Anda di halaman 1dari 88

Drs.H.

Birhasani Judul :
Aserani Kurdi, S.Pd Ε∈πϑ⇔↓ΕΧχ…
Kumpulan Khutbah Jum’at
Tanjung Bersinar

Penyusun :
Drs.H.Birhasani
Aserani Kurdi, S.Pd
KUMPULAN
KHUTBAH JUM’AT Pengetikan/Desain/Lay out :
ROLISA Computer
TANJUNG BERSINAR Jln. Mabuun Indah II No. 34 RT.4 Mabuun Raya Tanjung
Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan

Pencetak/Setting/Penerbit :
Percetakan CV.PD. SARI MURNI II
Jln. H.M.Syarkawi No.5 (depan terminal baru)
Barabai HST. Kalimantan Selatan
Telp./Pax.(0517) 41272-43152

Cetakan ke :
I / 1424 H - 2003 M

Cetakan Pertama Hak Cipta dilindungi oleh Undang-undang


Tahun 1424 H / 2003 M
I ii
telah berkenan menelaah dan memberikan koreksi perbaikan
serta menyampaikan sambutan tertulis terhadap buku ini,
sehingga kehadirannya nanti ke tengah-tengah masyarakat akan
lebih berbobot dan berwibawa;
- Bapak H.C. Sugiarto, S.E (Pimpinan BRI Cabang Tanjung),

2 Bapak Hairullah dan Bapak Iswan (Karyawan PT.Adaro


Indonesia), Bapak Drs.Hidwar Ahmadi (Kabag Humas Pemkab
Tabalong) dan Bapak Ir.H.Edy Suwignyo. (Pimp. Al-Kautsar
Service Mabuun) yang dengan tulus ikhlas telah banyak mem-

A
bantu dan selalu siap membantu dalam setiap penerbitan karya
lhamdulillah, atas izin dan karunia Allah SWT. tulis yang kami susun, teriring doa semoga amal baik Bapak
dapatlah naskah buku ini diselesaikan kendati menjadi amal jariah yang selalu mengalir tak pernah henti.
mungkin di sana sini masih banyak terdapat ke-
kurangan. Buku Kumpulan Khutbah Jum’at “TANJUNG BERSI-
NAR” ini memuat 17 judul teks khutbah dengan tema BERSINAR
Buku Kumpulan Khutbah Jum’at “TANJUNG BERSI- yakni tentang Kebersihan dan Kesehatan sebanyak 5 judul; Kein-
NAR” ini kami susun dalam rangka memenuhi permintaan bebe- dahan, Kenyamanan, Keamanan dan Keramahtamahan masing-
rapa Pengurus Masjid di Kabupaten Tabalong yang sangat mem- masing sebanyak 3 judul.
butuhkan buku kumpulan khutbah sebagai bahan dalam kegiatan
ibadah Jum’at. Disamping itu, buku ini kami susun sebagai Segala dukungan dan partisipasi semua pihak, baik moril
ungkapan rasa syukur sekaligus sebagai sumbangsih kami selaku maupun materiil demi suksesnya penerbitan buku ini, sebelum
warga Tabalong didalam ikut serta membangun Bumi Saraba dan sesudahnya kami haturkan banyak terimakasih.
Kawa ini, terutama dari sudut pembangunan mental spiritual,
melalui moment Hari Jadi nya yang ke 37 sejak kelahiran- Akhirnya, tegur sapa dari para pemerhati buku ini untuk
nya 1 Desember 1965. perbaikan di masa yang akan datang, selalu kami nantikan. Se-
moga Allah SWT. selalu mencurahkan rahmat dan berkat-Nya
Terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada mereka yang peduli terhadap agama-Nya dan terhadap
tidak lupa kami sampaikan kepada : sesamanya.
- Bapak Drs.H.Noor Aidi (Bupati Tabalong) atas izin, dukungan Tanjung, 17 Dzulqa’idah 1423 H
dan perkenannya memberikan kata sambutan, sehingga buku 20 Januari 2003 M
ini dapat dicetak dan menjadi perhatian yang positif dalam Penyusun,
masyarakat; Drs.H.Birhasani
- KH. Abdullah Sabiq (Ketua MUI Kabupaten Tabalong), yang Aserani Kurdi, S.Pd
iii iv
Saya yakin, kehadiran buku ini di tengah-tengah masya-
rakat cukup membantu dalam percepatan pembangunan di Ka-
bupaten Tabalong terutama dari aspek pembangunan mental spi-
ritual. Oleh karena itu, saya berharap kiranya buku ini dapat
didistribusikan kepada masyarakat Tabalong, terutama kepada
pengurus-pengurus masjid, para khatib, da’i dan guru-guru
agama untuk dijadikan sebagai bahan referensi sekaligus peleng-
kap khazanah pustaka Islam.

Semoga Allah selalu mencurahkan rahmat dan kasih sa-


yang-Nya serta memberikan kekuatan lahir dan batin kepada kita
semua, sehingga tugas mulia untuk membangun daerah yang

P
sama-sama kita cintai ini mendapat kemudahan dan kelapangan.
embangunan Daerah merupakan usaha peningkat-
an kualitas manusia dan masyarakat yang dilaku-
kan secara berkelanjutan berdasarkan kemampuan
daerah dengan mengacu kepada strategi dan arah kebijakan pem-
Tanjung, 15 Januari 2003
bangunan yang telah ditentukan secara mandiri. Untuk itu dalam
pelaksanaannya memerlukan dukungan yang luas dan terpadu
Bupati Tabalong,
dari berbagai elemen yang ada, dalam rangka bersama-sama
membangun tatanan kehidupan masyarakat untuk mewujudkan
kemajuan di segala bidang.
DRS.H.NOOR AIDI
Sumberdaya manusia merupakan aspek yang paling pen-
ting dalam proses pembangunan daerah, karena ia merupakan ak-
tor utama yang sangat menentukan. Seiring dengan ini, saya me-
nyambut gembira dan mendukung sepenuhnya atas inisiatif dan
kreatifitas saudara Drs.H.Birhasani dan Aserani Kurdi, S.Pd
yang telah menyusun sebuah buku Kumpulan Khutbah Jum’at
“TANJUNG BERSINAR” yang memuat pesan-pesan keagamaan
dikaitkan dengan semboyan “BERSINAR”, semboyannya masya-
rakat saraba kawa.
v
vi
kualitas hidupnya. Oleh karena itu tepat sekali upaya yang dila-
kukan oleh saudara Drs.H.Birhasani dan Aserani Kurdi, S.Pd da-
lam menyusun sebuah buku yang diberinya judul Kumpulan
Khutbah Jum’at TANJUNG BERSINAR, untuk memberikan pe-
mahaman yang mendalam kepada ummat Islam akan arti penting-
nya kebersihan, kesehatan, keindahan, kenyamanan, keamanan
dan keramahtamahan dalam kehidupan beragama dan bermasya-
rakat dalam konteks ingin menjadikan kota Tanjung dan sekitar-
nya menjadi kota yang bersih, indah, nyaman dan aman serta
keramahtamahan masyarakatnya.

Kiranya buku ini dapat dijadikan sebagai salah satu sum-


ber rujukan bagi para khatib di dalam melaksanakan tugasnya.

σϖπ⇔°∈⇔↓″ℵ ãΠπΛ⇔↓ θϖ≡Ρ⇔↓σπ≡Ρ⇔↓ã↓θΤ±


Kepada penyusun buku ini saya ucapkan selamat dan terimakasih
karena saudara telah melakukan sesuatu yang terbaik bagi agama
Allah dan membantu program MUI dalam pembinaan ummat.
⁄°ϖΧ⇓⎣↓√Ρ⊗♣⎛ν⊂ ⇒ζΤ⇔↓™ ≥ζΞ⇔↓™
Π∈±°⇑↓ σϖ∈π÷♣ τΧΛ∅™ τ⇔∞⎛ν⊂™ σϖνℜΡπ⇔↓™ Tanjung, 14 Dzulqa’idah 1423 H
17 Januari 2003 M

A
Ketua MUI Tabalong,
gama Islam yang dibawa oleh Rasulullah Mu-
hammad SAW. adalah rahmat bagi semesta alam
(rahmatan lil ‘alamiin). Kata rahmat mencakup
makna yang amat luas. Dari kata ini dapat dipahami bahwa, KH.ABDULLAH SABIQ
kebersihan adalah rahmat, kesehatan adalah rahmat, keindahan
adalah rahmat, kenyamanan dan keamanan adalah rahmat serta
keramahtamahan pun juga merupakan rahmat.

Pada sisi lain, agama Islam adalah sumber motivasi da-


lam berbagai segi kehidupan agar manusia selalu meningkat viii
vii
1

KATA PENGANTAR iii Assalaamu’alaikum Wr. Wb.


SAMBUTAN TERTULIS BUPATI TABALONG v
SAMBUTAN TERTULIS KETUA MUI TABALONG vii
DAFTAR ISI ix ¶z œc³¼ ¹´Ä˜c³¼ ¶v°o³ ãv°o«[
1. Islam dan Kebersihan 1
2. Memelihara Kebersihan Diri dan Lingkungan
3. Kebersihan Pangkal Kesehatan 17
9 a\ÏÀ~µ¯¼ \´ ³[y¼zƒµ¯ã\^w½˜³¼
4. Hidup Sehat Cara Rasulullah SAW.
5. Memelihara Kesehatan Jiwa
24
33 −¬ŒÃµ¯¼ ¹«−Œ¯ØŸã[Åv¸Ãµ¯ \´«\°—[
6. Allah Suka Keindahan 44
7. Ilmu, Seni dan Agama 53 ²[v¸ƒ[¼ ã[×[¹«[ß²[v¸ƒ[ ¹«Áu\·ØŸ
8. Tafakkur Di balik Keindahan Alam 62
9. Meraih Kehidupan Yang Nyaman dan Tenteram 69 Ŭ— °¬~¼−‡°¸¬«[ ¹«½~y¼¶v_—[v°o¯
10. Ciptakan Kenyamanan Dalam Kehidupan Rumah Tangga 80
11. Syukur dan Sabar Adalah Kunci Kenyamanan Hidup
12. Tauhid dan Keamanan Diri
88
97
°¸˜_bµ¯¼ ¹_o‡¼¹«[Ŭ—¼ v°o¯\³vÀ~
13. Mau Aman? Kembalilah Kepada Allah
14. Sampan Kecil Di tengah Samudera nan Luas
106
116 v˜^\¯[ »¯\Ĥ«[¯½ÃÅ«[²\oÊ^
15. Indahnya Ramah Tamah 125
16. Jauhi Kesombongan 132 ã[½¤c^Á ³¼ °¨À‡¼[ ã[u\_—\ÄŸ
17. Mawas Diri adalah Pondasi Keramahtamahan 145
BAHAN RUJUKAN 155 ×[ µb½°b×¼ ¹b\¤b¥o ã[[½¤b[¼
DAFTAR RALAT 162
²½°¬¯ °c³[¼
Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.
ix 1
A ²\°ÃÛ[µ¯»Ÿ\•´«[
lhamdulillah, pada siang ini, kita diperkenankan
oleh Allah SWT. untuk bisa berkumpul, di maje-
lis yang mulia ini, guna bersama-sama menunai-
kan tugas mingguan kita, melaksanakan serangkaian ibadah “Kebersihan itu bagian daripada iman” (HR.Ad-Dailami)
Jum’at.

Muslimin Rahimakumullah.
²\°ÃÛ[z‘ƒy½¸‘«[
Sebuah ungkapan lama, masih terngiang di telinga kita. “Kebersihan itu adalah separuh daripada iman” (HR.. Muslim).
Ungkapan itu berbunyi, “Kebersihan adalah pangkal kesehatan”.
Ungkapan ini sudah lama berkumandang, sejak kita masih anak-
anak, terus bergema, hingga ketika kita menginjak dewasa, bah- Kaum Muslimin Sidang Jum’at yang berbahagia.
kan sampai ke usia senja, ke usia manula.
Ajaran kebersihan memang merupakan sesuatu yang
Kebersihan, memang merupakan syarat mutlak bagi ter- esensial dalam Islam, bahkan ia menempati posisi yang penting
wujudnya kesehatan. Dan kesehatan itu sendiri merupakan kunci dalam setiap kegiatan ritual keagamaan, seperti shalat umpama-
utama menuju hidup bahagia. nya.

Mengingat betapa pentingnya makna kebersihan ini, Seorang Muslim yang taat beribadah, atas dorongan
sehingga Islam menempatkannya kepada posisi setingkat dengan imannya yang kuat, tentu ia akan bangun dan selalu bangun
iman, sebagaimana yang diungkapkan oleh beberapa hadits sebelum matahari terbit. Tak dihiraukannya ocehan syetan yang
Rasulullah, diantaranya : selalu mengganggu. Ia lawan rasa ngantuk yang berat. Ia tantang
dinginnya cuaca subuh. Ia basuh ke dua tangannya, berkumur-
ª½£\¸¬ŒŸ[ »_˜ƒ²½c~¼™Œ^²\°ÃÛ[ kumur dan selanjutnya ia ambil air wudlu, kemudian melakukan
shalat subuh.
¥Ãz‘«[µ—ÂwÙ[»\¯É\·\³u[¼ã[×ɹ«[ß
Muslimin Rahimakumullah.
“Iman itu memiliki lebih dari 60 cabang. Seutama-utama iman
adalah LAA ILAAHA ILLA ALLAH dan serendah-rendah iman Dalam melakukan shalat, seorang Muslim diwajibkan
adalah MEMBUANG KOTORAN YANG ADA DI JALAN RAYA” berwudlu, karena wudlu merupakan syarat bagi syahnya shalat.
(HR.Bukhari). Dengan berwudlu, insyaAllah seluruh anggota badan, terutama
2 3
bagian yang paling banyak terpakai dan paling banyak bergerak
dalam aktivitas sehari-hari, akan selalu bersih dan sehat. Dengan madrasah, pondok pesantren, di pusat perbelanjaan atau pasar,
menghirup air ke hidung, berguna untuk membersihkan hidung maupun di lingkungan masyarakat pada umumnya.
dari kotoran yang dapat mengeruhkan atau mengganggu perna-
pasan. Rasulullah SAW. Sangat menganjurkan agar kita selalu
menjaga kebersihan. Sebab orang yang mengabaikan atau tidak
Dengan membasuh muka dapat menghilangkan segala memperdulikan akan pentingnya kebersihan, kata Rasulullah, ia
noda berupa debu, bekas keringat dan sebagainya. Dengan mem- tidak akan masuk sorga. Perhatikanlah sabda beliau :
basuh tangan, gunanya agar tangan tetap senantiasa bersih. De-
mikian seterusnya. Pendeknya, dengan adanya kewajiban shalat
lima waktu, dapat menjadi jaminan bagi terpeliharanya kebersih- Å«\˜bã[²ÊŸ °c˜‘c~[\¯−¨^[½ •´b
an badan jasmani, melalui wudlu dan kebersihan pakaian serta
lingkungan sekitar lokasi shalat. »´k«[−rvõ«¼ »Ÿ\•´«[Ŭ—¯Ø~Û[Å´^
Dari satu sisi tinjauan kebersihan dalam ajaran shalat di
atas, kiranya sudah dapat mewakili betapa agama Islam memberi-
¡Ä•³−§×É
kan prioritas pada masalah kebersihan, sebagai wujud nyata dari
kegiatan sanitasi atau kesehatan dan keindahan lingkungan. “Jagalah kebersihan dengan segala usaha yang dapat kamu la-
kukan. Sesungguhnya Allah menegakkan Islam di atas prinsip-
prinsip kebersihan. Dan tak akan memasuki Sorga, kecuali
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah. orang-orang yang memelihara kebersihan” (HR. Ath-Thabrani).

Ummat Islam menurut Allah, adalah ummat terbaik,


“Khaira Ummatin”, yang tentunya dituntut tanggung jawab un- Muslimin Rahimakumullah.
tuk menjadi teladan, terutama di dalam pembudayaan hidup
bersih. Sebagian besar masalah kesehatan yang diderita manusia,
muncul sebagai akibat adanya pencemaran lingkungan hidup.
Hidup bersih hendaknya menjadi sikap hidup yang mem-
budaya bagi seluruh ummat Islam, terutama ummat Islam yang Menurut pendekatan ekologik dikatakan bahwa pence-
ada di kawasan Tabalong. Kiranya sudah waktunya, jika mulai maran lingkungan itu tidak hanya terbatas pada pengotoran air,
hari ini kita terapkan budaya hidup bersih dalam segala segi ke- udara, tanah, dengan bahan kimiawi atau biologis, tetapi juga
hidupan, baik pembudayaan pola hidup bersih di lingkungan ke- adanya pencemaran lingkungan sosial, berupa amoral, kebejatan,
luarga, di tempat ibadah, di lokasi kerja, di sekolah-sekolah, kemungkaran dan sebagainya.
4 5
Masalah pencemaran lingkungan yang paling besar dan µo«[¹j½«[Å«[¼Ây\k«[Æ\°«[Å«[¼
yang sudah lama diketahui, adalah pencemaran air dan tanah,
baik oleh kotoran manusia, maupun pencemaran akibat limbah “Tiga hal yang menjernihkan pandangan, yaitu : menyaksikan
atau sampah. pemandangan yang hijau-hijau, air jernih yang mengalir tenang
dan indahnya wajah-wajah rupawan” (HR. Ahmad).
Berdasarkan hasil survei kesehatan rumah tangga pada
tahun 1996, disebutkan bahwa penyebab kematian utama di In-
donesia antara lain dikarenakan penyakit muntaber, diare, typhus, Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.
liver, paru-paru dan radang pernapasan. Penyakit lainnya adalah
demam berdarah, yang telah menyebar hampir ke seluruh propin- Lingkungan yang bersih akan memberikan dampak posi-
si di Indonesia. tif bagi kesehatan manusia, sebaliknya, lingkungan yang tidak
bersih akan memberikan dampak negatif terhadap kesehatan.
Penyakit-penyakit tersebut di atas, sangat erat hubungan-
nya dengan kondisi air bersih, pembuangan kotoran, pembuangan Terhadap dua pilihan ini, tentunya kita akan memilih
air limbah keluarga, pembuangan sampah dan prilaku masyarakat yang pertama, yakni kita akan selalu berupaya menjaga kebersih-
dalam bidang kesehatan lingkungan. an dan membudayakannya, karena menjaga kebersihan adalah
tugas dan tanggung jawab kita bersama, baik selaku hamba Allah
Oleh karenanya, lewat mimbar yang mulia ini, kami maupun selaku warga negara, terlebih-lebih sebagai warga Taba-
menghimbau, marilah bersama-sama kita ciptakan lingkungan long, warga yang berbudaya bersih.
hidup yang bersih dan sehat. Sediakanlah selalu air bersih yang
tidak tercemar, untuk keperluan minum dan memasak makanan. Semoga Allah SWT. senantiasa membimbing kita semua
Janganlah dibiarkan air tergenang, karena air tergenang merupa- untuk melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya
kan tempat berkembangbiaknya nyamuk dan lalat. Buanglah serta menjunjung tinggi sunnah Rasul-Nya. Amin ya rabbal
sampah pada tempatnya dan jangan biarkan sampah bertumpuk, ‘alamin.
bakarlah atau kuburlah dia di dalam tanah. Hiasilah ling-kungan
tempat tinggal kita dengan pepohonan, tanaman dan bunga-bu- °Äjz«[²\‘Ä„«[µ¯ã\^w½—Ç
ngaan yang indah dan sedap dipandang mata. Rasulullah SAW.
pernah bersabda : °Änz«[µ°nz«[ã[°^
ºzŒs«[Å«Éz•´«[zˆ_«[µÄ¬kbeØf `oü µÄ^[½c«[`oà ã[²[
6 7
µÃz¸‘c°«[
°Ä•˜«[²Óz¤«[ÅŸ°¨«¼Á«ã[¦y\^ 2
a\Ãß[µ¯¹ÄŸ\°^°§\Ã[¼Á´˜ ³¼
°¨´¯¼Á´¯−_¤b¼ °Ä¨o«[z§x«[¼ Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

°Ä¬˜«[™Ä°«[½·¹³[¹b¼Øb
µÀ¤c°¬«»_£\˜«[¼ µÀ°«\˜«[]yãv°o«[
¾v«[½«¼ °¨«¼Á«ã[z œc~[¼
v¸ƒ[¼ ¹«©Ãzƒ×¶vn¼ ã[×[¹«[ß²[v¸ƒ[
µÄ°¬°«[zÎ\«¼ °¨Ãv«[½«¼
°¸¬«[ ¶v˜^Å_³× ¹«½~y¼¶v_—[v°o¯²[
{½Ÿ\ÀŸ ¶¼z œc~\Ÿ a\°¬°«[¼
ª½~z«[¼ °Ãz¨«[Á_´«[[x·Å¬—°¬~¼−‡
µÀ_Î\c«[º\k³\ü µÃz œc°«[
¹˜_bµ¯¼¹^\o‡[¼¹«[Ŭ—¼v°o¯°À•˜«[
°¨À‡¼[ã[u\_—ÔÄŸ v˜^\¯[ µÃv«[¯½ÃÅ«[
²½¤c°«[{\Ÿv¤Ÿ ã[½¤c^¾\Ã[¼

Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.

8
B erbicara masalah ibadah tentu tidak bisa lepas
dari membicarakan masalah kebersihan, sebab
kebersihan merupakan salah satu syarat pertama
9
²\°ÃÛ[z‘ƒy½¸‘«[
dan utama syahnya ibadah seorang Muslim.

Begitu pentingnya kebersihan ini, sehingga orang yang


suka membersihkan diri pribadinya dan berusaha mewujudkan “Kebersihan itu adalah separuh daripada iman” (HR.. Muslim).
kebersihan lingkungan sekitarnya, akan dicintai oleh Allah SWT.
Hal ini sesuai dengan pernyataan Allah SWT. dalam Al-Qur’an Hadits-hadits tersebut memberi petunjuk, bahwa keber-
Surah Al-Baqarah ayat 222, yang berbunyi : sihan itu bersumber dari iman dan merupakan bagian dari iman.
Dengan demikian kebersihan dalam ajaran Islam mempunyai as-
µÃz¸‘c°«[`oü µÄ^[½c«[`oÃã[²[ pek ibadah dan aspek moral.

Ajaran kebersihan dalam Islam tidak hanya merupakan


“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan slogan, tetapi harus dijadikan pola hidup praktis yang mendidik
orang-orang yang membersihkan diri”. manusia agar terbiasa hidup bersih sepanjang hidupnya.

Ungkapan “bersih pangkal sehat” mengandung arti beta-


Muslimin Rahimakumullah. pa pentingnya kebersihan bagi kesehatan, baik orang perorangan,
keluarga, masyarakat maupun lingkungan. Kebersihan adalah
Ajaran kebersihan dalam Islam merupakan konsekuensi upaya manusia untuk memelihara diri dan lingkungannya dari
dari beriman kepada Allah SWT. Dengan berupaya menjadikan segala yang kotor dan keji dalam rangka mewujudkan dan meles-
dirinya agar selalu bersih, merupakan peluang baginya untuk se- tarikan kehidupan yang sehat dan nyaman. Kebersihan merupa-
lalu dekat dan akrab dengan Allah SWT. Tuhan Yang Maha Suci. kan syarat mutlak bagi terwujudnya kesehatan, dan sehat adalah
salah satu faktor yang dapat memberikan kebahagiaan. Sebalik-
Ajaran Islam sangat memotivasi pemeluknya agar selalu nya, kotor, tidak saja merusak keindahan, tetapi juga dapat me-
hidup bersih, baik lahir maupun batin. Bahkan kebersihan dijadi- nyebabkan timbulnya berbagai penyakit, dan sakit merupakan
kan sebagai salah satu tolok ukur untuk menilai tingkat keimanan salah satu faktor yang mengakibatkan penderitaan.
seorang Muslim. Penegasan ini dikemukakan oleh Rasulullah
SAW. dalam sabda beliau yang antara lain berbunyi :
Muslimin Rahimakumullah.

²\°ÃÛ[µ¯»Ÿ\•´«[ Mengapa begitu pentingnya kebersihan? Jawabnya, tak


lain dan tak bukan, karena kebersihan itu adalah pangkal kesehat-
an. Dan kesehatan itu adalah ni’mat Allah yang sangat besar dan
“Kebersihan itu sebagian daripada iman” (HR.Ad-Dailami)
11
10
didambakan oleh semua insan, bahkan makhluk lainnya, karena maupun kelangsungan hidupnya.
hanya orang-orang yang dalai kondisi sehatlah yang mampu me-
nikmati keindahan, kebahagiaan dan kesenangan dalam hidup ini. Allah SWT. telah menjadikan alam semesta ini lengkap
dengan sarana dan prasarana penunjang kehidupan bagi manusia ,
binatang dan tumbuh-tumbuhan, yang antara satu dengan lainnya
Hadirin. berfungsi saling melengkapi dan saling menunjang dalam mewu-
judkan kehidupan yang seimbang dan harmonis yang sering kita
Ummat Islam yang disebut Allah sebagai Khaira Um- sebut dengan istilah ekosistem.
matin, yakni sebaik-baik ummat, dituntut tanggung jawabnya un-
tuk menjadi teladan dalam memelihara kebersihan dan mampu Manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi mempu-
membudayakan hidup bersih. Allah SWT. berfirman dalam Surah nyai peran dan tanggung jawab yang besar untuk menjaga dan
Ali Imran ayat 110, yang berbunyi : melestarikan sistem kehidupan alam semesta. Jika manusia ber-
buat sewenang-wenang terhadap kelengkapan alam semesta ini,

²¼z¯Èb }\´¬«djzr[»¯[zÀr°c´§
dengan melakukan berbagai kerusakan, apakah itu kerusakan
hutan, kerusakan tanah, kerusakan keanekaragaman hayati lain-
nya, maka keseimbangan kehidupan makhluk penghuni alam ini
²½´¯Ìb¼ z¨´°«[µ—²½¸´b¼ ¼z˜°«\^ akan tercemar yang berujung kepada rusaknya ekosistem, yang
akhirnya berakibat kerusakan dengan berbagai bencana, seperti
ã[\^ timbulnya bencana alam, menularnya berbagai wabah penyakit
dan bencana-bencana lainnya yang menimpa kehidupan manusia
dan kehidupan makhluk lainnya yang ada di alam semesta.
“Kamu adalah ummat yang terbaik, yang dilahirkan untuk manu-
sia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah yang munkar Sehubungan dengan hal di atas, Allah SWT. memper-
serta beriman kepada Allah”. ingatkan melalui firman-Nya yang tersimpan rapi di dalam Al-
Qur’an pada Surah Ar-Rum ayat 41, yang berbunyi :
Kebersihan dan kesehatan lingkungan mempunyai pe-
ngaruh yang besar, baik terhadap manusia itu sendiri maupun ter-
hadap keseimbangan ekologi dan sumber daya alam. Oleh karena d_§\°^zo_«[¼z_«[ÅŸu\ «[z¸“
itu, kesehatan lingkungan pada dasarnya merupakan upaya untuk
mengendalikan semua faktor yang ada pada lingkungan fisik ma-
nusia yang diperkirakan menimbulkan berbagai hal yang merugi-
[½¬°—¾x«[˜^°¸¤¿xÀ« }\´«[Âv¿[
kan pertumbuhan dan perkembangan fisiknya, kesehatannya
12
²½˜jz¿°¸¬˜«
13
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan kare- Kaum Muslimin Rahimakumullah.
na perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada
mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka Dari uraian yang telah kami kemukakan di atas, dapatlah
kembali ke jalan yang benar”. disimpulkan, bahwa hidup sehat merupakan hajat manusia yang
paling azasi, karena hidup sehat, selain dapat mengantarkan ke-
pada taraf hidup yang lebih baik dan sejahtera, juga merupakan
Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at yang berbahagia. bagian dari prasyarat kesempurnaan ibadah kepada Allah SWT.
Oleh karena itu, maka kita harus berupaya untuk memelihara ke-
Sebagai contoh kecil dari maksud ayat di atas, jika kita sehatan secara terus menerus dalam arti memperkuat daya tahan
sembarangan membuang sampah dan kotoran, maka lingkungan diri dari serangan penyakit dan mencegah dari timbulnya berba-
kita akan menjadi kotor dan menjijikkan. Setiap kekotoran, baik gai penyakit, diantaranya dengan cara menjaga kebersihan diri
kekotoran diri sendiri maupun lingkungan, dapat mengakibatkan dan kebersihan lingkungan sekitarnya.
mudahnya diserang berbagai penyakit, atau setidaknya akan
mengganggu kesehatan, sehingga kita kelihatan tidak sehat, sela- Begitu pentingnya nilai sehat ini, Rasulullah Muhammad
lu sakit-sakitan dan ibadah kitapun akan terganggu, disamping ju- SAW. bersabda dalam salah satu hadits beliau yang diriwayatkan
ga usaha kiota mencari nafkah akan terhalang, bahkan mungkin oleh At-Tarmiji dan Ibnu Majah, yang berbunyi :
tidak dapat kita lakukan. Oleh karenanya, kita wajib memelihara

¶v´—¹¿z~ÅŸ\´¯[¹³v^ÅŸÅŸ\˜¯p_‡Çµ¯
kebersihan, dan merupakan dosa jika kita berbuat kerusakan de-
ngan membuang sampah sembarangan dan perbuatan tidak ter-
puji lainnya yang dapat merusak atau mengotori lingkungan.
Allah SWT. tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan \À³v«[¹«a|Àn\°³È¨Ÿ¹¯½¿a½£
di muka bumi ini. Hal ini ditegaskan-Nya dalam Al-Qur’an Surah
Al-Baqarah ayat 205, yang berbunyi : \·zÀŸ[xo^
\¸ÀŸv À« Šy×[şŘ~Å«½b[w[¼ “Barangsiapa sehat badannya, damai hatinya, dan punya ma-
kanan untuk sehari-harinya, maka seolah-olah dunia seisinya di-
u\ «[`o¿×ã[¼ −´«[¼ezo«[©¬¸¿¼ anugerahkan kepadanya”.

