Anda di halaman 1dari 31

PHOTOVOLTAIC PANELS

Pengertian
Photovoltaic Panels (PV) adalah alat yang terdiri dari sel-sel surya yang mengubah energi cahaya menjadi energi listrik berdasarkan efek photovoltaic . PV mempunyai tipe yang sama dengan photo dioda yang dibentuk dari semikonduktor tipe-P, tipe-N serta daerah sambungan (junction).

Cara Kerja
Sinar matahari dapat dianggap sebagai sebuah gelombang cahaya atau sebagai paket energi (photon). Untuk menjelaskan efek pada sel fotovoltaik yang paling mudah adalah dengan menganggap sinar matahari sebagai paket energi (photon).

Elektron dapat pindah dari lapisan N ke P tetapi tidak sebaliknya. Photon dengan energi cukup yang mengenai sel tersebut berfungsi untuk mendorong elektron dari lapisan P ke lapisan N karena pada lapisan N terjadi kelebihan elektron sedang pada lapisan P kekurangan elektron. Hal ini menimbulkan beda tegangan yang dapat digunakan sebagai suatu sumber tenaga.

Tegangan yang dibangkitkan sebesar 0,5 Volt. Dan saat kedua lapisan sel fotovoltaik disambungkan dengan sebuah rangkaian tertutup, maka akan mengalir arus sebesar 3 Ampere. Jika kita merangkai sel-sel itu dalam sebuah rangkaian seri, maka rangkaian itu akan menjadi sebuah Modul Fotovoltaik atau Panel Fotovoltaik. Dengan demikian, rangkaian seri dari 36 sel fotovoltaik dapat menghasilkan daya listrik sebesar 36 x 0,5 V x 3 A = 54 Watt.

Keuntungan
Cahaya matahari yang mencapai permukaan bumi intensitasnya hampir 6,000 kali lebih besar dibandingkan daya rata-rata yang dikonsumsi oleh manusia. Dan lagi, cahaya matahari dapat menghasilkan jumlah tenaga yang paling besar (sekitar 170 W/m) dibanding sumber tenaga yang dapat diperbaharui lainnya. Tenaga matahari bebas polusi dalam penggunaannya. Tidak memerlukan bahan bakar dan maintenance Sistem jaringan Listrik Tenaga matahari yang digunakan, dapat mengurangi kerugian transmisi (kerugian transmisi kira-kira 7.2% pada 1995), jika dibandingkan sistem jaringan listrik lainnya. Biaya Operasional sangat rendah dibandingkan teknologi pembangkit yang ada saat ini.

Kerugian
Listrik tenaga matahari selalu lebih mahal dibandingkan listrik yg dihasilkan oleh sumber yang lain. Listrik tenaga matahari tidak dapat bekerja pada malam hari dan kurang efektif jika dalam cuaca berawan, oleh karena itu diperlukan sebuah sistem penyimpanan Solar sel menghasilkan arus DC yang harus dikonversi ke AC (menggunakan inverter) dan ketika digunakan pada jalur distribusi dapat timbul rugi energy sekitar 4-12%

Efisiensi
Sel surya, sebagaimana jamaknya sebuah mesin, memiliki kemampuan menghasilkan sebuah produk/output (dalam hal ini listrik) dari bahan masukan/input (cahaya sinar matahari) melalui proses yang terjadi di dalamnya (efek fotovoltaik). Dikarenakan banyak faktor, tidak seluruh cahaya yang diproses di dalam sel surya mampu dikonversi menjadi energi listrik. Faktor ini dapat saja dikarenakan oleh sifat inheren semikonduktor yang dipakai sebagai sel, yang tidak dapat menangkap semua spektrum cahaya tampak, hingga hambatan dari rangkaian listrik yang digunakan.

Efisiensi pada konversi energi fotovoltaik secara umum dapat dituliskan dengan rumus

U.I P.a
di mana : = U=

Efisiensi (%) Tegangan yang dibangkitkan sel surya (Volt) I = Arus sel surya (Ampere) P = Rapat daya matahari yang jatuh pada sel surya (Watt/m2) A = Luas sel surya (m2)

Gambar berikut ini mengilustrasikan trend peningkatan efisiensi sel surya dari tahun ke tahun.

BIAYA
Pada tabel di samping ini dapat dilihat harga beberapa jenis sel surya utama yang tengah dipasarkan di negaranegara pelopor teknologi, yakni Amerika, Jerman dan Jepang.

Lantas apa yang membuat sel surya terbilang mahal saat ini?
1. Biaya produksi pembuatan sel surya. Proses pembuatan silikon sejak dari penambangan, pemurnian dan pemotongan memiliki andil sekitar 65% dari total harga sebuah sel surya. Data tahun 2004 mengenai harga silikon dunia dengan kadar tersebut kira-kira US$ 50/kg dan terus meningkat dikarenakan adanya permintaan industri semikonduktor maupun elektronik. Pemrosesan, seperti pembuatan sel dan enkapsulasi sel surya, masing-masing menyumbang 10% dan 25% dari total harga sel surya.

2. Biaya perangkat dan pelayanan

pendukung.

Memanfaatkan sel surya untuk keperluan apapun membutuhkan perangkat pendukung yang disebut Balance of System (BOS) yang biasanya terdiri atas baterai, inverter, biaya pemasangan serta infrastruktur (lihat gambar berikut).

Gambar di bawah ini sedikit menggambarkan berapa porsi anggaran yang dibutuhkan pada saat pemasangan, dan perbandingannya pada 20 tahun kemudian. Asumsi memakai 1300 Watt menggunakan baterai 35 Ah. Literatur ini menggunakan negara Meksiko sebagai contohnya.

Tabel di bawah ini merupakan simulasi perhitungan biaya yang diperlukan untuk memasang sel surya di sebuah rumah dengan kapasitas daya terpasang sebesar 50 Watt. Jika hendak memasang sel surya di rumah dengan daya 1000 Watt mirip dengan rata-rata daya terpasang pada rumah di Indonesia dari PLN, maka harga total tinggal dikalikan saja dengan 20.

Trend Pemanfaatan Sel Surya


Trend pemanfaatan sel surya untuk saat ini, selain difokuskan pada sektor rumah tangga, juga digunakan pada beberapa produk elektronik yang memanfaatkan sel surya sebagai sumber tenaganya.

Building-integrated module
Sistim ini dapat diterangkan secara visual pada Gambar di samping ini. Listrik yang dihasilkan oleh array dirubah menjadi listrik AC melalui power conditioner, lalu dialirkan ke AC load. AC load disini dapat berupa listrik yang diperlukan di perumahan atau kantor. Yang menjadi ciri utama dari sistim ini adalah dihubungkannya AC load ke jaringan distribusi listrik yang dimiliki oleh perusahaan listrik. Jadi apabila listrik yang dihasilkan oleh solar panel cukup banyak melebihi yang dibutuhkan oleh AC load- maka listrik tersebut dapat dialirkan ke jaringan distribusi yang ada. Sebaliknya apabila listrik yang dihasilkan solar panel sedikit kurang dari kebutuhan ac load- maka kekurangan itu dapat diambil dari listrik yang dihasilkan perusahaan listrik. Hal ini telah banyak diaplikasikan negaranegara industri maju

Contoh Sistim Building integrated module Keterangan : 1. adalah solar panel; 2 adalah power conditioner ;3 adalah alat pendistribusi listrik ; 4 adalah alat pengukur banyaknya listrik yang dijual atau dibeli.

