Anda di halaman 1dari 5

Tugas Ini Diajukan Untuk Memenuhi Kriteria

Nilai Mata Pelajaran Bahasa Sunda

Nama Penyusun:

Haura Metannadya Hafsah Ismano


X MIA 1
SMAN 1 KOTA BANDUNG

Sekar Ageung
1. Kinanti
Watek:
Menggambarkan perasaan sedang menanti (nungguan), khawatir (deudeupeun),
atau rasa sayang (kanyaah).

Guru Wilangan dan Guru Lagu:


8-u, 8-i, 8-a, 8-i, 8-a, 8-i
2. Sinom

Watek:

Menggambarkan rasa gembira (gumbira) atau rasa sayang (kadeudeuh).

Guru Wilangan dan Guru Lagu:

8-a, 8-i, 8-a, 8-i, 7-i, 8-u, 7-a, 8-i, 12-a


3. Asmarandana

Watek:

Menggambarkan rasa asmara (kabirahian), cinta kasih (deudeuh asih), atau rasa
sayang (nyaah).
Guru Wilangan dan Guru Lagu:
8-i, 8-a, 8-/o, 8-a, 7-a, 8-u, 8-a
4. Dangdanggula

Watek:

Menggambarkan rasa kedamaian (katengtreman), keindahan (kawaasan),


keagungan (kaagungan), atau kegembiraan (kagumbiraan).

Guru Wilangan dan Guru Lagu:

10-i, 10-a, 8-/o, 7-u, 9-i, 7-a, 6-u, 8-a, 12-i, 7-a

Sekar Alit
5. Pucung

Watek:

Menggambarkan rasa marah (ambek) terhadap diri sendiri, atau benci (keuheul)
karena tidak setuju hati.

Guru Wilangan dan Guru Lagu:


12-u, 6-a, 8-/o, 12-a
6. Wirangrong

Watek:

Menggambarkan rasa malu (kawiwirangan), malu oleh perilaku sendiri.

Guru Wilangan dan Guru Lagu:


8-i, 8-o, 8-u, 8-i, 8-a, 8-a
7. Maskumambang

Watek:

Menggambarkan rasa kesedihan (kanalangsaan), sedih dengan sakit hati.

Guru Wilangan dan Guru Lagu:


12-i, 6-a, 8-i, 8a
8. Ladrang

Watek:

Menggambarkan rasa lelucon (banyol) dengan maksud menyindir (nyindiran)

Guru Wilangan dan Guru Lagu:


10-i, 4-a (2x), 8-i, 12-a
9. Balakbak

Watek:

Menggambarkan lelucon (heureuy) atau komedi (banyol).

Guru Wilangan dan Guru Lagu:


15-, 15, 15-
10. Magatru

Watek:

Menggambarkan rasa sedih, penyesalan (handeueul) oleh perilaku sendiri, atau


menasehati (mapatahan).

Guru Wilangan dan Guru Lagu:


12-u, 8-i, 8-u, 8-i, 8-o

11. Lambang
Watek:
Menggambarkan rasa lelucon (banyol) tetapi banyol yang mengandung hal yang
harus dipikirkan.

Guru Wilangan dan Guru Lagu:


8-a, 8-a, 8-a, 8-a
12. Jurudemung

Watek:

Menggambarkan rasa bingung, susah dengan apa yang harus dilakukan (pilakueun).

Guru Wilangan dan Guru Lagu:


8-a, 8-i, 8-a, 8-i, 8-a, 8-i
13. Gurisa

Watek:

Menggambarkan orang yang sedang melamun (ngalamun) atau melamun kosong


(malaweung)

Guru Wilangan dan Guru Lagu:

8-a, 8-a, 8-a, 8-a, 8-a, 8-a, 8-a, 8-a


14. Gambuh

Watek:

Menggambarkan rasa sedih (kasedih), susah (kasusah), atau sakit hati (kanyeri).

Guru Wilangan dan Guru Lagu:


7-u, 10-u, 12-i, 8-u, 8-o
15. Mijil

Watek:

Menggambarkan rasa bersedih (kasedih) tetapi dengan penuh harapan.

Guru Wilangan dan Guru Lagu:


10-i, 6-o, 10-, 10-i, 6-i, 6-u
16. Pangkur

Watek:

Menggambarkan rasa marah (ambek) yang tersimpan dalam hati atau menghadapi
tugas yang berat.

Guru Wilangan dan Guru Lagu:

8-a, 11-i, 8-u, 7-a, 12-u, 8-a, 8-i


17. Durma

Watek:

Menggambarkan rasa marah (ambek), besar hati (ged hat), atau semangat
(sumanget)

Guru Wilangan dan Guru Lagu:

12-a, 7-i, 6-a, 7-a, 8-i, 5-a, 7-i

Contoh Pupuh
contoh sekar ageung:
Balakbak
Aya warung sisi jalan rame pisan Citameng (15-e)
Awewena luas luis geulis pisan ngagoreng (15-e)
Lalakina lalakina los ka pipir nyoo monyet nyanggereng (19-e)
Panambih
Aya warung sisi jalan
Rame pisan ku nu jajan
Tihothat nu ngaladangan
Nu jarajan sukan-sukan
Cotoh sekar alit:
Ladrang
Aya hiji rupa sato leutik
Engkang-engkang, engkang-engkang
Sok luluncatan di cai
Ari bangun arek sarupa jeung lancah
Panambih
Coba teguh masing telik
Eta gambar sidik-sidik
Sato naon kitu wanda
Reujeung dimana ayana