Anda di halaman 1dari 16
InduksiInduksi MagnetikMagnetik SuryaSurya Darma,Darma, M.ScM.Sc DepartemenDepartemen FisikaFisika
InduksiInduksi MagnetikMagnetik
SuryaSurya Darma,Darma, M.ScM.Sc
DepartemenDepartemen FisikaFisika
UniversitasUniversitas IndonesiaIndonesia
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik Pendahuluan • Potensial listrik yang muncul sebagai dampak dari
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik
Pendahuluan
• Potensial listrik yang muncul sebagai dampak dari perubahan
medan magnet dalam area tertentu disebut ggl induksi. Arus
yang terjadi pada kawat akibat perubahan medan magnet juga
disebut arus induksi.
• Munculnya arus dan tegangan akibat perubahan medan
magnet dikenal dengan sebutan induksi magnetik.
20062006 surya@fisika.ui.ac.idsurya@fisika.ui.ac.id
2006 surya@fisika.ui.ac.id
©© ©
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik Fluks Magnetik • Fluks magnetik merupakan banyaknya medan magnetik
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik
Fluks Magnetik
• Fluks magnetik merupakan banyaknya medan magnetik yang
melalui sebuah luasan tertentu.
• Fluks magnetik (φ m ) = B.A
• Satuan fluks magnetik disebut weber (Wb)
• 1 Wb = 1 T.m 2
• Jumlah fluks magnetik yang melewati suatu
area ini ternyata terpengaruh oleh normal
bidang yang dilewati, sehingga persamaan
fluks disempurnakan menjadi:
= B . n A
ˆ
= BA
cosθ =
B A
φ m
n
20062006
2006
©©
©
surya@fisika.ui.ac.idsurya@fisika.ui.ac.id surya@fisika.ui.ac.id
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik Fluks Magnetik (1) • Untuk fluks magnetik yang melalui kumparan maka:
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik
Fluks Magnetik (1)
• Untuk fluks magnetik yang melalui kumparan maka:
φ m = NBA cosθ, dimana N=jumlah lilitan
• Contoh Soal
Medan magnetik seragam yang besarnya 2000 G membentuk
sudut 30 o dengan sumbu kumparan melingkar yang terdiri atas
300 lilitan dan jari-jari 4 cm. Carilah fluks magnetik yang melalui
kumparan ini.
A = πr 2 = (3,14)(0,04 m) 2 = 0,00502 m 2
sehingga:
φ m = NBA cosθ = (300)(0,2T)(0,00502 m 2 )(0,866) = 0,26 Wb
20062006
2006
©©
©
surya@fisika.ui.ac.idsurya@fisika.ui.ac.id surya@fisika.ui.ac.id
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik Contoh Soal • Carilah fluks magnetik yang melalui suatu solenoida
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik
Contoh Soal
• Carilah fluks magnetik yang melalui suatu solenoida yang
panjangnya 40 cm, berjari-jari 2,5 cm, memiliki 600 lilitan, dan
memberikan arus 7,5 A.
Medan magnetik dalam solenoida diberikan oleh:
B µ 0 nI = (4π x 10 -7 T.m/A)(600 lilitan/0,40 m)(7,5 A)
=
=
1,41 x 10 -2 T.
A πr 2 = (3,14)(0,025 m) 2 = 1,97 x 10 -3 m 2
=
φ m = NBA = (600)(1,41x10 -2 T)(1,97x10 -3 m 2 ) = 1,66 x 10 -2 Wb
20062006
2006
©©
©
surya@fisika.ui.ac.idsurya@fisika.ui.ac.id surya@fisika.ui.ac.id
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik Ggl Induksi dan Hukum Faraday • Definisi gaya gerak listrik/ggl (ε)
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik
Ggl Induksi dan Hukum Faraday
• Definisi gaya gerak listrik/ggl (ε) =
∫ c E.dl
d
φ
m
• Menurut hukum Faraday ggl (ε) =
E . dl =−
c
dt
tanda negatif dalam hukum Faraday ini berkenaan dengan arah
ggl induksinya.
