Anda di halaman 1dari 410

Laporan Tahunan

2013

Menuju
Pertumbuhan Berikutnya

www.jasamarga.com

Identitas Perseroan
Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Menuju Pertumbuhan
Berikutnya
Leading Up to the Next Growth

Jasa Marga adalah perusahaan yang bertumbuh dan akan terus bertumbuh
(growing company). Dengan pengoperasian proyek-proyek baru dan penyelesaian
konstruksi proyek-proyek baru di tahun 2013, Jasa Marga telah memiliki aset-aset
yang akan mendukung pertumbuhan Perseroan di masa yang akan datang.
Tahun 2013 sebagian proyek-proyek jalan tol baru telah dioperasikan yaitu, Jalan
Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa (Jalan Tol Bali Mandara) dan Jalan Tol JORR W2
Utara, serta proyek-proyek baru yang hampir selesai pengerjaan konstruksinya
pada akhir tahun 2013 seperti Jalan Tol Bogor Outer Ring Road Seksi 2A Ruas
Kedung Halang-Kedung Badak, Jalan Tol Semarang-Solo Seksi 2 Ruas UngaranBawen, Jalan Tol Gempol-Pandaan dan Jalan Tol Gempol-Pasuruan.
Proyek-proyek jalan tol tersebut merupakan proyek yang sangat potensial karena
merupakan bagian dari interkoneksi kota-kota besar dan akan menjadi mesin
pertumbuhan Perseroan di masa yang akan datang.
Lebih dari Pertumbuhan yang ada saat ini, Pertumbuhan Jasa Marga akan
diperkokoh dengan upaya mentransformasikan Perseroan yang pada tahun
2013 telah dimulai dengan penetapan Visi baru yaitu: Menjadi Perusahaan yang
Terkemuka pada tahun 2022. Visi tersebut menjadi landasan bagi perusahaan
untuk terus melakukan ekspansi. Dengan didukung kompetensi, kapasitas dan
pengalaman, jalan tol baru yang dimiliki Jasa Marga akan terus bertambah.
Pertumbuhan selama 5 tahun terakhir yang dicapai oleh Jasa Marga akan
menjadi pertumbuhan yang berkelanjutan dengan penambahan pengoperasian
jalan-jalan tol baru serta dengan upaya penambahan konsesi-konsesi jalan tol
baru yang potensial Jasa Marga Menuju Pertumbuhan Berikutnya (Leading Up
to the Next Growth).

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Referensi Peraturan
Bapepam-LK* No. X.K.6
* Sejak tahun 2013 Bapepam-LK menjadi Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Identitas Perseroan
Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen

Pembahasan & Penjelasan


I.

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

II.

Umum
1.
Laporan Tahunan wajib disajikan dalam Bahasa Indonesia. Dalam hal Laporan Tahunan juga
dibuat selain dalam Bahasa Indonesia, baik dalam dokumen yang sama maupun terpisah, maka
Laporan Tahunan dimaksud harus memuat informasi yang sama. Dalam hal terdapat perbedaan
penafsiran akibat penerjemahan bahasa, maka yang digunakan sebagai acuan adalah Laporan
Tahunan dalam Bahasa Indonesia.
2.
Laporan Tahunan wajib dibuat sedemikian rupa sehingga mudah dibaca. Gambar, grafik, tabel,
dan diagram disajikan dengan mencantumkan judul dan/atau keterangan yang jelas.
3.
Laporan Tahunan wajib dicetak pada kertas berwarna terang yang berkualitas baik, berukuran
A4, dijilid, dan dimungkinkan untuk direproduksi dengan fotokopi.
4.
Laporan Tahunan ditampilkan di website perusahaan.
Ikhtisar Data Keuangan Penting
1.
Ikhtisar data keuangan penting disajikan dalam bentuk perbandingan selama 3 (tiga) tahun
buku atau sejak memulai usahanya jika perusahaan tersebut menjalankan kegiatan usahanya
selama kurang dari 3 (tiga) tahun, yang memuat paling kurang:
1. Pendapatan.
2.
Laba bruto.
3.
Laba (rugi).
4.
Jumlah laba (rugi) yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan
kepentingan non pengendali.
5.
Total laba (rugi) komprehensif.
6.
Jumlah laba (rugi) komprehensif yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk
dan kepentingan non pengendali.
7.
Laba (rugi) bersih per saham.
8.
Jumlah aset.
9.
Jumlah liabilitas.
10. Jumlah ekuitas.
11. Rasio laba (rugi) terhadap jumlah aset.
12. Rasio laba (rugi) terhadap ekuitas.
13. Rasio laba (rugi) terhadap pendapatan.
14. Rasio lancar.
15. Rasio liabilitas terhadap ekuitas.
16. Rasio liabilitas terhadap jumlah aset.
17. Informasi dan rasio keuangan lainnya yang relevan dengan perusahaan dan jenis
industrinya.
2.
Laporan Tahunan wajib memuat informasi mengenai saham yang diterbitkan untuk setiap masa
triwulan dalam 2 (dua) tahun buku terakhir (jika ada), paling kurang meliputi:
1. Jumlah saham beredar.
2. Kapitalisasi pasar.
3. Harga saham tertinggi. terendah, dan penutupan.
4. Volume perdagangan.
3.
Dalam hal terjadi aksi korporasi, seperti pemecahan saham (stock split), penggabungan saham
(reverse stock), dividen saham, saham bonus, dan penurunan nilai nominal saham, maka
informasi harga saham sebagaimana dimaksud dalam angka (2), wajib ditambahkan penjelasan
antara lain mengenai:
1. Tanggal pelaksanaan aksi korporasi.
2. Rasio stock split, reverse stock, dividen saham, saham bonus, dan penurunan nilai saham.
3. Jumlah saham beredar sebelum dan sesudah aksi korporasi.
4. Harga saham sebelum dan sesudah aksi korporasi.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Halaman

54-57

54
54
54
54
54
54
54
54
54
54
54
54
54
54
54
54
54
58-59
58
58
58
58
-

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Pembahasan & Penjelasan


4.

III.

IV.

V.

Dalam hal perdagangan saham perusahaan dihentikan sementara (suspension) dalam tahun
buku, maka Laporan Tahunan wajib memuat penjelasan mengenai alasan penghentian
sementara tersebut.
5.
Dalam hal penghentian sementara sebagaimana dimaksud dalam angka (4) masih berlangsung
hingga tanggal penerbitan Laporan Tahunan, maka Emiten atau Perusahaan Publik wajib
menjelaskan pula tindakan-tindakan yang dilakukan perusahaan untuk menyelesaikan masalah
tersebut.
Laporan Dewan Komisaris
Laporan Dewan Komisaris paling kurang memuat hal-hal sebagai berikut:
1.
Penilaian atas kinerja Direksi mengenai pengelolaan perusahaan.
2.
Pandangan atas prospek usaha perusahaan yang disusun oleh Direksi.
3.
Perubahan komposisi Dewan Komisaris dan alasan perubahannya (jika ada).
Laporan Direksi
Laporan Direksi paling kurang memuat hal-hal sebagai berikut:
1.
Kinerja perusahaan, yang mencakup antara lain kebijakan strategis, perbandingan antara hasil
yang dicapai dengan yang ditargetkan, dan kendala-kendala yang dihadapi perusahaan.
2.
Gambaran tentang prospek usaha.
3.
Penerapan tata kelola perusahaan.
4.
Perubahan komposisi Direksi dan alasan perubahannya (jika ada).
Profil Perusahaan
Profil perusahaan paling kurang memuat hal-hal sebagai berikut:
1.
Nama, alamat, nomor telepon, nomor faksimile, alamat surat elektronik (email), dan laman
(website) perusahaan dan/atau kantor cabang atau kantor perwakilan, yang memungkinkan
masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai perusahaan.
2.
Riwayat singkat perusahaan.
3.
Kegiatan usaha perusahaan menurut Anggaran Dasar terakhir, serta jenis produk dan/atau jasa
yang dihasilkan.
4.
Struktur organisasi perusahaan dalam bentuk bagan, paling kurang sampai dengan struktur
satu tingkat di bawah Direksi, disertai dengan nama dan jabatan.
5.
Visi dan Misi Perusahaan.
6.
Profil Dewan Komisaris, meliputi:
1. Nama.
2. Riwayat jabatan, pengalaman kerja yang dimiliki, dan dasar hukum penunjukkan pertama
kali pada Emiten atau Perusahaan Publik, sebagaimana dicantumkan dalam berita acara
keputusan RUPS.
3. Riwayat pendidikan.
4. Penjelasan singkat mengenai jenis pelatihan dalam rangka meningkatkan kompetensi
Dewan Komisaris yang telah diikuti dalam tahun buku (jika ada).
5. Pengungkapan hubungan afiliasi dengan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris
lainnya, serta pemegang saham (jika ada).
7.
Profil Direksi, meliputi:
1. Nama dan uraian singkat tentang tugas dan fungsi yang dilaksanakan.
2. Riwayat jabatan, pengalaman kerja yang dimiliki, dan dasar hukum penunjukkan pertama
kali pada Emiten atau Perusahaan Publik, sebagaimana dicantumkan dalam berita acara
keputusan RUPS.
3. Riwayat pendidikan.
4. Penjelasan singkat mengenai jenis pelatihan dalam rangka meningkatkan kompetensi
Direksi yang telah diikuti dalam tahun buku (jika ada).
5. Pengungkapan hubungan afiliasi dengan anggota Direksi lainnya dan pemegang saham
(jika ada).
8.
Dalam hal terdapat perubahan susunan Dewan Komisaris dan/atau Direksi yang terjadi setelah
tahun buku berakhir sampai dengan batas waktu penyampaian Laporan Tahunan sebagaimana
dimaksud dalam angka (1) huruf a, maka susunan yang dicantumkan dalam Laporan Tahunan
adalah susunan Dewan Komisaris dan/atau Direksi yang terakhir dan sebelumnya.
9.
Jumlah karyawan dan deskripsi pengembangan kompetensinya dalam tahun buku misalnya,
aspek pendidikan dan pelatihan karyawan yang telah dilakukan.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Halaman
-

74-79
78
78
82-87
84
86
86
12-49
10

12-14
15
22
18
80
80
80, 190

80
199
193
88
88
88, 201

88
205
193
-

32, 162-165

Identitas Perseroan

Pembahasan & Penjelasan

Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga

10.

Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

VI.

Uraian tentang nama Pemegang Saham dan persentase kepemilikannya pada akhir tahun buku
yang terdiri dari:
1. Pemegang Saham yang memiliki 5% (lima per seratus) atau lebih saham Emiten atau
Perusahaan Publik.
2. Komisaris dan Direktur yang memiliki saham Emiten atau Perusahaan Publik.
3. Kelompok Pemegang Saham masyarakat, yaitu kelompok Pemegang Saham yang masingmasing memiliki kurang dari 5% (lima per seratus) saham Emiten atau Perusahaan Publik.
11. Informasi mengenai pemegang saham utama dan pengendali Emiten atau Perusahaan Publik,
baik langsung maupun tidak langsung, sampai kepada pemilik individu, yang disajikan dalam
bentuk skema atau diagram.
12. Nama entitas anak, perusahaan asosiasi, perusahaan ventura bersama dimana Emiten atau
Perusahaan Publik memiliki pengendalian bersama entitas, beserta persentase kepemilikan
saham, bidang usaha, dan status operasi perusahaan tersebut (jika ada). Untuk entitas anak,
agar ditambahkan informasi mengenai alamat.
13. Kronologis pencatatan saham dan perubahan jumlah saham dari awal pencatatan hingga akhir
tahun buku serta nama Bursa Efek dimana saham perusahaan dicatatkan (jika ada).
14. Kronologis pencatatan Efek lainnya dan peringkat Efek (jika ada).
15. Nama dan alamat perusahaan pemeringkat Efek (jika ada).
16. Nama dan alamat lembaga dan/atau profesi penunjang pasar modal. Terhadap profesi
penunjang pasar modal yang memberikan jasa secara berkala kepada Emiten atau Perusahaan
Publik, wajib diungkapkan informasi mengenai jasa yang diberikan, fee, dan periode penugasan
yang telah dilakukan.
17. Penghargaan dan sertifikasi yang diterima perusahaan baik yang berskala nasional maupun
internasional dalam tahun buku terakhir (jika ada).
Analisa dan Pembahasan Manajemen
Laporan Tahunan wajib memuat uraian yang membahas dan menganalisis Laporan Keuangan dan
informasi penting lainnya dengan penekanan pada perubahan material yang terjadi dalam tahun
buku, yaitu paling kurang mencakup:
1.
Tinjauan operasi per segmen operasi sesuai dengan jenis industry Emiten atau Perusahaan
Publik, antara lain mengenai:
1. Produksi, yang meliputi proses, kapasitas, dan perkembangannya.
2. Pendapatan.
3. Profitabilitas.
2.
Analisis kinerja keuangan komprehensif yang mencakup perbandingan kinerja keuangan dalam
2 (dua) tahun buku terakhir, penjelasan tentang penyebab adanya perubahan dan dampak
perubahan tersebut, antara lain mengenai:
1. Aset lancar, aset tidak lancar, dan total aset.
2. Liabilitas jangka pendek, liabilitas jangka panjang, dan total liabilitas.
3. Ekuitas.
4. Pendapatan, beban, laba (rugi), pendapatan komprehensif lain dan total laba (rugi)
komprehensif.
5. Arus kas.
3.
Kemampuan membayar utang dengan menyajikan perhitungan rasio yang relevan.
4.
Tingkat kolektibilitas piutang perusahaan dengan menyajikan perhitungan rasio yang relevan.
5.
Struktur permodalan dan kebijakan Manajemen atas struktur permodalan tersebut.
6.
Bahasan mengenai ikatan yang material untuk investasi barang modal dengan penjelasan
tentang tujuan dari ikatan tersebut, sumber dana yang diharapkan untuk memenuhi ikatan
tersebut, mata uang yang menjadi denominasi, dan langkah-langkah yang direncanakan
perusahaan untuk melindungi risiko dari posisi mata uang asing yang terkait.
7.
Informasi dan fakta material yang terjadi setelah tanggal laporan akuntan.
8.
Prospek usaha dari perusahaan dikaitkan dengan kondisi industri, ekonomi secara umum dan
pasar internasional serta dapat disertai data pendukung kuantitatif dari sumber data yang layak
dipercaya.
9.
Perbandingan antara target/proyeksi pada awal tahun buku dengan hasil yang dicapai
(realisasi), mengenai pendapatan, laba, struktur permodalan, atau lainnya yang dianggap
penting bagi perusahaan.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Halaman
63-67
63
64
64
63

34-43

61
61-62
49
49

71
90-143
92-116

117-143

117
120
122
124-131
131
134
134
135
136

136
136

136

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Pembahasan & Penjelasan


10.

VII.

Target/proyeksi yang ingin dicapai perusahaan paling lama untuk satu tahun mendatang,
mengenai pendapatan, laba (rugi), struktur modal, kebijakan dividen, atau lainnya yang
dianggap penting bagi perusahaan.
11. Aspek pemasaran atas produk dan jasa perusahaan, antara lain: strategi pemasaran dan pangsa
pasar.
12. Kebijakan dividen dan tanggal serta jumlah dividen per saham (kas dan/atau non kas) dan
jumlah dividen per tahun yang diumumkan atau dibayar selama 2 (dua) tahun buku terakhir.
13. Realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum:
1. Dalam hal selama tahun buku, Emiten memiliki kewajiban menyampaikan Laporan Realisasi
Penggunaan Dana, maka wajib diungkapkan realisasi penggunaan dana hasil penawaran
umum secara kumulatif sampai dengan akhir tahun buku.
2. Dalam hal terdapat perubahan penggunaan dana sebagaimana diatur dalam Peraturan
Nomor X.K.4, maka Emiten wajib menjelaskan perubahan tersebut.
14. Informasi material, antara lain mengenai investasi, ekspansi, divestasi, penggabungan/
peleburan usaha, akuisisi, restrukturisasi utang/modal, transaksi afiliasi, dan transaksi yang
mengandung benturan kepentingan, yang terjadi pada tahun buku (jika ada), yang antara lain
memuat:
1. Tanggal, nilai dan obyek transaksi.
2. Nama pihak yang bertransaksi.
3. Sifat Hubungan afiliasi (jika ada).
4. Penjelasan mengenai kewajaran transaksi.
5. Pemenuhan ketentuan terkait.
15. Perubahan peraturan perundang-undangan yang berpengaruh signifikan terhadap perusahaan
dan dampaknya terhadap Laporan Keuangan (jika ada).
16. Perubahan kebijakan akuntansi, alasan dan dampaknya terhadap Laporan Keuangan (jika ada).
Tata Kelola Perusahaan
Tata kelola perusahaan memuat uraian singkat, yang paling kurang meliputi hal-hal sebagai berikut:
1.
Dewan Komisaris, mencakup antara lain:
1. Uraian pelaksanaan tugas Dewan Komisaris.
2. Pengungkapan prosedur, dasar penetapan, dan besarnya remunerasi anggota Dewan
Komisaris.
3. Pengungkapan kebijakan perusahaan dan pelaksanaannya, tentang frekuensi rapat Dewan
Komisaris, termasuk rapat gabungan dengan Direksi, dan tingkat kehadiran anggota Dewan
Komisaris dalam rapat tersebut.
2.
Direksi, mencakup antara lain:
1. Ruang lingkup pekerjaan dan tanggung jawab masing-masing anggota Direksi.
2. Pengungkapan prosedur, dasar penetapan, dan besarnya remunerasi anggota Direksi, serta
hubungan antara Remunerasi dengan kinerja perusahaan.
3. Pengungkapan kebijakan perusahaan dan pelaksanaannya, tentang frekuensi rapat Direksi,
termasuk rapat gabungan dengan Dewan Komisaris, dan tingkat kehadiran anggota Direksi
dalam rapat tersebut.
4. Keputusan RUPS tahun sebelumnya dan realisasinya pada tahun buku, serta alasan dalam
hal terdapat keputusan yang belum direalisasikan.
5. Pengungkapan kebijakan perusahaan tentang penilaian terhadap kinerja anggota Direksi
(jika ada).
3.
Komite Audit, mencakup antara lain:
1. Nama.
2. Riwayat jabatan, pengalaman kerja, dan dasar hukum penunjukkan.
3. Riwayat pendidikan.
4. Periode jabatan anggota Komite Audit.
5. Pengungkapan independensi Komite Audit.
6. Pengungkapan kebijakan perusahaan dan pelaksanaannya, tentang frekuensi rapat Komite
Audit dan tingkat kehadiran anggota Komite Audit dalam rapat tersebut.
7. Uraian singkat pelaksanaan kegiatan Komite Audit pada tahun buku sesuai dengan yang
dicantumkan dalam piagam (charter) Komite Audit.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Halaman
136

137
137
138

141

141
141
174-255
190-200
193
197
195

201-207
202
206
205

186-187
209-211
202-216
212
212, 216
216
212, 216
213
214
215

Identitas Perseroan

Pembahasan & Penjelasan

Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga

4.

Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan

5.

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah

6.

Laporan Keuangan
Konsolidasian

7.

8.

9.

10.

11.

12.

Komite lain yang dimiliki Emiten atau Perusahaan Publik dalam rangka mendukung fungsi
dan tugas Direksi dan/atau Dewan Komisaris, seperti Komite Nominasi dan Remunerasi, yang
mencakup antara lain:
1. Nama.
2. Riwayat jabatan, pengalaman kerja yang dimiliki, dan dasar hukum penunjukkan.
3. Riwayat pendidikan.
4. Periode jabatan anggota komite.
5. Pengungkapan kebijakan perusahaan mengenai independensi anggota komite.
6. Uraian tugas dan tanggung jawab.
7. Pengungkapan kebijakan perusahaan dan pelaksanaannya, tentang frekuensi rapat komite
dan tingkat kehadiran anggota komite dalam rapat tersebut.
8. Uraian singkat pelaksanaan kegiatan komite pada tahun buku.
Uraian tugas dan fungsi Sekretaris Perusahaan.
1. Nama.
2. Riwayat jabatan, pengalaman kerja yang dimiliki, dan dasar hukum penunjukkan.
3. Riwayat pendidikan.
4. Periode jabatan Sekretaris Perusahaan.
5. Uraian singkat pelaksanaan tugas Sekretaris Perusahaan pada tahun buku.
Uraian mengenai Unit Audit Internal.
1. Nama.
2. Riwayat jabatan, pengalaman kerja yang dimiliki, dan dasar hukum penunjukan.
3. Kualifikasi atau sertifikasi sebagai profesi Audit Internal (jika ada).
4. Struktur dan kedudukan Unit Audit Internal.
5. Tugas dan tanggung jawab unit audit internal sesuai dengan yang dicantumkan dalam
piagam (charter) unit audit internal.
6. Uraian singkat pelaksanaan tugas Unit Audit Internal pada tahun buku.
Uraian mengenai sistem pengendalian intern (internal control) yang diterapkan oleh
perusahaan, paling kurang mengenai:
1. Pengendalian keuangan dan operasional, serta kepatuhan terhadap peraturan perundangundangan lainnya.
2. Review atas efektivitas sistem pengendalian interen.
Sistem manajemen risiko yang diterapkan oleh perusahaan, paling kurang mengenai:
1. Gambaran umum mengenai sistem manajemen risiko perusahaan.
2. Jenis risiko dan cara pengelolaannya.
3. Review atas efektivitas sistem manajemen risiko perusahaan.
Perkara penting yang dihadapi oleh Emiten atau Perusahaan Publik, entitas anak, anggota
Dewan Komisaris dan Direksi anggota yang sedang menjabat, antara lain meliputi:
1. Pokok perkara/gugatan.
2. Status penyelesaian perkara/gugatan.
3. Pengaruhnya terhadap kondisi perusahaan.
Informasi tentang sanksi administratif yang dikenakan kepada Emiten atau Perusahaan Publik,
anggota Dewan Komisaris dan Direksi, oleh otoritas pasar modal dan otoritas lainnya pada
tahun buku terakhir (jika ada).
Informasi mengenai kode etik dan budaya perusahaan (jika ada) meliputi:
1. Pokok-pokok kode etik.
2. Pokok-pokok budaya perusahaan (corporate culture).
3. Bentuk sosialisasi kode etik dan upaya penegakannya.
4. Pengungkapan bahwa kode etik berlaku bagi Dewan Komisaris, Direksi, dan karyawan
perusahaan.
Uraian mengenai program kepemilikan saham oleh karyawan dan/atau manajemen yang
dilaksanakan Emiten atau Perusahaan Publik, antara lain jumlah, jangka waktu, persyaratan
karyawan dan/atau manajemen yang berhak, serta harga exercise (jika ada).

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Halaman
217-220

217
217, 220
220
217, 220
217
217
218
219
222-223
223
223
223
223
222-223
224-228
224
224, 225
225
225
226
227
227-228
227-228
228
229-237
230
232-234
236
238-246

246

247-248
247
248
248
248
249

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Pembahasan & Penjelasan


13.

VIII.

IX.

X.

Uraian mengenai sistem pelaporan pelanggaran (Whistleblowing System) di Emiten atau


Perusahaan Publik yang dapat merugikan perusahaan maupun pemangku kepentingan (jika
ada), antara lain meliputi:
1. Cara penyampaian laporan pelanggaran.
2. Perlindungan bagi pelapor.
3. Pihak yang mengelola pengaduan.
4. Hasil dari penanganan pengaduan.
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
1.
Bahasan mengenai tanggung jawab sosial perusahaan meliputi kebijakan, jenis program, dan
biaya yang dikeluarkan, antara lain terkait aspek:
a.
Lingkungan hidup, seperti penggunaan material dan energi yang ramah lingkungan
dan dapat didaur ulang, sistem pengolahan limbah perusahaan, sertifikasi di bidang
lingkungan yang dimiliki, dan lain-lain.
b.
Praktik ketenagakerjaan, kesehatan, dan keselamatan kerja, seperti kesetaraan gender
dan kesempatan kerja, sarana dan keselamatan kerja, tingkat perpindahan (turnover)
karyawan, tingkat kecelakaan kerja, pelatihan, dan lain-lain.
c.
Pengembangan sosial dan kemasyarakatan, seperti penggunaan tenaga kerja lokal,
pemberdayaan masyarakat sekitar perusahaan, perbaikan sarana dan prasarana sosial,
bentuk donasi lainnya, dan lain-lain.
d.
Tanggung jawab produk, seperti kesehatan dan keselamatan konsumen, informasi
produk, sarana, jumlah dan penanggulangan atas pengaduan konsumen, dan lain-lain.
2.
Emiten atau Perusahaan Publik dapat mengungkapkan informasi sebagaimana dimaksud dalam
angka (1) pada Laporan Tahunan atau laporan tersendiri yang disampaikan bersamaan dengan
Laporan Tahunan kepada Bapepam dan LK, seperti Laporan Keberlanjutan (Sustainability
Report) atau Laporan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility
Report).
Laporan Keuangan Tahunan yang Telah Diaudit
Laporan Keuangan Tahunan yang dimuat dalam Laporan Tahunan wajib disusun sesuai dengan
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang telah diaudit oleh Akuntan. Laporan keuangan
dimaksud wajib memuat pernyataan mengenai pertanggungjawaban atas Laporan Keuangan
sebagaimana diatur pada Peraturan Nomor VIII.G.11 atau Peraturan Nomor X.E.1.
Tanda Tangan Dewan Komisaris dan Direksi
1.
Laporan Tahunan wajib ditandatangani oleh seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi yang
sedang menjabat.
2.
Tanda tangan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dibubuhkan pada lembaran tersendiri
dalam Laporan Tahunan dimana dalam lembaran dimaksud wajib mencantumkan pernyataan
bahwa anggota Dewan Komisaris dan Direksi bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi
Laporan Tahunan, sesuai dengan Formulir Nomor X.K.6-1 Lampiran Peraturan ini.
3.
Dalam hal terdapat anggota Dewan Komisaris atau Direksi yang tidak menandatangani Laporan
Tahunan, maka yang bersangkutan wajib menyebutkan alasannya secara tertulis dalam surat
tersendiri yang dilekatkan pada Laporan Tahunan.
4.
Dalam hal terdapat anggota Dewan Komisaris atau Direksi yang tidak menandatangani Laporan
Tahunan dan tidak memberi alasan secara tertulis, maka anggota Dewan Komisaris atau Direksi
yang menandatangani Laporan Tahunan wajib menyatakan secara tertulis dalam surat tersendiri
yang dilekatkan pada Laporan Tahunan.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Halaman
249-253

251-253
253
250
253
256-271

258-260

260-267

267-269

269-271

275

272-273

272-273

Daftar Isi

Identitas Perseroan
Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
1
Proyek Baru

Menuju Pertumbuhan Berikutnya


Leading Up to the Next Growth
Pengelolaan
2
Human Capital REFERENSI PERATURAN BAPEPAMLK NO. X.K.6
Tata Kelola
8
DAFTAR ISI
Perusahaan
10
IDENTITAS PERSEROAN
Tanggung Jawab
12
PROFIL PERSEROAN
Sosial Perusahaan
12
Sekilas Jasa Marga
Tanggung Jawab
12 Atas Perjalanan Penting Jasa Marga
Manajemen
Laporan Tahunan 2013
14
Riwayat Singkat Jasa Marga
Daftar Istilah
15
Kegiatan Usaha
18
Visi & Misi dan Tata Nilai Perseroan
Laporan Keuangan
Konsolidasian
22
24
32
34
35
42
44
47
49
50
54
54
57
58
60
61
63
68
71
74
74
78
78
80
82
84
86
86
86
88

Struktur Organisasi
Pejabat Senior Jasa Marga
Profil Sumber Daya Manusia
Pemegang Saham Utama, Entitas
Anak dan Entitas Asosiasi
Entitas Anak
Entitas Asosiasi
Wilayah Operasi dan Proyekproyek Jalan Tol Baru
Alamat Kantor Cabang, Entitas
Anak dan Entitas Asosiasi
Lembaga dan Profesi Penunjang
TRANSFORMASI JASA MARGA
IKHTISAR 2013
Ikhtisar Keuangan
Ikhtisar Operasional
Ikhtisar Saham
Ikhtisar Obligasi
Kronologis Pencatatan Saham dan
Emisi Obligasi Jasa Marga
Komposisi Kepemilikan Saham
JSMR
Peristiwa Penting 2013
Penghargaan yang Diterima
Perseroan
LAPORAN MANAJEMEN
Laporan Dewan Komisaris
Penilaian Kinerja Direksi
Pandangan atas Prospek Usaha yang
Disusun Direksi
Profil Dewan Komisaris
Laporan Direksi
Analisa Kinerja Perseroan Tahun 2013
Prospek Usaha Perseroan ke Depan
Penerapan Tata Kelola Perusahaan
Secara Berkesinambungan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Profil Direksi

90

ANALISA DAN PEMBAHASAN


MANAJEMEN

91
92

Kegiatan Usaha Perseroan


Tinjauan Operasi per Segmen
Usaha
Segmen Usaha Pengoperasian
Jalan Tol
Wawancara dengan HasanudinDirektur Operasi
Segmen Usaha Pengembangan
Usaha Non Tol
Analisa Kinerja Keuangan
Komprehensif
Aset
Liabilitas
Ekuitas
Laporan Laba Rugi Konsolidasian
Pendapatan Usaha
Beban Usaha
Laba Usaha
Laba Tahun Berjalan
Pendapatan Komprehensif Lain
Laba Komprehensif Tahun Berjalan
Rasio Profitabilitas
Laporan Arus Kas Konsolidasian
Kemampuan Membayar Utang dan
KolektIbilitas Piutang
Struktur Modal
Kebijakan Struktur Modal
Belanja Modal
Perbandingan Target 2013 dan
Realisasi 2013
Target/Proyeksi yang Ingin Dicapai
Tahun 2014
Ikatan Material untuk Investasi
Barang Modal
Informasi Material setelah Tanggal
Laporan Akuntan
Prospek Usaha, Kondisi Industri dan
Kondisi Ekonomi
Pemasaran dan Pangsa Pasar
Kebijakan Dividen dan Pembayaran
Dividen Tunai
Realisasi Penggunaan Dana Hasil
Penawaran Umum
Peningkatan/Penurunan Material dari
Pendapatan Bersih Terkait dengan
Volume Penjualan atau Jasa Baru
Informasi Material Mengenai
Investasi, Ekspansi, Divestasi, Akuisisi
dan Restrukturisasi Utang/Modal

97
111
114
117
117
120
122
123
124
128
129
130
130
131
131
131
134
135
135
135
136
136
136
136
136
137
137
138
141
141

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

141

141
141
142
144
154
158
159
161
162
166
167
171
171
172
172
173
174
176
176
177
179
182
185
190
190
193
193
193
193
194

Informasi Transaksi Material yang


Mengandung Benturan Kepentingan
dan/atau Transaksi dengan Pihak
Afiliasi
Perubahan Peraturan Perundang
Undangan yang Berpengaruh
Signifikat Terhadap Perseroan
Perubahan Kebijakan Akuntansi yang
Berpengaruh Terhadap Perseroan
Wawancara dengan Reynaldi
Hermansjah-Direktur Keuangan
PENGEMBANGAN PROYEK BARU
Wawancara dengan Abdul Hadi
Hs.-Direktur Pengembangan Usaha
PENGELOLAAN
HUMAN CAPITAL
Paradigma Baru Human Capital
Perencanaan SDM dan Rekrutmen
Pengembangan Kompetensi SDM
Pengembangan Karir Karyawan
Produktifitas Karyawan
Pengelolaan Hubungan Karyawan
dengan Manajemen
Program Paska Kerja
Pengelolaan Tenaga Alih Daya
Biaya Sumber Daya Manusia
Wawancara dengan Muh Najib
Fauzan-Direktur SDM dan Umum
TATA KELOLA PERUSAHAAN
Komitmen Jasa Marga dalam
Penerapan GCG
Tujuan Penerapan GCG Jasa Marga
Dasar Hukum Penerapan GCG Jasa
Marga
Hasil Penilaian Implementasi GCG
Struktur, Kebijakan dan
Mekanisme Penerapan Tata Kelola
Perusahaan
Rapat Umum Pemegang Saham
Dewan Komisaris
Komposisi Dewan Komisaris
Tugas dan Tanggung Jawab Dewan
Komisaris
Pengangkatan dan Pemberhentian
Dewan Komisaris
Independensi Dewan Komisaris dan
Komisaris Independen
Hubungan Afiliasi dan Kepengurusan
di Perusahaan Lain
Rangkap Jabatan dan Benturan
Kepentingan

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

74

Laporan
Manajemen

tata kelola perusahaan

90

ANALISA DAN
PEMBAHASAN
MANAJEMEN

194
195
197
199
200
200
200
201
201
202
203
203
204
205
205
205
206
208
209
212
212
212
212
212
212
213
214
214
215
216
217
217

Pedoman dan Tata Tertib Kerja Dewan


Komisaris (Board Charter)
Rapat Dewan Komisaris
Prosedur, Dasar Penetapan dan
Besarnya Remunerasi Anggota
Dewan Komisaris
Program Pelatihan dan
Pengembangan Kompetensi Dewan
Komisaris
Keputusan-keputusan Dewan
Komisaris
Rekomendasi Dewan Komisaris
Komite-komite di Bawah Dewan
Komisaris
Direksi
Komposisi Direksi Jasa Marga
Tugas dan Tanggung Jawab Direksi
Independensi Direksi
Rangkap Jabatan Direksi
Pedoman dan Tata Tertib Kerja Direksi
(Board Charter)
Program Pelatihan dan
Pengembangan Kompetensi Direksi
Rapat Direksi
Keputusan-keputusan Direksi Tahun
2013
Prosedur, Dasar Penetapan dan
Besarnya Remunerasi Anggota Direksi
Hubungan Dewan Komisaris dan
Direksi
Asesmen Dewan Komisaris dan
Direksi
Komite-komite
Komite Audit
Komposisi Komite Audit
Dasar Hukum Pembentukan Komite
Audit
Kualifikasi Pendidikan dan
Pengalaman Kerja
Tugas dan Tanggung Jawab Komite
Audit
Independensi Komite Audit
Rapat Komite Audit
Remunerasi Komite Audit
Laporan Pelaksanaan Kegiatan
Komite Audit
Profil Komite Audit
Komite Investasi dan Risiko Usaha
Komposisi Komite Investasi dan
Risiko Usaha

256

174

217
217
217
218
218
219
220
221
221
221
222
223
224
224
225
225
225
226
226
226
227
227
227
227
227
228
228
229
230
230
232
234
237

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

158

tanggung
jawab sosial
perusahaan

PENGELOLAAN HUMAN
CAPITAL

Dasar Hukum Pembentukan Komite


Investasi dan Risiko Usaha
Tugas dan Tanggung Jawab Komite
Investasi dan Risiko Usaha
Independensi Komite Investasi dan
Risiko Usaha
Rapat Komite Investasi dan Risiko
Usaha
Remunerasi Komite Investasi dan
Risiko Usaha
Laporan Pelaksanaan Kegiatan
Komite Investasi dan Risiko Usaha
Profil Komite Investasi dan Risiko
Usaha
Komite Remunerasi dan Nominasi
Komite Tata Kelola Perusahaan
Sekretaris Dewan Komisaris
Sekretaris Perusahaan
Profil Corporate Secretary
Unit Internal Audit
Profil Head of Internal Audit
Struktur dan Kedudukan Unit Internal
Audit
Pengangkatan dan Pemberhentian
Head of Internal Audit
Pengembangan Kompetensi Sumber
Daya Manusia Internal Audit dan
Sertifikasi Profesi Audit
Pedoman Kerja Unit Internal Audit
Kode Etik Auditor Internal
Tugas dan Tanggung Jawab Unit
Internal Audit
Pelaksanaan Kegiatan Unit Internal
Audit Tahun 2013
Hasil Audit Unit Internal Audit
Kegiatan Pendukung Audit Lainnya
Evaluasi Kinerja Unit Internal Audit
Sistem Pengendalian Internal
Sosialisasi Pemahaman Kerangka SPIP
Review atas Efektifitas Sistem
Pengendalian Internal Perusahaan
(SPIP)
Laporan Manajemen Risiko
Kebijakan Manajemen Risiko
Struktur Tata Kelola Manajemen
Risiko
Risiko Perseroan dan Pengelolaannya
Implementasi Program Kerja
Manajemen Risiko Tahun 2013
Profil VP Manajemen Risiko

238
246
247
247
248
249
249
249
254
255
256
257
258
260
267
269
271
272
274
275

Perkara Penting yang Dihadapi


Informasi tentang Sanksi
Administratif
Kode Etik dan Budaya Perusahaan
Kode Etik
Budaya Perusahaan
Program Kepemilikan Saham oleh
Karyawan dan/atau Manajemen
Perlakuan yang Sama terhadap
Seluruh Pemegang Saham
Sistem Pelaporan Pelanggaran
(Whistleblowing System)
Pengadaan Barang dan Jasa
Auditor Eksternal
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Strategi dan Kebijakan
Tanggung Jawab Lingkungan
Hidup
Ketenagakerjaan dan Kesehatan &
Keselamatan Kerja
Pengembangan Sosial dan
Kemasyarakatan
Tanggung Jawab kepada
Konsumen
Akses terhadap Informasi dan Data
Perseroan
TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN
ATAS LAPORAN TAHUNAN 2013
DAFTAR ISTILAH
LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN

10

Identitas Perseroan
Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Nama Perusahaan
PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
Berkedudukan di Jakarta
Alamat Kantor Pusat
Plaza Tol Taman Mini Indonesia Indah
Jakarta 13550 Indonesia
Tel.: 62-21 841 3526, 841 3630
Fax.: 62-21 841 3540
Email: jasmar@jasamarga.com,
sekper@jasamarga.co.id
Website: www.jasamarga.com
Informasi Lalu Lintas dan
Pelayanan Lainnya
JMTIC (Jasa Marga Traffic Information
Center) 62-21 8088 0123

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Tanggal Pendirian
01 Maret 1978
Dasar Hukum Pendirian
Peraturan Pemerintah No. 04 tahun 1978
Modal Dasar
Rp 9,52 triliun
Modal Ditempatkan dan Disetor
Penuh
Rp 3,4 triliun
Kepemilikan
Pemerintah Indonesia 70%
Publik 30%

11

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Identitas
Perseroan

Kegiatan Usaha
Sesuai Anggaran Dasar Perseroan yang tercantum dalam
Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia No. AHU-20288.AH.01.02.Tahun
2011 tentang Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar
Perseroan maksud dan tujuan Perseroan adalah turut
serta melaksanakan dan menunjang kebijaksanaan
dan program Pemerintah di bidang ekonomi dan
pembangunan nasional pada umumnya, khususnya
pembangunan di bidang pengusahaan jalan tol dengan
sarana penunjangnya dengan menerapkan prinsip-prinsip
perusahaan terbatas. Untuk mencapai maksud dan tujuan
tersebut, Perseroan melaksanakan kegiatan usaha
sebagai berikut:
Kegiatan Usaha Utama
1. Melakukan perencanaan teknis, pelaksanaan konstruksi,
pengoperasian dan/atau pemeliharaan jalan tol.
2. Mengusahakan lahan di ruang milik jalan tol (Rumijatol)
dan lahan yang berbatasan dengan Rumijatol untuk
tempat istirahat dan pelayanan, berikut dengan
fasilitas-fasilitas dan usaha lainnya.
PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Kegiatan Usaha Penunjang


1. Bidang pengembangan properti di wilayah yang
berdekatan dengan koridor jalan tol.
2. Bidang pengembangan jasa untuk usaha-usaha yang
terkait dengan moda-moda/sarana transportasi,
pendistribusian material cair/padat/gas, jaringan sarana
informasi, teknologi dan komunikasi, terkait dengan
koridor jalan tol.
3. Bidang jasa dan perdagangan untuk layanan konstruksi,
pemeliharaan dan pengoperasian jalan tol.
Informasi Pencatatan di Bursa
Bursa: IDX, kode JSMR sejak 12 November 2007
Bloomberg: JSMR IJ
Reuters: JSMR.JK

12

Identitas Perseroan
Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga

Profil
Perseroan
Sekilas Jasa Marga
Perjalanan Penting Jasa Marga

Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

1978
Jasa Marga
didirikan dengan
bidang usaha
pengelolaan,
pemeliharaan
dan pengadaan
jaringan jalan tol.
Jagorawi sebagai
jalan tol pertama
di Indonesia mulai
beroperasi.

2003
Pengoperasian
Jalan Tol
Cipularang
(Cikampek
Purwakarta
Padalarang).

1984

1983
Pengoperasian Jalan Tol
Semarang.

2004
Fungsi Otorisator
dikembalikan
kepada Pemerintah
(Departemen
Pekerjaan Umum c.q.
Badan Pengatur Jalan
Tol (BPJT).

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Pengoperasian Jalan Tol


Jakarta-Tangerang.
Pengoperasian Jalan Tol
Prof. Dr. Ir. Sedyatmo.

1986
Pengoperasian
Jalan Tol SurabayaGempol.
Pengoperasian
Jalan Tol Belmera
(Belawan-MedanTanjung Morawa).

2006 2007
Penandatanganan
Perjanjian
Pengusahaan Jalan
Tol (PPJT) Bogor
Outer Ring Road, PPJT
Semarang-Solo, PPJT
Gempol-Pasuruan,
PPJT GempolPandaan, PPJT JORR
W2 Utara, PPJT
Surabaya-Mojokerto
dan 13 ruas jalan
tol yang telah
dioperasikan oleh
Perseroan

Perubahan Logo
Jasa Marga yang
Menggambarkan
Modernisasi dan
Transformasi
Perseroan.
Jasa Marga menjadi
perusahaan terbuka
melalui Initial Public
Offering (IPO)
dan mencatatkan
sahamnya di Bursa
Efek Indonesia.

2008
Penandatanganan
Perjanjian
Pengusahaan
Jalan Tol (PPJT)
Kunciran-Serpong.

13

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

1987
Pemerintah membuka
kesempatan pihak swasta
berpartisipasi dalam
mengusahakan jalan
tol melalui sistem Build,
Operate and Transfer (BOT)
dengan Jasa Marga.
Jalan Tol Dalam Kota mulai
dioperasikan oleh Jasa
Marga secara bertahap.

2009
Pengoperasian Jalan
Tol Bogor Outer Ring
Road (Seksi 1 Ruas
Sentul Selatan-Kedung
Halang).
Implementasi e-Toll
Card.
Penandatanganan
Perjanjian Pengusahaan
Jalan Tol (PPJT)
Cengkareng-Kunciran.

1988 1990
Pengoperasian
Jalan Tol JakartaCikampek.

Pengoperasian
Jalan Tol Padaleunyi
(PadalarangCileunyi)

2011
Pengoperasian Jalan
Tol Surabaya-Mojokerto
(Seksi 1A Ruas WaruSepanjang) dan Jalan
Tol Semarang-Solo
(Seksi 1 Ruas SemarangUngaran).
Penandatanganan
Perjanjian Pengusahaan
Jalan Tol (PPJT) Nusa
Dua-Ngurah Rai-Benoa.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

1991
Pengoperasian
Jalan Tol Jakarta
Outer Ring Road

2012
Implementasi
e-Toll Pass.

1998
Pengoperasian
Jalan Tol Palikanci
(Palimanan-Kanci)

2013
Pengoperasian Jalan
Tol Nusa Dua-Ngurah
Rai-Benoa (Jalan Tol Bali
Mandara) dan Jalan Tol
JORR W2 Utara (Ruas Kebon
Jeruk-Ciledug).

14

Identitas Perseroan
Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Riwayat Singkat Jasa


Marga
Untuk mendukung gerak pertumbuhan
ekonomi, Indonesia membutuhkan
jaringan jalan yang handal. PT
Jasa Marga (Persero) Tbk. dibentuk
berdasarkan Peraturan Pemerintah
Republik Indonesia No. 04 tahun 1978
tentang Penyertaan Modal Negara
Republik Indonesia dalam pendirian
Perusahaan Perseroan (Persero) di
bidang pengelolaan, pemeliharaan
dan pengadaan jaringan jalan tol, serta
ketentuan-ketentuan pengusahaannya
(Lembaran Negara Republik Indonesia
No. 04 tahun 1978 juncto Surat

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Keputusan Menteri Keuangan Republik


Indonesia No. 90/KMK.06/1978 tentang
Penetapan Modal Perusahaan Perseroan
(Persero) PT Jasa Marga tanggal 27
Februari 1978).
Perseroan didirikan berdasarkan Akta
No. 1 tanggal 01 Maret 1978, dengan
nama, PT Jasa Marga (Indonesia
Highway Corporation), yang kemudian
diubah berdasarkan Akta No.187 tanggal
19 Mei 1981 dan nama Perseroan diubah
menjadi PT Jasa Marga (Persero),
keduanya dibuat dihadapan Kartini
Muljadi, SH., pada saat itu Notaris
di Jakarta.

15

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Pada awal berdirinya, Perseroan


berperan tidak hanya sebagai operator
tetapi memikul tanggung jawab
sebagai otoritas jalan tol di Indonesia.
Hingga tahun 1987 Perseroan adalah
satu-satunya penyelenggara jalan tol
di Indonesia yang pengembangannya
dibiayai Pemerintah dengan dana
berasal dari pinjaman luar negeri serta
penerbitan obligasi Jasa Marga. Sebagai
jalan tol pertama di Indonesia yang
dioperasikan oleh Perseroan, Jalan
Tol Jagorawi (Jakarta-Bogor-Ciawi)
merupakan tonggak sejarah bagi
perkembangan industri jalan tol di
Tanah Air yang mulai dioperasikan sejak
tahun 1978.
Pada akhir dasawarsa tahun 1980an Pemerintah Indonesia mulai
mengikutsertakan pihak swasta untuk
berpartisipasi dalam pembangunan
jalan tol melalui mekanisme Build,
Operate and Transfer (BOT). Pada
dasawarsa tahun 1990-an Perseroan
lebih berperan sebagai lembaga otoritas
yang memfasilitasi investor-investor
swasta yang sebagian besar ternyata
gagal mewujudkan proyeknya. Beberapa
jalan tol yang diambil alih Perseroan
antara lain adalah JORR (Jakarta Outer
Ring Road) dan Cipularang.
Dengan terbitnya Undang Undang
No. 38 tahun 2004 tentang Jalan yang
menggantikan Undang Undang No. 13
tahun 1980 serta terbitnya Peraturan
Pemerintah No. 15 Tahun 2005 yang
mengatur lebih spesifik tentang jalan
tol, terjadi perubahan mekanisme bisnis
jalan tol diantaranya adalah dibentuknya
Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) sebagai
regulator industri jalan tol di Indonesia,
serta penetapan tarif tol oleh Menteri
Pekerjaan Umum dengan penyesuaian
setiap dua tahun. Dengan demikian
peran otorisator dikembalikan dari
Perseroan kepada Pemerintah. Sebagai
konsekuensinya, Perseroan menjalankan
fungsi sepenuhnya sebagai sebuah

perusahaan pengembang dan operator


jalan tol yang akan mendapatkan ijin
penyelenggaraan tol dari Pemerintah.
Pembangunan dan pengoperasian jalan
tol sejak saat itu didasarkan kepada
konsep investasi dimana Perseroan
sebagai investor akan berinvestasi pada
jalan-jalan tol yang mempunyai tingkat
kelayakan pengembalian secara finansial
sesuai dengan masa konsesi. Proses
untuk mendapatkan konsesi jalan tol
baru juga harus melalui pembentukan
entitas bisnis usaha tersendiri. Melalui
Anak Perusahaan yang dibentuk
Perseroan dengan beberapa partner
usaha, sampai dengan akhir tahun 2013,
Perseroan memiliki tambahan sembilan
ruas jalan tol baru dengan panjang
211 km dimana Perseroan mempunyai
kepemilikan mayoritas lebih dari 51%.

Kegiatan Usaha
Berdasarkan keputusan Rapat Umum
Pemegang Saham Luar Biasa pada
tanggal 12 September 2007 tentang
perubahan seluruh Anggaran Dasar
Perseroan dalam rangka Penawaran
Umum Perdana Saham, termasuk
peningkatan modal dasar, modal
ditempatkan dan disetor, perubahan
nilai nominal dan klasifikasi saham,
perubahan status Perseroan dari
perusahaan tertutup menjadi
perusahaan terbuka, dan perubahan
nama Perseroan menjadi Perusahaan
Perseroan (Persero) PT Jasa Marga
(Indonesia Highway Corporatama)
Tbk. atau PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
Keputusan mengenai perubahan seluruh
Anggaran Dasar tersebut dinyatakan
dalam Akta No. 27 tanggal 12 September
2007 dari Notaris Ny. Poerbaningsih
Adi Warsito SH. Akta tersebut telah
memperoleh pengesahan dari Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia melalui Keputusan No. W710487 HT.01.04-TH.2007 tanggal 21
September 2007.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Anggaran Dasar Perseroan telah


mengalami beberapa kali perubahan
dan Anggaran Dasar terakhir telah
diumumkan dalam Tambahan No. 27404
dari Berita Negara Republik Indonesia
tanggal 12 Desember 2008 No. 100 dan
terakhir diubah dengan Akta Pernyataan
Keputusan Rapat No. 33 tanggal 05
April 2011 yang dibuat dihadapan
Notaris Ny. Poerbaningsih Adi Wasito,
SH., Notaris di Jakarta sebagaimana
telah disetujui oleh Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dengan keputusannya No.
AHU-20228.AH.01.02 tahun 2011
tanggal 21 April 2011, dan terakhir
diubah sebagaimana Akta Pernyataan
Keputusan Rapat Umum Pemegang
Saham Luar Biasa No. 95 tanggal 21
Juni 2012 yang dibuat dihadapan
Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, SH.,
Notaris di Jakarta dan telah mendapat
surat penerimaan pemberitahuan dari
Direktorat Jenderal Administrasi Hukum
Umum Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Manusia No. AHU-AH.01.10-25313
tanggal 10 Juli 2012.
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran
Dasar, maksud dan tujuan Perseroan
adalah turut serta melaksanakan dan
menunjang kebijaksanaan dan program
Pemerintah di bidang ekonomi dan
pembangunan nasional pada umumnya,
khususnya pembangunan di bidang
pengusahaan jalan tol dengan sarana
penunjangnya dengan menerapkan
prinsip-prinsip perusahaan terbatas.
Untuk mencapai maksud dan tujuan
tersebut, Perseroan melaksanakan
kegiatan usaha utama sebagai berikut:
1. Melakukan perencanaan teknis,
pelaksanaan konstruksi, pengoperasian
dan/atau pemeliharaan jalan tol.
2. Mengusahakan lahan di ruang milik
jalan tol (Rumijatol) dan lahan yang
berbatasan dengan Rumijatol untuk
tempat istirahat dan pelayanan,

berikut dengan fasilitas-fasilitas dan


usaha lainnya.

16

Identitas Perseroan
Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Kegiatan usaha tersebut dilakukan


Perseroan melalui proses merencanakan,
membangun, mengoperasikan dan
memelihara jalan tol serta sarana
kelengkapannya agar jalan tol dapat
berfungsi sebagai jalan bebas hambatan
yang memberikan manfaat lebih tinggi
daripada jalan umum bukan tol.

Untuk mendukung ekspansi dan


pengembangan Perseroan, pada tahun
2007, Perseroan menjadi perusahaan
terbuka dan tercatat di Bursa Efek
Indonesia (dahulu Bursa Efek Jakarta)
sejak Pemerintah melepas 30%
sahamnya kepada masyarakat pada
tanggal 12 November 2007.

Melalui Perjanjian Pengusahaan Jalan


Tol (PPJT) yang ditandatangani pada
tanggal 07 Juli 2006, 13 (tiga belas)
ruas jalan tol Perseroan yang sudah
beroperasi saat itu mempunyai masa
konsesi selama 40 tahun berlaku
efektif sejak 01 Januari 2005, dengan
pengecualian PPJT JORR Seksi S yang
pada tahun 2013, Jasa Marga telah
ditunjuk sebagai operator sementara
berdasarkan Keputusan Menteri
Pekerjaan Umum No.80.1/KPTS/M/2013
tentang Pengoperasian Sementara Jalan
Tol Lingkar Luar Jakarta Seksi Pondok
Pinang-Jagorawi (JORR S).

Selain terus berupaya menambah


jumlah konsesi jalan tol baru, Perseroan
juga menambah porsi kepemilikan di
anak perusahaan pemegang konsesi
jalan tol. Tahun 2009, Perseroan
meningkatkan penyertaan kepemilikan
saham dan menjadi pemegang saham
mayoritas pada PT Marga Kunciran
Cengkareng, pemegang konsesi Jalan
Tol Cengkareng-Kunciran; PT Marga
Trans Nusantara, pemegang konsesi
Jalan Tol Kunciran-Serpong; dan PT
Marga Nujyasumo Agung, pemegang
konsesi Jalan Tol Surabaya-Mojokerto
yang mempunyai masa konsesi
35 tahun.

Dalam perkembangannya, Perseroan


terus melakukan upaya untuk
menambah kepemilikan konsesi jalan
tol baru. Sejak tahun 2006, Perseroan
telah menandatangani 6 perjanjian
pengusahaan jalan tol (PPJT) yaitu
Jalan Tol Bogor Outer Ring Road yang
konsesinya dipegang oleh PT Marga
Sarana Jabar, Jalan Tol Semarang-Solo
oleh PT Trans Marga Jateng, Jalan
Tol Gempol-Pasuruan oleh PT Trans
Marga Jatim Pasuruan, PPJT GempolPandaan oleh PT Jasamarga Pandaan
Tol, Jalan Tol JORR W2 Utara oleh PT
Marga Lingkar Jakarta, dan Jalan Tol
Surabaya-Mojokerto oleh PT Marga
Nujyasumo Agung.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Tahun 2011, Perseroan meningkatkan


penyertaan kepemilikan saham hingga
menjadi pemegang saham mayoritas
dengan melakukan pembelian saham
pemegang saham eksisting pada PT
Marga Bumi Adhikaraya sebagai pemilik
konsesi Jalan Tol Gempol-Pandaan
dengan masa konsesi 35 tahun. Selain
itu, bersama konsorsium 4 (empat)
BUMN, BUMD dan Pemerintah Daerah,
Perseroan ditunjuk sebagai pemrakarsa
proyek Jalan Tol Nusa Dua-Ngurah
Rai-Benoa di Bali dengan masa konsesi
45 tahun. Sehingga sampai dengan
akhir tahun 2013 Perseroan mempunyai
tambahan 9 konsesi ruas jalan tol baru

17

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

melalui Anak Perusahaan dimana


Perseroan menjadi pemegang
saham mayoritas.
Melalui 9 Cabang dan 10 Anak
Perusahaan bidang usaha jalan tol,
Perseroan adalah pemegang konsesi
untuk 22 ruas jalan tol yang 18 ruas
diantaranya sepanjang 560 km telah
beroperasi, termasuk empat ruas baru
yang dioperasikan secara bertahap yaitu
Jalan Tol Bogor Outer Ring Road Seksi
1 Ruas Sentul Selatan-Kedung Halang
(3,8 km), Jalan Tol Semarang-Solo Seksi 1
Ruas Semarang-Ungaran (10,8 km), Jalan
Tol Surabaya-Mojokerto Seksi 1A Ruas
Waru-Sepanjang (2,3 km), Jalan Tol JORR
W2 Utara Ruas Kebon Jeruk-Ciledug (5,7
km) dan mengoperasikan secara penuh
Jalan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa
(10 km), sehingga sampai dengan akhir
tahun 2013, Perseroan menguasai 73%
pangsa pasar industri jalan tol dari segi
panjang jalan (km) di Indonesia.
Berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan,
Perseroan juga melakukan kegiatan
usaha penunjang, yaitu:

Hal ini dilakukan untuk mensinergikan


dan memaksimalkan pengembangan
aset-aset yang dimiliki Perseroan.
Kegiatan usaha penunjang diperkuat
dengan mendirikan dua entitas anak
perusahaan yaitu PT Sarana Marga
Utama yang didirikan pada tahun
1988 dan diakuisisi sejak tahun 2010
bergerak dalam bidang jasa konstruksi,
perdagangan dan persewaan
kendaraan serta PT Jasamarga Properti
yang didirikan pada tahun 2013 dan
bergerak dalam bidang pembangunan,
perdagangan dan jasa terkait properti.
Pada kedua entitas tersebut, Perseroan
merupakan pemegang saham mayoritas.
Pendapatan utama Perseroan berasal
dari transaksi kendaraan yang melewati
jalan tol (pendapatan tol). Selain itu
pendapatan Perseroan juga berasal
dari pendapatan usaha non tol yang
terdiri dari sewa lahan, pendapatan
iklan, tempat peristirahatan dan jasa
pengoperasian jalan tol pihak lain serta
jasa pemeliharaan.

1. Bidang pengembangan properti di


wilayah yang berdekatan dengan
koridor jalan tol.
2. Bidang pengembangan jasa untuk
usaha-usaha yang terkait dengan
moda-moda/sarana transportasi,
pendistribusian material cair/padat/gas,
jaringan sarana informasi, teknologi
dan komunikasi, terkait dengan koridor
jalan tol.
3. Bidang jasa dan perdagangan untuk
layanan konstruksi, pemeliharaan dan
pengoperasian jalan tol.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Selain terus
berupaya
menambah
jumlah konsesi
jalan tol baru,
Perseroan juga
menambah
porsi
kepemilikan
di anak
perusahaan
pemegang
konsesi jalan
tol.

18

Identitas Perseroan

Visi, Misi & Tata Nilai


Perseroan

Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Memperhatikan pencapian kinerja perusahaan dalam kurun waktu 35 Tahun sejak Tahun 1978 hingga
Tahun 2013, serta mencermati perubahan lingkungan eksternal Perseroan dan peluang bisnis baik di
Jalan Tol dan diluar Jalan Tol, maka Perseroan memandang perlu untuk melakukan perumusan Visi,
Misi, dan Tata Nilai Perusahaan untuk masa 5 dan 10 Tahun mendatang. Perumusan Visi, Misi, dan Tata
Nilai Perseroan dilakukan dengan melibatkan seluruh pihak yang tekait, yaitu antara lain: Komisaris,
Direksi, dan Karyawan, serta memperhatikan kepentingan dari para Pemangku Kepentingan.

Visi, Misi, dan Tata Nilai Perseroan ini telah disetujui oleh Dewan Komisaris
dan Direksi melalui Keputusan Direksi No. 50/KPTS/2013 tanggal 01 Maret
2013 tentang Visi, Misi dan Tata Nilai Perusahaan.
Tahapan Penyusunan Visi, Misi, Tata
Nilai Perusahaan
1. Direksi melakukan evaluasi terhadap
pencapain kinerja dan kekuatan
internal Perseroan
2. Direksi melakukan evaluasi
terhadap perubahan strategis
lingkungan eksternal Perseroan dan
mempertimbangkan peluang bisnis
di masa akan datang
3. Direksi melakukan evaluasi dan
identifikasi terhadap harapan
dan kebutuhan para pemangku
kepentingan
4. Dengan mempertimbangkan
Kekuatan Internal dan Peluang
Eksternal serta harapan para
pemangku kepentingan, Direksi
merumuskan Visi, Misi dan Tata Nilai
Perseroan
5. Visi, Misi dan Tata Nilai tersebut
kemudian disampaikan dan
dievaluasi oleh Dewan Komisaris
yang kemudian ditetapkan dan
disepakati bersama oleh Dewan
Komisaris dan Direksi
6. Direksi menetapkan Visi, Misi dan
Tata Nilai Perseroan melalui Surat
Keputusan Direksi.

Dewan Komisaris dan Direksi secara
berkala setiap tahun melakukan
evaluasi terhadap pencapaian Visi dan
Misi Perseroan.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Bagan Proses Penyusunan


Visi, Misi dan Tata Nilai Perusahaan

KEBUTUHAN DAN
HARAPAN PARA
PEMANGKU KEPENTINGAN

DIREKSI DAN
DEWAN KOMISARIS
VISI, MISI & TATA NILAI

PERUBAHAN STRATEGIS
LINGKUNGAN EKSTERNAL
DAN PELUANG BISNIS

PENCAPAIAN KINERJA
DAN KEKUATAN
INTERNAL PERUSAHAAN

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. L aporan Tahunan 2 0 1 3

19

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Visi dan Misi


Untuk memberikan Kejelasan Arah (Clarity of Direction) dan tujuan bersama yang akan dicapai
(Unifying Focal Point), dilakukan review kembali terhadap Visi Perseroan dengan melakukan evaluasi
terhadap kekuatan Perseroan dan peluang bisnis dalam jangka panjang baik di Jalan Tol
maupun usaha Lain. Visi Perseroan adalah :

Visi Tahun 2017

Menjadi Perusahaan
Pengembang dan Operator
Jalan Tol Terkemuka di
Indonesia.

Visi Tahun 2022

Menjadi Salah Satu Perusahaan


Terkemuka di Indonesia.

Yang dimaksud Perusahaan Terkemuka adalah sebagai berikut:


Memiliki keuntungan finansial (financial soundness) yang relatif tinggi di Industrinya dan memberikan
nilai investasi dalam jangka panjang (long-term investment value)
Menjadi market leader di industrinya
Selalu melakukan inovasi sehingga mempunyai kualitas produk dan layanan yang ekselen, melalui
inovasi yang terus menerus
Memiliki tanggung jawab sosial kepada masyarakat dan lingkungan
Mempunyai Manajemen Perusahaan yang berkualitas
Menjadi panutan dalam pengelolaan Human Capital bagi Perusahaan lain dan menjadi pilihan untuk
berkarir bagi orang orang yang bertalenta

Dalam melakukan perumusan Misi Perseroan, dilakukan evaluasi kembali terhadap alasan keberadaan
Perseroan (Reason For Being), Tujuan Perseroan (Fundamental Purpose) serta mengkomunikasikan
manfaat Perseroan (Value). Misi Perseroan adalah:

Misi

1. Mewujudkan Percepatan Pembangunan Jalan Tol.


2. Menyediakan Jalan Tol yang Efisien dan Andal.
3. Meningkatkan Kelancaran Distribusi Barang dan Jasa.
Arti dari Misi Perseroan adalah bahwa Perseroan secara sadar memahami keberadaan Perseroan
dalam kegiatan usahanya sebagai pengembangan dan pengoperasian jalan tol, mempunyai tugas untuk
mewujudkan Percepatan Pembangunan Jalan Tol untuk mendukung program pertumbuhan ekonomi
yang dicanangkan oleh Pemerintah. Selain itu, Perseroan juga memahami bahwa keberadaan Jalan Tol
yang dikelola oleh Perseroan harus memberikan manfaat bagi pengguna jalan yang membutuhkan Jalan
Tol yang efisien dan andal serta membutuhkan kelancaran distribusi barang dan jasa.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

20

Identitas Perseroan
Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013

Tata Nilai

Laporan
Manajemen

Untuk menjalankan Misi Perseroan dan mencapai Visi Perseroan, Jasa Marga
telah menyusun Tata Nilai yang menjadi Pedoman Prinsip (Guiding Principles)
dalam Berperilaku (Behaviour) dan Membuat Keputusan (Decision Making), maka
dilakukan review terhadap Tata Nilai Perseroan. Tata Nilai tersebut dibangun atas
dasar tata empat nilai pokok yang diakui dan dikembangkan bersama, yaitu: Jujur,
Sigap, Mumpuni dan Respek. Secara rinci arti dan penjelasan maksud dari Tata Nilai
Perseroan adalah sebagai berikut:

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

J
S
M
R

JUJUR
Jasa Marga dalam menjalankan kegiatan usahanya
selalu JUJUR, adil, transparan dan bebas dari benturan
kepentingan.

SIGAP
Jasa Marga SIGAP melayani pelanggan dan pemangku
kepentingan lainnya dengan bertindak peduli dan
proaktif serta tetap mengedepankan kehati-hatian.
MUMPUNI
Jasa Marga MUMPUNI dalam bekerja atas dasar
kompetensi, konsisten dan inovatif.
RESPEK
Jasa Marga RESPEK terhadap pemangku
kepentingan dalam bersinergi mencapai
prestasi.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

21

22

Identitas Perseroan

Struktur Organisasi

Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga

Selain melakukan perubahan Visi, Misi dan Tata Nilai Perseroan, pada tahun 2013 Perseroan juga melakukan pengembangan

Ikhtisar 2013

dengan kebijakan strategis di bidang human capital yang berbasis pada kompetensi. Perseroan memerlukan organisasi yang

Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru

struktur organisasi. Hal ini dianggap perlu dalam rangka mencapai Visi Misi serta rencana strategis bisnis Perseroan dan sesuai
merupakan pengelompokan fungsi dengan pendekatan hard dan soft competence untuk menunjang efektifitas dan kinerja
organisasi.
Struktur Organisasi Perseroan berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 41/KPTS/2013 tanggal 01 Maret 2013 adalah
sebagai berikut:

Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

Struktur Organisasi Perseroan

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

DIREKTUR
UTAMA
ADITYAWARMAN

DIREKTUR OPERASI

DIREKTUR
PENGEMBANGAN USAHA

DIREKTUR SUMBER
DAYA MANUSIA DAN
UMUM

HASANUDIN

ABDUL HADI Hs.

MUH NAJIB FAUZAN

INTERNAL AUDIT

DIVISI OPERATION
MANAGEMENT

DIVISI TOLL ROAD


BUSINESS DEVELOPMENT

DIVISI HUMAN CAPITAL


STRATEGY AND POLICY

DJOKO DWIJONO

TARULI M. HUTAPEA

DEDI KRISNARIAWAN S.

UNGGUL CARIAWAN

CORPORATE
SECRETARY

DIVISI MAINTENANCE

DAVID WIJAYATNO

AYU WIDYA KISWARI

DIVISI RELATED
BUSINESS DEVELOPMENT
AGUS SETIAWAN

DIVISI HIGHWAY AND


TRAFFICE ENGINEERING
SONHADJI SURAHMAN

BRANCH OFFICES

TOLL ROAD
SUBSIDIARIES

NON TOLL ROAD


SUBSIDIARIES

DIVISI HUMAN CAPITAL


SERVICES
SUTIRYA WIRIAS SASTRA

DIVISI GENERAL AFFAIRS


BAMBANG SANCOYO

UNIT REST AREA


BUSINESS
LEONA ROEDHIANITASARI L.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

UNIT JASA MARGA


DEVELOPMENT CENTER
ENKKY SASONO A. W.

23

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Perseroan memiliki 4 direktorat dimana

Sementara itu, Direktorat SDM dan

Selain unit-unit kerja di atas, Perseroan

setiap direktorat memiliki fungsi dan

Umum melakukan pengelolaan dan

juga memiliki beberapa unit kerja yang

ruang lingkup kerja masing-masing.

pengembangan sumber daya manusia

langsung dikendalikan oleh Direktur

Direktorat operasi melalui Divisi Operation

melalui Divisi Human Capital Strategy and

Utama yaitu Unit Internal Audit dan

Management melakukan pengelolaan

Policy, Divisi Human Capital Services, serta

Corporate Secretary. Sedangkan Divisi Risk

terhadap kegiatan operasional perusahaan,

pengelolaan kegiatan administrasi umum

and Quality Management, Divisi Legal dan

seperti pengumpulan tol dan pelayanan

melalui Divisi General Affairs. Direktorat

Divisi Information Technology sebagai

lalu lintas, sementara Divisi Maintenance

Keuangan melalui Divisi Corporate

pengelola risiko, teknologi dan hukum

melakukan kegiatan pemeliharaan

Planning, Divisi Finance and Accounting

korporasi serta Branch Offices, Toll Road

jalan tol. Direktorat Pengembangan

serta Unit Community Development

Subsidiaries, Non Toll Road Subsidiaries,

Usaha melalui Divisi Toll Road Business

Program, melakukan perencanaan,

Unit Rest Area Business dan Unit Jasa

Development, Divisi Related Business

pengendalian serta pengelolaan

Marga Development Center berada di

Development, Divisi Highway dan Traffic

keuangan Perseroan.

bawah kendali Direksi Perseroan.

Engineering melakukan pengelolaan


kegiatan investasi pembangunan jalan tol
baru dan pengembangan usaha lain serta
pemantauan dan pengendalian kinerja
Anak Perusahaan.

DIREKTUR KEUANGAN

REYNALDI HERMANSJAH

DIVISI CORPORATE
PLANNING

DIVISI RISK AND QUALITY


MANAGEMENT

MOHAMMAD SOFYAN

SATRIA GANEFANTO

DIVISI FINANCE AND


ACCOUNTING

DIVISI LEGAL

SYACHRIANI ATIM

TOLU ISMED ARIEF

UNIT COMMUNITY
DEVELOPMENT PROGRAM

DIVISI INFORMATION
TECHNOLOGY

ENKKY SASONO A. W.

D. HARI PRATAMA

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

24

Identitas Perseroan

Pejabat Senior Jasa Marga

Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga

Kantor Pusat

Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

David Wijayatno

Djoko Dwijono

Satria Ganefanto

Corporate Secretary

Head of Internal Audit

VP Risk and Quality Management

Profil dapat dilihat di Profil


Corporate Secretary.

Profil dapat dilihat di Profil Head


of Internal Audit.

Profil dapat dilihat di Profil


VP Risk and Quality Management

Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Taruli M. Hutapea

Ayu Widya Kiswari

Sonhadji Surahman

VP Operation Management

VP Maintenance

VP Highway and Traffic Engineering

Menjabat sebagai VP Operation


Management sejak 01 Juli 2012.
Bergabung dengan Jasa Marga sejak
1986. Menyelesaikan pendidikan S1
Teknik Sipil dari Universitas Indonesia
pada tahun 1999. Sebelumnya
menempati berbagai posisi kunci di Jasa
Marga diantaranya Kepala Sub Divisi
Manajemen Pengumpulan Tol Divisi
Manajemen Operasi (2007-2009) dan
Kepala Sub Divisi Pengendalian Sistem
Pengumpulan Tol Divisi Pengumpulan Tol
(2001-2007).

Menjabat sebagai VP Maintenance sejak


20 Januari 2014. Bergabung dengan
Jasa Marga sejak 1995. Menyelesaikan
pendidikan S1 Teknik Sipil Perhubungan
dari Institut Teknologi Sepuluh November
Surabaya pada tahun 1994. Sebelumnya
menempati berbagai posisi kunci di
Jasa Marga diantaranya Kepala Sub
Divisi Pengendalian Pemeliharaan Divisi
Pemeliharaan (2009-2011) dan Kepala
Sub Divisi Program, Persiapan dan Tata
Laksana Pemeliharaan (2007-2009).

Menjabat sebagai VP Highway and Traffic


Engineering sejak 20 Januari 2014. Bergabung
dengan Jasa Marga sejak tahun 1985.
Menyelesaikan pendidikan S1 Sipil Umum dari
Universitas Diponegoro pada tahun 1984 dan
S2 Teknik Sipil dari Universitas Indonesia pada
tahun 2002. Sebelumnya menempati berbagai
posisi kunci di Jasa Marga diantaranya Direktur
Utama PT Marga Lingkar Jakarta (2009-2014)
dan Direktur Teknik PT Marga Trans
Nusantara (2008).

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

25

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Dedi Krisnariawan Sunoto

Mohamad Agus Setiawan

Unggul Cariawan

VP Toll Road Business Development

VP Related Business Development

VP Human Capital Strategy and Policy

Menjabat sebagai VP Toll Road Business


Development sejak 29 September 2006.
Bergabung dengan Jasa Marga sejak tahun
1989. Menyelesaikan pendidikan S1 Teknik
Sipil dari Universitas Gajah Mada pada tahun
1988 dan S2 Master of Management Program
dari Universitas Pelita Harapan pada tahun
2007. Sebelumnya menempati berbagai posisi
kunci di Jasa Marga diantaranya Kepala Sub
Divisi Investasi Jalan Tol Divisi Pengembangan
Usaha (2001-2006) dan Kepala Sub Divisi
Pengendalian Investasi Divisi Pengembangan
Investasi (1999-2001).

Menjabat sebagai VP Related Business


Development sejak 08 Mei 2012. Bergabung
dengan Jasa Marga sejak tahun 1996.
Menyelesaikan pendidikan S1 Teknik Sipil
dari Institut Teknologi Bandung pada tahun
1995 dan S2 Teknik Pengelolaan Jaringan
Jalan Departemen Pekerjaan Umum dari
Universitas Parahyangan Bandung pada
tahun 2009. Sebelumnya menempati
berbagai posisi kunci di Jasa Marga
diantaranya Kepala Sub Divisi Perencanaan
Investasi Usaha Lain Divisi Pengembangan
Usaha Lain (2010-2012) dan Kepala Sub
Divisi Pengendalian Investasi Jalan Tol Divisi
Pengembangan Jalan Tol (2008-2010).

Menjabat sebagai VP Human Capital Strategy and


Policy sejak 01 Oktober 2010. Bergabung dengan
Jasa Marga sejak tahun 1988. Menyelesaikan
pendidikan S1 Teknik Sipil Perhubungan dari
Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya
pada tahun 1986 dan S2 Manajemen Keuangan dari
Universitas Indonesia pada tahun 1999. Sebelumnya
menempati berbagai posisi kunci di Jasa Marga
diantaranya Kepala Biro Manajemen Mutu dan Risiko
(2010) dan Kepala Bagian Tata Usaha Pimpinan dan
Informasi Penanam Modal (2001).

Sutirya Wirias sastra

Bambang Sancoyo

Mohammad Sofyan

GM Human Capital Services

GM General Affairs

VP Corporate Planning

Menjabat sebagai GM Human Capital


Services sejak 01 Juli 2013. Bergabung
dengan Jasa Marga sejak 1981.
Menyelesaikan pendidikan S1 Manajemen
Perekonomian dari STIA LAN Jakarta pada
tahun 1999. Sebelumnya menempati
berbagai posisi kunci di Jasa Marga
diantaranya Kepala Unit Program Kemitraan
dan Program Bina Lingkungan (2011-2013)
dan Kepala Bagian SDM dan Umum Cabang
Jakarta-Cikampek (2007-2011).

Menjabat sebagai GM General Affairs sejak


29 September 2006. Bergabung dengan
Jasa Marga sejak tahun 1995. Menyelesaikan
pendidikan S1 Akuntansi dari Universitas
Gadjah Mada, Yogyakarta pada tahun
1982 dan S2 Magister Manajemen dari
Universitas Pelita Harapan pada tahun 2005.
Sebelumnya menempati berbagai posisi
kunci di Jasa Marga diantaranya Kepala Biro
Akuntansi (1999-2006) dan Kepala Bagian
Dana Kerja Biro Keuangan (1997-1999).

Menjabat sebagai VP Corporate Planning sejak 06


Maret 2012. Bergabung dengan Jasa Marga sejak
tahun 1997. Menyelesaikan pendidikan S1 Teknik
Sipil dari Institut Teknologi 10 November Surabaya
pada tahun 1996, S2 Project Management dari
Universitas Indonesia pada tahun 2003 dan S2
Business & IT dari The University of Melbourne
pada tahun 2007. Sebelumnya menempati
berbagai posisi kunci di Jasa Marga diantaranya
Kepala Bagian Monitoring dan Evaluasi
Program Kerja Perusahaan Biro Perencanaan
Perusahaan (2010-2012) dan Kepala Bagian
Analisa Pengembangan Teknologi Biro Teknologi
Informasi Perusahaan (2008-2010).

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

26

Identitas Perseroan
Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Syachriani Atim

Tolu Ismed Arief

VP Finance and Accounting

VP Legal

Menjabat sebagai VP Finance and


Accounting sejak 01 Oktober 2011.
Bergabung dengan Jasa Marga sejak
tahun 1984. Menyelesaikan pendidikan
S1 Akuntansi dari STIE YAI Jakarta pada
tahun 1994. Sebelumnya menempati
berbagai posisi kunci di Jasa Marga
diantaranya Kepala Bagian Treasury Biro
Keuangan dan Akuntansi (2007-2011)
dan Kepala Bagian Keuangan Cabang
Jakarta-Cikampek (2006-2007).

Menjabat sebagai VP Legal sejak 29


September 2006. Bergabung dengan Jasa
Marga sejak tahun 1989. Menyelesaikan
pendidikan S1 Hukum Perdata dari
Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta
pada tahun 1987. Sebelumnya menempati
berbagai posisi kunci di Jasa Marga
diantaranya Kepala Bagian Korporasi dan
Perjanjian Biro Hukum (2001-2006) dan
Kepala Sub Bagian Perancangan Peraturan,
Inventarisasi dan Dokumentasi Biro
Administrasi (1992-1994).

D. Hari Pratama
VP Information Technology
Menjabat sebagai VP Information
Technology sejak 01 Mei 2013.
Bergabung dengan Jasa Marga sejak
tahun 1997. Menyelesaikan pendidikan
S1 Teknik Sipil dari Institut Teknologi
Sepuluh Nopember pada tahun 1995 dan
S2 Teknik Sipil dari Queensland University
of Technology Australia pada tahun
2001. Sebelumnya menempati berbagai
posisi kunci di Jasa Marga diantaranya
Pemimpin Proyek Bisnis Pengembangan
Properti di Koridor Jalan Tol di Jawa
Timur (2012-2013) dan Kepala Divisi
Pengembangan Usaha Lain (2010-2012).

Kantor Cabang

Enkky Sasono A. W.

Hardjono Santoso

Agus Purnomo

GM Jasa Marga Development

GM Jagorawi Branch

Center

Menjabat sebagai GM Jagorawi


Branch sejak 01 Juli 2012. Bergabung
dengan Jasa Marga sejak tahun 1986.
Menyelesaikan pendidikan S1 Teknik
Sipil dari Universitas Diponegoro pada
tahun 1985. Sebelumnya menempati
berbagai posisi kunci di Jasa Marga
diantaranya Kepala Cabang Purbaleunyi
(2006-2012) dan Kepala Cabang
Palikanci (2002-2006).

GM Cawang-Tomang-Cengkareng

Menjabat sebagai GM Jasa Marga


Development Center sejak 08 Desember
2011. Bergabung dengan Jasa Marga sejak
tahun 1986. Menyelesaikan pendidikan S1
Administrasi Niaga dari STIA LAN Jakarta
pada tahun 1996 dan S2 Manajemen
dari STIE IPWI Jakarta pada tahun 2001.
Sebelumnya menempati berbagai posisi
kunci di Jasa Marga diantaranya Kepala
Unit Program Kemitraan dan Program Bina
Lingkungan (2011) dan Kepala Bagian SDM
dan Umum Cabang Surabaya-Gempol
(2007-2011).

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Branch
Menjabat sebagai GM Cawang-TomangCengkareng sejak 20 Januari 2014.
Bergabung dengan Jasa Marga sejak tahun
1988. Menyelesaikan pendidikan S1 Teknik
Sipil dari Institut Teknologi 10 November
Surabaya pada tahun 1987. Sebelumnya
menempati berbagai posisi kunci di Jasa
Marga diantaranya Kepala Cabang SurabayaGempol (2008-2014) dan Kepala Cabang
Semarang (2006-2008).

27

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Yudhi Krisyunoro

Supratowo

Ricky Distawardhana

GM Jakarta-Cikampek Branch

GM Jakarta-Tangerang Branch

GM Purbaleunyi Branch

Menjabat sebagai GM Jakarta-Cikampek


Branch sejak 01 Juli 2012. Bergabung dengan
Jasa Marga sejak tahun 1986. Menyelesaikan
pendidikan S1 Teknik Sipil Struktur dari
Institut Teknologi Bandung pada tahun
1985 dan S2 Teknik Sipil Transportasi dari
Universitas Indonesia pada tahun 1998.
Sebelumnya menempati berbagai posisi
kunci di Jasa Marga diantaranya Pimpinan
Proyek Penambahan Lajur Jalan Tol Jagorawi
dan Relokasi Gerbang Tol Taman Mini (20102012) dan Kepala Bagian Pelayanan Lalu
Lintas dan Keamanan Ketertiban Cabang
Jagorawi (2009-2010).

Menjabat sebagai GM JakartaTangerang Branch sejak 01 Juli 2012.


Bergabung dengan Jasa Marga
sejak tahun 1986. Menyelesaikan
pendidikan S1 Teknik Sipil dari
Universitas Diponegoro pada tahun
1985. Sebelumnya menempati
berbagai posisi kunci di Jasa Marga
diantaranya Kepala Cabang Semarang
(2009-2012) dan Kepala Bagian
Pelayanan Lalu Lintas dan Keamanan
Ketertiban Merangkap Kepala Bagian
Pemeliharaan Cabang Jagorawi
(2007-2009).

Menjabat sebagai GM Purbaleunyi


Branch sejak 20 Januari 2014. Bergabung
dengan Jasa Marga sejak tahun 1989.
Menyelesaikan pendidikan S1 Teknik Sipil
dari Institut Teknologi Bandung pada tahun
1989. Sebelumnya menempati berbagai
posisi kunci di Jasa Marga diantaranya VP
Maintenance (2012-2014) dan Kepala Cabang
Jakarta-Tangerang (2009-2012).

Christantio Prihambodo

Roy A. Darwis

GM Surabaya-Gempol Branch

GM Palikanci Branch

Menjabat sebagai GM Surabaya-Gempol


Branch sejak 20 Januari 2014. Bergabung
dengan Jasa Marga sejak tahun 1988.
Menyelesaikan pendidikan S1 Teknik
Sipil dari Universitas Indonesia pada
tahun 1985. Sebelumnya menempati
berbagai posisi kunci di Jasa Marga
diantaranya GM Purbaleunyi Branch
(2012-2014) dan Kepala Sub Divisi
Manajemen Pengumpulan Tol Divisi
Manajemen Operasi (2011-2012).

Menjabat sebagai GM Palikanci sejak 20


Januari 2014. Bergabung dengan Jasa
Marga sejak tahun 1993. Menyelesaikan
pendidikan S1 Teknik Sipil dari Institut
Sains & Teknologi Nasional pada tahun
1991 dan S2 SDM dari Universitas
Krisnadwipayana pada tahun 2004.
Sebelumnya menempati berbagai posisi
kunci di Jasa Marga diantaranya GM
Belmera Branch (2009-2014) dan Kepala
Sub Divisi Manajemen Lalu Lintas Divisi
Manajemen Operasi (2007-2009).

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

28

Proyek

Identitas Perseroan
Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Sari Purnawarman

Raddy R. Lukman

Mulyono

GM Semarang Branch

GM Belmera Branch

Menjabat sebagai GM Semarang


Branch sejak 01 Juli 2012. Bergabung
dengan Jasa Marga sejak tahun 1986.
Menyelesaikan pendidikan S1 Teknik Sipil
dari Universitas Diponegoro pada tahun
2003. Sebelumnya menempati berbagai
posisi kunci di Jasa Marga diantaranya
Kepala Bagian Manajemen Lalu Lintas
Cabang Jagorawi (2010-2012) dan Kepala
Bagian Pengumpulan Tol Cabang JakartaTangerang (2007-2010).

Menjabat sebagai GM Belmera Branch


sejak 20 Januari 2014. Bergabung
dengan Jasa Marga sejak 1996.
Menyelesaikan pendidikan S1 Sipil
dari Universitas Indonesia pada tahun
1994. Sebelumnya menempati berbagai
posisi kunci di Jasa Marga diantaranya
Deputy General Manager Toll Collection
Management Cabang Jakarta-Cikampek
(2012-2014) dan Kepala Bagian
Manajemen Lalu Lintas Cabang JakartaCikampek (2011-2012).

Pemimpin Proyek Pembangunan


Jalan Tol Porong-Gempol
Menjabat sebagai Pemimpin Proyek
Pembangunan Jalan Tol Porong-Gempol sejak
02 Januari 2012. Bergabung dengan Jasa Marga
sejak tahun 1985. Menyelesaikan pendidikan
S1 Teknik Sipil dari ITN Malang pada tahun
1983. Sebelumnya menempati berbagai posisi
kunci di Jasa Marga diantaranya Kepala Bagian
Manajemen Lalu Lintas Cabang Jakarta-Cikampek
(2007-2011) dan Kepala Bagian Pelayanan Lalu
Lintas dan Keamanan dan Ketertiban merangkap
Kepala Bagian Pemeliharaan Cabang JakartaTangerang (2006-2007).

Silverster Aryan Widodo

Bambang Eko

Ari Kristopo

Pemimpin Proyek Bisnis


Pengembangan Usaha
Teknologi Informasi &
Komunikasi

Pemimpin Proyek Penataan dan


Perluasan Kantor Pusat, Gerbang Tol
Taman Mini Utama, Kantor Cabang

Pemimpin Proyek Penambahan


Lajur Jalan Tol Jagorawi dan Relokasi

Menjabat sebagai Pemimpin Proyek


Bisnis Pengembangan Usaha Teknologi
Informasi & Komunikasi sejak 02 Januari
2010. Bergabung dengan Jasa Marga
sejak tahun 1985. Menyelesaikan
pendidikan S1 Teknik Sipil dari Institut
Teknologi Bandung pada tahun 1985.
Sebelumnya menempati berbagai posisi
kunci di Jasa Marga diantaranya Kepala
Divisi Teknik PT Jalantol Lingkarluar
Jakarta (2003-2007) dan Kepala Sub Divisi
Administrasi Teknik Divisi Perencanaan
Teknik (1997-2003).

Jagorawi dan Sekitarnya


Menjabat sebagai GM Jasa Marga Development
Center sejak 08 Desember 2011. Bergabung
dengan Jasa Marga sejak tahun 1986.
Menyelesaikan pendidikan S1 Administrasi
Niaga dari STIA LAN Jakarta pada tahun 1996
dan S2 Manajemen dari STIE IPWI Jakarta pada
tahun 2001. Sebelumnya menempati berbagai
posisi kunci di Jasa Marga diantaranya Kepala
Unit Program Kemitraan dan Program Bina
Lingkungan (2011) dan Kepala Bagian SDM dan
Umum Cabang Surabaya-Gempol (2007-2011).

Menjabat sebagai Pemimpin Proyek Penambahan


Lajur Jalan Tol Jagorawi dan Relokasi Gerbang
Tol Taman Mini Utama sejak 20 Januari 2014.
Bergabung dengan Jasa Marga sejak 1995.
Menyelesaikan pendidikan S1 Sipil Transportasi
dari Universitas Islam Indonesia Yogyakarta pada
tahun 1994. Sebelumnya menempati berbagai
posisi kunci di Jasa Marga diantaranya Direktur
Teknik PT Sarana Marga Utama (2012-2014) dan
Kepala Divisi Manajemen Operasi PT Jalantol
Lingkarluar Jakarta (2009-2011)

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Gerbang Tol Taman Mini Utama

29

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Entitas Anak dan Asosiasi

Leona Roedhianitasari
Legawati
Kepala Unit Bisnis Tempat Istirahat
dan Pelayanan
Menjabat sebagai Kepala Unit Bisnis Tempat
Istirahat dan Pelayanan sejak 01 Oktober
2012. Bergabung dengan Jasa Marga sejak
tahun 1995. Menyelesaikan pendidikan
S1 Transportasi dari Universitas Pancasila
Jakarta pada tahun 1993. Sebelumnya
menempati berbagai posisi kunci di Jasa
Marga diantaranya Pemimpin Proyek
Bisnis Pengembangan Tempat Istirahat
dan Pelayanan (2011-2012) dan Kepala
Bagian Pengendalian Pelaksanaan II Proyek
Bisnis Pengembangan Tempat Istirahat dan
Pelayanan (2009-2011).

Septerianto Sanaf

Muhammad Zahir Siregar

Direktur Utama PT Jalantol


Lingkarluar Jakarta

Direktur Utama PT Marga Sarana Jabar

Menjabat sebagai Direktur Utama


PT Jalantol Lingkarluar Jakarta sejak 01 Juli
2012. Bergabung dengan Jasa Marga sejak
tahun 1986. Menyelesaikan pendidikan
S1 Teknik Sipil dari Universitas Khatolik
Parahyangan Bandung pada tahun 1986.
Sebelumnya menempati berbagai posisi
kunci di Jasa Marga diantaranya Kepala Divisi
Pengumpulan Tol (2003-2006) dan Kepala
Divisi Manajemen Operasi (2006-2012).

Menjabat sebagai Direktur Utama PT Marga Sarana


Jabar sejak 02 Desember 2011. Bergabung dengan
Jasa Marga sejak tahun 1988. Menyelesaikan
pendidikan S1 Teknik Sipil dari Universitas Sumatera
Utara pada tahun 1986 dan S2 Manajemen dari STM
PPM pada tahun 2003. Sebelumnya menempati
berbagai posisi kunci di Jasa Marga diantaranya
Kepala Cabang Palikanci (2006-2011) dan Kepala
Cabang Belmera (2005-2006).

Djadjat Sudradjat

Slamet Sudradjat

A. Tito Karim

Direktur Utama PT Trans Marga


Jateng

Direktur Utama PT Marga


Nujyasumo Agung

Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol

Menjabat sebagai Direktur Utama PT


Trans Marga Jateng sejak November 2011.
Bergabung dengan Jasa Marga sejak tahun
1986. Menyelesaikan pendidikan S1 Teknik
Sipil dari Institut Teknologi Bandung pada
tahun 1985. Sebelumnya menempati
berbagai posisi kunci di Jasa Marga
diantaranya Kepala Divisi Pembangunan
(2006-2009) dan Direktur Utama PT Marga
Nujyasumo Agung (2009-2011).

Menjabat sebagai Direktur Utama PT


Nujyasumo Agung sejak tahun 2011.
Bergabung dengan Jasa Marga sejak tahun
1983. Menyelesaikan pendidikan D3 Teknik
Sipil dari Akademi Teknik Pekerjaan Umum
pada tahun 1980 dan S2 Civil Engineering
dari The University of New South Wales
pada tahun 1991. Sebelumnya menempati
berbagai posisi kunci di Jasa Marga
diantaranya Pemimpin Proyek Persiapan dan
Pembangunan Jalan Tol Gempol-Pasuruan
(2006-2008) dan Pemimpin Proyek Persiapan
dan Pembangunan Jalan Tol Bogor Ring
Road (2005-2006).

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Menjabat sebagai Direktur Utama PT Jasamarga


Bali Tol sejak 02 Desember 2011. Bergabung
dengan Jasa Marga sejak tahun 1986.
Menyelesaikan pendidikan S1 Teknik Sipil dari
Universitas Sriwijaya pada tahun 1984 dan S2
Manajemen SDM dari Ikopin Bandung pada tahun
2006. Sebelumnya menempati berbagai posisi
kunci di Jasa Marga diantaranya Direktur Utama
PT Marga Sarana Jabar (2010-2011), Direktur
Operasi PT Jalantol Lingkarluar Jakarta
(2007-2010).

30

Identitas Perseroan
Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Subakti Syukur

Hengki Herwanto

Direktur Utama PT Marga


Lingkar Jakarta

Direktur Utama PT Transmarga Jatim


Pasuruan

Menjabat sebagai Direktur Utama PT


Marga Lingkar Jakarta sejak 20 Januari
2014. Bergabung dengan Jasa Marga
sejak tahun 1986 Menyelesaikan
pendidikan S1 Sipil dari Institut
Teknologi Bandung pada tahun 1986
dan S2 Manajemen dari Universitas
Kristen Jakarta tahun 2010. Sebelumnya
menempati berbagai posisi kunci di
Jasa Marga diantaranya GM CawangTomang-Cengkareng Branch (2008-2014)
dan Kepala Cabang Surabaya-Gempol
(2006-2008).

Menjabat sebagai Direktur Utama PT Transmarga


Jatim Pasuruan sejak 28 Juni 2010. Bergabung
dengan Jasa Marga sejak tahun 1982. Menyelesaikan
pendidikan S1 Sipil Transportasi dari Institut
Teknologi Sepuluh November pada tahun 1981 dan
S2 Administrasi Bisnis dari IPPM pada tahun 1993.
Sebelumnya menempati berbagai posisi kunci di
Jasa Marga diantaranya Direktur PT Citra Margatama
Surabaya (2005-2007) dan Pemimpin Proyek
Persiapan dan Pembangunan Jalan Tol GempolPasuruan (2008-2011).

Setiyono
Direktur Utama PT Jasamarga
Pandaan Tol

Agus SuharJanto
Direktur Utama PT Marga Trans
Nusantara

Menjabat sebagai Direktur Utama PT Jasamarga


Pandaan Tol sejak 01 Januari 2012. Bergabung
dengan Jasa Marga sejak tahun 1985.
Menyelesaikan pendidikan S1 Sipil Transportasi
dari Institut Teknologi Sepuluh November pada
tahun 1985. Sebelumnya menempati berbagai
posisi kunci di Jasa Marga diantaranya Kepala Sub
Divisi Keselamatan Lalu Lintas Divisi Manajemen
Lalu Lintas (2001-2006) dan Kepala Bagian Teknik
Cabang Jakarta-Tangerang (1998-2001).

Menjabat sebagai Direktur Utama PT Marga


Trans Nusantara sejak 01 Desember 2011.
Bergabung dengan Jasa Marga sejak tahun
1986. Menyelesaikan pendidikan S1 Sipil
Konstruksi dari Universitas Gajah Mada pada
tahun 1986. Sebelumnya menempati berbagai
posisi kunci di Jasa Marga diantaranya Pemimpin
Proyek Persiapan dan Pembangunan Jalan Tol
Semarang-Solo (2006-2010) dan Pemimpin Proyek
Peningkatan Jalan Tol Jagorawi merangkap
Pemimpin Proyek Ruas Padalarang By Pass
(2004-2006).

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

31

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Saut Parlindungan Simatupang

Kristianto

Direktur Utama PT Marga KunciranCengkareng

Direktur Utama PT Sarana Marga


Utama

Menjabat sebagai Direktur Utama PT Marga Kunciran


Cengkareng sejak 2008. Bergabung dengan Jasa Marga
sejak tahun 1984. Menyelesaikan pendidikan S1 Teknik
Sipil dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 1982
dan S2 Magister Manajemen Internasional STM PPM
pada tahun 2001. Sebelumnya menempati berbagai
posisi kunci di Jasa Marga diantaranya Pemimpin Proyek
Pembangunan JORR E1, Sie.IV Ruas Jati Asih-Cikunir
(2004-2008) dan Pemimpin Proyek Pembangunan Jalan
Tol Padalarang By Pass (2001-2004).

Menjabat sebagai Direktur Utama PT Sarana Marga


Utama sejak 01 Juli 2012. Bergabung dengan Jasa
Marga sejak tahun 1988. Menyelesaikan pendidikan
S1 Teknik Sipil dari Universitas Dipenogoro
pada tahun 1985 dan S2 Manajemen Bisnis dari
STIE Nusantara pada tahun 1997. Sebelumnya
menempati berbagai posisi kunci di Jasa Marga
diantaranya Direktur PT Jalantol Lingkarluar Jakarta
(2010-2012) dan Direktur PT Marga Mandala Sakti
(2001-2010).

Irwan Nurhadi

Iwan Moedyarno

Direktur Utama PT Jasamarga Properti

Direktur Utama PT Ismawa Trimitra

Menjabat sebagai Direktur Utama PT Jasamarga


Properti sejak 15 Januari 2013. Menyelesaikan
pendidikan S1 Teknik Struktural dari Universitas
Indonesia pada tahun 1978, S1 Ekonomi Manajemen
Keuangan dari Universitas Indonesia pada tahun 1989,
S2 Economic Science dari Universitas Indonesia pada
tahun 1991, S2 Manajemen Pemasaran, UK pada tahun
1998, S3 Business Administration (Real Estate Finance
Management), San Beda College Manila, Philipine pada
tahun 2010. Sebelum bergabung di Jasa Marga adalah
General Manager Properti dan Senior Manager Properti
di PT Surya Semesta Internusa Astra Group (19962008), serta Property Advisor di Agung Podomoro
Group (2008-2012).

Menjabat sebagai Direktur Utama PT Ismawa


Trimitra sejak 2013. Bergabung dengan Jasa
Marga sejak tahun 1986. Menyelesaikan
pendidikan S1 Teknik Sipil dari Institut
Teknologi Bandung pada tahun 1985 dan S2
Bisnis di IIM-Pitsburg State University pada
tahun 1993. Sebelumnya menempati berbagai
posisi kunci di Jasa Marga diantaranya Kepala
Divisi Pengembangan Usaha Lain (2008-2010),
saat ini juga menjabat sebagai Pemimpin
Proyek Pengembangan Properti di Lahan
Ex Workshop dan Kantor Cabang Jagorawi
(2010-sekarang).

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

32

Profil Sumber Daya Manusia


Jasa Marga

Identitas Perseroan

Untuk mendukung pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan, saat ini Perseroan berusaha mengoptimalisasi

Profil Perseroan

pendayagunaan SDM yang ada. Jumlah karyawan tetap pada tahun 2013 mencapai 4.875 orang, turun 3,94% dibandingkan

Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013

dengan jumlah karyawan tetap pada tahun 2012 yang mencapai 5.075 orang. Jumlah ini juga semakin menurun jika
dibandingkan dengan jumlah karyawan tetap di tahun 2011 yang mencapai 5.154 orang, tahun 2010 yang mencapai 5.303 dan
tahun 2009 yang mencapai 5.443 orang.

Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

Jumlah Karyawan Tetap 2009-2013

(orang)

Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan

5.443

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

Daftar Istilah

5.075

5.154

5.303

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

4.875

Laporan Keuangan
Konsolidasian

2009

2010

2011

2012

2013

Komposisi Karyawan Tetap Berdasarkan Tingkat Pendidikan


Tingkat Pendidikan

2012
Jumlah (orang)

2013
Proporsi (%)

Jumlah (orang)

Proporsi (%)

S3

0,0

S2

0,1

70

1,4

S1

510

10,0

500

10,3

16

0,3

17

0,3

SMA

4.335

85,4

4.210

86,4

SMP

113

2,2

17

0,3

96

1,9

60

1,2

5.075

100

4.875

100

Akademi

SD
Jumlah

Komposisi karyawan Jasa Marga di tahun 2013 berdasarkan tingkat pendidikan mengalami perubahan dibandingkan
tahun 2012. Hal ini menunjukkan keberhasilan Jasa Marga dalam proses rekrutmen dan pengembangan kompetensi
akademis karyawan.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

33

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Komposisi Karyawan Tetap Berdasarkan USIA


Usia
(Tahun)

2012
Jumlah (orang)

2013
Proporsi (%)

Jumlah (orang)

Proporsi (%)

25

44

0,9

35

0,7

26-30

88

1,7

83

1,7

31-35

358

7,1

283

5,8

36-40

1.068

21,0

1.023

21,0

41-45

1.238

24,4

1.162

23,8

46-50

1.382

27,2

1.375

28,2

897

17,7

914

18,7

5.075

100

4.875

100

>51
Total

Kebijakan dalam Kesempatan Kerja


Kebijakan dalam hal kesempatan kerja, baik penempatan karyawan maupun pengembangan karir karyawan dituangkan dalam
Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Jasa Marga melaksanakan pengisian formasi dan pengembangan karir secara selektif dan terbuka tanpa
diskriminasi (gender ras suku agama), dengan memprioritaskan sumber dari dalam Perseroan dengan memperhatikan prestasi kerja,
kemampuan dan kompetensi Karyawan.

Biaya Pendidikan dan Pelatihan


Selama tahun 2013, Perseroan mengeluarkan biaya sebesar Rp 18,7 miliar untuk pendidikan dan pelatihan karyawan.

Jenis
Biaya Pendidikan dan Pelatihan

2013
18.660.453.279

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

2012
9.911.096.483

Pemegang Saham Utama,


Entitas Anak & Entitas Asosiasi

34

Struktur Korporasi grup Jasa Marga


(Per 31 Desember 2013)

Identitas Perseroan
Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan

NEGARA
REPUBLIK
INDONESIA

PUBLIK

70%

30%

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk.

ENTITAS ANAK
(KEPEMILIKAN>50%)

ENTITAS ASOSIASI
(KEPEMILIKAN<50%)

PT Jalantol
Lingkarluar
Jakarta
99%

PT Marga
Sarana
Jabar
55%

PT Trans
Marga
Jateng
60%

PT Marga
Kunciran
Cengkareng
76,07%

PT Marga
Lingkar
Jakarta
65%

PT Marga
Nujyasumo
Agung
55%

PT Transmarga
Jatim
Pasuruan
96,39%

PT Jasamarga
Bali Tol
55%

PT Marga
Trans
Nusantara
60%

PT Jasamarga
Pandaan Tol
66,48%

PT Sarana
Marga
Utama
99%

PT Jasamarga
Properti
99%

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

PT Citra
Bhakti
Margatama
Persada
(CBMP)
34,83%

PT Citra
Ganesha
Marga
Nusantara
30%

PT Bukaka
Marga
Utama
20%

PT Ismawa
Trimitra
25%

PT Jatim
Marga
Utama
26%

PT Trans
Lingkar
Kita Jaya
21,24%

35

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Entitas Anak

Entitas Anak Jasa Marga


No.
1.
2.

per 31 Desember 2013

Nama Entitas

Kepemilikan Saham (%)

Bidang Usaha

PT Jalantol Lingkarluar

Jasa Marga: 99,00%

Operator Jalan Tol Jakarta

Jakarta (JLJ)

Inkopkar Jasa Marga: 1,00%

Outer Ring Road

PT Marga Sarana Jabar (MSJ)

Jasa Marga: 55,00%

Operator Jalan Tol Bogor

PT CMNP Tbk: 30,00%

Outer Ring Road

Status*
Beroperasi
Beroperasi

PT Jasa Sarana: 15,00%


3.

PT Trans Marga Jateng (TMJ)

Jasa Marga: 60,00%

Operator Jalan Tol

PT Sarana Pembangunan

Semarang-Solo

Beroperasi

Jawa Tengah: 40,00%


4.

PT Marga Nujyasumo Agung

Jasa Marga: 55,00%

Operator Jalan Tol Surabaya-

(MNA)

Moeladi Grup: 25,00%

Mojokerto

Beroperasi

PT Wijaya Karya: 20,00%


5.

PT Jasamarga Bali Tol (JBT)

Jasa Marga: 55,00%

Operator Jalan Tol Nusa Dua-

PT Angkasa Pura I: 8,00%

Ngurah Rai-Benoa

Beroperasi

PT Pelindo III: 17,98%


PT Pengembangan - Pariwisata Bali: 1,00%
PT Adhi Karya: 1,00%
PT Hutama Karya: 1,00%
Pemprov Bali: 8,01%
Pemkab Badung: 8,01%
6.
7.
8.

PT Marga Lingkar Jakarta

Jasa Marga: 65,00%

Operator Jalan Tol JORR W2

(MLJ)

PT Jakarta Marga Jaya: 35,00%

Utara

PT Transmarga Jatim

Jasa Marga: 96,39%

Operator Jalan Tol Gempol-

Pasuruan (TJP)

PT Jatim Marga Utama: 3,61%

Pasuruan

PT Jasamarga Pandaan Tol

Jasa Marga: 66,48%

Operator Jalan Tol Gempol-

Perusda Pasuruan: 17,77%

Pandaan

Beroperasi
Belum Beroperasi
Belum Beroperasi

PT Margabumi Matraraya: 14,38%


Entrada Utama: 1,37%
9.

