Anda di halaman 1dari 34

MAKALAH PEMASARAN SOSIAL JASA ASUHAN KEBIDANAN

BAB I PENDAHULUAN I. LATAR BELAKANG Dalam penyediaan jasa asuhan kebidanan tentunya bidan perlu memiliki pengetahuan tentang pemasaran sosial jasa asuhan kebidana secara lebih mendalam. Dalam hal ini pemasaran sosial dapat diartikan sebagai suatu kegiatan menjual produk yang berupa komoditi tertentu seperti pelayanan, ide atau gagasan dengan mengaitkan pada kebutuhan atau minat masyarakat. Pemasaran juga merupakan hal yang sangat penting bagi seorang bidan dalam penyediaan jasa dalam bentuk pelayanan maupun asuhan kebidanan. Oleh karena itu yang dipasarkan berupa cara hidup sehat, pandangan atau nilai, dan bakunya suatu barang / jasa, pemasaran ini dikenal dengan sebutan pemasaran sosial. Sasaran khusus dalam pemasaran jasa asuhan kebidanan adalah Ibu hamil, Ibu bersalin, Ibu nifas, Bayi, Balita, Calon pengantin, Pasangan usia subur, wanita usia menopause dan lanjut usia. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latarbelakang tersebut maka perlu ditinjau lebih lanjut mengenai:

II.

Definisi Pemasaran Konsep Pemasaran Manajemen Pemasaran Tujuan Pemasaran Faktor-faktor yang mempengaruhi Peranan Komponen Proses Strategi Pemasaran

III. TUJUAN PENULISAN Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah mengidentifikasi mengenai Pemasaran Sosial Jasa Asuhan Kebidanan.

IV. MANFAAT PENULISAN Bagi Masyarakat Masyarakat menjadi tau dan mengerti bagaimana pokok-pokok penting dari pemasaran. Bagi Tenaga Kesehatan (khususnya BIDAN)

Sebagai informasi tenaga kesehatan khususnya bidan mengenai pokok-pokok penting dalam Pemasaran Sosial Jasa Asuhan Kebidanan. Bagi Institusi Pendidikan Menambah pengetahuan referensi yang menunjang ilmu pengetahuan.

BAB II PEMBAHASAN PEMASARAN SOSIAL JASA ASUHAN KEBIDANAN I. DEFINISI Pemasaran di identik dengann Proses perdagangan barng yang diorentasikan sbg preoses jual beli dan tawar menawar. Sehingga pemasaran kadang menjadi hal yang terlupakan ketika kita membahas tentang penyediaan jasa. Dalam penyediaan jasa asuhan kebidanan tentunya bidan perlu memiliki pengetahuan tentang pemasaran sosial jasa asuhan kebidana secara lebih mendalam. Dalam hal ini pemasaran sosial dapat diartikan sebagai suatu kegiatan menjual produk yang berupa komoditi tertentu seperti pelayanan, ide atau gagasan dengan mengaitkan pada kebutuhan atau minat masyarakat. Pemasaran juga merupakan hal yang sangat penting bagi seorang bidan dalam penyediaan jasa dalam bentuk pelayanan maupun asuhan kebidanan. Oleh karena itu yang dipasarkan berupa cara hidup sehat, pandangan atau nilai, dan bakunya suatu barang / jasa, pemasaran ini dikenal dengan sebutan pemasaran sosial. Sasaran khusus dalam pemasaran jasa asuhan kebidanan adalah Ibu hamil, Ibu bersalin, Ibu nifas, Bayi, Balita, Calon pengantin, Pasangan usia subur, wanita usia menopause dan lanjut usia.

Defenisi pemasaran menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut: 1. Sumarni dan Soeprihanto (1995 ) Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan. 2. WY. Stanton (1997 ) Pemasaran adalah sesuatu yang meliputi seluruh sistem yang berhubungan dengan tujuan dari sebuah perencanaan dan penentuan harga sampai dengan promosi dan distribusi barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan pembeli. 3. Trioso Purnawarman (2001 ) Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain. 4. Philip Kotler (Marketing) Pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran. 5. Philip Kotler dan Amstrong Pemasaran adalah sebagai suatu proses sosial dan managerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain. Dari beberapa defenisi diatas dapat disimpulkan bahwa pemasaran merupakan suatu kegiatan atau proses tukar menuikar yang dapat memberikan nilai baik bagi konsumen maupun produsen sehingga dapat tercipta serangkaian kegiatan dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi serta pemantauan. II. KONSEP PEMASARAN Konsep-konsep inti pemasaran meluputi: kebutuhan, keinginan, permintaan, produksi, utilitas, nilai dan kepuasan; pertukaran, transaksi dan hubungan pasar, pemasaran dan pasar. Kita dapat membedakan antara kebutuhan, keinginan dan permintaan. Kebutuhan adalah suatu keadaan dirasakannya ketiadaan kepuasan dasar tertentu. Keinginan adalah kehendak yang kuat akan pemuas yang spesifik terhadap kebutuhan-kebutuhan yang lebih mendalam. Sedangkan Permintaan adalah keinginan akan produk yang spesifik yang didukung dengan kemampuan dan kesediaan untuk membelinya. Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasaan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing. Konsep pemasaran yang telah diungkapkan dengan berbagai cara: 1. Temukan keinginan pasar dan penuilah. 2. Buatlah apa yang dapat dijual dan jangan berusaha menjual apa yang dibuat. 3. Cintailah pelanggan bukan produk anda. 4. Lakukanlah menurut cara anda. (Burger King) 5. Andalah yang menentukan. (United Airlines) 6. Melakukan segalanya dalam batas kemampuan untuk menghargai uang pelanggan yang sarat dengan nilai, mutu dan kepuasan. (JC. Penney)

III. MANAJEMEN PEMASARAN


Manajemen pemasaran berasal dari dua kata yaitu manajemen dan pemasaran. Menurut Kotler dan Armstrong pemasaran adalah analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian dari programprogram yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan memelihara pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran untuk mencapai tujuan perusahaan. Sedangakan manajemen adalah proses perencanaan (Planning), pengorganisasian (organizing) penggerakan (Actuating) dan pengawasan. Jadi dapat diartikan bahwa Manajemen Pemasaran adalah sebagai analisis, perencanaan, penerapan, dan pengendalian program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pasar sasaran dengan maksud untuk mencapai tujuan tujuan organisasi. IV. TUJUAN PEMASARAN Pemasaran social mempunyai tujuan sebagai berikut: 1. Memberikan pelayanan yang bermutu yang dibutuhkan masyarakat. 2. Memberikan pelayanan sesuai dengan standart praktik, keterampilan yang mantap ( dalam memberikan pelayanan kepada klien ). 3. Manurunkan sensitivitas klien pada tarif. 4. Rekomendasi ( pemasaran ) gratis dari mulut ke mulut. 5. Menghemat biaya pemasaran. 6. Penurunan biaya melayani klien yang sudah mengenal baik sistem pelayanan. 7. Peningkatan pendapatan V. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI Faktor-faktor yang mempangaruhi pemasaran yaitu: 1. Kebutuhan, Keinginan dan permintaan. Ada perbedaan antara kebutuhan, keinginan, dan permintaan. kebutuhan manusia (human needs) adalah keadaan dimana manusia merasa tidak memiliki kepuasan dasar atau kepuasan yang dimiliki seseorang tersebut tidak terbatas. Kebutuhan tidak diciptakan oleh masyarakat atau penyedia barang atau jasa, namun sudah ada dan terukir dalam hati setiap individu. Keinginan (wants) adalah hasrat akan suatu hal sesuai dengan kebutuhannya tersebut. keinginan manusia dibentuk oleh kekuatan dan institusi sosial. Permintaan (demans) adalah keinginan akan sesuatu yang didukung dengan kemampuan serta kesediaan membelinya. Keinginan menjadi permintaan bila di dukung dengan daya beli. Perbedaan ini bisa menjelaskan bahwa penyedia barang/jasa mempengaruhi keinginan dan permintaan dengan membuat suatu produk yang cocok, menarik, terjangkau dan mudah di dapatkan oleh pelanggan yang dituju. 2. Produk Produk merupakan sesuatu yang dapat ditawarkan untuk menuaskan suatu kebutuhan dan keinginan masyarakat. 3. Transaksi Transaksi merupakan proses seseorang mendapatkan produk baik dengan memproduksi sendiri, pemaksaan, meminta maupun pertukaran. 4. Pertukaran

Pertuakaran merupakan tindakan memperoleh barang yang dibutuhkan atau dikehendaki seseorang dengan menawarkan suatu imbalan. 5. Pasar. Pasar terdiri dari semua pelanggan yang potensial memiliki kebutuhan yang sama dan bersedia dan mampu melaksanakan pertukaran untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

VI. PERANAN Peran pemasaran dalam pelayanan kesehatan adalah untuk: 1. Menciptakan diferensiasi. Agar dapat bersaing dengan profesi lain, bidan di tuntut mampu memberikan pelayanan yang beragam (tanpa menyimpang dari kewenangan yang diberikan). 2. Manajemen kualitas pelayanan. Melalui proses pemasaran, bidan akan mampu mengevaluasi diri mengenai kelebihan dan kekurangan pelayanan kesehatan yang ia tawarkan kepada klien sehingga ia dapat meningkatkan kuwalitas pelayanan yang di berikan. 3. Meningkatkan produktifitas tenaga kesehatan di tuntut untuk memperluas wAwasan keilmuan serta ketrampilan teknisnya sehingga dapat meningkatkan kwalitas pelayanan yang di berikan kepada klien. VII.KOMPONEN Pemasaran dilaksanakan berdasarkan 5 konponen yang terkenal dengan istilah 4P 1C yaitu: 1. Product Adalah pelayanan yang disediakan, didefenisikan sebagai objek fisik, pelayanan organisasi, dan ide. 2. Price Adalah harga yang ditetapkan yang berhubungan dengan penjualannya. 3. Place Adalah tempat jasa di tawarkan atau tempat untuk mendistribusikan produk. 4. Promotion Adalah alat utama untuk melakukan komunikasi persuasif dalam memberi kesadaran konsumen tentang kebutuhannya. 5. Consumer Adalah pembeli produk atau penerima jasa dapat berupa induvidu keluarga kelompok masyarakat atau lembaga.

