Anda di halaman 1dari 24

MATA PELAJARAN 1

PERALATAN UTAMA DAN BANTU PLTG

TUJUAN PELAJARAN

: Setelah mengikuti pelajaran Peralatan


Utama

dan

Bantu

PLTG

peserta

diharapkan mampu memahami cara kerja


Turbin Gas dan fungsi dari komponenkomponen Turbin Gas

DURASI

: 4 JP

PENYUSUN

: 1. MM

Simple Inspiring Performing Phenomenal

DAFTAR ISI

TUJUAN PELAJARAN
DAFTAR ISI

ii

DAFTAR GAMBAR

iii

1.

Definisi Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG)..............................................

2.

Komponen Utama PLTG.................................................................................

2.1. Air Inlet............................................................................................................


2.2. Compressor.....................................................................................................
2.3. Combustion Chamber.....................................................................................
2.4. Exhaust.........................................................................................................
3.

Komponen Penunjang PLTG.........................................................................

3.1

Starting Equipment........................................................................................

3.2

Accessory Gear Box......................................................................................

3.3

Fuel System..................................................................................................

3.4

Lube Oil System............................................................................................

3.5

Cooling System.............................................................................................

4.

Kontrol dan Proteksi......................................................................................

Simple Inspiring Performing Phenomenal

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Skema Turbin Gas MS - 5002...................................................................


Gambar 2 Siklus Turbin Gas (Siklus Bryton)..............................................................
Gambar 3 Komponen utama Gas Turbin...................................................................
Gambar 4 Komponen-komponen Sistem Turbin Gas................................................
Gambar 5 Air Inlet Housing.......................................................................................
Gambar 6 Kompresor Axial........................................................................................
Gambar 7 Compressor Rotor Assembly....................................................................
Gambar 8 Compressor casing...................................................................................
Gambar 9 Compressor Casing (Lower Half)..............................................................
Gambar 10 inlet compressor guide vanes.................................................................
Gambar 11 Combustion Chamber.............................................................................
Gambar 12 Combustion Liners................................................................................
Gambar 13. Fuel Nozzle..........................................................................................
Gambar 14. Ignitors.................................................................................................
Gambar 15. Transition Pieces..................................................................................
Gambar 16. Flame Detector....................................................................................
Gambar 17. Diagram Heat Loss Gas Turbin............................................................
Gambar 18. Rotor Turbin.........................................................................................
Gambar 19. First Stage Nozzle...............................................................................
Gambar 20. 1st stage Bucket...................................................................................
Gambar 21. Shroud.................................................................................................
Gambar 22. Exhaust Frame....................................................................................
Gambar 23. Exhaust Diffuser..................................................................................
Gambar 24. Skema Bahan Bakar Minyak................................................................
Gambar 25. Fuel Oil Treatment...............................................................................

Simple Inspiring Performing Phenomenal

PERALATAN UTAMA DAN BANTU PLTG

1. Definisi Pusat Listrik Tenaga Gas (PLTG)


Pusat listrik tenaga gas (PLTG) merupakan sebuah pembangkit energi listrik yang
menggunakan peralatan/mesin turbin gas sebagai penggerak generatornya. Turbin
gas dirancang dan dibuat dengan prinsip kerja yang sederhana dimana energi panas
yang dihasilkan dari proses pembakaran bahan bakar diubah menjadi energi
mekanis dan selanjutnya diubah menjadi energi listrik atau energi lainnya sesuai
dengan kebutuhannya.
Secara konstruksionalnya sebuah unit PLTG terbagi dalam beberapa peralatan,
yaitu rumah filter udara (air inlet housing), kompresor, ruang bakar (combustion
chamber), turbin gas, exhaust stack, dan generator. Dengan sistem ini udara
atmosfir masuk ke dalam kompresor dengan cara dihisap melalui sebuah instalasi
rumah filter dan dikompresikan melalui rangkaian baris sudu kompresor, sehingga
tekanan dan temperatur udara keluar kompresor naik menjadi 10 s/d 14 kalinya.
Kemudian udara yang bertekanan dan bertemperatur tinggi itu masuk ke dalam
ruang bakar. Di dalam ruang bakar disemprotkan bahan bakar ke dalam arus udara
sehingga terjadi proses pembakaran melalui penyalaan awal dari 2 atau 3 igniter.
Proses pembakaran berlangsung pada tekanan konstan, sehingga bisa dikatakan
ruang bakar hanyalah berfungsi untuk menaikkan temperatur campuran udara
dengan bahan bakar. Gas panas hasil pembakaran kemudian dialirkan ke sudu
turbin dan energi potensial gas panas di dalam sudu tetap turbin diubah menjadi
energi kecepatan gas yang digunakan untuk melakukan kerja memutar poros turbin
melalui sudu jalan turbin. Sebagian daya yang dihasilkan turbin digunakan untuk
memutar kompresornya sendiri dan sisanya digunakan untuk memutar generator.

