Anda di halaman 1dari 18

Laboratorium Ilmu Kesehatan Masyarakat

Fakultas Kedokteran
Universitas Mulawarman

DIAGNOSIS KOMUNITAS
PUSKESMAS LEMPAKE

Oleh :
Desy Nur Fatma Sari
Febry Prayugo
Hatfina Ranida
Rifa Fahdianata
Pembimbing :
dr. Deasi Nursanti, M. Si
dr. Riris Choiru, M. Kes
dr. Zulhijran Noor

Laboratorium/SMF Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman
Puskesmas Lempake Samarinda
2014

BAB I
PENDAHULUAN

Tujuan dibentuknya puskesmas adalah untuk mendukung tercapainya


tujuan pembangunan kesehatan nasional yakni meningkatkan kesadaran, kemauan
dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang yang bertempat tinggal di wilayah
kerja puskesmas. Dalam pelaksanaannya puskesmas memiliki fungsi sebagai
pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan
masyarakat dan keluarga dan pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama yang
terdiri atas pelayanan medik dasar dengan pendekatan individu dan keluarga, dan
pelayanan kesehatan masyarakat.
Upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan
yang berkualitas, di antaranya meningkatkan akses terhadap pelayanan kesehatan
dasar. Di sini peran Puskesmas dan jaringannya sebagai institusi yang
menyelenggarakan pelayanan kesehatan di jenjang pertama yang terlibat langsung
dengan masyarakat menjadi sangat penting.
Untuk meningkatkan kinerja dan mutu perencanaan program kesehatan,
diperlukan suatu proses perencanaan yang akan menghasilkan suatu konsep yang
bersifat komprehensif dan holistik. Langkah pokok yang perlu dilakukan adalah
analisa situasi, indentifikasi masalah dan menetapkan prioritas, menetapkan
tujuan, melakukan analisis untuk memilih alternative kegiatan terbaik, serta
menyusun rencana operasional. Langkah pokok tersebut dilakukan secara
sistematis.
Masalah adalah suatu kesenjangan antara harapan dengan kenyataan.Suatu
perumusan masalah yang baik adalah jika pada rumusan tersebut jelas
menyatakan adanya kesenjangan yang dapat dikemukakan secara kualitatif dan
kuantitatif. Masalah dalam perencanaan kesehatan tidak terbatas pada gangguan
kesehatan saja, akan tetapi meliputi semua faktor yang mempengaruhi kesehatan
penduduk termasuk di dalam nya adalah lingkungan, perilaku, kependudukan, dan
pelayanan kesehatan. Sehingga masalah yang ditetapkan merupakan masalah
kesehatan yang benar ada di masyarakat, sehingga dalam pelaksanaan

penanggulangan masalah yang ada, masyarakat mampu berperan aktif di


dalamnya.

BAB II
DATA PEMANTAUAN WILAYAH KERJA
PUSKESMAS LEMPAKE SAMARINDA
2.1. Data Geografi
Puskesmas Lempake Samarinda memiliki wilayah kerja di kecamatan
Lempake yang terdiri dari 2 kelurahan, yaitu kelurahan Lempake dan
kelurahan Tanah Merah.

No
.
1.
2.

3.

Data Wilayah
Luas Wilayah
Batas Wilayah
Utara
Timu r
Selatan
Barat

Pembagian Wilayah

Lempake

Tanah Merah

3224 Ha

2156,44 Ha

Sungai Siring
Tanah Merah
Mugirejo
Gunung
Lingai,Sempaja
Utara, dan
Sempaja Selata
7 dusun (Kebon
Agung, Lempake
Jaya, Sukorejo,
Girirejo, Jaya
Mulya, Benanga,
dan Muang
Dalam) dengan
45 RT.

Sungai Siring
Sungai Siring
Mugirejo
Lempake

Jumlah
5.380,44 Ha

4 dusun (Talang
Sari, Rimbawan,
Tanah Merah,
dan Guntung
Lai) dengan 25
RT.

2.2. Data Demografi


4

No
.
1.
2.

