Anda di halaman 1dari 149

PEDOMAN PENDALAMAN ALKITAB SEKOLAH SABAT DEWASA

PenUntUn GURU

TOKOH-tOKOH PENDUKUNG DALAM PERJANJIAN LAMA

Oleh: GeRald and Chantal KlinGbeil

OktobeR, NoVembeR, DesembeR 2010

Daftar Isi

1. Cerita dan Sejarah No. PSS/SSD4/2010 25 September-1 Oktober Penulis Pelajaran 2. Kaleb: Hidup Dengan Menunggu Gerald A. Klingbeil 2-8 Oktober Chantal J. Klingbeil 3. Hana: Belajar Menjadi Seseorang Penerjemah 9-15 Oktober Bryan Sumendap 4. Yonatan: Dilahirkan untuk Kebesaran Joppi J. Rondonuwu, PhD 16-22 Oktober Ketua Pengarah 5. Abigail: Tidak Ada Korban Lingkungan J. Lubis 23-29 Oktober Ketua Bidang Usaha 6. Uria: Iman Orang Asing A. Ricky 30 Oktober-5 November Editor 7. Abyatar: Sang Imam R. M. Hutasoit 6-12 November Editor Pelaksana 8. Yoab: Orang Kuat Daud yang Lemah S. P. Silalahi 13-19 November Anggota Redaksi 9. Rizpa: Pengaruh Kesetiaan R. C. A. Raranta 20-26 November J. Pardede 10. Abdi Allah: Penurutan Bukanlah Opsional Pemasaran 27 November-3 Desember S. P. Rakmeni 11. Janda Sarfat: Sebuah Loncatan Iman Telp. dan Fax.: (022) 86062842 4-10 Desember E-mail: sirkulasi_iph@yahoo.com sprakmeni2005@yahoo.com 12. Gehazi: Kehilangan Sasaran 11-17 Desember Penerbit: Yayasan 13. Barukh: Membangun Warisan Dalam Dunia Indonesia Publishing House yang Sedang Hancur Jl. Raya Cimindi No. 72 18-24 Desember
Pedoman Pendalaman Alkitab Sekolah Sabat Dewasa ini disediakan oleh Departemen Pedoman Pendalaman Alkitab, Kantor Pusat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Sedunia. Penyediaan penuntun ini berada di bawah bimbingan umum Komite Evaluasi Naskah Sekolah Sabat sedunia, di mana para anggotanya melayani sebagai editor penasihat. Pedoman yang diterbitkan ini mencerminkan masukan dari komite tersebut dengan demikian tidak sepenuhnya atau harus mengikuti pendapat (para) penulis.

Alamat Penyunting Kotak Pos 1188 Bandung 40011 Tlp: (022) 6030392, 8606284 Fax (022) 6027784 E-mail: iph.editor@gmail.com

Hubungi kami di Website: http://www.absg.adventist.org

Daftar Versi Alkitab


Ayat-ayat Alkitab dalam Pedoman Pendalaman Alkitab Sekolah Sabat Dewasa Triwulan 4 tahun 2010 ini dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru (Jakarta LAI, 2000), kecuali diberi tanda sebagai berikut: ESV. Dari Kitab Suci, English Standard Version, copyright 8 2001 oleh Crossway Bibles, bagian dari Good News Publishers. NASB. Dari New American Standard Bible, Copyright oleh Lockman Foundation, 1960, 1962, 1963, 1968, 1971, 1972, 1973, 1975, 1977. Digunakan dengan izin. NET. Dari New English Translation.Kutipan-kutipan dari NET Bible 7 copyright 8 1996B2006 oleh Biblical Studies Press, L. L. C., www.bible.org. Hak cipta dilindungi. NIV. Ayat-ayat yang diambil dari NIV adalah berasal dari Kitab Suci, New International Version. Copyright 1973, 1978, 1984, International Bible Society. Digunakan dengan izin oleh Zondervan Bible Publishers. NJB. Dikutip dari New Jerusalem Bible. Diedit oleh Henry Wansbrough.Copyright 8 1985, oleh Darton, Longman & Todd Limited, dan Doubleday.Diterbitkan oleh Doubleday, divisi dari Random House, Inc. NKJV. Ayat-ayat yang diambil dari NKJV adalah berasal dari New King James Version. Copyright 1979, 1980, 1982 oleh Thomas Nelson inc. Digunakan dengan izin. Hak sepenuhnya.

Tokoh-tokoh Bayangan
Sejarah, entah sekular atau rohani, tidak diceritakan dalam bentuk statistik, pernyataan yang terprogram, tabel-tabel, atau angka-angka. Seringkali sejarah diberitahu melalui cerita-cerita. Yesus Sendiri adalah seorang pencerita, dan Dia bercerita dengan kuasa yang besar juga. (Mat. 7:28; 13:3). Pelajaran triwulan ini adalah mengenai cerita-cerita tetapi bukan selalu cerita yang umum dan banyak dikenal dengan tokoh bintang, seperti Abraham dan Ishak di Bukit Moria, Daniel di gua singa, atau Daud dan Goliat. Namun, gantinya kita akan melihat pada tokoh-tokoh yang tidak dimuat di berita utama tetapi eksis sebagai latar belakang, mereka yang dengan mudah dilewatkan dan dilupakan. Fokus kita triwulan ini adalah para tokoh pendukung di dalam Perjanjian Lama. Ada yang menjadi orang baik, yang lain tidak terlalu baik. Walaupun tidak banyak yang tercatat mengenai mereka, ada cukup catatan yang dapat dilihat oleh pembaca yang teliti untuk dipelajari dari tokoh-tokoh initermasuk para wanita, makelar kekuasaan, budak, dan orang-orang kerajaan.

Di dalam kisah mereka, pada prinsipnya, tantangan yang dihadapi tokohtokoh ini tidak berbeda jauh dengan tantangan-tantangan yang kita hadapi dewasa ini. Walaupun kebudayaan dan latar belakang mereka berbeda dengan kita, mereka juga merasakan rasa sakitnya hidup di dunia yang telah dinodai dosa, dunia yang bergumul dalam pertentangan besar antara yang baik dan jahat. Yang membuat peperangan ini lebih sulit adalah karena tidak selalu mudah untuk membedakan antara yang baik dan jahat, karena kadangkala garis antara keduanya nampak kabur. Sering, dalam konteks gambaran yang lebih besar, kehidupan dari para tokoh pendukung ini sepertinya tidak penting. Inilah perasaan yang dapat dikenal bersama. Sangat mudah untuk berpikir: Bagaimanapun juga, dalam hal ini, apakah arti dari diri kita secara individu? Pada akhirnya, para tokoh kecil ini termasuk di dalam cerita utama Allah, dan dari kisah mereka kita bisa mempelajari hal-hal yang dapat membantu kita menulis sebuah cerita yang berbeda dan lebih baik untuk diri kita. Tentu, tidak selalu mudah untuk memperhatikan para tokoh pendukung. Secara naluri ketika kita membaca atau mendengar sebuah cerita, kita cenderung mengikuti jalan cerita utama dan fokus pada tokoh utama. Ini dapat dimengerti pada umumnya, sehingga triwulan ini kita akan melihat kepada mereka yang disebut orang kecil dan dengan demikian mendapat pengertian yang lebih penuh akan isi tulisan Alkitab. Sayangnya, di dalam dunia kontemporer, kita sudah mulai kehilangan kemampuan untuk mendengar dengan cermat: terlalu banyak pertunjukan di layar, terlalu banyak potongan cepat dalam klip video, terlalu banyak kebisingan dari radio. Kita kehilangan banyak sekali. Dengan berfokus pada tokoh-tokoh bayangan dari Perjanjian Lama, kita akan membaca Firman dengan segar, melihat dengan iman, untuk menemukan kebahagiaan mempelajari kebenarankebenaran baru di dalam Firman Tuhan. Akhirnya, ketika kita melihat dari pundak para penulis Alkitab dan para tokoh pendukung, sangat baik untuk mengingat kuasa dari kehidupan kita sebagai contoh. Lebih daripada yang lain, manusia di abad keduapuluh satu ingin melihat sesuatu yang berfungsi dengan baik sebelum mereka mempertimbangkan seluk beluk sebuah maksud. Para tetangga, sahabat dan keluarga kita pertamatama ingin melihat cerita pribadi kita sebelum mereka bersedia untuk mendengarkan kesaksian dan doktrin dan kepercayaan kita. Dalam arti, cerita-cerita kita dapat menjadi alat-alat yang sangat berkuasa dalam kesaksian kita kepada orang lain mengenai apa yang telah Tuhan lakukan bagi diri kita. Sebagaimana dengan tokoh-tokoh pendukung ini, kita bisa menjadi bagian dari cerita utama keselamatan, walaupun kita tidak menjadi tokoh utama di dalam skema yang lebih besar dari drama kosmis yang sementara terungkap di sekitar kita. Gerald dan Chantal Klingbeil, bersama ketiga putri mereka, Hannah, Sarah, dan Jemima, telah hidup di Afrika, Amerika Selatan, Eropa, dan Asia. Sekarang ini, Gerald Klingbeil adalah editor pembantu dari Adventist Review. 4

Pelajaran 1

* 25 Sept.1 Okt. 2010

Cerita dan Sejarah


SABAT PETANG
BACAAN UNTUK PELAJARAN PEKAN INI: Kejadian 39:6-12; Yosua 3:9-17; 1 Samuel 24:1-6; 1 Raja-raja 12:1-16; Ayub 1:1-12. Ayat HaFalan: Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik (2 Timotius 3:16, 17, NET).

alaupun banyak orang tidak memiliki minat yang besar untuk mempelajari sejarah, namun banyak orang menyukai cerita yang baik. Setiap peradaban kaya akan cerita-cerita yang menjelaskan (atau mengaku menjelaskan) asal usul, nilai-nilai, hubungan-hubungan, dan struktur-struktur kebudayaannya. Cerita-cerita ini, yang diceritakan dari satu generasi ke generasi berikutnya, seringkali merupakan alat mengajar. Dalam abad modern, kegiatan bercerita dikecilkan: orang-orang mencari fakta dan jawaban ilmiah untuk menjelaskan kehidupan. Namun, hanya faktafakta tidak bisa menjawab semua pertanyaan kehidupan kita. Dewasa ini, sebuah generasi baru, yang sering dinamakan postmodern, telah menemukan kembali kuasa dari cerita. Dalam arti, Alkitab sangat kontemporer karena penuh dengan cerita. Bukan legenda, bukan dongeng-dongeng isapan jempol manusia (2 Ptr. 1:16, ESV), tetapi cerita sejarah dan pribadi yang mengungkapkan kebenaran mengenai Tuhan dan interaksi-Nya dengan manusia yang telah jatuh. Cerita-cerita ini menggambarkan orang-orang yang nyata, berjuang dengan masalah-masalah kehidupan yang nyata dan berinteraksi dengan Tuhan yang hidup, yang menawarkan jawaban-jawaban atas masalah-masalah itu. Setiap cerita membutuhkan waktu, tempat, dan keadaan. Minggu ini kita akan mempelajari keadaan-keadaan yang berbeda dan konteks sejarah mereka agar dapat lebih mengerti tokoh-tokoh yang akan kita pelajari sepanjang triwulan ini. *Pelajari pelajaran pekan ini untuk persiapan Sabat, 2 Oktober. 5

MINGGU
MANUSIA DAN PLOT (ALUR CERITA)

26 September

Plot atau alur cerita didefinisikan sebagai kejadian-kejadian beruntun yang menghasilkan suatu konklusi. Setiap orang lahir, hidup, dan akhirnya akan mati. Ini merupakan batas-batas yang luas dari plot kehidupan. Di antaranya, kehidupan terdiri dari plot-plot yang lebih kecil yang sering dimotivasi oleh konflik atau ketegangan. Mencari plot berarti berusaha untuk menghubungkan semua bagian yang relevan dari cerita untuk melihat gambaran yang lebih besar. Di dalam buku Ayub, contohnya, ada dua plot. Kenalilah kedua plot dalam cerita Ayub. Lihat Ayub 1:1-12. Jika kita ingin mengerti cerita tentang Ayub, kita perlu mengerti plot yang dua dimensi. Sesungguhnya, Alkitab tidak memiliki plot satu dimensi saja, karena Tuhan selalu aktif dalam sejarah dan kehidupan manusia, walaupun hanya bekerja di belakang layar. Di dalam dua pasal pertama dari Ayub, kita bisa bayangkan mengganti saluran, seperti di TV, ketika kita melompat di antara plot surgawi dan duniawi. Namun, cerita lebih dari plot. Manusia yang menciptakan cerita. Gambarkan sedetil mungkin tentang nabiah Hulda seperti yang digambarkan dalam 2 Raja-raja 22:14. Tokoh-tokoh sangat dekat hubungannya dengan plot cerita. Cara kita mengerti para tokoh ini bergantung pada tingkat informasi yang diberikan oleh sang narator, yang bisa saja adalah salah satu tokoh. Kita ambil Hulda sebagai contoh: Apakah dia menjadi salah satu tokoh utama di dalam cerita ini? Tidak. Cerita ini sebenarnya adalah mengenai penemuan kitab Taurat di saat pemerintahan Raja Yosia. Walaupun Hulda tidak menjadi tokoh utama, setiap tokoh di dalam sebuah cerita sangat penting untuk perkembangan cerita. Apakah Hulda memiliki anak-anak? Umur berapakah dia? Kita tidak mengetahui semua jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Narasi Alkitab seringkali sangat pendek dan seringkali diringkas. Ini berarti kita harus memperhatikan dengan baik setiap potong informasi yang diberikan. Hulda dianggap sebagai seorang nabiah Tuhan yang andal. Penulis Alkitab memberikan informasi mengenai keluarga suaminya, karena wanita di zaman Perjanjian Lama sering diidentifikasi dengan keluarga suaminya. Alamatnya juga diberikan. Seperti kita di zaman modern ini, dokumen resmi selalu membutuhkan nama dan alamat untuk membuktikan bahwa orang itu adalah seperti yang diakuinya. Apakah plot Anda? Tokoh seperti apakah Anda? Jika cerita Anda ditulis sebagai narasi Alkitab, bagaimanakah kira-kira isinya berbeda dengan keadaan sebenarnya dari cerita itu? 6

SENIN
DI mANA DAN BAGAImANA?

27 September

Latar (keterangan mengenai waktu, tempat, keadaan) menunjukkan kenyataan dari cerita dan memberikan atmosfer atau suasana hati. Contoh, mengapa di dalam Rut 4:1, 2 Boaz menemukan kasus hukumnya di pintu gerbang bukan di dalam rumahnya atau di rumah walikota Betlehem? Jelas, pintu gerbang adalah tempat paling umum di zaman dulu kalamenambahkan sebuah elemen legal yang penting dalam cerita ini. Latar juga dapat memberikan petunjuk bagi kita mengenai periode waktu cerita itu terjadi. Jika kita mendengar sebuah cerita yang terjadi di dalam sebuah mobil atau di dalam terminal bandara udara, tanpa perlu banyak berpikir kita bisa mengetahui bahwa cerita tersebut tidak berasal dari zamannya Daud atau Martin Luther. Bandingkan latar dari kedua cerita berikut ini: 1 Samuel 24:1-6 dan Kejadian 39:6-12. Bagaimanakah latar mengontribusi kepada plot dari cerita tersebut? Latar dapat membantu kita untuk lebih mengerti tindakan dari cerita tersebut. Daud dan prajuritnya sendiri dengan Saul, yang tidak dilindungi dan sangat rentan. Latar cerita ini menyorot tabiat masyhur dari Daud. Dia tidak mengambil kesempatan untuk duluan menghabisi Saul sebelum Saul menyingkirkan dia. Inilah fakta yang menunjukkan rasa hormat Daud terhadap pemimpin yang diurapi Tuhan. Latar dalam cerita tentang Yusuf juga menggambarkan sebuah kesempatan. Yusuf seorang yang tampan dan memiliki posisi kekuasaan. Istri majikannya tergila-gila dengannya, dan mereka sendirian di dalam rumah. Yusuf, bagaikan Daud, menunjukkan tabiatnya yang masyhur ketika menolak kesempatan itu. Tetapi latar bukanlah satu-satunya elemen cerita yang penting. Kita harus melihat segi pandangan dari sang narator juga. Kita melihat ceritanya terungkap melalui mata sang narator, yang biasanya menyediakan informasi yang penting bagi kita tetapi kadangkala juga menahan informasi. Hal ini terutama berlaku dalam cerita-cerita sekular. Walaupun kita memiliki segi pandangan terhadap cerita-cerita Alkitab, kita harus membaca semua itu dengan asumsi bahwa mereka diilhami oleh Roh Kudus dan kebenaran yang diungkapkan adalah kebenaran Allah. Pikirkanlah mengenai Daud dan Yusuf dalam latar mereka. Betapa mudahnya mereka merasionalkan perbuatan yang melebihi perbuatan mereka. Kenyataannya semua itu tidak memberikan informasi yang banyak mengenai tabiat mereka. Berapa seringkah Anda merasionalkan perbuat an-perbuatan yang salah?

SELAsA

28 September

DARI KEmENANGAN kE ZAmAN KEGELApAN


Untuk sisa pekan ini kita akan melihat lebih dekat beberapa periode penting dalam sejarah Israel yang akan berfungsi sebagai latar belakang bagi semua individu yang akan kita pelajari. Kita mulai dengan masuknya Israel ke Tanah Perjanjian. Sesudah perbuatan Tuhan yang dahsyat selama Keluaran dan perjalanan di padang gurun, bangsa Israel untuk kedua kalinya telah mencapai perbatasan Tanah Perjanjian. Di bawah pemimpin baru mereka, Yosua, mereka sudah akan menyeberangi Yordan melalui tanah kering (Yos. 3:16, 17), satu mukjizat yang menggemakan peristiwa penyeberangan Laut Merah di saat Keluaran (Kel. 14). Bacalah Yosua 3:9-17. Apakah tujuan dari mukjizat ini? Kanaan bukan dikuasai Israel karena kepintaran militer Yosua atau usaha Israel yang gagah berani. Kemenangan atas penduduk Kota Kanaan dicapai hanya melalui kuasa campur tangan Tuhan. Ketika Israel patuh, Tuhan memberikan kemenangan; tetapi, ketika Israel hanya bergantung pada kekuatannya sendiri, mereka gagal tanpa harapan. Sesudah kematian Yosua dan orang-orang tua yang lain, beberapa bagian Tanah Perjanjian masih diduduki oleh Bangsa Kanaan (Hak. 1:27, 28). Sepertinya iman Israel lebih hari lebih menyusut sebagaimana visi mereka juga menyusut. Gantinya melihat Tanah Perjanjian secara keseluruhan mereka menjadi sibuk dengan penghidupan mereka dan kehilangan visi yang lebih besar dan idaman yang Tuhan maksudkan bagi Israel sebagai suatu bangsa. Banyak pakar menamakan abad-abad berikutnya sebagai Zaman Kegelapan Israel. Bacalah Hakim-hakim 17:6. Iklim moral seperti apakah yang diungkapkan ayat ini? Ketika kita kehilangan gambaran yang lebih besar mengenai rencana Tuhan bagi kita, hal-hal yang kecil menjadi besar. Israel kehilangan perspektifnya sebagai bangsa; kesukuan mengambil alih. Di dalam seluruh buku Hakim-hakim, beragam suku dan kaum bersedia dan ingin memerangi sesama. Praktik-praktik keagamaan dilebur menurut kenyamanan pribadi, dan kompromi dengan budaya sekitarnya meluas. Menurut buku Hakim-hakim, ini disebabkan kawin campur dengan Bangsa Kanaan yang masih hidup di negeri itu (Hak. 3:3-7). Sebagai akibat dari kemerosotan rohani ini, Israel tergelincir ke dalam siklus dominasi kekuasaan asing, kemerdekaan, pemujaan berhala, dan sekali lagi, dominasi. Apakah yang sangat berbahaya mengenai kompromi sehingga itu bisa datang dengan diam-diam, secara perlahan, dan hampir tidak kentara. Apakah cara hidup Anda sudah berubah dibandingkan dengan cara hidup Anda beberapa tahun yang lalu? Adakah perubahan-perubahan ini sebagai hasil dari kompromi? 8

RABU

29 September

MENGENAI pARA RAJA DAN pANGERAN


Walaupun begitu banyak yang sudah diberikan Tuhan, dan dijanjikan lebih banyak lagi seandainya mereka menurut, Bangsa Israel dipengaruhi secara negatif oleh kebudayaan di sekitar mereka. Sebagai contoh, mereka melihat di kerajaan-kerajaan sekitar sebuah struktur politik yang sangat berbeda. Semua bangsa ini mempunyai seorang raja. Dipadukan dengan fakta bahwa putra-putra Samuel tidak mengikuti perilaku dan kepemimpinan ayah mereka karena mereka mengejar laba, menerima suap dan memutarbalikkan keadilan (1 Sam. 8:3, NKJV), para pemimpin suku Israel merasa bahwa sudah waktunya untuk menunjuk seorang raja atas Israel (1 Sam. 8:4, 5). Samuel tidak begitu senang dengan keputusan itu tetapi disuruh Tuhan untuk menurut saja (1 Sam. 8:7). Saul dari suku Benyamin diurapi sebagai raja oleh Samuel (1 Sam. 10:1) dan memulai kekuasaannya di Gibea. Namun, sebagaimana yang diramalkan Tuhan, semua tidak berjalan lancar bagi raja yang baru. Ketegangan antar suku tetap berlangsung. Keberadaan Bangsa Israel berada dalam bahaya karena tekanan dari kekuasaan-kekuasaan yang berada di sekelilingnya. Raja yang baru tidak berkomitmen untuk mengikuti persyaratan-persyaratan Tuhan (1 Sam. 15:3, 8, 9) dan, sebagai hasilnya, Tuhan akhirnya menolak Saul. Sesudah itu, Daud diurapi sebagai raja Israel yang akan datang. Seperti yang diharapkan, Saul tidak ingin memindahkan dengan begitu saja kekuasaannya kepada juara perang yang baru, Daud. Dekade berikutnya ditandai oleh perselisihan internal, dan Daud selalu dalam pelarian. Perkembangan besar selanjutnya dalam sejarah Israel terjadi ketika Saul dan putra-putranya terbunuh dalam peperangan melawan Filistin (1 Sam. 31:1-6). Daud dijadikan raja atas Yehuda, dan tujuh tahun kemudian, atas seluruh Israel. Daud mendirikan Yerusalem sebagai ibukota baru dari kerajaan yang bersatu. Tindakan-tindakan militernya yang luar biasa sangat sukses; dia memperluas batas-batas kerajaannya. Sesudah berkuasa selama empat puluh satu tahun, Daud wafat di Yerusalem (2 Sam. 5:4; 1 Raj. 2:10, 11). Seperti kehidupan kita, pemerintahan Daud ditandai dengan kemenangan-kemenangan yang besar, beberapa pilihan yang buruk, dan begitu banyak kemurahan Tuhan. Dia diganti oleh putranya Salomo, yang juga memerintah selama empat puluh tahun (1 Raj. 11:42). Salomo bukanlah seorang prajurit atau penakluk. Malahan, dia mencari dan menerima akal budi surgawi (1 Raj. 3:3-13); dia membangun bait suci Allah di Yerusalem; dia merancang struktur-struktur administratif yang mengawasi dan mengatur Israel; tetapi, pada akhir hidupnya, dia berpaling dari Tuhan, mengikuti praktik-praktik agama dari istri-istrinya (1 Raj. 11:1-8). Bacalah 1 Samuel 8:7-20. Bagaimanakah bagian ini menunjukkan bahwa jalan-jalan Tuhan lebih baik daripada jalan manusia? Betapa seringnya kita mendapati diri kita melakukan hal yang sama, ingin melakukan hal-hal sesuai dengan jalan kita gantinya mengikuti jalan Tuhan? 9

KAmIs
KEbODOHAN REHAbEAm

30 September

Kematian Salomo menandai salah satu titik balik penting dalam sejarah Israel. Pendekatan administratif dengan tangan besi, undang-undang pengerahan tenaga kerja, dan percobaan-percobaan dalam kemajemukan agama semuanya menuju pada ketegangan besar pada awal pemerintahan Rehabeam, putra Salomo. Bacalah 1 Raja-raja 12:1-16 dan cobalah untuk menangkap drama dari situasi tersebut. Dengan melihat kepemimpinan Rehabeam, apakah yang dapat kita pelajari dari cerita ini mengenai sikap kita terhadap kekuatan apa pun yang kita miliki dalam situasi kehidupan yang berbeda-beda? Apakah yang dapat kita pelajari dari kesalahan yang diperbuatnya? Sesudah perpecahan Yehuda dan Israel, umat Tuhan yang tadinya bersatu mulai berpisah dengan cara yang berbeda-beda. Melihat pusat perbaktian, pengorbanan, dan pemujaan berada di Yehuda, maka Raja Yerobeam I dari Israel membuat dua lembu emas (1 Raj. 12:26-29) dan mendirikan dua tempat ibadah dengan mezbah, satu di Betel dan yang satunya lagi di Dan. Semuanya tidak terlihat begitu baik bagi Israel, selama dua ratus tahun berikutnya Bangsa Israel mempunyai pengalaman bagaikan naik roller-coaster, naik-turun dengan tiba-tiba. Beberapa raja mengikuti (paling kurang dengan setengah hati) panggilan Tuhan untuk bertobat; yang lain dengan keras kepala menolak seruan para nabi. Dinasti-dinasti berubah, dan begitu banyak pembunuhan berbau politik yang terjadi. Dua puluh raja berkuasa sejak Yerobeam I sampai pada raja terakhir Israel di Samaria, Hosea, memberi isyarat akan kondisi kerajaan yang tidak stabil. Akhirnya, tahun 722 S.M., Samaria direbut oleh bangsa Asyur dan Israel dibawa ke dalam penawanan. Di sisi sebelah perbatasan, situasinya tidak lebih baik. Dinasti Daud tetap berlangsung, tetapi tidak semua keturunan Daud yang bisa menyamai iman dari leluhur mereka. Ada raja, seperti Yosafat, Hizkia, dan Yosia, berusaha untuk kembali kepada Tuhan dan dalam proses itu juga membawa orang Yehuda ke dalam pertobatan penuh. Usaha-usaha mereka dibantu oleh puluhan nabi yang berbicara di dalam situasi-situasi tertentu mengenai kebutuhan-kebutuhan rohani dan sosial Bangsa Yehuda. Tahun 586 S.M. Yerusalem jatuh ke tangan Babel. Para pemimpin dan banyak dari penduduk kota dibawa ke Babel. Bait suci Tuhan dihancurkan. Percobaan kerajaan telah tiba pada akhirnya. Seseorang dapat berpikir bahwa dengan bencana penghancuran dan penawanan bangsa Babel, menjadi akhir dari Bangsa Yahudi. Apakah yang diceritakan oleh pemulihan mereka mengenai kesabaran dan kemurahan Tuhan? Pernahkah Anda melihat kesabaran dan kemurahan yang sama dalam kehidupan Anda? Bagaimanakah reaksi Anda terhadap kemurahan ini? 10

JUmAT

1 Oktober

PelajaRi Lebih LanjUt: Panggilan Tuhan kepada kita semua untuk mempelajari filsafat Ilahi dari sejarah rohani, ditulis oleh Musa di bawah inspirasi Roh Kudus. Keluarga yang pertama ditempatkan di dunia ini adalah contoh bagi semua keluarga yang nanti akan hidup hingga masa penutupan sejarah dunia ini. Begitu banyak untuk dipelajari dalam sejarah ini agar kita dapat mengerti rencana Ilahi bagi umat manusia. Rencana ini jelas diartikan, dan jiwa yang penuh doa dan penyerahan akan mempelajari pikiran dan tujuan Allah sejak permulaan sampai penutupan sejarah dunia ini. Dia akan mengerti bahwa Yesus Kristus, yang satu dengan Bapa, adalah penggerak utama dalam semua kemajuan, Dia yang menjadi sumber dari semua pemurnian dan peninggian umat manusia. Ellen G. White, Manuscript Releases, vol. 3, hlm. 184. Dengan meninjau sejarah kita yang lampau, setelah mengikuti setiap langkah kemajuan hingga pada saat ini, saya dapat berkata, Puji Tuhan! Ketika saya melihat apa yang Tuhan telah tempa, saya dipenuhi keheranan dan dengan keyakinan di dalam Kristus sebagai Pemimpin. Kita tidak perlu takut akan masa depan, kecuali kita melupakan cara Tuhan menuntun kita, dan ajaran-Nya di dalam sejarah kita yang lampau. Kita sekarang adalah umat yang perkasa, jika kita menempatkan percaya kita di dalam Tuhan; karena kita menangani kebenaran-kebenaran besar dari firman Tuhan. Kita harus bersyukur atas segalagalanya.Ellen G. White, Selected Messages, jld. 3, hlm. 162.

PeRtanyaan-peRtanyaan UntUk DidiskUsikan: nn Keterlibatan Tuhan yang aktif di dalam sejarah merupakan konsep yang penting dalam Alkitab. Bacalah Daniel 2:21. Apakah yang dikatakan ayat ini mengenai interaksi antara Tuhan dan sejarah manusia? Mengapa realitas ini sangat penting untuk kita ingat dewasa ini, bagi kita yang hidup di dekat zaman akhir sejarah? oo Mengapa kita sangat menyukai cerita? Apakah yang membuat sebuah cerita menjadi menarik? Bagaimanakah cerita dapat digunakan untuk menjadi alat mengajar yang efektif untuk mengajar kebenaran? Siapakah tukang cerita kesukaan Anda, dan mengapa Anda menyukai dia? pp Israel telah dipanggil menjadi saksi ke seluruh dunia mengenai Allah yang benar dan pekabaran-Nya tentang keselamatan oleh anugerah bagi setiap orang. Namun, ketika kita melihat perkelahian internal yang terjadi sangat melemahkan Israel. Pelajaran apakah yang dapat kita ambil dari kebenaran sejarah yang menyedihkan bagi kita dewasa ini? qq Latar belakang sangat penting agar dapat mengerti situasi apa pun. Namun, pada umumnya begitu banyak informasi latar yang tidak kita ketahui. Karena begitu banyak yang tersembunyi dari kita, mengapa begitu penting bagi kita untuk tidak menghakimi orang lain? Berapa seringkah Anda dengan buru-buru menghakimi seseorang sebelum mengetahui fakta-fakta penting mengenai seseorang dan keadaannya? Berapa seringkah Anda pernah dihakimi oleh mereka yang tidak mengetahui fakta-fakta yang tepat mengenai diri Anda?
11

PenUntUn GURU 1
Ringkasan Pelajaran Ayat Inti: 2 Timotius 3:16, 17.

Anggota Kelas Akan:

Mengetahui: Mengetahui dengan jelas bagaimana tokoh-tokoh, alur cerita, latar cerita, pandangan, dan latar belakang sejarah menciptakan cerita-cerita yang mengesankan dalam Alkitab. Merasakan: Menghargai kesempatan untuk mengenali tokoh-tokoh Alkitab dan belajar dari pelajaran kehidupan mereka. Melakukan: Mendalami pelajaran kehidupan yang tercatat dalam Alkitab dan mengizinkan Roh Kudus untuk menggunakannya dalam mengubah hidup mereka.

Garis Besar Pelajaran:

I. Mengetahui: Cerita-cerita yang Kritis untuk Masa Kini A. Seperti cerita lainnya, cerita Alkitab berisi tokoh-tokoh yang beraksi dan bereaksi dalam lingkungan dan latar. Bagaimanakah cerita-cerita Alkitab itu unik? Mengapa cerita-cerita ini begitu penting, walaupun terjadi pada zaman dan tempat yang berbeda dengan kita? II. Merasakan: Penemuan yang Berharga A. Wewenang Alkitab sebagai Firman Allah memberikan kerangka cerita pada cerita Alkitab yang tidak dimiliki oleh kebanyakan cerita lainnya. Pandangan apakah yang membuat cerita itu sangat berharga? B. Bagaimanakah cerita para tokoh Alkitab berbicara kepada kita mengenai hidup kita sendiri? III. Melakukan: Harta Tersembunyi A. Harta yang tersembunyi tidak membawakan kebaikan apa-apa kepada seseorang. Bagaimanakah kita menyingkapkan pelajaran-pelajar an berharga dalam cerita-cerita Alkitab ini dan mengaitkannya dengan kehidupan di lingkungan kita sendiri? B. Mengapa kritis menjadikan Roh Kudus sebagai penafsir cerita ini? C. Apakah kesulitan dalam kehidupan yang kita hadapi yang perlu diinformasikan melalui pelajaran kehidupan dari tokoh-tokoh Alkitab? RinGkasan: Kita dapat memperoleh keuntungan melalui penyelidikan tokoh-tokoh Alkitab dan bagaimana mereka menghadapi tantangan-tantangan dalam kehidupan mereka, dengan mempertimbangkan bagaimana menerapkanatau tidak menerapkanprinsip-prinsip kesalehan dalam pilihan kehidupan mereka. Cerita-cerita mereka dapat mengajarkan kita untuk bergantung pada cara Allah dalam memenuhi tantangan-tantangan yang mereka hadapi setiap hari.

12

Seri Pembelajaran KONSEP UTAMA uNTuk PERTuMBuHAN ROHANI: Allah aktif bukan hanya dalam cakupan sejarah yang luas tetapi juga dalam kehidupan individu-individu. KHuSuS uNTuk GuRu-guRu: Tekankan bahwa pada saat Allah sedang peduli dengan nasib bangsa-bangsa dan planet-planet, Ia juga sanggup menangani rincian kehidupan kita jika kita menyerahkan kehidupan kita kepada-Nya. Mendapatkan pola di mana hal yang tidak ada itu ada (eksis). Pencarian frase ini dalam Google menghasilkan banyak sekali sumber. Jika Anda memeriksa hasil-hasilnya, Anda akan mendapati, secara alamiah, banyak sekali iklan dari orang-orang yang ingin menjual hal-hal yang Anda tidak butuhkan, mulai dari lemari es sampai kepada kelinci angora. Tetapi Anda akan mendapat contoh-contoh cara manusia berusaha menemukan pola dan makna di semesta alam dan dalam kehidupan mereka. Dahaga akan makna dan pola menjelma dalam bentuk-bentuk yang tak terbatas, dari yang percaya takhyul sampai kepada yang aneh-aneh: daftar kelahiran berdasarkan ramalan bintang, spekulasi-spekulasi aneh tentang nenek moyang keluarga kerajaan Inggris, kuis dan tes yang barangkali akan menyatakan kepada kita tentang siapakah diri kita. Dengan kata lain, kita mengatakan kepada diri kita sendiri tentang cerita-cerita yang menerangkan banyak hal. Kabar baiknya ialah bahwa Allah tak pernah memberikan kepada kita kerinduan terhadap sesuatu yang tak pernah ada. Makna dan pola itu ada, tetapi ceritanya akan salah dipahami bila mendapatkannya di luar dari cerita-cerita yang tidak diilhami oleh Ilahi. Kita adalah bagian dari cerita Allah, dan Allah ingin berada dalam cerita kita. Berikut ini adalah ungkapan yang lebih baik: Allah mengasihi Anda dan mempunyai sebuah rencana yang ajaib untuk kehidupan Anda. DISkuSIkAN dENgAN KELAS: Dengan cara apakah Anda melihat cerita-cerita Allah dalam cerita hidup Anda? Bagaimanakah kehidupan Anda memantulkan rencana Allah? Bagaimanakah cerita kehidupan Anda berpautan dengan cerita keselamatan yang lebih besar?

LANGKAH 1Motivasi

LANGKAH 2Menyelidiki
Komentar Alkitab I. Alur Cerita: Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? (Tinjaulah Ayub 1:1-12 bersama dengan kelas Anda). Buku Ayub bercerita tentang suatu daerah dan masa sejarah yang tidak terlalu berkaitan dengan bagian-bagian utama dari Perjanjian Lama. Misalnya, lokasi yang tepat dari negeri Us itu diperdebatkan. Ayub adalah salah seorang 13

tokoh positif dalam Perjanjian Lama yang bukan orang Israel atau leluhur dari orang-orang Israel. Namun, tidak ada lagi tempat lain di mana terdapat gabungan yang begitu jelas di antara kegiatan manusia dan kegiatan Ilahi. Ayub digambarkan sebagai seorang yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan (Ayub 1:1). Di dalam dunia kita sekarang ini, sifat ini tidak selalu dihormati atau dihargai oleh orang lain. Ada yang mengatakan, Orang baikbaik tidak dapat apa-apa. Orang-orang kehilangan karier mereka karena mengatakan yang benar atau karena mengikuti suara hati mereka daripada suara orang banyak. Namun Ayub tidaklah demikian. Ayub adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah timur (ay. 3). Dalam suatu dunia di mana kekayaan dan kuasa seringkali dianggap sebagai hikmat, kecerdasan, dan kebajikan, Ayub kaya, berkuasa, bijaksana, cerdas, dan penuh kebajikan. Dan ia tahu dari mana asal semuanya itu, walaupun ia tidak bisa tahu tentang peperangan rohani yang terjadi di sekitarnya sebagai korban perang itu. Walaupun Ayub takut akan Allah dan berkonsultasi dengan Dia bahkan tentang perkara-perkara kecil dalam persoalan kehidupannya; barangkali ia tak pernah membayangkan dirinya telah menjadi topik percakapan di kalangan surga. Namun, pada catatan Ayub 1:6-12, pertentangan besar itu tiba-tiba menjadi khusus. Dan secara khusus terfokus pada dirinya. Reaksi Ayub terhadap kejahatan ialah menghindarinya, tidak mau berurusan dengan kejahatan itu. Reaksi ini adalah sikap yang benar, tetapi hal ini menjamin bahwa perasaan-perasaan itu timbal balik. Jika Allah aktif dalam kehidupan kita, Setan juga akan berusaha demikian. Seperti Ayub, kita menjadi wilayah yang diperdebatkan dalam pergumulan di antara yang baik dan yang jahat. Ini adalah alur cerita yang utama bahkan cerita yang paling biasa di dalam Alkitab. Pertimbangkan Ini: Bagaimanakah seharusnya kita menerima secara harfiah tentang kuasa-kuasa rohani yang bekerja di belakang layar seperti yang digambarkan dalam Ayub 1:1-12? Mengapa hal itu penting? II. Karakter: Apa yang Harusdan Apa yang TidakDilakukan dan Terjadi (Tinjaulah Kejadian 39:6-12 bersama kelas). Seperti yang dinyatakan sebelumnya, cerita-cerita dalam Alkitab bukanlah sekadar cerita biasa. Semua cerita Alkitab adalah tentang membentuk suatu kehidupan yang menjadikan hadirat Allah sebagai pusat hidup kita walaupun dunia tidak demikian. Kadang-kadang para tokoh utama menyadari keharusan ini; kadang-kadang mereka gagal. Entah sikapjuga jalannya aksi yang didikte oleh merekamempunyai konsekuensi yang dapat dilihat dengan jelas dalam pengembangan karakter. Dalam bagian cerita Yusuf yang terdapat dalam Kejadian 39:6-12, kita mempunyai contoh catatan tentang seorang muda yang berhasil melawan kejahatan, bagaikan seekor ikan keluar dari air dalam sebuah dunia yang tak pernah dibuat. Tetapi sukses Yusuf bukanlah semata-mata karena ia berani, pintar, dan penuh pengetahuan, walaupun sukses yang berdasarkan pada kualitas-kualitas 14

ini dipercaya sebagai standar dunia. Alkitab menentang pemikiran tentang sukses ala dunia ini dengan menyingkapkan kepada kita tentang kunci sukses Yusuf. TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf (Kejadian 39:5). Seperti dalam buku Ayub, hadirnya kebaikan dan berkat Allah memberikan daya tarik kepada lawannya, dalam bentuk istri Potifar dan rencana khususnya untuk menjerat Yusuf. Untuk beberapa jenis orang, hal ini bisa menjadi suatu keuntungan. Tetapi dihadapi dengan dilema ini, Yusuf melihat situasi itu pertama-tama dari sisi pandangan Allah dan dari sisi pendiriannya bahwa ia akan kalah secara kekal seandainya ia menyerah pada godaan itu. Pertimbangkan Ini: Allah selalu punya peran dalam cerita-cerita Perjanjian Lama, walaupun Ia nampaknya tidak beraksi secara langsung. Sudut pandangan Allah selalu dinyatakan. Apakah sudut pandangan Allah selalu dinyatakan dalam kehidupan Anda?

LANGKAH 3Menerapkan

KHuSuS uNTuk GuRu-guRu: Tegaskan bahwa kasih itu sangat penting untuk kehidupan itu sendiri, dan di dalam kasih Allah kita melihat kasih dalam bentuknya yang sempurna.

Mengapa kebenaran-kebenaran yang Allah inginkan kita ketahui seringkali disampaikan terbaik melalui cerita? Metode penyampaian ini berlaku di Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, sebagaimana basis pekabaran Kristen adalah empat Injil, dan yang berisi cerita di dalam cerita, yaitu perumpamaan. Carilah cerita yang lebih luas yang mendasari semua cerita Alkitab. Ubah nama-nama, demikian juga tokoh-tokohnya. Tetapi tema pertentangan besar tetap terjalin melalui alur setiap cerita itu. Apakah keuntungan menceritakan cerita yang sama dengan bentuk yang berbeda? Banyak orang sekarang ini menganggap cerita-cerita Alkitab terjadi pada zaman dulu kala, di sebuah galaksi yang jauh, antah-berantah. Sesungguhnya, peristiwa-peristiwa yang dicatat dalam Alkitab terjadi di suatu dunia yang berbeda dengan dunia kita sendiri, khususnya jika kita hidup di Barat yang sekuler, di mana agama dan tradisi biasanya tidak terkait erat. Bagaimanakah kita menghadapi orang-orang yang menolak Alkitab dalam usaha kita memperkenalkan Alkitab yang penuh kuasa mengubah hidup? Sebagai umat Kristen, kita semua mempunyai cerita kita sendiri tentang cara Allah bekerja di dalam hidup kita. Apakah kuasa atau pengaruh menceritakan hal-hal itu untuk orang lain dan diri kita sendiri? Mengapa kita sendiri kadang-kadang perlu mengingatkan cerita-cerita kita sendiri?

PERTANYAAN UNTUk DIpIkIRkAN:

PERTANYAAN ApLIkASI:

15

LANGKAH 4Mempraktikkan
KHuSuS uNTuk GuRu-guRu: Kegiatan berikut ini dimaksudkan untuk menegaskan tentang pusat cerita utama yaitu pertentangan besar untuk semua cerita lain dalam Alkitab. Tinjaulah semua hal yang penting tentang tema pertentangan besar. Tegaskan bahwa ada suatu konflik di antara agen-agen perwakilan, misalnya oleh Setanegoisme, keinginan untuk memajukan diri sendiri tanpa mempedulikan Allah atau orang lain, kepercayaan bahwa tujuan membenarkan segala cara, dan lain-laindan agen yang diwakilkan oleh Allah, khususnya pengorbanan diri, kesabaran, damai, dan kerendahan hati. Tanyakan anggota kelas tentang contoh-contoh cerita Alkitab dan mintalah mereka meringkaskan sedapat mereka. Tanyakan mereka siapa dan apa yang mewakili pandangan Setan dan pandangan Allah dalam cerita itu. Bagaimanakah peristiwa-peristiwa dalam cerita itu mencerminkan pertentangan besar? Bagaimanakah cerita itu berpadanan dengan cerita yang lebih luas?

16

Pelajaran 2

*2-8 Oktober 2010

Kaleb: Hidup dengan Menunggu


SABAT PETANG
BACAAN UNTUK PELAJARAN PEKAN INI: Bilangan 13, 14; Yosua 14; Hakim-hakim 1:12-15. Ayat HaFalan: Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi. Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel! Sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan (Mazmur 130:6, 7).

ia telah menjadi saksi mata yang paling baik dan yang paling buruk. Kaleb mengerti seperti apa perbudakan itu. Dia berada di sana ketika Tuhan telah menuntun umat-Nya keluar dari Mesir dengan tangan yang penuh kuasa. Dia telah melihat laut terbuka di hadapan Israel dan menelan kereta-kereta dan pasukan Mesir. Dia telah bersama dengan Israel di Gunung Sinai dan telah melihat Musa turun dari gunung itu membawa hukum Allah. Dia adalah orang pertama yang melihat Tanah Kanaan. Dan dia harus menghabiskan tahun-tahun terbaik hidupnya di padang gurun mengembara dengan bangsa Israel, karena kesalahan orang lain. Dia menyaksikan seluruh generasinya mati di sana pula. Akhirnya, sebagai seorang yang tua renta, dia bisa masuk di tanah Kanaan. Hingga saat itu dia menunjukkan keberanian dan iman kepada Tuhan. Kaleb adalah seorang pemimpin yang kelihatannya lebih banyak bekerja di belakang layar daripada di hadapan penonton. Pekan ini kita akan belajar dari gaya kepemimpinannya yang lemah lembut. Kita akan mengenal seorang pemimpin yang hebat yang bersedia mengambil risiko dan memimpin sambil memberi contoh; seorang yang dermawan dan memberi semangat kepemimpinan kepada mereka yang lebih muda. Tetapi lebih daripada ciri-ciri karakter positifnya Kaleb, kita akan mempelajari cerita yang lebih relevan bagi kita, yang hidup di ujung sejarah dunia ini sementara kita menunggu untuk menyeberang ke Kanaan surgawi. *Pelajarilah pelajaran pekan ini untuk persiapan Sabat, 9 Oktober. 17

MINGGU
FAkTA-fAkTA

3 Oktober

Sekitar lima belas bulan sebelumnya, Israel telah meninggalkan Mesir. Tenda-tenda bagaikan titik-titik di Gurun Paran, di dekat perbatasan Kanaan. Semua orang dengan penuh gairah ingin tahu mengenai negeri yang tak lama lagi akan menjadi tempat tinggal mereka. Dengan tuntunan Tuhan, 12 penyelidik telah dipilih. Kaleb mewakili Yehuda sebagai salah satu dari 12 orang yang akan melaksanakan sebuah misi mencari fakta di Kanaan. Para mata-mata menghabiskan empat puluh hari dalam menjelajahi negeri itu, dan akhirnya mereka kembali dan bersedia untuk memberikan laporan mereka. Bacalah Bilangan 13:26-14:2. Pelajaran apakah yang bisa kita ambil mengenai hidup dengan iman dan bukan dengan melihat dari kejadian ini? Para mata-mata telah membawa sesuatu yang dapat mereka lihat, cium, dan rasa. Walaupun mereka semua telah melihat fakta yang sama, mereka memiliki konklusi yang berbeda-beda. Sepuluh dari mereka menginterpretasikan tanah yang subur dan kota yang megah itu berarti bahwa mereka akan binasa, tidak ada cara bagi semua pengembara eks-budak dapat menduduki negeri itu. Bersamaan dengan itu, mereka sepertinya lupa bahwa mereka tidak akan berdiri di perbatasan Tanah Perjanjian jika bukan karena mukjizat-mukjizat dari tulah di Mesir, penyeberangan Laut Merah, air yang keluar dari batu, dan manna harian yang mereka terima selama lebih dari setahun. Tuhan yang telah melakukan semua ini bagi mereka, dan sekarang, karena sesuatu dan lain hal, mereka gagal untuk percaya kepada-Nya dan janji-janji-Nya, ingin melakukan apa yang mereka lihat gantinya menurut apa yang Tuhan janjikan. Betapa mudahnya bagi kita semua untuk melakukan hal yang sama! Apa yang kita lihat, dan bagaimana kita menginterpretasikannya, dapat memberi konsekuensi perorangan yang langsung. Cara kita menginterpretasi faktafakta adalah yang menjadi dasar dari semua keputusan yang kita ambil tiap hari. Gagasan bahwa kita bisa mempercayai apa pun yang kita sukai tanpa kepercayaan itu mempengaruhi keberadaan diri dan tindakan kita adalah sebuah mitos. Menghadapi fakta-fakta itu tanpa Firman Tuhan akan menuntun kita pada interpretasi yang menjauhkan kita dari Tuhan dan menuju kepada kehilangan iman. Menghadapi fakta-fakta bersama Tuhan akan menuju kepada bukti yang akan membantu kita mempercayai Tuhan dan memperkuat iman kita kepada-Nya. Mengapa begitu mudah bagi kita untuk hidup dengan melihat dan bukan dengan iman? Kapankah terakhir kali kita menghadapi sesuatu seperti apa yang telah kita baca hari ini? Bagaimana Anda menanggapinya, dan apakah yang Anda pelajari dari tanggapan itu dan semua yang terjadi sesudah itu mengenai percaya kepada Tuhan dan semua janji-janji-Nya, walaupun dihadapi dengan fakta-fakta tersebut? 18

SENIN
BERDIRI TEGAk KETIkA DIANDALkAN

4 Oktober

Tidak selalu mudah untuk berdiri tegak. Tekanan dari kelompok merupakan kekuatan yang luar biasa. Kekuatan kehadiran ribuan orang tim tuan rumah dalam sebuah stadion mengandung tenaga yang sangat menggertak tim lawan. Tidak banyak dari kita yang begitu bodoh untuk bersorak bagi tim lawan atau melambaikan warna dari tim kesukaan kita di tengah-tengah pendukung lawan. Karena itu banyak pendukung dari tim lawan, seperti di dalam sepak bola, sering dipisahkan dalam sebuah pertandingan. Ketika mereka berhadapan, akal sehat dikesampingkan dan kekerasan sering terjadi. Namun bagi Bangsa Israel, ini bukanlah suatu pertandingan. Masa depan mereka dan kelangsungan hidup mereka sepertinya terancam, dan mereka semua menangis. Untuk menyaksikan ribuan orang menangis bersama pasti sangat menggerakkan hati. Dan Kaleb yang biasanya berdiri di belakang layar, melangkah ke depan. Fokus pada Bilangan 13:30. Apakah yang dapat kita pelajari tentang Kaleb dan mengenai mempercayai janji-janji Tuhan dari apa yang dia katakan? Informasi yang sama dapat disampaikan dengan berbagai cara. Bagaimana cara kita mengatakan sesuatu sama pentingnya dengan apa yang kita katakan. Kaleb menunjukkan karakter yang kokoh dengan tidak berdebat atau menghina sepuluh mata-mata yang kurang iman di depan umum dan tidak memprotes orang banyak karena kurangnya iman mereka. Sebaliknya, Kaleb berbicara dengan berani dan berseru agar ada rasa percaya dan tindakan. Namun, orang banyak tidak mau mendengar ini. Mereka telah menetapkan pikiran mereka dan mencoba untuk melempari Musa, Yosua, dan Kaleb dengan batu. Baca Bilangan 14:1-10, 20-24. Apakah yang dapat kita lihat di sini sebagai hasil akhir dari penolakan terhadap Firman Tuhan sehingga menuju ke penafsiran yang salah terhadap fakta-fakta? Kaleb pasti sangat kecewa. Dia telah melihat tanah yang baik. Dia setia dan siap untuk masuk. Tapi sekarang dia harus mengembara di padang gurun selama 40 tahun karena kesalahan orang lain. Namun, Kaleb memiliki rasa komunitas yang kuat dan menyadari apa artinya menjadi bagian dari suatu kesatuan. Dia memimpin dengan memberi contoh sambil mendorong. Kaleb tidak melepaskan diri dari kelompok itu dan memulai sebuah gerakan baru. Kecenderungan untuk pergi begitu saja ketika terjadi masalah atau kurang iman mungkin menjadi fenomena saat ini, tetapi itu tidak Alkitabiah. Dalam diri Kaleb kita melihat seorang laki-laki yang akan tetap tinggal, bahkan selama tahun-tahun hukuman, tanpa omelan, Sudah kubilang kan? Dengan cara-cara seperti apakah Anda telah menderita karena pilihan buruk dari orang lain? Bagaimanakah Anda telah menangani diri Anda di situasi-situasi seperti itu? 19

SELAsA
MENUNTUT JANJI-JANJI TUHAN

5 Oktober

Empat puluh tahun telah berlalu. Bangsa Israel telah melintasi Sungai Yordan dan masuk ke Negeri Perjanjian. Bagaikan orang-orang kelaparan menatapi meja yang penuh dengan makanan lezat, mereka menatap dengan penuh perhatian ke arah Negeri Perjanjian itu. Percakapan di api unggun berpusat pada bagian mana yang terbaik dan siapa yang akan menempatinya. Jauh sebelum memasuki Negeri Perjanjian itu, Musa telah mengenali kemungkinan terjadi pertentangan antara mereka sendiri dan telah meninggalkan petunjuk-petunjuk untuk pembagian negeri itu. Pembagian negeri itu diuraikan di dalam Yosua 14. Baca Yosua 14. Permintaan apakah yang diajukan Kaleb, dan menurut Anda kira-kira apakah yang mendorong dia membuat permintaan itu? Gambaran apakah yang kita lihat mengenai dia dan imannya? Di tengah-tengah pembagian negeri itu, Kaleb melangkah ke depan dan membuat kejutan, dia meminta bagiannya. Ini tidak akan menjadi tanah bagi sukunya tetapi baginya sendiri. Dalam pandangan pertama, pertemuan yang terjadi antara Yosua dan Kaleb, dua orang tertua di Israel, sepertinya di luar kebiasaan mereka. Walaupun Kaleb bersikeras bahwa dia kuat dan siap untuk berperang, yang paling utama yang dia inginkan adalah untuk menuntut janji yang sudah diberikan Tuhan kepadanya. Kaleb dengan jelas tidak takut untuk menuntut janji-janji Tuhan. Permintaan Kaleb bukan dimotivasi oleh ambisi egois. Prinsip dari kesempatan untuk memberi sangat tertanam di dalam orang tua itu. Kaleb tidak menuntut bagian yang paling baik, dan paling subur; namun, dia lebih memilih bagian yang dihuni oleh keturunan Enakorang-orang raksasa. Itulah tanah yang dia minta, karena belum mereka taklukkan. Inilah raksasa-raksasa yang empat puluh tahun silam telah membuat Bangsa Israel ketakutan (Bil. 13:33). Mungkin, Kaleb sangat bersemangat untuk melihat bahwa generasi saat ini tidak akan melakukan kesalahan yang sama seperti leluhur mereka. Sekarang Kaleb menunjukkan imannya kepada Tuhan dengan memilih daerah yang pa ling menantang, bukan yang paling mudah. Sekali lagi, Kaleb memimpin dengan memberi contoh. Dalam proses itu, dia menjadi suatu pelajaran moral dan prinsip yang hidup. Kaleb berkata, Jika Tuhan dapat menggunakan salah satu orang yang tertua untuk mengusir para raksasa itu, maka kalian tidak perlu gentar. Tuhan dapat dan akan memberikan kemenangan! Yosua 15:13, 14 mencatat kemenangan Kaleb terhadap Sesai, Ahiman dan Talmai, anak-anak Enak. Apa yang telah membawa ketakutan kepada seluruh bangsa telah dikalahkan oleh seorang manula yang percaya pada kuasa Tuhan. Baca Yosua 14:14. Apakah artinya untuk melayani Tuhan dengan sepenuh hati? Hal-hal apakah dalam kehidupan kita, yang jika kita tidak selalu lepaskan, akan membuat ini sulit untuk kita lakukan? 20

