+?at makanan yang dian$urkan @ational &esear!h .oun!il /17880. Tepung kulit buah pepaya di!ampur ke dalam ransum dalam $umlah dosis yang berbeda sebagai bahan yang akan diteliti pengaruhnya. Komposisi ?at makanan dan susunan ransum yang digunakan masing+masing diperlihatkan pada Tabel 1, sedangkan kandungan ransum per!obaan terdapat pada Tabel 2. Tabel 1. Kandungan nutrisi ransum basal dan tepung kulit buah pepaya. Kandungan Ki?i >3 /kkal0 PK /I0 #K /I0 .a /I0 P /I0 &ansum 'asal 2244,8 14 ,,( 0,22 0,HH Tepung Kulit 'uah Pepaya 2417 2(,8( 2,27 18,(2 0,88

#umber : &ansum basal /@&., 17780 Tepung kulit buah pepaya /Permana, 200,0 #usunan &ansum Tabel 2. Kandungan nutrisi ransum penelitian Kandungan @utrisi >3 /kkal0 PK /I0 #K /I0 .a /I0 P /I0 &0 O 100I ransum basal &1 O 7(I ransum basal R (I tepung kulit buah pepaya &2 O 70I ransum basal R 10I tepung kulit buah pepaya 3etode Penelitian dan Tahap Penelitian 1. Persiapan kandang, sanitasi kandang, pengadaan ternak, pengadaan ransum dan peralatan serta penimbangan bobot awal ternak sebelum penelitian dimulai. #etiap babi dimasukkan ke kandang indi;idu dan memperoleh satu perlakuan se!ara a!ak. 2. %daptasi babi terhadap kandang, ransum, perlakuan dan lingkungan yang baru dilakukan selama 1 minggu, dan pemberian obat !a!ing. &ansum Penelitian &0 2244,8 14 ,,( 0,22 0,HH

&1 2202,(1 14,(72( 8,0(1 0,422( 0,H,1

&2 21H2,22 1(,18( 8,0H2 0,(2, 0,H82

2. Pemberian ransum sebanyak 1 kg5 ekor dilakukan selama tiga kali sehari, pukul 0,.00 dan 12.00 dan 1H.00 J8' dengan $umlah ransum per hari adalah 2 kg5ekor. 4. Penimbangan bobot badan dilakukan setiap 2 minggu sekali dengan menggunakan timbangan duduk pada pagi hari sebelum babi dibersihkan. (. Tepung Kulit 'uah Pepaya di !ampur (I dan 10I dalam ransum basal pada perlakuan &1 dan &2. H. Kandang dibersihkan dua kali sehari yaitu pada pukul 0H.00 dan 12.00 J8'. Kandang dibersihkan dari semua kotoran ternak babi dan kotoran tersebut dibuang ke saluran pembuangan, setelah itu babi dimandikan agar bersih dan merasa nyaman. ,. #etelah babi men!apai bobot badan 70 kg babi siap dipotong, tetapi sebelum dipotong babi dipuasakan dahulu selama 18 $am untuk mengurangi stress dan menghindarkan kontaminasi isi saluran pen!ernaan terhadap karkas /#ihombing, 177,0. #esaat sebelum dipotong, ternak babi ditimbang bobot potongnya. 'abi ditusuk pada leher bagian atas dekat rahang bawah menu$u $antung. 'ulu dihilangkan dengan !ara dikerok setelah sebelumnya direndam dalam air panas dengan suhu ,0Y. selama 2 menit kemudian kepala dipisahkan dari tubuh. 8. #etelah melalui sayatan lurus ditengah perut hingga dada pada tulang dada, re!tum dibebaskan melalui anus dan isi perut serta dada dikeluarkan termasuk alat kelamin, ;esi!a urinaria, diaphragma dan ekor. 7. Tulang dada sampai dengan tulang ekor dipotong sehingga karkas pisah men$adi 2 bagian dan baru dilakukan penimbangan terhadap berat karkas dengan menggunakan timbangan digital. 10. %ntara tulang rusuk ke 10 dengan 11 dipotong dengan menggunakan pisau untuk digambar urat daging mata rusuknya /3iller, dkk. 17710 dengan menggunakan plastik mika transparan, kemudian diukur luasnya dengan menggunakan milimeter blo!k. 11. Tebal lemak punggung diukur dengan mistar berskala !entimeter diatas punggung babi yaitu pada tulang rusuk pertama, keduabelas, dan terakhir kemudian dirata+ ratakan /6orest, et.al, 17,(0.

Peubah yang *iamati Peubah yang diamati dalam penelitian adalah : 1. Persentase Karkas /I0 *iperoleh dari berat karkas /'K0 dibagi bobot potong /'P0 dikali 100I atau dengan rumus : 'erat karkas 'erat potong M 100I

1. "uas 9rat *aging 3ata &usuk *iukur dengan menggunakan milimeter blo!k yang ditempelkan pada plastik mika yang telah digambar berdasarkan luas urat daging mata rusuk yang diamati kemudian dihitung berapa banyak kotak yang terisi penuh /6orrest, dkk. 17,(0. 2. Tebal "emak Punggung *iukur dengan mistar berskala !entimeter diatas punggung babi yaitu pada tulang rusuk pertama, keduabelas, dan terakhir kemudian dirata+ratakan /6orest, et.al, 17,(0. &an!angan Per!obaan dan %nalisis #tatistik Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan &an!angan %!ak "engkap /&%"0 yang terdiri dari tiga perlakuan, #alah satu perlakuan sebagai kontrol tanpa mengandung tepung kulit buah pepaya dan 2 perlakuan lainnya mengandung kulit buah pepaya dengan dosis yang berbeda. 3asing+masing perlakuan terdiri dari lima ulangan, sehingga penelitian ini menggunakan 18 ekor ternak babi. 3odel matematik yang digunakan /#teel dan Torrie, 17870 dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Pi@ O A R Bi R Ci@ . E%#8" *%@ P>3'%E%#%@ Pengaruh Pemberian 'erbagai *osis Tepung Kulit 'uah Pepaya *alam &ansum 'abi Periode 6inisher Terhadap Persentase Karkas *ata hasil pengamatan selama penelitian tentang pengaruh berbagai dosis tepung kulit buah papaya pada ransum persentase karkas dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. &ata+rata Persentase Karkas Easil Penelitian dari Perlakuan. 9langan 1 2 2 4 ( H &ata+rata Perlakuan &0 &1 NNNNNNNINNNNNNN ,H,4,0(7 ,H,24207 ,,,,,,,8 ,,,04718 ,(,(814 ,8,02178 ,4,,171 ,(,,0H21 ,H,12H2H ,7,(4(4( ,8,4882, ,,,7HH1 ,H,(2872 ,,,422 &ataan /I0

&2 ,8,2H08, ,H,(2H21 ,,,04718 ,8,(,142 ,,,2480, ,,,,1,27 ,,,(80(4

,,,1,,1H

&ata+rata persentase karkas se!ara keseluruhan adalah ,,,1,I, ini menun$ukkan persentase tinggi termasuk ke dalam kelas 1 menurut 9#*% yaitu antara H8+,2I, ini disebabkan oleh

rendahnya berat isi $eroan dalam bobot potong yang optimal /70 kg0. 'obot potong 70 kg adalah bobot potong optimal, dimana berat karkas tinggi, berat karkas sangat mempengaruhi persentase karkas /Eo;orka dan Pa;lik, 17,20. 'erdasarkan pemberian dosis tepung buah kulit pepaya : 0< (< dan 10I dalam ransum diperoleh persentase karkas berturut+turut : ,H,(2< ,,,42 dan ,,,(8. Easil analisa sidik ragam menun$ukkan bahwa pemberian berbagai dosis kulit buah pepaya dalam ransum ternak babi pada penelitian ini tidak berpengaruh terhadap persentase karkas. Eal ini disebabkan karena persentase karkas merupakan hasil dari pembagi berat karkas dan berat potong $adi pada ternak yang bangsa sama !enderung memperoleh persentase yang sama pula. Penelitian ini sesuai dengan &ikas et a#. /20080 yang menyatakan bahwa pemberian tepung kulit buah pepaya dalam ransum kelin!i tidak berpengaruh terhadap konsumsi ransum dan persentase karkas, tetapi memperbaiki e isiensi penggunaan ransum pada kelin!i. Pengaruh Pemberian 'erbagai *osis Tepung Kulit 'uah Pepaya *alam &ansum 'abi Periode 6inisher Terhadap "uas 9rat *aging 3ata &usuk *ata hasil pengamatan selama penelitian tentang pengaruh berbagai dosis tepung kulit buah pepaya pada ransum terhadap luas urat mata daging rusuk dapat dilihat pada Tabel (. Tabel (. &ata+rata "uas 9rat *aging 3ata &usuk Easil Penelitian dari Perlakuan. 9langan 1 2 2 4 ( H &ata+rata Perlakuan &0 &1 &2 2 NNNNNN1 !m NNNNNN1 24,H 41,0 42,8 2(,, 42,2 27,H 2,,( 40,H 41,( 41,0 40,4 41,0 28,0 27,0 27,, 2H,7 27,2 42,0 2,,2 a 40,4 b 41,1 b &ataan /!m20

27,H

Ket. Euru yang sama dalam baris menun$ukkan tidak berbeda nyata *ari Tabel ( dapat dilihat bahwa rataan luas urat daging mata rusuk se!ara keseluruhan adalah 27,H !m2. Easil tersebut masih berada dalam kisaran normal sesuai dengan 6igueroa /20010 yang meneliti nilai rata+rata luas urat daging mata rusuk pada babi periode inisher yaitu sebesar 42,7, !m2. 'erdasarkan pemberian dosis tepung kulit buah pepaya : 0< ( dan 10 I, diperoleh persentase karkas berturut+turut : 2,,28< 40,41 dan 41,1 !m2. 'erdasarkan hasil analisa sidik ragam menun$ukkan bahwa pemberian berbagai dosis tepung kulit buah pepaya dapat meningkatkan luas daging mata rusuk /pU0,0(0 karena Tepung kulit buah pepaya mengandung kadar protein yang !ukup tinggi yaitu 2(,8(I dan serat kasar yang !ukup rendah yaitu sebesar 12,(1I /"aboratorium @utrisi &uminansia dan Kimia 3akanan Ternak 6akultas Peternakan 9@P%*, 20080, sehingga dapat digunakan oleh ternak sebagai sumber asam amino untuk membentuk daging. #elain itu kulit buah papaya memiliki >n?im

papain termasuk en?im protease, yaitu en?im yang menghidrolisis ikatan peptida pada protein, untuk melakukan akti;itasnya protease membutuhkan air sehingga dikelompokkan ke dalam kelas hidrolase. Protease berperan dalam se$umlah reaksi biokimia seluler, selain diperlukan untuk degradasi senyawa protein nutrien, protease terlibat dalam se$umlah mekanisme patogenisitas, se$umlah pas!a translasi protein, dan mekanisme akspresi protein ekstraseluler. Pengaruh Pemberian 'erbagai *osis Tepung Kulit 'uah Pepaya *alam &ansum 'abi Periode 6inisher Terhadap Tebal "emak Punggung *ata hasil pengamatan selama penelitian tentang pengaruh berbagai dosis tepung kulit buah pepaya pada ransum terhadap tebal lemak punggung dapat dilihat pada Tabel H. Tabel H. &ata+rata Tebal "emak Punggung Easil Penelitian dari Perlakuan. 9langan 1 2 2 4 ( H &ata+rata Perlakuan &0 &1 &2 NNNNNNN!mNNNNNN1 2,2 2,8 2,( 2,2 2,H 2,0 2,0 2,, 2,H 2,0 2,8 2,, 2,1 2,0 2,7 2,4 2,7 2,( 2,1 2,8 2,, &ataan /!m0

2,88

*ari tabel H dapat dilihat bahwa rataan tebal lemak punggung se!ara keseluruhan adalah 2,88 !m. Easil tersebut termasuk ke dalam kelas 1 sesuai dengan pendapat 6orrest /17,(0 yang meneliti nilai rata+rata tebal lemak punggung pada babi periode inisher kelas 1 U 2,(H !m. 'erdasarkan hasil penelitian diperoleh tebal lemak punggung dengan urutan dari yang terbesar hingga yang terke!il adalah perlakuan &0 /2,1 !m0, &1 /2,8!m0, dan &2 /2,, !m0, untuk mengetahui pengaruh Kulit buah pepaya terhadap tebal lemak punggung dilakukan analis sidik ragam yang hasilnya adalah pemberian kulit buah pepaya dapat menurunkan tebal lemak punggung babi inisher /pU0,0(0, dari sini dapat kita peroleh bahwa energi yang berlebihan pada ransum dengan adanya kulit tepung kulit buah papaya dapat di trans ormasi men$adi sumber protein tubuh. >n?im papain yang ada pada kulit buah papaya $uga mampu meningkatkan ke!ernaan ransum terutama protein. K>#83P9"%@ *%@ #%&%@ Kesimpulan 'erdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa pemberian tepung kulit buah pepaya sampai tingkat 10 I dalam ransum tidak memberi pengaruh

terhadap produksi karkas, tetapi berpengaruh nyata terhadap luas urat daging mata rusuk dan tebal lemak punggung babi periode inisher. Tepung kulit buah pepaya sampai tingkat 10 I dapat diman aatkan sebagai salah satu bahan pakan alternati sumber protein dalam ransum dengan tidak menimbulkan dampak negati terhadap produksi dan komponen karkas. #aran Perlu penelitian lebih lan$ut untuk mengetahui batas maksimal penggunaan dosis tepung kulit buah pepaya yang memberikan pengaruh yang baik terhadap persentase karkas. Penggunaan Kulit 'uah Pepaya <Carica .apaya= bisa di$adikan alternati 10I sebagai pakan alternati;e untuk ternak babi. (A'#AR P "#AKA

%tiya, dkk. 2001. .e"eriksaan 8fek 7nthe#"entik .apain *asar Terhadap 2nfeksi 5uatan Cacing Dae"onchus contortus. $udo#phi .ada &o"ba. J66. 38P%. 9nair. 'enbrook, >. %., and 3. B. #loss. 17H1. C#inica# .arasito#ogy. 2 ed, 8owa #tate 9ni;. Press. %mes, 8owa, 2+1,. Kusumamihard$a, #. 1772. .arasit dan .arasitosis pada Dewan Ternak dan Dewan .iara. Pusat %ntar 9ni;ersitas 'ioteknologi. 8nstitut Pertanian 'ogor. 'ogor. "awson, J. ". dan 3. %. Kemmel. 1782. Transmission in Eydatidosis and !ysti!er!osis. 7dvanceEs in .arasito#ogy 2a:2,7. "e;ine, @*. 1782. Te)tbook ;f 6eterinary .arasito#ogy. 'urgess Publishing .ompany. 9#%. @&.. 1778. 3utrient $e4uir"ents of 1wine. 3utrient $e4uir"ents of &o"estic 7ni"a#, @inth &e;ised >dition @ational %!ademy Press. Jashingthon *.. #iagian E. Pollung. 1777. /ana@e"en Ternak 5abi, *iktat Kuliah Jurusan 8lmu Produksi Ternak. 6akultas Peternakan 8nstitut Pertanian 'ogor, 'ogor. #ihombing. 177,. 2#"u Ternak 5abi. .etakan Pertama. Kad$ah 3ada 9ni;ersity Press. Pogyakarta. #ubronto, dan 8. T$aha$ati. 2001. 2#"u .enyakit Ternak 22. Kad$ah 3ada 9ni;ersity Press. Pogyakarta. #oulsby, >.J.". 1782. Eelminths, %ntropods and Proto?oa o *omesti!ated %nimals. 8nglish "aguage 'ook #er;i!e 'ailiere Tindall. ,th >d. Pp.221+2(,.

Tarmud$i, *eddy *$auhari #iswansyah dan Katot %diwinata. 1788. Parasit+parasit .a!ing Kastrointestinal pada sapi+sapi di Kabupaten Tapin dan Tabalong Kalimantan #elatan, di dalam Penyakit Eewan. 'alai Penelitian Beteriner, 'adan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, *epartemen Pertanian, Jakarta. Jiryosuhanto, #. *. dan Ja!oeb, T. @. 1774. .rospek 5udidaya Ternak 1api. Kanisius. Pogyakarta. ]]]]]]]]]]]]]]Papain $uga dapat meme!ah makanan yang mengandung protein hingga terbentuk berbagai senyawa asam amino yang bersi at autointo)icating /http:55www.!ybermed.!bn.net.id. *iakses 2( Juni 20080 ]]]]]]]]]]]]. Papain mempunyai si at 6er"ifuga kemampuan menguraikan protein sehingga protein terurai men$adi polipeptida dan dipeptida /http:55www. Jikipedia. .om. *iakses 2( Juni 20080 ]]]]]]]]]]]]. Papain merupakan en%i" protease sul hidril dan akan mendegradasi protein+ protein $aringan konekti dan myo ibril /http:55www.asiamaya.!om. *iakses 2( Juni 20080.

PENGAR ! PE)BERIAN #EP NG K LI# B A! PEPABA :&ari-a papaya; (ALA) RAN" ) #ER!A(AP $ )LA! #EL R (AN LAR*A &A&ING (ALA) 'E"E" #ERNAK BABI PERI%(E 'INI"!ER
3ay 21, 2010 | Posted by saulandsinaga THE INFLUENCE OF GIVING PAPAYA SKIN FRUIT FLOUR (Carica papaya IN RATION TO!AR" THE SU## OF EGGS AN" !OR# LARVA IN FECES OF PIG LIVESTOCK IN FINISHER PERIO" )arsudin "ilalahi 6 "auland "inaga

AB"#RAK Penelitian telah dilakukan di Koperasi Peternak 'abi 8ndonesia /KP'80, *esa Kertawangi, Ke!amatan .isarua, "embang, Kabupaten 'andung. Tu$uan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa $umlah telur dalam tiap gram eses yang terdapat pada ternak babi yang diberi pakan tepung kulit buah pepaya dan mengetahui $umlah lar;a yang mengin;estasi ternak babi tersebut. 3etode penelitian yang digunakan adalah metode sensus dengan dua kali pengulangan pengambilan sampel, ternak penelitian yang digunakan adalah 18 ekor ternak babi sehingga diperoleh 2H sampel. Pengambilan eses dilakukan di kandang pemeliharaan diambil dari rektum dari tiap ekor ternak babi. #ampel yang telah diambil dianalisis kemudian dilakukan pemeriksaan untuk mengidenti ikasi $umlah telur dan lar;a !a!ing yang mengin eksi ternak babi. Easil penelitian menun$ukkan bahwa adanya pengaruh pengurangan $umlah telur !a!ing 1trongy#us sp, 7scaris sp dan Trichuris suis pada pemberian tepung kulit buah pepaya (I dan 10I serta tidak ditemukan adanya lar;a 1trongy#us sp, 7scaris sp dan Trichuris suis. *ata kunci , babi, @u"#ah te#ur, @u"#ah #arva, tepung ku#it buah pepaya

A$STRACT The research had done at *operasi .eternak 5abi 2ndonesia <*.52=, 6i##age of *ertawangi, 1ubdistrict Cisarua, >e"bang, $egency of 5andung. This research ai"ed to know how "any eggs in each gra" of feces contain in pig #ivestock which was given papaya skin fruit f#our and to know how "any #arvae invest that pig #ivestock. The research "ethod used census "ethod with two ti"es repetition took sa"p#e, research #ivestock used F8 pigs #ivestock thus gained '6 sa"p#es. Feces co##ecting did in pen of hogs caring took fro" rectu" each pig #ivestock. The sa"p#es took which had ana#y%ed then investigated to know how "any eggs and to know how "any #arvae invest that pig #ivestock. The resu#ts showed that the inf#uence of reducing the a"ount of 1trongy#us sp wor" eggs, 7scaris sp and Trichuris suis on the skin giving papaya powder (! and F0! and a"ount of 1trongy#us sp, 7scaris sp and Trichuris suis did not find any #arvae. *eywords, pigs, a"ount of eggs, a"ount of #arvae, papaya skin f#our

PEN(A! L AN 'abi merupakan salah satu komoditas ternak penghasil daging yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena mempunyai si at 1 si at menguntungkan diantaranya : la$u pertumbuhan yang !epat, $umlah anak perkelahiran /#itter si%e0 yang tinggi, e isien dalam mengubah pakan men$adi daging dan memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap makanan dan lingkungan. #alah satu aktor yang menentukan keberhasilan usaha pengembangan ternak babi dari aspek mana$emen adalah aktor kesehatan atau kontrol penyakit. Ternak babi sangat peka terhadap penyakit, salah satunya adalah penyakit endoparasit. Parasit merupakan makhluk hidup yang dalam kehidupannya menggunakan makanan makhluk hidup lain sehingga si atnya merugikan. .a!ing mempunyai salah satu si at merugikan yaitu menimbulkan gangguan na su makan dan pertumbuhan. Kangguan pada pertumbuhan akan berlangsung !ukup lama sehingga produkti;itas akan turun. Ke$ala+ge$ala dari hewan yang terin eksi !a!ing antara lain, badan lemah dan bulu rontok. Jika in eksi sudah lan$ut diikuti dengan anemia, diare dan badannya men$adi kurus yang akhirnya bisa menyebabkan kematian. %danya parasit di dalam tubuh ternak tidak harus diikuti oleh perubahan yang si atnya klinis. Kehadiran parasit !a!ing bisa diketahui melalui pemeriksaan eses, dimana ditemukan telur !a!ing, makin banyak !a!ing makin banyak pula telurnya. Perubahan populasi !a!ing dalam perut babi dapat diikuti dengan menghitung telur tiap gram eses /TTK60 se!ara rutin. Tingkat pre;alensi parasit !a!ing tergantung pada $umlah dan $enis !a!ing yang mengin eksinya. Kuna mengurangi resiko akibat in estasi !a!ing ini perlu diketahui $enis !a!ing, siklus hidup dan epidemologi dari !a!ing tersebut. 3engendalikan parasit diperlukan pemeriksaan rutin terhadap adanya endoparasit, terutama $enis dan dera$at in estasi yang dapat dilakukan bersama+sama dengan pemeriksaan isik se!ara rutin /#ubronto dan T$aha$ati, 20010. 3asalah penyakit khususnya penyakit !a!ingan pada babi dapat diatasi dengan !ara menggunakan obat !a!ing. Pemberian obat+obatan tersebut harus diulang+ulang dan disesuaikan dengan daur hidup !a!ing. 'iaya yang dibutuhkan untuk pemberian obat

!a!ing memerlukan biaya yang mahal. %lternati lainnya untuk pengobatan adalah dengan pemberian obat tradisional yang dapat dilakukan dengan menggunakan salah satu $enis lora yang ada di negara kita yaitu pepaya. #elain mudah didapat buah pepaya pun relati murah harganya. 'erdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai FPengaruh Pemberian Tepung Kulit 'uah Pepaya /Carica papaya0 *alam &ansum Terhadap Jumlah Telur *an "ar;a .a!ing *alam 6eses Ternak 'abi Periode 6inisherG.

Identi4ikasi )asalah Jumlah telur dan lar;a !a!ing dalam tiap gram eses yang terdapat pada babi finisher yang diberi pakan tepung kulit buah papaya /Carica papaya0. )aksud dan #u,uan Penelitian 3engetahui $umlah telur dan lar;a !a!ing dalam tiap gram eses yang terdapat pada babi yang diberi pakan tepung kulit buah papaya /Carica papaya0. Kerangka Pemikiran Parasit merupakan makhluk hidup yang dalam kehidupannya mengambil makanan makhluk lain, sehingga si atnya merugikan. Parasit dibagi men$adi dua ma!am, yaitu ektoparasit dan endoparasit. >ktoparasit adalah parasit yang hidupnya dipermukaan tubuh hewan, yang keberadaannya mengganggu ketentraman hewan dalam pemeliharaan sehingga akan mengganggu proses isiologis hewan tersebut, sedangkan endoparasit adalah yang hidup di dalam tubuh hewan. >ndoparasit di dalam tubuh akan merampas ?at+?at makanan yang diperlukan bagi induk semangnya, !a!ing dalam $umlah banyak akan mengakibatkan kerusakan usus atau menyebabkan ter$adinya berbagai reaksi tubuh yang antara lain disebakan oleh toksin yang dihasilkan oleh !a!ing+!a!ing tersebut. Parasit+parasit tersebut biasanya tidak menyebabkan kematian pada hewan se!ara langsung, melainkan mengakibatkan ter$adinya penurunan berat badan pada hewan dewasa dan pertumbuhan akan terhambat pada hewan+hewan muda. /Tarmud$i dkk, 17880. Penyakit endoparsit, terutama !a!ing, menyerang hewan pada usia muda /kurang dari 1 tahun0. Presentase yang sakit oleh endoparasit dapat men!apai 20I dan angka kematian yang bisa ditimbulkan adalah sebanyak 20I /Jiryosuhanto dan Ja!oeb, 17740. 3enurut #ubronto dan T$aha$ati /20010, untuk ter$adinya in eksi, parasit harus mampu mengatasi pertahanan tubuh hospes de initi;e. Eubungan parasit dengan hospes dan keadaan sekitarnya perlu dianalisis untuk tiap keadaan. 6aktor+ aktor yang mempengaruhi $umlah parasit sehingga mampu berkembang serta men!apai kematangan seksual tergantung pada /a0 kesempatan hospes berkenalan dengan parasit, /b0 biologi parasit, dan /!0 tingkat kerentanan hospes. Tiap parasit memiliki si at khusus dalam daur hidupnya dan kemampuan dari parasit untuk menghasilkan keturunannya.

Jumlah telur tiap gram eses /TTK60 berbanding lurus dengan $umlah !a!ing betina dewasa yang terdapat dalam saluran pen!ernaan /&obert dan #wann 1781 dalam Kusumamihard$a 17720. Ke$ala terserangnya parasit !a!ing akan ter$adi tergantung dari $enis parasit, kondisi induk semang, organ yang dipengaruhinya, $umlah parasit, iklim dan umur hewan. 'eberapa aktor yang akan mempengaruhi pertumbuhan !a!ing diantaranya kepadatan inang antara dan inang de initi , dera$at in eksi dari inang de initi , serta penyebaran inang yang terin eksi oleh !a!ing tersebut /"awson dan Kemmel, 17820. 'eberapa alternati ?at aditi telah ditawarkan bagi peternak untuk memi!u produksi dan reproduksi yang dihasilkan melalui ekstraksi berbagai $enis tanaman yang mempunyai senyawa bioakti sebagai antioksidan, antibiotik, meningkatkan na su makan, meningkatkan sekresi en?im+en?im pen!ernaan dan meningkatkan kekebalan tubuh, untuk itu negara kita mempunyai peluang !ukup besar karena kaya akan keanekaragaman sumber daya alam hayati. Pepaya <Carica papaya >= merupakan tanaman obat tradisional yang memiliki khasiat sebagai penambah na su makan, obat !a!ing, menurunkan tekanan darah, anemia dan membunuh amuba. Kandungan kimia yang dikandung pepaya antara lain en?im papain, alkaloid karpaina, glikosid, saponin, sakarosa, deMtrosa serta mengandung ;itamin % yang !ukup tinggi yaitu 18.2(0 89 yang ber ungsi sebagai pro;itamin %. Papain $uga dapat meme!ah makanan yang mengandung protein hingga terbentuk berbagai senyawa asam amino yang bersi at autointo)icating atau otomatis menghilangkan terbentuknya substansi yang tidak diinginkan akibat pen!ernaan yang tidak sempurna. /.ybermed.!bn.net.id, 200H0. Papain mempunyai si at 6er"ifuga kemampuan menguraikan protein sehingga protein terurai men$adi polipeptida dan dipeptida. .a!ing termasuk protein yang tidak terlindungi oleh selaput sehingga bila papain masuk ke saluran usus yang banyak mengandung !a!ing, !a!ing tersebut akan terurai atau menghindar dengan keluar dari lubang anus. Papain bisa meme!ah protein men$adi arginin, senyawa arginin merupakan salah satu asam amino esensial yang dalam kondisi normal tidak bisa diproduksi tubuh dan biasa diperoleh melalui pakan, namun bila en?im papain terlibat dalam proses pen!ernaan protein, se!ara alami sebagian protein dapat diubah men$adi arginin. Proses pembentukan arginin dengan papain ini turut mempengaruhi produksi hormon pertumbuhan. /Jikipedia.!om, 200H0. Papain melemaskan !a!ing dengan !ara merusak protein tubuh !a!ing. Papain merupakan en?im protease sul hidril dan akan mendegradasi protein+protein $aringan konekti dan myo ibril. Proses penguiraian protein pada !a!ing ter$adi melalui mekanisme pemutusan ikatan sebagai berikut : NPheN%% N A<NBalN%%N AiN"euN%%NA<NEeN%%NA /%% merupakan residu asam amino< ? merupakan residu asam amino< ester, atau amida0 /%siamaya.!om, 20010. 'eberapa penelitian yang mendukung peman aatan pepaya sebagai anthelmetika diantaranya yang dilakukan se!ara in ;itro /%tiyah, 20010 dalam penelitiannya digunakan bahan berupa getah yang diperoleh dengan !ara menyadap buah muda pepaya tanpa dipetik. 8solasi papain dilakukan dengan membiarkan getah dalam alkohol 80I, sehingga papain akan mengendap. >ndapan papain dikeringkan dalam o;en bersuhu (0 1 ((0. selama enam $am, u$i terhadap 7scaris sp dilakukan dengan merendam !a!ing pada larutan papain se!ara in ;itro beker$a sebagai antelmentik pada dosis H00 mg. Perlakuan e ek antelmentik papain kasar terhadap !a!ing lambung /Dae"ochus contortus=, se!ara in ;i;o pada domba $antan terin eksi, dilakukan /&idayanti, 20010 hasilnya menun$ukkan pemberian papain kasar sampai 0,H g5kg bobot badan meyebabkan penurunan $umlah !a!ing dan telurnya. /@uraini, 20010 dari Jurusan 'iologi 638P% 9nair, dalam penelitiannya membuktikan, se!ara in ;itro pemberian

(0I perasan daun pepaya gantung /Carica papaya0 setelah setengah $am, sudah menimbulkan e ek kematian pada !a!ing hati sapi /Fascio#a gigantica0. 'ila lamanya men!apai dua $am, semua !a!ing yang direndam akan mati /%tiya, dkk. 20010. 'erdasarkan kerangka pemikiran diatas diambil hipotesa bahwa pemberian limbah kulit buah pepaya mampu mengurangi $umlah telur dan lar;a !a!ing. Lokasi dan Aaktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1 3ei sampai tanggal 20 Juni 2007 di Koperasi Peternak 'abi 8ndonesia /KP'80, *esa Kertawangi, Ke!amatan .isarua, "embang, Kabupaten 'andung. %nalisis dilakukan di "aboratorium 'alai Penyidikan Penyakit Eewan dan Kesma;et /'PPEK0 Jl. &aya Tangkuban Perahu. K3 22 .ikole "embang. #IN$A AN P "#AKA (eskripsi #ernak Babi 'abi merupakan ternak monogastrik yang memiliki kesanggupan dalam mengubah bahan makanan se!ara e isien apabila ditun$ang dengan kualitas ransum yang dikonsumsi. 'esarnya kon;ersi babi terhadap ransum ialah 2,( artinya untuk menghasilkan berat babi 1 kg dibutuhkan makanan sebanyak 2,( kg ransum /Koodwin, *. E. 17,40. 'abi lebih !epat tumbuh, !epat dewasa dan bersi at proli ik yang ditun$ukkan dengan banyaknya anak dalam setiap kelahiran yang berkisar antara 8 +14 ekor dengan rata+rata dua kali kelahiran pertahunnya /#ihombing, 177,0. 'eberapa $enis penyakit pada babi khususnya penyakit parasiter oleh !a!ing masih banyak ditemukan di lapangan, antara lain @ematodiosis. Penyakit ini disebabkan oleh !a!ing dari klas nematoda atau !a!ing gilig. 8n eksi !a!ing ini menyebabkan kerugian ekonomi yang !ukup tinggi, karena menyebabkan pertumbuhan ternak men$adi tidak optimal. %khir+akhir ini telah mulai adanya laporan tentang adanya si at resistensi !a!ing terhadap beberapa $enis sediaan antelmintika /obat pembasmi !a!ing0 yang diduga disebabkan oleh penggunaan obat yang tidak rasional /ketidak tepatan pemilihan obat, waktu pengobatan dan dosis yang diberikan0. Penelitian ini dilakukan dengan harapan hasilnya dapat digunakan sebagai a!uan dalam memberantas !a!ingan khususnya untuk babi+babi yang ka$i. Pada dasarnya babi mengkonsumsi makanannya untuk memenuhi kebutuhan energinya, yang dipakai untuk mengatur suhu tubuh, ungsi ;ital, akti;itas, reproduksi dan produksi. 9ntuk babi $umlah makanan yang dikonsumsi sangat dipengaruhi oleh suhu lingkungan, kandungan energi ransum, dan le;el pemberian makanan. 9ntuk babi di daerah tropis, $umlah makanan yang dikonsumsi !enderung lebih sedikit daripada di daerah subtropis. Eal ini akan berdampak negati terhadap per ormans ternak babi khususnya di daerah tropis, $ika tidak diimbangi dengan pemberian nutrient esensial yang se!ukupnya, oleh karena itu perlu disusun ransum seimbang yang mengandung nutrien lengkap dan $umlah serta proporsi yang tepat agar ternak babi dapat berkembang dengan baik dan sehat.

Endoparasit Pada #ernak Babi

Parasit merupakan mahluk hidup yang dalam kehidupannya mengambil makanan mahluk hidup lain, sehingga si atnya merugikan. Parasit dibagi men$adi dua ma!am, yaitu ektoparasit dan endoparasit. 8ktoparasit adalah parasit yang hidupnya dipermukaan tubuh hewan, yang keberadaannya mengganggu ketentraman hewan dalam pemeliharaan sehingga akan mengganggu proses isiologis hewan tersebut, sedangkan endoparasit adalah yang hidup di dalam tubuh hewan. 3enurut #ubronto dan T$aha$ati /20010, untuk ter$adinya in eksi, parasit harus mampu mengatasi pertahanan tubuh hospes de initi . *alam tubuh hospes yang bertindak sebagai reser;oir, populasi parasit harus mantap dari generasi induk sampai generasi selan$utnya. Parasit dapat lepas dari hospes yang bertindak sebagai reser;oir dengan !ara parasit dibebaskan oleh hospes dan langsung masuk ke dalam tubuh hospes de initi atau hospes yang bertindak sebagai reser;oir dihan!urkan terlebih dahulu dan baru masuk setelah parasit bebas masuk ke dalam tubuh hospes de initi;e. Penularan terhadap hospes yang rentan oleh parasit stadium in ekti yang terdapat di luar tubuh hospes de initi dimungkinkan apabila parasit sanggup mengatasi aktor lingkungan, persaingan antar parasit sendiri dan gangguan se!ara mekanis oleh ternak. 6aktor+ aktor yang mempengaruhi $umlah parasit sehingga mampu berkembang serta men!apai kematangan seksual tergantung pada /a0 kesempatan hospes berkenalan dengan parasit, /b0 biologi parasit, dan /!0 tingkat kerentanan hospes. Tiap parasit memiliki si at khusus dalam daur hidupnya dan kemampuan dari parasit untuk menghasilkan keturunannya. Parasit akan bertahan tergantung pada $umlah telur yang dihasilkan, pan$ang waktu menghasilkan telur dan $umlah telur yang dihasilkan setiap hari /#ubronto dan T$aha$ati, 20010.

He%mint&ia'i' Pada #ernak Babi Kesehatan Ternak 'abi dipengaruhi oleh banyak aktor antara lain kondisi lingkungan pemeliharaan, makanan, pola mana$emen, bibit penyakit dan kelainan 1 kelainan metabolisme. Presentase ternak yang sakit oleh endoparasit dapat men!apai 20I dan angka kematian yang bisa ditimbulkan adalah sebanyak 20I /Jiryosuhanto dan Jakob, 17740. 3e"atoda adalah !a!ing yang hidup bebas atau sebagai parasit. .iri+!iri tubuhnya tidak bersegmen dan biasanya berbentuk silinder yang meman$ang serta merun!ing pada kedua u$ungnya. 3e"atoda memiliki siklus hidup langsung, sehingga tidak memerlukan inang antara dalam perkembangan hidupnya. .a!ing betina dewasa bertelur dan mengeluarkan telur bersamaan dengan tin$a, di luar tubuh telur akan berkembang. "ar;a in ekti dapat masuk ke dalam tubuh babi se!ara akti , tertelan atau melalui gigitan ;ektor berupa rayap. 'adannya dibungkus oleh lapisan kutikula yang dilengkapi dengan gelang 1 gelang yang tidak dapat dilihat oleh mata biasa /Kusumamihard$a, 17720. "trongylus sp 1trongy#us sp merupakan !a!ing parasit pada ternak babi, berdasarkan klasi ikasi taksonomi dalam #oulsby /17820 !a!ing ini termasuk dalam klasi ikasi : 6ilum : @emathelminthes

Kelas Crdo #uper amili 6amili #pesies 8dentates

: @ematoda : #trongylyda : #trongyloidea : #trongylus : 1trongy#us vu#garis, 1trongy#us e4uines, 1trong#us

)or4ologi an "iklus !idup .a!ing 1trongy#us sp mulutnya dilapisi oleh kapsul yang bentuknya hampir bulat. #uatu !in!in yang tersusun dari ton$olan 1 ton$olan seperti pagar dikenal sebagai korona radiata mengelilingi mulut. .a!ing ini tidak mempunyai gigi ataupun lempeng 1 lempeng pemotong, !a!ing $antan mempunyai suatu pelebaran di u$ung posteriornya dan !a!ing betina mempunyai u$ung ekor yang lan!ip. 1trongy#us sp memliki siklus hidup langsung. .a!ing betian dewasa bertelur dan keluar tubuh inang bersama dengan eses. *i luar tubuh inangnya telur akan berkembang. Perkembangan sel telur setelah ter$adinya pembelahan membagi diri men$adi dua, lalu empat dan seterusnya. Kemudian embrio berkembang mena$di masa morula kemudian masa ke!ebong yaitu u$ung anteriornya lebar dan embrionya melingkar dua kali. Pada kondisi tropis di 8ndonesia yang suhunya 280. 1 200. merupakan suhu yang relati baik untuk menetasnya telur strongy#us sp. Telur akan berkembang men$adi "2 dalam waktu 2 1 4 hari. Telur strongy#us sp menetas di luar tubuh induk semang menghasilkan lar;a 1 /"10 dalam suhu 80. 1 280. kemudian melewati dua kali ekdisis /ganti kulit0 men$adi "2 dan selan$utnya "2 disebut stadium in ekti . "ar;a pertama biasanya keluar dari telur yang berumur dua hari bila keadaan baik. "ar;a makan bakteri yang terdapat dalam eses kemudian melakukan ekdisis dua kali dalam waktu ( 1 H hari sehingga men!apai lar;a ketiga /lar;a in ekti 0. "ar;a in ekti memiliki selubung kutikula ganda sehingga relati lebih tahan teehadap berbagai kondisi buruk. Ge,ala Klinis dan Patogenesis Patogenesis in estasi !a!ing adalah proses perubahan patologis yang ter$adi akibat interaksi antara !a!ing dan inangnya. Jenis dan perluasan dari kontak parasit dan $aringan inang ditentukan oleh mekanisme biologis yang tak terpisahkan antara parasit dan proses isiologik induk semang yang merespon masuknya !a!ing. "ar;a strongy#us sp mulai menimbulkan kerusakan pada saat menyusup dalam dinding usus ke!il dan usus besar. #elan$utnya lar;a keempat dan kelima menimbulkan kerusakan pada sistem arteri dan mulai katup aorta sampai arteri "esenterica crania#is dan !abang+!abangnya. Peradangan ter$adi pada lapisan media dan menimbulkan thrombus /darah beku0. "ar;a biasanya terbungkus dalam thro"bus, bila thro"bus ini lepas biasanya

berakibat atal terutama bila thrombus ini ter$adi pada daerah pangkal sistem arteri yang bisa mengakibatkan penyumbatan arteri coronaria /Kusumamihard$a, 17720. As-aris sp 'erdasarkan kalsi ikasi taksonomi dalam soulsby /178H0 !a!ing ini termasuk dalam klasi ikasi : 6ilum Kelas Crdo 6amili Kenus #pesies : @ematoda : #e!ernentea : %s!aridida : %s!arididae : %s!aris : 7scaris sp, 7scaris #u"bricoides

)or4ologi dan "iklus !idup .a!ing 7scaris sp merupakan $enis !a!ing gilig penyebab as!ariasis pada ternak babi, teutama babi muda di seluruh dunia /#oulsby, 17820. Ke$adian as!ariasis sangat tinggi pada babi+babi di daerah tropis dan sub tropis /.han, 177, dalam Tsu$i, et a# /20020. .a!ing ini berparasit pada usus halus /#oulsby, 17820. 8n eksi dapat ter$adi melalui pakan, air minum, puting susu yang ter!emar, melalui kolostrum dan uterus /"e;ine, 17700. #iklus hidup as!aris terdiri dari 2 ase perkembangan, yaitu eksternal dan internal. 6ase eksternal dimulai dari se$ak telur dikeluarkan dari tubuh penderita bersama tin$a. Pada kondisi lingkungan yang menun$ang lar;a stadium 1 di alam akan menyilih men$adi lar;a stadium 2 yang bersi at in ekti / siap menulari ternak babi $ika tertelan0. *i dalam usus, kulit telur in ekti yang tertelan akan rusak sehingga lar;a terbebas /lar;a stadium 880. "ar;a stadium 88 tersebut selan$utnya menembus mukosa usus dan bersama sirkulasi darah ;ena porta menu$u ke hati. *ari telur tertelan sampai lar;a men!apai organ hati, butuh waktu sekitar 24 $am /#mith, 17H80. *ari hati, lar;a stadium 88 akan terus mengikuti sirkulasi darah sampai ke organ $antung dan paru+paru. #etelah 4 1 ( hari in eksi, lar;a stadium 88 akan mengalami perkembangan men$adi lar;a stadium 888, selan$utnya menu$u ke al;eoli, bronkus dan trakhea /#oulsby, 17820. *ari trakea, lar;a menu$u ke saluran pen!ernaan. "ar;a stadium 888 men!apai usus halus dalam waktu , 1 8 hari dari in eksi, selan$utnya men$adi lar;a stadium 8B, pada hari ke 21+27 lar;a stadium 8B men$adi lar;a stadium B di dalam usus halus /"apage, 17(H0 dan selan$utnya pada hari ke (0 1 (( telah men$adi !a!ing dewasa /#eddon, 17H,0. #atu ekor !a!ing betina dewasa rata+rata bertelur 200.000 butir per hari dan selama hidupnya diduga dapat bertelur 22 milyar butir /*unn, 17,80.

Ge,ala Penyakit dan Patogenesis

7scaris sp merupakan !a!ing yang sangat berbahaya karena telurnya dapat masuk ke saluran pen!ernaan dan telur akan men$adi lar;a pada usus. "ar;a akan menembus usus dan masuk ke pembuluh darah. 8a akan beredar mengikuti sistem peredaran, yakni hati, $antung dan kemudian di paru+paru. Pada paru+paru, !a!ing akan merusak al;eolus, masuk ke bronkiolus, bronkus, trakea, kemudian di laring. 8a akan tertelan kembali masuk ke saluran !erna. #etibanya di usus, lar;a akan men$adi !a!ing dewasa. Pada stadium lar;a, 7scaris dapat menyebabkan ge$ala ringan di hati dan di paru+paru akan menyebabkan sindrom "oe ler. #indrom "oe ler merupakan kumpulan tanda seperti demam, sesak na as, eosino ilia, dan pada oto &oentgen thoraks terlihat in iltrat yang akan hilang selama 2 minggu. Pada stadium dewasa, di usus !a!ing akan menyebabkan ge$ala khas saluran !erna seperti tidak na su makan, muntah+muntah, diare, konstipasi, dan mual. 'ila !a!ing masuk ke saluran empedu makan dapat menyebabkan kolik atau ikterus. 'ila !a!ing dewasa kemudian masuk menembus peritoneum badan atau abdomen maka dapat menyebabkan akut abdomen. #ri-huris suis 'erdasarkan klasi ikasi taksonomi dalam #oulsby /178H0 !a!ing ini termasuk dalam klasi ikasi : 6ilum Kelas Crdo 6amili Kenus #pesies : @ematoda : %denophorea : Tri!hurida : Tri!huridae : Tri!huris : Tri!huris suis

)or4ologi dan "iklus !idup .a!ing Trichuris sp berparasit pada mukosa kolon babi /%nonimous, 2004a0. #elain mengin eksi babi+babi peliharaan, $uga dilaporkan mengin eksi babi liar dan babi hutan. .a!ing ini sering disebut +hipwor". 3or ologinya hampir sama dengan Trichuris trichura yang mengin eksi manusia dan primata lain, namun belum ada bukti kongkret yang menyatakan bahwa kedua parasit tersebut dapat saling bertukar induk semang seperti halnya !a!ing 7scaris sp pada babi dan manusia /#oulsby, 17820. #iklus hidup !a!ing Trichuris sp, di mulai dari keluarnya telur dari tubuh bersama tin$a dan berkembang men$adi telur in ekti dalam waktu beberapa minggu. Telur yang sudah berembrio dapat tahan beberapa bulan apabila berada di tempat yang lembab. 8n eksi biasanya ter$adi se!ara peroral /tertelan lewat pakan dan atau air minum0. %pabila tertelan, telur+telur tersebut pada sekum akan menetas dan dalam waktu sekitar empat minggu telah men$adi !a!ing dewasa /#oulsby, 17820.

Epidemiologi &a-ing pada #ernak Babi #tudi tentang epidemiologi !a!ing pada ternak babi bertu$uan untuk menyelidiki luktuasi $umlah telur dalam eses. Jumlah !a!ing nematoda selain dipengaruhi oleh iklim $uga dipengaruhi oleh !ara pemeliharaan. #ituasi lingkungan dan pengairan tempat perkandangan perlu diperbaiki dengan baik agar dapat dihindari daerah perkandangan yang lembab dan basah atau banyak kubangan tidak sehat yang memungkinkan sebagai tempat hidupnya induk semang antara lain, khususnya siput. Kesehatan lingkungan perkandangan biasanya dapat dipelihara dengan baik. Kebersihan kandang harus ter$aga dan dihindari adanya pakan yang masih tersisa di malam hari. #e$auh mungkin diupayakan agar seluruh pakan yang disediakan habis termakan dan tidak banyak yang $atuh ber!e!eran di lantai atau menumpuk di sekitar kandang. 6aktor suhu dan kelembaban sangat besar pengaruhnya terhadap kelangsungan hidu !a!ing stasium bebas di alam. #uhu optimum baggi kehidupan tiap parasit berbeda+beda tergantung dari spesiesnya. Kisaran suhu yang diperlukan oleh @ematoda stadium bebas di alam adalah antara 180+280.. #elain suhu aktor lain yang berpengaruh adalah kelembaban. Kelembaban yang tinggi sangat membantu dalam menghan!urkan eses yang diduga mengandung telur !a!ing yang dapat meningkatkan stadium in ekti dari !a!ing. Kerugian Akibat In4estasi Parasit &a-ing %danya in estasi parasit !a!ing yang patogen di dalam tubuh ternak tidak selalu mengakibatkan parasitisme yang si atnya klinis. Parasitisme !a!ing baru akan memperlihatkan ge$ala klinis bila keseimbangan hubungan terganggu, yang mungkin disebabkan oleh kepekaan hospes yang menurun dan atau oleh peningkatan $umlah !a!ing yang patogen di dalam tubuh ternak. Kerusakan $aringan oleh parasit yang ;irulen dapat bersi at langsung maupun tidak langsung. Perubahan yang ditimbulkan oleh parasit !a!ing dapat berupa /10 kerusakan sel dan $aringan, /20 perubahan ungsi aal dari hospes, /20 penurunan daya tahan terhadap agen penyakit lain, /40 masuknya agen penyakit sekunder setelah ter$adinya kerusakan mekanik lain dan /(0 parasit mampu menyebarkan mikroorganisme patogen. Jumlah TTK6 dapat dipakai sebagai penduga barat atau ringannya dera$at in estasi. 8n estasi ringan memiliki $umlah TTK6 (0+(00, in estasi sedang memiliki TTK6 (00+2000 dan in estasi berat memiliki $umlah TTK6 lebih dari 2000 /Taa?ona dalam Kusumamihard$a, 17720, dera$at keparahan in estasi tergantung $umlah !a!ing yang mengin estasi. Penurunan berat badan akan ter$adi pada in estasi 200 ekor dewasa atau setara dengan 1800 T6K6 /Kusumamihard$a, 17720. 8n estasi parasit !a!ing dapat menyebabkan penurunan bobot badan dan gastritis. Penurunan berat badan dapat ter$adi akibat anoreksia, peningkatan asam lambung, gastrin dan kolesistokinin yang menyebabkan pengosongan lambung se!ara !epat sehingga penyerapan makanan kurang e ekti . .a!ing merampas sari+sari makanan yang diperlukan bagi hospes, menghisap darah atau !airan tubuh dan makan $aringan tubuh. Ke$ala+ge$ala yang timbul pada hewan yang terin estasi !a!ing antara lain badan lemah, na su makan kurang, bulu rontok, kulit pu!at dan penurunan produksi susu. Jika in estasi sudah lan$ut diikuti anemia, diare dan badannya men$adi kurus yang akhirnya bisa menyebabkan kematian /#ubronto dan 8da T$aha$ati, 20010.

Pengendalian Penyakit &a-ingan pada Babi Pengendalian penyakit !a!ing memerlukan penanganan yang tern!ana se!ara baik dengan memperlihatkan aktor pengobatan dan tatalaksana pemeliharaan ternak yang memadai. Peternak seringkali mengabaikan managemen peternakan yang baik, apabila dika$i se!ara seksama akan terlihat betapa besar kerugian yang dapat ditimbulkan oleh in rksi !a!ing. Cbat yang diberikan dan !ara pemberiannya harus sesuai dengan petun$uk dokter hewan agar lebih e ekti dan e isien. Pemberantasan penyakit !a!ing pada babi tidak !ukup hanya mengandalkan ilmu pengobatan sa$a, tetapi harus memperhitungkan pula aktor ekonomi, penataan lingkungan, kebersihan kandang, daur hidup !a!ing serta tidak bisa hanya diberikan satu kali sa$a. Pemberian obat medik harus diulang 1 ulang dan disesuaikan dengan daur hidup !a!ing. Potensi Limbah Buah Pepaya Penyakit !a!ing pada ternak babi selain dapat diobati menggunakan obat 1 obatan medik, dapat $uga diobati dengan menggunakan obat alternati yaitu dengan pemberian tepung kulit buah pepaya. Tepung kulit buah pepaya mengandung ?at atau en?im papain yang dapat ber ungsi sebagai obat !a!ing atau anthelmentik. >n?im papain termasuk en?im protease, yaitu en?im yang menghidrolisis ikatan peptida pada protein, untuk melakukan akti;itasnya protease membutuhkan air sehingga dikelompokkan ke dalam kelas hidrolase. Protease berperan dalam se$umlah reaksi biokimia seluler, selain diperlukan untuk degradasi senyawa protein nutrien, protease terlibat dalam se$umlah mekanisme patogenisitas, se$umlah pas!a translasi protein, dan mekanisme akspresi protein ekstraseluler. Pelepasan protease oleh !a!ing nematoda parasitik mempunyai peranan penting pada proses reaksi biologik seperti metabolisme protein. akti;itas protease mempunyai korelasi signi ikan pada saat !a!ing parasitik men$alani penetrasi ke $aringan. BA!AN (AN )E#%(E PENELI#IAN Bahan dan Alat Penelitian Ternak yang digunakan adalah 18 ekor ternak babi hasil persilangan >andrace dengan Gorkshire. Kisaran bobot badan rata+rata ternak babi adalah H0,(H kg dengan koe isien ;ariasi 1,42I. 'abi ditempatkan se!ara a!ak dalam kondisi kandang indi;idu dengan kondisi lingkungan yang sama dan $enis kelamin babi yaitu $antan kastrasi. &ansum yang diberikan pada ternak per!obaan dalam penelitian berupa tepung. 'ahan ransum didapat dari PT. Karya 3ulya, "eles Kabupaten Karut. 'ahan tersebut dikeringkan kemudian digiling hingga men$adi tepung. %lat+alat yang digunakan untuk mengindenti ikasi $umlah telur dan lar;a !a!ing adalah : 3ikroskop, alat untuk mengidenti ikasi dan menghitung telur !a!ing //c/aster0, !o;er glass, rak tabung, >rlenmeyer, gelas ukur, batang pengaduk, pipet pasteur, !orong glass, timbangan, kain kassa, kapas, tabung reaksi, tabung sentri ugasi, sentri ugasi, !awan petri. Kandang yang digunakan untuk penelitian adalah kandang indi;idu yang berukuran 2 M 0,H M 1,2 m dengan lantai semen dan beratap seng. #etiap unit kandang dilengkapi dengan tempat makan yang terbuat dari semen dan tempat minum otomatis berupa pentil yang terbuat dari

besi tahan karat yang dihubungkan dengan tempat penampung air. Jumlah kandang yang diperlukan sebanyak 18 unit. Ransum Penelitian 'ahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ransum basal yang terdiri dari tepung $agung, tepung ikan, bungkil kelapa, tepung tulang, dedak padi dan tepung kulit pepaya. Kandungan nutrisi ransum basal dan tepung limbah kulit pepaya dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 1. Kandungan nutrisi ransum basal dan tepung kulit buah pepaya. Kandungan Ki?i >3 /kkal0 PK /I0 #K /I0 .a /I0 P /I0 #umber : /L0 @&., 1778 /LL0 Permana, 200, Tabel 2. Kandungan nutrisi ransum penelitian Kandungan @utrisi >3 /kkal0 PK /I0 #K /I0 .a /I0 P /I0 Keterangan : &0 O 100I ransum basal &1 O 7(I ransum basal R (I tepung kulit buah pepaya &2 O 70I ransum basal R 10I tepung kulit buah pepaya )etode Penelitian #ahap Penelitian &ansum Penelitian &0 &1 2244,8 2202,(1 14 14,(72( ,,( 8,0(1 0,22 0,422( 0,HH 0,H,1 &ansum Penelitian /L0 2244,8 14 ,,( 0,22 0,HH Tepung Kulit 'uah Pepaya /LL0 2417 2(,8( 2,27 18,(2 0,88

&2 21H2,22 1(,18( 8,0H2 0,(2, 0,H82

1. Persiapan kandang, pengadaan ternak, pengadaan ransum, dan peralatan. #etiap ekor babi dimasukkan ke kandang indi;idu. 2. %daptasi babi terhadap ransum, kandang, perlakuan, dan lingkungan dilakukan selama satu minggu. 2. Kandang dibersihkan dua kali sehari yaitu pada pukul 0H.00 dan 12.00 J8'. Kandang dibersihkan dari semua kotoran yang dibuang ke saluran pembuangan, setelah itu babi dimandikan agar bersih dan merasa nyaman. 4. Pemberian ransum sebanyak 1 kg5ekor dan dilakukan tiga kali sehari, yaitu pukul 0H.00, 12.00 dan 1H.00 J8' sehingga $umlah ransum per hari adalah 2 kg5ekor. (. Pemberian tepung kulit buah pepaya dilakukan dengan !ara men!ampurnya dalam 1 kg ransum pertama dalam 2 kali pemberian /total 2 kg5hari0, diberikan pada babi sampai habis dikonsumsi. 1. Pengambilan sampel eses yang akan diteliti dilakukan pada pagi hari setelah pembersihan kandang. Pengambilan dilakukan setelah ternak babi diberi perlakuan &B3, &1, &2 dan &2, selama 2 minggu.

Pengambilan "ampel 'eses di Lapangan Pengambilan sampel dilakukan terhadap 18 sampel eses yang diambil sebanyak 1 kali, dari 18 ekor babi. 6eses dimasukkan ke dalam kantong plastik dan diberi label kemudian dimasukkan ke dalam termos es yang berisi icebrite dan dibawa menu$u laboratorium 'PPEK .ikole 1 "embang, kemudian dilakukan pemeriksaan baik se!ara kualitati maupun kuantitati . Pemeriksaan kualitati dimaksudkan untuk mengidenti ikasi $enis !a!ing yang mengin eksi babi berdasarkan bentuk dan ukuran telur dari lar;anya, sedangkan pemeriksaan kuantitati dimaksudkan mengetahui banyaknya telur !a!ing setiap gram eses /TTK60 yang menggambarkan berat ringannya dera$at in eksi. Easil pengamatan di$elaskan se!ara deskripti yaitu men$elaskan tentang $umlah telur dan $enis !a!ing yang mengin estasi babi. 3etode kuantitati yang digunakan adalah metode /c/aster, sedangkan metode kualitati dilakukan dengan melihat bentuk dan ukurannya, kemudian dibandingkan dengan bentuk dari standar yang sudah dikenal /#oulsby, 17820. Penghitungan #elur &a-ing :)etode #c #a'ter; Penyiapan larutan pengapung : "arutan pengapung dibuat dari !ampuran garam /@a.l0 400 gr dan gula /.HE12CH0 (00 gr yang ditambahkan air dua liter kemudian diaduk sampai larut. Penghitungan telur !a!ing : dilakukan dengan metode /c/aster. #ebanyak dua gram eses dilarutkan dalam H0 ml larutan pengapung yang kemudian dihomogenkan tiga kali dengan !ara menuang dari satu gelas ke gelas lain lalu dimasukan dalam kamar hitung /c/aster dengan .ipet .asteur. *ilakukan pemeriksaan mikroskopis dengan pembesaran 10 M 10. 9ntuk mengetahui $umlah Total Telur tiap Kram 6eses /TTK60 dihitung dengan menggunakan metode 3!master dengan rumus sebagai berikut: TTK6 O /n5b 0 Q /Btot5Bhit0

Btot Bhit ' @

O Bolume dari 2 gr eses ditambah larutan pengapung O Bolume Kamar Eitung / 2 M 0,(0 O 'erat eses /2 gr0 O Jumlah Telur yang ditemukan

3etode yang digunakan dalam penelitian ini adalah 3etode >ksperimental dengan menggunakan &an!angan %!ak "engkap. Pada pelaksanaan penelitian terdapat 2 ma!am perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak H kali. Identi4ikasi $enis &a-ing Berdasarkan Lar+a 9ntuk memeriksa "ar;a dilakukan dengan 2 tahap yaitu : /0 /0 Pembuatan Kultur 'eses

6eses yang sudah diperiksa dan positi mengandung telur di!ampur dengan kompos steril /6er"iku#ate0 dengan perbandingan yang sama. Kondisinya dibuat men$adi lembab dengan menambah sedikit air. .ampuran eses dengan kompos steril diletakan dalam inkubator selama H+, hari dengan kisaran suhu 2(+2, 0. atau pada suhu ruangan sehingga semua lar;a men!apai tara in ekti . /0 10 Pengumpulan Lar+a dari Kultur

#etelah diinkubasi, tutup petridish kultur dibuka dan masukan air dari petridish kedalam tabung dengan pipet. #entri use selama lima menit dengan ke!epatan (.000 rpm. /0 70 Identi4ikasi Lar+a

"arutan lar;a yang telah terkumpul dalam tabung reaksi diambil dengan pipet pasteur, satu tetes larutan lar;a dipindahkan pada gelas ob$ek lalu tutup dengan cover g#ass kemudian diperiksa di bawah mikroskop dengan pembesaran 10 M 10.

!A"IL (AN PE)BA!A"AN Pengaruh Pemberian #epung Kulit Buah Pepaya #erhadap $umlah #elur &a-ing0 'erdasarkan hasil penelitian pada ternak babi yang dipelihara di Koperasi Peternak 'abi 8ndonesia /KP'80, *esa Kertawangi, Ke!amatan .isarua, "embang yang di analisis di 'PPEK .ikole, "embang telah dilakukan pada tanggal 1 mei sampai dengan tanggal 20 $uni 2007. Penelitian ini menghasilkan $umlah telur dari tiap gram eses yang terdapat pada ternak babi yang diberi pakan tepung kulit buah pepaya dengan hasil yang ber;ariasi. $umlah #elur &a-ing Stron()%u' '*+

*ata hasil penelitian pengaruh pemberian tepung kulit papaya terhadap $umlah telur !a!ing 1trongy#us sp, %s!aris sp dan Tri!huris suis ter!antum pada Tabel 2. Tabel 2. Perhitungan Jumlah Telur .a!ing 1trongy#us sp, 7scaris sp dan Trichuris suis Jenis .a!ing 1. 1trongy#us sp 2. 7scaris sp 2. Trichuris suis Perlakuan &0 242,22 a (.,8H,1H a (H7,( a &1 0b 4.H28,82 b 4H4,1H a &2 0b 1.,17,22 b 28(,82 b

Ket.Euru yang berbeda dalam kolom menun$ukkan pengaruh perlakuan berbeda nyata. 'erdasarkan data pada Tabel 2, dapat diketahui bahwa rata+rata telur !a!ing 1trongy#us sp terendah /00 dihasilkan pada perlakuan pemberian tepung kulit pepaya (I dan 10I dibandingkan dengan rata+rata telur yang dihasilkan pada perlakuan tanpa adanya pemberian tepung kulit pepaya /242,220. Penggunaan limbah kulit buah pepaya ternyata dapat mengurangi $umlah telur !a!ing 1trongy#us sp pada babi /pU0,0(0. "imbah kulit buah pepaya yang mengandung papain beker$a se!ara ;ermi uga melemaskan !a!ing dengan !ara merusak protein tubuh !a!ing. Papain merupakan en?im protease sul hidril dan akan mendegradasi protein+protein $aringan konekti dan myo ibril. .a!ing termasuk parasit yang tubuhnya terdiri dari molekul 1 molekul protein yang tidak terlindungi oleh selaput sehingga bila papain masuk ke saluran usus yang banyak mengandung !a!ing, !a!ing tersebut akan terurai atau menghindar dengan keluar dari lubang anus. 'erdasarkan data pada Tabel 2, dapat diketahui bahwa rata+rata telur !a!ing 7scaris sp terendah /1.,17,220 dihasilkan pada perlakuan pemberian tepung kulit buah pepaya 10I. Pada perlakuan dengan pemberian tepung kulit pepaya (I /4.H28,820 dan $umlah terbesar telur !a!ing 7scaris sp pada perlakuan tanpa pemberian tepung kulit buah pepaya /(.,8H,1H0. Penggunaan limbah kulit buah pepaya ternyata dapat mengurangi $umlah telur !a!ing 7scaris. sp pada babi. .a!ing 7scaris sp merupakan $enis !a!ing gilig penyebab as!ariasis pada ternak babi, teutama babi muda di seluruh dunia /#oulsby, 17820. Ke$adian as!ariasis sangat tinggi pada babi+babi di daerah tropis dan sub tropis /.han, 177, dalam Tsu$i, et a# /20040. .a!ing ini berparasit pada usus halus /#oulsby, 17820. 8n eksi dapat ter$adi melalui pakan, air minum, puting susu yang ter!emar, melalui kolostrum dan uterus /"e;ine, 17700. #atu ekor !a!ing betina dewasa rata+rata bertelur 200.000 butir per hari < dan selama hidupnya diduga dapat bertelur 22 milyar butir /*unn, 17,80. 'erdasarkan data pada Tabel 2, dapat diketahui bahwa rata+rata telur !a!ing Trichuris suis terendah /28(,820 dihasilkan pada perlakuan pemberian tepung kulit pepaya 10I, (I /4H4,1H0 dan rata 1 rata terbesar terdapat pada perlakuan tanpa adanya penambahan tepung kulit pepaya /(H7,(0. Pengaruh tepung kulit buah papaya perlakuan memberikan pengaruh yang berbeda nyata /pU0,0(0, papain pada tepung kulit buah pepaya dapat menurun akibat banyaknya kematian telur !a!ing karena pengaruh papain dari tepung kulit pepaya. Pengaruh Pemberian #epung Kulit Buah Pepaya #erhadap $umlah Lar+a &a-ing0 'erdasarkan data penelitian $umlah lar;a dari tiap gram eses yang terdapat pada ternak babi yang diberi pakan tepung kulit buah pepaya tidak ditemukan adanya $umlah lar;a !a!ing 1trongy#us sp, 7scaris sp, dan Trichuris suis dalam penelitian disebabkan adanya sanitasi

ruangan dan alat 1 alat laboratorium dengan menggunakan alkohol yang dapat membunuh telur !a!ing dalam waktu 2 $am. Pemberian tepung kulit buah pepaya $uga dapat menurunkan ertilitas telur !a!ing karena tepung kulit buah pepaya mengandung en?im papain yang se!ara ;emi uga dapat merusak protein tubuh !a!ing sehingga !a!ing yang telah menetas tidak dapat bertahan hidup.

KE"I)P LAN (AN "ARAN Kesimpulan 'erdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa pemberian tepung kulit buah pepaya pada dosis 10I dapat menurunkan $umlah telur 1trongy#us sp, 7scaris sp dan Trichuris suis, sedangkan tidak ditemukan lar;a !a!ing 1trongy#us sp, 7scaris sp, dan Trichuris suis disebabkan oleh penurunan ertilitas telur !a!ing yang dipengaruhi oleh papain serta prosedur sanitasi alat 1 alat dan ruangan laboratorium. "aran Pemberian tepung kulit buah pepaya pada dosis 10I sudah mendapatkan hasil yang baik dan diharapkan tepung kulit buah pepaya di$adikan bahan pelengkap ransum karena dapat mengurangi penyakit !a!ingan pada ternak babi.

(A'#AR P "#AKA %nonimous. 2004a. Trichuris spp. http:55e;m.ms!s.edu 5!ourses5mi!(H7 5do!s5parasite5T&8.E.ET3" %tiya, &idayanti, dan @uraini. 2001. .e"eriksaan 8fek 7nthe#"entik .apain *asar Terhadap 2nfeksi 5uatan Cacing Dae"onchus contortus. $udo#phi .ada &o"ba. J66. 38P%. 9nair. 'enbrook, >. %., and 3. B. #loss. 17H1. C#inica# .arasito#ogy. 2 ed, 8owa #tate 9ni;. Press. %mes, 8owa, 2+1,. *unn, %.3. 17,8. Beterinary Eelminthology. 2nd >d. Jilliams Eeinemann 3edi!al 'ooks "T*, "ondon. Koodwin, *. E. 17,4. 'ee 3anagement and Produ!tion. "ondon: Eut!hinson.

Kusumamihard$a, #. 1772. .arasit dan .arasitosis pada Dewan Ternak dan Dewan .iara. Pusat %ntar 9ni;ersitas 'ioteknologi. 8nstitut Pertanian 'ogor. 'ogor. "apage, K. 17(H. Beterinary Eelminthology and >nthomology. 4th >d. 'ailliere Tindall, "ondon. "awson, J. ". dan 3. %. Kemmel. 1782. Transmission in Eydatidosis and !ysti!er!osis. 7dvanceEs in .arasito#ogy 2a:2,7. "e;ine, @*. 1782. Te)tbook ;f 6eterinary .arasito#ogy. 'urgess Publishing .ompany. 9#%. "e;ine, @*. 1770. 'uku Pela$aran Parasitologi Beteriner. *iter$emahkan oleh Pro . *r. Katut %shadi. Kad$ah 3ada 9ni;ersity Press. Pogyakarta. @&.. 1778. 3utrient $e4uir"ents of 1wine. 3utrient $e4uir"ents of &o"estic 7ni"a#, @inth &e;ised >dition @ational %!ademy Press. Jashingthon *.. #eddon, E.&. 17H,. Eelminth 8n estation 2nd >d. .ommonwealth o %ustralia *epartment o Eealth, #idney. #iagian E. Pollung. 1777. /ana@e"en Ternak 5abi, *iktat Kuliah Jurusan 8lmu Produksi Ternak. 6akultas Peternakan 8nstitut Pertanian 'ogor, 'ogor. #ihombing. 177,. 2#"u Ternak 5abi. .etakan Pertama. Kad$ah 3ada 9ni;ersity Press. Pogyakarta. #mith, J.*. 17H8. 8ntrodu!tion to %nimal Parasitology. The >nglish 'ooks 9ni;ersity Press, "E. "ondon. #ubronto, dan 8. T$aha$ati. 2001. 2#"u .enyakit Ternak 22. Kad$ah 3ada 9ni;ersity Press. Pogyakarta. #oulsby, >.J.". 1782. Eelminths, %ntropods and Proto?oa o *omesti!ated %nimals. 8nglish "aguage 'ook #er;i!e 'ailiere Tindall. ,th >d. Pp.221+2(,. Tarmud$i, *eddy *$auhari #iswansyah dan Katot %diwinata. 1788. Parasit+parasit .a!ing Kastrointestinal pada sapi+sapi di Kabupaten Tapin dan Tabalong Kalimantan #elatan, di dalam Penyakit Eewan. 'alai Penelitian Beteriner, 'adan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, *epartemen Pertanian, Jakarta. Tsu$i, @., K. #u?uki., E.K. %oki., T. 8sobe., T. %rakawa dan P. 3atsumoto. 2002. 3i!e 8ntranasal 8mmuni?ed with a re!ombinant 1H kilodalton %ntigen rom &oundworm %s!aris Parasites are Prote!ted %gaints "ar;a 3igration o 7scaris suu". 8n e!tion and 8mmunity Bol. ,1, pp : (214. Jiryosuhanto, #. *. dan Ja!oeb, T. @. 1774. .rospek 5udidaya Ternak 1api. Kanisius. Pogyakarta

PENGAR ! PE)BERIAN #EP NG K LI# B A! PEPABA :&ari-a papaya; (ALA) RAN" ) #ER!A(AP $ )LA! #EL R (AN LAR*A &A&ING (ALA) 'E"E" #ERNAK BABI PERI%(E 'INI"!ER
3ar!h 22, 2011 | Posted by saulandsinaga AB"#RAK Penelitian telah dilakukan di Koperasi Peternak 'abi 8ndonesia /KP'80, *esa Kertawangi, Ke!amatan .isarua, "embang, Kabupaten 'andung. Tu$uan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa $umlah telur dalam tiap gram eses yang terdapat pada ternak babi yang diberi pakan tepung kulit buah pepaya dan mengetahui $umlah lar;a yang mengin;estasi ternak babi tersebut. 3etode penelitian yang digunakan adalah metode sensus dengan dua kali pengulangan pengambilan sampel, ternak penelitian yang digunakan adalah 18 ekor ternak babi sehingga diperoleh 2H sampel. Pengambilan eses dilakukan di kandang pemeliharaan diambil dari rektum dari tiap ekor ternak babi. #ampel yang telah diambil dianalisis kemudian dilakukan pemeriksaan untuk mengidenti ikasi $umlah telur dan lar;a !a!ing yang mengin eksi ternak babi. Easil penelitian menun$ukkan bahwa adanya pengaruh pengurangan $umlah telur !a!ing 1trongy#us sp, 7scaris sp dan Trichuris suis pada pemberian tepung kulit buah pepaya (I dan 10I serta tidak ditemukan adanya lar;a 1trongy#us sp, 7scaris sp dan Trichuris suis. *ata kunci , babi, @u"#ah te#ur, @u"#ah #arva, tepung ku#it buah pepaya

A$STRACT The research had done at *operasi .eternak 5abi 2ndonesia <*.52=, 6i##age of *ertawangi, 1ubdistrict Cisarua, >e"bang, $egency of 5andung. This research ai"ed to know how "any eggs in each gra" of feces contain in pig #ivestock which was given papaya skin fruit f#our and to know how "any #arvae invest that pig #ivestock. The research "ethod used census "ethod with two ti"es repetition took sa"p#e, research #ivestock used F8 pigs #ivestock thus gained '6 sa"p#es. Feces co##ecting did in pen of hogs caring took fro" rectu" each pig #ivestock. The sa"p#es took which had ana#y%ed then investigated to know how "any eggs and to know how "any #arvae invest that pig #ivestock. The resu#ts showed that the inf#uence of reducing the a"ount of 1trongy#us sp wor" eggs, 7scaris sp and Trichuris suis on the skin

giving papaya powder (! and F0! and a"ount of 1trongy#us sp, 7scaris sp and Trichuris suis did not find any #arvae. *eywords, pigs, a"ount of eggs, a"ount of #arvae, papaya skin f#our

PEN(A! L AN 'abi merupakan salah satu komoditas ternak penghasil daging yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena mempunyai si at 1 si at menguntungkan diantaranya : la$u pertumbuhan yang !epat, $umlah anak perkelahiran /#itter si%e0 yang tinggi, e isien dalam mengubah pakan men$adi daging dan memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap makanan dan lingkungan. #alah satu aktor yang menentukan keberhasilan usaha pengembangan ternak babi dari aspek mana$emen adalah aktor kesehatan atau kontrol penyakit. Ternak babi sangat peka terhadap penyakit, salah satunya adalah penyakit endoparasit. Parasit merupakan makhluk hidup yang dalam kehidupannya menggunakan makanan makhluk hidup lain sehingga si atnya merugikan. .a!ing mempunyai salah satu si at merugikan yaitu menimbulkan gangguan na su makan dan pertumbuhan. Kangguan pada pertumbuhan akan berlangsung !ukup lama sehingga produkti;itas akan turun. Ke$ala+ge$ala dari hewan yang terin eksi !a!ing antara lain, badan lemah dan bulu rontok. Jika in eksi sudah lan$ut diikuti dengan anemia, diare dan badannya men$adi kurus yang akhirnya bisa menyebabkan kematian. %danya parasit di dalam tubuh ternak tidak harus diikuti oleh perubahan yang si atnya klinis. Kehadiran parasit !a!ing bisa diketahui melalui pemeriksaan eses, dimana ditemukan telur !a!ing, makin banyak !a!ing makin banyak pula telurnya. Perubahan populasi !a!ing dalam perut babi dapat diikuti dengan menghitung telur tiap gram eses /TTK60 se!ara rutin. Tingkat pre;alensi parasit !a!ing tergantung pada $umlah dan $enis !a!ing yang mengin eksinya. Kuna mengurangi resiko akibat in estasi !a!ing ini perlu diketahui $enis !a!ing, siklus hidup dan epidemologi dari !a!ing tersebut. 3engendalikan parasit diperlukan pemeriksaan rutin terhadap adanya endoparasit, terutama $enis dan dera$at in estasi yang dapat dilakukan bersama+sama dengan pemeriksaan isik se!ara rutin /#ubronto dan T$aha$ati, 20010. 3asalah penyakit khususnya penyakit !a!ingan pada babi dapat diatasi dengan !ara menggunakan obat !a!ing. Pemberian obat+obatan tersebut harus diulang+ulang dan disesuaikan dengan daur hidup !a!ing. 'iaya yang dibutuhkan untuk pemberian obat !a!ing memerlukan biaya yang mahal. %lternati lainnya untuk pengobatan adalah dengan pemberian obat tradisional yang dapat dilakukan dengan menggunakan salah satu $enis lora yang ada di negara kita yaitu pepaya. #elain mudah didapat buah pepaya pun relati murah harganya. 'erdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai FPengaruh Pemberian Tepung Kulit 'uah Pepaya /Carica papaya0 *alam &ansum Terhadap Jumlah Telur *an "ar;a .a!ing *alam 6eses Ternak 'abi Periode 6inisherG.

Identi4ikasi )asalah Jumlah telur dan lar;a !a!ing dalam tiap gram eses yang terdapat pada babi finisher yang diberi pakan tepung kulit buah papaya /Carica papaya0. )aksud dan #u,uan Penelitian 3engetahui $umlah telur dan lar;a !a!ing dalam tiap gram eses yang terdapat pada babi yang diberi pakan tepung kulit buah papaya /Carica papaya0. Kerangka Pemikiran Parasit merupakan makhluk hidup yang dalam kehidupannya mengambil makanan makhluk lain, sehingga si atnya merugikan. Parasit dibagi men$adi dua ma!am, yaitu ektoparasit dan endoparasit. >ktoparasit adalah parasit yang hidupnya dipermukaan tubuh hewan, yang keberadaannya mengganggu ketentraman hewan dalam pemeliharaan sehingga akan mengganggu proses isiologis hewan tersebut, sedangkan endoparasit adalah yang hidup di dalam tubuh hewan. >ndoparasit di dalam tubuh akan merampas ?at+?at makanan yang diperlukan bagi induk semangnya, !a!ing dalam $umlah banyak akan mengakibatkan kerusakan usus atau menyebabkan ter$adinya berbagai reaksi tubuh yang antara lain disebakan oleh toksin yang dihasilkan oleh !a!ing+!a!ing tersebut. Parasit+parasit tersebut biasanya tidak menyebabkan kematian pada hewan se!ara langsung, melainkan mengakibatkan ter$adinya penurunan berat badan pada hewan dewasa dan pertumbuhan akan terhambat pada hewan+hewan muda. /Tarmud$i dkk, 17880. Penyakit endoparsit, terutama !a!ing, menyerang hewan pada usia muda /kurang dari 1 tahun0. Presentase yang sakit oleh endoparasit dapat men!apai 20I dan angka kematian yang bisa ditimbulkan adalah sebanyak 20I /Jiryosuhanto dan Ja!oeb, 17740. 3enurut #ubronto dan T$aha$ati /20010, untuk ter$adinya in eksi, parasit harus mampu mengatasi pertahanan tubuh hospes de initi;e. Eubungan parasit dengan hospes dan keadaan sekitarnya perlu dianalisis untuk tiap keadaan. 6aktor+ aktor yang mempengaruhi $umlah parasit sehingga mampu berkembang serta men!apai kematangan seksual tergantung pada /a0 kesempatan hospes berkenalan dengan parasit, /b0 biologi parasit, dan /!0 tingkat kerentanan hospes. Tiap parasit memiliki si at khusus dalam daur hidupnya dan kemampuan dari parasit untuk menghasilkan keturunannya. Jumlah telur tiap gram eses /TTK60 berbanding lurus dengan $umlah !a!ing betina dewasa yang terdapat dalam saluran pen!ernaan /&obert dan #wann 1781 dalam Kusumamihard$a 17720. Ke$ala terserangnya parasit !a!ing akan ter$adi tergantung dari $enis parasit, kondisi induk semang, organ yang dipengaruhinya, $umlah parasit, iklim dan umur hewan. 'eberapa aktor yang akan mempengaruhi pertumbuhan !a!ing diantaranya kepadatan inang antara dan inang de initi , dera$at in eksi dari inang de initi , serta penyebaran inang yang terin eksi oleh !a!ing tersebut /"awson dan Kemmel, 17820. 'eberapa alternati ?at aditi telah ditawarkan bagi peternak untuk memi!u produksi dan reproduksi yang dihasilkan melalui ekstraksi berbagai $enis tanaman yang mempunyai senyawa bioakti sebagai antioksidan, antibiotik, meningkatkan na su makan, meningkatkan sekresi en?im+en?im pen!ernaan dan meningkatkan kekebalan tubuh, untuk itu negara kita mempunyai peluang !ukup besar karena kaya akan keanekaragaman sumber daya alam hayati.

Pepaya <Carica papaya >= merupakan tanaman obat tradisional yang memiliki khasiat sebagai penambah na su makan, obat !a!ing, menurunkan tekanan darah, anemia dan membunuh amuba. Kandungan kimia yang dikandung pepaya antara lain en?im papain, alkaloid karpaina, glikosid, saponin, sakarosa, deMtrosa serta mengandung ;itamin % yang !ukup tinggi yaitu 18.2(0 89 yang ber ungsi sebagai pro;itamin %. Papain $uga dapat meme!ah makanan yang mengandung protein hingga terbentuk berbagai senyawa asam amino yang bersi at autointo)icating atau otomatis menghilangkan terbentuknya substansi yang tidak diinginkan akibat pen!ernaan yang tidak sempurna. /.ybermed.!bn.net.id, 200H0. Papain mempunyai si at 6er"ifuga kemampuan menguraikan protein sehingga protein terurai men$adi polipeptida dan dipeptida. .a!ing termasuk protein yang tidak terlindungi oleh selaput sehingga bila papain masuk ke saluran usus yang banyak mengandung !a!ing, !a!ing tersebut akan terurai atau menghindar dengan keluar dari lubang anus. Papain bisa meme!ah protein men$adi arginin, senyawa arginin merupakan salah satu asam amino esensial yang dalam kondisi normal tidak bisa diproduksi tubuh dan biasa diperoleh melalui pakan, namun bila en?im papain terlibat dalam proses pen!ernaan protein, se!ara alami sebagian protein dapat diubah men$adi arginin. Proses pembentukan arginin dengan papain ini turut mempengaruhi produksi hormon pertumbuhan. /Jikipedia.!om, 200H0. Papain melemaskan !a!ing dengan !ara merusak protein tubuh !a!ing. Papain merupakan en?im protease sul hidril dan akan mendegradasi protein+protein $aringan konekti dan myo ibril. Proses penguiraian protein pada !a!ing ter$adi melalui mekanisme pemutusan ikatan sebagai berikut : NPheN%% N A<NBalN%%N AiN"euN%%NA<NEeN%%NA /%% merupakan residu asam amino< ? merupakan residu asam amino< ester, atau amida0 /%siamaya.!om, 20010. 'eberapa penelitian yang mendukung peman aatan pepaya sebagai anthelmetika diantaranya yang dilakukan se!ara in ;itro /%tiyah, 20010 dalam penelitiannya digunakan bahan berupa getah yang diperoleh dengan !ara menyadap buah muda pepaya tanpa dipetik. 8solasi papain dilakukan dengan membiarkan getah dalam alkohol 80I, sehingga papain akan mengendap. >ndapan papain dikeringkan dalam o;en bersuhu (0 1 ((0. selama enam $am, u$i terhadap 7scaris sp dilakukan dengan merendam !a!ing pada larutan papain se!ara in ;itro beker$a sebagai antelmentik pada dosis H00 mg. Perlakuan e ek antelmentik papain kasar terhadap !a!ing lambung /Dae"ochus contortus=, se!ara in ;i;o pada domba $antan terin eksi, dilakukan /&idayanti, 20010 hasilnya menun$ukkan pemberian papain kasar sampai 0,H g5kg bobot badan meyebabkan penurunan $umlah !a!ing dan telurnya. /@uraini, 20010 dari Jurusan 'iologi 638P% 9nair, dalam penelitiannya membuktikan, se!ara in ;itro pemberian (0I perasan daun pepaya gantung /Carica papaya0 setelah setengah $am, sudah menimbulkan e ek kematian pada !a!ing hati sapi /Fascio#a gigantica0. 'ila lamanya men!apai dua $am, semua !a!ing yang direndam akan mati /%tiya, dkk. 20010. 'erdasarkan kerangka pemikiran diatas diambil hipotesa bahwa pemberian limbah kulit buah pepaya mampu mengurangi $umlah telur dan lar;a !a!ing. Lokasi dan Aaktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1 3ei sampai tanggal 20 Juni 2007 di Koperasi Peternak 'abi 8ndonesia /KP'80, *esa Kertawangi, Ke!amatan .isarua, "embang, Kabupaten 'andung. %nalisis dilakukan di "aboratorium 'alai Penyidikan Penyakit Eewan dan Kesma;et /'PPEK0 Jl. &aya Tangkuban Perahu. K3 22 .ikole "embang.

