Anda di halaman 1dari 27

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam dunia kelistrikan, kita mengenal suatu alat yang disebut motor
listrik dan generator listrik. Secara sederhana, generator listrik berfungsi
untuk mengubah energi mekanik menjadi energi listrik sedangkan motor
listrik berfungsi untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik.
Dri kedua fungsi masing-masing alat tersebut terdapat hubungan.
Sebuah generator akan bekerja dengan dibantu motor listrik untuk
menggerakkan generator tersebut. Namun pada skala besar, seperti
pada PLT, generator akan dibantu turbin untuk menggerakkan
generator tersebut. Dari fungsi generator tersebut, menjadikan alat ini
sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. !enerator itu sendiri ada
dua macam, yaitu generator D" # arus searah$ dan generator " #arus
bolak-balik$. Perbedaan mendasar dari kedua generator ini adalah pada
sumber tegangan yang dihasilkan.
Dalam kehidupan sehari-hari, semakin banyak peralatan elektronika
yang menggunakan listrik sebagai sumber utama. pabila terjadi listrik
padam dalam sehari saja, maka sebagian akti%itas manusia akan
terhambat. &leh karena itu dalam makalah ini, kami mencoba untuk
menjelaskan tentang generator listrik khususnya generator searah #D"$.
1.2 Rumusan Masalah
'. pa itu generator D" (
). *agaimana prinsip kerja dari henerator D"(
+. *agaimana konstruksi dari generator D"(
,. pa maksud dari reaksi jangkar pada generator D"(
-. pa saja jenis-jenis generator(
.. pa saja rugi-rugi yang terjadi pada generator(
/. pa saja karakteristik generator D"(
1.3 Tujuan
'. 0engetahui pengertian generator D"
). 0engetahui prinsip kerja generator D"
+. 0engetahui konstruksi generator D"
,. 0engetahui maksud dari reaksi jangkar generator D"
-. 0engetahui jenis-jenis generator
.. 0engetahui rugi-rugi yang terjadi pada generator
/. 0engetahui karakteristik generator D"
BAB II
PEMBAHAAN
2.1 Pengert!an "enerat#r D$
!enerator D" merupakan mesin D" yang digunakan untuk mengubah
energi mekanik menjadi energi listrik. Secara umum generator D" adalah
tidak berbeda dengan motor D" kecuali pada arah aliran daya. *erdasarkan
cara memberikan fluks pada kumparan medannya, generator arus searah
#D"$ dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu generator berpenguatan bebas
dan generator berpenguatan sendiri. !enerator D" berpenguatan bebas
merupakan generator yang mana arus medannya di suplai dari sumber D"
eksternal. Tegangan searah yang dipasangkan pada kumparan medan yang
mempunyai tahanan akan menghasilkan arus dan menimbulkan fluks pada
kedua kutub. Tegangan induksi akan dibangkitkan pada generator.
Pada karakteristik berbeban sebuah generator D" menunjukkan
bagaimana hubungan antara tegangan terminal dan arus medan ketika
generator dibebani. *ila generator dibebani maka akan mengalir arus beban.
Pada generator D" penguatan shunt penurunan tegangan terminal akan
semakin besar bila terus-menerus dibebani, dan arus medan Ifpada mesin
ikut turun. 1ni menyebabkan fluks pada mesin turun sehingga nilai Ea turun
yang menyebabkan penurunan tegangan terminal lebih besar. Sedangkan
pada generator D" penguatan bebas Tegangan terminal Vt akan berkurang
akibat efek demagnetisasi dari reaksi jangkar. Pengurangan ini dapat di atasi
dengan peningkatan arus medan yang sesuai. Tegangan terminal Vt akan
lebih kecil dari pada !!L 2 yang dibangkitkan, sebesar Ia.Ra,
dimana Ra adalah resistansi rangkaian jangkar. Penurunan tegangan ini
dapat dengan suatu segitiga yang disebut segitiga portier, yang sisinya
sebanding Ia. karena Iakonstan maka segitiga ini konstan dalam batas-batas
belum jenuh. 0enurunnya tegangan terminal ini akan menyebabkan arus
medan turun, dan Ea juga akan mengalami penurunan.