Simple Inspiring Performing Phenomenal

Gambar 1. Skema Turbin Gas MS 5002

PLTG mempunyai kelebihan yaitu area mesin yang tidak terlalu luas, dapat dipasang
di pusat beban, bahan bakar yang bervariasi (gas, minyak dan gas minyak (dual
fuel)) dan dari sisi operasi ialah waktu start yang relatif pendek (5-10 menit sampai
sinkron). Adapun kekurangan dari turbin gas adalah adanya sifat korosif pada
material yang digunakan untuk komponen-komponen turbinnya karena harus
bekerja pada temperatur tinggi dan adanya unsur kimia bahan bakar minyak yang
korosif (sulfur, vanadium, dll), tetapi dalam pengetahuan material yang terus
berkembang hal tersebut mulai dapat dikurangi meskipun tidak dapat secara
keseluruhan dihilangkan. Dengan tingkat efisiensi yang rendah, hal ini merupakan
salah satu dari kekurangan sebuah turbin gas juga dan pada perkembangannya
untuk menaikkan efisiensi dapat diatur/diperbaiki temperatur kerja siklus dengan
menggunakan material turbin yang mampu bekerja pada temperatur tinggi dan dapat
juga untuk menaikkan efisiensinya dengan menggabungkan antara pembangkit
turbin gas dengan pembangkit turbin uap dan hal ini biasa disebut dengan combined
cycle.

Simple Inspiring Performing Phenomenal

Prinsip kerja PLTG terdiri dari :


1 2 Proses kompresi udara di dalam axial compressor
2 3 Proses pembakaran di ruang bakar atau combustion chamber
3 4 Proses ekspansi untuk menggerakkan sudu-sudu turbin
4 Proses pembuangan sisa panas ke udara bebas

Gambar 2. Siklus Turbin Gas (Siklus Brayton)

Simple Inspiring Performing Phenomenal

2. Komponen Utama PLTG

Gambar 3. Komponen Utama PLTG

Gambar 4. Komponen-komponen Sistem Turbin Gas

Simple Inspiring Performing Phenomenal

2.1.

Air Inlet Housing

Gambar 5. Air Inlet Housing

Berfungsi untuk menghasilkan kondisi udara yang baik, bebas dari debu dan kotoran
yang terbawa dalam udara sebelum masuk ke kompresor.

2.2.

Compressor

Gambar 6. Kompresor Aksial

Simple Inspiring Performing Phenomenal

Compressor berfungsi untuk mengkompresikan udara yang berasal dari air inlet
untuk proses pembakaran bahan bakar di dalam ruang bakar (combustion chamber).
Compressor pada PLTG GE MS9001 memiliki tekanan output 12 bar dengan 17
tingkat blade rotor dan stator yang dilengkapi dengan adjustable inlet guide vanes
(IGV) dan bleed valves.
Penggunaan udara compressor dibagi menjadi tiga bagian :
a.

