Anda di halaman 1dari 2

Penatalaksanaan Limfogranuloma Venereum (LGV)

LGV merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri gram negatif
Chlamydia trachomatis serotipe L1, L2, L3 tang terutama menyerang sistem getah bening di
genitalia eksterna, rektum, dan anus. Penatalaksanaan LGV hampir di semua buku ajar seperti
Andrews Disease of The Skin, Fitzpatricks Dermatology in General Medicine, dan Rooks
Textbook of Dermatology sepakat dengan WHO yaitu menggunakan preparat Doksisiklin 3 x
100 mg per oral selama 21hari sebagai terapi lini pertama. Doksisiklin merupakan antibiotik
derivat tetrasiklin dengan waktu paruh 17-20 jam. Doksisiklin bekerja sebagai bakteriostatik
dengan menghambat sintesa protein mikroorganisme melalui ikatan dengan ribososm subunit
30S. Doksisiklin mempunyai spektrum luas pada bakteri gram negatif dan gram positif.
Doksisiklin telah diteliti mempunyai efektivitas tinggi pada infeksi yang disebabkan oleh
Chlamydia trachomatis, sehingga digunakan sebagai terapi lini pertama. Namun doksisiklin
tidak boleh diberikan pada ibu hamil dan anak-anak < 8 tahun.
Terapi alternatif lini kedua, apabila terdapat kontraindikasi pada penggunaan
Doksisiklin, dapat dipilih Eritromisin 4 x 500 mg per oral selama 21 hari. Eritromisin
merupakan antibiotik golongan makrolida. Bekerja dengan cara berikatan secara reversibel
dengan ribosom subunit 50S, dan bersifat bakteriostatik atau bakterisid tergantung dari jenis
kuman dan kadarnya. Spektrum antimikroba eritromisin secara in vitro memiliki efek terbaik
terhadap kokus gram positif

dan batang gram positif. Eritromisin tidak aktif terhadap

kebanyakan bakteri gram negatif, namun ada beberapa spesies yang sangat peka terhadap
eritromisin, yaitu N. gonorrhea, Campylobacter jejuni, M. Pneumoniae, legionella
pneuphila, dan Chlamydia trachomatis. Karena alasan tersebut, eritromisin dapat digunakan
sebagai terapi lini kedua pada LGV. Eritromisin aman bagi ibu hamil dan anak-anak dengan
infeksi Chlamydia trachomatis.
Terapi lini ketiga, walaupun masih sedikit data prospektif klinis yang mendukung
yaitu Azitromisin 1 x 1 g per oral per minggu selama 3 minggu atau dosis tunggal dapat
digunakan. Azitromisinin merupakan antibiotik golongan makrolida pertama yang masuk
dalam kelas azalide. Azitromisin sama dengan makrolida yang lain bekerja dengan mengikat
ribosom subunit 50S. Azitromisin secara in vitro peka terhadap infeksi gram positif dan gram
negatif. Spektrum gram negatif lebih sensitif dibanding golongan
termasuk Chlamydia trachomatis.
hamil belum banyak dilaporkan.

makrolida yang lain,

Namun keamanan penggunaaan azitromisin bagi ibu

Selain terapi pada pasien, pengobatan pada pasangan seksual selama 30 hari terakhir
juga mutlak harus dilakukan. Pengobatan pada pasien imunokompromais seperti AIDS,
membutuhkan perpanjangan waktu terapi hingga tanda dan gejala hilang. Terapi pembedahan
pada stadium akhir diperlukan, termasuk aspirasi nodul fluktuatif / bubo melalui kulit yang
sehat untuk mencegah ruptur. Komplikasi jangka panjang seperti pembentukan fistula dan
striktur membutuhkan terapi pembedahan untuk mengurangi gejala. Pasien juga diedukasi
untuk tidak melakukan aktivitas seksual hingga terapi selesai atau selama tanda dan gejala
masih nampak untuk mencegah penularan dan kemungkinan terinfeksi kembali.