Demikian khutbah yang singkat ini kami sampaikan,


“Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi un- semoga dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Amin-
tuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanam- amin ya Rabbal ‘alamiin.
an dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kerusakan”.
14 15
°Äjz«[²\‘Ä„«[µ¯ã\^w½—Ç
3
°Änz«[µ°nz«[ã[°^
`o¿ ã[¼ [¼z¸c¿²Ç²½_o¿ª\jy¹ÀŸ
Assalaamu’alaikum Wr. Wb.
µ¿z¸°«[
°Ä•˜«[²Óz¤«[ÅŸ°¨«¼Á«ã[¦y\^ [z¿x³¼ [zÀƒ^¥o«\^¹«½~y−~y[Âx«[ãv°o«[
a\Ãß[µ¯¹ÄŸ\°^°§\Ã[¼Á´˜ ³¼ ©¬°«[ ¹«©Ãzƒ×¶vn¼ ã[×[¹«[ß²[v¸ƒ[
°¨´¯¼Á´¯−_¤b¼ °Ä¨o«[z§x«[¼ ¹«½~y¼ ¶v_—[v°o¯²[v¸ƒ[¼ ¯Ø˜«[
°Ä¬˜«[™Ä°«[½·¹³[¹b¼Øb v°o¯\³vÀ~Ŭ—°¬~¼−‡°¸¬«[¯\³Ù[vÀ~
¾v«[½«¼ °¨«¼Á«ã[z œc~[¼ µÀ°Î[u\¯Ø~¼ºØ‡ ¹^\o‡[¼¹«[Ŭ—¼
µÄ°¬°«[zÎ\«¼ °¨Ãv«[½«¼ ¯\¿Ù[¼y½·v«[z°¯Å¬—µÀ¯{Øc¯
{½Ÿ\ÀŸ ¶¼z œc~\Ÿ a\°¬°«[¼ °¨À‡¼[ }\´«[\¸¿[ÔÀŸ v˜^\¯[
µÀ_Î\c«[º\k³\ü µÃz œc°«[ ²½o¬ b°¨¬˜« ¹c—\¼ ã[½¤c^Å ³¼
Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.

16
T ak henti-hentinya kita ucapkan syukur ke khadirat Allah
SWT. Semoga dalam kehidupan ini, iman dan taqwa kita
selalu bertambah kualitasnya.
17
Muslimin Rahimakumullah. “Dengan kitab (Al-Qur’an) itulah Allah menunjuki orang-orang
yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (de-
Risalah Islam yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad ngan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari
SAW. merupakan rahmat bagi semesta alam. Rahmat, yang kalau gelap gulita kepada cahaya terang benderang denga seizin-Nya,
kita terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia berarti kasih sayang, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus” (QS. Al-Maidah
maka jelas, bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan um- ayat 16).
matnya untuk membina kasih sayang terhadap sesamanya, sopan
santun dengan lingkungan sekitarnya dengan cara memelihara Gelap gulita dimaksud ayat di atas, mengandung berba-
dan menjaga kebersihan, baik terhadap diri sendiri maupun ling- gai arti yang berkaitan dengan penderitaan, seperti kemiskinan,
kungan sekitar, terutama memelihara kelestarian flora dan fauna, keterbelakangan, kebodohan, ketidaksehatan (sakit) dan sebagai-
bahkan seluruh alam jagat raya ini, yang merupakan ekosistem nya. Sedangkan cahaya terang benderang,mengandung arti yang
dalam kehidupan ini. Oleh sebab itu maka, kata Rahmat menca- berkaitan dengan kebahagiaan, kesejahteraan, kebersihan jasmani
kup makna yang sangat luas. Dari kata ini dapat dipahami bahwa dan rohani, kehidupan yang layak, serta kesehatan fisik dan men-
keselamatan adalah rahmat, kesejahteraan adalah rahmat, kecer- tal.
dasan adalah rahmat, kesehatan adalah rahmat dan lain sebagai-
nya. Tidaklah berlebihan, bahwa kesehatan adalah rahmat Allah Dalam kaitannya dengan kesehatan ini, Rasulullah SAW.
yang teristimewa, karena semua jenis rahmat yang disebutkan di bersabda :
atas hanya dapat dinikmati sepenuh perasaan oleh orang yang se-

¶v´—¹¿z~ÅŸ\´¯[¹³v^ÅŸÅŸ\˜¯p_‡Çµ¯
hat.

Pada sisi lain, agama Islam adalah sumber motivasi da-


lam berbagai segi kehidupan, agar manusia selalu meningkatkan \À³v«[¹«a|Àn\°³È¨Ÿ¹¯½¿a½Ÿ
kualitas hidupnya, termasuk di bidang kesehatan. Allah SWT.
berfirman : \·zÀŸ[xo^
°¬«[−_~¹³[½‹y™_b[µ¯ã[¹^¾v¸¿ “Barangsiapa sehat badannya, damai hatinya, dan punya ma-
kanan untuk sehari-harinya, maka seolah-olah dunia seisinya di-
¹³w\^y½´«[Å«[d°¬“[µ¯°¸jzs¯¼ anugerahkan kepadanya”(HR. At-Tarmiji dan Ibnu Majah).

°À¤c¯[z‡Å«[°¸¿v¸¿¼ Sehat badannya, sebagai cerminan dari sehat jasmani,


damai hatinya, sebagai cerminan dari sehat rohani, dan punya
makanan untuk sehari-harinya, sebagai cerminan dari kehidupan
18 19
µo«[¹j½«[Å«[¼Ây\k«[Æ\°«[Å«[¼
sejahtera dari segi ekonomi, atau mencerminkan kesejahteraan
sosial. Dari sini dapat dimengerti, bahwa pengertian sehat bukan
hanya terbebas dari penyakit, tetapi mengandung arti yang luas
dan dalam, yakni seseorang yang berada dalam kondisi stabil “Tiga hal yang menjernihkan (menyehatkan) pandangan, yaitu :
antara aspek jasmani dan aspek rohani, aspek sosial dan aspek menyaksikan pemandangan yang hijau-hijau, air jernih yang
lingkungannya. Memang kita sering menafsirkan kata sehat itu mengalir tenang dan indahnya wajah-wajah rupawan” (HR. Ah-
hanya dalam pandangan secara lahiriyah saja, tanpa memperhi- mad).
tungkan aspek-aspek lainnya. Memang betul bahwa pekarangan
dan lingkungan yang bersih adalah salah satu cara untuk meng-
hindarkan diri dari penyakit, seperti penyakit malaria, kolera dan Dalam hadits lain Rasulullah SAW. bersabda :
sebagainya. Sebenarnya, jika lingkungan sekitar tempat tinggal
kita ditata dengan baik dan apik serta selalu dijaga kebersihan-
nya, ditanami dengan berbagai tanaman hias (bunga-bungaan),
tanaman hijau dan tanaman obat, maka disamping akan memberi- h˜„«[t~[¼ œ_¿ã[²[
kan keindahan dan kesejukan, juga dapat memberikan manfaat
bagi kesehatan tubuh jasmani kita maupun kesehatan jiwa atau
“Sesungguhnya Allah membenci orang-orang yang membuat ke-
rohani kita. Minimal manakala kita memandang tanam-tanaman
kotoran dan kesemrawutan” (HR. Al-Baihaqi).
yang indah dan menghijau ini, jiwa kita terasa sejuk dan hati kita
menjadi senang dibuatnya.
Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), “Sehat adalah
suatu keadaan yang sempurna dari badan, jiwa (mental) dan so-
sial, bukan hanya bebas dari serangan penyakit”.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.
Kesehatan memang merupakan tumpuan hidup manusia,
Islam sebagai agama kita, telah memberikan petunjuk
karena dengan kesehatan itu kita dapat menumbuhkan dan me-
agar menata sedemikian rupa setiap bangunan atau perumahan
ngembangkan kualitas hidup seoptimal mungkin. Yang berarti
yang akan dibangun, agar sedap dipandang dan enak ditempati.
pula, hanya dengan tubuh dan jiwa sehatlah kita dapat beribadah
sebaik mungkin dan beramal shaleh sebanyak mungkin. Hidup
Rasulullah SAW. bersabda :
sehat adalah hajat manusia yang paling penting, karena hidup se-
hat selain dapat mengantarkan kepada kehidupan yang lebih baik
ºzŒs«[Å«Éz•´«[zˆ_«[µÄ¬kbeØf dan sejahtera, juga merupakan bagian dari prasyarat kesempurna-
an beribadah. Sebab, seseorang yang dalam keadaan sakit, tidak
mungkin akan dapat sempurna melakukan ibadah kepada Allah.
20 21
a\Ãß[µ¯¹ÄŸ\°^°§\Ã[¼Á´˜ ³¼
Kaum Muslimin yang berbahagia.

Dalam hidup ini, agar dapat diisi dengan sesuatu yang


bermanfaat, maka ada lima hal yang perlu kita perhatikan, seba- °¨´¯¼Á´¯−_¤b¼ °Ä¨o«[z§x«[¼
gaimana sabda Rasulullah Muhammad SAW. :
°Ä¬˜«[™Ä°«[½·¹³[¹b¼Øb
©b½¯−_£©b\Àn °r−_£\°r°´c›[ ¾v«[½«¼ °¨«¼Á«ã[z œc~[¼
©¬œƒ−_£©›[zŸ¼ ©°¤~−_£©co‡¼ µÄ°¬°«[zÎ\«¼ °¨Ãv«[½«¼
¦z¤Ÿ−_£¦\´›¼ ©¯z·−_£©^\_ƒ¼ {½Ÿ\ÀŸ ¶¼z œc~\Ÿ a\°¬°«[¼
“Perhatikanlah lima perkara sebelum datangnya lima perkara,
yaitu : Masa hidupmu sebelum datang ajalmu; masa sehatmu
µÀ_Î\c«[º\k³\ü µÃz œc°«[
sebelum datangnya penyakit; masa lapangmu sebelum datangnya
kesibukanmu; masa mudamu sebelum datangnya masa tua dan
masa kayamu sebelum datangnya kefakiran” (HR. Ahmad dan
Al-Baihaqi).

°Äjz«[²\‘Ä„«[µ¯ã\^w½—Ç
°Änz«[µ°nz«[ã[°^
v¿z¿µ¨«¼ iznµ¯ °¨À¬—−˜kÀ« ã[v¿z¿\¯
²¼z¨„b°¨¬˜« °¨À¬—¹c°˜³ °cÀ«¼ °§z¸À«
°Ä•˜«[²Óz¤«[ÅŸ°¨«¼Á«ã[¦y\^
22 23
ã[½¤c^Á\Ã[¼ °¨À‡¼\Ÿ v˜^\¯[
4
Åœµ¯]\r¼ Ťb[µ¯{\Ÿv¤Ÿ

Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.

A
lhamdulillah, kembali kita bersyukur kepada Al-
Assalaamu’alaikum Wr. Wb. lah SWT. yang mana atas karunia-Nya jualah se-
hingga dapatlah pada hari ini kita bersama-sama
µÃu¼Âv¸«\^¹«½~y−~y[¾x«[ãv°o«[ menunaikan tugas rutin kita setiap Jum’at, di masjid yang mulia
ini, untuk melaksanakan kewajiban serangkaian ibadah Jum’at.
[zÀ„^¹¬~y[ ¹¬§µÃv«[Ŭ—¶z¸•À« ¥o«[
[zÀ´¯\j[z~¼ ¹³w\^ã[Å«[\À—[u¼ [zÃx³¼
Muslimin Rahimakumullah.

Sebagai seorang Muslim, tentunya kita tidak meragukan


ºu\¸ƒ ¹«©Ãzƒ×¶vn¼ã[×[¹«[ß²[v¸ƒ[ lagi, bahwa Muhammad Rasulullah SAW. disamping sebagai na-
bi dan rasul terakhir, dengan membawa risalah iman dan Islam,
\Ÿ¼z˜¯[|´§²\´k«[ÁŸ\´«²½¨b penyempurna agama-agama sebelumnya, beliau juga merupakan
panutan utama bagi kita kaum Muslimin, yang telah memberikan
−¨^²\§¹«½~y¼¶v_—[v°o¯²[v¸ƒ[¼ suri teladan yang baik, bagi hidup dan kehidupan kita sehari-hari.

Ŭ—°¬~¼−ˆŸ°¸¬«[\Ÿ½‡½¯a[zÀs«[ »´nº½~[ã[ª½~yÁŸ°¨«²\§v¤«
ºØ‡ ¹^\o‡[¼¹«[Ŭ—¼v°o¯\³vÀ~ “Sunggguh terdapat pada diri Rasulullah itu, suri teladan yang
baik bagimu” (QS. Al-Ahzab ayat 21).
[zÀg§\°À¬b°¬~¼ [v^[µÄ°Î[u \¯Ø~¼
Muslimin Rahimakumullah.
24 25
Banyak sekali memang contoh suri teladan Rasulullah sehari-hari sangat terganggu.
yang dapat kita ikuti dalam berprilaku sehari-hari. Diantaranya
adalah dalam hal menjaga dan memelihara kesehatan.
Muslimin yang berbahagia.
Rasulullah Muhammad SAW. adalah seorang rasul yang
dalam kehidupan beliau sangat memperhatikan masalah kese- Para ahli kesehatan telah mengakui bahwa kebersihan
hatan. Beliau selalu mengingatkan ummatnya agar selalu menja- merupakan pangkalnya kesehatan. Siapa saja yang selalu menja-
ga kesehatan. ga kebersihan, maka kesehatannya pun akan terjaga pula. Kenapa
demikian? Karena menjaga kebersihan merupakan jalan sekali-
Sabda Rasulullah SAW. : gus cara untuk memperoleh kesehatan.

}\´«[µ¯zÀg§\°¸ÀŸ²½_œ¯²\c°˜³ Hadiri sekalian.

š[z «[¼»oˆ«[ Kesehatan jasmani seseorang akan berpengaruh terhadap


kesucian hati sanubarinya. Hati dan jiwa yang suci akan mem-
pengaruhi niat dan memperbagus tindakan.
“Ada dua macam ni’mat yang besar, namun kebanyakan ma-
nusia terkecuh (kurang memperhatikan) terhadapnya, yaitu kese-
Rasulullah SAW. berwudlu beberapa kali dalam sehari
hatan dan waktu senggang” (HR. Bukhari).
semalam guna menjaga kebersihan. Ketahuilah bahwa berwudlu
itu selain dapat membersihkan badan jasmani, secara langsung
juga dapat berpengaruh terhadap tindakan dan perbuatan.
Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.
Berwudlu selain merupakan kewajiban yang mendasari
Siapapun kita tentu akan berkata, bahwa kesehatan itu bagi kesempurnaan ibadah shalat, berwudlu juga dapat mem-
penting, dan menjaga atau memelihara kesehatan itu lebih pen- bersihkan badan jasmani sekaligus berpengaruh terhadap keber-
ting lagi. Karena kesuksesan hidup kita banyak bergantung dari sihan rohani. Mulut, hidung, telinga, kepala, tangan dan kaki me-
kesehatan. Bahkan kesehatan adalah segala-galanya. Ia merupa- rupakan anggota tubuh yang sangat dominan di dalam menja-
kan harta kekayaan yang tak ada tolok bandingnya. Alangkah lankan aktivitas sehari-hari, adalah bagian-bagian yang penting
bahagianya seseorang yang sehat jasmani dan rohaninya, se- dan harus kita pelihara kebersihannya dengan seksama, dan wu-
hingga ia dapat melaksanakan segala macam aktivitas kehidupan dlu berupakan sarana yang efektif di dalam memelihara kebersih-
dengan baik. Sebaliknya, alangkah menderitanya seseorang yang an bagian-bagian tersebut.
sakit jasmani atau rohaninya, sehingga aktivitas kehidupannya
26 27
°¸c¬“¼Ç}\´«[
Rasulullah SAW. berwudlu beberapa kali dalam sehari
semalam, guna menjaga kebersihan. Karena Rasulullah tidak
suka kepada orang yang kusut masai. Beliau selalu membersih-
kan, meminyaki dan menyisir rambutnya dengan rapi. Jika “Takutlah akan dua hal yang mendatangkan laknat. Para saha-
rambutnya mulai panjang, maka segera dipangkasnya dengan ra- bat bertanya : Apakah dua hal yang mendatangkan laknat itu, ya
pi. Kukunya selalu dipotong. Dianjurkannya agar kita menggo- Rasulullah?. Nabi bersabda: Ialah orang yang membuang hajat
sok gigi beberapa kali dalam sehari. “Seandainya tidak membe- di jalan tempat orang lewat atau buang hajat di tempat-tempat
ratkan ummatku, niscaya kuperintahkan mereka menyikat gigi manusia berteduh” (HR. Muslim dan Abu Daud).
setiap akan melakukan shalat”, demikian sabda beliau.

v§[z«[Æ\°«[ÅŸª\_ò[Ÿ³¹³[
Kaum Muslimin yang berbahagia.
“Sesungguhnya Nabi melarang kencing di air yang tidak me-
Rasulullah SAW. melarang kita membuang air besar atau
ngalir” (HR. Muslim, Ibnu Majah dan AnNasai).
air kecil di tempat-tempat umum atau di tempat-tempat terbuka,
seperti di pinggir jalan, di bawah pohon yang orang sering
berteduh di bawahnya, di tempat-tempat yang rindang, di lobang-
Muslimin Rahimakumullah.
lobang yang sering dihuni oleh binatang, di genangan air yang
tidak mengalir dan sebagainya.
Kebanyakan para ahli kesehatan mengakui bahwa
penyakit seperti disentri banyak disebabkan oleh kotoran ma-
Sabda Rasulullah SAW. :
nusia. Oleh karenanya hendaknya kita membuang kotoran di
tempat yang semestinya.
zccÀ¬ŸÎ\œ«[Åbǵ¯
Hadirin.
“Barang siapa yang buang air hendaknya di tempat yang
tertutup” (HR. Abu Daud). Dalam hal kesehatan ini, Rasulullah juga menjelaskan
tentang hubungan makanan dengan kesehatan. Beliau menganjur-
²\´—Ø«[\¯¼ ½«\£ µÀ´—Ø«[[½¤b[ kan kita agar tidak memenuhi perut secara berlebihan dengan
bermacam-macam makanan dan minuman. “Mengosongkan pe-

¢zşŬscÃÂx«[ª\£ Iã[ª½~y\Ã
rut, adalah obat yang paling mujarab bagi kesehatan badan”,
demikian salah satu anjuran beliau.
28 29
Dari apa yang telah kami uraikan di atas, mungkin kita
Kemudian dalam hadits yang lain, beliau menyatakan : dapat menyimpulkan bahwa jalan untuk menjaga kesehatan ada-
lah dengan memelihara kebersihan. Kesehatan perlu kita jaga dan
pelihara, agar kita bisa beramal dan beribadah kepada Allah
[½oˆb[½¯½‡ SWT. dengan baik. Sebab badan yang sakit ibarat pohon yang
“Berpuasalah, agar kamu sehat”. merana. Tidak menghasilkan buah yang bermanfaat bagi manu-
sia dan alam sekitarnya. Pengaruh kesehatan terhadap ketenangan
jiwa sudah terang dan nyata, sebab badan yang sehat dan bersih
Hadirin. sangat mempengaruhi kebersihan hati dan pikiran. Ibadah dan
amal akan dapat dikerjakan dengan baik apabila badan sehat dan
Para ahli kesehatan mengakui bahwa perut yang berisi kuat. Bukankah di dalam badan yang sehat terletak jiwa yang
penuh makanan, dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, sehat.
terutama penyakit yang berhubungan dengan peredaran darah.
Sedangkan perut yang sering dikosongkan, seperti berpuasa mi- Rasulullah SAW. bersabda :
salnya, banyak sekali faedahnya terhadap kesehatan. Perut yang
tidak terlalu penuh dengan makanan, akan memberikan kesem-
patan kepada tubuh untuk mempergunakan cadangan-cadangan
ÅŸ\´¯[¹³v^ÅŸ ÅŸ\˜¯p_‡[µ¯
energi yang tersimpan dan kurang diperlukan karena kelebihan.
Misalnya kelebihan lemak, kelebihan zat gula dan sebagainya, a|Àn\°³È¨Ÿ¹¯½Ãa½Ÿ¶v´—¹Ãz~
bisa dikurangi dengan mengosongkan perut atau berpuasa. Rasul-
ullah mengingatkan, bahwa kata beliau, “Hampir semua penyakit \·zÀŸ[xo^\À³v«[¹«
itu disebabkan oleh persoalan makan dan minum. Apabila se-
seorang mengurangi makan dan minum, maka perutnya akan “Barangsiapa sehat badannya, damai di hatinya dan punya
dipenuhi nur (cahaya), sehingga dapat mendorongnya untuk makanan untuk sehari-harinya, maka seolah-olah dunia seisinya
berbuat baik/ amal shaleh. Ketahuilah perut yang terlalu penuh dianugerahkan kepadanya” (HR. At-Turmudzi dan Ibnu Majah).
dapat menimbulkan penyakit malas dan enggan berbuat keba-
jikan”. Akhirnya, marilah kita contoh bagaimana Rasulullah
SAW. menjaga dan memelihara kesehatan beliau, seperti dian-
“Makanlah kamu, kata Rasulullah, jika kamu lapar. Dan taranya beberapa anjuran beliau yang telah kami kemukakan tadi.
berhentilah sebelum kamu kenyang”. Dan tentunya masih banyak lagi contoh teladan lainnya, yang
berkaitan dengan kesehatan ini, yang tidak mungkin kita uraikan
Muslimin Sidang Jum’at yang berbahagia. secara panjang lebar dalam kesempatan khutbah kali ini,
30 31
mengingat waktu yang terbatas. Semoga uraian yang singkat ini
dapat memotivasi kita semua agar tetap berupaya untuk menja- 5
ga kebersihan plus kesehatan, sehingga kita semua menjadi um-
mat yang sehat dan kuat. Sebab ummat yang sehat dan kuat
adalah ummat yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya.

°Äjz«[²\‘Ä„«[µ¯ã\^w½—Ç Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

°Änz«[µ°nz«[ã[°^ ¯Ø~×[¼²\°Ã×[»°˜´^\´°˜³[¾x«[ãv°o«[
`oÃã[¼ [½z¸cò[²½_oê\jy¹ÀŸ ¹«©Ãzƒ×¶vn¼ ã[×[¹«[ß²[v¸ƒ[
²Óz¤«[ÅŸ°¨«¼Á«ã[¦y\^ µÃz¸‘°«[ −‡°¸¬«[ ¹«½~y¼ ¶v_—[v°o¯²[v¸ƒ[¼
a\Ãß[µ¯¹ÄŸ\°^°§\Ã[¼Á´˜ ³¼ °Ä•˜«[ ª½~z«[¼ °Ãz¨«[Á_´«[[x·Å¬—°¬~¼
¹b¼Øb°¨´¯¼Á´¯−_¤b¼ °Ä¨o«[z§x«[¼ ¹^\o‡[¼ ¹«[Ŭ—¼v°o¯ °À•˜«[
°¨«¼Á«ã[z œc~[¼ °Ä¬˜«[™Ä°«[½·¹³[ ã[u\_—ÔÄŸ v˜^\¯[ µÃv«[¯½ÃÅ«[¹˜_bµ¯¼
µÄ°¬°«[zÎ\«¼ °¨Ãv«[½«¼ ¾v«[½«¼ ²½¤c°«[{\Ÿv¤Ÿ ã[½¤c^¾\Ã[¼°¨À‡¼[
{½Ÿ\ÀŸ ¶¼z œc~\Ÿ a\°¬°«[¼
Maasyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.
µÀ_Î\c«[º\k³\ü µÃz œc°«[ 1

A
lhamdulillah, kita bersyukur ke khadirat Allah
SWT. yang dengan izin-Nya jualah, sehingga
dapatlah kita pada siang ini, kembali menunaikan
fardhu Jum’at, sebagai salah satu wujud nyata dari taqwa kita
32 33
kepada Allah SWT. Ingatlah pernyataan Rasulullah SAW. dalam sebuah
hadits beliau :

Muslimin Rahimakumullah.
do¬‡do¬‡[w[ »œŒ¯vk«[ÅŸ²É×[
Manusia diciptakan oleh Allah SWT. tidak saja berupa
jasmani atau pisik, tetapi juga berupa rohani atau jiwa. Bahkan vk«[avŸavŸ[w[¼ ¹¬§ vk«[
kedudukan rohani atau jiwa ini, menempati proporsi utama atau
memiliki nilai plus dibanding kedudukan jasmani atau pisik.
Kenapa demikian? Karena biasanya yang menentukan gerak-ge-
`¬¤«[Á·¼ ×[ ¹¬§
rik aktivitas manusia sehari-hari justeru ditentukan oleh dorongan
dari dalam, yang dalam hal ini adalah rohani atau jiwa. Inilah se- “Ketahuilah, di dalam jasad manusia ada suatu mudghah (se-
benarnya faktor yang membedakan antara manusia dengan makh- gumpal daging). Apabila kondisinya baik, maka akan baik pula
luk lainnya. Segala usaha, aktivitas atau pekerjaan yang dilaku- jasad. Namun jika kondisinya jelek, maka akan jelek pula jasad.
kan seseorang, merupakan implikasi dari dorongan jiwanya yang Ketahuilah, mudghah itu adalah hati” (HR. Muslim).
dipertimbangkan oleh akal pikiran. Berbeda dengan binatang. Se-
mua gerak-gerik aktivitas kehidupan binatang, pada dasarnya
digerakkan kekuatan insting semata, tidak disertai oleh suatu Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.
pertimbangan akal pikiran atau perasaan.
Didalam menempuh perjalanan hidup dan kehidupan ini,
Rohani atau jiwa, adalah komponen kehidupan manusia kita memang tak pernah sunyi dari berbagai rintangan, halangan
yang sangat vital, dan ia merupakan anugerah Allah yang amat dan tantangan. Terkadang jiwa kita tegar menghadapinya, namun
berharga, dan oleh karenanya kita dituntut agar mampu meme- terkadang pula jiwa kita tidak mampu membendung kuatnya
liharanya dari berbagai macam kotoran rohani, sehingga rohani arus kemaksiatan dan kedzaliman, sehingga jiwa kita terpengaruh
kita tetap bersih dan suci, serta kita mampu menjaga dan meme- oleh petualangan realitas hidup duniawi yang cenderung menje-
lihara jiwa kita dari berbagai serangan penyakit jiwa, sehingga rumuskan. Kondisi inilah yang dimanfaatkan Syetan untuk me-
jiwa kita tetap sehat dan kuat. Apabila rohani atau jiwa kita ber- nyebarkan virus-virus kejahatannya.
sih dan sehat, ia akan mengarahkan prilaku lahiriyah kita, keper-
buatan yang baik dan terpuji. Sebaliknya, apabila rohani atau Oleh karena itu, agar jiwa kita tetap bersih, sehat dan
jiwa kita kotor dan sakit, maka kotorannya akan membekas dan kuat, maka kita harus memeliharanya dengan baik.
melekat pada setiap prilaku tindakan kita, sehingga cenderung
berbuat kemungkaran dan malapetaka. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam upaya men-
34 jaga kebersihan dan kesehatan jiwa, yaitu :
35
Pertama, kita selalu beupaya mengikat jiwa kita dengan “Sesungguhnya syetan adalah kuman (virus) bagi hati/jiwa anak
iman dan tawakkal kepada Allah SWT. dalam segala urusan, Adam. Jika hati/jiwa anak Adam sedang mengingat atau dzikir
serta selalu berlindung kepada-Nya dari godaan dan kejahatan kepada Allah, kuman (virus) itu akan menjadi mati atau hilang.
Syetan. Sebab kesehatan jiwa selalu diganggu oleh virus-virus Sebaliknya, jika hati sedang lupa kepada Allah, kuman itupun a-
syetan, dan virus-virus ini siap masuk ke jiwa kita untuk meng- kan beraksi menggodanya” (HR.Ibnu Abi Dun-ya).
gerogoti dan menodai kesuciannya. Untuk itu kita perlu punya
perisai, penangkal atau tameng untuk membendung kerasnya arus
masuk virus-virus itu, dan tidak ada penangkal yang ampuh Muslimin Rahimakumullah.
kecuali iman yang kuat dan tawakkal kepada Allah SWT.
Kedua, kita hendaknya selalu menghindari sekecil apa-
Firman Allah SWT. : pun perbuatan maksiat. Sebab yang namanya maksiat, kendatipun
pada awalnya dirasa kecil, namun kalau perbuatan ini dilakukan

Ŭ—¼[ ½´¯[µ¿x«[Ŭ— µ¬~¹«À«¹³[


terus menerus, maka yang kecil ini tentunya akan menjadi besar.
Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit, demikian kata
pepatah. Maka apabila dosa akibat maksiat ini sudah sedemikian
µ¿x«[Ŭ— ¹´¬~\°³[ ²½¬§½c¿ °¸^y besar, dikhawatirkan akan mengunci mati mata hati seseorang,
sehingga sulit menerima kebenaran yang datang dari Allah SWT.
²½§z„¯¹^°·µ¿x«[¼ ¹³½«½c¿ Ingatlah peringatan Rasulullah SAW. :

“Sesungguhnya syetan itu tidak ada kekuasaan atas orang-orang


yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya. Sesungguhnya \¸c¤¬›[`¬¤«[Ŭ—]½³x«[™^\cb[w[
kekuasaan syetan itu hanyalah atas orang-orang yang meng-
angkatnya sebagai pemimpin dan orang-orang yang suka me-
“Apabila (maksiat) dilakukan terus menerus, dosa (akibat mak-
nyekutukannya dengan Allah” (QS. An-Nahl 99-100).
siat) itu akan mengunci (menutup) keseluruhan hatinya (dari
menerima kebenaran/hidayah)” (HR. Imam Ahmad).
Kemudian Nabi bersabda :

ãz§w[w[ ¯u[µ^[`¬£Å¬—°f\j²\À„«[²[ Hadirin.


Dampak dari suatu maksiat adalah dosa, dan dosa akan
}½~¼− ›[w[¼´r menimbulkan siksa. Jangan mengira bahwa siksa itu hanya ber-
laku di akhirat saja, tetapi di dunia inipun pedihnya siksa itu
36 37
sudah terasa, kendati tak sedahsyat di akhirat. jiwa.

