Anda di halaman 1dari 10

Embriologi

Terdapat 3 jenis sel-sel lapisan germinativum : - ektoderm - mesoderm - endoderm

Turunan lapisan germinativum mesoderm mesoderm pada awalnya hanya sebuah lembaran tipis . Namun pada sekitar hari ke 17 sel-sel tersebut berproliferasi menjadi lempeng tebal (mesoderm paraksial) pd bagian lateral lapisan mesoderm tetap tipis (lempeng lateral). dan terdapat mesoderm intermediat yang menghubungkan mesoderm paraksial dan lempeng lateral.

Mesoderm paraksial pada awal minggu ke 3 , mesoderm paraksial akan membentuk segmen-segmen (somitomer) . Didaerah kepala somitomer bersama dengan lempeng saraf akan membentuk neuromer dan ikut berperan dalam pembentukan mesenkim kepala. Mesoderm Intermediat nantinya akan berdiferensiasi menjadi struktur urogenital Mesoderm Lempeng lateral

terpisah menjadi lapisan parietal dan viseral. Lapisan viseral dan endoderm embrional akan membentuk dinding usus. EMBRIOLOGI MULUT Regio kepala berasal dari a. Mesoderm paraksial : dasar tengkorak, dan sebagian kecil regio oksipital, otot volunter regio kraniofasial, dermis dan jar ikat di bagian dorsal kepala, meningen sebelah kadal dr prosenfalon b. Mesoderm lempeng lateral: kartilago laring (aritenoidea& krikoidea)& jar ikat didaerahnya c. Krista neuralis: mengelilingi otak depan dan cawan optik ke daerah wajah d. d. Plakoda ektoderm&krista neuralis: neuron ganglion sensorik saraf kranial V, VII, IX, X

Gambaran pembentukan kepala dan leher arkus faring muncul pada minggu ke 4 dan 5 Awalnya arkus terdiri dari jaringan mesenkim yang dipisahkan oleh celah faring. Mudigah usia 24 hari ada 5 tonjolan mesenkim : Prominensia mandibularis (arkus faring 1) Prominensia maksilaris (dorsal arkus faring 1) Prominensia frontonasalis Prominensia nasalis (lempeng hidung)

Arkus faring Setiap arkus faring terdiri dari inti jaringan mesenkim dilapisi oleh ektoderm di permukaan luar dan endoderm di dalam Komponen tulang wajah dari bagian inti arkus yang menerima sel krista neuralis Mesoderm arkus membentuk: otot wajah dan leher, saraf kranial, dan komponen arteri sendiri

Arkus faring 1 Bagian dorsal: prosesus maxilaris meluas ke depan dibawah daerah mata Bagian ventral: prosesus mandibularis mengandung kartilago meckellenyap kecuali diujung dorsalmembentuk inkus maleus Mesenkim prosesus maksilaris membentuk: premaksila, maxila,os zigomatikum, sebagian os temporale

Otot: otot pengunyah (m. Temporalis, m. Massester, m. pterigoideus), m. Digastricus, m. Tensor timpani Persarafan: N. Mandibularis (cabang N. Trigeminus )

Arkus faring 2 Membentuk stapes, prosesus stiloideus, os temporale, ligamentum stilohioideum, kornu minus dan bagian atas os hioideum Otot : m. Stapedius, m. Stilohioideus, m. Aurikularis, dan otot-otot ekspresi wajah Persarafan: N. fasialis Arkus faring 3 Bagian bawah korpus dan kornu mayus os hioideum Otot: m. Stilofaringeus Persarafan: N. Glosofaringeus Arkus faring 4 & 6 Kartilago laring: tiroidea, krikoidea, aritenoidea, kornikulata,& kuneiformis Otot: m. Krikotiroideus, m. Levator veli palatini, dan konstriktor faring Persarafan : N. Laringeus superior, N. Laringeus rekurens Lidah Muncul sekitar 4 minggu perkembangan dalam bentuk 2 penebalan lidah lateral dan satu penebalan medial tuberculum impar berasal dari arkus faring 1 Ukuran penebalan lidah lateral makin besar menutupi tuberkulum impar dan menyatu membentuk 2/3 anterior (korpus linguae) Korpus linguae dipisahkan dari 1/3 posterior oleh alur berbentuk v sulkus terminalis

