Anda di halaman 1dari 10

BAB 9 : ACCOUNTING FOR LIABILITIES : RESERVES

Reserves adalah kata yang paling penting dan sering disalahartikan. Dalam kehidupan sehari-hari,
reserves adalah sesuatu yang extra, sesuatu yang lebih dari suplai kita. Contohnya, yang di padang
gurun biasa membicarakan water reserves, yang berarti suplai air yang mereka simpan selama
musim hujan sehingga mereka bisa punya air saat musim kering. Di dalam perusahaan asuransi,
reserves is not typically sumber uang. Ini adalah estimasi jumlah uang yang insurer perlu untuk
membayar kewajiban masa depan atau untuk membantu absorb financial impact dari realized /
unrealized gains dan loss pada invested asset. Dengan mathematical probabilities, actuaries
estimasi jumlah dan waktu future claims, future interest rates dan expense, dan rate dimana polis
akan lapse atau akan disurrender. Aktuaris lalu akan memberi jumlah tersebut kepada akuntan
untuk direcord. Karena reserves hanyalah estimasi, perbedaan yang material antara estimasi dan
yang sebenarnya dapat memiliki impact yang signifikan kepada operasi insurer dan kekuatan
keuangan. Contohnya jika reserves underestimated, surplus akan overstated dan insurer
kelihatannya menjadi kuat dalam hal keuangan. Ketika kewajibannya jatuh tempo, insurer akan
menggunakan assetnya lebih dari yang diantisipasi untuk membayar kewajiban ini, yang nantinya
mengurangi surplus. Ini akan mengakibatkan secara fatal solvency dari insurer. Tipe reserves yang
paling sering digunakan adalah policy reserves dan claim reserves. Policy reserves aka legal
reserves, tabular reserves, statutory reserves, required reserves, provision for future policy
benefits, atau net actuarial liabilities adalah hutang yang harus dibayar sebagai future benefits
dalam polis yang aktif (in-force) bersama dengan insurers future expected premiums dan
investment income earned from in-force policy. Policy reserves diapply untuk individual life dan
noncancelable, guaranteed renewable A&H. Claim reserves , aka disabled life reserves, adalah
hutang dengan jumlah yang insurer akan bayar di masa depan untuk klaim yang dilaporkan ke
insurer sebelum tanggal financial statement tapi belum dibayar secara full. Insurer sadar akan
kewajibannya untuk membereskan klaim tersebut tapi belum dilakukan. Aktuaris juga
mengestimasi claims incurred but not reported (IBNR) sebagai bagian dari hutang klaim.
Pembayarannya ongoing loss untuk A&H, rather than single loss seperti most life insurance. Ada
juga klaim reserves untuk life insurance seperti reserves for pending claims (have been received
but not yet processed). Kita akan bahas Life policy reserves dan A&H claim reserves.

Cara lain untuk mengerti policy reserves adalah dengan melihat hutang bond. Ketika perusahaan
mengeluarkan bond, perusahaan meminjam uang yang dapat digunakan sekarang, namun
perusahaan juga menambah kewajiban untuk membayar uang tersebut di masa depan. Similarly,
ketika perusahaan menjual produk asuransi, perusahaan menerima uang pendapatan (premi).
Namun insurer menjanjikan untuk membayar benefits di masa depan. Ketika insurer membayar
uang ini dari akun asset (mengurangi asset), perusahaan juga mengurangi reservesnya (hutang).