Memang, selama kita hidup di dunia ini, tak seorangpun Tatkala seseorang berikrar, “Asyhadu an laa Ilaaha illa
yang luput dari dosa. Sebab, kita ini manusia, bukan malaikat. llah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah”, dengan me-
Kita punya nafsu, dan terkadang justeru karena kita tak mampu nyatakan diri memeluk agama Islam, maka ikrar ini dapat mem-
mengendalikan nafsu inilah yang menyeret kita ke lembah mak- bebaskan dirinya dari segala macam bentuk penghambaan selain
siat. Nah, kalau sudah terlanjur berbuat maksiat, maka tak ada Allah. Bahkan dengan ikrar ini pula, dapat menimbulkan ke-
jalan terbaik, kecuali segera hentikan maksiat itu, dan bertobatlah sadaran yang tajam dan dalam, bahwa Allah adalah Maha Besar
kepada Allah SWT. Ingatlah, sesungguhnya Allah itu Maha dari segala bentuk apapun. Allah Maha Kuasa dan berhak disem-
penerima tobat. bah oleh segenap makhluk yang ada. Oleh karenanya, ia tidak

°Ànyy½ ›ã[²[
akan diperbudak oleh suatu sistem duniawi yang bukan ber-sum-
ber dari Allah. Ia tidak akan takut kepada siapapun kecuali hanya
takut kepada Allah. Ia akan secara konsekuensi siap menerima
“Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” segala apa yang disyari’atkan Allah dan Rasul-Nya Muhammad
(At-Taubah 102). SAW. Kesadaran jiwa yang semacam ini tentu akan membe-
baskan ia dari noda syirik, yang merupakan penyakit jiwa yang
sangat kronis, karena penyakit ini dapat menyebabkan hati sese-
Kaum Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah. orang menjadi gelap gulita, terkunci rapat dari Hidayah Allah
SWT.
Yang ketiga, marilah kita bersihkan jiwa kita dari sifat-
sifat yang tercela dengan perbuatan yang terpuji. Singkatnya, un- Firman Allah SWT. :
tuk menjaga kebersihan jiwa, setiap Muslim hendaknya menge-
tahui apa saja yang harus ia hindari dan jauhi, serta setiap saat
selalu waspada terhadap kemungkinan-kemungkinan terserang- °«¯[°¸byx³[Æ °¸À¬—ÆÓ½~[¼z §µ¿x«[²[
°¸^½¬£Å¬—ã[°cr ²½´¯Ì¿×°·yx´b
nya penyakit jiwa.

Muslimin Rahimakumullah. º¼\„› °·y\ˆ^[Ŭ—¼ °¸˜°~Ŭ—¼


Konsep pemeliharaan kesehatan jiwa dalam Islam sifat-
nya universal. Artinya, hampir seluruh aspek ajaran Islam meng-
°À”—][x—°¸«¼
ajak pemeluknya agar selalu menjaga dan memelihara kesehatan
38 39
“Sesungguhnya (bagi) orang-orang kafir (syirik), sama saja (ba- kiri di bawah sambil berdekap, ruku’, i’tidal, sujud, duduk dian-
gi mereka), engkau beri peringatan atau tidak engkau beri per- tara dua sujud, tahayyat/tasyahud dan salam, semua perbuatan ini
ingatan, mereka tidak juga akan beriman. Karena Allah telah menggambarkan kepatuhan/penyerahan diri kepada Allah SWT.
mengunci hati, pendengaran dan penglihatan mereka dengan
kekufurannya, dan bagi mereka adalah siksa yang amat pedih” Dengan melakukan shalat, kaum muslimin kontak de-
(QS. Al-Baqarah 6-7). ngan Allah minimal lima kali sehari. Hal ini akan menebalkan
keimanan seseorang. Sebab yang namanya iman, kadang-kadang
Ketahuilah, bahwa virus kekufuran dapat membentuk bisa tebal, terkadang pula bisa tipis. Agar iman kita selalu tebal,
pribadi-pribadi yang jahat, kendati secara lahiriyah mungkin ia maka sering-seringlah kontak dengan Allah melalui shalat. Sese-
nampak baik. Seperti Fir’aun menjadi penguasa yang diktator orang yang sering kontak dengan Allah, artinya dia selalu ingat
karena kekufurannya. Dan dia tak segan-segan membantai kaum kepada Allah SWT. Seseorang yang selalu ingat kepada Allah,
oposisi yang berani menentangnya. Seorang konglomerat, seperti maka jiwanya akan menjadi tenteram.
Karun, menjadi kikir dan suka menindas kaum yang lemah de-
ngan konsep liberal kapitalisnya, lantaran kemusyrikannya. Seo- Firman Allah SWT. :
rang ilmuan, teknokrat dan arsitek istana kerajaan Fir’aun, Ha-

ã[z§x^°¸^½¬£µÏ°b¼[½´¯[µ¿x«[
man, yang mendewa-dewakan akal pikiran, akhirnya hancur ber-
sama hasil karyanya. Seorang ulama jahat karena menjadi pendu-
kung utama pemerintahan Jabbarin, Bal’am bin Ba’ura, akkhir-
nya tewas menggenaskan. Inilah contoh figur-figur kejahatan ]½¬¤«[µÏ°bã[z§x^×[
yang telah binasa bersama kekufurannya
“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi
tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan
Muslimin Rahimakumullah.
mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram” (QS. Ar-Ra’d 28).
Demikian juga dengan ajaran shalat. Shalat di dalam Is-
lam memainkan peranan yang sangat penting terhadap pemeli-
haraan kesehatan jiwa. Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.

Semua gerakan dan kelakuan shalat, semata-mata meru- Begitu juga Zakat. Melalui zakat, dapat membersihkan
pakan perwujudan dari penyerahan diri si hamba kepada Khaliq- jiwa si kaya dari rasa mementingkan diri sendiri, dan dapat pula
nya. Seperti mengangkat takbir, berdiri dengan kepala merun- memberisihkan jiwa si miskin dari rasa iri dan dengki.
duk, meletakkan kedua tangan, tangan kanan di atas dan tangan
40 Demikian juga Puasa. Dengan berpuasa, menahan diri
41
dari makan dan minum, dari haus dan dahaga, dari nafsu syahwat kita dengan banyak beribadah dan beramal shaleh.
dan dari perbuatan-perbuatan lainnya yang dapat merusak ke-
sempurnaan puasa, mengingatkan kita kepada orang-orang yang Semoga Allah SWT. melindungi kita semua dari berba-
selalu menderita sepanjang tahun, bahkan sepanjang hidupnya. gai penyakit jiwa, yang virusnya dibawa dan disebarkan oleh si
Dengan berpuasa, dapat menggugah diri seseorang yang hidup durjana Setan yang terkutuk.
bergelimang harta dan kemewahan, agar dapat merasakan pende-

°Äjz«[²\‘Ä„«[µ¯ã\^w½—Ç
ritaan saudara-saudaranya yang tak punya. Sehingga dari pe-
ngalaman ini diharapkan dapat membangkitkan perasaan santun
senasib seperjuangan.
°Änz«[µ°nz«[ã[°^
Begitu juga Haji. Dengan memakai kain ihram, me-
ngandung makna simbolik dari kesucian jiwa orang yang me-
makainya. Dan pakaian inilah pula yang mendorong seseorang
\¸~uµ¯]\rv£¼ \¸§{µ¯p¬Ÿ[v£
untuk pergi haji, walaupun harus berpisah dengan sanak saudara,
isteri dan anak cucu, kaum kerabat handai tolan, kampung °Ä•˜«[²Óz¤«[ÅŸ°¨«¼Á«ã[¦y\^
a\Ãß[µ¯¹ÄŸ\°^°§\Ã[¼Á´˜ ³¼
halaman, harta benda, dan segala yang dicintainya. Ia datang ke
tanah suci dengan penuh keikhlasan, semata-mata hanya me-
menuhi panggilan Allah untuk memperoleh berkah dan ridha-
Nya. °¨´¯¼Á´¯−_¤b¼ °Ä¨o«[z§x«[¼
Muslimin Rahimakumullah.
°Ä¬˜«[™Ä°«[½·¹³[¹b¼Øb
Salah satu tugas pokok Rasulullah SAW. disamping ¾v«[½«¼ °¨«¼Á«ã[z œc~[¼
µÄ°¬°«[zÎ\«¼ °¨Ãv«[½«¼
menyampaikan ayat-ayat Allah dan mengajarkan kitab suci dan
hikmah (ilmu pengetahuan), beliau juga ditugasi oleh Allah
untuk membersihkan atau menyucikan ummat manusia, baik
yang menyangkut soal jasmaniah, terlebih-lebih soal rohaniah, {½Ÿ\ÀŸ ¶¼z œc~\Ÿ a\°¬°«[¼
dengan cara mengarbol bersih-bersih dari segala sifat yang
mengarah kepada kemusyrikan dan penyakit rohani/jiwa lainnya. µÀ_Î\c«[º\k³\ü µÃz œc°«[
Akhirnya, marilah kita berdoa kepada Allah SWT. semo-
ga kita mampu menjaga dan memelihara kesehatan jiwa kita, 43
42
6 A lhamdulillah, atas izin Allah SWT. kembali pada
siang ini, kita dapat berkumpul untuk menunai-
kan perintah Allah, berupa ibadah Jum’at di mas-
jid yang mulia ini.

Kemudian, izinkan pada kesempatan khutbah kali ini,


Assalaamu’alaikum Wr. Wb. kami mengajak kepada para jamaah sekalian, marilah kita ber-
sama-sama berupaya untuk meningkatkan ketaqwaan kita kepada
Allah SWT. Karena taqwa merupakan derajat tertinggi di dalam
µÀ¤c°¬«»_£\˜«[¼ µÀ°«\˜«[]yãv°o«[ Islam, yang setiap kita tentunya sangat mendambakannya.

¹«©Ãzƒ×¶vn¼ ã[×[¹«[ß²[v¸ƒ[ Muslimin Rahimakumullah.


¹«½~y¼¶v_—[v°o¯²[v¸ƒ[¼ Islam sebagai agama fithrah senantiasa menjunjung ting-

[x·Å¬— °¬~¼−‡°¸¬«[ ¶v˜^Å_³× gi nilai-nilai keindahan, karena keindahan itu sendiri merupakan
ciri sekaligus daya tarik yang dapat memikat ummat manusia un-
tuk ikut bergabung ke dalam jama’ah Islam. Kami katakan demi-
°À•˜«[ª½~z«[¼ °Ãz¨«[Á_´«[ kian, karena hampir seluruh ajaran Islam terdapat di dalamnya
unsur-unsur keindahan. Bahkan apa yang diciptakan Allah SWT.
¹˜_bµ¯¼ ¹^\o‡[¼ ¹«[Ŭ—¼ v°o¯ berupa alam raya, gunung, laut, sungai, hutan dan sebagainya,
kalau kita cermati secara mendalam, maka di dalamnya terdapat
ã[u\_—ÔÄŸ v˜^\¯[ µÃv«[¯½ÃÅ«[ suatu keindahan yang luar biasa yang dapat menyentuh perasaan
dan mendatangkan kedamaian.

{\Ÿv¤Ÿ ã[½¤c^¾\Ã[¼ °¨À‡¼[ Demikian juga dengan diciptakannya kita manusia, sung-
guh suatu penciptaan yang sangat artistik, serasi dan indah serta
²½¤c°«[ memberikan kenyamanan bagi manusia itu sendiri.

Allah SWT. berfirman :


Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah. °¿½¤bµn[ÁŸ²\³×[\´¤¬rv¤«
44 45
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk Mari kita ambil contoh, makna simbolik yang terdapat
yang sebaik-baiknya” (QS.At-Tiin 4). dalam tubuh manusia, dengan satu pertanyaan, mengapa Allah
menciptakan dua telinga, dua mata, sementara mulut cuma satu.
Coba saja kalau kita perhatikan dalam struktur pencip- Padahal fungsi mulut bagi kita sangat banyak dan bervariasi, di-
taan tubuh manusia. Kepala terletak di atas, sementara kaki di ba- bandingkan dengan fungsi telinga dan mata, walaupun sama-
wah. Betapa sulitnya hidup kita, jika sekiranya kepala di bawah, sama penting.
kaki di atas. Demikian juga letak posisi tangan, berada di tengah-
tengah, dilengkapi jari jemari yang ukurannya bervariasi, se-
hingga memudahkan kita dalam pekerjaan sehari-hari. Tak kalah Hadirin.
pentinya, bentuk dan letak hidung dan telinga, dimana lobang
hidung berada di bawah, dan telinga mempunyai daun. Sungguh Allah menciptakan dua telinga, dua mata dan satu mulut.
betapa repotnya kita, jika lobang hidung berada di atas dan kebe- Maksudnya, penggunaan telinga dan mata porsinya harus dua
tulan hari sedang hujan dan kita tak membawa payung. kali lebih banyak daripada penggunaan mulut. Sebelum mulut
berkata ya atau tidak, hendaknya lihat dulu sebaik-baiknya, apa
Kemudian, suatu hal yang barangkali nyaris luput dari memang benar keadaannya atau mungkin tidak benar. Dengar
pemikiran kita, mengapa pada tempat-tempat tertentu di tubuh ki- dulu penjelasan orang lain secermat-cermat-nya. Setelah itu, baru
ta, selalu ada tahi/kotorannya. Seperti di mata ada tahi mata, di mulut bicara.
telinga ada tahi telinga, di hidung ada kerak hidung dan sebagai-
nya. Menurut yang pernah mencicipinya, tahi atau kotoran ter- Kendati mulut cuma satu, namun yang satu ini ibarat pi-
sebut rasanya pahit. Kenapa tidak manis?, ya tentu tidak manis, sau bermata dua. Gara-gara mulut, bisa membawa bahagia, na-
sebab kalau manis, tentu segenap serangga akan datang menge- mun gara-gara mulut pula bisa membawa celaka. Gara-gara pulut
rumuni. Kalau sudah demikian, tentu kita akan repot dibuatnya. santan binasa, gara-gara mulut badan binasa. Kenapa demikian,
karena lidah tak bertulang. Dan justeru karena lidah tak bertulang
Kemudian, disamping adanya keserasian plus keindahan inilah, sehingga mulut bebas ceplas-ceplos bicara. Kadang-ka-
dari penciptaan manusia, di dalamnya juga terdapat sejumlah dang, baru sebatas gossip, beritanya sudah menyebar luas ke ma-
makna simbolik yang apabila kita renungkan dan mencoba me- na-mana. Belum lagi dilihat apakah benar faktanya, mulut sudah
ngambil pelajaran padanya, sungguh sesuatu yang sangat ber- bicara panjang lebar, dan terkadang berlebihan. Nah, mungkin
harga bagi kemajuan dan ketinggian akal budi seseorang. karena lidah tak bertulang inilah, sehingga “Uwes al-Qorni”
menginventarisir bahwa menurutnya ada 60 bahaya lisan/mulut
yang perlu diwaspadai. Maha Suci Allah yang telah menciptakan
Muslimin Rahimakumullah. mulut kita cuma satu. Sebab kalau dua, apalagi tiga, tentu kita
akan kewalahan memeliharanya.
46
47
Oleh karena itu, mengingat sangat strategisnya peran dan pembesar atau pejabat tinggi.
pengaruh lisan/mulut terhadap tubuh kita lainnya, Rasulullah
menganjurkan agar setiap kita menjaga lisannya. Karena menjaga Dalam lingkungan kerja saja, jika kita ingin menghadap
lisan, kata beliau, merupakan amal yang paling disenangi Allah. pimpinan, tentu kita akan berpakaian indah dan rapi, bersikap so-
pan dan bertutur bahasa yang santun. Apatah lagi jika kita shalat
menghadap Allah, semestinya lebih dari itu.
Dalam sebuah dialog Rasulullah SAW. dengan para
sahabat disebutkan : Karenanya wajar, jika Islam menggariskan aturan yang
sakral tentang keharusan bersuci ketika mau shalat serta memakai

°¬~¼¹À¬—ã[Ŭ‡ã[ª½~yª\£
pakaian yang indah, rapi dan menutup aurat, walaupun shalat
pakai kaos oblong itu syah, tetapi tolonglah dibedakan antara
shalat dengan nonton TV. Lantas, jangan pula berdalih, bahwa
°¬Ÿ[½c¨Ÿ Iã[Å«[`n[ª\°—×[¾[ Allah itu tidak melihat pakaian alias fisik seseorang, tetapi Allah
hanya melihat hati seseorang. Namun, alangkah sempurnanya
²\¬«[• n½·ª\£ vn[¹_k¿ jika jiwa dan raga kita bersih, jika hati dan pikiran kita terkon-
sentrasi penuh terhadap Allah SWT. alias khusyu’, sementara pa-
kaian kita juga bersih, rapi dan indah. Sebab, jangankah soal
“Rasulullah bertanya kepada para sahabat, “Amal apakah yang shalat, mau masuk masjid saja Allah menyerukan agar berpa-
paling disenangi Allah? Para sahabat terdiam, tidak menjawab. kaian yang indah dan bersih.
Kemudian Rasulullah bersabda, “Amal tersebut adalah menjaga
lisan/mulut” (HR. Imam Baihaqi dari Abi Juhfah). Firman Allah SWT. :

Muslimin Rahimakumullah. vk¯−§v´—°¨c´¿{[¼xr¯u[Å´_¿


Dalam soal ibadah, seperti shalat umpamanya, disya-
“Hai Anak Adam, pakailah pakaian yang indah dan bersih setiap
ratkan bersih, baik badan, pakaian maupun tempat lingkungan
memasuki masjid” (QS. Al-‘Araf 31).
shalat.
Ibadah shalat ibarat acara “tatap muka” antara manusia
dengan Tuhannya. Di situlah konsultasi rohani terjalin secara
Kaum Muslimin yang berbahagia.
dingin dan sejuk. Karena sedang menghadap Tuhan Yang Maha
Besar, maka kita dituntut bersikap wajar terhadap-Nya dengan
Ketahuilah, “Sesungguhnya Allah itu indah dan suka
disiplin dan beretika tinggi seperti layaknya menghadap seorang
49
48
akan keindahan” : yang ada dengan menanam berbagai tumbuh-tumbuhan, baik be-

ª\°k«[`o¿−À°jã[²[
rupa bunga-bungaan, tumbuhan obat (apotik hidup), maupun
tumbuhan-tumbuhan yang bermanfaat lainnya.

sebaliknya, “Allah benci kepada kekotoran dan kesemrawutan” : Akhirnya, marilah kita tingkatkan budaya bersih dan in-
dah di kalangan kita dan di sekitar lingkungan kita, agar dapat
memberikan suasana yang damai tenteram, sejuk dan nyaman.
h˜„«[t~[¼ œ_¿ã[²[
Marilah kita dukung program Pemerintah Daerah untuk
mewujudkan kota Tanjung dan sekitarnya, menjadi kota yang
BERSINAR, Bersih, Indah, Nyaman, Aman dan Ramah Tamah.
Rasulullah SAW. menganjurkan :
Semoga Allah meridhai segala perbuatan dan usaha kita
[½³½¨bÅcn°¨^\Àf¼°¨«\ny[½o¬‡[ semua. Amin.

°Äjz«[²\‘Ä„«[µ¯ã\^w½—Ç
»¯\ƒ}\´«[ÅŸ
°Änz«[µ°nz«[ã[°^
“Perbaikilah rumah-rumah tempat kediamanmu dan pakaian-pa-
kaianmu sehingga kamu menjadi seumpama tahi lalat di wajah di Å~[¼y\¸ÀŸ\´À¤«[½ \¸³uv¯ŠzÙ[¼
antara manusia” (HR. Al-Hakim).

“Tahi lalat” yang dimaksudkan Rasulullah adalah makna


ºzˆ_blÀ¸^i½{−§µ¯ \¸ÀŸ\´c_³[¼
kiasan yang melambangkan keindahan dan kecantikan. Rumah
yang bersih dan indah diibaratkan sebutir tahi lalat yang menem- `À´¯v_—−¨«Âz§w¼
pel di wajah seseorang yang dapat memperindah dan memper-
cantik raut muka. Artinya, rumah yang bersih dan indah dapat °Ä•˜«[²Óz¤«[ÅŸ°¨«¼Á«ã[¦y\^
memberikan kesenangan, kenyamanan dan kedamaian bagi peng-
huninya dan masyarakat sekitarnya. a\Ã×[µ¯¹ÄŸ\°^°§\Ã[¼Á´˜ ³¼
Marilah kita tata sedemikian rupa kondisi rumah kita
agar terlihat rapi dan indah. Manfaatkanlah pekarangan yang ada
°¨´¯¼Á´¯−_¤b¼ °Ä¨o«[z§x«[¼
50 51
°Ä¬˜«[™Ä°«[½·¹³[¹b¼Øb
7
°À”˜«[ã[z œc~[¼ [x·Å«½£ª½£[
a\°¬°«[¼µÄ°¬°«[zÎÔ«¼°¨«¼Á«
¶¼z œc~\Ÿ a\´¯Ì°«[¼µÀ´¯Ì°«[¼
Assalaamu’alaikum Wr.Wb.

°Ànz«[y½ œ«[½·¹³[ [zÀƒ^¥o«\^ ¹«½~y−~y[ Âx«[ãv°o«[


¹«©Ãzƒ×¶vn¼ ã[×[¹«[ß²[v¸ƒ[ [z¿x³¼
¶v_—[v°o¯²[v¸ƒ[¼ ¯Ø˜«[©¬°«[
°¬~¼ −‡°¸¬«[ ¯\³Ù[vÀ~ ¹«½~y¼
¹^\o‡[¼ ¹«[Ŭ—¼ v°o¯\³vÀ~Ŭ—
Ŭ—µÀ¯{Øc¯ µÀ°Î[u\¯Ø~¼ ºØ‡
\¸¿[ÔÀŸ v˜^\¯[ ¯\¿Ù[¼y½·v«[z°¯
ã[½¤c^Å ³¼ °¨À‡¼[ }\´«[
²½o¬ b°¨¬˜«¹c—\¼

52 Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.


53
A
lhamdulillah, kita panjatkan Puji dan Syukur ke kata sampai tiga kali. Konon, Rasulullah sangat sulit sekali
khadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan meniru kata-kata Jibril ini, lantaran beliau adalah ummy. Akan te-
rahmat, hidayah dan inayah-Nya kepada kita se- tapi, disamping alasan keummian beliau, pengulangan kata Iqra’
mua, sehingga pada Jum’at ini kita masih diberikan kesempatan sampai tiga kali itu, sebenarnya memuat pengertian simbolisme
waktu untuk mengabdi kepada-Nya melalui ibadah Jum’at di tersendiri bagi mereka yang mampu memahaminya. Dalam tra-
masjid yang mulia ini. disi Arab ketika mereka hendak menyampaikan sesuatu hal yang
penting biasanya diucapkan sampai tiga kali. Nah, pengulangan
Kemudian, marilah dalam kesempatan ini pula, kita kata Iqra’ sampai tiga kali ini memberikan pengertian kepada kita
bersama-sama memperbaharui taqwa kita kepada Allah SWT. ka- bahwa kata tersebut sangat penting untuk dipahami secara men-
rena hanya dengan taqwa inilah merupakan sarana yang terbaik dalam.
di dalam mengarungi hidup dan kehidupan kita di dunia ini, ter-
lebih-lebih sebagai bekal dalam mengarungi kehidupan di akhirat
nanti. Kaum Muslimin Sidang Jum’at Yang Berbahagia.

Kata Iqra’ dalam Surat Al-Alaq yang berisi pesan mem-


Kaum Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah. baca tersebut mengandung makna yang penting dalam tradisi
transmisi keilmuan. Tidak ada satu kitab sucipun yang mene-
Dalam kesempatan khutbah kali ini, kami ingin mengajak kankan betapa pentingnya makna ilmu pengetahuan, kecuali yang
jamaah sekalian untuk merenungkan sebuah tema dalam kaitan- dilontarkan oleh Al-Qur’an. Dan perlu diketahui bahwa proses
nya dengan Tanjung BERSINAR dari segi Keindahan, yaitu pencapaian ilmu pengetahuan, tidak akan bisa diperoleh secara
tentang ILMU, SENI dan AGAMA. maksimal tanpa keterlibatan proses membaca.

Muslimin Rahimakumullah. Muslimin Rahimakumullah.

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, bahwa selain Para ahli tafsir Al-Qur’an merumuskan bahwa kata Iqra’
sebagai agama yang menjunjung tinggi budaya keindahan, Islam adalah dhamir mustatir, yaitu kata ganti yang tersembunyi, de-
juga merupakan agama ilmu pengetahuan. Kesan ini tercermin ngan maksud agar obyek bacaan yang diperintahkan menjadi
dalam kata Iqra’ ayat pertama surah Al-Alaq yang artinya baca- luas. Dalam hal ini seolah-olah Allah SWT. ingin memberikan
lah. pelajaran kepada kita semua bahwa yang bisa dibaca itu tidak
hanya berupa tulisan seperti kitab atau buku misalnya, tetapi
Menurut suatu riwayat, kata Iqra’ ini diwahyukan kepada membaca bisa juga dilakukan dengan merenungi dan menyelidiki
Rasulullah SAW. melalui Malaikat Jibril dengan pengulangan fenomena alam semesta sebagai tanda kebesaran Allah SWT.
54 55
Berpijak dari pengertian inilah, kemudian para ahli tafsir “Mencari ilmu itu diwajibkan bagi setiap orang Islam laki-laki
Al-Qur’an membagi obyek bacaan itu menjadi dua, yaitu obyek dan orang Islam perempuan”.
bacaan yang bersifat Qauliyah, yaitu Al-Qur’an dan obyek baca-
an yang bersifat Qauniyah, yaitu alam semesta. Kemudian sabda beliau lagi :

µÀˆ«\^½«¼ °¬˜«[[½_¬Ç
Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.
“Carilah ilmu sampai ke negeri Cina”
Satu hal yang menarik dalam Islam adalah, bahwa proses
pencarian ilmu itu tidak bisa dilepaskan dengan pengabdian
kepada Tuhan. Inilah yang membedakan tradisi pencarian ilmu vo¬«[Å«Év¸°«[µ¯°¬˜«[`¬[
dalam konsep barat dengan tradisi pencarian ilmu dalam konsep
Islam, dimana Barat dalam konsepnya memisahkan antara ilmu
pengetahuan dengan agama, sementara Islam, menyatukan antara “Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga ke liang kubur”.
ilmu pengetahuan dengan agama. Dengan kata lain, agama men-
jadi penopang utama bagi kukuhnya ilmu pengetahuan. Dalam
kaitan ini maka kata Iqra’ pada surah Al-Alaq dilanjutkan dengan Kaum Muslimin yang berbahagia.
Bismirabbikal ladzii khalaq yang apabila diterjemahkan dalam
bahasa filsafat maka pengertiannya barangkali, Carilah ilmu pe- Kemudian mengingat betapa pentingnya ilmu ini, sam-
ngetahuan dengan selalu mengingat Allah sebagai pencipta alam pai-sampai Rasulullah SAW. menilai bahwa sukses tidaknya se-
semesta. Jadi, proses pencarian ilmu memang didahulukan, na- seorang dalam mengarungi bahtera hidup ini, ditentukan oleh
mun semuanya itu berbasis pada pengabdian kepada Allah SWT. kualitas dan keluasan ilmu yang dimilikinya. Rasulullah SAW.
Islam menekankan agar di dalam pencarian ilmu pengetahuan, bersabda :
tidak menyebabkan manusia menjadi takabbur, tetapi dengan
ilmu pengetahuan justeru manusia semakin dekat dengan Tu-
hannya, karena dengan bertambahnya ilmu, manusia menjadi ºzrá[u[y[µ¯¼ °¬˜«\^¹Ä¬˜Ÿ\ijv«[u[y[µ¯
lebih sadar dan lebih tahu akan kebesaran Allah SWT.
°¬˜«\^¹Ä¬˜Ÿ\°·u[y[µ¯¼ °¬˜«\^¹Ä¬˜Ÿ
Begitu pentingnya posisi ilmu pengetahuan ini, sehingga
Rasulullah mewajibkan kita untuk mencari ilmu. Sabda Nabi : “Barang siapa menghendaki kesuksesan hidup di dunia, maka ia
»°¬¯¼ °¬¯−§Å¬—»Œ¿zŸ°¬˜«[`¬ wajib menuntut ilmu. Dan barang siapa yang menghendaki ke-
nikmatan hidup di akhirat, maka ia harus menuntut ilmu. Dan
56 57
barang siapa menghendaki kebahagiaan keduanya (dunia dan apakah ilmu tersebut bermanfaat atau tidak, baik bagi sesama
akhirat), maka ia mesti menuntut ilmu”. manusia, maupun bagi Allah sendiri.

Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah. Kaum Muslimin Sidang Jum’at yang berbahagia.

Islam selain menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, Islam Prof. Dr. H. Mukti Ali, mantan Menteri Agama kita du-
juga sangat menjunjung tinggi orang-orang yang berilmu. lu, beliau pernah berkata : “Dengan ilmu, kehidupan menjadi
mudah. Dengan seni, kehidupan menjadi indah dan halus. De-
Dalam Al-Qur’an Surah Al-Mujadalah ayat 11 Allah ber- ngan agama hidup menjadi terarah dan bermakna”.
firman :
Melalui ilmulah kita mampu membaca dan menulis. De-

[½b¼[µÃx«[¼ °¨´¯[½´¯[µÃx«[ã[™ŸzÃ
ngan ilmulah kita mampu berhitung. Dengan ilmulah kita mampu
memanfaatkan sumber kekayaan alam untuk kemanfaatan ma-
nusia. Dengan ilmulah kita mampu menjelajahi alam semesta ini
djyu°¬˜«[ dan menyingkap rahasia yang terkandung di dalamnya. Pendek-
nya ilmu, termasuk teknologi di dalamnya, akan memberikan ke-
mudahan-kemudahan dalam arti yang seluas-luasnya kepada kita,
“Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman
manusia.
diantara kamu dan orang-orang yang berilmu pengetahuan itu,
beberapa derajat”.
Muslimin Rahimakumullah.
Dari ayat di atas, kite dapat mengambil kesimpulan bah-
wa, ilmu sebagai obyek dan orang yang berilmu sebagai subyek, Kalau hanya menuntut ilmu semata, apalagi kalau hanya
sama-sama dijunjung tinggi oleh Allah SWT. Bahkan, dalam hal ilmu-ilmu keduniaan, tentu saja belumlah cukup. Menuntut ilmu
ini yang menjadi sandaran utamanya adalah keberadaan ilmu itu keduniaan (umum), hendaknya diimbangi pula dengan menuntut
sendiri. Jadi ketinggian derajat seseorang ditentukan apakah ia ilmu agama, ilmu-ilmu keIslaman. Sebab agama Islam yang kita
mempunyai ilmu pengetahuan atau tidak. Sudah barang tentu anut, tidak cukup hanya diimani semata, tetapi ia harus kita ilmui,
yang dimaksud dalam ayat ini adalah ilmu yang bermanfaat bagi dalam arti kita gali dan pelajari, kita hayati dan kita amalkan,
masyarakat dan agama Allah. Tidak memandang apakah itu ilmu serta kita da’wahkan untuk mengembangkan risalah Islam ke
agama ataupun ilmu non agama, sebab semua ilmu pada haki- tengah-tengah masyarakat.
katnya adalah milik Allah, dan karenanya ia dipandang sama di
hadapan Allah SWT. Jadi, yang menjadi ukuran disini adalah
Di dalam menuntut ilmu dan menyampaikannya kepada
58
59
orang lain, diperlukan seni tersendiri. Dengan seni inilah sese- sptitual yang menekankan pada pembinaan akhlakul karimah.
orang akan tertarik, seseorang akan tergugah, seseorang akan
terpesona. Disinilah letak akan arti pentingnya seni di dalam ber-
da’wah. Ilmu tanpa seni akan menjadi kering dan gersang. Muslimin Sidang Jum’at yang Berbahagia.
Sebaliknya, seni tanpa ilmu, akan menjadi hampa. Ilmu dan seni,
akan terarah dan bermakna, manakala dikomando oleh agama. Jika penggalian ilmu pengetahuan dan pengembangan
kesenian diarahkan kepada upaya peningkatan wawasan pema-
haman keIslaman dan ditujukan semata-mata untuk mengabdi ke-
Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah. pada Allah, maka ilmu dan seni akan benar-benar bermakna dan
akan dapat mengarahkan manusia untuk mencapai ridha-Nya.
Keindahan yang sering diidentikkan dengan seni dan InsyaAllah.
budaya, tak dapat dipungkiri, memang ia merupakan sesuatu

°Äjz«[²\‘Ä„«[µ¯ã\^w½—Ç
yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Oleh karenanya jangan
heran kalau yang satu ini, banyak orang yang menggemarinya.

