Anda di halaman 1dari 9

LAS GAS

1. Pengelasan Oksi-asetilen (Las Karbit)


Pengelasan dengan oksiasetilen atau yang lebih familiar disebut dengan Las
Karbit adalah proses pengelasan secara manual dengan pemanasan permukaan logam
yang akan dilas atau disambung sampai mencair oleh nyala gas asetilen melalui
pembakaran C2H2 dengan gas O2 dengan atau tanpa logam pengisi. Dalam proses ini
digunakan campuran gas oksigen dengan gas asetilen. Suhu nyalanya bisa mencapai
3!!
o
C. Oksigen berasal dari proses hidrolisa atau pencairan udara. Oksigen disimpan
dalam silinder ba"a pada tekanan 14 MPa. #as asetilen $C2H2% dihasilkan oleh reaksi
kalsium karbida dengan air dengan reaksi sebagai berikut &
#ambar '. (abung )setilen Dan Oksigen *ntuk Pengelasan
1
#as asetilen yang digunakan untuk pengelasan dapat diperoleh dengan
membeli pada tabung+tabung yang ada di pasaran atau dengan cara membuat sendiri.
)lat yang berfungsi sebagai pembuat dan penyimpan gas asetilen disebut generator
asetilen. #as asetilen yang dibuat pada generator diperoleh dengan cara mereaksikan CaC2
$ ,alsium ,arbida % dengan air.
Cara ker"a generator asetilen sistem lempar atau celup sederhana seperti
terlihat pada gambar berikut.
#ambar 2. #enerator )setilen System -empar . Celup Sederhana
,arbit yang dicelupkan dalam air yang ditampung. #as asetilen yang ter"adi
bergerak naik/ gas yang ter"adi berkumpul dalam ruang gas terus kekunci air/ dari kunci air
tersebut gas siap digunakan.
2
Cara ker"a generator asetilen sistem tetes kebalikan dari generator asetilen
sistem celup/ seperti pada gambar 3. #enerator asetilen "enis ini air diteteskan
kepermukaan karbit yang terletak pada laci didalam rotor/ gas asetilen yang
terbentuk kemudian masuk keruang gas/ dari ruang gas masuk kekunci air dan siap
digunakan. #enerator asetilen harus mendapatkan pera0atan dan perhatian yang
khusus karena sistem ini menghasilkan gas yang tidak ber0arna dan tidak berbau
tetapi mudah terbakar dan mempunyai sifat racun bila dihirup dalam "umlah yang
banyak sehingga harus disimpan dengan baik .
#ambar 3. #enerator )setilen Sistem (etes.
)gar aman dipakai gas asetilen dalam tabung tekanannya tidak boleh melebihi '!!
kPa dan disimpan tercampur dengan aseton. (abung asetilen diisi dengan bahan
pengisi berpori yang "enuh dengan aseton/ kemudian diisi dengan gas asetilen.
(abung asetilen mampu menahan tekanan sampai '/1 2Pa.
Skema nyala las dan sambungan gasnya bisa dilihat pada gambar 3. berikut.
3
#ambar . Skema 4yala -as Oksi+asetilen Dan Sambungan #asnya.
Pada nyala gas oksi+asetilen bisa diperoleh 3 "enis nyala yaitu nyala netral/
karburasi/ oksidasi dan nyala asitelin. 4yala netral diperlihatkan pada gambar 5. diba0ah
ini.
#ambar 5. 4yala 4etral Dan Suhu 6ang Dicapai Pada *"ung Pembakar.
4
(anda+tanda dari keempat nyala api seperti berikut ini&
'%. 4yala netral
Perbandingan antara gas asetilen dan oksigen seimbang yaitu '&'/2. Pada
nyala terdapat 2 bagian yaitu & nyala inti dan nyala luar. 4yala inti berbentuk
tumpul dan ber0arna agak keputih+putihan.
2%. 4yala api karburasi
4yala ini adalah nyala kelebihan asetilen. 7ila kita perhatikan dalam
penyalaan ada 3 bagian yaitu nyala inti/ nyala ekor minimal '8 9 nyala netral dan nyala
luar. *"ung nyala inti berbentuk tumpul dan ber0arna biru.
3%. 4yala oksidasi
4yala oksidasi adalah nyala kelebihan oksigen/ nyala ini terdiri dari 2 bagian/ yaitu
nyala inti dan nyala luar/ nyala ini berbentuk runcing dan ber0arna biru
terang.cerah.
3%. 4yala )setilen
4yala ini hanya campuran gas oksigen yang terdapat pada udara luar dengan
asetilen/ maka inti nyala api tidak terdapat pada penyalaan.
2. Peralatan Las Oksi-Asetilin
Tabung Gas
(abung gas berfungsi untuk menampung gas atau
gas cair dalam kondisi bertekanan. *mumnya
tabung gas dibuat dari 7a"a/ tetapi sekarang ini
sudah banyak tabung+tabung gas yang terbuat dari
paduan )lumunium. (abung gas tersedia dalam bentuk beragam mulai berukuran
kecil hingga besar. *kuran tabung ini dibuat berbeda karena disesuaikan dengan
kapasitas daya tampung gas dan "uga "enis gas yang ditampung. *ntuk membedakan
tabung gas apakah didalamnya berisi gas Oksigen/ )setilen atau gas lainya dapat
dilihat dari kode 0arna yang ada pada tabung itu.
Katup Tabung
Sedang pengatur keluarnya gas dari dalam tabung maka digunakan katup. ,atup ini
ditempatkan tepat dibagian atas dari tabung. Pada tabung gas Oksigen/ katup
biasanya dibuat dari material ,uningan/ sedangkan untuk tabung gas )setilen/ katup
5
ini terbuat dari material 7a"a.
Regulator
:egulator atau lebih tepat dikatakan ,atup Penutun (ekan/ dipasang pada
katub tabung dengan tu"uan untuk mengurangi atau menurunkan
tekanan hingga mencapai
tekanan ker"a torch. :egulator ini "uga berperan untuk mempertahankan besarnya
tekanan ker"a selama proses pengelasan atau pemotongan. 7ahkan "ika
tekanan
dalam tabung menurun/ tekana n ker"a harus dipertahankan tetap oleh
regulator. Pada
regulator terdapat bagian+bagian seperti saluran masuk/ katup pengaturan tekan ker"a/
katup pengaman/ alat pengukuran tekanan tabung/ alat pengukuran tekanan ker"a
dan katup pengatur keluar gas menu"u selang.
Selang gas
*ntuk mengalirkan gas yang keluar dari tabung menu"u torch digunakan selang gas.
*ntuk memenuhi persyaratan keamanan/ selang harus mampu menahan tekan
ker"adan tidak mudah bocor. Dalam pemakaiannya/ selang dibedakan
berdasarkan "enis gas yang dialirkan. *ntuk memudahkan bagimana membedakan
selang Oksigen dan selang )setilen mak cukup memperhatikan kode 0arna pada
selang.
6
Torc ( Pe!bakar )
#as yang dialirkan melalui selang selan"utnya
diteruskan oleh torch/ tercampur didalamnya
dan akhirnya pada u"uang nosel terbentuk
nyala api. Dari keterangan diatas/ toch
memiliki dua fungsi yaitu &
Sebagai pencampur gas oksigen dan gas
bahan bakar.
Sebagai pembentuk nyala api diu"ung
nosel.
(orch dapat dapat dibagi men"adi beberapa "enis menurut klasifikasi berikut ini &
2enurut cara."alannya gas masuk keruang pencampur.

