Anda di halaman 1dari 25

PENERAPAN ASESMEN KINERJA DALAM PRAKTIKUM

GUNA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL


BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI
POKOK BAHASAN GERAK PADA TUMBUHAN KELAS 8
SMP N 2 KEREK


PROPOSAL









Oleh
AIDHA DWI TRISTANTI
NPM : 1103090132


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI RONGGOLAWE ( UNIROW ) TUBAN
MARET 2013
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Biologi adalah mata pelajaran yang mempelajari tentang makhluk hidup
dan kehidupannya. Dewasa ini pengajaran biologi belum mencapai hasil yang
maksimal, sehingga muncul isu bahwa penguasaan konsep konsep biologi
masih jauh dari yang diharapkan. Rendahnya hasil belajar dalam bidang Ilmu
Pengetahuan Alam (IPA) dapat diketahui dari hasil Ujian Naasional ( UN ).
Ujian Nasional merupakan rangkaian sistem pendidikan di Indonesia yang
harus diikuti oleh setiap pelajar di Indonesia. Pelaksanaan UN SMP bertujuan
mengevaluasi kompetensi lulusan SMP dengan standar yang telah ditetapkan
oleh pemerintah melalui Badan Standar Pendidikan Nasional (BSPN) ( Dian
Surdijani, 2008 ). Menurut informasi dari lapangan penilaian hasil belajar
hanya menekankan pada hasil dan kurang memperhatikan aspek lain yaitu
proses.
Kemudian masyarakat umumnya beranggapan bahwa hasil UN
merupakan keberhasilan pada proses pendidikan siswa selama 3 tahun di
SMP/MTs. Pandangan tersebut mendorong guru berlomba lomba
menyampaikan materi sebanyak sebanyaknya untuk mempersiapkan anak
didik dalam mengikuti Ujian Nasional. Hal tersebut diatas oleh Abdul Malik
Fajar ( dalam harian Kompas, 1996 ) dinyatakan bahwa yang terjadi
kemudian anak didik dipaksa untuk melahap semua informasi guru tanpa
diberi peluang sedikitpun pada siswa untuk melaksanakan refleksi secara
kritis.
Penilaian merupakan serangkaian keiatan untuk memperoleh,
menganalisis dan menafsirkan data tentang proses hasil belajar siswa yang
dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan sehingga menjadi
informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Dengan demikian
penilaian yang diberikan pada siswa harus berdasar pada informasi yang
dapat dilihat dalam bentuk data, siperoleh dari segala kegiatan belajar biologi.
Seseorang yang telah belajar sesuatu akan mengalami perubahan tingkah
laku. Sifat tingkah laku sebagai hasil proses belajar dapat digolongkan pada
tiga aspek yaitu pengetahuan, ketrampilang dan sikap. Selama ini tampaknya
penilaian hanya berdasar pada hasil ulangan saja atau aspek pengetahuan,
tanpa memperhatikan aspek seperti sikap dan ketrampilan siswa untuk
mengambangkan kepribadian serta kurang memperhatikan keaktifan siswa
dalam proses pembelajaran. Dengan penyampaian materi secara teoritis saja,
maka aspek ketrampilan yang diharapkan tidak dapat berkembang dengan
baik. Aspek ketrampilan akan lebih berkembang jika ditunjang dengan
kegiatan praktikum.
Khususnya untuk mempelajari Biologi, ada pokok bahasan tertentu yang
kurang dapat berhasil jika tidak ditunjang dengan metode yang melibatkan
kegiatan praktikum. Praktikum dapat digunakan untuk menemukan prinsip
tertentu atau menjelaskan tentang prinsip prinsip yang dikembangkan.
Demikian juga kegunaan praktikum tidak sekedar untuk mempraktekkan
kebenaran teori tetapi dapat pula mengembangkan proses berpikir. Karena itu
praktikum jangan hanya mempersoalkan hasil akhirnya tetapi bagaimana
proses selama berjalannya praktikum dengan tidak mengabaikan kinerja
siswa.
Hal hal yang diuraikan di atas kurang diperhatikan oleh sebagian
pengajar, dan informasi tentang kemajuan kinerja dan keaktifan siswa tidak
dapat dilihat secara keseluruhan. Untuk mengetahui kemajuan kinerja dan
keaktifan siswa secara keseluruhan, dapat dilaksanakan melelui alternatif
penilaian kinerja dan keaktifan siswa yaitu asesmen kinerja ( asessment
performance ).
Asesmen kinerja atau penilain kinerja merupakan salah satu penilaian
dimana guru mengamati dan membuat pertimbangan tentang demonstrasi
siswa dalam hal kecakapan dan menghasilkan suatu produk. Berdasarkan
latar belakang masalah tersebut maka salah satu alternatif penilaian keaktifan
siswa adalah dengan menggunakan asesmen kinerja.
Dengan pemikiran di atas penulis mengadakan penelitian tentang
penerapan asesmen kinerja pada praktikum pembelajaran Biologi pokok
bahasan gerak pada tumbuhan.

B. IDENTIFIKASI MASALAH
Dari uraian latar belakang masalah dan berdasarkan observasi yang
dilakukan peneliti dalam proses pembelajaran biologi, dapat diidentifikasi
beberapa faktor yng yang berpengaruh terhadap keaiktifan dan hasil belajar
siswa dalam pembelajaran biologi yaitu:
1. Apakah penerapan asesmen kinerja berupa rubrik dapat
meningkatkan keaktifan siswa?
2. Apakah dalam penerapan asesmen kinerja pada pokok bahasan gerak
pada tumbuhan dapat meningkatan antusias siswa dalam praktikum
biologi?
3. Apakah dalam penerapan asesmen kinerja dapat memberikan
penilaian yang menyeluruh terhadap kinerja siswa?

