Anda di halaman 1dari 9

MEKANIKA FLUIDA

(MO 091309)

TUGAS 1 : FLUID MECHANICS IN ENGINEERING

OLEH :

A. RIZA FAHLUZI YUSUF 4308100113

JURUSAN TEKNIK KELAUTAN

FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN

INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOVEMBER SURABAYA

2009
PROPERTI FLUIDA

Mekanika fluida adalah ilmu tentang mekanika cairan dan gas dan didasarkan
pada prinsip-prinsip dasar yang sama yang digunakan dalam mekanika padat.
Mekanika fluida adalah subjek yang lebih sulit, namun, karena elemen benda padat
merupakan elemen yang dapat dibagi dan nyata,sedangkan fluida tidak ada elemen
yang dapat dibedakan

1.1 Pengembangan dari Mekanika Fluida


Mekanika fluida dapat dibedakan menjadi tiga cabang : yaitu STATIKA
FLUIDA yang mempelajari tentang mekanika fluida diam, KINEMATIKA
mempelajari tentang kecepatan dan aliran tanpa pertimbangkan gaya/energy dan
HIDRODINAMIKA mempelajari tentang relasi antara kecepatan dan akselerasi serta
gaya yang diberikan oleh cairan dalam gerakan.
Dalam hidrodinamika klasik,sebagian besar dalam subjek matematika karena
berhubungan dengan fluida ideal imajiner yang bergesekan. Pada masa lalu, insinyur
bereksperimen dan dari pengembangan formula empiric yang menjawab problem
praktis disebut hydraulic.

1.2 Perbedaan Antara Benda Padat dan Cair


Molekul dari benda padat lebih rapat antar lain nya daripada molekul benda cair.
Gaya aksi antar molekul dari benda padat lebih besar juga, serta molekul benda
padat cenderung mempertahankan bentuknya. Berbeda dengan cair yang lebih kecil
gaya aksinya serta bentuknya yang mengikuti dari permukaan benda.
1.3 Perbedaan Antara Gas dan Fluida
Fluida dapat berwujud gas atau cair. Bedanya molekul dari gas lebih renggang
daripada cair. Dengan demikian gas lebih mampat dan ketika semua tekanan luar
dihilangkan, ia cenderung memperluas tanpa batas. Gas lebih mencapai
kesetimbangan ketika ia benar benar tertutup. Molekul dari cair relative tidak
mampat, dan apabila semua tekanan kecuali tekanan uap dihilangkan, gaya kohesi
antara molekul menahan mereka bersama, jadi molekul cair tidak memperluas tanpa
batas. Volume dari gas atau uap kebanyakan terpengaruh dari perubahan tekanan
atau suhu atau bahkan keduanya

1.4 Kerapatan, Besar spesifik, Volume spesifik dan Gravitasi spesifik


-Kerapatan fluida adalah massa per volume, sedangkan Berat adalah berat
per satuan volume. Dalam insinyur inggris atau SI biasa dalam satuan Kg/m3
sedangkan menandakan gaya yang diberikan oleh gravitasi dalam satuan volume
dari fluida N/m3 kerapatan dan berat spesifik dari fluida diikuti :

atau

Dalam satuan SI

Dimensi = = =

-Sedangkan volume spesifik adalah volume yang terisi satuan massa dari fluida
3
(m / Kg )

-Sedangkan gravitasi s adalah rasio dari kerapatan dari air asli dalam
temperature standar. Standar dalam fisika 39,2°F ( 4°C ), sedangkan standar insinyur
60°F,kemudian kerapatan air pada 4°C adalah 100g
1.5 Fluida Compressible dan Incompressible
Mekanika fluida terbentuk menjadi dua yaitu antara compressible dan
incompressible. Fluida yang keduanya konstan atau berbeda kerapatan. Meskipun
dalam realita tidak ada fluida yang tidak mampat. Cair biasa dipertimbangkan fluida,
begitu juga dengan ombak yang dalam artian benar benar ombak tekanan
Aliran dari udara dalam system ventilasi adalah kasus dimana gas dapat
diperlakukan mampat. Untuk variasi tekanan kecil yang dapat berubah kerapatannya,
namun untuk gas atau aliran uap pada kecepatan tinggi melalui pipa dengan tekanan
yang turun mungkin besar yang dapat berubah kerapatan tidak dapat dihindarkan.
Contohnya pada pesawat terbang dengan kecepatan 250 mph, udara mungkin
dipertimbangkan sebagai kerapatan konstan. Tetapi sebagai objek yang berpindah
melalui udara kecepatan suara hingga 700 mph, tekanan dan kerapatan dapat
diartikan sebagai fluida compressible.