Udara Primer ( 30%) yang masuk ke dalam ruang bakar sebagai

b.

udara pembakaran.
Udara Sekunder ( 70%) yang masuk ke dalam ruang bakar dan
bercampur dengan gas hasil pembakaran dengan tujuan melindungi bagian
dalam ruang bakar dan gas hasil pembakaran guna mencegah panas lebih dari
bagian dalam ruang bakar.

c.

Sebagian kecil udara sekunder digunakan sebagai pendingin sudu


turbin.

2.2.1. Compressor Rotor Assembly


Merupakan bagian dari kompresor aksial yang berputar pada porosnya. Rotor
kompresor ini memiliki beberapa tingkat sudu yang mengkompresikan aliran udara
secara aksial sehingga diperoleh udara yang bertekanan tinggi. Bagian ini tersusun
dari wheels, stubshaft, tie bolt dan sudu-sudu yang disusun kosentris di sekeliling
sumbu rotor.

Simple Inspiring Performing Phenomenal

Gambar 7. Compressor Rotor Assembly

2.2.2. Compresor Stator


Berfungsi untuk mengatur ketepatan sudut masuknya udara ke rotor tingkat
berikutnya dan mengubah kecepatan udara menjadi tekanan. Stator Merupakan
bagian dari casing gas turbin yang terdiri dari:
a.

Forward Compressor Casing, yaitu bagian casing yang di dalamnya


terdapat empat tingkat sudu kompresor (4 stage compressor blade).

b.

Aft Casing, yaitu bagian casing yang di dalamnya terdapat


compressor blade tingkat 5 sampai 10.

c.

Discharge Casing, merupakan bagian casing yang berfungsi sebagai


tempat keluarnya udara yang telah dikompresi. Pada bagian ini terdapat
compressor blade tingkat 11 sampai 17.

Gambar 8. Compressor Casing

Simple Inspiring Performing Phenomenal

Gambar 9. Compressor Casing (Lower Half)

2.2.3. Inlet Guide Vane (IGV)


Posisi IGV berada sebelum rotor blade compressor stage 1, yang berfungsi sebagai
pengatur jumlah udara yang masuk agar sesuai dengan yang diperlukan pada saat
start dan pembebanan (load) Unit. Pada compressor berkapasitas kecil dipasang
fixed IGV, sedangkan pada kompresor berkapasitas besar dipasang variable IGV.
Pengaturan posisi IGV dilakukan oleh IGV control ring yang digerakkan oleh
hydraulic actuator.

Gambar 10. Compressor Inlet Guide Vanes

2.2.2. Bleed Valves

Simple Inspiring Performing Phenomenal

Berfungsi untuk mem-bypass sebagian aliran udara saat starting dan shutdown Unit
agar tidak terjadi surging.

2.3.

Combustion Chamber

Gambar 11. Combustion Chamber

Pada bagian ini terjadi proses pembakaran antara bahan bakar dengan fluida kerja
yang berupa udara bertekanan tinggi dan bersuhu tinggi. Hasil pembakaran ini
berupa energi panas yang diubah menjadi energi kinetik dengan mengarahkan
udara panas tersebut ke transition pieces yang juga berfungsi sebagai nozzle.
Fungsi dari keseluruhan sistem adalah untuk mensuplai energi panas ke siklus
turbin.
Sistem pembakaran ini terdiri dari komponen-komponen berikut yang jumlahnya
bervariasi tergantung besar frame dan penggunaan turbin gas. Komponenkomponen itu adalah :
a.

Combustion Liners, terdapat di dalam combustion chamber yang berfungsi


sebagai tempat berlangsungnya pembakaran yaitu bercampurnya udara
bertekanan dari kompressor dan bahan bakar yang dikabutkan oleh fuel nozzle.

Simple Inspiring Performing Phenomenal

Gambar 12. Combustion Liners

b.