Ketika fluks magnetik melewati simpal kawat
berubah, ggl akan diinduksikan ke simpal. Ggl
akan didistribusikan melewati simpal dan ggl ini
ekivalen dengan medan listrik E yang tidak
konservatif yang sejajar dengan kawat.
• Pada gambar diatas, arah E berhubungan dengan keadaan di
mana fluks yang melalui simpal bertambah.
20062006
2006
©©
©
surya@fisika.ui.ac.idsurya@fisika.ui.ac.id surya@fisika.ui.ac.id
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik Contoh Soal Suatu medan magnetik B tegak lurus terhadap bidang layar
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik
Contoh Soal
Suatu medan magnetik B tegak lurus terhadap bidang layar ini
dan seragam dalam daerah melingkar yang berjari-jari R
seperti yang ditunjukkan gambar atas. Diluar daerah melingkar
tersebut, B=0. Laju perubahan B ialah dB/dt. Berapakah besar
medan listrik induksi dalam bidang layar ini disuatu tempat
berjarak r dari pusat daerah melingkar tersebut?
20062006
2006
©©
©
surya@fisika.ui.ac.idsurya@fisika.ui.ac.id surya@fisika.ui.ac.id
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik Solusi Soal • Menurut hukum Faraday, integral tertutup E pada kurva
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik
Solusi Soal
• Menurut hukum Faraday, integral tertutup E pada kurva sebanding dengan
laju perubahan fluks magnetik, tetapi karena kita hanya menginginkan
besarannya saja maka tanda negatif pada persamaan Faraday tidak
diikutkan:
d
φ
dB
2
m
2
E .dl
=
E
(2
π
r )
φ =
BA
= π
B r
= r
π
m
C
d
t
d
t
d
φ
dB
r dB
m
2
E . dl =
maka
rE
= π
r
atau
E =
=> r <
R
C
dt
dt
2
d
t
• Untuk r > R, integral tertutp E.dl juga menghasilkan 2πrE, sementara fluks
magnetiknya πR 2 B sehingga persamaan Faraday menjadi:
dB
2
R dB
rE
R 2
==> =
E
karena B = 0 maka E = 0
d
t
2 r dt
20062006
2006
©©
©
surya@fisika.ui.ac.idsurya@fisika.ui.ac.id surya@fisika.ui.ac.id
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik Hukum Lenz “Ggl induksi dan arus induksi memiliki arah sedemikian
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik
Hukum Lenz
“Ggl induksi dan arus induksi memiliki arah sedemikian rupa
sehingga melawan muatan yang dihasilkan ggl dan arus
induksi tersebut.”
20062006
2006
©©
©
surya@fisika.ui.ac.idsurya@fisika.ui.ac.id surya@fisika.ui.ac.id
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik Ggl Gerak • Perhatikan gambar batang konduktor yang meluncur di rel
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik
Ggl Gerak
• Perhatikan gambar batang
konduktor yang meluncur di rel
konduktor.
• Semakin ke kanan maka semakin
besar lingkup area yang tercakupi.
• Fluks magnet dalam area yang tercakup:
φ =
BA Blx
=
m
• Jika batang bergerak sejauh dx maka luasan akan berubah sebesar dA,
dimana
dA = l dx
dx
• Sehingga laju perubahan fluks:
d φ m =
Bl
= Blv
dt
dt
Karena ggl induksi merupakan perubahan fluks terhadap waktu, maka:
d φ
ε
m
=
= Blv
dt
20062006
2006
©©
©
surya@fisika.ui.ac.idsurya@fisika.ui.ac.id surya@fisika.ui.ac.id
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik Ggl Gerak (1) • Karena elektron bergerak bersama dengan batangnya,
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik
Ggl Gerak (1)
• Karena elektron bergerak bersama dengan
batangnya, maka elektron akan mengalami gaya
magnetik (F) sebesar qvB kearah bawah.