Data Demografi

Lempake

Tanah Merah

Jumlah

Jumlah Penduduk
Jumlah KK
Jlh Penduduk
Menurut Gol . Umur

0 1 th

1 5 th

5 7 th

7 15 th

15 56 th

56 th
keatas

20.464
4.355

9.775
1.890

30.239
6.245

374
2.306
1.519
3.070
7.067
2.005

179
1.102
200
850
3.879
520

553
3.408
1.719
3.920
10.946
2.525

2.3 Data Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan


Kelurahan Lempake
Lulusan /Pendidikan Umum
Taman kanak-kanak
Sekolah Dasar
SMP
SMA
Akademi (D1-D3)
Sarjana (S1-S2)

165 orang
356 orang
366 orang
466 orang
76 orang
43 orang

Lulusan /Pendidikan Khusus


Pondok Pesantren
Madrasah
Pendidikan Keagamaan
Sekolah Luar Biasa
Kursus/keterampilan

234 orang
296 orang
-

Kelurahan Tanah Merah


Lulusan /Pendidikan Umum
Taman kanak-kanak
Sekolah Dasar
SMP
SMA
Akademi (D1-D3)
Sarjana (S1-S2)
Lulusan /Pendidikan Khusus

86 orang
118 orang
64 orang
259 orang
20 orang
10 orang

Pondok Pesantren
Madrasah
Pendidikan Keagamaan
Sekolah Luar Biasa
Kursus/keterampilan

15 orang
13 orang
453 orang
147 orang

2.4. Data Sasaran Dinas Kesehatan Tahun 2013


No

Klasifikasi Penduduk

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.

Jumlah Total Penduduk


Jumlah Bayi (0-11 bln)
Jumlah BADUTA (0-23 bln)
Jumlah Bayi (6-11 bln)
Jumlah Anak (1-5 th)
Jumlah BALITA (24-59 bln)
Jumlah BALITA
Jumlah Bayi (0-6 bln)
Jumlah Ibu Hamil
Jumlah Ibu Nifas
Jumlah Lansia (45-70 th)
Jumlah Pasangan Usia Subur
Jumlah Ibu Hamil Resiko Tinggi
Jumlah Anak Pra Sekolah
Neonatus Komplikasi
Jumlah Wanita Usia Subur

Kelurahan
Lempake
Tanah Merah
20.464
9.775
374
179
749
358
187
89
2.306
1.102
1.932
923
2.681
1.281
187
89
412
197
393
188
1.739
831
3.684
1.760
82
39
1.105
528
56
27
11.051
5.279

2.5. Data Fasilitas Kesehatan, Sarana & Prasarana, dan Tenaga Kesehatan
a. Tabel Data Fasilitas Kesehatan
No
.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Fasilitas Kesehatan
Puskesmas
Puskesmas Pembantu
Posyandu Balita
Posyandu Lansia
Bidan Praktek
Dokter Praktek
Apotek
Poskesdes

Lempake

Tanah Merah
1 buah

3 buah
22 buah
4 buah
5 Praktek Bidan
2 buah
2 buah

1 buah
10 buah
1 buah
3 Praktek Bidan
2 buah
1 buah

Jumlah
1 buah
4 buah
32 buah
5 buah
8 praktek Bidan
4 buah
3 buah

b. Tabel Data Sarana dan Prasarana kesehatan di Puskesmas Lempake


No
.
1.

Sarana dan Prasarana

Jumlah

Mobil
Motor
Komputer
Laptop / Note book
Printer
Mesin Tik
Televisi
DVD
Telepon
TOA/Pengeras Suara
Rumah dinas

2 buah
9 buah
11 unit
7 unit
12 unit
1 unit
2 buah
1 buah
1 unit
2 buah
4 buah

2.6. Data Kunjungan Pasien Puskesmas Lempake Bulan Mei Juli 2014
No
.
1.

Poli

Kunjungan

Poli Umum
8.701

2.

Poli KIA
1.681

3.

Poli Gigi
670

4.

Poli KB
452

Jumlah
11.504
Rata-rata Kunjungan per
3.834
Bulan
2.7. Data Peringkat 10 Besar Penyakit di Puskesmas Lempake Bulan Mei s/d
Juli 2014
1. Nasofaringitis akut (common cold) sebanyak 1.022 kasus.
2. Sehat sebanyak 800 kasus.
3. Hipertensi sebanyak 624 kasus.
4. Kontrasepsi sebanyak 452 kasus.
5. Mialgia sebanyak 255 kasus.
6. ISPA sebanyak 239 kasus.
7. Febris tanpa sebab yang jelas sebanyak 237 kasus.
8. Faringitis akut sebanyak 211 kasus.
9. Dispepsia sebanyak 211 kasus.

BAB III
IDENTIFIKASI MASALAH KESEHATAN PUSKESMAS LEMPAKE
LEMBAR KERJA 1.
IDENTIFIKASI MASALAH
NO
.
1.
2.
3.
4.