2.2 Pr!ns!% &erja "enerat#r D$
Prinsip kerja suatu generator arus searah berdasarkan hukum 3araday
4

Dimana 4 N 5 6umlah Lilitan
5 3luksi 0agnet
2 5 Tegangan 1mbas, !!L #!aya !erak Listrik$
Dengan lain perkataan, apabila suatu konduktor memotong garis-garis
fluksi magnetik yang berubah-ubah, maka !!L akan dibangkitkan dalam
konduktor itu. 6adi syarat untuk dapat dibangkitkan !!L adalah 4
harus ada konduktor
# hantaran ka7at $
harus ada medan magnetik
harus ada gerak atau perputaran dari konduktor dalam medan, atau
ada fluksi yang berubah yang memotong konduktor itu

!ambar '. Prinsip kerja !enerator D"
8eterangan gambar 4
Pada gambar !enerator D" Sederhana dengan sebuah penghantar
kutub tersebut, dengan memutar rotor # penghantar $ maka pada
penghantar akan timbul 203.
8umparan *"D terletak dalam medan magnet sedemikian rupa
sehingga sisi -* dan "-D terletak tegak lurus pada arah fluks magnet.
98umparan *"D diputar dengan kecepatan sudut yang tetap terhadap
sumbu putarnya yang sejajar dengan sisi -* dan "-D.
!!L induksi yang terbentuk pada sisi -* dan sisi "-D besarnya
sesuai dengan perubahan fluks magnet yang dipotong kumparan
*"D tiap detik sebesar 4
:ntuk menentukan arah arus pada setiap saat, berlaku pada kaidah
tangan kanan 4
ibu jari 4 gerak perputaran
jari telunjuk 4 medan magnetik kutub utara dan selatan
jari tengah 4 besaran gal%anis tegangan : dan arus 1
:ntuk perolehan arus searah dari tegangan bolak-balik, meskipun
tujuan utamanya adalah pembangkitan tegangan searah, tampak
bah7a tegangan kecepatan yang dibangkitkan pada kumparan jangkar
merupakan tegangan bolak-balik. *entuk gelombang yang berubah-ubah
tersebut karenanya harus disearahkan.
:ntuk mendapatkan arus searah dari arus bolak balik dengan
menggunakan
Saklar
8omutator
Dioda
!stem aklar
Saklar berfungsi untuk menghubungsingkatkan ujung-ujung
kumparan. Prinsip kerjanya adalah sebagai berikut 4
*ila kumparan jangkar berputar, maka pada kedua ujung kumparan
akan timbul tegangan yang sinusoida. *ila setengah periode tegangan
positif saklar di hubungkan, maka tegangan menjadi nol. Dan bila saklar
dibuka lagi akan timbul lagi tegangan. *egitu seterusnya setiap setengah
periode tegangan saklar dihubungkan, maka akan di hasilkan tegangan
searah gelombang penuh.
!stem &#mutat#r
8omutator berfungsi sebagai saklar, yaitu untuk menghubung
singkatkan kumparan jangkar. 8omutator berupa cincin belah yang
dipasang pada ujung kumparan jangkar.*ila kumparan jangkar
berputar, maka cincin belah ikut berputar. 8arena kumparan berada
dalam medan magnet, akan timbul tegangan bolak balik sinusoidal. *ila
kumparan telah berputar setengah putaran, sikat akan menutup celah
cincin sehingga tegangan menjadi nol. 8arena cincin berputar terus, maka
celah akan terbuka lagi dan timbul tegangan lagi. *ila perioda tegangan
sama dengan perioda perputaran cincin, tegangan yang timbul adalah
tegangan arus searah gelombang penuh.
!ambar ). 2fek 8omutasi
!stem D!#'a
Dioda adalah komponen pasif yang mempunyai sifat-sifat sebagai berikut4
*ila diberi prasikap maju #for7ard bias$ bisa dialiri arus.
*ila diberi prasikap balik #re%erse bias$ dioda tidak akan dialiri arus.
*erdasarkan bentuk gelombang yang dihasilkan, dioda dibagi dalam4
;alf <a%e =ectifier #penyearah setengah gelombang$
3ull <a%e =ectifier #penyearah satu gelombang penuh$
2.3 &#nstruks! "enerat#r D$
Pada umumnya generator D" dibuat dengan menggunakan magnet
permanent dengan ,-kutub rotor, regulator tegangan digital, proteksi
terhadap beban lebih, starter eksitasi, penyearah, bearing dan rumah
generator atau casis, serta bagian rotor. !ambar + menunjuk-kan
gambar potongan melintang konstruksi generator D".