Perhatikan gambar kanan.
• Sementara pada elektron juga bekerja gaya listrik sebesar qE untuk
mengimbangi gaya magnetik. Pada kesetimbangannya, medan listrik
dalam batang sama dengan:
qE = qvB ==> E = vB
• Beda potensial pada batang ini ialah:
∆V = El = vBl
• Beda potensial ini sama dengan besar ggl induksi.
ε = ∆V = vBl
20062006
2006
©©
©
surya@fisika.ui.ac.idsurya@fisika.ui.ac.id surya@fisika.ui.ac.id
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik Ggl Gerak (2) • Perhatikan gambar disamping kiri yang menunjukkan
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik
Ggl Gerak (2)
• Perhatikan gambar
disamping kiri yang
menunjukkan sebuah
elektron dalam sebuah
batang yang bergerak ke
kanan dalam sebuah
medan magnet.
• Kecepatan elektron ini (V e ) membentuk sudut θ dengan batang seperti
pada gambar.
• Gaya magnetik yang dihasilkannya:
=
ev B ev B
× =
f m
e
e
• Sementara batang memberikan gaya f r kepada elektron akibat
pergerakan batang, sehingga:
f = f
cosθ
r
m
• Karena gaya f m tegak lurus terhadap lintasan elektron S, maka tidak ada
kerja yang dilakukan. Kerja hanya dilakukan oleh gaya F r .
20062006
2006
©©
©
surya@fisika.ui.ac.idsurya@fisika.ui.ac.id surya@fisika.ui.ac.id
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik Ggl Gerak (3) • Gaya yang bekerja segaris dengan lintasan sebesar
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik
Ggl Gerak (3)
• Gaya yang bekerja segaris dengan lintasan sebesar f r sin θ. Sehingga
kerja yang dilakukan elektron:
W
= f
sinθ
S
= (
f
cosθ)sinθ
S
r
m
karena S = L / cosθ, maka: W = f m sinθ L.
• Dengan mensubtitusi f m = ev e B, maka W = ev e B sinθ L.
• Sementara v e sama dengan kecepatan batang v. Sehingga kerja yang
dilakukan elektron W = eBvL.
• Kerja persatuan muatan (W/q) merupakan ggl, sehingga ggl:
ε = Blv
• Karena batang mengerahkan gaya f r pada setiap elektron maka setiap
elektron akan mengerahkan gaya yang sama dan berlawanan arah pada
batangnya.
20062006
2006
©©
©
surya@fisika.ui.ac.idsurya@fisika.ui.ac.id surya@fisika.ui.ac.id
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik Ggl Gerak (4) • Jika batangnya memiliki luas A dan terdapat
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik
Ggl Gerak (4)
• Jika batangnya memiliki luas A dan terdapat n elektron bebas per volume
satuan dalam batangnya, maka jumlah seluruh elektron total dalam
batang adalah nAL.
• Gaya total: F = nALf r = nAf m cosθ = nALev e B cosθ.
• Tetapi v e cosθ = v d (kecepatan drift elektron) dan nAev d = I (arus) dalam
batang.
sehingga persamaan diatas menjadi:
F = IlB
• Masukan daya dari gaya ini adalah gaya kali kecepatannya:
P = Fv = IlBv
• Jika daya ini sama dengan daya yang didisipasikan oleh sebuah resistor
pada rangkaian, maka:
2
IBlv = I R atau Blv = IR
• Dengan demikian maka ggl induksi ε = BLv sama dengan tegangan jatuh
pada tahanan ∆V = IR.
20062006
2006
©©
©
surya@fisika.ui.ac.idsurya@fisika.ui.ac.id surya@fisika.ui.ac.id
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik Latihan Soal • Batang memiliki massa m. Pada saat t=0, batang
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik
Latihan Soal
• Batang memiliki massa m. Pada saat t=0,
batang tersebut bergerak dengan kecepatan
awal v 0 , dan gaya luar yang bekerja padanya
dihilangkan. Carilah kecepatan batang
tersebut sebagai fungsi waktu.
