Anda di halaman 1dari 52

1.

Kemampuan apa saja yg diperlukan seorang analis


2. Bila anda diminta untuk melakukan presentasi singkat tentang pengembangan SI ke user dan
manajemen, jelaskan topik apa yang perlu disampaikan
3. Buatlah daftar stakeholder dalam sistem informasi di lingkungan kerja anda. Klasifikasikan untuk
masing2 stakeholder (pemilik, pengguna, desainer, pembangun dan analis sistem)
4. Jelaskan kegiatan apa saja yang harus dikerjakan ketika kita akan membangun suatu sistem
informasi. Bagaimana cara melakukannya?
Cari topik atau pembahasan tentang analisis dan perancangan sistem informasi (lebih dari 1 sumber).
Tuliskan sumbernya
Stake Holder dalam Sistem Informasi
Hanif Al Fatta M.kom
Abstraks
Dalam 2 dasawarsa terakhir komputer telah menjelma menjadi industri raksasa di antara
jajaran industri-industri lain yang lebih tua. Sistem informasi sebagai salah satu bagian dari
industri ini juga berkembang pesat. Permintaan akan produk Sistem informasi juga kian
meningkat. Ada 3 pihak diibalik industri ini: pasar, produk/software Sistem Informasi dan
pemain (stake holder). Pada bab ini kita akan membahas pihak terakhir yaitu stake holder dalam
dunia Sistem informasi, karena permintaan akan tenaga kerja dibidang ini meningkat pesat di
tahun-tahun terakhir.
Kata kunci : sistem informasi, stake holder, software
Stake Holder
Stake Holder adalah orang yang memiliki kepentingan tertentu pada suatu kegiatan
bisnis. Di dalam pengembangan sebuah sistem informasi whitten et al membagi stake
holder pada pengembangan sistem informasi menjadi :
nager SI






Pembagian ini didasarkan pada perbedaan karakteristik pekerjaan yang mereka
lakukan untuk menyelesaikan suatu proyek sistem informasi. Perbedaan ini bukan
berarti salah satu memiliki peran yang lebih penting tetapi bersama-sama saling
mendukung penyelesaian suatu proyek system informasi.
Manager SI
Dalam suatu tim yang tangguh pasti dijumpai pemimpin yang berbakat. Untuk Tim
pengembangan proyek sistem informasi manager sistem informasi merupakan
pemimpin tim ini. Manager dalam departemen sistem informasi memiliki peranan
secara langsung dalam proses pengembangan sistem jika organisasi yang
ditanganinya berskala kecil. Manager SI berperan dalam mengalokasikan dan
mengawasi proyek pengembangan sistem daripada terlibat langsung dalam proses
pengembangan sistem.
Pada departemen IT berskala besar , manager IT biasanya terbagi lagi menjadi
manager-manager dengan tanggung-jawab lebih spesifik, misalnya :

Information Officer dan berada dibawah president atau direktur perusahaan.
-manager lain yang memimpin divisi-divisi pada departemen IT
misalnya manager pengembangan SI, Manager operasi ,manager programmer
SI dan lain-lain
Sebagai pemimpin, manager tidak harus terlibat langsung pada proses pembuatan
sistem informasi. Untuk memonitor pekerjaan dari stake holder yang lain manager
secara efektif berkomunikasi dengan stake holder yang lain melalui pemain kunci
yaitu system analis.
System Analis
Sistem analis adalah profesi yang bagus untuk memulai karir dibidang IT. Pekerjaan
sebagai system analis menawarkan tantangan kerja yang dinamis dan variatif. Sistem
analis merupakan individu kunci dalam proses pengembangan sistem. Sistem analis
mempelajari masalah dan kebutuhan dari organisasi untuk menentukan bagaimana
orang, data, proses, komunikasi dan teknologi informasi dapat meningkatkan
pencapaian bisnis. Seorang sistem analis juga merupakan orang yang paling
bertanggung jawab pada proses analisis dan perancangan sistem informasi. Tugas
utama dari seorang sistem analis adalah menentukan bentuk sistem yang akan
dibangun nantinya. Keputusan ini tidak mudah kesalahan menentukan format sistem
yang akan dibangun akan berakibat pada gagalnya proyek yang dikerjakan. Oleh
sebab itu seorang sistem analis yang sukses harus memiliki dan dibekali dengan
beberapa keahlian spesifik seperti :
Keahlian analisis
Keahlian analisis diperlukan untuk memahami organisasi yang memerlukan sistem
informasi yang akan dibangun. Keahlian analisis digunakan untuk memetakan
permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan klien yang bisa diselesaikan dengan
sistem informasi dan yang tidak. Kemampuan analisis juga diperlukan untuk
memecahkan masalah yang telah ditemukan lagi menggunakan teknologi berbasis
komputer. Keseluruhan aktivitas ini akan sangat terbantu dengan memandang
organisasi sebagai suatu sistem. Dengan menganalisa komponen-komponennya maka
seorang sistem analis akan lebih mudah memahami keseluruhan proses bisnis yang
berjalan dan menemukan sub sistem mana yang punya indikasi mengalami masalah.
Keahlian teknis
Tugas utama seorang analis adalah menentukan bentuk sistem terkomputerisasi
seperti apa yang dapat menyelesaikan masalah yang telah ditemukan pada
perusahaan atau organisasi klien. Karena permasalahan yang ditemukan harus
diselesaikan dengan teknologi computer maka keahlian teknis yang dibutuhkan
adalah penguasaan teknologi software maupun hardware. Seorang sistem analis
dituntut untuk mengenal dan menguasai software maupun hardware terbaru,
mengetahui keunggulan maupun batasan dari teknologi-teknologi tersebut. Hal ini
akan sangat membantu analis dalam memilih teknologi yang tepat untuk keperluan
klien yang sangat spesifik. Keahlian teknis bias diperoleh dari pendidikan formal,
pelatihan khusus maupun jam terbang yang panjang dalam mengembangkan proyek
Sistem Informasi.
Keahlian Managerial
Salah satu tugas sistem analis adalah menjadi tangan kanan Manager Sistem Informasi
dalam mengatur sumber daya proyek dalam skala kecil. Sistem analis bertanggung
jawab mengatur sumber daya yang di bawah kendalinya seperti programmer dan
teknisi. Pengalokasian tugas yang tepat sangat berpengaruh pada cepat lambatnya
penyelesaian proyek . Sistem analis juga harus mampu memprediksi resiko dan
perubahan factor-faktor eksternal seperti kenaikan harga hardware, perubahan
kebutuhan klien, munculnya produk pesaing dan lain-lain.
Interpersonal skills
Sistem analis adalah pihak yang berkomunikasi aktif keluar dengan klien maupun ke
dalam dengan stake holder yang lain. Keahlian berkomunikasi sangat diperlukan
untuk menjaring informasi yang akurat tentang masalah yang ada pada klien.
Kadang-kadang ada beberapa jenis klien yang tertutup atau kurang memahani proses
bisnisnya sendiri. Disinilah kemampuan berkomunikasi dari sistem analis sangat
menentukan keberhasilan identifikasi masalah. Komunikasi juga diperlukan untuk
mempresentasikan pekerjaan dari analis maupun stake holder yang lain yang perlu
diketahui oleh user. Komunikasi juga diperlukan untuk koordinasi dan instruksi
dengan stakeholder yang lain. Dengan menjalin komunikasi secara efektif dengan
stake holder yang lain, perkembangan proyek selalu dapat diketahui, perubahan-
perubahan terbaru bisa dimonitor dan direspons.
Adapun hal-hal tanggung jawab dari seorang sistem analis meliputi :
1. Pengambilan data yang efektif dari sumber bisnis
2. Aliran data menuju ke komputer
3. Pemrosesan dan penyimpanan data dengan komputer
4. Aliran dari informasi yang berguna kembali ke proses bisnis dan
penggunanya
Gambar 1 Posisi sistem analis di antara stack holder yang lain
Programmer
Individu yang menjadi personil kunci dan menjalankan dirty work dalam
pengembangan proyek sistem informasi adalah programmer. Tugas utama dari
Programmer adalah mengubah Spesifikasi sistem yang diberikan oleh sistem analis ke
dalam instruksi yang bisa dijalankan oleh komputer. Langkah mngubah ke dalam
kode yang bisa dijalankan komputer ini disebut coding. Coding merupakan pekerjaan
yang membutuhkan waktu dan ketelitian yang besar. Porsi waktu terbesar dari
pengembangan sistem biasanya dihabiskan disini. Deadline yang pendek dan jam
kerja yang ketat merupakan tantangan tersendiri untuk programmer. Untuk
mempermudah pekerjaan programmer, biasanya programmer memanfaatkan code
generator. Code generator merupakan salah satu tool dari CASE CASE (Computer
Aided Software Engineering). Code generator telah dikembangkan untuk
menghasilkan kode dari spesifikasi yang telah dibuat, menghemat waktu dan biaya.
Tujuan dari penggunaan CASE (Computer Aided Software Engineering) adalah untuk
menyediakan beberapa code generator yang secara otomatis menghasilkan 90% atau
lebih dari spesifikasi sistem normal yang diberikan oleh programmer secara normal.
Dengan teknik ini diharapkan pekerjaan programmer bisa lebih ringan.