VIII.

PROSES Proses pemasaran terdiri dari analisis peluang pasar, meneliti dan memilih pasar sasaran, merancang strategi pemasaran, merancang program pemasaran,dan mengorganisir, melaksanakan serta mengawasi usaha pemasaran. Proses pemasaran dapat dijelaskan lebih rinci dalam langkah-langkah sebagai berikut: Langkah ke-1 adalah analisis yaitu dengan membuat inventarisasi kelompok sasaran dan mencari institusi yang dapat membantu dan bekerjasama.

Langkah ke-2 adalah melakukan riset untuk mengetahui tanggapan masyarakat terutama kelompok terhadap produk atau jasa pelayanan yang akan diberikan. Langkah ke-3 adalah menyusun strategi pemasaran. strategi yang digunakan merupakan serangkaian tindakan terpadu menuju keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Langkah ke-4 adalah monitoring dan evaluasi. Kegiatan monitoring adalah proses untuk menemukan kekurangan atau kesalahan pada strategi yang telah ditetapkan. Langkah ke-5 adalah pelaksanaan proses pemasaran. Kegiatan ini menggunakan media yang telah dipersiapkan untuk menunjang progran melalui pesan-pesan sehingga akan mudah di ingat oleh masyarakat luas ataupun khususnya bagi konsumen. IX. STRATEGI PEMASARAN Strategi pemasaran adalah pengambilan keputusan-keputusan tentang biaya pemasaran, bauran pemasaran, alokasi pemasaran dalam hubungan dengan keadaan lingkungan yang diharapkan dan kondisi persaingan. Dalam strategi pemasaran, ada tiga faktor utama yang menyebabkan terjadinya perubahan strategi dalam pemasaran yaitu : 1. Daur hidup produk Strategi harus disesuaikan dengan tahap-tahap daur hidup, yaitu tahap perkenalan, tahap pertumbuhan, tahap kedewasaan dan tahap kemunduran. 2. Posisi persaingan perusahaan di pasar Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan posisi perusahaan dalam persaingan, apakah memimpin, menantang, mengikuti atau hanya mengambil sebagian kecil dari pasar. 3. Situasi ekonomi Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan situasi ekonomi dan pandangan kedepan, apakah ekonomi berada dalam situasi makmur atau inflasi tinggi.

BAB III PENUTUPAN I. KESIMPULAN Pemasaran di identik dengann Proses perdagangan barng yang diorentasikan sbg preoses jual beli dan tawar menawar. Sehingga pemasaran kadang menjadi hal yang terlupakan ketika kita membahas tentang penyediaan jasa. Dalam penyediaan jasa asuhan kebidanan tentunya bidan perlu memiliki pengetahuan tentang pemasaran sosial jasa asuhan kebidana secara lebih mendalam. Dalam hal ini pemasaran sosial dapat diartikan sebagai suatu kegiatan menjual produk yang berupa komoditi tertentu seperti pelayanan, ide atau gagasan dengan mengaitkan pada kebutuhan atau minat masyarakat. Pemasaran juga merupakan hal yang sangat penting bagi seorang bidan dalam penyediaan jasa dalam bentuk pelayanan maupun asuhan kebidanan. Oleh karena itu yang dipasarkan berupa cara hidup sehat, pandangan atau nilai, dan bakunya suatu barang / jasa, pemasaran ini dikenal dengan sebutan pemasaran sosial. Sasaran khusus dalam pemasaran jasa asuhan kebidanan adalah Ibu hamil, Ibu bersalin, Ibu nifas, Bayi, Balita, Calon pengantin, Pasangan usia subur, wanita usia menopause dan lanjut usia. Dari beberapa defenisi dapat disimpulkan bahwa pemasaran merupakan suatu kegiatan atau proses tukar menuikar yang dapat memberikan nilai baik bagi konsumen maupun produsen sehingga dapat tercipta serangkaian kegiatan dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi serta pemantauan. SARAN Semoga dengan adanya makalah yang telah ditulis ini dapat memberikan pengetahuan dan sajian informasi kepada pembaca. Bukan hanya sekedar wacana, tetapi juga sebagai pengetahuan mengenai pemasaran sosial jasa asuhan kebidanan. Penulis memahami begitu kurangnya ilmu pengetahuan yang dimiliki dan informasi yang didapat, sehingga penulis berharap kepada pembaca agar pembaca bisa memberikan saran dan kritik yang membangun untuk penulisan makalah yang sempurna. BAB IV DAFTAR PUSTAKA http://d3kebidanan.blogspot.com/2009/11/pemasaran-sosial-jasa-asuhan-kebidanan.html http://lilah-lubis.blogspot.com/2011/01/pemasaran-sosial-dasar-asuhankebidanan.html#!/2011/01/pemasaran-sosial-dasar-asuhan-kebidanan.html

II.

pemasaran sosial asuhan kebidanan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sesuai dengan kewenangan dan peraturan kebijaksanaan yang berlaku bagi Bidan, kode etik merupakan pedoman dan tata cara dalam pelaksanaan pelayanan profesional. Bidan berupaya memberikan pemeliharaan kesehatan yang komprehensif terhadap remaja putri, wanita pra nikah, ibu hamil, ibu melahirkan, ibu menyusui, balita dan bayi pada khususnya, sehingga mereka tumbuh berkembang menjadi manusia yang sehat. Dalam memberikan pelayanan kebidanan mempunyai hak dan kewajiban yang harus dilaksanakan kepada pasien, begitupun pasien mempunyai hak dan kewajiban. Pelayanan kebidanan terintegrasi dengan pelayanan kesehatan. Selama ini pelayanan kebidanan tergantung pada sikap sosial masyarakat dan keadaan lingkungan dimana bidan bekerja. Kemajuan sosial ekonomi merupakan parameter yang amat penting dalam pelayanan kebidanan. Parameter kemajuan sosial ekonomi dalam pelayanan kebidanan antara lain : perbaikan status gizi ibu dan bayi, cakupan pertolongan persalinan oleh bidan, menurunnya angka kematian ibu melahirkan, menurunnya angka kematian neonatal, cakupan penanganan resiko tinggi, meningkatkan cakupan pemeriksaan antenatal

B. Tujuan Agar mahasiswa dapat memahami tentang klimakterium atau menopause. Memahami tandatanda terjadinya masa klimakterium atau menopause, serta dapat memberi asuhan yang tepat kepada klien sesuai kebutuhan yang dibutuhkan. BAB II PEMBAHASAN A. PENGERTIAN Pemasaran sosial merupakan suatu kegiatan menjual produk yang berupa komoditi tertentu seperti pelayanan ide atau gagasan dengan mengaitkan pada kebutuhan atau minat masyarakat. Oleh karena itu proses pemasaran sosial jasa asuhan kebidanan agar dapat terlaksana dengan baik, perlu diadopsi pemasaran secara umum kemudian di aplikasikan secara intern sesuai dengan kebutuhan bidan. Ada beberapa definisi mengenai pemasaran diantaranya adalah : 1. philip kotler ( marketing ) pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran. 2. Menurut Philip kotler dan amstrong pemasaran adalah sebagai suatu proses sosial dan managerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan perukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain. 3. Menurut W.Stanton pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan,menentukan harga,mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli maupun pembeli potensial. B. TUJUAN PEMASARAN SOSIAL JASA ASUHAN KEBIDANAN 1. Memberikan pelayanan yang bermutu yang dibutuhkan masyarakat. 2. Memberikan pelayanan sesuai dengan standart praktik ketrampilan yang manta( dalam memberikan pelayanan kepada klien ) Memberikan pelayanan yang bermutu yang dibutuhkan masyarakat 3. Manurunkan sensitivitas klien pada tarif.

4. Rekomendasi ( pemasaran ) gratis dari mulut ke mulut. 5. Menghemat biaya pemasaran. 6. Penurunan biaya melayani klien yang sudah mengenal baik sistem pelayanan. 7. Peningkatan pendapatan ( pembelian silang antara jasa dan produk, peningkatan frekuensi pembelian.

C. MANAJEMEN PEMASARAN Manajemen pemasaran berasal dari dua kata yaitu manajemen dan pemasaran, yang meliputi: a Analisis Analisis yaitu dengan membuat inventarisasi kelompok sasaran dan mencari institusi yang dapat yang dapat membantu dan bekerja sama. Sasaran pemasaran jasa asuhan kebidanan adalah ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, bayi, balita, calon pengantin, pasangan usia subur, wanita usia menopause, dan lanjut usia.

Melakukan riset. Tujuan melakukan riset yaitu untuk mengetahui tanggapan masyarakat terutama kelompok sasaran terhadap jasa pelayanan yang akan diberikan.

Menyusun strategi pemasaran. Strategi yang digunakan disini merupakan serangkaian tindakan terpadu menuju keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Faktor-faktor yang mempengaruhi strategi pemasaran adalah :

1) Faktor micro, yaitu perantara pemasaran, pesaing dan masyarakat. 2) Factor macro, yaitu demografi/ ekonomi, politik hukum, teknologi/fisik dan sosial/ budaya. 3) Strategi pemasaran dari sudut pandang penjual : Tempat yang strategis. Produk yang bermutu. Harga yang kompetitif. Promosi yang gencar.

4) Strategi pemasaran dari sudut pandang pembeli/ pelanggan : Kebutuhan dan keinginan pelanggan... Biaya. Kenyamanan Komunikasi.

5) Monitoring dan evaluasi. Kegiatan monitoring adalah proses untuk menemukan kekurangan atau kesalahan pada strategi yang telah ditetapkan. Evaluasi merupakan kegiatan untuk mengetahui apakah tujuan dari strategi pemasaran telah tercapai atau belum. 6) Pelaksanaan proses pemasaran. Kegiatan ini menggunakan media yang telah dipersiapkan untuk menunjang program melalui pesa- pesan sehingga mudah diingat oleh masyarakat luas atau konsumen

D. FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMASARAN SOSIAL JASA ASUHAN KEBIDANAN 1. Kebutuhan, keinginan dan permintaan. Kebutuhan adalah keadaan dimana manusia merasa tidak memiliki kepuasan dasar. Kebutuhan dasar yang diperlukan misalnya pada persalinan dari segi : Kebutuhan dasar bidan. Kelengkapan alat pertolongan persalinan, bahan- bahan dan obat- obatan. Kebutuhan dasar pasien. Mendapatkan asuhan yang aman dan nyaman. Keinginan adalah hasrat akan suatu hal sesuai dengan kebutuhannya tersebut. Asuhan sayang ibu adalah keinginan sang ibu. Beberapa prinsip dasar asuhan sayang ibu adalah mengikut sertakan suami dan keluarga selama proses persalinan dan kelahiran bayi. Asuhan sayang ibu dalam proses persalinan :

Panggil ibu sesuai namanya, hargai dan perlakukan ibu sesuai martabatnya. Jelaskan proses persalinan kepada ibu dan keluarganya.