C. BATASAN MASALAH
Penelitian ini hanya pada proses penerapan asesmen kinerja berupa
rubrik pada praktikum biologi pokok bahasan gerak pada tumbuhan yang
dilakukan di SMP N 2 Kerek Kabupaten Tuban.

D. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas penulis merumuskan masalah sebagai
berikut:
1. Bagaimana cara penerapan asesmen kinerja untuk meningkatkan
aktifitas siswa pada praktikum gerak pada tumbuhan?
2. Apakah asesmen kinerja dapat mempengaruhi keaktifan siswa dalam
praktikum pada pemebelajaran biologi?


E. DEFINISI OPERASIONAL
Pembelajaran Biologi adalah proses pengajaran ilmu alam khusunya
menyangkut makhluk hidup baik mikroba, tumbuhan, hewan maupun
manusia pada siswa. Upaya upaya yang dilakukan di dalam pembelajaran
dapat berupa analisis tujuan dan karakteristik studi dan siswa, analisis sumber
belajar, menetapkan strategi pengorganisasian, isi pembelajaran, menetapkan
strategi penyampaian pembelajaran, menetapkan strategi pengelolaan
pembelajaran, dan menetapkan prosedur pengukuran hasil pembelajaran.
Oleh karena itu, setiap pengajar harus memiliki keterampilan dalam memilih
strategi pembelajaran.

F. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Mendiskripsikan cara penerapan asesmen kinerja dalam prakikum
pembelajaran Biologi pokok bahasan gerak pada tumbuhan pada
siswa kelas VIII SMP N 2 Kerek Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran
2012 / 2013.
2. Mendiskripsikan dampak kegiatan belajar mengjar dengan
menerapkan asesmen kinerja dalam pembelajaran Biologi pokok
bahasan gerak pada tumbuhan pada siswa kelas VIII SMP N 2 Kerek
Kabupaten Tuban.

G. KEGUNAAN PENELITIAN
Penelitian ini memiliki manfaat sebagai sebagai berikut:
1. Siswa :
Terlibat aktif dalam pembelajaran dan mendapatkan suasana
pembelajaran yang tidak hanya mengasah kemampuan kognitif tetapi
juga mengasah kemampuan psikomotorik sehingga hasil belajar
siswa dapat meningkat.
2. Guru :
Mendapatkan cara evaluasi dan penilaian yang bervariasi
sehingga dapat menuntaskan materi pembelajaran dengan hasil yang
memuaskan.
3. Lembaga :
a. Memberi alternatif bagi upaya perbaikan mutu proses penilaian
kegiatan belajar mengajar biologi di SMP N 2 Kerek, khususnya
melalui penggunaan asesmen kinerja, sehingga secara bertahap
kemampuan penilaian guru terhadap siswa semakin baik.
b. Dapat dijadikan sebagai bahan masukan informasi tentang salah
satu alternatif penilaian kinerja dalam pembelajaran Biologi
pokok bahasan gerak pada tumbuhan pada dengan pemanfaatan
metode penilaian dalam mencapai tujuan pembelajaran.



