PT Marga Trans Nusantara

Jasa Marga: 60,00%

Operator Jalan Tol Kunciran-

(MTN)

PT Astratel Nusantara: 30,00%

Serpong

Belum Beroperasi

PT Transumata Arya Sejahtera: 10,00%


10.

PT Marga Kunciran

Jasa Marga: 76,07%

Operator Jalan Tol

Cengkareng (MKC)

CMS WIL: 21,00%

Cengkareng-Kunciran

Belum Beroperasi

PT Wijaya Karya: 2,09%


PT Nindya Karya: 0,42%
PT Istaka Karya: 0,42%
11.

Beroperasi

PT Sarana Marga Utama

Jasa Marga: 99,00%

Jasa Konstruksi,

(SMU)

Inkopkar Jasa Marga: 1,00%

Perdagangan, Persewaan

PT Jasamarga Properti (JMP)

Jasa Marga: 99,00%

Pembangunan, Perdagangan Belum Beroperasi

Inkopkar Jasa Marga: 1,00%

dan Jasa Terkait Properti

kendaraan
12.

* Status merupakan status pengoperasian jalan tol (untuk bidang usaha jalan tol) dan status jasa/usaha lain (untuk bidang usaha non-tol)

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

36

Identitas Perseroan

Tentang Entitas Anak

Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga

1. PT Jalantol Lingkarluar Jakarta (JLJ)


JLJ merupakan entitas anak Jasa Marga yang didirikan

JALANTOL LINGKARLUAR JAKARTA

Ikhtisar 2013

untuk menyelenggarakan pengusahaan jalan tol,

Laporan
Manajemen

melakukan investasi dan jasa penunjang di bidang

Kelompok Usaha Jasa Marga

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

berlaku dan menjalankan usaha di bidang lainnya yang

jalan tol lainnya berdasarkan ketentuan hukum yang


berkaitan dengan penyelenggaraan jalan tol dengan

Pengembangan
Proyek Baru

memberdayakan potensi yang ada. Pendapatan utama

Pengelolaan
Human Capital

pengamanan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (Jakarta Outer

JLJ diperoleh dari jasa pengoperasian, pemeliharaan, dan

Tata Kelola
Perusahaan

Ring Road/JORR) Jasa Marga, PT Translingkar Kita Jaya

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

Tol untuk ruas Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa.

untuk ruas Cinere-Jagorawi Seksi 1 dan PT Jasamarga Bali

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

PENYELENGGARA JALAN TOL JORR

Susunan Pengurus

Komisaris Utama: Bambang Sulistyo


Komisaris: Heri Purnomo
Direktur Utama: Septerianto Sanaf
Direktur: Albert MP Silaen
Ikhtisar Keuangan per 31 Desember 2013
(Rp miliar)

Aset

103,28

Pendapatan

234,50

Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

2. PT Marga Sarana Jabar (MSJ)


MSJ merupakan entitas anak Jasa Marga yang didirikan

PENYELENGGARA JALAN TOL BOGOR RING ROAD

untuk melaksanakan pengusahaan Jalan Tol Bogor Outer


Ring Road, yang meliputi pendanaan, perencanaan
teknik, pelaksanaan konstruksi, pengoperasian dan

Susunan Pengurus

pemeliharaan jalan tol, serta usaha-usaha lainnya sesuai


dengan ketentuan-ketentuan dan peraturan perundangundangan yang berlaku. Jalan Tol Bogor Outer Ring
Road (BORR) Seksi 1 sepanjang 3,8 km diresmikan
pengoperasiannya oleh Menteri Pekerjaan Umum
Republik Indonesia tanggal 23 November 2009 dan sejak
tanggal tersebut telah memperoleh pendapatan dari
pengoperasian jalan tol.

Komisaris Utama: Maqdir Ismail


Komisaris: Reynaldi Hermansjah
Komisaris: Diah Wahju Sari
Direktur Utama: Muhammad Zahir Siregar
Direktur Keuangan: Aggi Tjetje
Direktur Teknik & Operasi: Ach. Lukman Letnantoro

Ikhtisar Keuangan per 31 Desember 2013


(Rp miliar)

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Aset

896,35

Pendapatan

336,56

37

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

3. PT Trans Marga Jateng (TMJ)


TMJ merupakan entitas anak Jasa Marga yang didirikan untuk


melaksanakan Pengusahaan Jalan Tol Semarang-Solo yang
meliputi pendanaan, perencanaan teknik, pelaksanaan konstruksi,
pengoperasian dan pemeliharaan jalan tol, serta usaha-usaha

Susunan Pengurus

lainnya sesuai dengan ketentuan-ketentuan dan peraturan


perundang-undangan yang berlaku. Jalan Tol Semarang-Solo Seksi

Komisaris Utama: Danang Atmodjo

1 sepanjang 10,8 km telah beroperasi sejak 12 November 2011 dan

Komisaris: Djuwarso

pendapatan utamanya berasal dari jasa tol.

Komisaris: Hasanudin
Direktur Utama: Djadjat Sudradjat
Direktur Keuangan: Darmoko
Direktur Teknik: Ari Nugroho

Ikhtisar Keuangan per 31 Desember 2013


(Rp miliar)

Aset
Pendapatan

3.407,47
671,92

4. PT Marga Nujyasumo Agung (MNA)


MNA merupakan entitas anak Jasa Marga yang didirikan


untuk melaksanakan kegiatan usaha sebagai pelaksana dari
Jasa Marga, Qualitateque Menteri Pekerjaan Umum RI dalam
penyelenggaraan proyek yang meliputi pembangunan,

Susunan Pengurus

pengoperasian dan pemeliharaan Jalan Tol Surabaya-Mojokerto


sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Jalan Tol Surabaya-Mojokerto Seksi 1A sepanjang 2,3 km telah
beroperasi sejak 05 September 2011 dan pendapatan utamanya
berasal dari pengoperasian jalan tol.

Komisaris Utama: Bambang Pramudjo


Komisaris: Muh Najib Fauzan
Komisaris: Amien Moeladi
Direktur Utama: Slamet Sudradjat
Direktur Keuangan: Syafaruddin AR
Direktur Operasi: Edwin Cahyadi
Direktur Administrasi & Umum: Kamil Rusnandar
Ikhtisar Keuangan per 31 Desember 2013
(Rp miliar)

Aset
Pendapatan

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

1.766,14
237,95

38

Identitas Perseroan

5. PT Jasamarga Bali Tol (JBT)

Profil Perseroan

JBT merupakan entitas anak Jasa Marga yang


didirikan untuk melaksanakan pengusahaan Jalan

Transformasi
Jasa Marga

HIGHWAY CORPORATION

Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa, yang meliputi

Ikhtisar 2013

pendanaan, perencanaan teknik, pelaksanaan

Laporan
Manajemen

konstruksi, pengoperasian dan pemeliharaan Jalan

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

lainnya sesuai dengan ketentuan dan peraturan serta

Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa serta usaha-usaha


perundang-undangan yang berlaku. Jalan Tol Nusa

Pengembangan
Proyek Baru

Dua-Ngurah Rai-Benoa sepanjang 10 km diresmikan

Pengelolaan
Human Capital

Yudhoyono pada tanggal 24 September 2013.

pengoperasiannya oleh Presiden RI Susilo Bambang

Tata Kelola
Perusahaan

Susunan Pengurus

Komisaris Utama: Abdul Hadi Hs.


Komisaris: A. Edy Hidayat Nurjaman
Komisaris: Robert Daniel Waloni
Komisaris: Wayan Blayu Suarjaya
Direktur Utama: A. Tito Karim
Direktur Keuangan: Ronny Haryanto
Direktur Teknik & Operasional:

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

Wiwin Kwintandi Soeprapto

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah

Ikhtisar Keuangan per 31 Desember 2013


(Rp miliar)

Laporan Keuangan
Konsolidasian

Aset
Pendapatan

2.172,60
575,69

6. PT Marga Lingkar Jakarta (MLJ)


MLJ merupakan entitas anak Jasa Marga yang didirikan


untuk melaksanakan pengusahaan Jalan Tol JORR
W2 Utara, yang meliputi pendanaan, perencanaan
teknik, pelaksanaan konstruksi, pengoperasian dan
pemeliharaan jalan tol JORR W2 Utara serta usahausaha lainnya sesuai dengan ketentuan dan peraturan

PT. MARGA LINGKAR JAKARTA


Susunan Pengurus

serta perundang-undangan yang berlaku. Jalan Tol

Komisaris Utama: Mamun Amin

JORR W2 Utara diresmikan pengoperasiannya oleh

Komisaris: Abdul Hadi Hs.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto pada

Direktur Utama: Subekti Syukur

tanggal 27 Desember 2013.

Direktur Keuangan: Yauw Diaz Moreno


Direktur Teknik: Agus Achmadi

Ikhtisar Keuangan per 31 Desember 2013


(Rp miliar)

Aset
Pendapatan

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

1.846,87
564,54

39

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

7. PT Trans Marga Jatim Pasuruan (TJP)


TRANSMARGA JATIM PASURUAN

TJP merupakan entitas anak Jasa Marga yang didirikan untuk

PENYELENGGARA JALAN TOL GEMPOL-PASURUAN


Kelompok Usaha Jasa Marga

melaksanakan pengusahaan Jalan Tol Gempol-Pasuruan, yang


meliputi pendanaan, perencanaan teknik, pelaksanaan konstruksi,
pengoperasian dan pemeliharaan jalan tol Gempol-Pasuruan serta
usaha-usaha lainnya sesuai dengan ketentuan dan peraturan serta
perundang-undangan yang berlaku. Sampai dengan 31 Desember

Susunan Pengurus

2013, Jalan Tol Gempol-Pasuruan belum beroperasi karena masih


dalam tahap konstruksi dan pembebasan lahan. Diharapkan Jalan Tol
Gempol-Pasuruan dapat beroperasi pada tahun 2014.

Komisaris Utama: Agus Purnomo


Komisaris: Bambang Kusbandono
Direktur Utama: Hengki Herwanto
Direktur Keuangan: Imron
Direktur Teknik: Ikhtisar Keuangan per 31 Desember 2013
(Rp miliar)

Aset

629,22

Pendapatan

499,56

8. PT Jasamarga Pandaan Tol (JPT)


JPT merupakan entitas anak Jasa Marga yang didirikan untuk


melaksanakan pengusahaan Jalan Tol Gempol-Pandaan,
yang meliputi pendanaan, perencanaan teknik, pelaksanaan
konstruksi, pengoperasian dan pemeliharaan Jalan Tol Gempol-

PANDAAN TOL

Pandaan serta usaha-usaha lainnya sesuai dengan ketentuan


dan peraturan serta perundang-undangan yang berlaku. Sampai

Susunan Pengurus

dengan 31 Desember 2013, Jalan Tol Gempol-Pandaan belum


beroperasi karena masih dalam tahap pembebasan lahan
dan konstruksi. Diharapkan Jalan Tol Gempol-Pandaan dapat
beroperasi pada tahun 2014.

Komisaris Utama: Moh. Khusaini


Komisaris: Moertomo Basoeki
Komisaris: Firmansyah
Komisaris: Tolu Ismed Arief
Direktur Utama: Setiyono
Direktur Keuangan & SDM: Tri Riyaningsih
Direktur Teknik & Operasional: Rahardjo
Direktur Administrasi & Umum: Nursyam
Ikhtisar Keuangan per 31 Desember 2013
(Rp miliar)

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Aset

801,58

Pendapatan

443,33

40

Identitas Perseroan

9. PT Marga Trans Nusantara (MTN)

Profil Perseroan

MARGA TRANS NUSANTARA

MTN merupakan entitas anak Jasa Marga yang

PENYELENGGARA JALAN TOL KUNCIRAN-SERPONG

didirikan untuk melaksanakan pengusahaan Jalan

Transformasi
Jasa Marga

Tol Kunciran-Serpong, yang meliputi pendanaan,

Ikhtisar 2013

perencanaan teknik, pelaksanaan konstruksi,

Laporan
Manajemen

pengoperasian dan pemeliharaan jalan tol serta

Susunan Pengurus

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

usaha-usaha lainnya sesuai dengan ketentuan dan

Presiden Komisaris: Paulus Bambang W.E.S

peraturan serta perundang-undangan yang berlaku.

Wakil Presiden Komisaris:

Sampai dengan 31 Desember 2013, Jalan Tol Kunciran-

Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital

JB Eddy Bambang Susilotomo

Serpong belum beroperasi karena masih dalam tahap

Wakil Presiden Komisaris: Irawan Santoso

pembebasan lahan.

Presiden Direktur: Agus Suharjanto


Direktur: Rachmat Soulisa

Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

Ikhtisar Keuangan per 31 Desember 2013


(Rp miliar)

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

Aset

351,56

Pendapatan

Daftar Istilah

Laporan Keuangan
Konsolidasian

10.PT Marga Kunciran Cengkareng (MKC)


MARGA KUNCIRAN CENGKARENG

MKC merupakan entitas anak Jasa Marga yang

PENYELENGGARA JALAN TOL KUNCIRAN-CENGKARENG


Kelompok Usaha Jasa Marga

didirikan untuk melaksanakan pengusahaan Jalan


Tol Kunciran-Cengkareng, yang meliputi pendanaan,
perencanaan teknik, pelaksanaan konstruksi,
pengoperasian dan pemeliharaan Jalan Tol Kunciran-

Susunan Pengurus

Cengkareng serta usaha-usaha lainnya sesuai dengan

Komisaris Utama: Dedi Krisnariawan Sunoto

ketentuan dan peraturan serta perundang-undangan

Komisaris: Mohd. Ghazali bin Mahmood

yang berlaku. Sampai dengan 31 Desember 2013,

Direktur Utama: Saut Parlindungan Simatupang

Jalan Tol Kunciran-Cengkareng belum beroperasi

Direktur Teknik: Hendro Atmodjo

karena masih dalam tahap pembebasan lahan

Direktur Keuangan: Zaidi B. Ibrahim

Ikhtisar Keuangan per 31 Desember 2013


(Rp miliar)

Aset
Pendapatan

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

270,39
-

41

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

11.PT Sarana Marga Utama (SMU)


SMU merupakan entitas anak Jasa Marga yang


bergerak dalam bidang usaha jasa konstruksi,
perdagangan, dan persewaan kendaraan.
Susunan Pengurus

Komisaris Utama: Muh Najib Fauzan


Komisaris: Arief Witjaksono
Direktur Utama: Kristianto
Direktur Keuangan & Umum: Adik Supriatno
Direktur Teknik: Dadang Sumaryana

Ikhtisar Keuangan per 31 Desember 2013


(Rp miliar)

Aset

178,02

Pendapatan

205,47

12.PT Jasamarga Properti (JMP)


JMP merupakan entitas anak Jasa Marga yang

properti

bergerak dalam bidang jasa properti.

Susunan Pengurus

Komisaris Utama: Ibnu Purna


properti
Komisaris: Abdul Hadi Hs

Direktur Utama: Irwan Nurhadi


Direktur Pengembangan Bisnis dan Teknik: Irwan Hasan
Direktur Keuangan: Haris Prayudi

Ikhtisar Keuangan per 31 Desember 2013


(Rp miliar)

Aset
Pendapatan

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

63,55
-

42

Identitas Perseroan

Entitas Asosiasi

Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga

Entitas Asosiasi Jasa Marga

Ikhtisar 2013

No.

Laporan
Manajemen

Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Kepemilikan Saham

Bidang Usaha

Status*

Jasa Marga (%)

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

Nama Entitas

per 31 Desember 2013

1.

PT Trans Lingkar Kita Jaya

21,24

Operator Jalan Tol

Beroperasi

2.

PT Ismawa Trimitra

25,00

Sewa Gedung dan Pengelolaan


Rest Area

Beroperasi

3.

PT Jatim Marga Utama

26,00

Operator Jalan Tol

Belum Beroperasi

4.

PT Bukaka Marga Utama

20,00

Operator Jalan Tol

Belum Beroperasi

5.

PT Citra Bhakti Margatama Persada

34,83

Operator Jalan Tol

Pengakhiran PKP

6.

PT Citra Ganesha Marga Nusantara

30,00

Operator Jalan Tol

Pengakhiran PKP

* Status merupakan status pengoperasian jalan tol (untuk bidang usaha jalan tol) dan status jasa/usaha lain (untuk bidang usaha non-tol)

Tentang Entitas Asosiasi


1. PT Trans Lingkar Kita Jaya (TLKJ)

PT Trans Lingkar Kita Jaya didirikan untuk

pengusahaan ruas tol Cinere-Jagorawi. TLKJ didirikan

berdasarkan Akta No. 18 tanggal 19 Januari 2005

dibuat di hadapan Notaris Agus Madjid, SH. Akta ini

disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia

Republik Indonesia dengan Surat Keputusan

No. C-03269.HT.01.01 tanggal 7 Pebruari 2006.

Perubahan Anggaran Dasar terakhir dinyatakan di

dalam Akta No. 76 tanggal 29 November 2012 dibuat

6.250.000 saham dengan nilai nominal Rp 1.000 (Rupiah penuh)


per saham atau setara dengan Rp 6.250.000.000 (Rupiah
penuh), yang merupakan 25% kepemilikan Perseroan pada
tanggal 30 September 2013.
3. PT Jatim Marga Utama (JMU)

dan Pemerintah Daerah Jawa Timur. Perusahaan patungan


ini didirikan dengan maksud untuk meneruskan kelanjutan
proyek Jalan Tol Surabaya-Mojokerto yang telah terhenti

di hadapan Notaris Nanette Cahyanie Handari Adi


setelah Menkimpraswil mencabut izin konsesi yang diberikan

Warsito, SH. Akta ini disahkan oleh Menteri Hukum

kepada PT Marga Nujyasumo Agung (MNA) melalui surat

dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan

Menkimpraswil No. 418/KPTS/M/2001 tanggal 18 Juli 2001.

Surat Keputusan No. AHU-AH.01.10-42662 tanggal 30


November 2012. TLKJ berdomisili di Jakarta.

Perseroan memiliki 131.688 saham dengan nilai

nominal Rp 1.000.000 (Rupiah penuh) per saham atau

setara dengan Rp 131.688.000.000 (Rupiah penuh),

yang merupakan 21,24% kepemilikan.

JMU merupakan perusahaan patungan antara Perseroan

Setelah Mahkamah Agung menolak pengajuan Peninjauan


Kembali dari Menkimpraswil pada 31 Maret 2005, maka
hak penyelenggaraan jalan tol dikembalikan kepada MNA.
Sebagai akibatnya, JMU tidak lagi terlibat dalam proyek

jalan tol tersebut.

4. PT Bukaka Marga Utama (BMU)


2. PT Ismawa Trimitra (IT)

dari Notaris Sri Rahayu Sedyono, SH. Penyertaan pada BMU

IT didirikan untuk pengusahaan sewa gedung

dilakukan sehubungan dengan penyelenggaraan proyek

perkantoran dan pengelolaan tempat istirahat di

Jalan Tol Ciawi-Sukabumi. Perseroan memiliki 4,000 saham

jalan tol. IT didirikan berdasarkan Akta No. 69 tanggal

dengan nilai nominal Rp 2.359.000 (Rupiah penuh) per saham

14 Juni 1995 dibuat di hadapan Notaris Imas Fatimah,

atau setara dengan Rp 9.436.000.000 (Rupiah penuh) yang

SH. Perubahan Anggaran Dasar terakhir dinyatakan

merupakan 20% kepemilikan. Pemegang saham mayoritas BMU

di dalam Akta No. 62 tanggal 23 Desember 2008

tidak dapat memberi kepastian atas pembangunan ruas jalan

dibuat di hadapan Notaris Imas Fatimah, SH. Akta

tol yang telah disetujui sesuai dengan PKP. Perseroan mengakui

ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi

kerugian penurunan nilai atas penyertaan saham pada BMU

Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan


No. AHU-31703.A.H.01.01 tanggal 10 Juli 2009.
IT berkedudukan di Jakarta. Perseroan memiliki

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Didirikan berdasarkan Akta No. 5 tanggal 17 Februari 1997

sebagai beban tahun 2005 sebesar Rp 9.435.999.000


(Rupiah penuh).

43

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

5. PT Citra Bhakti Margatama Persada (CBMP)

6. PT Citra Ganesha Marga Nusantara (CGMN)

CBMP merupakan entitas asosiasi Perseroan. Penyertaan

Penyertaan pada CGMN dilakukan sehubungan dengan

pada CBMP dilakukan sehubungan dengan penyelenggaraan

penyelenggaraan proyek Jalan Tol Cikampek-Padalarang.

proyek jalan tol JORR Seksi E2-E3-N (Cikunir-Cakung-Cilincing-

Perseroan memiliki 5.310 saham dengan nilai nominal Rp

Tanjung Priok) untuk jangka waktu 33 tahun yang berakhir

1.841.000 (Rupiah penuh) per saham atau setara dengan

pada tahun 2028. Perseroan memiliki 56.787.000 saham

Rp 9.775.710.000 (Rupiah penuh) yang merupakan 30%

dengan nilai nominal Rp 1.000 (Rupiah penuh) per saham

kepemilikan. Berdasarkan surat Perseroan kepada CGMN No.

atau setara dengan Rp 56.787.000.000 (Rupiah penuh) yang

AA.HK01.1273 tanggal 25 Juli 2001 mengenai pengakhiran

merupakan 34,83% kepemilikan. Pembangunan jalan tol

PKP No. 297 sebagai tindak lanjut dari Surat Keputusan

oleh CBMP dibiayai dari fasilitas pinjaman sindikasi bank.

Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah Republik

Krisis ekonomi telah menyebabkan ketidakpastian terhadap

Indonesia (Menkimpraswil) No. 417, tanggal 18 Juli 2001

kemampuan CBMP dalam menyelesaikan kewajibannya pada

mengenai pencabutan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum

saat jatuh tempo dan dalam merealisasikan fasilitas pinjaman

Republik Indonesia No. 321/KPTS/1994, tanggal 24 Oktober

untuk pembiayaan jalan tol tahap konstruksi. Restrukturisasi

1994 mengenai Pemberian Izin Kerjasama Penyelenggaraan

perbankan yang dilakukan terhadap sebagian dari kreditur

Jalan Tol Cikampek-Padalarang kepada Perseroan dalam

CBMP telah mengakibatkan penghentian pelaksanaan

bentuk usaha patungan dengan CGMN mengakibatkan

pembangunan jalan tol. Adanya surat Perseroan kepada CBMP

penyertaan Perseroan pada entitas asosiasi ini tidak memiliki

No. AA.02.1009 tanggal 25 JuIi 2000 mengenai pengakhiran

nilai ekonomis. Perseroan mengakui kerugian penurunan

PKP No. 96 tanggal 16 Desember 1995 mengakibatkan

nilai penyertaan saham pada CGMN sebagai beban tahun

penyertaan Perseroan pada entitas asosiasi ini tidak memiliki

2001 sebesar Rp 16.914.266.000 (Rupiah penuh).

nilai ekonomis. Perseroan mengakui kerugian penurunan nilai


penyertaan saham pada CBMP pada tahun 2000 sebesar Rp
56.786.999.000 (Rupiah penuh).

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

44

Identitas Perseroan
Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen

Wilayah Operasi dan Proyek-Proyek


Baru Jalan Tol Baru
Lokasi ruas-ruas jalan tol yang dioperasikan Perseroan di
seluruh Indonesia dapat dilihat pada peta sebagai berikut:

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Keterangan:
Ruas-ruas jalan tol Perseroan yang telah beroperasi secara penuh

Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

SUMATERA UTARA

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

Belmera: 42,7 Km

Peta Lokasi
Ruas-ruas Jalan
Tol Jasa Marga

Daftar Istilah

Ruas-ruas jalan tol baru Perseroan, baik yang belum beroperasi maupun
yang telah beroperasi secara bertahap, yaitu:
1. BORR Seksi 1 (3,8 km), beroperasi sejak 23 November 2009;
2. Surabaya-Mojokerto Seksi 1A (2,3 km), beroperasi sejak 05 September
2011;
3. Semarang-Solo Seksi 1 (10,8 km), beroperasi sejak 12 November 2011;
4. Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa (10 km), beroperasi sejak 24 September
2013; dan
5. JORR W2 Utara Ruas Kebon Jeruk-Ciledug (5,7 km), beroperasi sejak 27
Desember 2013.

Laporan Keuangan
Konsolidasian

maluku
sulawesi

sumatera

kalimantan
papua
java

JABODETABEK
& JAWA BARAT
Jagorawi: 59,0 Km
Jakarta - Tangerang: 33 Km
Ulujami- Pondok Aren: 5,55 Km
Jakarta Inner Ring Road: 23,55 Km
Prof Dr. Ir. Sedyatmo: 14,3 Km
Jakarta - Cikampek: 83,0 Km
Jakarta Outer Ring Road: 43 Km
Cikampek - Padalarang: 58,5 Km
Padalarang - Cileunyi: 64,4 Km
Palikanci: 26,3 Km
Bogor Outer Ring Road: 11,0 Km
Cengkareng - Kunciran: 14,2 Km
Kunciran Serpong: 11,2 Km
JORR W2 Utara: 7,67 Km

JAWA TIMUR

jawa tengah
Semarang: 24,75 Km
Semarang - Solo: 72,64 Km

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

BALI
Nusa Dua - Ngurah rai - Benoa: 10 Km

Surabaya - Gempol: 49,0 Km


Surabaya - Mojokerto: 36,3 Km
Gempol - Pasuruan: 34,15 Km

45

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Konsesi-konsesi yang Dimiliki Perseroan


Ruas-ruas jalan tol yang dimiliki Perseroan memiliki masa konsesi yang berkisar antara 35 sampai dengan 45 tahun.
Sebanyak 13 ruas jalan tol yang dioperasikan Perseroan mempunyai konsesi 40 tahun dimulai sejak tahun 2005 (kecuali
JORR Seksi S). Sehingga sampai dengan akhir tahun 2013, masa konsesi yang dimiliki oleh Perseroan masih panjang.
Sampai dengan akhir tahun 2013, status dan masa konsesi ruas-ruas jalan tol Perseroan adalah sebagai berikut:

Tabel Konsesi Ruas-ruas Jalan Tol Jasa Marga


No.

Ruas

1.

Jagorawi (Jakarta-Bogor-

2.
3.

Operator

Panjang
(Km)

Tahun
Mulai
Konsesi

Masa
Konsesi

Status

Cabang Jagorawi

59,0

2005

40

Beroperasi sejak 1978

Prof. Dr. Ir. Sedyatmo

Cabang Cawang-

14,3

2005

40

Beroperasi sejak 1984

Jakarta Inner Ring Road

Cabang Cawang-

23,55

2005

40

Beroperasi sejak 1987

(JIRR)

Tomang-Cengkareng

Jakarta-Cikampek

Cabang Jakarta-

83,0

2005

40

Beroperasi sejak 1988

33,0

2005

40

Beroperasi sejak 1984

Cabang Purbaleunyi

64,4

2005

40

Beroperasi sejak 1990

Cabang Purbaleunyi

58,5

2005

40

Beroperasi sejak 2003

Cabang Palikanci

26,3

2005

40

Beroperasi sejak 1998

Ciawi)
Tomang-Cengkareng

4.

Cikampek
5.

Jakarta-Tangerang

Cabang JakartaTangerang

6.

Padaleunyi (PadalarangCileunyi)

7.

Cipularang (CikampekPurwakarta-Padalarang)

8.

Palikanci (Palimanan-

9.

Semarang

Cabang Semarang

24,75

2005

40

Beroperasi sejak 1983

10.

Surabaya-Gempol

Cabang Surabaya-

49,0

2005

40

Beroperasi sejak 1986

Cabang Belmera

42,7

2005

40

Beroperasi sejak 1986

PT Jalantol Lingkarluar

43,0

2005

40

Beroperasi sejak 1991

5,55

2005

40

Beroperasi sejak 2001

11,0

2009

45

Beroperasi sejak 2009

Kanci)

Gempol
11.

Belmera (BelawanMedan-Tanjung Morawa)

12.

Jakarta Outer Ring Road


(JORR) *)

Jakarta

13.

Ulujami-Pondok Aren

PT Jalantol Lingkarluar

14.

Bogor Outer Ring Road

PT Marga Sarana Jabar

Jakarta
(BORR)
Seksi 1 Sentul SelatanKedung Halang (3,8
km): beroperasi sejak 23
November 2009
Seksi 2A Kedung
Halang-Kedung Badak:
pembebasan lahan dan
konstruksi
15.

JORR W2 Utara

PT Marga Lingkar
Jakarta

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

7,7

2005

40

Beroperasi sejak 2013 Seksi


Kebon Jeruk-Ciledug

46

Identitas Perseroan
Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013

No.

16.

Ruas

Cengkareng-Kunciran

Tata Kelola
Perusahaan

14,2

Tahun
Mulai
Konsesi
-

Masa
Konsesi
35

Pembebasan lahan

35

Pembebasan lahan

45

Beroperasi sejak 2011

(konstruksi
dimulai)

17.

Kunciran-Serpong

PT Marga Trans

11,2

Nusantara

(konstruksi
belum
dimulai)

18.

Semarang-Solo

PT Trans Marga Jateng

72,6

2010

Tahap I Seksi 1
Semarang-Ungaran

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

(10,8 km): beroperasi


sejak 12 November 2011

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

Tahap I Seksi 2 UngaranBawen: pembebasan

Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Status

belum

Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital

PT Marga Kunciran

Panjang
(Km)

Cengkareng

Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

Operator

lahan dan konstruksi


19.

Surabaya-Mojokerto

PT Marga Nujyasumo

36,3

2007

42

Agung

Beroperasi sejak 2011


Seksi 1A WaruSepanjang: beroperasi
sejak 05 September
2011
Seksi 1B, 2, 3 dan 4
Sepanjang-Mojokerto:
pembebasan lahan dan
konstruksi

20.

Gempol-Pasuruan

PT Trans Marga Jatim

21.

Gempol-Pandaan

PT Jasamarga Pandaan

22.

Nusa Dua-Ngurah Rai-

PT Jasamarga Bali Tol

34,1

2013

45

13,6

2012

35

Pembebasan lahan dan

10

2012

45

Beroperasi sejak Oktober

Pasuruan

konstruksi

Tol
Benoa

Catatan: *) Tidak termasuk JORR Seksi S

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Pembebasan lahan dan

konstruksi
2013

47

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Alamat Kantor Cabang, Entitas Anak dan Entitas Asosiasi Jasa Marga
Kantor Cabang dan Unit Bisnis
No.

1.

Kantor

Cabang Jagorawi

Alamat

Telepon/Fax/Email

Jln. Raya Taman Mini Indonesia Indah

Tel.: 62 21 841 3632, 840 0732

Jakarta 13560

Fax.: 62 21 840 0055


e-mail: jagorawi@jasamarga.co.id

2.

3.

4.

Cabang Cawang-Tomang-Cengkareng

Cabang Jakarta-Cikampek

Cabang Jakarta-Tangerang

Plaza Tol Cililitan

Tel.: 62 21 8088 7227

Jln. Cililitan Besar

Fax.: 62 21 8088 7228

Jakarta 13510

e-mail: ctc@jasamarga.co.id

Jln. Teuku Umar, Sepanjang Jaya Rawa

Tel.: 62 21 821 6515, 8243 0045/48

Lumbu

Fax.: 62 21 821 6507

Bekasi 17114

e-mail: jakpek@jasamarga.co.id

Plaza Tol Tangerang

Tel.: 62 21 5575 3904/6237

Jln. Raya Serpong

Fax.: 62 21 5575 4029

Tangerang, Banten 15001

e-mail: janger@jasamarga.co.id

Jawa Barat
5.

Cabang Palikanci

Jln. Jend. Sudirman No. 138

Tel.: 62 231 489 800, 484 268

Ciperna, Cirebon 45171

Fax.: 62 231 483 457


e-mail: palikanci@jasamarga.co.id

6.

7.

8.

9.

Cabang Purbaleunyi

Cabang Semarang

Cabang Surabaya-Gempol

Cabang Belmera

Plaza Tol Pasteur

Tel.: 62 22 200 0867/68

Jln. Dr. Djundjunan No. 257

Fax.: 62 22 201 1433

Bandung 40164

e-mail: purbaleunyi@jasamarga.co.id

Plaza Tol Manyaran

Tel.: 62 24 760 6012/14

Jln. Tol Semarang

Fax.: 62 24 762 3940

Semarang 50147

e-mail: semarang@jasamarga.co.id

Plaza Tol Kota Satelit

Tel.: 62 31 567 9401/2008

Jln. Mayjen. Sungkono

Fax.: 62 31 732 9941

Surabaya 60189

e-mail: surgem@jasamarga.co.id

Jln. Simpang Tanjung No. 1A

Tel.: 62 61 661 1701/2920

Medan 20241

Fax.: 62 61 661 1055


e-mail: belmera@jasamarga.co.id

10.

Unit Bisnis Rest Area

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Jalan Tol Purbaleunyi KM 88 Jalur B

Tel.: 62 264 8280388

Sukatani Purwakarta 41167

Fax.: 62 264 8260288

48

Identitas Perseroan
Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013

Entitas Anak
No.
1.

Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital

Kantor
Plaza Tol Jati Asih

Tel.: 62 21 822 3232

Jakarta

Bekasi 17423

Fax.: 62 21 820 5151


e-mail: layanan@jlj.co.id

2.

3.

PT Marga Sarana Jabar

PT Trans Marga Jateng

Plaza Tol Sentul Barat

Tel.: 62 251 837 1310 ,

Jalan Tol Lingkar Luar Bogor 16710

833 3375

PO BOX 2012

Fax.: 62 251 834 6232

Jln. Murbei No. 1

Tel.: 62 24 747 5735

Sumur Boto Banyumanik

Fax.: 62 24 747 5735

Semarang
Jawa Tengah
4.

PT Marga Nujyasumo Agung

Jln. Pagesangan Baru No. 9 Surabaya

Tel.: 62 31 829 7696/32


Fax.: 62 31 827 5419

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

Kantor Jakarta:
Tel.: 62 21 798 0394/7640

Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Telepon/Fax/Email

PT Jalantol Lingkarluar

Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

Alamat

Fax.: 62 21 799 4694, 798 0464


5.

PT Jasamarga Bali Tol

Ikat Plaza

Tel.: 62 361 725326

Jln. By Pass I Gusti Ngurah Rai No. 505

Fax.: 62 361 725327

Pemogan 80221
Denpasar
Bali
6.

PT Marga Lingkar Jakarta

Plaza Pondok Indah 3 Blok B No. 7

Tel.: 62 21 75900256

Jln. T. B. Simatupang

Fax.: 62 21 7660547

Jakarta
7.

PT Transmarga Jatim

Perumahan Pondok Mutiara Blok A7

Tel.: 62 31 8955707

Pasuruan

Sidoarjo

Fax.: 62 31 8955707

Jawa Timur
8.

PT Jasamarga Pandaan Tol

Perum Pondok Mutiara Blok BK No. 12

Tel.: 62 31 8073542

Sidoarjo

Fax. : 62 31 8073542

Jawa Timur
9.

PT Marga Kunciran

Ruko Business Park Tangerang City No. A 19

Tel.: 62 21 5578 2453

Cengkareng

Jln. Jend. Sudirman No. 1 Cikokol

Fax.: 62 21 5578 2456

Tangerang 15117
10.

PT Marga Trans Nusantara

Ruko Bidex Blok H. No. 7

Tel.: 62 21 5315 4680

Jln. Pahlawan Seribu, BSD City

Fax.: 62 21 5315 4681

Tangerang
11.

PT Sarana Marga Utama

Komplek Bina Marga No.2

Tel.: 62 21 844 4640

RT 001/RW 05 Kel. Cipayung,

Fax.: 62 21 845 987 68

Kec. Cipayung, Jakarta Timur 13840


12.

PT Jasamarga Properti

Plaza Tol Taman Mini Indonesia Indah


Jln. Jasa Marga RT 008/002
Kel. Dukuh, Kec. Kramat Jati
Jakarta Timur

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Tel.: 62 21 841 3632, 840 0732

49

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Entitas ASOSIASI
No.
1.

2.

3.

Kantor

Alamat

PT Trans Lingkar Kita Jaya

PT Ismawa Trimitra

PT Jatim Marga Utama

Telepon/Fax/Email

Jln. Gas Alam Kp. Pedurenan RT/RW.06/07

Tel.: 62 21 8775 7676

Kel. Harjamukti, Kec. Cimanggis

Fax.: 62 21 8775 0141

Depok 16954

e-mail: sekrt@translingkar.co.id

Graha Iskandarsyah

Tel.: 62 21 7207 5858

Jln. Iskandarsyah Raya 66 C, Kebayoran Baru

Fax.: 62 21-7209 935

Jakarta Selatan 12160

e-mail: ismawa@cbn.net.id

Jln. Puncak Permai Utr II 15 Gadel,

Tel.: 62 31 7344 279

Sukomanunggal
Surabaya 60188
Jawa Timur
4.

PT Bukaka Marga Utama

Jln. Raya Pasar Minggu Kav. 17-A

Tel.: 62 21 7944 386

Jakarta

Fax.: 62 21-7944 376

Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal


Lembaga

BIRO ADMINISTRASI EFEK (BAE)

Lembaga

PT Datindo Entrycom
Alamat

Lembaga

Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, SH.

Puri Datindo Wisma Sudirman


Jln. Jend.Sudirman Kav. 34-35
Jakarta 10220
Tel.: 62 21 570 9009
Fax.: 62 21 570 9026

Alamat

PERUSAHAAN PEMERINGKAT

Lembaga

Lembaga

Panin Tower Senayan City 17th Floor


Jln. Asia Afrika Lot 19, Jakarta 10720
Tel.: 62 21 7278 2380
Fax.: 62 21 7278 2370

AKUNTAN PUBLIK
Aryanto, Amir Jusuf, Mawar & Saptoto
(RSM AAJ Associates)

Alamat

Plaza ABDA, Lantai 10


Jln. Jend.Sudirman Kav. 59
Jakarta 12190
Tel.: 62 21 5140 1340
Fax.: 62 21 5140 1350

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Jln. Panglima Polim V 11


Melawai, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12160

PT Pemeringkat Efek Indonesia


Alamat

NOTARIS

KONSULTAN HUKUM
Melli Darsa & Co.

Alamat

Menara Standard Chartered 19th Floor


Jln. Prof. Dr. Satrio No. 164,
Jakarta 12950

50

Identitas Perseroan
Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013

Transformasi
Jasa Marga

Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Setelah 35 Tahun Perseroan berdiri,

masih banyaknya peluang pembangunan

Perseroan telah berhasil menjadi

jalan tol dan masih terus tumbuhnya

pemimpin di industri jalan tol dengan

volume lalu lintas pada ruas ruas jalan

menguasasi 73% pangsa pasar jalan tol

tol yang telah beroperasi serta posisi

beroperasi dan 83% pangsa pasar volume

keuangan yang kuat dan daya saing yang

lalu lintas transaksi di Indonesia.

tinggi untuk mendukung pertumbuhan


Perseroan, pada tahun 2013 ini

Melihat potensi pertumbuhan ekonomi

Perseroan melakukan transformasi untuk

di Indonesia yang diperkirakan terus

memperkokoh posisi industry leader di

tumbuh sehingga berdampak pada

jalan tol dengan menetapkan Visi dan Misi

pertumbuhan masyarakat kelas menengah

Perseroan untuk 2017 dan 2022.

dan pertumbuhan penjualan kendaraan


bermotor, serta melihat potensi bisnis
jalan tol yang masih relatif tinggi dengan

Transformasi Perseroan untuk Memperkokoh Posisi Industry Leader


di Jalan Tol
Melihat potensi pertumbuhan ekonomi
Indonesia, potensi bisnis jalan tol yang luas,
serta pencapaian Perseroan yang telah berhasil
menjadi pemimpin industri jalan di Indonesia
maka ditetapkan Visi Perseroan pada 2013
dan 2017

2022
2017

Menjadi Perusahaan
Pengembang dan Operator
Jalan Tol Terkemuka di
Indonesia

2012

Perseroan telah berhasil menjadi


pemimpin di indutri jalan tol di Indonesia
dengan menguasai 73% pangsa pasar
jalan tol beroperasi dan 83% pangsa pasar
volume lalu lintas transaksi
PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Menjadi Salah
Satu Perusahaan
Terkemuka di
Indonesia

Misi 2013-2022
1. Mewujudkan Percepatan
Pembangunan Jalan Tol
2. Menyediakan Jalan Tol yang Efisien
dan Andal
3. Meningkatkan Kelancaran Distribusi
Barang dan Jasa

51

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Untuk mencapai Visi dan Misinya, Jasa Marga


mengembangkan strategi-strategi sebagai berikut:

Strategi Perseroan
visi: Menjadi Perusahaan Pengembang Dan Operator Jalan Tol Terkemuka Di Indonesia
Misi: Mewujudkan Percepatan Pembangunan Jalan Tol, Menyediakan Jalan Tol Yang Efisien Dan Andal,
Meningkatkan Kelancaran Distribusi Barang Dan Jasa
Tata Nilai : Jujur, Sigap, Mumpuni, Respek

Mengoperasikan Jalan Tol sepanjang 738 Km pada tahun 2017 dengan Volume Lalu Lintas Transaksi 1,7 Miliar kendaraan

Growth

Business
Diversification

Pengembangan Bisnis Jalan Tol


Menambah panjang jalan tol untuk meningkatkan Nilai
Perusahaan dan untuk tetap mempertahankan Pangsa Pasar
paling sedikit 50% Panjang Jalan Tol

pengoperasian Jalan Tol


Mengoperasikan Jalan Tol yang Efisien, Aman dan Bermutu
Tinggi untuk meningkatkan kinerja Operasional dan
memberikan pelayanan yang ekselen bagi Pengguna Jalan,
Masyarakat dan Pemerintah

Pengembangan bisnis lain


Mengembangkan usaha lain yang secara strategis memperkuat pengembangan dan pengoperasian Jalan Tol dan untuk
meningkatkan Pendapatan Usaha dengan memanfaatkan Sumber Daya Perusahaan

Pengelolaan
keuangan
Pengendalian Keuangan
untuk meningkatkan Nilai
Perusahaan, mendukung
pertumbuhan Perusahaan
dan mempertahankan
Financial Stability

Financial
Sustainability

Organisasi dan sdm


Peningkatan Kompetensi
dan Penyiapan kader
pimpinan serta karyawan
bertalenta yang mendukung
Transformasi Organisasi
untuk meningkatkan
Produktivitas dan
pertumbuhan perusahaan

Org. & Human


Capital

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

teknologi informasi
dan rekayasa teknik
Peningkatan Kompetensi
dan Penyiapan kader
pimpinan serta karyawan
bertalenta yang mendukung
Transformasi Organisasi
untuk meningkatkan
Produktivitas dan
pertumbuhan perusahaan

Innovation

kepatuhan dan
manajemen risiko
Pengelolaan Risiko dan
Penerapan Tata Kelola
Perusahaan yang baik untuk
meningkatkan kepercayaan
dan Nilai Perusahaan

Good
Corporate
Governance

Operational
Excellence

52

Identitas Perseroan
Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Dari sisi
operasional,
pelayanan
yang diberikan
Perseroan
difokuskan
untuk
memberikan
jasa layanan tol
yang modern
dan berkualitas.

Strategi Bisnis Utama

Strategi Pengembangan Bisnis


Lain

Strategi Pengembangan Bisnis


Jalan Tol

Selain fokus pada pengembangan

Untuk mempertahankan posisi Perseroan

memaksimalkan aset, Perseroan

sebagai market leader dalam industri jalan

melakukan pengembangan bisnis lain

tol, Perseroan terus melakukan usaha

yang terkait dengan pengembangan

penambahan panjang jalan tol yang ada

dan pengoperasian jalan tol melalui

melalui pembangunan ruas-ruas jalan tol

pengembangan bisnis pada koridor

baru yang terkoneksi dengan ruas-ruas

jalan tol dan pengembangan bisnis yang

jalan tol yang beroperasi.

memanfaatkan kompetensi Perseroan.

Dalam menambah panjang jalannya,

Hal ini dilakukan dengan mengkapitalisasi

selain melalui tender, Perseroan juga

lahan yang ada menjadi area komersil,

mendapatkan konsesi jalan tol melalui

seperti properti atau jaringan fiber optic.

akuisisi maupun secara unsolicited.

Kerja sama usaha non tol ini dilakukan

Perseroan dapat mengakuisisi ruas-ruas

secara mandiri atau dikerjasamakan

baru yang potensial, yang pemegang

dengan mitra.

bisnis jalan tol, dalam rangka

konsesinya memiliki hambatan untuk


membangun jalan tol tersebut, terutama

Strategi Operasional

jalan tol yang terletak di kota-kota besar

Dari sisi operasional, pelayanan yang

yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dan

diberikan Perseroan difokuskan dengan

sedapat mungkin terhubung dengan jalan

tujuan untuk memberikan jasa layanan

tol eksisting Perseroan/Anak Perusahaan.

tol yang modern dan berkualitas. Hal

Jalan tol yang konsesinya didapatkan

tersebut dilakukan Perseroan melalui

melalui akuisisi adalah Jalan Tol Surabaya-

peralihan dari sistem yang berbasis SDM

Mojokerto dan Jalan Tol Gempol-Pandaan.

(human-based) menjadi berbasis teknologi

Perseroan juga dapat mengusulkan kepada

(technology-based). Modernisasi peralatan

Pemerintah pembangunan ruas tol baru

layanan transaksi dilakukan Perseroan

untuk dibangun (unsolicited) dimana ruas

dengan menerapkan e-Toll Card, Gardu Tol

tol tersebut tidak terdapat dalam Master

Otomatis (GTO), dan e-Toll Pass.

Plan jaringan jalan tol di Indonesia, namun


Perseroan menilai bahwa ruas jalan tol

Penerapan sistem transaksi elektronik

tersebut layak untuk dibangun. Jalan Tol

tersebut memberikan layanan transaksi

Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa (Jalan Tol

yang lebih cepat serta memberikan

Bali Mandara) merupakan jalan tol yang

kemudahan bagi pengguna jalan tol

konsesinya diperoleh secara unsolicited.

dengan tidak diperlukannya uang tunai


dalam bertransaksi. Teknologi e-Toll Card
dan e-Toll Pass akan terus dikembangkan
sebagai bagian dari komitmen Jasa Marga
untuk memberikan pelayanan yang
memudahkan pengguna jalan dalam
bertransaksi serta memperluas jumlah GTO
untuk transaksi dengan e-Toll Card dan
e-Toll Pass.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

53

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Perseroan juga menerapkan sistem

Strategi Organisasi dan SDM

Strategi Inovasi

informasi dan komunikasi pelayanan

Untuk mendukung pertumbuhannya,

Perseroan terus berupaya melakukan

lalu lintas terpadu dan efektif, dengan

Perseroan melakukan pengembangan

inovasi dalam memberikan pelayanan

mengintensifkan pemantauan kondisi lalu

organisasi dan menyiapkan kebutuhan

kepada pengguna jalan tol. Rekayasa

lintas secara real time melalui kamera CCTV

sumber daya manusia melakukan

teknik dan implementasi teknologi

(closed-circuit television), mempercepat

rekrutmen karyawan baru dan melakukan

informasi dalam kegiatan bisnis Perseroan

proses penyediaan informasi terkait kondisi

pelatihan untuk meningkatkan kompetensi

diharapkan mampu meningkatkan efisiensi,

lalu lintas secara real time melalui rambu

karyawan.

produktivitas dan kinerja Perseroan.

dan Jasa Marga Traffic Information Center,

Selain itu, untuk mendukung strategi

Strategi Kepatuhan dan Manajemen Risiko

sehingga response time bagi petugas di

operasional, Perseroan melakukan

Perseroan berupaya untuk melakukan

lapangan dan informasi yang disampaikan

perbaikan sistem dan prosedur untuk

pengelolaan risiko dan penerapan tata

kepada pengguna jalan tersedia dengan

meningkatkan kinerja operasional

kelola perusahaan yang baik untuk

cepat, akurat, dan real time.

sekaligus melakukan efisiensi. Perseroan

meningkatkan kepercayaan para

juga melakukan pelatihan untuk

pemangku kepentingan dan

Untuk menunjang strategi-strategi di

meningkatkan kualitas layanan dan

nilai perusahaan.

atas, Perseroan menjalankan berbagai

peningkatan produktivitas karyawan.

elektronik VMS (Variable Message Sign)

kebijakan yang terkait dengan


pendanaan dan manajemen organisasi

Strategi pengembangan organisasi

sebagai fungsi pendukung untuk

dilakukan dengan menjadikan Kantor

menjalankan strategi usaha.

Pusat sebagai investment holding


company sementara Anak Perusahaan/

Strategi Bisnis Pendukung

Kantor Cabang sebagai SBU (Strategic


Business Unit). Dengan strategi tersebut,
sebagian besar wewenang operasional

Strategi Keuangan

yang ada di Kantor Pusat didelegasikan

Dalam hal strategi pendanaan, Perseroan

ke Kantor Cabang dan Anak Perusahaan

berusaha untuk menyiapkan dan

sehingga proses pengambilan keputusan

mendukung pertumbuhan organic melalui

dapat menjadi lebih efisien dan efektif.

diversifikasi instrumen peminjaman. Selain

Untuk mendukung pengembangan

itu Perseroan juga melakukan persiapan

kompetensi karyawan, Perseroan

struktur keuangan untuk mendukung

juga telah membentuk Jasa Marga

pertumbuhan unorganic.

Development Center, unit yang fokus


dalam pengembangan kompetensi melalui

Sumber dana Perseroan berasal dari

pendidikan dan pelatihan.

arus kas internal (Pendapatan Tol) serta


sumber eksternal yang dicari dari sumber

Sebagai upaya untuk mendorong

yang paling efisien dari segi biaya

karyawan untuk terus berkarya,

dan penarikannya pun sesuai dengan

Perseroan menerapkan sistem remunerasi

kebutuhan. Sumber dana eksternal berasal

berdasarkan kompetensi yang dikaitkan

dari pasar modal, perbankan dan pasar

dengan kinerja serta standar yang berlaku

uang. Setelah jalan tol beroperasi, hutang

di industri (industry best practices).

bank akan di-refinance dengan hutang


jangka panjang lainnya yaitu dengan
menerbitkan obligasi yang mempunyai
tenor lebih panjang.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

54

Ikhtisar 2013
Ikhtisar keuangan
(dalam miliar Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Identitas Perseroan

URAIAN

Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

2013

2012

2011

2010

2009

Laba Rugi Komprehensif


Konsolidasi
Pendapatan Usaha

10.295

9.070

6.486

4.379

3.692

Beban Usaha

(7.631)

(6.095)

(4.155)

(2.390)

(2.176)

Laba Usaha

2.663

2.975

2.330

1.988

1.516

Laba Sebelum Pajak

1.715

2.055

1.590

1.476

1.094

Beban Pajak

(477)

(519)

(411)

(292)

(212)

1.336

1.602

1.196

1.193

993

Laba Periode Berjalan yang Dapat


Diatribusikan kepada:
Pemilik Entitas Induk
Kepentingan Non Pengendali

(98)

(66)

(17)

(9)

(15)

1.238

1.536

1.179

1.184

978

1.335

1.603

1.198

1.195

994

(98)

(66)

(17)

(9)

(15)

1.237

1.536

1.180

1.186

980

6.800

6.800

6.775

6.775

6.775

197

236

177

176

147

94,24

78,88

105,69

87,91

Total Aset

28.366

24.754

20.916

18.952

16.174

Total Liabilitas

17.499

14.966

12.555

10.593

8.429

Total Ekuitas

10.867

9.788

8.361

8.359

7.183

4.931**

1.832

2.304

1.181

1.605

192

176

201

201

207

-1.174

-2.130

-90,78

1.612

464

Total Laba (Rugi) Periode Berjalan


Laba Komprehensif yang Dapat
Diatribusikan kepada:
Pemilik Entitas Induk
Kepentingan Non Pengendali
Total Laba (Rugi) Komprehensif
Data Saham
Jumlah Saham yang Beredar
(juta lembar)
Laba Bersih per Saham
(Rupiah penuh)
Dividen per Saham (Rupiah penuh)
Laporan Posisi Keuangan
Konsolidasi

Belanja Modal
Investasi pada Perusahaan Asosiasi
Modal Kerja Bersih
Rasio Keuangan (%)
Rasio Laba (Rugi) terhadap Aset

4,71

6,47

5,72

6,30

6,14

Rasio Laba (Rugi) terhadap Ekuitas

12,30

16,37

14,31

14,28

13,82

Rasio Laba (Rugi) terhadap


Pendapatan

12,98

17,66

18,45

27,26

26,89

Rasio Lancar

76,15

67,95

97,78

165,04

115,64

161,03

152,90

150,00

126,71

117,34

61,69

60,46

60,03

55,89

52,11

10,40

10,24

8,89

8,11

6,84

1.195.063

1.099.853

939.709

812.013

667.184

Rasio Liabilitas Terhadap Ekuitas


Rasio Liabilitas terhadap Jumlah Aset
Rasio INDUSTRI
Rasio Pendapatan Tol terhadap
Panjang Jalan (Rp miliar/km)
Rasio Pendapatan Tol terhadap
Jumlah Karyawan (Rp penuh/orang)
*) Akan ditentukan dalam RUPS tahun 2014
**) Total Belanja Modal Konsolidasi

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

55

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Beban Usaha 2009-2013


(miliar Rupiah)

2011

4.155

2012

2013

2009

2.390

2.176

2010

2010

2011

2012

1.094

2009

2010

2011

2012

2013

Laba Periode Berjalan yang


Dapat Diatribusikan kepada
Pemilik Entitas Induk 2009-2013

2009

2010

1.590

1.476

2.055

2.330

1.516

1.988

2.663

Laba Sebelum Pajak 2009-2013


(miliar Rupiah)

2.975

Laba Usaha 2009-2013


(miliar Rupiah)

2013

2011

2012

1.715

2009

4.379

3.692

6.486

6.095

9.070

10.295

7.631

Pendapatan Usaha 2009-2013


(miliar Rupiah)

2013

Laba Bersih per Saham


2009-2013
(Rupiah Penuh)

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

2013

2009

177

2012

176

1.196

2011

147

2010

1.336

2009

1.193

993

1.602

197

236

(miliar Rupiah)

2010

2011

2012

2013

56

Identitas Perseroan
Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Liabilitas 2009-2013
(miliar Rupiah)

Ekuitas 2009-2013
(miliar Rupiah)

2009

2010

2011

2012

2013

2009

2010

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

2012

2013

2009

2010

2011

2012

10.867

9.788

8.359

7.183

2011

8.361

14.966
12.555

8.429

10.593

28.366

24.754

20.916

18.952

16.174

17.499

Aset 2009-2013
(miliar Rupiah)

2013

57

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Ikhtisar Operasional
Keterangan

2013

2012

2011

2010

2009

Panjang Jalan Tol (km)

560

545

545

531

531

Volume Lalu Lintas Transaksi (miliar kendaraan)

1,26

1,20

1,09

0,96

0,92

Terpenuhi

Terpenuhi

Terpenuhi

Terpenuhi

Terpenuhi

Jumlah Pegawai Tetap (Orang)

4.875

5.075

5.154

5.303

5.443

Jumlah Petugas Pengumpulan Tol (Pultol) (Orang)

4.917

4.724

3.805

3.653

3.552

3.447.999

3.291.413

2.991.176

2.621.618

2.510.913

15.961.458

15.292.473

13.269.123

11.797.550

9.949.269

Pemenuhan SPM

Volume Lalu Lintas Transaksi Harian Rata-rata


(kendaraan)
Pendapatan Tol Harian Rata-rata (ribuan Rupiah)

Perkembangan Panjang Jalan Tol yang Konsesinya Dimiliki


oleh Jasa Marga (2003-2013)

Volume Lalu Lintas Transaksi


2009-2013

(Dalam Km)

545

2013

2011

2012

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

517

517

2004

2005

2006

2007

2008

531

517

2003

531
517

2011

517

2010

517

0,96

0,92

2009

545

1,26

2012

1,09

1,20

560

(miliar transaksi kendaraan)

2009

2010

2013

58

Identitas Perseroan

Ikhtisar saham

Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen

Informasi Harga & Volume Perdagangan Saham JSMR di Bursa Efek Indonesia per Triwulan
2007-2013
Tahun Kalender

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital

Harga
Penutupan

Volume
Perdagangan
(lembar)

Jumlah Saham
Beredar (lembar)

Kapitalisasi
Pasar
(Rp miliar)

7.779.000

6.800.000.000

12.920

2007

TW IV

2.200

1.700

1.900

2008

TW I

2.025

1.220

1.400

844.500

6.800.000.000

9.520

TW II

1.450

1.150

1.160

2.034.500

6.800.000.000

7.888

TW III

1.380

830

1.010

667.500

6.800.000.000

6.868

TW IV

1.000

610

910

10.152.500

6.800.000.000

6.188

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

2009

Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Harga
Terendah
(Rp penuh)

Tata Kelola
Perusahaan

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

Harga
Tertinggi

2010

2011

2012

2013

TW I

1.060

830

900

11.740.000

6.800.000.000

6.120

TW II

1.740

900

1.550

1.768.000

6.800.000.000

10.540

TW III

1.920

1.540

1.870

6.375.000

6.800.000.000

12.716

TW IV*)

1.940

1.710

1.810

5.534.500

6.775.476.500

12.264

TW I

1.900

1.660

1.790

12.074.000

6.775.476.500

12.128

TW II

2.200

1.750

2.025

7.123.000

6.775.476.500

13.720

TW III

3.375

2.000

3.200

8.456.500

6.775.476.500

21.682

TW IV

3.900

3.150

3.425

9.506.500

6.775.476.500

23.206

TW I

3.575

2.925

3.400

10.509.500

6.775.476.500

23.037

TW II

3.650

3.250

3.625

16.022.000

6.775.476.500

24.561

TW III

4.275

3.400

3.975

6.335.500

6.775.476.500

26.933

TW IV

4.275

3.550

4.200

2.323.500

6.775.476.500

28.457

TW I

5.150

4.125

5.150

17.973.000

6.775.476.500

34.894

TW II*)

5.700

4.875

5.400

8.058.500

6.800.000.000

36.720

TW III

6.000

5.300

5.850

10.731.500

6.800.000.000

39.780

TW IV

5.950

5.450

5.450

10.019.500

6.800.000.000

37.060

TW I

5.950

5.100

5.950

17.130.000

6.800.000.000

40.460

TW II

6.950

5.700

6.050

16.095.500

6.800.000.000

41.140

TW III

6.000

5.300

5.200

11.699.000

6.800.000.000

35.360

TW IV

5.800

4.525

4.725

4.192.000

6.800.000.000

32.130

Catatan:
*) Pada Triwulan 4 Tahun 2009, Perseroan melakukan Buyback sebesar 24.523.500 lembar saham dan pada
Triwulan 2 Tahun 2012 Perseroan melakukan penjualan kembali saham buyback tersebut.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

59

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Volume dan Harga Saham Jasa Marga (JSMR) Tahun 2012 dan 2013
Volume
(juta saham)

Rp
Harga

Volume

140

7.000,00

120

6.500,00

100

6.000,00
80

5.500,00
60

5.000,00
40

4.500,00

20

4.000,00

TW I

TW II

TW III

TW IV

TW I

TW II

2012

TW III

TW IV

2013
Return (%)

Komparasi Tingkat Pengembalian SAHAM JSMR vs IHSG 2007-2013


300

JSMR

250

Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia


200
150
100
50
0
-50

Dec
2007

Mar

Jun

Sep

Dec

Mar

2008

Jun

Sep

Dec

2009

Mar

Jun

Sep

Dec

2010

Mar

Jun

Sep

Dec

Mar

2011

Jun

Sep

Dec

Mar

2012

Jun

Sep

Dec

2013
Sumber: Bloomberg

Sejak tercatat di Bursa Efek Jakarta pada tanggal 12 November 2007 sampai dengan 31 Desember 2013, JSMR memberikan tingkat
pengembalian sebesar 181,69%. Per 31 Desember 2013, JSMR juga tercatat dalam beberapa Indeks Lokal dan Indeks Internasional.

Indecs
Indices

Indeks LQ45
ISSI
Indeks 30
Indeks SMinfra18

Kompas 100

Indeks
SRI-KEHATI

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Indeks
MNC36

MSCI Global
Standard Indices

Indeks ASEAN Exchanges

Indeks FTSE

60

Identitas Perseroan

Ikhtisar Obligasi

Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga

Obligasi Beredar Jasa Marga

Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

Obligasi Beredar Jasa Marga Tahun 2012


Obligasi

Jumlah
(Rp Juta)

Tahun Jatuh
Tempo

Peringkat

12,30

2013

idAA

Rata-rata SBI
3 bulan

2013

1.

Jasa Marga XI (P)

Pengembangan
Proyek Baru

2.

JORR I *

Pengelolaan
Human Capital

3.

JORR II (A) *

77.377

15,25

2016

4.

JORR II (B) *

77.377

15,25

2018

Tata Kelola
Perusahaan

1.000.000

Tingkat
Bunga (%)

274.260

5.

JORR II (C) *

104.400

15,50

2021

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

6.

Jasa Marga XII (Q)

1.000.000

13,50

2016

idAA

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

7.

Jasa Marga XIII (R)

1.500.000

10,25

2017

idAA

8.

Jasa Marga XIV (JM-10)

1.000.000

9,35

2020

idAA

9.

Jasa Marga I (JM-10)

Tanpa Bunga

2013

idAA

Tingkat
Bunga (%)

Tahun Jatuh
Tempo

Peringkat

Daftar Istilah

500.000

Laporan Keuangan
Konsolidasian

Obligasi Beredar Jasa Marga Tahun 2013


Obligasi

Jumlah
(Rp Juta)

1.

JORR II (A) *

77.377

15,25

2016

2.

JORR II (B) *

77.377

15,25

2018

3.

JORR II (C) *

104.400

15,50

2021

4.

Jasa Marga XII (Q)

1.000.000

13,50

2016

idAA

5.

Jasa Marga XIII (R)

1.500.000

10,25

2017

idAA

6.

Jasa Marga XIV (JM-10)

1.000.000

9,35

2020

idAA

7.

Obligasi Berkelanjutan I Jasa Marga


Tahap I Tahun 2013 Seri S-Seri A

700.000

8,4

2014

idAA

8.

Obligasi Berkelanjutan I Jasa Marga


Tahap I Tahun 2013 Seri S-Seri B

400.000

8,7

2016

idAA

9.

Obligasi Berkelanjutan I Jasa Marga


Tahap I Tahun 2013 Seri S-Seri C

1.000.000

8,9

2018

idAA

Keterangan: * Tidak Dicatatkan

Tempat Pencatatan Obligasi


Seluruh Obligasi Jasa Marga dicatatkan di Bursa Efek Indonesia, kecuali Obligasi Jasa Marga XI (P) dicatatkan
di Bursa Efek Surabaya.

Definisi Peringkat
idAA merupakan peringkat yang menggambarkan obligor memiliki kapasitas yang sangat kuat
untuk memenuhi komitmen finansial jangka panjang dalam pembayaran hutangnya relatif
terhadap obligor Indonesia lainnya.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

61

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Kronologis Pencatatan Saham dan Emisi Obligasi Jasa Marga


Kronologis Pencatatan Saham Jasa Marga

Tanggal

Aksi Korporasi

Komposisi Kepemilikan
Pemerintah Republik Indonesia
Saham
Seri A

Status Sebelum IPO

Saham Seri B

Publik

Saham Pembelian
Kembali (Buyback)

Saham Seri B

Saham Seri B

4,759,999,999

100

12 November 2007

IPO di Bursa
Efek Jakarta

4,759,999,999

70

2,040,000,000

30

13 Oktober 2008 12 Januari 2009

Pembelian
Saham Kembali
(Buyback)

4,759,999,999

70

2,015,476,500

29.6

24,523,500

0.4

05 April 2012 - 25
Juni 2012

Penjualan
Kembali Saham
Buyback

4,759,999,999

70

2,040,000,000

30

(24,523,500)

4,759,999,999

70

2,040,000,000

30

Status per 31 Desember 2013

Tempat Pencatatan Saham


Seluruh Saham Jasa Marga dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.

Kronologis Pencatatan Obligasi Jasa Marga


Obligasi

Jumlah
(Rp Juta)

Tenor
(Tahun)

Tanggal
Penerbitan
(tgl-bln-thn)

Tanggal Jatuh
Tempo
(tgl-bln-thn)

Peringkat

Status

1.

Jasa Marga I (A)

23.718

11-03-1983

11-03-1988

Lunas

2.

Jasa Marga II/1 (B)

40.000

31-10-1983

31-10-1988

Lunas

3.

Jasa Marga II/2 (C)

20.000

06-02-1984

06-02-1989

Lunas

4.

Jasa Marga II/2 (D)

20.000

05-03-1984

05-03-1989

Lunas

5.

Jasa Marga II/2 (E)

20.000

31-03-1984

31-03-1989

Lunas

6.

Jasa Marga III/1 (F/1)

40.000

28-12-1984

28-12-1989

Lunas

7.

Jasa Marga III/2 (F/2)

30.000

01-03-1985

01-03-1990

Lunas

8.

Jasa Marga IV/1 (G/1)

40.000

27-12-1985

27-12-1990

Lunas

9.

Jasa Marga IV/2 (G/2)

60.000

24-03-1986

24-03-1991

Lunas

10.

Jasa Marga V/1 (H)

60.000

06-07-1987

06-07-1992

Lunas

11.

Jasa Marga V/2 (I)

40.000

19-11-1987

19-11-1992

Lunas

12.

Jasa Marga VI/1 (J)

75.000

20-6-1988

20-06-1996

Lunas

13.

Jasa Marga VI/2 (K)

50.000

01-02-1989

01-02-1997

Lunas

14.

Obligasi Indeks Pendapatan


Tahap I

40.000

12

31-07-1989

31-07-2001

Lunas

15.

Obligasi Indeks Pendapatan


Tahap II

30.000

12

21-09-1989

21-09-2001

Lunas

16.

Jasa Marga VII (L)

100.000

08-06-1990

08-06-1998

Lunas

17.

Jasa Marga VIII (M)

150.000

27-03-2000

27-03-2008

Lunas

18.

Jasa Marga IX (N)

400.000

12-04-2002

12-04-2007

Lunas

19.

Jasa Marga X (O)

650.000

04-12-2002

04-12-2010

20.

Jasa Marga XI (P)

1.000.000

10

10-10-2003

10-10-2013

idAA

Lunas

21.

Jasa Marga I (JM-10)

500.000

10-12-2010

10-12-2013

idAA

Lunas

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Lunas

62

Identitas Perseroan

Obligasi

Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen

Jumlah
(Rp Juta)

Tenor
(Tahun)

Tanggal
Penerbitan
(tgl-bln-thn)

Tanggal Jatuh
Tempo
(tgl-bln-thn)

Peringkat

Status

21.

Jasa Marga I (JM-10)

500.000

10-12-2010

10-12-2013

idAA

Lunas

22.

JORR I *)

274.260

10

19-11-2003

19-11-2013

Lunas

23.

JORR II (A) *)

77.377

10

05-01-2006

05-01-2016

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

Belum
Lunas

JORR II (B) *)

77.377

12

05-01-2006

05-01-2018

Belum
Lunas

Pengembangan
Proyek Baru

JORR II (C) *)

104.400

15

05-01-2006

05-01-2021

Belum
Lunas

Pengelolaan
Human Capital

24.

Jasa Marga XII (Q)

1.000.000

10

06-07-2006

06-07-2016

idAA

Tata Kelola
Perusahaan

Belum
Lunas

25.

Jasa Marga XIII (R)

1.500.000

10

06-21-2007

06-21-2017

idAA

Belum
Lunas

26.

Jasa Marga XIV (JM-10)

1.000.000

10

10-12-2010

10-12-2020

idAA

Belum
Lunas

27.

Obligasi Berkelanjutan I Jasa


Marga Tahap I Tahun 2013
Seri S-Seri A

700.000

370 hari

27-09-2013

02-10-2014

idAA

Belum
Lunas

Obligasi Berkelanjutan I Jasa


Marga Tahap I Tahun 2013
Seri S-Seri B

400.000

27-09-2013

27-09-2016

idAA

Belum
Lunas

Obligasi Berkelanjutan I Jasa


Marga Tahap I Tahun 2013
Seri S-Seri C

1.000.000

27-09-2013

27-09-2018

idAA

Belum
Lunas

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Keterangan: * Tidak Dicatatkan

Tempat Pencatatan Obligasi


Seluruh Obligasi Jasa Marga dicatatkan di Bursa Efek Indonesia, kecuali Obligasi No. 1-20 pada tabel di atas dicatatkan
di Bursa Efek Surabaya.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

63

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Komposisi Kepemilikan Saham JSMR


Komposisi Kepemilikan Saham JSMR per 31 Desember 2013

Pemodal Asing

13,29%
Reksadana

5,10%

Institusi Indonesia

Pemerintah Indonesia

9,61%

70,00%

Perorangan Indonesia

2,00%

Pemegang Saham yang Memiliki 5% atau Lebih Saham


Pemegang Saham yang Memiliki 5% atau Lebih Saham
Nama
Negara Republik Indonesia

Status Pemilik

Jumlah Saham

Persentase (%)

Negara Republik Indonesia

4.760.000.000

70,000

Informasi Pemegang Saham


Utama
Pada tanggal 31 Desember 2013,Negara
Republik Indonesia sebagai Pemegang
Saham Utama memiliki satu lembar saham
Seri A Dwiwarna dan 4.760.000.000 lembar
Saham Biasa Seri B. Sebagai Pemegang

per 31 Desember 2013

Saham Seri A Dwiwarna, Negara Republik

Dewan Komisaris, penggabungan,

Indonesia memiliki hak-hak istimewa

peleburan, pengembilalihan serta

dalam hal menambah atau mengurangi

pembubaran dan likuidasi Perseroan.

modal dasar dan perubahan Anggaran


Dasar Perseroan, pengangkatan dan
pemberhentian anggota Direksi dan

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

64

Identitas Perseroan

Kepemilikan Saham Dewan Komisaris, Direksi Dan Karyawan

Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga

Kepemilikan Saham Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan

Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen

Nama

Jabatan

Agoes Widjanarko

Komisaris Utama

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

Ibnu Purna
Akhmad Syakhroza

Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan

per 31 Desember 2013

Jumlah Saham

Persentase (%)

80.000

0,0012

Komisaris

10.500

0,0002

Komisaris

Tidak Ada

Joyo Winoto

Komisaris

Tidak Ada

Mayjen. (Purn). Samsoedin

Komisaris Independen

Tidak Ada

Irjen Polisi (Purn.)


Michael Dendron Primanto

Komisaris Independen

Tidak Ada

134.500

0,0020

8.500

0,0001

Adityawarman

Direktur Utama

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

Hasanudin

Direktur Operasi

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

Abdul Hadi Hs.

Direktur Pengembangan Usaha

260.500

0,0038

Reynaldi Hermansjah

Direktur Keuangan

360.000

0,0053

Muh Najib Fauzan

Direktur SDM dan Umum

107.500

0,0016

961.500

0,0140

Kepemilikan Saham Karyawan

17.642.261

0,2595

Total Kepemilikan Saham Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan

18.603.761

0,2736

Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Total Kepemilikan Saham Dewan Komisaris dan Direksi

Sepuluh Pemegang Saham PUBLIK dan Obligasi Terbesar


Sepuluh Pemegang Saham JSMR Terbesar
( Kepemilikan Saham Kurang dari 5% )
No.

Nama

per 31 Desember 2013

Jumlah Saham

Persentase (%)

1.

PT. JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA (PERSERO)-JHT

148.751.000

2,19

2.

BNYM SA/NV AS CUST OF EMPLOYEES PROVIDENT FUND2039844119

105.806.500

1,56

3.

PT. JAMSOSTEK (PERSERO) - PROGRAM NON JHT

83.834.500

1,23

4.

PT TASPEN (PERSERO) - THT

58.967.500

0,87

5.

PT AIA FINL - UL EQUITY

53.844.500

0,79

6.

JPMORGAN CHASE BANK NA RE NON-TREATY CLIENTS 2157804006

46.835.855

0,67

7.

BBH BOSTON S/A VANGRD EMG MKTS STK INFD

37.492.500

0,55

8.

REKSA DANA PANIN DANA MAKSIMA 91033.40.00

31.450.500

0,46

9.

BBH LUXEMBOURG S/A FIDELITY FD, SICAV-INDONESIA FD

30.399.500

0,45

10.

RD BNP PARIBAS EKUITAS - 897634000

28.254.000

0,42

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

65

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Sepuluh Pemegang Obligasi JORR II (A) Terbesar


No.

Nama

per 31 Desember 2013

Jumlah Efek

Persentase (%)

1.

PT Bank Panin Tbk

64.256.977.177,50

83,04

2.

PT Bank Bukopin

4.454.792.142,15

5,76

3.

Bank DKI

3.319.366.427,74

4,29

4.

PT Bank Panin Tbk

3.157.411.315,79

4,08

5.

Arjuna Finance

431.548.517,06

0,56

6.

Depkeu RI cq. DJKN cq. Ditjen Kekayaan


Negara Lain2

265.904.628,31

0,34

7.

Depkeu RI cq. DJKN cq. Ditjen Kekayaan


Negara Lain3

202.881.838,48

0,26

8.

PT Bank Windu Kentjana

201.204.507,31

0,26

9.

PT Bank Mega Tbk

189.200.595,34

0,24

10.

PT Bank Mega Tbk

189.200.595,34

0,24

Sepuluh Pemegang Obligasi JORR II (B) Terbesar


No.

Nama

per 31 Desember 2013

Jumlah Efek

Persentase (%)

1.

PT Bank Panin Tbk

64.256.977.177,50

83,04

2.

PT Bank Bukopin

4.454.792.142,15

5,76

3.

Bank DKI

3.319.366.427,74

4,29

4.

PT Bank Panin Tbk

3.157.411.315,79

4,08

5.

Arjuna Finance

431.548.517,06

0,56

6.

Depkeu RI cq. DJKN cq. Ditjen Kekayaan


Negara Lain2

265.904.628,31

0,34

7.

Depkeu RI cq. DJKN cq. Ditjen Kekayaan


Negara Lain3

202.881.838,48

0,26

8.

PT Bank Windu Kentjana

201.204.507,31

0,26

9.

PT Bank Mega Tbk

189.200.595,34

0,24

10.

PT Bank Mega Tbk

189.200.595,34

0,24

Sepuluh Pemegang Obligasi JORR II (C) Terbesar


No.

Nama

per 31 Desember 2013

Jumlah Efek

Persentase (%)

1.

PT Bank Panin Tbk

85.675.969.570,00

82,07

2.

PT Bank Bukopin

5.939.722.856,20

5,69

3.

Bank DKI

4.425.821.903,65

4,24

4.

PT Bank Panin Tbk

4.209.881.754,39

4,03

5.

Bpk. Wiantono

1.230.410.599,54

1,18

6.

Arjuna Finance

575.398.022,74

0,55

7.

Depkeu RI cq. DJKN cq. Ditjen Kekayaan


Negara Lain2

354.539.504,42

0,34

8.

Depkeu RI cq. DJKN cq. Ditjen Kekayaan


Negara Lain2

270.509.117,97

0,26

9.

PT Bank Windu Kentjana

268.272.676,41

0,26

10.

PT Bank Mega Tbk

252.267.460,45

0,24

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

66

Identitas Perseroan
Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

Sepuluh Pemegang Obligasi Jasa Marga XII (Q) Terbesar


per 31 Desember 2013
No.

Nama

Jumlah Efek

Persentase (%)

1.

PT. Jamsostek (Persero) - Program JHT.

207.000.000.000

20,70

2.

PT Taspen (Persero) - THT

150.000.000.000

15,00

3.

BCA- TREASURY DEPT

100.000.000.000

10,00

4.

Dana Pensiun Pertamina

100.000.000.000

10,00

5.

DP BNI

51.000.000.000

5,10

6.

Dana Pensiun PLN

50.000.000.000

5,00

7.

DP. Telkom

50.000.000.000

5,00

8.

REKSA DANA DANAREKSA INVESTA FLEKSI VI

42.000.000.000

4,20

9.

DANA PENSIUN BRI

30.000.000.000

3,00

10.

Dana Pensiun Garuda Indonesia

19.000.000.000

1,90

Sepuluh Pemegang Obligasi Jasa Marga XIII (R) Terbesar


per 31 Desember 2013

Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

No.

Nama

Jumlah Efek

Persentase (%)

1.

PT Taspen (Persero) - THT

323.000.000.000

21,53

2.

BCA- TREASURY DEPT

231.000.000.000

15,40

3.

PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO)-DIVISI


TREASURY

100.000.000.000

6,67

4.

PT. Jamsostek (Persero) - Program JHT.

74.000.000.000

4,93

5.

REKSA DANA BAHANA MAXIMA DINAMIS 2

66.000.000.000

4,40

6.

DANA PENSIUN BRI

60.000.000.000

4,00

7.

PT (PERSERO) ASURANSI KESEHATAN INDONESIA

50.000.000.000

3,33

8.

Dana Pensiun Pertamina

35.000.000.000

2,33

9.

Dana Pensiun Garuda Indonesia

32.000.000.000

2,13

10.

AAA OPTIMAL INCOME FUND

30.000.000.000

2,00

Sepuluh Pemegang Obligasi Jasa Marga XIV (JM-10) Terbesar per 31 Desember 2013
No.

Nama

Jumlah Efek

Persentase (%)

1.

PT. Jamsostek (Persero) - Program JHT.

230.000.000.000

23,00

2.

PERSERO ASURANSI KESEHATAN INDONESIA

100.000.000.000

10,00

3.

BCA- TREASURY DEPT

90.000.000.000

9,00

4.

PT. JASA RAHARJA (PERSERO)

80.000.000.000

8,00

5.

PT AJ BRINGIN JIWA SEJAHTERA

58.000.000.000

5,80

6.

PT ASURANSI ASTRA BUANA

35.000.000.000

3,50

7.

REKSADANA OPTIMA PENDAPATAN ABADI

30.000.000.000

3,00

8.

RDPT TRIM Performa Dinamis Terbatas

29.900.000.000

2,99

9.

BNI TREASURY

25.000.000.000

2,50

10.

REKSA DANA MANDIRI INVESTA INVESTA


DANA PENDAPATAN OPTIMAL

25.000.000.000

2,50

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

67

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Sepuluh Pemegang Obligasi Berkelanjutan I Jasa Marga Tahap I Tahun 2013


Seri S-Seri ATerbesar per 31 Desember 2013
No.

Nama

Jumlah Efek

Persentase (%)

1.

PT Bank Mandiri

150.000.000.000

21,43

2.

RD MANDIRI INVESTA PASAR UANG

115.000.000.000

16,43

3.

REKSA DANA EASTSPRING INVESTMENTS CASH RESERVE

72.000.000.000

10,29

4.

BDI Treasury ALM Family

60.000.000.000

8,57

5.

REKSA DANA MANULIFE INDONESIA MONEY MARKET FUND

60.000.000.000

8,57

6.

PT Bank DBS Indonesia - GFM

40.000.000.000

5,71

7.

DPLK AVIVA INDONESIA FD A1

34.000.000.000

4,86

8.

PT BANK RIAU KEPRI

32.000.000.000

4,57

9.

Treasury bank bjb

25.000.000.000

3,57

10.

Reksa Dana Schroder Dana Likuid A/C. 94474-4000

17.000.000.000

2,43

Sepuluh Pemegang Obligasi Berkelanjutan I Jasa Marga Tahap I Tahun 2013 Seri S-Seri B
Terbesar per 31 Desember 2013
No.

Nama

Jumlah Efek

Persentase (%)

1.

PT. MANDIRI SEKURITAS

72.000.000.000

18,00

2.

PT Bank CIMB Niaga Tbk.

60.000.000.000

15,00

3.

PT Bank DBS Indonesia - GFM

60.000.000.000

15,00

4.

PT AIA FINANCIAL

50.000.000.000

12,50

5.

DP. Jasa marga

30.000.000.000

7,50

6.

DPLK Bank BNI

25.000.000.000

6,25

7.

PT BANK RIAU KEPRI

20.000.000.000

5,00

8.

YAYASAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI PT BRI

20.000.000.000

5,00

9.

Treasury bank bjb

10.000.000.000

2,50

10.

AJB Bumiputera 1912 Permata

10.000.000.000

2,50

Sepuluh Pemegang Obligasi Berkelanjutan I Jasa Marga Tahap I Tahun 2013 Seri S-Seri C Terbesar
per 31 Desember 2013
No.

Nama

Jumlah Efek

Persentase (%)

1.

PT. MANDIRI SEKURITAS

200.000.000.000

20,00

2.

PT. Jamsostek (Persero) - Program NON JHT

100.000.000.000

10,00

3.

DPLK Bank BNI

70.000.000.000

7,00

4.

PT. Bank Internasional Indonesia

50.000.000.000

5,00

5.

Dana Pensiun Perkebunan

50.000.000.000

5,00

6.

PT. Askrindo

50.000.000.000

5,00

7.

PT. JASA RAHARJA (PERSERO)

50.000.000.000

5,00

8.

PT Bank CIMB Niaga Tbk.

50.000.000.000

5,00

9.

PT INDONESIA INFRASTRUCTURE FINANCE

50.000.000.000

5,00

10.

DP BNI

30.000.000.000

3,00

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

68

Peristiwa
Penting

Identitas Perseroan

01

Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga

februari

21

februari

06

maret

Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Sosialisasi Penerapan
Whistleblowing System untuk
Memperkuat GCG
Dalam rangka implementasi roadmap
GCG, dilakukan implementasi
Whistleblowing System yang dimulai
dengan sosialisasi penerapan Sistem
Pelaporan Pelanggaran (Whistleblowing
System) di seluruh unit kerja terkait, baik
di Kantor Pusat maupun di Kantor Cabang.
Penerapan Whistleblowing System ini
diharapkan mampu menjadi sarana
pengendalian dan penanganan masalah
pelanggaran tata kelola perusahaan.

07

MARET

Pengoperasian E-toll pass di


Gerbang Tol Kapuk
Menteri BUMN Dahlan Iskan bersama
Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman
dan Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli
Zaini meresmikan pengoperasian lajur
khusus pembayaran tol untuk pengguna
e-Toll pass di Gerbang Tol Kapuk. Pada lajur
khusus ini, pengguna e-Toll pass dapat
membayar tol tanpa berhenti, dengan
kecepatan kendaraan rata-rata 20 km/jam.

Menteri PU Meninjau Progres


Proyek Jalan Tol di Jawa Timur
Dalam rangka percepatan pembangunan
infrastruktur jalan tol, Menteri Pekerjaan
Umum Djoko Kirmanto melakukan
kunjungan langsung ke proyek-proyek
pembangunan jalan tol di Jawa Timur
untuk melihat progres pembangunan jalan
tol dan mendapatkan masukan secara
langsung kendala-kendala yang dihadapi
di lapangan.

10

MARET

Family Gathering Jasa Marga


Jasa Marga mengadakan Family Gathering
di Bumi Perkemahan Cibubur yang dihadiri
oleh karyawan dan keluarga karyawan
Jasa Marga. Kegiatan yang diadakan dalam
rangka memperingati HUT Jasa Marga
ke-35 ini diharapkan dapat menyatukan
karyawan dan manajemen sehingga dapat
untuk sama-sama memajukan perusahaan.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Peluncuran Visi, Misi dan Tata


Nilai Baru dalam Acara Jasa
Marga Award
Dalam rangka transformasi Perusahaan
dilakukan peluncuran Visi, Misi dan
Tata Nilai Perusahaan yang baru yang
dilaksanakan bersamaan dengan
pelaksanaan Jasa Marga Award. Jasa Marga
Award merupakan ajang kompetisi rutin
tahunan untuk memilih dan memberikan
penghargaan bagi karyawan dan cabang
yang memiliki kinerja terbaik.

14-20

APRIL

Pelatihan Petugas Operasional


oleh Kopassus
Dalam rangka meningkatkan motivasi
serta pembinaan disiplin dan mental
bagi para petugas operasional, Jasa
Marga bekerjasama dengan Batalyon 23
Grup 2 Kopassus mengadakan Pelatihan
Achievement Motivation Training di
Markas Batalyon 23 Grup 2, Bogor.

69

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

29

april

28

mei

Rapat Umum Pemegang


Saham Tahunan

Jasa Marga Raih Indonesia


Service Quality Award 2013

Jasa Marga mengadakan Rapat Umum


Pemegang Saham (RUPS) Tahunan 2013 di
Hotel Dharmawangsa.

Dalam ajang Service Quality Award 2013


yang diselenggarakan Carre-Center for
Customer Satisfaction & Loyalty (Carre
CCSL) dan Majalah Service Excelence ini,
Jasa Marga memperoleh Service Quality
Gold Award 2013 untuk kategori Toll Road.

11

02

juli

SEPTEMBER

27

juni

Jasa Marga Raih The 1st


Rangking of Indonesia The Best
Public Companies Category
Transportation
Jasa Marga memperoleh penghargaan
dari ajang Wealth Added Creator Award
2013 yang diselenggarakan oleh Majalah
SWA dan Stern Steward & Co. Jasa Marga
berhasil menjadi The 1st Rangking of
Indonesia The Best Public Companies
Based On Wai dan 19th Rangking of
Indonesia The Best Public Companies
Based on Wai (overall) 2013 Category
Transportation.

23

SEPTEMBER

Kerjasama Pengendalian
Gratifikasi dengan Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK)

Penerbitan Obligasi untuk


Refinancing dan Ekspansi
Perseroan

Peresmian Jalan Tol Nusa DuaNgurah Rai-Benoa (Jalan Tol Bali


Mandara)

Dalam rangka meningkatkan kualitas


GCG, Jasa Marga menandatangani MoU
dengan KPK untuk membangun sistem
pengendalian gratifikasi. KPK memberikan
bantuan dalam bentuk assessment atas
kesiapan Jasa Marga untuk menjalankan
program pengendalian gratifikasi serta
bimbingan teknis kepada Tim Program
Pengendalian Gratifikasi (PPG).

Dalam rangka refinancing obligasi yang


jatuh tempo dan mendukung ekspansi
Perseroan, Jasa Marga mengadakan Public
Expose Penerbitan Obligasi Berkelanjutan
I Jasa Marga Tahap I Tahun 2013 Seri S
dengan nilai Rp 2,1 triliun yang dibagi
menjadi 3 seri dengan nilai, tingkat bunga
dan waktu jatuh tempo yang berbeda.

Jalan tol di atas laut di Bali sepanjang 12


km diresmikan oleh Presiden RI Susilo
Bambang Yudhoyono. Jalan tol yang diberi
nama Jalan Tol Bali Mandara ini merupakan
100% hasil karya anak bangsa dan resmi
beroperasi untuk publik pada tanggal 01
Oktober 2013.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

70

Peristiwa
Penting

Identitas Perseroan

03

Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga

OKTOBER

11

oktober

05

DESEMBER

Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Penandatanganan MoU Tol Atas


Laut Jakarta-Surabaya
Bertempat di Plaza Sarinah diadakan
penandatanganan Nota Kesepahaman
(MoU) Persiapan Rencana Kerjasama
Pengusahaan Jalan Tol Atas Laut
Jakarta-Surabaya oleh 19 Direksi BUMN
yang tergabung dalam Konsorsium
Pembangunan Jalan Tol Atas Laut JakartaSurabaya dimana Jasa Marga sebagai
koordinator dari konsorsium tersebut.

06

DESEMBER

Jasa Marga Raih Dua


Penghargaan Kategori BUMN
Infrastruktur dan Implementasi
GCG Berdaya Saing Terbaik
Di penghujung tahun 2013, Jasa Marga
kembali menorehkan prestasi dengan
meraih penghargaan Anugerah BUMN
2013 pada dua kategori yaitu BUMN
Infrastruktur Berdaya Saing Terbaik dan
Implementasi GCG BUMN Terbuka Berdaya
Saing Terbaik versi BUMN Track.

Penyesuaian Tarif Tol 11 Ruas


Sebagai wujud komitmen Pemerintah
untuk melakukan penyesuaian tarif secara
berkala bagi ruas-ruas tol yang sudah
dinilai memenuhi Standar Pelayanan
Minimal (SPM), 11 ruas jalan tol Jasa
Marga mengalami penyesuaian tarif yang
besarnya disesuaikan dengan laju inflasi.

16

DESEMBER

Jasa Marga Raih Penghargaan di


Bidang Human Capital
Jasa Marga menerima penghargaan sebagai
Best CEO Commitment on Human Capital
Management dan Best of Human Capital Initiative
(Career Management) di ajang Indonesia Human
Capital Study (IHCS) yang diadakan oleh Dunamis
Human Capital bekerja sama dengan Majalah
Business Review. IHCS dilaksanakan untuk
mengukur keefektivitasan pengelolaan Human
Capital yang diterapkan di berbagai
perusahaan di Indonesia.

27

DESEMBER

Jasa Marga Raih Penghargaan


Indonesia Trusted Companies

Pengoperasian Ruas Tol JORR W2


Utara Ruas Kebon Jeruk-Ciledug

Jasa Marga kembali menorehkan


tinta emas di ajang Indonesia Good
Corporate Governance Award
2013. Bertempat di Ballroom Hotel
Intercontinental Jakarta, Jasa Marga
berhasil meraih penghargaan Indonesia
Trusted Company yang diikuti 776
perusahaan publik, BUMN, BUMD,
Perusahaan Swasta dan Lembaga
Bisnis Syariah.

Di akhir tahun 2013, Menteri Pekerjaan


Umum Djoko Kirmanto didampingi
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo
meresmikan pengoperasian Jalan Tol
Jakarta Outer Ring Road West 2 (JORR
W2) Utara Ruas Kebon Jeruk-Ciledug
sepanjang 5,7 km.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Penghargaan yang
Diterima Perseroan

71

Menuju Pertumbuhan
Leading
Up to The NextBerikutnya
Growth

Jakarta, 26 Februari 2013

Jakarta, 04 Maret 2013

Jakarta, 07 Maret 2013

Jakarta, 19 Mei 2013

Indonesia Quality &

Penghargaan dari Komite

Contact Center Service

Penghargaan dari Kementerian

Productivity Award

Olahraga Nasional Indonesia

Excellence Award (CCSEA)

Negara BUMN atas pencapaian

predikat Emerging Industry

atas kepedulian Jasa Marga

untuk Jasa Marga Traffic

kinerja dan terobosan yang

Leader dari Indonesia Quality

terhadap mantan atlet

Information Center (JMTIC)

dilakukan Jasa Marga dalam

& Productivity Management

berprestasi Indonesia.

dengan predikat Excellent

mempercepat pembangunan

dalam Service Performance

Jalan Tol Bali Mandara.

Association (IQPMA).

untuk kategori Public


Service. Penghargaan ini
diberikan oleh Carre-Canter
for Customer Satisfaction &
Loyalty dan Majalah
Service Excellence.

Jakarta, 19 Mei 2013

Jakarta, 19 Mei 2013

Jakarta, 28 Mei 2013

Jakarta, 27 Juni 2013

Kementerian Negara BUMN

Penghargaan dari

Service Quality Gold Award

Wealth Added Creator Award

memberikan penghargaan

Kementerian Negara

2013 untuk kategori Toll

Penghargaan Wealth Added

kepada Jasa Marga atas

BUMN atas pencapaian

Road dari Carre-Center for

Creator Award dari Majalah

pencapaian kinerja

kinerja dan terobosan

Customer Satisfaction &

SWA dan Stern Steward & Co.

dan terobosan

yang dilakukan Jasa

Loyalty (Carre CCSL) dan

sebagai The 1st Rangking

yang dilakukan

Marga dalam Pelaksanaan

Majalah Service Excelence.

of Indonesia The Best Public

dalam Penggagas

Program BUMN Peduli.

Proyek Monorel.

Companies Based On Wai dan


19th Rangking of Indonesia
The Best Public Companies
Based on Wai (overall) 2013
Category Transportation.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

72

Penghargaan yang Diterima Perseroan

Identitas Perseroan
Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

Jakarta, 02 Juli 2013

Jakarta, 18 Juli 2013

Jakarta, 31 Juli 2013

Jakarta, 31 Juli 2013

Pengembangan
Proyek Baru

Bisnis Indonesia Award

The 9th National Customer

Sustainable and Responsible

BUMN Marketing Award 2013

2013 (BIA 2013)

Service Championship 2013

Invesment Index (SRI) KEHATI

penghargaan Bronze kategori

Kategori Sektor

kategori Most Empowered

Appreciation 2013

tactical dan penghargaan Silver

Infrastruktur, Transportasi

Team Leader, Most Improved

dari Yayasan KEHATI.

kategori strategic.

dan Utilitas Terbaik dari

Frontliner serta Case Study

Harian Bisnis Indonesia.

of The Year 2013 dari

Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

Carre Centre for Customer


Satisfaction & Loyalty

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

(Carre CCSL).

Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Jakarta, 28 Agustus 2013

Jakarta, September 2013

Jakarta, 24 September 2013

Jakarta, 30 Oktober 2013

MNC Bussiness Award

Indonesias Top 50 Company

Anugerah Business Review

Best State-Owned Enterprises

Kategori The Best

Excellent Achievement

2013 sebagai The Best Potential

2013 dalam acara The 5th

Emiten Transportation,

diselenggarakan oleh

CEO of The Year 2013 kategori

IICD Corporate Govenance

Communication, Electric,

Koran Sindo.

Visionary, Peringkat III The Best

Conference and Award.

Gas Services, Highway

Operation Management of

Management

The Year 2013, Peringkat III The

Services Industry.

Best GCG Implementation of


The Year 2013, Peringkat III The
Best Corporation for Learning
Organization of The Year 2013
serta penghargaan sebagai The
Best Corporate of The Year 2013
Peringkat IV.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

73

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Jakarta, 30 Oktober 2013

Jakarta, 06 Oktober 2013

Jakarta, 05 Desember 2013

Jakarta, 06 Desember 2013

The 4th Infobank Award 2013

Global Performance Excellent

Indonesia Human Capital

Anugerah BUMN 2013

sebagai BUMN Kategori

Award World Class Large

Study (IHCS) sebagai Best CEO

Peringkat III BUMN

Industri Non Keuangan

Service Organization dari Asia

Commitment on Human Capital

Infrastruktur Berdaya Saing

dengan Predikat Sangat

Pacific Quality Organization.

Management dan Best of

Terbaik dan Peringkat III GCG

Human Capital Initiative (Career

Terbaik kategori

Management) yang diadakan

BUMN Terbuka.

Bagus atas Kinerja Keuangan.

oleh Dunami Human Capital


bekerja sama dengan Majalah
Business Review.

Sertifikasi Mutu
Pengelolaan Jalan
Tol
Seluruh Kantor Cabang Jasa
Marga telah mendapatkan
sertifikat mutu pengoperasian
jalan tol.

Jakarta, 16 Desember 2013


Indonesia Good Corporate
Governance Award 2013
Indonesia Trusted Companies.

Tabel Sertifikasi Mutu Pengoperasian Jalan Tol Jasa Marga


No.

Cabang

Sertifikasi ISO
Sejak
(tgl-bln-thn)

Masa Validitas/Berlaku
Sertifikat ISO 9001:2008
(tgl-bln-thn)

1.

Jagorawi

10-01-2000

23-08-0211 s.d. 23-08-2014

2.

Surabaya-Gempol

19-04-2001

19-04-2013 s.d. 19-04-2016

3.

Palikanci

21-07-2004

21-07-2013 s.d. 21-07-2016

4.

Belmera

12-10-2004

12-10-2013 s.d. 12-10-2016

5.

Jakarta-Tangerang*

22-12-2004

22-12-2010 s.d. 22-12-2013

6.

Semarang

06-01-2005

06-01-2011 s.d. 06-01-2014

7.

Jakarta-Cikampek

04-02-2005

04-02-2011 s.d. 04-02-2014

8.

Cawang-Tomang-Cengkareng

15-02-2005

15-02-2011 s.d. 15-02-2014

9.

Purbaleunyi*

22-12-2005

22-12-2010 s.d. 22-12-2013

* Proses resertifikasi sudah dilakukan, namum sertifikat belum dikeluarkan oleh SGS.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

74

Identitas Perseroan
Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

Laporan Manajemen

Laporan
Dewan
Komisaris

Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Transformasi Perusahaan
untuk memperkokoh posisi
Perusahaan sebagai Industry
Leader dalam Bisnis Jalan Tol

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

75

Menuju Pertumbuhan Berikutnya


Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Agoes Widjanarko
Agoes Widjanarko
Komisaris
UtamaUtama
Komisaris

Pemegang Saham yang


terhormat,

Independen. Dalam rangka meningkatkan

tahun 2013 terdiri dari 7 (tujuh) perspektif

efisiensi dan efektifitas fungsi pengawasan

dan 18 indikator kinerja. Langkah-langkah

dan pemberian nasehat, dilakukan

ini dilakukan dengan tujuan agar selalu

Pertama-tama kami mengucapkan puji

pembagian tugas masing-masing anggota

tercipta peningkatan kinerja Dewan

syukur ke hadirat Allah SWT atas segala

Komisaris sebagaimana diatur dalam Surat

Komisaris dalam mengemban pelaksanaan

berkah dan rakhmat-Nya sehingga

Keputusan Dewan Komisaris No. KEP-

tugas pengawasan dan pemberian

tugas-tugas Dewan Komisaris sepanjang

0031/II/2012 tanggal 20 Februari 2012.

nasihat kepada Direksi dalam

tahun 2013 dapat dilalui dengan baik.

Selain itu, Dewan Komisaris juga telah

pengelolaan Perseroan.

Seiring dengan berakhirnya tahun buku

menetapkan indikator kinerja kunci (key

2013 tersebut, bersama ini kami laporkan

performance indicator/KPI) berlandaskan

Berdasarkan hasil self assessment

pelaksanaan tugas-tugas pengawasan dan

pada beberapa parameter sesuai dengan

evaluasi capaian KPI Dewan Komisaris

pemberian saran/rekomendasi terhadap

Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER-

tahun 2013 diperoleh skor KPI sebesar

pengelolaan Perseroan untuk tahun 2013.

01/MBU/2011 tanggal 01 Agustus 2011

93,78%, lebih baik dibanding capaian

yang kemudian dijabarkan lebih lanjut

tahun lalu sebesar 91,08%. Selain itu,

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham

melalui Surat Keputusan Sekretaris Menteri

berdasarkan hasil penilaian dari Konsultan

Luar Biasa Jasa Marga pada tanggal 30

Negara BUMN No. SK-16/S.MBU/2012

Independen terhadap pelaksanaan

Januari 2012, susunan anggota Dewan

tanggal 06 Juni 2012 tentang Indikator/

Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good

Komisaris tidak mengalami perubahan,

Parameter Penilaian dan Evaluasi atas

Corporate Governance/GCG) di lingkungan

dengan komposisi yang terdiri dari 1 (satu)

Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang

Dewan Komisaris, skor capaian GCG juga

orang anggota Komisaris sebagai Komisaris

Baik (Good Corporate Governance) pada

mengalami peningkatan, dari sebelumnya

Utama, 3 (tiga) orang anggota Komisaris,

BUMN. Sebagai gambaran dapat kami

94,60% pada tahun 2012 meningkat

dan 2 (dua) orang anggota Komisaris

sampaikan bahwa KPI Dewan Komisaris

menjadi 95,01% pada tahun 2013. Kinerja

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

76

Identitas Perseroan
Profil Perseroan

Usaha pengembangan
yang dilakukan Perusahaan
berdampak positif dengan
terus bertumbuhnya Asset
Perusahaan

Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

positif ini tercapai berkat kerja sama

mengingat saat ini Perseroan sedang dalam

1-3 (Kebon Jeruk-Ciledug). Saat ini, berkat

yang baik Dewan Komisaris dan

tahap ekspansi dimana 9 (sembilan) proyek

kerja sama dan kerja keras berbagai pihak,

Direksi serta jajaran manajemen

konstruksi jalan tol baru sedang dalam tahap

sebagian besar kendala lahan pada Seksi 4

sehingga berbagai rekomendasi

pengerjaan. Dengan berbagai kondisi ini,

Ciledug-Ulujami telah dapat diselesaikan.

perbaikan sesuai hasil penilaian

Perseroan masih mampu mencatat Laba

Diharapkan pada paruh pertama tahun

tahun 2012 dapat dijalankan dan

Bersih tahun 2013 sebesar Rp1.336,32 miliar,

2014, Seksi 4 Ciledug-Ulujami telah dapat

pada saat bersamaan berbagai

menurun bila dibandingkan tahun 2012

diselesaikan dan dioperasikan sehingga

capaian kinerja sebelumnya tetap

yang mencapai Rp1.602,09 miliar. Namun

jaringan JORR (Jakarta Outer Ring Road)

dapat dipertahankan.

capaian Laba Bersih tahun 2013 tersebut

dapat sepenuhnya beroperasi. Ruas Jalan

15,72% lebih tinggi dari target tahun 2013.

Tol JORR W2 Utara sangat strategis karena

Sepanjang tahun 2013, pencapaian

Prospek keuangan Perseroan ke depan

diperkirakan dapat mengurangi kemacetan

positif juga diraih dalam bidang

juga akan semakin baik seiring dengan

dan kepadatan lalu lintas Jalan Tol Dalam

keuangan dan pengembangan

diturunkannya beban bunga hutang melalui

Kota Jakarta secara signifikan, sehingga akan

usaha. Hal ini tercapai berkat

program refinancing yang dibiayai dengan

meningkatkan kelancaran arus barang dan

kerjasama dan kerja keras

penerbitan obligasi sebesar Rp2,1 triliun

jasa serta manusia di wilayah DKI Jakarta

Direksi dan jajaran manajemen

pada bulan September tahun 2013.

dan sekitarnya. Selain kedua tol tersebut,


Dewan Komisaris senantiasa mendorong

di bawahnya serta pengawasan


yang efektif dan intensif dari

Capaian keuangan ini diimbangi dengan

agar penyelesaian proyek-proyek jalan

Dewan Komisaris. Dalam bidang

kinerja pengembangan usaha yang pada

tol lainnya akan selesai sesuai dengan

keuangan, pendapatan tol dan

tahun 2013 berhasil menyelesaikan dan

jadwal yang telah ditetapkan pada tahun

non tol berhasil meningkat dan

mengoperasikan 2 (dua) proyek jalan

2014, seperti Jalan Tol Gempol-Pandaan

dibarengi dengan efisiensi usaha.

tol baru. Pertama, Jalan Tol Nusa Dua-

(13,6 km), Jalan Tol Semarang Solo Ruas

Capaian Efisiensi usaha perlu

Ngurah Rai-Benoa sepanjang 10 km. Jalan

Ungaran-Bawen (12,3 km), JORR W2 Utara

mendapatkan perhatian tersendiri

tol ini sangat penting untuk membantu

Seksi 4 Ciledug-Ulujami (2 km), BORR Seksi

mengingat tekanan kenaikan

mengurangi kepadatan lalu lintas di Bali,

2A Kedung Halang-Kedung Badak (1,95

biaya yang meningkat dibanding

khususnya pada jalur sepanjang Nusa

km), dan Gempol-Pasuruan Ruas Gempol-

tahun lalu. Salah satunya adalah

Dua-Bandara Ngurah Rai-Tanjung Benoa.

