Anda di halaman 1dari 10

KATA PENGANTAR

Assalammualaikum wr. wb.


Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya kami dapat
menyelesaikan tugas Matematika ini. Tak lupa sholawat serta salam semoga tercurah selalu kepada
junjungan besar kita Nabi Muhammad SAW. Dengan adanya makalah ini, secara umum dimaksudkan
untuk mempermudah proses pembelajaran Matematika tentang DETERMINAN MATRIX ORDO
3x3 ini. Dan secara khusus sebagai tugas penambah nilai dalam bidang studi Matematika. Ucapan
terima kasih juga kami sampaikan pada pihak-pihak yang telah berperan dalam suksesnya tugas
Matematika kami, yaitu:

Guru pengajar Matematika, Ibu Sisca Novalina


Teman-teman kelas X MIA 4
Mungkin ada banyak isi dan kata yang tidak berkenan di hati Ibu, untuk itu kami mohon maaf

yang sebesar-besarnya dan mohon adanya kritikan yang dapat membangun. Mungkin cukup sekian
kata-kata pembuka dari kami, sebelumnya kami ucapkan terima kasih.
Wassalammualaikum wr. wb.
Palembang, Oktober 2014
Penulis
Kelompok 6

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR.................................................................................................................................
DAFTAR ISI.............................................................................................................................................
1. BAB I PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG.....................................................................................................
1.2
RUMUSAN MASALAH................................................................................................
1.3
TUJUAN PENULISAN..................................................................................................
1.4
MANFAAT PENULISAN

MANFAAT TEORITIS.............................................................................................

MANFAAT PRAKTIS..............................................................................................
2. BAB II PEMBAHASAN
2.1
PENGERTIAN DETERMINAN MATRIX.....................................................................
2.2
CARA MENGHITUNG DETERMINAN MATRIX ORDO 3X3...................................
2.3
CONTOH SOAL DETERMINAN MATRIX DAN PENYELESAIANNYA..................
2.4
SIFAT-SIFAT DETERMINAN MATRIKS......................................................................
3. BAB III PENUTUP
3.1
KESIMPULAN...............................................................................................................
3.2
SARAN...........................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................................

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Masalah-masalah kehidupan sehari-hari dapat menyangkut pada cara penyelesaiannya secara
matematis. Contohnya dengan cara matrix. Matriks adalah susunan bilangan - bilangan yang diatur
menurut baris dan kolom dan dibatasi dengan kurung. Bilangan bilangan pada matriks disebut
elemen elemen matriks. Suatu matriks ditandai dengan huruf besar, misalnya matriks A, B, C, M, N,
P, dst.

1.2 Rumusan Masalah


Dalam penulisan makalah ini, masalah yang ingin dikaji adalah :
1. Pengertian Determinan Matrix
2. Cara menghitung Determinan Matrix Ordo 3x3
3. Contoh soal Determinan Matrix dan penyelesaiannya

1.3 Tujuan Penulisan


Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan yang dicapai adalah:
1. Mengetahui pengertian determinan matrix
2. Mengetahui cara menghitung determinan matrix ordo 3x3
3. Mengetahui contoh soal determinan matrix dan penyelesaiannya

1.4 Manfaat Penulisan

Manfaat Teoritis
1.
Sebagai bahan penilaian bagi Ibu Guru Mata Pelajaran Matematika.
2.
Sebagai sumber referensi untuk para pembaca.
3.
Sebagai pembanding bagi para pembaca untuk membuat makalah.
Manfaat Praktis
Makalah ini dapat menjadi sumber informasi bagi masyarakat untuk lebih mengenal
lebih dalam lagi tentang determinan matrix ordo 3x3 beserta cara penyelesaian persoalan
determinan matriks tersebut.

4.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Determinan Matrix
Determinan matriks adalah jumlah semua hasil perkalian elementer yang bertanda
dari A dan dinyatakan dengan det(A). Determinan matriks di definisikan sebagai selisih
antara perkalian elemen - elemen pada diagonal utama dengan perkalian elemen - elemen
pada diagonal sekunder. Determinan dari matriks dinotasikan dengan det atau ||. Nilai dari
determinan suatu matriks berupa bilangan real.