Business manager
Kelompok lain dalam pengembangan sistem adalah manajer bisnis misalnya kepala
bagian atau kepala departemen atau eksekutif perusahaan. Manajer-manajer ini
penting karena mereka memiliki kekuatan pendanaan pengembangan sistem dan
mengalokasikan sumber daya yang diperlukan untuk keberhasilan proyek.
Teknisi lainnya
Masih banyak lagi teknisi lain yang terlibat dalam pengembangan sistem. Salah
satunya adalah database administrator. Untuk perusahaan besar dengan skala data
yang besar, data didalam database harus dijamin terorganisasi dengan baik, sehingga
ketika aplikasi lain memerlukan transfer data dari database, bisa dilayani dengan
cepat. Database administrator juga bertanggungjawab pada keamanan data baik dari
serangan virus maupun pihak luar yang tidak punya hak akses untuk melihat dan
mengubah data. Teknisi lainnya adalah teknisi jaringan dan teknisi hardware.
Perangkat lunak tidak akan berjalan dengan baik tanpa dukungan hardware yang
bekerja dengan baik. Transfer data juga tidak bisa dilakukan jika media media
transfernya mengalami permasalahan. Untuk itu perlu personil khusus yang
ditugaskan merawat hardware maupun infrastruktur jaringannya.
_________________________________________________________
Kesimpulan
_________________________________________________________
a. Perkembangan dalam bisnis sistem informasi membuka peluang karir baru
sebagai professional pada perusahaan-perusahaaan IT.
b. Beberapa profesi yang bisa ditekuni sebagai karir antara lain : Manager Sistem
Informasi, Sistem Analis, Programmer, Database Administrator, Network
Engineer dan Hardware Support.
Daftar Pustaka
Al fatta, Hanif, 2007, Analisis dan perancangan system informasi untuk
keunggulan perusahaan dan organisasi kelas dunia, Andi offset STMIK
ANALISIS & PERANCANGAN
SISTEM INFORMASI
Mata Kuliah ini disajikan pada LPLK STEKOMINDO (Sains Teknologi Komunikasi dan
Komputer Indonesia). bagi mahasiswa-mahasiswi yang ingin men-download materi
diperkenankan, dan diharapkan memberikan komentar yang konstruktif demi kemajuan
perkuliahan.
Analisis Biaya MAnfaat
Teknik Pengumpulan Data
ANALIS & ANALISIS SISTEM
1. ANALIS SISTEM
Analis sistem (systems analyst) adalah orang yang menganalisis sistem (mempelajari masalah-
masalah yang timbul dan menentukan kebutuhankebutuhan pemakai sistem ) untuk
mengidentifikasikan pemecahan yang beralasan. Sebutan lain dari seprang analis sistem adalah
analis informasi.
1.1 Fugsi Analis
Adapun fungsi analis sistem adalah sebagai berikut.
1) Mengidentifikasi masalah-maslah kebutuhan pemakai (user)
2) Menyatakan secara spesifik sasaran yang harus dicapai untuk memenuhi kebutuhan
pemakai
3) Memilih alternatif-alternatif metode pemecahan masalah yang paling tepat
4) Merencanakan dan menerapkan rancangan sistemnya.
Fungsi analis sistem dapat dirinci lagi kedalam tugas-tugas teknis dan umum.
1.1.1 Tugas-tugas umum analis sistem
Tugas-tugas umum analis sistem adalah sebagai berikut.
1) Mengumpulkan dan menganalisis dokumen-dokumen, file-file, formulirformulir yang
berkaitan dengan sistem yang berjalan.
2) Menyusun laporan dan sistem yang berjalan yang secara garis besar berisikan informasi
mengenai kekurangan-kekurangan dan selanjutnya memberikan laporan tersebut secara lisan
kepaa pemakai
3) Merancang suatu sistem perbaikan dan mengidentifikasikan aplikasiaplikasi untuk
penerannya pada komputer
4) Menganalisis dan menyusun biaya-biaya yang diperlukan dan manfaat yang akan diperoleh
dari sistem yang baru.
5) Mengawasi kegiatan dalam penerapan sistem yang baru.
1.1.2 Tugas-tugas Teknis Analis Sistem
Adapun tugas-tugas teknis analis sistem adalah sebagai berikut.
1) Menyusun beban kerja yang akan dikerjakan oleh team dalam menerapkan sistem yang
baru
2) Menyusun prosedur untuk mengawasi penerapan sistem yang baru
3) Menyusun data flow diagram, diagram alir sistem dan diagram alir informasi yang akan
digunakan sebagai pedoman dalam merancang sistem sera terinci
4) Merancang cara yang terbaik untuk pengawasan terhadap data terutama terhadap data-data
yang bersifat sangat penting dan rahasia
5) Menyusun file-file yang digunakan dalam penerapan secara efektif dan efisien
6) Merancang bentuk input dan output yang akan digunakan pada sistem yang baru
7) Menyusun dokumentasi dari semua kegiatan yang dilakukan analis sistem dalam merancang
sistem yang baru.
1.2 Pribadi Analis Sistem
Seorang analis sistem selain dituntut dengan tugas-tugas yang sangat berat juga dituntut
kepribadian yang cukup balk. Beberapa sifat yang harus dimilki oleh seorang analis sistem
adalah sebagai berikut.
1) Mampu bekerja sama dengan orang lain.
2) Mempunyai kemampuan komunikasi yang balk dengan semua pihak yang terlibat dalam
pengembangan sistem
3) Bersikap dewasa dalam artian mampu mengendalikan emosi dan bersikap terbuka untuk
menerima kritik dan saran
4) Bersikap sopan santun kepada komunitas yang ada dalam organisasi pemakai sistem
5) Mempunyai pendirian dalam menyampaikan segala saran-saran yang terbaik untuk
memecahkan masalah yang ada pada pemakai
6) Bersikap tegas menyampaikan saran-saran terhadap sistem yang akan dikerjakan
7) Bertindak secara metodik dalam menjalankan tugas-tugasnya. Bertindak secara metodik
adalah bertindak sesuai dengan langkah-langkah kegiatan yang sudah ditentukan
8) Bersifat akurat dalam menghitung perkiraan biaya, keuntungan dan jadual penerapan
sistem yang baru.
9) Bersifat kreatif dalam menciptakan pemecahan masalah yang terbaik dan tepat.
Ujian : Take Home
Mata Kuliah : Sistem Informasi Manajemen
Waktu Penyerahan : 26 September 2012
Waktu Upload : 25 September 2012
Dosen : Dr. Ir. Arif Imam Suroso, M.Sc.

Pertanyaan:
Jelaskan dan berikan contoh langkah-langkah yang diperlukan dalam siklus
pengembangan suatu sistem informasi untuk membangun dan mengimplementasikan sistem
informasi bisnis di suatu perusahaan. Jelaskan pula bagaimana prototyping dapat digunakan
sebagai suatu teknik yang efektif untuk meningkatkan proses pembangunan sistem bagi end
users (pengguna sistem informasi) dan bagi IT specialists (para spesialis sistem informasi).
Jawaban:
Sistem adalah sekelompok komponen yang saling berhubungan, bekerja bersama untuk
mencapai tujuan bersama dengan menerima input serta menghasilkan output dalam proses
transformasi yang teratur (OBrien, 2005). Sedangkan informasi adalah data yang telah diubah
men jadi konteks yang berarti dan bergun a bagi para pemakai akhir tertentu (OBrien, 2005).
Pengembangan sistem merupakan penyusunan suatu sistem yang baru untuk menggantikan
sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada.
Mengapa Suatu Sistem Perlu Pengembangan
1. Adanya permasalahan-permasalahann berupa:
Adanya permasalahan pada sistem yang lama yang menyebabkan sistem tersebut tidak
dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan.
Adanya pertumbuhan organisasi yang menyebabkan kebutuhan informasi yang semakin
luas, peningkatan jumlah data yang harus diolah semakin meningkat, perubahan prinsip
akuntansi yang baru menyebabkan harus disusunnya sistem yang baru, karena sistem
yang lama tidak efektif lagi dan tidak dapat memenuhi lagi semua kebutuhan informasi
yang dibutuhkan manajemen.
2. Untuk meraih peluang dan kesempatan
Dalam keadaan persaingan pasar yang ketat, kecepatan informasi atau efisiensi waktu sangat
menentukan berhasil atau tidaknya strategi dan rencana-rencana yang telah disusun untuk meraih
kesempatan-kesempatan dan peluang-peluang pasar, sehingga teknologi informasi perlu
digunakan untuk meningkatkan penyediaan informasi agar dapat mendukung proses
pengambilan keputusan yang dilakukan oleh manajemen.

3. Adanya instruksi dari pimpinan atau adanya peraturan pemerintah
Penyusunan sistem yang baru dapat juga terjadi karena adanya instruksi-instruksi dari atas
pimpinan ataupun dari luar organisasi, seperti misalnya peraturan pemerintah
Langkah-Langkah Siklus Pengembangan Sistem
Bila dalam operasi sistem yang sudah dikembangkan terdapat masalah yang tidak dapat
diatasi dalam tahap pemeliharaan sistem, maka sistem tersebut memerlukan pengembangan.
Untuk mengembangankan suatu sistem terdapat 6 langkah yang perlu dilaksanakan, berikut
langkah-langkah pengembangkan sistem:
1. Perencanaan Sistem
Dalam fase perencanaan sistem :
Dibentuk suatu struktur kerja strategis yang luas dan pandangan sistem informasi baru
yang jelas yang akan memenuhi kebutuhan-kebutuhan pemakai informasi.