Perbedaan dengan hutang lain adalah bahwa insurer tidak langsung mengurangi reserves setiap
kali membayar pembayaran benefit. Konsep reserve adalah agregat. Setiap melihat akun reserves,
anda melihat jumlah agregat. Policy reserves direkord pada akhir periode akunting, bukan setiap
kali insurer membayar klaim atau menerima pembayaran premi. Prosedur yang biasa dilakukan
ketika menerima jumlah yang diupdate dari aktuaris mengenai policy reserves untuk setiap blok
polis, adalah record adjusting entries untuk meyakinkan bahwa jumlah yang terupdate dilaporkan
pada tanggal valuasi. Biasanya tanggal valuasi bersamaan dengan hari terakhir dari periode
akunting. Entri akun biasanya penyesuaian pada Change in Reserves or Increases/Decreases in
Provision for Future Policy Benefits (SoO accounts), dan penyesuaian pada Policy Reserves (akun
BS). Sebagai contoh, pada quarter pertama di BS tercantum $2.5 juta policy reserves. Misal di
quarter kedua, insurer higher volume of benefit payments dan higher benefit amounts for each
claim dari yang aktuaris proyeksikan. Aktuaris review akunting record untuk pembayaran benefit
dan menghitung ulang jumlah policy reserves. Jika updated jumlah reserves adalah $2.7 juta, maka
aktuaris notifikasikan itu ke department akunting. Insurer records adjusting entry : Change in
ReservesLife debit 200,000, Policy ReservesLife kredit 200,000. Reserve direlease setiap kali
benefit polis dibayar atau polis gugur (lapses). Released reserve adalah policy reserve yang awalnya
dibuat untuk inforce polis namun sudah tidak diperlukan lagi.

RESERVES FOR DIFFERENT ACCOUNTING REQUIREMENTS
Kebanyakan perusahaan US menghitung minimal set reserves berikut : (1) Statutory reserves (2)
GAAP reserves (3) Reserves calculated for tax purposes (4) Reserves calculated for insurers
internal accounting system. Reserves mempengaruhi income tax liability.
EFFECTS OF RESERVE STRENGTH ON SOLVENCY AND PROFITABILITY
Ingat bahwa insurer tidak menyesuaikan policy reserves sampai akhir periode akunting. Contoh:
untuk blok polis $1,000,000, policy reservesnya adalah $400,000. Dalam insurers net income, dan
akhirnya surplusnya tidak berkurang $1,000,000 namun $600,000. SAP menspesifikan minimum
size dari policy reserves tapi tidak menspesifikan maximum. Investment earnings assumption akan
mempengaruhi size dari reserves. Konsep konservatif menyebabkan reserve menjadi besar dan
mempunyai efek terhadap solvency dan profitabilitas. Makin konservatif reserve insurer, makin
banyak asset yang insurer sediakan untuk membayar kewajibannya sehingga melindungi dari
insolvency. Ini menyebabkan rating agencies menempatkan insurer pada tempat tinggi. Namun
reserve yang konservatif juga bisa damage competitive position dengan menaikkan harga produk
supaya asetnya cukup dan dengan menaikkan level surplus strain (akan dibahas nanti).
Actuarial Assumptions and Reserves
Insurer hanya bisa mengestimasi jumlah pendapatan investasi yang akan didapatkan pada premi
policyowner yang diinvestasikan. Lebih jauh lagi, insurer tidak tahu kapan persisnya akan ada
laporan klaim atau apakah polis akan gugur sebelum pembayaran benefit jatuh tempo. Maka
diperlukan yang namanya actuarial assumption , ini termasuk interest rate, mortality dan morbidity
rate, withdrawal rate, reserve method. Asumsi actuarial akan menentukan seberapa konservatif
policy reserve insurer.
1. INTEREST RATE Makin tinggi interest rate yang digunakan untuk menghitung reserves,
makin rendah reservenya. Tabel 9-5 menunjukkan bahwa dengan RoR tinggi pada investasi,
insurer dapat mempercayakan lebih pada pendapatan investasi (karena bunganya tinggi,
jadi pendapatan lebih tinggi, jadi reserve sebagai hutang lebih rendah) untuk mendanai
pembayaran klaim daripada menjual asset yang akan mengurangi asset-backed reserves.
2. MORTALITY AND MORBIDITY RATES Mortality rate adalah laju terjadinya kematian di
antara grup of people. Morbidity rate adalah laju terjadinya kecelakaan/penyakit antara
group of people. Makin tinggi mortality dan morbidity rates, makin tinggi juga reservenya.