Muslimin Rahimakumullah.
²\³×[²[ zˆ˜«[¼ °Änz«[µ°nz«[ã[°^
Ketahuilah, sesungguhnya Allah tidak melarang seseo-
do¬ˆ«[[½¬°—¼ [½´¯[µ¿x«[×[ zrÁ «
z_ˆ«\^[½‡[½b¼ ¥o«\^[½‡[½b¼
rang yang senang dengan kesenian atau seseorang yang berke-
cimpung dalam dunia seni. Karena disamping Allah itu indah dan
menyukai keindahan, pada dasarnya kesenian itu juga merupakan
fitrah manusia yang berfungsi sebagai penyegar (rileks), pe- Á´˜ ³¼ °Ä•˜«[²Óz¤«[ÅŸ°¨«¼Á«ã[¦y\^
ngobat kesedihan, pembangkit perasaan, rasa iba, bahkan melalui
seni, dapat menumbuhkan kesadaran dan akal budi yang tinggi,
sehingga manusia cenderung berbuat baik sebagai perwujudan
°Ä¨o«[z§x«[¼a\Ã×[µ¯¹ÄŸ\°^°§\Ã[¼
dari rasa syukur ke khadirat Allah SWT.
z½ œ«[½·¹³[ ¹b¼Øb °¨´¯¼Á´¯−_¤b¼
zÀrd³Ç¼ °ny[¼ z›[]y−£¼ °Ànz«[
Oleh karenanya, marilah kita tumbuh kembangkan berba-
gai kesenian, terutama kesenian daerah melalui upaya pembinaan
nya baik formal maupun non formal, dan mari kita kemas serta
kita isi berbagai kesenian tersebut dengan nuansa Islami serta µÀ°n[z«[
pesan-pesan da’wah dan pembangunan guna meningkarkan nilai-
61
60
Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.

8 P uji syukur kita panjatkan ke khadirat Allah SWT.


yang mana atas izin-Nya jualah sehingga dapatlah
kita pada siang ini kembali melaksanakan fardhu
Jum’at di masjid yang mulia dan terhormat ini.

Muslimin Rahimakumullah.
Assalaamu’alaikum Wr. Wb.
Sebagai hamba yang beriman, kita yakin dan percaya
bahwa apapun yang telah diciptakan Allah SWT. tidaklah sia-sia.
Ŭ—¯Ø«[¼ºØˆ«[¼ µÀ°«\˜«[]yãv°o«[ Apa yang Ia ciptakan, seperti langit, bumi, air, udara, api, bina-
tang dan tumbuh-tumbuhan, semuanya pasti mempunyai manfaat
¹«[Ŭ—¼v°o¯\³vÀ~ µÀ¬~z°«[zƒ[ yang sangat besar bagi kehidupan, utamanya bagi kita manusia.

ã[×[¹«[ß²[v¸ƒ[ µÀ˜°j[¹_o‡¼
Kalau kita mencoba merenungkan, ternyata alam semesta
ini tak obahnya laksana sebuah bangunan yang megah dan indah
serta lengkap dengan berbagai fasilitas. Langit ditinggikan seba-
[v°o¯²[v¸ƒ[¼ ¹«©Ãzƒ×¶vn¼ gai atap, bumi dihamparkan sebagai lantai. Planet dan bintang-
bintang terpasang rapi di setiap bagian alam raya, berkelap kelip
[x·Å¬— °¬~¼−‡°¸¬«[ ¹«½~y¼¶v_— laksana lampu-lampu yang menyinari. Berbagai kekayaan alam
yang tersimpan di perut bumi dan di dasar lautan, sebagaimana
v°o¯ °À•˜«[ª½~z«[¼ °Ãz¨«[Á_´«[ layaknya benda-benda simpanan yang sewaktu-waktu dapat di-
pergunakan jika diperlukan. Binatang dan tumbuh-tumbuhan

µÃv«[¯½ÃÅ«[¹˜_bµ¯¼ ¹^\o‡[¼¹«[Ŭ—¼
yang menghiasi dataran bumi, bagaikan hewan piaraan dan kebun
atau taman di sekeliling bangunan, yang kesemuanya tidak saja
dapat dimanfaatkan untuk keperluan hidup sehari-hari, tetapi juga
°¨À‡¼[ ã[u\_—ÔÄŸ v˜^\¯[ akan menambah suasana keindahan dan kesejukan bagi manusia
sebagai penghuni bangunan tersebut.
²½¤c°«[{\Ÿv¤Ÿ ã[½¤c^¾\Ã[¼ Manusia sebagai salah satu makhluk penghuni alam ini,
yang diberi tugas menjadi pengelola di bumi, ia bertindak sebagai
62 63
wakil Tuhan yang diberikan kepercayaan sebagai pemilik bumi Seseorang yang memiliki keimanan kepada Allah, ia
ini, dan oleh karenanya tidaklah berlebihan jika Tuhan meng- akan berpikir dan merenung dari setiap yang ia lihat dan ia rasa-
anugerahkan segala apa yang ada di bumi ini untuk manusia. kan. Kupu-kupu misalnya, ia adalah makhluk yang tergolong
Firman Allah SWT. : sangat indah dan elok untuk dilihat. Kupu-kupu yang memiliki
sayap berbentuk simetri dengan desain seperti sehelai renda yang

\˜À°jŠy×[ÅŸ\¯°¨«¥¬r¾x«[½·
demikian teliti sehingga terlihat seolah-olah seperti dilukis de-
ngan tangan dengan perpaduan warna yang harmoni dan dipenuhi
fosfor sehingga kelihatan mengkilap, adalah bukti nyata betapa
“Dia-lah Allah, yang menjadi segala yang ada di bumi untuk tinggi karya seni yang dimiliki oleh Allah SWT. sebagai pencip-
kamu”(QS. Al-Baqarah ayat 29). tanya. Demikian juga banyaknya jenis tanaman dan pepohonan
yang tidak terhitung jumlahnya, merupakan bagian dari keindah-
an ciptaan Allah. Bunga-bunga dengan bentuk dan warna yang
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah. beraneka ragam serta mempunyai masing-masing keharuman
yang khas, yang sejak dulu hingga sekarang bahkan sampai hari
Alam yang indah merupakan dambaan ummat manusia. kiamat, keharumannya tidak pernah berubah dan tidak ada satu
Ketika kita berjalan-jalan mengelilingi alam sekitar, mungkin ti- teknologi manapun yang mampu menciptakan keharuman yang
dak sedikit keindahan-keindahan yang dapat kita lihat dan kita ra- serupa, yang dikeluarkan oleh bunga-bunga tersebut, hal ini juga
sakan. Apalagi jika kita berjalan di seputar taman atau di lokasi merupakan bukti nyata betapa sempurnanya karya seni yang di
wisata alam, maka berjuta keindahan akan dapat kita lihat dan ciptakan oleh Allah SWT. Sebagai orang yang beriman, ia tidak
kita nikmati. Dari sebatang pohon yang daunnya rindang hingga akan segan-segan untuk selalu memuja dan memuji Allah, de-
setangkai bunga yang indah dan harum. Dari seekor burung yang ngan perkataan :
bebas terbang dan hinggap dari dahan ke dahan, hingga sekum-
pulan semut yang berbaris teratur di permukaan tanah. Ketika
semua itu kita lihat dan kita renungkan, maka sebagai seorang
ã\^×[º½£× ã[ÆÔƒ\¯
yang beriman, kita akan sadar bahwa Allah-lah yang mencipta-
kan, memelihara dan mengatur semua ini, dengan segala ke- “Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuat-
lengkapan dan keindahannya. Kita sadar bahwa segala keindahan an kecuali dengan pertolongan Allah” (QS. Al-Kahfi ayat 39).
ini adalah kepunyaan Allah dan merupakan perwujudan dari
sifat-Nya Yang Maha Indah (Al-Jamaal).
Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at yang Berbahagia.

Muslimin Rahimakumullah. Menyebut kalimat puji-pujian kepada Allah SWT. akan


64 65
menimbulkan dan membangkitkan serta menumbuhkan perasaan dengan kesyukurannya ini akan mendapat ganjaran dari Allah
indah yang amat besar pengaruh dan manfaatnya bagi jiwa dan SWT. dengan kenikmatan yang abadi. Sedangkan harta kekaya-
raga manusia. Perasaan yang indah berupa pujian ini adalah suatu an di dunia ini, kenikmatannya hanya bersifat sementara, yakni
santapan yang paling lezat citarasanya bagi jiwa manusia. Jiwa hanya dapat di rasakan selama kita hidup di dunia ini saja.
manusia akan merasakan kelezatan dan kebahagiaan yang sangat
tinggi di kala munculnya perasaan indah ini. Seiring dengan beta- Berdasarkan penjelasan di atas, maka ucapan “alhamdu-
pa agungnya nilai puji-pujian terhadapAllah ini, maka dalam lillah” tentu tidak sekedar ucapan belaka, tanpa perenungan dan
sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Anas r.a, Rasulullah SAW. penghayatan yang dalam. Oleh karenanya, ucapkanlah “al-
bersabda : hamdulillah” dengan penuh pengertian dan kesadaran, dalam arti
tidak asal sebut saja.

°fÅc¯[µ¯−jyvÀ^\·zÀŸ[xo^\À³v«[²[½«
Kaum Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.
©«wµ¯−ŒŸ[ãv°o«[²\¨«ãv°o«[ª\£
Tafakkur di balik keindahan alam, tidak lain adalah da-
lam rangka menciptakan suasana bahagia dan meningkatkan rasa
“Sekiranya dunia dan seluruh harta kekayaan yang berada di
syukur ke khadirat Allah SWT.
atasnya diserahkan ke tangan seorang dari ummatku, lalu orang
itu berkata ALHAMDULILLAH. Sungguh ucapan Alhamdulillah
Said Musthafa Luthfi Al-Manfaluthi seorang penyair
itu lebih berharga dari seluruh harta kekayaan itu”.
Arab terkenal, menulis : “Carilah bahagia di hutan rimba dan
belukar, di lurah dan di bukit, di kebun dan di atas dahan, di da-
Kemudian Al-Qurthuby seorang mufasyirin terkenal menambah-
un yang hijau dan bunga yang mekar, di danau dan di sungai
kan, kata beliau : “Perasaan indah berupa sanjungan dan pujian
yang mengalir. Carilah bahagia pada sang surya yang terbit
terhadap Allah SWT. itu dapat memberikan perasaan nikmat
pagi dan terbenam petang. Carilah bahagia pada awan yang
yang melebihi nikmatnya memiliki (menggunakan) harta kekaya-
berarak, pada burung-burung yang hinggap dan terbang. Cari-
an”.
lah bahagia pada bintang-bintang yang berkelipan. Carilah ba-
hagia di kebun bunga di dekat rumahmu. Carilah bahagia di
Mungkin timbul pertanyaan, “Mengapa ucapan ALHAM-
pinggi sungai dan di puncak-puncak bukit. Carilah bahagia keti-
DULILLAH justeru nilainya lebih tinggi dari seluruh harta ke-
ka mendengarkan air yang mengalir di tengah malam, suara
kayaan yang ada di dunia ini?. Jawabnya sederhana saja, karena
angin yang bertiup sepoi-sepoi basah menyentuh dedaunan, sua-
ucapan “alhamdulillah” merupakan ucapan syukur yang akan
ra jangkrik di tengah malam nan sunyi dan nyanyian katak di
teraplikasi dalam aktivitas kehidupannya sehari-hari, sehingga ia
tengah sawah. Di dalam semua ini tersimpan bahagia yang seja-
menjadi hamba Allah yang selalu bersyukur, yang tentunya
ti, yang indah, mulia dan murni, yang dapat menghidupkan hati
66
67
yang telah mati dan mendatangkan ketenteraman yang sejati di
dalam kehidupan”.

Masukilah alam keindahan, agar terbit rasa syukur yang


mendalam. Bacalah karya sastra yang indah-indah, sehingga 9
timbul keinginan hati untuk memuji penyairnya. Bacalah buku-
buku yang berkualitas, sehingga timbul kerinduan untuk berke-
nalan dengan penulisnya. Lihatlah dan perhatikanlah alam semes-
ta dan rasakan keindahannya, niscaya akan timbul keinginan dan
kerinduan untuk mencintai penciptanya, Allah SWT. Assalaamu’alaikum Wr. Wb.
Semoga khutbah yang singkat ini, dapat menggugah akal
dan hati kita untuk senantiasa tafakkur terhadap keindahan alam
yang telah di ciptakan oleh Allah SWT. sebagai sarana untuk
¯Ø«[y[v^¹—\[µ¯v—¼ ¾x«[ãv°o«[
meningkatkan iman dan taqwa kita kepada-Nya. Amin.
v¸ƒ[¼ ¹«©Ãzƒ×¶vn¼ ã[×[¹«[ß²[v¸ƒ[
°Äjz«[²\‘Ä„«[µ¯ã\^w½—Ç °¬~¼−‡°¸¬«[ ¹«½~y¼¶v_—[v°o¯²[
°Änz«[µ°nz«[ã[°^ ¹_o‡¼ ¹«[Ŭ—¼ v°o¯\³vÀ~Ŭ—
−À¬«[Øcr[¼ Šy×[¼a[½°«[¥¬rÅŸ²[ µÃv«[¯½ÃÅ«[²\oÊ^ °¸˜_bµ¯¼
°§\¿[¼ ã[\´¬˜j ]\_«×[Å«¼×a\¿× y\¸´«[¼ Á ³¼ °¨À‡¼[ ã[u\_—\ÄŸ v˜^\¯[
¶u\_—ÅŸ °§\¿[¼\´¬ru[¼ µÀ´¯×[µ¿|ÎÔ «[µ¯ ¹b\¤b¥o ã[[½¤b[¼ ã[½¤c^
zÀrd³[¼ °ny[¼z ›[]y−£¼ µÀo«\ˆ«[ ²½°¬¯°c³[¼×[µb½°b×¼
°Ànz«[y½ œ«[½·¹³[ ¶¼z œc~[¼ µÀ°n[y«[
Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.
68 69
P ertama-tama dalam kesempatan khutbah kali ini,
izinkanlah kami mengajak kepada para jamaah se-
kalian untuk bersama-sama memperbanyak rasa
syukur kita ke khadirat Allah SWT. karena setiap saat, setiap de-
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW. menerangkan ada
lima hal yang perlu diperhatikan jika seseorang menginginkan
kehidupan yang nyaman dan tenteram. Hadits tersebut berbunyi :

Šy[¼ }\´«[v_—ǵ¨b ¯y\o°«[¥b[


tik, setiap menit dan setiap jam, limpahan rahmat dan karunia Al-
lah selalu tercurah kepada kita sekalian.

Kemudian, dalam kesempatan ini pula kami menghimbau µnǼ }\´«[Å´›[µ¨b©«ã[°Ÿ\°^


kepada para jamaah sekalian, khususnya kepada diri kami sendiri,
untuk selalu memperbaharui iman dan taqwa kepada Allah SWT.
karena hanya dengan iman dan taqwa inilah, merupakan bekal
`ob\¯}\´¬«`n[¼ \´¯Ì¯µ¨b¦y\jÅ«[
terbaik didalam mengarungi kehidupan di dunia ini, terlebih-lebih
untuk kehidupan di akhirat nanti. ©oŒ«[zg¨b×¼ \°¬¯µ¨b© ´«
`¬¤«[dÀ°b©oŒ«[ºzg§²\Ÿ
Kaum Muslimin Rahimakumullah.
“Jauhilah segala macam larangan, anda akan menjadi manusia
Dalam kehidupan ini, manusia selalu mencari kepuasan, yang paling berbakti. Berlaku ridhalah terhadap sesuatu yang di-
baik kepuasan yang bersifat lahiriah, maupun kepuasan yang karuniakan Tuhan, anda akan menjadi manusia yang paling ka-
bersifat batiniah. ya. Berbuat baiklah terhadap tetangga, anda akan menjadi seo-
rang Mu’min yang hakiki. Cintailah sesama manusia laksana
Kepuasan yang bersifat lahiriah, pada umumnya belum mencintai diri sendiri, anda akan menjadi seorang Mu’min sejati.
mampu memberikan kenyamanan dan ketenteraman yang hakiki. Janganlah banyak tertawa, sebab banyak tertawa mematikan
Tidak sedikit orang-orang yang hidupnya berkecukupan, rumah- hati” (HR. Hakim, Turmizi dan Baihaqi dari Abu Hurairah).
nya besar dan megah, banyak memiliki harta dan sejumlah uang
tunai, sehingga apa saja yang dikehendaki tidak begitu sulit ia
penuhi, namun siapa sangka, ternyata batinnya kosong, jiwanya Kaum Muslimin Jamaah Jum’at Rahimakumullah.
gelisah. Sebaliknya, banyak orang yang secara materi boleh dibi-
lang miskin dan papa, namun jiwanya tenteram dan pikirannya Marilah kita bahas satu persatu dari lima hal yang perlu
tenang. diperhatikan dalam rangka meraih kehidupan yang nyaman dan
tenteram, seperti yang disebutkan dalam hadits Rasulullah di atas.
Timbul pertanyaan, “Apa kira-kira upaya yang harus di-
lakukan, agar hidup ini selalu terasa nyaman dan tenteram?”. 71
70
1. Menjauhi Segala Macam Larangan Rasulullah SAW. bersabda :

\°¸«c^ת\¯µ¯²\¿u[¼ ¯u[µ^ײ\§½«
Seseorang yang melakukan pelanggaran, baik terhadap
peraturan perundang-undangan, norma dan adat istiadat, terlebih-
lebih melanggar ketentuan-ketentuan agama, sudah pasti jiwanya
tidak akan merasa nyaman dan tenteram. Hatinya pasti gelisah, ][zc«[×[¯u[µ^[½jÚ°¿×¼\g«\f
kendatipun mungkin pelanggaran yang ia lakukan tersebut tidak
seorangpun yang mengetahuinya. Perhatikanlah umpamanya
“Seandainya seorang anak Adam telah memiliki dua lembah har-
orang yang telah melakukan perbuatan korupsi, yang telah meru-
ta, maka dia akan mencari lembah yang ke tiganya. Dan tak akan
gikan keuangan negara jutaan bahkan miliaran rupiah, batinnya
merasa puas perutnya, melainkan dengan dimasukkan ke dalam
pasti tidak tenang, ada perasaan tidak aman dalam dirinya. Ketika
tanah” (HR. Bukhari dan Muslim).
tengan malam, kebetulan ada mobil yang tiba-tiba berhenti persis
di depan rumahnya, lantaran kehabisan bensin, ia akan cepat ba-
Tabi’at yang demikian ini dapat dikendalikan dengan si-
ngun dan segera mendekati jendela, mengintipnya, jangan-jangan
kap jiwa qana’ah, yaitu mencukupkan dan merasa puas dengan
ada polisi yang datang menangkapnya.
ni’mat yang dikaruniakan Allah kepadanya. Dengan sikap qana-
’ah dapat membuat seseorang berpola hidup sederhana dan he-
Demikian juga kegelisahan yang menimpa seseorang
mat.
yang melanggar ketentuan-ketentuan agama. Jiwanya tidak per-
nah merasa tenang. Ia selalu dihantui oleh rasa bersalah dan dosa.
Ridha terhadap karunia Ilahi, maksudnya menerima apa
Oleh karena itu, agar dapat diperoleh kehidupan yang nyaman
adanya atau menerima dengan perasaan syukur segala yang dika-
dan tenteram, maka jauhilah segala macam larangan.
runiakan Allah kepadanya dan menggunakan karunia Allah terse-
but di jalan yang diridhai-Nya. Dengan sikap ridha, kata Rasulul-
lah, dapat membuat seseorang merasa paling kaya di dunia ini,
Muslimin Rahimakumullah.
kendatipun sebenarnya dia tergolong orang miskin dalam kaca-
mata ekonomi. Kenapa demikian? Karena orang yang ridha ter-
2.Ridha Terhadap Karunia Allah.
hadap karunia Allah, dia akan selalu melihat orang lain yang hi-
dupnya mungkin lebih kurang beruntung dibandingkan dia, se-
Kebanyakan tabi’at manusia adalah selalu merasa tidak
hingga memacu dia untuk selalu bersyukur. Berbeda dengan
puas atau tidak cukup atas segala ni’mat yang dikaruniakan Allah
orang yang tama’ dan serakah, harta benda yang ia miliki justeru
terhadapnya. Kalau menurutkan hawa nafsu, memang tidak akan
tidak pernah membuat ia puas. Dia senantiasa merasa kurang, dia
habis-habisnya. Sudah punya satu, kepingin dua. Sudah punya
akan merasa miskin, kalau ada orang lain lebih kaya dari dia. Ga-
dua, malah mau tiga, dan seterusnya.
ya hidupnya senantiasa bercermin kepada orang lain yang lebih
72
73
\·Æ\¯zg§\Ÿ »£z¯ds_[w[ yw\^[\¿
tinggi dari dia, sehingga tidak akan ada kesudahannya, bak kata
pepatah, “Di atas langit ada langit”. Orang yang tama’ dan sera-
kah, walaupun pada lahiriahnya seperti orang yang berkecukupan
dan sepintas kelihatan nyaman dan tenteram, namun ternyata da- ©³[zÀjv·\˜b¼
lam hatinya tidak ada ketenangan. Hampir seluruh hidupnya sela-
lu dipusingkan oleh berbagai problem sebagai akibat dari keti-
“Hai Abu Dzar, apabila anda memasak sayur, maka perbanyak-
dakpuasan nafsunya terhadap apa yang telah didapatkannya.
lah kuahnya dan bertengggangrasalah kepada tetangga anda”
(HR. Muslim dari Abu Dzar).
Muslimin Rahimakumullah.

3. Berbuat Baik Kepada Tetangga. ¹¤Î[½^¶y\jµ¯È¿×µ¯»´k«[−rv¿×


Mungkin kita pernah mengalami dan dapat merasakan,
bahwa ternyata tetangga yang baik kadang-kadang kebaikannya “Tidak masuk ke dalam Sorga orang yang tetangganya tidak me-
melebihi dari keluarga. Yang jelas, bagaimanapun juga, Tetangga rasa aman dari kejahatannya”(HR. Muslim).
dekat lebih baik daripada keluarga yang jauh. Karena tetangga
yang dekat inilah yang lebih duluan tahu dan lebih duluan dapat Seseorang yang senantiasa berbuat baik terhadap tetang-
menolong kita manakala suatu ketika kita ditimpa musibah. Oleh ganya dengan suka mengulurkan pertolongan, berlaku tenggang
karena itu, berbuat baik terhadap tetangga adalah suatu keharus- rasa dan bersifat terbuka, maka orang ini tentu akan disenangi
an, dan ini merupakan ajaran Islam yang tergolong utama. oleh jiran sekitarnya. Seseorang yang selalu disenangi oleh orang
lain, kehadirannya sangat didambakan dan diperluan, ketiadaan-
Sehubungan dengan hidup bertetangga ini, dalam bebe- nya merupakan kesedihan bagi warga sekitarnya, atau orang-
rapa hadits, Rasulullah SAW. bersabda : orang merasa kehilangan akan dia. Oleh karena itu, wajar jika
Rasulullah SAW. menyatakan bahwa orang yang selalu berbuat
baik kepada tetangganya ia berhak memperoleh gelar orang Mu’-
min yang hakiki (yang sebenar-benarnya).
¶y\jwÌ¿ØŸzr×[¯½À«[¼ ã\^µ¯Ì¿²\§µ¯
Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jum’at Rahimakumullah.
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah
ia menyakiti hati tetangganya” (HR. Bukhari).
4. Mencintai Sesama Manusia
74
75
Islam adalah agama yang menjunjung tinggi cinta dan Apabila rasa cinta dan kasih sayang seseorang kepada se-
kasih sayang. Kehadirannya di permukaan bumi ini, tidak lain sama manusia, terutama kepada sesama Muslim, sudah demikian
adalah dalam rangka menciptakan suatu masyarakat yang ruhama mendalam dan teraplikasi dalam tindakan kehidupan nyata, maka
(saling kasih mengasihi dan saling cinta mencintai). menurut Rasulullah, ia sudah mencapai predikat Muslim yang
sejati. Pada hadits lain Rasulullah mempertegas :
Agama Islam menganggap bahwa setiap Muslim itu ber-

¹ÀrÙ`o¿Åcn °§vnǵ¯Ì¿×
saudara.

º½r[²½´¯Ì°«[\°³[ ¹ ´«`o¿\¯
“Sesungguhnya orang mu’min itu bersaudara” (QS. Al-Hujurat “Tidaklah beriman seseorang diantara kalian sebelum dia men-
ayat 10). cintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri”
(HR. Bukhari dan Muslim).

Ayat ini menegaskan bahwa wajib hukumnya bagi orang


Islam untuk menjalin persaudaraan dengan sesama Muslim. ã™´¯¼ ãÅ—Ǽ ãœ^Ǽ ã`nǵ¯
Apabila diantara mereka ada yang bertengkar, hendaknya yang
lain mendamaikannya. Jangan malah memperkeruh keadaan, de-
ngan memihak salah satu diantara mereka, atau membuat tin-
²\°¿Û[−°¨c~[v¤Ÿ
dakan provokasi.
“Barangsiapa yang saling mencintai karena Allah, membenci ka-
Setiap Muslim itu bersaudara. Maka Rasulullah menga- rena Allah, memberi karena Allah dan menahan pemberian juga
jarkan perlunya menjadikan kasih sayang sebagai jiwa yang hi- karena Allah, maka sungguh telah sempurna imannya” (HR. Abu
dup dalam kalbu ummat Islam. Ditegaskan oleh Rasulullah SAW. Dawud dan At-Turmidzi).
bahwa antara orang Islam yang satu dengan yang lainnya, ibarat
satu tubuh. Jika bagian tubuh tertentu sakit, maka bagian lainnya
pun ikut merasakan sakitnya. Diibaratkan pula oleh Rasulullah, Ma’asyiral Muslimin Sidang jum’at Yang Berbahagia.
bahwa jalinan cinta dan kasih sayang antara sesama Muslim itu
laksana sebuah bangunan yang kokoh kuat, yang di dalamnya 5. Jangan Banyak Tertawa.
terjalin persatuan dan kesatuan yang tak mudah diruntuhkan
dengan cara dan upaya apapun juga. Tertawa itu ada dua macam. Pertama, tertawa yang men-
76 datangkan manfaat, yaitu tertawa yang ditujukan untuk
77
½rØŸ \o«\‡−°—¼zr×[¯½À«[¼ ã\^µ¯[µ¯
menyenangkan orang lain dan atau untuk mengurangi perasaan
tertekan, mengurangi ketegangan karena dihadapkan dengan
berbagai masalah, dan sebagainya. Kedua, tertawa yang tidak
bermanfaat, bahkan dapat mendatangkan kerugian atau membuat °§\¿[¼ ã[\´¬˜j ²½³|o¿ °·×¼ °¸À¬—
orang merasa dihinakan/diejek karenanya. Tertawa yang kedua
inilah yang dilarang oleh agama. ¶u\_—ÅŸ °§\¿[¼\´¬ru[¼ µÀ´¯×[µ¿|ÎÔ «[µ¯
Dalam hubungan ini, seorang ahli hikmat purbakala yang
namanya diabadikan dalam Al-Qur’an, Lukmanul Hakim, pernah [zÀrd³[¼ °ny[¼z ›[]y−£¼ µÀo«\ˆ«[
°Ànz«[y½ œ«[½·¹³[ ¶¼z œc~[¼ µÀ°n[y
berwasiat kepada anak-anaknya :
“Wahai anakku! Janganlah banyak tertawa yang tidak karuan.
Janganlah melangkah dengan tidak ada tujuan. Janganlah mena-
nyakan sesuatu yang tidak ada faedahnya. Jangan bersikap pelit
terhadap harta sendiri dan berlaku royal terhadap harta orang
lain”.

Kaum Muslimin Rahimakumullah.

Apabila kelima hal yang telah kami uraikan tersebut,


dapat kita jadikan pegangan dalam mengarungi kehidupan ini,
maka insyaAllah hidup kita akan menjadi nyaman dan tenteram.
Ingatlah, bahwa kenyamanan dan ketenteraman itu bukan hanya
terletak pada kekayaan yang melimpah ruah, bukan pula kepada
kedudukan dan jabatan yang tinggi dan terhormat, tetapi terletak
pada hati dan pikiran yang tenang.

°Äjz«[²\‘Ä„«[µ¯ã\^w½—Ç
°Änz«[µ°nz«[ã[°^
78 79
×[ µb½°b×¼ ¹b\¤b¥o ã[[½¤b[¼
²½°¬¯ °c³[¼

10 Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.

Assalaamu’alaikum Wr. Wb.


D engan memanjatkan puji dan syukur ke khadirat
Allah SWT. dapatlah kita pada hari ini menunai-
kan titah perintah Allah SWT, melaksanakan
ibadah Jum’at di masjid yang mulia ini.