Anjurkan ibu untuk bertanya dan membicarakan ketakutan ataupun kekhawatirannya. Dengarkan dan tanggapi pertanyaan dan kekhawatiran ibu. Berikan dukungan, besarkan hatinya dan tentramkan hati ibu dan anggota keluarganya. Anjurkan ibu untuk ditemani suami atau anggota keluarga yang lain selama persalinan. Lakukan praktek- praktek pencegahan infeksi yang baik. Hargai privasi ibu. Anjurkan ibu mencoba berbagai posisi selama persalinan. Anjurkan ibu minum cairan atau makan makanan ringan bila ia mau. Anjurkan ibu menyusui bayinya segera setelah lahir. Membantu memulai pemberian ASI segera setelah bayi lahir. Siapkan rencana rujukan. Permintaan adalah keinginan akan sesuatu yang didukung kemampuan serta kesediaan membelinya, misalnya :

Permintaan bidan. Pasien senantiasa mengikuti nasehat dan saran bidan.

Permintaan pasien. Mendapatkan asuhan yang baik, aman dan nyaman bagi ibu dan bayinya selama proses persalinan.

2.

Produk Produk merupakan sesuatu yang ditawarkan untuk memuaskan suatu kebutuhan atau keinginan masyarakat, misalnya: keselamatan ibu dan bayinya.

3.

Transaksi Transaksi merupakan proses seseorang mendapatkan produk baik memproduksi sendiri, meminta maupun pertukaran.

4.

Pertukaran

Pertukaran merupakan tindakan memperoleh barang yang dibutuhkan seseorang dengan menawarkan suatu imbalan. Pertukaran baru akan terjadi apabila kedua belah pihak dapat menyetujui syarat petukaran dan masing- masing mendapat keuntungan dari pertukaran tersebut. Misalnya : seorang pasien yang datang ke bidan untuk melakukan persalinan dan bidan membantu dalam proses persalinan dan pasien mendapat pelayanan yang aman dan nyaman bagi ibu dan bayinya kemudian bidan menerima imbalan dari pasien berupa materi.
5.

Pasar Pasar terdiri dari semua pelanggan yang potensial memiliki kebutuhan yang sama dan bersedia dan mampu melaksanakan pertukaran untuk memenuhi kebutuhan tersebut. E. SISTEM PEMASARAN

1. Pengertian sistem pemasaran Sistem adalah sekelompok item atau bagian- bagian yang saling berhubungan dan saling berkaitan secara tetap dalam membentuk suatu kesatuan terpadu. Jadi dapat diartikan sistem pemasaran adalah kumpulan lembaga- lembaga yang melakukan tugas pemasaran barang, jasa, ide, dan faktor- faktor lingkungan yang saling memberikan pengaruh dan membentuk serta mempengaruhi hubungan perusahaan dengan pasarnya. Dalam pemasaran kelompok item yang saling berhubungan dan saling berkaitan itu mencakup : Tempat melaksanakan kerja pemasaran. Produk, jasa, gagasan yang dipasarkan. Target klien. Perantara ( kader ) Kendala lingkungan ( environmental constrains ). Sistem pemasaran yang paling sederhana terdiri dari dua unsur yang saling berkaitan, yaitu tempat pemasaran dan target klien. 2. Promosi jasa jasa asuhan kebidanan Promosi jasa asuhan kebidanan adalah upaya untuk mempromosikan jasa kebidanan kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan atau asuhan kebidanan. Pelayanan atau asuhan

kebidanan

termasuk

dalam

pelayanan

kesehatan.

Karakteristik promosi jasa dalam pelayanan kesehatan antara lain : Bersifat sukarela Tidak memaksa klien menggunakan layanan yang ditawarkan, klien bebas menentukan pilihan layanan. Kontak secara personal Dalam pelayanan kesehatan tenaga kesehatan harus melakukan kontak langsung secara personal dengan klien melalui pendekatan sosial budaya. Berpacu dengan waktu Pelayanan kesehatan harus diberikan dengan segera dengan mempertimbangkan keadaan klien. Sensitif ( terutama kesehatan reproduksi ) Kesehatan reproduksi merupakan hal yang sangat pribadi dan sensitif, sikap yang menghormati privasi klien akan membuat klien bersikap positif terhadap layanan kesehatan yang kita berikan. Peran pemasaran dalam pelayanan kesehatan adalah untuk : Menciptakan diferensiasi Bidan dituntut mampu memberikan pelayanan yang beragam ( tanpa menyimpang dari kewenangan yang diberikan ) Manajemen kualitas pelayanan Bidan mampu mengevaluasi diri mengenai kelebihan dan kekurangan layanan kesehatan yang ia tawarkan kepada klien. Meningkatkan produktivitas Tenaga kesehatan di tuntut untuk memperluas wawasan keilmuan serta ketrampilan teknisnya. Promosi jasa dalam pelayanan kesehatan memiliki empat komponen utama, yaitu: Klien/ pelanggan Klien atau pelanggan merupakan konsumen dari pelayanan kesehatan yang memiliki kedudukan penting. Kompetisi

Apabila kompetisi dikelola dengan baik maka akan memtivasi bidan untuk mengevaluasi dan mengembangkan diri. Jaringan Jaringan diperlukan untuk memperluas cakupan pemasaran pelayanan kesehatan yang akan membantu kelancaran kegiatan pemasaran. Jaringan tersebut dapat membentuk klinik pelayanan dirumah, rujukan, dan perusahaan. Klinik Dalam mengelola klinik diperlukan beberapa pertimbangan mencakup kekuatan merk, prose pelayanan, keunggulan kompetitif dan tarif pelayanan.
BAB XII PEMASARAN SOSIAL JASA ASUHAN KEBIDANAN PEMASARAN SOSIAL JASA ASUHAN KEBIDANAN A. Pemasaran social jasa Asuhan kebidanan. Pemasaran di identik dengann Proses perdagangan barng yang diorentasikan sbg preoses jual beli dan tawar menawar. Sehingga pemasaran kadang menjadi hal yang terlupakan ketika kita membahas tentang penyediaan jasa. Definisi Pemasaran menurut beberapa ahli adalah sbb : 1. Sumarni dan Soeprihanto ( 1995 ). Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan bisnis yang ditujukan untukmerencanakan, menentukan harga,mempromosikan dan mendisri busikan barang dan jasa yang memuaskan. 2. W.Y. stanton ( 1997 ) Pemasaran adlah : Sesuatu yang meliputi seluruh sistem yang berhubungan dengann tujuan dr sebuah perencanaan dan penentuan herga sampai dengann promosi & distribusi barang dan jasa yangbisa memuskan kebutuhan pembeli. 3. Trioso Purnawarman ( 2001 ) Pemasaran adalah : suatu proses social dan manaserial dimanan individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginann mereka dengann menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sma lain. Definisi ini berdarkan pd konsep ini yaitu : Kebutuhan keinginan dan permintaan : produk, nilai, biaya, dan keputusan : perukaran , trnsaksi dan hubungan: pasar, pemasaran dan pemasaran / penyedia. Adapun tujuan pemasaran adlh mengenal dan memahami pelanggaran sedemikian rupa sehingga produk cocok dengannnya dan dpt terjual dengann sendirinya. Proses pemasaran dpt dijelaskan lbh rinci dlm langkah2 sbb Langkah 1 adlh analisis yaitu dengann membuat inventarisasi kelompok sasaran dan mencari institusi2 / stakeholder yang dpt membantu dan bekerja sama. Langkah 2 yaitu melakukan riset untuk mengetahui tanggapan masyarakat terutama klmpk sasaran trhdp produk atau jasa pelayanan yang akan diberikan. Langkah 3 adalah menyusun srategi pemasaran. Strategi yang digunakan disini merupakan serangkaian tindakan terpadu menuju keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Faktor2 nya adlh : Faktor Mikro : yaitu perantara pemasaran, pemasok, pesaing dan masyarakat. Faktor Makro : yaitu demografi / ekonomi politik / hukum, teknologi / fisik dan sosial / budaya. Strategi dan kiat pemasaran darisudut pandang penjual dpt disingkat dlm ( 4 ) yaitu : tempat yang strategis ( Place ) produk yang bermutu ( Product )