Dibedakan atas &
;n"ector torch $tekanan rendah%
Pada torch "enis ini/ tekanan gas bahan bakar selalu dibuat lebih rendah dari
tekanan gas oksigen.
<=ual pressure torch $torch

bertekanan sama%
Pada torch ini/ tekanan gas oksigen dan tekanan gas bahan bakar pada sisi
saluran masuk sama besar.proses pencampuran kedua gas dalam ruang
pencampur berlangsung dalam tekanan yang sama.
2enurut ukuran dan berat. Dibedakan atas &
(och normal
(orch ringan.kecil
2enurut "umlah saluran nyala api. Dibedakan atas &
(orch nyala api tunggal
(orch nyala api "amak
2enurut gas yang digunakan. Dibedakan atas &
(orch untuk gas asetilen
(orch untuk gas hydrogen/ dan lain+lain.
2enurut )plikasi. Dibedakan atas &
(orch manual
(orch otomatik.semi otomatik
Pe!atik api Las
)lat yang berfungsi untuk menyalakan api las.
Tip "leaner
)lat ini berfungsi untuk membersihkan lubang mulut
pembakar.
#. Proses Pengelasan Oksi Asetilin
$enentukan %&ala Api
%&ala Api Karburasi
7ila terlalu banyak perbandingan gas asetilen
yang digunakan maka di antara kerucut dalam
dan kerucut luar akan timbul kerucut nyala baru
ber0arna biru. Di antara kerucut yang menyala
dan selubung luar akan terdapat kerucut antara yang ber0arna keputih+putihan/
yang pan"angnya ditentukan oleh "umlah kelebihan asetilen. Hal ini akan
menyebabkan ter"adinya karburisasi pada logam cair. 4yala ini banyak digunakan
dalam pengelasan logam monel/ nikel/ berbagai "enis ba"a dan bermacam+macam
bahan pengerasan permukaan non+ferous.
%&ala Api %etral
4yala ini ter"adi bila perbandingan antara
oksigen dan asetilen sekitar satu. 4yala terdiri
atas kerucut dalam yang ber0arna putih
bersinar dan kerucut luar yang ber0arna biru
bening. Oksigen yang diperlukan nyala ini
berasal dari udara. Suhu maksimum setinggi 33!! sampai 3!!
o
C tercapai pada
u"ung nyala kerucut.
%&ala Api Oksi'asi
7ila gas oksigen lebih daripada yang
dibutuhkan untuk menghasilkan nyala
netral maka nyala api men"adi pendek
dan 0arna kerucut dalam berubah men"adi ungu. 4yala ini akan menyebabkan
ter"adinya proses oksidasi atau dekarburisasi pada logam cair. 4yala yang bersifat
oksidasi ini harus digunakan dalam pengelasan fusion dari kuningan dan
perunggu namun tidak dian"urkan untuk pengelasan lainnya.