¶z œc³¼ ¹´Ä˜c³¼ ¶v°o³ ãv°o«[ Kaum Muslimin Rahimakumullah.

a\ÏÀ~µ¯¼ \´ ³[y¼zƒµ¯ã\^w½˜³¼ Kehidupan rumah tangga yang nyaman dan terteram me-
rupakan dambaan setiap keluarga. Namun untuk meraihnya bu-
−¬ŒÃµ¯¼ ¹«−Œ¯ØŸã[Åv¸Ãµ¯ \´«\°—[ kanlah persoalan yang gampang, tetapi memerlukan jurus-jurus
jitu yang hraus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan ikhlas
²[v¸ƒ[¼ ã[×[¹«[ß²[v¸ƒ[ ¹«Áu\·ØŸ oleh individu-individu keluarga.

Ŭ— °¬~¼−‡°¸¬«[ ¹«½~y¼¶v_—[v°o¯ Secara ideal keluarga memang diharapkan dapat menjadi
tempat perlindungan lahir dan batin bagi setiap anggotanya, di-
mana mereka merasa aman, nyaman, tenteram, damai dan sejah-
°¸˜_bµ¯¼ ¹_o‡¼¹«[Ŭ—¼ v°o¯\³vÀ~ tera penuh kasih sayang. Namun, apakah setiap orang dapat me-
rasakan yang sedemikian ini? Entahlah, yang jelas kegagalan da-
v˜^\¯[ »¯\Ĥ«[¯½ÃÅ«[²\oÊ^ lam menumbuhkan afeksi di tengah-tengah keluarga, nampak-
nya semakin terasa. Hal ini dikarenakan adanya beberapa faktor,
ã[½¤c^Á ³¼ °¨À‡¼[ ã[u\_—\ÄŸ antara lain karena terlalu sibuknya orangtua dalam pekerjaan se-
hari-hari, sehingga anak-anaknya kurang diperhatikan. Untuk
mengatasi masalah ini, ada sebagian keluarga menyediakan
80 81
/berbagai alat sarana hiburan keluarga di rumah, seperti penyedi- Hadirin
aan Radio, Tape Recorder, TV, VCD, Komputer, berbagai alat
permainan dan sebagainya, dengan harapan agar anak-anak betah Rumah dan lingkungan yang bersih dan sehat akan men-
tinggal di rumah. Tetapi kenyataannya tetap saja tidak mampu ciptakan suasana segar dan riang bagi penghuninya. Rumah dan
menciptakan kenyamanan dan ketenteraman rumah tangga, ka- pekarangan yang tertata rapi, bersih dan indah dapat menyegar-
rena alat-alat mekanik dan elektronik ini kering akan sentuhan- kan rohani penghuninya. Mata kita yang sehari-harinya selalu
sentuhan psikologis, sehingga tidak akan banyak membantu menyaksikan lingkungan yang bersih, hidung kita selalu meng-
dalam upaya memperkokoh ikatan keluarga. hirup udara yang bersih dan segar, kondisi ini selain menambah
keindahan dan kesejukan, juga sangat membantu bagi pemeliha-
raan kesehatan.
Kaum Muslimin Yang Berbahagia.
Dengan badan yang sehat, pikiran yang tenang dan roha-
Dalam menciptakan kehidupan keluarga yang nyaman ni yang segar, tentu sangat berpengaruh bagi kenyamanan dan ke-
dan tenteram, paling tidak ada empat hal yang perlu diperhatikan, tenteraman kehidupan keluarga. Karena susana hati yang senang
yaitu : dan badan yang sehat, dapat menjadikan anggota keluarga memi-
liki semangat hidup yang baik dan pikiran yang jernih.
1. Merawat Cinta Kasih

Cinta kasih dalam keluarga merupakan tali pengikat yang 3. Menjaga Hubungan Kekerabatan
sangat kuat dalam mengakrabkan hubungan sesama anggota ke-
luarga. Ia tidak akan dapat diwujudkan hanya dengan memenuhi Dalam masyarakat Islam, kekerabatan mempunyai kore-
kebutuhan material atau duniawi semata, tanpa adanya komuni- lasi dengan keluarga. Hubungan kekerabatan sangat menentukan
kasi yang memadai. Perasaan cinta kasih hanya akan terwujud, terhadap kelestarian sebuah keluarga. Oleh karenanya, maka hu-
jika seluruh anggota keluarga dapat menjalin komunikasi yang bungan kekerabatan hendaknya selalu dijaga dan dipelihara de-
baik dan harmonis secara kontinue dan konsisten. ngan cara menjalin hubungan yang baik, bantu membantu, baik
dalam bentuk material maupun moril. Firman Allah SWT. :
Hubungan keluarga yang akrab dan intim serta sarat de-

Ó½bÌ¿²Ç»˜«[¼°¨´¯−Œ «[[½«¼Ç−bȿ׼
ngan afeksi yang mendalam, dapat menciptakan suasana saling
percaya mempercayai, menumbuhkan kebersamaan dan semangat
kerja serta dapat mengembangkan kepribadian.
Å^z¤«Å«¼Ç
2. Menjaga Kebersihan dan Kesehatan
83
82
µÀ^z£Ù[©bzÀ„—yx³Ç¼
“Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan
kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak)
akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya)”(QS. An-
Nuur ayat 22).
“Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terde-
kat” (QS. Asy-Syu’araa ayat 214).
Muslimin Rahimakumullah.

Boleh jadi, mungkin sebuah keluarga tidak memerlukan 4. Memelihara Kerukunan dalam Bertetangga
uluran tangan (bantuan) secara material dari kerabatnya, namun
bagaimanapun juga ia tetap memerlukan bantuan moril, terutama Tetangga adalah orang-orang yang tinggal bersebelahan
dalam hal menyelesaikan berbagai masalah dan problema. Misal- atau berdekatan dengan rumah kita. Islam sangat menganjurkan
nya, bila terjadi ketegangan antara suami isteri sehingga keutuhan kepada pemeluknya agar senantiasa memelihara hubungan baik
keluarga terancam, maka pihak pertama yang harus turun tangan dengan para tetangga, karena bagaimanapun juga, tetangga ada-
adalah keluarga dekat masing-masing pihak. Hal ini sesuai de- lah orang yang paling dekat dengan kita yang setiap saat siap
ngan anjuran Allah SWT. : siaga memberikan pertolongan manakala kita memerlukan.

µ¯\°¨n[½g˜^\Ÿ\°¸´À^¢\¤ƒ°c r²É¼ Menurut ajaran Islam, memelihara kerukunan bertetang-


ga merupakan satu mata rantai dari perbuatan kebajikan, bahkan

\¸¬·Çµ¯\°¨n¼¹¬·Ç
disejajarkan dengan berbakti kepada Tuhan, berbuat baik kepada
orangtua dan menyantuni anak-anak yatim dan fakir miskin. Fir-
man Allah SWT. :
“Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara kedua-
nya, kirimkanlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seo-
rang hakam dari keluarga perempuan” (QS. An-Nisa ayat 35).
µ¿v«[½«\^¼ \ÏÀƒ¹^[½§z„b×¼ ã[[¼v_—[¼
Peran kekerabatan dalam keluarga tidak hanya sebatas µÀ§\°«[¼ Å°cÀ«[¼ Å^z¤«[Âx^¼ \³\n[
memberi bantuan materi dan menyelesaikan masalah keluarga,
tetapi juga memberi bimbingan keagamaan agar didapat keni’- `´k«[y\k«[¼ Å^z¤«[¾wy\k«[¼
matan hidup berkeluarga yang diridhai Allah SWT. Firman Allah
SWT. : d¨¬¯\¯¼ −À_«[µ^[¼ `´k«\^`n\ˆ«[¼
84 85
[y½sŸ×\cs¯²\§µ¯`o¿×ã[²É °¨³\°¿[ °Äjz«[²\‘Ä„«[µ¯ã\^w½—Ç
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya °Änz«[µ°nz«[ã[°^
dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-
bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, te- ã[µ¯−_o^×É [½ ¤f\°´¿[ »«x«[°¸À¬—d^z‹
tangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu
sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri”
}\´«[µ¯−_n¼
(QS. An-Nisa ayat 36).
µÀ´¯×[µ¿|ÎÔ «[µ¯ °§\¿[¼ ã[\´¬˜j
Kaum Muslimin Sidang Jum’at yang berbahagia. µÀo«\ˆ«[¶u\_—ÅŸ °§\¿[¼\´¬ru[¼
Menjalin hubungan yang baik dengan tetangga, sesung- µÀ°n[y[zÀrd³[¼ °ny[¼z ›[]y−£¼
guhnya mempunyai arti yang sangat penting. Sebab, bagaimana-
pun bahagianya sebuah rumah tangga, jika berada di lingkungan
jiran tetangga yang sulit diajak kompromi, jiran tetangga yang su-
°Ànz«[y½ œ«[½·¹³[ ¶¼z œc~[¼
sah dijalin kebersamaan, apalagi jika berada di lingkungan yang
bejat akhlak moralnya, maka kebahagiaan rumah tangga akan
menjadi terganggu, ibarat sebuah taman bunga yang dikelilingi
oleh rawa-rawa yang penuh bangkai-bangkai berbau busuk. Seba-
liknya, suatu rumah tangga yang walaupun dalam keadaan serba
kekurangan, namun berada di lingkungan jiran tetangga yang ber-
budi tinggi, penyantun dan ramah tamah, maka kehidupan rumah
tangga akan terasa nyaman dan menyenangkan.

Semoga dengan merawat cinta kasih dalam keluarga,


menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, menjaga hu-
bungan kekerabatan dan memelihara kerukunan bertetangga, da-
pat menciptakan kenyamanan dalam kehidupan keluarga serta
memperoleh keberkahan dari Allah SWT. Amin.
86 87
Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.

A
lhamdulillah, kembali kita panjatkan puji dan
syukur ke khadirat Allah SWT. yang mana de-
ngan izin-Nya jualah, sehingga dapatlah pada
11 Jum’at ini kembali kita bersama-sama menunaikan fardhu Jum’at
di masjid yang mulia ini.

Kemudian, marilah dalam kesempatan ini pula, kita


bersama-sama untuk senantiasa memperbaharui kondisi iman dan
taqwa kita kepada Allah SWT. karena hanya dengan iman dan
Assalaamu’alaikum Wr. Wb. taqwa inilah, sebagai benteng utama kita, sekaligus penyelamat,
di dalam mengarungi bahtera hidup dan kehidupan kita di dunia
ini dan sebagai bekal kehidupan kita di akhirat nanti.
µÀ¤c°¬«»_£\˜«[¼ µÀ°«\˜«[]yãv°o«[
v¸ƒ[¼ ¹«©Ãzƒ×¶vn¼ ã[×[¹«[ß²[v¸ƒ[
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.

Agama Islam senantiasa mengajarkan kepada pemeluk-


°¸¬«[ ¶v˜^Å_³× ¹«½~y¼¶v_—[v°o¯²[ nya, bahwa kehidupan seorang muslim hendaknya berada dian-
tara dua sikap, yakni, syukur ketika mendapat ni’mat dan sabar
ª½~z«[¼ °Ãz¨«[Á_´«[[x·Å¬—°¬~¼−‡ ketika ditimpa berbagai musibah.

¹˜_bµ¯¼¹^\o‡[¼¹«[Ŭ—¼v°o¯ °À•˜«[ Tidak bisa kita pungkiri bahwa, selama sekian tahun kita
bangsa Indonesia merdeka, selama itu pula tidak sedikit kema-
juan-kemajuan yang telah kita capai, baik dalam skala nasional,
°¨À‡¼[ã[u\_—ÔÄŸ v˜^\¯[ µÃv«[¯½ÃÅ«[ regional, bahkan dalam lingkup kehidupan kita pribadi, mungkin
kita dapat mengukur dan merasakannya sendiri, kendati memang
²½¤c°«[{\Ÿv¤Ÿ ã[½¤c^¾\Ã[¼ pada beberapa tahun terakhir ini, kondisi bangsa kita dalam
keadaan yang memprihatinkan. Namun demikian, kita tentunya
tidak boleh pasrah begitu saja dengan keadaan, tetapi terus
berusaha, sedikit demi sedikit, setapak demi setapak, selangkah
88 demi selangkah, memperbaiki dan membenahi kehidupan kita
89
dan kehidupan bangsa kita. telah menimbulkan ekses-ekses yang tidak kita inginkan, dimana
korupsi, kolusi, penyalahgunaan wewenang, keserakahan dan
Sebagai seorang muslim, hanya ada dua kata kunci untuk berbagai tindakan yang menyulut konflik sosial terjadi di mana-
menyikapi berbagai kondisi, yakni syukur dan sabar. Sebab me- mana. Hukum yang seharusnya melindungi yang lemah, berbalik
nurut Rasulullah SAW, bahwa “Apa saja yang sedang menimpa menjadi alat untuk menindas. Agama yang sepatutnya dijadikan
umat Islam, semuanya itu pasti mendatangkan kebaikan”. Hal ini pengendali hawa nafsu, berubah menjadi alat legitimasi. Pen-
tentunya, jika kita pandai mengambil hikmah dari berbagai didikan yang hakikatnya dimaksudkan untuk membuat orang le-
kejadian tersebut. bih bijak, malah menjadikan orang lebih picik dan licik.

Dengan selalu bersyukur kepada Allah, segala keber- Diantara kita yang dikaruniai harta kekayaan, kita sering
hasilan, tidak akan membuat seorang muslim menjadi sombong, terlena dengan kekayaan itu, tanpa pernah merasa puas. Kita
arogan atau aji mumpung. Dengan bersabar, maka segala gon- gunakan kekayaan yang ada untuk memburu kekayaan yang lebih
cangan kehidupan yang menimpa seorang muslim, apapun ben- banyak. Kita selalu merasa kurang, dan itu tidak akan pernah
tuknya, tidak akan membuatnya putus asa, frustasi atau mela- berkurang jika tidak terlintas sedikitpun di benak kita, rasa ber-
kukan tindakan sembrono. syukur. Ketahuilah, tanpa bersyukur, kedudukan, jabatan dan ke-
kayaan tidak akan mendatangkan kebahagiaan dan kenyamanan.
Ingatlah peringatan Allah SWT. yang tertulis di dalam Al-Qur’an
Kaum Muslimin Rahimakumullah. pada Surat Ibrahim ayat 7 :

µÏ«¼ °¨³v¿{×°bz¨ƒµÏ« °¨^y²w\bw[¼


Apa yang kita lihat dan saksikan belakangan ini, nam-
paknya ada kecenderungan, dimana orang-orang sudah mulai
melupakan dua kata kunci ini, syukur dan sabar, sehingga boleh
jadi, keberhasilan pembangunan yang pernah kita raih, telah v¿v„«Á^[x—²[ °b{ §
menyebabkan sebagian diantara kita yang lupa daratan. Mungkin
ada diantara kita, yang begitu dianugerahi suatu jabatan dan ke-
dudukan, malah justeru menyakiti orang-orang yang telah mem-
“Dan ingatlah, tatkala Tuhanmu memperingatkan : Sesungguh-
berikan anugerah tersebut. Kita lupa, bahwa kekuasaan adalah
nya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah ni’mat
amanah rakyat yang seyogyanya untuk mengayomi rakyat, untuk
tersebut kepadamu. Namun jika kamu tidak bersyukur atau
membela yang lemah, bukan justeru untuk menindas mereka.
mengingkarinya, maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih”.
Kita lupa bahwa, mensyukuri kekuasaan adalah menjalankan
kekuasaan itu sendiri di jalan yang diridhai-Nya.
Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.
Mungkin karena hilangnya rasa syukur, pembangunan
91
90
Sikap kedua yang seharusnya ada di dalam diri seorang Andai kita boleh memilih, pasti kita akan memilih yang enak-
muslim adalah sikap sabar. Kita tidak bisa membayangkan, apa enak saja. Tetapi kenyatannya kita sering dibuat bingung tidak
yang terjadi jika sabar tidak lagi menjadi sikap hidup, sehingga berdaya. Ketika kita menginginkan yang manis, ternyata pahit
berbagai kegagalan dalam hidup ini, membuat kita frustasi. yang kita dapatkan. Ketika kita tinggal di desa, kita pusing,
Makin meningkat harapan kita, makin sering pula harapan itu tak karena udara terlalu dingin dan keadaan terlalu sunyi. Namun
terpenuhi, maka semakin resah dan semakin gelisahlah kita. tatkala kita pindah ke perkotaan, kita malah tidak tenang, karena
Hasil-hasil pembangunan yang semestinya dapat dini’mati oleh terlalu ramai dan udara terlalu pengab berpolusi. Begitulah, hidup
setiap orang, justeru hanya orang-orang tertentu yang dapat ini seolah-olah serba salah dan tidak ada ketenangan. Di sinilah
meni’matinya. Sumber daya yang kita miliki belum sanggup letak arti pentingnya sikap syukur dan sabar sebagai benteng kita
bersaing dengan pasaran global. Sistem ekonomi kita ber- di dalam mengarungi hidup dan kehidupan ini.
ulangkali digoncangkan oleh berbagai faktor yang tidak dapat
kita perkirakan. Sistem sosial kita belum berhasil sepenuhnya
memberikan peluang bagi mobilitas sosial yang kita inginkan. Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.
Kemudian, kita sangat sedih melihat dan menyaksikan terjadinya
perpecahan dan bentrokan diberbagai tempat dan di beberapa Kalau kita perhatikan Al-Qur’an, ternyata di dalamnya
daerah, mulai dari masalah sepele sampai issu sara’ yang dibesar- terkandung perhatian yang begitu besar terhadap nilai-nilai ke-
besarkan. Kita lihat di kota-kota besar, ada tawuran antar pelajar, syukuran dan kesabaran, karena memang syukur dan sabar me-
rebutan lahan antar preman, bentrokan antar kampung dan antar rupakan kebutuhan mendesak yang harus segera kita penuhi jika
warga, permusuhan antar suku dan agama, dan sebagainya. kita ingin memperoleh kehidupan yang nyaman, bahagia dan
Belum lagi berbagai bencana dan musibah yang menimpa sejahtera. Dalam Nahjul Balaghah disebutkan, “Bersyukur dan
sebagian warga kita, maka tanpa sikap sabar, kita tentu akan bersabarlah kalian, karena sesungguhnya cepat atau lambat,
menjadi sinis, mental kita akan menjadi jatuh, runtuh, hancur kalian pasti akan memperoleh keberuntungan darinya”.
berkeping.
Dengan sikap syukur dan sabar kehidupan kita insya-
Allah akan menjadi balans (seimbang), sehingga apapun yang
Muslimin Rahimakumullah. terjadi, bagaimanapun kondisi yang ada di sekeliling kita, kita
akan tetap tegar dan selalu istiqamah di dalam mengaruhi hidup
Hidup ini memang penuh misteri, sarat dengan keti- dan kehidupan ini.
dakpastian dan banyak liku-likunya. Kemaren musim hujan, se-
karang musim panas. Siang tadi terasa panas menyengat, tiba-tiba Syukur dan sabar, merupakan dua hal yang saling ber-
sore hari berubah menjadi hujan, dingin kedinginan. Demikianlah kaitan dan saling melengkapi. Manakala seseorang mampu
seterusnya, bak sebuah roda yang berputar tak pernah henti. bersyukur, ada kemungkinan ia juga mampu bersabar. Ketika
92 seseorang dapat bersabar, tentu ia akan dapat bersyukur. Sebab,
93
seseorang yang pandai bersyukur, betapapun kecilnya nikmat Kemudian sabda Rasulullah SAW :
yang dianugerahkan Allah kepadanya, ia akan tetap bersyukur,

²\°¿×[¡ˆ³z_ˆ«[
dan betapapun besarnya cobaan yang menimpa dirinya, ia akan
tetap bersabar. Syukur dan sabar, ia jadikan sebagai sarana untuk
selalu mengingat Allah. Dan ketahuilah dengan selalu mengingat
Allah, hati kita akan menjadi tenteram. “Kesabaran adalah sebagian daripada keimanan”.

ã[z§x^°¸^½¬£µÏ°b¼[½´¯Óµ¿x«[ Akhirnya, marilah kita tingkatkan sikap syukur dan sabar


ke dalam diri kita masing-masing. Sehingga apapun bentuk

]½¬¤«[µÏ°bã[z§x^×[
karunia atau cobaan yang kita terima, kita selalu bersikap
qana’ah, atau menerima apa adanya, lapang dada, yang
dengannya kemudian dapat kita jadikan sebagai titik acuan untuk
“Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi melihat sesamanya.
tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan
mengingat Allah, hati akan menjadi tenteram” (QS. Ar-Ra’du Semoga Allah selalu menetapkan rasa syukur yang dalam
ayat 28). dan rasa sabar yang tinggi kepada kita masing-masing. Amin-
amin ya rabbal ‘alamin.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.


°Äjz«[²\‘Ä„«[µ¯ã\^w½—Ç
°Änz«[µ°nz«[ã[°^
Bersyukur dan bersabar merupakan barometer dan
parameter dari keimanan kita.

Allah SWT. berfirman : ²¼z ¨b׼ū[¼z¨ƒ[¼ °§z§wÇÁ³¼z§w\Ÿ


°Ä•˜«[²Óz¤«[ÅŸ°¨«¼Á«ã[¦y\^
²¼v_˜b¶\¿[°c´§²Éã[¼z¨ƒ[¼ a\Ãß[µ¯¹ÄŸ\°^°§\Ã[¼Á´˜ ³¼
“Dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu benar-benar hanya
°¨´¯¼Á´¯−_¤b¼ °Ä¨o«[z§x«[¼
menyembah (beriman) kepada-Nya”.
94 95
°Ä¬˜«[™Ä°«[½·¹³[¹b¼Øb 12
¾v«[½«¼ °¨«¼Á«ã[z œc~[¼
µÄ°¬°«[zÎ\«¼ °¨Ãv«[½«¼
{½Ÿ\ÀŸ ¶¼z œc~\Ÿ a\°¬°«[¼ Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

µÀ_Î\c«[º\k³\ü µÃz œc°«[ µÀ¤c°¬«»_£\˜«[¼ µÀ°«\˜«[]yãv°o«[


v¸ƒ[¼ ¹«©Ãzƒ×¶vn¼ ã[×[¹«[ß²[v¸ƒ[
¶v˜^Å_³×¹«½~y¼¶v_—[v°o¯²[
°Ãz¨«[Á_´«[[x·Å¬—°¬~¼−‡°¸¬«[
¹^\o‡[¼¹«[Ŭ—¼v°o¯ °À•˜«[ª½~z«[¼
ã[u\_—ÔÄŸ v˜^\¯[ µÃv«[¯½ÃÅ«[¹˜_bµ¯¼
²½¤c°«[{\Ÿv¤Ÿ ã[½¤c^¾\Ã[¼ °¨À‡¼[

Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at yang dirahmati Allah SWT.

A
lhamdulillah, kembali kita memanjatkan puji
dan syukur ke khadirat Allah SWT. yang mana
atas kudrat dan iradat-Nya jualah, sehingga
96
97
dapatlah pada siang ini kembali kita bersama-sama menunaikan melaksanakan segala aktivitas sehari-hari, dengan satu sandaran
perintah-Nya, melaksanakan fardhu Jum’at, di masjid yang mulia yang kokoh, bahwa aktivitas yang kita laksanakan itu semata-
dan terhormat ini. mata hanya karena Allah SWT.“Lillaahi ta’ala”, dengan maksud
dan tujuan semata-mata hanya ingin meraih Ridha Allah SWT.

Muslimin Rahimakumullah. Dengan demikian, sebagai konsekuensi dari konsep ini,


pada gilirannya akan mencetak karakter agung, jujur, suci dan
Sebagai seorang Muslim, kita tentunya yakin dengan teguh memegang amanah. Dengan adanya tauhid dalam Islam
kepercayaan yang bulat, kokoh dan kuat, bahwa agama Islam merupakan kekuatan yang besar, yang mampu mengatur secara
yang kita anut ini, merupakan agama yang monotheisme, yang tertib seluruh manusia yang ada di permukaan bumi ini.
mengajarkan bahwa Tuhan itu Esa, Tuhan itu satu, Tuhan itu
Tunggal, tidak berbilang. Tidak dua, tidak tiga, tidak empat dan Memang tak dapat diragukan lagi bahwa dengan tauhid
seterusnya. yang dalam terhadap Allah SWT. akan dapat mengikhlaskan
seluruh aktivitas hidup dan kehidupan setiap Muslim.
Allah SWT. berfirman :

vn[ã[½·−£ Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Sebagai ilustrasi dalam pembahasan tauhid ini, kami


“Katakanlah, Dia Allah itu esa (satu)”(QS.Al-Ikhlas ayat 1).
ingin mengemukakan sebuah cuplikan sejarah di zaman khalifah
Umar bin Khathab r.a.
¯½Ä¤«[Áo«[½·×[¹«[ßã[
Muslimin yang berbahagia.
“Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia, yang hidup kekal lagi
senantiasa berdiri sendiri”(QS. Ali ‘Imran ayat 2). Suatu ketika, khalifah Umar bin Khathab r.a bertemu
dengan seorang anak gembala yang sedang menghalau seka-
wanan kambing di padang rumput. Kepada anak gembala ter-
Muslimin yang berbahagia. sebut Umar menanyakan, siapa pemilik kambing-kambing yang
ia gembalakan tersebut. Sang anak menjawab dengan jujur bahwa
Dokrin tauhid yang kita pelajari, kita hayati dan kita kambing-kambing tersebut adalah milik majikannya. Kemudian
amalkan selama ini tentunya diharapkan dapat memberikan dam- Umar mencoba menawarkan jasa untuk membeli kambing
pak yang positif bagi kehidupan kita, terutama di dalam tersebut barang satu ekor. “Sudilah wahai anak muda kamu
98 99
menjualnya untuk saya, barang satu ekor”, kata Umar. Sang aktivitas saya. Akan tetapi?, sang anak berpikir, bagaimana
anak menjawab, “Maaf, saya tidak bisa melakukannya, kecuali mungkin saya dapat menipu Allah. Bukankah Allah itu Maha
jika tuan berhubungan langsung dengan majikan saya, si pemilik Melihat yang tentunya tahu apa yang saya lakukan”.
kambing-kambing ini. Umar terus membujuknya, “Kan tidak
apa-apa, cuma satu ekor koq. Lagi pula, majikanmu tidak akan
mengetahuinya. Bilang saja nanti, kambing tersebut telah dima- Maasyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.
kan srigala”.
Terhadap kejadian ini, maka tidak heran jika Umar bin
Mendengar bujukan Umar ini, sang anak terdiam dan ia Khathab r.a ketika itu sempat mencucurkan air mata, lantaran
nampak berpikir. Dia berpikir bukan mau menjual kambing ter- terharu menyaksikan teguhnya keimanan sang anak gembala.
sebut, atau menggunakan kesempatan di dalam kesempitan. Te- Lantaran itu, pada kesempatan lain beliau temui anak tersebut
tapi ia berpikir dan bingung terhadap sikap Umar yang menu- dan mengajak untuk menemui sang majikan untuk memerdeka-
rutnya tidak pantas diucapkan oleh orang yang beriman. Akhir- kannya dari perbudakan, sehingga terbebaslah sang anak ini dari
nya sang anakpun balik bertanya kepada Umar, “Kalau begitu”, belenggu perbudakan. Kata Umar, “Kalimat FA-AINA ALLAH
katanya : “Fa-aina Allah?”, di mana Allah berada? inilah yang memerdekakan kamu di dunia ini. Dan semoga
dengan kalimat ini pula akan memerdekakan (memberikan kea-
manan dari siksa api neraka) bagi kamu di akhirat kelak”.
Muslimin Rahimakumullah.