Harga yang komeptitif ( Price ) promosi yang gencar ( Promotion ) langkah ke 4 adalah monitoring dan evaluasi.monitoring adalah proses untuk menentukasn kekurangan atau kesalahan pd strategi yang telah ditetapkan. Langkah ke 5 adalah pelaksanaan proses pemasaran .kegiatan ini mengunakan media yang telah dipersiapkan untuk menunjang program melalui pesan2 sehingga akan diingat oleh masyarakat luas ataupun khussusnya bagi konsumen. Dalam hal ini pemasaran sosial dpt diartikan sebagai suatu kegiatan menjual produk yan gberupa komoditi tertentu spt pelayanan, ide atau gagasan dengann mengaitkan pd kebutuhan atau minat masyarkat. Tujuan pemasaran sosial sbb : memberikan pelayanan yang bermutu yang dibutuhkan masyarakat. memberikan pelayanann dengann standar praktik, keterampilan yang mantap ( dalam memberikan pelayanan kpd klien ) Tujuan akhir dan konsep, Kiat dan strategi pemasaran adalah kepuasan pelanggan sepenuhnya ( total customer satisfaction ) . keputusan pelanggan sepenuhnya bukan berarti meberikan kpd apa yang menurut kita keinginan dr mereka, tetap apayang sesungguhnya mereka inginkan serta kapan dan bagaimanan mereka inginkan. Atau secara singkat adlah memenuhi kebtuhan pelanggan. Konsep pemasaran yang perlu dipahami dlm kaitannya dengann pemasaran social jasa asuhan kebidanana adlah faktor2 yang mempengaruhi pemasaran yaitu kebutuhan, keinginan dan permintaan. - keinginan ( wants ) adalah hasrat akan suatu hal sesuai dengann kebutuhannya - permintaan ( demands ) adalah keinginan akan sesuatu yang didukung dengann kemampuan serta kesediaan membelinya. 2. Produk Produk merupakan sesuatu yang dpt ditawarkan utnuk memuaskan suatu kebtuhan / keinginan masyarakat. 3. Transaksi Transaksi merupakan proses seseorng mendapatkan produk baik dengann memproduksi sendiri,pemaksaan, meminta maupun pertukaran 4. Pertukaran Pertukaran merupakan tindakan memperoleh barang yang dibutuhkan atau dikehendaki seseorang dengann menawarkan suatu imblan 5. Pasar Pasar terdiri darisemua pelangan yang potensial memiliki kebutuhan yang sama dan bersedia Dan mampu melaksankan pertukaran untuk memenuhi kebutuhan trsbt. Pemasaran social adalah penerapan teknik peamsaran niaga untuk mencapai suatu tujuan social yang bermanfaat ( HIV / AIDS Prevention Project ( HAPP), 1999 ). Kemapuan berwirausaha, wirausaha social bersifat praktis dan pragmatis. - dampak social, seorang wirausahawan haruslah beride baru, praktis dan cukup berguna, sehingga akan digunakan oleh orng lain begitu ide tsb diaplikasikan. - Karaktereritis, adlh seseorang yang dpt menjalankan fungsi2 layanan public. Atau orng yang dpt dipercaya dan menjaga kehormatannya. pemasaran sosial yang berhubungan dengan asuhan kebidanan

iklan pemasaran sosial yang berhubungan dengan asuhan kebidanan PENGERTIAN, KONSEP, DEFINISI PEMASARAN BAB PENGERTIAN, I PEMASARAN

KONSEP,

DEFINISI

PEMASARAN

DAN

MANAJEMEN

A. Pengertian Pemasaran Ada beberapa definisi mengenai pemasaran diantaranya adalah : a. Philip Kotler (Marketing) pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran. b. Menurut Philip Kotler dan Amstrong pemasaran adalah sebagai suatu proses sosial dan managerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain. c. Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, promosi dan mendistribusikan barang- barang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai pasar sasaran serta tujuan perusahaan. d. Menurut W Stanton pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli maupun pembeli potensial. B. Konsep Pemasaran Konsep-konsep inti pemasaran meluputi: kebutuhan, keinginan, permintaan, produksi, utilitas, nilai dan kepuasan; pertukaran, transaksi dan hubungan pasar, pemasaran dan pasar. Kita dapat membedakan antara kebutuhan, keinginan dan permintaan. Kebutuhan adalah suatu keadaan dirasakannya ketiadaan kepuasan dasar tertentu. Keinginan adalah kehendak yang kuat akan pemuas yang spesifik terhadap kebutuhan-kebutuhan yang lebih mendalam. Sedangkan Permintaan adalah keinginan akan produk yang spesifik yang didukung dengan kemampuan dan kesediaan untuk membelinya. C. Manajemen Pemasaran Manajemen pemasaran berasal dari dua kata yaitu manajemen dan pemasaran. Menurut Kotler dan Armstrong pemasaran adalah analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian dari programprogram yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan memelihara pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran untuk mencapai tujuan perusahaan. Sedangakan manajemen adalah proses perencanaan (Planning), pengorganisasian (organizing) penggerakan (Actuating) dan pengawasan. Jadi dapat diartikan bahwa Manajemen Pemasaran adalah sebagai analisis, perencanaan, penerapan, dan pengendalian program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pasar sasaran dengan maksud untuk mencapai tujuan tujuan organisasi. Kesimpulan : Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen pemasaran adalah sebagai kegiatan yang direncanakan, dan diorganisasiknan yang meliputi pendistribusian barang, penetapan harga dan dilakukan pengawasan terhadap kebijakan-kebijakan yang telah dibuat yang tujuannya untuk mendapatkan tempat dipasar agar tujuan utama dari pemasaran dapat tercapai. BAB II MACAM-MACAM KONSEP PEMASARAN I. Konsep Pemasaran Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasaan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing. Konsep pemasaran yang telah diungkapkan dengan berbagai cara: 1. Temukan keinginan pasar dan penuhilah. 2. Buatlah apa yang dapat dijual dan jangan berusaha menjual apa yang dapat dibuat. 3. Cintailah pelanggan, bukan produk anda. 4. Lakukanlah menurut cara anda (Burger king) 5. Andalah yang menentukan (United Airlines) 6. Melakukan segalanya dalam batas kemampuan untuk menghargai uang pelanggan yang sarat dengan nilai, mutu dan kepuasan (JC. Penney). Dalam pemasaran terdapat enam konsep yang merupakan dasar pelaksanaan kegiatan pemasaran suatu organisasi yaitu : konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep pemasaran, konsep pemasaran sosial, dan konsep pemasaran global. 1. Konsep produksi Konsep produksi berpendapat bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia dimana-mana dan

harganya murah. Konsep ini berorientasi pada produksi dengan mengerahkan segenap upaya untuk mencapai efesiensi produk tinggi dan distribusi yang luas. Disini tugas manajemen adalah memproduksi barang sebanyak mungkin, karena konsumen dianggap akan menerima produk yang tersedia secara luas dengan daya beli mereka. 2. Konsep produk Konsep produk mengatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang menawarkan mutu, performansi dan ciri-ciri yang terbaik. Tugas manajemen disini adalah membuat produk berkualitas, karena konsumen dianggap menyukai produk berkualitas tinggi dalam penampilan dengan ciri ciri terbaik 3. Konsep penjualan Konsep penjualan berpendapat bahwa konsumen, dengan dibiarkan begitu saja, organisasi harus melaksanakan upaya penjualan dan promosi yang agresif. 4. Konsep pemasaran Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunsi untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing. 5. Konsep pemasaran sosial Konsep pemasaran sosial berpendapat bahwa tugas organisasi adalah menentukan kebutuhan, keinginan dan kepentingan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan dengan cara yang lebih efektif dan efisien daripasda para pesaing dengan tetap melestarikan atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat. 6. Konsep Pemasaran Global Pada konsep pemasaran global ini, manajer eksekutif berupaya memahami semua faktor- faktor lingkungan yang mempengaruhi pemasaran melalui manajemen strategis yang mantap. tujuan akhirnya adalah berupaya untuk memenuhi keinginan semua pihak yang terlibat dalam perusahaan. BAB SISTEM III PEMASARAN

A. Pengertian Sistem Pemasaran Sistem adalah sekolompok item atau bagian-bagia yang saling berhubungan dan saling berkaitan secara tetap dalam membentuk satu kesatuan terpadu. Jadi dapat diartikan sistem pemasaran adalah kumpulan lembaga-lembaga yang melakukan tugas pemasaran barang, jasa, ide, orang, dan faktor-faktor lingkungan yang saling memberikan pengaruh dan membentuk serta mempengaruhi hubungan perusahaan dengan pasarnya.. Dalam pemasaran kelompok item yang saling berhubungan dan saling berkaitan itu mencakup : 1. Gabungan organisasi yang melaksanakan kerja pemasaran. 2. Produk, jasa, gagasan atau manusia yang dipasarkan. 3. Target pasar. 4. Perantara (pengecer, grosir, agen transportasi, lembaga keuangan). 5. Kendala lingkungan (environmental constraints). Sistem pemasaran yang paling sederhana terdiri dari dua unsur yang saling berkaitan, yaitu organisasi pemasaran dan target pasarnmya. Unsur-unsur dalam sebuah sistem pemasaran serupa dengan unsurunsur yang ada pada sistem radio stereo. Bekerja secara terpisah, tetapi pada waktu dipertemukan secara tepat. B. Macam Macam Sistem Pemasaran a. Sistem pemasaran dengan saluran vertikal Pada sistem ini produsen, grosir, dan pengecer bertindak dalam satu keterpaduan. Tujuan : Mengendalikan perilaku saluran Mencegah perselisihan antara anggota saluran b. Sistem pemasaran dengan saluran horizontal Pada sistem ini, ada suatu kerjasama antara dua atau lebih perusahaan yang bergabung untuk memanfaatkan peluang pemasaran yang muncul. c. Sistem pemasaran dengan saluran ganda

Pada sistem ini beberapa gaya pengeceran dengan pengaturan fungsi distribusi dan manajemen digabungkan, kemudian dari belakang dipimpin secara sentral. C. Lingkungan Sebuah Sistem Pemasaran a. Lingkungan makro ekstern. Lingkungan makro tersebut ialah: a. Demografi (kependudukan). b. Kondisi ekonomi. c. Teknologi. d. Kekuatan sosial dan budaya. e. Kekuatan politik dan legal. f. Persaingan. b. Lingkungan mikro eksternal a. Pasar (market) b. Pemasok c. Pialang (marketing intermediaries) c. Lingkungan Non Pemasaran Intern Kekuatan non pemasaran lainnya adalah lokasi perusahaan, ketangguhan bagian penelitian dan pengembangan. Kekuatan intern bersifat menyatu (interest) dalam organisasi dan dikendalikan oleh manajemen. BAB IV STRATEGI PEMASARAN A. Pengertian Strategi Pemasaran Strategi pemasaran adalah pengambilan keputusan-keputusan tentang biaya pemasaran, bauran pemasaran, alokasi pemasaran dalam hubungan dengan keadaan lingkungan yang diharapkan dan kondisi persaingan. Dalam strategi pemasaran, ada tiga faktor utama yang menyebabkan terjadinya perubahan strategi dalam pemasaran yaitu : 1. Daur hidup produk Strategi harus disesuaikan dengan tahap-tahap daur hidup, yaitu tahap perkenalan, tahap pertumbuhan, tahap kedewasaan dan tahap kemunduran. 2. Posisi persaingan perusahaan di pasar Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan posisi perusahaan dalam persaingan, apakah memimpin, menantang, mengikuti atau hanya mengambil sebagian kecil dari pasar. 3. Situasi ekonomi Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan situasi ekonomi dan pandangan kedepan, apakah ekonomi berada dalam situasi makmur atau inflasi tinggi. B. Macam-Macam Strategi Pemasaran macam strategi pemasaran diantaranya: 1. Strategi kebutuhan primer Strategi-strategi pemasaran untuk merancang kebutuah primer yaitu: 1. Menambah jumlah pemakai dan 2. Meningkatkan jumlah pembeli. 2. Strategi Kebutuhan Selektif Yaitu dengan cara : a. Mempertahankan pelanggan misalnya: 1. Memelihara kepuasan pelanggan; 2. Menyederhanakan proses pembelian; 3. Mengurangi daya tarik atau jelang untuk beralih merk; b. Menjaring pelanggan (Acquistion Strategier) 1. Mengambil posisi berhadapan (head to heas positioning) 2. Mengambil posisi berbeda (differentiated positin) Secara lebih jelas, strategi pemasaran dapat dibagi kedalam empat jenis yaitu: 1. Merangsang kebutuhan primer dengan menambah jumlah pemakai. 2. Merangsang kebutuhan primer dengan memperbesar tingkat pembelian. 3. Merangsang kebutuhan selektif dengan mempertahankan pelanggan yang ada. 4. Merangsang kebutuhgan selektif dengan menjaring pelanggan baru.

