Anda di halaman 1dari 11

KEL 2

ADHA YULANDA LUTHVI OKIARIANDI RD.VERGIANSYAH REZA ZEMBAR YUPRI MAHARIO WAHYUDIN WAHYU DWI PRASETYO SANDI IRAWAN RIO RESPATI

PENYEARAH TERKENDALI

PENDAHULUAN
Penyearah Terkendali Thyristor Penyearah digunakan untuk mengubah listrik AC menjadi listrik DC, listrik DC dipakai untuk berbagai kebutuhan misalnya power supply, pengisi akumulator, alat penyepuhan logam. Komponen elektronika yang dipakai diode atau thyristor. Penyearah dengan diode sering disebut penyearah tanpa kendali, artinya tegangan output yang dihasilkan tetap tidak bisa dikendalikan. Penyearah dengan thyristor termasuk penyearah terkendali, artinya tegangan output yang dihasilkan bisa diatur dengan pengaturan penyalaan sudut sesuai dengan kebutuhan. Tegangan keluaran penyearah thyristor dapat diubahubah atau dikendalikan dengan mengendalikan sudut penyalaan dari thyristor. Penyalaan ini dilakukan dengan memberikan pulsa trigger pada gate thyristor. Pulsa trigger dibangkitkan secara khusus oleh rangkaian trigger.

Penyearah Thyristor Setengah Gelombang Satu Phasa Rangkaian penyearah Thyristor kelebihannya tegangan outputnya bisa diatur, dengan mengatur sudut penyalaan gate Thyristor. Sebuah Thyristor Q1 dan sebuah beban resistif RL dihubungkan dengan listrik AC (Gambar 10.29). Pada gate diberikan pulsa penyulut , maka Thyristor akan konduksi dan mengalirkan arus kebeban. Dengan beban resistif RL maka arus dan tegangan yang dihasilkan sephasa. Pada gate Thyristor diberikan penyalaan sebesar , maka tegangan positif saja yang dilewatkan oleh Thyristor (Gambar 10.30). Tegangan negatif di blok tidak dilewatkan, khususnya karena bebannya resistif RL. Kondisinya berbeda jika beban mengandung induktor, di mana antara tegangan dan arus ada beda phasa.

Persamaan tegangan pada beban resistif setengah gelombang:

Penyearah Thyristor Gelombang Penuh Satu Phasa Penyearah terkendali penuh satu phasa dengan empat buah Thyristor Q1, Q2, Q3 dan Q4 dalam hubungan jembatan (Gambar 10.36). Pasangan Thyristor adalah Q1-Q4 dan Q2-Q3, masing-masing diberikan pulsa penyulut pada sudut untuk siklus positif dan siklus negatif tegangan sumber. Dengan beban resistif RL, pada sudut penyalaan maka Thyristor Q1 dan Q4 akan konduksi bersamaan, dan pada tahap berikutnya menyusul Thyristor Q2 dan Q3 konduksi. Pada beban resistif RL, bentuk tegangan searah antara tegangan dan arus sephasa.

Persamaan penyearah thyristor gelombang penuh satu phasa beban resistif RL, pengaturan sudut dari 0 sampai 180.

Untuk beban mengandung resistif dan induktif, pengaturan sudut sampai 90 saja, berlaku persamaan tegangan sebagai berikut:

dari 0

Penyearah Thyristor Setengah Gelombang Tiga Phasa Rangkaian penyearah Thyristor setengah gelombang tiga phasa dengan tiga Thyristor Q1, Q2, dan Q3. Katode ketiga Thyristor disatukan menjadi terminal positif, terminal negatif dari kawat netral N, dengan beban resistif RL (Gambar 10.37). Masing-masing Thyristor mendapatkan pulsa penyalaan yang berbeda-beda melalui UG1, UG2, UG3. Penyearah tiga phasa digunakan untuk mendapatkan nilai rata-rata tegangan keluaran yang lebih tinggi dengan frekuensi lebih tinggi dibanding penyearah satu phasa. Aplikasi dipakai pada pengaturan motor DC dengan daya tinggi. Tegangan DC yang dihasilkan melalui beban resistif RL. Arus searah negatif kembali ke sekunder trafo melalui kawat N. Tegangan DC yang dihasilkan mengandung ripple. Karena tiap phasa tegangan masukan berbeda 120, maka pulsa penyulutan diberikan dengan beda phasa 120. Pada beban resistif, pengaturan sudut penyalaan trigger dari 0 sampai 150. Untuk beban induktif pengaturan sudut penyalaan antara 0 sampai 90 (Gambar 10.38).

Penyearah Thyristor Gelombang Penuh Tiga Phasa Penyearah Thyristor tiga phasa terdiri atas enam buah Thyristor Q1, Q2, Q3, Q4, Q5, dan Q6.Katoda dari diode Q1, Q3 dan Q5 disatukan sebagai terminal positif, dan anode dari Thyristor Q4, Q6 dan Q2 disatukan menjadi terminal negatif. Masing-masing Thyristor mendapatkan pulsa penyalaan yang berbeda-beda melalui UG1, UG2, UG3, UG4, UG5, dan UG6. Sebuah beban resistif RL sebagai beban DC (Gambar 10.39). Untuk melihat urutan konduksi dari keenam Thyristor dapat dilihat dari gelombang tiga phasa (Gambar 10.40).

Hal-hal yang menjadi masalah dalam teknik penyerahan antara lain adalah trafo penyearahan, gangguan-gangguan tegangan lebih atau arus lebih yang membahayakan dioda / thyristor, keperluan daya buta untuk beban penyearahan, harmonisa yang timbul akibat gelombang non sinus serta sirkit elektronik pengatur penyalaan. Skema penyearah terkendali tiga-fasa,