Proyek sistem dievaluasi dan dipisahkan berdasarkan prioritasnya. Proyek dengan
prioritas tertinggi akan dipilih untuk pengembangan.
Sumber daya baru direncanakan untuk, dan dana disediakan untuk mendukung
pengembangan sistem.
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam perencanaan sebuah system:
faktor-faktor kelayakan yang berkaitan dengan kemungkinan berhasilnya sistem
informasi yang dikembangkan dan digunakan,
faktor-faktor strategis yang berkaitan dengan pendukung sistem informasi dari sasaran
bisnis dipertimbangkan untuk setiap proyek yang diusulkan. Nilai-nilai yang dihasilkan
dievaluasi untuk menentukan proyek sistem mana yang akan menerima prioritas yang
tertinggi.
Dalam perencaan, terdapat beberapa kriteria-kriteria kelayakan yang harus
dipenuhi/diperhatikan, berikut kriteria-kriteria kelayakan:
Kelayakan teknis: untuk melihat apakah sistem yang diusulkan dapat dikembangkan dan
diimplementasikan dengan menggunakan teknologi yang ada atau apakah teknologi yang
baru dibutuhkan.
Kelayakan ekonomis: untuk melihat apakah dana yang tersedia cukup untuk mendukung
estimasi biaya untuk sistem yang diusulkan.
Kelayakan legal: untuk melihat apakah ada konflik antara sistem yang sedang
dipertimbangkan dengan kemampuan perusahaan untuk melaksanakan kewajibannya
secara legal.
Kelayakan operasional: untuk melihat apakah prosedur dan keahlian pegawai yang ada
cukup untuk mengoperasikan sistem yang diusulkan atau apakah diperlukan
penambahan/pengurangan prosedur dan keahlian.
Kelayakan rencana: berarti bahwa sistem yang diusulkan harus telah beroperasi dalam
waktu yang telah ditetapkan. Selain layak, proyek sistem yang diusulkan harus
mendukung faktor-faktor strategis,seperti
Produktivitas: mengukur jumlah output yang dihasilkan oleh input yang tersedia. Tujuan
produktivitas adalah mengurangi atau menghilangkan biaya tambahan yang tidak berarti.
Produktivitas ini dapat diukur dengan rasio antara biaya yang dikeluarkan dengan jumlah
unit yang dihasilkan.
Diferensiasi: mengukur bagaimana suatu perusahaan dapat menawarkan produk atau
pelayanan yang sangat berbeda dengan produk dan pelayanan dari saingannya.
Diferensiasi dapat dicapai dengan meningkatkan kualitas, variasi, penanganan khusus,
pelayanan yang lebih cepat, dan biaya yang lebih rendah.
Manajemen: melihat bagaimana sistem informasi menyediakan informasi untuk
menolong manajer dalam merencanakan, mengendalikan dan membuat keputusan.
Manajemen ini dapat dilihat dengan adanya laporanlaporan tentang efisiensi
produktivitas setiap hari.
2. Analisis Sistem
Dalam fase analisis sistem:
Dilakukan proses penilaian, identifikasi dan evaluasi komponen dan hubungan timbal-
balik yang terkait dalam pengembangan sistem; definisi masalah, tujuan, kebutuhan,
prioritas dan kendala-kendala sistem; ditambah identifikasi biaya, keuntungan dan
estimasi jadwal untuk solusi yang berpotensi.
Fase analisis sistem adalah fase profesional sistem melakukan kegiatan analisis sistem.
Laporan yang dihasilkan menyediakan suatu landasan untuk membentuk suatu tim
proyek sistem dan memulai fase analisis sistem.
Tim proyek sistem memperoleh pengertian yang lebih jelas tentang alasan untuk
mengembangkan suatu sistem baru.
Ruang lingkup analisis sistem ditentukan pada fase ini. Profesional sistem mewawancarai
calon pemakai dan bekerja dengan pemakai yang bersangkutan untuk mencari
penyelesaian masalah dan menentukan kebutuhan pemakai.
Beberapa aspek sistem yang sedang dikembangkan mungkin tidak diketahui secara penuh
pada fase ini, jadi asumsi kritis dibuat untuk memungkinkan berlanjutnya siklus hidup
pengembangan sistem.
Pada akhir fase analisis sistem, laporan analisis sistem disiapkan. Laporan ini berisi
penemuan-penemuan dan rekomendasi. Bila laporan ini disetujui, tim proyek sistem siap
untuk memulai fase perancangan sistem secara umum. Bila laporan tidak disetujui, tim
proyek sistem harus menjalankan analisis tambahan sampai semua peserta setuju.
3. Perancangan Sistem secara Umum/Konseptual
Dalam fase perancangan sistem:
Harus berguna, mudah dipahami dan mudah digunakan
Harus dapat mendukung tujuan utama perusahaan
Harus efisien dan efektif untuk dapat mendukung pengolahan transaksi, pelaporan
manajemen dan mendukung keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen, termasuk
tugas-tugas yang lainnya yang tidak dilakukan oleh komputer
Harus dapat mempersiapkan rancang bangun yang terinci untuk masingmasing
komponen dari sistem informasi yang meliputi data dan informasi, simponan data,
metode-metode, prosedur-prosedur, orang-orang, perangkat keras, perangkat lunak dan
pengendalian intern.
4. Evaluasi dan Seleksi Sistem
Akhir fase perancangan sistem secara umum menyediakan point utama untuk keputusan
investasi. Oleh sebab itu dalam fase evaluasi dan seleksi sistem ini nilai kualitas sistem dan
biaya/keuntungan dari laporan dengan proyek sistem dinilai secara hati-hati dan diuraikan dalam
laporan evaluasi dan seleksi sistem. Jika tak satupun altenatif perancangan konseptual yang
dihasilkan pada fase perancangan sistem secara umum terbukti dapat dibenarkan, maka semua
altenatif akan dibuang. Biasanya, beberapa alternatif harus terbukti dapat dibenarkan, dan salah
satunya dengan nilai tertinggi dipilih untuk pekerjaan akhir. Bila satu alternatif perancangan
sudah dipilih, maka akan dibuatkan rekomendasi untuk sistem ini dan dibuatkan jadwal untuk
perancangan detailnya.
5. Fase Perancangan Sistem secara Detail/Fungsional
Fase perancangan sistem secara detail menyediakan spesifikasi untuk perancangan secara
konseptual. Pada fase ini semua komponen dirancang dan dijelaskan secara detail. Perencanaan
output (layout) dirancang untuk semua layar, form-form tertentu dan laporan-laporan yang
dicetak. Semua output dan input direview dan disetujui oleh pemakai dan didokumentasikan.
Semua input ditentukan dan format input baik untuk layar dan form-form biasa direview dan
disetujui oleh pemakai dan didokumentasikan. Prosedur ditulis untuk membimbing pemakai dan
pesonel operasi agar dapat bekerja dengan sistem yang sedang dikembangkan. Kendali-kendali
yang dibutuhkan untuk melindungi sistem baru dari macam-macam ancaman dan error
ditentukan.
Laporan ini akan berisis semua spesifikasi untuk masing-masing rancangan sistem yang
terintegrasi menjadi satu kesatuan. Laporan ini dapat juga dijadikan sebagai buku pedoman yang
lengkap untuk merancang, membuat kode dan menguji system, instalasi peralatan, pelatihan, dan
tugas-tugas implementasi lainnya.
Tujuan dilakukannya review secara menyeluruh ini adalah untuk menemukan error dan
kekurangan rancangan sebelum implementasi dimulai. Jika error dan kekurangan atau sesuatu
yang hilang ditemukan sebelum implementasi sistem, sumber daya yang bernilai dapat
diselamatkan dan kesalahan yang tidak diinginkan terhindari. Setelah semua review secara
menyeluruh selesai dilaksanakan, perubahan-perubahan dibuat dan pemakai dan manajer sistem
menandatangani laporan perancangan secara detail.
6. Implementasi Sistem dan Pemeliharaan Sistem
Pada fase implementasi sistem dan pemeliharaan sistem:
sistem siap untuk dibuat dan diinstalasi.
Sejumlah tugas harus dikoordinasi dan dilaksanakan untuk implementasi sistem baru.
laporan implementasi yang dibuat pada fase ini ada dua bagian, yaitu rencana
implementasi dalam bentuk Gant Chart atau Program and Evaluation Review Technique
(PERT) Chart dan penjadwalan proyek dan teknik manajemen. Bagian kedua adalah
laporan yang menerangkan tugas penting untuk melaksanakan implementasi sistem,
seperti :
o pengembangan perangkat lunak
o Persiapan lokasi peletakkan sistem
o Instalasi peralatan yang digunakan
o Pengujian Sistem
o Pelatihan untuk para pemakai sistem
o Persiapan dokumentasi
Metodologi Pengembangan Sistem
Metode adalah suatu cara, teknik yang sistematik untuk mengerjakan sesuatu. Metodologi
Pengembangan sistem berarti metode-metode, prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan,
aturan-aturan dan kerangka pemikiran yang akan digunakan untuk mengembangkan suatu sistem
informasi.