Jawab: Arus yang diinduksikan sebesar ε/R, dengan ε = BLv. Besar gaya
magnetik pada batang:
2
2
ε
Blv
B l v
Hukum kedua Newton: F = ma
F
=
IBl
=
Bl
=
Bl
=
R
R
R
= m dv/dt
2
2
2
2
B l v
dv
dv
B l
sehingga:
=
m
==> = −
dt
R
dt
v
mR
2
2
2
2
B l
C
− (
B l
/
mR t
)
integrasi menghasilkan:
ln v =−
C sehingga:
v
= e e
t +
mR
− B 2 l 2
(
/
mR t
)
v
=
v e
dengan v 0 = e C merupakan kecepatan pada saat
0
t = 0.
20062006
2006
©©
©
surya@fisika.ui.ac.idsurya@fisika.ui.ac.id surya@fisika.ui.ac.id
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik Generator dan Motor φ m = NBA cosθ Jika θ =
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik
Generator dan Motor
φ m =
NBA cosθ
Jika θ = ωt + δ
φ
= NBA cos(ωt + δ ) = NBA cos(2πft + δ )
m
d φ
d
m
ε = −
= −
NBA
cos(ω
t +
δ )
= NBA
ω sin(ω
t +
δ )
dt
dt
ε
= ε cos(ωt + δ )
maks
dengan ε maks = NBAω
20062006
2006
©©
©
surya@fisika.ui.ac.idsurya@fisika.ui.ac.id surya@fisika.ui.ac.id
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik Latihan Soal • Kumparan dengan 250 lilitan memiliki luas 3 cm
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik
Latihan Soal
• Kumparan dengan 250 lilitan memiliki luas 3 cm 2 . Jika kumparan itu berputar
dalam medan magnetik 0,4 T pada 60 Hz, berapakah ε maks ?
Jawab:
Menurut persamaan generator:
NBAω = NBA(2πf) = (250)(0,4T)(3x10 -4 )(2π)(60Hz) = 11,3 V.
• Gulungan motor dc memiliki tahanan 1,5Ω. Apabila motor ini dihubungkan
pada tegangan 40 V dan berputar pada kecepatan penuh, arus dalam
gulungannya 2,0 A. (a). Berapakah ggl induksi apabila motor itu berputar
pada kecepatan penuh? (b). Berapakah arus awal dalam gulungannya pada
saat pertama kali dihidupkan apabila ggl induksi diabaikan?
Jawab:
(a). Potensial jatuh pada gulungan adalah V = IR = (2,0A)(1,5Ω) = 3
V. Karena potensial jatuh total pada motor 40 V, maka ggl induksi sama
dengan 40 V – 3 V = 37 V.
(b). Karena ggl induksi dapat diabaikan pada saat pertama kali dihidupkan
maka arusnya adalah: I = 40 V / 1,5 Ω = 26,7 A.
20062006
2006
©©
©
surya@fisika.ui.ac.idsurya@fisika.ui.ac.id surya@fisika.ui.ac.id
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik Induktansi Diri • Fluks magnetik yang melalui sebuah induktor adalah:
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik
Induktansi Diri
• Fluks magnetik yang melalui sebuah induktor adalah: φ m = LI, dengan L
merupakan induktansi diri.
• Satuan SI untuk induktansi diri adalah Henry (H), dimana:
2
Wb
T . m
1
H =1
=1
A A
• Dalam solenoida medan magnetiknya dapat dituliskan dalam bentuk B =
µ 0 nI, dimana n = jumlah lilita per satuan panjang.