BAB II
LANDASAN TEORI
A. PENGAJARAN DAN EVALUSI
Evaluasi merupakan bagian integral dari keseluruhan kegiatan belajar
mengajar. Evaluasi merupakan suatu komponen yang erat kaitannya dengan
komponen komponen yang lain dalam pengajaran. Dapat dikatakan bhwa
evaluasi dan pengajaran itu saling membantu. Evalusi haruslah membantu
pengajaran dalam mencapai tujuan tujuan yang telah ditetapkan. Evaluasi
yang telah dilakukan secara tidak benar dapat mematikan semangat siswa
dalam belajar. Sebaliknya evaluasi yang dilakukan dengan baik dan benar
seharusnya dapat meningkatkan mutu dan aktivitas siswa. Dengan kegiatan
evaluasi dapat membantu guru untuk memperbaiki cara mengajar dan
membantu siswa dalam meningkatkan cara belajarnya.
Popham (1995) menyatakan bahwa asesmen harus menjadi bagian dari
pengajaran dan tidak bisa dipisahkan, dalam arti asesmen dan pengajaran
merupakan dua hal yang saling mendukung. Pendapat senada dikemukakan
oleh Gronlund (1994) yang menyatakan bahwa penilaian ( assesment ) dan
pengajaran ( instruction ) merupakan dua hal yang saling mendukung dalam
proses pembelajaran, sehingga kegiatan proses belajar mengajar yang efektif
membutuhkan pengembangan kita dalam mengelola pembelajaran,
bagaimana kita mengajar, mengorganisasikan pelaksanaan KBM, dan proses
asesmen, dengan menekankan asesmen sebagai bagian dasar dari program
pengajaran. Pendapat serupa dikemukakan oleh Deforges (1995) menyatakan
bahwa penilaian memiliki pengaruh yang cukup penting pada pengajaran,
pembelajaran, dan proses interaksi kelas sehingga penilaian mempengaruhi
metode belajar siswa, kemajuan dan sikap siswa.
1. Arti Penilaian
Dari segi istilah, evaluasi mengandung pengertian sebagai suatu
tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuautu. Dalam
kaitannya dengan pendidikan, evaluasi dapat diartikan sebagai suatu
tindakan atau suatu proses penentuan nilai pendidikan sehingga dapat
diketahui mutu atau hasil hasilnya. Menurut Nana Sudjana ( 1990 )
penilaian adalah proses memberikan atau menentukan nilai kepada objek
tertentu berdasarkan suatu kriteria tertentu.
Dalam hubungannya dengan kegiatan pengajaran, Gronlund
merumuskan pengertian evaluasi sebagai suatu proses yang sistematis
untuk menentukan atau membuat keputusan sampai sejauh mana tujuan
tujuan pengajaran telah dicapai oleh siswa.
2. Fungsi Penilaian
Fungsi evaluasi di dalam pendidikan tidak dapat dilepaskan dan
tujuan eval uasi itu sendiri. Di dalam batasan tentang evaluasi pendidikan
yang telah dikemukakan di muka tersirat bahwa tujuan evaluasi
pendidikan ialah untuk mendapat data pembuktian yang akan
menunjukkan sampai di mana tingkat kemampuan dan keberhasilan
siswa dalam pencapaian tujuan-tujuan kurikuler. Di samping itu, juga
dapat digunakan oleh guru-guru dan para pengawas pendidikan untuk
mengukur atau menilai sampai di mana keefektifan pengalaman-
pengalaman mengajar, kegiatan-kegiatan belajar, dan metode-metode
mengajar yang digunakan. Dengan demikian, dapat dikatakan betapa
penting peranan dan fungsi evaluasi itu dalam proses belajar-mengajar.
Secara lebih rinci, fungsi evaluasi dalam pendidikan dan pengajaran
dapat dikelompokkan menjadi empat fungsi, yaitu:
Pertama, untuk mengetahui kemajuan dan perkembangan serta
keberhasilan siswa setelah mengalami atau melakukan kegiatan belajar
selama jangka waktu tertentu. Hasil evaluasi yang diperoleh itu
selanjutnya dapat digunakan unuk memperbaiki cara belajar siswa
(fungsi formatif) dan atau untuk mengsi rapor atau Surat Tanda Tamat
Belajar, yang berarti pula untuk menentukan kenaikan kelas atau lulus-
tidaknya seorang siswa dan suatu lembaga pendidikan tertentu (fungsi
sumatif).
Kedua, untuk mengetahui tingkat keberhasilan program pengajaran.
Pengajaran sebagai suatu sistem terdiri atas beberapa komponen yang
saling berkaitan satu sama lain. Komponen komponen dimaksud antara
lain adalah tujuan, materi atau bahan pengajaran, metode dan kegiatan
belajar-mengajar, alat dan sumber pelajaran, dan prosedur serta alat
evaluasi.
Ketiga, untuk keperluan Bimbingan dan Konseling (BK). Hasil-hasil
evaluasi yang telah dilaksanakan oleh guru terhadap siswanya dapat
dijadikan sumber informasi atau data bagi pelayanan BK oleh para
konselor sekolah atau guru pembimbing lainnya seperti antara lain untuk
membuat diagnosis mengenai kelemahan-kelemahan dan kekurangan
atau kemampuan siswa, untuk mengetahui dalam hal-hal apa seseorang
atau sekelompok siswa mememerlukan pelayana remedial, sebagai dasar
dalam menangafli kasus-kasus tertentu di antara siswa, dan sebagai acuan
dalam melayani kebutuhan-kebutuhan siswa dalam rangka bimbingan
karier.
Keempat, untuk keperluan pengembangan dan perbaikan kurikulum
sekolah yangbersangkutan. Seperti telah dikemukakan di muka, hampir
setiap saat guru melaksanakan kegiatan evaluasi dalam rangka menilai
keberhasilan bealajar siswa dan menilai program pengajaran, yang berarti
pula menilai isi atau materi pelajaran yang terdapat di dalam kurikulum.
Seorang guru yang dinamis tidak akan begitu saja mengikuti apa yang
tertera di dalam kurikulum, ia akan selalu berusaha untuk menentukan
dan memilih materi materi mana yang sesuai dengan kondisi siswa dan
situasi lingkungan serta perkembangan masyarakat pada masa itu. Materi
kurikulum yang dianggap tidak sesuai lagi dengan perkembangan dan
kebutuhan masyarakat akan ditinggalkannya dan diganti dengan materi
yang diangap sesuai. Benar apa yang dikatakan oleh para pakar
kurikulum bahwa pada hakikatnya kurikulum sekolah ditentukan oleh
guru.
Meskipun pada umumnya di Indonesia kurikulum sekolah disusun
seacra nasional dan berlaku untuk semua sekolah yang sejenis dan
setingkat, guru-guru dapat ikut serta menyusun kurikulum, atau duduk
dalam panitia penyusun kurikulum, atau setidak-tidaknya memberikan
saran dan pendapatnya. Sebaliknya, panitia penyusun kurikulum biasanya
mencari rnasukan-masukan dari para pelaksana kurikulum di lapangan,
termasuk para pengawas-penilik, kepala sekolah, dan guru-guru.
Demikianlah betapa penting peranan dan fungsi evaluasi bagi
pengembangan dan perbaikan kurikulum.
3. Aspek aspek yang Dinilai
Perubahan perilaku yang diharapkan dalam proses pengajaran
mengacu dan menekankan pada aspek kognitif, afektif dan psikomotor,
sehingga tujuan belajar atau tujuan instruksional yang dirumuskan harus
mengacu pada tiga aspek tersebut. Tujuan instruksional dibedakan
menjadi tiga ranah yaitu ranah kognitif (pengetahuan), ranah afektif
(sikap/perasaan) dan ranah psikomotorik (ketrampilan fisik).
Menurut Stiggins ( dalam Sugiyarti, 13) lima macam hasil belajar
yang dapat dinilai oleh guru di dalam kelas meliputi: (1) knowledge
outcomes; (2) reasoning outcomes; (3) skill outcomes; (4) product
outcomes, dan (5) affectives outcomes. Knowledge outcomes berkaitan
dengan penguasaan materi pelajaran baik melalui hafalan maupun
penunjukkan, reasoning outcomes berkaitan dengan cara cara
menggunakan knowledge outcomes dalam memecahkan masalah,
product outcomes berkaitan dengan perangkat yang dimiliki siswa untuk
dapat membuat sesuatu sebagai hasil penguasaan materi yang disajikan,
affective outcomes berkaitan dengan perasaan siswa sebagai hasil dari
belajar dan penerapan materi yang telah disajikan.
Berdasarkan hal tersebut maka Eddy M. Hidayat ( 1998:1)
menyatakan bahwa penilaian hasil belajar tidak cukup dengan cara tes (
paper pencil tes ), tetapi perlu menggunakan keragaman cara penilaian,
terutama untuk tingkat keterpahaman siswa. Penilaian yang digunakan di
kelas merupakan pengembangan dari guru itu sendiri, yang meliputi hal
hal yang lebih jauh daripada koleksi koleksi tes tertulis.
4. Prinsip prinsip Dalam Penilaian Hasil Belajar