Klasifikasi dari metodologi :
1. Functional decomposition methodologies
Metodologi ini menekankan pada pemecahan dari sistem ke dalam subsistem-subsistem yang
lebih kecil, sehingga akan lebih mudah untuk dipahami, dirancang dan ditetapkan. Yang
termasuk dalam kelompok metodologi ini adalah :
HIPO (Hierarchy plus Input Process Output)
Stepwise Refinement (SR) atau Iterative Stepwise Refinement (ISR)
Information Hiding
2. Data Oriented Methodologies
Metodologi ini menekankan pada karakteristik dari data yang akan diproses. Dikelompokkan ke
dalam dua kelas, yaitu :
1. Data flow oriented methodologies, sistem secara logika dapat digambarkan secara logika
dari arus data dan hubungan antar fungsinya di dalam modul-modul di sistem. Yang
termasuk dalam metodologi ini adalah :
SADT (Structured Analysis and Design Techniques)
Composite Design
SSAD (Structured System Analysis and Design)
1. b. Data Structured oriented methodologies, Metodologi ini menekankan struktur dari
input dan output di system,yang termasuk dalam metodologi ini adalah :
JSD (Jacksons System Development)
W/O (Warnier/Orr)
3. Prescriptive Methodologies
Yang termasuk dalam metodologi ini adalah :
ISDOS (Information System Design dan Optimization System), merupakan perangkat
lunak yang dikembangkan di University of Michigan. Kegunaan dari ISDOS adalah
mengotomatisasi proses pengembangan sistem informasi. ISDOS mempunyai dua
komponen, yaitu :
1. PSL (Program Statement Language), merupakan komponen utama dari ISDOS, yaitu
suatu bahasa untuk mencatat kebutuhan pemakai dalam bentuk machine readable form.
PSL dirancang sehingga output yang dihasilkannya dapat dianalisis oleh PSA.
2. PSA (Program Statement Analyzer) merupakan paket perangkat lunak yang mirip dengan
kamus data (data dictionary) dan digunakan untuk mengecek data yang dimasukkan,
disimpan, dianalisis dan yang dihasilkan sebagai output laporan.
Prototyping
Prototyping adalah salah satu metode siklus hidup sistem yang didasarkan pada
konsep model bekerja. Prototyping adalah bentuk dasar atau model awal dari suatu sistem atau
bagian dari suatu sistem. Prototyping adalah proses pengembangan model awal tersebut untuk
digunakan terlebih dahulu dan ditingkatkan terus menerus sampai didapatkan sistem yang utuh,
artinya sistem akan dikembangkan lebih cepat daripada metode tradisional dan biayanya menjadi
lebih rendah. Tujuan dari Prototyping ialah untuk memperkecil resiko rekayasa-ulang proses
bisnis. Bila tidak mungkin dibuat prototipe-nya, maka dengan inovasi bertahap, sedemikian rupa
sehingga manajemen dapat memimpin melalui serangkaian perubahan yang layak. Prototype
dapat memberikan ide bagi pembuat dan pemakai potensial tentang cara sistem berfungsi dalam
bentuk lengkapnya.
Terdapat dua macam prototype, yaitu:
1. Prototype yang akan dikembangkan menjadi system operasional, bentuk ini sering
disebut sebagai evolutionary protoyipe.
2. Prototype yang hanya akan menjadi cetak biru (blue print) dari system yang
dikembangkan, bentuk ini sering disebut sebagai throwaway prototype.
Manfaat digunakannya prototype adalah membuat pengembang sistem dan pemakai mempunyai
ide tentang bagaimana bentuk akhir dari sistem akan bekerja. Adapun kegiatan menghasilkan
prototype disebut juga dengan prototyping.
1. Tahap proses pembuatan prototype pertama (evolutionary prototype):
1. Tentukan kebutuhan. Tentukan apa kebutuhan user. Analis sistem mewawancarai
user untuk mendapatkan ide tentang apa yang diinginkan oleh user dari sistem
yang akan dikembangkan.
2. Membuat prototype, pada tahap ini analis sistem bekerja sama dengan ahli
computer yang lain, dengan memanfaatkan satu atau beberapa alat bantu untuk
pembuatan dan pengembangan prototype.
3. Evaluasi, pada tahap ini analis sistem memperkenalkan prototype kepada user,
menuntun user untuk mengenali karakteristik dari prototype. Dari kesempatan uji
coba ini, user akan memberikan pendapatnya pada analis sistem. Kalau prototype
diterima dilanjutkan ke tahap 4. Kalau ada perbaikan maka langkah berikutnya
adalah mengulangi tahap1, 2 dan 3 dengan pengertian yang lebih baik tentang
apa yang diinginkan oleh user.
4. Gunakan Prototype. Prototype menjadi sistem yang operasional.
5. Tahap-tahap proses pembuatan prototype tipe kedua (throwaway prototype)
1. Tentukan kebutuhan. Tentukan apa kebutuhan user. Analis sistem
mewawancarai user untuk mendapatkan ide tentang apa yang diinginkan
oleh user dari sistem yang akan dikembangkan.
2. Buat prototype. Analis sistem bekerja sama dengan ahli computer yang
lain, dengan memanfaatkan satu atau beberapa alat bantu untuk pembuatan
prototype, mengembangkan prototype.
3. Evaluasi. Analis sistem memperkenalkan prototype kepada user,
menuntun user untuk mengenali karakteristik dari prototype. Dari
kesempatan uji coba ini, user akan memberikan pendapatnya pada analis
sistem. Kalau prototype diterima dilanjutkan ketahap 4. Kalau ada
perbaikan maka langkah berikutnya adalah mengulangi tahap1, 2 dan 3
dengan pengertian yang lebih baik tentang apa yang diinginkan oleh user.
4. Program sistem. Pemrogram memanfaatkan prototype sebagai pedoman
untuk mengembangkan sistem yang operasional.
Persamaan dan perbedaan dari dua prototype tersebut adalah :
Pada tipe pertama, prototype yang dibuat akan menjadi sistem operasional. Artinya
prototype dikembangkan sesuai dengan karakteristik dan bentuk akhir dari produk yang
diinginkan.
Pada tipe kedua, prototype yang dibuat hanya akan memperlihatkan perkiraan bentuk
sistemnya saja, tidak berisi komponen-komponen penting lainnya.
Manfaat dilakukanya prototyping:
Terjadi komunikasi antara user dengan pengembang sistem, sehingga Analis sistem dapat
bekerja lebih baik dalam menentukan kebutuhan user
Peningkatan peran user pada pengembangan sistem
Sistem dapat dikembangkan lebih cepat
Tahap implementasi menjadi lebih mudah, karena user sudah mengenali apa yang dapat
dihasilkan oleh sistem yang dikembangkan.
Ciri-ciri prototype yang baik adalah :
Beresiko tinggi. Problemnya tidak terstruktur dengan baik, perubahan-perubahan sering
terjadi sepanjang waktu, dan kebutuhan datanya tidak tentu.
Dialog User Komputer. Tampilan layar sebagai sarana interaksi antara user dengan
computer.
Banyak User. Kesepakatan untuk rancangan rinci sulit diperoleh tanpa ebuah bentuk yang
dapat diperlihatkan kepada user.
Ingin cepat selesai. User ingin segera melihat bagimana sistem bekerja
Singkat. Sistem hanya dipakai untuk jangka waktu yang singkat saja.
Inovatif. Sistem adalah sesuatu yang sangat inovatif, me-manfaatkan teknologi perangkat
keras maupun perangkat lunak yang canggih (terbaru).
Berubah-ubah. Sistem memahami apa yang diinginkan oleh user Aplikasi yang tidak
mempunyai cirri-ciri seperti diatas, umumnya dapat dikembangkan dengan Daur Hidup
Pengangmabnag Sistem Tradisional (klasik).
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa prototyping dapat menjadi suatu teknik yang
baik dalam memperbaiki suatu sistem yang akan di implementasikan. Manfaatnya bagi end user
ialah, end user akan menikmati hasil akhir atau dengan kata lain suatu sistem yang sudah
diperbaharui, sehingga kemungkinan untuk terjadinya masalah sangat kecil, karena sistem akhir
merupakan hasil-hasil perbaikan dari prototype. Sedangkan untuk IT spesialis dapat membantu
mereka dalam pekerjaan mereka sebagai IT spesialis.
DAFTAR PUSTAKA

http://cantony.wordpress.com/category/it/
http://studied-wall.blogspot.com/2012/04/sistem-informasi.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Protoyping_perangkat_lunak
OBrien JA, Marakas G. 2005. Management Information sistem. Ninth edition. Boston: Mc
Graw Hill, Inc
http://umarmansyuri.wordpress.com/category/rekayasa-software/
http://yuliagroups.wordpress.com/pengertian-prototype/
This entry was posted by adytia48 on September 25, 2012 at 1:42 pm, and is filed under
Uncategorized. Follow any responses to this post through RSS 2.0. You can leave a response or
trackback from your own site.
MAKALAH
ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI HASIL BELAJAR
MAHASISWA ONLINE PADA FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS SERANG RAYA (UNSERA)
Diajukan guna memenuhi Tugas Mata Kuliah Change Management IT
DISUSUN OLEH :
NAMA : HARSITI
NIM : 332208665
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INFORMASI BENARIF INDONESIA
2009
2
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah
SWT, karena atas Rahmat, Taufiq, dan Hidayah serta Inayah-Nya,
Makalah dengan Judul : Analisa dan Perancanga Sistem Informasi
Hasil Belajar MAhasiswa pada Fakultas Teknologi Informasi
UNSERA ini dapat diselesaikan oleh penulis. Makalah ini disusun untuk
memenuhi salah satu persyarataan dalam mendapatkan nilai matakuliah
Change Manajemen IT pada Program Pasca Sarjana Magister Komputer
Sekolah Tinggi Teknologi Informasi (STTI) Benarif Indonesia.