• Jika solenoida memiliki luas penampang A, maka fluks magnetik yang
melaluinya adalah:
2
φ =
NBA nlBA
=
n AlI
m
0
µ 0 = 4π x 10 -7 H/m
φ
sehingga induktansi diri:
m
2
L =
=
µ
n Al
0
I
20062006
2006
©©
©
surya@fisika.ui.ac.idsurya@fisika.ui.ac.id surya@fisika.ui.ac.id
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik Latihan Soal • Carilah induktansi diri solenoida yang panjangnya 10
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik
Latihan Soal
• Carilah induktansi diri solenoida yang panjangnya 10 cm, luas 5 cm 2
dan 100 lilitan.
Jawab:
L = 0,1 m, A = 5 x 10 -4 m 2 , n = N/L = (100 lilitan)/(0,1m) = 1000 lilitan/m, dan
µ 0 = 4π x 10 -7 H/m.
L
= µ 0 n 2 AL = (4 π x 10 -7 H/m)(1000lilitan/m) 2 (5 x 10 -4 m 2 )(0,1m)
L
= 6,28 x 10 -5 H.
20062006
2006
©©
©
surya@fisika.ui.ac.idsurya@fisika.ui.ac.id surya@fisika.ui.ac.id
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik Ggl pada Induktor • Karena ggl merupakan perubahan fluks magnetik
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik
Ggl pada Induktor
• Karena ggl merupakan perubahan fluks magnetik terhadap
waktu maka:
d ( LI
)
dI
d φ m =
= L
dt
dt
dt
• Menurut Hukum Faraday:
d φ
dI
m
ε =−
=− L
dt
dt
20062006
2006
©©
©
surya@fisika.ui.ac.idsurya@fisika.ui.ac.id surya@fisika.ui.ac.id
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik Induktansi Bersama • Jika kita memiliki dua rangkaian berdekatan
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik
Induktansi Bersama
• Jika kita memiliki dua rangkaian
berdekatan maka akan muncul juga fluks
magnetik akibat rangkaian disebelahnya.
φ =
• Maka fluks yang dialami oleh rangkaian 2 adalah:
L I
+
M I
m 2
2
2
12
1
dengan L 2 merupakan induktansi diri rangkaian 2 dan M 12 disebut
induktansi bersama kedua rangkaian tersebut.
φ =
L I
+
M I
• Fluks yang dialami oleh rangkaian 1 adalah:
m 1
1
1
21
2
dengan L 1 merupakan induktansi diri rangkaian 1 dan M 21 disebut
induktansi bersama kedua rangkaian tersebut.
• Jika diperhatikan maka M 12 = M 21 .
20062006
2006
©©
©
surya@fisika.ui.ac.idsurya@fisika.ui.ac.id surya@fisika.ui.ac.id
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik Induktansi Bersama (1) • Medan magnetik akibat arus dalam
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik
Induktansi Bersama (1)
Medan magnetik akibat arus dalam
solenaoida-dalam di ruang solenoida:
B =µ n I
1
0
1
1
• Medan magnetik diluar solenoida-dalam akibat solenoida tersebut adalah
nol.
• Fluks yang dialami solenoida-luar akibat medan ini adalah:
2
2
2
φ =
N B ( r )
π
=
n lB ( r )
π =µ
n n l ( r ) I
π
m 2
2
1
1
2
1
1
0
2
1
1
1
• Sehingga induksi bersamanya adalah:
φ
2
m 2
M =
=
µ
n n l
(
π
r
)
12
0
1
2
1
I
1
20062006
2006
©©
©
surya@fisika.ui.ac.idsurya@fisika.ui.ac.id surya@fisika.ui.ac.id
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik Induktansi Bersama (2) • Medan magnetik pada kumparan 2 adalah: B
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik
Induktansi Bersama (2)
• Medan magnetik pada kumparan 2 adalah: B 2 = µ 0 n 2 I 2 .