MASALAH KESEHATAN

TEMUAN / KETERANGAN

Ditemukan kasus Demam Berdarah Dengue


Terdapat 7 kasus DBD selama periode Mei-Agustus 2014.
Tingginya kunjungan kasus Nasofaringitis akut Terdapat 1.022 kunjungan kasus nasofaringitis akut pada periode Mei-Juli
(common cold)
Tingginya kunjungan kasus Hipertensi
Tingginya kasus Myalgia

2014.
Terdapat 624 kunjungan kasus hipertensi pada periode Mei-Juli 2014.
Terdapat 255 kasus myalgia pada periode Mei-Juli 2014.

LEMBAR KERJA 2.
PENYAJIAN DAFTAR POTENSIAL PERMASALAHAN
NO.

MASALAH KESEHATAN

1.

Ditemukan kasus Demam Berdarah Dengue

2.

Tingginya kunjungan kasus Nasofaringitis Akut


(common cold)

3.

Tingginya kunjungan kasus Hipertensi

4.

Tingginya kasus Myalgia

PENYEBAB MASALAH
Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pencegahan DBD dengan 4 M plus.
Keterbatasan tenaga kesehatan untuk melakukan penyuluhan dan pemantauan
terhadap jentik di lingkungan masyarakat.
Kurangnya kerjasama lintas sektor.
Kurangnya kesadaran masyarakat mengenai faktor risiko dan faktor predisposisi dari
penyakit nasofaringitis akut.
Kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjalankan gaya hidup sehat
Kurangnya upaya promosi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat
akan pentingnya gaya hidup sehat
Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai faktor resiko serta bahaya dari
penyakit hipertensi.
Kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjalankan gaya hidup sehat.
Kurangnya upaya promosi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat
pentingnya gaya hidup sehat.
Keterbatasan tenaga kesehatan dalam memberikan pengobatan sesuai standar.
Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai gejala serta bahaya dari penyakit
myalgia.
Kurangnya penyuluhan mengenai gejala serta bahaya dari penyakit myalgia sebagai
salah satu penyebab penyakit akibat pekerjaan kepada masyarakat sekitar,
mengingat sebagian besar masyarakat di daerah Lempake dan Tanah Merah
adalah petani.
Keterbatasan kemampuan tenaga kesehatan serta peralatan untuk mendiagnosis dini

10

penyakit akibat pekerjaan contohnya seperti myalgia.

11

LEMBAR KERJA 3.
ANALISIS MULTIPLE SKORING PRIORITAS MASALAH

No
1
2
3
4

Permasalahan

Kriteria Bobot Masalah


B
C
10
8

PEARL

NPT

Prioritas

NPD
104

11111

520

Ditemukan kasus Demam Berdarah

A
3

Dengue.
Tingginya kunjungan kasus

90

01111

360

III

Nasofaringitis Akut
Tingginya kunjungan kasus Hipertensi
Tingginya kunjungan kasus Myalgia

7
6

5
2

8
9

96
72

11111
01111

480
288

II
IV

Keterangan :
A : Besar masalah yaitu jumlah atau kelompok penduduk yang terkena masalah serta keterlibatan masyarakat dan instansi terkait.
B : Kegawatan masalah yaitu tingginya angka morbiditas dan mortalitas.
C : Efektifitas atau kemudahan penanggulangan masalah.
D : Berbagai pertimbangan dalam kemungkinan pemecahan masalah. P (Propriatness), E (Economic feasibility), A (Acceptability),
R (Resource availability), L (Legality).
NPD : Nilai prioritas dasar = (A+B) x C
NPT : Nilai prioritas total = (A+B) x C x D
LEMBAR KERJA 4.

12

FISH BONE (ISHIKAWA)


PERMASALAHAN KESEHATAN, FAKTOR RESIKO, & SUMBER DAYA

METODE

MANUSIA

Tidak ada kader jumantik.


Penyuluhan tentang penyakit DBD masih kurang.
Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan 4M plus.

Pasien :
Kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai penyakit DBD.
Kurangnya kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat.
Petugas :
Kurangnya promosi kesehatan tentang DBD.
kurangnya pembinaan terhadap kader jumantik.
Kurangnya jumlah tenaga kesehatan

MENINGKATNYA KASUS DBD


Kurangnya alat promosi kesehatan seperti pamflet tentang penyenab, geja, bahaya, dan pencegahan DBD.
Masih banyaknya masyarakat yang menggunakan drum sebagai alat penampungan air namun jarang dikuras atau diberi abate
Masih banyak masyarakat yang membiarkan sampah maupun kaleng-keleng bekas tertimbun.
Perubahan iklim.