Makalah ini dapat terselesaikan berkat bantuan dari berbagai
pihak, oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis menyampaikan terima
kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada :
1. Bapak Dr. Wiweka, MT., selaku Dosen Matakuliah Change Manajement
IT pada Program Magister Komputer Sekolah Tinggi Teknologi
Informasi Benarif Indonesia, yang telah memberikan banyak
pengetahuan mengenai Manajemen IT.
2. Rekan-rekan Mahasiswa Program Magister Komputer Angkatan 33
Kelas Cilegon yang telah memberkan dorongan untuk dapat
menyelesaikan tugas ini tepat pada waktunya.
Semoga Allah SWT berkenan memberikan balasan yang sesuai
dengan budi baik yang telah mereka berikan. Penulis berharap semoga
Makalah ini bermanfaat bagi pengembangan pendidikan, terutama di
bidang Teknologi Informasi.
Wassalamualaikum Wr. Wb
Serang, 26 Mei 2009
Penulis,
Harsiti
3
ABSTRAKSI
Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa di dalam dunia pendidikan
merupakan salah satu faktor yang sangat penting, karena dengan adanya
penilaian hasil belajar, maka akan terlihat dengan jelas tingkat
keberhasilan suatu penyelenggaraan pendidikan (universitas) dalam
mendidik mahasiswanya. Adanya penilaian hasil belajar, juga akan
memberikan gambaran yang jelas tentang prestasi hasil belajar
mahasiswa, baik secara individu ataupun menyeluruh.
Universitas Serang Raya merupakan hasil penggabungan STMIK
Serang dan STIE Serang sebagai bukti komitmen Yayasan Pendidikan
Informatika dalam menjawab tantangan globalisasi serta kematangan akan
kepedulian SDM yang berkualitas. Penilaian hasil belajar mahasiswa
khususnya di Fakultas Ilmu Komputer sudah menggunakan suatu system
yang disebut dengan Sistem Manajemen Perguruan Tinggi, tetapi pada
system ini masih terdapat beberapa kekurangan diantaranya nilai hanya
bisa dapat diakses di dalam lingkungan kampus, sehingga mahasiswa
ketika ingin melihat harus datang ke kampus, pengolahan data mahasiswa
membutuhkan waktu yang lama dan informasi yang dihasilkan kurang
berkualitas dan bernilai.
Solusi pemecahan masalah dari kasus tersebut adalah dengan
membuat sebuah sistem informasi penilaian hasil belajar mahasiswa
berbasis web . Adanya sistem ini, diharapkan dapat memperbaharui sistem
yang lama dengan sistem baru, sehingga pengolahan data nilai
mahasiswa akan lebih cepat, akurat dan informasi yang dihasilkan akan
lebih berkualitas dan bernilai. Selain itu, dengan adanya sistem informasi
ini, siswa dapat dengan mudah mengakses informasi tentang nilai hasil
belajarnya darimana saja dan kapan saja dengan menggunakan
fasilitas internet .
Kata Kunci : Penilaian Hasil Belajar, Globalisasi, Internet.
4
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ..
KATA PENGANTAR
ABSTRAKSI
DAFTAR ISI ..
BAB I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang .
1.2. Identifikasi Masalah
1.3. Batasan Masalah .
1.4. Tujuan dan Manfaat ..
1.5. Metodologi Penelitian
1.6. Sistematika Penulisan ..
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA ..
2.1. Tinjauan Penelitian .
2.2. Dasar Teori .
2.2.1. Definisi Sistem .
2.2.2. Definisi Informasi
2.2.3. Definisi Sistem Informasi .
2.2.4. Definisi Penilaian Hasil Belajar ..
2.2.4.1. Prinsip Penilaian .
2.2.4.2. Aspek Yang Diukur Dalam Penilaian ..
2.3. Sejarah Berdirinya Universitas Serang Raya
2.3.1. Visi dan Misi
5
2.3.2. Tujuan UNSERA .
BAB III. METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Tahapan Perencanaan
3.2. Tahapan Analisa ..
3.3. Tahapan Perancangan ..
3.4. Tahapan Implementasi .
3.5. Tahapan Penggunaan
BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN .
4.1. Tahapan Perencanaan .
4.2. Tahapan Analisa
4.2.1. Analisa Masukan ..
4.2.2. Analisa Keluaran ..
4.2.3. Analisa Proses ..
4.3. Tahap Perancangan .
4.3.1. DAD Sistem Informasi Hasil Belajar Mahasiswa
4.3.2. Rancangan Tabel ..
4.4. Tahapan Implementasi ..
4.5. Tahapan Penggunaan .
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan .
5.2. Saran .
6
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Mahasiswa merupakan salah satu komponen masyarakat ilmiah
dalam perguruan tinggi. Mereka merupakan input yang diharapkan dapat
menjadi output yang dapat mengimbangi bahkan mengembangkan
IPTEKS. Untuk mengolah input menjadi output yang berkualitas dan
handal tidaklah mudah, karena hal ini memerlukan perjalanan panjang dan
sejarah khususnya tentang apa saja yang menjadi tolak ukur untuk
menciptakan output yang berkualitas dan mampu bersaing di pasaran.
Salah satu tolak ukurnya adalah penilaian hasil belajar mahasiswa yang
ditangani oleh Bagian Akademik. Penilaian dilakukan secara menyeluruh
dan berkesinambungan terhadap proses dan hasil belajar sesuai dengan
karakteristik program studi yang bersangkutan sehingga diperoleh
informasi yang lengkap. Semua proses penilaian ini dilakukan di Bagian
Akademik, dimulai dari proses input Data Program Studi, Data Mahasiswa,
Data Dosen, Data Mata Kuliah. Data-data tersebut akan diolah dan
menghasilkan informasi seperti Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa.
Penilaian dapat dilakukan dengan perpaduan dari berbagai bentuk
penilaian melalui ujian, pelaksanaan tugas, lembar evaluasi diri, lembar
pengamatan atau bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik masing-
masing mata kuliah dan program studi. Selanjutnya, bila proporsi nilai para
mahasiswa berada di atas standar yang ditentukan lebih besar dari
7
kelompok mahasiswa dengan nilai di bawah standar maka pengajaran
yang selama ini telah dilangsungkan dianggap bermutu.
Sistem Informasi Akademik di Fakultas Ilmu Komputer untuk
semua Program Studi (Teknik Informasi Jenjang Strata-1, Sistem Informasi
Jenjang Strata-1 dan Akuntansi Komputer Jenjang Diploma III) sudah
menggunakan sistem yang sudah terkomputerisasi. Proses pengolahan
data akademik (Data Program Studi, Data Mahasiswa, Data Dosen, Data
Mata Kuliah, Kartu Rencana Studi, Kartu Hasil Studi dan Transkip Nilai)
dilakukan dengan menggunakan program yang sudah terintegrasi dengan
database, namun hanya bisa diakses di dalam kampus saja atau belum
dapat diakses secara online. Keadaan demikian mengakibatkan antrian
mahasiswa yang akan mengakses sistem karena keterbatasan komputer
yang tersedia. Sistem Akademik yang sudah berjalan memiliki beberapa
kelemahan diantaranya pengisian KRS masih manual, yaitu mahasiswa
datang ke kampus, mengisi formulir yang harus ditandatangani Ketua
Program Studi.
Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan di atas,
diharapkan sistem yang baru yaitu Sistem Informasi Akademik Online
dapat memberikan solusi terbaik.
1.2. IDENTIFIKASI PERMASALAHAN
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat diidentifikasi
permasalahannya, yaitu :
1. Sistem yang sedang berjalan hanya bisa diakses di dalam
lingkungan kampus saja atau belum online.
8
2. Pengisian Kartu Rencana Studi masih manual.
3. Dosen Pengampu Mata Kuliah sering terlambat menyerahkan hasil
pengolahan nilai mahasiswa.
4. Sering terjadi kekeliruan pada proses input data mata kuliah, yaitu
ketidakcocokan antara kode mata kuliah, nama mata kuliah dan
sks.
5. Pencetakan Kartu Hasil Belajar sering terlambat.
6. Sistem belum dapat mencetak Transkip Nilai secara otomatis.
7. Kesalahan pada proses input data mata kuliah, terutama kode mata
kuliah sering berbeda-beda.
1.3. BATASAN MASALAH
Dalam Sistem Informasi Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa ini
hanya dibatasi pada pengolahan data dimulai dari proses pengolahan
nilai yaitu nilai kehadiran, tugas, UTS dan UAS yang akan menghasilkan
keluaran berupa kartu hasil studi dan daftar nilai di Fakultas Teknologi
Informasi Universitas Serang Raya.
1.4. TUJUAN DAN MANFAAT
Tujuan dan manfaat dari penulisan ini adalah :
1. Menempuh ujian mata kuliah Proyek Tehnologi Informasi Dan
Perubahan Manajamen
2. Sistem yang baru akan lebih baik dari sistem yang lama, sehingga
mampu menyediakan informasi yang akurat dan cepat kepada
Mahasiswa.
9
3. Memanfaat koneksi internet untuk layanan kepada mahasiswa,
khususnya untuk Sistem Informasi Penilaian Hasil Belajar
Mahasiswa.
