1

1,2,3)

Angga Priyatna1), Heri Haryanto 2), Ri Munarto3)
Jurusan Teknik Elektro, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Cilegon-Indonesia 42414

Pengujian Karakteristik Generator Sinkron
: anggapriyatna09@gmail.com
Magnete-mail
Permanen
Sebagai Pembangkit Listrik
Tenaga Bayu (PLTB)

Abstrak—Dewasa ini masyarakat Indonesia mulai
mengembangkan pemanfaatan energi angin melalui
Pembangkit Listrik Tenaga Bayu ( PLTB ) sederhana dengan
generator sinkron magnet permanen sebagai generator turbin
anginnya guna mengurangi ketergantungan penggunaaan
energi fosil. Sebelum PLTB tersebut digunakan maka perlu
adanya pengujian. Pada penelitian ini dilakukan pengujian
karakteristik generator dan kehandalannya pada modul PLTB
dalam mengkonversi energi angin baik saat kondisi direct
drive maupun dengan penambahan sprocket rantai untuk
proses pengisian baterai. Hasil pengujian menunjukkan
dengan putaran 293 rpm generator menghasilkan tegangan
10,3 Volt, arus 0,4 Ampere, daya 8,019 Watt dengan effisiensi
67,843% dan menghasilkan tegangan 10,98 Volt, arus 3,1
Ampere, daya 58,886 Watt dengan effisiensi 60,815% pada
putaran 780 rpm. Modul PLTB direct drive mempunyai
kecepatan cut-in 2,148 m/s dan pada kecepatan angin 7,889
m/s turbin angin berputar 258 rpm menghasilkan tegangan
9,981 Volt, arus 0,239 Ampere, daya 4,124 Watt dengan
effisiensi 5,782%. Sedangkan dengan penambahan sprocket
rantai roda gigi dengan rasio 3:1, kecepatan cut-in menjadi
5,89 m/s dan pada kecepatan angin 7,089 m/s turbin angin
berputar 85 rpm menghasilkan tegangan 10,02 Volt, arus
0,193 Ampere, daya 3,338 Watt dengan effisiensi 7,453%.
Berdasarkan hasil tersebut maka modul PLTB yang lebih
baik untuk pengisian baterai adalah modul PLTB dengan
penambahan sprocket rantai roda gigi dengan rasio 3:1.
Kata kunci : Generator, tegangan, arus, daya, effisiensi, rpm.

I. PENDAHULUAN
Energi fosil yang selama ini merupakan sumber energi
utama ketersediaannya sangat terbatas dan terus mengalami
deplesi (depletion : kehabisan, menipis). Oleh karena itu
sangat diperlukan pemanfaatan energi terbarukan untuk
menyelamatkan dunia dari krisis energi fosil. Di Indonesia
sendiri pemanfaatan energi terbarukan seperti air, angin,
biomasa, panas bumi, surya dan samudera belumlah
optimal. Untuk energi angina, organisasi MEAI
(Masyarakat Energi Angin Indonesia) menyebutkan bahwa
pemanfaatan energi angin pada tahun 2011 hanya mencapai
sekitar 2 MW dari total 9,2 GW potensi energi angin yang
ada. Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan dan
penelitian di bidang energi angin itu sendiri sangat kurang
di Indonesia.
Salah satu permasalahan yang menjadi hambatan
berkembangnya PLTB di Indonesia adalah pada generator.
Generator yang khusus digunakan pada teknologi PLTB
belum banyak tersedia di pasaran, dan jika ingin membuat
generator tersebut membutuhkan biaya yang tidak murah.
Akan tetapi dengan segala keterbatasan yang ada dan
dengan dibarengi kreativitas yang tinggi, dewasa ini ada
beberapa industri rumah tangga yang mencoba membuat
dan mengembangkan modul PLTB sederhana yang bisa
dikatakan murah. Generator yang digunakan ialah

memanfaatkan generator bekas industri dan turbin
anginnya sendiri menggunakan bahan yang tersedia di
lingkungan sekitar seperti plat seng, kayu kaso, dsb.
Sebelum PLTB digunakan maka sangat diperlukan
pengujian untuk mengetahui kehandalan dari PLTB
tersebut, mulai pada karakteristik generatornya sendiri
sampai pada karakteristik PLTB dalam mengkonversi
energi angin. Pada penelitian ini akan melakukan
pengujian terhadap modul PLTB untuk mendapatkan
karakteristik dari modul PLTB dan bagaimana
kehandalannya
serta
mengupayakan
perancanganperancangan tambahan yang sekiranya dibutuhkan untuk
dapat mengoptimalkan kinerja modul PLTB tersebut.