Rembang (13,9 km).

peningkatan biaya Sumber Daya

Selain itu, jalan tol ini juga merupakan

Manusia terkait dengan kebijakan

salah satu infrastruktur pendukung yang

Permasalahan utama yang selama ini

Pemerintah untuk menghapuskan

dipersiapkan oleh Pemerintah untuk

dihadapi dalam penyelesaian jalan tol

tenaga alih daya. Selain itu,

menyukseskan pelaksanaan konferensi APEC

baru adalah lambatnya pembebasan

beban investasi juga meningkat

di Bali. Kedua, Jalan Tol JORR W2 Utara Seksi

lahan. Dengan melihat pada kompleksitas

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

77

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

permasalahan pembebasan lahan, Dewan

Selain penambahan panjang jalan tol,

pada tahap-tahap awal masih mengalami

Komisaris selalu memberikan masukan-

Dewan Komisaris juga selalu menempatkan

defisit karena traffic yang baru terbentuk.

masukan kepada Direksi serta memfasilitasi

aspek pemenuhan Standar Pelayanan

Dalam perkembangannya, pendapatan

koordinasi dengan instansi terkait untuk

Minimal (SPM) sebagai prioritas utama. Ini

non tol pada tahun 2013 meningkat secara

membantu penyelesaian masalah-masalah

merupakan tanggung jawab Perseroan

signifikan bila dibandingkan tahun-tahun

dalam pembebasan lahan. Koordinasi dan

dalam memberikan pelayanan kepada

sebelumnya. Pendapatan non tol tahun

komunikasi yang harmonis antara para

masyarakat pengguna jalan tol. Dalam

2013 mencapai Rp508,20 miliar, meningkat

pemangku kepentingan pembebasan lahan

kerangka pemenuhan SPM ini, Dewan

hingga lebih dari 2 kali dibanding capaian

terbukti menjadi kunci dalam mempercepat

Komisaris dan Direksi senantiasa berupaya

tahun 2012 sebesar Rp 143,47 miliar.

pembebasan lahan. Langkah-langkah ini

agar SPM ruas-ruas jalan tol yang dikelola

Dalam hal ini, Dewan Komisaris telah

akan dilanjutkan untuk menjaga agar target

Jasa Marga dapat memenuhi standar yang

melakukan review dan memberikan

Perseroan dalam menambah panjang jalan

telah ditetapkan BPJT dan bahkan lebih

rekomendasi terkait penajaman kebijakan

tol dapat terpenuhi. Selain itu, penyelesaian

tinggi. Sejalan dengan langkah ini, maka

dan strategi investasi usaha lain, termasuk

jalan-jalan tol baru sesuai target juga

telah dilakukan review terhadap sistem

mengkaji aspek legal dan administrasi.

merupakan salah bentuk dukungan kepada

pemenuhan SPM, yang kemudian dibarengi

Pada tahun 2013, juga telah dibentuk

Pemerintah dalam hal pembangunan

dengan berbagai upaya peningkatan

Anak Perusahaan di bidang properti serta

infrastruktur untuk memperlancar arus

kapasitas SDM dalam rangka pemenuhan

menyarankan perlunya repositioning

barang dan jasa, serta mendukung realisasi

human capital readiness dan berbagai

terhadap bisnis inti Anak Perusahaan

program MP3EI Pemerintah.

upaya lainnya, termasuk perbaikan sistem

non tol di bidang pemeliharaan jalan

pemeliharaan jalan tol.

tol. Langkah-langkah ini akan kembali


dipertajam dan dilanjutkan pada tahun

Kebijakan Pemerintah yang giat


mendorong pembangunan infrastruktur

Dalam hal operasi jalan tol untuk

2014 agar pencapaian pendapatan usaha

untuk pengembangan kawasan dan

meningkatkan pelayanan kepada

lain tahun 2014 sesuai target yang

pertumbuhan ekonomi tersebut, pada

masyarakat, Dewan Komisaris juga

telah ditetapkan.

satu sisi mencerminkan adanya prospek

mendorong agar pemanfaatan teknologi

positif bagi bisnis jalan tol. Namun pada

informasi dalam sistem pembayaran jalan

Pemegang Saham yang terhormat, selain

saat bersamaan juga berarti semakin

tol dapat diperluas. Langkah konkrit yang

hal-hal yang kami sampaikan di atas,

meningkatnya persaingan dalam bisnis

dilakukan adalah dengan memperbanyak

pada kesempatan ini kami juga akan

jalan tol. Oleh karena itu, Dewan Komisaris

pemasangan GTO (Gardu Tol Otomatis)

melaporkan mengenai hasil pemenuhan

senantiasa mendorong Direksi untuk

untuk meningkatkan penetrasi e-Toll Card

pelaksanaan kewajiban-kewajiban lain dari

memperdalam dan meningkatkan kualitas

dan penggunaan OBU (On Board Unit).

Dewan Komisaris dalam mengawasi dan

kajian proyek-proyek investasi sebagai

Dengan memperbanyak GTO diharapkan

memberikan nasihat kepada Direksi yang

dasar dalam melakukan investasi sesuai

akan meningkatkan kelancaran transaksi

mencakup hal-hal sebagai berikut:

dengan kebijakan dan strategi investasi

dan mengurangi kemacetan akibat antrian

yang telah digariskan Dewan Komisaris.

pada saat melakukan transaksi pembayaran

Penilaian ATAS Kinerja Direksi

Perkembangan bisnis yang dinamis juga

tol. Langkah ini juga merupakan salah

Mengacu pada Kontrak Manajemen antara

menuntut Perseroan senantiasa peka

satu upaya meningkatkan pendapatan

Direksi dengan Dewan Komisaris Tahun

dalam menangkap peluang dan sekaligus

tol. Pemasangan GTO ini diharapkan terus

2013 dan melalui evaluasi dan kajian atas

melakukan adaptasi terhadap perubahan

meningkat dan ditargetkan akan mencapai

Laporan-laporan Manajemen Triwulan 1,

lingkungan bisnis. Sejalan dengan hal

80% pada akhir tahun 2015.

2, 3 dan 4 Tahun 2013, Dewan Komisaris

tersebut, pada tahun 2013, telah dilakukan

dapat melakukan penilaian atas kinerja

review terhadap Rencana Jangka Panjang

Dewan Komisaris juga memberikan

korporat dan kinerja individual Direksi

Perseroan yang kemudian hasilnya

perhatian yang tinggi terhadap

dalam bidangnya masing-masing. Pada

ditetapkan dalam Rencana Jangka Panjang

pendapatan usaha lain (non tol). Potensi

umumnya capaian KPI masing-masing

Perusahaan (RJPP) Tahun 2013-2017 dan

pengembangan bisnis non tol, baik yang

Direksi telah melampaui target dan

menjadi pedoman dalam penyusunan RKAP

bersifat mendukung pelayanan jalan

mendapatkan penilaian baik atau cukup

tahun 2014. RJPP 2013-2017 dan RKAP 2014

tol maupun yang berupa pemanfaatan/

memuaskan. Berdasarkan hasil penilaian

tersebut kemudian disosialisasikan kepada

optimalisasi nilai bisnis dari akses jalan tol,

tersebut, Dewan Komisaris berpandangan

seluruh Kepala Cabang, Unit Kerja, dan

sangat menjanjikan. Pendapatan usaha

bahwa Direksi telah melakukan dengan

Direksi Anak-anak Perusahaan Jasa Marga

lain ini dapat menjadi pengaman (buffer)

baik pengelolaan Perseroan pada

dimana Jasa Marga sebagai pemegang

terhadap pendapatan ruas-ruas jalan

tahun 2013.

saham mayoritas.

tol yang baru beroperasi yang biasanya

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

78

Identitas Perseroan

Ke depan, Dewan Komisaris tetap

pendapatan. Dalam RJPP tersebut, Jasa

itu, pembahasan dan evaluasi progres

Profil Perseroan

meminta agar Direksi senantiasa

Marga ditargetkan untuk mengoperasikan

penyelesaian proyek jalan tol baru telah

mencermati perkembangan

jalan tol sepanjang 738 km dengan

ditetapkan sebagai salah satu agenda

situasi ekonomi, perubahan

pendapatan di atas Rp9,9 triliun, sehingga

dalam Rapat Gabungan Dewan Komisaris-

Ikhtisar 2013

lingkungan bisnis, serta

dapat meningkatkan laba dan memberikan

Direksi yang dilaksanakan 1 (satu) kali

Laporan
Manajemen

persaingan usaha yang semakin

pelayanan prima bagi para pengguna

dalam sebulan. Langkah-langkah ini

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

ketat. Permasalahan pengadaan

jalan tol.

dimaksudkan untuk meningkatkan

lahan menjadi perhatian utama

Transformasi
Jasa Marga

efektifitas pengawasan Dewan Komisaris

agar penyelesaian proyek-proyek

Secara umum juga dapat kami laporkan

dan sekaligus mempercepat realisasi dan

Pengembangan
Proyek Baru

jalan tol baru dapat tepat waktu.

bahwa pengawasan terhadap realisasi

tindak lanjut terhadap saran, masukan dan

Pengelolaan
Human Capital

Selain itu, Dewan Komisaris selalu

pencapaian sasaran-sasaran RKAP tahun

rekomendasi Dewan Komisaris terhadap

menekankan agar pemenuhan

2013 dilakukan secara ketat sesuai dengan

berbagai permasalahan yang dihadapi

Tata Kelola
Perusahaan

SPM selalu memperhatikan

Program Kerja Dewan Komisaris Tahun

di lapangan. Hal ini dapat terlihat dari

tingkat kepuasan pengguna jalan

2013. Pada Semester I Tahun Buku 2013

beroperasinya 2 (dua) ruas tol baru pada

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

tol yang dicerminkan dari hasil

dilakukan review dan evaluasi, khususnya

tahun 2013, yaitu Jalan Tol Nusa Dua-

survey pelanggan. Hal ini karena

terhadap realisasi Capex dan biaya

Ngurah Rai-Benoa (Jalan Tol Bali Mandara)

pemenuhan SPM bukan hanya

operasional Perseroan tahun 2013. Hasil

di Bali, serta Jalan Tol JORR W2 Utara Seksi

sebatas pemenuhan persyaratan

evaluasi yang berupa masukan-masukan

1, 2, dan 3 (Kebon Jeruk-Ciledug). Selain

kenaikan tarif, namun lebih

dan rekomendasi untuk mempertajam

melalui penyelesaian jalan-jalan tol baru,

pada pemenuhan kepuasan

pencapaian target sasaran usaha, dan

Dewan Komisaris juga mendorong Direksi

pengguna jalan tol sebagai wujud

meningkatkan efektivitas serta efisiensi

untuk melakukan penambahan jalan tol

penjabaran dari Visi, Misi, dan Tata

usaha agar Laba Usaha dan Laba Bersih

melalui melalui program akuisisi ruas-ruas

Nilai Perseroan.

Perseroan tercapai sesuai target. Masukan

jalan tol baru, khususnya ruas-ruas tol yang

dan rekomendasi atas review RKAP Tahun

terhenti kelanjutannya namun mempunyai

Pandangan atas Prospek


Usaha yang Disusun
Direksi

2013 juga dipakai sebagai bahan masukan

tingkat kelayakan finansial memadai

Direksi dalam menetapkan strategi,

dan berdampak strategis bagi

sasaran dan asumsi dalam menyiapkan

pengembangan kawasan.

Perkembangan yang cukup

usulan RKAP Tahun 2014, sehingga

dinamis dalam bisnis jalan tol dan

usulan dapat selesai pada waktunya,

persaingan yang semakin ketat

yaitu 60 hari sebelum berakhirnya tahun

PENILAIAN KINERJA KOMITE DI


BAWAH DEWAN KOMISARIS

menuntut adanya penajaman

anggaran berjalan. Usulan dimaksud

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya

kebijakan dan strategi serta

telah dikaji secara mendalam oleh

Dewan Komisaris dibantu oleh Komite

perubahan-perubahan target

Dewan Komisaris dengan dibantu oleh

Audit serta Komite Investasi dan Risiko

jangka panjang perusahaan. Hal

Komite Audit dan Komite Investasi dan

Usaha untuk memberikan masukan

tersebut telah dilakukan dengan

Risiko Usaha. Setelah melalui kajian dan

dan pandangan terhadap pengelolaan

melakukan revisi terhadap

pembahasan yang mendalam akhirnya,

Perseroan yang dijalankan Direksi.

RJPP tahun 2010-2014 menjadi

RKAP Tahun 2014 ditetapkan pada awal

RJPP tahun 2013-2017. Dalam

bulan November 2013.

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

RJPP 2013-2017, dilakukan

Pada tahun 2013, Komite Audit telah


merealisasikan seluruh 9 (sembilan)

penajaman kebijakan, strategi

Sebagai upaya untuk mendorong

program kerja yang telah disusun.

dan penyesuaian sasaran jangka

penyelesaian jalan-jalan tol baru dan

Program-program yang telah dijalankan

panjang Perseroan dengan

pemenuhan SPM pada ruas-ruas yang

tersebut dipandang mampu dalam

tetap mengedepankan pada

telah beroperasi, Dewan Komisaris secara

membantu tercapainya tugas dan fungsi

pertumbuhan aset yang dibarengi

rutin melakukan kunjungan ke Cabang

Dewan Komisaris dalam hal: meningkatkan

dengan pertumbuhan ekuitas dan

dan Proyek-proyek Jalan Tol Baru. Selain

efisiensi dan efektivitas pelaksanaan RKAP

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

79

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Tahun 2013 baik oleh cabang maupun

Penutup

dan keberhasilan Direksi beserta seluruh

unit kerja, mempertajam penyusunan

Sebagai akhir dari laporan Dewan

jajarannya dalam meningkatkan kinerja

RKAP tahun 2014, meningkatkan

Komisaris tahun 2013, dapat kami

Perseroan tahun buku 2013. Ucapan

efektivitas sistem pengendalian intern

laporkan bahwa Dewan Komisaris telah

terima kasih juga kami sampaikan kepada

baik aspek keuangan maupun operasional

membantu dan mengarahkan Direksi

seluruh pemangku kepentingan atas

seperti pengamanan pengumpulan

dalam mempersiapkan RUPS Tahunan

dukungan dan kerja samanya selama

tol, pemenuhan SPM, mendorong

Tahun Buku 2012 sehingga RUPS

ini. Kami berharap pola kerja sama yang

dan memastikan kepatuhan Direksi

telah diselenggarakan dengan baik

telah terjalin dengan baik ini dapat terus

untuk memenuhi ketentuan peraturan

sesuai dengan jadwal dan materi yang

dipelihara dan ditingkatkan lagi demi

perundang-undangan yang berlaku serta

direncanakan. Dalam RUPS tersebut

kepentingan Perseroan pada tahun-

pengadaan Kantor Akuntan Publik tepat

juga telah disetujui penunjukan Kantor

tahun mendatang, dan tentunya terus

pada waktunya.

Akuntan Publik, yang pengadaannya

memberikan kontribusi positif bagi

dilakukan oleh Dewan Komisris, untuk

masyarakat, bangsa dan negara Indonesia.

Sementara itu, Komite Investasi dan

mengaudit tahun buku 2013. Selain itu,

Akhir kata, bersama Direksi dan seluruh

Resiko Usaha (KIRU) telah menyusun 9

untuk mendukung penerapan Tata Kelola

jajaran PT Jasa Marga (Persero) Tbk., kami

(sembilan) program kerja yang dijabarkan

Perusahaan yang Baik (GCG) khususnya

senantiasa berkomitmen membangun

dalam 19 kegiatan yang antara lain

di lingkungan Dewan Komisaris, seluruh

dan menjadikan Jasa Marga sebagai aset

meliputi pemantauan, evaluasi, analisa

rekomendasi dari hasil penilaian konsultan

nasional yang berkembang dengan baik di

dan kajian dengan target output masing-

GCG tahun 2012 telah dipenuhi dan

masa kini dan yang akan datang.

masing berbentuk laporan. Dewan

dilaksanakan oleh Dewan Komisaris,

Komisaris menilai subtansi laporan,

salah satunya dengan melakukan revisi

saran dan masukan yang disampaikan

Buku Pedoman (Board Manual) Dewan

cukup signifikan dan bermanfaat,

Komisaris dan Direksi.

mempertajam efektivitas rencana investasi


pengembangan usaha tol dan non tol,

Pada kesempatan yang baik ini, ijinkan

serta meningkatkan budaya sadar risiko

kami untuk menyampaikan ucapan

dan pelaksanaan manajemen risiko usaha,

selamat dan terima kasih atas kerja sama

termasuk mitigasinya.

Agoes Widjanarko
Komisaris Utama

Ibnu Purna

Akhmad Syakhroza

Joyo Winoto

Komisaris

Komisaris

Komisaris

Mayjen. (Purn). Samsoedin

Irjen. Polisi (Purn.) Michael Dendron Primanto

Komisaris Independen

Komisaris Independen

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

80

Profil
Dewan Komisaris

Identitas Perseroan
Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan

Agoes Widjanarko
Komisaris Utama

Menjabat sebagai Komisaris Utama berdasarkan Keputusan RUPS Luar Biasa


tanggal 30 Januari 2012.
Menyelesaikan pendidikan S1 Teknik Sipil Bidang Konstruksi di Institut Teknologi
Sepuluh Nopember, Surabaya (1979) dan S2 bidang Infrastructure Planning di
University Stuttgart, Jerman Barat (1987).
Saat ini juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan
Umum (2008-sekarang). Sebelumnya pernah menjabat sebagai Komisaris
Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (2007-2012), Direktur Jenderal Cipta Karya,
Departemen Pekerjaan Umum (2005-2008), Staf Ahli Menteri Permukiman dan
Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat
(2003-2005) dan Direktur Pembiayaan Perumahan, Direktorat Jenderal
Permukiman, Departemen Kimpraswil (2001-2003).
Usia per 31 Desember 2013 adalah 59 tahun.

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

Menjabat sebagai Komisaris berdasarkan Keputusan RUPS Luar Biasa


tanggal 30 Januari 2012.
Menyelesaikan pendidikan S1 Ekonomi di Universitas Airlangga Surabaya,
dan meraih gelar S2 Master of Arts dari University of Flinders, Australia.
Saat ini juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Kabinet (2011-Sekarang).
Sebelumnya selain menjabat sebagai Sekretaris Kementerian Sekretaris
Negara (2010) dan Deputi Menteri Sekretaris Negara Bidang Dukungan
Kebijakan (2007-2010), juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT
Kawasan Berikat Nusantara (2007-2012).
Usia per 31 Desember 2013 adalah 59 tahun.

Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Ibnu Purna
Komisaris

Akhmad Syakhroza
Komisaris

Menjabat sebagai Komisaris berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara


BUMN No. 33/MBU/2006 Tanggal 14 Maret 2006, masa jabatan Komisaris
diperpanjang berdasarkan keputusan RUPS Luar Biasa 17 Maret 2011. Dan dipilih
kembali sebagai Komisaris berdasarkan Keputusan RUPS Luar Biasa tanggal 30
Januari 2012.
Menyelesaikan pendidikan S1 Akuntansi di Fakultas Ekonomi Universitas
Indonesia (1987), S2 bidang Accounting, Finance and Information System di
Cleveland State University, Ohio, USA (1991), S3 bidang Organization Behavior
and Management Accounting di Faculty of Business and Public Management
Edith Cowan University, Perth, Australia (2002).
Saat ini juga menjabat sebagai Tenaga Ahli Keuangan SKK Migas, Anggota
Badan Supervisi Bank Indonesia (Maret 2010-sekarang), Staf Pengajar
Tetap Fakultas Ekonomi Unversitas Indonesia pada Program S1, S2 dan S3
(1986-sekarang) dan Guru Besar Tetap Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
(2004-sekarang). Pernah menjabat sebagai Deputi Pengendalian Keuangan SKK
Migas (2011-2013), Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (20092011), Kepala Pusat Pengembangan Akuntansi FEUI (2002-Juli 2009), Tenaga Ahli
Badan Pemeriksa Keuangan RI (2005-2007) dan Penasehat Ekonomi & Investasi
Gubernur Provinsi Lampung (2006). Sebelumnya pernah berkarir di Citibank
Jakarta (1989-1990), Bimantara Group (1988-1989) dan Kantor Akuntan Publik
Amir Abadi Jusuf (1986-1988).
Usia per 31 Desember 2013 adalah 50 tahun.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

81

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Menjabat sebagai Komisaris sejak tanggal 09 Januari 2008 berdasarkan


Keputusan RUPS Luar Biasa tanggal 09 Januari 2008.
Meraih gelar PhD (Bidang Ekonomi Politik Sumber Daya dan Wilayah) dari
Department of Resource Development, Michigan State University, USA (1995).
Pernah menjabat sebagai Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik
Indonesia (Juli 2005-Juni 2012). Sebelumnya menjabat Direktur Pangan,
Pertanian, dan Pengairan Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) Republik
Indonesia; Kepala Biro Pangan, Pertanian dan Pengairan Bappenas; dan
Kepala Biro Kerjasama Ekonomi Luar Negeri Bappenas. Saat ini masih aktif
sebagai Direktur Senior Brighten Institute Bogor, dan sebagai Dosen di Institut

Joyo Winoto
Komisaris

Pertanian Bogor.
Usia per 31 Desember 2013 adalah 52 tahun.

Menjabat sebagai Komisaris berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara


BUMN No. 33/MBU/2006 Tanggal 14 Maret 2006, masa jabatan Komisaris
diperpanjang berdasarkan keputusan RUPS Luar Biasa 17 Maret 2011. Dan
diangkat kembali sebagai Komisaris Independen berdasarkan Keputusan RUPS
Luar Biasa tanggal 30 Januari 2012.
Meraih gelar sarjana di bidang Administrasi Negara dan Magister Manajemen
dari Universitas Philipina (UPI).
Karier militer penting sebelumnya pernah menjabat sebagai Koordinator Staf
Ahli KASAD (1996), Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat
(1995), Komandan Pusat Kesenjataan Artileri AD (1993), Komandan Resort Militer
162 Kodam Udayana (1988), Komandan Pusat Pendidikan Artileri AD (1985),

Mayjen. (Purn).
Samsoedin

Komandan Resimen dari ARMED 2 KOSTRAD (1983) dan Komandan Distrik

Komisaris Independen

PT Telekomindo Prima Bhakti (2000), Anggota Dewan Perwakilan Rakyat

Militer, Komandan Batalion ARMED. Sebelumnya pernah juga menjadi Komisaris


Republik Indonesia (1997-1999) serta Widyaiswara Utama Lemhanas (1996).
Usia per 31 Desember 2013 adalah 71 tahun.

Diangkat menjadi Komisaris berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara


BUMN No. RIS-292/D.VI.MBU/2007 tanggal 12 September 2007. Menjabat
kembali sebagai Komisaris Independen berdasarkan Keputusan RUPS Luar
Biasa tanggal 30 Januari 2012.
Menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Hukum Universitas Lampung dan
S2 Magister Hukum Universitas Lampung. Merupakan lulusan Akademi
Kepolisian tahun 1973 dan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) tahun 1981,
Sekolah Staf & Pimpinan POLRI (Sespimpol) di Lembang Jawa Barat (19851986), Sekolah Staf & Komando Gabungan ABRI (Seskogab) di Bandung, Jawa
Barat (1995-1996).

Irjen. Polisi (Purn.)


Michael Dendron
Primanto
Komisaris Independen

Purnawirawan POLRI dengan jabatan terakhir sebagai Gubernur Akademi


Kepolisian di Semarang dengan pangkat Inspektur Jenderal Polisi. Pernah
juga menjabat sebagai Kapolda Lampung (2002) dan Kapoltabes Medan
(1996).

Usia per 31 Desember 2013 adalah 64 tahun.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

82

Identitas Perseroan
Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

Laporan Manajemen

Laporan
Direksi

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Tahun 2013 Perseroan


mengambil langkah strategis
untuk melakukan transformasi
dalam rangka memperkokoh
posisi Perseroan dalam Jangka
Panjang

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

83

Menuju Pertumbuhan Berikutnya


Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Adityawarman
Direktur Utama

Pemegang Saham yang


terhormat,
Tahun 2013 adalah merupakan tonggak
yang penting dalam perjalanan Jasa
Marga kedepan untuk terus tumbuh dan
berkembang mempertahankan posisi
sebagai pemimpin di Industri Jalan Tol.
Dalam kesempatan ini, perkenankanlah
kami menyampaikan Laporan
Tahunan 2013 yang menggambarkan
pencapaian kinerja Perseroan tahun
2013, serta berbagai upaya Manajemen
dalam melakukan transformasi
untuk meningkatkan daya saing dan
memperkokoh posisi Perseroan di Industri
Jalan Tol di masa-masa mendatang.

Sejak tahun 2004 hingga 2012 Jasa Marga

strategis ini ditandai dengan penetapan

telah melalui dua peristiwa penting, yaitu

Visi dan Misi Perusahaan 2017 dan 2022.

perubahan fungsi dan peran Perseroan


dari regulator menjadi operator serta

Penetapan Visi dan Misi yang baru

menjadi Perusahaan publik pada Tahun

tersebut merupakan bagian dari proses

2007. Peristiwa-peristiwa penting tersebut

Transformasi Perseroan untuk menjadi

telah membawa Perseroan menjadi kuat

perusahaan terkemuka dan menjadi

secara finansial dan tetap berhasil menjadi

landasan bagi manajemen untuk

pemimpin di Industri Jalan Tol dengan

melakukan langkah-langkah strategis.

menguasasi 73% pangsa pasar Jalan Tol


Operasi dan 80% pangsa pasar volume

Untuk mencapai Visi dan Misi Perseroan

lalu lintas transaksi jalan tol di Indonesia.

pada tahun 2017 dan 2022, pada sisi


Pengembangan usaha, Perseroan akan

Melihat Potensi pertumbuhan ekonomi

terus menambah panjang Jalan Tol dan

Indonesia, potensi bisnis Jalan Tol dan

terus meningkatkan kinerja pengoperasian

juga pencapaian kinerja Perseroan, pada

Jalan Tol, serta melakukan diversifikasi

tahun 2013 Perseroan mengambil langkah

usaha non tol yang mendukung

strategis untuk melakukan transformasi

Pengembangan dan Pengoperasian Jalan

dalam rangka memperkokoh posisi

Tol. Selain itu. untuk mendukung strategi

Perseroan dalam jangka panjang. Langkah

pencapaian visi dan misi, juga dilakukan

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

84

Identitas Perseroan
Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga

Perusahaan telah berhasil

Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen

mengoperasikan dua ruas Jalan Tol, yaitu

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

Jalan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa

Pengembangan
Proyek Baru

(Bali Mandara) dan JORR W2 Utara Seksi

Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan

Kebun Jeruk-Ciledug sebagai bentuk

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

komitmen kami untuk terus menambah

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

panjang Jalan Tol beroperasi.

Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

transformasi dibidang organisasi

1. Pengembangan Usaha Jalan Tol

dan pengelolaan SDM serta

Peningkatan pelayanan tersebut

Pada Tahun 2013 kami terus berusaha

difokuskan pada modernisasi sistem

transformasi di bidang Teknologi

untuk dapat menambah ruas-ruas

pengoperasian dan peningkatan

Informasi untuk meningkatkan

Jalan Tol beroperasi dengan terus

kapasitas Jalan. Modernisasi dilakukan

efisiensi dan produktifitas.

fokus pada pembangunan sembilan

dengan terus menambah Gardu Tol

ruas Jalan Tol baru yang dimiliki oleh

Otomatis (GTO) dan meningkatkan

Perseroan. Pada saat yang bersamaan

AnalisA Kinerja
Perseroan

Perseroan juga menjajaki penambahan

akses informasi layanan lalu lintas


yang real time.

hak pengusahaan Jalan Tol baik melalui


tender, akuisisi dan unsolicited pada

Kebijakan Strategis
Perseroan

ruas-ruas potensial.

Dalam rangka meningkatkan


kenyamanan dalam berkendara, pada
tahun 2013, Perseroan menambah

Dalam mencapai target Perseroan

2. Pengoperasian Jalan Tol

kapasitas jalan pada ruas-ruas yang V/C

pada tahun 2013 Kami melakukan

Pada Tahun 2013 disisi pengoperasian

Ratio melebihi 0,8 jika dimungkinkan

langkah-langkah strategis

Jalan Tol terus dilakukan peningkatan

dilakukan pelebaran dan menambah

sebagai berikut:

pelayanan untuk memenuhi kebutuhan

gardu transaksi pada gerbang-gerbang

layanan volume lalu lintas yang

yang padat.

terus meningkat.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

85

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

3. Pengembangan Bisnis Non Tol

Dalam rangka mengurangi kepadatan lalu

Untuk menjaga potensi pertumbuhan

Pada Tahun 2013 Perseroan terus

lintas dan meningkatkan kenyamanan

Jalan Tol yang pesat dan pencapaian

meningkatkan Pendapatan dari

dalam berkendara, pada tahun 2013 kami

visi Perusahaan tahun 2017, Jasa Marga

bisnis non tol yang terdiri dari

telah melakukan pelebaran lajur pada seksi

juga melakukan transformasi organisasi

Jasa Pemeliharaan Jalan Tol, Jasa

Cibinong-Sentul Selatan Ruas Jagorawi

Perseroan dalam rangka menjembatani

Pengoperasian Jalan Tol, Pengelolaan

dan seksi Pasteur-Kopo Ruas Padaleunyi.

dan mempersiapkan karyawan Perseroan

tempat istirahat dan pelayanan, Sewa

Selain itu kami melakukan penambahan

menjadi kader-kader pemimpin di masa

Lahan untuk iklan dan Properti.

gardu-gardu transaksi untuk mengurangi

yang akan datang melalui pelatihan-

kepadatan pada gerbang tol.

pelatihan yang dapat meningkatkan

Pencapaian Kinerja Perseroan

kompetensi dan kepemimpinan.

Target Perseroan untuk menambah

Pada Tahun 2013 Pengembangan Bisnis

panjang Jalan Tol yang beroperasi pada

Non Tol ditopang oleh Jasa Pemeliharaan

Tahun 2013 telah berhasil dicapai dengan

Jalan Tol, Jasa Pengoperasian Jalan Tol,

Kendala yang dihadapi


perseroan

dioperasikannya dua ruas Jalan Tol, yaitu

Sewa lahan untuk Iklan dan Tempat

Pada tahun 2013 kendala terbesar yang

Jalan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa (Bali

Istirahat dan Pelayanan. Pencapaian kinerja

dihadapi Perseroan masih pada upaya

Mandara) dan JORR W2 Utara Seksi Kebon

Pengembangan Bisnis Non Tol pada

pembebasan lahan. Salah satu usaha yang

Jeruk-Ciledug sebagai bentuk komitmen

tahun ini cukup membanggakan, dimana

kami lakukan adalah dengan membentuk

Perseroan untuk terus menambah panjang

pencapaian Pendapatan Non-Tol sebesar

tim percepatan pembebasan lahan secara

Jalan Tol beroperasi dan mempertahankan

Rp508,20 miliar tumbuh 254,22% dari

internal yang bertugas untuk berkoordinasi

posisi Perseroan untuk terus menguasai

tahun sebelumnya.

dan membantu kerja Tim Pembebasan

mayoritas pangsa pasar Jalan Tol

Tanah yang dibentuk oleh Pemerintah


Keberhasilan Perseroan melebihi target

mengingat Proses Pembebasan Lahan

pencapaian volume lalu lintas transaksi

sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan

Dari aspek Pengoperasian Jalan Tol,

mengakibatkan pencapaian Pendapatan

wewenang Pemerintah. Strategi-strategi

Pencapaian volume lalu lintas transaksi

Usaha (diluar Pendapatan Konstruksi)

yang telah dilakukan terbukti efektif karena

pada ruas jalan tol yang dioperasikan

pada tahun 2013 sebesar Rp6.334,13

pada tahun 2013 dari pemegang konsesi

sebesar 1.258,52 juta transaksi yang

miliar melebihi target 4,91% dan

jalan tol yang ada hanya Jasa Marga yang

lebih tinggi 0,39 % dari target yang

tumbuh 10,64% jika dibandingkan tahun

berhasil menambah panjang Jalan Tol

telah ditetapkan dan tumbuh 4,76% jika

sebelumnya. Usaha-usaha kami dalam

yang beroperasi.

dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

mengembangkan Perusahaan dapat

di Indonesia.

terlihat dari penambahan aset Perseroan

Dibidang ketenagakerjaan, perubahan

Untuk meningkatkan pelayanan pada

sebesar 14,6% tumbuh dari Rp24.753,55

regulasi mengenai Kenaikan UMP dan

pemakai jalan diwujudkan dengan

miliar menjadi Rp28.366,35 miliar. Laba

kebijakan alih daya turut mempengaruhi

melakukan modernisasi pengoperasian

Bersih pada tahun 2013 tercapai sebesar

pencapaian kinerja keuangan perusahaan,

dengan penambahan gardu tol otomatis

Rp1.336,32 miliar lebih rendah 16,59%

menggingat Perusahaan banyak memiliki

sebanyak 38 gardu tol. Usaha tersebut

dari tahun sebelumnya, hal ini merupakan

tenaga alih daya yang berpenghasilan

berdampak positif terhadap penggunaan

konsekuensi atas beroperasinya ruas-ruas

setara dengan UMP. Untuk mengatasi

E-toll card, hal ini tercermin dari

Tol Baru di 2013 dimana beban operasional

kendala ini kami terus menambah gardu

penggunaan e-toll card dari sebelumnya

sudah maksimal namun pendapatan

tol otomatis sebagai salah satu solusi untuk

9,37% dari total volume transaksi

tol belum optimal serta penyesuaian

mengefisienkan biaya Operasional.

meningkat menjadi 11,07% dari total

terhadap ketentuan Pemerintah berupa

volume transaksi pada tahun 2013. Selain

penggunaan BBM non subsidi dan

itu modernisasi juga dilakukan dalam

kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP)

rangka memberikan informasi lalu lintas

yang cukup signifikan. Kami Optimis

yang real time kepada pengguna jalan

pada tahun-tahun berikutnya kinerja

dengan menambah papan pengumuman

keuangan khususnya Laba Bersih semakin

elektronik informasi lalu lintas sebanyak 23

membaik, hal ini tercermin dengan

buah dan terus meningkatkan pelayanan

dapat dipertahankannya rating obligasi

dari Traffic Information Center.

Perseroan id AAstable.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

86

Identitas Perseroan
Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen

Perseroan berkomitmen memastikan

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

aktivitas pengelolaan bisnis dilakukan secara

Pengembangan
Proyek Baru

hati-hati dan berdasarkan prinsip-prinsip

Pengelolaan
Human Capital

Good Corporate Governance (GCG) dan terus

Tata Kelola
Perusahaan

berupaya menyempurnakan praktik-praktik

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

GCG yang selama ini telah diterapkan.

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Prospek Usaha
Perseroan
ke Depan

Dengan beroperasinya ruas-ruas baru

telah melakukan sosialisasi penerapan

tersebut serta upaya efisensi biaya

Whistleblowing System, Komitmen

pengoperasian pada ruas-ruas yang

Pakta Integritas serta Program

telah beroperasi, kami optimis kinerja

Pengendalian Gratifikasi.

Tahun 2014 hingga 2017

Perusahaan akan tumbuh signifikan

merupakan periode yang penting

dimasa yang akan datang.

Upaya untuk selalu meningkatkan praktik-

bagi Perseroan. Pada periode

praktik GCG tercermin dalam kemampuan

tersebut seluruh ruas jalan tol

Perseroan mempertahankan hasil penilaian

baru yang direncanakan dapat


sepenuhnya beroperasi. Khusus
pada tahun 2014 kami akan

Penerapan Tata Kelola


Perusahaan Secara
Berkesinambungan

Skor GCG Perseroan, dimana untuk tahun


2013 Perseroan berhasil meraih predikat
Sangat Baik dengan nilai 95,01%.

merencanakan pengoperasian
lima ruas tol tambahan, yaitu:

Perseroan berkomitmen memastikan

Bogor Ring Road seksi Kedung

aktivitas pengelolaan bisnis dilakukan

Halang-Kedung Badak, Semarang-

secara hati-hati dan berdasarkan prinsip-

Solo seksi Ungaran Bawen,

prinsip Good Corporate Governance (GCG)

Gempol-Pandaan, Gempol-

dan terus berupaya menyempurnakan

Program-program Tanggung Jawab

Pasuruan seksi Gempol-Rembang

praktik-praktik GCG yang selama ini

Sosial Perusahaan (TJSP) diarahkan

dan JORR W2 Utara Seksi

telah diterapkan. Untuk mempekuat

untuk menunjang keberlanjutan bisnis

Ciledug-Ulujami.

implementasi GCG, Perseroan secara aktif

Perseroan, yang meliputi tanggung

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Tanggung Jawab Sosial


Perusahaan

87

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

jawab terhadap lingkungan antara lain

nasional untuk meraih prestasi diberbagai

pemangku kepentingan lainnya sehingga

melakukan penghutanan dan penanaman

event olahraga.

Jasa Marga dapat mencapai kinerja


yang baik selama tahun 2013. Semua

mangrove pada jalan tol-jalan tol yang


dioperasikan hal ini dilakukan sebagai

Selain itu sebagai kelanjutan program CSR

pencapaian tersebut merupakan hasil kerja

bagian dari kontribusi Perseroan terhadap

yang telah dilakukan sebelumnya yaitu

keras dan dedikasi para karyawan Jasa

pengurangan dampak pemanasan global

dalam rangka edukasi tertib berlalu lintas

Marga yang telah memberikan kontribusi

serta menjaga keseimbangan ekosistem

di sekolah-sekolah, Perseroan membuat

positif kepada Perseroan.

lingkungan disekitar pengoperasian

Marka Penyebrangan (Zona Selamat

jalan tol. Program TJSP terhadap

Sekolah) bagi sekolah Dasar.

Direksi juga menyampaikan terima kasih


dan penghargaan yang setinggi-tingginya

lingkungan ini juga dilakukan dengan

kepada Pemegang Saham atas segala

melibatkan berbagai institusi yang peduli


terhadap lingkungan.

Penutup

Dibidang sosial kemasyarakatan Perseroan

Dengan semangat kerja yang tinggi

melaksanakan berbagai pengembangan.

mengupayakan kondisi yang kondusif

serta disertai kebersamaan yang erat,

Penghargaan juga kami sampaikan kepada

bagi kelangsungan usaha Perseroan

kami optimis Kinerja Perseroan dimasa

Pemerintah, masyarakat, pengguna jalan

dengan didukung oleh masyarakat melalui

yang akan datang terus membaik sesuai

tol serta para mitra kerja dan pemangku

kegiatan-kegiatan bina lingkungan.

dengan tema kami pada tahun ini Menuju

kepentingan lainnya atas kerja sama dan

Pertumbuhan Berikutnya (Leading Up to the

dukungan yang telah diberikan kepada

Next Growth)

Jasa Marga.

peningkatan prestasi program olah raga

Tak lupa kami menyampaikan terima

Semoga Tuhan Yang Maha Esa

Nasional. Perseroan mendukung atlet

kasih kepada seluruh karyawan dan para

memberikan karuniaNya kepada

dukungan yang diberikan, sehingga


pada tahun 2013 Perseroan dapat terus

Program-program TJSP lainnya yang patut


dikemukakan adalah dukungan terhadap

kita semua.

Adityawarman
Direktur Utama

Hasanudin

Abdul Hadi Hs.

Direktur Operasi

Direktur Pengembangan Usaha

Reynaldi Hermansjah

Muh Najib Fauzan

Direktur Keuangan

Direktur Sumber Daya Manusia & Umum

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

88

Profil
Direksi

Identitas Perseroan

Bergabung dengan Jasa Marga sejak tahun 1983. Menjabat sebagai Direktur

Profil Perseroan

Utama berdasarkan Keputusan RUPS Luar Biasa pada tanggal 30 Januari 2012.
Menyelesaikan pendidikan S1 Teknik Sipil di Universitas Diponegoro dan S2 di

Transformasi
Jasa Marga

Magister Management Universitas Trisakti.

Ikhtisar 2013

Sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Operasi Jasa Marga (2008-

Laporan
Manajemen

2012), Komisaris PT Citra Waspphutowa (2006-2008), Komisaris Utama PT Citra


Margatama Surabaya (2002-2009), Direktur Operasi & Pengembangan Usaha PT

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

CMNP (2002-2007), Direktur Operasi PT CMNP (2000-2002), Komisaris PT CMNP


(1998-2000), Kepala Cabang Cawang-Tomang-Cengkareng (1997-2000), Kepala

Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan

Cabang Jagorawi (1993-1997).

Adityawarman

Usia per 31 Desember 2013 adalah 58 tahun.

Direktur Utama

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

Bergabung dengan Jasa Marga sejak tahun 1988. Menjabat sebagai


Direktur Operasi berdasarkan Keputusan RUPS Luar Biasa tanggal 30

Daftar Istilah

Januari 2012.

Laporan Keuangan
Konsolidasian

Menyelesaikan pendidikan S1 Teknik Sipil di Institut Teknologi Sepuluh


Nopember, Surabaya dan meraih gelar S2 Master Engineering bidang
Transportasi dari University of New South Wales, Sydney, Australia.
Saat ini juga menjabat sebagai Komisaris PT Trans Marga Jateng.
Sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Divisi Pemeliharaan
(2006-2012), Komisaris PT Marga Mandala Sakti (2008-2010), dan
Pemimpin Proyek Pembangunan Jalan Tol Cipularang (2004-2005).

Hasanudin

Usia per 31 Desember 2013 adalah 50 tahun.

Direktur Operasi

Bergabung dengan Jasa Marga sejak tahun 1987. Menjabat sebagai


Direktur Pengembangan Usaha sejak tahun 2006. Menjabat kembali
sebagai Direktur Pengembangan Usaha berdasarkan Keputusan RUPS
Luar Biasa tanggal 30 Januari 2012.
Menyelesaikan pendidikan S1 Teknik Sipil di Universitas Trisakti dan S2
Magister Manajemen di Universitas Indonesia.
Saat ini juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Jasa Marga Bali
Tol, Komisaris PT Marga Lingkar Jakarta dan Komisaris PT Jasamarga
Properti. Sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT Jalantol
Lingkarluar Jakarta (2001-2005), Kepala Divisi Pengembangan Investasi

Abdul Hadi Hs.


Direktur Pengembangan
Usaha

(1994-2001), Komisaris PT Bukaka Marga Utama (1995-2001) dan sebagai


Ketua Tim Penanaman Modal Jalan Tol (1994-2001). Selain itu juga
menjabat sebagai Ketua Bidang Pasar Regional dan Internasional DPP
Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI) periode 2007- 2011
berdasarkan SK No. KP.01/DPP-HPJI/XI/07 tanggal 05 November 2007 dan
diangkat kembali menjadi Ketua Hubungan dan Pengembangan Pasar
Internasional DPP HPJI berdasarkan SK No. 01/KPTS/DPP-HPJI/II/2012
tanggal 20 Februari 2012 untuk periode 2011-2015.
Usia per 31 Desember 2013 adalah 56 tahun.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

89

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Menjabat sebagai Direktur Keuangan sejak 2006. Menjabat kembali sebagai


Direktur Keuangan berdasarkan Keputusan RUPSLB tanggal 30 Januari 2012.
Meraih gelar Sarjana Teknik Elektro dari Universitas Trisakti.
Saat ini juga menjabat sebagai Komisaris PT Marga Sarana Jabar dan Komisaris
Utama PT Trans Lingkar Kita Jaya. Memiliki pengalaman selama 15 tahun di
bidang investasi dan pasar modal di sektor keuangan. Karirnya dimulai tahun
1991 di Nomura Securities dan setelah itu menjabat pada posisi kunci di
beberapa Perusahaan Multinasional. Sebelum menjabat di Jasa Marga, adalah
Presiden Direktur di PT PNM Investment Management pada tahun 2003 sampai
2006. Saat ini memiliki lisensi manajer investasi dari Bapepam (No. KEP-38/PM-

Reynaldi Hermansjah
Direktur Keuangan

PI/1993).
Usia per 31 Desember 2013 adalah 46 tahun.

Bergabung dengan Jasa Marga sejak tahun 1990. Menjabat sebagai Direktur
Sumber Daya Manusia dan Umum berdasarkan Keputusan RUPS Luar Biasa
tanggal 30 Januari 2012.
Menyelesaikan pendidikan S1 Teknik Sipil di Institut Teknologi Bandung dan S2
Magister Teknik Jalan Raya di Institut Teknologi Bandung.
Saat ini juga menjabat sebagai Komisaris PT Marga Nujyasumo Agung
(2009-sekarang). Sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Perencanaan
Perusahaan (2006-2012), Ketua Tim IPO Jasa Marga (2007).
Usia per 31 Desember 2013 adalah 53 tahun.

Muh Najib Fauzan


Direktur Sumber Daya Manusia
& Umum

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

90
90

Identitas Perseroan
Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Pada tahun 2017,


Jasa Marga akan mengoperasikan
jalan tol sepanjang 738 Km atau
meningkat 31,62% dari total
panjang jalan tol Perseroan
saat ini

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

91

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Analisa &
Pembahasan
Manajemen

73

Panjang jalan
tol di Indonesia
dioperasikan
oleh Jasa Marga

Pembahasan dalam Analisa dan

Kegiatan usaha Perseroan

Pembahasan Manajemen ini dibuat

Bidang usaha Perseroan sesuai dengan

berdasarkan informasi yang diperoleh

Anggaran Dasar Perseroan No. 8 tanggal 08

dari Laporan Keuangan Konsolidasian

Agustus tahun 2008, yang disempurnakan

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. dan Entitas

dengan Anggaran Dasar Perseroan No.

Anak untuk tahun-tahun yang berakhir

33 tanggal 05 April 2011 yang tercantum

pada tanggal-tanggal 31 Desember 2013

dalam Keputusan Menteri Hukum dan

dan 2012 yang telah diaudit oleh Kantor

Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No.

Akuntan Publik Aryanto, Amir Jusuf, Mawar

AHU-20288.AH.01.02 Tahun 2011, Jasa

& Saptoto dan memperoleh pendapat

Marga sebagai perusahaan infrastruktur

wajar, dalam semua hal yang material,

penyedia jalan tol mempunyai kegiatan

posisi keuangan konsolidasian PT Jasa

usaha utama sebagai berikut:

Marga (Persero) Tbk. dan Entitas Anaknya

1. Melakukan perencanaan teknis,

tanggal 31 Desember 2013, serta kinerja

pelaksanaan konstruksi, pengoperasian

keuangan dan arus kas konsolidasiannya

dan/atau pemeliharaan jalan tol.

untuk tahun yang berakhir pada tanggal

2. Mengusahakan lahan di ruang milik

tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi

jalan tol (Rumijatol) dan lahan yang

Keuangan (SAK) di Indonesia.

berbatasan dengan Rumijatol untuk

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

92

Identitas Perseroan

tempat istirahat dan pelayanan,

dengan menggunakan mata uang asing,

usaha Jasa Marga dibagi berdasarkan sifat

Profil Perseroan

berikut dengan fasilitas-fasilitas

dan kenaikan tarif jalan tol berdasarkan

usaha Perseroan, dimana sesuai dengan

Transformasi
Jasa Marga

dan usaha lainnya.

inflasi.

Anggaran Dasar Perseroan, Segmen Usaha

Ikhtisar 2013

Selain kegiatan utama, Perseroan

Pertumbuhan ekonomi yang masih

Laporan
Manajemen

juga melakukan kegiatan usaha

tumbuh tersebut tercermin dari

I. Segmen Usaha Pengoperasian

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

penunjang, yaitu:

peningkatan penjualan kendaraan

Jalan Tol

1. Bidang pengembangan

bermotor di Indonesia, khususnya mobil.

Sesuai PSAK 5 (Revisi 2009) mengenai

properti di wilayah yang

Pada tahun 2013, angka penjualan mobil

Segmen Operasi, Segmen Usaha

berdekatan dengan koridor

telah mencapai 1,23 juta kendaraan (data

Pengoperasian Jalan Tol Perseroan

jalan tol.

Gaikindo), naik 10,18% dibandingkan

dibagi menjadi 2 (dua) kelompok besar.

2. Bidang pengembangan jasa

penjualan tahun 2012 sebesar 1,12 juta

Kelompok pertama merupakan 6 (enam)

Tata Kelola
Perusahaan

untuk usaha-usaha

kendaraan. Dengan meningkatnya angka

segmen dengan hasil usaha terbesar atau

yang terkait dengan moda-

penjualan mobil tersebut secara tidak

segmen-segmen dengan hasil usaha

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

moda/sarana transportasi,

langsung memberikan kontribusi terhadap

yang digabungkan sebesar 75% dari total

pendistribusian material

peningkatan volume lalu lintas transaksi

hasil usaha. Sedangkan kelompok kedua

cair/padat/gas, jaringan

pada jalan-jalan tol yang dimiliki Perseroan.

adalah Segmen Lainnya yang bukan

sarana informasi, teknologi

dan komunikasi, terkait

Kebutuhan akan pengembangan jalan

kelompok pertama, atau yang memenuhi

dengan koridor jalan tol.

tol masih sangat tinggi. Hingga tahun

10% dari total hasil usaha.

Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Perseroan dibagi menjadi:

merupakan bagian dari segmen pada

3. Bidang jasa dan perdagangan

2013, pembangunan jalan tol yang telah

untuk layanan konstruksi,

beroperasi masih sangat sedikit dari

pemeliharaan dan

total kebutuhan pembangunan jalan

Usaha Perseroan:

pengoperasian jalan tol.

tol. Kebutuhan pembangunan jalan tol

a. Segmen Utama

Berikut adalah pembagian dari Segmen

merupakan salah satu program strategis

1. Cabang Jagorawi

Saat ini kegiatan utama Perseroan

Pemerintah yang masuk dalam MP3EI,

2. Cabang Jakarta-Cikampek

ditopang oleh 9 (sembilan)

dimana untuk mendukung pertumbuhan

3. Cabang Cawang-Tomang-

Cabang, 1(satu) Unit Bisnis dan 10

ekonomi dibutuhkan penguatan

(sepuluh) Anak Perusahaan Jalan

konektivitas nasional yang salah satunya

4. Cabang Purbaleunyi

Tol. Sedangkan kegiatan usaha

percepatan pembangunan jalan tol.

5. Pusat (JORR)

Cengkareng

6. Cabang Jakarta-Tangerang

penunjang diperkuat dengan


mendirikan 2 (dua) entitas Anak

Sampai dengan Desember 2013, Jasa

Perusahaan.

Marga telah memiliki 560 km jalan tol, atau

1. Cabang Surabaya-Gempol

b. Segmen Lainnya

merupakan 73% dari keseluruhan total

2. Cabang Semarang

Selama tahun 2013,

panjang jalan tol di Indonesia. Selain itu,

3. Cabang Belmera

perekonomian Indonesia masih

hingga tahun 2017, Jasa Marga berencana

4. Cabang Palikanci

mengalami pertumbuhan. Hal ini

akan menambah 177 km jalan tol baru

5. Unit Bisnis

terlihat dari indikator-indikator

sehingga total kepemilikan jalan tol

6. PT Marga Sarana Jabar

ekonomi yaitu Produk Domestik

Perseroan pada tahun 2017 akan menjadi

7. PT Marga Nujyasumo Agung

Bruto (PDB) (atas dasar Harga

738 km atau meningkat sebesar 31,62%

8. PT Trans Marga Jateng

Berlaku) yang meningkat sebesar

dari total panjang jalan tol Perseroan

9. PT Jasamarga Bali Tol

5,78%. Di lain pihak inflasi

saat ini. Dengan kondisi-kondisi tersebut

mencapai 8,38% (data BPS), dan

di atas, Jasa Marga memimpin (leading)

nilai tukar Rupiah terhadap Dolar

dalam industri jalan tol di Indonesia.

Bloomberg). Namun demikian,

Tinjauan Operasi
per Segmen Usaha

3. Jasa Pengoperasian Jalan Tol Pihak


Lain
4. Pendapatan Iklan

2 (dua) indikator terakhir


tersebut, tidak terlalu signifikan

1. Pendapatan BBM SPBU


2. Sewa Lahan

Amerika melemah pada kisaran


Rp 9.795 ke Rp 12.171 (data

II. Segmen Usaha Non Tol

5. Lainnya

berpengaruh bagi bisnis

Dasar Penerapan Segmen Usaha


Jasa Marga

Perseroan mengingat Perseroan

Dalam menjalankan kegiatan

Informasi detail terkait informasi segmen

tidak mempunyai transaksi bisnis

operasionalnya, pendekatan segmen

usaha dapat dilihat pada catatan 47


Laporan Keuangan Konsolidasian.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

93

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Untuk tahun 2013, total volume lalu lintas


transaksi Perseroan mencapai 1,26 miliar
kendaraan, naik 4,76% dari tahun sebelumnya

Untuk tahun 2013, total volume lalu lintas

dari Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek,

Sampai saat ini implementasi kenaikan

transaksi Perseroan mencapai 1,26 miliar

dengan kontribusi Pendapatan Tol sebesar

tarif sesuai dengan jadwal yang diatur

kendaraan, dengan 86,57% merupakan

16,76% atau Rp976,57 miliar.

dalam UU tersebut di atas. Pemerintah


telah menunjukkan konsistensinya dalam

kendaraan golongan I (sedan, pick up) dan


13,43% merupakan golongan kendaraan

Meningkatnya Pendapatan Tol antara lain

memelihara iklim investasi jalan tol yang

besar (truk dan bus). Kontribusi terbesar

disebabkan oleh adanya penyesuaian

kondusif. Penyesuaian tarif ini lebih

pencapaian volume lalu lintas Perseroan

tarif tol pada jalan tol milik Perseroan.

didasarkan untuk kepastian pengembalian

diperoleh dari pengoperasian Ruas

Ketentuan penyesuaian tarif telah

atas investasi yang dilakukan oleh investor.

Jalan Tol Dalam Kota Jakarta, dimana

ditetapkan dalam Undang Undang

Sesuai dengan Keputusan Menteri

kontribusinya mencapai 16,50% dari total

No. 38 tahun 2004 tentang Jalan Pasal

Pekerjaan Umum No. 394/KPTS/M/2013

transaksi secara keseluruhan atau sebesar

48 dan Peraturan Pemerintah No. 15

tanggal 04 Oktober 2013 dan Keputusan

207,64 juta kendaraan. Dengan pencapaian

tahun 2005 Pasal 6 ayat (1) dan (2) yang

Menteri Pekerjaan Umum No. 490/

volume lalu lintas tersebut, Pendapatan Tol

menyebutkan bahwa operator jalan tol

KPTS/M/2013 tanggal 28 November

Perseroan mencapai Rp5,83 triliun rupiah.

dapat menyesuaikan tarif setiap dua

2013, penyesuaian tarif tol pada tahun

Kontribusi Pendapatan Tol terbesar berasal

tahun sekali berdasarkan laju inflasi.

2013 terjadi pada 11 (sebelas) ruas milik


Perseroan, yaitu sebagai berikut:

Ruas-ruas Jalan Tol yang mengalami penyesuaian tarif Tahun 2013


No

Segmen

Ruas

Cabang/
Anak Perusahaan

Dasar Keputusan
Penyesuaian Tarif

Jagorawi

Jagorawi

Jagorawi

KepMen No 394/KPTS/M2013

Cawang-Tomang-Cengkareng

Dalam Kota Jakarta/JIRR

Cawang-Tomang-Cengkareng

Kepmen No. 490/KPTS/M/2013

Purbaleunyi

Purbaleunyi

Kepmen No. 394/KPTS/M/2013

Jakarta-Tangerang

Jakarta-Tangerang

Kepmen No. 394/KPTS/M/2013

Pusat (JORR)

PT Jalantol Lingkarluar Jakarta

Kepmen No. 394/KPTS/M/2013

Surabaya-Gempol

Surabaya-Gempol

Kepmen No. 394/KPTS/M/2013

Semarang

Semarang

Kepmen No. 394/KPTS/M/2013

Belmera

Belmera

Kepmen No. 394/KPTS/M/2013

Palikanci

Palikanci

Kepmen No. 394/KPTS/M/2013

Segmen Lainnya

Padaleunyi
Cipularang
Jakarta-Tangerang
Jakarta Outer Ring Road (JORR)
Ulujami-Pondok Aren

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

94

Identitas Perseroan

Berikut adalah hasil segmen usaha Perseroan untuk tahun 2012 dan 2013.

Profil Perseroan

Pencapaian Volume Lalu Lintas Transaksi

dalam juta kendaraan

Ikhtisar 2013

Jumlah

Proporsi
(%)

Jagorawi

Jagorawi

Jagorawi

189,92

15,81

198,82

15,80

8,90

4,69

Jakarta-Cikampek

Jakarta-Cikampek

Jakarta-Cikampek

194,87

16,22

201,60

16,02

6,72

3,45

Cawang-TomangCengkareng

72,11

6,00

74,58

5,93

2,48

3,44

205,40

17,10

207,64

16,50

2,24

1,09

Purbaleunyi

54,98

4,58

57,76

4,59

2,78

5,07

5,34

0,44

5,86

0,47

0,52

9,68

Jakarta-Tangerang

Jakarta-Tangerang

Jakarta-Tangerang

107,88

8,98

112,81

8,96

4,93

4,57

Pusat (JORR)

Jakarta Outer Ring


Road (JORR)

PT Jalantol
Lingkarluar Jakarta

139,93

11,65

145,75

11,58

5,82

4,16

44,33

3,69

46,62

3,70

2,29

5,18

Surabaya-Gempol

Surabaya-Gempol

75,51

6,29

81,47

6,47

5,96

7,90

Semarang

Semarang

45,27

3,77

48,61

3,86

3,33

7,36

Belmera

Belmera

21,68

1,81

23,95

1,90

2,27

10,46

Palikanci

Palikanci

19,32

1,61

20,09

1,60

0,77

3,99

Bogor Outer Ring


Road/BORR

PT Marga Sarana
Jabar

11,24

0,94

12,52

1,00

1,29

11,45

Surabaya-Mojokerto

PT Marga
Nujyasumo Agung

8,62

0,72

10,61

0,84

1,99

23,13

Semarang-Solo

PT Trans Marga
Jateng

4,96

0,41

6,58

0,52

1,62

32,69

Nusa Dua-Ngurah
Rai-Benoa

PT Jasamarga
Bali Tol

3,24

0,26

3,24

n/a

57,15

4,76

Prof Dr. Ir Sedyatmo

Cawang-TomangCengkareng

Dalam Kota Jakarta/


JIRR
Padaleunyi

Purbaleunyi

Cipularang

Ulujami-Pondok Aren

Laporan Keuangan
Konsolidasian

Segmen Lainnya

TOTAL

1.201,37

100,00

1.258,52

100,00

Pencapaian Volume Lalu Lintas Transaksi

139,93
145,75
107,88
112,81

2012

54,98
57,76

72,11
74,58

75,51
81,47

2013

5,34
5,86

3,24

189,92
198,82

194,87
201,60

205,40
207,64

dalam juta kendaraan

4,96
6,58

Daftar Istilah

Proporsi
(%)

8,62
10,61

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

Jumlah

Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

2013

11,24
12,52

Pengelolaan
Human Capital

2012

Cabang/
Anak Perusahaan

Ruas

21,68
23,95

Pengembangan
Proyek Baru

Segmen

45,27
48,61

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

No

44,33
46,62

Laporan
Manajemen

19,32
20,09

Transformasi
Jasa Marga

wi
ora

Jag

Jak

ar

ek

mp

a
Cik
ta-

f
Pro

.
Dr

atm
dy

e
Ir S

lam

Da

a
ot

Jak

IRR

a/J

art

yi
un

ale

d
Pa

an
lar

u
Cip

Jak

ar

aO

rt
ka

ran

ge

n
Ta
ta-

er
ut

Rin

Ja

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

RR

/JO

ad

o
gR

uja

Ul

ok

d
on
i-P

en
Ar
Su

ra

-G
ya
ba

po

em

ran

ma

Se

era

li
Pa
rO

nc

ka

lm

Be

o
og

er
ut

R
ing

RR

BO

d/

oa

Su

ra

-M
ya
ba

rto

ke

ojo

lo

-So

ng

ara

m
Se

aD

s
Nu

-N

ua

ah
ur

i-B

Ra

oa

en

95

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Pencapaian Volume Lalu Lintas Transaksi per Golongan

dalam juta kendaraan

Golongan I

Golongan II

1.040,73
1.089,49
101,84
106,27

Golongan III

34,55
35,85

Golongan IV

Golongan V

Golongan VI

14,86
15,41

9,39
10,04
1,46

2012
2013

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

96

Identitas Perseroan

PENCAPAIAN Pendapatan Tol

Profil Perseroan

dalam miliar rupiah

Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013

No

Laporan
Manajemen

Segmen

2012

Cabang/
Anak Perusahaan

Ruas

Jumlah

2013

Proporsi Jumlah
(%)

Rp

Proporsi
(%)

Jagorawi

Jagorawi

Jagorawi

508,90

9,10

548,25

9,41

40,16

7,90

Jakarta-Cikampek

Jakarta-Cikampek

Jakarta-Cikampek

896,24

16,06

976,57

16,76

80,33

8,96

Cawang-TomangCengkareng

388,78

6,97

423,16

7,26

34,38

8,84

674,79

12,09

686,80

11,79

12,01

1,78

Tata Kelola
Perusahaan

Purbaleunyi

269,47

4,83

276,29

4,74

6,82

2,53

655,38

11,74

741,09

12,72

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

Jakarta-Tangerang

Jakarta-Tangerang

Jakarta-Tangerang

379,58

6,80

408,01

7,00

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

Pusat (JORR)

Jakarta Outer Ring


Road (JORR)

1.100,17

19,71

946,37

Ulujami-Pondok Aren

PT Jalantol
Lingkarluar
Jakarta

115,58

2,07

131,85

2,26

16,27 14,08

Surabaya-Gempol

Surabaya-Gempol

240,80

4,31

270,47

4,64

29,67 12,32

Semarang

Semarang

97,18

1,74

104,77

1,80

7,59

Belmera

Belmera

73,21

1,31

81,57

1,40

8,36 11,41

Palikanci

Palikanci

100,54

1,80

107,49

1,84

6,95

Bogor Outer Ring


Road/BORR

PT Marga Sarana
Jabar

41,06

0,74

45,55

0,78

4,49 10,93

Surabaya-Mojokerto

PT Marga
Nujyasumo Agung

13,42

0,24

17,55

0,30

4,14 30,85

Semarang-Solo

PT Trans Marga
Jateng

27,46

0,49

36,49

0,63

9,03 32,88

Nusa Dua-Ngurah
Rai-Benoa

PT Jasamarga
Bali Tol

23,65

0,41

5.581,75

100,00

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital

Prof Dr. Ir Sedyatmo


Dalam Kota Jakarta/
JIRR
Padaleunyi

Purbaleunyi

Cipularang

Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Cawang-TomangCengkareng

Segmen Lainnya

TOTAL

85,71 13,08
28,43

16,24 (153,80) (13,98)

5.825,93

100,00

244,18

4,37

1.100,17

946,37

896,24
976,57

2012

655,38
741,09

2013

ar

f
Pro

S
. Ir
Dr

tm
ya

ed

lam

Da

ta

Ko

Jak

IRR

a/J

art

yi
un

ale

d
Pa

an
lar

u
Cip

Jak

ar

Jak

ran

ge

n
Ta
ta-

ter

ou
aA

RR

/JO

ad

o
gR

Rin

art

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

uja

Ul

ren
kA

do

on
i-P

Su

ra

-G
ya
ba

po

em

ran

ma

Se

era

li
Pa

Bo

O
or

nc

ka

lm

Be

er
ut

Rin

OR

/B

ad

o
gR

rab

Su

ojo

lo

-So

ng

ra
ma

Se

Nu

D
sa

23,65
-

rto

ke

a-M
ay

27,46
36,49

13,42
17,55

41,06
45,55

100,54
107,49

73,21
81,57

115,58
131,85

97,18
104,77

240,80
270,47

269,47
276,29

379,58
408,01

674,79
686,80
388,78
423,16

508,09
548,25

Jak

ek

mp

a
Cik
ta-

ra

gu

-N

ua

i-B

a
hR

oa

en

6,91

n/a

Pencapaian pendapatan tol

wi
ora

7,81

23,65

dalam miliar rupiah

Jag

7,49

97

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Segmen Usaha Pengoperasian Jalan Tol


Segmen Utama
1. Cabang Jagorawi

: 59 km

Konsesi s.d tahun

: 2044

Tahun beroperasi

: 1978

Jumlah Pegawai

: 621 orang

Jumlah Gardu

: 151

V/C Rasio

: 0,53 - 1,43

Sistem Transaksi

: Terbuka & Tertutup

Lokasi Pengoperasian

: Jakarta, Bogor

198,82

: Jagorawi

Panjang Jalan

4,69%

189,92

Ruas

Pendapatan Tol (miliar Rupiah)

548,25

Volume Lalu Lintas Transaksi (juta kendaraan)

2012

2013

2012

Proporsi Volume Lalu Lintas Transaksi*

7,90%

508,09

Cabang Jagorawi

2013

Proporsi Pendapatan Tol*

15,80%

84,20%

9,41%

90,59%

*Proporsi Terhadap Total Volume Lalu Lintas Transaksi dan Pendapatan Tol Jasa Marga

Kinerja Tahun 2013

Analisa Kinerja Tahun 2013

Pada tahun 2013, Volume Lalu Lintas Transaksi Cabang Jagorawi

Pendapatan Tol Cabang Jagorawi tumbuh 7,90% dari tahun lalu

tercatat sebesar 198,82 juta kendaraan, naik sebesar 4,69%

disebabkan oleh pertumbuhan volume lalu lintas transaksi 4,69%

dibandingkan dengan Volume Lalu Lintas Transaksi tahun 2012

dan penyesuaian tarif tol pada Oktober 2013. Peningkatan volume

sebesar 189,92 juta kendaraan. Tahun 2013, kontribusi Cabang

lalu lintas transaksi disebabkan oleh peningkatan aktivitas lalu

Jagorawi terhadap total Volume Lalu Lintas Transaksi mencapai

lintas dan pertumbuhan jumlah kendaraan akibat perkembangan

15,80%. Sementara itu, Pendapatan Tol mencapai Rp548,25 miliar,

wilayah di daerah Sentul dan Bogor. Selain itu juga oleh adanya

naik sebesar 7,90% dibandingkan tahun 2012 sebesar Rp508,09

bangkitan volume lalu lintas akibat beroperasinya Jalan Tol Cinere-

miliar. Kontribusi Pendapatan Tol dari Cabang Jagorawi mencapai

Jagorawi yang terkoneksi dengan jalan tol Jagorawi.

9,41% terhadap total Pendapatan Tol.


Profitabilitas
Tahun 2013 Laba Sebelum Pajak Penghasilan Cabang Jagorawi
mencapai sebesar Rp240,55 miliar atau meningkat sebesar 5,45%
dari tahun lalu.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

98

Identitas Perseroan

2. Cabang Jakarta-Cikampek

Profil Perseroan

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital

Konsesi s.d tahun

: 2044

Tahun beroperasi

: 1988

Jumlah Pegawai

: 750 orang

Jumlah Gardu

: 159

V/C Rasio

: 0,31-1,78

Sistem Transaksi

: Terbuka & Tertutup

Lokasi Pengoperasian

: Jakarta, Bekasi,

Karawang, Cikampek

Tata Kelola
Perusahaan

3,45%

2012

2012

2013

Proporsi Volume Lalu Lintas Transaksi*

291,66

: 83 km

976,57

: Jakarta-Cikampek

Panjang Jalan

Pendapatan Tol (miliar Rupiah)

8,96%

896,24

Laporan
Manajemen

Ruas

Volume Lalu Lintas Transaksi (juta kendaraan)

201,60

Ikhtisar 2013

Cabang Jakarta-Cikampek

194,87

Transformasi
Jasa Marga

2013

Proporsi Pendapatan Tol*


16,76%

16,02%

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

83,24%

83,98%

*Proporsi Terhadap Total Volume Lalu Lintas Transaksi dan Pendapatan Tol Jasa Marga

Kinerja Tahun 2013

Analisa Kinerja Cabang Jakarta-Cikampek Tahun 2013

Pada tahun 2013, Volume Lalu Lintas Transaksi

Pendapatan Tol Cabang Jakarta-Cikampek tumbuh 8,96%

Cabang Jakarta-Cikampek tercatat sebesar 201,60 juta

dari tahun lalu disebabkan oleh pertumbuhan volume

kendaraan, naik sebesar 3,45% dibandingkan dengan

lalu lintas transaksi 3,45%. Peningkatan volume lalu lintas

Volume Lalu Lintas Transaksi tahun 2012 sebesar

transaksi disebabkan oleh peningkatan aktivitas lalu lintas dan

194,87 juta kendaraan. Tahun 2013, kontribusi Cabang

pertumbuhan jumlah kendaraan akibat perkembangan wilayah di

Jakarta-Cikampek terhadap total Volume Lalu Lintas

daerah Bekasi dan Karawang.

Transaksi mencapai 16,02%. Sementara itu, Pendapatan


Tol mencapai Rp976,57 miliar, naik sebesar 8,96%
dibandingkan tahun 2012 sebesar Rp896,24 miliar.
Kontribusi Pendapatan Tol dari Cabang Jakarta-Cikampek
mencapai 16,76% terhadap total Pendapatan Tol.
Profitabilitas
Tahun 2013 Laba Sebelum Pajak Penghasilan Cabang
Jakarta-Cikampek mencapai sebesar Rp291,66 miliar atau
meningkat sebesar 9,51% dari tahun lalu.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

99

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

3. Cabang Cawang-Tomang-Cengkareng

: 38 km

Konsesi s.d tahun

: 2044

Tahun beroperasi

: 1984 & 1987

Jumlah Pegawai

: 793 orang

Jumlah Gardu

: 143

V/C Rasio

: 0,39-1,43

Sistem Transaksi

: Terbuka

Lokasi Pengoperasian

: Jakarta, Tangerang

2012

1.109,96

Panjang Jalan

1.063,57

: Prof Dr. Ir. Sedyatmo.


Dalam kota Jakarta

Pendapatan Tol (miliar Rupiah)

282,22

Ruas

Volume Lalu Lintas Transaksi (juta kendaraan)

277,51

Cabang Cawang-Tomang-Cengkareng

1,70%
2013

2012

Proporsi Volume Lalu Lintas Transaksi*

2013

Proporsi Pendapatan Tol*

22,43%

77,57%

4,36%

19,05%

80,95%

*Proporsi Terhadap Total Volume Lalu Lintas Transaksi dan Pendapatan Tol Jasa Marga

Kinerja Tahun 2013

Analisa Kinerja Cabang Cawang-Tomang-Cengkareng

Pada tahun 2013, Volume Lalu Lintas Transaksi Cabang Cawang-

Tahun 2013

Tomang-Cengkareng tercatat sebesar 282,22 juta kendaraan, naik

Pendapatan Tol Cabang Cawang-Tomang-Cengkareng tumbuh

sebesar 1,70% dibandingkan dengan Volume Lalu Lintas Transaksi

10,62% dari tahun lalu disebabkan oleh pertumbuhan volume lalu

tahun 2012 sebesar 277,51 juta kendaraan. Tahun 2013, Kontribusi

lintas transaksi 1,70% dan penyesuaian tarif pada jalan tol Dalam

Cabang Cawang-Tomang-Cengkareng terhadap total Volume Lalu

Kota pada Oktober dan November 2013. Peningkatan volume lalu

Lintas Transaksi mencapai 22,43%. Sementara itu, Pendapatan

lintas transaksi disebabkan oleh oleh kebijakan pembatasan waktu

Tol mencapai Rp 1,11 triliun, naik sebesar 4,36% dibandingkan

truk masuk tol sehingga memperlancar arus lalu lintas dalam kota,

tahun 2012 sebesar Rp 1,06 triliun. Kontribusi Pendapatan Tol dari

adanya pemukiman baru di sekitar jalan tol Prof. Dr. Ir Sedyatmo

Cabang Cawang-Tomang-Cengkareng mencapai 19,05% terhadap

dan terintegrasinya jalan tol tersebut dengan JORR W1. Selain itu

total Pendapatan Tol.

diberlakukannya PUTTRA (Petugas Jemput Transaksi) dan contra


flow mulai 1 Mei 2012 turut menyumbang pencapaian kenaikan

Profitabilitas
Tahun 2013 Laba Sebelum Pajak Penghasilan Cabang CawangTomang-Cengkareng mencapai sebesar Rp771,79 miliar atau
turun sebesar 1,59% dari tahun lalu.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

volume lalu lintas transaksi.

100

Identitas Perseroan

4. Cabang Purbaleunyi

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan

: Padaleunyi, Cipularang

Panjang Jalan

: 123 km

Konsesi s.d tahun

: 2044

Tahun beroperasi

: 1990 & 2003

Jumlah Pegawai

: 538 orang

Jumlah Gardu

: 92

V/C Rasio

: 0,12 - 0,98

Sistem Transaksi

: Tertutup

Lokasi Pengoperasian

: Padalarang, Cileunyi,
Cikampek, Purwakarta

Pendapatan Tol (miliar Rupiah)

1.017,38

Laporan
Manajemen

Ruas

Volume Lalu Lintas Transaksi (juta kendaraan)

5,47%

2012

2013

2012

Proporsi Volume Lalu Lintas Transaksi*

10%

924,85

Ikhtisar 2013

Cabang Purbaleunyi

60,32

Transformasi
Jasa Marga

63,62

Profil Perseroan

2013

Proporsi Pendapatan Tol*

5,05%

17,46%

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

82,54%

94,95%

*Proporsi Terhadap Total Volume Lalu Lintas Transaksi dan Pendapatan Tol Jasa Marga

Kinerja Tahun 2013

Analisa Kinerja Cabang Purbaleunyi Tahun 2013

Pada tahun 2013, Volume Lalu Lintas Transaksi Cabang

Pendapatan Tol Cabang Purbaleunyi tumbuh 10% dari tahun lalu

Purbaleunyi tercatat sebesar 63,62 juta kendaraan, naik

disebabkan oleh pertumbuhan volume lalu lintas transaksi 5,47%

sebesar 5,47% dibandingkan dengan Volume Lalu Lintas

dan penyesuaian tarif pada Oktober 2013. Peningkatan volume

Transaksi tahun 2012 sebesar 60,32 juta kendaraan. Tahun

lalu lintas transaksi disebabkan oleh peningkatan aktivitas lalu

2013, Kontribusi Cabang Purbaleunyi terhadap total

lintas dan pertumbuhan jumlah kendaraan dari Jakarta menuju

Volume Lalu Lintas Transaksi mencapai 5,05%. Sementara

Bandung dan sekitarnya.

itu, Pendapatan Tol mencapai Rp1,02 triliun, naik sebesar


10% dibandingkan tahun 2012 sebesar Rp924,85 miliar.
Kontribusi Pendapatan Tol dari Cabang Purbaleunyi
mencapai 17,46% terhadap total Pendapatan Tol.
Profitabilitas
Tahun 2013 Laba Sebelum Pajak Penghasilan Cabang
Purbaleunyi mencapai sebesar Rp706,52 miliar atau
meningkat sebesar 5,31% dari tahun lalu.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

101

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

5. Pusat - Jakarta Outer Ring Road (JORR)

: 49 km (+Ulujami)

Konsesi s.d tahun

: 2044

Tahun beroperasi

: 1991 & 2001

Jumlah Pegawai

: 4.080

Jumlah Gardu

: 159

V/C Rasio

: 0,19 - 1,27

Sistem Transaksi

: Terbuka

Lokasi Pengoperasian

: Jakarta, Bekasi

2012

1.078,22

Panjang Jalan

1.215,75

: JORR, UlujamiPondok Aren

Pendapatan Tol (miliar Rupiah)

192,37

Ruas

Volume Lalu Lintas Transaksi (juta kendaraan)

4,40%

184,26

Cabang Jalantol Lingkarluar Jakarta

-11,31%

2013

2012

Proporsi Volume Lalu Lintas Transaksi*

2013

Proporsi Pendapatan Tol*

15,29%

18,51%

81,49%

84,71%

*Proporsi Terhadap Total Volume Lalu Lintas Transaksi dan Pendapatan Tol Jasa Marga

Kinerja Tahun 2013

Analisa Kinerja Pusat - Jakarta Outer Ring Road (JORR)

Pada tahun 2013, Volume Lalu Lintas Transaksi Pusat (Ruas JORR)

Tahun 2013

tercatat sebesar 192,37 juta kendaraan, naik sebesar 4,40%

Pertumbuhan volume lalu lintas transaksi naik 4,40% dari tahun lalu.

dibandingkan dengan Volume Lalu Lintas Transaksi tahun 2012

Peningkatan volume lalu lintas transaksi disebabkan oleh adanya

sebesar 184,26 juta kendaraan. Tahun 2013, Kontribusi Pusat

pertumbuhan lalu lintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, serta Jalan

(JORR) terhadap total Volume Lalu Lintas Transaksi mencapai

Tol Jagorawi yang terintegerasi dengan JORR.

15,29%. Sementara itu, Pendapatan Tol mencapai Rp1,08 triliun,


turun sebesar 11,31% dibandingkan tahun 2012 sebesar Rp1,22
triliun. Kontribusi Pendapatan Tol dari Pusat (JORR) mencapai
18,51% terhadap total Pendapatan Tol.
Profitabilitas
Tahun 2013 Rugi Sebelum Pajak Penghasilan Pusat-Jakarta Outer
Ring Road (JORR) mencapai sebesar Rp554,10 miliar atau turun
sebesar 271,04% dari tahun lalu.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

102

Identitas Perseroan

6. Cabang Jakarta-Tangerang

Profil Perseroan

Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan

Panjang Jalan

: 33 km

Konsesi s.d tahun

: 2044

Tahun beroperasi

: 1984

Jumlah Pegawai

: 480 orang

Jumlah Gardu

: 78

V/C Rasio

: 0,44 - 1,57

Sistem Transaksi

: Terbuka

Lokasi Pengoperasian

: Jakarta, Tangerang

2012

408,01

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

: Jakarta-Tangerang

Pendapatan Tol (miliar Rupiah)

379,58

Laporan
Manajemen

Ruas

Volume Lalu Lintas Transaksi (juta kendaraan)

112,81

Ikhtisar 2013

Cabang Jakarta-Tangerang

107,88

Transformasi
Jasa Marga

4,57%
2013

2012

Proporsi Volume Lalu Lintas Transaksi*

7,49%
2013

Proporsi Pendapatan Tol*

8,96%

7,00%

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

93,00%

91,04%

*Proporsi Terhadap Total Volume Lalu Lintas Transaksi dan Pendapatan Tol Jasa Marga

Kinerja Tahun 2013

Analisa Kinerja Cabang Jakarta-Tangerang Tahun 2013

Pada tahun 2013, Volume Lalu Lintas Transaksi Cabang

Pendapatan Tol Cabang Jakarta-Tangerang tumbuh 7,49% dari

Jakarta-Tangerang tercatat sebesar 112,81 juta

tahun lalu disebabkan oleh pertumbuhan volume lalu lintas

kendaraan, naik sebesar 4,57% dibandingkan dengan

transaksi 4,57% dan penyesuaian tarif pada Oktober 2013.

Volume Lalu Lintas Transaksi tahun 2012 sebesar

Peningkatan volume lalu lintas transaksi disebabkan oleh

107,88 juta kendaraan. Tahun 2013, kontribusi Cabang

pertumbuhan wilayah yang didorong peningkatan pembangunan

Jakarta-Tangerang terhadap total Volume Lalu Lintas

properti di kawasan Tangerang. Adanya pembatasan jam

Transaksi mencapai 8,96%. Sementara itu, Pendapatan

operasi kendaraan besar yang melintasi jalan raya Serpong

Tol mencapai Rp408,01 miliar, naik sebesar 7,49%

mengakibatkan kendaraan besar mengambil jalur alternatif yaitu:

dibandingkan tahun 2012 sebesar Rp379,58 miliar.

ruas Jalan Tol Dalam Kota, Prof. Dr. Ir. Sedyatmo, JORR W1, dan

Kontribusi Pendapatan Tol dari Cabang Jakarta-Tangerang

Jakarta-Tangerang.

mencapai 7,00% terhadap total Pendapatan Tol.


Profitabilitas
Tahun 2013 Laba Sebelum Pajak Penghasilan Cabang
Jakarta-Tangerang mencapai sebesar Rp203,08 miliar
atau meningkat sebesar 10,29% dari tahun lalu.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

103

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Segmen Lainnya
1. Cabang Surabaya-Gempol

: 49 km

Konsesi s.d tahun

: 2044

Tahun beroperasi

: 1986

Jumlah Pegawai

: 519 orang

Jumlah Gardu

: 87

V/C Rasio

: 0,37 - 0,92

Sistem Transaksi

: Terbuka

Lokasi Pengoperasian

: Surabaya, Gempol

2012

270,47

Panjang Jalan

240,80

: Surabaya-Gempol

Pendapatan Tol (miliar Rupiah)

81,47

Ruas

Volume Lalu Lintas Transaksi (juta kendaraan)

7,90%

75,51

Cabang Surabaya-Gempol

2013

2012

Proporsi Volume Lalu Lintas Transaksi*

2013

Proporsi Pendapatan Tol*


4,64%

6,47%

93,53%

12,32%

95,36%

*Proporsi Terhadap Total Volume Lalu Lintas Transaksi dan Pendapatan Tol Jasa Marga

Kinerja Tahun 2013

Analisa Kinerja Cabang Surabaya-Gempol Tahun 2013

Pada tahun 2013, Volume Lalu Lintas Transaksi Cabang Surabaya-

Pendapatan Tol Cabang Surabaya-Gempol tumbuh 12,32%

Gempol tercatat sebesar 81,47 juta kendaraan, naik sebesar 7,90%

dari tahun lalu disebabkan oleh pertumbuhan volume lalu

dibandingkan dengan Volume Lalu Lintas Transaksi tahun 2012

lintas transaksi 7,90% dan penyesuaian tarif pada Oktober

sebesar 75,51 juta kendaraan. Tahun 2013, kontribusi Cabang

2013. Peningkatan volume lalu lintas transaksi disebabkan

Surabaya-Gempol terhadap total Volume Lalu Lintas Transaksi

perkembangan wilayah disekitar jalan tol Surabaya-Gempol,

mencapai 6,47%. Sementara itu, Pendapatan Tol mencapai Rp

dan adanya arteri Porong sejak April 2012 yang berdampak

270,47 miliar, naik sebesar 12,32% dibandingkan tahun 2012

tumbuhnya lalu lintas ke arah Surabaya dan sebaliknya.

sebesar Rp240,80 miliar. Kontribusi Pendapatan Tol dari Cabang


Surabaya-Gempol mencapai 4,64% terhadap total Pendapatan Tol.
Profitabilitas
Tahun 2013 Laba Sebelum Pajak Penghasilan Cabang SurabayaGempol mencapai sebesar Rp100,89 miliar atau meningkat
sebesar 23,32% dari tahun lalu.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

104

Identitas Perseroan

2. Cabang Semarang

Profil Perseroan

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan

: 25 km

Konsesi s.d tahun

: 2044

Tahun beroperasi

: 1983

Jumlah Pegawai

: 212 orang

Jumlah Gardu

: 30

V/C Rasio

: 0,22 - 0,63

Sistem Transaksi

: Terbuka

Lokasi Pengoperasian

: Semarang

2012

104,77

: Semarang

Panjang Jalan

7,36%

2013

2012

Proporsi Volume Lalu Lintas Transaksi*

7,81%

97,18

Laporan
Manajemen

Ruas

Pendapatan Tol (miliar Rupiah)

48,61

Ikhtisar 2013

Volume Lalu Lintas Transaksi (juta kendaraan)

Cabang Semarang

45,27

Transformasi
Jasa Marga

2013

Proporsi Pendapatan Tol*


1,80%

3,86%

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah

96,14%

Laporan Keuangan
Konsolidasian

98,20%

*Proporsi Terhadap Total Volume Lalu Lintas Transaksi dan Pendapatan Tol Jasa Marga

Kinerja Tahun 2013

Analisa Kinerja Cabang Semarang Tahun 2013

Pada tahun 2013, Volume Lalu Lintas Transaksi Cabang

Pendapatan Tol Cabang Semarang tumbuh 7,81% dari tahun lalu

Semarang tercatat sebesar 48,61 juta kendaraan, naik

disebabkan oleh pertumbuhan volume lalu lintas transaksi 7,36%

sebesar 7,36% dibandingkan dengan Volume Lalu Lintas

dan penyesuaian tarif pada Oktober 2013. Peningkatan volume

Transaksi tahun 2012 sebesar 45,27 juta kendaraan.

lalu lintas transaksi disebabkan oleh perkembangan wilayah

Tahun 2013, kontribusi Cabang Semarang terhadap total

disekitar jalan tol Semarang. Selain itu, adanya perbaikan jalan

Volume Lalu Lintas Transaksi mencapai 3,86%. Sementara

arteri (jalan Setiabudi dan Pudak Payung) dari bulan Juni sampai

itu, Pendapatan Tol mencapai Rp104,77 miliar, naik

dengan Agustus 2013 yang mengakibatkan kendaraan beralih ke

sebesar 7,81% dibandingkan tahun 2012 sebesar Rp97,18

jalan tol

miliar. Kontribusi Pendapatan Tol dari Cabang Semarang


mencapai 1,80% terhadap total Pendapatan Tol.
Profitabilitas
Tahun 2013 Laba Sebelum Pajak Penghasilan Cabang
Semarang mencapai sebesar Rp25,38 miliar atau
meningkat sebesar 12,46% dari tahun lalu.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

105

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

3. Cabang Belmera

: 43 km

Konsesi s.d tahun

: 2044

Tahun beroperasi

: 1986

Jumlah Pegawai

: 214 orang

Jumlah Gardu

: 52

V/C Rasio

: 0,15 - 0,41

Sistem Transaksi

: Tertutup

Lokasi Pengoperasian

: Belawan, Medan,
Tanjung Morawa

2012

81,57

Panjang Jalan

10,46%

11,41%
73,21

: Belmera

21,68

Ruas

Pendapatan Tol (miliar Rupiah)

23,95

Volume Lalu Lintas Transaksi (juta kendaraan)

Cabang Belmera

2013

2012

Proporsi Volume Lalu Lintas Transaksi*

2013

Proporsi Pendapatan Tol*

1,90%

98,10%

1,40%

98,60%

*Proporsi Terhadap Total Volume Lalu Lintas Transaksi dan Pendapatan Tol Jasa Marga

Kinerja Tahun 2013

Analisa Kinerja Cabang Belmera Tahun 2013

Pada tahun 2013, Volume Lalu Lintas Cabang Belmera Transaksi

Pendapatan Tol Cabang Belmera tumbuh 11,41% dari tahun lalu

tercatat sebesar 23,95 juta kendaraan, naik sebesar 10,46%

disebabkan oleh pertumbuhan volume lalu lintas transaksi 10,46%

dibandingkan dengan Volume Lalu Lintas Transaksi tahun 2012

dan penyesuaian tarif pada Oktober 2013. Peningkatan volume

sebesar 21,68 juta kendaraan. Tahun 2013, kontribusi Cabang

lalu lintas transaksi disebabkan oleh adanya Kawasan Industri

Belmera terhadap total Volume Lalu Lintas Transaksi mencapai

Medan (KIM), beroperasinya bandara Kuala Namu sejak Juli 2013

1,90%. Sementara itu, Pendapatan Tol mencapai Rp81,57 miliar,

dan tumbuhnya lalu lintas ke arah luar kota Medan menuju daerah

naik sebesar 11,41% dibandingkan tahun 2012 sebesar Rp73,21

Tebing Tinggi dan sekitarnya.

miliar. Kontribusi Pendapatan Tol dari Cabang Belmera mencapai


1,40% terhadap total Pendapatan Tol.
Profitabilitas
Tahun 2013 Rugi Sebelum Pajak Penghasilan Cabang Belmera
mencapai sebesar Rp11,08 miliar atau turun sebesar 128,03% dari
tahun lalu.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

106

Identitas Perseroan

4. Cabang Palikanci

Profil Perseroan

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan

Panjang Jalan

: 26 km

Konsesi s.d tahun

: 2044

Tahun beroperasi

: 1998

Jumlah Pegawai

: 166 orang

Jumlah Gardu

: 22

V/C Rasio

: 0,30 - 0,36

Sistem Transaksi

: Terbuka

Lokasi Pengoperasian

: Cirebon

107,49

: Palimanan - Kanci

3,99%

2012

2013

100,54

Laporan
Manajemen

Ruas

Pendapatan Tol (miliar Rupiah)

20,09

Ikhtisar 2013

Volume Lalu Lintas Transaksi (juta kendaraan)

Cabang Palikanci

19,32

Transformasi
Jasa Marga

2012

Proporsi Volume Lalu Lintas Transaksi*

6,91%

2013

Proporsi Pendapatan Tol*

1,60%

1,84%

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

98,16%

98,40%

*Proporsi Terhadap Total Volume Lalu Lintas Transaksi dan Pendapatan Tol Jasa Marga

Kinerja Tahun 2013

Analisa Kinerja Cabang Palikanci Tahun 2013

Pada tahun 2013, Volume Lalu Lintas Transaksi Cabang

Pendapatan Tol Cabang Palikanci tumbuh 6,91% dari tahun lalu

Palikanci tercatat sebesar 20,09 juta kendaraan, naik

disebabkan oleh pertumbuhan volume lalu lintas transaksi 3,99%

sebesar 3,99% dibandingkan dengan Volume Lalu Lintas

dan penyesuaian tarif pada Oktober 2013. Peningkatan volume

Transaksi tahun 2012 sebesar 19,32 juta kendaraan. Tahun

lalu lintas transaksi disebabkan oleh perkembangan wilayah di

2013, kontribusi Cabang Palikanci terhadap total Volume

sekitar jalan tol Palikanci.

Lalu Lintas Transaksi mencapai 1,60%. Sementara itu,


Pendapatan Tol mencapai Rp107,49 miliar, naik sebesar
6,91% dibandingkan tahun 2012 sebesar Rp100,54
miliar. Kontribusi Pendapatan Tol dari Cabang Palikanci
mencapai 1,84% terhadap total Pendapatan Tol.
Profitabilitas
Tahun 2013 Laba Sebelum Pajak Penghasilan Cabang
Palikanci mencapai sebesar Rp25,76 miliar atau
meningkat sebesar 12,87% dari tahun lalu.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

107

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

5. PT Marga Sarana Jabar

Konsesi s.d tahun

: 2054

Tahun beroperasi

: 2009

Jumlah Pegawai

: 116 orang

Jumlah Gardu

: 12

V/C Rasio

: 0,30-0,58

Sistem Transaksi

: Terbuka

Lokasi Pengoperasian

: Bogor

45,55

: 4 km (seksi I)

11,45%

2012

2013

2012

Proporsi Volume Lalu Lintas Transaksi*

2013

Proporsi Pendapatan Tol*


0,78%

1%

99,01%

10,93%

41,06

: Bogor Outer Ring Road

Panjang Jalan

Pendapatan Tol (miliar Rupiah)

12,52

Ruas

Volume Lalu Lintas Transaksi (juta kendaraan)

11,24

PT Marga Sarana Jabar

99,22%

*Proporsi Terhadap Total Volume Lalu Lintas Transaksi dan Pendapatan Tol Jasa Marga

Kinerja Tahun 2013

Analisa Kinerja PT Marga Sarana Jabar Tahun 2013

Pada tahun 2013, Volume Lalu Lintas Transaksi ruas BORR tercatat

Pendapatan Tol ruas BORR tumbuh 10,93% dari tahun lalu

sebesar 12,52 juta kendaraan, naik sebesar 11,45% dibandingkan

disebabkan oleh pertumbuhan volume lalu lintas transaksi

dengan Volume Lalu Lintas Transaksi tahun 2012 sebesar 11,24

11,45%. Peningkatan volume lalu lintas transaksi disebabkan

juta kendaraan. Tahun 2013, kontribusi BORR terhadap total

oleh perekonomian diwilayah Bogor khususnya Sentul mulai

Volume Lalu Lintas Transaksi mencapai 1%. Sementara itu,

berkembang dan warga mulai mengenal jalur akses lewat

Pendapatan Tol mencapai Rp45,55 miliar, naik sebesar 10,93%

ruas BORR sehingga traffic pada tahun 2013 lebih tinggi dari

dibandingkan tahun 2012 sebesar Rp41,06 miliar. Kontribusi

tahun 2012.

Pendapatan Tol dari BORR mencapai 0,78% terhadap total


Pendapatan Tol.
Profitabilitas
Tahun 2013 Rugi Sebelum Pajak Penghasilan PT Marga Sarana
Jabar mencapai sebesar Rp2,81 miliar atau turun sebesar 64,94%
dari tahun lalu.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

108

Identitas Perseroan

6. PT Marga Nujyasumo Agung

Profil Perseroan

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital

: 2 km (Seksi 1A)

Konsesi s.d tahun

: 2049

Tahun beroperasi

: 2011

Jumlah Pegawai

: 126 orang

Jumlah Gardu

: 21

V/C Rasio

: 0,15-0,31

Sistem Transaksi

: Terbuka

Lokasi Pengoperasian

: Waru

Tata Kelola
Perusahaan

17,55

Surabaya - Mojokerto

Panjang Jalan

Pendapatan Tol (miliar Rupiah)

13,42

Laporan
Manajemen

Ruas

Volume Lalu Lintas Transaksi (juta kendaraan)

10,61

Ikhtisar 2013

PT Marga Nujyasumo Agung

8,62

Transformasi
Jasa Marga

23,13%

2012

30,85%

2013

2012

Proporsi Volume Lalu Lintas Transaksi*

2013

Proporsi Pendapatan Tol*

0,84%

0,30%

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

99,16%

99,70%

*Proporsi Terhadap Total Volume Lalu Lintas Transaksi dan Pendapatan Tol Jasa Marga

Kinerja Tahun 2013

Analisa Kinerja PT Marga Nujyasumo Agung Tahun 2013

Pada tahun 2013, Volume Lalu Lintas Transaksi ruas

Pendapatan Tol ruas Surabaya-Mojokerto Seksi IA tumbuh 30,85%

Surabaya-Mojokerto tercatat sebesar 10,61 juta

dari tahun lalu disebabkan oleh pertumbuhan volume lalu

kendaraan, naik sebesar 23,13% dibandingkan dengan

lintas transaksi 23,13%. Peningkatan volume lalu lintas transaksi

Volume Lalu Lintas Transaksi tahun 2012 sebesar

disebabkan oleh peningkatan kegiatan ekonomi di wilayah Jalan

8,62 juta kendaraan. Tahun 2013, kontribusi ruas

Tol Seksi 1A Waru-Sepanjang

Surabaya-Mojokerto terhadap total Volume Lalu Lintas


Transaksi mencapai 0,84%. Sementara itu, Pendapatan
Tol mencapai Rp17,55 miliar, naik sebesar 30,85%
dibandingkan tahun 2012 sebesar Rp13,42 miliar.
Kontribusi Pendapatan Tol dari Jalan Tol SurabayaMojokerto Seksi I mencapai 0,30% terhadap total
Pendapatan Tol.
Profitabilitas
Tahun 2013 Rugi Sebelum Pajak Penghasilan PT Marga
Nujyasumo Agung mencapai sebesar Rp42,79 miliar atau
turun sebesar 20,96% dari tahun lalu.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

109

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

7. PT Trans Marga Jateng

: 11 km (seksi I)

Konsesi s.d tahun

: 2055

Tahun beroperasi

: 2011

Jumlah Pegawai

: 96 orang

Jumlah Gardu

: 22

V/C Rasio

: 0,25-0,40

Sistem Transaksi

: Tertutup

Lokasi Pengoperasian

: Semarang

36,49

Panjang Jalan

32,69%

2012

2013

2012

Proporsi Volume Lalu Lintas Transaksi*

2013

Proporsi Pendapatan Tol*

0,52%

99,48%

32,88%

27,46

: Semarang - Solo

Pendapatan Tol (miliar Rupiah)

6,58

Ruas

Volume Lalu Lintas Transaksi (juta kendaraan)

4,96

PT Trans Marga Jateng

0,63%

99,37%

*Proporsi Terhadap Total Volume Lalu Lintas Transaksi dan Pendapatan Tol Jasa Marga

Kinerja Tahun 2013

Analisa Kinerja PT Trans Marga Jateng Tahun 2013

Pada tahun 2013, Volume Lalu Lintas Transaksi ruas Semarang-

Pendapatan Tol ruas Semarang Solo Seksi Semarang-Ungaran

Ungaran tercatat sebesar 6,58 juta kendaraan, naik sebesar

tumbuh 32,88% dari tahun lalu disebabkan oleh pertumbuhan

32,69% dibandingkan dengan Volume Lalu Lintas Transaksi

volume lalu lintas transaksi 32,69%. Peningkatan volume lalu

tahun 2012 sebesar 4,96 juta kendaraan. Tahun 2013, kontribusi

lintas transaksi disebabkan oleh peningkatan kegiatan ekonomi di

ruas Semarang-Ungaran terhadap total Volume Lalu Lintas

wilayah Jalan Tol Semarang-Ungaran.

Transaksi mencapai 0,52%. Sementara itu, Pendapatan Tol


mencapai Rp36,49 miliar, naik sebesar 32,88% dibandingkan
tahun 2012 sebesar Rp27,46 miliar. Kontribusi Pendapatan Tol
dari Jalan Tol Semarang-Solo Seksi I mencapai 0,63% terhadap
total Pendapatan Tol.
Profitabilitas
Tahun 2013 Rugi Sebelum Pajak Penghasilan PT Trans Marga
Jateng mencapai sebesar Rp153,75 miliar atau turun sebesar
21,39% dari tahun lalu.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

110

Identitas Perseroan

8. PT Jasamarga Bali Tol

Profil Perseroan

: Nusa Dua-Ngurah
Rai-Benoa

Panjang Jalan

: 10 km

Konsesi s.d tahun

: 2057

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

Tahun beroperasi

: 2013

Jumlah Pegawai

: 33 orang

Pengembangan
Proyek Baru

Jumlah Gardu

: 20

V/C Rasio

: 0,20-0,40

Sistem Transaksi

: Terbuka

Lokasi Pengoperasian

: Bali

Laporan
Manajemen

Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan

Pendapatan Tol (miliar Rupiah)

23,65

Ruas

Ikhtisar 2013

Volume Lalu Lintas Transaksi (juta kendaraan)

PT Jasamarga Bali Tol

3,24

Transformasi
Jasa Marga

2012

2013

Proporsi Volume Lalu Lintas Transaksi*

2012

2013

Proporsi Pendapatan Tol*


0,41%

0,26%

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

99,59%

99,74%

*Proporsi Terhadap Total Volume Lalu Lintas Transaksi dan Pendapatan Tol Jasa Marga

Kinerja Tahun 2013

Analisa Kinerja PT Jasamarga Bali Tol Tahun 2013

Pada tahun 2013, Volume Lalu Lintas Transaksi ruas

Jumlah Volume lalu-lintas Jalan Tol Bali Mandara pada hari

Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa tercatat sebesar 3,24 juta

pertama pengoperasian mencapai 38.558 kendaraan. Hal ini

kendaraan. Tahun 2013, kontribusi ruas ruas Nusa Dua-

mendekati perkiraan dan target yang dipasang PT Jasamarga Bali

Ngurah Rai-Benoa terhadap total Volume Lalu Lintas

Tol (JBT) yaitu sebesar 39.000 kendaraan. Dengan pencapaian ini

Transaksi mencapai 0,26%. Sementara itu, Pendapatan

akan mempengaruhi pendapatan tol sehingga Perseroan optimis

Tol mencapai Rp23,65 miliar yang merefleksikan

bahwa volume lalu lintas maupun pendapatan akan tercapai

kontribusi Pendapatan Tol sebesar 0,41% terhadap total

dalam waktu dekat.

Pendapatan Tol.
Profitabilitas
Tahun 2013 Rugi Sebelum Pajak Penghasilan
PT Jasamarga Bali Tol mencapai sebesar Rp20,08 miliar
atau turun sebesar 202,32% dari tahun lalu.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

111

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Wawancara dengan
Hasanudin
Direktur Operasi

Tanya (T)
T

Bagaimana kinerja pengoperasian jalan tol di tahun 2013?

J
Jawab (J)

Pada tahun 2013, kami melayani volume lalu lintas transaksi sebesar 1,26 juta kendaraan yang meningkat
sebesar 4,76% dari tahun lalu. Untuk melayani kebutuhan lalu lintas tersebut dan mengantisipasi kenaikan
volume lalu lintas dalam jangka panjang, pada tahun 2013, Perseroan melakukan peningkatan pelayanan
dengan terus menambah Gardu Tol Otomatis sebanyak 38 gardu tol sehingga secara total Perseroan
memiliki 89 Gardu Tol Otomatis. Kami juga melakukan peningkatan kapasitas jalan melalui pelebaran
pada Jalan Tol Padaleunyi ruas Pasteur-Kopo dan Jalan Tol Jagorawi ruas Cibinong-Sentul Selatan. Selain
itu, juga dilakukan peningkatan akses layanan informasi melalui penambahan 24 VMS (Variable Message
Sign) sehingga total VMS yang dimiliki Perseroan sebanyak 60 VMS.

T:T

Apa tantangan terbesar yang dihadapi pada bidang pengoperasian jalan


tol?

J:J

Tantangan terbesar yang dihadapi dalam mengoperasikan jalan tol adalah tingginya kepadatan
lalu lintas pada ruas-ruas jalan tol Jakarta dan sekitarnya namun tidak dapat dilakukan peningkatan
kapasitas jalan karena kendala ketidaktersediaan lahan untuk melakukan pelebaran jalan.

T:T

Bagaimana Bapak mengatasi tantangan tersebut?

J:J

Kami melakukan rekayasa lalu lintas untuk meningkatkan kelancaran seperti antara lain pemberlakuan
contra flow pada jam jam sibuk.

T:T

Bagaimana prospek kinerja operasional ke depan?