4. Melalui system online, Dosen dapat menginputkan sendiri nilai
mahasiswa dari setiap mata kuliah yang diampu.
5. Proses pengolahan data akademik menjadi lebih mudah dan
fleksibel.
1.5. METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi penelitian yang digunakan penulis adalah :
1. Observasi, yaitu penulis melakukan pengamatan langsung
terhadap Sistem Informasi Akademik yang sudah diterapkan di
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Serang Raya.
2. Menganalisa dan mengidentifikasi segala permasalahan yang
timbul dengan diterapkannya Sistem Informasi Akademik.
3. Menganalisa dan membuat pemecahan masalah dari sistem
yang berjalan hingga mengusulkan system yang baru.
1.6. SISTEMATIKA PENULISAN
Sistematika penulisan Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Pendahuluan meliputi : Latar Belakang Masalah, Identifikasi
Permasalahan, Batasan Masalah, Tujuan dan Manfaat,
Metodologi Penelitian dan Sistematika Penulisan.
10
BAB II LANDASAN TEORI
Menjelaskan tentang konsep-konsep teoritis sistem infromasi
dari tinjauan (database analyst). Dan sedkiti menerangkan
peralatan pendukung dalam pengembangan Sistem aplikasi
berbasis database
BAB III METODOLOGI SISTEM INFOMASI
Berisikan tentang analisa sistem yang sedang berjalan dan
sistem yang diusulkan dari mulai tahapan perencanaan sampai
dengan tahapan penggunaan.
BAB IV HASIL DAN BAHASAN
Menjelaskan pembahasan masalah yang terdapat dalam
metodologi system informasi dimulai dari tahapan perencanaan
sampai dengan tahapan penggunaaan.
BAB V PENUTUP
Penutup meliputi : Kesimpulan dan saran-saran.
11
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 TINJAUAN PENELITIAN
Ubaidillah (2008). Perancangan dan Implementasi Sistem
Informasi Penilaian Siswa (Studi Kasus : Madrasah Tsanawiyah Negeri
(MTsN) Bojonegara Puloampel).
Pada penelitian ini membuat program aplikasi yang telah dibuat
yaitu sebuah sistem informasi penilaian siswa yang berbasis
komputerisasi dan berjalan dengan teknik stand alone (PC) yang
didalamnya terdapat kemudahan dalam pengoperasian dan
pemeliharaan data penilaian siswa yang ada pada akhirnya dapat
menyelesaikan berbagai macam permasalahan yang berkaitan dengan
penilaian siswa seperti membuat laporan penilaian siswa khususnya di
Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Bojonegara Puloampel dan
untuk ke depan sistem ini dapat digunakan untuk sekolah-sekolah lain
yang membutuhkan.
Mohammad Nurhidayat Mursalin (2007). Analisa dan
Perancangan Sistem Informasi Akademik pada Sekolah Tinggi
Agama Islam (STAI) La Tansa Mashiro Rangkasbitung - Banten.
Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) La Tansa Mashiro
merupakan Sekolah Tinggi yang bergerak dalam bidang pendidikan
Agama Islam yang terdapat pada Perguruan Tinggi La Tansa
Mashiro Rangkasbitung. Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) La
12
Tansa Mashiro mempunyai tiga jurusan dengan jenjang strata satu
(S1) yaitu jurusan pendidikan Agama Islam (Tarbiyah), jurusan
penerangan dan penyiaran Agama (Dawah) dan jurusan Ekonomi
Islam (Syariah).
Pada penelitian ini Sistem Akademik yang dimiliki Sekolah
Tinggi Agama Islam (STAI) La Tansa Mashiro masih dikelola secara
manual sehingga masih banyak kekurangan-kekurangan yang
terdapat pada sistem tersebut, diantaranya ialah lamanya penerbitan
kartu hasil studi mahasiswa, lamanya pencarian akibat terlalu banyak
data, tidak adanya sistem peringatan jika terjadi kejanggalan-
kejanggalan atau kessalahan pada data dan kurang cepat dan
akuratnya informasi yang dikeluarkan. Maka penulis membuat
sebuah program aplikasi yang dapat memenuhi kebutuhan bagian
Akademik dan menjadi solusi dari permasalahan yang terdapat pada
Sistem Informasi manual pada Sistem Akademik Sekolah Tinggi
Agama Islam (STAI) La Tansa Mashiro dengan menggunakan
bahasa pemrograman Visual Basic 6.0 dan databasenya
menggunakan SQL Server 2000 serta untuk laporannya
menggunakan Crystal Report 9. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mempercepat penerbitan kartu hasil studi mahasiswa, mempercepat
pencarian data, menciptakan sistem peringatan agar tidak terjadi
kejanggalan-kejanggalan atau kesalahan pada data dan untuk
menghasilkan informasi yang cepat dan akurat.
13
2.2. DASAR TEORI
2.2.1 Definisi Sistem
Terdapat banyak sekali definisi sistem yang dikemukakan
oleh para ahli. Dalam hal ini penulis mencoba untuk
mengemukakan definisi sistem yang cukup bisa diterima
secara logis, yaitu:
Sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau
himpunan dari unsur atau variabel-variabel yang saling
terorganisasi, saling berinteraksi, dan saling bergantung sama
lain.
Menurut Mc. Leod (1995) mendefinisikan Sistem sebagai
sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud
yang sama untuk mencapai tujuan.
Menurut Scott (1996) sistem terdiri dari unsur-unsur
seperti masukan (input), pengolahan (processing), serta
keluaran (output).
Dari ketiga definisi sistem diatas maka penulis
mengambil sebuah kesimpulan bahwa, sistem adalah suatu
elemen-elemen yang saling berhubungan satu sama lain untuk
mencapai suatu tujuan tertentu.
14
2.2.2. Definisi Informasi
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang
lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
Sumber dari informasi adalah data. Data adalah
kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan
kesatuan nyata. Kejadian-kejadian (event) adalah sesuatu
yang terjadi pada saat yang tertentu.
2.2.3. Definisi Sistem Informasi
Menurut Robert A. Leitch dan K. Roscoe Davis, sistem
informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang
mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian,
mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi
dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu
dengan laporan-laporan yang diperlukan.
2.2.4. Definisi Penilaian Hasil Belajar
Penilaian hasil belajar pada dasarnya adalah
mempermasalahkan, bagaimana pengajar dapat mengetahui
hasil pembelajaran yang telah dilakukan. Pengajar harus
mengetahui sejauh mana pebelajar telah mengerti bahan
yang telah diajarkan atau sejauh mana tujuan/kompetensi dari
kegiatan pembelajaran yang dikelola dapat dicapai. Tingkat
15
pencapaian kompetensi atau tujuan instruksional dari
kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan itu dapat
dinyatakan dengan nilai.
2.2.4.1. Prinsip Penilaian
1. Tujuan utama evaluasi harus untuk meningkatkan
kualitas hasil belajar mahasiswa dan proses belajar
mengajar, bukan sekedar penilaian.
2. Evaluasi harus menyandarkan diri pada umpan
balik mahasiswa, sebagai elemen substansial dan
utama dalam proses belajar mengajar.
3. Data evaluasi seharusnya mencakup sampel yang
representatif dari keseluruhan aktivitas proses
belajar mengajar.
4. Apapun hasil evaluasi seharusnya selalu terkait
dengan pengambilan keputusan yang berhubungan
dengan kemajuan prestasi
5. Masing-masing instrumen evaluasi harus didesain
untuk responden khusus dengan pernyataan-
pernyataan yang dapat dijawabnya.
6. Pengadministrasian evaluasi harus mengikuti
prosedur yang memadai untuk menjaga validitas
informasi yang diperoleh.
16
7. Skema evaluasi harus menyatakan secara jelas
siapa yang melakukan evaluasi dan untuk tujuan
apa.
2.2.4.1. Aspek Yang Diukur Dalam Penilaian
1. Kognitif, meliputi :
a. Pengetahuan (recalling), kemampuan mengingat -
b. Pemahaman (Comprehension), kemampuan
memahami (misalnya: menyimpulkan suatu
paragraf)
c. Aplikasi (application), kemampuan penerapan
(misalnya : menggunakan suatu informasi /
pengetahuan yang diperolehnya untuk memecahkan
masalah).
d. Analisis (Analysis), kemampuan menganalisa
suatu informasi yang luas menjadi bagian-bagian
kecil (misalnya : menganalisis bentuk, jenis atau arti
suatu puisi).
e. Sintesis (syntesis). Kemampuan menggabungkan
beberapa informasi menjadi suatu kesimpulan
(misalnya : memformulasikan hasil penelitian di
laboratorium)
f. Evaluasi (Evaluation), kemampuan
mempertimbangkan mana yang baik dan mana yang
burukl dan memutuskan untuk mengambil tindakan
17
tertentu.
2. Afektif
-a. Menerima (receiving) termasuk kesadaran,
keinginan untuk menerima stimulus, respon, control
dan seleksi gejala atau rangsangan dari luar.
b. Menanggapi (responding): reaksi yang diberiokan:
ketepatan aksi, perasaan, kepuasan dll.
c. Menilai (evaluating):kesadaran menerima norma,
system nilai dll.
-d. Mengorganisasi (organization): pengembangan
norma dan nilai organisasi system nilai
e. Membentuk watak (characterization): system nilai
yang terbentuk mempengaruhi pola kepribadian dan
tingkah laku
3. Psikomotor
Psikomotor merupakan tindakan seseorang yang
dilandasi penjiwaan atas dasar teori yang dipahami
dalam suatu mata pelajaran.