Fuel Nozzle, berfungsi untuk mengabutkan dan menyemprotkan bahan bakar


ke dalam combustion liner. Masing-masing combustion liner dilengkapi dengan
nozzle untuk menyalurkan jumlah bahan bakar yang diperlukan, bahan bakar
yang dikabutkan akan terbakar lebih sempurna dan lebih cepat. Ada dua tipe
fuel nozzle yang digunakan untuk turbin gas yaitu single fuel nozzle dan dual
fuel nozzle. Single fuel nozzle diperuntukan bagi satu jenis bahan bakar saja
(misalnya minyak saja atau gas saja), sedangkan dual fuel nozzle digunakan
untuk dua jenis bahan bakar (minyak dan gas).

Gambar 13. Fuel Nozzle

Simple Inspiring Performing Phenomenal

10

c.

Ignitors (Spark Plug), berfungsi untuk memercikkan bunga api ke dalam


combustion chamber sehingga campuran bahan bakar dan udara dapat
terbakar. Percikan bunga api terjadi karena adanya proses discharge elektrik
tegangan tinggi di antara elektroda yang terdapat pada spark plugs yang
dipasang pada ruang bakar nomor 13 dan 14 (gas turbine GE type MS9001),
penyalaan untuk ruang bakar lainnya terjadi melalui crossfire tube.

Gambar 14. Ignitors

d.

Cross Fire Tubes, berfungsi untuk meratakan nyala api pada semua
combustion chamber.

e.

Transition Pieces, berfungsi untuk mengarahkan aliran gas panas dari liner
ke sudu tetap tingkat pertama (1st stage nozzle). Transition pieces dipasang
sedemikian rupa sehingga dapat meminimalisir kebocoran udara discharge
compressor ke nozzle.

Gambar 15. Transition Pieces

Simple Inspiring Performing Phenomenal

11

f.

Flame Detector, merupakan alat yang dipasang untuk mendeteksi proses


pembakaran terjadi pada saat start-up. Apabila dalam waktu tertentu tidak
terdeteksi adanya nyala api, maka start-up akan gagal atau turbin trip.

Gambar 16. Flame Detector

2.1. Turbin
Turbin merupakan tempat terjadinya konversi energi kinetik menjadi energi mekanik
yang digunakan sebagai penggerak kompresor aksial dan perlengkapan lainnya.
Dari daya total yang dihasilkan kira-kira 60 % digunakan untuk memutar
kompresornya sendiri dan sisanya digunakan untuk memutar poros generator.
Banyak energi terbuang terbawa oleh gas sisa pembakaran dari turbin yang keluar
melalui exhaust, karena gas panas yang keluar suhunya masih tinggi.

Gambar 17. Diagram Heat Loss Gas Turbin

Simple Inspiring Performing Phenomenal

12

Komponen-komponen pada turbin gas (GE type MS9001) adalah sebagai berikut :
a.

Turbin Rotor

terdiri dari 3 wheel (1st, 2nd, dan 3rd), yang masing-masing

dilengkapi dengan bucket (sudu gerak). Untuk mencegah overheating pada


bucket, maka bucket didinginkan dengan udara yang diperoleh dari axial
compressor yang secara radial mengalir diantar wheel, bucket, dan stator.

Gambar 18. Rotor Turbin

b.

Nozzle (fix blade / stator blade), yang berfungsi untuk mengarahkan gas
panas hasil pembakaran untuk memutar bucket rotor turbine.

Gambar 19. First Stage Nozzle

c.

Bucket (moving blade / rotor blade), berfungsi untuk mengkonversikan energi


kinetik dari aliran gas panas yang berkecepatan tinggi menjadi energi mekanik
berupa putaran rotor. Bucket yang terpasang pada disk rotor dihubungkan
dengan kaki bucket yang berbentuk bergigi.

Simple Inspiring Performing Phenomenal

13

Gambar 20 1st stage Bucket

d.

Shroud, terletak di ujung bucket berfungsi untuk menjaga clearance antara


bucket dengan stator seoptimal mungkin, sehingga gas panas mengalir
maksimal melalui bucket.

Gambar 21 Shroud

2.4.

Exhaust
Exhaust section adalah bagian akhir turbin gas yang berfungsi sebagai saluran
pembuangan gas panas sisa yang keluar dari turbin gas. Exhaust section terdiri dari
beberapa bagian yaitu :

a.

