Anda di halaman 1dari 23

DAYA HANTAR LISTRIK LARUTAN ELEKTROLIT

I. TUJUAN
1) Mengukur daya hantar listrik berbagai jenis senyawa dan larutan pada
berbagai konsentrasi.
2) Memplajari pengaruh jenis senyawa dan konsentrasi suatu larutan
terhadap daya hantar listrik.
II. TEORI
2.1 Teori Dasar Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit
Larutan adalah campuran homogen dua zat atau lebih yang
saling melarutkan dan masing-masing zat penyusunnya tidak dapat
dibedakan lagi secara fisik. Zat yang jumlahnya lebih sedikit di dalam
larutan disebut (zat) terlarut atau solut, sedangkan zat yang jumlahnya
lebih banyak daripada zat-zat lain dalam larutan disebut pelarut atau
solven. Komposisi zat terlarut dan pelarut dalam larutan ini dinyatakan
dalam konsentrasi larutan, sedangkan proses pencampuran zat terlarut
dan pelarut membentuk larutan disebut pelarutan atau solvasi.
Larutan Elektrolit Kuat adalah larutan yang dapat
menghantarkan arus listrik dengan baik. Hal ini disebabkan karena zat
terlarut akan terurai sempurna (derajat ionisasi = 1) menjadi ion-ion
sehingga dalam larutan tersebut banyak mengandung ion-ion.
Karena banyak ion yang dapat menghantarkan arus listrik, maka daya
hantarnya kuat. pada persamaan reaksi, ionisasi elektrolit kuat ditandai
dengan anak panah satu arah ke kanan.
Menurut pandangan modern, arus listrik dapat ditafsirkan
sebagai arus elektron yang membawa muatan negatif melewati suatu
penghantar. Perpindahan ini dapat terjadi bila terdapat beda potensial
antara satu tempat terhadap tempat lain, dan arus listrik akan mengalir
dari tempat yang memiliki potensial tinggi ketempat potensial rendah
(Petunjuk praktikum, 17 : 2009)
Arus listrik ialah arus muatan listrik, yaitu banyaknya muatan
listrik yang melintas penampang per satuan waktu, dan rapat arus listrik
bagi arus listrik yang terdistribusi secara kontinyu seperti misalnya oleh
gerakan ion-ion yang berserakan di udara didefinisikan sebagai
banyaknya muatan listrik yang melintas penampang seluas satu satuan
luas per satuan waktu.Sedangkan arus listrik di dalam cairan,
khususnya larutan elektrolit, adalah oleh ion-ion yang bergerak dari
elektrode satu ke elektrode lainnya, dan di dalam larutan tidak terdapat
elektron bebas. Sudah tentu daya hantar yang memberikan ukuran
mudah-sukarnya arus listrik mengalir, ditentukan sepenuhnya oleh
mudah-sukarnya pembawa-pembawa muatan listrik, yakni elekkron-
elektron ataupun ion-ion yang bergerak didalam medium
(Soedojo,1999 : 263)
Jika kita memakaikan perbedaan potensial yang sama diantara ujung-
ujung tongkat tembaga dan tonkat kayu yang mempunyai geometri
yang serupa, maka dihasilkan arua-arus yang sangat berbeda.
Karasteristik (sifat) penghantar yang menyebabkan hal ini adalah
hambatan (resistance). Kita mendefinisikan hambatan dari sebuah
penghantar (yang sering danamakan tahanan = resistor) diantara dua
titik dengan memakaikan sebuah perbedaan potensial (V) diantara titik
