DISKUSI MINGGUAN KOAS
STASE RS. WAHIDIN SUDIROHUSODO
PERIODE 26 OKTOBER 01 NOVEMBER 2014
PROSES PERSALINAN NORMAL
SUPERVISOR PEMBIMBING:
dr. Ny. IMS Murah Manoe Sp.OG (K)
BAGIAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2014
LAPORAN KASUS
Nama
: Ny. NP
Jenis kelamin
: Perempuan
Tanggal lahir/ Umur : 05-02-1993/ 21 tahun
Tanggal MRS/pukul
: 27- 10 2014/ 09.00
HPHT
: 23 01 - 2014
TP
: 30 10 - 2014
Usia Kehamilan
: 39 minggu 4 hari
Gravid 2 Para 0 Abortus 1
ANAMNESIS : autoanamnesis
KU : Nyeri perut tembus kebelakang
AT : Dialami sejak 2 hari yang lalu, dirasakan hilang timbul.
riwayat pelepasan lendir dan darah (+) dialami hari ini sejak
pukul 20.00 WITA. Riwayat pelepasan air ketuban (-). Riwayat
HT (-), DM (-), Asma (-), alergi (-). Riwayat antenatal care (+)
4 kali di bidan, injeksi TT 1 kali
Riwayat keguguran awal januari 2014, perdarahan
pervaginam selama 2 minggu, tidak dikuret
Riwayat operasi (-)
Riwayat kontrasepsi (-)
Riwayat Obstetri:
I.
2014/ awal januari/ abortus tidak dikuret
II. 2014 kehamilan sekarang
Pemeriksaan Fisis:
Keadaan Umum
: baik, Compos Mentis
Tekanan Darah
: 100/70 mmHg
Pernapasan
: 18 kali per menit
Nadi
: 86 kali per menit
Suhu
: 36,6 derajat Celcius
Kepala :
Ekspresi
Simetris muka
Deformitas
Rambut
alopesia (-)
: biasa
: simetris kiri = kanan
: (-)
: Tampak hitam,
Mata :
Cekung
Gerakan
Kelopak Mata
Konjungtiva
Sklera
Kornea
Pupil
:(-)
: kesegala arah
: edema (-)
: anemis (-)
: ikterus (-)
: jernih
: bundar isokor
Mulut:
Bibir
: pucat (-), kering (-), sianosis (-)
Lidah
: kotor (-), tremor (-), hiperemis(-)
Tonsil
: T1 T1, hiperemis (-)
Faring
: hiperemis (-)
Gigi geligi : dalam batas normal
Gusi
: dalam batas normal, perdarahan (-)
Dada :
Inspeksi :
Bentuk
Pembuluh darah
Sela iga
Lain lain
Palpasi
Fremitus raba
Nyeri tekan
: simetris kiri = kanan
: tidak ada kelainan
: dalam batas normal
: (-)
: kesan normal
: (-)
Perkusi
Paru kiri
: sonor
Paru kanan
: sonor.
Batas paru-hepar
: ICS VI dekstra
anterior
Batas paru belakang kanan : CV Th. IX dekstra
Batas paru belakang kiri
: CV Th. X sinistra
Auskultasi
Bunyi pernapasan
: Vesikuler
Bunyi tambahan
: Rh -/-, Wh -/-
Jantung :
Inspeksi : ictus cordis tidak tampak
Palpasi
: ictus cordis tidak teraba
Perkusi
: pekak
Kanan atas
: ICS II linea parasternalis dextra
Kiri atas
: ICS II linea midclavicula sinistra
Kanan bawah
: ICS IV linea parasternalis dextra
Kiri bawah
: ICS V linea midclavicula sinistra
Auskultasi : bunyi jantung I/II murni regular, bunyi
tambahan (-)
Pemeriksaan Fisis Obstetri:
Pemeriksaan Luar:
Tinggi fundus uteri : 32 cm
Lingkar perut
: 89 cm
Situs
: memanjang
Punggung
: kanan
Bagian terbawah
: kepala
Perlimaan
:4/5
HIS
: 2x10 (15-20)
Denyut jantung Janin: 136 kali/ menit
Anak kesan tunggal
Gerak anak (+) dirasakan oleh ibu
Taksiran berat janin : 2848 gram
Pemeriksaan Dalam Vagina
Vulva/vagina
: tidak ada kelainan
Portio
: lunak/tebal
Pembukaan
: 2 cm
Ketuban
: ada
Bagian terdepan
: kepala
Penurunan
: Hodge I
Ubun Ubun kecil : sulit dinilai
Panggul dalam kesan cukup
Pelepasan lendir ada, darah ada, air tidak ada
Hasil
Nilai Rujukan
WBC
8,4 x103/uL
4 - 10 x 103/uL
RBC
4.01x106/uL
46 x 106/uL
HGB
13,7 g/dL
12 - 16 g/dL
HCT
34,9 %
37 48%
MCV
75,0 pl
MCH
34,2 pg
22 31 pg
MCHC
34,8g/dl
32 36 g/dl
PLT
252 x 103/uL
150-400x 103/uL
RDW-SD
39,7 PL
37.0-54.0 PL
Jenis Pemerikaan
DARAH RUTIN
(27/10/14)
76
92 pl
Jenis Pemerikaan
DARAH RUTIN
(27/10/14)
Hasil
Nilai Rujukan
Waktu bekuan
7 , 00
4-10
Waktu perdarahan
3,00
1-7
GDS
81
140
ureum
18
10-50
Kreatinin
0.50
SGOT
18
<38
SGPT
12
< 41
L < 1,3 P < 1,1
Pemeriksaan penunjang lainnya:
Ultrasonografi:
Gravid tunggal hidup, presentase kepala, punggung
kanan, plasenta arcorpus lateralis kanan grade 3.