Modul PLTB ini memanfaatkan generator bekas industri
dan dengan turbin angin sederhana yang terbuat dari plat
seng.
II.METODE PENELITIAN
A. Umum
Proses penelitian terbagi dalam beberapa tahapan.
Tahapan pertama adalah studi literatur untuk mencari dasar
teori yang berkaitan dengan generator, PLTB, dan
bagaimana prosedur pengujiannya. Tahapan kedua yaitu
melakukan pengujian generator saat tanpa beban dan pada
saat berbeban baterai. Pengujian ini menggunakan bantuan
sebuah motor AC tiga fasa sebagai prime mover. Tahap
ketiga ialah pengujian generator tersebut pada modul PLTB
sederhana direct drive yang terhubung ke baterai. Modul
PLTB ini digunakan untuk pengisian baterai. Setelah data
didapatkan, tahap keempat yaitu pengujian generator pada
modul PLTB dengan penambahan sprocket rantai roda gigi
dengan rasio 3:1 yang juga terhubung ke baterai. Tahap
kelima adalah analisa terhadap data yang didapat seperti
tegangan keluaran, arus keluaran, daya yang dihasilkan dan
effisiensi generator, serta dilanjutkan dengan menganalisa
modul PLTB mana yang lebih optimal untuk pengisian
baterai. Kemudian tahapan yang terakhir adalah membuat
kesimpulan dari data hasil pengujian dan analisa yang
dilakukan.
B. Pengujian Karakteristik Generator
Pada pengujian ini generator dikopel dan diputar dengan
menggunakan prime mover berupa motor AC tiga fasa.
Data yang diambil adalah daya masukan ke prime mover
yang nantinya akan merujuk pada daya masukan ke
generator, serta kecepatan putar generator terhadap
tegangan keluaran dan arus keluaran. Dari kedua data itu
akan diketahui berapa besar daya yang dihasilkan dan
berapa effisiensi dari generator tersebut.

The 3rd National Conference on Industrial Electrical and Electronics (NCIEE) Proceedings ISBN : 978602-98211-0-9

840 1. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 2 di bawah ini. Anemometer diletakkan di tengah-tengah antara terowongan angin dan modul PLTB sederhana sebagai pengukur kecepatan angin dari keluaran terowongan angin dan sebagai data kecepatan angin yang bekerja pada turbin angin.849 1315.284 1317. The 3rd National Conference on Industrial Electrical and Electronics (NCIEE) Proceedings ISBN : 978602-98211-0-9 .852 1.835 1.83 7. = Daya angin ( Watt ).926 1.[9] Untuk setiap benda yang berputar pastinya akan mempunyai torsi.843 1. = Kecepatan angin yang menuju turbin angin (m/s). Perhitungan Daya Angin. dengan Pt CP v1 3 (3) : v2 Pa = Daya turbin angin ( Watt ).92 4. Kecepatan angin dari terowongan angin ini diatur dengan menggunakan sistem kontrol dari inverter. effisiensi turbin angin pun tidak akan sebesar 59%. n = Banyaknya putaran turbin angin ( rpm ).643 1356.5    A  v 3 1 dengan Pa v1 ρ A (1) : = Daya angin ( Watt ). = Kecepatan angin yang menuju turbin (m/s).8 23.5926. ω = Kecepatan anguler turbin angin ( rad/s ).890 Daya Masukan (Watt) Tegangan Generato r (Volt) 1313.438 1319.182 1329. Perubahan kecepatan angin dilakukan bertahap selama dua menit sekali. III.5 32 Daya angin dapat dikonversi menjadi daya mekanik (daya turbin angin) dengan menggunakan turbin angin.2 Daya turbin angin tidak sama dengan daya angin dikarenakan daya turbin angin terpengaruh oleh koefisien daya CP. Prosedur Pengujian Modul PLTB Dengan Bantuan Terowongan Angin D. Koefisien. Energi