Ranah psikomotor :
- Meniru (perception)
- Menyusun (Manipulating)
- Melakukan dengan prosedur (precision)
- Melakukan dengan baik dan tepat (articulation)
- Melakukan tindakan secara alami (naturalization)
18
2.3. Sejarah Berdirinya Universitas Serang Raya
Lahirnya Universitas Serang Raya (UNSERA) tidaklah
berlangsung dalam waktu singkat, melainkan melalui
perencanaan begitu panjang. UNSERA adalah suatu cita-cita
dari almarhum HM. Rachmatullah Siddik, pendiri Yayasan
Pendidikan Informatika. Beliau yang sejak lahir tahun 1950an
telah bergelut di dunia perguruan tinggi di Banten adalah
sebuah keharusan, karena berdasar pada realita bahwa
belum semua masyarakat Banten mengeyam pendidikan
tinggi, yang disebabkan oleh dua sebab yaitu biaya pendidikan
yang tidak terjangkau dan akses untuk melanjutkan pendidikan
hingga perguruan tinggi masih terbatas karena masih
sedikitnya perguruan tinggi yang berdiri di Banten. Lembaga-
lembaga setingkat perguruan tinggi yang berada di bawah
naungan Yayasan Pendidikan Informatika adalah sebagai
berikut : Akademik Manajemen Informatika Komputer (AMIK)
Serang, Sekolah Tinggi Manejemen Informatika (STMIK)
Serang dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Serang.
Seiring berlalunya waktu, ketiga perguruan tinggi ini pun
mengalami perkembangan pesat, yang ditandai dengan
meningkatnya jumlah mahasiswa pada masing-masing
lembaga tersebut.
Melihat perkembangan yang begitu pesat dari lembaga-
lembaga pendidikan tingginya itu, sejak 2008 lal YPI yang
19
diketuai oleh putra bungsu almarhum Rachmatullah Siddik
yaitu H. Mulya Rahayu, Lc, mengajukan pembangunan STIE
dan STMIK Serang menjadi universitas kepada Mendiknas.
Alasannya dengan menjadi universitas, kebutuhan masyarakat
akan pendidikan dapat semakin terpenuhi, dan dari sisi
kelembagaan dapat lebih terkontribusi lagi terhadap dunia
pendidikan. Ketua YPI mengatakan jika kemudian UNSERA
berdiri, itu merupakan bagian dari proses panjang sekali
sekaligus bagian perwujudan cita-cita almarhum. Dan
Alhamdulillah, cita-cita dapat diwujudkan sekarang dengan
keluarnya SK penetapannya.
Dengan penggabungan STMIK Serang dan STIE Serang ini,
yang kemudian menjadi UNSERA memiliki 5 (lima) Fakultas
dan 4 (empat) Program Diploma III, yaitu :
1. Fakultas Teknologi Informasi
a. Teknik Informatika (S1)
b. Sistem Informasi (S1)
2. Fakultas Teknik
a. Teknik Kimia (S1)
b. Teknik Sipil (S1)
c. Teknik Industri (S1)
3. Fakultas Ekonomi
a. Akuntansi (S1)
b. Manajemen (S1)
20
4. Fakultas Komunikasi
a. Komunikasi (S1)
5. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
a. Administrasi Negara (S1)
6. Program Diploma III
a. Keuangan dan Perbankan (D3)
b. Manajemen Perusahaan (D3)
c. Manajemen Pemasaran (D3)
d. Akuntansi Komputer (D3)
2.3.1. Visi dan Misi UNSERA
2.3.1.1.Visi UNSERA :
Menjadi universitas terbaik dalam ilmu pengetahuan
dan teknologi yang handal, bermartabat dan
berwawasan global.
2.3.1.2. Misi UNSERA :
a) Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran
akademik yang profesional.
b) Menyelenggarakan penelitian yang kreatif dan
inovatif untuk menunjang pengembangan
pendidikan.
c) Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat
secara konsisten dan berkesinambungan.
21
d) Mendidik generasi yang siap menghadapi
perubahan global dengan menguasai keahlian
ilmu pengetahuan dan teknologi berlandaskan
keimanan dan ketaqwaan.
2.3.2. Tujuan UNSERA
Tujuan UNSERA adalah untuk menyiapkan para
mahasiswa menjadi bagian masyarakat yang memiliki
kemampuan, ketrampilan dan pengetahuan yang kompetitif
di tingkat global, sebagai sumbangsih yang berguna bagi
bangsa dan negara.
22
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Tahapan Perencanaan
Tahapan analisa yaitu menterjemahkan kebutuhan
pengguna ke dalam spesifikasi kebutuhan system (SRS System /
Software Requirement Spesification). Spesifikasi kebutuhan system ini
bersifat menangkap semua yang dibutuhkan system dan dapat terus
diperbaharui secara iterative selama berjalannya proses
pengembangan system.
3.2. Tahapan Analisa
Menurut Yogiyanto (Tahun 1989) :
Analisa Sistem atau System Analysis, dapat didefinisikan
sebagai Penguraian dari suatu system informasi yang utuh ke
dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk
mengidentifikasikan dan mengevaluasi permaslahan-permasalahan,
kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan
kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan
perbaikanperbaikannya.
Dalam tahapan ini, segala permasalahan diidentifikasi baik
kelebihan dan kekurangan system. Tahap analisa dilakukan pada
system yang sedang berjalan pada saat itu untuk menemukan dan
menganalisa kendala-kendala yang terjadi, mencari alternative solusi
permasalahan dan menentukan salah satu solusi yang tepat.
23
3.3. Tahapan Perancangan
Tahap perancangan sistem mempunyai dua tujuan utama,
yaitu :
a. Untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem.
b. Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang
bangun yang lengkap kepada programmer dan ahli-ahli
teknis lainnya yang terlibat.
3.3.1. Diagram Arus Data (DAD) atau Diagram Flow Data (DFD)
Diagram Arus Data (DAD) atau Diagram Flow Data (DFD)
merupakan model dari suatu sistem untuk menggambarkan
pembagian sistem ke modul yang lebih kecil untuk
memudahkan analisa yang dimulai dari diagram konteks,
diagram overview dan diagram rinci yang tersusun secara
bertingkat.
3.3.2. Entity Relationship Diagram (E-R Diagram)
E-R Diagram merupakan diagram yang menggambarkan
hubungan data antara objek yang terdapat di dalam sistem
tanpa memberikan informasi apapun tentang fungsi yang
24
menghasilkan atau menggunakan data tersebut. Komponen E-
R Diagram terdiri dari :
a. Entity adalah sesuatu yang digambarkan dengan
sekumpulan attribute yang dimilikinya, dimana atribut
tersebut akan dimanipulasi di dalam sistem. Untuk memberi
nama entity digunakan kata benda, dimana masing-masing
entity tidak boleh memiliki nama yang sama.
b. Relationship mengindikasikan hubungan antara dua atau
lebih entity dan menggunakan kata kerja untuk
menggambarkan hubungan tersebut.
c. Attribute adalah karakteristik dari entity atau relationship
yang menyediakan penjelasan detail tentang entity atau
relationship tersebut.
d. Cardinality menggambarkan banyaknya entity yang
direlasikan ke suatu entity lain dengan suatu relationship.
3.3.3. Normalisasi
Proses normalisasi merupakan proses pengelompokkan
data elemen menjadi tabel-tabel yang menunjukkan entity dan
relasinya. Pada proses ini selalu diuji pada beberapa kondisi
apakah ada kesulitan pada saat menambah (Insert),
menghapus (Delete), mengubah (Update), dan menbaca
(Select) pada basis data.
25
3.4. Tahapan Implementasi
Suatu rencana implementasi perlu dibuat terlebih dahulu
supaya dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan. Semua biaya
yang akan dikeluarkan untuk kegiatan implemantasi perlu dianggarkan
dalam bentuk anggaran biaya.
Kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan dalam implementasi adalah
a. Pemilihan dan pelatihan personil
b. Pemilihan tempat dan instalasi H/W dan S/W
c. Pemrograman dan pengetesan program
d. Pengetesan Sistem
e. Konversi Sistem
3.5. Tahapan Penggunaan
Dengan menggunakan sistem ini diharapkan akan memenuhi
kebutuhan bagi para pemakai dan lebih efesien dalam menyelesaikan
pekerjaan. Sehingga segala bentuk pengolahan data (data nilai dan
laporan-laporan) dapat dilakukan dengan cepat, system dapat
menyediakan informasi dengan cepat pula kepada mahasiswa.
26
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Tahapan Perencanaan
Kebutuhan diperlukan untuk membentuk suatu Sistem Informasi
Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa pada UNSERA adalah :
1. Mengusulkan transformasi system yang berjalan ke system
informasi berbasis computer (komputerisasi).
2. Mengusulkan agar system informasi dibuat dalam bentuk
online atau dapat diakses kapanpun dan dimanapun oleh
mahasiswa dengan memanfaatkan jasa internet.
4.2. Tahapan Analisa
Analisa sistem yang terdapat pada penelitian ini yaitu masalah
penilaian siswa dari mulai awal semester hingga akhir semester sampai
dengan laporan-laporan yang berhubungan dengan penilaian hasil
belajar mahasiswa.