C. Segmentasi Pasar Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi suatu pasar menjadi kelompok-kelompok pembeli yang berbeda yang memiliki kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang berbeda yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang berbeda. Atau segmentasi pasar bisa diartikan segmentasi pasar adalah proses pengidentifikasian dan menganalisis para pembeli di pasar produk, menganalisia perbedaan antara pembeli di pasar. 1. Dasar-dasar dalam penetapan Segmentasi Pasar Dalam penetapan segmentasi pasar ada beberapa hal yang menjadi dasarnya yaitu: 1. Dasar dasar segmentasi pasar pada pasar konsumen a. Variabel geografi, diantaranya : wilayah, ukuran daerah, ukuran kota, dan kepadatan iklim. b. Variabel demografi, diantaranya : umur, keluarga, siklus hidup, pendapatan, pendidikan, dll c. Variabel psikologis, diantaranya :kelas sosial, gaya hidup, dan kepribadian. d. Variabel perilaku pembeli, diantaranya : manfaat yang dicari, status pemakai, tingkat pemakaian, status kesetiaan dan sikap pada produk. 2. Dasar dasar segmentasi pada pasar industri a. Tahap 1: menetapkan segmentasi makro, yaitu pasar pemakai akhir, lokasi geografis, dan banyaknya langganan. b. Tahap 2: yaitu sikap terhadap penjual, ciri ciri kepribadian, kualitas produk, dan pelanggan. 2. Syarat segmentasi Pasar Ada beberapa syarat segmentasi yang efektif yaitu : a. Dapat diukur b.Dapat dicapai c. Cukup besar atau cukup menguntungkan d.Dapat dibedakan e. Dapat dilaksanakan 3. Tingkat Segmentasi Pasar Karena pembelian mempunyai kebutuhan dan keinginan yang unik. Setiap pembeli, berpotensi menjadi pasar yang terpisah. Oleh karena itu segmentasi pasar dapat dibangun pada beberapa tingkat yang berbeda. a. Pemasaran massal Pemasaran massal berfokus pada produksi massal, distribusi massal, dan promosi massal untuk produk yang sama dalam cara yang hampir sama keseluruh konsumen. b. Pemasaran segmen Pemasarn segmen menyadari bahwa pembeli berbeda dalam kebutuhan, persepsi, dan perilaku pembelian. c. Pemasaran ceruk Pemasaran ceruk (marketing niche) berfokus pada sub group didalam segmen-segmen. Suatu ceruk adalah suatu group yang didefiniskan dengan lebih sempit. d. Pemasaran mikro Praktek penyesuaian produk dan program pemasaran agar cocok dengan citarasa individu atau lokasi tertentu. Termasuk dalam pemasaran mikro adalah pemasaran lokal dan pemasaran individu. 4. Manfaat Segmentasi Pasar Sedangakan manfaat dari segmentasi pasar adalah: a. Penjual atau produsen berada dalam posisi yang lebih baik untuk memilih kesempatan- kesempatan pemasaran. b. Penjual atau produsen dapat menggunakan pengetahuannya terhadap respon pemasaran yang berbeda-beda, sehingga dapat mengalokasikan anggarannya secara lebih tepat pada berbagai segmen. c. Penjual atau produsen dapat mengatur produk lebih baik dan daya tarik pemasarannya D. Menentukan Pasar Sasaran Langkah-langkah dalam menetukan pasar sasaran yaitu : 1. Langkah pertama Menghitung dan menilai potensi keuntungan dari berbagai segmen yang ada 2. Langkah kedua Mencatat hasil penjualan tahun lalu dan memperkirakan untuk tahun yang akan datang. BAB V

PERILAKU KONSUMEN A. Pengertian Perilaku Konsumen Perilaku konsumen merupakan tindakan-tindakan individu yang melibatkan pembelian penggunaan barang dan jasa termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menentukan tindakantindakan tersebut sebagai pengalaman dengan produk, pelayanan dari sumber lainnya. B. Faktor Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen adalah : 1. Faktor kebudayaan Faktor kebudayaan meliputi : a. Budaya : faktor-faktor budaya memberikan pengaruhnya paling luas pada keinginan dan perilaku konsumen. Budaya (culture) adalah penyebab paling mendasar teori keinginan dan perilaku seseorang. b. Subbudaya : setiap kebudayaan mengandung sub kebudayaan yang lebih kecil, atau sekelompok orang yang mempunyai sistem nilai yang sama berdasarkan pengalaman dan situasi kehidupan yang sama. Sub kebudayaan meliputi: kewarganegaraan, agama, ras, dan daerah gegrafis. c. Kelas sosial : hampir setiap masyarakat memiliki beberapa bentuk struktur kelas sosial. Kelas-kelas sosial adalah bagian-bagian masyarakat yang relatif permanen dan tersusun rapi yang anggotaanggotanya mempunyai nilai-nilai, kepentingan dan perilaku yang sama. Perilaku konsumen juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial, seperti kelompok kecil, keluarga serta aturan dan status sosial konsumen. Disini keluarga merupakan organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat. Keputusan orang ingin membeli juga dipenggaruhi oleh karakteristik pribadi seperti umur dan tahap siklus hidup, pekerjaan, situasi ekonomui, gaya hidup dan kepribadian serta konsep diri. Selain dari beberapa faktor diatas yang mempengaruhi perilaku konsumen juga dipengaruhi juga oleh faktor-faktor psikologis seseorang, yang meliputi motivasi, persepsi, pengetahuan dan keyakinan serta sikap. C. Proses Pengambilan Keputusan Pembeli a. Proses Pengambilan Keputusan Pembeli Terhadap produk Baru Sebuah produk baru adalah barang, jasa, atau ide yang dianggap baru oleh pembeli potensial. Terkadang produk yang beredar dipasaran telah lama ada, disini konsumen dapat membuat keputusan untuk menerima / mengadopsinya. Proses adopsi adalah proses mental yang dilalui seseorang, mulai dari pengenalan pertama sampai pada penerimaan / adopsi final. Tahap-tahap proses adopsi: 1. Sadar : konsumen menjadi sadar akan adanya produk baru, tetapi kekurangan informasi mengenainya. 2. Tertarik : konsumen akan menjadoi tertarik untuk mencari informasi mengenai produk baru. 3. Evalusi : konsumen harus mempertimbangkan apakah produk baru tersebut masuk akal atau tidak untuk dikonsumsi. 4. Mencoba : konsumen mencoba produk baru tersebut dalam skala kecil untuk meningkatkan perkiraan nilai produk tersebut. 5. Adopsi : konsumen memutuskan secara penuh dan teratur menggunakan produk baru tersebut. b. Tipe-Tipe Perilaku Membeli Ada empat tipe perilaku membeli, yaitu : a. Perilaku pembelian yang kompleks Disini konsumen mengakui keterikatan yang tinggi dalam proses pembeliannya, harga produk tinggi, jarang dibeli, memiliki resiko yang tinggi. Perilaku konsumen melalui proses tiga langkah, yaitu: pertama, mengembangkan keyakinan tentang produk tersebut. Kedua, membangun sikap, dan ketiga melakukan pilihan. b. Perilaku pembelian yang mengurangi ketidakefisienan Disini konsumen mengalami keterlibatan tinggi akan tetapi melihat sedikit perbedaan, diantara merekmerek. Konsumen mengunjungi beberapa tempat untuk mencari yang lebih cocok. a. Perilaku pembelian karena kebiasaan Disini konsumen rendah sekali dalam proses pembelian karena tidak ada perbedaan nyata diantara berbagai merek dan harga barang relatif rendah a. Perilaku pembelian yang mencari keragaman Disini keterlibatan konsumen yang rendah akan dihadapkan pada berbagai pemilihan merek.

c. Tahap-Tahap Proses Membeli Tahap-tahap dalam proses membeli mwliputi : a. Pengenalan kebutuhan/masalah Disini orang yang akan memasarkan produk meneliti mengenai apa yang dibutuhkan, apa yang menyebabkan semua itu muncul dan mengapa seseorang membutuhkan sesuatu. Seorang pemasar akan mengenalkan pada konsumen agar lebih tertarik. b. Pencarian informasi Sumber informasi konsumen terbagi dalam empat kelompok, yaitu : 1. Sumber pribadi, meliputi: keluarga, teman-teman, tetangga, dan kenalan. 2. Sumber niaga, meliputi : periklanan, petugas penjualan, penjual kemasan dan pemajangan. 3. Sumber umum, meliputi : media massa dan organisasi konsumen. 4. Sumber pengalaman, meliputi: pernah menangani, menguji, dan mempergunakan produk. c. Pencarian alternatif Terdapat lima konsep dasar bagi pemasar dalam penilaian alternatif konsumen, yaitu : 1. Sifat-sifat produk, apa yang menjadi ciri-ciri khusus dan perhatian konsumen terhadap produk atau jasa tersebut. 2. Pemasar lebih memperhatikan pentingnya ciri-ciri produk daripada penonjolan Ciri-ciri produk. 3. Kepercayaan konsumen terhadap ciri merek yang menonjol 4. Fungsi kemanfaatan, yaitu bagaimana konsumen mengharapkan kepuasan yang diperoleh dari produk dengan tingkat alternatif yang berbeda-beda setiap hari 5. Bagaimana prosedur penilaian yang dilakukan konsumen dari sekian banyak ciri-ciri barang. d. Keputusan membeli Ada dua faktor yang menyebabkan seseorang mengambil keputusan untuk membeli, yaitu : 1. Sikap orang lain : keputusan membeli itu banyak dipengaruhi oleh teman-teman, tetangga, atau siapa saja yang dipercayai 2. Faktor-faktor situasi yang tidak terduga : seperti faktor harga pendapatan