RABU
MELANJUTkAN WARISAN

6 Oktober

Di beberapa budaya, usia tua sangat dihormati, dan para lansia terintegrasi dengan baik ke dalam masyarakat dan dicari untuk nasihat dan kebijaksanaan mereka. Dalam budaya yang lain, manula dianggap tidak produktif lagi dan diabaikan. Pandangan yang kedua sepertinya sedang bertumbuh di seluruh dunia. Kaleb memberi contoh yang baik dalam penggunaan positif usia lanjut seseorang. Kaleb menghindari hal-hal yang terlalu ekstrem yang sering diasosiasi dengan usia lanjut. Dia tidak membiarkan dirinya diintimidasi orang lain karena usianya. Dia tidak mudah menyerah dan mengundurkan diri. Dia tidak menggunakan usianya sebagai alasan untuk tidak terlibat di dalam masyarakatnya. Dia juga tidak bergantung pada posisinya dan menganggap semua usaha orangorang muda untuk memimpin sebagai suatu tantangan pribadi terhadapnya. Apakah yang dikatakan Mazmur 92:12-15 mengenai usia lanjut? Telah dikatakan bahwa Allah tidak memiliki cucu. Selama Allah tetap Allah ayah saya, Dia tidak ada hubungannya dengan saya, secara pribadi. Kaleb mengetahui bahwa setiap generasi harus memiliki pengalamannya secara pribadi dengan Tuhan. Bangsa Israel, secara kolektif dan individu, tidak dapat hidup tanpa mukjizat-mukjizat yang terjadi di Mesir, atau pengalaman orangtua mereka di padang gurun. Kaleb menganggap sebagai tugasnya untuk menciptakan suatu suasana bagi generasi muda untuk mengambil langkah pertama terhadap iman. Pengalaman semacam apakah yang disederhanakan Kaleb di dalam Hakim-hakim 1:12, 13? Bagaimanakah dia melakukannya? Bangsa Yehuda sementara mengambil alih tanah mereka. Suku-suku Yehuda dan Simeon sepakat dan bekerja bersama-sama dengan iman dalam rangka untuk memperoleh janji-janji Tuhan. Tetapi ketika mereka maju menantang kota berbenteng Kiryat-Sefer (ay. 12), mereka menghadapi suatu tantangan yang besar. Kita tahu dari arkeologi rumitnya disain sistem benteng di Palestina pada akhir zaman perunggu. Namun, Kaleb melihat tantangan ini sebagai kesempatan untuk bertumbuh. Di sini seseorang dapat menuntut janji-janji Allah dan mendapat kemenangan. Walaupun mungkin terdengar aneh bagi kita, Kaleb menawarkan insentif yang indah. Barangsiapa menaklukkan kota itu, ia akan menjadi menantunya. Otniel, keponakan Kaleb (Hak. 1:13), menerima tantangan itu, dan Allah memberinya kemenangan. Melalui asuhan Kaleb, seorang pahlawan yang baru dilahirkan. Investasi Kaleb akan menghasilkan keuntungan besar di tahuntahun berikutnya. Tuhan akan menggunakan anak muda ini sebagai hakim pertama dan penyelamat Israel yang pertama (Hak. 3:7-11). Dengan kedewasaan Anda, sejauh manakah sikap Anda telah berubah? Apakah yang Anda pelajari dari memiliki tahun-tahun pengalaman yang terus bertambah? Bagaimanakah Anda mencegah agar kebiasaan dan sikap yang salah tidak semakin mengekang Anda dengan bertambahnya umur? 21

KAmIs
MEmbERI DENGAN BEbAS

7 Oktober

Baca Hakim-hakim 1:14, 15. Apakah lagi yang dikatakan ayat ini mengenai karakter Kaleb? Harta warisan adalah sesuatu yang sangat penting bagi bangsa Israel. Memiliki tanah untuk diteruskan kepada ahli waris Anda dilihat sebagai suatu cara untuk memastikan bahwa harta pusaka Anda tidak akan mati. Bahkan, hal ini begitu penting sehingga ada undang-undang yang rinci untuk mencarikan seorang ahli waris jika seorang laki-laki meninggal tanpa turunan, agar seseorang akan mengambil nama almarhum dan melanjutkan harta pusakanya (lihat hukum Levirat dalam Ul. 25:5-10). Pada generasinya, Kaleb pasti sudah berpikir serius tentang warisannya sendiri. Catatan silsilah keturunan yang terakhir menunjukkan bahwa Kaleb memiliki anak-anak lelaki. Ia pasti sangat berhasrat untuk meninggalkan warisan sebanyak mungkin. Walaupun Akhsa adalah anak perempuannya, semua tanah yang telah diberikan kepadanya akan diambil dari keluarga Kaleb untuk menjadi bagian dari harta miliki keluarga suaminya. Kita tidak tahu dengan pasti apa sebenarnya yang memicu permintaan Akhsa untuk meminta bagian warisan tanahnya, tetapi kita tahu bahwa untuk menolak permintaannya adalah sesuatu hal yang wajar dan searah dengan norma sosial demi menjaga harta pusaka seseorang. Yang mengejutkan adalah bahwa Kaleb tidak hanya memberi Akhsa sebidang ladang tetapi juga memberikan mata air baginya. Dan bukan hanya satu mata air tetapi dua, mata air atas dan bawah. Kedermawanan berfungsi dua arah. Amsal 11:25 menyatakan bahwa Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum. Ketika kita belum siap untuk memberi dengan bebas, hal itu mungkin merupakan tanda bahwa kita belum pernah menerima. Implikasi apakah yang dimiliki cerita ini untuk kehidupan rohani kita, contohnya, di dalam bidang pengampunan? Baca Matius 6:15, dan 18:21-35. Kita hanya dapat memberi apa yang kita miliki. Jika kita belum bisa memberi, itu adalah tanda yang pasti bahwa kita belum menuntut pengampunan Tuhan bagi diri kita. Kaleb telah menerima berkat-berkat dari Tuhan dan dengan penuh sukacita dia membagikannya. Ia menunjukkan kemurahan hati jauh melampaui norma-norma sosial pada masanya. Seberapa besarkah kemurahan hati Anda dengan apa yang Anda miliki? Apakah Anda temukan bahwa semakin banyak yang Anda miliki, semakin ingin Anda berbagi kepada orang lain, atau Anda cenderung untuk menimbun milik Anda? Bagaimanakah Anda bisa belajar untuk lebih rela memberikan diri Anda untuk kepentingan orang lain? 22

JUmAT

8 Oktober

PelajaRi Lebih LanjUt: Iman Kaleb sekarang ini tetap sama seperti pada waktu kesaksiannya melawan laporan buruk dari mata-mata yang lainnya. Ia telah mempercayai janji Allah bahwa ia akan membawa bangsanya mewarisi Kanaan, dan di dalam hal ini ia telah menuruti Allah dengan sempurna. Bersama dengan bangsanya ia telah bertahan dalam pengembaraan yang lama di padang belantara, dengan demikian ia telah turut merasakan kekecewaan dan beban orang yang bersalah; namun demikian ia tidak bersungut-sungut untuk hal ini, tetapi meninggikan rahmat Allah yang telah memeliharakan hidupnya di padang belantara pada waktu saudara-saudaranya dibunuh. Di tengah-tengah segala kesukaran, mara bahaya dan kesulitan dalam perjalanan di padang belantara, selama masa peperangan semenjak memasuki Kanaan, Tuhan telah memeliharakan hidupnya; dan sekarang dalam usia lebih dari delapan puluh tahun semangat keberaniannya tidak berkurang. Ia tidaklah meminta bagi dirinya satu negeri yang sudah ditaklukkan, tetapi tempat yang lebih daripada yang lainnya dianggap oleh para mata-mata itu mustahil untuk dikalahkan. Oleh pertolongan Tuhan ia mau merebut benteng ini dari raksasa-raksasa yang kekuatannya telah menggoyahkan iman bangsa Israel. Bukanlah keinginan untuk kehormatan atau kesombongan yang telah mendorong permohonan Kaleb. Serdadu tua yang berani ini ingin memberikan kepada orang banyak satu teladan yang akan menghormati Allah, dan memberikan semangat kepada suku-suku bangsa itu untuk menaklukkan seluruhnya negeri yang oleh leluhur mereka dinyatakan tidak dapat ditaklukkan.Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 2, hlm. 121, 122.

PeRtanyaan-peRtanyaan UntUk didiskUsikan: nn Selaku orang Kristen kita sering dibombardir dengan fakta-fakta yang diinterpretasi dengan cara yang berlawanan dengan iman kita. Perhatikan, kata kuncinya adalah diinterpretasi. Apakah cara-cara yang bisa kita gunakan untuk menghadapi tantangan ini tanpa mempermalukan diri kita, pada saat yang bersamaan menjaga integritas kita? oo Mari renungkan pokok pikiran ini, cara kita menginterpretasi fakta tidaklah selalu benar. Contohnya, ketika kita melihat sebuah materi sebagai benda padat; namun sebenarnya, materi hampirlah sesuatu yang hampa. Kita melihat tanah dan menilai itu bukan benda bergerak, padahal tanah bergerak dengan kecepatan tinggi melewati ruang angkasa. Kita bisa berada di dalam ruangan tertutup yang kosong dan tidak mendengarkan apa-apa, walaupun ruangan itu diisi dengan gelombang radio yang memuat berbagai jenis suara, tanpa alat penangkap gelombang, suara itu tidak dapat terdengar. Pelajaran apakah yang dapat kita petik dari pernyataan hidup dengan iman dan bukan dengan melihat? pp Mengambil aspek kehidupan Kaleb, bagaimanakah kita dapat memelihara anggota baru, orang-orang muda, dan anak-anak agar mengisi posisi kepemimpinan dan tanggung jawab di dalam gereja? qq Kaleb tidak meninggalkan kelompoknya, walaupun mereka tengah berbuat kesalahan dan dosa besar. Pelajaran apakah yang dapat diambil bagi kita dewasa ini, sebagai anggota Masehi Advent Hari Ketujuh?
23

PenUntUn GURU 2
Ringkasan Pelajaran Ayat Inti: Mazmur 90:12-17.

Anggota Kelas Akan:

Mengetahui: Mengenal pola perilaku Kaleb di mana ia digambarkan sebagai orang yang melayani Allah dengan segenap hati. Merasakan: Rindu menghidupkan suatu kehidupan yang setia seperti Kaleb di tengah-tengah keluarga dan teman-teman yang mungkin memilih untuk hidup berbeda dengan Anda. Melakukan: Menjadi contoh dalam ketulusan terhadap maksud-maksud Allah sehubungan dengan kepemimpinan pelayan, apa pun konsekuensinya.

Garis Besar Pelajaran:

I. Mengetahui: Kepemimpinan Seorang Pejuang A. Di mana orang lain melihat kemustahilan, Kaleb melihat kesempatan. Bukti iman apakah yang dinyatakan Kaleb di dalam kata-kata dan tindakan-tindakannya? B. Bagaimanakah iman Kaleb mempengaruhi kepemimpinannya ketika ia berada di padang gurun dan ketika ia meminta wilayah di Tanah Perjanjian seperti yang telah Allah berikan?

II. Merasakan: Sebuah Jalan Sunyi A. Bila kita mengikuti jalan Allah, maka jalan-Nya bisa sulit dan terisolasi sehingga hampir setiap orang tidak mau mengikuti jalan yang kita jalani. Bagaimanakah Kaleb merespons ketika ia dihadapkan dengan orang banyak yang bersungut-sungut dan memberontak? B. Bagaimanakah reaksi Kaleb terhadap hukuman yang layak diterima oleh orang Israel? III. Melakukan: Ketulusan, Kepemimpinan Pelayan 1. Kaleb memilih untuk mengambil tanah milik yang paling sulit dan menantang di Tanah Perjanjian, walaupun ia jauh lebih tua dari kebanyakan orang Israel. Aspek-aspek apakah dari kehidupan kita yang bisa meneladani keberanian dan ketulusan Kaleb dalam mengikuti tuntunan Allah? 2. Bagaimanakah kita dapat menjadi contoh dalam kesetiaan untuk mereka yang mengikuti kita? RinGkasan: Kaleb tidak pernah menyimpang dari maksud Allah dan ia menjadi teladan dalam iman dan penurutan, walaupun ia berada dalam kelompok minoritas dari orang-orang yang setia kepada Allah.

24

Seri Pembelajaran

LANGKAH 1Motivasi
KONSEP UTAMA uNTuk PERTuMBuHAN ROHANI: Kita harus belajar memandang dunia kita melalui mata iman, entah di waktu yang baik atau yang jahat. KHuSuS uNTuk GuRu-guRu: Tegaskan bahwa iman menolong kita memandang dan bertindak pada lingkungan kita dengan benar. Kita semua tahu betapa susahnya memelihara iman bila tiba masa-masa sulit dan bila Allah nampaknya jauh. Dalam keadaan-keadaan seperti itu, iman konflik dengan logika. Kita harus mempertahankan kepercayaan kita kepada Allah dan pada janji-Nya walaupun nampaknya tidak ada alasan untuk berharap dan beriman. Masa ketika Kaleb hidup adalah sebaliknya. Allah baru saja menuntun bangsa Israel melewati padang gurun dengan banyak mukjizat dan manifestasi kuasa adikodrati setiap hari, yang dimulaikan dengan terbelahnya Laut Merah. Sedikit dari antara kita pernah mengalami bukti nyata tentang pemeliharaan dan tuntunan Allah seperti itu. Jadi, nampaknya sukar dimengerti bagaimana bangsa Israel mengukur keadaan mereka dan menentukan bahwa keadaan itu tak berpengharapan. Namun, itulah yang mereka perbuat! Kaleb adalah salah seorang dari sedikit orang yang memegang teguh Firman Allah. Orang-orang Israel yang lain barangkali memandang diri mereka bukan sebagai orang pesimis tetapi sebagai orang realistis. Tetapi dengan pengalaman yang baru saja terjadi, Kaleblah orang yang realistis. Kiranya Allah menolong kita menjadi cukup realistis untuk mempercayai mukjizat-mukjizat-Nya! DISkuSIkAN dENgAN ANggOTA KELAS: Kebanyakan kita percaya bahwa Allah dapat menolong kita dalam pergumulan hidup kita, entah secara fisik, spiritual, finansial, dll. Sesungguhnya, kebanyakan kita dapatjika kita memikirkan tentang hal itumenunjukkan banyak kali bukti di mana Allah telah menolong kita dalam hal-hal tersebut. Mengapa kita, sama seperti orang-orang Israel di zaman Kaleb, sukar percaya bahwa Allah akan menolong kita di masa depan?

LANGKAH 2Menyelidiki
KHuSuS uNTuk GuRu-guRu: Perhatikan bahwa Allah mempunyai rencana, dan kita mempunyai tempat di dalam rencana-Nya itu. Kita juga merupakan sasaran dan sarana untuk menjalankan rencana-Nya. Kadang-kadang peran kita menjadi sarana rencana itu tertunda atau terhalang. Tentunya, kita semua dapat melihat ketika orang-orang lain sedang menghalangi atau menundanya. Kemarahan Kaleb terhadap sesama orang Israel tentunya sangatlah beralasan. Namun, ia tidak menyerah dengan itu. Kita tidak bisa menunjukkan bukti walaupun sebenarnya hal itu ada. Apakah pekabarannya kepada kita? 25

Komentar Alkitab I. Hilang di Tempat (Tinjaulah Bilangan 13:30; 14:20-24 bersama anggota kelas Anda.) Satu hal yang hampir setiap orang tahu tentang keluarnya bangsa Israel dari Mesir ialah bahwa mereka mengembara selama empat puluh tahun. Apa yang tidak diketahui biasanya tidaklah perlu. Gurun Sinaidengan asumsi bahwa tradisi saat itu benartidaklah perlu empat puluh tahun untuk menyeberangi nya. Orang Israel tidaklah ditantang secara langsung ketika sesat di padang pasir yang kecil dan lamanya empat puluh tahun. Tidaklah didikte oleh Alkitab tentang angka empat puluh; jika demikian, maka empat puluh hari, minggu, atau bulan sudahlah cukup. Tidak, Allah sangat siap untuk memberikan Tanah Kanaan langsung. Tetapi orang Israel tidak percaya bahwa hal itu mungkin. Hanya Kaleb yang menyambut dengan keyakinan, katanya, Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya! (Bil. 13:30). Orang-orang yang lainnya melihat adanya tantangan kemudian membesar-besarkannya. Orang-orang realistis yang pesimis dan tak beriman adalah orang-orang yang melihat hal-hal gaib dari fiksi ilmiah yang jahat, semua untuk menghindari kesimpulan yang jelas bahwa Allah sanggup melakukan apa yang Ia katakan. Dan ini terjadi sesudah Allah mendemonstrasikan kuasa-Nya secara dramatis dengan kuasa adikodrati sebanyak sepuluh kali (Bil. 14:22). Allah, yang mempunyai hak untuk menguji mereka, mengizinkan mereka untuk menguji Dia sepuluh kali, dengan merendahkan salah satu kerajaan terbesar di dunia kuno. Dan mereka tetap tidak percaya pada kesanggupan-Nya untuk memberikan tanah yang telah dijanjikan-Nya sejak zaman Abraham. Ketika diberikan pilihan untuk mempercayai Allah atau untuk mengelilingi padang pasir selama 4 dekade, maka mereka memilih untuk mengelilingi pada pasir selama 4 dekade. Mengetahui akhir cerita itu, tentu kita begitu mudahnya menertawakan anakanak Israel tersebut. Tetapi bagaimanakah dengan kita? Berapa banyakkah kita memiliki pengetahuan sepenuhnya bahwa Allah menginginkan sesua tu yang baru, berbeda, dan lebih baik untuk kita, tetapi kita kembali kepada keadaan semula yang kita pikir aman? Berapa seringkah kita ingin membuang ketagihan, tetapi belum terjadi? Berapa seringkah kita menolak bertumbuh secara rohani, karena kita tidak ingin tanggung-jawabnya? Menghindari keakraban yang nyata dengan Allah karena kita tidak yakin apa yang Ia akan mintakan dari kita atau bagaimana reaksi orang-orang lain? Bukankah hal-hal ini sama dengan padang pasir yang kehilangan daya tariknya pada saat berkeliling sampai kelima ratus kali pun. Pertimbangkan Hal Ini: Allah memberikan kita suatu kesempatan untuk pergi ke sesuatu yang baru dan menjadi sesuatu yang baru, sama seperti yang diperbuat-Nya kepada bangsa Israel. Apakah yang menghalangi tuntutan kita terhadap janji yang telah dibuat-Nya kepada kita? Bagaimanakah kita mengesampingkannya dan mendapatkan hal-hal yang lebih baik yang disediakan-Nya bagi kita? 26

LANGKAH 3Menerapkan
KHuSuS uNTuk GuRu-guRu: Tegaskan bahwa walaupun hidup adalah pergumulan dan bahwa ada orang yang tidak menginginkan yang terbaik untuk kita dan bahwa ada lingkungan yang merongrong kita, tetapi Allah bersikap sama untuk semua orang itu. Definisi terbatas, sebuah mukjizat adalah sesuatu yang dianggap bertentangan dengan hukum-hukum alam, yang terjadi melalui intervensi Ilahi atau melalui perantara seorang suci atau pembuat mukjizat. Pernahkah Anda secara pribadi mengalami mukjizat-mukjizat atau intervensi Ilahi? Bagaimanakah mukjizat-mukjizat itu mempengaruhi hidup Anda sejak itu? Hidup ini penuh bahaya dan kemungkinan risiko yang negatif. Yang demikian hanyalah alamiah yang kita perhitungkan sebagai kemungkinan dan rencanakan skenario untuk kasus terburuk. Sebaliknya, Alkitab secara eksplisit dan implisit mengamarkan kita terhadap kekhawatiran (Mzm. 37:1, 5; Mzm. 91:1, 2). Apakah perbedaan di antara kekhawatiran dan kebijaksanaan? Jika kekhawatiran itu adalah suatu emosi dan kebiasaan, bagaimanakah kita mengendalikan kecenderungan untuk khawatir? Apakah kerugiannya apabila kita menyerah pada kekhawatiran? Apakah inti kekhawatiran? Bagaimanakah kita mencabut akar ketidakpercayaan kita? Suatu kecenderungan ekstrem untuk khawatir, dan sama sekali mengharapkan yang terburukbila kita meniadakan Allahadalah sesuatu yang kita lihat dengan jelas dalam perilaku para pengintai lainnya dalam cerita Kaleb. Tetapi apakah mungkin berbuat kesalahan bila menyangkal realitas yang ada dan dugaan dalam menghadapi tantangan hari depan? Bagaimanakah kita dapat membedakan dugaan berdasarkan iman, bila orang-orang lain mungkin mencoba mempersalahkan kita karena melakukan hal-hal yang mungkin dianggap tidak bijaksana?

PERTANYAAN UNTUk DIpIkIRkAN:

PERTANYAAN ApLIkASI:

LANGKAH 4Mempraktikkan
KHuSuS uNTuk GuRu-guRu: Kegiatan berikut ini dimaksudkan untuk menegaskan bahwa Allah itu adil dan tidak pilih bulu terhadap setiap kesulitan atau ketakutan yang kita hadapi sekarang ataupun di masa mendatang. Guntinglah selembar kertas menjadi potong-potongan kecil yang sama ukurannya, sedikitnya cukup untuk sejumlah orang yang mungkin akan datang ke kelas Anda. Bawalah sebuah kotak berukuran sedang.

27

Sebutkan bahwa kita semua memiliki rasa takut dan khawatir tentang hal-hal yang akan terjadi atau tidak terjadi seperti yang kita harapkan. Bagikan potong an-potongan kertas itu dan minta setiap anggota kelas untuk menuliskan (tanpa nama) sesuatu hal yang ia khawatirkan atau takutkan. Edarkan kotak ukuran sedang itu dan mintakan setiap anggota kelas menaruh potongan-potongan kertas itu di dalam kotak. Jika sudah terkumpul, mintakan anggota kelas mendoakan isi kotak itu, dan berdoa agar Allah menyelesaikan persoalan-persoalan ini. Anda bisa berdoa sendiri, atau meminta pendapat dari anggota-anggota kelas. Sesudah berdoa, buanglah atau musnahkan kertas-kertas kecil tersebut. Cara lain ialah undanglah anggota-anggota kelas untuk memikirkan ketakutan atau kekhawatiran mereka. Selanjutnya, mintalah mereka membayangkan bahwa mereka sedang menuliskan rasa takut atau khawatir mereka di atas kertas, melipat kertas itu, dan menaruhnya dalam sebuah kotak. Kemudian minta mereka membayangkan telah mengunci kotak itu dan membakar kotak itu sampai jadi abu dan tidak ada lagi yang tertinggal. Katakan kepada mereka bahwa inilah yang Allah ingin buat terhadap kekhawatiran kita. Mintalah mereka untuk membuat kotak kekhawatiran di dalam pikiran apabila mereka merasa khawatir dan berdoa agar Allah akan memberikan kekuatan untuk menaruh dan mengunci kekhawatiran mereka di dalam kotak itu. Ingatkan mereka agar berdoa kepada Allah, yang adalah api yang menghanguskan agar Ia membakar kotak itu beserta dengan isinya menjadi abu.

28

Pelajaran 3

* 9-15 Oktober 2010

Hana: Belajar Menjadi Seseorang


SABAT PETANG
BACAAN UNTUK PELAJARAN PEKAN INI: 1 Samuel 1; 2:1-11, 21; Ayub 2:12, 13; Matius 6:19, 20; Lukas 12:16-21. Ayat HaFalan: Lalu berdoalah Hana, katanya: Hatiku bersuka ria karena TUHAN, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolong an-Mu. Tidak ada yang kudus seperti TUHAN, sebab tidak ada yang lain kecuali Engkau dan tidak ada gunung batu seperti Allah kita (1 Samuel 2:1, 2).

alah satu dari pergumulan besar yang dihadapi banyak orang adalah penilaian orang lain terhadap harga diri mereka. Berapakah nilai kita di dunia ini? Apakah arti sebuah kehidupan di tengah-tengah kepadatan manusia yang milyaran jumlahnya? Kita membaca mengenai peperangan yang menelan korban jutaan manusia, seringkali tanpa bekas. Setiap hari ribuan manusia lahir dan ribuan juga mati. Kita merasakan tenaga yang luar biasa yang tidak dapat kita kendalikan, yang dapat menghancurkan kita dan semua impian kita secepat sebuah truk yang menggilas serangga di jalanan. Bagaimanakah, di tengah-tengah kebingungan yang luar biasa, kita bisa mendapat pengertian akan arti dan tujuan kita? Apakah memang kita memiliki jawabannya? Alkitab tentu mengajarkan bahwa kita mempunyai arti dan tujuan, karena kita adalah makhluk yang diciptakan sesuai dengan rupa Allah. Kita sangat berharga di mata Tuhan. Mengapa harus peduli dengan pandangan orang terhadap diri Anda, jika Tuhan yang memegang dunia ini di telapak tangan-Nya mengasihi Anda? Kasih-Nya, di atas segalanya, adalah yang paling penting. Pekan ini, dengan melihat ke dalam kehidupan Hana, seorang wanita yang tidak menuntut kebesaran politik atau agama, dengan sekilas kita akan melihat Tuhan yang mengasihi kita dengan intim dan pribadi dan Tuhan yang mengatakan bahwa kita adalah seorang yang berharga, walaupun begitu mudah untuk menanggapi pesan dari dunia bahwa kita tak bernilai apa pun. *Pelajarilah pelajaran pekan ini untuk persiapan Sabat, 16 Oktober. 29

MINGGU
ApAkAH NILAI SAYA?

10 Oktober

Bacalah 1 Samuel 1:1-16. Mengapa Hana begitu khawatir karena tidak memiliki anak, walaupun dia tahu bahwa suaminya mencintainya? Perasaan Hana tidak begitu sulit dimengerti, teristimewa di dalam kebudayaannya, yang menilai keluarga yang tidak punya anak laki-laki tidak memiliki jaminan hari tua. Tidak punya keturunan sama sekali dianggap sebagai kutukan Ilahi. Di depan umum dan dalam keluarga, seorang wanita tanpa keturunan harus hidup dengan aib bahwa dia dikutuk Tuhan. Tak pelak lagi, ini mempengaruhi penilaian masyarakat terhadap dirinya, penilaiannya terhadap harga dirinya, dan hubungannya dengan Tuhan. Hana pasti bertanya-tanya apakah yang telah dia lakukan sehingga pantas menerima ini? Mengapa semua ini terjadi kepadanya? Untuk mengerti kedalaman keputusasaan yang disebabkan oleh kemandulan wanita dalam Perjanjian Lama, lihatlah tindakan dan pernyataan Sara (Kej. 16:1, 2) dan Rahel (Kej. 30:1). Bagaimanakah mereka membantu kita mengerti kepekaan perasaan itu zaman dulu? Tindakan Sara sangat masuk akal di dalam konteks sosial dan kebudayaan zamannya. Namun, itu juga memberikan pandangan mengenai keputusasaan yang dia rasakan dan beban yang dia pikul. Perempuan seperti apakah yang akan mendorong suaminya untuk berhubungan dengan perempuan lain agar memiliki keturunan? Sementara itu, seruan hati Rahel kepada Yakub menggemakan sebagian dari kekacauan emosi dan perasaan Hana. Bagi Hana, kecemburuan dan perasaan orang tak bernilai menciptakan sebuah luapan emosi yang akhirnya meledak ketika dia mengungkapkan isi hatinya kepada Tuhan. Yang lebih memperburuk keadaan adalah Hana tidak akan menjadi muda lagi. Waktu berlawanan dengan dia, dan sepertinya Tuhan juga. Ingat, di zamannya Hana, peranan utama seorang perempuan di dalam masyarakat dihubungkan dengan melahirkan dan membesarkan anak. Tidak ada kemungkinan bagi perempuan untuk menempuh karier. Seorang perempuan tidak dengan seenaknya mengganti karier dan diterima dalam pekerjaan yang lain. Kita memiliki contoh hakim-hakim perempuan dan kepemimpinan nabiah dalam Perjanjian Lama, tapi ini hanya terbatas dan tergantung pada panggilan langsung dari Tuhan. Satu-satunya cara bagi Hana untuk menilai harga dirinya adalah mendapatkan anak agar dapat meneruskan keturunan dan meninggalkan harta pusaka. Bagi dia, tanpa seorang anak kehidupannya tidak memiliki arti yang nyata. Seorang pria kehilangan anaknya karena leukemia. Dia berkata pada pendeta bahwa anaknya meninggal karena dia tidak menuruti perintah Tuhan dengan setia, teristimewa memelihara hari Sabat, sehingga Tuhan menghukum dia. Apakah yang salah dari pemikiran seperti itu? Bagaimanakah kita dapat menjaga diri agar tidak terjerumus ke dalam cara berpikir yang sama? 30

SENIN

11 Oktober

DENGAN SAHAbAT-SAHAbAT SEpERTI INI. . .


Hidup di bawah perasaan dikutuk Tuhan dan merasa hidup tak berarti tentu cukup berat bagi Hana. Masalah apakah lagi yang dia miliki? 1 Sam. 1:6, 7. Mereka yang paling dekat dengan kita seringkali mengetahui cara terbaik untuk menyakiti kita. Dengan hasutan Penina yang terus-menerus, tidak heran kehidupan Hana menjadi sangat pahit. Ayat Alkitab menegaskan sifat hasutannya yang berulang-ulang. Tahun demi tahun, cerita lama yang sama. Sangat menarik untuk melihat catatan kata Ibrani yang menggambarkan tindakan dari saingan Hana (memancing [NKJV], mengejek [NJB]) seringkali digunakan dalam Perjanjian Lama untuk menggambarkan dosa-dosa yang parah yang memancing reaksi Ilahi secara langsung (lihat Ul. 9:18; 31:29). Ini bukan hanya ucapan menyinggung yang licik. Ini sepertinya sebuah strategi yang disengaja dan direncanakan oleh Penina untuk memancing Hana agar bertindak bodoh. Bagaimanapun, Hana merupakan saingan satu-satunya untuk menarik perhatian Elkana (1 Sam. 1:5). Walaupun cemoohan Penina bertujuan untuk menyakiti, mungkin luka yang paling menyakitkan adalah berasal dari mereka yang tidak bermaksud menyakiti kita. Siapakah, yang tengah mengalami sakit hati, dibuat merasa lebih parah lagi oleh orang-orang yang bermaksud baik yang secara tidak sengaja berbuat atau mengatakan sesuatu yang salah? Bacalah sepintas lima atau enam pasal pertama dari buku Ayub. Sahabat-sahabat Ayub sangat bersedih melihat pengalamannya (lihat Ayub 2:12, 13). Namun, bagaimanakah cara mereka lebih memperburuk suasana bagi Ayub? Apakah ini suatu cara seseorang mengomentari dukacita orang lain? Kehilangan harta milik atau orang-orang yang kita cintai menoreh luka yang dalam. Penyakit atau keadaan hidup kita kelihatan menakutkan dan membuat kita putus asa. Kadang-kadang kehidupan yang penuh dengan keinginan yang tak tercapai menguras pengharapan dari kehidupan itu. Hal-hal berubah dari baik menjadi buruk ketika harus menghadapi bukan saja rasa sakit yang mendalam atau situasi yang buruk tetapi juga orang-orang yang tampaknya ahli membuat hidup kita sakit tak tertahankan. Kombinasi cita-cita yang tak tercapai dan ketegangan yang dirasakan dan hasutan yang terus-menerus memicu seruan Hana kepada Tuhan. Ketika kita mencapai titik terendah, kita perlu mencari jawaban di luar diri kita. Apakah cara-cara yang dapat kita gunakan untuk mendorong dan mengangkat mereka yang sedang mengalami pencobaan dan bencana saat ini? Bagaimanakah seharusnya orang lain memperlakukan Anda jika Anda mengalami sesuatu yang buruk? Apa pun tindakan itu, mengapa tidak melakukan hal yang sama bagi orang lain? 31

SELAsA
MENcURAHkAN ISI HATI KITA

12 Oktober

Sifat manusia memiliki batas tertentu. Akhirnya dia harus mengambil tindakan. Bagi yang lain, tindakan ini bisa tidak masuk akal dan bahkan berbahaya. Bagaimanakah Hana menangani rasa sakitnya? Baca 1 Samuel 1:9-16 dan gambarkan langkah-langkah yang diambil Hana untuk menanggulangi sakit hatinya. Doa ini bukanlah sebuah permintaan resmi atau umum seperti jenis doa tolong bantu saya. Penulis Alkitab menggambarkan doa Hana sebagai yang mencurahkan isi hatiku di hadapan TUHAN (1 Sam. 1:15). Istilah mencurahkan ke luar biasanya terkait dengan mencurahkan cairan, lebih khusus darah dan air yang berkaitan erat dengan persembahan korban (lihat Im. 4:7, 12, 18, 25, dll.). Seringkali digunakan untuk merujuk pada tindakan-tindakan Tuhan. Tuhan dapat mencurahkan hukuman atau berkat (Mzm. 69:24; 79:6; Yes. 42:25; dll.). Ini memiliki konotasi kelimpahan dan kepenuhan. Beberapa ayat dalam Perjanjian Lama menggunakan istilah ini bertalian dengan doa (Mzm. 42:4, 5; 62:8, 9; Rat. 2:19). Doa mencurahkan isi hati ini mungkin merupakan doa yang paling intim. Doa ini menunjukkan kejujuran yang sungguh-sungguh dengan Tuhan, mengungkapkan rasa sakit dan takut kita yang terdalam. Hana sangat terpikat dalam doanya sehingga dia lupa akan keadaan sekelilingnya dan apa pandangan orang lain terhadap dirinya. Sebetulnya, dia sementara berpegang erat kepada Tuhan, seperti Yakub yang berpegang erat pada penyerangnya di malam hari (Kej. 32:26, 27). Gambarkanlah semua hasil langsung dari doa Hana. 1 Sam. 1:17, 18. Sementara Tuhan tidak selalu langsung menjawab doa kita, ketika kita mencurahkan isi hati kita kepada-Nya kita mempunyai kepastian bahwa Dia mendengar dan akan menjawab (Mzm. 37:4) sesuai dengan cara dan waktu-Nya. Ini dapat memberikan pengharapan dan keyakinan sementara kita menunggu tuntunan Tuhan di masa yang akan datang. Dalam 1 Samuel 1:11, Hana membuat suatu janji yang besar. Kalau Tuhan mendengar dan menjawab doanya dan memberikan seorang anak laki-laki, dia akan mengembalikannya kepada Tuhan. Di dalam Perjanjian Lama kita melihat banyak orang yang membuat sumpah kepada Tuhan. Sesungguhnya sumpah itu dilihat dalam konteks ibadah dan sepertinya dalam kategori doa dan pemujaan. Sumpah yang Hana ucapkan sangat besar. Anak laki-laki yang diharapkan akan diserahkan kembali. Apakah yang akan terjadi dengan posisinya sebagai istri Elkana? Apakah nanti kedudukannya dalam konteks keluarganya yang lebih luas? Berapa seringkah kita mencurahkan isi hati kita kepada Tuhan di dalam doa? Mengapa ini sangat penting dalam perjalanan rohani kita? Adakah sesuatu yang menahan kita untuk lebih sering melakukannya? Mengapa tidak melakukan itu sekarang? Pasti Anda memiliki kebutuhan yang menyakitkan dan penting. Siapakah yang tidak memilikinya? 32

RABU
MENYANYIkAN PUJI-pUJIAN kEpADA-NYA

13 Oktober

Apakah Anda seorang yang suka menyanyi ketika gembira? Alkitab sering mencatat orang-orang yang bersorak dalam lagu di saat-saat penting dalam kehidupan mereka. Miryam bersama wanita-wanita Israel menyanyi di tepi pantai Laut Merah sesudah menyaksikan keselamatan besar dari Tuhan (Kel. 15:20, 21). Dalam bahasa puitis Debora dan Barak memuji kuasa Tuhan atas raja-raja dan pasukan manusia (Hak. 5:1-31). Ketika Maria berkunjung pada saudaranya Elisabet, dia menyanyikan lagu pujian mengenai Tuhan dan rencana keselamatan yang luar biasa (Lukas 1:46-55). Semua nyanyian ini mempunyai satu persamaan, walaupun semuanya di dalam konteks sejarah dan keadaan yang berbeda-beda: semua nyanyian itu menggambarkan apa yang terjadi ketika Tuhan turut campur di dalam sejarah manusia dan menanggapi permohonan anak-anak-Nya. Baca 1 Samuel 2:1-11. Apakah tema utama dari nyanyian Hana? Hana kini tahu dengan pasti bahwa Tuhan sepenuhnya mampu mengendalikan keadaan sejarah, termasuk pengalaman pribadinya. Dia memandang kehidupan dari perspektif yang baru. Hal-hal yang dicari orang dan menjadi sesuatu yang mutlak bagi mereka kenyataannya sangat rapuh dan bisa saja lenyap keesokan harinya. Di dalam nyanyiannya, Hana membuat perbedaan yang menekankan fakta bahwa keadaan-keadaan hidup tidak selalu seperti yang kelihatan. Panah seorang prajurit perkasa patah, sementara orang lemah pinggangnya berikatkan kekuatan (1 Sam. 2:4). Hal-hal yang kita anggap berharga seringkali tidak permanen seperti yang kita lihat. Hana temukan bahwa jaminan hakiki tidak bergantung pada keadaan hidup melainkan pada pengenalan akan Tuhan kita, yang tidak pernah berubah. Dialah yang menyatakan bahwa setiap insan adalah berharga. Dialah yang memberikan arti kepada diri kita. Ada yang bergumul dengan arti dari ayat 6 di dalam nyanyian Hana ini. Bagaimanakah ayat ini bisa dimengerti dengan baik? Apakah Allah sewenang-wenang dalam kebaikan-Nya atau keputusan-Nya? Untuk lebih mengerti ayat-ayat ini, kita perlu mengingat dasar pemikiran Perjanjian Lama mengenai kehidupan. Pandangan ini sangat berbeda dengan pandangan modern: Tuhan adalah Pencipta kehidupan, dan sebagai Pencipta Dia mempunyai hak untuk melakukan apa saja yang Ia sukai terhadap ciptaan-Nya. Dengan kata lain, di dalam planet ini tidak ada yang di luar kendali-Nya. Ini berarti dalam pandangan Alkitab, bahkan hal-hal yang negatif bergantung pada kendali Tuhan. Seringkali para penulis Alkitab menjelaskan perspektif ini dengan cara yang dapat memberi gambaran bahwa Tuhan terlibat aktif dalam perencanaan hal-hal yang buruk yang terjadi pada umat manusia. Dengan kata lain, apa yang Tuhan izinkan, Tuhan lakukan. Apakah yang dapat Anda nyanyikan? Buatlah daftar yang berisi halhal yang ingin Anda ungkapkan sebagai pujian kepada Tuhan. Lebih banyak Anda memuji Tuhan, Anda akan lebih berterima kasih atas segala hal yang telah Dia lakukan. Itu sebabnya pujian sangat penting. 33

KAmIs
RENcANA INVESTASI ALLAH

14 Oktober

Walaupun Hana meninggalkan bait suci dengan lagu, dia juga meninggalkan Samuel yang kecil. Dia sudah tidak lagi menanggung aib kemandulan, akan tetapi dia masih pulang ke rumah yang kosong. Dengan putranya yang diserahkan kepada Tuhan dan bekerja bagi-Nya, siapakah yang akan mengurus dia di hari tuanya? Dengan iman yang sederhana ia telah memberikan kepunyaannya yang paling berharga kepada Tuhan. Dengan pengertian itu, Hana mengingatkan kita tentang Abraham, seorang pahlawan yang bersedia menyerahkan putranya bagi Tuhan. Seperti yang sudah kita perhatikan, sebelum Allah memenuhi janji-Nya kepada Abraham dan Sara, telah terjadi suatu periode kemandulan yang panjang. Tetapi, Tuhan menguji iman Abraham ketika putranya beranjak lebih dewasa, sedangkan Hana memutuskan untuk menyerahkan putranya, untuk melayani Tuhan jauh sebelum anak itu dilahirkan. Sesudah anak laki-laki itu disapih, dia dibawa ke Silo. Dapatkah Anda membayangkan perasaan ibunya ketika melambaikan selamat jalan kepada putranya, teristimewa sesudah menimbang kenyataan bahwa keadaan rumah tangga Eli tidak begitu baik, padahal Eli yang akan berfungsi sebagai penasihat dan penuntun Samuel yang masih muda? Bagaimanakah Tuhan menghormati ungkapan cinta dan iman Hana? 1 Sam. 2:21. Hana bisa saja memikirkan dirinya sendiri dan menolak untuk menyerahkan putranya kepada Tuhan dan tetap berpegang pada Samuel sebagai jaminan hari tuanya. Namun, dengan memberikan anak itu kepada Tuhan, dia bukan hanya dikaruniakan lima anak lagi, tetapi tindakannya itu punya pengaruh yang dalam kepada Samuel. Ketika waktu berlalu, dia menjadi jurubicara Tuhan yang istimewa dan merupakan seorang pendidik dan pemimpin Israel yang paling masyhur. Apakah bahaya yang kita hadapi ketika kita menimbun harta? Mat. 6:19, 20; Luk. 12:16-21. Bisnis Tuhan adalah mengambil semua yang kita berikan kepada-Nya, melipatgandakan itu, dan memberikan dimensi baru yang tak pernah kita impikan. Hana belajar bahwa harta yang terbesar benar-benar aman ketika diberikan pada Tuhan. Segala sesuatu yang kita simpan di dunia ini, dalam sekejap mata bisa hilang. Hana juga tahu siapa dirinya di mata Tuhan. Perasaan berharga seperti ini membebaskan dirinya untuk memberi. Kita harus ingat bahwa segala sesuatu yang kita miliki, seluruh jiwa raga kita, dan segala kepunyaan kita hanyalah karena kemurahan dan kebaikan Tuhan bagi kita semua. Bagaimanakah pemikiran seperti itu membantu kita menjadi lebih rela memberikan kembali pada Tuhan gantinya kita menimbun untuk diri kita sendiri? Bagaimanakah sifat suka menahan ini mengungkapkan tabiat diri kita, dan betapa kurangnya percaya kita kepada Tuhan? 34

JUmAT

15 Oktober

PelajaRi Lebih lanjUt: Hai orangtua, serahkanlah anak-anakmu kepada Tuhan, dan selalu ingatkan mereka bahwa mereka adalah milik Tuhan, bahwa mereka adalah anak domba dari kawanan domba Kristus, yang dijaga oleh Gembala Sejati. Hana menguduskan Samuel kepada Tuhan; dan Alkitab menulis tentang dia, Dan Samuel makin besar dan TUHAN menyertai dia dan tidak ada satu pun dari firman-Nya itu [perkataan Tuhan melalui Samuel] yang dibiarkan-Nya gugur. 1 Samuel 3:19. Kepada Nabi dan hakim Israel ini diberikan semua kemungkinan yang dapat terjadi pada anak itu di mana orangtuanya bekerja sama dengan Tuhan, melakukan pekerjaan yang telah ditentukan.Ellen G. White, Counsels to Parents, Teachers, and Students, hlm. 143. Betapa besarnya upah bagi Hana! Ini menjadi sebuah dorongan untuk lebih setia! Kepada setiap ibu diberikan begitu banyak kesempatan yang tak ternilai harganya, minat-minat yang sangat berharga. Tugas-tugas sederhana yang dianggap oleh wanita sebagai pekerjaan yang melelahkan harus dilihat sebagai suatu pekerjaan yang agung dan mulia. Inilah kesempatan seorang ibu untuk memberkati dunia ini dengan pengaruhnya, dan dengan demikian dia akan membawa sukacita ke dalam hatinya. Dia dapat mempersiapkan jalan yang lurus bagi telapak kaki anak-anaknya, melewati sinar matahari dan bayangan, mencapai ketinggian cahaya kemuliaan. Tetapi hanya dengan mencari, dalam kehidupannya, untuk mengikuti ajaran-ajaran Kristus barulah seorang ibu dapat berharap untuk membentuk tabiat anak-anaknya sesuai dengan pola Ilahi. Dunia penuh dengan pengaruh yang merusak. Mode dan kebiasaan berupaya keras memikat orang muda. Jika seorang ibu gagal melakukan tugasnya untuk mengajar, menuntun, dan mencegah, anak-anaknya akan secara alami akan menerima kejahatan, dan berpaling dari kebenaran. Biarlah setiap ibu selalu datang kepada Tuhan dengan doa, Ajarlah kami, cara mengajar anak kami, dan apa yang harus kami lakukan kepadanya? Biarlah dia menuruti instruksi yang Tuhan berikan di dalam firmanNya, akal budi akan diberikan padanya sesuai dengan apa yang dia butuhkan. Ellen G. White, Conflict and Courage, hlm. 138.

PeRtanyaan-peRtanyaan UntUk didiskUsikan: nn Siapakah di dalam gereja Anda yang mengalami kesulitan di rumah atau di dalam kehidupan pribadi mereka? Bagaimanakah Anda secara pribadi atau kelompok membantu mendukung orang-orang ini? Seberapa banyakkah pengorbanan diri Anda untuk membantunya? oo Sebutkan beberapa aib kebudayaan di lingkungan; hal-hal apakah yang dianggap tidak baik oleh kebudayaan Anda? Tanyakan pada dirimu, apakah hal-hal ini juga dilihat Tuhan sebagai tidak baik? Apakah berbahaya bagi kita, sebagai manusia, menyatakan sesuatu tidak baik karena kebudayaan kita, padahal tidak demikian oleh Tuhan? Sebutkan beberapa contoh ketika kita telah melakukan itu? Bagaimanakah membedakan antara sesuatu yang adalah kebiasaan dan sesuatu yang Alkitabiah?
35

PenUntUn GURU 3
Ringkasan Pelajaran Ayat Inti: 1 Samuel 2:1.

Anggota Kelas Akan:

Mengetahui: Menyelidiki aspek-aspek dalam kehidupan Hana yang menggambarkan gagasan Allah tentang hal-hal yang membuat hidup kita berarti. Merasakan: Merasakan bahwa tugas-tugas yang paling sederhana sekalipun mendapat perhatian Allah yang tak terbatas itu. Melakukan: Bersandar pada Allah dalam setiap rincian lingkungan kita melalui doa dan pujian dan dengan setia menjalankan tanggung jawab yang telah dipercayakan-Nya kepada kita.

Garis Besar Pelajaran:

I. Mengetahui: Makna dalam Kesederhanaan A. Untuk beberapa saat, keibuan Hana ditolak. Bagaimanakah Allah mengubah hidupnya? Bagaimanakah respons Hana terhadap jawaban Allah untuk doanya? B. Bukti apakah yang kita miliki bahwa Hana itu setia dalam mengasuh anaknya yang telah diberikan Allah kepadanya? II. Merasakan: Menjadi Orangtua yang Setia A. Walaupun Hana hanya sedikit waktu bersama-sama dengan putranya, jelaslah bahwa ia membesarkan anaknya itu untuk menghormati dan melayani Allah. Bagaimanakah kesetiaan Hana dalam mendidik anaknya, memberikan kontribusi dalam sejarah Israel? III. Melakukan: Doa dan Pujian A. Tantangan-tantangan apakah yang kita hadapi yang perlu kita percayakan kepada Allah? B. Pelajaran-pelajaran apakah sehubungan dengan pendekatan Hana kepada Allah melalui doa dan pujiannya, yang dapat kita aplikasikan pada hubungan kita sendiri dengan Allah? C. Apakah tugas-tugas yang telah Allah percayakan kepada kita yang menuntut perhatian yang penuh iman dan penuh doa?

RinGkasan: Dalam respons terhadap doa, Allah membuat hidup seorang wanita yang malang itu menjadi kaya dengan berkat-berkat. Selanjutnya, wanita itu menyambut dengan pujian dan dalam iman ia mempersembahkan anaknya kepada Allah. 36

Seri Pembelajaran

LANGKAH 1Motivasi
KONSEP UTAMA uNTuk PERTuMBuHAN ROHANI: Tanpa menghiraukan bagaimana masyarakat atau orang lain memandang kita, masing-masing kita mempunyai nilai yang khusus di hadapan Allah. KHuSuS uNTuk GuRu-guRu: Tegaskan bahwa Allah tidak pernah menyerah dengan kita, dan Ia akan memberkati kita pada saat kita menjadikan-Nya yang pertama. Pada tahun 2009, dunia memperbincangkan tentang seorang wanita yang bernama Susan Boyle. Dia adalah seorang wanita setengah baya dari sebuah desa di Skotlandia, yang tampil di hadapan juri selebriti dalam acara pertunjukan Britains Got Talent. Ambisinya? Menjadi seorang penyanyi profesional. Kemudian terdengar sebuah cemooh dari penonton. Hakim-hakim juri mengernyitkan mata. Tetapi Susan Boyle dengan sempurna menyajikan penampilan sebuah lagu berjudul I Dreamed a Dream, dari Les Miserables, yang membuat cemooh dan sindiran penonton tak terdengar lagi. Kemudian dunia tertegun mengetahui kejutan hadirnya seorang yang bertalenta dalam sosok seorang wanita yang jelek dalam diri Susan Boyle itu. Tetapi tidaklah mengejutkan bagi orang-orang yang mengenal dia dan telah hidup bersama-sama dengan dia. Allah mengenal Anda, dan Ia tidak pernah mencemooh. Ia tahu Anda sanggup melakukan hal-hal yang besar, walaupun penampilan Anda tidak meyakinkan orang-orang lain atau dirimu sendiri. Percayalah kepada-Nya. Berikan kepada-Nya segala sesuatu yang Anda miliki, dan Ia akan memberikan Anda kesanggupan melebihi harapan Anda atau bahkan harapan orang lain. DISkuSIkAN dENgAN ANggOTA KELAS: Bagaimanakah cerita Alkitab tentang Hana memberikan harapan kepada orang-orang yang merasa diri mereka tak ada artinya? Apakah hubungan cerita Yesus Kristus sendiri dengan Anda yang merasa diri Anda tidak ada apa-apanya?

LANGKAH 2Menyelidiki
Komentar Alkitab I. Busur Pahlawan. (Tinjaulah 1 Samuel 1:1218 bersama kelas Anda). Napoleon Bonaparte telah mengobservasi hal itu di dalam perang, katanya Allah bertempur bersama-sama dengan pasukan yang mempunyai artileri yang terbaik. Suatu pandangan kepada dunia di sekeliling kita seringkali menguatkan pernyataan sinis di atas tadi. Orang kaya bertambah kaya. Orang-orang cantik dan ganteng mampu mempertahankan kecantikan dan kegantengan me37

reka sampai umur lanjut dengan pertolongan operasi plastik yang mahal. Betapa gampangnya mempercayai bahwa orang kaya adalah lebih berbahagia daripada kebanyakan kita yang tidak kaya. Kalau begitu, bagaimana kita dapat mengatakan, sebagaimana Hana, bahwa Tuhan menegakkan orang yang hina dari dalam debu (1 Sam. 2:8). Kita harus mengubah pandangan kita. Kita harus berpihak kepada Allah (Ia sudah berpihak pada kita). Jika kita berada pada pihak Allah, maka kita sedang berdiri dengan Oknum yang mengatur kedudukan dan fondasi bumi ini (ay. 8). Agar kita menempatkan diri kita pada pihak Allah, adalah perlu untuk mengakui bahwa sumber kita sendiri tidaklah cukup. Hana menyadari bahwa bukanlah kuasanya untuk berkehendak memiliki seorang anak. Ketika ia pergi ke Bait Allah, sesungguhnya ia tidak punya pilihan apa-apa lagi. Pemikiran untuk tidak mendapatkan apa yang ia ingini tak bisa ditoleransi. Tetapi ketika ia berjalan ke luar dari Bait Allah, ia berada dalam keadaan tenang dan damai. Tidak ada lingkungannya yang berubah. Imam Eli telah memberkati dia dan tentunya itu sangat berarti. Tetapi Eli pun tak bisa berbuat lebih daripada memberikan harapan kepada Hana. Kita tidak tahu apakah ia yakin bahwa Allah akan mengabulkan permintaannya. Tetapi dikatakan bahwa mukanya tidak muram lagi (1 Sam. 1:18). Apa yang telah berubah ialah bahwa ia telah menyelaraskan dirinya dengan Allah. Hana benar-benar mendapatkan apa yang diingininya. Cukup gampang bagi dia untuk percaya bahwa itu karena usahanya sendiri atau karena ia telah berdoa dengan fasih dan penuh kuasa. Dalam pandangan sekuler dan rohani, ada banyak orang yang secara rahasia (atau tidak terlalu rahasia) percaya bahwa mereka layak mendapatkan apa yang mereka miliki. Namun, respons Hana ialah menyembah Allah, sambil mengakui bahwa Tidak ada yang kudus seperti TUHAN (1 Sam. 2:2) atau, seperti yang dinyatakan kemudian, Hanya Satu yang baik . . . yaitu Allah (Mat. 19:17). Segala sesuatu yang telah datang padanya adalah hasil perbuatan ajaib dari Allah, yang tidak tunduk pada soal kebetulan atau matematika hubungan kuasa atau kekayaan atau kelayakan pribadi atau kegagahan seseorang. Sebaliknya, semuanya adalah anugerah Allah. Pertimbangkan Ini: Kebanyakan kita mempunyai keinginan atau kerinduan yang tak terjadi. Apakah yang menghalangi kita untuk menyerahkannya kepada Allah dan meminta damai-Nya? Apakah kejutan yang menyenangkan yang terdapat dalam cerita Hana yang bisa menolong kita percaya bahwa Ia menyiapkannya bagi kita bila kita memintanya? II. Doa Hana (Tinjaulah 1 Samuel 2:1-10 bersama anggota kelas Anda). Dalam cerita Hana, kita melihat tiga bagian doa. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, aspek paling besar dari doa ialah menyerahkan keprihatinan dan kerinduan kita kepada Allah, seperti yang dilakukan Hana di Bait Allah. Idealnya, hal ini harus lebih daripada hanya sekadar meminta apa yang kita inginkan atau bahkan apa yang kita sangka kita perlukan. Kita juga sedang melemparkan beban keprihatinan dan kerinduan kita. Kita sedang mengungkapkan keyakinan bahwa Allah itu adil. 38

Bagian lain dari doa ialah memuji dan memuja Allah dan bersyukur atas apa yang telah diperbuat-Nya kepada kita. Kita dapati unsur-unsur ini dalam doa Hana, yang tercatat dalam 1 Samuel 2:1-10. Mengapa Allah perlu diberikan pujian dan pujaan? Apakah Allah bekerja hanya kalau kita memberi makan ego-Nya yang besar? Apakah Allah tidak aman? Tentunya allah-allah orang kafir memiliki semua kelemahan ini, dan mitologi mencatat banyak contoh di mana allah-allah ini melakukan banyak hal hanya karena ego mereka, nafsu, dendam, dan hal-hal yang seperti itu. Tetapi tidaklah demikian dengan Allah yang kita sembah. Allah kita tidak memiliki ego yang rapuh. Ia tidak butuh kita memuji Dia; kitalah yang perlu memuji Dia. Masalah ego berada di dalam diri kita sendiri. Persoalan itu diperbesar oleh daya ingat kita yang kecil. Bahkan kita seringkali lupa akan kuasa Allah yang paling besar yang pernah terjadi di dalam diri kita ketika waktu berlalu. Jadi, kita perlu memuji Allah untuk mengingatkan diri kita siapakah Allah itu dan betapa bergantungnya kita kepada Dia dalam segala sesuatu, termasuk eksistensi atau hidup kita. Yang berkaitan erat ialah doa syukur. Di sini, kita sedang mengakui bukan hanya Siapakah Dia tetapi apakah yang telah Ia lakukan kepada kita sebagai hasil dari Siapakah Dia? Setiap orang memiliki beberapa alasan umum untuk bersyukur kepada Allah. Dan jika kita memikirkan tentang hal itu, kebanyakan kita bisa mendapatkan satu atau dua alasan khusus secara pribadi. Tetapi lagi, kita lupa jika kita tidak berusaha terus mengingat. Jika kita semua melakukan usaha untuk mengingat apa yang telah Allah perbuat untuk kita, maka hanya sedikit orang yang akan meragukan Allah atau kehendak-Nya untuk kita. Untuk memuji dan mensyukuri Allah artinya menolak pendapat bahwa semesta alam ini didasarkan pada suatu kebetulan atau hukum alam saja (yaitu bahwa Allah berpihak pada orang yang mempunyai pasukan artileri yang pa ling baik). Kita sedang mengakui Allah sebagai Pembuat hukum alam, dengan wewenang untuk membengkokkan atau mengubahnya untuk melayani kehendakNya, seperti busur pahlawan (1 Sam. 2:4). Pertimbangkan Ini: Apakah beberapa sifat Allah yang disebut Hana di dalam doanya? Bagaimanakah Allah bekerja di dunia?