SARANA/
PRASARANAA

LINGKUNGAN

LEMBAR KERJA 5.

13

PENELITIAN KETEPATAN INTERVENSI


Permasalahan Kesehatan : Meningkatnya Kasus Demam Berdarah Dengue

14

No.

Strategi/Intervensi
Melakukan

1.

penyuluhan

mengenai

penyebab,

Ya

Ya

Ya

Ya

Ya

cara

penularan, faktor resiko, gejala, bahaya, dan penanganan


awal dari DBD.

2.

Pembuatan pamflet atau leaflet mengenai DBD.

Ya

Ya

Ya

Ya

Ya

3.

Pembinaan kader jumantik.

Ya

Ya

Ya

Ya

Ya

4.

Pembagian bubuk abate.

Ya

Ya

Ya

Ya

Ya

5.

Pengadaan alat fogging.

Ya

Tidak

Ya

Tidak

Ya

LEMBAR KERJA 6.
PLAN OF ACTION
Permasalahan Kesehatan

: Meningkatnya Kasus DBD dengan Kejadian Morbiditas dan Mortalitas yang Tinggi.

Tujuan Jangka Panjang

: Pemberantasan Kasus DBD cakupan\ wilayah kerja Puskesmas Lempake.

Tujuan Jangka Pendek

: Terlaksananya Program Pemberantasan Kasus DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Lempake Samarinda dan
Mencegah Terjadinya Kasus Baru DBD.

No
1.

Strategi
Intervensi
Melakukan

Setting dan Metode

Target Populasi

Setting :

Masyarakat di

Peran dan Tanggung


Jawab
Fasilitator :

Sumber Daya
- Tenaga Kesehatan

Evaluasi
- Kuisioner pre dan

15

penyuluhan
mengenai
penyebab, cara
penularan,
faktor resiko,
gejala, bahaya,
dan
penanganan
awal dari DBD.

Pembuatan
pamflet atau
leaflet
mengenai
DBD

Pembinaan
kader
jumantik.

- Posyandu
- Tempat-tempat umum
Metode :
- Pendataan awal (survey
dan pemetaan masalah)
- Penyuluhan mengenai
penyebab, cara
penularan, faktor resiko,
gejala, bahaya, dan
penanganan awal dari
DBD. (20 menit)
- Tanya jawab (30 menit)
Setting :
- Puskesmas Induk
- Pusban
- Posyandu
- Kegiatan rutin masyarakat
Metode :
- Pembagian pamflet atau
leaflet.
Setting :
- Puskesmas induk
Metode :
- Pembekalan pengetahuan
tentang tanda dan gejala,
serta bahaya DBD.
- Pembekalan pengetahuan
tentang cara penolongan
pertama pasien DBD,

wilayah kerja
Puskesmas
Lempake

- Dokter
- UPK Promosi
Kesehatan
- Ketua RT & Tokoh
Masyarakat

PKM
- Kader
- Tokoh Masyarakat

post penyuluhan.
- Peningkatan
sanitasi dan
higiene rumah.
- Menurunnya temuan
kasus DBD.

- Tenaga Kesehatan
PKM
- Kader

- Meningkatnya
pengetahuan
masyarakat
mengenai penyakit
DBD.
- Penerapan 4 M plus
oleh masyarakat.

Penanggung Jawab :
Pimpinan Puskesmas

Seluruh masyarakat
di wilayah kerja
PKM Lempake.

Fasilitator :
- UPK Promosi
Kesehatan
- UPK P2P
Penanggung Jawab :
Pimpinan Puskesmas

Seluruh kader di
wilayah kerja PKM
Lempake.

Fasilitator :
- UPK Promosi
Kesehatan dan
Swadaya Masyarakat

- Tenaga Kesehatan
PKM
- Kader

- Penurunan kasus
DBD

Penanggung Jawab :
Pimpinan Puskesmas

16

beserta pencegahannya.
- Pedoman rumah bersih dan
sehat.
- Modul Pelatihan

Setting :
- Rumah-rumah warga
Pembagian
Metode:
bubuk abate.
Pembagian bubuk abate
gratis tiap 3 bulan sekali

Seluruh masyarakat
di wilayah kerja
PKM Lempake.

Fasilitator :
- UPK P2P
- Kader Jumantik

- Tenaga Kesehatan
PKM
- Kader Jumantik

- Rumah warga bebas


jentik.

Penanggung Jawab :
Pimpinan Puskesmas

17