!ambar +. 8onstruksi !enerator D"
!enerator D" terdiri dua bagian, yaitu stator, yaitu bagian mesin D"
yang diam, dan bagian rotor, yaitu bagian mesin D" yang berputar.
*agian stator terdiri dari4 rangka motor, belitan stator, sikat arang,
bearing dan terminal bo>. Sedangkan bagian rotor terdiri dari4 komutator,
belitan rotor, kipas rotor dan poros rotor.
!ambar ,. Struktur !enerator D"
*agian yang harus menjadi perhatian untuk pera7atan secara rutin
adalah sikat arang yang akan memendek dan harus diganti secara
periodic ? berkala. 8omutator harus dibersihkan dari kotoran sisa sikat
arang yang menempel dan serbuk arang yang mengisi celah-celah
komutator, gunakan amplas halus untuk membersihkan noda bekas sikat
arang.
2.( Reaks! )angkar "enerat#r D$
6angkar adalah tempat lilitan pada rotor yang berbentuk silinder
beralur. *elitan tersebut merupakan tempat terbentuknya tegangan induksi.
Pada umumnya jangkar terbuat dari bahan yang kuat mempunyai sifat
feromagnetik dengan permiabilitas yang cukup besar. Permiabilitas yang
besar diperlukan agar lilitan jangkar terletak pada derah yang induksi
magnetnya besar, sehingga tegangan induksi yang ditimbulkan juga besar.
*elitan jangkar terdiri dari beberapa kumparan yang dipasang di dalam alur
jangkar. Tiap-tiap kumparan terdiri dari lilitan ka7at atau lilitan batang.
!ambar -. 6angkar !enerator D".
3luks magnet yang ditimbulkan oleh kutub-kutub utama dari sebuah
generator saat tanpa beban disebut 3luks 0edan :tama #!ambar .$. 3luks
ini memotong lilitan jangkar sehingga timbul tegangan induksi.
!ambar .. 0edan 2ksitasi !enerator D"
*ila generator dibebani maka pada penghantar jangkar timbul arus
jangkar. rus jangkar ini menyebabkan timbulnya fluks pada penghantar
jangkar tersebut dan biasa disebut 31uks 0edan 6angkar #!ambar /$.
!ambar /. 0edan 6angkar dari !enerator D" #a$ dan =eaksi 6angkar
#b$.
0unculnya medan jangkar akan memperlemah medan utama yang
terletak disebelah kiri kutub utara, dan akan memperkuat medan utama yang
terletak di sebelah kanan kutub utara. Pengaruh adanya interaksi antara
medan utama dan medan jangkar ini disebut reaksi jangkar. =eaksi jangkar
ini mengakibatkan medan utama tidak tegak lurus pada garis netral n, tetapi
bergeser sebesar sudut @. Dengan kata lain, garis netral akan bergeser.
Pergeseran garis netral akan melemahkan tegangan nominal generator.
:ntuk mengembalikan garis netral ke posisi a7al, dipasangkan medan
magnet bantu #interpole atau kutub bantu$, seperti ditunjukkan pada !ambar
A.#a$.
!ambar A. !enerator dengan 8utub *antu #a$ dan !enerator 8utub
:tama, 8utub *antu, *elitan 8ompensasi #b$.
Lilitan magnet bantu berupa kutub magnet yang ukuran fisiknya lebih
kecil dari kutub utama. Dengan bergesernya garis netral, maka sikat yang
diletakkan pada permukaan komutator dan tepat terletak pada garis netral n
juga akan bergeser. 6ika sikat dipertahankan pada posisi semula #garis
netral$, maka akan timbul percikan bunga api, dan ini sangat berpotensi
menimbulkan kebakaran atau bahaya lainnya. &leh karena itu, sikat juga
harus digeser sesuai dengan pergeseran garis netral. *ila sikat tidak digeser
maka komutasi akan jelek, sebab sikat terhubung dengan penghantar yang
mengandung tegangan. =eaksi jangkar ini dapat juga diatasi dengan
kompensasi yang dipasangkan pada kaki kutub utama baik pada lilitan kutub
utara maupun kutub selatan, seperti ditunjukkan pada gambar / #a$ dan #b$,
generator dengan komutator dan lilitan kompensasinya.
8ini dalam rangkaian generator D" memiliki tiga lilitan magnet, yaitu4
'. lilitan magnet utama
). lilitan magnet bantu #interpole$
+. lilitan magnet kompensasi
2.* )en!s+)en!s "enerat#r
Seperti telah disebutkan dia7al, bah7a generator D" berdasarkan dari
rangkaian belitan magnet atau penguat eksitasinya terhadap jangkar #anker$
dibagi menjadi + jenis, yaitu generator penguat terpisah, generator shunt,
dan generator kompon.