LANGKAH 3Menerapkan
KHuSuS uNTuk GuRu-guRu: Tegaskan bahwa Allah ingin memberikan kepada masing-masing kita apa yang kita inginkan dan butuhkan, sesuai kehendak-Nya, dan bahwa doa adalah cara kita menyampaikan hal-hal ini kepada Allah.

39

Pada zaman Hana, mengandung anak dianggap oleh masyarakat sebagai wanita yang sejati atau sukses, sama seperti seorang ayah mampu memberikan warisan kepada anaknya. Apakah beberapa ukuran sukses di masyarakat kita sekarang ini? Walaupun Allah menginginkan hal-hal yang baik terjadi pada umat-Nya, kadang-kadang hal itu tidak terjadi; atau, sebaliknya, kadang-kadang halhal yang sangat negatif terjadi. Bagaimanakah Allah sanggup mengubah hal-hal yang negatif menjadi positif? Di zaman Perjanjian Lama, kita diperlihatkan banyak contoh tentang orangorang yang doanya dijawab oleh Allah seperti yang mereka inginkan, misalnya Hana. Tentunya, dalam banyak hal contoh-contoh kegenapan ini telah didahului dengan tahun-tahun penantian dan bahkan penderitaan. Kebanyakan kita mempunyai contoh-contoh tentang hal-hal yang kita doakan tetapi tidak terjadi. Bagaimanakah kita bisa menghindari kekecewaaan dan kepahitan? Bagaimanakah memuji Tuhan dengan giat dalam kehidupan kita sehari-haribisa meningkatkan sikap dan lingkungan kita? Apakah cara-cara yang kita dapat buat untuk meningkatkan suatu sikap memuji Tuhan?

PERTANYAAN UNTUk DIpIkIRkAN:

PERTANYAAN ApLIkASI:

LANGKAH 4Mempraktikkan
KHuSuS uNTuk GuRu-guRu: Kegiatan berikut ini dimaksudkan untuk menegaskan peran pujian kepada Allah dalam kehidupan Kristen. Tegaskan bahwa kita semua mempunyai banyak hal yang menjadi alasan untuk memuji Allah dan pujian itu tidak ada kaitannya dengan lingkungan bila kita mengembangkan sikap suka memuji Allah. Tanyakan kelas tentang hal-hal yang mereka boleh lakukan dalam kehidupan mereka agar bisa mengembangkan sikap memuji Tuhan. Atau Anda mungkin memberikan pertanyaan yang lebih hipotetis, misalnya apakah yang dapat dibuat oleh seseorang untuk meningkatkan sikap memuji Tuhan. Anda bisa berfokus pada satu bidang, seperti musik, dengan memberikan tantangan kepada anggota-anggota kelas untuk memikirkan cara-cara baru dan inovatif di mana musik dapat digunakan dalam ibadah bersama-sama dengan orang lain sebagai pujian kepada Allah.

40

Pelajaran 4

*16-22 Oktober 2010

Yonatan: Dilahirkan untuk Kebesaran


SABAT PETANG
BACAAN UNTUK PELAJARAN PEKAN INI: 1 Sam. 14:6-13, 24-46; 18; 19; 31:1-7; 2 Sam. 1:5-12; 2 Raj. 6:8-17. Ayat HaFalan: Berkatalah Yonatan kepada bujang pembawa senjatanya itu: Mari kita menyeberang ke dekat pasukan pengawal orangorang yang tidak bersunat ini. Mungkin TUHAN akan bertindak untuk kita, sebab bagi TUHAN tidak sukar untuk menolong, baik dengan banyak orang maupun dengan sedikit orang (1 Samuel 14:6).

arena keadaannya, Yonatan seharusnya adalah seorang muda yang manja, rakus, dan egois yang percaya bahwa, sebagai seorang anak yang berkesempatan, semua orang berutang padanya. Mengapa tidak? Dia adalah putra tertua dari raja Israel yang pertama. Dia sangat populer dan dicintai oleh rakyatnya. Dia seorang pembicara yang sempurna dan prajurit yang berani dan pemimpin militer yang andal. Dengan ukuran duniawi, dia memiliki segalanya. Dia dilahirkan untuk menjadi hebat. Namun, surga menggunakan tolok ukur yang berbeda untuk mengukur kehebatandan yang sangat menarik, Yonatan merupakan salah satu dari segelintir yang bersedia untuk membelakangi hal-hal yang dianggap hebat oleh dunia dan sebagai gantinya mencari kehebatan yang berbedajenis kehebatan yang diukur Tuhan. Di dalam kehidupan Yonatan, kita belajar untuk mengevaluasi kehidupan kita melalui sudut pandang surga. Apakah yang membuat hidup hebat? Apakah yang membuat hidup berfaedah? Hal-hal apakah yang penting di dunia, dan apakah yang tidak penting? Kisah Yonatan membantu kita menjawab semua pertanyaan di atas. Kisahnya juga mengungkapkan bahwa, jika kita memilih, kita juga bisa menjadi hebat di mata Tuhantanpa memandang di mana kita dilahirkan, siapa orangtua kita, dan seberapa banyak harta dan talenta yang kita miliki. *Pelajari pelajaran pekan ini untuk persiapan hari Sabat, 23 Oktober.

41

MINGGU
JAbATAN TINGGI PERSAHAbATAN

17 Oktober

Persahabatan tidak serupa dengan hubungan-hubungan yang lain, yang seringkali diatur dan dikendalikan secara hukum. Di beberapa kebudayaan, orangtua memilih pasangan nikah anak-anak mereka. Tentu, tidak seorang pun yang berkesempatan untuk memilih siapa yang akan menjadi orangtuanya, kakak beradik, dan hubungan keluarga lainnya yang lebih luas. Namun, kita bisa memilih sahabat-sahabat kita. Persahabatan melintasi semua batas. Persahabatan dapat mempengaruhi hubungan-hubungan kita yang lain pula. Kidung Agung 5:16 menunjukkan peranan dari persahabatan di dalam hubungan pernikahan. Persahabatan sejati bersifat hubungan sukarela, yang mungkin menyebabkan itu sangat mengikat. Ini tidak terlibat memenuhi persyaratan hukum, tetapi intinya adalah memberikan diri kita. 1 Samuel 18:1 menjelaskan persahabatan antara Yonatan dan Daud. Dikatakan bahwa berpadulah jiwa Yonatan dengan jiwa Daud; dan Yonatan mengasihi dia seperti jiwanya sendiri. Apakah sifat-sifat persahabatan yang ditekankan di dalam Keluaran 33:11; Ayub 16:20, 21; Amsal 17:17; 27:9; Pengkhotbah 4:10; dan Yohanes 15:13-15? Banyak di antara kita akan berharap bahwa seorang ibu harus siap mati demi menyelamatkan kehidupan anaknya atau seorang laki-laki yang siap melindungi keluarganya apa pun yang terjadi pada dirinya. Hubungan-hubungan yang kuat ini sangat dibanggakan, normal, dan merupakan cerminan kasih Tuhan bagi kita. Tetapi ini merupakan sebuah naluri yang juga dimiliki oleh beragam spesies hewan. Persahabatan lebih daripada naluri. Persahabatan sejati harus dipelihara dengan komunikasi. Sahabat-sahabat kita bersedia untuk membantu kita menghadapi tantangan-tantangan kehidupan, bukan hanya untuk bersama di saat-saat yang menggembirakan. Kita membentuk masa kini dan masa depan sahabat-sahabat kita melalui nasihat yang bijak, dorongan, dan doa bagi mereka. Yonatan menunjukkan sifat-sifat ini dalam persahabatannya dengan Daud. Dalam 1 Samuel 20, Yonatan menunjukkan bahwa persahabatan melibatkan lebih dari omongan saja; seorang sahabat bersedia memberi bantuan praktis, walaupun mengandung risiko pribadi yang besar. Yonatan sering menengahi untuk Daud terhadap ayahnya, Raja Saul (1 Sam. 19:4). Yonatan mengambil waktu untuk mencari Daud ketika dia menjadi buronan dan memberi semangat di dalam Tuhan (1 Sam. 23:16). Pernahkah Anda mengkhianati sahabat? Pernahkah Anda dikhianati sahabat? Apakah pelajaran-pelajaran yang Anda dapati? Sifat-sifat tabiat seperti apakah yang perlu Anda ubah agar bisa menjadi sahabat yang lebih baik lagi? 42

SENIN
KEmENANGAN YANG HEbAT

18 Oktober

Israel berada di saat krisis luar biasa. Bangsa Filistin telah berkumpul untuk berperang melawan Israel dengan kereta-kereta kuda dan pasukan tentara yang jumlahnya bagaikan butir-butir pasir di tepi pantai. Pasukan Israel jauh lebih sedikit jumlahnya dengan perlengkapan yang jelek. Hanya Saul dan Yonatan yang dikatakan memiliki pedang atau tombak yang terbuat dari besi. Ini disebabkan karena Bangsa Filistin menguasai industri pandai besi secara monopoli. Memang, seluruh Bangsa Israel harus memperbaiki atau mengasah peralatan mereka dengan pandai besi Filistin (1 Sam. 13:19-22). Dapatkah Anda membayangkan pasukan militer Israel yang beraneka ragam, dilengkapi dengan tongkat-tongkat, kapak, dan selempang, menghadapi pasukan tentara Filistin yang diperlengkapi dengan persenjataan mutakhir? Tidak heran pasukan Saul memiliki rekor tinggi perihal tentara yang meninggalkan tugas militer. Pikirkanlah mengenai keseimbangan kekuatan yang sebenarnya di dalam pertempuran-pertempuran kita jika kita berserah kepada Tuhan. Lihat 2 Raja-raja 6:8-17. Apakah harapan yang dapat kita ambil dari peristiwa itu untuk diri kita? Yonatan tidak terintimidasi oleh anggapan orang lain. Dia tidak meratapi kurangnya iman dan kepercayaan di Israel. Gantinya, dia berketetapan melakukan sesuatu untuk itu. Yonatan bukan bertujuan untuk menjadi pahlawan, tetapi dia tahu bahwa Tuhan lebih besar daripada masalah yang dihadapi Israel. Yonatan tidak melihat dirinya sebagai seorang pahlawan atau juruselamat. Dia tahu bahwa Tuhan dapat menyelamatkan mereka dengan cara apa pun, sehingga Yonatan hanya membuat dirinya tersedia untuk Tuhan. Tuhan memilih untuk menggunakan Yonatan dan pembawa senjatanya; kemenangan luar pun biasa terjadi. Apakah langkah-langkah yang diambil Yonatan sebelum berangkat ke markas musuh? 1 Sam. 14:6-13. Kadang-kadang garis antara iman dan praduga sangat tipis sekali. Yonatan tidak bergantung pada anggapannya saja. Dia berunding dengan seorang yang takut akan Tuhan dan mengungkapkan semua rencana dan pendapatnya. Yonatan mengerti bahwa Tuhan tidak terbatas, dan dia tidak berusaha untuk memanipulasi Tuhan. Yonatan siap untuk tinggal atau pergi sebagaimana kehendak Tuhan yang ditunjukkan baginya melalui tanda yang dia usulkan. Akhirnya, ketika Yonatan menerima tanda untuk maju, dia dengan tidak ragu-ragu langsung terlibat dalam tantangan itu. Apakah pertempuran-pertempuran pribadi Anda? Bagaimanakah Anda dapat belajar untuk mempercayai Tuhan di saat-saat seperti ini? Bagaimanakah Anda dapat belajar untuk mempercayai Tuhan walaupun segala sesuatu tidak terjadi sesuai dengan harapan dan doa Anda? 43

SELAsA
HUbUNGAN ORANGTUA DAN ANAk

19 Oktober

Baca 1 Samuel 19:1-7. Bagaimanakah Anda menggambarkan hubungan antara Yonatan dan Saul? Konflik apakah yang dihadapi Yonatan antara setia kepada ayahnya dan setia terhadap sahabatnya? Kita tidak mengetahui secara pasti ayah seperti apakah Saul ketika Yonatan masih kecil, tetapi kita tahu bahwa di hari tuanya Saul bukanlah seorang yang dapat dicontoh. Dia seorang yang sangat egois, berubah-ubah sikap, pencemburu, irasional, dan kadang-kadang sakit saraf. Akan tetapi Yonatan, memberi bukti dalam hidup dan hubungannya dengan ayahnya sebuah aplikasi praktis mengenai perintah yang diberikan dalam Keluaran 20:12, hormatilah orangtuamu. Baca 1 Samuel 14:24-46. Bagaimanakah Yonatan, jika dia menginginkannya, dapat menggunakan insiden ini sebagai alasan untuk berhenti menghormati ayahnya? Bukankah ada yang telah berbalik terhadap orangtua mereka karena alasan yang lebih sepele dari itu? Bagaimanakah ini dapat menjelaskan sifat Yonatan? ________________________________________________________________ ________________________________________________________________ ______________________________________________________________ Menghormati orangtua kita mempunyai arti yang lebih luas daripada sekalikali mengirimkan kartu atau hadiah bagi mereka. Yonatan berdiri di samping ayahnya di saat krisis; dia juga berdiri di samping ayahnya meskipun tidak setuju dengan apa yang disuruh oleh ayahnya. Kita juga, menghormati orangtua kita ketika kita berdiri di samping mereka di saat-saat krisis, seperti ketika menderita penyakit atau ketika kehilangan pekerjaan. Kita mempunyai tanggung jawab Alkitabiah untuk menyokong orangtua kita secara emosional dan juga secara material (lihat 1 Tim. 5:8). Menghormati orangtua kita bukanlah sebuah kegiatan subjektif dan pasif. Yonatan menunjukkan bahwa ini seringkali dalam bentuk memberi nasihat yang masuk akal. Menghormati orangtua kita bukan berarti menahan pendapat kita atau mempertahankan kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan, atau juga menurut dengan buta atau membiarkan kejahatan terjadi. Melainkan, itu berarti bahwa kita memiliki tanggung jawab istimewa terhadap mereka, apa pun jenis tingkah laku mereka. Dengan mengikuti teladan Yonatan, hal-hal praktis apakah yang dapat kita lakukan untuk memperbaiki hubungan kita dengan orangtua, saudara kandung, atau anggota keluarga lain, teristimewa mereka yang belum seiman dengan kita? 44

RABU
MENJADI JUARA DUA

20 Oktober

Salah satu dari kecenderungan dalam masyarakat dewasa ini adalah menuduh orangtua sebagai penyebab masalah-masalah (kalau tidak semua) kehidupan. Yang pasti, ada orang yang memikul banyak bagasi emosional dari orangtua mereka. Itu adalah fakta yang tak dapat dipungkiri. Akan tetapi, dalam kurun waktu beberapa dekade telah terjadi peningkatan atas kecenderungan ini. Kita tidak hanya mempersalahkan orangtua kita tetapi kadang-kadang saudara kandung, guru, keadaanapa pun atau siapa punagar menghindar dari tanggung jawab yang seharusnya kita jalani. Walaupun kita semua tunduk kepada, bahkan menjadi korban dari, keadaankeadaan yang di luar kendali kitakehidupan Yonatan menunjukkan bahwa kita dapat melewati itu, setidaknya sampai tingkat tertentu. Yonatan sebenarnya berhak menyalahkan ayahnya sebagai penyebab dari sebagian kesukaran hidupnya. Seandainya Saul setia, seharusnya Yonatan yang akan menduduki takhta. Tetapi Yonatan memilih untuk tidak bermain permainan menuduh. Yonatan memiliki rasa harga diri yang baik. Gantinya membiarkan dirinya menjadi pahit dan marah, ia percaya bahwa Allah tahu yang terbaik. Mungkin tidak mudah bagi Yonatan untuk mempertahankan imannya dan percaya pada Tuhan ketika dia sadari bahwa Tuhan telah memilih Daud, bukannya dirinya, untuk menjadi raja berikutnya. Gambarkan reaksi Yonatan terhadap kenyataan bahwa Daud akan menjadi raja bukannya dia. Apakah digambarkan ini mengenai Yonatan? 1 Sam. 23:17. Bandingkan sikapnya dengan sikap yang ditampilkan di dalam Yesaya 14:13, 14; 1 Raja-raja 1:5; dan Markus 10:35-37. Apakah perbedaannya? Ketika identitas kita terjamin di dalam Tuhan, kita bisa menghadapi penolakan atau kritikan tanpa merasa hancur atau kehilangan rasa harga diri. Salah satu unsur besar dalam memiliki identitas yang terjamin dalam Tuhan melibatkan pengalaman dan hubungan kita dengan-Nya. Yonatan telah memiliki pengalaman pribadi yang dramatis dengan Tuhan ketika dia menang atas bangsa Filistin di dalam 1 Samuel 14. Bagian akhir cerita mengenai keluarga Daud ditandai dengan pemberontakan dan perselisihan internal. Absalom dan Adonia keduanya berusaha merebut takhta dari ayah mereka, Daud. Mereka tidak ingin mengizinkan Tuhan memilih raja yang baru. Sikap Yonatan sangat bertolak belakang dengan roh keakuan yang egois. Yonatan bersedia menduduki tempat yang kedua. Dia berusaha untuk membangkitkan keselarasan dan rekonsiliasi antara ayahnya dan sahabatnya Daud (1 Sam. 19:4). Dia benar-benar berdiri sebagai contoh seorang pemimpin hamba yang bersedia untuk menduduki tempat yang kedua bahkan yang ketiga. Dengan mengambil Yonatan sebagai contoh, apakah yang dapat Anda lakukan ketika tidak mendapat pekerjaan, posisi, atau rasa hormat yang seharusnya Anda dapatkan? Bagaimanakah Anda dapat mengendalikan perasaan penolakan, iri hati, dan benci? 45

KAmIs
KETIkA kEHIDUpAN TIDAk ADIL

21 Oktober

Baca 1 Samuel 31:1-7 dan 2 Sam. 1:5-12. Seperti apakah akhir dari kehidupan Yonatan? Bagaimanakah kita dapat mengertinya? Banyak di antara kita telah diajar bahwa yang benar selalu menang pada akhirnya dan kita menuai apa yang kita tabur. Kita juga sering membawa ini lebih jauh lagi dan percaya bahwa seorang yang baik harus memiliki hidup yang baik, panjang umur, dan orang yang jahat bisa mengharapkan hidup yang pendek dan penuh masalah. Sementara kita tahu bahwa pada akhirnya yang baik akan mengalahkan yang jahat, ketika Yesus datang kembali, letak masalahnya adalah orang baik tidak selalu mendapat yang baik dalam kehidupan ini dan orang jahat sebaliknya. Kadang-kadang kita dihukum karena melakukan hal yang benar. Tuhan seringkali turun tangan dan secara ajaib menyelamatkan dan melindungi anak-anak-Nya, tetapi ini tidak selalu terjadi. Siapakah tokoh-tokoh Alkitab, yang walaupun setia, tidak mendapatkan apa yang layak bagi mereka? Kej. 39:10-20; Ayub 1-2. Yonatan telah menjadi sahabat yang benar dan setia kepada Daud. Dia seorang perunding dan telah berusaha semampunya untuk membawa damai antara Daud dan Saul. Yonatan tidak angkuh dan bersedia melepaskan haknya atas takhta. Dia juga bersedia untuk menerima Daud sebagai raja. Dia juga seorang putra yang baik. Tuhan telah menggunakan Yonatan sebelumnya untuk membuat seluruh tentara lari kocar-kacir, dan sekarang pasukan tentara Israel sekali lagi berhadapan dengan Filistin. Mungkin saja Yonatan bertanya-tanya apakah Tuhan akan kembali melakukan mukjizat untuk menyelamatkan Israel. Yonatan akan gugur pada hari itu di medan perang (1 Sam. 31:2). Seperti Yohanes Pembaptis, Yonatan adalah salah satu contoh dari mereka yang tidak mendapatkan apa yang layak saat ini. Mereka sering menderita, kehilangan posisi kehormatan demi Kristus, dan kadang-kadang bahkan jatuh di tempat tugas mereka. Walaupun kehidupan mereka nampaknya tidak berarti atau tidak berguna, mereka tetap pemain kunci di dalam rencana Tuhan. Mereka termotivasi dan ditopang oleh kasih dan kehadiran Yesus. Mereka terlahir untuk menjadi hebatbelum tentu jenis kehebatan dari pandangan atau pengertian dunia tetapi sebuah kehebatan yang melampaui konsep dan harapan manusia. Banyak sekali peristiwa yang terjadi, menurut pandangan kita tidak masuk akal atau adil. Namun, janjinya adalah suatu hari segala sesuatu akan menjadi benar, dan kita akan mendapatkan jawaban atas segala sesuatu yang sekarang ini sepertinya tidak dapat diduga. Baca 1 Korintus 4:5, 13:12, Roma 8:28, dan Wahyu 21:4. Apakah yang dapat Anda tarik dari ayat-ayat ini ketika kita menghadapi pertanyaanpertanyaan yang sulit, bukan saja bagi tokoh-tokoh Alkitab tetapi juga bagi diri kita sendiri, dalam pergumulan dan pencobaan kita, paling kurang untuk saat ini, yang tidak selalu memiliki akhir yang bahagia? 46

JUmAT

22 Oktober

PelajaRi Lebih LanjUt: Pada catatan tentang mereka yang melalui pengorbanan diri masuk ke dalam persekutuan penderitaan Kristus, tampilsatu orang dalam Perjanjian Lama dan satu orang dalam Perjanjian Barunamanya Yonatan dan Yohanes Pembaptis. Yonatan, oleh kelahiran adalah pewaris takhta kerajaan, namun mengetahui bahwa dirinya dikesampingkan oleh perintah Ilahi; terhadap saingannya ia bersikap paling lembut dan setia dalam persahabatan, melindungi nyawa Daud, dengan membahayakan dirinya sendiri; berdiri teguh di sisi ayahnya selama hari-hari kelam kekuasaannya yang merosot, dan di sisinya ayahnya gugur pada akhirnyanama Yonatan tersimpan di dalam surga dan di bumi berdiri sebagai saksi tentang adanya dan kuasa kasih yang tidak mementingkan diri. Yohanes Pembaptis, ketika muncul sebagai utusan Mesias, menggoncang bangsa itu. Dari satu tempat ke tempat yang lain langkah-langkahnya diikuti oleh orang banyak dari segala lapisan masyarakat. Tetapi ketika Oknum itu datang bagi siapa ia membawa kesaksian, semuanya berubah. Orang banyak telah mengikuti Yesus dan pekerjaan Yohanes tampaknya segera akan berakhir. Namun tidak ada kebimbangan dalam imannya. Ia harus makin besar, katanya tetapi aku harus makin kecil (Yohanes 3:30).Ellen G. White, Membina Pendidikan Sejati, hlm. 143.

PeRtanyaan-peRtanyaan UntUk didiskUsikan: nn Bagaimanakah kita dapat membedakan antara iman dan praduga? Kapan dan bagaimanakah kita bisa meminta tanda untuk mengetahui kehendak Tuhan bagi kita? oo Beberapa budaya mempromosikan kepasifan sebagai sesuatu yang baik, sementara yang lain melihatnya negatif. Yonatan bersedia menjadi juara dua. Apakah ini sama dengan menjadi pasif? Haruskah seorang Kristen menjadi pasif? Jika demikian, kapan; jika tidak, mengapa? pp Bagaimana Anda menjelaskan kepada seorang sahabat non-Kristen keuntungan-keuntungan menjadi Kristen, jika sahabat Anda melihat bahwa Anda juga bisa sakit, kehilangan pekerjaan, atau menderita kehilangan orang yang Anda cintai? qq Diskusikan kehidupan Yonatan dalam terang Ibrani 11:32-40. Apakah yang bisa Anda ambil dari ayat-ayat ini yang mungkin bisa membantu Anda dalam situasi-situasi yang, paling kurang dalam perspektif Anda sekarang, mempunyai hasil yang suram? rr Bagaimanakah, sebagai contoh, seorang wanita yang telah dianiaya secara seksual oleh ayahnya menunjukkan hormat pada ayahnya? Bagaimanakah dengan orangtua yang suka menyiksa secara fisik? Bagaimanakah kita harus menuruti perintah untuk menghormati mereka? ss Apakah hal-hal yang dianggap hebat oleh dunia namun sebaliknya bagi Tuhan? Apakah hal-hal yang dianggap hebat oleh Tuhan yang dinilai kecil oleh dunia? Bagaimanakah kita bisa mengetahui perbedaan antara kedua ide kebesaran ini?
47

PenUntUn GURU 4
Ringkasan Pelajaran Ayat Inti: 1 Samuel 1:6.

Anggota Kelas Akan:

Mengetahui: Mengenal apa yang Allah hormati sebagai suatu hal yang besar di dalam gaya kepemimpinan pelayanan dalam diri Yonatan. Merasakan: menghidupkan sikap kesetiaan dan persahabatan yang Yonatan perlihatkan baik kepada ayahnya yang tak bisa dipercaya dan juga kepada Daud, orang muda yang sudah diurapi untuk mengambil takhtanya. Melakukan: Mempraktikkan kepemimpinan pelayanan, apa pun tantangan atau penderitaan yang dihadapi dalam prosesnya.

Garis Besar Pelajaran:

I. Mengetahui: Kepemimpinan Pelayanan A. Yonatan adalah seorang pemimpin yang takut akan Allah, yang cakap dan berani, namun Allah memilih dia memegang peran sebagai penyokong. Bagaimanakah Yonatan merespons pada penugasan dari Allah? Bagaimanakah respons Yonatan di pandangan Allah? II. Merasakan: Anak dan Teman yang Setia A. Yonatan menyokong ayahnya yang gagal dan seorang teman yang telah dipersiapkan untuk bangkit menuju kebesaran yang Yonatan tidak akan rasakan. Bagaimanakah perasaan kita bila kita berada dalam keadaan seperti Yonatan? Di tengah-tengah tantangan ini, bagaimanakah Yonatan mendemonstrasikan kasihnya yang tak memen tingkan diri itu kepada Allah, ayahnya, dan temannya?

III. Melakukan: Pelayan yang Menderita A. Kristus adalah contoh terbesar sebagai Pelayan Yang Menderita. Lingkungan apakah yang bisa kita hadapi di mana kita dipanggil untuk menderita seperti Yonatan dan Kristus telah menderita, dengan menyerahkan nyawa mereka sebagai suatu korban di mezbah Allah? B. Bagaimanakah kita merespons dalam sikap dan perbuatan terhadap jabatan pelayanan yang Allah berikan kepada kita? RinGkasan: Dengan mengambil peran menyokong ayahnya dan teman baiknya, bahkan sampai menderita bersama ayahnya di pertempuran, Yonatan mendemonstrasikan pengabdian seorang pemimpin pelayan yang pengasih dan yang tak mementingkan diri.

48

Seri Pembelajaran

LANGKAH 1Motivasi
KONSEP UTAMA uNTuk PERTuMBuHAN ROHANI: Dalam kehidupan Kristen, kesetiaan mengalahkan sifat mengutamakan diri sendiri. KHuSuS uNTuk GuRu-guRu: Tegaskan bahwa kita dipanggil untuk mencari suatu standar keagungan yang mungkin tidak cocok dengan harapan-harapan dunia; sesuatu yang tidak serupa dengan standar keagungan dunia. Kita bahkan harus menolak standar-standar itu secara tegas, pada saat menghadapi penganiayaan dan cemooh. Orang baik selesai terakhir. Ketamakan adalah baik. Ini hanyalah dua contoh dari pendapat-pendapat yang mengendalikan cara berpikir kita sebagai sua tu masyarakat yang bertumbuh semakin tidak Kristiani dan lebih mirip Darwinisme. Hal yang paling buruk Anda bisa disebut seorang pecundang. Yah, kita menghukum tindakan penipuan. Atau lebih tepat, kita menghukum penipuan yang tertangkap. Kadang-kadang kita meremehkan pemenang yang terlalu aneh dan tidak menyenangkan. Tetapi kita sebenarnya membenci dan menghukum orang yang gagal, yang dapat didefinisikan sebagai kegagalan merenggut semua yang Anda dapat peroleh. Jadi dalam terang ini, apakah yang dapat kita sebut tentang seseorang yang dilahirkan dalam kebangsawanan, mempunyai kecerdasan, penampilan yang baik, talenta, karisma, kualitas kepemimpinan, kesanggupan militer, dan gelar yang tidak bisa disangkal? Jelaslah, salah seorang pemenang dunia adalah seseorang yang ingin Anda kenal. Mungkin beberapa dari antaranya hanya lewat begitu saja dari Anda, atau barangkali sedikitnya Anda mendapatkan hubungan yang berharga. Tetapi tunggu! Apakah yang Anda bisa katakan tentang seseorang yang begitu jujur dan murni yang memarahi ayahnya (Saul) yang tidak stabil dan kasar dan harus bersembunyi di hutan bersama-sama dengan seorang gembala domba (Daud)? Dan bagaimanakah jika orang ini mengakui, juga, bahwa gembala domba ini adalah orang yang akan naik ke takhta raja, ayahnya? Kedengaran seperti alur cerita novel petualangan fiksi? Tidak, ini adalah cerita putra Raja Saul, dan teman baiknya, Daudraja masa depan, dan yang menjadi nenek moyang dari garis keturunan Mesias. DISkuSIkAN dENgAN ANggOTA KELAS: Seringkali kita akan setuju bahwa seseorang mempunyai hak untuk menggapai sebanyak yang ia dapat peroleh di dunia. Tetapi sebagai orang Kristen, kita secara implisit mengakui bahwa hal ini bukanlah nilai yang tertinggi. Bagaimanakah kita dapat mengetahui bila Allah sedang memanggil kita untuk melakukan sesuatu yang berbeda? 49

LANGKAH 2Menyelidiki
Komentar Alkitab I. Tidak Ada yang Dapat Mencegah Tuhan . . . (Tinjaulah 1 Samuel 14:1-13 dengan anggota kelas Anda). Hari ini kita mendengar banyak tentang genetika dan lingkungan pada saat mereka membentuk dan mempengaruhi perilaku manusia. Entah secara alamiah atau diatur, Yonatan tidak beruntung. Saul adalah orang yang tegaskecuali ketika ia membuat keputusan yang salah, seperti dalam 1 Samuel 13:8-12. Ia mengambil kredit terhadap prestasi orang lain, dan juga mengizinkan orang lain menganggap bahwa penyerangan di barisan depan Gibea adalah perbuatannya (1 Sam. 13:4). Ia mempersalahkan orang lain karena kegagalannya dengan sua tu fasilitas yang tidak terlihat sejak pasal-pasal awal di buku Kejadian (ayat 11). Dan kemudian ia memperlihatkan dirinya sebagai orang yang sakit mental yang disebabkan oleh ketidakseimbangan biokimia yang parah. Yonatan bisa saja dengan mudah mengikuti teladan ayahnya. Pilihan apakah yang dimilikinya? Pilihan yang sama juga kita miliki. Pilihan untuk bersandar kepada Allah daripada dirinya sendiri dan bersandar pada Allah untuk menutupi kekurangan yang mungkin kita warisi dari kodrat manusia yang sudah jatuh atau dari pendidikan yang tidak sempurna. Pertimbangkan Ini: Mengetahui bahwa Saul sebenarnya tidaklah kompeten untuk menjadi raja, mengapa Allah tidak memilih untuk menyerahkan kedudukan raja itu kepada Yonatan, yang dengan jelas adalah kompeten dan telah memperlihatkan kualitas yang perlu untuk kedudukan raja? II. Penyerangan di Gibea (Tinjaulah 1 Samuel 14:1-14 bersama dengan anggota kelas Anda.) Dalam pasal ini, sekali lagi kita melihat Yonatan yang mengambil inisiatif. Penulis buku ini dengan jelas ingin agar kita mengetahui bahwa hal ini terjadi tanpa pengetahuan Saul atau orang-orang lain yang berkemah bersama dia (ay. 1, 3). Mengapa? Barangkali Saul dan orang-orang Israel lain tidaklah terlalu siap untuk menyerahkan diri mereka demi pergumulan pembebasan nasional. Kita bisa melihat pandangan ini dalam 1 Samuel 13:4, di mana dikatakan bahwa penyerangan pada pasukan pendudukan di garis depan itu telah menjadikan orang Israel dibenci oleh orang Filistin, di mana sebelumnya orang-orang Israel adalah mangsa yang tak berdaya dari penyerangan orang Filistin. Mula-mula, reaksi orang Israel untuk menyerang orang Filistin adalah suatu kehormatan. Tetapi tak lama kemudian ternyata mereka menjadi takut karena masih banyak orang Filistin yang tertinggal. Juga, misi Yonatan bisa saja merupakan tindakan kebodohan. Yonatan bukan hanya seorang anggota keluarga raja, tetapi ia juga merupakan salah seorang jenderal yang paling baik di balatentara Israel. Jadi, bagaimanakah kita tahu bahwa Yonatan tidak ceroboh dan gegabah? 50

Pertama, Yonatan menaruh kepercayaannya kepada Allah, bukan pada kekuatan militernya. Malahan, ia siap untuk menyerah dan mundur (1 Sam. 14:9, 10) jika jelas bahwa Tuhan tidak bersama dengan dia. Bilamana sudah jelas bahwa Tuhan bersama dengan dia, maka ia dan pembawa senjatanya terbukti sanggup melakukan apa yang takut dilakukan oleh seluruh balatentara. Pertimbangkan Ini: Cerita dalam 1 Samuel 13 dan 14 memberikan kesan bahwa Saul dan orang Israel lainnya segan mengubah status quo. Mereka takut dibenci oleh orang Filistin. Berapa seringkah kita puas dengan status quo dalam kehidupan kerohanian kita? Apakah Kekristenan kita tidak memberikan tantangan atau membuat orang lain merasa tak enak? Apakah Kekristenan kita selalu memotivasi kita untuk melawan ketakutan dan kesukaan kita sendiri? Dalam suatu budaya di mana Kekristenan seringkali disamakan dengan kenyamanan apakah kita takut kalau orang lain membenci kita karena kita menghidupkan Kekristenan kita? III. Seperti Jiwanya Sendiri . . . (Tinjaulah 1 Samuel 18:1 bersama dengan anggota kelas Anda). Kasih Allah kepada kita dan sebaliknya adalah suatu bentuk persahabatan. Pertama, persahabatan itu bersifat sukarela. Tidak ada alasan bahwa Allah dituntut untuk mengasihi kita. Seperti sebuah hubungan bilateral (timbal balik), persahabatan memerlukan komunikasi dan pemeliharaan, sedikitnya pada bagian kita. Persahabatan kita dengan Allahsedikitnya dalam keadaan idealnyamengisyaratkan suatu kesamaan kepentingan dan tujuan. Kita meminta dan mencari kehendak-Nya untuk dilakukan, seperti terlihat dalam doa yang diajarkan Tuhan Yesus. Sebaliknya, Allah berusaha untuk memenuhi tujuan dan keinginan kita yang kudus. Kita berbicara tentang Kristus yang berada di dalam diri kitaatau diri kita yang berada di dalam Kristus, sama seperti Daud dan Yonatan digambarkan sebagai satu jiwa. Perbedaannya ialah persahabatan manusia selalu bisa jatuh ke dalam kelemahan manusia. Tetapi persahabatan Allah tak pernah meninggalkan kita. Pertimbangkan Ini: Bagaimanakah Allah telah membangun kebutuhan untuk persahabatan ke dalam kondisi manusia?

LANGKAH 3Menerapkan
Yonatan secara jelas memenuhi kriteria kebesaran versi dunia. Ia adalah anak raja, ia memiliki karisma dan kemampuan kepemimpinan, dan ia memiliki karakter yang bisa membuat orang lain percaya dan mengikuti dia. Tetapi tidak setiap orang yang memiliki kualifikasi ini bisa hidup sesuai dengan potensi-potensinya tersebut di pandangan Allah. Bagaimanakah pendapat Anda tentang Yonatan yang luar biasa ini dalam pandangan Allah? 51

PERTANYAAN UNTUk DIpIkIRkAN:

Yonatan adalah salah satu figur Perjanjian Lama yang hidup sebagai contoh namun menemui akhir hidup yang tidak baik. Mengapa hal ini terjadi? Bagaimanakah pilihannya memberikan dampak pada masa depannya? Diskusikan alasan untuk jawaban Anda. Bagaimanakah pendapat Anda seandainya Yonatan telah memilih tindakan yang lain yang bisa menuntun kepada hasil yang berbeda? Ingatlah bahwa hal ini akan berarti ia kemungkinan besar akan meninggalkan ayahnya Saul. Salah satu karakter yang jelas di dalam diri Yonatan ialah sifat rendah hati, walaupun ia mempunyai alasan-alasan untuk berbangga. Sebelumnya, ia sudah dikenal sukses dalam militer, bukan karena kemampuannya sendiri. Ia melakukan apa yang dapat diperbuatnya untuk menolong Daud, walaupun ia tahu bahwa ia tak akan pernah menjadi raja. Dan akhirnya ia menaruh kesetiaannya pada ayahnya di atas segala-galanya. Bagaimanakah kerendahan hati dan kesetiaan ini menjadi contoh ideal yang harus kita miliki terhadap Kristus, yang tentunya lebih daripada Daud atau Saul?

PERTANYAAN ApLIkASI:

LANGKAH 4Mempraktikkan
Khusus untuk Guru-guru: Aktivitas berikut ini dimaksudkan untuk menegaskan tentang kualitas kebesaran sejatikebesaran sebagaimana Allah mengukurnyabukan kualitas yang seorang selebriti sesuai nilai-nilai manusia. Bawa poster atau foto dari orang-orang yang terkenal. Taruh di atas dinding sebelum anggota-anggota kelas masuk. Jika mungkin, hindari mengomentari foto-foto itu. Mulaikan kelas sebagaimana biasa. Bila tiba saatnya untuk mengadakan kegiatan, tunjuk pada salah satu foto dan tanyakan kualitas yang benar-benar baik dan apakah yang tidak baik? Bagaimanakah kualitas ini dinyatakan dalam sebuah konteks? Atau, untuk melakukan latihan ini tanpa foto, mintakan anggota kelas untuk menyebutkan nama-nama tokoh yang mereka kagumi. Kemudian tanyakan hal-hal yang di atas tadi.

52

Pelajaran 5

*23-29 Oktober 2010

Abigail: Tidak Ada Korban Lingkungan

SABAT PETANG
BACAAN UNTUK PELAJARAN PEKAN INI: 1 Samuel 25; Yesaya 28:23; 53:12; Daniel 9:15-19; Matius 15:10; Roma 8:34. Ayat HaFalan: Hikmat tinggal di dalam hati orang yang berpengertian, tetapi tidak dikenal di dalam hati orang bebal (Amsal 14:33).

ernahkah Anda menjadi korban keadaan sekitar? Pernahkah Anda berharap agar berada di tempat yang lain? Atau agar Anda menjadi orang lain? Jadi, pertimbangkanlah tokoh pekan ini: Abigail. Dia seorang wanita yang pintar dan cantik, sayangnya menikah pada seorang pria yang egois, berpandangan sempit, dan jahat, Nabalketurunan Kaleb, tetapi jauh berbeda dengan leluhurnya yang dihormati. Memang Nabal seorang yang kaya raya, tetapi nama panggilannya, berarti dungu atau bodoh, dengan tepat mencerminkan tabiatnya. Di zaman Abigail dan Nabal, perkawinan biasanya sudah diatur, sehingga mungkin Abigail tidak memiliki pilihan lain lagi. Keadaan sekitarnya seakan berbicara menentang perkawinan seperti ini. Kondisi tidak menguntungkan, tetapi dalam penglihatan sekilas mengenai kehidupan Abigail, kita diajak untuk tidak menjadi korban keadaan. Abigail tidak berusaha untuk melarikan diri dari kenyataan. Dia sangat realis tis akan keadaannya (1 Sam. 25:25), tetapi dia tidak membiarkan keadaan itu merusak dia. Dia memutuskan untuk bertumbuh di tempat dia ditanam. *Pelajari pelajaran pekan ini untuk persiapan Sabat, 30 Oktober.

53

MINGGU
SESEORANG YANG AkAN MENDENGAR

24 Oktober

Kebanyakan orang mudah berbicara. Jika kebenaran harus diungkapkan, di antara kita ada yang terlalu banyak bicara. Alangkah baiknya jika kita belajar untuk menjadi pendengar yang baik. Begitu banyak seminar yang mengajar cara menjadi pendengar yang baik. Betapapun juga, begitu banyak yang sedang terjadi di sekeliling kita. Sehingga sangat penting bagi kita untuk mendengar. Bacalah Yesaya 28:23, Matius 15:10, dan Yakobus 1:19. Apakah yang ayat-ayat ini katakan bagi kita, dan mengapa? Daud dan pasukannya sementara melarikan diri dari Saul. Ketika hidup di Gurun Paran, mereka bertemu dengan gembala-gembala dan ternak Nabal, tuan tanah yang kaya raya. Gantinya mulai merampas hewan-hewan itu, Daud dan pasukannya melindungi para gembala dan ternak tersebut. Akhirnya, tibalah musim mencukur domba, dan suasana meriah. Inilah waktunya untuk mengucapkan terima kasih dan menerima hadiah. Daud mengetahui kebiasaan ini, sehingga dia mengutus sepuluh orang untuk meminta perbekalan. Bacalah 1 Samuel 25:1-11. Mengapa Daud merasa sangat tersinggung oleh jawaban Nabal? Apakah yang didengar Daud? Nabal benar-benar menunjukkan arti namanya. Dia mengejek para utusan Daud sebagai budak pelarian dan menyuruh mereka pulang dengan tangan kosong. Dengan jelas Nabal menyatakan bahwa Daud bukan seorang yang berarti. Dalam pikirannya, Daud sama sekali tidak berarti sehingga untuk bertanya tempat asalnya atau apa pekerjaannya pun tak ada gunanya. Walaupun Daud menunjukkan pengekangan diri yang luar biasa terhadap Raja Saul yang kejam, dia sama seperti kita, merasa sangat terluka ketika dikatakan bahwa dia bukan seorang yang berarti. Hal ini diperparah oleh kenyataan bahwa dia telah menunjukkan kebaikan dan dibalas dengan ejekan dan hinaan. Nabal benar-benar tidak menyadari dengan siapa dia berurusan. Sepertinya dia mengetahui sedikit fakta. Dia tahu siapa ayahnya Daud dan bahwa Daud sedang dalam pelarian dari Saul, tetapi Nabal begitu egois dan sombong sehingga dia tidak mau tahu atau tidak rela mendengarkan hamba-hambanya. Hamba-hamba Nabal telah hidup berdekatan dengan pasukan Daud dan tahu bahwa mereka adalah kekuatan yang tidak boleh dianggap sepele. Hamba-hambanya mengenal tuan mereka sebagai seorang yang dursila, sehingga orang tidak dapat berbicara dengan dia (1 Sam. 25:17). Sehingga mereka berpaling pada seseorang yang mau mendengar merekaAbigail. Kapankah terakhir kali Anda atau orang lain jatuh dalam kesulitan karena Anda tidak mendengar dengan baik? Apakah yang dapat Anda pelajari dari kesalahan-kesalahan tersebut?

54

SENIN

25 Oktober

PERbUATAN BERbIcARA LEbIH KUAT DARIpADA pERkATAAN


Bacalah 1 Samuel 25. Apakah inti dari cerita tersebut? Pelajaran-pelajaran apakah yang langsung dapat ditarik dari cerita itu? Pertanyaan-pertanyaan apakah yang timbul? Sesudah mendengar laporan dari seorang hamba, Abigail segera memulai persiapan. Abigail berlaku lebih dari sekadar mendengar; dia bertindak. Narator di 1 Samuel 25:18, 19 merinci perbekalan yang dia siapkan: kue kismis, kue ara, domba yang telah diolah, bertih gandum, roti, dan anggur. Semua makanan ini sangat mewah dan mungkin lebih dari yang diharapkan Daud dan pasukannya. Bagian berikut dari cerita ini penuh dengan gerakan dan langkah. Penulis pasal ini berpindah-pindah antara beberapa skenario, sehingga menimbulkan ketegangan. Kita menunggu dan menahan napas sejenak untuk menunggu titik pertikaian. Dalam kemarahan sesaat, tanpa menunggu untuk mendengar Tuhan atau alasan, Daud dan pasukannya berbaris keluar untuk membalas dendam karena sebuah penghinaan. Jumlah pasukan yang dibawa Daud menunjukkan amarahnya. Dia membawa dua pertiga dari pasukan perangnya. Ketika kita beraksi dalam kemarahan, sangat sulit untuk membuat reaksi yang wajar; biasanya kita bertindak berlebihan. Abigail bukan saja mengirimkan hadiah-hadiah tetapi selanjutnya dia menunggu apa yang akan terjadi. Dia memasang pelana dan menunggang untuk bertemu dengan Daud. Walaupun fakta menyatakan bahwa dia menikah dengan seorang lelaki yang sombong dan kasar, dia tidak mengizinkan suaminya untuk meremukkan semangatnya. Dia tidak mengizinkan dirinya menjadi korban. Dia masih menjunjung harga dirinya dan bersedia menaruh hidupnya dalam bahaya agar melindungi rumah tangganya. Peluang yang ada sama seperti Daud ketika muda menghadapi Goliat: seorang wanita dengan keledai-keledai yang membawa makanan dan beberapa hambanya, akan menghadapi 400 lelaki bersenjata dalam keadaan marah. Sementara itu Nabal, yang bodoh, juga sibuk. Sementara istrinya yang pemberani pergi bertemu pasukan yang sedang marah, dia berada di rumah sementara berpesta dan menjadi mabuk. Apakah yang diajarkan ayat-ayat berikut ini mengenai makna dari perbuatan-perbuatan kita? Mat. 7:21; 25:31-46; Yakobus 2:14-17. Bicara itu gampang, tetapi tindakan kita mempertegas atau membantah perkataan kita. Tindakan-tindakan Abigail, Daud, dan Nabal banyak berbicara mengenai apa yang mereka pikirkan, siapa yang penting bagi mereka, dan roh mana yang memotivasi tindakan mereka. Jika seseorang harus menarik kesimpulan mengenai diri Anda dan orang seperti apakah Anda, hanya berdasarkan perbuatan Anda, apakah kira-kira kesimpulannya, dan mengapa demikian? Apakah yang digambarkan oleh jawaban Anda mengenai diri Anda? 55

SELAsA
WAkTU UNTUk BERbIcARA

26 Oktober

Di lembah gunung atau ngarai, Abigail akhirnya bertemu dengan pasukan Daud. Dia bertelut di hadapan Daud dan memperlakukan dia seakan-akan dia sudah menjadi raja. Baca dengan teliti pembicaraan Abigail di dalam 1 Samuel 25:23-31. Bandingkan dengan jawaban Nabal (ayat 10, 11). Apakah yang diungkapkan oleh ayat-ayat ini mengenai perbedaan antara Nabal dan Abigail? Abigail menyapa Daud sebagai tuanku. Mungkin ini menjadi peringatan bagi Daud bahwa dia harus berperilaku seperti seorang raja urapan Tuhan dan bukan sebagai pemimpin dari gerombolan perampok. Abigail berhasil mendorong keluhuran kepada Daud, karena dia tidak kehilangan harga dirinya sendiri. Ini membuat dia melihat hal-hal yang terbaik pada Daud dan mendorong perilaku yang saleh dari dirinya. Apakah hal pertama yang diucapkan Abigail terhadap Daud? Katakatanya mengingatkan Anda tentang siapa? Apakah yang sedang Abigail usahakan? Kel. 32:32; Ester 7:2-4; Yes. 53:12; Dan. 9:15-19; Rm. 8:34. Perantaraan ditandai oleh satu ciri khas: orang yang menjadi perantara harus mengenal dengan dekat orang yang sementara dia bela, walaupun perantara tersebut akan diuntungkan atau dirugikan oleh transaksi tersebut. Orang tersebut harus bersedia meletakkan kepentingan-kepentingannya yang mementingkan diri dan bertanya apakah yang terbaik untuk orang lain. Abigail bisa saja melihat ancaman terhadap nyawa Nabal sebagai cara menyingkirkan suaminya dan mendapat kebebasan; gantinya, dia memilih untuk menjadi wakilnya dan memohon agar hidupnya diselamatkan, walaupun dia tidak layak hidup. Mungkin bentuk perantaraan yang paling baik adalah doa perantaraan. Kita berdoa bagi orang-orang yang tidak bisa atau tidak mau mendoakan diri mereka sendiri. Kita harus mengesampingkan keinginan, kebutuhan, dan semua kerinduan kita dan berbicara pada Tuhan untuk orang-orang ini. Semua doa kita memberikan alasan bagi Tuhan untuk bergerak lebih dalam ke wilayah kekuasaan Setan. Dengan mendoakan orang lain kita menyadari belas kasihan yang mendalam yang dimiliki Tuhan bagi kita. Kita bisa belajar memberkati orang yang mengutuk kita dan mendoakan orang yang telah menganiaya kita (Lukas 6:28). Pernahkah Anda dibantu seorang perantara ketika berada dalam situasi yang tak dapat Anda tangani? Bagaimanakah situasi itu membantu Anda lebih mengerti apa artinya Yesus menjadi perantara bagi diri Anda? 56

RABU

27 Oktober

ApA YANG TIDAk AkAN DILAkUkAN AbIGAIL


Biasanya orang takut terhadap orang yang kejam. Mereka bersedia menutupi perbuatan-perbuatan orang yang kejam itu dan akan berdusta dan berpurapura agar menenangkan pelaku tersebut. Bacalah 1 Samuel 25:25, 26. Apakah yang dikatakan ayat ini mengenai Abigail yang sangat terbuka dengan kesalahan-kesalahan suaminya? Bagaimanakah ini membuat perantaraan untuk suaminya lebih berhasil? Jika seseorang sementara menjadi perantara bagi Anda saat ini (memang ada), apakah yang dapat dia katakan mengenai Anda? Walaupun Abigail bersedia mengorbankan hidupnya untuk menyelamatkan rumah tangganya, dia juga memiliki integritas pribadi. Dia tidak berdusta untuk Nabal. Dia tahu kalau Nabal yang mempunyai masalah, dan dia tidak takut mengungkapkan itu di hadapan umum. Seseorang di dalam suatu hubungan yang tidak sehat sering merasa bertanggung jawab atas tindakan-tindakan sang pelaku kekerasan dan biasanya merasa bersalah. Abigail tidak melakukan ini. Dia memiliki perasaan harga diri yang kuat. Perasaan ini berakar dalam rasa misi yang dia miliki. Dia tidak merasa bangga karena bertemu dengan Daud dan mempersembahkan hadiah-hadiah tetapi melihat dirinya sebagai alat Tuhan yang sederhana untuk mengubah pikiran Daud. Karena Abigail mengenal siapa dirinya, dia berhasil mendorong Daud untuk bertindak sepenuhnya. Dia mengingatkan Daud bahwa dia harus berperang untuk Tuhan dan tidak menghabiskan tenaga dan waktu dalam membalas dendam karena penghinaan pribadi. Pengamatan Abigail terhadap Daud bahwa tidak ada yang jahat terdapat padamu selama hidupmu (1 Sam. 25:28, NKJV) adalah sebuah pernyataan dan amaran bahwa Daud hingga kini belum mendiskualifikasi dirinya dari tanggung jawab besar di mana dia telah diurapi untuk ituuntuk menjadi raja. Abigail juga mengingatkan Daud bahwa dengan kehidupannya yang terikat kokoh kepada Tuhan, dia tidak perlu menjaga harga diri atau membela kehormatannya. Tuhan yang akan melakukan itu bagi dia. Ingat juga, bahwa di dalam dunia Abigail, perceraian bahkan pemisahan bukanlah pilihan bagi seorang wanita. Dari sudut pandang dunia, dia akan menjadi milik suaminya sampai akhir hayatnya. Namun, Abigail tidak melihat kehidupannya tidak berguna atau sebagai penjara abadi. Dia percaya bahwa Tuhan akan berurusan dengan suaminya sesuai dengan waktu-Nya. Pidato singkat Abigail menunjukkan bahwa kebijaksanaan bisa ditemukan di dalam situasi hidup apa pun ketika kita menyerahkan hidup kita pada Tuhan. Kebijaksanaan bukan sebuah teori tetapi cara yang praktis untuk hidup dan berinteraksi dengan orang-orang di sekitar kita. Apakah artinya untuk menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepada Tuhan? Bagaimanakah kita bisa melakukannya? Jika seseorang berkata kepada Anda, Saya ingin menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan, tetapi saya tidak tahu bagaimana, apakah tanggapan Anda? 57

KAmIs
KE DALAm DAN KE LUAR

28 Oktober

Berbeda dengan kita, Daud bisa menerima kritikan konstruktif, dan dia memperhatikan perkataan Abigail sebagai pekerjaan Tuhan. Dalam sekejap dia melihat akibat-akibat rencana tindakannya, dan dia bersyukur Tuhan telah campur tangan untuk menghindari pertumpahan darah. Abigail kembali ke rumah dan menemukan suaminya sekali lagi tidak ingin mendengar, sehingga dia menunggu dengan bijak sampai keesokan paginya untuk melaporkan apa yang telah terjadi. Nabal dilanda teror. Mungkin saja dia menderita penyempitan nadi dan akhirnya meninggal sepuluh hari kemudian. Daud belum melupakan Abigail dan mengirimkan orang-orangnya untuk melamar Abigail. Pertimbangkan kata-kata Abigail yang terakhir di dalam konteks pelajaran pekan ini (1 Sam. 25:41). Apakah yang dikatakan ayat itu mengenai Abigail? Apakah contoh-contoh Alkitab yang lain yang mengandung prinsip-prinsip yang sama? Abigail adalah seorang wanita yang berpengaruh. Dia memiliki lima pelayan wanita; namun, dia bersedia untuk melayani. Jauh sesudah itu Yesus berkata mengenai hal yang sama, Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani (Matius 20:28). Kehidupan Abigail bukanlah cerita dongeng, bahkan sesudah pernikahannya dengan Daud. Sebagaimana kebiasaan di saat itu, Daud memiliki banyak istri, dan kehidupan berumah tangga jauh dari sempurna. Abigail adalah istri kedua Daud dan selalu dalam pelarian dari Raja Saul. Di Ziklag, dia bersama dengan beberapa keluarga pengikut Daud yang lain ditangkap oleh orang Amalek dan kemudian diselamatkan. Di sinilah Abigail akhirnya hilang dari cerita catatan Alkitab. Kita semua pasti berharap untuk melihat wanita yang bijak dan cantik ini berada di sisi Raja Daud, memainkan peranan penting ketika cerita Daud berkembang lebih jauh, namun kita dihadapkan dengan keheningan. Yang kita ketahui mengenai Abigail sesudah itu, adalah dia melahirkan seorang putra yang dinamakan Daniel (1 Taw. 3:1) atau Kileab (2 Sam. 3:3), yang adalah pewaris takhta nomor dua sesuai dengan urutan kelahiran. Akan tetapi, Abigail dan anaknya menghilang dari gambaran ini. Beberapa ahli percaya bahwa dia dan anaknya mati dengan mengenaskan. Dengan melihat semua pemerkosaan, pembunuhan, dan pemberontakan yang dilakukan oleh putra Daud yang tua, kematian dini bukan yang terburuk yang bisa terjadi. Sebagai pengikut Yesus, kehidupan kita bukan dongeng belaka. Tuhan mengetahui awal dan akhirnya, dan juga semua perubahan hidup kita yang kadang tidak masuk akal bagi kita. Kita harus mempercayai kebaikan Tuhan saja. Mengabdikan diri kepada orang lain, walaupun layak demikian, tidak selalu mudah, sebab itu membutuhkan perasaan rendah hati dan ketergantungan. Berapa baikkah perilaku Anda dalam bidang ini? Bagaimanakah Anda bisa belajar tunduk jika diperlukan? Bagaimanakah kita bisa belajar dari contoh-contoh penyerahan Kristus yang luar biasa? 58

JUmAT

29 Oktober

PelajaRi Lebih LanjUt: Kata-kata seperti ini hanyalah bisa keluar dari bibir seorang yang telah mengambil bagian dalam hikmat yang berasal dari atas. Kesalehan Abigail, seperti harum semerbaknya sekuntum bunga, dengan secara tidak sadar telah dihembuskan melalui raut muka dan perkataan dan perbuatan. Roh Anak Allah tinggal di dalam jiwanya. Kata-katanya yang digarami oleh anugerah dan penuh dengan kemurahan dan damai, telah memancarkan suatu pengaruh surga. Perasaan yang lebih baik datang kepada Daud, dan ia gemetar apabila ia merenung-renungkan apa yang akan menjadi akibat dari niatnya yang kejam itu. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Matius 5:9. Andaikata lebih banyak lagi orangorang yang seperti perempuan Israel ini, yang akan meredakan perasaan yang tersinggung, menahan dorongan hati yang kejam dan memadamkan kejahatan oleh kata-kata yang tenang dan hikmat yang terpimpin dengan baik. Suatu kehidupan Kristen yang berserah senantiasa memancarkan terang dan penghiburan, serta damai. Itu ditandai oleh kesucian, kebijaksanaan, kesederhanaan dan kegunaan. Itu dikendalikan oleh kasih yang tidak mementingkan diri, yang dapat menyucikan pengaruh. Itu dipenuhi oleh Kristus, dan meninggalkan suatu bekas yang terang ke mana saja pemiliknya pergi. Abigail adalah seorang penegur dan penasihat yang bijaksana. Amarah Daud hilang di bawah kuasa pengaruh dan pertimbangannya. Ia telah diyakinkan bahwa ia telah mengambil jalan yang tidak bijaksana, dan telah kehilangan kendali atas rohnya sendiri. Dengan rendah hati ia menerima teguran itu, sesuai dengan kata-katanya, Biarlah orang benar memalu dan menghukum aku, itulah kasih; tetapi janganlah minyak orang fasik menghiasi kepalaku! Mazmur 141:5. Ia mengucapkan terima kasih dan berkat oleh sebab ia telah menasihatinya dengan penuh kebenaran. Banyak orang apabila ditegur, merasa bahwa adalah terpuji jika mereka menerima teguran itu tanpa ketidaksabaran; tetapi betapa sedikitnya orang yang menerima teguran dengan rasa syukur dan mengucapkan berkat bagi mereka yang berusaha menyelamatkannya dari jalan yang jahat.Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 2, hlm. 323, 324.