Insurer boleh menggunakan tabel-tabel yang berbeda untuk mendapat kekuatan reserve
yang diinginkan selama penggunaannya menghasilkan hasil yang fair.
3. WITHDRAWAL RATES hanya untuk US dan Canadian GAAP reserves. Dalam kasus
tertentu, withdrawal rate yang tinggi menghasilkan reserve yang rendah, namun bisa juga
menghasilkan reserve yang tinggi karena desain produk yang spesifik.
4. VALUATION METHOD Metode ini termasuk net level premium approach dan full
preliminary term method untuk US insurer dan policy premium method untuk Canadian
insurer.
5. VOLUNTARY STRENGTHENING AND DESTRENGTHENING OF RESERVES Apabila
reserves dinilai tidak cukup, maka insurer boleh melakukan reserve strengthening, yakni
menaikkan jumlah reserves dengan mengubah asumsi actuarial, contohnya digunakan
interest rate yang lebih rendah. Adjusting entries yang dibuat secara periodik BUKANLAH
reserve strengthening atau destrengthening. Contoh pada sebelumnya saat penyesuaian
$2.5 juta menjadi $2.7 juta, keduanya tetap menggunakan interest rate yang sama. Jika
reserves sudah berada pada jumlah minimumnya yang ditentukan oleh hukum, tidak dapat
dilakukan destrengthening. Perlakuan akuntansi untuk strengthen/destrengthen
melibatkan perubahan langsung pada balance sheet, namun perubahan reserves melibatkan
SoO. Misalnya insurer menghitung policy reserves dengan 3.5 % interest rate, 1980 CSO
table. Namun saat blok polis diterbitkan, hukum menspesifikasikan reserves minimum
harus didasarkan pada 1980 CSO table dengan 5.5% interest rate maksimum. Maka, insurer
dapat destrengthen dengan menaikan interest antara 3.5<x<5.5 dan dapat strengthen
dengan x<3.5. Di bawah US GAAP, insurer tidak bisa mengubah asumsi actuarial untuk
mengganti kekuatan reservenya. Tujuan bisnis dari strengthen/destrengthening juga ada.
Di bab 6 diulas bahwa ketika insurer menurunkan hutang dengan destrengthen reservenya,
insurer menambah capital dan surplus. Dengan capital dan surplus ini, insurer bisa
mensupport bisnis baru, misalnya. Insurer strengthen reservenya untuk melindungi rating
dan solvency karena asumsi policy reserve terlalu optimis. Namun hal ini mengurangi
capital dan surlus.
POLICY RESERVES FOR LIFE INSURANCE
Sering waktu, insurer menerima uang lebih banyak dari net premium daripada mengeluarkan
uang untuk manfaat pada blok polis. Kelebihan uang itu diinvest. Bunga dari investasi ini +
kelebihan uang + net premium yang diterima di masa depan digunakan untuk membayar
manfaat yang payable nanti di life blok polis.
Calculating Life Insurance Policy Reserves in US
Salah satu metode adalah net level premium approach. Pendekatan ini berasumsi bahwa net
premium idak berubah selama polis aktif. Ada dua variasi, yakni prospective method dan
retrospective method. Prospective method melihat ke depan ke premi masa depan dan manfaat,
dengan menghitung policy reserves dengan persamaan : Policy reserves = PV manfaat masa
depan (net single premium pada insurers attained age untuk manfaat polis yang tersisa) PV
net premium masa depan (PV dari life annuity due rather than limited-pay policies).