• Fluks magnetik yang melalui solenoida-dalam sama dengan:
2
2
2
φ =
N B ( r )
π
=
n lB ( r )
π =µ
n n l ( r ) I
π
m 1
1
2
1
1
2
1
0
2
1
1
2
• Induktansi bersama M 21 sama dengan:
φ
m
1
2
M =
=
µ
n n l
(
π
r
)
21
0
2
1
1
I
2
20062006
2006
©©
©
surya@fisika.ui.ac.idsurya@fisika.ui.ac.id surya@fisika.ui.ac.id
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik Rangkaian LR • Induktansi diri membatasi arus naik dan turun
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik
Rangkaian LR
• Induktansi diri membatasi arus naik
dan turun seketika.
• Sesaat setelah saklar ditutup maka akan muncul arus dengan laju
dI/dt, sehingga berdasarkan hukum Kirchoff:
dI
ε
IR − L
= 0
0 −
dt
 dI 
ε
• Laju perubahan awal arus ini adalah:
0
=
dt
L
0
• Sesaat kemudian setelah, arusnya telah mencapai nilai positif I, dan
laju perubahan arusnya menjadi:
dI =
ε
IR
0
dt
L
L
ε
0
• Nilai akhir I diperoleh pada saat laju dI/dt = 0, sehingga:
=
I f
R
20062006
2006
©©
©
surya@fisika.ui.ac.idsurya@fisika.ui.ac.id surya@fisika.ui.ac.id
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik Rangkaian LR (1) • Gambar di samping menunjukkan laju peningkatan
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik
Rangkaian LR (1)
• Gambar di samping menunjukkan laju
peningkatan arus sebagai fungsi
waktu.
• Jika kita menggunakan cara yang sama dengan kapasitor, maka
persamaan I akan diperoleh:
ε
ε
0
Rt L
/
0
t /
τ
− t
/
τ
I =
(1
e
)
=
(1
e
)
=
I
f (1
e
)
R
R
dengan τ = L / R, merupakan konstanta waktu.
20062006
2006
©©
©
surya@fisika.ui.ac.idsurya@fisika.ui.ac.id surya@fisika.ui.ac.id
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik Contoh Soal • Kumparan dengan induktansi diri 5,0 H dan tahanan
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik
Contoh Soal
• Kumparan dengan induktansi diri 5,0 H dan tahanan 15,0 Ω
ditempatkan pada terminal baterai 12 V yang tahanan dalamnya dapat
diabaikan. (a). Berapakah arus akhirnya? (b). Berapakah arusnya setelah
100 µs?
Jawab:
ε
12
V
(a). Arus akhir sama dengan
0
=
=
= 0,800 A .
I f
R
15
(b). Konstanta waktu untuk rangkaian ini adalah
− 3
L
5
×
10
H
τ =
=
=
333
µ
s
.
Arus setelah 100 µdetik adalah:
R
15 Ω
ε
0
− t τ
/
100 / 333
I =
(1
e
)
=
(0,800
A
)(1
e
)
=
0,207
A
R
20062006
2006
©©
©
surya@fisika.ui.ac.idsurya@fisika.ui.ac.id surya@fisika.ui.ac.id
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik Rangkaian LR (2) • Jika saklar S 1 ditutup untuk waktu
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik
Rangkaian LR (2)
• Jika saklar S 1 ditutup untuk waktu
yang cukup lama dibandingkan nilai τ-
nya, maka arus dalam rangkaian akan
mengalami keadaan yang tunak.
• Jika kemudian saklar S 2 ditutup dan saklar S 1 dilepas maka baterai dapat
dilepaskan, sehingga:
dI
dI
R
IR − L
= 0
atau
= −
I
d
t
dt
L
• Sehingga penyelesaian persamaan diatas menghasilkan:
Rt L
/
t
I =
I e
=
I e
0
0
20062006
2006
©©
©
surya@fisika.ui.ac.idsurya@fisika.ui.ac.id surya@fisika.ui.ac.id
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik Latihan Soal • Carilah kalor total yang dihasilkan dalam tahanan R
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik
Latihan Soal
Carilah kalor total yang dihasilkan dalam tahanan R pada Gambar 26-28
apabila arus dalam induktornya menurun dari nilai awal I 0 ke 0.