PeRtanyaan-peRtanyaan UntUk DidiskUsikan: nn Penganiayaan terhadap pasangan adalah masalah yang besar. Sebagai gereja kita mempunyai tanggung jawab untuk membantu. Itu sebabnya setiap tahun, di dalam kalender Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Sabat keempat bulan Agustus adalah Hari Penanggulangan Kekerasan, yang memberikan kesempatan istimewa untuk mendidik sesama anggota dan menciptakan kesadaran mengenai masalah ini. Apakah yang dapat kita lakukan untuk membantu mereka yang menderita momok ini? oo Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah (Mat. 5:9). Dengan melihat pelajaran pekan ini, apakah ciri-ciri orang pembawa damai? Bagaimanakah kita dapat menciptakan damai tanpa mengkompromikan prinsip-prinsip kita?
59

PenUntUn GURU 5
Ringkasan Pelajaran Ayat Inti: 1 Samuel 25:41.

Anggota Kelas Akan:

Mengetahui: Membandingkan sifat berani dari Abigail dengan ketololan Nabal dan kemarahan Daud. Merasakan: Mengizinkan hadirat Roh Kudus untuk memelihara suatu rasa damai, senang, dan ringan di dalam hati kita yang dapat memberikan berkat-berkat untuk orang lain. Melakukan: Dengan bijaksana dan berbelas kasihan masuk ke dalam hidup orang-orang lain bila Allah memberikan kesempatan dan arahan.

Garis Besar Pelajaran:

I. Mengetahui: Keramahan dan Kerelaan A. Bagaimanakah perkataan dan perbuatan kita menyatakan bahwa Roh Kudus sedang bekerja di dalam hati kita? B. Bagaimanakah Abigail bukan hanya sopan dan penuh perhatian tetapi juga berani dan bertanggung jawab dalam responsnya kepada Nabal dan Daud? II. Merasakan: Lintasan Terang A. Apakah sumber hikmat Abigail? B. Bagaimanakah Abigail memberikan ketenangan dan kewajaran ke dalam situasi antara Daud dan Nabal? C. Bagaimanakah Daud berespons kepada nasihat Abigail yang memperlihatkan bahwa Daud mempunyai roh yang mau diajar dan suka mendengar tuntunan Allah? III. Melakukan: Menjadi Perantara A. Kemampuan untuk memberikan dengan bijak dan tepat adalah sua tu alat yang dapat Allah gunakan untuk memberkati orang-orang lain. Apakah yang harus kita lakukan agar sanggup digunakan Allah sebagaimana Ia menggunakan Abigail? B. Bidang-bidang apakah di dalam kehidupan kita yang harus dihadapi dengan keberanian dan tanggung jawab? C. Bagaimanakah Allah menggunakan kita untuk menjadi perantara di dalam hidup orang lain?

RinGkasan: Abigail, walaupun istri seorang yang jahat, namun ia penuh dengan Roh Kudus. Ia dengan bijak dan rendah hati menjadi perantara dengan nasihat yang tepat dan mencegah pertumpahan darah bilamana Daud membalas dendam. 60

Seri Pembelajaran

LANGKAH 1Motivasi
KONSEP UTAMA uNTuk PERTuMBuHAN ROHANI: Teladan Abigail dalam menangani dua orang yang sulit ini menggambarkan bagaimana kecantikan batiniah (inner beauty), yang dibubuhi dengan anugerah dan atmosfer surgawi, dapat menjadi perantara dalam keadaan sulit dan mempengaruhi orang lain untuk berbuat baik. KHuSuS uNTuk GuRu-guRu: Gunakan diskusi pembukaan ini untuk menolong anggota-anggota kelas Anda untuk menyelidiki dinamika perkawinan yang tak sepadan dan bagaimana pasutri yang dituntun Roh Kudus berhubungan dengan suami atau istri mereka. Perkawinan Abigail dengan Nabal barangkali adalah perkawinan yang dirancang oleh lingkungan, seperti beberapa perkawinan yang masih ada sekarang ini di beberapa budaya. Walaupun beberapa perkawinan seperti ini bisa berjalan dengan baik, ada yang hanya menjadi sarana pelecehan sosial. Tetapi perkawinan yang kita pilih sendiri pun bisa menjadi kepedihan, dan dua orang yang berbeda ini akhirnya mendapati bahwa diri mereka telah menjadi satu kuk bersama-sama. KeGiatan: Ilustrasikan pendapat-pendapat popular tentang percintaan dengan contoh-contoh melalui kartu, kotak permen, dan kembang. Atau, mintakan anggota kelas untuk mendiskusikan pendapat-pendapat yang ada dalam budaya mereka. DiskUsikan: Sampai berapa luaskah pendapat-pendapat populer tentang cinta dan perkawinan romantis mengilustrasikan hubungan antara Nabal dan Abigail? Pertimbangkan Ini: Prinsip-prinsip Ilahi apakah yang menunjang perkawinan yang berbahagia? Apakah yang dapat diperbuat oleh pasutri yang telah terikat tak seimbang dalam usaha untuk meningkatkan pernikahan mereka?

LANGKAH 2Menyelidiki
Khusus untuk Guru-guru: Bantulah anggota kelas Anda membandingkan efek dari perkataan bijak dan perkataan tolol kepada orang-orang yang ditujukan perkataan itu. Komentar Alkitab I. Nabal (Tinjau 1 Samuel 25:115). Pada zaman Alkitab, musim semi biasanya adalah musim di mana dombadomba digunting bulunya. Tiga ribu ekor domba milik Nabal tentunya menghasilkan kelimpahan bulu wol, mungkin merupakan sumber pendapatannya yang terbesar. Dengan sukses finansial seperti itu tentunya membuat Nabal sering mengadakan pesta-pesta. Namun, sebagai sambutannya kepada pesan yang santun dari Daud yang memberikan ucapan selamat dan sekaligus permintaan ma61

kanan karena Daud telah menjaga kawanan domba Nabal selama musim dingin, Nabal mengatakan bahwa Daud tidak layak untuk menerima kebaikan ataupun sesuatu yang jauh lebih kecil daripada sebuah pemberian. Seorang pelayan, yang memberikan laporan kepada Abigail tentang pesan suaminya terhadap Daud, mengatakan bahwa Daud akan menjadi sangat marah, sehingga akan berbahaya kepada seisi rumah mereka, dan bahwa Nabal adalah seorang yang dursila, sehingga orang tidak dapat berbicara dengan dia. (1 Sam. 25:17, NIV). Kemampuan berbicara yang baik mulai dengan menjadi seorang pendengar yang baik. Dan jelaslah bahwa dalam hal Nabal, ia selalu berbicara dan tidak ada pembicaraannya yang baik. Salomo, anak Daud, menulis banyak tentang efek dari kata-kata yang jahat. Ia mencatat dalam Pengkhotbah 10:12, 13 bahwa bibir orang bodoh menelan orang itu sendiri. Awal perkataan yang keluar dari mulutnya adalah kebodohan, dan akhir bicaranya adalah kebebalan yang mencelakakan. Amsal 12:18 menyatakan bahwa ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang. Kita mungkin memaafkan kata-kata yang lancang hanya sebagai kata-kata biasa, tetapi pembicaraan yang diucapkan tanpa dipikirkan dengan segera dapat mengubah menjadi bahasa yang kasar, menghina, dan melecehkan. Perjanjian Baru sama kuatnya dengan Perjanjian Lama dalam hal mengecam pembicaraan yang ceroboh. Di antaranya terdapat dalam buku Yakobus 3:6 yang bisa diparafrase sebagai berikut, Dengan pembicaraan kita, kita dapat merusakkan dunia, mengubah keharmonisan menjadi kekacauan, merusak reputasi, membuat dunia mengepul seperti asap yang berasal dari api neraka. Kecuali kita benar-benar sadar betapa besarnya efek kata-kata terhadap orang yang mendengar kita dan dengan hati-hati menjaga kata-kata kita, maka katakata kita bisa seperti api yang liar yang tak dapat dikontrol. Lihat saja kata-kata yang diucapkan oleh Nabal. Pertimbangkan Ini: Apakah Anda mengenal seseorang yang begitu acuhacuh tak acuh dan tak disukai sehingga orang tidak suka berbicara dengan dia? Bagaimanakah kita bisa menyambut orang-orang yang seringkali tidak masuk akal dan cepat marah? II. Abigail dan Daud (Tinjaulah 1 Samuel 25:16-31 bersama anggota kelas Anda). Dengan segera Abigail menyediakan sebuah jamuan untuk Daud dan pengikut-pengikutnya dan segera pergi menemui mereka yang tentunya adalah orangorang pejuang yang sudah marah dan akan membalas dendam. Ketika ia menemui Daud, ia menunduk di depannya dan menyapa dia seolah-olah ia sudah menjadi raja. Tanpa menonjolkan diri atau sikap angkuh, melainkan penuh hikmat dan kasih Allah, Abigail telah menyatakan pengabdiannya kepada rumah tangganya; dan ia telah menjelaskannya kepada Daud bahwa tindakan suaminya yang tidak ramah itu bukanlah sekali-kali sesuatu yang telah direncanakan secara pribadi terhadap dirinya, tetapi hanyalah luapan sifat amarah, dan mementingkan diri semata-mata.Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 2, hlm. 322. 62

Kerendahan hati Abigail nyata dalam sejumlah tindakannya. Sebagai istri seorang yang kaya, ia bisa saja mengirim pemberian makanan itu dan mengirim pesan kepada Daud melalui salah seorang hambanya, sebagaimana Daud telah melakukannya terhadap Nabal. Tetapi ia sendiri datang bersama-sama dengan pemberian makanannya itu. Abigail tidak menyombongkan diri dengan nasihatnya yang bijak tetapi mengakui bahwa Tuhanlah yang telah menahan Daud dari kemarahannya. Ia dengan rela menerima akibat kemarahan Daud dan dengan bijak menyimpulkan bahwa Daud sedang berperang dalam peperangan Allah bukannya hanya sekadar mencari pembalasan untuk dirinya. Daud menerima teguran itu dengan pujian kepada Allah atas nasihat yang bijaksana dari Abigail. Gantinya bersikap tidak sabar, ia mengizinkan kata-kata yang lembut dan penuh hormat dari Abigail bekerja di dalam hatinya. Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang (Amsal 16:24). Kata-kata itu dapat dipercaya dan memberi petunjuk. Kata-kata itu bagaikan sebuah mata air, yang meluap-luap dengan air segar (Amsal 18:4), Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak. (Amsal. 25:11). Dan kata-kata yang bijak dapat meredakan amarah, memadamkan api kemarahan yang telah dimulaikan oleh kata-kata yang jahat. Betapa penting mengizinkan Roh Allah untuk menengahi pembicaraan kita, yang memberikan kita keberanian untuk merespons kejahatan dan membubuhi kata-kata kita dengan hikmat-Nya yang penuh kemurahan, keindahan segar, dan penyembuhan yang indah. Pertimbangkanlah Ini: Sementara Abigail tidak memaafkan ketololan suaminya, bagaimanakah ia mengambil tanggung jawab untuk situasi itu? Bagaimanakah taktiknya tidak mempermalukan Daud? Daud bisa saja terus menyimpan rasa dendamnya. Tetapi ia mengizinkan Allah untuk mengajar dia melalui tata krama yang lembut dari seorang wanita. Bagaimanakah roh yang rendah hati ini menyanggupkan Daud untuk menerima pelajaran-pelajaran lain yang ia perlukan untuk belajar selama kariernya sebagai seorang pemimpin? III. Perkawinan yang Tak Seimbang (Tinjaulah Kejadian 16:1-15; 1 Petrus 3:1-7, dan Efesus 5:21-28 bersama anggota kelas Anda.) Walaupun wanita seringkali memiliki status kelas dua dalam banyak masyarakat, Alkitab mempunyai pelajaran-pelajaran tentang hubungan perkawinan untuk pria dan wanita. Bandingkanlah cerita Sarah, Hagar, dan Abraham dalam Kejadian 16:1-15 dan gambaran bagaimana wanita-wanita boleh berespons kepada suami-suami mereka yang tak beriman, yang berakhir dengan sebuah komentar tentang hubungan Sarah dengan Abraham, dalam 1 Petrus 3:1-7. Sarah menghormati Abraham, dengan memanggil dia tuan. Namun, Abraham juga menghormati hak-hak Sarah sebagai istrinya dan pasangannya di rumah tangga, bahkan sampai pada keputusannya untuk melepaskan Hagar dan anaknya karena perselisihan yang disebabkan di rumah tangga, walaupun hal ini menyebabkan banyak kepedihan di dalam diri Abraham. 63

Pertimbangkanlah Ini: Bagaimanakah keseimbangan kuasa ini menggambarkan nasihat Paulus untuk rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus dalam Efesus 5:21, 22? Siapakah model utama dalam hal kerendahan hati dan sifat kepedulian, dan bagaimanakah Ia menjadi model dalam hal ini? Bagaimanakah Allah bisa menggunakan keindahan batiniah dari sebuah hati yang telah dikuduskan untuk memenangkan orang-orang lain kepada-Nya, termasuk pasangan hidup kita?

LANGKAH 3Menerapkan

Khusus untuk Guru-guru: Tolonglah kelas Anda untuk melihat asumsi budaya mereka sendiri pada saat mereka mempelajari model Alkitab dalam soal hubungan.

Contoh-contoh apakah yang Anda temui di mana para wanita telah menghadapi lingkungan tidak adil di tempat kerja, pelecehan di rumah, atau pada saat penerapan keadilan atau perlindungan untuk wanita? Masih banyak kesempatan tersedia untuk menolong kaum wanita meningkatkan status mereka di setiap negara. Apakah yang dapat dibuat di rumah dan masyarakat Anda sendiri? Seringkali, tradisi budaya bisa mendikte banyak praktik ketidakadilan yang telah biasa kita lihat. Bagaimanakah kita dapat bawakan teladan Kristus di dalam cara pemikiran kita tentang hubungan yang patut di antara pria dan wanita?

PERTANYAAN UNTUk DIpIkIRkAN:

LANGKAH 4Mempraktikkan

Khusus untuk Guru-guru: Sarankan gagasan-gagasan berikut ini untuk menolong anggota kelas Anda mempraktikkan apa yang didiskusikan dalam kelas selama minggu-minggu berikutnya. Periksalah media, buku-buku, majalah, dan sarana lain yang menjadi sumber kita memindahkan harapan budaya kepada anak-anak muda dalam upaya untuk membentuk hubungan yang patut di antara pria dan wanita. Bagaimana kita dapat melawan pengaruh-pengaruh yang tak-sehat dari media yang ada di rumah, sekolah, dan tempat-kerja? Bagaimanakah Anda bisa menjadi contoh keseimbangan dari kepatuhan, kepemimpinan, dan kepedulian yang lembut di dalam sebuah pernikahan? Berikanlah garis besar prinsip-prinsip pengantaraan yang diilustrasikan dalam cara Abigail menemui Daud. Bagaimanakah prinsip ini menolong Anda merespons suatu situasi yang sulit yang sedang menantang kehidupan Anda? Dalam gambaran pengaruh Abigail di buku Alfa dan Omega, jilid 2, bandingkanlah kesalehannya dengan harum semerbaknya sekuntum bunga, secara tidak sadar telah dihembuskan melalui raut muka dan perkataan dan perbuatan (hlm. 323). Bagaimanakah Anda bisa mengelilingi diri Anda dan orang lain dengan inspirasi yang berasal dari bunga-bunga yang dapat mengangkat jiwa?

64

Pelajaran 6

*30 Okt.5 Nov. 2010

Uria: Iman Orang Asing

SABAT PETANG
BACAAN UNTUK PELAJARAN PEKAN INI: 1 Samuel 26:5-11; 2 Samuel 11; Ester 8:17; Mazmur 51; Yesaya 56:3-7; Efesus 2:19. Ayat HaFalan: Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu (Ulangan 6:5).

oba bayangkan Anda sementara membeli tiket kereta api. Telah cukup lama Anda berdiri dalam antrean dan mulai cemas bisa ketinggalan kereta. Akhirnya Anda membayar, menerima tiket, dan berlari mengejar kereta. Dalam perjalanan ke kereta Anda menghitung uang kembali dan mendapati bahwa uang di tangan Anda jauh terlalu banyak. Apakah yang akan Anda lakukan? Mengantre kembali agar mengembalikan uang kelebihan itu dan bisa saja ketinggalan kereta atau dengan mudah menganggap hari ini Anda beruntung dan berjalan terus? Keputusan Anda dalam situasi seperti ini bergantung pada pengertian Anda mengenai apa yang salah dan benar. Etika merupakan cara kita mengaplikasikan pengertian ini dalam kehidupan kita sehari-hari. Dewasa ini, jenis etika yang paling popular adalah etika situasi, yang menganjurkan bahwa tidak ada hal-hal moral yang mutlak. Itu sering berarti melakukan apa saja yang paling menguntungkan bagi seseorang di dalam situasi tertentu. Pekan ini kita akan melihat perbedaan etika yang kuat, antara Raja Daud dan prajurit Uria. Namun tindakan-tindakan Daud sangat mengerikan, bahkan lebih parah lagi bilamana dibandingkan dengan tindakan Uria. Walaupun tidak begitu banyak yang kita ketahui tentang Uria, apa yang kita temukan mengenai dia dan nasibnya yang malang mengajar kita arti dari menghidupi iman bukan saja menceritakan iman itu. *Pelajari pelajaran pekan ini untuk persiapan Sabat,6 November. 65

MINGGU
LERENG GUNUNG YANG LIcIN

31 Oktober

Bacalah 2 Samuel 11 dan tanyakan pada diri Anda, Bagaimanakah seseorang yang ditinggikan Tuhan melakukan dosa yang begitu hina? Peringatan apakah yang dinyatakan fakta ini bagi kita semua? Kita tidak bisa mempelajari cerita Uria tanpa melihat kehidupan Daud. Dalam persahabatan Daud dengan Uria, terlihat penampilan Daud yang terburuk. Penulis buku Samuel tidak menyanyikan pujian pahlawan sambil mengabaikan dosa-dosanya. Cerita Daud, Batsyeba, dan Uria menandakan suatu titik balik dalam kehidupan dan pemerintahan Daud. Hingga pada saat ini, Daud digambarkan sebagai seseorang yang kekuatannya meningkat terus. Buku Samuel kedua pasal 11 menggambarkan permulaan dari kejatuhan Daud. Ada yang ingin mencari alasan bagi mereka melalui dosa Daud. Namun, narator menekankan bahwa dosa mempunyai akibat-akibat dan menunjukkan bahwa satu dosa dapat mempengaruhi beberapa kehidupan orang lain. Yang pertama menderita sebagai akibat dari dosa yang Daud lakukan adalah Uria, diikuti oleh anak yang terlahir bagi Daud dan Batsyeba. Daud kehilangan kredibilitas di dalam keluarganya, dan akibat ini menyebar dari masalah keluarga menjadi bagian masalah nasional. Reaksi berantai yang telah dimulai oleh dosa Daud meluas dan termasuk di dalamnya pemerkosaan (2 Sam. 13:14), pembunuhan (2 Sam. 13:28, 29), dan banyak nyawa yang hilang ketika terjadi pemberontakan (2 Sam. 15). Meskipun pengampunan diperoleh melalui kemurahan Tuhan, dengan jelas penulis buku Samuel menekankan bahwa dosa membawa akibatakibat yang genting (2 Sam. 12:13, 14). Cerita mengenai Daud, Batsyeba, dan Uria diceritakan dengan struktur yang cermat. Penulis Alkitab menggunakan kata-kata tindakan (sering melibatkan kata kerja mengirim) agar membedakan perilaku Uria dan Daud. Marilah kita melihat struktur cerita ini, berdasarkan tindakan utama. Daud mengirim Yoab untuk memerangi bani Amon (11:1). Daud bertanya tentang Batsyeba dan menyuruh mengambil dia (ay. 3, 4). Daud melakukan perzinaan dengan Batsyeba (ayat 4). Batsyeba mengirim pesan bahwa dia hamil (ay. 5). Daud mengirim utusan kepada Uria (ay. 6). Uria menolak untuk tidur dengan Batsyeba (ay. 13). Daud mengirim perintah hukuman mati untuk Uria (ay. 14, 15). Dengan mudah dapat dilihat, mengirim adalah kegiatan yang sangat penting dalam 2 Samuel 11. Ketika kita mengirim seseorang, kita biasanya mempunyai kuasa atas orang tersebut. Ketika dilihat dari sudut ini, Daud benar-benar merupakan tokoh paling berkuasa di dalam cerita ini. Dia yang paling banyak mengirim. Dia mengatur peranan para pelaku. Dia membentuk dan menghancurkan hidup mereka. Dia nampak seperti salah satu raja Timur Dekat kuno yang berkuasa mutlak pada saat itu. Akan tetapi, ada satu hal yang tidak dapat dikendalikan Daud: dosa. Walaupun dia kelihatannya mengatur semua tindakan luar, dosa mengendalikan semua pilihan dan motivasinya. 66

SENIN
TIDAk ADA ORANG SEpERTI PULAU

1 November

Seluruh cerita mengenai Daud dan Uria diatur dengan latar belakang peperangan melawan bangsa Amon. Bacalah 2 Samuel 11:1 dengan teliti. Apakah kritikan halus terhadap Daud yang ditulis oleh penulis buku ini? Daud memutuskan untuk tinggal di rumah dan mengirim tentaranya di bawah pimpinan Yoab. Tentu ini merupakan kesalahan Daud yang pertama. Entah bagaimana dia sudah mulai percaya bahwa dia lebih istimewa dari orang-orangnya, karena itu dia tidak boleh berada dalam bahaya. Daud belum juga belajar bahwa bahaya terbesar selalu berasal dari dalam, bukan dari luar. Masalah utama dengan kekuasaan atau kewenangan adalah caranya yang bisa memutarbalikkan dengan mudah persepsi diri kita. Kita berpikir kita sepertinya lebih baik dari yang lain dan berada di atas hukum atau peraturan yang harus dituruti orang lain. Bandingkan bentuk kepemimpinan yang dipraktikkan Daud di dalam cerita 1 Samuel 26:5-11 dan dalam 2 Samuel 11. Apakah perbedaan yang Anda lihat? Di dalam cerita-cerita yang menggambarkan bagaimana Daud menyelamatkan nyawa Saul, Daud memimpin sambil memberi contoh dan meminta bantuan sukarelawan. Tetapi sekarang ini, pada waktu 2 Samuel 11, gantinya bersamasama dengan pasukannya dan memimpin mereka, dan bergantung pada Tuhan untuk mendapat pimpinan dan penjagaan pribadi, Daud mendapati dirinya dalam situasi malam yang panas dan lembap, lalu berdiri di atas sotoh istananya (mungkin agar bisa menikmati angin malam). Istana itu, mungkin dibangun di bagian tertinggi dari kota berbenteng itu, mempunyai pemandangan yang indah atas seluruh Yerusalem. Daud mengamat-amati bubungan atap lainnya dan melihat seorang wanita yang sedang mandi. Dia kemudian mengirimkan seseorang untuk mencari tahu identitas wanita tersebut. Dia meminta wanita itu untuk datang kepadanya, dengan jelas mengetahui bahwa dia adalah istri Uria, orang Het. Kata kerja Ibrani yang digunakan untuk menunjukkan perintah Daud kepada Batsyeba sangat kuat. Di dalam konteks lain kata kerja ini digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang diambil secara paksa (Kej. 14:11). Daud menuruti hasratnya dan ketika hormon-hormon tubuhnya bergejolak, dia akhirnya melupakan apa yang benar dan apa yang salah. Daud tidak membayangkan pada saat itu, akibat-akibat yang besar yang akan dialami sesudah itu karena keputusan yang dia ambil. Dengan sengaja memamerkan kekuasaannya, dia juga akan secara langsung mempengaruhi kehidupan Batsyeba , Uria, seorang anak yang belum lahir, dan haluan sejarah Israel. Coba pikirkan semua keputusan yang Anda buat. Apakah banyak dari keputusan itu dibuat berdasarkan alasan, pikiran yang rasional dan logis, atau hanya berdasarkan emosi dan nafsu? Cara berpikir yang manakah yang sepertinya mendominasi Anda? Apakah ada keseimbangan yang baik antara motif-motif ini, dan jika tidak, bagaimanakah Anda dapat menemukan ketidakseimbangan itu? 67

SELAsA
SEORANG ASING DI ISRAEL

2 November

Sepanjang bab ini, Uria selalu dirujuk sebagai orang Het. Jadi, siapakah orang-orang Het ini? Orang Het dari Palestina adalah sekelompok etnis yang memiliki hubungan yang tidak jelas dengan negara-negara bagian Neo-Het di bagian utara. Di dalam dunia Perjanjian Lamakebudayaan, kebangsaan, ras, dan agama sangat berhubungan. Karena alasan ini, Perjanjian Lama dengan tegas mengritik dan melarang kawin silang antara Israel dan negara-negara di sekitarnya. Larangan ini diberikan dalam Ulangan 7:3 dan selalu diulangi kembali dalam setiap kebangkitan kembali bangsa Israel. Sebuah kunci untuk mengerti larangan-larangan terhadap kawin silang adalah agama. Perjanjian Lama penuh dengan contoh dari orang-orang asing yang menerima Allah orang Israel, dan Alkitab menganggap asimilasi mereka dengan Israel secara positif. Dalam hal Uria, asimilasi ini adalah dalam bentuk perkawinan dan agama. Berikanlah contoh orang-orang asing yang diasimilasi ke dalam Israel? Yos. 6:25; Rut 1:1-16; Ester 8:17; Yes. 56:3-7. Rut, orang Moab, meninggalkan tempat lahir, bangsa, dan agamanya dan mengikuti mertuanya kembali ke Israel. Kata-katanya yang sangat terkenal menekankan pentingnya konsep mengadopsi bukan saja bangsa lain, tetapi Allah yang lain: Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku (Rut 1:16). Asimilasi ini bukan saja menantu tetapi ada juga pelacur pendusta. Ingat Rahab, pelacur yang menyelamatkan dua mata-mata? Dia adalah seorang yang menanggapi dengan positif terang kecil yang dia miliki dan memilih mempercayai bahwa Allah Israel adalah berkuasa dan setia. Beberapa saat setelah tembok Yerikho runtuh, Rahab menikah dengan Salmon, dan bersama dengan Rut, tercatat di dalam silsilah Kristus (Yos. 6:25; Mat. 1:5). Uria bukan satu-satunya orang Het yang telah melayani Daud. Buku 1Samuel 26:6 menyebutkan nama Ahimelekh orang Het. Tetapi, Uria menjadi salah satu dari prajurit Daud yang elit (1 Taw. 11:41). Yang menarik adalah, jika Eliam ayah Batsyeba (2 Sam. 11:3) adalah Eliam yang sama, yang adalah anak dari Ahitofel orang Gilo (2 Sam. 23:34), berarti Uria benar-benar telah menikah ke dalam keluarga yang berpengaruh. Ayah mertuanya tentu adalah seorang prajurit elit dan adalah anak dari penasihat Daud yang dihormati. Ini dapat menjelaskan jarak rumahnya Uria yang dekat dengan istana, dan mungkin merupakan alasan mengapa Ahitofel akhirnya membelot ke persekongkolan Absalom. Mungkin dia menyimpan dendam terhadap Daud atas perbuatannya terhadap cucunya Batsyeba dan pembunuhan suaminya, Uria. Bacalah Efesus 2:19. Bagaimanakah asimilasi dari Rut, Rahab, dan Uria ke dalam bangsa Israel membantu kita membentuk keturunan kerohanian pribadi kita? Bagaimanakah ayat ini membantu kita mengerti bahwa apa pun latar belakang kita, melalui Kristus kita dapat diterima ke dalam keluarga Allah? 68

RABU
ApAkAH ARTI SEbUAH NAmA?

3 November

Nama sangat penting di dalam dunia Alkitab. Sebuah nama menggambarkan warisan budaya dan kepercayaan seseorang, atau menunjuk pada kerinduan orangtua atas anaknya. Seringkali jika terjadi perubahan atas keadaan hidup atau kepercayaan ditandai dengan pergantian nama. Perhatikan nama-nama baru dari tokoh-tokoh Alkitab berikut ini dan tandailah alasan mereka mengganti nama mereka: yy Abram (Kej. 17:5)_____________________________________________ yy Yakub (Kej. 32:27, 28)_________________________________________ yyDaniel (Dan. 1:7)______________________________________________ Sesudah bergulat semalam suntuk dengan tamu dari surga, dia mengalami perubahan nama yang mungkin paling besar pengaruhnya dalam sejarah rohani. Dari seorang penipu (Yakub) menjadi kiranya-Tuhan-berjuang-untuk (Israel), dan semua keturunannya dikenal sebagai bangsa Israel, atau anak-anak Israel. Mengenai Daniel, perubahan nama yang dialaminya adalah untuk tujuan yang berbeda. Raja Nebukadnezar ingin memastikan bahwa orang-orang muda yang dalam pengasingan ini mengenal siapa yang memegang kendali. Dia juga ingin mencuci otak mereka. Namanya Daniel diubah dari Tuhan adalah hakimku menjadi lindungi hidup pangeran (Beltsazar) sebagai usaha dari raja yang kafir untuk mengecilkan kesetiaan Daniel terhadap Allahnya. Nama dari suami Batsyeba bukan nama yang unik dalam sejarah Alkitab. Pada zaman Raja Hizkia, seorang nabi yang muda bernama Uria memberitahukan penghakiman Allah terhadap Yerusalem (Yer. 26:20-23). Yang menarik di sini adalah nama Uria dari Bahasa Ibrani dan dapat diartikan sebagai Tuhan adalah terangku atau apinya Tuhan. Sementara dia bisa saja dilahirkan sebagai orang Het, sesuai pilihannya dia miliki Allah Bangsa Israel. Latar belakang etnis Uria menekankan fakta bahwa Tuhan tidak melihat bagian luar tetapi mengenal isi hati. Dengan memiliki anggota keluarga yang menduduki posisi menonjol di dalam gereja atau leluhur yang setia tidak mempengaruhi kedudukan kita di hadapan Tuhan. Ketika Dia mati untuk umat manusia, Kristus menghancurkan seluruh penghalang antara seluruh manusia (Gal. 3:28). Salib membuktikan bahwa kita semua sama rata di hadapan Allah; kematian Kristus adalah bagi setiap insan, setiap orang tak ternilai harganya di hadapan mata-Nya. Tentu, dalam waktuwaktu tertentu Tuhan telah memberikan tugas dan panggilan istimewa kepada kelompok-kelompok yang berbeda, tetapi itu bukan berarti bahwa ada segelintir orang yang lebih berharga di mata Tuhan. Salib membuktikan bahwa dugaan itu salah. 69

Kamis
SEORANG YANG BERpRINSIp

4 November

Dalam narasi Alkitab, Batsyeba muncul sebagai tokoh yang pasif, dan penulis Alkitab menahan diri untuk memberi komentar mengenai keterlibatan atau pertanggungjawabannya. Akan tetapi, walaupun dia kelihatan pasif dalam cerita itu, dia juga akan membayar perbuatannya itu. Bayinya tidak lama lagi akan meninggal. Satu-satunya waktu Batsyeba berbicara adalah ketika dia mengirimkan pesan kepada Daud bahwa dia sedang hamil (2 Sam. 11:5). Daud mengira bahwa dia bisa menyuruh Uria kembali pulang walaupun hanya semalam saja, berarti akan terlihat bahwa bayi itu milik Uria, dan dosa Daud tidak akan terdeteksi. Jadi Daud mengirim pesuruh kepada Uria, yang harus melakukan perjalanan 40 mil (sekitar 65 km) ke Yerusalem. Sesudah melakukan pembicaraan kecil, Daud menyuruh Uria pulang dengan perintah terselubung untuk pergi tidur dengan istrinya (2 Sam. 11:8). Dalam suatu usaha untuk kelihatan dermawan, dia bahkan mengirim sebuah hadiah ke rumahnya Uria, sambil berpikir bahwa dia bisa mengatasi situasi tersebut. Akan tetapi, Uria, seorang yang berprinsip, tidak dapat dimanipulasi. Keesokan paginya Daud mendengar bahwa Uria telah tidur malam itu di pintu gerbang bersama dengan hamba-hamba raja. Situasi itu dengan cepat mulai terlepas dari kendali Daud. Daud memanggil Uria sekali lagi. Dia mulai menjadi frustrasi. Uria memperparah keadaan. Daud, yang tadinya seorang yang memiliki integritas, sekarang sepertinya tidak dapat mengerti integritas Uria. Apakah yang disebutkan 2 Samuel 11:10-13 mengenai motif Uria? Apakah contoh-contoh lain yang bisa kita dapati di dalam Alkitab yang bertindak dengan integritas yang sama? Jawaban Uria menunjukkan bahwa dia bukan sekadar seorang beriman tetapi dengan jelas telah mengidentifikasi dirinya dengan Allah orang Israel dan sahabatsahabatnya. Uria percaya bahwa dia akan melakukan kesalahan jika menggunakan situasinya untuk kenyamanan atau keuntungan pribadi. Daud yang sama yang pernah menunjukkan loyalitas penuh kepada Raja Saul (walaupun Saul sementara menganiaya dia) sekarang tidak dapat mengerti loyalitas dan kesetiaan Uria. Daud akhirnya mempergunakan sebuah rencana yang menjijikkan. Dia dengan sengaja membuat Uria menjadi mabuk sambil berusaha untuk menghancurkan prinsip-prinsipnya. Sangat menarik untuk memperhatikan bahwa skema yang sama digunakan oleh kedua putri Lot, dan perbuatan itu merupakan cikal bakal orang Amon (Kej. 19:30-38)bangsa yang sementara diperangi tentara Israel. Meskipun alasannya lemah, Uria menolak untuk mengkompromikan nilai-nilai hidupnya dan sekali lagi tidur bersama hamba-hamba raja. Bacalah Mazmur 51 dalam konteks 2 Samuel 11. Apakah yang dapat kita pelajari dari pasal tersebut mengenai sifat dosa, pertobatan dan kasih karunia Allah? 70

JUmAT

5 November

PelajaRi Lebih LanjUt: Alkitab tidak banyak mencatat mengenai pujian kepada manusia. Ruang kecil diberikan untuk menghitung kembali semua kebajikan bahkan dari orang-orang terbaik yang pernah hidup. Keheningan ini bukan tanpa tujuan; bukan tanpa pelajaran. Semua kualitas terbaik yang dimiliki manusia adalah karunia Allah; perbuatan baik mereka dilakukan melalui kasih karunia Allah melalui Kristus. Karena mereka semua berutang pada Tuhan untuk kemuliaan yang merupakan milik-Nya sendiri; mereka hanyalah instrumen di dalam tangan-Nya. Lebih daripada itusebagaimana yang diajarkan semua pelajaran dalam sejarah Alkitabmemuji atau meninggikan manusia sangat berbahaya; karena seseorang akan kehilangan penglihatannya untuk sepenuhnya bergantung pada Tuhan, dan jika bergantung pada kuasanya sendiri, dia tentu akan jatuh. . . . Sangat mustahil bagi kita dengan kekuatan kita sendiri untuk menanggulangi konflik; dan apa pun yang mengalihkan pikiran kita jauh dari Tuhan, dia pasti sementara menyediakan jalan untuk ditumbangkan. Tujuan dari Alkitab adalah untuk menanamkan rasa tidak percaya terhadap kekuatan manusia dan untuk mendorong rasa percaya kepada kekuatan Ilahi. Roh percaya diri dan meninggikan dirilah yang mempersiapkan jalan kejatuh an bagi Daud. Sanjungan dan daya tarik haus kekuasaan dan kemewahan tidak punya pengaruh terhadapnya. Hubungan langsung dengan bangsa-bangsa sekitarnya juga mengerahkan pengaruh kejahatan. Sesuai dengan kebiasaan yang dipraktikkan di antara para pemimpin orang Timur, kejahatan yang tidak dapat ditoleransi di antara bawahan tidak berlaku bagi raja; raja tidak wajib mempraktikkan pengendalian diri yang sama dengan bawahannya. Semua ini cenderung melemahkan perasaan berdosa Daud yang sudah berlebihan. Dan gantinya mengandalkan kuasa Yahwe dengan kerendahan hati, dia mulai mempercayai akal budi dan kekuasaannya sendiri.Ellen G. White, Conflict and Courage, hlm. 177.
nn Di dalam kelas Anda, mintalah masing-masing anggota untuk mengidentifikasi posisi atau peranan yang mereka emban atau pernah pegang di mana mereka berkuasa penuh dalam posisi tersebut. Diskusikanlah apa yang dapat dilakukan untuk menjaga penyalahgunaan kuasa di dalam posisi-posisi ini. Bagaimanakah kita bisa membantu seseorang yang kita lihat berada dalam bahaya penyalahgunaan kekuasaan atau pengaruh? oo Lihatlah keanekaragaman etnis, budaya, dan sosioekonomi dari UKSS Anda. Apakah orang-orang dari kelompok lain atau yang bukan Kristen akan merasa nyaman di dalam kelas Anda? Apakah yang dapat Anda lakukan sebagai kelas untuk menjangkau orang-orang asing ini? pp Uriajujur, loyal, berprinsipdibunuh oleh rajanya sendiri, yang telah dia layani dengan setia. Daudtidak jujur, curang, penipumendapat wanita cantik sebagai istrinya untuk beberapa tahun sesudah itu. Diskusikanlah. qq Sebagai satu kelas, bacalah Mazmur 51 dan diskusikan apa yang pasal itu ajarkan mengenai pengampunan. Bagaimanakah kita dapat menerima pengampunan atas diri kita ketika kita mungkin merasa bersalah atas dosa-dosa kita yang sama parahnya dengan dosa Daud?

PeRtanyaan UntUk DidiskUsikan:

71

PenUntUn GURU 6
Ringkasan Pelajaran Ayat Inti: 2 Samuel 11:11.

Anggota Kelas Akan:

Mengetahui: Membandingkan kesetiaan yang ditunjukkan oleh Uria, orang Het itu kepada Allah dan negaranya, dengan kejatuhan moral Raja Daud. Merasakan: Merasakan kelemahan kita tanpa hadirnya anugerah Allah. Melakukan: Menyerahkan diri kita setiap hari kepada belas kasihan Allah dan pada kuasa-Nya yang menyelamatkan.

Garis Besar Pelajaran:

I. Mengetahui: Iman dan Ketidakpercayaan A. Dalam kejujuran Uria, Daud jatuh semakin dalam ke dalam dosa pada saat ia berusaha untuk menutupi kesalahannya dengan Batsyeba. Apakah bukti kesetiaan Uria kepada Allah? B. Bagaimanakah Daud bisa tiba pada perbuatan yang tak berprinsip seperti itu? C. Apakah hasil kesetiaan Uria? Apakah hasil jangka panjang dari perbuatan dosa Daud?

II. Merasakan: Hanya untuk Kasih Karunia Allah A. Jika Daud, seorang yang dikasihi Allah, bisa jatuh ke dalam dosa seperti itu, betapa lemahkah kita terhadap pencobaan? B. Apakah respons Daud ketika Allah menegur dosanya? Apakah harapan kita satu-satunya? III. Melakukan: Berserah Setiap Hari A. Walaupun Daud berdosa, ia menyadari kuasa Allah untuk mengampuni dan menyucikan, dan ia menyerahkan dirinya sepenuhnya pada belas kasihan Allah. Bagaimanakah kita meneladani doa Daud? RinGkasan: Fokus Uria ialah tugasnya kepada Allah. Semua kuasa dan pengaruh dari seorang raja yang berkuasa tak dapat mempengaruhi dia melanggar suara hatinya, dan karena itu, Daud telah membiarkan ia terbunuh. Daud telah kehilangan kejujurannya dan melakukan dosa-dosa besar. Namun, dalam kerendahan hati dan pertobatan, ia mencari pengampunan Allah, dan Allah menyelamatkan dia.

72

Seri Pembelajaran

LANGKAH 1Motivasi
KONSEP UTAMA uNTuk PERTuMBuHAN ROHANI: Seperti Uria, kita seharusnya maju terus demi memperoleh suatu karakter yang suci untuk menggapai tujuan suci yang sedang kita perjuangkan. KHuSuS uNTuk GuRu-guRu: Tanpa menjadi cerita Daud, sebuah pelajaran tentang Uria memberikan bahan yang sangat kaya. Hargailah momen Uria dengan menyoroti karakternya yang teguh yang bisa menyinari pengertian kita sendiri. PendahUlUan: Dari suku Het, Uria adalah penduduk asli Tanah Kanaan, yang telah diserbu oleh orang Israel, namun ia mengakhiri hidupnya dalam pertempuran bersama-sama dengan bala tentara Israel dalam perang melawan bangsa Amon. Dari suku Oneida, Chapman Schanandoah adalah pendudukan asli Amerika, yang telah diserbu oleh orang-orang Eropa. Karena kesetiaannya kepada pemerintah Amerika, ia bertempur bersama-sama dengan Angkatan Laut Amerika Serikat melawan tentara Spanyol (lihat di www.oneidaindiannation.com) Dari 12 suku Yakubentah secara alamiah atau simbolkita adalah penduduk asli dunia yang sudah jatuh, yang telah diserbu oleh pengharapan. Karena telah diadopsi sebagai anak (Rom. 8:14, 15), kita bertempur bersama-sama dengan balatentara Allah dalam perang besar melawan Setan. Jelaslah cerita tentang kesetiaan Uria yang kokoh dalam kemiliteran pihak bekas lawan tentunya tidaklah unik. Namun, mengapa cerita ini begitu menarik? Apakah pelajaran rohani yang dapat kita peroleh dari cerita Uria? Pertimbangkan Ini: Pikirkanlah tentang status asing Uria. Secara geografis, ia adalah penduduk asli Kanaan (tanah leluhurnya) dan ia adalah warga Israel. Secara rohani, ia telah diadopsi oleh Allah (ayat 15, 16) sebelum perubahan kewarganegaraannya. Nah, apakah Uria adalah seorang asing? Mengapa, kita tetap mengatakan ia seorang Het?

LANGKAH 2Menyelidiki
KHuSuS uNTuk GuRu-guRu: Dengan menggunakan cerita Samuel, tuntunlah anggota kelas Anda menggambarkan profil karakter Uria, khususnya unsur-unsur teladan yang kita inginkan menjadi karakter kita. Komentar Alkitab I. Aku Takkan Melakukan Hal Itu! (Baca 2 Samuel 11:11; 1 Samuel 1:26, dan 1 Raja-Raja 2:2). 73

Pernyataan utama dari karakter Uria (2 Sam. 11:11): Demi hidupmu dan demi nyawamu, aku takkan melakukan hal itu! Mirip keyakinan siapakah ini? (Lihat Kejadian 39:9). Uria sedang berbicara tentang tidur dengan istrinya sendiri malam itu, yang jelastidak ada hukum yang melarangnya. Apakah itu karena kesetiaan kepada teman-teman seperjuangan di medan perang? Atau pada masalah tabut perjanjian yang berada di perkemahan di medan perang yang menjadi persoalan di sini? Ya! Tradisi Yahudi demikian, sebagai suatu ukuran untuk menjaga kekuatan, tentara-tentara Israel telah mengambil sumpah untuk tidak berhubungan seks pada malam sebelum, atau selama, pertempuran. Jadi menurut Angus MacGregor, Uria menghormati sumpahnya untuk tidak berhubungan seks sementara temanteman seperjuangannya dalam pertempuran (www.hidenwood.com). Bahwa Uria sedang menghormati sumpahnya jelas dari ucapannya, Demi hidupmu dan demi nyawaku, aku takkan melakukan hal itu. Adalah kebiasaan bagi orang Israel untuk bersumpah demi nyawa seseorang (Lihat The Seventhday Adventist Bible Dictionary [1960], hlm. 780). Kita melihat kata-kata yang sama digunakan oleh dua tokoh lainnya di Alkitab, Hana dan Elisha, dalam mengucapkan sumpah mereka. (Lihat 1 Samuel 1:28 dan 2 Raja-Raja 2:2.) Memelihara sumpah bukanlah suatu hal yang sepele (Bil. 30:2 dan Ul. 23:23), walaupun sumpah itu berarti ia harus menderita kerugian (Mzm. 15:4). Demikian teguhnya Uria pada sumpahnya untuk menghormati Tuhan dan dirinya sendiri, walaupun ia telah dibuat mabuk oleh Daud, Uria tidak goyah untuk melanggar sumpahnya! (Perhatikan: Ada sumber yang mengatakan bahwa Uria sedang mengucapkan sumpah, bukan mengulangi sumpah sebelumnya. Entah sumpah itu diucapkan waktu itu atau tidak, keyakinan Uria yang kuat adalah bahwa sumpah itu penting dan tidak bisa dicabut kembali). Ayat 11 menyebutkan hal lain yang menyingkapkan komitmen Kapten Uria untuk kembali kepada tentara-tentaranya dan untuk mengakhiri perang. Ia ingin agar tabut perjanjian itu dikembalikan pada tempatnya yang tepat. Uria sesungguhnya percaya bahwa ia sedang berperang untuk tujuan yang suci. Suatu tanda yang kuat yang menyatakan karakter Uria yang kuat untuk maksud-maksud yang sucibukan hanya sekadar karakter yang tiba-tiba munculialah arti nama Uria yang dipilih oleh orangtuanya, yaitu Terangku ialah Tuhan. Apakah yang tersirat dalam masa kanak-kanaknya sehubungan dengan karakternya yang teguh? Pertimbangkan Ini: Pikirkan respons-respons terhadap pertanyaan, Pencobaan-pencobaan apakah yang mungkin terjadi di dalam pikiran Uria pada saat ia makan malam dengan raja? Saya adalah pria yang sudah kawin. Raja sendiri yang menyuruh saya tidur dengan istri saya. Yah, saya rasa tak enak dengan teman-teman saya di medan perang, tetapi situasi mereka tidak akan mempengaruhi atau dipengaruhi dengan apa yang saya buat atau yang saya tidak buat di kota Yerusalem malam ini. Bagaimanakah kalau teman-teman seperjuangan saya ketahui nanti? 74

Tentara-tentara tidak mengerti tekanan pada seorang kaptenbetapa kami sangat membutuhkan penghiburan. Namun, pendapat Uria ialah, Ini tidak benar. Saya tahu. Tuhan tahu. Bagaimanakah respons kita? II. Uria Itu Berani (Baca 2 Samuel 23:39 bersama kelas Anda). Uria adalah salah satu dari 37 tentara Daud yang paling terhormat dan perkasa, salah seorang pengawal pribadi elit dari raja sendiri. Dengan pasukan apakah 37 tentara itu dibandingkan? Ketika Yoab menempatkan Uria di pintu gerbang tembok musuh, Uria harus mengetahui bahwa dalam situasi yang tidak berpengharapan seperti itu, kematian sudah jelas. Uria bertempur sampai selesai. Pertimbangkan Ini: Untuk apakah dan siapakah kita rela bertempur sampai selesai, dan mengapa? III. Uria Dapat Dipercaya (Baca 2 Samuel 11:7, 14 bersama kelas Anda). Daud mempercayai Uria untuk membawa kepadanya sebuah laporan perang yang bersifat konfidensialwalaupun itu hanyalah sebuah tipuan untuk memulangkan Uria. Kemudian Daud memerintahkan Uria untuk membawa sebuah perintah rahasia kembali ke medan pertempuranperintah kematiannya sendiri. Pertimbangkan Ini: Bisakah demikian, sesudah mengetahui bahwa Daud menolak membunuh Saul, Uria sangat percaya pada Raja Daud? Apakah kita seringkali salah mempergunakan kepercayaan yang diberikan orang lain kepada kita? Apakah satu-satunya obat untuk pengkhianatan kita? IV. Uria Itu Rendah Hati (Baca 2 Samuel 11:9, 13 bersama kelas Anda). Sebenarnya, salah seorang hamba raja bisa memesan tempat penginapan yang baik untuk Kapten Uria, tetapi Uria tidak segan untuk tidur di tempat yang biasa dipakai oleh para hamba di istana. Di samping pangkat militernya, apakah alasan lain yang bisa dimiliki oleh Uria, seandainya ia tidak benar-benar bertobat menjadi umat Allah? Uria kawin dengan keluarga bangsawan: Kakek dari istrinya Batsyeba bernama Ahitofel, adalah penasihat raja (1 Taw. 27:33). Nama ayah mertuanya berada dalam daftar yang sama dari para pengawal elit seperti dirinya sendiri (2 Sam. 23:34). Ia bisa saja berbangga dengan istrinya yang cantikBatsyeba. Pertimbangkan Ini: Bandingkan perbuatan Daud dengan Uria. Bagaimanakah kekuatan dan komitmen Uria juga mengandung arti kerendahan hatinya?