tersebut, dan dengan mengukur arus (I)
(Halliday, 1984:183-187)
Untuk beda potensial yang sama tidak selalu menghasilkan kuat
arus lirtrik yang sama, melainkan tergantung pada dasarnya tahanan
penghantar yang dipakai. makin besar tahanan pengantar, makin kecil
yang mengalir melalui penghantar tersebut, atau dengan perkataan lain
makin besar tahanan (R) makin sedikit muatan listrik yang dihantarkan.
Kamampuan suatu penghantar untuk memindahkan muatan liatrik
dikenal sebagai daya hantar listrik yang besarnya berbanding
terbalik dengan tahanan R.
L = 1/R
L = daya hanyar ( Ohm )
R = tahanan ( Ohm )
Hasil penelitian pada abad kesembilan belas menunjukkan bahwa
larutan dalam air dari beberapa zat padat menghantarkan arus listrik.
Zat-zat dalam larutan atau leburannya dapat menghantarkan listrik
disebut elektrolit. Tidak semua zat dalam larutan dapat menghantarkan
listrik. Zat-zat semacam ini disebut non elektrolit. Partikel-partikel
dalam larutan yang menghantarkan listrik disebut ion. Ion-ion inilah
yang menentukan sifat hantaran listrik serta sifat kimia dan fisika suatu
elektrolit. Ada dua macam elektrolit yaitu elektrolit kuat dan elektrolit
lemah. Elektrolit kuat terurai sempurna menjadi ion dalam larutan air
atau dalam keadaan lebur. Senyawa yang termasuk elektrolit kuat yaitu:
1.Senyawa ion, yang dalam keadaan padat berupa ion
2.Senyawa kovalen yang bereaksi sempurna dengan air membentuk ion,
misalnya HCl.
Zat yang termasuk elektrolit kuat adalah, asam mineral (asam
klorida, asam sulfat, asam nitrat), basa dan leburan atau larutan dalam
air. Sedangkan elektrolit, lemah hanya sedikit sekali terurai menjadi ion
dalam larutan dalam air. Elektrolit ini terutama senyawa kovalen yang
sedikit sekali bereaksi dengan air membentuk ion. Oleh karena itu
elektrolit lemah merupakan penghantar listrik yang buruk dan
mempunyai derajat disosiasi kecil
(Achmad, 1996 : 72)
Suatu pertemuan antara dua larutan elektrolit memberikan suatu
potensial terhadap sel. Misalnya, larutan pekat asam klorida
membentuk pertemuan dengan larutan encer. Kedua ion hydrogen dan
ion klorida berdifusi dari larutan yang pekat ke dalam larutan yang
encer. Ion hydrogen bergerak lebih cepat, maka larutan encernya
menjadi bermuatan positif karena adanya ion hydrogen berlebih.
Larutan yang lebih pekat ditinggalkan dengan kelebihan ion klorida dan
dengan demikian mendapatkan muatan negatif. Pemisahan muatan
yang nyata adalah sangat kecil, tetapi beda potensial yang dihasilkan
cukup berarti
(Alberty, 1992 : 188)
Daya hantar suatu larutan berubah jika konsentrasinya berubah. Oleh
sebab itu dalam membandingkan daya hantar digunakan pengertian
daya hantar molar yang didefinisikan dengan persamaan :
= k/C
Pada elektrolit kuat kebergantungan pada konsentrasi tidak terlampau
besar dan terjadi penyimpangan yang disebabkan oleh antar aksi antar
ion
(Achmad, 1996 : 75-76)



