Exhaust Frame Assembly.

Simple Inspiring Performing Phenomenal

14

b.

Exhaust Diffuser Assembly.

Gambar 22 Exhaust Frame

Exhaust gas keluar dari turbin gas melalui exhaust diffuser pada exhaust frame
assembly, lalu mengalir ke exhaust plenum dan kemudian didifusikan dan dibuang
ke atmosfir melalui exhaust stack, sebelum dibuang ke atmosfir gas panas sisa
tersebut diukur dengan exhaust thermocouple dimana hasil pengukuran ini
digunakan juga untuk data pengontrolan temperatur dan proteksi temperatur trip.

Simple Inspiring Performing Phenomenal

15

Pada exhaust area terdapat 18 buah thermocouple yaitu, 12 buah untuk temperatur
kontrol dan 6 buah untuk temperatur trip.

Gambar 23 Exhaust Diffuser

Simple Inspiring Performing Phenomenal

16

3. Komponen Bantu PLTG


3.1 Starting Equipment
Berfungsi untuk melakukan start up sebelum turbin bekerja. Jenis-jenis starting
equipment yang digunakan di unit-unit turbin gas pada umumnya adalah :
a. Diesel Engine, (PG 9001A/B)
b. Induction Motor, (PG-9001C/H dan KGT 4X01, 4X02 dan 4X03)
c. Gas Expansion Turbine (Starting Turbine)
Komponen Turning Gear berfungsi memutar rotor turbin setelah turbin distop agar
rotor turbin tidak mengalami bending dan baru dihentikan apabila temperatur
exhaust sudah mendekati temperatur udara ambient. Kecepatan putaran turning
gear sekitar 90 100 rpm.

3.2 Accessory Gear Box


Accessory gear box terdiri dari :
a.
b.
c.
d.

Mekanisme Over Speed Trip


Pompa minyak pelumas dan pompa bahan bakar minyak
Automizing Air Compressor
Coupling

Pada saat proses cranking, Torque Converter memerlukan minyak pelumas yang
diperoleh melalui Auxiliary Lube Oil Pump. Pada saat turbin beroperasi, Accessory
Gear Box memutar poros Torque Converter, sehingga starting means berputar pada
putaran lambat ketika turbin berputar pada putaran nominalnya.

3.3 Fuel System


Sistem bahan bakar berfungsi untuk menyediakan bahan bakar untuk pembakaran
yang didesain untuk menjamin fungsi-fungsi sebagai berikut :
a.
b.
c.

Penyalaan, pemanasan, dan akselerasi Unit hingga kecepatan nominalnya.


Memberi daya pada Unit hingga beban dasarnya.
Shut down dan trip Unit

Pada umumnya PLTG memakai bahan bakar gas alam, bahan bakar minyak, dan
bahan bakar gas dan minyak (dual fuel). Komponen utama dari sistem bahan bakar
minyak adalah :

Simple Inspiring Performing Phenomenal

17

Stop Valve, berfungsi

shutdown normal dan emergency stop.


Control Valve, berfungsi untuk mengatur aliran bahan bakar yang masuk ke

ruang bakar, dengan mem-bypass line pompa bahan bakar utama.


Electrical Clutch, berfungsi untuk menggerakkan pompa bahan bakar utama.
Filter tekanan tinggi, berfungsi menyaring bahan bakar yang akan masuk ke

ruang bakar.
Flow divider, berfungsi untuk mendistribusikan aliran dalam jumlah yang sama

untuk setiap ruang pembaaran.


Drain Valves pada rangka turbin & exhaust, berfungsi untuk keluarnya bahan

untuk menghentikan suplai bahan bakar pada waktu

bakar yang ada di ruang pembakaran jika terjadi gagal start.

Gambar 24 Skema Bahan Bakar Minyak

3.3.1. Fuel Oil Treatment System


Tujuan pemurnian bahan bakar minyak adalah untuk menjaga semua nilai yang
diperlukan dalam batas-batas yang diizinkan selama operasi turbin gas. Sistem ini
juga berfungsi untuk menyimpan dan memurnikan bahan bakar.