#IN$A AN P "#AKA (eskripsi #ernak Babi 'abi merupakan ternak monogastrik yang memiliki kesanggupan dalam mengubah bahan makanan se!ara e isien apabila ditun$ang dengan kualitas ransum yang dikonsumsi. 'esarnya kon;ersi babi terhadap ransum ialah 2,( artinya untuk menghasilkan berat babi 1 kg dibutuhkan makanan sebanyak 2,( kg ransum /Koodwin, *. E. 17,40. 'abi lebih !epat tumbuh, !epat dewasa dan bersi at proli ik yang ditun$ukkan dengan banyaknya anak dalam setiap kelahiran yang berkisar antara 8 +14 ekor dengan rata+rata dua kali kelahiran pertahunnya /#ihombing, 177,0. 'eberapa $enis penyakit pada babi khususnya penyakit parasiter oleh !a!ing masih banyak ditemukan di lapangan, antara lain @ematodiosis. Penyakit ini disebabkan oleh !a!ing dari klas nematoda atau !a!ing gilig. 8n eksi !a!ing ini menyebabkan kerugian ekonomi yang !ukup tinggi, karena menyebabkan pertumbuhan ternak men$adi tidak optimal. %khir+akhir ini telah mulai adanya laporan tentang adanya si at resistensi !a!ing terhadap beberapa $enis sediaan antelmintika /obat pembasmi !a!ing0 yang diduga disebabkan oleh penggunaan obat yang tidak rasional /ketidak tepatan pemilihan obat, waktu pengobatan dan dosis yang diberikan0. Penelitian ini dilakukan dengan harapan hasilnya dapat digunakan sebagai a!uan dalam memberantas !a!ingan khususnya untuk babi+babi yang ka$i. Pada dasarnya babi mengkonsumsi makanannya untuk memenuhi kebutuhan energinya, yang dipakai untuk mengatur suhu tubuh, ungsi ;ital, akti;itas, reproduksi dan produksi. 9ntuk babi $umlah makanan yang dikonsumsi sangat dipengaruhi oleh suhu lingkungan, kandungan energi ransum, dan le;el pemberian makanan. 9ntuk babi di daerah tropis, $umlah makanan yang dikonsumsi !enderung lebih sedikit daripada di daerah subtropis. Eal ini akan berdampak negati terhadap per ormans ternak babi khususnya di daerah tropis, $ika tidak diimbangi dengan pemberian nutrient esensial yang se!ukupnya, oleh karena itu perlu disusun ransum seimbang yang mengandung nutrien lengkap dan $umlah serta proporsi yang tepat agar ternak babi dapat berkembang dengan baik dan sehat.

Endoparasit Pada #ernak Babi Parasit merupakan mahluk hidup yang dalam kehidupannya mengambil makanan mahluk hidup lain, sehingga si atnya merugikan. Parasit dibagi men$adi dua ma!am, yaitu ektoparasit dan endoparasit. 8ktoparasit adalah parasit yang hidupnya dipermukaan tubuh hewan, yang keberadaannya mengganggu ketentraman hewan dalam pemeliharaan sehingga akan mengganggu proses isiologis hewan tersebut, sedangkan endoparasit adalah yang hidup di dalam tubuh hewan. 3enurut #ubronto dan T$aha$ati /20010, untuk ter$adinya in eksi, parasit harus mampu mengatasi pertahanan tubuh hospes de initi . *alam tubuh hospes yang bertindak sebagai reser;oir, populasi parasit harus mantap dari generasi induk sampai generasi selan$utnya. Parasit dapat lepas dari hospes yang bertindak sebagai reser;oir dengan !ara parasit dibebaskan oleh hospes dan langsung masuk ke dalam tubuh hospes de initi atau hospes yang bertindak sebagai reser;oir dihan!urkan terlebih dahulu dan baru masuk setelah parasit bebas masuk ke dalam tubuh hospes de initi;e. Penularan terhadap hospes yang rentan oleh

parasit stadium in ekti yang terdapat di luar tubuh hospes de initi dimungkinkan apabila parasit sanggup mengatasi aktor lingkungan, persaingan antar parasit sendiri dan gangguan se!ara mekanis oleh ternak. 6aktor+ aktor yang mempengaruhi $umlah parasit sehingga mampu berkembang serta men!apai kematangan seksual tergantung pada /a0 kesempatan hospes berkenalan dengan parasit, /b0 biologi parasit, dan /!0 tingkat kerentanan hospes. Tiap parasit memiliki si at khusus dalam daur hidupnya dan kemampuan dari parasit untuk menghasilkan keturunannya. Parasit akan bertahan tergantung pada $umlah telur yang dihasilkan, pan$ang waktu menghasilkan telur dan $umlah telur yang dihasilkan setiap hari /#ubronto dan T$aha$ati, 20010.

He%mint&ia'i' Pada #ernak Babi Kesehatan Ternak 'abi dipengaruhi oleh banyak aktor antara lain kondisi lingkungan pemeliharaan, makanan, pola mana$emen, bibit penyakit dan kelainan 1 kelainan metabolisme. Presentase ternak yang sakit oleh endoparasit dapat men!apai 20I dan angka kematian yang bisa ditimbulkan adalah sebanyak 20I /Jiryosuhanto dan Jakob, 17740. 3e"atoda adalah !a!ing yang hidup bebas atau sebagai parasit. .iri+!iri tubuhnya tidak bersegmen dan biasanya berbentuk silinder yang meman$ang serta merun!ing pada kedua u$ungnya. 3e"atoda memiliki siklus hidup langsung, sehingga tidak memerlukan inang antara dalam perkembangan hidupnya. .a!ing betina dewasa bertelur dan mengeluarkan telur bersamaan dengan tin$a, di luar tubuh telur akan berkembang. "ar;a in ekti dapat masuk ke dalam tubuh babi se!ara akti , tertelan atau melalui gigitan ;ektor berupa rayap. 'adannya dibungkus oleh lapisan kutikula yang dilengkapi dengan gelang 1 gelang yang tidak dapat dilihat oleh mata biasa /Kusumamihard$a, 17720. "trongylus sp 1trongy#us sp merupakan !a!ing parasit pada ternak babi, berdasarkan klasi ikasi taksonomi dalam #oulsby /17820 !a!ing ini termasuk dalam klasi ikasi : 6ilum Kelas Crdo #uper amili 6amili #pesies 8dentates : @emathelminthes : @ematoda : #trongylyda : #trongyloidea : #trongylus : 1trongy#us vu#garis, 1trongy#us e4uines, 1trong#us

)or4ologi an "iklus !idup .a!ing 1trongy#us sp mulutnya dilapisi oleh kapsul yang bentuknya hampir bulat. #uatu !in!in yang tersusun dari ton$olan 1 ton$olan seperti pagar dikenal sebagai korona radiata mengelilingi mulut. .a!ing ini tidak mempunyai gigi ataupun lempeng 1 lempeng pemotong, !a!ing $antan mempunyai suatu pelebaran di u$ung posteriornya dan !a!ing betina mempunyai u$ung ekor yang lan!ip. 1trongy#us sp memliki siklus hidup langsung. .a!ing betian dewasa bertelur dan keluar tubuh inang bersama dengan eses. *i luar tubuh inangnya telur akan berkembang. Perkembangan sel telur setelah ter$adinya pembelahan membagi diri men$adi dua, lalu empat dan seterusnya. Kemudian embrio berkembang mena$di masa morula kemudian masa ke!ebong yaitu u$ung anteriornya lebar dan embrionya melingkar dua kali. Pada kondisi tropis di 8ndonesia yang suhunya 280. 1 200. merupakan suhu yang relati baik untuk menetasnya telur strongy#us sp. Telur akan berkembang men$adi "2 dalam waktu 2 1 4 hari. Telur strongy#us sp menetas di luar tubuh induk semang menghasilkan lar;a 1 /"10 dalam suhu 80. 1 280. kemudian melewati dua kali ekdisis /ganti kulit0 men$adi "2 dan selan$utnya "2 disebut stadium in ekti . "ar;a pertama biasanya keluar dari telur yang berumur dua hari bila keadaan baik. "ar;a makan bakteri yang terdapat dalam eses kemudian melakukan ekdisis dua kali dalam waktu ( 1 H hari sehingga men!apai lar;a ketiga /lar;a in ekti 0. "ar;a in ekti memiliki selubung kutikula ganda sehingga relati lebih tahan teehadap berbagai kondisi buruk. Ge,ala Klinis dan Patogenesis Patogenesis in estasi !a!ing adalah proses perubahan patologis yang ter$adi akibat interaksi antara !a!ing dan inangnya. Jenis dan perluasan dari kontak parasit dan $aringan inang ditentukan oleh mekanisme biologis yang tak terpisahkan antara parasit dan proses isiologik induk semang yang merespon masuknya !a!ing. "ar;a strongy#us sp mulai menimbulkan kerusakan pada saat menyusup dalam dinding usus ke!il dan usus besar. #elan$utnya lar;a keempat dan kelima menimbulkan kerusakan pada sistem arteri dan mulai katup aorta sampai arteri "esenterica crania#is dan !abang+!abangnya. Peradangan ter$adi pada lapisan media dan menimbulkan thrombus /darah beku0. "ar;a biasanya terbungkus dalam thro"bus, bila thro"bus ini lepas biasanya berakibat atal terutama bila thrombus ini ter$adi pada daerah pangkal sistem arteri yang bisa mengakibatkan penyumbatan arteri coronaria /Kusumamihard$a, 17720. As-aris sp 'erdasarkan kalsi ikasi taksonomi dalam soulsby /178H0 !a!ing ini termasuk dalam klasi ikasi : 6ilum Kelas Crdo : @ematoda : #e!ernentea : %s!aridida

6amili Kenus #pesies

: %s!arididae : %s!aris : 7scaris sp, 7scaris #u"bricoides

)or4ologi dan "iklus !idup .a!ing 7scaris sp merupakan $enis !a!ing gilig penyebab as!ariasis pada ternak babi, teutama babi muda di seluruh dunia /#oulsby, 17820. Ke$adian as!ariasis sangat tinggi pada babi+babi di daerah tropis dan sub tropis /.han, 177, dalam Tsu$i, et a# /20020. .a!ing ini berparasit pada usus halus /#oulsby, 17820. 8n eksi dapat ter$adi melalui pakan, air minum, puting susu yang ter!emar, melalui kolostrum dan uterus /"e;ine, 17700. #iklus hidup as!aris terdiri dari 2 ase perkembangan, yaitu eksternal dan internal. 6ase eksternal dimulai dari se$ak telur dikeluarkan dari tubuh penderita bersama tin$a. Pada kondisi lingkungan yang menun$ang lar;a stadium 1 di alam akan menyilih men$adi lar;a stadium 2 yang bersi at in ekti / siap menulari ternak babi $ika tertelan0. *i dalam usus, kulit telur in ekti yang tertelan akan rusak sehingga lar;a terbebas /lar;a stadium 880. "ar;a stadium 88 tersebut selan$utnya menembus mukosa usus dan bersama sirkulasi darah ;ena porta menu$u ke hati. *ari telur tertelan sampai lar;a men!apai organ hati, butuh waktu sekitar 24 $am /#mith, 17H80. *ari hati, lar;a stadium 88 akan terus mengikuti sirkulasi darah sampai ke organ $antung dan paru+paru. #etelah 4 1 ( hari in eksi, lar;a stadium 88 akan mengalami perkembangan men$adi lar;a stadium 888, selan$utnya menu$u ke al;eoli, bronkus dan trakhea /#oulsby, 17820. *ari trakea, lar;a menu$u ke saluran pen!ernaan. "ar;a stadium 888 men!apai usus halus dalam waktu , 1 8 hari dari in eksi, selan$utnya men$adi lar;a stadium 8B, pada hari ke 21+27 lar;a stadium 8B men$adi lar;a stadium B di dalam usus halus /"apage, 17(H0 dan selan$utnya pada hari ke (0 1 (( telah men$adi !a!ing dewasa /#eddon, 17H,0. #atu ekor !a!ing betina dewasa rata+rata bertelur 200.000 butir per hari dan selama hidupnya diduga dapat bertelur 22 milyar butir /*unn, 17,80.

Ge,ala Penyakit dan Patogenesis 7scaris sp merupakan !a!ing yang sangat berbahaya karena telurnya dapat masuk ke saluran pen!ernaan dan telur akan men$adi lar;a pada usus. "ar;a akan menembus usus dan masuk ke pembuluh darah. 8a akan beredar mengikuti sistem peredaran, yakni hati, $antung dan kemudian di paru+paru. Pada paru+paru, !a!ing akan merusak al;eolus, masuk ke bronkiolus, bronkus, trakea, kemudian di laring. 8a akan tertelan kembali masuk ke saluran !erna. #etibanya di usus, lar;a akan men$adi !a!ing dewasa. Pada stadium lar;a, 7scaris dapat menyebabkan ge$ala ringan di hati dan di paru+paru akan menyebabkan sindrom "oe ler. #indrom "oe ler merupakan kumpulan tanda seperti demam, sesak na as, eosino ilia, dan pada oto &oentgen thoraks terlihat in iltrat yang akan hilang selama 2 minggu. Pada stadium dewasa, di usus !a!ing akan menyebabkan ge$ala khas saluran !erna seperti tidak na su makan, muntah+muntah, diare, konstipasi, dan mual. 'ila !a!ing masuk ke saluran empedu makan dapat menyebabkan kolik atau ikterus. 'ila !a!ing

dewasa kemudian masuk menembus peritoneum badan atau abdomen maka dapat menyebabkan akut abdomen. #ri-huris suis 'erdasarkan klasi ikasi taksonomi dalam #oulsby /178H0 !a!ing ini termasuk dalam klasi ikasi : 6ilum Kelas Crdo 6amili Kenus #pesies : @ematoda : %denophorea : Tri!hurida : Tri!huridae : Tri!huris : Tri!huris suis

)or4ologi dan "iklus !idup .a!ing Trichuris sp berparasit pada mukosa kolon babi /%nonimous, 2004a0. #elain mengin eksi babi+babi peliharaan, $uga dilaporkan mengin eksi babi liar dan babi hutan. .a!ing ini sering disebut +hipwor". 3or ologinya hampir sama dengan Trichuris trichura yang mengin eksi manusia dan primata lain, namun belum ada bukti kongkret yang menyatakan bahwa kedua parasit tersebut dapat saling bertukar induk semang seperti halnya !a!ing 7scaris sp pada babi dan manusia /#oulsby, 17820. #iklus hidup !a!ing Trichuris sp, di mulai dari keluarnya telur dari tubuh bersama tin$a dan berkembang men$adi telur in ekti dalam waktu beberapa minggu. Telur yang sudah berembrio dapat tahan beberapa bulan apabila berada di tempat yang lembab. 8n eksi biasanya ter$adi se!ara peroral /tertelan lewat pakan dan atau air minum0. %pabila tertelan, telur+telur tersebut pada sekum akan menetas dan dalam waktu sekitar empat minggu telah men$adi !a!ing dewasa /#oulsby, 17820. Epidemiologi &a-ing pada #ernak Babi #tudi tentang epidemiologi !a!ing pada ternak babi bertu$uan untuk menyelidiki luktuasi $umlah telur dalam eses. Jumlah !a!ing nematoda selain dipengaruhi oleh iklim $uga dipengaruhi oleh !ara pemeliharaan. #ituasi lingkungan dan pengairan tempat perkandangan perlu diperbaiki dengan baik agar dapat dihindari daerah perkandangan yang lembab dan basah atau banyak kubangan tidak sehat yang memungkinkan sebagai tempat hidupnya induk semang antara lain, khususnya siput. Kesehatan lingkungan perkandangan biasanya dapat dipelihara dengan baik. Kebersihan kandang harus ter$aga dan dihindari adanya pakan yang masih tersisa di malam hari. #e$auh mungkin diupayakan agar seluruh pakan yang disediakan habis termakan dan tidak banyak yang $atuh ber!e!eran di lantai atau menumpuk di sekitar kandang.

6aktor suhu dan kelembaban sangat besar pengaruhnya terhadap kelangsungan hidu !a!ing stasium bebas di alam. #uhu optimum baggi kehidupan tiap parasit berbeda+beda tergantung dari spesiesnya. Kisaran suhu yang diperlukan oleh @ematoda stadium bebas di alam adalah antara 180+280.. #elain suhu aktor lain yang berpengaruh adalah kelembaban. Kelembaban yang tinggi sangat membantu dalam menghan!urkan eses yang diduga mengandung telur !a!ing yang dapat meningkatkan stadium in ekti dari !a!ing. Kerugian Akibat In4estasi Parasit &a-ing %danya in estasi parasit !a!ing yang patogen di dalam tubuh ternak tidak selalu mengakibatkan parasitisme yang si atnya klinis. Parasitisme !a!ing baru akan memperlihatkan ge$ala klinis bila keseimbangan hubungan terganggu, yang mungkin disebabkan oleh kepekaan hospes yang menurun dan atau oleh peningkatan $umlah !a!ing yang patogen di dalam tubuh ternak. Kerusakan $aringan oleh parasit yang ;irulen dapat bersi at langsung maupun tidak langsung. Perubahan yang ditimbulkan oleh parasit !a!ing dapat berupa /10 kerusakan sel dan $aringan, /20 perubahan ungsi aal dari hospes, /20 penurunan daya tahan terhadap agen penyakit lain, /40 masuknya agen penyakit sekunder setelah ter$adinya kerusakan mekanik lain dan /(0 parasit mampu menyebarkan mikroorganisme patogen. Jumlah TTK6 dapat dipakai sebagai penduga barat atau ringannya dera$at in estasi. 8n estasi ringan memiliki $umlah TTK6 (0+(00, in estasi sedang memiliki TTK6 (00+2000 dan in estasi berat memiliki $umlah TTK6 lebih dari 2000 /Taa?ona dalam Kusumamihard$a, 17720, dera$at keparahan in estasi tergantung $umlah !a!ing yang mengin estasi. Penurunan berat badan akan ter$adi pada in estasi 200 ekor dewasa atau setara dengan 1800 T6K6 /Kusumamihard$a, 17720. 8n estasi parasit !a!ing dapat menyebabkan penurunan bobot badan dan gastritis. Penurunan berat badan dapat ter$adi akibat anoreksia, peningkatan asam lambung, gastrin dan kolesistokinin yang menyebabkan pengosongan lambung se!ara !epat sehingga penyerapan makanan kurang e ekti . .a!ing merampas sari+sari makanan yang diperlukan bagi hospes, menghisap darah atau !airan tubuh dan makan $aringan tubuh. Ke$ala+ge$ala yang timbul pada hewan yang terin estasi !a!ing antara lain badan lemah, na su makan kurang, bulu rontok, kulit pu!at dan penurunan produksi susu. Jika in estasi sudah lan$ut diikuti anemia, diare dan badannya men$adi kurus yang akhirnya bisa menyebabkan kematian /#ubronto dan 8da T$aha$ati, 20010. Pengendalian Penyakit &a-ingan pada Babi Pengendalian penyakit !a!ing memerlukan penanganan yang tern!ana se!ara baik dengan memperlihatkan aktor pengobatan dan tatalaksana pemeliharaan ternak yang memadai. Peternak seringkali mengabaikan managemen peternakan yang baik, apabila dika$i se!ara seksama akan terlihat betapa besar kerugian yang dapat ditimbulkan oleh in rksi !a!ing. Cbat yang diberikan dan !ara pemberiannya harus sesuai dengan petun$uk dokter hewan agar lebih e ekti dan e isien. Pemberantasan penyakit !a!ing pada babi tidak !ukup hanya mengandalkan ilmu pengobatan sa$a, tetapi harus memperhitungkan pula aktor ekonomi, penataan lingkungan, kebersihan kandang, daur hidup !a!ing serta tidak bisa hanya diberikan satu kali sa$a. Pemberian obat medik harus diulang 1 ulang dan disesuaikan dengan daur hidup !a!ing.

Potensi Limbah Buah Pepaya Penyakit !a!ing pada ternak babi selain dapat diobati menggunakan obat 1 obatan medik, dapat $uga diobati dengan menggunakan obat alternati yaitu dengan pemberian tepung kulit buah pepaya. Tepung kulit buah pepaya mengandung ?at atau en?im papain yang dapat ber ungsi sebagai obat !a!ing atau anthelmentik. >n?im papain termasuk en?im protease, yaitu en?im yang menghidrolisis ikatan peptida pada protein, untuk melakukan akti;itasnya protease membutuhkan air sehingga dikelompokkan ke dalam kelas hidrolase. Protease berperan dalam se$umlah reaksi biokimia seluler, selain diperlukan untuk degradasi senyawa protein nutrien, protease terlibat dalam se$umlah mekanisme patogenisitas, se$umlah pas!a translasi protein, dan mekanisme akspresi protein ekstraseluler. Pelepasan protease oleh !a!ing nematoda parasitik mempunyai peranan penting pada proses reaksi biologik seperti metabolisme protein. akti;itas protease mempunyai korelasi signi ikan pada saat !a!ing parasitik men$alani penetrasi ke $aringan. BA!AN (AN )E#%(E PENELI#IAN Bahan dan Alat Penelitian Ternak yang digunakan adalah 18 ekor ternak babi hasil persilangan >andrace dengan Gorkshire. Kisaran bobot badan rata+rata ternak babi adalah H0,(H kg dengan koe isien ;ariasi 1,42I. 'abi ditempatkan se!ara a!ak dalam kondisi kandang indi;idu dengan kondisi lingkungan yang sama dan $enis kelamin babi yaitu $antan kastrasi. &ansum yang diberikan pada ternak per!obaan dalam penelitian berupa tepung. 'ahan ransum didapat dari PT. Karya 3ulya, "eles Kabupaten Karut. 'ahan tersebut dikeringkan kemudian digiling hingga men$adi tepung. %lat+alat yang digunakan untuk mengindenti ikasi $umlah telur dan lar;a !a!ing adalah : 3ikroskop, alat untuk mengidenti ikasi dan menghitung telur !a!ing //c/aster0, !o;er glass, rak tabung, >rlenmeyer, gelas ukur, batang pengaduk, pipet pasteur, !orong glass, timbangan, kain kassa, kapas, tabung reaksi, tabung sentri ugasi, sentri ugasi, !awan petri. Kandang yang digunakan untuk penelitian adalah kandang indi;idu yang berukuran 2 M 0,H M 1,2 m dengan lantai semen dan beratap seng. #etiap unit kandang dilengkapi dengan tempat makan yang terbuat dari semen dan tempat minum otomatis berupa pentil yang terbuat dari besi tahan karat yang dihubungkan dengan tempat penampung air. Jumlah kandang yang diperlukan sebanyak 18 unit. Ransum Penelitian 'ahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ransum basal yang terdiri dari tepung $agung, tepung ikan, bungkil kelapa, tepung tulang, dedak padi dan tepung kulit pepaya. Kandungan nutrisi ransum basal dan tepung limbah kulit pepaya dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 1. Kandungan nutrisi ransum basal dan tepung kulit buah pepaya. Kandungan Ki?i &ansum Penelitian /L0 Tepung Kulit 'uah Pepaya /LL0

>3 /kkal0 PK /I0 #K /I0 .a /I0 P /I0 #umber : /L0 @&., 1778

2244,8 14 ,,( 0,22 0,HH

2417 2(,8( 2,27 18,(2 0,88

/LL0 Permana, 200, Tabel 2. Kandungan nutrisi ransum penelitian Kandungan @utrisi >3 /kkal0 PK /I0 #K /I0 .a /I0 P /I0 Keterangan : &0 O 100I ransum basal &1 O 7(I ransum basal R (I tepung kulit buah pepaya &2 O 70I ransum basal R 10I tepung kulit buah pepaya )etode Penelitian #ahap Penelitian 1. Persiapan kandang, pengadaan ternak, pengadaan ransum, dan peralatan. #etiap ekor babi dimasukkan ke kandang indi;idu. 2. %daptasi babi terhadap ransum, kandang, perlakuan, dan lingkungan dilakukan selama satu minggu. 2. Kandang dibersihkan dua kali sehari yaitu pada pukul 0H.00 dan 12.00 J8'. Kandang dibersihkan dari semua kotoran yang dibuang ke saluran pembuangan, setelah itu babi dimandikan agar bersih dan merasa nyaman. 4. Pemberian ransum sebanyak 1 kg5ekor dan dilakukan tiga kali sehari, yaitu pukul 0H.00, 12.00 dan 1H.00 J8' sehingga $umlah ransum per hari adalah 2 kg5ekor. (. Pemberian tepung kulit buah pepaya dilakukan dengan !ara men!ampurnya dalam 1 kg ransum pertama dalam 2 kali pemberian /total 2 kg5hari0, diberikan pada babi sampai habis dikonsumsi. &ansum Penelitian &0 &1 2244,8 2202,(1 14 14,(72( ,,( 8,0(1 0,22 0,422( 0,HH 0,H,1

&2 21H2,22 1(,18( 8,0H2 0,(2, 0,H82

1. Pengambilan sampel eses yang akan diteliti dilakukan pada pagi hari setelah pembersihan kandang. Pengambilan dilakukan setelah ternak babi diberi perlakuan &B3, &1, &2 dan &2, selama 2 minggu.

Pengambilan "ampel 'eses di Lapangan Pengambilan sampel dilakukan terhadap 18 sampel eses yang diambil sebanyak 1 kali, dari 18 ekor babi. 6eses dimasukkan ke dalam kantong plastik dan diberi label kemudian dimasukkan ke dalam termos es yang berisi icebrite dan dibawa menu$u laboratorium 'PPEK .ikole 1 "embang, kemudian dilakukan pemeriksaan baik se!ara kualitati maupun kuantitati . Pemeriksaan kualitati dimaksudkan untuk mengidenti ikasi $enis !a!ing yang mengin eksi babi berdasarkan bentuk dan ukuran telur dari lar;anya, sedangkan pemeriksaan kuantitati dimaksudkan mengetahui banyaknya telur !a!ing setiap gram eses /TTK60 yang menggambarkan berat ringannya dera$at in eksi. Easil pengamatan di$elaskan se!ara deskripti yaitu men$elaskan tentang $umlah telur dan $enis !a!ing yang mengin estasi babi. 3etode kuantitati yang digunakan adalah metode /c/aster, sedangkan metode kualitati dilakukan dengan melihat bentuk dan ukurannya, kemudian dibandingkan dengan bentuk dari standar yang sudah dikenal /#oulsby, 17820. Penghitungan #elur &a-ing :)etode #c #a'ter; Penyiapan larutan pengapung : "arutan pengapung dibuat dari !ampuran garam /@a.l0 400 gr dan gula /.HE12CH0 (00 gr yang ditambahkan air dua liter kemudian diaduk sampai larut. Penghitungan telur !a!ing : dilakukan dengan metode /c/aster. #ebanyak dua gram eses dilarutkan dalam H0 ml larutan pengapung yang kemudian dihomogenkan tiga kali dengan !ara menuang dari satu gelas ke gelas lain lalu dimasukan dalam kamar hitung /c/aster dengan .ipet .asteur. *ilakukan pemeriksaan mikroskopis dengan pembesaran 10 M 10. 9ntuk mengetahui $umlah Total Telur tiap Kram 6eses /TTK60 dihitung dengan menggunakan metode 3!master dengan rumus sebagai berikut: TTK6 O /n5b 0 Q /Btot5Bhit0 Btot Bhit ' @ O Bolume dari 2 gr eses ditambah larutan pengapung O Bolume Kamar Eitung / 2 M 0,(0 O 'erat eses /2 gr0 O Jumlah Telur yang ditemukan

3etode yang digunakan dalam penelitian ini adalah 3etode >ksperimental dengan menggunakan &an!angan %!ak "engkap. Pada pelaksanaan penelitian terdapat 2 ma!am perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak H kali. Identi4ikasi $enis &a-ing Berdasarkan Lar+a

9ntuk memeriksa "ar;a dilakukan dengan 2 tahap yaitu : /0 /0 Pembuatan Kultur 'eses

6eses yang sudah diperiksa dan positi mengandung telur di!ampur dengan kompos steril /6er"iku#ate0 dengan perbandingan yang sama. Kondisinya dibuat men$adi lembab dengan menambah sedikit air. .ampuran eses dengan kompos steril diletakan dalam inkubator selama H+, hari dengan kisaran suhu 2(+2, 0. atau pada suhu ruangan sehingga semua lar;a men!apai tara in ekti . /0 10 Pengumpulan Lar+a dari Kultur

#etelah diinkubasi, tutup petridish kultur dibuka dan masukan air dari petridish kedalam tabung dengan pipet. #entri use selama lima menit dengan ke!epatan (.000 rpm. /0 70 Identi4ikasi Lar+a

"arutan lar;a yang telah terkumpul dalam tabung reaksi diambil dengan pipet pasteur, satu tetes larutan lar;a dipindahkan pada gelas ob$ek lalu tutup dengan cover g#ass kemudian diperiksa di bawah mikroskop dengan pembesaran 10 M 10.

!A"IL (AN PE)BA!A"AN Pengaruh Pemberian #epung Kulit Buah Pepaya #erhadap $umlah #elur &a-ing0 'erdasarkan hasil penelitian pada ternak babi yang dipelihara di Koperasi Peternak 'abi 8ndonesia /KP'80, *esa Kertawangi, Ke!amatan .isarua, "embang yang di analisis di 'PPEK .ikole, "embang telah dilakukan pada tanggal 1 mei sampai dengan tanggal 20 $uni 2007. Penelitian ini menghasilkan $umlah telur dari tiap gram eses yang terdapat pada ternak babi yang diberi pakan tepung kulit buah pepaya dengan hasil yang ber;ariasi. $umlah #elur &a-ing Stron()%u' '*+ *ata hasil penelitian pengaruh pemberian tepung kulit papaya terhadap $umlah telur !a!ing 1trongy#us sp, %s!aris sp dan Tri!huris suis ter!antum pada Tabel 2. Tabel 2. Perhitungan Jumlah Telur .a!ing 1trongy#us sp, 7scaris sp dan Trichuris suis Jenis .a!ing 1. 1trongy#us sp 2. 7scaris sp 2. Trichuris suis Perlakuan &0 242,22 a (.,8H,1H a (H7,( a &1 0b 4.H28,82 b 4H4,1H a &2 0b 1.,17,22 b 28(,82 b

Ket.Euru yang berbeda dalam kolom menun$ukkan pengaruh perlakuan berbeda nyata. 'erdasarkan data pada Tabel 2, dapat diketahui bahwa rata+rata telur !a!ing 1trongy#us sp terendah /00 dihasilkan pada perlakuan pemberian tepung kulit pepaya (I dan 10I

dibandingkan dengan rata+rata telur yang dihasilkan pada perlakuan tanpa adanya pemberian tepung kulit pepaya /242,220. Penggunaan limbah kulit buah pepaya ternyata dapat mengurangi $umlah telur !a!ing 1trongy#us sp pada babi /pU0,0(0. "imbah kulit buah pepaya yang mengandung papain beker$a se!ara ;ermi uga melemaskan !a!ing dengan !ara merusak protein tubuh !a!ing. Papain merupakan en?im protease sul hidril dan akan mendegradasi protein+protein $aringan konekti dan myo ibril. .a!ing termasuk parasit yang tubuhnya terdiri dari molekul 1 molekul protein yang tidak terlindungi oleh selaput sehingga bila papain masuk ke saluran usus yang banyak mengandung !a!ing, !a!ing tersebut akan terurai atau menghindar dengan keluar dari lubang anus. 'erdasarkan data pada Tabel 2, dapat diketahui bahwa rata+rata telur !a!ing 7scaris sp terendah /1.,17,220 dihasilkan pada perlakuan pemberian tepung kulit buah pepaya 10I. Pada perlakuan dengan pemberian tepung kulit pepaya (I /4.H28,820 dan $umlah terbesar telur !a!ing 7scaris sp pada perlakuan tanpa pemberian tepung kulit buah pepaya /(.,8H,1H0. Penggunaan limbah kulit buah pepaya ternyata dapat mengurangi $umlah telur !a!ing 7scaris. sp pada babi. .a!ing 7scaris sp merupakan $enis !a!ing gilig penyebab as!ariasis pada ternak babi, teutama babi muda di seluruh dunia /#oulsby, 17820. Ke$adian as!ariasis sangat tinggi pada babi+babi di daerah tropis dan sub tropis /.han, 177, dalam Tsu$i, et a# /20040. .a!ing ini berparasit pada usus halus /#oulsby, 17820. 8n eksi dapat ter$adi melalui pakan, air minum, puting susu yang ter!emar, melalui kolostrum dan uterus /"e;ine, 17700. #atu ekor !a!ing betina dewasa rata+rata bertelur 200.000 butir per hari < dan selama hidupnya diduga dapat bertelur 22 milyar butir /*unn, 17,80. 'erdasarkan data pada Tabel 2, dapat diketahui bahwa rata+rata telur !a!ing Trichuris suis terendah /28(,820 dihasilkan pada perlakuan pemberian tepung kulit pepaya 10I, (I /4H4,1H0 dan rata 1 rata terbesar terdapat pada perlakuan tanpa adanya penambahan tepung kulit pepaya /(H7,(0. Pengaruh tepung kulit buah papaya perlakuan memberikan pengaruh yang berbeda nyata /pU0,0(0, papain pada tepung kulit buah pepaya dapat menurun akibat banyaknya kematian telur !a!ing karena pengaruh papain dari tepung kulit pepaya. Pengaruh Pemberian #epung Kulit Buah Pepaya #erhadap $umlah Lar+a &a-ing0 'erdasarkan data penelitian $umlah lar;a dari tiap gram eses yang terdapat pada ternak babi yang diberi pakan tepung kulit buah pepaya tidak ditemukan adanya $umlah lar;a !a!ing 1trongy#us sp, 7scaris sp, dan Trichuris suis dalam penelitian disebabkan adanya sanitasi ruangan dan alat 1 alat laboratorium dengan menggunakan alkohol yang dapat membunuh telur !a!ing dalam waktu 2 $am. Pemberian tepung kulit buah pepaya $uga dapat menurunkan ertilitas telur !a!ing karena tepung kulit buah pepaya mengandung en?im papain yang se!ara ;emi uga dapat merusak protein tubuh !a!ing sehingga !a!ing yang telah menetas tidak dapat bertahan hidup.

KE"I)P LAN (AN "ARAN Kesimpulan 'erdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa pemberian tepung kulit buah pepaya pada dosis 10I dapat menurunkan $umlah telur 1trongy#us sp, 7scaris sp dan Trichuris suis, sedangkan tidak ditemukan lar;a !a!ing 1trongy#us sp, 7scaris sp, dan

Trichuris suis disebabkan oleh penurunan ertilitas telur !a!ing yang dipengaruhi oleh papain serta prosedur sanitasi alat 1 alat dan ruangan laboratorium. "aran Pemberian tepung kulit buah pepaya pada dosis 10I sudah mendapatkan hasil yang baik dan diharapkan tepung kulit buah pepaya di$adikan bahan pelengkap ransum karena dapat mengurangi penyakit !a!ingan pada ternak babi.

(A'#AR P "#AKA %nonimous. 2004a. Trichuris spp. http:55e;m.ms!s.edu 5!ourses5mi!(H7 5do!s5parasite5T&8.E.ET3" %tiya, &idayanti, dan @uraini. 2001. .e"eriksaan 8fek 7nthe#"entik .apain *asar Terhadap 2nfeksi 5uatan Cacing Dae"onchus contortus. $udo#phi .ada &o"ba. J66. 38P%. 9nair. 'enbrook, >. %., and 3. B. #loss. 17H1. C#inica# .arasito#ogy. 2 ed, 8owa #tate 9ni;. Press. %mes, 8owa, 2+1,. *unn, %.3. 17,8. Beterinary Eelminthology. 2nd >d. Jilliams Eeinemann 3edi!al 'ooks "T*, "ondon. Koodwin, *. E. 17,4. 'ee 3anagement and Produ!tion. "ondon: Eut!hinson. Kusumamihard$a, #. 1772. .arasit dan .arasitosis pada Dewan Ternak dan Dewan .iara. Pusat %ntar 9ni;ersitas 'ioteknologi. 8nstitut Pertanian 'ogor. 'ogor. "apage, K. 17(H. Beterinary Eelminthology and >nthomology. 4th >d. 'ailliere Tindall, "ondon. "awson, J. ". dan 3. %. Kemmel. 1782. Transmission in Eydatidosis and !ysti!er!osis. 7dvanceEs in .arasito#ogy 2a:2,7. "e;ine, @*. 1782. Te)tbook ;f 6eterinary .arasito#ogy. 'urgess Publishing .ompany. 9#%. "e;ine, @*. 1770. 'uku Pela$aran Parasitologi Beteriner. *iter$emahkan oleh Pro . *r. Katut %shadi. Kad$ah 3ada 9ni;ersity Press. Pogyakarta.

@&.. 1778. 3utrient $e4uir"ents of 1wine. 3utrient $e4uir"ents of &o"estic 7ni"a#, @inth &e;ised >dition @ational %!ademy Press. Jashingthon *.. #eddon, E.&. 17H,. Eelminth 8n estation 2nd >d. .ommonwealth o %ustralia *epartment o Eealth, #idney. #iagian E. Pollung. 1777. /ana@e"en Ternak 5abi, *iktat Kuliah Jurusan 8lmu Produksi Ternak. 6akultas Peternakan 8nstitut Pertanian 'ogor, 'ogor. #ihombing. 177,. 2#"u Ternak 5abi. .etakan Pertama. Kad$ah 3ada 9ni;ersity Press. Pogyakarta. #mith, J.*. 17H8. 8ntrodu!tion to %nimal Parasitology. The >nglish 'ooks 9ni;ersity Press, "E. "ondon. #ubronto, dan 8. T$aha$ati. 2001. 2#"u .enyakit Ternak 22. Kad$ah 3ada 9ni;ersity Press. Pogyakarta. #oulsby, >.J.". 1782. Eelminths, %ntropods and Proto?oa o *omesti!ated %nimals. 8nglish "aguage 'ook #er;i!e 'ailiere Tindall. ,th >d. Pp.221+2(,. Tarmud$i, *eddy *$auhari #iswansyah dan Katot %diwinata. 1788. Parasit+parasit .a!ing Kastrointestinal pada sapi+sapi di Kabupaten Tapin dan Tabalong Kalimantan #elatan, di dalam Penyakit Eewan. 'alai Penelitian Beteriner, 'adan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, *epartemen Pertanian, Jakarta. Tsu$i, @., K. #u?uki., E.K. %oki., T. 8sobe., T. %rakawa dan P. 3atsumoto. 2002. 3i!e 8ntranasal 8mmuni?ed with a re!ombinant 1H kilodalton %ntigen rom &oundworm %s!aris Parasites are Prote!ted %gaints "ar;a 3igration o 7scaris suu". 8n e!tion and 8mmunity Bol. ,1, pp : (214. Jiryosuhanto, #. *. dan Ja!oeb, T. @. 1774. .rospek 5udidaya Ternak 1api. Kanisius. Pogyakarta .ategories: Penyakit 'abi | @o .omments

PENGAR ! PE)BERIAN #EP NG K LI# B A! PEPABA :&ari-a papaya; (ALA) RAN" ) #ER!A(AP $ )LA! #EL R (AN LAR*A &A&ING (ALA) 'E"E" #ERNAK BABI PERI%(E 'INI"!ER
3ay 21, 2010 | Posted by saulandsinaga THE INFLUENCE OF GIVING PAPAYA SKIN FRUIT FLOUR (Carica papaya IN RATION TO!AR" THE SU## OF EGGS AN" !OR# LARVA IN FECES OF PIG LIVESTOCK IN FINISHER PERIO" )arsudin "ilalahi 6 "auland "inaga

AB"#RAK Penelitian telah dilakukan di Koperasi Peternak 'abi 8ndonesia /KP'80, *esa Kertawangi, Ke!amatan .isarua, "embang, Kabupaten 'andung. Tu$uan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa $umlah telur dalam tiap gram eses yang terdapat pada ternak babi yang diberi pakan tepung kulit buah pepaya dan mengetahui $umlah lar;a yang mengin;estasi ternak babi tersebut. 3etode penelitian yang digunakan adalah metode sensus dengan dua kali pengulangan pengambilan sampel, ternak penelitian yang digunakan adalah 18 ekor ternak babi sehingga diperoleh 2H sampel. Pengambilan eses dilakukan di kandang pemeliharaan diambil dari rektum dari tiap ekor ternak babi. #ampel yang telah diambil dianalisis kemudian dilakukan pemeriksaan untuk mengidenti ikasi $umlah telur dan lar;a !a!ing yang mengin eksi ternak babi. Easil penelitian menun$ukkan bahwa adanya pengaruh pengurangan $umlah telur !a!ing 1trongy#us sp, 7scaris sp dan Trichuris suis pada pemberian tepung kulit buah pepaya (I dan 10I serta tidak ditemukan adanya lar;a 1trongy#us sp, 7scaris sp dan Trichuris suis. *ata kunci , babi, @u"#ah te#ur, @u"#ah #arva, tepung ku#it buah pepaya

A$STRACT The research had done at *operasi .eternak 5abi 2ndonesia <*.52=, 6i##age of *ertawangi, 1ubdistrict Cisarua, >e"bang, $egency of 5andung. This research ai"ed to know how "any eggs in each gra" of feces contain in pig #ivestock which was given papaya skin fruit f#our and to know how "any #arvae invest that pig #ivestock. The research "ethod used census "ethod with two ti"es repetition took sa"p#e, research #ivestock used F8 pigs #ivestock thus gained '6 sa"p#es. Feces co##ecting did in pen of hogs caring took fro" rectu" each pig #ivestock. The sa"p#es took which had ana#y%ed then investigated to know how "any eggs and to know how "any #arvae invest that pig #ivestock. The resu#ts showed that the inf#uence of reducing the a"ount of 1trongy#us sp wor" eggs, 7scaris sp and Trichuris suis on the skin giving papaya powder (! and F0! and a"ount of 1trongy#us sp, 7scaris sp and Trichuris suis did not find any #arvae. *eywords, pigs, a"ount of eggs, a"ount of #arvae, papaya skin f#our

PEN(A! L AN 'abi merupakan salah satu komoditas ternak penghasil daging yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena mempunyai si at 1 si at menguntungkan diantaranya : la$u pertumbuhan yang !epat, $umlah anak perkelahiran /#itter si%e0 yang tinggi, e isien dalam mengubah pakan men$adi daging dan memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap makanan dan lingkungan.

#alah satu aktor yang menentukan keberhasilan usaha pengembangan ternak babi dari aspek mana$emen adalah aktor kesehatan atau kontrol penyakit. Ternak babi sangat peka terhadap penyakit, salah satunya adalah penyakit endoparasit. Parasit merupakan makhluk hidup yang dalam kehidupannya menggunakan makanan makhluk hidup lain sehingga si atnya merugikan. .a!ing mempunyai salah satu si at merugikan yaitu menimbulkan gangguan na su makan dan pertumbuhan. Kangguan pada pertumbuhan akan berlangsung !ukup lama sehingga produkti;itas akan turun. Ke$ala+ge$ala dari hewan yang terin eksi !a!ing antara lain, badan lemah dan bulu rontok. Jika in eksi sudah lan$ut diikuti dengan anemia, diare dan badannya men$adi kurus yang akhirnya bisa menyebabkan kematian. %danya parasit di dalam tubuh ternak tidak harus diikuti oleh perubahan yang si atnya klinis. Kehadiran parasit !a!ing bisa diketahui melalui pemeriksaan eses, dimana ditemukan telur !a!ing, makin banyak !a!ing makin banyak pula telurnya. Perubahan populasi !a!ing dalam perut babi dapat diikuti dengan menghitung telur tiap gram eses /TTK60 se!ara rutin. Tingkat pre;alensi parasit !a!ing tergantung pada $umlah dan $enis !a!ing yang mengin eksinya. Kuna mengurangi resiko akibat in estasi !a!ing ini perlu diketahui $enis !a!ing, siklus hidup dan epidemologi dari !a!ing tersebut. 3engendalikan parasit diperlukan pemeriksaan rutin terhadap adanya endoparasit, terutama $enis dan dera$at in estasi yang dapat dilakukan bersama+sama dengan pemeriksaan isik se!ara rutin /#ubronto dan T$aha$ati, 20010. 3asalah penyakit khususnya penyakit !a!ingan pada babi dapat diatasi dengan !ara menggunakan obat !a!ing. Pemberian obat+obatan tersebut harus diulang+ulang dan disesuaikan dengan daur hidup !a!ing. 'iaya yang dibutuhkan untuk pemberian obat !a!ing memerlukan biaya yang mahal. %lternati lainnya untuk pengobatan adalah dengan pemberian obat tradisional yang dapat dilakukan dengan menggunakan salah satu $enis lora yang ada di negara kita yaitu pepaya. #elain mudah didapat buah pepaya pun relati murah harganya. 'erdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai FPengaruh Pemberian Tepung Kulit 'uah Pepaya /Carica papaya0 *alam &ansum Terhadap Jumlah Telur *an "ar;a .a!ing *alam 6eses Ternak 'abi Periode 6inisherG.

Identi4ikasi )asalah Jumlah telur dan lar;a !a!ing dalam tiap gram eses yang terdapat pada babi finisher yang diberi pakan tepung kulit buah papaya /Carica papaya0. )aksud dan #u,uan Penelitian 3engetahui $umlah telur dan lar;a !a!ing dalam tiap gram eses yang terdapat pada babi yang diberi pakan tepung kulit buah papaya /Carica papaya0. Kerangka Pemikiran Parasit merupakan makhluk hidup yang dalam kehidupannya mengambil makanan makhluk lain, sehingga si atnya merugikan. Parasit dibagi men$adi dua ma!am, yaitu ektoparasit dan endoparasit. >ktoparasit adalah parasit yang hidupnya dipermukaan tubuh hewan, yang keberadaannya mengganggu ketentraman hewan dalam pemeliharaan sehingga akan

mengganggu proses isiologis hewan tersebut, sedangkan endoparasit adalah yang hidup di dalam tubuh hewan. >ndoparasit di dalam tubuh akan merampas ?at+?at makanan yang diperlukan bagi induk semangnya, !a!ing dalam $umlah banyak akan mengakibatkan kerusakan usus atau menyebabkan ter$adinya berbagai reaksi tubuh yang antara lain disebakan oleh toksin yang dihasilkan oleh !a!ing+!a!ing tersebut. Parasit+parasit tersebut biasanya tidak menyebabkan kematian pada hewan se!ara langsung, melainkan mengakibatkan ter$adinya penurunan berat badan pada hewan dewasa dan pertumbuhan akan terhambat pada hewan+hewan muda. /Tarmud$i dkk, 17880. Penyakit endoparsit, terutama !a!ing, menyerang hewan pada usia muda /kurang dari 1 tahun0. Presentase yang sakit oleh endoparasit dapat men!apai 20I dan angka kematian yang bisa ditimbulkan adalah sebanyak 20I /Jiryosuhanto dan Ja!oeb, 17740. 3enurut #ubronto dan T$aha$ati /20010, untuk ter$adinya in eksi, parasit harus mampu mengatasi pertahanan tubuh hospes de initi;e. Eubungan parasit dengan hospes dan keadaan sekitarnya perlu dianalisis untuk tiap keadaan. 6aktor+ aktor yang mempengaruhi $umlah parasit sehingga mampu berkembang serta men!apai kematangan seksual tergantung pada /a0 kesempatan hospes berkenalan dengan parasit, /b0 biologi parasit, dan /!0 tingkat kerentanan hospes. Tiap parasit memiliki si at khusus dalam daur hidupnya dan kemampuan dari parasit untuk menghasilkan keturunannya. Jumlah telur tiap gram eses /TTK60 berbanding lurus dengan $umlah !a!ing betina dewasa yang terdapat dalam saluran pen!ernaan /&obert dan #wann 1781 dalam Kusumamihard$a 17720. Ke$ala terserangnya parasit !a!ing akan ter$adi tergantung dari $enis parasit, kondisi induk semang, organ yang dipengaruhinya, $umlah parasit, iklim dan umur hewan. 'eberapa aktor yang akan mempengaruhi pertumbuhan !a!ing diantaranya kepadatan inang antara dan inang de initi , dera$at in eksi dari inang de initi , serta penyebaran inang yang terin eksi oleh !a!ing tersebut /"awson dan Kemmel, 17820. 'eberapa alternati ?at aditi telah ditawarkan bagi peternak untuk memi!u produksi dan reproduksi yang dihasilkan melalui ekstraksi berbagai $enis tanaman yang mempunyai senyawa bioakti sebagai antioksidan, antibiotik, meningkatkan na su makan, meningkatkan sekresi en?im+en?im pen!ernaan dan meningkatkan kekebalan tubuh, untuk itu negara kita mempunyai peluang !ukup besar karena kaya akan keanekaragaman sumber daya alam hayati. Pepaya <Carica papaya >= merupakan tanaman obat tradisional yang memiliki khasiat sebagai penambah na su makan, obat !a!ing, menurunkan tekanan darah, anemia dan membunuh amuba. Kandungan kimia yang dikandung pepaya antara lain en?im papain, alkaloid karpaina, glikosid, saponin, sakarosa, deMtrosa serta mengandung ;itamin % yang !ukup tinggi yaitu 18.2(0 89 yang ber ungsi sebagai pro;itamin %. Papain $uga dapat meme!ah makanan yang mengandung protein hingga terbentuk berbagai senyawa asam amino yang bersi at autointo)icating atau otomatis menghilangkan terbentuknya substansi yang tidak diinginkan akibat pen!ernaan yang tidak sempurna. /.ybermed.!bn.net.id, 200H0. Papain mempunyai si at 6er"ifuga kemampuan menguraikan protein sehingga protein terurai men$adi polipeptida dan dipeptida. .a!ing termasuk protein yang tidak terlindungi oleh selaput sehingga bila papain masuk ke saluran usus yang banyak mengandung !a!ing, !a!ing tersebut akan terurai atau menghindar dengan keluar dari lubang anus. Papain bisa meme!ah protein men$adi arginin, senyawa arginin merupakan salah satu asam amino esensial yang dalam kondisi normal tidak bisa diproduksi tubuh dan biasa diperoleh melalui pakan, namun bila en?im papain terlibat dalam proses pen!ernaan protein, se!ara alami sebagian protein

dapat diubah men$adi arginin. Proses pembentukan arginin dengan papain ini turut mempengaruhi produksi hormon pertumbuhan. /Jikipedia.!om, 200H0. Papain melemaskan !a!ing dengan !ara merusak protein tubuh !a!ing. Papain merupakan en?im protease sul hidril dan akan mendegradasi protein+protein $aringan konekti dan myo ibril. Proses penguiraian protein pada !a!ing ter$adi melalui mekanisme pemutusan ikatan sebagai berikut : NPheN%% N A<NBalN%%N AiN"euN%%NA<NEeN%%NA /%% merupakan residu asam amino< ? merupakan residu asam amino< ester, atau amida0 /%siamaya.!om, 20010. 'eberapa penelitian yang mendukung peman aatan pepaya sebagai anthelmetika diantaranya yang dilakukan se!ara in ;itro /%tiyah, 20010 dalam penelitiannya digunakan bahan berupa getah yang diperoleh dengan !ara menyadap buah muda pepaya tanpa dipetik. 8solasi papain dilakukan dengan membiarkan getah dalam alkohol 80I, sehingga papain akan mengendap. >ndapan papain dikeringkan dalam o;en bersuhu (0 1 ((0. selama enam $am, u$i terhadap 7scaris sp dilakukan dengan merendam !a!ing pada larutan papain se!ara in ;itro beker$a sebagai antelmentik pada dosis H00 mg. Perlakuan e ek antelmentik papain kasar terhadap !a!ing lambung /Dae"ochus contortus=, se!ara in ;i;o pada domba $antan terin eksi, dilakukan /&idayanti, 20010 hasilnya menun$ukkan pemberian papain kasar sampai 0,H g5kg bobot badan meyebabkan penurunan $umlah !a!ing dan telurnya. /@uraini, 20010 dari Jurusan 'iologi 638P% 9nair, dalam penelitiannya membuktikan, se!ara in ;itro pemberian (0I perasan daun pepaya gantung /Carica papaya0 setelah setengah $am, sudah menimbulkan e ek kematian pada !a!ing hati sapi /Fascio#a gigantica0. 'ila lamanya men!apai dua $am, semua !a!ing yang direndam akan mati /%tiya, dkk. 20010. 'erdasarkan kerangka pemikiran diatas diambil hipotesa bahwa pemberian limbah kulit buah pepaya mampu mengurangi $umlah telur dan lar;a !a!ing. Lokasi dan Aaktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1 3ei sampai tanggal 20 Juni 2007 di Koperasi Peternak 'abi 8ndonesia /KP'80, *esa Kertawangi, Ke!amatan .isarua, "embang, Kabupaten 'andung. %nalisis dilakukan di "aboratorium 'alai Penyidikan Penyakit Eewan dan Kesma;et /'PPEK0 Jl. &aya Tangkuban Perahu. K3 22 .ikole "embang. #IN$A AN P "#AKA (eskripsi #ernak Babi 'abi merupakan ternak monogastrik yang memiliki kesanggupan dalam mengubah bahan makanan se!ara e isien apabila ditun$ang dengan kualitas ransum yang dikonsumsi. 'esarnya kon;ersi babi terhadap ransum ialah 2,( artinya untuk menghasilkan berat babi 1 kg dibutuhkan makanan sebanyak 2,( kg ransum /Koodwin, *. E. 17,40. 'abi lebih !epat tumbuh, !epat dewasa dan bersi at proli ik yang ditun$ukkan dengan banyaknya anak dalam setiap kelahiran yang berkisar antara 8 +14 ekor dengan rata+rata dua kali kelahiran pertahunnya /#ihombing, 177,0. 'eberapa $enis penyakit pada babi khususnya penyakit parasiter oleh !a!ing masih banyak ditemukan di lapangan, antara lain @ematodiosis. Penyakit ini disebabkan oleh !a!ing dari klas nematoda atau !a!ing gilig. 8n eksi !a!ing ini menyebabkan kerugian ekonomi yang

!ukup tinggi, karena menyebabkan pertumbuhan ternak men$adi tidak optimal. %khir+akhir ini telah mulai adanya laporan tentang adanya si at resistensi !a!ing terhadap beberapa $enis sediaan antelmintika /obat pembasmi !a!ing0 yang diduga disebabkan oleh penggunaan obat yang tidak rasional /ketidak tepatan pemilihan obat, waktu pengobatan dan dosis yang diberikan0. Penelitian ini dilakukan dengan harapan hasilnya dapat digunakan sebagai a!uan dalam memberantas !a!ingan khususnya untuk babi+babi yang ka$i. Pada dasarnya babi mengkonsumsi makanannya untuk memenuhi kebutuhan energinya, yang dipakai untuk mengatur suhu tubuh, ungsi ;ital, akti;itas, reproduksi dan produksi. 9ntuk babi $umlah makanan yang dikonsumsi sangat dipengaruhi oleh suhu lingkungan, kandungan energi ransum, dan le;el pemberian makanan. 9ntuk babi di daerah tropis, $umlah makanan yang dikonsumsi !enderung lebih sedikit daripada di daerah subtropis. Eal ini akan berdampak negati terhadap per ormans ternak babi khususnya di daerah tropis, $ika tidak diimbangi dengan pemberian nutrient esensial yang se!ukupnya, oleh karena itu perlu disusun ransum seimbang yang mengandung nutrien lengkap dan $umlah serta proporsi yang tepat agar ternak babi dapat berkembang dengan baik dan sehat.

Endoparasit Pada #ernak Babi Parasit merupakan mahluk hidup yang dalam kehidupannya mengambil makanan mahluk hidup lain, sehingga si atnya merugikan. Parasit dibagi men$adi dua ma!am, yaitu ektoparasit dan endoparasit. 8ktoparasit adalah parasit yang hidupnya dipermukaan tubuh hewan, yang keberadaannya mengganggu ketentraman hewan dalam pemeliharaan sehingga akan mengganggu proses isiologis hewan tersebut, sedangkan endoparasit adalah yang hidup di dalam tubuh hewan. 3enurut #ubronto dan T$aha$ati /20010, untuk ter$adinya in eksi, parasit harus mampu mengatasi pertahanan tubuh hospes de initi . *alam tubuh hospes yang bertindak sebagai reser;oir, populasi parasit harus mantap dari generasi induk sampai generasi selan$utnya. Parasit dapat lepas dari hospes yang bertindak sebagai reser;oir dengan !ara parasit dibebaskan oleh hospes dan langsung masuk ke dalam tubuh hospes de initi atau hospes yang bertindak sebagai reser;oir dihan!urkan terlebih dahulu dan baru masuk setelah parasit bebas masuk ke dalam tubuh hospes de initi;e. Penularan terhadap hospes yang rentan oleh parasit stadium in ekti yang terdapat di luar tubuh hospes de initi dimungkinkan apabila parasit sanggup mengatasi aktor lingkungan, persaingan antar parasit sendiri dan gangguan se!ara mekanis oleh ternak. 6aktor+ aktor yang mempengaruhi $umlah parasit sehingga mampu berkembang serta men!apai kematangan seksual tergantung pada /a0 kesempatan hospes berkenalan dengan parasit, /b0 biologi parasit, dan /!0 tingkat kerentanan hospes. Tiap parasit memiliki si at khusus dalam daur hidupnya dan kemampuan dari parasit untuk menghasilkan keturunannya. Parasit akan bertahan tergantung pada $umlah telur yang dihasilkan, pan$ang waktu menghasilkan telur dan $umlah telur yang dihasilkan setiap hari /#ubronto dan T$aha$ati, 20010.

He%mint&ia'i' Pada #ernak Babi

Kesehatan Ternak 'abi dipengaruhi oleh banyak aktor antara lain kondisi lingkungan pemeliharaan, makanan, pola mana$emen, bibit penyakit dan kelainan 1 kelainan metabolisme. Presentase ternak yang sakit oleh endoparasit dapat men!apai 20I dan angka kematian yang bisa ditimbulkan adalah sebanyak 20I /Jiryosuhanto dan Jakob, 17740. 3e"atoda adalah !a!ing yang hidup bebas atau sebagai parasit. .iri+!iri tubuhnya tidak bersegmen dan biasanya berbentuk silinder yang meman$ang serta merun!ing pada kedua u$ungnya. 3e"atoda memiliki siklus hidup langsung, sehingga tidak memerlukan inang antara dalam perkembangan hidupnya. .a!ing betina dewasa bertelur dan mengeluarkan telur bersamaan dengan tin$a, di luar tubuh telur akan berkembang. "ar;a in ekti dapat masuk ke dalam tubuh babi se!ara akti , tertelan atau melalui gigitan ;ektor berupa rayap. 'adannya dibungkus oleh lapisan kutikula yang dilengkapi dengan gelang 1 gelang yang tidak dapat dilihat oleh mata biasa /Kusumamihard$a, 17720. "trongylus sp 1trongy#us sp merupakan !a!ing parasit pada ternak babi, berdasarkan klasi ikasi taksonomi dalam #oulsby /17820 !a!ing ini termasuk dalam klasi ikasi : 6ilum Kelas Crdo #uper amili 6amili #pesies 8dentates : @emathelminthes : @ematoda : #trongylyda : #trongyloidea : #trongylus : 1trongy#us vu#garis, 1trongy#us e4uines, 1trong#us

)or4ologi an "iklus !idup .a!ing 1trongy#us sp mulutnya dilapisi oleh kapsul yang bentuknya hampir bulat. #uatu !in!in yang tersusun dari ton$olan 1 ton$olan seperti pagar dikenal sebagai korona radiata mengelilingi mulut. .a!ing ini tidak mempunyai gigi ataupun lempeng 1 lempeng pemotong, !a!ing $antan mempunyai suatu pelebaran di u$ung posteriornya dan !a!ing betina mempunyai u$ung ekor yang lan!ip. 1trongy#us sp memliki siklus hidup langsung. .a!ing betian dewasa bertelur dan keluar tubuh inang bersama dengan eses. *i luar tubuh inangnya telur akan berkembang. Perkembangan sel telur setelah ter$adinya pembelahan membagi diri men$adi dua, lalu empat dan seterusnya. Kemudian embrio berkembang mena$di masa morula kemudian masa ke!ebong yaitu u$ung anteriornya lebar dan embrionya melingkar dua kali. Pada kondisi tropis di 8ndonesia yang suhunya 280. 1 200. merupakan suhu yang relati baik untuk menetasnya telur strongy#us sp. Telur akan berkembang men$adi "2 dalam waktu 2 1 4 hari.

Telur strongy#us sp menetas di luar tubuh induk semang menghasilkan lar;a 1 /"10 dalam suhu 80. 1 280. kemudian melewati dua kali ekdisis /ganti kulit0 men$adi "2 dan selan$utnya "2 disebut stadium in ekti . "ar;a pertama biasanya keluar dari telur yang berumur dua hari bila keadaan baik. "ar;a makan bakteri yang terdapat dalam eses kemudian melakukan ekdisis dua kali dalam waktu ( 1 H hari sehingga men!apai lar;a ketiga /lar;a in ekti 0. "ar;a in ekti memiliki selubung kutikula ganda sehingga relati lebih tahan teehadap berbagai kondisi buruk. Ge,ala Klinis dan Patogenesis Patogenesis in estasi !a!ing adalah proses perubahan patologis yang ter$adi akibat interaksi antara !a!ing dan inangnya. Jenis dan perluasan dari kontak parasit dan $aringan inang ditentukan oleh mekanisme biologis yang tak terpisahkan antara parasit dan proses isiologik induk semang yang merespon masuknya !a!ing. "ar;a strongy#us sp mulai menimbulkan kerusakan pada saat menyusup dalam dinding usus ke!il dan usus besar. #elan$utnya lar;a keempat dan kelima menimbulkan kerusakan pada sistem arteri dan mulai katup aorta sampai arteri "esenterica crania#is dan !abang+!abangnya. Peradangan ter$adi pada lapisan media dan menimbulkan thrombus /darah beku0. "ar;a biasanya terbungkus dalam thro"bus, bila thro"bus ini lepas biasanya berakibat atal terutama bila thrombus ini ter$adi pada daerah pangkal sistem arteri yang bisa mengakibatkan penyumbatan arteri coronaria /Kusumamihard$a, 17720. As-aris sp 'erdasarkan kalsi ikasi taksonomi dalam soulsby /178H0 !a!ing ini termasuk dalam klasi ikasi : 6ilum Kelas Crdo 6amili Kenus #pesies : @ematoda : #e!ernentea : %s!aridida : %s!arididae : %s!aris : 7scaris sp, 7scaris #u"bricoides

)or4ologi dan "iklus !idup .a!ing 7scaris sp merupakan $enis !a!ing gilig penyebab as!ariasis pada ternak babi, teutama babi muda di seluruh dunia /#oulsby, 17820. Ke$adian as!ariasis sangat tinggi pada babi+babi di daerah tropis dan sub tropis /.han, 177, dalam Tsu$i, et a# /20020. .a!ing ini berparasit pada usus halus /#oulsby, 17820. 8n eksi dapat ter$adi melalui pakan, air minum, puting susu yang ter!emar, melalui kolostrum dan uterus /"e;ine, 17700.

#iklus hidup as!aris terdiri dari 2 ase perkembangan, yaitu eksternal dan internal. 6ase eksternal dimulai dari se$ak telur dikeluarkan dari tubuh penderita bersama tin$a. Pada kondisi lingkungan yang menun$ang lar;a stadium 1 di alam akan menyilih men$adi lar;a stadium 2 yang bersi at in ekti / siap menulari ternak babi $ika tertelan0. *i dalam usus, kulit telur in ekti yang tertelan akan rusak sehingga lar;a terbebas /lar;a stadium 880. "ar;a stadium 88 tersebut selan$utnya menembus mukosa usus dan bersama sirkulasi darah ;ena porta menu$u ke hati. *ari telur tertelan sampai lar;a men!apai organ hati, butuh waktu sekitar 24 $am /#mith, 17H80. *ari hati, lar;a stadium 88 akan terus mengikuti sirkulasi darah sampai ke organ $antung dan paru+paru. #etelah 4 1 ( hari in eksi, lar;a stadium 88 akan mengalami perkembangan men$adi lar;a stadium 888, selan$utnya menu$u ke al;eoli, bronkus dan trakhea /#oulsby, 17820. *ari trakea, lar;a menu$u ke saluran pen!ernaan. "ar;a stadium 888 men!apai usus halus dalam waktu , 1 8 hari dari in eksi, selan$utnya men$adi lar;a stadium 8B, pada hari ke 21+27 lar;a stadium 8B men$adi lar;a stadium B di dalam usus halus /"apage, 17(H0 dan selan$utnya pada hari ke (0 1 (( telah men$adi !a!ing dewasa /#eddon, 17H,0. #atu ekor !a!ing betina dewasa rata+rata bertelur 200.000 butir per hari dan selama hidupnya diduga dapat bertelur 22 milyar butir /*unn, 17,80.

Ge,ala Penyakit dan Patogenesis 7scaris sp merupakan !a!ing yang sangat berbahaya karena telurnya dapat masuk ke saluran pen!ernaan dan telur akan men$adi lar;a pada usus. "ar;a akan menembus usus dan masuk ke pembuluh darah. 8a akan beredar mengikuti sistem peredaran, yakni hati, $antung dan kemudian di paru+paru. Pada paru+paru, !a!ing akan merusak al;eolus, masuk ke bronkiolus, bronkus, trakea, kemudian di laring. 8a akan tertelan kembali masuk ke saluran !erna. #etibanya di usus, lar;a akan men$adi !a!ing dewasa. Pada stadium lar;a, 7scaris dapat menyebabkan ge$ala ringan di hati dan di paru+paru akan menyebabkan sindrom "oe ler. #indrom "oe ler merupakan kumpulan tanda seperti demam, sesak na as, eosino ilia, dan pada oto &oentgen thoraks terlihat in iltrat yang akan hilang selama 2 minggu. Pada stadium dewasa, di usus !a!ing akan menyebabkan ge$ala khas saluran !erna seperti tidak na su makan, muntah+muntah, diare, konstipasi, dan mual. 'ila !a!ing masuk ke saluran empedu makan dapat menyebabkan kolik atau ikterus. 'ila !a!ing dewasa kemudian masuk menembus peritoneum badan atau abdomen maka dapat menyebabkan akut abdomen. #ri-huris suis 'erdasarkan klasi ikasi taksonomi dalam #oulsby /178H0 !a!ing ini termasuk dalam klasi ikasi : 6ilum Kelas Crdo 6amili : @ematoda : %denophorea : Tri!hurida : Tri!huridae

Kenus #pesies

: Tri!huris : Tri!huris suis

)or4ologi dan "iklus !idup .a!ing Trichuris sp berparasit pada mukosa kolon babi /%nonimous, 2004a0. #elain mengin eksi babi+babi peliharaan, $uga dilaporkan mengin eksi babi liar dan babi hutan. .a!ing ini sering disebut +hipwor". 3or ologinya hampir sama dengan Trichuris trichura yang mengin eksi manusia dan primata lain, namun belum ada bukti kongkret yang menyatakan bahwa kedua parasit tersebut dapat saling bertukar induk semang seperti halnya !a!ing 7scaris sp pada babi dan manusia /#oulsby, 17820. #iklus hidup !a!ing Trichuris sp, di mulai dari keluarnya telur dari tubuh bersama tin$a dan berkembang men$adi telur in ekti dalam waktu beberapa minggu. Telur yang sudah berembrio dapat tahan beberapa bulan apabila berada di tempat yang lembab. 8n eksi biasanya ter$adi se!ara peroral /tertelan lewat pakan dan atau air minum0. %pabila tertelan, telur+telur tersebut pada sekum akan menetas dan dalam waktu sekitar empat minggu telah men$adi !a!ing dewasa /#oulsby, 17820. Epidemiologi &a-ing pada #ernak Babi #tudi tentang epidemiologi !a!ing pada ternak babi bertu$uan untuk menyelidiki luktuasi $umlah telur dalam eses. Jumlah !a!ing nematoda selain dipengaruhi oleh iklim $uga dipengaruhi oleh !ara pemeliharaan. #ituasi lingkungan dan pengairan tempat perkandangan perlu diperbaiki dengan baik agar dapat dihindari daerah perkandangan yang lembab dan basah atau banyak kubangan tidak sehat yang memungkinkan sebagai tempat hidupnya induk semang antara lain, khususnya siput. Kesehatan lingkungan perkandangan biasanya dapat dipelihara dengan baik. Kebersihan kandang harus ter$aga dan dihindari adanya pakan yang masih tersisa di malam hari. #e$auh mungkin diupayakan agar seluruh pakan yang disediakan habis termakan dan tidak banyak yang $atuh ber!e!eran di lantai atau menumpuk di sekitar kandang. 6aktor suhu dan kelembaban sangat besar pengaruhnya terhadap kelangsungan hidu !a!ing stasium bebas di alam. #uhu optimum baggi kehidupan tiap parasit berbeda+beda tergantung dari spesiesnya. Kisaran suhu yang diperlukan oleh @ematoda stadium bebas di alam adalah antara 180+280.. #elain suhu aktor lain yang berpengaruh adalah kelembaban. Kelembaban yang tinggi sangat membantu dalam menghan!urkan eses yang diduga mengandung telur !a!ing yang dapat meningkatkan stadium in ekti dari !a!ing. Kerugian Akibat In4estasi Parasit &a-ing %danya in estasi parasit !a!ing yang patogen di dalam tubuh ternak tidak selalu mengakibatkan parasitisme yang si atnya klinis. Parasitisme !a!ing baru akan memperlihatkan ge$ala klinis bila keseimbangan hubungan terganggu, yang mungkin disebabkan oleh kepekaan hospes yang menurun dan atau oleh peningkatan $umlah !a!ing yang patogen di dalam tubuh ternak. Kerusakan $aringan oleh parasit yang ;irulen dapat bersi at langsung maupun tidak langsung. Perubahan yang ditimbulkan oleh parasit !a!ing

dapat berupa /10 kerusakan sel dan $aringan, /20 perubahan ungsi aal dari hospes, /20 penurunan daya tahan terhadap agen penyakit lain, /40 masuknya agen penyakit sekunder setelah ter$adinya kerusakan mekanik lain dan /(0 parasit mampu menyebarkan mikroorganisme patogen. Jumlah TTK6 dapat dipakai sebagai penduga barat atau ringannya dera$at in estasi. 8n estasi ringan memiliki $umlah TTK6 (0+(00, in estasi sedang memiliki TTK6 (00+2000 dan in estasi berat memiliki $umlah TTK6 lebih dari 2000 /Taa?ona dalam Kusumamihard$a, 17720, dera$at keparahan in estasi tergantung $umlah !a!ing yang mengin estasi. Penurunan berat badan akan ter$adi pada in estasi 200 ekor dewasa atau setara dengan 1800 T6K6 /Kusumamihard$a, 17720. 8n estasi parasit !a!ing dapat menyebabkan penurunan bobot badan dan gastritis. Penurunan berat badan dapat ter$adi akibat anoreksia, peningkatan asam lambung, gastrin dan kolesistokinin yang menyebabkan pengosongan lambung se!ara !epat sehingga penyerapan makanan kurang e ekti . .a!ing merampas sari+sari makanan yang diperlukan bagi hospes, menghisap darah atau !airan tubuh dan makan $aringan tubuh. Ke$ala+ge$ala yang timbul pada hewan yang terin estasi !a!ing antara lain badan lemah, na su makan kurang, bulu rontok, kulit pu!at dan penurunan produksi susu. Jika in estasi sudah lan$ut diikuti anemia, diare dan badannya men$adi kurus yang akhirnya bisa menyebabkan kematian /#ubronto dan 8da T$aha$ati, 20010. Pengendalian Penyakit &a-ingan pada Babi Pengendalian penyakit !a!ing memerlukan penanganan yang tern!ana se!ara baik dengan memperlihatkan aktor pengobatan dan tatalaksana pemeliharaan ternak yang memadai. Peternak seringkali mengabaikan managemen peternakan yang baik, apabila dika$i se!ara seksama akan terlihat betapa besar kerugian yang dapat ditimbulkan oleh in rksi !a!ing. Cbat yang diberikan dan !ara pemberiannya harus sesuai dengan petun$uk dokter hewan agar lebih e ekti dan e isien. Pemberantasan penyakit !a!ing pada babi tidak !ukup hanya mengandalkan ilmu pengobatan sa$a, tetapi harus memperhitungkan pula aktor ekonomi, penataan lingkungan, kebersihan kandang, daur hidup !a!ing serta tidak bisa hanya diberikan satu kali sa$a. Pemberian obat medik harus diulang 1 ulang dan disesuaikan dengan daur hidup !a!ing. Potensi Limbah Buah Pepaya Penyakit !a!ing pada ternak babi selain dapat diobati menggunakan obat 1 obatan medik, dapat $uga diobati dengan menggunakan obat alternati yaitu dengan pemberian tepung kulit buah pepaya. Tepung kulit buah pepaya mengandung ?at atau en?im papain yang dapat ber ungsi sebagai obat !a!ing atau anthelmentik. >n?im papain termasuk en?im protease, yaitu en?im yang menghidrolisis ikatan peptida pada protein, untuk melakukan akti;itasnya protease membutuhkan air sehingga dikelompokkan ke dalam kelas hidrolase. Protease berperan dalam se$umlah reaksi biokimia seluler, selain diperlukan untuk degradasi senyawa protein nutrien, protease terlibat dalam se$umlah mekanisme patogenisitas, se$umlah pas!a translasi protein, dan mekanisme akspresi protein ekstraseluler. Pelepasan protease oleh !a!ing nematoda parasitik mempunyai peranan penting pada proses reaksi biologik seperti metabolisme protein. akti;itas protease mempunyai korelasi signi ikan pada saat !a!ing parasitik men$alani penetrasi ke $aringan.

BA!AN (AN )E#%(E PENELI#IAN Bahan dan Alat Penelitian Ternak yang digunakan adalah 18 ekor ternak babi hasil persilangan >andrace dengan Gorkshire. Kisaran bobot badan rata+rata ternak babi adalah H0,(H kg dengan koe isien ;ariasi 1,42I. 'abi ditempatkan se!ara a!ak dalam kondisi kandang indi;idu dengan kondisi lingkungan yang sama dan $enis kelamin babi yaitu $antan kastrasi. &ansum yang diberikan pada ternak per!obaan dalam penelitian berupa tepung. 'ahan ransum didapat dari PT. Karya 3ulya, "eles Kabupaten Karut. 'ahan tersebut dikeringkan kemudian digiling hingga men$adi tepung. %lat+alat yang digunakan untuk mengindenti ikasi $umlah telur dan lar;a !a!ing adalah : 3ikroskop, alat untuk mengidenti ikasi dan menghitung telur !a!ing //c/aster0, !o;er glass, rak tabung, >rlenmeyer, gelas ukur, batang pengaduk, pipet pasteur, !orong glass, timbangan, kain kassa, kapas, tabung reaksi, tabung sentri ugasi, sentri ugasi, !awan petri. Kandang yang digunakan untuk penelitian adalah kandang indi;idu yang berukuran 2 M 0,H M 1,2 m dengan lantai semen dan beratap seng. #etiap unit kandang dilengkapi dengan tempat makan yang terbuat dari semen dan tempat minum otomatis berupa pentil yang terbuat dari besi tahan karat yang dihubungkan dengan tempat penampung air. Jumlah kandang yang diperlukan sebanyak 18 unit. Ransum Penelitian 'ahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ransum basal yang terdiri dari tepung $agung, tepung ikan, bungkil kelapa, tepung tulang, dedak padi dan tepung kulit pepaya. Kandungan nutrisi ransum basal dan tepung limbah kulit pepaya dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 1. Kandungan nutrisi ransum basal dan tepung kulit buah pepaya. Kandungan Ki?i >3 /kkal0 PK /I0 #K /I0 .a /I0 P /I0 #umber : /L0 @&., 1778 /LL0 Permana, 200, Tabel 2. Kandungan nutrisi ransum penelitian Kandungan @utrisi &ansum Penelitian &0 &1 &ansum Penelitian /L0 2244,8 14 ,,( 0,22 0,HH Tepung Kulit 'uah Pepaya /LL0 2417 2(,8( 2,27 18,(2 0,88

&2

>3 /kkal0 PK /I0 #K /I0 .a /I0 P /I0 Keterangan : &0 O 100I ransum basal

2244,8 14 ,,( 0,22 0,HH

2202,(1 14,(72( 8,0(1 0,422( 0,H,1

21H2,22 1(,18( 8,0H2 0,(2, 0,H82

&1 O 7(I ransum basal R (I tepung kulit buah pepaya &2 O 70I ransum basal R 10I tepung kulit buah pepaya )etode Penelitian #ahap Penelitian 1. Persiapan kandang, pengadaan ternak, pengadaan ransum, dan peralatan. #etiap ekor babi dimasukkan ke kandang indi;idu. 2. %daptasi babi terhadap ransum, kandang, perlakuan, dan lingkungan dilakukan selama satu minggu. 2. Kandang dibersihkan dua kali sehari yaitu pada pukul 0H.00 dan 12.00 J8'. Kandang dibersihkan dari semua kotoran yang dibuang ke saluran pembuangan, setelah itu babi dimandikan agar bersih dan merasa nyaman. 4. Pemberian ransum sebanyak 1 kg5ekor dan dilakukan tiga kali sehari, yaitu pukul 0H.00, 12.00 dan 1H.00 J8' sehingga $umlah ransum per hari adalah 2 kg5ekor. (. Pemberian tepung kulit buah pepaya dilakukan dengan !ara men!ampurnya dalam 1 kg ransum pertama dalam 2 kali pemberian /total 2 kg5hari0, diberikan pada babi sampai habis dikonsumsi. 1. Pengambilan sampel eses yang akan diteliti dilakukan pada pagi hari setelah pembersihan kandang. Pengambilan dilakukan setelah ternak babi diberi perlakuan &B3, &1, &2 dan &2, selama 2 minggu.

Pengambilan "ampel 'eses di Lapangan Pengambilan sampel dilakukan terhadap 18 sampel eses yang diambil sebanyak 1 kali, dari 18 ekor babi. 6eses dimasukkan ke dalam kantong plastik dan diberi label kemudian dimasukkan ke dalam termos es yang berisi icebrite dan dibawa menu$u laboratorium 'PPEK .ikole 1 "embang, kemudian dilakukan pemeriksaan baik se!ara kualitati maupun kuantitati . Pemeriksaan kualitati dimaksudkan untuk mengidenti ikasi $enis !a!ing yang mengin eksi babi berdasarkan bentuk dan ukuran telur dari lar;anya, sedangkan pemeriksaan kuantitati

dimaksudkan mengetahui banyaknya telur !a!ing setiap gram eses /TTK60 yang menggambarkan berat ringannya dera$at in eksi. Easil pengamatan di$elaskan se!ara deskripti yaitu men$elaskan tentang $umlah telur dan $enis !a!ing yang mengin estasi babi. 3etode kuantitati yang digunakan adalah metode /c/aster, sedangkan metode kualitati dilakukan dengan melihat bentuk dan ukurannya, kemudian dibandingkan dengan bentuk dari standar yang sudah dikenal /#oulsby, 17820. Penghitungan #elur &a-ing :)etode #c #a'ter; Penyiapan larutan pengapung : "arutan pengapung dibuat dari !ampuran garam /@a.l0 400 gr dan gula /.HE12CH0 (00 gr yang ditambahkan air dua liter kemudian diaduk sampai larut. Penghitungan telur !a!ing : dilakukan dengan metode /c/aster. #ebanyak dua gram eses dilarutkan dalam H0 ml larutan pengapung yang kemudian dihomogenkan tiga kali dengan !ara menuang dari satu gelas ke gelas lain lalu dimasukan dalam kamar hitung /c/aster dengan .ipet .asteur. *ilakukan pemeriksaan mikroskopis dengan pembesaran 10 M 10. 9ntuk mengetahui $umlah Total Telur tiap Kram 6eses /TTK60 dihitung dengan menggunakan metode 3!master dengan rumus sebagai berikut: TTK6 O /n5b 0 Q /Btot5Bhit0 Btot Bhit ' @ O Bolume dari 2 gr eses ditambah larutan pengapung O Bolume Kamar Eitung / 2 M 0,(0 O 'erat eses /2 gr0 O Jumlah Telur yang ditemukan

3etode yang digunakan dalam penelitian ini adalah 3etode >ksperimental dengan menggunakan &an!angan %!ak "engkap. Pada pelaksanaan penelitian terdapat 2 ma!am perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak H kali. Identi4ikasi $enis &a-ing Berdasarkan Lar+a 9ntuk memeriksa "ar;a dilakukan dengan 2 tahap yaitu : /0 /0 Pembuatan Kultur 'eses

6eses yang sudah diperiksa dan positi mengandung telur di!ampur dengan kompos steril /6er"iku#ate0 dengan perbandingan yang sama. Kondisinya dibuat men$adi lembab dengan menambah sedikit air. .ampuran eses dengan kompos steril diletakan dalam inkubator selama H+, hari dengan kisaran suhu 2(+2, 0. atau pada suhu ruangan sehingga semua lar;a men!apai tara in ekti . /0 10 Pengumpulan Lar+a dari Kultur

#etelah diinkubasi, tutup petridish kultur dibuka dan masukan air dari petridish kedalam tabung dengan pipet. #entri use selama lima menit dengan ke!epatan (.000 rpm. /0 70 Identi4ikasi Lar+a

"arutan lar;a yang telah terkumpul dalam tabung reaksi diambil dengan pipet pasteur, satu tetes larutan lar;a dipindahkan pada gelas ob$ek lalu tutup dengan cover g#ass kemudian diperiksa di bawah mikroskop dengan pembesaran 10 M 10.