Bagi Umar bin Khathab r.a pertanyaan yang demikian Hadirin.


ini, kendatipun datangnya dari seorang bocah, seorang budak ke-
cil. Walaupun pertanyaannya sangat pendek, sederhana dan po- Demikianlah contoh pengaruh atau dampak yang ditim-
los, seperti layaknya seorang anak bertanya. Namun demikian, bulkan oleh adanya tauhid yang kuat. Ia dapat membentuk pri-
bagi Umar cukup menggugah dan menggetarkan hati dan merin- badi seseorang menjadi pribadi yang militan dan terpuji. Tak
dingkan bulu roma. peduli apakah dari kalangan atas, kalangan menengah maupun
kalangan bawah. Tidak peduli anak-anak maupun orang dewasa.
Di balik pertanyaan singkat tersebut, sang anak seakan-
akan berkata, “Memang, katanya saat ini seolah saya yang memi- Tauhid yang kuat dapat membebaskan manusia dari seri-
liki kambing-kambing tersebut. Saya yakin, majikan saya akan bu satu macam belenggu kejahatan duniawi. Dengan tauhid yang
mempercayai begitu saja alasan yang saya buat. Majikan saya kuat dapat membebaskan manusia dari penjajahan, perbudakan
dapat saya tipu. Dia tidak melihat apa yang saya lakukan di sini. dan penghambaan, baik oleh sesama manusia maupun oleh kega-
Dia tidak akan tahu, sebab tak seorangpun yang melihatnya. Dia nasan hawa nafsu. Dengan jiwa tauhid yang tinggi seseorang
tidak mempunyai spion (mata-mata) buat menyelidiki /memantau akan terbebas dari berbagai belenggu ketakutan dan duka cita
100 101
baik dalam kemiskinan harta, kemiskinan jabatan, kemiskinan dengan pasukannya untuk berangkat ke medan perang Nahrawan,
kedudukan dsb. sehingga secara psikologis ia akan terhindar/ datanglah seorang lelaki bernama Musafir bin Auf. Ia berharap
aman dari berbagai penyakit kejiwaan, seperti frustasi, stress dan kepada Ali bin Abi Thalib agar menunda keberangkatannya ke
sebagainya. medan perang. “Kenapa harus ditunda?”, tanya Sayyidina Ali.
“Kalau berangkat sekarang juga saya khawatir pasukan kita
Dengan jiwa tauhid yang tinggi, seseorang akan terbebas akan mengalami kekalahan yang hebat, karena kekuatan kita
dari berbagai kemelut keluh kesah, kebingungan dan rasa putus tidak berimbang dengan kekuatan musuh, terutama dari segi
asa. Dengan tauhid yang tinggi. seorang muslim akan memiliki jumlah”, jawab Musafir bin Auf.
jiwa besar, tidak berjiwa kerdil. Kenapa demikian?, karena de-
ngan tauhid yang tinggi akan memberikan dampak terhadap Berkat Tauhid yang kuat, Ali bin Abi Thalib tak gentar
keikhlasan seseorang, yang selalu menyandarkan dirinya semata- sedikitpun. dengan penuh tawakkal kepada Allah SWT. dia
mata hanya kepada Allah, hanya untuk Allah. Shalatnya, iba- bersama pasukannya, tetap saja berangkat bertempur ke medan
dahnya, sepakterjangnya sehari-hari, bahkan hidup dan matinya, laga, dengan semangat yang menyala-nyala, ia maju terus, hingga
hanya semata-mata dipersembahkan kepada Allah rabbul ‘ala- akhirnya sejarah membuktikan, Ali bin Abi Thalib dan pasukan-
min, sehingga ia tidak akan tertarik atau terpengaruh sedikitpun nya berada di pihak yang manang.
terhadap buaian-buaian duniawi dan tidak akan memperdulikan
kepahitan hidup duniawi. Hal ini sesuai dengan pernyataan
seorang muslim manakala ia melakukan shalat, yang terungkap Kaum Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.
dalam doa iftitah :
Dari uraian singkat khutbah ini, dapatlah kita simpulkan

Áb\°¯¼Á\Äo¯¼Å¨³¼Áb؇²É
bahwa tauhid merupakan kepercayaan mutlak tentang keesaan
Allah SWT. yang berurat berakar dalam hati sanubari muslim dan
merupakan cerminan untuk mengukur tingkat keikhlasan sese-
µÄ°«\˜«[]yã orang, sekaligus dapat memberikan keamanan pada diri seseo-
rang dalam menjalani hidup dan kehidupan di dunia ini.
“Sesungguhnya, shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, adalah
Tauhid adalah akar, dasar dan landasan sekaligus pokok
untuk Allah, Tuhan yang memelihara alam semesta”.
ajaran Islam yang mau tidak mau harus dipegangi dengan erat
kuat oleh setiap muslim.
Maasyiral Muslimin Sidang Jum’at yang berbahagia.
Hadirin.
Tatkala Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a sudah siap
102
103
°Äjz«[²\‘Ä„«[µ¯ã\^w½—Ç
Seorang pemikir Islam terkemuka, Abul A’la Al-Mau-
dudi menyimpulkan, bahwa dampak tauhid dalam kehidupan
seorang muslim sehari-hari, antara lain adalah :
°Änz«[µ°nz«[ã[°^
1. Tauhid dapat menjauhkan manusia dari pandangan yang
sempit dan picik;
2. Tauhid dapat menanamkan kepercayaan terhadap diri
v«½Ã°«¼v¬Ã°« v°ˆ«[ã[ vn[ã[½·−£
sendiri dan tahu harga diri;
3. Tauhid dapat menumbuhkan sifat rendah hati dan °¨«¼Á«ã[¦y\^ vn[[½ §¹«µ¨Ã°«¼
¹ÄŸ\°^°§\Ã[¼Á´˜ ³¼ °Ä•˜«[²Óz¤«[ÅŸ
khidmat;
4. Tauhid dapat membentuk manusia menjadi jujur dan
adil;
5. Tauhid dapat menghilangkan sifat murung dan putus asa °¨´¯¼Á´¯−_¤b¼°Ä¨o«[z§x«[¼a\Ãß[µ¯
dalam menghadapi setiap persoalan dan situasi;
6. Tauhid dapat membentuk pendirian yang teguh, sa-
bar/tabah dan optimis;
ã[z œc~[¼ °Ä¬˜«[™Ä°«[½·¹³[¹b¼Øb
7. Tauhid dapat menanamkan sifat kesatria dan semangat
berani berkorban, tidak gentar menghadapi berbagai risi- zÎ\«¼ °¨Ãv«[½«¼ ¾v«[½«¼ °¨«¼Á«
¶¼z œc~\Ÿ a\°¬°«[¼ µÄ°¬°«[
ko, bahkan tidak takut terhadap mati;
8. Tauhid dapat menciptakan sikap hidup yang damai, aman
sentosa dan penuh ridha;
9. Tauhid dapat membentuk manusia menjadi patuh, taat µÀ_Î\c«[º\k³\ü µÃz œc°«[{½Ÿ\ÀŸ
dan disiplin dalam menjalankan peraturan Ilahi.

Muslimin Rahimakumullah.

Akhirnya, kami mengajak kepada para jamaah sekalian,


marilah kita bersama-sama menjaga dan meningkatkan nilai-nilai
ketauhidan kita masing-masing, agar kita benar-benar menjadi
hamba Allah yang senantiasa tunduk dan patuh hanya kepada-
Nya semata.

104 105
A
lhamdulillah, kembali kita panjatkan puji dan
syukur ke khadirat Allah SWT. yang mana, atas
izin-Nya jualah sehingga dapatlah pada siang ini,
kembali kita bersama-sama melaksanakan serangkaian ibadah
Jum’at di masjid yang suci dan mulia ini, sebagai perwujudan
dari adanya iman dan taqwa kita kepada Allah SWT.
13
Kaum Muslimin Rahimakumullah.

Pernah suatu hari, seorang nenek terheran-heran sambil


ketawa sinis menyaksikan sekelompok ibu-ibu yang sedang kebi-
Assalaamu’alaikum Wr. Wb. ngungan lantaran gaji suaminya terlambat keluar. Dengan tenang
sang nenek nyeletuk, “Hei ibu-ibu! Adakah berita baru yang

¯Ø«[y[v^¹—\[µ¯v—¼ ¾x«[ãv°o«[
kalian terima tentang Allah?”. “Apa yang nenek maksudkan?”
salah seorang diantara ibu-ibu itu balik bertanya kepada nenek.
Sang nenek menerangkan, “Eee, maksudku, begini, aku ingin
v¸ƒ[¼ ¹«©Ãzƒ×¶vn¼ ã[×[¹«[ß²[v¸ƒ[ bertanya kepada kalian. Apakah Tuhan Allah itu sudah mati,
atau barangkali ia sudah bangkrut?”. “Kenapa nenek menge-
°¬~¼−‡°¸¬«[ ¹«½~y¼¶v_—[v°o¯²[ luarkan pertanyaan seunik itu?” yang lain menimpali. Nenek
menjawab, “Karena seandainya kalian sadar bahwa Allah itu
°¸˜_bµ¯¼¹_‡¼¹«[Ŭ—¼v°o¯\³vÀ~Ŭ— tidak mati, bahkan selamanya tidak akan pernah mati, apalagi
bangkrut, tentu kalian tidak akan gelisah dan kebingungan

ã[u\_—\ÄŸ v˜^\¯[ µÃv«[¯½ÃÅ«[²\oÊ^


seperti yang kulihat sekarang ini”.

¥oã[[½¤b[¼ ã[½¤c^Á ³¼°¨À‡¼[ Maasyiral Muslimin jamaah Jum’at Rahimakumullah.

²½°¬¯°c³[¼×[µb½°b×¼ ¹b\¤b Adegan singkat di atas menggambarkan kepada kita,


bahwa nampaknya keyakinan sebagian besar ummat Islam dewa-
sa ini, tak obahnya laksana kereta api. Begitu mudahnya sebuah
Maasyiral Muslimin Sidang Jum’at yang dirahmati Allah kereta api meninggalkan relnya, sehingga kebingungan, kegeli-
SWT. sahan, keresahan dan sebagainya, begitu mudah melanda kita.
106 107
Persoalan gaji terlambat saja, rasanya langit sudah seperti mau lagi. Demikian seterusnya. Kenapa bisa demikian?. Itulah dia
runtuh. Belum lagi kalau diberhentikan dari pekerjaan atau di nafsu. Kalau memperturutkan nafsu, tidak akan habis-habisnya.
PHK, bagaimana jadinya? Entahlah. Seolah-olah Tuhan sudah Nafsu itu ibarat seorang bayi yang suka menetek ibunya, ia tidak
istirahat mengurusi makhluk-Nya. akan berhenti menetek, sampai dewasa sekalipun, kalau ibunya
tidak berusaha menghentikannya. Sehubungan dengan ini, seo-
rang filosof pernah berkata, bahwa orang yang dikatakan miskin
Muslimin Rahimakumullah. itu bukan lantaran kekurangan harta, tetapi orang yang miskin
itu adalah orang yang selalu merasa kekurangan kendatipun
Merasa tidak cukup, merasa kurang, memang sudah sebenarnya ia banyak memiliki harta.
merupakan watak dan tabiat manusia secara umum. Sehingga
betapapun banyaknya harta yang ia miliki, namun harta tersebut
baginya dirasa masih kurang, masih belum cukup. Jika sudah Maasyiral Muslimin yang berbahagia.
demikian keadaannya, maka tepatlah apa yang disabdakan oleh
Rasulullah Muhammad SAW. : Kemewahan harta memang dapat menyilaukan mata, se-
kaligus juga dapat membuat orang lupa dan terlena. Terkadang

Åœc^× ª\¯µ¯²\Ãu[¼ ¯u[µ^ײ\§½«


seluruh waktunya habis begitu saja, tenaga dan pikirannya terku-
ras ludes tak bersisa, hanya untuk mengejar dan mencari harta
dunia. Hampir semua program hidupnya ia habiskan untuk men-
¯u[µ^[½jÚ°Ã×¼ \g«\f\°¸« cari keuntungan duniawi, sehingga segala sesuatu, apapun juga,
selalu diukur dengan materi. Tak terbetik sedikitpun dalam hati-
][zc«[×[ nya untuk meniatkan usahanya, aktivitas bisnisnya, untuk ibadah
kepada Allah dalam rangka mengharapkan keridhaan-Nya. Jika
sudah demikian keadaannya, maka ketahuilah, bahwa orang yang
“Seandainya seorang anak Adam itu telah memiliki dua lembah seperti ini, memang kalau dilihat dari segi lahiriah, ia berke-
yang diliputi harta benda, maka pasti dia akan mencari lembah cukupan dan hidup tenteram, namun secara batiniah, sebenarnya
yang ketiga. Dan tak ada yang dapat memenuhi kebutuhan anak jiwanya sangat tertekan. Kenapa?, karena ia begitu lelah disibuk-
Adam, kecuali dimasukkan ke dalam tanah (ajal atau kematian)” kan oleh usaha mencari harta, disibukkan untuk menjaga dan
(HR. Bukhari dan Muslim). mengembangkan harta tersebut dan ia merasa takut akan kehi-
langan atau kemusnahan harta yang ia miliki.
Hadits ini menjelaskan bahwa memang manusia itu pada
umumnya selalu merasa tidak puas terhadap apa yang telah ia Tidak sedikit orang yang mempunyai harta dengan nilai
miliki, terhadap apa yang telah ia peroleh. Sehingga kalau sudah miliyaran, namun dia merasa ketakutan, takut inflasi, takut diko-
kaya, ingin lebih kaya lagi. Kalau sudah jaya, ingin lebih jaya rupsi, takut dicuri, takut dirampok dan sebagainya. Ia tidak dapat
108 109
bepergian dengan bebas, tidak dapat tidur nyenyak dan sebagai- Kemudian kita tengok pula bagaimana kisah Christina
nya. Onassis, seorang gadis berkebangsaan Yunani, anak dari seorang
miliyuner terkenal Onassis, yang mewarisi harta kekayaan
ayahnya yang sangat banyak, berlimpah ruah, karena dia pewaris
Hadirin. satu-satunya peninggalan ayahnya, yang menurut perhitungan,
jumlah warisan yang ia terima hampir dua ribu trilyun US dollar.
Hendaklah kita selalu ingat, bahwa sikap hidup yang Namun menurut catatan sejarah, hampir sepanjang hidupnya,
selalu mengejar-ngejar harta atau sikap hidup materialistis, me- Christina Onassis selalu dalam kegelisahan dan keraguan, yang
rupakan suatu sikap hidup yang tidak dikehendaki oleh Islam. pada akhirnya dia ditemukan tewas di sebuah apartemen di Ar-
Kenapa?, karena sikap hidup yang seperti ini pada dasarnya gentina. Tidak diketahui dengan pasti, apakah dia mati biasa atau
hanya akan merugikan diri sendiri, yakni tidak akan memberikan terbunuh. Banyaklah lagi barangkali, contoh kasus tentang akibat
keberkahan, ketentraman dan keamanan yang sesungguhnya. sikap hidup materialistis, yang dalam kesempatan khutbah ini
Cukup banyak fakta yang dapat kita lihat, dimana orang yang tidak mungkin kita uraikan secara panjang lebar, mengingat
digiurkan oleh sikap hidup materialistis, ternyata tidak pernah waktu yang terbatas.
menemukan kepuasan batin dan keamanan jiwa sedikitpun hing-
ga sampai akhir hayatnya.
Muslimin Rahimakumullah.
Ingatlah bagaimana kisah Qarun yang banyak memiliki
harta, namun akhirnya dia dan hartanya terbenam dalam perut Barangkali kita semua sepakat, bahwa sikap hidup mate-
bumi. rialistis adalah sikap hidup yang perlu kita waspadai sekaligus ki-

µ¯¹«²\§\°Ÿ Šy×[¶y[v^¼¹^\´ sŸ
ta hindari. Oleh karena itu izinkanlah, melalui mimbar ini kami
mengajak kepada jamaah sekalian, marilah kita berupaya meng-
hilangkan sikap hidup yang keliru ini, sikap hidup yang terlalu
µ¯²\§\¯¼ ã[²¼uµ¯¹³¼zˆ´Ã»ÏŸ mengagung-agungkan harta, yang pada gilirannya akan merugi-
kan diri kita sendiri.
µÃzˆc´°«[ Islam memang membolehkan bahkan menganjurkan un-
tuk memiliki harta kekayaan. Namun semua itu dimaksudkan
untuk mendukung pengabdian kita kepada Allah SWT. dan ke-
“Lalu kami benamkan dia (Qarun) dan tempat kediamannya di pada sesama manusia. Jangan sebaliknya, lantaran banyak memi-
bumi. Maka tidak ada baginya golongan yang dapat menolong, liki harta kekayaan, menyebabkan seseorang menjadi sombong,
selain Allah. Dan tidaklah ia termasuk orang-orang yang bisa angkuh bahkan takabbur sehingga berani mengabaikan perintah
membela diri” (QS. Al-Qashash ayat 81). Allah dan idak segan-segan melakukan apa-apa yang dilarang
110 111
oleh Allah SWT. berusaha untuk menjadi pegawai/ karyawan yang baik. Jika kita
sebagai pedagang, maka hendaklah kita menjadi pedagang yang
Kalau sudah demikian, maka sudah saatnyalah kita me- baik. Jika kita sebagai petani, maka hendaklah kita menjadi pe-
nyadarkan diri kita masing-masing, dan marilah kita kembali tani yang baik. Dan sebagainya.
kepada Allah, dalam artian kembali kepada keimanan dan ke
taqwaan kepada Allah SWT. Karena Dialah Allah sebagai pengu- Dengan kembali kepada Allah, dalam artian kembali
asa tunggal yang tidak akan tergeser oleh siapapun. Dialah yang kepada ketaqwaan, insyaAllah hidup kita akan terasa aman,
memiliki kekayaan yang melimpah ruah yang tidak pernah ber- damai tentram, terhindar dari berbagai kesulitan dan kesusahan.
kurang walaupun seisi jagat ini mengeruknya. Allah-lah yang Ingatlah akan janji Allah SWT.
mampu melayani seluruh kebutuhan makhluk-Nya, baik yang

¹£{zü \jzs¯¹«−˜kÃã[¥cõ¯¼
kecil maupun yang besar. Dialah yang mengasihi manusia de-
ngan tidak membedakan suku, golongan, keturunan dan warna
kulit.
ã[Ŭ—−§½cõ¯¼ `coÃ×hÄnµ¯
Dengan kembali kepada Allah, tidak akan ada lagi ke-
khawatiran-kekhawatiran dalam kehidupan ini. Apapun halangan,
apapun rintangan, apapun tantangan, cobaan dan ujian duniawi,
¹_n½¸Ÿ
semua itu hanyalah sebuah romantika hidup yang justeru akan
menambah tebalnya keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah “Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, padanya akan
SWT. Semua itu hanyalah suatu proses kehidupan yang harus diberikan jalan keluar dari kesusahan. Dan Allah akan memberi
kita jalani dari satu babak ke babakan yang lain, dari satu episode rezeki yang tidak disangka-sangka datangnya. Dan barangsiapa
ke episode yang lain, yang menurut Ahmad Albar, dunia ini yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencu-
katanya laksana panggung sandiwara. Bukan perannya yang pen- kupkan keperluannya” (QS. Ath-Thalaq ayat 2 dan 3).
ting, tetapi bagaimana memerankan sebuah peran, itu yang
penting. Jadi, biar dia berperan sebagai raja, tapi kalau tidak
mampu memerankannya dengan baik, apalah artinya. Walaupun Maasyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.
ia hanya berperan sebagai pembantu rumah tangga, namun ia
memerankannya dengan baik, maka tidak mustahil kalau pe- Dari uraian khutbah yang telah kami sampaikan ini,
meran ini akan memperoleh penghargaan dan meraih piala citra. dapatlah kita simpulkan bahwa kembali kepada Allah adalah
kunci kehidupan kita. Padanya akan kita dapatkan segala apa
Oleh karena itu, apapun jabatan kita, apapun pekerjaan yang kita cari dan dambakan. Kembali kepada Allah adalah suatu
kita, apapun profesi kita, hendaklah kita perankan dengan baik. hal yang mutlak dan penting kita lakukan. Karena selama
Jika kita sebagai pegawai atau karyawan, maka hendaklah kita manusia belum kembali kepada Allah, dalam artian belum
112 113
a\Ãß[µ¯¹ÄŸ\°^°§\Ã[¼Á´˜ ³¼
menempatkan kedudukan Allah pada proporsi yang sebenarnya,
berarti ia belum bisa diajak kompromi dalam memahami hakikat
Islam, karena belum ada kesamaan rujukan dalam menilai Islam
dan menghadapi segala persoalannya. °¨´¯¼Á´¯−_¤b¼ °Ä¨o«[z§x«[¼
Tidak sekedar itu. Orang yang belum kembali kepada
Allah, merupakan ancaman serius yang setiap saat bisa menjadi
°Ä¬˜«[™Ä°«[½·¹³[¹b¼Øb
penghalang yang membahayakan, bisa menjadi momok yang
sangat menakutkan, bisa menjadi musuh dalam selimut. °¨Ãv«[½«¼¾v«[½«¼ °¨«¼Á«ã[z œc~[¼
Oleh karenanya, para jamaah sekalian, sekali lagi saya
mengajak, marilah kita senantiasa berupaya untuk kembali ke-
a\°¬°«[¼µÄ°¬°«[zÎ\«¼
pada Allah, jika suatu saat hati dan pikiran kita mulai goyah dan
cenderung kepada sesuatu yang kurang baik, kurang terpuji, {½Ÿ\ÀŸ ¶¼z œc~\Ÿ
terlebih-lebih kalau sudah sampai kepada perbuatan nyata yang
melanggar hukum dan ketentuan Allah SWT. maka kembali
kepada Allah adalah sesuatu yang mesti kita lakukan.
µÀ_Î\c«[º\k³\ü µÃz œc°«[
Semoga kita selalu diberi-Nya kekuatan lahir dan batin,
sehingga kita tetap berada dalam pangkuan ridha-Nya. Amin ya
rabbal ‘alamiin.

°Äjz«[²\‘Ä„«[µ¯ã\^w½—Ç
°Änz«[µ°nz«[ã[°^
`›y\Ÿ©^yÅ«[¼ `ˆ³\Ÿd›zŸ[w\Ÿ
°Ä•˜«[²Óz¤«[ÅŸ°¨«¼Á«ã[¦y\^
115
114
Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.

 14
K embali dalam kesempatan ibadah Jum’at pada
hari ini, marilah kita bersama-sama memperba-
nyak rasa syukur ke khadirat Allah SWT. sem-
bari meningkatkan iman dan taqwa kepada-nya.

PENGENDALIAN DIRI MENUJU


KEHIDUPAN YANG AMAN TENTERAM Muslimin Rahimakumullah.

Orang bijak mengibaratkan kehidupan ini laksana meng-


arungi samudera yang terhampar luas bagai tiada bertepi, dan kita
yang sedang berlayar di atasnya, tak ubahnya laksana sampan
kecil yang bergerak perlahan namun pasti, tuk menuju pulau
Assalaamu’alaikum Wr. Wb.
idaman, kendatipun acapkali sampan kecil kita terombang-am-
bing diterpa badai dan topan, diterjang ombak dan gelombang,
µÀ¤c°¬«»_£\˜«[¼ µÀ°«\˜«[]yãv°o«[ namun perahu kita terus melaju dan terus melaju.

v¸ƒ[¼ ¹«©Ãzƒ×¶vn¼ ã[×[¹«[ß²[v¸ƒ[ Begitulah gambaran kehidupan ini, kita hidup di atas per-
mukaan bumi ini tentu tidak selamanya senang dan tidak selama-

°¸¬«[ ¶v˜^Å_³× ¹«½~y¼¶v_—[v°o¯²[


nya pula sedih. Bahagia dan sengsara selalu silih berganti. Suka
dan duka selalu menyertai kehidupan kita. Tatkala kita mendapat
kesenangan, terkadang muncul kesedihan. Bahaya dan godaan
ª½~z«[¼ °Ãz¨«[Á_´«[[x·Å¬—°¬~¼−‡ duniawisering datang bertubi-tubi, malapetaka dan penderitaan
seolah tak lagi segan menerpa kita dan ia sering datang pada saat
¹˜_bµ¯¼¹^\o‡[¼¹«[Ŭ—¼v°o¯°À•˜«[ yang tidak diduga-duga. Dan disaat seperti itu, seringkali manu-
sia menjadi resah gelisah, batinnya labil, hatinya kosong dan
°¨À‡¼[ã[u\_—ÔÄŸ v˜^\¯[ µÃv«[¯½ÃÅ«[ hampa. Jiwanya haus, haus akan kesejukan, kedamaian, keaman-
an dan ketentraman. Disaat inilah kita memerlukan obat yang

²½¤c°«[{\Ÿv¤Ÿ ã[½¤c^¾\Ã[¼
mujarab buat mengobati batin kita yang sedang luka. Apa obat
yang paling ampuh dan mujarab itu? Tidak lain dan tidak bukan,
adalah Dzikrullah, ingat kepada Allah atau mendekatkan diri
116 bertaqarrub kepada-Nya. Firman Allah SWT. :
117
]½¬¤«[µÏ°bã[z§x^×[
jauh lagi mau membantu, meringankan penderitaan orang lain.

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, jiwa akan menjadi Hadirin.


tenang” (QS. Ar-Ra’du ayat 28).
Dalam kehidupan ini, kita manusia yang memiliki ba-
nyak kekurangan tentunya tidak bisa lepas dari segala salah dan
Hadirin kaum Muslimin Rahimakumullah. dosa. Namun pernahkah kita merenung barang sejenak untuk me-
nelusuri sepak terjang kehidupan kita yang barangkali banyak ter-
Dalam kitab Duratun Nashihin, ada sebuah hadits dima- dapat di dalamnya perbuatan salah dan dosa yang pernah kita la-
na Rasulullah SAW. memperingatkan kepada kita dalam rangka kukan, kemudian setelah kita temukan, kita akan segera istighfar
menempuh kehidupan di dunia ini. Hadits tersebut berbunyi : bertobat kepada Allah SWT. dengan sesungguh-sungguhnya
yang direflekasikan dengan tetesan air mata sebagai tanda ke-
sungguhan, penyesalalan yang mendalam dan pengharapan yang
ª\ˆr™^y[ ¯Ø«[¼ºØˆ«[¹À¬—ª\£ tulus akan ampunan Allah serta penetapan hati untuk tidak akan
mengulangi lagi di masa-masa yang akan datang. Tangisan yang
`¬¤«[º½£¼ µÀ˜«[u½°j º¼\¤„«[µ¯ seperti inilah yang dimaksudkan oleh Rasulullah SAW. yakni
menangis untuk diri sendiri. Ingatlah pernyataan Allah SWT. :
\À³v«[`n¼ −¯×[ª½¼
µ¿z¸c°«[`o¿¼ µÀ^[½«[`o¿ã²[
“Nabi Muhammad SAW. bersabda : (Ada) empat hal (yang mem-
buat seseorang) celaka : (yaitu) 1. Kekeringan air mata; 2. Keke-
rasan hati; 3: Panjang angan-angan; 4. Cinta dunia”. “Sesungguhnya Allah mencintai orang yang bertobat dan mensu-
cikan diri”.

Kaum Muslimin Rahimakumullah. Kalau seseorang sudah tidak peduli lagi terhadap sesa-
manya, tidak mau lagi menyesali dan tidak mau bertobat atas
1. Kekeringan air mata, yakni seseorang yang sudah tidak bisa segala kesalahan dan dosanya, maka kata Nabi, “Ini adalah suatu
lagi menangis untuk orang lain, bahkan untuk dirinya sendiri pertanda akan datangnya suatu bencana yang akan menimpa di-
sekalipun. Menagis untuk orang lain, maksudnya seseorang rinya dalam kehidupan di dunia ini, bahkan akan menimpa pula
yang nyata-nyata telah menyaksikan penderitaan orang lain, dalam kehidupan di akhirat nanti”.
namun tak ada sedikitpun terbetik perasaan iba di hatinya 119
118
2. Kekerasan Hati, yakni seseorang yang sulit untuk menerima serta berusaha keras dan gigih dengan perencanaan yang baik.
nasehat agama yang bersumber dari Al-Qur’an dan Al-Hadits
yang dilakukan oleh para juru da’wah, para ulama dan cende- 4. Cinta dunia, yakni seseorang yang terlalu menyandarkan
kiawan muslim, meskipun nasehat itu berguna bagi kebaikan dirinya dan kehidupannya untuk dunia semata, tanpa memi-
dirinya sendiri. Telinganya sebenarnya mendengar saja, tidak kirkan dan mempersiapkan perbekalan untuk hidup di akhirat
tuli, akan nasehat-nasehat agama tersebut, namun hati dan pi- nanti. Ada orang yang menyandarkan dirinya kepada harta. Ia
kirannya tidak terkonsentrasi bahkan hatinya keras menolak cari harta banyak-banyak, dari pagi hingga petang. Waktu
atau tidak mau menerima nasehat-nasehat tersebut, apatah lagi kesehariannya nyaris hanya untuk mencari harta. Ia sangka
mengamalkannya. Nasehat agama dianggapnya sebagai peng- dengan banyak memiliki harta hidupnya akan bahagia, namun
halang dirinya untuk menikmati kesenangan duniawi, semen- ternyata kebahagiaan hidup tidak bisa diukur dengan banyak-
tara dia lupa bahwa hidup di dunia ini hanyalah bersifat se- nya memiliki harta. Kedamaian hati ternyata tidak bisa ditebus
mentara, namun kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih dengan sejumlah harta. Banyak orang yang memiliki harta,
kekal : namun justeru hidupnya tidak tenang, penuh dengan kekha-
watiran-kekhawatiran. Ada lagi orang yang menyandarkan hi-

Ť^[¼zÀrºzr×[¼
dupnya kepada pangkat dan jabatan, sehingga demi menjaga
dan mempertahankan serta meningkatkan pangkat dan ja-
batannya, ia rela berbuat apa saja, tak peduli lagi halal haram,
bahkan tak segan-segan berbuat sesuatu yang dapat merugikan
Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah. orang lain. Bahkan ia sering memanfaatkan istilah aji mum-
pung. Mumpung menduduki jabatan ini, jabatan itu, sehingga
seenaknya saja ia berbuat menuruti kata hatinya, tak peduli
3. Panjang angan-angan, yakni seseorang yang suka berkhayal, lagi jeritan dan rintihan rakyatnya, yang penting ia bisa
suka berangan-angan, bagai si Cebol yang merindukan bulan, sukses. Ia suka menang sendiri, enak sendiri, kendatipun kese-
bahkan angan-angannya ingin hidup seribu tahun lagi. Al- nangannya tersebut membuat banyak orang yang menderita.
marhum buya HAMKA menggarisbawahi letak perbedaan Inilah sebagian tingkah dan prilaku serta tabiat orang yang
antara orang yang berangan-angan dengan orang yang bercita- terlalu cinta dunia, yang tentunya tidak akan mampu memberi-
cita. Orang yang berangan-angan biasanya hanya sebatas kan keamanan dan ketentraman pada dirinya.
mengkhayal tanpa disesuaikan dengan kapasitas dirinya (ke-
mampuannya) dan tanpa adanya usaha untuk meraihnya. Se-
dangkan orang yang bercita-ci-ta, ia akan selalu menyesuaikan Muslimin, jamaah Jum’at yang dirahmati Allah SWT.
cita-citanya dengan kompetensi yang ada pada dirinya, baik
berupa bakat, kemampuan maupun ketrampilan yang dimiliki, Sebagai kata akhir dari khutbah kita hari ini, izinkanlah
120 kami mengungkap sebuah kata-kata hikmah yang mengandung
121
makna filosufis yang dapat kita jadikan acuan dalam aktivitas sebaik-baiknya. Kita evaluasi kehidupan kita di hari kemaren,
kedupan ini. Seperti yang tertulis dalam kitab Duratun Nashihin, jika baik dan bermanfaat, mari kita teruskan dan kita tingkatkan,
bahwa Nabi Isa a.s pernah berkata : “Kehidupan di dunia ini (ka- jika tidak baik dan kurang/tidak bermanfaat, maka segera kita
ta beliau), terdiri dari tiga dimensi waktu/hari, yaitu waktu ke- hentikan dan tinggalkan. Dengan mengambil hikmah dari hasil
maren/hari kemaren, waktu sekarang/hari ini dan waktu yang evaluasi tersebut, maka pada hari ini kita buat perencanaan atau
akan datang/hari esok”. planning untuk menentukan visi dan misi hidup kita untuk hidup
kita dalam menempuh hari esok dengan satu harapan agar hari
esok lebih baik dari pada hari ini dan hari kemaren.
Hadirin.
Ketiga, waktu akan datang, hari ekok atau masa yang
Mari kita uraian sedikit ketiga dimensi waktu tersebut. akan datang, adalah dimensi waktu yang akan kita tempuh yang
keberhasilannya ditentukan oleh sikap, prilaku dan tindakan kita
Pertama, waktu kemaren, hari kemaren atau masa lalu, di masa sekarang, termasuk upaya-upaya kita untuk mempersiap-
adalah suatu masa yang telah berlalu dan tak seorangpun mampu kannya. Karena masa yang akan datang adalah masa yang belum
balik ke belakang mengulangi masa lalunya, meski hanya se- tentu bisa kita nikmati, disebabkan keterbatan umur yang kita
kejap. Masa lalu katanya kenangan, karena ia memang patut di- miliki, maka seyogyanya masa sekaranglah yang perlu kita man-
kenang, namun tentu tidak hanya sekedar dikenang, tetapi hen- faatkan sebaik-baik, dalam arti yang positif, bukan menghabiskan
daknya juga kita jadikan pelajaran dan pengalaman yang ber- waktu untuk bersenang-senang, berfoya-foya dan sebagainya.
harga, serta kita jadikan cerminan serta acuan untuk melangkah Ingatlah pesan Rasulullah SAW. :
dan memperbaiki diri di masa-masa yang akan datang. Jika di

©b½¯−_£©b\Àn °r−_£\°r°´c›[
masa yang lalu kita pernah gagal, kita pernah jatuh, maka kega-
galan dan kejatuhan kita di masa yang lalu itu hendaknya kita ja-
dikan pelajaran atau pengalaman yang berharga bahkan kita jadi-
kan cambuk pemacu keberhasilan kita di masa yang akan datang. ©¬œƒ−_£©›[zŸ¼ ©°¤~−_£©co‡¼
Kegagalan adalah soal biasa, karena tak seorangpun yang tak per-
nah gagal. Kalau seseorang berani bencoba, ia harus berani gagal,
sebab seseorang yang tak berani mencoba berarti ia telah gagal
¦z¤Ÿ−_£¦\´›¼ ©¯z·−_£©^\_ƒ¼
sebelum gagal. Yang perlu diingat dan diperhatikan adalah ja-
ngan sampai kita gagal dua kali pada persoalan yang sama, atau “Perhatikanlah lima perkara sebelum datangnya lima perkara.
jangan sampai kita terperosok dua kali ke dalam lobang sama. Yaitu : masa hidupmu sebelum datang ajalmu; masa sehatmu
sebelum datangnya penyakit; masa lapangmu sebelum datang
Kedua, waktu sekarang, hari ini atau masa sekarang, ada- kesibukanmu; masa mudamu sebelum datang masa tua; masa
lah kesempatan terbaik yang mesti kita pergunakan dengan kayamu sebelum datangnya kefakiran”(HR. Ahmad dan Baihaqi)
122 123
Jika kita mampu merenungkan dan melaksanakan apa
yang dipesankan oleh Rasulullah SAW. ini, maka insyaAllah
hidup kita akan aman dan tenteram, baik di masa kini maupun di 15
masa yang akan datang, terlebih-lebih di masa keabadiaan nanti,
di akhirat kelak.