75

LANGKAH 3Menerapkan
KHuSuS uNTuk GuRu-guRu: Sesuai dengan konsep utama pelajaran ini, kegiatan ini cocok dengan tangga pertumbuhan Kristen yang terdapat dalam 2 Petrus 1:5-7. Jika kita harus secara pribadi berperang demi suatu karakter yang suci seperti Uria, mengapa penting untuk kadang-kadang mengevaluasi di mana kita memandang diri kita pada tangga itu? Dapatkah kita melakukan hal ini kalau kita tidak tahu langkah-langkah pada tangga itu? Dengan pemikiran ini, siapkan suatu selebaran kertas di mana pada satu halaman tertulis anak-anak tangga pada tangga itu secara acak atau menurut abjad, sedangkan pada halaman yang sebelah tertulis urutan yang benar dari tangga itu mulai dengan anak tangga iman di anak tangga pertama. KeGiatan: Mintalah anggota kelas Anda mengatur kembali urutan anak-anak tangga itu. Atau, buatlah sebuah daftar anak-anak tangga itu dan acak urutannya, kemudian baca kepada kelas, dan meminta mereka urutkan anak-anak tangga itu berdasarkan prioritas yang sesuai pendapat atau pertimbangan mereka untuk ditaruh pada tangga pertumbuhan orang Kristen. Kemudian tanyakan, Apakah urutan daftar yang nyata itu merupakan kejutan? Bacalah Yesaya 55:9 dan 1 Samuel 16:7. Latihan ini akan menimbulkan pertanyaan: Apakah kasih persaudaraan dan kasih itu bahkan lebih sulit dari kesalehan? Mengapa pengetahuan harus sesudah iman? (Apakah perbedaan antara siapa yang kita kenal dan apa yang kita tahu, dan mengapa perbedaan ini penting?) Pada tingkat manakah terdapat baptisan? Untuk pengertian yang lebih mendalam tentang bagaimana urutan itu memantulkan kehendak Ilahi, undanglah anggota kelas Anda untuk membaca My Life Today, halaman 95-98, jika ada, dengan memperhatikan ungkapan not become overwhelmed (tidak menjadi kewalahan). Anggota-anggota kelas boleh juga menyarankan, atau menulis di samping setiap komponen karakter, nama tokoh terkemuka di Alkitab yang terpikir oleh mereka.

LANGKAH 4Mempraktikkan
KHuSuS uNTuk GuRu-guRu: Siapkan selembar kertas untuk dibagikan kepada anggota kelas, dengan judul Tangga Kerohanian Saya untuk 1-5 November 2010. Dalam kolom sebelah kiri, daftarkan delapan anak tangga, yang diikuti dengan suatu baris kosong untuk catatan. Halaman sebelah merupakan contoh-contoh yang mereka inginkan. Atau, untuk lakukan la76

tihan ini tanpa kertas, bacakan kepada kelas Anda anak-anak tangga, yang juga dikenal dengan karunia Ilahi, sambil mendorong anggota-anggota kelas untuk memikirkan cara-cara menaiki setiap anak tangga. KeGiatan: Undang anggota kelas untuk melakukan hal yang berikut: untuk setiap bagian karakter, Anda mungkin akan mengisi suatu tujuan untuk minggu ini yang Anda harapkan tercapai: ImanSaya akan menghafal sebuah ayat tentang iman. KebajikanSaya akan memperbaiki yang salah ini. PengetahuanSaya akan mencakup penuntun guru ini secara tuntas. Penguasaan DiriSaya akan membatasi jumlah makanan saya. KetekunanSaya akan berhasil menelepon walau sulit. KesalehanSaya akan mempelajari satu pasal tentang kehidupan Yesus. Kasih akan Saudara-saudaraSaya akan mengirim surat atau e-mail yang memberi dorongan. Kasih akan Semua OrangSaya akan dekat dengan orang yang lapar akan persahabatan. Instrospeksi selanjutnya: Apakah anak-anak tangga tadi masih dapat dibagi lagi di bawah dan di atas tangga kerohanian Anda? Dengan cara bagaimanakah pembagian anak tangga itu dapat dibuat untuk orang lain? Periksalah perjalanan rohani Anda, di anak tangga manakah Anda sekarang pada tangga rohani berikut? Dari anak tangga manakah Anda sering jatuh?

Kasih akan Semua Orang Kasih akan Saudara-saudara Kesalehan Ketekunan Penguasaan diri Pengetahuan Kebajikan Iman
77

Pelajaran 7

*6-12 November 2010

Abyatar: Sang Imam


SABAT PETANG
BACAAN UNTUK PELAJARAN PEKAN INI: Keluaran. 28:6; 39:2-7; 1 Samuel 21:1-9; 22:6-23; 2 Samuel 15:13-29. Ayat HaFalan: Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib (1 Petrus 2:9).

mam-imam memainkan sebuah peranan penting dalam kehidupan dan sejarah Israel. Dan bukan hanya di Israel, tetapi juga dengan bangsa-bangsa sekitarnya. Di dalam kebudayaan Mesopotamia, raja dianggap sebagai imam; sehingga dia menggabungkan kekuasaan sekuler dan rohani. Biasanya kumpulan imam-imam melambangkan kekuasaan yang kuat di dalam istana, dan ada banyak kejadian di mana para imam yang menjadikan raja. Terlebih khusus di dalam Perjanjian Lama, peranan keimamatan sangat pokok bagi kehidupan iman bangsa Israel. Sejarah rohani menunjukkan peranan yang berpengaruh dari para imam di dalam Perjanjian Baru juga. Keimamatan semua orang percaya (1 Ptr. 2:9), sebuah ide yang sangat menonjol ketika terjadi Reformasi Protestan, bukanlah semata-mata konsep Perjanjian Baru (lihat Kel. 19:6). Sepertinya Tuhan selalu bercita-cita agar orangorang percaya dikuduskan dan melayani orang lain dengan menjadi penengah bagi mereka dan menyampaikan rencana keselamatan. Pekan ini kita akan melihat kisah dari Abyatar, yang memberikan sekilas pandang an-pandangan yang penting di dalam keimamatan Perjanjian Lama yang menyatakan bahwa keimamatan bukan hanya berdasarkan keturunan atau pendidikan tetapi atas dasar komitmen pribadi kepada Tuhan. Dalam hal Abyatar, pilihan-pilihan yang salah dapat mendiskualifikasi seorang anggota keimamatan. *Pelajari pelajaran pekan ini untuk persiapan Sabat, 13 November.

78

Minggu
KEbOHONGAN DAN TRAGEDI

7 November

Bacalah 1 Samuel 21:1-9 dan 1 Samuel 22:6-23 dan jawablah pertanya an-pertanyaan berikut ini: Kebohongan apakah yang Daud ucapkan kepada Ahimelekh sebagai alasan keberadaannya di sana? ________________________________________________________________ ______________________________________________________________ Apakah yang terjadi kepada Ahimelekh sebagai hasil dari kepercayaannya kepada Daud? ________________________________________________________________ ______________________________________________________________ Bagaimanakah Saul berusaha mempengaruhi orang-orangnya untuk melawan Daud? Argumen apakah yang dia gunakan? ________________________________________________________________ ______________________________________________________________ Apakah tanggapan Ahimelekh terhadap Saul mengenai tabiat dan kesetiaan Daud? ________________________________________________________________ ______________________________________________________________ Apakah yang dinyatakan cerita ini mengenai keadaan Raja Saul yang telah sangat merosot dan telah jatuh dan penuh dendam? ________________________________________________________________ ______________________________________________________________ Perbuatan apakah yang kira-kira akan dilakukan Doeg, seorang asing, bilamana semua hamba Saul tidak mau melakukan perbuatan itu? ________________________________________________________________ ______________________________________________________________ Bagaimanakah Daud menanggapi berita pembantaian itu? Dengan cara bagaimanakah tanggapannya benar? ________________________________________________________________ ______________________________________________________________ Janji apakah yang dibuat Daud yang menyebabkan putra tunggal Ahimelekh berhasil lolos dari pembantaian itu? ________________________________________________________________ ______________________________________________________________ Lihatlah perbedaan di dalam cerita ini antara kehormatan dan aib, kesetiaan dan ketidaksetiaan. Lihatlah malapetaka yang dilampiaskan oleh ketidakjujuran dan dosa. Pertanyaan moral apakah yang sedang Anda hadapi saat ini; pilihan moral apakah yang Anda harus buat? Pikirkanlah dengan baik akibat-akibat perbuatan itu sebelum Anda bertindak. 79

Senin
AbYATAR, SANG ImAm

8 November

Cerita ini tidak mengungkapkan bagaimana Abyatar bisa lolos dari pembantaian yang terjadi pada keluarganya. Yang kita tahu bahwa dia berhasil lolos dan pergi kepada Daud. Tetapi, sebelum dia melarikan diri, Abyatar berhasil menyelamatkan efod (lihat 1 Sam. 23:6), salah satu benda keimamatan yang paling penting (sebuah jubah yang dipakai oleh imam-imam; lihat Kel. 28:6; 39:2-7), yang digunakan untuk mencari tahu kehendak Allah ketika hendak mengambil keputusan. Paling kurang dalam dua kejadian, penulis Alkitab melaporkan bahwa Daud memanggil Abyatar dan efod (1 Sam. 23:9-12; 30:7, 8). Bertolak belakang dengan keadaan manusia dewasa ini, orang-orang di zaman Abyatar memiliki akses yang terbatas kepada Firman Allah yang tertulis. Hanya ada sedikit salinan kitab Taurat (Pentateuch), sehingga mereka memiliki kesempatan yang kecil untuk mempelajari Firman Tuhan secara pribadi. Dewasa ini hampir semua orang mempunyai kesempatan untuk membaca Alkitab secara pribadi. Tuhan telah menjanjikan Roh Kudus untuk menerangkan Firman itu bagi kita, secara pribadi dan secara kolektif (Yohanes 14:26). Tuhan juga menggunakan manusia untuk memberikan nasihat Ilahi (Ams. 20:18) dan juga bekerja melalui keadaan-keadaan hidup (Rm. 8:28). Fungsi-fungsi apakah yang Abyatar jalankan ketika dia menjadi seorang imam? 1 Sam. 23:9-13; 2 Sam. 15:24; 17:15-22. Selain menjalankan peranan-peranan ini, Abyatar telah mengalami trauma pribadi dan, seperti Daud, adalah seorang pengungsi tak berumahyang entah bagaimana telah mempersiapkan dia untuk melayani raja Israel yang akan datang, yang selalu dalam pelarian. Dia dapat mengerti semua kekecewaan, ketakutan, dan pengkhianatan yang dirasakan Daud dan pasukannya karena penganiayaan yang tak henti-hentinya. Motif mengidentifikasi diri dengan seseorang atau sekelompok sangat penting di dalam konsep keimamatan Perjanjian Baru. Penulis buku Ibrani mengatakan bahwa Yesus bisa menjadi Imam Besar kita karena Dia benar-benar dapat berempati dengan kita (Ibr. 2:17). Bacalah 1 Petrus 2:9. Perjanjian Baru dengan jelas mengajarkan bahwa kita semua memiliki tanggung jawab sebagai imam di dalam masyarakat kita. Panggilan kita bukan oleh diri sendiri. Yesus berkata: Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu (Yohanes 15:16). Panggilan Tuhan kepada kita tidak menjadikan kita imam-imam Perjanjian Lama atau rasul-rasul Perjanjian Baru tetapi menantang kita untuk menjadi perantara bagi keluarga, masyarakat kita dan semua yang berada di sekitar kita. Bagaimanakah Anda dapat melayani lebih baik lagi dalam peranan seorang imam? 80

Selasa
PEmbERONTAkAN AbSALOm

9 November

Buku Samuel yang kedua pasal 15-18 menceritakan kisah sedih tentang Absalom, putra Daud yang memberontak melawan pemerintahan ayahnya. Bala tentara Absalom sedang dalam perjalanannya ke Yerusalem. Ini adalah sebuah mimpi buruk bagi Abyatar. Daud telah memutuskan untuk melarikan diri daripada menjadikan Yerusalem medan perang dan menyebabkan pertumpahan darah. Semua pengikut Daud yang setia bersiap-siap untuk lari dengan dia. Abyatar pasti terbayang pengalamannya ketika melarikan diri dari pembantaian yang terjadi pada keluarganya dan kampung halamannya di bawah perintah Raja Saul. Dia juga bersiap-siap untuk berangkat dengan Daud. Bacalah 2 Samuel 15:13-29. Apakah yang diajarkan ayat ini mengenai tabiat Daud, walaupun dalam keadaan bahaya? Peranan apakah yang dimainkan Abyatar dalam episode ini? Sambil memikul tabut perjanjian Allah, Abyatar bersama para imam bersiap untuk meninggalkan kota, tetapi Daud memberi perintah untuk meninggalkan tabut perjanjian itu. Daud mempelajari bahwa dengan membawa simbol kehadiran Tuhan bukan selamanya berarti bahwa Tuhan bersama-sama dengan mereka. Dengan mengenakan salib, menunjukkan tanda-tanda rohani, atau memelihara suatu kumpulan perintah tidak menjamin kehadiran atau penyertaan Tuhan. Tuhan tidak dapat dimanipulasi. Tabut itu harus tinggal di tempatnya. Meninggalkan tabut itu merupakan suatu tindakan iman Daud. Dia percaya bahwa Tuhan akan menyelamatkan dia dan mengembalikan Yerusalem kepadanya lagi. Tabut Allah diturunkan kembali, dan Abyatar mempersembahkan korban (2 Sam. 15:24) sampai semua orang telah meninggalkan kota. Pada saat itu, para imam, Abyatar dan Zadok, menjadi perantara bagi Daud dan rakyatnya. Cerita dari jaringan intelijen Daud menjadi bacaan yang mendebarkan (2 Sam. 17:15-29). Abyatar dan Zadok menjadi mata dan telinga Daud di dalam kota. Putra-putra Abyatar dan Zadok menunggu kabar di luar Yerusalem. Orang-orang tidak dapat dilihat dari perawakannya. Seorang hamba wanita yang mencurigakan membawa pesan kepada orang-orang muda tersebut. Anak muda yang tidak bersalah berdiri di sekitar situ ternyata cukup pintar untuk memahami apa yang sedang terjadi dan melaporkan itu kepada Absalom. Anak-anak imam dikejar oleh pasukan Absalom dan mereka menemukan seorang simpatisan yang menyembunyikan mereka di dalam sumur. Seorang wanita menyelimuti sumur itu dengan sehelai kain dan menaruh gandum di atasnya, mengingatkan kita pada cara Rahab menyembunyikan kedua mata-mata di bawah timbunan tangkai rami (Yos. 2:6). Dalam konteks kita, banyak hal tidak seperti yang terlihat juga. Banyak hati yang terluka ditutupi dengan senyuman. Sebagai pengikut-pengikut Kristus, kita dipanggil untuk menjadi wakil-wakil Allah. Kita menjadi tangan-tangan Tuhan untuk menjangkau mereka di sekitar kita. Kita harus terbuka dan peka agar melihat lebih daripada penampilan seseorang, dan kita harus bersedia untuk mengorbankan diri kita agar dapat membantu. 81

Rabu
PILIHAN AbYATAR

10 November

Kita tidak mempunyai catatan mengenai pendapat pribadi, atau pandangan politik dan agamawi dari Abyatar. Segala sesuatu yang dia ucapkan dicatat sebagai Firman Tuhan kepada Daud. Tetapi tindakan seseorang berbicara lebih kuat daripada kata-kata. Walaupun tidak ada catatan mengenai ucapannya, kehadirannya sendiri telah membuat pernyataan yang kuat. Di zamannya Daud, putra sulung secara tradisi dianggap pewaris tunggal ayahnya. Bagi seorang raja, ini berarti putra sulung akan mewarisi takhta. Akan tetapi, Tuhan tidak pernah terikat oleh tradisi. Sesungguhnya, di sepanjang sejarah Israel dia sering melewati anak sulung dan memanggil yang lain, kadang kala melalui keputusan Ilahi dan kadang melalui keadaan dan pilihan anak sulung tersebut (Baca Kej. 4:1-5; 21:8-12; 25:21-36; 48:8-19; 1 Sam. 16:6-12). Bacalah 1 Raja-raja 1:1-8. Apakah kira-kira yang menyebabkan Abyatar, yang begitu loyal kepada Daud, bertindak melakukan hal itu? ________________________________________________________________ ______________________________________________________________ Salomo bukan putra yang sulung sehingga sesuai kebiasaan seharusnya tidak bisa menggantikan ayahnya sebagai raja. Putra sulung, yakni Amnon, telah dibunuh oleh Absalom, adiknya. Absalom juga, telah dibunuh dalam pemberontakannya yang gagal. Sekarang putra tertua keempat, Adonia, merasa bahwa takhta itu miliknya. Adonia berunding dengan Yoab dan Abyatar, dan mereka mendukung dia (1 Raj. 1:7). Salomo yang lebih muda dari Adonia memiliki latar belakang keluarga yang memalukan. Ibunya adalah Batsyeba, bekas istri Uria orang Het, yang terbunuh untuk menutupi perselingkuhan Daud dengan Batsyeba. Tetapi walaupun memiliki latar belakang yang memalukan, Salomo dikasihi Tuhan (2 Sam. 12:24), dan sangat jelas bahwa Tuhan telah memilih dia untuk menjadi pengganti Daud (1 Taw. 22:9, 10). Menghadapi pilihan yang sulit ini, bisa saja Abyatar tidak bisa mendamaikan dirinya dengan skandal publik yang akan ditimbulkan dari pilihan tersebut, sehingga dia memilih tradisi gantinya mengikuti kehendak Allah yang dinyatakan. Tradisi biasanya penuh kenikmatan, karena kita tidak perlu memikirkan halhal sesuai dengan kehendak Allah yang dinyatakan. Lebih mudah dan aman untuk berkata, Kita selalu melakukannya seperti ini. Berapa seringkah kita membiarkan tradisi menghalangi tuntunan Tuhan? Pada saat yang sama, mengapa kita harus berhati-hati agar tidak menghakimi sesuatu secara otomatis hanya sebagai tradisi saja, lalu tidak menghiraukannya lagi? 82

Kamis
NASIb AbYATAR

11 November

Sesudah kematian Daud dan kenaikan Salomo ke takhta, ada persoalan-persoalan tertentu yang harus diselesaikan. Sesudah Adonia dibunuh (1 Raj. 2:1325), masih ada imam Abyatar, yang telah dengan setia melayani ayah Salomo. Apakah yang harus dilakukan kepadanya atas keterlibatannya dalam pemberontakan terhadap Salomo? Bacalah 1 Raja 2:26, 27. Bagaimanakah Salomo menanggulangi Abyatar, dan apakah alasan-alasan yang dia berikan? Membaca ayat ini secara dangkal bisa memberikan gambaran bahwa Abyatar diberhentikan karena nubuatan Eli sekitar seratus tahun yang lalu (1 Sam. 2:30-36). Tetapi dengan jelas ini merupakan suatu demonstrasi cara Allah mengetahui pilihan-pilihan bebas yang akan kita buat di masa yang akan datang. Dia tahu pilihan apa yang akan dibuat oleh kita dan keturunan kita, sehingga Dia bisa menubuatkan masa depan. Tuhan tahu bahwa sebagaimana putra-putra Eli mendiskualifikasi diri mereka dari posisi nabi karena perilaku mereka, keturunan mereka, Abyatar juga akan mendiskualifikasi dirinya sebagai nabi karena tidak ingin menerima pilihan Tuhan. Bacalah Matius 26:14-16, 20-25. Jelaskan prediksi ini dalam terang pemecatan Abyatar dari tugas keimamatan. Apakah prinsip sejenis yang berlaku di dalam kedua kasus ini? Kenyataan bahwa Yesus sejak awal tahu kalau Yudas akan mengkhianati-Nya tidak menyebabkan Yesus menolak Yudas. Yudas diikutsertakan ke dalam lingkaran keduabelas murid. Dia mengalami kuasa Allah secara langsung. Tetapi Yudas, sama seperti Abyatar, tidak bersedia menerima kehendak Allah. Sepertinya dia dan Abyatar memiliki ide yang sejenis mengenai kerajaan dan bagaimana masalah kekuasaan akan diatur. Karena frustrasi, dia kembali pada pemimpin-pemimpin tradisi, para ahli Taurat dan Farisi, dan mengkhianati Raja yang sebenarnya. Kemahatahuan Ilahi sebelum sesuatu terjadi tidak secara otomatis berarti predestinasi atau takdir Ilahi. Setiap orang mempunyai pilihan-pilihan, sebagaimana Yudas dan Abyatar. Kemahatahuan Allah mengenai pilihan-pilihan ini tidak membatasi kebebasan mereka untuk membuat pilihan mereka. Pilihan bebas merupakan salah satu karunia yang paling kudus yang telah Tuhan berikan bagi kita. Dan biayanya sangat mahal juga: kematian Yesus di kayu Salib. (Seandainya kita tidak diberikan pilihan bebas, kita bisa saja tidak memilih untuk berbuat dosa, dan Yesus tidak perlu mati bagi kita). Apakah Anda memikirkan dengan matang dan mendoakan rencana yang anda buat? 83

Jumat

12 November

PelajaRi Lebih LanjUt: Tuhan telah memilih Anda untuk suatu pekerjaan yang besar dan khidmat. Dia berusaha untuk mendisiplin, mencoba, membuktikan, menyempurnakan dan meninggikan derajat Anda, agar pekerjaan khidmat ini dapat dilakukan dengan mata yang tertuju pada kemuliaan-Nya yang adalah sepenuhnya milik Tuhan. Coba pikirkan bahwa Allah memilih manusia dan membawa mereka dekat kepada-Nya, dan memberikan misi serta pekerjaan untuk dilaksanakan bagi-Nya. Orang yang lemah dijadikan kuat, orang pemalu dijadikan pemberani, dan yang ragu-ragu menjadi orang yang mengambil keputusan dengan cepat. Apakah mungkin manusia sangat berharga sehingga menerima komisi dari Raja segala raja! Apakah ambisi duniawi memikat dia dari kepercayaan dan tugas yang kudus ini?Ellen G. White, Selected Messages, jld. 2, hlm. 167.

PeRtanyaan-peRtanyaan UntUk DidiskUsikan: nn Dengan informasi dari bagian lain Alkitab, pikirkan tentang kehidupan Saul, mengapa orang yang telah diberikan begitu banyak membuang semua itu begitu saja? Apakah pelajaran yang bisa diambil dari cerita ini bagi diri kita sendiri? Kesalahan-kesalahan apakah yang dibuatnya yang menuntun dia ke jalan yang menuju pada perbuatan-perbuatan yang kita lihat pekan ini? oo Renungkan gagasan ini, Yesus dalam kemanusiaan-Nya bisa bersimpati dengan kita dalam semua pergumulan kita. Mengapa sifat kemanusiaan Kristus sangat penting bagi kita? pp Dengan melihat pengalaman seorang anggota kelas Anda yang telah mengalami kematian dalam keluarga, dengan cara apakah kelas Anda bisa membantu? Tentu maksudnya, bantuan selain kata-kata penghiburan? Adakah kasus-kasus tertentu di mana bantuan kita hanya sebatas ungkapkan kata-kata penghiburan saja? qq Salah satu pertanyaan terbesar yang telah menantang para pemikir Kristen selama berabad-abad adalah ide kemahatahuan Allah dan kebebasan kita untuk memilih. Jika Allah telah mengetahui pilihan-pilihan kita, apakah kita memang membuat pilihan itu dengan bebas? Jika tidak, di manakah letak kebebasan pribadi itu, dan jika kita tidak mempunyai kebebasan, bagaimanakah kita dapat dihakimi dengan adil atau dihukum sesuai dengan perbuatan-perbuatan kita? Ada orang, untuk menjawab teka-teki ini, berdebat bahwa ada tindakan-tindakan tertentu yang tidak diketahui Allah, kalau tidak demikian berarti tindakan-tindakan itu tidak dilakukan dengan bebas. Sementara yang lain melihat tidak ada masalah: Jika Tuhan mengetahui apa yang akan diperbuat seseorang itu tidak mempengaruhi kebebasan orang tersebut untuk membuat pilihan itu. Di dalam kelas Anda, diskusikanlah pertanyaan-pertanyaan ini, dengan menyadari bahwa Anda tidak bisa menyelesaikan semua permasalahan ini. Yang penting untuk kita ketahui bahwa kita adalah ciptaan yang bebas, namun, walaupun Dia menghormati kebebasan kita memilih, Tuhanlah yang tetap memegang kendali. 84

PenUntUn GURU 7
Ringkasan Pelajaran Ayat Inti: 1 Petrus 2:9.

Anggota Kelas Akan:

Mengetahui: Mengenali bagaimana pilihan imam Abyatar mempengaruhi kualifikasinya untuk keimamatan, baik dengan apa yang dibuatnya bagi Daud, maupun tindakannya melawan Daud. Merasakan: Nilailah pentingnya loyalitas kepada maksud-maksud Allah sebagai kualifikasi kritis demi pelayanan dalam pekerjaan Allah. Melakukan: Berdiri pada pihak Allah sebagai anggota-anggota suatu umat terpilih untuk melayani sebagai keimamatan rajani, sambil memuji Allah dan melayani dalam peran pengantaraan seperti imam.

Garis Besar Pelajaran:

I. Mengetahui: Dalam Pelarian A. Abyatar (satu-satunya imam yang luput dari pembantaian Saul) dan Daud mendapatkan alasan yang sama untuk melarikan diri dari kediktatoran Saul. Abyatar melayani Daud selama bertahun-tahun, tetapi perbuatan ketidaksetiaan apakah yang dia lakukan terhadap yang diurapi Allah yang membuat ia tidak memenuhi syarat lagi sebagai imam? II. Merasakan: Sahabat dan Pengkhianat A. Abyatar itu loyal kepada Daud selama penganiayaan Saul terhadap Daud dan selama pemberontakan Absalom. Namun, mendekati ajal Daud, Abyatar meninggalkan Daud dan berpihak pada putra raja yang lain yang menginginkan takhta Daud. Apakah kira-kira alasan pengkhianatan ini? Bagaimanakah mungkin satu perbuatan begini menghapus pelayanan seumur hidup? III. Melakukan: Imam-imam Rajani A. Kita juga telah dipilih sebagai imam-imam, untuk melayani Allah dalam doa, pujian, dan memegang peran sebagai pengantara dalam masa-masa yang baik dan yang jahat. Berapa mungkinkah kita juga bisa berubah tidak memenuhi syarat lagi seperti yang diperbuat oleh Abyatar? B. Apakah ada sesuatu yang kita harus lakukan agar kita bisa memenuhi syarat untuk pelayanan dalam keimamatan rajani Allah? Mengapa, atau mengapa tidak?

RinGkasan: Sesudah suatu masa pelayanan yang lama sebagai seorang imam, maka Abyatar membuat dirinya tidak memenuhi syarat lagi untuk pelayanan karena mengkhianati raja dan menyokong seseorang perusuh yang menginginkan takhta Daud. 85

Seri Pembelajaran

LANGKAH 1Motivasi
KONSEP UTAMA uNTuk PERTuMBuHAN ROHANI: Orang Kristen dipanggil untuk menjadi suatu bangsa imam baik laki-laki maupun perempuan, yang dibedakan oleh panggilan mereka yang kudus, garis keturunan raja, dan perilaku yang kudus. KHuSuS uNTuk GuRu-guRu: Dengan menggunakan 1 Petrus 2:9, tuntunlah kelas Anda dalam suatu diskusi untuk pertanyaan-pertanyaan berikut: Siapakah keturunan atau generasi pilihan itu, imamat rajani, dan bangsa yang kudus, yang dimaksudkan oleh Petrus? Pekabaran khusus Petrus untuk anggota-anggota jemaat waktu itu dan mereka yang akan menerima Yesus menjadi Juruselamat berabad-abad sesudahnya, meninjau kembali Keluaran 19:6, ketika Allah memberikan Musa pekabaran berikut ini kepada bangsa Israel: Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel. Itu adalah visi Allah agar ada suatu bangsa khusus yang dipanggil keluar dari umat manusia yang akan berpartisipasi dengan Dia dalam tugas mengabarkan Injil kepada dunia. Pertimbangkan Ini: Mengapa Allah memilih menggunakan manusia yang sudah berdosa untuk menolong Dia menjangkau umat manusia berdosa lainnya? Apa maksudnya ini?

LANGKAH 2Menyelidiki
KHuSuS uNTuk GuRu-guRu: Pada saat Anda menyelidiki panggilan keimamatan yang ada pada para pengikut Yesus Kristus, buatlah ketentuan bahwa yang dipanggil itu berutang besar kepada Tuhan karena sudah menyelamatkan mereka dan telah memberikan mereka suatu kesempatan bekerja bersama Dia. Itulah sebabnya, kita harus berpartisipasi dengan Allah dalam pekerjaan menjangkau orang-orang yang sesat. Itulah hal yang pa ling kecil yang dapat kita buat untuk memperlihatkan rasa terimakasih kita terhadap kasih karunia Allah. Komentar Alkitab I. Pilihan di Atas Semua yang Lain (Baca 1 Samuel 22:2023 dan Zakharia 3:2 bersama kelas Anda). Pembunuhan imam-imam Tuhan dan keluarga mereka atas perintah Saul adalah suatu kesaksian yang kuat tentang betapa dalamnya Saul telah terbenam dalam ketidakrohanian. Secara ajaib, dengan perlindungan Tuhan, Abyatar luput dari pembantaian Saul dan berhasil menemui Daud. Adalah benar bahwa semua 86

orang yang telah diselamatkan dari suatu bahaya berutang sesuatu pada orang yang telah menyelamatkan mereka. Untuk setiap orang Kristen, bahaya tertentu itu bernama Iblis. Alkitab menjelaskannya dalam 1 Petrus 5:8 Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Bilamana Allah menyelamatkan kita, maka Ia mengambil kita dari cengkeraman seorang musuh kuat yang bertekad untuk menghancurkan kita. Inilah kasus Abyatar. Seperti Abyatar, orang Israel telah diselamatkan dari perbudakan Mesir kelepasan melalui intervensi yang penuh mukjizat dari Allah (Keluaran 7-14). Rasul Paulus menulis tentang hal ini sebagai berikut, Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. (Efesus 2:8, 9). Kita adalah produk anugerah ajaib dari Allah, sehingga kita tidak boleh menolak panggilan Allah untuk pelayanan. Pertimbangkan Ini: Apakah arti dipanggil keluar? Apakah karakteristik khusus yang mengikat orang-orang yang dipanggil keluar ini kepada Yesus Kristus dan kepada satu sama lain? (Gal. 3:26-28). II. Suatu Keimamatan Rajani (Baca 1 Petrus 2:9 bersama kelas Anda). Ide bahwa Allah itu rela untuk memberikan sifat rajani kepada mereka yang menjadi bawahannya seharusnya membuat kita kagum dan heran. Sifat rajani ini adalah salah satu karunia yang unik yang dimiliki orang Kristen bersamasama dengan Allah mereka. Kalau allah-allah agama lain hanya memiliki sifat rajani untuk dirinya sendiri, Tuhan Allah menawarkannya kepada bangsa Israel kuno dan juga kepada kita semua sekarang, orang Yahudi dan non-Yahudi, yang percaya di dalam Yesus (1 Petrus 2). Namun, karunia ini diberikan dengan beberapa pengharapan yang tinggi dari kita. Barangkali kita dapat mengerti apa yang Allah harapkan dari kita dengan melihat apa yang Ia mintakan dari orang-orang Israel kuno. Sesuai dengan rencana dan tujuan Ilahi, orang-orang Israel harus menjadi suatu bangsa imam dan rajani. Dalam suatu dunia yang jahat, mereka harus menjadi raja-raja, dalam soal moral dan rohani, di dalamnya mereka harus mengatasi masalah dosa (Wahyu. 20:6). Sebagai imam-imam, mereka harus dekat kepada Tuhan dalam doa, pujian, dan pengorbanan. Sebagai pengantara Allah dan orang-orang kafir, mereka harus menjadi guru, pengkhotbah, dan nabi, dan harus menjadi teladan kehidupan yang kudusciri-ciri agama yang benar.The SDA Bible Commentary, vol. 1, hlm. 595. Pertimbangkan Ini: Banyak orang Kristen sekarang ini menginginkan apa yang mereka anggap sebagai kehormatan dan berkat karena mereka telah menjadi wakil-wakil Allah di dunia. Di dalam banyak belahan dunia, ada penekanan yang jelas tentang berkat materi sebagai bukti hubungan dengan Ilahi. Bagaimanakah kita harus menangkis ide palsu ini bahwa menjadi anggota keimamatan rajani Allah harus demikian? 87

III. Keputusan, Keputusan (Baca 1 Raja-Raja 1:5-7 bersama kelas Anda). Pengkhianatan Abyatar terhadap Daud dan pembelotannya kepada Adonia nampaknya di luar karakter. Dengan setia ia telah menjalankan tugas keimamatannya sejak ia melarikan diri dari Saul sampai kepada pemberontakan Adonia. Namun, perbuatan pengkhianatannya menunjukkan bahwa ia telah berhenti mencari tuntunan Allah atau telah tiba pada kesimpulannya sendiri tentang siapakah yang seharusnya menjadi raja. Perbuatan pengkhianatan Abyatar layak dihukum dengan hukuman mati, tetapi karena ia adalah seorang imam yang telah melayani dan menderita bersama Daud, hukumannya diubah. Salah satu tanggung jawab utama dari imam ialah menjadi pengantara manusia dengan Allah. Yesus menjadi contoh dalam soal ini (Rm. 8:34). Bagaimanakah Abyatar sanggup memenuhi tanggung jawab yang besar ini jikalau ia menggunakan tugasnya itu untuk memecah-belah sebuah bangsa? Pertimbangkan ini: Abyatar seharusnya memanfaatkan tugas keimamatannya yang tinggi untuk menghukum suatu perbuatan dosapemberontakan Adonia. Tetapi ia menggunakan wewenang spiritual yang diberikan Allah kepadanya untuk menyebabkan orang-orang lain melawan kehendak Allah. Amaran apakah yang Yesus berikan kepada murid-murid-Nya sehubungan dengan para guru rohani pada akhir zaman? Lihat Mat. 7:15-23.

LANGKAH 3Menerapkan

KHuSuS uNTuk GuRu: Pada saat Anda mendiskusikan pertanyaan-pertanya an di bawah ini bersama kelas Anda, fokuslah pada pengembangan jawaban praktis terhadap pertanyaan-pertanyaan itu. Misalnya, bagian jawaban terhadap pertanyaan untuk dipikirkan yang pertama seharusnya mencakup hal-hal praktis yang dapat dilakukan oleh anggota-anggota kelas, sebagai duta-duta Allah di dunia untuk meningkatkan kepedulian mereka terhadap semua orang. Fokuslah pada mendapatkan cara-cara yang konkret untuk diaplikasikan dalam hidup.

Imam besar orang Israel mengenakan efod kudus dengan sebuah tutup dada yang berisi 12 batu permata, masing-masing mewakili salah satu dari 12 suku bangsa Israel. Suku-suku itu harus berada dekat di hati imam itu. Tentunya, kita tak bisa mendapatkan gambaran visual yang jelas tentang efod dan tutup dada itu untuk mengingatkan kita tentang hubungan yang dekat antara imam dan umat sekarang ini. Jadi, bagaimanakah kita sebagai imam-imam, membawa umat Allahsemuadekat di hati kita? Para pengikut Kristus dipilih dan menjadi imamat yang rajani, tetapi mereka juga dipanggil untuk menjadi kudus (Mat. 5:48; 1 Pet. 1:16). Apakah artinya menjadi kudus? Peran apakah yang dimainkan oleh Yesus sehubungan dengan kesanggupan kita untuk menjadi kudus? Apakah peran Roh Kudus dalam menjadikan kita kudus? 88

PERTANYAAN UNTUk DIpIkIRkAN:

Pelajaran hari Rabu menyatakan bahwa keputusan Abyatar untuk menyokong Adonia mungkin karena ia mengikuti apa yang ia percayai sebagai tradisi suksesi (pergantian raja) di bangsa Israel kuno. Dari perspektif Anda, apakah tradisi gereja yang bisa saja membuat kita salah mengerti tentang kehendak Allah? Sebagai salah seorang imam Allah, apakah yang dapat Anda perbuat agar tetap setia sampai akhir hidup, atau sampai Yesus datang lagi? Bersaksi: Pikirkan tiga orang yang nampaknya hubungannya dengan Yesus tidak terlalu baik, namun Anda ingin selamatkan mereka. Tulislah nama-nama mereka dalam suatu tempat di mana Anda dapat diingatkan setiap hari. Sepanjang minggu berikut, mintalah Allah menunjukkan satu hal yang bisa Anda perbuat untuk menuntun mereka kepada Kristus. Jika ada kesempatan, berikanlah kesaksian perbedaan atau perubahan yang telah Allah perbuat dalam hidup Anda. Jangan khawatir kalau ditolak bila Anda bersaksi. Sebaliknya, ceritakan kepada Allah hal-hal yang Anda ingin penuhi di mana Anda berperan sebagai utusan khusus kepada orang-orang khusus ini.

PERTANYAAN ApLIkASI:

LANGKAH 4Mempraktikkan
Jika kita selalu bingung bagaimana memenuhi panggilan suci untuk kita, maka kita perlu melihat kepada hidup Yesus saja. Yesus menghidupkan kehidupan yang penuh penyerahan pada kehendak dan pengaturan Bapa-Nya. Ia meneladani kehidupan pelayanan dan pengorbanan serupa dengan peran imam dalam masa lalu. Sebagai satu kelas, selidiki beberapa koran lokal untuk mengetahui persoalan yang menantang masyarakat sekitar Anda. Kemudian buatlah sebuah daftar yang berisi cara-cara khusus di mana kelas Anda bisa menolong masyarakat memenuhi tantangan ini. Pilihlah satu ide dari daftar itu dan laksanakan pada bulan berikutnya. Sisihkan waktu singkat untuk pelaporan bagaimana proyek itu sedang diadakan. Pertimbangkan Ini: Ibrani 7:25 Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka. Yesus menjadi Pengantara bagi kita, tetapi apakah kita menjadi pengantara untuk orangorang lain? Benar, kita mendoakan orang, tetapi apakah hanya itu fungsi pengantara? Untuk menjadi pengantara berarti bermohon atau menyampaikan permintaan atas nama orang lain. Apakah anak-anak yang tertangkap dalam sistem pengadilan anak-anak remaja hanya memerlukan doa saja atau apakah mereka membutuhkan kita sebagai pengantara atas nama mereka? Serupa dengan itu, apakah doa saja sudah cukup untuk seorang wanita yang sedang bergumul mengurusi anaknya yang ditinggalkan suaminya, atau apakah kita juga dipanggil untuk menolong dia langsung? Dengan pertanyaanpertanyaan ini, diskusikan mengapa ada lebih banyak lagi pengantara daripada sekadar doa, sebagaimana Yesus telah perlihatkan kepada kita. 89

Pelajaran 8

*13-19 November 2010

Yoab: Orang Kuat Daud yang Lemah

SABAT PETANG
BACAAN UNTUK PELAJARAN PEKAN INI: 2 Sam. 2:17-23; 3:23-27; 11:15-25; 20:7-1l; 1 Raj. 1. Ayat HaFalan: Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati (Amsal 21:2, NIV).

erita Yoab merupakan cerita mengenai kekuasaan politik, intrik, kesetiaan yang salah, dan kekerasan hati; zaman Yoab merupakan waktu di mana kelangsungan hidup tidak dijamin oleh administrasi pusat yang kokoh dan rencana pensiun yang lengkap. Orang-orang yang tangguh bertahan; orang-orang lemah dengan cepat menghilang secara perlahan. Israel benar-benar menjadi sebuah bangsa ketika Yoab menjabat sebagai orang kuat dan pemelihara Daud. Sesudah masa pertikaian kaum dan persaingan suku yang menggambarkan periode hakim-hakim, sosok seorang raja (diawali oleh Saul dan kemudian, dalam derajat yang lebih tinggi, dilanjutkan oleh Daud dan Salomo) yang mempersatukan Israel, walaupun Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa cara berpikir kesukuan selama berabad-abad lamanya tidak akan hilang dalam waktu tiga puluh atau empat puluh tahun saja. Kehidupan Yoab, seperti digambarkan Alkitab, dirusak oleh peperangan, pertikaian, bahkan pembunuhan massal. Walaupun kita tidak pernah akan terlibat dalam hal-hal yang dialami Yoab, kita bisa berhadapan dengan sisi buruk karakter kita ketika kita mempelajari cerita ini. Di sinilah, melalui contoh negatif dari Yoaborang kuat Daud yang lemahkita bisa mengidentifikasi sebagian dari cacat karakter kita dan mencari jawaban satu-satunya untuk semua itu: Yesus. *Pelajari pelajaran pekan ini untuk persiapan Sabat, 20 November

90

MINGGU
SEbUAH PERkARA KELUARGA

14 November

Walaupun Yoab, terhubung dengan keluarga Daud (lihat 1 Taw. 2:13-17) memiliki tanggung jawab untuk menangani pasukan Daud, sekilas kita melihat karakternya yang sebenarnya pertama kali di dalam 2 Samuel 2. Saul dan Yonatan telah tewas dalam peperangan. Yehuda dengan mudah menunjuk Daud sebagai raja. Rekan imbangan Yoab dalam pasukan tentara Raja Saul adalah Abner, yang entah bagaimana bertahan hidup dalam pertempuran di mana Saul dan anak-anaknya mati. Abner dan Daud memiliki sebuah sejarah. Abner yang telah berkali-kali memimpin pasukan Saul memburu Daud. Abner tidak bersedia menerima sebagai raja seseorang yang dia pernah buru. Oleh karena itu, Abner menempatkan Isyboset (ay. 8,9), putra Saul yang keempat, yang tidak ikut dalam pertempuran, ke singgasana Israel dan mulai berperang melawan Yehuda dan Daud. Walaupun Israel memiliki jumlah yang lebih banyak, kerajaan Daud selalu mengalami kemenangan. Bacalah 2 Samuel 2:17-23 dan rangkumkan apa yang terjadi. Dalam pertempuran itu, adik Yoab dengan bodoh mengejar Abner. Berulang kali Abner memperingati dia agar berhenti, tetapi orang muda yang gegabah itu tak menghiraukannya, dan Abner membunuh dia sebagai bela diri. Yoab tidak pernah melupakan kejadian itu. Beberapa waktu kemudian, Abner menyadari bahwa pemerintahan Isyboset tidak mencapai apa-apa, dia adalah raja yang sangat lemah. Dan dia menyeberang ke kubu Daud dan menawarkan diri untuk membujuk suku-suku yang lain (2 Sam. 3:1-22). Ketika itu terjadi, Yoab tidak berada di tempat. Ketika dia kembali dan mengetahui perkembangan-perkembangan baru ini, ketenangannya sangat terganggu. Bagaimanakah Yoab mengatasi perubahan ini yang tidak dimulai oleh dia? 2 Sam. 3:23-27. Bandingkan apa yang Yoab katakan kepada Daud dan alasan mengapa akhirnya Yoab membunuh Abner. Lihat juga 2 Sam. 3:30. Bagaimanakah usaha Yoab menggambarkan motif-motif Abner? Apakah yang terungkap mengenai dia? Mungkin Yoab benar-benar percaya bahwa dia bertindak untuk kepentingan Daud ketika dia membunuh Abner. Ini mengungkapkan sebuah poin penting: pikirkanlah tindakan-tindakan Anda. Apakah alasan yang riil untuk beberapa hal, yang berlawanan dengan alasan yang Anda gunakan untuk membenarkan halhal itu dalam pikiran Anda? Bagaimanakah Anda dapat mengetahui perbedaan antara keduanya padahal sebenarnya kedua-duanya memang berbeda? 91

SENIN
HARGA DOSA

15 November

Sepertinya Daud tidak berada dalam posisi untuk bertindak atas pembunuhan Abner pada saat itu, walaupun dia berkabung di depan umum atas kematian Abner dan menegur perbuatan Yoab (lihat 2 Sam. 3:28-35). Untuk mencegah tindakan balas dendam, Yoab berusaha untuk mendekatkan diri kepada Daud agar bisa mengambil hatinya. Dia mengatur agar membuat dirinya menjadi sangat diperlukan. Tetapi usaha untuk menjadikan diri seseorang sangat diperlukan gantinya berfokus melakukan hal yang benar sering melibatkan pelanggaran hati nurani sendiri. Jika ini terjadi berulang kali, suara hati nurani semakin lama semakin pudar, sehingga kita tidak bisa berdiri kembali ketika benar-benar diperlukan. Dosa juga merusak kredibilitas. Kita melihat prinsip ini terulang kembali beberapa kali di dalam kehidupan Daud. Karena dosanya dengan Batsyeba dan terhadap Uria, Daud, walaupun telah diampuni, tidak bisa mendisiplin putra-putranya. Ketika putranya yang sulung memperkosa adik tirinya (2 Samuel 13), dan putranya yang kedua menjadi seorang pembunuh (2 Sam. 13:23-39), Daud berdiri tak berdaya, karena dia juga merasa bersalah atas dosa-dosa yang sama. Bacalah 2 Samuel 11:15-25. Apakah yang dikatakan ayat-ayat ini tentang Yoab? Yoab mempunyai masalah yang sama. Darah Abner berada di telapak tangannya sehingga membuat dia tidak mampu bereaksi dengan tepat untuk membantu selamatkan nyawa seorang yang baik. Karena itu Yoab menambah satu lagi ke dalam daftar kejahatannya, pembunuh Uria. Perhatikan di dalam 2 Samuel 11:17 bahwa Uria bukan korban satu-satunya. Yoab mengirim beberapa orang lagi dalam ekspedisi gila-gilaan ini agar semuanya terlihat lebih autentik. Walaupun kita mengetahui dari kehidupan Daud bahwa Allah sangat murah hati dan mengampuni kita ketika kita bertobat, konsekuensi dari kredibilitas yang hancur dan kekurangan integritas adalah sesuatu yang akan kita bawa terus. Dalam contoh sebelumnya, Yoab menuruti perintah-perintah Daud. Sekarang baca 2 Samuel 18:5-15. Apakah yang dikatakan tindakannya mengenai dirinya? Bagaimanakah dia merasionalisasikan tindakan ini juga? Sangat menarik untuk memperhatikan bahwa Yoab menuruti semua perintah Daud walaupun itu melanggar perintah-perintah Allah, tetapi dia dengan mudah melanggar perintah raja yang tegas jika itu akan menguntungkan dirinya sendiri. Bagaimanapun juga, jika Absalom berhasil dalam pemberontakannya, Yoab juga pasti akan dibunuh (2 Sam. 19:5, 6). Yoab sepertinya hanya ingin menjaga dirinya sendiri. Betapa mudahnya untuk jatuh ke dalam perangkap yang sama, bukan? 92

SELAsA
YOAb SANG POLITIkUS

16 November

Dua Samuel 13 menceritakan cerita pembunuhan Amnon yang telah direncanakan sebelumnya oleh Absalom saudara tirinya. Absalom melarikan diri dari negeri itu dan mengulur waktu. Sekali lagi Daud berada dalam situasi yang sulit. Amnon bersalah karena memperkosa Tamar, adik tirinya, saudara perempuan Absalom. Sepertinya Daudyang dilumpuhkan oleh kenangan dosanya sendiritidak bisa melaksanakan keadilan. Dengan bertindak sendiri, Absalom membalas dendam pemerkosaan adiknya dan mengembalikan nama baik keluarga. (Kehormatan dan aib adalah dua elemen yang sangat penting di dalam sistem nilai-nilai masyarakat di zaman Daud). Kedua, dan sebagai keuntungan yang baik, sekali Amnon, putra sulung Daud, mati, Absalom adalah urutan berikutnya untuk mewarisi takhta. Hati Daud terkoyak antara kesedihan atas kematian putranya, cintanya bagi Absalom, dan pengetahuan yang tajam bahwa semua kekacauan ini sepertinya berakar dari dosanya sendiri. Di tengah-tengah semua ini, Yoab memutuskan untuk terlibat. Akan tetapi, karena dia tidak melihat cara yang langsung untuk menaruh soal ini di dalam agenda Raja Daud, dia mengambil jalan untuk menggunakan seorang wanita yang licik dan bijaksana dari Tekoa. Bacalah 2 Samuel 14. Apakah yang dinyatakan cerita wanita orang Tekoa mengenai kasih Allah dan pengampunan? Pada saat yang bersamaan, apakah yang diceritakan pasal ini mengenai Yoab? Perkataan yang ditaruh Yoab ke mulut wanita itu memberi kesan bahwa Yoab mengetahui kasih Allah yang besar terhadap orang berdosa. Teologinya itu benar. Sayang sekali, bagi Yoab ini hanyalah pengetahuan dalam kepalanya saja. Kehidupannya terus digambarkan oleh pembalasan dendam dan kurangnya pengampunan. Yoab telah menjadi kebal terhadap kasih Allah dalam hidupnya. Bagi dia, segala sesuatu, bahkan agama, memiliki tujuan politik dan dapat digunakan untuk mempromosikan diri. Yoab mengenal potensi Absalom dan ingin mengambil hati raja yang akan datang. Akan tetapi, sepertinya Yoab menemukan keganjilan dalam Absalom. Yoab tidak menerima ucapan terima kasih atas inisiatifnya untuk membawa pulang Absalom. Absalom hanya ingin mempergunakan dia dan dengan cepat menunjukkan kepada Yoab bahwa dia bisa menjadi licik dan berbahaya sama seperti Yoab. Ini dilakukannya dengan membakar semua ladang Yoab agar memaksa dia mengatur pertemuan dengan Daud (2 Sam. 14:28-33). Pokok utama adalah bersyukur karena campur tangan Yoab, panggung sekarang disiapkan untuk pemberontakan dahsyat yang akan menuntun kepada perang saudara. Seberapa mudahkah membiarkan ambisi pribadi, kesombongan, dan kerinduan untuk keunggulan diri memotivasi semua tindakan kita? Bagaimanakah Anda dapat belajar mengenali hal-hal ini di dalam diri Anda? Bagaimanakah Anda melalui kasih karunia Allah mengalahkan semua itu sebelum Anda dituntun kepada kehancuran? 93

RABU
HIDUp DENGAN PEDANG

17 November

Bacalah 2 Samuel 20. Peranan apakah yang sedang Yoab mainkan sekarang? Bagaimanakah membenarkan pengkhianatan Yoab? Amasa dan Yoab adalah sepupu (2 Sam. 17:25). Amasa adalah panglima angkatan perang Absalom. Sesudah Yoab tidak mematuhi perintah Daud mengenai Absalom (2 Sam. 18:5, 14), Daud ingin menyingkirkan Yoab dan menjanjikan Amasa posisi pimpinan tinggi pasukannya (2 Sam. 19:13). Bagaimanapun juga, semua itu adalah pengaturan dan perencanaan Yoab yang mengatur panggung untuk pemberontakan. Tak pelak lagi, tujuan Daud tidak didorong amarah terhadap Yoab (yang secara sadar tidak mematuhi perintah raja dan membunuh putranya). Penunjukan Amasa juga merupakan langkah politik yang akan memberi isyarat kepada seluruh kekuatan pihak Absalom untuk berdamai. Apakah yang dikatakan 2 Samuel 20:1, 2 mengenai situasi politik di Israel? ________________________________________________________________ ________________________________________________________________ _______________________________________________________________ ______________________________________________________________ Daud tidak menghiraukan Yoab, karena dia telah menjanjikan posisi komandan kepada Amasa, dan sekarang dia mengirim Amasa untuk mengerahkan semua pasukan agar dapat menanggulangi pemberontakan yang baru. Amasa terlambat melakukan tugas itu. Daud kemudian menyuruh Abisai, saudaranya Yoab, dan bergantung padanya gantinya pada Yoab di masa krisis ini. Yoab dan Amasa akhirnya bertemu dan, terkenang pada pembunuhan Abner, Yoab membunuh Amasa. Penulis Alkitab menekankan bahwa itu memang serangan yang tiba-tiba (2 Sam. 20:8-10). Yoab dengan tenang membunuh sepupunya, hanya karena dilewati dan sudah bukan lagi nomor satu. Salah satu pengikut Yoab berusaha untuk mengesahkan tindakan Yoab dengan menghubungkan Yoab kepada Raja Daud. Orang-orang dituntun untuk percaya bahwa kesetiaan kepada Daud berarti kesetiaan kepada Yoab (walaupun raja dengan nyata telah menjauhkan dirinya dari Yoab), dan dengan menjadi setia kepada Yoab berarti hak Yoab untuk menjadi hakim, juri, dan yang mengeksekusi Amasa tidak bisa dipertanyakan. Lihatlah sifat bermuka dua Yoab ketika dia mengkhianati Amasa. Kita harus sangat berhati-hati agar tidak mengkhianati orang yang mempercayai kita, menggunakan kepercayaan itu untuk mencemarkan mereka. Betapa mudahnya Matius 7:12 harus diaplikasikan di sini. 94

KAmIs
PERTAHANAN YOAb YANG TERAkHIR

18 November

Pemilihan waktu sepertinya sempurna. Daud sekarang seorang yang tua renta, yang tidak bisa menjadi hangat pada malam hari. Seorang wanita muda yang cantik dicari dan menjadi perawat pribadi Raja Daud. Penulis Alkitab secara khusus menekankan kenyataan bahwa Daud tidak memiliki hubungan seksual dengan dia (1 Raj. 1:1-4), yang selanjutnya menekankan keadaan raja yang sangat lemah. Daud tidak tahubukan hanya perihal Abisag muda tetapi apa yang sedang terjadi di dalam kerajaannya. Adonia, putra tunggalnya yang tersisa, sekarang memutuskan untuk mengatur penobatannya. Bacalah 1 Raja-raja 1. Apakah rencana Yoab sekarang ini? Apakah yang selanjutnya diceritakan mengenai dia? 1 Raja-raja 1:7 dengan jelas mengatakan bahwa Yoab adalah salah satu pemain kunci dalam percobaan kudeta ini. Yoab, seperti perbuatannya yang berulang kali sebelumnya, maju dan bertindak, sambil berpikir bahwa Raja Daud yang tua tidak bertenaga untuk bertindak. Tetapi, kali ini Daud, dengan bantuan Batsyeba dan Nabi Natan, bertindak. Dia menggagalkan rencana Yoab dan Adonia dengan menyatakan secara umum Salomo menjadi raja. Yoab sepertinya mengeluarkan Tuhan dari hitungannya. Mungkin dia memiliki semua pengetahuan teologis mengenai Allah, tetapi Allah sepertinya tidak penting dalam kehidupannya. Yoab berpikir bahwa dia akan selalu hidup sesukanya dan melepaskan diri dari akibat-akibatnya. Dia lupa bahwa Allah bukanlah Daud. Allah tak dapat ditipu; walaupun pembalasan tidak langsung dirasakan, suatu hari itu akan datang, jika bukan dalam hidup ini di dalam penghakiman terakhir. Akan tetapi, seringkali di akhir hidup ini, walaupun hari yang sangat panjang, apa yang ditabur orang, itu juga akan dituainya (Gal. 6:7). Sebelum penghakiman terakhir, selalu ada belas kasihan. Yoab mendapat kesempatan terakhir, sebab Salomo tidak menghukum dia karena rencana jahatnya dengan Adonia dan membiarkan dia memegang posisinya. Akan tetapi, Yoab tidak menunjukkan penyesalan dan tidak meminta maaf, dan dia terlibat dalam pemberontakan yang kedua. Ketika itu gagal, Yoab akhirnya menyadari kegawatan situasinya. Dia melarikan diri ke dalam bait suci dan memegang salah satu tanduk di mezbah. Akan tetapi, Yoab lupa bahwa mezbah hanya menyediakan suaka bagi mereka yang telah membunuh tanpa disengaja (Kel. 21:14). Masa lalu Yoab yang tidak pernah diakuinya akhirnya menyusul dia. Seorang yang hidup dengan pedang akhirnya mati dengan pedang (1 Raj. 2:28-35). Betapapun Yoab licik, berambisi, dan penipu, semua yang dia lakukan bisa saja diampuni Tuhan jika Yoab telah datang pada Tuhan dalam iman, kerendahan hati, dan pertobatan. Bagaimanakah Anda dan semua kekurangan Anda? Pengampunan ada, jika Anda mau memintanya. 95

JUmAT

19 November

PelajaRi Lebih LanjUt: Kita bukan hanya berpegang pada kebenaran, tetapi biarkan itu memegang kita; hingga kebenaran itu di dalam kita dan kita di dalam kebenaran. Dan jika ini terjadi, kehidupan dan tabiat kita akan mengungkapkan fakta bahwa kebenaran menyelesaikan sesuatu bagi kita; yaitu menyucikan kita, dan memberikan kelayakan moral bagi kalangan malaikat surga di dalam kerajaan kemuliaan. Kebenaran yang kita pegang berasal dari surga; dan ketika agama itu mendapat tempat di hati, itu memulai pekerjaannya untuk membersihkan dan memurnikan; sebab agama Yesus Kristus tidak pernah membuat seseorang kasar atau tidak sopan, atau keras hati; tetapi kebenaran yang berasal dari surga, yang berasal dari Tuhan, mengangkat dan menyucikan manusia; menjadikan sopan, baik hati, penuh kasih sayang, dan bersih; mengambil hatinya yang keras, sifatnya yang mementingkan diri dan mencintai dunia, serta memurnikan dia dari keangkuhan dan ambisi durhaka.Ellen G. White, Signs of the Times, vol. 1, hlm. 66.