Langkahnya adalah : (1) menghitung pembayaran manfaat/net premium yang akan
dibuat/diterima setiap tahun polis di masa depan (2) Menghitung PV setiap pembayaran
manfaat/net premium tahun-tahun mendatang (3) Menghitung PV dari total manfaat/net
premium masa depan dengan menambah semua PV manfaat/net premium pada tahun-tahun
mendatang (4) Menghitung policy reserve dengan persamaan diatas. Retrospective method
melihat kebelakang pada premium dan manfaat masa lalu polis untuk menentukan policy
reserves dengan persamaan : Policy reserves = Accumulated Value of Net Premiums (jumlah
net premiums yang diterima sejak awal kontrak + bunga) Accumulated Cost of Insurance
(jumlah manfaat yang telah dibayar insurer + bunga). Langkahnya adalah : (1) Menghitung
pembayaran manfaat/net premium yang dibuat/diterima setiap tahun di masa lalu (2)
Menghitung AV pembayaran manfaat/net premium setiap tahun-tahun masa lalu (3)
Menghitung AV dari cost insurance/total net premiums dengan menambah semua AV
manfaat/net premium di masa lalu (4) Menghitung policy reserves dengan persamaan di atas.
Kedua metode di atas menghasilkan hasil yang sama selama insurer menggunakan asumsi
actuarial yang sama.



Statutory and GAAP Policy Reserves
Statutory:
Minimum reserve requirements bersifat konservatif, mengharuskan metode prospektif. Tiga
faktor yang berkaitan dengan hal ini dalam SAP dengan nature yang konservatif : (1)
Conservative mortality tables (menggunakan valuation mortality tables yang mengandung
higher mortality rates, marginnya lebih aman) (2) Lower-than-anticipated interest rates (3)No
lapses or withdrawals (artinya PV dari manfaat masa depan lebih besar dari yang biasanya
diexpect oleh insurer) (4) Manfaat masa depan termasuk hanya manfaat kematian.
GAAP:
(1)Mortality rate (menggunakan basic tables, berisi mortality rate yang realistis)
(2)Interest rate yang realistis (3) Dapat terjadi lapses and withdrawals rate yang realistis
(4)Manfaat masa depan terdiri dari manfaat kematian, manfaat surrender, semua dividen
polis, dan maintenance expense. Di bawah GAAP US, satu model yang di bahas adalah
provision for adverse deviation.
Calculating Life Insurance Policy Reserves in Canada
Metode yang dilakukan adalah policy premium method (PPM) yang menggunakan gross premium,
bukan net premium. Tidak bisa digunakan retrospective method karena hasilnya akan berbeda
walaupun menggunakan asumsi actuarial yang sama. Kalkulasi policy reserves = PV dari manfaat
masa depan PV dari gross premium. Hal lain yang penting adalah insurer harus menggunakan
scenario analysis untuk produk anuitas. Scenario analysis adalah proses mengubah asumsi untuk
melihat bagaimana perubahan asumsi mempengaruhi hasil. Dengan ini, insurer bisa memprediksi
pada rentang berapa manfaat masa depan. Dan dari rentang tersebut, untuk memegang teguh
prinsip konservatif, dipilih nilai yang mendekati reserve yang tinggi.
POLICY RESERVES FOR ANNUITIES
Pada kebanyakan anuitas, policy reserve yang dihitung dengan metode prospektif = PV manfaat
masa depan karena kebanyakan anuitas adalah flexible-premium deferred annuities (FPDA) atau
single-premium annuities, seperti single-premium deferred annuities (SPDA) atau single-premium
immediate annuities (SPIA). Pada kasus single-premium, tidak ada premi dibayar setelah premi
awal. Dalam flexible-premium insurer tidak dapat mengetahui secara yakin berapa pembayaran
premi masa depan yang akan dibuat. Jadi PV future premium=0. Secara umum, manfaat dapat
diterima di bawah deferred anuitas dengan satu dari tiga cara berikut : (1) pemegang anuitas bisa
surrender kontrak selama periode akumulasi dan menerima surrender value (2) pemegang anuitas
bisa memegang kontrak hingga tanggal maturitas dan menerima manfaat pendapatan anuitas
berkala sebagai anuitan (3) Jika anuitan meninggal selama periode akumulasi dan anuitas memberi
manfaat survivor, pewaris anuitan menerima manfaat. Di bawah SAP, insurer harus menghitung
reserve dalam scenario terburuk, yakni selama periode akumulasi, insurer harus menghitung PV
manfaat masa depan untuk setiap keadaan pada ketiga keadaan di atas dan melaporkan
penghitungan yang paling besar. Pada akhir periode akumulasi, hanya keadaan nomor (2) yang
mungkin terjadi, sehingga selama periode payout, reserve=PV manfaat anuitas masa depan. Untuk
GAAP US, selama periode akumulasi, reserve anuitas = nilai akun pemegang anuitas. Selama
periode payout, reserve = PV manfaat masa depan.
