Anda di halaman 1dari 10

KEPENGGALANGAN

A. Kiasan Dasar Pramuka usia 11 s.d. 15 tahun disebut Penggalang. Nama Penggalang diambil dari kiasan dasar Gerakan Pramuka yang bersumber pada romantika perjuangan bangsa dalam meraih kemerdekaan dari penjajahan Belanda yaitu masa menggalang persatuan yang dieujudkan dalam ikrar Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Kelompok kecil pasukan Penggalang beranggotakan 6 s.d. 8 orang yang disebut regu, yang berarti gardu tempat berjaga. Kumpulan dari 3 atau 4 regu disebut Pasukan, berasal dari kata pasukuan yang berarti tempat berkumpul atau suatu kelompok peajurit. Kiasan kehidupan Pramuka Penggalang adalah menjelajah wilayah baru dengan teman sebaya. B. Sifat Kegiatan Penggalang 1. Patriotisme atau kepahawanan 2. Petualangan atau penjelajahan 3. Kompetisi perorangan atau regu 4. Aktualisasi diri 5. Kepedulian sosial 6. Pemantapan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa C. Materi Latihan Materi latihan Pasukan Penggalang dikelompokkan ke dalam 5 area pengembangan sbb: 1. Area Pengembangan Spiritual, dengan sasaran: a. Menjalankan ibadah sesuai dengan agama atau kepercayaan. b. Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, c. Mematuhi perintah dan menjauhi laranganNYA, d. Menghormati agama lain, dan e. Menyanyangi sesama mahluk dan alam ciptaan Tuhan. 2. Area Pengembangan Emosional, dengan sasaran: a. Mengelola emosi dan prasaanya untuk kestabilan dirinya; b. Mengenal dan menerima berbagai perasaan serta emosi; c. Menghargai perasaan orang lain; d. Mengendalikan emosi diri dan lingkungannya; 3. Area Pengembangan Sosial, dengan sasaran:

a. Menerima dan mematuhi perturan yang diciptakan masyarakat dengan rasa tanggungjawab; b. Melaksanakan norma-norma yang berada di masyarakat lingkungannya; c. Berperan aktif membantu masyarakat membina kehidupan yang rukun dan damai; d. Bekerjasama dengan orang lain; e. Memimpin dan dipimpin orang lain. 4. Area Pengembangan Intelektual, dengan sasaran: a. Mengikuti perkembangan iptek dan ketrampilan kepramukaan. b. Menggunakan IT da menjelaskan manfaatnya; c. Mengaplikasikan iptek dan ketrampilan kepramukaan dalam kehidupan sehari hari. 5. Area Pengembangan Fisik, dengan sasaran: a. Memiliki pengetahuan membentuk tubuh yang kuat, menjaga kesehatan pribadi dan lingkungannya; b. Melakukan kegiatan pemeliharaan pertumbuhan perkembangan tubuh secara teratur dengan baik. c. Mengenali perubahan yang terjadi baik perubahan fisik atau psikisnya. Contoh materi kegiatan Pasukan Penggalang dapat berupa: 1. Keagamaan 2. Musyawarah regu, musyawarah dewan 3. Bakti masyarakat 4. Peraturan Baris Berbaris (PBB umum, PBB Tongkat). 5. Ketrampilan Kepramukaan 6. Kewirausahaan. 7. Seni budaya 8. Olahraga (senam umum, senam pramuka, beladiri) D. Bentuk Kegiatan Penggalang Bentuk-bentuk kegiatan dalam Pasukan Penggalang merupakan upaya proses pendidikan kepramukaan sebagai bagian dari pembentukan karakter dan jiwa pramuka. Bentuk-bentuk kegiatan dalam Pasukan Penggalang diantaranya adalah: 1. Jambore 2. Hiking/mini safari/penjelajahan 3. Cerdas tangkas pramuka 4. Api unggun 5. Bakti masyarakat 6. Seni budaya E. Upacara Dalam Pasukan Penggalang 1. Macam upacara dalam Pasukan Penggalang a. Upacara Pembukaan Latihan Penggalang b. Upacara Penutupan Latihan Penggalang c. Upacara penerimaan calon Penggalang d. Upacara Pelantikan Kenaikan Tingkat e. Upacara pelepasan Penggalang ke Penegak

