Anda di halaman 1dari 5

SEKILAS TENTANG SPEED DROOP

A. Pengertian Speed Droop


Didalam operasi pembangkit tenaga listrik setiap harinya kita tergantung pada
pengamatan kecepatan untuk menunjukan kapan beban berubah, berapa banyak ia
berubah serta apakah perubahan tersebut bertambah / berkurang. Kecepatan dari unit
pembangkit listrik tenaga air akan menyimpang dari keadaan normal pada suatu
perubahan beban tertentu.
Jumlah penyimpangan ini tergantung pada 3 ( tiga ) faktor utama yaitu :
1. Waktu yang diperlukan untuk mengarahkan dengan tepat aliran minyak hidrolik
guna menyesuaikan operasi yang diinginkan seperti yang disebabkan oleh
perubahan beban.
2. Besarnya efek / pengaruh roda gila dalam unit pembangkit listrik tenaga air secara
keseluruhan.
3. Waktu yang diperlukan untuk unit pembangkit listrik tenaga air guna merespon
terhadap operasi yang disebabkan oleh aliran media penggerak.
Secara teori, jika ini memungkinkan untuk mendeteksi waktu dan besarnya
perubahan beban, dan pada waktu yang sama untuk mengarahkan dengan tepat aliran
minyak hidrolik sehingga didapatkan unit pembangkit yang dengan segera merespon
semua itu, kecepatan unit tidak akan berubah tanpa memperhatikan ukuran dan jumlah
berubahan beban, yang diberikan didalam batas kapasitas unit tersebut. Tentu saja semua
ini tidak mungkin karena batasan batasan dalam praktek. Oleh karena itu, ada
keterlambatan waktu tertentu antara waktu dimana permintaan perubahan output daya
turbin diberikan dengan waktu yang dapat diberikan dalam kenyataan. Pengaruh roda gila
dalam unit akan cenderung untuk menjaga kecepatan agar konstan tetapi hanya untuk
waktu yang singkat .
Dibawah kondisi operasi normal, kini unit generator tidak akan bekerja sendirian ia
akan bekerja paralel dengan unit lain dalam suatu sistem interkoneksi . Dengan semua
unit dari sistem interkoneksi yang bekerja paralel ( sinkron ) untuk melakukan apa yang
dapat diinginkan pada suatu unit tertentu memerlukan peralatan khusus seperti speed
adjusment, speed droop, dan load control. Satu yang harus diketahui adalah karakteristik
kecepatan yang mana ia tentukan oleh governor , untuk itu ada dua peralatan kontrol
yang berkenaan dengan hal tersebut yaitu Speed Adjusment dan Speed Droop. Ia dapat
dikontrol secara normal maupun secara otomatis.
Pada kebanyakan governor, perubahan kecepatan dengan pembukaan pintu
dilakukan oleh cam yang diputar melalui sebagian dari penutupan oleh restoring
mechanism dan membuat sedikit pengaturan terhadap speed level dari unit tersebut. Pada
saat pintu membuka, speed adjusment turun dan sesuai dengan sifat kecenderungan jika
unit terus naik bebanya maka ia akan merespon dalam bentuk penurunan kecepatan
sistem dengan demikian maka akan berkurang. Gerakan tersebut dikenal dengan sebagai
speed droop.
Dengan demikian speed droop dapat didefinisikan sebagai perbedaan kecepatan
atau perubahan antara opersi unit dari no load ke beban penuh dalam prosen, atau speed
drop adalah peredaan antara kecepatan runner turbin antara no load dengan penuh , atau
pengurangan prosentase antara no load dan full load. Speed droop adalah peralatan
mekanik yang diperlengkapkan pada governor untuk memungkinkan operasi dua atau
lebih unit secara paralel dalam satu sistem interkoneksi.

B. Pentingnya Speed Droop
Seperti diuraikan diatas bahwa speed droop adalah untuk mengetahui
seberapa kecepatan untuk menunjukan kapan beban berubah, berapa banyak ia berubah
serta apakah perubahan tersebut bertambah atau berkurang. Dengan perubahan beban
maka akan mempengaruhi perubahan frekuensi keluaran generator. Setting speed droop
pada umumnya di setting dalam bentuk prosen dengan simbul K , dan biasanya di
setting pada harga antara 1 % sampai 10 %. Dalam penggunaan harga K lebih sering
dikenal sebagai kemampuan MW/Hz dari unit yang bersangkutan dalam andilnya
mempercepat pemulihan terhadap perubahan frekuensi yang terjadi.
Gambaran kondisi diatas adalah gambaran ideal kerja dari governor , mengingat
nilai < 50 Hz dan > 50 Hz tidak terbatas ( tak terhingga ) yang berarti kerja governor
tidak dibatasi ( dengan kata lain hunting ) maka dibuat harga batasan atas dan batasan
bawah. Batasan ini disebut sebagai daerah batasan kerja frekuensi ( Dead - Band ).
Penyetelan dead - band yang semakin kecil berarti governor bekerjanya semakin peka.







Sumber : Ir Djiteng Marsudi, 2003, Pembangkitan Energi listrik, hal : 41
Gambar II.3 karakteristik speed droop governor

C. Contoh Perhitungan
Jika terjadi perubahan frekwensi system, maka governor akan berusaha mengikuti
perubahan tersebut sesuia dengan setting EP nya. Jika frekwensi system naik, maka
governor akan menutup, sehingga daya yang dibangkitkan oleh generator akan lebih
rendah dari harga referensi yang diberikan, demikian juga jika frekwensi system turun,
maka daya yang dibangkitkan oleh generator akan naik melebihi harga referensi yang
diberikan. Besarnya penurunan ataupun kenaikan daya generator dapat dirumuskan
sebagai berikut sesuai dengan setting speed droopnya.
EP 1 = 2% maka perubahan daya yang diakibatkan oleh perubahan frekwensi
system sebasar:
EP1 = 2%
Daya generator = 60 MW
Maka, MW / Hz = 60 MW / 1 Hz = 60 MW / Hz
Jika terjadi perubahan frekwensi sebesar Hz = 0,1 Hz ,
maka daya generator = 0,1 Hz x 60 MW / Hz
= 6 MW.
Beban akhir = 60 MW - 6 MW = 54 MW
Jadi setiap perubahan frekwensi sistem sebesar 0.1 Hz, maka daya yang dikeluarkan
oleh generator pada PLTA PB.Soedirman akan mengalami perubahan sebesar 6
MW.
Untuk EP 2 = 4% maka perubahan daya yang diakibatkan oleh perubahan frekwensi
system sebasar:
EP1 = 4 %
Daya generator = 60 MW
Maka, MW / Hz = 60 MW / 2 Hz = 30 MW / Hz
Jika terjadi perubahan frekwensi sebesar Hz = 0,1 Hz ,
maka daya generator = 0,1 Hz x 30 MW / Hz
= 3 MW.
Beban akhir = 60 MW - 3 MW = 56 MW
Jadi, setiap perubahan frekwensi sistem sebesar 0.1 H, maka daya yang dikeluarkan
oleh generator pada PLTA PB.Soedirman akan megalami perubahan sebesar 3.0
MW.