B. ASESMEN KINERJA
Penilaian kinerja adalah proses mengumpulkan data dengan cara
pengamatan yang sistematik untuk membuat keputusan tentang individu.
Penilaian kinerja terutama sangat sesuai dalam menilai keterampilan.
Keterampilan peserta didik yang dapat dinilai meliputi keterampilan proses
intelektual (seperti keterampilan observasi, berhipotesis, menerapkan konsep,
merencanakan serta melakukan penelitian, dan lain-lain). Penilaian kinerja
sangat tepat bila digunakan dalam kegiatan praktikum. Bentuk penilaian
kinerja yaitu kinerja klasikal, asesmen kinerja kelompok, asesmen kinerja
personal.
Penilaian kinerja tidak menggunakan kunci jawaban dalam menentukan
skor, melainkan menggunakan pedoman penskoran berupa rubrik. Untuk
menjamin reliabilitas, keadilan dan kebenaran penilaian maka perlu
dikembangkan kriteria atau rubrik untuk pedoman menilai hasil kerja.
Penilaian kinerja tidak hanya bergantung pada jawaban benar atau salah.
Sebagaimana halnya dengan asesmen bentuk essay, observasi yang dilakukan
oleh guru dalam rangka melakukan pertimbangan-pertimbangan subyektif
berkenaan dengan level prestasi yang dicapai siswa. Evaluasi ini didasarkan
pada perbandingan kinerja siswa dalam mencapai standar excellent
(keunggulan, prestasi) yang telah dicapai sebelumnya.
Penilaian kinerja merupakan salah satu bentuk penilaian yang mencoba
melihat kompetensi siswa tidak hanya dari segi kognitif saja, akan tetapi
dilihat dari sudut pandang psikomotorik siswa. Sehingga dengan penilaian ini
upaya untuk menilai siswa seutuhnya semakin baik, sehingga sesuai dengan
prinsip penilaian yaitu yang harus bersifat menyeluruh. Berdasarkan para
peneliti sebelumnya, penilaian kinerja merupakan salah satu bentuk penilaian
yang lebih menuntut siswa untuk menampilkan keterampilan kinerjanya.
Pengertian dasar penilaian kinerja adalah penilaian yang mengharuskan
peserta didik untuk mempertunjukan kinerja, bukan menjawab atau memilih
jawaban dari sejumlah jawaban yang ada.
Penilaian kinerja adalah suatu bentuk tes dimana siswa diminta untuk
melakukan aktivitas khusus dibawah pengawasan penguji (guru), yang akan
mengobservasi penampilannya dan memuat keputusan tentang kualitas hasil
belajar yang didemonstrasikan.
Penilaian kinerja merupakan penilaian yang pelaksanaannya melibatkan
siswa didalam suatu kegiatan yang menuntun siswa untuk menunjukan
kemampuanya baik berupa proses maupun produk. Penilaian ini
menginginkan anak didik untuk dapat mendemonstrasikan bahwa mereka
dapat mengerjakan tugas tertentu, seperti menulis esai, melakukan
eksperimen, menginterpretasi sesuatu. Penilaian kinerja adalah berbagai
macam tugas dan situasi dimana peserta tes diminta untuk
mendemonstrasikan pemahaman dan pengaplikasian pengetahuan yang
mendalam. (Setiadi, 2006). Selain itu juga, penilaian kinerja secara sederhana
didefinisikan sebagai penilaian terhadap proses perolehan, penerapan
pengetahuan, dan keterampilan, melalui proses pembelajaran. (Zainul, 2007)
Sejalan dengan itu, beberapa ahli juga mempunyai pendapat lain seperti
Penilaian kinerja adalah pencapaian yang dilakukan oleh siswa dengan
menunjukan bahwa mereka telah menguasai kemampuan dan keterampilan
spesifik dengan melakukan atau memproduksi sesuatu. (Nazaruddin, 2009:).
Penilaian kinerja merupakan salah satu penilaian yang menghendaki siswa
untuk mendemonstrasikan keterampilan spesifik (tertentu) dan kompetensi
yang dikuasainya melalui unjuk kerja atau memproduksi suatu produk
tertentu.
Penilaian kinerja juga merupakan pencapaian yang melibatkan siswa
didalam aktivitas yang memerlukan demonstrasi tentang keterampilan
tertentu atau ciptaan produk yang telah ditetapkan. (Sukmana, 1994). Dengan
penilaian kinerja, guru dapat mengobservasi secara langsung mengenai
kinerja yang ditunjukkan siswa sekaligus dapat membuat keputusan tentang
kualitas hasil belajar yang ditunjukannya.
Penilaian kinerja dapat dijadikan dasar evaluasi terhadap kemampuan
yang ditampilkan oleh siswa baik berupa proses maupun berupa hasil.
Asesmen kinerja juga dapat memperbaiki proses pembelajaran karena
asesmen kinerja membantu guru untuk membuat keputusan selama proses
pembelajaran masih berjalan. (Zainul, 2007). Penilaian kinerja mempunyai
dua karakteristik dasar, yaitu: (Setiadi, 2004)
a. Peserta tes diminta untuk mendemontrasikan kemampuannya dalam
mengkreasikan suatu produk atau terlibat dalam suatu aktivitas
(perbuatan).
b. Produk dari penilaian kinerja lebih penting daripada perbuatannya.
Selain itu tiga ciri utama asesmen kinerja yang setidaknya harus dimiliki
adalah: (1) multi kriteria, kinerja siswa harus menggunakan penilaian yang
lebih dari satu kriteria; (2) standar kualitas yang spesifik; (3) adanya
judgment penilaian. (Zainul, 2007). Asesmen kinerja membutuhkan penilaian
yang bersifat manusiawi untuk menilai bagaimana kinerja siswa dapat
diterima secara nyata (real).
Penilaian kinerja merupakan salah satu alternatif penilaian yang
difokuskan pada suatu aktivitas pokok, yaitu observasi pada saat
berlangsungnya unjuk keterampilan dan evaluasi hasil cipta atau produk.
(Herdiana, 2006). Proses penilaian kinerja dilakukan dengan mengamati saat
siswa melakukan aktivitas di kelas atau menciptakan suatu hasil karya yang
sesuai dengan tujuan pembelajarannya. Kecakapan yang ditampilkan siswa
adalah yang dinilai. Penilaian kecakapan siswa didasarkan pada perbandingan
antara kinerja siswa dengan target yang telah ditetapkan. Dengan kata lain,
kinerja siswa disesuaikan dengan standar kinerja yang telah ditetapkan.
Penilaian kinerja yang dilakukan dalam penelitian ini, merupakan proses
penilaian yang menilai siswa dalam kegiatan praktikum. Dengan kata lain
yang dinilai dalam aktivitas pembelajaran siswa adalah proses siswa dalam
praktikum dibidang perikanan, juga hasil yang telah dicapai siswa dari