III. PROSEDUR KERJA
3.1 Alat dan Bahan
Alat
1. Beker Gelas 100 mL : 8 buah
2. Batang Pengaduk : 1 buah
3. Rangkaian alat multimeter
4. Gelas ukur 100 mL : 1 buah
5. Gelas ukur 50 mL : 1 buah
6. Kaca arloji : 1 buah
7. Pipet tetes : 5 buah
8. Spatula : 1 buah

Bahan





7. Akuades
8. NaCl
9. Air jeruk nipis
10. NH
4
OH
11. NaOH

1. HCl
2. NaOH
3. NaBr
4. NaI
5. NH
4
Cl
6. Minyak Tanah

1.1 Skema Kerja
a.Menentukan daya hantar listrik berbagai senyawa








b. Mempelajari pengaruh konsentrasi terhadap daya hantar listrik
larutan elektrolit










Minyak tanah, H
2
O, Larutan NaCl, Kristal NaCl
Isikan masing masing senyawa kdalam gelas beker pada
100ml, sebanyak 25ml
Ukur daya hantar listrik dengan alat multimeter
Hasil
Air jeruk nipis, NH
4
OH,
HCl,NaOH
Senyawa-senyawa dengan 25ml degan konsentrasi 0,05 : 0,1
: 0,5 dan 1,0 M
Diukur daya hantar listrik dengan pngukuran dari larutan
terencer
Hasil

II. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Data dan Perhitungan
A. Hasil
Kelompok I
1. Menentukan Daya Hantar Berbagai Senyawa
Senyawa I (mA) V (volt)
L=I/R
(ohm-1)
Miyak Tanah
0 3
0
H2O
0 3
0
Larutan NaCl
10 3
3,33
Kristal NaCl
0 3
0
Jeruk Nipis
0 3
0

R=V/I
R minyak 3/0 0
R H
2
o 3/0 0
R larutan N
a
Cl 3/10 0.3

L=I/R
L minyak 0/0 0
L H
2
O 0/0 0
L larutan N
a
Cl 10/0.3 33.3
L kristal N
a
C l00/0 0





2. Mempelajari Pengaruh Konsentrasi Terhadap Daya Hantar Listrik
Larutan Elektrolit
Kelompok II
M
Air Jeruk Nipis NH4OH
I V L I V L
0,05 30 3 10 1 3 1/3
0,1 2 3 2/3
0,5 18 3 6
1,0 2 3 2/3

HCl NaOH
I V L I V L
20 3 20/3 8 3 8/3
20 3 20/3 10 3 10/3
100 3 100/3 40 3 40/3
100 3 100/3 20 3 20/3


R = V/I
M
R Air Jeruk
Nipis
R
NH4OH
R HCl R NaOH
0,05 3/30 = 0,1 3/1 = 3 3/20 = 0,15 3/8 = 0,37
0,1 3/30 = 0,1 3/2 = 1,5 3/20 = 0,15 3/10 = 0,3
0,5 3/30 =0,1 3/18 = 0,16 3/100 = 0,03 3/40 = 0,07
1,0 3/30 = 0,1 3/2 = 1,5 3/100 = 0,03 20/3 = 6,6


L = I/R
M


L HCl L NaOH
0,05 30/0,1 = 300 1/3 = 0,33 20/0,15 = 133,3 8/0,37 = 21,62
0,1 30/0,1 = 300 2/1,5 = 1,3 20/0,15 = 133,3 10/0,3 = 33,3
0,5 30/0,1 = 300
18/0,16 =
112,5
100/0,03 = 3333,3 40/0,07 = 571,4
1,0 30/0,1 = 300 2/1,5 = 1,3 100/0,03 = 3333,3 3/6,6 = 0,45
Perhitungan
Air Jeruk Nipis
Dik :I=30
V=3
Jawab: L=I/R
R=V/I
=3/30=0,1
L=30/0,1
L=300

V/I
=3/1=3

V/I
=3/2=1,5

V/I
=3/18=0,167

I/R
=1/3=0,33

I/R
=2/1,5=1,33

I/R
=18/0,167=107,78
M
NH4OH
I V
0,05 1 3
0,1 2 3
0,5 18 3
1,0 2 3
L Air Jeruk
Nipis
L NH4OH
Dik :

I/R
=2/1,5=1,33

V/I
=3/2=1,5

HCl
I V
20 3
20 3
100 3
100 3







NaOH
I V
8 3
10 3
40 3
20 3









Dik :

I/R
=20/0,15=133,33

I/R
=20/0,15=133,33

I/R
=100/0,03=3333,33

I/R

=100/0,03=3333,33

Dik :