4.2.1. Analisa Data
Sebagai bahan masukan yang digunakan oleh sistem informasi ini
adalah :
1. Data Mata Kuliah
Data Mata Kuliah ini diperoleh dari Ketua Program Studi yang
telah diserahkan ke Bagian Akademik.
27
2. Data Mahasiswa
Data mahasiswa diperoleh dari Bagian Akademik.
3. Kartu Rencana Studi
Kartu Rencana Studi diperoleh dari mahasiswa yang telah
mengisi mata kuliah yang akan diambil pada semester aktif
dan disetujui oleh ketua program studi atau pembimbing
akademik.
4. Data Nilai dari Dosen
Data nilai diperoleh dari Dosen Pengampu mata kuliah yang
meliputi nilai kehadiran, tugas, ujian tengah semester dan ujian
akhir semester.
4.2.2. Analisa Keluaran
Sebagai bahan keluaran (output) pada sistem informasi ini adalah :
1. Kartu Hasil Studi (KHS)
Informasi yang terdapat pada Kartu Hasil Studi (KHS) meliputi :
a. NIM
b. Nama Mahasiswa
c. Tempat / Tanggal Lahir
d. Jenjang Pendidikan
e. Jurusan
f. Program Studi
g. Semester
h. Mata Kuliah
i. Huruf Mutu
28
j. Angka Mutu
k. Kredit
l. Mutu
m. Jumlah SKS
n. Jumlah Bobot
o. Indeks Prestasi
2. Transkip Nilai
Daftar nilai ini berisi informasi tentang nilai seluruh mata kuliah
yang telah ditempuh oleh mahasiswa di beberapa semester,
jumlah total sks, sks yang telah ditempuh dan indek prestasi
komulatif.
4.2.3. Analisa Proses
1. Proses Input Data Mata Kuliah
2. Proses Input Data Mahasiswa
3. Proses Input Data KRS
4. Olah Data Nilai
5. Cetak Laporan
29
4.3 Tahapan Perancangan
4.3.1. DAD Sistem Informasi Hasil Belajar Mahasiswa
Keterangan :
Data_MK : Data Mata Kuliah
D_Mhs : Data Mahasiswa
KRS : Kartu Rencana Studi
KHS : Kartu Hasil Studi
TransNil : Transkip Nilai
SI Hasil
Belajar
Mahasiswa
Akademik
Mahasiswa
Dosen
Ka. Prodi
Data Mhs
KRS
KHS
TransNil
Nilai (Absen,
Tugas, UTS,
UAS)
LaporanLaporan
Gambar 4.1. Diagram Konteks SI Hasil Belajar Mahasiswa
Data_MK
30
F_MK
1.P
Input Data
Mata
Kuliah
2.P
Input Data
Mahasiswa
4.
Olah Nilai
5.
Olah
Laporan
3.P
Input Data
KRS
Akademik
Ka. Prodi
Dosen
Mahasiswa
D_Mhs
F_KRS
F_KHS
F_TransNil
Lap_KHS
Lap_TransNil
Gambar 4.2. Diagram Overview
Ka. Prodi
Data_MK
Data Mhs
KRS
Nilai (Absen,
Tugas, UTS,
UAS)
31
4.1.P
Input Nilai
4.2.P
Cetak KHS
4.3.P
Cetak
DafNil
4.4.P
Cetak
TransNil
Dosen
Input Selesai
FKHS
FTransNil
FDafNil
Gambar 4.3. DAD Level 1 Proses 4
Lap_KHS
Lap_TransNil
32
4.3.2. Rancangan Tabel
Tabel 4.1. Tabel Mata Kuliah
No Nama Field Tipe Data Null Key default
1 Kode_MK Int Pri
2 Nama_MK Varchar Yes Null
3 SKS Int
Tabel 4.2. Tabel Mahasiswa
No Nama Field Tipe Data Null Key default
1. NIM Int
2. Nama Varchar Yes Null
3. Temp_Lahir Varchar Yes Null
4. Tgl_Lahir Date Yes
5. Prog_Pend Varchar Yes Null
6. Jurusan Varchar Yes Null
7. Prodi Varchar Yes Null
5.1.
Cetak
Laporan
F_KHS
F_TransNil
Ka. PRODI
Lap_KHS
Lap_TransNil
Gambar 4.4. DAD Level 1 Proses 5. Olah Laporan
33
Tabel 4.3. Tabel KRS
No Nama Field Tipe Data Null Key default
1. NIM Int Pri
2. Nama Varchar Null
3. Prog_Pend Varchar Yes Null
4. Jurusan Varchar Yes Null
5. Prodi Varchar Yes Null
6. Kode_Mk Int Null
7. Nama-MK Varchar Null
8. SKS Int Null
Tabel 4.4. Tabel KHS
No Nama Field Tipe Data Null Key default
1. NIM Int Pri
2. Nama Varchar Yes Nul
3. Temp_Lahir Varchar Yes Null
4. Tgl_Lahir Date Yes Null
5. Prog_Pend Varchar Yes Null
6. Jurusan Varchar Yes Null
7. Prodi Varchar Yes Null
8. Semester Varchar Yes Null
9. Nama_MK Varchar
10. HM Int
11. AM Int
12. K Int
13. M Int
14. Jmlh_SKS Int
34
15. Jmlh_Bobot Int
16. IP Int
Tabel 4.5. Tabel Transkip Nilai
No Nama Field Tipe Data Null Key default
1. NIM Int Pri
2. Nama Varchar Yes Nul
3. Temp_Lahir Varchar Yes Null
4. Tgl_Lahir Date Yes Null
5. Prog_Pend Varchar Yes Null
6. Jurusan Varchar Yes Null
7. Prodi Varchar Yes Null
8. Semester Varchar Yes Null
9. Nama_MK Varchar
10. HM Int
11. AM Int
12. K Int
13. M Int
14. Jmlh_SKS Int
15. Jmlh_Bobot Int
16. IPK Int
35
4.4. Tahapan Implementasi
Pada Tahapan ini, akan diuraiakan estimasi biaya implementasi
sistem, yaitu :
1. Biaya Pengadaan Hardware
NO RINCIAN BIAYA SATUAN
HARGA SATUAN
Rp.
JUMLAH
Rp.
1 Komputer 1 Unit 4.000.000 4.000.000
2 Printer Canon IP 1000 1 Unit 450.000 450.000
Total Biaya Hardware 5.450.000
2. Biaya Pengadaan Software
NO RINCIAN BIAYA SATUAN
HARGA SATUAN
Rp.
JUMLAH
Rp.
1 Windows XP 1 Unit 250.000 250.000
2 Macromedia
Dreamweaver 8
1 Unit 250.000 250.000
3 SQL Server 1 Unit 250.000 250.000
4 Internet Explorer 1 Unit 250.000 250.000
5 PHP 1 Unit 250.000 250.000
Total Biaya Software 1.000.000
3. Biaya Pemrograman
NO
RINCIAN BIAYA SATUAN
HARGA SATUAN
Rp.
JUMLAH
Rp.
1 Sistem Analis 1 Orang 1.000.000 1.000.000
2 Programmer 1 Orang 1.000.000 1.000.000
Total Biaya Pemrograman 2.000.000
36
4. Total Biaya Keseluruhan
1 Biaya Pengadaan Hardware Rp. 5.450.000
2 Biaya Software Rp. 1.000.000
3 Biaya Pemrograman Rp. 2.000.000
Total Biaya Hardware Rp. 8.450.000
4.5. Tahapan Penggunaan
Pada tahapan penggunaan, user atau operator akan menggunakan
aplikasi tersebut dengan arahan yang diberikan oleh Trainer. Dalam
hal ini, system dioperasikan oleh 1 (satu) orang operator untuk
masing-masing fakultas. Dengan adanya system ini, maka dapat
dilakukan efisiensi terutama waktu, biaya dan tenaga kerja,
informasi yang disajikan cepat dan akurat.
37
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Dari uraian di atas maka dapat diambil kesimpulan :
1. Sistem Informasi Hasil Belajar Mahasiswa yang telah diterapkan di
Bagian Akademik belum optimal, karena masih dijumpai beberapa
kekurangan yaitu masih sering terjadi kesalahan input nilai
sehingga masih ada mahasiswa yang komplain nilai.
2. Sistem Informasi Hasil Belajar Mahasiswa belum bisa diakses
secara online.
5.2. Saran
1. Penulis mengharapkan dan menyarankan setelah
diimplementasikan Sistem Hasil Belajar Mahasiswa secara Online
akan mengalami perubahan-perubahan yang positif.
2. Untuk lebih lanjut, Sistem Informasi Hasil Belajar Mahasiswa dapat
diimplementasikan dengan menggunakan jasa Telekomunikasi
seperti SMS melalui Ponsel.
3. Sistem dapat membuat segmentansi Indek Prestasi Terendah dan
Indeks Prestasi Tertinggi untuk dipertimbangkan mendapatkan
beasiswa.
38
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Kadir & Terra Ch. Triwahyuni. (2003). Pengenalan Teknologi
Informasi. Andi Offset. Yogyakarta.
Raymond Mc. Leod, Jr. sistem Informasi Manajemen, PT. Prehalindo,
Jakarta 2001.
Gordon B. Davis, Kerangka dasar Sistem informasi manajemen (Bagian
Pengantar).
Yogiyanto, HM, Analisa dan Desain, Andi Offset, Yogyakarta, Tahun
1989.
M. Ngalim Purwanto, Prinsip-prinsip dan Evaluasi Pengajaran, PT.