kegiatan kinerja yang telah dilakukan oleh mereka. Oleh karena itu, dalam
kegiatan penilaian kinerja ini siswa harus berupaya untuk menunjukan
keterampilan yang siswa kuasai dalam kompetensi yang menjadi standar
penilaian. Selain siswa dinilai ketika proses kegiatan belajar mengajar, juga
hasil karya yang dibuat oleh siswa harus menjadi bagian dari penilaian juga.
Penilaian kinerja juga berguna bagi guru diantaranya untuk menilai hasil
belajar siswa, membangun/membentuk kriteria-kriteria untuk memastikan
evaluasi yang dibuat tidak menimbulkan kesalahan dan menentukan berbagai
keterampilan yang dapat membentuk karateristik siswa.
C. PRAKTIKUM
Metode menyangkut jenis kegiatan fisik apa yang dilakukan dalam
pembelajaran. Sedangkan dalam pembelajaran IPA sering dikaitkan dengan
kegiatan laboratorium. Di dalam laboratorium dapat dilakukan banyak
kegiatan seperti praktikum, demonstrasi, latihan dan penugasan ( Ali
Mutasin, 2012 : 16 ).
Praktikum mempunyai fungsi yang sangat penting dalam kegiatan proses
belajar untuk menemukan prinsip tertentu atau menjelaskan tentang prinsip
prinsip yang dikembangkan. Fungsi praktikum tidak diartikan sebagai
kegiatan belajar mengajar yang sekedar untuk mengecek atau mencocokkan
kebenaran teori yang telah diajarkan di kelas. Praktikum biologi bukanlah
sekedar untuk mempraktekkan apakah reaksi cocok dengan teori, tetapi juga
harus mengembangkan proses berpikir. Dengan kata lain, praktikum biologi
tidak hanya mempersoalkan hasil akhirnya, tetapi bagaimana proses berpikir
dapat ikut berkembang.
Penggunaan metode praktikum mempunyai beberapa keuntungan, yaitu
dapat memberikan gambaran yang konkrit tentang suatu peristiwa, siswa
dapat mengamati proses, siswa dapat mengembangkan ketrampilan berpikir
kritis dan mengembangkan sikap ilmah, serta membantu uru untuk mencapai
tujuan pengjaran yang lebih efektif dan efisien.
Beberapakan hal yang perlu dipersiapkan guru supaya penggunaan
metode praktikum benar benar dapat memberikan manfaat bagi siswa dan
juga bagi guru.
1. Menentukan tujuan praktikum
2. Menyiapkan prosedur praktikum
3. Menyiapkan lembar pengamatan
4. Menyiapkan alat dan bahan
5. Menyiapkan lembar observasi kegiatan praktikum
Persiapan dan kegiatan yang perlu dan harus dilakukan siswa, yaitu:
2. Mempelajari tujuan dan prosedur praktikum
3. Menggunakan alat dan bahan dalam percobaan
4. Mengamati percobaan
5. Mengambil, menyajikan dan menganalisis data
6. Menyimpulkan hasil percobaan
7. Mengkomunikasikan hasil percobaan
Praktikum IPA mempunyai peranan yang sesuai dengan tujuan
pendidikan IPA ialah untuk mengembangkan prosuk dan proses IPA pada diri
anak didik. Metode laboratorium dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
Sejalan dengan itu, praktikum dapat meningkatkan kemampuan dalam segi
pengetahuan, sikap dan ketrampilan. Selain itu metode labratorium juga dapat
membuat bagian teori ilmu pengetahuan lebih nyata dan menarik.
D. BIOLOGI
1. Pengertian Biologi
Biologi adalah ilmu tentang makhluk hidup beserta lingkungannya.
Biologi memiliki cabang cabang tersendiri yang mempelajari lebih spesifik
lagi tentang makhluk hidup.
Biologi berasal dari bahasa Inggris: biology dan gabungan kata dari
bahasa Yunani yaitu , bios, yang berarti "kehidupan" atau "peradaban";
, dan logos, yang berarti "kata" atau "ilmu" atau "alasan").
Biologi adalah studi ilmiah tentang kehidupan makhluk hidup. Biologi
mempelajari struktur, fungsi, pertumbuhan, asal, evolusi, distribusi benda
hidup, morfogenesis, reproduksi, patogenesis, dan sebagainya. Biologi
berkaitan erat dengan deskripsi karakteristik dan perilaku organisme individu
dan spesies secara keseluruhan, dan reproduksi organisme hidup dan interaksi
antara mereka dan lingkungan. Bidang ini menjelaskan bagaimana organisme,
fungsi mereka, cara dan sebab spesies, serta interaksi sesama mereka dan
alam sekeliling.
Biologi berfokus pada ciri-ciri fisik, perilaku dan kebiasaan hidup
makhluk hidup pada saat sekarang maupun masa silam, bagaimana cara
mereka dihasilkan dan berinteraksi antara sesama mereka dan lingkungan.
Bahkan kini ada ahli biologi yang mengkaji kemungkinan hewan yang akan
berevolusi pada masa akan datang dan juga yang ada di planet-planet yang
lain.
Biologi banyak melakukan pengamatan benda hidup maupun benda mati
mulai dari struktur biologi molekul organel, sel, agregat sel, jaringan dan
organ pada organisme yag kompleks. Dalam konteks yang lebih luas, perilaku
organisme individu dan interaksi mereka dengan orang lain dan lingkungan
juga diteliti dengan menggunakan dan menghasilkan metode, teori dan model.
Kata biologi modern diperkenalkan pertama oleh Gottfried Reinhold
Treviranus (biologie oder Philosophie der lebenden Natur, 1802) dan oleh
Jean-Baptiste Lamarck (Hydrog, ologie, 1802). Kata Biologi itu sendiri
diperkenalkan dibuat pada tahun 1800 oleh Karl Friedrich Burdach, tetapi ia
muncul dengan memperkenalkan buku pada judul Jilid 3 buku Michael
Christoph Hanov Philosophiae naturalis sive physicae dogmaticae: Geologia,
biologia, phytologia generalis et dendrologia, diterbitkan pada 1766. Pada
masa kini, kata biologi tersebut mencakup bidang akademik yang lebih luas
yang sering dilihat sebagai bidang yang tersendiri.
Kebanyakan sains biologi merupakan disiplin khusus. Botani merupakan
penelitian tumbuh-tumbuhan, zoologi merupakan penelitian hewan, dan
mikrobiologi merupakan penelitian mikroorganisme. Bidang lain dalam
biologi adalah berdasarkan skala organisme dikaji dan metode mempelajari
mereka. Biokimia mempelajari kimia dasar hidup, biologi molekul mengkaji
interaksi sistem molekul biologis yang kompleks, biologi sel mempelajari
benda binaan kehidupan dasar, yaitu sel, sedangkan fisiologi merupakan
kajian fungsi jaringan dan organ organisme fisik dan kimia, dan ekologi
merupakan studi hubungan sesama berbagai organsima dan alam sekeliling
mereka.