!A"IL (AN PE)BA!A"AN Pengaruh Pemberian #epung Kulit Buah Pepaya #erhadap $umlah #elur &a-ing0 'erdasarkan hasil penelitian pada ternak babi yang dipelihara di Koperasi Peternak 'abi 8ndonesia /KP'80, *esa Kertawangi, Ke!amatan .isarua, "embang yang di analisis di 'PPEK .ikole, "embang telah dilakukan pada tanggal 1 mei sampai dengan tanggal 20 $uni 2007. Penelitian ini menghasilkan $umlah telur dari tiap gram eses yang terdapat pada ternak babi yang diberi pakan tepung kulit buah pepaya dengan hasil yang ber;ariasi. $umlah #elur &a-ing Stron()%u' '*+ *ata hasil penelitian pengaruh pemberian tepung kulit papaya terhadap $umlah telur !a!ing 1trongy#us sp, %s!aris sp dan Tri!huris suis ter!antum pada Tabel 2. Tabel 2. Perhitungan Jumlah Telur .a!ing 1trongy#us sp, 7scaris sp dan Trichuris suis Jenis .a!ing 1. 1trongy#us sp 2. 7scaris sp 2. Trichuris suis Perlakuan &0 242,22 a (.,8H,1H a (H7,( a &1 0b 4.H28,82 b 4H4,1H a &2 0b 1.,17,22 b 28(,82 b

Ket.Euru yang berbeda dalam kolom menun$ukkan pengaruh perlakuan berbeda nyata. 'erdasarkan data pada Tabel 2, dapat diketahui bahwa rata+rata telur !a!ing 1trongy#us sp terendah /00 dihasilkan pada perlakuan pemberian tepung kulit pepaya (I dan 10I dibandingkan dengan rata+rata telur yang dihasilkan pada perlakuan tanpa adanya pemberian tepung kulit pepaya /242,220. Penggunaan limbah kulit buah pepaya ternyata dapat mengurangi $umlah telur !a!ing 1trongy#us sp pada babi /pU0,0(0. "imbah kulit buah pepaya yang mengandung papain beker$a se!ara ;ermi uga melemaskan !a!ing dengan !ara merusak protein tubuh !a!ing. Papain merupakan en?im protease sul hidril dan akan mendegradasi protein+protein $aringan konekti dan myo ibril. .a!ing termasuk parasit yang tubuhnya terdiri dari molekul 1 molekul protein yang tidak terlindungi oleh selaput sehingga bila papain masuk ke saluran usus yang banyak mengandung !a!ing, !a!ing tersebut akan terurai atau menghindar dengan keluar dari lubang anus. 'erdasarkan data pada Tabel 2, dapat diketahui bahwa rata+rata telur !a!ing 7scaris sp terendah /1.,17,220 dihasilkan pada perlakuan pemberian tepung kulit buah pepaya 10I. Pada perlakuan dengan pemberian tepung kulit pepaya (I /4.H28,820 dan $umlah terbesar telur !a!ing 7scaris sp pada perlakuan tanpa pemberian tepung kulit buah pepaya /(.,8H,1H0. Penggunaan limbah kulit buah pepaya ternyata dapat mengurangi $umlah telur !a!ing 7scaris. sp pada babi. .a!ing 7scaris sp merupakan $enis !a!ing gilig penyebab as!ariasis pada ternak babi, teutama babi muda di seluruh dunia /#oulsby, 17820. Ke$adian as!ariasis

sangat tinggi pada babi+babi di daerah tropis dan sub tropis /.han, 177, dalam Tsu$i, et a# /20040. .a!ing ini berparasit pada usus halus /#oulsby, 17820. 8n eksi dapat ter$adi melalui pakan, air minum, puting susu yang ter!emar, melalui kolostrum dan uterus /"e;ine, 17700. #atu ekor !a!ing betina dewasa rata+rata bertelur 200.000 butir per hari < dan selama hidupnya diduga dapat bertelur 22 milyar butir /*unn, 17,80. 'erdasarkan data pada Tabel 2, dapat diketahui bahwa rata+rata telur !a!ing Trichuris suis terendah /28(,820 dihasilkan pada perlakuan pemberian tepung kulit pepaya 10I, (I /4H4,1H0 dan rata 1 rata terbesar terdapat pada perlakuan tanpa adanya penambahan tepung kulit pepaya /(H7,(0. Pengaruh tepung kulit buah papaya perlakuan memberikan pengaruh yang berbeda nyata /pU0,0(0, papain pada tepung kulit buah pepaya dapat menurun akibat banyaknya kematian telur !a!ing karena pengaruh papain dari tepung kulit pepaya. Pengaruh Pemberian #epung Kulit Buah Pepaya #erhadap $umlah Lar+a &a-ing0 'erdasarkan data penelitian $umlah lar;a dari tiap gram eses yang terdapat pada ternak babi yang diberi pakan tepung kulit buah pepaya tidak ditemukan adanya $umlah lar;a !a!ing 1trongy#us sp, 7scaris sp, dan Trichuris suis dalam penelitian disebabkan adanya sanitasi ruangan dan alat 1 alat laboratorium dengan menggunakan alkohol yang dapat membunuh telur !a!ing dalam waktu 2 $am. Pemberian tepung kulit buah pepaya $uga dapat menurunkan ertilitas telur !a!ing karena tepung kulit buah pepaya mengandung en?im papain yang se!ara ;emi uga dapat merusak protein tubuh !a!ing sehingga !a!ing yang telah menetas tidak dapat bertahan hidup.

KE"I)P LAN (AN "ARAN Kesimpulan 'erdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa pemberian tepung kulit buah pepaya pada dosis 10I dapat menurunkan $umlah telur 1trongy#us sp, 7scaris sp dan Trichuris suis, sedangkan tidak ditemukan lar;a !a!ing 1trongy#us sp, 7scaris sp, dan Trichuris suis disebabkan oleh penurunan ertilitas telur !a!ing yang dipengaruhi oleh papain serta prosedur sanitasi alat 1 alat dan ruangan laboratorium. "aran Pemberian tepung kulit buah pepaya pada dosis 10I sudah mendapatkan hasil yang baik dan diharapkan tepung kulit buah pepaya di$adikan bahan pelengkap ransum karena dapat mengurangi penyakit !a!ingan pada ternak babi.

(A'#AR P "#AKA %nonimous. 2004a. Trichuris spp. http:55e;m.ms!s.edu 5!ourses5mi!(H7 5do!s5parasite5T&8.E.ET3" %tiya, &idayanti, dan @uraini. 2001. .e"eriksaan 8fek 7nthe#"entik .apain *asar Terhadap 2nfeksi 5uatan Cacing Dae"onchus contortus. $udo#phi .ada &o"ba. J66. 38P%. 9nair. 'enbrook, >. %., and 3. B. #loss. 17H1. C#inica# .arasito#ogy. 2 ed, 8owa #tate 9ni;. Press. %mes, 8owa, 2+1,. *unn, %.3. 17,8. Beterinary Eelminthology. 2nd >d. Jilliams Eeinemann 3edi!al 'ooks "T*, "ondon. Koodwin, *. E. 17,4. 'ee 3anagement and Produ!tion. "ondon: Eut!hinson. Kusumamihard$a, #. 1772. .arasit dan .arasitosis pada Dewan Ternak dan Dewan .iara. Pusat %ntar 9ni;ersitas 'ioteknologi. 8nstitut Pertanian 'ogor. 'ogor. "apage, K. 17(H. Beterinary Eelminthology and >nthomology. 4th >d. 'ailliere Tindall, "ondon. "awson, J. ". dan 3. %. Kemmel. 1782. Transmission in Eydatidosis and !ysti!er!osis. 7dvanceEs in .arasito#ogy 2a:2,7. "e;ine, @*. 1782. Te)tbook ;f 6eterinary .arasito#ogy. 'urgess Publishing .ompany. 9#%. "e;ine, @*. 1770. 'uku Pela$aran Parasitologi Beteriner. *iter$emahkan oleh Pro . *r. Katut %shadi. Kad$ah 3ada 9ni;ersity Press. Pogyakarta. @&.. 1778. 3utrient $e4uir"ents of 1wine. 3utrient $e4uir"ents of &o"estic 7ni"a#, @inth &e;ised >dition @ational %!ademy Press. Jashingthon *.. #eddon, E.&. 17H,. Eelminth 8n estation 2nd >d. .ommonwealth o %ustralia *epartment o Eealth, #idney. #iagian E. Pollung. 1777. /ana@e"en Ternak 5abi, *iktat Kuliah Jurusan 8lmu Produksi Ternak. 6akultas Peternakan 8nstitut Pertanian 'ogor, 'ogor. #ihombing. 177,. 2#"u Ternak 5abi. .etakan Pertama. Kad$ah 3ada 9ni;ersity Press. Pogyakarta. #mith, J.*. 17H8. 8ntrodu!tion to %nimal Parasitology. The >nglish 'ooks 9ni;ersity Press, "E. "ondon. #ubronto, dan 8. T$aha$ati. 2001. 2#"u .enyakit Ternak 22. Kad$ah 3ada 9ni;ersity Press. Pogyakarta.

#oulsby, >.J.". 1782. Eelminths, %ntropods and Proto?oa o *omesti!ated %nimals. 8nglish "aguage 'ook #er;i!e 'ailiere Tindall. ,th >d. Pp.221+2(,. Tarmud$i, *eddy *$auhari #iswansyah dan Katot %diwinata. 1788. Parasit+parasit .a!ing Kastrointestinal pada sapi+sapi di Kabupaten Tapin dan Tabalong Kalimantan #elatan, di dalam Penyakit Eewan. 'alai Penelitian Beteriner, 'adan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, *epartemen Pertanian, Jakarta. Tsu$i, @., K. #u?uki., E.K. %oki., T. 8sobe., T. %rakawa dan P. 3atsumoto. 2002. 3i!e 8ntranasal 8mmuni?ed with a re!ombinant 1H kilodalton %ntigen rom &oundworm %s!aris Parasites are Prote!ted %gaints "ar;a 3igration o 7scaris suu". 8n e!tion and 8mmunity Bol. ,1, pp : (214. Jiryosuhanto, #. *. dan Ja!oeb, T. @. 1774. .rospek 5udidaya Ternak 1api. Kanisius. Pogyakarta .ategories: Penyakit 'abi, &ansum 'abi | @o .omments

Penyakit Babi0/0
3ay 14, 2010 | Posted by saulandsinaga .ategories: Penyakit 'abi | 1 .omment

Penyakit Babi0/
3ay 12, 2010 | Posted by saulandsinaga .ategories: Penyakit 'abi | @o .omments

PENBEBAB AB%R#I%N PA(A BABI :IRA K!AIRANI;


3ar!h 2(, 2010 | Posted by saulandsinaga %bortus atau keluron adalah pengeluaran etus sebelum akhir masa kebuntingan dengan etus yang belum sanggup hidup, sedangkan kelahiran prematur adalah pengeluaran etus sebelum masa akhir kebuntingan dengan etus yang sanggup hidup sendiri di luar tubuh induk /Toelihere, 178(0. %bortus dapat ter$adi pada berbagai umur kebuntingan dari 42 hari sampai saat akhir masa kebuntingan. %bortus dapat ter$adi bila kematian etus di dalam uterus disertai dengan adanya kontraksi dinding uterus sebagai akibat ker$a se!ara bersama+sama dari hormon estrogen, oksitosin, dan prostaglandin 62= pada waktu ter$adinya kematian etus itu. Cleh karena itu etus yang telah mati terdorong keluar dari saluran alat kelamin /Eard$opran$oto, 177(0. Penyebab abortus se!ara garis besar dapat dibedakan men$adi 2 kelompok, yaitu abortus karena sebab+sebab in eksi dan, abortus karena sebab+sebab non in eksi.

1. %bortus karena in eksi : Bru-ellosis 1ifat dan *e@adian 'ru!ellosis adalah penyakit hewan menular yang se!ara primer menyerang sapi, kambing, babi dan sekunder beberapa $enis hewan lainnya dan manusia. 'ru!ellosis disebabkan bakteri 'ru!ella abortus /%nonim, 17,80. %bortus karena 'r. abortus umumnya ter$adi dari bulan ke+ H sampai ke+7 periode kebuntingan. Ke$adian abortus berkisar antara (+70I di dalam suatu kelompok ternak tergantung pada berat ringan in eksi, daya tahan hewan bunting, ;irulensi organisme dan aktor+ aktor lain /Toelihere, 178(0. Ter$adinya keguguran setelah kebuntingan ( bulan merupakan petun$uk kun!i untuk menemukan penyakit ini. #eekor sapi betina setelah keguguran itu masih mungkin bunting lagi tetapi tingkat kelahiran akan rendah dan tidak teratur /'lakely ^ 'ade, 17710. #edangkan menurut %koso /17700, ter$adinya keguguran karena penyakit ini biasanya pada usia kebuntingan , bulan. Kemungkinan selaput $anin akan tertinggal lama dan menyebabkan sapi men$adi mandula dalah merupakan ge$ala penyakit ini Penularan penyakit ini dapat ter$adi melalui ingesti makanan dan air yang terkontaminasi oleh kotoran+kotoran dari alat kelamin hewan yang mengalami abortus. *isamping itu penularannya dapat $uga ter$adi melalui selaput lendir mata dan melalui 8' dengan semen terin eksi. %nak sapi yang menyusu dari induk yang tertular $uga dapat tertulari /Toelihere, 178(0. _ Pato(ene'i' Permulaan in eksi bru!ellosis ter$adi pada kelen$ar lim e supramamaria. Pada uterus, lesi pertama terlihat pada $aringan ikat antara kelen$ar uterus mengarah ter$adinya endometritis ulserati , kotiledon kemudian terin eksi disertai terbentuknya eksudat pada lapisan allantokhorion. 'ru!ella banyak terdapat pada ;ili khorion, karena ter$adi penghan!uran $aringan, seluruh ;ili akan rusak menyebabkan kematian etus dan abortus. Jadi kematian etus adalah gangguan ungsi plasenta disamping adanya endotoksin. 6etus biasanya tetap tinggal di uterus selama 24+,2 $am setelah kematian. #elaput etus menderita oedematous dengan lesi dan nekrosa /Eard$opran$oto, 177(0. Pen(en,a%ian ,an Pence(a&an 9paya yang dapat dilakukan terhadap pen!egahan penyakit ini adalah memisahkan sapi yang menderita abortus pada tempat yang terisolasi, menghindari perkawinan antara pe$antan dengan betina yang menderita abortus, $angan memberikan susu pada sapi dengan susu sapi yang menderita abortus, selalu memperhatikan kebersihan baik kandang maupun peralatan kandang dan peralatan pemerah yang digunakan, serta melaksanakan ;aksinasi se!ara teratur /#iregar, 17820. %pabila ter$adi abortus akibat 'ru!ella abortus etus dan pla!enta yang digugurkan harus dikubur atau dibakar dan tempat yang terkontaminasi harus didesin eksi dengan 4I larutan kresol atau desin ektan se$enis /Toelihere, 178(0. _ Leptospirosis 1ifat dan *e@adian

n"eptospirosis pada sapi disebabkan oleh spiro!heta yang ke!il dan berbentuk ilamen, yang terpenting diantaranya adalah "eptospira pamona, ". hard$o, ". grippotyphosa dan ". !oni!ola. Crganisme ini mudah dimusnahkan oleh panas, sinar matahari, pengeringan, asam, dan desin ektan. "eptospira dapat hidup selama beberapa hari atau minggu dalam lingkungan yang lembab pada suhu sedang seperti di tambak, aliran air yang ma!et atau di tanah basah /Toelihere, 178(0. %ir merupakan media penyebaran utama untuk penyakit ini. Penularannya dapat pula melalui luka, semen, baik perkawinan alamiah maupun perkawinan dengan 8'. selain dapat menular ke ternak lain penyakit ini $uga dapat menular ke manusia /'lakely ^'ade, 17710. Pembawa utama "eptospira adalah rodentia. %n$ing dan babi dapat ber ungsi sebagai pembawa potensial /%nonim, 17800. Penyebaran "eptospirosis bergantung pada keadaan luar, yaitu penyebarannya terutama melalui air dan lumpur. Eewan biasanya mengeluarkan "eptospira melalui air kemih. 'ila air kemih in tiba di dalam air atau lumpur yang sedikit alkali atau netral maka "eptospira itu dapat tinggal hidup berminggu+minggu. 'ila hewan atau orang kontak langsung dengan air atau lumpur ini maka ia terin eksi. "eptospira ini masuk ke dalam tubuh melalui selaput lendir kon$ungti;a, mulut, hidung dan luka kulit. _ .atogenesis #etelah in eksi ter$adi pada sapi, "eptospira masuk dan berkembang di dalam aliran darah. 3asa inkubasi ter$adi 4+10 hari dengan ase bakteremia yang akan berakhir kira+kira , hari, diikuti pengeluaran "eptospira dalam air susu dan ter$adi kerusakan ungsi gin$al. *engan terbentuknya antibody dalam sirkulasi darah setelah (+10 hari bakteremia berhenti, bakteri akan melokalisir dan menetap di se$umlah organ tubuh terutama tubulus renalis gin$al dan alat kelamin dewasa. #elan$utnya "eptospira dikeluarkan dalam urine selama 20 bulan atau lebih, tergantung pada serotype dan umur sapi. Pada induk sapi yang bunting maupun tidak bunting "eptospira akan menetap pada uterus pas!a in eksi. "okalisasi "eptospira pada uterus yang bunting dapat menulari etus, diikuti dengan keluarnya kotoran yang mengandung "eptospira dari alat kelamin sampai 8 hari pas!a lahir. "eptospira dapat $uga menetap di tuba alopii 22 hari setelah melahirkan /Eard$opran$oto, 177(0. .engenda#ian dan .encegahan Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan tindakan+tindakan higienik dan sanitasi, ;aksinasi dan pengobatan antibiotika. 'akterin dapat memberi kekebalan yang baik selama 2 sampai 12 bulan. Cleh karena itu ;aksinasi memakai bakterin sebaiknya dilakukan 2 kali dalam 1 tahun. Pengobatan terhadap leptospirosis akut meliputi penyuntikan antibiotika dalam dosis tinggi seperti 2 $uta satuan peni!illin dan ( gram streptomy!in 2 kali sehari atau 2,(+( gram tetra!y!line per (00 kg berat badan setiap hari selama ( hari /Toelihere, 178(0. #edangkan !ara pengendalian yang ideal adalah dengan penyingkiran hewan pembawa /%nonim, 17800. _ &amphyloba-teriosis 1ifat dan *e@adian

.amphyloba!teriosis yang disebabkan oleh .amphylobakter oetus ;eneralis /dahulu disebut Bibrio etus ;eneralis0 adalah salah satu penyakit penyebab utama kegagalan reproduksi pada sapi yang disebarkan melalui perkawinan. 9mumnya ditemukan kematian embrio dini atau abortus pada bulan ke+4 sampai akhir kebuntingan /Toelihere, 178(0. Penyebarannya lewat ingesti, masuk darah menyebabkan plasentitis dengan kotiledon hemoragik dan sekitar interkotiledonaria mengalami udema /Prihatno, 200H0. _ .atogenesis 8n eksi .amphyloba!ter etus ;enerealis pada sapi betina akan diikuti oleh endometritis, ditandai dengan adanya kerusakan pada endometrium yang men!apai pun!aknya pada 8+12 minggu setelah penularan, disertai keluarnya !airan keruh kemudian berubah men$adi mukopurulen yang kadang+kadang diikuti salphingitis. >ksudat ditemukan dalam kelen$ar uterus disertai in iltrasi lim osit ke dalam rongga periglandular. Karena adanya endometritis, embrio akan memperoleh oksigen lebih sedikit, sehingga akan mati dalam waktu yang singkat tanpa ge$ala yang $elas. %bortus ter$adi pada umur 2+2 bulan dengan selaput etus yang utuh pada waktu diabortuskan /Eard$opran$oto, 177(0. .engenda#ian dan .encegahan Pengendalian yaitu 8' dengan semen sehat yang berasal dari pe$antan yang sehat pula, hewan betina atau pe$antan yang terkena harus istirahat kelamin selama 2 bulan dan ;aksinasi dengan bakterin 20+70 hari sebelum dikawinkan atau setiap tahun /Prihatno, 200H0. #edangkan pengobatannya dapat dilakukan dengan pemberian antibioti! berspektrum luas baik pe$antan maupun betina /Prihatno, 17740. _ In4e-tious Bo+ine Rhinotra-heitis dan In4e-tious Pustular *ul+o+aginitis :IBR-IP*; 1ifat dan *e@adian Penyakit ini baru dikenal se$ak tahun 17(0 di %merika #erikat yang disebabkan oleh ;irus. Penyebaran ;irus ini adalah melalui udara yaitu pada saat banyak hewan berkumpul. Eingga sekarang hanya sapi yang diketahui peka terhadap penyakit ini. 8n eksi buatan dapat dilakukan denan inhalasi larutan yang mengandung ;irus di dalam hidung atau dengan in$eksi intra tra!heal /&essang, 17840. Ke$adian abortus dapat setiap saat, tetapi umumnya mulai bulan ke+4 sampai akhir kebuntingan /Prihatno, 200H0. Penularan penyakit ini dapat se!ara ;ertikal maupun hori?ontal. #e!ara ;erti!al dapat melalui in eksi intra uterine, sedangkan se!ara hori?ontal dapat melalui inhalasi dari !airan hidung dan melalui semen yang mengandung ;irus /%nonim, 17820. _ .atogenesis 3asa inkubasi ;irus ini berkisar antara 4+H hari. 8n eksi ;irus ini menyebabkan lepuh+lepuh pada mukosa ;ul;a dan ;agina, yaitu dimulai dengan bintik+bintik merah sebesar $arum pentul yang dalam waktu 2+2 hari akan membesar. "epuh+lepuh ini berdinding tipis dan berisi !airan. #api yang terin eksi mengalami demam yang disertai radang ;agina. *ari ;ul;a akan keluar !airan yang mula+mula bening kemudian bersi at nanah. 8n eksi ;irus ini $uga

menyebabkan lepuh+lepuh pada etus.dan nekrosis pada bagian korteks gin$al etus /Eard$opron$oto, 177(0. .engenda#ian dan .encegahan Baksinasi terhadap sapi+sapi yang tidak bunting dengan kombinasi 8'&+8PB dan 'B*+3* pada usia H+8 bulan dapat dilakukan untuk men!egah penyakit ini. #api yang terkena diisolasi dan diistirahatkan kelamin selama kurang lebih 1 bulan kemudian untuk men!egah in eksi sekunder dapat diberikan antibiotik /Prihatno, 17740. _ Bo+ine *irus (iarrhea )u-osal (isease :B*(-)(; 9mumnya menyerang sapi dan menyebabkan in ertilitas. Pada sapi bunting yang terin eksi dapat menyebabkan abortus.abortus dapat ter$adi pada usia kebuntingan 2+7 bulan dan sangat menular. Penularan dapat lewat oral atau parenteral, urin atau eses. 8n eksi pada etus antara hari ke 4( dan 12( kebuntingan dan mungkin menyebabkan kematian etus, abortus, resorbsi, etal immunotoleran, dan in eksi persisten. Ke$ala yang nampak adalah demam tinggi, depresi, anoreksia, diare, dan produksi susu turun. _ .atogenesis 3asa inkubasi se!ara alami berlangsung selam 21 hari. Birus masuk ke dalam aliran darah setelah ter$adinya penularan /;iremia0, kemudian diikuti dengan timbulnya kerusakan+ kerusakan sel epitel pada mukosa saluran pen!ernaan. Pada hewan yang buting ;irus ini menyebabkan plasentitis yang diikuti oleh in eksi pada etus, kemudian diikuti abortus atau kelahiran anak yang abnormal /Eard$opran$oto, 177(0. .engenda#ian dan .encegahan *iagnosanya sulit karena tidak ada lesi spesi ik pada etus. 9$i serologik untuk menentukan titer antibodi mungkin dapat membantu diagnosa. Pen!egahan dengan mengeleminir sapi terin eksi dan melakukan ;aksinasi /Prihatno, 200H0. _ Epi.ooti- Bo+ine Abortion :EBA; 1ifat dan *e@adian >pi?ooti! 'o;ine %bortion />'%0 disebabkan oleh .hlamydia psittasi dan ;ektornya adalah Crnithodoros !oria!eus. Penyakit ini menyebabkan abortus yang tinggi /20+40I0 pada tri semester akhir kebuntingan pada sapi dara /Prihatno, 200H0. 3enurut 3!Ker!her /17H70 yand disitasi oleh Toelihere /178(0 penyakit ini terutama menyerang etus dan menyebabkan abortus pada umur kebuntingan ,, 8, dan 7 bulan. 'eberapa etus dilahirkan mati atau anak sapi lahir hidup tetapi lemah dan mati beberapa waktu kemudian. Ke$ala penyakit ini dapat dilihat dengan adanya kerusakan menyolok pada etus yang diabortuskan pada pla!enta ada ber!ak+ber!ak /Partodihar$o, 178,0. _ .atogenensis

Birus ini terutama menyerang etus, ditandai adanya haemorrhagia pete!hial pada mukosa kon$ungti;a, mulut dan kulit etus. Terdapat !airan berwarna $erami umumnya terdapat di dalam rongga tubuh. 8n eksi ;irus ini pada etus menyebabkan hati membengkak, berbungkul kasar dan berwarna kuning dan hampir semua kelen$ar lim a membengkak dan oedematous /Toelihere, 178(0. .engenda#ian dan .encegahan 3elihat ganasnya penyakit ini, maka diperkirakan penyebaran yang !epat dan antibodi yang terbentuk !ukup kuat dalam tubuh sapi, dapat diperkirakan ;aksin akan mudah didapat. Tetapi kenyataannya sampai sekarang belum ada ;aksinnya /Partodihar$o, 178,0. Pengendalian penyakit ini dilakukan dengan mengisolasi dan mengobati hewan yang terin eksi disamping pemberian ;aksinasi tetapi belum ada ;aksinnya /Prihatno, 17740. _ Aspergillosis 1ifat dan *e@adian %spergillosis adalah penyakit $amur pada unggas, burung liar termasuk penguin, dan mamalia yang sudah lama dikenal. Jenis %spergillus yang dianggap patogen untuk hewan adalah %spergillus la;us, %. !andidus, %. niger, %. glau!us. 9mmnya penyakit ini bersi at menahun, akan tetapi pada hewan muda dapat ber$alan akut. Pada sapi $amur dapat menyebabkan abortus bila $amur berlokasi di selaput etus /&essang, 17840. Eampir semua abortus pad sapi disebabkan oleh %spergillus umigatus dan 3u!orales. Kebanyakan abortus ter$adi pada bulan ke+( sampai ke+, masa kebuntingan, tetapi dapat berlangsung dari bulan ke+4 sampai waktu partus. 6etus umumnya dikeluarkan dalam keadaan mati, tetapi beberapa kasus ter$adi kelahiran prematur /Toelihere, 178(0. Crgan reproduksi yang sering ditumbuhi $amur adalah uterus /&obert, 178H0. _ .atogenesis Jamur masuk lewat inhalasi sampai ke paru+paru, spora akan mengikuti aliran darah menu$u plasenta dan menyebabkan plasentitis diikuti oleh kematian etus dan abortus. Jamur $uga dapat masuk ke tubuh melalui makanan, lewat ingesti spora masuk rumen menyebabkan rumenitis kemudian masuk ke dalam darah menu$u plasenta dan menyebabkan plasentitis yang diikuti oleh abortus /Prihatno, 200H0. Pengendalian dan Pen-egahan Pen!egahan penyakit ini dapat dilakukan dengan !ara antara lain : menyingkirkan hewan penderita, menghindari pemberian makanan ber!endawan, memusnahkan sumber !endawan %spergillus, memberikan perawatan dan makanan hewan untuk mempertinggi daya tahan tubuh, bekas tempat sapi yang terin eksi didesin eksi. Pengobatannya dengan griseo ul;in untuk hewan besar memberikan hasil yang memuaskan tetapi biaya !ukup mahal /%nonim, 17810. _ #ri-homoniasis #i at dan Ke$adian

Tri!homoniasis adalah penyakit ;enereal yang ditandai dengan sterilitas, abortus muda, dan pyometra, yang disebabkan oleh Tri!homonas oetus. %bortus ter$adi antara minggu pertama dan minggu ke+1H masa kebuntingan /Toelihere, 178(0. Penularan dari sapi betina ke sapi yang lain ter$adi melalui pe$antan yang mengawininya. Penyakit ini pada tingkatan yang lan$ut menun$ukkan keadaan preputium penis sapi $antan yang mengalami peradangan, meskipun penyakit ini dapat pula ditularkan melalui 8' /'lakely ^ 'ade, 17710. Ke$ala penyakit ini ditandai dengan siklus estrus yang pendek tidak teratur, dan pada umumnya menyebabkan in ertilitas yang bersi at sementara. #ering sekali ditemui abortus muda /umur 4 bulan atau kurang0 dan ke$adian pyometra /Partodihar$o, 178,0. _ .atogenesis Pada ;agina tri!homonisis menimbulkan ;aginitis kataralis, yang mukosa ;aginanya berwarna kemerahan dan basah. Pada in eksi yang kronis didapatkan udemaa pada ;ul;a. Pada uterus in eksi T. etus menyebabkan endometritis kataralis yang dapat berubah men$adi purulen. %pabila sapi bunting, keradangan pada kotiledon mengakibatkan kemtian dan maserasi etus atau abortus, kemudian disusul ter$adinya piometra. Pada kasus tersebut !orpus luteum gra;idatum tetap berkembang dan disebut !orpus luteum persisten. Plasenta mengalami penebalan dilapisi se$umlah ke!il gumpalan eksudat berwarna putih kekuningan. Pada kotiledon sedikit nekrosis /Eard$opran$oto, 177(0. .engenda#ian dan .encegahan Penanggulangan penyakit ini dapat dilakukan dengan pengobatan antibiotik se!ara lokal pada betina terin eksi. #edangkan pada pe$antan terin eksi dilakukan pembilasan kantong penis dengan antibiotik atau antiseptika ringan !ukup membinasakan T. etus. *isamping itu pengolahan semen yang digunakan untuk 8' dengan baik merupakan !ara pemberantasan Tri!homoniasis /Partodihar$o, 178,0. #emen yang beredar se!ara komersial dapat diberi perlakuan khusus dengan pemberian antibiotik untuk menghindari an!aman in eksi sapi betina yang di 8'. pengobatan terhadap Tri!homonisis dapat berhasil se!ara e ekti dengan menggunakan antibiotik spektrum luas baik untuk pe$antan maupun betina. 9saha lain yang dapat dilakukan adalah isolasi dan memberikan waktu istirahat untuk kegiatan seksual /'lakely ^ 'ade, 17710. 1. %bortus karena sebab+sebab non in eksi _ Abortus karena 4aktor genetik 8nbreeding menyebabkan kematian embrio, abortus dan kelahiran anak yang mati karena konsentrasi gen+gen letal per?igot lebih tinggi dibandingkan dengan pada !rossbreeding /Toelihere, 178(0. Ken lethal yang diperoleh dari induk dan bapaknya, dapat menyebabkan abortus. Kelainan kromosom baik pada autosom maupun kromosom kelamin $uga dapat menyebabkan abortus /Eard$opran$oto, 177(0. #ebelum implantasi, embrio lebih mudah terkena pengaruh mutasi geneti! dan kelainan kromosom diikuti oleh kematian etus. Kelainan kromososm dapat dibedakan atas kelainan $umlah kromosm dan struktur kromosom. Ke$adian ini dapat berlangsung karena kegagalan penyebaran kromosom atau susunan kromatin dalan sel tubuh penderita, ter$adi selama berlangsungnya proses meiosis dan mitosis dari sel o;um atau sel sperma yang dapat

menghasilkan dua bentuk sel yang poliploid. Pang dimaksud dengan poliploid adalah penambahan $umlah kromosom yang normal /2nR10 /Eard$opran$oto, 177(0. _ Abortus karena sebab-sebab hormonal #enyawa estrogenik bila diberikan dalam dosis tinggi untuk periode yang lama dapat menyebabkan abortus pada sapi /Toelihere, 178(0. Eormon estrogen dihasilkan oleh olikel o;arium dan mempunyai ungsi stimulasi kontraksi uterus, $uga menyebabkan uterus lebih peka terhadap pengaruh oksitosin pada saat men$elang partus. >strogen beker$asama dengan relaksin dapat merelaksasi ser;ik dan ligamentum pel;is. Pada periode kebuntingan gangguan ketidakseimbangan hormone dapat menyebabkan ter$adinya abortus /Eard$opran$oto, 177(0. _ Abortus karena de4isiensi makanan 3alnutrisi untuk waktu yang lama menyebabkan penghentian siklus birahi dan kegagalan konsepsi. *e isiensi makanan dan kelaparan yang parah dapat menyebabkan abortus /Toelihere, 178(0. _ Abortus karena kera-unan :bahan toksik; Kera!unan nitrat yang banyak dikandung oleh rumput liar dirawa+rawa atau daun !emara /pinus ponderosa0 bila termakan dalam $umlah besar pada induk yang sedang bunting, dapat menyebabkan abortus pada 21+142 hari kemudiansesudah ingesti. %bortus dapat ter$adi pada umur kebuntingan H+7 bulan. %nak sapi dapat lahir premature, lemah dan mati sesudah beberapa waktu, sering $uga ter$adi retensi se!undae. 'ahan toksik yang terkandung di dalam daun pinus mungkin adalah suatu ?at anti estrogeni! yang akan mempengaruhi metabolisme tubuh terutama menekan sekresi kelen$ar kelamin. *aun lamtoro yang diberikan dalam $umlah besar dapat menyebabkan abortus karena ra!un mimosin yang dikandung. &a!un mimosin bila termakan induk hewan yang bunting se!ara berlebihan dapat mempengaruhi metablisme hormonal, sehingga menyebabkan penurunan respon o;arium terhadap sekresi hormone gonadotropin /Eard$opran$oto, 177(0. _ Abortus karena gangguan dari luar tubuh induk #tress karena panas dapat menyebabkan hipotensi etus, hypoMia, dan asidosis /Prihatno, 200H0. #uhu yang panas dapat menyebabkan penurunan kadar hormone reproduksi seperti 6#E dan "E, selain itu $uga dapat menyebabkan penurunan ;olume darah yang mengalir ke alat reproduksi, sehingga menyebabkan perubahan lingkungan uterus yang lebih panas dan menambah kemungkinan kematian etus /Eard$opran$oto, 177(0. _ Abortus karena sebab-sebab 4isik Peme!ahan kantong amnion dengan penekanan manual pada kantung amnion selama kebuntingan muda, 20+H0 hari umur kebuntingan dapat menyebabkan abortus. #ebab utama kematian etus adalah rupture $antung atau pe!ahnya pembuluh darah pada dasar $antung etus yang menyebabkan perdarahan ke dalam kantung amnion. Peme!ahan !orpus luteum gra;idatum5;erum pada o;arium akan disusul abortus beberapa hari kemudian. Pada sapi !orpus luteum diperlukan selama periode kebuntingan dan kelahiran normal. .orpus luteum menghasilkan hormone progesterone yang ber ungsi untuk pertumbuhan kelen$ar

endometrium, sekresi susu uterus, pertumbuhan endometrium dan pertautan pla!enta untuk memberi makan kepada etus yang berkembang, dan menghambat pergerakan uterus untuk membantu pertautan pla!enta. #ehingga penyingkiran !orpus luteum kebuntingan pada sapi pasti menyebabkan abortus /Toelihere, 178(0. _ Abortus karena sebab-sebab lain Kembar pada sapi menyebabkan lebih banyak kelahiran prematur, abortus, distokia, dan kelahiran anak yang lemah atau mati dibandingkan etus tunggal /Toelihere, 178(0. 'anyaknya etus yang ditampung oleh kedua !ornua uteri dari seekor induk sangat tergantung kepada si at genetisnya. 3akin bertambahnya $umlah etus, makin bertambah pula $umlah plasentanya dan makin bertambah ruangan didalam uterus yang dibutuhkan, serta makin bertambah kebutuhan darah untuk etusnya. @amun demikian, kemapuan rongga uterus untuk menampung etus se!ara alamiah adalah terbatas. *engan bertambahnya etus di dalam uterus di luar kemampuannya, dapat mengurangi penyediaan darah pada tiap etus. Kondisi sepetri ini !enderung menyebabkan kematian etus, khususnya bila etus berada dalam satu !ornua /Eard$opran$oto, 177(0. .ategories: Penyakit 'abi, Tatalaksana 'abi | @o .omments

"AL)%NELL%"I" :LI"NAAA#I ;
3ar!h 22, 2010 | Posted by saulandsinaga A0 "almonella #almonellosisi yang disebabkan oleh berbagai spesies pada hewan tertentu /umumnya patogen pada manusia dan dapat disebarkan melalui makanan0 yaitu 1. ga##inariu" /ayam0, 1. &ub#in /sapi0, 1. abortuse4ui /kuda0, 1. abortus ovis /domba0, 1. cho#erasuis /babi0, mengakibatkan septisemia dan radang usus yang akut maupun kronik. Pada hewan betina yang sedang bunting salmonellosis dapat mengakibatkan keluron. #almonellae didistribusikan se!ara luas dalam sistem produksi babi di sebagian besar dunia. *aging babi dan produk daging babi, karena itu, telah dianggap sebagai reser;oir utama patogen ini, dan memiliki potensi untuk men!emari makanan. 3eskipun dua sero;ar ini, .holeraesuis dan #almonella #almonella typhimurium, dianggap penting klinis patogen menyebabkan penyakit pada babi, se$umlah besar serotipe #almonella telah terlibat sebagai penyakit bawaan makanan menyebabkan ditransmisikan ke rantai makanan manusia pembawa karena keadaan babi sero;ar lain. /0 B0 Penyebab #almonellosis merupakan penyakit yang sering menyerang babi muda. Ter$adinya salmonelosis ini biasanya dikarenakan kekurangan pakan, kandang yang buruk, !a!ingan yang berat, ataupun karena daya tahan dari babi /%nthony, 17H10. #ebagian besar serotipe #almonella mempunyai reaksi biokimia yang yang identik dengan meman aatkan substrat+ substrat yang umum dipakai, karena itu untuk melakukan identi ikasi yang spesi ik dari genus ini harus melalui penentuan antigennya. 'entuk septisemia akut mempunyai angka kematian yang tinggi. Ke$ala yang mun!ul berupa kelemahan umum, gemetar, demam, ada

lesi kemerahan sianosis di kulit telinga, anggota gerak, dan punggung, diare !air kekuningan, kemungkinan $uga mun!ul ge$ala pneumonia, perubahan patologis meliputi hemoragi petekiae dan ekimose pada kulit, namun lesi ini kurang spesi ik. Perubahan yang lebih men!iri adalah pembesaran lien, lim aadenitis hemoragi, dan sering $uga ter$adi ikterus. Eemoragi petekiae dan ekimose $uga ter$adi di permukaan serosa, mukosa laring dan ;esi!a urinaria, dan di parenkim gin$al /*unne, 17,(0. &0 Patogenis #etelah berhasil memasuki tubh penderita kuman akan memperbanyak diri di dalam usus. *alam waktu yang relati;e singkat in eksi tersebut dapat menyebabkan septisemia /sepsis0. Pang dalam waktu pendek dapat menyebabkan kematian penderita. %pabila yang ter$adi hanya bakteriemia, mungkin kuman+kuman hanya akan menyebabkan radang usus akut. Pada yang si atnya kronik, kuman dapat diisolasi dari kelen$ar+kelen$ar lim e di sekitar usus, hati, limpa dan kantong empedu. Kuman kadang+kadang dibebaskan dari tubuh melalui tin$a atau air susu. Pada in eksi yang bersi at laten, kuman akan berkembang biak di dalam tubuh bila keadaan umumnya menurun. Penurunan kondisi tubuh mungkin disebabkan karena stress pengangkutan atau oleh gangguan aali yang lain. (0 Ge,ala-ge,ala #ebelum babi dieuthanasi, babi menun$ukan ge$ala diare, lemah, anoreksi dan kondisi tubuh kurus. Pemeriksaan mikrobiologi diisolasi bakteri salmonella !holeraesuis. 'akteri tersebut diisolasi dari hepar. Eal ini dilakukan karena dugaan salmonellosis yang sudah bersi at septikemia. Kondisi ini $uga didukung oleh ge$ala klinis serta kondisi patologis yang ter$adi pada saluran intestinal, pulmo, dan hepar. #almonella !holeraesuis merupakan genus salmonella yang paling sering mengin eksi babi /3er!hant, 17(00. E0 Pen-egahan %gar babi tidak terkena penyakit yang sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian seperti salmonellosis !holeraesuis, maka harus di!egah karena pen!egahan lebih baik dari pada pengobatan. .ara pen!egahan penyakit salmonellosis !holeraesuis yaitu kandang harus dalam keadaan bersih, pakan teratur dan babi harus sering di ;aksin. /0 '0 Pengobatan Pengobatan dapat dilakukan dengan menggunakan antibiotik Khloram enikol. Cbat ini memberikan e ek klinis paling baik dibandingkan obat lain. Tapi Khloram enikol memiliki e ek toksik pada sumsun tulang. *engan obat lain seperti : ampisilin, amoksisilin, dan Trimetropin 1 sul ametoksasole dapat digunakan untuk pengobatan demam ti oid dimana strain kuman penyebab telah resisten terhadap khloram enikol. Pen!egahan terhadap in eksi #almonella dilakukan dengan imunisasi ;aksin mono;alen kuman #almonella typhosa. Baksin akan merangsang pembentukan serum antibodi terhadap antigen Bi, C, dan E. antigen E memberikan proteksi terhadap #almonella typhosa, tetapi tidak demikian halnya antibodi Bi dan C. pen!egahan $uga bisa dilakukan dengan perlakuan terhadap daging yang baik dan, memberi pengetahuan tentang bahayanya kuman #almonella (A'#AR P "#AKA

#ubronto, 2002, 2#"u .enyakit Ternak </a"a#ia=, Pogyakarta< Ka$ah 3ada 9ni;ersity Press. http:55karyatulisilmiah1.blogspot.!om5 http:55one.indoskripsi.!om5$udul+skripsi+makalah+tentang5salmonella http:55dualapan08.wordpress.!om5200850(5015salmonelosis+dan+koksidiosis+pada+babi+sus+ s!ro a5 .ategories: Penyakit 'abi | @o .omments

Penyakit &ongenital tremor :myo-lonia -ongenita; tanda6 pen-egahan dan pengobatan pada babi :)A RI(Z 'L%REN# 'ERNAN(EZ;
3ar!h 21, 2010 | Posted by saulandsinaga A0 KAL"I ) Kalsium terdapat pada tubuh dalam bentuk garam+garam kalsium, senyawa ion maupun ikatan protein+kalsium. #embilan puluh sembilan persen kalsium terdapat pada tulang dan gigi dalam bentuk kristal yang ber ungsi memberikan kekuatan pada struktur tulang dan gigi. #atu persennya terdapat pada sirkulasi darah dan empat puluh persen dari satu persen kalsium tersebut terikat dengan protein terutama albumin.kalsium dalam bentuk senyawa ion ber ungsi untuk men$aga integritas membrane sel, elektro isiologi pada eksitabilitas sel, dan berperan dalam kontraksi otot. Konsentrasi kalsium dalam darah dipengaruhi hormon parathyroid /PTE0 dan thyroca#citonin. PTE disekresikan oleh kelen$ar paratiroid dan ber ungsi meningkatkan kadar serum kalsium. Thyroca#citonin meningkatkan deposisi kalsium pada tulang ketika ter$adi peningkatan kadar kalsium pada darah. Eormon ini diproduksi oleh kelen$ar tiroid, ber ungsi pula untuk mengurangi kadar serum kaslium dan os at. Kalsium ber ungsi utama untuk membangun tulang dan gigi, ungsi yang lain yaitu : 1. 3enstabilkan membran sel dan memblokade transport natrium menu$u sel. 3aka penurunan kadar kalsium akan meningkatkan eksitabilitas sel dan sebaliknya peningkatan kadar kalsium akan menurunkan eksitabilitas. 2. Pembekuan darah, bila kalsium tidak tersedia, missal terikat dengan sitrat atau oksalat, maka pembekuan darah tidak ter$adi. 2. Produksi air susu. 4. #ekresi beberapa hormon dan a!tor pelepas hormon. Bitamin * diproduksi oleh kulit dengan bantuan sinar u#tra vio#et /9B0. Bitamin * diubah oleh hati men$adi 2(+ dihydro)ycho#eca#cifero# dan lebih lan$ut akan dimetabolisme oleh gin$al dengan bantuan PTE untuk membentuk F,2(+ dihydro)ycho#eca#cifero# akti yang sangat penting pada proses penyerapan kalsium dari saluran pen!ernaan.

/.unningham, James K, 20020 Kalsium plasma terdapat dalam 2 bentuk : 1. bentuk senyawa kompleks dengan asam organik eM. #itrat, phosphat 2. bentuk terikat protein eM. %lbumin, globulin 2. bentuk terionisasi5 bentuk tak terikat /.a2R0 /3urray, &. K., et all., 20020 Karam kalsium lebih larut dalam kondisi asam sehingga penyerapan berlangsung di bagian awal usus halus. Penyerapan tergantung dari banyaknya yang dimakan, kebutuhan dan tipe makanan. 6aktor penentu utama bnyaknya kalsium yang diserap adalah kebutuhan tubuh. Kalsium yang diserap melalui dinding usus halus, yang terbanyak disimpan di tulang terutama di spons tulang /trabekula0 dan kelak akan dikeluarkan $ika diperlukan. @amun kalsium tidak selalu dapat dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan metabolisme, misal saat ter$adi tetani5ke$ang. 3obilisasi kalsium termudah adalah dari tulang rahang dan biasanya pada diagnosa de isiensi kalsium tulang rahang ini diabaikan. *eposisi dan mobilisasi kalsium ini dikontrol oleh hormon. Kalsium yang diserap dan tidak diperlukan oleh tubuh, kebanyakan diekskresikan melalui urin, meskipun sebagian melalui tin$a dan keringat /#ihombing, 200H0. !ubungan Kalsium dengan 'os4at 6os at merupakan anion yang keberadaannya dalam tubuh $uga dipengaruhi oleh PTE. @ormalnya total konsentrasi kalsium dan os at dalam tubuh selalu konstan. %rtinya, $ika konsentrasi kalsium meningkat maka os at akan turun begitu pula sebaliknya $ika konsentrasi kalsium menurun maka os at akan naik. Kalsium dan os at dapat bergabung membentuk kalsium os at /.aEPC40. Jika senyawa ini terbentuk terlalu banyak dapat mengakibatkan hipokalsemia. !ubungan kalsium dengan bahan lain 1. 3agnesium yang banyak dimakan akan menurunkan mpenyerapan magnesium, besi, iodine, mangan, ?ink dan tembaga, terutama $ika salah satu unsure yang dimakan di ambang batas kurang. 2. Kalsium yang berlebihan menurunkan penyerapan dan peman aatan ?ink dan menyebabkan parakeratosis akibat de isiensi ?ink. 2. 3agnesium yang berlebih menurunkan penyerapan kalsium, mengusir kalsium dari tulang sehingga mengakibatkan ekskresi kalsium. /#ihombing, 200H0. B0 !IP%&AL&E)IA (e4inisi Eipokalsemia /kadar kalsium darah yang rendah0 adalah suatu keadaan dimana konsentrasi kalsium di dalam darah kurang dari 8,8 mg5dl /'ullo!k and Philbro!k, 17840.

Kadar normal kalsium dalam darah pada babi betina adalah 11,1 dan pada $antan 7,H( /3itruka, 'ri$ 3., 17810. *ahulu gangguan ini diduga disebabkan oleh adanya bendungan pada system syara , alergi, penyakit neuromuskuler, penyakit keturunan, penyakit ketuaan, penyakit in eksi dan penyakit de isiensi makanan yang menyangkut kalsium, os or, ;itamin %, ;itamin * dan protein /#ubronto, 20010 'aktor Predisposisi Konsentrasi kalsium darah bisa menurun sebagai akibat dari berbagai masalah. Eipokalsemia paling sering ter$adi pada penyakit yang menyebabkan hilangnya kalsium dalam $angka lama melalui air kemih atau kegagalan untuk memindahkan kalsium dari tulang /'ullo!k and Philbro!k, 17840. @amun dari hasil temuan hypo!al!emia disebabkan karena : penurunan kadar kalsium dalam darah di bawah normal, de isiensi hormon paratiroid, e ek hormon tirokalsitonin, gangguan absorbsi kalsium, gangguan produksi ;itamin *, hormon estrogen dan steroid kelen$ar adrenal yang menurunkan absorbsi kalsium /#ubronto, 20010 #ebagian besar kalsium dalam darah dibawa oleh protein albumin, karena itu $ika terlalu sedikit albumin dalam darah akan menyebabkan rendahnya konsentrasi kalsium dalam darah. Penyebab Keterangan 'iasanya ter$adi setelah kerusakan kelan$ar paratiroid Kadar hormon paratiroid atau karena kelen$ar paratiroid se!ara tidak senga$a rendah terangkat pada pembedahan untuk mengangkat tiroid Kekurangan kelen$ar Penyakit keturunan yg $arang atau merupakan bagian paratiroid bawaan dari sindroma *iKeorge Penyakit keturunan yg $arang< Pseudohipoparatiroidisme kadar hormon paratiroid normal tetapi respon tulang ^ gin$al terhadap hormon menurun 'iasanya disebabkan oleh asupan yg kurang, kurang terpapar sinar matahari /pengakti;an ;itamin * ter$adi $ika kulit terpapar sinar matahari0, penyakit hati, Kekurangan ;itamin * penyakit saluran pen!ernaan yg menghalangi penyerapan ;itamin *, pemakaian barbiturat ^ enitoin, yg mengurangi e ekti;itas ;itamin * Kerusakan gin$al 3empengaruhi pengakti;an ;itamin * di gin$al Kadar magnesium yg rendah 3enyebabkan menurunnya kadar hormon paratiroid %supan yg kurang atau Ter$adi dengan atau tanpa kekurangan ;itamin * "a#absorbsi Ter$adi $ika kelebihan asam lemak dalam darah karena Pankreatitis !edera pada pankreas, bergabung dengan kalsium 3engurangi $umlah kalsium yg terikat dengan Kadar albumin yg rendah albumin tetapi biasanya tidak menyebabkan ge$ala,

karena $umlah kalsium bebas tetap normal Ketika konsentrasi kalsium menurun, b#ocking effect kalsium terhadap natrium /sodium0 $uga akan menurun. 3aka dari itu ketika kadar kalsium rendah akan meningkatkan eksitabilitas sel sara dan menyebabkan spasmus otot. 'ahkan akhirnya dapat menimbulkan kon;ulsi dan tetani. Eipokaslemia dapat dilihat seiring dengan penurunan akti;asi ;itamin *, kadang+kadang berhubungan pula dengan penyakit gn$al maupun hati. .ancreatitis dapat menyebabkan penurunan serum kalsium akibat dari sekresi en?im pankreatik lipase yang akan mengikat asam lemak dan kalsium. Trans usi darah dapat pula menyebabkan hipokalsemia karena kalsium dapat terikan nitrat yang digunakan saat preparasi, halmtersebut menghilangkan kalsium terionisasi dalam darah. Eiperpospatemia, hipoalbuminia, penyakit pada kelen$ar paratiroid, terapi obat seperti %.TE atau glu!agon, pembedahan atau pengambilan kelen$ar paratiroid, penyakit saluran pen!ernaan, neoplasia semuanya dapat dikaitkan dengan hipokalsemia. #ebagai akibat dari hipokalsemia antara lain < osteoporosis, spas"us, tetani, peningkatan motilitas saluran gastro+intestinal, serta masalah $antung dan sirkulasi. Tetani otot merupakan hal yang paling umum ter$adi dan berbahaya terutama $ika mengakibatkan spasmus laryngeal /'ullo!k and Philbro!k, 17840. !ipokalsemia pada Babi /i#k fever /.arturient Dypoca#ce"ia, .arturient .aresis0 termasuk salah satu dari tiga "etabo#ic disease yang sering ter$adi /Jooldridge, J. &., 17H00. 3enurut Keorge "i#k fever /tanpa susu dan tanpa demam0 yang sering ter$adi se!ara tiba+tiba setelah proses kelahiran dan menyebabkan hipokalsemia akut. 'erikut ini urutan hewan yang sering mengalami hipokalsemia adalah : sapi, domba, kambing, babi dan an$ing /#mith, 3. %., 17H,0. /i#k fever kadang ter$adi pada babi dan dapat menyerang babi sehat. Kondisi yang ter$adi pada babi sama dengan yang ter$adi pada sapi, spesies yang lebih mendapat perhatian tentang penyakit ini /Eunger ord, T. K., 17H,0. Penelitian pada masa awal penyakit ini mulai diteliti yang dilakukan oleh *r. *ryerre dan Kreig menun$ukkan bahwa dis ungsi kelen$ar paratiroid merupakan a!tor utama. %kibatnya adalah penurunan kadar kalsium darah yang kadang berkorelasi dengan turunnya kadar os or. Para ahli per!aya bahwa kadar magnesium $uga turun tapi tana penurunannya biasa dikaitkan dengan hyperaestesia atau bahkan tetani yang merupkan pengaruh yang sangant komplikati 5 rumit. 3aka dari itu dibedakan dengan pingsan yang disebabkan oleh hipokalsemia baik dengan atau tanpa hypophospate"ia, sangat sedikit literature yang membahas hal ini terutama pada babi. Eipokalsemia atau milk e;er pada babi berbeda dengan ke$adian pada sapi dan domba. @amun penyebab dan pengobatan yang dilakukan biasanya sama /Eunger ord, T. K., et all., 17H,0.

Ge,ala Klinis 9mumnya ter$adi penurunan temperatur tubuh di bawah normal, beberapa kasus menun$ukkan e)cite"ent yang normal atau meningkat. Jika tidak menun$ukkan adanya e)cite"ent, temperatur tubuh tinggi maka indikasinya bukan hipokalsemia. Ke$ala lain adalah babi tidak mau makan, air susu yang dikeluarkan menurun atau tertunda /Eunger ord, T. K., et all., 17H,0. 'abi terserang ditandai dengan ge$ala farrowing selama beberapa $am. %kan tetapi pada beberapa kasus hewan telah farrowing , 1 10 hari sebelumnya. @a su makan dan sekresi susu menurun drastis. Eewan tampak akti pada awalnya tapi nantinya akan ditemukan terkulai lemas dikandang. Jika hewan dibangunkan dapat ter$adi gerakan+gerakan inkoordinati pada kaki+kakinya. Kaki+kaki kadang tidak bisa digerakkan atau diangkat sama sekali /%nthony and "ewis, 17H10. Ke$ala hipokalsemia dapat terlihat mulai beberapa $am sampai pada pun!ak laktasi induk /%nthony,17H10. Terengah+ engah dan lesu adalah salah satu ge$ala awal. Tremor ringan, ke$ang, keram otot, ataMia diakibatkan peningkatan eksibilitas neuromus!ular. Kemungkinan $uga ter$adi perubahan tingkah laku seperi agresi , mendengking, sal;iasi, hipersensiti terhadap stimuli dan disorentasi. Tremor hebat, tetani, dan koma dapat $uga diikuti dengan kematian. Eipertermia $uga ditemukan pada beberapa kasus. .erebral odema ter$adi pada beberapa kasus serangan. Ta!hi!ardi, hipertermia, polyuria, polidipsia, dan muntah sering ter$adi. *ari kebanyakan kasus, induk dapat sehat kembali dan anak dapat tumbuh dengan baik /3er!ks manual,20080. Jalaupun Eipokalsemia seringkali terlihat setelah kelahiran, tapi ge$ala klinis $uga mungkin terlihat sebelum kelahiran atau pada saat kelahiran. Eipokalsemia dengan konsentrasi kalsium serum diatas ,mg5dl tetapi dibawah batas normal dapat menyebabkan kontraksi myometrial yang tidak e ekti dan proses kelahiran yang lambat. @a as terengah+engah dapat menyebabkan alkalosis perna asan. Konsentrasi ion kalsium berhubungan dengan konsentrasi protein, keadaan asam basa, dan ketidak seimbangan elektrolit lainya. Karena itu keparahan dari ge$ala klinis tidak selalu berhubungan dengan konsentrasi kalsium total /3er!ks manual,20080. #istem imunitas bertugas mengadakan perlawanan terhadap berma!am+ma!am kuman dan menelan berbagai benda asing yang berada dalam tubuh. *alam proses membasmi musuh dari luar ini, pertama+tama mengeluarkan tanda bahaya adalah ion kalsium. Kemudian ion kalsium pula yang memberi aba+aba kepada sistem imunitas untuk menangkap musuh. 'erbagai ma!am sel+sel imunitas baru dapat bergerak se!ara serentak menelan dan membasmi musuh. *ari sisni terlihat pentingnya kalsium dalam sistem imunitas. 'egita ter$adi kekurangan !al!ium, kemampuan sistem imunitas akan menurun dan men$adi ka!au, sehingga timbul berma!am+ma!am penyakit seperti "> atau "upus >ritematopus, rematik, seleroderma, dermatitis, $erawat dan penyakit kulit lainnya. #uplemen kalsium dapat meningkatkan sistem imunitas dan mempunyai e ek yang lebih baik dalam pengobatan penyakit ini. Csteoporosis adalah perubahan patologis berupa pengerasan pembuluh nadi, dinding pembuluh menebal dan mengeras, sehingga kehilangan si at lenturnya dan ter$adi penyempitan. .iri khasnya adalah menimbunnya ?at lemak, terbentuknya asam darah dan

bertambahnya $aringan serta. 'ertambahnya benda sing pada dinding pembuluh ini akan menimbulkan penyumbatan pada pembuluh darah. *alam proses ini, ion !al!ium men$adi unsur utama dalam pengerasan pembuluh nadi. Ketika organisme sangat kekurangan !al!ium, !al!ium darah akan menurun dan kemudian tubuh akan mengerahkan !al!ium tulang untuk masuk ke dalam darah. .al!ium yang dileburkan dari tulang, mengendap di dalam pembuluh darah dan menarik kolesterol. Aat+?at pada dinding pembuluh darah perlahan+lahan menebal, bertambah keras dan hilanglah kelenturannya. Pengerasan nadi adalah salah satu penyebab hipertensi, penyakit $antung koroner dan penyakit pembuluh darah otak yang sangat mengan!am kesehatan manusia. 'eberapa tahun belakangan ini, penelitian menun$ukkan pada saat pen$abaran osteroporosis harus pula ditambah dengan mengkonsumsi unsur !al!ium. #uplemen !al!ium bukan sa$a dapat men!egah dan mengobati osteoporosis dan hipertensi tapi $uga mempunyai e ek yang nyata dalam menurunkan lemak dalam darah. Eipokalsemia bisa tidak menimbulkan ge$ala. #eiring dengan ber$alannya waktu, hipokalsemia dapat mempengaruhi otak dan menyebabkan ge$ala+ge$ala neurologis seperti : + + + + + + + Kebingungan Kehilangan ingatan / memori 0 *elirium / penurunan kesadaran 0 *epresi Ealusinasi >pisodeapneu / henti berna as 0 Ke$ang

Ke$ala tersebut akan menghilang $ika kadar kalsium kembali normal. Kadar kalsium yang sangat rendah /kurang dari , mgr5d"0 dapat menyebabkan nyeri otot dan kesemutan, yang seringkali dirasakan di bibir, lidah, $ari+$ari tangan dan kaki. Pada kebanyakan hewan yang kadar kalsium dalam darahnya H mg5dl maka hewan akan berbaring dan tak sanggup berdiri. *an akan berakibat atal $ika kadar nya hanya 4 mg5dl /#mith, '. P., 20020. Pada kasus yang berat bisa ter$adi ke$ang otot tenggorokan /menyebabkan sulit berna as0 dan tetani /ke$ang otot keseluruhan0. 'isa ter$adi perubahan pada sistem konduksi listrik $antung, yang dapat dilihat pada pemeriksaan >KK. Eipokalsemia $uga bisa ter$adi akibat hiperfosfate"ia /kadar os at yang tinggi dalam darah0. Eal ini bisa ter$adi pada bayi yang lebih besar yang diberikan susu, karena kandungan os at dalam susu sangat tinggi. Patogenesis Perubahan+perubahan yang ter$adi pada hypoca#ce"ia antara lain <

1. Pada sistem neuromuskuler Perubahan kadar ion dalam sel dan !airan sekitarnya akan mempengaruhi geraklan maupun tonus otot. 8mpuls syara maupun kontraksi otot dipengaruhi oleh ion @a, .a, K, dan 3g. 8on+ion @a dan K digunakan untuk memelihara kemampuan membran sel. 8on .a dan 3g digunakan untuk memelihara permiabilitas sel. Keduanya berperan se!ara resiprokal pada transisi hantaran syara yang akan mempengaruhi pembebasan asetilkholin. Kadar kalsium yang meningkat dan 3g turun, maka asetilkholin akan dibebaskan se!ara berlebihan. Jika kalsim turun dan 3g meningkat maka akan menghambat pembebasan asetilkholin. 8on .a dan 3g berpengaruh terhadap kontraksi otot. Terbebasnya ion kalsium ke dalam sarkoplasma akan mema!u protein otot, aktin dan miosin sehingga akan menyebabkan kontraksinya serabut otot atau neuro ibrin. 1. 8on kalsium akan menghambat pembebasan hormon insulin dari pankreas sehingga ter$adi peningkatan glukosa darah yang mengakibatkan gangguan ungsi kardio;askuler. /#ubronto, 20010 1. Pada $antung Jantung mengemban tugas untuk mempertahankan nyawa. 3eski hanya sebesar kepalan tangan, $antung mampu mengantarkan darah setiap saat ke setiap sel dalam tubuh manusia. Kemampuan ini berasal dari kontraksi otot $antung se!ara terus menerus. Padahal kontraksi dan ekspansi $antung serta penyimpanan dan penggunaan energinya tidak lepas dari pengaruh !al!ium. Ketika $antung berkontraksi karena perasaan tegang, ion !al!ium mengendalikan detak $antung, 9ntuk mengamatinya akan kita temukan bahwa, pada saat !al!ium memasuki sel, ia akan mengakti kan protein kontrakti dan menimbulkan rangsangan pada otot $antung. *engan berulangnya akti itas seperti ini, maka akan timbul berkali+kali kontraksi pada otot $antung. #aat kadar !al!ium rendah, daya kontraksi otot $antung akan berkurang. Eal inilah yang menimbulkan berbagai ma!am penyakit $antung. Pada kondisi seperti ini, apabila kita men!oba memasukkan ion !al!ium kedalam otot $antung, maka kekuatan otot $antung akan berangsur pulih. Jelas sekali peranan penting !al!ium dalam denyut $antung. (iagnosa Konsentrasi kalsium abnormal biasanya pertama kali ditemukan pada saat pemeriksaan darah rutin. Karena itu hipokalsemia sering terdiagnosis sebelum ge$ala+ge$alanya mun!ul. 9ntuk menentukan penyebabnya, perlu diketahui riwayat lengkap dari keadaan kesehatan penderita, pemeriksaan isik yang lengkap dan pemeriksaan darah dan air kemih lainnya. *iagnosis ditegakkan berdasarkan ge$ala, hasil pemeriksaan isik dan hasil pemeriksaan kadar kalsium dalam darah Pangobatan 200 ml kalsium boroglukonat 10I atau 1,2( bagian obat pada kasus "i#k fever pada sapi dapat diberikan pada babi yang besar. 'abi yang ukurannya ke!il, dosisnya dikurangi. 9ntuk lebih mudahnya kebanyakan diberikan se!ara intra peritoneal /8P0 atan sub!utan /#.0. 3emungkinkan $uga diberikan se!ara intra;ena /8B0 $ika sangat diperlukan. Karena bere ek

pada denyut $antung. 'abi akan lebih senang $ika diberikan melalui $alur intarmuskuler /830 dan #. /Eunger ord, T. K., 17H,0. Pemberian kalsium boroglukonat yang ditambahkan senyawa phospat terlarut dengan !ara in$eksi sub kutan. Karam kalsium mungkin diberikan dengan !ampuran air dan disterilkan terlebih dahulu sbelum disuntikkan sub kutan di belakang telinga. 9ntuk peme!ahan permasalahan tersebut paling utama harus tersedia senyawa kalsium, phospat dan garam magnesium senagai tambahan /%nthony, 17H10. Pengobatan hipokalsemia ber;ariasi tergantung penyebabnya. Kalsium dapat diberikan baik se!ara intra;ena maupun per+oral. Eipokalsemia menahun diperbaiki dengan mengkonsumsi tambahan kalsium per+oral. 3engkonsumsi tambahan ;itamin * dapat membantu meningkatkan penyerapan kalsium dari saluran pen!ernaan / %nonimus a 0. Pada penyakit rakhitis karena kekurangan itamin * yang menyebabkan gangguan metabolism kalsium, perlu perawatan berlan$ut ;itamin * dengan dosis tinggi / >ngstrom, .. J et a##, 1784 0. *osis pemberian ;itamin * dan kalsium se!ara oral ; *ihydrota!hysterol /Eytakerol`0

0.02+ 0.04 mg5kg M 2 hari, kemudian dosis dikurangi 0.01+ 0.02( mg5kg untuk 1 minggu 1,2(+*ihydroMy;itamin *2 /!al!itrol0. /&o!altrol`0 0.02( 1 0.0H mg5kg5hari

; Bitamin *2 /ergo!al!i erol0 /.al!i erol`, *risdol`0

,000+ H,000 95Kg5hari, untuk 1+2 minggu kemudian 1,000+2,000 95Kg5minggu

; Cral !al!ium /digunakan untuk hypo!al!emia ringan yang dikombinasi dengan ;itamin *0

24+44 mg !al!ium5kg5hari yang diberikan 2 1 4 dosis

Terapi untuk Dypoca#ce"ia ; >!lampsia

kalsium glu!onate 8B / 100I .a glu!onate 8B dengan dosis 0.(+ 1.( ml5kg /(+ 1( mg5kg0. 3ungkin dosis harus diulang / !atatan+ Khloridkalsium digunakan pada 152 dosis tanpa eMtra;asasi< .a!l adalah 2 kali lebih kuat, sangat mengiritasi dan akan menyebabkan kerusakan pada $aringan $ika diberikan se!ara ekstra;skuler. .a glu!onate dien!erkan dalam suatu larutan bersi at garam dengan ;olume yang sama, diberi #. tiap H+ 8 $am $ika tanda klinis persisten.

; .hroni! &enal 6ailure /gagal gin$al kronis0

diuresis / 70+ 120 ml5kg5hari,0 diet protein5garam binder os at

; %!ute &enal 6ailure /gagal gin$al akut0


diuresis / 120+ 180 ml5kg5hari0 dopamine drip /2 mg5kg5min0 mannitol /$ika anuri! atau oliguri!0 pertukaran elektrolit dan gangguan asam5basa dialysis

; >thylene Kly!ol

diuresis dopamine drip /2 mg5kg5min0 mannitol /i anuri! or oliguri!0 pertukaran elektrolit dan gangguan asam5basa dialysis

; %!ute Pan!reatitis

@PC 48 1 7H atau lebih dari 1 $am 8B luids /H0 1 70 ml5kg5hari0

; Primary Eypoparathyroidism

.a Klu!onate 8B $ika diperlukan / lihat e!lampsia untuk dosis dan rute pemberian0 oral ;itamin * terapi oral !al!ium

; @utritional #e!ondary Eyperparathyroidism


initially, oral !al!ium supplementation diet yang benar membatasi akti;itas untuk men!egah raktur

; Phosphate+.ontaining >nemas

kalsium glu!onate 8B / lihat e!lampsia untuk dose5route0

/%nonimus b, app.;et!onne!t.!om0 Pada hewan monogastri!, pemberian !alsitriol dapat merangsang penyerapan .a akti dari saluran pen!ernaan terutama usus halus bagian atas. .a pada pemamah biak dan babi sangat

diperlukan pada saat proses laktasi /%nonimus a 0. .alsitonin se!ara in$eksi sub kutan dosis 100+200 3&. 9 sangat man$ur, yang berkelan$utan lebih dari H bulan tidak menyebabkan reaksi alergi, e ek samping, danh hilangnya e ek therapeuti! / #hai, et a##., 17,1 0. Pemberian mineral+10 dosis pengobatan di!ampur pada makanan dan air minumnya diberi P8K6>T /@ugroho, 17700. Pen-egahan Pemberian pakan kering yang dibersihkan pada usia sebelum 1 minggu, hewan di tempatkan pada lingkungan yang mendapat sinar matahari pagi yang mengandung ;itamin * / 3iller, >. ", et a##, 17H4 0. Peningkatan senyawa kalsium / .a0 pada saat laktasi untuk keseimbangan komponen mineral tubuh /'ristol, &. E, 2004 0. Program pemberantasan !a!ing 1+2 bulan sekali dengan ;ermi!ide /@ugroho, 17700. %nak babi sering diumbar pada tanah terbuka atau dikeluarkan dari kandang sehingga !ukup memperoleh sinar matahari dan udara segar serta !ukup bergerak /@ugroho, 17700 Pemberian #umber kalsium bagi ternak : #umber kaya kalsium yaitu al a a dan hi$auan leguminosa, tetes atau molasses, ampas $eruk, tepung ikan dan hasil ikutan ikan, tepung daging dan tepung tulang, tepung susu dan hasil ikutan susu dan bungkil bi$i lobak. 'ahan suplementasi yaitu tepung tulang, kalsium glukonat, kalsium laktat, dikalsium oa at, dolomite, kapur, rumput laut dan kulit kerang /#ihombing, 200H0 Eal lain yang tidak boleh diabaikan adalah komposisi suplemen !al!ium yang baik harus memiliki si at+si at sbb : 1. Kandungan !al!iumnya tinggi, mudah diserap, e ekti itasnya tinggi. 2. #i at asam basa yang seimbang, tidak ada e ek samping dan praktis untuk dibawa dan digunakan. 2. #elain !al!ium harus pula mengandung asam amino dan nutrisi lain,;itamin dan bebrapa unsur lainnya. (i44erensial (iagnosa + + %sidosis *e isiensi 3agnesium

!asil Penelitian

#e!ara klinis e ek metabolik kalsitonin pada babi dapat menimbulkan pagetEs disease dan osteoporosis $ika metabolismenya tidak seimbang /#hai, 6., &i!hard K. '., et all., 17,10. Diperkeratone"ic pada anak babi selama 2 sampai 2 bulan menyebabkan metabolisme glukosa dan *+beta+hydroMybutyrate /*+'E'0 dipela$ari. Eiperketonemia dan hipokalsemia ter$adi $ika ada peningkatan *+'E' sebanyak H+40I /#!hlumbohm, .. and J. Earmeyer, 17770. 'abi dengan diet de isiensi ;itamin * (+10 kali lipat akan meningkatkan akti;itas 1 al a hidrosilase dan menyebabkan hipokalsemia berat, plasma 1,2( dihidroksikolikalsi erol turun, plasma 24,2(dihidroksikolikalsi erol sangat menurun, dan akti;itas 24 hidroksilae tidak terdeksi />ngstrom, K. J., et all., 17820. (A'#AR P "#AKA %nonimus a, Dipoka#se"ia. 3edi!astore.!om %nonimus b, app.;et!onne!t.!om %nonimus !, members.ly!os.!o.uk5bisnisplan %nthony *a;id J ^ "ewis > 6ordham. 17H1. &isease of The .ig (th edition. 'alliere, Tindall ^ .oM : "ondon 'ullo!k 'arbara " ^ &osendahl Pearl Philbro!k. 1784. .athophysio#ogy 7daptations H 7#terations Function. "ittle, 'rown ^ .ompany : 9nited #tates o %meri!a 'ristol, &. 3. 2004. Dypoca#ce"ia < /i#k Fever =+8s it all about !al!ium=. 8". &esour!es, 8owa .unningham, James K., 2002, Te)tbook of 6eterinary .hysio#ogy 'rd, J. '. #aunders : Philadhelpia >ngstrom, .. J, Eorst, &. ", &einhardt, T. % and "ittledike, >. T. 1784. 2(9Dydro)yvita"in & FB9 and 249Dydro)y#ase 7ctivities in .ig *idney Do"ogenates, 8ffect of 6ita"in & &eficiency. The Journal o @utrition, 114: 117+12H Eunger ord, T. K., 17H,, *isease o "i;esto!k,%ngus and &obertson : #ydney 3er!k manual, 2008, 3iller, >. &, 9llrey, *. >, Autaut, .. ", balt?er, '. B, #!hmidt, *. %, Bin!ent, '. E and "ue!ke, &. J. 17H4. 6ita"in &2 $e4uire"ent of 5aby .ig F,2. The Journal o @utrition, 82. 3itruka, 'ri$ 3., 1781, C#inica# 5ioche"ica# and De"ato#ogica# reference 6a#ues in 3or"a# e)peri"enta# ani"a#s and 3or"a# Du"ans 2nd, Pear 'ook 3edi!al Publisher. 8@..: .hi!ago 3urray, &obert K., *aryl K. Kranner, et all., 2002, 5ioki"ia Darper 8disi 2(, >K. : Jakarta @ugroho, >. 1770. 5eternak 5abi. >ka C set : #emarang

#hai, 6, 'aker, &. K and Jalla!h, #. 17,1. The C#inica# and /etabo#ic 8ffect of .orcine Ca#citonin on .agetEs &isease of 5one. 6rom the *epartment o 3edi!ine and the 9. # Publi! Eealth #er;i!e .lini!al &esear!h .enter, #tate 9ni;ersity o @ew Pork, *ownstate 3edi!al .enter: 'rooklyn, @ew Pork: 1728+1740 #!hlumbohm, .. and J. Earmeyer, 1777, 8ffect of hypoca#ce"ia on g#ucose "etabo#is" in hiperketone"ic pig#ets, *epartemen o Physiology, #!hool o Beterinary 3edi!ine, 'ios!ho er *amm 1(, 201,2 Eanno;er : Kermany #ihombing, 3.#!., Ph.*. 200H. 2#"u Ternak 5abi. Kad$ah 3ada 9ni;ersity Press: Pogyakarta #mith, 'rad ord P., 2002, >arge 7ni"a# 2nterna# /edicine 'rd, 3osby : "ondon #mith, 3ilton %tmore, Eomas .arlyle Jones, et all., 17H,, 6eterinary .atho#ogy 4th, "ea ^ 6ebiger : Philadelphia #ubronto dan 8da T$aha$ati, 2001, 2#"u .enyakit Ternak 22, Kad$ah 3ada 9ni;ersity Press : Pogyakarta Jooldridge, J. &., 17H0, Far" 7ni"a#s in Dea#th and &isease, .rosby "oo!kwood ^ #on, "td. : "ondon .ategories: Penyakit 'abi, &ansum 'abi | @o .omments

Penyebab "mall Litters :" A E E #;


3ar!h 17, 2010 | Posted by saulandsinaga 6aktor Kenetik, nutrisi dan mana$emen akan dapat mengurangi $umlah telur , $umlah yang dibuahi sampai waktunya. Ternak yang didapat dari keturunan murni tertentu mungkin memiliki lebih tubuh ke!il. @utrisi adalah aktor yang sangat penting terutama energi. %pa pun kondisi skor kurang dari 2 5 4 atau H 5 10 /kedalaman lemak 1H+20 mm pada P20 dapat mengurangi $umlah telur yang dihasilkan. Kekurangan ;itamin % dan > dan biotin akan mengurangi tingkat kesuburan dan ukuran anakan babi tersebut. Aearalenone my!otoMin yang estrogenik $uga dapat mengurangi kesuburan dan angka kelahiran. 6aktor mana$emen $uga penting. Pada awalnya 'abi dara menghasilkan lebih sedikit telur dan kemudian estrus dan menghasilkan lebih sedikit tekur daripada di inseminasi buatan, sehingga mereka memiliki tubuh lebih ke!il. Tingkat pen!ahayaan yang memadai, suhu, pengelolaan stimulasin dan kondisi pe$antan terhadap induk semua berkontribusi terhadap $umlah telur. Jangka waktu $uga dapat mempengaruhi $umlah embrio yang akan dihasilkan dan $uga kualitas air mani yang dihasilkan. Jaktu dan kualitas air mani $uga penting untuk inseminasi buatan. Penyakit seperti Par;o;irus, P&&#, "eptospirosis, $apanese ' ense alitis dan penyakit %u$es?ky adalah penyakit yang dapat mengurangi $umlah embrio di $anin dan menyebabkan tubuh babi ke!il. #anda-tanda klinis

%nakan babi ke!il diproduksi ukuran mulai dari 4 /sangat 1 atau 20 untuk 11,0 atau lebih /tergantung pada target untuk berkembang biak0. 3ereka mungkin semua akan layak untuk lahir atau mati, anak+anak babi dan induk $uga mungkin ada. *alam beberapa kasus mungkin terdapat bukti in eksi bakteri yang berkepan$angan seperti pas!a+ arrowing ;ul;a pelepasan atau penyakit lainnya. (iagnosis Pen!atatan nomor lahir memungkinkan identi ikasi masalah dan pen!atatan umur memungkinkan pengelolaan dan penyelidikan adalah penyebabnya. *imana induk yang telah di !atat atau terin eksi sangat mungkin diadakan pemeriksaan ibu dan anak+anak babi lahir mati untuk agen atau antibodi dan kawanan babi untuk antibodi serum dapat mengkon irmasi identitasnya. Tidak adanya in eksi umum dari kawanan babi itu harus dikon irmasi di mana in eksi di!urigai. 8denti ikasi penyebab non+in eksius harus melibatkan analisis dari !atatan peternakan untuk mengidenti ikasi pola+pola tersbut. %nakan babi ke!il ter$adi di babi dara menun$ukkan !a!at dalam mana$emen atau in eksi seperti Par;o;irus, ke!il di kedua indukkan menyarankan nutrisi yang tidak men!ukupi dalam kehamilan dan menyusui atau menyapih sebelum 28 hari dan hubungannya dengan pe$antan tertentu mungkin menyarankan kawin atau kualitas air mani. Jaktu inseminasi dalam hubungannya dengan o;ulasi harus diselidiki oleh mana$emen pengamatan di mana tubuh ke!il tidak terbatas pada satu pe$antan dan inseminasi buatan ternak. Tra!ts reproduksi indukkan atau dara dapat mengkon irmasi $umlah telur dibebaskan dan adanya in eksi pada saluran. Pen-egahan Kenetika bertanggung $awab atas ter$adinya tubuh ke!il, berubah men$adi lebih subur baris babi harus dipertimbangkan. Kualitati kekurangan dalam ransum /;itamin kekurangan, kehadiran my!otoMins0 harus diperbaiki. Kondisi induk harus dikembalikan untuk optimal dengan kepadatan tinggi konsumsi ransum selama menyusui, antara menyapih dan arrowing dan selama 2+4 minggu setelahnya di mana kondisi masih ke!il. Jorm beban, penyakit dan rendahnya suhu lingkungan harus dihilangkan sebagai penyebab kondisi indukkan ke!il. Penyakit reproduksi harus dikontrol oleh ;aksinasi /Par;o;irus, P&##, "eptospirosis, $apanese ' ense alitis dan penyakit mana %u$es?ky rele;an 5 mungkin0 atau pengobatan /leptospirosis, in eksi non+spesi ik0. Perubahan mana$emen harus memastikan bahwa dara tidak estrus kedua bahwa yang indukkan tua harus dimusnahkan setelah ketu$uh, bahwa babi umur kurang dari 7 bulan atau umur tidak boleh digunakan dan diawasi untuk memastikan perkawinan lengkap. Perkawinan harus dilakukan di tengah+tengah berdiri oestrus /20 $am dari awal0 dan diulang setelah 24 $am. 8ndi;idu papan diidenti ikasi sebagai penyebab anakan ke!il, babi yang tidak mempunyai kualitas semen yang baik harus dimusnahkan segera. 8ndukkan yang memproduksi anakan ke!il $uga harus dimusnahkan. (A'#AR P "#AKA http:55www.pigprogress.net5health+diseases5s5small+litters+7(.html /tanggal unduh : rabu, 10 maret 2010 pkl 20.000 .ategories: Penyakit 'abi | @o .omments