angin dapat diketahui melalui Persamaan berikut : Pa  0. = Koefisien daya turbin angin. Nilai maksimum koefisien daya turbin angin adalah sebesar 0.028 1323. Hasil Pengujian Magnet Permanen Karakteristik Generator Sinkron Pengujian Tanpa Beban  TABLE I HASIL PENGUJIAN GENERATOR TANPA BEBAN Kecepata n Putar (rpm) Tegangan Masukan (Volt) 42 99 125 199 293 345 580 780 415 415 415 415 415 415 415 415 Arus Masukan (Ampere ) 1. = Kerapatan udara ( kg/m 3 ). Pada kenyataannya. Pt = Daya turbin angin ( Watt ).832 1. HASIL DAN ANALISIS A. = Kecepatan angin setelah melewati turbin angin (m/s).Pengujian Modul PLTB Modul PLTB yang diuji adalah modul PLTB direct drive dan dengan penambahan sprocket rantai roda gigi dengan rasio 3:1.5   1  23    1  2  v1  v1    Gambar 1. Torsi turbin angin dapat dihitung dengan Persamaan berikut : Tt  Pt  (4)   2  n / 60 (5) dengan : Tt = Torsi turbin angin ( Nm ).592 1321. Gambar 2.225 kg/m 3 berdasarkan ISO standart atmosphere = Daerah luasan sapuan angin ( m 2 ). Torsi dan Daya Turbin Angin Angin adalah udara yang bergerak karena adanya perbedaan tekanan udara atau perbedaan suhu udara pada suatu daerah atau wilayah.4 3. Modul PLTB digerakkan dan dikenai gaya oleh angin yang berasal dari sisi keluaran dari terowongan angin. Diagram Block Pengujian Generator C.830 1.838 1.5 12. Efisiensi biasanya berkisar antara 35% sampai 45%. untuk perhitungan biasanya diasumsikan ρ = 1. Pt  Pa  C P  (2) v   v  C P  0.85 11. Nilai ini dikenal sebagai Betz limit. Karena bergerak angin memiliki energi kinetik[7].

517 0. Grafik Hubungan Kecepatan Putar (rpm) Terhadap Tegangan Generator (Volt) Dari Gambar 4 di atas. Hal ini disebabkan oleh semakin besarnya arus yang ditarik oleh motor seiring dengan kenaikan putaran motor tersebut.815 Terdapat tiga hubungan pada Tabel V di atas.028 1323.047 0.000 0.840 1.300 10.438 1319. Untuk menaikkan putaran motor maka dibutuhkan tambahan torsi.214 1.886 0.020 Daya Masukan (Watt) 1318.754 43.843 65.846 1.832 1.847 1345.843 1. Selisih daya masukan motor saat berbeban dengan saat tanpa beban merupakan daya pada shaft generator.849 1315.870 1.500 10.643 1356.802 1403.224 59.040 4.000 0.840 1. generator terhubung ke baterai.3 300 rpm. Untuk hasil pengujian karakteristik generator itu sendiri dapat dilihat pada Tabel V berikut ini : TABLE V KARAKTERISTIK GENERATOR Kecepatan Putar (rpm) Tegangan (Volt) 42 99 125 199 293 345 580 780 0.852 1. dan akan bernilai konstan ketika tegangan keluaran telah mencapai tegangan pengisian baterai.000 0. Grafiknya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.836 1.100 Daya (Watt) Effisiens i (%) 0.211 1328.000 0. maka torsi generator tersebut dapat diketahui.284 1317. TABLE III DAYA MASUKAN PADA SHAFT Kecepatan Putar (rpm) 42 99 125 199 293 345 580 780 Daya Masukan Berbeban (Watt) 415 415 415 415 415 415 415 415 Daya Masukan Tanpa Beban (Watt) 1.284 1317. Akan tetapi ketika kecepatan putar di atas The 3rd National Conference on Industrial Electrical and Electronics (NCIEE) Proceedings ISBN : 978602-98211-0-9 .980 Arus (Ampere ) 0.835 1. sehingga arus listrik yang diserap motor menjadi lebih besar.028 1323.910 10. dan kecepatan putar terhadap daya.644 60.450 0.786 2.185 Dari Tabel IV di atas.977 58. Kenaikan daya masukan ini hanya