1. "enerat#r Penguat Ter%!sah
Pada generator penguat terpisah, belitan eksitasi #penguat eksitasi$ tidak
terhubung menjadi satu dengan rotor. Terdapat dua jenis generator penguat
terpisah, yaitu4
'. Penguat elektromagnetik #!ambar B.a$
). 0agnet permanent ? magnet tetap #!ambar B.b$
!ambar B. !enerator Penguat Terpisah
2nergi listrik yang dihasilkan oleh penguat elektromagnet dapat diatur
melalui pengaturan tegangan eksitasi. Pengaturan dapat dilakukan secara
elektronik atau magnetik. !enerator ini bekerja dengan catu daya D"
dari luar yang dimasukkan melalui belitan 3'-3). Penguat dengan
magnet permanen menghasilkan tegangan output generator yang konstan
dari terminal rotor '-). 8arakteristik tegangan C relatif konstan dan
tegangan akan menurun sedikit ketika arus beban 1 dinaikkan mendekati
harga nominalnya.
&arakter!st!k "enerat#r Penguat Ter%!sah
!ambar 'D. 8arakteristik !enerator Penguat Terpisah
karakteristik generator penguat terpisah saat eksitasi penuh #1e
'DDE$ dan saat eksitasi setengah penuh #1e -DE$. 1e
adalah arus eksitasi, 1 adalah arus beban.Tegangan output
generator akan sedikit turun jika arus beban semakin besar.
8erugian tegangan akibat reaksi jangkar.
Perurunan tegangan akibat resistansi jangkar dan reaksi
jangkar, selanjutnya mengakibatkan turunnya pasokan arus
penguat ke medan magnet, sehingga tegangan induksi
menjadi kecil.
2. "enerat#r hunt
Pada generator shunt, penguat eksitasi 2'-2) terhubung paralel
dengan rotor #'-)$. Tegangan a7al generator diperoleh dari magnet
sisa yang terdapat pada medan magnet stator. =otor berputar dalam
medan magnet yang lemah, dihasilkan tegangan yang akan memperkuat
medan magnet stator, sampai dicapai tegangan nominalnya. Pengaturan
arus eksitasi yang mele7ati belitan shunt 2'-2) diatur oleh tahanan
geser. 0akin besar arus eksitasi shunt, makin besar medan penguat
shunt yang dihasilkan, dan tegangan terminal meningkat sampai mencapai
tegangan nominalnya. Diagram rangkaian generator shunt dapat dilihat pada
!ambar ''.
!ambar ''. Diagram =angkaian !enerator Shunt
6ika generator shunt tidak mendapatkan arus eksitasi, maka sisa
megnetisasi tidak akan ada,atau jika belitan eksitasi salah sambung atau
jika arah putaran terbalik, atau rotor terhubung-singkat, maka tidak akan
ada tegangan atau energi listrik yang dihasilkan oleh generator tersebut.
&arakter!st!k "enerat#r hunt
!ambar '). 8arakteristik !enerator Shunt.
!enerator shunt mempunyai karakteristik seperti ditunjukkan pada
!ambar '). Tegangan output akan turun lebih banyak untuk kenaikan arus
beban yang sama, dibandingkan dengan tegangan output pada generator
penguat terpisah. Sebagai sumber tegangan, karakteristik dari generator
penguat terpisah dan generator shunt tentu kurang baik, karena
seharusnya sebuah generator mempunyai tegangan output yang konstan,
namun hal ini dapat diperbaiki pada generator kompon.
3. "enerat#r &#m%#n
!enerator kompon mempunyai dua penguat eksitasi pada inti kutub
utama yang sama. Satu penguat eksitasi merupakan penguat shunt, dan
lainnya merupakan penguat seri. Diagram rangkaian generator kompon
ditunjukkan pada !ambar '). Pengatur medan magnet #D'-D)$ terletak di
depan belitan shunt.
!ambar '+. Diagram =angkaian !enerator 8ompon
&arakter!st!k "enerat#r &#m%#n
!ambar ',. 8arakteristik !enerator 8ompon
!ambar ', menunjukkan karakteristik generator kompon. Tegangan
output generator terlihat konstan dengan pertambahan arus beban, baik pada
arus eksitasi penuh maupun eksitasi -DE. ;al ini disebabkan oleh adanya
penguatan lilitan seri, yang cenderung naik tegangannya jika arus beban
bertambah besar. 6adi ini merupakan kompensasi dari generator shunt,
yang cenderung tegangannya akan turun jika arus bebannya naik.