2.2 Cara Menghitung Determinan Matrix Ordo 3x3


Untuk setiap matriks bujur sangkar A terdapat nilai karakteristi yang dikenal sebagai
determinan, biasa ditulis det (A) atau

|aij|

. Determinan matriks A ditulis sebagai

a11 a12
a 21 a22
det A= a 31 a32

a i 1 a i2

a1 j
a2 j
a3 j

a ij

Jika matriks A dengan det (A) = 0, A disebut matriks singular. Sebaliknya, jika
det (A)

0 , A disebut matriks taksingular.

Ada 2 cara yang dapat digunakan untuk menentukan determinan matriks berordo 33,
yaitu aturan Sarrus dan metode Minor-Kofaktor.
1. Aturan Sarrus
Untuk menentukan determinan dengan aturan Sarrus, perhatikan alur berikut.
Misalnya, kita akan menghitung determinan matriks A3 3. Gambaran perhitungannya
adalah sebagai berikut.

a11 a 12 a13 a11 a 12


det A= a21 a 22 a23 a21 a 22
a31 a 32 a33 a31 a 32.
(-)

(-)

(-)

(+)

(+) (+)

a11 a 22 a33 +a12 a23 a31 + a13 a 21 a32 a13 a 22 a31


a11 a23 a32a12 a21 a33
2. Metode Minor-Kofaktor
2

Misalkan matriks A dituliskan dengan

M ij

dinotasikan dengan

[ aij ]

. Minor elemen

aij

yang

adalah determinan setelah elemen-elemen baris ke-i dan

kolom ke-j dihilangkan. Misalnya, dari matriks A3 3 kita hilangkan baris ke-2 kolom

a11 a 12 a13
A= a21 a 22 a23
ke-1 sehingga :
a31 a 32 a33

M 21=

Akan diperoleh

a12 a13
a32 a33

baris ke-2 kolom ke-1 atau

M 21

M 21

adalah minor dari elemen matriks A

= minor

a21 . Sejalan dengan itu, kita dapat

memperoleh minor yang lain, misalnya :

M 13=

a21 a22
a31 a32

Kofaktor elemen

]
ai j , dinotasikan

K ij

(1)i+ j dengan

adalah hasil kali

minor elemen tersebut. Dengan demikian, kofaktor suatu matriks dirumuskan dengan:

K ij =

(1)i+ j

M ij
a21

Dari matriks A di atas, kita peroleh misalnya kofaktor

dan

a13

berturut-

turut adalah

K 21 =
K 13 =

(1)2+1

M 21=M 21=

(1)3+1

Kofaktor dari matriks A3 3 adalah kof(A) =

M 13=M 13=

a 12 a13
a 32 a33

a21 a22
a31 a32

K 11 K 12 K 13
K 21 K 22 K 23
K 31 K 32 K 33

Nilai dari suatu determinan merupakan hasil penjumlahan dari perkalian elemenelemen suatu baris (atau kolom) dengan kofaktornya. Untuk menghitung determinan,
kita dapat memilih dahulu sebuah baris (atau kolom) kemudian kita gunakan aturan di
atas. Perhatikan cara menentukan determinan berikut.

Misalkan diketahui matriks A =

a11 a12 a13


a21 a22 a23
a31 a32 a33

Determinan matriks A dapat dihitung dengan cara berikut.


Kita pilih baris pertama sehingga

det ( A )=a 11 K 11 +a12 K 12 +a 13 K 13


1+1

a11 (1)

1+2

M 11 + a12 (1)
a11

1 +3

M 12 +a13 (1)

] [

M 13

] [

a22 a23
a
a
a
a
a12 21 23 + a13 21 22
a32 a33
a31 a33
a31 a32

a11 ( a 22 a33 a 32 a23 ) a 12 ( a21 a33 a31 a23 )


+a13 (a 21 a32 a31 a22)
a11 a 22 a33 a11 a32 a23 a 12 a21 a33+ a12 a31 a23
+a13 a21 a32 a13 a 31 a22
a11 a 22 a33 +a12 a23 a31 + a13 a 21 a32 a13 a 22 a31

a11 a23 a32a12 a21 a33

Tampak bahwa det(A) matriks ordo 3 3 yang diselesaikan dengan cara minorkofaktor hasilnya sama dengan det(A) menggunakan cara Sarrus.