sedikit ketika kecepatan putar kurang dari 300 rpm.376 1453.950 2.850 10.838 1.454 1321.529 1332. terlihat bahwa torsi awal generator memang besar untuk dapat menarik daya masukan yang besar.332 1324. Seiring dengan meningkatnya kecepatan putar generator. TABLE II DAYA MASUKAN MOTOR SAAT BERBEBAN Kecepatan Putar (rpm) 42 99 125 199 293 345 580 780 Tegangan Masukan (Volt) 416 416 416 416 416 416 416 416 Arus Masukan (Ampere) 1.438 1319.000 3.000 67.000 0.973 8. yaitu kecepatan putar terhadap tegangan.832 1. kenaikan daya masukan pada shaft generator cukup besar. 1313.000 0.000 0.000 0.583 0.000 8.592 1321.852 1.754 Pada Tabel II terlihat bahwa daya masukan yang diserap oleh motor semakin bertambah seiring dengan kenaikan kecepatan putar.643 1356.830 1.890 Daya Masukan Pada Shaft (Watt) Kecepatan Putar (rpm) 42 99 125 199 293 345 580 780 Daya Masukan Pada Shaft (Watt) 1313.000 0. Data yang didapat pada pengujian ini berupa daya masukan motor penggerak dan daya keluaran generator. dapat terlihat bahwa tegangan bertambah besar seiring dengan bertambahnya kecepatan putar.926 Pada Tabel III di atas dapat terlihat bahwa daya masukan pada shaft generator mengalami kenaikan.330 3. kecepatan putar terhadap arus. maka tegangan keluaran yang dihasilkan pun ikut bertambah besar.019 14.182 1329.182 1329.429 0.000 0.592 1321. Selanjutnya torsi generator bergerak konstan dan cenderung menurun seiring kenaikan kecepatan putar dan kemudian meningkat kembali pada kecepatan di atas 345 rpm.  Pengujian Berbeban Pada pengujian ini.626 1.385 0.926 Torsi Generator (Nm) 1. TABLE IV TORSI GENERATOR Gambar 3. Berdasarkan data daya masukan pada shaft generator dan kecepatan putarannya. Pantas saja pada daya masukan pada shaft pun mengalami peningkatan yang cukup besar saat putaran di atas 300 rpm karena torsinya yang juga mengalami perubahan.849 1315.

000 0.087 299. arus 0.000 0.684 487.151 299.405 7.174 122 4.463 100900 1.219 0.928 x 10-3 0.026 n (rpm) 0 0 0 81 122 165 197 238 258 295 Pa (Watt) 4.889 m/s.231 4.000 2.026 m/s modul PLTB direct drive ini hanya berputar sebanyak 295 rpm menghasilkan tegangan 10.347 0.000 0.237 4. Akan tetapi setelah mencapai tegangan pengisian baterai maka arusnya terus bertambah seiring dengan meningkatnya kecepatan putar generator. Hasil yang kurang optimal ini tentunya tidak terlepas dari putaran yang dihasilkan pada turbin angin yang hanya 295 rpm saja.040 2.400 100900 1.000 0.819 Watt sedangkan pada PLTB direct drive memerlukan daya sebesar 89.000 0. koefisien daya angin Cp. Grafik Hubungan Kecepatan Putar (rpm) Terhadap Tegangan Generator Berbeban (Volt) Sama halnya dengan tegangan.164 1.174 0 0.567 6.000 0.239 Ampere baru akan mengalir pada kecepatan angin v1 7.844 x 10-4 2.593 100900 1.000 0.000 0.579 22.090 0.040 0.840 299.000 0.026 8.398 100900 1.000 5.173 258 9.000 0.342 0.258 Watt.000 0.174 0 0. Ini menunjukkan bahwa turbin angin kurang optimal dalam menangkap daya angin yang ada sehingga daya turbin angin yang dibangkitkan pun tidak terlalu besar. Berikut hasilnya dapat terlihat pada Tabel di bawah ini : TABLE VII PA.923 299.148 3.174 197 8.52 71. TABLE VIII EFFISIENSI GENERATOR PADA MODUL PLTB DIRECT DRIVE Kecepatan Angin v1 (m/s) 0.325 89.164 1.000 4.393 59. Sedangkan untuk nilai koefisien