I/R
=8/0,375=21,3

I/R
=10/0,3=33,33

I/R
=40/0,075=533,33

I/R
=20/0,15=133,33

V/I
=3/20=0,15

V/I
=3/20=0,15

V/I
=3/100=0,03

V/I
=3/100=0,03

V/I
=3/8=0,375

V/I
=3/10=0,3

V/I
=3/40=0,075

V/I
=3/20=0,15

Minyak tanah
Dik: I = 0
V= 3
Dit: R=....?
L=....?
Jawab:
R = V/I
= 3/0 = 0
L = I/R
= 0/0 = 0
H
2
O
Dik: I = 0
V= 3
Dit: R=....?
L=....?
Jawab:
R = V/I
= 3/0 = 0
L = I/R
= 0/0 = 0
Larutan NaCl
Dik: I = 10
V= 3
Dit: R=....?
L=....?
Jawab:
R = V/I
= 3/10 = 0,3
L = I/R
= 10/0.3 = 33
Kristal NaCl
Dik: I = 0
V= 3
Dit: R=....?
L=....?
Jawab:
R = V/I
= 3/0 = 0
L = I/R
= 0/0 = 0
Jeruk Nipis
Dik: I = 0
V= 3
Dit: R=....?
L=....?
Jawab:
R = V/I
= 3/0 = 0
L = I/R
= 0/0 = 0



4.2 Pembahasan
Pada percobaan mempelajari pengaruh jenis senyawa dan konsentrasi
suatu larutan terhadap daya hantar listrik pada berbagai konsentrasi.
Tegangan listrik yang digunakan adalah 4,5 volt. Dalam percobaan ini
Larutan yang telah ditentukan menjadi 2 kelompok . kelompok 1 yaitu
air jeruk nipis, NH4OH, HCl, dan NaOH. Sedangkan kelompok 2 yaitu
NaCl, NaBr, NaI, NH4Cl. Dengan konsentrasi yang berbeda beda
pada masing masing kelompok larutan yaitu 0,05 M, 0,1 M, 0,5 M,
dan 1,0 M. Meskipun larutan kelompok 1 dan larutan kelompok 2
memiliki konsentrasi yang sama tetapi kemampuan menghasilkan daya
hantar listriknya berbeda itu dikarenakan larutan elektrolit memiliki
ionisasi yang berbeda antara zat satu dengan zat yang lain dikarenakan
sifat dari larutan yang berbeda serta cara ionisasinya yang berbeda
menghasilkan larutan dengan ionisasi yang berbeda atau derajat ionisasi
yang berbeda yaitu ionisasi sempurna (derajat ionisasi =1) dan ionisasi
sebagian (derajat ionisasi < 1).
Percobaan ini dilakukan menggunakan alat multimeter dengan
tegangan listrik sebesar 3 volt. Larutan (minyak tanah, H2O, larutan
NaCl) 25 mL dan 1 gram kristal NaCl. Masing masing dimasukan
kedalam gelas beker untuk diukur daya hantar listriknya dan ditentukan
sifat zat terhadap arus listrik didapatkan hasil sebagai berikut larutan
NaCl memiliki daya hantar listrik sebesar dibandingkan senyawa kristal
NaCl, H2O, dan Minyak tanah. Jadi dapat disimpulkan larutan NaCl
adalah konduktor kuat sedangkan 3 senyawa lainnya adalah isolator
karna memiliki daya hantar 0 kemudian pada pratikum kali ini kristal
NaCl yang dihitung daya hantar listriknya berbeda dengan larukan
NaCl dikarenakan kristal NaCl tidak terionisasi dikarenakan tidak
memiliki ikatan ion dikarenakan tidak diencerkan atau diberi

yang
menyebabkan zat tersebut tidak memiliki ikatan ion yang
menjadikannya larutan elektrolit seperti larutan NaCl.


Grafik kelompok I perbandigan terhadap L





0
5
10
15
20
25
30
35
0.05 0.5 0.1 1
NH4OH
NH4OH
0
5
10
15
20
25
30
35
0.05 0.5 0.1 1
NaOH
NaOH
0
1
2
3
4
5
6
7
0.05 0.5 0.1 1
Air jeruk
air jeruk
0
5
10
15
20
25
30
35
0.05 0.5 0.1 1
HCL
HCL
Pengaruh konsentrasi terhadap daya hantar listrik masing-masing
larutan tersebut adalah semakin tinggikonsentrasi maka semakin tinggi
pula daya hantar listriknya, demikian juga jika semakin kecil
konsentrasi suatu larutan maka daya hantar listriknya semakin kecil.
Untuk air jeruk nipis diperoleh hubungan antara daya hantar listrik
terhadap konsentrasi tidak sesuai dengan teori. Dimana apabila
konsentrasi suatu larutan bertambah besar maka daya hantar hantar
listrik larutan tersebut bertambah besar. Ini disebabkan karena kurangya
konsentrasi praktikan dalam melakukan percobaan.
Grafik kelompok II terhadap L