Pompa air bertenaga surya (solar powered water pump)


pompa air ini berfungsi menyedot air dari dalam tanah ini digerakkan dengan tenaga surya. Dibandingkan dengan pompa air dengan tenaga listrik konvensional, pompa air bertenaga surya ini menggunakan arus searah (arus DC), tidak seperti pompa konvensional yang berarus bolak-balik (AC). Hal ini mengingat panel surya yang digunakan sebagai sumber listrik memiliki output arus DC dan tidak memiliki pengubah arus DC-AC sebagaimana listrik yang terinstalasi di perumahan. Pada umumnya pompa air ini memerlukan panel surya dengan daya keluaran 75-100 Watt dan didukung oleh baterai 12 volt agar pompa dapat bekerja di malam hari pula. Kedalaman air yang dapat dicapai secara efektif oleh pompa ini berkisar 50-70 m dengan debit air maksimum hingga 275 liter per jam.

Kulkas bertenaga surya (Solar powered refrigerator)


Sistem lemari pendingin bertenaga surya ini terdiri atas empat komponen utama; yakni panel surya, baterai, lemari pendingin dan kontrol pengisian listrik (charge controller). Panel surya yang dipergunakan biasanya berdaya 800 Watt untuk lemari pendingin berdaya 600 Watt. Baterai cadangan yang dipergunakan memiliki 105 Ah sebanyak 6-8 buah. Konon harga sebuah sistem lemari pendingin lengkap ini ialah US$ 5000.

(Solar baterei charger)


Alat ini berfungsi untuk menyediakan sumber listrik yang dapat digunakan di mana-mana sebagai sumber tenaga bagi charger untuk mengisi baterai isi ulang. Jika seorang ingin mengisi baterai laptop atau telepon genggamnya dalam sebuah perjalanan, hanya dengan membuka sebuah perangkat sel surya yang terkemas sedemikian rupa, maka seluruh kebutuhan sumber listrik untuk pengisian baterai akan terpenuhi. sumber listrik untuk pengisian baterai isi ulang ini terdiri atas satu atau dua buah sel surya mini yang ukurannya disesuaikan dengan aplikasi maupun kebutuhan pengguna. Pada umumnya, sel surya pada alat ini mempunyai daya 0,5 hingga 3 Watt saja.

Pemanfaatan Sel Surya lainnya

Kebijakan energi saat ini


Kebijakan energi, baik untuk tingkat dunia maupun di Indonesia saat ini difokuskan pada kepentingan untuk melakukan diversifikasi energi guna persiapan substitusi BBM. Khusus di bidang pengembangan PLTS, banyak negara telah berhasil dalam melakukan peralihan tersebut. Pembangkit Listrik Tenaga Surya terbesar di dunia saat ini berada di Jerman. Sebanyak 38.000 modul sel fotovoltaik tersebar di atas lahan seluas 24 hektar yang dapat mengasilkan daya listrik sebesar enam megawatt. Jumlah ini mencukupi kebutuhan listrik 4.000 rumah tangga Jerman dalam setahun. Belakangan ini, PLTS juga telah dikembangkan secara serius di California. Di Masa mendatang, wilayah ini bakal jadi penghasil tenaga listrik dari matahari terkemuka di dunia, setelah ditandatanganinya UU Tenaga Surya belum lama ini. Melalui UU tersebut, pemerintah negara bagian California, AS menargetkan pemasangan satu juta atap panel tenaga surya di rumah-rumah penduduk, sekolah, atau bangunan umum lainnya pada tahun 2018. Mulai 2011, pengembang perumahan harus menawarkan rumah yang dilengkapi atap panel tenaga surya tersebut. Sedangkan di Indonesia, pemerintah telah menargetkan bahwa pada tahun 2025, sebesar 5 persen konsumsi energi kita berasal dari energi baru dan terbarukan. Energi surya ada di antara energi terbarukan tersebut di luar angin dan air.

Apa Tidak ada PERTANYAAN ?

REFERENSI
http://en.wikipedia.org/wiki/Solar_module http://en.wikipedia.org/wiki/Solar_energy http://en.wikipedia.org/wiki/Photovoltaics http://www.zonnepanelen.wouterlood.com/solar_pages_uk http://rhazio.wordpress.com/2007/09/12/pembangkitlistrik-tenaga-surya Prof. Abdul Kadir, Energi http://energisurya.wordpress.com