RESERVES FOR ACCIDENT AND HEALTH INSURANCE
Dua kelas A&H : medical expense insurance dan disability income (DI) insurance. Claims A&H jauh
lebih susah diprediksi karena banyak macamnya produk dan standar underwriting. Morbidity table
juga dibuat berdasarkan pengalaman berbagai perusahaan sehingga kurang mewakilkan satu
perusahaan. Perusahaan biasanya menyelesaikan klaim berbulan-bulan setelah menerima formulir
klaim karena (1) Insurer memerlukan waktu untuk investigasi dan menentukan apakah klaim bisa
diterima (2) Menentukan orang yang dibayar secara tepat atau menentukan jumlah payable sangat
sulit (3) Insured might not file a claim until some time after claim is first incurred, khususnya dalam
kasus disability. Banyak polis DI memasukkan periode menunggu yang tidak termasuk pembayaran
manfaat hingga insured sudah cacat untuk periode tertentu. Dua tanggal penting untuk menulis
hutang : (1) tanggal disability begins (2) tanggal waiting period restriction is satistfied. Pada
tanggal (1), insurer menulis jumlah yang tidak tentu dan insurer tau tanggal ini setelah menerima
klaim, tanggal (2) insurer menulis hutang = PV manfaat masa depan. Dua klaim yang kritikal untuk
A&H adalah : (1) active life reserves (2) claim reserves aka disabled life reserves.
Active Life Reserves : seperti policy reserves untuk A&H, dibagi menjadi 2,
1. UNEARNED PREMIUM RESERVES also called unearned premium, adalah hutang yang
adalah porsi dari premi yang diterima hingga tanggal pelaporan dan apply untuk coverage
pada periode akunting tersebut tapi sebelum tanggal aniversari polis selanjutnya.
Contohnya apabila ABC insurance dibayar premi sebanyak $3,600 per tahun dengan tanggal
polis 31 January dan premi dibayar in advance, maka setiap tahunnya terdapat unearned
premium sebesar $300 (1 bulan, menggunakan metode monthly pro rata method). Jika
pemegang polis membayar premi per tahun dan membayar premi tahunan dekat akhir
tahun, maka unearned premium reservenya besar. Jika dibayar bulanan, maka reservenya
sangat kecil, dan bernilai 0 jika dibayar hari pertama setiap bulannya. Daripada menghitung
nilai eksak unearned premium untuk setiap polis yang aktif, insurers kebanyakan
aproksimasi total unearned premium dengan membuat beberapa asumsi. Misalnya banyak
insurer mengasumsikan mereka menerima semua premi tahunan (annual premium) pada
Juli 1, ehinga premi annual adalah unearned premium.
2. ADDITIONAL RESERVES Reserves yang menunjukkan expected future claim costs.
Reserve ini penting karena level premium tidak cukup untuk cover future claim payments
saat polis mature. NAIC menghitung minimum dari reserve ini dengan morbidity table. Di
US digunakan metode prospektif untuk menghitung statutory additional reserve untuk polis
DI. Dibawah SAP, insurer menghitung reserve ini untuk polis DI menggunakan ekspektasi
realistis untuk morbidity, mortality, persistency rates, dan investment returns.