cairan amnion kesan cukup (amnion fluid indeks
7,0), biometri janin sesuai usia kehamilan 37
minggu , estimate fetal weight 3059 gr 458 gr
Diagnosa :
Gravid II, Para 0, Abortus I gravid aterm inpartu
kala I Fase laten
PLANNING
Pengobatan:
rehidrasi dextrose 5 % 28 tpm
Pasang infus ringer laktat + oksitosin 5 ml/
intravena 8 tetes/ menit dipertahankan hingga
fase aktif
Observasi His, Denyut jantung janin, dan
kemajuan persalinan.
VT kontrol jam 13.00
HIS
: 4x10 (40-45)
DJJ : 148X/ Menit
PDV:
Vulva/vagina :tidak ada kelainan
Portio
: lunak, tebal
Pembukaan
: 7 cm
Ketuban
: ada
Bagian terdepan: kepala
Penurunan
: H1
Ubun Ubun kecil : sulit dinilai
Panggul dalam kesan cukup
Pelepasan lendir(+) , darah (+), air ()
A/Gravid II, partus o,
Abortus I gravid aterm
inpartu kala I fase aktif
P/ - observasi his, DJJ,
kemajuan persalinan
- VT kontrol 17.00
KU: ketuban pecah, ibu ingin
meneran
HIS : 4x10 (40-45)
DJJ : 144X/ Menit
PDV:
Vulva/vagina : tidak ada kelainan
Portio
: lunak, tipis
Pembukaan :lengkap
Ketuban
: jernih
Bagian terdepan : kepala
Penurunan
: Hodge III
Ubun Ubun kecil : arah jam 12
Panggul dalam kesan cukup
Pelepasan lendir(+) , darah(+), air(+)
A/Gravid II, partus o,
Abortus I gravid aterm
inpartu kala II
P/ -Pimpin Persalinan
Dengan HIS yang adekuat
dan kekuatan ibu meneran
maka lahirlah bayi
perempuan BBL 2800gr,
PBL 50 cm, A/S: 8/10
PPN:
- Bersihkan jalan napas
Cek Tinggi Fundus
Uteri
Inj. Oxytocin 10 IU/
intarmuskular
Jepit, ikat, potong dan
rawat tali pusat
Plasenta, kotiledon dan
selaput ketuban lahir kesan
lengkap, tali pusat putih,
licin, terpilin panjang 50
cm, perdarahan 100cc,
ruptur perineum grade I
PPT
- lahirkan placenta
secara brand andrew
Masase uterus
Kontrol perdarahan
Cek robekan jalan
lahir
Jahit perineum
2 jam post partum
KU
: baik
Keluhan : (-)
TD : 110/70 mmHg
N
: 80x/menit
P
: 20x/ menit
S
: 36,6 C
TFU
: setinggi pusat
Kontraksi : baik
Perdarahan
: 50 cc
Hb Post partum : 12 gr/dl
P/ - Cefadroxyl 2x500mg
- As.Mefenamat 3x500
mg
- Sulfas Ferous 1x1
- Konseling KB
Seorang wanita 21 tahun, masuk rumah sakit dengan
keluhan utama nyeri perut tembus kebelakang yang dialami
sejak 2 hari yang lalu, dirasakan hilang timbul. riwayat
pelepasan lendir dan darah ada, dialami hari ini sejak pukul
20.00 WITA. Riawayat pelepasan air ketuban tidak ada. Tidak
ada Riwayat HT, tidak ada DM, tidak ada Asma, tida ada alergi. Riwayat
antenatal care 4 kali di bidan, injeksi TT 1 kali.