PEMASARAN SOSIAL JASA ASUHAN KEBIDANAN A. Pemasaran social jasa Asuhan kebidanan. Pemasaran di identik dengann Proses perdagangan barng yang diorentasikan sbg preoses jual beli dan tawar menawar. Sehingga pemasaran kadang menjadi hal yang terlupakan ketika kita membahas tentang penyediaan jasa. Definisi Pemasaran menurut beberapa ahli adalah sbb : 1. Sumarni dan Soeprihanto ( 1995 ). Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan bisnis yang ditujukan untukmerencanakan, menentukan harga,mempromosikan dan mendisri busikan barang dan jasa yang memuaskan. 2. W.Y. stanton ( 1997 ) Pemasaran adlah : Sesuatu yang meliputi seluruh sistem yang berhubungan dengann tujuan dr sebuah perencanaan dan penentuan herga sampai dengann promosi & distribusi barang dan jasa yangbisa memuskan kebutuhan pembeli. 3. Trioso Purnawarman ( 2001 ) Pemasaran adalah : suatu proses social dan manaserial dimanan individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginann mereka dengann menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sma lain. Definisi ini berdarkan pd konsep ini yaitu :

Kebutuhan keinginan dan permintaan : produk, nilai, biaya, dan keputusan : perukaran , trnsaksi dan hubungan: pasar, pemasaran dan pemasaran / penyedia. Adapun tujuan pemasaran adlh mengenal dan memahami pelanggaran sedemikian rupa sehingga produk cocok dengannnya dan dpt terjual dengann sendirinya. Proses pemasaran dpt dijelaskan lbh rinci dlm langkah2 sbb

Langkah 1 adlh analisis yaitu dengann membuat inventarisasi kelompok sasaran dan mencari institusi2 / stakeholder yang dpt membantu dan bekerja sama. Langkah 2 yaitu melakukan riset untuk mengetahui tanggapan masyarakat terutama klmpk sasaran trhdp produk atau jasa pelayanan yang akan diberikan. Langkah 3 adalah menyusun srategi pemasaran. Strategi yang digunakan disini merupakan serangkaian tindakan terpadu menuju keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Faktor2 nya adlh : Faktor Mikro : yaitu perantara pemasaran, pemasok, pesaing dan masyarakat. Faktor Makro : yaitu demografi / ekonomi politik / hukum, teknologi / fisik dan sosial / budaya. Strategi dan kiat pemasaran darisudut pandang penjual dpt disingkat dlm ( 4 ) yaitu : tempat yang strategis ( Place ) produk yang bermutu ( Product ) Harga yang komeptitif ( Price ) promosi yang gencar ( Promotion ) langkah ke 4 adalah monitoring dan evaluasi.monitoring adalah proses untuk menentukasn kekurangan atau kesalahan pd strategi yang telah ditetapkan. Langkah ke 5 adalah pelaksanaan proses pemasaran .kegiatan ini mengunakan media yang telah dipersiapkan untuk menunjang program melalui pesan2 sehingga akan diingat oleh masyarakat luas ataupun khussusnya bagi konsumen. Dalam hal ini pemasaran sosial dpt diartikan sebagai suatu kegiatan menjual produk yangberupa komoditi tertentu spt pelayanan, ide atau gagasan dengann mengaitkan pd kebutuhan atau minat masyarkat. Tujuan pemasaran sosial sbb : memberikan pelayanan yang bermutu yang dibutuhkan masyarakat. memberikan pelayanann dengann standar praktik, keterampilan yang mantap ( dalam memberikan pelayanan kpd klien )

Tujuan

akhir

dan

konsep,

Kiat dan strategi pemasaran adalah kepuasan pelanggan sepenuhnya ( total customer satisfaction ) . keputusan pelanggan sepenuhnya bukan berarti meberikan kpd apa yang menurut kita keinginan dr mereka, tetap apayang sesungguhnya mereka inginkan serta kapan dan bagaimanan mereka inginkan. Atau secara singkat adlah memenuhi kebtuhan pelanggan. Konsep pemasaran yang perlu dipahami dlm kaitannya dengann pemasaran social jasa asuhan kebidanana adlah faktor2 yang mempengaruhi pemasaran yaitu kebutuhan, keinginan dan permintaan. keinginan ( wants ) adalah hasrat akan suatu hal sesuai dengann kebutuhannya

- permintaan ( demands ) adalah keinginan akan sesuatu yang didukung dengann kemampuan serta kesediaan membelinya. 2. Produk Produk merupakan sesuatu yang dpt ditawarkan utnuk memuaskan suatu kebtuhan / keinginan masyarakat. 3. Transaksi Transaksi merupakan proses seseorng mendapatkan produk baik dengann memproduksi sendiri,pemaksaan, meminta maupun pertukaran 4. Pertukaran Pertukaran merupakan tindakan memperoleh barang yang dibutuhkan atau dikehendaki seseorang dengann menawarkan suatu imblan 5. Pasar

Pasar terdiri darisemua pelangan yang potensial memiliki kebutuhan yang sama dan bersedia Dan mampu melaksankan pertukaran untuk memenuhi kebutuhan trsbt. Pemasaran social adalah penerapan teknik peamsaran niaga untuk mencapai suatu tujuan social yang bermanfaat ( HIV / AIDS Prevention Project ( HAPP), 1999 ). Kemapuan berwirausaha, wirausaha social bersifat praktis dan pragmatis.

- dampak social, seorang wirausahawan haruslah beride baru, praktis dan cukup berguna, sehingga akan digunakan oleh orng lain begitu ide tsb diaplikasikan. - Karaktereritis, adlh seseorang yang dpt menjalankan fungsi2 layanan public. Atau orng yang dpt dipercaya dan menjaga kehormatannya.

Selengkapnya Klik disini: pemasaran sosial yang berhubungan dengan asuhan kebidanan - tips kesehatan kecantikan gaya hidup wanita Rabu, 03 November 2010

Pemasaran sosial
BAB II 1. PENGERTIAN Pemasaran sosial merupakan suatu kegiatan menjual produk yang berupa komoditi tertentu seperti pelayanan ide atau gagasan dengan mengaitkan pada kebutuhan atau minat masyarakat. Oleh karena itu proses pemasaran sosial jasa asuhan kebidanan agar dapat terlaksana dengan baik, perlu diadopsi pemasaran secara umum kemudian di aplikasikan secara intern sesuai dengan kebutuhan bidan. Ada beberapa definisi mengenai pemasaran diantaranya adalah : a. philip kotler ( marketing ) pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran. b. Menurut Philip kotler dan amstrong pemasaran adalah sebagai suatu proses sosial dan managerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan perukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain. c. Menurut W.Stanton pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan,menentukan harga,mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli maupun pembeli potensial. 2. TUJUAN PEMASARAN SOSIAL JASA ASUHAN KEBIDANAN 1. Memberikan pelayanan yang bermutu yang dibutuhkan masyarakat. 2. Memberikan pelayanan sesuai dengan standart praktik ketrampilan yang manta( dalam memberikan pelayanan kepada klien )

3. MANAJEMEN PEMASARAN Manajemen pemasaran berasal dari dua kata yaitu manajemen dan pemasaran, yang meliputi: a. Analisis Analisis yaitu dengan membuat inventarisasi kelompok sasaran dan mencari institusi yang dapat yang dapat membantu dan bekerja sama. Sasaran pemasaran jasa asuhan kebidanan adalah ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, bayi, balita, calon pengantin, pasangan usia subur, wanita usia menopause, dan lanjut usia. b. Melakukan riset. Tujuan melakukan riset yaitu untuk mengetahui tanggapan masyarakat terutama kelompok sasaran terhadap jasa pelayanan yang akan diberikan. c. Menyusun strategi pemasaran. Strategi yang digunakan disini merupakan serangkaian tindakan terpadu menuju keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Faktor-faktor yang mempengaruhi strategi pemasaran adalah :

1. Faktor micro, yaitu perantara pemasaran, pesaing dan masyarakat. 2. Factor macro, yaitu demografi/ ekonomi, politik hukum, teknologi/fisik dan sosial/ budaya. Strategi pemasaran dari sudut pandang penjual : 1. Tempat yang strategis. 2. Produk yang bermutu. 3. Harga yang kompetitif. 4. Promosi yang gencar. Strategi pemasaran dari sudut pandang pembeli/ pelanggan : 1. Kebutuhan dan keinginan pelanggan... 2. Biaya. 3. Kenyamanan. 4. Komunikasi. d. Monitoring dan evaluasi. Kegiatan monitoring adalah proses untuk menemukan kekurangan atau kesalahan pada strategi yang telah ditetapkan. Evaluasi merupakan kegiatan untuk mengetahui apakah tujuan dari strategi pemasaran telah tercapai atau belum. e. Pelaksanaan proses pemasaran. Kegiatan ini menggunakan media yang telah dipersiapkan untuk menunjang program melalui pesapesan sehingga mudah diingat oleh masyarakat luas atau konsumen.

4. FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMASARAN SOSIAL JASA ASUHAN KEBIDANAN a. Kebutuhan, keinginan dan permintaan. Kebutuhan adalah keadaan dimana manusia merasa tidak memiliki kepuasan dasar. Kebutuhan dasar

yang diperlukan misalnya pada persalinan dari segi : Kebutuhan dasar bidan. Kelengkapan alat pertolongan persalinan, bahan- bahan dan obat- obatan. Kebutuhan dasar pasien. Mendapatkan asuhan yang aman dan nyaman. Keinginan adalah hasrat akan suatu hal sesuai dengan kebutuhannya tersebut. Asuhan sayang ibu adalah keinginan sang ibu. Beberapa prinsip dasar asuhan sayang ibu adalah mengikut sertakan suami dan keluarga selama proses persalinan dan kelahiran bayi. Asuhan sayang ibu dalam proses persalinan : 1. Panggil ibu sesuai namanya, hargai dan perlakukan ibu sesuai martabatnya. 2. Jelaskan proses persalinan kepada ibu dan keluarganya. 3. Anjurkan ibu untuk bertanya dan membicarakan ketakutan ataupun kekhawatirannya. 4. Dengarkan dan tanggapi pertanyaan dan kekhawatiran ibu. 5. Berikan dukungan, besarkan hatinya dan tentramkan hati ibu dan anggota keluarganya. 6. Anjurkan ibu untuk ditemani suami atau anggota keluarga yang lain selama persalinan. 7. Lakukan praktek- praktek pencegahan infeksi yang baik. 8. Hargai privasi ibu. 9. Anjurkan ibu mencoba berbagai posisi selama persalinan. 10. Anjurkan ibu minum cairan atau makan makanan ringan bila ia mau. 11. Anjurkan ibu menyusui bayinya segera setelah lahir. 12. Membantu memulai pemberian ASI segera setelah bayi lahir. 13. Siapkan rencana rujukan. Permintaan adalah keinginan akan sesuatu yang didukung kemampuan serta kesediaan membelinya, misalnya : Permintaan bidan. Pasien senantiasa mengikuti nasehat dan saran bidan. Permintaan pasien. Mendapatkan asuhan yang baik, aman dan nyaman bagi ibu dan bayinya selama proses persalinan. b. Produk Produk merupakan sesuatu yang ditawarkan untuk memuaskan suatu kebutuhan atau keinginan masyarakat, misalnya: keselamatan ibu dan bayinya. c. Transaksi Transaksi merupakan proses seseorang mendapatkan produk baik memproduksi sendiri, meminta maupun pertukaran. d. Pertukaran Pertukaran merupakan tindakan memperoleh barang yang dibutuhkan seseorang dengan menawarkan suatu imbalan. Pertukaran baru akan terjadi apabila kedua belah pihak dapat menyetujui syarat petukaran dan masing- masing mendapat keuntungan dari pertukaran tersebut. Misalnya : seorang pasien yang datang ke bidan untuk melakukan persalinan dan bidan membantu dalam proses persalinan dan pasien mendapat pelayanan yang aman dan nyaman bagi ibu dan bayinya kemudian bidan menerima imbalan dari pasien berupa materi.

e. Pasar Pasar terdiri dari semua pelanggan yang potensial memiliki kebutuhan yang sama dan bersedia dan mampu melaksanakan pertukaran untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

BAB III SISTEM PEMASARAN A. Pengertian sistem pemasaran Sistem adalah sekelompok item atau bagian- bagian yang saling berhubungan dan saling berkaitan secara tetap dalam membentuk suatu kesatuan terpadu. Jadi dapat diartikan sistem pemasaran adalah kumpulan lembaga- lembaga yang melakukan tugas pemasaran barang, jasa, ide, dan faktor- faktor lingkungan yang saling memberikan pengaruh dan membentuk serta mempengaruhi hubungan perusahaan dengan pasarnya. Dalam pemasaran kelompok item yang saling berhubungan dan saling berkaitan itu mencakup : 1. Tempat melaksanakan kerja pemasaran. 2. Produk, jasa, gagasan yang dipasarkan. 3. Target klien. 4. Perantara ( kader ) 5. Kendala lingkungan ( environmental constrains ). Sistem pemasaran yang paling sederhana terdiri dari dua unsur yang saling berkaitan, yaitu tempat pemasaran dan target klien. B. Promosi jasa jasa asuhan kebidanan Promosi jasa asuhan kebidanan adalah upaya untuk mempromosikan jasa kebidanan kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan atau asuhan kebidanan. Pelayanan atau asuhan kebidanan termasuk dalam pelayanan kesehatan. Karakteristik promosi jasa dalam pelayanan kesehatan antara lain :

1. Bersifat sukarela Tidak memaksa klien menggunakan layanan yang ditawarkan, klien bebas menentukan pilihan layanan. 2. Kontak secara personal Dalam pelayanan kesehatan tenaga kesehatan harus melakukan kontak langsung secara personal dengan klien melalui pendekatan sosial budaya. 3. Berpacu dengan waktu Pelayanan kesehatan harus diberikan dengan segera dengan mempertimbangkan keadaan klien. 4. Sensitif ( terutama kesehatan reproduksi ) Kesehatan reproduksi merupakan hal yang sangat pribadi dan sensitif, sikap yang menghormati privasi klien akan membuat klien bersikap positif terhadap layanan kesehatan yang kita berikan.

Peran pemasaran dalam pelayanan kesehatan adalah untuk : 1. Menciptakan diferensiasi Bidan dituntut mampu memberikan pelayanan yang beragam ( tanpa menyimpang dari kewenangan yang diberikan )

2. Manajemen kualitas pelayanan Bidan mampu mengevaluasi diri mengenai kelebihan dan kekurangan layanan kesehatan yang ia tawarkan kepada klien. 3. Meningkatkan produktivitas Tenaga kesehatan di tuntut untuk memperluas wawasan keilmuan serta ketrampilan teknisnya. Promosi jasa dalam pelayanan kesehatan memiliki empat komponen utama, yaitu: 1. Klien/ pelanggan Klien atau pelanggan merupakan konsumen dari pelayanan kesehatan yang memiliki kedudukan penting. 2. Kompetisi Apabila kompetisi dikelola dengan baik maka akan memtivasi bidan untuk mengevaluasi dan mengembangkan diri. 3. Jaringan Jaringan diperlukan untuk memperluas cakupan pemasaran pelayanan kesehatan yang akan membantu kelancaran kegiatan pemasaran. Jaringan tersebut dapat membentuk klinik pelayanan dirumah, rujukan, dan perusahaan.

4. Klinik Dalam mengelola klinik diperlukan beberapa pertimbangan mencakup kekuatan merk, prose pelayanan, keunggulan kompetitif dan tarif pelayanan.

BAB IV PENUTUP

1. KESIMPULAN Dari pembahasan ini dapat diambil kesimpulan bahwa pemasaran sosial merupakan suatu kegiatan menjual prduk yang berupa komoditi tertentu seperti pelayanan, ide, atau gagasan dengan mengaitkan pada kebutuhan atau minat masyarakat. Sasaran khusus dalam pemasaran asuhan kebidanan adalah ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, bayi, balita, calon pengantin, pasangan usia subur, wanita usia menopause dan lanjut usia. Tujuan pemasaran asuhan kebidanan yaitu untuk memberikan pelayanan yang bermutu yang dibutuhkan masyarakat dan memberikan pelayanan sesuai dengan standart praktik, ketrampilan yang mantap.

2. SARAN 1. Berikan asuhan kebidanan yang aman dan nyaman bagi pasien. 2. Dalam memberikan pelayanan tetap jaga privasi pasien. 3. Ciptakan rasa saling percaya antara klien dan bidan.

Pemasaran Sosial Jasa Asuhan Kebidanan


Pemasaran Sosial Jasa Asuhan Kebidanan

Setelah mengikuti pembelajaran ini, mahasiswa dapat: 1. Menjelaskan pengertian jasa 2. Menjelaskan Kode etik kebidanan 3. Menjelaskan hak dan kewajiban Bidan 4. Menjelaskan hak dan kewajiban pasien

PENDAHULUAN Sesuai dengan kewenangan dan peraturan kebijaksanaan yang berlaku bagi Bidan, kode etik merupakan pedoman dan tata cara dalam pelaksanaan pelayanan profesional. Bidan berupaya memberikan pemeliharaan kesehatan yang komprehensif terhadap remaja putri, wanita pra nikah, ibu hamil, ibu melahirkan, ibu menyusui, balita dan bayi pada khususnya, sehingga mereka tumbuh berkembang menjadi manusia yang sehat. Dalam memberikan pelayanan kebidanan mempunyai hak dan kewajiban yang harus dilaksanakan kepada pasien, begitupun pasien mempunyai hak dan kewajiban. Pelayanan kebidanan terintegrasi dengan pelayanan kesehatan. Selama ini pelayanan kebidanan tergantung pada sikap sosial masyarakat dan keadaan lingkungan dimana bidan bekerja. Kemajuan sosial ekonomi merupakan parameter yang amat penting dalam pelayanan kebidanan. Parameter kemajuan sosial ekonomi dalam pelayanan kebidanan antara lain : perbaikan status gizi ibu dan bayi, cakupan pertolongan persalinan oleh bidan, menurunnya angka kematian ibu melahirkan, menurunnya angka kematian neonatal, cakupan penanganan resiko tinggi, meningkatkan cakupan pemeriksaan antenatal.