2. Unsur-Unsur pokok dalam upacara di Pasukan Penggalang a. Bentuk barisan yang digunakan oleh adalah angkare b. Pengibaran Bendera Merah Putih c. Pembacaan Pancasila d. Pembacaan Kode Kehormatan e. Adanya doa f. Upacara dilakukan dalam suasana khidmat dan bersungguh-sungguh. 3. Tujuan upacara dalam Gerakan Pramuka adalah membentuk manusia yang berbudi pekerti luhur sehingga menjadi warga negara Indonesia yang berjiwa Pancasila seperti tercantum pada tujuan Gerakan Pramuka. 4. Sasaran upacara dalam Gerakan Pramuka, ialah agar peserta upacara (Pramuka Siaga) mampu : a. memiliki rasa cinta kepada tanah air, bangsa dan negara; b. memiliki rasa tanggungjawab dan disiplin pribadi; c. selalu tertib dalam kehidupan sehari-hari; d. memiliki jiwa gotong royong dan percaya pada orang lain; e. dapat memimpin dan dipimpin; f. dapat melaksanakan upacara dengan khidmat dan tertib; g. meningkatkan ketakwaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa. F. Program Latihan Pasukan Penggalang 1. Program harian/program satu kali latihan 2. Program bulanan 3. Program tahunan Program latihan pasukan juga bisa dibuat dalam program bulanan (triwulan, caturwulan). Program latihan dibuat oleh Pembina Penggalang dan diketahui oleh Ketua Gugus depan. G. Pelaksanaan Latihan Pasukan Penggalang Dalam pelaksanaan latihan regu di program latihan yang dibuat Pembina/pembantu Pembina. Setiap pelatihan yang baik tiap pasukan diampu seorang Pembina/pembantu Pembina/instruktur muda. Sehari/dua hari sebelum latihan, cara memberikan materi harus sudah diberikan kepada Pembina/pembantu Pembina/instruktur muda, sehingga pelaksanaan latihan berjalan baik. Setiap selesai latihan Pembina penggalang harus mengevaluasai latihan tersebut supaya kegiatan latihan yang akan datang lebih baik lagi. H. Sistem Tanda Kecakapan Salah satu metode kepramukaan adalah penerapan Sistem Tanda Kecakapan. Sistem tanda kecakapan mencakup kecakapan umum, kecakapan khusus, dan pramuka garuda. Sistem tanda kecakapan bertujuan mendorong Pramuka Penggalang untuk mencapai kecakapan yang berguna bagi hidupnya dan memenuhi persyaratan menjadi anggota Gerakan Pramuka. Syarat kecakapan merupakan kurikulum pendidikan kepramukaan yang wajib dipenuhi olh setiap calon peserta didik.

