Anda di halaman 1dari 17

EKONOMI MANAJERIAL

BAB 11
PRAKTIK PENENTUAN HARGA
Agung Sugih Putra Tri Wibowo
(C201 11 076)

Pendahuluan
Harga produk merupakan salah satu faktor yang penting bagi perusahaan
karena terkait strategi perusahaan untuk dapat bertahan hidup dan untuk
dapat bersaing dengan perusahaan yang lain. Hal ini dikarenakan harga
produk merupakan komponen yang dapat mempengaruhi secara langsung
terhadap laba yang akan diperoleh perusahaan.
Dari sudut pandang permintaan, penentuan harga produk akan
mempengaruhi jumlah produk yang diminta oleh masyarakat. Semakin
tinggi harga suatu produk, maka masyarakat cenderung enggan untuk
membeli produk tersebut.
Dari sudut penawaran (sudut pandang produsen), penentuan harga
produk akan mempengaruhi jumlah produk yang ditawarkan oleh
perusahaan. Hal ini terkait dengan jumlah produk yang ditawarkan oleh
perusahaan akan mempengaruhi biaya produksi.
PRAKTIK PENENTUAN HARGA
Penentuan Harga Untuk Beberapa Jenis
Produk
Diskriminasi Harga
Diskriminasi Harga International dan Dumping
Penentuan Harga Transfer
Penentuan Harga dalam Praktik
Pricing of Multiple Products
Produk produk yang di jual perusahaan bisa memiliki
keterkaitan sebagai barang substitusi atau barang
komplementer.
Example : Saturns dan Chevrolets (produksi GM)
For a two-product (A and B) firm, the marginal revenue
functions of the firm are:


A B
A
A A
TR TR
MR
Q Q



B A
B
B
TR TR
MR
QB Q



Pricing of Multiple Products
Plant Capacity Utilization
Pricing of Multiple Products
Joint Products in Fixed Proportions
Pricing of Multiple Products
Joint Products in Variable Proportions
Diskriminasi Harga
(Price Discrimination)
Diskriminasi harga mengacu pada penerapan
harga yang berbeda untuk suatu produk
dimana perbedaan tersebut bukan
dikarenakan perbedaan biaya produksi.
Example : Perusahaan telepon menetapkan
tarif tertentu per panggilan untuk sejumlah
panggilan tertentu dan tarif lebih murah bagi
sekumpulan panggilan berikutnya.
Diskriminasi Harga
Derajat Pertama (First-Degree)
Setiap unit dijual dengan harga berbeda
(harga tertinggi yang mungkin)
Perusahaan mengambil semua surplus
konsumen (consumers surplus)
Perusahaan memaksimumkan penerimaan
total dan keuntungan dari setiap unit yang
dijual.

Diskriminasi Harga
Derajat Pertama (First-Degree)
In the absence of price discrimination, a firm that charges $2 and sells
40 units will have total revenue equal to $80.
Diskriminasi Harga
Derajat Kedua (Second-Degree)
Mengenakan harga yang seragam untuk
sejumlah unit tertentu, dan harga yang
berbeda (lebih murah atau lebih mahal) untuk
sejumlah unit berikutnya.
Perusahaan hanya mengambil sebagian (tidak
semua) surplus konsumen (consumers
surplus)
If a firm that practices second-degree price discrimination charges $4 per unit
for the first 20 units and $2 per unit for the next 20 units, then total revenue
will be equal to $120 and consumers surplus will be $40.
Diskriminasi Harga
Derajat Kedua (Second-Degree)
Mengenakan harga berbeda untuk produk
yang sama yang dijual di pasar berbeda
Perusahaan memaksimumkan keuntungan
dengan menjual sejumlah unit di setiap pasar
sedemikian rupa sehingga penerimaan
marjinal setiap pasar (MR)sama dengan biaya
marjinal (MC).
Diskriminasi Harga
Derajat Ketiga (Third-Degree)
Diskriminasi Harga
Derajat Ketiga (Third-Degree)
Diskriminasi Harga Internasional dan
Dumping
Diskriminasi harga juga dapat diterapkan
antara pasar domestik dan pasar luar negeri.
Diskriminasi Internasional disebut dumping.
Selain dumpling yang muncul sebagai akibat
dari diskriminasi harga internasional, terdapat
dua bentuk lain dari dumping, yaitu :
- Predator Dumping
- Sporadic Dumping

Penentuan Harga Dalam Praktik
Metodel jalan pintas yang paling banyak
digunakan dalam praktik adalah Penentuan
Harga Biaya Plus (Markup or Full-Cost Pricing)
Markup on Cost (m) = (P - C)/C
Price : P = C(1 + m)
Ket : m = markup atas biaya
P = harga produk
C = biaya rata - rata
THANKS .
FOR YOUR ATTENTION