Claim Reserves : aka disabled life reserve. It is PV of amounts not yet due. Insurers membuat
reserve ini untuk klaim A&H yang dilaporkan maupun tidak. Pending claim terdiri dari:
1. Claims that have been incurred but not yet reported (IBNR) Claimant belum punya waktu
untuk file the claim atau jika dalam kasus disability claim, waiting period mungkin belum
berakhir. Untuk DI insurance, tidak ada manfaat yang payable sampai disability berlanjut
melewati akhir waiting period.
2. Claims that have been reported but not yet approved Diperlukan waktu untuk investigasi
dan menentukan apakah polis covers the claim.
3. Claims that have been approved but not yet paid Insurer mungkin kesulitan menentukan
jumlah payable atau payee yang sesuai.
4. Claims that require ongoing payments over a number of years Insurer berkewajiban
untuk membayar berkali-kali. Digunakan untuk DI claims yang berlanjut utk beberapa taun
5. Claims that have been reported but denied by insurer : disebut resisted/contested claims.
DIsiapkan contingency reserve jika court menentukan insurer harus membayar.
SURPLUS STRAIN
Dengan menggunakan net level premium approach di US untuk menghitung policy reserves, dapat
menciptakan kondisi yang disebut surplus strain aka issue strain, new business strain, yang adalah
penurunan pada surlus karena high first-year costs dan reserving requirements yang berkaitan
dengan produk baru. Expense first-year biasanya besar sekali sehingga harus buat reserve dan
biasanya kenaikan asset lebih kecil daripada kenaikan liabilities yang disebabkan oleh kenaikan
reserve tersebut. Misalnya Prominent insurance menjual polis dengan premi first-year $150 dan
expense first-year $100. Setelah membayar expense, Prominent mendapat $50 gains di asset dari
penjualan ini . Misalnya pada taun pertama, Prominent membuat first-year reserve sebesar $100,
maka pada BS, asset : +50, hutang : +100, sehingga surplus : -50. Insurer dengan surplus yang kuat
dapat menangani surplus strain dengan mudah. Namun untuk perusahaan kecil, hal ini sangat
berbahaya dan menjadi masalah dalam bisnis baru. Karena memakai PPM (policy premium
method), surplus strain di Kanada lebih tidak parah dari US. Menurut PPM, policy reserve = PV
future benefits PV future gross premiums(=net premium + loading charge for expense). Sehingga
PV future gross premium sangat besar dan policy reservenya jadi kecil, maka surplus strain tidak
begitu parah.
Menggunakan Reinsurance untuk Mengurangi Surplus Strain
Insurer juga menggunakan reinsurance untuk mengurangi surplus strain. Misalnya ABC life
menjual $1 juta A&H polis dan mau transfer risiko ke reasuransi. ABCs reinsurance agreement
menggunakan quota share method of reinsurance, yang adalah ceding reinsures % dari premi dan
klaim yang terjadi pada blok polis tersebut. Misal quota sharenya 25%, jumlah premi blok polis
$400,000 dan jumlah klaim incurred is $100,000. Premi yang ABC bayar ke reinsurer adalah
$100,000 (25%*400,000) dan pembayaran klaim dari reinsurer adalah $25,000. ABC record entri :
Reinsurance Premium Paid debit 100,000, kas kredit 100,000. Amounts receivable from reinsurer
debit 25,000 dan A&H ClaimsReinsurers kredit 25,000. Di bawah persetujuan, ceding
bertanggung jawab untuk mengumpulkan reserve yang cukup sejumlah 750,000, yakni jumlah dari
retention limitnya. Reinsurer bertanggung jawab untuk mengumpulkan reserve sejumlah 250,000.
Dengan mereasuransikan 25% dari blok polisnya, ceding telah mengurangi surplus strain sebesar
25%. Misalnya reserve untuk $1000,000 polis adalah $700,000 dan ABC menjaga 25% quota share.