J:J

Volume transaksi lalu lintas diproyeksikan akan terus tumbuh seiring dengan pertumbuhan ekonomi,
yang tentunya membutuhkan peningkatan pelayanan lalu lintas. Oleh sebab itu, kami akan terus
meningkatkan pelayanan dengan terus menambah gardu-gardu tol operasi dan meningkatkan
kapasitas jalan dengan melakukan pelebaran.
Selain itu kami menyakini Pemerintah akan terus konsisten memenuhi ketentuan peraturan akan
kepastian penyesuaian tarif tol setiap dua tahun. Hal ini merupakan hal yang positif bagi kepastian
pertumbuhan pendapatan tol.
Dari sisi efisiensi biaya pengoperasian, Perseroan akan terus meningkatkan efisiensi secara
berkelanjutan melalui upaya-upaya modernisasi pelayanan dan peralatan operasi, yang pada akhirnya
diharapkan pengoperasian jalan tol akan sepenuhnya menggunakan teknologi dimana kebutuhan
tenaga manusia akan semakin kecil.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

112

Melayani
Tanpa Henti

24/7

LAYANAN GARDU
TRANSAKSI

LAYANAN
TEMPAT ISTIRAHAT

Layanan
Transaksi

LAYANAN
AMBULAN

Proses layanan kepada pemakai jalan


termasuk kontrol atas pelaksanaan
transaksi, proses pengamanan dan
pengadministrasian tol serta proses
pendukung lainnya

Layanan
Lalu Lintas
Informasi kondisi lalu lintas secara real
time selama 24 jam melalui call center
memberikan kemudahan di perjalanan di
setiap waktu

LAYANAN
DEREK

LAYANAN
PATROLI
PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

INFORMASI
LALU LINTAS
REAL TIME

113

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Layanan
Pemeliharaan
Kegiatan yang ditujukan untuk
memelihara jalan tol agar tetap
nyaman untuk dilalui kendaraan

GARDU TOL
OTOMATIS

E-TOLL
CARD

TRAFFIC
MONITORING

PT.Jasamarga

@PTJasamarga

TRAFFIC
INFORMATION
CENTER
PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

www.jasamargalive.com
m.jasamargalive.com

114

Identitas Perseroan
Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga

Segmen Usaha
Pengembangan Usaha
Non Tol

tahun tersebut Pendapatan Usaha

dapat menyokong Pendapatan utama

Lainnya mencapai Rp508,20 miliar,

Perseroan, yaitu Pendapatan Tol. Untuk

mengalami peningkatan sebesar 254,22%

saat ini, kontribusi Pendapatan Usaha

dibandingkan dengan tahun 2012.

Lainnya telah mencapai 4,94% dari total

Ikhtisar 2013

Segmen Usaha Pengembangan

Komponen terbesar dalam Pendapatan

Pendapatan Usaha Perseroan. Dengan

Laporan
Manajemen

Usaha Non Tol merupakan

Usaha Lainnya pada tahun 2013 berasal

pembentukan beberapa Anak Perusahaan

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

segmen usaha yang berasal dari

dari Lainnya sebesar Rp225,94 miliar.

yang menjalankan bisnis non tol, Perseroan

pemanfaatan aset Perseroan

akan terus memaksimalkan pemanfaatan

baik yang tangible maupun

Peningkatan kinerja tahun 2013 pada

aset-aset untuk memberikan kontribusi

yang intangible. Hasil Segmen

Segmen Usaha Pengembangan Usaha

pada Pendapatan Usaha Perseroan. Berikut

Usaha Pengembangan Usaha

Non Tol merupakan usaha Perseroan

adalah ulasan kinerja Segmen Usaha

Non Tol pada Laporan Keuangan

untuk terus memanfaatkan segala

Pengembangan Usaha Non Tol dalam tabel

Tata Kelola
Perusahaan

Konsolidasian Tahun Buku 2013

bentuk aset Perseroan baik yang

dan grafik.

disajikan sebagai Pendapatan

tangible maupun yang intangible agar

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

Usaha Lainnya, dimana pada

Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

Segmen

Pendapatan BBM SPBU

2012

2013

Rp

153,07

153,07

n/a

1,49

% Terhadap
Total JM

Sewa Lahan

75,23

90,06

14,83

19,72

0,87

Jasa Pengoperasian Jalan Tol Pihak Lain

21,93

32,41

10,47

47,74

0,31

Pendapatan Iklan

Lainnya

5,78

6,72

0,94

16,32

0,07

40,53

225,94

185,41

457,47

2,19

143,47

508,20

364,73

254,22

4,94

225,94

TOTAL

Pendapatan BBM SPBU

Sewa Lahan

2013
2012

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Jasa Pengoperasian
Jalan Tol Pihak Lain

Pendapatan Iklan

40,53

6,72

5,78

32,41

21,93

90,06

75,23

Laporan Keuangan
Konsolidasian

No.

153,07

Daftar Istilah

dalam miliar rupiah

Lainnya

115

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

(miliar Rupiah)
153,07

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Tahun Buku 2013, Segmen Usaha


Pengembangan Usaha Non Tol Perseroan dibagi menjadi:

1,49%

90,06

Sesuai dengan Laporan Keuangan Konsolidasian Audited

a. Pendapatan BBM SPBU


Pendapatan BBM SPBU merupakan pendapatan yang
dihasilkan dari penerimaan BBM SPBU pada Unit Bisnis Tempat
Istirahat dan Pelayanan Km 88 Jalan Tol Purbaleunyi dan Km
226 Jalan Tol Palikanci. Kontribusi pendapatan BBM SPBU
sebesar 1,49% dari total Pendapatan Usaha

b. Sewa Lahan
Pada tahun 2013, Pendapatan Sewa Lahan meningkat sebesar

98,51%

2012

2013

(miliar Rupiah)
0,87%

90,06

19,72% dari tahun 2012. Pendapatan dari Sewa Lahan pada


tahun ini mencapai Rp90,06 miliar.

Kenaikan kinerja pada tahun 2013 disebabkan oleh


meningkatnya tarif sewa pada Tempat Istirahat (TI) yang di
baru untuk disewakan kepada pihak luar turut meningkatkan
pencapaian kinerja pada tahun 2013.

75,23

kelola oleh Perseroan. Selain itu, pembukaan lahan-lahan

2012

99,13%

2013

(miliar Rupiah)

32,41

0,31%

b. Jasa Pengoperasian Jalan Tol Pihak Lain


Jasa Pengoperasian Jalan Tol Pihak Lain selama 2013 mencapai


tahun 2012 sebesar Rp21,93 miliar.

21,93

Rp32,41 miliar atau meningkat sebesar 47,74% dibandingkan

99,69%

2012

2013

(miliar Rupiah)

6,72

c. Pendapatan Iklan
Pendapatan Iklan mengalami kenaikan 16,32% dari

Rp 5,78 miliar di 2012 menjadi Rp 6,72 miliar di 2013.

Hal ini disebabkan karena meningkatnya peminat billboard

di sepanjang jalan tol.


5,78

0,07%

99,93%

2012
PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

2013

116

Transformasi
Jasa Marga

e. Lainnya
Kinerja PT Sarana Marga Utama, sebagai Anak
bidang pengusahaan jasa konstruksi dan

Laporan
Manajemen

persewaan kendaraan, mengalami pencapaian

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

kinerja sebesar 240,80% dibandingkan pencapaian

Pengelolaan
Human Capital

yang sangat baik, dengan mengalami peningkatan


tahun 2012. Peningkatan kinerja ini dapat dilihat
dari pencapaian Laba Tahun Berjalan Rp9,39
miliar, jauh meningkat dibandingkan tahun 2012
sebesar Rp2,76 miliar. Hal ini disebabkan oleh

Tata Kelola
Perusahaan

adanya peningkatan realisasi kontrak dari bidang

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

kontrak baru dari bidang sipil.

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

2,19%

Perusahaan Perseroan yang bergerak dalam

Ikhtisar 2013

Pengembangan
Proyek Baru

(miliar Rupiah)

PT Sarana Marga Utama


225,94

Profil Perseroan

SFO (Scrapping Filling Overlay) dan ada beberapa

PT Jasamarga Properti
Sementara itu, PT Jasamarga Properti, yang
bergerak dalam bidang pembangunan,
perdagangan dan jasa terkait properti, dimana
Perusahaan ini baru berdiri pada awal tahun 2013
dan diharapkan pada tahun 2014 akan mulai
berkontribusi terhadap Pendapatan Perseroan.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

40,53

Identitas Perseroan

2012

97,81%

2013

117

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

ANALISA KINERJA KEUANGAN komprehensif


Diskusi dan analisis terkait dengan tinjauan keuangan berikut

jalan tol baru, seiring upaya Perseroan untuk terus melakukan

ini disajikan berdasarkan laporan keuangan konsolidasian untuk

pengembangan usaha. Di sisi lain, kondisi tersebut menyebabkan

tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2013 dan 2012.

liabilitas Perseroan meningkat sebesar 16,93% dibandingkan

Laporan keuangan konsolidasian telah diaudit oleh Aryanto, Amir,

tahun sebelumnya karena terdapat penambahan pinjaman untuk

Jusuf, Mawar Saptoto (RSM AAJ Associates) melalui Laporan Audit

mendukung aktivitas konstruksi jalan tol baru. Sedangkan ekuitas

No. R/042.AGA/sat.2/2014 tanggal 12 Februari 2014 dan telah

Perseroan meningkat 11,03% dari tahun lalu sebagai cerminan

mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian.

bahwa Perseroan tetap berkomitmen menjaga perolehan laba


ditengah upaya ekspansi yang dilakukan.

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian


Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan di tahun 2013

Aset

menunjukkan kinerja yang meningkat. Tahun ini, aset Perseroan

Aset perseroan terdiri dari Aset Lancar dan Aset Tidak Lancar,

tercatat sebesar Rp28,36 triliun atau bertumbuh 14,60%

perbandingan masing-masing komposisi aset adalah sebagai

dibandingkan tahun 2012. Pertumbuhan ini disebabkan

berikut :

karena adanya peningkatan aktivitas konstruksi pembangunan

Aset

(miliar rupiah)

2012

Uraian

Jumlah

Aset Lancar

2013
Kontribusi

Jumlah

Rp

Kontribusi

4.517,29

18,25

3.746,34

13,21

(770,95)

-17,07

Aset Tidak Lancar

20.236,26

81,75

24.620,00

86,79

4.383,74

21,66

Total Aset

24.753,55

100,00

28.366,35

100,00

3.612,79

14,60

Total Aset Perseroan adalah Rp28,36 triliun, mengalami kenaikan

lancar sebesar 21,66% yaitu Hak Pengusahaan Jalan Tol dari ruas

sebesar Rp3,61 triliun atau 14,60% dibandingkan dengan tahun

tol yang baru beroperasi.

2012. Kenaikan tersebut disebabkan oleh penambahan aset tidak

Aset Lancar, Aset Tidak Lancar dan total aset

28.366,35

24.753,55

24.620,00

20.236,26

3.746,34

4.517,29

(miliar rupiah)

2012
2013

Aset Lancar

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Aset Tidak Lancar

Total Aset

118

Identitas Perseroan

Aset Lancar

penambahan setoran modal ke Entitas Anak dan pelunasan

Profil Perseroan

Secara keseluruhan perolehan Aset Lancar Perseroan

utang bank.

Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

turun 17,07%, dari sebesar Rp4,51 triliun di tahun


2012 menjadi sebesar Rp3,74 triliun di tahun 2013.

Komposisi Aset Lancar tahun 2013 dibandingkan dengan tahun

Penurunan tersebut disebabkan karena adanya

2012 sebagai berikut:

Aset Lancar

(miliar rupiah)

2012

Uraian

Jumlah

2013
Kontribusi

Jumlah

Rp

Kontribusi

4.302,38

94,95

3.514,06

93,80

(788,32)

(18,32)

Investasi Jangka Pendek

7,82

0,17

6,63

0,18

(1,19)

(15,26)

Piutang Lain-lain-Lancar

50,27

1,41

177,20

4,73

126,93

252,51

Biaya Dibayar di Muka

155,53

3,43

47,36

1,26

(108,17)

(69,55)

Pajak Dibayar di Muka

1,29

0,03

1,10

0,03

(0,19)

(14,75)

4.517,29

100,00

3.746,34

100,00

(770,95)

(17,07)

Kas dan Setara Kas

Total Aset Lancar

Kas dan Setara kas

Piutang Lain-lain - Lancar

Kas dan Setara Kas perseroan turun 18,32% dari tahun

Piutang lain-lain merupakan pendapatan yang akan diterima dari

sebelumnya sebesar Rp4,30 triliun menjadi Rp3,51 triliun

sewa lahan, sewa tempat istirahat, sewa ruang iklan dan bunga

di tahun 2013. Penurunan ini disebabkan karena adanya

yang akan diterima dari deposito berjangka. Tahun 2013 Piutang

penambahan setoran modal ke entitas anak untuk

Lain-lain mencapai Rp177,20 miliar atau meningkat 252,51% hal

mempercepat penyelesaian konstruksi jalan tol baru yang

ini disebabkan Perusahaan membiayai terlebih dahulu kenaikan

sedang dilakukan oleh Perseroan.

harga tanah dalam rangka pengusahaan Jalan Tol Lingkar

Investasi Jangka Pendek


Investasi jangka pendek sebesar Rp6,63 miliar, menurun
sebesar 15,26% dari tahun 2012 yang mencapai Rp7,82
miliar. Penurunan ini disebabkan adanya kerugian yang
belum direalisasi (unrealized loss) sebesar Rp1,19 miliar
atas Efek tersedia untuk Dijual berupa Reksadana pada
Obligasi Seri II

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Luar Jakarta (JORR) Seksi W2 Utara, yang menjadi tanggungan


Pemerintah c.q Kementerian Pekerjaan Umum.
Biaya Dibayar di Muka
Biaya Dibayar di Muka menurun 69,55% dari sebelumnya sebesar
Rp155,53 miliar di tahun 2012 menjadi Rp47,36 miliar pada tahun
2013. Hal ini disebabkan penurunan pada Uang Muka Pekerjaan
(work advances) sebesar Rp104,95 miliar.

119

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Aset Tidak Lancar

Peningkatan ini, terutama disebabkan karena pertumbuhan Aset

Pada tahun 2013, Aset Tidak Lancar mencapai Rp24,62 triliun

Tak Berwujud berupa Hak Pengusahaan Jalan Tol dengan total

atau mengalami peningkatan sebesar 21,66% dari tahun 2012.

Rp22,30 triliun.

Aset TIDAK Lancar

(miliar rupiah)

2012

Uraian

Jumlah

Piutang Lain-lain - Tidak Lancar

2013
Kontribusi

13,82

0,07

Jumlah

Kontribusi

Rp

19,75

0,08

5,93

42,87

459,32

1,87

294,27

178,30

Dana Ditetapkan
Penggunaannya

165,04

0,82

Investasi pada Entitas Asosiasi

175,75

0,87

192,10

0,78

16,35

9,30

Aset Keuangan Lainnya

241,61

1,19

241,61

0,98

Aset Tetap - Bersih

422,51

2,09

593,03

2,41

170,52

40,36

18.547,71

91,66

22.300,27

90,58

3.752,57

20,23

362,10

1,79

641,12

2,60

279,02

77,06

41,85

0,21

41,85

0,17

265,88

1,31

130,97

0,53

(134,91)

(50,74)

100,00

24.620,00

100,00

4.383,74

21,66

Aset Tak Berwujud


Hak Pengusahaan Jalan Tol
- Bersih
Lainnya
Goodwill
Aset Lain-lain
Total Aset Tidak Lancar

20.236,26

Dana Ditetapkan Penggunaannya

Aset Tetap

Adalah penyisihan dana untuk jaminan pelunasan Obligasi

Perolehan Aset tetap Perseroan mencapai Rp593,03 miliar di

dan bunga pinjaman bank. Pada tahun 2013, Dana Ditetapkan

tahun 2013 atau bertumbuh 40,36% dari sebelumnya Rp422,51

Penggunaannya mencapai Rp459,32 miliar atau naik 178,30% dari

miliar di tahun 2012. Kenaikan tersebut disebabkan karena adanya

tahun lalu. Kenaikan tersebut disebabkan adanya pembentukan

penambahan Aset Tetap Pemilikan Langsung berupa Tanah,

rekening khusus atas pendapatan dari pengoperasian JORR Seksi

Gedung Kantor dan Bangunan Lain, Peralatan Operasi dan Kantor,

S sesuai dengan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 80.1/

serta Kendaraan Bermotor yang totalnya mencapai Rp266,25

KPTS/M/ 2013 tanggal 25 Pebruari 2013 tentang Pengoperasian

miliar, Aset Sewa Guna Usaha sebesar Rp16,98 miliar dan Aset

Sementara Jalan Tol Lingkarluar Jakarta Seksi Pondok Pinang

Tetap Dalam Konstruksi sebesar Rp89,30 miliar.

Jagorawi (JORR S). Pada tahun 2013 rekening khusus tersebut


adalah sebesar Rp233,01 miliar.

Aset Tak Berwujud Hak Pengusahaan Jalan Tol


Aset Tak Berwujud mencapai Rp22,30 triliun, meningkat sebesar

Investasi Pada Entitas Asosiasi

20,23% atau Rp3,75 triliun dari tahun sebelumnya. Peningkatan ini

Seiring perkembangan Perseroan, pada tahun 2013 Investasi

disebabkan karena adanya pengakuan Hak Pengusahaan Jalan Tol

pada Entitas Asosiasi meningkat menjadi Rp192,10 miliar atau

untuk jalan tol yang baru beroperasi yaitu Tol Bali Mandara (Nusa

naik 9,30% dibandingkan tahun 2012. Perseroan melakukan

Dua Ngurah Rai Benoa) dan JORR W2 Utara Paket 1 3 (Kebon

penambahan penyertaan saham pada entitas asosiasi yaitu

Jeruk Ciledug).

PT. Trans Lingkar Kita Jaya sebesar Rp21,24 miliar dengan


penambahan tersebut kepemilikan Perseroan menjadi 21,24%.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

120

Identitas Perseroan

Liabilitas

Profil Perseroan

Liabilitas Perseroan pada akhir 2013 adalah sebesar

Panjang meningkat dari Rp8,31 triliun di tahun 2012 menjadi

Transformasi
Jasa Marga

Rp17,49 triliun, naik sebesar Rp2,53 triliun atau 16,93%

Rp12,57 triliun pada tahun 2013. Sedangkan Liabilitas Jangka

dibandingkan tahun 2012. Kenaikan ini disebabkan

Pendek turun sebesar 26,00% dari tahun lalu karena adanya

oleh adanya penambahan pinjaman untuk mendukung

pelunasan utang Obligasi dan utang Bank.

Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

liabilitas

(miliar rupiah)

Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital

aktivitas konstruksi jalan tol baru, sehingga Liabilitas Jangka

2012

Uraian

Jumlah

2013

Kontribusi (%)

Jumlah

Kontribusi (%)

Rp

Liabilitas Jangka Pendek

6.648,16

44,42

4.919,88

28,11

(1.728,28)

(26,00)

Tata Kelola
Perusahaan

Liabilitas Jangka Panjang

8.317,60

55,58

12.579,48

71,89

4,261,88

51,24

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

Total Liabilitas

14.965,77

100,00

17.499,37

100,00

2.533,60

16,93

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

Liabilitas Jangka Pendek dan Liabilitas Jangka Panjang

(miliar rupiah)

Daftar Istilah

Liabilitas Jangka Pendek

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

17.499,37

14.965,77

12.579,48

8.317,60

4.919,88

6.648,16

Laporan Keuangan
Konsolidasian

2012
2013

Liabilitas Jangka Panjang

Total Liabilitas

121

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Liabilitas Jangka Pendek

pelunasan Obligasi Seri P, Seri JORR I dan Seri I JM-10 (Zero

Pada akhir 2013, Perseroan mencatat Liabilitas Jangka Pendek

Coupon) serta pelunasan Utang Bank yang telah jatuh tempo

sebesar Rp4,91 triliun. Posisi tersebut lebih rendah 26,00% atau

pada tahun 2013. Total pelunasan Obligasi-obligasi tersebut

lebih rendah Rp1,72 triliun dari tahun sebelumnya yang mencapai

adalah sebesar Rp1,77 triliun, sedangkan pelunasan Utang Bank

Rp6,64 triliun. Penurunan ini terutama disebabkan karena adanya

sebesar Rp786,12 miliar.

Liabilitas Jangka Pendek

(miliar rupiah)

2012

Uraian

Jumlah

2013

Kontribusi (%)

Jumlah

Kontribusi (%)

Rp

LIABILITAS JANGKA PENDEK


Utang Usaha

1,38

80,67

1,64

(11,37)

(12,36)

1.325,01

19,93

1.153,45

23,44

(171,57)

(12,95)

281,38

4,23

164,33

3,34

(117,05)

(41,60)

36,38

0,55

66,27

1,35

29,88

82,13

437,32

6,58

464,68

9,44

27,36

6,26

92,04

Utang Kontraktor
Utang Pajak
Utang Lain-lain
Beban Aktual

Liabilitas Jangka Panjang yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun


Utang Bank

1.640,78

24,68

951,06

19,33

(689,72)

(42,04)

Utang Obligasi

1.771,62

26,65

700,00

14,23

(1.071,62)

(60,49)

Utang Bantuan Pemerintah

5,89

0,09

(5,89)

(100,00)

Liabilitas Kerjasama Operasi

0,82

0,01

0,82

0,02

(0,00)

(0,00)

809,43

12,18

1.112,70

22,62

303,27

37,47

Utang Sewa Guna Usaha

18,47

0,28

19,78

0,40

1,30

7,06

Provisi Pelapisan Jalan Tol

229,03

3,44

206,14

4,19

(22,89)

(9,99)

6.648,16

100,00

4.919,88

100,00

(1.728,28)

(26,00)

Liabilitas Pembebasan
Tanah

Total Liabilitas Jangka Pendek

Dari tabel diatas, Komposisi terbesar dari Liabilitas Jangka

Liabilitas Jangka Panjang

Pendek adalah Utang Kontraktor yaitu sebesar 23,44% dari total

Pada akhir 2013, Liabilitas Jangka panjang mengalami kenaikan

Liabilitas Jangka Pendek yang dimiliki Perseroan. Utang kontraktor

51,24% dari sebelumnya Rp8,31 triliun di tahun 2012 menjadi

merupakan utang kepada kontraktor, konsultan dan rekanan

Rp12,57 triliun di tahun 2013. Kenaikan ini terutama disebabkan

sehubungan dengan adanya pembangunan jalan, pelapisan

karena peningkatan pinjaman kepada pihak ketiga guna

ulang, pengadaan fasilitas tol dan bangunan lain.

mendukung kegiatan konstruksi jalan tol baru yang sedang


dilaksanakan Perseroan melalui entitas anak.

Sedangkan komposisi Liabilitas Pembebasan Tanah mencapai


22,62% dari total keseluruhan Liabilitas Jangka Pendek Perseroan.

Komposisi dari Liabilitas Jangka panjang terdiri dari Pendapatan

Liabilitas ini merupakan Dana talangan pembelian tanah untuk

Diterima Dimuka 0,56%, Liabilitas Pajak Tangguhan 4,15%,

pembangunan ruas Jalan yang menggunakan dana talangan

Liabilitas Jangka Panjang-Setelah Dikurangi Bagian Yang Jatuh

Badan Layanan Umum Badan Pengatur Jalan Tol.

Tempo Dalam Satu Tahun 89,23%, Liabilitas Jangka Panjang


Lainnya 3,46%, dan Liabilitas Imbalan Kerja 2,59%.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

122

Identitas Perseroan
Profil Perseroan

Liabilitas Jangka panjang

(miliar rupiah)

Transformasi
Jasa Marga

2012
Uraian

Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen

Pendapatan Diterima di Muka

Pengembangan
Proyek Baru

Liabilitas Pajak Tangguhan

Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Kontribusi
(%)

Jumlah

Kontribusi
(%)

Rp

LIABILITAS JANGKA PANJANG

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

Pengelolaan
Human Capital

Jumlah

2013

57,12

0,69

71,03

0,56

13,91

24,35

466,57

5,61

522,67

4,15

56,10

12,02

Liabilitas Jangka Panjang - Setelah Dikurangi Bagian yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun
Utang Bank

3.046,24

36,62

5.320,20

42,29

2.273,96

74,65

Utang Obligasi

3.749,45

45,08

5.144,38

40,89

1.394,93

37,20

21,39

0,26

21,39

0,17

0,00

0,00

374,10

4,50

566,17

4,50

192,07

51,34

27,36

0,33

47,13

0,37

19,77

72,26

95,77

1,15

124,95

0,99

29,18

30,47

202,45

2,43

435,47

3,46

233,01

115,09

277,16

3,33

326,11

2,59

48,95

17,66

8.317,60

100,00

12.579,48

100,00

4.261,88

51,24

Utang Bantuan Pemerintah


Liabilitas Kerjasama
Operasi
Liabilitas Pembebasan
Tanah
Utang Sewa Guna Usaha
Provisi Pelapisan Jalan Tol
Liabilitas Jangka Panjang Lainnya
Liabilitas Imbalan Kerja
Total Liabilitas Jangka Panjang

Pendapatan Diterima Dimuka

disebabkan adanya kenaikan Utang Bank

Ekuitas

mengalami peningkatan sebesar

pada Entitas Anak sejalan dengan aktivitas

Perseroan mencatat Jumlah ekuitas tahun

24,35% dibandingkan tahun

konstruksi jalan tol baru.

2013 sebesar Rp10,86 triliun. Kondisi


tersebut meningkat 11,03% atau sebesar

sebelumnya, yang disebabkan


karena adanya kenaikan

Sedangkan Utang Obligasi sebesar Rp5,14

Rp1,07 triliun dibandingkan tahun 2012

pendapatan sewa iklan, lahan,

triliun mengalami peningkatan sebesar

yang mencapai Rp9,78 triliun. Peningkatan

tempat istirahat dan pendapatan

37,20% atau Rp1,39 triliun dari sebelumnya

ini disebabkan karena kemampuan

lain yang diterima di ruang milik

sebesar Rp3,74 triliun Kenaikan tersebut

Perseroan untuk mencetak laba

jalan tol.

disebabkan karena adanya penerbitan

komprehensif tahun berjalan sebesar

Obligasi Berkelanjutan I Jasa Marga

Rp1,23 triliun yang diimbangi dengan

Pada tahun 2013 Utang Bank

Tahap I Tahun 2013 sebesar Rp2,1 triliun

dividen tunai sebesar Rp640,83 miliar.

mencapai Rp5,32 triliun,

yang digunakan untuk refinancing,

meningkat sebesar 74,65%

pengembangan usaha, dan peningkatan

Komposisi Ekuitas terdiri dari Modal Saham

atau Rp2,27 triliun dari tahun

kapasitas jalan.

31,29%, Tambahan Modal Disetor 22,58%,

sebelumnya sebesar Rp3,04

Keuntungan (Kerugian) Belum Direalisasi

triliun. Peningkatan tersebut

Efek Tersedia Untuk Dijual 0,02%, Saldo


Laba 31,74% dan Kepentingan Non
Pengendali 14,37%.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

123

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Ekuitas

(miliar rupiah)

2012
Uraian

Jumlah

Modal Saham
Tambahan Modal Disetor
Keuntungan (Kerugian)
Belum Direalisasi Efek
Tersedia untuk Dijual
Saldo Laba

2013
Jumlah

3.400,00

Kontribusi
(%)
34,74

3.400,00

Kontribusi
(%)
31,29

2.453,89

25,07

2.453,89

3,29

0,03

2.753,97

28,14

Rp

%
-

22,58

2,10

0,02

(1,19)

(36,26)

3.449,45

31,74

695,48

25,25

Ditentukan Penggunaannya
100,00

1,02

125,00

1,15

25,00

25,00

1.940,20

19,82

2.876,46

26,47

936,25

48,26

713,76

7,29

447,99

4,12

(265,77)

(37,24)

Total Ekuitas yang Dapat


Diatribusikan kepada
Pemilik Entitas Induk

8.611,15

87,98

9.305,43

85,63

694,29

8,06

Kepentingan Non
Pengendali
Total Ekuitas

1.176,64

12,02

1.561,55

14,37

384,91

32,71

9.787,79

100,00

10.866,98

100,00

1.079,19

11,03

Cadangan Wajib
Cadangan Umum
Belum Ditentukan
Penggunaannya

Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian


Pada tahun 2013 Perseroan mencatat perolehan Laba

Selain itu, penurunan Laba Komprehensif Tahun Berjalan juga

Komprehensif Tahun Berjalan sebesar Rp1,23 triliun, turun 19,51%

disebabkan oleh meningkatnya biaya-biaya akibat penyesuaian

atau Rp299,72 miliar dibandingkan tahun 2012. Penurunan ini

terhadap ketentuan Pemerintah untuk menggunakan BBM Non

disebabkan oleh meningkatnya Beban Usaha dari ruas tol yang

Subsidi dan pemenuhan ketentuan Upah Minimum Regional.

baru beroperasi dan aktivitas konstruksi jalan tol baru. Sedangkan


Pendapatan Tol dari ruas-ruas baru tersebut belum memberikan
kontribusi yang optimal.

Kinerja Keuangan 2012 dan 2013

(miliar rupiah)

Uraian

2012

2013

Rp

Pendapatan Usaha

9.070,22

10.294,67

1.224,45

13,50

Beban Usaha

6.094,98

7.631,49

1.536,51

25,21

Laba Usaha

2.975,24

2.663,18

(312,06)

(10,49)

Laba Komprehensif Tahun Berjalan

1.536,35

1.236,63

(299,72)

(19,51)

Laba Komprehensif yang Dapat Diatribusikan kepada :


Pemilik Entitas Induk

1.602,62

1.335,12

(267,50)

(16,69)

(66,28)

(98,50)

(32,22)

48,61

3.876,79

3.685,22

(163,14)

(4,21)

235,91

196,52

(39,39)

(16,70)

Kepentingan Non Pengendali


EBITDA
Laba Bersih per Saham

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

124

Identitas Perseroan

Pengelolaan
Human Capital

Pendapatan Usaha

Beban Usaha

Laba Usaha

196,52

3.685,22
EBITDA

235,91

3.876,79

1.335,12

Laba Komprehensif yang


Dapat Diatribusikan kepada
Pemilik Entitas Induk

14.965,77

Pengembangan
Proyek Baru

1.602,62

2.975,24

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

2.663,18

6.094,98

Laporan
Manajemen

7.631,49

Ikhtisar 2013

10.294,67

Transformasi
Jasa Marga

9.070,22

Profil Perseroan

Laba Bersih
per Saham

2012

Tata Kelola
Perusahaan

2013

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

Pendapatan Konstruksi sebesar Rp3,96 triliun atau naik 18,40%

mencapai Rp10,29 triliun atau meningkat 13,50% dari

dan Pendapatan Usaha Lainnya sebesar Rp508,20 miliar atau

Pendapatan Usaha tahun 2012 sebesar Rp9,07 triliun.

meningkat 254,22%.

Peningkatan ini berasal dari ketiga segmen Pendapatan

Pendapatan Usaha

(miliar rupiah)

2012
Uraian

2013
Rp

Kontribusi
(%)

Jumlah

Kontribusi
(%)

Pendapatan Tol

5.581,75

61,54

5.825,93

56,59

244,18

4,37

Pendapatan Konstruksi

3.345,00

36,88

3.960,54

38,47

615,54

18,40

143,47

1,58

508,20

4,94

364,73

254,22

9.070,22

100,00

10.294,67

100,00

1.224,45

13,50

Pendapatan Usaha Lainnya

Pendapatan Tol

Pendapatan Konstruksi

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

508,20

143,47

3.960,54

9.070,22

Total Pendapatan Usaha

10.294,67

Jumlah

3.345,00

Laporan Keuangan
Konsolidasian

yaitu Pendapatan Tol sebesar Rp5,82 triliun atau naik 4,37%,

Selama tahun 2013, Pendapatan Usaha Perseroan

5.825,93

Daftar Istilah

Pendapatan Usaha

5.581,75

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

Pendapatan
Usaha Lainnya

2012
2013
Total
Pendapatan Usaha

125

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Pendapatan Tol

ruas jalan tol dan kenaikan tarif tol di sebelas (11) ruas jalan tol

Pada tahun 2013 Pendapatan tol mencapai Rp 5,82 triliun atau

milik Perseroan pada triwulan IV tahun 2013.

meningkat 4,37% dari tahun 2012 yang mencapai Rp 5,58 triliun.


Peningkatan tersebut disebabkan oleh kenaikan volume transaksi

Berikut adalah pendapatan tol dari ruas jalan tol yang dikelola

lalu lintas sebesar 1.258,52 juta kendaraan atau meningkat 4,76%

melalui Cabang dan Entitas Anak.

dari tahun 2012, karena penambahan kapasitas pada beberapa

Pendapatan ToL

(miliar rupiah)

2012
Uraian

Jumlah

Kantor Cabang

Jakarta - Cikampek

Cikampek - Padalarang

JORR Seksi non S

Cawang - Tomang - Pluit

Jakarta - Bogor - Jagorawi

Prof. Dr. Ir. Sedyatmo

Jakarta - Tangerang

Padalarang - Cileunyi

Surabaya - Gempol

JORR S

Pondok Aren - Bintaro Viaduct - Ulujami


Palimanan - Kanci

Semarang Seksi A,B,C

Belawan - Medan - Tanjung Morawa


Sub Total

Entitas Anak

Bogor Outer Ring Road

Semarang - Solo

Surabaya - Mojokerto

Nusa Dua-Benoa

Sub Total

Total

2013
Proporsi
(%)

896,24
655,38
665,48
674,79
508,09
388,78
379,58
269,47
240,80
434,69
115,58
100,54
97,18
73,21
5.499,82

Jumlah

16,06
11,74
11,92
12,09
9,10
6,97
6,80
4,83
4,31
7,79
2,07
1,80
1,74
1,31
98,53

976,57
741,09
710,63
686,80
548,25
423,16
408,01
276,29
270,47
235,74
131,85
107,49
104,77
81,57
5.702,69

Rp

Proporsi
(%)

16,76
12,72
12,20
11,79
9,41
7,26
7,00
4,74
4,64
4,05
2,26
1,84
1,80
1,40
97,88

80,33
85,71
45,15
12,01
40,16
34,38
28,43
6,82
29,67
(198,95)
16,27
6,95
7,59
8,36
202,87

8,96
13,08
6,78
1,78
7,90
8,84
7,49
2,53
12,32
(45,77)
14,08
6,91
7,81
11,41
3,69

41,06
27,46
13,42
81,94

0,74
0,49
0,24
1,47

45,55
36,49
17,55
23,65
123,24

0,78
0,63
0,30
0,41
2,12

4,49
9,03
4,14
23,65
41,31

10,93
32,88
30,85
50,41

5.581,75

100,00

5.825,93

100,00

244,18

4,37

Dari tabel diatas, terlihat pertumbuhan diseluruh ruas tol

masih penyumbang terbesar pendapatan yang diperoleh

Perseroan. Kontribusi terbesar pendapatan tol berasal dari ruas

Perusahaan. Tahun 2013 total pendapatan tol yang berasal

jalan tol Jakarta-Cikampek yang mencapai Rp976,57 miliar

dari ruas Jalan Tol Dalam Kota Jakarta mencapai Rp686,80

atau 16,76% dari total Pendapatan Tol secara keseluruhan,

miliar dengan kontribusi sebesar 11,79% dari total keseluruhan

sedangkan ruas-ruas yang berlokasi di Jakarta dan sekitarnya

pendapatan tol pada tahun tersebut.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

126

Identitas Perseroan

Pendapatan Konstruksi

Tahun 2013, Pendapatan Konstruksi meningkat 18,40% menjadi

Profil Perseroan

Pendapatan Konstruksi merupakan jasa kompensasi yang

Rp3,96 triliun dengan jumlah Beban Konstruksi Rp3,91 triliun

diakui oleh Perseroan dan Grup dalam pembangunan

dan Marjin Konstruksi Rp46,09 miliar atau naik 35,36% dari tahun

jalan tol baru dan peningkatan kapasitas jalan tol.

sebelumnya. Peningkatan ini disebabkan oleh beberapa aktivitas

Ikhtisar 2013

Pendapatan konstruksi diakui sesuai dengan kontrak

konstruksi jalan tol baru seperti jalan tol Bogor Ring Road, Jalan

Laporan
Manajemen

biaya-plus.

Tol Semarang-Solo, Jalan Tol Gempol-Pandaaan, Jalan Tol Gempol

Transformasi
Jasa Marga

Pasuruan dan Jalan Tol JORR W2 Utara.

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru

Pendapatan KonstruksI

(miliar rupiah)

Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

2012

Uraian

2013
Kontribusi

Kontribusi

3.345,00

100,00

3.960,54

100,00

615,54

18,40

Beban Konstruksi

(3.310,95)

(98,98)

(3.914,45)

(98,84)

(603,50)

18,23

Marjin Konstruksi

34,05

1,02

46,09

1,16

12,04

35,36

Pendapatan Konstruksi

Jumlah

Rp

Jumlah

Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Pendapatan Konstruksi dan Beban Konstruksi

46,09

34,05

(3.914,45)

(3.310,95)

3.960,54

3.345,00

(miliar rupiah)

2012
2013

Pendapatan Konstruksi

Beban Konstruksi

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Marjin Konstruksi

127

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Pendapatan Usaha Lainnya

SPBU pada unit bisnis Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) KM 88

Pendapatan Usaha Lainnya merupakan pendapatan yang

purbaleunyi dan KM 226 Palikanci serta peningkatan Pendapatan

berasal dari pemanfaatan aset Perseroan baik yang tangible

Lainnya dari Rp40,53 miliar di tahun 2012 menjadi Rp225,94 miliar

maupun yang intangible. Pada 2013, Pendapatan Usaha Lainnya

di tahun 2013 karena kenaikan penerimaan pendapatan usaha

mencapai Rp508,20 miliar, meningkat signifikan sebesar 254,22%

Entitas Anak yaitu PT Sarana Marga Utama (SMU).

dibandingkan tahun 2012. Peningkatan ini terutama disebabkan


adanya penerimaan pendapatan sebesar Rp153,07 miliar dari BBM

Pendapatan Usaha Lainnya

(miliar rupiah)

2012
Uraian

Kontribusi
(%)

Jumlah

Jumlah

Kontribusi
(%)

Rp

153,07

30,12

153,07

Sewa Lahan

75,23

52,44

90,06

17,72

14,83

19,72

Jasa Pengoperasian
Jalan Tol Pihak Lain

21,93

15,29

32,41

6,38

10,47

47,74

5,78

4,03

6,72

1,32

0,94

16,32

40,53

28,25

225,94

44,46

185,41

457,47

143,47

100,00

508,20

100,00

364,73

254,22

Pendapatan Iklan
Lainnya

Pendapatan BBM SPBU

Sewa Lahan

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Jasa Pengoperasian
Jalan Tol Pihak Lain

Pendapatan Iklan

40,53
3,210.94
3,876.79

6,72

5,78

32,41

21,93

90,06

75,23

153,07

Total

225,94

Pendapatan BBM SPBU

2013

2012
2013
Lainnya

128

Identitas Perseroan

Beban Usaha

dari Beban Konstruksi yang meningkat 18,23% dari Rp3,31

Profil Perseroan

Tahun 2013, Beban Usaha Perseroan meningkat 25,21%,

triliun tahun 2012 menjadi Rp3,91 triliun di tahun 2013 karena

dari Rp6,09 triliun di tahun 2012, menjadi Rp7,63 triliun

bertambahnya aktivitas konstruksi jalan tol baru.

Transformasi
Jasa Marga

di tahun 2013. Kontribusi terbesar beban usaha berasal

Ikhtisar 2013

Beban Usaha

(miliar rupiah)

23,68

481,74

6,31

205,23

74,22

14,47

1,143,31

14,98

261,06

29,59

285,23

4,68

308,00

4,04

22,78

7,99

3.310,95

54,32

3,914,45

51,29

603,51

18,23

974,92

16,00

1.087,82

14,25

112,90

11,58

(400,17)

(6,57)

(254,73)

(3,34)

145,44

(36,35)

59,69

0,98

78,20

1,02

18,50

30,99

6.094,98

100,00

7.631,49

100,00

1.536,51

25,21

11,58

872,70

Beban Pelayanan Pemakai Jalan Tol

276,51

4,54

Beban Pemeliharaan Jalan Tol

882,25

Beban Kerjasama Operasi

Beban
Pengumpulan
Tol

Beban
Pelayanan
Pemakai
Jalan Tol

Beban
Pemeliharaan
Jalan Tol

Beban
Kerjasama
Operasi

974,92

308,00

285,23

3.310,95

Total Beban Usaha

Beban
Konstruksi

Beban Umum
dan Administrasi

Penghasilan
Lain-lain

78,20

Beban Lain-lain

59,69

Penghasilan Lain-lain

(400,17)

Beban Umum dan Administrasi

1.087,82

Beban Konstruksi

3.914,45

705,62

1.143,31

Laporan Keuangan
Konsolidasian

167,08

Beban Pengumpulan Tol

882,25

Daftar Istilah

11,44

Kontribusi
(%)

481,74

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

Jumlah

872,70

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

Rp

Kontribusi
(%)

705,62

Tata Kelola
Perusahaan

2013

Jumlah

Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital

2012

Uraian

(254,73)

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

276,51

Laporan
Manajemen

Beban Lain-lain

Beban Pengumpulan Tol naik 23,68% dari tahun

karena peningkatan pelayanan terhadap pemakai jalan yang

sebelumnya karena regulasi pemerintah untuk

menggunakan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP).

menggunakan BBM Non Subsidi pada kendaraan


operasional Perseroan serta peningkatan beban SDM

Beban Pemeliharaan Jalan Tol naik 29,59%, yang disebabkan

karena beroperasinya dua ruas tol baru yaitu Jalan Tol Bali

karena adanya perbaikan dan pemeliharaan aset tetap dan provisi

Mandara dan JORR W2 Utara Kebun Jeruk-Ciledug yang

overlay sebagai dampak dari peningkatan kapasitas jalan pada

turut berdampak pada meningkatnya beban penyusutan.

beberapa ruas tol dan peningkatan volume lalin sehingga potensi

Selain itu peningkatan beban penyusutan juga

kerusakan jalan menjadi lebih besar.

disebabkan adanya peningkatan kapasitas layanan jalan


tol melalui penambahan gardu transaksi dan pelebaran

Beban Umum dan Administrasi naik 11,58% karena adanya

jalan tol.

kenaikan beban Pajak Bumi dan Bangunan sebesar 21,09%,


Bahan Bakar, Listrik dan Air sebesar 10,04% serta kenaikan biaya

Beban Pelayanan Pemakai Jalan Tol meningkat


74,22% atau naik 205,23 miliar dari tahun 2012

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

administrasi kantor sebesar 15,83% dari tahun sebelumnya.

129

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Laba Usaha

(miliar rupiah)

2012
Uraian

2013
Rp

Jumlah

Kontribusi
(%)

Jumlah

Kontribusi
(%)

Pendapatan Usaha

9.070,22

100,00

10.294,67

100,00

1.224,45

Beban Usaha

6.094,98

67,20

7.631,49

74,13

1.536,51

25,21

Laba Usaha

2.975,24

32,80

2.663,18

25,87

(312,06)

(10,49)

13,50

Laba Usaha Perusahaan di tahun 2013 mencapai Rp 2,66 triliun.

ruasruas baru tersebut telah diperhitungkan secara maksimal

Pencapaian tersebut lebih rendah dari tahun 2012 yang mencapai

namun penerimaan Pendapatan Tol belum optimal karena volume

Rp 2,97 Triliun yang disebabkan adanya peningkatan Beban Usaha

lalu lintas transaksi masih rendah.

dan pengoperasian ruas-ruas jalan tol baru, dimana beban pada

Penghasilan (Beban) Lain-Lain

lain sebesar Rp254,73 miliar, turun 36,35% dari tahun 2012 dan

Penghasilan (Beban) Lain-Lain Perseroan pada tahun 2013

Beban Lain-lain sebesar Rp78,20 miliar, meningkat 30,99% dari

mencapai Rp176,53 miliar atau menurun sebesar 48,15%

tahun 2012. Penurunan ini disebabkan karena adanya pencairan

dibandingkan dengan tahun 2012. Terdiri dari Penghasilan Lain-

surat berharga seperti deposito yang digunakan untuk tambahan


setoran modal Perseroan ke entitas anak.

Penghasilan (Beban) Lain-lain

(miliar rupiah)

Uraian

2012

2013

Rp

Penghasilan Lain-lain

400,17

254,73

(145,44)

(36,35)

Beban Lain-lain

(59,69)

(78,20)

(18,50)

30,99

Total Penghasilan (Beban) Lain-lain

340,48

176,53

(163,94)

(48,15)

Laba Sebelum Pajak

Penurunan ini disebabkan karena meningkatnya Biaya Keuangan

Pada tahun 2013, Laba Sebelum Pajak Perseroan mencapai

yaitu Bunga Pinjaman sebesar 3,06% atau Rp28,07 miliar dari

Rp1,71 triliun, turun sebesar Rp340,60 miliar atau 16,57%

tahun sebelumnya.

dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,05 triliun.

Laba Sebelum Pajak

(miliar rupiah)

Uraian

2012

2013

Laba Usaha

2.975,24

Biaya Keuangan
Bagian Laba (Rugi) Bersih Entitas Asosiasi
Laba Sebelum Pajak

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Rp

2.663,18

(312,06)

(10,49)

(916,15)

(944,22)

(28,07)

3,06

(3,83)

(4,30)

(0,47)

12,25

2.055,26

1.714,66

(340,60)

(16,57)

130

Identitas Perseroan

Beban Pajak

Profil Perseroan

Beban Pajak Perseroan di tahun 2013 turun sebesar 8,20%

tahun 2013. Penurunan Beban Pajak Penghasilan dipengaruhi oleh

Transformasi
Jasa Marga

dari Rp519,45 miliar di tahun 2012 menjadi Rp476,83 di

penurunan Laba sebelum Pajak.

Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen

Beban Pajak

(miliar rupiah)

2012

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital

Uraian
Pajak Kini
Pajak Tangguhan
Total Beban Pajak Penghasilan

2013

Jumlah

Kontribusi
(%)

Jumlah

Kontribusi
(%)

Rp

470,64

100,00

421,42

100,00

(49,22)

(10,46)

48,81

10,37

55,42

13,15

6,61

13,53

519,45

110,37

476,83

113,15

(42,62)

(8,20)

Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

Laba Tahun Berjalan

Laba Tahun Berjalan diatribusikan antara lain kepada Pemilik

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

Laba Tahun Berjalan Perseroan mencapai Rp1,23 triliun,

Entitas Induk dan kepada Kepentingan Non Pengendali. Laba

apabila dibandingkan dengan pencapaian tahun 2012,

Tahun Berjalan yang diatribusikan kepada Entitas Induk mencapai

Daftar Istilah

Laba Tahun Berjalan mengalami penurunan sebesar

Rp1,33 triliun menurun sebesar 16,59% di dibandingkan

Laporan Keuangan
Konsolidasian

19,40% yang disebabkan bertambahnya beban usaha

pencapaian tahun 2012. Sedangkan Laba (Rugi) Tahun Berjalan

Perseroan karena meningkatnya aktivitas konstruksi,

yang diatribusikan kepada Kepentingan Non Pengendali di 2013

beroperasinya dua ruas tol baru, pemenuhan regulasi

mencapai Rp98,50 miliar, mengalami penurunan sebesar 48,61%

kebijakan kenaikan Upah Minimum Provinsi dan

dibandingkan tahun 2012.

penggunaan BBM Non Subsidi.

Laba Tahun Berjalan

(miliar rupiah)

Uraian

2012

2013

Rp

1.602,09

1.336,32

(265,77)

(16,59)

Laba Tahun Berjalan yang Dapat diatribusikan kepada


Pemilik Entitas Induk
Kepentingan Non Pengendali
Total Laba Tahun Berjalan

(66,28)

(98,50)

(32,22)

48,61

1.535,81

1.237,82

(297,99)

(19,40)

Pendapatan Komprehensif Lain


Pada tahun 2013 Pendapatan Komprehensif Lain

323,56% dibanding 2012 hal ini disebabkan adanya kerugian yang

mengalami penurunan sebesar Rp1,72 miliar atau

belum direalisasi (unrealized loss) dari Efek Tersedia untuk Dijual.

Pendapatan Komprehensif Lain

(miliar rupiah)

Uraian

2012

2013

Rp

Keuntungan (Kerugian) yang Belum Direalisasikan dari


efek Tersedia untuk Dijual

534,01

(1.193,84)

(1.727,85)

(323,56)

Total Pendapatan Komprehensif Lain

534,01

(1.193,84)

(1.727,85)

(323,56)

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

131

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Laba Komprehensif Tahun Berjalan


Laba Komprehensif Tahun Berjalan mencapai Rp1,23 triliun, menurun sebesar 19,51% dibandingkan dengan tahun 2012 yang
mencapai Rp1,53 triliun.

Laba Komprehensif Tahun berjalan

(miliar rupiah)

Uraian

2013

2012

Rp

1.602,62

1.335,12

(267,50)

(16,69)

(66,28)

(98,50)

(32,22)

48,61

1.536,35

1.236,63

(299,72)

(19,51)

Laba Komprehensif Tahun Berjalan yang Dapat diatribusikan kepada


Pemilik Entitas Induk
Kepentingan Non Pengendali
Total Laba Komprehensif Tahun Berjalan

Laba Komprehensif Tahun Berjalan yang Dapat diatribusikan

Laba Komprehensif yang diatribusikan kepada Kepentingan Non

kepada Pemilik Entitas Induk mencapai Rp1,33 triliun, mengalami

Pengendali mengalami kerugian sebesar Rp98,50 miliar, kerugian

penurunan sebesar 16,69% dibandingkan tahun 2012. Sedangkan

tersebut mencapai 48,61% dibandingkan tahun 2012.

Rasio Profitabilitas
Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan.

Rasio Profitabilitas
Uraian

2012

2013

Gross Profit Margin

32,80%

25,87%

Net Profit Margin

17,66%

12,98%

ROE (Return on Equity)

16,37%

12,30%

ROA (Return on Assets)


Margin EBITDA

6,47%

4,71%

67,71%

58,18%

Laba Bersih Per Saham

Penurunan ini disebabkan oleh penurunan pada Laba

Tahun 2013 Laba Bersih per Saham sebesar Rp196,52, menurun

Komprehensif Yang Dapat diatribusikan kepada pemilik

sebesar 16,70% dari tahun 2012 yang mencapai Rp235,91.

Entitas Induk.

Laba Bersih per Saham (Rupiah penuh)


Uraian
Laba Bersih per Saham

2012

2013

Rp

235,91

196,52

(39,39)

(16,70)

Laporan Arus Kas Konsolidasian


Arus Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi

Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi

Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi 2013 mencapai Rp2,08 triliun

Arus Kas Bersih untuk Aktivitas Investasi 2013 mencapai Rp4,46

atau bertambah 7,98% dibanding tahun 2012. Peningkatan ini

triliun atau meningkat sebesar 59,12% dari aktivitas investasi

antara lain disebabkan adanya peningkatan Pendapatan Tol dan

tahun 2012. Peningkatan ini antara lain disebabkan karena adanya

Pendapatan Usaha Lainnya.

perolehan Aset Hak Pengusahaan Jalan Tol dari ruas tol baru yang
telah beroperasi.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

132

Identitas Perseroan

Arus Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan

adanya penerbitan Obligasi berkelanjutan sebesar Rp2,1 triliun

Profil Perseroan

Arus Kas yang diperoleh dari Aktivitas Pendanaan 2013

untuk refinancing dan setoran modal, serta penerimaan hutang

mencapai Rp1,58 triliun, naik dibandingkan dengan

bank pada Entitas Anak sejalan dengan aktivitas kegiatan

tahun 2012 sebesar 12,58%. Kenaikan ini disebabkan

kontruksinya.

Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen

arus kas

(miliar rupiah)

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

2012
Jumlah

Arus Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Operasi

1.931,73

44,90

(2.804,74)

Arus Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas


Pendanaan
Saldo Kas dan Setara Kas Pada Akhir Tahun

Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

2013

Uraian

Arus Kas Neto Digunakan Untuk Aktivitas


Investasi

Rp

2.085,83

Kontribusi
(%)
59,36

154,10

7,98

(65,19)

(4.463,03)

(127,00)

(1.658,29)

59,12

1.411,38

32,80

1.588,87

45,21

177,49

12,58

4.302,38

100,00

3.514,06

100,00

(788,32)

(18,32)

Kontribusi
(%)

Jumlah

Daftar Istilah

Arus Kas Neto dari


Aktivitas Operasi

3.514,06

4.302,38

Arus Kas Neto


Digunakan untuk
Aktivitas Investasi

3,210.94

1.588,87

1.411,38

(2.820,74)

2.085,83

1.931,73

(4.463,03)

Laporan Keuangan
Konsolidasian

Arus Kas Neto


diperoleh dari
Aktivitas Pendanaan

2012
2013

Saldo Kas dan Setara


Kas pada Akhir Tahun

Informasi Segmen
Sampai dengan akhir tahun 2013, Perseroan telah

Pendapatan Tol Jasa Marga dan Anak Perusahaan untuk tiap-tiap

mengoperasikan tujuh belas (17) ruas jalan tol. Empat (4)

segmen disajikan dalam tabel berikut ini:

ruas dioperasikan oleh Entitas Anak dan tiga belas (13)


ruas dikelola oleh sembilan Cabang.

Pendapatan Usaha per Segmen Usaha

(juta rupiah)

2012
No

Uraian

Jumlah

2013
Kontribusi
(%)

Jumlah

Kontribusi
(%)

Rp

Pusat (JORR)

1.238,544,00

13,66

1.848.589,00

17,96

610.045,00

49,26

Jagorawi

549.623,00

6,06

561.167,00

5,45

11.544,00

2,10

Jakarta - Cikampek

954.927,00

10,53

993.617,00

9,65

38.690,00

4,05

Purbaleunyi

963.334,00

10,62

1.029.467,00

10,00

66.133,00

6,87

Jakarta - Tangerang

418.618,00

4,62

416.038,00

4,04

(2.580,00)

(0,62)

Cawang - Tomang - Cengkareng

1.138.031,00

12,55

1.142.664,00

11,10

4.633,00

0,41

Segmen Lainnya

3.807.142,00

41,97

4.303.126,00

41,80

495.984,00

13,03

9.070.219,00

100,00

10.294.668,00

100,00

1.224.449,00

13,50

TOTAL

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

133

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Beban Usaha per Segmen Usaha

(juta rupiah)

2012
No
1

Uraian

Jumlah

Pusat (JORR)

2013
Proporsi
(%)

840.312,00

13,06

Jumlah

Rp

1.682.831,00

Proporsi
(%)
21,55

842.519,00

100,26

(3.956,00)

(1,22)

Jagorawi

322.951,00

5,02

318.995,00

4,09

Jakarta - Cikampek

682.865,00

10,61

702.594,00

9,00

19.729,00

2,89

24.697,00

8,42

Purbaleunyi

293.368,00

4,56

318.065,00

4,07

Jakarta - Tangerang

236.752,00

3,68

212.903,00

2,73

(23.849,00)

(10,07)

4,77

19.095,00

5,40

Cawang - Tomang - Cengkareng

Segmen Lainnya

TOTAL

353.490,00

5,49

372.585,00

3.705.720,00

57,58

4.200.051,00

53,79

494.331,00

13,34

7.808.024,00

100,00

1.372.566,00

21,33

6.435.460,00

100,00

Hasil Usaha (Laba (Rugi) Sebelum Pajak) per Segmen Usaha

(juta rupiah)

2012
No

Uraian

2013

(7,27)

(554.097,00)

Jagorawi

228.126,00

11,10

240.551,00

14,03

12.425,00

5,45

Jakarta - Cikampek

266.323,00

12,96

291.662,00

17,01

25.339,00

9,51

Purbaleunyi

670.916,00

32,64

706.524,00

41,20

35.608,00

5,31

Jakarta - Tangerang

184.132,00

8,96

203.076,00

11,84

18.944,00

10,29

Cawang - Tomang - Cengkareng

784.220,00

38,16

771.786,00

45,01

(12.434,00)

(1,59)

Segmen Lainnya

70.877,00

3,45

55.153,00

3,22

(15.724,00)

(22,18)

1.714.656,00

100,00

(340.602,00)

(16,57)

TOTAL

2.055.256,00

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

100,00

Jumlah

(149.337,00)

Pusat (JORR)

Proporsi
(%)

Rp

Proporsi
(%)
(32,32)

Jumlah

(404.760,00)

271,04

134

Identitas Perseroan

Kemampuan Membayar Utang dan Kolektibilitas Piutang

Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga

Kemampuan Membayar Utang

Tingkat Likuiditas

Ikhtisar 2013

Kemampuan perseroan untuk membayar kewajiban

Kemampuan membayar Utang Jangka Pendek dicerminkan

jangka pendek dipengaruhi oleh tingkat likuiditas

dengan Rasio Likuiditas. Tingkat likuiditas dilihat dari Rasio Lancar

Perseroan.

(Current Ratio) Rasio Kas (Cash Ratio).

Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

Rasio Likuiditas
Uraian

2012

2013

Kas dan Setara Kas

4.302,38

3.514,06

Aset Lancar

4.517,29

3.746,34

Liabilitas Jangka Pendek

6.648,16

4.919,88

Rasio Lancar

0,68

0,76

Rasio Kas

0,65

0,71

Rasio

Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Dari rasio-rasio Tingkat likuiditas, terlihat bahwa tingkat

to Equity Ratio Perseroan mencapai 1,61 kali. Rasio tersebut

likuiditas perseroan semakin membaik, Rasio Lancar

meningkat dibandingkan pada tahun 2012 yang mencapai 1,53

meningkat dari 0,68 ditahun 2012 menjadi 0,76 di tahun

kali. Sementara EBITDA dibandingkan dengan Beban Bunga atau

2013, sedangkan Rasio Kas naik dari 0,65 menjadi 0,71.

Interest Coverage Ratio Perseroan pada tahun 2013 mencapai


3,90 kali. Hal tersebut menurun dibandingkan dengan 2012 yang

Tingkat Solvabiltas

mencapai 4,23 kali. Dengan kondisi tersebut, Perseroan masih

Menggambarkan kemampuan perusahaan dalam

berada dalam koridor Pembatasan Keuangan yang dipersyaratkan

membayar kewajiban jangka panjang. Pada posisi

oleh kreditur dan berada dalam kondisi keuangan yang kuat.

per akhir 2013, rasio Utang terhadap Modal atau Debt

Rasio SOLVABILITAS
Uraian

2012

2013

Total Aset

24.753,55

28.366,35

Total Liabilitas

14.965,77

17.499,37

Ekuitas

9.787,79

10.866,98

EBITDA

3.876,79

3.685,22

916,15

944,22

Beban Bunga
Rasio
DER

1,53

1,61

Debt Ratio

0,60

0,62

ICR (Interest Coverage Ratio)

4,23

3,90

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

135

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Kolektibilitas Piutang
Perseroan tidak memiliki Piutang Usaha mengingat transaksi yang

kolektibilitas piutang dilaksanakan setiap bulan bersamaan

dilakukan bersifat tunai atau kas. Sehingga tidak memungkinkan

dengan pembayaran gaji.

untuk mengukur tingkat Kolektibilitas Piutang. Sedangkan


Piutang yang dimiliki adalah piutang karyawan dimana

Struktur Modal
Struktur Modal Perseroan per 31 Desember 2013 adalah sebagai
berikut :

Struktur Modal

(miliar Rupiah)

Uraian

2012

2013

Liabilitas Jangka Pendek

6.648,16

4.919,88

Liabilitas Jangka Panjang

8.317,60

12.579,48

14.965,77

17.499,37

9.787,79

10.866,98

Rasio Liabilitas Jangka Pendek terhadap Ekuitas

0,68

0,45

Rasio Liabilitas Jangka Panjang terhadap Ekuitas

0,85

1,16

Rasio Liabilitas Terhadap Ekuitas

1,53

1,61

Total Liabilitas
Total Ekuitas

Kebijakan Struktur Modal

Belanja Modal

Perseroan menetapkan sejumlah modal sesuai proporsi terhadap

Realisasi belanja modal pada tahun 2013 mencapai Rp 4,93 triliun,

risiko. Perseroan mengelola struktur modal dan membuat

dimana Rp 3,36 triliun digunakan untuk pengembangan Anak

penyesuaian dengan memperhatikan perubahan kondisi ekonomi

Perusahaan dengan perincian sebagai berikut:

dan karakteristik risiko aset yang mendasari. Konsisten dengan

PT Marga Lingkar Jakarta, Rp 556,75 miliar.

perusahaan lain dalam industri, Perseroan memonitor modal

PT Marga Sarana Jabar, Rp 286,01 miliar.

dengan dasar rasio Liabilitas terhadap Ekuitas. Rasio ini dihitung

PT Marga Trans Nusantara, Rp 218,56 miliar.

sebagai berikut: Total Liabilitas dibagi Ekuitas. Selama tahun

PT Marga Kunciran Cengkareng, Rp 149,33 miliar.

2013, Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas mencapai 1,61 kali, dengan

PT Trans Marga Jateng, Rp 636,86 miliar.

demikian Perseroan dapat mempertahankan rasio utang terhadap

PT Trans Marga Jatim Pasuruan, Rp 332,81 miliar.

modal sebesar maksimum 5:1 sesuai dengan yang dipersyaratkan

PT Marga Nujyasumo Agung, Rp 218,86 miliar.

oleh kreditur.

PT Jasamarga Pandaan Tol, Rp 436,34 miliar.


PT Jasa Marga Bali Tol, Rp 532,92 miliar.
Sisanya sebesar Rp 2,3 triliun dialokasikan untuk pengembangan
di Induk Perusahaan, khususnya di sisi operasional dan
peningkatan kapasitas jalan melalui pelebaran pada Jalan
Tol Padaleunyi ruas Pasteur-Kopo dan Jalan Tol Jagorawi ruas
Cibinong-Sentul Selatan.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

136

Identitas Perseroan
Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen

Perbandingan Target 2013 dan Realisasi 2013


Pada tahun 2013, Perseroan menargetkan Pendapatan

Usaha mencapai Rp6,33 triliun dan Volume Lalu lintas sebesar

Usaha (diluar Pendapatan Konstruksi) sebesar

1.258,52 juta kendaraan.

Rp6,03 triliun dan Volume Lalu Lintas sebesar 1.253,65


juta kendaraan. Realisasi yang dicapai oleh Perseroan

Pencapaian target ini karena beroperasinya ruas tol baru,

melampaui target yang ditetapkan, yaitu Pendapatan

peningkatan Volume Lalu lintas dan Kenaikan tarif tol.

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

Perbandingan Target 2013 dan Realisasi 2013


Uraian

Target 2013

Realisasi 2013

Pendapatan Usaha (miliar rupiah)

6.037,45

6.334,13

104,91

Volume Lalu lintas (juta kendaraan)

1.253,65

1.258,52

100,39

Keterangan
tanpa pendapatan Konstruksi

Daftar Istilah

Target/Proyeksi yang Ingin Dicapai Tahun Depan

Laporan Keuangan
Konsolidasian

Tahun 2014, Perseroan menargetkan kenaikan Pendapatan Usaha (diluar Pendapatan Konstruksi) sebesar Rp 7,2 triliun dan
1,36 miliar kendaraan volume lalu lintas transaksi.

target 2014
Uraian

Target 2014

Pendapatan Usaha (miliar rupiah)

7.200

Volume Lalu Lintas (juta kendaraan)

1.360

Keterangan
tanpa pendapatan Konstruksi

Ikatan Material untuk Investasi


Barang Modal

tahun 2013 sebesar 104,72 meningkat dari triwulan sebelumnya,

Di tahun 2013 Perseroan tidak melakukan ikatan yang

kondisi bisnis diperkirakan akan meningkat dibandingkan

material atas investasi barang modal.

triwulan sebelumnya.

Informasi Material Setelah


Tanggal Laporan Akuntan

Pertumbuhan ekonomi yang masih tumbuh tersebut tercermin

dan prospek bisnis Triwulan I 2014 mencapai 103,93 yang berarti

dari peningkatan penjualan kendaraan bermotor di Indonesia,

Tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Neraca

khususnya mobil. Pada tahun 2013, angka penjualan mobil telah

yang memerlukan penyesuaian dan pengungkapan

mencapai 1,23 juta kendaraan (data Gaikindo), naik 10,18%

dalam laporan keuangan.

dibandingkan penjualan tahun 2012 sebesar 1,12 juta kendaraan.


Dengan meningkatnya angka penjualan mobil tersebut secara

Prospek Usaha, Kondisi Industri


dan Kondisi Ekonomi
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS)
perekonomian Indonesia pada tahun 2013 mengalami
pertumbuhan sebesar 5,78% dari tahun 2012 dengan
tingkat inflasi 8,38%. Hal ini menunjukkan bahwa
perekonomian Indonesia masih relatif stabil. Bahkan
kondisi Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada triwulan IV

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

tidak langsung memberikan kontribusi terhadap peningkatan


volume lalu lintas transaksi pada jalan-jalan tol yang dimiliki
Perseroan.
Pada tahun 2013 total panjang jalan tol yang dikelola Perseroan
sebesar 560 km dan pada tahun 2014 ditargetkan penambahan
panjang jalan tol menjadi 612,2 km dan pada tahun 2017
menjadi 738 km.

137

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Pemasaran dan Pangsa Pasar

dan Kunciran-Cengkareng terkoneksi dengan Jalan Tol Jakarta-

Untuk tetap menempati posisi sebagai market leader dalam

Tangerang dan Sedyatmo (Bandara); Jalan Tol Gempol-Pasuruan

pengoperasian jalan tol di Indonesia, Perseroan melakukan upaya-

dan Jalan Tol Surabaya-Mojokerto terkoneksi dengan Jalan Tol

upaya untuk meningkatkan panjang jalan tol yang dioperasikan

Surabaya-Gempol; dan Jalan Tol JORR W2 Utara terkoneksi dengan

dengan membangun ruas-ruas tol baru yang memiliki kelayakan

Jalan Tol JORR yang saat ini juga telah beroperasi.

dari segi finansial. Pengoperasian jalan tol baru yang diusahakan


oleh Perseroan harus terkoneksi dengan jalan tol yang telah

Sampai dengan saat ini Perseroan mengoperasikan 73% jalan tol

beroperasi untuk memberikan jaminan adanya volume lalu lintas

dari seluruh jalan tol yang beroperasi di Indonesia dengan total

pada jalan-jalan tol baru. Semua jalan tol baru yang diusahakan

panjang jalan tol 560 km. Jumlah ini akan terus bertambah seiring

oleh Perseroan saat ini terkoneksi dengan jalan tol eksisting yang

dengan rencana pengoperasian lima ruas tol tambahan pada

telah beroperasi. Jalan Tol Bogor Ring Road terkoneksi dengan

tahun 2014, yaitu: Bogor Ring Road seksi Kedung Halang-Kedung

Jalan Tol Jagorawi; Jalan Tol Semarang-Solo terkoneksi dengan

Badak, Semarang-Solo seksi Ungaran Bawen, Gempol-Pandaan,

Jalan Tol Semarang Seksi A, B, C; Jalan Tol Serpong-Kunciran

Gempol-Pasuruan seksi Gempol-Rembang, JORR W2 Utara Seksi


Ciledug-Ulujami.

Kebijakan Dividen
Kebijakan Perseroan adalah memberikan payout dividen

kepada para Pemegang Saham, namun tetap memungkinkan

minimal 20%, namun untuk hasil pencapaian tahun 2009 sampai

Perseroan untuk memanfaatkan sebagian besar saldo laba untuk

dengan tahun 2012 payout dividen Perseroan sebesar 60%, 60%,

diinvestasikan kembali dalam kegiatan usaha Perseroan. Besaran

40%, dan 40%. Perseroan merencanakan tingkat pembayaran

payout ratio untuk Dividen diputuskan dalam mekanisme Rapat

dividen yang dapat memberikan hasil atau return yang reguler

Umum Pemegang Saham Tahunan berdasarkan usulan dari


pengurus Perseroan.

Pembayaran Dividen 2009-2013

(miliar rupiah)

Uraian

2009

2010

2011

2012

Laba Bersih

992,69

1.193,49

1.339,46

1.602,09

1.336,32

Jumlah Dividen

595,62

716,09

535,78

640,83

534,53

Rasio Dividen

60%

60%

40%

40%

40%

Waktu Pembayaran

2010

2011

2012

2013

2014

595,62

716,09

535,78

640,83

534,53

87,91

105,68

78,88

94,24

78,61

Tanggal Pengumuman Dividen

31 Mei 2010

16 Juni 2011

11 Mei 2012

01 Mei 2013

13 Maret 2014

Tanggal Pembayaran Dividen

15 Juli 2010

25 Juli 2011

21 Juni 2012

18 Juni 2013

23 April 2014

Jumlah Dibayar
Dividen per Saham

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

2013

138

Identitas Perseroan
Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital

Realisasi Penggunaan Dana Hasil


Penawaran Umum

Sampai dengan tahun 2013, Ekspansi Perseroan dalam bentuk


kontribusi modal Entitas Anak mencapai Rp1,79 triliun yaitu
kontribusi modal ke PT Marga Sarana Jabar untuk ruas Jalan Tol

Realisasi Pengunaan Dana IPO

Bogor Outer Ring Road sebesar Rp168,02 miliar, PT Trans Marga

Proceed Dana IPO bersih yang diterima Perseroan pada

Jateng untuk ruas Jalan Tol Semarang-Solo sebesar Rp851,19

tahun 2007 adalah sebesar Rp3,36 triliun. Sampai dengan

miliar, PT Trans Marga Jatim Rp 200,10 miliar, PT Marga Kunciran

akhir tahun 2013, Realisasi Penggunaan Dana IPO telah

Cengkareng untuk ruas Jalan Tol Cengkareng-Kunciran sebesar

mencapai Rp1,94 triliun. Seiring dengan ketersediaan

Rp114,81 miliar, PT Marga Trans Nusantara untuk ruas Jalan

lahan untuk konstruksi maka Dana IPO yang telah

Tol Kunciran-Serpong sebesar Rp62,10 miliar, dan PT Marga

dimanfaatkan adalah 57,63% dari total proceed bersih IPO

Nujyasumo Agung untuk ruas Jalan Tol Surabaya-Mojokerto

sebesar Rp3,36 triliun. Penggunaan Dana IPO tersebut

sebesar Rp 394,00.

terdiri dari Ekspansi, Refinancing dan Modal Kerja.

Tata Kelola
Perusahaan

Penggunaan Refinancing digunakan untuk melunasi Obligasi Jasa

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

Pengunaan Dana untuk Modal Kerja belum ada.

Marga VIII Seri M Tahun 2000 sebesar Rp150 miliar. Sementara

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Penggunaan Dana IPO per 31 Desember 2013


(miliar rupiah)

Uraian
Jumlah Hasil Penawaran Umum
Biaya Penawaran Umum

2012

2013

3.468,00

3.468,00

101,45

101,45

Hasil Bersih

3.366,55

3.366,55

Ekspansi

1.297,07

1.790,22

96,52

168,02

551,19

851,19

99,50

200,10

KONTRIBUSI MODAL ENTITAS ANAK


PT Marga Sarana Jabar, konstruksi Jalan Tol Bogor RIng Road
PT Trans Marga Jateng, konstruksi Jalan Tol Semarang-Solo
PT Trans Marga Jatim, konstruksi Jalan TOl Gempol - Pasuruan
PT Marga Kunciran Cengkareng, konstruksi Jalan Tol Cengkareng - Kunciran

52,80

114,81

PT Marga Trans Nusantara, konstruksi Jalan Tol Kunciran - Serpong

387,06

62,10

PT Marga Nujyasumo Agung, konstruksi Jalan Tol Surabaya - Mojkerto

110,00

394,00

150,00

150,00

150,00

150,00

Refinancing
Pembayaran Pelunasan Pokok Obligasi Seri M
Modal Kerja

Total

1.447,07

1.940,22

Sisa Dana Hasil Penawaran Umum

1.919,48

1.426,33

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

139

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Realisasi Pengunaan Dana Obligasi

Di akhir tahun 2013 Ekspansi yang dilakukan adalah di bidang


Properti sebesar Rp63,36 miliar untuk pengembangan Tempat

Obligasi Jasa Marga XIV Seri JM-10 Dengan Tingkat Bunga

Istirahat & Pelayanan (TIP) dan Bidang Engineering sebesar

Tetap dan Obligasi Jasa Marga I Seri JM-10 Tanpa Bunga

Rp15 miliar untuk Pemeliharaan Jalan Tol dan Konstruksi lainnya.

Pada tahun 2010 Perseroan menerbitkan Obligasi Jasa Marga

Pengunaan Refinancing untuk pelunasan Obligasi Seri O tahun

XIV Seri JM-10 Dengan Tingkat Bunga Tetap sebesar Rp 1 triliun

2002 Sebesar Rp650 miliar dan pelunasan Kredit Investasi PT BCA,

dan Obligasi Jasa Marga I Seri JM-10 Tanpa Bunga sebesar Rp500

Tbk sebesar Rp400 miliar.

miliar. Sampai dengan akhir tahun 2013 dana Obligasi tersebut


telah dimanfaatkan sebesar 83,93% dari Hasil Bersih Obligasi

Sedangkan penggunaan Modal Kerja untuk Pelebaran Ruas

sebesar Rp 1,37 triliun. Pengunaan dana yang diperoleh dari

Jalan Tol Tomang Tangerang sebesar Rp 5 miliar dan Perbaikan

penawaran umum Obligasi digunakan untuk Ekspansi, Refinancing

Stabilitas Konstruksi Jalan Tol Cipularang sebesar Rp24,41 miliar.

dan Modal Kerja.

Realisasi Pengunaan Dana Obligasi JM XIV Seri JM-10 Dengan Tingkat Suku
Bunga Tetap dan Obligasi JM I Seri JM-10 Tanpa Bunga
(miliar rupiah)

Uraian
Jumlah Hasil Penawaran Umum (Obligasi)
Obligasi Jasa Marga XIV Seri JM-10 Dengan Tingkat Suku Bunga Tetap
Obligasi Jasa Marga I Seri JM-10 Tanpa Bunga
Biaya Penawaran Umum
Hasil Bersih
Ekspansi
Bidang Properti - Pengembangan Tempat Istirahat & Pelayanan
Bidang Teknologi Informasi & Komunikasi
Bidang Engineering - Pemeliharaan Jalan Tol & Konstruksi Lainnya
Refinancing

2013
1.385,03
1.000,00
385,03
5,62
1.379,41
78,36
63,36
15,00
1.050,00

Pelunasan Obligasi Jasa Marga X Seri O Tahun 2002

650,00

Percepatan Pelunasan Kredit Investasi PT BCA

400,00

Modal Kerja
Total
Sisa Dana Hasil Penawaran Umum

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

29,41
1.157,77
221,64

140

Identitas Perseroan

Obligasi Berkelanjutan I Jasa Marga Tahap I Tahun

Profil Perseroan

2013 Seri S

Transformasi
Jasa Marga

Pada tahun 2013 Perseroan melakukan Penawaran Umum

Pengunaan Refinancing untuk pelunasan Obligasi Jasa Marga XI

Ikhtisar 2013

Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Jasa Marga Tahap

Seri P Tahun 2003 sebesar Rp 1 triliun, pelunasan Obligasi Jasa

Laporan
Manajemen

I Tahun 2013 Seri S dengan jumlah pokok sebesar Rp2,1

Marga I Seri JM-10 Tanpa Bunga Tahun 2010 sebesar Rp500 miliar

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk Ekspansi,

dan pelunasa Obligasi Jasa Marga JORR I Tahun 2013 sebesar

Refinancing dan Modal Kerja. Sampai dengan akhir tahun

Rp271,61 miliar.

Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan

2013, dana Obligasi tersebut telah terealisasi 100%.


Sedangkan penggunaan Modal Kerja untuk Peningkatan Kapasitas
Perseroan melakukan Ekspansi melalui Penyertaan Modal

Jalan sebesar Rp164,10 miliar.

pada PT Marga Nujsumo Agung sebesar Rp49,50 miliar,


PT Marga Lingkar Jakarta sebesar Rp47,45 miliar dan
PT Margabumi Adhikaraya sebesar Rp60,00 miliar.

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Realisasi Pengunaan Dana Obligasi Berkelanjutan I Jasa Marga Tahap I


Tahun 2013 Seri S
(miliar rupiah)

Uraian
Jumlah Hasil Penawaran Umum (Obligasi)
Biaya Penawaran Umum
Hasil Bersih
Ekspansi

2013
2.100,00
7,33
2.092,67
156,95

Penyertaan Modal pada PT Marga Nujsumo Agung

49,50

Penyertaan Modal pada PT Marga Lingkar Jakarta

47,45

Penyertaan Modal pada PT Margabumi Adhikaraya

60,00

Refinancing
Pelunasan Obligasi Jasa Marga XI Seri P Tahun 2003

1.771,62
1.000,00

Pelunasan Obligasi Jasa Marga I Seri JM-10 Tanpa Bunga Tahun 2010

500,00

Pelunasan Obligasi Jasa Marga JORR I Tahun 2003

271,62

Modal Kerja
Total
Sisa Dana Hasil Penawaran Umum

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

164,10
2.092,67
(0,00)

141

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Peningkatan/Penurunan Material dari


Pendapatan Bersih Terkait dengan
Volume Penjualan atau Jasa Baru

nomor 189 Tahun 2012 tentang Upah Minimum Provinsi


tahun 2013 yang berbunyi Upah Minimum Provinsi (UMP)
Tahun 2013 di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebesar

Peningkatan Pendapatan Bersih Perseroan disebabkan oleh

Rp2.200.000,00 (dua juta dua ratus ribu rupiah) per bulan

beroperasinya beberapa ruas tol baru di Entitas Anak yang telah

maka Perseroan melakukan penyesuaian upah sesuai dengan

mulai menyumbangkan Pendapatan dan kenaikan tarif tol pada

peraturan tersebut.

triwulan IV tahun 2013. Selain itu, kenaikan volume lalu lintas


transaksi yang melalui jalan tol perseroan turut menjadi faktor

3. Alih Daya / Outsourcing

penyebab lainnya.

Diterbitkannya Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan


Transmigrasi (Permenakertrans) Nomor 19 tahun 2012

Informasi Material Mengenai Investasi,


Ekspansi, Divestasi, Akuisisi dan
restrukturisasi utang/modal
Di tahun 2013 Perseroan tidak memiliki Informasi Material
Mengenai Investasi, Ekspansi, Divestasi dan Akuisisi.

tentang Syarat-syarat Penyerahan Sebagian Pelaksanaan


Pekerjaan Kepada Perusahaan Lain yang diundangkan
sejak tanggal 19 November 2012 menyebabkan adanya
pembatasan terhadap pekerjaan yang boleh dialihdayakan
yaitu 1) usaha pelayanan kebersihan (cleaning service); (2)
usaha penyediaan makanan bagi pekerja/buruh (catering); (3)
usaha tenaga pengamanan (security/satuan pengamanan);

Informasi Transaksi Material yanG


Mengandung Benturan Kepentingan
dan/atau Transaksi dengan Pihak
Afiliasi
Di Tahun 2013 Perseroan tidak memiliki Informasi Transaksi
Material yang Mengandung Benturan Kepentingan dan/atau
Transasksi dengan Pihak Afiliasi.

Perubahan Peraturan Perundang


Undangan yang Berpengaruh Signifikan
Terhadap Perseroan
Pada tahun 2013 terdapat beberapa Peraturan yang berpengaruh
signifikan terhadap Perseroan, antara lain :
1. Peraturan Menteri ESDM tentang Pengendalian Penggunaan
Bahan Bakar Minyak (BBM)

Dalam rangka menjaga besaran volume Bahan Bakar Minyak


sebagaimana ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara, maka pada tanggal 29 Mei 2012, Pemerintah
melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
menerbitkan Peraturan Menteri ESDM No.12 Tahun 2012
tentang Pengendalian Penggunaan Bahan Bakar Minyak
mengatur setiap kendaraan bermotor yang dimiliki/dikuasai
oleh BUMN (kendaraan dinas) dilarang untuk menggunakan
jenis BBM tertentu berupa Bensin Ron 88/Premium yang
merupakan jenis BBM bersubsidi. Terbitnya peraturan
tersebut membuat Perseroan mengambil kebijakan untuk
mengimplementasikan pengunaan BBM Non Subsidi pada
kendaraan dinas di lingkungan Perseroan.

2. Upah Minimum Provinsi


Pada tahun 2013 terjadi kenaikan Upah Minimum Provinsi


pada beberapa Provinsi di Indonesia, salah satunya adalah DKI
Jakarta. Sesuai dengan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

(4) usaha jasa penunjang di pertambangan dan perminyakan;


dan (5) usaha penyediaan angkutan bagi pekerja/buruh.
Hal tersebut membuat Perseroan melakukan penyesuaian
kebijakan alih daya yang sesuai dengan strategi bisnis dan
peraturan perundang-undangan.

Perubahan Kebijakan Akuntansi yang


Berpengaruh Terhadap Perseroan
Standar akuntansi baru atau revisi atas standar akuntansi yang
wajib diterapkan untuk pertama kalinya untuk tahun buku yang
dimulai 1 Januari 2013, yang relevan terhadap Perusahaan adalah
PSAK 60 (Revisi 2010) Instrument Keuangan: Pengungkapan.
PSAK 60 yang berlaku efektif 1 Januari 2013 memperkenalkan
pengungkapan baru untuk meningkatkan informasi mengenai
instrumen keuangan. PSAK ini mewajibkan pengungkapan
secara luas mengenai signifikansi pengaruh instrumen keuangan
terhadap posisi keuangan dan kinerja Perusahaan, dan
pengungkapan kuantitatif dan kualitatif atas risiko yang timbul
dari instrumen keuangan, serta menentukan pengungkapan
minimum mengenai risiko kredit, risiko likuiditas dan risiko
pasar. PSAK ini juga mewajibkan pengungkapan terkait dengan
pengukuran nilai wajar menggunakan tiga tingkat hirarki nilai
wajar dimana mencerminkan signifikansi input yang digunakan
dalam mengukur nilai wajar dan memberikan arahan dalam
bentuk pengungkapan kuantitatif mengenai pengukuran nilai
wajar dan mewajibkan informasi yang diungkapkan dalam format
tabel kecuali terdapat lain yang sesuai.
Grup telah mengevaluasi dampak yang ditimbulkan dari
penyesuaian PSAK 60 tersebut, namun tidak material terhadap
laporan keuangan konsolidasian.

142

Identitas Perseroan
Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen

Wawancara dengan
Reynaldi Hermansjah
Direktur Keuangan

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

Tanya T

Bagaimana Kinerja Keuangan Perseroan tahun 2013?

Jawab J

Pada tahun 2013, Aset Perseroan mencapai Rp28,36 triliun, naik 14,60% dari tahun
sebelumnya. Hal ini disebabkan beroperasinya ruas tol baru yaitu Jalan Tol Bali Mandara
dan JORR W2 ruas Kebun Jeruk-Ciledug. Pendapatan tol mencapai Rp 5,82 triliun, naik
sebesar 4,37% yang disebabkan adanya kenaikan volume lalu lintas dan kenaikan tarif
tol di triwulan IV sehingga marjin bersih Perseroan mencapai 12,98%. Untuk Rasio
EBITDA dibandingkan dengan Beban Bunga mencapai 3,90 kali. Kondisi tersebut
menunjukkan bahwa Perseroan masih berada dalam koridor Pembatasan Keuangan
yang dipersyaratkan kreditur dan berada dalam kondisi keuangan yang kuat.

T:T

Apa tantangan yang dihadapi Perseroan ?

J:J

Tantangan utama yang dihadapi adalah dari sisi Keuangan yaitu bagaimana menjaga
stabilitas Finansial dalam situasi Perseroan sedang melakukan ekspansi. Selain itu
tantangan lain yang dihadapi adalah upaya untuk menjaga pencapaian Laba Bersih
Perseroan ditengah upaya ekspansi dan kenaikan Beban Usaha akibat pemenuhan
terhadap regulasi Pemerintah berupa kebijakan UMR dan penggunaan BBM Non
Subsidi serta tenaga alih daya.

T:T

Pada tahun-tahun awal beroperasi ruas-ruas baru, apakah ada

J:J

Jelas ada. Besarnya beban bunga pinjaman pada awal beroperasinya ruas baru belum
dapat dicover oleh pendapatan Tol sehingga menyebabkan pertumbuhan Laba Bersih
relatif landai. Ini merupakan hal yang umum terjadi pada sebuah perusahaan Jalan Tol
yang sedang melakukan investasi yang signifikan, mengingat bahwa pada tahun awalawal operasi pendapatan belum mencapai titik optimum, sedangkan beban usaha
telah dibebankan secara penuh.

Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

pengaruh yang signifikan terhadap kinerja keuangan?

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

143

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

T:T

Bagaimana strategi Perseroan menghadapi tantangan tersebut ?

J:J

Perseroan melakukan upaya-upaya efisiensi dan rekayasa finansial dengan terus


berupaya menurunkan Weighted Average Cost of Debt (WACD) dan berupaya
mempertahankan rating Perseroan idd+ AA, hal ini terlihat dari langkah-langkah yang
dilakukan, yaitu :
1. Melakukan percepatan pelunasan pokok hutang bank, dan
2. Refinancing obligasi yang jatuh tempo dengan tingkat bunga yang jauh lebih
rendah.

T:T

Bagaimana rencana pendanaan untuk mendukung Ekspansi

Perusahaan ?
Untuk mendukung ekpansi Perseroan kedepan, perseroan mempunyai kebijakan
bahwa dalam tahap pembangunan kebutuhan pendanaan ditopang dari pinjaman
perbankan, dan setelah beroperasi, sumber pendanaan ditopang oleh penerbitan
Obligasi.

T:T

Bagaimana Prospek Kinerja Keuangan dalam Jangka Panjang ?

J:J

Prospek pertumbuhan pendapatan usaha akan terus meningkat seiring dengan


pertumbuhan volume lalu lintas, baik pada ruas-ruas jalan tol yang telah beroperasi
maupun pertumbuhan volume lalu lintas pada ruas-ruas jalan tol baru.
Dengan telah dioperasikannya ruas-ruas baru tersebut, pada tahap-tahap awal
operasi akan menyebabkan pertumbuhan Laba Bersih yang realtif landai, namun akan
cenderung lebih baik seiring dengan semakin meningkatnya pendapatan Tol pada
ruas-ruas baru yang telah dioperasikan.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

144
144

Identitas Perseroan
Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Terlepas dari kendala


terlambatnya pembebasan lahan,
pada Tahun ini Perseroan telah
berhasil menambah Jalan Tol
yang Beroperasi sebanyak dua
ruas, yaitu Jalan Tol Nusa DuaNgurah Rai-Benoa (Bali Mandara)
dan Jalan Tol JORR W2 Utara
Seksi Kebun Jeruk-Ciledug.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

145

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Pengembangan
Proyek Baru

Saat ini, Perseroan melalui Anak Perusahaan, telah memiliki tambahan total 9 (sembilan) ruas konsesi jalan tol baru.
Perseroan merupakan pemegang saham mayoritas pada seluruh Anak Perusahaan pemegang konsesi 9 (sembilan)
ruas jalan tol tersebut. Persentase kepemilikan Perseroan pada Anak Perusahaan pemegang konsesi ruas-ruas jalan
tol baru tersebut dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

Persentase Kepemilikan Jasa Marga pada Anak Perusahaan (status 31 Desember 2013)
No.

Ruas

Panjang

Anak Perusahaan

Kepemilikan
Jasa Marga
(%)

1.

Bogor Outer Ring Road

11 km

PT Marga Sarana Jabar

55,0

2.

Semarang-Solo

73 km

PT Trans Marga Jateng

60,0

3.

Surabaya-Mojokerto

36 km

PT Marga Nujyasumo Agung

55,0

4.

JORR W2 Utara

8 km

PT Marga Lingkar Jakarta

65,0

5.

Gempol-Pasuruan

34 km

PT Trans Marga Jatim Pasuruan

96,4

6.

Gempol-Pandaan

14 km

PT Jasamarga Pandaan Tol

66,5

7.

Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa

10 km

PT Jasamarga Bali Tol

55,0

8.

Cengkareng-Kunciran

14 km

PT Marga Kunciran Cengkareng

76,1

9.

Kunciran-Serpong

11 km

PT Marga Trans Nusantara

60,0

Total

211 km

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

146

Identitas Perseroan
Profil Perseroan

Konstruksi Jalan Tol


Bogor Ring Road
Seksi 2a Kd Halang
- Kd Badak.

Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Kinerja Pengembangan Bisnis Jalan Tol


Terlepas dari kendala terlambatnya pembebasan lahan, pada Tahun ini Perseroan telah
berhasil menambah Jalan Tol yang Beroperasi sebanyak dua ruas, yaitu Jalan Tol Nusa
Dua-Ngurah Rai-Benoa (Bali Mandara) dan Jalan Tol JORR W2 Utara Seksi Kebun
Jeruk-Ciledug.
Strategi Perseroan dalam memastikan tercapainya target pengoperasian ruas-ruas
tol baru fokus pada progres pembebasan lahan. Berbagai usaha telah dilakukan oleh
Manajemen seperti melakukan kordinasi dengan tim pemebebasan lahan, pendekatan
yang persuasif kepada warga yang terkena gusur, hingga membentuk Tim percepatan
pembebasan lahan demi tercapainya target pembebasan lahan yang telah dicanangkan
oleh Perseroan. Meskipun belum memberikan hasil secepat yang diharapkan, namun
usaha tersebut berdampak cukup positif bagi Perseroan, terbukti Jasa Marga menjadi
satu-satunya Pengembang dan Operator Jalan Tol yang berhasil menambah panjang
jalan tol beroperasi pada Tahun 2013.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

147

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Sampai dengan akhir tahun 2013 jika dibandingkan pada 2012, kemajuan masing-masing proyek jalan tol
tersebut adalah sebagai berikut:

Jalan Tol Bogor Outer Ring Road - PT marga saranajabar


Bogor Outer Ring Road

Panjang Jalan
(Km)

Seksi 1

Sentul-Kedung Halang

Seksi 2A

Kedung Halang-

Pengadaan Tanah (%)

Konstruksi (%)

2012

2013

2012

2013

3,8

100,0

100,0

100,0

100,0

46,1

100,0

16,1

88,8

2,2

KedungBadak
Seksi 2B

KedungBadak-Yasmin

Seksi 3

Yasmin-Darmaga
Total

11


BORR menghubungkan Tol Jagorawi dengan Kota Bogor. Melihat perekonomian Kota Bogor yang tumbuh cukup
signifikan (data BPS Jabar: rata 5,5% selama 2007-2012) sehingga membutuhkan infrastruktur jalan untuk
memudahkan pergerakan barang dan jasa di kota tersebut. Melihat potensi tersebut Perseroan optimis BORR
akan mempunyai prospek yang bagus dimasa yang akan datang.
Rencana pengoperasian Tol Bogor Outer Ring Road dibagi menjadi empat seksi dimana Seksi 1 Sentul-Kedung
Halang sepanjang 3,8 km telah dioperasikan sejak akhir tahun 2009 dan Seksi 2A Kedung Halang-Kedung Badak
sepanjang 1,95 km direncanakan akan beroperasi pada tahun 2014. Sementara itu, Seksi 2B dan Seksi 3 sampai
dengan 31 Desember 2013 masih dalam proses sosialisasi awal pembebasan lahan.

Proyek pembangunan Jalan Tol Bogor Outer Ring Road Seksi 2a Kd Halang-Kd Badak

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

148

Identitas Perseroan

Jalan Tol Semarang-Solo - PT Trans Marga Jateng.

Profil Perseroan

Semarang - Solo

Transformasi
Jasa Marga

Konstruksi (%)

2012

2013

2012

2013

Semarang-Ungaran

10,8

100,0

100,0

100,0

100,0

Seksi 2

Ungaran-Bawen

12,3

99,0

100,0

62,3

97,0

Seksi 3

Bawen-Solo

49,5

2,5

Total

72,6

Seksi 1

Laporan
Manajemen

Pengembangan
Proyek Baru

Pengadaan Tanah (%)

(Km)

Ikhtisar 2013

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

Panjang Jalan

Jalan tol ini menghubungkan Kota Semarang sebagai ibu kota Jawa Tengah dengan Kota Solo. Tol Semarang-Solo

Pengelolaan
Human Capital

merupakan bagian jaringan dari Jalan Tol Trans Jawa yang merupakan jalur bisnis dimana nantinya menghubungkan

Tata Kelola
Perusahaan

Perseroan sejak tahun 1983, sehingga beroperasinya Jalan Tol Semarang-Solo akan meningkatkan volume kendaraan

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

dua kota besar Jakarta dan Surabaya. Ruas ini juga terkoneksi dengan Jalan Tol Semarang yang sudah dioperasikan oleh
pada Jalan Tol Semarang. Melihat posisi Semarang-Solo yang cukup strategis dalam mendukung perekonomian di
Indonesia dan berdampak positif pada Ruas Tol Semarang maka Perseroan berupaya untuk dapat menyelesaikan dan
mengoperasikan ruas tersebut dalam waktu dekat.
Rencana pengoperasian Jalan Tol Semarang-Solo dibagi menjadi tiga seksi dimana Seksi 1 Semarang-Ungaran
sepanjang 10,8 km telah dioperasikan sejak tahun 2011 dan Seksi 2 Ungaran-Bawen sepanjang 12 km direncanakan
akan beroperasi pada tahun 2014. Sementara itu, Seksi 3 Bawen-Solo sampai dengan 31 Desember 2013 masih dalam
tahap awal pembebasan lahan.

Jalan Tol Semarang-Solo Seksi 1 Semarang-Ungaran

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

149

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Jalan Tol Surabaya-Mojokerto - PT Marga Nujyasumo Agung


Surabaya - Mojokerto

Panjang Jalan
(Km)

Pengadaan Tanah (%)


2012

2013

Konstruksi (%)
2012

2013

Seksi 1A

Waru-Sepanjang

2,3

100,0

100,0

100,0

100,0

Seksi 1B

Sepanjang-Western Ring Road

4,3

53,4

69,8

6,9

Seksi 2

Western Ring Road-Driyorejo

5,1

35,8

37,7

Seksi 3

Driyorejo-Krian

6,1

50,9

54,8

Seksi 4

Krian-Mojokerto

18,3

62,7

75,6

34,3

53,5

Total

36,3

Sama halnya dengan Tol Semarang-Solo, Ruas Tol Surabaya-Mojokerto juga merupakan jaringan dari Jalan Tol Trans Jawa yang
merupakan jalur bisnis dimana nantinya menghubungkan dua kota besar Jakarta dan Surabaya. Ruas ini juga terkoneksi dengan Jalan
Tol Surabaya-Gempol yang sudah dioperasikan oleh Perseroan sejak tahun 1986, sehingga beroperasinya Jalan Tol Surabaya-Mojokerto
akan meningkatkan volume kendaraan pada Jalan Tol Surabaya-Gempol. Melihat posisi Surabaya-Mojokerto yang cukup strategis dalam
mendukung perekonomian di Indonesia dan berdampak positif pada Ruas Tol Surabaya-Gempol maka Perseroan berupaya untuk dapat
menyelesaikan dan mengoperasikan ruas tersebut.
Rencana pengoperasian Jalan Tol Surabaya-Mojokerto dibagi menjadi lima seksi dimana Seksi 1A-1 Waru-Juanda sepanjang 2,0 km
telah dioperasikan sejak tahun 2011, Seksi Kriyan-Mojokerto sepanjang 18,5 km dalam tahap konstruksi dimana per 31 Desember 2013,
progres konstruksinya sudah mencapai 53,5% sedangkan Seksi Sepanjang-Krian masih dalam tahap pembebasan lahan.

Gerbang Tol Waru pada Seksi 1A Waru-Sepajanjang

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Proyek pembangunan Jalan Tol Seksi 4 Krian-Mojokerto

150

Jalan Tol JORR W2 Utara - PT Marga Lingkar Jakarta


JORR W2 Utara

Panjang Jalan

Identitas Perseroan
Profil Perseroan

Seksi 1

Kebon Jeruk-Ciledug

Transformasi
Jasa Marga

Seksi 2

Ciledug-Ulujami
Total

Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen

Pengadaan Tanah(%)

Konstruksi(%)

(Km)

2012

2013

2012

2013

5,7

98,0

100,0

60,4

100,0

84,0

98,0

9,9

47,3

7,7

JORR W2 Utara merupakan missing link dari Tol Jakarta Outer Ring Road yang sebelumnya sudah lebih dahulu dioperasikan

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

oleh Perseroan. Keberadaan JORR W2 Utara sangat strategis dalam mengurangi kemacetan di dalam Kota Jakarta, karena

Pengembangan
Proyek Baru

Tol Dalam Kota Jakarta dapat berkurang dengan beroperasinya ruas ini.

Pengelolaan
Human Capital

Rencana pengoperasian Tol JORR W2 Utara dibagi menjadi dua tahap, yaitu Seksi 1 Kebun Jeruk-Ciledug sepanjang 5,7 km

Tata Kelola
Perusahaan

JORR W2 Utara merupakan penghubung Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Jakarta-Tangerang sehingga beban kemacetan di

telah beroperasi pada akhir tahun 2013 dan Seksi 2 Ciledug-Ulujami sepanjang 2,0 km yang direncakan akan beroperasi
pada tahun 2014.

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Jalan Tol JORR W2 Utara Seksi Kebon Jeruk-Ciledug

Jalan Tol Gempol-Pasuruan - PT Trans Jatim Pasuruan


Gempol-Pasuruan

Panjang Jalan

Pengadaan Tanah (%)

Konstruksi (%)

(Km)

2012

2013

2012

2013

Seksi 1

Gempol-Rembang

13,9

82,3

82,9

49,9

Seksi 2

Rembang-Pasuruan

8,1

Seksi 3

Pasuruan-Grati

12,2

Total

34,2

Ruas Tol Gempol-Pasuruan merupakan bagian jaringan dari Jalan Tol Trans Jawa yang merupakan jalur bisnis dimana
nantinya menghubungkan Kota Surabaya ke jalur penyebrangan Pulau Jawa dan Pulau Bali. Ruas ini juga terkoneksi dengan
Jalan Tol Surabaya-Gempol yang sudah dioperasikan oleh Perseroan sejak tahun 1986, sehingga beroperasinya Jalan Tol
Gempol-Pasuruan akan meningkatkan volume kendaraan pada Jalan Tol Surabaya-Gempol. Melihat posisi Gempol-Pasuruan
yang cukup strategis dalam mendukung perekonomian di Indonesia dan berdampak positif pada Ruas Tol SurabayaGempol maka Perseroan berupaya untuk dapat menyelesaikan dan mengoperasikan ruas tersebut.
Rencana pengoperasian Jalan Tol Gempol-Pasuruan dibagi menjadi tiga seksi yaitu Seksi Gempol-Rembang sepanjang 13,9
km akan beroperasi pada tahun 2014 sedangkan Seksi 2 Rembang-Pasuruan dan Seksi 3 Pasuruan-Grati masih dalam tahap
sosialisasi awal pembebasan lahan.

Proyek Pembangunan Jalan Tol Gempol Pasuruan Seksi Gempol-Rembang

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

151

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Jalan Tol Gempol-Pandaan - PT Jasamarga Pandaan Tol


Panjang Jalan
(Km)

Gempol-Pandaan

2012

13,6
Total

Pengadaan Tanah (%)


99,0

Konstruksi (%)

2013

2012

99,0

17,1

2013
83,5

13,6

Ruas Tol Gempol-Pandaan merupakan tol bagian penghubung antara kota Surabaya dengan kota Malang. Karakter Tol Gempol-Pandaan
seperti Tol Jagorawi , hal ini disebabkan karena Kota Malang merupakan kota wisata bagi para warga Surabaya seperti halnya Puncak
pada kota Bogor. Beroperasinya Tol Gempol-Pandaan akan mengurangi beban kemacetan di Jalan Arteri terutama pada akhir pekan.
Perseroan berencana mengoperasikan Ruas Gempol-Pandaan pada Tahun 2014

Proyek Pembangunan Jalan Tol Gempol-Pandaan

Ruas Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa (bali mandara) - PT Jasamarga Bali Tol.


Nusa Dua-

Panjang Jalan

Ngurah Rai-Benoa

(Km)
10

Total

Pengadaan Tanah (%)


2012
100,0

2013
100,0

Konstruksi (%)
2012
73,7

2013
100,0

10

Ruas Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa (Bali Mandara) merupakan tol pertama yang ada di pulau Bali. Dengan tingkat kemacetan yang
sangat tinggi di kota Bali, Perseroan berharap beroperasinya Tol Bali Mandara dapat mengurangi kepadatan lalu lintas yang ada. Tol Bali
Mandara telah beroperasi pada tanggal 27 September tahun 2013 dimana pembangunannya membutuhkan waktu kurang lebih 1,5
Tahun. Hal tersebut membuktikan bahwa Perseroan mampu membangun Jalan Tol secara cepat jika tidak ada kendala pembebasan
lahan seperti yang telah ditunjukan pada pembangunan Tol Bali Mandara.

Jalan Tol Bali Mandara

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

152

Jalan Tol Kunciran-Cengkareng - PT Marga Kunciran Cengkareng


Pengadaan Tanah (%)

Panjang Jalan
Identitas Perseroan

Kunciran-Cengkareng

Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga

Total

Konstruksi (%)

(Km)

2012

2013

2012

2013

14,2

0,0

4,2

0,0

0,0

14,2

Ikhtisar 2013

Ruas Tol Kunciran-Cengkareng merupakan rangkaian dari Jakarta Outer Ring Road II yang berposisi di wilayah barat kota

Laporan
Manajemen

Jakarta. Ruas Tol Kunciran-Cengkareng berfungsi mendistribusikan lalu lintas kota Jakarta yang sudah sangat padat.

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

Sampai saat ini Ruas Tol Kunciran-Cengkareng masih dalam proses pembebasan lahan

Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Pembayaran Uang Ganti Rugi Tanah pada Ruas Cengkareng-Kunciran

Kunciran-Serpong - PT Marga Trans Nusantara


Panjang Jalan
Kunciran-Serpong
Total

Pengadaan Tanah (%)

Konstruksi (%)

(Km)

2012

2013

2012

2013

11,2

3,4

10,1

0,0

0,0

11,2

Ruas Tol Kunciran-Serpong merupakan rangkaian dari Jakarta Outer Ring Road II yang berposisi di wilayah barat kota
Jakarta. Bersama Ruas Tol Kunciran-Cengkareng, Ruas Tol Kunciran-Serpong berfungsi mendistribusikan lalu lintas kota
Jakarta yang sudah sangat padat.
Sampai saat ini Ruas Tol Kunciran-Serpong masih dalam proses pembebasan lahan. Meskipun progres pembebasan
lahannya belum optimal, namun dalam beberapa bulan terkahir dipenghujung 2013 mengalami peningkatan progres yang
cukup signifikan.