Pada pemeriksaan fisis didapatkan tanda vital : Tekanan darah 100/70 mmHg, nadi
86 x per menit, pernapasan 21 x per menit, suhu axilla 36,7 0C. Pada pemeriksaan fisis
didapatkan dalam batas. Normal.
Pada pemeriksaan obstetri didapatkan :
Pemeriksaan Luar
Tinggi fundus uterus
: 32 cm
Lingkar perut
: 89 cm
Situs
: memanjang
Punggung
: kanan
Bagian terbawah
: kepala
Perlimaan
: 4/5
HIS
: 2x10 (15-20)
Denyut jantung Janin
: 136 kali/ menit
Anak kesan tunggal
Gerak anak (+) dirasakan oleh ibu
Taksiran berat janin
: 2848 gram
Pemeriksaan Dalam Vagina
Vulva/vagina
: tidak ada kelainan
Portio
: lunak/tebal
Pembukaan
: 2 cm
Ketuban ada
Bagian terdepan kepala
Penurunan : H1
Ubun Ubun kecil sulit dinilai
Panggul dalam kesan cukup
Pelepasan lendir, darah, air tidak ada
Pemeriksaan laboratorium didapatkan dalam batas normal
Berdasarkan Anamnesis,pemeriksaan fisis dan
pemeriksaan penunjang maka pasien ini didiagnosis
adalah Gravid II, partus o, Abortus I gravid aterm
inpartu kala I Fase laten
PROSES PERSALINAN
NORMAL
PERSALINAN / PARTUS
Adalah suatu proses pengeluaran hasil
konsepsi yang dapat hidup, dari dalam uterus
melalui vagina atau jalan lain ke dunia luar.
Partus normal
Bayi
lahir melalui vagina dengan letak
belakang kepala / ubun-ubun kecil, tanpa
memakai alat / pertolongan istimewa, serta
tidak melukai ibu maupun bayi (kecuali
episiotomi).
Partus abnormal
Bayi lahir melalui vagina dengan bantuan
tindakan atau alat seperti versi / ekstraksi,
cunam, vakum, dekapitasi, embriotomi dan
sebagainya, atau lahir per abdominam dengan
sectio cesarea.
SEBAB TERJADINYA PROSES PERSALINAN
1. Penurunan fungsi plasenta : kadar progesteron
dan estrogen menurun mendadak, nutrisi janin
dari plasenta berkurang.
2. Tekanan pada ganglion servikale dari pleksus
Frankenhauser, menjadi stimulasi (pacemaker)
bagi kontraksi otot polos uterus.
3.
Iskemia otot-otot uterus karena pengaruh
hormonal dan beban, semakin merangsang
terjadinya kontraksi.
4. Peningkatan beban / stress pada maternal
maupun fetal dan peningkatan estrogen
mengakibatkan peningkatan akfifitas kortison,
prostaglandin, oksitosin, menjadi pencetus
rangsangan untuk proses persalinan
PERSALINAN DITENTUKAN OLEH 3 FAKTOR UTAMA
1.
2.
3.
Power
Passage
Passanger
PEMBAGIAN FASE / KALA PERSALINAN
Kala 1
Pematangan dan pembukaan serviks sampai lengkap
(kala pembukaan)
Kala 2
Pengeluaran bayi (kala pengeluaran)
Kala 3
Pengeluaran plasenta (kala uri)
Kala 4
Masa 2 jam setelah partus, terutama untuk observasi
PERSALINAN KALA 1 :
Dimulai pada waktu serviks membuka karena
his : kontraksi uterus yang teratur, makin lama,
makin kuat, makin sering, makin terasa nyeri,
disertai pengeluaran darah-lendir yang tidak
lebih banyak daripada darah haid.
Berakhir pada waktu pembukaan serviks telah
lengkap . Selaput ketuban biasanya pecah
spontan pada saat akhir kala 1.
Fase laten: pembukaan sampai mencapai 3 cm,
berlangsung sekitar 8 jam.
Fase aktif .. pembukaan dari 3 cm sampai
lengkap (+ 10 cm), berlangsung sekitar 6 jam.
Fase aktif terbagi atas :
1.
2.
3.
fase akselerasi (sekitar 2 jam), pembukaan 3
cm sampai 4 cm.
fase dilatasi maksimal (sekitar 2 jam),
pembukaan 4 cm sampai 9 cm.
fase deselerasi (sekitar 2 jam), pembukaan 9
cm sampai lengkap (+ 10 cm).
