Anda di halaman 1dari 1

TINEA CAPITIS

PATOGENESIS
Penyebab dari tinea kapitis dan kerion celsi adalah jamur keratinofilik.
Menurut Elewski (1996) jamur penyebab tinea kapitis secara invivo hidup pada
keratin yang terbentuk lengkap pada bagian rambut yang sudah mati. Jamur
menyebabkan keratolisis karena adanya enzim keratinase, walaupun banyak juga
jamur penghasil keratinase yang tidak menyebabkan tinea kapitis (Epidermophyton
floccosum dan Trichophyton consentrikum). Penjelasan mengenai keratolisis masih
belum diketahui, sehingga pembuktian keratolisis hanya berdasarkan pengurangan
keratin secara tidak langsung. Rockman (1990) mengemukakan bahwa insiden tinea
kapitis pada anak dan prepubertas terjadi karena menurunnya asam lemak dalam
sebum. Infeksi dimulai dengan invasi dermatofita melalui perifolikuler stratum
korneum, hifa tumbuh ke dalam folikel dan berkembang dengan membentuk
rangkaian spora dan berhenti tiba-tiba pada pertemuan antar sel yang berinti dan yang
mempunyai keratin yang tebal. Pada ujung hifa ditemui Adamsons Fringe bagian
luar intrapilari hifa membelah membentuk rantai spora ektotrik. Selama pertumbuhan
rambut jamur ikut tumbuh kearah batang rambut yang menyebabkan patahnya rambut
dan terjadi alopesia. Hifa tidak ditemukan pda rambut yang terdapat di atas kulit.
Jamur ini biasanya menyerang lapisan kulit dan kadang-kadang mampu
menginvasi bagian luar dari kulit, stratum korneum atau bagian tubuh lain yang
mempunyai keratin seperti rambut dan kuku. Dari inokulasi tampak hifa tersebar
sentrifugal di stratum korneum. Jamur kemudian menginvasi keratin yang ada di
rambut. Daerah yang terlibat semakin luas mengikuti pertumbuhan rambut dan
tampak di permukaan kulit pada hari ke-12 - 14. Infeksi menyebabkan rambut rapuh
dan pada minggu ke-3 rambut yang rusak telah jelas terlihat.
Infeksi berlangsung selama 8-10 minggu dan menyebar ke dalam stratum
korneum dan pada rambut sekitarnya. Diameter area infeksi 3,5-7 cm. Infeksi dapat
sembuh secara alami pada saat pubertas. Akan tetapi mekanismenya belum diketahui
secara pasti. Diduga jumlah kadar asam lemak tersaturasi yang bersifat
fungistatik meningkat pada masa pubertas, dan hal ini yang menyebabkan tinea jarang
pada orang dewasa.