2.3 Contoh Soal Determinan Matrix Dan Penyelesaiannya


Contoh 1:

Tentukan determinan dari matriks A =

| |
1 2 3
2 1 4
3 1 2

dengan aturan Sarrus dan minor-

kofaktor.
Penyelesaian :

A=

Cara 1: (Aturan Sarrus)

| || |

1 2 3
1 2 31 2
2 1 42 1 42 1
3 1 2
3 1 23 1

(1 1 2)+(2 4 3)+(3 2 1) (3 1 3)

(1 4 1) (2 2 2)
2+24+6 9 4 8

11

Cara 2: (Minor-kofaktor)

Misalnya kita pilih perhitungan menurut baris pertama sehingga diperoleh :

det ( A )=a 11 K 11 +a12 K 12 +a 13 K 13

| | | | | |

1 1 4 2 2 4 +3 2 1
1 2
3 2
3 1

1 ( 1 21 4 )2 ( 2 24 3 ) +3( 211 3)

1 ( 24 )2 ( 412 ) +3(23)
1 (2 )2 (8 ) +3(1)

2+ 163
11

2.4 Sifat-Sifat Determinan Matriks


Berikut disajikan beberapa sifat determinan matriks.
1.
Jika semua elemen dari salah satu baris/kolom sama dengan nol maka determinan
matriks itu nol.
Misal :
2.

[ ]

2 3 1
A= 0 0 | A|=0 ; B= 0 0 0 |B|=0
2 3
5 4 1

[ ]

Jika semua elemen dari salah satu baris/kolom sama dengan elemen-elemen
baris/kolom lain maka determinan matriks itu nol.

[ ]

4 3 2
B=
5 7 8
Misal
4 3 2
3.

(Karena elemen-elemen baris ke-1 dan ke-3 sama).

Jika elemen-elemen salah satu baris/kolom merupakan kelipatan dari elemen-elemen


baris/kolom lain maka determinan matriks itu nol.

Misal:

[ ]

1 2 3
A= 5 7 0 | A|=0 (Karena elemen-elemen baris ke-3 sama dengan
2 4 6

kelipatan elemen-elemen baris ke-1).


4.

| AB|= AB

5.

| AT|= A , untuk AT adalah transpose dari matriks A.

6.

A
| A1|= 1 , untuk

A1 adalah invers dari matriks A. (Materi invers akan kalian

pelajari pada subbab berikutnya).


7.

|kA|=knA , untuk A ordo n n dan k suatu konstanta. Sifat-sifat di atas


tidak dibuktikan di sini. Pembuktian sifat-sifat ini akan kalian pelajari di jenjang yang
lebih tinggi.

BAB III
PENUTUP
3.1

Kesimpulan
Determinan matriks adalah jumlah semua hasil perkalian elementer yang bertanda
dari A dan dinyatakan dengan det(A). Ada 2 cara yang dapat digunakan untuk menentukan
determinan matriks berordo 33, yaitu aturan Sarrus dan metode Minor-Kofaktor.

3.2

Saran
Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali permasalahan yang bisa diselesaikan
dengan cara matematis, contohnya dengan cara determinan matriks. Dengan adanya cara
tersebut dapat menyelesaikan masalah sehari-hari.

DAFTAR PUSTAKA

Satu, Akar. 2013. Determinan Matriks


(akarsatu.blogspot.com/2013/06/determinan-matriks.html, diakses 23 Oktober 2014)
Maulana, Puri. 2013. Contoh Soal Matriks, Pengertian, Jenis-jenis, Sifat Operasi, Invers, Jawaban,
Notasi dan Ordo, Penjumlahan, Pengurangan, Perkalian, Transpose, Skalar, Determinan, Matematika.
(http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/05/contoh-soal-matriks-pengertian-jenis-jenis-sifatoperasi-invers-jawaban-notasi-dan-ordo-penjumlahan-pengurangan-perkalian-transpose-skalardeterminan-matematika.html , Diakses tanggal 26 Oktober 2014)