1.6 Kemampatan Cairan


Kemampatan cairan berkebalikan dengan volume dari modulus elastisitas, atau
modulus besar, modulus ini didefinisikan :
Ev = - = - ( )dp

Dimana : = volume
= tekanan
Dalam tiap problem insinyur, modulus massa pada atau dekat tekanan atmosfer
menjadi pusat perhatian. Pada berbagai suhu dapat dicatat bahwa nilai dari Ev naik
perlahan selurus dengan tekanan, nilai Ev maksimum pada 120°F (50°c)
Modulus volume dari besi baja sekitar 26,000,000 psi :
=

atau
=

Dimana Ev adalah nilai dari modulus untuk tekanan rata rata

Berat Spesifik dari Cairan


Berat spesifik dari cairan umum pada 68°F (20°C) dan standar tekanan level laut
dengan g=32,2 ft/s, semua juga tergantung pada suhu dan variasi dari modulus massa
dari cairan. Variasi dari berat spesifik dari air dengan kondisi suhu dibawah normal
ketika g = 32.2 ft/s

Lb/ft kN/m
Carbon tetrachloride 99.4 15.6
Ethyl Alcohol 49.3 7.76
gasoline 42 6.6
Glycherin 78.7 12.3
Motor oil 54 8.5
Water 62.4 9.81

1.7 Persamaan Keadaan untuk Gas

Tidak ada gas yang bersifat sempurna, namun udara dan gas asli lainnya yang
jauh dari fase cair dapat dipertimbangkan
Hokum Avogadro bahwa semua gas pada tekanan dan temperature yang sama
dibawah perlakuan diberikan nilai dari 9 bernomor sma dari molekul per unit dari
volume apabila m menandakan berat molekuler
M1R1 = M2R2 =konstan

Fundamental persamaan gas yang lain


PVn = P1 V1 n = konstan

1.8 Kemampatan dari Gas


Perbedaan dari Eq memberikan npvn-1 dv + vn dp = 0 menjadikan
Ev = np
Karena itu untuk proses isothermal dari gas Ev = p dan isentropic proses Ev = kp,
kemudian pada tekanan 15psia, modulus isothermal dari elastisitas sebuah gas adlah
15psi dan untuk udara proses isentropic nya 1,4 x 15psi. ini menekankan bahwa ada
perbedaaan yang besar antara kemampatan dari udara atmosfer normal dan air.

1.9 Fluida Ideal


Sebuah fluida ideal biasa didefinisikan sebagai salah satu fluida yang tak
memiliki gesekan karena itulah viskositasnya nol. Dalam fluida asli, cair maupun gas
gaya tangensial selalu dating dalam segala kondisi. Memberikan kenaikan terhadap
gaya gesekan tersebut yang biasa disebut viskositas

1.10 Viskositas
Viskositas dari fluida untuk mengukur resistensi geseran atau menghitung sudut
deformasi. Gaya gesekan dalam hasil aliran fluida adlah kohesi dan momentum
diantara molekul dalam fluida. Apabila suhu naik, viskositas dari semua fluida
menurun, sedangkan viskositas dari semua gas meningkat. Ini karena gaya dari
kohesi, yang disambungkan dengan suhu,didominasi oleh cairab sedangkan gas
mendominasi factor perubahan molekul di antaras semua kecepatan yang berbeda.
Molekul perubahan membuat pergeseran atau menghasilkan gaya gesekan antara
dimensinya. Peningkatan aktifitas molekul pada temperature tinggi menyebabkan
percepatan dari gas yang dilanjutkan peningkatan suhu. Dari berbagai eksperimen
menunjukkan tentang fluida dalam kelas yang besar
F

Apabila konstan dari proprorsional maka dapat ditunjukkan dengan


=

Persamaan di atas disebut persamaan viskositas newton

Fluida dengan proporsional konstan tidak dapat berubah dari deformasi.


Dimensi dari viskositas absolute adalah gayaper unit area dibagi oleh gradient
kecepatan.

Dalam SI dimensi dari =

1.11 Tensi Permukaan


Kapilaritas
Cairan memiliki gaya adhesi dan kohesi,keduanya dalam bentuk molekul
atraktif, Kohesi merupakan cairan untuk melawan tingkatan gaya stress, sedangkan
adhesi untuk melawan dari tubuh lain. Perlawanan diantar molekul bentuk
merupakan sebuah imajiner antara dua bentuk permukaan padat dan gas. Nilai tipical
dari tensi permukaan dilingkupi rata rata yang lebar. Properti cair yang membuat itu
disebut tensi permukaan. Kapilaritas termasuk di antara kohesi dan
adhesi.Peningkatan kapilaritas ataupun penurunan dapat dibuat oleh tensi permukaan
gaya gravitasi
2

h=

dimana : = tensi permukaan dalam unit gaya per satuan panjang


= berat spesifik dari cairan
= radius tabung
h = peningkatan kapilaritas
tensi permukaan menurun perlahan di iringi dengan kenaikan suhu,tensi permukaan
biasanya berpengaruh pada setiap pekerjaan engineer.

1.12 Tekanan uap dari cairan


Seluruh cairan menandakan evaporasi ataupun penguapan, yang mana keduanya
melakukan dengan memproyeksikan molekul kedalam permukaan. Apabila ada
ruang kosong, maka tekanan parsial mengeluarkan molekul naik dari rata, untuk
kesetimbangan dari tekanan uap disebut juga dengan tekanan saturisasi.
Nilai dari saturisasi tekanan uap berasal dari tertarikan dari cairan. Dalam kasus
cairan,untuk membatasinya,tekanan dalam cairan menjadi berkurang dari
nilainya,cairan akan menguap. Pelebaran variasi dalam tekanan uap ditunjukkan
pada tabel dibawah. Tekanan uap yang sangat rendah pada merkuri menjadikannya
mudah digunakan pada barometer
psia N/m2, abs Mbar,abs
Merkuri 0,000025 0,17 0,0017
Air 0,339 2,340 23,4
Kerosin 0,46 3,200 32
Karbon tetraklorida 1,76 12,100 121
Gasoline 8,0 55,000 550