daya turbin angin hanya berada di bawah 23% yaitu maksimal hanya 22.098 299.000 0.400 100900 1. Hasil Pengujian Modul PLTB Direct Drive TABLE VI PENGUJIAN MODUL PLTB DIRECT DRIVE Kecepatan Angin v1 (m/s) Kecepatan Angin v2 (m/s) Suhu (K) Tekanan Udara (Pa) Air Density (kg/m3) Kecepatan Putar Turbin (rpm) Tegangan (Volt) Arus (Ampere) Daya (Watt) 0. Sedangkan bila dilihat pada Tabel V diketahui bahwa apabila ingin mendapatkan daya yang besar maka generator harus dapat berputar dengan kecepatan di atas 580 rpm.092 325.196 0.174 238 9.400 100900 1.210 100900 1.091 1. Untuk torsi turbin angin sendiri nilainya juga bertambah seiring dengan bertambahnya kecepatan putar.000 0. Gambar 5.000 0.981 Volt.889 Kecepata n Putar (rpm) 0 0 0 81 122 165 197 238 258 Daya Turbin Angin (Watt) 0.148 3. Bandingkan dengan data pada Tabel IV.325 Daya Generato r (Watt) 0.000 1. dan (4) maka dapat dihitung berapa besar daya angin Pa. Untuk tegangan keluaran generator.090 0.091 1.124 Effisiens i (%) 0 0 0 0 0 0 0 0 5.266 1.639 100899 1.115 49. Grafiknya dapat dilihat pada gambar berikut.146 0.500 100900 1.000 0.069 0.258 Dari Tabel VI di atas.782 The 3rd National Conference on Industrial Electrical and Electronics (NCIEE) Proceedings ISBN : 978602-98211-0-9 .000 0.184 Pt (Watt) 0. untuk mendapatkan putaran generator 295 rpm diperlukan daya sebesar 11.000 3.300 100900 1.728 26.973 6.535 114.239 4.173 295 10.148 m/s. Bila tegangan keluaran generator belum mencapai tegangan pengisian baterai maka arus yang dihasilkan adalah nol.175 0 0.567 6.678 1. (3).542 225.624 0.321 0.567 4. PT.889 9.972 299. yaitu pada saat tegangan keluaran generator berada pada tegangan pengisian baterai sebesar 9.148 0.237 4.973 7.228 0.000 0. Effisiensi generator cenderung mengalami penurunan ketika kecepatan putar meningkat.188 0.772 Cp 0.231 4.64 2.747 6. mengalami kenaikan seiring dengan kenaikan kecepatan angin v1.8%. (2).843% pada kecepatan putar 293 rpm.4 Gambar 4.367 11.476 5.164 0.197 0.000 0.090 0.973 7.102 299.476 5.476 3. daya turbin angin Pt dan torsi turbin angin Tt.000 0.148 1. Dengan menggunakan Persamaan (1).000 0. arus keluaran juga akan bertambah seiring dengan meningkatnya kecepatan putar generator.174 81 3.220 0.915 0.000 7.52 71. maka daya yang dihasilkan pun juga ikut bertambah.000 6. terlihat bahwa turbin angin baru dapat berputar pada kecepatan angin v1 sebesar 2.981 0.75 Tt (Nm) 0 0 0 0.367 11.231 2.889 6.904 299.124 9.115 49.122 0.195 0. tetapi arus keluaran generator sebesar 0. Bentuk grafiknya seperti pada gambar di bawah ini : Gambar 6 Grafik Hubungan Antara Kecepatan Putar Generator Terhadap Daya Keluaran Generator Untuk effisiensi generator yang paling besar adalah 67.905 Dari Tabel VII di atas dapat terlihat bahwa seiring dengan bertambahnya kecepatan angin maka daya angin juga semakin besar.347 Volt.728 26.000 0. B. CP.000 0.75 Watt.622 0.987 2.983 299.000 4.040 2.879 299. Pada saat kecepatan angin 9.174 165 6.000 0.405 Ampere dan daya sebesar 7. Grafik Hubungan Antara Kecepatan Putar Generator Terhadap Arus Keluaran Generator Dikarenakan tegangan dan arus keluaran generator bertambah seiring meningkatnya kecepatan putar generator. DAN TT PADA MASING-MASING KECEPATAN ANGIN V1 DAN KECEPATAN PUTAR PLTB DIRECT DRIVE v1 (m/s) 0.