Biologi adalah studi tentang kehidupan. Biologi memiliki cakupan
bidang penelitian yang luas yakni :
a. pada skala atom skala molekul, melalui biologi molekuler, biokimia
b. pada skala selular, melalui biologi sel
c. pada skala multi selular, melalui fisiologi, anatomi, dan histologi
d. pada tingkat pembangunan atau ontogeni setiap organisme, melalui
biologi perkembangan (developmental biology)
e. pada tingkat pewarisan antara orang tua dan keturunan melalui
genetika
f. pada tingkat kebiasaan grup ethologi
g. pada tingkat keseluruhan populasi, melalui genetika populasi
h. pada skala berbagai spesies dari keturunan, melalui sistematis
i. pada tingkat populasi saling terkait dan habitat mereka melalui
lingkungan dan biologi evolusi
j. dan jangkauan melalui xenobiologi pada tahap kehidupan selain di
bumi.
2. Pembelajaran Biologi
Pembelajaran merupakan suatu proses perubahan pengalaman
meliputi perubahan kemampuan berpikir, bertindak dan perasaan. Proses
belajar melibatkan berbagai aktivitas baik fisik, mental maupun perasaan
yang juga melibatkan berbagai komponen yang secara langsung maupun
tidak langsung ikut mempengaruhi proses dan hasil belajar. Pembelajaran
juga bisa diartikan sebagai sebuah proses kegiatan pelaksanaan kurikulum
suatu lembaga pendidikan yang telah ditetapkan (Nana Sudjana, 2001: 1).
Belajar terjadi apabila suatu stimulus bersama dengan ingatan
mempengaruhi siswa sedemikian rupa sehingga perbuatan (tingkah
lakunya) berubah dari waktu sebelum ia mengalami situasi itu ke waktu
sesudah ia mengalami situasi tadi. Witherington (1985: 79-80)
menyatakan bahwa belajar adalah suatu perubahan di dalam kepribadian
yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru dari reaksi yang berupa
kecakapan sikap, kebiasaan, kepandaian, atau suatu pengertian.
Secara umum pembelajaran merupakan suatu proses atau cara
menjadikan peserta didik belajar. Ahmadi, Abu, dan Akhmad Rohani
(1991: 1) berpendapat bahwa pembelajaran merupakan aktivitas yang
sistematis dan terdiri dari beberapa komponen. Masing-masing komponen
tersebut tidak bersifat terpisah, tetapi harus berjalan secara teratur saling
bergantung dan berkesinambungan.
Menurut Ahmadi, Abu, dan Akhmad Rohani (1991: 4) pembelajaran
biologi sendiri sebenarnya merupakan suatu proses menjadikan peserta
didik belajar biologi sehingga mampu mencapai tujuan pembelajaran
yang telah ditetapkan .
Teknologi pendidikan sebagai salah satu komponen pendidikan
biologi memegang peranan penting dalam belajar siswa. Hal ini
dikarenakan melalui teknologi pendidikan siswa dapat belajar dari
berbagai sumber dan belajar dengan teknologi. Teknologi pendidikan
bersama-sama dengan komponen biologi sebagai ilmu dan subyek didik
beserta karakteristiknya, membentuk satu kesatuan pendidikan biologi.
Desentralisasi pendidikan akan membutuhkan paradigma dan peran
baru untuk administrasi pendidikan. Komponen utama dalam peran baru
ini yaitu meliputi; monitoring yang efisien, pengidentifikasian kebutuhan
dan menempatkan sumber daya manusia dan sumber daya yang lain untuk
menghadapi kebutuhannya. Pada umumnya masalah-masalah utama
pendidikan berdasarkan sistemnya, dan sekarang potensi sumber daya
manusia di semua sektor tidak dimanfaatkan secara penuh. Kebanyakan
penelitian dan pengembangan yang dimulai pada masa transisi baru ini
seharusnya diarahkan pada pengembangan sistem komunikasi yang
memberdayakan beberapa sektor pendidikan untuk membantu
pengembangan dan arah masa depan pendidikan di Indonesia (Ahmad
Azies, 2008).
Pendidikan sebagai bagian dari kehidupan manusia sebenarnya juga
merupakan kegiatan informasi, bahkan dengan pendidikanlah informasi
ilmu pengetahuan dan teknologi dapat disebarluaskan kepada generasi
penerus suatu bangsa. Menyikapi kenyataan di atas, maka sudah
waktunya komunitas pendidikan sadar betapa pentingnya lalu lintas
informasi bagi pengembangan seluruh sumber daya pendidikan yang
meliputi: manusia, sarana, prasarana, kurikulum, dan alam serta
lingkungan hidup. Oleh karena itulah sudah sepantasnya pendidikan perlu
menggunakan internet sebagai media dan sumber belajar (Ahmad Azies,
2008).