Pembayaran Uang Ganti Rugi Tanah pada Ruas Kunciran-Serpong

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

153

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Pengembangan Bisnis Non-Tol


Dalam rangka meningkatkan penggunaan aset-aset yang telah dimiliki, Perseroan melakukan diversifikasi usaha untuk meningkatkan
pendapatan usaha dan menunjang bisnis utama Perseroan.

Kinerja Pengembangan Bisnis Non-Tol


Pada Tahun 2013 Pengembangan Bisnis Lain ditopang oleh Jasa Pemeliharaan Jalan Tol, Jasa Pengoperasian Jalan Tol, Sewa lahan
untuk Iklan dan Tempat Istirahat dan Pelayanan. Berbagai usaha dilakukan untuk dapat meningkatkan Pendapatan Usaha Lain mulai
menambah titik iklan hingga investasi pada batching plan untuk memperkuat jasa pemeliharaan Jalan Tol. Strategi yang dilakukan oleh
Perseroan terbukti cukup efektif dalam meningkatkan Pendapatan Usaha Lain. Hal ini terbukti dalam lima tahun terakhir Pendapatan
Usaha Lain tumbuh 70,2%.

Pertumbuhan pendapatan usaha lain


(Dalam miliar Rupiah)

508,20

500,00
450,00
400,00

%
0,2
7
:
r
cag

350,00
300,00
250,00

146,31

250,00

0,00

72,48

50,00

60,52

100,00

2009

2010

2011

143,47

200,00

2012

2013

Untuk memaksimalkan potensi Lahan disekitar Jalan Tol, pada awal tahun 2013 Perseroan telah membentuk Anak Perusahaan yang
bergerak di bidang properti yang kedepannya fokus untuk mengembangkan wilayah disekitar Jalan Tol. Selain Itu pada tahun 2013 pula
Perseroan telah membentuk Unit Bisnis yang fokus pada pengembangan dan pengelolaan Tempat Istirahat dan Pelayanan yang dimiliki
oleh Perseroan.

Prospek Pengembangan Bisnis Non Tol


Kedepan fokus Perseroan mayoritas masih pada strategi pengembangan dan pengoperasian Jalan Tol. Pengembangan Bisnis Non
Tol difokuskan untuk mendukung kedua strategi tersebut. Sehingga kedepan Pengembangan Bisnis Non Tol difokuskan pada Jasa
Pemeliharaan Jalan Tol, Jasa Pengoperasian Jalan Tol dan Properti.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

154

Identitas Perseroan
Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen

Wawancara dengan
Abdul Hadi Hs.Direktur
Pengembangan Usaha

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Tanya

Sebagai awalan, Bagaimana Kinerja Pengembangan Bisnis Jalan Tol


pada 2013?

Jawab

Pada Tahun 2013 Perseroan telah berhasil menambah Jalan Tol yang Beroperasi
sebanyak dua ruas, yaitu Jalan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa (Bali Mandara) dan Jalan
Tol JORR W2 Utara Seksi Kebun Jeruk-Ciledug. Selain mengoperasikan dua ruas tol baru
Perseroan saat ini sedang melakukan konstruksi pada tujuh ruas tol baru dimana 3 ruas
tol yaitu Bogor Ring Road Seksi 2a, Semarang-Solo seksi Ungaran-Bawen, dan GempolPandaan telah memasuki tahap akhir konstruksi.

T:T

Apa kendala terbesar yang dihadapi dalam pembangunan ruas-ruas


Jalan tol baru dan bagaimana bapak dalam menghadapi kendala
tersebut?

J:J

Kendala terbesar dalam melakukan pengembangan bisnis Jalan Tol adalah


ketidakpastian waktu pembebasan lahan sehingga sulit memprediksi pengoperasian
Jalan Tol Baru secara tepat. Proses Pembebasan Lahan sepenuhnya menjadi tanggung
jawab dan wewenang Pemerintah, namun demikian Perseroan berupaya untuk
mendorong percepatan pembebasan Lahan dengan membentuk tim percepatan
pembebasan lahan yang bertugas untuk berkoordinasi dan membantu kerja Tim
Pembebasan Tanah. Hal ini terbukti cukup efektif mengingat Jasa Marga menjadi Badan
Usaha Jalan Tol dengan aktifitas konstruksi terbesar jika dibandingkan Badan Usaha
Jalan Tol lainnya.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

155

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

T:T

Bagaimana Progres pembangunan sembilan ruas proyek Jalan Tol


baru yang dimiliki oleh Perseroan?

J:J

Kami menargetkan tahun depan akan mengoperasikan 6 Ruas Jalan Tol Baru yang
dimiliki oleh Perusahaan, yaitu: yaitu Bogor Ring Road Seksi 2a, Semarang-Solo seksi
Ungaran-Bawen, Gempol-Pandaan, JORR W2 Utara Seksi Ciledug-Ulujami dan GempolPasuruan Seksi Gempol-Rembang, dan relokasi Porong-Gempol Seksi Kejapanan-Gempol.
Selebihnya ditargetkan akan dioperasikan secara bertahap pada Tahun 2015 dan 2016.

T:T

Setelah sembilan ruas yang dimiliki kedepannya apa langkah yang


akan dilakukan oleh Perseroan?

J:J

Kami akan terus menambah Ruas Tol yang Perseroan miliki baik melalui akuisisi atau
tender terutama pada ruas-ruas yang terkoneksi dengan ruas tol eksisting Perseroan.
Selain hal tersebut Kami juga sudah memulai melakukan penjajakan atas kemungkinan
pembangunan Jalan Tol di luar pulau Jawa seperti Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.
Kami percaya dengan terus menambah kepemilikan hak konsesi Jalan Tol baru akan
menjadikan Perseroan terus tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.

T:T

Bagaimana dengan Pengembangan Bisnis Non Tol?

J:J

Bisnis Non Tol pada tahun ini berkembang cukup signifikan yang ditopang melalui Jasa
PemeliharaanJalan dan Jembatan Tol, Jasa Pengoperasian Jalan Tol, Sewa lahan untuk
Iklan dan Tempat Istirahat dan Pelayanan. Pendapatan Usaha Lainnya tahun 2013
berhasil tumbuh lebih dari 200% dari tahun 2012. Kedepan fokus utama pengembangan
bisnis non-tol pada tiga sektor, yaitu jasa pemeliharaan jalan tol, jasa pengoperasian
jalan tol, dan Properti.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

156

Jasa Marga

Menuju Pertumbuhan Berikutnya


Leading Up to the Next Growth
Target Operasi Penuh

2016

Target Operasi Penuh

2015

Bogor Outer Ring Road (11 Km)

Surabaya-Mojokerto (36,27Km)

Operasi: 3,8 Km
Proses pembangunan: 2 Km

Operasi: 2,3 Km
Proses pembangunan: 18,5 Km

Target Operasi Penuh

2014

JORR W2 Utara (7,7 Km)


Operasi: 5,65 Km
Proses pembangunan: 2,05 Km

Target Operasi Penuh

2014

Gempol-Pandaan (13,60 Km)


Operasi: 0 Km
Proses pembangunan: 13,6 Km

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Target Operasi Penuh

Gempol-Pasuruan (34,20Km)
Operasi: 0 Km
Proses pembangunan: 13,90 Km

2016

157

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Target Operasi Penuh

2016

Semarang-Solo (72,64Km)

Target Operasi Penuh

2013

Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa/


Bali Mandara (10 Km)

Operasi: .10,8 Km
Proses pembangunan: 12,3 Km

Operasi: 10 Km
Proses pembangunan: 0 Km

BALI

DENPASAR

Target Operasi Penuh

2016

Target Operasi Penuh

Cengkareng-Kunciran (14,20 Km)

Kunciran-Serpong (11,20 Km)

Operasi: 0 Km
Proses pembangunan: 0 Km

Operasi: 0 Km
Proses pembangunan: 0 Km

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

2016

Status per 31 Desember 2013

158
158

Identitas Perseroan
Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Untuk mendukung pencapaian Visi


dan Misi Perseroan pada Tahun 2013
dicanangkan Transformasi Organisasi
dan Pengelolaan Sumber Daya Manusia
melalui pengembangan Sistem SDM
yang terintegrasi untuk meningkatkan
efisiensi dan produktivitas karyawan
serta menciptakan kader pemimpin
yang bertalenta.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

159

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Pengelolaan
Human Capital

Paradigma Baru Human Capital


Sumber Daya Manusia (SDM) adalah salah satu aspek yang sangat penting bagi setiap Perusahaan. Untuk itu, kami sejak tahun 2013
telah mengubah paradigma dengan memandang SDM sebagai modal insani (human capital). Paradigma baru ini menempatkan SDM
sebagai subyek yang harus dikelola dengan baik agar mampu menjadi modal untuk meningkatkan kinerja bisnis dalam jangka panjang
secara berkelanjutan.
Perubahan sistem manajemen SDM telah dimulai sejak 2010 dengan melakukan audit yang kemudian dilanjutkan dengan penyusunan
Rencana Strategis Sistem SDM 2010-2020 dengan tahapan pengembangan sebagaimana bagan berikut.

Tahapan Pengembangan Sistem Human Capital Jasa Marga

Transisi I

Transisi II

Ultimate

Strengthening HR Foundation

Building Performance

Optimizing HR Capability
for Business Growth

2010-2013
Jangka Pendek

2013-2017
Jangka Menengah

2017-2022
Jangka Panjang

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

160

Identitas Perseroan

Perseroan melakukan perubahan sistem SDM dengan

Selanjutnya sistem manajemen tersebut dibangun dengan

Profil Perseroan

pendekatan strategi sistem manajemen human capital

model 9 (Sembilan) Proses Strategis Sistem Human Capital yaitu

berbasis kompetensi (Competency Based Human

Desain Organisasi, Rekrutmen dan Seleksi Karyawan, Pelatihan

Resources Management), yaitu kompetensi sebagai dasar

dan Pengembangan, Sistem Remunerasi, Manajemen Kinerja,

Ikhtisar 2013

dalam mengelola karyawan terintegrasi dengan proses

Manajemen Karir dan Talent, Hubungan Industrial dan Manajemen

Laporan
Manajemen

bisnis Perseroan agar menghasilkan kinerja dan kepuasan

Paska Kerja, yang Terintegrasi dan didukung dengan Sistem

kerja yang maksimal.

Teknologi Informasi sebagaimana dapat dilihat pada bagan

Transformasi
Jasa Marga

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru

berikut.

Sembilan Proses Strategis Sistem Human Capital Jasa Marga

Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan

KINERJA BISNIS

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

KEPUASAN DAN KETERIKATAN STAKEHOLDER

Daftar Istilah
Lingkungan Tenaga Kerja

CONGRUENCE

COMPETENCE

HC Admin &
Services

Remunerasi

Pelatihan dan
Pengembangan

Hubungan
Industrial

Rekrutmen dan
seleksi karyawan

COST

Manajemen
Karir

Manajemen
KInerja

COMMITMENT

Laporan Keuangan
Konsolidasian

Manajemen
Paska Kerja

INFORMATION TECHNOLOGY
VISI & MISI

DISAIN ORGANISASI

VALUES & PARADIGMA

RENCANA STRATEGIS

PERUBAHAN LINGKUNGAN STRATEGIS & PERTUMBUHAN INDUSTRI JALAN TOL

9 Proses Strategis Sistem HC JM:


1. Disain Organisasi
2. Rekrutmen & Seleksi Karyawan
3. Pelatihan & Pengembangan
4. Remunerasi
5. Manajemen Kinerja
6. Manajemen Karir
7. Hubungan Industrial
8. Manajemen Paska Kerja
9. HC Administrasi & Services

Restrukturisasi Organisasi Perseroan

Restrukturisasi organisasi diwujudkan dengan mengubah organisasi

Pada tahun 2013, untuk mendukung Transformasi

Jasa Marga menjadi Operating Holding Company, yaitu Kantor

Perseroan dan memastikan pencapaian Visi Perseroan

Pusat Jasa Marga menjadi induk (holding) yang mengelola 12 Anak

yang baru untuk menjadi perusahaan terkemuka di

Perusahaan bisnis jalan tol dan bisnis usaha non tol, sekaligus 9 Unit

Indonesia tahun 2022, Perseroan mulai mewujudkan

Cabang operasional yang mengelola 10 ruas jalan tol.

perubahan paradigma SDM sebagai modal insani


dengan restrukturisasi organisasi dan integrasi sistem

Penyempurnaan organisasi dilakukan secara bertahap khususnya

manajemen SDM dengan menerapkan praktik yang

pada pembentukan Anak Perusahaan untuk mendukung

diakui secara global, diantaranya penyelarasan sistem

pengembangan bisnis Jalan Tol, dan pembentukan Anak

manajemen kinerja, manajemen karir, manajemen

Perusahaan Bisnis Lain yang bergerak di bidang Properti dan Jasa

remunerasi, manajemen pelatihan dan pengembangan

Pemeliharaan Jalan Tol, penambahan Unit Bisnis Pengelolaan

serta manajemen telenta.

Tempat Istirahat untuk mendukung bisnis usaha non tol serta


perubahan unit JMDC sebagai unit mandiri.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

161

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Selain pembentukan Anak Perusahaan, penyempurnaan organisasi juga dilakukan pada pembenahan tanggung jawab jabatan,
penyelarasan standar kompetensi jabatan terhadap visi, misi, strategi, nilai-nilai dan proses bisnis Perseroan.

Organisasi Human Capital


Restrukturisasi pengelola human capital diwujudkan dengan pembentukan 3 unit terpisah pada organisasi Human Capital yaitu unit
Human Capital Strategy and Policy, Human Capital Services serta Jasa Marga Development Center, dengan harapan masing-masing unit
dapat lebih fokus dalam melaksanakan sasaran dan tugasnya namun tetap bersinergi dalam mewujudkan pengelolaan human capital
yang efektif.Human Capital Strategy and Policy terbentuk dengan sasaran sebagai pengarah, pembuat rencana dan pengendali dalam
pengembangan organisasi, pengelola sistem manajemen sumber daya manusia serta pengembangan sumber daya manusia.
Rencana dan pedoman yang dibuat oleh Human Capital Strategy and Policy tersebut kemudian diimplementasikan oleh unit Human
Capital Services yang mengelola manajemen karir, hubungan industri dan remunerasi dari Perseroan.
Jasa Marga Development Center (JMDC) merupakan unit organisasi strategis untuk menjalankan peran sebagai penyelenggara program
pengembangan karyawan Perseroan seperti yang telah ditetapkan oleh Human Capital Strategy and Policy.

Perencanaan SDM dan Rekrutmen


Perencanaan SDM (Manpower Planning)
Dalam rangka perwujudan Visi dan Misi serta sasaran strategis jangka panjang, terkait dengan penggunaan sumber daya manusia
yang efektif dan efisien serta dalam koridor rasio efisiensi dan produktivitas yang diharapkan, maka ditetapkan perkiraan jumlah
karyawan maupun pekerja maksimum dalam jangka panjang dalam suatu dokumen yang disebut Manpower Planning. Untuk itu telah
dilakukan kajian Manpower Planning sebagai acuan dalam penyusunan Staffing Plan dan Rencana Rekrutmen.
Manpower Planning ini dalam penyusunannya mengacu kepada: (a) Visi, Misi dan RJPP Jasa Marga, (b) Kajian mengenai struktur
organisasi dan konsep Rencana Strategis Pengembangan Sistem SDM

Siklus Proses Manpower Planning

workforce analysis
and planning
Align

Eva
luate

STAFFING PLAN
Perencanaan rekrut
internal dan eksternal,
rotasi dan promosi
sesuai dengan
kebutuhan organisasi
Moni
tor

Fine
tune

integrated strategies to
build workforce capability

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

RECRUIT &
PLACEMENT

162

Identitas Perseroan

Rekrutmen SDM

Perseroan senantiasa berkomitmen untuk menjunjung

Profil Perseroan

Rekrutmen dan seleksi karyawan mengacu pada proyeksi

kesetaraan dalam menyeleksi sumber daya manusia. Perseroan

Transformasi
Jasa Marga

jumlah karyawan yang mempertimbangkan rencana

memberikan kesempatan yang sama kepada para pelamar untuk

pengembangan Anak Perusahaan Jalan Tol dan Non Tol

menjadi calon karyawan yang profesional tanpa membedakan

Ikhtisar 2013

serta rencana pensiun karyawan.

suku, agama, ras, golongan, gender atau kondisi fisik.

Seiring dengan dinamika Perseroan dan tugas yang

Sepanjang tahun 2013, Perseroan tidak melakukan rekrutmen

semakin berat dan kompleks membuat Jasa Marga

karyawan baru.

Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

membutuhkan tenaga kerja yang baik dari sisi kualitas

Pengembangan Kompetensi SDM

Pengembangan
Proyek Baru

maupun kuantitas.

Pengelolaan
Human Capital

Dalam melakukan proses rekrutmen, Perseroan bekerja

Tata Kelola
Perusahaan

sama dengan konsultan independen. Proses pemilihan

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

perusahaan tentang pengadaan barang dan jasa yang

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah

konsultan tersebut dilakukan sesuai dengan peraturan

Model Kompetensi Pengembangan SDM


Sebagai wujud implementasikonsep Competency Based
Human Resources Management (CBHRM) maka pengembangan
SDM berdasarkan pada peningkatan kompetensi karyawan.
Untuk itu,Perseroan telah merumuskan model kompetensi

menjunjung tinggi prinsip-prinsip good corporate

yang dilengkapi dengan Kamus Kompetensi yang merupakan

governance (GCG). Proses rekrutmen dilakukan secara

kombinasi hard skill dan soft skill yang harus dimiliki setiap

ketat guna mendapatkan karyawan yang mempunyai

individu berdasar kebutuhan kompetensi setiap unit.

integritas dan kompetensi tinggi.

Laporan Keuangan
Konsolidasian

MODEL Kompetensi

KOMPETENSI
KEPEMIMPINAN

Soft Competency

Kepemimpinan Kelompok / Team Leadership


Ketegasan dalam pengambilan Keputusan / Decisiveness

Business
Acumen

KOMPETENSI INTI
Dorongan Berprestasi / Achievement Orientation
Pembelajaran Berkelanjutan / Continuous Learning
Membangun Kemitraan / Building Partnership
Integritas/ Integrity

Orientasi Pelayan
Pelanggan
Customer Service
Orientation

KOMPETENSI JABATAN
Soft Competency
Pemikiran Analitis / Analytical Thinking
Peduli terhadap Keteraturan dan Kualitas/Concern for Order
Dampak dan Pengaruh/ Impact & Influence
Inisiatif / Initiative
Pemikiran Konseptual/ Conceptual Thinking

Pencarian Informasi / Information Seeking


Komitmen Terhadap organisasi / Organizational Commitment
Kesadaran Organisasi / Organizational Awareness
Empati / Interpersonal Understanding
Kerja Sama Kelompok / Teamwork`

Hard Competency

Hard Competency

KOMPETENSI TEKNIS (Generik)


IT/IT Skill
Komunikasi/Communication Skill
Pengetahuan Organisasi/Organization Knowledge
Berbahasa Inggris/English Proficiency
Kesadaran Mengenai Risiko/Risk Awareness
Kesadaran mengenai Sistem Keselamatan Kerja (K3)
Kesadaran Mengenai Manajemen Mutu/Quality Management
Kesadaran Standar Layanan/Service Standard
Eksekusi Program Strategis /Strategic Program Execution

KOMPETENSI TEKNIS
(SPESIFIK)

Kompetensi Kepemimpinan:
Kompetensi yang berhubungan dengan akuntabilitas/tanggung jawab manajerial dan posisinya sebagai seorang leader. Kompetensi ini memampukan para pemimpin
untuk dapat memberikan arahan yang tepat pada tim, dan menciptakan iklim dan budaya kerja yang kondusif, mampu mendorong dan memimpin proses perubahan,
sehingga mendorong timnya bekerja dengan optimal.
Kompetensi Inti:
Kompetensi yang diterjemahkan dari visi, misi dan nilai-nilai perusahaan, dan harus tercermin pada seluruh karyawan di dalam organisasi.
Kompetensi Jabatan:
Kompetensi yang berhubungan dengan fungsi spesifik di dalam organisasi dan harus tercermin pada karyawan yang memegang jabatan dengan fungsi spesifik.
Kompetensi Teknis:
Kompetensi yang berhubungan dengan kemampuan teknis berkaitan dengan pekerjaan yang diemban, terdiri dari:

Generik : Bagian dari Kompetensi Jabatan yang wajib dimiliki oleh setiap jabatan struktural .

Spesifik : Bagian dari Kompetensi Jabatan yang menjadi persyaratan khusus sesuai fungsi jabatan

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

163

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Pendidikan dan Pelatihan SDM


Dalam rangka mempersiapkan Human Capital Jasa Marga untuk menghadapi tantangan bisnis ke depan melalui program
pendidikan formal.Perusahaan telah mengeluarkan kebijakan tentang pengaturan BEASISWA Karyawan untuk memutakhirkan
ilmu pengetahuan dan meningkatkan kemampuan analisis, sintesis dan inovasi karyawan.
Proses persiapan beasiswa telah dilaksanakan melalui benchmark ke beberapa universitas Luar Negeri seperti: University of
California Los Angeles, University of California Berkeley, Stanford University, London Business School, University of Cambridge,
University of Oxford sebagai tolok ukur Universitas terbaik di dunia.
Perusahaan juga telah melaksanakan Seleksi calon peserta beasiswa bagi para karyawan muda dengan usia maksimal 30 tahun
dan yang berpotensi menjadi kader pimpinan perusahaan untuk mengikuti Beasiswa Kader 2014-2015 yang secara khusus
dipersiapkan perusahaan sebagai salah satu program pengembangan Future Leader Jasa Marga.

STRATEGI DAN KEBIJAKAN POKOK PENDIDIKAN KARYAWAN

Formal Education : Beasiswa S2/S3

Usia < 35 tahun ( Talent)

Usia < 45 tahun ( Non Talent)


Strategi dan Kebijakan
Karyawan
Karyawan
Jasa
Jasa
Marga
Marga

2017 : Beasiswa Dalam Negeri &


Short Course untuk 34-45 th
2022 : Beasiwa Luar Negeri
untuk < 35 th

Future
Leader

Next
Leader

Usia > 35 tahun

S1

Non Formal Education : Short Course

S2
2017

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

S2
2020

S2
2022

164

Identitas Perseroan

Untuk mewujudkan Rencana Strategis perusahaan, maka Perseroan menyadari pentingnya Kader sebagai pemimpin

Profil Perseroan

masa depan perusahaan. Perusahaan sejak tahun 2009 telah mempersiapkan Future Leader Jasa Marga denganProgram

Transformasi
Jasa Marga

Pengembangan Leadershipyang terdiri dari 5 tingkatan program.

Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen

Program Pengembangan Leadership

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

CORPORATE

Leadership

Pemimpin Perusahaan

Pengembangan
Proyek Baru
BUSINESS

Pengelolaan
Human Capital

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

FUNCTIONAL

TEAM
Pemimpin Tim
INDIVIDUAL
Pemimpin
Individu

28 th

32 th

36 th

Setingkat
Manager

Assistant Manager *)

CORPORATE
Leadership

Ethic &
Communication

SENIOR
Leadership

Performance
& Changes

ADVANCE
Leadership

Pemimpin unit
kerja fungsional

26 th

Pelatihan
Program

BUMN

Pemimpin Divisi/
Biro/ Cab/Proyek
LEVEL

Tata Kelola
Perusahaan

Anak Perusahaan

Fokus

Setingkat
AVP/DGM

40 th

HRD & Monitoring

JUNIOR
Leadership

Trust &
Team Work

BASIC
Leadership

Personality

45 th

Setingkat
VP/GM/
Direktur Anak Perusahaan

Pendidikan dan pelatihan karyawan dilaksanakanoleh Unit Jasa Marga Development Center sebagai learning center, dimana
selama tahun 2013, program pelatihan bagi karyawan fokus pada bidang:
Jasa Marga Leadership Program yaitu pengembangan kompetensi kepemimpinan yang bertujuan untuk menyiapkan kader
pemimpin Jasa Marga dimasa depan (future leader) untuk seluruh lapisan karyawan.
Pengembangan kompetensi teknis karyawan (jenis pelatihan, gunanya untuk apa)
Achievement Motivation Training yaitu program peningkatan motivasi serta pembentukan etika dan budaya kerja bagi
karyawan operasional (seperti apa)
Sertifikasi
Selama tahun 2013, telah dilakukan pelatihan yang bersifat pengembangan kompetensi dengan total 6.434 peserta pelatihan
sebagaimana disajikan dalam tabel sebagai berikut:
Pelatihan yang Dilaksanakan Jasa Marga Tahun 2012 dan 2013

Kelompok

2012

2013

Jumlah Peserta
L

Jumlah
Total

Program

Jumlah Peserta
L

Jumlah
Total

Program

Kader
Kepemimpinan

325

123

448

40

156

79

235

11

Pengembangan
Kompetensi

1.108

456

1.564

169

2.646

855

3.501

325

Pembekalan Tata
Nilai, Etika & Budaya
Perusahaan

1.902

437

2.339

112

1.959

582

2.541

74

Standar Profesi

40

14

54

22

109

42

151

29

3.375

1.030

4.405

343

4.870

1.558

6.428

439

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

165

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Jumlah Peserta Pelatihan yang Dilaksanakan Jasa Marga Tahun 2012 dan 2013
Pengembangan
Kompetensi
1.564
35,51%

Standar
Profesi
151
2,35%

Pengembangan
Kompetensi
3.501
54,46%

2013

2012

Kader
Kepemimpinan
235
3,66%

Standar Profesi
54
1,23%

Pembekalan Tata
Nilai, Etika & Budaya
Perusahaan
2.339
53,10%

Kader
Kepemimpinan
450
10,17%

Pembekalan Tata Nilai,


Etika & Budaya Perusahaan
2.541
39,53%

Jumlah program Pelatihan yang Dilaksanakan Jasa Marga Tahun 2012 dan 2013
Pengembangan
Kompetensi
169
49,27%

2013

2012

Pembekalan Tata
Nilai, Etika & Budaya
Perusahaan
112
32,65%

Standar
Profesi
29
6,61%

Pengembangan
Kompetensi
325
74,03%

Standar
Profesi
22
6,41%
Kader
Kepemimpinan
40
11,66%

Kader
Kepemimpinan
11
2,51%

Pembekalan Tata Nilai,


Etika & Budaya Perusahaan
74
16,86%

Selain melalui pelatihan eksternal, Perseroan juga melakukan upaya dan mendistribusikan pengetahuan untuk digunakan kembali,
lain untuk meningkatkan kompetensi karyawan, Jasa Marga telah

diketahui, dan dipelajari oleh seluruh karyawan. EKM diharapkan

membangun Enterprise Knowledge Management (EKM) sebagai

dapat meningkatkan daya saing Perseroan melalui dikelolanya

acuan dalam menyusun perencanaan, melakukan pengembangan

pengetahuan sebagai aset intelektual yang efektif, efisien dan

dan menerapkan Manajemen Pengetahuan Korporat di

terintegrasi dengan seluruh elemen organisasi di Perseroan.

Perseroan untuk mengidentifikasi, menciptakan, menjelaskan,

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

166

Identitas Perseroan
Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Pengembangan Karir Karyawan

Promosi dan mutasi jabatan diberikan kepada beberapa karyawan


untuk memberikan penghargaan kepada karyawan yang memiliki

Program pengembangan karyawan diantaranya

kinerja baik sekaligus dalam rangka penyeleksian sumber daya

dilakukan melalui pelaksanaan mutasi (promosi dan

manusia yang tepat untuk ditempatkan di bidang tertentu.

rotasi), dimana untuk tahun 2013 pengembangan


karyawan Kantor Pusat, Kantor Cabang maupun Kantor

Kenaikan golongan, promosi dan mutasi jabatan karyawan Jasa

Proyek melalui kenaikan golongan sebanyak 34 orang,

Marga tahun 2013 dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

dan promosi jabatan sebanyak 67 orang.

Kenaikan Golongan dan Promosi Karyawan Jasa Marga Tahun 2013


No.

Pengembangan Karir

Kantor
Pusat

Kantor
Cabang

Kantor
Proyek

Jumlah

1.

Kenaikan Golongan

11

23

34

2.

Promosi Jabatan

18

48

67

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

167

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Penghargaan kepada Karyawan

Kebijakan dalam Kesempatan Kerja

Untuk memberikan apresiasi terhadap karyawan yang

Kebijakan dalam hal kesempatan kerja, baik penempatan

telah mengabdikan diri pada Perseroan, Perseroan

karyawan maupun pengembangan karir karyawan dituangkan

memberikan penghargaan kepada karyawan.

dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB).Jasa Marga melaksanakan

Terdapat dua jenis penghargaan yang diberikan, yakni

pengisian formasi dan pengembangan karir secara selektif dan

penghargaan bagi pensiunan dan penghargaan atas

terbuka tanpa diskriminasi (gender ras suku agama), dengan

kesetiaan pada Perseroan.

memprioritaskan sumber dari dalam Perusahaan dengan


memperhatikan prestasi kerja, kemampuan dan

Pada tahun 2012, Perseroan memberikan Penghargaan

kompetensi Karyawan.

bagi 129 orang pensiunan dan Penghargaan Kesetiaan


kepada 1.125 orang karyawan yang telah melampaui
masa kerja 10, 15, 20, 25 dan 30 tahun yang diberikan
pada tanggal 01 Maret 2013. Penghargaan bagi
pensiunan dan Penghargaan Kesetiaan bagi karyawan
untuk tahun 2013 akan diberikan pada tanggal 01 Maret
2014, bertepatan dengan peringatan 36 tahun berdirinya

Produktifitas Karyawan
Manajemen Jasa Marga berkomitmen untuk senantiasa mencapai
kinerja ekselen melalui penyediaan sumber daya manusia yang

Jasa Marga.

handal. Untuk merealisasikan komitmen tersebut, Jasa Marga

Penghargaan Kesetiaan Karyawan Jasa


Marga Tahun 2013

sumber daya manusia.

Masa Kerja

meningkatkan pendayagunaan dan mengendalikan jumlah

Jumlah Penerima Penghargaan

10 Tahun

31

15 Tahun

288

20 Tahun

198

25 Tahun

450

30 Tahun

158

Total

1.125

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Pendayagunaan Sumber Daya Manusia dilakukan dengan


meningkatkan kompetensi melalui pelatihan, menyempurnakan
Sistem Manajemen Kinerja Karyawan serta meningkatkan motivasi
dengan memperbaiki Sistem Remunerasi.
Pengendalian jumlah Sumber Daya Manusia dilakukan melalui
kombinasi kebijakan penggunaan teknologi untuk otomatisasi
transaksi tol dan rekrutmen secara terbatas untuk memenuhi
kebutuhan posisi manajerial.

168

Identitas Perseroan

Jumlah Karyawan

Profil Perseroan

Untuk mendukung pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan, saat ini Perseroan berusaha mengoptimalisasi

Transformasi
Jasa Marga

pendayagunaan SDM yang ada. Jumlah karyawan tetap pada tahun 2013 mencapai 4.875 orang, turun 3,94% dibandingkan

Ikhtisar 2013

dibandingkan dengan jumlah karyawan tetap di tahun 2011 yang mencapai 5.154 orang, tahun 2010 yang mencapai 5.303 dan

Laporan
Manajemen

tahun 2009 yang mencapai 5.443 orang.

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

Rasio jumlah karyawan per km panjang jalan tol semakin membaik menjadi sebesar 8,80 yaitu karena adanya beberapa upaya

Pengembangan
Proyek Baru

melalui implementasi transaksi elektronik dan e-Toll Card.

Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah

dengan jumlah karyawan tetap pada tahun 2012 yang mencapai 5.075 orang. Jumlah ini juga semakin menurun jika

Perseroan dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan SDM serta adanya modernisasi sistem pembayaran transaksi elektronik

Komposisi Karyawan Tetap Berdasarkan


Status Jabatan
Komposisi Karyawan Tetap Berdasarkan
Status Jabatan Tahun 2012 dan 2013
Status Jabatan

2012

2013

Jumlah

Proporsi

Jumlah

Proporsi

(orang)

(%)

(orang)

(%)

Operasional

3,471

68.4

3309

67.9

Non-Operasional

1,604

31.6

1566

32.1

Jumlah

5,075

100

4,875

100

Laporan Keuangan
Konsolidasian

KOMPOSISI KARYAWAN TETAP BERDASARKAN STATUS


JABATAN TAHUN 2012
NonOperasional
1,604
32%

KOMPOSISI KARYAWAN TETAP BERDASARKAN STATUS


JABATAN TAHUN 2013
NonOperasional
1,566
32%

Operasional
3,471
68%

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Operasional
3,309
68%

169

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Komposisi Karyawan Berdasarkan Status Kepegawaian


Komposisi Karyawan Berdasarkan Status Kepegawaian
Tahun 2012 dan 2013

Status Kepegawaian

2012

2013

Tenaga Kerja Tetap

5,075

4,875

Tenaga Kerja Tidak Tetap

2,939

32

32

2.939

4.875

5.075

Komposisi Karyawan Berdasarkan Status Kepegawaian Tahun 2012 dan 2013

Tenaga Kerja Tidak Tetap

Tenaga Kerja Tetap


2012

2013

Perseroan menjamin hak-hak baik karyawan tetap maupun karyawan tidak tetap. Adapun benefit antara karyawan tetap dan
tidak tetap adalah sebagai berikut:
Hak-hak Karyawan Jasa Marga

Kebijakan Perseroan

Karyawan Tetap

Karyawan Tidak Tetap

I. Pelayanan
1.

Informasi

2.

Fasilitas Kesehatan

3.

Pendampingan Hukum

4.

Jamsostek

II. Benefit
1.

Bantuan Pendidikan

2.

Bonus/Insentif

3.

Ongkos Cuti

4.

Pinjaman Karyawan (perumahan, pendidikan

dan fasiiltas kendaraan)


5.

Penghargaan

6.

Studi Banding di Dalam/Luar Negeri

7.

Pelatihan

III.

Lainnya & Pokok

1.

THR

2.

Gaji

3.

Seragam Dinas

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

170

Identitas Perseroan

Komposisi Karyawan Tetap Berdasarkan Golongan

Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga

Komposisi Karyawan Tetap Berdasarkan Golongan


Tahun 2012 dan 2013

Ikhtisar 2013

Golongan

Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

2012
Jumlah (orang)

II

2013
Proporsi (%)

83

Jumlah (orang)

1.6

70

Proporsi (%)
1.4

III

148

2.9

143

2.9

IV

231

4.6

232

4.8

227

4.5

196

4.0

VI

1,277

25.2

1,308

26.8

VII

3,003

59.2

2,844

58.3

VIII
Jumlah
Keterangan:
Golongan II

Golongan III

Golongan IV

106

2.1

82

1.7

5,075

100

4,875

100

Corporate Secretary, Head, Vice President, General Manager,


Pemimpin Proyek, Advisor.
Assistant Vice President, Senior Manager, Deputy General Manager,
Coordinator, Kepala Bagian, Senior Specialist
Manager, Specialist, President Director Secretary

Golongan V Assistant Manager, Kepala Gerbang Tol, Director Secretary, Bendahara II.
Golongan VI Kepala Shift, Juru Tata Usaha, Tata Usaha Kantor Cabang, Sekretaris VP/GM,

Petugas Informasi dan Komunikasi.
Golongan VII Pengumpul Tol, Pelayanan Lalu Lintas, Tata Usaha, Teknisi.
Golongan VIII Messenger, Driver.

Berdasarkan tabel di atas, pada tahun 2013, komposisi karyawan berdasarkan golongan didominasi oleh golongan VII yang
merupakan 58,3% dari total karyawan Perseroan.

Komposisi Karyawan Tetap Berdasarkan Jenis Kelamin


Komposisi Karyawan Tetap Berdasarkan Jenis Kelamin
Tahun 2012 dan 2013

Jenis Kelamin

2012

2013

Pria

3.993

3.808

Wanita

1.082

1.059

Jumlah

5.075

4.875

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

171

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Pengelolaan Hubungan Karyawan


dengan Manajemen

Program PasKa kerja


Perseroan memiliki keyakinan bahwa kepastian akan

Jasa Marga senantiasa berkomitmen untuk memelihara

kesejahteraan paska kerja akan mempengaruhi loyalitas dan

hubungan industrial yang baik antara karyawan dan

produktifitas karyawan semasa kerja dalam mencapai tujuan

manajemen serta menghormati hak dan kewajiban

Perseroan. Untuk itu Perseroan telah memberikan fasilitas dan

karyawan sesuai dengan peraturan perundang-undangan

perlindungan paska kerja berupa:

yang berlaku. Kebebasan organisasi diwujudkan dengan

a. Program Pensiun

penyaluran aspirasi karyawan yang baik dan sesuai

Perseroan menyelenggarakan Program Pensiun melalui

dengan etika. Kebebasan organisasi diwujudkan dengan

Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) yang diselenggarakan

adanya Serikat Karyawan Jasa Marga yang didirikan pada

oleh Dana Pensiun Jasa Marga, yang pendiriannya telah

tahun 1999 dengan nama Serikat Karyawan Jasa Marga

mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan Republik

(SKJM), dimana seluruh karyawan Jasa Marga

Indonesia Nomor: KEP-370/KM.17/1997 tanggal 15 Juli 1997

merupakan anggotanya.

dan diperbaharui dengan KEP-379/KM.6/2004 tanggal 14


September 2004.

Hubungan yang harmonis antara Manajemen dan


Serikat Karyawan yang didasarkan pada semangat

Pada tahun 2013 telah dikeluarkan Keputusan Direksi PT

kemitraan selama ini mampu membangun suasana kerja

Jasa Marga (Persero) Tbk Nomor: 117/KPTS/2013 tanggal 28

yang kondusif.

Agustus 2013 tentang Peraturan Dana Pensiun Jasa Marga


dan telah disahkan oleh Otoritas Jasa Keuangan melalui Surat

Pada tahun 2012, Perseroan dan SKJM telah melakukan

Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor

perundingan dengan pokok-pokok kesepakatan

: KEP-16/NB.1/2014 tanggal 16 Januari 2014.

sebagaimana tertuang dalam Berita Acara Rapat Bipartit


Perjanjian Kerja Bersama (PKB) 2012-2014 tanggal 14

Peserta PPMP adalah karyawan tetap Perseroan yang telah

Juni 2012. PKB tersebut telah didaftarkan di Kementerian

bekerja di Perseroan sampai dengan tanggal 30 Juni 2012,

Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI Direktorat Jenderal

sedangkan terhadap karyawan yang bekerja di Perseroan

Pembinaan Hubungan Industri dan Jaminan Sosial

mulai 1 Juli 2012 diikutsertakan dalam Program Pensiun Iuran

Tenaga Kerja Jakarta berdasarkan Keputusan Direktur

Pasti (PPIP) yang diselenggarakan oleh Dana Pensiun Lembaga

Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan

Kuangan (DPLK), sebagaimana Perjanjian Kerja Bersama (PKB

Sosial Tenaga Kerja No. Kep. 137/PHUSK.PKKAD/PKB/

2012-2014) pasal 41.

VIII/2012 tentang Pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama


antara PT Jasa Marga (Persero) Tbk. dan Serikat Pekerja

Iuran Coming Service atas program tersebut yang berlaku

Jasa Marga tanggal 14 Agustus 2012.

sampai dengan bulan Desember 2013, masing-masing


dibebankan kepada karyawan sebesar 3% dari PhDP

Hingga akhir Desember 2013, Manajemen telah berhasil

dan 13.7% merupakan beban Perseroan, dan Iuran

menyelesaikan dan memenuhi sebagian besar hal-hal

PSL atas program tersebut sepenuhnya menjadi

yang disepakati dalam PKB tersebut.

tanggungan Perseroan.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

172

Identitas Perseroan
Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga

b. Program Purna Karya


Dalam rangka menunjang kelangsungan aktifitas
bagi karyawan Perseroan yang telah mengakhiri
masa bhaktinya di Perseroan, maka Perseroan

Ikhtisar 2013

memberikan tunjangan berupa Uang Purna Karya

Laporan
Manajemen

yang pengelolaannya bekerjasama dengan AJB

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

sejak tahun 2007.

Bumiputera 1912 berdasarkan Perjanjian Kerjasama

Pengembangan
Proyek Baru

Iuran Coming Service atas program tersebut masing-

Pengelolaan
Human Capital

dari PhDA dan 4% merupakan beban Perseroan,

Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

masing dibebankan kepada karyawan sebesar 2%


sedangkan Iuran PSL atas program tersebut
sepenuhnya menjadi tanggungan Perseroan.
Manfaat yang akan didapat dari Program tersebut
ketika Karyawan berhenti bekerja pada Usia Pensiun
Normal (56 tahun) adalah sebesar 24 x PhDA,
sedangkan terhadap karyawan yang berhenti bekerja
pada Usia Pensiun Dipercepat akan mendapatkan
Uang Purna Karya secara Proporsional, dan bagi yang
berhenti sebelum memasuki Usia Pensiun Dipercepat
akan mendapatkan uang Purna Karya sebesar Nilai
Tunai berdasarkan Perhitungan Aktuaria.
c. Program Jaminan Hari Tua dari Jamsostek
Semua karyawan Perseroan diikutsertakan
dalam Program JHT dari PT Jamsostek (BPJS
Ketenagakerjaan), Iuran JHT sebesar 5.7% dari Upah
semula sepenuhnya merupakan Beban Perseroan
sampai dengan bulan Juni 2013, sedangkan sejak

Pengelolaan Tenaga Alih Daya


Dalam upaya meningkatkan kepatuhan (compliance) kepada
ketentuan perundangan bidang ketenagakerjaan terkait
pemenuhan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Nomor 19 tahun 2012 tentang Syarat-Syarat penyerahan
sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lain,
Perusahaan telah melakukan pengakhiran pola hubungan kerja
Tenaga Alih Daya. Selanjutnya eks Tenaga Alih Daya yang ada
dan memenuhi syarat direkrut oleh Anak Perusahaan yang
melaksanakan jasa pemborongan pekerjaan pengoperasian
jalan tol.

Biaya Sumber Daya Manusia


Selama tahun 2013, biaya Sumber Daya Manusia Jasa Marga
untuk penggajian sebesar Rp365.135.739.955 meningkat
dibandingkan tahun 2012 sebesar Rp350.019.702.054.
Total realisasi investasi pendidikan dan pelatihan tahun 2013
yaitu Rp18.660.453.279 lebih tinggi dibandingkan tahun 2012
sebesar Rp9.911.096.482. Hal ini menunjukkan komitmen Jasa
Marga terhadap pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan
demi terciptanya pemimpin Perseroan yang handal
di masa depan.
Biaya Sumber Daya Manusia Jasa Marga 2012 dan 2013

Jenis

2013

2012

Juli 2013 pembayaran Iuran JHT dimaksud, 2%

Biaya Penggajian

365.135.739.955

350.019.702.054

menjadi Beban Karyawan sebagaimana ketentuan

Biaya Pendidikan

18.660.453.279

9.911.096.483

perundangan yang berlaku yang diratifikasi kedalam

dan Pelatihan

Keputusan Direksi PT Jasa Marga (Persero) Tbk Nomor


: 58/KPTS/2013 tanggal 25 Maret 2013.
d. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan
Disamping mendapatkan manfaat berupa Uang
tunai, Pensiunan juga mendapatkan fasilitas
Kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku
sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Direksi
Nomor: 141/KPTS/2012 jo surat Keputusan Direksi
Nomor 228/KPTS/2006.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

173

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Wawancara dengan
Muh Najib Fauzan
Direktur
Sumber Daya Manusia

Tanya

Jawab J

Bagaimana kinerja pengelolaan SDM pada tahun 2013?


Rasio jumlah karyawan tetap per km panjang jalan tol tahun 2013 sebesar 8,8 menunjukkan perbaikan dibandingkan
dengan tahun 2012 sebesar 9,3 yang dicapai melalui peningkatan efisiensi pengelolaan SDM serta modernisasi
sistem pembayaran transaksi dengan mengimplementasikan transaksi elektronik. Pada tahun 2013, jumlah pegawai
tetap 4.875, turun 3.94% dari tahun 2012.
Pada tahun 2013 dilakukan perubahan struktur organisasi sebagai upaya untuk mendukung Visi dan Misi Perseroan
yang baru untuk memperkokoh posisi Perseroan dalam industri jalan tol melalui pengembangan jalan tol baru dan
meningkatkan kinerja operasional. Selain itu juga dilakukan penyesuaian strategi dan sistem Human Capital sesuai
dengan Rencana Strategis Human Capital yang lebih terarah dan sesuai dengan dinamika perubahan serta Rencana
Jangka Panjang Perusahaan 2013-2017.
Manajemen juga melaksanakan pemenuhan formasi SDM baik secara kualitas maupun secara kuantitas. Penyempurnaan
Sistem Manajemen SDM dilakukan dengan melakukan restrukturisasi organisasi menjadi Operating Holding Company.
Untuk meningkatkan kompetensi dan mempersiapkan Human Capital Jasa Marga dalam menghadapi tantangan
bisnis ke depan, Perseroan menyelenggarakan pelatihan untuk dalam rangka pengembangan SDM berdasarkan
model kompetensi beserta Kamus Kompetensi yang telah dirumuskan.
Dalam upaya meningkatkan kepatuhan (compliance) kepada ketentuan perundangan bidang ketenagakerjaan
terkait pemenuhan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 19 tahun 2012 tentang Syarat-Syarat
penyerahan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lain, Perusahaan telah melakukan pengakhiran
pola hubungan kerja Tenaga Alih Daya. Selanjutnya eks Tenaga Alih Daya yang ada dan memenuhi syarat direkrut
oleh Anak Perusahaan yang melaksanakan jasa pemborongan pekerjaan pengoperasian jalan tol.
Pengendalian jumlah Sumber Daya Manusia dilakukan melalui kombinasi kebijakan penggunaan teknologi untuk
otomatisasi transaksi tol dan rekrutmen secara terbatas untuk memenuhi kebutuhan posisi manajerial.

T
T:

Apa yang menjadi tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam pengelolaan SDM?

J:J

Tantangan dalam pengelolaan SDM adalah upaya untuk memenuhi kebutuhan formasi jabatan dan peningkatan
kompetensi untuk mendukung pertumbuhan Perseroan dan menggantikan karyawan yang telah pensiun. Selain itu
tantangan yang dihadapi adalah upaya untuk meningkatkan sistem dan manajemen SDM untuk mendukung kebutuhan
pertumbuhan Perseroan. Pada tahun 2013, Perseroan menghadapi masalah perubahan regulasi tenaga alih daya.

T
T:

Bagaimana strategi menghadapi tantangan tersebut?

J:J

Dalam upaya untuk memenuhi tuntutan kebutuhan SDM, Perseroan melakukan upaya peningkatan kompetensi
dan merencanakan rekrutmen karyawan yang pelaksanaannya dilakukan pada tahun 2014. Untuk mengantisipasi
kebutuhan karyawan dalam jangka panjang dan mengantisipasi penggantian karyawan yang pensiun, Perseroan
melakukan serangkaian pelatihan secara terstruktur untuk mempersiapkan kader pemimpin yang berkarakter dan
bertalenta untuk menduduki posisi posisi strategis dalam jangka panjang.
Untuk masalah tenaga alih daya, Perseroan melakukan penyelesaian tenaga alih daya dengan melakukan
rekstrukturisasi jasa pengoperasian melalui Anak Perusahaan, dimana tenaga alih daya diarahkan untuk menjadi
pegawai pada Anak Perusahaan guna memenuhi ketentuan Pemerintah tentang tenaga alih daya.

T
T:

Bagaimana strategi SDM dalam jangka panjang?

J:J

Perseroan melakukan perbaikan dalam sistem dan manajemen SDM dengan menerapkan 9 Pilar Pengelolaan SDM
yang terintegrasi untuk meningkatkan kinerja organisasi. Perbaikan Sistem SDM akan dilakukan secara bertahap
dengan target pada tahun 2014 akan diberlakukan Sistem Manajemen Kinerja dimana akan diterapkan sistem
remunerasi dan pemberian jasa produksi dan insentif lainnya berdasarkan kinerja, sehingga akan mendorong
karyawan lebih berprestasi.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

174
174

Identitas Perseroan
Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Sebagai bentuk komitmen untuk


terus meningkatkan Good Corporate
Governance, pada tahun 2013
Perseroan mengimplementasikan
Whistleblowing System Jasa MargaAmanah serta melakukan kerja
sama dengan Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK) dalam Program
Pengendalian Gratifikasi.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

175

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Tata Kelola
Perusahaan

Jasa Marga bekerja


sama dengan Komisi
Pemberantasan Korupsi
(KPK) Republik Indonesia
telah bersama-sama
menandatangani Komitmen
Program Pengendalian
Gratifikasi pada tanggal 11
Juli 2013, sebagai salah satu
wujud komitmen Perseroan
untuk meningkatkan GCG
dan menjaga Perseroan
tetap bersih dan bebas
dari Korupsi, Kolusi dan
Nepotisme (KKN).

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

176

Identitas Perseroan

Komitmen Jasa Marga dalam Penerapan GCG

Tujuan Penerapan GCG di Jasa Marga adalah sebagai berikut:

Profil Perseroan

Seluruh Insan Jasa Marga menuangkan komitmennya untuk

1. Mengendalikan dan mengarahkan hubungan antara

Transformasi
Jasa Marga

menerapkan prinsip-prinsip GCG di Perseroan dengan

Pemegang Saham, Dewan Komisaris, Direksi, Karyawan,

penandatanganan Pakta Integritas yang dilakukan setiap awal

Pengguna Jalan Tol/Pelanggan Lainnya, Mitra Usaha,

Ikhtisar 2013

tahun.

Kreditur/Investor, Serta Masyarakat dan Lingkungan

Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

2. Mendorong dan mendukung pengembangan,


Pakta Integritas juga ditandatangani bersama-sama dengan

pengelolaan risiko Perseroan secara lebih hati-hati

penyedia barang/ jasa pada saat proses pengadaan barang/

(prudent), akuntabel dan bertanggungjawab sejalan

jasa di lingkungan Perseroan.

dengan prinsip-prinsip GCG.

Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

3. Memaksimalkan nilai Perseroan agar Perseroan memiliki


daya saing yang kuat, baik secara nasional maupun

Tujuan Penerapan GCG Jasa Marga

internasional.
4. Memberdayakan fungsi dan kemandirian masing-masing

Untuk mewujudkan perusahaan yang berdaya saing tinggi


dan terus tumbuh berkembang, Jasa Marga telah dan terus

Organ Perusahaan.
5. Mendorong pengelolaan Perseroan secara profesional,

mengembangkan struktur dan sistem tata kelola perusahaan

efektif dan efisien demi tercapainya Visi dan Misi

(Good Corporate Governance/GCG) yang mengacu pada

Perusahaan.

prinsip-prinsip GCG sesuai ketentuan dan peraturan serta best

6. Mendorong agar pengelola Perseroan dalam membuat

practice. Pelaksanaan GCG yang diimplementasikan Perseroan

keputusan dan menjalankan tindakan dilandasi nilai

didasarkan pada Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER-01/

moral yang tinggi dan kepatuhan terhadap peraturan

MBU/2011 tanggal 01 Agustus 2011 tentang Penerapan Tata

perundang-undangan yang berlaku serta kesadaran akan

Kelola Perusahaan yang Baik pada BUMN dengan perubahan


terakhirnya yaitu Peraturan Menteri Negara BUMN No.
PER-09/MBU/2012, yang menyebutkan bahwa BUMN wajib
melaksanakan operasional perusahaan dengan berpegang
pada prinsip-prinsip GCG yaitu transparansi, akuntanbilitas,
responsibilitas, independensi dan kewajaran.

adanya tanggung jawab sosial Perseroan.


7. Meningkatkan pertanggungjawaban kepada
Stakeholders.
8. Mencegah terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan
Perseroan.
9. Memperbaiki Budaya Kerja Perseroan.
10. Meningkatkan pencitraan Perseroan (Image) yang semakin

Berdasarkan Pedoman Tata Kelola Perusahaan (Code of


Corporate Governance) sebagaimana Keputusan Direksi No.
174/KPTS/2013 tanggal 17 Desember 2013 tujuan penerapan
GCG di Jasa Marga adalah sebagai berikut:

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

baik.
11. Meningkatkan kontribusi Perseroan dalam perekonomian
nasional.

177

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Dasar Hukum Penerapan GCG Jasa Marga

Undang-Undang

Peraturan Pemerintah

Peraturan Menteri BUMN

a. Undang-undang Republik Indonesia Nomor: 14


Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi;
b. Undang-undang Republik Indonesia Nomor:
11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi
Elektronik;
c. Undang-undang Republik Indonesia Nomor: 40
Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas;
d. Undang-undang Republik Indonesia Nomor: 38
Tahun 2004 Tentang Jalan;
e. Undang-undang Republik Indonesia Nomor: 19
Tahun 2003 Tentang BUMN;
f. Undang-undang Republik Indonesia Nomor: 15
Tahun 2002 Tentang Tindak Pidana Pencucian
Uang sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Republik Indonesia Nomor: 25 Tahun
2003;
g. Undang-undang Republik Indonesia Nomor: 20
Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undangundang Republik Indonesia Nomor: 31 Tahun 1999
Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi;
h. Undang-undang Republik Indonesia
Nomor: 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal;
i. Undang-Undang Nomor: 14 Tahun 1992
Tentang Lalu Lintas

a. Peraturan Pemerintah Nomor: 45 Tahun 2005


Tentang Pendirian, Pengawasan dan Pembubaran
Badan Usaha Milik Negara;
b. Peraturan Pemerintah Nomor: 15 Tahun 2005
tentang Jalan Tol
c. Peraturan Pemerintah Nomor: 12 Tahun 1998
Tentang Perusahaan Perseroan (Persero), jo
Peraturan Pemerintah Nomor: 45 Tahun 2001

a. Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara


Nomor: PER-16/MBU/2012 tentang Perubahan Kedua
atas Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara
Nomor PER-01/MBU/2012 tentang Persyaratan dan
Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian Anggota
Direksi Badan Usaha Milik Negara;
b. Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara
Nomor: PER-12/MBU/2012 tentang Organ Pendukung
Dewan Komisaris/Dewan Pengawas Badan Usaha
Milik Negara;
c. Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara
Nomor: PER-09/MBU/2012 tentang Perubahan Atas
Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara
Nomor: PER-01/MBU/2011 Tentang Penerapan
Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate
Governance) Pada Badan Usaha Milik Negara
d. Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara
Nomor: PER-06/MBU/2012 tentang Perubahan atas
Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor
PER-01/MBU/2012 tentang Persyaratan dan Tata Cara
Pengangkatan dan Pemberhentian Anggota Direksi
Badan Usaha Milik Negara;
e. Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik
Negara No. PER-03/MBU/2012 tentang Pedoman
Pengangkatan Anggota Direksi dan Anggota Dewan
Komisaris Anak Perusahaan Badan Usaha Milik Negara.
f. Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara
Nomor: PER-01/MBU/2011 tentang Penerapan
Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate
Governance) Pada Badan Usaha Milik Negara;
g. Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara
Nomor : PER-07/MBU/2010 Tentang Pedoman
Penetapan Penghasilan Direksi, Dewan Komisaris, dan
Dewan Pengawas Badan Usaha Milik Negara;
h. Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara
Nomor: PER-05/MBU/2008 Tentang Pengadaan
Barang dan Jasa di Badan Usaha Milik Negara;
i. Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara
Nomor: PER-05/MBU/2006 Tentang Komite Audit bagi
Badan Usaha Milik Negara.

Keputusan Menteri BUMN


a. Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara
Nomor: Kep-104/MBU/2002 Tentang Penilaian
Calon Anggota Direksi Badan Usaha Milik Negara.
b. Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara
Nomor: Kep-102/MBU/2002 Tentang Penyusunan
RJPP;
c. Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara
Nomor: Kep-101/MBU/2002 Tentang Penyusunan
RKAP;
d. Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara
Nomor: Kep-100/MBU/2002 Tentang Penilaian
Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara;
e. Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara
Nomor: Kep-09A/MBU/2002 Tentang Penilaian
Kelayakan dan Kepatutan Calon Anggota Direksi
Badan Usaha Milik Negara

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Peraturan Bapepam-LK
a. Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep-413/
BL/2009 tanggal 25 Nopember 2009, Peraturan
Bapepam-LK Nomor: IX.E.2 Tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama;
b. Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep-412/
BL/2009 tanggal 25 Nopember 2009, Peraturan
Bapepam-LK Nomor: IX.E.1 Tentang Transaksi Afiliasi
dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu;
c. Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor:Kep-496/
BL/2008 tanggal 28 November 2008, Peraturan
Bapepam Nomor: IX.I.7 Tentang Pembentukan dan
Pedoman Penyusunan Piagam Unit Internal Audit;
d. Lampiran Ketua Bapepam-LK Nomor: Kep-179/
BL/2008 tanggal 14 Mei 2008, Peraturan Nomor: IX.J.1
tentang Pokok-pokok Anggaran Dasar Perseroan
yang melakukan Penawaran Umum Efek bersifat
Ekuitas dan Perubahan Publik;
e. Salinan Keputusan Ketua Bapepam-LK Nomor:
Kep-134/BL/2006, Peraturan Nomor: X.K.6 Tentang
kewajiban Penyampaian Laporan Tahunan Bagi
Emiten atau Perusahaan Publik;
f. Keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep-45/PM/2004,
Peraturan Bapepam Nomor: IX.I.6 Tentang Direksi
dan Dewan Komisaris Emiten dan Perusahaan Publik;
g. Keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep-29/
PM/2004, Peraturan Bapepam Nomor: IX.I.5 Tentang
Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja
Komite Audit;
h. Keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep-40/PM/2003,
Peraturan Bapepam Nomor: VIII.G.11 Tentang
Tanggung Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan;
i. Keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep-36/PM/2003
tanggal 30 September 2003, Peraturan Nomor: X.K.2
Tentang Kewajiban Penyampaian Laporan Keuangan
Berkala;
j. Keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep-27/PM/2003
tanggal 17 Juli 2003, Peraturan Nomor: X.K.4 Tentang
Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran
Umum;
k. Keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep-554/BL/2010
tanggal 30 Desember 2010 tentang Perubahan
Keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep-06/PM/2000
tanggal 13 Maret 2000 tentang Perubahan Peraturan
Bapepam Nomor: VIII.G.7 Tentang Pedoman
Penyajian Laporan Keuangan;
l. Keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep-86/PM/1996
tanggal 24 Januari 1996, Peraturan Bapepam Nomor:
X.K.1 tentang Keterbukaan Informasi Yang Harus
Segara Diumumkan Kepada Publik;
m. Keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep-63/PM/1996
tanggal 17 Januari 1996, Peraturan Bapepam Nomor:
IX.I.4 Tentang Pembentukan Sekretaris Perusahaan;
n. Keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep-60/PM/1996
tanggal 17 Januari 1996, Peraturan Nomor: IX.I.1
Tentang Rencana dan Pelaksanaan Rapat Umum
Pemegang Saham;
o. Keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep-38/PM/1996
tanggal 17 Januari 1996, Peraturan Nomor: VIII.G.2
Tentang Laporan Tahunan.

Peraturan Lainnya
a. Anggaran Dasar PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang
telah diumumkan dalam Tambahan Nomor 27404
dari Berita Negara Republik Indonesia tanggal 12
Desember 2008 Nomor 100, kemudian diubah
dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum
Pemegang Saham Luar Biasa Nomor 33 tanggal 5
April 2011 yang dibuat dihadapan Ny. Poerbaningsih
Adi Warsito, SH, Notaris di Jakarta sebagaimana telah
disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dengan keputusannya Nomor
AHU-20288.AH.01.02. Tahun 2011 tertanggal 21 April
2011, dan terakhir diubah dengan Akta Pernyataan
Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar
Biasa Nomor 95 tanggal 21 Juni 2012 yang dibuat
dihadapan Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, SH, Notaris
di Jakarta dan telah mendapat surat penerimaan
pemberitahuan dari Direktorat Jenderal Administrasi
Hukum Umum Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Nomor AHU-AH.0.10-25313 tanggal 10 Juli
2012.
b. Keputusan Dewan Komisaris PT Jasa Marga (Persero)
Tbk. Nomor: KEP-73/DKJM/VIII/2005 Tentang Panduan
Bagi Anggota Dewan Komisaris PT Jasa Marga
(Persero) Tbk.
c. Keputusan Direksi PT Jasa Marga (Persero) Tbk Nomor:
41/KPTS/2013 tentang Struktur Organisasi PT Jasa
Marga (Persero) Tbk.
d. Keputusan Direksi PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
Nomor: 60/KPTS/2009 Tentang Pembagian Tugas dan
Wewenang Direksi PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
e. Keputusan Direksi PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Nomor:
197/KPTS/2011 Tentang Pedoman Pelaksanaan Rapat
Direksi PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
f. Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
yang tercantum dalam Risalah RUPS

178

Identitas Perseroan

sosialisasi dan internalisasi GCG

Road Map GCG Jasa Marga

Profil Perseroan

Selain penyempurnaan aturan, Perseroan juga melanjutkan

Perseroan menetapkan arah implementasi GCG dalam bentuk

Transformasi
Jasa Marga

sosialisasi dan internalisasi GCG kepada segenap Insan Jasa

Road Map GCG yang dimulai sejak tahun 2005. Road Map

Marga untuk memastikan ketaatan terhadap praktik GCG.

GCG diarahkan untuk menjadikan GCG sebagai acuan dalam

Ikhtisar 2013

Perseroan percaya, bahwa penerapan GCG tidak cukup

setiap aktivitas Perseroan. Pada saat ini posisi yang telah

Laporan
Manajemen

dilakukan hanya dengan mematuhi berbagai ketentuan yang

dicapai dalam penerapan GCG Perseroan adalah menuju

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

berlaku, namun harus ditunjukkan dalam praktik sehari-hari.

Good Corporate Citizen. Dengan pencapaian tersebut, maka

Perseroan meyakini, bahwa dengan melaksanakan GCG,

Perseroan optimis untuk terus meningkatkan kinerja secara

kepercayaan dari para stakeholder dapat terus dijaga dan

konsisten dan berkesinambungan.

Pengembangan
Proyek Baru

Perseroan pun bertekad menuju Good Corporate Citizen.

Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

Bagan Roadmap GCG Jasa Marga

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah

Program
Persiapan
SASARAN

GCG
Good Corporate Governance

Penjabaran:
1. Visi dan Misi
2. RJPP

TOLAK UKUR

Laporan Keuangan
Konsolidasian

Memenuhi ketentuan dan peraturan


(mandatory maupun voluntary)
dalam tata kelola perusahaan

GGC
Good Governed Company

Dapat mengendalikan operasi bisnis


terutama aspek risiko usaha secara efektif

GGC
Good Corporate Citizen

Menjadi warga industri maupun


masyarakat sosial yang etikal
dan bertanggung jawab

PROSES VALUE CREATION


2006
Dokumen:
1. Sk Direksi No. 77/2005
2. Etika GCG
3. Etika Usaha dan Etika Kerja
4. Statement Corporate Intent
5. Board Manual
6. Laporan Kepatutan

Pakta
Integritas
Manajemen

2009

Prosedur
pengadaan
barang/jasa
Perusahaan

2005
Kick Off
penerapan GCG

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

2010

1. Pedoman
Tata Kelola
Perusahaan
(GOCG)
2. Pedoman
Perilaku (COC)
3. Tata Nilai
Perusahaan
4. Review
Manajemen
Risiko

2011

1. Review Pedoman GCG


(COCG dan COC)
2. Kebijakan Gratifikasi,
Benturan Kepentingan
dan Whistle Blowing
System
3. Penandatangan Pakta
Integritas seluruh
karyawan
4. Pernyataan Mulai
Whistleblowing
System

2012

2013

1. Komitmen Jasa
Marga Bersih
2. Persiapan
Infrastruktur
Whistleblowing
System

1. Go live
infrastruktur
Whistleblowing
System
2. Komitmen
Program
Pengendalian
Gratifikasi
3. Review Visi, Misi
Tata Nilai
4. Review Board
Manual

2014

1. Program BUMN
Bersih
2. Penerapan
ASEAN
Scoreboard
untuk
Assessment GCG
dan Laporan
Tahunan

Penerapan GCG secara konsisten


dan berkesinambungan

179

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Hasil Penilaian Implementasi GCG


Pada tahun 2013, berdasarkan hasil Self Assessment, Jasa Marga memperoleh peningkatan score GCG, yaitu menjadi 95,01 dengan
kategori Sangat Baik.
Hal ini membuktikan Jasa Marga secara konsisten terus menerapkan prinsip-prinsip GCG di Perseroan dan selalu berupaya untuk
melakukan inovasi-inovasi di bidang GCG.

Hasil Self Assessment Perseroan Tahun 2013


Aspek Pengujian/Indikator/Parameter

Nilai
Maksimal

(1)

Capaian Tahun 2012

Capaian Tahun 2013

Skor
Capaian

Tingkat
Pemenuhan %

Skor
Capaian

Tingkat
Pemenuhan %

(2)

(3)

(4=3/2)

(5)

(6=5/2)

6,924

98,91%

6,783

96,89%

1 Komitmen Terhadap Penerapan


Tata Kelola Secara Berkelanjutan
2 Pemegang Saham dan RUPS

8,802

97,80%

8,839

98,22%

3 Dewan Komisaris

35

31,887

91,08%

32,823

93,78

4 Direksi

35

33,895

96,84%

33,567

95,91%

5 Pengungkapan Informasi dan


Transparansi

8,636

95,96%

8,709

96,76%

6 Aspek Lainnya

4,464

89,29%

4,286

85,71%

100

94,598

94,60%

95,007

95,01

Total
Peringkat Kualitas Penerapan Good
Corporate Governance

Sangat Baik

Sangat Baik

2008

95,01

94,59

82,65

81,62

87,22

95,54

Score GCG Hasil Assessment LEMBAGA INDEPENDEN

2009

2010

2011

2012

2013

Keterangan:
Skor tahun 2008 dan 2009 adalah skor IICG.
Pada tahun 2012 diberlakukan parameter penilaian baru yaitu SK-16/S.MBU/2012 tanggal 06 Juni 2012 tentang Indikator/
Parameter Penilaian dan Evaluasi Atas Penerapan Tata Kelola Perusahan Yang Baik (Good Corporate Governance) pada Badan
Usaha Milik Negara.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Assessment GCG pada tahun 2013


mengacu pada parameter/metode
Assessment yang ditetapkan
oleh Kementerian Badan Usaha
Milik Negara berdasarkan pada
ketentuan SK-16/S.MBU/2012
tanggal 06 Juni 2012 tentang
Indikator/Parameter Penilaian
dan Evaluasi Atas Penerapan
Tata Kelola Perusahaan Yang Baik
(Good Corporate Governance)
Pada Badan Usaha Milik Negara.

180

Identitas Perseroan

Score GCG HASIL ASSESSMENT CGPI

Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013

84,52

Laporan
Manajemen

83,41

Pengembangan
Proyek Baru

82,65

Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

IICG adalah lembaga


independen yang didirikan
oleh Masyarakat Transparansi
Indonesia untuk mendorong
praktik praktik GCG di dunia
usaha.

81,62

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

83,65

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

2008

2009

2010

2011

2012

Jasa Marga untuk yang ke-5 kalinya mengikuti program riset

Dalam rangka memperkuat implementasi GCG tahun 2013

dan pemeringkatan Corporate Governance Perception Index

Jasa Marga telah melakukan pencapaian program yang

(CGPI) yang dilaksanakan pada tahun 2013 (untuk tahun

meliputi:

penilaian 2012) mengangkat Tema GCG dalam Perspektif


Pengetahuan. Program riset dan pemeringkatan tersebut

1. Penguatan Komitmen Implementasi GCG.

diselenggarakan oleh The Indonesian Institute for Corporate

Kegiatan yang dilakukan adalah penandatanganan

Governance (IICD), yang penilaiannya meliputi beberapa

Pakta Integritas oleh seluruh Insan Jasa Marga dan

tahapan sebagai berikut:

penandatanganan Komitmen Jasa Marga Bersih oleh

1. Self assessment

Direktur Utama dan Serikat Karyawan Jasa Marga.

2. Kelengkapan dokumen
3. Penyusunan makalah

2. Sosialisasi dan Pelatihan GCG.

4. Observasi

Kegiatan yang dilakukan adalah sosialisasi GCG bagi

karyawan baru, pemberian materi GCG dalam Pelatihan

Berdasarkan tahapan penilaian CGPI 2013 sebagaimana tersebut

Manajemen Proyek Jalan Tol, dan sosialisasi GCG dalam

di atas, Jasa Marga berhasil memperoleh peringkat Perusahaan

berbagai media Perseroan.

Terpercaya dengan peningkatan score menjadi 84,52.


3. Pengelolaan Gratifikasi dan Whistleblowing System.

Memperkuat Implementasi GCG Jasa Marga


Dalam memaknai tata kelola perusahaan yang baik, Jasa


Pengelolaan Gratifikasi

Marga memiliki prinsip-prinsip dasar yaitu mendorong

Kegiatan yang dilakukan adalah dengan pemasangan

GCG sebagai bagian dari pengelolaan Perseroan melalui

iklan untuk tidak menerima dan memberikan Gratifikasi

penerapan suatu sistem yang mencerminkan prinsip-

terkait Hari Raya di surat kabar nasional, serta

prinsip keterbukaan informasi, akuntabilitas, kesetaraan dan

penyusunan dan pendistribusian surat edaran bagi

tanggung jawab.

seluruh Insan Jasa Marga untuk tidak memberikan


dan menerima gratifikasi, dengan pernyataan form

Jasa Marga telah melakukan berbagai inisiatif implementasi

pelaporan bagi gratifikasi yang tidak terhindarkan baik

GCG, baik yang dilakukan secara mandiri maupun dibantu

berupa barang cepat kadaluwarsa maupun bentuk

oleh pihak independen dalam mencapai tata kelola

lainnya.

perusahaan yang berkelanjutan (sustainable governance).

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

181

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Whistleblowing System
Pengelolaan whistleblowing system sebagai media

7. Pengukuran Kinerja

Untuk menunjang strategi perusahaan dan meningkatkan

pelaporan pelanggaran bekerja sama dengan pihak

kinerja perusahaan, sejak tahun 2008 Perseroan menerapkan

eksternal yang berpengalaman.

Malcolm Baldrige sebelum akhirnya pada tahun 2012 beralih


ke KPKU yang merupakan mandatory dari Kementerian

4. Partisipasi aktif dalam berbagai perlombaan/award terkait

Negara BUMN. KPKU merupakan alat ukur kinerja perusahaan

sebagaimana Surat Kementerian Negara BUMN No. S-153/S.

dengan GCG.
Kegiatan yang dilakukan adalah keikutsertaan dalam ajang

MBU/2012 tanggal 19 Juli 2012 tentang Pelaporan Kinerja

Corporate Governance Perception Index (CGPI)

Berdasarkan Pendekatan Kriteria Penilaian Kinerja Unggul

2011 dengan hasil pencapaian sebagai Trusted Company,

(KPKU) BUMN.

keikutsertaan dalam Anugerah BUMN 2012 dengan


hasil Peringkat III untuk kategori GCG BUMN Terbaik dan

Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU) adalah suatu kriteria

keikutsertaan dalam The 4th Indonesian Institute Corporate

yang komprehensif untuk mengukur kinerja BUMN sekaligus

Directorship (IICD) dengan hasil Best Corporate Governance

sebagai pedoman guna meningkatkan kinerja BUMN

Equitable Treatment for Shareholders.

sehingga dapat memainkan peranan yang lebih besar dalam


mewujudkan kemakmuran bangsa. Hasil asesmen KPKU BUMN

5. Pengukuran Implementasi GCG.

tahun 2012, Perseroan meraih total skor 537,25 atau di level

Kegiatan yang dilakukan adalah melakukan self-assessment

Good Performance, dimana proses di beberapa area masih

GCG tahun 2011 dan assessment GCG tahun 2012 oleh

bervariasi, diperlukan penekanan pada deployment, integrasi,

konsultan independen yang terpilih berdasarkan proses

kontinuitas dan learning.

pengadaan barang/jasa.
8. Budaya Inovasi
6. Penerapan ISO dan SMK3

Untuk membangun budaya inovasi, Perseroan menerapkan

Dalam rangka melindungi karyawannya, Jasa Marga

perbaikan mutu berkelanjutan (Kelompok Perbaikan Mutu/

menerapkan OHSAS 18000, sedangkan untuk menjaga mutu

KPM dan Perbaikan Praktis/PP) sehingga budaya mutu secara

kepada para pelanggan, Perseroan menerapkan ISO

intensif dan terintegrasi dapat tercipta dimana setiap tahun


dilakukan penilaian dalam event Temu Karya mutu Jasa Marga.

9001:2008.

Komitmen Bersama Jasa Marga Bersih

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

182

Identitas Perseroan

Struktur, Kebijakan dan Mekanisme Penerapan Tata Kelola Perusahaan

Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga

STRUKTUR TATA KELOLA

Direksi adalah Organ Perseroan yang berwenang

Ikhtisar 2013

Sesuai dengan Undang Undang No. 40 tahun 2007

dan bertanggung jawab penuh atas pengurusan

Bab I Mengenai Ketentuan Umum Pasal 1, Organ

Perseroan untuk kepentingan Perseroan, sesuai dengan

Perusahaan terdiri dari Rapat Umum Pemegang

maksud dan tujuan Perseroan serta mewakili Perseroan, baik di

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

Saham, Direksi dan Dewan Komisaris.

dalam maupun di luar pengadilan sesuai dengan ketentuan

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) adalah

Anggaran Dasar.

Pengembangan
Proyek Baru

Organ Perseroan yang mempunyai wewenang

Dewan Komisaris adalah Organ Perseroan yang bertugas

yang tidak diberikan kepada Direksi atau Dewan

melakukan pengawasan secara umum dan/atau khusus

Pengelolaan
Human Capital

Komisaris dalam batas yang ditentukan dalam

sesuai dengan Anggaran Dasar serta memberi nasihat

Undang Undang dan/atau Anggaran Dasar.

kepada Direksi.

Laporan
Manajemen

Tata Kelola
Perusahaan

Jasa Marga telah memiliki Struktur Tata Kelola yang lengkap

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

khususnya dalam penerapan prinsip-prinsip GCG, sebagai berikut:

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

STRUKTUR TATA KELOLA PERUSAHAAN

RUPS

Komite
Audit
Dewan
Komisaris

Direksi

Komite
Investasi dan
Risiko Usaha

Corporate
Secretary

Divisi
Risk and Quality
Management

Compliance
GCG

Risk
Management

Investor
Relations

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Internal Audit

Divisi
Legal

183

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Organ Perseroan memainkan peran kunci dalam keberhasilan

jawab kepada Dewan Komisaris. Komite-komite yang telah

pelaksanaan GCG. Organ Perseroan menjalankan fungsinya

dibentuk oleh Dewan Komisaris Perseroan adalah:

sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, Anggaran


Dasar Perseroan dan ketentuan lainnya atas dasar prinsip

Komite Audit.

bahwa masing-masing organ mempunyai independensi dalam

Komite yang dibentuk oleh Dewan Komisaris untuk membantu

melaksanakan tugas, fungsi dan tanggung jawabnya untuk

Dewan Komisaris memenuhi tugas dan kewajibannya dalam

kepentingan Perseroan.

mengkaji efektivitas sistem pengendalian internal, efektivitas


pelaksanaan tugas auditor eksternal dan internal, serta dalam

RUPS, Direksi dan Dewan Komisaris saling menghormati tugas,

mengkaji dan memberikan persetujuan semua informasi dan

tanggung jawab dan wewenang masing-masing sesuai Peraturan

usulan yang disiapkan dan diajukan pihak lainnya seperti

Perundang-undangan dan Anggaran Dasar.

Laporan Keuangan dan Non Keuangan, serta Laporan


Tahunan Perusahaan.

Dalam menjalankan tugas pengurusan perusahaan, Direksi dibantu


oleh Corporate Secretary dan Internal Audit, serta satuan kerja lain

Komite Investasi dan Risiko Usaha.

yang menjalankan fungsi kepengurusan Perseroan.

Komite yang dapat dibentuk oleh Dewan Komisaris


dalam rangka membantu pelaksanaan tugas dan fungsi

Dalam menjalankan tugas pengawasan, Dewan Komisaris dapat

Dewan Komisaris untuk memantau secara berkala dan

membentuk komite, yang anggotanya seorang atau lebih adalah

merekomendasikan perbaikan terhadap manajemen risiko yang

anggota Dewan Komisaris. Komite-komite tersebut bertanggung

dilaksanakan dan dikembangkan oleh Perseroan.

Hierarki Kebijakan GCG Perseroan


Anggaran
Dasar

Board Manual

Pedoman Tata
Kelola Perusahaan

Pedoman
Benturan
Kepentingan

Pedoman
Perilaku

Standar Operasional
Prosedur

Kebijakan Lainnya

1.
2.

3.
Anggaran Dasar Jasa Marga.
Board Manual Jasa Marga yang
terakhir telah dimutakhirkan pada
tahun 2013 yang disesuaikan
dengan Peraturan Menteri Negara
BUMN dan perubahan Visi, Misi dan
Tata Nilai Perusahaan.

Pedoman Tata Kelola


Perusahaan (Code of Corporate
Governance) ditetapkan sejak
tahun 2005 berdasarkan
Keputusan Direksi Jasa Marga,
dengan perubahan terakhirnya,
yaitu No. 194/KPTS/2013
tanggal 17 Desember 2013.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Pedoman
Penanganan
Gratifikasi

4.

5.

Pedoman Perilaku (Code of


6.
Conduct) ditetapkan sejak tahun 2005
berdasarkan Keputusan Direksi Jasa
Marga, dengan perubahan terakhirnya
yaitu No. 195/KPTS/2013 tanggal 17
7.
Desember 2013.
Pedoman Benturan Kepentingan
(Conflict of Interest) berdasarkan
Keputusan Direksi Jasa Marga No. 186/
KPTS/2011.

Pedoman Penanganan
Gratifikasi berdasarkan
Keputusan Direksi Jasa Marga No.
187/KPTS/2011.
Pedoman Whistleblowing
System, sejak tahun 2011
berdasarkan Keputusan Direksi
Jasa Marga dengan perubahan
terakhirnya yaitu No. 9/KPTS/2013
tanggal 16 Januari 2013.

8.

Pembentukan Tim Pengelolaan


Whistleblowing System, sejak tahun
2011 berdasarkan Keputusan Direksi Jasa
Marga dengan perubahan terakhirnya
yaitu No. 10/KPTS/2013 tanggal 16
Januari 2013.

184

Identitas Perseroan

Mekanisme Tata Kelola

Profil Perseroan

Mekanisme Tata Kelola merupakan mekanisme implementasi GCG yang tercermin dalam

Transformasi
Jasa Marga

sistem yang kuat. Hal ini menjadi penting, karena implementasi GCG tidak cukup hanya
dengan mengandalkan pilar governance structure, melainkan dibutuhkan adanya aturan

Ikhtisar 2013

main yang jelas dalam bentuk mekanisme. Governance mechanism

Laporan
Manajemen

dapat diartikan sebagai aturan main,

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan

prosedur dan hubungan yang jelas


antara pihak yang mengambil keputusan
dengan pihak yang melakukan kontrol
(pengawasan) terhadap keputusan tersebut.
Perseroan menyebut governance
mechanism dengan sebutan soft-structure
GCG. Soft-structure merupakan aspek

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

penting dalam implementasi GCG, karena

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

document bagi segenap jajaran dan

Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

soft-structure GCG akan menjadi living


tingkatan organisasi di suatu perusahaan.

Code of Conduct (COC)


COC merupakan sistem nilai
atau norma yang dianut oleh
seluruh Insan Jasa Marga dalam
melaksanakan tugasnya yang di
dalamnya memuat etika bisnis
dan perilaku seluruh Insan Jasa
Marga dalam mencapai tujuan,
Visi dan Misi Perseroan antara lain
etika hubungan antara Perseroan
dengan Karyawan, Pengguna Jalan
Tol, Pemegang Saham, Pemasok,
Kreditur/Investor, Pemerintah,
Mitra Usaha, Pesaing, Media Massa,
Masyarakat dan Lingkungannya.

Mekanisme Tata Kelola yang dimiliki

Pakta Integritas
Pakta Integritas adalah
surat pernyataan yang
ditandatangani oleh Dewan
Komisaris, Direksi, dan
Karyawan Perseroan, yang
berisi ikrar untuk menerapkan
prinsip-prinsip Tata Kelola
Perusahaan yang Baik dalam
menjalankan tugas dan
tanggung jawabnya.

Pedoman Penanganan
Gratifikasi
Pedoman Penanganan
Gratifikasi merupakan

Perseroan antara lain:

pedoman bagi Insan Jasa


Marga untuk memahami,
mencegah dan menanggulangi

Code of Corporate Governance


(COCG)
COCG merupakan sekumpulan
nilai dan praktik Perseroan yang
menjadi suatu pedoman bagi
Organ Perusahaan dan Manajemen
dalam mengelola Perseroan yang di
dalamnya memuat prinsip-prinsip
GCG yang selaras dengan peraturan
perundang-undangan, tujuan, Visi
dan Misi serta nilai-nilai Perseroan.

Gratifikasi di Perseroan.

Piagam Komite di bawah Dewan


Komisaris
Memiliki peran sebagai panduan bagi

Pedoman Benturan

Komite Audit dan Komite Investasi

Kepentingan

dan Risiko Usaha dalam pelaksanaan

Pedoman Benturan

tugas sebagai organ pendukung

Kepentingan merupakan

Dewan Komisaris. Karakteristik

pedoman bagi Insan Jasa

Piagam Komite ini bersifat fleksibel

Marga untuk memahami,

dan dilakukan sesuai kebutuhan.

mencegah dan menanggulangi


Benturan Kepentingan di
Perseroan.

Board Manual
Board Manual merupakan kompilasi
dari praktik-praktik pengelolaan
perusahaan yang bersumber dari

Piagam Internal Audit (Internal

regulasi (Undang Undang/Peraturan),

Audit Charter)

Anggaran Dasar dan best practices

Piagam Internal Audit memiliki

yang disepakati bersama dalam

peran untuk meningkatkan fungsi

rangka implementasi GCG. Board

pengendalian yang terintegrasi di

Manual digunakan oleh Organ-organ

lingkup Perseroan dan memastikan

Perseroan yang berfungsi melakukan

kegiatan operasional telah

pengawasan dan pengelolaan

dijalankan dengan baik sesuai

Perseroan, yakni Dewan Komisaris dan

dengan aturan main yang berlaku.

Direksi.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Pedoman
Whistleblowing System
Pedoman Whistleblowing
System merupakan
pedoman bagi Insan Jasa
Marga dalam mencegah
dan mendeteksi potensi
pelanggaran di Perseroan.

185

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Rapat Umum Pemegang Saham


Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagai instansi tertinggi

Sepanjang tahun 2013, Jasa Marga melaksanakan 1 (satu) kali

dalam Perseroan, mempunyai wewenang yang tidak diberikan

RUPS yaitu RUPS Tahunan, pada tanggal 29 April 2013 di Ballroom

kepada Dewan Komisaris atau Direksi dalam batas yang

The Dharmawangsa Jakarta, Jln. Brawijaya Raya No. 26, Kebayoran

ditentukan dalam Anggaran Dasar dan peraturan perundang-

Baru, Jakarta 12160.

undangan yang berlaku. Wewenang tersebut mencakup


permintaan pertanggungjawaban Dewan Komisaris dan Direksi

Penyelenggaraan RUPS Tahunan tersebut telah melalui proses

terkait dengan pengelolaan Perseroan, mengubah Anggaran

persiapan dan penyelenggaraan sesuai dengan UU No. 40 tahun

Dasar, mengangkat dan memberhentikan Direktur dan anggota

2007 tentang Perseroan Terbatas Pasal 81, 82, dan 83 serta

Dewan Komisaris, memutuskan pembagian tugas dan wewenang

Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-60/PM/1996 tentang

pengurusan di antara Direktur dan lain-lain.

Rencana dan Pelaksanaan RUPS.

RUPS dalam Perseroan adalah:

Proses rencana dan pelaksanaan RUPS Tahunan & Luar

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang

Biasa tersebut telah tertuang dalam surat Perseroan yang

diselenggarakan setiap tahun buku selambat-lambatnya

telah disampaikan ke Bapepam-LK serta pemasangan iklan

6 (enam) bulan setelah tahun buku Perseroan ditutup.

Pemberitahuan dan Panggilan masing-masing pada 2 (dua) surat

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yaitu Rapat Umum


Pemegang Saham yang diadakan sewaktu-waktu berdasarkan

kabar berbahasa Indonesia yang berperedaran Nasional dengan


detail sebagai berikut:

kebutuhan.

proses persiapan penyelenggaraan rups tahunan 2013


Penyampaian Rencana dan
Agenda RUPS Tahunan

Pemberitahuan dan Ralat


Pemberitahuan RUPS
Tahunan

Panggilan/Undangan RUPS
Tahunan

Penyampaian dan
Pengumuman Hasil
RUPS Tahunan

Surat ke Ketua Bapepam-LK


No. BF.AK06.1739

Iklan di Surat Kabar Bisnis


Indonesia dan Investor Daily

Iklan di Surat Kabar Bisnis


Indonesia dan Investor Daily

Iklan di Surat Kabar Bisnis


Indonesia dan Investor
Daily

21 Maret 2013.

28 Maret 2013 dan


11 April 2013

12 April 2013

01 Mei 2013

RUPS Tahunan dihadiri oleh anggota Dewan Komisaris, yang

Berdasarkan Keputusan Dewan Komisaris Perseroan, RUPS (Rapat)

salah satu anggotanya adalah Ketua Komite Audit) dan Direksi

dipimpin oleh Komisaris Utama. Pemimpin Rapat memberikan

serta Pemegang Saham Seri A Dwiwarna dan Pemegang Saham

kesempatan kepada Pemegang Saham atau Kuasanya yang

Seri B dan/atau Kuasanya yang sah dengan kuorum kehadiran

hadir untuk mengajukan pertanyaan/tanggapan dan/atau

sebesar 84,193% dari seluruh saham yang memiliki hak suara

usulan pada setiap Agenda Rapat untuk kemudian dijawab

dan telah memenuhi ketentuan Anggaran Dasar Perseroan. RUPS

atau ditanggapi oleh Pemimpin Rapat atau yang ditunjuk oleh

juga dihadiri oleh Kantor Akuntan Publik yang telah mengaudit

Ketua Rapat. Setelah semua pertanyaan dijawab dan ditanggapi,

Laporan Keuangan Perseroan dan Anak Perusahaan serta

dilakukan pemungutan suara dan hanya Pemegang Saham atau

Laporan Keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan

Kuasanya yang sah yang berhak untuk mengeluarkan suara.

tahun buku 2012.

Setiap satu saham memberikan hak kepada pemegangnya untuk

Jumlah Saham yang Hadir pada RUPS Tahunan


2012 Jasa Marga
Jumlah

5.725.102.411

Persentase (%)

84,193

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

mengeluarkan satu suara. Perseroan telah menunjuk Notaris


Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, SH. sebagai pihak
independen yang melakukan memvalidasi suara dan menyusun
Berita Acara Rapat.

186

Identitas Perseroan

agenda, keputusan, hasil voting dan tindak lanjut keputusan rups tahunan 2013

Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga

Agenda

Hasil Rapat

Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru

1.





Persetujuan Laporan Tahunan


Perseroan Tahun Buku 2012 Mengenai
Kegiatan Perseroan dan Pelaksanaan
Tugas Pengawasan Dewan Komisaris
serta Pengesahan Laporan Keuangan
Perseroan yang Berakhir pada Tanggal
31 Desember 2012.

Mengesahkan Laporan Tahunan Tahun Buku 2012 termasuk Laporan Tugas


Pengawasan Dewan Komisaris serta mengesahkan Laporan Keuangan
Perseroan untuk Tahun Buku 2012 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
Publik (KAP) Aryanto, Amir Jusuf, Mawar & Saptoto (RSM AAJ Associates)
sebagaimana dimuat dalam laporannya No. R/119.AGA/sat.1/2013 tanggal
15 Maret 2013 dengan pendapat wajar dalam semua hal yang material, serta
memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya
kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan
dan pengawasan yang mereka lakukan dalam Tahun Buku yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012 sepanjang tindakan tersebut bukan
merupakan tindakan pidana dan tercermin dalam buku-buku Perseroan.

2.

Pengesahan Laporan Program


Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk
Tahun Buku 2012.

Mengesahkan Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan


Tahun Buku 2012 termasuk Laporan Keuangan PKBL yang telah diaudit oleh
Kantor Akuntan Publik (KAP) Aryanto, Amir Jusuf, Mawar & Saptoto (RSM
AAJ Associates) sebagaimana dimuat dalam laporannya No. R/044.AGA/
sat.1/2013 tanggal 15 Februari 2013 dengan pendapat wajar dalam semua
hal yang material serta memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung
jawab sepenuhnya kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas
tindakan pengurusan dan pengawasan PKBL Tahun Buku 2012, sepanjang
tindakan tersebut bukan merupakan tindakan pidana dan tercermin di
dalam laporan tersebut.

3.

Penetapan Penggunaan Laba Bersih


Tahun Buku 2012.

Penggunaan Laba Bersih Perseroan untuk Tahun Buku 2011 sebagai berikut:
a. Menetapkan Penggunaan Laba Bersih Perseroan sebesar Rp
1.602.090.230.000,00 (satu triliun, enam ratus dua miliar, sembilan
puluh juta, dua ratus tiga puluh ribu Rupiah) dengan komposisi sebagai
berikut:
Dividen tunai sebesar 40% atau Rp 640.836.092.000,00 (enam ratus
empat puluh miliar, delapan ratus tiga puluh enam juta, Sembilan
puluh dua ribu Rupiah
Cadangan Wajib sebesar 1,56% atau Rp 25.000.000.000,00 (dua
puluh lima miliar Rupiah).
Cadangan Lainnya sebesar 58,44% atau Rp 936.254.138.000,00
(sembilan ratus tiga puluh enam miliar, dua ratus lima puluh empat
juta, seratus tiga puluh delapan ribu Rupiah) akan menambah saldo
laba.
b. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi Perseroan untuk
mengatur lebih lanjut mengenai pelaksanaan pembagian dividen
sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang Undangan yang berlaku
termasuk melakukan pembulatan ke atas pembayaran dividen per
saham.
c. Mulai tahun 2013, Perseroan tidak mengalokasikan Laba Bersih tahun
2012 untuk sumber dana PKBL, tetapi Perseroan akan membentuk
cadangan biaya tahun 2013 untuk program tanggung jawab sosial
perusahaan yang besarnya sesuai kebutuhan dan kemampuan
Perseroan.

4.




Penunjukan Akuntan Publik


untuk Mengaudit Laporan Keuangan
Konsolidasian Perseroan untuk
Tahun Buku 2013 dan Laporan
Keuangan Program Kemitraan dan
Bina Lingkungan Tahun Buku 2013.

a. Menetapkan kembali Kantor Akuntan Publik (KAP) Aryanto, Amir Jusuf,


Mawar & Saptoto (RSM AAJ Associates) untuk mengaudit Laporan
Keuangan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Tahun Buku 2013 dan Laporan
Keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Jasa
Marga (Persero) Tbk. untuk Tahun Buku 2013.
b. Memberikan kuasa kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan
Kantor Akuntan Publik Pengganti dalam hal Kantor Akuntan Publik
Aryanto, Amir Jusuf, Mawar & Saptoto (RSM AAJ Associates) tidak
dapat melanjutkan atau melaksanakan tugasnya karena sebab apapun
berdasarkan Ketentuan dan Perundang Undangan yang berlaku.

Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

187

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Voting

Tindak Lanjut

Setuju:
Tidak Setuju:
Abstain:

5.721.693.411 suara (99,94%)


0 suara (0,00%)
3.409.000 suara (0,06%)

Setuju:
Tidak Setuju:
Abstain:

5.685.218.411 suara (99,30%)


0 suara (0,00%)
39.884.000 suara (0,70%)

Setuju:
Tidak Setuju:
Abstain:

5.686.579.911 suara (99,33%)


0 suara (0,00%)
38.447.500 suara (0,67%)

Setuju:
Tidak Setuju:
Abstain:

5.668.877.411 suara (99,02%)


8.218.500 suara (0,14%)
48.006.500 suara (0,84%)

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Dividen tunai tahun buku 2012 dibagikan pada tanggal 18 Juni 2013 berdasarkan
Keputusan Direksi No. 78/KPTS/2013 tanggal 01 Mei 2013.

KAP Aryanto, Amir Jusuf, Mawar & Saptoto (RSM AAJ Associates) sebagai Akuntan Publik
Perseroan mengaudit Laporan Keuangan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Tahun Buku 2013
dan Laporan Keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Jasa Marga
(Persero) Tbk. untuk Tahun Buku 2013.

188

Identitas Perseroan

agenda, keputusan, hasil voting dan tindak lanjut keputusan rups tahunan 2013

Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga

Agenda

Hasil Rapat

Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

5.


Penetapan Tantiem Tahun Buku 2012,


Gaji, Honorarium dan Tunjangan serta
Fasilitas Lainnya untuk Direksi dan
Dewan Komisaris Tahun 2013.

6.


Laporan Direksi Mengenai Realisasi


Penggunaan Dana Hasil Penawaran
Umum Saham (IPO) Tahun 2007 dan
Obligasi Jasa Marga Tahun 2010.

a. Menetapkan Gaji Direktur Utama Perseroan Tahun 2013 sebesar Rp


110.000.000,00 (seratus sepuluh juta Rupiah) per bulan, sedangkan
gaji Direktur dan Honorarium Dewan Komisaris mengikuti ketentuan
sebagai berikut:
Direktur: 90% gaji Direktur Utama;
Komisaris Utama: 40% gaji Direktur Utama;
Komisaris: 36% gaji Direktur Utama.
b. Menetapkan tantiem atas kinerja Perseroan Tahun Buku 2012 untuk
Direksi dan Dewan Komisaris sebesar Rp 16.748.000.000,00 (enam belas
miliar, tujuh ratus empat puluh delapan juta Rupiah) yang dibagi untuk
Direktur Utama, Anggota Direksi, Komisaris Utama, Anggota Dewan
Komisaris masing-masing 100%, 90%, 40%, 36% dan dibagikan secara
proporsional sesuai dengan masa bakti yang bersangkutan pada tahun
2012. Pajak Penghasilan atas tantiem dibebankan kepada penerima dan
tidak boleh dibebankan sebagai biaya Perseroan.
c. Menetapkan Tunjangan dan Fasilitas Direksi dan Dewan Komisaris
Perseroan Tahun 2013 sesuai Ketentuan dalam Peraturan Menteri
Negara BUMN No. Per-07/MBU/2010 tanggal 27 Desember 2010.

Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Direksi telah menyampaikan Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil


Penawaran Umum Saham Tahun 2007 dan Obligasi Jasa Marga tahun 2010.

7. Pengukuhan Pemberlakuan Peraturan



Menteri Negara BUMN.

a. Peraturan Menteri Negara BUMN No.
PER-06/MBU/2011 tanggal 30
Desember 2011 tentang Pedoman
Pendayagunaan Aktiva Tetap BUMN.

b. Peraturan Menteri Negara BUMN No.
PER-03/MBU/2012 tanggal 29 Maret
2012 tentang Pedoman
Pengangkatan Anggota Direksi
dan Anggota Dewan Komisaris Anak
Perusahaan BUMN.

c. Peraturan Menteri Negara BUMN
No. PER-12/MBU/2012 tanggal 24
Agustus 2012 tentang Organ
Pendukung Dewan Komisaris/
Dewan Pengawas BUMN.

Pemberlakuan Peraturan Menteri Negara BUMN sebagai


berikut:
a. Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER-06/MBU/2011 tanggal 30
Desember 2011 tentang Pedoman Pendayagunaan Aktiva Tetap BUMN.
b. Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER-03/MBU/2012 tanggal 29
Maret 2012 tentang Pedoman Pengangkatan Anggota Direksi dan
Anggota Dewan Komisaris Anak Perusahaan BUMN.
c. Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER-12/MBU/2012 tanggal 24
Agustus 2012 tentang Organ Pendukung Dewan Komisaris/Dewan
Pengawas BUMN.

8.

a. Kenaikan manfaat pensiun bagi peserta Dana Pensiun Jasa Marga


sehingga manfaat pensiun terkecil yang diterima sebesar Rp 500.000,00
terhitung mulai 01 Juli 2013.
b. Penetapan Penghasilan Dasar Pensiun (PhDP) tahun 2013 sebagai basis
kenaikan PhDP akan dibekukan dan selanjutnya akan naik 5% per tahun,
dalam rangka pengendalian kewajiban pendiri yang mulai berlaku
bulan Juli 2013.
c. Pelaksanaan peningkatan manfaat pensiun dan penetapan PhDP seperti
tertuang dalam Keputusan Agenda 8 poin a dan b dilakukan setelah
penyesuaian/perubahan peraturan Dana Pensiun dan telah disahkan
oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
d. Memberikan wewenang dan kuasa kepada Direksi Perseroan untuk
melaksanakan perubahan Peraturan Dana Pensiun dari Dana Pensiun
Jasa Marga dalam rangka perubahan Peraturan Dana Pensiun tersebut
dan hal-hal lain yang disyaratkan menurut Ketentuan Perundang
Undangan yang berlaku.

Perubahan Peraturan Dana


Pensiun Jasa Marga.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

189

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Voting

Setuju:
Tidak Setuju:
Abstain:

5.678.596.411 suara (99,19%)


6.547.000 suara (0,11%)
39.959.000 suara (0,70%)

Agenda Keenam merupakan laporan, maka tidak


dilakukan pemungutan suara.

Tindak Lanjut

Tantiem tahun buku 2012 dibayarkan pada tanggal 14 Mei 2013.

Setuju:
Tidak Setuju:
Abstain:

5.721.693.411 suara (99,94%)


0 suara (0,00%)
3.409.000 suara (0,06%)

Implementasi Peraturan-peraturan Menteri Negara BUMN tersebut pada


Perseroan.

Setuju:
Tidak Setuju:
Abstain:

5.192.938.949 suara (90,70%)


451.587.837 suara (7,89%)
80.575.625 suara (1,41%)

Implementasi Perubahan Peraturan Dana Pensiun Jasa Marga sesuai Keputusan


Direksi No. 117/KPTS/2013 tanggal 28 Agustus 2013.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

190

Identitas Perseroan

Dewan Komisaris

Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital

Dewan Komisaris merupakan Organ Perusahaan yang bertanggung jawab secara kolektif untuk melakukan pengawasan dan
memberikan nasihat kepada Direksi serta memastikan bahwa Jasa Marga melaksanakan GCG pada seluruh tingkatan atau
jenjang organisasi. Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugasnya, Dewan Komisaris dibantu oleh Komite Audit dan Komite
Investasi dan Risiko Usaha.

Komposisi Dewan Komisaris


Sampai dengan 31 Desember 2013 komposisi Dewan Komisaris Jasa Marga berjumlah 6 (enam) orang, sebagai berikut:

Tabel Komposisi Dewan Komisaris Jasa Marga

Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

Nama

Jabatan

Representasi
Pemegang Saham

Agoes Widjanarko

Komisaris Utama

Keputusan RUPS Luar Biasa


tanggal 30 Januari 2012

Negara Republik
Indonesia

Mayjen. (Purn.) Samsoedin

Komisaris Independen

Keputusan RUPS Luar Biasa


tanggal 30 Januari 2012

Independen

Irjen. Polisi (Purn.)


Michael Dendron Primanto

Komisaris Independen

Keputusan RUPS Luar Biasa


tanggal 30 Januari 2012

Independen

Ibnu Purna

Komisaris

Keputusan RUPS Luar Biasa


tanggal 30 Januari 2012

Negara Republik
Indonesia

Akhmad Syakhroza

Komisaris

Keputusan RUPS Luar Biasa


tanggal 30 Januari 2012

Negara Republik
Indonesia

Joyo Winoto

Komisaris

Keputusan RUPS Luar Biasa


tanggal 30 Januari 2012

Negara Republik
Indonesia

Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Dasar
Pengangkatan

Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris

Pertanggungjawaban Dewan Komisaris kepada RUPS

Dewan Komisaris merupakan organ Perseroan yang secara

merupakan perwujudan akuntabilitas pengawasan atas

kolektif bertugas melakukan pengawasan secara umum

pengelolaan perusahaan dalam rangka pelaksanaan prinsip-

dan atau khusus sesuai dengan Anggaran Dasar serta

prinsip GCG.

memberikan nasihat kepada Direksi. Dewan Komisaris


tidak turut serta dalam mengambil keputusan operasional.

Bidang tugas anggota Dewan Komisaris dibagi dalam 6

Kedudukan masing-masing anggota Dewan Komisaris

(enam) bidang tugas yaitu:

termasuk Komisaris Utama adalah setara. Tugas Komisaris

1. Bidang Kebijakan dan Strategi Pengembangan Perseroan,

Utama sebagai primus inter pares adalah mengkoordinasikan

2. Bidang Organisasi dan Pengembangan Sumber Daya

kegiatan Dewan Komisaris. Dewan Komisaris diangkat

Manusia,

dan diberhentikan oleh RUPS. Dalam melaksanakan tugas,

3. Bidang Investasi,

Dewan Komisaris bertanggung jawab kepada RUPS.

4. Bidang Keuangan,
5. Bidang Teknis Jalan
6. Bidang Pelayanan Lalu Lintas Jalan.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

191

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Nama:

Agoes Widjanarko

Jabatan:

Komisaris Utama

Bidang Tugas:

Kebijakan dan Strategi Pengembangan Perseroan

Uraian Tugas:

1. Memberikan masukan, arahan, rekomendasi dan mengkoordinasikan serta mengintegrasikan


masukan dari kelima bidang tugas lainnya, dalam rangka penyiapan, penyusunan Visi dan
Misi Perseroan, penyusunan kebijakan dan strategi Rencana Jangka Menengah dan atau
Jangka Panjang Perusahaan, termasuk dalam penyiapan dan penyusunan Rencana Kerja dan
Anggaran Perusahaan Tahunan serta pengawasan terhadap pelaksanaan keputusan Rapat
Umum Pemegang Saham, persertujuan atas penghapusbukuan aktiva tetap, penyertaan
modal dan mendirikan anak perusahaan/perusahaan patungan, membeli atau menjual surat
berharga, kerja sama operasi dan investasi uang bersifat strategis yang berlaku untuk jangka
waktu lebih dari 3 tahun atau lebih dari 5-10 tahun dalam bentuk KSO, BOT, BOO dan BRT.
2. Memberikan arahan dan rekomendasi atas penetapan, evaluasi dan revisi Visi dan Misi
Perseroan, Rencana Jangka Menengah dan atau Jangka Panjang Perusahaan, serta Rencana
Kerja dan Anggaran Perusahaan, termasuk persetujuan untuk melakukan tindakan-tindakan
yang belum ditetapkan dalam RKAP, serta persetujuan pengusulan wakil Perseroan untuk
menjadi calon anggota Direksi dan Dewan Komisaris pada perusahaan patungan dan atau
anak perusahaan yang bernilai strategis.
3. Memimpin dan menjamin tercapainya efektivitas pengambilan keputusan, atas rapat-rapat
Dewan Komisaris, rapat gabungan Dewan Komisaris Direksi, serta Rapat Umum Pemegang
Saham dan penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance di lingkungan Dewan
Komisaris.

