Anda di halaman 1dari 6

LEMBARAN KERJA MAHASISWA

MATA KULIAH FARMASI INDUSTRI


PROGRAM PENDIDIKAN APOTEKER
FAKULTAS FARMASI
UIVERSITAS ANDALAS

Dosen : Syofyan, S.S.i, M.Farm, Apt


Pokok Bahasan: R & D
Topik 2 : Masalah produksi obat
IDENTITAS MAHASISWA DAN TUGAS
Nama
Mareta Devia Kirani, S.Farm
No Urut Absen
2
Kelompok
A
Pertemuan ke
II
Hari/Tanggal
Selasa, 25 februari 2014

KASUS

Kelompok A
PT Andalas Farma,Tbk baru saja mendatangkan bahan baku tambahan
berupa Vivacel 101 karena bahan baku sebelumnya yaitu Avicel PH 101
kebetulan stoknya sudah habis dari pemasok. Avicel PH 101 biasanya
digunakan sebagai bahan tambahan untuk Tablet Amoksisilin 500 mg. Oleh
karenanya, dilakukan substitusi dari Avicel PH 101 dengan Vivacel 101 pada
formulanya. Pada saat proses produksi No. Bets T09 04 065 menggunakan
bahan Vivacel 101 tersebut, ditemukan kegalalan cetak. Pada menit ke 5
pencetakan berlangsung, tablet yang diperoleh mengalami capping.
Kekerasan yang diperoleh juga rendah yaitu sekitar 5 kP (persyaratan 7-10
kP). Proses pencetakan dihentikan dan supervisor melaporkan hali ini ke
Manager Produksi yang kemudian dilaporkan ke bagian pengawasan mutu.
Bagian pengawasan mutu meminta bagian R&D untuk meyelidiki kasus ini.

Jelaskan apa yang Saudara lakukan sebagai formulator di PT Andalas Farma,


Tbk?
B

KEY WORDS/TERMINOLOGI FARMASI

1. Amoxicilin
Pemerian : serbuk hablur, putih, praktis tidak berbau
Kelarutan : sukar larut dalam air dan metanol, tidak larut dalam benzena,
tetraklorida dan kloroform.
Amoxicillin merupakan antibiotika golongan penisilin yang paling
sering digunakan oleh masyarakat di Indonesia hingga mencapai 71%. Obat
yang mempunyai nama generik Amoxicillin ini mempunyai nama paten yang
jumlahnya mencapai ratusan buah. Penmox, Intermoxyl, Ospamox, Amoxsan,
Hufanoxyl, Yusimox merupakan beberapa nama dagang/paten dari
antibiotika ini.
2. Vivacel 101
Sama dengan avicel 101. Merupakan microcrystalin turunan selulosa.
Dengan merek dagang vivacel. Penggunaan microcrystalin selulosa sebagai
bahan baku tambahan bila kelembaban nya tinggi dapat menyebabkan
tablet menjadi lunak. Sehingga untuk menanggulangi nya dapat dilakukan
pengeringan. Tetapi berdasarkan penelitian sebelumnya, reologi avicel lebih
baik dibandingkan dengan vivacel meskipun sama sama merupakan MCC.
3. Avicel 101
Avicel merupakan nama dagang dari selulosa mikrokristal. Avicel atau
selulosa mikrokristal ini diperoleh dari selulosa kayu melalui hidrolisis asam
dan merupakan bahan hasil pemurnian dan pemutihan produk dari
lignin,hemiselulosa dan bahan penghantar lainnya. Dalam perdagangan banyak
dijumpai avicel PH 101 dan PH 102 yang ukurannya lebih besar dari avicel PH
101. Ada pula avicel PH 103, avicel inimemiliki keunggulan dibandingkan
dengan avicel PH 101 dan avicel PH 102 karena volume spesifiknya kecil,
aliran lebih baik dan waktu hancur lebih singkat.
Avicel PH 101merupakan produk aglomerasi dengan distribusi ukuran
partikel yang besar dan menunjukkan sifat alir dan kompresibilitas yang baik.
Berupa kristal putih, tak larut dalam air atau asam dan hampir semua
pelarut organik, tidak reaktif, free flowing dan kompresibel, pada
kelembaban tinggi akan melunak tapi bersifatreversible ketika lingkungan
berubah kelembabannya. Ikatan yang terjadi antarpartikelnya adalah ikatan
hydrogen, ikatan ini sangat berperan dalam kekerasandan kohesifitasnya.