°Äjz«[²\‘Ä„«[µ¯ã\^w½—Ç
Assalaamu’alaikum Wr. Wb.
°Änz«[µ°nz«[ã[°^
¾vc¸´«\´§\¯¼ [x¸«\³[v·Âx«[ãv°o«[
d¯v£\¯ ³z”´c«¼ ã[[½¤b[½´¯[µ¿x«[\¸¿Ô¿
µ¯¼ ¹«−Œ¯ØŸã[v¸Ãµ¯ ã[\³[v·²[ß½«
²½¬°˜b\°^zÀrã[²[ ã[[½¤b[¼ vœ«
¶vn¼ã[×[¹«[ß²[v¸ƒ[ ¹«¾u\·ØŸ¹¬¬ŒÃ
Á´˜ ³¼ °Ä•˜«[²Óz¤«[ÅŸ°¨«¼Á«ã[¦y\^
¹«½~y¼ ¶v_—[v°o¯²[v¸ƒ[¼ ¹«©Ãzƒ×
°Ä¨o«[z§x«[¼a\Ãß[µ¯¹ÄŸ\°^°§\Ã[¼
°Ãz¨«[Á_´«[[x·Å¬—¦y\^¼°¬~¼−‡°¸¬«[
™Ä°«[½·¹³[¹b¼Øb°¨´¯¼Á´¯−_¤b¼
v°o¯\³×½¯¼\³vÀ~ °À•˜«[ª½~y«[¼
¾v«[½«¼ °¨«¼Á«ã[z œc~[¼ °Ä¬˜«[
\¸Ã[ÔÄŸv˜^\¯[ µÄ˜°j[¹^\o‡[¼¹«[Ŭ—¼
µÄ°¬°«[zÎ\«¼ °¨Ãv«[½«¼
ã[½¤c^Á\Ã[¼ °¨À‡¼[ ²½°¬°«[
{½Ÿ\ÀŸ ¶¼z œc~\Ÿ a\°¬°«[¼
²½o¬ b°¨¬˜«¹c—\¼
µÀ_Î\c«[º\k³\ü µÃz œc°«[
Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.
124 125
B ersyukurlah kita pada siang ini kembali diper-
temukan Allah dalam suasana ibadah Jum’at di
masjid yang mulia dan terhormat ini. Selanjutnya,
marilah kita saling berwasiat untuk meningkatkan iman dan taq-
yang cantik atau tampan berubah menjadi wajah yang tidak se-
dap dipandang. Sebaliknya, walaupun penampilan fisiknya seder-
hana atau biasa-biasa saja, namun karena perangainya baik, maka
ia tampak bersahaja, raut mukanya cerah dan enak dipandang
wa kepada Allah, karena iman dan taqwa inilah merupakan pon- mata. Kenapa bisa begitu? karena kata Rasulullah :
dasi utama yang menyangga segala macam aktivitas kehidupan
kita sehari-hari, sehingga tetap berada di jalur yang lurus, yang
diridhai oleh Allah SWT. ⇑Α⊗ Ελνπ⇔↓⁄υℜ™σπ⎜Ελνπ⇔↓σΤ≡
Muslimin Rahimakumullah. “Perangai yang baik itu berkah, sedang perangai yang buruk itu
nista”.
Setiap kali kita mendengar pribadi seorang Nabi, Rasul,
Para Ulama atau orang yang bijaksana lainnya, sudah pasti yang Al-kisah, ada seorang pedagang kecil yang mempunyai
terbayang dalam benak kita adalah pribadi-pribadi yang ramah, sebuah kios mini. Kiosnya menjual pakaian dan peralatan sekolah
baik dari sikapnya, tutur katanya, raut mukanya maupun sikap yang sederhana. Letak kios tersebut agak masuk ke dalam pasar,
kearifannya. Setiap orang kepingin kenal dan bersahabat de- namun anehnya hampir tiada sesaatpun kios tersebut sepi dari
ngannya. Berbeda dengan apabila kita mendengar kata pe- pembeli, selalu saja pembelinya penuh berjubel. Omzet penjual-
rampok, penodong, teroris, gerombolan dan para penjahat lain- annya pun melampaui omzet kios yang lebih bagus dan lebih
nya, maka yang terbayang dalam pikiran kita adalah wajah yang lengkap, dan tentu saja rezekinya pun jauh lebih melimpah. Apa
bengis dengan sorot mata yang tajam dan dingin, bibir tanpa se- rahasianya, sehingga pedagang kecil ini begitu sukses dan dimi-
nyum, atau kalaupun tersenyum maka senyumannya adalah se- nati pembeli?. Oh, ternyata pedagang kecil ini sangat terkenal
nyuman yang sinis, perkataannya kasar, ketus, kotor dan penuh dengan kejujuran dan keramahannya. Tidak pernah ada pembeli
kesombongan, serta prilaku yang menyakitkan. Bagi orang baik- yang merasa tertipu sedikitpun dan tak pernah ada pembeli yang
baik, tak kebayang sedikitpun ingin kenal dan bersahabat dengan- merasa tersinggung oleh sikap dan tutur katanya. Bahkan pesona
nya, karena hanya akan membuat sengsara. dari keramahan serta transaksi jual beli yang begitu mudah ini,
membuat para pembeli merasakan mendapatkan sesuatu yang
lebih baik dari barang yang dibelinya, yaitu kepuasan bertemu
Muslimin Rahimakumullah. dengan orang yang mulia akhlaknya yang selalu memperlakukan
setiap pembelinya dengan sangat baik dan mengiringinya dengan
Secantik atau setampan apapun wajah seseorang, jika doa.
perangainya buruk, pasti akan hilanglah keindahan fisiknya. Bah-
kan bisa jadi yang tampak adalah justeru kebalikannya, wajahnya Kaum Muslimin Rahimakumullah.
126 127
Ada sebuah penelitian tentang kalori yang dipakai untuk akan tampak indah dan keindahannya tentu disukai oleh semua
sebuah kemarahan. Ternyata energi untuk marah dalam segala orang.
bentuknya, sangat menguras tenaga luar dan dalam. Belum lagi
kinerja organ tubuh kita menjadi semakin terpacu dalam kondisi Orang yang ramah, murah senyum dan ringan tangan da-
yang tak normal. Akibatnya sudah bisa ditebak, orang-orang yang lam membantu orang lain, maka kebaikan akan terpancar dari
ketus, pemarah mempunyai kecenderungan terserang berbagai dirinya, siapapun akan suka berdekatan dan berakrab-akrab de-
penyakit (selain penyakit busuk hati sebagai biangnya), dan ngannya. Orang akan merasakan manfaat darinya, sehingga
hidup yang tak sehat merupakan bagian dari penderitaan tersen- semua orang menyukainya Biasanya bila seseorang sudah disukai
diri. Apa artinya bergelimang makanan, harta, kedudukan, bila orang lain, maka akan timbul komitmen untuk membela, melin-
lahir batin kita tidak sehat. Disamping itu, orang yang mudah ma- dungi bahkan rela berkorban demi orang yang ia sukai. Mungkin
rah (pemarah) dapat merusak iman. Sabda Rasulullah SAW. inilah yang disiratkan oleh baginda Rasulullah SAW. dalam
sebuah hadits beliau :

οΤ∈⇔↓ΡΧΞ⇔↓Πℜη⎜°π∧◊°π⎜⎨↓ΠΤη⎜ ∆Ζ®⇔↓
κΦϖν∏ τ⋅ℑℵ⎛∏τ⇔∉ℜυ⎜™ ®Ρπ⊂⎡∏ τ⇔Ππ⎜◊↓®Ρℜσ⇑
τπ≡ℵοΞϖ⇔™ ã↓
“Marah itu dapat merusak iman, seperti pahitnya jadam merusak
manisnya madu”(HR.Baihaqi).

Hadirin. “Barangsiapa yang kepingin mempunyai umur panjang dan men-


dapat rezeki yang mudah, maka hendaklah bertaqwa kepada Al-
Kalau kita membaca riwayat Nabi Muhammad SAW. ter- lah dan hendaklah ia senantiasa mengadakan sialturrahmi”.
nyata sepanjang hidup beliau, hanya dua kali menderita sakit, pa-
dahal beban masalah dan persoalan yang dipikul oleh beliau
amatlah berat. Apa gerangan rahasianya? Ternyata rahasianya Muslimin Rahimakumullah.
adalah selain keyakinan yang kokoh dan mendalam kepada Allah
SWT. juga melakukan ibadah secara istiqamah, menjaga kebe- Bersikap ramah ternyata tidak memerlukan banyak ener-
ningan hati serta menebarkan kasih sayang kepada orang lain, gi. Modal untuk sebuah keramahan ternyata ringan dan enteng,
yang terwujud dalam bentuk suka membahagiakan orang lain, misalnya kita cukup hanya melemparkan sebuah senyuman, dan
bernuka jernih, murah senyum, suka bertegur sapa dan sebagai- orang lain akan simpatik dengan keramahan yang kita tampilkan.
nya. Jika sifat kasih sayang yang dicontohkan Rasulullah SAW. Sekali lagi hanya dengan sebuah senyuman, tidak lebih. Bukan-
ini dapat kita terapkan dalam aktivitas kehidupan kita, maka akan kah sedekah yang paling ringan adalah dengan tersenyum, karena
128 ia hanya membutuhkan waktu beberapa detik, namun dampaknya
129
sangat besar. Orang yang tadinya uring-uringan karena ditimpa mempesona dan dapat memberikan kedamaian kepada diri .kita
masalah yang mendadak, bisa berubah menjadi riang gembira sendiri, juga kepada orang lain. Semoga Allah membimbing kita
lantaran senyuman kita. Ya, tentu saja senyuman yang ramah semua ke jalan yang diridhai-Nya. Amin Allahumma amin .
serta tulus. Bukan senyuman sinis, atau senyuman mengejek.

Sifat keramahan juga dapat kita tunjukkan lewat ucapan θϖ÷Ρ⇔↓◊°χϖς⇔↓σ⇑ã°±↵υ⊂♣


salam. Ketika beremu dengan sesama muslim, ucapkanlah salam,
walaupun singkat, “assalaamu’alaikum”. Itu akan lebih baik ke-
timbang kita berlalu begitu saja ketika berpapasan dengan teman θϖ≡Ρ⇔↓σπ≡Ρ⇔↓ã↓θΤ±
atau sahabat kita.
°⇑ζℜζϖ⋅⎨♠°πϖ∂♦×⎨™↓υ®⇔°©ϖ∏◊υ∈πΤ⎜⎨
Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at yang Berbahagia.
θϖφ∈⇔↓◊∞Ρϕ⇔↓⎛∏θλ⇔™⎡⇔ã↓∨ℵ°±
Berbuat ramah tamah, walaupun kelihatan ringan, namun
ternyata ia membutuhkan waktu untuk membiasakannya. Kendati
demikian, sepanjang kita ada keinginan untuk berbuat ramah ke-
θϖλΛ⇔↓Ρ∧Θ⇔↓™ ∝°⎜⎢↓σ⇑ τϖ∏°π±θ∧°⎜↓™⎡ρ∈η⇓™
pada semua orang dan kita selalu berusaha untuk mencobanya
dan terus mencobanya, maka kebiasaan baik ini akan selalu θϖν∈⇔↓∉ϖπΤ⇔↓υ〈τ⇓↓ τ×™ζ×θλρ⇑™⎡ρ⇑οΧϕ×™
terulang yang pada gilirannya nanti menjadilah ia suatu kebiasaan
yang baik dan bahkan ia merupakan suatu kebutuhan bagi hidup
kita, sehingga tercetuslah suatu prinsip yang terhunjam dalam
θλ⎜Π⇔↓υ⇔™ ⎝Π⇔↓υ⇔™ θλ⇔™⎡⇔ã↓Ρη®Φℜ↓™
hati sanubari kita, “Jika hari ini aku tidak berbuat baik (ramah)
kepada orang lain, maka apalah artinya hidupku hari ini”. ®™Ρη®Φℜ°∏ ∝°πνΤπ⇔↓™ σϖπνΤπ⇔↓Ρ←°Τ⇔™
Berbeda dengan sikap sombong, ketus dan sinis. Energi
yang kita keluarkan tidak akan sebanding dengan apa yang akan
σϖΧ←°Φ⇔↓≥°ϑ⇓°⎜™ σ⎜Ρη®ΦΤπ⇔↓ℑυ∏°ϖ∏
kita dapatkan dari orang lain. Kebencian orang lain pada kita
akan membuat diri kita tersiksa dan menderita, sehingga lambat
laun senergi kitapun terkuras hanya untuk memikirkan ketidaksu-
kaan orang kepada kita. Oleh karenanya, marilah kita semua
bersikap ramah kepada orang lain, dan janganlah bersikap yang
sebaliknya, karena ramah tamah adalah suatu keindahan yang
130 131
Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.

16 lhamdulillah, pada siang ini kembali kita diperke-

A nankan oleh Allah SWT. untuk bisa berkumpul di


tempat yang mulia dan terhormat ini, dalam
rangka kita bersama-sama menunaikan titah perintah Allah, me-
laksanakan serangkaian ibadah Jum’at, dengan satu harapan,
Assalaamu’alaikum Wr. Wb. kiranya ibadah yang kita laksanakan ini, merupakan ibadah yang
diterima oleh Allah SWT. sebagai salah satu perwujudan peng-
abdian kita kepada-Nya.
¾vc¸´«\´§\¯¼ [x¸«\³[v·Âx«[ãv°o«[
µ¯¼ ¹«−Œ¯ØŸã[v¸Ãµ¯ ã[\³[v·²[ß½« Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.

ã[×[¹«[ß²[v¸ƒ[ ¹«¾u\·ØŸ¹¬¬ŒÃ Menjelang kelahiran Rasulullah Muhammad SAW. yang


dikenal dengan tahun gajah, karena ketika itu bertepatan dengan
¶v_—[v°o¯²[v¸ƒ[¼ ¹«©Ãzƒ×¶vn¼ datangnya segerombolan tentara bergajah, yang dipimpin oleh
Abrahah, dengan maksud ingin menghancurkan Ka’bah. Maka
sebelum peristiwa ini terjadi, datanglah Abdul Muthallib meng-
Ŭ—¦y\^¼°¬~¼−‡°¸¬«[ ¹«½~y¼ hadap Abrahah, dengan maksud ingin mengambil kembali se-
jumlah unta miliknya, yang telah dirampas oleh tentara bergajah,
\³vÀ~ °À•˜«[ª½~y¼ °Ãz¨«[Á_´«[[x· sehingga terjadilah dialog antara keduanya. “Apa maksud anda
datang ke mari ya Tuan Abdul Muthallib?”, tanya Abrahah.
¹^\o‡[¼¹«[Ŭ—¼v°o¯\³×½¯¼\³ “Saya datang ke mari hanya untuk mengambil unta saya yang
telah dirampas oleh pasukan tuan”, jawab Abdul Muthallib te-
²½°¬°«[\¸Ã[ÔÄŸ v˜^\¯[ µÄ˜°j[ gas. “Lalu bagaimana dengan rumah ini (ka’bah)?. Bukankah
anda yang bertugas memelihara rumah tersebut?. Apakah anda

¹c—\¼ ã[½¤c^Á\Ã[¼ °¨À‡¼[


tidak berusaha mempertahankan rumah tersebut, manakala nanti
pasukanku menghancurkannya?”, tanya Abrahah pula. Dengan
tenang Abdul Muthallib menjawab, “Soal rumah ini, sama sekali
²½o¬ b°¨¬˜« aku tidak mengkhawatirkannya. Aku hanya bertugas memelihara,
bukan melindungi. Sebab yang melindungi hanyalah Allah SWT.
sebab Dialah pemilik tunggal rumah tersebut. Saya yakin Dia
132 133
pasti mampu melindungi kepunyaan-Nya sendiri”. Apa kata doa Abdul Muthallib dan beberapa pemuka Quraisy ini mendapat
Abrahah selanjutnya. Dengan nada sombong dan angkuh dia sambutan oleh Allah SWT. sehingga maksud Abrahah dengan se-
berkata, “Allah sendiripun tidak akan mampu menggagalkan genap tentara bergajahnya untuk menghancurkan ka’bah, hancur
keinginanku untuk menghancurkan rumah ini!”. “Itu terserah berantakan dan gagal total, bahkan seluruh pasukan menjadi bi-
tuan. Silakan kalau memang tuan mampu”, kata Abdul Muthallib nasa dengan keadaan yang sangat mengerikan, hancur berkeping-
pula. keping bak daun kering terinjak kaki.

Setelah percakapan itu selesai, Abdul Muthallib pun pu-


lang dengan membawa kembali sejumlah unta miliknya. Sesam- Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.
pai di Mekkah, Abdul Muthallib segera memberi kabar kepada
segenap penduduk, tentang pembicaraannya dengan Abrahah, Begitulah Allah menimpakan balasan yang setimpal ter-
dan ia menyarankan agar semua penduduk segera meninggalkan hadap manusia yang sombong dan angkuh, yang telah mengang-
kota Mekkah dan bersembunyi ke lereng-lereng gunung, ke pun- gap dirinya serba berkuasa, sampai-sampai berani menantang
cak-puncak bukit atau kedalam goa, agar terhindar dari amukan Tuhan. Akibatnya sungguh fatal, karena Allah menyatakan :
tentara bergajah. Setelah itu, dengan diiringi oleh beberapa

°¸^x˜ÀŸ ¼z_¨c~[¼ [½ ¨´c~[µÃx«[\¯[¼


pemuka Quraisy, iapun segera mendekat ke pintu ka’bah, seraya
berdoa :

°¸´¯™´¯\Ÿ]y\à ¦[½~°¸«½jy[×]y\à ã[²¼uµ¯ °¸«²¼zkÃ×¼ \°À«[\^[x—


°¸˜´¯[¦[y\—µ¯dÀ_«[¼v—²[ ¦\°n [zÀˆ³×¼\À«¼
ã[Ôà ¦[z£[½^zsò[ “Dan bagi orang-orang yang enggan serta menyombongkan diri,
maka Allah akan menyiksa mereka dengan siksaan yang amat
pedih. Dan mereka tidak akan mendapat perlindungan, kecuali
“Ya Tuhanku, tidak ada yang aku harapkan selain Engkau. Ya dari Allah sendiri” (QS. An-Nisa ayat 173).
Tuhanku, tahanlah mereka dengan benteng Engkau. Sesung-
guhnya siapa yang memusuhi rumah ini, berarti memusuhi Eng-
kau. Mereka pasti tidak akan mampu menaklukkan kekuatan-Mu, Kaum Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.
ya Allah”.
Dalam kehidupan sehari-hari kita tentu sering men-
Apa yang terjadi kaum Muslimin sekalian. Ternyata dengar kata sombong, angkuh, takabbur dan sebagainya.
134 135
Dan tidak sedikit diantara kita yang terbawa oleh sifat tersebut. baru, tetapi ia merupakan persoalan turun temurun yang sudah
ada sejak pertama kali manusia diciptakan, yakni tatkala dicip-
Orang yang sombong biasanya merasa dirinya lebih dari takannya manusia pertama Adam a.s.
orang lain. Kalau kaya, maka ia merasa dirinyalah yang paling
kaya. Kalau pandai, maka ia merasa dirinyalah yang paling Konon, Adam diciptakan oleh Allah dari sekeping ta-
pandai. Kalau berani, maka ia merasa dirinyalah yang paling nah. Dengan kata lain, bahan baku penciptaan Adam adalah
pemberani. Pendeknya, orang yang sombong selalu menem- tanah. Sedangkan bahan baku bagi penciptaan Iblis adalah api.
patkan dirinya lebih dari orang lain, atau kedudukannya di atas
setingkat dari orang lain. Orang lain dipandangnya rendah, tak Kendati berbeda asal-muasalnya, namun keduanya sama-
berarti apa-apa. Ia merasa dirinyalah yang paling benar, ke- sama makhluk Allah yang pada dasarnya adalah sama. Namun
lompoknyalah yang paling baik, partainyalah yang paling meme- persoalannya akan menjadi lain, manakala Iblis diperintahkan
nuhi aspirasi masyarakat, sehingga sulit diajak kompromi, diajak oleh Allah agar sujud bersimpuh di hadapan Adam. Ia sungguh
berembuk untuk memikirkan kepentingan-kepentingan ummat, merasa tersinggung sekali, seolah-olah harga dirinya dilecehkan
dan kepentingan-kepentingan bangsa dan negara. Lebih celaka begitu saja oleh Allah, lantaran perintah tersebut. Sebab menurut
lagi, jika kesombongannya ini sampai-sampai menentang kebe- Iblis, penciptaan dirinya dari api, itu lebih baik daripada pencip-
naran yang datang dari Allah SWT. maka tepatlah kiranya apa taan Adam dari tanah. Ia benar-benar tersinggung atas perlakukan
yang disinyalir oleh Al-Qur’an pada surah Al-Isra’ ayat 89 : seperti ini, dan demi mempertahankan harga dirinya, demi keu-
tuhan rasa gengsinya dan kehormatan dirinya, ia berani menen-

−c¯−§µ¯²[z¤«[[x·ÅŸ}\´¬«\´Ÿz‡v¤«¼
tang perintah Allah, kendatipun ia harus mendapat kutukan dari
Allah dan mempertaruhkan nasibnya dan nasib anak cucunya
untuk mendekam selama-lamanya di kawah neraka.
[y½ §×[ }\´«[z„§[Å^\Ÿ
Hadirin.
“Sesungguhnya Kami telah berulang-ulang membuat perum-
pamaan bagi manusia di dalam Al-Qur’an ini, tetapi ke-
Berbicara tentang harga diri, mungkin akan timbul perta-
banyakan manusia itu bersikap sombong kecuali kepada
nyaan di benak kita. Siapakah yang paling berkompeten menen-
kekufuran”.
tukan harga diri seseorang. Setiap individukah? atau bagaimana?
Jika setiap individu, maka penolakan Iblis untuk tidak mau ber-
sujud kepada Adam dapat dibenarkan. Karena disamping ia ter-
Muslimin Rahimakumullah.
cipta dari api yang menurutnya lebih mulia daripada tanah,ia juga
lebih dulu diciptakan Allah sebelum Adam. Bahkan menurut
Persoalan kesombongan memang bukan persoalan
riwayat Iblis ini dulunya adalah makhluk Allah yang sangat taat
136
137
mengabdi kepada Allah, sehingga ketika itu kedudukannya di- Dia biasanya mudah tersinggung dan mudah tinggi hati serta me-
setarakan dengan para Malaikat. miliki sikap pendendam terutama kepada orang yang dianggap-
nya penghalang atau musuh.
Tetapi ternyata tidak hadirin sekalian. Justeru ternyata
yang lebih berkompeten menentukan harga diri seseorang adalah
Yang Maha Sempurna, Dialah Allah SWT. Sehingga dalam kasus Hadirin.
seperti ini, Iblis dianggap oleh Allah SWT. sebagai orang yang
sombong, orang yang takabbur. Hal ini dengan jelas diceritakan Banyak memang hal-hal yang melatar belakangi sese-
oleh Allah dalam firman-Nya, diantaranya dinyatakan : orang sehingga ia bersikap sombong. Diantaranya adalah karena
posisi atau kedudukan dimana ia mempunyai posisi atau kedu-

×[¼vkŸ ¯u×[¼vk~[»¨Ï¬°¬«\´¬£w[¼
dukan strategis atau lebih tinggi dari orang lain, misalnya posi-
sinya jadi pemimpin, pejabat, kepala, majikan dan sebagainya.
Atau mungkin juga karena ia terpandang dalam masyarakat,
µÃz ¨«[µ¯²\§¼ z_¨c~[¼Å^[ À¬^[ karena ia kaya atau memiliki harta yang banyak, atau karena ia
merasa ditokohkan / sesepuh dalam masyarakat, dan sebagainya.
“Dan ingatlah ketika Kami berfirman kepada para Malaikat,
Seseorang akan cenderung sombong, karena ia kurang
sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka, kecuali Ib-
menyadari bahwa sesuatu yang ia sombongkan itu, tidak selama-
lis. Ia enggan dan takabbur, sehingga ia termasuk golongan
nya bisa bertahan. Misalnya, seseorang sombong lantaran ia jadi
orang-orang yang ingkar” (QS. Al-Baqarah ayat 34).
pemimpin, jadi ketua, jadi kepala, jadi pejabat, jadi tokoh, dan
semacamnya, padahal tentu tidak selamanya jabatan itu melekat
pada dirinya. Suatu saat ia akan kembali menjadi masyarakat
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.
biasa, mungkin karena masa jabatannya sudah habis, mungkin ia
dipecat oleh pejabat di atasnya, mungkin juga ia terpaksa lengser
Sikap Iblis yang sombong dan enggan memenuhi
karena tidak disukai oleh masyarakat. Demikian juga seseorang
perintah Allah untuk sujud kepada Adam ini, ternyata menjadi
yang sombong lantaran harta kekayaan, tentu juga tidak salaam-
penyakit turun-temurun, dan penyakit ini dijadikan sarana yang
nya ia bergelimang harta dan kekayaan. Kalau Allah menghen-
ampuh oleh Iblis untuk menjerumuskan manusia ke lembah yang
daki, dalam waktu sebentar saja, yang kaya dapat berubah
paling nista.
menjadi miskin.
Memang, sifat sombong dapat menutup hati seseorang
Sehubungan dengan ini, ada baiknya kita angkat satu ce-
dari pelita kebenaran. Orang yang dihinggapi penyakit sombong
rita yang terjadi di negeri Mesir, dimana hiduplah seorang bang-
tidak akan bisa menerima nasehat dan petunjuk dari siapapun,
sangat tinggi yang mempunyai harta melimpah, sehingga oleh
138
139
masyarakat Mesir diberi gelar Pasya. anakku kelak”.

Seorang Pasya ini mempunyai seorang tukang masak Tukang masak ini menuruti saja kehendak majikan-nya.
(koki) yang amat setia. Ia tinggal di rumahnya, di bagian bela- Iapun mengajarkan kepada anaknya cara-cara memasak, dan
kang bersama isteri dan seorang anaknya. Anaknya ini ia beri anaknya ia suruh berhenti sekolah. Namun apa yang terjadi,
nama Abduh. rupanya anaknya ini tidak mau berhenti sekolah. Walaupun di
hadapan ayahnya dan majikan ayahnya, ia seolah berhenti se-
Adapun si Pasya ini, ia juga mempunyai anak yang seba- kolah, namun di belakang, secara sembunyi-sembunyi ia tetap
ya umurnya dengan Abduh, dan diberi nama Luthfi. Oleh Pasya, sekolah, kendati tidak masuk kelas (Sekolah Terbuka sekarang).
Luthfi anaknya ini, dimasukkan ke Sekolah Dasar (Ibtidaiyah) Akhirnya, berkat keuletan dan kecangkalannya bersekolah, akhir-
yang tidak begitu jauh dari rumahnya. Pergi dan pulang, Luthfi nya ia berhasil lulus dengan nilai raport yang sangat memuaskan.
diantar jemput dengan mobil yang mewah. Pakaian dan peralatan Dan oleh Pemerintah Mesir ia diberi beasiswa untuk meneruskan
sekolahnya serba lengkap dan mahal-mahal. Berbeda dengan Ab- sekolah ke jenjang yang lebih tinggi lagi.
duh, walaupun oleh ayahnya (si tukang masak) ia juga disekolah-
kan pada sekolah yang sama, namun pergi dan pulang sekolah Berita ini rupanya sampai ke telinga si Pasya, sehingga
hanya dengan berjalan kaki. Pakaian dan peralatan sekolahnya- bangkit lagi kemarahannya. Dia membentak-bentak si tukang ma-
pun serba tidak lengkap dan murah-murah. Namun kedua anak sak : “Sudah kukatakan, anakmu tidak boleh bersekolah, anakmu
ini mempunyai sifat yang berbeda. Abduh anak si tukang masak harus menjadi tukang masak anakku kelak. Sekali lagi kuper-
ini rajin belajar dan mengulangi pelajarannya di rumah. Se- ingatkan, anakmu tidak boleh meneruskan sekolah. Kalau tidak,
dangkan Luthfi, anak Pasya ini, kerjanya selalu bermalas-malas, anakmu akan kuusir dari rumah ini”.
karena terbiasa dilayani dan dimanjakan. Akibatnya, Abduh
tumbuh dan berkembang menjadi anak yang pandai, sedangkan
Luthfi sebaliknya. Hadirin.