Nama:

Akhmad Syakhroza

Jabatan:

Komisaris

Bidang Tugas:

Organisasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia

Uraian Tugas:

1. Memberikan masukan, arahan, rekomendasi dalam rangka penyiapan penetapan dan


penyesuaian struktur organisasi Perseroan secara keseluruhan di tingkat Pusat, Cabang, Anak
Perusahaan dan penyiapan sistem dan prosedur tata laksana operasionalisasinya.
2. Memberikan arahan dan rekomendasi atas kebijakan pemenuhan kebutuhan penyediaan SDM
yang profesional, produktif dan berkompetensi serta pengembangan selanjutnya.
3. Bersama Anggota Dewan Komisaris lainnya, memberikan masukan dan rekomendasi atas
usulan calon Direksi Perseroan dan atas usulan calon Dewan Komisaris dan Direksi Anak
Perusahaan, kepada Menteri Negara BUMN selaku Pemegang Saham Dwiwarna, serta
rekomendasi atas pengangkatan pejabat struktural inti (strategis) satu tingkat di bawah
Direksi.
4. Memberikan masukan dan rekomendasi dalam rangka peningkatan efisiensi dan efektivitas
serta pemberdayaan SDM yang kompetitif dan proses bisnis yang berorientasi pada
pelanggan/pengguna jalan tol.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

192

Identitas Perseroan
Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga

Nama:

Ibnu Purna

Jabatan:

Komisaris

Bidang Tugas:

Investasi

Uraian Tugas:

1. Memberikan masukan, arahan, rekomendasi dalam rangka menetapkan kebijakan


dan strategi investasi pembangunan jalan tol baru, mendapatkan konsesi jalan
tol baru secara tender ataupun akuisisi jalan tol dan divestasi atau spin off Anak
Perusahaan, serta dalam rangka pengembangan usaha non tol.

Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen

2. Melakukan pemantauan dan kajian serta memberikan masukan, saran dan


rekomendasi dalam rangka peningkatan efisiensi dan efektivitas perencanaan teknis
jalan, biaya investasi konstruksi peningkatan kapasitas jalan dan pembangunan
jalan tol baru serta risiko usaha yang terkait, memberikan persetujuan atas
usulan penyertaan/pelepasan modal pada perusahaan lain dan atau memberikan
persetujuan untuk mengadakan kerja sama dengan jangka waktu lebih dari 3 tahun
atau 5-10 tahun dalam bentuk KSO, BOT, BOO BRT dan sebagainya.

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan

Nama:

Joyo Winoto

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

Jabatan:

Komisaris

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

Bidang Tugas:

Keuangan

Uraian Tugas:

1. Memberikan masukan, arahan, rekomendasi dalam rangka penyusunan rencana


kerja dan anggaran perusahaan tahunan dan jangka panjang, melakukan kajian
terhadap usulan pengalihan dan menjadikan jaminan utang aktiva tetap Perseroan
yang nilainya sampai dengan Rp 500 miliar dalam satu (1) transaksi atau lebih dalam
satu tahun, menerima/memberikan pinjaman jangka menengah/jangka panjang
struktur keuangan yang mendukung pertumbuhan unorganic, pembahasan laporan
Perseroan tahunan dan triwulanan.

Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

2. Memberikan masukan dan rekomendasi dalam rangka pengembangan, peningkatan


efisiensi dan efektivitas pengelolaan administrasi keuangan, pengendalian pinjaman
serta pemanfaatan teknologi informasi dalam penyusunan laporan keuangan dan
transaksi keuangan.

Nama:

Mayjen. (Purn.) Samsoedin

Jabatan:

Komisaris Independen

Bidang Tugas:

Teknis Jalan

Uraian Tugas:

1. Memberikan masukan, arahan, rekomendasi dalam rangka pengelolaan,


pemeliharaan dan pengamanan ruas jalan tol untuk memenuhi Standar Pelayanan
Minimal (SPM) yang ditetapkan Menteri Pekerjaan Umum dan atau mencapai
tingkat keandalan jalan tol yang tinggi, sesuai dengan harapan dan kebutuhan para
pengguna jalan tol.
2. Memberikan masukan dan rekomendasi dalam rangka peningkatan efisiensi dan
efektivitas perbaikan dan pemeliharaan jalan tol beserta fasilitas/rambu-rambunya,
termasuk pengembangan sistem Performance Based Maintenance Contract,
penerapan manajemen risiko serta modernisasi pengoperasionalisasian jalan tol.

Nama:

Irjen. Polisi (Purn.) Michael Dendron Primanto

Jabatan:

Komisaris Independen

Bidang Tugas:

Pelayanan Lalu Lintas Jalan

Uraian Tugas:

1. Memberikan masukan, arahan, rekomendasi dalam rangka kelancaran pelayanan


transaksi yang memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan pengendalian serta
pengamanan pendapatan tol, pengelolaan dan memberikan pelayanan lalu lintas
yang memenuhi standar keamanan, kecepatan tempuh serta peningkatan response
time penanganan gangguan perjalanan.
2. Memberikan masukan dan rekomendasi dalam rangka peningkatan efisiensi dan
efektivitas penggunaan sumber daya untuk pelayanan transaksi dan pelayanan lalu
lintas jalan tol.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

193

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Pengangkatan dan Pemberhentian Dewan Komisaris

Kriteria Komisaris Independen

Anggota Dewan Komisaris diangkat dan diberhentikan

Sebagai perusahaan publik dan telah tercatat di Bursa Efek Indonesia,

oleh RUPS dari calon-calon yang diusulkan oleh

Jasa Marga telah memenuhi ketentuan yang diatur regulator pasar modal

Pemegang Saham Seri A Dwiwarna setelah melalui

terkait kriteria Komisaris Independen. Ketentuan tersebut adalah sebagai

proses pencalonan sesuai dengan peraturan perundang-

berikut: (1) Berasal dari luar perusahaan publik, (2) Tidak mempunyai

undangan dan pencalonan tersebut mengikat bagi RUPS.

hubungan afiliasi dengan perusahaan, komisaris, direksi atau pemegang

Dewan Komisaris harus memenuhi persyaratan umum

saham Utama perusahaan, (3) Tidak memiliki hubungan usaha baik

dan khusus yang ditetapkan dalam Board Manual.

langsung maupun tidak langsung berkaitan dengan usaha perusahaan,


(4) Tidak memiliki saham, baik langsung maupun tidak langsung dengan

Komisaris Independen

perusahaan, (5) Tidak bekerja rangkap sebagai direktur di perusahaan

Komisaris Independen merupakan anggota komisaris

lainnya yang terafiliasi dengan perusahaan yang bersangkutan, (6)

yang berasal dari luar perusahaan (tidak memiliki

Memahami peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

hubungan afiliasi dengan perusahaan) yang dipilih


secara transparan dan independen, memiliki integritas

Jumlah Komisaris Independen Jasa Marga telah memenuhi ketentuan

dan kompetensi yang memadai, bebas dari pengaruh

Bursa Efek Indonesia No. Kep-305/BEJ/07-2004 tentang Peraturan No.I-A

yang berhubungan dengan kepentingan pribadi atau

tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang

pihak lain, serta dapat bertindak secara objektif dan

Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat, dimana setiap perusahaan publik

independen dengan berpedoman pada prinsip-

harus memiliki Komisaris Independen sekurang-kurangnya 30% dari

prinsip GCG.

jumlah seluruh anggota Dewan Komisaris. Jasa Marga memiliki dua orang
Komisaris Independen atau 33% dari jumlah seluruh anggota Dewan
Komisaris.

Keberadaan Komisaris Independen dimaksudkan untuk


menciptakan iklim yang lebih objektif dan independen,
dan juga untuk menjaga fairness serta mampu

Pernyataan Independensi Anggota Komisaris Independen

memberikan keseimbangan antara kepentingan

Komisaris Independen Perseroan tidak memiliki saham Perseroan, serta

pemegang saham mayoritas dan perlindungan

tidak ada hubungan dengan anggota Direksi dan Dewan Komisaris lainnya.

terhadap kepentingan pemegang saham minoritas


termasuk pemegang saham publik dan pemangku
kepentingan lainnya.

Hubungan Keluarga dan Kepengurusan di Perusahaan Lain


Hubungan keluarga dan kepengurusan perusahaan lain anggota Dewan Komisaris dengan sesama anggota Dewan Komisaris dan/atau
anggota Direksi serta Pemegang Saham selama periode tahun 2013 sebagai berikut:

Hubungan Afiliasi Dewan Komisaris, direksi dan pemegang saham utama/pengendali


Hubungan Afiliasi dengan
Pemegang Saham
Utama/ Pengendali

Mayjen. (Purn.) Samsoedin

Irjen. Polisi (Purn.) Michael


Dendron Primanto

Ibnu Purna

Akhmad Syakhroza

Joyo Winoto

Adityawarman

Hasanudin

Abdul Hadi Hs.

Reynaldi Hermansjah

Muh Najib Fauzan

Kementerian Negara BUMN

Direksi

Agoes Widjanarko

Dewan Komisaris

Agoes Widjanarko

Mayjen. (Purn.) Samsoedin

Irjen. Polisi (Purn.) Michael Dendron Primanto

Ibnu Purna

Akhmad Syakhroza

Joyo Winoto

Adityawarman

Hasanudin

Abdul Hadi Hs.

Reynaldi Hermansjah

Muh Najib Fauzan

Kementerian Negara BUMN

Nama

Keterangan:

ada

tidak ada

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

194

Identitas Perseroan

Antar anggota Dewan Komisaris dan antara anggota Dewan Komisaris dengan anggota Direksi tidak ada hubungan keluarga

Profil Perseroan

sedarah sampai dengan derajat ketiga, baik menurut garis lurus maupun garis ke samping atau hubungan semenda.

Transformasi
Jasa Marga

Kepengurusan di Perusahaan Lain Dewan Komisaris Jasa Marga

Ikhtisar 2013

Kepengurusan
di Perusahaan Lain

Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Nama

Sebagai Dewan
Komisaris

Sebagai
Direksi

X
X
X
X
X
X

X
X
X
X
X
X

Agoes Widjanarko
Mayjen. (Purn.) Samsoedin
Irjen. Polisi (Purn.) Michael Dendron Primanto
Ibnu Purna
Akhmad Syakhroza
Joyo Winoto
Keterangan:

ada

Sebagai
Pemegang
Saham
X
X
X
X
X
X

tidak ada

Antar anggota Dewan Komisaris dan antara anggota Dewan

Pedoman dan Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris (Board

Komisaris dengan anggota Direksi tidak ada hubungan

Charter)

keluarga sedarah sampai dengan derajat ketiga, baik menurut

Dewan Komisaris berpedoman pada Pedoman Kerja Dewan

garis lurus maupun garis ke samping atau hubungan

Komisaris dan Direksi (Board Manual). Board Manual berisi

semenda.

tentang petunjuk tata laksana kerja Dewan Komisaris dan


Direksi serta menjelaskan tahapan aktivitas secara terstruktur,

Rangkap Jabatan dan Benturan Kepentingan

sistematis, mudah dipahami dan dapat dijalankan dengan

Berdasarkan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan, anggota

konsisten, dapat menjadi acuan bagi Dewan Komisaris dan

Dewan Komisaris dilarang merangkap jabatan sebagai:

Direksi dalam melaksanakan tugas masing-masing untuk

1. Anggota Direksi pada BUMN, BUMD, dan badan usaha

mencapai Visi dan Misi Perseroan, sehingga diharapkan akan

milik swasta.
2. Jabatan lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan

tercapai standar kerja yang tinggi selaras dengan prinsipprinsip GCG.

perundang-undangan yang berlaku.


3. Pengurus partai politik dan atau calon/anggota legislatif.

Penyusunan Board Manual merupakan salah satu wujud

4. Jabatan lain yang dapat menimbulkan benturan

komitmen Perseroan dalam mengimplementasikan Good

kepentingan.

Corporate Governance (GCG) secara konsisten dalam


rangka pengelolaan Perseroan untuk menjalankan misi dan

Selama tahun 2013, tidak ada anggota Dewan Komisaris

mencapai visi yang telah ditetapkan.

yang merangkap jabatan sebagaimana disebutkan dalam


Anggaran Dasar Perseroan.

Board Manual disusun berdasarkan prinsip-prinsip hukum


korporasi, ketentuan Anggaran Dasar, peraturan dan

Untuk meminimalisir terjadinya benturan kepentingan, setiap

ketentuan perundang-undangan yang berlaku, arahan

Anggota Dewan Komisaris juga diwajibkan untuk membuat

Pemegang Saham serta praktik-praktik terbaik (best practices)

Daftar Khusus, yang berisikan keterangan kepemilikan saham

Good Corporate Governance.

Anggota Dewan Komisaris dan/atau keluarganya pada


Perseroan maupun perusahaan lain. Daftar Khusus disimpan
dan diadministrasikan oleh Sekretaris Dewan Komisaris.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

195

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Isi Board Manual


Bab I

Pendahuluan
Bab ini memuat tentang latar belakang, maksud dan tujuan serta pengertian dari hal-hal yang
tercantum di dalam Board Manual.

Bab II

Dewan Komisaris
Bab ini memuat uraian tentang Dewan Komisaris, mencakup tugas, kewajiban, wewenang, hak,
persyaratan, keanggotaan, program pengenalan, etika jabatan, rapat, evaluasi kinerja, komite serta
sekretaris dewan komisaris.

Bab III

Direksi
Bab ini memuat uraian tentang Direksi mencakup, tugas, kewajiban, wewenang, hak, persyaratan,
keanggotaan, program pengenalan, etika jabatan, rapat, evaluasi kinerja, hubungan dewan komisaris
dengan direksi, sekretaris perusahaan dan sistem pengendalian internal.

Bab IV

Kegiatan Antar Organ Perseroan


Bab ini memuat uraian tentang kegiatan yang dilakukan dalam rangka hubungan kerja dewan
komisaris dan direksi mencakup tentang rapat gabungan dewan komisaris-direksi dan rapat umum
pemegang saham.

Berdasarkan keputusan Dewan Komisaris

Pengaturan dari Board Manual terkait Dewan Komisaris terdapat dalam Bab II tentang Dewan Komisaris yang mengatur
sebagai berikut:

TUGAS, KEWAJIBAN, WEWENANG DAN HAK


KOMPOSISI DEWAN KOMISARIS
KOMITE-KOMITE DEWAN KOMISARIS
SEKRETARIS DEWAN KOMISARIS
PROGRAM PENGENALAN DAN PENINGKATAN KAPABILITAS
ETIKA JABATAN
ORGANISASI DAN TATA LAKSANA
FUNGSI PENGAWASAN DEWAN KOMISARIS
KINERJA DAN PELAPORAN DEWAN KOMISARIS

Rapat Dewan Komisaris

keputusan musyawarah mufakat tidak tercapai maka keputusan

Selama tahun 2013, Dewan Komisaris secara berkala mengadakan

diambil berdasarkan pemungutan suara setuju terbanyak.

rapat, baik rapat internal Dewan Komisaris maupun rapat


Gabungan Dewan Komisaris dengan Direksi.

Rapat Dewan Komisaris terdiri dari rapat internal dan rapat


dengan mengundang Direksi untuk membahas berbagai aspek

Dewan Komisaris telah memiliki Tata Tertib rapat Dewan Komisaris

operasional, investasi, pengelolaan finansial dan SDM Jasa Marga.

berdasarkan Surat No. KEP-73/DKJM/VIII/2005 tanggal 19 Agustus


2005 tentang Panduan Bagi Dewan Komisaris poin (3) mengenai

Selama tahun 2013, Dewan Komisaris melaksanakan rapat internal

Tata Tertib dan Kehadiran. Keputusan rapat Dewan Komisaris

Dewan Komisaris sebanyak 12 kali.

diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Dalam hal

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

196

Identitas Perseroan
Profil Perseroan

Rekapitulasi Kehadiran Anggota Dewan Komisaris dalam Rapat


Internal Dewan Komisaris Tahun 2013

Transformasi
Jasa Marga

Nama

Jumlah Rapat
yang Dihadiri

Ikhtisar 2013

Persentase Kehadiran (%)

Laporan
Manajemen

Agoes Widjanarko

12

100

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

Ibnu Purna

12

100

Akhmad Syakhroza

50

Pengembangan
Proyek Baru

Joyo Winoto

16

Pengelolaan
Human Capital

Mayjen. (Purn.) Samsoedin

75

12

100

Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

Irjen. Polisi (Purn.) Michael Dendron Primanto

Catatan:
Ketidakhadiran Anggota Dewan Komisaris pada rapat disebabkan yang bersangkutan sedang melakukan tugas di luar kota atau menghadiri acara/
rapat penting yang tidak dapat diwakili.

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

Selain rapat internal, Dewan Komisaris juga mengadakan

Agenda Rapat Dewan Komisaris Tahun 2013 di antaranya

Daftar Istilah

rapat Gabungan Dewan Komisaris bersama dengan Direksi.

membahas hal-hal sebagai berikut:

rekapitulasi rapat Gabungan Dewan Komisaris bersama

1. Bidang Pengembangan Usaha

Laporan Keuangan
Konsolidasian

Direksi secara detail dapat dilihat pada Bagian hubungan

Dewan Komisaris bersama Direksi.

Jawa dan Jawa.


b. Evaluasi progres pembangunan jalan tol baru.

Keputusan yang diambil dalam rapat Dewan Komisaris

c. Perkembangan proyek Jalan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-

Jasa Marga telah dicatat dan didokumentasikan dengan

Benoa.

baik dalam risalah rapat Dewan Komisaris. risalah rapat di

d. Review capaian pengembangan usaha lain.

tandatangani oleh pimpinan rapat dan seluruh peserta yang

e. Evaluasi pencapaian target perolehan hak

hadir serta didistribusikan kepada semua anggota Dewan

pengusahaan jalan tol: Evaluasi pencapaian akuisisi

Komisaris yang menghadiri rapat maupun tidak. Perbedaan

jalan tol baru tahun 2013.

pendapat (disenting opinion) yang terjadi dalam rapat akan

dicantumkan dalam risalah rapat disertai alasan mengenai

yang direncanakan dioperasikan tahun 2014.

perbedaan pendapat.

a. Tindak lanjut kebijakan investasi jalan tol baru di luar

f. Laporan progres penyelesaian proyek jalan tol baru


g. Pengembangan moda mass public transportation

dengan memanfaatkan koridor jalan tol.


Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugasnya Dewan
Komisaris dibantu organ pendukung meliputi Sekretaris

2. Bidang Operasi

Dewan Komisaris, Komite audit, Komite Investasi dan risiko

a. Progres penanganan pengelolaan KTME.

usaha. Pembahasan Mengenai Sekretaris Dewan Komisaris,

b. Pembahasan mutu dan pelayanan lalu lintas jalan tol.

Komite audit dan Komite Investasi dan risiko usaha akan

c. Evaluasi pencapaian jumlah ruas jalan tol yang

dibahas dalam bagian tersendiri.

memenuhi indikator SPM (seluruh Cabang dan 4 Anak


Perusahaan), terutama ruas yang pada tahun 2013 akan
naik tarif.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

197

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

3. Bidang Keuangan

Selain rapat internal, Dewan Komisaris juga mengadakan Rapat

a. Evaluasi capaian ROE dan Margin beban usaha.

Gabungan Dewan Komisaris bersama dengan Direksi.

b. Kajian evaluasi realisasi RKAP terhadap RJPP.

c. Pembahasan dan penetapan kebijakan dan strategi

Rekapitulasi Rapat Gabungan Dewan Komisaris bersama Direksi

penyusunan RKAP tahun 2014.

secara detail dapat dilihat pada Bagian Hubungan Dewan

Komisaris bersama Direksi.

d. Pembahasan Laporan Prognosa RKAP

Tahun 2013 sampai akhir tahun 2013.


Prosedur, Dasar Penetapan dan Besarnya Remunerasi
4. Bidang Sumber Daya Manusia dan

Anggota Dewan Komisaris

Umum

Merujuk pada Pasal 96 ayat (1) UU Perseroan Terbatas No. 40

a. Evaluasi realisasi pemenuhan formasi jabatan.

tahun 2007 yang mengatur besarnya gaji dan tunjangan Direksi

b. Pengembangan karir human capital Jasa Marga:

ditetapkan berdasarkan keputusan RUPS. Kewenangan tersebut

pengisian formasi dan arahan kebijakan

berdasarkan Pasal 96 ayat (2) dapat dilimpahkan kepada Dewan

pengembangan karir pegawai.

Komisaris.

c. Mekanisme/posedur pengisian jabatan di Perseroan

dan Anak Perusahaan.

Sedangkan berdasarkan Pasal 113 UU Perseroan Terbatas No. 40


tahun 2007, diatur bahwa ketentuan mengenai besarnya gaji

5. Bidang Tata Kelola Perusahaan

dan honorarium serta tunjangan bagi anggota Dewan Komisaris

ditetapkan oleh RUPS. Bentuk Tunjangan dan Fasilitas, serta

a. Laporan hasil perbaikan Board Manual bagi anggota

Dewan Komisaris.

komponen lain yang termasuk di dalam komponen penghasilan

(selain gaji) mengacu pada peraturan Menteri Negara BUMN No.

b. Evaluasi dan tindak lanjut pelaksanaan GCG di lingkungan

Dewan Komisaris.

Per-07/MBU/2010 tanggal 27 Desember 2010.

c. Laporan hasil pencapaian KPI Dewan Komisaris (self

assessment) tahun buku 2012.


d. Pembahasan Laporan Manajemen.

e. Review dan pengawasan terhadap kebijakan pengelolaan

Anak Perusahaan.

Prosedur Penetapan Remunerasi Anggota Dewan Komisaris

Dewan Komisaris

RUPS

Melakukan kajian penetapan remunerasi

Mempelajari usulan remunerasi

Mengusulkan pada RUPS

Memberikan persetujuan remunerasi

Remunerasi Dewan Komisaris Perseroan saat ini telah mengikuti peraturan tersebut dimana Remunerasi Dewan
Komisaris terdiri dari:
1. Gaji/Honorarium.
2. Tunjangan.
3. Fasilitas.
4. Tantiem/Insentif Kinerja.
5. Asuransi Purna Jabatan.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

198

Identitas Perseroan

Dengan proporsi besaran Gaji sebagai berikut:

tingkat kesehatan dan kemampuan keuangan serta faktor-

Profil Perseroan

Komisaris Utama: 40% dari Direktur Utama.

faktor lain yang relevan (merit system).

Transformasi
Jasa Marga

Anggota Komisaris: 36% dari Direktur Utama.


Penghasilan Dewan Komisaris Perseroan ditetapkan oleh

Ikhtisar 2013

Penetapan penghasilan berupa gaji/honorarium, tunjangan

Laporan
Manajemen

dan fasilitas yang bersifat tetap dilakukan dengan

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

mempertimbangkan faktor pendapatan, aktiva, serta kondisi

Struktur Remunerasi Dewan Komisaris

dan kemampuan keuangan Perseroan, serta tingkat inflasi

Berdasarkan Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER-07/

dan faktor-faktor lain yang relevan serta tidak bertentangan

MBU/2010 tentang Pedoman Penetapan Penghasilan Direksi,

Pengembangan
Proyek Baru

dengan peraturan perundang undangan. Sedangkan

Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas pada BUMN, struktur

Pengelolaan
Human Capital

tunjangan dan tantiem yang bersifat variabel dilakukan

remunerasi Dewan Komisaris adalah sebagai berikut:

dengan mempertimbangkan faktor pencapaian target,

RUPS yang berlaku selama satu tahun.

Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Struktur Remunerasi Dewan Komisaris


Struktur Remunerasi
1. Gaji (Ditetapkan oleh RUPS).
2. Tunjangan
a. Tunjangan Hari Raya (THR).
b. Tunjangan Komunikasi.
c. Santunan Purna Jabatan.
d. Tunjangan Pakaian.
3. Tunjangan Khusus Dewan Komisaris: Tunjangan Transportasi.
4. Fasilitas:
a. Fasilitas Kendaraan (apabila tidak diberikan maka dapat diganti dengan Tunjangan Khusus
Dewan Komisaris sebagaimana angka 3 di atas, yaitu Tunjangan Transportasi).
b. Fasilitas/Asuransi Kesehatan/Fasilitas penggantian biaya pengobatan.
c. Fasilitas Perkumpulan Profesi.
d. Fasilitas Bantuan Hukum.
5. Tantiem.

Realisasi Remunerasi Dewan Komisaris Tahun 2013


Nama/Jabatan

Gaji

(dalam Rupiah)

Tunjangan
Bulanan

Tahunan

Transportasi

Komunikasi

THR

Jumlah/
Bulan

Jumlah/
Tahun

Tantiem

Agoes Widjanarko Komisaris Utama

44.000.000

8.800.000

2.200.000

44.000.000

689.981.225

55.000.000

1.393.981.225

Ibnu Purna - Komisaris

39.600.000

7.920.000

1.980.000

39.600.000

626.483.104

49.500.000

1.260.083.104

Akhmad Syakhroza Komisaris

39.600.000

7.920.000

1.980.000

39.600.000

675.661.177

49.500.000

1.309.261.177

Joyo Winoto - Komisaris

39.600.000

7.920.000

1.980.000

39.600.000

675.661.177

49.500.000

1.309.261.177

Mayjen. (Purn.) Samsoedin Komisaris Independen

39.600.000

7.920.000

1.980.000

39.600.000

675.661.177

49.500.000

1.309.261.177

Irjen. Polisi (Purn.) Michael


Dendron Primanto

39.600.000

7.920.000

1.980.000

39.600.000

675.661.177

49.500.000

1.309.261.177

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

199

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Program Pelatihan/Pengembangan Kompetensi Dewan Komisaris


Selama tahun 2013 anggota Dewan Komisaris telah mengikuti kegiatan pelatihan dan seminar sebagai berikut:

Pengembangan Kompetensi yang diikuti oleh Anggota Dewan Komisaris Tahun 2013
No.

Anggota Dewan Komisaris

Materi Seminar/Workshop

Penyelenggara

Tanggal & Tempat


Pelaksanaan
Rabu, 16 Januari 2013
Grand Mutiara,
The Ritz-Carlton Jakarta

1.

Irjen. Polisi (Purn.)


Michael Dendron Primanto

Workshop Komisaris/Pengawas BUMN


Fungsi & Tanggung Jawab Komisaris/
Pengawas dalam Mewujudkan BUMN
Bersih Dan Unggul.

BUMN EXECUTIVE CLUB

2.

Irjen. Polisi (Purn.)


Michael Dendron Primanto

Sosialisasi PER-19/MBU/2012 dan PER21/MBU/2012.

Media Pekerja BUMN

Jumat-Sabtu,
22-23 Februari 2013
Grand Inna Kuta, Bali

3.

Irjen. Polisi (Purn.)


Michael Dendron Primanto

Seminar on GSA-Governance Self


Assessment and SOP Design.

Asia Anti Fraud

Kamis-Jumat,
07-08 Maret 2013
Patra Vilias & Resort Bali

4.

Irjen. Polisi (Purn.)


Michael Dendron Primanto

Workshop Eksekutif & Komisaris/


Pengawas BUMN.

BUMN EXECUTIVE CLUB

Rabu, 03 April 2013


Mutiara Ballroom,
he Ritz-Carlton Jakarta

5.

Irjen. Polisi (Purn.)


Michael Dendron Primanto

Seminar Memahami Tips dan Trick


dalam Penyusunan Laporan Keuangan
Bagi Komisaris, Direksi BUMN Serta
Anak Perusahaan BUMN.

Pusat Studi Investasi


dan Keuangan

Sabtu, 29 Juni 2013


Hotel Novotel Semarang

6.

Agoes Widjanarko

Business Executive Gathering Tahun


2013 antara Kementerian Negara BUMN
dan BUMN:

a.n. Menteri Badan


Usaha Milik Negara

Senin, 01 Juli 2013


Birawa Assembly Hall,
Hotel Bidakara, Jakarta

Irjen. Polisi (Purn.)


Michael Dendron Primanto

Aspirasi Pemegang Saham tentang


Penyusunan Pengelolaan TI BUMN
sesuai Peraturan Menteri BUMN Per02/MBU/2013 tanggal 18 Februari
2013.

Deputi Bidang
Restrukturisasi dan
Perencanaan Strategi
BUMN

Sharing Session tentang IT Success


Story oleh Direktur Utama BUMN.
7.

Irjen. Polisi (Purn.)


Michael Dendron Primanto

Menjauhi Korupsi dengan Hati Nurani


dan Akal Sehat.

Media Pekerja BUMN

Jumat, 01 November 2013


Hotel Aston Primera, Bandung.

8.

Irjen. Polisi (Purn.)


Michael Dendron Primanto

CEO Networking

IDX (Indonesia Stock


Exchange)

Selasa, 05 November 2013


Bali Pecatu Indah, Pecatu Bali.

9.

Irjen. Polisi (Purn.)


Michael Dendron Primanto

Leading Transformation

Hay Group

Rabu-Kamis,
27-28 November 2013
Shanghai.

10.

Irjen. Polisi (Purn.)


Michael Dendron Primanto

Prospek Ekonomi Indonesia 2014:


Tantangan Ekonomi di Tengah Tahun
Politik.

Komite Ekonomi
Nasional

Selasa, 03 Desember 2013


Golden Ballroom,
Hotel Sultan, Jakarta

11.

Irjen. Polisi (Purn.)


Michael Dendron Primanto

Board Nomination and Election that


Creates Real Value (The Public Launch of
OECD Report on Board Nomination and
Election in Asia).

Indonesian Institute for


Corporate Directorship
(IICD)

Rabu, 04 Desember 2013


Four Seasons Hotel, Jakarta

12.

Irjen. Polisi (Purn.)


Michael Dendron Primanto

Workshop 2 Hari Assessment


Berdasarkan Keputusan Sekmen No.
SK-16/S.MBU/2012

Media Pekerja BUMN

Kamis-Jumat,
19-20 Desember 2013.
Hotel Grand Royal Panghegar,
Bandung

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

200

Identitas Perseroan

Keputusan-keputusan Dewan Komisaris tahun 2013

Profil Perseroan

Sebagai bagian dari pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya, Dewan Komisaris Jasa Marga terus mendorong pelaksanaan

Transformasi
Jasa Marga

keputusan pengawasan dan penasehatan yang semakin efektif. Selama tahun 2013, Dewan Komisaris telah mengeluarkan
berbagai keputusan yang bersifat pengawasan antara lain sebagai berikut:

Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

Keputusan Dewan Komisaris Tahun 2013


Pengangkatan Kembali Pejabat Komite Audit Perseroan (Persero) Terbuka PT Jasa Marga.
Perpanjangan Penugasan Personalia Sekretariat Dewan Komisaris PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Pengembangan
Proyek Baru

Perubahan Piagam Komite Investasi dan Risiko Usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Pengelolaan
Human Capital

Revisi Penetapan Besaran Honorarium Rapat-rapat yang Diselenggarakan Komite-komite Dewan Komisaris PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Tata Kelola
Perusahaan

Pembentukan Panitia Negosiasi Harga Jasa Akuntan Publik PT Jasa Marga (Persero) Tbk. untuk Tahun Buku 2013.
Pengangkatan Kembali Pejabat Komite Investasi dan Risiko Usaha Perseroan (Persero) Terbuka PT Jasa Marga.

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

Pengangkatan Tenaga Ahli Teknik untuk Dewan Komisaris PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

Penunjukan Anggota Dewan Komisaris untuk Memimpin RUPS Tahunan Tahun Buku 2012 dan RUPS Luar Biasa Tahun 2013 PT Jasa Marga
(Persero) Tbk. Tanggal 29 April 2013.

Daftar Istilah

Revisi Keputusan Dewan Komisaris PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Tentang Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham dan Penunjukan
Anggota Dewan Komisaris untuk Memimpin RUPS PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Tanggal 29 April 2013.

Laporan Keuangan
Konsolidasian

Revisi Perpanjangan Penugasan Personalia Sekretariat Dewan Komisaris PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
Perpanjangan dan Penambahan Personalia Tim Percepatan Pembangunan Jalan Tol Baru.
Penetapan dan Pengangkatan Kepala Bidang Pemantauan Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik di Sekretariat Dewan Komisaris
Perusahaan Perseroan (Persero) PT Jasa Marga Tbk.
Persetujuan dan Pengesahan Revisi Rencana Kerja dan Anggaran Perseroan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Tahun Buku 2013.
Persetujuan dan Pengesahan Rencana Jangka Panjang Perusahaan 2013-2017 PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
Penetapan dan Pengangkatan Sekretaris Dewan Komisaris Perusahaan Perseroan (Persero) PT Jasa Marga Tbk.

Rekomendasi Dewan Komisaris

Komite di Bawah Dewan Komisaris

Seluruh keputusan hasil Rapat Gabungan Dewan Komisaris

Komite-komite di bawah Dewan Komisaris adalah

dan Direksi yang tertuang dalam Notulen Rapat dimonitor

organ pendukung Dewan Komisaris yang bertugas dan

tindak lanjut penyelesaiannya pada setiap Rapat berikutnya.

bertanggung jawab secara kolektif untuk membantu

Dewan Komisaris menjalankan tugas dan fungsinya

Dewan Komisaris dalam melakukan fungsi pengawasan dan

dalam pemberian nasihat, antara lain melalui pemberian

pemberian nasihat kepada Direksi. Komite pendukung Dewan

rekomendasi Dewan Komisaris kepada Direksi.

Komisaris Jasa Marga meliputi Komite Audit dan Komite


Investasi dan Risiko Usaha.
Penjelasan mengenai Komite Dewan Komisaris akan
dibahas tersendiri.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

201

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Direksi
Direksi merupakan organ perseroan yang bertugas dan

mengundurkan diri, tidak lagi memenuhi persyaratan, meninggal

bertanggung jawab secara kolektif untuk melakukan pengelolaan

dunia, diberhentikan oleh Dewan Komisaris atau berdasarkan

Perseroan serta melaksanakan GCG pada seluruh tingkatan

keputusan RUPS. Pengangkatan Direksi telah melalui proses fit &

atau jenjang organisasi. Dalam melaksanakan tugasnya, Direksi

proper test sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku

bertanggung jawab kepada RUPS. Pertanggungjawaban Direksi

dan ketentuan GCG. Seluruh anggota Direksi memiliki integritas,

kepada RUPS merupakan perwujudan akuntabilitas pengelolaan

kompetensi dan reputasi yang memadai.

perusahaan sesuai dengan prinsip-prinsip GCG.


Komposisi Direksi Perseroan ditetapkan untuk dapat menjalankan
Para anggota Direksi diangkat dan diberhentikan oleh Rapat

aktivitas manajemen sesuai dengan Visi dan Misi serta rencana

Umum Pemegang Saham (RUPS), dimana dalam RUPS tersebut

Perseroan baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

harus dihadiri oleh Pemegang Saham Seri A Dwiwarna dan

Direksi Perseroan terdiri dari lima (5) orang Direktur dengan

keputusan RUPS tersebut disetujui oleh Pemegang Saham

komposisi sebagai berikut:

Seri A Dwiwarna.

Komposisi Direksi Jasa Marga


Nama

Jabatan

Adityawarman
Hasanudin
Abdul Hadi Hs.

Direktur Utama
Direktur Operasi
Direktur Pengembangan
Usaha
Direktur Keuangan
Direktur SDM dan Umum

Reynaldi Hermansjah
Muh Najib Fauzan

Dasar Pengangkatan
Keputusan RUPS Luar Biasa tanggal 30 Januari 2012
Keputusan RUPS Luar Biasa tanggal 30 Januari 2012
Keputusan RUPS Luar Biasa tanggal 30 Januari 2012
Keputusan RUPS Luar Biasa tanggal 30 Januari 2012
Keputusan RUPS Luar Biasa tanggal 30 Januari 2012

Persyaratan, Keanggotaan dan Komposisi

Kemampuan dan Kepatutan Direksi (Fit and Proper Test)

Seluruh anggota Direksi Perseroan telah memenuhi persyaratan

Semua anggota Direksi Jasa Marga memiliki integritas, kompetensi,

formal dan material yang berlaku. Persyaratan formal bersifat

reputasi dan pengalaman serta keahlian yang dibutuhkan dalam

umum, sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,

menjalankan fungsi dan tugasnya masing-masing.

sedangkan persyaratan material bersifat khusus, yang disesuaikan


Mekanisme penjaringan atau nominasi calon anggota Direksi

dengan kebutuhan dan sifat bisnis Perseroan.

diatur dalam Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER-06/


Direksi terdiri dari 5 (lima) orang, yaitu 1 (satu) Direktur Utama dan

MBU/2012 tanggal 21 Mei 2012. Pemegang Saham Dwiwarna

4 (empat) Direktur. Seluruh Direksi berdomisili di Indonesia. Direksi

melaksanakan fit and proper test dengan menggunakan jasa

diangkat oleh RUPS, dengan periode jabatan masing-masing

pihak independen. Hasil dari pihak independen ini kemudian

anggota selama 5 (lima) tahun dan dapat diangkat kembali

diajukan kepada RUPS untuk dilakukan proses selanjutnya.

sesuai keputusan RUPS. Jabatan anggota Direksi berakhir apabila

Berdasarkan peraturan tersebut, tabel status uji kemampuan dan kepatutan Direksi yang menjabat pada tahun 2013 adalah
sebagai berikut:

Status Uji Kemampuan dan Kepatutan Direksi Jasa Marga


Nama

Lulus Fit And Proper Test

Adityawarman

Hasanudin

Abdul Hadi Hs.

Reynaldi Hermansjah

Muh Najib Fauzan

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

202

Identitas Perseroan

Tugas dan Tanggung Jawab Direksi

mewakili Perseroan baik di dalam maupun di luar pengadilan

Profil Perseroan

Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, Direksi

sebagai amanat dari Pemegang Saham yang ditetapkan

senantiasa berpegang dan berpedoman pada Anggaran

dalam RUPS. Direksi mempertanggungjawabkan pelaksanaan

Dasar maupun ketentuan internal dan peraturan perundang-

tugasnya kepada pemegang saham melalui RUPS. Direksi

Ikhtisar 2013

undangan yang berlaku. Tugas pokok Direksi adalah:

senantiasa menindaklanjuti temuan audit dan rekomendasi

Laporan
Manajemen

Memimpin dan mengurus Perseroan sesuai dengan

hasil pemerikaan auditor internal yang dilakukan oleh Satuan

Transformasi
Jasa Marga

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah

maksud dan tujuan Perseroan dan senantiasa berusaha

Pengawasan Intern maupun auditor eksternal. Para anggota

meningkatkan efisiensi dan efektifitas Perseroan.

Direksi diangkat dan diberhentikan oleh RUPS.

Menguasai, memelihara dan mengurus kekayaan


Untuk lebih menyelaraskan dengan Visi dan Misi Perseroan,

Perseroan.

berdasarkan Keputusan Direksi No. 60/KPTS/2009 tertanggal


Direksi menjalankan tugas pelaksanaan pengurusan

30 Maret 2009, tugas dan wewenang masing-masing anggota

Perseroan untuk kepentingan dan tujuan Perseroan serta

Direksi adalah sebagai berikut:

Nama

Adityawarman

Jabatan:

Direktur Utama

Tugas dan Wewenang:

Memimpin dan memastikan:


a.
Tercapainya sasaran Perseroan berdasarkan maksud dan tujuan, Visi dan Misi serta Rencana
Jangka Panjang Perusahaan (RJPP), dan bertanggung jawab atas jalannya Perseroan.
b.
Terlaksananya pengelolaan dan pengendalian fungsi Sekretaris Perusahaan, fungsi pengawasan
intern dan fungsi manajemen risiko.

Nama

Hasanudin

Jabatan:

Direktur Operasi

Tugas dan Wewenang:

Memimpin dan memastikan tercapainya sasaran Perseroan berdasarkan maksud dan tujuan, Visi dan
Misi serta RJPP, dan bertanggung jawab atas jalannya Perseroan dalam bidang pengoperasian dan
pemeliharaan jalan tol, meliputi:
a.
Pengoperasian jalan tol dalam rangka memberikan pelayanan terhadap pengguna jalan tol.
b.
Pengumpulan pendapatan jalan tol.
c.
Pemeliharaan dan peningkatan jalan tol beserta seluruh kelengkapannya baik yang dilaksanakan
oleh Perseroan sendiri maupun bekerja sama dengan mitra usaha.
d.
Sistem pengamanan jalan tol.
e.
Manajemen risiko yang terkait dengan pengoperasian jalan tol serta pemeliharaan dan
peningkatan jalan tol beserta seluruh kelengkapannya.

Nama:
Jabatan:
Tugas dan Wewenang:

Abdul Hadi Hs.


Direktur Pengembangan Usaha
Memimpin dan memastikan tercapainya sasaran Perseroan berdasarkan maksud dan tujuan, Visi dan
Misi serta RJPP, dan bertanggung jawab atas jalannya Perseroan dalam bidang pengembangan usaha
meliputi:
a.
Pengelolaan kegiatan investasi pembangunan jalan tol baru yang dilakukan oleh Perseroan
sendiri, Anak Perusahaan dan/atau bekerja sama dengan mitra usaha.
b.
Pengelolaan kegiatan pengembangan usaha lain dengan memanfaatkan potensi sumber daya
Perseroan sendiri, Anak Perusahaan dan/atau bekerja sama dengan mitra usaha.
c.
Pemantauan dan pengendalian kinerja Anak Perusahaan.
d.
Pengelolaan dan pengembangan teknologi pembangunan jalan tol dan usaha lain.
e.
Manajemen risiko yang berkaitan dengan investasi pembangunan jalan tol baru dan investasi
usaha lain.

Laporan Keuangan
Konsolidasian

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

203

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Nama:

Reynaldi Hermansjah

Jabatan:
Tugas dan Wewenang:

Direktur Keuangan
Memimpin dan memastikan tercapainya sasaran Perseroan berdasarkan maksud dan tujuan, Visi dan Misi serta RJPP,
dan bertanggung jawab atas jalannya Perseroan dalam bidang keuangan serta teknologi dan informasi Perseroan,
meliputi:
a.
Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) dan RJPP.
b.
Pengendalian keuangan Perseroan.
c.
Pengelolaan portofolio investasi keuangan Perseroan.
d.
Pengelolaan teknologi informasi Perseroan.
e.
Manajemen risiko terkait dengan kebijakan-kebijakan di bidang keuangan.
f.
Pengelolaan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL).

Nama:
Jabatan:
Tugas dan Wewenang:

Muh Najib Fauzan


Direktur Sumber Daya Manusia & Umum
Memimpin dan memastikan tercapainya sasaran Perseroan berdasarkan maksud dan tujuan, Visi dan Misi serta
RJPP, dan bertanggung jawab atas jalannya Perseroan dalam bidang pengelolaan dan pengembangan sumber daya
manusia, aktivitas bidang umum dan hukum, meliputi:
a.
Pengembangan organisasi Perseroan dan manajemen.
b.
Pengembangan sistem dan prosedur pengelolaan sumber daya manusia.
c.
Pengembangan kompetensi sumber daya manusia.
d.
Pengembangan dan pemeliharaan budaya perusahaan.
e.
Pengelolaan aktivitas logistik, pengamanan aset Perseroan dan aktivitas umum lainnya.
f.
Pengelolaan fungsi pelayanan hukum.
g.
Pengelolaan manajemen risiko yang berkaitan dengan kebijakan-kebijakan di bidang pengelolaan dan
pengembangan sumber daya manusia, bidang umum dan bidang hukum.
h.
Pengelolaan dan pengawasan penerapan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate
Governance) di lingkungan Perusahaan.

Penambahan tugas dan wewenang Direktur Sumber Daya

dijalankan semata-mata untuk kepentingan Perseroan. Sesuai

Manusia dan Umum terkait pengelolaan dan pengawasan

dengan Anggaran Dasar Perseroan, antar anggota Direksi serta

penerapan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik di lingkungan

antara anggota Direksi dengan anggota Dewan Komisaris tidak

Perusahaan berdasarkan Keputusan Direksi No. 199/KPTS/2011

memiliki hubungan keluarga sampai derajat ketiga baik menurut

tanggal 30 Desember 2011 tentang Perubahan Keputusan Direksi

garis lurus maupun garis kesamping termasuk hubungan yang

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. No. 60/KPTS/2009 tentang Pembagian

timbul karena perkawinan.

Tugas dan Wewenang Direksi (sebagaimana penambahan huruf


h dalam Pasal 1 ayat (5) pada Keputusan Direksi PT Jasa Marga

Rangkap Jabatan Direksi

(Persero) Tbk. No. 60/KPTS/2009 tentang Pembagian Tugas dan

Berdasarkan Pasal 11 ayat (13) Anggaran Dasar Perseroan,

Wewenang Direksi).

anggota Direksi dilarang merangkap jabatan sebagai:


1. Anggota Direksi pada BUMN, BUMD dan badan usaha

Dengan penambahan tugas dan wewenang tersebut, maka

Direksi Jasa Marga telah menunjuk seorang anggota Direksi yaitu

kepentingan.

Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum sebagai penanggung

2. Jabatan struktural dan fungsional lainnya pada instansi/

jawab dalam penerapan dan pemantauan Tata Kelola Perusahaan

yang Baik (GCG) di lingkungan Perseroan. Hal tersebut merupakan

3. Jabatan lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan

bentuk respon Perseroan atas pemberlakuan Keputusan Sekretaris

Kementerian Negara BUMN No. SK-16/S.MBU/2012 tanggal 06


Juni 2012 tentang indikator/parameter penilaian dan evaluasi atas
penerapan Tata Kelola Perusahaan yang baik (Good Corporate
Governance) pada BUMN.
Independensi Direksi
Direksi ditetapkan untuk menjalankan segala tindakan
pengurusan Perseroan atau hubungan dengan pihak lain
secara independen tanpa campur tangan pihak-pihak lain atau
yang bertentangan dengan peraturan perundang undangan
dan Anggaran Dasar Perseroan yang secara material dapat
menganggu keobjektifan dan kemandirian tugas Direksi yang

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

swasta dan jabatan lain yang dapat menimbulkan benturan

lembaga Pemerintah Pusat dan Daerah.


perundang-undangan yang berlaku.

Selama tahun 2013, Direksi Jasa Marga tidak ada yang merangkap
jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (13)
Anggaran Dasar Perseroan.

204

Identitas Perseroan

Pedoman dan Tata Tertib Kerja Direksi (Board Charter)

Misi Perseroan, sehingga diharapkan akan tercapai standar

Profil Perseroan

Direksi berpedoman pada Pedoman Kerja Dewan Komisaris

kerja yang tinggi selaras dengan prinsip-prinsip GCG.

Transformasi
Jasa Marga

dan Direksi (Board Manual). Board Manual berisi tentang


petunjuk tata laksana kerja Dewan Komisaris dan Direksi serta

Board Manual disusun berdasarkan prinsip-prinsip hukum

Ikhtisar 2013

menjelaskan tahapan aktivitas secara terstruktur, sistematis,

korporasi, ketentuan Anggaran Dasar, peraturan dan

Laporan
Manajemen

mudah dipahami dan dapat dijalankan dengan konsisten,

ketentuan perundang-undangan yang berlaku, arahan

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

dapat menjadi acuan bagi Dewan Komisaris dan Direksi dalam

Pemegang Saham serta praktik-praktik terbaik (best

melaksanakan tugas masing-masing untuk mencapai Visi dan

practices) Good Corporate Governance. Isi dari Board

Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital

Manual sebagai berikut:

Isi Board Manual


Bab I

Pendahuluan
Bab ini memuat tentang latar belakang, maksud dan tujuan serta pengertian dari hal-hal yang tercantum
di dalam Board Manual.

Bab II

Dewan Komisaris
Bab ini memuat uraian tentang Dewan Komisaris, mencakup tugas, kewajiban, wewenang, hak,
persyaratan, keanggotaan, program pengenalan, etika jabatan, rapat, evaluasi kinerja, komite serta
sekretaris dewan komisaris.

Bab III

Direksi
Bab ini memuat uraian tentang Direksi mencakup, tugas, kewajiban, wewenang, hak, persyaratan,
keanggotaan, program pengenalan, etika jabatan, rapat, evaluasi kinerja, hubungan dewan komisaris
dengan direksi, sekretaris perusahaan dan sistem pengendalian internal.

Bab IV

Kegiatan Antar Organ Perseroan


Bab ini memuat uraian tentang kegiatan yang dilakukan dalam rangka hubungan kerja dewan komisaris
dan direksi mencakup tentang rapat gabungan dewan komisaris-direksi dan rapat umum pemegang
saham.

Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Pengaturan dari Board Manual terkait Direksi terdapat dalam Bab III tentang Direksi yang mengatur hal-hal sebagai berikut:

TUGAS DIREKSI
KEWAJIBAN DIREKSI
WEWENANG DIREKSI
HAK DIREKSI
PERSYARATAN DIREKSI
KEANGGOTAAN DIREKSI
PROGRAM PENGENALAN DAN PENINGKATAN KAPABILITAS
ETIKA JABATAN DIREKSI
RAPAT DIREKSI
EVALUASI KINERJA DIREKSI
CORPORATE SECRETARY
SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

205

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Program Pelatihan dan Pengembangan Kompetensi Direksi


Selama tahun 2013 anggota Direksi telah mengikuti kegiatan pelatihan dan seminar sebagai berikut:

Pengembangan Kompetensi yang diikuti oleh Anggota Direksi Tahun 2013


No.

Anggota Direksi

Materi

Tanggal Pelaksanaan

1.

Muh Najib Fauzan

Seminar on GSA-Governance Self Assessment and SOP Design

07-08 Maret 2013

2.

Hasanudin
Reynaldi Hermansjah
Muh Najib Fauzan
Muh Najib Fauzan

Live One Day Seminar with Philip Kotler

18 Maret 2013

Workshop Transforming Your Organization in the Digital Era:


Planning, Strategy, and Building Digital Team
Sosialisasi Komunikasi dan Informasi pada Kondisi Kritis

17 April 2013

3.
4.

Adityawarman
Hasanudin
Abdul Hadi Hs.
Reynaldi Hermansjah
Muh Najib Fauzan
Adityawarman
Muh Najib Fauzan
Muh Najib Fauzan
Muh Najib Fauzan

5.
6.
7.
8.

APEC CEO Summit Indonesia 2013


Sarasehan Menjauhi Korupsi dengan Hati Nurani dan Akal Sehat
Hay Group International Conference
Workshop Assessment Berdasarkan Keputusan Sekretaris Menteri
Negara BUMN No. SK-16/S.MBU/2012

20 September 2013

05-07 Oktober 2013


01 November 2013
27-28 November 2013
19-20 Desember 2013

Rapat Direksi
Selama tahun 2013, Direksi melaksanakan rapat internal Direksi sebanyak 45 kali.

Rekapitulasi Kehadiran Direksi dalam Rapat Direksi Tahun 2013


No.

Nama

Jabatan

Jumlah Rapat
yang Dihadiri

Persentase Kehadiran
(%)

1.

Adityawarman

Direktur Utama

44

97%

2.

Hasanudin

Direktur Operasi

41

91%

3.

Abdul Hadi Hs.

Direktur Pengembangan Usaha

35

77%

4.

Reynaldi Hermansjah

Direktur Keuangan

43

95%

5.

Muh Najib Fauzan

Direktur SDM dan Umum

43

95%

Catatan:
Ketidakhadiran Direksi pada rapat disebabkan yang bersangkutan sedang melakukan tugas di luar kota atau menghadiri acara/
rapat penting yang tidak dapat diwakili.

Keputusan yang diambil dalam rapat Direksi Jasa Marga telah

2. Bidang Operasi

dicatat dan didokumentasikan dengan baik dalam Risalah

Rapat Direksi. Risalah Rapat ditandangani oleh ketua rapat dan

Sedyatmo

a. Izin Bukaan Tol Jakarta-Tangerang km 11 dan km 31

didistribusikan kepada semua anggota Direksi yang menghadiri

b. Pengadaan tanah untuk pelebaran Gerbang Tol Cengkareng

rapat maupun tidak. Perbedaan pendapat (disenting opinion)

c. Kontrak Capex di JORR

yang terjadi dalam rapat telah dicantumkan dalam Risalah Rapat


disertai alasan mengenai perbedaan pendapat.

3. Bidang Keuangan

a. Laporan pembayaran dividen

Agenda Rapat Direksi antara lain membahas tentang:


1. Bidang Pengembangan Usaha

4. Bidang SDM dan Umum

a. Laporan progres 7 ruas jalan tol baru

a. Laporan tindak lanjut RUPS

b. Tindak lanjut kerja sama pengembangan monorail

b. Penetapan harga konsultan hukum kasus Thamrin

c. PT SMU sebagai pengelola TIP km 29 A Jalan Tol Sedyatmo

d. Rencana akuisisi PT Ismawa

e. Penyelesaian tanah JORR W2 Utara

Tanjung

c. Penetapan TOR Konsultan Hukum kasus Purbaleunyi

d. Penetapan konsultan kajian OS

e. Pengisian formasi GM Human Capital Services dan VP

Highway and Traffic Engineering

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

206

Identitas Perseroan

Keputusan-keputusan Direksi tahun 2013

daya manusia, keuangan, operasional bisnis, maupun aspek

Profil Perseroan

Selama tahun 2013 anggota Direksi telah mengeluarkan

strategis. Keputusan Direksi yang dihasilkan sepanjang tahun

Transformasi
Jasa Marga

berbagai keputusan baik di bidang pengelolaan sumber

2012 berjumlah 184 keputusan.

Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Keputusan Direksi Tahun 2013


Whistleblowing System PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
Pembentukan Tim Pengelolaan Whistleblowing System PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
Standar Operasional Prosedur Pengendalian Pelaksanaan Proyek di Lingkungan Perusahaan.
Standar prosedur Operasional Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa di Lingkungan Perusahaan.
Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2013.
Pemberian Honorarium bagi Peserta Rapat yang Berasal dari Luar Perusahaan.
Pemberian Penghargaan Kesetiaan kepada Karyawan Periode Maret 2013 di Lingkungan PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
Struktur Organisasi PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
Identifikasi Jabatan PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
Uraian Jabatan Fungsional PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
Struktur Organisasi PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Kantor Cabang Tipe A dan Tipe B.
Struktur Organisasi Unit Jasa Marga Development Center (JMDC).
Penyelenggaraan Beasiswa Karyawan.
Visi, Misi dan Tata Nilai Perusahaan.
Revisi Pedoman Tata Kelola Perusahaan (Code of Corporate Governance) dan Pedoman Perilaku (Code of Conduct)

Prosedur, Dasar Penetapan dan Besarnya Remunerasi

Sedangkan berdasarkan Pasal 113 UU Perseroan Terbatas No.

Anggota Direksi

40 tahun 2007, diatur bahwa ketentuan mengenai besarnya

Berdasarkan Pasal 96 ayat (1) Undang Undang Perseroan

gaji dan honorarium serta tunjangan bagi anggota Direksi

Terbatas No. 40 tahun 2007 yang mengatur besarnya gaji dan

ditetapkan oleh RUPS.

tunjangan Direksi ditetapkan berdasarkan keputusan RUPS.


Kewenangan tersebut berdasarkan Pasal 96 ayat (2) dapat
dilimpahkan kepada Dewan Komisaris.

Prosedur Penetapan Remunerasi Anggota Dewan direksi

Dewan Direksi

RUPS

Melakukan kajian penetapan remunerasi

Mempelajari usulan remunerasi

Mengusulkan pada RUPS

Memberikan persetujuan remunerasi

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

207

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Bentuk Tunjangan dan Fasilitas, serta komponen lain yang

Remunerasi Direksi Perseroan saat ini telah mengikuti peraturan

termasuk di dalam komponen penghasilan (selain gaji) mengacu

tersebut dimana Remunerasi Direksi terdiri dari:

pada ketentuan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri

1. Gaji/Honorarium.

Negara BUMN No. Per-07/MBU/2010 tanggal 27 Desember

2. Tunjangan.

2010 tentang Pedoman Penetapan Penghasilan Direksi, Dewan

3. Fasilitas.

Komisaris dan Dewan Pengawas BUMN.

4. Tantiem/Insentif Kinerja.

Penetapan penghasilan berupa gaji/honorarium, tunjangan dan

Struktur Remunerasi Direksi

fasilitas yang bersifat tetap dilakukan dengan mempertimbangkan

Berdasarkan Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER-07/

faktor pendapatan, aktiva, serta kondisi dan kemampuan

MBU/2010 tentang Pedoman Penetapan Penghasilan Direksi,

keuangan Perseroan, serta tingkat inflasi dan faktor-faktor

Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas pada BUMN, struktur

lain yang relevan serta tidak bertentangan dengan peraturan

remunerasi Direksi adalah sebagai berikut:

perundang undangan. Sedangkan tunjangan dan tantiem yang


bersifat variabel dilakukan dengan mempertimbangkan faktor
pencapaian target, tingkat kesehatan dan kemampuan keuangan
serta faktor-faktor lain yang relevan (merit system).

Struktur Remunerasi Direksi


1. Gaji (ditetapkan oleh RUPS)
2. Tunjangan
a. Tunjangan Hari Raya (THR).
b. Tunjangan Komunikasi.
c. Santunan Purna Jabatan.
d. Tunjangan Pakaian.
3.



Tunjangan Khusus Direksi:


a. Tunjangan Cuti Tahunan.
b. Tunjangan Cuti Besar.
c. Tunjangan Perumahan.
d. Tunjangan Biaya Utilitas.

4. Fasilitas:
a. Fasilitas Kendaraan (apabila tidak diberikan maka dapat diganti dengan Tunjangan Khusus Dewan Komisaris sebagaimana angka 3 di
atas, yaitu Tunjangan Transportasi).
b. Fasilitas/Asuransi Kesehatan/Fasilitas penggantian biaya pengobatan.
c. Fasilitas Perkumpulan Profesi.
d. Fasilitas Bantuan Hukum.
5.


Fasilitas Khusus Direksi:


a. Fasilitas Rumah Jabatan.
b. Fasilitas Club Membership/Corporate Member.
c. Fasilitas Biaya Representasi.

6. Tantiem.

Penetapan Penghasilan Tahun 2013 dan Tantiem Tahun Buku 2012

Komisaris mengacu pada ketentuan sebagaimana tertuang dalam

bagi anggota Direksi berdasarkan Keputusan Dewan Komisaris

Peraturan Menteri Negara BUMN No. Per-07/MBU/2010 tanggal 27

No. KEP-00102/VI/2012 tanggal 09 Juni 2012 tentang Penetapan

Desember 2010.

Penghasilan Tahun 2013 dan Tantiem Tahun Buku 2012 Bagi


Anggota Direksi dan Anggota Dewan Komisaris PT Jasa Marga

Tantiem bagi Direksi dan Dewan Komisaris untuk kinerja tahun

(Persero) Tbk. Berdasarkan penetapan tersebut, maka penghasilan

2011 ditetapkan sebesar Rp 16.748.000.000 (enam belas miliar

Direksi tahun buku 2013 adalah Gaji Direktur Utama sebesar Rp

tujuh ratus empat puluh delapan juta rupiah) dan dibagi sesuai

110.000.000 (seratus sepuluh juta rupiah) per bulan, sedangkan

dengan Komposisi Faktor Jabatan serta masa jabatan masing-

gaji anggota Direksi lainnya masing-masing sebesar 90% dari gaji

masing anggota Direksi dan Dewan Komisaris pada tahun buku

Direktur Utama. Adapun tunjangan dan fasilitas Direksi dan Dewan

yang bersangkutan.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

208

Identitas Perseroan

Realisasi Remunerasi Direksi Tahun 2013

Profil Perseroan

Jenis remunerasi yang diterima oleh Direksi pada tahun 2013 adalah sebagai berikut:

Transformasi
Jasa Marga

Remunerasi Anggota Direksi Tahun 2013 (dalam Rupiah)

Ikhtisar 2013

Nama & Jabatan

Gaji/Tahun

Tunjangan/Tahun

Penerimaan Bersih
/Tahun

Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

Perumahan

Utilitas

THR

Tantiem

Adityawarman Direktur Utama

1.320.000.000

252.000.000

75.600.000

110.000.000

1.765.398.248

3.522.998.248

HasanudinDirektur Operasi

1.188.000.000

252.000.000

75.600.000

99.000.000

1.483.707.763

3.098.307.763

Abdul Hadi
Hs. - Direktur
Pengembangan Usaha

1.188.000.000

252.000.000

75.600.000

99.000.000

1.606.652.941

3.221.252.941

Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

Reynaldi Hermansjah Direktur Keuangan

1.188.000.000

252.000.000

75.600.000

99.000.000

1.606.652.941

3.221.252.941

Muh Najib Fauzan Direktur SDM & Umum

1.188.000.000

252.000.000

75.600.000

99.000.000

1.483.707.763

3.098.307.763

Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Perbandingan klasifikasi remunerasi Direksi tahun 2013 dan 2012 dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

Perbandingan Klasifikasi Remunerasi Direksi Tahun 2013 dan 2012


Jumlah Remunerasi per Orang
dalam 1 Tahun

2013

2012

Di atas Rp 1 miliar

Diantara Rp 500 juta s.d. Rp 1 miliar

Di bawah Rp 500 juta

Hubungan Dewan Komisaris dan


Direksi
Tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris dan Direksi
sebagai dua organ perusahaan yang menjalankan
operasional secara harian berbeda. Tugas utama Dewan
Komisaris adalah sebagai pengawas dan pemberian nasihat,
sedangkan tugas utama Direksi adalah menjalankan

Perundang undangan dan Anggaran Dasar Perseroan. Dalam


beberapa hal tertentu yang strategis menyangkut aktiva,
pinjaman, ekuitas, struktur organisasi serta penetapan
direksi dan komisaris Anak Perusahaan, Direksi memerlukan
persetujuan Dewan Komisaris secara formal.
Seluruh tata cara, pedoman kerja dan hubungan antara

pengelolaan operasional Perseroan.

Dewan Komisaris dan Direksi telah ditetapkan dalam Board

Dewan Komisaris dan Direksi saling menghormati dan

Komisaris dan Direksi dan mencantumkan antara lain

memahami tugas, tanggung jawab dan wewenang masingmasing sesuai peraturan perundang undangan dan Anggaran
Dasar. Dewan Komisaris dan Direksi harus berkoordinasi dan
bekerja sama untuk mencapai tujuan dan kesinambungan
usaha perusahaan dalam jangka panjang dan menjadi role

Manual. Pedoman ini mengikat setiap anggota Dewan


tanggung jawab, kewajiban, wewenang, hak, dan etika
Dewan Komisaris dan Direksi, serta pengaturan rapat dan tata
cara hubungan kerja antara Dewan Komisaris dan Direksi.
Untuk menyatukan pandangan dan memutuskan suatu

model bagi jajaran di bawahnya.

persoalan penting menyangkut kelangsungan usaha dan

Hubungan yang bersifat informal dapat dilakukan oleh

mengagendakan pertemuan berkala dalam forum Rapat

masing-masing Anggota Dewan Komisaris dan Direksi, namun


tidak mempunyai kekuatan hukum sebelum diputuskan
melalui mekanisme yang sah sesuai dengan Peraturan

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

operasional perusahaan, Dewan Komisaris dan Direksi


Gabungan Dewan Komisaris dan Direksi. Penyelenggara
rapat berkala ini adalah Dewan Komisaris guna membahas
berbagai agenda menyangkut rencana kerja, operasional,
peluang usaha, serta isu-isu strategis yang memerlukan

209

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

persetujuan Dewan Komisaris. Rapat ini adalah sebagai bentuk

mengikat untuk dilaksanakan tindak lanjutnya. Pada proses

koordinasi dalam rangka membahas laporan-laporan periodik

pengambilan suara, jika ada anggota Dewan Komisaris yang

Direksi dan memberikan tanggapan, catatan dan nasihat yang

memiliki benturan kepentingan, tidak boleh ikut memberikan

dituangkan dalam Risalah Rapat.

suara dan keterangan mengenai hal ini dicatat pada Risalah Rapat.

Keputusan rapat dibuat berdasarkan azas musyawarah untuk

Sepanjang tahun 2013, Dewan Komisaris telah menyelenggarakan

mufakat atau diambil berdasarkan suara terbanyak serta

Rapat Gabungan Dewan Komisaris dan Direksi sebanyak 17 kali.

Kehadiran Dewan Komisaris dan Direksi dalam Rapat Gabungan Dewan Komisaris dan Direksi Tahun 2013
Nama

Jabatan

Jumlah
Kehadiran

Persentase
Kehadiran (%)

Agoes Widjanarko

Komisaris Utama

16

94

Ibnu Purna

Komisaris

17

100

Akhmad Syakhroza

Komisaris

12

70

Joyo Winoto

Komisaris

11

Mayjen. (Purn). Samsoedin

Komisaris Independen

14

82

Irjen. Polisi (Purn.) Michael Dendron Primanto

Komisaris Independen

17

100

Adityawarman

Direktur Utama

17

100

Hasanudin

Direktur Operasi

16

94

Abdul Hadi Hs.

Direktur Pengembangan Usaha

17

100

Reynaldi Hermansjah

Direktur Keuangan

15

88

Muh Najib Fauzan

Direktur SDM dan Umum

13

76

Catatan:
Ketidakhadiran Anggota Dewan Komisaris atau Direksi pada rapat disebabkan yang bersangkutan sedang melakukan tugas di luar kota atau menghadiri acara/
rapat penting yang tidak dapat diwakili.

Assessment Dewan Komisaris dan Direksi

Kriteria penilaian kinerja Direksi mencakup:


1. Pelaksanaan tugas dan tanggung

Proses Pelaksanaan Assessment

jawab masing-masing anggota Direksi

Pemegang saham melalui mekanisme RUPS melakukan

sesuai Anggaran Dasar.

assessment terhadap kinerja Dewan Komisaris dan Direksi. Selain

2. Pelaksanaan hasil keputusan RUPS

itu, Dewan Komisaris juga menyusun pedoman self-assessment

kinerja Dewan Komisaris melalui Surat Keputusan Dewan

3. Pencapaian realisasi dari RKAP.

Komisaris No. KEP-00177/XI/2012 tentang Penetapan Revisi Sistem

Tahunan 2012.

Penilaian Kinerja Dewan Komisaris PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Hasil Assessment GCG Dewan Komisaris dan Direksi

Tahun 2012.

Pada tahun 2013, dilakukan self assessment implementasi


GCG untuk Direksi dan Dewan Komisaris dengan proses yang

Kriteria Penilaian Kinerja

dilaksanakan sesuai kerangka acuan yang dikembangkan oleh

Kriteria penilaian kinerja Dewan Komisaris dapat dirinci sebagai

Kementerian Negara BUMN berdasarkan Keputusan Sekretaris

berikut:

Kementerian Negara BUMN No. SK-16/S.MBU/2012 tanggal 06

1. RUPS.

Juni 2012. Dari hasil self assessment tersebut, Dewan Komisaris

2. Pengawasan Keuangan.

memperoleh nilai 93,78% dan Direksi memperoleh nilai 95,91%.

3. Pengawasan Operasional.
4. Pengawasan Pengembangan.

Adapun assessment GCG Dewan Komisaris secara garis besar

5. SDM.

meliputi aspek-aspek penilaian sebagai berikut:

6. Pengawasan Kepatuhan.

1. Dewan Komisaris melaksanakan program pelatihan/

7. Proses Internal Dewan Komisaris.

pembelajaran secara berkelanjutan.


2. Dewan Komisaris melakukan pembagian tugas, wewenang
dan tanggung jawab secara jelas serta menetapkan faktorfaktor yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan tugas
Dewan Komisaris.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

210

Identitas Perseroan
Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen

3. Dewan Komisaris melakukan pengawasan terhadap


pelaksanaan kebijakan pengelolaan Anak Perusahaan/

Direksi, menilai kinerja Direksi (individu dan kolegial) dan


yang berlaku dan mempertimbangkan kinerja Direksi.

informasi dan komunikasi sesuai Peraturan Perundang

6. Dewan Komisaris memantau dan memastikan bahwa

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah

Direksi

mengusulkan tantiem/insentif kinerja sesuai ketentuan

Pengembangan
Proyek Baru

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

kepentingan anggota Direksi dan manajemen di bawah


6. Direksi memastikan Perseroan melaksanakan keterbukaan

5. Dewan Komisaris melakukan tindakan terhadap potensi

Tata Kelola
Perusahaan

Perseroan dan Stakeholders.


5. Direksi memonitor dan mengelola potensi benturan

perusahaan patungan.
4. Dewan Komisaris berperan dalam pencalonan anggota

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

Pengelolaan
Human Capital

4. Direksi melakukan hubungan yang bernilai tambah bagi

benturan kepentingan yang menyangkut dirinya.


praktik Tata Kelola Perusahaan yang Baik telah diterapkan

undangan yang berlaku dan penyampaian informasi


kepada Dewan Komisaris dan Pemegang Saham tepat
waktu.
7. Direksi menyelenggarakan Rapat Direksi dan menghadiri
Rapat Dewan Direksi sesuai dengan ketentuan Perundang

secara efektif dan berkelanjutan.


7. Dewan Komisaris menyelenggarakan Rapat Dewan
Komisaris yang efektif dan menghadiri Rapat Dewan
Komisaris sesuai dengan ketentuan perundang undangan.
8. Dewan Komisaris memiliki Sekretaris Dewan Komisaris
untuk mendukung tugas kesekretariatan Dewan Komisaris.
9. Dewan Komisaris memiliki Komite Dewan Komisaris yang

undangan.
8. Direksi wajib menyelenggarakan pengawasan intern yang
berkualitas dan efektif.
9. Direksi menyelenggarakan fungsi Sekretaris Perusahaan
yang berkualitas dan efektif.
10. Direksi menyelenggarakan RUPS Tahunan dan RUPS
lainnya sesuai Peraturan Perundang undangan.

efektif.

Laporan Keuangan
Konsolidasian

Assessment GCG Direksi secara garis besar meliputi aspek-

Indikator Penilaian Kinerja Direksi

aspek penilaian sebagai berikut:

Kinerja Manajemen diukur berdasarkan Key Performance

1. Direksi memiliki pengenalan dan pelatihan/pembelajaran

Indicator berbasis Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU

serta melaksanakan program tersebut secara

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengacu pada Surat

berkelanjutan.

Kementerian Negara BUMN No. S-08/S.MBU/2013 tanggal 16

2. Direksi melaksanakan pengendalian operasional dan

Januari 2013 perihal Penyampaian Pedoman Penentuan

keuangan terhadap implementasi rencana dan kebijakan

KPI dan Kriteria Penilaian Kinerja Unggul pada BUMN. Kinerja

Perseroan.

Direksi diukur terhadap 5 (lima) perspektif dengan total

3. Direksi melaksanakan pengurusan Perseroan sesuai


dengan peraturan perundang undangan yang berlaku dan

indikator sejumlah 18 (delapan belas) kinerja kunci sebagai


berikut:

Anggaran Dasar.
Perspektif

Key Performance Indicator

1. Return On Average Equity (ROE)


2. Net Profit Margin
Keuangan dan Pasar

3. Margin Beban Usaha


4. Pangsa Pasar Kilometer Panjang Ruas Jalan Tol
5. Pendapatan Non-Tol
6. Pangsa Pasar Volume Lalu Lintas Transaksi *)

Fokus Pelanggan

7. Indeks Kepuasan Pelanggan Tol


8. Pemenuhan SPM
9. Jumlah Perolehan Hak Pengusahaan Jalan Tol

Efektivitas Produk dan Proses

10. Progres Pelaksanaan Proyek Jalan Tol


11. Transaction Time (Kecepatan Transaksi Rata-rata)
12. Kecepatan Tempuh Rata-rata di Jalan Tol dibandingkan Jalan Non-Tol

Fokus Tenaga Kerja

13. Human Capital Readiness - Pemenuhan Formasi Jabatan n


14. Human Capital Readiness - Pemenuhan Kompetensi
15. KPKU Score

Kepemimpinan Tatakelola dan


Kemasyarakatan

16. GCG Score


17. Implementasi IT
18. Program Corporate Social Responsibility

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

211

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Ukuran kinerja Direksi tersebut disepakati dan ditandatangani

penyusunan KPI (Key Performance Indicator) Dewan Komisaris,

bersama oleh Direksi yang menjadi bagian dari Kontrak

Perseroan dibantu oleh Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi

Manajemen antara Dewan Komisaris dan Direksi.

universitas Indonesia (LMFE UI).

Pihak yang Melakukan Assessment

Untuk kegiatan assessment GCG pada tahun 2013, dilakukan self

Pada tahun 2013, kegiatan penilaian Direksi dilakukan oleh Dewan

assessment yang menindaklanjuti rekomendasi hasil assessment

Komisaris sedangkan penilaian Dewan Komisaris dilaksanakan

GCG tahun 2012.

secara self assessment, dimana anggota Dewan Komisaris dinilai


oleh anggota Dewan Komisaris yang lain. Sementara itu, dalam

Direksi PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Kebijakan Suksesi Direksi


Dalam rangka mewujudkan proses dan mekanisme pemilihan

Melalui proses seleksi yang dilaksanakan Direksi bersama dengan

dan penggantian anggota Direksi yang transparan, akuntabel

Dewan Komisaris, Perseroan memilih calon pemimpin yang dinilai

dan dapat dipertanggungjawabkan, Perseroan telah mengikuti

mempunyai personal quality yang baik, pengalaman dan keahlian

persyaratan dan tata cara yang diatur melalui Peraturan Menteri

yang memadai untuk menduduki jabatan pimpinan setingkat di

Negara BUMN No. PER-04/MBU/2009 tanggal 16 November 2009,

bawah Direksi dan Direktur Anak Perusahaan yang diharapkan

Perubahan Peraturan No. PER-08/MBU/2010 tanggal 31 Desember

dapat menjadi anggota Direksi Perseroan di masa yang akan

2011 serta PER-01/MBU/2012 tanggal 20 Januari 2012 mengenai

datang yang bersumber dari kalangan pejabat internal Perseroan.

Persyaratan dan Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian


Anggota Direksi Badan Usaha Milik Negara.

Anggota Direksi Perseroan yang menjabat pada periode saat


ini, 3 (tiga) merupakan anggota Direksi yang sedang menjabat

Perseroan mempersiapkan kader-kader pimpinan perusahaan

pada periode sebelumnya serta 2 (dua) yang berasal dari pejabat

melalui mekanisme Talent Management System. Dengan

internal Perseroan yang berada satu tingkat di bawah Direksi.

mengidentifikasi 14 posisi kunci untuk executive leader dan


33 jabatan Direktur Anak Perusahaan, Perseroan
mengembangkan kompetensi calon pimpinan melalui
program Corporate Leadership.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

212

Identitas Perseroan

Komite-komite

Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan

Komite Audit
Komite Audit Perseroan ditetapkan dengan Keputusan Dewan

Susunan anggota Komite Audit terdiri dari 1 (satu) orang

Komisaris No. KEP-0007/I/2012 tanggal 16 Januari 2012

Ketua Komite merangkap sebagai anggota dan 2 (dua) orang

tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Pejabat Komite

anggota Komite.

Audit Perseroan. Pemberhentian anggota Komite Audit


dapat dilakukan apabila yang bersangkutan berakhir masa

Susunan keanggotaan Komite Audit Perseroan adalah

jabatan keanggotaannya dan berdasarkan keputusan Dewan

sebagai berikut:

Komisaris, diberhentikan karena tidak memenuhi kinerja yang


telah ditetapkan dan/atau tidak kompeten
dalam menjalankan tugasnya.

Komposisi Komite Audit Jasa Marga

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

Irjen. Polisi (Purn.) Michael Dendron Primanto

Ketua merangkap anggota Komisaris Independen

Agita Widjajanto

Anggota Tenaga Ahli Aspek Teknis

Daftar Istilah

Rustam Wahjudi

Anggota Tenaga Ahli Aspek Administrasi dan Keuangan

Laporan Keuangan
Konsolidasian

Dasar Hukum Pembentukan Komite Audit

anggota Komite Audit terpilih. Selanjutnya, penetapan dan

Komite Audit Perseroan dibentuk berdasarkan peraturan

pengangkatan calon anggota Komite Audit dilakukan melalui

peraturan/perundangan sebagai berikut:

Surat Keputusan Dewan Komisaris.

1. Undang Undang Republik Indonesia No. 19 tahun 2003


tentang Badan Usaha Milik Negara.
2. Keputusan Direksi PT Bursa Efek Jakarta No. Kep-305/

Seluruh Anggota Komite Audit Jasa Marga memiliki integritas,


kompetensi dan reputasi keuangan yang baik.

BEJ/07-2004 tanggal 19 Juli 2004 tentang Peraturan No.


I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas

Tugas dan Tanggung Jawab Komite Audit

Selain Saham Yang Diterbitkan Oleh Perusahaan Tercatat.

Sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri Negara

3. Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-29/PM/2004

Badan Usaha Milik Negara No. PER-05/MBU/2006 tanggal 20

tanggal 24 September 2004 Lampiran: Peraturan IX.I.5

Desember 2006 tentang Komite Audit bagi Badan Usaha Milik

tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Komite

Negara, fungsi utama Komite Audit adalah membantu Dewan

Audit.

Komisaris dalam memenuhi fungsi pengawasannya yaitu

4. Undang Undang Republik Indonesia No. 40 tahun 2007


tentang Perseroan Terbatas.
5. Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara No.
PER-05/MBU/2006 tanggal 20 Desember 2006 tentang

agar pengelolaan Perseroan dapat berjalan efektif dan efisien.


Dalam pelaksanaan tugas dan dalam pelaporannya, Komite
Audit bersifat mandiri dan bertanggung jawab langsung
kepada Dewan Komisaris.

Komite Audit bagi Badan Usaha Milik Negara.


Dalam melaksanakan tugas, Komite Audit bertanggung jawab
Kualifikasi Pendidikan dan Pengalaman Kerja

kepada Dewan Komisaris. Pertanggungjawaban Komite

Komite Audit Perseroan memiliki kualifikasi pendidikan

Audit kepada Dewan Komisaris merupakan perwujudan

dan pengalaman kerja yang memadai dalam mendukung

akuntabilitas pengawasan atas pengelolaan perusahaan

pelaksanaan tugas sebagai Komite Audit. Profil Anggota

dalam rangka pelaksanaan prinsip-prinsip GCG.

Komite Audit dapat dilihat dalam Bagian Profil Komite Audit.


Tugas dan tanggung jawab Komite Audit tertuang dalam
Proses rekrutmen Anggota Komite Audit dilakukan oleh

Piagam Komite Audit (Committee Audit Charter) yang

Dewan Komisaris dengan mempertimbangkan kompetensi,

disahkan dalam keputusan Dewan Komisaris No. KEP-

keahlian dan integritas dan kemampuan bekerja sama.

00.06/I/2008 tanggal 22 Januari 2008 tentang Penetapan

Dewan Komisaris melakukan wawancara untuk menggali

Piagam Komite Audit PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

lebih dalam calon anggota Komite Audit. Selanjutnya,

Berdasarkan Piagam Komite Audit, tugas dan tanggung jawab

Dewan Komisaris melakukan rapat untuk menentukan calon

Komite Audit adalah sebagai berikut:

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

213

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

a. Membantu Dewan Komisaris untuk memastikan efektivitas

5. Melakukan penelahaan dan melaporkan kepada Dewan


Komisaris atas pengaduan yang berkaitan dengan Perseroan.

sistem pengendalian intern dan efektivitas pelaksanaan tugas

6. Mengkaji kecukupan pelaksanaan audit eksternal termasuk di

eksternal auditor dan internal auditor.

dalamnya perencanaan audit dan jumlah auditornya.

b. Menilai pelaksanaan kegiatan serta hasil audit yang akan


dilakukan oleh Internal Audit maupun auditor eksternal.
c. Memberikan rekomendasi mengenai penyempurnaan

Independensi Komite Audit

Komite Audit diketuai oleh Komisaris Independen dan dua anggota

sistem pengendalian manajemen serta pelaksanaannya.

d. Memastikan bahwa telah dipatuhi review yang

profesional lainnya yang berasal dari luar Perseroan serta mempunyai

memuaskan terhadap informasi yang dikeluarkan

latar belakang Keuangan dan Teknik sesuai dengan bidang industri

oleh perusahaan, termasuk laporan keuangan berkala,

Perseroan. Hal tersebut telah memenuhi ketentuan dalam Keputusan

proyeksi/prognosa keuangan dan lain lain informasi

Ketua Badan Pengawas Pasar Modal No. Kep-29/PM/2004 tentang

keuangan yang disampaikan ke pemegang saham.

Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit. Dalam

e. Memastikan bahwa telah dipatuhi prosedur review

Pelaksanaan tugasnya, Komite Audit bekerja secara profesional dan

yang memuaskan terhadap penyelenggaraan kegiatan-

independen.

kegiatan perusahaan sesuai dengan Standar Operating

Procedures yang berlaku.

Anggota Komite Audit telah memenuhi persyaratan jumlah,

f.

Memberikan pendapat kepada Dewan Komisaris

komposisi, kriteria, kompetensi, dan independensi sesuai dengan

terhadap laporan atau hal-hal yang disampaikan oleh

ketentuan dalam Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-29/PM/2004

Direksi kepada Dewan Komisaris.

tanggal 24 September 2004, Lampiran: Peraturan IX.I.5 tentang

g. Melakukan identifikasi hal-hal yang memerlukan

Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Komite Audit, serta

perhatian Dewan Komisaris, dan melaksanakan tugas-

Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER-05/MBU/2006 tanggal 20

tugas lain yang berkaitan dengan tugas Dewan Komisaris,

Desember 2006 tentang Komite Audit bagi Badan Usaha Milik Negara

antara lain meliputi:

dan No. PER-12/MBU/2012 tanggal 24 Agustus 2012 tentang Organ

1. Melakukan penelahaan atas informasi keuangan yang akan

Pendukung Dewan Komisaris/Dewan Pengawas Badan Usaha

dikeluarkan Perseroan seperti Laporan Keuangan, Rencana

Milik Negara, yaitu:

Jangka Panjang, Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan,

Komite Audit terdiri dari seorang anggota Komisaris


Independen selaku Ketua Komite Audit dan dua orang

Laporan Manajemen, dan informasi keuangan lainnya.


2. Melakukan penelahaan atas ketaatan Perseroan terhadap

anggota yang berasal dari luar BUMN.

peraturan perundang undangan di bidang Pasar Modal dan

Setiap anggota Komite Audit tidak mempunyai hubungan

peraturan perundang undangan lainnya yang berhubungan

keluarga sedarah dan semenda sampai derajat ketiga, baik

dengan kegiatan Perseroan.

menurut garis lurus maupun garis ke samping dengan

3. Melakukan penelahaan atas pemeriksaan oleh auditor internal

anggota Komisaris dan/ atau anggota Direksi.


Salah seorang anggota Komite Audit memiliki latar belakang

dan mengkaji kecukupan fungsi audit internal termasuk


jumlah auditor, rencana kerja tahunan dan penugasan yang

pendidikan akuntansi atau keuangan dan memahami

telah dilaksanakan.

manajemen risiko, dan seorang anggota lainnya memahami

4. Melaporkan kepada Dewan Komisaris berbagai risiko yang


dihadapi Perseroan dan pelaksanaan manajemen risiko
oleh Direksi.

industri/ bisnis/teknis BUMN yang bersangkutan.


Dalam pelaksanaan tugasnya, Komite Audit bersifat mandiri serta
bekerja secara profesional dan independen.

Independensi Komite Audit


Aspek Independensi

Irjen. Polisi (Purn.)


Michael Dendron Primanto

Agita Widjajanto

Rustam Wahjudi

Tidak memiliki hubungan keuangan dengan Dewan


Komisaris dan Direksi

Tidak memiliki hubungan kepengurusan di Jasa Marga, anak


perusahaan maupun perusahaan afiliasi

Tidak memiliki hubungan kepemilikan saham di Jasa Marga

Tidak memiliki hubungan keluarga dengan Dewan


Komisaris, Direksi dan/atau sesama anggota Komite Audit

Tidak menjabat sebagai pengurus partai politik, pejabat


pemerintah daerah

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

214

Identitas Perseroan

Rapat Komite Audit

Profil Perseroan

Komite Audit mengadakan rapat secara berkala mengacu

Manajemen Perseroan melalui Satuan Audit Internal untuk

pada Piagam Komite Audit.

memberikan informasi yang diperlukan.

Ikhtisar 2013

Pertemuan dengan auditor eksternal dilakukan minimal

Kehadiran masing-masing anggota Komite Audit dalam Rapat

Laporan
Manajemen

sebulan sekali pada saat jadwal pemeriksaan audit. Dalam

Komite Audit dan kegiatan-kegiatan yang dilaksakan Komite

pelaksanaan rapat Komite Audit dapat mengundang

Audit selama tahun 2013 adalah sebagai berikut:

Transformasi
Jasa Marga

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital

Kehadiran Anggota Komite Audit dalam Rapat Komite Audit dan Kegiatan-kegiatan
Komite Audit Tahun 2013
Rapat/Kegiatan

Jml (kali)

Tata Kelola
Perusahaan

Michael Dendron
Primanto
Ketua Komite
Kehadiran

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

Agita Widjajanto
Anggota
Kehadiran

Rustam Wahjudi
Anggota
Kehadiran

Kali

Kali

Kali

23

23

100

20

87

23

100

100

86

100

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

Rapat Internal Komite Audit

Daftar Istilah

Rapat Tim Negosiasi/Pengadaan KAP

100

75

100

Laporan Keuangan
Konsolidasian

Rapat dengan Direksi/Manajemen

14

14

100

12

86

14

100

Rapat Internal Dewan Komisaris

12

12

100

12

100

12

100

Rapat/Pembahasan dengan KAP

100

67

100

Rapat dengan Unit PKBL

100

100

Kunjungan dan Rapat Dewan Komisaris


di Cabang

100

100

100

Kunjungan Kerja ke Anak Perusahaan

100

100

100

Rapat dengan SPI

Catatan:
Ketidakhadiran Anggota Komite Audit pada rapat disebabkan yang bersangkutan sedang melakukan tugas di luar kota atau menghadiri acara/rapat
kedinasan penting yang tidak dapat diwakilkan.

Keputusan yang diambil dalam rapat Komite Audit Jasa

Remunerasi Komite Audit

Marga telah dicatat dan didokumentasikan dengan baik

Berdasarkan Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER-12/

dalam risalah rapat Komite Audit. Risalah Rapat ditandangani

MBU/2012 tanggal 26 Juli 2012 tentang Organ Dewan Komisaris/

oleh ketua rapat dan didistribusikan kepada semua anggota

Dewan Pengawas pada Badan Usaha Milik Negara, Anggota

Komite Audit yang menghadiri rapat maupun tidak.

Komite Audit yang bukan anggota Dewan Komisaris memperoleh

Perbedaan pendapat (disenting opinion) yang terjadi dalam

remunerasi yang terdiri dari honorarium sebesar Rp9.000.000

rapat akan dicantumkan dalam risalah rapat disertai alasan

per bulan.

mengenai perbedaan pendapat.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

215

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Laporan Pelaksanaan Kegiatan Komite Audit


Auditor Independen dan Independensi Auditor

Penugasan Audit Lainnya

Audit Umum atas Laporan Keuangan PT Jasa Marga (Persero)

Komite Audit telah menelaah Laporan Manajemen dan

Tbk. Tahun Buku 2013 dilakukan oleh Auditor Independen yang

Laporan KAP AAJ mengenai efektivitas pengendalian internal

sama dengan audit atas Laporan Keuangan Tahun Buku 2012,

atas pelaporan keuangan Perseroan dan Evaluasi Kinerja

yaitu Kantor Akuntan Publik Aryanto (KAP) Amir Yusuf, Mawar dan

Perseroan. Komite Audit juga telah membahas dengan

Saptoto (AAJ).

Manajemen dan KAP kelemahan-kelemahan penting yang


ditemukan dalam proses evaluasi dan proses audit, serta
rencana Manajemen untuk memperbaiki kelemahankelemahan pengendalian internal atas pelaporan keuangan

Audit oleh KAP AAJ pada tahun buku 2012 merupakan audit

dan kinerja Perseroan tersebut.

yang pertama kali. Dengan demikian, maka sebagaimana yang

Komite Audit telah membahas dengan Internal Audit

diatur pada pasal 4 Undang-Undang Republik Indonesia No. 5


tahun 2011 tentang Akuntan Publik, khususnya terkait dengan

Perseroan dan KAP AAJ mengenai seluruh lingkup dan rencana

Pembatasan Pemberian Jasa Audit oleh Akuntan Publik dan/

audit mereka. Komite Audit juga telah mengadakan rapat-

atau KAP atas informasi keuangan historis suatu klien untuk

rapat dengan Internal Auditor dan KAP AAJ tanpa kehadiran

beberapa tahun buku yang berturut-turut, KAP AAJ masih dapat

Manajemen untuk membahas hasil audit dan hasil evaluasi

ditunjuk kembali untuk melakukan audit atas Laporan Keuangan

KAP terhadap pengendalian internal serta kualitas pelaporan

Tahun Buku 2013. Penunjukan kembali KAP AAJ dimaksud telah

keuangan secara keseluruhan.

dilakukan melalui proses Penunjukan Langsung dengan Negosiasi


Harga, dan telah disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham

Komite Audit juga telah menelaah dan membahas Laporan

(RUPS) Tahunan pada tanggal 29 April 2013.

Kengan Konsolidasian dan Catatan Atas Lapoiran Keuangan


Konsolidasian dengan Manajemen Perseroan. Pembahasan

Komite Audit telah melakukan pembahasan dengan Saptoto,

dimaksud mencakup kualitas dan akseptabilitas standar akuntansi

Signing Partner KAP AAJ, yang bertanggung jawab untuk

keuangan yang diterapkan Perseroan, kelayakan accounting

memberikan pendapat atas kewajaran penyajian Laporan

judgement dan kecukupan pengungkapannya dalam laporan

Keuangan Konsolidasian dan Catatan Atas Laporan Keuangan

keuangan konsolidasian.

Konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan


(SAK) di Indonesia, serta pendapat mereka mengenai efektivitas

Manajemen telah menginformasikan kepada Komite Audit bahwa

pengendalian internal atas pelaporan keuangan, kualitas dan

Laporan Keuangan Konsolidasian dimaksud di atas:

akseptabilitas standar akuntansi keuangan yang diterapkan

1. merupakan tanggung jawab Manajemen dan telah disajikan

oleh Perseroan. Penelaahan dan pembahasan yang dilakukan

secara objektif dengan penuh integritas; dan

oleh Komite Audit juga mencakup semua hal yang menurut

2. telah disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan

standar auditing, Peraturan OJK dan peraturan lainnya mengenai

yang berlaku di Indonesia.

komunikasi dengan Komite Audit, harus didiskusikan dengan


Komite Audit. Selain itu, Komite Audit juga telah mendiskusikan

Berdasarkan hasil pembahasan-pembahasan tersebut di atas,

mengenai Independensi KAP terhadap Manajemen Perseroan

maka Laporan Keuangan Konsolidasian dan Catatan Atas Laporan

dan terhadap Perseroan sendiri. Selama tahun buku 2013 tidak

Konsolidasian tahun buku 2013, yang merupakan bagian yang

terdapat penugasan non audit kepada KAP AAJ dan Komite Audit

tidak terpisahkan dari Annual Report 2013 serta evaluasi terhadap

telah menerima surat dari KAP AAJ yang memberikan penjelasan

efektivitas pengendalian internal atas pelaporan keuangan

mengenai independensi mereka.

perusahaan, layak dan dapat disertakan dalam Annual Report


2013 Jasa Marga untuk mendapatkan persetujuan RUPS Tahunan
tahun buku 2013.

Jakarta, Februari 2014


Komite Audit

Irjen. Polisi (Purn.) Michael Dendron Primanto


Ketua
PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

216

Identitas Perseroan
Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen

Profil Komite Audit


Irjen. Polisi (Purn.) Michael Dendron Primanto, Ketua
Menjadi Ketua Komite Audit Jasa Marga sejak Januari 2010. Saat ini juga menjabat sebagai
Komisaris Independen Jasa Marga. Profil dapat dilihat di bagian Profil Dewan Komisaris.

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

Rustam Wahjudi, Anggota



Bergabung dengan Komite Audit Jasa Marga sejak tahun 2011.


Meraih gelar Sarjana Akuntansi (S1) dari Institut Ilmu Keuangan Departemen Keuangan pada
tahun 1981.

Mulai berkarir di BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) pada tahun 1975.
Beberapa jabatan penting di BPKP yang pernah dijabat sebelumnya diantaranya adalah

Daftar Istilah

Direktur Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah Wilayah II pada BPKP Pusat (2008-

Laporan Keuangan
Konsolidasian

2010), Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Riau (2005-2008), Kepala Bagian Tata Usaha pada
Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Timur (2004-2005), Kepala Sub Direktorat Pengawasan
Produksi dan SDA pada BPKP Pusat (2002-2004), Kepala Sub Direktorat Pengawasan
Perminyakan pada BPKP Pusat (2000-2002), Kepala Bidang Pengawasan BUMN/BUMD pada
Perwakilan BPKP NAD (1998-2000), Kepala Seksi Pengawasan Agraris pada Perwakilan BPKP
Jawa Timur (1995-1997) dan Kepala Seksi Perencanaan, Analisa dan Evaluasi pada Perwakilan
BPKP Provinsi Maluku (1990-1995).

Usia per 31 Desember 2013 adalah 61 tahun.

Agita Widjajanto, Anggota



Bergabung dengan Komite Audit Jasa Marga sejak tahun 2011.


Meraih gelar Insinyur Teknik Sipil dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 1995 dan gelar
Master dalam Bidang Teknik Terowongan dari International Institute for Infrastructures,
Hydraulic and Environmental Engineering (IHE) Delft, Netherlands pada tahun 2001.

Saat ini juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pengembangan Pola Investasi, Pusat
Pembinaan Sumber Daya Investasi, Badan Pembinaan Konstruksi, Kementerian Pekerjaan
Umum. Sebelumnya pernah menjadi Kepala Sub Bidang Pengendalian Investasi, Bidang
Investasi, Sekretariat BPJT, Departemen Pekerjaan Umum (2005-2011). Sejak 2005 aktif dalam
berbagai kepanitiaan tender, kelompok kerja, proyek, task force, dan lain-lain di Kementerian
Pekerjaan Umum diantaranya Badan Pembinaan Konstruksi BPJT dan Direktorat Jenderal
Bina Marga, baik sebagai anggota, counterpart, maupun sebagai narasumber. Menerima
beberapa penghargaan diantaranya Satya Lancana Karya Satya X Tahun dari Pemerintah
(2008) dan Singapore Cooperation Programme Training Awards (SCPTA) pada Lee Kuan Yew
School of Public Policy and Civil Service College International, Singapore (2006).

Usia per 31 Desember 2013 adalah 42 tahun.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

217

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Komite Investasi dan Risiko Usaha


Komite Invetasi dan Risiko Usaha Perseroan ditetapkan dengan

Susunan anggota Komite Investasi dan Risiko Usaha terdiri dari

Keputusan Dewan Komisaris No. KEP-00030/I/2012 tanggal 20

1 (satu) orang Ketua Komite merangkap sebagai anggota dan 2

Februari 2012. Pemberhentian Komite Investasi dan Risiko Usaha

(dua) orang anggota Komite.

dapat dilakukan apabila apabila yang bersangkutan berakhir masa


jabatan keanggotaannya dan berdasarkan keputusan Dewan

Susunan keanggotaan Komite Investasi dan Risiko Usaha

Komisaris, diberhentikan karena tidak memenuhi kinerja yang

Perseroan adalah sebagai berikut:

telah ditetapkan dan/atau tidak kompeten dalam menjalankan


tugasnya.

Komposisi Komite Investasi dan Risiko Usaha Jasa Marga

Ibnu Purna

Ketua

Nasikhin Ahsanto

Anggota

Eduard T. Pauner

Anggota

Seluruh Anggota Komite Investasi dan Risiko Usaha Jasa Marga memiliki integritas, kompetensi dan reputasi yang baik.

Dasar Hukum Pembentukan Komite Investasi dan Risiko Usaha

3. Menyiapkan bahan, informasi, materi, analisis dan kajian

Komite Investasi dan Risiko Usaha Perseroan dibentuk berdasarkan

terkait dengan pelaksanaan investasi dan manajemen risiko,

peraturan-peraturan/perundangan sebagai berikut:

dalam rangka menekan dan atau menghindarkan Perseroan

1. Undang Undang Republik Indonesia No. 19 tahun 2003 tentang

dari terjadinya cost overrun dan meningkatkan efisiensi dan

Badan Usaha Milik Negara.


2. Undang Undang Republik Indonesia No. 40 tahun 2007 tentang
Perseroan Terbatas.
3. Keputusan Dewan Komisaris PT Jasa Marga (Persero) Tbk. No.
Kep-OO94/VIII/2010 tentang Penetapan Pembentukan Komite
Investasi dan Risiko Usaha Perusahaan Perseroan PT Jasa Marga
(Persero) Tbk.

efektivitas di bidang investasi jalan tol dan non tol.


4. Masukan dan kajian tentang kelayakan investasi jalan tol dan
non tol serta risikonya, terkait dengan ketepatan proyeksi
volume trafik, pembebasan lahan, rekayasa pembiayaannya
dan ketepatan penggunaan teknologi dan inovasinya serta
value engineering.
5. Menyusun program kerja tahunan Komite Investasi dan Risiko
Usaha untuk mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris dan

Tugas dan Tanggung Jawab Komite Investasi dan Risiko Usaha


Komite Investasi dan Risiko Usaha bertanggung jawab kepada

membuat laporan periodik untuk disampaikan dan di evaluasi


oleh Dewan Komisaris.

Dewan Komisaris dan membantu Dewan Komisaris dalam

6. Melaksanakan tugas lain yang diberikan Dewan Komisaris.

pelaksanaan tugasnya agar pengelolaan Perseroan dapat

7. Dalam melaksanakan tugas Komite Investasi dan Risiko Usaha

berlangsung dengan efisien dan efektif melalui sistem dan

melapor dan bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris.

pelaksanaan pengawasan yang kompeten dan independen.


Independensi Komite Investasi dan Risiko Usaha
Berdasarkan Piagam Komite Investasi dan Risiko Usaha, tugas dan

Komite Investasi dan Risiko Usaha menjalankan tugas dan

tanggung jawab Komite Investasi dan Risiko Usaha adalah:

tanggung jawabnya secara independen dan profesional sesuai

1. Melakukan evaluasi atas perencanaan investasi jangka panjang

dengan peraturan perundang undangan. Komite Investasi

dan jangka pendek yang tersebut dalam RJPP dan RKAP

dan Risiko Usaha diketuai oleh salah seorang Komisaris dan

Perseroan dan menyampaikan hasil evaluasinya kepada Dewan

anggotanya terdiri dari profesional dengan latar belakang sesuai

Komisaris sebagai masukan dalam membahas penyusunan dan

dengan bidang industri Perseroan.

atau review RJPP, serta dalam membahas usulan RKAP Tahunan


yang diajukan oleh Direksi.
2. Melakukan evaluasi atas pelaksanaan investasi, kebijakan
dan strategi investasi dan manajemen risiko yang ada
dan memberikan masukan dalam rangka mereview dan
menetapkan kebijakan dan strategi investasi dan risiko usaha
yang baru.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Independensi anggota Komite Investasi dan Risiko Usaha


tercermin dalam tabel dengan aspek sebagai berikut:

218

Identitas Perseroan

Independensi Anggota Komite Investasi dan Risiko Usaha

Profil Perseroan

Aspek Independensi

Ibnu Purna

Nasikhin Ahsanto

Eduard T. Pauner

Tidak memiliki hubungan keuangan dengan


Dewan Komisaris dan Direksi

Laporan
Manajemen

Tidak memiliki hubungan kepengurusan


di Jasa Marga, anak perusahaan maupun
perusahaan afiliasi

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

Tidak memiliki hubungan kepemilikan


saham di Jasa Marga

Tidak memiliki hubungan keluarga dengan


Dewan Komisaris, Direksi dan/atau sesama
anggota Komite Audit

Tidak menjabat sebagai pengurus partai


politik, pejabat pemerintah daerah

Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013

Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Rapat Komite Investasi dan Risiko Usaha

terbanyak. Apabila suara setuju dan tidak setuju berimbang

Komite Investasi dan Risiko Usaha melakukan rapat koordinasi

maka usulan dianggap ditolak.

secara bekala. Dalam pelaksanaan rapat Komite Investasi


dan Risiko Usaha dapat mengundang Manajemen Perseroan

Selama tahun 2013, Komite Investasi dan Risiko Usaha (KIRU)

untuk memberikan informasi yang diperlukan.

telah menyelenggarakan rapat berupa Rapat Internal KIRU,


Rapat KIRU dengan Dewan Komisaris, Rapat KIRU dengan

Keputusan Rapat Komite Investasi dan Risiko Usaha

Manajemen terkait Jasa Marga, Peninjauan Lapangan dan

diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Dalam

Rapat KIRU dengan pihak eksternal dengan total rapat

hal keputusan musyawarah mufakat tidak tercapai maka

sebanyak 62 kali. Tingkat kehadiran anggota Komite Investasi

keputusan diambil berdasarkan pemungutan suara setuju

dan Risiko Usaha adalah sebagai berikut:

Kehadiran Anggota Komite Investasi dan Risiko Usaha dalam Rapat Komite Investasi
dan Risiko Usaha dan Kegiatan-kegiatan Komite Investasi dan Risiko Usaha Tahun 2013
Nama

Kehadiran dalam Rapat


(kali)

Persentase
(%)

Ibnu Purna

35

56

Nasikhin Ahsanto

Eduard T. Pauner

38

61

Catatan:
Eduard T. Pauner menjabat sebagai Komite Investasi dan Risiko Usaha sejak 01 Maret 2013 dan mulai rapat tanggal 14 Maret 2013.
Nasikhin Ahsanto menjabat sebagai anggota Komite Investasi dan Risiko Usaha sejak 01 Februari 2014.
Ketidakhadiran Anggota Komite Audit pada rapat disebabkan yang bersangkutan sedang melakukan tugas di luar kota atau menghadiri acara/rapat
kedinasan penting yang tidak dapat diwakilkan.