Simple Inspiring Performing Phenomenal

18

Bahan bakar minyak dari kapal tanker melalui suplai bahan bakar dari dermaga
dapat terkontaminasi dengan debu dan zat padat. Untuk alasan ini bahan bakar
minyak harus dimurnikan sebelum dialirkan untuk pasokan bahan bakar minyak.
Bahan bakar minyak yang kotor biasanya disimpan dalam tanki minyak dan pompa
sirkulasi dan juga separator tersedia untuk membersihkan bahan bakar minyak.

Gambar 25 Fuel Oil Treatment

3.4 Lube Oil System


Lube oil system berfungsi untuk melakukan pelumasan secara kontinyu pada setiap
komponen sistem turbin gas. Lube oil disirkulasikan pada bagian-bagian utama
turbin gas seperti journal dan trust bearing, accessory gear, dan kontrol hidrolik.
Lube oil system terdiri dari:
1.

Oil Tank (Lube Oil Reservoir)

2.

Oil Quantity

3.

Pompa

4.

Filter System

5.

Valving System

6.

Piping System

7.

Instrumen untuk oil

Pada turbin gas terdapat tiga buah pompa yang digunakan untuk mensuplai lube oil
guna keperluan lubrikasi, yaitu:

Simple Inspiring Performing Phenomenal

19

1.

Main Lube Oil Pump, merupakan pompa utama yang digerakkan oleh HP shaft
pada gear box yang mengatur tekanan discharge lube oil.

2.

Auxilary Lube Oil Pump, merupakan pompa lube oil yang digerakkan oleh
tenaga listrik, beroperasi apabila tekanan dari main pump turun.

3.

Emergency Lube Oil Pump, merupakan pompa yang beroperasi jika kedua
pompa diatas tidak mampu menyediakan lube oil.

3.5 Cooling System


Sistem pendingin yang digunakan pada turbin gas adalah air dan udara. Udara
dipakai untuk mendinginkan berbagai komponen pada section dan bearing.
Komponen komponen utama dari cooling system adalah:
1.

Off base Water Cooling Unit

2.

Lube Oil Cooler

3.

Main Cooling Water Pump

4.

Temperature Regulation Valve

5.

Auxilary Water Pump

6.

Low Cooling Water Pressure Switch

4. Kontrol dan Proteksi

Governor adalah komponen pengatur / controller yang menjaga putaran Turbin


pada putaran kerjanya. Jika beban sistem / konsumen lebih rendah dari daya
output pembangkit, maka putaran akan naik dan menyebabkan frekuensi naik.
Agar putaran tetap terjaga, maka governor akan memerintahkan control valve

bahan bakar bukaannya diperkecil, begitu pula sebaliknya.


Over Speed berfungsi sebagai proteksi dalam hal putaran mesin melebihi

putaran kerjanya (110% dari putaran kerja).


Sensor Vibrasi di bearing Turbin, Compressor dan Generator berfungsi untuk
memonitor vibrasi pada shaft bearing dengan tujuan melindungi komponen
utama dan komponen penunjang turbin gas. Setiap pabrikan mesin mempunyai
standar setingan nilai vibrasi maksimal yang berfungsi sebagai proteksi turbin

Simple Inspiring Performing Phenomenal

20

gas. Contoh untuk PLTG Siemens V94.2 nilai normal vibrasi dibawah 7 mm/s,

nilai alarm 7 11 mm/s, dan trip diatas 11 mm/s.


Sensor Temperatur gas keluaran Turbin berfungsi memonitor suhu gas
pembakaran agar tidak melebihi temperature standar yang diijinkan, untuk
menjaga material Hot Gas Path (Combustion Chamber, Bucket, dan Nozzle
Turbin) dan mendeteksi kesempurnaan proses pembakaran dari burner.

Simple Inspiring Performing Phenomenal

21