Avicel dapat digunakan sebagai bahan pengikat, pengisi,penghancur dan


pelicin dalam pembuatan tablet (Banker et. al, 1980).
4. Capping
Capping : memisahnya bagian tablet/ terbelah menjadi dua bagian
Penyebab :
Terjebaknya udara pada tablet karena granul sangat halus
Porositas tinggi, khususnya pada penggunaan pons yang baru, yaitu
dengan adanya udara yang terjebak antara pons dan die
Kekerasan yang terlalu rendah atau terlalu tinggi (ada yang optimal)
Granul yang terlalu kering, cara : tambahkan dalam pelarut pengikat
tambahkan bahan cair dan tidak mudah menguap
Zat pengikat yang kurang tepat.
Pengikat yang jumlahnya terlalu sedikit (tepat tetapi jumlahnya kecil)

5. Kekerasan tablet
Tablet harus mempunyai kekuatan dan kekerasan tertentu serta dapat
bertahan dari berbagai goncangan mekanik pada saat pembuatan,
pengepakan dan transportasi. Kekerasan adalah parameter yang
menggambarkan ketahanan tablet dalam melawan tekanan mekanik seperti
goncangan, kikisan dan terjadi keretakan talet selama pembungkusan,
pengangkutan dan pemakaian. Kekerasan ini dipakai sebagai ukuran dari
tekanan pengempaan (Parrott, 1971).
Alat yang dapat digunakan untuk mengukur kekerasan tablet diantaranya
Monsanto tester, Pfizer tester, dan Strong cobb hardness tester. Faktor-faktor
yang mempengaruhi kekerasan tablet adalah tekanan kompresi dan sifat
bahan yang dikempa. Kekerasan ini dipakai sebagai ukuran dari tekanan
pengempaan. Semakin besar tekanan yang diberikan saat penabletan akan
meningkatkan kekerasan tablet. Pada umumnya tablet yang baik dinyatakan
mempunyai kekerasan antara 4-10 kg. Namun hal ini tidak mutlak, artinya
kekerasan tablet dapat lebih kecil dari 4 atau lebih tinggi dari 8 kg.
Kekerasan tablet kurang dari 4 kg masih dapat diterima dengan syarat
kerapuhannya tidak melebihi batas yang diterapkan. Tetapi biasanya tablet
yang tidak keras akan memiliki kerapuhan yang tinggi dan lebih sulit
penanganannya pada saat pengemasan, dan transportasi. Kekerasan tablet
lebih besar dari 10 kg masih dapat diterima, jika masih memenuhi
persyaratan waktu hancur/disintegrasi dan disolusi yang dipersyaratkan
(Sulaiman, 2007).

RUMUSAN KASUS

Pokok permasalahan dari kasus

Penggunaan bahan baku tambahan vivacel ph 101 untuk formulasi


amoxicilin yang merupakan substitusi dari avicel ph 101 mengalami
kegagalan pada proses pencetakkan. Dimana pada menit ke-5, tablet yang
dicetak terjadi capping dan kekerasan tablet sekitar 5 kP.
Kemungkinan penyebab terjadinya permasalahan
Permasalahan dari industri farmasi ada dua kemungkinan, yaitu :
1. Mesin
2. Formula
3. Bahan Baku
Solusi atau langkah yang dilakukan terhadap permasalahan pada
kasus tersebut?
Capping ini bisa terjadi karena beberapa factor, yaitu :
karena dies yang dipakai sudah tidak sama lagi dibagian diameter atas
dan bawahnya. Solusi dari permasalahan ini adalah dengan membalik
dies yang ada. Kadang juga cara ini tetap tidak berhasil. Jika cara ini
tidak berhasil maka yang harus dicek adalah Lost on Dryingnya ( LoD ).
LoD yang rendah dapat memicu terjadinya capping ini. Jika LoD sudah
dinaikkan masih capping, bisa jadi karena masalah dari formula.
kemungkinan pembasah atau pengikatnya kurang dari formula tablet
itu.
memperbaiki sifat alir dari bahan baku tambahan (vivacel 101), karena
dari penelitian terdapat perbedaan yang significant dalam sifat reologi
antara avicel dan vivacel.
Low hardness (kekerasan tablet yang rendah)
Gejala yang mirip dengan gejala capping, tetapi tablet tidak terbelah
menjadi dua. hal yang menyebabkan hal ini biasanya diakibatkan
kurangnya pengikat ( binder ) pada formulanya. jika secara jumlah sudah
cukup, mungkin jenis pengikatnya yang harus diganti dari jenis pengikat
yang lebih kuat, namun tetap harus diperhatikan waktu hancurnya