Tanda kecakapan yang dipakai di dalam Gerakan Pramuka harus berfungsi sebagai alat pendidikan, bukan sebagai perhiasan belaka. Dalam Sistem Tanda Kecakapan terdapat unsur inisiatif peserta didik dan unsur belajar sendiri, maka sistem itu sekaligus menanam pada peserta didik suatu kesadaran yang bernilai pendidikan yang tinggi. Maka harus diusahakan, supaya inisiatif dan usaha untuk mencapai mutu tanda kecakapan itu datang dari peserta didik sendiri. Tetapi Pembina Pramuka harus menganjurkan dan memberi dorongan, agar anak-didiknya bergerak mengambil inisiatif dan berusaha. Sistem tanda kecakapan terdiri dari Syarat Kecakapan Umum (SKU), Syarat Kecakapan Khusus (SKK), dan Syarat Pramuka Garuda (SPG). Pemenuhan atau penyelesaian syarat kecakapan melalui proses pendidikan dalam bentuk kegiatan, antara lain latihan mingguan, perkemahan, dan proses ujian. 1. Syarat dan Tanda Kecakapan Umum Kecakapan umum adalah jenjang kecakapan dasar yang wajib dimiliki oleh calon dan pesertadidik yang diperoleh melalui proses pendidikan nilai dan norma kepramukaan serta ujian, atas dasar usaha pesertadidik yang bersangkutan. Sistim Tanda Kecakapan adalah salah satu metode kepramukaan untuk mendorong dan merangsang Pramuka Siaga agar memiliki kecakapan dalam pengembangan pribadinya. Tanda Kecakapan bukan merupakan tujuan tapi merupakan alat untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka. Di dalam sistem ini terdapat dua kecakapan yaitu Syarat dan Tanda Kecakapan Umum serta Syarat dan Tanda Kecakapan Khusus. Untuk dapat memiliki kecakapan tersebut, setiap Pramuka wajib menyelesaikan Syarat-syarat Kecakapan Umum (SKU) Syarat-syarat dan Tanda Kecakapan disusun berdasarkan golongan usia peserta didik. a. Tingkat Kecakapan Umum untuk Pramuka Penggalang Kecakapan Umum Pramuka Penggalang adalah kecakapan yang wajib dipenuhi Pramuka Penggalang untuk pengembangan pribadinya dan wajib dipenuhi untuk mendapatkan Tanda Kecakapan Umum (TKU). Tanda Kecakapan Umum tingkat Penggalang berbentuk huruf V, dengan sisi pendek 1,3 cm dan sisi panjang kaki 4,5 cm. kedua kaki membentuk sudut 120o. Tanda Kecakapan Umum tingkat Penggalang berwarna dasar merah. Di dalam dua kaki huruf V terdapat gambar mayang terurai (tangkai bunga kelapa tiga buah) dan berwarna putih. Mayang terurai bertangkai 3 buah, melambangkan bunga yang sudah mulai berkembang, indah dan menarik, mengibaratkan Pramuka Penggalang yang riang, lincah dan bersikap menarik, sebagai calon tunas bangsa yang sedang berkembang, menggladi dirinya dengan jiwa Pramuka yang berlandaskan pada Trisatya. Mayang terurai yang mekar ke samping, mengibaratkan makin terbukanya pandangan Pramuka Penggalang, dan menerima pengaruh yang baik dari lingkungan sekitarnya. Kecakapan Umum Pramuka Penggalang terdiri atas: 1) Penggalang Ramu, yaitu tingkatan kecakapan umum bagi Pramuka Penggalang yang telah memenuhi syarat kecakapan umum tingkat Penggalang Ramu.

Gambar 7.1 Tanda Kecakapan Umum Penggalang Ramu 2) Penggalang Rakit, yaitu tingkatan kecakapan umum bagi Pramuka Penggalang yang telah memenuhi syarat kecakapan umum tingkat Penggalang Rakit.

Gambar 7.2 Tanda Kecakapan Umum Penggalang Rakit 3) Penggalang Terap, yaitu tingkatan kecakapan umum bagi Pramuka Penggalang yang telah memenuhi syarat kecakapan umum tingkat Penggalang Terap