URAIAN MATERI A. Pengertian jasa pemasaran Adalah kegiatan manusia yang bertujuan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia melalui proses pertukaran. (Plilip Koher) B. Kode Etik Kebidanan Kode etik merupakan suatu ciri profesi yang bersumber dari nilai-nilai internal dan eksternal suatu disiplin ilmu dan merupakan pernyataan komprehensif suatu profesi yang memberikan tuntunan bagi anggota dalam melaksanakan pengabdian profesi. Kode etik suatu profesi adlah berupa norma-norma yang harus diindahkan oleh setiap anggota profesi yang bersangkutan di dalam melaksanakan tugas profesinya dan di dalam hidupnya di masyarakat. Norma-norma tersebut berupa petunjuk-petunjuk bagi anggota profesi tentang bagaimana mereka menjalankan profesinya dan larangan-larangan yaitu ketentuan-ketentuan apa yang boleh dan tidak boleh diperbuat atau dilaksanakan oleh anggota profesi, tidak saja dalam menjalankan tugas profesinya, melainkan juga menyangkut tingkah laku pada umumnya dalam pergaulan sehari-haridalam masyarakat. Kode etik Bidan Indonesia pertama kali disusun pada tahun 1986 dan disyahkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) tahun 1991. Sebagai pedoman dalam berperilaku. Secara umum kode etik berisi 7 Bab, dan dapat dibedakan atas tujuh bagian, yaitu : 1. Kewajiban Bidan terhadap klien dan masyarakat (6 butir) 2. Kewajiban Bidan terhadap tugasnya (3 butir)

3. Kewajiban Bidan terhadap sejawab dan tenaga kesehatan lainnya (2 butir) 4. Kewajiban Bidan terhadap profesinya (3 butir) 5. Kewajiban Bidan terhadap diri sendiri (2 butir) 6. Kewajiban Bidan terhadap pemerintah, nusa bangsa dan tanah air (2 butir) 7. Penutup (1 butir) 1. Tujuan Kode Etik a. Menjunjung tinggi martabat dan citra profesi Hal ini yang dijaga adalah image dari pihak luar atau masyarakat mencegah orang luar memandang rendah atau remeh suatu profesi. b. Menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota Yang dimaksud kesejahteraan adalah kesejahteraan materiil dan spiritual atau mental. c. Meningkatkan pengabdian para anggota profesi Kode etik juga berisi tujuan pengabdian profesi tertentu, sehingga para anggota dapat dengan mudah mengetahui tugas dan tanggung jawab pengabdian profesinya. d. Meningkatkan mutu profesi Kode etik memuat tentang norma-norma serta anjuran agar profesi selalu berusaha untuk meningkatkan mutu sesuai dengan bidang pengabdiannya. Selain itu mengatur bagaimana cara memelihara dan meningkatkan mutu organisasi profesi. 2. Dimensi Kode Etik a. Anggota profesi dan klien/ pasien b. Anggota profesi dan sistem kesehatan c. Anggota profesi dan profesi kesehatan lain d. Sesama anggota profesi 3. Prinsip Kode Etik a. Menghargai otonomi b. Melakukan tindakan yang benar c. Mencegah tindakan yang dapat merugikan d. Memberlakukan manusia secara adil e. Menjelaskan dengan benar f. Menepati janji yang telah disepakati g. Menjaga kerahasiaan Metode pemberian pelayanan Kebidanan Pelayanan kebidanandiberikan secatra holistik, yaitu : memperhatikan aspek bio, psiko, sosio dan kultural sesuai dengan kebututuhan pasien. Pelayanan tersebut diberikan dengan tujuan kehidupan dan kelangsungan pelayanan. Pasien memerlukan pelayanan dari provider yang memiliki karakteristik sebagai berikut : a. Semangat untuk melayani b. Simpati c. Empati d. Tulus ikhlas e. Memberikan kepuasan Selain itu, bidan sebagai pemberi pelayanan harus memperhatikan hal-hal seperti di bawah ini : a. Aman b. Nyaman c. Privacy d. Alami

e. Tepat Menjaga Mutu Pelayanan Kebidanan Pelayanan kebidanan yang bermutu adalah pelayanan kebidana yang dapat memuaskan setiap pemakai jasa pelayanan kebidanan yang sesuai dengan tingkat kepuasaan rata-rata penduduk, serta yang penyelenggaranya sesuai dengan kode etik dan standar pelayanan profesi yang telah ditetapkan. Dimensi kepuasaan pasien dapat dibedakan atas dua macam : a. Kepuasan yang mengacu pada penerapan kode etik serta standar pelayanan profesi kebidanan, mengenai : 1. Hubungan bidan dengan pasien 2. Kenyamanan pelayanan 3. Kebebasan melakukan pilihan 4. Pengetahuan dan kompetensi teknis (scientific knowledge dan technical skill) 5. Efektifitas pelayanan b. Kepuasan yang mengacu pada penerapan semua persyaratan pelayanan kebidanan. Suatu pelayanan dikatakan bermutu bila penerapan semua persyaratan palayanan kebidanan dapat memuaskan pasien. Ukuran pelayanan kebidanan yang bermutu adalah : a. Ketersediaan pelayanan kebidanan (available) b. Kewajaran pelayanan kebidanan (appropriate) c. Kesinambungan pelayanan kebidanan (continue) d. Penerimaan jasa pelayanan kebidanan (acceptable) e. Ketercapaian pelayanan kebidanan (accesible) f. Keterjangkauan pelayanan kebidanan (affordable) g. Efesiensi pelayanan kebidanan (effecent) h. Mutu pelayanan kebidanan (quality) Mutu pelayanan kebidanan berorientasi pada penerapan kode etik dan standar pelayanan kebidanan, serta kepuasaan yang mengacu pada penerapan semua persyaratan pelayanan kebidanan. Dari dua dimensi mutu pelayanan kebidanan tersebut, tujuan akhirnya adalah kepuasaan pasien yang dilayani oleh Bidan C. HAK DAN KEWAJIBAN BIDAN 1. Hak Bidan a. Bidan berhak mendapat perlidungan hukum dalam melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya. b. Bidan berhak untuk bekerja sesuai dengan standar profesi pada setiap tingkat jenjang pelayanan kesehatan c. Bidan berhak menolak keinginan pasien/ kilen dalam keluarga yang bertentangan dengan perundang-undangan, dan kode etik profesi d. Bidan berhak akan privasi/ kedirian dan menuntut apabila nama baiknya dicemarkan baik oleh pasien, keluarga ataupun profesi lain e. Bidan berhak atas kesempatan untuk meningkatkan diri baik melalui pendidikan maupun pelatihan f. Bidan berhak memperoleh kesempatan untuk meningkatkan jenjang karir dan jabatan yang sesuai g. Bidan berhak mendapat kompensasi dan kesejahteraan yang sesuai

2. Kewajiban Bidan a. Bidan wajib mematuhi peraturan rumah sakit sesuai dengan hubungan hukum antara Bidan tersebut dengan rumah sakit bersalin dan sarana pelayanan dimana ia bekarja b. Bidan wajib memberikan pelayanan asuhan kebidanan sesuaidengan standar profesi dengan menghormati hak-hak pasien c. Bidan wajib merujuk pasien dengan penyulit kepada Dokter yang mempunyai kemapuan dan keahlian sesuai dengan kebutuhan pasien d. Bidan wajib memberikan kesempatan kepada pasien untuk menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya e. Bidan wajib memberikan kesempatan kepada pasien untuk didampingi suami atau keluarga f. Bidan wajib merahasiakan sesuatu yang diketahui tentang seorang pasien g. Bidan wajib memberikan informasi yang akurat tentang tindakan yang kan dilakukan serta resiko yang mungkin dapat timbul h. Bidan wajib meminta persetujuan tertulis (informed Consent) atas tindakan yang akan dilakukan i. Bidan wajib mendokumentasikan asuhan kebidanan yang telah diberikan j. Bidan wajib mengikuti perkembangan iptek dan menambah ilmu pengetahuannya melalui pendidikan formal dan informal k. Bidan wajib bekerjasama dengan profesi lain dan pihakyang terkait secara timbal balik dalam memberikan asuhan kebidanan D. HAK DAN KEWAJIBAN PASIEN 1. Hak Pasien Hak pasien adalah hak-hak pribadi yang harus dimiliki manusia sebagai pasien/ klien. a. Pasien berhak memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang belaku di rumah sakit atau institusi pelayanan kesehatan b. Pasien berhak atas pelayanan yang manusiawi, adil dan jujur c. Pasien berhak memperoleh pelayanan kebidanan sesuai dengan profesi Bidan tanpa diskriminasi d. Pasien berhak memilih bidan yang akan menolongnya sesuai dengan keinginannya e. Pasien berhak mendapat informasi yang meliputi kehamilan, persalinan, nifas, dan bayi yang akan dilahirkan f. Pasien berhak mendapat pendampingan suami dan keluarga selama proses persalinan berlangsung g. Pasien berhak memilih dokter dan kelas perawatan sesuai dengan keinginannya dan sesuai dengan peraturan yang berlaku di rumah sakit h. Pasien berhak dirawat oleh dokter yang secara bebas menentukan pendapat kritis dan pendapat etisnya tanpa campur tangan dari pihak luar i. Pasien berhak meminta konsultasi dari dokter lain yang terdaftar di rumah sakit tersebut (second opinion) terhadap penyakit yang dideritanya, sepengetahuan dokter yang merawat j. Pasien berhak meminta privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk datadata medisnya k. Pasien berhak mendapat informasi yang meliputi : 1) Penyakit yang diderita 2) Tindakan kebidanan yang akan dilakukan 3) Alternatif terapi lain 4) Prognosanya 5) Perkiraan biaya pengobatan

l. Pasien berhak meyetujui/ memberikan izin atas tindakan yang akan dilakukan oleh dokter sehubungan dengan penyakit yang dideritanya m. Pasien berhak menolak tindakan yang kan dilakukan terhadap dirinya dan mengakhiri pengobatan dan perawatan atas tanggung jawab sendiri sesudah memperolah informasi yang jelas tentang penyakitnya n. Pasien berhak didampingi keluarganya dalam keadaan kritis o. Pasien berhak menjlankan ibadah sesuai dengan agama/ kepercayaan yang dianutnya selama hal ini tidak menggangu pasien lainnya p. Pasien berhak atas keamanan dan keselamatan dirinya selama perawatan di rumah sakit q. Pasien berhak menerima dan menolak bimbingan moril maupun spiritual r. Pasien berhak mendapat perlindungan hukum atas terjadinyas kasus mal praktek

2. Kewajiban Pasien a. Pasien dan keluarganya berkewajiban untuk mentaati segala peraturan dan tata tertib rumah sakit atau institusi pelayanan kesehatan b. Pasien berkewajiban untuk mematuhi segala instruksi dokter, bidan, perawat yang merawatnya c. Pasien dan atau penanggungnya berkewajiban untuk melunasi semua imbalan atau jasa pelayanan rumah sakit atau institusi palayanan kesehatan, dokter, bidan, dan perawat d. Pasien dan atau penanggulangannya berkewajiban memenuhi hal-hal yang selalu disepakati/ perjanjian yang telah dibuatnya Sumber Pustaka 1. 50 tahun IBI, 2003, Bidan Menyongsong Masa Depan, IBI, Jakarta. 2. Depkes, RI, 2002, Etika dan Kode Etik Kebidanan, Jakarta. 3. PIT POGI, 2004, Forum Bidan Peningkatan Profesionalisme Bidan, Bandung.

Anda mungkin juga menyukai