Melihat perbedaan yang mencolok terhadap kedua anak Abduh tetap bersikeras untuk meneruskan sekolah. De-
ini. Apalagi kepandaian Abduh melebihi kepandaian Luthfi, Pa- ngan menumpang tinggal bersama bibinya dan dengan bekal
sya sering marah-marah. biaya dari beasiswa yang ia terima, dia melanjutkan sekolah.

Pada suatu hari, dengan nada sombong ia berkata kepada Hari-hari terus berlalu, berganti bulan, berganti tahun,
tukang masaknya : “Kalau anakmu kau sekolahkan juga, siapa akhirnya ia dapat menyelesaikan sekolahnya, dan dengan beasis-
nanti yang akan menjadi tukang masak anakku si Luthfi nanti. wa pula ia terpilih meneruskan ke perguruan tinggi, dan setelah
Kau sudah kuberi pekerjaan menjadi tukang masakku, maka selesai mengikuti program pendidikan di perguruan tinggi dengan
anakmu harus kau persiapkan pula menjadi tukang masak memperoleh gelar sarjana, dan oleh pemerintah Mesir ia dikirim
140 141
µÃz_¨c°«[`oÃ×¹³[
ke luar negeri untuk memperdalam ilmunya dan berhasil me-
nyandang gelar Doktor.

Sepulangnya dari luar negeri, ia ditugaskan memegang “Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang som-
jabatan penting di sebuah kota di Mesir, sehingga terbukalah bong” (QS. An-Nahl ayat 23).
lapangan penghidupannya dan dia sekarang hidup berkecukupan.
Semoga Allah SWT. selalu melindungi kita dari sifat-
sifat yang tercela dan membukakan hati kita untuk berbuat yang
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah. disenangi-Nya. Amin ya Rabbal ‘Alamin.

Datanglah masa pembaharuan di Mesir. Gelar Pasya


dihapuskan, dan pemiliknya hanya dibolehkan memiliki harta °Àjz«[²\Àg«[µ¯ã\^w½—Ç
kekayaan yang terbatas. Mantan Pasya inipun terpaksa menjual
sejumlah harta kekayaannya. Tanpa sepengetahuannya ternyata
diantara pembeli yang membeli sebagian harta kekayaannya itu
°Ànz«[µ°nz«[ã[°^
adalah Abduh, anak si tukang masak tersebut. Beberapa tahun
berselang, mantan Pasya itu meninggal dunia. Harta kekayaannya −À «[`o‡\^©^y−˜Ÿ¡À§zb°«[
−À¬ŒbÅŸ°·vÀ§−˜kð«[
diwariskan kepada anaknya, Luthfi, yang kemudian menghabis-
kannya untuk berpoya-poya. Luthfi akhirnya menjadi miskin dan
melarat, sehingga jangankan dapat menggaji seorang tukang
masak di rumahnya, memikirkan apa yang dimasak saja untuk −À^\^[[zÀ°¸À¬—−~y[¼
keperluan hidupnya, ia harus berpikir tujuh keliling. Demikian-
lah nasib orang yang sombong, akan memperoleh balasan yang
setimpal.
−Àk~µ¯ºy\ko^°¸À¯zb
Jª½§È¯¡ˆ˜§°·−˜kŸ
°À•˜«[²Óz¤«[ÅŸ °¨«¼Å«ã[¦y\^
Ma’asyiral Muslimin yang dirahmati Allah SWT.

Oleh karenanya dalam kesempatan ini, kami mengajak


kepada jamaah sekalian, apapun alasannya, sebagai hamba Allah a\Ã×[µ¯¹ÀŸ\°^°§\Ã[¼Å´˜ ³¼
yang baik, maka hendaklah kita selalu berusaha untuk menjauh-
kan diri dari sikap sombong dan takabbur. Karena Allah SWT.
sama sekali tidak menyukai orang-orang yang sombong :
¹b¼Øb°¨´¯¼Å´¯−_¤b¼ °À¨o«[z§x«[¼
142 143
°À¬˜«[™À°«[½·¹³[
J°Ànz«[y½ œ«[½·¹³[ ¶¼z œc~\Ÿ
17

Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

µÀ¤c°¬«»_£\˜«[¼ µÀ°«\˜«[]yãv°o«[
¹«©Ãzƒ×¶vn¼ ã[×[¹«[ß²[v¸ƒ[
¹«½~y¼¶v_—[v°o¯²[v¸ƒ[¼
[x·Å¬—°¬~¼−‡°¸¬«[ ¶v˜^Å_³×
v°o¯ °À•˜«[ª½~z«[¼ °Ãz¨«[Á_´«[
µÃv«[¯½ÃÅ«[¹˜_bµ¯¼ ¹^\o‡[¼¹«[Ŭ—¼
°¨À‡¼[ ã[u\_—ÔÄŸ v˜^\¯[
²½¤c°«[{\Ÿv¤Ÿ ã[½¤c^¾\Ã[¼
144
145
Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah. Hal yang seperti ini banyak kita jumpai dalam masya-
rakat, yakni orang-orang yang kurang mawas diri yang akibatnya

A
mereka gagal dalam perjuangan hidupnya.
lhamdulillah, kita panjatkan Puji dan Syukur ke
khadirat Allah SWT. yang mana atas berkat rah-
Kenapa yang sedemikian masih banyak terjadi? Hal ini
mat dan karunia-Nya jualah, sehingga dapatlah
dikarenakan beberapa hal :
kita pada siang ini kembali bisa berkumpul di tempat yang suci
dan mulia ini, guna bersama-sama melaksanakan shalat Jum’at
Pertama, masih banyak orang yang menganggap dirinya
secara berjamaah.
selalu benar sehingga enggan bermawas diri.

Muslimin Rahimakumullah.
Kaum Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.
Dalam kesempatan khutbah kali ini, kami ingin mencoba
Seseorang yang menganggap dirinya selalu benar, de-
mengangkat satu topik tentang Mawas Diri atau Introspeksi. Ke-
ngan sendirinya akan menganggap orang lain selalu salah. Maka
napa topik ini kami angkat, karena mawas diri merupakan suatu
bila terjadi suatu persoalan, baik dalam lingkungan keluarganya,
kewajiban bagi ummat manusia, khususnya bagi orang yang
perusahaannya atau organisasi yang dipimpinnya, tentu anggota
beriman kepada Allah SWT. Sebab tanpa mawas diri, seseorang
keluarganya, staf atau karyawan yang dipimpinnya, anggota
akan sulit menemukan kekurangan yang ada pada dirinya, sulit
organisasinya, akan menjadi tumpukan pelampiasan kemarahan-
memperbaiki kelemahan yang ada pada dirinya.
nya. Dengan kata lain mereka sering disalahkan kendati tanpa
dasar, sebab atau alasan yang rasional. Bahkan lebih fatal lagi,
kalau dalam lingkungan keluarga, mereka yang disalahkan ini
Kaum Muslimin yang berbahagia.
sering dikucilkan dalam lingkungan keluarga, mereka dicemooh
dan diusir. Kalau dalam lingkungan perusahaan, mereka diber-
Dalam kenyataan hidup sehari-hari, nampaknya masih
hentikan begitu saja dari pekerjaannya. Atau kalau dalam ling-
banyak diantara kita yang merasa enggan untuk bermawas diri.
kungan organisasi, mereka tidak diperdulikan lagi, mereka tidak
Sering kita dapati, orang-orang yang tidak mau bermawas diri
dilibatkan lagi dalam berbagai kegiatan, sehingga mereka merasa
dalam perjuangan hidupnya, sehingga dalam setiap menghadapi
terasing, yang pada akhirnya dengan sendirinya mereka keluar
persoalan yang ada, mereka sering menemukan jalan buntu.
dari organisasi tersebut.
Demikian pula dalam mengatasi persoalan yang terjadi pada
perusahaan atau organisasi yang dipimpinnya, sering mendapati
Ingatlah bahwa, sikap yang seperti di atas tidak akan
jalan yang rumit.
menguntungkan, malah justeru akan merugikan diri kita sendiri,
karena hal yang sedemikian dapat mengurangi wibawa seseorang,
146
147
terlebih-lebih seorang pemimpin. Di-samping itu juga dapat me-

ã[²[ ã[[½¤b[¼ vœ«d¯v£\¯ ³


ngurangi simpati para staf, karyawan atau anggota. Menghi-
langkan semangat kerja mereka, yang pada gilirannya, mereka
tidak betah lagi bekerja di perusahaan kita, atau tidak punya
minat lagi mengikuti organisasi yang kita pimpin. ²½¬°˜b\°^zÄ_r
“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah, dan
Hadirin sekalian.
hendaklah setiap diri memperlihatkan apa yang telah diperbuat-
nya (ber mawas diri) untuk hari esok, dan bertaqwalah kepada
Jelaslah sudah, bahwa sikap merasa enggan untuk ber-
Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu
mawas diri, tidak akan memecahkan persoalan, bahkan justeru
kerjakan” (QS. Al-Hasyr ayat 18).
akan menambah persoalan. Tidak akan menambah kemajuan, tapi
justeru akan menambah memunduran.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.
Akal sehat tentu menolak mentah-mentah terhadap sikap
yang enggan bermawas diri ini. Kenapa demikian?, karena sudah
Sebab ke dua yang menjadikan kurangnya seseorang
menjadi sifatnya, bahwa manusia itu mempunyai kelebihan, di-
bermawas diri adalah karena khawatir akan hilang wibawanya,
samping juga mempunyai kekurangan. Dalam perjalanan hidup-
hilang harga dirinya, hilang kehormatannya, jika kekurangan atau
nya, manusia kadang-kadang bisa benar, namun terkadang pula
kelemahan yang ada pada dirinya terbongkar dan diketahui oleh
bisa salah. Oleh sebab itu, sikap yang paling baik dan dapat dite-
orang lain. Sehingga bagaimanapun juga ia akan tetap menjaga
rima oleh akal pikiran, adalah sikap yang mengakui adanya kele-
kerahasiaan kekurangan atau kelemahan dirinya. Sedapat-dapat-
bihan dan adanya kekurangan. Adanya kebenaran dan adanya
nya ia akan berusaha untuk menutupi segala kekurangan atau ke-
kesalahan, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain.
lemahan yang ada pada dirinya, kendatipun ia harus mengkam-
Sehingga dengan demikian, bila terjadi suatu persoalan, sese-
binghitamkan orang lain.
orang tidak akan langsung menyalahkan orang lain, tetapi
terlebih dahulu ia akan mengintrospeksi dirinya sendiri. Jika
Ingatlah, kekurangan atau kelemahan meskipun ditutup-
ternyata di dalam dirinya ditemukan kekeliruan atau kesalahan,
tutupi, dan bagaimana juapun pandainya menutupi kekurangan
maka dari sanalah suatu persoalan dapat diperbaiki atau dibangun
atau kelemahan, toh pada akhirnya akan ketahuan juga. Bukan-
kembali, tanpa harus menyalahkan orang lain. Firman Allah SWT
kah ada pribahasa, sepandai-pandainya menyimpan bang-
kai,lama-lama baunya akan keciuman juga. Oleh karena itu, kita
z•´c«¼ ã[[½¤b[[½´¯[µÃx«[\¸ÃÓ\à tidak perlu segan-segan mengakui kelemahan dan kekurangan
kita. Mungkin ini akan lebih baik, daripada kelemahan dan
148 149
kekurangan kita ini nanti diungkap atau dibeberkan oleh orang Jelaslah sudah, bahwa kalau kita ingin maju, ingin cepat
lain. Jika kelemahan dan kekuranagan kite sampai dibeberkan mengatasi segala persoalan, ingin bertambah kewibawaan kita,
orang lain, di samping kita akan malu, wibawa kita akan berku- kuncinya, mawas diri, sekali lagi, mawas diri.
rang, rasa simpati orang lain terhadap kita juga akan luntur.
Orang yang suka bermawas diri, biasanya juga ia akan
selalu lapang dada dalam menghadapi segala persoalan yang ada.
Muslimin Rahimakumullah. Hatinya selalu terbuka untuk menerima kritik dan saran orang
lain.
Marilah dengan jiwa besar kita berupaya untuk selalu ber
mawas diri, mengoreksi segala kelemahan dan kekurangan yang Ingatlah anjuran Allah SWT. :
ada pada diri kita masing-masing. Akuilah salah, kalau memang

[½o b °¨«−Ä£[w[[½´¯[µÃx«[\¸Ã[ÔÃ
kita terlanjur berbuat salah, tanpa harus mempertimbangkan
pangkat, martabat dan kedudukan kita.

Jika kita selalu ber mawas diri, dan dengan hati terbuka °¨«ã[p Ã [½oŸ\Ÿ ¬k°«[ÅŸ
meminta orang lain agar ikut membantu mengoreksi kekeliruan
kita. Tindakan ini tentu akan menambah pengaruh dan wibawa
“Hai orang-orang yang beriman, bila dikatakan kepadamu ber-
kita di mata masyarakat, di samping juga segala macam persoalan
lapang-lapanglah kamu di dalam majelis, maka lapangkanlah,
yang mungkin akan terjadi akan dapat teratasi segera.
niscaya Allah akan memberikan kelapangan untukmu”(QS. Mu-
jadillah ayat 11).
Hadirin para jamaah sekalian.
Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.
Rasulullah SAW. adalah contoh terbaik yang patut kita
teladani, dalam hal ber mawas diri ini. Dalam banyak hal, terle-
Sebab ke tiga yang menjadikan seseorang enggan berma-
bih-lebih persoalan yang menyangkut ummat, beliau tidak segan-
was diri, disamping dirinya selalu merasa benar dan khawatir ke-
segan minta pendapat atau masukan dari para sahabatnya. Tin-
hilangan wibawa, ialah karena yang bersangkutan belum pernah
dakan ini sama sekali tidak menurunkan martabat dan wibawa
merasakan betapa manfaat bermawas diri itu.
kerasulan beliau. Malah beliau semakin dicintai, semakin dihor-
mati dan semakin disegani oleh para sahabatnya. Tidak hanya
Jika seseorang tahu dan dapat merasakan betapa besar
sebatas itu, bahkan orang-orang non Muslim pun memuji pribadi
manfaat bermawas diri, baik bagi dirinya sendiri, bagi kelu-
dan akhlak beliau ini.
arganya, bagi organisasi atau perusahaan yang dipimpinnya, tentu
150
151
ia tidak segan-segan untuk selalu ber-mawas diri. yang selalu memancarkan keindahan, kesejukan dan kedamaian,
yang tak satupun masyarakat menjauhinya, bahkan sebaliknya,
Adapun manfaat bermawas diri itu, antara lain sebagai mereka semakin cinta, mereka semakin mendekatinya, dan ingin
berikut : selalu bersamanya, baik di dalam suka maupun di dalam duka.

1. Secara dini dapat diketahui dan disadari akan kelemahan Ingatlah peringatan Allah SWT. :
dirinya, sehingga dapat diperbaiki pada masa-masa yang

d´§½«¼ °¸«d´« ã[µ¯»°ny\°_Ÿ


akan datang;
2. Tidak akan mudah menyalahkan orang lain, karena setiap
kesalahan yang terjadi, ia akan selalu mencermini dirinya
terlebih dahulu; ©«½nµ¯ [½Œ ³× `¬¤«[”Ĭ›\”Ÿ
3. Akan memperbesar wibawanya dan mempertinggi sim-
pati orang lain terhadapnya. Terlebih-lebih kalau ia seba-
“Maka disebabkan rahmat Allah-lah kamu berlaku lemah lembut
gai pemimpin. Sebab tidak semua pemimpin sanggup
terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati
bersikap mawas diri;
kasar, juga tidak bermawas diri, tentulah mereka menjauhkan
4. Memberikan semangat kerja orang-orang yang dipim-
diri dari sekelilingmu” (QS. Ali Imran ayat 159).
pinnya, oleh karena mereka merasa dihargai hasil ker-
janya dan diperhatikan buah pikirannya;
5. Segala macam persoalan dan kendala, dengan segera
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah.
dapat diatasi, karena di dalam mawas diri terdapat sikap
keterbukaan/apa adanya;
Dari uraian khutbah ini dapatlah kita simpulkan :
6. Memperingan beban yang dipikulnya sebagai pemimpin,
1. Mawas diri merupakan suatu kewajiban dan keharusan
memperlancar aktivitas, mempercepat kemajuan dan
bagi setiap manusia, terutama bagi setiap Muslim;
mempermudah dalam menggapai kesuksesan.
2. Dengan bermawas diri, segala kendala yang ada akan
mudah diatasi dan segala aktivitas hidup dan kehidupan
akan mudah memperoleh kesuksesan.
Kaum Muslimin yang berbahagia.
3. Mawas diri merupakan pondasi bagi sikap keramah-
tamahan
Seseorang yang suka bermawas diri pada umumnya
mempunyai sikap yang ramah dan lemah lembut. Dari sikap ini
Semoga Allah SWT. senantiasa memberikan kekuatan
akan menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang dari orang-orang
kepada kita semua, sehingga kita mampu bermawas diri. Amin ya
yang berada di sekitarnya. Sehingga keberadaannya di dalam
Rabbal ‘alamin.
masyarakat, di tengah-tengah ummat, laksana sebutir mutiara
153
152
°Àjz«[²\Àg«[µ¯ã\^w½—Ç
°Ànz«[µ°nz«[ã[°^
Al-Qur’an dan Terjemahnya, Departemen Agama RI Jakarta,
µÃx«[×[ zrÅ «²\³×[²[ zˆ˜«[¼ 1989;

¥o«\^½‡[½b¼ a\o«\ˆ«[[½¬°—¼ [½´¯[ Abdullah Gymnastiar, KH. Pilar-pilar Akhlak Mulia, MQS
Pustaka Grafika Bandung, 2002;

ÅŸ °¨«¼Å«ã[¦y\^ Jz_ˆ«\^½‡[½b¼ ----------------- Indahnya Ramah, MQS Pustaka Grafika Bandung,


2002;
¹ÀŸ\°^°§\Ã[¼Å´˜ ³¼ °À•˜«[²Óz¤«[
Abdul Malik Al-Qasim, Bagaimana Menjaga Hati, Darul Haq
Å´¯−_¤b¼ °À¨o«[z§x«[¼a\Ã×[µ¯ Jakarta, 2002;

°À¬˜«[™À°«[½·¹³[ ¹b¼Øb°¨´¯¼ A. Musta’in Syafi’ie, Drs. MA. KH. Mutiara Hikmah Al-Qur’an
(Tafsir Al-Qur’an Aktual), Al-Mawardi Prima Jakarta,

J°Ànz«[y½ œ«[½·¹³[¶¼z œc~\Ÿ
2001;

Akhyar Rosyadi, Warisan Tokoh-tokoh Muslim, CV. Bintang


Pelajar Surabaya, 1994;

Abdul Aziz Al-Badri, Peran Ulama dan Penguasa, CV. Pustaka


Mantiq Solo, 1987;

Ahmad Azhar Basyir, MA. Keluarga Sakinah Keluarga Surgawi,


Titian Ilahi Press Yogyakarta, 1994;

Abdul Aziz Al-Badri, Hidup Sejahtera dalam Naungan Islam,


Gema Insani Press Jakarta, 1990;

154 155
Abu Fajar Alqalami, Merengkuh Ampunan Allah, Dua Putra Abu H.F. Ramadlan, BA Tarjamah Duratun Nasihin, Mahkota
Press Surabaya, 2001; Surabaya, 1987;

Anwar Harjono, Dr. Da’wah dan Masalah Sosial Kemasyarakat- Aspihan Djarman, Drs.H. Panggilan Allah Kepada Orang-orang
an, Media Da’wah Jakarta, 1987; yang Beriman, jilid 1 dan 2, Kalam Mulia Jakarta, 1992;

Abdullah bin Jarullah, Ed. Fenomena Syukur (Berdzikir dan Departemen Agama RI, Islam dan Lingkungan Hidup, Dirjen
Berpikir), Risalah Gusti Surabaya, 1994; Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Jakarta, 2000;

Abujamin Roham, Drs.H. Shadaqah Penangkal Bala, Media D. Rohanady, Akhlak Sosial Muslim, Pustaka Zaman Jakarta,
Da’wah Jakarta, 1996; 2000;

Abdurrahman bin Nashir As-Sa’dy, Menggapai Kehidupan Djamaluddin Ahmad Al-Buny, Uswatun Hasanah, Mitra Pustaka
Bahagia, Darul Haq Jakarta, 1999; Yogyakarta, 1998;

Arman Arroisi, Refleksi Ajaran Tuhan, PT. Remaja Rosdakarya Fadhl Ilahi, Dr. Kunci-kunci Rizki Menurut Al-Qur’an dan As-
Bandung, 1995; Sunnah, Darul Haq Jakarta, 1998;

Abdurrahman Arroisi, KH. Keberadaan Manusia di Muka Bumi, Ghalib Ahmad Mashri, Jalan Menuju Kebahagiaan, Lentera
Remaja Rosdakarya Bandung, 1997; Jakarta, 2001;

Ali Al-Khuli, Muhammad, Islam Kaffah, Mitra Pustaka Yogya- H.S Prodjokusumo dkk. Air, Kebersihan dan Kesehatan Ling-
karta, 1997; kungan Menurut Ajaran Islam, MUI Jakarta, 1993;

Abdurrahman ‘Azam, Keagungan Nabi Muhammad SAW. Pedo- Husin Nafarin, H.MA. Bunga Rampai dari Timur Tengah, jilid 1
man Ilmu Jaya Jakarta, 1997; dan 2, Bina Ilmu Surabaya, 1989;

Achmad Sayuti, Drs. Khotbah Cendekiawan, Pustaka Amani Hasan Al-Bana, Menuju Masyarakat Qur’ani, Pustaka Progressif
Jakarta, 1996; Surabaya, 1993;

Ali Anwar Yusuf, Drs. M.Si. Wawasan Islam, Pustaka Setia Hasan Basri, Drs. Merawat Cinta Kasih, Pustaka Pelajar Yogya-
Bandung, 2002; karta, 1999;

156 157
Harun Yahya, Bagaimana Seorang Muslim Berfikir, Robbani Muhammad Ibrahim An-Nashr, Dr. Dkk. Berjuang di Jalan
Press Jakarta, 2001; Allah, Gema Insani Press Jakarta, 1991;

HAMKA, Prof.Dr. Tasauf Modern, Yayasan Nurul Islam Jakarta, Muna Haddad Yakan, Hati-hati Terhadap Media yang Merusak
1980; Anak, Gema Insani Press Jakarta, 1991;

---------------- Lembaga Budi, Yayasan Nurul Islam jakarta, 1980; Muhammad Qutb, Salah Paham Terhadap Islam, Pustaka Sal-
man ITB Bandung, 1982;
Hamd Hasan Raqith, Merengkuh Cahaya Ilahi, Diva Press
Yogyakarta, 2002; ------------------- Konsepsi Ibadah, Gema Insani Press Jakarta,
1992;
Husein Shahab, Dialog-dialog Sufi, PT. Remaja Rosdakarya
Bandung, 2000; Maimunah Hasan, Al-Qur’an dan Pengobatan Jiwa, Bintang
Cemerlang Yogyakarta, 2001;
Hamzah Muhammad Saleh Ajjaaj, 55 Wasiat Rasulullah SAW.
Mutiara Ilmu Surabaya, 1993; ------------------- Menggapai Ridla Allah, Pustaka Nabawi
Yogyakarya, 2001;
Ibnu Qayyim Al-Jauziah, Merentas Jalan Istiqamah, Risalah
Gusti Surabaya, 1994; Mohammad Fauzil Adhim, Disebabkan oleh Cinta Kupercaya-
kan Rumahku Padamu, Mitra Pustaka Yogyakarta, 2000;
Imam Al-Ghazali, Tafakur Dibalik Penciptaan Makhluk, Risalah
Gusti Surabaya, 1997; Muhammad Al-Munajid, 40 Cara Mencapai Keluarga Bahagia,
Gema Insani Press Jakarta, 1998;
------------------ Dibalik Ketajaman Mata Hati, Pustaka Amani
Jakarta, 1997; M. Baharun, Sorotan Cahaya Ilahi, Pustaka Progressif Surabaya,
1995;
Ja’far S. Idris, Islam dan Perubahan Sosial, Mizan Bandung,
1989; Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Aqidah Ahlussunnah wal
Jama’ah, Atase Agama Kedutaan Besar Saudi Arabia
M. Mutawalli Asy Sya’rawi, Prof.Dr. Rezeki, Gema Insani Press Jakarta, 2002;
Jakarta, 1993;

159
158
Muhammad Al-Bahy, Dr. Masa Depan Islam, Yayasan Al- Salman bin Fahd Al-Audah, Agar Bahtera Tak Tenggelam, Risa-
Mukmin Jakarta, 1999; lah Gusti Surabaya, 1995;

Mawardi Labay El-Sulthani, KH. Halal Bihalal dan Silaturrah- Saifuddin Aman, H. MBA. Membangun Masyarakat Madani, Al-
mi, PT. Al-Mawardi Prima Jakarta, 2000; Mawardi Prima Jakarta, 2000;

M.S. Khalil, Kunci Mencari Ayat Al-Qur’an, Bina Ilmu Sura- Syamsul Rijal Hamid, Petuah-petuah Rasulullah Seputar Etika,
baya, 1984; Penebar Salam Jakarta, 1999;

Muhammad bin Abdul Aziz Al-Khudhairi, Sabar, Darul Haq Thoha Muhammad, Mencari Ketentraman Bathin, Pustaka Hik-
Jakarta, 2001; mah Perdana Jakarta, 2000;

Mustafa Al-Qudhat, Dr. Merajut Nilai-nilai Ukhuwah, Mitra Thaha Abdullah Al-Afifi, Tobat Sebagaimana Wasiat Rasulullah
Pustaka Yogyakarta, 2002; SAW. Risalah Gusti Surabaya, 1992;

Muhammad Thalib, Drs. 25 Ciri Keluarga Sakinah Penuh Ber- Tutty Alawiyah AS, Dra.H. Membangun Kesadaran Beragama,
kah dan Langkah Mewujudkannya, Irsyad Baitus Salam Yayasan Alawiyah Jakarta, 1999;
Bandung, 2001;
Usep Romli HM. Percikan Hikmah Berdialog Dengan Hati
-------------------- Konsep Islami Pembinaan Keluarga Sakinah Nurani, Remaja Rosdakarya Bandung, 1999;
Penuh Berkah, Irsyad Baitus Salam Bandung, 1999;
Uwes Al-Qorni, 60 Bahaya Lisan, Remaja Rosdakarya Bandung,
Nashr Sulaiman Al-Umar, Hakekat Kebahagiaan, Media Da’wah 1999;
Jakarta, 1995;
---------------------- 60 Penyakit Hati, Remaja Rosdakarya Ban-
Nurcholish Majid, Dr. Dkk. Serial Khutbah Beragama di Abad dung, 2000;
Dua Satu, Zikrul Hakim Jakarta, 2000;
Yahya bin Hamzah, Imam, Kiat Mengendalikan Nafsu, Remaja
Syamsul Rijal Hamid, Ridho Allah Tergantung Ridha Orangtua, Rosdakarya Bandung, 2001;
Cahaya Salam Jakarta, 2001
Yusuf Qardhawi, Dr. Kenapa Kita Islam, Gema Insani Press
Shafwat ‘Abdul Fattah Mahmud, Jujur, Bintang Cemerlang Jakarta, 1997;
Yogyakarta, 2001;
160 161
PROFIL PENYUSUN
HAL. TERTULIS SEHARUSNYA
12 Drs.H.Birhasani lahir di Banjarmasin tanggal 23
....◊υρ⇑♦×™ ....◊υρ⇑Α×™ Juli 1963. Pendidikan terakhir Fakultas Da’wah
15 IAIN Antasari Banjarmasin thn.1988. Kini sedang
....∝υ∏ ....∝υ⋅ menempuh program Magister (S2) ilmu konumikasi
17, 53 pada Universitas Dr.Soetomo (UNITOMO)
....Ρπ⇑.... ....Ρπ⇑.... Surabaya. Organisasi yang pernah dan sedang
33, 44, diikutinya antara lain PII, IPNU, PMII MUI, LPTQ
62, 88, ....⇐υℜ.... ....⇐υℜ.... dan BAZ. Disamping aktivis organisasi, ia juga
97, 116, seorang penulis/ kolumnis B.Post, disamping
125, 145 sebagai seniman Muslim dalam bidang teater dan
50 sastra. Setidaknya ada 4 buku yang telah ditulisnya
....↓υλ×.... ....↓υ⇓υλ×.... bersama-sama rekan seprofesi di Kabupoaten
Tabalong. Tugas for-malnya kini adalah sebagai
57
≥Ρ….... ≥Ρ….... Kabag. Sosial PEMKAB Tabalong dan sebagai dosen
pada UNISKA kelas Tanjung.
68
σϖπ≡↓ℵ↓.... σϖπ≡↓ℵ⇔↓....
118
ο⇑⎨↓.... ο⇑⎨↓.... Aserani Kurdi, S.Pd lahir di Barabai-HST. tgl. 03
124 Februari 1963. Pendidikan terakhir FKIP Unlam
....↓υϕΦ⇔↓™.... ....↓υϕ×↓™.... Banjarmasin thn. 1993. Organiasi yang pernah dan
125, 132 sedang diikutinya, antara lain PII, IRM, HMI,
....⇐υℜℵ™.... ....⇐υℜΡ⇔↓™.... HIMMAH, BKPRMI, MUI, LPTQ dan
Muhammadiyah. Disamping aktivis organisasi, ia
juga seorang penulis aktif. Ia sering mengikuti

162 163
berbagai lomba karya tulis, baik tingkat lokal
maupun nasional. Beberapa karya tulisnya telah
diterbitkan. Di bidang seni, ia terma-suk penggemar
seni terutama di bidang musik dan sastra. Semasa-
kuliahnya ia pernah tergabung dalam Forum
Diskusi Sastra “POE-TICA” Banjarmasin yang
diketuai oleh (alm) Ajamuddin Tifani, juga sering
terlibat dalam berbagai pementasan seni kampus.
Tugasnya kini adalah sebagai Guru pada SMK
Negeri 1 Tanjung.

164