193 Ampere.974 n (rpm ) 0 0 0 0 0 0 79 85 89 97 102 110 Pa (Watt) Cp Pt (Watt) Tt (Nm) 3.067 26.746 105.205 128. Penambahan sprocket rantai roda gigi dengan rasio 3:1 terbukti memberikan andil yang sangat besar pada torsi turbin angin. DAN TT PADA MASING-MASING KECEPATAN ANGIN V1 DAN KECEPATAN PUTAR PLTB DENGAN PENAMBAHAN SPROCKET RANTAI v1 (m/s) 0.746 105.254 569.167 0 0.190 0.697 23.763 Watt turbin angin hanya dapat berputar sebanyak 110 rpm pada kecepatan angin 11.360 4.000 0.000 4.618 Ampere pada kecepatan angin v1 sebesar 11.63 1 Pada Tabel VIII tersebut.846 62.322 0.890 7.000 0. CP.000 0.0075 300.763 0 0 0 0 0 0 3.811 x 10-3 0.000 0.112 1.725 300. C.683 0.294 300.178 0.502 300.182 0.020 0.878 Volt dan arus 0.008 0.000 0.089 8.833 6.675 191.112 1.453 % pada kecepatan angin v1 6.065 Dari Tabel XI terlihat bahwa effisiensi maksimal generator hanya sebesar 7.000 5.205 9.184 5.600 100700 1. karena penambahan hal tersebut secara langsung akan menambahkan nilai torsi turbin angin sehingga turbin angin akan menjadi lebih berat untuk digerakkan.000 0.531 12.008 0.700 100700 1.625 5.008 0.117 0.200 0.167 0 0.000 0. Hanya 5 – 8 % saja pada kecepatan angin 7.000 0. PT.778 m/s yang artinya putaran yang didapat pada generator pun hanya 330 rpm dan pada putaran tersebut generator belum The 3rd National Conference on Industrial Electrical and Electronics (NCIEE) Proceedings ISBN : 978602-98211-0-9 .788 73. Sedangkan daya maksimal yang dapat dihasilkan adalah sebesar 11.878 0.974 10.169 0.900 100700 1.788 73.662 6.192 4.438 144.679 8.496 223.000 0.000 3. dan (4) maka dapat dihitung berapa besar daya angin Pa.197 11.763 Daya Generato r (Watt) 0.131 300.185 0. Sedangkan nilai koefisien daya turbin angin lebih kecil jika dibandingkan dengan pada modul PLTB direct drive.583 100700 1.625 5.342 44.142 1.000 0. Untuk torsi turbin angin sendiri nilainya juga bertambah seiring dengan bertambahnya kecepatan putar.Hasil Pengujian Modul PLTB Dengan Penambahan Sprocket Rantai Roda Gigi Rasio 3:1 TABLE IX PENGUJIAN MODUL PLTB DENGAN PENAMBAHAN SPROCKET RANTAI Kecepatan Angin v1 (m/s) Kecepatan Angin v2 (m/s) Suhu (K) Tekanan Udara (Pa) Air Density (kg/m3) Kecepatan Putar Turbin (rpm) Tegangan (Volt) Arus (Ampere) Daya (Watt) 0.819 11.889 dan 9.000 2.890 7.819 11. Jadi apabila turbin angin berputar sebanyak 110 rpm berarti pada shaft generator berputar sebanyak 330 rpm.000 1.192 4.089 6.544 16.428 7.167 79 9.890 5.004 300. Seiring kenaikan putaran turbin angin.75 7.625 4.5 9.675 191. dengan menggunakan Persamaan (1).585 100700 1.974 m/s dan turbin angin berputar sebanyak 110 rpm. Dan kemudian mengalami penurunan seiring dengan bertambahnya kecepatan angin. Begitu pula dengan arus keluaran generator.498 9.000 0.112 6. Menyebabkan turbin angin memerlukan daya yang jauh lebih besar pula untuk membuatnya berputar.167 0 0.600 100697 1.357 6.342 44.296 5.631 Watt dengan tegangan sebesar 10.245 7.194 0. TABLE XI EFFISIENSI GENERATOR PADA MODUL PLTB DENGAN PENAMBAHAN SPROCKET RANTAI Kecepatan Angin v1 (m/s) 0.428 9.026 m/s.125 300.017 2.205 0.167 0 0. (3).089 m/s dan turbin angin berputar sebanyak 85 rpm.811 300.02 Volt dan daya 3.000 7. sehingga daya turbin angin yang dibangkitkan pun jelas berkurang. Ini merupakan suatu resiko yang didapat dengan adanya penambahan sprocket rantai roda gigi.167 102 10.942 376. Berikut hasilnya dapat terlihat pada Tabel di bawah ini : TABLE X PA.975 m/s.620 100700 1. Karena modul