Gambar 7.3 Tanda Kecakapan Umum Penggalang Rakit 2. Syarat dan Tanda Kecakapan Khusus Sistem Tanda Kecakapan merupakan suatu alat pendidikan dalam kepramukaan sebagai bentuk penghargaan kepada peserta didik yang telah menyalurkan kesukaan akan penghargaan atas hasil usahanya dan menyalurkan minatnya ke arah yang positif dan bermanfaat. Semua tanda yang dipakai di dalam Gerakan Pramuka itu harus berfungsi sebagai alat pendidikan, bukan sebagai perhiasan belaka. Dalam Sistem Tanda Kecakapan terdapat unsur inisiatif peserta didik dan unsur belajar sendiri, maka sistem itu sekaligus menanam pada peserta didik suatu kesadaran yang bernilai pendidikan yang tinggi. Maka harus diusahakan, supaya inisiatif dan usaha untuk mencapai mutu tanda kecakapan itu datang dari peserta didik sendiri. Tetapi Pembina Pramuka harus menganjurkan dan memberi dorongan, agar anak-didiknya bergerak mengambil inisiatif dan berusaha. Syarat Kecakapan Khusus (SKK) adalah syarat yang wajib dipenuhi oleh seorang pramuka untuk memperoleh Tanda Kecakapan Khusus dan Tanda Kecakapan Khusus (TKK). Sedangkan Tanda Kecakapan Khusus (TKK) adalah suatu tanda yang menunjukan, kecakapan, kepandaian, kemahiran, ketangkasan, dan ketrampilan seorang anggota Pramuka dibidang tertentu. Kecakapan khusus adalah kecakapan, kepandaian, ketangkasan, keterampilan dan kemampuan, sikap dan usaha dalam bidang tertentu yang dimiliki seorang pramuka sebagai hasil pendidikan dan latihan serta pengujiannya. Tanda Kecakapan Khusus disingkkat TKK adalah suatu tanda yang menunjukkan kecakapan, kepandaian, ketangkasan, keterampilan, kemampuan sikap dan usaha seorang Pramuka di bidang tertentu, sesuai dengan usia dan kemampuan jasmani dan rokhaninya. Tujuan sistem TKK adalah untuk mendorong dan merangsang para Pramuka supaya berusaha memperoleh sejumlah kecakapan

sehingga diharapkan dapat mengatasi kesulitan dan mampu untuk membaktikan dirinya kepada masyarakat. Macam dan Tanda Kecakapan Khusus digolongkan dalam 5 (lima) bidang yaitu: 1. bidang agama, mental, moral, spirituil, pembentukan pribadi dan watak, 2. bidang patriotisme dan seni budaya, 3. bidang keterampilan dan tehnik pembangunan, 4. bidang ketangkasan dan kesehatan, 5. bidang sosial, perikemanusiaan, gotong royong, ketertiban masyarakat, perdamaian dunia dan lingkungan hidup.

a. Tingkatan TKK Tanda Kecakapan Khusus dibagi atas beberapa tingkatan. Tanda Kecakapan Khusus untuk Pramuka Siaga diadakan dalam satu tingkat saja, karena hanya dipergunakan sebagai perangsang dan menarik perhatian atau minat anak untuk berusaha mempelajari kecakapan tertentu. Tanda Kecakapan Khusus untuk Pramuka Penggalang, diadakan dalam tiga tingkat, sebagai berikut: 1) Tingkat Purwa, yaitu apabila Pramuka tersebut telah tahu dan menaruh minat atau perhatian pada kecakapan tertentu. 2) Tingkat Madya, yaitu apabila Pramuka tersebut telah memperlihatkan perhatian dan kecakapannya dalam salah satu jenis kecakapan. 3) Tingkat Utama, yaitu apabila Pramuka tersebut telah memperlihatkan kemahiran/keahliannya dan memperlihatkan penghasilannya yang didapat dari kecakapan yang dipunyainya. b. Bentuk, Warna Dan Bingkai Bentuk TKK untuk Pramuka Siaga adalah segitiga, dengan ukuran panjang 3 cm dan tinggi 2 cm, sedang puncaknya ada di bawah, seperti tampak pada gambar 7.4.

Gambar 7.4 Gambar bentuk TKK untuk Pramuka Siaga Untuk Pramuka Penggalang, tingkatan Tanda Kecakapan Khusus (TKK) terbagi dalam 3 (tiga) tingkatan, yaitu: 1) Tingkat Purwa: dengan TKK bentuk lingkaran dengan garis tengah 2,5 cm dikelilingi bingkai selebar lebih kurang 2 mm. 2) Tingkat Madya: TKK Tingkat Madya berbentuk bujur sangkar dengan panjang sisi-sisinya sepanjang 2,5 cm, dikelilingi bingkai selebar lebih kurang 2 mm.

3) Tingkat Utama: Bentuk TKK Tingkat Utama segilima beraturan dengan panjang sisi masing-masing 2 cm, dikelilingi bingkai selebar lebih kurang 2 mm, seperti pada gambar 7.5.