E. POKOK BAHASAN GERAK PADA TUMBUHAN
Salah satu ciri makhluk hidup adalah bergerak. Tumbuhan juga bergerak
walaupun dengan cara berbeda dengan hewan. Gerak tumbuhan sangat
terbatas, tidak bisa berpindah tempat (gerak pasif), sedangkan hewan bisa
bergerak berpindak tempat (gerak aktif).
Tumbuhan dapat menanggapi atau merespon rangsangan tertentu dari
lingkungannya dengan cara menggerakkan sebagian tubuhnya. Rangsangan
yang dimaksud dapat berupa cahaya, air, zat kimia, gravitasi bumi, dan lain-
lain. Gerak pada tumbuhan dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Gerak Esionom (Etionom)
Gerak etionom adalah gerak tumbuhan yang disebabkan oleh adanya
rangsangan dari luar. Gerak etionom dapat dibedakan menjadi gerak
tropisme, gerak nasti, dan gerak taksis.
Tropisme adalah gerak bagian tumbuhan yang arah geraknya
dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Bagian yang bergerak
misalnya cabang, daun, kuncup bunga, sulur. Gerak tropisme dapat
dibedakan menjadi berikut ini:
a. Tropisme positif, apabila arah geraknya menuju sumber rangsang.
b. Tropisme negatif, apabila arah geraknya menjauhi sumber
rangsang.
Ditinjau dari macam-macam sumber rangsangnya tropisme dibedakan
menjadi fototropisme, geotropisme, hidrotropisme, kemotropisme, dan
tigmotropisme.
Fototropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena rangsangan
cahaya. Fototropisme dibedakan menjadi dua yaitu fototropisme positif
dan fototropisme negatif. Fototropisme positif adalah gerak pada
tumbuhan yang mendekati cahaya, contohnya gerak bunga matahari yang
selalu menghadap ke arah sinar matahari. Fototropisme negatif adalah
gerak pada tumbuhan yang menjauhi cahaya, contohnya gerak tumbuh
ujung akar yang menjauhi cahaya.