Penyakit "Cine in4luen.a :'lu6 In4luen.a; tanda6 pen-egahan dan pengobatan pada babi : )asmur 'D )eliala;
3ar!h 18, 2010 | Posted by saulandsinaga 8. Tu$uan a. %gar mahasiswa bisa mengetahui apa yang dimaksud dengan #wine in luen?a /6lu,in luen?a0, b. %gar mahasiswa mengetahui !ara pen!egahan Penyakit tersebut, !. %gar mahasiswa mengetahui !ara pengobatan penyakit tersebut pada babi. 88.Tin$auan Pustaka #winne in luen?a disebut $uga swine lu,pig lu atau hog lu atau yang sering kita dengar di 8ndonesia adalah 6lu babi.Jadi #winne in luen?a adalah in eksi yang disebabkan oleh salah satu atau beberapa $enis #winne in luen?a ;irus5#8B. #winne in luen?a ;irus5#8B awalnya menyebabkan binatang pada babi.#8B ini meliputi ;irus in luen?a . dan subtyoe in luen?a % yang dikenal dengan kode ;irus E1@1,E1@2,E2@1,E2@2,dan E2@2 tetapi yang terpenting adalah ;irus E1@1. 6lu babi adalah penyakit saluran pernapasan pada babi yang disebabkan oleh ;irus in luen?a tipe %. Penyakit ini ter$adi pada babi. #e!ara normal lu babi tidak menyerang pada manusia, tetapi saat ini dapat mengin eksi manusia. #e!ara umum, kasus lu babi pada manusia ter$adi pada orang+orang disekitar babi, tetapi dapat $uga menularkan dari orang ke orang. .*. telah membuktikan bahwa ;irus ini dapat menular dari manusia ke manusia. 2.1. Ke$ala dan tanda lu babi pada manusia Ke$ala dari in luen?a babi pada manusia adalah mirip dengan ge$ala in luen?a biasa pada manusia seperti demam, batuk, sakit tenggorokan, tubuh nyeri, sakit kepala,lemas,hidung meler,na su makan berkurang,bersin. 'eberapa orang dapat disertai dengan diare dan muntah. Pada keadaan berat /pneumonia dan gagal napas0 dapat menyebabkan kematian, selain itu lu babi dapat menyebabkan suatu perburukan pada kondisi medis kronis Ke$ala utama ;irus babi adalah #uhu badan 28dera$at atau lebih,dan tiba+tiba batuk. Ke$ala lain pada anak a. #usah berna as b. Kulit men$adi keabu+abuan atau biru !. 3alas minum d. 3untah+muntah e. Tidak bisa berinteraksi . Kadang tidak mau disentuh 2.2. Penularan ;irus lu babi Penularan ;irus lu babi melalui 2 !ara : a. 3elalui kontak babi yang terin eksi atau lingkungan yang terkontaminasi oleh ;irus lu babi b. 3elalui kontak dengan penderita lu babi. Juga penularan manusia ke manusia, telah dilaporkan sama dengan in luen?a musiman. Penyebaran atau penularan lu babi melalui kontak penderita.Birus bias tersebar melalui bersin.Birus yang tersebar melalui bersin $uga bias bertahan hidup beberapa $am dan melekat pada barang+barang yang ada dirumah. #e!ara umum beberapa langkah untuk menghindari ge$ala lu babi : a. Eindari orang yang bersin+bersin b. .u!i tangan sebelum makan. !. %pabila ingin rekreasi kondisi tubuh harus it d. 3akan makanan yang bergi?i dan tidur teratur e. Pake masker seperti di bandara,stasion,bus,rumah sakit dan lain+lain. nb: Birus in luen?a babi tidak menular melalui makanan 2.2Pengobatan lu babi &ekomendasi .*. adalah menggunakan oseltami;ir atau ?anami;ir untuk pengobatan dan pen!egahan in eksi ;irus lu babi. Cbat anti ;irus merupakan obat resep /pil, !air atau inhaler0 untuk memerangi ;irus in luen?a di dalam tubuh kita. Jika sakit, obat anti;irus dapat mengurangi penyakit ini dan akan lebih !epat sembuh. 9ntuk pengobatan, obat anti;irus ini segera diberikan 2 hari setalah ge$ala mun!ul /hampir sama dengan pengobatan lu burung0.6lu babi dapat diobati $uga dengan Tami lu atau &elen?a ada $uga mengan$urkan untuk menggunakan obat anti lu symmetrel/amantadine0 atau lumadine /rimantadine0. 2.4 Jaktu in eksi lu babi dapat menyebar Crang yang terin eksi ;irus in luen?a babi berpotensi menular pada lainnya saat masih merupakan ge$ala dan sampai , hari masih dapat menularkan. %nak+anak, terutama yang muda, berpotensi menularkan lebih pan$ang periodenya. 3asa inkubasi penyakit ini : 2+( hari. 2.(

Perlindungan yang harus dilakukan agar tidak terkena ;irus E1@1 Tidak ada ;aksin yang dapat melindungi dari in luen?a babi. Kegiatan sehari+hari adalah men!egah penyebaran karena 8"8. "angkah+langkah yang perlu dilakukan adalah: a. Tutup hidung dan mulut dengan tissue pada saat batuk atau bersin, kemudian buanglah tissue yang telah dipergunakan ketempat sampah. b. .u!i tangan dengan sabun dan air, terutama setelah batuk atau bersin. 3enggunakan hand !lean berbahan dasar alkohol $uga e ekti . !. Eindari kontak dengan orang yang sedang sakit d. %pabila mengalami sakit in luen?a, sesuai dengan rekomendasi .*. agar tinggal di rumah tidak beker$a atau sekolah, dan mengurangi kontak dengan orang lain untuk men!egah penularan. Eindari menyentuh mata, hidung atau mulut, karena merupakan tempat $alannya penyebaran penyakit. 2.H %pa yang dilakukan bila sakit= Kalau ditemukan ge$ala seperti ini maka laporkan ke Puskesmas dan &# ru$ukan lu burung. %pabila anda sakit, sebaiknya tinggal dirumah untuk menghindari kontak dengan orang lain dan untuk menghindari penyebaran penyakit anda. Pada anak+anak tanda+tanda darurat yang perlu diperhatikan: a. @apas !epat atau gangguan bernapas. b. Jarna kulit kebiru+biruan !. Tidak !ukup !airan yang diminum d. %nak terlihat lesu5pu!at e. Ke$ala 8"8 dengan demam dan batuk yang berat . *emam dengan ruam Pada dewasa tanda+tanda darurat yang perlu diperhatikan: a. Kesulitan napas atau napas pendek b. @yeri atau terasa tekanan di dada atau perut !. #akit kepala mendadak /sudden di??iness0 d. 'ingung /!on usion0 888. Kesimpulan Birus in luen?a babi tidak menular melalui makanan 6lu babi disebabkan oleh ;irus in luen?a tipe % 6lu babi dapat diobati dengan menggunakan oseltami;ir atau ?anami;ir Birus babi dapat tertular melalui kontak babi yang terin eksi atau lingkungan yang terkontaminasi oleh ;irus lu babi dan $uga melalui kontak dengan penderita lu babi. Juga penularan manusia ke manusia *a tar pustaka www.dinkes+sleman.go.id5 iles5!ontent4a(d2d(d2,bb4.do! 1 3irip www.ibu$empol.!om5 lu+babi+swine+ lu+ge$ala+dan+pen!egahan /0( maret 20100 .ategories: Penyakit 'abi | @o .omments

"AINE 'E*ER :Rydha #arigan;


3ar!h 18, 2010 | Posted by saulandsinaga #wine e;er atau sampar babi atau hog !holera adalah penyakit epidemik pada babi yang sangat menular dan mematikan yang disebabkan oleh ;irus E.B /hog !holera0. Penyakit ini ditandai dengan, na su makan menghilang, demam tinggi sampai 40 dera$at !el!ius, babi tampak lesu, bulu kusam, muntah, mata keluar kotoran, diare terus menerus, dan ke$ang+ ke$ang. Pada membran mukosa terdapat ber!ak+ber!ak berwarna ungu sampai kehitaman. Birus E.B, sangat destrukti karena dapat mematikan seluruh ternak dalam sebuah kandang besar. Ternak yang ter$angkit ;irus ini tidak dapat diobati. 'egitu ;irus itu masuk, H+, hari kemudian mun!ul ge$ala, dan babi pada umumnya mati , 1 10 hari se$ak sakit. 'abi yang ter$angkit hog !holera angka kematiannya men!apai 100 I. Penyakit hog !holera bukan termasuk penyakit ?oonosa, sehingga penyakit itu tidak menular kepada manuasia. 3eski begitu, $ika penyakit tersebut tidak diatasi bisa menyebabkan kerugian ekonomi !ukup besar bagi pengusaha5peternak babi. "angkah antisipasi men!egah hog !holera yaitu melakukan ;aksinasi hog !holera se!ara teratur dan men$aga kebersihan. Pang tak kalah penting, membeli bibit babi yang bebas dari penyakit hog !holera. Penanganan terhadap penyakit itu perlu dilakukan intensi . #ebab meski babi sudah di;aksin, kemungkinan ;irus itu masuk masih ada. Cleh karena itu,

penanganan dengan pemberian ;aksin harus dilakukan rutin. #elain itu, lingkungan atau kandang harus selalu bersih. Jika ada babi yang mati karena penyakit ini sebaiknya tidak hanya dikubur, tetapi $uga harus dibakar. Eal tersebut dilakukan untuk mewaspadai mun!ulnya ;irus baru. #ebab, bisa sa$a ini penyakit misterius, dengan !ara dibakar akan lebih aman karena ;irus baru yang akan mun!ul tidak bisa berkembang. *i 8ndonesia, daerah yang bebas penyakit ini adalah pulau Jawa, 'ali, #umatra dan Kalimantan, sedangkan daerah yang terin eksi adalah pulau #ulawesi bagian utara, 3aluku dan Papua. (a4tar pustaka

http:55www.keswan.dit$ennak.go.id5statusdaerah.php=pidO4^penyakit8*O2 http:55www.wawasandigital.!om5indeM.php= optionO!om]!ontent^taskO;iew^idO4H80^8temidO(8 http:55www.suaramerdeka.!om5harian50(045015kot1H.htm http:55www. ao.org5do!rep50025t0,(He5T0,(H>0(.htm sumber diakses tanggal 2 maret 2010 pukul 17.01

Babi Large Ahite


July 1(, 2010 | Posted by saulandsinaga 'abi large white dikembangkan di 8nggris pada akhir tahun 1,00+an. %da hampir 4.000 ekor babi large white yang terda tar di 8nggris pada tahun 1781. 'abi large white ini dikenal $uga sebagai babi large white 8nggris yang merupakan $enis babi dalam negeri yang berasal dari Porkshire oleh karena itu dikenal $uga sebagai babi Porkshire. 'abi large white yang pertama kali dikembangbiakkan yaitu nenek moyang dari Porkshire %merika di %merika 9tara. 'abi large white adalah salah satu yang paling banyak dari semua ras babi yang banyak digunakan dalam perkawinan silang untuk beternak babi intensi di seluruh dunia. %dapun !ontoh persilangan yang telah dilakukan yaitu antara babi large white dari Porkshire dengan babi yang berdaging ke!il dari Kanton .ina menghasilkan babi putih breeds yang berukuran ke!il, menengah hingga besar. 3!Phee menyebutkan bahwa large white pertama kali dibiakkan di

*ookie Pertanian .ollege di Bi!toria kemudian tahun 1721 menyebar ke daerah #ydney dan pada tahun 1721 diperluas kembali ke daerah Bi!toria selatan dan barat, Sueensland selatan dan %delaide. #epuluh tahun kemudian babi large white ini dikembangbiakkan di pantai selatan @ew #outh Jales, di Sueensland utara, di Tasmania dan di %ustralia 'arat. Eingga sekarang ini tipe large white ini merupakan $enis yang paling popular di %ustralia. 'abi large white ini telah membuktikan diri sebagai an$ing ras kasar dan kuat yang dapat menahan ;ariasi iklim dan aktor lingkungan lainnya. Kemampuan mereka untuk dapat menghasilkan $enis baru yang unggulah yang telah memberikan mereka peran utama dalam sistem produksi babi komersial dan piramida peternakan di seluruh dunia. 'abi large white memiliki kulit yang putih dan bebas dari rambut hitam serta tubuh yang besar. 3ereka lebih pan$ang di kaki dibandingkan dengan bagian yang lain. Kepalanya agak pan$ang dengan wa$ah sedikit dished dan telinga yang tertusuk. "arge white berkembang biak kasar dan kuat yang dapat menahan berbagai kondisi iklim. 3ereka umumnya digunakan dalam perkawinan silang atau program hibrida, dengan salib yang paling populer yaitu antara large white dan "andra!e. Persilangan ini sering digunakan sebagai garis ibu di ternak komersial. #ebuah breed ketiga seperti *uro! atau Eampshire sering digunakan sebagai #ire terminal. Easil pemuliaan program dalam babi diproduksi untuk pasar yang memenuhi kebutuhan konsumen dalam $umlah yang rendah lemak dan tingkat kandungan daging yang tinggi. *alam sebuah studi oleh 'unter dan 'ennett /2004, %K'9 Pig Jorkshop Kenetika .atatan0, keturunan dari se$umlah ras dan garis terminal #ire dibesarkan dalam kondisi yang sama. Progeni yang dibandingkan untuk pertumbuhan, ba!k at, daging dan si at dari kualitas makanan. %da perbedaan antara breeds untuk beberapa si at, namun ada $uga perbedaan besar antara kelompok+kelompok keturunan dari pe$antan dalam berkembang biak. Eal ini menun$ukkan bahwa peternak dan produsen harus mempertimbangkan perbedaan antara hewan dalam berkembang biak. Peningkatan geneti! yang dilakukan oleh peternak modern yaitu dengan menggunakan program komputer seperti P8K'"9P untuk perbaikan genetik produksi daging babi. #eleksi keputusan berdasarkan nilai+nilai pemuliaan estimasi />'Bs0, yang merupakan perkiraan $asa genetik babi. >'Bs berasal dari silsilah dan data kiner$a yang tersedia dari sistem perekaman kawanan untuk se$umlah kiner$a dan si at+si at reproduksi. Keuntungan genetik yang telah di!apai dalam populasi babi ini ditun$ukkan melalui ke!enderungan genetik, yang menun$ukkan >'B rata+rata semua binatang lahir pada tahun yang sama. Perkembangbiakkan dari large white merupakan bagian dari Program Peningkatan 'abi @asional /@P8P0. The @P8P menyediakan >'Bs dan ke!enderungan genetik untuk large white yang ditampilkan dalam gra ik berikut ini untuk mendapatkan rata+rata harian, kedalaman ba!k at dan ukuran sampah. Kenetik tren ini adalah ke!enderungan genetik rata+ rata semua ternak berpartisipasi. Kenetik tren ini merupakan penyedia seedsto!k indi;idu yang dapat berbeda dengan tren rata+rata genetik karena seleksi yang berbeda penekanan yang ditempatkan pada setiap karakter oleh peternak indi;idu. 'erikut adalah gambar dari ke!enderungan genetik untuk large white berdasarkan Earian &ata+rata "aba /#umber: @P8P 24.11.040. Peternak didirikan berdasarkan prosedur seleksi P8K'"9P di awal 1770+an dan mendapatkan genetik rata+rata tahunan sekitar H gram per hari telah di!apai dari tahun 1774 sampai 2004. Kenetik keuntungan bersi at kumulati dan

$asa genetik babi hampir H0 g 5 d lebih tinggi pada tahun 2004 dibandingkan dengan tahun 1772. 'erikut adalah gra ik dari ke!enderungan genetik untuk large white berdasarkan 9ltrasonik 'a!k at Kedalaman /#umber: @P8P 24.11.040. #ebuah perbaikan genetik +2,88 mm telah di!apai di Jhite 'esar dari tahun 1771 hingga tahun 2002. Kebanyakan seedsto!k pemasok sekarang men!apai tingkat ba!k at yang !ukup untuk pasar saat ini dan telah mengambil tekanan seleksi dari ba!k at. Eal ini terlihat dari ke!enderungan datar untuk ba!k at 2002+ 2004. Kambar gra ik ke!enderungan genetik untuk large white berdasarkan Jumlah babi *ilahirkan Eidup /#umber: @P8P 24.11.040. Ke!enderungan genetik untuk menun$ukkan ukuran sampah yang peternak telah menempatkan penekanan pada si at ini se$ak tahun 1777 dan ke!enderungan kumulati genetik sekitar 0,( babi telah di!apai dari tahun 1777 sampai 2004. "arge white mempunyai rata+rata berat sekitar 100 + 2(0 kg dengan rata+rata umur hidup yaitu H 1 7 tahun. Jika dilihat dari perawatan tampilannya babi large white ini merupakan salah satu hewan peliharaan yang paling mudah. 3ereka hanya membutuhkan di!u!i dengan sampo ringan untuk membuang kotoran dari tubuh dan kaki. %danya kelebihan rambut dipotong dari ekor dan telinga. #ebuah sikat rambut dapat digunakan untuk merapikan rambut dan menghilangkan partikel debu atau serbuk gerga$i yang mungkin menempel di kulit babi tersebut. #ebagai omni;ora yang makan tumbuhan dan hewan, babi akan mengkonsumsi hampir segala sesuatu yang dimakan seperti buah+buahan, akar, bunga, rumput, serangga, !a!ing, semua $enis daging, dan bahkan sisa+sisa dari me$a makan. Tidak seperti hewan ruminansia /sapi dan kambing0, babi memiliki perut tunggal. 9ntuk pertumbuhan yang sehat dan !epat, babi memerlukan makanan tinggi energi terdiri dari bi$i+ bi$ian /$agung, gandum, gandum, barley0, ditambah protein dan suplemen ;itamin. #ebagian besar makanan yang tersedia se!ara komersial untuk babi menggabungkan berbagai bi$i+ bi$ian pertanian dan suplemen yang diperlukan untuk memastikan perkembangan yang !epat dan e isien. 'abi yang terbaik dii?inkan untuk makan sebanyak yang mereka inginkan di siang hari agar mereka dapat tumbuh dengan !epat. 3akanan pun harus disipakan dengan air minum yang segar. 'abi itu sangat akti merupakan hewan penasaran yang membutuhkan ruang untuk mengeksplorasi, latihan, dan men$adi diri mereka sendiri se!ara energik. &uangan yang memadai, relati terhadap ukuran dan berat merupakan pertimbangan utama karena babi yang ramai atau terbatas pada ruang ke!il akan men$adi stress dan pertumbuhan yang sehat serta pengembangan dari babi tersebut akan terhalang. 'abi $uga membutuhkan gudang atau perumahan yang akan membiarkan mereka tidur di area kering dan bersih di malam hari. 8deal suhu dari tempat tersebut adalah sekitar H0+,006. #elama musim dingin adanya selimut kayu !hip sangat dibutuhkan oleh seekor babi dan penampungan air dengan tempat yang luas dibutuhkan pada musim panas. 9ntuk memelihara babi large white ini di rumah ini harus ada akses ke sumber air yang membuat nyaman untuk membersihkan babi tersebut atau selang keluar tempat penampungan babi yang diperlukan. &antai link pagar, pohon+pohon rindang, dan kolam direkomendasikan untuk habitat halaman belakang. Pemilik 'abi disarankan untuk memeriksa dengan

pemerintah setempat untuk perundang+undangan tentang kepemilikan dan pemeliharaan babi di rumah dan halaman belakang. 9ntuk kesehatan meskipun energi mereka dan si at suka berteman, babi adalah binatang yang sensiti . 3ereka mudah stres oleh per$alanan, ;aksinasi, suhu ekstrim, dan lingkungan baru. #tres membuat mereka rentan terhadap penyakit seperti radang paru+paru dan bronkitis /karena $uga ke paru+paru mereka relati ke!il untuk ukuran mereka0. 3ereka $uga rentan terhadap ;irus hewan seperti lu. 'abi umumnya menderita gatal gila /atau pseudo rabies0, disentri, dan parasit /kutu, kutu, dan !a!ing as!arid0. 'abi yang sehat memiliki rambut berkilau, mata terang, selera yang kuat, dan energi tinggi. temperatur normal mereka 102.(6. Penyimpangan dari suhu normal dan tanda+tanda lain dari miskin kesehatan termasuk diare dan batuk harus segera dibawa ke dokter hewan perhatian. Tingkah laku mereka sebagai omni;ora yang suka makan dapat men$adi tontonan yang menyenangkan karena mereka menggunakan mon!ong untuk men!ium bau dan menggali potensi makanan. 3ereka !erdas dan sosial binatang yang !epat terbiasa dengan kehadiran dan kasih sayang manusia. 'eberapa 'abi !ukup !erdas untuk bela$ar trik, taat perintah, dan menggunakan kotak sampah. Karena mereka tidak memiliki kelen$ar keringat, mereka !enderung untuk mendinginkan diri dengan rolling dalam air atau lumpur. "umpur yang mengering pada kulit mereka ber ungsi sebagai tabir surya dan perlindungan dari parasit seperti kutu, kutu, dan lalat. "arge white yang dikenal itu akti dan kuat. *elapan breeds babi besar biasanya digunakan untuk bibit di %merika #erikat. #e!ara umum, lima breeds gelap 1 'erkshire, *uro!, Eampshire, Polandia .ina, dan #pot dikenal dan digunakan untuk siring kemampuan mereka dan potensi untuk meneruskan daya tahan mereka, leanness, dan meatiness ke anaknya. Tiga breeds putih 1 .hester Jhite, "andran!e, dan Porkshire banyak di!ari untuk kemampuan mereka reproduksi dan ibu. Porkshire adalah yang paling di!ari setelah berkembang biak, Porks adalah seekor ibu yang baik dan menghasilkan sampah yang besar. 3ereka mempunyai tubuh yang pan$ang dan besa serta berwarna putih dengan bentuk telinga tegak. .hester Jhite memiliki ukuran medium dengan telinga droopy dan biasanya memiliki tandu besar dan men!ari kemampuan mereka untuk bereproduksi. 'abi dari breed ini biasanya agresi . 'erkshire mempunyai tubuh berwana hitam dengan enam poin putih /hidung, ekor, dan kaki0, babi ini memiliki telinga tegak dan mon!ong pendek dished. 3ereka beker$a dengan baik dalam asilitas tertutup dan terkenal akan kemampuan siring mereka. *uro! ini men!atat pertumbuhan yang !epat dan e isiensi pakan yang baik dengan warna kemerahan dan telinga yang droopy. #e!ara rata+rata, babi ini membutuhkan pakan yang kurang untuk membuat satu pon otot daripada keturunan lainnya. Eampshire mempunyai !iri yaitu berwarna hitam dengan sabuk putih yang membentang dari satu kaki depan, di bahu, dan di bawah kaki depan lain. 3empunyai telinga yang tegak dan sangat populer untuk bersandar pada mereka karena memilki banyak daging.

Polandia .ina mempunyai bentuk seperti 'erkshire, breed ini memiliki enam titik putih pada tubuh hitam. 3ereka punya telinga berukuran sedang droopy dan menghasilkan daging serta tubuh dengan mata pinggang yang besar. #pot berwarna putih dengan ber!ak hitam, breed ini memiliki tipe yang sama dari telinga sebagai .ina Polandia. 'abi ini dikenal untuk menghasilkan babi dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. "andran!e mempunyai !iri isik seperti babi putih lainnya, breed ini dikenal untuk menabur kemampuan ibu. 3ereka sangat besar, dengan telinga loppy, berbadan pan$ang, dan memiliki rata+rata tertinggi disapih bibit apapun, serta tingkat kelangsungan hidup rata+rata tertinggi pas!a proses penyapihan. "arge white disebut $uga sebagai Porkshire large white, memiliki reputasi besar sebagai babi ba!on dan silang dengan "andra!e *enmark yang saat ini mendominasi pasar >ropa. *engan pusat pendek, bahu yang halus dan tubuh ramping pan$ang didukung oleh ham kokoh di belakang menyeluruh. 3empunyai si at $inak dan produkti baik sebagai ibu. 'erkembang biak dan persilangannya menyediakan babi ba!on terbaik. Pertumbuhan adalah dengan makanan yang memiliki rasio kon;ersi /kg daging memakai per kg makanan0 yang baik. 3iddle white $uga berkembang di Porkshire, dari silang antara Jhite Jhite 'esar dan Ke!il, yang terakhir yang sekarang telah punah. 3iddle white adalah babi yang sangat baik, men!apai berat yang baik, dengan persentase yang tinggi dari daging ke tulang, dan $enis modern yang baik untuk babi atau ba!on. 3iddle white pertama kali diakui sebagai an$ing ras pada tahun 18(2. Jhite Ke!il telah dikembangkan dan berasal dari persilangan babi lokal dengan babi .ina dan #iam impor yang mewarisi wa$ah dished dengan begitu banyak karakteristik middle white. 'la!k large populer berkembang biak di *e;onshire, .ornwall, #u olk, dan Paul. 3eskipun hanya 'reed #o!iety yang terbentuk pada tahun 1877. The Tamworth berasal di #ta ordshire dan ditandai oleh banyak rambutnya yang berwarna emas+merah. 8ni adalah yang tertinggi sebagai seorang orager, menghasilkan proporsi yang sangat tinggi daging, dan terhormat untuk ba!on salib. 3empunyai reproduksi yang kurang subur dibandingkan dengan ras lain, tetapi sekarang ini lebih dari keturunan mereka untuk penyapihan. The 'erkshire adalah keturunan 8nggris pertama yang harus ditingkatkan. 'erkembang biak dengan menghasilkan babi yang sangat halus dan dianggap berharga untuk persimpangan dengan breeds yang lebih lambat untuk memproduksi daging. The #addleba!k JesseM, berasal di *orset, dulunya dihormati di seluruh negeri sebagai an$ing ras yang sangat tangguh, produkti , kemampuan pengasuhan yang baik, dan !o!ok untuk produksi di luar ruangan. karakteristik yang beredar adalah pewarnaan, kepala dan leher hitam, perempat tubuh belakang hitam, dan kaki belakang putih Zsadel[ di atas bahu dan kaki depan bergabung dengan sabuk serta rambut putih.

The >sseM, atau Paul #addleba!k, menyerupai #addleba!k JesseM dengan sabuk putih yang melingkar bahu dan kaki depan pada sebuah benda hitam, leher, dan kepala. 'erkembang biak dengan si at tahan banting, kemampuan beradaptasi terhadap kondisi luar ruangan, dan produksi daging babi yang baik dan ba!on, terutama bila disilangkan dengan large white. The Klou!estershire Cld #pot berasal pada waktu yang sama dan dari keturunan mirip dengan 'erkshire. Eal ini ditandai dengan warna dasar putih dengan beberapa bintik hitam besar. The Jelsh, meskipun babi golongan tua, dikenal se!ara luas se$ak 1718. 3empunyai karakteristik yang dapat dikatakan mirip dengan "andra!e *enmark. 'abi ini menghasilkan daging babi yang baik, meskipun lambat dalam perkembangannya. 'abi biasanya disimpan dengan tiga tu$uan yaitu sebagai ternak untuk menghasilkan betina dan menabur untuk pembibitan, sebagai ternak untuk menyediakan bibit babi bagi petani untuk babi atau ba!on, dan sebagai tempat membeli babi dari usia muda untuk tumbuhnya daging babi atau ba!on. .ategories: 'angsa 'abi | @o .omments

Babi Bali dan Nias :Rully L;


3ar!h 21, 2010 | Posted by saulandsinaga Babi Bali 'abi di 'ali terdapat dua tipe yaitu tipe pertama terdapat di bagian timur pulau 'ali yang diduga berasal dari #us ;ittatus setempat. 'abi ini berwarna hitam dan bulunya agak kasar. Punggungya sedikit melengkung ke bawah namun tidak sampai menyentuh tanah dan !ungurnya relati;e pan$ang. Tipe yang kedua terdapat di utara, tengah, barat dan selatan pulau 'ali. 'abi ini punggungnya sampai melengkung ke bawah /lordosis0, perutnya besar dan sering menyentuh tanah dalam keadaan bunting atau gemuk. Jarnanya hitam ke!uali di garis perut bagian bawah dan keempat kakinya dan kadang+kadang di dahinya berwarna putih. Kepala pendek sekitar 24+28 !m, telinga tegak dan pendek, yakni sekitar 10+11 !m. 'abi inilah yang umumnya disebut babi 'ali. Tinggi pundaknya adalah sekitar 48+(4 !m, pan$ang tubuhnya sekitar 70 !m, lingkar dada adalah sekitar 81+74 !m dan pan$ang ekor sekitar 20+22 !m. Puting susu induk 12+14. &ata+ rata banyaknya anak adalah 12 ekor per kelahiran. 'abi 'ali memiliki kelebihan bisa sepenuhnya diberikan pakan berupa limbah dapur. #ementara untuk $enis babi landra!e atau saddle ba!k perlu diberikan pakan pabrik untuk penggemukan. 'abi 'ali sangat baik untuk babi guling karena karakteristik babi 'ali yang banyak berlemak sangat !o!ok untuk di$adikan babi guling. .iri+!iri babi 'ali meliputi warna kulit mayoritas hitam, perut bun!it, postur tubuh pendek dan ke!il. Produksi daging /karkas0 relati ke!il dibandingkan dengan babi $enis landra!e atau saddle ba!k.

8nduk babi 'ali mampu menghasilkan anak sebanyak 8+10 ekor /dalam satu kali melahirkan0. #ementara $enis induk landra!e atau saddle ba!k mampu menghasilkan 10+12 ekor dalam satu kali kelahiran. 'abi 'ali yang berumur 1 bulan untuk kebutuhan upa!ara bisa dihargai &p 400.000 per ekor. 'abi butuan /sebutan untuk babi 'ali berumur satu bulan0 banyak digunakan upa!ara me!aru termasuk $enis upa!ara lainnya. 'abi 'ali yang sudah mengin$ak usia H bulan sudah bisa men!apai berat 80 kg. Babi Nias 'abi nias masih dekat hubungan dengan babi liar. 'adannya sedang, ukuran kepalanya lebih pendek dari babi #umba. Telinganya tegak,ke!il, mulutnya run!ing, bulunya agak tebal, terutama pada leher dan bahu sedang babi ini berwarna putih atau belang hitam. %da satu enomena yang akhir+akhir ini dilakoni masyarakat di @ias 'arat yaitu beternak babi di pinggir pantai, Danya "e"beri "akan daging ke#apa seka#i sehari sekedarnya sa@a. Peternak babi di pantai ini memelihara ternaknya di pinggir laut dan membatasi areal ternaknya dengan membuat parit selebar 1 meter /ino[o0 sehingga ternak babi mereka tidak bisa pergi $auh. Karena dalam beternak ini boleh dikatakan beternak se!ara massal maka areal yang dibatasi dengan ino[o bisa luas men!apai 2 km persegi dan ini diker$akan oleh orang satu kampung dan tiap keluarga dapat memelihara babi 10 ekor atau lebih dengan membiarkan berkeliaran di areal yang sudah dibatasi sehingga di areal itu ada ratusan ekor babi dengan berbagai ukuran dan pemiliknya berbeda+beda. 3akanan babi adalah bulu gowinasi5daun ubi $alar laut yang se!ara otomatis tumbuh dipinggir pantai tanpa dipelihara sehingga babi tumbuh dengan sendirinya. @amun untuk kesegaran ternak babi ini sekali sehari diberikan makanan ;ariasi berupa kelapa parut sekedarnya sa$a oleh pemiliknya. .ara memberikan makanan kelapa ini $uga sangat unik yaitu pemilik memanggil ternaknya dan men$aga agar hanya ternaknya yang memakan kelapa yang yang diberikan, setelah habis baru pemiliknya pulang. Peternakan yang sangat menguntungkan karena biaya sangat murah dan tidak membutuhkan tenaga manusia yang banyak. 9bi $alar laut tumbuh dengan sendirinya dan sangat banyak serta !epat pertumbuhannya dan buah kelapa sangat banyak di @ias dan tidak terlalu banyak dibutuhkan. #alah satu desa yang telah melaksanakan peternakan massal ini adalah desa TogimbWgi ke!amatan #irombu sehingga orang yang membutuhkan babi selalu datang kesana karena hampir satu kampung memiliki ternak babi.

KE"I)P LAN

'abi bali terdapat dua tipe yaitu tipe pertama terdapat di bagian timur pulau 'ali dan tipe kedua terdapat di utara, tengah, barat dan selatan pulau 'ali. 'abi 'ali memiliki kelebihan bisa sepenuhnya diberikan pakan berupa limbah dapur, !iri+!iri babi 'ali meliputi warna kulit mayoritas hitam, perut bun!it, postur tubuh pendek dan ke!il, induk babi 'ali mampu menghasilkan anak sebanyak 8+10 ekor /dalam satu kali melahirkan0.

'abi nias masih dekat hubungan dengan babi liar. 9kuran 'abi @ias badannya sedang, ukuran kepalanya lebih pendek dari babi #umba, telinganya tegak,ke!il, mulutnya run!ing, bulunya agak tebal, terutama pada leher dan bahu sedang babi ini berwarna putih atau belang hitam. 6enomena yang akhir+akhir ini dilakoni masyarakat di @ias 'arat yaitu beternak babi di pinggir pantai, hanya "e"beri "akan daging ke#apa seka#i sehari sekedarnya sa@a.

(A'#AR P "#AKA #ihombing. 200H. 8lmu Ternak 'abi. .etakan kedua. Pogyakarta : Kad$ah 3ada 9ni;ersity Press. http:55books.google.!o.id5books diakses tanggal 7 maret 2010, 10:20 J8' http:55www.bisnisbali.!om520085025125news5property5ki.html diakses tanggal 7 3aret 2010 10.2( J8' http:55kanisbar.wordpress.!om5page525 diakses tanggal 7 maret 2010, 10:4( J8' http:55kanisbar.wordpress.!om5page525 diakses tanggal 7 maret 2010, 10:4( J8' http:55seleb?one.!om520075045285antisipasi+penyebaran+ lu+babi+disnak+bali+a$ukan+bantuan+ ;aksin.html diakses tanggal 7 maret 2010, 10.(0 J8' .ategories: 'angsa 'abi | @o .omments

KARAK#ERI"#IK BABI L%KAL BA#AK :KAR%; (AN #%RA$A :$oko "etiaCan;


3ar!h 21, 2010 | Posted by saulandsinaga Ternak babi merupakan salah satu penghasil daging selain ternak lain /seperti ternak sapi, kerbau, domba, kambing dan sebagainya0. Ternak babi ini umumnya yang dipelihara adalah babi tipe pedaging, yang tu$uan utamanya untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan daging babi tersebut. *aging babi yang mungkin memiliki kelebihan dari daging lainnya seperti dari rasa yang lebih gurih dan empuk. @amun daging babi $arang ditemukan di daerang yang umumnya beragama muslim karena tidak adanya konsumen pada daging babi tersebut, akan tetapi lain halnya pada daerah yang umumnya beragama lain seperti di #umatra, 3akassar,

#ulawesi, 'ali, dan lain+lain. *aging babi banyak di!ari oleh konsumen baik untuk kebutuhan sehari+hari maupun untuk a!ara besar. Bangsa Babi Pada dasarnya ternak babi memiliki bangsa yang membedakan antara babi yang satu dengan babi yang lain. %dapun bangsa+bangsa babi tersebut terbagi men$adi tiga /20 tipe, yaitu diantaranya : 1. Tipe lemak /lard type0, memiliki !iri+!iri: + 9kuran tubuh berlebihan, lebar + .epat atau mudah men$adi gemuk, kemampuan dalam pembentukan lemak !ukup tinggi + 9kuran kaki pendek .ontoh : bangsa+bangsa babi 8ndonesia !enderung ke arah tipe lemak. 2. Tipe daging /3eat type0, memiliki !iri+!iri: + 9kuran tubuh pan$ang dan halus + 'agian sisi tubuh pan$ang, dalam halus + Punggung berbentuk busur, kuat dan lebar + #usunan badan padat, lemak sedikit + Kepala dan leher ringan, halus + 9kuran kaki pan$ang sedang, tumit pendek kuat + Eam berkembang !ukup bagus dan dalam Kelompok babi ini banyak diternakkan di %#. .ontoh: Eampshire, Polan .hina, #potted Poland .hina, 'erkshire, .hester Jhite, *uro!. 2. Tipe dwiguna /ba!on type0. Termasuk kelompok babi type sedang ialah yang memiliki tanda+tanda sebagai berikut: + 9kuran tubuh pan$ang dan dalamnya tubuh sedang dan halus + 9kuran lebar tubuh sedang, timbunan lemak sedang, halus Kelompok babi tipe ba!on banyak diternakkan di 8nggris, 'elanda, Kanada dan Polandia. .ontoh : Porkshire, "andra!e, Tamworth

#elain ternak babi dibedakan berdasarkan bangsa+bangsa, namun ada $uga aktor+ aktor yang mempengaruhi pembentukan tipe babi, yaitu : a0 b0 !0 d0 e0 Pemasaran Tu$uan peternak 'angsa atau strain 3akanan #aat pemotongan

'edasarkan ?ologis ternak babi termasuk pada:


3amalia /menyusui0 Crdo : %rtioda!tyla /ber$ari5kuku genap0 6amili : #uidae /@on &uminansia0 Kenus : #us #pe!ies :

+ #us s!ro a babi liar dari eropa ada 10 sub spe!ies + #us ;ittatus babi liar dari %sia ada 12 subspesis antara lain: babi #umatra, Jawa, 6lores dan 3alaysia + #us !elebensis terdapat 8 spe!ies di #ulawesi, + #us barbatus: terdapat H subspesis di Kalimantan %dapula $enis babi yang lain, diantaranya seperti babi liar /babi hutan0 mungil, %ili /batak0, Jani /dayak0, 'abui /kayan0, *ahak /Kapuas0, dimana spesies ini belum di$inakkan, namun sering diburu sebagai sumber daging tergolong besar tinggi 1m pan$ang 1m dan berat dewasa bisa 1(0 kg, makanannya tumbuhan bi$i+bi$ian, buah+buahan, rumput+rumputan, serangga, hewan melata dan liar. 'abi piara ada 212 ;arietas dan 8, ;arietas yang resmi kini dikenal dengan babi unggul, merupakan hasil seleksi dan persilangan beberapa bangsa babi sehingga dihasilkan bangsa baru kemudian menyebar keseluruh dunia misalnya H0I babi potong komersial didunia adalah Porkshire /large Jhite0. Babi Lokal Jenis babi lokal terdiri dari babi batak dan babi tora$a, adapun karakteristik kedua babi tersebut, yaitu : a0 'abi 'atak:

a Tinggi pundak (4+(1 !m, pan$ang ,1+7( !m a Telinga tengah warna rata+rata hitam walaupun ada warna ber!ak+ber!ak putih a 'ulu pada bagian bahu dan leher agak tebal a &ata+rata putting susu 10 b0 'abi Tana Tora$a a 'abi ke!il /minipig0 a Tinggi pundak 4( !m, pan$ang ,1 !m a Jarna hitam putih dan ada yang hitam semua. #u,uan Penggunaan Binatang Babi Lokal Pada masyarakat 'atak /Karo0 babi biasanya digunakan untuk : 1. 9pa!ara adat perkawinan yang dimana pihak pria harus mengorbankan5 mempersembahkan satu nyawa yaitu menyembelih seekor hewan /sapi, babi atau kerbau0, yang akan diberikan kepada pengentin wanita. 2. #alah satu binatang peliharaan masyarakat 'atak /Karo0

sedangkan pada masyarakat Tora$a, babi umumnya digunakan untuk : 1. Tongkonan /rumah adat tradisional suku Tora$a0, yang dimana binatang babi men$adi salah satu persembahan dalam pembangunan rumah adat tersebut. 2. 9pa!ara adat kematian, babi men$adi salah satu binatang persembahan. (A'#AR P "#AKA

http:55w2.weddingku.!om5traditional5!ulinary.asp=!atO2, , 3aret 2010 http:55blogs.unpad.a!.id5saulandsinaga5!ategory5bangsa+babi5, H 3aret 2010 http:55www.nusantaraonline.org5id5!ontent5suku+tora$a, , 3aret 2010 .ategories: 'angsa 'abi | 1 .omment

#IPE BABI
6ebruary 1,, 2010 | Posted by saulandsinaga

1. Tipe dan 'angsa 'abi 'angsa+bangsa babi dibagi men$adi tiga tipe yakni: a0 tipe lemak /lard type0, memiliki !iri+!iri: 9kuran tubuh berlebihan, lebar dan dalam .epat atau mudah men$adi gemuk, kemampuan dalam pembentukan lemak !ukup tinggi 9kuran kaki pendek. .ontoh : bangsa+bangsa babi 8ndonesia !enderung ke arah tipe lemak. b0 tipe daging /3eat typeOpork type0, memiliki !iri+!iri: 9kuran tubuh pan$ang, dalam, halus. 'agian sisi tubuh pan$ang, dalam halus Punggung berbentuk busur, kuat dan lebar. #usunan badan padat, lemak sedikit Kepala dan leher ringan, halus 9kuran kaki pan$ang sedang, tumit pendek kuat. Eam berkembang !ukup bagus dan dalam Kelompok babi ini banyak diternakkan di %# .ontoh: Eampshire, Polan .hina, #potted Poland .hina, 'erkshire, .hester Jhite, *uro!. !0 tipe dwiguna /ba!on type0. Termasuk kelompok babi type sedang ialah yang memiliki tanda+tanda sebagai berikut: 9kuran tubuh pan$ang dan dalamnya tubuh sedang dan halus. 9kuran lebar tubuh sedang, timbunan lemak sedang, halus Kelompok babi tipe ba!on banyak diternakkan di 8nggris, 'elanda, Kanada dan Polandia. .ontoh : Porkshire, "andra!e, Tamworth d0 6aktor+ aktor yang mempengaruhi pembentukan tipe babi: Pemasaran Tu$uan peternak 'angsa atau strain 3akanan #aat pemotongan Klasi ikasi Aoologis ternak babi: Kelas : 3amalia /menyusui0 Crdo : %rtioda!tyla /ber$ari5kuku genap0 6amili : #uidae /@on &uminansia0 Kenus : #us #pe!ies : #us s!ro a babi liar dari eropa ada 10 sub spe!ies #us ;ittatus babi liar dari %sia ada 12 subspesis antara lain: babi #umatra, Jawa, 6lores dan 3alaysia #us !elebensis terdapat 8 spe!ies di #ulawesi, #us barbatus: terdapat H subspesis di Kalimantan 'abi liar /babi hutan0 mungil, %ili /batak0, Jani /dayak0, 'abui /kayan0, *ahak /Kapuas0 spesis ini belum di$inakkan, diburu sebagai sumber daging tergolong besar tinggi 1m pan$ang 1m dan berat dewasa bisa 1(0 kg, makanannya tumbuhan bi$i+bi$ian, buah+buahan, rumput+ rumputan, serangga, hewan melata dan liar. 'abi piara ada 212 ;arietas dan 8, ;arietas yang resmi kini dikenal dengan babi unggul,

merupakan hasil seleksi dan persilangan beberapa bangsa babi sehingga dihasilkan bangsa baru kemudian menyebar keseluruh dunia misalnya H0I babi potong komersial didunia adalah Porkshire /large Jhite0. 1. Porkshire Termasuk tipe ba!on /dwiguna0 berasal dari 8nggris, dikenal dengan large white babi ini berwarna putih dengan muka o;al, telinga tegak termasuk type keibuhan karena litter si?enya banyak dan keibuannya bagus, persentase karkasnya tinggi, berat $antan 220+4(( kg, induk 2. "andra!e 'erasal dari *enmark, termasuk babi ba!on berkualitas tinggi. .iri+!iri yang dimiliki antara lain: Tubuh pan$ang, besar /lebar0 dan dalam Jarna putih dengan bulu yang halus Kepala ke!il agak pan$ang, dengan telinga terkulai "eher pan$ang Punggung membentuk seperti busur, pan$ang dan lebar 'ahu rata, halus Kaki letaknya baik dan kuat, dengan paha yang bulat dan tumit yang kuat pula Putting susu H+, buah 'erat $antan dewasa 220+410 betina 2(0+240 kg. 2. *uro! 'erasal dari %merika #erikat .iri+!iri yang dimiliki antara lain: Tubuh pan$ang, besar Jarna merah yang ber;areasi mulai dari merah muda sampai merah tua Punggun berbentuk busur yang dimulai dari leher sampai ekor dengan titik tertinggi di tengah Kepala sedang dengan telinga terkulai kedepan dan mukanya agak !ekung Produsi susu !ukup baik dan banyak anak 4. Eampshire dan #addleba! %dalah salah satu babi termuda yang !epat men$adi populer. %sal atau bentuk di Kentu!ky /%#0. .iri+!iri yang dimiliki: Jarna hitam dengan warna putih berbentuk pita yang lebar mengelilingi bahu sampai kedua kaki depan. Jarna putih ini besarnya sangat ber;areasi ada yang sempit dan ada yang lebar. Punggung membentuk busur, kuat Kepala halus dengan rahang yang ramping dan telinga tegak "etak bahu baik dan halus Tubuh halus, kuat 8nduk banyak akti (. 'abi "okal: a0 'abi 'atak: Tinggi pundak (4+(1 !m, pan$ang ,1+7( !m Telinga tengah warna rata+rata hitam walaupun ada warna ber!ak+ber!ak putih

'ulu pada bagian bahu dan leher agak tebal. &ata+rata putting susu 10 b0 'abi 'ali: Jarna hitam dan bulu agak kasar Punggung melengkung kebawah, tidak sampai ketanah, !ungurnya relati pendek Telinga tegak tinggi, Pundak 48+(4 !m, Pan$ang tubuh 74 !m Puting susu 12+14 buah dengan $umlah anak perkelahiran 12 ekor !0 'abi Tana Tora$a 'abi ke!il /minipig0 Tinggi pundak 4( !m, pan$ang ,1 !m Jarna hitam putih dan ada yang hitam semua. .ategories: 'angsa 'abi | 2 .omments

Bangsa dan Produksi Babi


6ebruary 12, 2010 | Posted by saulandsinaga Peternak babi selalu mendapat keuntungan bila : 1. Jantan tidak men$adi $elek 2. 'etina mendapat pakan yang baik 2. 'etina tidak keguguran karena bang atau lepto 4. #eparuh anak+anaknya tidak mati (. Penyakit tidak menyerang H. 8nduk tidak memakan anaknya ,. 'abi itu tidak diare Para peternak babi sering mengalami problem antara lain : proses reproduksi, mana$emen pakan, kesehatan. %. 'angsa 'abi 'angsa+bangsa babi dibagi men$adi beberapa 2 type yaitu tipe lemak, tipe daging dan tipe dwiguna /ba!on0, hal ini ter$adi karena permintaan konsumen, si at bahan makanan yang diberikan dan !ara pemeliharaan akan tetapi pada peternakan modern saat ini bangsa ini tidak ada karena satu tu$uan yaitu untuk menghasilkan daging yang bermutu. Klasi iksi Aoologis ternak babi : Kelas : 3amalia / 3enyusui0

Crder : %rtioda!tyla /ber$ari 5kuku genap0 6amili : #uidae /@on &uminansi 0 Kenus : #us #pesis : 1us scrofa babi liar dari eropa ada 10 sub spesis 1us vittatus babi liar dari asia ada 12 subspesis antara lain babi sumatra, Jawa, 6lores, dan 3alaysia. 1us ce#ebensis terdapat 8 subspesis di sulawesi, 1us barbatus : terdapat H subspesis di Kalimantan 'abi "iar /'abi hutan0 mangui, aili /batak0, Jani /dayak0 babui /kayan0 dahak /kapuas0 spesis ini belum di$inakkan, diburu sebagai sumber daging tergolong besar tinggi 1m pan$ang 1m dan berat dewasa bisa 1(0 kg, makanannya tumbuhan bi$i+bi$ian, buah+buahan, rumput+ rumputan, serangga,hewan melata dan liar. 'abi piara ada 212 ;arietas dan 8, ;arietas yang resmi kini dikenal dengan babi unggul, merupakan hasil seleksi dan persilangan beberapa bangsa babi sehingga dihasilkan bangsa baru kemudian menyebar keseluruh dunia misalnya H0I babi potong komersial di dunia adalah Gorkshire <>arge +hite0. 1. Porkshire Termasuk tipe ba!on berasal dari inggris, dikenaldengan large white babi ini berwarna putih dengan muka o;al, telinga tegak termasuk type ibu karena litter si?enya banyakdan keibuannya bagus, persentase karkasnya tinggi berat $antan 220+4(( $g, induk 22(+ 2H( kg. 2. "andra!e 'erasal dari *enmark, warna putih, bertubuh pan$ang dan kakinya pan$ang, tampilan yang khas telinganya rebah ke depan. Pan$ang tubuh baik 1H sampai 1, tulang rusuk, subur mempunyaiputing susu yang lebih banyak , $antan dewasa berbobot 220 1 410 kg dan betina 2(0+240 kg. Karkas pan$ang, paha besar, daging dibawahdagu gemuk dengan kaki pendek dikenal karena kon;ersi pakannnya sangat baik dan berat badan yang tinggi. Kelemahan kaki belakang yang lemah saat bunting dan daging pu!at, lembek dan eMsudati ini karena inbreeding yang terlalulama. 2. *uro! 'erasal dari %merika #erikat, warna merah mulus, tubuh padat dan proli ik, babi siap potong 70 kg, dapat di!apai ( bulan atau lebih, $antan dewasa 27( 14(( kg, betina 27( 1 4(( kg. 4. Eamshire

*i kembangkan di 9#%, berasal dari inggris, !iri khas selempang putih yang meliliti tubuhnya yang berwarna hitam, warna putih itu terdapat di kedua kaki depan. Termasuk type pedaging, tubuh melengkung seperti busur,mempunyai si at keibuan yang baik. (. 'abi 'atak Tinggi pundak (4+H1 !m, pan$ang badan ,1 1 7( !m, telinga tegak warna rata+rata hitam walaupun ada wang ber!ak+ber!ak putih, bulu pada bagian bahu dan leher agak tebal, rata+ rata puting susu 10. H. 'abi 'ali Jarna hitam dan bulunya agak kasar punggung melengkung kebawah, tidak sampai ketanah !ungurnya relati pendek. Telinga tegak tinggi pundak 48+(4 !m, pan$ang tubuh 70 !m, puting susu 12 1 14 buah dengan $umlah anak perkelahiran 12 ekor. ,. 'abi Tanah Tora$a #alah satu babi ke!il /minipig0 tinggi pundak 4( !m, pan$ang ,1 !m warna hitam putih walaupun ada pula yang hitam semua. ' &eproduksi 'abi 'abi termasuk hewan yang subur untuk dipelihara kemudian di$ual, karena $umlah perkelahiran /litter si?e0 lebih dari satu /po#ytocous0 dan $arak perkelahiran pendek. #eekor induk dalam satu tahun dapat menghasilkan dua kali melahirkan dan 20 ekor anak sama dengan 1800 kg daging setiap tahun. Tabel 1. *ata &eproduksi 'abi 8nduk Peristiwa 9mur saat pubertas /bln0"ama 'irasi /estrus0 /hari0Pan$ang #iklus birashi /hari0 Jaktu o;ulasi /$am stlah birahi0 #aat yang baik untuk kawin "ama Kebuntingan /har0 8nter;al &ata+rata 4 1 ,1 1 (18 1 H2 1 221 24 24 1 2H 12 1 48 114 /2 bln, 2 mg, 2 estrus hr kedua hr0 111 1 11(

Pubertas5birahi pada babi dara 4 1 , bulan dengan rata+rata bobot badan ,0+110 kg akan tetapi tidak dikawinkan sebelum umur 8 bulan atau pada periode estrus5birahi yang ketiga hal ini berguna untuk produksi anak yang lebih banyak dan lama hidup induk lebih pan$ang. %gar diperoleh anak yang lebih banyak maka induk dikawinkan pada 12 1 24 $am setelah tanda estrus5birahi. >strus atau birahi pada induk babi adalah karena akti itas dari hormon estrogen yang dihasilkan oleh o;arium, ke$adian ini ter$adi selama 2 1 4 hari dengan perubahan tingkah laku seperti suka mengganggu pe$antan, kegelisahan meningkat, menaiki betina lainnya dan na sumakan menurun serta mengeluarkan suara yang khas, kalau ditekan atau diduduki punggungnya diam sa$a, ;ul;a yang membengkak dan memerah serta lendir

keruh dan mengental mun!ul, bila tanda tanda ini terlihat berarti bebi betinna tersebut siap kawin. *alam praktek dengan dua kali perkawinan yaitu 12 dan 24 $am setelah tanda estrus dimulai supaya o;um banyak dibuahi dan $umlah anak /litter si?e tinggi0. 9ntuk meningkatkan $umlah anak induk perlu di 6lushing yaitu konsumsi induk ditingkatkan selama , 1 14 hari sebelum dikawinkan untuk meningkatkan $umlah anak perkelahiran bila pakan selama ase pertumbuhan dibatasi. Perkawinan yang paling umum adalah perkawinan kelompok /lot 3ating0 !ara ini adalah menempatkan satu atau beberapa ekor $antan kedalam kandang beberapa ekor betina yang sedang birahi, !ara ini mengurangi tenaga ker$a yang diperlukan. Eand mating memasukkan seekor betina dan seekor $antan setelah kawin kemudian $antan dipisahkan kembali ini untuk memudahkan pengontrolan ibu dan bapak anak yang lahir kondisi kandang kawin ini harus tenang dan tidak li!in. Kebuntingan "ama bunting rata+rata 114 hari, kematian embrio5 etus paling sering ter$adi5 ase kritis pada saat 20 1 2( hari awal kebuntingan. Perlakuan terhadap temperatur yang ekstrim, pemberian pakan harus rendah pada awal kebuntingan ini dan penggunaan obat+obatan harus hati+hati. Kelahiran 8nduk sebaiknya ditempatkan ke kandang melahirkan 2 1 , hari men$elang melahirkan, dalam kandang harus bersih, tenang dan Tanda induk mau melahirkan Kelisah, membuat sarang bila ada medianya, organ reproduksi dan kelen$ar mamae membesar dan susu akan keluar bila ditekan saat 12 1 48 $am men$elang kelahiran. "a$u pernapasan meningkat men$elang 12 $am kelahiran kelahiran paling sering men$elang malam hari. 8nduk merebahkan diri pada satu sisi saat melahirkan kelahiran dengan pola berurutan /satu+satu0 selama kurang lebih 1 1 ( $am, anak yang lahir biasanya ,0I kaki depan dulu keluar, anak babi dengan kaki belakang duluan paling banyak mati lahir, bila periode kelahiran !ukup lama perlu dilakukan perogohan kedalam alat reproduksi induk, mungkin ada yang sungsang. Perlakuan anak setelah lahir adalah dibersihkan hidungnya dan badannya dari !airan rahim, dan dibantu diberikan susu pertama /!olostrum0, berikan penghangat pada kandang anak yang baru lahir. 3aka dengan itu selama proses kelahiran harus senantiasa diawasi oleh anak kandang. 8nduk yang terlampau tua, gemuk dan gelisah selalu lebih banyak mengalami problem saat melahirkan oleh sebab itu induk sebaiknya melahirkan sebanyak 8 1 10 kali setelah itu dia kir. Pemotongan ari+ari dipotong dengan !ara mengikat dulu pada bagian dekat perut kemudian di gunting lalu diberikan antibiotik /betadin5yodium0. 8nduk akan birahi kembali 2 1 ( hari setelah anaknya disapih5dipisahkan oleh sebab itu induk dapat dikawinkan kembali untuk memperbanyak$umlah anak yang lahir pertahun. "ama penyapihan biasanya 2 bulan akan tetapi dapat dipersingkat men$adi 2 minggu dengan perlakuan tertentu. %nak 'abi #etelah "ahir %nak babi saat lahir sangat lemah, tidak berbulu /tidak tahan dingin0 perlu suhu kandang harus 2( o., !adangan energi yang ada dalam tubuh anak babi !ukup hanya , 1 8 $am oleh sebab itu susu induk sangat diperlukan setelah lahir, oleh sebab itu perlu ada $erami pada lantai anak dan diberi penghangat /lampu minyak atau listrik0.

*e isiensi 'esi /6e0 atau anemia !epat mun!ul pada anak babi yang baru lahir yangdipelihara terkurung hal ini disebabkan oleh persediaan 6e dalam tubuh babi !ukuprendah, 6e dalam susu!ukuprendah, kontak babi dengan tanah sumber 6e dibatasi dan la$u pertumbuhan babi yang !epat. .iri anak babi yang kekurangan 6e ini terlihat pu!at, lemah, bulu berdiri dan berna as !epat oleh sebab itu 48 1 ,2 $am ?at besi harus diberikan antara lain dengan !ara : disuntik dengan /paling dian$urkan0, disediakan tanah supaya anak babi bisa men$ilat+$ilat larutan e digosokkan pada ambing5susu induk yang umum adalah dengan menyuntikkan iron deMtran kedalam otot leher atau paha. Perebutan puting susu sangat hebat saat babi baru lahir biasanya babi berebut pada babi pada bagian depan karena susu yang paling banyak diproduksi. Cleh sebab itu anak yang lemah atau ke!il mendapat susu yang paling sedikit maka anak tersebut men$adi lebih ke!il maka dengan itu perlu diberikan susu atau makanan tambahan bagi anak selama menyusui. Pentirian anak babi bisa dilakuakan bila lama anak babi terlampau banyak dibanding dengan $umlah puting atau induk babi bati saat melahirkan, akan tetapi pentirian bisa dilakukan bila umur $arak antar melahirkan dengan induk lain kurang dari 2 hari, sebelum dilakukan pentirian sebaiknya diberikan bau+bauan yang sama /dengan kotoran, oli, !airan rahim atau bau yang kuat0 agar induk yang menerima tidak men!ium bau yang berbeda kemudian akanmenolakanak tersebut. Pemotongan gigi taring anak babi harus dilakukan segera setelah lahir untuk men$aga agar tidak melukai ambing /susu induk0, denganmenggunakan tang pemotongan ini harus hati+ hati agar tidak kena gusi5lidah, pemotongan ekor dapat dilakukan bila diperlukan untuk kebersihan danmenghindari perkelahian. Kastrasi5kebiri sebaiknya dilakukan pada anak babi $antan sebelum berumur 10 hari ke!uali pada anak yang akan di!alonkan pe$antan, pisau diugunakan untuk memotong skrotum, dan tangan harus steril atau didesin ektan. &eproduksi Jantan #edangkan $antan lebih lama ( 1 8 bulan dengan bobot badan ,( 1 110 kg akan tetapi dikawinkan pada umur 12 bulan. #ebelum digunakan sebagai pe$antan perlu di tes dulu dengan mengawinkan dengan 2 1 2 dara yang akan dipotong bila setelah 4 1 ( mg kebuntingan dipotong maka didapat 8 1 10 embrio maka $antan tersebut subur5 ertil. Jantan yang berumur setahun dapat dikawinkan dengan induk , 1 8 tiap minggunya, sedangkan pe$antan dewasa 12 induk5minggu. *a tar Pustaka 'ont, T.>.., Kelly, ..6. dan Eeitman,E. 17(7. Trans.%m. #o!.%gri!. >ngrs 2,1. .lose, J.E. 1771. &e!ent %d;an!es in %nimal @utrition in %ustralia. P. 144. 9ni;ersity o @ew >ngland, %rmidale. .lose, J.E. dan 3ounth, ".>., 17,8. Jurnal %nimal @utrition ed. 40 . P.412+421. 9ni;ersity o @ew >ngland, %rmidale.

Eenry, Pi!kard dan Euges 1782. &e!ent %d;an!es in %nimal @utrition in %ustralia. 9ni;ersity o @ew >ngland Publishing 9nit. %rmidale.

Eolmes, ..J. dan .lose, J.E. 17,,. @utrition and the .limati! >n;irinment. P.(1. 'utterworths, "ondon. Eoughton, T.&. , 'utterworth, 3.E., Kind, *., dan goodyear, '., 17H4. J.%gri!. #!i. .amb. H2, 42+(1. ngram, *.". 17H(. @ature. P.20,,41(+1H. "ondon. Euges dan Barley,1780. Pig Produ!tion 3anual. *epartment o %gri!ulture and &ural % air. 3elbourne.Bi!. Eughes, 3osser, '*. "ewis, %J. 1772. 6at %ddition to #ow *iet.Pig @ew and 8n ormation. P.2H(. Euges dan Barley .1780. Pro!eeding o a #eminar on #ow and Kilt 3anagement. *epartment o %gri!ulture and &ural % air. 'endigo. Bi!. 3a!. Pherson , Ta;erner,3& and 3ullaney. 17,2. The e e!t o *ietary .on!entration o *igestible >nergy on the Per orman!e #ow and Kilt.

Animal Produ-tion 0 *ol01/0 pp0132


#el , Jhittemore, >lsley . 17((. Pra!ti!al Pig @utrition. 6arming Press "td. 8pswi!h, 9K #almon 1legagneur, 17H7. The > e!ts o *ietary 6ibre, #our!e o 6at and *ietary >nergy .on!entration on the Boluntary 6ood 8ntake and Per orman o #ow5gilt. .ommonwealth %gri!ultural, sloug. 9K. #tone, '.%., 1782. Pro!. %ust. #o!. %nim. Prod. 14, 24(+H. Ba$rabukka, .., Thwaites, ..J. dan arell, *.J. 1781. &e!ent %d;an!es in %nimal @utrition in %ustralia. P.77. 9ni;ersity o @ew >ngland, %rmidale. Tonks, E.3., #mith,J..., dan 'ri!e, J.3. 17,2. Beterinaria &e!. 7, (21+,.

Jilliam, K..., @eill, %.&. 3agee, 3.E. dan Peters, &.T. 1771. 3anipulating Pig Produ!tion 888. %ustralasian Pig #!ien!e %sso!iation. Jerribe. 'atseba, 3.J.T., %. #oplanit, *.Jamaer, #. Tira$ah dan 9sman, 2001 Karakteristik #istem 9saha Tani Ternak 'abi di Ke!amatan %ssologaima Kabupaten Jayawi$aya. Prosiding Teknologi #pesi ik "okasi. ''TP Papua 1: (0+((. 'radbury, J.E., '. Eammer, T. @guyen .178(. Protein Suantity and Trypsin 8nhibitor .ontent o #weet Potato .ulti;ar rom highland o Papua @ew Kinea. J. %gri!. 6ood. .hem. 282 *it$en @ak. 1778. >Mponak 1771. Kabag P>@%@ 888+Pertasiken!a *epartemenPertanian. Euges dan Barley,1780. Pig Produ!tion 3anual. *epartment o %gri!ulture and &ural % air. 3elbourne.Bi!toria. %ustralia . "eddosukoyo,#. 1782. Peman aatan "imbah Pertanian untuk 3enun$ang Kebutuhan Pakan &uminansia. Puslitbangnak. *eptan. 'ogor. 174 1 17,. @&.. 1787. @utrient &eXuirement o dairy .attle. @ational %!ad. C s!i. Jashington. *. .. 9#%. #ihombing, *.T.E. 177,. 8lmu Ternak 'abi. Ka$ah 3ada 9ni;ersity Press. Pogyakarta. 8ndnesia. #utardi, Toha. 177,. Peluang dan Tantangan Pengembangan 8lmu+ilmu @utrisi Ternak. Crasi 8lmiah Kuru 'esar tetap 8lmu @utrisi Ternak. 6akultas Peternakan 8P', 'ogor

PENGAR ! PE)BERIAN #EP NG K LI# B A! PEPABA :&ari-a Papaya; (ALA) RAN" ) BABI PERI%(E 'INI"!ER #ER!A(AP PER"EN#A"E KARKA"6 #EBAL LE)AK P NGG NG (AN L A" RA# (AGING )A#A R " K
3ay 21, 2010 | Posted by saulandsinaga %'#T&%K Penelitian ini dilaksanakan di "aboratorium Penelitian dan Tea!hing 6arm Ternak 'abi, *esa Kertawangi Ke!amatan .isarua, "embang, Kabupaten 'andung pada tanggal 1 3ei 2007 sampai dengan 20 Juni 2007. Tu$uan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian Kulit 'uah Pepaya <Carica .apaya= dalam ransum babi periode inisher dilihat dari persentase karkas, tebal lemak punggung, dan luas urat daging mata rusuk. Penelitian ini menggunakan 18 ekor ternak babi kastrasi hasil persilangan >andrace umur 24 minggu. Kisaran bobot badan rata+rata ternak babi adalah (( kg dengan koe isien ;ariasi kurang dari H,8I. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental &an!angan %!ak "engkap yang terdiri dari tiga perlakuan, dimana setiap perlakuan diulang sebanyak enam kali. *ata yang diperoleh dianalisis se!ara statistik dengan 9$i #idik &agam, apabila signi ikan< maka dilakukan 9$i *un!an. 'erdasarkan hasil analisis statistika menun$ukkan bahwa pemberian Tepung Kulit 'uah Pepaya <Carica .apaya=10I dalam ransum ternak babi tidak mempengaruhi terhadap persentase karkas, tetapi dapat menurunkan sedangkan pada tebal lemak punggung dan meningkatkan luas urat daging mata rusuk. Pemberian Kulit 'uah Pepaya <Carica .apaya= 10I dalam ransum babi dapat digunakan sebagai bahan pakan alternati;e bagi ternak babi. Kata Kun!i: Carica .apaya, Persentase Karkas, Tebal "emak Punggung, dan "uas 9rat *aging 3ata &usuk. 751T$7CT

This &esear!h o F The > e!t o Papaya <Carica papaya= #kin 6ruit 6lour in &ation or The 6inisher Period o Pigs to Per!entage .ar!ass, 'a!k 6at and "oin >ye %reaG has been held sin!e 3ar!h 1, 2007 to Juni 20, 2007 at KP'8 Cbor #wastika, .isarua, 'andung. The purpose o this resear!h is to ind dosage le;el o papaya skin ruit lour that !an be added into ration so that !an be gi;e the best to per!entage !ar!ass, 'a!k 6at and loin eye area or the inisher period o pigs. This resear!h was using 18+ inisher period o pigs, age H months

with weight rate H0.(H kg and ;ariation !oe i!ient H,8I. The method that was used in this resear!h is .omplete &andomi?e *esign with three dosage o papaya skin ruit lour , i.e. 0, (, 10I with siM repli!ations. The result o the resear!h shows gi;e 10I papaya skin ruit lour in ration pig no signi i!ant e e!t to per!entage !ar!ass, but in!reased loin eye area and de!reased ba!k at thi!kness /pU0,0(0. 10I papaya skin ruit lour as alternati;e stu !an be used or pig inisher periode.

*eywords, pigs, .ercentage Carcass, 5ack Fat Thickness, >oin 8ye 7rea, .apaya skin f#our PEN(A! L AN

"atar 'elakang 'abi merupakan salah satu komoditas ternak penghasil daging yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena memiliki si at+si at dan kemampuan yang menguntungkan antara lain : la$u pertumbuhan yang !epat, $umlah anak per kelahiran /litter si?e0 yang tinggi, e isiensi ransum yang baik /,(+80I0 dan persentase karkas yang tinggi /H(+80I0 /#iagian, 17770. #elain itu, babi mampu meman aatkan sisa+sisa makanan atau limbah pertanian men$adi daging yang bermutu tinggi. Karakteristik reproduksinya unik bila dibandingkan dengan ternak sapi, domba dan kuda, karena babi merupakan hewan yang memiliki si at proli ik yaitu $umlah perkelahiran yang tinggi /10+14 ekor5kelahiran0, serta $arak antara satu kelahiran dengan kelahiran berikutnya pendek. 'abi merupakan salah satu sumber protein hewani bagi masyarakat 8ndonesia. Karkas merupakan bagian utama dari ternak penghasil daging. Kualitas karkas pada dasarnya adalah nilai karkas yang dihasilkan ternak berdasarkan kriteria yang ditentukan oleh konsumen yaitu karkas yang mengandung daging maksimal dan lemak minimal serta tulang yang proporsional, hal ini dapat dilihat dari persentase karkas yang tinggi, tebal lemak punggung yang tipis dan luas daging mata rusuk yang besar. Persentase karkas babi adalah yang terbesar dibandingkan lemak lain yaitu ,(I dari bobot hidupnya, hal ini disebabkan kulit dari keempat kakinya adalah termasuk dalam karkas babi ke!uali kepala dan $eroan. #elain itu $uga permintaan daging babi yang !ukup tinggi sebesar ,,11 I yakni pada tahun 2002 sebanyak 1H4,471 ton naik men$adi 1,,,072 ton pada tahun berikutnya, sedangkan peningkatan populasi babi hanya sebesar 2,H2 I yakni dari (.72H.80, ekor men$adi H.1(0.(2( ekor /*ir$en 'ina Produksi Peternakan, 20020, hal ini menun$ukan bahwa babi mempunyai peranan yang !ukup besar dalam mensuplai kebutuhan daging walaupun dengan keterbatasan konsumen serta dapat mendorong semakin potensialnya peternakan babi di Propinsi Jawa 'arat khususnya dan di 8ndonesia pada umumnya. Terdapat dua aktor yang mempengaruhi la$u pertumbuhan dan komposisi tubuh yang meliputi distribusi berat dan komposisi kimia komponen karkas yaitu aktor genetik dan lingkungan. 6aktor lingkungan salah satu diantaranya adalah kualitas dan kuantitas pakan. Kualitas pakan yang baik sering kali peternak mengeluarkan biaya yang tinggi, oleh karena itu untuk meminimalkan biaya ransum maka dibutuhkan bahan pakan alternati yang bersi at kontinyu, mudah didapat, murah, bergi?i tinggi dan tidak bersaing dengan kebutuhan manusia. 'ahan pakan yang dimaksud diantaranya adalah kulit buah pepaya.

Tepung kulit buah pepaya mengandung kadar protein yang tinggi yaitu 2(,8(I dan serat kasar yang !ukup rendah yaitu sebesar 12,(1I /"aboratorium @utrisi &uminansia dan Kimia 3akanan Ternak 6akultas Peternakan 9@P%*, 20080. Kulit buah pepaya didapat dari limbah industri pembuatan manisan yang didapat dari daerah Kabupaten Karut, yaitu di Ke!amatan "eles. Penggunaan kulit buah pepaya sebagai !ampuran makanan ternak 'abi masih $arang digunakan, ke!uali pada beberapa peternakan sapi potong tradisional di ke!amatan leles, dan hasilnya menurut para peternak, daging dari sapi+sapi yang diberi kulit buah pepaya segar men$adi lebih merah dan dagingnya lebih padat. 'erdasarkan hal tersebut diatas, kulit buah pepaya dapat diman aatkan sebagai !ampuran pakan ternak karena berpotensi sebagai sumber protein nabati. Easil sur;ey dilapangan menun$ukan bahwa potensi kulit buah pepaya adalah 20I dari tiap buah papaya, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tentang berapa besar tingkat pemberian kulit buah pepaya dalam bentuk tepung sebagai bahan pakan ternak dalam ransum yang dapat meningkatkan produkti;itas ternak. 'erdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai FPengaruh Pemberian Tepung Kulit 'uah Pepaya /Carica .apaya0 dalam &ansum 'abi Periode 6inisher terhadap persentase karkas, tebal lemak punggung dan luas urat daging mata rusukG. 3aksud dan Tu$uan #e$alan dengan permasalahan, maka tu$uan penelitian ini adalah: 1. 3engetahui pengaruh pemberian Tepung Kulit 'uah Pepaya dalam ransum babi periode inisher terhadapi persentase karkas, tebal lemak punggung dan luas urat daging mata rusuk. 2. 3engetahui persentase pemberian Tepung Kulit 'uah Pepaya dalam ransum babi periode inisher sehingga dapat memberikan pengaruh terbaik terhadap persentase karkas, tebal lemak punggung dan luas urat daging mata rusuk.

Kerangka Pemikiran *aging merupakan komponen karkas yang penting dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. *aging adalah komponen utama karkas. Karkas $uga tersusun dari lemak $aringan adipose, tulang, tulang rawan, $aringan ikat dan tendo. Komponen+komponen tersebut menentukan !iri+!iri kualitas dan kuantitas daging /#oeparno, 17780. Komponen bahan kering yang terbesar dari daging adalah protein. @ilai nutrisi daging yang lebih tinggi disebabkan daging mengandung asam amino esensial yang lengkap dan seimbang /6orrest, dkk, 17,(0. *i dalam pembentukan daging pada masa pertumbuhan, ternak babi membutuhkan asupan protein dan energi yang sesuai dengan kebutuhannya. Kebutuhan protein dan energi ternak tergantung pada beberapa aktor termasuk berat hidup, pertambahan berat badan, dan konsumsi pakan /#oeparno, 17780. Protein merupakan bagian terbesar pembentuk urat daging, organ+organ tubuh, tulang rawan dan $aringan ikat. Konsumsi protein dan energi yang lebih tinggi akan menghasilkan la$u pertumbuhan yang lebih !epat /%nggorodi, 17740. Kandungan protein /asam+asam amino0 ransum yang optimal pada ransum babi harus pula memperhatikan kandungan energinya, hal ini disebabkan karena se$umlah energi tertentu dibutuhkan per tiap gram protein dengan demikian protein dapat digunakan e isien untuk

pertumbuhan, kebutuhan lisin ternak babi yang sedang tumbuh dengan berat badan 2( 1 H0 kg adalah 0,H1I /#ihombing, 177,0. kebutuhan protein kasar bagi babi grower dan pengakhiran adalah 18 sampai dengan 12.( I dengan energi yang dapat di!erna rata+rata 2400 Kkall. Karena ternak 'abi merupakan ternak monogastrik maka yang harus diperhatikan adalah serat kasar yang rendah terutama pada ase pertumbuhan ke!uali pada induk. *i dalam kulit buah pepaya masih terdapat kandungan nutrisi yang tinggi sehingga diharapkan dapat berman aat sebagai bahan pakan alternati untuk ternak. Kulit buah pepaya memiliki kekurangan yaitu mudah busuk, oleh karena itu untuk mengatasinya maka kulit buah pepaya di$adikan tepung sehingga men$adi lebih tahan lama. Tepung kulit buah pepaya memiliki kandungan nutrisi antara lain protein kasar 24,8(I, serat kasar 18,(2I, lemak kasar 8,8,I, abu 8,(2I, kalsium 2,27I dan phosphor 0,88I /"aboratorium @utrisi &uminansia dan Kimia 3akanan Ternak 6akultas Peternakan 9@P%*, 20080, dan 6e 0,28(I /%nalisis "aboratorium 8nstitut Pertanian 'ogor, 20080. Kulit buah pepaya memiliki kandungan protein yang tinggi sehingga diharapkan dapat men$adi salah satu bahan pakan alternati sumber protein yang dapat mengganti atau mengurangi penggunaan bahan pakan sumber protein lainnya seperti bungkil kedelai dan lain+lain. Kulit buah pepaya selain memiliki kadar protein yang tinggi, $uga mengandung en?im papain. >n?im ini banyak terkandung dalam kulit, batang, daun, dan buah /http:55en.wikipedia.org5wiki5Papaya0. Papain merupakan salah satu en?im proteolitik. 3an aat papain antara lain adalah dapat digunakan sebagai pelunak daging /en?im papain mampu meme!ah serat+serat daging, sehingga daging lebih mudah di!erna0, papain ber ungsi membantu pengaturan asam amino dan membantu mengeluarkan ra!un tubuh. *engan !ara ini sistem kekebalan tubuh dapat ditingkatkan, /www.*amandiri.or.id0. Kulit buah pepaya selain memiliki protein yang tinggi dan en?im papain $uga memiliki kandungan ?at besi yang tinggi sebesar 0,28(I /%nalisis "aboratorium 8nstitut Pertanian 'ogor, 20080. Protein dibutuhkan oleh babi masa pertumbuhan. Protein dalam ransum digunakan untuk membangun, men$aga dan memelihara protein $aringan dan organ tubuh, menyediakan asam+ asam amino makanan, menyediakan energi dalam tubuh serta menyediakan sumber lemak badan /Tilman, dkk., 178H0. Papain dapat berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan tubuh, hal ini dikarenakan papain memiliki lebih dari (0 asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh /http:55en.wikipedia.org5wiki5papain0. *engan pemberian tepung kulit buah pepaya dalam ransum babi diharapkan dapat memberikan pengaruh terbaik terhadap persentase karkas, tebal lemak punggung dan luas urat daging mata rusuk. 'erdasarkan uraian diatas dapat dikemukakan hipotesis bahwa pemberian tepung kulit buah pepaya dalam ransum sampai 10I dapat memberikan pengaruh yang terbaik terhadap persentase karkas, tebal lemak punggung dan luas urat daging mata rusuk babi periode inisher. "okasi dan Jaktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan 3aret sampai dengan bulan %pril 2007 di "aboratorium Penelitian /KP'80 Koperasi Peternak 'abi 8ndonesia, *esa Kertawangi, Ke!amatan .isarua, "embang, Kabupaten 'andung. T8@J%9%@ P9#T%K%

*eskripsi Tanaman Pepaya Tanaman pepaya menurut &ukmana /177(0 dapat diklasi ikasikan sebagai berikut : Kingdom *i;isi #ub+di;isi Kelas Crdo 6amily #pesies : Plantae /Tumbuh+tumbuhan0 : #permatophyta /Tumbuhan berbi$i0 : %ngiospermae /'i$i tertutup0 : *i!otyledonae /'i$i berkeping dua0 : .ari!ales : .ari!a!eae : Carica papaya >.

'uah pepaya merupakan salah satu buah yang telah lama dikenal luas di 8ndonesia. *alam kehidupan sehari+hari, pepaya sangat dikenal semua lapisan masyarakat. 'uah pepaya telah lama diman aatkan sebagai bahan makanan. 'uah matangnya sangat digemari karena !ita rasanya yang enak, relati tingginya kandungan nutrisi dan ;itamin, serta ungsinya dalam melan!arkan pen!ernaan. Potensi Kulit 'uah Pepaya Tanaman pepaya yang dipelihara se!ara intensi dan sistem penanamannya monokultur /satu $enis0, tingkat produkti itasnya dapat men!apai (0+1(0 buah5pohon. 'ila lahan kebun seluas 1,0 hektar ditanami pepaya pada $arak tanam 2\2 m terdapat populasi 1.000 tanaman, maka produksi per hektar dapat men!apai (0.000+1(0.000 butir buah atau setara dengan 20+H0 ton buah pepaya dengan !atatan, banyak terdapat humus, tata udara dan tata air tanahnya baik, dengan pE sekitar H+,. Panen perdana tanaman pepaya dapat dilakukan pada saat umur 7+11 bulan. *i dalam satu buah pepaya persentase kulit buahnya dapat men!apai 20I yang 10I diantaranya adalah bi$i pepaya. Panen tanaman pepaya dapat dilakukan se!ara kontinyu setiap (+, hari sekali bergantung pada kematangan buah, permintaan pasar, dan tu$uan penggunaan /&ukmana, 177(0. Kulit buah pepaya merupakan bagian terluar dari buah pepaya yang masih mengandung nilai nutrisi !ukup tinggi. Kulit buah pepaya pada keadaan kering mengandung protein kasar sebesar 2(,(8 I, lemak kasar 8,8, I, serat kasar 18,(2 I, .a 2,27 I, P 0,88 I, dan %bu 8,(2 I /"aboratorium @utrisi &uminansia dan Kimia 3akanan Ternak 6akultas Peternakan 9@P%*, 20080. Kandungan nutrisi kulit buah pepaya relati lebih tinggi apabila dibandingkan dengan bahan pakan sumber protein lain, antara lain ka!ang hi$au yang memiliki kandungan protein kasar 2H,, I, lemak 1,4, I, serat kasar (,72 I, .a 0,1H I, P 0,,2 I, dan abu (,22 I, bungkil kelapa yang mengandung protein kasar 21 I, lemak 10,7 I, serat kasar 14,2 I, .a 0,1H( I, P 0,H2 I, dan abu 8,24 I, serta ampas tahu yang hanya mengandung protein kasar 20,81 I, lemak ,,08 I, serat kasar 14,88 I, .a 0,H4 I, P 0,28 I, dan abu 2,,4 I /#utardi, 17820. *eskripsi Ternak 'abi

'abi merupakan ternak monogastrik yang memiliki kesanggupan dalam mengubah bahan makanan se!ara e isien apabila ditun$ang dengan kualitas ransum yang dikonsumsi. 'abi lebih !epat tumbuh, !epat dewasa dan bersi at proli ik yang ditun$ukkan dengan banyaknya anak dalam setiap kelahiran yang berkisar antara 8 +14 ekor dengan rata+rata dua kali kelahiran pertahunnya /#ihombing, 177,0. 3enurut #ihombing /177,0, pertumbuhan babi yang digemukkan untuk tu$uan daging dibagi men$adi beberapa periode yaitu periode pra sapih /pre starter0, lepas sapih /starter0, pertumbuhan /grower0, dan inisher. 'abi periode inisher adalah babi setelah melewati periode pertumbuhan, di!irikan dengan berat hidup H0+ 70 kg, sedangkan pertambahan bobot badan babi periode inisher adalah ,01+81( gram5hari /%nnison, 178,0. #oeparno /17720, mengatakan bahwa pertumbuhan dan perkembangan komponen tubuh se!ara kumulati mengalami pertambahan berat selama pertumbuhan sampai men!apai kedewasaan, $adi pertumbuhan mempengaruhi pula distribusi berat dan komponen+komponen tubuh ternak termasuk tulang, otot, dan lemak. 3enurut #utardi /17800, ke!epatan pertumbuhan suatu ternak dipengaruhi berbagai aktor antara lain bangsa, $enis kelamin, umur, makanan, dan kondisi lingkungan. Produksi Karkas 'abi Karkas babi merupakan bagian tubuh ternak setelah dilakukan pemisahan terhadap kepala, bulu, kuku, isi rongga dada. Karkas babi yang dihasilkan berkisar antara H0+70I dari berat hidup tergantung pada kondisi, genetik, kualitas pakan dan !ara pemotongan />nsminger, 17840. Persentase karkas adalah perbandingan antara bobot karkas dengan bobot potong yang dinyatakan dalam persen /6orrest, dkk. 17,(0. 'obot potong yang tinggi tidak selalu menghasilkan bobot karkas yang tinggi. Eal ini dikarenakan sering adanya perbedaan pada berat kepala, bulu, isi rongga dada dan perut /#oeparno, 17720, oleh karenanya bobot potong lebih dari 70 kg memang meningkatkan hasil berat karkas tetapi persentase karkas yang dihasilkan akan menurun /#ihombing, 177,0. 'obot potong optimum dapat di!apai $ika terdapat interaksi antara $enis pakan yang diberikan, !ara pemberian pakan, bangsa ternak, $enis kelamin dan kematangan seksual /*a;endra dan 6uller, 17,70. Persentase karkas babi dibagi men$adi beberapa kelas, kelas 1 menurut 9#*% adalah H8+,2I /6orrest, dkk. 17,(0. 'esarnya persentase karkas dipengaruhi oleh aktor tipe dan ukuran ternak serta penanganan ternak, lamanya pemuasaan, serta banyaknya kotoran yang dikeluarkan /#oeparno, 17720. Persentase karkas akan meningkat dengan meningkatnya bobot potong /6orrest et. a##, 17,(0, dinyatakan pula dengan meningkatnya presentase lemak karkas menyebabkan persentase otot dan tulang menurun. Persentase karkas normal berkisar antara H0+,(I dari berat hidup. Persentase ini lebih tinggi pada babi dibandingkan dengan ternak lain seperti domba dan sapi karena babi tidak mempunyai rongga badan yang terlalu besar serta babi mempunyai lambung tunggal /'lakelly dan 'ade, 17780. Tebal "emak Punggung Pengukuran tebal lemak punggung pertama kali dilakukan tahun 17(2 oleh Ea?el dan Kline dengan alat yang disebut Gback fat probe? setelah itu sangat meluas penggunaannya maupun perkembangan teknologi peralatannya. 9kuran tebal lemak punggung se!ara langsung menggambarkan produksi lemak atau daging. Tebal lemak punggung babi yang tipis memberi persentase hasil daging yang tinggi dan sebaliknya tebal lemak punggu yang tinggi memberi hasil persentase hasil daging yang rendah. #e$ak tahun 17H8 "embaga 9#*% di %merika #erikat telah menentukan suatu !ara dalam penentuan kelas karkas dari babi siap potong.