2., Rug!+Rug! %a'a "enerat#r D$
=ugiFrugi yang ada pada generator D" antara lain rugi tembaga, rugi
besi, dan rugi mekanik. =ugi-rugi ini sangat penting untuk diketahui dan
diperlukan untuk menghitungbesarnya effisiensi dari generator. :ntuk
menentukan besarnya rugi mekanikdan rugi besi dapat dilakukan dengan
cara pengujian motor penggerak dan pengujian pada generatornya sendiri.
1. Rug! Tem-aga
=ugi daya akibat panas dalam belitan akibat arus yang melalui
kumparan jangkar atau medan. =ugi tembaga ini biasanya terjadi
pada kumparan medan shunt, kontak singkat, jangkar, kumparan
medan seri, dan pada lilitan F lilitan medan tambahan misalnya
belitan dan kompensasi
2. Rug! Mekan!k
=ugi ini disebabkan oleh bagian-bagian yang berputar dari
mesin. *esarnya rugi mekanik ini dianggap tetap dalam kondisi
beban penuh maupun beban nol. ;anya mesin dengan kapasistas
besar yang ada perubahan apabila beban berubah. =ugi ini terdiri
dari rugi sikat, rugi bearing, dan rugi angin. =ugi sikat ini timbul
karena adanya gesekan komutator dengan sikat. =ugi bearing
timbul karena adanya gesekan bearing dengan rotor. =ugi angin
timbul karena adanya gesekan rotor dengan angin.
3. RU"I BEI
=ugi ini disebabkan adanya fluk bolak-balik pada inti besi yang
mengakibatkan rugi histerisis dan arus eddy. *esarnya rugi ini sangat
tergantung dari kualitas bahan magnet yang digunakan. Pada operasi
konsdisi jenuh besarnya rugi besi
2.. &arakter!st!k "enerat#r D$
0edan magnet pada generator dapat dibangkitkan dengan dua cara
yaitu 4
dengan magnet permanen
dengan magnet remanen
!enerator listrik dengan magnet permanen sering juga disebut magneto
dynamo. 8arena banyak kekurangannya, maka sekarang jarang digunakan.
Sedangkan generator dengan magnet remanen menggunakan medan
magnet listrik, mempunyai kelebihan-kelebihan yaitu 4
0edan magnet yang dibangkitkan dapat diatur
Pada generator arus searah berlaku hubungan-hubungan sebagai berikut 4
Dimana 4
2a 5 !!L yang dibangkitkan pada jangkar generator
5 3luks per kutub
G 5 6umlah penghantar total
n 5 8ecepatan putar
e 5 6umlah hubungan paralel
*ila#8onstanta$, maka 4
*erdasarkan cara memberikan fluks pada kumparan medannya, generator
arus searah
dapat dikelompokkan menjadi ) yaitu4
1. "enerat#r -er%enguatan -e-as
!enerator tipe penguat bebas dan terpisah adalah generator
yang lilitan medannya dapat dihubungkan ke sumber dc yang secara
listrik tidak tergantung dari mesin. Tegangan searah yang
dipasangkan pada kumparan medan yang mempunyai tahanan =f
akan menghasilkan arus 1f dan menimbulkan fluks pada kedua kutub.
Tegangan induksi akan dibangkitkan pada generator.
6ika generator dihubungkan dengan beban, dan =a adalah
tahanan dalam
generator, maka hubungan yang dapat dinyatakan adalah4
*esaran yang mempengaruhi kerja dari generator 4
Tegangan jepit #C$
rus eksitasi #penguatan$
rus jangkar #1a$
8ecepatan putar #n$
2. "enerat#r -er%enguatan sen'!r!
a. "enerat#r searah ser!
-. "enerat#r hunt
Pada generator shunt, untuk mendapatkan penguatan sendiri
diperlukan 4
danya sisa magnetik pada sistem penguat
;ubungan dari rangkaian medan pada jangkar harus
sedemikian, hingga arah medan yang terjadi, memperkuat
medan yang sudah ada.