Gambar 1. Gerak fototropisme

Geotropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena pengaruh gravitasi
bumi. Berdasarkan arah gerakannya, geotropisme dibagi menjadi
geotropisme positif yaitu gerak tropisme yang arah gerakannya mendekati
gravitasi bumi, contohnya gerak ujung akar yang selalu menuju pusat bumi
dan geotropisme negatif yaitu gerak tropisme yang arah geraknya
menjauhi gravitasi bumi, contohnya gerak ujung batang yang sedang
mengalami pertumbuhan.

Gambar 2. Gerak geotropisme

Hidrotropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena rangsangan air.
Contohnya gerak akar yang menuju ke daerah yang kadar airnya tinggi.
Kemotropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena pengaruh zat
kimia tertentu. Berdasarkan arah geraknya dibagi menjadi kemotropisme
positif yaitu arah gerak tumbuhan mendekati zat kimia contohnya gerak
ujung akar menuju zat kimia dalam pupuk, sedangkan kemotropisme
negatif adalah gerak tumbuhan menjauhi zat kimia contohnya akar
tumbuhan yang menjauhi racun.
Tigmotropisme adalah gerak bagian karena rangsangan sentuhan atau
persinggungan. Misalnya gerak membelit ujung sulur pada anggur,
semangka, kacang panjang, pare, sirih, dan lain-lain.

Gambar 3. Gerak tigmotropisme pada sulur sirih

Gerak nasti adalah gerak bagian tumbuhan yang arah geraknya tidak
dipengaruhi oleh datangnya rangsangan. Gerak nasti dapat dibedakan
manjadi fotonasti, niktinasti, tigmonasti, termonasti dan nasti kompleks.
Fotonasti adalah gerak nasti yang disebabkan oleh rangsangan cahaya.
Misalnya gerak mekarnya bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) disore
hari, Gerak mekarnya bunga sepatu (Hibiscus rosasinensis) pada siang hari
dan menguncup pada malam hari.

Gambar 4. Bunga pukul empat
Niktinasti adalah gerak nasti yang disebabkan oleh rangsangan gelap,
sehingga disebut juga dengan gerak tidur. Misalnya gerak mengatupnya
daun majemuk pada polong-polongan pada malam hari dan membuka
kembali pada keesokan harinya ketika matahari sudah terbit. Niktinasti
terjadi karena sel-sel motor di persendian tangkai daun (anak-anak daun
majemuk) atau pulvinus memompa ion K+ dari satu bagian ke bagian
lainnya sehingga menyebabkan perubahan tekanan turgor.

Gambar 5. Gerak niktinasti
Tigmonasti adalah gerak nasti yang disebabkan oleh rangsangan
sentuhan atau getaran. Misalnya gerak menutupnya daun sikejut atau putri
malu (Mimosa pudica) jika disentuh. Tigmonasti disebut juga seismonasti.
Saat rangsangan sentuhan datang, terjadi aliran air menjauhi bagian yang
disentuh tersebut. Aliran air tersebut menyebabkan kadar air sel-sel motor
di daerah sentuhan berkurang dan tekanan turgor mengecil.

Gambar 6. Gerak tigmonasti

Termonasti adalah gerak nasti karena rangsangan suhu. Misalnya
mekarnya bunga tulip jika temperatur mendadak naik dan menutup
kembali bila temperatur menurun.
Gerak nasti yang disebabkan oleh beberapa macam rangsang sekaligus
disebut nasti kompleks. Misalnya membuka dan menutupnya stomata.
Taksis adalah gerak seluruh tubuh atau bagian dari tubuh tumbuhan
yang berpindah tempat dan arahnya dipengaruhi oleh datangnya rangsang.
Macam rangsangannya meliputi cahaya (fototaksis) dan zat kimia
(kemotaksis). Gerak fototaksis, contohnya gerak Euglena menuju cahaya.
Gerak kemotaksis contohnya gerak sel spermatozoid menuju sel telur.
2. Gerak Endonom (Autonom)
Gerak endonom adalah gerak tumbuhan yang disebabkan oleh adanya
rangsangan atau faktor-faktor yang berasal dari dalam tubuh tumbuhan itu
sendiri. Misalnya gerak higroskopis yaitu gerak bagian tumbuhan karena
perubahan kadar air di dalam bagian tumbuhan. Contohnya, pecahnya kulit
buah polong-polongan (lamtoro, turi, dan lain-lain). Membukanya kotak
spora pada tumbuhan lumut, tumbuhan paku.


F. Ini bukan rasa yang menyenangkan,, ini lebih mendekati rasa yang
menyebalkan,, sesaat membuat resah sesaat menenangkan,, dia dan aku tak
tahu ini cinta atau bukan,, dia dan aku hanya menikmatinya sampai waktu
mengakhirinya,, dia dan aku tak ingin tahu dan aku bahkan ketakutan jika suatu
saat akan tahu jika akhir yang dia dan aku inginkan adalah tak perlu bersama,
atau jika memaksa bersama maka tak perlu ada ikatan,, status,, atau apalah
namanya,, selamanya,,

BAB III
METODE PENELITIAN
A. RANCANGAN PENELITIAN
Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas ( PTK ) dengan
menggunakan pendekatan
B. TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN
1. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Kerek Kabupaten
Tuban di kelas VIIIA VIIIE pada semester 2.
2. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 18 Maret 30 Mei 2013,
dengan rincian jadwal seperti di bawah ini :
No Rencana kegiatan
Waktu (Bulan)
Ket
Maret April Mei
1 Persiapan
Identifikasi masalah 18-24
Menyusun kerangka dan Jadwal 25
2 Pelaksanaan
Menyiapkan kelas & alat 29
Melakukan tindakan I 2
Melakukan tindakan II 9
3 Penyusunan Laporan
Menyusun konsep laporan 10-20
Penyusunan laporan akhir 21-30

C. SUBYEK PENELITIAN
Subyek dari penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 2 Kerek Kabupaten
Tuban yang duduk di kelas VIII pada semester 2 berjumlah 155 anak yang
terbagi pada 5 kelas yang berlatar belakang heterogen.

D. INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA

E. TEKNIK PENGUMPULAN DATA
F. PROSEDUR PENELITIAN
G. TEKNIK ANALISIS DATA