Jawab:
dW
2
2
Laju penghasilan kalor :
P =
= I R
==>
dW
=
I Rdt
dt
2
2
− 2 Rt / L
2
− 2
Rt / L
W
=
∫ ∞
I Rdt
=
∫ ∞
I e
Rdt I R e
=
∫ ∞
dt
0
0
0
0
0
pengintegralan dapat dilakukan dengan mensubstitusi x =2Rt / L.
Maka
L
L
1
2
− x
2
dt =
dx
==> W =
I R
e dx
=
LI
0
0
2
R
2
R
2
0
20062006
2006
©©
©
surya@fisika.ui.ac.idsurya@fisika.ui.ac.id surya@fisika.ui.ac.id
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik Energi Magnetik • Energi yang dapat disimpan oleh sebuah kapasitor
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik
Energi Magnetik
• Energi yang dapat disimpan oleh sebuah kapasitor memenuhi
2
persamaan:
1 Q
2
U
=
1 QV
2
=
1 CV
=
2 2 C
1
2
• Energi listrik per volume satuan adalah:
η= ε
E
0
2
dI
2
• Persamaan daya pada rangkaian LR memenuhi:
ε
I = I R + LI
0
dt
• Suku LI dI/dt merupakan laju pemasukan energi ke dalam induktornya.
Jika U m merupakan energi dalam induktor, maka
dU m =
dI
LI
dt
dt
• Sehingga energi total yang tersimpan dalam induktor:
I
f
2
2
U
=
dU
=
LIdI
=
1 2 LI
==>
U
=
1 2 LI
m
m
m
f
0
20062006
2006
©©
©
surya@fisika.ui.ac.idsurya@fisika.ui.ac.id surya@fisika.ui.ac.id
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik Energi Magnetik (1) • Medan magnetik dalam induktor (solenoida)
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik
Energi Magnetik (1)
• Medan magnetik dalam induktor (solenoida) memenuhi persamaan:
B
B
nI
==> =
I
0
µ
n
0
• Induktansi diri dari induktor memenuhi persamaan:
2
L
n Al
0
• Sehingga persamaan energi magnetik dapat dituliskan menjadi:
2
2
1
B
2
2
U
=
1 LI
=
µ
n lA 
 B  
=
lA
m
0
2 2
µ
n
2
µ
0
0
• Karena LA merupakan volume, maka energi magnetik persatuan
volume menjadi:
2
B
η
m =
0
20062006
2006
©©
©
surya@fisika.ui.ac.idsurya@fisika.ui.ac.id surya@fisika.ui.ac.id
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik Latihan Soal • Daerah tertentu dalam ruang yang mengandung medan
InduksiInduksi Induksi MagnetikMagnetik Magnetik
Latihan Soal
• Daerah tertentu dalam ruang yang mengandung medan magnetik 200
G dan medan listrik 2,5 x 10 6 N/C. Carilah (a) densitas energi total dan
(b) energi dalam kotak kubus dengan sisi 12 cm.
Jawab:
(a) Densitas energi listrik dan magnetik berturut-turut sama dengan:
2
− 12
2
2
6
2
3
η
=
1 ε
E
=
(0,5)(8,85 10
×
C / N .m )(2,5
×
10 N / C )
=
27,7 J / m
e
2
0
2
2
B
(0,02 )
T
3
η
=
=
= 159 J / m
m
− 7
2
2 µ
2(4
π
× 10
N A
/
)
0
sehingga densitas energi total:
3
3
3
η=η+η =
27,7 J / m
+
159 J / m
=
187 J / m
e
m
(b) Volume sebuah kubus dengan 12 cm adalah: V = (0,12 m) 3 = 1,73 x 10 -3
m 3 . Sehingga energi total dalam volume ini:
3
− 3
3
U =
η V
=
(187 J / m )(1,73 10
×
m )
=
0,324 J
20062006 surya@fisika.ui.ac.idsurya@fisika.ui.ac.id
2006 surya@fisika.ui.ac.id
©© ©