Tanda tanda inpartu:
Keluar lendir bercampur darah (bloody show)
akibat terlepasnya sumbat mukus (mucous plug)
yang selarna kehamilan menumpuk di kanalis
servikalis, akibat terbukanya vaskular kapiler
serviks, dan akibat pergeseran antara selaput
ketuban dengan dinding dalam uterus.
Ostium uteri internum dan eksternum terbuka
sehingga serviks menipis dan mendatar.
Selaput ketuban pecah spontan
periode kala 1 pada primigravida lebih lama (+
20 jam) dibandingkan multipara (+14jam)
karena pematangan dan pelunakan serviks
pada
fase
laten
pasien
primigravida
memerlukan waktu lebih lama.
PERSALINAN KALA 2:
Dimulai pada saat pembukaan serviks telah
lengkap sampai pada saat bayi telah lahir
lengkap.
His menjadi lebih kuat, lebih sering, lebih lama,
sangat kuat. Selaput ketuban mungkin juga
baru pecah spontan pada awal kala 2.
Peristiwa penting pada persalinan kala 2
Bagian terbawah janin (pada persalinan
normal : kepala) turun sampai dasar panggul.
Ibu timbul perasaan / refleks ingin mengejan
yang makin berat.
Perineum meregang dan anus membuka.
Kepala dilahirkan lebih dulu, dengan
suboksiput di bawah simfisis (simfisis pubis
sebagai sumbu putar / hipomoklion),
selanjutnya dilahirkan badan dan anggota
badan.
Kemungkinan diperlukan pemotongan jaringan
perineum untuk memperbesarjalan lahir
(episiotomi).
Lama kala 2 pada primigravida +/- 1.5 jam,
multipara +/- 0.5 jam.
Gerakan utama pengeluaran janin pada persalinan
dengan letak belakang kepala:
1.
Kepala masuk pintu atas panggul : sumbu
kepala janin dapat tegak lurus dengan pintu
atas panggul (sinklitismus) atau miring /
membentuk sudut dengan pintu atas panggul
(asinklitismus anterior / posterior).
2. Kepala turun ke dalam rongga panggul, akibat
1) tekanan langsung dari his dari daerah
fundus ke arah daerah bokong, 2) tekanan dari
cairan amnion, 3) kontraksi otot dinding perut
dan diafragma (mengejan), dan 4) badan janin
tedadi ekstensi dan menegang.
3. Fleksi : kepala janin fleksi, dagu menempel ke
toraks, posisi kepala berubah dari diameter
oksipito-frontalis (puncak kepala) menjadi
diameter suboksipito-bregmatikus (belakang
kepala).
4. Rotasi interna (putaran paksi dalam) : selalu
disertai turunnya kepala, putaran ubun-ubun
kecil ke arah depan (ke bawah simfisis pubis),
membawa
kepala
melewati
distansia
interspinarum dengan diameter biparietalis.
5. Ekstensi : setelah kepala mencapai vulva,
tedadi ekstensi setelah oksiput melewati
bawah simfisis pubis bagian posterior. Lahir
berturut-turut oksiput, bregma, dahi, hidung,
mulut, dagu.
6. Rotasi eksterna (putaran paksi luar) : kepala
berputar kembali sesuai dengan sumbu rotasi
tubuh, bahu masuk pintu atas panggul dengan
posisi anteroposterior sampai di bawah
simfisis, kemudian dilahirkan bahu depan dan
bahu belakang.
7. Ekspulsi : setelah bahu lahir, bagian tubuh
lainnya akan dikeluarkan dengan mudah.
Selanjutnya lahir badan (toraks,abdomen) dan
lengan, pinggul / trokanter depan dan
belakang, tungkai dan kaki.
KALA 3:
Dimulai pada saat bayi telah lahir lengkap.
sampai dengan lahirnya plasenta.
Kelahiran plasenta: lepasnya plasenta dari
insersi pada dinding uterus, serta pengeluaran
plasenta dari kavum uteri.
KALA 4:
Sampai dengan 2 jam postpartum, dilakukan
observasi.
Yang harus diperhatikan pada kala 4:
1.Kontraksi uterus harus baik,
2.Tidak ada perdarahan pervaginarn atau dari
alat genital lain,
3.Plasenta dan selaput ketuban harus sudah lahir
lengkap,
4.Kandung kencing harus kosong,
5.Luka-luka di perineum harus dirawat dan tidak
ada hematoma,
6.Resume keadaan umum bayi, dan
7. Resume keadaan umum ibu.
Terima Kasih