Ingat bahwa 750,000 adalah retention limitnya. Aktuaris ceding company memberi update estimasi
sebesar 525,000 (75%*700,000) pada akhir periode. ABC lalu membuat entri : Active Life
ReservesA&H debit 175,000 dan Change in Reserves kredit 175,000 (to adjust downward the
amount of A&H claim reserves as a result of reinsurance). Selama periode akunting berikutnya,
asumsikan ceding company menerima dan mengapprove 200,000 pembayaran klaim untuk polis
ini. Pada kasus ini, ABC debit A&H Claims Paid dan kredit Kas sebesar 200,000. Karena reinsurer
berkewajiban untuk membayar dari pembayaran klaim, reinsurer membayar ABC $50,000
dengan entri : Kas debit 50,000 dan Amounts Recoverable from Reinsurer kredit 50,000. ABC jg
bisa menerima experience rating refunds yang adalah porsi premi reinsurance yang dikembalikan
ketika experience klaim is better than had been expected at the time premium was calculated. Ini
mirip dividen polis. Misalnya reinsurer sudah menghitung premi $100,000 dengan basis $250,000
klaim akan dibayar selama periode akunting. Klaim sebenarnya ceding company adalah $200,000.
Maka insurer mendapatkan kembali sebesar $10,000 experience rating refunds, karena klaim
sebenarnya adalah 20% lebih kecil dari yang diperkirakan, sehingga experience rating refunds nya
adalah 20% dari selisih klaim tersebut yakni 20%*50,000. Entri : kas debit 10,000 dan experience
rating refundsReinsurance kredit 10,000.
Metode Reserving yang Membatasi Statutory Surplus Strain
Cara lain untuk mengurangi surplus strain khusus untuk US insurer adalah dengan menggunakan
modified reserve method. Modified reserve method mengurangi first-year reserve daripada yang
digunaan oleh net level premium approach. Ini diatur dalam Commissioners Reserve Valuation
Method (CRVM). Menurut CRVM, insurer menggunakan full preliminary term method untuk
menghitung reserves. Dengan menggunakan ini, reserve tahun pertama = reserve akhir tahun dari
one-year term policy, yang adalah $0. Untuk beberapa yang sangat tinggi nilai net level annual
premiumnya, nilai reservenya lebih tinggi dari $0 tapi kurang dari yang dihitung oleh net level
premium approach. Untuk produk DI, insurer boleh menggunakan metode ini untuk menjaga
reserve $0 untuk dua tahun pertama. Sebagai contoh diambil kembali contoh Prominent tadi.
Apabila digunakan metode ini, BS nya menjadi : Asset : +50, Liabilities : 0, Capital surplus : +50.
Namun dengan metode ini, reserve tahun selanjutnya akan lebih rendah namun akan lebih tinggi
secara akumulatif.
Membatasi Surplus Strain di bawah GAAP
Tidak bisa digunakan metode modified reserve tapi dengan mengamortisasi first-year expense ke
tahun tahun berikutnya. Perhatikan bahwa insurer tetap membayar expensenya pada tahun
pertama hanya saja dilaporkannya dibagi-bagi ke beberapa tahun. Untuk melaporkan expense yang
diamortisasi, insurer menggunakan akun deferred policy acquisition cost (DPAC) yang merupakan
asset. Pada tahun pertama, DPAC diisi dengan expense yang didefer ke tahun2 berikutnya, pada
tahun berikut2inya DPAC dikurangi dengan deferred expense untuk tahun tersebut. Dengan cara
ini lah surplus strain dikurangi. Ketika analist memeriksa reserves insurer untuk menilai
kekuatannya, mereka memerhatikan tidak hanya GAAP reserves tapi juga net GAAP reserves (GAAP
policy reserves DPAC). Sebagai contoh kembali ke contoh Prominent. Ingat premi first-year nya
$150 dan expense nya $100. Dan lets say reservenya $75. Tanpa DPAC kenaikan asetnya adalah
150-100 = 50. Maka capital surplusnya : 50-75 = -25. Jika ada akun DPAC = $70. Maka expense
menjadi $30. Oleh karena itu, capital surplusnya adalah : 150-30-75 = 45. Asetnya bertambah 120.