D PETA KONSEP/MIN MAP


Kegagalan cetak tablet amoxicilin 500mg

Capping

Kekerasan tablet rendah (5 Kp)

Masalah yang terjadi dalam proses cetak


tablet
Secara teknis

Mesin

Jadwal
harus

perawatan
diperhatikan

formula

mesin
dengan

Pada produksi selanjutnya

interval waktu tertentu sesuai

menggunakan bahan baku

dengan

tambahan yang berbeda,

kapasitas

mesin.

Selain itu, pada mesin juga di

kemudian bermasalah?

cek;

Jika produksi amox masih


menggunakan bahan yang sama
sperti batch sebelumnya,
kemudian mengalami

Diameter dies

Ada kemungkinan dari bahan

LoD

baku tambahan itu sendiri

Sifat alir kurang baik

permasalahan pada
selanjutnya. Hal ini patut
untuk dpertanyakan...

Daya ikatnya
kurang

Solusi dari formulator:


Meningkatkan konsentrasi vivacel untuk mendapatkan daya ikat yang lebih baik
Memperbaiki sifat alir dari vivacel
Jika memungkinkan, bahan baku tambahan diganti dengan bahan baku yang cocok
Menganilis kembali jumlah pengikat/pembasah jika perlu ditambah /dikurangi

RESUME/LO

Berdasarkan peta konsep di atas, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan


pembelajaran yang diperoleh dari narasi/topik ini adalah sebagai berikut:
1. Memperhatikan hal-hal apa saja yang menjadi masalah dalam proses
pencetakkan tablet.
2. Mengkaji masalah tersebut, kemudian sebagai formulator kita harus
tahu langkah langkah apa saja yang harus kita lakukan untuk dapat
mengatasi masalah tersebut.
Seperti hal yang terjadi pada kasus diatas, pada proses cetak tablet
amoxicilin 500 mg dengan menggunakan bahan baku vivacel ternyata
mengalami kegagalan. Tablet yang didapati mengalami capping pada menit
ke-5, selain itu tablet tersebut ternyata kekerasannya rendah yaitu 5kp.
Untuk itu, kita sebagai formulator harus dapat mengatasi hal yang demikian
untuk menghindari kerugian yang besar. Kegagalan tersebut bisa jadi terjadi
karena masalah teknis baik dari segi mesin maupun dari formula itu sendiri.
Vivacel merupakan bahan baku tambahan yang baru yang digunakan oleh
perusahaan dalam memproduksi amoxicilin, dimana pada batch-batch
sebelumnya perusahaan menggunakan avicel ph 101. Dari penelitian
sebelumnya diketahui bahwa reologi (sifat alir) vivacel tidak lebih baik dari
avicel. Langkah-langkah yang bisa kita lakukan adalah;
- Memperbaiki sifat alir
- Meningkatkan konsentrasi dari vivacel sebagai pengikat untuk dapat
mengatasi kerapuhan, dan tablet yang didapat lebih kompak.
- Memperbaiki jumlah pengikat/ pembasah yang digunakan, jika perlu
ditambah atau dikurangi, jika tidak berhasil maka ganti bahan pengikat
/ pembasah tersebut
- Dalam proses pencetakkan, sebelumnya kita harus mengecek
mesinnya, cek LoD, dan diameter Punch & die.
- dalam proses pencetakkan tablet, pencetakkan yang terlalu cepat
dapat membuat tablet lebih mudah terbelah/terpisah
- kekerasan tablet yang rendah juga merupakan salah satu penyebab
capping pada proses pencetakkan.
- Perhatikan rongga udara pada saat pencetakkan tablet, karena adanya
udara yang terperangkap juga dapat menyebabkan tablet menjadi
terpisah.