Wajah Terbentuk pada akhir minggu ke 4 Pasangan 1 arkus faringkrista neuralisprominensia fasialis Lateral: prominensia maksilaris Kaudal: prominensia mandibularis Proliferasi mesenkim terletak ventral dari vesikel otakprominensia frontonasalispenebalan ektodermplakoda nasalis minggu ke 5 invaginasifovea nasalis (lekukan hidung) terbentuk prominensia nasalis lateral & medial

a. 5 minggu b. 6 minggu 2 minggu berikutnya prominensia maksilaris terus bertambah tumbuh ke medial menekan prominensia nasalis mediana ke garis tengah celah antara nasalis mediana & maksilaris lenyap keduanya menyatu

Bibir atas dibentuk oleh : 2 prominensia nasalis mediana dan 2 maxilaris Bibir bawah dan rahang dibentuk oleh prominensia mandibularis yang menyatu digaris tengah

Segmen intermaxila Terdiri dari: Komponen bibir membentuk filtrum bibir atas Komponen rahang atas membawa 4 gigi seri Komponen langit2 palatum primer berbentuk segitiga Bersambungan dengan septum nasale dibentuk oleh prominensia frontalis Palatum sekunder Dibentuk oleh 2 pertumbuhan bentuk bilah dari prominensia maxilaris Minggu 6 perkembangan bilah2 palatum dan mengarah ke oblik bawah di kedua sisi lidah Minggu ke 7 bilah2 palatum ke atas posisi horizontal diatas lidah dan menyatu Di anterior: menyatu dengan dengan palatum primer yang berbentuk segitiga dan foramen insisivum

Mudigah 6,5 minggu

Mudigah 7,5 minggu

Pada saat yang bersamaan dengan penyatuan bilah palatum, septum nasale tumbuh ke bawah dan bergabung dengan bagian sefalik palatum yang terbentuk

Wajah normal mudigah awal minggu k-6

Neonatus dengan bibir sumbing median

Turunan lapisan germinativum endoderm Saluran cerna adalah organ utama yang berasal dari lapisan endoderm. Akibat tumbuh nya vesikel2 otak , diskus embrional melipat secara sefalokaudal. akibat lipatan ini semakin banyak rongga yang di lapisi endoderm uang masuk ke dalam tubuh mudigah. Terbentuk : Foregut (usus depan) : pada bagian anterior Midgut (usus tengah) : bagian antara usus depan dan usus belakang Hindgut (usus belakang)

endoderm

foregut Ujung sefaliknya untuk sementara diikat membran bukofaringealis Minggu ke 4 Membran bukofaringealis pecah Terbentuk hubungan langsung antara amnion dan usus primitif

midgut Usus tengah untuk sementara berhubunga n dengan kantung yolk sac melalui duktus vitelinus

hindgut Sementara berakhir di membrana kloakalis Minggu ke 7 Membrana kloakalis pecah Membentuk lubang anus

Akibat pertumbuhan somit, diskus embrional yang semula datar mulai melipat dan membentuk bulat. Kecuali pada bagian tempat duktus yolk sac dan tangkai penghubung melekat (duktus vitelinus)

duktus vitelinus menutup, dan usus tengah memperoleh posisi bebasnya pada rongga abdomen

Esofagus (usus depan)


Usia 4 minggu Terbentuk tunas paru (divertikulum respiratorik) di dinding ventral usus depan

Septum trakeoesofageale secara bertahap memisahkan divertikulum ini dari bagian usus depan Dengan cara ini, tebagi menjadi 2 bagian yaitu divertikulum dan esofagus pada bagian dorsal Pada awalnya esofagus berukuran pendek

Akibat turunnya jantung dan paru, organ ini cepat memanjang

Gigi

Minggu ke 6 perkembangan Lapisan basal epitel rongga mulut membentuk struktur sperti huruf C (lamina dentis)

Lamina ini kemudian menghasilkan tunas gigi ( 10 di masing2 rahang)

Permukaan dalam tunas mengalami invaginasi menjadi cap stage (stadium topi)

topi ini terdiri dari epitel gigi luar, epitel gigi dalam . Dan mesenkim yang terletak di lekukan tersebut membentuk papila dentis

Seiring dengan tumbuhnya topi dan semakin dalamnya lekukan gigi mulai berbentuk seperti bel (stadium bel)

Sel mesenkim papila dekat lapisan gigi dalam berdiferensiasi menjadi odontoblas

Sel epitel gigi dalam berdiferensiasi menjadi ameloblas

Sel lain di papila gigi membentuk pulpa dentis

Pembentukan akar gigi

Menghasilkan dentin

Membentuk prismaprisma email panjang yang diendapkan menutupi dentin

Dimulai ketika lapisan epitel gigi menembus mesenkim dibawahnya dan membentuk selubung akar epitel

Lapisan dentin menebal ,menyebabkan odontoblas mundur ke dalam papila gigi dan menyisakan prosesus dentalis