"uas 9rat *aging 3ata &usuk Kualitas daging erat hubungannya dengan ukuran luas penampang otot longisimus /#ongisi"us "usc#e area0 sering $uga disebut urat daging mata rusuk yang diukur diantara tulang rusuk ke 10 dan 11 /3iller, dkk. 17710. "uas urat daging mata rusuk dapat digunakan untuk menduga perdagingan karkas dan berat karkas karena terdapat korelasi dengan total daging pada karkas dimana yang lebih berat akan mempunyai ukuran penampang urat daging mata rusuk yang lebih besar. .rampton dkk /17H70, men$elaskan bahwa luas urat daging mata rusuk dipengaruhi oleh pakan yang dikonsumsi ternak. 3enurut 6igueroa /20010 yang meneliti pengaruh per ormans babi pertumbuhan inisher yang diberikan pakan rendah protein, rendah energi, tepung bi$i sorghum+kedelai memperoleh nilai rata+rata luas urat daging mata rusuk sebesar 42,7, !m2. 3enurut #oeparno /17720, luas urat daging mata rusuk dipengaruhi $uga oleh bobot potong. 'obot potong yang tinggi akan menghasilkan daging mata rusuk yang lebih luas. '%E%@ *%@ 3>TC*> P>@>"8T8%@ 'ahan Penelitian dan Ternak Penelitian Ternak yang digunakan adalah 18 ekor ternak babi hasil persilangan "andra!e. Kisaran bobot badan rata+rata ternak babi adalah (( kg dengan koe isien ;ariasi kurang dari 10I. 'abi ditempatkan se!ara a!ak dalam kondisi kandang indi;idu dengan kondisi lingkungan yang sama dan $enis kelamin babi yaitu $antan kastrasi. Kandang yang digunakan adalah kandang indi;idu yang berukuran 0,H M 2 M 1,2 m dengan lantai semen dan beratap seng, dilengkapi tempat makan dan minum sebanyak 18 unit. Tiap kandang diberi nomor untuk memudahkan dalam pengontrolan dan pengambilan data. Peralatan yang *igunakan Peralatan yang digunakan dalam penelitian yaitu: 1. 2. 2. Timbangan duduk kapasitas 200 kg /ketelitian 0,1 kg0 untuk menimbang berat ternak. Timbangan duduk kapasitas 1( kg /ketelitian 0,1 kg0 untuk menimbang $eroan. Timbangan gantung 1(0 kg /ketelitian 0,1 kg0 untuk menimbang berat karkas.

4. Pisau, plastik mika transparan dan milimeter blo!k untuk menentukan luas urat daging mata rusuk. (. 3istar untuk mengukur tebal lemak punggung.

Kulit 'uah Pepaya &ansum yang diberikan pada ternak per!obaan dalam penelitian berupa tepung. 'ahan Tepung Kulit 'uah Pepaya didapat dari PT. Karya 3ulya, "eles Kabupaten Karut. 'ahan tersebut dikeringkan hingga kadar air 1(I kemudian digiling hingga men$adi tepung. &ansum Penelitian

'ahan makanan yang digunakan untuk menyusun ransum adalah tepung $agung, tepung ikan, bungkil kelapa, tepung tulang, bungkil kedelai, tepung tulang, dedak padi, dan premiM. Penyusunan ransum dilakukan berdasarkan pada kebutuhan ?at+?at makanan yang dian$urkan @ational &esear!h .oun!il /17880. Tepung kulit buah pepaya di!ampur ke dalam ransum dalam $umlah dosis yang berbeda sebagai bahan yang akan diteliti pengaruhnya. Komposisi ?at makanan dan susunan ransum yang digunakan masing+masing diperlihatkan pada Tabel 1, sedangkan kandungan ransum per!obaan terdapat pada Tabel 2. Tabel 1. Kandungan nutrisi ransum basal dan tepung kulit buah pepaya. Kandungan Ki?i >3 /kkal0 PK /I0 #K /I0 .a /I0 P /I0 &ansum 'asal 2244,8 14 ,,( 0,22 0,HH Tepung Kulit 'uah Pepaya 2417 2(,8( 2,27 18,(2 0,88

#umber : &ansum basal /@&., 17780 Tepung kulit buah pepaya /Permana, 200,0 #usunan &ansum Tabel 2. Kandungan nutrisi ransum penelitian Kandungan @utrisi >3 /kkal0 PK /I0 #K /I0 .a /I0 P /I0 &0 O 100I ransum basal &1 O 7(I ransum basal R (I tepung kulit buah pepaya &2 O 70I ransum basal R 10I tepung kulit buah pepaya 3etode Penelitian dan Tahap Penelitian 1. Persiapan kandang, sanitasi kandang, pengadaan ternak, pengadaan ransum dan peralatan serta penimbangan bobot awal ternak sebelum penelitian dimulai. #etiap babi dimasukkan ke kandang indi;idu dan memperoleh satu perlakuan se!ara a!ak. 2. %daptasi babi terhadap kandang, ransum, perlakuan dan lingkungan yang baru dilakukan selama 1 minggu, dan pemberian obat !a!ing. &ansum Penelitian &0 2244,8 14 ,,( 0,22 0,HH

&1 2202,(1 14,(72( 8,0(1 0,422( 0,H,1

&2 21H2,22 1(,18( 8,0H2 0,(2, 0,H82

2. Pemberian ransum sebanyak 1 kg5 ekor dilakukan selama tiga kali sehari, pukul 0,.00 dan 12.00 dan 1H.00 J8' dengan $umlah ransum per hari adalah 2 kg5ekor. 4. Penimbangan bobot badan dilakukan setiap 2 minggu sekali dengan menggunakan timbangan duduk pada pagi hari sebelum babi dibersihkan. (. Tepung Kulit 'uah Pepaya di !ampur (I dan 10I dalam ransum basal pada perlakuan &1 dan &2. H. Kandang dibersihkan dua kali sehari yaitu pada pukul 0H.00 dan 12.00 J8'. Kandang dibersihkan dari semua kotoran ternak babi dan kotoran tersebut dibuang ke saluran pembuangan, setelah itu babi dimandikan agar bersih dan merasa nyaman. ,. #etelah babi men!apai bobot badan 70 kg babi siap dipotong, tetapi sebelum dipotong babi dipuasakan dahulu selama 18 $am untuk mengurangi stress dan menghindarkan kontaminasi isi saluran pen!ernaan terhadap karkas /#ihombing, 177,0. #esaat sebelum dipotong, ternak babi ditimbang bobot potongnya. 'abi ditusuk pada leher bagian atas dekat rahang bawah menu$u $antung. 'ulu dihilangkan dengan !ara dikerok setelah sebelumnya direndam dalam air panas dengan suhu ,0Y. selama 2 menit kemudian kepala dipisahkan dari tubuh. 8. #etelah melalui sayatan lurus ditengah perut hingga dada pada tulang dada, re!tum dibebaskan melalui anus dan isi perut serta dada dikeluarkan termasuk alat kelamin, ;esi!a urinaria, diaphragma dan ekor. 7. Tulang dada sampai dengan tulang ekor dipotong sehingga karkas pisah men$adi 2 bagian dan baru dilakukan penimbangan terhadap berat karkas dengan menggunakan timbangan digital. 10. %ntara tulang rusuk ke 10 dengan 11 dipotong dengan menggunakan pisau untuk digambar urat daging mata rusuknya /3iller, dkk. 17710 dengan menggunakan plastik mika transparan, kemudian diukur luasnya dengan menggunakan milimeter blo!k. 11. Tebal lemak punggung diukur dengan mistar berskala !entimeter diatas punggung babi yaitu pada tulang rusuk pertama, keduabelas, dan terakhir kemudian dirata+ ratakan /6orest, et.al, 17,(0.

Peubah yang *iamati Peubah yang diamati dalam penelitian adalah : 1. Persentase Karkas /I0 *iperoleh dari berat karkas /'K0 dibagi bobot potong /'P0 dikali 100I atau dengan rumus : 'erat karkas 'erat potong M 100I

1. "uas 9rat *aging 3ata &usuk *iukur dengan menggunakan milimeter blo!k yang ditempelkan pada plastik mika yang telah digambar berdasarkan luas urat daging mata rusuk yang diamati kemudian dihitung berapa banyak kotak yang terisi penuh /6orrest, dkk. 17,(0. 2. Tebal "emak Punggung *iukur dengan mistar berskala !entimeter diatas punggung babi yaitu pada tulang rusuk pertama, keduabelas, dan terakhir kemudian dirata+ratakan /6orest, et.al, 17,(0. &an!angan Per!obaan dan %nalisis #tatistik Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan &an!angan %!ak "engkap /&%"0 yang terdiri dari tiga perlakuan, #alah satu perlakuan sebagai kontrol tanpa mengandung tepung kulit buah pepaya dan 2 perlakuan lainnya mengandung kulit buah pepaya dengan dosis yang berbeda. 3asing+masing perlakuan terdiri dari lima ulangan, sehingga penelitian ini menggunakan 18 ekor ternak babi. 3odel matematik yang digunakan /#teel dan Torrie, 17870 dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Pi@ O A R Bi R Ci@ . E%#8" *%@ P>3'%E%#%@ Pengaruh Pemberian 'erbagai *osis Tepung Kulit 'uah Pepaya *alam &ansum 'abi Periode 6inisher Terhadap Persentase Karkas *ata hasil pengamatan selama penelitian tentang pengaruh berbagai dosis tepung kulit buah papaya pada ransum persentase karkas dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. &ata+rata Persentase Karkas Easil Penelitian dari Perlakuan. 9langan 1 2 2 4 ( H &ata+rata Perlakuan &0 &1 NNNNNNNINNNNNNN ,H,4,0(7 ,H,24207 ,,,,,,,8 ,,,04718 ,(,(814 ,8,02178 ,4,,171 ,(,,0H21 ,H,12H2H ,7,(4(4( ,8,4882, ,,,7HH1 ,H,(2872 ,,,422 &ataan /I0

&2 ,8,2H08, ,H,(2H21 ,,,04718 ,8,(,142 ,,,2480, ,,,,1,27 ,,,(80(4

,,,1,,1H

&ata+rata persentase karkas se!ara keseluruhan adalah ,,,1,I, ini menun$ukkan persentase tinggi termasuk ke dalam kelas 1 menurut 9#*% yaitu antara H8+,2I, ini disebabkan oleh

rendahnya berat isi $eroan dalam bobot potong yang optimal /70 kg0. 'obot potong 70 kg adalah bobot potong optimal, dimana berat karkas tinggi, berat karkas sangat mempengaruhi persentase karkas /Eo;orka dan Pa;lik, 17,20. 'erdasarkan pemberian dosis tepung buah kulit pepaya : 0< (< dan 10I dalam ransum diperoleh persentase karkas berturut+turut : ,H,(2< ,,,42 dan ,,,(8. Easil analisa sidik ragam menun$ukkan bahwa pemberian berbagai dosis kulit buah pepaya dalam ransum ternak babi pada penelitian ini tidak berpengaruh terhadap persentase karkas. Eal ini disebabkan karena persentase karkas merupakan hasil dari pembagi berat karkas dan berat potong $adi pada ternak yang bangsa sama !enderung memperoleh persentase yang sama pula. Penelitian ini sesuai dengan &ikas et a#. /20080 yang menyatakan bahwa pemberian tepung kulit buah pepaya dalam ransum kelin!i tidak berpengaruh terhadap konsumsi ransum dan persentase karkas, tetapi memperbaiki e isiensi penggunaan ransum pada kelin!i. Pengaruh Pemberian 'erbagai *osis Tepung Kulit 'uah Pepaya *alam &ansum 'abi Periode 6inisher Terhadap "uas 9rat *aging 3ata &usuk *ata hasil pengamatan selama penelitian tentang pengaruh berbagai dosis tepung kulit buah pepaya pada ransum terhadap luas urat mata daging rusuk dapat dilihat pada Tabel (. Tabel (. &ata+rata "uas 9rat *aging 3ata &usuk Easil Penelitian dari Perlakuan. 9langan 1 2 2 4 ( H &ata+rata Perlakuan &0 &1 &2 2 NNNNNN1 !m NNNNNN1 24,H 41,0 42,8 2(,, 42,2 27,H 2,,( 40,H 41,( 41,0 40,4 41,0 28,0 27,0 27,, 2H,7 27,2 42,0 2,,2 a 40,4 b 41,1 b &ataan /!m20

27,H

Ket. Euru yang sama dalam baris menun$ukkan tidak berbeda nyata *ari Tabel ( dapat dilihat bahwa rataan luas urat daging mata rusuk se!ara keseluruhan adalah 27,H !m2. Easil tersebut masih berada dalam kisaran normal sesuai dengan 6igueroa /20010 yang meneliti nilai rata+rata luas urat daging mata rusuk pada babi periode inisher yaitu sebesar 42,7, !m2. 'erdasarkan pemberian dosis tepung kulit buah pepaya : 0< ( dan 10 I, diperoleh persentase karkas berturut+turut : 2,,28< 40,41 dan 41,1 !m2. 'erdasarkan hasil analisa sidik ragam menun$ukkan bahwa pemberian berbagai dosis tepung kulit buah pepaya dapat meningkatkan luas daging mata rusuk /pU0,0(0 karena Tepung kulit buah pepaya mengandung kadar protein yang !ukup tinggi yaitu 2(,8(I dan serat kasar yang !ukup rendah yaitu sebesar 12,(1I /"aboratorium @utrisi &uminansia dan Kimia 3akanan Ternak 6akultas Peternakan 9@P%*, 20080, sehingga dapat digunakan oleh ternak sebagai sumber asam amino untuk membentuk daging. #elain itu kulit buah papaya memiliki >n?im

papain termasuk en?im protease, yaitu en?im yang menghidrolisis ikatan peptida pada protein, untuk melakukan akti;itasnya protease membutuhkan air sehingga dikelompokkan ke dalam kelas hidrolase. Protease berperan dalam se$umlah reaksi biokimia seluler, selain diperlukan untuk degradasi senyawa protein nutrien, protease terlibat dalam se$umlah mekanisme patogenisitas, se$umlah pas!a translasi protein, dan mekanisme akspresi protein ekstraseluler. Pengaruh Pemberian 'erbagai *osis Tepung Kulit 'uah Pepaya *alam &ansum 'abi Periode 6inisher Terhadap Tebal "emak Punggung *ata hasil pengamatan selama penelitian tentang pengaruh berbagai dosis tepung kulit buah pepaya pada ransum terhadap tebal lemak punggung dapat dilihat pada Tabel H. Tabel H. &ata+rata Tebal "emak Punggung Easil Penelitian dari Perlakuan. 9langan 1 2 2 4 ( H &ata+rata Perlakuan &0 &1 &2 NNNNNNN!mNNNNNN1 2,2 2,8 2,( 2,2 2,H 2,0 2,0 2,, 2,H 2,0 2,8 2,, 2,1 2,0 2,7 2,4 2,7 2,( 2,1 2,8 2,, &ataan /!m0

2,88

*ari tabel H dapat dilihat bahwa rataan tebal lemak punggung se!ara keseluruhan adalah 2,88 !m. Easil tersebut termasuk ke dalam kelas 1 sesuai dengan pendapat 6orrest /17,(0 yang meneliti nilai rata+rata tebal lemak punggung pada babi periode inisher kelas 1 U 2,(H !m. 'erdasarkan hasil penelitian diperoleh tebal lemak punggung dengan urutan dari yang terbesar hingga yang terke!il adalah perlakuan &0 /2,1 !m0, &1 /2,8!m0, dan &2 /2,, !m0, untuk mengetahui pengaruh Kulit buah pepaya terhadap tebal lemak punggung dilakukan analis sidik ragam yang hasilnya adalah pemberian kulit buah pepaya dapat menurunkan tebal lemak punggung babi inisher /pU0,0(0, dari sini dapat kita peroleh bahwa energi yang berlebihan pada ransum dengan adanya kulit tepung kulit buah papaya dapat di trans ormasi men$adi sumber protein tubuh. >n?im papain yang ada pada kulit buah papaya $uga mampu meningkatkan ke!ernaan ransum terutama protein. K>#83P9"%@ *%@ #%&%@ Kesimpulan 'erdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa pemberian tepung kulit buah pepaya sampai tingkat 10 I dalam ransum tidak memberi pengaruh

terhadap produksi karkas, tetapi berpengaruh nyata terhadap luas urat daging mata rusuk dan tebal lemak punggung babi periode inisher. Tepung kulit buah pepaya sampai tingkat 10 I dapat diman aatkan sebagai salah satu bahan pakan alternati sumber protein dalam ransum dengan tidak menimbulkan dampak negati terhadap produksi dan komponen karkas. #aran Perlu penelitian lebih lan$ut untuk mengetahui batas maksimal penggunaan dosis tepung kulit buah pepaya yang memberikan pengaruh yang baik terhadap persentase karkas. Penggunaan Kulit 'uah Pepaya <Carica .apaya= bisa di$adikan alternati 10I sebagai pakan alternati;e untuk ternak babi. (A'#AR P "#AKA

%tiya, dkk. 2001. .e"eriksaan 8fek 7nthe#"entik .apain *asar Terhadap 2nfeksi 5uatan Cacing Dae"onchus contortus. $udo#phi .ada &o"ba. J66. 38P%. 9nair. 'enbrook, >. %., and 3. B. #loss. 17H1. C#inica# .arasito#ogy. 2 ed, 8owa #tate 9ni;. Press. %mes, 8owa, 2+1,. Kusumamihard$a, #. 1772. .arasit dan .arasitosis pada Dewan Ternak dan Dewan .iara. Pusat %ntar 9ni;ersitas 'ioteknologi. 8nstitut Pertanian 'ogor. 'ogor. "awson, J. ". dan 3. %. Kemmel. 1782. Transmission in Eydatidosis and !ysti!er!osis. 7dvanceEs in .arasito#ogy 2a:2,7. "e;ine, @*. 1782. Te)tbook ;f 6eterinary .arasito#ogy. 'urgess Publishing .ompany. 9#%. @&.. 1778. 3utrient $e4uir"ents of 1wine. 3utrient $e4uir"ents of &o"estic 7ni"a#, @inth &e;ised >dition @ational %!ademy Press. Jashingthon *.. #iagian E. Pollung. 1777. /ana@e"en Ternak 5abi, *iktat Kuliah Jurusan 8lmu Produksi Ternak. 6akultas Peternakan 8nstitut Pertanian 'ogor, 'ogor. #ihombing. 177,. 2#"u Ternak 5abi. .etakan Pertama. Kad$ah 3ada 9ni;ersity Press. Pogyakarta. #ubronto, dan 8. T$aha$ati. 2001. 2#"u .enyakit Ternak 22. Kad$ah 3ada 9ni;ersity Press. Pogyakarta. #oulsby, >.J.". 1782. Eelminths, %ntropods and Proto?oa o *omesti!ated %nimals. 8nglish "aguage 'ook #er;i!e 'ailiere Tindall. ,th >d. Pp.221+2(,.

Tarmud$i, *eddy *$auhari #iswansyah dan Katot %diwinata. 1788. Parasit+parasit .a!ing Kastrointestinal pada sapi+sapi di Kabupaten Tapin dan Tabalong Kalimantan #elatan, di dalam Penyakit Eewan. 'alai Penelitian Beteriner, 'adan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, *epartemen Pertanian, Jakarta. Jiryosuhanto, #. *. dan Ja!oeb, T. @. 1774. .rospek 5udidaya Ternak 1api. Kanisius. Pogyakarta. ]]]]]]]]]]]]]]Papain $uga dapat meme!ah makanan yang mengandung protein hingga terbentuk berbagai senyawa asam amino yang bersi at autointo)icating /http:55www.!ybermed.!bn.net.id. *iakses 2( Juni 20080 ]]]]]]]]]]]]. Papain mempunyai si at 6er"ifuga kemampuan menguraikan protein sehingga protein terurai men$adi polipeptida dan dipeptida /http:55www. Jikipedia. .om. *iakses 2( Juni 20080 ]]]]]]]]]]]]. Papain merupakan en%i" protease sul hidril dan akan mendegradasi protein+ protein $aringan konekti dan myo ibril /http:55www.asiamaya.!om. *iakses 2( Juni 20080. .ategories: Pertumbuhan 'abi, &ansum 'abi | @o .omments

PENGAR ! PE)BERIAN #EP NG K LI# B A! PEPABA :&ari-a papaya; (ALA) RAN" ) #ER!A(AP $ )LA! #EL R (AN LAR*A &A&ING (ALA) 'E"E" #ERNAK BABI PERI%(E 'INI"!ER
3ay 21, 2010 | Posted by saulandsinaga THE INFLUENCE OF GIVING PAPAYA SKIN FRUIT FLOUR (Carica papaya IN RATION TO!AR" THE SU## OF EGGS AN" !OR# LARVA IN FECES OF PIG LIVESTOCK IN FINISHER PERIO" )arsudin "ilalahi 6 "auland "inaga

AB"#RAK Penelitian telah dilakukan di Koperasi Peternak 'abi 8ndonesia /KP'80, *esa Kertawangi, Ke!amatan .isarua, "embang, Kabupaten 'andung. Tu$uan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa $umlah telur dalam tiap gram eses yang terdapat pada ternak babi yang diberi pakan tepung kulit buah pepaya dan mengetahui $umlah lar;a yang mengin;estasi ternak babi tersebut. 3etode penelitian yang digunakan adalah metode sensus dengan dua kali pengulangan pengambilan sampel, ternak penelitian yang digunakan adalah 18 ekor ternak babi sehingga diperoleh 2H sampel. Pengambilan eses dilakukan di kandang pemeliharaan diambil dari rektum dari tiap ekor ternak babi. #ampel yang telah diambil dianalisis kemudian dilakukan pemeriksaan untuk mengidenti ikasi $umlah telur dan lar;a

!a!ing yang mengin eksi ternak babi. Easil penelitian menun$ukkan bahwa adanya pengaruh pengurangan $umlah telur !a!ing 1trongy#us sp, 7scaris sp dan Trichuris suis pada pemberian tepung kulit buah pepaya (I dan 10I serta tidak ditemukan adanya lar;a 1trongy#us sp, 7scaris sp dan Trichuris suis. *ata kunci , babi, @u"#ah te#ur, @u"#ah #arva, tepung ku#it buah pepaya

A$STRACT The research had done at *operasi .eternak 5abi 2ndonesia <*.52=, 6i##age of *ertawangi, 1ubdistrict Cisarua, >e"bang, $egency of 5andung. This research ai"ed to know how "any eggs in each gra" of feces contain in pig #ivestock which was given papaya skin fruit f#our and to know how "any #arvae invest that pig #ivestock. The research "ethod used census "ethod with two ti"es repetition took sa"p#e, research #ivestock used F8 pigs #ivestock thus gained '6 sa"p#es. Feces co##ecting did in pen of hogs caring took fro" rectu" each pig #ivestock. The sa"p#es took which had ana#y%ed then investigated to know how "any eggs and to know how "any #arvae invest that pig #ivestock. The resu#ts showed that the inf#uence of reducing the a"ount of 1trongy#us sp wor" eggs, 7scaris sp and Trichuris suis on the skin giving papaya powder (! and F0! and a"ount of 1trongy#us sp, 7scaris sp and Trichuris suis did not find any #arvae. *eywords, pigs, a"ount of eggs, a"ount of #arvae, papaya skin f#our

PEN(A! L AN 'abi merupakan salah satu komoditas ternak penghasil daging yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena mempunyai si at 1 si at menguntungkan diantaranya : la$u pertumbuhan yang !epat, $umlah anak perkelahiran /#itter si%e0 yang tinggi, e isien dalam mengubah pakan men$adi daging dan memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap makanan dan lingkungan. #alah satu aktor yang menentukan keberhasilan usaha pengembangan ternak babi dari aspek mana$emen adalah aktor kesehatan atau kontrol penyakit. Ternak babi sangat peka terhadap penyakit, salah satunya adalah penyakit endoparasit. Parasit merupakan makhluk hidup yang dalam kehidupannya menggunakan makanan makhluk hidup lain sehingga si atnya merugikan. .a!ing mempunyai salah satu si at merugikan yaitu menimbulkan gangguan na su makan dan pertumbuhan. Kangguan pada pertumbuhan akan berlangsung !ukup lama sehingga produkti;itas akan turun. Ke$ala+ge$ala dari hewan yang terin eksi !a!ing antara lain, badan lemah dan bulu rontok. Jika in eksi sudah lan$ut diikuti dengan anemia, diare dan badannya men$adi kurus yang akhirnya bisa menyebabkan kematian. %danya parasit di dalam tubuh ternak tidak harus diikuti oleh perubahan yang si atnya klinis. Kehadiran parasit !a!ing bisa diketahui melalui pemeriksaan eses, dimana ditemukan telur !a!ing, makin banyak !a!ing makin banyak pula telurnya. Perubahan populasi !a!ing dalam perut babi dapat diikuti dengan menghitung telur tiap gram eses /TTK60 se!ara rutin.

Tingkat pre;alensi parasit !a!ing tergantung pada $umlah dan $enis !a!ing yang mengin eksinya. Kuna mengurangi resiko akibat in estasi !a!ing ini perlu diketahui $enis !a!ing, siklus hidup dan epidemologi dari !a!ing tersebut. 3engendalikan parasit diperlukan pemeriksaan rutin terhadap adanya endoparasit, terutama $enis dan dera$at in estasi yang dapat dilakukan bersama+sama dengan pemeriksaan isik se!ara rutin /#ubronto dan T$aha$ati, 20010. 3asalah penyakit khususnya penyakit !a!ingan pada babi dapat diatasi dengan !ara menggunakan obat !a!ing. Pemberian obat+obatan tersebut harus diulang+ulang dan disesuaikan dengan daur hidup !a!ing. 'iaya yang dibutuhkan untuk pemberian obat !a!ing memerlukan biaya yang mahal. %lternati lainnya untuk pengobatan adalah dengan pemberian obat tradisional yang dapat dilakukan dengan menggunakan salah satu $enis lora yang ada di negara kita yaitu pepaya. #elain mudah didapat buah pepaya pun relati murah harganya. 'erdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai FPengaruh Pemberian Tepung Kulit 'uah Pepaya /Carica papaya0 *alam &ansum Terhadap Jumlah Telur *an "ar;a .a!ing *alam 6eses Ternak 'abi Periode 6inisherG.

Identi4ikasi )asalah Jumlah telur dan lar;a !a!ing dalam tiap gram eses yang terdapat pada babi finisher yang diberi pakan tepung kulit buah papaya /Carica papaya0. )aksud dan #u,uan Penelitian 3engetahui $umlah telur dan lar;a !a!ing dalam tiap gram eses yang terdapat pada babi yang diberi pakan tepung kulit buah papaya /Carica papaya0. Kerangka Pemikiran Parasit merupakan makhluk hidup yang dalam kehidupannya mengambil makanan makhluk lain, sehingga si atnya merugikan. Parasit dibagi men$adi dua ma!am, yaitu ektoparasit dan endoparasit. >ktoparasit adalah parasit yang hidupnya dipermukaan tubuh hewan, yang keberadaannya mengganggu ketentraman hewan dalam pemeliharaan sehingga akan mengganggu proses isiologis hewan tersebut, sedangkan endoparasit adalah yang hidup di dalam tubuh hewan. >ndoparasit di dalam tubuh akan merampas ?at+?at makanan yang diperlukan bagi induk semangnya, !a!ing dalam $umlah banyak akan mengakibatkan kerusakan usus atau menyebabkan ter$adinya berbagai reaksi tubuh yang antara lain disebakan oleh toksin yang dihasilkan oleh !a!ing+!a!ing tersebut. Parasit+parasit tersebut biasanya tidak menyebabkan kematian pada hewan se!ara langsung, melainkan mengakibatkan ter$adinya penurunan berat badan pada hewan dewasa dan pertumbuhan akan terhambat pada hewan+hewan muda. /Tarmud$i dkk, 17880. Penyakit endoparsit, terutama !a!ing, menyerang hewan pada usia muda /kurang dari 1 tahun0. Presentase yang sakit oleh endoparasit dapat men!apai 20I dan angka kematian yang bisa ditimbulkan adalah sebanyak 20I /Jiryosuhanto dan Ja!oeb, 17740.

3enurut #ubronto dan T$aha$ati /20010, untuk ter$adinya in eksi, parasit harus mampu mengatasi pertahanan tubuh hospes de initi;e. Eubungan parasit dengan hospes dan keadaan sekitarnya perlu dianalisis untuk tiap keadaan. 6aktor+ aktor yang mempengaruhi $umlah parasit sehingga mampu berkembang serta men!apai kematangan seksual tergantung pada /a0 kesempatan hospes berkenalan dengan parasit, /b0 biologi parasit, dan /!0 tingkat kerentanan hospes. Tiap parasit memiliki si at khusus dalam daur hidupnya dan kemampuan dari parasit untuk menghasilkan keturunannya. Jumlah telur tiap gram eses /TTK60 berbanding lurus dengan $umlah !a!ing betina dewasa yang terdapat dalam saluran pen!ernaan /&obert dan #wann 1781 dalam Kusumamihard$a 17720. Ke$ala terserangnya parasit !a!ing akan ter$adi tergantung dari $enis parasit, kondisi induk semang, organ yang dipengaruhinya, $umlah parasit, iklim dan umur hewan. 'eberapa aktor yang akan mempengaruhi pertumbuhan !a!ing diantaranya kepadatan inang antara dan inang de initi , dera$at in eksi dari inang de initi , serta penyebaran inang yang terin eksi oleh !a!ing tersebut /"awson dan Kemmel, 17820. 'eberapa alternati ?at aditi telah ditawarkan bagi peternak untuk memi!u produksi dan reproduksi yang dihasilkan melalui ekstraksi berbagai $enis tanaman yang mempunyai senyawa bioakti sebagai antioksidan, antibiotik, meningkatkan na su makan, meningkatkan sekresi en?im+en?im pen!ernaan dan meningkatkan kekebalan tubuh, untuk itu negara kita mempunyai peluang !ukup besar karena kaya akan keanekaragaman sumber daya alam hayati. Pepaya <Carica papaya >= merupakan tanaman obat tradisional yang memiliki khasiat sebagai penambah na su makan, obat !a!ing, menurunkan tekanan darah, anemia dan membunuh amuba. Kandungan kimia yang dikandung pepaya antara lain en?im papain, alkaloid karpaina, glikosid, saponin, sakarosa, deMtrosa serta mengandung ;itamin % yang !ukup tinggi yaitu 18.2(0 89 yang ber ungsi sebagai pro;itamin %. Papain $uga dapat meme!ah makanan yang mengandung protein hingga terbentuk berbagai senyawa asam amino yang bersi at autointo)icating atau otomatis menghilangkan terbentuknya substansi yang tidak diinginkan akibat pen!ernaan yang tidak sempurna. /.ybermed.!bn.net.id, 200H0. Papain mempunyai si at 6er"ifuga kemampuan menguraikan protein sehingga protein terurai men$adi polipeptida dan dipeptida. .a!ing termasuk protein yang tidak terlindungi oleh selaput sehingga bila papain masuk ke saluran usus yang banyak mengandung !a!ing, !a!ing tersebut akan terurai atau menghindar dengan keluar dari lubang anus. Papain bisa meme!ah protein men$adi arginin, senyawa arginin merupakan salah satu asam amino esensial yang dalam kondisi normal tidak bisa diproduksi tubuh dan biasa diperoleh melalui pakan, namun bila en?im papain terlibat dalam proses pen!ernaan protein, se!ara alami sebagian protein dapat diubah men$adi arginin. Proses pembentukan arginin dengan papain ini turut mempengaruhi produksi hormon pertumbuhan. /Jikipedia.!om, 200H0. Papain melemaskan !a!ing dengan !ara merusak protein tubuh !a!ing. Papain merupakan en?im protease sul hidril dan akan mendegradasi protein+protein $aringan konekti dan myo ibril. Proses penguiraian protein pada !a!ing ter$adi melalui mekanisme pemutusan ikatan sebagai berikut : NPheN%% N A<NBalN%%N AiN"euN%%NA<NEeN%%NA /%% merupakan residu asam amino< ? merupakan residu asam amino< ester, atau amida0 /%siamaya.!om, 20010. 'eberapa penelitian yang mendukung peman aatan pepaya sebagai anthelmetika diantaranya yang dilakukan se!ara in ;itro /%tiyah, 20010 dalam penelitiannya digunakan bahan berupa getah yang diperoleh dengan !ara menyadap buah muda pepaya tanpa dipetik. 8solasi papain

dilakukan dengan membiarkan getah dalam alkohol 80I, sehingga papain akan mengendap. >ndapan papain dikeringkan dalam o;en bersuhu (0 1 ((0. selama enam $am, u$i terhadap 7scaris sp dilakukan dengan merendam !a!ing pada larutan papain se!ara in ;itro beker$a sebagai antelmentik pada dosis H00 mg. Perlakuan e ek antelmentik papain kasar terhadap !a!ing lambung /Dae"ochus contortus=, se!ara in ;i;o pada domba $antan terin eksi, dilakukan /&idayanti, 20010 hasilnya menun$ukkan pemberian papain kasar sampai 0,H g5kg bobot badan meyebabkan penurunan $umlah !a!ing dan telurnya. /@uraini, 20010 dari Jurusan 'iologi 638P% 9nair, dalam penelitiannya membuktikan, se!ara in ;itro pemberian (0I perasan daun pepaya gantung /Carica papaya0 setelah setengah $am, sudah menimbulkan e ek kematian pada !a!ing hati sapi /Fascio#a gigantica0. 'ila lamanya men!apai dua $am, semua !a!ing yang direndam akan mati /%tiya, dkk. 20010. 'erdasarkan kerangka pemikiran diatas diambil hipotesa bahwa pemberian limbah kulit buah pepaya mampu mengurangi $umlah telur dan lar;a !a!ing. Lokasi dan Aaktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1 3ei sampai tanggal 20 Juni 2007 di Koperasi Peternak 'abi 8ndonesia /KP'80, *esa Kertawangi, Ke!amatan .isarua, "embang, Kabupaten 'andung. %nalisis dilakukan di "aboratorium 'alai Penyidikan Penyakit Eewan dan Kesma;et /'PPEK0 Jl. &aya Tangkuban Perahu. K3 22 .ikole "embang. #IN$A AN P "#AKA (eskripsi #ernak Babi 'abi merupakan ternak monogastrik yang memiliki kesanggupan dalam mengubah bahan makanan se!ara e isien apabila ditun$ang dengan kualitas ransum yang dikonsumsi. 'esarnya kon;ersi babi terhadap ransum ialah 2,( artinya untuk menghasilkan berat babi 1 kg dibutuhkan makanan sebanyak 2,( kg ransum /Koodwin, *. E. 17,40. 'abi lebih !epat tumbuh, !epat dewasa dan bersi at proli ik yang ditun$ukkan dengan banyaknya anak dalam setiap kelahiran yang berkisar antara 8 +14 ekor dengan rata+rata dua kali kelahiran pertahunnya /#ihombing, 177,0. 'eberapa $enis penyakit pada babi khususnya penyakit parasiter oleh !a!ing masih banyak ditemukan di lapangan, antara lain @ematodiosis. Penyakit ini disebabkan oleh !a!ing dari klas nematoda atau !a!ing gilig. 8n eksi !a!ing ini menyebabkan kerugian ekonomi yang !ukup tinggi, karena menyebabkan pertumbuhan ternak men$adi tidak optimal. %khir+akhir ini telah mulai adanya laporan tentang adanya si at resistensi !a!ing terhadap beberapa $enis sediaan antelmintika /obat pembasmi !a!ing0 yang diduga disebabkan oleh penggunaan obat yang tidak rasional /ketidak tepatan pemilihan obat, waktu pengobatan dan dosis yang diberikan0. Penelitian ini dilakukan dengan harapan hasilnya dapat digunakan sebagai a!uan dalam memberantas !a!ingan khususnya untuk babi+babi yang ka$i. Pada dasarnya babi mengkonsumsi makanannya untuk memenuhi kebutuhan energinya, yang dipakai untuk mengatur suhu tubuh, ungsi ;ital, akti;itas, reproduksi dan produksi. 9ntuk babi $umlah makanan yang dikonsumsi sangat dipengaruhi oleh suhu lingkungan, kandungan energi ransum, dan le;el pemberian makanan. 9ntuk babi di daerah tropis, $umlah makanan yang dikonsumsi !enderung lebih sedikit daripada di daerah subtropis. Eal ini akan berdampak negati terhadap per ormans ternak babi khususnya di daerah tropis, $ika tidak diimbangi dengan pemberian nutrient esensial yang se!ukupnya, oleh

karena itu perlu disusun ransum seimbang yang mengandung nutrien lengkap dan $umlah serta proporsi yang tepat agar ternak babi dapat berkembang dengan baik dan sehat.

Endoparasit Pada #ernak Babi Parasit merupakan mahluk hidup yang dalam kehidupannya mengambil makanan mahluk hidup lain, sehingga si atnya merugikan. Parasit dibagi men$adi dua ma!am, yaitu ektoparasit dan endoparasit. 8ktoparasit adalah parasit yang hidupnya dipermukaan tubuh hewan, yang keberadaannya mengganggu ketentraman hewan dalam pemeliharaan sehingga akan mengganggu proses isiologis hewan tersebut, sedangkan endoparasit adalah yang hidup di dalam tubuh hewan. 3enurut #ubronto dan T$aha$ati /20010, untuk ter$adinya in eksi, parasit harus mampu mengatasi pertahanan tubuh hospes de initi . *alam tubuh hospes yang bertindak sebagai reser;oir, populasi parasit harus mantap dari generasi induk sampai generasi selan$utnya. Parasit dapat lepas dari hospes yang bertindak sebagai reser;oir dengan !ara parasit dibebaskan oleh hospes dan langsung masuk ke dalam tubuh hospes de initi atau hospes yang bertindak sebagai reser;oir dihan!urkan terlebih dahulu dan baru masuk setelah parasit bebas masuk ke dalam tubuh hospes de initi;e. Penularan terhadap hospes yang rentan oleh parasit stadium in ekti yang terdapat di luar tubuh hospes de initi dimungkinkan apabila parasit sanggup mengatasi aktor lingkungan, persaingan antar parasit sendiri dan gangguan se!ara mekanis oleh ternak. 6aktor+ aktor yang mempengaruhi $umlah parasit sehingga mampu berkembang serta men!apai kematangan seksual tergantung pada /a0 kesempatan hospes berkenalan dengan parasit, /b0 biologi parasit, dan /!0 tingkat kerentanan hospes. Tiap parasit memiliki si at khusus dalam daur hidupnya dan kemampuan dari parasit untuk menghasilkan keturunannya. Parasit akan bertahan tergantung pada $umlah telur yang dihasilkan, pan$ang waktu menghasilkan telur dan $umlah telur yang dihasilkan setiap hari /#ubronto dan T$aha$ati, 20010.

He%mint&ia'i' Pada #ernak Babi Kesehatan Ternak 'abi dipengaruhi oleh banyak aktor antara lain kondisi lingkungan pemeliharaan, makanan, pola mana$emen, bibit penyakit dan kelainan 1 kelainan metabolisme. Presentase ternak yang sakit oleh endoparasit dapat men!apai 20I dan angka kematian yang bisa ditimbulkan adalah sebanyak 20I /Jiryosuhanto dan Jakob, 17740. 3e"atoda adalah !a!ing yang hidup bebas atau sebagai parasit. .iri+!iri tubuhnya tidak bersegmen dan biasanya berbentuk silinder yang meman$ang serta merun!ing pada kedua u$ungnya. 3e"atoda memiliki siklus hidup langsung, sehingga tidak memerlukan inang antara dalam perkembangan hidupnya. .a!ing betina dewasa bertelur dan mengeluarkan telur bersamaan dengan tin$a, di luar tubuh telur akan berkembang. "ar;a in ekti dapat masuk ke dalam tubuh babi se!ara akti , tertelan atau melalui gigitan ;ektor berupa rayap. 'adannya dibungkus oleh lapisan kutikula yang dilengkapi dengan gelang 1 gelang yang tidak dapat dilihat oleh mata biasa /Kusumamihard$a, 17720.

"trongylus sp 1trongy#us sp merupakan !a!ing parasit pada ternak babi, berdasarkan klasi ikasi taksonomi dalam #oulsby /17820 !a!ing ini termasuk dalam klasi ikasi : 6ilum Kelas Crdo #uper amili 6amili #pesies 8dentates : @emathelminthes : @ematoda : #trongylyda : #trongyloidea : #trongylus : 1trongy#us vu#garis, 1trongy#us e4uines, 1trong#us

)or4ologi an "iklus !idup .a!ing 1trongy#us sp mulutnya dilapisi oleh kapsul yang bentuknya hampir bulat. #uatu !in!in yang tersusun dari ton$olan 1 ton$olan seperti pagar dikenal sebagai korona radiata mengelilingi mulut. .a!ing ini tidak mempunyai gigi ataupun lempeng 1 lempeng pemotong, !a!ing $antan mempunyai suatu pelebaran di u$ung posteriornya dan !a!ing betina mempunyai u$ung ekor yang lan!ip. 1trongy#us sp memliki siklus hidup langsung. .a!ing betian dewasa bertelur dan keluar tubuh inang bersama dengan eses. *i luar tubuh inangnya telur akan berkembang. Perkembangan sel telur setelah ter$adinya pembelahan membagi diri men$adi dua, lalu empat dan seterusnya. Kemudian embrio berkembang mena$di masa morula kemudian masa ke!ebong yaitu u$ung anteriornya lebar dan embrionya melingkar dua kali. Pada kondisi tropis di 8ndonesia yang suhunya 280. 1 200. merupakan suhu yang relati baik untuk menetasnya telur strongy#us sp. Telur akan berkembang men$adi "2 dalam waktu 2 1 4 hari. Telur strongy#us sp menetas di luar tubuh induk semang menghasilkan lar;a 1 /"10 dalam suhu 80. 1 280. kemudian melewati dua kali ekdisis /ganti kulit0 men$adi "2 dan selan$utnya "2 disebut stadium in ekti . "ar;a pertama biasanya keluar dari telur yang berumur dua hari bila keadaan baik. "ar;a makan bakteri yang terdapat dalam eses kemudian melakukan ekdisis dua kali dalam waktu ( 1 H hari sehingga men!apai lar;a ketiga /lar;a in ekti 0. "ar;a in ekti memiliki selubung kutikula ganda sehingga relati lebih tahan teehadap berbagai kondisi buruk. Ge,ala Klinis dan Patogenesis Patogenesis in estasi !a!ing adalah proses perubahan patologis yang ter$adi akibat interaksi antara !a!ing dan inangnya. Jenis dan perluasan dari kontak parasit dan $aringan

inang ditentukan oleh mekanisme biologis yang tak terpisahkan antara parasit dan proses isiologik induk semang yang merespon masuknya !a!ing. "ar;a strongy#us sp mulai menimbulkan kerusakan pada saat menyusup dalam dinding usus ke!il dan usus besar. #elan$utnya lar;a keempat dan kelima menimbulkan kerusakan pada sistem arteri dan mulai katup aorta sampai arteri "esenterica crania#is dan !abang+!abangnya. Peradangan ter$adi pada lapisan media dan menimbulkan thrombus /darah beku0. "ar;a biasanya terbungkus dalam thro"bus, bila thro"bus ini lepas biasanya berakibat atal terutama bila thrombus ini ter$adi pada daerah pangkal sistem arteri yang bisa mengakibatkan penyumbatan arteri coronaria /Kusumamihard$a, 17720. As-aris sp 'erdasarkan kalsi ikasi taksonomi dalam soulsby /178H0 !a!ing ini termasuk dalam klasi ikasi : 6ilum Kelas Crdo 6amili Kenus #pesies : @ematoda : #e!ernentea : %s!aridida : %s!arididae : %s!aris : 7scaris sp, 7scaris #u"bricoides

)or4ologi dan "iklus !idup .a!ing 7scaris sp merupakan $enis !a!ing gilig penyebab as!ariasis pada ternak babi, teutama babi muda di seluruh dunia /#oulsby, 17820. Ke$adian as!ariasis sangat tinggi pada babi+babi di daerah tropis dan sub tropis /.han, 177, dalam Tsu$i, et a# /20020. .a!ing ini berparasit pada usus halus /#oulsby, 17820. 8n eksi dapat ter$adi melalui pakan, air minum, puting susu yang ter!emar, melalui kolostrum dan uterus /"e;ine, 17700. #iklus hidup as!aris terdiri dari 2 ase perkembangan, yaitu eksternal dan internal. 6ase eksternal dimulai dari se$ak telur dikeluarkan dari tubuh penderita bersama tin$a. Pada kondisi lingkungan yang menun$ang lar;a stadium 1 di alam akan menyilih men$adi lar;a stadium 2 yang bersi at in ekti / siap menulari ternak babi $ika tertelan0. *i dalam usus, kulit telur in ekti yang tertelan akan rusak sehingga lar;a terbebas /lar;a stadium 880. "ar;a stadium 88 tersebut selan$utnya menembus mukosa usus dan bersama sirkulasi darah ;ena porta menu$u ke hati. *ari telur tertelan sampai lar;a men!apai organ hati, butuh waktu sekitar 24 $am /#mith, 17H80. *ari hati, lar;a stadium 88 akan terus mengikuti sirkulasi darah sampai ke organ $antung dan paru+paru. #etelah 4 1 ( hari in eksi, lar;a stadium 88 akan mengalami perkembangan men$adi lar;a stadium 888, selan$utnya menu$u ke al;eoli, bronkus dan trakhea /#oulsby, 17820. *ari trakea, lar;a menu$u ke saluran pen!ernaan. "ar;a stadium 888 men!apai usus halus dalam waktu , 1 8 hari dari in eksi, selan$utnya

men$adi lar;a stadium 8B, pada hari ke 21+27 lar;a stadium 8B men$adi lar;a stadium B di dalam usus halus /"apage, 17(H0 dan selan$utnya pada hari ke (0 1 (( telah men$adi !a!ing dewasa /#eddon, 17H,0. #atu ekor !a!ing betina dewasa rata+rata bertelur 200.000 butir per hari dan selama hidupnya diduga dapat bertelur 22 milyar butir /*unn, 17,80.

Ge,ala Penyakit dan Patogenesis 7scaris sp merupakan !a!ing yang sangat berbahaya karena telurnya dapat masuk ke saluran pen!ernaan dan telur akan men$adi lar;a pada usus. "ar;a akan menembus usus dan masuk ke pembuluh darah. 8a akan beredar mengikuti sistem peredaran, yakni hati, $antung dan kemudian di paru+paru. Pada paru+paru, !a!ing akan merusak al;eolus, masuk ke bronkiolus, bronkus, trakea, kemudian di laring. 8a akan tertelan kembali masuk ke saluran !erna. #etibanya di usus, lar;a akan men$adi !a!ing dewasa. Pada stadium lar;a, 7scaris dapat menyebabkan ge$ala ringan di hati dan di paru+paru akan menyebabkan sindrom "oe ler. #indrom "oe ler merupakan kumpulan tanda seperti demam, sesak na as, eosino ilia, dan pada oto &oentgen thoraks terlihat in iltrat yang akan hilang selama 2 minggu. Pada stadium dewasa, di usus !a!ing akan menyebabkan ge$ala khas saluran !erna seperti tidak na su makan, muntah+muntah, diare, konstipasi, dan mual. 'ila !a!ing masuk ke saluran empedu makan dapat menyebabkan kolik atau ikterus. 'ila !a!ing dewasa kemudian masuk menembus peritoneum badan atau abdomen maka dapat menyebabkan akut abdomen. #ri-huris suis 'erdasarkan klasi ikasi taksonomi dalam #oulsby /178H0 !a!ing ini termasuk dalam klasi ikasi : 6ilum Kelas Crdo 6amili Kenus #pesies : @ematoda : %denophorea : Tri!hurida : Tri!huridae : Tri!huris : Tri!huris suis

)or4ologi dan "iklus !idup .a!ing Trichuris sp berparasit pada mukosa kolon babi /%nonimous, 2004a0. #elain mengin eksi babi+babi peliharaan, $uga dilaporkan mengin eksi babi liar dan babi hutan. .a!ing ini sering disebut +hipwor". 3or ologinya hampir sama dengan Trichuris trichura yang mengin eksi manusia dan primata lain, namun belum ada bukti kongkret yang

menyatakan bahwa kedua parasit tersebut dapat saling bertukar induk semang seperti halnya !a!ing 7scaris sp pada babi dan manusia /#oulsby, 17820. #iklus hidup !a!ing Trichuris sp, di mulai dari keluarnya telur dari tubuh bersama tin$a dan berkembang men$adi telur in ekti dalam waktu beberapa minggu. Telur yang sudah berembrio dapat tahan beberapa bulan apabila berada di tempat yang lembab. 8n eksi biasanya ter$adi se!ara peroral /tertelan lewat pakan dan atau air minum0. %pabila tertelan, telur+telur tersebut pada sekum akan menetas dan dalam waktu sekitar empat minggu telah men$adi !a!ing dewasa /#oulsby, 17820. Epidemiologi &a-ing pada #ernak Babi #tudi tentang epidemiologi !a!ing pada ternak babi bertu$uan untuk menyelidiki luktuasi $umlah telur dalam eses. Jumlah !a!ing nematoda selain dipengaruhi oleh iklim $uga dipengaruhi oleh !ara pemeliharaan. #ituasi lingkungan dan pengairan tempat perkandangan perlu diperbaiki dengan baik agar dapat dihindari daerah perkandangan yang lembab dan basah atau banyak kubangan tidak sehat yang memungkinkan sebagai tempat hidupnya induk semang antara lain, khususnya siput. Kesehatan lingkungan perkandangan biasanya dapat dipelihara dengan baik. Kebersihan kandang harus ter$aga dan dihindari adanya pakan yang masih tersisa di malam hari. #e$auh mungkin diupayakan agar seluruh pakan yang disediakan habis termakan dan tidak banyak yang $atuh ber!e!eran di lantai atau menumpuk di sekitar kandang. 6aktor suhu dan kelembaban sangat besar pengaruhnya terhadap kelangsungan hidu !a!ing stasium bebas di alam. #uhu optimum baggi kehidupan tiap parasit berbeda+beda tergantung dari spesiesnya. Kisaran suhu yang diperlukan oleh @ematoda stadium bebas di alam adalah antara 180+280.. #elain suhu aktor lain yang berpengaruh adalah kelembaban. Kelembaban yang tinggi sangat membantu dalam menghan!urkan eses yang diduga mengandung telur !a!ing yang dapat meningkatkan stadium in ekti dari !a!ing. Kerugian Akibat In4estasi Parasit &a-ing %danya in estasi parasit !a!ing yang patogen di dalam tubuh ternak tidak selalu mengakibatkan parasitisme yang si atnya klinis. Parasitisme !a!ing baru akan memperlihatkan ge$ala klinis bila keseimbangan hubungan terganggu, yang mungkin disebabkan oleh kepekaan hospes yang menurun dan atau oleh peningkatan $umlah !a!ing yang patogen di dalam tubuh ternak. Kerusakan $aringan oleh parasit yang ;irulen dapat bersi at langsung maupun tidak langsung. Perubahan yang ditimbulkan oleh parasit !a!ing dapat berupa /10 kerusakan sel dan $aringan, /20 perubahan ungsi aal dari hospes, /20 penurunan daya tahan terhadap agen penyakit lain, /40 masuknya agen penyakit sekunder setelah ter$adinya kerusakan mekanik lain dan /(0 parasit mampu menyebarkan mikroorganisme patogen. Jumlah TTK6 dapat dipakai sebagai penduga barat atau ringannya dera$at in estasi. 8n estasi ringan memiliki $umlah TTK6 (0+(00, in estasi sedang memiliki TTK6 (00+2000 dan in estasi berat memiliki $umlah TTK6 lebih dari 2000 /Taa?ona dalam Kusumamihard$a, 17720, dera$at keparahan in estasi tergantung $umlah !a!ing yang mengin estasi. Penurunan berat badan akan ter$adi pada in estasi 200 ekor dewasa atau setara dengan 1800 T6K6 /Kusumamihard$a, 17720.

8n estasi parasit !a!ing dapat menyebabkan penurunan bobot badan dan gastritis. Penurunan berat badan dapat ter$adi akibat anoreksia, peningkatan asam lambung, gastrin dan kolesistokinin yang menyebabkan pengosongan lambung se!ara !epat sehingga penyerapan makanan kurang e ekti . .a!ing merampas sari+sari makanan yang diperlukan bagi hospes, menghisap darah atau !airan tubuh dan makan $aringan tubuh. Ke$ala+ge$ala yang timbul pada hewan yang terin estasi !a!ing antara lain badan lemah, na su makan kurang, bulu rontok, kulit pu!at dan penurunan produksi susu. Jika in estasi sudah lan$ut diikuti anemia, diare dan badannya men$adi kurus yang akhirnya bisa menyebabkan kematian /#ubronto dan 8da T$aha$ati, 20010. Pengendalian Penyakit &a-ingan pada Babi Pengendalian penyakit !a!ing memerlukan penanganan yang tern!ana se!ara baik dengan memperlihatkan aktor pengobatan dan tatalaksana pemeliharaan ternak yang memadai. Peternak seringkali mengabaikan managemen peternakan yang baik, apabila dika$i se!ara seksama akan terlihat betapa besar kerugian yang dapat ditimbulkan oleh in rksi !a!ing. Cbat yang diberikan dan !ara pemberiannya harus sesuai dengan petun$uk dokter hewan agar lebih e ekti dan e isien. Pemberantasan penyakit !a!ing pada babi tidak !ukup hanya mengandalkan ilmu pengobatan sa$a, tetapi harus memperhitungkan pula aktor ekonomi, penataan lingkungan, kebersihan kandang, daur hidup !a!ing serta tidak bisa hanya diberikan satu kali sa$a. Pemberian obat medik harus diulang 1 ulang dan disesuaikan dengan daur hidup !a!ing. Potensi Limbah Buah Pepaya Penyakit !a!ing pada ternak babi selain dapat diobati menggunakan obat 1 obatan medik, dapat $uga diobati dengan menggunakan obat alternati yaitu dengan pemberian tepung kulit buah pepaya. Tepung kulit buah pepaya mengandung ?at atau en?im papain yang dapat ber ungsi sebagai obat !a!ing atau anthelmentik. >n?im papain termasuk en?im protease, yaitu en?im yang menghidrolisis ikatan peptida pada protein, untuk melakukan akti;itasnya protease membutuhkan air sehingga dikelompokkan ke dalam kelas hidrolase. Protease berperan dalam se$umlah reaksi biokimia seluler, selain diperlukan untuk degradasi senyawa protein nutrien, protease terlibat dalam se$umlah mekanisme patogenisitas, se$umlah pas!a translasi protein, dan mekanisme akspresi protein ekstraseluler. Pelepasan protease oleh !a!ing nematoda parasitik mempunyai peranan penting pada proses reaksi biologik seperti metabolisme protein. akti;itas protease mempunyai korelasi signi ikan pada saat !a!ing parasitik men$alani penetrasi ke $aringan. BA!AN (AN )E#%(E PENELI#IAN Bahan dan Alat Penelitian Ternak yang digunakan adalah 18 ekor ternak babi hasil persilangan >andrace dengan Gorkshire. Kisaran bobot badan rata+rata ternak babi adalah H0,(H kg dengan koe isien ;ariasi 1,42I. 'abi ditempatkan se!ara a!ak dalam kondisi kandang indi;idu dengan kondisi lingkungan yang sama dan $enis kelamin babi yaitu $antan kastrasi. &ansum yang diberikan pada ternak per!obaan dalam penelitian berupa tepung. 'ahan ransum didapat dari PT. Karya 3ulya, "eles Kabupaten Karut. 'ahan tersebut dikeringkan kemudian digiling hingga men$adi tepung.

%lat+alat yang digunakan untuk mengindenti ikasi $umlah telur dan lar;a !a!ing adalah : 3ikroskop, alat untuk mengidenti ikasi dan menghitung telur !a!ing //c/aster0, !o;er glass, rak tabung, >rlenmeyer, gelas ukur, batang pengaduk, pipet pasteur, !orong glass, timbangan, kain kassa, kapas, tabung reaksi, tabung sentri ugasi, sentri ugasi, !awan petri. Kandang yang digunakan untuk penelitian adalah kandang indi;idu yang berukuran 2 M 0,H M 1,2 m dengan lantai semen dan beratap seng. #etiap unit kandang dilengkapi dengan tempat makan yang terbuat dari semen dan tempat minum otomatis berupa pentil yang terbuat dari besi tahan karat yang dihubungkan dengan tempat penampung air. Jumlah kandang yang diperlukan sebanyak 18 unit. Ransum Penelitian 'ahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ransum basal yang terdiri dari tepung $agung, tepung ikan, bungkil kelapa, tepung tulang, dedak padi dan tepung kulit pepaya. Kandungan nutrisi ransum basal dan tepung limbah kulit pepaya dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 1. Kandungan nutrisi ransum basal dan tepung kulit buah pepaya. Kandungan Ki?i >3 /kkal0 PK /I0 #K /I0 .a /I0 P /I0 #umber : /L0 @&., 1778 /LL0 Permana, 200, Tabel 2. Kandungan nutrisi ransum penelitian Kandungan @utrisi >3 /kkal0 PK /I0 #K /I0 .a /I0 P /I0 Keterangan : &0 O 100I ransum basal &ansum Penelitian &0 &1 2244,8 2202,(1 14 14,(72( ,,( 8,0(1 0,22 0,422( 0,HH 0,H,1 &ansum Penelitian /L0 2244,8 14 ,,( 0,22 0,HH Tepung Kulit 'uah Pepaya /LL0 2417 2(,8( 2,27 18,(2 0,88

&2 21H2,22 1(,18( 8,0H2 0,(2, 0,H82

&1 O 7(I ransum basal R (I tepung kulit buah pepaya &2 O 70I ransum basal R 10I tepung kulit buah pepaya )etode Penelitian #ahap Penelitian 1. Persiapan kandang, pengadaan ternak, pengadaan ransum, dan peralatan. #etiap ekor babi dimasukkan ke kandang indi;idu. 2. %daptasi babi terhadap ransum, kandang, perlakuan, dan lingkungan dilakukan selama satu minggu. 2. Kandang dibersihkan dua kali sehari yaitu pada pukul 0H.00 dan 12.00 J8'. Kandang dibersihkan dari semua kotoran yang dibuang ke saluran pembuangan, setelah itu babi dimandikan agar bersih dan merasa nyaman. 4. Pemberian ransum sebanyak 1 kg5ekor dan dilakukan tiga kali sehari, yaitu pukul 0H.00, 12.00 dan 1H.00 J8' sehingga $umlah ransum per hari adalah 2 kg5ekor. (. Pemberian tepung kulit buah pepaya dilakukan dengan !ara men!ampurnya dalam 1 kg ransum pertama dalam 2 kali pemberian /total 2 kg5hari0, diberikan pada babi sampai habis dikonsumsi. 1. Pengambilan sampel eses yang akan diteliti dilakukan pada pagi hari setelah pembersihan kandang. Pengambilan dilakukan setelah ternak babi diberi perlakuan &B3, &1, &2 dan &2, selama 2 minggu.

Pengambilan "ampel 'eses di Lapangan Pengambilan sampel dilakukan terhadap 18 sampel eses yang diambil sebanyak 1 kali, dari 18 ekor babi. 6eses dimasukkan ke dalam kantong plastik dan diberi label kemudian dimasukkan ke dalam termos es yang berisi icebrite dan dibawa menu$u laboratorium 'PPEK .ikole 1 "embang, kemudian dilakukan pemeriksaan baik se!ara kualitati maupun kuantitati . Pemeriksaan kualitati dimaksudkan untuk mengidenti ikasi $enis !a!ing yang mengin eksi babi berdasarkan bentuk dan ukuran telur dari lar;anya, sedangkan pemeriksaan kuantitati dimaksudkan mengetahui banyaknya telur !a!ing setiap gram eses /TTK60 yang menggambarkan berat ringannya dera$at in eksi. Easil pengamatan di$elaskan se!ara deskripti yaitu men$elaskan tentang $umlah telur dan $enis !a!ing yang mengin estasi babi. 3etode kuantitati yang digunakan adalah metode /c/aster, sedangkan metode kualitati dilakukan dengan melihat bentuk dan ukurannya, kemudian dibandingkan dengan bentuk dari standar yang sudah dikenal /#oulsby, 17820. Penghitungan #elur &a-ing :)etode #c #a'ter; Penyiapan larutan pengapung : "arutan pengapung dibuat dari !ampuran garam /@a.l0 400 gr dan gula /.HE12CH0 (00 gr yang ditambahkan air dua liter kemudian diaduk sampai larut.

Penghitungan telur !a!ing : dilakukan dengan metode /c/aster. #ebanyak dua gram eses dilarutkan dalam H0 ml larutan pengapung yang kemudian dihomogenkan tiga kali dengan !ara menuang dari satu gelas ke gelas lain lalu dimasukan dalam kamar hitung /c/aster dengan .ipet .asteur. *ilakukan pemeriksaan mikroskopis dengan pembesaran 10 M 10. 9ntuk mengetahui $umlah Total Telur tiap Kram 6eses /TTK60 dihitung dengan menggunakan metode 3!master dengan rumus sebagai berikut: TTK6 O /n5b 0 Q /Btot5Bhit0 Btot Bhit ' @ O Bolume dari 2 gr eses ditambah larutan pengapung O Bolume Kamar Eitung / 2 M 0,(0 O 'erat eses /2 gr0 O Jumlah Telur yang ditemukan

3etode yang digunakan dalam penelitian ini adalah 3etode >ksperimental dengan menggunakan &an!angan %!ak "engkap. Pada pelaksanaan penelitian terdapat 2 ma!am perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak H kali. Identi4ikasi $enis &a-ing Berdasarkan Lar+a 9ntuk memeriksa "ar;a dilakukan dengan 2 tahap yaitu : /0 /0 Pembuatan Kultur 'eses

6eses yang sudah diperiksa dan positi mengandung telur di!ampur dengan kompos steril /6er"iku#ate0 dengan perbandingan yang sama. Kondisinya dibuat men$adi lembab dengan menambah sedikit air. .ampuran eses dengan kompos steril diletakan dalam inkubator selama H+, hari dengan kisaran suhu 2(+2, 0. atau pada suhu ruangan sehingga semua lar;a men!apai tara in ekti . /0 10 Pengumpulan Lar+a dari Kultur

#etelah diinkubasi, tutup petridish kultur dibuka dan masukan air dari petridish kedalam tabung dengan pipet. #entri use selama lima menit dengan ke!epatan (.000 rpm. /0 70 Identi4ikasi Lar+a

"arutan lar;a yang telah terkumpul dalam tabung reaksi diambil dengan pipet pasteur, satu tetes larutan lar;a dipindahkan pada gelas ob$ek lalu tutup dengan cover g#ass kemudian diperiksa di bawah mikroskop dengan pembesaran 10 M 10.

!A"IL (AN PE)BA!A"AN Pengaruh Pemberian #epung Kulit Buah Pepaya #erhadap $umlah #elur &a-ing0

'erdasarkan hasil penelitian pada ternak babi yang dipelihara di Koperasi Peternak 'abi 8ndonesia /KP'80, *esa Kertawangi, Ke!amatan .isarua, "embang yang di analisis di 'PPEK .ikole, "embang telah dilakukan pada tanggal 1 mei sampai dengan tanggal 20 $uni 2007. Penelitian ini menghasilkan $umlah telur dari tiap gram eses yang terdapat pada ternak babi yang diberi pakan tepung kulit buah pepaya dengan hasil yang ber;ariasi. $umlah #elur &a-ing Stron()%u' '*+ *ata hasil penelitian pengaruh pemberian tepung kulit papaya terhadap $umlah telur !a!ing 1trongy#us sp, %s!aris sp dan Tri!huris suis ter!antum pada Tabel 2. Tabel 2. Perhitungan Jumlah Telur .a!ing 1trongy#us sp, 7scaris sp dan Trichuris suis Jenis .a!ing 1. 1trongy#us sp 2. 7scaris sp 2. Trichuris suis Perlakuan &0 242,22 a (.,8H,1H a (H7,( a &1 0b 4.H28,82 b 4H4,1H a &2 0b 1.,17,22 b 28(,82 b

Ket.Euru yang berbeda dalam kolom menun$ukkan pengaruh perlakuan berbeda nyata. 'erdasarkan data pada Tabel 2, dapat diketahui bahwa rata+rata telur !a!ing 1trongy#us sp terendah /00 dihasilkan pada perlakuan pemberian tepung kulit pepaya (I dan 10I dibandingkan dengan rata+rata telur yang dihasilkan pada perlakuan tanpa adanya pemberian tepung kulit pepaya /242,220. Penggunaan limbah kulit buah pepaya ternyata dapat mengurangi $umlah telur !a!ing 1trongy#us sp pada babi /pU0,0(0. "imbah kulit buah pepaya yang mengandung papain beker$a se!ara ;ermi uga melemaskan !a!ing dengan !ara merusak protein tubuh !a!ing. Papain merupakan en?im protease sul hidril dan akan mendegradasi protein+protein $aringan konekti dan myo ibril. .a!ing termasuk parasit yang tubuhnya terdiri dari molekul 1 molekul protein yang tidak terlindungi oleh selaput sehingga bila papain masuk ke saluran usus yang banyak mengandung !a!ing, !a!ing tersebut akan terurai atau menghindar dengan keluar dari lubang anus. 'erdasarkan data pada Tabel 2, dapat diketahui bahwa rata+rata telur !a!ing 7scaris sp terendah /1.,17,220 dihasilkan pada perlakuan pemberian tepung kulit buah pepaya 10I. Pada perlakuan dengan pemberian tepung kulit pepaya (I /4.H28,820 dan $umlah terbesar telur !a!ing 7scaris sp pada perlakuan tanpa pemberian tepung kulit buah pepaya /(.,8H,1H0. Penggunaan limbah kulit buah pepaya ternyata dapat mengurangi $umlah telur !a!ing 7scaris. sp pada babi. .a!ing 7scaris sp merupakan $enis !a!ing gilig penyebab as!ariasis pada ternak babi, teutama babi muda di seluruh dunia /#oulsby, 17820. Ke$adian as!ariasis sangat tinggi pada babi+babi di daerah tropis dan sub tropis /.han, 177, dalam Tsu$i, et a# /20040. .a!ing ini berparasit pada usus halus /#oulsby, 17820. 8n eksi dapat ter$adi melalui pakan, air minum, puting susu yang ter!emar, melalui kolostrum dan uterus /"e;ine, 17700. #atu ekor !a!ing betina dewasa rata+rata bertelur 200.000 butir per hari < dan selama hidupnya diduga dapat bertelur 22 milyar butir /*unn, 17,80. 'erdasarkan data pada Tabel 2, dapat diketahui bahwa rata+rata telur !a!ing Trichuris suis terendah /28(,820 dihasilkan pada perlakuan pemberian tepung kulit pepaya 10I, (I /4H4,1H0 dan rata 1 rata terbesar terdapat pada perlakuan tanpa adanya penambahan tepung kulit pepaya /(H7,(0. Pengaruh tepung kulit buah papaya perlakuan memberikan pengaruh

yang berbeda nyata /pU0,0(0, papain pada tepung kulit buah pepaya dapat menurun akibat banyaknya kematian telur !a!ing karena pengaruh papain dari tepung kulit pepaya. Pengaruh Pemberian #epung Kulit Buah Pepaya #erhadap $umlah Lar+a &a-ing0 'erdasarkan data penelitian $umlah lar;a dari tiap gram eses yang terdapat pada ternak babi yang diberi pakan tepung kulit buah pepaya tidak ditemukan adanya $umlah lar;a !a!ing 1trongy#us sp, 7scaris sp, dan Trichuris suis dalam penelitian disebabkan adanya sanitasi ruangan dan alat 1 alat laboratorium dengan menggunakan alkohol yang dapat membunuh telur !a!ing dalam waktu 2 $am. Pemberian tepung kulit buah pepaya $uga dapat menurunkan ertilitas telur !a!ing karena tepung kulit buah pepaya mengandung en?im papain yang se!ara ;emi uga dapat merusak protein tubuh !a!ing sehingga !a!ing yang telah menetas tidak dapat bertahan hidup.

KE"I)P LAN (AN "ARAN Kesimpulan 'erdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa pemberian tepung kulit buah pepaya pada dosis 10I dapat menurunkan $umlah telur 1trongy#us sp, 7scaris sp dan Trichuris suis, sedangkan tidak ditemukan lar;a !a!ing 1trongy#us sp, 7scaris sp, dan Trichuris suis disebabkan oleh penurunan ertilitas telur !a!ing yang dipengaruhi oleh papain serta prosedur sanitasi alat 1 alat dan ruangan laboratorium. "aran Pemberian tepung kulit buah pepaya pada dosis 10I sudah mendapatkan hasil yang baik dan diharapkan tepung kulit buah pepaya di$adikan bahan pelengkap ransum karena dapat mengurangi penyakit !a!ingan pada ternak babi.

(A'#AR P "#AKA %nonimous. 2004a. Trichuris spp. http:55e;m.ms!s.edu 5!ourses5mi!(H7 5do!s5parasite5T&8.E.ET3" %tiya, &idayanti, dan @uraini. 2001. .e"eriksaan 8fek 7nthe#"entik .apain *asar Terhadap 2nfeksi 5uatan Cacing Dae"onchus contortus. $udo#phi .ada &o"ba. J66. 38P%. 9nair.

'enbrook, >. %., and 3. B. #loss. 17H1. C#inica# .arasito#ogy. 2 ed, 8owa #tate 9ni;. Press. %mes, 8owa, 2+1,. *unn, %.3. 17,8. Beterinary Eelminthology. 2nd >d. Jilliams Eeinemann 3edi!al 'ooks "T*, "ondon. Koodwin, *. E. 17,4. 'ee 3anagement and Produ!tion. "ondon: Eut!hinson. Kusumamihard$a, #. 1772. .arasit dan .arasitosis pada Dewan Ternak dan Dewan .iara. Pusat %ntar 9ni;ersitas 'ioteknologi. 8nstitut Pertanian 'ogor. 'ogor. "apage, K. 17(H. Beterinary Eelminthology and >nthomology. 4th >d. 'ailliere Tindall, "ondon. "awson, J. ". dan 3. %. Kemmel. 1782. Transmission in Eydatidosis and !ysti!er!osis. 7dvanceEs in .arasito#ogy 2a:2,7. "e;ine, @*. 1782. Te)tbook ;f 6eterinary .arasito#ogy. 'urgess Publishing .ompany. 9#%. "e;ine, @*. 1770. 'uku Pela$aran Parasitologi Beteriner. *iter$emahkan oleh Pro . *r. Katut %shadi. Kad$ah 3ada 9ni;ersity Press. Pogyakarta. @&.. 1778. 3utrient $e4uir"ents of 1wine. 3utrient $e4uir"ents of &o"estic 7ni"a#, @inth &e;ised >dition @ational %!ademy Press. Jashingthon *.. #eddon, E.&. 17H,. Eelminth 8n estation 2nd >d. .ommonwealth o %ustralia *epartment o Eealth, #idney. #iagian E. Pollung. 1777. /ana@e"en Ternak 5abi, *iktat Kuliah Jurusan 8lmu Produksi Ternak. 6akultas Peternakan 8nstitut Pertanian 'ogor, 'ogor. #ihombing. 177,. 2#"u Ternak 5abi. .etakan Pertama. Kad$ah 3ada 9ni;ersity Press. Pogyakarta. #mith, J.*. 17H8. 8ntrodu!tion to %nimal Parasitology. The >nglish 'ooks 9ni;ersity Press, "E. "ondon. #ubronto, dan 8. T$aha$ati. 2001. 2#"u .enyakit Ternak 22. Kad$ah 3ada 9ni;ersity Press. Pogyakarta. #oulsby, >.J.". 1782. Eelminths, %ntropods and Proto?oa o *omesti!ated %nimals. 8nglish "aguage 'ook #er;i!e 'ailiere Tindall. ,th >d. Pp.221+2(,. Tarmud$i, *eddy *$auhari #iswansyah dan Katot %diwinata. 1788. Parasit+parasit .a!ing Kastrointestinal pada sapi+sapi di Kabupaten Tapin dan Tabalong Kalimantan #elatan, di dalam Penyakit Eewan. 'alai Penelitian Beteriner, 'adan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, *epartemen Pertanian, Jakarta.

Tsu$i, @., K. #u?uki., E.K. %oki., T. 8sobe., T. %rakawa dan P. 3atsumoto. 2002. 3i!e 8ntranasal 8mmuni?ed with a re!ombinant 1H kilodalton %ntigen rom &oundworm %s!aris Parasites are Prote!ted %gaints "ar;a 3igration o 7scaris suu". 8n e!tion and 8mmunity Bol. ,1, pp : (214. Jiryosuhanto, #. *. dan Ja!oeb, T. @. 1774. .rospek 5udidaya Ternak 1api. Kanisius. Pogyakarta .ategories: Penyakit 'abi, &ansum 'abi | @o .omments

Iodin :I; Atau Bodium :)i4tahul 'alah;


3ar!h 2,, 2010 | Posted by saulandsinaga 8odin atau yodim, adalah unsur paling berat diantara unsur esensial bagi semua spesies ternak. Kebanyakan bahan iodin dalam tubuh terdapat dalam kelen$ar gondok /thyroid0 yang merupakan bagian integral dalam hormon thyroid , yakni thyroMin dan triiodothyronine yang keduanya berperan penting dam metabolisme. #alah aktor yang mempengaruhi keluarnya hormon thyroid oleh kelen$ar thyroid adalah ketersediaan iodin. 'ila iodin tidak !ukup tersedia, kelem$ar berusaha mengimbangi kekurangan tersebut dengan meningkatkan akti itas sekresi dan hal ini mengakibatkan kelen$ar membesar, kondisi ini dikenal dengan penyakit gondok /goiter, atau goitre0 sederhana atau gondok endemik. Penyerapan6 )etabolisme dan Ekskresi Penyrapan iodin sangat e isien yakni hampir 100I, penyerapan hampir sepan$ang system pen!ernaan, namun yang tebanyak adalah dalam usus halus. #etelah iodin menempuh dua $alan utama dalam tubuh, sekitar 20I diangkat melalui kelen$ar thyroid dan digunakan untuk sintesis hormon thyroid, dan terbanyak dari sisa+sisa selebihnya diekskresikan melalui urine, nsamun sebagian ke!il dikeluarkan melalui eses dan keringat. 'ungsi 6ungsi tunggal iodin adalah pembuat hormon pengandung iodin, yakni thyro)in dan triiodothyronine yang disekresiakan kelen$ar thyroid yang mengatur la$u oksidasi dalam sel, dan demikian berpengaruh terhadap pertumbuhan, ungsi $aringan otot dan syara , akti itas peredaran darah dan metabolisme ?at+?atmakanan. 'ila lebih banyak hormon thyroid dalam darah, la$u metabolisme yang mengakibatkan produksi susu meningkat, bila iodin tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan, persediaan tubuh dimobilisasi sehingga bobot tubuh turun. 'ila de isiensi iodin berkepan$angan, emasiasi dan problem kesehatan lainnya malahan bisa ter$adi. Kadang+kadang iodin $uga digunakan sebagai bahan antibakterial untuk in eksi ringan. Tubuh ternak dewasa mengandung kurang dari 0,00004I iodin. "imtom de4iensi dan toksisitas

(e4iensi0- 'ila iodin kurang diperoleh, keln$ar thyroid tidak dapatkontini menghasilakn hormon thyoid. Cleh pengaturan hormon T#E dari kelen$ar pituitari.kelen$ar thyroid akan membesar sebagai respon terhadap peningkatan kebutuhan. *e inisi iodin umumnya di dunia ini dan ter$adi bila bahan+bahan makanan yang berasal dari lahan yang miskin dari iodin, sehingga tidak memenuhi ke!ukupan untuk tubuh Pengobatan de isiensi iodin mungkin tidak berhasil $ika thyroid dan $aringan lain tidak terlalu parah menderita. Pengobatan $auh lebih mudah dan lebih baik, sebab iodin dalam bentuk anorganik maupun organik dapat disuplentasi dalam ransum. 3enggunakan garam beriodin sebai bagian dari ransum akan lebih ekonomis bila bahan ransun beriodin rendah. "e;el 0,002+0,004 mg iodin per kilogram bobot tubuh sudah !ukup untuk men!egah mun!ulnya gioter. #oksisitas0- terlalu banyak iodin diperoleh dan $angka lama dapat mengganggu peman aatan iodin oleh thyroid dan mengkibatkan toksisitas. Perbedaan antara simtom men!olok anytara spesies ternak terhadap toleransi kera!unan iodin yang tinggi "umber iodin bagi ternak #umber pakan kaya, tepung al al a, molases gula tebu, ampas bir, hasil penyulingan minuman, tepung ikan dan hasil ikutan marin dan tumbuhan yang kay akan iodin, tepung daging serta tulang, gandum dan hasil ikutannya, tepung hasil ikutan unggas, kedelai, $elai dan wei. .ategories: &ansum 'abi | @o .omments

Penyakit *ul+al dis-harge tanda6 pen-egahan dan pengobatan pada babi :Aditya Priyadi;
3ar!h 22, 2010 | Posted by saulandsinaga Agala-tia %gala!tia ialah kegagalan dalam memproduksi air susu. Jenis penyakit ini khusus diderita oleh babi+babi induk yang habis beranak. Penyakit ini @ampak $elas 24 $am sehabis induk itu melahirkan. 'abi+babi yang menderita agala!tia ini akhirnya tidak mampu mensuplai air susu kepada anak+anaknya, karena produksi air susu tak bisa keluar lagi, sebab sekresi oMyto!in tidak men!ukupi. Kekurangan oMyto!in ini bisa diatasi dengan memberikan in$eksi oMyto!in dengan dosis ( 1 10 8.9. se!ara intramuskular. Penyebab Penyebab penyakit ini adalah tidak selalu sama, atau dengan kata lain ada berbagai ma!am sebab : a. Karena toMi! /ra!un0 yang terdapat di dalam usus akibat konstipasi yang diderita induk yang bersangkutan, yang kemudia diikuti hilangnya na su makan dan kandang+kadang panas yang terlampau tinggi. 9ntuk mengatasi konstipasi ini, babi bisa diberikan obat pelun!uran atau urus+urus dengan garam inggris.

b. %kibat peradangan pada usus. Peristiwa ini mengakibatkan babi induk merasa sakit, sehingga na su makan berkurang, temperatur tubuh tinggi 10Hb 6, dan dari ;ul;a keluar !airan berwarna kuning atau kemerahan. %mbing men$adi bengkak, keras, berwarna merah, panas dan sakit. Penderita ini bisa diobati dengan penstrep. Karena adanya peradangan uterus /metritis0 dan ambing /mastitis0, dan mengakibatkan kegagalan kegagalan keluarnya air susu /agala!tia0. 3aka penyakit ini $uga disebut 33% kompleks. Ke$ala umum : + Ke$ala pertama biasanya @ampak 2 hari sesudah melakukan, walaupun sering dapat terlihat sebelum anak+anaknya disapih. + Temperatur 102 1 10Hb 6. + 'abi tidak mau makan, air susu sedikit atau gagal sama sekali. + *ari ;agina keluar nanah berwarna keputihan atau kekuning+kuningan. + %nak babi men!ret. + Kadang+kadang tidak diketahui sampai anak babi mati kelaparan. Bru-ellosis :Keguguran menular; Pada babi, penyakit ini bisa kronis atau subkronis. Pang diserang alat reproduksi /uterus, ambing, testes0. Penyebab Ke$ala Ke$ala penyakit ini sulit dilihat, di mana tidak semua penderita itu selalu mengalami abortus dan sebaliknya yang bukan bru!ellosis pun bisa abortus. %kan tetapi se!ara umum bisa dilihat tanda+tanda. + Keguguran, anak mati di dalam kandungan atau sangat lemah. + Pada $antan atau induk bisa steril yang si atnya bisa sementara atau permanen, kadang+ kadang lumpuh pada kaki belakang, pada babi $antan ada ge$ala radang testes. Pen!egahan dan pengobatan + #anitasi /pe$agaan kesehatan0, dan belilah bibit yang bebas dari penyakit bru!ellosis. + Baksinasi. + Cbat belum ditemukan.