0
5
10
15
20
25
30
35
0.05 0.5 0.1 1
NaBr
NaBr
0
5
10
15
20
25
30
35
0.05 0.5 0.1 1
NaCl
NaCl


Dalam sel, reaksi oksidasi reduksi berlangsung dengan spontan, dan
energi kimia yang menyertai reaksi kimia diubah menjadi energi listrik.
Bila potensial diberikan pada sel dalam arah kebalikan dengan arah
potensial sel, reaksi sel yang berkaitan dengan negatif potensial sel
akan diinduksi. Dengan kata lain, reaksi yang tidak berlangsung
spontan kini diinduksi dengan energi listrik. Proses ini disebut
elektrolisis. Elektrolisis adalah peristiwa penguraian elektrolit dalam sel
elektrolisis oleh arus listrik.
Dalam pelaksanaannya, larutan atau lelehan yang ingin dielektrolisis,
ditempatkan dalam suatu wadah. Selanjutnya, elektroda dicelupkan ke
dalam larutan maupun lelehan elektrolit yang ingin dielektrolisis.
Elektroda berperan sebagai tempat berlangsungnya reaksi.
Reaksi reduksi berlangsungdi katoda, sedangkan
reaksi oksidasi berlangsung di anoda. Kutub negatif sumber arus
mengarah pada katoda (sebab memerlukan elektron) dan kutub
positifsumberarustentunyamengarahpada
anoda. Akibatnya, katoda bermuatan negatif dan menarik kation-
kation yang akan tereduksi menjadi endapan logam.
Sebaliknya, anoda bermuatan positif dan menarik anion-anion yang
akan teroksidasi menjadi gas. Reaksi elektrolisis dalam larutan
0
5
10
15
20
25
30
35
0.05 0.5 1 1
NH4Cl
NH4Cl
0
5
10
15
20
25
30
35
0.05 0.5 0.1 1
NaI
NaI
elektrolit berlangsung lebih kompleks, spesi yang bereaksi belum tentu
kation atau anionnya. Tetapi mungkin bisa air atau elektrodanya.
Reaksi di katoda bergantung pada jenis kation.

Pengamatan Virtual :










No. Larutan Jenis Elektrolit Penjelasan
1.
NaCl Elektrolit Kuat Salah satu faktor penyebab NaCl memiliki
kemampuan mengalirkan elektron adalah karena
dapatnya terionisasi di dalam air.
Tapi yang perlu diingat adalah NaCl tidak bersifat
elektrolit kuat didalam semua pelarut. NaCl hanya
dapat menjadi elektrolit jika dilarutkan ke dalam
senyawa polar, seperti air.
Jika NaCl dimasukkan ke dalam senyawa nonpolar
seperti bensin, maka NaCl tidak akan dapat larut
sehingga tidak dapat mengalirkan elektron lagi
(bukan elektrolit).
2. HF
Elektrolit Lemah HF merupakan asam lemah sehingga derajat
ionisasinya dibawah satu yang menandakan bahwa
HF hanya terionisasi sebagian dalam air. Sehingga
daya hantaran listriknya lemah
3. CH3OH
Non-elektrolit Metana merupakan senyawa hidrokarbon organic.
Metana tidak mengion dalam air. Sehingga tidak
mampu mengalirkan listrik (derajat ionisasinya 0)


V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
1. Daya hantar listrik dapat di ukur dengan menggunakan alat pengukur
daya hantar yang nantinya akan didapat besar arus listrik dan beda
potensialnya. Kemudian dicari tahanannya Setelah didapat nilai
tahanannya kemudian dicari daya hantarnya
2. Pengaruh konsentrasi terhadap daya hantar yakni semakin besar
konsentrasi larutan, maka daya hantarnya juga semakin besar, begitu
pula sebaliknya.