PeRtanyaan-peRtanyaan UntUk DidiskUsikan: nn Berapa jauhkah kita harus melangkah dalam menyatakan loyalitas kita kepada keluarga, majikan, dan negara? Apakah yang membatasi hubungan-hubungan yang penting ini? oo Bacalah kembali kutipan Ellen White di pelajaran hari Jumat. Apakah bukti yang Anda lihat dalam hidupmu bahwa kebenaran telah memegang Anda? Sementara berfokus pada Kristus bukan kepada diri kita adalah penting, kita juga harus jujur dengan diri kita mengenai posisi kita sehubungan dengan iman kita (2 Kor. 13:5). pp Banyak tindak kejahatan yang telah dilakukan sepanjang sejarah manusia oleh mereka yang berkata, Saya hanya mengikuti perintah. Bagaimanakah kita sebagai orang Kristen menghadapi situasi ketika kita disuruh untuk melakukan hal-hal yang kita tahu salah? Lebih penting lagi, bagaimanakah kita mengembangkan jenis iman yang dibutuhkan untuk berdiri teguh, walaupun itu berarti melanggar perintah, padahal itu bisa merugikan diri kita dan orang-orang yang kita kasihi? qq Apakah praktis bahkan memungkinkan untuk mengampuni dan melupakan ketika kita sudah disakiti? Prinsip-prinsip apakah yang bisa kita pelajari dari pelajaran pekan ini mengenai pengampunan, kurang mengampuni, dan akibat-akibat jika tidak mengampuni? rr Gembong minyak John D. Rockefeller menggunakan praktik bisnis amoral untuk membeli semua aset saingannya. Dia membenarkan perbuatannya itu dengan berkata pada saingannya bahwa mereka perlu menjual perusahaan mereka kepadanya dan membiarkan dia yang menanggung risiko bisnis minyak mereka. Masuklah ke dalam bahtera, dia akan katakan pada mereka, kedengarannya dia seperti sedang melakukan amal bagi mereka, padahal sebenarnya dia sementara menelan mereka. Apakah pelajaran yang telah kita pelajari mengenai betapa mudahnya untuk membenarkan perbuatan-perbuatan yang amoral? 96

PenUntUn GURU 8
Ringkas Pelajaran Ayat Inti: Amsal 21:2.

Anggota Kelas Akan:

Mengetahui: Mengenali kekuatan atau kelebihan yang membuat Yoab berharga sebagai jenderal balatentara Daud dan kelemahannya yang merendahkan kepemimpinannya. Merasakan: Merasakan kelicikan penipuan, dengki, iri hati, dan intrik duniawi dalam upaya mencapai keadilan. Melakukan: Bersandar penuh pada cara-cara Allah untuk mencapai tujuantujuan Allah, bahkan ketika hal itu kelihatan tidak adil.

Garis Besar Pelajaran:

I. Mengetahui: Kuasa untuk Baik dan Jahat A. Sebagai jenderal, Yoab memegang suatu wewenang penting dalam kelompok penyokong Daud. Hal-hal baik apakah yang dilakukan Yoab untuk Daud sepanjang umur Daud? B. Bagaimanakah metode Yoab yang iri hati dan licik merusak dan akhirnya menghancurkan kegunaannya bagi Daud? II. Merasakan: Keluarga dan Loyalitas Suku A. Walaupun loyalitas keluarga adalah sangat penting, bagaimanakah loyalitas keluarga Yoab mengesampingkan prinsip kehormatan dan keadilan? B. Kejahatan apakah yang ia lakukan untuk pembalasan dendam atas kematian adiknya?

III. Melakukan: Hanya Cara Allah A. Bagaimanakah kita dicoba untuk mengikuti ide-ide kita sendiri daripada menunggu cara Allah untuk bertindak demi kita? B. Bagian apakah dalam kehidupan kita yang perlu kita serahkan kepada Allah demi keadilan? RinGkasan: Yoab telah melayani Raja Daud sebagai jenderal selama bertahun-tahun, dan kadang-kadang, memberikan nasihat yang baik kepada Daud. Namun, dengan melakukan balas dendam dengan tangannya sendiri dan bertindak dengan iri hati pada saat melakukan pembunuhan, maka Yoab akhirnya membawa pedang pada dirinya sendiri.

97

Seri Pembelajaran

LANGKAH 1Motivasi
KONSEP UTAMA uNTuk PERTuMBuHAN ROHANI: Jika kita tidak menyerahkan hati kita kepada kebenaran di dalam Yesus, maka kita akan jatuh menjadi mangsa dari akal bulus hati manusia yang berdosa. KHuSuS uNTuk GuRu-guRu: Pelajaran minggu ini menyoroti kehidupan Yoab, jenderalnya Raja Daud, dan memperlihatkan kepada kita tentang seorang yang didorong oleh ambisi dan promosi diri yang tidak suci (keterlaluan). Kehausan Yoab akan kekuasaan dan prestise adalah serupa dengan ketamakan orang-orang di Wall Street yang ketamakan finansial mereka hampir menghancurkan sistem finansial dunia, yang telah menyebabkan resesi global pada tahun 2008. Tujuan Anda dalam Langkah 1 ialah untuk membuat anggota kelas berpikir tentang motivasi yang menggerakkan perbuatan manusia. KEgIATAN PEMBukAAN: Ceritakan dan diskusikan cerita yang sudah diketahui oleh kelas Anda. Di akhir 2008 dan seterusnya, ekonomi dunia (khususnya negara-negara Barat) hampir berantakan. Nilai mata uang didevaluasi, institusi keuangan raksasa seperti Bear Stearns dan Lehman Brothers terurai, orangorang tak terhitung banyaknya kehilangan pekerjaan dan tabungan pensiun mereka, dan pemerintah harus campur tangan dengan membantu sebuah sistem finansial yang berantakan itu. Apakah yang menyebabkan suatu kehancuran sedunia dalam pemasaran finansial? Penyebabnya banyak, tetapi pada umumnya diakui bahwa penyebabnya ialah karena keinginan sekelompok orang kaya elit di New York untuk mendapat keuntungan besar telah mengabaikan pertimbangan rasional dan etis. Mereka menciptakan alat finansial yang berisiko tinggi yang membuat mereka menjadi kaya raya dengan pengorbanan perusahaan mereka, para pemegang saham perusahaan mereka, dan orang-orang lain. Mintalah kelas Anda menceritakan bagaimana hidup mereka kena dampak dari krisis finansial tersebut. Kemudian, bersama dengan kelas, ciptakan sebuah daftar singkat tentang praktik-praktik tidak etis dan tidak jujur yang menuntun kepada krisis itu. Diskusikan dengan kelas Anda apakah praktik-praktik ini adalah hasil dari kurang pertimbangan atau suatu pertumbuhan kondisi kerohanian yang tidak sehat

LANGKAH 2Menyelidiki
Khusus untuk Guru-guru: Tujuan bagian Menyelidiki ini ialah memeriksa hati manusia dan perbuatan-perbuatan yang berasal dari situ. Mengetahui ini, bagaimanakah kita harus menjaga hati kita agar tetap bersandar kepada Allah? 98

Komentar Alkitab I. Persoalan Hati (Baca Amsal 21:2 bersama anggota kelas Anda) Kebenaran yang diungkapkan dalam Amsal 21:2 diceritakan oleh seseorang yang telah mengalami pengalaman seperti Yoab. Kita tidak tahu apakah pengkhianatan Yoab menjadi inspirasi untuk cerita Alkitab ini, tetapi kebenaran tentang ayat ini berlaku untuk semua manusia. Tidak peduli berapa banyak kita menipu diri sendiri karena percaya bahwa tindakan kita adalah benar, Hakim yang pasti ialah Allah. Selanjutnya, perhatian Allah yang utama ialah bukan pada tindakan kita, penampilan kita, atau pertimbangan luar apa saja. Ia paling peduli dengan kondisi hati kita, sebagai tanah tempat tumbuhnya perbuatan-perbuatan kita. Inilah yang Allah sampaikan kepada Samuel pada saat ia melihat pada Eliab, kakak sulung Daud. Tinggi badan dan perawakan luhur dari Eliab mengisyaratkan bahwa dialah raja yang dinanti-nantikan (1 Sam. 16:6), tetapi Allah berpikir lain. Ia berkata kepada Samuel Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati (ayat 7, NIV). Namanya perbuatan jahat, kegagalan Daud tidaklah lebih baik daripada perbuatan Yoab, tetapi ada satu karakteristik yang membedakannya. Ketika diberitahukan dosanya, Daud selalu rela untuk bertobat dan melakukan kehendak Allah. Ia memiliki kelemahan manusiawi yang juga dimiliki oleh kita. Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud, Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku (Kisah 13:22). Bila berhadapan dengan kejahatannya, Yoab menggunakan penyelesaian yang salah. Ia membunuh Abner dengan balas dendam berdarah dingin tetapi ia menyatakan bahwa ia sedang membela Daud karena kemunafikan Abner (2 Sam. 3:30). Ia menaruh Uria dan beberapa tentara pemberani lainnya di garis depan sehingga mati, dan merasa dibenarkan perbuatannya karena raja telah memerintahkan ia melakukannya. Pertimbangkan Ini: Bagaimanakah kita mengukur perbuatan dan perilaku yang nampaknya benar di mata kita? Jika Allah adalah Dia yang mengevaluasi hati dan perbuatan kita, bagaimanakah kita mengetahui standar Allah untuk perilaku dan tabiat yang suci? Pelajaran menyatakan bahwa walaupun sudah bertobat tetap ada harga yang harus dibayar untuk dosa itu. Bagaimanakah Allah mengungkapkan belas kasihan-Nya untuk melembutkan kerasnya akibat dosa kita? II. Kegelapan di Dalam (Baca Yeremia 17:9 dan Amsal 4:23 bersama anggota kelas Anda). Sejak pembunuhan Abner sampai pelariannya ke Bait Allah meminta perlindungan keamanan dari dekret kematiannya yang diperintahkan Raja Salomo, merupakan suatu gambaran gelap tentang kehidupan batiniah Yoab. Tidak ada wajah ceria karena penyerahan pribadi kepada Allah. Tidak ada nada-nada re99

fleksi pribadi yang damai. Yang pasti, itu adalah saat-saat di mana Yoab nampaknya mengungkapkan suatu pengertian yang mendalam tentang perintahperintah Allah, seperti ketika ia mengutus seorang wanita kepada Raja Daud untuk memohon pengampunan dan kembalinya Absalom (2 Samuel 14). Tetapi perbuatan luhur ini puin dilakukan dengan cara tidak jujur, karena Yoab memasukkan unsur kepentingan pribadi apabila Daud tidak berkuasa lagi. Setiap perbuatan yang dilakukannya diperhitungkan untuk keuntungan pribadi. Tidak ada pertimbangan tentang kehendak Allah. Allah, melalui Yeremia, mengatakan kepada kita bahwa hati manusia adalah penipu di atas segala-galanya (Yer. 17:9). Allah sedang menyatakan di sini bahwa hati manusia itu penipu dan pendusta. Tanpa sadar hati itu menipu dan menyesatkan. Selanjutnya, Allah menjelaskan bahwa kita pun tidak mengetahui isi hati kita. Pernyataan demikian menunjukkan budaya pembelaan diri kita bahwa kita sesungguhnya dapat mengenal diri kita sendiri dan memperbaiki perilaku kita. Mungkin kita bisa membuat usaha yang berani dan bahkan mengalami perubahan positif dalam hidup kita, tetapi perubahan yang langgeng hanya terjadi dari suatu hati yang telah berubah di dalam Kristus (Yoh. 15:1-5). Pikiran daging tak dapat tunduk pada hukum Allah (Rm. 8:7). Pertimbangkan Ini: Raja Salomo mendesak: Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan (Amsal. 4:23). Bagaimanakah kita menjaga hati itu agar motif-motif dan perbuatan kita suci? Prinsip-prinsip apakah yang terdapat dalam Mazmur 52 yang bisa menolong kita menjaga hati kita?

LANGKAH 3Menerapkan

KHuSuS uNTuk GuRu-guRu: Salah satu inti dalam pelajaran minggu ini ialah jumlah penipuan yang terjadi pada kehidupan seseorang yang hatinya tidak diserahkan kepada Allah. Bagian praktik ini berusaha memeriksa peran kebenaran dalam menyelamatkan kita dari kebinasaan yang tak terhindarkan yang berasal dari suatu kehidupan yang kurang kejujuran.

Peran apakah yang dimainkan oleh kebenaran dalam menolong kita menghidupkan suatu kehidupan penuh kejujuran? Bagaimanakah kita dapat mengetahui apakah kebenaran itu dan mengaplikasikannya pada setiap dilema yang kita hadapi di dunia ini? Yesus mengatakan: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia (Yoh. 14:6). Dalam ayat ini Yesus menjelaskan kebenaran bahwa Ia adalah Kebenaran. Bagaimanakah kehidupan, kematian, kebangkitan dan kenaikan Yesus menolong kita menghidupkan kehidupan kebenaran? Dampak apakah yang Yesus berikan pada kita dalam soal keputusan-keputusan yang kita buat setiap hari? 100

PERTANYAAN UNTUk DIpIkIRkAN:

Pernahkah Anda memanipulasi suatu situasi untuk memberikan keuntungan pada diri Anda dengan mengorbankan orang lain? Bagaimanakah hasil akhir dari situasi yang Anda manipulasi itu? Bagaimanakah hasil pengambilan keputusan Anda mempengaruhi pembentukan karakter Anda setiap hari? Dapatkah Anda dalam beberapa hal kadangkadang berlaku tidak etis pada orang lain? Mengapa, atau mengapa tidak? Apakah bahaya dari kehidupan yang mendua seperti itu? KESAkSIAN: Komitmen Yesus untuk menghidupkan kejujuran seringkali menyebabkan banyak kesulitan pada diri-Nya sendiri di tengah masyarakat. Bagaimanakah Allah menggunakan ketegangan sosial yang tak bisa dihindarkan itu akhirnya menjadi sarana untuk penyebaran Injil? Mengapa kita sebagai pengikut Kristus tidak usah mengharapkan untuk diperlakukan masyarakat berbeda dengan cara mereka memperlakukan Yesus? Jika kita tidak hidup berkomitmen kepada Allah, bagaimanakah orang-orang sekitar kita bisa mengenal Yesus Kristus sebagai Juruselamat mereka?

PERTANYAAN ApLIkASI:

LANGKAH 4Mempraktikkan

KHuSuS uNTuk GuRu-GuRu: Berikan kegiatan berikut ini kepada anggota kelas Anda. Walaupun banyak dari antara kita tidak akan pernah berada dalam posisi seperti Yoab sebagai panglima tentara Raja Daud, setiap hari kita dihadapkan dengan dilema etika. Tanyakan anggota kelas bagaimana mengaplikasikan apa yang mereka telah pelajari minggu ini untuk menolong menyelesaikan dilema berikut. Atau cari contoh yang lain.

Kegiatan: Manajer Anda sangat menyulitkan Anda. Bahasanya seringkali kasar dan kadang-kadang menempelkan namanya pada hasil kerja keras Anda dan menyatakan bahwa ia yang melakukannya. Pada saat Anda membaca sebuah dokumen yang sedang disiapkannya untuk dilaporkan kepada pimpinannya, Anda melihat sebuah kesalahan besar di laporan itu yang nantinya bisa sangat memalukan dia. Apakah yang harus Anda perbuat dan mengapa? Anda sedang berbelanja di sebuah super market dan Anda memperhatikan seorang wanita muda yang sedang menggendong anaknya berumur dua tahun yang kelihatannya sedang sakit. Wanita itu memandang dengan mata mencurigakan ke sekeliling, tetapi tidak memperhatikan Anda. Kemudian wanita itu mengambil dua botol obat bayi dan memasukkan ke dalam saku jaketnya. Apakah yang harus Anda perbuatmemberitahukan pada petugas keamanan, menawarkan untuk membayar obat itu, atau membiarkan saja pencurian itudan mengapa? 101

Pelajaran 9

*20-26 November 2010

Rizpa: Pengaruh Kesetiaan

SABAT PETANG
BACAAN UNTUK PELAJARAN PEKAN INI: Ulangan 30:19; 2 Samuel 3:6-11; 21:1-9; Markus 13:13. Ayat HaFalan: Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok (Mazmur 91:4).

isah Rizpa adalah sebuah cerita mengenai orang luar yang memainkan peranan orang dalam. Dia hanya disebut dua kali di dalam Alkitab, dan kedua peristiwa itu berhubungan dengan masa pemerintahan awal dari Daud, bisa saja sebelum perselingkuhannya dengan Batsyeba (2 Samuel 11). Kebanyakan komentator Alkitab setuju bahwa 2 Samuel 21-24 terbentang secara terurut sesudah 2 Samuel 20 tetapi sebaliknya mereka menyediakan informasi yang tidak cocok dengan alur cerita umum kehidupan Daud. Rizpa muncul di sudut cerita Raja Daud. Sebagai seorang gundik raja sebelumnya, dia tidak memiliki banyak pilihan. Sebetulnya, prospeknya sangat suram dan menyedihkan. Dua putranya telah mati, keluarga besar almarhum suami di tepi kehancuran, namun dia tetap bertindak dengan baik, gantinya duduk di suatu sudut sambil meratapi nasibnya yang buruk. Kehadirannya dalam dua periode sejarah Daud membuat dia seorang pembuat raja dan pembangun bangsa. Kita semua dapat belajar sesuatu yang sangat penting dari Rizpa: kesetiaan bukan bergantung pada keadaan atau pada nasib baik (atau buruk). *Pelajari pelajaran pekan ini untuk persiapan Sabat, 27 November.

102

MINGGU
GUNDIk SANG RAJA

21 November

Ada banyak acuan kepada gundik di dalam Perjanjian Lama (Kej. 25:5, 6; Hak. 8:30, 31; 2 Sam. 5:13-16; 1 Raj. 11:2, 3). Apakah yang dapat kita pelajari dari acuan ini dan acuan-acuan lainnya? Gundik atau selir seringkali diambil dari deretan budak wanita atau dari pembantu keluarga. Tujuan utama mereka adalah untuk menghasilkan turunan, status dan kedudukan sosial mereka sama dengan seorang istri. Seorang lelaki dianggap sebagai suami seorang gundik (Hak. 20:4), dan anak-anak mereka tercatat dalam silsilah (Kej. 22:24) dan akan menerima sebagian dari warisan (Kej. 25:5, 6). Sangat menarik untuk diperhatikan bahwa gundik-gundik tampil kebanyakan di zaman patriark (para bapa); di saat monarki awal, gundikgundik dihubungkan dengan keluarga istana. Bacalah 2 Samuel 3:6-11. Apakah yang dapat kita pelajari mengenai Rizpa dan semua keadaannya pada saat tersebut? Rizpa, yang namanya berarti bara yang menyala (lihat Yes. 6:6, yang menggunakan kata yang sama), adalah bagian dari keluarga istana Isyboset (laki-laki penuh aib), satu-satunya putra Saul yang masih hidup, atas bantuan Abner, telah dijadikan raja atas Israel dan telah berpindah ke seberang Yordan ke Mahanaim (2 Sam. 2:8-10). Bukti bahwa penulis Alkitab memasukkan informasi mengenai ayah Rizpa (anak perempuan Aya) memberi kesan bahwa keluarganya tadinya penting dan dia bukan seorang budak. Ironisnya, nama putra Saul muncul dalam bentuk yang lain di dalam silsilah Saul, sebagai Esybaal [laki-laki Baal] (1 Taw. 8:33). Bentuk yang digunakan dalam 2 Samuel 2:8-10 nampaknya sebuah penghinaan halus dari penulis Alkitab: laki-laki Baal membawa aib kepada keluarga Saul sehingga artinya lelaki penuh aib. Keadaan hidup Rizpa sangat jauh dari impian. Dia termasuk dalam keluarga Saul, dan walaupun Jenderal Abner mendukung Isyboset, turunan Saul yang lemah, sebagai gundik Saul, Rizpa tidak mempunyai perlindungan. Nasibnya seakan-akan di luar kendali tangannya, diatur oleh kekuatan-kekuatan dan keadaan yang jauh di luar wewenang atau kendalinya. Yesus berkata pada kita jika seorang lelaki memandang seorang perempuan dengan nafsu, dia telah melakukan zina dengannya di dalam hati (Mat. 5:28). Akan tetapi, banyak abdi Allah memiliki gundik-gundik di dalam Perjanjian Lama. Bagaimanakah kita mencocokkan ini dengan fakta yang diucapkan Yesus? (Sementara Anda memikirkan sebuah jawaban, ingatlah bahwa karena sesuatu disebutkan dipraktikkan di dalam Alkitab bukan berarti Allah menyetujui hal itu atau itu merupakan cara hidup yang terbaik). 103

SENIN
NAmANYA DISEbUT

22 November

Keadaan Isyboset tidak begitu baik dalam peperangan antara keluarga Saul dan keluarga Daud (2 Sam. 3:1). Dengan membandingkan situasi istana Isyboset yang semakin memburuk, catatan Alkitab menyisipkan dalam bagian cerita ini daftar anak-anak lelaki Daud yang dilahirkan di Hebron (2 Sam. 3:2-5). Daftar ini mencerminkan kekuatan Daud yang semakin bertambah, karena banyak anak lelaki berarti masa depan dan kesejahteraan. Seperti yang telah kita lihat (2 Sam. 3:7-10), Isyboset, lelaki penuh aib, menuduh jenderalnya, Abner, telah meniduri gundik ayahnya, Saul. Melihat reaksi Abner yang keras, ini adalah pelanggaran yang serius. Bacalah ayat-ayat berikut ini dan jelaskan apa artinya meniduri istri atau gundik seorang yang berkuasa di dalam Perjanjian Lama. 2 Sam. 16:21, 22; 20:3; 1 Raj. 2:21, 22. ________________________________________________________________ ________________________________________________________________ ______________________________________________________________ Rizpa tidak terlalu aktif dalam cerita itu, yang fokus pada Abner dan Isyboset. Betapapun juga, dia hanyalah seorang gundik. Dia bagaikan salah satu pion dalam permainan kekuasaan antara dua lelaki. Ayat Alkitab tidak jelas apakah Abner benar-benar tidur dengan Rizpa agar bisa merebut takhta. Kenyataannya dia begitu cepat berubah sikap memberi kesan bahwa ini hanyalah rumor buruk yang telah tersebar di takhta kerajaan darurat di Mahanaim. Jika dia benar-benar ingin menjadi raja Israel, mungkinkah dia begitu rela bergabung kekuatan dengan Daud, yang diurapi Allah? Abner benar-benar memenuhi ancamannya untuk berpihak kepada Daud (2 Sam. 3:9, 10, 12). Tuduhan Isyboset menggerakkan salah satu orang palingberkuasa dalam keluarga Saul untuk berpihak kepada keluarga Daud. Dan nyatanya ini terjadi tidak lama sesudah tuduhan itu (see 2 Samuel 4). Penyebab perubahan itu benar-benar adalah ketika nama Rizpa disebut. Walaupun Rizpa tidak aktif dalam cerita ini, dia sangat penting. Tanpa reaksi Abner terhadap tuduhan Isyboset, peperangan antara kedua pihak itu bisa berlanjut lebih lama. Kita tidak tahu apa yang selanjutnya terjadi dengan Rizpa. Dia muncul kembali dalam riwayat hidup Daud dalam 2 Samuel 21:1-14, di mana dia memainkan peranan halus yang luar biasa dalam mempersatukan suku-suku dan fraksi-fraksi. Begitu sering kita temukan diri kita terseret ke dalam keadaan yang tak dapat kita kendalikan. Meskipun demikian apakah yang dapat kita kendalikan, dan mengapa pada akhirnya, itu adalah yang paling penting? Lihat Ul. 30:19; Mrk. 13:13. 104

SELAsA

23 November

MATA GANTI MATA SEbUAH SOLUSI YANG NYAmAN?


Kelaparan yang gawat terjadi di Israel. Naskah Ibrani menekankan periode yang lama tanpa hujan sama sekali (selama tiga tahun, tahun demi tahun). Ini bukan sesuatu yang normal. Orang-orang menganggap bahwa Tuhan yang bertanggung jawab langsung memberikan dan menahan hujan. Daud mencari wajah Allah. Tidak diceritakan bagaimana Daud menerima jawaban Allah, tetapi isinya sangat jelas: Pada Saul dan keluarganya melekat hutang darah (2 Sam. 21:1). Bacalah 2 Samuel 21:1-6. Mengapa keturunan Saul yang harus menderita dari kesalahan leluhur mereka? Apakah ini tidak bertolak belakang dengan Ulangan 24:16; Yeremia 31:29, 30; dan Yehezkiel 18:1-4? Ini adalah isu yang panas dan menyebabkan perdebatan antara orang-orang terpelajar. Di manakah keadilan Tuhan? Apakah keadilan sesuatu yang kolektif atau perorangan? Beberapa komentator mengusulkan bahwa Daud menggunakan kelaparan itu sebagai alasan yang mudah untuk menyingkirkan semua saingan yang bisa merampas takhta dan bahwa berfirmanlah Tuhan dalam 2 Samuel 21:1 adalah sebuah manipulasi cerdik atas pesan-pesan Ilahi untuk kepentingan Daud sendiri; tetapi, tidak ada pertanda dalam ayat Alkitab bahwa ini yang Daud maksudkan. Naskah itu dengan jelas menyatakan bahwa Saul berusaha untuk memusnahkan orang-orang Gibeon, yang berhubungan dengan bangsa Amori, penduduk asli Kanaan sebelum Israel mengambil alih Palestina. Ayat ini menerangkan sebuah prinsip Alkitab yang sangat penting: walaupun keselamatan bergantung pada keputusan-keputusan kita, semua tindakan dan pilihan kita mempengaruhi mereka di sekeliling kita dan tidak pernah terjadi dengan sendirinya. Ketika raja-raja yang setia memerintah di Yerusalem, Yehuda mengikuti hukum Allah dan berusaha untuk hidup selaras; pada sisi yang lain, raja-raja yang tidak setia membawa kemerosotan bagi orang Israel. Di dalam naskah-naskah sejarah Perjanjian Lama, tidak ada acuan mengenai usaha Saul untuk menghancurkan orang-orang Gibeon. Akan tetapi, sebuah contoh mengenai pembalasan Saul atas Kota Nob tempat imam-imam (1 Samuel 21) memberi kesan bahwa Saul sanggup melakukan hal ini. Semangat Saul kelihatannya baik dari luar (bagaimanapun juga, orang-orang Gibeon adalah orang asing), tetapi evaluasi Ilahi mengenai tindakan ini menunjukkan bahwa Allah menjunjung tinggi kesetiaan (Yos. 9:15-21). Allah mengharapkan kita untuk menghormati janji-janji kita. Seperti yang akan kita lihat, Rizpa (dan Raja Daud) memberikan sebuah pelajaran moral mengenai kesetiaan. Walaupun kita tidak mengerti sepenuhnya mengapa harus terjadi kelaparan karena dosa-dosa Saul, kita harus selalu ingat bahwa perbuatanperbuatan kita berakibatselalu. Namun, sebagai orang Kristen, bukankah kita harus menghindar dari berbuat salah, bukan karena kemungkinan akibat-akibatnya tetapi karena tindakan itu salah? Apakah yang membuat Anda patuh: rasa takut akan akibat dari perbuatan salah, atau Anda tidak mau berbuat salah, titik? 105

RABU
KESETIAAN ADALAH JALAN HIDUp

24 November

Daud menyetujui permintaan orang-orang Gibeon, dan mereka menemukan tujuh keturunan Saul. Di sini kita kembali bertemu dengan Rizpa. Dua putranya dari Raja Saul berada di antara mereka yang dipilih untuk dieksekusi agar bisa terjadi pendamaian. Dua Samuel 21:3 menggunakan kata Ibrani pendamaian, yang berfungsi sebagai istilah teknis untuk menandai pendamaian dan terlihat dalam konteks seperti Hari Raya Pendamaian di dalam Imamat 16. Bacalah 2 Samuel 21:1-9. Apakah pengertian Anda mengenai ayat-ayat ini? Atau dapatkah kita mengerti isinya? Dengan cara-cara apakah ini bisa menjadi contoh bahwa ada Firman yang tidak dapat dimengerti dengan baik melainkan hanya dipercayakan kepada Tuhan saja? Apakah contohcontoh lain yang seperti ini (tentang hal-hal yang tak dapat kita mengerti dengan baik) kejadian-kejadian yang bisa Anda temukan di dalam Alkitab yang, walaupun pengertian kita terbatas, hanya perlu dipercayakan dalam kebaikan dan kemurahan hati Tuhan saja? Daud mengingat sumpahnya kepada sahabatnya Yonatan (1 Sam. 20:12-17, 42), dan, oleh karena itu, dia tidak menyerahkan putra Yonatan Mefiboset kepada orang-orang Gibeon. Ini menekankan sebuah poin penting dalam naskah Alkitab: walaupun Saul telah merusak sumpahnya kepada orang-orang Gibeon, Daud menghargai sumpahnya terhadap Yonatan, bahkan sesudah kematiannya. Apakah yang dilakukan Rizpa ketika anak-anaknya dibunuh? 2 Sam. 21:9, 10. Apakah yang ayat-ayat ini ceritakan mengenai dia? Penulis menekankan rasa hormatnya yang tinggi terhadap tindakan-tindak an Rizpa dengan mengulangi nama ayahnya (bandingkan 2 Sam. 3:7), bertolak belakang dengan Daud, yang tidak disebut sebagai raja atau oleh garis keturunannya. Kita hanya dapat membayangkan rasa sakit yang Rizpa alami ketika dia menyaksikan tujuh jenazah yang dieksekusi. Dia membangun pondok kecil dari kain karung, dan di sana, di bawah langit terbuka, dia berkemah di dekat jenazah-jenazah yang membusuk agar terlindungi dari penajisan hewan dan burung. Rizpa melakukan ini bukan hanya selama satu atau tujuh hari, sepertinya dia menjaga mayat-mayat ini selama berminggu-minggu, hingga tiba hujan musim gugur. Rizpa bukan hanya seorang ibu yang setia, tetapi dia menonjol sebagai teladan kesetiaan yang indah di tengah-tengah cerita yang didominasi orang-orang yang tidak selalu setia.

106

KAmIs
MEmbANGUN SEbUAH BANGSA

25 November

Teladan kesetiaan Rizpa mendapat perhatian Daud. Sekali lagi penulis Alkitab kembali menyebutkan silsilah lengkap Rizpa ketika kepada Daud diberitahukan mengenai perbuatannya. Dia bukan sekadar seorang ibu, dia seorang anak perempuan Aya dan gundik Saul. Kehadirannya di bukit di hadapan Tuhan, di dekat ketujuh jenazah, sepertinya memotivasi Daud untuk mempertimbangkan perbuatannya yang penting itu: dia menyuruh agar jenazah Saul, Yonatan, dan semua keturunannya dimakamkan kembali dengan layak. Bacalah 2 Samuel 21:11-14. Bagaimanakah Daud dipengaruhi oleh perbuatan-perbuatan Rizpa? Banyak tetangga Israel menganggap pemakaman yang layak sangat penting, yang mempengaruhi kemampuan almarhum untuk mencapai tempat di mana dewa-dewa memberikan hukuman mereka. Piramida-piramida Mesir adalah kuburan besar, memberi kesaksian pentingnya arti pemakaman dalam kebudayaan Mesir. Berbeda dengan Israel, praktik pemakaman mereka tidak rumit, karena para penulis Alkitab memandang kematian sebagai suatu keadaan tanpa kesadaran (Pkh. 9:5, 6). Namun pemakaman ini sangat penting, karena menandai akhir dari perkelahian antar suku dan meletakkan fondasi bagi Israel yang bersatu. Bacalah kembali 2 Samuel 21:1-14. Apakah penyebab kelaparan itu? Kelaparan tidak langsung berakhir sesudah tujuh keturunan Saul dieksekusi. Allah menanggapi permohonan bagi negeri itu hanya sesudah Daud menyediakan tempat peristirahatan yang layak bagi jenazah Saul dan keturunannya. Dengan kata lain, itu juga memerlukan rekonsiliasi. Teladan kesetiaan Rizpa, walaupun terjadi dalam keadaan nekat dan putus asa, sepertinya telah membawa kesetiaan dan rekonsiliasi pada skala yang lebih besar, menghasilkan Bangsa Israel yang bisa memulai penyembuhan dari luka-luka peperangan antar suku. Peranan Rizpa terjadi di saat yang penting dalam pemerintahan Daud dan mengajarkan sebuah pelajaran yang menggema selama berabad-abad: keadaan sendiri tidak menjadikan atau menghancurkan seorang anak Allah; tetapi, kitalah yang menentukan pilihan-pilihan kita, apakah itu baik atau jahat, apakah kita akan menjadi orang yang bisa diperjualbelikan atau apakah kesetiaan kita berkuasa mempengaruhi kehidupan orang di sekitar kita. Dengan hidup yang setia, Rizpa secara halus mempengaruhi hasil akhir dari sebuah bangsa. Perhatikanlah kuasa dari sebuah teladan: melalui perbuatan-perbuat an Rizpa, gundik musuhnya Daud sangat mempengaruhi Daud. Apakah artinya bagi kita, siapa pun kita, mengenai kesanggupan pengaruh kita? Pikirkanlah mereka yang sementara kita pengaruhi. Bagaimanakah Anda bisa menjadi pengaruh yang lebih baik daripada yang sekarang ini? 107

JUmAT

26 November

PelajaRi Lebih LanjUt: Kabar Injil itu adalah berita damai. Kekristenan adalah sebuah sistem, yang bila diterima dan dituruti akan menyebarkan damai, keselarasan dan kebahagiaan di seluruh bumi ini. Agama Kristus akan mempersatukan dalam ikatan persaudaraan yang erat semua orang yang menerima pengajaran-Nya. Misi Yesus adalah memperdamaikan umat manusia dengan Allah, demikian juga antara sesama manusia.Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 8, hlm. 48. Adalah satu hal untuk membaca dan mengajar Alkitab, dan hal yang lain untuk memiliki, prinsip-prinsipnya yang memberi hidup, dan yang menyucikan, tertanam di dalam jiwa kita. Allah berada dalam Kristus, mendamaikan dunia kepada Allah. Jika mereka yang mengaku sebagai pengikut-Nya menarik diri, tidak menunjukkan minat yang penuh kasih sayang dan penuh kasihan, berarti mereka tidak disucikan bagi Allah. Mereka tidak memiliki kasih-Nya di dalam hati mereka.Ellen G. White, The Review and Herald, March 17, 1910.
nn Di dalam kelas Sekolah Sabat Anda, pikirkanlah cara-cara untuk menunjukkan kesetiaan Tuhan kepada masyarakat Anda yang belum mengenal Tuhan secara pribadi. oo Apakah kesetiaan itu? Mintalah beberapa anggota kelas untuk mendefinisikan kesetiaan, dengan menggunakan tokoh-tokoh Alkitab sebagai teladan kesetiaan. pp Seringkali kita sepertinya kehilangan harapan dan tanpa pilihan lain di dalam keadaan hidup kita. Apakah yang dapat kita pelajari dari seorang wanita seperti Rizpa, yang walaupun keadaannya seperti itu, bertindak dengan setia terhadap Tuhan? qq Para pengikut Tuhan memiliki gundik? Keturunan yang menderita karena dosa orangtua mereka? Kisah ini meninggalkan banyak pertanyaan yang tak terjawab kepada seorang pembaca modern. Tentu, seperti segala sesuatu dalam kehidupan kita, ada saja pertanyaan yang tak ada jawabannya. Sebagian dari itu berarti hidup dengan iman adalah hidup dengan pertanyaan-pertanyaan yang tak ada jawabannya (Bagaimanapun juga, jika segala sesuatu mempunyai jawaban, di manakah fungsi dari iman nanti?). Sudahkah Anda belajar untuk hidup dengan pertanyaan-pertanyaan yang tak ada jawabannya? Apa sajakah yang telah Anda pelajari dari situasi yang tidak terjawab yang dapat membantu orang lain yang sedang bergumul dengan pertanyaan-pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang, untuk sekarang ini, tidak pernah didapat? rr Renungkan lebih dalam mengenai kuasa sebuah teladan. Siapakah teladanteladan yang besar di dalam kebudayaan dan masyarakat Anda? Apakah mereka teladan yang baik atau buruk? Bagaimanakah dengan teladan Anda? Pengaruh seperti apakah yang Anda miliki terhadap mereka yang memperhatikan tabiat Anda? Apakah teladan Anda berbeda di rumah dengan di depan umum atau di dalam gereja? Apakah mereka yang mengagumi teladan Anda di depan umum terkejut jika melihat Anda di rumah?

PeRtanyaan-peRtanyaan UntUk DidiskUsikan:

108

PenUntUn GURU 9
Ringkasan Pelajaran Ayat Kunci: 2 Samuel 21:10.

Anggota Kelas Akan:

Mengetahui: Menyadari betapa kesetiaan Rizpa, seorang gundik tak berarti dari seorang raja yang gagal, memberikan pengaruh pada peristiwa-peristiwa besar pada bangsa Israel. Merasakan: Melihat bagaimana Rizpa bertekad untuk melakukan sesuatu yang kecil untuk keluarganya, walaupun ia tak berdaya dan sangat kehilangan. Melakukan: Menyerahkan segenap tenaga kita untuk setia dalam peran apa saja yang Allah telah berikan pada kita.

Garis Besar Pelajaran:

I. Mengetahui: Ibu yang Berduka A. Rizpa adalah ibu dari dua anak Saul yang dihukum mati karena pengaturan keadilan yang dimintakan Allah dari Daud dan bangsa Israel. Bagaimanakah Rizpa menanggapi putusan hukuman ini? B. Tindakan kesetiaan apakah yang dibuatnya sehingga menyadarkan Daud, dan apakah hasilnya bagi bangsa Israel? II. Merasakan: Pembela yang Berani A. Sendirian dengan orang matinya di atas gunung, ibu ini mengusir binatang dan burung pemangsa siang malam selama bermingguming gu? Apakah kira-kira yang kita rasakan dan perbuat bila berada dalam keadaan tak berpengharapan seperti ini? III. Melakukan: Tugas Sendirian A. Kita bisa merasa tak berdaya dan tak-berarti, tetapi kita masih bisa memilih untuk tetap setia, apa pun lingkungan kita. Tantangan apakah yang sedang kita hadapi hari ini di mana kita perlu untuk melakukan tugas kita, walaupun sendirian?

RinGkasan: Walaupun Rizpa menderita kehilangan yang hebat, ia dengan berani membela jenazah anak-anaknya dari binatang-binatang pemangsa sampai Raja Daud memerintahkan untuk menguburkan tulangtulang Saul dan anak-anaknya, yang membawa keadilan dan damai kepada bangsa Israel.

109

Seri Pembelajaran

LANGKAH 1Motivasi
KONSEP UTAMA uNTuk PERTuMBuHAN ROHANI: Kesetiaan adalah ukuran yang tepat untuk komitmen rohani seseorang. KHuSuS uNTuk GuRu-guRu: Bantulah anggota kelas Anda belajar bahwa kesetiaan kepada Allah, walaupun dalam hal-hal yang kita anggap kecil adalah lebih penting daripada pujian manusia, pengakuan dunia, ataupun prestasi pribadi. Allah memanggil kita kepada kesetiaan, bukan pada kesuksesan. William Carey, yang kadang-kadang disebut sebagai Bapa Misi Modern, bekerja selama tujuh tahun sebelum memenangkan satu orang pertama di India. Robert Morrison, di Cina, dan Adoniram Judson, di Myanmar, juga menunggu lebih dari lima tahun untuk menyambut orang-orang pertama yang bertobat kepada Kristus. Cerita-cerita serupa juga terjadi di tempat-tempat lain. Kalau saja para misionaris ini lebih mementingkan tanda-tanda sukses di luar daripada kesetiaan, maka mereka dengan mudah sudah menyerah dan menjadi putus asa. Walau kecewa dan frustrasi, mereka telah memilih untuk tetap setia pada panggilan dan pekerjaan mereka. Sukses mereka adalah hasil kesetiaan mereka, bukanlah orang-orang yang bertobat yang menjadi ukuran sukses mereka. Seandainya mereka tidak setia dalam lingkungan yang sulit dan menantang itu, maka mereka tak pernah akan mengalami sukacita melihat kerajaan Allah maju melalui usaha mereka. KEgIATAN PEMBukAAN: Dengan menggunakan papan tulis atau kertas besar, mintalah anggota kelas untuk membuat suatu daftar hal-hal yang ada di alam yang sangat dipercaya, misalnya matahari yang setiap hari terbit di timur. Gravitasi yang menarik benda-benda ke bawah, pohonpohon yang mengeluarkan daun-daun baru, dll. Diskusikan konsekuensi ekologis dan biologis jika alam gagal dipercaya dalam hal-hal ini. Sifat ketergantungan ini adalah ukuran kelayakan untuk mempercayai orang lain; kesetiaan mengungkapkan keinginan kita untuk bisa dipercaya. Diskusikan pentingnya menjadi orang yang dapat dipercayai oleh Allah, dengan membandingkan sifat ketergantungan kita pada contoh-contoh dari alam.

LANGKAH 2Menyelidiki
KHuSuS uNTuk GuRu: Dalam salah satu perumpamaan di Matius 25, tiga orang hamba dipercayakan dengan berbagai tingkat tanggung jawab. Orang pertama menerima lima, yang kedua menerima tiga, dan yang ketiga menerima satu. Apa pun ukuran ini, setiap orang diharapkan untuk menjadi setia. Kedua orang yang pertama dan kedua terbukti setia dan dihormati oleh ma110

jikan mereka ketika ia kembali dari perjalanannya. Orang ketiga tidak setia. Secara manusia, kita bisa tergoda untuk memaafkan hamba yang ketiga itu, karena memikirkan bahwa ia menerima tanggung jawab yang kecil. Apakah hal itu menjadi persoalan, karena hanya ada sedikit peluang untuk dia? Namun Allah tidak demikian. Kesetiaan bukan hanya diharapkan, tetapi dituntut dari setiap orang dalam membagi berkat rohani. Rizpa, seorang tokoh yang hampir tidak diperhatikan di dalam lembaran-lembaran Alkitab, memberikan kepada generasi kita yang mementingkan diri ini satu contoh yang kokoh dalam kesetiaan. Seperti janda yang dengan setia memberikan derma yang sedikit di Bait Allah, Rizpa memberikan inspirasi kepada generasi masa depan tentang sifat kesetiaan dan dapat dipercaya dengan cara yang sederhana. Komentar Alkitab I. Gundik Raja (Tinjaulah 2 Samuel 3:611 bersama anggota kelas Anda). Barangkali benarlah bahwa instrumen musik yang paling sulit dimainkan ialah biola suara kedua. Demikian juga kesulitan para gundik di zaman dahulu. Tak pernah diterima sebagai istri penuh, dinilai karena kemampuan mereka melahirkan anak, wanita-wanita ini hidup dengan hak dan kesempatan yang sedikit. Seringkali menjadi seperti alas kaki dari sebuah peradaban yang didominasi laki-laki, mereka dapat mengharapkan bahwa anak-anak mereka dipandang enteng oleh anak-anak dari istri penuh, dan hubungan perkawinan mereka pun seringkali tidak diterima sepanjang umur, dan akibatnya mereka hidup merana. Beginilah kira-kira nasib hidup Rizpa. Situasi menjadi lebih buruk karena suaminya Saul tewas secara memalukan, dikaitkan dengan hubungan gelap dengan seorang jenderal, kemudian anak-anaknya dieksekusi atas perintah Daud. Namun, Rizpa dikenang karena kesetiaannya di tengah situasi yang menyedihkan itu! Pertimbangkan Ini: Bagaimanakah tingkat kesetiaan saya ketika saya tidak dipilih menjadi pemimpin jemaat walaupun jelas kualifikasi saya jauh lebih baik daripada orang-orang yang dipilih? Atau walaupun status saya rendah di masyarakat, bagaimanakah saya bisa memperlihatkan kesetiaan? Atau bagaimanakah seorang budak wanita kecil yang tidak penting bisa mempengaruhi sejarah karena ia dengan setia membagikan imannya kepada majikannya Naaman? Atau bagaimanakah sebuah peradaban bisa dijaga melalui kesetiaan seorang budak bernama Yusuf? II. Kesetiaan adalah Suatu Jalan Hidup (Tinjaulah 2 Samuel 21:1-9 bersama anggota kelas Anda). Di daerah Timur Jauh zaman kuno adalah hal yang biasa bagi seorang raja dianggap sebagai lembaga negara dan wakil rakyat. Selama pemerintahan Mursilis raja orang Het, sebuah tulah selama dua puluh tahun terjadi akibat ulah penghinaan-penghinaan yang dilakukan oleh pendahulunya, dan usaha-usaha 111

telah diadakan untuk memperbaikinya dan untuk mengadakan pemulihan. John H. Walton, Victor H. Matthews, and Mark W. Chavalas, The IVP Bible Background Commentary (Downers Grove, Ill.: InterVarsity Press, 2000), hlm. 350. Walaupun usaha Daud untuk memperbaiki kesalahan Saul terhadap orangorang Gibeon bisa dianggap sebagai tindakan barbarik (biadab) berdasarkan pemikiran modern, hal itu haruslah dianggap sebagai usahanya (sesuai budaya saat itu) untuk memperbaiki hancurnya kesetiaan yang dilakukan oleh Saul. Namun kita bisa saja mempertanyakan cara dan motif Daud, ayat itu menyarankan bahwa orang-orang Kristen seharusnya mempertimbangkan kewajiban untuk setia terhadap janji yang telah dibuat dengan orang lain. Di samping itu, cerita 2 Samuel 21:1-9 menimbulkan pertanyaan bahwa orang-orang Kristen juga harus tanyakan pada diri mereka sendiri: Berapa besarkah kewajiban memenuhi janji yang dibuat oleh pemerintah, kebudayaan, dan nenek moyang? Pertimbangkan Ini: Tanggung jawab apakah yang mungkin kita miliki karena setia terhadap janji-janji yang telah dibuat oleh generasi sebelumnya? Mengapa kita seharusnya memberikan perhatian terhadap kewajiban untuk generasi depan bila kita membuat janji sekarang ini?

LANGKAH 3Menerapkan
KHuSuS uNTuk GuRu-guRu: Ketika Rizpa melindungi mayat-mayat anaknya yang telah dieksekusi, hal itu menarik perhatian Daud. Jelasnya Daud terkesan dengan perbuatan luhur itu. Walaupun kita mungkin bukan selebriti, kita mungkin ditempatkan dalam posisi yang bisa mempengaruhi para pejabat pemerintah dan pemimpin masyarakat. Umat Allah mungkin tidak sadar bahwa mereka sedang diobservasi oleh elit masyarakat; kesetiaan mereka telah mengubah jalannya sejarah lebih dari sekali. KeGiatan: Seorang yang sederhana tetapi bisa mempengaruhi negaranya ialah Desmond Doss, pahlawan Perang Dunia II, yang dianugerahi Congressional Medal of Honor. Dipuji karena menyelamatkan ratusan nyawa tentara selama beberapa kali pertempuran di Pacific Theater, ia sendiri hampir tewas di Pertempuran Okinawa. Walaupun ditertawai dan dihina karena kesetiaannya pada keyakinannya tentang pemeliharaan hari Sabat dan sikap tidak memanggul senjata pada saat perang, ia mendapatkan penghormatan dari para komandan dan teman-teman tentara di barisan perangnya. Sikap yang sama yang menyebabkan Doss menolak menembakkan senjatanya adalah sikap yang sama yang menyebabkan ia bertindak berani di hadapan bahaya. Sikap apakah itu dan mengapa itu penting? Dengan cara apakah kita dipanggil untuk melakukan yang sama, walaupun berbeda dengan lingkungan kita sekarang? 112

PERTANYAAN ApLIkASI:

LANGKAH 4Mempraktikkan
KHuSuS uNTuk GuRu-guRu: Kesetiaan dalam hal-hal yang dianggap kecil seringkali membentuk dasar untuk kesetiaan pada keputusan-keputusan yang lebih besar. Kesetiaan dalam hal sederhana memilih makanan yang tepat seperti yang dilakukan oleh Sadrakh, Mesakh, dan Abednego telah menghasilkan perubahan sejarah sehubungan dengan penyembahan di dataran Dura. Hal itu juga menyiapkan Daniel untuk berdiri teguh dalam penyembahan, walaupun mengetahui bahwa keputusannya akan menuntun dia ke sarang singa. Teladan Rizpa bukanlah suatu materi yang menjadi kepala berita di koran-koran tetapi mewakili ratusan keputusan setiap hari yang kita lakukan dalam rangka membentuk karakter kita. KeGiatan Kelas: Sebagai suatu kelas, ciptakan sebuah foto yang menunjukkan suatu perbuatan sederhana tentang kesetiaan setiap hari. Ini bisa dilakukan dengan menggunakan foto-foto yang ada atau mengambil foto baru sebagai kegiatan kelompok. Bagaimanakah ide-ide ini secara bersama mengilustrasikan kesetiaan? Apakah yang diajarkan oleh kesetiaan pada hal-hal yang kecil sehubungan dengan kesetiaan pada hal-hal yang besar? Mengapa sulitatau bahkan mustahilsetia pada hal yang besar tanpa setia pada hal yang kecil? PILIHAN LAIN: Untuk melakukan kegiatan ini tanpa foto, mintakan kelas Anda untuk menggambarkan di dalam pikiran mereka tentang perbuatan kesetiaan yang sederhana yang mereka syukuri setiap hari. Mintakan mereka untuk menceritakan atau menggambarkan kesetiaan mereka itu. Kemudian tanyakan pertanyaan yang diberikan di atas.

113

Pelajaran 10

*27 Nov.3 Des. 2010

Abdi Allah: Penurutan Bukanlah Opsional


SABAT PETANG
BACAAN UNTUK PELAJARAN PEKAN INI: Keluaran 32; 1 Raja-raja 13:1-34; Daniel 5:13-17; Lukas 16:31; Yohanes 15:24; 2 Timotius 4:3. Ayat HaFalan: Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah (2 Petrus 1:20, 21).

ekan ini kita akan mempelajari salah satu cerita yang paling aneh di dalam Perjanjian Lama. Dalam sekilas pandang kita dapati seorang raja yang murtad, seorang nabi yang membuat larangan makanan tertentu, dan sebuah mezbah yang terbelah bagaikan telur yang pecah, dan yang lebih menggelisahkan, seorang nabi tua yang berdusta dan seekor singa pilihan yang berbahaya. Kisah ini terjadi pada tahun-tahun awal kerajaan yang terpecah, masa ketegangan politik dan rohani. Di bawah pimpinan Yerobeam (dan ungkapan janji dari Tuhan, 1 Raja-raja 11:29-39), sepuluh suku Israel telah memisahkan diri dari Rehabeam, putra Salomo dan pewaris kerajaan Daud. Peperangan bergema di udara, dan pada saat ketidakstabilan inilah Tuhan mengirimkan nabinya dengan pesan khusus kepada Raja Yerobeam mengenai pemujaan berhala di kerajaan Utara, yang akan membuktikan kejatuhannya. Di bawah permukaan kisah ini mengenai seorang nabi tak bernama terletak isu penurutan yang penting dan betapa serius-Nya Tuhan menanggapi penurutan kita. Apa pun pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab, kisah ini menunjukkan bahwa ungkapan Injil apa pun tanpa menghasilkan penurutan, atau karena terpaksa, adalah sebuah Injil palsu. *Pelajari pelajaran pekan ini untuk persiapan Sabat, 4 Desember.