Por!ine reprodu!ti;e and respiratory syndromec /%rteri;iridae0

'abi

stillborn piglets, mummi ied etuses, premature arrowings, and weak+born pigs< %noreMia and agala!tia are e;ident in la!tating sows< #u!kling piglets de;elop a !hara!teristi! thumping respiratory pattern

*%6T%& P9#T%K% www.susuko#ostru".co"I"asa#ah9kesehatanJIa#at9ke#a"in9#uar.ht"# K .a!hed http:55budidayaternak.!omMa.!om5single.php=!ontenOEalaman+Kategori+ 'udidaya^idbudidayaO2c http:55www.d;ssel.go;.my5epis5penyakit]dan]tanda25tandatanda]klinikal.htm .ategories: &ansum 'abi | @o .omments

Penyakit &ongenital tremor :myo-lonia -ongenita; tanda6 pen-egahan dan pengobatan pada babi :)A RI(Z 'L%REN# 'ERNAN(EZ;
3ar!h 21, 2010 | Posted by saulandsinaga A0 KAL"I ) Kalsium terdapat pada tubuh dalam bentuk garam+garam kalsium, senyawa ion maupun ikatan protein+kalsium. #embilan puluh sembilan persen kalsium terdapat pada tulang dan gigi dalam bentuk kristal yang ber ungsi memberikan kekuatan pada struktur tulang dan gigi. #atu persennya terdapat pada sirkulasi darah dan empat puluh persen dari satu persen kalsium tersebut terikat dengan protein terutama albumin.kalsium dalam bentuk senyawa ion ber ungsi untuk men$aga integritas membrane sel, elektro isiologi pada eksitabilitas sel, dan berperan dalam kontraksi otot. Konsentrasi kalsium dalam darah dipengaruhi hormon parathyroid /PTE0 dan thyroca#citonin. PTE disekresikan oleh kelen$ar paratiroid dan ber ungsi meningkatkan kadar serum kalsium. Thyroca#citonin meningkatkan deposisi kalsium pada tulang ketika ter$adi peningkatan kadar kalsium pada darah. Eormon ini diproduksi oleh kelen$ar tiroid, ber ungsi pula untuk mengurangi kadar serum kaslium dan os at. Kalsium ber ungsi utama untuk membangun tulang dan gigi, ungsi yang lain yaitu : 1. 3enstabilkan membran sel dan memblokade transport natrium menu$u sel. 3aka penurunan kadar kalsium akan meningkatkan eksitabilitas sel dan sebaliknya peningkatan kadar kalsium akan menurunkan eksitabilitas.

2. Pembekuan darah, bila kalsium tidak tersedia, missal terikat dengan sitrat atau oksalat, maka pembekuan darah tidak ter$adi. 2. Produksi air susu. 4. #ekresi beberapa hormon dan a!tor pelepas hormon. Bitamin * diproduksi oleh kulit dengan bantuan sinar u#tra vio#et /9B0. Bitamin * diubah oleh hati men$adi 2(+ dihydro)ycho#eca#cifero# dan lebih lan$ut akan dimetabolisme oleh gin$al dengan bantuan PTE untuk membentuk F,2(+ dihydro)ycho#eca#cifero# akti yang sangat penting pada proses penyerapan kalsium dari saluran pen!ernaan. /.unningham, James K, 20020 Kalsium plasma terdapat dalam 2 bentuk : 1. bentuk senyawa kompleks dengan asam organik eM. #itrat, phosphat 2. bentuk terikat protein eM. %lbumin, globulin 2. bentuk terionisasi5 bentuk tak terikat /.a2R0 /3urray, &. K., et all., 20020 Karam kalsium lebih larut dalam kondisi asam sehingga penyerapan berlangsung di bagian awal usus halus. Penyerapan tergantung dari banyaknya yang dimakan, kebutuhan dan tipe makanan. 6aktor penentu utama bnyaknya kalsium yang diserap adalah kebutuhan tubuh. Kalsium yang diserap melalui dinding usus halus, yang terbanyak disimpan di tulang terutama di spons tulang /trabekula0 dan kelak akan dikeluarkan $ika diperlukan. @amun kalsium tidak selalu dapat dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan metabolisme, misal saat ter$adi tetani5ke$ang. 3obilisasi kalsium termudah adalah dari tulang rahang dan biasanya pada diagnosa de isiensi kalsium tulang rahang ini diabaikan. *eposisi dan mobilisasi kalsium ini dikontrol oleh hormon. Kalsium yang diserap dan tidak diperlukan oleh tubuh, kebanyakan diekskresikan melalui urin, meskipun sebagian melalui tin$a dan keringat /#ihombing, 200H0. !ubungan Kalsium dengan 'os4at 6os at merupakan anion yang keberadaannya dalam tubuh $uga dipengaruhi oleh PTE. @ormalnya total konsentrasi kalsium dan os at dalam tubuh selalu konstan. %rtinya, $ika konsentrasi kalsium meningkat maka os at akan turun begitu pula sebaliknya $ika konsentrasi kalsium menurun maka os at akan naik. Kalsium dan os at dapat bergabung membentuk kalsium os at /.aEPC40. Jika senyawa ini terbentuk terlalu banyak dapat mengakibatkan hipokalsemia. !ubungan kalsium dengan bahan lain 1. 3agnesium yang banyak dimakan akan menurunkan mpenyerapan magnesium, besi, iodine, mangan, ?ink dan tembaga, terutama $ika salah satu unsure yang dimakan di ambang batas kurang.

2. Kalsium yang berlebihan menurunkan penyerapan dan peman aatan ?ink dan menyebabkan parakeratosis akibat de isiensi ?ink. 2. 3agnesium yang berlebih menurunkan penyerapan kalsium, mengusir kalsium dari tulang sehingga mengakibatkan ekskresi kalsium. /#ihombing, 200H0. B0 !IP%&AL&E)IA (e4inisi Eipokalsemia /kadar kalsium darah yang rendah0 adalah suatu keadaan dimana konsentrasi kalsium di dalam darah kurang dari 8,8 mg5dl /'ullo!k and Philbro!k, 17840. Kadar normal kalsium dalam darah pada babi betina adalah 11,1 dan pada $antan 7,H( /3itruka, 'ri$ 3., 17810. *ahulu gangguan ini diduga disebabkan oleh adanya bendungan pada system syara , alergi, penyakit neuromuskuler, penyakit keturunan, penyakit ketuaan, penyakit in eksi dan penyakit de isiensi makanan yang menyangkut kalsium, os or, ;itamin %, ;itamin * dan protein /#ubronto, 20010 'aktor Predisposisi Konsentrasi kalsium darah bisa menurun sebagai akibat dari berbagai masalah. Eipokalsemia paling sering ter$adi pada penyakit yang menyebabkan hilangnya kalsium dalam $angka lama melalui air kemih atau kegagalan untuk memindahkan kalsium dari tulang /'ullo!k and Philbro!k, 17840. @amun dari hasil temuan hypo!al!emia disebabkan karena : penurunan kadar kalsium dalam darah di bawah normal, de isiensi hormon paratiroid, e ek hormon tirokalsitonin, gangguan absorbsi kalsium, gangguan produksi ;itamin *, hormon estrogen dan steroid kelen$ar adrenal yang menurunkan absorbsi kalsium /#ubronto, 20010 #ebagian besar kalsium dalam darah dibawa oleh protein albumin, karena itu $ika terlalu sedikit albumin dalam darah akan menyebabkan rendahnya konsentrasi kalsium dalam darah. Penyebab Kadar hormon paratiroid rendah Kekurangan kelen$ar paratiroid bawaan Pseudohipoparatiroidisme Kekurangan ;itamin * Keterangan 'iasanya ter$adi setelah kerusakan kelan$ar paratiroid atau karena kelen$ar paratiroid se!ara tidak senga$a terangkat pada pembedahan untuk mengangkat tiroid Penyakit keturunan yg $arang atau merupakan bagian dari sindroma *iKeorge Penyakit keturunan yg $arang< kadar hormon paratiroid normal tetapi respon tulang ^ gin$al terhadap hormon menurun 'iasanya disebabkan oleh asupan yg kurang, kurang terpapar sinar matahari /pengakti;an ;itamin * ter$adi $ika kulit terpapar sinar matahari0, penyakit hati, penyakit saluran pen!ernaan yg menghalangi penyerapan ;itamin *,

pemakaian barbiturat ^ enitoin, yg mengurangi e ekti;itas ;itamin * Kerusakan gin$al 3empengaruhi pengakti;an ;itamin * di gin$al Kadar magnesium yg rendah 3enyebabkan menurunnya kadar hormon paratiroid %supan yg kurang atau Ter$adi dengan atau tanpa kekurangan ;itamin * "a#absorbsi Ter$adi $ika kelebihan asam lemak dalam darah karena Pankreatitis !edera pada pankreas, bergabung dengan kalsium 3engurangi $umlah kalsium yg terikat dengan Kadar albumin yg rendah albumin tetapi biasanya tidak menyebabkan ge$ala, karena $umlah kalsium bebas tetap normal Ketika konsentrasi kalsium menurun, b#ocking effect kalsium terhadap natrium /sodium0 $uga akan menurun. 3aka dari itu ketika kadar kalsium rendah akan meningkatkan eksitabilitas sel sara dan menyebabkan spasmus otot. 'ahkan akhirnya dapat menimbulkan kon;ulsi dan tetani. Eipokaslemia dapat dilihat seiring dengan penurunan akti;asi ;itamin *, kadang+kadang berhubungan pula dengan penyakit gn$al maupun hati. .ancreatitis dapat menyebabkan penurunan serum kalsium akibat dari sekresi en?im pankreatik lipase yang akan mengikat asam lemak dan kalsium. Trans usi darah dapat pula menyebabkan hipokalsemia karena kalsium dapat terikan nitrat yang digunakan saat preparasi, halmtersebut menghilangkan kalsium terionisasi dalam darah. Eiperpospatemia, hipoalbuminia, penyakit pada kelen$ar paratiroid, terapi obat seperti %.TE atau glu!agon, pembedahan atau pengambilan kelen$ar paratiroid, penyakit saluran pen!ernaan, neoplasia semuanya dapat dikaitkan dengan hipokalsemia. #ebagai akibat dari hipokalsemia antara lain < osteoporosis, spas"us, tetani, peningkatan motilitas saluran gastro+intestinal, serta masalah $antung dan sirkulasi. Tetani otot merupakan hal yang paling umum ter$adi dan berbahaya terutama $ika mengakibatkan spasmus laryngeal /'ullo!k and Philbro!k, 17840. !ipokalsemia pada Babi /i#k fever /.arturient Dypoca#ce"ia, .arturient .aresis0 termasuk salah satu dari tiga "etabo#ic disease yang sering ter$adi /Jooldridge, J. &., 17H00. 3enurut Keorge "i#k fever /tanpa susu dan tanpa demam0 yang sering ter$adi se!ara tiba+tiba setelah proses kelahiran dan menyebabkan hipokalsemia akut. 'erikut ini urutan hewan yang sering mengalami hipokalsemia adalah : sapi, domba, kambing, babi dan an$ing /#mith, 3. %., 17H,0. /i#k fever kadang ter$adi pada babi dan dapat menyerang babi sehat. Kondisi yang ter$adi pada babi sama dengan yang ter$adi pada sapi, spesies yang lebih mendapat perhatian tentang penyakit ini /Eunger ord, T. K., 17H,0. Penelitian pada masa awal penyakit ini mulai diteliti yang dilakukan oleh *r. *ryerre dan Kreig menun$ukkan bahwa dis ungsi kelen$ar paratiroid merupakan a!tor utama. %kibatnya

adalah penurunan kadar kalsium darah yang kadang berkorelasi dengan turunnya kadar os or. Para ahli per!aya bahwa kadar magnesium $uga turun tapi tana penurunannya biasa dikaitkan dengan hyperaestesia atau bahkan tetani yang merupkan pengaruh yang sangant komplikati 5 rumit. 3aka dari itu dibedakan dengan pingsan yang disebabkan oleh hipokalsemia baik dengan atau tanpa hypophospate"ia, sangat sedikit literature yang membahas hal ini terutama pada babi. Eipokalsemia atau milk e;er pada babi berbeda dengan ke$adian pada sapi dan domba. @amun penyebab dan pengobatan yang dilakukan biasanya sama /Eunger ord, T. K., et all., 17H,0. Ge,ala Klinis 9mumnya ter$adi penurunan temperatur tubuh di bawah normal, beberapa kasus menun$ukkan e)cite"ent yang normal atau meningkat. Jika tidak menun$ukkan adanya e)cite"ent, temperatur tubuh tinggi maka indikasinya bukan hipokalsemia. Ke$ala lain adalah babi tidak mau makan, air susu yang dikeluarkan menurun atau tertunda /Eunger ord, T. K., et all., 17H,0. 'abi terserang ditandai dengan ge$ala farrowing selama beberapa $am. %kan tetapi pada beberapa kasus hewan telah farrowing , 1 10 hari sebelumnya. @a su makan dan sekresi susu menurun drastis. Eewan tampak akti pada awalnya tapi nantinya akan ditemukan terkulai lemas dikandang. Jika hewan dibangunkan dapat ter$adi gerakan+gerakan inkoordinati pada kaki+kakinya. Kaki+kaki kadang tidak bisa digerakkan atau diangkat sama sekali /%nthony and "ewis, 17H10. Ke$ala hipokalsemia dapat terlihat mulai beberapa $am sampai pada pun!ak laktasi induk /%nthony,17H10. Terengah+ engah dan lesu adalah salah satu ge$ala awal. Tremor ringan, ke$ang, keram otot, ataMia diakibatkan peningkatan eksibilitas neuromus!ular. Kemungkinan $uga ter$adi perubahan tingkah laku seperi agresi , mendengking, sal;iasi, hipersensiti terhadap stimuli dan disorentasi. Tremor hebat, tetani, dan koma dapat $uga diikuti dengan kematian. Eipertermia $uga ditemukan pada beberapa kasus. .erebral odema ter$adi pada beberapa kasus serangan. Ta!hi!ardi, hipertermia, polyuria, polidipsia, dan muntah sering ter$adi. *ari kebanyakan kasus, induk dapat sehat kembali dan anak dapat tumbuh dengan baik /3er!ks manual,20080. Jalaupun Eipokalsemia seringkali terlihat setelah kelahiran, tapi ge$ala klinis $uga mungkin terlihat sebelum kelahiran atau pada saat kelahiran. Eipokalsemia dengan konsentrasi kalsium serum diatas ,mg5dl tetapi dibawah batas normal dapat menyebabkan kontraksi myometrial yang tidak e ekti dan proses kelahiran yang lambat. @a as terengah+engah dapat menyebabkan alkalosis perna asan. Konsentrasi ion kalsium berhubungan dengan konsentrasi protein, keadaan asam basa, dan ketidak seimbangan elektrolit lainya. Karena itu keparahan dari ge$ala klinis tidak selalu berhubungan dengan konsentrasi kalsium total /3er!ks manual,20080. #istem imunitas bertugas mengadakan perlawanan terhadap berma!am+ma!am kuman dan menelan berbagai benda asing yang berada dalam tubuh. *alam proses membasmi musuh dari luar ini, pertama+tama mengeluarkan tanda bahaya adalah ion kalsium. Kemudian ion kalsium pula yang memberi aba+aba kepada sistem imunitas untuk menangkap

musuh. 'erbagai ma!am sel+sel imunitas baru dapat bergerak se!ara serentak menelan dan membasmi musuh. *ari sisni terlihat pentingnya kalsium dalam sistem imunitas. 'egita ter$adi kekurangan !al!ium, kemampuan sistem imunitas akan menurun dan men$adi ka!au, sehingga timbul berma!am+ma!am penyakit seperti "> atau "upus >ritematopus, rematik, seleroderma, dermatitis, $erawat dan penyakit kulit lainnya. #uplemen kalsium dapat meningkatkan sistem imunitas dan mempunyai e ek yang lebih baik dalam pengobatan penyakit ini. Csteoporosis adalah perubahan patologis berupa pengerasan pembuluh nadi, dinding pembuluh menebal dan mengeras, sehingga kehilangan si at lenturnya dan ter$adi penyempitan. .iri khasnya adalah menimbunnya ?at lemak, terbentuknya asam darah dan bertambahnya $aringan serta. 'ertambahnya benda sing pada dinding pembuluh ini akan menimbulkan penyumbatan pada pembuluh darah. *alam proses ini, ion !al!ium men$adi unsur utama dalam pengerasan pembuluh nadi. Ketika organisme sangat kekurangan !al!ium, !al!ium darah akan menurun dan kemudian tubuh akan mengerahkan !al!ium tulang untuk masuk ke dalam darah. .al!ium yang dileburkan dari tulang, mengendap di dalam pembuluh darah dan menarik kolesterol. Aat+?at pada dinding pembuluh darah perlahan+lahan menebal, bertambah keras dan hilanglah kelenturannya. Pengerasan nadi adalah salah satu penyebab hipertensi, penyakit $antung koroner dan penyakit pembuluh darah otak yang sangat mengan!am kesehatan manusia. 'eberapa tahun belakangan ini, penelitian menun$ukkan pada saat pen$abaran osteroporosis harus pula ditambah dengan mengkonsumsi unsur !al!ium. #uplemen !al!ium bukan sa$a dapat men!egah dan mengobati osteoporosis dan hipertensi tapi $uga mempunyai e ek yang nyata dalam menurunkan lemak dalam darah. Eipokalsemia bisa tidak menimbulkan ge$ala. #eiring dengan ber$alannya waktu, hipokalsemia dapat mempengaruhi otak dan menyebabkan ge$ala+ge$ala neurologis seperti : + + + + + + + Kebingungan Kehilangan ingatan / memori 0 *elirium / penurunan kesadaran 0 *epresi Ealusinasi >pisodeapneu / henti berna as 0 Ke$ang

Ke$ala tersebut akan menghilang $ika kadar kalsium kembali normal. Kadar kalsium yang sangat rendah /kurang dari , mgr5d"0 dapat menyebabkan nyeri otot dan kesemutan, yang seringkali dirasakan di bibir, lidah, $ari+$ari tangan dan kaki. Pada kebanyakan hewan yang kadar kalsium dalam darahnya H mg5dl maka hewan akan berbaring dan tak sanggup berdiri. *an akan berakibat atal $ika kadar nya hanya 4 mg5dl /#mith, '. P., 20020. Pada kasus yang berat bisa ter$adi ke$ang otot tenggorokan /menyebabkan sulit berna as0 dan tetani /ke$ang otot keseluruhan0.

'isa ter$adi perubahan pada sistem konduksi listrik $antung, yang dapat dilihat pada pemeriksaan >KK. Eipokalsemia $uga bisa ter$adi akibat hiperfosfate"ia /kadar os at yang tinggi dalam darah0. Eal ini bisa ter$adi pada bayi yang lebih besar yang diberikan susu, karena kandungan os at dalam susu sangat tinggi. Patogenesis Perubahan+perubahan yang ter$adi pada hypoca#ce"ia antara lain < 1. Pada sistem neuromuskuler Perubahan kadar ion dalam sel dan !airan sekitarnya akan mempengaruhi geraklan maupun tonus otot. 8mpuls syara maupun kontraksi otot dipengaruhi oleh ion @a, .a, K, dan 3g. 8on+ion @a dan K digunakan untuk memelihara kemampuan membran sel. 8on .a dan 3g digunakan untuk memelihara permiabilitas sel. Keduanya berperan se!ara resiprokal pada transisi hantaran syara yang akan mempengaruhi pembebasan asetilkholin. Kadar kalsium yang meningkat dan 3g turun, maka asetilkholin akan dibebaskan se!ara berlebihan. Jika kalsim turun dan 3g meningkat maka akan menghambat pembebasan asetilkholin. 8on .a dan 3g berpengaruh terhadap kontraksi otot. Terbebasnya ion kalsium ke dalam sarkoplasma akan mema!u protein otot, aktin dan miosin sehingga akan menyebabkan kontraksinya serabut otot atau neuro ibrin. 1. 8on kalsium akan menghambat pembebasan hormon insulin dari pankreas sehingga ter$adi peningkatan glukosa darah yang mengakibatkan gangguan ungsi kardio;askuler. /#ubronto, 20010 1. Pada $antung Jantung mengemban tugas untuk mempertahankan nyawa. 3eski hanya sebesar kepalan tangan, $antung mampu mengantarkan darah setiap saat ke setiap sel dalam tubuh manusia. Kemampuan ini berasal dari kontraksi otot $antung se!ara terus menerus. Padahal kontraksi dan ekspansi $antung serta penyimpanan dan penggunaan energinya tidak lepas dari pengaruh !al!ium. Ketika $antung berkontraksi karena perasaan tegang, ion !al!ium mengendalikan detak $antung, 9ntuk mengamatinya akan kita temukan bahwa, pada saat !al!ium memasuki sel, ia akan mengakti kan protein kontrakti dan menimbulkan rangsangan pada otot $antung. *engan berulangnya akti itas seperti ini, maka akan timbul berkali+kali kontraksi pada otot $antung. #aat kadar !al!ium rendah, daya kontraksi otot $antung akan berkurang. Eal inilah yang menimbulkan berbagai ma!am penyakit $antung. Pada kondisi seperti ini, apabila kita men!oba memasukkan ion !al!ium kedalam otot $antung, maka kekuatan otot $antung akan berangsur pulih. Jelas sekali peranan penting !al!ium dalam denyut $antung. (iagnosa Konsentrasi kalsium abnormal biasanya pertama kali ditemukan pada saat pemeriksaan darah rutin. Karena itu hipokalsemia sering terdiagnosis sebelum ge$ala+ge$alanya mun!ul. 9ntuk menentukan penyebabnya, perlu diketahui riwayat lengkap dari keadaan kesehatan penderita, pemeriksaan isik yang lengkap dan pemeriksaan darah dan air kemih lainnya.

*iagnosis ditegakkan berdasarkan ge$ala, hasil pemeriksaan isik dan hasil pemeriksaan kadar kalsium dalam darah Pangobatan 200 ml kalsium boroglukonat 10I atau 1,2( bagian obat pada kasus "i#k fever pada sapi dapat diberikan pada babi yang besar. 'abi yang ukurannya ke!il, dosisnya dikurangi. 9ntuk lebih mudahnya kebanyakan diberikan se!ara intra peritoneal /8P0 atan sub!utan /#.0. 3emungkinkan $uga diberikan se!ara intra;ena /8B0 $ika sangat diperlukan. Karena bere ek pada denyut $antung. 'abi akan lebih senang $ika diberikan melalui $alur intarmuskuler /830 dan #. /Eunger ord, T. K., 17H,0. Pemberian kalsium boroglukonat yang ditambahkan senyawa phospat terlarut dengan !ara in$eksi sub kutan. Karam kalsium mungkin diberikan dengan !ampuran air dan disterilkan terlebih dahulu sbelum disuntikkan sub kutan di belakang telinga. 9ntuk peme!ahan permasalahan tersebut paling utama harus tersedia senyawa kalsium, phospat dan garam magnesium senagai tambahan /%nthony, 17H10. Pengobatan hipokalsemia ber;ariasi tergantung penyebabnya. Kalsium dapat diberikan baik se!ara intra;ena maupun per+oral. Eipokalsemia menahun diperbaiki dengan mengkonsumsi tambahan kalsium per+oral. 3engkonsumsi tambahan ;itamin * dapat membantu meningkatkan penyerapan kalsium dari saluran pen!ernaan / %nonimus a 0. Pada penyakit rakhitis karena kekurangan itamin * yang menyebabkan gangguan metabolism kalsium, perlu perawatan berlan$ut ;itamin * dengan dosis tinggi / >ngstrom, .. J et a##, 1784 0. *osis pemberian ;itamin * dan kalsium se!ara oral ; *ihydrota!hysterol /Eytakerol`0

0.02+ 0.04 mg5kg M 2 hari, kemudian dosis dikurangi 0.01+ 0.02( mg5kg untuk 1 minggu 1,2(+*ihydroMy;itamin *2 /!al!itrol0. /&o!altrol`0 0.02( 1 0.0H mg5kg5hari

; Bitamin *2 /ergo!al!i erol0 /.al!i erol`, *risdol`0

,000+ H,000 95Kg5hari, untuk 1+2 minggu kemudian 1,000+2,000 95Kg5minggu

; Cral !al!ium /digunakan untuk hypo!al!emia ringan yang dikombinasi dengan ;itamin *0

24+44 mg !al!ium5kg5hari yang diberikan 2 1 4 dosis

Terapi untuk Dypoca#ce"ia ; >!lampsia

kalsium glu!onate 8B / 100I .a glu!onate 8B dengan dosis 0.(+ 1.( ml5kg /(+ 1( mg5kg0. 3ungkin dosis harus diulang / !atatan+ Khloridkalsium digunakan pada 152 dosis tanpa eMtra;asasi< .a!l adalah 2 kali lebih kuat, sangat mengiritasi dan akan menyebabkan kerusakan pada $aringan $ika diberikan se!ara ekstra;skuler. .a glu!onate dien!erkan dalam suatu larutan bersi at garam dengan ;olume yang sama, diberi #. tiap H+ 8 $am $ika tanda klinis persisten.

; .hroni! &enal 6ailure /gagal gin$al kronis0


diuresis / 70+ 120 ml5kg5hari,0 diet protein5garam binder os at

; %!ute &enal 6ailure /gagal gin$al akut0


diuresis / 120+ 180 ml5kg5hari0 dopamine drip /2 mg5kg5min0 mannitol /$ika anuri! atau oliguri!0 pertukaran elektrolit dan gangguan asam5basa dialysis

; >thylene Kly!ol

diuresis dopamine drip /2 mg5kg5min0 mannitol /i anuri! or oliguri!0 pertukaran elektrolit dan gangguan asam5basa dialysis

; %!ute Pan!reatitis

@PC 48 1 7H atau lebih dari 1 $am 8B luids /H0 1 70 ml5kg5hari0

; Primary Eypoparathyroidism

.a Klu!onate 8B $ika diperlukan / lihat e!lampsia untuk dosis dan rute pemberian0 oral ;itamin * terapi oral !al!ium

; @utritional #e!ondary Eyperparathyroidism


initially, oral !al!ium supplementation diet yang benar membatasi akti;itas untuk men!egah raktur

; Phosphate+.ontaining >nemas

kalsium glu!onate 8B / lihat e!lampsia untuk dose5route0

/%nonimus b, app.;et!onne!t.!om0 Pada hewan monogastri!, pemberian !alsitriol dapat merangsang penyerapan .a akti dari saluran pen!ernaan terutama usus halus bagian atas. .a pada pemamah biak dan babi sangat diperlukan pada saat proses laktasi /%nonimus a 0. .alsitonin se!ara in$eksi sub kutan dosis 100+200 3&. 9 sangat man$ur, yang berkelan$utan lebih dari H bulan tidak menyebabkan reaksi alergi, e ek samping, danh hilangnya e ek therapeuti! / #hai, et a##., 17,1 0. Pemberian mineral+10 dosis pengobatan di!ampur pada makanan dan air minumnya diberi P8K6>T /@ugroho, 17700. Pen-egahan Pemberian pakan kering yang dibersihkan pada usia sebelum 1 minggu, hewan di tempatkan pada lingkungan yang mendapat sinar matahari pagi yang mengandung ;itamin * / 3iller, >. ", et a##, 17H4 0. Peningkatan senyawa kalsium / .a0 pada saat laktasi untuk keseimbangan komponen mineral tubuh /'ristol, &. E, 2004 0. Program pemberantasan !a!ing 1+2 bulan sekali dengan ;ermi!ide /@ugroho, 17700. %nak babi sering diumbar pada tanah terbuka atau dikeluarkan dari kandang sehingga !ukup memperoleh sinar matahari dan udara segar serta !ukup bergerak /@ugroho, 17700 Pemberian #umber kalsium bagi ternak : #umber kaya kalsium yaitu al a a dan hi$auan leguminosa, tetes atau molasses, ampas $eruk, tepung ikan dan hasil ikutan ikan, tepung daging dan tepung tulang, tepung susu dan hasil ikutan susu dan bungkil bi$i lobak. 'ahan suplementasi yaitu tepung tulang, kalsium glukonat, kalsium laktat, dikalsium oa at, dolomite, kapur, rumput laut dan kulit kerang /#ihombing, 200H0 Eal lain yang tidak boleh diabaikan adalah komposisi suplemen !al!ium yang baik harus memiliki si at+si at sbb : 1. Kandungan !al!iumnya tinggi, mudah diserap, e ekti itasnya tinggi. 2. #i at asam basa yang seimbang, tidak ada e ek samping dan praktis untuk dibawa dan digunakan. 2. #elain !al!ium harus pula mengandung asam amino dan nutrisi lain,;itamin dan bebrapa unsur lainnya. (i44erensial (iagnosa

+ +

%sidosis *e isiensi 3agnesium

!asil Penelitian #e!ara klinis e ek metabolik kalsitonin pada babi dapat menimbulkan pagetEs disease dan osteoporosis $ika metabolismenya tidak seimbang /#hai, 6., &i!hard K. '., et all., 17,10. Diperkeratone"ic pada anak babi selama 2 sampai 2 bulan menyebabkan metabolisme glukosa dan *+beta+hydroMybutyrate /*+'E'0 dipela$ari. Eiperketonemia dan hipokalsemia ter$adi $ika ada peningkatan *+'E' sebanyak H+40I /#!hlumbohm, .. and J. Earmeyer, 17770. 'abi dengan diet de isiensi ;itamin * (+10 kali lipat akan meningkatkan akti;itas 1 al a hidrosilase dan menyebabkan hipokalsemia berat, plasma 1,2( dihidroksikolikalsi erol turun, plasma 24,2(dihidroksikolikalsi erol sangat menurun, dan akti;itas 24 hidroksilae tidak terdeksi />ngstrom, K. J., et all., 17820. (A'#AR P "#AKA %nonimus a, Dipoka#se"ia. 3edi!astore.!om %nonimus b, app.;et!onne!t.!om %nonimus !, members.ly!os.!o.uk5bisnisplan %nthony *a;id J ^ "ewis > 6ordham. 17H1. &isease of The .ig (th edition. 'alliere, Tindall ^ .oM : "ondon 'ullo!k 'arbara " ^ &osendahl Pearl Philbro!k. 1784. .athophysio#ogy 7daptations H 7#terations Function. "ittle, 'rown ^ .ompany : 9nited #tates o %meri!a 'ristol, &. 3. 2004. Dypoca#ce"ia < /i#k Fever =+8s it all about !al!ium=. 8". &esour!es, 8owa .unningham, James K., 2002, Te)tbook of 6eterinary .hysio#ogy 'rd, J. '. #aunders : Philadhelpia >ngstrom, .. J, Eorst, &. ", &einhardt, T. % and "ittledike, >. T. 1784. 2(9Dydro)yvita"in & FB9 and 249Dydro)y#ase 7ctivities in .ig *idney Do"ogenates, 8ffect of 6ita"in & &eficiency. The Journal o @utrition, 114: 117+12H Eunger ord, T. K., 17H,, *isease o "i;esto!k,%ngus and &obertson : #ydney 3er!k manual, 2008, 3iller, >. &, 9llrey, *. >, Autaut, .. ", balt?er, '. B, #!hmidt, *. %, Bin!ent, '. E and "ue!ke, &. J. 17H4. 6ita"in &2 $e4uire"ent of 5aby .ig F,2. The Journal o @utrition, 82.

3itruka, 'ri$ 3., 1781, C#inica# 5ioche"ica# and De"ato#ogica# reference 6a#ues in 3or"a# e)peri"enta# ani"a#s and 3or"a# Du"ans 2nd, Pear 'ook 3edi!al Publisher. 8@..: .hi!ago 3urray, &obert K., *aryl K. Kranner, et all., 2002, 5ioki"ia Darper 8disi 2(, >K. : Jakarta @ugroho, >. 1770. 5eternak 5abi. >ka C set : #emarang #hai, 6, 'aker, &. K and Jalla!h, #. 17,1. The C#inica# and /etabo#ic 8ffect of .orcine Ca#citonin on .agetEs &isease of 5one. 6rom the *epartment o 3edi!ine and the 9. # Publi! Eealth #er;i!e .lini!al &esear!h .enter, #tate 9ni;ersity o @ew Pork, *ownstate 3edi!al .enter: 'rooklyn, @ew Pork: 1728+1740 #!hlumbohm, .. and J. Earmeyer, 1777, 8ffect of hypoca#ce"ia on g#ucose "etabo#is" in hiperketone"ic pig#ets, *epartemen o Physiology, #!hool o Beterinary 3edi!ine, 'ios!ho er *amm 1(, 201,2 Eanno;er : Kermany #ihombing, 3.#!., Ph.*. 200H. 2#"u Ternak 5abi. Kad$ah 3ada 9ni;ersity Press: Pogyakarta #mith, 'rad ord P., 2002, >arge 7ni"a# 2nterna# /edicine 'rd, 3osby : "ondon #mith, 3ilton %tmore, Eomas .arlyle Jones, et all., 17H,, 6eterinary .atho#ogy 4th, "ea ^ 6ebiger : Philadelphia #ubronto dan 8da T$aha$ati, 2001, 2#"u .enyakit Ternak 22, Kad$ah 3ada 9ni;ersity Press : Pogyakarta Jooldridge, J. &., 17H0, Far" 7ni"a#s in Dea#th and &isease, .rosby "oo!kwood ^ #on, "td. : "ondon .ategories: Penyakit 'abi, &ansum 'abi | @o .omments

Kebutuhan dan kegunaan mineral &r pada babi :Budi Prasetyo;


3ar!h 17, 2010 | Posted by saulandsinaga 'abi adalah ternak "onogastric dan bersi at pro#ific /banyak anak tiap kelahiran0, pertumbuhannya !epat dan dalam umur enam bulan sudah dapat dipasarkan. #elain itu ternak babi e isien dalam mengkon;ersi berbagai sisa pertanian dan restoran men$adi daging oleh sebab itu memerlukan pakan yang mempunyai protein, energi, mineral dan ;itamin yang tinggi />nsminger, 17710. .ontoh bahan pakan yang biasa dipakai di Papua dan @TT : daun dan ubi $alar5kayu, daun2 legum, batang dan buah pisang, !a!ing tanah, katak5kodok, daun dan buah labu, buah merah, batang talas dan pepaya dimasak dulu, $ambu bi$i, tebu,kangkung, batu kapur, abu tungku, tulang hewan5ikan. /sauland0 Pakan memiliki peranan penting bagi ternak, baik untuk pertumbuhan ternak muda maupun untuk mempertahankan hidup dan menghasilkan produk /susu, anak, daging0 serta tenaga bagi ternak dewasa. 6ungsi lain dari pakan adalah untuk memelihara daya tahan tubuh dan

kesehatan. %gar ternak tumbuh sesuai dengan yang diharapkan, $enis pakan yang diberikan pada ternak harus bermutu baik dan dalam $umlah !ukup. %wal dari se$arah teknologi pakan mulai berkembang pada saat manusia melakukan penggilingan terhadap padi dan gandum sebagai bahan pokok makanan untuk manusia, yang kemudian hasil ikutanya yang berupa kulit padi atau kulit gandum yang dibuang se!ara !uma+!uma karena dianggap tidak mempunyai kegunaan yang berarti untuk manusia. /sauland0 Pang dimaksud dengan 38@>&%" sebetulnya adaJah garam+garam anorganik,yang dalam istilah Kimianya dikenal dengan nama Kalion dan %nion. 3ineral seperti $uga Bitamin sangat dibutuhkan untuk tubuh kita supaya dapatberiungsi normal. /apotek online0 'abi se!ara alami memerlukan unsur+unsur mineral yang diperoleh dari bahan makanan yang berasal dari hi$auan dan akar+akar dari dalam tanah. @amun babi yang terkurung akan kekurangan mineral, bila pemberian makanan kurang ter$amin. 3ineral yang diperlukan babi 1+1,(I. Eal ini bisa diberikan dalam bentuk tepung tulang, tepung ikan, kapur dll. /sauland0 9nsur mikro, disebut pula unsur hara, mikro+mineral atau Ftra!e mineral,G adalah mineral+ mineral yang dibutuhkan dalam $umlah yang sangat lah sedikit. #embilan unsur yang sampai kini dianggap esensial, yaitu: .r, .o, .u, J, 6e, 3n, 3o, #e dan An. /anak peternakan0 .ontoh dari mineral yang dibutuhkan oleh babi adalah : Kromium :&r; Kromium untuk pertama kali diketahui sebagai unsur yang esensial, pada tahun 17(7, yang diketahui sebagai unsur yang diperlukan dalam metabolisme gula pada tikus dan laboratorium. *engan demikian, .r lebih banyak dibi!arakan dalam hubungannya dengan FKlukose Toleranse 6aktor /K T 60, karena se$arah .r dimulai dari obser;asi dengan pemberian ransum ToruladPeast pada tikus, yang menghasilkan kelainan K T 6+nya. *alam per!obaan ini tikus yang kekurangan .r tidak dapat menggunakan glukose yang diin$eksikan dalam dosis yarig tinggi se!epat tikus, yang diberi suplementasi .r dalam ransumnya. Perhatian terhadap .r dan KT6 bertambah besar pada pertengahan tahun empatpuluhan ketika didemonstrasikan pertambahan toleratlsi, glukose pada manusia dan orang+orang tua, setelah pemberian 1(0+2(0 mg .rdkhloride per hari. Kemudian $uga ditun$ukkan adanya perbaikan terhadap anak+anak yang menderita malnutrisi dengan suplementasi .r. #ekarang dapat diduga bahwa .r adalah esensial bagi semua hewan. 6ungsi 6isiologi dan ge$ala+ge$ala de isiensi. Terdapat kekurangan pengetahuan kita terhadap metabolisme .r. 3ungkin lebih baik untuk menggolongkan bentuk+bentuk aktip dari KT6 menurut kategori yang dapat diterima. KT6 adalah mikronutrient yang penting yang mengandung .r ;alensi tiga, tetapi ini tidak sesuai dengan diskripsi tentang mineral ataupun ;itamin. 8ni berbeda dari unsur mikro yang biasanya, dalam hal akti;itas .r, tergantung dari struktur kimianya. 3isalnya KT6 beker$a sebagai suatu ;itamin dalam tikus yang bunting yaitu untuk transport plasental, dan untuk manusia dewasa yang tid% dapat menggunakan .r anorganik. Tetapi pada anak+anak yang kekurangan makan, .r anorganik sangat e ekti . .r dalam bentuknya sebagai KT6 menyerupai hormon dalam ker$anya, ini dilepaskan dalam darah sebagai respons terhadap rangsangan insulin. KT6 !epat ditransport ke peri eri di mana menstimulasi reaksi yang memper!epat penggunaan glukose dalam darah yang apabila tidak ada KT6 ini reaksi tersebut berlangsung lebib lambat. Terlihat bahwa ada perbedaan dapatnya disintesa KT6 dari .r, niasin, dan asam amino sehingga akibatnya pengaruh KT6 tergantung pada tingkatan pembentukandnya. Tidak diketahui di mana KT6 disintese, mungkin dalam hati. %pabila

terd$adi penambahan insulin dalam darah dengan !epat, KT6 dilepaskan dan menambah potensi insulin. Ke$ala+ge$ala de isiensi terutama berhubungan ungsi KT6. Pada ternak terutama babi yang diberi makan ransum kekurangan .r menun$ukkan pertumbuhan terhambat, degenerasi nekrotik dari hati dan penggunaan glukose yang kurang e isien. #umber unsur ini tersebar luas di alam dan ragi bir banyak mengandung bentuk akti .r se!ara biologis yaitu KT6. %pakah elemen ini perlu diberikan pada ransum hewan belum diketahui. /anak peternakan0 .E&C3893 /.r0 $uga dapat membantu pertumbuhan,menurunkan tekanan darah,beker$a sama dengan insulin dalam metabolisme gula. (a4tar Pustaka 6armasiku. 2007. /akanan Gang *ita 5utuhkan. %rtikel / #umber : www. aramasiku.!om, edisi 2007. @o;alina. 2007. /inera# /akro. %rtikel %nak Peternakan 'log[s /#umber : www.blog[s.!om, edisi Cktober 200,0. #auland, #inaga. 2007. .akan dan $ansu" 5abi Ta"bahan. %rtikel Produksi 'abi / #umber : www.wordPress.!om, edisi 20070. .ategories: &ansum 'abi | @o .omments

Nutrisi "ingkong
3ar!h 10, 2010 | Posted by saulandsinaga @ilai per 100 gram porsi makanan %ir, (7.H8 g >nergi, 1H0 k!al >nergi, HH7 k$ Protein, 1.2H g Total lemak, 0.28 g Karbohirat, 28.0( g #erat, 1.8 g %mpas, 0.H2 g 3ineral Kalsium, .a, 1H mg 'esi, 6e, 0.2, mg 3agnesium, 3g, 21 mg Phospor, P, 2, mg Potassium, K, 2,1 mg #odium, @a, 14 mg #eng, An, 0.24 mg Tembaga, .u, 0.1 mg 3angan, 3n, 0.284 mg #elenium, #e, 0., m!g Bitamin Bitamin ., asam as!orbi!, 20.H mg Thiamin, 0.08, mg &ibo la;in, 0.048 mg @ia!in, 0.8(4 mg %sam Pantotheni!, 0.10, mg Bitamin '+H, 0.088 mg 6olate, 2, m!g Bitamin '+12, 0 m!g Bitamin %, 2( 89 Bitamin %, &>, 2 m!g]&> Bitamin >, 0.17 mg]%T> "emak %sam lemak $enuh, saturated, 0.0,4 g 4:0, 0 g H:0, 0 g 8:0, 0 g 10:0, 0 g 12:0, 0.001 g 14:0, 0 g 1H:0, 0.0H7 g 18:0, 0.00( g %sam lemak tak $enuh, monounsaturated, 0.0,( g 1H:1, 0 g 18:1, 0.0,( g 20:1, 0 g 22:1, 0 g %sam lemak tak $enuh, polyunsaturated, 0.048 g 18:2, 0.022 g 18:2, 0.01, g 18:4, 0 g 20:4, 0 g 20:(, 0 g 22:(, 0 g 22:H, 0 g Kolesterol, 0 mg %sam %mino Tryptophan, 0.017 g Threonine, 0.028 g 8soleu!ine, 0.02, g "eu!ine, 0.027 g "ysine, 0.044 g 3ethionine, 0.011 g .ystine, 0.028 g Phenylalanine, 0.02H g Tyrosine, 0.01, g Baline, 0.02( g %rginine, 0.12, g Eistidine, 0.02 g %lanine, 0.028 g %sam %sparti!, 0.0,7 g %sam Klutami!, 0.20H g Kly!ine, 0.028 g Proline, 0.022 g #erine, 0.022 g .ategories: &ansum 'abi, 9n!ategori?ed | @o .omments

'aktor-4aktor yang mempengaruhi ke-ernaan protein makanan :*I&#%R "A!A#;


3ar!h 10, 2010 | Posted by saulandsinaga Ke!ernaan protein dalam kebanyakan bahan makanan berkisar antara ,(+70I. Tidak !ukup hanya memperoleh bahan makanan yang berprotein tinggi pada hal protein yang tinggi tersebut tidak dapat diman aatkan oleh babi. Ke!ernaan dapat $uga dipengaruhi oleh pelbagai aktor dan praktek mana$emen. 6aktor+ aktor tersebut adalah sebagai berikut: 1. Tipe protein Pentingnya ke!ernaan akan terlihat bila misalnya tepung bulu ayam yang mengandung 80I protein tetapi yang dapat di!erna 80+8(I. Protein dalam tepung bulu ayam bersenyawa dengan molekul keratin. Ke!uali bila molekul keratin dihan!urkan, barulah protein tersebut dapat diman aatkan oleh babi. >;aluasi yang hanya berdasar total kandungan protein menyebabkan tepung bulu ayam menarik, tetapi karena ke!ernaannya rendah, mengakibatkan pertumbuhan babi $elek bila diberikan tinggi dalam ransum babi. 1. "e;el serat kasar 'ahan makanan seperti $erami, si#ase $agung, dedak kasar dan al al a yang mengandung tinggi serat kasar tidak menyumbangkan protein yang men!ukupi untuk babi. Protein dalam $erami dan silase $agung memang rendah, protein dalam al al a memang tinggi, namun semua bahan yang berserat kasar tinggi meskipun proteinnya tinggi, protein tersebut akan di!erna babi sangat rendah. 1. Kehalusan penggilingan 3enggunakan bahan makanan seperti butiran serealia yang tanpa digiling mengurangi kesempatan /waktu0 bagi en?im pe!erna protein bereaksi, sehingga protein yang berpotensial untuk digunakan berlalu dari saluran pen!ernaan dengan hanya sebagian yang di!erna. *ipihak lain, partikel yang lebih ke!il menyediakan permukaan yang lebih luas bagi en?im untuk bereaksi atasnya dan lebih mudah di!erna. 1. Perlakuan panas Panas yang berlebih yang digunakan selama proses pengolahan makanan akan menurunkan ke!ernaan protein. Kerusakan oleh pemanasan mengurangi ketersediaan asam amino essensial lisin. Tepung darah adalah !ontoh utama sebagai sumber protein yang ke!ernaannya rendah. Karena ter$adi denaturasi protein karena digunakan panas yang berlebih sewaktu mengolahnya. 1. 8nhibitor protein %da beberapa tanaman yang mengandung senyawa penghambat atau inhibitor yang men!egah ker$a en?im pen!erna protein. #ebagai !ontoh kentang mentah mengandung

inhibitor khi"otripsin yang mengurangi pen!ernaan protein. @amun, bila kentang dimasak mengakibatkan inhibitor tersebut men$adi tidak akti dan ke!ernaan protein men$adi meningkat. Ka!ang kedelai mentah mengandung inhibitor tripsinL babi meman aatkan protein keledai mentah lebih rendah dibanding dengan keledai yang digongseng. 8nhibitor tripsin men!egah en?im tripsin yang dihasilkan oleh alat pen!ernaan, meme!ah protein men$adi asam+asam amino. 3emanaskan atau menggongseng ka!ang keledaiakan merusak inhibitor tripsin. (A'#AR P "#AKA #ihombing, *. T. E 1771. 2#"u Ternak 5abi. 6akultas Peternakan 8P', 'ogor. .ategories: &ansum 'abi | @o .omments

PAKAN (AN RAN" ) BABI #A)BA!AN


6ebruary 18, 2010 | Posted by saulandsinaga Pakan #ernak Babi 'abi adalah ternak "onogastric dan bersi at pro#ific /banyak anak tiap kelahiran0, pertumbuhannya !epat dan dalam umur enam bulan sudah dapat dipasarkan. #elain itu ternak babi e isien dalam mengkon;ersi berbagai sisa pertanian dan restoran men$adi daging oleh sebab itu memerlukan pakan yang mempunyai protein, energi, mineral dan ;itamin yang tinggi />nsminger, 17710. .ontoh bahan pakan yang biasa dipakai di Papua dan @TT : daun dan ubi $alar5kayu, daun2 legum, batang dan buah pisang, !a!ing tanah, katak5kodok, daun dan buah labu, buah merah, batang talas dan pepaya dimasak dulu, $ambu bi$i, tebu,kangkung, batu kapur, abu tungku, tulang hewan5ikan.

Konsumsi Ransum
&ansum adalah makanan yang disediakan bagi ternak untuk 24 $am /%nggorodi, 17740. #uatu ransum seimbang menyediakan semua ?at makanan yang dibutuhkan untuk memberi makan ternak selama 24 $am.

#abel /a 0 Konsumsi Ransum dan Air )inum Babi )enurut mur E Periode
mur'ase Produksi 1+4 mg 4+8 mg 8+12 mg )a-am Ransum Konsumsi:kgEhariEekor; #usu Pengganti Pre #tarter #tarter 0.02+0.0( 0.(+0.,( 1.00+1.2( Air minum :lEekorEhari; 0.2(+0.( 0.,(+2.0 2.0+2.(

12+1H mg 1H+20 mg 20 1 di $ual 8nduk 5 'ibit *ara /H bln0 Jantan /H bln0 8nduk Kering 'unting 8nduk "aktasi Jantan akti

Krower Krower 6inisher Krower Krower 'ibit 'ibit 'ibit 'ibit

1.(+2.00 2.2(+2.,( 2.,(+2.( 1.(+2.00 1.(+2.00 2.(0+2.(0 2.00+2.(0 2.00+4.(0 2.00+2.(0

2.(+4.0 4.0+(.0 (.0+,.0 H.0+8.0 H.0+8.0 ,.0+7.0 ,.0+7.0 1(.0+20.0 ,.0+7.0

Ket : Konsumsi Tergantung pada : 'entukpakan, JenisPakan, Kandungan &ansum, Kepadatan kandang, #uhu "ingkungan, #tress dan 3ana$emen. Konsumsi ransum sangat dipengaruhi oleh berat badan dan umur ternak. Ea e? dan *yer /17H70 menyatakan bahwa konsumsi ransum akan semakin meningkat dengan meningkatnya berat badan ternak. Jumlah ransum yang dikonsumsi $uga akan bertambah dengan bertambahnya umur ternak. Temperatur $uga dapat mempengaruhi $umlah konsumsi ransum harian. Pada temperatur yang tinggi ternak akan mengurangi konsumsi ransum /*e;endra dan 6uller,17,70. Tingginya kandungan serat kasar dalam ransum akan mempengaruhi daya !erna dan konsumsi ransum sekaligus mempengaruhi e isiensi penggunaan makanan /Tillman et a#., 17840. E4isiensi Penggunaan )akanan > isiensi penggunaan makanan merupakan pertambahan berat badan yang dihasilkan setiap satuan ransum yang dikonsumsi. > isiensi penggunaan makanan tergantung pada /10 kebutuhan ternak akan energi dan protein untuk pertumbuhan, hidup pokok atau ungsi lain, /20 kemampuan ternak men!erna makanan, /20 $umlah makanan yang hilang melalui proses metabolisme dan /40 tipe makanan yang dikonsumsi /.ampbell dan "asley, 178(0. *e;endra dan 6uller /17,70 $uga menyatakan bahwa aktor yang mempengaruhi e isiensi penggunaan makanan adalah nutrisi, lingkungan, kesehatan ternak dan keseimbangan ransum yang diberikan.

'ogart /17,,0 menyatakan bahwa e isiensi penggunaan makanan dapat digunakan sebagai parameter untuk seleksi terhadap ternak yang mempunyai pertambahan berat badan yang baik. 'eberapa a!tor yang harus dipertimbangkan dalam menyusun ransum babi adalah ketersediaannya dilapangan dalam arti mudah untuk memperolehnya, Kandungan ?at+?at makanan men!ukupi bagi kebutuhan ternak babi, ekonomis dan e isien dalam men!erna bahan+bahan makanan yang diberikan. Kebutuhan ?at makanan babi lepas sapih tergantung pada umur dan bobot badan seperti Tabel 1b /@&..17780 . Kandungan protein /asam+asam amino0 ransum yang optimal pada ransum babi harus pula memperhatikan kandungan energinya, hal ini disebabkan karena se$umlah energi tertentu dibutuhkan per tiap gram protein dengan demikian protein dapat digunakan e isien untuk pertumbuhan, kebutuhan lisin ternak babi yang sedang tumbuh dengan berat badan 2( 1 H0 kg adalah 0,H1I /#ihombing, 177,0. Euges dan Barley, /17800 menyatakan selain kebutuhan asam amino perlu $uga diperhitungkan keseimbangan protein dan energi untuk men$aga pertumbuhan babi yang optimal. 'ila kita lihat dalam tabel 1. terlihat bahwa kebutuhan protein kasasr bagi babi grower dan pengakhiran adalah 18 sampai dengan 12.( I dengan energi yang dapat di!erna rata+rata 2400 Kkall. Karena ternak 'abi merupakan ternak monogastrik maka yang harus diperhatikan adalah serat kasar yang rendah /maksimum (I0 terutama pada ase pertumbuhan ke!uali pada induk bisa sampai 10I maksimumnya. Tabel 1b. Kebutuhan ?at+?at makanan babi ase grower 1 inisher. /@&. 17880 Aat+?at makanan >nergi dpt di!erna Protein kasar %sam %mino >sl : %rginin 6enilalanin Eistidin 8soleusin "eusin "isin 3etionin #atuan Kkal5kg I I I I I I I I I 20+20 kg 2(+H0 kg H0+100 kg 'obot badan 'obot badan 'obot badan 2.280 2.270 2.27( 1H 0.2 0., 0.18 0.( 0.H 0., 0.4( 0.4( 14.0 0.18 0.H1 0.1H 0.44 0.(2 0.H1 0.40 0.27 12.0 0.1H 0.(, 0.1( 0.41 0.48 0.(, 0.20 0.2,

Treonin Triptophan Balin 3ineral 'esi 6os or Podium Kalium Kalsium Khlorin 3agnesium 3angan @atrium #elenium Tembaga Aink Bitamin Bitamin % Bitamin * Bitamin > Bitamin K

I I mg I I I I I I mg I mg mg mg 89 89 89 3g

0.12 0.(0 H0.00 0.( 0.14 0.22 0.H 0.12 0.04 2.0 0.1 0.1( 4.0 H0.0 1.200 200 11 2

0.11 0.44 (0 0.4( 0.14 0.20 0.(( 0.12 0.04 2.00 0.1 0.1( 2.0 H0 1.200 1(0 11.0 2.0

0.10 0.41 40 0.4 0.14 0.1, 0.( 0.12 0.04 2.0 0.10 0.10 2.0 (0.0 1.200 12( 11.0 2.0

)etode Penyusunan Ransum Babi 1. 3ula+mula kita mengetahui kandungan ?at+?at makanan bahan+bahan penyusun ransum dalam keadaan kering /Tabel 20 anda dapat memperolehnya dari tabel @&. atau Tabel 'aham 3akanan %ggorodi. 'ula tidak ada bahan tersebut dianalisis dahulu di laboratorium kandungannya.

2. Kemudian buat ransum $umlahnya total 100 dari masing+masing bahan kemudian kalikan dengan kandungannya sehingga diperoleh tabel 2. .ontoh $agung $umlah dalam ransum 10I dikali kandungannya 10,( maka $agung memberikan 1,0( PK /Protein Kasar0, dan seterusnya kemudian $umlahkan protein total semua bahan adalah 14I, begitu $uga untuk yang lain. Perhitungan ini di!oba terus sampai sesuai dengan kebutuhan seperti tabel 1b. #abel 10 Kandungan beberapa bahan pakan berasal dari limbah pertanian

Bahan No)akanan 1 Jagung *aun 9bi 2 Jalar 2 *edak Padi 4 9bi Jalar *aun ( singkong Tepung H tulang , 3inyak 8 #ingkong

PK (E Abu 10.( 22(0 2.1( 0.224 2, (00 1H.1 1.2, 12 2780 1H.7 0.02 2.2 2480 2.H( 0.28 24 0 (00 12 1.(4 27.(8 0.2H

Phospo Kalsiumr
0.414 0.4H 0.12 0.22 0.4(, 11.H4 0.1H

"K !argaEkg 2.( 1100 1H.2 100 7 ,00 2.4( 400 22 0 100 1000

0 0 8000 2.2 2400 2.2

4.1( 400

#abel 70 Easil Perhitungan beberapa bahan pakan berasal dari "imbah


Pertanian untuk Pakan Babi

1 2 2 4 ( H , 7

Bahan )akanan Jagung *aun 9bi Jalar *edak Padi 9bi Jalar *aun #ingkong Tepung Tulang 3inyak 9bi Kayu #otal

$umlahPK (E 10 1.0( 22( 20 20 22 2 2 2 2 /99 8.1 2.H 0.,

Abu KalsiumPhospor"K !argaEkg 0.21( 0.0224 0.041 0.2( 11000 4.8H 2000 2., 21000 0.,H 8800 0.44 200 0 0 0.08 <09< 2000 0 800 @53

1(0 4.82 0.411 0.128 874 (.0, 0.007 0.02H ,H(.H 0.(82 0.0H1H 0.0(1 0.24 0 0 0.0HH //099@ 0.0208 0.007 0.(71H 0 0.00(2 /0/715 0.222 0 0.002 90@F

0.48 10 0 0 0.0, /@ 0 1H0 H8 17F7

.ontoh 2. Perhitungan ransum lain dengan menggunakan $agung, po##ard, tepung ikan, bungkil ka!ang kedelai, tepung tulang, dedak padi dan minyak nabati. Komposisi ?at makanan dan susunan ransum yang digunakan masing+masing diperlihatkan dibawah ini : Komposisi Aat 3akanan dan EargaL0 dari 'ahan 3akanan yang *igunakan

>3 'ahan 3akanan PK /I0 /kkal5kg0 Jagung .o##ard *edak Padi Tepung 8kan '.K.Kedelai Tepung Tulang 3inyak @abati 10,( 1(,1 12,0 (2,7 4,,0 + + 22(0 2220 2780 28H0 2((0 + 8000

P "isin /I0 .a /I0 /I0 0,28 0,H4 0,H2 2,,2 2,7( + + 0,02 0,1( 0,02 2,70 0,24 27,(8 + 0,20 0,,2 0,12 2,8( 0,81 11,H4 +

#K /I0 2,( ,,( 7,0 0,0 (,0 + +

Earga per kg /&p0 1H00 1100 ,(0 1200 2(00 2(00 2700

Ket: PK O Protein Kasar, >3 O >nergi 3etabolis, .a O Kalsium, P O Pos or, #K O #erat L0 Kasar, harga pada bulan @opember 2001. #usunan &ansum hasil perhitungan : 'ahan dan Aat 3akanan Jagung .o##ard *edak Padi Tepung 8kan '.K.Kedelai TepungTulang 3inyak @abati KandunganG & a n s u m P e r l a k u a n % ' . a b a b a b 80 80 H0 H0 40 40 0 0 10 4 1 ( 0 8 ( ( 1 2 20 0 10 4 1 ( 20 8 ( ( 1 2 40 0 10 4 1 ( 40 8 ( ( 1 2 * a 20 H0 0 10 4 1 ( > a 0 80 0 10 4 1 (

b 20 H0 8 ( ( 1 2

b 0 80 8 ( ( 1 2

1(,(, 12,87 1H,47 14,81 1,,41 1(,,2 18,22 1H,H( 17,2( 1,,(H 2242 0,(8 0,(2 0,20 2202 0,,7 0,,4 20(, 0,H( 0,(( 201H 0,8H 0,,H 0,,2 28,1 0,,2 0,(, 0,(7 4,72 2820 0,72 0,,7 0,8H (,20 2H8( 0,,7 0,H0 0,,2 (,72 2H44 1,00 0,81 1,00 H,20 2477 0,8H 0,H28 0,88 H,72

Protein Kasar /I0 2288 >3 /kkal5kg0 "isin /I0 Kalsium /I0 0,,1 0,,1 0,42

0,(88 0,44

1442 Pos or /I0 #erat Kasar /I0 Earga 5kg /&p0 2,20 1810 2,72 1H42 2,20 1HH0 2,72 1(42 4,20 1(H0

14H0

1242

12H0

1242

.ontoh 2. 'ahan Pakan Ternak 'abi dan Perhitungannya di desa 3uliama dan Kewin Ke!. Csologaima 8rian Jaya yang dilaporkan oleh 'atseba No 1 2 2 4 ( H , 8 1 2 2 4 ( H , 7 Bahan )akanan %mpas Tahu *aun 9bi Jalar *edak Padi 9bi Jalar *aun #ingkong *aun Kol 'atang Pisang 9mbi #ingkong Bahan )akanan %.Tahu *aun 9bi Jalar *edak Padi 9bi Jalar *aun #ingkong *aun Kol 'atang Pisang 9mbi #ingkong #otal PK 20.2 2, 12 2.2 24 21.( (.8, 2.2 $umlah PK , 2.12 20 8.1 ( 0.H 20 0.H4 ( 1.2 10 2.1( 1H 0.74 , 0.22 /99 /5 (E (00 (00 2780 2480 (00 (00 400 2400 (E 2( 1(0 147 H7H 2( (0 H4 228 /@9F Abu (.1 1H.1 1H.7 2.H( 12 11.8 18.2 2.2 Abu 0.2(, 4.82 0.84( 0.(2 0.H 1.18 2.728 0.221 //029/ Kalsium 0 1.2, 0.02 0.28 1.(4 0.(78 1.0H 0.2H Kalsium 0 0.411 0.001( 0.0(H 0.0,, 0.0(78 0.1H7H 0.0182 90F<7/ Phospor 0 0.4H 0.12 0.22 0.4(, 0.,22 0.12 0.1H Phospor 0 0.128 0.00H 0.04H 0.0227 0.0,22 0.0172 0.0112 907/22 "K 22.2 1H.2 7 2.4( 22 12.7 2H.8 4.1( "K 1.(( 4.8H 0.4( 0.H7 1.1 1.27 4.27 0.27 /@02 !argaEkg 200 100 ,00 (00 100 100 100 (00
!argaEkg

1400 2000 2(00 10000 (00 1000 1H00 2(00 1@2

Tabel diatas diperoleh kebutuhan protein Kasar !ukup untuk periode grower dan pengakhiran, begitu $uga terhadap mineral kalsium, akan tetapi serat kasar yang tinggi 14I ini bisa diantisipasi karena babi lokal disana kemungkinan sudah beradaptasi dengan serat kasar tersebut yang ditandai dengan perut yang besar, kebutuhan energi terlihat sangat kurang perlu di beri bahan pakan sumber energi yang tinggi. 3engenai harga pakan !ukup murah atau mungkin F-ero Fee, Co'tH atau tanpa biaya, karena sudah tersedia di sekitarnya. 9ntuk mengurangi ?at anti nutrisi 9bi $alar tidak hanya memiliki ?at gi?i yang tedapat didalam umbinya seperti tripsin inhibitor pada ubi $alar dan Asam "ianidaE!&N; pada singkung dapat dihilangkan5 dikurangi dengan !ara pen-in-angan, pengukusan6 merebusan dan pemanasan sebelum digunakan untuk pakan ternak. Ransum babi Periode "tarter G %nak babi yang telah lepas sapih biasanya disapih pada umur 8 minggu dan men!apai bobot rata+rata 20 kg disebut babi priode starter /#ihombing, 177,0. #elan$utnya dikatakan anak babi dengan bobot 20 kg sudah ada harapan sekitar 78I dapat hidup sampai men!apai bobot

potong /70+100 kg0 maksudnya bahwa babi priode starter telah melewati masa+masa kritis dimana sebelum masa ini , babi lebih mudah terserang penyakit dan kematian sangat tinggi yaitu 20 I. 'abi priode starter merupakan awal dari proses pengemukan seperti dikatakan oleh .unha,/17,,0, bahwa ternak pada priode starter mulai makan lebih banyak karena pada priode ini ternak babi sedang mengalami pertumbuhan yang terus meningkat/pertumbuhan eksponential0. >nsminger /17H70 mengatakan bahwa pada priode starter berat badan ternak babi biasanya antara 1(+4( kg dan protein yang dibutuhkan berkisar antara 14+1H I. #edangkan Krider dan .arrol /17,,0 menyatakan bahwa setelah ternak babi men!apai priode starter ransum yang diberikan harus mengandung protein sekitar 1HI. 3enurut @&. /17,70 kebutuhan protein kasar pada babi starter adalah 1HI, energi metabolisme sebesar 21,( Kkal, serta penambahan bobot badan yang diharapkan 0,H kg. *iharapkan pula setiap harinya mengkonsumsi ransum sebanyak 1,, kg sehingga konsumsi protein kasar 2,2 gram dan energi dapat di!erna (H10 Kkal. Jalaupun demikian tingkat protein ransum ditentukan pula oleh kemampuan bahan makanan itu untuk menyediakan asam+asam amino essensial. &ansum yang seimbang ialah ransum yang mengandung ?at nutrisi yang berkualitas untuk kesehatan, pertumbuhan dan produksi ternak. #utardi /17800 mengatakan ternak akan men!apai tingkat penampilan produksi tertinggi sesuai dengan potensi genetik bila memperoleh ?at+?at makanan yang dibutuhkannya. Aat makanan itu akan diperoleh ternak dengan $alan mengkonsumsi se$umlah makanan. Tingkat konsumsi ransum adalah $umlah makanan yang dimakan oleh ternak bila bahan makanan tersebut diberikan adbilitum. 6aktor yang mempengaruhi konsumsi ransum dapat dibagi men$adi 2 yaitu : yang berpengaruh se!ara langsung seperti besar dan berat badan, umur, kondisi ternak serta !ekaman yang diakibatkan oleh lingkungan seperti temperatur lingkungan, kelembaban udara, dan sinar matahari /Parrakasi, 17700, sedangkan berpengaruh se!ara tidak langsung ialah keadaan air ransum, adanya makanan pembatas konsumsi dan ke!ernaan /Parrakasi, 178(0. .lawson et al. /17H20 mengatakan konsumsi ransum dipengaruhi keseimbangan protein dan energi dari tingkat lemak ransum. %nggorodi /178(0, berpendapat bahwa konsumsi ransum !enderung meningkat bila kandungan energi ransum rendah dan konsumsi ransum akan menurun bila kandungan energi ransum tinggi. Thomas dan Korneygay /17,20 mengungkapkan bahwa ada ke!endrungan babi yang mendapat ransum dengan protein rendah akan mengkonsumsi lebih rendah. 3enurut @&. /17880, bahwa dalam masa pertumbuhan babi dengan bobot badan 20+(0 kg akan mengkonsumsi pakan per hari 1700 gram berat kering. Penggunaan pakan oleh babi yang masih muda lebih e isien dibanding dengan babi yang telah lewat pubertas, karena konsumsi yang semakin tinggi tidak selalu diikuti dengan kenaikan bobot badan. Pada ransum dengan tingkat protein masing+masing 14I< 1HI< 18I, konsumsi paka rata+rata adalah 1,7H1 kg< 1,784 kg dan 1,78H kg dengan bobot badan 20+70kg /.lose, 17820. 6rekuensi pemberian pakan memberi pengaruh terhadap $umlah pakan yang dikonsumsi. Pada umumnya pakan per hari akan meningkat dengan meningkatnya dengan rekuensi pemberian pakan. 3enurut #upnet /17800, bahwa babi dengan bobot 10+70 kg diberi pakan 2

kali sehari akan mengkonsumsi pakan rata+rata5hari5ekor sebesar 1,(4 kg. Pada pemberian 2 kali sehari konsumsi pakan sebesar 1,72 kg dan yang diberi se!ara adbilitum konsumsi pakan sebesar 2,H1 kg5ekor5hari. Tillman et al. /17840, mengatakan bahwa ada hubungan yang dekat antara daya !erna dan ke!epatan ke!ernaan dan ini berkaitan erat antara daya !erna ransum dan konsumsi ransum. #emakin tinggi daya !erna ransum maka konsumsi pun akan semakin tinggi. #uhu lingkungan $uga turut mempengaruhi tingkat konsumsi ransum, semakin tinggi suhu lingkungan konsumsi makanan akan semakin rendah /Jin!hester, 17H40. #upnet /17800 mengatakan meningkatnya temperatur lingkungan akan menurunkan konsumsi ransum yang diikuti temperatur re!tal dan ke!epatan respirasi ternak babi meningkat. Cleh karena itu temperatur udara yang tinggi dalam kandang menyebabkan ternak mengurangi konsumsi pakannya agar produksi panas dalam tubuh menurun />smay, 17,,0. Jhitemore mengungkapkan bahwa temperatur lingkungan optimal untuk ternak babi dengan bobot badan 20+(0 kg adalah 18+22Y!. 3enurut .hur!h /17,70, palatabilitas merupakan aktor penting yang menentukan tingkat konsumsi, yang tergantung pada bau, rasa, tekstur, dan suhu. Eal yang sama $uga dikemukakan oleh #utardi /17800, bahwa aktor umum yang mempengaruhi konsumsi adalah palatabilitas ternak terhadap ransum yang diberikan. Pemberian makanan yang baik umumnya dipertimbangkan atas dasar ke!epatan pertumbuhan. 'ogart /17,,0, menyatakan bahwa bahwa kon;ersi ransum adalah kemampuan ternak mengubah makanan kedalam bentuk pertambahan bobot badan. Eal ini dapat dinyatakan baik sebagai $umlah kenaikan bobot badan yang dihasilkan dari satu satuan makanan yang dibutuhkan per satuan bobot badan. Perbandingan tersebut ber;ariasi dalam hubungannya terhadap se$umlah aktor, seperti umur ternak, bangsa, dan daya produksi. Kon;ersi ransum dapat digunakan sebagai peubah untuk seleksi terhadap ternak yang mempunyai ke!epatan pertambahan bobot badan yang baik /'ogart,17,,0. #ihombing /17820, mengemukakan bahwa nilai kon;ersi dari seekor ternak erat kaitannya dengan tu$uan seleksi guna mendapatkan ternak yang ekonomis. @ilai kon;ersi ransum dipengaruhi oleh pertumbuhan babi itu sendiri /*unkin,17,80. 3enurut .ole /17,20, bahwa kon;ersi ransum akan menurun dengan bertambah besarnya babi dan ;ariasi akan ter$adi diantara bangsa+ bangsa babi. .ampbell dan "esley /17,,0, melaporkan kon;ersi ransum tergantung kepada< 1. kemampuan ternak untuk men!erna ?at makanan, 2. kebutuhan ternak akan energi dan protein untuk pertumbuhan, hidup pokok dan ungsi tubuh lainnya, 2. $umlah makanan yang hilang melalui proses metabolisme dan ker$a yang tidak produkti , serta 4. tipe makanan yang dikonsumsi. 6aktor lain yang mempengaruhinya adalah keturunan, umur, berat badan, tingkat konsumsi makanan, pertambahan bobot badan, palatabilitas, dan hormon. #edangkan menurut *e;endra dan 6uller /17,70, menyatakan bahwa aktor yang mempengaruhi kon;ersi ransum adalah nutrisi, bangsa ternak, lingkungan, kesehatan ternak dan keseimbangan ransum yang diberikan. Temperatur udara dengan kisaran 20+22Y. akan menurunkan kon;ersi ransum pada ternak babi yang sedang bertumbuh /#ihombing, 17820. Jilliamson dan Payne /17,80, mengatakan bahwa kon;ersi ransum akan menurun apabila suhu meningkat diatas suhu kritis. Pada

temperatur ,Y.< 22Y.< dan 22Y. dengan rata+rata bobot badan 10 kg diperoleh kon;ersi ransum masing+masing 2,(2< 2,18< dan 2,28 /Pond dan 3aner, 17,40. 3enurut %rganosa et al./17,,0, bahwa kandungan energi ransum berpengaruh terhadap kon;ersi ransum, pada ransum berenergi 2000 Kkal >35kg dan 2400 Kkal >35kg, kon;ersi ransum masing+masing adalah 2,2, dan 4,2H. sedangkan protein ransum 14I< 1HI dan 18I, kon;ersi ransum yang diperoleh 2,71< 2,82< 2,88 /.ampell et al.,17,(0. Ransum Babi Periode GroCer 3enurut #ihombing /177,0 babi periode grower yaitu babi yang memiliki bobot rata+rata 2( kg hingga men!apai bobot badan H0 kg. Periode grower merupakan periode yang harus diperhatikan akan kebutuhan ?at makanannya, dan ransum yang bermutu tinggi adalah salah satu aktor terpenting yang mempengaruhi per ormans babi grower. &ansum yang terdiri dari pakan yang bermutu tinggi dan disusun memenuhi kebutuhan ?at+?at makanan babi dan di!ampur baik adalah syarat untuk memperoleh per ormans yang optimal. Parakkasi /17820 mengatakan bahwa pada waktu babi masih muda, pertumbuhannya terutama terdiri dari protein dan air akan tetapi setelah babi tersebut mempunyai berat badan sekitar 40 kg, energi yang disimpan berupa protein telah konstan dan mulailah energi tersebut dipakai untuk pembentukan $aringan lemak yang semakin meningkat dengan bertambahnya umur. 3enurut Tillman, dkk. /17840 pertumbuhan mempunyai tahap+tahap yang !epat dan lambat. Tahap !epat ter$adi pada saat lahir sampai pubertas, dan tahap lambat ter$adi pada saat+saat kedewasaan tubuh ter!apai. Tahap+tahap pertumbuhan ini membentuk gambaran sigmoid pada gra ik pertumbuhan yang ditentukan oleh tingkat konsumsi bila tingkat konsumsi tinggi, pertumbuhan $uga !epat, sedangkan pengurangan makanan akan memperlambat ke!epatan pertumbuhan. Ransum Induk ntuk Reproduksi yang #inggi Pemberian pakan pada induk agar supaya proli ik bukan hanya terlihat baik, tetapi bagaimana untuk mempertahankan kondisi tubuh induk tersebut, kebutuhan i?at makanan pada babi bibit, berdasarkan ase produksi tertera pada Tabel di bawah ini . Tabel 4a. Kebutuhan ?at+?at makanan perkilogram ransum babi bibit /@&. 17880 Aat+?at makanan #atuan *ara 'unting, 8nduk 'unting dan $antan Punior5#enior 2.400 2200 12 00 8nduk "aktasi

>nergi dpt di!erna >nergi 3etabolisme Protein kasar %sam %mino >sensial :

Kkal5kg Kkal5kg I I

2.27( 217( 12.0 0.40

%rginin 6enilalanin Eistidin 8soleusin "eusin "isin 3etionin Treonin Triptophan Balin 3ineral 'esi 6os or Podium Kalium Kalsium Khlorin 3agnesium 3angan @atrium #elenium Tembaga Aink Bitamin

I I I I I I I I I mg I I I I I I mg I mg mg mg 89 89 89

0.1( 0.2, 0.42 0.42 0.22 0.(2 0.24 0.07 0.4H 80 0.H 0.14 0.20 0.,( 0.2( 0.04 10 0.1( 0.1( ( (0 4000 200 10

0.2( 0.27 0.,0 0.(8 0.2H 0.8( 0.42 0.12 0.(( 80 0.( 0.14 0.20 0.,( 0.2( 0.04 10 0.20 0.1( ( (0 2000 200 10

3g Bitamin % Bitamin * Bitamin > Bitamin K /0 Pakan Induk "ebelum KaCin /0 a0 Induk (ara

@utrisi pada babi dara sebelum kawin pertama harus men!apai tu$uan : 1. memaksimumkan tingkat o;ulasi pertama5 litter si?e. 1. memperbaiki kondisi babi tubuh dara /otot dan lemak0 untuk !adangan masa yang akan yang akan akibat dari ariasi $umlah pakan yang diberikan . Jumlah o;ulasi sel telur yang normal pada babi dara pertama kali biasanya hanya 12+14 sel telur, $umlah ini akan menghasilkan litter si?e yang baik. 'iasanya babi dara pada birahi pertama $arang langsung dikawinkan. 9saha untuk meningkatkan o;ulasi induk pengganti : a. 3engawinkan induk pengganti pada birahi 2+2, b. mulai men!atat dan mengawasi siklus birahinya induk pengganti !. 3emberikan pakan yang berlebih. 'abi pengganti /gilt0 $umlah o;ulasi bertambah sangat lambat, /satu sel telur5 bulan0 !ontohnya babi pengganti pada o;ulasi pertama hanya sembilan buah, 14+1( sel telur merupakan $umlah o;ulasi yang maksimum diharapkan. #ebuah pendekatan alternati yang sederhana adalah dengan menunggu pada tingkat o;ulasi yang pun!ak5maksimum pada birahi ketiga. #eperti ditun$ukkan pada tabel 4b. #abel @b. 9mur seksual dan tingkat o;ulasi 5 litter si?e pada babi dara. #umber Euges dan Barley /17800 3a!. Pherson et. al /17,20 oestrus ke 1 10,H ,,7

2 11,8 7,,

2 10,7 11,0

9ntuk keperluan tersebut perlu memberikan pakan yang tinggi5baik /atau tingkat energi yang tinggi0 dikenal dengan F> e!t 6lushingG yang digambarkan pada ilustrasi tabel (. #abel 20 Tingkat pakan dan $umlah o;ulasi pada babi pengganti5dara5gilt. Tingkat pakan Jumlah o;ulasi

Prepuberty 'irahi Pertama Ad-libitum Adlibitum %d+libitum *ibatasi *ibatasi *ibatasi %dlibitum *ibatasi

Pengamatan 8 Pengamatan 88 /76< /765 11,1 12,H 11,1 + 12,( 11,1

#el et.al. 17(( Penggunaan lushing pada babi dara harus lebih awal /estrus ke dua0 untuk mengurangi resiko litter si?e yang ke!il. .ara pemberian pakan yang tinggi dan seleksi pada induk pengganti5dara sampai saat hari kawin, akan memeberikan per orman babi dara yang baik serta masa produksi lama. b0 Induk (eCasa E"oC Pada induk pengganti5gilt periode penyapihan ke estrus dan kawin biasanya sangat singkat /kurang dari seminggu0, ini berakibat pada manipulasi reproduksi induk babi dengan pakan sangat pendek. %kan tetapi $ika $umlah o;ulasi sel telur sangat rendah /kira+kira 14 sel telur0 dapat $uga dilakukan lushing. Kenyataanya $umlah o;ulasi periode akhir penyapihan ke estrus sangat ber;ariasi /1( 1 2(0 pada induk babi dewasa5sow. 9ntuk meningkatkan $umlah o;ulasi perlu peren!anaan pakan yang baik saat penyapihan ke oestrus. Jalaupun biasanya tidak !ukup waktu sebelum induk men$adi birahi untuk o;ulasi sel telur. #eperti terlihat pada tabel H. #abel 5. > ek pakan yang tinggi dan tingkat o;ulasi babi. Jumlah Per!obaan sel telur H H 8 14 2 Euges dan Barley,1780 Penundaan kembali pengawinan babi dara setelah beranak pertama sampai 12+1( hari akan menghasilkan peningkatan $umlah litter si?e 1 1 1,( pada beranak ke dua, disa$ikan pada tabel ,. Jml hari lushing ke oestrus 0+1 2+, 10 12+14 21 Penambahan o;ulasi 0.4 0,7 1,H 2,2 2,1

#abel F0 Pengaruh Penundaan Kawin pada 'eranak Kedua terhadap Jumlah "itter #i?e 'abi 8nduk Peneliti 6ahmy et.al /17,70 "o;e /17,70 Kurang 12 1 1( hari 7,2 7,2 "ebih dari 12+1( hari 10,4 10,4

Aalker et0al :/<F<;


'rooks /17800 King et. al. /17800 King et.al /17810

361
7,2 8,4 7,8

/965
10,( 10,( 10,7

*alam prakteknya peternak harus menghitung berapa penambahan biaya akibat penundaan perkawinan terhadap penambahan litter si?esi?e tersebut. *alam pemberian pakan lushing yang baik antara penyapihan dan oestrus berguna untuk mempertahankan berat badan, kondisi tubuh dan persiapan untuk laktasi. /0 10 Pakan Induk "etelah KaCin Tu$uan 9tama kita dalam pemberian pakan babi bunting /sow5gilt0 adalah meningkatkan daya hidup dari embrio5 oetus yang akhirnya meningkatkan litter si?e. 9ntuk itu perlu $uga diperhatikan e ek pakan tersebut terhadap kelahiran, setelah lahir dan masa laktasi dari anak babi yang dilahirkan. *iketahui bahwa pakan yang baik 5tinggi /high le;el0 pada awal kebuntingan babi darah akan menurunkan $umlah embrio yang hidup, seperti ditun$ukkan pada tabel 8. Eal ini, di$elaskan oleh skema 1 #abel 30 Jumlah pakan pada awal kebuntigan terhadap embrio yang hidup . Pakan yang diberikanTinggi &endah

$umlah %+ulasi
Embrio yang tersedia Embrio yang hidup :8; Eughes 1772 //63 FF

/26@
/16F 31

/262

Eormon progesteron ini sangat diperlukan embrio awal kebuntingan /14+12 hari0 hormon ini merangsang sekresi protein rahim untuk embrio, penurunan kadar horman ini mengakibatkan penurunan milk uterin yang dihasilkan. %kan tetapi kasus $umlah embrio hidup pada induk /sow0 tidak dipengaruhi oleh tingkat pakan, seperti terlihap pada tabel 7.

#abel <0 Tingkat $umlah pakan pada awal kebuntingan dan litter si?e dari induk /sow0 #umber Tinggi &endah Kirkwood ^ Tha!ker /17800 Eughes /17720 Tingkat pakan pada awal kebutingan 1(,8 11,4 1(,( 11,2

Pada awal minggu ketiga kebuntingan, pemberian pakan lebih dari standar tidak berpengaruh terhadap $umlah litter si?e yang dihasilikan. Pemberian pakan pada umur ini, harus !ukup untuk mempertahankan rata+rata berat lahir dari anak babi saat lahir. Eal ini berguna untuk menghindari kematian anak babi setelah disapih, bila anak babi yang lahir terlalu ber;ariasi maka anak babi yang ringan akan mati akibat ketidak mampuan bersaing untuk memperoleh kolostrum. Penambahan pakan induk /sow0 selama kebuntingan akan meningkatkan berat babi lahir, $uga meningkatkan ;ariasi berat badan dari anak babi yang lahir. 'ila pemberian pakan lebih rendah dari nilai kondisi normal , maka oetus pada bagian tengah dari tanduk uterus tidak dapat memperoleh makanan yang !ukup dari sirkulasi darah dari induk /seperti pada tabel 10.0. Ketika memberikan pakan lebih pada babi bunting /gilt5sow0 yang pada akhirnya kelebihan ini akan digunakan oleh oetus yang terletak di berbagai u$ung dari tanduk uterus mengalami pertambahan berat badan yang lebih tinggi. Cleh sebab itu dian$urkan memberikan pakan yang lebih sedikit saat bunting dengan tu$uan mengurangi kematian anak babi selama disapih. .ontohnya berat anak babi yang memiliki bobot 1,H kg dapat mengakibatkan distokia saat lahir, hal ini yang pada akhirnya akan meningkatkan kematian babi saat lahir /still birth0 dan kematian sebelum disapih /Prewening mortality0. 6aktor yang sangat penting dalam membatasi pemberian pakan pada babi bunting /gilt5sow0 adalah adanya peningkatan $umlah pakan yang dikonsumsi / eed intake0 pada ransum baik dan penurunan menu$u laktasi, seperti pada tabel 11. #abel //. Eubungan antara 6eed 8ntake pada babi yang bunting dan laktasi. Jumlah pakan yang diberikan

Rendah

#inggi
1,7 H,2 2,, 4,7

6eed intake babi bunting /kg5hari0 "aktasi eed intake /kg5hari0 #almon 1 legagneur, 17H2.

Pang disimpulkan bahwa babi akan makan bertambah selama bunting dan berkurang selama menyusui. 3aka dengan itu se$ak kita mengetahui kebutuhan nutrisi dari induk rendah kita mengurangi kandungan gi?i dari bahan makanan tersebut, akan tetapi pada saat laktasi kita tingkatkan nilai gi?i dari bahan makanan tersebut. Eal ini kita lakukan untuk memenuhi

kebutuhan ternak tersebut sampai dengan laktasi. .ara yang praktis dengan memberikan pakan yang rendah selama kebuntingan /kurang 2,( kg selama kebuntingan0. Pada tahun 80 an banyak ilmuan mengan$urkan bahwa penambahan lemak 10+1( I pada 2 minggu akhir kebuntingan akan meningkatkan $umlah anak yang hidup saat penyapihan, ternyata perlakuan ini menyebabkan kematian anak meningkat 1(+1, I sebelum penyapihan, lihat tabel pada Tabel 12. #abel /10 > ek penambahan lemak pada pakan induk babi akhir kebuntingan. .ontrol "itter si?e Pre weaning mortality /I0 Kematian anak U 1,1 kg /I0 Eenry, Pi!kard dan Euges 1782 70Pakan Induk Babi )enyusui 9mumnya induk kurang na su makan saat laktasi, hal ini mengakibatkan sukar terpenuhi kebutuhan nutrisi dari induk untuk hidup pokok dan produksi susu yang tinggi. Pada saat ini induk biasanya memobilisasi $aringan tubuhnya untuk memproduksi susu untuk anaknya. Eal ini bisa kita lihat pada tabel 12. #abel /70 > ek tingkat pemberianpakan pada per orman babi laktasi. Pakan 8nduk "aktasi Tinggi &endah Kehilangan berat badan induk /kg0 Kehilangan lemak punggung /mm0 .rrep 6eed 8ntake /Kg0 'erat litter yang disapi /kg0 Eughes, 1772. Eal ini $uga berpengaruh terhadap per orman reproduksi induk babi seperti terlihat pada tabel 14 #abel /@0 Tingkat Pakan "aktasi dan Per orman &eproduksi pada induk pengganti /gilt0 Tingkat Pakan "aktasi 1,,2 (,,7 Penambahan lemak 7,, 14,( 40,8 7,,

(,1 1,7 2,( H8,,

20,0 4,2 2,7 H2,2

Tinggi &endah Inter+al sapih-kaCin :hari; /567Embrio yang hidup :8;

//62 F/69 F169

Litter si.e yang hidup :lahir hidup;


#umber : Euges 1787.

<65

<63

Pada saat laktasi induk biasanya mengalami penurunan eed intake sampai 2,( 12,( kg5hari pada saat ini perhatian kita harus tertu$u pada keselamatan dan pertumbuhan anak, dimana kebutuhan normalnya adalah H+, kg5 hari untuk memenuhi hidup pokok dan produksi susu . #edangkan pada induk yang baik eed intake ada yang tidak berubah, hal ini membuat kondisi tubuh induk tetap baik dan pertumbuhan anak tetap ter$aga. Pola penurunan pakan pada induk laktasi di bagi men$adi dua yaitu masa yang pan$ang pada induk dewasa/sow0 dan masa yang pendek pada induk muda /gilt0. 'iasanya induk muda /gilt0 mengalami kekurangan pakan pada ase laktasi akan mengalami kehilangan berat badan yang lebih besar pada induk yang sudah tua /sow0. Kekurangan pakan pada induk yang dewasa /sow0 pada masa laktasi mempunyai e ek yang rendah terhadap kembali birahi setelah penyapihan, tetapi ada $uga induk yang tidak estrus setelah disapih setelah mengalami kekurangan pakan tersebut, hal ini bisa kita lihat pada tabel 1(. #abel /2. > ek Pakan laktasi terhadap 6ertilitas 8nduk *ewasa /sow0 Tingkat Pakan 8nduk "aktasi Tinggi &endah 8nter;al sapih+ kawin 8nduk tidak estrus /I0 Tingkat konsepsi /I0 Eughes, 1772 #e!ara normal terlihat bahwa ukuran litter si?e akan menurun akibat penurunan tingkat pakan pada saat laktasi, e ek ini berakibat pada penambahan kematian embrio pada tiga minggu awal kebuntingan, dapat dilihat pada tabel 1H. #abel /5. Tingkat Pakan induk "aktasi Terhadap "itter #i?e pada 8nduk *ewasa. Tingkat Pakan 8nduk "aktasi Tinggi &endah >mbrio yang hidup /I0 "iiter si?e /lahir hidup0 Eughes, 1787

H,2 8,0 100,0

,,1 1H,0 74,0

,8,0 10,,

H4,0 7,8

9mumnya e ek laktasi terhadap per orman reproduksi induk biasanya mengalami penurunan berat badan dan kondisi tubuh. Cleh sebab itu disarankan untuk mempertahankan kondisi tubuh dan anak pada ase menyusui perlu peningkatan $umlah konsumsi yang maksimum. 9ntuk merubah hal teori diatas men$adi lebih sederhana dalam kehidupan sehari hari, kita harus tahu apa de inisi pakan tinggi /high0 dan &endah /low0 yang dita sirkan berapa kilogram pakan yang dikonsumsi perhari. Pemberian pakan yang aktual dan baik dian$urkan pada setiap ase siklus reproduksi disa$ikan pada tabel 17. 'anyak peternak hanya memberi pakan induk men$adi dua bagian yaitu pakan induk kering /dry sow 0 dan induk laktasi /"aktating sow0. *itambah pakan standar Krower56inisher digunakan untuk pakan induk pengganti /gilt0 dari seleksi sampai dengan dikawinkan. Kandungan energi 12,( 1 12 3J5kg untuk pakan induk kering dan 14 1 14,( 3J *> 5kg untuk pakan induk laktasi. Kandungan protein pada kedua pakan tersebut harus berdasarkan kebutuhan asam amino ideal atau imbangan lisin : energi yang rasional yaitu 0,2 gr lisin53J *> pada pakan induk kering, dan 0,(( 1 0,, gr lisin 53J *> pada pakan induk laktasi. *ata ini tentunnya hanya membantu akan tetapi peternak yang menya$ikan bagaimana !ara yang terbaik di lapangan . #ebaiknya induk dikandangkan se!ara indi;idu untuk menghindari ;ariasi berat badan, oleh sebab itu kita harus yakin bahwa setiap indi;idu induk mendapat bagian yang sama untuk mengkonsumsii pakan. Perlu $uga dipertimbankan penambahan pemberian pakan induk sebanyak 0,2( kg5hari dalam kondisi dingin atau terlampau kurus. Tetapi perlu diperhatikan $angan sampai induk bunting kelebihan makan, hal ini berakibat pada penurunan na su makan pada saat laktasi, yang akhirnya akan berakibat penurunan berat badan dan kondisi tubuh selama masa laktasi. 6aktor iklim dan suhu lingkungan perlu $uga diperhitungkan, untuk meningkatkan na su makan induk yang kurang baik bisa dilakukan dengan meningkatkan pemberian pakan 2 1 4 kali sehari atau menaburkan tepung ikan pada permukaan pakan yang diberikan, sehingga memeberikan bau yang meningkatkan na su makan. .ategories: &ansum 'abi | 1 .omment

RAN" ) BABI
6ebruary 1,, 2010 | Posted by saulandsinaga Pakan merupakan salah satu aktor penting dalam usaha ternak babi, sebab H0I dari seluruh biaya dihabiskan untuk keperluan babi /bibit0 dan 80I untuk keperluan babi attening. Jalaupun se!ara alami babi makannya rakus, bahkan makan apapun dan tak ada yang ditolak namun mereka perlu makanan dengan perhitungan yang betul demi memperoleh hasil yang maksimal. 'ahan+bahan makan harus mengandung ?at+?at atau unsur+unsur yang diperlukan babi yakni: /0 /0 Karbohidrat :!idrat arang; dan serat kasar Karbohidrat penting bagi tubuh babi sebagai sumber kalori dan tenaga, kelebihan karbohidrat disimpan di dalam hati dalam bentuk poly!on atau diubah men$adi lemak disimpan di dalam

tubuh. 'ahan makanan yang mengandung karbohidrat adalah : Jagung, Katul, Tapioka /tepung singkong0, ketela rambat, gandum, beras dll. /0 10 Lemak :4at; #eperti halnya karbohidrat lemak $uga ber ungsi untuk menimbulkan energi, sehingga babi bisa bergerak atau melakukan akt;itasnya. #umber lemak ialah ka!ang tanah, kedelai, katul. 'abi yang kekurangan lemak timbul ge$alah: a Kulit sperti bersisik a 'ulu sekitar bahu dan leher rontok 9ntuk mengatasi hal tersebut, bisa ditambah ?at lemak 10I pada ransumnya. /0 70 Protein Protein terdiri dari berbagai asam amino yang ber ungsi : a 3embentuk sel baru, misalnya pada anak babi atau babi muda a 9ntuk mengganti sel+sel yang rusak a 9ntuk berproduksi, misalnya susu dan daging. a *ll Kekurangan protein: a Pertumbuhan lambat a @a su makan berkurang, akibatnya berat badan menurun a Penggunaan makanan lainnya kurang e isien 'ahan makanan yang mengandung protein antara lain: a Tepung ikan a #usu skim a 'ungkil kedelai a 'ungkil kelapa /0 70 )ineral 'abi se!ara alami memerlukan unsur+unsur mineral yang diperoleh dari bahan makanan yang berasal dari hi$auan dan akar+akar dari dalam tanah. @amun babi yang terkurung akan kekurangan mineral, bila pemberian makanan kurang ter$amin. 3ineral yang diperlukan babi

1+1,(I. Eal ini bisa diberikan dalam bentuk tepung tulang, tepung ikan, kapur dll. 3ineral atau berbagi ma!am garam seperti :

.alsium /.a0 : diperlukan untuk pembentukan tulang dan $aringan lainnya< $uga pembekuan darah, penting untuk keluarnya air susu, oleh sebab itu penting buat:

a 'abi+babi dan induk bunting a 'abi+babi dan induk yang sedang menyusui a %nak babi yang sedang tumbuh /grower0 Kekurangan .alsium dapat berakibat: a Kehilangan na su makan, pertumbuhan terlambat a 3enimbulkan ra!hitis a 3engganggu perkembang biakan a 'abi induk kurang air susunya a %nak dalam kandungan men$adi lema dan mati.

Phospor /P0 : erat hubungannya dengan .a dalam pembentukan tulang, pembentukan sel+sel tubuh, sel $antan dan betina dalam alat reproduksi. *an berguna bagi assimilasi karbohidrat dan lemak. 'esi /6e0O iron

Aat besi adalah unsur utama dalam darah, yang berguna untuk pembentukan haemoglobin yang akan membawa oMygen ke seluruh tubuh. Kekurangan ?at besi babi akan menderita anemia.

Tembaga /.opper0

9nsur ini berhubungan erat dengan ?at besi dalam pembentukan darah. Kekurangan ?at tersebut, pada babi menimbulkan s!ours /men!ret0.

#eng /Ain!0

Kekurangan ?at tersebut menimbulkan penyakit yang disebut /Parakeratosis0 yang ge$alahnya: a Pertumbuhan kurang normal a @a su makan kurang a "uka+luka pada kulit a Kuli kemerah+merahan, terutama bagian perut

a 'ulu sedikit /0 @0 *itamin-+itamin Bitamin dari kata: ;itaOhidup, dan amineOmengandung @. ;itamin merupakan ?at makanan yang diperlukan tubuh untuk mengatur atau mengolah ?at+?at makanan lainnya hingga bisa dipergunakan oleh tubuh. %dapun ;itamin+;itamin yang penting ialah :

*itamin A diperlukan babi segala umur, terdapat dalam minyak ikan, tanaman+ tanaman yang berwarna hi$au, wortel, $agung kuning, ;itamin ini bisa ditambahkan pada ransum berbentuk premiM. Kekurangan Bitamin %:

a #e!ara umum dapat berakibat abortus, rheumatik, anak babi lemah, penyakit mata, s!ours /men!ret0, muda kena in eksi. a Pada babi muda, menyebabkankematian dan pertumbuhan men$adi kerdil. a Pada babi dewasa dapat mempengaruhi: kesuburan, kemampuan menghasilkan air susu.

*itamin B6 yang dimaksud dengan ;itamin '. ialah gabungan atau suatu kompleks dari banyak ;itamin /Bitamin '15Thiamine, '25&ibo la;ine, 'H5PyridodoMine ^ '120. *itamin &, kekurangan ;itamin . dapat menimbulkan darah keluar dibawah kulit< dan persendian, gigi men$adi longgar. 9mumnya de isiensi terhadap ;itamin . $arang ter$adi asal babi banyak diberi hi$auan. *itamin (0 berguna mengatur untuk imbangan ker$a .a dan P dalam pembentukan tulang< terlebih+lebih pada babi bunting atau babi muda. 3ereka yang kekurangan ;itamin * dapat menderita ra!hitis. *itamin E0 dikenal dengan ;itamin anti steril, babi membutuhkan ;itamin > untuk kesuburan yang normal baik $antan maupun betina. Bitamin ini banyak terdapat pada ke!amba, bi$i+bi$ian sebangsa padi, dan leguminosa /bagi yang berwarna hi$au0.

/0 20 Air 6ungsi air dalam tubuh ternak amat penting: a 3engatur temperatur /panas0 tubuh a 3elumatkan makanan dalam proses pen!ernaan a 3engeluarkan bahan+bahan yang tak berguna /0 50 Antibiotik *isamping babi mengeluarkan ?at+?at makana dan ;itamin tersebut diatas, baiklah apabila ransum ditambah dengan antibioti!. Karena dengan menambahkan sedikit antibiotik kepada makan:

a *apat meningkatkan berat hidup babi a 3eningkatkan atau menstimulir pertumbuhan dan men!egah penyakit a 3eningkatkan e isiensi terhadap perubahan makanan. a *lm hal ini bisa memberi teramy-in T3 10 dll. *osi biasanya sudah ada petun$uk pabrik. Penambahan Ei$auan kering dan segar $uga sangat dibutuhkan sebagai makanan tambahan #abel /0 Zat-.at yang terkandung di dalam bahan makanan Bahan makanan %ir I Prot. "emak #erat .a I P I kasar I kasar I kasar I 8,( (2,2 H,( 1,( 10,( ( 8 7,( 7 22 48,( 17,( 1 1 ,,( 0 H,( 12 1,2 0,4 0,2 0,7 0,, 0,( Eidrat arang I 47 H8 H7 ,2

Kaya Protein Tepung ikan #usu skim /powder0 'ungkil kedelai 'ungkil kelapa Bi,i-bi,ian Jagung kuning Jagung putih Katul no. 1 Katul no. 2 Lain-lain Tepung daun "amtoro Tepung kerang Kula

12 11,( 7,( 7

8,( 7 12,( 8

4,( 4,( 1H,( H

2 2 , 20,(

0,0( 0,1 0,1( 0,2(

0,2 0,2 1,7 1,1

80 81 H0 27

8,( + +

17,( + +

2 + +

11 + +

1,7 24,(

0,2 + +

4( + ,H

Catatan 3o F, katu# pabrikL no.2 katu# dari beras tu"bukIkasar &ara )enyusun Ransum Pang dimaksud dengan ransum: se$umlah bahan makanan atau !ampuran dari beberapa bahan makanan yang diberikan kepada ternak dalam waktu tertentu, misalnya satu hari satu

malam. Penyusunan ransum ini harus diusahakan adanya ?at+?at yang diperlukan, dengan memilih makanan dari lingkungannya yang se!ara ekonomis masih menguntungkan. Penyusunan ransum sangat ber;areasi dan berbeda+beda, titik berat ransum terletak pada kadar protein dan hidrat arang. *engan demikian pedoman menysun ransum makanan babi dipergunakan 8mbangan Protein /8P0. 8mbangan ini menun$ukkan suatu perbandingan antara protein dapat di!erna /Prdd0 dengan 3artabat Pati /3P0. 3artabat Pati ialah: angka yang menun$ukkan kg /gr0 pati murni yang sama besar dayanya dengan 100 kg /gr0 dari bahan makanan itu untuk membentuk lemak badan yang sama banyaknya dalam tubuh. Karena bahan pakan tidak ada yang sempurna, bisa sesuai dengan kebutuhan ternak, maka menyusun ransum dengan beberapa bahan pakan akan lebih baik, kerena bahan+bahan tersebut akan saling melengkapi dan menutupi kekurangan /1upp#e"enteary 8ffec0. )emilih bahan pakanG a 3udah diperoleh, sebaiknya berasal dari daerah sekitar a Tersedia sepan$ang waktu dalam $umlah yang !ukup /kontinuitas ter$amin0 dan harga yang layak, tidak bersaing dengan kebutuhan manusia. *alam menyusun ransum harus memperhatikan kebutuhan untuk setiap umur babi: 1. "tarter /semen$ak meyusui sampai umur 8+10 3gg0 2. GroCer /sesudah ase starter 1 umur H bulan0 2. 'atterner /babi yang digemukkan sebagai babi potong0 4. Breeding /babi bibit, babi dara, babi bunting0 (. Laktasi /babi menyusui0 #abel 10 Keperluan menurut phase dan tu,uan peternak0 Bahan 1. Jagung 2. Katul 2. Tepung ikan 4. #usu skim (. 'ungkil kedelai H. 'ungkil kelapa ,. Tepung daun lamptoro 8. 3ineral "tarter 8 2(+H0 + (+10 0+20 (+1( + 0+2 GroCer 'attener Breeding Laktasi 8 8 8 8 2(+H0 2(+H0 1(+40 20+(0 0+10 (+10 + 2+10 0+2 ( 0+2( + + 2+( 2+, ( 0+1( 2+( + 2+, 0+, ( (+10 (+10 + (+10 0+, (

1. Protein L0 2. Eidrat arang 2. #erat kasar /mineral0 4. Bitamin+;itamin LL0 (. %ntibioti! LL0

1 20+22 ,0 4

1,( 1, H8 H

1,( 14,( H7 H

1,( 14,( H4 8,(

1,( 18,( HH ,

Catatan M >ihat cara "enghitung .rddL MML 7da petun@uk dari pabriknya. &ara menghitung Kadar Protein dalam Ransum /3etode Perason #Xuare0 &ontoh G &ansum mengandung protein 21I dan terdiri dari 2 ma!am bahan makan yaitu katul dan ikan teri, masing+masing bahan dapat di!ari berapa kg, dengan diketahui terlebih dahulu kadar protein masing+masing bahan tadi dengan $umlah ransum yang akan dibuat 100 kg untuk menhitung sebagai berikut: a Katul kadar protein 12,(I a 8kan teri kadar prptein (2,2I Kemudian: 1. buat segi empat dengan diagonal 2. tempatkan kandungan protein yang dikehendaki ditengah+tengah segi empat 2. tempatkan besarnya protein bahan 8 di sudut kiri atas, dan kandungan protein bahan 88 disudut kiri bawah. 4. tentukan perbedaan angka yang ditengah segi empat dengan angka yang terletak disudik kiri atas dan kiri bawah, dan tempatkan perbedaan itu pada sudut kanan bawa dan kanan atas. (. angka pada sudut kanan atas adalah $umlah baian bahan ke 8 dan pada sudut kanan bawah adalah bagian bahan ke+88 'ahan 8 12,( 21 'ahan 88 (2,2 27,8 ,,( 'agian 88 /ikan teri0 22,2 'agian 8 /katul0

Jumlah 'agian 8 dan 88

Perbandingan bahan 8 : 88 O 22,2 : ,,( O 100 kg

Jadi bila ransum disusun sebanyak 100 Kg maka: 'anyaknya bahan 8 /katul0 O 7167E7<63 ? /99 kg = 3/6/5 kg = dibulatkan 81 kg 'anyaknya bahan 88 /teri0 O $umlah F62E7<63 ? /99 kg = /36b@ kg O dibulatkan 17 kg

/99 kg dengan kadar protein 1/80

*engan mengetahui perhitungan tersebut maka peternak dapat menyusun ransum sendiri sesuai peruntukannya dengan memperhatikan kandungan protein bahan makan yang ada. (A'#AR " " NAN ZA#-ZA# )AKANAN /*ari bahan Kering0 No Nama Bahan I )akanan Penguat Jagung Kuning Jagung Putih 3enir *edak kasar *edakk halus Ka!ang kedelai /hi$au0 Ka!ang Kedelai /hitam0 'ungkil kedelai Ka!ang tolo 'ungkil ka!ang tanah 'ungkil Kelapa 'ungkil kelapa sawit %mpas kelapa 'i$i "amtoro Cnggok 3ellases /tetes0 #orghum 'ulgur %mpas bir %mpas tahu 8kan teri Tepung ikan teri Tepung kepala ikan Tepung darah Tepung Kepala undang B0K0 Prot0 Kasar ,,H8 7,H4 7,12 12,77 1(,88 2,,8H 2(,H4 4H,2, 42,22 21,2, 22,40 14,,8 12,2, 22,4, 1,(( 2,0H 10,02 12,82 22,,4 24,(H 44,78 2,,82 40,82 80,21 22,2( Lemak "erat Kasar 2,,8 0,82 1,(, 12,82 8,(4 (,2, H,2( 8,H2 ,,18 H,2H 12,27 11,(, 1(,12 14,(H 10,44 0 1,82 1,(2 17,1( 22,(8 1.0( 0,H8 1,,8 (,0, 21,42 BE#N Abu

8,,08 88,,7 88,7( 8(,H( 87,H1 70,0( 71,1( 88,H1 88,88 88,84 70,H7 72,74 71,0( 74,72 8(,H7 82,(2 8,,,4 70,H( 7(,80 7,,10 7(,12 87,80 72,2( 87,22 88,H8

2,,2 2,H7 24,7H 7,00 7,11 21,27 12,2, 14,78 1,4( 11,2H 1(,47 21,8, 21,28 H,H4 0,2H 0 2,00 1,41 H,0H 10,12 ,,(( H,(2 10,21 0,,H 0,80

84,1, 84,2, H2,28 (4,21 (H,,2 24,1( 2H,7H 21,72 4(,12 44,,H 41,14 47,00 2H,22 (0,7, 8H,H2 8H,H2 82,(4 82,(H 2,,0, 28,22 4,H4 22,24 12,0, (,7H H,20

1,H( 1,(8 1,7, 10,88 7,,( 11,22 8,,8 8,20 2,72 H,2( H,(8 2,,8 (,00 4,24 1,02 10,21 2,H1 1,H( 2,78 2,(1 41,,8 22,H4 2(,01 ,,70 27,12

Tepung Kerang #kim 3ilk II !i,auan *aun petai !ina L0 Tepung daun petai !ina L0 *aun turiL0 *aun #ingkong .ategories: &ansum 'abi |

74,72 72,21

2,08 2H,(2

0,0, 1,14

20,(H 0

1H,(( (4,72

H0,,4 8,40

+ + + 20,2(

20,(8 48,0, 22,48 8,7(

2,2( H,12 2,(1 1,40

11,74 11,7( 7,28 20,72

4H,01 24,(2 (2,(2 4,,72

,,,7 7,22 10,10 10,,4

1 .omment

)E#%(E PERBAIKAN GENE#IK PA(A BABI :#hoyib !ari Prayogo;

3ar!h 2(, 2010 | Posted by saulandsinaga 3etode perbaikan genetik pada babi atau bisa disebut $uga konsep dasar perbaikan ternak babi salah satu !aranya yaitu dengan memilih seekor pe$antan yang berindeks tinggi, yakni pe$antan yang berlemak punggung tipis, la$u pertumbuhan dan e isiensi kon;ersi makanannya baik sekali, maka turunan induk yang dikawininya diharpkan memiliki indeks yang baik pula.3etode perbaikan genetika pada babi dapat dilakukan atau dilihat dengan !ara menguraikan teori bagaimana si at+si at produksi diwariskan dari generasi ke generasi dapat dilihat dari : 1. Kenetika 2. Kromosom dan Ken 2. Bariabilitas 4. Eeretabilitas /0 Genetika #alah satu akta yang mun!ul paling men!olok bila mempela$ari reproduksi ternak adalah kesanggupannya mewariskan si at+si at yang khusus dari sebab itu peternak tidak ada kesulitan untuk membedakan seekor babi Porkshire dari Eampshire, *uro! atau dari "a!ombe, masing+masing babi ini memilii si at+si at yang mudah diketahui yang diwariskan. @amun bila memeriksa terperin!i si at+si at sekelompok babi yang bangsa dan umurnya sama, akan menemui adanya ;ariasi untuk si at+si at tertentu dan keseragaman untuk si at+ si at yang lain diantara indi;idi+indi;idu dalam kelompok tersebut. 3isalnya dalam sekelompok babi "andra!e sedikit sekali ;ariasi arah telinga, tetapi perbedaan waktu untuk men!apai babi siap potong dapat berbeda 2 minggu atau lebih meskipun tanggal lahirnya sama.

10 Kromosom dan Gen #etiap ternak seratus persen bertumbuh dari satu sel, yakni sebuah sel telur tertunas atau ?igot. #el ini harus membagi diri dan mendplikasi dirinya berkali+kali selama kurun waktu antara se$ak tertunas dan perkembangan seekor ternak dewasa yang selan$utnya sanggup berproduksi. Kedua sel telur dan sel sperma memiliki setengah dari sepasang susunan berbentuk tangkai yang dikenal dengan kromosom. #el telur yang telah ditunasi berasal dari perpaduan sebuah sel telur dari tetua betina dan sebuah sel sperma dari tetua $antan. Ketika pertunasan ter$adi, perpaduan sel sperma dengan sel telur menghasilkan perpasangan kromosom dari sel sperma dan dari sel telur. #e$ak batas, sel yang telah ditunasi atau dibuahi tadi disebut ?igot mulai membagi diri dan membentuk embrio. 70 *ariabilitas Bariasi Kenetis adalah sebagian dari ;ariasi yang terdapat diantara babi diakibatkan oleh kombinasi pasangan kromosom yang disumbangkan oleh seekor ternak keturunannya. *alam pembentukan suatu sel telur, ataupun sel sperma anggota setiap pasangan yang akan masuk

dalam sel sepenuhnya ditentukan oleh adanya kesempatan dan setiap anggota pasangan dapat mengandung gen yang berbeda sedikit. Pada babi dengan 17 pasang kromosom yang berbeda telah dihitung bahwa ada kemungkinan lebih dari satu $uta kombinasi kromosom yang mungkin. Jumlah kombnasi pasangan kromosom yang besar ini memberi ide kepada kita betapa besar ;ariasi si at+si at yang mungkin diwariskan pada babi. Bariasi oleh "ingkungan bukan hanya gen sumber perbedaan antara dua ekor ternak. Perbedaan makanan, penyakit atau !ua!a yang ekstrem semuanya dapat mempengaruhi perkembangan. 6aktor ini sangat berpengaruh terhadap mana$emen ternak. @0 !eritabilitas Eeritabilitas adalah dera$at suatu si at yang dipengaruhi oleh komposisi aktor genetis. Eeritablitas se!ara sederhana dide inisikan sebagai bagian dari ;ariasi yang dusebabkan oleh warisan. Eeritabilitas (0I menyatakan bahwa separuh dari ;ariasi adalah aktor genetis dan separuh lagi oleh lingkungan. #i at+si at yang tinggi nilai heritabilitasnya adalah yang termudah diperbaiki dalam suatu peternakan babi. Pengawinan dan seleksi dari indi;idu yang superior dakam si at+si at ini akan berpengaruh besar dalam perbaikan ternak. Eeritabilitas yang agak rendah tetapi masih masuk akal dera$at perbaikan dapat di!apai melalui perkawinan dan seleksi indi;idu yang superior untuk si at+si at yang dimaksud yang heritabilitasnya sedang. #i at+si at yang heritabilitasnya rendah tidak bertanggap baik terhadap seleksi. .ategories: &eproduksi 'abi | @o .omments

"ELEK"I PA(A IN( K BABI BAKALAN :A!)A( RA(IK RA!AR$A;


3ar!h 21, 2010 | Posted by saulandsinaga "eleksi )emilih Babi Bakalan Induk *ara pengganti induk harus di pilih dengan !ermat dan sungguh 1 sungguh .babi dara ini paling sedikit harus sebaik induk yang di gantikannya dan di inginkan yang lebih syuperior dalam hal produkti;itas dan kualitas dan per ormens yang potensial yang dapat diteruskan keturunanya. .alon 1 !alon induk harus : 10 subur menghamil anaknya 20 sanggup mengasuh anak+ anaknya 20 berasal dari yang berkualitas genetis yang baik. Kriteria seleksi yang di berlakukan bagi babi dara termasuk perkembangan kelen$ar susu ,bentuk isik , dan per ormans harus baik. Perkembangan kelen,ar susu

'abi dara perlu sekali memiliki minimum 12 putting normal yang berspasi dan berpasangan baik sepan$ang garis bawah perut .$umlah putting yang seharusnya dimiliki babi dara dapat di periksa ulang sewaktu babi dara men!apai bobot babi potong .babi dara yang diduga memiliki putting buta ,putting terbalik atau ketidaknormalan yang lain yang di temukan sewaktu men!apai babi potong harus di a kir . putting yang tidak ber ungsi pada saat babi dara melahirkan, $elas akan mengurangi kesanggupan menyusukan anak yang banyak .Produkti;itas babi dara akan sangat rendah karena $umlah anak yang akan di sapih akan rendah oleh putting yang tidak ber ungsi .Cleh alasan ini maka perkembangan kelen$ar susu harus diutamakan $uga saat memlih babi dara untuk bibit.segi pewarisan. Kebaikan 4isik Kebaikan isik harus di tin$au dari segi perwarisan genetis maupun kesaangupan bertahan terhadap stress lingkungan. 'abi dara yang tidak normal isiknya dapat meneruskannya kepada keturunanya. Terutama struktur kaki perlu mendapat perhatian karena hal ini langsung berpengaruh terhadap per ormans betina .'agi babi dara terutama hal ini penting karena ia harus berdiri di lantai semen dan memikul berat pe$antan saat kawin dan $uga mengemban berat masa bunting ,#eseorang dapat memperbaiki keadaan isik ternaknya dengan menga kir rernak yang lemah kakinya. Per4ormans Kreteria utama seleksi yang lain adalah per prmans bagi dara ,yang meliputi khas seperti kualitas karkas dan la$u pertumbuhan dan kee isienan menggunakan makanan .seekor babi dara pengganti harus memiliki kualitas karkas dan pertumbuhan yang lebih baik dari ternak biasa atau rata 1 rata ternak . Tahap #eleksi 8nduk : 1. #eleksi dari babi siap $ual umur (+, bulan / kaki, perut, organ rep, temperamen,pertumbuhan, T"P, 6.&0 2. 2. Telah di;aksin >rysipelas, "eptospirosis par;o;irus. Kawinkan pada estrus ke 2 dan 2. "ama 114 R5+ 4 hari

Penanganan 8nduk 'unting : 1. .ek induk bunting atau tidak 21 hari kemudian 2. .ek 9ltrasoni! 20 hari setelah kawin 2. 8nduk 'unting 2 1 2 kg5hari air adlibitum 4. 8nduk di ;aksin >. .oli, >rysipelas, "eptospirosis, par;o;irus.

Penanganan 8nduk 3elahirkan

1. 8nduk melahirkan 2,( 1 2 $am5litter 2. 8nduk tersebut lahir berbaring 2. 8solasi dari babi lain 4. #iapkan guard rail5 !rate untuk anak tidak tertindih, !old, bedding, penghangat. (. #elama melahirkan diawasi trus.

.iri 8nduk 'abi 3au dan telah 3elahirkan 1. Kelisah, sering bangun tidur. 2. 3enggit pintu5batang 2. 3engorek+ngorek lantai 4. 3embuat sarang bila bahan ada (. %danya !olostrum pada puting H. Bul;a bengkak turun ,. Keluarnya !airan uterus ketika mau keluar anak pertama 8. Proses melahirkan 1( menit5anak 7. Keluarnya plasenta $ika anak semua keluar 10. 8nduk tidak langsung mau makan pada hari proses melahirkan.

8nduk 'abi "aktasi 5 3enyusui 1. "aktasi bisa lebih dari 8 bulan 2. 9sahakan 2 1 4 minggu 2. Keluar susu biasanya inter;al 4( menit 4. 8nduk total dapat mengontrol air susunya (. Teat order biasanya 1 1 2 hari stlh lahir H. 8katan induk dengan anak dengan suara dan bau ,. 9ntuk ostering beda lahir e hari 8. 6ostering untuk mengseragamkan berat anak 7. Produksi susu 10l5hari bantu dengan !reep eeding untuk meningkatkan growth anak 10. #ediakan air minum induk 20 1 2( l5air

Janing to &emating5 .ulling 1. 9ntuk meningkatkan produkti itas induk 2. 2 minggu tidak estrus induk di !ulling 2. 8nduk biasanya H kali melahirkan stlah itu !ulling 4. Kontak $antan dan pen!ahayaan sangat membantu estrus (. 3u!h 6eed and Jater during mating

Pelaksanaan seleksi, memilih babi+babi dewasa yang hendak dipakai sebagai bibit dapat dilakukan !ara:

1. Pemilihan indi;idu /induk dan pe$antang yang bagus0 2. Pemilihan menurut hasil produksi keturunan 2. Pemilihan menurut silsilah .alon 1 !alon induk harus subur menghamil anaknya, sanggup mengasuh anak+ anaknya dan berasal dari yang berkualitas genetis yang baik.

Kriteria seleksi yang di berlakukan bagi babi dara termasuk perkembangan kelen$ar susu ,bentuk isik , dan per ormans harus baik Tahap #eleksi 8nduk : #eleksi dari babi siap $ual umur (+, bulan / kaki, perut, organ rep, temperamen,pertumbuhan, T"P, 6.&0

1.

2. 2.

Telah di;aksin >rysipelas, "eptospirosis par;o;irus. Kawinkan pada estrus ke 2 dan 2. "ama 114 R5+ 4 hari

(A'#AR P "#AKA #ihombing.200H.2#"u Ternak 5abi. .etakan kedua. Pogyakarta: Kad$ah 3ada 9ni;ersity. http:55animal+intelektual.blogspot.!om5200750,5seleksi+indi;idu+ternak.html *iakses tanggal : ( 3aret 2010, 11:00 J8' http:55blogs.unpad.a!.id5saulandsinaga5!ategory5perkawinan+dan+reproduksi+babi5 diakses tanggal 10 3aret 2010, f0:00 J8'

http:55matanews.!om5200750452,5bali+deteksi+penumpang+ln+hindari+ lu+babi5 diakses tanggal 11 3aret 2010, f2:10 J8' http:55blogs.unpad.a!.id5#auland#inaga5wp+!ontent5uploads520075045pi!t02(0.$pg diakses tanggal 11 3aret 2010, f2:10 J8' .ategories: &eproduksi 'abi, Tatalaksana 'abi | 1 .omment

"tudy into the e44i-a-y o4 soC AI strategies


3ar!h 1, 2010 | Posted by saulandsinaga &esear!h by the %gri+6ood and 'ios!ien!es 8nstitute /%6'80, @orthern 8reland, 9K, has !ompared the e i!a!y o ;arious insemination strategies in sows. #u!!ess in their use Zwould greatly depend on a!!urate and timely heat dete!tion and subseXuent insemination.[ The trial o!used on two methods. The irst one was the traditional method o insemination, using a sponge !atheter whi!h deli;ers semen into the !er;iM o the sow. 8n this method, sows are normally inseminated twi!e within ea!h heat to ensure a su!!ess ul !on!eption. &e!ently a new type o !atheter was introdu!ed 1 the *eep 8ntrauterine /*980 !atheter whi!h deli;ers the semen into the uterine horn and !loser to the egg. 3anu a!turers !laim that only one insemination is reXuired using this !atheter to a!hie;e !on!eption. "oC herd The trial was !ondu!ted on the sow herd at the %6'8 and was !o+ unded by Pig &eKen and *%&*. 8n total, 180 sows were used and three insemination pro!edures were !ompared: L Z@ormal[ + #ows were inseminated twi!e using a normal !atheter. L Z*98 R @ormal[ 1 % ter dete!tion, sows were inseminated twi!e. L Z*98 Cn!e[ 1 % ter dete!tion, sows were inseminated on!e within 24 hours. LoC -on-eption rate 8n this study, the lowest !on!eption rate /,2I0 and lowest number o pigs born ali;e /11.10 were the result o inseminating sows with the *98 !atheter on!e 24 hrs a ter heat was dete!ted. 9nder normal !ommer!ial management where sows are inspe!ted or heat and inseminated within time blo!ks, it is di i!ult to ensure high su!!ess rates using the Zon!e[ method. Eowe;er, the !ombination o the *98 !atheter with a normal !atheter within a Ztwi!e[ insemination pro!edure optimised !on!eption rates /88I0 and the number o pigs born ali;e with little e e!t on the a;erage birth weight o piglets born. Number o4 pigs born %s eMpe!ted, as the number o pigs born in!reased, the a;erage birth weight o pigs de!reased. Eowe;er, in this !ase the di eren!e was not eM!essi;e. 8 the *98 !atheter was to

be used on arm, spe!ialised training is reXuired as in!orre!t use !an damage the reprodu!ti;e tra!t within the sow. % high standard o hygiene should also be in pla!e sin!e the insertion o a Zdirty[ !atheter would deli;er in e!tion deep into the reprodu!ti;e organs o the sow. .ategories: &eproduksi 'abi, 9n!ategori?ed | @o .omments

"ELEK"I IN( K BABI "A)PAI RE)A#ING


6ebruary 20, 2010 | Posted by saulandsinaga Tahap #eleksi 8nduk :

1.

#eleksi dari babi siap $ual umur (+, bulan / kaki, perut, organ rep, temperamen,pertumbuhan, T"P, 6.&0

2. 2.

Telah di;aksin >rysipelas, "eptospirosis par;o;irus. Kawinkan pada estrus ke 2 dan 2. "ama 114 R5+ 4 hari

Penanganan 8nduk 'unting 1. .ek induk bunting atau tidak 21 hari kemudian 2. .ek 9ltrasoni! 20 hari setelah kawin 2. 8nduk 'unting 2 1 2 kg5hari air adlibitum 4. 8nduk di ;aksin >. .oli, >rysipelas, "eptospirosis, par;o;irus.

Penanganan 8nduk 3elahirkan 1. 8nduk melahirkan 2,( 1 2 $am5litter 2. 8nduk tersebut lahir berbaring 2. 8solasi dari babi lain 4. #iapkan guard rail5 !rate untuk anak tidak tertindih, !old, bedding, penghangat. (. #elama melahirkan diawasi trus.

.iri 8nduk 'abi 3au dan telah 3elahirkan 1. Kelisah, sering bangun tidur. 2. 3enggit pintu5batang 2. 3engorek+ngorek lantai 4. 3embuat sarang bila bahan ada (. %danya !olostrum pada puting H. Bul;a bengkak turun ,. Keluarnya !airan uterus ketika mau keluar anak pertama 8. Proses melahirkan 1( menit5anak 7. Keluarnya plasenta $ika anak semua keluar 10. 8nduk tidak langsung mau makan pada hari proses melahirkan.

8nduk 'abi "aktasi 5 3enyusui 1. "aktasi bisa lebih dari 8 bulan 2. 9sahakan 2 1 4 minggu 2. Keluar susu biasanya inter;al 4( menit 4. 8nduk total dapat mengontrol air susunya (. Teat order biasanya 1 1 2 hari stlh lahir H. 8katan induk dengan anak dengan suara dan bau ,. 9ntuk ostering beda lahir e hari 8. 6ostering untuk mengseragamkan berat anak 7. Produksi susu 10l5hari bantu dengan !reep eeding untuk meningkatkan growth anak 10. #ediakan air minum induk 20 1 2( l5air

Janing to &emating5 .ulling 1. 9ntuk meningkatkan produkti itas induk 2. 2 minggu tidak estrus induk di !ulling 2. 8nduk biasanya H kali melahirkan stlah itu !ulling

4. Kontak $antan dan pen!ahayaan sangat membantu estrus (. 3u!h 6eed and Jater during mating H. Pakan anak sapihan biasanya ditambahkan obat untuk menghindari penyakit. .ategories: &eproduksi 'abi | @o .omments

PERKAAINAN (AN REPR%( K"I BABI


6ebruary 18, 2010 | Posted by saulandsinaga #eleksi #eleksi ialah: memili hewan+hewan ternak yang bernilai tinggi, oleh karena itu untuk mengadakan seleksi, haruslah memilih babi+babi yang menguntungkan. *engan seleksi bisa diharapkan ada perbaikan karakter ekonomi tertentu, misalnya pertumbuhan, daya tahan, produksi. Pelaksanaan seleksi, memilih babi+babi dewasa yang hendak dipakai sebagai bibit dapat dilakukan !ara: 1. Pemilihan indi;idu /induk dan pe$antang yang bagus0 2. Pemilihan menurut hasil produksi keturunan 2. Pemilihan menurut silsilah &eproduksi 'abi Pang dimaksud dengan perkembang biakan ialah mengusahakan hewan ternak, agar bisa memperoleh keturunan. *engan demikian mengembang biakan babi pun mengusahakan agar babi+babi yang dipiara, bisa memperoleh keturunan pula. #eorang peternak yang terampil harus memperhatikan pemilihan bibit yang memenuhi persyaratan dalam penyeleksian dan perkawinan. 'abi termasuk hewan yang subur untuk dipelihara kemudian di$ual, karena $umlah perkelahiran /litter si?e0 lebih dari satu /polyto!ous0 dan $arak perkelahiran pendek. #eekor induk dalam satu tahun dapat menghasilkan dua kali melahirkan dan 20 ekor anak sama dengan 1800 kg daging sapi setahun. 9ntuk memperoleh hasil yang memuaskan dan menguntungkan maka seorang peternak yang ingi ma$u perlu mengetahui hal+hal yang menyangkut tentang perkembang biakan ternak /babi0, berikut ini kita akan pela$ari tentang: a0 Crgan reproduksi $antan Crgan &eproduksi Jantan ungsi umumnya adalah : 3emproduksi sel $antan, disebut spermato?oa /sperma0 3emasukkan sperma pada alat reproduksi betina pada saat bertepatan. @ama "etak5bentuk 6ungsi Testis 2 buah 'erada diluar tubuh dan dibungkus s!rotum memproduksi sperma, menghasilkan hormon testoteron /memelihara kedewasaan, memelihara organ reproduksi, menumbuhkan na su seMual sehingga menimbulkan keinginan untuk kawin. #emini erous tubules Terdapat dalam testes bebentuk tabung yang bergulung+gulung sperma dihasilkan dalam tabung ini, terus menerus semen$ak akil balik. #aluran e eren Terletak antara testes dan epididymus #aluran yang membawa sperma dari rate testes menu$u epididymis

>pididymis Tabung besar yang berkelok+kelok #ebagai $alan keluarnya sperma, menyimpan sperma, keluarnya !airan yang memberi makan sperma, tempat dimana sperma men$adi masak. Bas de erens #aluran yang bulat 3embawa sperma kedalam urethra pada saat e$akulasi /penyemprotan0 Kelen$ar prostat Terletak dileher kandung air ken!ing /bladder0. 3embersikan urethra selama e$akulasi dan melebarkan sehingga sperma bisa keluar dengan lan!ar. Kelen$ar .owper[s Terletak diatas urethra, di daerah per;is 3enghasilkan alkalin yang dapat membersihkan urethra pada saat semen terlepas. 9rethra #uatu tabung pan$ang yang menghubungkan kandungan air ken!ing dengan glan penis Jalan sperma dan air ken!ing Penis %dalah alat kopulasi 9ntuk memasukkan seperma pada saat perkawinan. #perma #perma disebut $uga semen, yang berarti benih /bahasa Punani0 diproduksi dalam testis oleh !ellular dalam bentuk yang kental seperti agar+agar b0 Crgan reproduksi betina @ama "etak5bentuk 6ungsi C;arium 'abi mempunyai 2 o;arim yang berbentuk bulat ke!il 3enghasilkan o;um /telur0 dan berbagai hormon yg membantu dalam reproduksi dan mempengaruhi pertumbuhan C;idu!t 'agian alat reproduksi yang menghubungkan o;arium dengan uterus Pada o;idu! bagian atas telur dibiahi 9terus 'agian reproduksi yang paling luas 3empersiapkan tempat bagi telur+telur yang telah dibuahi sampai berkembang men$adi $anin /anak babi0 R 114 hari .er;iM 3erupakan bulatan yang kuat, yang menghubungkan ;agina dan uterus Pada saat perkawinan ter$adi, !er;iM ini mengun!i u$ung penis dengan lipatan urat itu sehingga mendorong pe$antan bere$akulatie Bagina #aluran yang !ukup lebar yang menghubungkan uterus dengan ;ul;a. Pada saat perkawinan penis masuk ;agina supaya bisa mengendapkan semen ke dalam uterus. Bul;a %lat kelamin ;agian luar yang terbuka, dan pada bagian bawah terdapat !litoris. 'ila babi birahi, alat ini nampak merah. !0 3asa birahi /head period0 Peristiwa 8nter;al &ata+rata 9mur saat pubertas /bln0 4+, /bln0 H /bln0 "ama birahi /hari0 1+( /hari0 2+2 /hari0 Pan$ang siklus birahi 18+24 /hari0 21 /hari0 Jaktu o;ulasi /$am setelah birahi0 12+48 /$am0 24+2H /$am0 #aat yang baik untuk kawin >strus hari kedua "ama kebuntingan /hari0 111+11( 114 /hari0 2 bln, 2 mg, 2 hari Eanya pada saat+saat birahi sa$a, babi mau menerima pe$antan atau dapat dikawinkan. Tanpa timbul birahi, babi tidak dapat dipaksakan kawin. Cleh karena itu peternak se!ara !epat mengetahui masa birahinya. Tanda+tanda birahi : 'abi nampak gelisah dan berteriak+teriak Kemaluan bengkak, pada ;ul;a nampak merah, bagi babi induk yang sudah sering beranak biasanya tak begitu nampak merah #elalu men!oba menaiki temannya, atau ingin keluar dari kandang

'ila punggung diberi beban atau diduduki diam sa$a. *ari kemaluan sering keluar lendir. 6aktor+ aktor yang mempengaruhi !epat lambatnya birahi pertama: 6aktor bibit 6aktor lingkungan, seperti iklim, makan, stress akibat sakit Karena terganggu gemuk bisa terlambat d0 3engawinkan babi 3enurut penelitian, o;ulasi : terlepasnya sel telur dari indung telur 20+2( $am atau hari kedua setelah ge$alah birahi terlihat. #edang sel $antan /sperma0 yang ada didalam ;agina !er;iM akan saling bertemu pada saluran telur /o;idu!0 bagian atas dekat o;arium. *idalam alat reproduksi betina, sperma dapat hidup 24+48 $am. *an untuk men!apai o;idu! memerlukan waktu 4+H $am. %kan tetapi perlu diketahui bahwa ada sperma yang hidupnya lebih pendek, kurang dari 24 $am setelah ter$adi o;ulasi dan tidak semua sel telur bisa dibuahi. Jumlah sel telur bisa 12+1H, yang masak bersama+sama dan bisa dibuahi. %kan tetapi sering $uga sampai 20 buah: sebaliknya, $uga tidak $arang hanya 2 atau 4 buah. Kita mengawinkan babi harus betul+betul tepat pada waktunya, yakni babi dikawinkan pada hari kedua setelah nampak birahi. Terke!uali babi dara /gilt0 bisa dikawinkan pada hari pertama dari masa birahi. Karena birahnya babi dara lebih pendek dibanding babi+babi yang pernah beranak. %pabila babi yang sedang birahi itu tidak dikawinkan, birahi akan terulang kembali pada 18 1 24 hari, atau rata+rata 2 minggu /21 hari0 e0 3engawinkan babi dara dan induk yang telah beranak 3engawinkan babi dara 'abi mulai baliX pada umur (+H bulan, sudah birahi tapi sebaiknya $angan dikawinkan dulu, karena kedewasaan tubuh baru ter!apai pada umur 8+10 bulan dengan berat badan R 100+120 kg. 9ntuk men!apai konsepsi /pembuahan0 yang tinggi hendaknya, babi itu dikawinkan 2 kali selama masa birahi 'abi yang baru dikawinkan hendaknya ditempatkan tepisah dari babi+babi lain, selama 2 hari, diberikan makanan yang baik dan ditempatkan dilingkungan tenang. 3engawinkan induk yang telah beranak 8nduk yang pernah beranank yang akan dikawinkan kembali sebelumnya dilakukan penyapian terlebih dahulu. 8nduk yang habis menyapih pada umumnya akan birahi lagi 2+10 hari 'iasanya babi yang baru menyapi akan kurus, maka sebaiknya perkawinan ditunda dulu sampai babi gemuk dan sehat kembali. 0 #istim Perkawinan: 9ntuk mengawinkan babi bisa dilakukan dua sistem yakni: 1. Perkawinan %lam : Pada umumnya perkawinan bisa berlangsung selama 10 1 1( menit 'abi betina yang birahi dimasukkan dalam kandang pe$antan, bisa dikawinkan sampai dua kali untuk mendapatkan hasil yang optimal. 'etina yang ke!il dan $antan yang besar bisa dibantu dengan membuat kandang se!ara khusus Perbandingan $antan dan betina : $antan usia 1 tahun adalah 1$antan : 1(+20 betina< umur $antan setahun keatas adalah 1 $antan : 20 betina. 2. Perkawinan buatan O %rti i!ial 8nsimination /%80 O 8nsiminasi buatan /8'0

Perkawinan ini adalah memasukkan serma kedalam kelamin betina dengan tindakan manusia. Keuntungan %8 atau 8' antara lain: 3an aat seekor pe$antan bisa diperbesar Perkawinan bisa dilakukan diantara hewan yang tempatnya ber$auhan, misalnya babi 8ndenesia dengan %utralia atu 'elanda. *engan 8', tidaklah setiap peternak memelihara pe$antan sendiri sehingga bisa hemat biaya. Pema!ek yang karena sesuatu hal, misalnya pe$antan terlalu besar, pin!ang, dst sulit dilakukan, dengan 8' dapat diker$akan. Kelemahan 8', antara lain: Tidak semua inseminator mempunyai pengalaman yang !ukup, sehingga hasil kurang ter$amin. Kemungkinan akan terbawanya bagian penyakit senantiasa ada, karena pelaksanaannya yang !eroboh. 3enyebarkan keturunan yang $elek. 3isalnya karena sperma diambil tanpa memilih pe$antan yang bagus. Terlalu banya babi yang memiliki keturunan yang sama /inbreed0 g0 Kebuntingan #elama bunting babi tidak akan birahi. "ama bunting rata+rata 114 hari /2 bulan, 2 minggu, 2 hari0, dan lama kebuntingan bisa dipengaruhi oleh : 6aktor induk : induk muda yang pertama kali bunting, biasa waktunya lebih pendek. Jumlah anak: bila $umlah anak yang dikandung lebih banyak, bisa lamanya bunting lebih pendek 'angsa babi: akan mempengaruhi kebuntingan. 'abi bunting harus mendapat makanan yang !ukup baik, supaya badan kuat waktu melahirkan, dan bibit tumbuh sehat /akan dibahas se!ara khusus0 h0 Kelahiran dan Keguguran Pada sistem pemeliharaan manapun, babi+babi hendak beranak haruslah disendirikan seminggu sebelum beranak agar sang induk memperoleh ketenangan. #ebagai persiapan : Kandang harus bersih dan steril /dengan "ysol kreolin0 "antai ditaburi sekam atau $erami Kandang harus kering #ebelum melakukan persiapan , terlebih dahulu harus melakukan suatu persiapan dan harus mengetahui tanda+tanda babi yang hendak beranak, proses kelahiran serta kesukaran+ kesukaran yang dialami. Tanda+tanda babi yang akan melahirkan: Perut sangat turun kebawah Bul;a kelihatan merah dan membesar /2H $am sebelum melahirkan0 Putting keras berwana kebiru+biruan, karena berisi air susu apabila dipi$at keluar susu. @a su makan berkurang, dan nampak sangat gelisah #ering mengumpulkan sarang 'iasanya mengentak+entakkan kaki dan sebentar+bentar ken!ing.

Proses kelahiran biasanya berlangsung 1 1 12 $am, akan tetapi perlu diketahui bahwa kelahiran normal terdiri dari 2 tingkat /stadium0: 1. #tadium persiapan : 8katan rahim men$adi kendor dan turun letaknya #isi badan men$adi !ekung dan pinggangnya men$adi turun kebawah, karena $aringan pengikat men$adi elastis. 'ibir kemaluan merah, membesar %mbing men$adi tegang, berisi air susu, dan putting menun$ukkan warna kebiruan pertanda anak akan segera lahir. 8nduk siap+siap mengumpulkan sarang 2. #tadium pembukaan: Pada saat ini rahim mulai berkontraksi /mengkerut0, hal ini tak nampak dari luar, yang bisa diperhatikan adalah tingkahlakunya sa$a, dimana babi nampak gelisah, tidur berdiri berulang kali, memukul+mukul ekornya, mengentak+entak kaki sering ken!ing. %kibat kontraksi rahim, $anin men!apai letak yang tepat yakni perut turun kebawah dan tubuh nampak meman$ang. Pada saat ini !er;iM terbuka lebar, karena daging mulai mengendor. .er;iM yang tak dapat terbuka menyulitkan kelahiran dan berbahaya. 2. #tadium Pelepasan: #etelah melewati stadium pembukaan karena bantuan dari kontraksi rahim beserta ke$ang daging perut, maka $anin mulai keluar. Keguguran, hal ini ter$adi karena berbagai sebab. Karena temperatur tubuh terlalu tinggi &ansum kekurangan ?at+?at tertentu /mineral, protein, ;itamin+;itamin0 %kibat kera!unan 8nduk menderita anemia 8n eksi uterus yang mengakibatkan makanan untuk $anin terputus 8nduk menderita 'ru!ellosis /keguguran menular0 Kesukaran dan keterlambatan pada waktu melahirkan : .er;iM terlalu sempit, tak dapat terbuka se!ara wa$ar Kontraksi rahim lemah, akibat in eksi %nak yang keluar melintang %danya dua ekor anak yang keluar bersama+sama Karena anak yang lahir kepala atau pantatnya terlampau besar. .ategories: &eproduksi 'abi | @o .omments

REPR%( K"I (AN #ARGE# PR%( K"I BABI :#ambahan;


6ebruary 1,, 2010 | Posted by saulandsinaga &eproduksi 'abi

'abi termasuk hewan yang subur untuk dipelihara kemudian di$ual, karena $umlah perkelahiran /litter si?e0 lebih dari satu /po#ytocous0 dan $arak perkelahiran pendek. #eekor induk dalam satu tahun dapat menghasilkan dua kali melahirkan dan 20 ekor anak sama dengan 1800 kg daging setiap tahun. Tabel 1. *ata &eproduksi 'abi 8nduk Peristiwa 9mur saat pubertas /bln0 "ama 'irasi /estrus0 /hari0 Pan$ang #iklus birashi /hari0 Jaktu o;ulasi /$am stlah birahi0 #aat yang baik untuk kawin "ama Kebuntingan /har0 111 1 11( Pubertas5birahi pada babi dara 4 1 , bulan dengan rata+rata bobot badan ,0+110 kg akan tetapi tidak dikawinkan sebelum umur 8 bulan atau pada periode estrus5birahi yang ketiga hal ini berguna untuk produksi anak yang lebih banyak dan lama hidup induk lebih pan$ang. %gar diperoleh anak yang lebih banyak maka induk dikawinkan pada 12 1 24 $am setelah tanda estrus5birahi. >strus atau birahi pada induk babi adalah karena akti itas dari hormon estrogen yang dihasilkan oleh o;arium, ke$adian ini ter$adi selama 2 1 4 hari dengan perubahan tingkah laku seperti suka mengganggu pe$antan, kegelisahan meningkat, menaiki betina lainnya dan na sumakan menurun serta mengeluarkan suara yang khas, kalau ditekan atau diduduki punggungnya diam sa$a, ;ul;a yang membengkak dan memerah serta lendir keruh dan mengental mun!ul, bila tanda tanda ini terlihat berarti bebi betinna tersebut siap kawin. *alam praktek dengan dua kali perkawinan yaitu 12 dan 24 $am setelah tanda estrus dimulai supaya o;um banyak dibuahi dan $umlah anak /litter si?e tinggi0. 9ntuk meningkatkan $umlah anak induk perlu di 6lushing yaitu konsumsi induk ditingkatkan selama , 1 14 hari sebelum dikawinkan untuk meningkatkan $umlah anak perkelahiran bila pakan selama ase pertumbuhan dibatasi. Perkawinan yang paling umum adalah perkawinan kelompok /lot 3ating0 !ara ini adalah menempatkan satu atau beberapa ekor $antan kedalam kandang beberapa ekor betina yang sedang birahi, !ara ini mengurangi tenaga ker$a yang diperlukan. Eand mating memasukkan seekor betina dan seekor $antan setelah kawin kemudian $antan dipisahkan kembali ini untuk memudahkan pengontrolan ibu dan bapak anak yang lahir kondisi kandang kawin ini harus tenang dan tidak li!in. Kebuntingan 8nter;al 41, 11( 18 1 24 12 1 48 estrus hr kedua &ata+rata H 212 21 24 1 2H 114 /2 bln, 2 mg, 2 hr0

"ama bunting rata+rata 114 hari, kematian embrio5 etus paling sering ter$adi5 ase kritis pada saat 20 1 2( hari awal kebuntingan. Perlakuan terhadap temperatur yang ekstrim, pemberian pakan harus rendah pada awal kebuntingan ini dan penggunaan obat+obatan harus hati+hati. Kelahiran 8nduk sebaiknya ditempatkan ke kandang melahirkan 2 1 , hari men$elang melahirkan, dalam kandang harus bersih, tenang dan Tanda induk mau melahirkan Kelisah, membuat sarang bila ada medianya, organ reproduksi dan kelen$ar mamae membesar dan susu akan keluar bila ditekan saat 12 1 48 $am men$elang kelahiran. "a$u pernapasan meningkat men$elang 12 $am kelahiran kelahiran paling sering men$elang malam hari. 8nduk merebahkan diri pada satu sisi saat melahirkan kelahiran dengan pola berurutan /satu+satu0 selama kurang lebih 1 1 ( $am, anak yang lahir biasanya ,0I kaki depan dulu keluar, anak babi dengan kaki belakang duluan paling banyak mati lahir, bila periode kelahiran !ukup lama perlu dilakukan perogohan kedalam alat reproduksi induk, mungkin ada yang sungsang. Perlakuan anak setelah lahir adalah dibersihkan hidungnya dan badannya dari !airan rahim, dan dibantu diberikan susu pertama /!olostrum0, berikan penghangat pada kandang anak yang baru lahir. 3aka dengan itu selama proses kelahiran harus senantiasa diawasi oleh anak kandang. 8nduk yang terlampau tua, gemuk dan gelisah selalu lebih banyak mengalami problem saat melahirkan oleh sebab itu induk sebaiknya melahirkan sebanyak 8 1 10 kali setelah itu dia kir. Pemotongan ari+ari dipotong dengan !ara mengikat dulu pada bagian dekat perut kemudian di gunting lalu diberikan antibiotik /betadin5yodium0. 8nduk akan birahi kembali 2 1 ( hari setelah anaknya disapih5dipisahkan oleh sebab itu induk dapat dikawinkan kembali untuk memperbanyak$umlah anak yang lahir pertahun. "ama penyapihan biasanya 2 bulan akan tetapi dapat dipersingkat men$adi 2 minggu dengan perlakuan tertentu. %nak 'abi #etelah "ahir %nak babi saat lahir sangat lemah, tidak berbulu /tidak tahan dingin0 perlu suhu kandang harus 2( o., !adangan energi yang ada dalam tubuh anak babi !ukup hanya , 1 8 $am oleh sebab itu susu induk sangat diperlukan setelah lahir, oleh sebab itu perlu ada $erami pada lantai anak dan diberi penghangat /lampu minyak atau listrik0. *e isiensi 'esi /6e0 atau anemia !epat mun!ul pada anak babi yang baru lahir yangdipelihara terkurung hal ini disebabkan oleh persediaan 6e dalam tubuh babi !ukuprendah, 6e dalam susu!ukuprendah, kontak babi dengan tanah sumber 6e dibatasi dan la$u pertumbuhan babi yang !epat. .iri anak babi yang kekurangan 6e ini terlihat pu!at, lemah, bulu berdiri dan berna as !epat oleh sebab itu 48 1 ,2 $am ?at besi harus diberikan antara lain dengan !ara : disuntik dengan /paling dian$urkan0, disediakan tanah supaya anak babi bisa men$ilat+$ilat larutan e digosokkan pada ambing5susu induk yang umum adalah dengan menyuntikkan iron deMtran kedalam otot leher atau paha. Perebutan puting susu sangat hebat saat babi baru lahir biasanya babi berebut pada babi pada bagian depan karena susu yang paling banyak diproduksi. Cleh sebab itu anak yang lemah atau ke!il mendapat susu yang paling sedikit maka anak tersebut men$adi lebih ke!il maka dengan itu perlu diberikan susu atau makanan tambahan bagi anak selama menyusui. Pentirian anak babi bisa dilakuakan bila lama anak babi terlampau banyak dibanding dengan $umlah puting atau induk babi bati saat melahirkan, akan tetapi pentirian bisa dilakukan bila umur $arak antar melahirkan dengan induk lain kurang dari 2 hari, sebelum dilakukan

pentirian sebaiknya diberikan bau+bauan yang sama /dengan kotoran, oli, !airan rahim atau bau yang kuat0 agar induk yang menerima tidak men!ium bau yang berbeda kemudian akanmenolakanak tersebut. Pemotongan gigi taring anak babi harus dilakukan segera setelah lahir untuk men$aga agar tidak melukai ambing /susu induk0, denganmenggunakan tang pemotongan ini harus hati+ hati agar tidak kena gusi5lidah, pemotongan ekor dapat dilakukan bila diperlukan untuk kebersihan danmenghindari perkelahian. Kastrasi5kebiri sebaiknya dilakukan pada anak babi $antan sebelum berumur 10 hari ke!uali pada anak yang akan di!alonkan pe$antan, pisau diugunakan untuk memotong skrotum, dan tangan harus steril atau didesin ektan. &eproduksi Jantan #edangkan $antan lebih lama ( 1 8 bulan dengan bobot badan ,( 1 110 kg akan tetapi dikawinkan pada umur 12 bulan. #ebelum digunakan sebagai pe$antan perlu di tes dulu dengan mengawinkan dengan 2 1 2 dara yang akan dipotong bila setelah 4 1 ( mg kebuntingan dipotong maka didapat 8 1 10 embrio maka $antan tersebut subur5 ertil. Jantan yang berumur setahun dapat dikawinkan dengan induk , 1 8 tiap minggunya, sedangkan pe$antan dewasa 12 induk5minggu. T%&K>T P&C*9K#8 '%'8 P%@K E%&9# *8.%P%8 Parameter &asio $antan : 'etinaKelahiran induk5thn #er;i!e &eturn &ate Jumlah anak 5 kelahiran "ahir anak hidup5kelahiran Jumlah anak yang disapih 5kelahiran 9mur sapih Jumlah anak 58nduk5Tahun Kematian babi I Pertambahan 'adan /berat badan0 + + Preweaning /2 +10 kg0 Jeaners /10+2( kg0 %ngka 18.(2,4 kali 12.2 I 11.22 ekor 10.44 ekor 7.2 ekor 2(.8 hari 20.2 ekor 2.( ekor 200 gram5hari 4(0 gram5hari ,20 gram 5hari

+ +

Krowers /2(+(( kg0 6inishers / ((+ 70 kg0

8(0 gram5hari H10 gram5hari 1.0 1.H 2.2 2.8 2.2 2.8 12 mm

Kon;ersi &ansum /Konsumsi5P''0 + Preweaning + + + + + Jeaners Krowers 6inishers C;erall &ata peternakan

+ Tebal lemak punggung /mm0 .ategories: &eproduksi 'abi | @o .omments

"ELEK"I (AN REPR%( K"I BABI


6ebruary 1,, 2010 | Posted by saulandsinaga #eleksi #eleksi ialah: memili hewan+hewan ternak yang bernilai tinggi, oleh karena itu untuk mengadakan seleksi, haruslah memilih babi+babi yang menguntungkan. *engan seleksi bisa diharapkan ada perbaikan karakter ekonomi tertentu, misalnya pertumbuhan, daya tahan, produksi. Pelaksanaan seleksi, memilih babi+babi dewasa yang hendak dipakai sebagai bibit dapat dilakukan !ara: 1. Pemilihan indi;idu /induk dan pe$antang yang bagus0 2. Pemilihan menurut hasil produksi keturunan 2. Pemilihan menurut silsilah &eproduksi 'abi Pang dimaksud dengan perkembang biakan ialah mengusahakan hewan ternak, agar bisa memperoleh keturunan. *engan demikian mengembang biakan babi pun mengusahakan agar babi+babi yang dipiara, bisa memperoleh keturunan pula. #eorang peternak yang terampil harus memperhatikan pemilihan bibit yang memenuhi persyaratan dalam penyeleksian dan perkawinan. 'abi termasuk hewan yang subur untuk dipelihara kemudian di$ual, karena $umlah perkelahiran /litter si?e0 lebih dari satu /polyto!ous0 dan $arak perkelahiran pendek. #eekor induk dalam satu tahun dapat menghasilkan dua kali melahirkan dan 20 ekor anak sama dengan 1800 kg daging sapi setahun. 9ntuk memperoleh hasil yang memuaskan dan menguntungkan maka seorang peternak yang

ingi ma$u perlu mengetahui hal+hal yang menyangkut tentang perkembang biakan ternak /babi0, berikut ini kita akan pela$ari tentang: a0 Crgan reproduksi $antan Crgan &eproduksi Jantan ungsi umumnya adalah : 3emproduksi sel $antan, disebut spermato?oa /sperma0 3emasukkan sperma pada alat reproduksi betina pada saat bertepatan. @ama "etak5bentuk 6ungsi Testis 2 buah 'erada diluar tubuh dan dibungkus s!rotum memproduksi sperma, menghasilkan hormon testoteron /memelihara kedewasaan, memelihara organ reproduksi, menumbuhkan na su seMual sehingga menimbulkan keinginan untuk kawin. #emini erous tubules Terdapat dalam testes bebentuk tabung yang bergulung+gulung sperma dihasilkan dalam tabung ini, terus menerus semen$ak akil balik. #aluran e eren Terletak antara testes dan epididymus #aluran yang membawa sperma dari rate testes menu$u epididymis >pididymis Tabung besar yang berkelok+kelok #ebagai $alan keluarnya sperma, menyimpan sperma, keluarnya !airan yang memberi makan sperma, tempat dimana sperma men$adi masak. Bas de erens #aluran yang bulat 3embawa sperma kedalam urethra pada saat e$akulasi /penyemprotan0 Kelen$ar prostat Terletak dileher kandung air ken!ing /bladder0. 3embersikan urethra selama e$akulasi dan melebarkan sehingga sperma bisa keluar dengan lan!ar. Kelen$ar .owper[s Terletak diatas urethra, di daerah per;is 3enghasilkan alkalin yang dapat membersihkan urethra pada saat semen terlepas. 9rethra #uatu tabung pan$ang yang menghubungkan kandungan air ken!ing dengan glan penis Jalan sperma dan air ken!ing Penis %dalah alat kopulasi 9ntuk memasukkan seperma pada saat perkawinan. #perma #perma disebut $uga semen, yang berarti benih /bahasa Punani0 diproduksi dalam testis oleh !ellular dalam bentuk yang kental seperti agar+agar b0 Crgan reproduksi betina @ama "etak5bentuk 6ungsi C;arium 'abi mempunyai 2 o;arim yang berbentuk bulat ke!il 3enghasilkan o;um /telur0 dan berbagai hormon yg membantu dalam reproduksi dan mempengaruhi pertumbuhan C;idu!t 'agian alat reproduksi yang menghubungkan o;arium dengan uterus Pada o;idu! bagian atas telur dibiahi 9terus 'agian reproduksi yang paling luas 3empersiapkan tempat bagi telur+telur yang telah dibuahi sampai berkembang men$adi $anin /anak babi0 R 114 hari .er;iM 3erupakan bulatan yang kuat, yang menghubungkan ;agina dan uterus Pada saat perkawinan ter$adi, !er;iM ini mengun!i u$ung penis dengan lipatan urat itu sehingga mendorong pe$antan bere$akulatie Bagina #aluran yang !ukup lebar yang menghubungkan uterus dengan ;ul;a. Pada saat perkawinan penis masuk ;agina supaya bisa mengendapkan semen ke dalam uterus. Bul;a %lat kelamin ;agian luar yang terbuka, dan pada bagian bawah terdapat !litoris. 'ila babi birahi, alat ini nampak merah. !0 3asa birahi /head period0 Peristiwa 8nter;al &ata+rata 9mur saat pubertas /bln0 4+, /bln0 H /bln0

"ama birahi /hari0 1+( /hari0 2+2 /hari0 Pan$ang siklus birahi 18+24 /hari0 21 /hari0 Jaktu o;ulasi /$am setelah birahi0 12+48 /$am0 24+2H /$am0 #aat yang baik untuk kawin >strus hari kedua "ama kebuntingan /hari0 111+11( 114 /hari0 2 bln, 2 mg, 2 hari Eanya pada saat+saat birahi sa$a, babi mau menerima pe$antan atau dapat dikawinkan. Tanpa timbul birahi, babi tidak dapat dipaksakan kawin. Cleh karena itu peternak se!ara !epat mengetahui masa birahinya. Tanda+tanda birahi : 'abi nampak gelisah dan berteriak+teriak Kemaluan bengkak, pada ;ul;a nampak merah, bagi babi induk yang sudah sering beranak biasanya tak begitu nampak merah #elalu men!oba menaiki temannya, atau ingin keluar dari kandang 'ila punggung diberi beban atau diduduki diam sa$a. *ari kemaluan sering keluar lendir. 6aktor+ aktor yang mempengaruhi !epat lambatnya birahi pertama: 6aktor bibit 6aktor lingkungan, seperti iklim, makan, stress akibat sakit Karena terganggu gemuk bisa terlambat d0 3engawinkan babi 3enurut penelitian, o;ulasi : terlepasnya sel telur dari indung telur 20+2( $am atau hari kedua setelah ge$alah birahi terlihat. #edang sel $antan /sperma0 yang ada didalam ;agina !er;iM akan saling bertemu pada saluran telur /o;idu!0 bagian atas dekat o;arium. *idalam alat reproduksi betina, sperma dapat hidup 24+48 $am. *an untuk men!apai o;idu! memerlukan waktu 4+H $am. %kan tetapi perlu diketahui bahwa ada sperma yang hidupnya lebih pendek, kurang dari 24 $am setelah ter$adi o;ulasi dan tidak semua sel telur bisa dibuahi. Jumlah sel telur bisa 12+1H, yang masak bersama+sama dan bisa dibuahi. %kan tetapi sering $uga sampai 20 buah: sebaliknya, $uga tidak $arang hanya 2 atau 4 buah. Kita mengawinkan babi harus betul+betul tepat pada waktunya, yakni babi dikawinkan pada hari kedua setelah nampak birahi. Terke!uali babi dara /gilt0 bisa dikawinkan pada hari pertama dari masa birahi. Karena birahnya babi dara lebih pendek dibanding babi+babi yang pernah beranak. %pabila babi yang sedang birahi itu tidak dikawinkan, birahi akan terulang kembali pada 18 1 24 hari, atau rata+rata 2 minggu /21 hari0 e0 3engawinkan babi dara dan induk yang telah beranak 3engawinkan babi dara 'abi mulai baliX pada umur (+H bulan, sudah birahi tapi sebaiknya $angan dikawinkan dulu, karena kedewasaan tubuh baru ter!apai pada umur 8+10 bulan dengan berat badan R 100+120 kg. 9ntuk men!apai konsepsi /pembuahan0 yang tinggi hendaknya, babi itu dikawinkan 2 kali selama masa birahi 'abi yang baru dikawinkan hendaknya ditempatkan tepisah dari babi+babi lain, selama 2 hari, diberikan makanan yang baik dan ditempatkan dilingkungan tenang. 3engawinkan induk yang telah beranak

8nduk yang pernah beranank yang akan dikawinkan kembali sebelumnya dilakukan penyapian terlebih dahulu. 8nduk yang habis menyapih pada umumnya akan birahi lagi 2+10 hari 'iasanya babi yang baru menyapi akan kurus, maka sebaiknya perkawinan ditunda dulu sampai babi gemuk dan sehat kembali. 0 #istim Perkawinan: 9ntuk mengawinkan babi bisa dilakukan dua sistem yakni: 1. Perkawinan %lam : Pada umumnya perkawinan bisa berlangsung selama 10 1 1( menit 'abi betina yang birahi dimasukkan dalam kandang pe$antan, bisa dikawinkan sampai dua kali untuk mendapatkan hasil yang optimal. 'etina yang ke!il dan $antan yang besar bisa dibantu dengan membuat kandang se!ara khusus Perbandingan $antan dan betina : $antan usia 1 tahun adalah 1$antan : 1(+20 betina< umur $antan setahun keatas adalah 1 $antan : 20 betina. 2. Perkawinan buatan O %rti i!ial 8nsimination /%80 O 8nsiminasi buatan /8'0 Perkawinan ini adalah memasukkan serma kedalam kelamin betina dengan tindakan manusia. Keuntungan %8 atau 8' antara lain: 3an aat seekor pe$antan bisa diperbesar Perkawinan bisa dilakukan diantara hewan yang tempatnya ber$auhan, misalnya babi 8ndenesia dengan %utralia atu 'elanda. *engan 8', tidaklah setiap peternak memelihara pe$antan sendiri sehingga bisa hemat biaya. Pema!ek yang karena sesuatu hal, misalnya pe$antan terlalu besar, pin!ang, dst sulit dilakukan, dengan 8' dapat diker$akan. Kelemahan 8', antara lain: Tidak semua inseminator mempunyai pengalaman yang !ukup, sehingga hasil kurang ter$amin. Kemungkinan akan terbawanya bagian penyakit senantiasa ada, karena pelaksanaannya yang !eroboh. 3enyebarkan keturunan yang $elek. 3isalnya karena sperma diambil tanpa memilih pe$antan yang bagus. Terlalu banya babi yang memiliki keturunan yang sama /inbreed0 g0 Kebuntingan #elama bunting babi tidak akan birahi. "ama bunting rata+rata 114 hari /2 bulan, 2 minggu, 2 hari0, dan lama kebuntingan bisa dipengaruhi oleh : 6aktor induk : induk muda yang pertama kali bunting, biasa waktunya lebih pendek. Jumlah anak: bila $umlah anak yang dikandung lebih banyak, bisa lamanya bunting lebih pendek 'angsa babi: akan mempengaruhi kebuntingan. 'abi bunting harus mendapat makanan yang !ukup baik, supaya badan kuat waktu melahirkan, dan bibit tumbuh sehat /akan dibahas se!ara khusus0 h0 Kelahiran dan Keguguran Pada sistem pemeliharaan manapun, babi+babi hendak beranak haruslah disendirikan seminggu sebelum beranak agar sang induk memperoleh ketenangan.

#ebagai persiapan : Kandang harus bersih dan steril /dengan "ysol kreolin0 "antai ditaburi sekam atau $erami Kandang harus kering #ebelum melakukan persiapan , terlebih dahulu harus melakukan suatu persiapan dan harus mengetahui tanda+tanda babi yang hendak beranak, proses kelahiran serta kesukaran+ kesukaran yang dialami. Tanda+tanda babi yang akan melahirkan: Perut sangat turun kebawah Bul;a kelihatan merah dan membesar /2H $am sebelum melahirkan0 Putting keras berwana kebiru+biruan, karena berisi air susu apabila dipi$at keluar susu. @a su makan berkurang, dan nampak sangat gelisah #ering mengumpulkan sarang 'iasanya mengentak+entakkan kaki dan sebentar+bentar ken!ing. Proses kelahiran biasanya berlangsung 1 1 12 $am, akan tetapi perlu diketahui bahwa kelahiran normal terdiri dari 2 tingkat /stadium0: 1. #tadium persiapan : 8katan rahim men$adi kendor dan turun letaknya #isi badan men$adi !ekung dan pinggangnya men$adi turun kebawah, karena $aringan pengikat men$adi elastis. 'ibir kemaluan merah, membesar %mbing men$adi tegang, berisi air susu, dan putting menun$ukkan warna kebiruan pertanda anak akan segera lahir. 8nduk siap+siap mengumpulkan sarang 2. #tadium pembukaan: Pada saat ini rahim mulai berkontraksi /mengkerut0, hal ini tak nampak dari luar, yang bisa diperhatikan adalah tingkahlakunya sa$a, dimana babi nampak gelisah, tidur berdiri berulang kali, memukul+mukul ekornya, mengentak+entak kaki sering ken!ing. %kibat kontraksi rahim, $anin men!apai letak yang tepat yakni perut turun kebawah dan tubuh nampak meman$ang. Pada saat ini !er;iM terbuka lebar, karena daging mulai mengendor. .er;iM yang tak dapat terbuka menyulitkan kelahiran dan berbahaya. 2. #tadium Pelepasan: #etelah melewati stadium pembukaan karena bantuan dari kontraksi rahim beserta ke$ang daging perut, maka $anin mulai keluar. Keguguran, hal ini ter$adi karena berbagai sebab. Karena temperatur tubuh terlalu tinggi &ansum kekurangan ?at+?at tertentu /mineral, protein, ;itamin+;itamin0 %kibat kera!unan 8nduk menderita anemia 8n eksi uterus yang mengakibatkan makanan untuk $anin terputus 8nduk menderita 'ru!ellosis /keguguran menular0 Kesukaran dan keterlambatan pada waktu melahirkan : .er;iM terlalu sempit, tak dapat terbuka se!ara wa$ar

Kontraksi rahim lemah, akibat in eksi %nak yang keluar melintang %danya dua ekor anak yang keluar bersama+sama Karena anak yang lahir kepala atau pantatnya terlampau besar.

PENBEBAB AB%R#I%N PA(A BABI :IRA K!AIRANI;


3ar!h 2(, 2010 | Posted by saulandsinaga %bortus atau keluron adalah pengeluaran etus sebelum akhir masa kebuntingan dengan etus yang belum sanggup hidup, sedangkan kelahiran prematur adalah pengeluaran etus sebelum

masa akhir kebuntingan dengan etus yang sanggup hidup sendiri di luar tubuh induk /Toelihere, 178(0. %bortus dapat ter$adi pada berbagai umur kebuntingan dari 42 hari sampai saat akhir masa kebuntingan. %bortus dapat ter$adi bila kematian etus di dalam uterus disertai dengan adanya kontraksi dinding uterus sebagai akibat ker$a se!ara bersama+sama dari hormon estrogen, oksitosin, dan prostaglandin 62= pada waktu ter$adinya kematian etus itu. Cleh karena itu etus yang telah mati terdorong keluar dari saluran alat kelamin /Eard$opran$oto, 177(0. Penyebab abortus se!ara garis besar dapat dibedakan men$adi 2 kelompok, yaitu abortus karena sebab+sebab in eksi dan, abortus karena sebab+sebab non in eksi. 1. %bortus karena in eksi : Bru-ellosis 1ifat dan *e@adian 'ru!ellosis adalah penyakit hewan menular yang se!ara primer menyerang sapi, kambing, babi dan sekunder beberapa $enis hewan lainnya dan manusia. 'ru!ellosis disebabkan bakteri 'ru!ella abortus /%nonim, 17,80. %bortus karena 'r. abortus umumnya ter$adi dari bulan ke+ H sampai ke+7 periode kebuntingan. Ke$adian abortus berkisar antara (+70I di dalam suatu kelompok ternak tergantung pada berat ringan in eksi, daya tahan hewan bunting, ;irulensi organisme dan aktor+ aktor lain /Toelihere, 178(0. Ter$adinya keguguran setelah kebuntingan ( bulan merupakan petun$uk kun!i untuk menemukan penyakit ini. #eekor sapi betina setelah keguguran itu masih mungkin bunting lagi tetapi tingkat kelahiran akan rendah dan tidak teratur /'lakely ^ 'ade, 17710. #edangkan menurut %koso /17700, ter$adinya keguguran karena penyakit ini biasanya pada usia kebuntingan , bulan. Kemungkinan selaput $anin akan tertinggal lama dan menyebabkan sapi men$adi mandula dalah merupakan ge$ala penyakit ini Penularan penyakit ini dapat ter$adi melalui ingesti makanan dan air yang terkontaminasi oleh kotoran+kotoran dari alat kelamin hewan yang mengalami abortus. *isamping itu penularannya dapat $uga ter$adi melalui selaput lendir mata dan melalui 8' dengan semen terin eksi. %nak sapi yang menyusu dari induk yang tertular $uga dapat tertulari /Toelihere, 178(0. _ Pato(ene'i' Permulaan in eksi bru!ellosis ter$adi pada kelen$ar lim e supramamaria. Pada uterus, lesi pertama terlihat pada $aringan ikat antara kelen$ar uterus mengarah ter$adinya endometritis ulserati , kotiledon kemudian terin eksi disertai terbentuknya eksudat pada lapisan allantokhorion. 'ru!ella banyak terdapat pada ;ili khorion, karena ter$adi penghan!uran $aringan, seluruh ;ili akan rusak menyebabkan kematian etus dan abortus. Jadi kematian etus adalah gangguan ungsi plasenta disamping adanya endotoksin. 6etus biasanya tetap tinggal di uterus selama 24+,2 $am setelah kematian. #elaput etus menderita oedematous dengan lesi dan nekrosa /Eard$opran$oto, 177(0. Pen(en,a%ian ,an Pence(a&an

9paya yang dapat dilakukan terhadap pen!egahan penyakit ini adalah memisahkan sapi yang menderita abortus pada tempat yang terisolasi, menghindari perkawinan antara pe$antan dengan betina yang menderita abortus, $angan memberikan susu pada sapi dengan susu sapi yang menderita abortus, selalu memperhatikan kebersihan baik kandang maupun peralatan kandang dan peralatan pemerah yang digunakan, serta melaksanakan ;aksinasi se!ara teratur /#iregar, 17820. %pabila ter$adi abortus akibat 'ru!ella abortus etus dan pla!enta yang digugurkan harus dikubur atau dibakar dan tempat yang terkontaminasi harus didesin eksi dengan 4I larutan kresol atau desin ektan se$enis /Toelihere, 178(0. _ Leptospirosis 1ifat dan *e@adian n"eptospirosis pada sapi disebabkan oleh spiro!heta yang ke!il dan berbentuk ilamen, yang terpenting diantaranya adalah "eptospira pamona, ". hard$o, ". grippotyphosa dan ". !oni!ola. Crganisme ini mudah dimusnahkan oleh panas, sinar matahari, pengeringan, asam, dan desin ektan. "eptospira dapat hidup selama beberapa hari atau minggu dalam lingkungan yang lembab pada suhu sedang seperti di tambak, aliran air yang ma!et atau di tanah basah /Toelihere, 178(0. %ir merupakan media penyebaran utama untuk penyakit ini. Penularannya dapat pula melalui luka, semen, baik perkawinan alamiah maupun perkawinan dengan 8'. selain dapat menular ke ternak lain penyakit ini $uga dapat menular ke manusia /'lakely ^'ade, 17710. Pembawa utama "eptospira adalah rodentia. %n$ing dan babi dapat ber ungsi sebagai pembawa potensial /%nonim, 17800. Penyebaran "eptospirosis bergantung pada keadaan luar, yaitu penyebarannya terutama melalui air dan lumpur. Eewan biasanya mengeluarkan "eptospira melalui air kemih. 'ila air kemih in tiba di dalam air atau lumpur yang sedikit alkali atau netral maka "eptospira itu dapat tinggal hidup berminggu+minggu. 'ila hewan atau orang kontak langsung dengan air atau lumpur ini maka ia terin eksi. "eptospira ini masuk ke dalam tubuh melalui selaput lendir kon$ungti;a, mulut, hidung dan luka kulit. _ .atogenesis #etelah in eksi ter$adi pada sapi, "eptospira masuk dan berkembang di dalam aliran darah. 3asa inkubasi ter$adi 4+10 hari dengan ase bakteremia yang akan berakhir kira+kira , hari, diikuti pengeluaran "eptospira dalam air susu dan ter$adi kerusakan ungsi gin$al. *engan terbentuknya antibody dalam sirkulasi darah setelah (+10 hari bakteremia berhenti, bakteri akan melokalisir dan menetap di se$umlah organ tubuh terutama tubulus renalis gin$al dan alat kelamin dewasa. #elan$utnya "eptospira dikeluarkan dalam urine selama 20 bulan atau lebih, tergantung pada serotype dan umur sapi. Pada induk sapi yang bunting maupun tidak bunting "eptospira akan menetap pada uterus pas!a in eksi. "okalisasi "eptospira pada uterus yang bunting dapat menulari etus, diikuti dengan keluarnya kotoran yang mengandung "eptospira dari alat kelamin sampai 8 hari pas!a lahir. "eptospira dapat $uga menetap di tuba alopii 22 hari setelah melahirkan /Eard$opran$oto, 177(0. .engenda#ian dan .encegahan

Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan tindakan+tindakan higienik dan sanitasi, ;aksinasi dan pengobatan antibiotika. 'akterin dapat memberi kekebalan yang baik selama 2 sampai 12 bulan. Cleh karena itu ;aksinasi memakai bakterin sebaiknya dilakukan 2 kali dalam 1 tahun. Pengobatan terhadap leptospirosis akut meliputi penyuntikan antibiotika dalam dosis tinggi seperti 2 $uta satuan peni!illin dan ( gram streptomy!in 2 kali sehari atau 2,(+( gram tetra!y!line per (00 kg berat badan setiap hari selama ( hari /Toelihere, 178(0. #edangkan !ara pengendalian yang ideal adalah dengan penyingkiran hewan pembawa /%nonim, 17800. _ &amphyloba-teriosis 1ifat dan *e@adian .amphyloba!teriosis yang disebabkan oleh .amphylobakter oetus ;eneralis /dahulu disebut Bibrio etus ;eneralis0 adalah salah satu penyakit penyebab utama kegagalan reproduksi pada sapi yang disebarkan melalui perkawinan. 9mumnya ditemukan kematian embrio dini atau abortus pada bulan ke+4 sampai akhir kebuntingan /Toelihere, 178(0. Penyebarannya lewat ingesti, masuk darah menyebabkan plasentitis dengan kotiledon hemoragik dan sekitar interkotiledonaria mengalami udema /Prihatno, 200H0. _ .atogenesis 8n eksi .amphyloba!ter etus ;enerealis pada sapi betina akan diikuti oleh endometritis, ditandai dengan adanya kerusakan pada endometrium yang men!apai pun!aknya pada 8+12 minggu setelah penularan, disertai keluarnya !airan keruh kemudian berubah men$adi mukopurulen yang kadang+kadang diikuti salphingitis. >ksudat ditemukan dalam kelen$ar uterus disertai in iltrasi lim osit ke dalam rongga periglandular. Karena adanya endometritis, embrio akan memperoleh oksigen lebih sedikit, sehingga akan mati dalam waktu yang singkat tanpa ge$ala yang $elas. %bortus ter$adi pada umur 2+2 bulan dengan selaput etus yang utuh pada waktu diabortuskan /Eard$opran$oto, 177(0. .engenda#ian dan .encegahan Pengendalian yaitu 8' dengan semen sehat yang berasal dari pe$antan yang sehat pula, hewan betina atau pe$antan yang terkena harus istirahat kelamin selama 2 bulan dan ;aksinasi dengan bakterin 20+70 hari sebelum dikawinkan atau setiap tahun /Prihatno, 200H0. #edangkan pengobatannya dapat dilakukan dengan pemberian antibioti! berspektrum luas baik pe$antan maupun betina /Prihatno, 17740. _ In4e-tious Bo+ine Rhinotra-heitis dan In4e-tious Pustular *ul+o+aginitis :IBR-IP*; 1ifat dan *e@adian Penyakit ini baru dikenal se$ak tahun 17(0 di %merika #erikat yang disebabkan oleh ;irus. Penyebaran ;irus ini adalah melalui udara yaitu pada saat banyak hewan berkumpul. Eingga sekarang hanya sapi yang diketahui peka terhadap penyakit ini. 8n eksi buatan dapat dilakukan denan inhalasi larutan yang mengandung ;irus di dalam hidung atau dengan in$eksi intra tra!heal /&essang, 17840. Ke$adian abortus dapat setiap saat, tetapi umumnya mulai bulan ke+4 sampai akhir kebuntingan /Prihatno, 200H0.

Penularan penyakit ini dapat se!ara ;ertikal maupun hori?ontal. #e!ara ;erti!al dapat melalui in eksi intra uterine, sedangkan se!ara hori?ontal dapat melalui inhalasi dari !airan hidung dan melalui semen yang mengandung ;irus /%nonim, 17820. _ .atogenesis 3asa inkubasi ;irus ini berkisar antara 4+H hari. 8n eksi ;irus ini menyebabkan lepuh+lepuh pada mukosa ;ul;a dan ;agina, yaitu dimulai dengan bintik+bintik merah sebesar $arum pentul yang dalam waktu 2+2 hari akan membesar. "epuh+lepuh ini berdinding tipis dan berisi !airan. #api yang terin eksi mengalami demam yang disertai radang ;agina. *ari ;ul;a akan keluar !airan yang mula+mula bening kemudian bersi at nanah. 8n eksi ;irus ini $uga menyebabkan lepuh+lepuh pada etus.dan nekrosis pada bagian korteks gin$al etus /Eard$opron$oto, 177(0. .engenda#ian dan .encegahan Baksinasi terhadap sapi+sapi yang tidak bunting dengan kombinasi 8'&+8PB dan 'B*+3* pada usia H+8 bulan dapat dilakukan untuk men!egah penyakit ini. #api yang terkena diisolasi dan diistirahatkan kelamin selama kurang lebih 1 bulan kemudian untuk men!egah in eksi sekunder dapat diberikan antibiotik /Prihatno, 17740. _ Bo+ine *irus (iarrhea )u-osal (isease :B*(-)(; 9mumnya menyerang sapi dan menyebabkan in ertilitas. Pada sapi bunting yang terin eksi dapat menyebabkan abortus.abortus dapat ter$adi pada usia kebuntingan 2+7 bulan dan sangat menular. Penularan dapat lewat oral atau parenteral, urin atau eses. 8n eksi pada etus antara hari ke 4( dan 12( kebuntingan dan mungkin menyebabkan kematian etus, abortus, resorbsi, etal immunotoleran, dan in eksi persisten. Ke$ala yang nampak adalah demam tinggi, depresi, anoreksia, diare, dan produksi susu turun. _ .atogenesis 3asa inkubasi se!ara alami berlangsung selam 21 hari. Birus masuk ke dalam aliran darah setelah ter$adinya penularan /;iremia0, kemudian diikuti dengan timbulnya kerusakan+ kerusakan sel epitel pada mukosa saluran pen!ernaan. Pada hewan yang buting ;irus ini menyebabkan plasentitis yang diikuti oleh in eksi pada etus, kemudian diikuti abortus atau kelahiran anak yang abnormal /Eard$opran$oto, 177(0. .engenda#ian dan .encegahan *iagnosanya sulit karena tidak ada lesi spesi ik pada etus. 9$i serologik untuk menentukan titer antibodi mungkin dapat membantu diagnosa. Pen!egahan dengan mengeleminir sapi terin eksi dan melakukan ;aksinasi /Prihatno, 200H0. _ Epi.ooti- Bo+ine Abortion :EBA; 1ifat dan *e@adian

>pi?ooti! 'o;ine %bortion />'%0 disebabkan oleh .hlamydia psittasi dan ;ektornya adalah Crnithodoros !oria!eus. Penyakit ini menyebabkan abortus yang tinggi /20+40I0 pada tri semester akhir kebuntingan pada sapi dara /Prihatno, 200H0. 3enurut 3!Ker!her /17H70 yand disitasi oleh Toelihere /178(0 penyakit ini terutama menyerang etus dan menyebabkan abortus pada umur kebuntingan ,, 8, dan 7 bulan. 'eberapa etus dilahirkan mati atau anak sapi lahir hidup tetapi lemah dan mati beberapa waktu kemudian. Ke$ala penyakit ini dapat dilihat dengan adanya kerusakan menyolok pada etus yang diabortuskan pada pla!enta ada ber!ak+ber!ak /Partodihar$o, 178,0. _ .atogenensis Birus ini terutama menyerang etus, ditandai adanya haemorrhagia pete!hial pada mukosa kon$ungti;a, mulut dan kulit etus. Terdapat !airan berwarna $erami umumnya terdapat di dalam rongga tubuh. 8n eksi ;irus ini pada etus menyebabkan hati membengkak, berbungkul kasar dan berwarna kuning dan hampir semua kelen$ar lim a membengkak dan oedematous /Toelihere, 178(0. .engenda#ian dan .encegahan 3elihat ganasnya penyakit ini, maka diperkirakan penyebaran yang !epat dan antibodi yang terbentuk !ukup kuat dalam tubuh sapi, dapat diperkirakan ;aksin akan mudah didapat. Tetapi kenyataannya sampai sekarang belum ada ;aksinnya /Partodihar$o, 178,0. Pengendalian penyakit ini dilakukan dengan mengisolasi dan mengobati hewan yang terin eksi disamping pemberian ;aksinasi tetapi belum ada ;aksinnya /Prihatno, 17740. _ Aspergillosis 1ifat dan *e@adian %spergillosis adalah penyakit $amur pada unggas, burung liar termasuk penguin, dan mamalia yang sudah lama dikenal. Jenis %spergillus yang dianggap patogen untuk hewan adalah %spergillus la;us, %. !andidus, %. niger, %. glau!us. 9mmnya penyakit ini bersi at menahun, akan tetapi pada hewan muda dapat ber$alan akut. Pada sapi $amur dapat menyebabkan abortus bila $amur berlokasi di selaput etus /&essang, 17840. Eampir semua abortus pad sapi disebabkan oleh %spergillus umigatus dan 3u!orales. Kebanyakan abortus ter$adi pada bulan ke+( sampai ke+, masa kebuntingan, tetapi dapat berlangsung dari bulan ke+4 sampai waktu partus. 6etus umumnya dikeluarkan dalam keadaan mati, tetapi beberapa kasus ter$adi kelahiran prematur /Toelihere, 178(0. Crgan reproduksi yang sering ditumbuhi $amur adalah uterus /&obert, 178H0. _ .atogenesis Jamur masuk lewat inhalasi sampai ke paru+paru, spora akan mengikuti aliran darah menu$u plasenta dan menyebabkan plasentitis diikuti oleh kematian etus dan abortus. Jamur $uga dapat masuk ke tubuh melalui makanan, lewat ingesti spora masuk rumen menyebabkan rumenitis kemudian masuk ke dalam darah menu$u plasenta dan menyebabkan plasentitis yang diikuti oleh abortus /Prihatno, 200H0.

Pengendalian dan Pen-egahan Pen!egahan penyakit ini dapat dilakukan dengan !ara antara lain : menyingkirkan hewan penderita, menghindari pemberian makanan ber!endawan, memusnahkan sumber !endawan %spergillus, memberikan perawatan dan makanan hewan untuk mempertinggi daya tahan tubuh, bekas tempat sapi yang terin eksi didesin eksi. Pengobatannya dengan griseo ul;in untuk hewan besar memberikan hasil yang memuaskan tetapi biaya !ukup mahal /%nonim, 17810. _ #ri-homoniasis #i at dan Ke$adian Tri!homoniasis adalah penyakit ;enereal yang ditandai dengan sterilitas, abortus muda, dan pyometra, yang disebabkan oleh Tri!homonas oetus. %bortus ter$adi antara minggu pertama dan minggu ke+1H masa kebuntingan /Toelihere, 178(0. Penularan dari sapi betina ke sapi yang lain ter$adi melalui pe$antan yang mengawininya. Penyakit ini pada tingkatan yang lan$ut menun$ukkan keadaan preputium penis sapi $antan yang mengalami peradangan, meskipun penyakit ini dapat pula ditularkan melalui 8' /'lakely ^ 'ade, 17710. Ke$ala penyakit ini ditandai dengan siklus estrus yang pendek tidak teratur, dan pada umumnya menyebabkan in ertilitas yang bersi at sementara. #ering sekali ditemui abortus muda /umur 4 bulan atau kurang0 dan ke$adian pyometra /Partodihar$o, 178,0. _ .atogenesis Pada ;agina tri!homonisis menimbulkan ;aginitis kataralis, yang mukosa ;aginanya berwarna kemerahan dan basah. Pada in eksi yang kronis didapatkan udemaa pada ;ul;a. Pada uterus in eksi T. etus menyebabkan endometritis kataralis yang dapat berubah men$adi purulen. %pabila sapi bunting, keradangan pada kotiledon mengakibatkan kemtian dan maserasi etus atau abortus, kemudian disusul ter$adinya piometra. Pada kasus tersebut !orpus luteum gra;idatum tetap berkembang dan disebut !orpus luteum persisten. Plasenta mengalami penebalan dilapisi se$umlah ke!il gumpalan eksudat berwarna putih kekuningan. Pada kotiledon sedikit nekrosis /Eard$opran$oto, 177(0. .engenda#ian dan .encegahan Penanggulangan penyakit ini dapat dilakukan dengan pengobatan antibiotik se!ara lokal pada betina terin eksi. #edangkan pada pe$antan terin eksi dilakukan pembilasan kantong penis dengan antibiotik atau antiseptika ringan !ukup membinasakan T. etus. *isamping itu pengolahan semen yang digunakan untuk 8' dengan baik merupakan !ara pemberantasan Tri!homoniasis /Partodihar$o, 178,0. #emen yang beredar se!ara komersial dapat diberi perlakuan khusus dengan pemberian antibiotik untuk menghindari an!aman in eksi sapi betina yang di 8'. pengobatan terhadap Tri!homonisis dapat berhasil se!ara e ekti dengan menggunakan antibiotik spektrum luas baik untuk pe$antan maupun betina. 9saha lain yang dapat dilakukan adalah isolasi dan memberikan waktu istirahat untuk kegiatan seksual /'lakely ^ 'ade, 17710. 1. %bortus karena sebab+sebab non in eksi

_ Abortus karena 4aktor genetik 8nbreeding menyebabkan kematian embrio, abortus dan kelahiran anak yang mati karena konsentrasi gen+gen letal per?igot lebih tinggi dibandingkan dengan pada !rossbreeding /Toelihere, 178(0. Ken lethal yang diperoleh dari induk dan bapaknya, dapat menyebabkan abortus. Kelainan kromosom baik pada autosom maupun kromosom kelamin $uga dapat menyebabkan abortus /Eard$opran$oto, 177(0. #ebelum implantasi, embrio lebih mudah terkena pengaruh mutasi geneti! dan kelainan kromosom diikuti oleh kematian etus. Kelainan kromososm dapat dibedakan atas kelainan $umlah kromosm dan struktur kromosom. Ke$adian ini dapat berlangsung karena kegagalan penyebaran kromosom atau susunan kromatin dalan sel tubuh penderita, ter$adi selama berlangsungnya proses meiosis dan mitosis dari sel o;um atau sel sperma yang dapat menghasilkan dua bentuk sel yang poliploid. Pang dimaksud dengan poliploid adalah penambahan $umlah kromosom yang normal /2nR10 /Eard$opran$oto, 177(0. _ Abortus karena sebab-sebab hormonal #enyawa estrogenik bila diberikan dalam dosis tinggi untuk periode yang lama dapat menyebabkan abortus pada sapi /Toelihere, 178(0. Eormon estrogen dihasilkan oleh olikel o;arium dan mempunyai ungsi stimulasi kontraksi uterus, $uga menyebabkan uterus lebih peka terhadap pengaruh oksitosin pada saat men$elang partus. >strogen beker$asama dengan relaksin dapat merelaksasi ser;ik dan ligamentum pel;is. Pada periode kebuntingan gangguan ketidakseimbangan hormone dapat menyebabkan ter$adinya abortus /Eard$opran$oto, 177(0. _ Abortus karena de4isiensi makanan 3alnutrisi untuk waktu yang lama menyebabkan penghentian siklus birahi dan kegagalan konsepsi. *e isiensi makanan dan kelaparan yang parah dapat menyebabkan abortus /Toelihere, 178(0. _ Abortus karena kera-unan :bahan toksik; Kera!unan nitrat yang banyak dikandung oleh rumput liar dirawa+rawa atau daun !emara /pinus ponderosa0 bila termakan dalam $umlah besar pada induk yang sedang bunting, dapat menyebabkan abortus pada 21+142 hari kemudiansesudah ingesti. %bortus dapat ter$adi pada umur kebuntingan H+7 bulan. %nak sapi dapat lahir premature, lemah dan mati sesudah beberapa waktu, sering $uga ter$adi retensi se!undae. 'ahan toksik yang terkandung di dalam daun pinus mungkin adalah suatu ?at anti estrogeni! yang akan mempengaruhi metabolisme tubuh terutama menekan sekresi kelen$ar kelamin. *aun lamtoro yang diberikan dalam $umlah besar dapat menyebabkan abortus karena ra!un mimosin yang dikandung. &a!un mimosin bila termakan induk hewan yang bunting se!ara berlebihan dapat mempengaruhi metablisme hormonal, sehingga menyebabkan penurunan respon o;arium terhadap sekresi hormone gonadotropin /Eard$opran$oto, 177(0. _ Abortus karena gangguan dari luar tubuh induk #tress karena panas dapat menyebabkan hipotensi etus, hypoMia, dan asidosis /Prihatno, 200H0. #uhu yang panas dapat menyebabkan penurunan kadar hormone reproduksi seperti

6#E dan "E, selain itu $uga dapat menyebabkan penurunan ;olume darah yang mengalir ke alat reproduksi, sehingga menyebabkan perubahan lingkungan uterus yang lebih panas dan menambah kemungkinan kematian etus /Eard$opran$oto, 177(0. _ Abortus karena sebab-sebab 4isik Peme!ahan kantong amnion dengan penekanan manual pada kantung amnion selama kebuntingan muda, 20+H0 hari umur kebuntingan dapat menyebabkan abortus. #ebab utama kematian etus adalah rupture $antung atau pe!ahnya pembuluh darah pada dasar $antung etus yang menyebabkan perdarahan ke dalam kantung amnion. Peme!ahan !orpus luteum gra;idatum5;erum pada o;arium akan disusul abortus beberapa hari kemudian. Pada sapi !orpus luteum diperlukan selama periode kebuntingan dan kelahiran normal. .orpus luteum menghasilkan hormone progesterone yang ber ungsi untuk pertumbuhan kelen$ar endometrium, sekresi susu uterus, pertumbuhan endometrium dan pertautan pla!enta untuk memberi makan kepada etus yang berkembang, dan menghambat pergerakan uterus untuk membantu pertautan pla!enta. #ehingga penyingkiran !orpus luteum kebuntingan pada sapi pasti menyebabkan abortus /Toelihere, 178(0. _ Abortus karena sebab-sebab lain Kembar pada sapi menyebabkan lebih banyak kelahiran prematur, abortus, distokia, dan kelahiran anak yang lemah atau mati dibandingkan etus tunggal /Toelihere, 178(0. 'anyaknya etus yang ditampung oleh kedua !ornua uteri dari seekor induk sangat tergantung kepada si at genetisnya. 3akin bertambahnya $umlah etus, makin bertambah pula $umlah plasentanya dan makin bertambah ruangan didalam uterus yang dibutuhkan, serta makin bertambah kebutuhan darah untuk etusnya. @amun demikian, kemapuan rongga uterus untuk menampung etus se!ara alamiah adalah terbatas. *engan bertambahnya etus di dalam uterus di luar kemampuannya, dapat mengurangi penyediaan darah pada tiap etus. Kondisi sepetri ini !enderung menyebabkan kematian etus, khususnya bila etus berada dalam satu !ornua /Eard$opran$oto, 177(0. .ategories: Penyakit 'abi, Tatalaksana 'abi | @o .omments

#A#ALAK"ANA PE)ELI!ARAAN BABI "API!ANEPIG AEANING :P4ika *istara IndrasCari;


3ar!h 22, 2010 | Posted by saulandsinaga #esudah H minggu beranak, babi induk yang bersangkutan produksi air susunya berkurang, tetapi penurunan air susu dalam $umlah besar, baru dimulai minggu ke+8. #eekor induk yang normal masa laktasinya /produksi air susunya0 akan berlangsung sampai 8 minggu. 3aka penyapihan pada umumnya dilakukan pada saat anak babi sudah men!apai umur 8 minggu. *an apabila pemeliharaannya baik, pada saat itu anak babi sudah men!apai berat 14 kg. berat hidup anak babi tersebut $uga dipakai sebagai !riteria di dalam seleksi. 9ntuk men!apai target agar induk babi bisa beranak dua kali dalam waktu 1 tahun, maka anak babi harus disapih pada umur 8 minggu. Tetapi di beberapa daerah atau @egara lain yang sudah ma$u, ada yang melakukan penyapihan anak babi pada saat mereka berumur H minggu, sehingga induk babi bisa beranak 2 kali setahun.

%da beberapa aktor yang mempengaruhi awal atau lambatnya penyapihan. 1. 6aktor induk %nak babi umur ( 1 H minggu bisa segera dipisahkan dari induk mereka, mengingat induk sudah sangat kurus akibat anak disusui terlalu banyak, 12 1 14 ekor misalnya. 1. 6aktor anak Perkembangan anak !ukup bagus, misalnya umur , minggu men!apai berat 12 kg. Jalaupun produksi air susu masih !ukup, penyapihan bisa lebih diper!epat. #ebaliknya apabila pertumbuhan anak lambat, maka penyapihan bisa ditunda , lebih dari 8 minggu. Tetapi $uga harus diingat bahwa sesudah 8 minggu, produksi air susu akan menurun. 1. 6aktor peternak 'agi para peternak yang sudah ma$u, di mana makanan, tatalaksana serba baik, maka penyapihan anak babi bisa dilaksanakan pada umur H minggu. Jadi dalam hal ini penyapihan tidak bisa dilakukan atau dipertimbangkan dari satu segi sa$a, misalnya umur 8 minggu. Tetapi yang harus dipertimbangkan adalah kaitanya denga aktor+ aktor lain yang men$amin terhadap pertumbuhan dan kehidupan mereka lebih lan$ut.

Penimbangan anak babi umur 2 minggu

Penimbangan anak babi sangat penting, sebab dengan !ara ini pertumbuhan awal bisa diketahui. %da berbagai aktor yang mempengaruh berat badan anak babi :

Produksi air susu induk. Jumlah anak yang dilahirkan. Pemeliharaan terhadap induk yang sedang menyusui, lebih+lebih mengenai kualitas makanan. Keturunan

Pemotongan gigi

%nak babi yang baru lahir giginya sudah tumbuh sempurna, dan ta$am. @amun demikian gigi tersebut belum ber ungsi, bahkan merugikan induk yang sedang menyusui, ataupun sesame anak babi, karena saling menggigit. %kibat gigitan tersebut puting terluka sehingga induk merasa kurang enak karena kesakitan saat menyusui. 9ntuk menghindari hal tersebutm perlu adanya pemotongan gigi anak babi. Pemotongan bisa dilakukan dengan menggunakan alat khusus yang berbentuk seperti tang. %pabila lat tersebut tidak ada, bisa menggunakan gunting ke!il yang ta$am.

3enambah ?at besi pada anak babi

%nak babi sampai dengan umur 10 hari merupakan hari+hari yang kritis, terutama terhadap penyakit kekurangan ?at besi /anemia0. %da beberapa penyebab anemia yaitu :

Karena anak babi kedinginan dan keadaan kandang lembab. Kekurangan mineral, khususnya ?at besi, tembaga, dan !olbalt.

Aat besi adalah unsur yang penting di dalam haemoglobin yang ber ungsi untuk mengangkut oMygen ke seluruh tubuh. Kekurangan ?at besi ini menyebabkan anemia. *an hal ini sangat banyak dialami pada anak babi yang dipiara di dalam kandang terus+menerus, sedang air susu induk sendiri hanya mengandung ?at besi yang $umlahnya sangat rendah. 9ntuk mengatasi supaya anak babi terhindar dari penyakit anemia, maka semua anak babi yang baru lahir harus ditambahkan ?at besi dengan !ara oral atau in$eksi. .ara+!ara penambahan ?at besi yang biasa dilakukan adalah :

*iberikan !apsul ?at besi atau pasta yang diberi lewat mulut pada saat anak babi itu berumur 2 hari, , hari dan 10 hari. *iin$eksi dengan sulpha erros /preparat anti anemia0, *iberi mineral tablet yang berisikan ?at besi, !obalt pada waktu anak babi berumur 24 $am dan kemudian diulangi pada hari ke+, dan k2+10.
o

Pengobatan !a!ing

Pada umumnya babi muda mudah kena in eksi !a!ing bulat. 9ntuk menghindari in eksi tersebut, semua babi sapihan harus diberi obat !a!ing, sebelum mereka dipindahkan ke kandang lain.

Kematian anak babi dan mengurangi $umlah kematian

Jumlah kematian anak babi sebelum dipisahkan dapat men!apai 20 1 (0I. #edangkan kematian sesudah disapih ( 1 10I. Eal ini ter$adi pada peternakan babi yang pemeliharaannya kurang !ermat. 6aktor+ aktor yang menyebabkan kematian anak babi , antara lain : 1. Perhatian pemelihara terhadap babi yang melahirkan kurang, sehingga anak babi mati terimpit atau terin$ak induknya. 2. Perlengkapan kandang kurang, misalnya tidak ada kotak, dinding penghalang, sehingga anak babi tidur bersama induknya terimpit badan induknya. 2. %ir susu kurang, tidak keluar sama sekalo, atau $umlah anak yang lebih banyak dari putting induk. 4. Kekurangan ?at+?at makanan, akibat ransum induk yang kurang baik. (. #i at buas induk /kanibalis0, sehingga anaknya digigit dan dimakan induknya, induk tidak bisa mengasuh anaknya dengan baik. 3enguranig $umlah kematian :

1. *i dalam praktek usaha yang biasa dilakukan ialah pada waktu induknya tidur harus dipisahkan dengan pintu penghalang, atau anak+anaknya ditaruh di dalam kotak. 2. 'ila udara dingin diusahakan pemanasan, atau bagi anak babi yang sudah agak besar pada lantai tempat mereka tidur bisa diberi alas dari brambut, serbuk gerga$i, $erami kering. 2. Peternak harus memperhatikan induk+induk yang mempunyai si at kanibalis, yang kemudian menga kirnya. 4. 3ember makanan yang gi?inya !ukup. (. 3en$aga kebersihan kandang. *%6T%& P9#T%K% http:55blogs.unpad.a!.id5#auland#inaga5=!atO1 .ategories: Tatalaksana 'abi | @o .omments

"ELEK"I PA(A IN( K BABI BAKALAN :A!)A( RA(IK RA!AR$A;


3ar!h 21, 2010 | Posted by saulandsinaga "eleksi )emilih Babi Bakalan Induk *ara pengganti induk harus di pilih dengan !ermat dan sungguh 1 sungguh .babi dara ini paling sedikit harus sebaik induk yang di gantikannya dan di inginkan yang lebih syuperior dalam hal produkti;itas dan kualitas dan per ormens yang potensial yang dapat diteruskan keturunanya. .alon 1 !alon induk harus : 10 subur menghamil anaknya 20 sanggup mengasuh anak+ anaknya 20 berasal dari yang berkualitas genetis yang baik. Kriteria seleksi yang di berlakukan bagi babi dara termasuk perkembangan kelen$ar susu ,bentuk isik , dan per ormans harus baik. Perkembangan kelen,ar susu 'abi dara perlu sekali memiliki minimum 12 putting normal yang berspasi dan berpasangan baik sepan$ang garis bawah perut .$umlah putting yang seharusnya dimiliki babi dara dapat di periksa ulang sewaktu babi dara men!apai bobot babi potong .babi dara yang diduga memiliki putting buta ,putting terbalik atau ketidaknormalan yang lain yang di temukan sewaktu men!apai babi potong harus di a kir . putting yang tidak ber ungsi pada saat babi dara melahirkan, $elas akan mengurangi kesanggupan menyusukan anak yang banyak

.Produkti;itas babi dara akan sangat rendah karena $umlah anak yang akan di sapih akan rendah oleh putting yang tidak ber ungsi .Cleh alasan ini maka perkembangan kelen$ar susu harus diutamakan $uga saat memlih babi dara untuk bibit.segi pewarisan. Kebaikan 4isik Kebaikan isik harus di tin$au dari segi perwarisan genetis maupun kesaangupan bertahan terhadap stress lingkungan. 'abi dara yang tidak normal isiknya dapat meneruskannya kepada keturunanya. Terutama struktur kaki perlu mendapat perhatian karena hal ini langsung berpengaruh terhadap per ormans betina .'agi babi dara terutama hal ini penting karena ia harus berdiri di lantai semen dan memikul berat pe$antan saat kawin dan $uga mengemban berat masa bunting ,#eseorang dapat memperbaiki keadaan isik ternaknya dengan menga kir rernak yang lemah kakinya. Per4ormans Kreteria utama seleksi yang lain adalah per prmans bagi dara ,yang meliputi khas seperti kualitas karkas dan la$u pertumbuhan dan kee isienan menggunakan makanan .seekor babi dara pengganti harus memiliki kualitas karkas dan pertumbuhan yang lebih baik dari ternak biasa atau rata 1 rata ternak . Tahap #eleksi 8nduk : 1. #eleksi dari babi siap $ual umur (+, bulan / kaki, perut, organ rep, temperamen,pertumbuhan, T"P, 6.&0 2. 2. Telah di;aksin >rysipelas, "eptospirosis par;o;irus. Kawinkan pada estrus ke 2 dan 2. "ama 114 R5+ 4 hari

Penanganan 8nduk 'unting : 1. .ek induk bunting atau tidak 21 hari kemudian 2. .ek 9ltrasoni! 20 hari setelah kawin 2. 8nduk 'unting 2 1 2 kg5hari air adlibitum 4. 8nduk di ;aksin >. .oli, >rysipelas, "eptospirosis, par;o;irus.

Penanganan 8nduk 3elahirkan 1. 8nduk melahirkan 2,( 1 2 $am5litter 2. 8nduk tersebut lahir berbaring 2. 8solasi dari babi lain 4. #iapkan guard rail5 !rate untuk anak tidak tertindih, !old, bedding, penghangat.

(. #elama melahirkan diawasi trus.

.iri 8nduk 'abi 3au dan telah 3elahirkan 1. Kelisah, sering bangun tidur. 2. 3enggit pintu5batang 2. 3engorek+ngorek lantai 4. 3embuat sarang bila bahan ada (. %danya !olostrum pada puting H. Bul;a bengkak turun ,. Keluarnya !airan uterus ketika mau keluar anak pertama 8. Proses melahirkan 1( menit5anak 7. Keluarnya plasenta $ika anak semua keluar 10. 8nduk tidak langsung mau makan pada hari proses melahirkan.

8nduk 'abi "aktasi 5 3enyusui 1. "aktasi bisa lebih dari 8 bulan 2. 9sahakan 2 1 4 minggu 2. Keluar susu biasanya inter;al 4( menit 4. 8nduk total dapat mengontrol air susunya (. Teat order biasanya 1 1 2 hari stlh lahir H. 8katan induk dengan anak dengan suara dan bau ,. 9ntuk ostering beda lahir e hari 8. 6ostering untuk mengseragamkan berat anak 7. Produksi susu 10l5hari bantu dengan !reep eeding untuk meningkatkan growth anak 10. #ediakan air minum induk 20 1 2( l5air

Janing to &emating5 .ulling 1. 9ntuk meningkatkan produkti itas induk 2. 2 minggu tidak estrus induk di !ulling

2. 8nduk biasanya H kali melahirkan stlah itu !ulling 4. Kontak $antan dan pen!ahayaan sangat membantu estrus (. 3u!h 6eed and Jater during mating

Pelaksanaan seleksi, memilih babi+babi dewasa yang hendak dipakai sebagai bibit dapat dilakukan !ara:

1. Pemilihan indi;idu /induk dan pe$antang yang bagus0 2. Pemilihan menurut hasil produksi keturunan 2. Pemilihan menurut silsilah .alon 1 !alon induk harus subur menghamil anaknya, sanggup mengasuh anak+ anaknya dan berasal dari yang berkualitas genetis yang baik.

Kriteria seleksi yang di berlakukan bagi babi dara termasuk perkembangan kelen$ar susu ,bentuk isik , dan per ormans harus baik Tahap #eleksi 8nduk : #eleksi dari babi siap $ual umur (+, bulan / kaki, perut, organ rep, temperamen,pertumbuhan, T"P, 6.&0

1.

2. 2.

Telah di;aksin >rysipelas, "eptospirosis par;o;irus. Kawinkan pada estrus ke 2 dan 2. "ama 114 R5+ 4 hari

(A'#AR P "#AKA #ihombing.200H.2#"u Ternak 5abi. .etakan kedua. Pogyakarta: Kad$ah 3ada 9ni;ersity. http:55animal+intelektual.blogspot.!om5200750,5seleksi+indi;idu+ternak.html *iakses tanggal : ( 3aret 2010, 11:00 J8' http:55blogs.unpad.a!.id5saulandsinaga5!ategory5perkawinan+dan+reproduksi+babi5 diakses tanggal 10 3aret 2010, f0:00 J8' http:55matanews.!om5200750452,5bali+deteksi+penumpang+ln+hindari+ lu+babi5 diakses tanggal 11 3aret 2010, f2:10 J8' http:55blogs.unpad.a!.id5#auland#inaga5wp+!ontent5uploads520075045pi!t02(0.$pg diakses tanggal 11 3aret 2010, f2:10 J8'

.ategories: &eproduksi 'abi, Tatalaksana 'abi |

1 .omment

#atalaksana Anak Babi )enyusui :Adhy A;


3ar!h 18, 2010 | Posted by saulandsinaga A0 Anak babi yang baru lahir D %nak babi yang baru lahir harus segera dibebaskan dari selaput lender yang menutupi lobang mulut dan hidung. #ebab sesudah tali pusar putus mereka harus segera bisa berna as lewat mulut dan hidung. D Tali pusar dibiarkan putus dengan sendirinya. #etelah tali pusar ini putus barulah bisa dipotong sepan$ang kurang lebih 2,( !m dan didesin ektan dengan yodium tin!tuur ,I atau obat merah, untuk menghindari in eksi. #ebenarnya lender yang menutupi tubuh itu akan men$adi kering sendirinya, demikian pula tali pusarnya pun akan putus dengan sendirinya. Tetapi bagi peternak yang baik, membiarkan keadaan sema!am itu tanpa ada suatu pertolongan adalah kurang bi$aksana. D %nak babi yang baru lahir diusahakan segera bisa menyusu, sebab air susu pertama /!olustrum0 penuh dengan ?at+?at dan antibioti! yang sangat diperlukan bagi kehidupan anak babi yang baru lahir. 'iasanya anak babi yang kuat akan memperoleh puting yang air susunya lan!er. Tetapi sebaliknya babi yang lemah akan terdesak dan akan memperoleh putting yang $elek, yang air susunya sedikit. B0 Pemeliharaan anak babi umur 7 > /9 hari %nak babi umur 2 1 10 hari mengalami masa kritis. Pada saat itu mereka sangat sensiti;e dan tiada berdaya menghadapi lingkungan yang berat. #ehubungan dengan hal tersebut maka para pertenakan harus betul+betul memberikan perlakuan yang !ermat. Kemungkinan+kemungkingan yang biasa dihadapi ialah : D %nak babi mudah kedinginan 'eberapa hari sesudah lahir, anak babi keadaannya sangat berbahaya yaitu mudah menggigil kedinginan, karena kulitnya tidak memiliki perlindungan bulu seperti anak sapi atau domba, maupun kambing. 3aka pada saat itu lampu di dalam indukan harus dinyalakan, agar ruangan men$adi hangat dan dengan adanya sinar lampu anak babi akan merasa senang, sebab mereka sangat tertarik terhadap sinar lampu. D %nak babi banyak mati tertindih #ebab pada saat itu mereka sangat lemah, belum lin!ah bergerak menghindari kemungkinan+ kemungkinan yang merugikan atau menimpa dirinya. D %nak babi mati lemas #ering ter$adi induk yang habis melahirkan kena in eksi agala!tia atau konstipasi. #ehingga ambing mengeras dan tidak menghasilkan susu. Peristiwa atau kegagalan air susu induk ini bisa mengakibatkan anak babi mati lemas. #ebab satu+satunya sumber makanan tidak dapat dipenuhi.

&0 Anak babi yang kehilangan induk

#ering ter$adi induk $atuh sakit, atau mati pada waktu melahirkan. #ehingga anak+anaknya tidak bisa diasuh lagi. %pabila ada peristiwa sema!am ini maka peternak harus segera bisa mengatasi atau memberikan pertolongan. 3ereka bisa ditolong dengan berbagai !ara : D *iberi air susu sapi *engan !ara ini biasanya anak babi banyak tidak bisa tertolong, sebab susunan air susu sapi berbeda. D *ititipkan atau diasuh oleh induk lain %nak babi bisa dititipkan kepada induk yang mempunyai anak yang umurnya sebaya dengan anak yang akan dititipkan. .ara ini biasanya $uga mendapat kesulitan, sebab induk babi dengan mudah bisa membedakan anak sendiri dan anak titipan, sehingga anak babi yang berasal dari luar selalu dimusuhi habis+habisan. Eal ini bisa diatasi dengan !ara, pertama anak+anak babi dari induk lain, sebelum dimasukkan ke dalam kandang induk baru, terlebih dulu harus di!ampur dengan anak+anak sendiri dalam satu kotak, agar baunya men$adi sama. Kedua atau dengan !ara lain, anak babi dari induk lain ataupun anaknya sendiri diberi bau+bauan yang sama, misalnya dengan memberikan minyak tanah atau minyak kayu putih. Pang dioleskan pada sekitar mukanya. *engan !ara demikian bisanya mereka dengan mudah bisa diterima oleh induk baru yangakan mengasuh. 9ntuk mempertimbangkan dalam memberikan pertolongan terhadap anak+anak babi yang tidak bisa diasuh oleh induknya sendiri, di bawah ini dikemukakan mengenai susunan !olustrum, air susu sapid an air susu babi. F= 1usunan co#ustru", air susu babi biasa dengan air susu sapi 8nduk yang habis melahirkan susu pertama yang disebut !olustrum. Kandungan ?at+?at di dalam !olustrum ini !ukup tinggi, lebih+lebih protein yang di dalamnya terkandung unsure globulin /antibody yang terdapat pada darah0. Klobulin ini berisikan anti+bodi yang muntlak diperlukan anak babi yang baru lahir yang berguna untuk mempertahankan tubuh terhadap in eksi. Tetapi perlu diketahui bahwa dalam waktu yang singkat susunan ?at makanan dan globulin dalam air susu tersebut !epat berubah dan menurun 2= 7ntibodi pada anak babi %nak bai yang baru lahir, sirkulasi antibodi yang terdapat dalam tubuhnya /darah0, yang berguna untuk menghadapi in eksi penyakit, tidak e ekti . Eal ini sangat berbeda apabila dibandingkan dengan antibodi pada manusia. Pada manusia semen$ak anak itu masih dalam kandungan telah memperoleh antibodi dari sang ibu.

Tetapi keuntungan !olustrum babi tersebut kaya akan munoglobulin /molekul antibodi0, dan di samping itu alat pen!ernaan pada babi yang baru lagir, di dalam waktu yang singkat bisa mengabsorpsi molekul dalam $umlah yang sangat besar. *an dalam keadaan yang normal molekul tersebut bisa diabsorpsi dalam waktu satu $am sesudah anak babi itu menyusu. Peristiwa ini akan men$adi lebih sempurna setelah berlangsung H $am. Kandungan immunoglobulin yang paling tinggi adalah !olustrum. 8tulah sebabnya anak+anak babi yang baru lahir harus segera mendapatkan air susu induk. '= *ekeba#an anak babi %nak babi yang baru lahir tidak memiliki kekebalan atau pertahanan tubuh terhadap in eksi penyakit. *an kekebalan ini baru bisa terbentuk setelah anak babi mendapat !olustrum. Karena !olustrum banyak mengandung protein, dan di dalam protein itu terdapat immunoglobulin. Kekebalan /immunitas0 yang diperoleh dari !olustrum ini merupakan pertahanan tubuh pada kehidupan selama umur 10 1 14 hari. #etelah umur tersebut kekebalan yang berasal dari !olustrum itu sangat menurun. *an sesudah anak babi itu men!apai umur 2 minggu, di dalam tubuhnya terbentuk kekebalan yang diperoleh dari luar, yang dimulai dengan sangat lambat. (0 )enyusukan anak babi yang baru lahir #e!ara alamiah anak babi yang baru lahir akan berusaha mendapatkan air susu induk, karena air susu tersebut merupakan satu+satunya sumber makanan utama. 8nduk menyediakan ?at+?at makanan dan antibodi yang terdapat dalam air susu dengan lengkap. 8tulah sebabnya para peternak se!ara mutlak dituntut untuk bisa mengatur agar semua anak yang baru lahir itu bisa mendapatkan !olustrum se!ara !epat. E0 Pemberian tanda anak babi

%nak babi sebaiknya diberi tanda pada daun telinganya, sebab tanda tersebut akan banyak man aatnya bagi peternakan. 3an aatan tanda tersebut antara lain : D 3empermudah untuk mengetahui pertumbuhan. D 3empermudah mengadakan seleksi. D 3empermudah melakukan pen!atatan+pen!atatan administrati . .ara pemberian tanda %da berbagai !ara untuk memberikan tanda pada anak babi, tetapi yang paling biasa ialah : F= 1iste" kerat Pemberian tanda dengan sistem kerat ini dilakukan dengan melobangi daun telinga. Eal ini dilakukan pada saat anak babi berumur ( hari atau bersamaan dengan pemotongan gigi. Pelaksanaan

D #ediakan gunting atau alat khusus, spiritus, kapas, dan obat merah /mer!uro!rom0. D *aun telinga yang akan dilobangi dibersihkan dengan spiritus terlebih dahulu. #etelah daun telinga dilobangi, oleskan obat merah tersebut pada bagian yang luka. 2= 1iste" tatoo Pemberian tanda dengan sistem tatoo ini dilakukan dengan menggunakan alat khusus /tatoo0 yang sudah dilengkapi dengan alat atau tatoo yang berbentuk nomor+nomor. #ebelum telinga tadi di!ap atau ditatoo, terlebih dahulu dibersihkan denga spiritus, kemudia baru ditatoo dengan nomor+nomor sesuai dengan yang dikehendaki. .ara ini dilakukan pada saat anak babi berumur sekitar tiga minggu. '0 $umlah air susu yang diperlukan anak babi

%nak babi yang baru lahir, rata+rata memerlukan air susu 0,( liter per ekor5hari. %pabila induk itu memiliki 10 ekor anak, berarti induk tersebut harus bisa memproduksi air susu ( liter pr hari. Prosduksi air susu ini akan meningkat pada 2 minggu sesudah melahirkan, tetapi selan$utnya berangsur+angsur menurun. Eal ini bisa diamati pada gra ik, bahwa penurunan air susu ter$adi mulai minggu ke+H. Tetapi penurunan air susu dalam $umlah yang besar, ter$adi pada minggu ke+8. #ehubungan dengan penurunan produksi air susu ini, maka pada minggu k2+H anak babi harus sudah mendapat tambahan makanan dari luar. #ering dialami bahwa produksi air susu sangat kurang atau gagal sama sekali. #ebab+sebab kegagalan produksi air susu antara lain : 10 9dara terlampau panas atau dingin. 20 *iarhee atau konstipasi /tidak bisa buang kotoran0 sama sekali. 20 Pergantian tempat yang mendadak. 40 &ansum yang tidak sempurna. (0 Kepayahan di waktu melahirkan. H0 %kibat penyakit alat kelamin atau penyakit mastitis, metritis. ,0 Keturunan dari induk yang selalu sedikit menghasilkan air susu. G0 Penimbangan anak babi umur 7 minggu Penimbangan anak babi sangat penting, sebab dengan !ara ini pertumbuhan awal bisa diketahui. %da berbagai aktor yang mempengaruh berat badan anak babi : D Produksi air susu induk. D Jumlah anak yang dilahirkan. D Pemeliharaan terhadap induk yang sedang menyusui, lebih+lebih mengenai kualitas makanan. D Keturunan !0 Pemotongan gigi

%nak babi yang baru lahir giginya sudah tumbuh sempurna, dan ta$am. @amun demikian gigi tersebut belum ber ungsi, bahkan merugikan induk yang sedang menyusui, ataupun sesame anak babi, karena saling menggigit. %kibat gigitan tersebut puting terluka sehingga induk merasa kurang enak karena kesakitan saat menyusui. 9ntuk menghindari hal tersebutm perlu adanya pemotongan gigi anak babi. Pemotongan bisa dilakukan dengan menggunakan alat khusus yang berbentuk seperti tang. %pabila lat tersebut tidak ada, bisa menggunakan gunting ke!il yang ta$am. I0 )enambah .at besi pada anak babi

%nak babi sampai dengan umur 10 hari merupakan hari+hari yang kritis, terutama terhadap penyakit kekurangan ?at besi /anemia0. %da beberapa penyebab anemia yaitu : D Karena anak babi kedinginan dan keadaan kandang lembab. D Kekurangan mineral, khususnya ?at besi, tembaga, dan !olbalt. Aat besi adalah unsur yang penting di dalam haemoglobin yang ber ungsi untuk mengangkut oMygen ke seluruh tubuh. Kekurangan ?at besi ini menyebabkan anemia. *an hal ini sangat banyak dialami pada anak babi yang dipiara di dalam kandang terus+menerus, sedang air susu induk sendiri hanya mengandung ?at besi yang $umlahnya sangat rendah. 9ntuk mengatasi supaya anak babi terhindar dari penyakit anemia, maka semua anak babi yang baru lahir harus ditambahkan ?at besi dengan !ara oral atau in$eksi. .ara+!ara penambahan ?at besi yang biasa dilakukan adalah : D *iberikan !apsul ?at besi atau pasta yang diberi lewat mulut pada saat anak babi itu berumur 2 hari, , hari dan 10 hari. D *iin$eksi dengan sulpha erros /preparat anti anemia0, D *iberi mineral tablet yang berisikan ?at besi, !obalt pada waktu anak babi berumur 24 $am dan kemudian diulangi pada hari ke+, dan k2+10.

$0 Pengobatan -a-ing

Pada umumnya babi muda mudah kena in eksi !a!ing bulat. 9ntuk menghindari in eksi tersebut, semua babi sapihan harus diberi obat !a!ing, sebelum mereka dipindahkan ke kandang lain. K0 Kematian anak babi dan mengurangi ,umlah kematian

Jumlah kematian anak babi sebelum dipisahkan dapat men!apai 20 1 (0I. #edangkan kematian sesudah disapih ( 1 10I. Eal ini ter$adi pada peternakan babi yang pemeliharaannya kurang !ermat. 6aktor+ aktor yang menyebabkan kematian anak babi , antara lain : 10 Perhatian pemelihara terhadap babi yang melahirkan kurang, sehingga anak babi mati terimpit atau terin$ak induknya. 20 Perlengkapan kandang kurang, misalnya tidak ada kotak, dinding penghalang, sehingga anak babi tidur bersama induknya terimpit badan induknya. 20 %ir susu kurang, tidak keluar sama sekalo, atau $umlah anak yang lebih banyak dari putting induk. 40 Kekurangan ?at+?at makanan, akibat ransum induk yang kurang baik. (0 #i at buas induk /kanibalis0, sehingga anaknya digigit dan dimakan induknya, induk tidak bisa mengasuh anaknya dengan baik. 3enguranig $umlah kematian : 10 *i dalam praktek usaha yang biasa dilakukan ialah pada waktu induknya tidur harus dipisahkan dengan pintu penghalang, atau anak+anaknya ditaruh di dalam kotak. 20 'ila udara dingin diusahakan pemanasan, atau bagi anak babi yang sudah agak besar pada lantai tempat mereka tidur bisa diberi alas dari brambut, serbuk gerga$i, $erami kering. 20 Peternak harus memperhatikan induk+induk yang mempunyai si at kanibalis, yang kemudian menga kirnya. 40 3ember makanan yang gi?inya !ukup. (0 3en$aga kebersihan kandang. L0 Kastrasi :Pengebirian; 9ntuk memperoleh pertumbuhan yang !epat dan kualitas daging yang baik, maka semua babi $antan harus dikstrasi. 'iasanya kastrasi ini dilakukan pada saat babi berumur 4 minggu. Kastrasi yang dilakukan lebih awal akan lebih baik daripada babi yang besar, karena babi yang besar akan mengalami stress yang berat. 10 Tu$uan kastrasi D 9ntuk mempertahankan kualitas daging. #ebab babi yang dikastrasi dagingnya akan lebih bagus, dan penimbunan daging dan lemaknya lebih !epat. D %gar pe$antan yang tidak dipergunakan lagi untuk bibit atau pema!ek, dagingnya tidak berbau. D 9ntuk menghindari babi $antan yang berkualitas $elek mengawini !alon+!alon babi induk yang bagus. D 9ntuk men$inakkan babi $antan yang mempunyai si at buas atau kanibalis. 20 .ara kastrasi *ua ma!am kastrasi, yaitu tertutup dan terbuka. a0 .ara tertutup

Paitu pengebirian dengan !ara mengikat /menutup0 saluran yang menu$u testes, sehingga sel+ sel $antan mati, karena tidak memperoleh ?at+?at makanan. Eal ini dapat pula dilakukan dengan $alan member ?at kimia yang bisa mematikan sel $antan atau betina dengan $alan in$eksi. b0 .ara terbuka Paitu dengan $elas melakukan pembedahan, guna mengeluarkan testes atau o;ary, yang kemudian dipotong. 20 .ara melakukan kastrasi pada anak babi $antan Persiapan #ebelum melakukan operasi, emua alat beserta obat+obatan harus disediakan. D %lat+alat yang diperlukan : + Pisau, s!alpel atau silet, spiritus dan kapas. + Pin!et dan gunting. + 'enang dan $arum. D Cbat+obatan + #untikan antibioti! seperti penstrep. + #ul anilamide, yodium atau obat merah. + %lkohol untuk membersihkan alat+alat seperti s!alpel, pisau, gunting. + %ir sabun hangat dalam basi atau ember. Pada saat dilakukan pengebirian babi ke!il, maka untuk sementara induknya harus dipindahkan. *i dalam melakukan pengebirian ini harus ada seorang teman yang sekiranya bisa membantu memegang kedua kaki belakang dan depan yang dalam posisi menghadap ke atas. Pelaksanaan D Pertama : s!rotum ditekan dengan ibu $ari kiri ke atas dan telun$uk ke bawah dengan maksud supaya mudah dibedah dengan pisau ta$am atau dengan silet. D Kedua : kantong /selaput0 testes yang berwarna putih dipotong atau dibedah, guna mengeluarkan testesnya. Kemudian bila testes itu ditekan maka keluarlah testes tersebut. D Ketiga : testes yang sudah keluar dipotong pada saluran penggantungnya. 'agi babi dewasa, sebelum saluran testes dipotong, terlebih dahulu diikat dengan benang yang kuat supaya darah tidak mengalir ke luar. D Keempat : bekas luka harus diobati dengan yodium, atau sul anilamide guna men!egah in eksi atau tetanus. 9ntuk men!egah dan memper!epat sembuhnya luka akibat bekas potongan tersebut sebaiknya di$ahit, terke!uali babi yang berumur 4 1 ( minggu tidak di$ahit. *%6T%& P9#T%K%

httpGEECCC0budidayaternak0-om?a0-om Tangga# FN /aret 20F0, .k#. 20.0( wib .ategories: Tatalaksana 'abi | @o .omments

#atalaksana Babi Pre-"tarter :P0*istara IndrasCari;


3ar!h 18, 2010 | Posted by saulandsinaga #esudah H minggu beranak, babi induk yang bersangkutan produksi air susunya berkurang, tetapi penurunan air susu dalam $umlah besar, baru dimulai minggu ke+8. #eekor induk yang normal masa laktasinya /produksi air susunya0 akan berlangsung sampai 8 minggu. 3aka penyapihan pada umumnya dilakukan pada saat anak babi sudah men!apai umur 8 minggu. *an apabila pemeliharaannya baik, pada saat itu anak babi sudah men!apai berat 14 kg. berat hidup anak babi tersebut $uga dipakai sebagai !riteria di dalam seleksi. 9ntuk men!apai target agar induk babi bisa beranak dua kali dalam waktu 1 tahun, maka anak babi harus disapih pada umur 8 minggu. Tetapi di beberapa daerah atau @egara lain yang sudah ma$u, ada yang melakukan penyapihan anak babi pada saat mereka berumur H minggu, sehingga induk babi bisa beranak 2 kali setahun. %da beberapa aktor yang mempengaruhi awal atau lambatnya penyapihan. 1. 6aktor induk %nak babi umur ( 1 H minggu bisa segera dipisahkan dari induk mereka, mengingat induk sudah sangat kurus akibat anak disusui terlalu banyak, 12 1 14 ekor misalnya. 1. 6aktor anak Perkembangan anak !ukup bagus, misalnya umur , minggu men!apai berat 12 kg. Jalaupun produksi air susu masih !ukup, penyapihan bisa lebih diper!epat. #ebaliknya apabila pertumbuhan anak lambat, maka penyapihan bisa ditunda , lebih dari 8 minggu. Tetapi $uga harus diingat bahwa sesudah 8 minggu, produksi air susu akan menurun. 1. 6aktor peternak 'agi para peternak yang sudah ma$u, di mana makanan, tatalaksana serba baik, maka penyapihan anak babi bisa dilaksanakan pada umur H minggu. Jadi dalam hal ini penyapihan tidak bisa dilakukan atau dipertimbangkan dari satu segi sa$a, misalnya umur 8 minggu. Tetapi yang harus dipertimbangkan adalah kaitanya denga aktor+ aktor lain yang men$amin terhadap pertumbuhan dan kehidupan mereka lebih lan$ut.

Penimbangan anak babi umur 2 minggu

Penimbangan anak babi sangat penting, sebab dengan !ara ini pertumbuhan awal bisa diketahui. %da berbagai aktor yang mempengaruh berat badan anak babi :

Produksi air susu induk. Jumlah anak yang dilahirkan. Pemeliharaan terhadap induk yang sedang menyusui, lebih+lebih mengenai kualitas makanan. Keturunan

Pemotongan gigi

%nak babi yang baru lahir giginya sudah tumbuh sempurna, dan ta$am. @amun demikian gigi tersebut belum ber ungsi, bahkan merugikan induk yang sedang menyusui, ataupun sesame anak babi, karena saling menggigit. %kibat gigitan tersebut puting terluka sehingga induk merasa kurang enak karena kesakitan saat menyusui. 9ntuk menghindari hal tersebutm perlu adanya pemotongan gigi anak babi. Pemotongan bisa dilakukan dengan menggunakan alat khusus yang berbentuk seperti tang. %pabila lat tersebut tidak ada, bisa menggunakan gunting ke!il yang ta$am.

3enambah ?at besi pada anak babi

%nak babi sampai dengan umur 10 hari merupakan hari+hari yang kritis, terutama terhadap penyakit kekurangan ?at besi /anemia0. %da beberapa penyebab anemia yaitu :

Karena anak babi kedinginan dan keadaan kandang lembab. Kekurangan mineral, khususnya ?at besi, tembaga, dan !olbalt.

Aat besi adalah unsur yang penting di dalam haemoglobin yang ber ungsi untuk mengangkut oMygen ke seluruh tubuh. Kekurangan ?at besi ini menyebabkan anemia. *an hal ini sangat banyak dialami pada anak babi yang dipiara di dalam kandang terus+menerus, sedang air susu induk sendiri hanya mengandung ?at besi yang $umlahnya sangat rendah. 9ntuk mengatasi supaya anak babi terhindar dari penyakit anemia, maka semua anak babi yang baru lahir harus ditambahkan ?at besi dengan !ara oral atau in$eksi. .ara+!ara penambahan ?at besi yang biasa dilakukan adalah :

*iberikan !apsul ?at besi atau pasta yang diberi lewat mulut pada saat anak babi itu berumur 2 hari, , hari dan 10 hari. *iin$eksi dengan sulpha erros /preparat anti anemia0, *iberi mineral tablet yang berisikan ?at besi, !obalt pada waktu anak babi berumur 24 $am dan kemudian diulangi pada hari ke+, dan k2+10.
o

Pengobatan !a!ing

Pada umumnya babi muda mudah kena in eksi !a!ing bulat. 9ntuk menghindari in eksi tersebut, semua babi sapihan harus diberi obat !a!ing, sebelum mereka dipindahkan ke kandang lain.

Kematian anak babi dan mengurangi $umlah kematian

Jumlah kematian anak babi sebelum dipisahkan dapat men!apai 20 1 (0I. #edangkan kematian sesudah disapih ( 1 10I. Eal ini ter$adi pada peternakan babi yang pemeliharaannya kurang !ermat. 6aktor+ aktor yang menyebabkan kematian anak babi , antara lain : 1. Perhatian pemelihara terhadap babi yang melahirkan kurang, sehingga anak babi mati terimpit atau terin$ak induknya. 2. Perlengkapan kandang kurang, misalnya tidak ada kotak, dinding penghalang, sehingga anak babi tidur bersama induknya terimpit badan induknya. 2. %ir susu kurang, tidak keluar sama sekalo, atau $umlah anak yang lebih banyak dari putting induk. 4. Kekurangan ?at+?at makanan, akibat ransum induk yang kurang baik. (. #i at buas induk /kanibalis0, sehingga anaknya digigit dan dimakan induknya, induk tidak bisa mengasuh anaknya dengan baik. 3enguranig $umlah kematian : 1. *i dalam praktek usaha yang biasa dilakukan ialah pada waktu induknya tidur harus dipisahkan dengan pintu penghalang, atau anak+anaknya ditaruh di dalam kotak. 2. 'ila udara dingin diusahakan pemanasan, atau bagi anak babi yang sudah agak besar pada lantai tempat mereka tidur bisa diberi alas dari brambut, serbuk gerga$i, $erami kering. 2. Peternak harus memperhatikan induk+induk yang mempunyai si at kanibalis, yang kemudian menga kirnya. 4. 3ember makanan yang gi?inya !ukup. (. 3en$aga kebersihan kandang. .ategories: Tatalaksana 'abi | @o .omments

#he "u--ess in Pig


3ar!h H, 2010 | Posted by saulandsinaga 6amilies a!ross the 9.#. in;ol;e themsel;es with $unior swine pro$e!ts or many di erent reasons with ;arying goals in mind. 6or some, the eMperien!e o $ust ha;ing a pig to take !are o on a daily basis pro;ides a young person with a lot o responsibility. 6or others, pla!ing well at the !ounty le;el is a goal. #ome ha;e the goal o making the premium sale at a ma$or li;esto!k show< while others make the !ommitment to go Fall outG in an e ort to win a ma$or li;esto!k show. #ome people belie;e that those who !onsistently pla!e at the top are $ust lu!ky. 8 was taught that lu!k is a !ombination o hard work and determination. This arti!le will o!us on eeding te!hniXues or those indi;iduals who ha;e the ultimate goal in mind o !onsistently per orming well at state and national shows. 9ltimately, the a!tors that distinguish one as an ad;an!ed eMhibitor are the le;el o !ommitment to the show pig pro$e!t and the ability to FreadG show pigs. F&eadingG show pigs is simply being able to analy?e the

stru!ture, design, amount o body at, and mus!le s!ore o pigs throughout the eeding pro!ess. 'eing skill ul in e;aluating these !riteria enables one to make important de!isions throughout the eeding pro!ess. 3any a!tors will be dis!ussed in this arti!le< howe;er, or one to be ultimately su!!ess ul, determination and total !ommitment is needed by the young person as well as his5her parents. To be su!!ess ul, it takes many long hours o hard work, pra!ti!e, and preparation. 6i;e ma$or !omponents o the !hampion show pig eXuation must be in pla!e to a!hie;e a high le;el o su!!ess in today[s show ring: D Keneti!s D Eealth D @utrition D 3anagement D #howmanship 8 $ust one o these !omponents is missing or de i!ient, the !han!es o su!!ess are greatly diminished. >;ery day is !riti!al in the li e o a show pig. #howing hogs may be !ompared to playing the game o ootball. 6ootball is said to be a game o in!hes. Those who per orm to a high le;el in all areas o the game and pay attention to details make it to the play+o s. 3any times the out!ome o a game is de!ided literally by an in!h here and an in!h there. The same holds true in the show pig arena. Those who do the little things right e;ery day and pay the !losest attention to detail are those who !onsistently win. Keneti!s The irst !omponent o the eXuation or su!!ess is geneti!s. % show pig[s geneti! potential is determined by its sire and dam. 8t is important to start with a pig that possesses the geneti! potential to per orm in the show ring. Cnly so mu!h !an be done with a pig possessing sub+par geneti! potential. 8t is !ru!ial that an eMhibitor ind out who will be $udging the target show. Know the type o hog pre erred by the $udge and be!ome amiliar with that indi;idual[s priorities and pre eren!es. 8t is then important to seek a breeder that !an supply the type o hog that its the des!ription o the ideal hog based on the $udge[s pre eren!e. %ttending lo!al, regional, state, and national e;ents will help an eMhibitor be!ome amiliar with a $udge[s pre eren!es and the lo!ation o high+Xuality geneti! breeders. This knowledge will be eMtremely ;aluable when seeking a show pig with the geneti! potential to per orm in the show ring. Eealth % sound, !omprehensi;e health program, whi!h should in!lude routine ;a!!ination and deworming s!hedules, should be de;eloped with the assistan!e o a Xuali ied ;eterinarian. Jhen show pigs are pur!hased, the buyer should se!ure the pre;ious health history rom the buyer. Knowing pre;ious treatments is ;aluable to !ontinuation o a sound health program. >Mhibitors should implement sanitation and biose!urity pro!edures to help pre;ent disease transmission. @utrition53anagement Jithout Xuestion, a sound nutrition program is !ru!ial to determining the geneti! potential o a show pig. The eeding phase o show pigs !an be di;ided into three key periods: D Phase 8 N pur!hase to g1(0 lb body weight. D Phase 88 N g1(0 lb to 200 lb body weight. D Phase 888 N g200 lb to desired weight at the time o the targeted show. Phase 8 The timing o pur!hasing and re!ei;ing show pigs is ;ery !riti!al. Poung show pigs may endure and must o;er!ome many !hallenges by the time they are ready to be sold and pla!ed on eed. These !hallenges in!lude N pre+weaning en;ironment, weaning, and possibly !lipped prior to hauling to a pig sale. 'e!ause o these stressors, it is !riti!al that young show pigs be handled properly and ed a high+Xuality Fre!ei;ing ration.G 6reXuently, pigs are pur!hased rom many sour!es and !o+mingled. These pigs ha;e most likely had signi i!ant di eren!es in disease eMposure. The pre erred re!ei;ing ration is #howTe!` #tarter5Krower "@56'A /produ!t no. 111480, whi!h !ontains a !ombination o lin!omy!in and enbenda?ole. "in!omy!in pro;ides a good le;el o prote!tion against my!oplasmal pneumonia, and enbenda?ole assures that newly pur!hased pigs are dewormed. This ration should be ed or 10+12 days. *uring Phase 8, pigs should be allowed F ree+!hoi!eG !onsumption o eed. 6eeders should be !leaned daily. 8t is ;ery important to a;oid o;er!rowding newly pur!hased show pigs. "imit the number o pigs per pen to two or three, housed in a pen at least 8 t. by 1H t. 'y the time the pigs rea!h 1(0 lb going into Phase 88, pigs should be in indi;idual pens. "ight+!olored pigs should always be ed in lo!ations that are totally shaded. These pigs should be housed in a!ilities where they will not re!ei;e dire!t sunlight. % sunburn during any phase will !ost ;aluable de;elopment

time. 6ollowing the 10+12 day eeding period or #tarter5Krower "@56'A, pigs should be ed #howTe! #tarter5Krower TP !ontaining tylosin /produ!t no. 112,20. This ration maMimi?es the early de;elopment o show pigs. Tylosin is an eM!ellent medi!ation !hoi!e or de;eloping show pigs, as it is Fgut riendly,G helping minimi?e the !han!es o ileitis. *uring Phase 8, it is important that the eMhibitor get into the pigs[ pen on a daily basis. This allows the pigs to be!ome amiliar with the eMhibitor. Thus, pigs will not per!ei;e the eMhibitor as a threat. This pro!ess takes time and patien!e on behal o the eMhibitor. 8nitially, sit in the pen or approMimately 20 minutes daily, allowing pigs to approa!h. %s pigs be!ome gentle, begin to tou!h them. The importan!e o per orming these tasks !annot be o;eremphasi?ed and will go a long way toward helping eMhibitors be!ome su!!ess ul in the show ring. %n important management a!tor is to bed show pigs on high+Xuality bedding at all times. 6lu y, white pine wood sha;ings are pre erred by many indi;iduals. This bedding pre;ents staining o light+!olored hogs, pro;ided the area where the pigs de e!ate is !leaned on a daily basis. Phase 88 Phase 88 begins on!e the show pig rea!hes approMimately 1(0 lb. >arly in Phase 88, it is !riti!al to weigh show pigs weekly. Cne should determine the number o days to the target show and ad$ust the pig[s eed intake to allow an a;erage daily gain or ea!h indi;idual pig to rea!h its target weight. #ome important de!isions will need to be made early in Phase 88. Eand eeding or limit eeding is o ten initiated during this phase. 3any pigs are initially pla!ed on ( lb o eed daily, with the eeding rate ad$usted up or down to a!hie;e the desired a;erage daily gain. #how pigs should be analy?ed or stru!tural problems and mus!le ;olume. Pigs that are be!oming too hea;ily mus!led should be pla!ed on a lower protein ration, su!h as #howTe! #how Pig 6ormula .T. /produ!t no. 2H10 or #howTe! *e;eloper .T. /produ!t no. 2,,0. 6or added at !o;er, eed #howTe! >ighteen /produ!t no. 121180, an 18I !rude protein !omplete eed with (I at. This produ!t will produ!e a FbulkierG appearan!e when ed o;er time. Jhen less mus!le and more !o;er are desired, !hoose #howTe! #iMteen /produ!t no. 1211H0, whi!h pro;ides 1HI protein and 4I at. 8 additional at !o;er is desired, 3oor6ath /produ!t no. 22(< 2 to 4 o? per head daily0 or %llian!e 2+*h /produ!t no. 120,7< 1 o? per 100 lb body weight daily0 !an be top+dressed. The in! lusion o !hromium pi!olinate and "+!arnitine in show pig rations is belie;ed to redu!e deposition o at, resulting in the maintenan!e o a more Fathleti!G appearan!e. *uring Phase 88, the use o a top+dress produ!t !an be initiated. #howTe! Pig @a;igator /produ!t no. 102000 is o ten used at this time. 8t is pre erred to top+dress #howTe! Pig @a;igator at 4+H o? per head daily. %s show pigs approa!h maturity, many will begin to display signs o o;er!onditioning. 8 this o!!urs, in!rease #howTe! Pig @a;igator to 8 o?. daily /0.( lb0 until the desired Ftop shapeG is a!hie;ed, at whi!h point #howTe! Pig @a;igator should be de!reased to a maintenan!e le;el o 4 o?. daily. Training %t 12(+1(0 lb body weight, it is important to begin training show pigs. Pigs should be handled on a daily basis and be!ome eMposed to a show ring en;ironment. #tart by getting the pigs out o their pens or short periods o time. Kradually in!rease the show ring training to 20 minutes per head daily. Pigs should be taught to respond to a show Xuirt and Fdri;eG in the show ring in a !alm manner. Phase 888 .riti!al de!isions need to be made during Phase 888 /200 lb to show weight0. The use o Paylean` during the inal eeding phase should be !onsidered. The needed le;el o Paylean depends greatly on the indi;idual pig. 8 a pig is de i!ient in mus!le, 7 grams o Paylean5ton o eed should be !onsidered or 21 to 2( days prior to the show. %;erage+ mus!led pigs may only need Paylean at 4.( grams5ton rom day 2( to 10 days prior to the target show, and then the le;el in!reased to 7 grams5ton or the last 10 days prior to the target show. 6inally, pigs that are hea;ily mus!led may not need Paylean or may only need supplementation at 4.( grams5ton or 14 to 1H days prior to the target show. 8t is eMtremely important that ea!h pig be analy?ed indi;idually to determine the appropriate Paylean usage rate. Paylean has been used to a!hie;e the shape and ;olume o mus!le desired or an

indi;idual pig, without making the pig look unnatural. % ter the show pig rea!hes 200 lb, eMhibitors may !hoose to use 3oor'odyh at 0.(+2 lb5head5day to s!ulpt pig appearan!e. 6or the last two meals prior to a show, #howTe! #how Prep /produ!t @umber 122020 may be ed to help keep pigs hydrated while enhan!ing ill and eMpression. #howmanship The inal !omponent in the eXuation or su!!ess is showmanship. The importan!e o presenting one[s show pig to its potential !annot be o;eremphasi?ed. 3any times a show pig is pla!ed higher than it should, simply be!ause the eMhibitor had the ring awareness to FhideG the pig at the appropriate time. >Mhibitors need to use showmanship te!hniXues to a!!entuate the good Xualities o their pigs. The !ombination o a FgoodG show pig and eM!ellent showmanship ability are !riti!al to su!!ess. The best way or young eMhibitors to gain insight on how to be!ome good at showmanship is to obser;e older eMhibitors who ha;e mastered showmanship. %dults should point out the positi;e Xualities o these indi;iduals and ha;e the young eMhibitor pra!ti!e these te!hniXues at home. .on!lusion Total !ommitment to a show pig pro$e!t is essential to be!ome a eeder and eMhibitor o !hampion show pigs. Keneti!s, management, nutrition, and showmanship are !riti!al !omponents in the eXuation or su!!ess. 8 any o these a!tors are de i!ient or missing, the !han!e o su!!ess is greatly diminished. 6or those who are willing to make the sa!ri i!es, the show pig pro$e!t !an pro;ide a great deal o en$oyment or young people and their parents. Paylean is a registered trademark o >li "illy and .ompany .ategories: Tatalaksana 'abi | @o .omments

(ut-h e+aluate anaesthesised piglet -astration 9/ )ar 19/9


3ar!h 2, 2010 | Posted by saulandsinaga The *ut!h ministry o agri!ulture /"@B0 !onsiders the use o .C2 gas to anaesthesise male piglets be ore !astration an adeXuate temporary solution until a ull ban on !astration is rea!hed in 201(. Jith regards to te!hnology and methods, pra!ti!al impro;ements howe;er !an be made. %ll these e;aluations ha;e been made by *ut!h agri!ultural minister Kerda Berburg and sent to *ut!h Parliament. Piglet !astration is !onsidered to be ne!essary as there is a !han!e that during !ooking pork there may be a !han!e o boar taint. 8n the end o 200,, the *ut!h retailers, pro!essing industry and pig industry agreed to stop !astrating in 201( and until that date to !astrate using anaestheti!s. This method now has been e;aluated by the %gri!ultural >!onomi!s &esear!h 8nstitute /">80, part o Jageningen 9ni;ersity and &esear!h .entre /J9&0. &astrating using gas anaestheti-s The report e;aluates the pra!ti!e o the !astration te!hniXue using gas anaestheti!s, the way pig produ!ers deal with it and his ;iews on !astrating using gas anaestheti!s. &e!ommendations ha;e been in!luded to impro;e the method, like better te!hni!al support and a more a!ti;e in;ol;ement o ;eterinarians. The *ut!h agri+ and horti!ultural organisation /"TC0 and the *ut!h union or pig produ!ers /@BB0 ha;e responded by !reating an a!tion plan around the theme o anaesthesised !astration. The minister is said to be happy the pig se!tor has promptly rea!ted to the e;aluation.

&ooperation The report shows that all parties in;ol;ed, industry+wide, agree that !ooperation is good in relation to the multistep !astration ban. There is happiness related to the in!lusion o anaesthesised !astration on the way to a total ban 1 and that inan!ial agreements ha;e been made to pay or the pro!ess. Cpinions ;ary as to e.g. !ompensation o !ost pri!e rises or sow breeders. German resear-h The minister also had a resear!h !arried out as to the 2007 Kerman results indi!ating that .C2 anaesthesising would only ha;e limited e e!ts on animal wel are. Pro 6rauke Chl /9tre!ht 9ni;ersity0 and Pro "udo Eellebrekers /!hairman, &oyal *ut!h Beterinary #o!iety0 took a !lose look at this report and !on!luded that .C2 anaestheti!s does not !reate in!reased amounts o stress than !astration without the use o .C2 anaestheti!s. The minister thus !on!ludes that using gas anaestheti!s is better than !astration without anaestheti!s, pro;ided the pra!ti!e is !arried out properly. #he also a!!epts the re!ommendation to better agree internationally as to how se;eral methods !ould !ontribute to relie;ing pain and stress during !astration .ategories: Tatalaksana 'abi | @o .omments

PE)ELI!ARAAN BABI
6ebruary 18, 2010 | Posted by saulandsinaga #etiap peternak pasti melakukan pemeliharaan terhadap hewan piaraanya semen$ak masih ke!il sampai dewasa. Pemeliharaan tersebut setiap tingkatan hidup tidak sama, dan bahkan pemeliharaan selalu disesuaikan dengan tu$uan: 1. Jaktu menyusu 'abi segera menyusu setelah dilahirkan, anak yang kuat akan memperoleh putting yang paling bagus /banyak air susunya0, setelah beberapa $am mereka memiliki putting sendiri+ sendiri. Jadi babi tidak dipelihara dalam $umlah banyak melebihi putting induknya. Jika hal itu ter$adi maka harus ada pengasuh khusus yang memberi susu. #ering dialami bahwa produksi air susu sangat berkurang atau gagal sama sekali karena disebabkan oleh: 9dara terlampau panas atau dingin &ansum yang tak sempurna *iare konstipasi /tak bisa buang kotoran0 sama sekali Pergantian tempat yang mendadak Kepayahan diwaktu melahirkan %kibat penyakit alat kelamin atau penyakit mastitis, metritis Keturunan dari induk yang hanya sedikit menghasilkan air susu 2. Penyapihan #esudah H minggu beranak, babi induk produksi susunya berkurang, induk normal biasanya masa laktasi /keluar air susu0 akan berakhir sampai 12 minggu, maka penyapihan dilakukan pada anak berumur 8 minggu dan berat men!apai 12+1( kg.

6aktor+ aktor yang mempengaruhi !epat atau lambatnya penyapihan: 6aktor induk 6aktor anak 6aktor peternak 2. Pemotongan Kigi Jalaupun anak babi baru sa$a lahir, akan tetapi giginya !ukup ta$am, sehingga bisa melukai putting induk ataupun sesama anak+anak babi. %pabila hal ini dibiarkan, mereka bisa saling melukai dan menimbulkan in eksi. Jadi babi yang baru lahir giginya perlu dipotong dengan menggunakan tang. /untuk lebih $elasnya liar lampiran tata!ara pemotongan gigi babi0 4. Pengebirian /Kastrasi0 Pengebirian ialah melakukan pemotongan teste dan mematikan sel $antan, atau o;um terhadap babi betina, yang dikebiri terutama babi $antan karena yang betina harus melalui proses operasi $adi agak sulit dilakukan sendiri. Tu$uan Kastrasi ialah: 9ntuk mempertahankan kwalitet daging #upaya $antan yang tidak digunakan lagi sebagai pe$antan dagingnya tidak bau 9ntuk men$inakkan babi $antan yang si atnya buas dan kanibalis 9ntuk menghindari babi+babi $antan yang berkualitet $elek agar tidak mengawini babi+babi induk yang bagus. .atatan: Kastrasi, ;aksinasi dan penyapihan tidak boleh dilakukan se!ara bersama+sama. Pelaksanaan Kastrasi babi Jantan #krotum ditekan dengan ibu $ari tangan kiri keatas dan $ari telun$uk kebawah, dengan maksud supaya mudah dibedah dengan sebuah pisau ta$am atau silet. Kantong /selaput0 testes yang berwarna putih dipotong atau dibedah pula dengan mengeluarkan testesnya. Kemudian bila testes itu ditekan, maka keluar testes tersebut. Testes yang sudah keluar dipotong, pada saluran penggantungnya. 'agi babi dewasa sebelum testes dipotong, terlebih dahulu harus diikat dengan benang yang kuat supaya darah tidak mengalir keluar. 'ekas luka harus diobati dengan yodium atau sul anilamit guna men!egah in eksi atau tetanus. 9ntuk memper!epat sembuhnya luka akibat pemotongan, saluran terus di$ahit, ke!uali pada babi yang berumur 4+( minggu tak perlu di$ahit. Ke!elasan pengebirian lihat lampiran gambar. (. Pengobatan .a!ing %nak babi memerlukan perawatan baik+baik atau lebih diistimewakan, karena saat ini merupakan masa kritis, mudah terserang penyakit, mudah kedinginan hingga mati, dls. *an pada umur 10 minggu anak babi mudah di$angkiti !a!ing, maka pada saat itu anak babi harus diberi obad !a!ing: Pipera?ine H. Kematian %nak 'abi dan 3engurangi Jumlah Kematian Jumlah kematian anak babi sebelum disapih 20+(0I, sedang kematian sesudah disapih (+ 10I. 6aktor+ aktor yang menyebabkan kematian anak babi antara lain: a0 Perhatian terhadap babi yang melahirkan kurang, sehingga anak babi mati terhimpit5terin$ak induknya

b0 Perlengkapan kandang kurang sehingga, misalnya tak ada kotak, dinding penghalang, dls, sehingga anak babi yang tidur bersama induknya terimpit badan induknya. !0 %ir susu kurang, tak keluar sama sekali, atau $umlah anak lebih banyak dari putting induk. d0 8nduk mempunyai aktor dalam /bakat0 kurang baik e0 Kurang ?at+?at makanan akibat ransum induk yang kurang baik 0 #i at buas induk /kanibalis0 sehingga anak digigit dan dimakan. ,. 3engurangi $umlah kematian a0 Pada waktu induk tidur anak dipisahkan seperti anak ditaruh dalam kotak atau pake sekat penghalang. b0 'ila udara dingin usahakan pemanas, atau pake litter !0 Peternak harus memperhatikan induk+induk yang kanibalis d0 3emberi makan yang gi?inya !ukup e0 3en$aga kebersihan kandang.