Net GAAP = 75-70 =5.
Untuk tujuan pajak, insurer di US menggunakan mortality rate yng sama tapi interest rate yang
lebih tinggi. Artinya policy reserves calculated for tax purposes is smaller than statutory reserves.
OTHER TYPES OF RESERVES
1. Claim Fluctuation Reserves (SAP dan GAAP) enables insurer to absorb unexpected claim
experience while offering stable premiums to group medical insurance policyholder.
Dengan membuat reserve ini, insurer menghindari situasi mendistribusikan dividen polis
atau refund satu tahun, hanya untuk meningkatkan premium rate tahun depan dikarenakan
fluktuasi klaim dari satu tahun ke lainnya.
2. Premium Deficiency Reserves (SAP) must be established when valuation net premium
exceeds gross premium. Di US, gross premium (yang policyowner bayar untuk polis),
kadang lebih rendah dari net annual premium untuk menghitung reserves. Pada situasi ini,
dibuat satu reserve ini. Ingat rumus prospektif yakni Reserve=PV of future benefits PV of
future net premiums. Jika net premium>gross premium, ruas kanan yang PV of future net
premium akan diganti oleh gross premium. Sehingga policy reserve akan lebih besar.
Keadaan net premium > gross premium dalam 2 kondisi (1) untuk produk yang kompetitif,
gross premium sangat rendah karena insurer percaya actual experience will be more
favorable than estimates. (2) kadang prescribed mortality table shows mortality rates
higher than expected to experience. Sehingga net premium> gross premium. Kondisi kedua
disebabkan karena tabelnya out of date.
3. Contingency reserves (SAP) established voluntarily, sebagai cushion against various
special risks. INI ADALAH SURPLUS ACCOUNT. Aka earmarked surplus, assignes surplus,
special surplus, appropriated surplus. Contohnya : group contingency reserve, group
annuity contincgency reserve, participation in separate account,mortality fluctuation
reserve, contingency reserve for large risks, special contingency risk.
4. Asset Fluctuation Reserves (SAP) to absorb gains and losses in insurers invested assets.
Ingat capital gains dihitung = MV asset BV asset. Pada BS, ini menambah/mengurangi
asset. Dibutuhkan IMR dan AVR sebagai buffer untuk capital dan surplus, menyebabkan
capital gains and losses affect capital and surplus gradually.
(A) Interest Maintenance Reserves absorbs capital gains and losses on certain
investments caused by interest rate changes, gains and losses must be realized, covers
bonds mortgages and preferred stock only. Ketika interest rate naik, nilai asset ini
turun, vice versa. Capital gains disebabkan oleh interest rate akan menaikkan IMR, vice
versa.
(B) Asset Valuation Reserve absorbs credit-related capital gains and losses, absorbs
realized and unrealized gains and losses, each year insurers must peform calculation in
order to determine whether they must increase AVR. Beberapa faktor credit-related :
(1) pengeluar bond mengalami kesulitan keuangan dan berhenti membayar bunga
ataupun principal (2) peminjam mortgage berhenti membayar mortgage (3)insurer
tidak dapat menemukan renters untuk office building sebagai real estate investment (4)
pengeluar stok bangkrut. Capital gains menambah AVR, vice versa. AVR ada dua
komponen; equity component (capital gains and losses on equity investment, such as
stocks and real estate), default component (gains and losses on debt investments such
as bonds and mortgage). Pada setiap akhir tahun akunting, insurer harus menambah
AVR dengan transfer jumlah dari capital and surplus. Semakin beresiko investasinya,
makin besar pula AVR. Dengan menurunkan level resiko, AVR akan menjadi kecil, dan
surplus strain akan terkurangi.