Gambar 7.5 Gambar bentuk TKK untuk Pramuka Penggalang Warna-warna TKK diatur menurut golongannya: 1) TKK Bidang Agama, mental, moral, spiritual, pembentukan pribadi dan watak berwarna dasar kuning. 2) TKK Bidang Patriotisme dan seni budaya berwarna dasar merah. 3) TKK Bidang Kesehatan dan ketangkasan berwarna dasar putih. 4) TKK Bidang Keterampilan dan teknik pembangunan berwarna dasar hijau. 5) TKK Bidang Sosial, Perikemanusiaan, Gotong-royong, Ketertiban masyarakat, Perdamaian dunia dan Lingkungan hidup berwarna dasar biru.

Gambar 7.6 Gambar TKK bidang agama, mental, moral, spiritual, pembentukan pribadi dan watak

Gambar 7.7 Gambar TKK bidang patriotisme dan seni budaya

Gambar 7.8 Gambar TKK bidang kesehatan dan ketangkasan

Gambar 7.10 Gambar TKK bidang sosial, perikemanusiaan, gotongroyong, ketertiban masyarakat, perdamaian dunia dan lingkungan hidup

3. Syarat dan Gambar Pramuka Garuda a. Syarat-syarat Pramuka Garuda (SPG) adalah ketentuan yang harus dipenuhi oleh seorang Pramuka untuk memperoleh Tanda Pramuka Garuda, sesuai dengan golongan usianya. b. Tanda Pramuka Garuda, adalah : 1) Tanda kecakapan tertinggi yang diberikan kepada seorang Pramuka yang memenuhi syarat-syarat Pramuka Garuda. 2) Sebagai alat yang mempunyai nilai-nilai pendidikan dalam rangka menerapkan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan. c. Tujuan dan sasaran pemberian Tanda Pramuka Garuda : 1) Tujuan Tujuan memberikan TPG adalah untuk merangsang dan mendorong para Pramuka agar senantiasa bersungguh-sungguh : a) mengamalkan Satya dan Darma Pramuka. b) melatih diri sehingga dapat menjadi teladan baik bagi anggota Gerakan Pramuka maupun anak-anak dan pemuda lain 2) Sasaran Sasaran pemberian TPG adalah : a) menggiatkan setiap Pramuka untuk berusaha menigkatkan kecakapan dan keterampilan, sikap dan tidakannya sehingga dapat mempersiapkan diri menjadi tenaga pembangunan Bangsa dan Negara. b) mewujudkan usaha kegiatan pendidikan bagi para remaja untuk menerapkan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan .

c) menarik minat Pramuka, anak-anak dan pemuda lain agar mengikuti jejak Pramuka Garuda. d. Seorang yang telah menyelesaikan SPG (Syarat Pramuka Garuda) disebut sebagai Pramuka Garuda, berhak menyandang TPG (Tanda Pramuka garuda). Seseorang yang telah menjadi Pramuka Garuda hendaknya mampu menjadi teladan bagi teman-temannya di gudep dan masyarakat di sekitarnya. e. Seorang yang telah berhasil menempuh Syarat Pramuka Garuda apapun golongannya di kemudian hari dapat mengikuti organisasi internasional pemilik Tanda Pramuka Garuda (Eagle Scout) yang dinamakan ATAS (Association of Top Achievement Scout). f. SPG/TPG terdapat di semua golongan usia Pramuka. g. Tanda TPG adalah burung garuda dalam bingkai segi lima. Ciri yang membedakan TPG Siaga, Penggalang, Penegak, Pandega ialah warna dasar TPG: 1) Warna dasar hijau untuk TPG Siaga. 2) Warna dasar merah untuk TPG Penggalang. 3) Warna dasar kuning untuk TPG Penegak. 4) Warna dasar coklat untuk TPG Pandega. g. Syarat menempuh Pramuka Garuda: 1) SPG Siaga dapat ditempuh oleh Pramuka Siaga Tata; 2) SPG Penggalang dapat ditempuh oleh Pramuka Penggalang Terap; 3) SPG Penegak dapat ditempuh oleh Pramuka Penegak Laksana; SPG Pandega dapat ditempuh oleh Pramuka Pandega