Keputusan yang diambil dalam rapat Komite Investasi dan

Remunerasi Komite Investasi dan Risiko Usaha

Risiko Usaha Jasa Marga telah dicatat dan didokumentasikan

Anggota Komite Investasi dan Risiko Usaha yang bukan

dengan baik dalam risalah rapat Komite Investasi dan Risiko

anggota Dewan Komisaris memperoleh remunerasi yang

Usaha. Risalah rapat di tandangani oleh ketua rapat dan

terdiri dari honorarium sebesar Rp9.000.000 per bulan.

didistribusikan kepada semua anggota Komite Investasi


dan Risiko Usaha yang menghadiri rapat maupun tidak.
Perbedaan pendapat (disenting opinion) yang terjadi dalam
rapat akan dicantumkan dalam risalah rapat disertai alasan
mengenai perbedaan pendapat.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

219

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Laporan Pelaksanaan Tugas Komite Investasi dan Risiko Usaha


Dalam melaksanakan tugas pemantauannya, Komite Investasi

pembebasan lahan. Dalam hal investasi non tol, KIRU memberikan

dan Resiko Usaha (KIRU) menyusun program kerja secara tahunan

saran terkait kebijakan dan strategi investasi usaha lain, termasuk

yang dijabarkan berdasarkan tugas pokok KIRU yang tercantum di

diantaranya mengenai metode lelang beauty contest, re-focusing

dalam Piagam Komite Investasi dan Risiko Usaha.

pada bisnis inti, review perjanjian dengan mitra, serta optimalisasi


pemanfaatan lahan kelola.

Selama tahun 2013, KIRU melaksanakan berbagai program dan


kegiatan seperti analisis dan kajian terkait dengan pelaksanaan

Di bidang pemenuhan standar mutu pelayanan, KIRU

investasi dan manajemen risiko; review terhadap kajian kelayakan

memberikan rekomendasi terkait penyempurnaan aspek-

investasi; evaluasi pelaksanaan, kebijakan, dan strategi investasi;

aspek dalam Pedoman Pengukuran Standar Pelayanan

pemantauan kebijakan dan pelaksanaan pengelolaan risiko;

Minimal, diantaranya penanganan jalan berlubang, mekanisme

evaluasi sistem dan model pengelolaan risiko; serta penugasan

pengawasan terhadap pelaksanaan SOP Pemenuhan SPM dan

lain dari Dewan Komisaris.

mekanisme pelaporan; dan perbaikan sistem pemeliharaan jalan


tol dan penanganan kondisi jalan.

Berdasarkan hasil pelaksanaan program dan kegiatan sepanjang


tahun 2013 tersebut, KIRU memberikan saran-saran perbaikan

Di bidang pengelolaan risiko, KIRU memberikan rekomendasi

di bidang investasi, pemenuhan standar mutu pelayanan dan

terkait penyempurnaan daftar risiko korporat tahun 2014 dalam

pengelolaan risiko. Pokok-pokok saran perbaikan tersebut

hal risiko-risiko yang berpengaruh terhadap pencapaian sasaran

diantaranya adalah sebagai berikut:

strategis Perseroan; penyempurnaan sistem pemantauan dan


pengendalian Direksi terhadap pencapaian sasaran strategis

Di bidang investasi tol, KIRU memberikan rekomendasi terkait

Perseroan berbasis manajemen risiko untuk membentuk sistem

percepatan penyelesaian ruas-ruas jalan tol baru, salah satunya

peringatan dini terhadap kejadian risiko dan penanganan risiko;

dengan meningkatkan intensitas dan efektifitas koordinasi serta

serta perbaikan praktik dan proses pengelolaan risiko agar

komunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk mempercepat

kualitas dan kedalaman penilaian risiko dapat ditingkatkan.

Jakarta, Februari 2014


Komite Investasi dan Risiko Usaha

Ibnu Purna
Ketua

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

220

Identitas Perseroan

Profil Komite Investasi dan Risiko Usaha

Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen

Ibnu Purna, Ketua


Menjadi Ketua Komite Investasi dan Risiko Usaha Jasa Marga sejak Februari 2012. Saat ini
juga menjabat sebagai Anggota Dewan Komisaris Jasa Marga. Profil dapat dilihat di bagian
Profil Dewan Komisaris.

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

Nasikhin Ahsanto, Anggota


Bergabung dengan Komite Investasi dan Risiko Usaha Jasa Marga sejak tahun 2014.

Meraih gelar S1 Akuntansi dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 2003.

Sejak tahun 2001, aktif berperan dalam berbagai studi dan kajian di daerah-daerah di
Indonesia yang diselenggarakan berbagai instansi, diantaranya BPJT (Badan Pengatur
Jalan Tol), Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Intelijen & Keamanan Mabes Polri,

Daftar Istilah

Kementerian Perhubungan, Kementerian Negara Perumahan Rakyat, Bank Indonesia,

Laporan Keuangan
Konsolidasian

beberapa Pemerintah Daerah, PT Pelindo, Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya
Mineral), dan lain-lain.

Usia per 31 Desember 2013 adalah 35 tahun.

Eduard T. Pauner, Anggota


Bergabung dengan Komite Investasi dan Risiko Usaha Jasa Marga sejak 01 Maret 2013.

Menyelesaikan pendidikan S1 Teknik Sipil pada tahun 1977 dari Institut Teknologi
Bandung dan S2 Teknik Manajemen Proyek pada tahun 2002 dari Universitas Indonesia.

Saat ini juga merupakan Staf Pengajar Manajemen Risiko Program Pasca Sarjana
Universitas Parahyangan Bandung dan Program Pasca Sarjana ITS (2012-sekarang).
Merupakan pemegang lisensi Certified Risk Management Professional dari Lembaga
Sertifikasi Profesi Manajemen Risiko. Sebelumnya Beliau pernah menjabat sebagai
Direktur Sistem Jaringan Prasarana Dit.Jen. Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum
(2003-2005), Anggota Komite Risiko PT Hutama Karya (Persero) (2006-2010), Anggota
Komite Audit PT Brantas Abipraya (Persero) (2008-2012), Komite Pemantau Manajemen
Risiko PT Brantas Abipraya (Persero) (2012).

Usia per 31 Desember 2013 adalah 60 tahun.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

221

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Komite Remunerasi dan Nominasi

Sekretaris Dewan Komisaris

Saat ini Perseroan belum memiliki Komite Remunerasi dan

Dewan Komisaris memiliki Sekretaris Dewan Komisaris untuk

Nominasi. Namun Perseroan memiliki sistem dan prosedur dalam

mendukung pelaksanaan tugas kesekretariatan Dewan Komisaris.

penetapan remunerasi yang akan diberlakukan di Perseroan

Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris No. KEP-

dengan mengacu kepada peraturan yang berlaku, yaitu Peraturan

00020/I/2012 tanggal 10 Februari 2012 tentang Pengisian Personil

Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara No. PER-02/MBU/2009

Struktur Organisasi Sekretariat Dewan Komisaris PT Jasa Marga

tanggal 27 April 2009 tentang Pedoman Penghasilan Direksi,

(Persero) Tbk., telah ditetapkan sebagai berikut:

Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Badan Usaha Milik Negara.

1. Sekretaris Dewan Komisaris untuk masa jabatan 5 (lima)

Kajian mengenai remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi


dilakukan oleh DIvisi Human Capital Services yang hasilnya dibahas
dalam Rapat Gabungan Dewan Komisaris dan Direksi untuk
kemudian disepakati dan diusulkan dalam RUPS.

tahun.
2. Staf Bidang Penyelenggaraan Rapat Dewan Komisaris.
3. Staf bidang Kerumahtangaan Sekretariat Dewan Komisaris,

Juru Tata Usaha Dokumentasi dan Kearsipan.

Agar sistem remunerasi Perseroan dapat mengikuti praktik terbaik

Tugas Sekretaris Dewan Komisaris adalah untuk membantu

dalam sistem remunerasi dalam industrinya, Perseroan juga

Dewan Komisaris dalam menjalankan fungsi pengawasan

menggunakan konsultan independen.

Dewan Komisaris. Secara rinci fungsi Sekretaris Dewan Komisaris


antara lain:

Dalam nominasi calon Direksi, Dewan Komisaris mengusulkan

1. Menyusun program/agenda tahunan/triwulanan kegiatan

kepada Pemegang Saham Seri A Dwiwarna pejabat satu level di

bawah Direksi berdasarkan hasil assessment, kinerja dan integritas

2. Menyusun mekanisme pelaksanaan kegiatan kesekretariatan

untuk mengikuti fit and proper test yang diselenggarakan oleh

Pemegang Saham seri A Dwiwarna. Pemegang Saham Seri A

3. Menyelenggarakan kegiatan administrasi kesekretariatan di

Dwiwarna, sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan mengusulkan

calon-calon Direksi untuk mendapat persetujuan RUPS.

4. Menyelenggarakan Rapat Dewan Komisaris dan rapat/

Dewan Komisaris sesuai keputusan rapat Dewan Komisaris.


agar kegiatan Dewan Komisaris berjalan lancar.
lingkungan Dewan Komisaris.

pertemuan antara Dewan Komisaris dengan Pemegang

Sedangkan untuk pemilihan Pengurus Anak Perusahaan dalam

Saham, Direksi maupun pihak-pihak terkait lainnya.

hal prosedur pengangkatan anggota Direksi dan Dewan Komisaris

5. Menyediakan data/informasi yang diperlukan oleh Dewan

anak perusahaan Direksi mengacu pada Peraturan Menteri

Negara BUMN No. PER-03/MBU/2012 dengan prinsip dasar yang


berlandaskan pada prinsip-prinsip good corporate governance
yaitu profesionalisme, transparansi, kemandirian, akuntabilitas,
pertanggungjawaban dan kewajaran.

Komite Tata Kelola Perusahaan


Saat ini Perseroan belum memiliki Komite Tata Kelola Perusahaan.
Namun demikian, Dewan Komisaris secara aktif melakukan
pengawasan terhadap implementasi GCG di Perseroan. Selain itu,
secara berkala Perseroan melakukan assessment yang dilakukan
oleh pihak independen untuk memastikan bahwa penerapan
tata kelola perusahaan telah dilakukan dengan baik sesuai aturan
yang berlaku.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Komisaris dan Komite-komite dalam Dewan Komisaris.

222

Identitas Perseroan

Sekretaris Perusahaan

Menyelenggarakan kegiatan RUPS Perseroan.


Menyelenggarakan kegiatan komunikasi antara Direksi

Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

/ Manajemen dengan stakeholders dalam rangka

Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary) memiliki

membangun citra Perseroan.

peranan penting untuk memastikan aspek keterbukaan

Menyelenggarakan kegiatan kesekretariatan pengurus

dari Perusahaan. Dalam struktur organisasi Perseroan,


Corporate Secretary bertanggung jawab secara langsung

Perseroan serta memfasilitasi hubungan Perseroan/

kepada Direktur Utama. Tugas dan tanggung jawab pokok

pimpinan dengan para stakeholders.

Corporate Secretary meliputi komunikasi internal dan


eksternal, hubungan investor dan kesekretariatan pimpinan

Pelaksanaan Tugas Corporate Secretary

perusahaan. Keberadaan Corporate Secretary sesuai dengan

Beberapa kegiatan yang dilakukan oleh Corporate Secretary

Peraturan Bapepam-LK No. IX.I.4 tentang Pembentukan

sepanjang tahun 2013 adalah sebagai berikut:

Sekretaris Perusahaan yang pada dasarnya adalah dalam

1. Penyelenggaraan RUPS Tahunan sebanyak 1 kali.

rangka meningkatkan pelayanan kepada investor bagi

2. Penyelenggaraan kegiatan terkait

perusahaan publik.

Struktur Organisasi Corporate Secretary

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

Berdasarkan Keputusan Direksi Nomor 41/KPTS/2013 tanggal

Daftar Istilah

(Persero) Tbk., Unit Corporate Secretary terdiri atas beberapa

Laporan Keuangan
Konsolidasian

01 Maret 2013 tentang Struktur Organisasi PT Jasa Marga


bagian sebagai berikut:

investor relations:

a. Public Expose sebanyak 1 kali.

b. Site Visit sebanyak 4 kali.

c. Non Deal Roadshow sebanyak 1 kali.

d. Investor Conference sebanyak

4 kali.
3. Penyelenggaraan kegiatan terkait

1. Corporate Compliance.
2. Investor Relations.
3. Corporate Communication.
4. Corporate Relations.
Tugas Corporate Secretary adalah:
Mengelola informasi yang berkaitan dengan lingkungan
bisnis dan menjalin hubungan baik antara Perseroan
dengan para pihak lembaga penunjang industri pasar
modal dan regulator pasar modal.
Memastikan Perseroan menjalankan prinsip GCG serta
mematuhi ketentuan peraturan perundangan yang
berlaku.

komunikasi perusahaan meliputi:

a. Konferensi Pers sebanyak 10 kali.

b. Press Release sebanyak 21 kali.

c. Media Visit sebanyak 2 kali.

d. Advertorial sebanyak 18 kali.

e. Talkshow televisi dan radio sebanyak 4 kali.

f. Iklan display sebanyak 33 kali.

4. Penyelenggaraan kegiatan terkait


stakeholders meliputi:

a. Temu Pelanggan Jalan Tol.

b. Survey persepsi stakeholder.

c. Komunikasi dan koordinasi dengan Kementerian

Negara BUMN, Kementerian Keuangan, Bapepam-LK,


dan Pemerintah Daerah.

Struktur Organisasi corporate secretary

Corporate
Secretary

Corporate
Compliance

Investor
Relations

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Corporate
Communication

Corporate
Relations

223

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

5. Penyelenggaraan kegiatan rapat-rapat Direksi serta Rapat Gabungan Dewan Komisaris dan Direksi.
6. Penyelenggaraan kegiatan GCG: Self-assessment GCG.
7. Pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi kebijakan Direksi dan kegiatan internal korporat.
Riwayat Jabatan Corporate Secretary
Adapun riwayat jabatan singkat David Wijayatno di Perseroan dalam 10 tahun terakhir adalah sebagai berikut:

Riwayat Jabatan Singkat Corporate Secretary


No.

Nama Jabatan

Satuan Kerja

Terhitung Mulai
Tanggal

1.

Corporate Secretary

Corporate Secretary

03-09-2012

2.

Pimpinan Proyek Bisnis Pengembangan Properti


JORR 2, BORR, Semarang-Solo dan SurabayaMojokerto

Proyek Bisnis Pengembangan Properti Koridor Jakarta


Outer Ring Road, Semarang-Solo dan SurabayaMojokerto

03-05-2010

3.

Staf Utama Bidang Pengembangan Jalan Tol

Divisi Pengembangan Jalan Tol

15-08-2008

4.

Staf Utama Bidang Manajemen Operasi

Divisi Manajemen Operasi

12-05-2008

5.

Kepala Cabang Cawang-Tomang-Cengkareng

Cabang Cawang-Tomang-Cengkareng

29-09-2006

6.

Kepala Cabang Semarang

Cabang Semarang

30-06-2006

7.

Kepala Bagian Pelayanan dan Pemeliharaan


Cabang Padaleunyi-Citarum

Cabang Padaleunyi-Citarum

04-12-2002

Program Pelatihan Pengembangan Kompetensi Corporate Secretary

PENGEMBANGAN KOMPETENSI CORPORATE SECRETARY


No.

Materi Seminar/Workshop

Penyelenggara

Tanggal & Tempat Pelaksanaan

1.

Workshop Finalisasi Visi, Misi dan Tata


Nilai Perusahaan

Jasa Marga Development Center

Kamis, 31 Januari 2013, Class Room JMDC Kantor Pusat


Jasa Marga

2.

Seminar on GSA (Governance Self


Assessment) and SOP Design

Charles Bonar Sirait

Kamis-Jum'at, 07-08 Maret 2013, Class Room JMDC


Kantor Pusat
Jasa Marga

3.

14th REAAA (Road Engineering


Association of Asia and Australasia)
Conference 2013

Himpunan Pengembangan Jalan


Indonesia (HPJI)

Selasa-Kamis, 26-28 Maret 2013, Traders Hotel Malaysia

4.

Sosialisasi Komunikasi dan Informasi


pada Kondisi Kritis

Asia Anti Fraud

Jum'at, 20 September 2013, Patra Jasa Resort Bali

5.

Pelatihan Sistem Pengendalian Internal


Perusahaan (SPIP) level I-II dan Sharing
Leadership

Jasa Marga Development Center

Senin-Selasa, 9-10 Desember 2013, Class Room JMDC


Kantor Pusat Jasa Marga

Profil Corporate Secretary


David Wijayatno

Bergabung dengan Jasa Marga sejak tahun 1988. Menjabat sebagai Corporate Secretary
berdasarkan Surat Keputusan No. 102/AA.P-6a/2012 tanggal 03 September 2012.

Menyelesaikan pendidikan S1 Teknik Sipil S1 Teknik Sipil Transportasi dari Universitas


Gadjah Mada Yogyakarta pada tahun 1986.

Sebelumnya menempati berbagai posisi kunci di Jasa Marga diantaranya Pemimpin Proyek
Bisnis Pengembangan Properti JORR 2, BORR, Semarang-Solo dan Surabaya-Mojokerto
(2010-2012) dan Kepala Cabang Cawang-Tomang-Cengkareng (2006-2008)

Usia per 31 Desember 2013 adalah 54 tahun.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

224

Identitas Perseroan

Unit Internal Audit

Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital

Fungsi Audit Internal di Jasa Marga dijalankan oleh Unit

Sistem Pengendalian Internal yang diterapkan oleh Perseroan

Internal Audit (IA). Di dalam melaksanakan perannya, Unit

merupakan proses yang integral pada tindakan dan kegiatan

Internal Audit selalu diposisikan sebagai mitra strategis yang

yang dilakukan secara terus-menerus oleh pimpinan dan

dapat dipercaya oleh manajemen, bekerja secara profesional,

seluruh karyawan untuk memberikan keyakinan memadai

obyektif, dan independen.

atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan


yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan,

Unit Internal Audit membantu Direktur Utama dalam

pengamanan aset Perseroan dan ketaatan terhadap peraturan

melaksanakan audit internal Perseroan dalam menilai sistem

perundang-undangan.

pengendalian internal, pengelolaan risiko, dan proses tata


kelola perusahaan serta memberikan saran perbaikan.

Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

Profil Head of Internal Audit


Djoko Dwijono

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

Bergabung dengan Jasa Marga sejak tahun 1986. Menjabat sebagai Head of Internal Audit
sejak tahun 2008 berdasarkan Keputusan Direksi No. 054/AA.P-6a/2008 tanggal 15 Agustus

Daftar Istilah

2008.

Laporan Keuangan
Konsolidasian

Menyelesaikan pendidikan S1 Teknik Sipil dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 1986
dan S2 Engineering dari University of Melbourne Australia pada tahun 1994.

Sebelumnya menempati berbagai posisi kunci di Jasa Marga diantaranya Kepala Divisi
Pengembangan Usaha Lain (2006-2008), serta Kepala Divisi Perencanaan Perusahaan, Sistem
Informasi dan Pengembangan Teknologi (1999-2006).

Usia per 31 Desember 2013 adalah 54 tahun.

Kualifikasi Unit Internal Audit


DJumlah Personil Internal Audit pada akhir tahun 2013
berjumlah 17 orang dengan 7 orang diantaranya memiliki
kualifikasi Qualified Internal Auditor (QIA).

Unit Internal Audit

Jumlah

Head of Internal Audit


Auditor
Sekretariat
Total

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

1
10
6
17

225

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Struktur dan Kedudukan Unit Internal Audit

Organisasi Internal Audit ditetapkan dalam Keputusan Direksi No.

Sebagaimana diatur dalam Peraturan Bapepam bahwa Internal

41/KPTS/2013 tentang Struktur Organisasi PT Jasa Marga (Persero)

Audit merupakan Unit yang Independen terhadap unit-unit yang

Tbk.

lain dan secara langsung bertanggung jawab kepada Direktur


Utama.

Struktur Organisasi Internal audit

HEAD OF INTERNAL AUDIT

GROUP OF
AUDITORS

DEPARTEMEN
PROGRAM PLANNING
AND CONTROLLING

DEPARTEMEN
INTERNAL MANAGEMENT

SEKSI
PROGRAM CONTROLLING

SEKSI
INTERNAL ADMINISTRATION

SEKSI
AUDIT RESULTS

Pengangkatan dan Pemberhentian Internal Audit

pengembangan kompetensi auditor secara sistematis dan

Internal Audit dipimpin oleh seorang Head of Internal Audit yang

berjenjang. Secara umum kebijakan pengembangan kompetensi

diangkat dan diberhentikan oleh Direktur Utama atas persetujuan

pada tahun 2013 ditempuh dengan 2 (dua) cara, yaitu:

Dewan Komisaris. Head of Internal Audit dibantu oleh AVP

1. Pengembangan kompetensi pada lembaga eksternal

Program Planning & Controlling dan AVP Internal Management

2. Pengembangan kompetensi secara internal.

serta Group of Auditors.


Pengembangan kompetensi pada lembaga eksternal dilakukan
Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Internal

melalui formal dalam bentuk kursus atau seminar/lokakarya yang

Audit dan Sertifikasi Profesi Audit

berkaitan dengan masalah audit baik yang dilaksanakan oleh

Perseroan senantiasa melakukan program peningkatan

Perseroan maupun Lembaga pendidikan eksternal lainnya.

kompetensi personil Internal Audit dengan melakukan program

Pelatihan Audit selama tahun 2013


Nama Pelatihan

Penyelenggara

Jumlah Peserta

Pelatihan Sertifikasi QIA

YPIA

4 orang

Seminar & Musyawarah FK SPI

FK SPI BUMN

6 orang

Seminar Nasional Internal Audit

YPIA/PAII

11 orang

Pelatihan Penulisan Laporan Internal Audit yang Efektif

YPIA

11 orang

Seminar Penundaan Transaksi Bisnis

Media BUMN

2 orang

Workshop Audit Anti Korupsi

BUMN Track

2 orang

Workshop Gratifikasi

KPK

2 orang

Simposium Nasional Penerapan COSO 2013 dan ERM

BPK

2 orang

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

226

Identitas Perseroan

Pedoman Kerja Internal Audit

kepentingan organisasinya atau kegiatan-kegiatan

Profil Perseroan

Dalam melaksanakan tugasnya, Unit Internal Audit

yang dapat menimbulkan prasangka, yang meragukan

berpedoman pada Piagam Audit Internal dan Manual

kemampuannya untuk dapat melaksanakan tugas dan

Transformasi
Jasa Marga

Audit Internal, Program Kerja Audit Tahunan (PKAT) dan

Ikhtisar 2013

menggunakan pendekatan Risk-Based Audit Planning

Laporan
Manajemen

(Perencanaan Audit Berbasis Risiko).

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

Piagam Audit Internal dan Manual Audit Internal ditetapkan

Pengembangan
Proyek Baru

28 Maret 2013. Selain sebagai pedoman kerja, Piagam

Pengelolaan
Human Capital

dalam penguatan peran dan tanggung jawab serta dasar

memenuhi tanggung jawab profesinya secara obyektif.


5. Auditor internal tidak boleh menerima sesuatu dalam
bentuk apapun dari karyawan, klien, pelanggan, pemasok
ataupun mitra bisnis organisasinya yang dapat atau patut

berdasarkan Keputusan Direksi No. 59/KPTS/2013 tanggal


Audit Internal dan Manual Audit Internal juga berperan

diduga dapat mempengaruhi pertimbangan profesinya.


6. Auditor Internal hanya melakukan jasa-jasa yang
dapat diselesaikan dengan menggunakan kompetensi
profesional yang dimilikinya.
7. Auditor Internal harus mengusahakan berbagai upaya

Tata Kelola
Perusahaan

keberadaan dan pelaksanaan tugas-tugas pengawasan bagi


Internal Audit. Oleh karena itu, Piagam Audit Internal dan

8. Auditor Internal harus bersikap hati-hati dan bijaksana

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

Manual Audit Internal juga disebarluaskan agar diketahui

dalam menggunakan informasi yang diperoleh dalam

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

oleh seluruh karyawan dan pihak lain yang terkait sehingga


terjalin saling pengertian dan kerja sama yang baik dalam

agar senantiasa memenuhi Standar Profesi Internal Audit.

pelaksanakan tugasnya.
9. Kecuali disyaratkan dalam ketentuan peraturan

mewujudkan Visi, Misi, dan Tujuan Perseroan. Piagam Audit

perundang-undangan, anggaran dasar dan/atau peraturan

Internal dan Manual Audit Internal telah dimiliki sejak 1

Perseroan, Auditor Internal harus merahasiakan informasi

Maret 2003 dan pada tanggal 28 Mei 2009 dan tanggal 28


Maret 2013, telah dilakukan revisi sesuai dengan peraturan
Bapepam-LK yang berlaku. Secara berkala, Piagam Audit
Internal dan Manual Audit Internal dikaji ulang dan
disempurnakan sesuai dengan perkembangan peraturan
yang berlaku.

yang diperoleh sewaktu melaksanakan tugasnya.


10. Dalam melaksanakan tugasnya, Auditor Internal harus
mengungkapkan semua fakta-fakta penting yang
diketahuinya.
11. Auditor Internal harus senantiasa meningkatkan
kompetensi serta efektifitasnya dan kualitas pelaksanaan
tugasnya.

Secara garis besar Piagam Audit Internal dan Manual Audit


Internal memuat:

Tugas dan Tanggung Jawab Internal Audit

1. Definisi Audit Internal.

Internal Audit berperan memastikan dan memberikan

2. Struktur dan Kedudukan Internal Audit.

konsultansi yang independen dan obyektif bagi manajemen

3. Peran dan Fungsi Internal Audit.

sehingga dapat mendorong penciptaan nilai tambah dan

4. Wewenang Internal Audit.

memperbaiki operasional bisnis Jasa Marga.

5. Kode Etik Auditor Internal Audit.


6. Persyaratan Auditor Internal Audit.

Tugas dan tanggung jawab Internal Audit sesuai Internal

7. Pertanggungjawaban Internal Audit.

Audit Charter meliputi:

8. Larangan Perangkapan Tugas.

1. Menyusun dan melaksanakan Program Kerja Audit

Kode Etik Auditor Internal

2. Menguji dan mengevaluasi pelaksanaan Sistem

Tahunan.
Dalam pelaksanaan fungsi dan tugasnya, selain mematuhi
Code of Conduct Perseroan yang berlaku secara umum,
Internal Audit juga memiliki Kode Etik Auditor yang tercantum

Pengendalian Internal Perusahaan (SPIP) dan Manajemen


Risiko sesuai dengan kebijakan Perseroan.
3. Melakukan pemeriksaan dan penilaian atas efisiensi dan

di dalam Internal Audit Charter, yaitu:

efektivitas di bidang keuangan, akuntansi, operasional,

1. Auditor Internal harus menunjukkan kejujuran,

sumber daya manusia, teknologi informasi dan kegiatan

objektivitas, dan kesungguhan dalam melaksanakan tugas


dan memenuhi tanggung jawab profesinya.
2. Auditor Internal harus menunjukkan loyalitas terhadap
organisasinya atau terhadap pihak yang dilayani.
3. Auditor Internal tidak boleh secara sadar terlibat dalam
tindakan atau kegiatan yang dapat mendiskreditkan
profesi audit internal atau mendiskreditkan organisasinya.
4. Auditor Internal harus menahan diri dari kegiatankegiatan yang dapat menimbulkan konflik dengan

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

lainnya.
4. Memberikan saran perbaikan dan informasi yang obyektif
tentang kegiatan yang diperiksa pada semua tingkat
manajemen.
5. Membuat laporan hasil audit dan menyampaikan laporan
tersebut kepada Direktur Utama dan Dewan Komisaris.
6. Menyusun program untuk mengevaluasi mutu kegiatan
audit internal yang dilakukannya.
7. Melakukan pemeriksaan khusus apabila diperlukan.

227

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

8. Melakukan Manajemen Audit Internal di Anak Perusahaan

rekomendasi dari hasil audit tersebut diperhatikan dan menjadi

sebagai penugasan khusus dari Direktur Utama, dalam rangka

referensi dalam pelaksanaan tindak lanjutnya. Laporan hasil

melakukan bimbingan (guidance), pengawasan (supervision),

audit pada saat yang bersamaan juga disampaikan kepada

pembelajaran (learning) dan konsultasi (consulting) dalam

Komite Audit.

mempersiapkan dan melaksanakan Audit Internal di Anak


Perusahaan.

Kegiatan Pendukung Audit Lainnya


Selain kegiatan audit rutin, Internal Audit telah meningkatkan

Pelaksanaan Kegiatan Unit Internal Audit Tahun 2013

manajemen audit dengan menggunakan aplikasi komputer (Audit

1. Audit Rutin/Audit Operasional

Management System/AMS). Semua kegiatan audit mulai dari PKAT,

Sesuai dengan Program Kerja Audit Tahunan (PKAT) tahun

Penjadwalan/Penugasan Tim Audit, Pelaksanaan di lapangan (field

2013 yang ditetapkan oleh Direktur Utama, selama tahun 2013

work), Pelaporan Audit dan Monitoring Tindak Lanjut hasil audit

Internal Audit telah melaksanakan pemeriksaan 22 Obyek

di-manage dengan Audit Management System/AMS.

Audit.
Evaluasi Kinerja Unit Internal Audit

Audit tersebut dilakukan pada Unit Kerja Kantor Pusat,

Kinerja Internal Audit diukur dan dinilai dari pencapaian Key

Kantor Cabang dan Proyek Pembangunan/Peningkatan Jalan

Performance Indicators (KPI). Terdapat 13 Indikator yang dapat

Tol. Monitoring tindak lanjut atas Rekomendasi Hasil Audit

diukur serta dinilai secara tahunan dan merupakan bentuk

dilakukan melalui mekanisme rutin setiap Triwulan.

kontrak manajemen antara Head of Internal Audit dengan Direksi.


Indikator yang memiliki bobot yang besar di dalam KPI adalah:

2. Audit Khusus/Audit dengan Tujuan Tertentu

Efiensi biaya Pelaksanaan Audit

Pelaksanaan Audit Khusus/Audit dengan Tujuan Tertentu

Permintaan Audit dari Manajemen

dilakukan berdasarkan PKAT dan adanya permintaan dari

Ketepatan waktu pembuatan laporan akhir

Manajemen untuk melakukan pemeriksaan/review terhadap

Pelaksanaan Rekomendasi yang ditindaklanjuti

permasalahan tertentu yang dipandang perlu oleh Manajemen

Ketepatan waktu penyelesaian Risk Base Internal Audit

untuk dilakukan evaluasi.

Planning

Pada 2013 Internal Audit telah melaksanakan 2 (dua) Audit

Pelaksanaan Rencana Audit

Pencapaian Program Kerja Unit

dengan Tujuan Tertentu yaitu Audit terhadap Pengadaan


Barang/Jasa dan Audit mengenai penerapan Outsourcing.

Untuk dapat memastikan bahwa pelaksanaan rekomendasi


telah ditindak lanjuti, telah diatur dengan mekanisme kontrol

3. Audit pada Anak Perusahaan

melalui suatu Instruksi Direksi tentang Kewajiban Auditee untuk

Pelaksanaan Audit pada Anak Perusahaan dilakukan atas

melaporkan tindak lanjut atas rekomendasi Internal Audit pada

permintaan dari Anak Perusahaan yang sebelumnya telah

setiap akhir triwulan kepada Direktur Utama.

ditetapkan dalam Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham


Anak Perusahaan. Pelaksanaan Audit untuk Anak Perusahaan
dilakukan dengan membentuk Tim Audit Gabungan antara

Sistem Pengendalian Internal

para pemegang saham.


Penerapan sistem pengendalian internal yang dilakukan oleh Jasa
Untuk tahun 2013, Unit Internal Audit telah membentuk Tim Audit

Marga mengacu pada Peraturan Menteri Negara Badan Usaha

yang melakukan Audit terhadap 2 (dua) Entitas Anak berdasarkan

Milik Negara No. PER-01/MBU/2011 Tentang Penerapan Tata

Permintaan dari Anak Perusahaan.

Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance) Pada


BadanUsaha Milik Negara Pasal 26.

Hasil Audit Unit Internal Audit


Audit dilaksanakan untuk mengevaluasi efektivitas pelaksanaan

Melalui Keputusan Direksi No. 174/KPTS/2013 tentang Good

Sistem Pengendalian Internal Perusahaan, Manajemen Risiko, dan

Corporate Governance (GCG), ditetapkan pelaksanaan Sistem

proses Tata Kelola Perusahaan serta melakukan penilaian efisiensi

Pengendalian Internal di Perusahaan (SPIP) yang mengacu

dan efektivitas atas seluruh aktivitas Perseroan (bidang keuangan,

dan mengadopsi konsep Sistem Pengendalian Internal COSO

operasional, sumber daya manusia, teknologi informasi dan

(Committee of Sponsoring Organization of Treadway Commision)

kegiatan lainnya).
Kerangka pengendalian internal yang terintegrasi menurut COSO
Laporan hasil audit yang dilaksanakan oleh Internal Audit

mempunyai 3 (tiga) kategori objectives dan 5 (lima) komponen

disampaikan kepada Direktur Utama yang selanjutnya

Pengendalian Internal.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

228

Identitas Perseroan

Tiga kategori objectives dimaksud adalah:

Tujuan Sosialisasi SPIP dan rencana ke depannya antara lain

Profil Perseroan

1. Sasaran Operasional

adalah:

Kesamaan pemahaman mengenai tujuan (objective)

Transformasi
Jasa Marga

Hal ini terkait dengan efektifitas dan efisiensi kegiatan


operasional perusahaan, termasuk dialamnya sesuai

Ikhtisar 2013

kinerja operasional dan finansial serta pengamanan aset

Laporan
Manajemen

Perseroan.

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

2. Sasaran Pelaporan

Tata Kelola
Perusahaan

maupun eksternal, baik laporan finansial maupun non

Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

dipahami dan dilaksanakan oleh semua Insan Jasa Marga.


Review atas Efektifitas Sistem Pengendalian Internal

finansial.

Kegiatan Sosialisasi Sistem Pengendalian


Internal Perusahaan (SPIP) Tahun 2013

3. Sasaran Kepatuhan

Unit Kerja

Level
Jabatan

Jumlah
Peserta

II, III, IV

92

Bemera

V-VII

50

Jagorawi

V-VII

40

Surabaya Gempol

V-VII

48

22

Hal yang terkait dengan kepatuhan terhadap aturanaturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

Perusahaan.
Perseroan dapat lebih memastikan bahwa SPIP telah

perusahaan, termasuk didalamnya laporan internal

Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital

Hal yang terkait dengan keandalan laporan keuangan

dan komponen dalam Sistem Pengendalian Internal

Lima komponen yang diperlukan untuk Sistem Pengendalian


Internal yang efektif adalah:
1. Lingkungan Pengendalian (Control Environment)
2. Penilaian Risiko (Risk Assessment)

Kantor Pusat

Divisi Operation Management

3. Kegiatan Pengendalian (Control Activites)


4. Informasi dan Komunikasi

Perusahaan (SPIP)

Dari Laporan-laporan Hasil Audit yang kemudian

(Information & Communication)

5. Pemantauan Pengendalian Intern (Monitoring)

dikelompokkan sesuai dengan kategori sasaran (objectives)


dan komponen dalam SPIP (kerangka COSO), dilakukan

Sosialisasi Pemahaman Kerangka SPIP

analisis secara periodik tahunan sehingga dengan demikian

Sejalan dengan kerangka Pengendalian Internal yang

dapat dilakukan peningkatan (improvement) untuk

telah dimiliki oleh Perseroan, Unit Internal Audit juga terus

komponen-komponen yang memerlukannya.

melakukan sosialisasi tentang pemahaman prinsip-prinsip


Pengendalian Internal berbasis COSO tersebut kepada Unit

Analisis Hasil Audit tersebut juga dilakukan untuk mengukur

Kerja di lingkungan Perseroan di seluruh level Jabatan melalui

keefektifan dari pencapaian sasaran SPIP (operasional

program pelatihan dan workshop yang dilakukan bersama

Perseroan, keakurasian/keandalan laporan-laporan Perseroan,

Jasa Marga Development Centre (JMDC).

serta kepatuhan terhadap aturan perundangan yang berlaku).

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

229

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Laporan Manajemen Risiko

Dengan Visi dan Misi untuk menjadi pemimpin dalam industri


jalan tol, Jasa Marga mengadopsi teknologi dan sistem

Mengingat bisnis jalan tol merupakan investasi besar dengan

manajemen modern untuk senantiasa meningkatkan daya saing

pengembalian jangka panjang dan memiliki ketidakpastian tinggi

Perseroan.

selama masa pembangunan serta pengoperasiannya, maka


penerapan manajemen risiko menjadi semakin penting bagi gerak

Perjalanan Pengelolaan Risiko Jasa Marga

langkah Jasa Marga dalam menjalankan usahanya.

Sejak tahun 2007, Jasa Marga telah menerapkan Sistem


Manajemen Risiko yang berbasis pada standar AS/NZS 4360:1999

Dalam menjalankan kegiatan usaha, Perseroan menyadari bahwa

sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Direksi No. 139/

risiko merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam setiap

KPTS/2007 tentang Manual Pengelolaan Risiko. Selanjutnya,

kegiatan operasionalnya dan dapat mempengaruhi hasil usaha

dengan terbitnya ISO 31000:2009 pada tanggal 31 Oktober 2009,

dan kinerja Perseroan. Pengelolaan manajemen risiko dilakukan

Jasa Marga melakukan tinjauan manajemen untuk mengubah

dengan pendekatan yang sistimatis, terstruktur dan terintegrasi

pedoman penerapan manajemen risiko dengan standar baru

untuk mengantisipasi suatu ketidakpastian atau kerugian yang

yang berorientasi pada Enterprise Risk Management (ERM).

mungkin terjadi dalam pengelolaan Perseroan yang meliputi 2


(dua) bidang utama, yaitu bidang pengembangan (operasional,

Skema perjalanan Jasa Marga dalam memulai menerapkan

investasi) dan bidang pendukung (keuangan, SDM, IT) serta

manajemen risiko dapat dilihat pada Roadmap Pengembangan

bidang lainnya, sesuai dengan bidang dalam RJPP 2013-2017

Sistem Manajemen Risiko sebagai berikut:

Roadmap Pengembangan Sistem Manajemen Risiko Jasa Marga


2016 - 2017

Sasaran RJPP

Hasil
Risk
Maturity
Level

gap

11
Prinsip Prinsip ISO
31000:
2009

Semua
keputusan
strategis
mempertimbang
kan
hasil analisa
risiko
Perusahaan
terhindar dari
Risiko Kerugian

road map 2007 - 2011

2014-2015
2012-2013
Persiapan
Integrasi dengan
Proses Lainnya
persiapan integrasi

1. Sosialisasi dan Workshop


Manajemen Risiko
2. Pelatihan Manajemen Risiko
untuk Para VP/ GM dan Tim EPRP
3.Manajemen Risiko terintegrasi
dalam Perencanaan Strategis
(RJPP/ RKAP)
4. Risk Base Audit
5. Pengembangan Risk Maturity
Model
6. Desain Penerapan sistem
Data base Manajemen risiko
yang sistimatis dan terstruktur
dengan aplikasi secara online
7. Desain Penyusunan Profil Risiko
Perusahaan terintegrasi.
8. Penyusunan Risk Appetite dan
Tolerance
9. Monitoring Tindak lindung dan
Evaluasi kejadian Risiko

integrasi dengan
perencanan
strategis
1. Sosialisasi dan Workshop
Manajemen Risiko
2. Pelatihan Manajemen Risiko untuk
BOD/ BOC
3. Penyusunan RPR RKAP 2015 dan
Lap. Tindak Lindung 2014 secara
on line
4. Draft Pedoman Perencanaan
Strategis (RJPP/ RKAP) berbasis
Manajemen Risiko
5. Integrasi Sasaran Manajemen
Risiko dengan KPI
6. Pengukuran Risk Maturity
7. Uji Coba Laporan Perusahaan
teritegrasi dengan Manajemen
Risiko

proses manajemen transformasi

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

risk culture

1. Review dan pengembangan


sistem manajemen risiko
2. Manajemen Risiko
terintegrasi :
RJPP
RKAP
Keputusan strategis lainnya
Laporan Kinerja Perusahaan
3. Terbentuknya perilaku
sadar risiko
4. Pengukuran Risk Maturity

230

Identitas Perseroan

Kebijakan Manajemen Risiko

luas dan terintegrasi, dalam rangka menunjang kepastian

Profil Perseroan

Penerapan ISO 31000 : 2009 di Jasa Marga dilaksanakan

pencapaian Sasaran Jangka Panjang Perusahaan, serta

Transformasi
Jasa Marga

berdasarkan Keputusan Direksi Jasa Marga No. 129.2/

memberikan kerangka penerapan manajemen risiko secara

KPTS/2010 tentang Kebijakan Manajemen Risiko dan Manual

sistematis dan terukur sesuai persyaratan internasional.

Ikhtisar 2013

Manajemen Risiko di Lingkungan PT Jasa Marga (Persero)

Laporan
Manajemen

Tbk. Dalam hal ini, Direksi menetapkan Kebijakan Manajemen

Ditandatanganinya Kebijakan Manajemen Risiko oleh

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

Risiko sebagai acuan dalam mencapai Sasaran Jangka

semua Direksi menunjukkan komitmen, kesungguhan dan

Panjang Perusahaan. Di samping itu, Direksi juga menetapkan

kepedulian Direksi terhadap pentingnya manajemen risiko

Manual Manajemen Risiko sebagai wujud komitmen untuk

dalam keberlangsungan hidup dan mengamankan sasaran

penerapan manajemen risiko di seluruh organisasi secara

Perseroan.

Tujuan dari penerapan manajemen risiko di Jasa Marga

Tata Kelola Manajemen Risiko di Jasa Marga adalah sebagai

adalah:

berikut:

1. Meningkatkan kesadaran terhadap adanya dampak dari

1. Dewan Komisaris.

Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

aktifitas dan tindakan bisnis maupun pengaruh faktor

2. Direksi.

eksternal yang mengandung risiko.

3. Komite Investasi dan Risiko Usaha.

2. Menurunkan potensi frekuensi kejadian-kejadian


berbahaya yang mungkin terjadi.
3. Meminimalkan potensi kerugian sebagai dampak yang
ditimbulkan oleh kejadian-kejadian tersebut.

4. Komite Manajemen Risiko, yang diketuai oleh Direktur


Keuangan.
5. Divisi Risk & Quality Management sebagai fasilitator
6. Tim Evaluasi Pengelolaan Risiko Perusahaan (Tim EPRP).
7. Risk Owner (Kepala Biro/Satuan/Divisi/Cabang/Unit).

Struktur Tata Kelola Manajemen Risiko


Perseroan sadar bahwa manajemen risiko harus diterapkan di
semua lini. Oleh karena ini dibuat suatu Struktur Tata Kelola
Manajemen Risiko, dimana semua orang mempunyai peranan
dalam membangun, mengelola dan memastikan penerapan
manajemen risiko.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

8. Risk Officer (sebagai fasilitator dalam pelaksanaan


assessment).
9. Risk Assessor (yang melakukan assessment di setiap unit
kerja).

231

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

STRUKTUR TATA KELOLA MANAJEMEN RISIKO JASA MARGA


KOMITE INVESTASI
DAN RISIKO USAHA

DEWAN
KOMISARIS
INTERNAL
AUDIT

KOMITE MANAJEMEN
RISIKO

DIREKSI
CORPORATE
SECRETARY

PROYEK

ANAK PERUSAHAAN

DIVISI

CABANG

BIRO

DIVISI RISK &


QUALITY MANAGEMENT

RISK OFFICER

RISK OFFICER

RISK OFFICER

RISK OFFICER

RISK OFFICER

RISK OFFICER

RISK ASSESOR

RISK ASSESOR

RISK ASSESOR

RISK ASSESOR

RISK ASSESOR

RISK ASSESOR

TIM EPRP

Komite Investasi dan Risiko Usaha (KIRU) diketuai oleh Komisaris dengan anggota profesional.*

Komite Manajemen Risiko (KMR) diketuai oleh Direktur Keuangan dengan sekretaris VP Divisi Risk and Quality
Management dan anggota VP Corporate Planning, VP Toll Road Business Development, VP Related Business
Development, VP Operation Management, serta VP Finance and Accounting.
*Profil Ketua dan anggota KIRU dapat dilihat pada bagian Komite Investasi dan Risiko Usaha
*Profil Ketua dan anggota KMR dapat dilihat pada bagian Profil Direksi dan Pejabat Senior Jasa Marga

Kerangka Kerja Manajemen Risiko di Jasa Marga merupakan pengembangan dari prinsip-prinsip manajemen risiko yang memberikan
dasar dan penataan organisasi yang mencakup seluruh kegiatan pada semua tingkatan perusahaan.
Skema Kerangka Kerja Manajemen Risiko Jasa Marga

Mandat & Komitmen

Perencanaan Kerangka Kerja Manajemen Risiko:


1. Pemahaman organisasi dan konteksnya
2. Kebijakan Manajemen Risiko
3. Integrasi ke dalam proses bisnis perusahaan
4. Penanggung Risiko
5. Sumber Daya
6. Pembuatan Mekanisme Pelaporan dan
Komunikasi

Perbaikan Secara
Berkelanjutan

Persiapan
Manajemen Risiko
Monitoring &
Peninjauan Ulang

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

232

Identitas Perseroan

Kerangka Kerja Manajemen Risiko mendorong terlaksananya

Risiko Perseroan dan Pengelolaannya

Profil Perseroan

Pengelolaan Risiko secara efektif dengan menggunakan

Sejalan dengan komitmen Direksi Jasa Marga, untuk

Transformasi
Jasa Marga

penerapan proses Manajemen Risiko pada berbagai tingkatan

mengimplementasikan manajemen risiko secara efektif dan

organisasi dan dalam konteks spesifik Perusahaan. Kerangka

Ikhtisar 2013

efisien maka pada setiap jenjang organisasi Perseroan yaitu

Kerja Manajemen Risiko pada dasarnya merupakan suatu

korporat dan unit bisnis harus menerapkan manajemen

Laporan
Manajemen

sistem manajemen dengan struktur sistem yang membentuk

risiko dengan memperhatikan prioritas dan manfaat tiap

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

siklus Plan, Do, Check, Action (PDCA), sehingga memudahkan

program kerja/proyek bagi kelangsungan Perseroan.

integrasi sistem Manajemen Risiko pada sistem manajemen

Diharapkan dengan adanya RKAP berbasis risiko, maka

Perseroan yang lainnya.

program-program yang dikerjakan pada tahun 2013

Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital

memberikan kontribusi bermakna kepada pencapaian


Untuk mendukung efektifitas penerapan manajemen risiko,

target dan keberlangsungan Perseroan.

Jasa Marga telah menyusun beberapa prosedur antara lain:

Tata Kelola
Perusahaan

a) Prosedur Pengelolaan Risiko (PK/PR/01-BMMR).

Jasa Marga membagi tingkat risiko menjadi 3 (tiga) tingkatan,

b) Prosedur Penyusunan RPR dan (PPR PK/PR/02-BMMR).

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

yaitu tinggi, moderat, dan rendah. Identifikasi risiko untuk

c) Prosedur Monitoring Pelaksanaan Tindak Lindung

tahun 2013 dilakukan sesuai dengan hasil review Rencana

(PK/PR/03-BMMR).

Janga Panjang Perusahaan (RJPP) 2013-2017, yang dibagi

d) Prosedur Penyusunan Profil Risiko Perusahaan

menjadi 4 (empat) bidang.

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

(PK/PR/04-BMMR).
e) Prosedur Dokumentasi dan Pelaporan (PK/PR/05-BMMR).

Berikut merupakan penjelasan dari masing-masing risiko

f ) Prosedur Evaluasi Kejadian Risiko (PK/PR/06-BMMR).

yang telah diidentifikasi oleh Perseroan dan telah disusun


berdasarkan bobot dari masing-masing risiko.
A. Risiko Bidang Pengembangan
Setelah dilakukan identifikasi risiko terhadap sasaran-sasaran
RKAP 2013 Bidang Pengembangan, teridentifikasi beberapa
risiko yang berpotensi dapat mengganggu pencapaian
sasaran. Di antara risiko yang telah diidentifikasi, maka risiko
yang perlu mendapat perhatian antara lain:

Profil Risiko Perseroan Tahun 2013 Bidang PENGEMBANGAN


No.

Risiko

Tindak Lindung

1.

Risiko waktu penyelesaian


pengadaan tanah melebihi
rencana.

1. Koordinasi dengan instasi terkait antara lain: Bina Marga, BPJT, BPN,
TPT, P2T, Pemda.
2. Konsinyasi pembayaran di pengadilan.
3. Membuat Legal Drafting untuk meminimalisir potensi klaim.

2.

Risiko waktu penyelesaian


konstruksi melebihi rencana.

1. Penyerahan lahan sebelum bebas 100 %.


2. Memproses penerbitan Surat Ijin Mulai Kerja (SMIK) dari BPJT.
3. Pembentukan tim panel ahli untuk permasalahan kondisi khusus.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

233

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

B. Risiko Bidang Operasional

yang berpotensi dapat mengganggu pencapaian sasaran. Di

Setelah dilakukan identifikasi risiko terhadap sasaran-sasaran

antara risiko yang telah diidentifikasi, maka risiko yang perlu

RKAP 2013 bidang Operasional, teridentifikasi beberapa risiko

mendapat perhatian antara lain:

Profil Risiko Perseroan Tahun 2013 Bidang Operasional


No.

Risiko

Tindak Lindung

1.

Risiko kinerja peralatan untuk pengendalian


pendapatan tol kurang optimal, yaitu peralatan tol
untuk mengukur akurasi pendapatan tol di gerbang
tol kurang optimal.

1. Pemasangan Optical Beam Sensor (OBS) pada gardu tol.


2. Pengimplementasian Kartu Tanda Masuk Elektronik (KTME).

2.

Risiko kerusakan jalan dan jembatan tidak


teridentifikasi secara detail, yaitu kerusakan konstruksi
jalan dan jembatan.

Penelitian jalan dan jembatan pada seluruh ruas jalan tol secara rutin
setiap 2 (dua) tahun dan inspeksi internal secara rutin per tahun.

3.

Risiko stabilitas tanah rendah/area potensi longsor,


yaitu settlement/struktur tanah pada badan jalan/
sekitarnya tidak stabil dan berpotensi terjadinya
kerusakan badan jalan/longsor di lokasi ruas Jalan Tol
Cipularang.

1. Perkuatan lereng dengan bored pile pada ruas Jalan Tol Cipularang.

4.

Risiko kemacetan jalan tol, yaitu kemacetan


kendaraan pengguna jalan tol.

1. Penambahan lajur Cikarang-Cikampek.


2. Penambahan lajur Tanjung Perak-Dupak dan Waru-Porong.
3. Penambahan lajur ruas Pasteur-Kopo Jalur B (KM 127+500 KM
136+000).
4. Penambahan lajur ruas Kopo-Buah Batu Jalur B (KM 136+000 KM
143+000).
5. Penambahan lajur ruas Cibinong-Sentul Selatan Jalur A (KM 27+500
KM 37+000) dan Jalur B (KM 27+500 KM 37+000).

5.

Risiko kenaikan tarif tol terlambat, yaitu


keterlambatan jatuh tempo kenaikan tarif tol.

1. Memenuhi standar pelayanan minimal, sebelum audit BPJT.


2. Menggunakan konsultan independen untuk menilai kecukupan
pemenuhan SPM sebelum dilakukan penilaian oleh BPJT.

2. Untuk timbunan yang tidak terlalu tinggi digunakan retaining wall,


untuk yang di daerah sesar digunakan bored pile.
3. Pengamatan setiap periodik dengan menggunakan alat bantu
instrument lereng (Inclinometer, patok geser dll).

C. Risiko Bidang Keuangan

berpotensi dapat mengganggu pencapaian sasaran. Diantara

Setelah dilakukan identifikasi risiko terhadap sasaran-sasaran

risiko yang telah diidentifikasi, risiko yang perlu mendapat

RKAP 2013 bidang keuangan, teridentifikasi beberapa risiko yang

perhatian antara lain:

Profil Risiko Perseroan Tahun 2013 Bidang Keuangan


No.

Risiko

Tindak Lindung

1.

Risiko kekurangan kas untuk operasi, yaitu


ketersediaan kas untuk keperluan dengan jumlah 1
(satu) bulan ke depan tidak terpenuhi.

1. Melakukan monitoring terhadap proses transfer otomatis Hasil


Pengumpulan Tol (HPT) setiap hari dari rekening Cabang ke Rekening
Kantor Pusat
2. Memonitor kebijakan pelaksanaan Penggunaan Dana Operasi (PDO)
Cabang dan batas waktu maksimum transaksi pembayaran 14 hari
kerja sejak dokumen pembayaran diterima dengan lengkap dan
benar.
3. Mengendalikan pembayaran Dana Kerja Lain (DKL) cabang dengan
batas waktu maksimum 2 (dua) hari sebelum jatuh tempo.

2.

Risiko terlambatnya penyediaan dana investasi, yaitu


ketersediaan dana untuk keperluan pengembangan
usaha sesuai RKAP terlambat terpenuhi.

1. Melakukan Perjanjian Kredit (Standby Loan) dengan Bank dengan


jumlah plafon yang cukup dan dapat ditarik setiap saat.
2. Melakukan koordinasi dengan Unit terkait mengenai jadwal
pembayaran rencana kebutuhan dana investasi.

3.

Risiko hilangnya pokok penempatan dana, yaitu


kehilangan pokok simpanan deposito.

1. Melakukan analisa kesehatan bank.


2. Melakukan penempatan dana berdasarkan analisa Bank Maksimum
Penempatan Deposito (BMPD) dan Batas Portofolio Penempatan
(BPP) secara berkesinambungan.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

234

Identitas Perseroan

D. Risiko Bidang SDM dan Lainnya

risiko yang berpotensi dapat mengganggu pencapaian

Profil Perseroan

Setelah dilakukan identifikasi risiko terhadap sasaran-sasaran

sasaran. Di antara risiko yang telah diidentifikasi, maka risiko

RKAP 2013 Bidang SDM dan Lainnya, teridentifikasi beberapa

yang perlu mendapat perhatian antara lain:

Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen

Profil Risiko Perseroan Tahun 2013 Bidang SDM


No.

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

1. Mengusulkan dan menyusun skema kompensasi pensiun


dini yang menarik.
2. Evaluasi beban kerja dan pola kerja.

2.

Risiko pembayaran hak-hak karyawan berhenti


tidak sesuai waktu, jumlah dan waktu, yaitu tidak
terpenuhinya sistem pelayanan dan pembayaran hakhak karyawan yang berakhir hubungan kerja dengan
Perseroan.

1. Membuat format laporan untuk analisis.


2. Diusulkan penyempurnaan aplikasi payroll.

3.

Risiko tidak terpenuhinya kebutuhan formasi jabatan,


yaitu risiko pemenuhan kebutuhan SDM terutama
jabatan struktural masih belum terpenuhi.

1. Melakukan asesmen karyawan secara berkala dan


komferhensif.
2. Menyusun sistem manajemen karir.

Pengelolaan
Human Capital

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah

Tindak Lindung

Risiko jumlah karyawan melebihi target rasio, yaitu


risiko jumlah karyawan tidak mencapai target
rasio yang telah ditetapkan: rasio jumlah karyawan
(Panjang Jalan : Karyawan) sebesar 1 : 9; rasio
produktifitas (pendapatan Perseroan : karyawan)
sebesar 940 juta; rasio jumlah tenaga kerja (panjang
jalan : tenaga kerja) sebesar 1 : 12,7.

Pengembangan
Proyek Baru

Tata Kelola
Perusahaan

Risiko

1.

Laporan Keuangan
Konsolidasian

Implementasi Program Kerja Manajemen


Risiko Tahun 2013

bisnis setelah program RKAP-nya disetujui oleh Direksi


maka untuk program yang bernilai diatas Rp 5 Milyar
sebelum dilaksanakan unit kerja/bisnis harus membuat

1. Integrasi Manajemen Risiko ke dalam Keseluruhan

RPR program terlebih dahulu.

Proses Bisnis Perseroan


a. Penyusunan RJPP 2013-2017 Bebasis Manajemen
Risiko

d. Penyusunan RKAP 2014 Berbasis Manajemen Risiko


Program penyusunan RJPP 2013-2017 merupakan

Program ini merupakan program rutin tahunan seiring


penyusunan RKAP tahunan sesuai dengan prosedur

program review atas RJPP 2010-2014. Hal ini seiring

penyusunan Rencana Pengelolaan Risiko (RPR) dan

dengan penggantian Visi dan Misi Perseroan. Dalam

Perubahan Pengelolaan Risiko (PPR) No.PK/PR/02-BMMR.

penyusunan RJPP 2013-2017, Jasa Marga melakukan

Dalam penyusunan RKAP 2014 berbasis manajemen risiko

penyusunan RJPP 2013-2017 berbasis Manajemen

dilakukan tahapan sebagai berikut:

Risiko, dilakukan tahapan sebagai berikut:

i. Sosialisasi dan workshop penyusunan Risk Register

i. Penyusunan Risk Appetite dan Risk Tolerance RJPP

RKAP 2014.

2013-2017.

ii. Penyusunan Rencana Pengelolaan Risiko RKAP 2014.

ii. Asesmen risiko RJPP 2013-2017.

iii. Penyusunan Rekomendasi dalam rangka penetapan

iii. Penyusunan tindak lindung risiko RJPP 2013-2017.

RKAP 2014.
iv. Penyusunan Profil Risiko RKAP Tahun 2014.

b. Penyusunan Profil Risiko Tahun 2013


Dalam penyusunan RKAP 2014 berbasis manajemen

Program penyusunan Profil Risiko tahun 2013 adalah

risiko, Anak Perusahaan diwajibkan untuk melakukan

penyesuaian Rencana Pengelolaan Risiko setelah

penyusunan Rencana Pengelolaan Risiko dan melaporkan.

penetapan RKAP 2013, dimana sebelumnya telah disusun

Hal ini dalam rangka memastikan bahwa risiko kegiatan

Rencana Pengelolaan Risiko sebelum ditetapkan RKAP

operasional bisnis di tahun 2014 telah teridentifikasi dan

2013 di Triwulan IV tahun 2012. Proses penyusunan profil

telah disusun rencana tindak lindungnya.

risiko ini sesuai dengan Prosedur Penyusunan Profil Risiko


Perusahaan nomor PK/PR/04-BMMR.

e. Pelaksanaan dan Monitoring Tindak Lindung Risiko


Tahun 2013

c. Penyusunan Rencana Pengelolaan Risiko Program


Rencana pengelolaan risiko yang telah ditetapkan dalam

Menindaklanjuti prosedur penyusunan Rencana

Profil Risiko Perseroan tahun 2013, selanjutnya sesuai

Pengelolaan Risiko (RPR) dan Perubahan Pengelolaan

dengan prosedur monitoring pelaksanaan tindak lindung

Risiko (PPR) No.PK/PR/02-BMMR, maka setiap unit kerja/

No. PK/PR/03-BMMR maka setiap unit kerja/bisnis harus

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

235

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

melaksanakan tindak lindung dan melakukan monitoring

2. Sosialisasi, Sharing, Pelatihan dan Sertifikasi Manajemen


Risiko

pelaksanaan tindak lindungnya serta kondisi status risikonya.


Hal ini agar risiko yang telah teridentifikasi dalam Profil Risiko

Dalam rangka meningkatkan kompetensi pengelolaan

Perseroan dapat dimonitor dan diminimalisir

Manajemen risiko, Jasa Marga melakukan sosialisasi ke setiap

i. Pelaksanaan tindak lindung.

unit kerja, melakukan seminar dan sharing Manajemen risiko.

1) Unit Kerja/Bisnis melaksanakan tindak lindung dari


Rencana Pengelolaan Risiko (RPR) dan Perubahan

a. Pelatihan dan sertifikasi Corporate Risk Governance

Pengelolaan Risiko (PPR) RJP, RKAP dan KPI yang telah

Jasa Marga juga telah melaksanakan pelatihan dan seminar

disahkan oleh Direksi.

serta seritifikasi Manajemen Risiko bagi para karyawan

2) Apabila terdapat perubahan program RJP/RKAP, maka

tingkat manajemen dan staf, baik yang diselenggarakan

setiap Unit Kerja/Bisnis melakukan asesmen ulang dan

melalui Internal Perusahaan maupun Eksternal Perusahaan

menyusun Perubahan Pengelolaan Risiko.

bekerjasama dengan para profesional di bidang risiko

ii. Monitoring Pengelolaan Risiko.

misalnya Centre Risk Management Studies (CRMS).

1) Pelaksanaan monitoring meliputi:


a) Pemantauan berkelanjutan oleh para risk owner yang
dilaksanakan sehari-hari.

Pelaksanaan Pelatihan, Seminar dan Sertifikasi


Manajemen Risiko tahun 2013

b) Pengawasan oleh atasan (pimpinan unit kerja/bisnis)

No.

Jenis Pelatihan/Seminar

Peserta

yang dilaksanakan secara berkala.


c) Pengawasan melalui audit internal maupun eksternal

1.

Pelatihan dan sertifikasi


Corporate Risk Governance.
Peserta pelatihan sebanyak
22 orang.

Kepala Divisi/Biro
dan Tim Evaluasi
Pengelolaan Risiko
Perusahaan (EPRP)

2.

Workshop Risk Officer dan


Risk Assessor (Risk Based
Budgeting) sebanyak 41
orang

Unit Kantor Cabang,


Kantor Pusat, dan
Proyek.

yang dilaksanakan secara periodik.


d) Investigasi atas kejadian peristiwa yang berkaitan
dengan Pengelolaan Risiko.
2) Setiap bulan Juli dan Januari, Kepala Unit Kerja/Bisnis
harus melaporkan progress hasil pelaksanaan tindak
lindung ke Direksi melalui Biro Manajemen Mutu dan
Risiko.
iii. Divisi Risk and Quality Management melaksanakan evaluasi

b. Studi Banding Manajemen Risiko

atas efektivitas pelaksanaan Pengelolaan Risiko dan

Jasa Marga melakukan studi banding terhadap

mendokumentasikannya.

perkembangan sistem manajemen risiko dengan ikut


dalam kegiatan roundtable manajemen risiko yang
diselenggarakan oleh Centre Risk Management Studies
(CRMS) setiap 6 (enam) bulan sekali. Roundtable Risk

realisasi pelaksanaan Tindak Lindung

Management merupakan suatu ajang tukar pengalaman

110

dan tukar pikiran antara praktisi dan profesional di


bidang Manajemen Risiko di Indonesia, terutama untuk

100
% Realisasi

saling mengasah kemahiran dan pengetahuan mereka


dalam bagaimana mengelola risiko melalui paparan dari

90

narasumber dan diskusi antar/dengan peserta.


80

Beberapa roundtable yang diikuti pada tahun 2013


70
60

1. Manajemen Risiko dan Penciptaan Nilai bagi Perusahaan


(Mengembangkan Budaya Sadar Risiko Pada Perusahaan) di
2008

2009

2010

2011

2012

United Tractor

2013

Realisasi

100

94

92

88

89

88

2. Enterprise Risk Management and its integration di

Target

100

70

85

85

80

80

PT Askes
3. Pembuatan Aplikasi Manajemen Risiko Berbasis Web

Rencana Pengelolaan Risiko dibuat oleh masing-masing Unit


Kerja, Cabang dan Anak Perusahaan, yang dikirim ke Divisi
Risk and Quality Management untuk dilakukan evaluasi
sebagai bahan penyusunan Profil Risiko Perseroan. Tujuan dari

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

236

Mendapatkan data atas gap dan gambaran

Identitas Perseroan

pembuatan aplikasi manajemen risiko adalah sebagai

Profil Perseroan

media yang dipergunakan untuk mendukung kegiatan

Transformasi
Jasa Marga

administratif pengelolaan risiko (penyusunan RPR,


monitoring dan lain-lain) sehingga proses pengelolaan

Mendapatkan Rekomendasi (Strength dan Opportunity

Ikhtisar 2013

risiko menjadi lebih efisien serta mempunyai data base

for Improvement (OFI)) dan sekaligus mendapatkan

Laporan
Manajemen

dan pelaporan pengelolaan risiko yang lebih mudah dan

arah dan saran perbaikan dalam rangka implementasi

cepat yang dapat diakses dimana saja dan kapan saja.

manajemen risiko ke depan.

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

Marga.

4. Pengukuran Efektifitas Implementasi Manajemen

Pengembangan
Proyek Baru

sejauhmana implementasi manajemen risiko di Jasa

Jasa Marga melakukan program pengukuran efektifitas

Risiko

implementasi manajemen risiko setiap 2 (dua) tahun sekali

Untuk memastikan bahwa Manajemen Risiko efektif

dengan harapan dalam selang pengukuran perbaikan atas

dan menunjang kinerja organisasi, maka Jasa Marga

pengukuran efektifitas implementasi manajemen risiko

Tata Kelola
Perusahaan

telah melakukan Pengukuran Tingkat Kematangan (Risk

dapat ditindaklanjuti secara berkesinambungan.

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

independen. Program ini merupakan pengukuran

Pengelolaan
Human Capital

Maturity) dalam Pengelolaan Risiko oleh konsultan

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah

Berbeda dengan tahun 2011, model yang digunakan

efektifitas implementasi manajemen risiko, dalam rangka

untuk melakukan pengukuran terhadap tingkat maturitas

memberikan arah perbaikan terhadap sistem manajemen

manajemen risiko pada tahun 2013, memiliki 5 (lima)

risiko yang sedang dilaksanakan di Jasa Marga, dengan

tingkat yang menggambarkan kompetensi perusahaan

tujuan sebagai berikut:

dalam menerapkan manajemen risiko dan 6 Atribut

Laporan Keuangan
Konsolidasian

Pengukuran.
MODEL PENGUKURAN MATURITAS MANAJEMEN RISIKO
TINGKATAN

AWAL (INITIAL)
LEVEL 1

PEMULA (BEGINNER)
LEVEL 2

KOMPETEN (CAPABLE)
LEVEL 3

MAHIR (PROFICIENT)
LEVEL 4

PEMIMPIN (LEADER)
LEVEL 5

ATRIBUT
KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP)
PRINSIP MANAJEMEN RISIKO (RISK MANGEMENT PRINCIPLES)
PROSES (PROCESS)
APLIKASI (APPLICATION)
PENGALAMAN (APPLICATION)
BUDAYA (CULTURE)

Pencapaian Positif Hasil Pengukuran Tingkat Kematangan

4. Aplikasi manajemen risiko PT Jasa Marga (Persero)

Risiko (Risk Maturity) Jasa Marga tahun 2013:

Tbk masih belum konsisten digunakan dan hanya

1. Dalam lingkungan PT Jasa Marga (Persero) Tbk sudah

mencakup bisnis atau proyek utama saja, manajemen

terdapat beberapa Pemahaman / Kesadaran terhadap


risiko.
2. Proses manajemen risiko PT Jasa Marga (Persero) Tbk

risiko masih didorong oleh proses, dan dilaksanakan


dengan sumber daya yang tidak mencukupi.
5. Gaya kepemimpinan dari seorang pemimpin di PT

masih belum konsisten, belum terdapat pembelajaran

Jasa Marga (Persero) Tbk sudah dijadikan sebagai

dari pengalaman, dan masih menggunakan

role model untuk mengaplikasikan manajemen risiko

Pendekatan yang umum.


3. PT Jasa Marga (Persero) Tbk Memiliki pengalaman
Manajemen Risiko yang cukup memadai.

secara konsisten di seluruh organisasi.


6. Telah ada peningkatan pemahaman terhadap
prinsip manajemen risiko dan sebagian kecil prinsip
manajemen risiko telah mulai diterapkan.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

237

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Hasil Pengukuran Tingkat Kematangan Risiko (Risk Maturity) Jasa Marga berdasarkan atribut
Karakter

Nilai

Maturity Level

Budaya

3,20

Kompeten

Level 3

Proses

3,00

Kompeten

Level 3

Pengalaman

3,00

Kompeten

Level 3

Aplikasi

3,00

Kompeten

Level 3

Kepemimpinan

3,00

Kompeten

Level 3

Prinsip

3,50

Kompeten

Level 3

Tingkat Maturitas

3,12

Kompeten

Level 3

Profil VP Risk and Quality Management


Satria Ganefanto
Bergabung dengan Jasa Marga sejak tahun 1993. Menjabat sebagai VP Risk and Quality Management
berdasarkan Surat Keputusan No. 017/AA.P-6a/2013 tanggal 08 Februari 2013.
Menyelesaikan pendidikan S1 Teknik Sipil dari Universitas Khatolik Parahyangan Bandung pada tahun
1988 dan S2 Teknik Sipil dari Universitas Indonesia pada tahun 2006.
Sebelumnya menempati berbagai posisi kunci di Jasa Marga diantaranya Kepala Bagian Pelaksanaan
Pemeliharaan Cabang Jagorawi (2010-2011) dan Kepala Bagian Pengendalian Pelaksanaan dan
Pengendalian Mutu Proyek Pembangunan Jalan Tol Porong-Gempol (2009-2010).
Usia per 31 Desember 2013 adalah 50 tahun.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

238

Identitas Perseroan

Perkara Penting yang Dihadapi

perkara penting yang dihadapi Jasa Marga merupakan


perkara perdata. Berdasarkan jenis pokok perkara yang

Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga

Perkara Penting adalah permasalahan hukum yang dihadapi

dihadapi, perkara penting Jasa Marga dapat dikelompokkan


menjadi Perkara Tanah, Perkara Korporasi, Perkara Hubungan

Ikhtisar 2013

Jasa Marga selama periode tahun laporan dan telah diajukan


melalui proses hukum baik melalui jalur Pengadilan ataupun

Industrial, dan Perkara Lain-Lain.

Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

Arbitrase. Sementara Nilai Gugatan merupakan nilai tuntutan


ganti rugi yang diajukan kepada Perseroan sebagai pihak

Atas perkara-perkara hukum di bawah ini, Jasa Marga

tergugat atau nilai tuntutan ganti rugi yang diajukan oleh

berpendapat bahwa hasil dari kelanjutan pemeriksaan

Perseroan sebagai pihak penggugat, baik kerugian materiil

atau keputusan pengadilan tersebut tidak akan membawa

maupun imateriil.

dampak material bagi Perseroan atau entitas anak Perseroan.


Berdasarkan estimasi Manajemen untuk menyelesaikan

Sebagai perusahaan pioneer di bidang jalan tol, Jasa Marga

perkara-perkara tersebut maka Jasa Marga menganggarkan

terlibat dalam berbagai kasus hukum, yang memposisikan

dana untuk penyelesaian perkara sebesar Rp 7.140.168.600,-

Jasa Marga baik sebagai Penggugat, Tergugat, ataupun

pada RKAP tahun 2013.

sebagai Turut Tergugat. Selama tahun 2013, keseluruhan


Perkara penting yang dihadapi Perseroan antara lain adalah

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

sebagai berikut:

Perkara Tanah
KASUS RAHMAN ISA
Perkara No.:

558/Pdt/2012/PT. Bdg

Lembaga:

Pengadilan Tinggi Bandung

Para Pihak:

Pembanding dahulu Penggugat:

Rahman Isa

Terbanding I dahulu Tergugat I:


Terbanding II dahulu Tergugat II:
Terbanding III dahulu Tergugat III:
Terbanding IV dahulu Tergugat IV:
Terbanding V dahulu Tergugat V:
Terbanding VI dahulu Tergugat VI:
Terbanding VII dahulu Tergugat VII:
Terbanding VIII dahulu Tergugat VIII:
Terbanding IX dahulu Tergugat IX:
Terbanding X dahulu Tergugat X:
Terbanding XI dahulu Tergugat XI:
Terbanding XII dahulu Tergugat XII:

Jasa Marga
Direktorat Jenderal Bina Marga, Departemen Pekerjaan
Umum
Roekiyono
Affandie
H. Aep
Walikota Bekasi
Kepala Kantor Pertanahan Bekasi
Camat Bekasi Selatan
Camat pondok Gede
Lurah Jakamulya Kecamatan Bekasi Selatan
Lurah Jatibening
PT Pelangi Buana Utama

Nilai Gugatan:

Rp 23.100.000.000,00 (dua puluh tiga miliar seratus juta rupiah)

Pokok Perkara:

Gugatan terkait dengan kepemilikan tanah seluas 30.130 m2 terletak di Jalan Tol JakartaCikampek km 9 (dari arah Gerbang Tol Jatibening).

Status Perkara:

Perkara di tingkat Banding telah diputus tanggal 13 Desember 2012. Inti putusannya adalah
permohonan Banding Rahman Isa tidak dapat diterima (Inkracht per tanggal 16 Juli 2013).

Upaya Manajemen:

Dikarenakan putusan hakim telah berkekuatan hukum tetap, tidak diperlukan lagi upaya
penyelesaian.

Pengaruh Perkara terhadap


Perseroan:

Tidak berpengaruh.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

239

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

KASUS ACINTYA ANGGITA DEWI


Perkara No.:
1116 K/ Pdt/ 2011
Lembaga:
Mahkamah Agung
Para Pihak:
Penggugat:
Acintya Anggita Dewi
Tergugat I:
Direktorat Jenderal Bina Marga, Departemen Pekerjaan Umum
Tergugat II:
Jasa Marga
Tergugat III:
Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Selatan
Tergugat IV:
Walikota Jakarta Selatan
Tergugat V:
Hidayat Nur Utomo
Tergugat VI:
Tjoeng Andi Anthony
Tergugat VII:
Poltak Hasudungan Malauw
Nilai Gugatan:
Rp 90.625.600.000,00 (sembilan puluh miliar enam ratus dua puluh lima juta enam ratus ribu rupiah).
Pokok Perkara:
Gugatan terkait dengan kepemilikan lahan seluas 11.300 m di Jalan Tol JORR Ruas W2 Selatan.
Status Perkara:
Perkara di tingkat Kasasi telah diputus tanggal 01 Februari 2012 dengan putusan Menolak permohonan
Kasasi dari Acintya Anggita Devi.
Upaya Manajemen:
Dikarenakan putusan hakim telah berkekuatan hukum tetap, tidak diperlukan lagi upaya penyelesaian.
Pengaruh Perkara terhadap
Tidak berpengaruh.
Perseroan:
KASUS ONIH BINTI RIDI
Perkara No.:
Lembaga:
Para Pihak:
Nilai Gugatan:
Pokok Perkara:
Status Perkara:
Upaya Manajemen:
Pengaruh Perkara terhadap
Perseroan:

205/Pdt.G/2012/Jkt.Sel
Mahkamah Agung
Penggugat:
Urip bin Nasar dan Onih binti Ridi
Tergugat:
Jasa Marga
Rp 13.892.624.000,00 (tiga belas miliar delapan ratus sembilan puluh dua juta enam ratus dua puluh empat
ribu rupiah).
Gugatan terkait kepemilikan tanah seluas 9.164 m2 di Jalan Tol JORR Ruas Ulujami-Pondok Aren.
Berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tanggal 15 Juli 2013, inti putusannya adalah
Gugatan Penggugat tidak dapat diterima. Hingga saat ini, Penggugat sedang melakukan Banding.
Jasa Marga telah mengajukan Kontra Memori Banding ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada tanggal 18
Oktober 2013.
Tidak berpengaruh.

KASUS SRI SUPARTINI


Perkara No.:

490 PK.Pdt/2007

Lembaga:

Mahkamah Agung

Para Pihak:

Penggugat:

Sri Supartini Cs.

Tergugat I:

Panitia Pembebasan Tanah (P2T) Kabupaten Tangerang

Tergugat II:

Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil)

Tergugat III:

Jasa Marga

Nilai Gugatan:

Rp 20.140.000.000,00 (dua puluh miliar seratus empat puluh juta rupiah)

Pokok Perkara:

Gugatan terkait kepemilikan tanah seluas 65.600 m2 di Jalan Tol JORR Ruas Ulujami-Pondok Aren.

Status Perkara:

Perkara pada tingkat Peninjauan Kembali (PK) telah diputus tanggal 03 Juli 2008. Inti putusannya adalah
permohonan PK Jasa Marga tidak dikabulkan.

Upaya Manajemen:

Hingga saat ini Jasa Marga masih berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mengajukan
gugatan perlawanan.

Pengaruh Perkara terhadap


Perseroan:

Tidak berpengaruh.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

240

Identitas Perseroan
Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013

KASUS AMSIR BIN SINAN


Perkara No.:

29PK/PDT/2011

Lembaga:

Mahkamah Agung

Para Pihak:

Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Penggugat:

M. Amsir Bin Sinan Cs.

Tergugat I:

Jasa Marga

Tergugat II:

Direktorat Jenderal Bina Marga, Departemen Pekerjaan Umum

Tergugat III:

Kepala Desa Pondok Ranji

Tergugat IV:

Sekretaris Desa Pondok Ranji

Tergugat V:

Camat Ciputat

Tergugat VI:

Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tangerang

Tergugat VII:

Kantor Pajak Tangerang

Tergugat VIII:

Bupati Tangerang

Tergugat IX:

PT Jaya Realestate

Tergugat X:

PT Sinar Hidayat Utama

Tergugat XI:

Tuan Insan Hartiwo

Nilai Gugatan:

Rp 25.020.000.000,00 (dua puluh lima miliar dua puluh juta rupiah).

Pokok Perkara:

Gugatan terkait kepemilikan lahan seluas 14.380 m2 yang terletak di Jalan Tol JORR Ruas
Ulujami-Pondok Aren.

Status Perkara:

Perkara di tingkat Peninjauan Kembali (PK) telah diputus tanggal 17 Mei 2013. Inti putusannya
adalah Permohonan PK Amsir Cs ditolak.

Upaya Manajemen:

Dikarenakan putusan hakim telah berkekuatan hukum tetap, tidak diperlukan lagi upaya
penyelesaian.

Pengaruh Perkara terhadap


Perseroan:

Tidak Berpengaruh

KASUS DIMYATI
Perkara No.:

No. 605/PDT/2012/PT.Bdg

Lembaga:

Pengadilan Tinggi Bandung

Para Pihak:

Pembanding semula Penggugat:

Dimyati Bin Syairih

Terbanding I semula Tergugat:

Affandie

Terbanding II semula Turut Tergugat I:

Roekiyono

Terbanding III semula Turut Tergugat II:

Pemerintah RI Cq. Menteri Pekerjaan Umum Cq.


Direktur Jenderal Binamarga Cq. Pelaksana Proyek
Pengadaan Tanah Proyek Jalan Tol JORR Cikunir
Seksi I

Terbanding IV semula Turut Tergugat III:

Pemerintah RI Cq. Menteri Dalam Negeri Cq.


Gubernur Provinsi Jawa Barat Cq. Walikota Bekasi

Nilai Gugatan:

Rp 27.074.800.000,00 (dua puluh tujuh miliar tujuh puluh empat juta delapan ratus ribu rupiah).

Pokok Perkara:

Gugatan terkait kepemilikan tanah seluas 21.080 m2 yang digunakan untuk Simpang Susun
Cikunir Jalan Tol JORR Ruas E1.

Status Perkara:

Perkara di tingkat Banding telah diputus tanggal 28 Januari 2013. Inti putusannya adalah
permohonan Banding Dimyati tidak dapat diterima.

Upaya Manajemen:

Dikarenakan putusan hakim telah berkekuatan hukum tetap, tidak diperlukan lagi upaya
penyelesaian.

Pengaruh Perkara terhadap


Perseroan:

Tidak berpengaruh.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

241

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

SABAR HUTAURUK
Perkara No.:

66/Pdt.G/2013/PN.Bgr

Lembaga:

Pengadilan Negeri Bogor

Para Pihak:

Penggugat:

Sabar Hutauruk

Tergugat I:

Acintya Anggita Devi

Tergugat II:

Jasa Marga

Tergugat III:

Bina Marga

Tergugat IV:

P2T Jakarta Selatan

Tergugat V:

Hidayat Nur Utomo

Tergugat VI:

Tjoeng Andy Anthony

Tergugat VII:

Bidang Poltak Hasudungan Malauw

Tergugat VIII:

H. Abdullah Jufri

Turut Tergugat I:

Kantor Pertanahan Jakarta Selatan

Turut Tergugat II:

John Leonard Waworuntu

Nilai Gugatan:

Rp 87.096.300.000,00 (delapan puluh tujuh miliar sembilan puluh enam juta tiga ratus ribu rupiah).

Pokok Perkara:

Sabar Hutauruk mengklaim belum menerima uang pembayaran atas ganti rugi tanah milik Achmad
Prapto sebagaimana yang telah dijanjikan Achmad Prapto kepada Sabar Hutauruk.

Status Perkara:

Sedang dalam proses di Pengadilan Negeri Bogor.

Upaya Manajemen:

Melakukan koordinasi, mengumpulkan dokumen/bukti yang diperlukan serta menunjuk konsultan


untuk menangani perkara.

Pengaruh Perkara terhadap


Perseroan:

Tidak berpengaruh.

KASUS MUSTAFA RAHMAN


Perkara No.:

1173 K/PDT/2012

Lembaga:

Mahkamah Agung

Para Pihak:

Tergugat I

Departemen Pemukiman dan Pengembangan Wilayah (Departemen


Pekerjaan Umum)

Tergugat II:

Walikota Jakarta Timur

Tergugat III:

Jasa Marga

Penggugat:

Mustafa Rahman

Nilai Gugatan:

Rp 17.775.000.000,00 (tujuh belas miliar tujuh ratus tujuh puluh lima juta rupiah).

Pokok Perkara:

Gugatan terkait dengan kepemilikan tanah seluas 6.670 m2 yang terkena Jalan Tol JORR E1.

Status Perkara:

Perkara di tingkat Kasasi telah diputus tanggal 21 Oktober 2013. Inti putusannya adalah permohonan
Kasasi dari Jasa Marga, Menteri Pekerjaan Umum dan Walikota Jakarta Timur ditolak.

Upaya Manajemen:

Jasa Marga telah mengajukan upaya hukum Peninjauan Kembali terhadap putusan dimaksud tanggal 12
Desember 2013.

Pengaruh Perkara terhadap


Perseroan:

Tidak Berpengaruh.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

242

Identitas Perseroan
Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013

KASUS BENUA CHANDRA


Perkara No.:

No. 704 K/Pdt/2007

Lembaga:

Mahkamah Agung RI

Para Pihak:

Penggugat

Benua Chandra

Tergugat I:

Jasa Marga

Tergugat II:

Direktorat Jenderal Bina Marga

Tergugat III:

Direktorat Pembinaan Jalan Kota

Tergugat IV:

Gubernur Provinsi Sumatera Utara

Tergugat V:

Kepala Dinas Jalan dan Jembatan

Tergugat VI:

Ketua Badan Pembangunan Daerah Provinsi


Sumatera Utara

Tergugat VII:

Direktur PT Perkebunan Nusantara II

Tergugat VIII:

Kepala Kantor Wilayah Nadam Pertanahan Nasional


Propinsi Sumatera Utara

Tergugat IX

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Deli Serdang

Tergugat X

Direktur PT Kawasan Industri Medan

Tergugat XI

Bupati Kabupaten Deli Serdang

Tergugat XII

Camat Kecamatan Percut Sei Tuan

Tergugat XIII

Kepala Desa Saentis

Tergugat XIV

Tansri Chandra

Tergugat XV

Nazaruddin

Tergugat XVI

Liberti Manurung

Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Nilai Gugatan:

Rp 12.882.400.000,00 (dua belas miliar delapan ratus delapan puluh dua juta
empat ratus ribu rupiah).

Pokok Perkara:

Gugatan terkait dengan kepemilikan tanah seluas 3.603 m2 yang terkena Kantor
dan Gerbang Tol Mabar pada Jalan Tol Belmera.

Status Perkara:

Perkara di tingkat Kasasi telah diputus tanggal 26 September 2007. Inti


putusannya adalah menolak permohonan Kasasi Jasa Marga.

Upaya Manajemen:

Jasa Marga telah mengajukan Peninjauan Kembali ke MA melalui PN Lubuk


Pakam, dan sampai dengan saat ini masih dalam proses pemeriksaan di MA.

Pengaruh Perkara terhadap


Perseroan:

Tidak Berpengaruh.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

243

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Kasus Korporasi
KASUS TIRTOBUMI II
Perkara No.:

180/PDT/2013/PT.DKI

Lembaga:

Pengadilan Negeri Jakarta Timur

Para Pihak:

Penggugat:

PT Tirtobumi

Tergugat:

Jasa Marga

Turut Tergugat:

Menteri Pekerjaan Umum

Nilai Gugatan:

Rp 1.247.567.000.000,00 (satu triliun dua ratus empat puluh tujuh miliar lima ratus enam puluh tujuh
juta rupiah).

Pokok Perkara:

Gugatan Perbuatan Melawan Hukum Tirtobumi kepada Jasa Marga dengan dasar Jasa Marga tidak
melaksanakan Putusan BANI.

Status Perkara:

Perkara di tingkat Banding telah diputus tanggal 15 Juli 2013. Inti putusannya mengabulkan
permohonan banding Jasa Marga dan Menteri Pekerjaan Umum.

Upaya Manajemen:

Hingga saat ini Jasa Marga belum menerima salinan resmi pernyataan kasasi dari Penggugat.
Walau demikian Jasa Marga tetap memonitor kelanjutan perkara pada proses beracara pengadilan
selanjutnya.

Pengaruh Perkara terhadap Perseroan:

Tidak berpengaruh.

KASUS PELEBARAN JALAN TOL RUAS CIKAMPEK-CIBITUNG (BTS 1)


Perkara No.:

240 K/Pdt/2011

Lembaga:

Mahkamah Agung

Para Pihak:

Dalam konpensi:
Pemohon Kasasi I:

Jasa Marga

Termohon Kasasi I:

PT Bangun Tjipta Sarana (BTS)

Dalam gugatan rekonpensi:


Pemohon Kasasi II:

PT Bangun Tjipta Sarana (BTS)

Termohon Kasasi II:

Jasa Marga

Nilai Gugatan:

a. Nilai tuntutan Jasa Marga Rp 583.053.000.000,00 (lima ratus delapan puluh tiga miliar lima puluh
tiga juta rupiah).
b. Nilai tuntutan BTS (dalam rekonpensi) Rp 4.827.233.000.000,00 (empat triliun delapan ratus dua
puluh tujuh miliar dua ratus tiga puluh tiga juta rupiah).

Pokok Perkara:

Gugatan Jasa Marga atas BTS terkait Perjanjian Kerjasama Bagi Hasil Jalan Tol Jakarta-Cikampek Ruas
Cikampek-Cibitung No. 109 tanggal 16 Oktober 2002.

Status Perkara:

Perkara di tingkat Kasasi telah diputus tanggal 24 Juli 2012. Inti putusannya adalah permohonan
Kasasi Jasa Marga dan BTS tidak dikabulkan.

Upaya Manajemen:

Jasa Marga telah melakukan upaya hukum Peninjauan Kembali pada tanggal 09 Oktober 2013.

Pengaruh Perkara terhadap Perseroan:

Tidak berpengaruh.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

244

Identitas Perseroan
Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen

Kasus Hubungan Industrial


KASUS PENGADILAN HUBUNGAN INDUSTRIAL BANDUNG
Perkara No.:

116/G/2013/
PHI/PN.Bdg

Lembaga:

Pengadilan Hubungan Industrial Bandung

Para Pihak:

Penggugat 1:

Cecep Cahyadi, A.Md

Penggugat 2:

Teuku Fadil, BE

Penggugat 3:

Iwan Hitapermana

Penggugat 4:

Nursamsu

Penggugat 5:

Tommy Afief Noor

Penggugat 6:

Dasep Mahmudin

Penggugat 7:

Diki Syarif Bachtiar

Penggugat 8:

Iif Faidullah

Penggugat 9:

Ina Mardiah

Penggugat 10:

Arif Rakhman Hakim

Penggugat 11:

Eko Sukmana Purabaya

Penggugat 12:

A. A. Riswanto

Penggugat 13:

Deden Gumilar

Penggugat 14:

Agus Setiawan

Tergugat:

Jasa Marga

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Nilai Gugatan:

Tuntutan gaji dan tunjangan hari raya sebesar Rp 503.011.056,00 (lima ratus tiga juta
sebelas ribu lima puluh enam rupiah).

Pokok Perkara:

Gugatan mantan karyawan Cabang Purbaleunyi di Pengadilan Hubungan Industrial


Bandung.

Status Perkara:

Sedang dalam proses di Pengadilan Hubungan Industrial Bandung.

Upaya Manajemen:

Memonitor proses di Pengadilan Hubungan Industrial Bandung.

Pengaruh Perkara terhadap Perseroan:

Tidak berpengaruh.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

245

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Kasus Lain-Lain
KASUS KECELAKAAN GERBANG TOL DUKUH 2
Perkara No.:

132/Pdt.G/ 2012/PN.Jkt Tim

Lembaga:

Pengadilan Negeri Jakarta Timur

Para Pihak:

Penggugat:

Budiyanto Sutanto

Tergugat:

Jasa Marga

Nilai Gugatan:

Rp 10.450.218.000,00 (sepuluh miliar empat ratus lima puluh juta dua ratus delapan belas ribu
rupiah)

Pokok Perkara:

Gugatan Budiyanto Sutanto dilatarbelakangi kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Gerbang
Tol Dukuh 2 pada tanggal 09 Juni 2011 yang mengakibatkan petugas pengumpul tol (Zakaria)
meninggal dunia akibat tertabrak mobil Budiyanto Sutanto. Budiyanto Suyanto telah dinyatakan
bersalah berdasarkan putusan pidana No. 1444/Pid.B/2011/PN.Jkt.Tim tanggal 06 Desember 2011.

Status Perkara:

Perkara telah diputus tanggal 13 Juni 2013. Inti putusannya adalah gugatan Budiyanto Suyanto
ditolak.

Upaya Manajemen:

Saat ini Jasa Marga masih melakukan proses Banding di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Pengaruh Perkara terhadap Perseroan:

Tidak berpengaruh.

KASUS THAMRIN TANJUNG


Perkara No.:

51/Pdt.G/2013/PN.Jkt.Tim

Lembaga:

Pengadilan Negeri Jakarta Timur

Para Pihak:

Penggugat:

Ir. Thamrin Tanjung

Tergugat I:

PT Hutama Karya (HK)

Tergugat II:

Jasa Marga

Tergugat III:

Pemerintah RI Cq. Menteri Pekerjaan Umum

Turut Tergugat:

Kejaksaan Agung RI

Nilai Gugatan:

Rp 472.830.000.000,- (empat ratus tujuh puluh dua miliar delapan ratus tiga puluh juta rupiah).

Pokok Perkara:

Gugatan Perbuatan Melawan Hukum yang diajukan Thamrin Tanjung kepada HK, Jasa Marga,
Menteri Pekerjaan Umum dan Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat terkait eksekusi Jalan Tol JORR S
berdasarkan Putusan No. 720 K/Pid/2001.

Status Perkara:

Perkara telah diputus tanggal 30 September 2013. Inti putusannya adalah gugatan Thamrin
Tanjung tidak dapat diterima. Atas putusan tersebut Penggugat tidak mengajukan banding.

Upaya Manajemen:

Dikarenakan putusan hakim telah berkekuatan hukum tetap, tidak diperlukan lagi upaya
penyelesaian.

Pengaruh Perkara terhadap Perseroan:

Tidak berpengaruh.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

246

Identitas Perseroan

Perkara di Anak Perusahaan

Profil Perseroan

Sepanjang tahun 2013, tidak ada perkara hukum yang dihadapi oleh Anak Perusahaan

Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen

maupun terkait dengan Dewan Komisaris dan Direksi Anak Perusahaan.

Perkara di Anak Perusahaan per 31 Desember 2013


No.

Nama Anak Perusahaan

Ada/Tidak ada
Perkara

Nilai Gugatan

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

1.

PT Jalantol Lingkarluar Jakarta


(Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road)

Tidak Ada

Tidak Ada

Pengembangan
Proyek Baru

2.

Tidak Ada

Tidak Ada

Pengelolaan
Human Capital

PT Marga Lingkar Jakarta


(Jalan Tol JORR W2 Utara)

3.

PT Marga Sarana Jabar


(Jalan Tol Bogor Outer Ring Road)

Tidak Ada

Tidak Ada

Tata Kelola
Perusahaan

4.

PT Marga Kunciran Cengkareng


(Jalan Tol Cengkareng-Kunciran)

Tidak Ada

Tidak Ada

5.

PT Marga Trans Nusantara


(Jalan Tol Kunciran-Serpong)

Tidak Ada

Tidak Ada

6.

PT Marga Trans Jateng


(Jalan Tol Semarang-Solo)

Tidak Ada

Tidak Ada

7.

PT Marga Nujyasumo Agung


(Jalan Tol Surabaya-Mojokerto)

Tidak Ada

Tidak Ada

8.

PT Trans Marga Jatim Pasuruan


(Jalan Tol Gempol-Pasuruan)

Tidak Ada

Tidak Ada

9.

PT Jasamarga Bali Tol


(Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa)

Tidak Ada

Tidak Ada

10.

PT Marga Bumi Adhika Raya


(Jalan Tol Gempol-Pandaan)

Tidak Ada

Tidak Ada

11.

PT Sarana Marga Utama

Tidak Ada

Tidak Ada

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Perkara yang Dihadapi Anggota Dewan Komisaris dan Direksi


Selama tahun 2013, tidak ada perkara yang dihadapi oleh Anggota Dewan Komisaris dan Direksi yang sedang menjabat.

Informasi tentang Sanksi Adminsitratif


Selama tahun 2013 tidak terdapat sanksi administratif yang dikenakan oleh Otoritas Pasar Modal atau otoritas lainnya kepada
Jasa Marga, anggota Dewan Komisaris maupun Direksi.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

247

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Kode Etik dan Budaya


Perusahaan

Perilaku (Code of Conduct) Jasa Marga yang merupakan bagian dari implementasi GCG
yang diharapkan dapat menjadi landasan dalam melaksanakan tugas bagi seluruh jajaran
Manajemen dan Insan Jasa Marga, melalui Keputusan Direksi No. 175/KPTS/2013 tanggal 17

Etika dan budaya merupakan landasan

Desember 2013 tentang Pedoman Perilaku (Code of Conduct).

penerapan GCG di Jasa Marga, mengingat


bahwa organisasi tidak lain adalah terdiri

Pedoman Perilaku (Code of Conduct) merupakan acuan bagi seluruh Insan Perseroan mulai

dari orang-orang di dalamnya. Dalam

dari Dewan Komisaris, Direksi dan seluruh Karyawan dalam bekerja dan berinteraksi dengan

mengelola GCG, maka penerapan GCG

segenap stakeholders Perseroan. Dengan nilai-nilai pokok Perseroan dan melaksanakan Pedoman

tidak dapat dipisahkan dari menjalankan

Perilaku Perseroan secara konsisten seluruh Insan Jasa Marga, dimanapun ia berada dan bekerja

bisnis yang beretika dan membentuk

senantiasa mendukung terlaksananya Tata Kelola Perusahaan yang Baik yang pada akhirnya akan

kesadaran Perseroan dan karyawan yang

meningkatkan citra perusahaan (corporate image) bagi seluruh stakeholders-nya.

memiliki kepekaan tanggung jawab sosial


kepada masyarakat agar tidak terjadi

Pokok-pokok Kode Etik

benturan kepentingan dan benturan

Pedoman perilaku Perseroan mengatur kebijakan nilai-nilai etis yang dinyatakan secara eksplisit

kepada peraturan perundangan yang ada.

sebagai suatu standar perilaku yang harus dipedomani oleh seluruh Insan Jasa Marga.

Kode Etik

Prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang diterapkan dalam Pedoman Perilaku

Dalam pengembangan GCG, Jasa Marga

(Code of Conduct) adalah:

telah merumuskan berbagai kebijakan


PEDOMAN PERILAKU (CODE OF CONDUCT)
Berdasarkan Keputusan Direksi No. 175/KPTS/2013 tanggal 17 Desember 2013 tentang
Pedoman Perilaku (Code of Conduct)

yang menyangkut etika perusahaan. Jasa


Marga mengupayakan penerapan standar
etika terbaik dalam menjalankan segenap

PRINSIP GCG
Transparansi, Akuntabilitas, Bertanggung jawab, Kemandirian dan Kewajaran

aktivitas bisnisnya sesuai dengan Visi,


Misi, dan budaya yang dimiliki melalui
implementasi Etika Usaha dan Etika Kerja.

1.

Perseroan menyadari sepenuhnya bahwa

2.
3.

hubungan yang baik dengan pemangku


kepentingan dan peningkatan nilai

4.

Pemegang Saham dalam jangka panjang


hanya dapat dicapai melalui integritas
bisnis dalam setiap aktivitas bisnis Perseroan

5.

sebagaimana tercantum dalam Etika Usaha


dan Etika Kerja.
Pedoman Perilaku
Perseroan telah mempunyai standar kode
etik atau yang lebih dikenal dengan Pedoman
Perilaku sejak tahun 2010. Pedoman Perilaku
tersebut disusun untuk melaksanakan
pengelolaan perusahaan yang baik dan benar
sehingga diperlukan suatu pedoman yang
bertujuan untuk membentuk dan mengatur

6.

kesesuaian tingkah laku sehingga mencapai


penerapan GCG yang konsisten sebagai
budaya Perseroan yang memaksimalkan
penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola
Perusahaan yang Baik sehingga tercapainya
Visi dan Misi Perseroan.
Dengan semangat perubahan, telah
dilakukan revisi terhadap buku Pedoman

7.

ETIKA BISNIS
Kepatuhan Terhadap Peraturan Perundang
Undangan
Penanganan Gratifikasi
Kepedulian Terhadap Kesehatan dan
Keselamatan Kerja
Pemberian Kesempatan yang Sama kepada
Karyawan untuk Mendapatkan Pekerjaan,
Promosi dan Pemberhentian Kerja
Standar Etika dalam Berhubungan dengan
Stakeholders:
a. Hubungan dengan Insan Jasa Marga
b. Hubungan dengan Pemerintah
c. Hubungan dengan Pemegang Saham
d. Hubungan dengan Pengguna Jalan Tol
dan Pelanggan Lainnya
e. Hubungan dengan Mitra Usaha
f.
Hubungan dengan Pesaing
g. Hubungan dengan Kreditur/Investor
h. Hubungan dengan Pemasok/Kontraktor
i.
Hubungan dengan Masyarakat dan
Lingkungan Sekitar
j.
Hubungan dengan Media Massa
k. Hubungan dengan Anak Perusahaan
Standar Etika Jajaran Manajemen dan
Karyawan
a. Perilaku Sebagai Atasan terhadap
Bawahan
b. Perilaku Sebagai Bawahan terhadap
Atasan
c. Perilaku Sebagai Rekan Kerja
Hak Atas Kekayaan Intelektual (Intellectual
Property Rights)

ETIKA/TUNTUTAN PERILAKU
INSAN JASA MARGA
1. Komitmen Insan Jasa Marga
2. Menjaga Nama Baik
Perseroan
3. Menjaga Hubungan Baik
antar Insan Jasa Marga
4. Menjaga Kerahasiaan
Perusahaan
5. Menjaga dan Menggunakan
Aset Perseroan
6. Menjaga Keselamatan,
Kesehatan dan Lingkungan
Kerja
7. Perilaku Asusila, Narkotika,
Obat Terlarang, Perjudian
dan Merokok
8. Melakukan Pencatatan
Data Perusahaan dan
Penyusunan Laporan
9. Menghindari Terjadinya
Konflik Kepentingan Pribadi
(Insider Trading)
10. Penanganan Gratifikasi
11. Tidak Memanfaatkan Posisi
untuk Kepentingan Pribadi
(Benturan Kepentingan)
12. Aktivitas Politik

Setiap Insan Jasa Marga telah menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen
penerapan GCG dalam operasional Perseroan. Adapun persentase penandatanganan
komitmen code of conduct oleh Insan Jasa Marga adalah sebanyak 100%.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

248

Identitas Perseroan

Sosialisasi dan Upaya Penegakan Pedoman Perilaku

Profil Perseroan

Pedoman Perilaku diungkapkan dan/atau disebarkan kepada semua Insan Jasa Marga melalui berbagai media yang dimiliki

Transformasi
Jasa Marga

Perseroan, termasuk melalui teknologi informasi yang dapat diakses oleh semua pegawai dengan mudah setiap saat. Secara

Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital

periodik, kepada segenap Insan Jasa Marga disampaikan melalui media Memo dan/atau Surat Edaran dari Direksi tentang
pelaksanaan etika bisnis.
Pada tahun 2013, upaya penegakan Pedoman Perilaku dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya:
1. Membuat pernyataan kepatuhan dan Pakta Integritas seluruh Insan Jasa Marga.
2. Menginformasikan setiap langkah-langkah strategis Perseroan maupun hasil kinerja Perseroan secara akurat dan tepat
waktu serta menyediakan media informasi Perseroan yang mudah diakses oleh seluruh Pemangku Kepentingan.
3. Senantiasa memenuhi (comply) terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam menjalankan proses bisnis
Perseroan.

Tata Kelola
Perusahaan

4. Menjalankan usaha secara prudent dan pengelolaan risiko bisnis yang baik melalui analisis risiko yang tersistem.

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

6. Memperlakukan para Pemangku Kepentingan secara adil dan setara yang tercermin dalam setiap aktivitas bisnis Perseroan.

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

5. Menolak secara tegas, dengan tata krama yang baik, segala intervensi yang merugikan Perseroan.
7. Senantiasa menginformasikan kepada Pemangku Kepentingan mengenai komitmen dan konsistensi Jasa Marga dalam
menerapkan Tata Kelola Perusahaan yang Baik melalui berbagai sarana komunikasi.

Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

budaya perusahaan

pengembangan jangka panjang perusahaan dimana potensi


bisnis jalan tol untuk masa yang akan datang masih besar,

Pernyataan Mengenai Budaya Perusahaan (Corporate

serta untuk mencapai Visi dan Misi Perseroan maka Tata Nilai

Culture) yang Dimiliki Perseroan

Perseroan pada tahun 2013 diubah menjadi: Jujur, Sigap,

Penerapan tata kelola perusahaan yang baik akan berhasil

Mumpuni, dan Respek. Empat Nilai inilah yang menjadi

dilaksanakan apabila disokong oleh budaya perusahaan

landasan dalam interaksi Insan Jasa Marga dengan para

yang kuat. Pendekatan internalisasi budaya dilakukan melalui

stakeholders.

intervensi pada ketiga aspek yaitu kepemimpinan, sistem


dan karyawan. Dengan pendekatan tersebut, budaya Jasa

Tata Nilai ini telah disetujui oleh Dewan Komisaris dan Direksi

Marga selain tertulis dalam kebijakan dan prosedur, juga

dengan Keputusan Direksi No. 50/KPTS/2013 tanggal 01

menjadi suatu disiplin (soft skills) yang dipraktikkan oleh

Maret 2013 tentang Visi, Misi dan Tata Nilai Perusahaan.

Dewan Komisaris, Direksi dan karyawan dalam pelaksanaan


pekerjaan sehari-hari.