ini merupakan PLTB dengan penambahan sprocket rantai roda gigi dengan rasio 3:1 maka putaran generator merupakan tiga kali putaran turbin angin.258 8. koefisien daya angin Cp. tegangan 10.923 300.167 0 0.679 10. Pada modul PLTB ini baru akan menghasilkan arus sebesar 0.000 0. turbin angin baru dapat berputar pada v1 = 2.212 300. bertambah seiring dengan meningkatnya putaran turbin angin.380 13.428 9.146 0.974 Kecepata n Putar (rpm) 0 0 0 0 0 0 79 85 89 97 102 110 Daya Turbin Angin (Watt) 0 0 0.819 9.067 26.399 7.934 794.912 10.000 0.196 0.032 7. (2).679 10.360 4.000 0.600 100700 1.200 3.017 0.800 100700 1. Dengan daya turbin angin sebesar 191.983 300.89 m/s.647 Dari Tabel X di atas dapat terlihat bahwa daya angin bertambah seiring dengan bertambahnya kecepatan angin.167 110 10.245 9.234 0.807 Terlihat pada Tabel VIII di atas effisiensi generator sangatlah kecil.205 10. Hal ini dikarenakan putaran maksimal turbin angin yang kurang dari 580 rpm sehingga generator belum dapat menghasikan daya keluaran yang besar.197 11. Bila ditinjau kembali pada hasil torsi turbin angin direct drive maka hasil torsi tersebut sangat jauh lebih besar.000 0.531 12.167 85 10. Nilai ini jika dibandingkan dengan modul PLTB direct drive merupakan hampir tiga kali lipatnya (pada modul PLTB direct drive. tegangan keluaran generator juga bertambah besar walaupun kenaikan hanya sedikit.92 1077.142 1.000 0.338 Watt pada kecepatan angin v1 7.000 0.600 100700 1. Seperti halnya pada PLTB direct drive.338 5.089 8.000 0.682 300.600 100700 1.176 0 0 0.000 3.378 x 10-7 1.200 1.000 0. daya turbin angin Pt dan torsi turbin angin Tt pada modul PLTB ini.600 100700 1.148 m/s).278 0.026 295 89.453 7.200 3.631 Effisiens i (%) 0 0 0 0 0 0 0 7.618 11.438 144.445 0.167 97 10.167 89 10.142 0.193 3.338 8.360 3.017 2.167 0 0. terlihat bahwa turbin angin pada modul PLTB ini baru akan berputar pada kecepatan angin v1 sebesar 5.000 0.

daya 8.843% dan akan menghasilkan tegangan 10.889 m/s turbin angin berputar 258 rpm menghasilkan tegangan 9.1 Ampere. Cilegon : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Wind Energy : Renewable Energy And The Environment.239 Ampere. Akbar. Markus Nanda. [16] Setiawan. daya 11. [4] Al-Shemmeri. Wind Turbine Generator Systems Part 12-1: Power Performance Measurements of Electricity Producing Wind Turbines.98 Volt. Angga. arus 0. 2005.089 m/s turbin angin berputar 85 rpm menghasilkan tegangan 10.4 Ampere. Yogyakarta : Balai PPTAGG – UPT-LAGG.02 Volt. Roni. Cilegon : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Difi Nuary. menghasilkan tegangan 10. 2006. Bahan Ajar Elektronika Daya. [15] Saputra. Inc. KESIMPULAN Dari penelitian ini didapatkan beberapa kesimpulan di antaranya sebagai berikut :  Pada data pengujian generator. [11] Nelson.148 m/s dengan putaran 81 rpm.  Karakteristik modul PLTB yang lebih baik dalam pengisian baterai adalah modul PLTB dengan penambahan sprocket rantai roda gigi dengan rasio 3:1 karena memerlukan kecepatan angin yang lebih rendah untuk mulai melakukan pengisian baterai dibandingkan dengan modul PLTB direct drive. Procedures Laboratory For Small Wind Turbines Testing. and M. Pembangkit Listrik Tenaga Angin Sebagai Sumber Energi Alternatif Di Parangtritis.026 m/s turbin angin berputar 295 rpm menghasilkan tegangan 10. sehingga effisiensi generator sangatlah kecil. Godoy Simoes. 