114

Minggu
POLITIk-pOLITIk AGAmA

28 November

Sesudah kematian Salomo, keputusan buruk dari Rehabeam, putranya, menuntun pada perpecahan bangsa, dengan Raja Yerobeam memerintah di Israel, kerajaan utara, dan Rehabeam memerintah di Yudea, kerajaan selatan (lihat 1 Raj. 12). Tidak lama sesudah perpecahan itu, Yerobeam menuntun kerajaan utara ke jalan yang sangat berbahaya. Dia tidak dengan sengaja mengalihkan Israel dari menyembah Tuhan kepada penyembahan berhala; tetapi dia bertindak demi kepentingan politik. Dia membuat dua pusat beribadah, satu di Betel dan satunya lagi di Dan. Alasannya, dia mencoba berusaha untuk memudahkan segala sesuatu bagi Israel, agar mereka tidak perlu mengadakan perjalanan jauh ke Yerusalem untuk beribadah. Dua anak lembu emas merupakan sesuatu yang dapat dilihat untuk mengingatkan mereka tentang Allah (bukan sebuah perwakilan) dan agar membuat ibadah mereka lebih masuk akal bagi seorang Israel yang awam. Apa yang dimulai sebagai suatu gerakan politik, akhirnya menuntun pada pelanggaran Sepuluh Hukum (Kel. 20:4, 5). Apakah kesamaan yang dapat dilihat antara episode lembu emas dalam Keluaran 32 dan lembu emas Yerobeam? Lihatlah 1 Raj. 12:25-33. Memang perlu untuk menjadi inovatif dalam perbaktian dan menyesuaikannya dengan konteks kebudayaan kita, tetapi kita harus sangat berhati-hati. Sebuah penyimpangan kecil dari perintah Tuhan, membawa akibat yang tak terbayangkan. Dalam hal Israel, lembu-lembu emas menuntun bangsa itu pada dosa yang terang-terangan. Tetapi semuanya tidak berakhir di situ. Yerobeam terpaksa harus membuat perubahan lain juga. Dia ingin membujuk beberapa kaum Lewi, yang hidup di perbatasannya, untuk melayani sebagai imam dalam kuil-kuil yang baru dibangunnya. Akan tetapi, mereka melihat bahaya tersebut dan tidak bersedia untuk melanggar perintah-perintah Tuhan; sehingga, Yerobeam terpaksa mengangkat orang-orang biasa menjadi imam (1 Raj. 12:31, 32), yang merendahkan tanggung jawab yang kudus itu. Kisah dari perubahan-perubahan agama politik dari Yerobeam seharusnya menjadi peringatan bagi gereja Kristen mula-mula; akan tetapi, hal-hal yang sama terjadi kembali. Perintah-perintah Ilahi diubah karena pengaruh-pengaruh sosial atau politik. Hari Minggu gantinya Sabat dijadikan hari kudus, agar membedakan gereja dari orang-orang Yahudi. Pemujaan para santo diperkenalkan untuk menjadikan perbaktian kepada Tuhan lebih visual bagi orang-orang percaya yang tadinya kafir. Tekanan-tekanan yang membawa perubahan ini bukan hanya terbatas pada zamannya Yerobeam atau Kekristenan awal. Dewasa ini, sebagai gereja, kita menghadapi tantangan-tantangan yang sejenis. Tekanan-tekanan budaya seperti apakah yang dihadapi gereja Anda? Bagaimanakah Anda rentan terhadap tekanan-tekanan kebudayaan di sekitar Anda? Bagaimanakah kerelaan Anda untuk berkompromi terhadap hal-hal yang kecil? 115

Senin
GERAkAN ALLAH

29 November

Di tengah-tengah gerakan politik Yerobeam, Allah bertindak dan membuat diri-Nya didengar. Dia berbicara melalui seorang nabi dari Yudea. Nabi yang tak bernama ini menampakkan dirinya sementara Yerobeam berdiri di hadapan mezbahnya dalam acara peresmian kuil tersebut. Siapa saja di dalam kerajaan Israel pasti hadir dalam acara tersebut. Tuhan memilih waktu yang tepat untuk bertindak. Hasilnya dramatis. Bacalah 1 Raja-raja 13:1-6. Apakah yang terjadi di sini? Apakah pelajaran yang langsung timbul di benak kita ketika membaca narasi ini? Nabi itu, walaupun tak bernama, dirujuk sebagai abdi Allah. Ini merupakan panggilan yang umum bagi seorang yang dikenal sebagai juru kabar Allah. Nama itu digunakan bagi Musa (Ul. 33:1) dan Elia (1 Raj. 17:18). Gelar ini menghubungkan nabi tak bernama ini dengan beberapa nabi-nabi besar di dalam Perjanjian Lama; sehingga, harapan dari pembaca bagi dia sangat tinggi. Abdi Allah berseru di hadapan mezbah Yerobeam dan memberi nubuatan. Dalam sebuah nubuatan, sebuah nama yang spesifik, Yosia, disebut (1 Raj. 13:2). Ini sangat luar biasa, sebab Yosia nanti dilahirkan tiga abad sesudah itu. Ini mengingatkan kita mengenai Koresy, orang Persia, yang namanya disebutkan oleh nabi Yesaya sekitar dua ratus tahun sebelum kelahirannya (lihat Yes. 44:28; 45:1). Apakah pokok-pokok utama dari pekabaran yang dibawa abdi Allah? Pertama, mezbah tersebut illegal, dan abdi Allah tersebut meramalkan bahwa seorang keturunan Daud bernama Yosia akan merubuhkan mezbah itu. Inilah yang sangat ditakuti Yerobeam. Dia mendirikan pusat-pusat perbaktian ini agar dia tidak kehilangan kerajaan dari seseorang yang duduk di takhta Daud. Bagian kedua dari pekabaran ini menyatakan demonstrasi langsung dari kuasa Allah, dengan demikian memberi kepastian agar nubuatan itu dipenuhi. Di hadapan mata semua orang, mezbah itu terbelah dua. Mungkin ini bermaksud untuk mengingatkan mereka yang melihat dua loh batu Sepuluh Hukum yang dihancurkan Musa ketika mereka sujud menyembah lembu emas yang pertama. Sepertinya Yerobeam belum belajar apa pun dari sejarah. Dia memiliki dua lembu emas bukan hanya satu. Sekarang gantinya bertobat, Yerobeam menunjuk pada abdi Allah. Menunjuk dengan jari, tongkat, atau tongkat kerajaan selalu merupakan tanda menghakimi di zaman Alkitab. Yerobeam ingin agar dia ditahan. Tidak ada tanda berserah kepada kehendak Allah. Bagaimanakah, di dalam cerita ini, kita melihat kemurahan Allah dinyatakan, bahkan kepada seseorang yang kebal seperti Yerobeam? Berapa seringkah Anda mendapati diri Anda mengungkapkan sikap yang sejenis terhadap tuntunan Allah yang jelas? Akibat-akibat apakah yang Anda alami sebagai hasil dari sikap tersebut? 116

Selasa
SANG PEmbERI HADIAH

30 November

Itu sebuah mukjizat yang spektakuler. Tangan Yerobeam, yang telah diulurkannya terhadap orang itu menjadi kejang, sehingga tidak dapat ditariknya kembali (1 Raj. 13:4), dengan seketika dipulihkan. Sesudah bukti yang sangat meyakinkan, kita berharap akan ada paling kurang sebuah pengakuan publik dari Raja Yerobeam. Tetapi mukjizat-mukjizat tidak dapat mengubah kehendak kita. Walaupun sesudah intervensi dramatis Allah, sangat mudah bagi kita untuk mencari sebuah penjelasan alamiah atau kembali lagi kepada kebiasaan-kebiasaan kita yang lama. Apakah yang Yesus katakan mengenai hubungan dari mukjizat dan percaya? Luk. 16:31; Yoh. 10:25-28; 15:24. Menurut Anda apakah ini benar dalam keadaan kita? Gantinya meninggalkan kegiatan-kegiatan ibadahnya dan dengan segenap hati memulai sebuah reformasi, Yerobeam hanya mengubah taktiknya (lihat 1 Raj. 13:7-10). Dia mengundang abdi Allah ke rumahnya dan menawarkan hadiah baginya. Ini merupakan langkah politik yang ditujukan untuk menetralisasi pengaruh dari pekabaran terhadap semua yang telah menyaksikan mukjizat tersebut. Raja Yerobeam menawarkan untuk menjadikan abdi Allah pegawainya. Hanyalah orang yang bertanggung jawab atau yang meminta suatu pelayanan yang berhak memberikan hadiah, tetapi abdi Allah tidak akan pernah bisa diperjualbelikan. Dia patut setia kepada Allah dan tidak bisa membiarkan pekabaran dari Allah diubah oleh siapa pun yang mungkin mensponsori dia. Bacalah 2 Raja-raja 5:14-16 dan Daniel 5:13-17. Bagaimanakah nabinabi itu menanggapi tawaran hadiah-hadiah tersebut? Dengan memberi hadiah menjadikan si pemberi dalam posisi berkuasa dan membuat si penerima berutang pada pemberi. Abdi Allah menolak pemberian raja dan selanjutnya menyatakan bahwa dia tidak akan makan atau minum di wilayah Israel. Dengan menolak kebaikan Yerobeam, abdi Allah mengatakan Tidak kepada perbuatan campur aduk pengabdian yang sejati dengan penyembahan berhala. Umat Allah tidak boleh dijual. Mereka harus berjalan dalam rute yang berbeda. Abdi Allah tidak perlu berjalan terlalu jauh, sebab peresmian kuil di Betel hanya sekitar 2 kilometer (1.4 mil) dari perbatasan dengan Yehuda. Kota berikutnya di wilayah Yehuda adalah Mizpa, perjalanan 10 kilometer (7 mil) jika berjalan kaki dari Betel. Abdi Allah harus menunjukkan bahwa pemberontakan terhadap sistem berhala bagi Allah merupakan sebuah pelajaran dramatis dengan tidak makan dan minum bahkan dengan menggunakan rute berbeda untuk pulang. Bagaimanakah penilaian orang mengenai memberi hadiah dalam budaya Anda? Apakah Anda akan berutang pada orang yang memberi itu? Berdoalah meminta akal budi dari Tuhan untuk membantu Anda terlepas dari situa si kompromi yang akan Anda temui karena menerima suatu pemberian. 117

Rabu
DUSTA-DUSTA pENcObAAN

1 Desember

Intervensi Allah yang dramatis pada acara peresmian itu memberikan banyak bahan pembicaraan bagi rakyat jelata. Beberapa pemuda pulang ke rumah dan memberitahu ayah mereka mengenai abdi Allah. Nama ayah tersebut tidak disebut, tetapi kita dapati bahwa dia sudah lanjut usia dan sebenarnya seorang nabi. Nabi yang tua ini memutuskan untuk mengejar abdi Allah itu dan menemukan dia duduk di bawah sebuah pohon. Bacalah 1 Raja-raja 13:11-19. Bandingkan ayat ini dengan pencobaan dan dusta pertama di Kejadian 3:1-5. Apakah persamaan yang kita lihat, dan apakah yang dapat kita pelajari dari episode-episode ini? Abdi Allah pasti mengerti urgensi dari misi yang dia emban. Dia disuruh untuk menyampaikan pesan kepada raja dan agar tidak mengambil waktu untuk makan dan minum tetapi untuk langsung kembali. Akan tetapi, di sini dia, duduk-duduk di bawah pohon, sambil bersantai. Dia bisa saja berjalan 2 kilometer (1.4 mil) dan nanti duduk di bawah pohon di Yehuda. Dengan kehilangan desakan hati nuraninya, abdi Allah membuka dirinya kepada pencobaan. Nabi tua itu menipu abdi Allah. Kita tidak tahu apa yang memotivasi nabi tua itu menipunya. Apa pun motifnya, Alkitab mengatakan kepada kita bahwa ia berbohong (1 Raj. 13:18). Sekarang nabi tua menjadi agen Setan, bapa segala dusta (Yoh. 8:44). Mungkin bagian yang lebih mengganggu dari cerita itu adalah abdi Allah begitu mudahnya terbuai. Sesudah dengan nyata dituntun Tuhan, sesudah dengan nyata melakukan kehendak Allah, dia jatuh dalam muslihat dan secara langsung melawan apa yang Allah perintahkan untuk dia lakukan. Sangat sukar dimengerti bukan? Kita bisa saja memaafkannya tidak menuruti Allah, karena dia ditipu. Tetapi Tuhan tidak pernah mengampuni seseorang yang percaya pada suatu kebohongan ketika kebohongan itu dengan jelas bertentangan dengan perintah yang telah Dia berikan. Pencobaan berkisar pada pilihan untuk tidak menuruti kehendak Allah yang dinyatakan. Pencobaan tidak banyak berubah dari bentuk-bentuk pencobaan dulu. Ibrani 4:15 mengatakan bahwa Yesus juga dicobai seperti kita. Pencobaan-pencobaan dasar yang kita hadapi (walaupun terselubung secara modern) dihadapi dan ditaklukkan Yesus. Yesus menjanjikan pengertian dan jalan keluar agar kita tidak jatuh dalam kebohongan Setan (1 Kor. 10:13). Seberapa mudahkah Anda membiarkan pencobaan-pencobaan menuntun Anda untuk berlawanan dengan kehendak Allah yang dinyatakan? Apakah yang dapat Anda lakukan, pilihan yang Anda buat, untuk melindungi diri dari pencobaan-pencobaan yang begitu mudah menjebak Anda? 118

Kamis
PENcObAAN GANDA

2 Desember

Abdi Allah berhadapan dengan dua pencobaan. Yang pertama, datang dari raja, dia kuat bertahan; yang kedua, datang dari nabi tua, dia menyerah. Apakah pelajaran penting yang dapat kita petik bagi diri kita? Lihat 2 Tim. 4:3; 2 Pet. 2:1; Yudas 4-16. Ancaman terbesar bagi iman kita bukanlah penganiayaan dari luar dalam bentuk kekuasaan-kekuasaan politik tetapi dari nabi-nabi palsu dan guru-guru yang berasal dari dalam diri kita atau yang mengaku berbicara dalam nama Allah. Sangat penting bagi kita untuk mendapat pesan yang jernih dari Tuhan. Dengan kata lain, kita perlu mempelajari Firman Tuhan, Alkitab, untuk diri kita masing-masing. Seorang nabi atau guru yang benar tidak akan bertentangan dengan wahyu yang diilhamkan. Sebab Allah tidak pernah bertentangan dengan diri-Nya sendiri, semua nubuatan atau ajaran Allah yang baru akan ditambahkan pada kebenaran yang sudah ada bukan mengurangi kebenaran itu. Akhirnya, kita dapat menilai nabi-nabi dan guru-guru melalui hasil ajaran mereka bagi para pendengar mereka dan dalam kehidupan mereka sendiri. Bacalah 1 Raja-raja 13:20-34. Apakah yang kemudian terjadi, dan apakah pelajaran-pelajaran yang ada bagi kita? Yang sangat susah dimengerti di dalam semua ini adalah mengapa nabi tua itu berbohong pada abdi Allah. Dia memulai dengan peranan Setan, sang penipu, kemudian sebelum cerita itu berakhir, dialah yang menyampaikan kepada abdi Allah, Beginilah firman Tuhan (ay. 21). Walaupun ini sulit dimengerti, ada satu hal yang seharusnya tidak terjadi: abdi Allah seharusnya tidak langsung dan secara nyata mengabaikan perintah Tuhan yang jelas. Kematian abdi Allah bukanlah sia-sia. Tidak seperti sang raja, yang telah menyaksikan sebuah mukjizat dan tetap melakukan dosa (lihat 1 Raj. 13:33, 34), nabi tua itu percaya bahwa Firman Tuhan akan digenapi. Dia menyuruh anak-anaknya agar meletakkan tulang-tulangnya di samping tulang-tulang abdi Allah ketika dia mati. Nubuatan yang diucapkan oleh abdi Allah bagi Yehuda secara harfiah digenapi oleh Yosia tiga abad kemudian (2 Raj. 23:15, 16). Sebagaimana dinubuatkan, Yosia membakar tulang-tulang di atas mezbah; akan tetapi, dia tidak membakar tulang-tulang abdi Allah, dan juga tulang-tulang nabi tua yang dikubur bersamanya (2 Raj. 23:17, 18). Lihatlah ayat ini: Dialah abdi Allah yang telah memberontak terhadap titah Tuhan (1 Raj. 13:26). Apakah pesan penting yang ironis yang dapat kita petik bagi diri kita?

119

Jumat

3 Desember

PelajaRi Lebih LanjUt: Juruselamat menang untuk menunjukkan kepada manusia bagaimana dia dapat menang. Semua penggodaan Setan dihadapi Yesus dengan firman Allah. Dengan percaya kepada janji-janji Allah, Ia menerima kuasa untuk menuruti perintah-perintah Allah, dan si penggoda tidak beroleh keuntungan. Terhadap setiap godaan jawab-Nya ialah, Ada tertulis. Jadi Allah telah memberi kita firman-Nya untuk melawan kejahatan. Janji-janji besar yang sangat berharga adalah milik kita, agar dengan ini kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat Ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia 2 Petrus 1:4.

Ajaklah orang yang tergoda itu agar tidak memandang kepada keadaan, kepada kelemahan dirinya atau kepada kuasa penggodaan itu, melainkan kepada kuasa firman Allah. Seluruh kekuatan firman itu adalah milik kita. Kata pemazmur itu, Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku tidak berdosa terhadap Engkau. Sesuai dengan firman yang diucapkan, aku telah menjaga diriku terhadap jalan orang-orang yang melakukan kekerasan Mazmur 119:11; 17:4.Ellen G. White, Membina Keluarga Sehat, hlm. 158.

PeRtanyaan-peRtanyaan UntUk DidiskUsikan: nn Kebenaran adalah progresif. Bilamana kita lebih mengerti kebenaran Allah kita mungkin harus membuat perubahan dalam kehidupan kita, kepercayaan, organisasi, jangkauan keluar, dan lain-lain. Mempertahankan status quo bukanlah pilihan kita. Diskusikanlah di dalam kelas bagaimanakah kita bisa mengetahui bahwa tindakan-tindakan kita timbul karena tuntunan Tuhan atau karena pengaruh masyarakat? oo Diskusikan pola Yesus bersosialisasi dengan orang-orang berdosa dan sebaliknya kewajiban abdi Allah itu untuk tidak bersosialisasi dan dengan demikian menjauhi dosa. Bagaimanakah kita bertemu orang-orang di mana mereka berada? Berikan contoh-contoh praktis di dalam kelas Sekolah Sabat Anda untuk menunjukkan bagaimana Anda telah bergaul dekat dengan orang lain dan telah menunjukkan penerimaan Anda tanpa mendorong praktik-praktik yang berdosa. pp Di dalam banyak masyarakat, membayar suap atau memberikan hadiahhadiah istimewa adalah bagian paket dari segala jenis transaksi bisnis, legal dan politik. Bagaimanakah kita, sebagai anggota Masehi Advent Hari Ketujuh, secara pribadi dan secara gereja, bisa bertahan di dalam lingkungan seperti itu? Berdasarkan pelajaran pekan ini, tuliskan beberapa garis pedoman untuk menanggulangi masalah ini. qq Bayangkan seseorang dalam gereja Anda berdiri dan mengaku mempunyai pekabaran dari Tuhan atau ketua jemaat Anda mengaku memiliki terang baru mengenai peristiwa-peristiwa akhir zaman. Apakah yang akan Anda lakukan? Bagaimanakah Anda dapat mengevaluasi pengakuan-pengakuan tersebut?
120

PenUntUn GURU 10
Ringkasan Pelajaran Ayat Inti: 1 Raja-Raja 13:26.

Anggota Kelas Akan

Mengetahui: Membandingkan dan membedakan perbuatan-perbuatan seorang hamba Allah yang bernubuat dengan begitu dramatis dan yang menolak bujukan seorang raja yang korupsi tetapi jatuh ke dalam penipuan pada saat ia berjalan pulang. Merasakan: Merasakan betapa mudahnya tergelincir dari iman yang terfokus pada ketidakpatuhan karena kelalaian. Melakukan: Mencari setiap hari wajah Allah dan perlindungan-Nya dari pencobaan.

Garis Besar Pelajaran:

I. Mengetahui: Begitu Kuat Namun Begitu Lemah A. Bagaimanakah hamba Allah dari Yehuda bertindak begitu berani dan setia di hadapan raja dan di hadapan banyak orang, namun sesudah itu tergelincir masuk ke dalam pencobaan dengan begitu cepat? B. Apakah konsekuensi langsung terhadap ketidakpatuhan dari seorang hamba Allah? C. Mengapa Allah menghukum dia begitu cepat? II. Merasakan: Panah-panah Pencobaan A. Pencobaan jenis apakah yang dihadapi oleh hamba Allah itu dalam instruksi yang bertentangan dari seorang hamba Allah lainnya? B. Pencobaan apakah yang menimpa kita sehingga penurutan kita pada Firman Allah tergelincir? III. Melakukan: Tameng Iman A. Karena terlalu gampang jatuh ke dalam pencobaan untuk tidak menuruti Allah, apakah harapan kita satu-satunya? B. Bagaimanakah kita mendapatkan perlindungan terhadap penipuan dan kekuatan untuk menghadapi jerat Setan? C. Seorang nabi yang lebih senior telah memberikan kepada hamba Allah itu petunjuk-petunjuk yang bertentangan dengan pekabaran Allah yang semula. Apakah yang dapat kita pelajari dari situasi ini tentang menyerahkan suara hati kita kepada orang lain ketika bertentangan dengan petunjuk yang jelas dari Allah?

RinGkasan: Hamba Allah dari Yehuda itu dengan setia bernubuat dan segera berbalik pulang, tetapi kemudian jatuh ke dalam pencobaan meragukan Firman Allah. 121

Seri Pembelajaran

LANGKAH 1Motivasi
KONSEP UTAMA uNTuk PERTuMBuHAN ROHANI: Kita harus mengikuti suara hati kita bukannya bergantung kepada orang lain untuk menafsirkan Firman Allah bagi kita. Dalam sebutan populer, penurutan dan suara hati seringkali dibingungkan dengan legalisme. Mereka yang menginginkan persekutuan yang intim dengan Allah, yang mengungkapkan perbaktian mereka melalui penurutan segenap hati, kadang-kadang menjadi orang-orang yang kaku dan dingin yang tidak kenal dengan tertawa dan senang. Setan tentunya bersukacita bila hal itu terjadi. Penurutan yang sejati adalah ungkapan percaya secara sederhana, yang membentuk fondasi setiap perhubungan. Gagal patuh sama dengan gagal percaya. Dalam hubungan perkawinan, rasa hormat dan percaya sudah rusak lama sebelum urusan surat cerai dimajukan ke pengadilan. Secara rohani, ketidakpercayaan, menuntun kepada ketidakpatuhan, terbentuk lama sebelum hancurnya suatu perhubungan. Mereka yang rajin mengejar keakraban dengan Allah mengerti tentang penurutan, bukan sebagai belenggu tetapi sebagai pertumbuhan secara alamiah dalam mengasihi Bapa yang kita percayai. KEgIATAN PEMBukAAN: Peraturan pemerintah dan hukum alam membentuk batas-batas yang menyanggupkan kita hidup secara produktif. Tanpa pagar-pagar yang melindungi kehidupan kita sehari-hari ini, maka kekacauan akan mengancam kita. Diskusikan sistem-sistem berikut ini, sambil menganalisis bagaimana penurutan meningkatkan bukan menghambat kehidupan kita: (1) peraturan keselamatan manusia (batas kecepatan, lampu lalu lintas, lajur, dll); (2) resep dokter; (3) perlindungan lingkungan (pembuangan sampah yang beracun, dll); (4) hukum pidana (pembunuhan, perampokan, fitnah, penipuan computer, dll). Pertimbangkan Ini: Dengan mempertimbangkan sistem-sistem yang didiskusikan, bagaimanakah hidup bisa meningkat jika larangan dan peraturan ini dicabut? Atau, bagaimanakah kerusakan sendiri akan terjadi karena tidak berperaturan? Bila peraturan diikuti atau dituruti bagaimanakah hal ini memperlihatkan rasa percaya?

LANGKAH 2Menyelidiki
KHuSuS uNTuk GuRu-guRu: Dari suatu diskusi umum tentang pentingnya penurutan dan percaya, kita sekarang bisa meningkatkan fokus kita tentang pentingnya suara hati pribadi. Bagaimanakah kehendak Allah bisa dilihat bila terdapat suara-suara yang bertentangan yang menggugat wewenang Allah?

122

Komentar Alkitab I. Gerakan Allah (Tinjau 1 Raja-raja 13:1-6 bersama anggota kelas). Sehubungan dengan penyembahan berhala yang diprakarsai oleh Yerobeam, Allah menampilkan seorang nabi tak bernama dengan pekabaran teguran dan perbaikan. Dengan mempertaruhkan nyawanya, nabi, yang dikenal sebagai hamba Allah itu, dengan setia menyampaikan pesan Allah. Sifat terus terang secara jelas menandai juru bicara ini. Ketika Yerobeam secara agresif mengancam juru bicara ini, tangannya secara misterius menjadi kaku, mezbah retak, menandakan campur tangan Allah, dan kebenaran Allah dinyatakan. Berabadabad kemudian, seorang raja yang baik dari Yehuda, Yosia, memenuhi nubuatan yang disampaikan oleh nabi tak bernama ini, dengan merobohkan mezbah dan bukit pengorbanan yang dibuat Yerobeam (2 Raj. 23:15, 16). Pertimbangkan Ini: Seandainya cerita ini berakhir di sini, peringkat berapakah bisa diberikan kepada nabi ini, dan mengapa? Karakter luhur apakah yang bisa kita lihat pada dirinya? II. Pemberi Hadiah (Tinjau 1 Raja-raja 13:7-10 bersama anggota kelas Anda). Karena adanya intervensi pengadilan Ilahi, Yerobeam mengurangi ancamannya. Bukannya bertobat, raja pembelot ini berusaha untuk mencapai maksudnya dengan licik. Bileam, beberapa generasi sebelumnya, tergiur dengan godaan finansial. Mungkinkah nabi ini tergoda juga dengan keserakahan? Namun, nabi ini menolak usaha Yerobeam untuk berkompromi dengan kejujurannya. Suara hati dari utusan yang setia ini tak dapat dijual lelang. Pertimbangkan Ini: Seandainya cerita itu berakhir di sini, berapakah nilai atau angka yang akan Anda berikan untuk nabi tersebut, mengapa? Karakteristik apakah yang seharusnya diteladani oleh umat percaya pada setiap generasi? III. Dusta yang Menggoda (Tinjaulah 1 Raja-raja 13:10-19 bersama anggota kelas Anda). Menang! Menang! Menang! Mulanya nabi tak bernama itu membuat kita kagum terhadap apa yang dibuatnya kepada raja penyembah berhala itu, yang dikelilingi oleh para pengikutnya yang memujanya. Nabi itu mengorbankan keamanan pribadi untuk ketidakpastian dari saksi yang setia, sambil menghindari keuntungan finansial secara pribadi karena memilih untuk tetap berkomitmen kepada Allah. Kemungkinan besar nabi itu seperingkat dengan Nabi Elia dan Samuel! Namun, cerita itu menurun dari tanjakan. Dihadapi oleh seorang nabi tua, yang motifnya tidak jelas, sang nabi tak-bernama itu mundur dari perjalanan pulangnya dengan alasan yang tidak jelas. Hanya kira-kira dua kilometer dari perbatasan Yehuda dan keamanan suatu misi yang sudah selesai (kira-kira 1520 menit jalan kaki), ia berhenti. Nabi yang tua itu dengan tipuan mengaku bahwa ia telah menerima pekabaran Ilahi yang secara langsung bertentangan 123

dengan pekabaran yang diterima oleh nabi tak bernama itu. Secara mengagetkan, sesudah mempertaruhkan nyawanya berdasarkan pekabaran Ilahi yang diterima sendiri, nabi tak bernama itu menyerahkan pertimbangannya berdasarkan wahyu progresif (progressive revelations, yaitu terang kebenaran yang diberikan secara bertahap) yang seharusnya diberikan kepada seorang nabi lain yang tak dikenalnya. Pertimbangkan Ini: Bagaimanakah Anda memberikan nilai atau angka kepada nabi tak bernama itu sekarang, dan mengapa? Apakah wahyu progresif bertentangan dengan wahyu atau terang Ilahi sebelumnya? Bahaya apakah yang menunggu mereka yang menyerahkan pertimbangan mereka pada orang lain dalam soal interpretasi wahyu Ilahi di dalam Alkitab? Apakah standar untuk mengukur kebenaran wahyu yang baru? IV. Pencobaan Ganda (Tinjau 1 Raja-raja 13:20-33 bersama anggota kelas). Orang Berea di Perjanjian Baru, menolak menerima perkataan Paulus, memilih untuk lebih baik meneliti Alkitab sendiri untuk membuktikan apa yang dikabarkan oleh Paulus (Kisah 17:11). Jika saja nabi tak bernama itu lebih berhati-hati, betapa berbedanya cerita ini berakhir! Menyelidiki Alkitab sendiri, tak pernah menyerahkan pertimbangan pribadi pada orang lain kepada pendapat umum atau status akademiadalah dua hal yang bisa menjadi alat pengaman terhadap kesalahan pertimbangan berbahaya yang menyebabkan kematian seseorang yang pernah berdiri tanpa takut demi Allah. Pertimbangkan Ini: Kebiasaan apakah yang harus saya kembangkan agar tidak digoda untuk menyerahkan pengertian yang benar tentang Alkitab kepada pertimbangan orang lain?

LANGKAH 3Menerapkan
KHuSuS uNTuk GuRu-guRu: Pada saat berdiri di hadapan kursi pengadilan Allah, setiap orang akan memberikan jawaban terhadap setiap pilihan dan keputusan yang dibuat di atas bumi. Lalu pernyataan maaf tidak ada faedahnya. Mempersalahkan pendapat populer, interpretasi lain, contoh kependetaan yang tidak memuaskan atau apa sajasemua ini adalah kegagalan manusia. Sejak dosa menyerang planet bumi, umat manusia telah berusaha untuk menghindari tanggung jawab dan hanya mempersalahkan. Namun, standar Allah tetap sama: percaya dan penurutan. Bukti percaya pada orangtua yang paling jelas ialah penurutan. Secara rohani, bukti percaya kepada Allah yang paling pasti ialah kerelaan untuk patuh pada kehendak Ilahi. Bagaimanakah saya mempertahankan integritas hati nurani saya sehubungan dengan pengertian saya tentang Alkitab dan masih hidup secara aktif dalam komunitas orang-orang yang tidak sepaham dengan saya? Haruskah saya 124

PERTANYAAN ApLIkASI:

berkompromi? Bagaimanakah mungkin orang-orang yang tidak sepaham masih terikat secara rohani? Sarah dan Myra tinggal satu kamar di sebuah perguruan tinggi Advent yang bergengsi. Baru-baru ini Sarah kehilangan minat belajar dan bergabung dengan sebuah kelompok misterius yang mengaku telah menemukan terang baru. Dia telah menjadi kritis terhadap gereja, khususnya beberapa doktrin tertentu yang ia golongkan antik. Sarah menjadi semakin yakin bahwa Myra harus bergabung bersama dia pada acara-acara kebaktian mereka. Bagaimanakah Myra harus menangani situasi ini? Bagaimanakah seharusnya kita menghadapi pengakuan tentang terang baru dari Allah? Dengan standar apakah terang baru ini harus diukur? Bagaimanakah kita bisa patuh pada kebenaran Allah dan tetap mempertahankan hubungan dengan mereka yang tidak patuh pada kebenaran?

LANGKAH 4Mempraktikkan
KHuSuS uNTuk GuRu-guRu: Penurutan pada panggilan Allah menunjukkan arti kedalaman percaya kita kepada-Nya. Penurutan tidak dapat didasarkan pada kepercayaan orang lain atau pengertian orang lain tentang kebenaran. Kita harus bertanggung jawab secara pribadi terhadap segala keputusan kita, karena keputusan-keputusan kita tidak dapat bergantung pada kepercayaan atau iman orang lain. Kita tidak dapat hidup hanya karena menonton orang lain makan; demikian juga kita tidak dapat hidup secara rohani hanya karena menonton pengalaman rohani orang lain. Nabi tak bernama itu telah memiliki banyak kualitas yang mengagumkan, tetapi kualitas itu sirna ketika mengandalkan pengalaman rohani orang lain, gantinya menurut pada Demikianlah Firman Tuhan yang pasti dan jelas. KeGiatan: Kristus adalah teladan kita. Dalam nuansa Natal ini, tentunya kita lebih terfokus pada Kristus. Jika pohon Natal merupakan suatu kebiasaan di negara Anda, bawalah sebuah pohon kecil di kelas Anda dan hiasilah dengan hiasan-hiasan kecil di mana tertulis ayat-ayat Kitab Suci yang berisikan tentang: (1) penurutan Yesus, (2) sifat Yesus yang tidak kompromi dengan kesalahan, (3) Yesus mengutip Alkitab, dan (4) kepercayaan Yesus kepada Bapa-Nya. PILIHAN LAIN: Minta anggota kelas untuk menceritakan atau merenungkan ayat-ayat Alkitab yang memantulkan empat bidang penekanan di atas tadi. Bagaimana ayat-ayat ini menolong kita mengerti tentang penurutan dan kepercayaan?

125

Pelajaran 11

*4-10 Desember 2010

Janda Sarfat: Sebuah Loncatan Iman

SABAT PETANG
BACAAN UNTUK PELAJARAN PEKAN INI: 1 Raja-raja 17; Ayub 38; 42:5, 6; Lukas 4:24-28; Ibrani 11:1; Wahyu 1:17. Ayat HaFalan: Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus. (Filipi 1:6).

ia sudah tidak asing dengan kematian. Dia telah melihat suaminya meninggal. Sekarang dia melihat, dengan tak berdaya, segala sesuatu di sekitarnya mulai mati. Rumput-rumput mengering, pohon-pohon menggugurkan daun-daun, lembu-lembu kekurusan bagai tulang-tulang hidup, dan kambing-kambing yang mengembik dengan menyedihkan. Setiap hari dia mengamat-amati langit yang tak berawan. Dia telah menjatahkan tepung dan minyak sebagai usaha agar semuanya cukup sampai musim kering ini selesai. Roti kecil yang bundar dan pipih yang dibuat setiap hari, dibagi secara tidak merata. Putranya sangat membutuhkan semua makanan yang dapat dia berikan. Hatinya hancur melihat anak kecil itu sangat kurus tak berdaya. Tetapi pengorbanannya sepertinya tidak ada arti, sebab yang dia takuti adalah nanti mereka berdua akan mati kelaparan. Sekarang hanya ada bekal untuk satu kali makan saja. Sambil memegang tangan anaknya, janda itu meninggalkan desa Sarfat yang berdebu mencari kayu api untuk memasak makanan terakhir mereka. Di sini wanita tak bernama itu melangkah ke dalam cerita Alkitab dan ke dalam sejarah rohani, kisah hidupnya mengajarkan pelajaran yang dapat kita aplikasikan ke dalam kehidupan kita, ribuan tahun kemudian. Pekan ini kita akan melihat pertentangan agung antara Tuhan dan Setan yang diperankan secara miniatur dalam kehidupan seorang janda tak bernama yang memilih Tuhan dan dituntun langkah demi langkah ke dalam perjalanan iman. *Pelajari pelajaran pekan ini untuk persiapan Sabat, 11 Desember. 126

Minggu
KE SARfAT

5 Desember

Walaupun kisah ini dimulai dengan perintah Allah kepada Nabi Elia untuk pergi ke Sarfat, kita harus ingat peristiwa sebelum perintah itu diberikan. Kerajaan Israel telah jatuh ke dalam penyembahan berhala. Pemujaan Baal telah menjadi agama negara yang sah. Secara dramatis Tuhan telah menantang dewa badai dengan menyatakan melalui Nabi Elia bahwa tidak akan ada embun atau hujan (1 Raj. 17:1). Apakah ironi yang kita temukan dalam ide bahwa Tuhan menyatakan pada sebuah kerajaan yang menyembah dewa badai bahwa tidak akan ada hujan? Apakah yang bisa kita lihat mengenai kuasa Allah di dalam dunia kita kontras dengan semua kekuasaan lain? Lihat juga Mzm. 86:8; Yer. 10:6; Ibr. 1:1-3 dan Ayub 38. Elia bersembunyi di Sungai Kerit (1 Raj. 17:3) sementara negeri Israel menjadi layu di bawah musim kemarau yang menghancurkan. Akhirnya sungai itu pun menjadi kering, dan Tuhan menyuruh Elia untuk meninggalkan tempat itu dan pergi ke Sarfat (1 Raj. 17:1-9). Tuhan memerintahkan Elia untuk meninggalkan Israel dan pergi ke negeri asing . Sarfat terletak di pantai Mediterania antara Tirus dan Sidon. Berada di wilayah Phoenicia, tempat asal Ratu Izebel yang jahat. Salah satu dewa nasional Phoenecia adalah Baal, dan Izebel, permaisuri Raja Ahab, secara aktif mengimpor pemujaan Baal ke Israel dari Phoenicia. Di dalam dunia purba, dewa-dewa biasanya dianggap milik dari kota atau wilayah tertentu. Sarfat, yang terletak di luar Israel di negeri asing, seharusnya sangat jauh dari pengaruh Tuhan. Orangorang dari negara kafir ini seharusnya jauh dari jangkauan Tuhan. Tetapi tidak seorang pun yang jauh dari jangkauan Tuhan. Di tengah-tengah pusat pemujaan Baal, Tuhan akan menunjukkan kehadiran dan kekuasaan-Nya. Penting untuk kita catat bahwa Tuhan menggunakan kebutuhan sang nabi untuk menjangkau seorang wanita di Sarfat yang terpencil. Sebagai orang-orang yang percaya pada Yesus, kita tidak perlu memproyeksikan gambaran yang sempurna kepada mereka yang ada di sekitar kita. Kita tidak perlu menutupi masalahmasalah atau berpura-pura tidak memiliki kebutuhan apa pun, karena, sebagaimana kita ketahui, ini tidak benar. Sebagai orang Kristen, kita masih menderita, kita masih merasa sakit, dan kadang-kadang kita masih membutuhkan hiburan dan bantuan orang lain, yang mungkin tidak seiman dengan kita. Apakah yang salah dengan sikap yang menunjukkan bahwa kita kekurangan iman bilamana kita meminta pertolongan dari orang lain? Apakah cara-cara yang dapat kita lakukan melalui kebutuhan kita untuk menyatakan kepada orang lain, kebaikan dan karakter Allah? 127

Senin
ALAT YANG LUAR BIASA (1 Raj. 17:7-12)

6 Desember

Sang janda, sementara mencari kayu bakar untuk memasak makanan yang terakhir bagi dia dan putranya, langsung mengenali Elia sebagai seorang yang percaya akan Tuhan. Alkitab tidak mengatakan apa itu, tetapi ada sesuatu yang menunjukkan kepadanya bahwa Elia adalah seorang yang menyembah Tuhan. Bacalah dengan cermat ayat 12. Wanita itu mengakui bahwa Tuhan benar-benar ada, tetapi apakah arti semua itu baginya, pada saat ini? Lihatlah kalimat yang dia ucapkan, setelah kami memakannya, maka kami akan mati. Apakah implikasi dari ucapannya? Apakah persamaan-persamaan yang bisa Anda lihat antara 1 Raja-raja 17:3, 4 dan 17:8, 9? ________________________________________________________________ ______________________________________________________________ Allah mengarahkan dan menuntun nabi-Nya Elia untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Pertama Dia menyuruh Elia untuk bersembunyi di Sungai Kerit. Burung-burung gagak diperintahkan untuk memberi dia makan. Sesudah itu, Tuhan kembali berfirman dan mengirim Elia ke Sarfat, di sana Tuhan telah memerintahkan (ay. 9) seorang janda untuk memberi dia makan. Dia merupakan alat Tuhan yang luar biasa. Dia bukan seorang Israel. Dia seorang janda tanpa kedudukan sosial dan tidak berpengaruh atau berkuasa. Dia sendiri sedang terancam akan mati kelaparan. Sebuah pelajaran yang luar biasa yang bisa kita pelajari dari memperhatikan strategi Ilahi ini. Seringkali Tuhan memilih kitabukan karena kekuatan istimewa yang kita milikitetapi karena kelemahan kita (2 Kor. 12:9). Kemarin kita melihat bahwa Tuhan tidak dibatasi dengan batas-batas geografis. Hari ini kita melihat bahwa Tuhan tidak dibatasi dengan keterbatasanketerbatasan manusia. Tuhanlah yang mengatur urutan cerita ini. Di dalam narasi ini sangat jelas bahwa Tuhanlah yang memegang kendali, satu hal yang juga sangat penting dalam konteks yang lebih luas dari pelayanan Elia di dalam pertentangan agung antara Tuhan dan Baal. Tak ada sesuatu atau seorang pun yang dapat berdiri menghalangi kehendak Allah yang utama. Nanti di cerita ini, kita akan melihat bahwa kematian pun tidak dapat mengganggu tujuan-tujuan Allah. Walaupun hal-hal atau kejadian-kejadian yang menyakitkan dan merugikan kehidupan kita dilemparkan kepada kita, maksud Allah bagi kita selalu baik (Yer. 29:11), walaupun kita tidak bisa melihat secara langsung. Kita perlu belajar mempercayai Dia dalam segala situasi, entah baik atau buruk, karena cepat atau lambat kita akan mencapai titik tersebut. Bagaimanakah Tuhan telah menggunakan Anda walaupun Anda mempunyai banyak kelemahan? Jika Anda bisa mengatasi kelemahan-kelemahan itu melalui kuasa-Nya, berapa besarkah lagi yang bisa Anda kontribusikan? 128

Selasa
PENYERAHAN SEpENUHNYA (1 Raj. 17:13-16)

7 Desember

Baca 1 Raja-raja 17:13-16. Apakah yang pertama kali dikatakan Elia kepada sang janda, dan mengapa dia berkata demikian? Loncatan iman seperti apakah yang diambil Elia ketika meminta janda untuk berbuat demikian? Janda-janda merupakan tokoh yang dianggap kecil dalam dunia Alkitab. Khususnya jika mereka tidak punya anak-anak untuk dibesarkan, mereka cenderung menjadi korban, dengan jalan hukum yang terbatas. Seorang janda di musim kemarau panjang berada dalam keadaan yang lebih parah lagi. Setiap keluarga berusaha sekuat tenaga agar tetap hidup, dan tidak ada sedekah yang dapat diberikan kepada janda-janda miskin. Wanita ini sekarang diminta untuk memberi makan sang nabi. Dia merupakan calon yang paling tidak mungkin, ketika kita mempertimbangkan realitas sosial dan ekonominya. Hanya segenggam tepung dan sedikit minyak yang memisahkan wanita malang ini dengan kelaparan. Siapakah yang dia perintahkan untuk diberi makan duluan? Apakah yang sementara berjalan dalam pikirannya ketika dia mendengar itu? Iman seperti apakah yang diperlukan dari dirinya? Di banyak kebudayaan, lebih sopan untuk menawarkan dulu ke orang lain sebelum mengambil untuk diri kita sendiri. Akan tetapi, menambahkan penghinaan kepada luka yang sudah ada, sang nabi bukan hanya ingin mengambil dari seorang yang tidak bisa memberi, tetapi ingin dilayani terlebih dahulu. Ingat, dalam cerita ini, sang nabi sebenarnya berdiri sebagai wakil Allah di hadapan wanita ini. Dengan meminta rotinya, sang nabi mengajak wanita itu untuk mengambil sebuah loncatan iman, menyerahkan semua miliknya kepada nabi. Apakah contoh-contoh lain yang dapat Anda temukan di dalam Alkitab ketika Tuhan meminta penyerahan penuh? Lihatlah, sebagai contoh, Kejadian 22. Ketika kita memberikan kepada Tuhan segala sesuatu yang kita miliki, pada akhirnya kita akan beruntung. Wanita itu hanya punya makanan untuk satu kali makan. Dengan memberi makanan itu kepada nabi terlebih dulu, wanita kafir ini menjangkau dengan iman mentah, mempercayai sesuatu yang tidak dapat dia lihat atau mengerti. Tetapi, bukankah itu arti dari iman? (Ibr. 11:1)percaya kepada Tuhan yang tak dapat kita lihat dan kepada janji yang tak dapat sepenuhnya dimengerti. Dan yang paling hebat adalah, bukan seorang wanita Israel melainkan wanita dari negeri kafir yang mempraktikkan bentuk pemujaan yang merosot. Tetapi Tuhan akhirnya bisa berkomunikasi dengan dia (ay. 9), dan dia menanggapi dengan iman, melakukan apa yang telah diperintahkan, walaupun tindakan-tindak an yang dia lakukan sepertinya sangat bodoh, dalam pandangan dunia. Kapan terakhir kali Anda harus menjangkau dengan iman yang mentah dan polos, mempercayai sesuatu yang tak dapat Anda lihat atau mengerti? Pelajaran-pelajaran apakah yang Anda pelajari mengenai arti hidup dengan iman, bagi kita sebagai makhluk yang telah jatuh? 129

Rabu

8 Desember

MENGINGATkAN KESALAHAN-kESALAHANkU (1 Raj. 17:17, 18)


Janda itu memberikan roti terakhir yang dia miliki, dan Tuhan melakukan sebuah mukjizat. Dia dan putranya secara ajaib terhindar dari kelaparan dan mendapat sebuah sumber makanan yang tak pernah habis. Sangat sulit untuk membayangkan keheranan yang mungkin dia rasakan ketika melihat mukjizat yang luar biasa terjadi, bukan hanya sekali tetapi hari demi hari. Apakah tanggapan alami manusia untuk berhubungan dengan Tuhan? Lihat Ayub 42:5, 6; Yesaya 6:5; Daniel 10:8; Lukas 5:8; Wahyu 1:17. Mengapa Anda berpikir bahwa reaksi itu sangat umum? Melalui Nabi Elia, janda itu bisa berhubungan dengan Allah. Ketika kita berhubungan dengan Tuhan yang kudus, dosa-dosa kita akan lebih kelihatan. Dan ketika, sesuatu yang buruk terjadi, kita bisa merasa bahwa Tuhan sedang menghukum kita. Dalam 1 Raja-raja 17:18, janda itu menuduh nabi Allah karena kehadirannya di sana dan akhirnya membawa dia kepada perhatian Allah. Lihatlah pada alasan yang dia berikan (ay. 18). Apakah yang membuat dia berpikir seperti itu? Mungkin inilah cara dia memandang kehidupan yang setia dan suci dalam kehidupan Elia, dan dia merasa bersalah di hadapannya ketika dia membandingkan kehidupannya dengan Elia. Atau, karena kehidupannya setiap hari menghadapi mukjizat, mungkin dia merasakan kehadiran Allah dan kekudusan-Nya lebih dari sebelumnya sehingga dia merasa sangat berdosa lebih daripada sebelumnya. Karena itu, di dalam konteks tersebut, dia melihat dosa-dosanya sebagai penyebab tragedi. Dengan banyak cara, ini merupakan reaksi yang begitu umum. Kita sering menuduh diri kita dan dosa-dosa kita untuk tragedi-tragedi yang melukai kita atau orang-orang yang kita kasihi. Apakah yang telah kulakukan yang membuat anak saya sakit? Dosa apakah yang telah menyebabkan bencana ini dalam kehidupan saya? Walaupun benar bahwa seringkali rasa sakit dan penderitaan merupakan akibat dari pilihan-pilihan berdosa yang kita buat, tragedi-tragedi juga menimpa kita tanpa alasan yang masuk akal dan tentu juga bukan karena kesalahan kita. Ingat cerita Ayub. Sedangkan Tuhan mengakui bahwa dia seorang yang benar, dan lihat apa yang terjadi kepadanya. Kita butuh untuk lebih berhati-hati mencari cara penjelasan terhadap penyebab tragedi dalam kehidupan kita. Yang lebih penting lagi adalah bagaimana kita menanggapi tragedi-tragedi tersebut, dan dengan terpaku pada suatu kemungkinan penyebab tidak akan membantu. Kita semua tentu pernah menghadapi tragedi yang tak diharapkan dan tak dapat dijelaskan, bukan? Inilah arti dari manusia yang jatuh, di dalam dunia yang telah jatuh. Bagaimanakah kita bisa belajar untuk mempercayai dan mencintai Tuhan, walaupun di saat-saat yang sulit? 130

Kamis
UJIAN ImAN

9 Desember

Bagaimanakah iman dari sang janda dan Elia diuji di sini? 1 Raja-raja 17:17-24. Perhatikan pergumulan yang dihadapi Elia dengan meninggalnya anak janda tersebut. Sepertinya dia tidak pasti jika Tuhan akan membangkitkan anak itu. Doanya sepertinya memantulkan sikap dari wanita itu juga, menuduh Tuhan atas kematian itu. Ini menunjukkan bahwa nabi-nabi juga bisa bergumul untuk berusaha mengerti hal-hal yang terjadi (Mat. 11:1-3). Tidak bisa dipungkiri, bahwa untuk beberapa saat sang janda dan Nabi Elia hidup di hadapan suatu mukjizatpersediaan tepung dan minyak yang tak pernah habisyang mungkin sudah lebih dari cukup untuk membuat iman mereka kokoh. Akan tetapi, meskipun dengan sesuatu yang dramatis seperti itu, iman mereka tetap dicobai. Betapa sering, kita juga mungkin telah menghadapi pengalaman yang luar bia sa dengan Tuhan, sesuatu yang benar-benar telah menjamah kita dengan kuasa yang besar, sesudah itu kita mempertanyakan Dia ketika kejadian-kejadian buruk terungkap kemudian. Karena itu, walaupun mukjizat-mukjizat mempunyai peranan dalam membangun iman, itu bukan menjadi pusat dari pembangunan iman. Bagaimanakah Elia merujuk kepada Tuhan? Apakah yang ini ceritakan mengenai hubungannya dengan Allah? Elia memiliki hubungan yang sangat intim dengan Allah; dia memanggil Tuhan Allahku. Tetapi dengan memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Tuhan bukan berarti memiliki segala jawaban. Elia tidak bisa mengerti mengapa Tuhan mengizinkan anak itu meninggal. Tetapi pada saat kita memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan, kita benar-benar mengalami kuasa Allah dalam kehidupan kita. Mukjizat tidak terjadi karena sebuah formula gaib atau bahkan usaha dari nabi untuk menjaga agar anak itu tetap hangat. Penulis kejadian ini dengan jelas menyatakan bahwa Tuhanlah yang membangkitkan anak itu. Elia sendiri sangat senang dengan hasil tersebut: Lihat, anakmu hidup! dia mungkin berteriak kepada sang janda. Tak bisa dipungkiri, apa pun yang telah dilakukan insiden ini kepada wanita tersebut, telah membantu Elia juga. Tanggapan sang janda berakhir dengan pernyataan iman. Dia sekarang mengenal Allah orang Israel yang bisa memelihara kehidupan dan juga memberi kehidupan. Bacalah Lukas 4:24-26, di mana janda ini disebutkan kembali. Bagaimanakah kata-kata Kristus lebih membantu kita mengerti cerita ini secara menyeluruh? Apakah pelajaran-pelajaran yang bisa kita tarik bagi diri kita, yang merupakan bagian dari kelompok yang istimewa? 131

Jumat

10 Desember

PelajaRi Lebih LanjUt: Dan kata-Nya lagi: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri. Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon. Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorang pun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu. Lukas 4:23-27. Oleh hubungan peristiwa ini dalam kehidupan nabi-nabi, Yesus menjawab pertanyaan para pendengar-Nya. Hamba-hamba yang telah dipilih Allah untuk suatu pekerjaan yang istimewa, tidak diizinkan bekerja bagi orang yang berhati keras dan tidak percaya. Tetapi mereka yang mempunyai hati untuk merasa dan iman untuk percaya yang menyetujui akan bukti kuasa-Nya melalui nabinabi. Pada zaman Elia, orang Israel telah meninggalkan Allah. Mereka bergantung pada dosa mereka, dan menolak amaran Roh Suci melalui pesuruh-pesuruh Allah. Dengan demikian mereka memutuskan diri mereka dari saluran melalui mana berkat-berkat Allah dapat disalurkan kepada mereka. Tuhan melewati rumah orang Israel, di dalam suatu negeri kafir, dengan seorang perempuan yang tidak tergolong pada umat pilihan. Tetapi wanita ini diperkenankan karena ia telah mengikuti terang yang telah diterimanya, dan hatinya dibuka bagi suatu terang yang lebih besar yang dikirimkan Tuhan kepadanya melalui nabi-Nya. Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 5, hlm. 246.
nn Apakah hubungan antara dosa dan penderitaan? Janda Sarfat berpikir bahwa dosa-dosanya sebagai penyebab kematian putranya. Di dalam Perjanjian Baru, murid-murid Yesus berpikir bahwa kebutaan disebabkan oleh dosa pribadi atau dosa orangtuanya. (Yohanes 9:2, 3). Haruskah kita mempunyai hubungan yang berbeda dengan orang-orang yang menderita akibat dosa-dosa pribadi dan bersikap lain dengan mereka yang kelihatannya menderita bukan karena perbuatan mereka? Atau apakah kita tidak boleh menghakimi sama sekali? Pertahankanlah jawaban Anda. oo Seorang anak dilahirkan dengan kelainan genetika yang langka, dan ibunya merasa bahwa Tuhan sedang menghukum dia karena masa mudanya yang memberontak. Apakah nasihat dan hiburan yang dapat ditawarkan oleh kelas Anda kepadanya? pp Tanyakan jika ada dalam kelas Anda yang pernah menyaksikan mukjizat, yang hanya bisa datang dari Tuhan. Apakah reaksi orang itu? Bagaimanakah pengaruh mukjizat itu lama kelamaan mengubah kehidupan orang itu? Apakah dia pernah bergumul dengan keraguan, walaupun telah menyaksikan sesuatu yang sangat luar biasa? Apakah pelajaran-pelajaran yang bisa kita ambil dari pengalaman ini mengenai arti dari hidup dengan iman?