5.2 Saran
Semoga pada pratikum berikutnya alat-alat yang di gunakan tidak
kekurangan seperti pada pratikum sebelumnya yang harus bergantian atau
meminjam alat dari kelompok pratikan lain yang akan menyita waktu yang
lumayan lama sehingga waktu pratikum yang seharusnya berjalan
sebagaimana mestinya tidak berlangsung dengan baik dan tepat waktu .









VI. DAFTAR PUSTAKA
Ahmad, Hiskia. 1996. Kimia Larutan. Bandung : PT Citra Aditya Bakti.
Alberty, Robert. 1992. Kimia Fisika Edisi 5 jilid I. Jakarta Erlangga.
Soedojo, Peter. 1999. Kimia Dasar. Yogyakarta : Penerbit Andi.
Sutresna, Nana. 2007. Cerdas Belajar Kimia. Bandung: Grafindo.
Tim penyusun, 2011. Buku Petunjuk Praktikum. Jember : Lab.Kimia Fisik.




















Lampiran
Pertanyaan Praparaktikum
1.Apa yang dimaksud dengan daya hantar listrik?
Jawaban :
Daya hantar listrik adalah ukuran seberapa kuat suatu larutan dapat
menghantarkan listrik. Daya hantar listrik merupakan kebalikan dari
hambatan listrik.
2.Bagaimana suatu larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik?
Jawaban :
Daya hantar listrik berhubungan dengan ion-ion dalam larutan. Aliran
arus listrik berbentuk pergerakan partikel berupa partikel elektron
maupun ion. Ketika dilewatkan ke dalam larutan elektrolit, arus listrik
akan dihantarkan oleh ion-ion dalam larutan sehingga listrik dapat
dihantarkan. Semakin banyak ion-ion dalam larutan, daya hantar listrik
dalam larutan semakin kuat.
3.Jelaskan cara kerja pengukuran daya hantar listrik dengan
menggunakan alat multimeter !
Jawaban :
Perpindahan muatan dapat terjadi bila terdapat beda potensial antara
satu tempat dengan tempat yang lain dan arus listrik akan mengalir dari
potensial tinggi ke potensial yang lebih rendah, dalam sebuah larutan
perpindahan muatan dari tinggi kerendah lah yang diukur menggunakan
alat multimeter







Pertanyaan Pasca Praktikum
1. Apa yang dimaksud dengan larutan elektrolit?
Jawaban :
Definisi larutan elektrolit adalah larutan yang molekul-molekulnya
dapat terurai menjadi ion-ion sehingga dapat menghantarkan listrik.
Laurtan ini dapat berupa asam, basa dan garam.
2. Bagaimana sifat dari larutan yang besifat elektrolit kuat, elektrolit
lemah, dan non-elektrolit?
Jawaban :
Larutan yang bersifat elektrolit kuat memiliki sifat dapat
menghantarkan arus listrik, hal ini dikarnakan larutan tersebut
terionisasi sempurna.
Larutan yang bersifat elektrolit lemah memiliki sifat dapat
menghantarkan arus listrik sebagian, hal ini dikarnakan larutan tersebut
terionisasi sebagian.
Larutan yang bersifat nonelektrolit memiliki sifat tidak dapat
menghantarkan arus listrik, hal ini dikarnakan larutan tersebut tidak
terionisasi .
3. Berikan masing-masing 3 buah contoh senyawa yang bersifat
elektrolit kuat, elektrolit lemah, dan non-elektrolit.
Jawaban :
Elektrolit kuat : NaCl, NaBr, Hcl
Elektrolit lemah : NH
4
OH, Air Jeruk Nipis, CH
3
COOH
Nonelektrolit : Minyak tanah, Kristal NaCl, H
2
O
4. Jelaskan pengaruh jenis senyawa dan konsentrasi suatu
larutan terhadap daya hantar listrik.
Jawaban :
Daya hantar listrik akan semakin tinggi jika suatu senyawa mudah
untuk terisolasi(terpisahkan), berbanding lurus dengan konsentrasi
suatu larutan.
Foto Percobaan