0esin shunt akan gagal membangkitkan tegangannya kalau4
Sisa magnetik tidak ada
0isal4 Pada mesin-mesin baru. Sehingga cara memberikan
sisa magnetik adalah pada generator shunt dirubah
menjadi generator berpenguatan bebas atau pada
generator dipasang pada sumber arus searah, dan
dijalankan sebagai motor shunt dengan polaritas
sikat-sikat dan perputaran nominal.
;ubungan medan terbalik,
8arena generator diputar oleh arah yang salah dan
dijalankan, sehingga arus medan tidak
memperbesar nilai fluksi. :ntuk memperbaikinya
denganhubungan-hubungan perlu diubah dan
diberi kembali sisa magnetik, seperti carauntuk
memberikan sisa magnetik.
Tahanan rangkaian penguat terlalu besar
;al ini terjadi misalnya pada hubungan terbuka dalam
rangkaian medan, hingga =f tidak berhingga atau
tahanan kontak sikat terlalu besar atau komutator
kotor.
/. "enerat#r &#m%#n
!enerator kompon merupakan gabungan
dari generator shunt dan generator seri, yang
dilengkapi dengan kumparan shunt dan seri dengan
sifat yangdimiliki merupakan gabungan dari
keduanya. !enerator kompon bisadihubungkan
sebagai kompon pendek atau dalam kompon
panjang. Perbedaandari kedua hubungan ini
hampir tidak ada, karena tahanan kumparan seri
kecil, sehingga tegangan drop pada kumparan ini
ditinjau daritegangan terminal kecil sekali dan
terpengaruh.
*iasanya kumparan seri dihubungkan
sedemikian rupa, sehingga kumparan seri ini
membantu kumparan shunt, yakni 003 nya
searah. *ila generator ini dihubungkan seperti itu,
maka dikatakan generator itu mempunyai
kumparankompon bantu. 0esin yang mempunyai
kumparan seri mela7an medan shunt disebut
kompon la7an dan ini biasanya digunakan untuk
motor atau generator-generator khusus seperti untuk
mesin las. Dalam hubungan kompon bantu yang
mempunyai peranan utama ialah kumparan shunt
dan kumparan seri dirancang untuk kompensasi
003 akibat reaksi jangkar dan juga tegangan
drop di jangkar pada range beban tertentu. 1ni
mengakibatkan tegangan generator akan diatur
secara otomatis pasa satu range beban tertentu.
'. &#m%#n Panjang
e. &#m%#n Pen'ek
Pem-angk!tan Tegangan In'uks! Pa'a "enerat#r Ber%enguatan en'!r!
Disini akan diterangkan pembangkitan tegangan induksi
generator shunt dalam keadaan tanpa beban. Pada saat mesin
dihidupkan #S tutup$, timbul suatu fluks residu yang memang sudah
terdapat pada kutub. Dengan memutarkan rotor, akan dibangkitkan
tegangan induksi yang kecil pada sikat. kibat adanya tegangan
induksi ini mengalirlah arus pada kumparan medan. rus ini akan
menimbulkan fluks yang memperkuat fluks yang telah ada
sebelumnya. Proses terus berlangsung hingga dicapai tegangan
yang stabil. 6ika tahanan medan diperbesar, tegangan induksi yang
dibangkitkan menjadi lebih kecil. *erarti makin besar tahanan
kumparan medan, makin buruk generator tersebut.
BAB III
PENUTUP
3.1 &es!m%ulan
!enerator D" merupakan mesin D" yang digunakan untuk
mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Prinsip 8erja
!enerator D" itu sendiri di hasilkan pembangkit listrik melalui
induksi dengan ) cara yaitu dengan menggunakan cincin-seret
yang menghasilkan tegangan induksi bolak-balik dan dengan
menggunakan komutator yang menghasilkan tegangan D". =ugiF
rugi yang ada pada generator D" antara lain rugi tembaga, rugi
besi, dan rugi mekanik. =ugi-rugi ini sangat penting untuk diketahui
dan diperlukan untuk menghitungbesarnya effisiensi dari generator.
Da0tar Pustaka
htt%1 22 'un !a +l! st r! k .- l#g s% # t./# m 223342312ge n era t#r +' /. htm l
htt%1 22 'un !a +l! st r! k .- l#g s% # t./# m 223 3 42342a n !m a s !+ge n er a t#r +' / +' a n+
ge n era t#r +a/. htm l
htt%1 22 555 . ' #/ st #/./# m 2' #/ s 21.241(4,2"e n era t#r +D$
htt%1 22 555 .6# utu- e./# m 25 a t/ h 7891:a;" < =. s >?