Pokok-pokok Budaya Perusahaan


Budaya perusahaan yang menjadi landasan dalam interaksi

Perseroan telah menetapkan budaya perusahaan yang

Insan Jasa Marga dengan para stakeholders, yang lebih dikenal

lebih dikenal dengan sebutan Tata Nilai Perusahaan.

dengan Tata Nilai Perseroan dapat dijabarkan sebagai berikut:

Untuk menyesuaikan dengan arah pertumbuhan dan

J
S
M
R

JUJUR
Jasa Marga dalam menjalankan kegiatan usahanya selalu JUJUR, adil, transparan dan bebas dari benturan
kepentingan.
SIGAP
Jasa Marga SIGAP melayani pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya dengan bertindak peduli dan proaktif
serta tetap mengedepankan kehati-hatian.
MUMPUNI
Jasa Marga MUMPUNI dalam bekerja atas dasar kompetensi, konsisten dan inovatif.
RESPEK
Jasa Marga RESPEK terhadap pemangku kepentingan dalam bersinergi mencapai prestasi.

Sosialisasi Tata Niliai Budaya Perusahaan


Tata Nilai tersebut secara terus menerus disosialisasikan epada segenap Insan Jasa Marga (Dewan Komisaris, Direksi, Karyawan
Perseroan, Karyawan yang ditugaskan di anak perusahaan dan instansi lainnya serta personil lainnya yang secara langsung
bekerja untuk dan atas nama Perseroan).Penyebaran dan sosialisasi tata nilai ini dilakukan melalui situs internal dan eksternal
Perseroan, penayangan slide tata nilai di setiap kegiatan pelatihan ataupun rapat, pemasangan baner di tempat-tempat
strategis di Perseroan.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

249

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

PROGRAM KEPEMILIKAN SAHAM OLEH


KARYAWAN DAN/ATAU MANAJEMEN
(MSOP/ESOP)

Manajemen PT Jasa Marga (Persero) Tbk. dalam Proses Privatisasi

Program MSOP/ESOP Jasa Marga

Sekretaris Direksi Perseroan yang tercatat dalam Administrasi

Di Jasa Marga tidak terdapat program MSOP/ESOP, namun


Perseroan memiliki Program Penjatahan Saham Karyawan

PT Jasa Marga (Persero) Tbk., peserta program ESA adalah


Karyawan Tetap, Direksi, Dewan Komisaris yang bukan Komisaris
Independen, Sekretaris Dewan Komisaris Perseroan, dan Staf
Sistem Informasi Manajemen Sumber Daya Manusia Perseroan
pada tanggal 31 Oktober 2007.

(Employee Stock Allocation ESA). Tujuan utama program ini


adalah agar karyawan memiliki sense of belonging yang dapat

Harga Exercise

memacu produktifitas kerja, sehingga berdampak pada kinerja

Karena merupakan Program ESA, maka tidak ada harga

korporasi secara keseluruhan dan bermuara pada peningkatan

exercise. Harga saham pada saat IPO adalah sebesar Rp 1.700

nilai perusahaan yang dapat dinikmati oleh para stakeholder.

per lembar saham.

Program ESA terdiri dari:

Perlakuan yang Sama Terhadap Seluruh


Pemegang Saham

1. Saham Bonus

Komisaris (selain Komisaris Independen), Direksi dan seluruh


karyawan tetap Jasa Marga yang memenuhi kriteria tertentu

Jasa Marga menjamin adanya perlakuan yang sama terhadap

menerima Saham Bonus pada saat Penawaran Umum Perdana

seluruh pemegang saham, termasuk pemegang saham

sebesar ekuivalen dengan satu bulan gaji bulan Juni 2007. Jasa

minoritas dan asing. Jasa Marga juga memberikan perlakuan

Marga mengantisipasi untuk memberikan sekitar 11.862.000

yang adil terhadap saham-saham yang berada dalam satu kelas,

saham di dalam skema Saham Bonus yang diberikan kepada

melarang praktek-praktek insider trading dan self-dealing, dan

Komisaris non Independen, Direksi dan karyawan masing-

mengharuskan Dewan Komisaris untuk melakukan keterbukaan

masing sebesar 1,7% dan 98,3%.

jika menemukan transaksi yang mengandung benturan

2. Saham Jatah Pasti

kepentingan (conflict of interest). Di samping itu Jasa Marga

Selain pemberian Saham Bonus, peserta diberikan kesempatan

mengakui hak-hak stakeholders, seperti ditentukan dalam

untuk membeli Saham Jatah Pasti pada saat Penawaran Umum

Undang Undang, dan mendorong kerja sama yang aktif antara

Perdana. Jumlah Saham Jatah Pasti adalah sekitar 192.138.000

Perseroan dengan para stakeholders tersebut.

saham. Untuk pemesanan Saham Jatah Pasti dilakukan


penjatahan secara proporsional berdasarkan gaji bulanan

Dalam pelaksanaan assessment GCG tahun 2013 yang dilakukan

karyawan dan dilakukan beberapa pembatasan tertentu.

oleh pihak independen, dalam Bab Pemegang Saham dan RUPS,


Perseroan memperoleh nilai sebesar 8,84 atau 98,22%.

Jumlah Saham ESA


Sesuai RUPSLB pada tanggal 12 September 2007, pemegang
saham menyetujui rencana Program Penjatahan Saham Karyawan
(Employee Stock Allocation ESA), mengacu pada peraturan
BAPEPAM No. IX.A.7 yang memberikan kesempatan bagi
karyawan, manajemen dan pihak-pihak tertentu yang ditetapkan
dalam Surat Keputusan yang diterbitkan Perseroan, untuk
memiliki maksimum 10% dari saham yang ditawarkan kepada

Sistem Pelaporan Pelanggaran


(Whistleblowing System)
Sistem Pelaporan Pelanggaran (Whistleblowing System) adalah
sistem yang mengelola pengaduan/penyingkapan mengenai
perilaku melawan hukum, perbuatan tidak etis/tidak semestinya

publik (atau sebanyak 204.000.000 lembar)

secara rahasia, anonim dan mandiri yang digunakan untuk

Jangka Waktu ESA

dalam mengungkapkan pelanggaran yang terjadi di lingkungan

Sesuai dengan ketentuan, salah satu program ESA, yaitu Saham


Bonus tidak dapat dijual maupun dipindahtangankan selama 3

mengoptimalkan peran serta Insan Jasa Marga dan pihak lainnya


Perseroan.

(tiga) tahun (periode lock up).

Sebagai bagian dari komitmen Perseroan untuk terus

Persyaratan Karyawan dan/atau Manajemen yang Berhak

implementasi GCG dan Code of Conduct harus dihindari

Sesuai dengan Surat Keputusan Direksi No. 182.1/KPTS/2007


tentang Program Kepemilikan Saham oleh Karyawan dan

menyempurnakan implementasi GCG, pelanggaran terhadap


oleh segenap Insan Jasa Marga. Terkait dengan hal tersebut,
Perseroan telah memiliki Whistleblowing System sebagai media
penyampaian pelaporan pelanggaran terhadap implementasi
GCG dan Code of Conduct Perseroan.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

250

Identitas Perseroan

Perseroan telah menyediakan sarana whistleblowing system JASA MARGA AMANAH yang dapat digunakan oleh seluruh Insan

Profil Perseroan

Jasa Marga maupun pihak eksternal sejak tanggal 16 Januari 2013.

Transformasi
Jasa Marga

Pengelolaan whistleblowing system Perseroan dilakukan dengan berpedoman pada Keputusan Direksi No. 09/KPTS/2013

Ikhtisar 2013

tanggal 13 Januari 2013 tentang Whistleblowing System PT Jasa Marga (Persero) Tbk. dan Keputusan Direksi No. 10/KPTS/2013

Laporan
Manajemen

tanggal 13 Januari 2013 tentang Pembentukan Tim Pengelolaan Whistleblowing System PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

Setiap laporan yang masuk akan dipelajari, diklasifikasikan dan ditindaklanjuti melalui penyelidikan mendalam berdasarkan

Pengembangan
Proyek Baru

pertimbangan akibat tindakan, derajat kesengajaan dan motif tindakan.

Pengelolaan
Human Capital

Sanksi yang dijatuhkan dapat berupa teguran lisan, surat peringatan (I, II, III), hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).

Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

fakta-fakta yang diperoleh. Keputusan terhadap terbukti/tidaknya pelaporan tersebut akan dibuat dan diambil berdasarkan

Perseroan tidak akan mentolerir setiap pelanggaran terkait dengan integritas.


Pengelola Sistem Pelaporan Pelanggaran
(Whistleblowing System)
Sistem Pelaporan Pelanggaran atau Whistleblowing System (WBS) merupakan suatu mekanisme pelaporan terhadap
pelanggaran yang dilakukan secara rahasia yang dilakukan oleh karyawan atau pimpinan Perseroan. Pelaporan ditujukan
melalui suatu mekanisme baku dan dikelola secara profesional oleh Tim Pengelolaan Whistleblowing System yang dibantu oleh
Pengelola Administrasi Whistleblowing System yaitu PT Deloitte Konsultan Indonesia yang terpilih melalui proses pengadaan
barang/jasa di Perseroan.
Keanggotaan dari Tim Pengelolaan Whistleblowing System adalah sebagai berikut:

Keanggotaan tim pengelolaan Whistleblowing System


No.

Susunan Anggota

Kedudukan dalam Tim

1.

Head of Internal Audit

Ketua Merangkap Anggota

2.

Corporate Secretary

Sekretaris Merangkap Anggota

3.

VP Legal

Anggota

4.

GM Human Capital Services

Anggota

5.

VP Risk & Quality Management

Anggota

Landasan Penyusunan Whistleblowing System


1. Keinginan Perseroan untuk terus menegakkan prinsipprinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik di seluruh

2. Tersedianya mekanisme deteksi dini (early warning


system).
3. Tersedianya kesempatan untuk menangani masalah

lingkungan Perseroan, khususnya yang berkaitan dengan

pelanggaran secara internal terlebih dahulu, sebelum

integritas dan transparansi.

meluas menjadi masalah pelanggaran yang bersifat

2. Sebagai komitmen Perseroan untuk menyediakan media


bagi penegakan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan
yang Baik, sehingga menciptakan situasi kerja yang bersih

publik.
4. Timbulnya keengganan untuk melakukan pelanggaran
(pengawasan oleh semua pihak).

dan bertanggung jawab.


3. Sebagai salah satu alat yang ampuh dalam mencegah dan
mendeteksi potensi terjadinya pelanggaran di Perseroan.

Sosialisasi Whistleblowing System


Sosialisasi Whistleblowing System (WBS) di internal Perseroan
disampaikan melalui berbagai media seperti buletin internal,

Maksud, Tujuan dan Manfaat Whistleblowing System

poster, sosialisasi etika maupun presentasi langsung kepada

Maksud, Tujuan dan Manfaat penerapan Sistem Pelaporan

unit kerja terkait. Untuk eksternal, sosialisasi dilakukan melalui

Pelanggaran (Whistleblowing System/WBS) di Perseroan

website Perseroan dan pengiriman surat edaran/memo.

adalah:
1. Tersedianya cara penyampaian informasi penting dan

Pada bulan Januari 2013, dilakukan sosialisasi Whistleblowing

kritis bagi Perusahaan kepada pihak yang harus segera

System Tim Pengelolaan Whistleblowing System untuk seluruh

menanganinya secara aman.

unit kerja Kantor Pusat dan Cabang.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

251

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Timeline Whistleblowing System

Kick Off

SK DIREKSI
195/KPTS/2011

14/12/2011

15/12/2011

Penandatangan
peryataan mulai oleh
Komisaris Utama dan
Direktur Utama

Penandatangan
Perjanjian
Kerjasama dengan
Deloitte

04/05/2012

1. Kebijakan
2. Jenis SPP
3. Mekanisme Pelaporan
4. Pembentukan Tim

Sosialisasi
Presentasi
ke Direksi

19/06/2012

16/01/2013

16/01/2013 s.d
11/02/2013

Go Live
Whistleblowing System

Ruang Lingkup Pelaporan


Ruang Lingkup Pelaporan yang akan ditindaklanjuti oleh Whistleblowing System adalah tindakan yang dapat merugikan Perseroan, yang
meliputi hal-hal sebagai berikut:
1. Penyimpangan dari peraturan dan perundangan yang berlaku
2. Penyalahgunaan jabatan untuk kepentingan lain di luar Perseroan
3. Pemerasan
4. Perbuatan curang
5. Benturan Kepentingan
6. Gratifikasi
Sarana Pelaporan
Pelapor menyampaikan laporan dalam bentuk surat dengan disertai dokumen pendukung yang diperlukan.
Laporan melalui salah satu diantara cara berikut:

Sarana Pelaporan Pelanggaran

+62 21 23 50 7022
0811 1255 550
+62 21 2350 7023

http://jasamarga.tipoffs.asia

jasamarga@tipoffs.asia

P.O Box 2332, JKP 10023

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Khusus untuk Pelaporan melalui sarana telepon


dan sms, maka waktu Pelaporan secara live adalah
pukul 07.00 WIB s.d. 21.000 WIB.
Pelaporan yang masuk di luar waktu tersebut, akan
dialihkan ke voice mail.

252

Identitas Perseroan

Mekanisme Penerimaan Pelaporan

Profil Perseroan

Mekanisme penerimaan pelaporan pelanggaran dapat dilihat pada bagan sebagai berikut:

Transformasi
Jasa Marga

mekanisme penerimaan pelaporan pelanggaran

Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen

Deloitte contact centre memberikan tanggapan apabila pelapor


menanyakan status tindakan atas laporannya

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital

Sarana Pelaporan

Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Analis Deloitte
menanyakan
hal-hal yang
relevan
kepada
Pelapor

Analis
Deloitte akan
memberikan
nomor
referensi yang
unik kepada
Pelapor

Deloitte
investigator
mereview call
log, membuat
laporan
penyingkapan
dan
rekomendasi
tindak lanjut

Laporan
dimuat dalam
e-Room dan
sebuah email
Pemberitahuan
akan dikirim ke
semua anggota
Tim Pengelolaan
WBS Jasa Marga

Tim Pengelolaan
WBS akan
menindaklanjuti
dan
memberikan
tanggapan atas
kasus tersebut
kepada Deloitte

Deloitte
contact centre
memberikan
tanggapan
kepada Pelapor
berdasarkan
nomor referensi

Alur Proses Whistleblowing System

Laporan yang tidak terbukti akan dikembalikan kepada

Jika dokumen dan bukti-bukti yang disampaikan lengkap,

pelapor. Namun apabila terbukti, Tim Pengelolaan

Tim Pengelolaan Whistleblowing System melakukan

Whistleblowing System akan melaporkan hasil temuannya

pemilahan data dan memutuskan apakah kasus tersebut

tersebut kepada Direksi. Laporan yang berkaitan dengan

dapat dilanjutkan ke tingkat penyelidikan. Jika keputusannya

jajaran manajemen di bawah Direksi disampaikan dalam

adalah cukup bukti, maka laporan tersebut akan ditingkatkan

bentuk surat dan ditujukan kepada Direktur Utama,

statusnya ke tahap penyelidikan.

sedangkan laporan-laporan yang berkaitan dengan Direksi


akan ditujukan kepada Dewan Komisaris.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

253

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Alur Proses Whistleblowing System

Pelapor

Memenuhi
Kriteria

Pelapor

Telaah Awal
oleh Tim WBS

dilaporkan
ke Direksi

dilaporkan
ke Komisaris
diteruskan ke fungsi terkait

Memenuhi
Lanjutan

Tanggapan/feedback
Internal
Investigasi (SPI)

Catatan:
1. Pelapor pelanggaran akan selalu
mendapatkan feedback dan status

Laporan
Hasil
Investigasi

atas laporan yang diberikan


2. Alur Pelaporan

Jika yang dilaporkan


karyawan dan Dewan
Komisaris, laporan ditujukan
kepada Tim WBS

Jika yang dilaporkan anggota

Tim WBS

Tim WBS, laporan ditujukan


kepada Direksi

Internal
Khusus

Penindakan sesuai
dengan sistem & prosedur
yang berlaku

Putusan
Direksi/
Komisaris

Jika yang dilaporkan Direksi,


laporan ditujukan kepada
Dewan Komisaris

berkas ditutup

Perlindungan Terhadap Pelapor

Implementasi WBS di Tahun 2013

Perseroan menyediakan fasilitas saluran pelaporan (telepon,

Selama tahun 2013, pelaporan pelanggaran yang masuk adalah

surat, email) yang independen, bebas, dan rahasia bagi pelapor,

sebanyak 24 laporan dan laporan yang telah ditindaklanjuti

agar terlaksana proses pelaporan yang aman. Selain itu, WBS

sampai dengan proses akhir sebanyak 15 laporan.

juga menjaga kerahasiaan identitas pelapor dengan tujuan


memberikan perlindungan kepada pelapor dan anggota keluarga
atas tindakan balasan dari terlapor atau organisasi. Informasi
pelaksanaan tindak lanjut laporan akan disampaikan secara
rahasia kepada pelapor yang identitasnya lengkap.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

254

Identitas Perseroan
Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Pengadaan Barang
dan Jasa
Kebijakan Perseroan dalam
menerapkan Pengadaan Barang
dan Jasa tertuang dalam
Keputusan Direksi No. 15/
KPTS/2009 tanggal 20 Januari
2009 tentang Standar Prosedur
Operasional Pelaksanaan
Pengadaan Barang/Jasa di
Lingkungan Perusahan. Kebijakan
ini mengatur pengguna barang
dan jasa , pengelola pengadaan
barang dan jasa, pengelola
kontrak pengadaan barang dan
jasa, pengelola penyedia barang
dan jasa, pengelola material,
tim pengadaan, dan pejabat
berwenang serta penyedia barang
dan jasa sesuai dengan tugas,
fungsi, hak dan kewajiban serta
peran para pihak dalam proses
pengadaan barang dan jasa.
Tujuan Pengadaan Barang
danJasa adalah untuk
memperoleh barang dan jasa
yang diperlukan Perseroan
dengan mempertimbangkan
kualitas dan delivery time dari
sumber yang tepat dengan total
biaya terendah dan dilakukan
melalui strategi, perencanaan,
proses dan pengendalian
pengadaan yang efektif dan
efisien serta sesuai dengan
prosedur yang berlaku.
Untuk mencapai sasaran utama
Pengelolaan Rantai Pasokan
yaitu menjamin terlaksananya
kegiatan usaha serta penciptaan
nilai tambah (value creation) dan
peningkatan daya saing Perseroan,
Perseroan mempunyai kebijakan
manajemen sebagai berikut:
a. Pengelolaan Pengadaan Barang
dan Jasa
b. Pengelolaan kontrak
Pengadaan Barang dan Jasa
c. Pengelolaan Penyedia Barang
dan Jasa

Etika Perseroan dalam Penyedian


Barang dan Jasa
Perseroan melaksanakan pengadaan
barang dan jasa berdasarkan prinsipprinsip kompetitif, transparan, adil,
wajar dan akuntabel. Perilaku etis yang
diharapkan dalam berhubungan dengan
penyedia barang dan jasa antara lain:
Penentuan penyedia barang dan jasa
harus didasarkan pada mutu produk,
layanan purna jual, garansi, prestasi dan
rekam jejak dengan mengutamakan
kepentingan Perseroan.
Menghormati hak dan kewajiban
sesuai dengan perjanjian perikatan dan
ketentuan perundang-undangan.
Menjalin komunikasi yang terbuka
selama proses pelaksanaan pengadaa
hingga terpenuhinya hak dan
kewajiban para pihak.
Melakukan evaluasi atas penyedia
barang dan jasa serta memberikan
tindakan tegas kepada penyedia barang
dan jasa yang berperilaku tidak etis.
Penerapan e-Procurement
Untuk mencegah timbulnya praktik KKN,
selain perlu perbaikan sistem dan prosedur
pengadaan barang dan jasa agar lebih
transparan dan akuntabel, perlu pula dicari
alternatif lain yang memenuhi prinsip-prinsip
Good Corporate Governance (GCG), terutama
prinsip keterbukaan (transparency) serta
prinsip keadilan (fairness).
Di dalam lingkungan Badan Usaha Milik
Negara (BUMN), Kementerian Negara BUMN
telah merilis Peraturan Menteri Negara
BUMN No. Per-01/MBU/2011 tentang
Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang
Baik (Good Corporate Governance) pada
Badan Usaha Milik Negara, secara eksplisit
menjelaskan Tata Kelola Teknologi Informasi.
Dengan adanya peratuan tersebut, BUMN
diwajibkan untuk menerapkan prinsip Good
Corporate Governance (GCG) atau Tata Kelola
Perusahaan yang Baik dalam aspek bisnis
dan pengelolaan perusahaan pada semua
jajaran perusahaan dengan dukungan IT.
Sebagai wujud komitmen penerapan GCG
dan Pakta integritas, Jasa Marga terus
konsisten hinga saat ini untuk mengelola
proses pengadaan dan kemitraan dengan

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

menggunakan sistem e-Tendering melalui


aplikasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik
(SPSE)/e-Procurement yang meminimalkan
kontak fisik antara pemasok/mitra dengan
panitia karena keseluruhan proses tender dan
negoisasi telah berbasis komputer sehingga
berlangsung adil dan transparan.
Beberapa manfaat yang telah diperoleh
antara lain kecepatan proses tender,
penetapan calon peserta tender secara
elektronik sesuai persyaratan yang
ditentukan, pemilihan pemenang secara
electronik dan manfaat lainnya terkait
dengan kualitas proses yang semakin baik,
kewajaran harga, keadilan, tranparansi dan
mencegah terjadinya intervensi.
e-Procurement adalah proses pengadaan
barang/jasa yang pelaksanaannya dilakukan
secara elektronik yang berbasis web/internet
dengan memanfaatkan fasilitas teknologi
komunikasi dan informasi yang meliputi
pelelangan umum secara elektronik yang
diselenggarakan oleh Layanan Pengadaan
Secara Elektronik (LPSE).
Sesuai Keputusan Direksi No. 149/KPTS/
DIR/2013 tanggal 30 Agustus 2013, melalui
Divisi General Affairs dibuat LPSE dengan
bantuan Lembaga Kebijakan Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Pengadaan
secara elektronik (e-Procurement) bagi
Perseroan tidak hanya meningkatkan
transparansi, tetapi juga meningkatkan
efisiensi dengan harga dan biaya transaksi
lebih murah, dan siklus pengadaan yang
lebih pendek. Dengan demikian menghindari
proses korupsi, serta meningkatkan
produktivitas kerja.
Pakta Integritas Mitra Kerja
Perseroan mewajibkan vendor dan mitra
kerja untuk menandatangani Pakta Integritas
dalam kaitannya dengan pengadaan barang
dan jasa.
Pakta Integritas Insan Jasa Marga
Dalam setiap Pengadaan Barang dan Jasa
Perseron juga mewajibkan insan Jasa Marga
untuk menandatangani pakta integritas
sebagai bentuk tidak adanya benturan
kepentingan dan transparansi dalam proses
pengadaan barang dan jasa.

255

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Auditor Eksternal
Fungsi pengawasan independen terhadap aspek keuangan Perseroan dilakukan dengan melaksanakan audit eksternal yang dilakukan
oleh Kantor Akuntan Publik (KAP). KAP HLB Hadori Sugiarto Adi & Rekan telah melakukan audit laporan keuangan Perseroan sebanyak 3
(tiga) periode tahun buku berturut-turut (2009-2011). Tahun 2012 adalah periode pertama bagi KAP RSM Aryanto, Amir Jusuf, Mawar &
Saptoto melakukan audit laporan keuangan Perseroan.

Auditor Eksternal Perseroan 2009-2012


Tahun

Kantor Akuntan Publik

2009

HLB Hadori Sugiarto Adi & Rekan

2010
2011

Kontrak (Rp)

Partner Pelaksana

858.000.000

Drs. Hartono, Ak., CPA

HLB Hadori Sugiarto Adi & Rekan

660.557.500

Drs. Hartono, Ak., CPA

HLB Hadori Sugiarto Adi & Rekan

1.065.000.000

Drs. Hartono, Ak., CPA

2012

RSM Aryanto, Amir Jusuf, Mawar & Saptoto

1.622.500.000

Saptoto Agustomo

2013

RSM Aryanto, Amir Jusuf, Mawar & Saptoto

1.245.750.000

Saptoto Agustomo

Audit Laporan Keuangan Tahun Buku 2013

Jasa Lain

Dalam pelaksanaan audit Laporan

Pihak yang ditunjuk Perseroan sebagai Auditor Ekternal tidak memberikan jasa lain selain jasa

Keuangan Perseroan dan Anak Perusahaan,

audit terhadap Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Laporan Keuangan PKBL.

Perseroan telah menunjuk Kantor Akuntan


Publik (KAP) yang terdaftar di Bapepam-LK

Total biaya yang dikeluarkan untuk audit Laporan Keuangan Konsolidasi tahun

yaitu KAP RSM Aryanto, Amir Jusuf, Mawar

2013 adalah sebesar Rp 1.245.750.000,- (satu miliar dua ratus empat puluh lima juta

& Saptoto. Penunjukan KAP tersebut telah

tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) termasuk PPN dan belum termasuk Out of Pocket

diputuskan dalam RUPS pada tanggal

Expenses (OPE). KAP RSM Aryanto, Amir Jusuf, Mawar & Saptoto yang ditunjuk telah

29 April 2013 berdasarkan rekomendasi

menyelesaikan tugasnya secara independen sesuai standar profesional akuntan publik

Dewan Komisaris Perseroan. Lingkup Audit

dan perjanjian kerja serta ruang lingkup audit yang telah ditetapkan. Jangka waktu

yang dilakukan KAP RSM Aryanto, Amir

pelaksanaan audit terhitung sejak ditandatangani Kontrak oleh Para Pihak sampai

Jusuf, Mawar & Saptoto mencakup audit

dengan tanggal 31 Maret 2014.

Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan


tahun buku 2013 dan Laporan Keuangan

struktur tim auditor eksternal jasa marga tahun 2013

Program Kemitraan dan Bina Lingkungan


untuk Tahun Buku 2013.
Penanggung Jawab
Saptoto Agustomo

Proses Penunjukan Auditor Eksternal


Proses penunjukan Auditor Eksternal
dilakukan melalui mekanisme sebagai
berikut:
1. Komite Audit melakukan evaluasi

terhadap Kantor Akuntan Publik.

Independent Partner
Amir Abadi Jusuf

Partner Pelaksana
Leknor Joni
Endang Pramuwati

Quality Assurance
Service
Dedy Sukrisnadi

Ketua Tim
Rini Nurzianah

Tax Specialist
Felix T. Purba

2. Komite Audit melaporkan Pengadaan


Jasa Kantor Akuntan Publik Tahun Buku
2013 kepada Dewan Komisaris.
3. Dewan Komisaris menyampaikan
kepada Direksi melalui surat Dewan
Komisaris kepada Direksi No. DK-0066/

IT Specialist
Billy Eduardo

IV/2013 tanggal 19 April 2013 perihal


Penetapan Kantor Akuntan Publik
Dalam Rangka Audit Umum PT Jasa
Marga (Persero) Tbk. Tahun Buku 2013
4. Dewan Komisaris mengusulkan kepada
RUPS untuk menyetujui penunjukan
Kantor Akuntan Publik.
PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Auditor dan Compliance Auditor


Dewi Novita Sari, Rahmat, Andre Wahyudi, Ricky Edbert, Edi Riyanto
Bernando Barusela, Ary Y Putra, Putri Retno, Andreas Manurung, Rizki Lukman

256
256

Identitas Perseroan
Profil Perseroan
Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Strategi dan kebijakan Perseroan dalam


menjalankan aktivitas berkelanjutan
sedapat mungkin memberikan dampak
positif serta mengurangi dampak negatif
yang mungkin terjadi pada aspekaspek ekonomi, sosial dan lingkungan
yang merupakan faktor utama dalam
menunjang keberlanjutan bisnis
Perseroan

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

257

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Tanggung
Jawab
Sosial
Perusahaan

Selain uraian dalam bagian ini, Perseroan


juga membuat Laporan Keberlanjutan 2013
yang terpisah dari Laporan Tahunan 2013.

Strategi dan Kebijakan

Selain itu landasan penerapan aktivitas

Sebagai suatu institusi bisnis yang

tanggung jawab sosial juga mengacu

memiliki core business dalam

kepada beberapa regulasi yang berlaku

membangun dan mengelola jalan

antara lain Pasal 3 ayat (1) Peraturan

tol, aktivitas Perseroan tidak terlepas

Pemerintah Republik Indonesia No. 47

dari pengelolaan bisnis yang

tahun 2012 tentang Tanggung Jawab

mempertimbangkan aspek ekonomi,

Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas,

sosial dan lingkungan yang merupakan

sebagai dasar pelaksanaan Undang

faktor utama dalam menunjang

Undang No. 40 tahun 2007 tentang

keberlanjutan bisnis Perseroan. Oleh

Perseroan Terbatas ditegaskan bahwa

kerena itu strategi dan kebijakan

Tanggung jawab sosial dan lingkungan

Perseroan dalam menjalankan aktivitas

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2

yang berkelanjutan sedapat mungkin

menjadi kewajiban bagi Perseroan yang

memberikan dampak positif serta

menjalankan kegiatan usahanya di bidang

mengurangi dampak negatif yang

dan/atau berkaitan dengan sumber daya

mungkin terjadi pada aspek-aspek

alam berdasarkan Undang Undang.

tersebut.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

258

Identitas Perseroan

Secara spesifik, Peraturan Pemerintah Republik

Secara keseluruhan, kegiatan tanggung jawab sosial dan

Profil Perseroan

Indonesia, No. 47 tahun 2012 tersebut menjadi dasar

lingkungan yang dilaksanakan sepanjang tahun 2013, mencakup

bagi Jasa Marga dalam melaksanakan aspek tanggung

program pelestarian lingkungan hidup, program di bidang

Transformasi
Jasa Marga

jawab sosial dan lingkungan atau yang dalam tataran

ketenagakerjaan, kesehatan dan keselamatan kerja, program

Ikhtisar 2013

global disebut sebagai Corporate Social Responsibility

pengembangan sosial dan kemasyarakatan yang meliputi

Laporan
Manajemen

(CSR).

program kemitraan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,


pembangunan sarana dan prasarana untuk masyarakat, program

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

Menyadari hal tersebut, Perseroan berupaya untuk tetap

bantuan bencana alam dan bantuan masyarakat, dan program

menjaga eksistensi bisnis dengan berlandaskan Triple

yang terkait dengan tanggung jawab kepada konsumen.

Pengembangan
Proyek Baru

Bottom Line; People, Planet and Profit sebagai landasan

Pengelolaan
Human Capital

dijalankan.

Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

aktivitas dalam menjaga keberlanjutan dari bisnis yang

Tanggung Jawab Lingkungan Hidup


Perseroan menyadari bahwa aktivitas bisnis yang
dilakukan memberikan dampak bagi lingkungan, baik
lingkungan yang berada di area Kantor Pusat maupun
area operasional. Untuk itu Perseroan secara proaktif
membina budaya tanggung jawab lingkungan tidak saja
terhadap karyawan tetapi juga meliputi masyarakat pada
umumnya. Hal ini dilakukan dalam rangka mengurangi
dampak lingkungan dari kegiatan Perseroan dalam
mengembangkan, membangun dan mengelola jalan

1. Penghematan energi melalui penggunaan teknologi baru


yang dapat mengurangi penggunaan energi di lingkungan
Perseroan.
2. Penggunaan produk-produk yang mengacu kepada eco
product (produksi yang ramah lingkungan).
3. Inventarisasi jumlah pohon dalam setiap kegiatan proyek yang
akan ditanam kembali.
4. Penanaman pohon sebagai akibat dari penebangan pohon
yang harus dilakukan.

tol, selain untuk mendukung program-program nasional


yang terkait dengan lingkungan hidup. Upaya untuk

Sebagai bentuk komitmen manajemen terhadap perlindungan

meningkatkan dampak positif dan mengurangi dampak

lingkungan dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan dan

negatif dari aktivitas bisnis ini terus menjadi fokus

meningkatkan nilai Perusahaan, pada tahun 2013 Manajemen

perbaikan utama Perseroan.

menandatangani pernyataan mulai penerapan sistem manajemen


lingkungan di lingkungan Perseroan, dan membuat pedoman

Kebijakan

sistem manajemen lingkungan yang disahkan dalam keputusan

Komitmen Perseroan untuk bertanggung jawab terhadap

Direksi No. 165/KPTS/2013 yang bertujuan mencegah terjadinya

lingkungan dilaksanakan melalui berbagai program

pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan di sekitar usaha

dan kebijakan. Melalui Surat Edaran Direksi No. 18/

Perseroan, menjaga kerbersihan dan kelestarian fungsi lingkungan

SE/2010 tentang penghematan energi dan pelestarian

serta pemenuhan terhadap peraturan perundang-undangan,

lingkungan, Jasa Marga berupaya menerapkan

Peraturan Pemerintah, Keputusan Menteri dan Peraturan Daerah

peningkatan kualitas lingkungan hidup melalui

di bidang lingkungan hidup.

kebijakan-kebijakan berikut ini:


pernyataan mulai penerapan sistem manajemen lingkungan

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

259

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Pengoperasian jalan yang


selaras dengan budaya
masyarakat setempat.

Kegiatan yang Dilakukan

3. Penghutanan jalan tol sebagai satu upaya mitigasi perubahan

Dalam pengelolaan jalan tol, Jasa Marga tetap mengkaji aspek

dampak lingkungan. Sebanyak lebih dari 75.800 pohon telah

fisik-kimia, sosio-ekonomi, sosial-budaya, dan kesehatan

ditanam pada tahun 2013.

masyarakat. Upaya ini diimplementasikan Perseroan dengan

4. Pembersihan sampah-sampah di sepanjang koridor jalan tol.

menerapkan AMDAL terhadap proyek jalan tol dimulai dari

Upaya pengelolaan sampah di jalan tol sebagaimana Surat

pemilihan material yang sedapat mungkin dapat didaur ulang

Edaran Direktur Operasi nomor : 18/SE-DIR/2011 tanggal

hingga upaya untuk mengurangi dampak peningkatan polusi

30 November 2011 dalam rangka menjaga kebersihan

udara yang timbul akibat produk layanan.

dilingkungan di sepanjang ruas jalan tol yang mencakup


pengelolaan sampah akibat buangan di sekitar batas Ruang

Jasa Marga terus berupaya melakukan berbagai program terkait

Milik Jalan Tol, pengelolaan sampah Rest Area / Tempat

pelestarian lingkungan hidup dan terus melakukan pengembangan

Istrahat, dan pengelolaan sampah di lajur jalan tol / gerbang tol

sistem untuk mendukung kegiatan tersebut. Seluruh upaya


pelestarian lingkungan yang dilakukan membuat Jasa Marga

/ kantor gerbang tol / kantor cabang / kantor anak perusahaan


5. Penanaman 10.000 pohon mangrove di sekitar Jalan Tol

meraih penghargaan dari Sri Kehati untuk kategori Sustainable and

Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa Bali sebagai bentuk tanggung

Responsible Investment Index (SRI) KEHATI Appreciation.

jawab kepada lingkungan dan untuk menjaga kelestarian di


lingkungan sekitar jalan tol serta bukti nyata bahwa Perseroan

Aktivitas lain dari tanggung jawab terhadap lingkungan ini antara lain:

mengedepankan pembangunan berbasis eco friendly.

1. Pemakaian energi sinar matahari (solar cell) khususnya untuk

6. Menyusun Roadmap Lingkungan Jasa Marga (2013-2017).

penerangan jalan. Lebih dari 2.500 titik telah menggunakan


sollar cell sebagai penerangan jalan umum.
2. Pengendalian polusi, efek gas rumah kaca serta emisi udara
berbahaya lainnya.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Berbagai kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kontribusi


Jasa Marga dalam upaya menjaga kelestarian alam, yang
memberikan dampak positif bagi lingkungan hidup dan

260

Identitas Perseroan

mengatasi pemanasan bumi (global warming) dan

Undang Undang No.13 tentang Ketenagakerjaan menjadi acuan

Profil Perseroan

perubahan iklim (climate change), dengan harapan

seluruh kebijakan ketenagakerjaan Perseroan untuk memastikan

menjadi inspirasi kepada masyarakat dan terutama

kepatuhan terhadap perundang-undangan yang berlaku dan

karyawan untuk lebih sadar akan pentingnya lingkungan

meminimalkan terjadinya pelanggaran terhadap hak asasi

hidup yang bersih dan sehat.

manusia dalam hubungan kerja.

Dampak Keuangan dari Kegiatan

Optimalisasi pelaksanaan pengelolaan sumber daya manusia ini

Guna mengoptimalkan pelaksanaan program

diterapkan oleh Perseroan dengan mengupayakan kebijakan-

dan kegiatan pengelolaan lingkungan, Perseroan

kebijakan sebagai berikut:

Pengembangan
Proyek Baru

secara khusus telah mengalokasikan biaya

1. Melaksanakan kepatuhan terhadap perundang undangan

Pengelolaan
Human Capital

telah mengeluarkan dana untuk pengelolaan lingkungan

2. Menjunjung tinggi hak-hak asasi pekerja.

sebesar Rp 3,5 miliar.

3. Memberikan program peningkatan dan pelatihan kompetensi.

Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

Tata Kelola
Perusahaan

pengelolaanlingkungan. Pada tahun 2013, Perseroan

ketenagakerjaan.

4. Menjunjungan kesetaraan gender dan jenjang karir.

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

Sertifikasi di Bidang Lingkungan

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

Sesuai dengan Visi Perseroan tahun 2017, untuk menjadi

Pelaksanaan kepatuhan terhadap perundang-undangan

perusahaan pengembang dan operator jalan tol

ketenagakerjaan.

terkemuka di Indonesia, Perseroan harus memperhatikan

Daftar Istilah

1. Pengelolaan Hubungan Karyawan dengan Manajemen

juga pengendalian lingkungan, untuk itu Perseroan

Laporan Keuangan
Konsolidasian

menargetkan melakukan sertifikasi lingkungan pada tahun

telah terbina dengan baik. SKJM yang beranggotakan 99,92%

2015.

karyawan Jasa Marga merupakan organisasi yang berhak

Hubungan antara karyawan dengan Manajemen Perseroan

mewakili karyawan dalam berhubungan dengan Manajemen

Ketenagakerjaan dan Kesehatan &


Keselamatan Kerja

dan telah terlibat secara aktif dalam perundingan PKB dengan


Manajemen.
2. Rekrutmen SDM

Rekrutmen SDM Jasa Marga dilakukan melalui rekrutmen

Tanggung jawab sosial perusahaan dari sisi

internal dan eksternal. Rekrutmen internal dilakukan dengan

ketenagakerjaan serta kesehatan dan keselamatan

mengoptimalkan sumber daya yang telah dimiliki agar tercapai

kerja merupakan perhatian utama. Perseroan meyakini

efisiensi biaya pergantian karyawan dan didapatkan kandidat

bahwa karyawan sebagai aset utama adalah pelanggan

terbaik sesuai keperluan serta secara bersamaan memfasilitasi

pertama yang harus mendapatkan pelayanan terbaik dalam

pengembangan karir bagi karyawan yang ada. Rekrutmen

pemenuhan hak-haknya agar dapat berkontribusi dengan

eksternal difokuskan pada perekrutan karyawan untuk mengisi

optimal dan menjaga eksistensi suatu perusahaan. Oleh

kekosongan posisi di Jasa Marga.

sebab itu, Perseroan memberikan perhatian dan komitmen

3. Pengembangan Kompetensi

yang tinggi untuk meningkatkan profesionalisme karyawan

serta kompensasi dan benefit yang baik.

Penguatan kompetensi SDM dilakukan dengan pelatihan dan


pendidikan untuk pengembangan kompetensi soft skill dan
hard skill, baik yang terkait langsung maupun tidak langsung

Ketenagakerjaan

terhadap strategi bisnis dan operasional. Program peningkatan

Kebijakan

dan pelatihan kompetensi bagi karyawan saat ini dikelola

Sebagai perusahaan jasa, Perseroan menyadari bahwa


sumber daya manusia yang handal adalah kekuatan
utama untuk dapat terus menjalankan roda bisnis.
Jasa Marga memandang pekerja sebagai mitra dalam
upaya meningkatkan kinerja Perseroan (partner in profit),
mitra dalam melaksanakan tugas operasional (partner in
responsibility) dan mitra dalam meningkatkan produktivitas
(partner in production).

melalui pembentukan JMDC.


4. Remunerasi Karyawan

Jasa Marga memahami bahwa kompensasi dan benefit


yang diberikan Perseroan berimbas pada kondusivitas
kinerja serta perputaran dari karyawan. Oleh karena itu Jasa
Marga memberikan paket remunerasi yang kompetitif bagi
karyawannya yang terdiri dari gaji bulanan, berbagai tunjangan
dan fasilitas antara lain manfaat pensiun dan kesehatan sesuai
peraturan yang berlaku dan secara berkala dievaluasi agar
pergerakan gaji karyawan sesuai dengan harga pasar.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

261

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

5. Program Pensiun

6. Survey kepuasan pekerja.

Jasa Marga memiliki dua program pensiun, yaitu (i) Program

Perseroan secara rutin melakukan survey kepuasan pekerja

Pensiun Iuran Pasti (PPIP) yang berlaku bagi karyawan tetap

agar dapat menerima feedback langsung dari pekerja.

yang bekerja sebelum 1 Juli 2012; dan (ii) Program Pensiun

Melalui survey ini diharapkan setiap pekerja Jasa Marga

Manfaat Pasti (PPMP) yang ditujukan bagi karyawan tetap

dapat menyampaikan pandangan mengenai berbagai

yang direkrut setelah 1 Juli 2012

aspek yang menentukan level kepuasan pekerja serta dapat

6. Penghargaan karyawan

menyampaikan saran dan masukan kepada Manajemen Jasa

Secara rutin, Jasa Marga memberikan apresiasi kepada

Marga terkait hal yang dapat meningkatkan tingkat kepuasan

karyawan yang berprestasi dalam mendukung kegiatan

dan produktivitas Jasa Marga. Pada tahun 2013 hasil ERI adalah

operasional Perseroan, karyawan yang memiliki loyalitas

1,97 dengan tingkat Engaged sebesar 48%. Skor tahun 2013

tinggi terhadap Perseroan. Pemberian penghargaan ini untuk

lebih baik dibandingkan tahun 2011 (skor ERI 1,40).

memotivasi karyawan agar memberikan kontribusi yang lebih


baik di periode mendatang.

Lingkungan Kerja

7. Tingkat perpindahan (turnover) karyawan

Lingkungan dan iklim kerja yang kondusif mendukung

Tingkat perpindahan karyawan yang keluar dari Perseroan

peningkatan kinerja dan produktivitas karyawan Perseroan. Untuk itu,

dengan berbagai sebab antara lain pengunduran diri secara

Perseroan berkomitmen untuk selalu menciptakan lingkungan dalam

sukarela, meninggal dunia, dan pensiun normal.

bentuk suasana kerja yang aman, nyaman dan mampu meningkatkan

8. Kesetaraan gender dan kesempatan kerja

kualitas kerja karyawan. Perseroan memastikan implementasi Sistem

Jasa Marga tidak memiliki kebijakan internal terkait

Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang diakui

ketenagakerjaan yang membedakan penerapannya

secara nasional dan internasional. SMK3 bertujuan melindungi

berdasarkan gender. Seluruh peraturan yang berlaku

karyawan, pelanggan, aset, mitra kerja dan lingkungan dari potensi

diterapkan secara konsisten dan setara kepada seluruh

bahaya yang mungkin terjadi. Perseroan telah membentuk Panitia

karyawan tanpa membedakan gender. Demikian pula dengan

Pembina keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) di lingkungan

kesempatan kerja yang ditawarkan berlaku bagi seluruh

Perseroan. Sampai dengan saat ini Kantor Cabang, Kantor Pusat

karyawan.

dan satu Anak Perusahaan sudah membentuk P2K3, Susunan


pengurus P2K3 berasal dari unit yang bervariasi dan keterlibatan

Kegiatan yang Dilakukan

wakil dari pekerja.

1. Pemberian imbal jasa pekerjaan yang sesuai.


Jasa Marga memahami bahwa kompensasi dan benefit yang

Peningkatan Kesejahteraan

diberikan Perseroan berimbas pada kondusivitas kinerja

Aspek kesejahteraan karyawan menjadi perhatian Jasa Marga

serta perputaran dari karyawan. Oleh karena itu, Perseroan

agar karyawan dapat merasa aman dan nyaman dalam bekerja,

mengupayakan imbal jasa terbaik melebihi ketentuan

sehingga hal tersebut memotivasi tiap individu untuk terus

perundang undangan (UMR), sesuai kemampuan Perseroan

meningkatkan prestasi dan produktivitas kerja. Jasa Marga

dan tanpa memberatkan jam kerja karyawan. Nilai persentase

memberikan program kesejahteraan yang sudah memenuhi

imbal jasa terendah yang dikeluarkan oleh Perseroan lebih

standar Upah Minimum Provinsi (UMP) bagi seluruh karyawan

tinggi dari UMR yang ditentukan oleh Pemerintah setempat.

tetap. Program kesejahteraan meliputi jaminan sosial tenaga kerja

2. Pemberian kebebasan dalam berkumpul dan berserikat.

(Jamsostek), fasilitas kesehatan, program pensiun, tunjangan

Perseroan mendukung terbentuknya beberapa perkumpulan

pajak, tunjangan Hari Raya Keagamaan, tunjangan cuti, jaminan

seperti LKS Bipartit, Jasmapala dan komunitas lainnya.

asuransi kecelakaan dari kumpulan (khusus petugas operasional),

3. Penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan melalui


santunan kematian, seragam dinas, fasilitas pinjaman, uang

Jasa Marga Development Center (JMDC).

pendidikan anak, uang muka rumah, uang renovasi rumah, uang

Sepanjang tahun 2013, JMDC telah memfasilitasi pendidikan

muka kendaraan, mobil dinas, pelatihan dan pengembangan,

dan pelatihan dengan total jam pelaksanaan rata-rata 15,07

pencegahan polusi kerja (khusus petugas pengumpul tol), jasa

hari pelatihan tiap tahun menurut kategori operasional dan

produksi (sesuai kinerja Perseroan), serta fasilitas olahraga,

non operasional dengan total peserta 6.428 orang. Rata-rata

kesenian, keagamaan dan rekreasi.

jam pelatihan yang difasilitasi adalah 3,06 hari/orang.


4. Penyelenggaraan pelatihan keterampilan kepada karyawan

Jasa Marga memiliki komitmen tinggi untuk senantiasa

yang memasuki Masa Persiapan Pensiun (MPP) dan pesangon

memberikan perlakuan yang adil dan setara bagi seluruh

untuk pensiunan.

karyawannya. Perseroan memberikan kesempatan yang sama bagi

5. Pemberian imbal jasa maupun promosi karyawan yang


berkompeten tanpa membedakan gender maupun SARA.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

setiap karyawan untuk mengembangkan diri dan menunjukkan


potensi terbaiknya bagi Jasa Marga.

262

Identitas Perseroan

Sebagai bentuk komitmen Jasa Marga dalam

Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Serta

Profil Perseroan

peningkatan kesejahteraan karyawan, pada tahun 2012,

Pedoman Keselamatan dan Kesehatan Kerja Perusahaan Proyek

Perseroan telah melakukan revisi pengaturan terkait

Konstruksi dan Surat Edaran Direksi No. 20/SE-DIR/2010 tanggal 03

penggajian baik untuk karyawan tetap maupun karyawan

Agustus 2010 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013

tidak tetap melalui Keputusan Direksi No. 104/KPTS/2012

Laporan
Manajemen

tentang Perubahan Peraturan Penggajian Karyawan Tetap

Dengan adanya Peraturan Pemerintah No. 50 tahun 2012 tentang

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

Berdasarkan Sistem Manajemen Kinerja tanggal 29 Juni

Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan

2012 dan Keputusan Direksi No. 105/KPTS/2012 tentang

Kerja yang mewajibkan Perseroan untuk menerapkan Sistem

Peraturan Penggajian Karyawan Tidak Tetap tanggal 29

Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), maka pada

Pengembangan
Proyek Baru

Juni 2012.

tahun 2013 Perseroan mereview kebijakan dan manual Sistem

Pengelolaan
Human Capital

Tingkat Turnover Karyawan

Tata Kelola
Perusahaan

Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang sudah ada,


dan akan diterapkan pada tahun 2014.

Untuk menjaga tingkat turnover karyawan, Perseroan

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

kayawan dalam mengembangkan karir serta paket

Dasar Pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan dan


Kesehatan Kerja

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

remunerasi yang kompetitif dalam bentuk manfaat

Dasar pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan dan

dan fasilitas yang diterima oleh karyawan. Sejauh ini

Kesehatan Kerja (SMK3) di lingkungan Perseroan mengacu pada

tingkat turnover karyawan Jasa Marga sangat kecil yang

peraturan-peraturan sebagai berikut:

Daftar Istilah

tercermin dari jumlah karyawan yang mengundurkan diri

a. Undang Undang No. 01 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.

Laporan Keuangan
Konsolidasian

dari Perseroan.

b. Undang Undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan:

memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh

Turnover Karyawan 2009-2013


2009

2010

2011

2012

2013

5.436

5.303

5.154

5.075

4.875

0,02

0,02

0,04

0,02

0,04

Jumlah Karyawan Mengundurkan Diri


Jumlah Karyawan
Persentase (%)

Dampak Keuangan dari Kegiatan Ketenagakerjaan


Perseroan secara berkesinambungan melakukan praktik
ketenagakerjaan layak untuk terus menjaga karyawan
sebagai aset utama. Dalam upaya untuk melaksanakan
praktik ketenagakerjaan ini sepanjang tahun 2013, total
biaya yang telah dikeluarkan Perseroan adalah Rp 964,12
miliar.

Pasal 86, bahwa pekerja/buruh mempunyai hak untuk


memperoleh perlindungan atas keselamatan dan kesehatan
kerja.
Pasal 87, bahwa setiap perusahaan wajib menerapkan
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang
terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan.
c. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 50 Tahun 2012
tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan

Kesehatan dan Keselamatan Kerja


Kebijakan

Kesehatan Kerja.
d. OHSAS 18001: 2007.
e. Keputusan Direksi No. 129/KPTS/2010 tanggal 22 Juli 2010

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja

tentang Kebijakan Mutu dan K3, Manual Manajemen Mutu

bertujuan melindungi karyawan, pelanggan, aset, mitra

dan Pedoman Perbaikan Berkelanjutan di Lingkungan PT Jasa

kerja dan lingkungan dari potensi bahaya yang mungkin


terjadi. Sejak tahun 2011 pengelolaan K3 difokuskan

Marga (Persero) Tbk.


f. Keputusan Direksi No. 162/KPTS/2010 tentang Manual Sistem

untuk mencapai tingkat zero accident. Program ini

Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) serta

diselenggarakan berdasarkan peraturan ketenagakerjaan

Pedoman Keselamatan dan Kesehatan Kerja Perusahaan Proyek

dan aturan K3 Dinas Tenaga Kerja setempat serta


dievaluasi dan dinilai setiap tahun. Komitmen Jasa Marga
untuk mewujudkan keamanan dan keselamatan di
lingkungan kerja diwujudkan dalam kebijakan Perseroan

Konstruksi di Lingkungan PT Jasa Marga (Persero) Tbk.


g. Surat Edaran Direksi No. 20/SE-DIR/2010 perihal Keselamatan
dan Kesehatan Kerja (K3).
h. Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER-01/MBU/2011

yang diatur dalam Keputusan Direksi No. 162/KPTS/2010

tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG)

tanggal 30 September 2010 tentang Manual Sistem

pada BUMN:

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

263

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Pemeriksaan kesehatan
masyarakat sekitar jalan
tol, salah satu Program Bina
Lingkungan Jasa Marga.

Pasal 36, Direksi wajib memastikan bahwa aset dan lokasi

Kegiatan yang Dilakukan

usaha serta fasilitas BUMN lainnya, memenuhi peraturan

Berbagai kegiatan yang dilakukan terkait dengan program K3

perundang undangan berkenaan dengan kesehatan dan

selama tahun 2013 antara lain adalah:

keselamatan kerja serta pelestarian lingkungan.

1. Pembentukan organisasi Panitia Pembina Keselamatan


dan Kesehatan Kerja (P2K3) di lingkungan kerja.

Pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan dan


Kesehatan Kerja

P2K3 adalah badan pembantu di tempat kerja yang merupakan


wadah kerja sama antara pengusaha dan karyawan untuk

Sesuai dengan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara Perseroan

mengembangkan kerja sama, saling pengertian dan partisipasi

dengan Serikat Karyawan Jasa Marga tahun 2012-2014, disepakati

efektif dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja.

Perseroan menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang

Pembentukan organisasi P2K3 merupakan amanat dalam

terintegrasi dengan sistem manajemen Perseroan yang sudah

Undang Undang No. 01 tahun 1970 dimana P2K3 bertugas

ada. Penyelenggaraan kegiatan keselamatan dan kesehatan

memberikan pertimbangan dan dapat membantu pelaksanaan

kerja dilakukan melalui berbagai program dan kegiatan yang

usaha pencegahan kecelakaan kerja dan sakit penyakit akibat

meliputi upaya pencegahan (preventif ), pengobatan (kuratif ),

kerja dalam Perseroan serta dapat memberikan penerangan

mempertahankan kesehatan (promotif ) serta pemulihan

efektif pada para pekerja.

kesehatan (rehabilitatif ).

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

264

Organisasi P2K3 perseroan

Identitas Perseroan
Profil Perseroan

Ketua
Direktur Utama

Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013
Laporan
Manajemen

Sekretaris
VP Divisi Risk & Quality
Management

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru

Anggota
1. Seluruh VP
2. Kepala Cabang
3. Pimpro

Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

2. Peningkatan Kompetensi Personil K3.


Untuk menjamin terciptanya lingkungan kerja yang aman, perlu didukung oleh personil yang memahami mengenai
keselamatan dan kesehatan kerja. Jasa Marga berkomitmen memiliki Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja di dalam unit
kerjanya. Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah tenaga teknis berkeahlian khusus dari luar Departemen Tenaga

Daftar Istilah

Kerja untuk mengawasi ditaatinya Undang Undang Keselamatan Kerja. Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja memiliki

Laporan Keuangan
Konsolidasian

kewenangan untuk memasuki tempat kerja sesuai dengan keputusan penunjukkan, meminta keterangan dan atau informasi
mengenai pelaksanaan syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja dengan keputusan penunjukannya,
memonitor, memeriksa, menguji, menganalisa, mengevaluasi dan memberikan persyaratan serta pembinaan keselamatan
dan kesehatan kerja. Guna memenuhi ketentuan tersebut maka pada tahun 2013 Perseroan telah melakukan pelatihan
Ahli Muda K3 Umum, Ahli K3 Konstruksi dan Safety Officer Pelaksanaan pelatihan Ahli K3 Umum (13 orang) dan Ahli K3
konstruksi (14 orang) dan Safety Officer (27 orang) pada Unit Kantor Pusat, Cabang dan Anak Perusahaan.

jumlah karyawan pada Perseroan yang memiliki Kompetensi K3 di kantor pusat, cabang, Proyek
dan Anak Perusahaan
No.
1.
2.
3.
4.

Keterangan
Ahli K3 Umum
Ahli K3 Konstruksi
Safety Officer
Hiperkes
TOTAL

Kantor Pusat dan Cabang


30
21
52
1
104

Proyek dan Anak Perusahaan


4
10
1
15

Persebaran karyawan dengan kompetensi K3:


No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

Unit/ Cabang/
Anak Perusahaan
Kantor pusat
Jagorawi
Cawang Tomang Cengkareng
Jakarta Cikampek
Jakarta Tangerang
Purbaleunyi
Semarang
Palikanci
Surabaya Gempol
Belmera
PT Jalantol Lingkarluar Jakarta

Keterangan:
: ada
x : belum ada

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Ahli K3 Umum

x
x

Ahli K3
Konstruksi

Safety officer

Hiperkes

x
x
x

x
x
x
x
x
x
x
x
x
x

265

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Penerapan SMK 3 pada


konstruksi pembangunan
jalan tol baru.

3. Sosialisasi peraturan terkait keselamatan dan kesehatan


Sementara itu, hasil Audit OHSAS 18001:2007 yang dilakukan

kerja.

oleh PT SGS menunjukkan bahwa temuan/Corrective Action

Peraturan-peraturan tersebut mewajibkan penggunaan

Request (CAR) di Cabang yang paling banyak muncul adalah

sabuk keselamatan dan helm keselamatan, penyediaan Alat

pada bidang P2K3/MR, diantaranya mengenai tugas dan

Pelindung Diri (APD) di kendaraan dinas, penggunaan APD di

tanggung jawab P2K3 yang belum sepenuhnya dilaksanakan,

jalan tol, peraturan keselamatan di gerbang tol, pemasangan

kompetensi anggota P2K3 belum memadai dan kurangnya

rambu dan stiker K3, safety induction hingga briefing K3

komunikasi mengenai K3 kepada karyawan dan mitra kerja.

sebelum memulai kegiatan operasional keseharian.

Bersama konsultan dari PT SUCOFINDO telah dilakukan


Diagnostic Assesment Keselamatan dan Kesehatan Kerja

4. Sertifikasi OHSAS 18001 : 2007 dan Sertifikasi SMK3.

terhadap beberapa Cabang serta Kantor Pusat untuk

Dalam rangka implementasi SMK3 di Perseroan sesuai dengan

mengukur sejauh mana implementasi sistem manajemen

Peraturan Pemerintah RI No. 50 tahun 2012, perlu dibuktikan

keselamatan dan kesehatan kerja telah dilakukan. Hasil

dengan melakukan pemantauan dan evaluasi kinerja yaitu

yang dicapai rata-rata adalah 70% dari minimal target yang

dengan melakukan audit. Sampai saat ini Audit Sistem

harus dipenuhi yaitu 85% sebagai penerapan memuaskan

Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang

berdasarkan ketentuan penilaian hasil audit SMK3 yang

telah dilaksanakan di 9 Cabang, 1 (satu) Anak Perusahaan.

tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 50 tahun 2012.

Diantara Anak Perusahaan Jasa Marga, baru PT Jalantol


Lingkarluar Jakarta (JLJ) yang melaksanakan Audit SMK3
berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Per-05/
MEN/1996 dan memperoleh bendera emas.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

5. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan K3


a. Evaluasi Kasus Kecelakaan Kerja di Cabang CawangTomang-Cengkareng, Jakarta-Cikampek dan Purbaleunyi.

266

Identitas Perseroan

tahun 2013

a. pencegahan (preventif ),

Transformasi
Jasa Marga

c. Inspeksi Risiko K3 ke Jasamarga Bali Tol.

Ikhtisar 2013

kecelakaan kerja dari semua cabang

Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

9. Program kesehatan

b. Evaluasi Pelaksanaan K3 cabang-cabang selama

Profil Perseroan

Vaksinasi untuk kepentingan pencegahan penyakit bagi

d. Mengumpulkan dan mengevaluasi data

anak kandung karyawan dapat dilakukan vaksinasi dasar


Uji Kesehatan Berkala (UKB) setiap 1 tahun sekali dalam
rangka menditeksi dini suatu penyakit karyawan

6. Diagnostic assessment dan audit SMK3 dan OHSAS


Pengembangan
Proyek Baru

Pemberian Gizi Kerja kepada karyawan yang terkena rotasi

18001:2007

kerja shift berupa Susu untuk meningkatkan daya tahan

Dengan adanya Peraturan Pemerintah No. 50

tubuh karyawan
Penyemprotan dan Pengasapan jentik-jentik nyamuk untuk

tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen

mencegah penyebaran demam berdarah

Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang mewajibkan

Pengelolaan
Human Capital

Perseroan memberikan kesempatan kepada karyawan &

Perseroan untuk menerapkan Sistem Manajemen

Tata Kelola
Perusahaan

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) maka

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

dan manual Sistem Manajemen Keselamatan dan

keluarga karyawan untuk mengikuti program Keluarga


Berencana.

pada tahun 2013 Perseroan mereview kebijakan

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013

Perseroan melakukan pemeriksaan pap smear 1 (satu)

Kesehatan Kerja yang sudah ada, dan akan diterapkan

tahun sekali untuk menditeksi dini penyakit kanker mulut

pada tahun 2014. Untuk itu Jasa Marga melakukan

rahim terhadap karyawan dan atau istri karyawan

kegiatan Diagnostic Assessmet sebelum melakukan

Daftar Istilah

review kebijakan dan manual sistem Manajemen

Laporan Keuangan
Konsolidasian

b. pengobatan (kuratif ),

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), hal ini

Penggantian Biaya sebesar 80% untuk biaya Rawat jalan

bertujuan untuk melihat gap implementasi K3 yang

dapat dilakukan oleh karyawan dan keluarga karyawan ke

ada di Jasa Marga agar dapat segera diperbaiki

dokter, atau bidan berpraktek di rumah sakit, klinik, atau

sehingga target penerapan dan sertifikasi SMK3 pada

tempat praktek lainnya

tahun 2014 dapat tercapai.

Karyawan & Kel Karyawan yang menjalani rawat inap di

7. Menambah bekal mengembangkan manajemen

rumah sakit dapat langsung ke rumah sakit dengan kelas

lingkungan

perawatan I untuk Gol 1 s.d V dan untuk kelas perawatan II

Perseroan dengan mengikut sertakan karyawan ke

untuk Gol VI s.d VIII.

pelatihan pemahaman dan implementasi sistem

Pemeriksaan Kehamilan dan Bantuan Persalinan dalam

manajemen lingkungan dan audit & asesmen

1 kali proses kehamilan yang ditanggung perusahaan

lingkungan jalan raya dan tol.

sebanyak-banyaknya 9 kali.
Perusahaan memberikan Penunjang Diagnostik berupa USG

8. Sarana dan keselamatan kerja

sebanyak-banyaknya 2 kali kecuali ada kelainan kandungan

atas rekomendasi dokter spesialis

Untuk menjamin keselamatan dan kesehatan

Pemeliharaan dan pengobatan perawatan Perawatan Gigi

karyawan dalam bekerja, Perseroan melengkapi para

penggantian biayanya sebesar 80%

karyawan operasional dengan Alat Pelindung Diri


(APD) berupa Rompi K3, Ear Plug, Respirator, Kaca
Mata, Topi K3, Sepatu Safety, Sarung Tangan, Helm, Jas

c. mempertahankan kesehatan (promotif )

Hujan dan Body Harnes sesuai tabel berikut:

perusahaan mengadakan ceramah-ceramah yang berkaitan

Kelengkapan untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja Karyawan


Bidang Operasional

Rompi
K3

Ear
Plug

Respirator

Pengumpulan Tol

Petugas Yan lalin

rescue

Ambulans

Petugas Inspeksi

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Kaca
Mata

Topi
K3

Sepatu
Safety

Sarung
Tangan

Helm

Jas
Hujan

Body
Harnes

267

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

kesehatan secara periodik (Ceramah kesehatan dilakukan

Sertifikasi Bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja

secara rutin setiap 3 bulan sekali oleh kantor pusat dan kantor

Sejalan dengan salah satu misi Perseroan untuk melaksakan

cabang), dalam rangka membudayakan cara hidup sehat

kegiatan usaha berdasarkan kepada penerapan kaidah-kaidah

perusahaan memberikan kesempatan untuk melakukan

Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang benar dan konsisten.

kegiatan olah raga (dilakukan Senam Kesehatan Jasmani

Wujud perhatian Perseroan ini terealisasi dengan didapatkannya

(SKJ) setiap hari jumt dan kegiatan olah raga lainnya)

sertifikasi standarisasi internasional OHSAS 18001 : 2007

untuk meningkatkan stamina dan kesehatan para karyawan

Occupational Health & Safety Assessment Series yang terintegrasi


dengan ISO 9001 untuk semua cabang dimulai dari tahun 2010

d. pemulihan kesehatan (rehabilitatif ).

sampai dengan sekarang.

Pembuatan dan pemasangan gigi palsu atas indikasi medis


hanya berlaku bagi karyawan yang memiliki masa kerja
minimal 3 tahun, maksimal dalam 1 tahun 3 (tiga) gigi palsu.
Pemeriksaan mata dan pembelian kaca mata bagi karyawan

Dampak Keuangan dari Kegiatan Kesehatan dan


Keselamatan Kerja
Perseroan secara berkesinambungan melakukan praktik K3

atas rekomendasi dokter, diberikan hanya kepada karyawan

untuk terus menjaga karyawan sebagai aset utama. Upaya untuk

yang memiliki masa kerja sekurang-kurangnya 3 tahun

melaksanakan praktik K3 ini, sepanjang tahun 2013, total investasi

hanya untuk 1 x dalam 2 tahun.

yang telah dikeluarkan Perseroan adalah Rp 59,89 miliar.

Alat bantu diberikan kepada karyawan yang memiliki masa


kerja sekurang-kurangnya 3 tahun dan diberikan dalam
jangka waktu 3 tahun sekali.

Pengembangan Sosial dan


Kemasyarakatan

Tingkat kecelakaan kerja


Semua bentuk kepatuhan pelaksanaan K3 Perseroan ditujukan

Sebagai operator jalan tol dan Badan Usaha Milik Negara,

untuk meminimalisasi situasi yang dapat memicu kecelakaan

kontribusi Jasa Marga kepada masyarakat diantaranya

kerja. Namun demikian, Jasa Marga menyadari bahwa kecelakaan

dilaksanakan melalui Unit Community Development Program.

dipengaruhi oleh banyak faktor dan bukan hal yang mudah untuk

Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) diatur dalam

mengeliminasi kecelakaan (zero fatality).

Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER-05/MBU/2007 tanggal 27


April 2007 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil

Di Tempat Kerja

Hubungan Kerja

LR

LB

MD

LR

LB

MD

2012

16

2013

10

Tahun

Jumlah

BUMN No. PER-08/MBU/2013 tangal 10 September 2013.

Keterangan : Luka Ringan (LR); Luka Berat (LB); Meninggal Dunia (MD)
Catatan : Korban kecelakaan termasuk petugas Outsourcing (Pul Tol, satpam, hansip, driver,
THL dan lainnya)

Tujuan pelaksanaan program ini adalah membangun hubungan


harmonis dengan masyarakat, sekaligus memberi kontribusi
nyata untuk lingkungan masyarakat yang sejahtera. Dengan
mempertimbangkan keselarasan dengan potensi lingkungan
masyarakat dimana program dilaksanakan, pelaksanaan program

Pencapaian Bidang K3
Piagam Penghargaan zero accident K3 untuk Cabang Palikanci dan
Surabaya-Gempol yang diperoleh dari Disnaker tingkat Kabupaten
Cirebon dan Propinsi Jawa Timur.

dan Program Bina Lingkungan, serta Peraturan Menteri Negara

mengacu pada Keputusan Direksi No. 230/KPTS/2007 tentang


Program Kemitraan dengan Usaha Kecil dan Program Bina
Lingkungan.

Penghargaan zero accident.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

268

Identitas Perseroan

Jenis Program

Sesuai dengan Surat Kementerian Negara BUMN Deputi Bidang

Profil Perseroan

Sepanjang tahun 2013 Jasa Marga melakukan berbagai

Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis BUMN No. S-92/

Transformasi
Jasa Marga

kegiatan Program Kemitraan dan Program Bina

D5.MBU/2013, April tahun 2013, Perseroan tidak mengalokasikan

Lingkungan. Program Kemitraan meliputi monitoring

Laba Bersih dan tidak menyalurkan Pinjaman Kemitraan baru.

Ikhtisar 2013

dana pinjaman bergulir yang telah disalurkan pada

Sumber dana baik Program Kemitraan maupun Program Bina

Laporan
Manajemen

tahun-tahun sebelumnya. Program Bina Lingkungan

Lingkungan menggunakan saldo dana yang ada.

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

pendidikan, penyediaan sarana dan prasarana,

Dampak Keuangan dari Kegiatan

pelestarian alam, sarana ibadah serta bantuan bencana

Sejak pertama kali Program PKBL dilaksanakan tahun 1992,

alam dan program sosial kemasyarakatan dalam

sampai dengan tahun 2013, Jasa Marga secara akumulasi telah

pengentasan kemiskinan.

menyalurkan pinjaman modal kerja sebesar Rp 301.463.908.173,-

Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital

meliputi pemberian bantuan kesehatan, bantuan

dengan jumlah Mitra Binaan sebanyak 22.004 Mitra Binaan. Dana

Tata Kelola
Perusahaan

Program Kemitraan

Pembinaan Usaha berupa Pelatihan dan Pameran sejak tahun

Program Kemitraan merupakan program untuk

1992 sampai dengan 2013 secara akumulasi adalah sebesar

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

meningkatkan kemampuan usaha kecil agar menjadi

Rp 41.630.238.707.

tangguh dan mandiri melalui pemanfaatan dana

Dana yang disalurkan untuk pembinaan usaha (pelatihan dan

dari bagian laba BUMN. Program Kemitraan dimulai

pameran) untuk tahun 2013 adalah sebesar Rp 1.031.784.062

sejak tahun 1992 yang dilaksanakan oleh Unit

yang terdiri dari dana pelatihan dan promosi yaitu untuk

Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang

pembayaran saldo pelatihan di tahun 2012 dan pameran di

bertanggung jawab kepada Direksi melalui Direktur

Triwulan 1 2013.

Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Keuangan.
Berdasarkan Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER-05/
Kegiatan Program Kemitraan yaitu:

MBU/2013 tanggal 01 Mei 2013 dan PER-08/MBU/2013 tanggal

Pinjaman modal kerja yang diperuntukkan bagi

10 September 2013, Program Bina Lingkungan digunakan untuk

masyarakat sekitar operasional perusahaan dengan

tujuan yang memberikan manfaat kepada masyarakat di wilayah

ketentuan sebagai berikut :

operasional Perseroan. Bentuk kegiatan Program Bina Lingkungan

1. Memiliki kekayaan maksimal Rp. 200 juta diluar

Jasa Marga difokuskan pada beberapa aspek, antara lain:

tanah dan bangunan;


2. Memiliki omset setinggi-tingginya sebesar Rp 1
miliar setahunnya.
Pembinaan Usaha yaitu berupa pelatihan dan
pameran bagi mitra binaan dengan kategori lancar.

1. Bantuan korban bencana alam.


2. Bantuan pendidikan dan/atau pelatihan.
3. Bantuan peningkatan kesehatan.
4. Bantuan pengembangan prasarana dan/atau sarana umum.
5. Bantuan sarana ibadah.
6. Bantuan pelestarian alam.

Tujuan dari pelaksanaan Program Kemitraan adalah

7. Bantuan sosial kemasyarakatan dalam rangka pengentasan


kemiskinan.

mendorong kegiatan dan pertumbuhan ekonomi dan


terciptanya pemerataan pembangunan melalui perluasan
lapangan kerja serta kesempatan berusaha sehingga

Tahun 2013, Program Bina lingkungan yang disalurkan adalah

pengusaha kecil menjadi tangguh dan mandiri. Dengan

sebesar Rp 14.706.106.711,- dengan uraian sebagai berikut:

berkembangnya pengusaha kecil yang dibina oleh

1. Bantuan Korban Bencana Alam sebesar Rp 422.815.000,-

Perseroan diharapkan dapat memberikan efek berupa

berupa bantuan sembako, perahu karet, genset dan peralatan

peningkatan taraf hidup masyarakat serta mendorong

sekolah untuk korban banjir di lingkungan Kantor Pusat,

tumbuhnya kemitraan antara Perseroan dengan usaha

daerah Kampung Melayu, Cabang Jakarta-Cikampek, Jakarta-

kecil yang berada di lingkungan operasional Perseroan.

Tangerang dan Purbaleunyi.


2. Bantuan Pendidikan dan/atau Pelatihan sebesar

Program Bina Lingkungan

Rp 4.405.062.513,- berupa pengadaan peralatan sekolah,

Program Bina Lingkungan adalah program

bola kaki, futsal, basket, komputer, tas sekolah pemberian,

pemberdayaan kondisi sosial masyarakat oleh BUMN

perbaikan sarana dan prasarana belajar, serta gerakan

melalui pemanfaatan dana dari BUMN yang ditetapkan

Direksi mengajar di SMAN 1 Kuta Selatan Badung Bali,

dan dilaksanakan oleh BUMN Pembina di wilayah

SMA Plus Negeri XVII Palembang, SMA Negeri 1 Boyolangu

operasional perusahaan.

Tulungagung, SMA Negeri I Semarang dan SMA di Medan


dengan memberikan bantuan berupa peralatan band, wireless,
handycam, Laptop dan TV LCD.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

269

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

3. Bantuan Peningkatan Kesehatan sebesar Rp 1.357.877.712,-

Realisasi komitmen ini dilakukan dengan langkah-langkah

berupa pengobatan gratis, sunatan masal bagi anak yang tidak

strategis sebagai berikut:

mampu yang pelaksanaannya pada saat libur sekolah serta

1. Meningkatkan kecepatan waktu transaksi guna mengurangi

pemberian tajil di gerbang yang pelaksanaannya diadakan


serempak di seluruh Cabang.
4. Bantuan Pengembangan Prasarana dan Sarana Umum sebesar
Rp 5.134.354.632,- berupa pembuatan marka zona selamat
sekolah yang dilaksanakan oleh seluruh cabang dan Anak
Perusahaan PT Jalantol Lingkarluar Jakarta; pengaspalan jalan

antrian di gerbang-gerbang tol.


2. Memperlancar lalu lintas melalui peningkatan kapasitas
layanan dan pemberian informasi lalu lintas yang real time
dalam rangka mengurangi gangguan perjalanan.
3. Meningkatkan kualitas konstruksi jalan, jembatan dan
bangunan pelengkap operasional.

dan perbaikan saluran yang dilakukan di Kecamatan Gunung


Putri dan Kelurahan Kampung Rambutan; Pembuatan alat

Kebijakan

Tempat Pembuangan Sampah yang bekerja sama dengan

Sebagai wujud tanggung jawab penerapan GCG kepada

Universitas Diponegoro; pembuatan sumber air bersih dan

pelanggan dan masyarakat dan sejalan dengan misi kami untuk

perbaikan jalan yang terletak di Desa Cihanjuang Rahayu

memberikan layanan yang ancar aman dan nyaman, kami terus

Kecamatan Parongpong Bandung Barat; serta pembuatan

menjaga komunikasi dengan para pelanggan. Kami menyadari

gudang kompos dan bak sampah, MCK dan sumur bor jalan

komunikasi yang lancar dan proaktif berperan penting bagi

lingkar; pembangunan jembatan, penataan lingkungan RW,

kelangsungan bisnis Perseroan di samping memastikan kualitas

peninggian jalan, pembuatan talud dan pos kamling serta

yang sesuai dengan standar.

pembuatan jalan sisi.


5. Bantuan Sarana Ibadah sebesar Rp 1.589.096.354,- berupa

Industri jalan tol di Indonesia mempunyai Standar Pelayanan

perbaikan sarana ibadah dan sumbangan peralatan sarana

Minimum (SPM) yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri

ibadah serta pengadaan marmer untuk lantai, dinding dan

Pekerjaan Umum No. 392/PRT/M/2005 tanggal 31 Agustus 2005

tangga untuk Mesjid Cisadane Bogor.

tentang Standar Pelayanan Minimal yang harus dicapai Badan

6. Bantuan Pelestarian Alam sebesar Rp 1.396.075.000,- berupa


penanaman pohon buah produksi yang dilaksanakan di

Usaha Jalan Tol dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada


pengguna jalan tol.

seluruh cabang serta pembibitan dan penanaman mangrove


yang dilaksanakan di Tanjung Benoa Bali.
7. Program Bantuan Sosial Kemasyarakatan dalam Rangka

Untuk memenuhi peraturan ini dan komitmen kami kepada


pengguna jalan tol Direks Perseroan membuat Surat Edaran

Pengentasan Kemiskinan sebesar Rp 400.825.500,- berupa

No. 17/SE-DIR/2006 tanggal 29 Juli 2006 tentang Pedoman

pembagian sembako yang dilaksanakan di wilayah operasional

Pengukuran Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Jalan

Cabang Jagorawi, Cawang-Tomang-Cengkareng dan Belmera

Tol dan Kebijakan Direksi No. 111/KPTS/2011 tanggal 24 Juni 2011

berupa pembagian sembako.

tentang Pedoman Pelayanan Ekselen di Lingkungan PT Jasa Marga


(Persero) Tbk.

Tanggung Jawab kepada Konsumen

Jenis Program

Jasa Marga memiliki komitmen yang tinggi untuk memenuhi

2013, tidak lain untuk memberikan kenyamanan dan jaminan

tanggung jawab kepada konsumen atau pelanggan. Bagi Jasa

perlindungan konsumen melalui jalan tol yang lancar aman dan

Marga, pelanggan dalam hal ini pemakai jalan tol merupakan

nyaman.

Beberapa cara telah dilakukan dan disempurnakan pada tahun

partner dalam mengembangkan usaha di masa depan. Karena itu


Jasa Marga menempatkan kepuasan pelanggan sebagai bentuk

Sebagaimana telah disebutkan di atas, Standar Pelayanan

pelayanan yang fundamental dan penting.

Minimum (SPM) yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri


Pekerjaan Umum No. 392/PRT/M/2005 tanggal 31 Agustus 2005

Jasa Marga berkomitmen untuk mengimplementasikan program-

tentang Standar Pelayanan Minimal yang harus dicapai Badan

program kepuasan pelanggan dengan mengkampanyekan

Usaha Jalan Tol dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada

pentingnya pelayanan prima atau Service Excellence dengan

pengguna jalan tol.

prioritas utama pada aspek keselamatan pekerja, area kerja,


perlengkapan dan lingkungan.

Salah satu poin penting dalam evaluasi SPM BPJT adalah indikator
marka jalan, penerangan jalan umum wilayah perkotaan, serta
pagar rumija yang merupakan jenis-jenis informasi yang menjadi
persyaratan produk layanan jalan tol. Evaluasi dan penilaian

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

270

Identitas Perseroan

SPM BPJT menunjukkan hasil bahwa jalan tol Perseroan telah memenuhi standar penyediaan informasi produk layanan yang

Profil Perseroan

mendukung keamanan bagi pelanggan. Peningkatan kualitas dari produk layanan ini terus ditingkatkan dengan target

Transformasi
Jasa Marga

melebihi standar peraturan yang berlaku (beyond the standard).

Ikhtisar 2013

Dalam rangka senantiasa meningkatkan pelayanan kepada para pengguna jalan tol sebagai pelanggan Perseroan, selain juga

Laporan
Manajemen

untuk pemenuhan SPM, Perseroan selama tahun 2013 diantaranya melakukan hal-hal sebagai berikut:

Analisa dan
Pembahasan
Manajemen

Strategi pelayanan dan aplikasi di Jalan tol

Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Human Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah
Laporan Keuangan
Konsolidasian

Strategi Pelayanan

Aplikasi

Meningkatkan kecepatan waktu


transaksi guna mengurangi antrian di
gerbang-gerbang tol.

1. Penerapan Hijau Hijau Hijau pada gerbang tol padat.


2. Penerapan Petugas Jemput Transaksi (PUTTRA) pada gerbang tol yang padat.
3. e-Toll Card.
4. e-Toll Pass.

Memperlancar lalu lintas melalui


peningkatan kapasitas layanan dan
pemberian informasi lalu lintas yang
real time dalam rangka mengurangi
gangguan perjalanan.

1. Penerapan sistem contra flow.


2. Penyediaan sarana teknologi operasional (CCTV, VMS, RTMS, Fiber Optic).
3. Diversifikasi penyampaian informasi (Jasa Marga Traffic Information Center).
4. Implementasi teknologi komunikasi (aplikasi mobile, live streaming CCTV,
website, twitter.

Meningkatkan kualitas konstruksi


jalan, jembatan dan bangunan
pelengkap operasional serta
meningkatkan kapasitas jalan tol.

1. Pemasangan PJU tenaga surya.


2. Optimalisasi penggunaan lahan untuk peningkatan kapasitas gerbang tol.
3. Pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan periodik jalan tol (scrapping filling
overlay).
4. Penambahan lajur.

Perlindungan terhadap konsumen


Sebagai sarana penyediaan informasi produk layanan yang mendukung keamanan bagi pelanggan, Jasa Marga memiliki pusat
informasi, yakni Jasa Marga Traffic Information Center (JMTIC) yang merupakan media komunikasi bagi para pemakai jalan
tol. JMTIC akan mencatat dan menindaklanjuti pertanyaan dan keluhan pemakai jalan. Akses JMTIC dapat dijangkau melalui
beberapa jalur komunikasi, yaitu:
Call center JMTIC 021-80880123.
Website www.jasamargalive.com.
Aplikasi mobile melalui m.jasamargalive.com.
TINDAK LANJUT PENGADUAN KONSUMEN

Pelanggan
(Pengguna Jalan)
Management
Representative
Customer Services
Officer

Keluhan/Pengaduan

Saran

Saran

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Beri Informasi

Minta Bantuan

Minta Informasi

CCTV, LAN TV, RTMS

271

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Peningkatan kemampuan
petugas operasional melalui
pelatihan simulasi penanganan
kendaraan besar yang
mengalami gangguan.

Dampak Keuangan dari Kegiatan

Sebagai bentuk kepatuhan terhadap keterbukaan informasi, Jasa

Nilai biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan yang berhubungan

Marga juga senantiasa melakukan pelaporan terhadap informasi

dengan tanggung jawab kepada konsumen selama tahun 2013

dan fakta material kepada otoritas pasar modal baik melalui surat

adalah sebesar Rp 37,71 miliar.

kepada Bapepam-LK maupun secara electronik reporting kepada


Bursa Efek Indonesia. Jasa Marga juga secara aktif melakukan
publikasi dari setiap aksi korporasi yang dilakukan melalui press

Akses terhadap Informasi dan Data


Perseroan

release dua bahasa, Indonesia dan Inggris, dan publikasi tersebut

Dalam rangka untuk memberikan kemudahan bagi pada

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai Perusahaan,

pemangku kepentingan (stakeholder), Perseroan senantiasa

masyarakat umum dan investor dapat menghubungi Corporate

melakukan pembaharuan (updating) sarana dan prasarana

Secretary (David Wijayatno), Investor Relations Department (Rudi

penunjang penyampaian informasi. Selain itu, Perseroan juga

Kurniadi), Tel. (62-21) 8413630,8413526, Fax. (62-21) 8413540,

terus berupaya memperkuat platform teknologi informasi untuk

Email: sekper@jasamarga.com, investor.relations@jasamarga.co.id

menjaga dan meningkatkan kehandalan dalam penyediaan


informasi secara terintegrasi, tepat waktu dan tepat sasaran
melalui website www.jasamarga.com.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

dapat diunduh melalui website Jasa Marga.

Tanggung Jawab Manajemen atas Laporan Tahunan 2013

Surat Pernyataan Anggota


Tentang Tanggung Jawab Atas

PT Jasa Marga (Persero) Tbk.


Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa semua informasi dalam Laporan Tahunan
PT Jasa Marga (Persero) Tbk. tahun 2013 telah dimuat secara lengkap dan bertanggung jawab penuh
atas kebenaran isi Laporan Tahunan Perseroan.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
Jakarta,

Februari 2014

Dewan KomisariS

Agoes Widjanarko
Komisaris Utama

Ibnu Purna
Komisaris

Akhmad Syakhroza
Komisaris

Mayjen. (Purn.)
Samsoedin
Komisaris Independen

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Joyo Winoto
Komisaris

Irjen. PolISI (Purn.) Michael


Dendron Primanto
Komisaris Independen

Menuju Pertumbuhan Berikutnya

Dewan Komisaris dan Direksi


Laporan Tahunan 2013

Direksi

Adityawarman
Direktur Utama

Hasanudin
Direktur Operasi

Abdul Hadi Hs.


Direktur Pengembangan Usaha

Reynaldi Hermansjah
Direktur Keuangan

Muh Najib Fauzan


Direktur Sumber Daya Manusia
& Umum

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

274

Daftar
Istilah

Identitas Perseroan
Profil Perseroan

Istilah/Singkatan

Transformasi
Jasa Marga
Ikhtisar 2013

JMTIC

Laporan
Manajemen
Analisa dan
Pembahasan
Manajemen
Pengembangan
Proyek Baru
Pengelolaan
Capital
Tata Kelola
Perusahaan
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab
Manajemen Atas
Laporan Tahunan 2013
Daftar Istilah

Keterangan
Jasa Marga Traffic Information Center.
Layanan call center Jasa Marga yang memberikan informasi mengenai kondisi jalan tol
Jasa Marga kepada pemakai jalan serta media untuk menerima saran/keluhan dari pemakai
jalan.

GTO

Gardu Tol Otomatis.


Gardu tol dengan proses pelayanan transaksi secara swalayan dengan menggunakan
peralatan tol.

e-Toll Card
e-Toll Pass
OBU

Kartu yang digunakan untuk transaksi pembayaran tol secara elektronik.

Sistem transaksi tanpa henti pada GTO, dengan menggunakan e-Toll Card yang dipasang
pada OBU.
On Board Unit.
Alat penunjang transaksi tanpa henti yang terpasang di kendaraan yang berfungsi sebagai
alat komunikasi antara transceiver dan kartu pembayaran elektronik (e-Toll Card).

Laporan Keuangan
Konsolidasian

KTME

Kartu Tanda Masuk Elektronik.


Tanda bukti masuk jalan tol pada sistem tertutup yang dalam pengoperasiannya
menggunakan chip, berfungsi untuk menyimpan identitas kendaraan berupa golongan
kendaraan dan asal gerbang yang dilakukan secara elektronik oleh peralatan tol.

VMS
SPM
RTMS

Variable Message Sign.


Papan rambu elektronik yang menampilkan informasi mengenai kondisi lalu lintas jalan tol.
Standar Pelayanan Minimal.
Ukuran yang harus dicapai dalam pelaksanaan penyelenggaraan jalan tol.
Remote Traffic Microwave Sensor.
Sensor yang dipasang di jalan tol untuk mendeteksi kecepatan kendaraan yang melewati
jalan tol.

SFO

Scrapping Filling Overlay.


Kegiatan pemeliharaan yang dilakukan untuk menjaga aspal jalan tol tetap pada kondisi
baik.

V/C ratio
PJU

Volume/Capacity Ratio.
Rasio yang digunakan untuk mengukur kepadatan kendaraan di jalan tol.
Penerangan Jalan Umum.
Lampu yang dipasang pada sisi jalan tol untuk menerangi jalan tol.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

Leading Up to The Next Growth

275

Laporan
Keuangan
Konsolidasian

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. La po ra n Ta h un a n 2013

PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk


DAN ENTITAS ANAK
Laporan Keuangan Konsolidasian
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal
31 Desember 2013 dan 2012

d1/February 17, 2014

PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk


AND SUBSIDIARIES
Consolidated Financial Statements
For the Years Ended
December 31, 2013 and 2012

Paraf/Sign:

PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk


DAN ENTITAS ANAK

Daftar Isi

PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk


AND SUBSIDIARIES

Halaman/
Page

Surat Pernyataan Direksi

Table of Contents

Directors Statement Letter

Laporan Auditor Independen

Independent Auditors Report

Laporan Keuangan Konsolidasian


Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal
31 Desember 2013 dan 2012

Consolidated Financial Statements


For the Years Ended
December 31, 2013 and 2012

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian

Consolidated Statements of Financial Position

Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian

Consolidated Statements of Comprehensive Income

Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian

Consolidated Statements of Changes in Equity

Laporan Arus Kas Konsolidasian

Consolidated Statements of Cash Flows

Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian

Notes to the Consolidated Financial Statements

d1/February 17, 2014

Paraf/Sign:

Paraf/Sign:

12

12

PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk


AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF
FINANCIAL POSITION
For the Years Ended
December 31, 2013 and 2012
(In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)

PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk


DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada
31 Desember 2013 dan 2012
(Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

Catatan/
Notes
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas
Investasi Jangka Pendek
Piutang Lain-lain - Lancar
Biaya Dibayar di Muka
Pajak Dibayar di Muka

2013
Rp

1 Januari/
January 2012
31 Desember/
December 2011
Rp

2012*
Rp

3,514,061,335
6,627,910
177,197,911
47,356,940
1,100,643

4,302,382,487
7,821,744
50,267,652
155,529,466
1,291,131

3,764,008,591
38,787,728
70,431,914
101,985,146
3,965,464

ASSETS
CURRENT ASSETS
Cash and Cash Equivalents
Short Term Investments
Other Receivables - Current
Prepaid Expenses
Prepaid Taxes

3,746,344,739

4,517,292,480

3,979,178,843

Total Current Assets

19,750,666
459,315,101
192,095,078
241,607,444
593,028,346

13,824,674
165,044,677
175,745,092
241,607,444
422,506,867

17,561,679
45,200,244
200,921,819
114,797,944
397,098,595

22,300,271,393
641,118,538
41,848,567
130,965,456

18,547,705,598
362,097,252
41,848,567
265,878,790

15,571,088,046
213,190,107
41,848,567
335,004,723

NON CURRENT ASSETS


Other Receivables - Non Current
Appropriated Funds
Investment in Associates
Other Financial Assets
Property and Equipment - Net
Intangible Assets
Toll Road Concession Rights - Net
Others
Goodwill
Other Assets

Total Aset Tidak Lancar

24,620,000,589

20,236,258,961

16,936,711,724

Total Non Current Assets

TOTAL ASET

28,366,345,328

24,753,551,441

20,915,890,567

TOTAL ASSETS

2.d, 2.e, 2.p, 2.s, 3


2.d, 2.s, 4
2.d, 2.s, 5
2.g, 6
2.q, 7.a

Total Aset Lancar


ASET TIDAK LANCAR
Piutang Lain-lain - Tidak Lancar
Dana Ditetapkan Penggunaannya
Investasi pada Entitas Asosiasi
Aset Keuangan Lainnya
Aset Tetap - Bersih
Aset Takberwujud
Hak Pengusahaan Jalan Tol - Bersih
Lainnya
Goodwill
Aset Lain-lain

2.d, 2.s, 5
2.d, 2.s, 8
2.d, 2.j, 9
2.d, 10
2.h, 11
2.k, 12
12
2.t, 13
14

*) Direklasifikasi, lihat catatan 52/Reclassified, see note 52

Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari


laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan

d1/February 19, 2014

The accompanying notes form an integral part of these


consolidated financial statements

paraf/sign:

PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk


AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF
FINANCIAL POSITION (Continued)
For the Years Ended
December 31, 2013 and 2012
(In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)

PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk


DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada
31 Desember 2013 dan 2012
(Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

Catatan/
Notes

2013
Rp

1 Januari/
January 2012
31 Desember/
December 2011
Rp

2012*
Rp

LIABILITAS DAN EKUITAS


LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Usaha
Utang Kontraktor
Utang Pajak
Utang Lain-lain
Beban Akrual
Liabilitas Jangka Panjang yang
Jatuh Tempo dalam Satu Tahun
Utang Bank
Utang Obligasi
Utang Bantuan Pemerintah
Liabilitas Kerjasama Operasi
Liabilitas Pembebasan Tanah
Utang Sewa Pembiayaan
Provisi Pelapisan Jalan Tol

LIABILITES AND EQUITY


CURRENT LIABILITIES
2.d, 2.s, 15
2.d, 2.s, 16
2.q, 7.b
2.d, 2.s, 17
2.s, 18

80.668.899
1.153.448.281
164.329.238
66.267.404
464.678.613

92.043.627
1.325.014.167
281.375.171
36.384.038
437.317.112

136.141.780
608.921.041
84.534.137
42.632.202
480.072.443

2.d, 2.s, 19
2.d, 2.m, 20
2.d, 2.s, 21
2.d, 22
2.d, 2.s, 23
2.d, 2.i, 24
2.l, 25

951.057.511
700.000.000
-820.300
1.112.701.093
19.776.022
206.136.188

1.640.778.297
1.771.616.920
5.886.734
820.300
809.430.952
18.471.092
229.025.982

1.631.876.383
-14.442.902
820.302
867.271.758
12.121.937
190.666.107

4.919.883.549

6.648.164.392

4.069.500.992

Total Liabilitas Jangka Pendek


LIABILITAS JANGKA PANJANG
Pendapatan Diterima di Muka
Liabilitas Pajak Tangguhan
Liabilitas Jangka Panjang - Setelah
Dikurangi Bagian yang Jatuh
Tempo Dalam Satu Tahun
Utang Bank
Utang Obligasi
Utang Bantuan Pemerintah
Liabilitas Kerjasama Operasi
Liabilitas Pembebasan Tanah
Utang Sewa Pembiayaan
Provisi Pelapisan Jalan Tol
Liabilitas Jangka Panjang Lainnya
Liabilitas Imbalan Kerja

Accounts Payable
Contractors Payable
Taxes Payable
Other Payables
Accrued Expenses
Current Portion of
Long - Term Liabilities
Bank Loans
Bonds Payable
Loan from Government
Joint Operation Liabilities
Land Acquisition Liabilities
Capital Lease Payable
Provision for Overlay
Total Current Liabilities
NON CURRENT LIABILITIES

26
2.q, 7.c

2.d, 2.s, 19
2.d, 2.m, 20
2.d, 2.s, 21
2.d, 22
2.d, 2.s, 23
2.d, 2.i, 24
2.l, 25
45.i, 46.a
2.r, 27

71.028.456
522.668.019

57.119.855
466.565.928

5.320.197.953
5.144.375.988
-21.385.913
566.171.896
47.125.235
124.954.213
435.465.081
326.108.985

3.046.235.536
3.749.446.582
-21.385.913
374.102.952
27.356.411
95.773.316
202.454.407
277.160.581

49.295.196
422.310.725

Unearned Revenues
Deferred Tax Liabilities

1.550.702.483
5.516.485.411
5.886.734
23.983.532
307.928.457
54.642.148
108.852.653
202.454.407
243.338.174

Long Term Liabilities - Net of


Current Portion
Bank Loans
Bonds Payable
Loans from Government
Joint Operation Liabilities
Land Acquisition Liabilities
Capital Lease Payable
Provision for Overlay
Other Long Term Liabilities
Employee Benefits Liabilities

Total Liabilitas Jangka Panjang

12.579.481.739

8.317.601.481

8.485.879.920

Total Non Current Liabilities

Total Liabilitas

17.499.365.288

14.965.765.873

12.555.380.912

Total Liabilities

*) Direklasifikasi, lihat catatan 52/Reclassified, see note 52

Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari


laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan

d1/February 19, 2014

The accompanying notes form an integral part of these


consolidated financial statements

paraf/sign:

PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk


AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF
FINANCIAL POSITION (Continued)
For the Years Ended
December 31, 2013 and 2012
(In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)

PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk


DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada
31 Desember 2013 dan 2012
(Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

Catatan/
Notes
EKUITAS
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan
kepada Pemilik Entitas Induk
Modal Saham
Modal Dasar 19.040.000.000
saham - nilai nominal Rp 500
(Rupiah penuh) per saham,
Modal ditempatkan dan disetor
6.800.000.000 saham terdiri dari
1 Saham Seri A Dwiwarna
dan 6.799.999.999 saham
Seri B
Tambahan Modal Disetor
Keuntungan yang Belum Direalisasi
dari Efek Tersedia untuk Dijual
Saldo Laba
Ditentukan Penggunaannya
Cadangan Wajib
Cadangan Umum
Belum Ditentukan
Penggunaannya
Modal Saham Diperoleh Kembali
Total Ekuitas yang Dapat Diatribusikan
kepada Pemilik Entitas Induk
Kepentingan Non Pengendali

28
29

2013
Rp

1 Januari/
January 2012
31 Desember/
December 2011
Rp

2012*
Rp

EQUITY
Equity Attributable to
Owners of the Parent Entity
Share Capital
Authorized of 19,040,000,000
shares -par value of Rp. 500
(full Rupiah) per share, issued
and fully paid up capital of
6,800,000,000 shares
comprising 1 Series A Dwiwama
share and 6,799,999,999
shares series B
Additional Paid in Capital
Unrealized Gain on
Securities Available for Sale
Retained Earnings
Appropriated
Mandatory Reserves
General Reserves

3,400,000,000
2,453,890,100

3,400,000,000
2,453,890,100

3,400,000,000
2,335,525,034

2,098,260

3,292,095

2,758,079

125,000,000
2,876,455,967

100,000,000
1,940,201,829

75,000,000
1,188,313,887

2.x, 30

447,989,854
--

713,763,337
--

451,135,075
(12,261,750)

2.u, 31

9,305,434,181
1,561,545,859

8,611,147,361
1,176,638,207

7,440,470,325
920,039,330

Total Equity Attributable to


Owners of the Parent Entity
Non-Controlling Interests

Total Ekuitas

10,866,980,040

9,787,785,568

8,360,509,655

Total Equity

TOTAL LIABILITAS DAN


EKUITAS

28,366,345,328

24,753,551,441

20,915,890,567

TOTAL LIABILITIES AND


EQUITY

2.d, 4

Unappropriated
Treasury Stocks

*) Direklasifikasi, lihat catatan 52/Reclassified, see note 52

Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari


laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan

d1/February 19, 2014

The accompanying notes form an integral part of these


consolidated financial statements

paraf/sign:

PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk


AND SUBSIDIARIES

PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk


DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF
KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2013 dan 2012
(Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

Catatan/
Notes
PENDAPATAN USAHA
Pendapatan Tol
Pendapatan Konstruksi
Pendapatan Usaha Lainnya

2.o, 35
2.o, 36
2.o, 37
2.o, 38
2.o, 39
2.o, 33
2.o, 40
2.o, 41

5,825,932,269
3,960,538,543
508,196,823

5,581,752,793
3,344,997,734
143,468,547

Toll Revenues
Construction Revenues
Others Operating Revenues

10,294,667,635

9,070,219,074

Total Operating Revenues

254,728,826
(872,702,807)
(481,739,923)
(1,143,307,645)
(308,000,582)
(3,914,452,489)
(1,087,820,721)
(78,195,152)

400,171,550
(705,621,185)
(276,506,441)
(882,245,033)
(285,225,065)
(3,310,946,174)
(974,916,052)
(59,694,757)

Others Income
Toll Collection Expenses
Toll Road Service Expenses
Toll Road Maintenance Expenses
Joint Operations Expenses
Constructions Expenses
General and Administrative Expenses
Other Expenses

(7,631,490,493)

(6,094,983,157)

2,663,177,142

2,975,235,917

OPERATING INCOME

(944,219,190)
(4,302,810)

(916,145,910)
(3,833,305)

Finance Charges
Net Income (Loss) of Associates

(948,522,000)

(919,979,215)

1,714,655,142
(476,834,608)

2,055,256,702
(519,444,502)

INCOME BEFORE TAXES


Tax Expenses

1,237,820,534

1,535,812,200

INCOME OF THE YEAR

LABA USAHA
Biaya Keuangan
Bagian Laba (Rugi) Bersih Entitas Asosiasi

LABA SEBELUM PAJAK


Beban Pajak

2012
Rp
OPERATING REVENUES

2.o, 32
2.o, 33
2.o, 34

Total Pendapatan Usaha


Penghasilan Lain-lain
Beban Pengumpulan Tol
Beban Pelayanan Pemakai Jalan Tol
Beban Pemeliharaan Jalan Tol
Beban Kerjasama Operasi
Beban Konstruksi
Beban Umum dan Administrasi
Beban Lain-lain

2013
Rp

CONSOLIDATED STATEMENTS OF
COMPREHENSIVE INCOME
For the Years Ended December 31, 2013 and 2012
(In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)

42

2.q, 7.c

LABA TAHUN BERJALAN


PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN
Keuntungan (Kerugian) yang Belum
Direalisasi dari Efek Tersedia untuk Dijual

OTHER COMPREHENSIVE INCOME


2.d, 4

TOTAL LABA KOMPREHENSIF


TAHUN BERJALAN

(1,193,835)

534,016

Unrealized Gain (Loss) on


Securities Available for Sale

1,236,626,699

1,536,346,216

TOTAL COMPREHENSIVE INCOME


FOR THE YEAR

Laba Tahun Berjalan yang Dapat


Diatribusikan kepada:

Income for the Year


Attributable to:

Pemilik Entitas Induk


Kepentingan Non Pengendali

1,602,090,230
(66,278,030)

1,237,820,534

1,535,812,200

2.w, 48

1,335,122,900
(98,496,201)

1,602,624,246
(66,278,030)

1,236,626,699

1,536,346,216

196.52

235.91

Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari


laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan

d1/February 19, 2014

Owner of the Parent Entity


Non Controlling Interest

Total Comprehensive Income


For the Year Attributable to:

Total Laba Komprehensif Tahun Berjalan


yang Dapat Diatribusikan kepada:
Pemilik Entitas Induk
Kepentingan Non Pengendali

Laba Per Saham (Rupiah penuh)

1,336,316,735
(98,496,201)

Owner of the Parent Entity


Non Controlling Interest

Earnings Per Share (full Rupiah)

The accompanying notes form an integral part of these


consolidated financial statements

paraf/sign:

PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk


AND SUBSIDIARIES

PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk


DAN ENTITAS ANAK

CONSOLIDATED STATEMENTS
OF CASH FLOWS

LAPORAN ARUS KAS


KONSOLIDASIAN INTERIM

For the Years Ended

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal


31 Desember 2013 dan 2012
(Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

December 31, 2013 and 2012


(In Thousand Rupiah, Unless Otherwise Stated)
Catatan/
Notes

2013
Rp

2012
Rp

ARUS KAS DARI AKTIVITASI


OPERASI

CASH FLOWS FROM OPERATING


ACTIVITIES

Penerimaan Pendapatan Tol


Penerimaan Pendapatan Lainnya
Pembayaran Kepada Pemasok dan Pihak
Pembayaran Kepada Karyawan
Pembayaran Beban Kerjasama Operasi
Pembayaran Pajak
Pembayaran Bunga Pinjaman
Arus Kas Neto Diperoleh dari
Aktivitas Operasi

5,825,932,269
508,196,823
(1,440,831,502)
(1,196,198,582)
(308,000,582)
(585,900,300)
(717,366,596)

5,581,752,793
143,468,546
(943,874,799)
(1,085,623,357)
(409,422,821)
(498,558,602)
(856,013,532)

Receipts from Toll Revenues


Receipts from Other Revenues
Payments to Vendors and Third Parties
Payments to Employees
Payments of Under Joint Operation
Payments of Taxes
Payment Interest of Bond Payable and

2,085,831,530

1,931,728,228

Net Cash Flows Provided by


Operating Activities
ACTIVITIES

--213,210,523
(274,539,837)
(331,075,672)
(4,070,621,864)

30,259,823
187,502,064
198,528,688
(297,740,299)
(290,132,389)
(2,633,154,329)

(4,463,026,850)

(2,804,736,442)

2,072,459,612
(786,123,299)
2,100,000,000
(1,771,616