PeRtanyaan-peRtanyaan UntUk DidiskUsikan:

132

Pelajaran 12

*11-17 Desember 2010

Gehazi: Kehilangan Sasaran

SABAT PETANG
BACAAN UNTUK PELAJARAN PEKAN INI: Kejadian 39:4-6; 2 Raja-raja 4-5; 8:1-6; Yeremia 9:23, 24; Yohanes 13:1-17; 1 Timotius 6:10. Ayat HaFalan: TUHAN, Allahmu, harus kamu ikuti, kamu harus takut akan Dia, kamu harus berpegang pada perintah-Nya, suara-Nya harus kamu dengarkan, kepada-Nya harus kamu berbakti dan berpaut (Ulangan 13:4). ehazi adalah seorang hamba. Bukan seorang hamba biasa, tetapi seorang hamba dari salah satu nabi terbesar di dalam sejarah Israel: Elisa. Elisa telah dipanggil Tuhan untuk melayani Nabi Elia, untuk mempersiapkan Elisa dalam pelayanan nabi (1 Raj. 19:16). Bertahun-tahun lamanya Elisa melayani Elia dan mendengar, mengamati, dan akhirnya mengerti apa artinya menjadi seorang nabi. Ketika Elia diangkat ke surga dalam angin badai berapi (2 Raj. 2:11), tibalah waktunya Elisa. Pelayanannya tidak begitu berapi-api dan menarik seperti Elia, tetapi dia mengerahkan pengaruh yang sangat luas. Karena itu, Gehazi memiliki kesempatan yang indah untuk bisa bergaul dekat dengan seseorang yang sangat diberkati Tuhan seperti Elisa. Sangat susah untuk membayangkan semua yang bisa saja dia pelajari dan saksikan selama bertahun-tahun bekerja dengan nabi tersebut. Tetapi, sebagaimana yang akan kita lihat pekan ini, meskipun begitu banyak potensi dan kesempatan besar, Gehazi menjadi sebuah kegagalan yang menyedihkan. Kisahnya berfungsi sebagai sebuah contoh seseorang yang berjalan menyimpang dan akhirnya tidak dapat membedakan hal-hal yang penting dan yang tidak penting. Betapa penting bagi kita untuk belajar dari kesalahankesalahannya! *Pelajari pelajaran pekan ini untuk persiapan Sabat, 18 Desember.

133

Minggu
PELAYANAN

12 Desember

Tuliskan sebuah deskripsi pekerjaan seorang hamba berdasarkan ayatayat berikut ini: Kej. 24:2-4; 39:4-6; Luk. 14:17; 17:7, 8; Kis. 2:18. Menjadi seorang hamba pada umumnya berarti bahwa seseorang mengesampingkan semua keinginan, harapan, dan kenyamanan pribadi dan melibatkan dirinya sepenuhnya ke dalam kehidupan orang lain. Seorang hamba berfungsi untuk membantu majikannya melaksanakan rencana, harapan, dan kegiatan majikannya. Kadang-kadang seorang hamba juga menyampaikan pesan, menemani seseorang, bertindak untuk seseorang, dan melakukan pekerjaan kasar yang perlu dikerjakan. Di saat-saat yang lain dia juga mengatur keuangan dan rumah tangga, tetapi seorang hamba tidak akan bertindak untuk kepentingan dirinya melainkan untuk kepentingan majikannya. Gehazi adalah hambanya Nabi Elisa. Sebagai seorang hamba bagi seorang nabi merupakan suatu kesempatan yang unik. Tugasnya lebih daripada kerja kasar. Ini sejenis dengan pekerjaan magang. Elisa sendiri melayani sebagai hamba bagi Elia (1 Raj. 19:19-21). Walaupun pekerjaan seorang nabi bergantung pada panggilan Ilahi, sepertinya waktu yang istimewa untuk melayani bersama-sama membantu calon nabi ini mengembangkan iman dan percayanya kepada Tuhan. Dengan melayani majikannya Elia, Elisa akan belajar mengesampingkan dirinya dan melayani orang lain. Kita tidak memiliki catatan tentang panggilan Gehazi, tetapi kita akan melihat kesempatan-kesempatan yang diberikan kepadanya. Gagasan mengenai hamba bukan terbatas pada masa Perjanjian Lama saja. Yesus menyatakan bahwa kesediaan untuk menjadi hamba merupakan prasyarat untuk posisi kepemimpinan apa pun di dalam gereja (Mrk. 9:35). Bacalah Yohanes 13:1-17. Bagaimanakah cakupan ayat ini menunjukkan hubungan antara kepemimpinan dan pelayanan? Murid-murid telah bersama-sama dengan Yesus selama tiga tahun. Mereka telah belajar dari ajaran-ajaran-Nya, mereka bahkan telah mengambil bagian dalam pelayanan penyembuhan-Nya, namun mereka belum siap untuk pergi keluar sebagai wakil-wakil Allah. Mereka telah siap untuk belajar sesuai teori dan menikmati hubungan mereka dengan Yesus, tetapi mereka belum bersedia untuk mengesampingkan diri mereka dan dengan rendah hati saling melayani sesama. Bagaimanakah kita mendapati kerendahan hati dan mati terhadap diri sendiri, yang dibutuhkan agar bisa melayani orang lain? Bagaimanakah kita belajar untuk melayani orang lain dengan sikap tidak mengharapkan apa pun bagi diri kita?

134

Senin
BELAJAR SEcARA LANGSUNG

13 Desember

Seorang guru yang baik mengajar dengan memberi teladan dan memberikan banyak kesempatan bagi muridnya untuk mengaplikasikan apa yang sementara dia pelajari. Elisa adalah jenis guru seperti ini. Bacalah 2 Raja-raja 4:8-17. Apakah peranan Gehazi dalam narasi ini? Apakah kesempatan-kesempatan yang Elisa berikan kepada Gehazi? Kisah mengenai perempuan Sunem mengikuti sebuah mukjizat yang melibatkan seorang perempuan. Dalam 2 Raja-raja 4:1-7, Elisa membantu seorang janda untuk melunasi semua utangnya dan agar anak-anaknya tidak dijual sebagai budak belian. Sekarang Elisa dalam perjalanan ke Sunem. Dengan melihat status pada umumnya para wanita di zaman Alkitab, canggung bagi sang narator untuk memberikan status seperti itu kepada seorang wanita yang telah menikah. Nama suaminya tidak disebutkan. Yang kita ketahui adalah dia berunding dengan suaminya mengenai rencana membangun sebuah kamar tamu dan bahwa suaminya sudah tua, walaupun masih cukup kuat untuk mengawasi pemungutan hasil panen di ladang. Di bagian pertama dari kisah ini Elisa dengan giatnya melibatkan Gehazi. Dia menyuruh Gehazi untuk memanggil wanita itu dan menyebutkan namanya dalam ungkapan syukurnya. Dia meminta pendapat Gehazi dan bertindak sesuai dengan usulan Gehazi. Gehazi terlibat dalam kesempatan itu dengan menjadi pengamat dan menunjukkan kepekaan terhadap kebutuhan utama wanita itu. Elisa memberikan kesempatan kepada Gehazi untuk memulai sebuah mukjizat. Dalam waktu setahun, anak mukjizat itu lahir. Bacalah 2 Raja-raja 4:18-31. Apakah perubahan dalam perilaku yang kita lihat di dalam diri Gehazi jika dibandingkan dengan apa yang kita lihat di dalam cerita sebelumnya? Anak mukjizat itu sekarang sudah menjadi seorang pemuda. Gehazi masih tetap hamba Elisa, tetapi ada sesuatu mengenai kepekaannya yang sepertinya telah hilang. Ketika wanita itu tiba dan tergesa-gesa melewatinya untuk memegang kaki Elisa, Gehazi mendorong wanita itu. Dia hanya melihat ketidaksopanan dari perempuan Sunem, yang telah melangkahi segala jenis kaidah sosial melalui perbuatannya (ay. 25-27). Dia sepertinya tidak bisa melihat penderitaan yang dialami perempuan itu sebagaimana Elisa melihatnya. Kadang-kadang begitu mudah untuk menjadi egois dan cinta diri sehingga menjadi tidak peka terhadap perasaan dan kebutuhan orang lain. Siapakah yang belum pernah mengalami perasaan seperti itu? Bagaimanakah Anda dapat belajar untuk menjadi lebih peka terhadap perasaan dan kebutuhan orang lain? Juga, bagaimanakah Anda dapat belajar untuk dengan lemah lembut menanggung ketidakpekaan orang lain terhadap diri Anda? 135

Selasa
PERTANYAAN TENTANG ImAN

14 Desember

Bacalah 2 Raja-raja 5:1-19 dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini: 1) Mengapa raja Israel beraksi seperti itu? Apakah reaksinya masuk akal atau tidak? Sebenarnya apakah yang dia takuti sedang terjadi? ________________________________________________________________ ________________________________________________________________ ______________________________________________________________ 2) Mengapa Naaman bereaksi seperti itu terhadap perintah Elisa kepadanya? Apakah alasan-alasan yang baik sehingga dia bereaksi seperti itu? Dengan cara apakah reaksinya mencerminkan sikap raja Israel terhadap surat itu? ________________________________________________________________ ________________________________________________________________ ______________________________________________________________ 3) Bacalah ayat 12. Logika seperti apakah yang digunakan sang kapten di sana? Kesalahan apakah yang dia perbuat? ________________________________________________________________ ________________________________________________________________ ______________________________________________________________ 4) Bagaimanakah Naaman merujuk dirinya di hadapan Elisa sesudah mukjizat itu terjadi? Bagaimanakah itu menggambarkan dia? ________________________________________________________________ ________________________________________________________________ ______________________________________________________________ 5) Menurut Anda mengapakah Elisa menolak untuk menerima uang dari sang kapten? Apakah penting bagi dia untuk tidak menerima apa pun? ________________________________________________________________ ________________________________________________________________ ______________________________________________________________ 6) Bacalah dengan saksama ayat 17-19. Apakah yang sedang terjadi? Bagaimanakah kita dapat mengerti permintaan Naaman dan tanggapan Elisa terhadap permintaan itu? ________________________________________________________________ ________________________________________________________________ ______________________________________________________________ 136

Rabu
KEJATUHAN GEHAzI

15 Desember

Sangat sulit, paling kurang dari sudut pandang kita dewasa ini, untuk mengerti mengapa tokoh-tokoh Alkitab bertindak seperti itu di saat-saat tertentu, teristimewa ketika begitu banyak mukjizat terjadi. Penyembuhan ajaib terhadap Naaman terjadi di hadapan Gehazi. Dia bukan saja melihat kuasa Allah tetapi tindakan tuannya, yang menolak untuk menerima uang dari sang kapten. Kita pasti berpikir bahwa itu sudah menjadi bukti yang cukup untuk membuat dia rendah hati di hadapan Allah dan manusia, tetapi rupanya tidak. Bacalah 2 Raja-raja 5:20-27. Bagaimanakah Gehazi, pada awalnya, merasionalisasikan perbuatan-perbuatannya? Apakah ada rasa nasionalisme, atau prasangka etnis, yang tersirat di dalam pemikiran Gehazi? Alkitab penuh dengan peringatan terhadap cinta uang dan bahayanya harta-harta duniawi. Semua peringatan ini bukan hanya ditujukan kepada orang-orang kaya. Pusat permasalahannya bukan terletak pada jumlah harta materi yang kita miliki tetapi pada sikap kita terhadap harta milik yang kita miliki. Perjuangan terhadap ketamakan membutuhkan perhatian yang terus-menerus. Kita harus senantiasa menyesuaikan pikiran kita terhadap harta milik kita dan menyerahkan semua itu kepada Tuhan. Kita bisa menjaga perspektif kita dengan cara memberi harta milik kita secara terus-menerus dan juga waktu yang kita miliki. Cinta materi cenderung membuat kita buta terhadap misi dan tujuan utama hidup kita dan pada akhirnya dapat menyebabkan kehancuran abadi, jika kita tidak berhati-hati. Sangat aneh bahwa Gehazi bersumpah kepada dirinya atas nama Allah yang hidup dan selanjutnya pergi menipu. Apakah dia berpikir bahwa Tuhan tidak bisa melihat dia? Suatu kesaksian yang ampuh mengenai hati kita yang jahat yang akhirnya menipu kita! Sementara itu, Naaman yang sangat dermawan memberi hadiah-hadiah itu kepada Gehazi, tetapi dia akhirnya pergi sambil bertanya-tanya, teristimewa ketika dua hambanya kembali dan melaporkan perilaku Gehazi yang aneh. Gehazi telah membiarkan kerakusannya menghalangi kesaksian yang ingin Elisa sampaikan kepada orang yang baru bertobat. Tentu, pada akhirnya, Allah yang sama yang telah melakukan mukjizatmukjizat mengungkapkan kebenaran kepada Elisa mengenai perbuatan Gehazi, dan seperti begitu saja, kehidupan dan pelayanannya hancur. Begitu mudah meremehkan daya tarik uang yang luar biasa (1 Tim. 6:10) bagi diri kita. Berikan beberapa contoh, apakah dari sejarah Alkitab atau di luar Alkitab, yang dapat Anda ingat ketika uang menjadi penyebab kehancuran seseorang? Bagaimanakah kita bisa belajar untuk melindungi diri kita dari sesuatu yang bisa menjadi pencobaan yang sangat berbahaya? 137

Kamis
HIDUp DENGAN SISA-SISA

16 Desember

Terakhir kita dengar mengenai Gehazi adalah di dalam 2 Raja-raja 8:1-6. Apakah yang sedang dilakukan oleh bekas hamba Elisa ini? Bertahun-tahun telah berlalu semenjak mukjizat besar putra perempuan Sunem dibangkitkan. Penyakit kulit Gehazi mungkin tidak terlalu merusak wajahnya, sebab kita mendapati dia di istana raja. Gehazi, bekas hamba Nabi Elisa, sementara menceritakan mukjizat-mukjizat yang dilakukan Elisa, dan itu mencerminkan nilai dirinya karena hubungannya dengan Elisa. Kita mungkin tidak akan pernah mendengar pembahasannya jika bukan karena peristiwa ini. Penulis Alkitab menceritakan mengenai waktu yang tepat ketika Gehazi menceritakan kepada raja mengenai mukjizat kebangkitan putra perempuan Sunem. Melalui pemeliharaan-Nya, Tuhan menggunakan kesombongan Gehazi untuk membantu perempuan Sunem itu. Perempuan Sunem saat itu mungkin telah menjadi seorang janda, karena tidak disebutkan mengenai suaminya, dan sangat janggal bagi seorang perempuan untuk datang di hadapan raja untuk urusan seperti itu, bukannya suaminya. Kemungkinan besar dia yang bertanggung jawab terhadap keluarganya sampai anaknya mencapai umur yang cukup. Dia telah berada di luar negeri selama tujuh tahun ketika terjadi kelaparan besar. Dengan memiliki hubungan yang baik dan mengenal orang yang tepat sepertinya penting dan dilihat menguntungkan dari sudut pandang manusia, tetapi Allah melihat dengan cara yang berbeda. Hubungan apakah yang sebenarnya penting, dan mengapa? Lihat Yeremia 9:23, 24. Dan akhirnya Gehazi memudar dari sejarah. Bagian menyedihkan dari kisah ini adalah sebenarnya Gehazi bisa melakukan pekerjaan Tuhan. Dia bisa saja telah belajar dari Nabi Elisa. Dia bisa saja menjadi nabi besar berikutnya atau mungkin seorang pemimpin dan guru di sekolah nabi-nabi. Sekarang dia hanya dapat bercerita mengenai masa lalu yang gemilang ketika dia bekerja bagi seorang nabi. Gehazi bisa saja membuat sejarah; sekarang dia hanya dapat hidup di masa lalu. Kita perlu menghitung dan mengingat penyertaan Tuhan di masa lalu. Pada saat yang sama, kita juga perlu berhati-hati untuk tidak tinggal pada sesuatu yang telah terjadi di masa lalu, sambil mengorbankan cara hidup yang benar untuk sekarang ini. Bagaimanakah kita bisa mencapai suatu keseimbangan? Bagaimanakah terlalu mengingat masa lalu mempengaruhi secara negatif perjalanan kita dengan Tuhan hari ini?

138

Jumat

17 Desember

PelajaRi Lebih LanjUt: Pelajaran-pelajaran yang khidmat dapat ditarik dari pengalaman ini dari satu orang yang telah diberi kesempatan yang tinggi dan suci. Perbuatan Gehazi yang sedemikian rupa seperti menempatkan sebuah batu penghalang di jalan yang ditempuh Naaman, yang terhadap pikirannya telah dibukakan terang yang ajaib, dan yang telah berkenan memastikan diri untuk menyembah Allah yang hidup. Maka untuk penipuan yang dilakukan Gehazi tidak ada maaf sama sekali. Sampai hari ajalnya ia tetap menderita penyakit kusta, sebagai kutuk Allah dan dijauhi oleh sesamanya manusia. Saksi dusta tidak akan luput dari hukuman, orang yang menyembur-nyemburkan kebohongan tidak akan terhindar Amsal 19:5. Manusia mengira dapat menyembunyikan perbuatan-perbuatannya yang jahat dari mata manusia, tetapi mereka tidak dapat menipu Allah. Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia. Ibrani 4:13. Gehazi berpikir untuk menipu Elisa, tetapi Allah menyatakan kepada nabi-Nya perkataan yang dikatakan Gehazi kepada Naaman, dan setiap gerak gerik antara kedua orang itu secara terperinci.Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 3, hlm. 205, 206.

PeRtanyaan-peRtanyaan UntUk DidiskUsikan: nn Sebutkan beberapa tanda yang menunjukkan bahwa uang atau tindakan mencari uang telah menggantikan tempat Tuhan di dalam hidup kita? Bagaimanakah kita bisa belajar untuk menggunakan uang dan bukan uang menggunakan kita? Apakah peranan dari memberi persepuluhan dan memberi persembahan dan hubungannya dengan pertanyaan mengenai peranan dan kekuatan uang di atas kehidupan kita? oo Sebagai kelas, ulangi jawaban Anda atas pertanyaan di hari Kamis . Hal-hal apakah yang berarti dalam kehidupan, dan mengapa begitu mudah bagi kita untuk kehilangan arti dari hal-hal yang berarti? pp Apakah alasan yang mungkin telah menuntun Gehazi untuk berpikir bahwa dia bisa lolos dari penipuannya? Dia tahu bahwa Tuhan itu ada; dia telah melihat mukjizat-mukjizat terjadi, yang lain begitu luar biasa. Namun, meskipun semua itu, dia mencoba untuk menipu majikannya. Mungkin sebelumnya dia telah melakukan hal-hal serupa dan tidak tertangkap. Mungkin di dalam pikirannya dia telah merasionalisasikan perbuatan-perbuatannya. Kita tidak tahu. Tetapi yang kita tahu adalah, tidak begitu susah untuk menipu diri kita sendiri. Apakah cara-cara yang dapat kita pelajari untuk melindungi diri kita agar tidak terjerumus ke dalam penipuan diri yang sama? qq Kembalilah ke 2 Raja-raja 5:17-19. Apakah pelajaran-pelajaran yang boleh dan tidak boleh kita ambil dari permintaan Naaman kepada Elisa mengenai permohonan Naaman untuk sujud menyembah di kuil Rimon? rr Apakah cara-cara praktis yang dapat kita lakukan untuk melayani orang lain?
139

Pelajaran 13

*18-24 Desember 2010

Barukh: Membangun Warisan Dalam Dunia yang Sedang Hancur


SABAT PETANG
BACAAN UNTUK PELAJARAN PEKAN INI: Yesaya 53:1-5; Yeremia 7:1-11; 28; 45; Matius 6:25-34. Ayat HaFalan: Carilah pengajaran dan kesaksian! Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar (Yesaya 8:20).

unia yang dikenal Barukh, sudah berakhir. Yerusalem dan Yehuda berada dalam detik-detik terakhir. Bangsa Asyur, yang telah mendominasi wilayah Timur Dekat kuno selama lebih dari dua ratus tahun, telah terpisah secara internal, tersangkut dengan perang saudara, dan sementara kehilangan pegangan akan negara-negara bawahannya. Sementara itu, sebuah kekuatan adidaya yang baru muncul di horizon: Babel. Untuk sedikit waktu, Yehuda memiliki waktu istirahat, di bawah Raja Yosia yang baik (640-609 S.M.), bangsa itu berhasil mengembangkan wilayahnya dan memperbarui komitmennya untuk beribadah kepada Allah yang benar. Akan tetapi, dengan perubahan pesat yang terjadi di penghujung abad ketujuh Sebelum Masehi, Yerusalem sementara kehabisan waktu. Raja Yosia mati di dalam peperangan melawan Mesir (2 Raja-raja 23:29). Putra-putranya, bertakhta sesudah dia, tidak memiliki status yang sama seperti ayah mereka, dan mereka memberontak berkali-kali melawan Babel, sebuah kesalahan yang mematikan. Akhirnya, pada tahun 586 S.M., Yerusalem diduduki, bait suci dihancurkan, dan banyak orang Yehuda dijadikan budak. Barukh hidup di masa kekalahan dan perubahan dramatis ini. Akan tetapi, walaupun dunianya sementara runtuh, dia meninggalkan sebuah warisan yang tidak dapat dirusak oleh raja atau peperangan apa pun. Apakah yang dapat kita pelajari dari Barukh, tokoh latar kita yang terakhir dalam Alkitab? * Pelajari pelajaran pekan ini untuk persiapan Sabat, 25 Desember. 140

Minggu
DUNIANYA BARUkH

19 Desember

Dunianya Barukh dibangun di sekitar kenyataan-kenyataan politik, ekonomi, dan agama tertentu yang mendominasi bangsanya saat itu. Secara politik, negara Yehuda sementara diolok-olok di bawah beban kekuasaan Babel. Aliran arus bawah nasionalisme yang keras mempengaruhi segala bidang masyarakat. Orang-orang ingin terlepas dari Babel. Secara ekonomi, segala sesuatu berjalan cukup baik, paling kurang untuk sebagian penduduk yang bertumbuh lebih kaya karena mengeksploitasi yang miskin. Dan, tentunya, ada juga sistem keagamaan dari Yehuda kuno, yang akan membentuk fondasi bagi seluruh masyarakat. Bacalah Yeremia 7:1-11. Apakah sebagian dari masalah moral dan rohani yang sangat penting diamarkan kepada bangsa itu? Apakah paralelparalel yang dapat kita temukan di saat kita dewasa ini? Perhatikan dengan baik ayat 4. Apakah yang sedang disampaikan kepada orang-orang di sana, dan apakah pelajaran yang dapat kita ambil dari peristiwa itu bagi diri kita sendiri? Nama Barukh berarti dia yang diberkati, dan Barukh nampaknya diberkati. Dia adalah seorang juru tulis, yang berarti dia adalah seorang pria yang berpendidikan tinggi. Dia sepertinya berasal dari keluarga orang-orang terpelajar, dan memiliki hubungan keluarga yang tepat. Kita tidak diberitahu dengan tepat bagaimana Barukh diundang untuk melayani sebagai imam dan melayani Nabi Yeremia. Mungkin karena hubungan Yeremia dengan Tuhan yang begitu kokoh sehingga menarik Barukh kepadanya. Sesungguhnya, teladan sosial, politik dan ekonomi yang dikhotbahkan Yeremia tertanam dengan kokoh di dalam ilham yang diberikan Tuhan. Yeremia tidak takut berdiri untuk Firman Tuhan, walaupun sepertinya tidak benar secara politik untuk melakukan itu. Melalui khayal-khayal yang dia terima, Yeremia mendapati wawasan yang unik terhadap struktur-struktur yang bisa keliru yang dipercayai masyarakat saat itu, dan dia dipanggil Tuhan untuk memberi amaran kepada orang lain akan bahayanya arah tindakan-tindakan mereka jika mereka tidak berubah. Mungkin itu merupakan kerinduannya sendiri untuk menjadi bagian dari kejadian ini yang menuntun Barukh menerima peranan penting tersebut. Baca kembali Yeremia 7:1-11. Bagaimanakah perkataan-perkataan ini diaplikasikan kepada Anda, dalam perjalanan Anda dengan Tuhan? Halhal apakah di dalam hidup Anda yang perlu diubah? Apakah perkataanperkataan dusta yang bisa saja Anda percayai? Apakah allah lain yang sementara berjalan dengan Anda? Seberapa terbuka dan jujurkah Anda untuk berhadapan dengan pertanyaan-pertanyaan ini? 141

Senin
JURU TULIS YEREmIA

20 Desember

Buku Yeremia menyediakan pandangan-pandangan unik ke dalam proses penulisan Alkitab. Barukh, juru tulis Yeremia, sebenarnya berpartisipasi dalam penyebaran dan pemeliharaan Firman Tuhan. Di dalam Yeremia 36:4, Yeremia memanggil Barukh dansementara dia mendikte pekabaran kepada bangsa Barukh mencatat semua itu di sebuah gulungan kertas kulit. Ini merupakan ilustrasi yang ulung mengenai cara kerja inspirasi. Pertama, Tuhan tidak secara fisik mengambil alih Nabi Yeremia dan menggerakkan tangannya ketika dia menulis. Sebaliknya, Tuhan memberikan penglihatan dan pekabaran kepada Yeremia. Biasanya sang nabi kemudian merumuskan pekabaran itu dan menuliskannya. Di dalam kasus ini, Yeremia sendiri bukan menjadi penulis tetapi mendikte itu kepada Barukh, yang kemudian menuliskannya. Barukh juga menyampaikan pekabaran itu kepada publik. Karena Yeremia tidak disukai di istana dan sudah tidak ada akses lagi ke bait suci, Barukhlah yang membacakan pekabaran nabi di bait suci pada saat hari kudus. Barukh tidak pernah menyatakan dia berbicara atas nama dirinya atau Yeremia; pekabaran itu berasal dari Tuhan. Bacalah cerita mengenai Hananya dalam Yeremia 28. Dengan cara bagaimanakah narasi ini mengungkapkan prinsip yang diungkapkan di dalam Yesaya 8:20? Pekabaran Allah tidak menyanjung atau membelokkan opini umum. Pekabaran itu bukan selalu, atau sering, benar secara politik. Bahkan pekabaran Tuhan tidak bertentangan dengan diri sendiri; interpretasi manusia terhadap pekabaran itu bisa saja bertentangan, tetapi bukan isi pekabarannya. Dalam Yeremia 28:7-9, sang nabi mengacu kepada kesatuan Firman yang dibangun di atas fondasi kokoh dari nubuatan yang di penuhi. Kematian sebelum waktunya dari nabi palsu di dalam pasal ini dengan jelas memperkuat prinsip yang penting ini. Intinya adalah Tuhan telah memberikan kepada kita bukan hanya FirmanNya tetapi juga alasan-alasan yang baik untuk mempercayai Firman itu, walaupun kita menjumpai bagian-bagian yang tidak dapat kita mengerti atau bagianbagian yang menyinggung perasaan kita. Alkitab tidak menyelamatkan kita, Yesus yang melakukan itu; tetapi Dia telah menyatakan diri-Nya lebih penuh di dalam Firman-Nya dibanding dengan di tempat-tempat yang lain. Begitu banyak kekuatan yang bekerja untuk melemahkan percaya kita terhadap Firman Allah. Kenalilah beberapa dari kekuatan-kekuatan itu dan tanyakanlah diri Anda bagaimana Anda dapat melindungi dirimu dari kekuat an-kekuatan itu. Betapapun juga, jika kita berhenti mempercayai pekabaran-pekabaran Alkitab, apakah lagi yang tersisa untuk kita percayai? 142

Selasa

21 Desember

AmbISI-AmbISI YANG TERHALANG (Yeremia 36)


Keseriusan situasi akhirnya mulai jelas kepada bangsa Yehuda. Dalam Yeremia 36:9, rakyat tergabung di bait suci untuk berpuasa sehari penuh di hadapan Tuhan. Melalui hubungan professional dengan para juru tulis lain, Barukh berhasil mendapatkan sebuah tempat umum yang baik, di jendela kamar Gemarya terletak di tempat masuk bait suci. Di sini Barukh melanjutkan pembacaan gulungan yang telah dia tulis sesudah didikte Yeremia. Sesudah Barukh membaca pekabaran, pejabat-pejabat istana meminta dia untuk membacakan kembali secara pribadi. Sesudah bertanya asal dari pekabaran itu, para pejabat memutuskan untuk membawanya kepada perhatian raja. Sejenak kelihatannya akan terjadi perubahan di Yehuda. Bagi Barukh ini adalah saat pengharapan. Jika segala sesuatu berputar haluan, berarti dukungannya kepada Yeremia akan membuahkan hasil. Jika reformasi bisa terjadi dia akan menjadi orang penting, mungkin diangkat ke posisi tinggi di pemerintahan. Apakah arti dari tanggapan raja kepada harapan-harapan Barukh untuk masa depan, paling kurang dalam level profesional? Lihat Yeremia 36. Gulungan kitab terbuat dari papyrus dan sangat mahal. Semuanya harus disalin dengan tangan. Ini membuat setiap gulungan menjadi sumber yang sangat langka dan berharga. Gulungan yang istimewa ini adalah pekabaran Allah kepada Raja Yoyakim. Raja dan hamba-hambanya dengan sengaja menunjukkan ejekan kepada Tuhan dengan cara menggunting dan membakar gulungan itu secara sistematis. Pembakaran gulungan itu berarti kehilangan berjam-jam kerja kerasnya Barukh. Barukh, yang mungkin saja telah mengharapkan posisi yang terhormat di istana, sekarang menyadari bahwa dia telah mendukung pemain yang salah dan secara efektif telah menyabot masa depannya sebagai juru tulis di istana kerajaan Yerusalem. Dia juga telah membuat marah manusia paling berkuasa di dalam kerajaan. Ini merupakan peristiwa jelas di mana pendirian seseorang untuk Tuhan akan merugikan dia. Bersama dengan Yeremia, Barukh sekarang menjadi buronan. Agen-agen kerajaan menyisir kota, berusaha untuk menangkap orang-orang yang kalah ini. Mengikuti Tuhan bukanlah tempat bagi orang-orang penakut atau mereka yang ingin menggunakan Tuhan agar mendapat karier yang baik bagi mereka. Menjadi juru kabar Allah bukan menggambarkan sebuah kehidupan yang didorong oleh ambisi pribadi tetapi sebaliknya melibatkan kehendak Tuhan terungkap di dalam kehidupan kita, apa pun akibatnya. Kadang-kadang, akibatnya bisa sangat besar. Apakah akibatnya mengikuti Tuhan bagi Anda? Kapankah terakhir kali Anda kehilangan atau harus berkorban karena Anda berpegang pada prinsip Alkitab atau kepada salah satu hukum Allah? Pikirkanlah semua implikasi dari jawaban Anda, apa pun itu. 143

Rabu
CELAkALAH AkU!

22 Desember

Tuhan memiliki pekabaran yang khusus bagi Barukh saja (Yeremia 45). Tidak heran, itu diberikan karena keadaan lingkungannya. Pertama, referensi sejarah untuk tahun keempat pemerintahan Yoyakim dalam Yeremia 45:1 meletakkan pasal 45 sesudah pasal 36. Ada kemungkinan Yeremia berada di dalam penjara, dan prospek untuk sebuah revival (kebangkitan) di antara pemimpin Yehuda tidak memungkinkan lagi. Kedua, masa depan Barukh, paling kurang dari sudut pandang duniawi, nampak sangat suram. Sehingga, seperti yang tertulis dalam Yeremia 45:3, Barukh sementara mengalami apa yang kita sebut hari yang buruk. Tentu, perasaan kesal, sedih, atau tertekan adalah bagian alami dari keberadaan manusiawi di dunia yang telah jatuh. Begitu banyak alasan yang menyebabkan perasaan seperti ini, dan kita tidak boleh berpikir bahwa itu salah atau berdosa jika kita memiliki perasaan seperti ini. Tergantung pada keadaan sekitar kita, kelihatannya bukan manusia lagi jika kita tidak memiliki perasaan-perasaan ini. Tentu banyak tokoh Alkitab yang mengalami masa keputusasaan mereka (lihat 1 Raj. 19:4; Ayub 6:2, 3; Mzm. 55:4). Kita menipu diri kita jika kita berpikir bahwa, bagaimanapun juga kita bisa terlepas dengan usaha sendiri. Bacalah Yesaya 53:1-5. Seperti apakah perasaan dan keadaan hati yang digambarkan di sini, dan siapakah yang sementara menderita karena perasaan ini? Apakah yang dinyatakan hal ini kepada kita? Hal yang paling penting untuk diingat pada waktu kita mengalami kesedihan dan tekanan emosi adalah ini bukan berarti Tuhan telah melupakan kita. Ini hanya berarti bahwa, sebagaimana umat manusia yang telah jatuh, kita akan menderita dalam hidup kita ini. Apakah penderitaan itu merupakan kesalahan kita atau tidak, dalam arti tertentu memiliki makna. Yang penting adalah kita, di tengah penderitaan kita, tidak membiarkan si jahat menggunakan kesedihan kita untuk membuat kita berpaling dari Tuhan atau menjadikan kita getir dan membenci Tuhan. Yang penting adalah kita menuntut janji-janji Allah mengenai pengampunan, penyembuhan, masa depan yang lebih baik dan hidup baru di surga dan dunia yang baru. Kita semua rindu agar segala sesuatu berjalan dengan baik; kita semua rindu akan keberadaan yang lebih baik, di sini dan sekarang. Tetapi sering, karena sifat duniawi kita, sepertinya itu tidak terjadi atau paling tidak terjadi seperti yang kita harapkan. Karena itu, sangat penting bahwa, di tengah segala sesuatu yang kita sementara alami, janganlah kita lupa pengharapan agung yang menunggu kita suatu saat kelak ketika pengalaman buruk akan dosa, penderitaan dan kematian akan berakhir selama-lamanya. Apakah janji-janji Alkitab kesukaan Anda mengenai langit yang baru dan dunia yang baru? Baca dan doakanlah semua itu, dan minta iman kepada Tuhan untuk tetap teguh hingga saatnya Anda akan hidup di tempat itu. 144

Kamis
ApAkAH UNTUNGNYA BAGI SAYA?

23 Desember

Baca Yeremia 45. Apakah yang diceritakan ayat ini mengenai Allah? Apakah yang dinyatakan mengenai Barukh? Barukh merasa sedih, dalam keadaan sakit, gelisah, dan kelelahan. Barukh melihat semua jerih payah seumur hidupnya tumbang, segala impiannya menghilang bagaikan kabut. Hati Allah juga bersedih. Dia dengan penuh kasih sayang telah menanam dan menjaga Israel. Bagaikan orangtua yang menderita atas seorang anak yang kebal dan pemberontakTuhan telah memberi amaran dan membujuk umatNya selama hampir seribu tahun. Perasaan sakit yang dialami Barukh hanyalah sebuah cerminan redup perasaan Allah. Mungkin inilah mengapa hati Allah selalu tersentuh oleh perasaan duka yang kita alami. Kita tidak pernah menangis sendirian. Tuhan yang mengetahui jumlah rambut di kepala kita mengambil waktu untuk menegur seorang juru tulis yang putus asa dan memberikan pengharapan dan semangat kepadanya. Di dalam penghakiman yang tidak lama lagi akan jatuh ke atas Israel, Barukh akan diselamatkan. Tuhan akan melindungi nyawanya. Ungkapan yang terdapat di dalam ayat 5 (Kuberikan nyawamu sebagai jarahan di segala tempat) juga bisa kita temukan tercermin di bagianbagian lain dari buku Yeremia (Yer. 21:9; 38:2, dan 39:18). Ini membangkitkan gambaran seorang tentara yang meloloskan diri terlepas dari maut sesudah mengalami kekalahan dalam sebuah pertempuran. Secara paradoks, keselamatan hanya berasal dari kekalahan. Ini terdapat dalam keaiban dan kekalahan di salib di mana Yesus memperoleh kemenangan. Hanya jika kita bersedia untuk berhenti melawan dan menyerahkan hidup, rencana, dan masa depan kita kepada Tuhan barulah kita bisa menemukan jaminan. Pada saat kita bersedia untuk sepenuhnya menyerahkan segalanya barulah kita mendapat perlindungan di dalam Tuhan. Apakah persamaan yang Anda perhatikan antara Yeremia 45:1-5 dan Matius 6:25-34? Di dalam Yeremia 45, Tuhan mengingatkan Barukh mengenai apa yang penting. Di dalam Matius 6, Yesus mengingatkan kita bahwa kehidupan kita lebih penting daripada harta milik kita. Untuk semua impiannya untuk mencapai kebesaran, pada saat malapetaka yang paling penting saat itu adalah nyawa Barukh. Secara ironis, walaupun Barukh kehilangan masa depan yang besar di dalam skenario politik Yerusalem karena loyalitasnya kepada Yeremia, hubungannya ini benar-benar menyelamatkan nyawanya dan lebih memberikan sebuah warisan yang lebih daripada segala sesuatu yang dapat dia impikan. Inilah warisan yang telah kita cari-cari di dalam semua tokoh bayangan di dalam Perjanjian Lama yang telah kita pelajari selama 13 pekan yang lampau. Banyak dari mereka yang telah kita kenali lebih baik bukanlah cukong kekuasaan di zaman mereka, tetapi nama atau gelar mereka telah tercatat di dalam Alkitab agar kita bisa belajar dari mereka, baik melalui kesuksesan dan kegagalan mereka. 145

Jumat

24 Desember

PelajaRi Lebih LanjUt: Dengan mengambil gulungan lain, Yeremia menyerahkannya kepada Barukh, yang menuliskan di dalamnya langsung dari mulut Yeremia segala perkataan yang ada di dalam kitab yang telah dibakar Yoyakim, raja Yehuda dalam api itu. Lagipula masih ditambahi dengan banyak perkataan seperti itu. Ayat 28, 32. Kemarahan manusia sudah berusaha menghalangi pekerjaan nabi Allah; tetapi sarana yang penting yang olehnya Yoyakim telah berusaha dengan keras untuk membatasi pengaruh hamba Yehova, memberikan kesempatan lebih banyak untuk menjelaskan tuntutan-tuntutan Ilahi. Roh melawan teguran, yang membawa kepada penganiayaan dan pemenjaraan terhadap Yeremia, ada pada zaman ini. Banyak orang yang tidak menghiraukan amaran-amaran yang diulang-ulangi, agaknya lebih suka mendengarkan guru-guru palsu yang memuji-muji kesia-siaan mereka dan memaafkan perbuatan jahat mereka. Pada masa kesukaran orang-orang tersebut tidak akan ada tempat perlindungan, tidak ada pertolongan dari surga. Hamba-hamba pilihan Allah harus menghadapi dengan berani dan sabar akan pencobaan-pencobaan dan penderitaan yang menimpa mereka melalui ejekan, kelalaian dan salah penafsiran. Mereka harus terus melaksanakan dengan setia pekerjaan yang diberikan Allah untuk mereka lakukan, dengan selalu mengingat bahwa nabi-nabi dahulu kala dan Juruselamat umat manusia dan para rasulnya juga telah menderita sewenang-wenang dan penganiayaan demi Firman itu.Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 4, hlm. 56, 57.
nn Apakah pengertian kita tentang cara kerja inspirasi? Bagaimanakah kehidupan dan pelayanan Ellen G. White membantu kita mengerti topik yang sangat penting ini? oo Apakah tokoh-tokoh Alkitab yang gagal mencapai ambisi pribadi mereka karena mereka tetap setia kepada Tuhan? pp Di dalam kelas Anda, diskusikan mengenai hal-hal yang harus mereka korbankan agar bisa berdiri bagi Tuhan. Apakah yang dapat Anda pelajari dari pengalaman antara sesama? Tanyakanlah jika ada yang berpikir kalau harga untuk melayani Tuhan tidak sebanding dengan apa yang dia terima sebagai penggantinya. qq Bagaimanakah Anda menanggapi teguran atas tindakan-tindakan yang salah? Apakah Anda cenderung untuk bertobat sambil berlutut, sebagai ibarat, atau melemparkan teguran itu ke dalam api dan mencari pembawa teguran agar dilempar ke dalam penjara? Bagaimanakah jawaban Anda menggambarkan diri Anda dan segala sesuatu yang harus Anda ubah? rr Bagaimanakah kita bisa lebih mengerti bahwa jika kita menderita (walaupun itu akibat langsung dari dosa kita), ini bukan berarti bahwa Tuhan tidak menghiraukan kita lagi? Bagaimanakah kita bisa belajar untuk berpegang pada iman kita sementara melewati pengalaman sakit yang luar biasa?

PeRtanyaan-peRtanyaan UntUk DidiskUsikan:

146

Januari 1 Kej. 1, 2, 3 2 Kej. 4, 5, 6, 7 3 Kej. 8, 9, 10, 11 4 Kej. 12, 13, 14, 15 5 Kej. 16, 17, 18, 19 6 Kej. 20, 21, 22 7 Kej. 23, 24, 25 8 Kej. 26, 27 9 Kej. 28, 29, 30 10 Kej. 31, 32, 33 11 Kej. 34, 35, 36 12 Kej. 37, 38, 39 13 Kej. 40, 41, 42 14 Kej. 43, 44, 45 15 Kej. 46, 47 16 Kej. 48, 49, 50 17 Kel. 1, 2, 3, 4 18 Kel. 5, 6, 7, 8 19 Kel. 9, 10, 11 20 Kel. 12, 13 21 Kel. 14, 15 22 Kel. 16, 17 23 Kel. 18, 19, 20 24 Kel. 21, 22, 23 25 Kel. 24, 25, 26, 27 26 Kel. 28, 29 27 Kel. 30, 31 28 Kel. 32, 33 29 Kel. 34, 35, 36 30 Kel. 37, 38 31 Kel. 39, 40 Februari 1 Im. 1, 2, 3, 4 2 Im. 5, 6, 7 3 Im. 8, 9, 10 4 Im. 11, 12 5 Im. 13, 14 6 Im. 15, 16 7 Im. 17, 18, 19 8 Im. 20, 21, 22 9 Im. 23, 24, 25 10 Im. 26, 27 11 Bil. 1, 2, 3 12 Bil. 4, 5, 6 13 Bil. 7, 8 14 Bil. 9, 10, 11 15 Bil. 12, 13, 14 16 Bil. 15, 16

17 Bil. 17, 18, 19 18 Bil. 20, 21 19 Bil. 22, 23, 24 20 Bil. 25, 26, 27 21 Bil. 28, 29, 30 22 Bil. 31, 32 23 Bil. 33, 34 24 Bil. 35, 36 25 Ul. 1, 2, 3 26 Ul. 4, 5, 6 27 Ul. 7, 8, 9 28 Ul. 10, 11, 12 Maret 1 Ul. 13, 14, 15, 16 2 Ul. 17, 18, 19 3 Ul. 20, 21, 22 4 Ul. 23, 24, 25 5 Ul. 26, 27, 28 6 Ul. 29, 30, 31 7 Ul. 32, 33, 34 8 Yos. 1, 2, 3, 4 9 Yos. 5, 6, 7, 8 10 Yos. 9, 10, 11, 12, 13 11 Yos. 14, 15, 16, 17 12 Yos. 18, 19, 20, 21 13 Yos. 22, 23, 24 14 Hak. 1, 2, 3 15 Hak. 4, 5 16 Hak. 6, 7, 8 17 Hak. 9, 10 18 Hak. 11, 12 19 Hak. 13, 14, 15, 16 20 Hak. 17, 18, 19 21 Hak. 20, 21 22 Rut 23 1 Sam. 1, 2, 3 24 1 Sam. 4, 5, 6 25 1 Sam. 7, 8, 9, 10 26 1 Sam. 11, 12, 13 27 1 Sam. 14, 15, 16 28 1 Sam. 17, 18, 19 29 1 Sam. 20, 21, 22, 23 30 1 Sam. 24, 25, 26, 27 31 1 Sam. 28, 29, 30, 31 April 1 2 Sam. 1, 2, 3, 4 2 2 Sam. 5, 6, 7 3 2 Sam. 8, 9, 10 4 2 Sam. 11, 12

Alkitab telah menginspirasikan pengharapan kepada jutaan orang sepanjang zaman. Alkitab mengangkat roh kita, menguatkan hati kita, dan menyegarkan jiwa kita. Sementara saudara memulai suatu perjalanan rohani yang baru dengan pendalaman Alkitab harian, saudara sedang bersatu dengan umat percaya seluruh dunia. Roh Kudus akan menjamah saudara ketika saudara membaca Firman Allah setiap hari.

Mintalah Dia menyatakan kehendak-Nya bagi hidupmu sementara Anda membaca. Anda akan merasakan kehadiran-Nya dan mengalami kasih-Nya dengan cara yang baru dan menakjubkan.
General Conference of Seventh-day Adventists, 12501 Old Columbia Pike, Silver Spring, MD 20904, USA. 147

5 2 Sam. 13, 14 6 2 Sam. 15, 16, 17 7 2 Sam. 18, 19 8 2 Sam. 20, 21 9 2 Sam. 22, 23, 24 10 1 Raj. 1, 2 11 1 Raj. 3, 4 12 1 Raj. 5, 6 13 1 Raj. 7, 8 14 1 Raj. 9, 10 15 1 Raj. 11, 12 16 1 Raj. 13, 14 17 1 Raj. 15, 16 18 1 Raj. 17, 18, 19 19 1 Raj. 20, 21 20 1 Raj. 22; 2 Raj. 1 21 2 Raj. 2, 3 22 2 Raj. 4, 5 23 2 Raj. 6, 7, 8 24 2 Raj. 9, 10, 11 25 2 Raj. 12, 13, 14 26 2 Raj. 15, 16, 17 27 2 Raj. 18, 19 28 2 Raj. 20, 21 29 2 Raj. 22, 23 30 2 Raj. 24, 25 Mei 1 1 Taw. 1, 2, 3 2 1 Taw. 4, 5, 6 3 1 Taw. 7, 8, 9 4 1 Taw. 10, 11, 12 5 1 Taw. 13, 14, 15, 16 6 1 Taw. 17, 18, 19, 20 7 1 Taw. 21, 22, 23, 24 8 1 Taw. 25, 26, 27 9 1 Taw. 28, 29 10 2 Taw. 1, 2, 3, 4 11 2 Taw. 5, 6, 7 12 2 Taw. 8, 9 13 2 Taw. 10, 11, 12, 13 14 2 Taw. 14, 15, 16 15 2 Taw. 17, 18, 19, 20 16 2 Taw. 21, 22, 23 17 2 Taw. 24, 25 18 2 Taw. 26, 27, 28 19 2 Taw. 29, 30, 31 20 2 Taw. 32, 33 21 2 Taw. 34, 35, 36 22 Ezra 1, 2, 3

23 Ezra 4, 5, 6 24 Ezra 7, 8, 9, 10 25 Neh. 1, 2, 3, 4 26 Neh. 5, 6, 7, 8 27 Neh. 9, 10, 11 28 Neh. 12, 13 29 Ester 1, 2, 3, 4 30 Ester 5, 6, 7 31 Ester 8, 9, 10 Juni 1 Ayub 1, 2 2 Ayub 3, 4, 5 3 Ayub 6, 7 4 Ayub 8, 9, 10 5 Ayub 11, 12, 13, 14 6 Ayub 15, 16, 17 7 Ayub 18, 19 8 Ayub 20, 21 9 Ayub 22, 23, 24 10 Ayub 25, 26, 27, 28 11 Ayub 29, 30, 31 12 Ayub 32, 33, 34 13 Ayub 35, 36, 37 14 Ayub 38, 39, 40, 41, 42 15 Mzm. 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 16 Mzm. 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17 17 Mzm. 18, 19, 20, 21, 22 18 Mzm. 23, 24, 25, 26, 27, 28 29, 30 19 Mzm. 31, 32, 33, 34, 35 20 Mzm. 36, 37, 38, 39 21 Mzm. 40, 41, 42, 43, 44, 45 22 Mzm. 46, 47, 48, 49, 50 23 Mzm. 51, 52, 53, 54, 55 24 Mzm. 56, 57, 58, 59, 60, 61 25 Mzm. 62, 63, 64, 65, 66, 67 26 Mzm. 68, 69, 70, 71 27 Mzm. 72, 73, 74, 75, 76, 77 28 Mzm. 78, 79, 80 29 Mzm. 81, 82, 83, 84, 85 30 Mzm. 86, 87, 88, 89

4 Mzm. 111, 112, 113, 114, 115, 116, 117, 118 5 Mzm. 119 6 Mzm. 120-134 7 Mzm. 135, 136, 137, 138, 139 8 Mzm. 140, 141, 142, 143, 144 9 Mzm. 145, 146, 147, 148, 149, 150 10 Ams. 1, 2, 3 11 Ams. 4, 5, 6, 7 12 Ams. 8, 9, 10, 11 13 Ams. 12,13, 14, 15 14 Ams. 16, 17, 18, 19 15 Ams. 20, 21, 22, 23, 24 16 Ams. 25, 26, 27 17 Ams. 28, 29, 30, 31 18 Pkh. 1, 2, 3, 4 19 Pkh. 5, 6, 7, 8 20 Pkh. 9, 10, 11, 12 21 Kid. 1, 2, 3, 4 22 Kid. 5, 6, 7, 8 23 Yes. 1, 2, 3, 4 24 Yes. 5, 6, 7 25 Yes. 8, 9, 10 26 Yes. 11, 12, 13, 14 27 Yes. 15, 16, 17, 18, 19 28 Yes. 20, 21, 22, 23 29 Yes. 24, 25, 26 30 Yes. 27, 28, 29 31 Yes. 30, 31, 32, 33

Agustus 1 Yes. 34, 35, 36, 37 2 Yes. 38, 39, 40 3 Yes. 41, 42, 43, 44 4 Yes. 45, 46, 47, 48 5 Yes. 49, 50, 51 6 Yes. 52, 53, 54, 55 7 Yes. 56, 57, 58 8 Yes. 59, 60, 61, 62 9 Yes. 63, 64, 65, 66 10 Yer. 1, 2, 3 11 Yer. 4, 5, 6 12 Yer. 7, 8, 9 13 Yer. 10, 11, 12, 13 Juli 14 Yer. 14, 15, 16 1 Mzm. 90, 91, 92, 93, 94, 15 Yer. 17, 18, 19 95, 96, 97, 98, 99 16 Yer. 20, 21, 22, 23 2 Mzm. 100, 101, 102, 103, 17 Yer. 24, 25, 26 104, 105 3 Mzm. 106, 107, 108, 109, 110 18 Yer. 27, 28, 29

148

19 Yer. 30, 31, 32 20 Yer. 33, 34, 35 21 Yer. 36, 37, 38 22 Yer. 39, 40, 41 23 Yer. 42, 43, 44 24 Yer. 45, 46, 47, 48 25 Yer. 49, 50 26 Yer. 51, 52 27 Ratapan 28 Yeh. 1, 2, 3 29 Yeh. 4, 5, 6, 7 30 Yeh. 8, 9, 10 31 Yeh. 11, 12, 13

4 Ulangi: Perjanjian Lama 14 Kis. 24, 25, 26 berisi 39 buku dibagi atas 15 Kis. 27, 28 5 bagian: Hukum, Sejarah, 16 Rm. 1, 2, 3, 4 Puisi, Nabi Besar, dan Nabi 17 Rm. 5, 6, 7 Kecil. Beri satu judul untuk 18 Rm. 8, 9, 10 tiap buku; Mis. Kejadian, 19 Rm. 11, 12, 13 Permulaan, Imamat, Hukum, 20 Rm. 14, 15, 16 Mazmur, Pujian. 21 1 Kor. 1, 2, 3, 4 5 Mat. 1, 2, 3, 4 22 1 Kor. 5, 6, 7 6 Mat. 5, 6, 7 23 1 Kor. 8, 9, 10 7 Mat. 8, 9, 10 24 1 Kor. 11, 12, 13 8 Mat. 11, 12, 13 25 1 Kor. 14, 15, 16 9 Mat. 14, 15, 16 26 2 Kor. 1, 2, 3, 4 10 Mat. 17, 18, 19, 20 27 2 Kor. 5, 6, 7 September 11 Mat. 21, 22, 23 28 2 Kor. 8, 9, 10 1 Yeh. 14, 15, 16, 17 12 Mat. 24, 25, 26 29 2 Kor. 11, 12, 13 2 Yeh. 18, 19, 20 13 Mat. 27, 28 30 Gal. 1, 2, 3 3 Yeh. 21, 22, 23 14 Mrk. 1, 2, 3 4 Yeh. 24, 25, 26 15 Mrk. 4, 5, 6 Desember 5 Yeh. 27, 28, 29 16 Mrk. 7, 8, 9 1 Gal. 4, 5, 6 6 Yeh. 30, 31, 32 17 Mrk. 10, 11, 12 2 Ef. 1, 2, 3 7 Yeh. 33, 34, 35 18 Mrk. 13, 14 3 Ef. 4, 5, 6 8 Yeh. 36, 37, 38 19 Mrk. 15, 16 4 Filipi 9 Yeh. 39, 40, 41 20 Luk. 1, 2 5 Kolose 10 Yeh. 42, 43, 44 21 Luk. 3, 4, 5 6 1 Tesalonika 11 Yeh. 45, 46, 47, 48 22 Luk. 6, 7, 8 7 2 Tesalonika 12 Dan. 1,2, 3 23 Luk. 9, 10, 11 8 1 Timotius 13 Dan. 4, 5, 6 24 Luk. 12, 13, 14 9 2 Timotius 14 Dan. 7, 8, 9 25 Luk. 15, 16, 17 10 Titus 15 Dan. 10, 11, 12 26 Luk. 18, 19, 20 11 Filemon 16 Hos. 1, 2, 3, 4 27 Luk. 21, 22 12 Ibr. 1, 2, 3 17 Hos. 5, 6, 7, 8, 9 28 Luk. 23, 24 13 Ibr. 4, 5, 6 18 Hos. 10, 11, 12, 13, 14 29 Yoh. 1, 2, 3 14 Ibr. 7, 8, 9 19 Yoel 30 Yoh. 4, 5, 6 15 Ibr. 10, 11 20 Amos 1, 2, 3, 4 31 Yoh. 7, 8, 9 16 Ibr. 12, 13 21 Amos 5, 6, 7, 8, 9 17 Yakobus 22 Obaja, Yunus November 18 1 Petrus 23 Mikha 1, 2, 3, 4 1 Yoh. 10, 11 19 2 Petrus 24 Mikha 5, 6, 7 2 Yoh. 12, 13 20 1 Yoh. 25 Nahum 3 Yoh. 14, 15 21 2 Yoh., 3 Yoh., Yudas 26 Habakuk 4 Yoh. 16, 17, 18 22 Why. 1, 2, 3 27 Zefanya 5 Yoh. 19, 20, 21 23 Why. 4, 5, 6 28 Hagai 6 Kis. 1, 2, 3 24 Why. 7, 8, 9 29 Zakh. 1, 2, 3, 4 7 Kis. 4, 5, 6 25 Why. 10, 11 30 Zakh. 5, 6, 7, 8 8 Kis. 7, 8, 9 26 Why. 12, 13, 14 9 Kis. 10, 11, 12 27 Why. 15, 16, 17 Oktober 10 Kis. 13, 14, 15 28 Why. 18, 19 1 Zakh. 9, 10, 11 11 Kis. 16, 17, 18 29 Why. 20, 21, 22 2 Zakh. 12, 13, 14 12 Kis. 19, 20, 21 30 Tinjau Perjanjian Baru 3 Maleakhi 13 Kis. 22, 23 31 Tinjau Perjanjian Lama

149