2011. Studi Desain Kumparan Stator Pada Generator Sinkron Magnet Permanen Fluks Aksial Tanpa Inti Stator.878 Volt. Surakarta : Universitas Muhammadiyah.L. Mesin-mesin Listrik. New York : CRC Press. 2011. daya 4.453% dan pada kecepatan angin 11. 2011.89 m/s dengan putaran 79 rpm. [13] Perdana. Depok : Universitas Indonesia. Manfred. Integration Of Alternative Sources Of Energy. Wind Turbines. 2014. Rancang Bangun Generator Sinkron Magnet Permanen Kecepatan Rendah Untuk Sistem Pengisian Baterai. Hasyim. 2007. B. turbin angin baru berputar saat kecepatan angin 5. Deas R. Pembangkit Listrik Tenaga Bayu / Angin (PLTB). IV. 2010. Gabriel da Silva Simioni. [5] Andika.193 Ampere. 2010. Cilegon : Univesitas Sultan Ageng Tirtayasa.124 Watt dengan effisiensi 5.618 Ampere. Aris Budiman dan Nurmuntaha Agung Nugraha. daya 7.019 Watt dengan effisiensi 67.338 Watt dengan effisiensi 7..A. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma. Tersedia dari : http://jendeladenngabei. and João Gilberto Astrada Chagas Filho.321 Volt dan arus 0 Ampere. Rancang Bangun Sudu Savonius Sebagai Self Starting Turbin Angin Tipe Hybrid Darrieus Savonius. Y.com (URL dikunjungi pada 17 April 2014) [14] Priyatna. daya 58. menghasilkan tegangan 9. daya 3. Dengan kecepatan angin 7.782% dan pada kecepatan angin 9. 2010. arus 3. Jakarta: Erlangga.087%. New Delhi [19] Zuhal. Vaughn. 2009. Djoko. turbin angin baru berputar saat kecepatan angin 2. New Jersey : John Waley & Sons. Analisa Perancangan Generator Sinkron Magnet Permanen Putaran Rendah 2.981 Volt. [7] Daryanto. 1997. Pramudya Nur. Y. menghasilkan tegangan 3. 2014. DAFTAR PUSTAKA [1] [2] Achyanto. Brazil : Pontifical Catholic University of Rio Grande do Sul Porto Alegre. [8] Djatmiko. Berlin : Springer.3 Volt. arus 0.6 dapat menghasilkan daya keluaran yang besar.405 Ampere.. [17] Stiebler.  Pada data pengujian modul PLTB direct drive. Yogyakarta : Universitas Negeri Yogyakarta. T. Dasar Teknik Tenaga Listrik dan Elektronika Daya. Teguh Triharyanto dan Ricky Octavianus Prasetya. Muhammad Aji. [9] Farret. arus 0.815% pada putaran 780 rpm. Electrical Technology. [20] Prisandi.278 Volt dan arus 0 Ampere. Gramedia Pustaka. Chatra Hagusta. arus 0. arus 0. Pemanfaatan Generator Induksi Sebagai Pembangkit Listrik Angin Skala Rumah Tangga Di Mbulak Baru Kabupaten Jepara. Kajian Potensi Angin Untuk Pembangkit Listrik Tenaga Bayu.. [6] Asy’ari.258 Watt dengan effisiensi 8. Ventus Publishing ApS. 1961.631 Watt dengan effisiensi 6.. 2007. 2012. [12] Nugroho. Kincir Angin Sumbu Horisontal Bersudu Banyak.347 Volt.974 m/s turbin angin berputar 110 rpm. dengan kecepatan putar 293 rpm menghasilkan tegangan 10. Analisis Pengisian Baterai Pada Rancang Bangun Turbin Poros Vertikal Tipe Savonius Untuk Pencatuan Beban Listrik.  Dengan penambahan sprocket rantai roda gigi dengan rasio 3:1 pada modul PLTB. Jorge Antonio Villar. Istanto W.065%. 2010.5 kW Untuk Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Dengan Menggunakan Software Ansoft/Ansys Maxwell RMxprt V.12 Di Uit Pelaksana Teknis – Laboratorium AeroGasdinamika dan Getaran. Wind Energy System For Elecric Power Generation.Yogyakarta : Universitas Negeri Yogyakarta.blogspot. [10] IEC 61400-12-1. 2008. 2000.886 Watt dengan effisiensi 60. Dengan kecepatan angin 7. Jakarta: PT. [3] Alé. Depok : Universitas Indonesia. Felix A. 2013. The 3rd National Conference on Industrial Electrical and Electronics (NCIEE) Proceedings ISBN : 978602-98211-0-9 . [18] Theraja.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful